Page 22

22

SELASA, 6 JULI 2010

FOTO IMI LAMPUNG

START: Dua pembalap Lampung, Edo (46) dan Tedi A.S. (45), bersiap di garis start kelas MP4 seri III Yamaha Cup Race Region Sumatera.

Finis Pertama, Edo Puncaki Klasemen BANDARLAMPUNG – Yamaha Cup Race Region Sumatera memasuki seri III pada 3–4 Juli 2010 di Medan, Sumatera Utara. Dua pembalap Lampung yang membela Yamaha Mandala IMI Lampung, Andreas Gunawan dan Tedi A.S., unjuk kemampuan di sana. Hasilnya? Andreas berhasil finis pada urutan pertama kelas MP4 atau bebek tune up 115 cc pemula. Persis di belakang dia, Tedi Permana, pembalap Yamaha Ninos Palembang. Peringkat ketiga ditempati Hadi Rinaldi asal Nanggroe Aceh Darussalam. Rekan setim Andreas, Tedi A.S., harus puas pada urutan keempat. ’’Sebenarnya, Edo Cintong – sapaan akrab Andreas Gunawan– tidak kami unggulkan untuk menang. Tapi, setelah Tedi terjatuh di lap ke-4, Edo tampil menggila dan akhirnya menang,” ujar Uyung, manajer Yamaha Mandala IMI Lampung, kemarin.

Soal pencapaian Tedi A.S., Uyung tak kecewa. Dia menganggap berada di posisi keempat sudah cukup baik. ’’Siapa pun pasti nggak mau terjatuh saat race. Ya, itulah balapan. Tapi, saya tetap bersyukur. Kendati terjatuh di lap keempat, dia mampu finis pada posisi keempat. Dengan begitu, Tedi memperoleh tambahan 13 poin,” tutur Uyung. Ada satu lagi pembalap Yamaha Mandala IMI Lampung yang berlaga di kelas MP4. Dia adalah Wati, satu-satunya racer wanita. ’’Walaupun Wati gagal finis, setidaknya dia mendapatkan pengalaman berharga untuk bekal dia tampil lebih baik pada seri berikutnya,” terang Uyung. Tedi A.S. dan Edo juga bertarung di kelas MP3 atau bebek tune up 125 cc pemula. Tedi A.S. menempati posisi keempat, sedangkan Edo kelima. ’’Posisi pertama diraih Tedi Permana asal

Palembang, kedua Hadi Rinaldi asal Aceh, dan ketiga Iqbal Gatra asal Riau,” beber Uyung. Terpisah, Donni Rochatta, ketua harian Pengprov IMI Lampung, mengatakn, hingga seri III, Edo menggusur Tedi A.S. dari posisi puncak klasemen sementara kelas MP4. Dia mengantongi 45 poin. Peringkat kedua ditempati Tedi Permana dengan nilai sama. Tedi A.S. sendiri berada di urutan ketiga dengan 38 poin. “Jika Edo mampu mempertahankan posisinya hingga seri kelima, dia berhak memperoleh tiket tampil pada Yamaha Cup Race ASEAN 2010 di Malaysia,” terangnya. Sekadar mengingatkan, Yamaha Cup Race Region Sumatera terdiri atas lima seri. ’’Seri keempat akan berlangsung di Jambi pada 11 Juli 2010. Seri terakhir atau kelima di Bandarlampung pada 1 Agustus 2010,” sambungnya. (jar/ewi)

Gelar Yamaha Handayani Cup BANDARLAMPUNG – PB Handayani menggandeng PT Lautan Teduh Interniaga –diler utama Yamaha Lampung– akan menggelar turnamen terbuka bulu tangkis Yamaha Handayani Cup pada 28– 31 Juli 2010 di GOR Saburai, Bandarlampung. Demikian keterangan ketua panitia pelaksana Yuris Nastasia E. Putri kemarin. “Yamaha Handayani Cup menyediakan total hadiah lebih dari Rp70 juta,” ujarnya. Yamaha

Handayani Cup tak hanya diperuntukkan pebulu tangkis Lampung. Pebulu tangkis luar Lampung bisa ambil bagian. ’’Kami memastikan para pebulu tangkis terbaik dari berbagai provinsi akan ikut serta,” sambung Yuris. Dia melanjutkan, pendaftaran akan ditutup pada 24 Juli 2010. ’’Tempat pendaftaran di Gedung Sumpah Pemuda Wayhalim. Kemudian technical meeting dilaksanakan pada 26 Juli 2010 di

GOR Saburai,” sambungnya. Nomor yang dipertandingkan, antara lain, kelompok usia (KU) dini sampai dengan 10 tahun, KU 12 tahun, KU 14 tahun atau pemula, KU 16 tahun atau remaja, KU 19 tahun atau taruna, kelompok dewasa, dan veteran (usia 35 tahun ke atas). ’’Semua kelompok usia mempertandingkan kategori putra dan putri, baik perseorangan maupun ganda,” jelas Yuris. (jar/ewi)

Nadal Samai Rekor Agassi LONDON - Rafael Nadal menuntaskan perjalanannya dengan sempurna. Petenis Spanyol yang kembali menduduki posisi teratas ATP (Asosiasi Tenis Pria) itu menggenggam supremasi tertinggi di grand slam lapangan rumput, Wimbledon 2010. Unggulan kedua asal Spanyol itu menunjukkan dirinya masih terlalu perkasa bagi unggulan ke12 Tomas Berdych (Republik Ceko). Petenis kidal itu menang dengan tiga set langsung, 6-3, 75, 6-4, di final yang berlangsung Minggu malam (4/7) WIB. Itu menjadi gelar juara kedua baginya di Wimbledon setelah kemenangan pada 2008.

RAFAEL NADAL

Gelar Wimbledon tersebut juga membuatnya mengoleksi delapan gelar grand slam. Selain lima gelar di Prancis Terbuka dan dua gelar

di Wimbledon, Nadal juga menjadi juara di Australia Terbuka 2009. Dengan delapan gelar itu, dia menyamai para legenda tenis lainnya seperti Andre Agassi, Jimmy Connors, Ivan Lendl, Fred Perry, dan Ken Rosewall. Dengan demikian, hanya Grand Slam Amerika Serikat (AS) Terbuka yang belum mampu ditaklukkan Nadal. ’’Ini lebih dari sebuah mimpi bagi saya. Selalu menjadi mimpi saya bermain di lapangan ini. Sebuah momen menakjubkan kembali ke final saat ini karena tahun lalu saya tak bisa berpartisipasi,” tutur Nadal usai penyerahan trofi juara. (jpnn/ewi)

Medali 2 Cabang Berkurang, KONI Lampung Keberatan BANDARLAMPUNG – Kebijakan panitia besar PON XVIII/ 2012 mengurangi jumlah medali emas cabang angkat besi, angkat berat, dan panahan pada PON XVIII/2012 mendapat resistensi dari sejumlah Konida. Salah satunya KONI Lampung. Makanya pada 1–2 Juli 2010, mereka mendatangi KONI Pusat. ’’Pengurangan jumlah medali emas pada PON 2012 untuk cabang angkat besi, angkat berat, dan panahan melahirkan banyak penolakan dari sejumlah Konida. Yang paling tegas menolak adalah KONI Lampung,” jelas Sekretaris Umum KONI Lampung Sjachrud-

din D.E.M. kemarin. ’’Kami dengan tegas menolak pengurangan medali emas yang begitu drastis. Kalaupun dikurangi maksimal 10 persen dari total medali emas yang diperebutkan pada PON 2008 di Kalimantan Timur,” sambung pria yang akrab disapa Sasam itu. Pada PON di Kalimantan Timur, cabang panahan memperebutkan 30 emas. Cabang angkat berat dan besi lebih banyak, 39 emas. Sementara pada PON di Riau, cabang panahan menyediakan 12 emas serta angkat besi dan angkat berat 16 emas. ’’Keberatan KONI Lampung

mendapat dukungan dari PP (Pengurus Pusat) Perpani (Persatuan Panahan Indonesia) dan PB (Pengurus Besar) PABBSI (Persatuan Angkat Besi dan Angkat Berat Bina Raga Seluruh Indonesia),” beber Sasam. Terpisah, Ketua Pengprov Perpani Lampung Wendy Melfa turut mendukung upaya KONI Lampung itu. ’’Jumlah medali yang diperebutkan akan memengaruhi semangat atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Semakin banyak medali, atlet tampil lebih bersemangat,” tegasnya di Bukit Randu kemarin. (jar/ewi)

RADAR LAMPUNG | Selasa, 6 Juli 2010  

Selasa, 6 Juli 2010

RADAR LAMPUNG | Selasa, 6 Juli 2010  

Selasa, 6 Juli 2010

Advertisement