Page 1

keep


3


4


5


PROMATH

6


7


.. .. . . .


PROMATH

H

ai maps.. Pertama-tama bersyukur dulu deh, proker kesekian dari Departemen Medkominfo terlaksana nih, horeeee! Yap, Studi Banding.Dilaksanakan pada hari Sabtu, 30 Mei 2015 di Institut Pertanian Bogor (IPB). Berhubung jarak UIN-IPB terbilang lumayan jauh dan macet (maklum 'pinggir' Jakarta :p) jadi sepakatlah kita akan berangkat jam 6, tapi… kenyatannya? Jam 8. Hufet yah, ya yang penting berangkatlah hehe. Tepat pukul 09.30 WIB, 30 menit sebelum acara dimulai, rombongan HIMATIKA UIN sampai di IPB dengan selamat meski tertinggal 1 rombongan mobil karena salah belok (sotoy sihh). Sambutan hangat GUMATIKA IPB menghilangkan rasa degdegan kami karena takut telat eh tapi engga kan? Xixi. Acara Studi Banding kali ini dimulai dengan pembukaan MC, dan tilawah, dilanjut pemaparan proker-proker dari masing-masing HMJ. Kemudian FGD (Focus Group Discussion), disini kita bisa sharing sepuasnya tentang UIN dan IPB termasuk sharing hati juga bisa (apasih-.-). Setelah puas chit and chat ria dilanjut ISHOMA dan Campus Tour, nah yang harus banget digaris bawahi, kita ini muter-muter IPB tanpa kendaraan alias Jalan Kaki. Diulang, JALAN KHAKI! Kebayang kan capeknya? Nah, di waktu ini juga, Tim Aksioma berkesempatan untuk berbincang-bincang dengan Ketua GUMATIKA IPB periode 2014/2015, Dedy Irawan atau biasa dipanggil Kak Dedy. Tukang pukul Gumakusi ini punya quote loh, “berkaryalah dimanapun, kapanpun, dan dengan apapun” D.I.P. Berikut obrolan kita…

12


Kak, GUMATIKA itu apasih? Asal usul GUMATIKA gimana? G U M AT I K A i t u G u g u s M a h a s i s w a Matematika, satu-satunya himpunan mahasiswa matematika yang ada di IPB. Digagas oleh bapak Toni Bakhtiar, yang s e ka ra n g m e n j a b at s e b a ga i Ket u a Departemen Matematika GUMATIKA, berdiri dari 1990 sampai saat ini Proses pelantikan di GUMATIKA itu sendiri gimana? Pada awal kepengurusan dilantik badan pengawas GUMATIKA yang dilantik oleh badan pengawas angkatan sebelumnya, selanjutnya pelantikan anggota pengawas GUMATIKA yang dilantik oleh ketua badan pengawas, dilanjut pelantikan ketua GUMATIKA dan penyusunan kabinet kabinet serta sidang awal awal tahun. Kemudian, barulah pelantikan pengurus dan anggota GUMATIKA. Program kerja GUMATIKA sebutin dong kaaa? Pada bulan pertama kepengurusan kami mengadakan UPGRADING dengan tujuan mengompakkan temen-temen pengurus, meningkatkan semangat para pengurus untuk bisa konsisten dan berkontribusi penuh di GUMATIKA. Untuk acara tingkat nasional, kami mengadakan MATEMATIKA RIA untuk adik-adik SMA sederajat, IPB Mathematic Challenge. Ntar dikasih slidenya aja ya hehe.

Pertanyaan utama nih, sumber pemasukan dana GUMATIKA darimana? Kami mendapatkan dana dari IPB sekitar 5jt. Selain itu, kami mempunyai Gugus Alumni Matematika atau disingkat dengan GUGALTIKA yaitu tempat kumpulnya para alumni matematika IPB dan banyak dari mereka yang bekerja di perusahaanperusahaan ternama jadi bisa dong kita minta tolong mereka-mereka hehe.Ohya di setiap event, kami selalu punyatim sponsor. Apa saja Prestasi GUMATIKA ? GUMATIKA pernah menjadi 1 pekan olahraga tingkat Fakultas selama 3 tahun berturut turut, ngga hanya dalam bidang olahraga GUMATIKA IPB juga baik dalam seni musik.Terbukti pada tahun lalu mereka menjadi juara 3 lomba perkusi se-IPB, dalam bidang keilmuan mereka juga ahli seperti pada tahun lalu mereka menjuarai Calculus Cup yang diselenggarakan oleh UNJ. Terakhir nih, sebelum kita selfie, first impression buat HIMATIKA UIN dong kaa sama pesan kesannya ya.. Seru, rame, asik, ramah *ketawagirang* Seneng bisa ketemu temen-temen himatika lain, bisa sharing-sharing juga, saling tau keadaan masing-masing himatika tuh seperti apa, dan kita ga nyangka ternyata himatika UIN mengapresiasi kegiatan ini dengan pemberian sertifikat. Ini yang ngebedaim dari studi banding lainnya. Keren banget lah *clap**nyengirsumringah* (Haries/Alfi)

13


LET’S PLAY Sendiri atau berdua, lagi bokek ataupun nggak, daripada bengong mikirin kehidupan fana ini, mending ikutin tantangan di bawah ini!

Cari dan hitung huruf m di bawah ini nnnnnnnnnnnnnnnnnnmnnnn nnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn nnnnnnnnmnnnnnnnnnnnnnn nnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn nnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn nnnnnnnmnnnmnnnnnnnnnn nnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn nnnnnnnnnnnnnnnnnnn

Okeh, ini yang terakhir! Amati jajaran angka 6 ini. Susun angka-angka selain 6. Itu adalah nomor hape 666066666666666666666686

Udah ketemu huruf m nya? Sekarang cari kata “ilmu” di kalimat ini Padasuatusiangbolongdihariy anggelapgulitaseorangmatem atikawanmengalamipegallinu dibagianjarikelingkingkakikan annyakarenatersandungbuku yangterjatuhdijalanakibattem annyaterburu-burumengejara ngkotyangsupirnyahendaknai kojektapiternyatasitukangoje ksedangmenuntutilmuyangti dakbersalahsamasekalisungg uhmalamyangpelik

666666666656666666666676 666666666666666666146666 666666666666666666606666 666663666666666666566666 636666666666666666656666 666666666666666666666166

Kirimkan SMS ke nomor yang kamu temukan di atas dengan bilang “Halo Axioma! Aku sudah dapat nomormu, huruf m nya ada (jumlah huruf m yang kamu temukan)”. 10 Pengirim SMS pertama yang jawabannya benar akan dipilih satu untuk dapetin hadiah kece. Bukan Iphone 6, Playstation 4, atau jawaban ujian Aljabar Abstrak.

14


1 Kalau ditanya lulusan matematika jadi apa, jawab aja jadi pusing

2 Meski kuliah di UIN bayar, Axioma tetep gratis

3 Hanya ada satu jurusan Matematika di FST UIN Jakarta

4 Sebaik-baiknya anak matematika adalah mereka yang tidak jahat

5 Menyelesaikan soal matematika tidak semudah menyalinnya

16


INSPIRE Taufik Sutanto, M.Sc. Tech

“Tidak terlalu berlebihan jika ilmuwan kita anggap bak pahlawan suatu negara�

I

lmuwan (scientist) sering dikaitkan dengan pendidikan formal seperti sarjana (s1), atau pascasarjana master(S2)/doktorPhD(S3). Memiliki suatu gelar tidak membuat seseorang secara automatis menjadi seorang ilmuwan. Namun biasanya seseorang dilatih menjadi seorang ilmuwan melalui pendidikan formal, terutama S3. Karena S1 lebih ditujukan untuk penanaman dasar fokus keahlian, S2 pendidikan profesional, lalu baru S3 melatih seseorang benar-benar menjadi seorang peneliti/ilmuwan. Lalu dimana letak benang merahnya ? Suatu siang Nisrina (putri sulung kami) bertanya: " Ayah, bisa ga Rina menjadi seorang doktor (PhD) dengan membuat sebuah cerita?" ... Saya tertegun sejenak dihadapkan dengan sebuah pertanyaan lugu seorang anak kecil yang nampaknya sederhana, namun menurut saya tidak dapat dijawab dengan sederhana. Saya-pun menjawab "Ya...", yang kemudian tidak lama langsung disambut Nisrina dengan senyum lugu diwajahnya dan sebuah pernyataan polosnya "kalau begitu Rina sudah jadi doktor dong Ayah, kan sudah bisa buat cerita". Tanggapan saya selanjutnya menjadi penjelasan penting tentang seperti apa seorang ilmuwan sesungguhnya. Saya kata ka n p a d a nya : " J i ka R i n a b i s a

mengumpulkan semua atau minimal sebanyak-banyaknya cerita yang terkait dengan cerita yang Rina buat, lalu menjelaskan apa persamaan dan perbedaan cerita Rina dan cerita-cerita yang lain tadi, lalu menjelaskan apa uniknya cerita Rina dibandingkan cerita yang lain, lalu juga menjelaskan bahwa cerita Rina adalah kontribusi penting dan baru ke bidang sastra (literature), maka ya... Kamu layak mendapat gelar sebagai seorang doktor/PhD". Seorang ilmuwan sejati akan selalu berusaha dengan determinasi dan passion yang tinggi untuk: memecahkan suatu masalah yang orang lain belum temukan solusinya dan-atau menambah hasanah/kekayaan intelektual suatu bidang ilmu tertentu. Seorang ilmuwan akan melakukan semua itu dengan kejujuran dan apresiasi yang tinggi kepada ilmuwan (Scholars) pendahulunya dengan meng-acknowledge (merujuk/menghargai) berbagai karya terkait pendahulunya. Hanya dengan atitude/akhlaq ilmuwan sejati seperti itulah maka ilmu pengetahuan akan terus senantiasa berkembang dengan baik untuk peradaban manusia yang lebih baik. Walau kita sering mendengar berbagai nama ilmuwan terkenal dalam kehidupan seharihari, namun mayoritas kehidupan ilmuwan jauh dari ketenaran dan hingar-bingar seperti para artis atau bahkan para politikus. 17


Seringnya (tidak selalu), mereka akan banyak menghabiskan waktu di laboratorium, perpustakaan, atau meja kerjanya. kita gunakan di kehidupan kita sehari-hari juga tidak akan pernah ada tanpa didahului pengorbanan mereka. Tidak sedikit ilmuwan yang terpaksa mengorbankan waktu untuk bersosialisasi atau bahkan waktu untuk keluarga demi menyelesaikan penelitiannya.Hal ini sering ditemukan di negara-negara maju, sebut saja seperti Jepang, Korea, atau Amerika. Mengingat besarnya pengorbanan yang mereka lakukan, sebenarnya menurut saya tidak terlalu berlebihan jika mereka kita anggap bak pahlawan suatu negara. Bukankah seorang pahlawan adalah seseorang yang rela mengorbankan kepentingan pribadinya bagi orang banyak (negara)? Bayangkan negara maju tanpa para ilmuwannya.... Jepang, Korea, Amerika, dll tidak akan menjadi negara maju seperti sekarang jika tidak karena para profesor di universitas yang terus bekerja keras memecahkan berbagai masalah bahkan sebelum masalah itu muncul. Berbagai piranti Teknologi modern yang Lalu bagaimana dengan mahasiswa S1? Apakah mereka tidak boleh mulai meneliti & harus menunggu S3? Tentu saja tidak; di negara maju seperti Australia kebiasaan meniliti bahkan sudah ditanamkan semenjak mereka SD (kelas 3). Saya ingat benar ketika putri kami mendapat Pekerjaan Rumah meneliti tentang masalah lingkungan di belakang rumahnya. Ia diminta untuk meneliti permasalahan sederhana di belakang rumahnya, melakukan dokumentasi dan pendataan, mencoba mencari solusinya di internet, menulis laporan (report), lalu mempresentasikan hasilnya di kelas. Namun sepengetahuan saya, mahasiswa S1 di Indonesia tidak diharuskan melakukan penelitian di 18

Skripsinya. S1 di cukup banyak negara biasanya dilakukan selama 3 tahun tanpa skripsi. Sebagian kecil lulusannya boleh menulis skripsi di suatu program yang biasanya disebut Honours. Lulusan S1 dengan Honours dapat melanjutkan studi ke S3 tanpa harus melalui program Master. Karena di Indonesia hal ini tidak berlaku (untuk S3 harus S2 terlebih dahulu), maka seyogyanya menurut saya skripsi S1 sematamata hanyalah suatu sarana latihan penulisan karya ilmiah yang baik. Namun sekali lagi, jika sanggup dan mau, maka tentu saja diperbolehkan melakukan suatu penelitian dan hasilnya dilaporkan dalam skripsi. Saya sendiri masih belum berani untuk mengikrarkan diri sebagai ilmuwan, lebih tepatnya saya baru belajar untuk menjadi ilmuwan. Program S3 yang dijalani saat inipun baru setengah jalan. Berbeda dengan ketika saya mengajar, saya belajar bahwa ketika melakukan penelitian kita harus memahami lebih jauh dari apa yang tertera di buku/jurnal. Seorang ilmuwan dituntut untuk dapat membaca apa yang tersirat, suatu makna implisit yang tak tertulis secara nyata di teks yang kita baca. Misal saja barubaru ini saya mencoba membantu mahasiswa S3 lain dengan metode yang ia gunakan dalam penelitiannya. Tertulis di sumber literature, metode tersebut mensyaratkan dua parameter awal dengan nilai turunan yang berbeda tanda (+ & -). Sepertinya tidak terlalu masalah, apalagi fungsi tujuannya telah dibuktikan pasti konkaf (cembung ke atas). Sayangnya, tertulis juga ternyata metodenya illconditioned, artinya pemilihan parameter awal akan sangat berpengaruh terhadap hasil akhir. Belum lagi, setelah kami teliti lebih jauh bahwa konkafnya fungsi tersebut tidak terlalu membantu. Karena yang dibutuhkan user/pengguna adalah fungsi


yang strictly-konkaf. Dari kasus sederhana tersebut, kami baru paham bahwa sebenarnya penulis (penemu model tersebut), secara tidak langsung mengatakan bahwa metode yang ia ajukan sebenarnya belum terlalu siap untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari (biasa disebut production level). Ia menuliskan secara halus lewat penjelasan teknis yang kalau tidak dipahami/diteliti dengan baik akan luput dari kajian. Menjadi seorang peneliti/ilmuwan jika dilakukan dengan determinasi dan passion yang tinggi, cukup mengasyikkan. Bagaikan seorang gamer yang tertantang oleh sulitnya suatu level di game yang ia mainkan. Seorang peneliti biasanya juga tertantang untuk menyelesaikan masalah yang orang lain belum mampu untuk pecahkan, atau bahkan orang lain belum sadar bahwa masalah itu ada, atau menemukan suatu dimensi baru yang orang lain belum dapat melihatnya. Saat solusi ditemukan: “Eureka!!!..” persis seperti teriakan Archimedes yang teriak gembira ketika mampu menemukan solusi permasalahannya ketika ia di kamar mandi. Mungkin mirip teriakan gembira para gamer ketika berhasil melewati suatu level yang sulit di game yang ia mainkan. Begitu pula

seorang ilmuwan ketika sukses melakukan penelitiannya. Tentu saja , bak para gamer yang terkadang stress dengan permainannya. Para ilmuwan juga sering bisa merasa tertekan jika solusi penelitiannya belum juga ditemukan. Apalagi jika harus dibenturkan dengan kendala tambahan seperti waktu dan biaya. Terkadang setelah bertahun-tahun meneliti, tiba-tiba ada peneliti lain yang terlebih dahulu mempublikasikan solusinya. Dan masih banyak lagi seluk-beluk peneliti yang kalau dibahas semuanya tidak akan cukup dituliskan dalam sebuah novel berseri, namun terkadang sekilas terlukiskan di beberapa status di sosial media :) . Ingin menjadi ilmuwan ? mungkin ragu ya? Kalau saya rubah pertanyaannya: ingin mendapat keutamaan amalan dengan ilmu dan menjadi agen perubahan kemanusiaan? … :) … mari menggapai keutamaan kaum cendikia: ilmuwan. “… niscaya Allah akan meninggikan orangorang yang beriman di antaramu, dan orangorang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. al-Mujadilah: 11).

Taufik Edy Sutanto, MScTech, suami dari Sarini Abdullah, M.Stats, yang menyelesaikan studi di jurusan Matematika Universitas Indonesia dengan peminatan komputasi dan statistika pada 2001. Kemudian melanjutkan studi di bidang matematika terapan (komputasi statistik) di University of New South Wales, Australia (Master) dan Universitas Tohoku, Jepang (Program Riset). Saat ini terdaftar sebagai Phd candidate di bidang data mining untuk big data di Queensland University of Technology, Australia. Ia adalah staff pengajar di FST UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sejak 2005. Ia pun aktif meneliti dan mengembangkan model serta teknologi yang terkait dengan data mining untuk data besar. Untuk Maps yang ingin membaca artikel lainnya, bisa kunjungi web pribadinya lewat sutanto.org

19


PROMATH

“I've got my scrabble game, food on my plate, good friends and family…” My Rollercoaster – Kimya Dawson

H

ai Maps! Akhirnya kegiatan paling menyenangkan dan ditunggu-tunggu semua anak matematika ada lagi. YA! Tentu saja, Math Cup! Merupakan pertandingan persahabatan antar angkatan, dengan beberapa cabang pertandingan olahraga. Math Cup kali ini diadakan pada tanggal 7 – 14 April 2015.

20


Acara Math Cup 2015 ini pun ditutup dengan Himatikakustik, selebrasi para juara, penyerahan trofi dan hadiah pemenang. Selamat! Buat para pejuang lomba yang gigih menjadi juara, angkatan terfavorit, dan tentunya balik modal uang pendaftaran muahaha. Panitia Math Cup juga menanugerahkan hadiah snack – snack yang melimpah ruah biar semuanya bisa saling berbagi dalam keharmonisan. Secara keseluruhan, acara Math Cup 2015 ini dapat berjalan dengan lancar. Terima kasih untuk ketua acara Math Cup 2015, Elly Nurmaidah, semua panitia Math Cup 2015, semua mahasiswa/i Matematika yang telah membantu keberlangsungan acara ini. Pis lov en gawl! (Haries/Alfi).

21


23


SEPAKAT

B

ahasa gaul itu nggak kayak rambutnya kak Seto yang dari dulu sampe sekarang gitu-gitu aja. Bahasa itu selalu berubah-ubah. Banyak pergeseran makna terjadi. Banyak pula istilah baru yang muncul. Dan kita nggak boleh protes tentang “……(np: gugur bunga)” kemunculan bahasa baru. Ini terjadi karena kita “……(tebalikin metro mini)” adalah manusia yang terus berbagi makna baru dan “……(ngerjain ujian sendiri)” berbagi cara baru dalam berkomunikasi. B A P E R, salah satunya. Singkatan dari Bawa Perasaan. Kata yang satu ini, dipake anak anak gaul buat ngeksis di sosmed. Lebih kayak ngadepin sesuatu tapi dilebih-lebihkan atau kayak suka dibawa serius, Efeknya galau. Jadi, ngga beda jauh sama lebay, ya? “You can't get everyone to like you, you can only get some to support you and the good thing is, that's okay.”

Tapi menurut anak matematika baper itu ngga sekedar Bawa Perasaan. Efeknya ga cuma galau bisa sampe BT, nangis, dan parahnya itu bisa sampe 3 hari setelah ujian, ceritanya ngambek nggak dapet aliran air surga (if u know what I mean). Ada yang pernah ngerasain efek baper-nya anak matematika. Bermula dari becandaan yang awalnya happy, mendadak nusuk di hati, berakhir dendam sejati. Temennya si baper, juga sama aja. Terkadang, menjadikan baper sebagai alasan untuk lari dari kenyataan. Semenjak ada kata baper, anak matematika, terutama, jadi lupa kata maaf. Udah tau salah, malah bilang “ah, dia mah baper”. Yeuu, si teteh, bukannya minta maaf. Memang, ada banyak hal di dunia ini yang kita nggak tau gimana ngertiinnya. Karena semakin berusaha buat ngerti, makin nggak ngerti. Salah satunya adalah hal yang ada di pertemanan. Nggak semuanya bisa diartiin. Contohnya ya kejadian yang menyebabkan kebaperan itu. Terus, lo, gue dan kita sekelurahan harus gimana? 26


1

SADAR KALAU ORANG LAIN PUNYA PENDAPAT YANG BERBEDA Let's say, lo udah sering menabung, bersedekah dan membantu orang yang nggak mampu tapi masih ada yang ngomong “IH SOK ALIM DEH LO”. Lo diharapkan untuk diam sebelum melempar kursi. ……. Atau lo bisa mencoba untuk mengerti kalau nggak semua orang punya moral yang sama dengan lo. Cara pikir orang berbeda-beda, ada yang berpendapat kalau tata krama dalam berbicara itu penting, ada juga yang berpendapat kalau berbicara lebih baik jujur, apa adanya dan nggak pakai saringan. Ya, jangan baper ajalah.

2

GAUSAH DRAMA QUEEN Mereka adalah temen-temen yang suka membesarkan masalah kecil menjadi masalah besar dan masalah besar jadi masalah yang lebih besar lagi. Contohnya: Temen Drama Queen (TDQ) : “eh lo kok nggak nge-like foto guah yang ini sih? IH KENAPA SIH ? LO UDAH nggak MAU TEMENAN SAMA GUAH ? POST-POST GUAH GANGGU IDUP LO ? JADI SELAMA INI LO KE GANGGU SAMA POSTINGAN GUA DI INSTAGRAM ? guaaaah nggak nyangkaa ya lo kaya gitu” *idung kempas kempis* *posting selfie lagi nangis* *masuk comberan* TDQ yang selalu suka memposisikan dirinya sebagai korban, mencari simpati di semua media social tanpa ada usaha buat nyeleseiin masalahnya. Kalo ini mah, bukan baper namanya. Tapi emang caper. Gausah diladenin.

Kalo ternyata lo udah mencoba untuk berbuat baik kepada sesama dan masih ada yang komentar gemes-unyu-minta-disentil-pake-kunci-inggris, ya, nggak usah didengerin, apalagi diladenin. Intinya, jangan suka baper ataupun caper, juga jangan keseringan bilang “ah, dia mah baper”. Coba dipikir lagi omongan gue nyakitin gak? Dan pertanyaan-pertanyaan refleksi diri lainnya. Karena, berkali-kali lo bilang “ini gaya gue” akibatnya, orang datang, melipir, dan pergi. Semoga kita semua selalu berada dalam lingkungan pertemanan yang baik yaaaa hehe. Cus baby cus! (Sarah/Alfi) UNFOLLOW

27


WATCH OUT

W

adah yang satu ini memang terkadang menjadi 'gudang' tersendiri buat para pemiliknya, termasuk buat anak Matematika. Sangat beragam, mulai dari yang kecil, kecil banget, sedeng, sedeng aja sampe ada yang gede banget yang jadi suka miris kalo ngeliatnya, karena, jadi mirip kura-kura berkaki panjang muehehe. Setelah dilakukan pemilihan sampel secara acak kaya materi statelnya Pak Bambang (wih~ ga sia-sia ilmunya), didapat 3 korban pengisi rubrik Grebek Tas oleh tim Axioma kali ini, yuhuuuuu maree kita liat..

Muhammad Rizky Muhammad Rizky atau yang sering disapa Rizky ini adalah korban pertama kita maps, ABG 18 tahun yang suka banget sama club bola Juventus ini terkenal dengan urakannya bak anak ngga siap buat ikut kuliah haha. Saat pertama buka tasnya, dia langsung merebut kaos abu berkeringat lepek yang menjadi jimatnya buat nginep di rumah temen yang di rumahnya tersedia pasokan pangan yang melimpah ruah, tentunya. Grebek Tas ini dilakukan di hari-hari menjelang UAS, jadi maklumlah kalau kita menemukan 1 buku catatan 10 mata kuliah selama 2 semester (re: bukunya ngga abisabis :c), dan fotocopy an catetan kuliah temen. Memang, saat-saat ujian inilah banyak mahasiswa yang mendadak haus akan ilmu pengetahuan. Yaa.. termasuk Rizky inilah haha. R e p o r t e r : Ky, d i e m flazz? Kasih tau saldonya s e b e nta r, d e h . berapa dongg! Sebentaaaarr aja Ri: Ini nemu, cara isi Rizky : Lo mau ngapain ulangnya aja gue ngga tau gue? (Mulai waspada) Re: Eh eh lo ngerti nih apa Re: Bentaran doang! yang lo catet? (sambil (udah mulai ngegrebek isi bolak balik buku, terpana) tas) Ri: Ini OBE aljabar linier, Ri: (Pasrah) gue juga ngerti kali! (udah g atel mau jitak Re: Ky, lo punya kartu 28

reporternya) Re: Buku ini emang buat catetan mata kuliah apa aja? Kok cuma 1? Ri: Semuanya (10 mata kuliah di semester 2) Re: Ky, ini ada handout materi sholat jenazah belakangnya lo gambar anime apa sih? Ri: Naruto versi gue


Re: Kenapa ngga gambar jenazah versi anime aja? Ri: Ke……napa Re: Hahaha sue lo! Kalo ini ada daleman kerudung cewe, buat apaaa? Ri: Buat masker elah gratak banget, sih! (mulai sensi) Re: Ada buku kalkulus nih! Dari kapan ada di tas lo? Ri: Kemaren, abis belajar. Suudzon aja sih, mba Re: Hahaha sensi amat, mas. Kalo kaos abu ini dari

kapan belum di cuci? Ri: Baru kemarin dipake, nih. Masih wangi, cium aja Re: Yee males banget ngendusin baju lo. Eh kok ada banyak recehan sih, emang kembalian beli apa? Ri: Ngga tau gue juga, itu udah lama ada di tas. Jangan diambil, mba. Lumayan buat parkir 4 hari Re: Iyeee.. Daritadi kok gue ngga liat alat tulis lo, sih, pensil pulpen mana? Ri: Nih ada! Abis minjem

punya sodara sekampung yang di Bogor Re: Ada laptop, nih. Gue nyalain ya sekalian digrebek Ri: Jangan, lah! (kata Dera, Rizky udah mau nabok orang :v) Re: Bahaha yaudah deh grebeknya, foto ya full body yang ganteng sambil pake tasnya R i : F o t o n i h ? O ke e e e (langsung sumringah)

Cynthia Dhevy Icyn nampangnya, Nina ibunya, Sentiong rumahnya. Wanita yang fotonya sering masuk IG @HitsUIN ini emang ngeksis karena nggak bisa ngomong errrr eh ewrrrrrr kalo kata Icyn mah haha. “Kuliah mah yang paling penting itu penampilan” Begitu kira-kira prinsip hidupnya yang membuatnya mengubah tempat pensil menjadi tempat make up. Bisa dibilang jadi mirip penampungan eksodus dari Libya, membludak! statistic mathematics merupakan satu-satunya buku yang dia bawa, sisanya peralatan make up! Ya, tas ini masih layak kok untuk diikutsertakan sebagai 7 tas terlengkap versi On The Spot; tentu dengan definisi lengkap menurut Icyn sendiri. Every cloud has its silver lining kan yah aha. Reporter: Kak Icyn! Re: Mau nanya aja, Mba (insert evil laugh) icyn sebenernya anak Icyn: Hai! Eh gue lagi jurusan apa sih? (sambil ngga ulang tahun loh ngegrebek isi tasnya) yaa.. jangan dikerjain Ic: Saya jurusan kecantikan

haha ya kagak lah! Gue anak mtk Re: Coba icyn jelasin kenapa b a ny a k t i s u - t i s u b e ka s didalem tas?

29


Ic: Prinsip gue itu lebih baik buang sampah di tas dibanding buang sampah sembarangan hehe anak yang baik, kan? Re: Wih, aktivis lingkungan anet syihhh.. kenapa udah semester 4 tapi kok yang lebih banyak dibawa make up daripada buku? Ic: Karena yang penting itu penampilan, kalo penampilan udah enak, enak juga kan buat belajar Re: Kalo udah sering dandan, IPK naik ngga?

Ic: KAGAK!! HA-HA-HA Re: Blush on nya kok dikaretin? Sedih deh.. Ic: Itu abisnya tutupnya sering copot, sih. Beliin dong makanya Re: Cyn lo suka banget ya koleksi struk belanja? Ic: Ngga tau deh udah dari sananya, abis nyokap gue suka jadi gue suka juga gitu sih Re: Oh Darmadi's family punya hobi sama ya? Haha Ic: Hahaha anjir lo! Re: Gimana sih rasanya tiba-tiba digrebek?

Ic: Deg-degan‌ hehe gue kira gue mau ulang tahun gitu padahal ulang tahunnya masih lama dan gue kira tas gue mau dicuri segala di foto foto, eh tiba-tiba dibuka semuanya, aduh kenapa gue sihh? Re: Lebay anjir! Deg-degan segala Ic: Hehe gapapa lah. Eh kok gaada foto sih? Re: Yaudah foto nih‌ full body yang cantik sambil bawa tasnya ya..

Aufar Aulia Aufar Aulia Alghifari namanya, biasa dipanggil Aufar. Terkenal sebagai pemasok air terbesar dikelasnya. Wajah yang rupawan sepaket dengan tingkah kocak nya yang membuat wajah nya sedemikian rupa sehingga tidak tampan lagi ternyata memiliki isi tas yang unik. Berbeda dari 2 target sebelumnya, isi tas Aufar lebih berkelas. Buktinya, ada buku catatan dan buku yang ada didalam laptop ecieeee. Ohiya, kakak tingkat 3 ini juga suka bawa bekel makan siang loh ternyata, dari mamah katanya. Tapi sayangnya pas kita grebek nggak dibawa. Yaudah yuk lihat percakapan Ka Aufar dan Reporter 30


Reporter: Kaak…. Aufar: Aduh eh ini gue mau diapain nih :c Aduh ya Allah… Re: Udah kakak tenang aja (sambil tetep ngebongkar isi tas). Jadi kita ada di acara Grebek Tas Majalah Axioma. Jadi mohon maaf yak kita bongkar hehe Au: Gak ada apa-apaan itu ya Allah (nada sedih) Re: Yah nggak bawa tempat makan kak ??!! Yah Kakak Au:Yah gue ngga bawa yah Re: Nah, lihat nih isi tas anak rajin. Ada buku catatan nih Au: Aduh salah, buku aja ancur-ancuran Re: Udah udah segini aja bukunya. Coba kak jelasin ini buku nya kak. Janganjangan ini buku semester sebelumnya lagi Au: Ini buku coretcoretan, ini buku analisis data, ini buku time series Re: Ih, rajin dehhhhhhhh <3 <3

Au: lo mikir gue anak rajin? Ya Allah…. Aturan mah Fadil Re: Kak Kak gimana perasaannya kita grebek ? Au: Perasaan saya tuh…… NGGAK ADA! HA-HA-HA Re: Yaudah terus terus Au: Ceritain dari awal, nih Re: Ya, boleh deh boleh Au : Pertama kali berawal dari… Saya diwhatsapp si Nadya, “Kak, Kak” aduh apa sih nih nadya nih, bawel. Pasti litbang nih pasti (dalam hati), dengan gaya yang super tingkah Kak Aufar mempraktekkan isi chatnya di WA (sambil mempraktekkan isi whatsapp antara nadya dan aufar). Awalnya saya diemin Nadya nih, tapi saya gaenak kalau ngediemin Nadya. “Kak, Kak Penting nih” Kata Nadya, dalam hati saya ah paling litbang nih ah. “ada apa?” kata saya begitu di WA. “kak, kak ini penting nih” kata nadya bawel nih. Saya kira nanya tentang pelajaran,

tapi, kata Nadya ini lebih penting dari itu. Ya Akhirnya kita atur waktu. Dan perasaan sayaaaaaa……… (Aufar's style). Oiya Nadya juga nyuruh saya bawa bekel, saya kira nadya mau makan bareng saya, terus bekel saya diambil. Eh taunya saya masuk majalah, apa sih Grebek Ya? Grebek makalah eh majalah aduh saya keseringan buat makalah Re: Hahaha, aduh kak Aufar. Au: Saya kira saya mau dikerjain tapi belom ulang tahun, kan tanggal 26 juni ya.. eh kado ya kado. Gue kira juga, gue mau ditembak Nadya hehehe Re: (tertawa terpingkalpingkal) HA-HA-HA. Yaudah deh, makasih aja ya, kak, udah mau digrebek sama tim Axioma. Pis lov en gaul ya Au: Iya haha sama-sama (kesel udah mau cabut balik) Re: Eh, kak kak! Jangan balik dulu, kita foto dulu foto (mengerjap-ngerjap) Au: Oh, foto? Okeeeee (Ica/Alfi)

31


REPORT ONE DAY

Nongkrong adalah salah satu kegiatan favorit orang Indonesia khususnya kaum muda sekarang. Selain bisa dilakukan dimana saja, nongkrong juga dapat menimbulkan interaksi sosial secara langsung yang belakangan ini sudah semakin jarang akibat semakin berkembangnya teknologi. Nah, salah satu hal yang paling sering dikhawatirkan saat nongkrong adalah masalah budget. Ya mau gimana lagi, mau gak mau, suka gak suka, kita emang harus terima hidup ini semuanya serba bayar, tinggal gimana cara kita untuk mengeluarkan budget seminim mungkin. Nah, Maps, simak nih solusi nongkrong dari kita di Grand Indonesia dengan budget yang minim. Cus to Grand Indonesia Dimulai dari naik angkutan umum, Maps bisa naik APTB dari depan UIN sampai Halte Tosari hanya dengan Rp 10.000 dan setelah itu berjalan ke Mall Grand Indonesia. Fyi nih Maps, sebenernya halte Bundaran HI lebih deket ke GI tapi karena ada proyek MRT yang nggak kelar-kelar jadinya ditutup deh untuk sementara. Ada apa di Grand Indonesia ?

Galeri Indonesia Kaya

Kalo Maps denger kata-kata GI/Grand Indonesia, pasti Maps langsung mikir mahal, dan nguras budget. Eits, jangan salah Maps, ternyata ada beberapa tempat di Grand Indonesia yang bisa buat nongkrong, foto, ngobrol, dan ngumpul dengan budget yang minim bahkan gratis tapi tetep keren.

(Grand Indonesia-West mall lt.8-Jakarta Pusat. www.indonesiakaya.com) Salah satu tempat recommended untuk nongkrong hemat ala Axioma. Ibarat makanan, disini tuh paket lengkap banget deh, Maps. Selain bisa belajar kebudayaan Indonesia, disini Maps juga bisa dapet foto yang keren abiezz dan masuknya FREE! Awal masuk Galeri Indonesia Kaya, Maps akan disambut oleh pemuda dan pemudi yang mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah yang menyapa Maps dengan bahasa daerah melalui layar multimedia di â&#x20AC;&#x153;Sapa Indonesiaâ&#x20AC;?. Selanjutnya Maps bisa berfoto dengan mengenakan pakaian adat digital di â&#x20AC;&#x153;Selaras Pakaian Adatâ&#x20AC;? yang hasilnya bisa dikirim via email, facebook, ataupun twitter. Mau foto langsung jadi? Ada juga kok! Eits tapi ada syaratnya, syaratnya hanya boleh cetak 2 kali untuk satu kloter. Mau lebih? Bisa kok, asalkan punya keberanian untuk diem-diem foto tanpa sepengetahuan petugas hehehe :D. 32


Nah,buat Maps yang ingin mencoba memainkan alat music tradisional meskipun secara virtual, Maps bisa kunjungi “Melodi Alunan Daerah”. Ada juga “Video Mapping” yang menampilkan video-video tentang arca-arca dan penggalan cerita Mahabarata lengkap dengan wayang kulitnya. Sayangnya, pas kita kesana “Arungi Indonesia” lagi Under Construction. Tapi, kekecewaan kita terbayar oleh lomba monolog yang ada di audiotorium, lomba ini merupakan perayaan 44 tahun teater Mandiri KOK karya Putu Wijaya (Sutradara) dengan tema “Teror Mental”.

Blitmegaplex (Grand Indonesia-West mall lt.8-Jakarta Pusat, sebelah Galeri Indonesia Kaya) Persis di samping Galeri Indonesia Kaya, ada Blitzmegaplex. Blitz di Grand Indonesia memang sedikit berbeda dengan Blitz di tempat lain. Bedanya adalah interior dan design dari blitznya. Jadi kalo gak punya duit buat nonton kita cukup masuk abis itu foto-foto dengan suasana ruangan yang tempoe doelo yang dihiasi tembok-tembok bata (yang penting FREE tapi tetep keliatan kece B-)).Oh ya for you information Maps, di Blitz GI ini juga menyediakan photobooth yang murah meriah loh! Foodlovers (Grand Indonesia-West mall lt.3-Jakarta Pusat) Abis jalan-jalan pasti laperkan Maps? Nah kita rekomendasikan “Foodlovers” nih Maps. Layaknya tempat makan pada umumnya, Foodlovers merupakan foodcourt yang terdiri dari berbagai macam stand-stand makanan dan minuman. Di sini Maps bias foto-foto dengan lightening yang cucok, dan melihat pemandangan ibukota yang padat merayap juga loh! Biar makin asik, Maps bias juga main ABC Lima Dasar, Main Jempol, atau permainan-permainan yang nggak pake duit sama sekali sama temen-temen kamu, Maps. Ya, asal gak main Benteng sama Tak Jongkok gakapaapa kok. Begitulah tips nongkrong hemat di Grand Indonesia ala team Axioma, banyak yang bias dilakukan dengan budget minim, bukan? Mungkin ini bias jadi salah satu jalan keluar dalam menghadapi Money Age. Jangan lupa bersenangsenang, Maps! :* (Nadya/Bagus)

33


INSPIRE Gustina Elfiyanti, M.Si

“Saya tidak peduli kalian benci dengan saya, asalkan kalian sukses”

P

unya banyak cara agar mahasiswanya paham dengan matakuliah nya” kutipan tersebut adalah kalimat yang sangat menggambarkan sosok inspirasi, ibu Gustina Elfiyanti. Tidak hanya cara mengajarnya, namun dosen yang satu ini memiliki hal yang unik ketika ujian. Dahulu ketika mahasiswa angkatan 2008, beliau pernah membuat soal ujian yang masing-masing mahasiswanya mendapatkan soal berbeda satu sama lain. Gimana maps, pasti penasaran banget kan ingin diajar oleh beliau. Mau tau ceritanya lebih lanjut? Yuk ah maps simak aja perbincangan tim Axioma dengan dosen kece ini.... dong, bu…. Asikk c: Nadya : Assalamualaikum, Bandung untuk mengajar bu. Saya reporter Axioma kami dan sudah pasti ibu Y : Wah, kamu darimana ingin mewawancarai ibu memikirkan mahasiswanya. terdamparnya? sebagai tokoh dalam rubrik Apa akademik ibu N : Dulu saya maunya Inspire terganggu ? statistika tapi terdampar di Yanti : Waalaikumsalam. Y : Ganggu gak yaaaa hmm matematika hehehe Bolehh.. terganggu kalau ada yang Y : Ya.. masih sebidang lah komplain haha nggak deng N : Jadi gini bu, tema ya. nggak deng. Sebenernya majalah kali ini adalah Math N : Berarti ibu awalnya nggak mengganggu, kan Life, menurut kami, nggak cinta dengan saya cuma kuliah dan disini kehidupan ibu seperti matematika atau emang kan sudah diatur jadwal aljabar abstrak yang penuh udah suka? mengajarnya hanya di hari dengan aturan dan Y : Kalau dibilang suka sih Senin. Hanya terganggu di ketentuan hehe maka dari enggak, hanya karena bisa ongkos bolak-balik dan itu kami memilih ibu. saja. Sebenernya, saya tempat penginapan. Y : Itu kan saya pencitraan. pilihan pertamanya N : Kalau akademik ibu, N : Haha bisa aja, bu. Saya astronomi karena bercitaterganggu tidak? mulai wawancaranya aja ya, cita ingin kerja di NASA Y : Terganggu maksudnya? bu menjadi astronom dan N : Nilai-nilai ibu, ibu kan pilihan keduanya Y : Tapi saya tidak kayak belajar untuk materi kuliah matematika karena ingin politikus, loh ya. kita juga dan materi kuliah m e n j a d i p ro g ra m m e r. N : Kalau kami bilang ibu ibu sendiri, tentunya. Ternyata sekarang saya adalah sosok inspiratif, tidak dikeduanya hehe. Y : Kan untuk mengajar menurut ibu gimana? N : Kenapa ibu pilih aljabar? kalian saya tidak perlu Y : Itukan saya lagi akting. Y : Pada awalnya saya belajar belajar banget N : Haha, ohya lupa tanya memilih matematika N : Wihhh.. hebat banget kabar. Apa kabar, bu? keuangan, karena ingin dong, bu. Y : Menurut kamu? kerja di bank. Prinsipnya itu Y : Bukannya hebat, tapi kita tidak akan lebih untung N : Apa ya… baik aja deh bu memang sudah berulangdari kita nabung di bank. hehe ulang Selain itu juga jaman kuliah Y : Alhamdulillah N : Dulu, kenapa ibu dulu ketika matkeu N : Bu, kita semua tau kalau memilih matematika belajarnya pake slide, saya ibu sedang menempuh S3, daripada ilmu bidang lain? nggak suka karena saya kami tau juga ibu bolakY : Karena terdampar sering tidur. b a l i k d a r i C i p u tat ke N : Berarti sama kayak saya 34


Kalau aljabar dosennya cantik-cantik dan baik-baik N : Ketika ibu menjadi mahasiswa apakah ibu menjadi mahasiswa aktif atau hanya fokus di akademik? Y : Ketika jaman S1 saya ikut organisasi. Tapi saya tidak eksis di fakultas, saya eksis di universitas. Saya ikut UKM N : UKM apa bu? Y : Menurut kamu UKM apa? N : Naik Gunung ya bu? atau Nari Padang? hehe Y : Haha bukan, saya ikut UKM Pandekar. UKM yang mewadahi unit semua bela diri. Di UNAND itu hebatnya, ada satu unit kegiatan yang mewadahi unit beladiri. Jadi ada bidang organisasinya dan anaknya yaitu pecahanpecahan beladirinya, bagian organisasi yang memanage dan teknik latihan. N : Ibu aktif dong ya di UKM ? Y : Ya saya nobody lah kalau di fakultas, banyak orang yang tidak tau saya kalau di fakultas. N : Ketika S2 bagaimana bu? Y : Masih ikut UKM, kok N : Kenapa ibu masih bertahan di matematika, kenapa ibu nggak memilih bidang lain? Y : Karena saya kuliah di matematika dan ingin menjadi dosen. Kalau menjadi dosen itu harus linear. Pada awalnya saya mau kerja di perusahaan, tapi, kata mama, wanita itu nggak baik kerja diperusahaan, nanti sibuk. Jadi mending menjadi PNS, PNS yang paling nyaman untuk perempuan itu ya apalagi kalau bukan dosen. Karena, nggak harus ngantor setiap hari

N : Bu, kami mau tau perjuangan ibu mengajar kami, bagaimana cara ibu untuk mengajak mahasiswa untuk belajar aljabar yang â&#x20AC;&#x153;susahâ&#x20AC;? dan bisa bikin ibu nyaman untuk memberi tugas yang banyak itu kepada kami, dan apakah ibu pernah mengira mahasiswa membicarakan ibu di belakang karena tugas-tugas yang diberikan? Y : Sebenarnya wajar saja jika mahasiswa membicarakan saya dibelakang, karena mahasiswa itu masih anakanak. Yang namanya anakanak belum dewasa dan saya juga pernah dalam kondisi seperti itu. Makanya kemarin saya menjelaskan kenapa saya memberi tugas sebanyak itu. Kan ada istilah seorang nahkoda yang handal itu tidak lahir dari ombak yang tenang maka saya membuat kalian itu melalui ombak yang besar sekarang agar kalian sukses. Jika kalian ngeluh, sih, wajar saja. Karena saya juga pernah di posisi kalian, kan, dulu juga gitu, kenapa sih guru ngasih tugas banyakbanyak. Sebenarnya kenapa guru ngasih tugas sebanyak itu? Karena berharapnya minimal walaupun kalian nyontek ngerjain mending kalian dapat 0,1% dibanding 0. Kalau tidak ada tugas, kalian tidak dapat sama s e ka l i . Ta p i s e ka ra n g i d e a l i s m e s aya s u d a h berkurang. Karena, dulu angkatan 2008 tiap anak soalnya beda. Kalau sekarang ya biarlah anakanak nyontek, dulu harapan s aya 1 0 0 % g o a l s aya berharap mahasiswa itu minimal dapat nilai 80. N : Kenapa idealisme ibu berkurang?

Y : Kenapa yaâ&#x20AC;Ś Kayaknya terlalu muluk juga. N : Hal apa yang terpenting dalam hidup ibu ? Y : Berguna bagi orang lain, sukses kita itu adalah ketika kita bisa membagi kesuksesan kita kepada orang lain. N : Kalau hobi bu Yanti sendiri, apa ya,bu? Y : Naik gunung. Ya standar lah, tidur, nonton. N : Nah bu, pertanyaan terakhir. Apa pesan ibu untuk kami ? Y : Kalian itu harus bekerja lebih keras. Saya kasih contoh anak-anak diluar itu banyak yang rajin, pintar pula dan kalian harus mencontoh mereka. Kalian malah harus lebih rajin lagi karena tidak ada orang bodoh tapi yang ada hanya orang malas. Terus kalau dosen memberi tugas berarti dosen itu sayang dengan kalian. Bagi dosennya? Malah tidak enak memberi tugas karena harus ngoreksi, nyeleksi s o a l ya n g m e m b u a n g waktu. Sebenernya dosen ngasih tugas atau tidak gajinya juga sama, dan kalau dosennya jarang masuk ya gajinya segitu juga. Jadi kalian harus bersyukur dengan dosen yang memberi tugas, walau kalian nyontek ya memang tidak baik, sih. Tapi ya minimal ada lah yang kalian dapat walau 1% daripada tidak sama sekali N : Wah keren banget buu Y : Haha iya lebay N : Yaudah, bu. Sekian wawancara kita. Makasih, bu. Jangan lupa lulusin kita y a , b u h e h e Wassalamuualaikum Y : Haha, bisa aja, Waalaikumsalam. (Nadya/Uta) 35


H

ai Maps! Gak kerasa ya sebentar lagi pergantian kepengurusan HIMATIKA. Kira-kira gimana ya perasaan angkatan 2012 yang mau lengser dan angkatan 2014 yang mau naik? Nah kalo penasaran, simak nih wawancara AXIOMA dengan Kak Nadhira dari angkatan 2012 dan Akhyat dari angkatan 2014. Check this out! Dhira : Pertanyaannya kaya gimana? Gak divisi sosial kayak gimana? Hehe. Tahun ini gak susah dijawab kan? (sambil senyum ala terlalu banyak proker. Kamu tau Desa Binaan? Kak Dhira) Nah, itu salah satu proker dari Divisi Sosial. Tapi Reporter : Belum juga di sapa kak. Tenang disamping itu ada ISHOMA (HIMATIKA Social gampang kok kak, gak sampe jawab soal Market) sama GAUSS. Uang hasil penjualan alab. ISHOMA itu buat desa binaan. D : Alhamdulillah. Oh iya yak, yaudah R : Semua prokernya terlaksanakan kak? ulang hehe. D : Alhamdulillah GAUSS dan Desa Binaan R : Siang Ka Dhiraâ&#x20AC;Ś berjalan. Tapi ISHOMA belum berjalan. D : Siangggâ&#x20AC;Ś.. R : Oh ya kak, pasti ada dong kekurangan dari R : Nah, kan enak kalo di sapa dulu. setiap kepengurusan organisasi. Nah kalo dari Pertanyaan pertama nih kak. Perasaan Ka kepengurusan HIMATIKA sendiri di tahun ini Dhira yang sebentar lagi mau lengser dari gimana? kepengurusan HIMATIKA gimana nih? D : Kalo tahun ini menurut saya kekurangannya D : Rasanya itu kayak ditembak cowo. Ya yaitu organisasi mulai goyah karena tuntutan Dag Dig Dug gitu deh. Awalnya sempet gak akademik yang tinggi. berminat buat ikut kepengurusan R : Menurut kakak, Kak Dhira sendiri udah HIMATIKA 2015, tapi kebayang kalo gak berkontribusi apa buat HIMATIKA? disebut di HIMATIKA, gue ngapain yaaaa? D : Kalo ditanya kontribusi mungkin teman(Re : gabut). Kaya ada sesuatu yang hilang teman yang lain lebih banyak memberikan gitu dehhh. kontribusinya dari pada saya, jadi saya R : By the way, Kak Dhira sekarang divisi cuma bisa hadir rapat sama memberikan apa? gagasan-gagasan aja siihh. D : Parah banget gak tau. Padahal saya R : Nah kalo makna HIMATIKA untuk Kak Dhira terkenal banget di divisi itu. itu sendiri apa? R : Divisi danus ya kak? D : Awalnya si aku nganggep HIMATIKA itu kaya D : Itu divisi saya di kepengurusan organisasi biasa lainnya, tapi setelah dijalanin sebelumnya. Nah, untuk tahun ini saya HIMATIKA itu kayak keluarga. Karena semuanya diberikan kesempatan untuk masuk di angkatan gabung di HIMATIKA. divisi sosial. R : Trus harapan buat kepengurusan R : Oalaaah, cocok kok kak muka-muka selanjutnya apa nih kak? kakak masuk divisi sosial hehe. Trus proker D : Kalo harapannya untuk kepengurusan apa aja sihh kak yang ada di divisi sosial? berikutnya semoga lebih baik dalam D : Emang muka-muka yang cocok masuk manajemen waktu. 36


Karena temen-temen punya kesibukkan lain juga kan selain HIMATIKA. Jadi gak cuma ngebanyakin proker, tapi harus bisa membagi waktu dengan kegiatan lainnya. Selain itu juga harus bisa professional . R : Nah pertanyaan terkahir kak, kesan dan pesan kakak untuk HIMATIKA apa?

D : HIMATIKA itu ngebangun karakter banget, mulai dari awal gak begitu niat sampe sekarang inilah rumah kedua yang bener-bener harus dipertanggungjawabkan. R : Oke kak, Makasih Ka Dhira atas waktunya… D : Siap sama-sama. Semoga gak bosen yak wawancarai saya… Hahaha.

Reporter : Bento, boleh wawancara dulu gak sebentar? Akhyat : Udah kayak artis aja gue. Dipanggil Bento abis itu diminta untuk wawancara. Tinggal tunggu ada yang minta tanda tangan nih, hehe :D. Emang wawancara tentang apa? R : Hahaha.. Pede banget lu! Nih kan sebentar lagi lu mau jadi pengurus HIMATIKA, nah gimana perasaan lu? A : Perasaannya senang, mengembirakan, bahagia, Alhamdulillah sehat sentosa udah. R : Nah, trus di HIMATIKA lu mau masuk divisi apa? A : Gue ngincer divisi rohani. Soalnya emang tujuan gue masuk UIN kan biar lebih islami dan syariah. R : Hahaha… Muka lu gak cocok masuk rohani. Kalau masuk divisi rohani, proker apa aja yang mau lu buat? A : Rencananya gue mau buat proker kabul yang sekarang jadi kaming, kajian mingguan. Nah ntar kalo gue jadi ketua HIMATIKA Insyaallah gue buat jadi kahar, kajian harian. R : Ntar kalo ketua Dema jadi kajam, kajian perjam yak? Wkwk. Nah kan lu mau masuk divisi rohani, menurut lu dari divisi kerohanian sekarang apa yang perlu

diperbaiki? A : Boleh tuh, ide bagus wkwk. Menurut gue yang perlu diperbaiki itu harus saling mengenal satu sama lain. Selain itu, butuh pendekatanpendekatan khusus juga biar prohjanya jalan. R : Udah kayak pacaran aja saling mengenal dan butuh pendekatan. Nah misalnya lu jadi koordinator divisi kerohanian, lu bakal pilih siapa buat di jadiin temen kerja? A : Gue pilih acong yang bisa doa, Haries yang puasanya rajin, Dera yang ngajakin sholat terus, Rusdan dan Teteh yang pinter Bahasa Arab. R : Nah terus lu jadi koor ngapain? Oh ya, yang lu liat dari divisi kerohanian sekarang kurangnya apa? A : Gue sebagai koor mantau hahaha. Menurut gue kurang ……. (mikir keras) R : Kurang asin? (Nada ngagetin) A : Hahaha, menurut gue kurang komunikasi dan programnya juga gak jalan. R : Nah, terakhir nih. Apa sih harapan lo buat kepengurusan selanjutnya? A : Harapannya kita saling aktif. Kalau kita jadi pengurus, misalnya ada program kerja kita tuh aktif akhirnya kita jadi makin erat gitu deh persahabatannya. R : So sweet banget wkwk. Oke deh, makasih atas waktunya Bento. A : Sep, sama – sama.

@

37


38


. (Ica/Uta)

39


TAU GAK SIH?

Nggak ada lahhh... Harry Fachri, Mahasiswa FH UNS

9 aja, deh Didit, Mahasiswa FT ITI 9 atau 3, deh kayaknya ya hehe Babeh, Penjual roti bakar

Hmm.. 10, bukan? Dwi, Driver Go-Jek 9. Iya, bukan? Haris Hamzah, Mahasiswa Matematika UIN 42


Pertanyaannya mungkin: “Bilangan terakhir itu berapa sih?” Dalam sistem bilangan desimal, kita menulis bilangan dengan menggunakan sepuluh angka: 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9. Sebagai contoh, 123 = 100 + 20 + 3, yakni 1 ratus 2 puluh 3 atau seratus dua puluh tiga. Nah, sejak kecil, kita semua sudah belajar menghitung atau membilang banyak benda: 1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya. Ada 10 jari tangan kita, ada 26 abjad, ada 365 hari dalam setahun, ada 250.000.000 (baca: dua ratus lima puluh juta) penduduk Indonesia, ada lebih daripada 7.000.000.000 (baca: tujuh miliar) penduduk di seluruh dunia. Bilangan terakhir, atau terbesar, itu berapa sih? Apakah 10 pangkat 12 atau 1.000.000.000.000 (baca: satu triliun) merupakan bilangan terakhir atau terbesar? Hmm.. kalau kita tambah bilangan tersebut dengan 1, maka kita akan dapatkan 1.000.000.000.001 (baca: satu triliun satu), yang lebih besar daripada 1.000.000.000.000. Berapapun bilangan yang disebutkan, selalu ada bilangan yang lebih besar. Pada tahun 1920, ada seorang anak berusia 9 tahun bernama Milton Sirotta yang menyebut bilangan 10 pangkat 100 sebagai satu “googol”. Bila satu triliun memiliki 12 angka 0 di belakang angka 1, satu googol memiliki 100 angka 0 di belakang angka 1. (Bilangan ini melebihi jumlah partikel elementer di alam semesta, yang diperkirakan sama dengan 10 pangkat 80.) Milton juga mengusulkan nama “googolplex” untuk bilangan yang memiliki satu googol angka 0 di belakang angka 1. Kalau kita menuliskannya dalam bentuk 1.000.000. … … … 000, berapa lama waktu yang diperlukan untuk merampungkannya? Nah, tapi googolplex bukan bilangan terakhir atau terbesar, karena kita masih bisa memiliki bilangan yang lebih besar lagi, misalnya dengan menambahkan 1 pada bilangan tersebut, atau mengalikan bilangan tersebut dengan 5, atau menguadratkan bilangan tersebut, atau operasi lainnya yang dapat menghasilkan bilangan yang lebih besar lagi. Jadi, bilangan terakhir atau terbesar itu tidak ada. Selamat berkelana di dunia bilangan yang tak berujung! Oleh: Hendra Gunawan* Sumber: anakbertanya.com *Hendra Gunawan telah menjadi dosen Matematika di FMIPA ITB sejak 1988. Ia mendapatkan gelar doktor dalam bidang Matematika dari UNSW Australia pada tahun 1992. Selain mengajar, ia sering memberi pelatihan pada guru, dan sejak 2013 ia juga meluangkan waktunya bagi anak-anak melalui situs anakbertanya.com. 43


LETâ&#x20AC;&#x2122;S PLAY

2.

Subjek matematika mana yang paling lo suka? a. Faktorisasi b. Trigonometri c. Kalkulus d. Aljabar Ketika lo akan menemukan sebuah teorema baru, siapa orang pertama yang akan lo kasih tau? a. Pacar b. Temen sepersaingan c. Nyokap lah! d. Disimpen sendiri dulu, deh. Soalnya belum yakin teoremanya bener Lo mengunjungi teman sepersaingan lo untuk pertama kalinya, dan lo melihat ada selembar kertas yang isinya turunan rumus untuk teorema barunya, apa yang akan lo lakukan? a. No! Nyontek cuma buat orang payah!! b. Ambil, lah! Who know, sih!? c. Ngintip dikit, deh d. Menahan godaan dan menemukannya sendiri, hanya dengan cara ini gue akan merasa tenang seumur hidup Mostly A : PIEERE Yes! Lo cerdas kaya Pieere, lo menunjukkan kebijaksanaan dan tampaknya memiliki masa depan yang cerah di bidang Matematika. Selamaaaat!! Ini adalah peringkat terbaik. Mostly C : FIBONACCI Sebagai seorang anak, lo pintar di bidang Matematika. Tapi, seiring dengan pertumbuhan usia, lo mulai kehilangan gairah di Matematika seperti Fibonacci. Hey, Maps.. Come on wake up! Masih ada setumpuk soal ujian sertifikasi pendamping ijazah yang harus lo kejar!

Pilih yang paling sesuai dengan lo? a. Mengikuti kata hati dan melakukan apapun yang disuka b. Mencoba menemukan teorema baru untuk mengalahkan orang lain yang juga sedang mencari teorema baru c. Finding patterns d. Bekerja keras dalam satu hal sampai sukses Ketika lo hampir menemukan sebuah teorema terbaik di dunia, secara tibatiba lo mendapat kabar bahwa orang yang lo cinta akan mati dan membutuhkan bantuan lo, apa yang akan lo lakukan? a. Bantu orang yang gue cinta, siapa yang perduli sama teorema! Dia itu lebih penting b. Hmmm.. I love theorems!!! c. Nggak keduanya, just stay back and watch some TV haha d. Menyelamatkan dia, and then go back to theorem. Karena, belum tentu ada orang yang terpikirkan akan teorema itu Mostly B : PYTHAGORAS Lo baik-baik aja kok di Matematika, tapi lo masih punya jalan panjang untuk dilewati Mostly D : HOBO Lo mungkin ga berguna untuk sekarang, tapi jangan sedih, lo akan menjadi matematikawan yang baik suatu hari nanti, kayak Pieere. Matematikawan terbesar dalam sejarah mengatakan "Setiap langkah kecil mengarah ke satu lebih besar !!" Ya, dia dibesarkan untuk menemukan lebih banyak teorema lagi, yang bisa memikirkan di sepanjang waktu hidup mereka. Nama orang ini adalah Pieere!! Pierre memiliki 234 teorema!!! :o (Ica/Alfi)

45


47


Axioma #1  

Sebuah karya akhir tahun kepengurusan Himatika UIN Jakarta periode 2015. Keep reading, Maps! :)

Axioma #1  

Sebuah karya akhir tahun kepengurusan Himatika UIN Jakarta periode 2015. Keep reading, Maps! :)

Advertisement