Issuu on Google+

HSS Activities Mapping – HIV Component

No

HSS Issues

1

Health Information System

2

Pengelolaan logistic ARV dan obat IO dan IMS

Responsibility (Pusdatin/Binfar/ BPOM/Litbang/ Subdits Aids /TB/Malaria) Pusdatin dan AIDS

Ditjen Binfar

Proposed Activities

Estimated Budget

Source of Funding (APBN/GF/ Other)

Penguatan SIHA (Data pemantauan penemuan dan pengobatan serta data logistic) di propinsi, kab/kota dan di layanan kesehatan melalui sistim informasi dan data yang dibangun oleh pusdatin

APBN/GF

Pengelolaan logistic ARV, obat IO dan obat IMS

APBN + GF+ APBD+ WHO +USAID/Peopl e Delivered

Focus/Area of implementation

1. Secara nasional sosialisasi dan validasi data rutin di 32 propinsi, untuk kompilasi 2. Penguatan di 141 kab/kota GF untuk penerapan SIHA yang saat ini baru 50% kab/kota yang lapor menggunakan SIHA selain itu sebagain masih manual sebagai hanya lapor penggunaan Obat ARV 3. Penguatan sistim pencatatan di fasyankes yang ada di 141 kab/kota 4. Sistim informasi terintegrasi antara KPAN, LSM (PKBI dan NU) serta Kemkes terkait AIDS dan PMS 5. Integrasi SIHA dengan sistim online RS 1. Penguatan sistim pencatatan dan pelaporan obat ARV secara online dan terintegrasi dalam kebijakan one gate policy 2. Penguatan integrasi SIHA dengan sistim online pelaporan obat ARV (SIHA dan IOMS ARV) oleh Binfar, Pusdatin dan SUbdit AIDS 3. Penguatan sistim perencanaan, distribusi dan penyediaan obat ARV secara online terintegrasi dgn sistim farmasi yang dikembangkan binfar 4. Penguatan sistim pencatatan dan pelaporan obat ARV di RS rujukan ODHA, 141 kab/kota dan 33 propinsi yang dikelola secara koordinatif oleh pengelola program AIDS dan pengelola farmasi termasuk gudang farmasi di tingkat prop dan


5.

6.

7. 8. 3

Akses pada obat ARV yang berkualitas

BPOM

4

Akses pada pemeriksaan Lab yang berkualitas

Direktorat BPPM

5

Akses pada obat yang berkualitas

Litbang, Mikrobiologi UI

Penyediaan sistim pemantauan kualitas ARV post marketing Pengembangan QA/Pemantuan mutu untuk rapid tes HIV, CD4 dan VL serta pemeriksaan laboratorium sifilis

APBN + GF+ USAID/PTD + USP APBN+GF+W HO

Pemantauan resistensi GO dan HIV DR

APBN+GF+W HO

1. 2.

kab/kota Penyediaan gudang farmasi yang memenuhi syarat untuk penyimpanan obat ARV, obat IO dan obat IMS Penyediaan gudang farmasi untuk penyimpanan rapid diagnostic HIV, reagen IMS, reagen CD4 dan reagen VL Penyusunan SOP untuk penyimpanan obat ARV, IO dan IMS di gudang farmasi kab/kota dan propinsi Dukungan untuk proses desentralisasi ARV di kab/kota Pengembangan sistim pemantau mutu obat ARV Pengembangan sistim farmakovigilance untuk ARV

1. Penyusunan PEdoman terkait jejaring lab HIV dan QA lab HIV (rapid, CD4, VL) 2. Pelaksanaan QA lab untuk rapid tes hiv, CD4, VL di fasyankes 3. Mengembangkan jejaring mutu laboratorium secara berjenjang mulaui dari fasyankes samapi pada tingkat lab kab/kota, lab rujukan propinsi, dan lab rujukan nasional untuk rapid hiv, cd4 dan VL 1. Pemantauan resistensi obat IMS 2. Pemantuan resistensi obat HIV 3. Membangun sistim early warning system untuk resistensi


HSS Activity Mapping program HIV dan AIDS