Page 1

Buku Ajar ini disusun sesuai dengan BAB terdiri dari Humaniora Dalam Kebidanan, Konsep Dasar Sosiologi Dalam Pelayanan Kesehatan Ibu Dan Anak, Pendekatan Sosiologi Pada

Humaniora

silabus Humaniora yang terdiri dari 12

Pelayanan Kesehatan, Faktor Sosial Dan Budaya Pada Perilaku Kesehatan, Psikologi Kesehatan Peran Psikologi Dalam Dunia Kesehatan, Faktor Sosial Budaya Dalam Kebidanan, Konik Dan Interaksi Sosial Dalam Pelayanan Kesehatan, MengidentiďŹ kasi Sebab-Sebab Sosial Penyakit Ibu Dan Anak, Persepsi Budaya Dan Dampak Kesehatannya, Aspek Budaya Berhubungan Dengan Kesehatan Ibu, FaktorFaktor Sosial Budaya Dalam Profesi Kebidanan Yang Mempengaruhi Kehamilan Dan Persalinan dan Perilaku Mencari Pengobatan Dan Pelayanan Kesehatan.

ISBN 978-602-6565-84-6

9 786026 565846

Humaniora


Hak cipta pada penulis Hak penerbitan pada penerbit Tidak boleh diproduksi sebagian atau seluruhnya dalam bentuk apapun Tanpa izin tertulis dari pengarang dan/atau penerbit Kutipan Pasal 72 : Sanksi pelanggaran Undang-undang Hak Cipta (UU No. 10 Tahun 2012) 1. Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal (49) ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masingmasing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp. 1. 000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan atau denda paling banyak Rp. 5. 000.000.000,00 (lima miliar rupiah) 2. Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu Ciptaan atau hasil barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait sebagaimana dimaksud ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)


HUMANIORA Dr. Aprina,SKp., M.Kes Neneng Siti Lathifah, SST., M.Kes


Perpustakaan Nasional RI: Katalog Dalam Terbitan (KDT) HUMANIORA Penulis: Dr. Aprina,SKp., M.Kes Neneng Siti Lathifah, SST., M.Kes Desain Cover & Layout Team Aura Creative Penerbit AURA (CV. Anugrah Utama Raharja) Anggota IKAPI No.003/LPU/2013 Alamat Jl. Prof. Dr. Soemantri Brojonegoro, Komplek Unila Gedongmeneng Bandar Lampung HP. 081281430268 E-mail : redaksiaura@gmail.com Website : www.aura-publishing.com viii + 219 hal :15,5 x 23 cm Cetakan, April 2017 ISBN : 978-602-6565-84-6

Hak Cipta dilindungi Undang-undang


KATA PENGANTAR Puji syukur yang mendalam kepada Tuhan Yang Maha Esa, Buku

Ajar

Humaniora

untuk

mahasiswa

kebidanan

dapat

diterbitkan. Buku Ajar ini merupakan penuntun bagi mahasiswa dalam melaksanakan perkuliahan Humaniora. Penyusunan Buku Ajar

ini penulis mengacu pada literatur yang ada ditambah

beberapa penyempurnaan dengan harapan Buku Ajar ini memenuhi kebutuhan

dapat

para mahasiswa dalam proses belajar

mengajar Humaniora. Buku Ajar ini disusun sesuai dengan silabus Humaniora yang terdiri dari 12 BAB terdiri dari Humaniora Dalam Kebidanan, Konsep Dasar Sosiologi Dalam Pelayanan Kesehatan Ibu Dan Anak, Pendekatan Sosiologi Pada Pelayanan Kesehatan, Faktor Sosial Dan Budaya Pada Perilaku Kesehatan, Psikologi Kesehatan Peran Psikologi Dalam Dunia Kesehatan, Faktor Sosial Budaya Dalam Kebidanan,

Konflik

Dan

Interaksi

Sosial

Dalam

Pelayanan

Kesehatan, Mengidentifikasi Sebab- Sebab Sosial Penyakit Ibu Dan Anak, Persepsi Budaya Dan Dampak Kesehatannya, Aspek Budaya Berhubungan Dengan Kesehatan Ibu, Faktor-Faktor Sosial Budaya Dalam Profesi Kebidanan Yang Mempengaruhi Kehamilan Dan Persalinan dan Perilaku Mencari Pengobatan Dan Pelayanan Kesehatan.

Humaniora

v


Penulis menyadari Buku Ajar ini masih banyak terdapat kekurangan,

diharapkan

masukan,

kritik

dan

saran

untuk

perbaikan di masa yang akan datang. Semoga Buku Ajar ini dapat bermanfaat bagi pembaca, khususnya bagi mahasiswa Kebidanan. Akhirnya penulis tidak lupa menyampaikan rasa terima kasih kepada semua semua pihak yang telah membantu terwujudnya Buku Ajar ini.

Bandar Lampung, April 2017

Penulis,

vi

Humaniora


DAFTAR ISI BAB I

HUMANIORA DALAM KEBIDANAN ..................................

BAB II

KONSEP DASAR SOSIOLOGI DALAM PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK ..............................................

BAB III PENDEKATAN

SOSIOLOGI

PADA

10

PELAYANAN

KESEHATAN........................................................................... BAB IV FAKTOR SOSIAL DAN BUDAYA PADA

32

PERILAKU

KESEHATAN........................................................................... BAB V

1

51

PSIKOLOGI KESEHATAN PERAN PSIKOLOGI DALAM DUNIA KESEHATAN .............................................................

70

BAB VI FAKTOR SOSIAL BUDAYA DALAM KEBIDANAN ............ 100 BAB VII KONFLIK

DAN

INTERAKSI

SOSIAL

DALAM

PELAYANAN KESEHATAN................................................... 130 BAB VIII MENGIDENTIFIKASI

SEBAB-SEBAB

SOSIAL

PENYAKIT IBU DAN ANAK.................................................. 141 BAB IX

PERSEPSI BUDAYA DAN DAMPAK KESEHATANNYA ....... 150

BAB X

ASPEK

BUDAYA

BERHUBUNGAN

DENGAN

KESEHATAN IBU ................................................................... 161 BAB XI FAKTOR-FAKTOR SOSIAL BUDAYA DALAM PROFESI KEBIDANAN YANG MEMPENGARUHI

KEHAMILAN

DAN PERSALINAN ................................................................ 176 BAB XII PERILAKU

MENCARI

PENGOBATAN

DAN

PELAYANAN KESEHATAN................................................... 194

Humaniora

vii


viii

Humaniora


BAB 1 HUMANIORA DALAM KEBIDANAN

Tujuan Pembelajaran Setelah Mempelajari Bab Ini Anda Diharapkan Peserta Didik Mampu Memahami : 1.

Pengertian Humaniora

2. Pengertian Ilmu Kebidanan 3. Penerapan Ilmu Humaniora dalam Memberikan Pelayanan Kebidanan 4. Kajian Humaniora Kebidanan 5. Alasan Penerapan Humaniora Dalam Ilmu Kebidanan 6. Karakteristik Humaniora 7. Humaniora Dan Pengembangan Ilmu Dan Teknologi Pengertian Humaniora Humaniora merupakan ilmu yang bersentuhan dengan nilainilai kemanusian, memperlakukan manusia secara manusiawi. Humaniora mempelajari tentang perasaan dan perilaku manusia sebagai orang yang berbudi luhur dan sifat-sifat luhur yang melekat dengannya. Menurut KBBI humaniora adalah ilmu-ilmu pengetahuan yang dianggap bertujuan membuat manusia lebih manusiawi,

Humaniora

1


dalam arti membuat manusia lebih berbudaya. Humaniora dapat diartikan sebagai berikut: 1. Studi tentang bahasa-bahasa dan sastra klasik Yunani dan Romawi, 2. Cabang pengetahuan yang mempelajari manusia dan budayanya seperti filsafat, sastra dan seni; 3. Studi yang memusatkan perhatiannya pada kehidupan manusia, menekankan

unsur

kreativitas,

kebaharuan,

orisinalitas,

keunikan, humaniora berusaha mencari makna dan nilai, sehingga bersifat normatif. Dalam bidang humaniora rasionalitas tidak hanya dipahami sebagai pemikiran tentang suatu objek atas dasar dalil-dalil saja, tetapi juga hal-hal yang bersifat imajinatif, sebagai contoh: Leonardo da Vinci mampu menggambar sebuah lukisan yang mirip dengan bentuk helikopter jauh sebelum ditemukannya helikopter. Pendidikan humaniora dimaksudkan untuk mengisi kawasan sikap (affrctive domain) dengan nilai-nilai yang tinggi demi memanusiawikan ilmu dan teknologi, serta menyeimbangkan manusia

menjadi

makhluk

yang

peka,

insaf,

dan

mampu

menghayati nilai-nilai yang terkandung dalam keesaan Allah, kemanusiaan yang beradab dan alam semesta. Pendidikan humaniora juga sebagai sarana pembentukan manusia yang seimbang, yang memahami bahwa disamping alam materi dan alam ideal terdapat alam nilai dan alam spiritual lainnya. Menurut bahasa latin, humaniora disebut artes liberales yaitu studi tentang kemanusiaan. Sedangkan menurut pendidikan Yunani Kuno, humaniora disebut dengan trivium, yaitu logika, retorika dan gramatika. Pada hakikatnya humaniora adalah ilmuilmu yang bersentuhan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang mencakup etika, logika, estetika, pendidikan pancasila, pendidikan

2

Humaniora


kewarganegaraan, agama dan fenomenologi. Yang sering disebut sebagai Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU). Pengertian Ilmu Kebidanan Kebidanan adalah satu bidang ilmu yang mempelajari keilmuan dan seni yang mempersiapkan kehamilan, menolong persalinan, nifas dan menyusui, masa interval dan pengaturan kesuburan, klimakterium dan menopause, bayi baru lahir dan balita, fungsi–fungsi reproduksi manusia serta memberikan bantuan/dukungan pada perempuan, keluarga dan komunitasnya Pelayanan kebidanan adalah bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan yang diberikan oleh bidan yang telah terdaftar (teregister) yang dapat dilakukan secara mandiri, kolaborasi atau rujukan. Pengerucutan dari pelayanan kebidanan ini adalah pemberian asuhan kebidanan yaitu proses pengambilan keputusan dan tindakan yang dilakukan oleh bidan sesuai dengan wewenang dan ruang lingkup praktiknya berdasarkan ilmu dan kiat kebidanan’ Alasan Penerapan Humaniora dalam Ilmu Kebidanan Telah dijelaskan diatas, bahwa humaniora secara singkat diartikan sebagai ilmu untuk memuliakan manusia baik dari segi fisik maupun psikis. Lantas, alasan apa yang menyebabkan humaniora ini bisa sangat penting artinya diterapkan dalam pelayanan kebidanan? Beberapa alasan untuk menunjang dan menjawab dari pertanyaan tersebut antara lain: 1.

Bidan sebagai barisan pertama dalam masyarakat untuk menangani masalah kesehatan. Hal ini menambah peluang bidang untuk menangani masalah kemasyarakatan yang sangat

Humaniora

3


memerlukan

aturan

humaniora

dalam

menjalankan

kehidupannya. 2. Bidan

sebagai

pelayan

kesehatan

yang

menangani

mempersiapkan kehamilan, menolong persalinan, nifas dan menyusui,

masa

interval

dan

pengaturan

kesuburan,

klimakterium dan menopause yang keseluruhan mencagkup setengah dari masa kehidupan manusia. 3. Bidan memiliki peluang besar dalam hal aborsi, pembatasan kelahiran yang hingga kini masih menjadi teka-teki masih kurang jelasnya status ilegal dari aborsi. Penerapan Ilmu Humaniora dalam Memberikan Pelayanan Kebidanan Pemberian Asuhan Kebidanan. Dalam memberikan pelayanan kepada klien, bidan harusnya memenuhi kode etik dan sumpah profesi yang telah dilakukan sebelum terjun menjadi bidan antara lain : 1. Kewajiban bidan terhadap klien dan masyrakat 2. Kewajiban bidan terhadap tugasnya 3. Kewajiban bidan terhadap sejawat dan tenaga kesehatan 4. Kewajiban bidan terhadap profesinya 5. Kewajiban bidan terhadap diri sendiri 6. Kewajiban bidan terhadap pemerintah, nusa bangsa dan tanah air Kode etik inilah yang menjadi pembatas tindakan-tindakan yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh bidan yang tentunya harus dilandasi ilmu humanira sehingga mampu memuliakan klien.

4

Humaniora


Aborsi Aborsi

adalah

berhentinya

kehamilan

sebelum

usia

kehamilan 20 minggu yang mengakibatkan kematian janin. Aborsi ini menjadi illegal bila dilakukan dengan sengaja khusunya dalam hal ini adalah dilakukan oleh tenaga bidan untuk menghentikan kehamilan kliennya. Ilmu humaniora di sini sangat dibutuhkan sabagai penguat dasar kode etik bidn, secara otomatis bidan yang memegang teguh kode etik dan memegang konsep humaniora tidak akan melakukan aborsi ini. Karena selain bukan merupakan kewenangannya, juga diluar dari kode etiknya. Pembatasan Kehamilan Semakin melunjaknya jumlah penduduk yang tidak diimbangi dengan meningkatnya sumber daya alam yang dibutuhkan memacu

adanya

prosedur

diberlakukannya

pembatasan

kehamilan. Dalam hal ini merujuk pada 2 sistem pembatasan kelahiran yaitu promotif untuk memiliki 2 anak saja dan adanya keluarga berencana. Sebenarnya KB ini dapat memicu kontra terkait pelanggaran hak manusia dalam meneruskan keturunan. Namun setelah dikaji lebih mendalam, hal ini tidaklah melanggar peri kemanusiaan yang tentunya juga disendingkan dengan alasan-alasan yang logis. Sehingga diperlukan bidan professional yang mampu memahami penerapan Ilmu humaniora dalam melaksanakan tugasnya. Kajian Humaniora Kebidanan? Ilmu kebidanan dan humaniora merupakan 2 ilmu berbeda namun memiliki hubungan yang saling melengkapi. Pelayanan kebidanan tanpa dilandasi konsep humaniora bisa dikategorikan tindk kriminal karena baik secara langsung maupun tidak Humaniora

5


langsung, tindakaan tidak manusiawi tersebut akan merampas hak klien sebagai pengguna layanaan kebidanan. Hal ini tentunya merugikan bagi pengguna jasa maupun pelaksana pelayanan dalam hal ini adalah bidan. Bagi bidan yang tidak menerapkan ilmu humaniora bisa dikatakan telah melanggar kode etiknya dan kepadanya diberikan sanksi yang tegas atas kelalaian yang dibuat baik sengaja maupun tidak disengaja. Karakteristik Humaniora J. Drost (2002) dalam artikelnya di KOMPAS, Humaniora, mengatakan bahwa bidang humaniora yang menjadikan manusia (humanus) lebih manusiawi (humanior) itu, pada mulanya adalah trivium yang terdiri atas 1. Gramatika (tata bahasa), bermaksud membentuk manusia terdidik yang menguasai sarana komunikasi secara baik. 2. Logika, bertujuan untuk membentuk manusia terdidik agar dapat menyampaikan sesuatu sedemikian rupa sehingga dapat dimengerti dan masuk akal. 3. Retorika, bertujuan untuk membentuk manusia terdidik agar mampu merasakan perasaan dan kebutuhan pendengar, dan mampu menyesuaikan diri dan uraian dengan perasaan dan kebutuhan itu. Alasan Penerapan Humaniora Dalam Ilmu Kebidanan 1. Bidan sebagai barisan pertama dalam masyarakat untuk menangani masalah kesehatan. Hal ini menambah peluang bidang untuk menangani masalah kemasyarakatan yang sangat memerlukan

aturan

humaniora

dalam

menjalankan

kehidupannya. 2. Bidan

sebagai

pelayan

kesehatan

yang

menangani

mempersiapkan kehamilan, menolong persalinan, nifas dan

6

Humaniora


menyusui,

masa

klimakterium keseluruhan

interval

(akhir

dan

reproduksi)

mencagkup

pengaturan dan

setengah

dari

kesuburan,

menopause masa

yang

kehidupan

manusia. 3. Bidan memiliki peluang besar dalam hal aborsi, pembatasan kelahiran yang hingga kini masih menjadi teka-teki masih kurang jelasnya status ilegal dari aborsi. Humaniora Dan Pengembangan Ilmu Dan Teknologi Penguasaan dan pengembangan ilmu dan teknologi adalah amanat kemanusiaan, oleh karena itu harus memberi manfaat bagi kesejahteraan manusia. Humaniora membawa nilai-nilai budaya manusia. Nilai-nilai tersebut adalah universal. Tanpa humaniora pengembangan ilmu dan teknologi tidak lagi bermanfaat bagi manusia.

Pengembangan

atau

perkembangan

yang

banyak

disusupi nilai-nilai bisnis menimbulkan hedonisme yang bermula di masyarakat bisnis, yang berlanjut pada umunya. Mengapa Bidan Juga Harus Mampu Menolong Pasien yang Dalam Kondisi Darurat? Bidan harus mampu menolong pasien yang dalam kondisi darurat. Beberapa alasannya adalah karena bidan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatn di masyarakat yang mana berhadapan langsung dengan masyarakat itu sendiri. Bidan seringkali dianggap sebagai seseorang yang tau segala hal, mampu mengobati banyak penyakit baik yang berhubungan dengan kebidanan maupun masalah kesehatan secara umum. Selain itu, kontak pertama antara pasien dengan tenaga kesehatan seringkali melibatkan bidan terlebih dahulu, baik itu dalam kondisi darurat maupun tidak. Beragam kasus yang mungkin sekali ditemui dalam kondisi kedaruratan tersebut, sementara cakupan wewenang bidan Humaniora

7


terbatas pada diagnosa tertentu saja. Hal ini bukan berarti bidan lepas tangan saja bila menjumpai kasus yang tidak sesuai wewenangnya karena dialah yang paling dekat dnegan masyarakat. Oleh karena itu, hendaknya bidan meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya, supaya mampu menangani kedaruratan yang kemungkinan dapat ditemui, setidaknya pertolongan pertama sebelum

mencapai

pelayanan

kesehatan

yang

memadai.

Jika Pasien Anda Tidak Mau Dirujuk, Padahal Anda Tidak Mampu Melakukan Pelayanan Tersebut, Bagaimana Sikap Humanis yang Harus Dibangun Kepercayaan adalah modal utama seorang petugas kesehatan bisa diterima ditengah masyarakat. Kerja sama yang baik antara petugas kesehatan dlam hal ini bidan dengan masyarakat sebagai klien terlahir dari kepercayaan yang kuat antara klien terhadap bidan. Untuk itu perlu upaya yang harus dilakukan bidan dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadapnya. Salah satunya adalah menjalin komunikasi yang baik. Ada banyak faktor yang menyebabkan pasien tidak mau dirujuk, namun kebanyakan masalhanya terletak pada pengetahuan dan sudut pandang mereka yang kurang mendukung terhadap pengambilan keputusan yang tepat. Sudah menjadi tugas seorang bidan untuk mengkomunikasikan sebaik mungkin tentang informasi-informasi yang perlu klien dan keluarganya tahu, supaya pandangan mereka terbuka.berikan penjelasan kepada pasien bahwa kondisinya kini memerlukan penanganan yang lebih lanjut dan kita sebagai bidan tidak dapat/tidak berwenang melakukan tindakan tersebut. Jelaskan kepada pasien tentang faktor resiko yang dapat terjadi bila pasien tidak segera dirujuk. Bukan hanya meningkatkan pengetahuan mereka, bidan sebagai komponen sosial di masyarakat juga harus bisa menunjukkan

8

Humaniora


empatinya di hadapan anggota keluarga, sehingga tercermin bahwa keputusan yang dia ambil semata-mata memang untu kepentinggan klien. Perlunya menjalin kerja sama yang baik dengan tokoh masyarakat ataupun pejabat desa memang kerap membantu apalagi pada kasus pasien yang tidak mau dirujuk. Ketika bidan sudah benarbenar tidak sanggup untuk meyakinkan kliennya untuk dirujuk, mungkin pilihan yang paling mungkin adalah meminta bantuan tokoh masyarakat

untuk

membantu

mengkomunikasikan

kepada

keluarga. Jika semu upaya sudah dilakukan, namun keputusan tetap tidak mau dirujuk, sesuai prosedur bidan harus menyiapkan informed consent berupa penolakan dilakukan tindakan. Latihan: Petunjuk: 1. Sebelum latihan soal mahasiswa wajib membaca buku ajar humaniora terlebih dahulu. 2. Mahasiswa dibagi dalam beberapa kelompok yang terdiri dari maksimal 3 (tiga) orang dalam satu Kelompok. 3. Soal untuk masing-masing kelompok sama. 4. Masing-masing

kelompok

mendiskusikan

soal

latihan

kemudian di presentasikan menggunakan PPT. Soal Latihan: 1. Jelaskan menurut kelompok mengapa seorang bidan perlu mempelajari humaniora? 2. Jelaskan menurut kelompok apa kaitannya humaniora dengan ilmu kebidanan dalam penerapannya?

Humaniora

9

Humaniora  
Humaniora  
Advertisement