Page 1

E.D.I.S.I #.7

Marhaban Ya Ramadhan

RAMADHAN R.e.t.u.r.n


Assalamu'alaikum wr.wb.

Pemimpin Umum Satria Nova Pemimpin Redaksi Ratnaning F E Reporter Erik Sugianto Muafaq Tristiandinda Permata Tatum Monica Siti Fariya Layouter Hardina Mulyasari Kontak 085645889030 Email ultrassafinah@gmail.com Facebook As-Safiinah Up Date

Marhaban Ya Ramadhan. Alhamdulillah, kita dipertemukan lagi di bulan yang mulia ini. Setelah sekian lama berpisah, akhirnya ultrassafinah bisa kembali hadir menyapa para pembaca lagi. Inilah ultras edisi 7 yang mencoba mengangkat tema tentang bulan suci Ramadhan. Rasanya sayang, kalau bulan yang mulia ini kami lewatkan begitu saja. Untuk itu, kami hadirkan ultras edisi Ramadhan. Seperti biasa Anda akan disuguhi berbagai artikel menarik yang memang khusus kami sajikan untuk Anda. Rubrikrubrik yang keren plus pembahasan seputar Ramadhan tentunya. Ada juga artikel kiriman pembaca yang kami muat disini. Untuk itu, bagi Anda yang mempunyai hobi menulis atau ingin menulis, langsung saja, kirimkan artikel yang Anda punya ke redaksi ultras. InsyaAllah dengan senang hati redaksi akan memuatnya. Artikel bisa berupa cerita, taujih, kata mutiara, motivasi, pengalaman pribadi, resensi buku atau apalah yang penting bersifat islami. Kami juga sangat menantikan kritik dan saran dari Anda agar kedepannya ultras bisa lebih baik lagi. Kami juga sangat menantikan apabila ada yang bersedia menjadi donatur ataupun pemasang iklan agar ultras bisa tetap eksis menyapa kita setiap bulannya. Semua itu bisa Anda sampaikan baik via telepon, facebook ataupun via email. Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan. Kami tunggu kontribusimu sobat. Wassalam‌ Redaksi

Mukadimah - Agar Ramadhan lebih Sempurna - Neraka dan SholatShubuh - Lebaran, Saatnya Mudik - Surat Sahabat - Kabar As Safiinah Akhwat Zone - Profilo - Resensi - CERBUNG - Serba serbi ramadhan

1

Ramadhan Return (Edisi 7)


Marhaban Ya Ramadhan Sekali lagi bulan suci tengah menyapa kita. Sungguh cepat. Rasanya baru kemarin kita melaksanakan puasa, namun sekarang kita sudah dipertemukan lagi dengan bulan Ramadhan. Memang aneh jika kita bicara tentang waktu. Terkadang waktu berjalan begitu lama, terkadang waktu berjalan begitu cepatnya. Padahal waktu selalu berjalan dengan konstan. Saat kita menunggu kedatangan seseorang di terminal, rasanya lama sekali padahal baru 1 jam. Namun saat kita berekreasi seharian, tiba-tiba saja sudah saatnya pulang. Betapa relatifnya waktu‌ Merupakan sebuah nikmat yang tak terkira ketika kita masih diberikan kesempatan untuk bertemu dengan bulan yang agung, bulan yang di dalamnya penuh dengan berkah dan ampunan. Bayangkan saja, tidak semua orang bisa merasakan nikmat yang sama. Mungkin saja ada diantara saudara dan teman-teman kita yang tahun lalu berbagi keceriaan dengan kita, namun sekarang sudah tidak lagi. Dan mungkin, tahun depan giliran kita yang tak bisa menikmati lagi. Siapa tahu. Umur ada di tangan Allah. Dan dari berbagai usia yang dianugerahkan oleh-Nya kepada hamba-hamba-Nya, ada saja yang menyia-nyiakannya. Mungkin kita termasuk di dalamnya. Ada manusia yang diberi umur pendek, namun dia bisa memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Tapi ada juga manusia yang diberi umur panjang, namun dia hanya menggunakannya untuk hal yang sia-sia. Betapa relatifnya umur‌ Sudahkah kita bersyukur atas nikmat yang begitu besar yang kita terima sampai saat ini? Betapa beruntungnya kita masih bisa merasakan suasana Ramadhan. Benar-benar beruntung. Sudahkah kita mensyukurinya? Setiap hari Allah selalu memberikan nikmat-Nya kepada hamba-Nya. Tak terhitung jumlahnya. Walaupun kita tak pernah meminta, Allah selalu memberi. Namun kenapa kita selalu merasa kekurangan? Sering kita jumpai seseorang yang diberikan begitu banyak nikmat, namun dia selalu merasa kekurangan. Tak pernah bersyukur. Padahal sungguh masih banyak orang yang jauh tidak beruntung dibandingkan dengan dia. Tapi ada juga orang yang hidup serba kekurangan. Untuk makanpun terkadang dia harus puasa. Tapi dengan kondisinya itu, dia tetap berbagi. Tetap bersyukur atas apa yang diberikan kepadanya selama ini. Karena dia yakin, masih banyak yang lebih parah kondisinya dari dia. Betapa relatifnya nikmat.‌ Sekarang, yang bisa kita lakukan adalah bersyukur. Bersyukur atas segala nikmat dan karunia-Nya yang telah Dia berikan selama ini. Lalu kita hadapi bulan Ramadhan ini dengan hati yang bersih, niat yang tulus dan semangat untuk berubah menjadi lebih baik. Karena sungguh kita tak pernah tahu, apakah Allah masih memberikan kesempatan bagi kita untuk bertemu pada Ramadhan berikutnya.

Pemimpin Umum Satria Nova

Ramadhan Return (Edisi 7)

2


Agar Ramadhan Lebih Sempurna

T

idak terasa waktu berjalan begitu cepat, rasanya baru kemarin kita bersama-sama merayakan hari yang begitu besar, hari dimana kita berlombalomba untuk menyambung silaturahim dan saling memaafkan satu sama lain. Dan sekarang kita merasakan kembali menahan lapar dan haus, menahan amarah, menahan diri melakukan halhal yang tidak terpuji. Sekarang, kita tengah melewati satu bulan istimewa yang penuh rahmat, penuh ampunan, bulan yang penuh dengan penghambaan kita hanya kepada Rabb semesta alam, Allah SWT. Sering kita lihat di sekeliling kita banyak yang merasa enggan ketika bulan yang penuh keutamaan ini akan segera datang, bahkan tidak disangsikan lagi banyak yang memilih untuk melakukan hal-hal seenak hatinya sebelum bulan ramadhan datang, katanya siihh.. “mumpung belum Ramadhan, kalau sudah Ramadhan kan tidak boleh...� Nah menengok dari banyak nya kasus seperti itu, maka, di sini saya akan berbagi pada pembaca ultras tentang bagaimana sih salafuna di bulan ramadhan????

3

Ramadhan Return (Edisi 7)

Sebelum masuk ke sana, kita pahami dulu apa sebenarnya Puasa itu. Dalam buku alWabil ash-Shoyyib wa Rafi'ul Kalim Thoyyib, Al Hafidh Ibnu Qoyyim al Jauziyyah berkata: “ Orang yang berpuasa sebenarnya adalah seorang yang menahan anggota badannya dari segala dosa, lidahnya dari dusta, perutnya dari makanan dan minuman, farjinya dari jima'. Kalau berbicara dia tidak mengeluarkan katakata yang menodai puasanya. Kalau berbuat dia tidak melakukan hal yang dapat merusak puasanya, sehingga ucapan yang keluar adalah bermanfaat dan baik. Demikian pula amal perbuatnnya, ibarat wewangian yang dicium baunya oleh kawan duduknya. Seperti itu juga orang yang berpuasa, kawan duduknya mengambil manfaat dan merasa aman dari kedustaan, kemaksiatan dan kedholimannya. Inilah hakikat puasa sebenarnya, yang bukan hanya sekadar menahan diri dari makanan dan minuman.� Nah itu dia hakekat sesungguhnya puasa yang harusnya dijalani oleh umat muslim. Tidak hanya perut saja yang berpuasa menahan haus dan lapar saja tapi juga menjaga perkataan dan perbuatan. Selanjutnya kita masuk pada pembahasan utama yaitu amalan apa saja yang harus lebih kita tekankan pada bulan Ramadhan. Diantaranya :


PUASA Maksud puasa di sini yaitu dengan membaguskan puasa kita, jangan sampai puasa yang kita lakukan hanya menahan lapar dan haus saja tapi juga puasakanlah pendengaran kita, penglihatan, lisan, dan seluruh anggota tubuh dari perbuatan yang tercela. Jangan sampai harihari kita saat berpuasa tidak ada bedanya dengan saat kita tidak puasa. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, Nabi saw bersabda, ”Setiap amalan kebaikan anak adam, akan dilipatgandakan menjadi seratus sampai tujuh ratus kali lipat”, ALLAH mengatakan: ”kecuali puasa, maka sesungguhnya puasa itu untuk-KU, dan Akulah yang akan mengganjarnya, karena dia telah meninggalkan syahwat, makan dan minumnya oleh sebab taat kepada-KU; maka orang yang berpuasa, baginya dua kebahagiaan (yakni) kebahagiaan tatkala berbuka dan kebahagiaan tatkala bertemu dengan Robb-Nya; dan sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi disisi ALLAH dibandingkan wanginya minyak misk.”

MEMPERBANYAK MEMBACA AL QURAN Bulan Ramadhan merupakan bulan di mana telah diturukannya Al Quran, maka sudah selayaknya kita sebagai umat muslim memperbanyak membacanya, karena ulama' salaf juga melakukan hal tersebut. Dan pada bulan Ramadhan pulalah Mlaikat Jibril mengajarkan Al-Quran kepada Nabi Muhammad saw. Kalau kita mau menengok ke belakang pada para sahabat - sahabat nabi dan ulama' ulama' zaman dahulu, mereka sangat bersungguh-sungguh dalam membaca Al- Quran. Sebut saja sahabat Ustman bin affan menghatamkan Al Quran pada setiap harinya. Ada juga Imam asy-Syafi'i yang menghatamkan Al Quran pada bulan ramadhan sebanyak 60 kali, dan masih banyak lagi. Mungkinkah kita menyamai mereka??? Setidaknya ini merupakan sebuah seruan untuk kita, umat nabi Muhammad yang hidup pada zaman sekarang agar memiliki semangat yang sama dalam berlomba-lomba untuk menghamba kepada Allah SWT. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam al baihaqi dari sahabat Abu Hurairah beliau berkata: Tatkala Allah menurunkan ayat: “Apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini, dan kamu menertawakannya dan tidak menangis?” (Q.S an-najm:53); maka menangislah para penduduk suffah sampai air mata terus mengalir membasahi pipi-pipi mereka. Maka tatkala Rasulullah mendengar isakan tangis mereka, beliaupun ikut menangis, kami pun ikut menangis (karena mendengar tangisan beliau), maka Rasulullah bersabda: “tidaklah akan disentuh apai neraka, orang yang menangis karena takut kepada Allah SWT”. (HR Tirmidzi dan An Nasa'i)

Ramadhan Return (Edisi 7)

4


QIYAMUL-LAIL “Barang siapa yang melakukan shalat malam di bulan ramadhan dengan penuh keimanan dan pengharapan, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari dan Muslim). Sungguh luar biasa apa yang Allah janjikan untuk umatnya yang senantiasa menjaga shalat malam. Sesungguhnya qiyamul lail merupakan kebiasaan yang senantiasa dilaksanakan oleh Nabi saw dan para sahabatnya, Bahkan dalam sebuah riwayat dari Aisyah istri nabi bahwasanya Rasulullah tidak pernah meninggalkan shalat lail, dan ketika beliau sakit atau merasa lelah beliau shalat dengan posisi duduk. Begitu pula dengan sahabat Umar bin Khattab yang selalu menghidupkan shalat malam, bahkan beliau selalu membangunkan keluarganya agar terbangun dan melaksanakan shalat malam. Selain melaksanakan shalat malam pada bulan Ramadhan, ada juga amalan shalat yang tidak kalah penting dengan shalat lail, yaitu ' menyempurnakan shalat tarawih bersama imam shalat'. Karena barang siapa yang menyempurnakan shalat terawihnya bersama imam dia tercatat sebagai orang yang menghidupkan malam-malam, dan sungguh Rasulullah pernah bersabda “Barang siapa yang shalat bersama imam sampai berakhirnya shalat tersebut, maka dicatat baginya seperti shalat satu malam penuh.” Di luar bulan Ramadhan saja, qiyamul-lail mendapatkan tempat yang special, apalagi jika kita lakukan pada bulan yang sangat mulia yaitu bulan ramadhan? Maka nikmat Tuhanmu yang mana yang kamu dustakan???

BERUSAHA MERAIH MALAM LAILATUL QADAR Ini yang paling di tunggutunggu saat tiba bulan Ramadhan, yaitu malam yang penuh kemuliaan, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malam yang Allah muliakan dan diangkat derajatnya dari malam malam selain itu. Malam yang mulia itu menurut mayoritas ulama berada pada sepuluh malam yang terakhir di bulan Ramadhan yaitu pada hari-hari ganjil. Seorang ulama' pernah memberikan nasehatnya: 'Wahai orang yang selalu menyia-nyiakan umurnya untuk hal-hal yang tidak berguna, raihlah apa yang telah 1 luput darimu di saat malam lailatul qodar, karena sesungguhnya kebaikan yang ada pada malam itu cukup untuk memenuhi kebaikan seumur hidup, karena beramal pada malam itu jauh lebih baik dari beramal selama seribu bulan.' Sungguh bukankah kita termasuk orang-orang yang teramat sangat merugi kalau sampai melewatkan malam yang penuh dengan kebaikan yang sangat luar biasa dengan kemuliaan itu??? Maka marilah kita menyambutnya dengan memperbanyak ibadah pada malam tersebut dan senantiasa memohon ampun kepada-Nya, karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dalam sebuah hadits yang bersumber dari Aisyah, beliau berkata: 'Wahai Rasulullah, apa yang harus aku ucapkan bila mendapati malam itu?' Rasulullah saw menjawab: “Katakanlah: ”Ya allah, sesungguhnya engkau adalah Maha Pengampun dan cinta pada pengampunan, (sebab itu) ampunilah dosaku”. (HR. Tirmidzi, Shahih Sunan Tirmidzi) Demikianlah beberapa hal yang perlu kita tingkatkan selama menjalani puasa Ramadhan, agar apa yang kita dapatkan tidak hanya merasakan haus dan lapar saja tapi juga mendapatkan segala kebaikan yang ada pada bulan tersebut. Semoga keselamatan, barokah, dan rohmat Allah senantiasa tercurah kepada kita semua. Amin… (Tm,sat)

5

Ramadhan Return (Edisi 7)


Neraka. Dia adalah penjara yang penuh dengan siksaan yang pedih, jurang yang amat dalam yang di dalamnya berkorbar api yang menyala dan bergejolak. Panasnya 70 kali lipat dibandingkan panas api yang ada di dunia saat ini. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Api yang biasa kalian nyalakan adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian dari api jahanam“ (HR Bukhari) Hawa yang paling panas yang ada di dunia ini tak lain adalah sedikit hembusan dari Neraka jahanam. Sabda Nabi M u h a m m a d S A W, “ Tunggulah hingga agak dingin untuk shalat (zhuhur), karena panas yang berlebihan adalah sebagian dari hembusan Jahanam.“ (HR Bukhari) Berkata Ka'ab al-Akhbar, “Demi Dzat yang jiwa Ka'ab ada ditangan-Nya, andaikan engkau ada di ujung timur dan Neraka ada di ujung barat, kemudian Neraka itu disingkap, maka otak kalian akan ke luar meleleh dari kedua lubang hidung, karena panasnya yang dahsyat. Wahai manusia, apakah kalian merasa tentram dengan ini? Ataukah kalian akan mampu bersabar terhadapnya? Wahai manusia, berbuat taat kepada Allah lebih ringan bagi kalian dari pada menanggung siksa seperti ini, maka taatlah kalian semua kepada-Nya.” (At-Tadzkirah fi ahwalil mauta wa umur al akhirah 2/145).

Tentang luasnya Neraka, Rasulullah SAW bersabda, “Tahukah kalian apa ini ? Kami semua menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang mengetahui”. Beliau bersabda, “Ini adalah batu, jika dilemparkan ke dalam Neraka semenjak tujuh puluh tahun maka ia masih melayang di Neraka sampai saat ini (belum menyentuh dasarnya)” (HR Muslim) Api nereka menyiksa manusia sesuai dengan tingkat dosa yang diperbuat. Rasulullah SAW bersabda, “Sebagian orang ada yang dilahap api Neraka hingga kedua mata kakinya, sebagian lagi ada yang hingga kedua lututnya, sebagian lagi ada yang dilahap hingga pinggangnya dan ada juga yang disiksa hingga tengkuk lehernya.” (HR Muslim) Rasulullah SAW juga telah bersabda, “Pada Hari Kiamat didatangkan penghuni Neraka yakni seorang yang ketika di dunia mendapatkan kenikmatan paling besar, kemudian ia dicelupkan ke dalam Neraka sekali celupan lalu ditanya, “Wahai anak Adam adakah engkau masih melihat karunia yang tersisa? Apakah kini engkau merasakan sedikit kenikmatan? Maka ia menjawab, “Demi Allah tidak sama sekali wahai Rabb.” (HR Muslim) Lalu, bagaimana hubungan shalat subuh dengan Neraka ? Shalat subuh merupakan sumber cahaya di hari kiamat. Di hari itu, semua sumber cahaya di dunia akan padam. Matahari akan digulung dan bintang-bintang pun berjatuhan, sebagaimana firman Allah SWT, “Apabila matahari digulung. Dan apabila bintang-bintang berjatuhan.” (QS AtTakwir : 1-2)

Ramadhan Return (Edisi 7)

6


Manusia dibangkitkan dalam keadaan gelap gulita. Gelap yang berlipat ganda. Saat itu, manusia sangat membutuhkan cahaya supaya bisa meraba jalannya, agar bisa melewati kumpulan orang-orang yang begitu banyak jumlahnya. Tatkala melewati Sirath (jembatan di akhirat), cahaya sangat dibutuhkan. Shirath ini sangat mengerikan kondisinya. Tidak akan ada yang bisa melewati, kecuali orang-orang yang dikehendaki-Nya. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW menggambarkan keadaan manusia pada saat melewati shirath dengan sabdanya, “Yang pertama kali lewat di antara kalian bagaikan kilat” Aku (Abu Hurairah) bertanya, 'Demi bapak dan ibuku sebagai tebusannya, apa maksud “berjalan seperti kilat”?. Beliau melanjutkan, “Tahukah kamu bagaimana kilat pergi dan datang dalam sekejap? Kemudian ada yang berjalan seperti angin, seperti burung, dan ada juga yang berlari. Perjalanan mereka sesuai dengan amalan mereka. Sedangkan Nabi kalian ini (Muhammad SAW) berdiri (menunggu) di atas shirath seraya berdoa, 'Ya Allah, selamatkanlah. . . selamatkanlah. . .'. Sampai ada yang amalannya (karena sedikit) tak sanggup (membawa si hamba tadi) sehingga ada orang yang tidak bisa lewat melainkan dengan merayap. Pada kedua sisi shirath terdapat pengaitpengait dari besi yang akan menyambar siapa saja yang Allah perintahkan untuk disambar. Ada yang tersambar hingga bagian tubuhnya robek/terputus namun ia selamat, dan ada juga yang terkait lalu terhempas ke neraka. Abu hurairah berkata, “Demi Zat yang jiwa Abu Hurairah di tangan-Nya, sesungguhnya dasar neraka jahannam dalamnya sejauh tujuh puluh musim (tahun). (HR Muslim) Darimana orang-orang mukmin mendapatkan cahaya agung pada hari yang sangat gelap itu ? Salah satunya adalah sholat subuh tepat pada waktunya. Dalam riwayat At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Api neraka dinyalakan selama 1000 tahun sampai berwarna merah. Kemudian dinyalakan lagi selama 1000 tahun hingga berwarna putih. Kemudian dinyalakan lagi selama 1000 tahun hingga berwarna hitam dan menjadi hitam pekat.” Dan dalam riwayat Ibnu Majah dikatakan: “Dia bagaikan malam yang gelap gulita”. Orang yang menjaga shalat subuhnya, niscaya Allah SWT akan memberikan jaminan padanya terbebas dari neraka jahanam. Diriwayatkan dari Ammarah bin Ruwainah, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah SWT bersabda: “Tidak akan masuk neraka, orang yang shalat sebelum terbit matahari (shalat subuh) dan sebelum terbenam matahari (shalat ashar).” (HR Muslim) Mahasiswa D3Kimia 2009

7

Ramadhan Return (Edisi 7)


Mudik, ehm…pasti udah sering denger kata-kata itu kan? Terlebih lagi disaat mendekati hari raya idul fitri, banyak orang yang sudah merencanakan kegiatan mudiknya, selain itu di beberapa program televisi terutama media informasi berita berlomba-lomba menyuguhkan informasi mudik terkini. Tentunya hal ini sangat membantu para calon pemudik untuk memperhitungkan perjalanan mudiknya. Dari sumber yang saya dapatkan dari wkipedia mudik adalah kegiatan perantau/ pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya. Mudik adalah salah satu tradisi masyarakat di Indonesia pada saat mendekati hari raya, terutama seperti lebaran. Dan bagi sebagian orang mudik adalah suatu tradisi wajib yang dilakukan setiap tahunnya. Kegiatan mudik dimanfaatkan orang untuk tetap menyambung silatuhrahim kepada sanak saudara yang ada di kampung halaman. Namun pada saat waktu mudik tiba, tingkat kriminalitas dan kecelakaan di jalan raya menjadi meningkat. Hal ini di sebabkan oleh lalainya para pemudik dalam perjalanannya atau pemanfaatan orangorang yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu sebelum dan pada saat melakukan mudik kita harus mempersiapkan dan selalu waspada. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda agar mudik berjalan lancar dan aman. Bagi pemudik yang menggnakan kendaraan pribadi (roda dua dan roda empat) 1. Sebelum berangkat pastikan keadaan kendaraan Anda dalam kondisi baik dan pastikkan semua bagiannya berfungsi dengan baik 2. Pastikan surat-surat kendaraaan Anda lengkap (STNK dan SIM) 3. Bawalah barang-barang secukupnya 4. Pastikan keadaan tubuh Anda dalam kondisi fit 5. Gunakan helm, jaket, dan alat perlindungan yang lainnya bagi pengendara roda dua dan pastikan Anda memakai sabuk pengaman bagi pengendara roda empat. 6. Berdoalah sebelum berangkat. 7. Beristirahatlah ketika kondisi tubuh Anda sudah mulai lelah atau mengantuk. 8. Selalu waspada terhadap kendaraankendaraan lainnya 9. Patuhi rambu-rambu yang ada.

Bagi pemudik yang meng gunakan jasa transportasi umum : 1. Bawalah barang-barang secukupnya 2. Jangan mengunakan perhiasan yang dapat menarik perhatian 3. Pisahkan uang yang anda bawa kedalam beberapa kantong, baik itu di baju, celana, atau jaket Anda 4. Pastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat 5. Bawalah obat anti mabuk 6. Bawalah makanan atau minuman sendiri sebagai bekal diperjalanan 7. Berdoa sebelum berangkat 8. Berhati-hatilah dalam menerima minuman atau makanan yang ditawarkan oleh orang yang tidak Anda kenal 9. Hindari tempat-tempat yang sepi

Semoga perjalanan Anda lancar dan selamat sampai tujuan. Amin...(hm,sat)

Ramadhan Return (Edisi 7)

8


Surat Sahabat Assalamu'alaikum wr. wb. Bingung mau nulis apa kepada teman-teman di ITS, dan harus memulai darimana karena saya sudah lama banget tidak menulis surat dan tidak ada bakat. Tapi demi menyambung silaturrahim antara ITS dengan UI, saya sengaja menulis surat ini. Kali in, saya hanaya sekedar berbagi cerita mengenai suasana islami di kampus UI secara umum saja. Saya adalah salah satu mahasiswi di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Pada umumnya, mahasiswa yang kuliah di FKM UI mayoritas perempuan. Kalo temen-temen ITS datang ke kampusku, pasti keliatan banget bahwa lebih banyak mahasiswi dibanding mahasiswanya (kemungkinan 1:4). Mungkin berbeda dengan kampus ITS yang notabennya adalah kampus teknik ya?. Namun justru di situ letak keunikannya. Rata-rata mahasiswi FKM UI (hampir 75%) menggunakan hijabnya untuk menutup auratnya, mulai dari yang sekedar pake kerudung pendek, kerudung setengah panjang, sampai kerudung yang menurut saya panjang banget. Tetapi, terlepas dari itu semua, saya melihat bahwa temen-temen di kampus saya sudah mulai menerapkan aturan atau syariat Islam untuk menutup auratnya walaupun dengan cara mereka masing-masing. FKM UI memiliki sebuah organisasi Islam yang memfasilitasi seluruh mahasiswa FKM UI untuk terlibat dan mengenal Islam lebih dekat. Organisasi tersebut bernama NURANI. Menurut saya, NURANI membuat konsep, program kerja dan berbagai kegiatan yang baik untuk bisa memfasilitasi mahasiswanya. Mulai dari program kamus (kajian mushola), event-event islami, seminar, workshop, bazar buku-buku islam, bahkan symposium kesehatan dimana di dalam acara tersebut tidak hanya dibahas mengenai kesehatan saja tetapi juga dilihat dari perspektif atau sudut pandang Islam. Dari sekian banyak program NURANI, yang paling saya suka adalah program Jilbab's Day. Jilbab's day adalah hari dimana semua mahasiswi memakai warna jilbab yang sama dan aku senang bisa kembaran pake kerudung yang sama dengan temen-temenku. Menurutku cara itu efektif buat menanamkan kebanggaan dan kesenangan kita memakai kerudung. Hehehe‌‌.. Kalau suasana Ramadhan di FKM bener-bener khusuk dan tenang, sangat berbeda dengan fakultas lainnya. Kalo di FKM, kantin pasti tutup dan orang-orangnya bisa saling menghargai dengan orang yang sedang puasa. Kegiatan islami di bulan Ramadhan juga banyak diadakan secara besar-besaran, bahkan banyak acara buka puasa bareng dan itu gratis. Jadinya, banyak mahasiswa yang tertarik dan bisa menikmati sambil mendengarkan ceramah dari narasumber. Selain itu, dengan adanya acara itu, kita bisa saling mengenal, tidak hanya teman seangkatan, tapi juga senior, dosen, bahkan alumni. Intinya, kehidupan islami di FKM bakal kerasa banget kalau temen-temen ITS ke kampus saya.

9

Ramadhan Return (Edisi 7)


Tapi ada satu hal yang agak mengganjal dan kurang saya sukai, yaitu soal mentoring. Karena untuk bisa mentoring, saya dihadapkan pada prosedur-prosedur yang diharuskan bagi mahasiswa untuk dipenuhi agar bisa mengikuti mentoring. Itulah kekurangannya. Mungkin berbeda dengan ITS yang kata teman saya semua mahasiswa muslim di ITS bisa mengikuti mentoring wajib. Bahkan katanya di sana ada juga yang namanya mentoring lanjutan. Berbeda sekali dengan yang ada di sini. Mungkin hanya itu yang bisa saya ceritakan kepada teman-teman di ITS. Semoga yang sedikit ini bisa menjadikan manfaat bagi Ukhuwah Islamiyah kampus ITS dan UI. Salam Ukhuwah…… Wassalamu'alaikum wr.wb.

DM Mahasiswi FKM UI

Catatan bersejarah “Futuh Andalusia” Selain dikenal sebagai 'bulan Al-Quran', Ramadhan juga dikenal sebagai 'bulan jihad' bertepatan rentetan perang-perang jihad umat Islam yang mewarnai bulan mulia ini. Walaupun puasa pada zahirnya melemahkan tubuh badan karena menahan lapar dan haus, Islam membuktikan bahwa kekuatan umat Islam adalah pada iman dan komitmennya terhadap perintah Allah SWT. Kemenangan Andalusia merupakan salah satu bukti perjuangan umat Islam yang teguh mempertahankan Iman. Bulan Ramadhan tahun ke-91 Hijriah, kaum Muslimin di bawah pimpinan panglima Thariq bin Ziad membuka Andalusia (Spanyol). Peristiwa ini dikenal dengan sebutan Futuh Andalusia. Thariq bin Ziyad menyeberangi selat antara Afrika dan Eropa atas perintah Musa bin Nushair penguasa Islam kala itu. Ketika pasukan Islam sudah sampai di seberang, diperintahkannya agar kapal-kapal perang Islam dibakar. Kemudian ia berpidato didepan pasukannya : ”Musuh di depan kalian. Apabila kalian mundur, maka lautan dibelakang kalian..“ Agaknya langkah yang beliau ambil dalam membangkitkan semangat kaum muslimin sangat tepat. Tidak ada lagi jalan untuk mundur. Yang ada hanyalah berjuang sekuat tenaga dan mengharap pertolongan Allah. Berturut-turut kota demi kota jatuh ke tangan kaum Muslimin. Akhirnya pada bulan Ramadhan jatuhlah Andalusia ke tangan kaum Muslimin. Sejarah mencatat bahwa di kemudian hari Andalusia menjadi pusat ilmu pengetahuan dan menjadi mercu peradaban manusia di zamannya. Kemajuan teknologi yang diperoleh orang-orang Eropa zaman sekarang hanyalah merupakan perpanjangan teknologi umat Islam masa silam. Menghayati sejarah ini, menyadarkan kita akan perlunya usaha dakwah dan perjuangan Islam. Puasa dan bulan Ramadhan bukannya tiket untuk mengasingkan diri dan meninggalkan dakwah dan perjuangan. Apalagi di zaman ini serangan musuh Islam bukan lagi terlihat secara mata kasar dan lebih berbentuk saraf dan pemikiran. Semoga Ramadhan yang akan kita lalui ini dapat menyemarakkan semangat jihad dan perjuangan dalam diri.(sfr)

Ramadhan Return (Edisi 7)

10


As Safiinah Fun Trip

S

ebuah pengalaman yang menarik saya alami ketika mengikuti salah satu agenda As safiinah yaitu As safiinah Fun Trip (AFT). Acara yang berlangsung selama dua hari ini diadakan pada tanggal 19-20 juli 2010. Jika tahun lalu acara ini diadakan di Malang, maka tahun ini funtrip diadakan di dua tempat yaitu di Lamongan dan Kediri. Awalnya, acara ini akan diadakan di Lamongan, namun karena beberapa hal, maka fun trip untuk peserta putri dipisah dan diselenggarakan di Kediri. Pertama saya memang sangatlah berminat untuk mengikuti acara ini. Mas Erik selaku ketua As safinah juga menyuruh saya untuk mengajak temen-teman 2009 lainnya. Tetapi karena pada waktu itu memang sudah waktunya liburan, ditambah lagi jadwal yang bentrok dengan RUMJ hima, maka hanya tiga orang dari 2009 yang ikut, yaitu saya, Dahlan, dan Yopi. Itupun kami mengorbankan agenda dari Hima. Beberapa hari sebelum acara, kami sebagai peserta mendapat pemberitahun akan tentang peralatan apa yang harus dibawa saat AFT. Kamipun mempersiapkan semuanya. Sabtu pagi, sebelum berangkat, paserta dan panitia berkumpul di serambi utara Masjid Manarul Ilmi. Pada waktu itu, kami sebagai peserta tidak membawa kompor untuk memasak. Ini karena adanya miss komunikasi. Saat sebelumnya kami bertanya kepada mas Ashar selaku koordinator perlengkapan, katanya tidak usah membawa kompor karena sudah disediakan oleh panitia. Ternyata waktu hari H, panitia bilang bahwa kompor itu hanya untuk panitia, bukan perserta. Kami benar-benar dipermainkan. Akhirnya saya memutuskan untuk membeli parafin (bahan bakar padat) untuk memasak. Setelah semuanya sudah berkumpul, peserta dan beberapa panitia diantar di pertigaan gebang untuk naik angkot ke Stasiun Pasar Turi. Beberapa panitia yang lain tidak ikut naik angkot karena membawa motor. Nah, pada waktu naik angkot ada kejadian lucu. Karena memang jalur angkot WK membingungkan dan muter-muter, ditambah lagi supirnya ugal-ugalan, mas sutiyo mabuk perjalanan. Sepanjang jalan beliau (karena sudah termasuk sesepuh As safinah) cuma nunduk dan memegangi kepala dan kantong kresek. Hahaha‌ Dasar, mungkin memang mas sutiyo nggak pernah naik angkot. Tapi pake mobil pribadi. Sampai di stasiun, mas Satria sebagai koordinator membeli tiket kereta. Setelah itu semuanya naik ke kereta yang akan berangkat menuju lokasi AFT yang berada di daerah Babat-Lamongan. Astaghfirullah, rupanya di dalam kereta sudah penuh penumpang dari berbagai etnik suku dan budaya (lebay = mode on). Bener-bener penat waktu di dalam kereta. Apalagi kita semua nggak dapat tempat duduk (kecuali mas satria). Akhirnya, kami terpaksa berdiri sekitar dua jam perjalanan. Keadaan kereta benar-benar parah. Penuh sesak dengan penumpang. Banyak pedagang hilir mudik menjajakan jualannya agar ada yang membeli. Bahkan hampir puluhan kali penjual yang sama lewat di depan kami menawarkan jualannya. Parah. Pengalaman pertama kalinya seumur hidup yang mengecewakan, naik kereta api kayak begitu. Yang paling banyak protes adalah mas Erik kepada mas Satria. Tapi dengan entengnya mas Satria menjawab, “Biar ada kesannya. Kalo nggak gini kan nggak berkesanâ€?. Memang perjalanan itu meninggalkan kesan yang mendalam. Betapa tidak, saya yang baru kali ini merasakan hal semacam itu sudah mengeluh. Rasanya kapok. Padahal para pedagang di kereta setiap hari seperti itu. Berangkat pagi pulang malam. Berdesak-desakan dan berhimpitan demi mendapatkan rupiah. Kehadiran mereka terkadang menjadi beban. Banyak keluhan karena mereka manambah sesak. Padahal mereka hanya berusaha mengais rejeki demi mencukupi kebutuhan hidup yang begitu mencekik. Belum lagi para pengamen dan pengemis yang menambah sesak kereta.

11

Ramadhan Return (Edisi 7)


Tidak aneh jika keretanya penuh. Kenapa? Karena harga tiketnya yang sangat murah. Ya, hanya dua ribu rupiah saja. Paling mahal tiga ribu rupiah jika tujuannya adalah bojonegoro. Dan memang mayoritas penumpangnya adalah kelas menengah ke bawah. Saya menjadi sadar bahwa sebenarnya saya sangatlah beruntung. Saya masih bisa kuliah sementara banyak yang harus berjuang memenuhi kebutuhan hidupnya di jalanan. Saya menjadi tahu bagaimana beratnya perjuangan dalam hidup. Sungguh perjalanan itu membuatku sadar. Akhirnya sampai juga di stasiun Babat Kami istirahat dan diajak makan nasi pecel di warung Hikmah (masih inget). Yang tidak lazim itu, masa' satu porsi seharga enam ribu rupiah tanpa lauk, entar lauk ambil sendiri dan otomatis mbayar lagi?! Mungkin penjualnya sengaja menaikkan harga karena kami adalah pendatang. Astaghfirullah‌ Gak boleg su'udzon. Setelah makan kami pun sholat dhuhur berjama'ah. Setelah sholat ternyata kami sudah ditunggu delman yang akan mengantar kami ke tempat tujuan. Ya, kami akan menuju ke daerah yang bernama Puncak Wangi. Sebuah pebukitan yang sebenarnya tidak terlalu tinggi. Dengan susah payah, kuda yang menarik delman yang kami naiki plus barang-barang bawaan kami yang berat sampai juga. Kamipun beristirahat sejenak kemudian langsung mendirikan tenda. Agenda pertama kali adalah pembukaan acara AFT dan materi dari PH Assafinah, mas Yudi tentang kewajiban muslim di bumi ini adalah berdakwah. Ketika maghrib tiba, semua sholat di perkemahan dan dilanjutkan dengan tilawah dan baca al ma'tsurat, dilanjutkan lagi dengan shalat Isya'. Setelah shalat, saya, yopi, dan dahlan memasak mie untuk makan malam. Nah, setelah makan kami langsung tidur. Padahal kami disuruh untuk bergiliran jaga malam. Sekitar jam dua pagi, kami dibangunkan untuk agenda Jerit malam. Kita berkeliling mengunjungi beberapa pos untuk mendapat materi. Pagipun tiba dan kamipun segera sholat shubuh di masjid terdekat. Paginya sebagian orang mendaki pegunungan untuk melihat sun rise sementara yang lainnya menyiapkan makanan. Saya termasuk orang yang menyiapkan makanan. Sebenarnya saya merasa rugi tidak ikut jalan-jalan karena pemandangan di atas sungguh luar biasa. Saya tidak sempat melihat bagaimana ribuan kelelawar berlomba memasuki goa saat matahari terbit. Gerombolan kelelawar itu seakan membentuk suatu lintasan yang unik. Setelah semua peserta berkumpul kamipun segera makan bersama. Ternyata panitia rela membagi nasi mereka untuk kita. Tapi sebenarnya adalah karena peserta mempunyai mie banyak dan panitia cuma ada satu mie. Setelah sarapan bersama, kami melakukan outbond yang berisi permainan-permainan seru. Di antara permainan yang paling seru adalah permainan dari Mas Alvin. Setelah outbond, kami semua menyempatkan untuk mendaki ke Puncak Wangi. Di atas bukit kita bisa melihat pemandangan yang sangat indah. Bukit Puncak Wangi sendiri sebagai tambang batu kapur yang digunakan untuk bahan bangunan pengganti batu bata. Jadi terdapat bekas-bekas cerukan pada bukit. Subhanallah, indah sekali. Turun dari bukit kami segera berbenah dan bersiap-siap untuk pulang. Sebelum pulang kami bersama-sama makan rujak yang ada di stasiun. Tetapi waktu mau pulang terdapat diskusi yang membahas apakah kita pulang dengan naik kereta atau naik bus? Akhirnya diputuskanlah kita naik bus. Sampai di Terminal Oso Wilangun, terjadi musibah. Satu tikar bawaan kami tertinggal di bus dan itupun disadari beberapa hari kemudian. Wah, parah!!! Perjalanan AFT kali ini cukup mengesankan. Semoga tahun depan bisa lebih baik lagi. Amin‌ Eh ya, hampir lupa, saya belum bercerita soal AFT putri. AFT putri juga berlangsung di hari yang sama namun berbeda tempat. Mereka melakukan kegiatan ini di daerah Kediri. Acara ini berlangsung bekerjasama dengan mahasiswi putri FTK. Maklum, jumlah putri yang sangat sedikit memaksa untuk melakukan itu. Disamping untuk menambah ukhuwah sesama muslimah se-FTK tentunya. Kabar yang saya dengar, mereka mendaki gunung kelud. (m)

As Safiinah Fun Trip Ramadhan Return (Edisi 7)

12


AHKWAT ZONE Tunjukkan dirimu pada-Nya, wahai muslimah!

Mengapa banyak muslimah “menyamarkan” keberadaannya? Padahal itu semua telah menjadi ketetapan-Nya. Awali dengan merenungkan hal kecil ini… Wanita disebut muslimah karena jalinan hubungan baiknya dengan Rabb. Gelar itu disematkan karena penyerahan diri dan kepatuhannya. Dia ridha dengan syariat Allah untuk menata dirinya. Baginya, hidup seorang muslimah adalah pengabdian dan pengabdian, persembahan dan persembahan diri secara totalitas kepada Rabb. Inspirasi setiap geraknya adalah Rabb. Motivasi setiap langkahnya menuai tugas pokok hidup yang ditetapkannya. Berbanggalah para wanita dengan gelar muslimah ini! Namun, tak cukup hanya berbangga tanpa disertai konsekuensi serta komitmen untuk terus menjaga gelar kehormatan ini. Kita juga harus mempertanggungjawabkan di hadapan Allah melalui suatu hubungan yang berlandaskan iman, Islam, dan Ihsan. Makna iman adalah meyakini dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan mengamalkan dengan anggota badan. Hasan Al-Bashri berkata: ”Iman itu bukanlah dengan angan angan dan bukan pula dengan perasaan, namun apa yang terhujam di hati dan diwujudkan dengan perbuatan.” Kandungan dari iman itu sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah saw dalam sabda beliau, ”Hendaklah engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitabkitab-Nya, rasul-rasulNya, dan hari akhir. Dan engkau beriman kepada takdir Allah, yang baik maupun yang buruk.” (HR Muslim) Islam adalah penyerahan diri dan ketundukannya kepada Allah dengan mentauhidkanNya dan mengamalkannya dalam bentuk ketaatan kepada Allah, beribadah yang tulus dan menjauhkan diri dan kesyirikan. Allah SWT berfirman, “(Tidak demikian) dan bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang dia berbuat kebajikan, maka baginya pahala di sisi Rabbnya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Al-Baqarah : 112). Rukun Islam juga telah tercantum dalam sabda Rasulullah saw : “Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Mendirikan sholat, mengeluarkan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan berhaji jika engkau mampu melaksanakannya.” Ihsan merupakan bagian ke tiga dari bangunan Islam, yaitu keyakinan dan perilaku yang menjadi landasan bergaul dengan orang lain. Ihsan sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah saw adalah ; 'Engkau beribadah kepada Allah seolah olah engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya maka Allah pasti melihatmu.”

13 Ramadhan Return (Edisi 7)


Setelah mengetahui landasan perbuatan kita, kemudian apa yang harus kita lakukan untuk mengimplementasikan ketiga landasan tersebut?

? Beriman kepada Allah dengan iman yang benar.

? Malu kepada-Nya. ? Berbaik sangka kepada-Nya.

? Mentauhidkan Allah dengan tulus.

? Bertawakkal kepada-Nya.

? Mengagungkan nama Allah dengan

? Bertaubat dan beristighfar.

menyebut-Nya di setiap kegiatan. ? Mencintai Allah. ? Mencintai Kalamullah (Al-Qur'an). ? Mencintai Rasul-Nya. ? Ridha dengan semua keputusan-Nya. ? Cinta dan benci karena Allah.

? Memikirkan karunia dan nikmat-Nya. ? Bersungguh sungguh dalam beribadah kepada-Nya untuk meraih derajat yang tinggi di sisi-Nya. ? Zuhud dengan dunia dan sangat berhasrat dengan apa yang ada di sisi-Nya.

? Istiqamah pada agama-Nya.

? Berjihad melawan kemaksiatan.

? Ikhlas kepada-Nya.

? Keserasian antara perilaku dengan

? Mentaati-Nya dan jauh dari bermaksiat kepada-Nya. ? Beribadah hanya kepada-Nya. ? Berhukum dengan syariat-Nya. ? Takut terhadap azab-Nya dan berharap dengan rahmat-Nya. ? M e n sy u ku r i - N ya , m e m u j i - N ya ,

keyakinan. ? Rindu bertemu dengan Allah. ? Mengajak keluarga untuk beribadah dan taat kepada-Nya. ? Mendidik anak agar cinta kepada Allah dan mentaati-Nya. ? Berjihad di jalan-Nya.

memohon kepada-Nya dan selalu

? Mengajak kepada Allah.

mengingat-Nya.

? Cinta ilmu dan memahami agama-Nya

? Membenarkan janji dan ancaman-

dengan banyak membaca dan mengaji.

Nya.

Wahai ukhti muslimah, berbanggalah menjadi seorang muslimah, cerminkanlah kebanggannmu itu dengan memperbaiki perbuatanmu dari hal terkecil. Lakukan dengan landasan iman, Islam, dan ihsan. Jangan lupa habluminallah dan habluminannas.(tp)

Ramadhan Return (Edisi 7)

14


PROFILO PROFILO

Mahasiswa Teknik Perkapalan pasti sudah tidak asing lagi dengan mahasiswa yang satu ini. Mahasiswa yang mempunyai nama lengkap Abdur Rachman ini dilahirkan di surabaya, 28 juni 1989 silam. Pria yang biasa dipanggil Rachman ini terpilih menjadi Ketua Umum Lembaga Dakwah Jurusan (Ketum LDJ) As Safiinah periode 2010/2011 setelah melalui musyawarah tim formatur yang cukup alot. Ditanya mengenai perasaan setelah terpilih menjadi Ketum As Safiinah. Pria yang pernah menjadi Kepala Departemen Mentoring As Safiinah periode 2009/2010 ini mengungkapkan bahwa badannya dingin setelah terpilih. “Badan saya langsung dingin sedingin es setelah terpilih, ini adalah amanah yang berat,” ungkap mahasiswa yang pernah menjadi Juara 1 pelajar teladan tingkat madrasah ibtidaiyah ini. Rachman mengungkapkan bahwa ada dua hal utama yang akan dilakukan diawal kepengurusannya. “Mempererat ukhuwah antar pengurus dan berusaha membaur dengan sesama sehingga tidak ada eksklusifme,” tutur mahasiswa yang pernah menjadi staff Departemen Minat dan Bakat Himatekpal ini. Mahasiswa yang juga pernah menjadi juara tiga pelajar teladan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini menuturkan bahwa ada harapan besar untuk As Safiinah kedepannya. “Semoga As Saffinah menjadi LDJ yang tetap exis di Tekpal (Teknik Perkapalan) khususnya dan ITS umumnya,” ungkap alumni Sekolah menengah Atas (SMA) 1 Gresik ini. Selain itu, harapan kedepan Rachman untuk As Safiinah adalah meningkatnya kualitas dan kuantitas anggota As Safiinah. “Tidak hanya berjumlah banyak tetapi juga berkualitas,” ungkap juara satu pelajar teladan bidang Taman Pendidikan Quran (TPQ) ini. Berbeda dengan pendahulunya yang tidak bisa bermain sepak bola, mahasiswa yang setelah lulus ingin mempunyai galangan kapal dan ingin melanjutkan S2 ini mempunyai hobby Sepak bola. “Sepak bola itu menyenangkan dan menyehatkan, “ ungkap mahasiswa yang juga ingin menjadi guru sekolah ini. Ditengah kesibukanya kuliah dan berorganisasi, Pria yang mempunyai motto memberikan yang terbaik dalam hidup ini juga sempat berkerja sambilan. “Saya menjadi guru privat SD (sekolah dasar),” ungkap alumni SMP Nusantara Bungah ini. Diakhir wawancara, pria murah senyum ini mengungkapkan bahwa dakwah tidak bisa sendiri. “Kita harus bekerja sama, bukannya kejahatan yang tersusun rapi mengalahkan kebaikan yang tidak tersusun rapi,” ungkap mahasiswa Teknik Perkapalan angkatan 2008 ini dengan nada bertanya. (Es)

15 Ramadhan Return (Edisi 7)


RESENSI Siapa Sahabat Yang Kau Pilih?

Penulis = Satria Nova Penerbit = Az Zahra Media Terbit = Juli 2010

Alhamdulillah... Akhirnya yang di tunggu-tunggu hadir juga. Inilah buku karya mahasiswa ITS. Karya anak As Safiinah. Ya, sudah saatnya kita menulis buku sendiri bukan sekedar membaca. InsyaAllah untuk kedepannya, resensi buku ultras akan mengulas buku-buku karya anak ITS lainnya. Do'akan saja akan lahir penulis-penulis berbakat dari kampus tercinta ini.. So, kami tunggu karyamu sobat. Dapatkan segera bukunya di Gramedia dan toko buku kesayangan Anda. Berikut adalah seklumit tentang buku ini. Berhati-hatilah dengan sahabat yang Anda miliki sekarang, mungkin itu yang ingin dikatakan penulis dalam buku ini. Buku ini mencoba mengungkap apa arti seorang sahabat dan dengan siapa seharusnya kita bersahabat. Jangan sampai kita salah dalam memilih sahabat karena akibatnya bisa fatal. “Seseorang itu adalah mengikut agama temannya, oleh itu hendaklah seseorang itu meneliti siapa yang menjadi temannya� (HR Abu Daud) Ya, itu benar. Sahabat bisa menjadi tangga bagi kita menuju surga namun bisa juga menjadi jurang yang menjerumuskan kita ke dalam neraka. Sahabat dapat menjadi Harun buat kita, tapi sahabat juga bisa menjadi Fir'aun yang sesat dan menyesatkan. Untuk itu, jangan pernah salah dalam memilih sahabat. Sahabat sejati adalah seseorang yang mengingatkanmu ketika engkau lupa, menegurmu ketika engkau salah, membantumu ketika engkau dalam kesulitan, menemanimu ketika semuanya menjauh, mengangkatmu ketika engkau terjatuh, menghiburmu ketika engkau tengah bersedih, menuntunmu ketika langkahmu terhenti dan menjagamu ketika lemah menghampirimu. Begitulah seorang sahabat. Dia selalu ada jika kita membutuhkan. Namun ingat, sahabat bukan hanya seseorang, tapi bisa juga sesuatu. Yakni segala sesuatu yang kita pilih untuk menjadi pendamping hidup. Menjadi pengisi dari waktu-waktu yang telah kita habiskan.

Ramadhan Return (Edisi 7)

16


Gemericik alunan suara air menyentakkanku dari tidur panjang semalam yang sebenarnya tidak lebih dari dua jam. Badan ini rasanya ingin lepas satu satu karena posisi tidur di kursi yang tidak benar. Setumpuk kertas dan laptop yang semalaman tidak mati ada di hadapanku. Aku baru ingat kalau kerjaanku yang deadline nya tinggal dua hari lagi belum rampung. Padahal pagi ini ada jam ngisi kelas dosen yang ku asisteni. Yah, alamat gak tidur malam sampai deadline ini. Aku mahasiswa semester akhir Fakultas Sastra yang cukup telat mendapat gelar sarjana. Bukan karena aku bodoh atau terlalu kaya jadi menghamburkan uang. Semua terjadi karena belum lulus aku sudah menyibukkan diri dalam dunia jurnalis. Aku sangat apreciated dengan yang satu ini sejak lama. Ujung ujungnya waktu nggak dipakai untuk ngerjain skripsi eh malah nyeleseiin artikel yang deadline nya sering mepet. Aku suka menulis, aku suka membuat perubahan opini khalayak, aku suka berita kontroversi yang bisa diutak atik. Tapi aku nggak pernah lupa dan selalu berpegang pada kode etik jurnalistik kok. Sebenarnya orang tuaku sudah mendesak untuk segera menyelesaikan skripsi dan di wisuda. Karena walaupun aku sekarang sudah punya pekerjaan dan bisa menghidupi diri sendiri, namun titel itu penting 'katanya'. Tapi aku masih bandel saja, meski dalam hati juga ingin membahagiakan orang tua yang membiayaiku. Ya, akupun punya target kok, setidaknya semester depan aku harus dapat gelar sarjana. Aku tahun ini memasuki umur 23 tahun. Aku terlahir dari orang tua yang begitu menyayangiku karena notabene aku seorang anak tunggal. Papaku adalah seorang muallaf karena menikah dengan Mama yang seorang muslim. Namun Mama ku adalah seorang muslim yang bisa disebut hanya islam KTP, meski juga tidak separah itu.

17 Ramadhan Return (Edisi 7)

Cara hidup kami belum menunjukkan seperti keluarga muslim. Papa yang sudah melafadhkan Syahadat belum pernah sholat sekalipun. Entah apa alasannya. Mungkin karena belum sepenuhnya percaya dengan kewajiban dalam Islam. Mama hanya sekali kali saja sholat dan puasa. “ Marthaaaa....bangun nak!”, kudengar suara teriakan Mama dari balik pintu. “ Iyaaa Maa,udah bangun kok.”, jawabku. “ Cepettt mandi terus sarapan!Ok!”, teriakan Mama yang makin kencang seperti biasa. Seusai sarapan pagi bersama, aku segera beranjak ke kantor penerbit majalah tempat aku menyalurkan artikel. Sampai disana Mbak Alyta pimpinan redaksiku sudah terlihat sibuk dengan setumpuk lembaran di atas mejanya. Maklum, tinggal beberapa hari lagi majalah bulanan kami harus mulai diproduksi. Dia terlihat frustasi dari puntung rokok yang bejibun di asbak kesayangannya. Ku putuskan untuk mendekati, meski agak takut karena job ku belum kelar. “ Muka suntuk banget mbakk??”, tanyaku ringan sambil melangkah duduk di depan mejanya. “ Eh Martha...ini bikin pusing!”, jawabnya di sela menghembuskan asap rokok. “ Apa sih mbak. Masalah apa? Siapa tau bisa bantu..”, sahutku. “Bantu???Ehmm. Alright! Kamu harus bantuin aku! Wawancara ya wawancara!”, jawabnya kegirangan yang sedikit membuatku kaget. “ Hah!? Apaan sih mbak ini bikin kaget aja. Aku musti bantuin apa?”, timpalku lagi. “ Ini, kita dapet surat pembaca dan banyak banget yang minta kita adain rubrik muslim tentang wanita. Aku pusing musti gimana, jadi aku minta kamu aja yang wawancara seorang tokoh muslim wanita gitu. Kamu bisa kan?”, jelas mbak Lyta cukup panjang. “ Ohh gitu mbak. Terus aku musti kemana dong?”


“ Nanti aku kasih tahu kamu musti kemana. Pokoknya dia ulama cewek yang cukup berpengaruh kok, tapi orangnya easygoing dan enak diajak ngobrol. Kata si Nabila bagian editor itu sih. Tapi coba aja dulu, bisa kan? Aku kasih waktu dua hari.” “ Wahh mbak, tugas berat itu mbak. Mana cuma dua hari lagi, takut nggak keburu deh.”, jawabku meragu. “ Aku percaya kamu pasti bisa Martha. Lagi nggak ada kerjaan kan di kampus?”, katanya dengan nada merayu. “ Nggak ada sih mbak. Yaa udah deh aku coba dulu. Tapi kalau hasilnya belum maksimal aku nggak jamin loh.” “ Ahhh pasti maksimal, asal serius! Ok, sore nanti aku email-in detil project ini yaa.”, putusnya seenaknya. “ Iya iya mbak.”, jawabku singkat sekaligus pasrah. *** Siang itu kuhabiskan untuk mengutak atik buku tebal di perpustakaan kampus. Maklum saja, aku juga harus memenuhi target ku untuk segera lulus. So, aku harus sesegera mungkin dapet ide atau judul sekaligus untuk skripsi ku. Sudah beberapa kali aku mempending pendampingan dari dosen karena sibuk bikin artikel. Aku memang nggak suka setengah setengah, jadi harus fokus di satu kerjaan dulu, baru ganti yang lain. Tapi kali ini aku coba untuk mencicil biar akhinya gak buru buru.

Pukul 15.37 handphone ku berdering menandakan sms masuk. Kulihat mbak Lyta yang mengirimkan pesan, dan aku langsung bisa menebak pasti ada hubungannya sama project tadi yang kita bicarakan. Dan benar saja, disitu tertulis nama dan alamat orang yang harus aku wawancarai dengan deadline yang hanya dua hari ke depan. Aku pun segera memutuskan untuk menghubungi contact personnya, dan alhasil aku dapat kesempatan bertemu malam ini juga di tempat pengajian. Aku sedikit berfikir mendengar tempatnya di tempat pengajian, pastilah semua berbusana muslim. Akhirnya ku putuskan untuk memakai jilbab demi menghargai tempat aku wawancara nanti, selain itu juga biar sang narasumber lebih welcome aja (berharap).

Dengan pinjaman jilbab dari seorang teman sekaligus memintanya memakaikan aku pun berangkat ke tempat narasumber. Batasan batasan data juga sudah ku copy dari email Mbak Lyta. Ini pengalaman pertamaku membuat artikel keagamaan untuk sebuah majalah. Aku berharap hasilnya tidak mengecewakan. Sampai di sebuah masjid yang ternyata tempat pengajian itu, aku menunggu sekitar setengah jam untuk bertemu sang narasumber “ Assalamu'alaikum, ini mbak Martha yang mau wawancara betul??”, suara seorang wanita mengagetkanku yang ternyata itu orang yang harus ku wawancarai. “ Ohh wa'alaikumussalam. Eh, iya buk saya Martha.”, jawabku gagap karena kaget dan terkejut ternyata orang yang akan kuwawancarai tak setua yang kubayangkan, bahkan sangat muda. “ Kenalkan saya Maria Annisa, saya begitu kaget loh saat ada yang mau wawancara. Saya berpikir harus ngomong apa nanti.”, jawabnya sangat bersahabat. ” Ohh iya. Saya harus manggil apa ini yaa??”.tanya ku yang sedikit kagok. “ Panggil saja mbak. Paling umur kita cuma beda 10 tahun, haha.”, jawabnya ceria sambil duduk disampingku. “ Iya mbak. Ternyata mbak pinter ngelucu juga.”, Sahutku. “ Ok. Sekarang aku harus ngapain? Ada pertanyaan?”, tanyanya ringan. “ Sebenarnya aku juga bingung mau ngebicarain apa mbak soalnya jujur saja ini pengalaman pertamaku bertemu narasumber keagamaan. Tapi ada kok list nya, haha.”, jawabku enteng yang mulai nyaman dengan Mbak Nissa begitu aku memanggilnya. “ Haha. Kamu ini sebenarnya wartawan apa bukan sih? Kok nggak meyakinkan! Omong omong kamu memang pakai jilbab yaa?”, jawabnya melucu lagi. “ Ohh sebenarnya nggak pakai mbak, cuma mau ketemu Mbak Nissa aja aku pakai.”, jawabku jujur. “ Wah sespesial itu kah? Padahal bentuk muka kamu pantes banget dipakein jilbab. Tapi kamu aslinya muslim bukan?”, tanyanya lagi yang menunda wawancaraku. “ Haha. Masak sih pantes, padahal saya sangat jarang pakai jilbab. Ini aja yang makein temen saya, tapi saya muslim kok mbak.”, jawabku begitu saja karena merasa enak ngobrol dengan Mbak Nissa meski baru kenal.

Ramadhan Return (Edisi 7)

18


“ Kenapa nggak pakai jilbab aja? Kamu tambah cantik kok. Belajar dikit dikit kan nggak masalah, lagian itu kan kewajiban wanita muslim yang sudah baliqh.”, jelasnya yang membuat aku sedikit terprofokasi. “ Ohh gitu yaa mbak. Aku merasa belum ada panggilan aja, lagian kayaknya juga belum pantes buat orang yang kayak aku ini mbak.”, Jawabku. “ Ma'af sebelumnya, seharusnya kamu bersyukur karena menjadi Islam dari lahir. Tidak seperti saya yang terlambat mengenal dan menjadi muslim. Jujur saya adalah seorang muallaf, sekitar tujuh tahun yang lalu saya mengucap syahadat. Itu pun diiringi pro kontra keluarga saya. Namun saya tetap mantap untuk memeluk kepercayaan saya saat ini karena saya percaya ini yang terbaik.”, ceritanya tanpa sengaja panjang lebar. “ Ohh ternyata seperti itu yaa mbak, ma'af saya baru tahu.”, jawabku sekenanya karena bingung harus menanggapi seperti apa. “ Iya. Dan keputusan mengenakan jilbab pun saya ambil tidak lebih dari sebulan setelah saya menjadi muslim. Jika kamu bandingkan bukankah itu sebenarnya sangat belum pantas bagi saya. Jauh lebih pantas kamu yang lebih awal mengenal islam. Tapi saya yakin kalau Tuhan Maha Tahu, jadi saya tidak ada keraguan melaksanakan kewajiban itu. Dengan segala kekurangan dan omongan orang, itung itung saya menambah pahala, haha”, paparnya lagi semakin jauh bercerita. “ Ohh seperti itu yaa mbak. Insya'Allah saya akan mulai belajar mbak.”, kataku menyebut nama Tuhan yang sangat jarang kulakukan sebelumnya. “ Ohh syukur ternyata kamu orang yang mudah sadar, atau mudah dipengaruhi??, haha. Nggak kok saya nggak pernah punya maksud untuk mempengaruhi atau profokator.

Saya cuma ingin berbagi biar orang lain bisa lebih baik dari saya. Kamu pun juga tidak harus langsung menuruti apa yang saya katakan.”, katanya lagi dengan tetap disisipi gurauan. “ Iyaa mbak. Saya tahu itu.”, jawab ku singkat. “ Tapi harapan saya besar loh kamu mau pakai jilbab. Coba aja dulu, nggak musti langsung ketutup semua kok kalau masih belajar. Beneran lohh kamu cantik kayak gini.” “ Ahh mbak ini bisa aja. Oke-oke, saya usahakan.” “ Eh, sadar nggak, kok kamu jadi nggak wawancara saya? Saya kebanyakan celoteh kali yaa?haha.”, kata Mbak Nissa yang akhirnya juga menyadarkan aku. “ Ohh iya mbak. Aku juga keasikan sih.” “ Terus gimana ini? Kamu nggak dapet apa apa dong? Ma'af yaa.”, Katanya. “ Tenang aja mbak. Aku udah dapet kok apa yang musti aku tulis nanti, apa yang kita omongin tadi. Kan itu bisa dibikin artikel, menarik pula.”,jawabku dengan tenang yang memang sudah terpikir untuk membuat obrolah kami menjadi sebuah artikel. “ Kamu ini bisa bisa saja, emangnya nggak apa apa kalau nggak ikut job desk?”,tanyanya meyakinkan apa yang kulakukan. “ Nggak apa apa lah Mbak,perasaan topik pembicaraan kita menarik banget. Pasti booming deh.haha.” “ Ohhh oke deh kalau gitu, asal gak jadi gossip aja deh.” “ Yaa nggak lah mbak,aneh aneh aja.hahaha. To be continued

Do’a Mohon Cara / Jalan yang Benar

Dan katakanlah: "Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong (QS.Al Isra 80)

19 Ramadhan Return (Edisi 7)


M

arhaban ya Ramadhan. Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga. Sebagai seorang muslim yang masih memiliki "akal" pasti tak ada momen yang dirindukan kedatangannya kecuali bulan Ramadhan. Betapa tidak, berbagai kemuliaan ditawarkan disini. "Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan keberkahan. Allah mengunjungimu pada bulan ini dengan menurunkan rahmat, menghapus dosa-dosa dan mengabulkan doa. Allah melihat berlomba-lombanya kamu pada bulan ini dan membanggakan kalian pada para malaikat-Nya. Maka tunjukkanlah kepada Allah hal-hal yang baik dari kalian. Karena orang yang sengsara adalah orang yang tidak mendapat rahmat Allah di bulan ini." (HR. Ath-Thabrani) Sayangnya, masih banyak umat muslim yang tidak bisa memanfaatkan bulan ini dengan sebaik-baiknya, padahal tidak semua orang diberi kesempatan untuk bisa berjumpa dengan Ramadhan. Puasanya asal-asalan. Banyak amalan yang seharusnya dilakukan malah ditinggalkan. Bahkan banyak yang membuat amalan sendiri padahal tidak ada tuntunannya. Rasanya, umat muslim hanya menjalankan apa yang dilakukan orang. Hanya meniru tanpa mempelajarinya. Untuk itu, umat muslim seharusnya belajar dan terus belajar. Agar apa yang dilakukannya sesuai dengan Al-Qur'an dan sunnah. Bukankah menuntut ilmu itu dari buaian ibu sampai ke liang lahat? Berikut saya akan menyajikan beberapa hal yang berkaitan dengan bulan Ramadhan. Semoga dengan begini, Ramadhan kita menjadi lebih sempurna.

!Dilarang berbuka puasa tanpa udzur. Ini banyak sekali dilakukan orang. Apabila dia berpuasa dan tidak kuat menahan godaan makanan dan minuman, maka dengan mudahnya dia membatalkan puasanya. Padahal ini tidak diperbolehkan. Umat Islam wajib berpuasa kecuali bagi mereka yang memang berhalangan.

Dari Abu Umamah Al-Bahili Radhiyallahu 'anhu, ia berkata : Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Ketika aku tidur, datanglah dua orang pria kemudian memegang dua lenganku, membawaku ke satu gunung yang kasar (tidak rata), keduanya berkata, “Naik”. Aku katakan, “Aku tidak mampu”. Keduanya berkata, 'Kami akan memudahkanmu'. Akupun naik hingga sampai ke puncak gunung, ketika itulah aku mendengar suara yang keras. Akupun bertanya, 'Suara apakah ini?'. Mereka berkata, 'Ini adalah teriakan penghuni neraka'. Kemudian keduanya membawaku, ketika itu aku melihat orang-orang yang digantung dengan kaki di atas, mulut mereka rusak/robek, darah mengalir dari mulut mereka. Aku bertanya, 'Siapa mereka?' Keduanya menjawab, 'Mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum halal puasa mereka.[2] .” [Riwayat An-Nasa'i dalam Al-Kubra sebagaimana dalam Tuhfatul Asyraf 4/166 dan Ibnu Hibban (no.1800-zawaidnya) dan Al-Hakim 1/430 dari jalan Abdurrahman bin Yazid bin Jabir, dari Salim bin 'Amir dari Abu Umamah. Sanadnya shahih]. Beberapa orang yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa menurut kebanyakan ulama diantaranya : musafir, orang yang sakit, haid dan nifas, kakek nenek yang sudah lanjut usia, wanita hamil dan menyusui. Tapi mereka tetap harus mengganti puasanya dengan cara menggantinya di hari lain. Bagi kakek nenek yang tidak mampu berpuasa maka boleh mengganti dengan memberi makan orang miskin.

Ramadhan Return (Edisi 7)

20


!.Puasa tidak hanya menahan lapar dan haus Masih banyak yang puasanya hanya menahan lapar dan haus, sementara perkataan, hati dan perbuatannya tidak di jaga. Puasa semacam itu percuma. Sebab, pelakunya tidak akan mendapat apa-apa kecuali hanya rasa lapar dan haus. Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Puasa bukanlah dari makan, minum (semata), tetapi puasa itu menahan diri dari perbuatan sia-sia dan keji. Jika ada orang yang mencelamu, katakanlah : Aku sedang puasa, aku sedang puasa ” [Hadits Riwayat Ibnu Khuzaimah 1996, Al-Hakim 1/430-431, sanadnya SHAHIH]

! Menyegerakan Berbuka Puasa Ketika sudah memasuki waktu berbuka, maka hendaknya kita segera untuk berbuka. Jangan menunda-nunda untuk sholat maghrib dulu. Paling tidak kita minum air ataupun memakan sesuatu walaupun hanya sedikit. Setelah itu, barulah kita sholat dan setelah sholat baru dilanjutkan dengan makan.

! Puasa tidak batal ketika makan dan minum asalkan tidak disengaja Apabila kita lupa kalau saat ini kita puasa sehingga kita makan dan minum, maka itu diperbolehkan. Tapi saat kita ingat, seketika itu juga kita hentikan dan melanjutkan puasanya. Jangan malah membatalkan puasa karena menganggap puasa kita telah batal. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya) : “Jika lupa hingga makan dan minum, hendaklah menyempurnakan puasanya, karena sesungguhnya Allah yang memberinya makan dan minum” [Hadits Riwayat Bukhari 4/135 dan Muslim 1155].

! Jangan Tinggalkan Sahur Sudah menjadi sebuah kebiasaan bahwa bangun pada sepertiga malam terakhir sangatlah berat. Padahal saat itulah waktu untuk sahur. Maka akhirnya, banyak yang meninggalkan sahur dengan alasan masih mengantuk. Akibatnya, tubuhnya menjadi lemas saat menjalankan ibadah puasa. Kalian tinggalkan.” (HR An Nasaa`i dan Ahmad). Alhasil, selama seharian tak ada hal bermanfaat yang diakukannya dengan alasan tubuh yang lemas “Sesungguhnya makan sahur adalah berkah yang Allah berikan pada kalian maka janganlah

!Mengakhirkan waktu sahur Banyak yang tidak menjalankan sunnah ini karena takut masuk waktu imsak sehingga puasanya batal, padahal tidak. Rasulullah sahur kita menjelang shubuh. Anas Radhiyallahu 'anhu meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu 'anhu., “Kami makan sahur bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian beliau shalat” Aku tanyakan (kata Anas), “Berapa lama jarak antara adzan dan sahur?” Zaid menjawab, “Kira-kira 50 ayat membaca AlQur'an” [Hadits Riwayat Bukhari 4/118, Muslim 1097]

!Beberapa hal yang membatalkan puasa menurut para ulama diantaranya : makan dan minum dengan sengaja, haid dan nifas, berhubungan suami istri pada siang hari, muntah dengan sengaja, menyuntikan zat yang terkandung makanan ke dalam tubuh. !Beberapa hal yang boleh dilakukan orang yang berpuasa menurut pandangan ulama diantaranya : Memasuki waktu shubuh dalam keadaan junub, bersiwak, berkumur dan istinsyaq, bercengkerama dan mencium isteri, berbekam, bercelak, memakai tetes mata dan lainnya yang masuk ke mata, mengguyurkan air ke atas kepala dan mandi. 21 Ramadhan Return (Edisi 7)


!Siapa yang berhak membayar fidyah? Ini terkadang menjadi sandaran bagi mereka yang sanggup mengganti puasanya dengan puasa untuk tidak berpuasa. Mereka berdalih cukup dengan membayar fidyah padahal membayar fidyah hanya diperbolehkan bagi golongan tertentu. Mereka itu, menurut para ulama, diantaranya adalah orang yang sudag tua renta dan tidak mampu lagi berpuasa serta ibu hamil dan menyusui yang dikhawatirkan keadaan keduanya.

!Denda dalam Puasa Ramadhan Ada beberapa larangan dalam bulan Ramadhan dan apabila dilanggar maka pelakunya kan mendapatkan hukuman. Larangan dan hukuman itu diantaranya : Bagi suami isteri yang melakukan hubungan seks di siang hari maka diwajibkan untuk mengganti puasanya di lain hari serta membayar denda yaitu : membebaskan seorang budak, kalau tidak mampu maka puasa dua bulan berturut-turut, kalau tidak mampu maka memberi makan enam puluh orang miskin.

!. Waktu Pembayaran Zakat. Zakat adalah sesuatu yang wajib dibayarkan oleh setiap muslim pada bulan Ramadhan. Berdasarkan kesepakatan ulama, zakat ini bisa diberikan kepada salah satu dari delapan golongan. Untuk waktunya yaitu sebelum sholat ied. Apabila dibayarkan setelah sholat ied maka namanya sudah berubah menjadi sedekah. Menurut imam Syafi'i, zakat boleh dibayarkan di awal puasa, tapi yang lebih utama adalah sehari atau dua hari menjelang idul fitri seperti yang dicontohkan Umar bin Khaththab. â€œâ€Ś Barangsiapa yang menunaikan zakatnya sebelum shalat maka dia adalah zakat yang diterima, dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka dia adalah merupakan suatu shadaqah dari beberapa shadaqah (yang ada).â€? (HR. Al-Hakim no.1488 dan beliau berkata: ini hadits shahih) Itulah beberapa hukum seputar Ramadhan. Semoga bermanfaat. (Sat)

Ramadhan Return (Edisi 7)

22


Ultrassafinah Edisi #7  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you