Issuu on Google+

REPUBLIKA jadwal

shalat Bandung -3 Mnt, Yogyakarta -14 Mnt, Semarang -14 Mnt, Surabaya -24 Mnt, Jambi + 13 Mnt, Padang +26 Mnt, Medan +33 Mnt. Makassar -24 Mnt.

www.republika.co.id

Subuh

04.06

Zhuhur

11.41

Ashar

15.00

Maghrib

17.53

Isya

19.06

Serunya Nonton Langsung Pertandingan

AHAD, 13 NOVEMBER 2011 17 DZULHIJJAH 1432 H Nomor 298/ Tahun ke-19

Super El Pistolero

Rp 2.900 ● 24 Halaman Luar Jawa Rp 4.000 (ditambah ongkos kirim) / Harga Berlangganan Rp 69.000 / Bulan

MAHAKA MEDIA IKLAN: Telp: 021 791 84744 Faks: 021 798 1169 e-mail: iklan@republika.co.id SIRKULASI: Telp: 021 791 84746 Faks: 021 791 98442 e-mail : sirkulasi@republika.co.id

Sepak Bola A12

Siesta ParentingA3

Indonesia Terdepan

PEROLEHAN MEDALI SEMENTARA

INDONESIA

23

15

9

Singapura

8

7

8

Thailand

6

9

9

Vietnam

6

7

10

Filipina

3

2

6

Malaysia

2

5

6

Myanmar

0

3

2

Laos

0

0

4

Kamboja

0

0

1

Brunei

0

0

0

Timor Leste

0

0

0 Hingga pukul 22.00 WIB

refleksi Oleh Haedar Nashir

Sangkar Besi Umat TERCEPAT Pelari Indonesia, Franklin Ramses Buruni, melakukan selebrasi seusai memenangi lomba lari 100 meter putra pada SEA Games ke-26 di Stadion Atletik, Jakabaring Sports Center (JSC), Palembang, Sumatra Selatan, Sabtu (12/11). EDWIN DWI PUTRANTO/REPUBLIKA

Ratna Puspita

Indonesia menargetkan juara umum pada SEA Games ini. JAKARTA—Untuk sementara, Indonesia menduduki posisi puncak perolehan medali di SEA Games ke26 yang berlangsung di Palembang dan Jakarta. Hingga Sabtu (12/11) pukul 22.00 WIB, Indonesia sudah mengumpulkan 47 medali. Masingmasing, 23 medali emas, 15 perak, dan sembilan perunggu. Perolehan medali ini jauh meninggalkan Singapura di peringkat kedua dengan enam emas, sembilan perak, dan sembilan perunggu. Juara bertahan, Thailand, di peringkat ketiga klasemen dengan enam emas, sembilan perak, dan sembilan perunggu. Pada hari kedua SEA Games, Indonesia merebut 21 medali emas dari 43 medali emas yang diperlombakan di seluruh cabang olahraga. Medali emas di antaranya dipersembahkan pelari asal Jawa Tengah, Triyaningsih, pada cabang atletik 10 ribu meter (m). Pelari jarak jauh ini mencapai garis finis terdepan dengan catatan waktu 34 menit 52, 74 detik di Stadion Atletik Jakabaring Palembang, Sabtu. Bagi Triyaningsih, ini emas ketiganya di cabang 10 ribu meter setelah sebelumnya juga diraihnya pada SEA Games 2007 di Thailand dan 2009 di Laos.

medali emas dari tujuh medali emas Pelatih karateka nomor kata Sprinter Serafi Anelis Unani juga yang diperebutkan. Tiga emas disputri, Omita Olga Ompi, mengaku berhasil meraih medali emas pada umbangkan oleh nomor Poomsae terkejut dengan hasil yang diraih nomor lari 100 m dengan catatan (jurus) Tunggal Putra dan Putri, dan anak asuhnya. Sebab, kata putri waktu 11,69 detik. Medali perak 100 Poomsae (jurus) Beregu Putra. tidak ditargetkan meraih medali m putri diraih Nongnuch Sanrat dari Untuk sepatu roda nomor 300 emas. “Mereka tampil semangat dan Thailand yang membukukan waktu meter putri, Devina Pramudita itulah yang membuat kata putri bisa 11,69 detik, catatan waktu yang sukses menjadi yang terbaik dengan meraih emas,” kata dia. sama dengan Serafi. “Tapi, foto finis catatan waktu 30,45 detik. “Ini SEA Emas lainnya dipersembahkan membuktikan Serafi mencapai garis Games pertama dan emas pertama,” dari cabang sepatu roda (tiga), taefinis lebih dulu,” ujar ketua panitia kata Devina, kemarin. Kesuksesan kwondo (tiga), kayak, dan sepeda pelaksana cabang atletik SEA Devina diikuti Alan Candra dalam gunung (dua). Tim Taekwondo Games, Sri Hastuti Merdiko. nomor 300 meter putra. Alan meIndonesia berhasil menyabet tiga Sprinter Franklin Ramses Buruni, rebut medali emas setelah measal Indonesia, menjadi malibas lintasan dalam waktu nusia tercepat se-Asia TengJUARA UMUM SEA GAMES 27,03 detik. gara di ajang SEA Games 2011 ini. Ia meraih medali TAHUN SEA GAMES TEMPAT JUARA UMUM emas nomor 100 m putra deJuara umum ngan catatan waktu 10,37 Pada SEA Games ke-26 ini, 1977 IX Malaysia Indonesia detik. Pencapaian Franklin Indonesia menargetkan juara 1979 X Indonesia Indonesia ini masih kalah dibandingumum dengan perolehan se1981 XI Filipina Indonesia kan sprinter Agung Suryo kitar 145-150 medali emas. 1983 XII Singapura Indonesia Wibowo yang membukukan Menteri Pemuda dan Olahraga rekor lari tercepat dengan (Menpora) Andi Mallarangeng 1985 XIII Thailand Thailand catatan waktu 10,17 detik menyatakan, target juara 1987 XIV Indonesia Indonesia pada SEA Games di Laos. umum ini mutlak harus diraih 1989 XV Malaysia Indonesia Di cabang karate, IndoIndonesia. 1991 XVI Filipina Indonesia nesia meraih lima medali Sepanjang keikutsertaan di 1993 XVII Singapura Indonesia emas. Masing-masing diperSEA Games sejak tahun 1977, 1995 XVIII Thailand Thailand sembahkan karateka Umar Indonesia telah sembilan kali 1997 XIX Indonesia Indonesia Syarif di kelas +84 kilogram menjadi juara umum. Disusul 1999 XX Brunei Thailand kumite putra, Faizal ZainudThailand (lima), serta Malaysia, 2001 XXI Malaysia Malaysia din dan Flenty Enoch yang Vietnam, dan Filipina, yang 2003 XXII Vietnam Vietnam turun pada nomor individumasing-masing satu kali menal, nomor kata putra (Faizal, jadi juara umum. Ketiga negara 2005 XXIII Filipina Filipina Azwar, dan Fidelys Lolobua), terakhir ini menjadi juara 2007 XXIV Thailand Thailand dan nomor kata putri (Dewi umum saat SEA Games digelar 2009 XXV Laos Thailand Prasetya, Sisilia Agustiani, di negaranya masing-masing. 2011 XXVI Indonesia ? dan Yulianti Syafrudin). ■ c08/maspriel/antara ed: syahruddin

Komodo Masuk Tujuh Keajaiban Dunia Kategori Alam YOGI ARDHI/REPUBLIKA

TRAVELMAESTRO.WORDPRESS

WIKIMEDIA

KEAJAIBAN

DUNIA

K AT E G O R I A L A M ●

TNK Komodo, Indonesia

WEBECOISTCOM

Amazon, Brasil

Halong Bay, Vietnam

JAKARTA—Taman Nasional Komodo (TNK), untuk sementara terpilih sebagai salah satu dari tujuh keajaiban di dunia untuk kategori alam (New 7 Wonders of Nature), setelah menyisihkan puluhan finalis lainnya, Sabtu (12/11) dini hari. Terpilihnya Komodo ini diumumkan secara resmi oleh Kepala New 7 Wonders di Zurich Swiss, Bernard Weber, kemarin. Adapun pemenang lainnya yang mendampingi Komodo adalah Amazon dari Brasil, Halong Bay dari Vietnam, Iguazu Falls dari Brasil, Jeju Island dari Korea Selatan, Puer-

Iguazu Falls, Brasil CLOUDFRONTNET

FARM01GOXVN

PP Underground River, Filipina

to Princesa Underground River dari Filipina, dan Table Mountain dari Afrika Selatan. Weber menyebutkan, ketujuh pemenang itu masih bersifat sementara. Pemenang resmi akan diumumkan pada 1 Januari 2012 mendatang ketika dilaksanakan upacara penutupan. Seperti yang dikutip dari laman new7wonders.com, jumlah suara kini sedang diperiksa dan diverifikasi secara independen. Weber juga mengumumkan satu atau dua finalis dalam pemenang sementara mungkin dapat tergantikan. “New 7 Wonders akan mengumumkan melalui

Jeju Island, Korsel KOCHLJUNGBERGSE

Table Mountain, Afsel

media jika ada perubahan,” ujarnya. Terpilihnya TNK ini mendapat sambutan hangat dari seluruh lapisan masyarakat Indonesia, terlebih bagi warga Nusa Tenggara Timur (NTT). Bahkan, Bupati Manggarai Barat, Agustinus Dulla, mengungkapkan kebahagiaannya. “Atas nama warga Manggarai dan NTT, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia yang membantu Komodo hingga terpilih sebagai salah satu keajaiban dunia untuk kategori alam,” ujarnya. Duta promosi Taman Nasional Komodo Jusuf Kalla juga turut

menyampaikan kegembiraannya atas keberhasilan Komodo masuk dalam New 7 Wonders of Nature. “Alhamdulillah keputusan komodo menjadi salah satu binatang yang masuk dalam tujuh keajaiban dunia sudah ditetapkan,” kata Kalla dalam konferensi pers di Marley Cafe, gedung Energy, Jakarta, Sabtu (12/11). JK menjelaskan, yang mendapat manfaat dari penetapan status Komodo menjadi salah satu tujuh keajaiban dunia itu, adalah masyarakat Indonesia sendiri, terutama masyarakat NTT. Di Palembang, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu menyatakan kegembiraan atas terpilihnya Taman Nasional Komodo yang masuk dalam daftar sementara keajaiban dunia kategori alam. “Kita tentunya bangga,” kata Mari, kemarin. Ia berharap terpilihnya Komodo mampu mendongkrak popularitas Indonesia secara umum di dunia internasional. “Tentunya kami dari Kemparekraf yang sudah, akan, dan sedang kami lakukan adalah mengembangkan TN Komodo yang sudah diakui UNESCO,” katanya. Ketua Panitia Pemenangan Komodo, Emmy Hafild, optimistis Komodo jadi pemenangnya. “Hanya diskualifikasi yang bisa menyebabkan Komodo gagal.” ■ c27/antara/fernan rahadi ed: syahruddin

i pusat Ka’bah yang sarat getaran rohaniah, tiga juta Muslim berlomba meraih puncak mabrur. Seluruh prosesi haji telah dilalui, para hujjaj dari belahan penjuru dunia itu kembali ke negeri masing-masing dan menjalani kehidupan sehari-hari. Dunia nyata hadir kembali dengan segala warna. Akankah kemabruran haji membekas dalam diri dan memancar dalam kehidupan semesta? Hari-hari ini para hujjaj mulai berdatangan ke Tanah Air. Bayangkan jika dalam satu dasawarsa diakumulasi, terdapat sekitar 30 juta Muslim di dunia dan sekitar 2,5 juta di negeri ini yang kesadaran alam pikiran keagamaannya tercerahkan. Karena kemabruran itu bukan atribut haji, melainkan perilaku para hujjaj. Bagaimana memancarkan serbakebaikan dalam seluruh dimensi hidup. Kebaikan untuk dirinya, keluarganya, masyarakatnya, bangsanya, dan seluruh umat manusia sejagad raya. Di luar ibadah haji, Muslim di seluruh persada Tanah Air dan setiap negeri berlomba menunaikan ritual-ritual ibadah mahdhah yang begitu marak. Masjid dan mushala dibangun semakin banyak dan megah. Lembaga-lembaga keumatan ber-fastabiqulkhairat melakukan amal-amal keagamaan. Hari raya Islam pun diperingati pada setiap momentum dengan penuh syiar dan kegembiraan. Jargon-jargon keislaman yang serbaideal disyiarkan ke ruang publik. Para tokohnya tak kalah sibuk dalam beragam mobilitas yang luar biasa untuk menggairahkan umat. Akankah kesemarakan ibadah dan segenap energi umat itu melahirkan pencerahan? Yakni keluar dari berbagai bentuk “kejahiliahan” menuju pada serbakemajuan sepanjang ajaran Islam. Keluar dari kemiskinan, kebodohan, kepicikan kelompok, kemarjinalan sosial, dan beragam keterbelakangan lainnya yang ternyata masih mewarnai denyut nadi kehidupan umat di negeri

D

Bersambung ke hlm A2 kol 1-7

Lapangan Pekerjaan Lansia, Mengapa Tidak?

LANSIA

UJANG ZAELANI/ANTARA

Menjadi lanjut usia (lansia) tak identik menjadi beban bagi keluarga dan masyarakat. Lansia juga dapat berkontribusi dalam kehidupan di masyarakat. Oleh Selamat Ginting

Komposisi penduduk yang penuh beban bisa mengantarkan Indonesia ke situasi krisis. ampu-lampu gantung yang berada di dalam sebuah ruangan pertemuan tiba-tiba berayun-ayun. Atap lantai yang dilapisi marmer, bergoyang naik turun. Layar putih berisi tulisan dari sebuah proyektor, terjatuh. Seketika itu juga, puluhan orang lanjut usia (lansia) berlarian menuju sebuah pintu. Mereka berdesakan berusaha keluar dari ruangan. Pintu berukuran lebar sekitar dua meter menjadi begitu sempit. Apalagi puluhan orang secara bersamaan ingin keluar melalui pintu tersebut. Ini bukan sebuah simulasi, melainkan benar-benar gempa sesungguhnya. Belakangan tersiar bahwa gempa berkekuatan 6,8 pada Skala Richter menggoyang Pulau Dewata, Bali. “Saya tak bersedia kembali memasuki gedung pertemuan ini,” kata seorang lansia asal Padang, Sumatra Barat. Ia merupakan salah satu peserta Konferensi Internasional “Population Aging Explosion: Facing the Challenges and Oppor tunities” yang berlangsung di sebuh hotel di Sanur, Bali, beberapa waktu lalu. Konferensi itu akhirnya tetap dilanjutkan kendati beberapa peserta merasa khawatir dengan gempa lanjutan. Walaupun ada beberapa peserta yang takut dan tak bersedia melanjutkan, setidaknya konferensi ini sukses dan menghasilkan beberapa rumusan. Di sisi lain, pada saat yang bersamaan di Pulau Bali ada dua konferensi internasional.

L

Bersambung ke hlm A11 kol 1--7


A2

REPUBLIKA  AHAD, 13 NOVEMBER 2011

Enam Kapal Perang Jaga KTT ASEAN Sejumlah pimpinan negara ASEAN dan negara mitranya hadir. NUSA DUA — TNI AL menyiagakan enam kapal perang untuk mengamankan pelaksanaan KTT ASEAN ke19 yang akan berlangsung pada 17-19 November di Nusa Dua, Bali. Komandan Lanal Denpasar Kolonel Laut (P) I Wayan Suarjaya, Sabtu (12/11), mengatakan, kapal perang RI yang sudah merapat di Bali saat ini terus melakukan patroli pengamanan di setiap sudut pantai di Bali. “Ada enam KRI yang sudah siaga sejak beberapa hari dan terus melakukan patroli di wilayah Bali, khususnya di kawasan Nusa Dua, sebagai pola pengamanan pintu masuk Bali,” ujarnya. Enam kapal perang tersebut, yakni KRI KSP, KRI Sura, KRI Sri, KRI Banda Aceh, KRI Cendrawasih, dan KRI Kerapu. Jelang pelaksanaan KTT ke-19 ASEAN dan KTT ke-6 Asia Timur (EAS) pengamanan tampak diperketat, kemarin. Beberapa sudut kota Denpasar menuju kawasan tempat pelaksanaan acara dan tempat menginap para delegasi peserta KTT. Adapun acara KTT ke-19 ASEAN dan KTT ke6 Asia Timur dipusatkan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) dan Bali Internasional Convention Center (BICC). Untuk pengamanan pelaksanaan KTT, pemerintah mengerahkan sekitar 15 ribu aparat TNI dan Polri dari berbagai satuan. Komando Operasional Pengamanan TNI sebanyak 7.562 personel, Satgas Pengamanan VVIP 750 orang, dan Satgas Pengamanan Wilayah 2.563 personel. Selain itu, terdapat pula Satgas Pengamanan Laut sekitar 600 personel, Satgas Pengamanan Udara 300 personel, satuan intelijen sekitar 200 personel, dan aparat Polri sekitar 1.799 personel. Panglima Kodam Udaya Mayjen TNI Leonard Louk mengatakan, seluruh unsur pengamanan harus melaksanakan tugas itu dengan

kilas Wisatawan Asing Nonton Raflesia Mekar BENGKULU — Satu bunga raflesia (Raflesia arnoldi) yang mekar di Hutan Lindung Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu menarik wisatawan asing. “Kami menerima kunjungan tiga orang wisatawan asing dari Swiss, Korea Selatan, dan Australia yang khusus menyaksikan raflesia mekar,” kata Koordinator Kelompok Peduli Puspa Langka Tebat Monok, Holidin di Kepahiang, Sabtu (12/11). Ia mengatakan, dari 12 bunga raflesia yang mekar sejak Januari hingga November 2011, sejumlah wisatawan asing datang. “Memang tidak banyak, kami hanya punya satu wisatawan asal Jepang yang rutin berkunjung jika ada bunga yang mekar,” tambahnya. Menurut dia, promosi pihak terkait tentang keberadaan raflesia dan penyebaran informasi tentang mekarnya bunga langka itu masih minim. Ia mengharapkan pemerintah dapat membantu promosi dan perlindungan kawasan habitat bunga tersebut yang terancam dari penebangan dan perambahan liar.  antara

ARI BOWO SUCIPTO/ANTARA

PATROLI PERAIRAN KTT

Sejumlah anggota Kopaska TNI AL melakukan patroli dengan menggunakan kapal Sea Raider di kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, Sabtu (12/11). TNI AL menempatkan tiga tim Kopaska dengan dilengkapi kapal tempur untuk mengamankan kawasan perairan pelaksanaan KTT ASEAN ke-19, pertemuan KTT terkait dan KTT Asia Timur ke-6 yang dimulai pada 17-19 November. baik sesuai prosedur berlaku. “Ini menyangkut citra bangsa dan negara Indonesia, maka laksanakan dengan sungguh-sungguh, profesional sesuai prosedur yang berlaku,” katanya. Digantikan Sementara itu, Perdana Menteri Selandia Baru John Key dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev dipastikan tidak dapat menghadiri KTT ke-6 EAS. Mereka tengah persiapan penyelenggaraan pemilihan umum di negerinya. “PM Selandia Baru tidak dapat hadir dan akan digantikan oleh Menlu Selandia Baru Murray McCully,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Michael Tene. Presiden Medvedev juga tak dapat hadir pada pertemuan puncak EAS pertama yang melibatkan

Rusia itu. Dengan ketidakhadiran Presiden Rusia, maka hanya satu pemimpin negara dari dua anggota baru EAS yang dapat hadir, yaitu Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Maka, KTT ke-6 EAS akan dihadiri oleh 16 pemimpin negara. PM Thailand Yingluck Shinawatra yang semula disebut-sebut tak dapat hadir karena bencana banjir yang telah menewaskan lebih dari 500 orang di Bangkok, dipastikan dapat hadir. Parkir khusus Obama PT Angkasa Pura I Cabang Ngurah Rai menyiapkan lahan parkir khusus untuk pesawat pengangkut rombongan Presiden Amerika Serikat Barack Obama. “Lahan parkir itu disiapkan untuk dua pesawat berukuran sedang

dan besar pengangkut rombongan Presiden AS Barack Obama,” kata General Manager PT Angkasa Pura I Cabang Ngurah Rai, Purwanto. Menurut dia, penyediaan lahan parkir bagi pesawat jenis Boieng-747 dan Boeing-757 itu atas permintaan pihak Pemerintah AS melalui staf Gedung Putih. Panglima Kodam IX/Udayana Mayjen TNI Leonard Louk menegaskan, pengamanan menjelang kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama di Nusa Dua Bali sesuai prosedur yang berlaku. “Tidak ada yang berlebihan,” katanya usai mendampingi Kepala Staf Umum TNI Letjen TNI Suryo Prabowo meninjau kesiapan pengamanan KTT yang bakal diliput 1.500 wartawan dari 130 negara itu.  antara ed: nina ch

KPK Terima Laporan Kado Penikahan Putri Sultan JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menurut Juru Bicara KPK Johan Budi, sudah menerima laporan hadiah pernikahan putri Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengku-buwono X. “Sultan baru menyerahkan laporan kado pernikahan putrinya sore ini,” katanya di Jakarta, Sabtu (12/11). Menurut UU No 20/2001 tentang Perubahan Atas UU No 31/199 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Sultan wajib untuk melaporkan hadiah yang diterimanya terkait posisinya sebagai pejabat penyelenggara negara. “Selanjutnya akan kami verifikasi apakah ada pertentangan kepentingan atau tidak. Bila tidak ditemukan apa-apa, maka akan kami kembalikan,” kata Johan. KPK, menurut Johan, memiliki waktu 30 hari untuk melakukan verifikasi tersebut. Pada 16-19 Oktober, Sultan HB X menyelenggarakan resepsi pernikahan putri bungsunya Gusti Kanjeng Ratu Bendara dengan Kanjeng Pangeran Harya Yudhanegara di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Resepsi dihadiri sekitar 2.500 tamu undangan termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden Boediono, sejumlah menteri kabinet Indonesia Bersatu II, duta besar negara sahabat, serta para tokoh politik.  antara ed: nina ch

Tol Semarang-Solo Seksi I Dibuka, Baru untuk Mobil Kecil SEMARANG — Jalan Tol Semarang-Solo seksi I (Semarang-Ungaran) sudah mulai beroperasi kemarin. Meski begitu, kendaraan besar, seperti truk dan bus, untuk sementara tidak dapat memanfaatkan tol ini. “Hanya mobil kecil dulu yang bisa lewat,” kata Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto ketika menghadiri pencanangan jalan tol seksi II (UngaranBawen) di Desa Klepu, Ungaran, Sabtu (12/11). Menurut Djoko, jalan keluar seksi I tersebut merupakan jalan kecil sehingga belum mampu dilewati kendaraan besar. Ia khawatir, jika kendaraan besar dibolehkan melewati tol maka akan membuat kemacetan. “Khawatir

akan menyusahkan warga Ungaran,” ujarnya. Untuk itu, ia berharap agar tol seksi II (Ungaran-Bawen) segera selesai sehingga jalan tol bisa dinikmati oleh kendaraan besar. Pihaknya menargetkan, dalam waktu 18 bulan seksi II sudah dirampungkan. “Pertengahan 2013 harus sudah selesai,” pintanya. Sedangkan, pembangunan tol secara keseluruhan, yakni Tol SemarangSolo, ditargetkan pada 2015. Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo dalam acara yang sama meminta seluruh warga Jawa Tengah mendukung pengerjaan Jalan Tol Semarang-Solo. Pasalnya, jika jalan tol ini selesai, akan berpengaruh pada kon-

SANGKAR BESI ................................................ dari hlm 1 ini dan juga di negeri-negeri Muslim pada umumnya. Juga mengeluarkan bangsa ini dari berbagai bentuk kejahiliahan baru, seperti korupsi, kebohongan publik, perilaku adikuasa, perusakan alam, dan berbagai kemungkaran struktural. Kini saatnya umat dan para tokohnya untuk berefleksi diri, adakah ibadah-ibadah mahdhah itu melahirkan lompatan kuantum melalui terobosan-terobosan langkah yang menentukan sejarah peradaban Islam ke depan? Spirit pencerahan Seratus dua tahun yang lalu, diawali dari Kampung Kauman Yogyakarta, Ahmad Dahlan menggugah kaum Muslimin yang terlelap dalam selimut tradisionalisme untuk bangkit meretas jalan sejarah ke depan. Diajaknya umat yang mengklaim penganut agama yang sempurna itu agar tidak terninabobo oleh jeratan budaya masa silam yang melumpuhkan kemajuan. Segala sangkar besi keterbelakangan dibongkarnya dengan ajaran agama yang cerdas, santun, dan kokoh pendirian. Sosok bersahaja ini menggebrak umat

dan bangsanya yang sedang tidur lelap dalam kejumudan dan ketertindasan penjajahan. Kebanyakan umat dan para elite setempat terperangah dengan gebrakan pembaruan pendiri Muhammadiyah itu. Kehadirannya menggemparkan dan banyak ditentang karena berbeda dari kelaziman. Sebagaimana pembawa obor pencerahan, banyak pihak penjaga status quo yang terganggu kemapanannya. Tetapi, lama-kelamaan spirit pembaruan kiai yang dua kali bermukim di Makkah, tetapi tetap tidak tercerabut dari akar budayanya yang mengajarkan harmoni dan moderasi, akhirnya menjadi alam pikiran umum. Sebagaimana gagasan pembaruan di penjuru dunia manapun, kadang memerlukan puluhan hingga satu abad umat untuk menerimanya sebagai sebuah pilihan dan jalan baru bagi kemajuan. Pembaruan Islam yang digagas dan dipraktikkan Dahlan bukanlah sekadar gerakan pemurnian untuk kembali kepada ajaran Islam yang autentik, melainkan tidak kalah bersejarahnya justru menawarkan

H A R I A N HH AA RR II AA NN

REPUBLIKA REPUBLIKA MAHAKA MEDIA MAHAKA MAHAKAMEDIA MEDIA

Semua naskah yang dikirim ke Redaksi dan diterbitkan menjadi Semua naskah yang ke Redaksi diterbitkan menjadi milik Harian Republika. Semua Harian Republika dibekali Semua naskah yangdikirim dikirim kewartawan Redaksidan dan diterbitkan menjadi milik Harian Republika. Semua wartawan Harian Republika dibekali tanda pengenal dan tidak menerima maupun meminta imbalan dari milik Harian Republika. Semua wartawan Harian Republika dibekali tanda pengenal maupun meminta imbalan dari siapa pun. Semuadan isi tidak artikel/tulisan berasal dari luar, sepenuhnya tanda pengenal dan tidakmenerima menerimayang maupun meminta imbalan dari siapa pun. yang dari sepenuhnya tanggung jawab isi penulis yang bersangkutan. Semua isi artikel/tulisan siapa pun.Semua Semua isiartikel/tulisan artikel/tulisan yangberasal berasal dariluar, luar, sepenuhnya tanggung jawab yang isi yang terdapat di suplemen daerah, menjadiSemua tanggung jawab Kepala tanggung jawabpenulis penulis yangbersangkutan. bersangkutan. Semua isiartikel/tulisan artikel/tulisan yang terdapat di suplemen daerah, menjadi tanggung jawab Perwakilan Daerah bersangkutan. yang terdapat di suplemen daerah, menjadi tanggung jawabKepala Kepala Perwakilan PerwakilanDaerah Daerahbersangkutan. bersangkutan.

disi perekonomian Jateng. “Alhamdulillah, infrastruktur berupa jalan tol kini sudah tertata,” katanya. Djoko Kirmanto meminta setiap kabupaten/kota mau membantu pembebasan tanah yang dilewati jalur Tol Semarang-Solo. “Jangan mempersulit pembangunan jalan tol,” ucapnya. Menurut PJS PT Trans Marga Jawa Tengah Ari Nugroho, pembangunan ruas Jalan Tol Ungaran-Bawen yang memiliki panjang 11,9 kilometer dibagi menjadi empat paket konstruksi. Yakni, paket III lanjutan, Kalirejo-Beji, sepanjang 3,25 kilometer. Paket IV meliputi ruas Beji-Tinalun sepanjang 3,9 kilometer. Kemudian, untuk paket V, ruas

jalan kemajuan bagi umat dan bangsanya. Pembaruan yang meneguhkan sekaligus mencerdaskan, memperkaya spiritualitas juga intelektualitas, memperluas ilmu sekaligus amal. Pembaruannya membawa pencerahan yang melahirkan aksi pembebasan, pemberdayaan, dan pemajuan secara melembaga. Pembaruan yang menghasilkan pranata-pranata sosial baru yang memajukan kehidupan masyarakat luas. Itulah jejak sang pencerah, yang menyebarkan Islam sebagai agama yang berkemajuan. Dalam spirit utama pencerahan, Dahlan sebagaimana Abduh merenungi umat yang karena kejumudannya telah membelenggu Islam laksana sangkarbesi. Al-Islam mahjub bil-muslimin, Islam dihalangi pesanpesan utamanya oleh umatnya sendiri. Umat yang terbelenggu oleh kebodohan, taklid, dan sangkar-besi keterbelakangan yang membuatnya tertinggal dari bangsa-bangsa yang lain di persada bumi ini. Umat yang bangga akan jumlah besar, tapi miskin kualitas. Umat yang terninabobo dalam kenikmatan beragama yang serbasimbolis, tetapi tidak melahirkan peruba-

han ke arah kemajuan sebagaimana pesan utama Islam sebagai din al-hadlarah (agama kemajuan, agama peradaban). Islam yang mencerahkan menyambung mata rantai habluminallah dan habluminannas secara harmoni dan dinamis. Islam yang memuliakan perempuan sebagaimana kemuliaan laki-laki yang beriman serta beramal shaleh. Islam yang mempertautkan secara fungsional ajaran akidah, ibadah, akhlak, dan mu’amalah-dunyawiyah yang prokehidupan. Islam yang mengajarkan ilmu, kecerdasan, moral, perdamaian, dan serbakebaikan yang dirasakan umat manusia semesta. Islam yang membangun jembatan panjang dunia dan akhirat. Islam yang menjadikan agama langit ini benar-benar membumi untuk membangun peradaban utama yang bercorak rahmatan lil-‘alamin. Bukan wacana Potensi umat di negeri ini dan di negeri-negeri Muslim sebenarnya luar biasa. Persentase Muslim 22 persen di dunia dan 88,22 persen di Indonesia merupakan modal utama sumber daya manusia untuk menjadi pelaku perubahan. Lebih-lebih

Tinalun-Ireng sepanjang 3,825 kilometer. Dan, paket VI, Lemah Ireng-Bawen sepanjang 1.015 kilometer. “Sesuai dengan perhitungan perencanaan, ruas jalan tol ini akan dibangun selama 23 bulan. Namun, kami akan mengupayakan kurang dari 23 bulan pembangunan konstruksinya,” kata Ari. Sejak pengoperasian kemarin, pengguna Tol Semarang-Solo seksi I dibebaskan dari tarif tol selama tiga hari. Tarif tol akan diberlakukan mulai Selasa (15/11) sebesar Rp 5.500. Djoko menilai, tarif tersebut tidaklah tinggi. Sebab, pemeliharaan jalan memerlukan dana yang tidak sedikit.  c10 ed: nina ch

dengan potensi negeri-negeri kaya minyak dan sumber daya alam di banyak wilayah negeri Muslim, sungguh menjadi kekuatan untuk memajukan peradaban umat di tengah peradaban bangsa-bangsa sedunia. Umat di negeri ini bahkan jumlahnya terbesar di seluruh dunia Muslim. Islam semestinya tidak terhalangi lagi oleh umatnya. Namun, ibarat genangan danau, umat dengan jumlah yang besar masih berjalan di tempat. Seperti gajah bengkak yang sulit bergerak. Masih berbangga dengan jumlah kuantitas, tapi minus kualitas, yang menjadi beban sejarah. Umat yang terlalu banyak ritual, namun kurang tindakan yang produktif untuk kemajuan. Kini yang diperlukan para pemimpin umat ialah berkhidmat sepenuh hati dan kesungguhan untuk menggerakkan seluruh potensi umat menuju kemajuan di segala bidang kehidupan. Kunci dinamikanya terletak di pundak para pemimpin umat di segenap lingkungan secara tersistem dan tersinergi, bukan saling menegasikan apalagi sibuk dengan mobilitas sendiri. Para pemimpin umat dituntut untuk menjadi teladan dalam

Pemimpin Redaksi: Nasihin Masha. Wakil Pemimpin Redaksi: Arys Hilman Nugraha. Pemimpin Nasihin Masha. Wakil Pemimpin Redaksi: Hilman Nugraha. RedakturRedaksi: Pelaksana: Elba Damhuri. Kepala Newsroom: MArys Irwan Ariefyanto. Kepala Republika Online: Agung Pragitya Vazza. Pemimpin Redaksi: Nasihin Masha. Wakil Pemimpin Redaksi: Arys Hilman Nugraha. Redaktur Damhuri. Newsroom: MM Irwan Kepala Republika Online: Agung Pragitya RedakturPelaksana: Senior: AnifElba Punto Utomo.Kepala Wakil Redaktur Pelaksana: Irfan Junaidi, Syahruddin El-Fikri, Kumara Dewatasari. Asisten Redaktur Pelaksana: Elba Damhuri. Kepala Newsroom: Irwan Ariefyanto. Ariefyanto. Kepala Republika Online: Agung Pragitya Vazza. Vazza. Redaktur Anif Redaktur Irfan Junaidi, El-Fikri, Kumara Dewatasari. Asisten RedakturSenior: Pelaksana: Bidramnanta, Joko NurPelaksana: Hasan Murtiaji, Reporter Senior: Andi Nur Aminah, Harun Husein, Redaktur Senior: Anif Punto Punto Utomo. Utomo. Wakil WakilSadewo, Redaktur Pelaksana: IrfanSubroto. Junaidi, Syahruddin Syahruddin El-Fikri, Kumara Dewatasari. Asisten Redaktur Pelaksana: Joko Sadewo, Nur Murtiaji, Subroto. Reporter Senior: Andi Aminah, Harun Muhammad Subarkah,Bidramnanta, Nurul S Hamami, Teguh Setiawan. Staf Redaksi: Abdullah Agus Yulianto, AlwiHusein, Shahab, Redaktur Pelaksana: Bidramnanta, JokoSelamat Sadewo,Ginting, Nur Hasan Hasan Murtiaji, Subroto. Reporter Senior:Sammy, Andi Nur Nur Aminah, Harun Husein, Muhammad Subarkah, Nurul SSHamami, Selamat Ginting, Teguh Staf Redaksi: Sammy, Agus Alwi Shahab, Asep K. Nurzaman, Andri Saubani, Anjar Fahmiarto, A Syalaby Ichsan, Bilal Ramadhan, Budi Raharjo, Burhanuddin Bella, Citra Listya Muhammad Subarkah, Nurul Hamami, Selamat Ginting, TeguhSetiawan. Setiawan. Staf Redaksi:Abdullah Abdullah Sammy, AgusYulianto, Yulianto, Alwi Shahab, Asep Nurzaman, Andri Saubani, Fahmiarto, AASyalaby Ichsan, Bilal Budi Burhanuddin Bella, Rini,K. Sepriyossa, Darmawan, Desy Susilawati, Dewi Mardiani, Didi Purwadi, Djoko Suceno, DyahListya Ratna Asep K.Damanhuri Nurzaman,Zuhri, AndriDarmawan Saubani,Anjar Anjar Fahmiarto, Syalaby Ichsan, BilalRamadhan, Ramadhan, BudiRaharjo, Raharjo, Burhanuddin Bella,Citra Citra Listya Rini, Sepriyossa, Desy Susilawati, Dewi Mardiani, Didi Djoko Suceno, Dyah Ratna MetaDamanhuri Novia, Edi Zuhri, Setyoko, Edwin Dwi Putranto, Darmawan, Eko Widiyatno, Endro Yuwanto, Erdy Nasrul, Esthi Maharani, EH Ismail, Fernan Rini, Damanhuri Zuhri,Darmawan Darmawan Sepriyossa, Darmawan, Desy Susilawati, Dewi Mardiani, DidiPurwadi, Purwadi, Djoko Suceno, DyahRahadi, Ratna Meta Edi Edwin Eko Widiyatno, Endro Yuwanto, Erdy Nasrul, Esthi Maharani, Rahadi, FerryNovia, Kisihandi, Firkah Fansuri, Fitria Andayani, Fitriyan Zamzami, Heri Purwata, Heri Ruslan, Ichsan Emrald EH Alamsyah, Indah Wulandari, Meta Novia, EdiSetyoko, Setyoko, EdwinDwi DwiPutranto, Putranto, Eko Widiyatno, Endro Yuwanto, Erdy Nasrul, Esthi Maharani, EHIsmail, Ismail,Fernan Fernan Rahadi, Ferry Kisihandi, Firkah Fitriyan Zamzami, Heri Purwata, Heri Alamsyah, Indah Wulandari, Indira Rezkisari, IrwanFansuri, Kelana,Fitria Israr,Andayani, Johar Arief, Khoirul Azwar, Lilis Handayani, Mansyur Faqih,Emrald Mohammad Akbar, Mohamad Amin Ferry Kisihandi, Firkah Fansuri, Fitria Andayani, Fitriyan Zamzami, HeriSri Purwata, HeriRuslan, Ruslan,Ichsan Ichsan Emrald Alamsyah, Indah Wulandari, Indira Rezkisari, Irwan Johar Arief, Sri Faqih, Akbar, Mohamad Madani, Muhammad Fakhruddin, As’adi, M Khoirul Hafil, MAzwar, IkhsanLilis Shiddieqy, NataliaMansyur Endah Hapsari, Neni Ridarineni, Nidia Zuraya,Amin Nina Indira Rezkisari, IrwanKelana, Kelana,Israr, Israr,M Johar Arief, Khoirul Azwar, Lilis SriHandayani, Handayani, Mansyur Faqih,Mohammad Mohammad Akbar, Mohamad Amin Madani, Muhammad Fakhruddin, M As’adi, M Hafil, M Ikhsan Shiddieqy, Natalia Endah Hapsari, Neni Ridarineni, Nidia Zuraya, Nina Chairani Ibrahim, Palupi Annisa Auliani, Prima Restri Ludfiani, Priyantono Oemar, Rachmat Santosa Basarah, Rahmat Budi Harto, Ratna Madani, Muhammad Fakhruddin, M As’adi, M Hafil, M Ikhsan Shiddieqy, Natalia Endah Hapsari, Neni Ridarineni, Nidia Zuraya, Nina Chairani Palupi Auliani, Prima Priyantono Oemar, Santosa Harto, Ratna Puspita,Ibrahim, Reiny Dwinanda, Rusdy Nurdiansyah, R HiruLudfiani, Sefti Oktarianisa, Setyanavidita Livikacansera, SiwiBudi Tri Puji Budiwiyati, Chairani Ibrahim, PalupiAnnisa Annisa Auliani, PrimaRestri Restri Ludfiani, PriyantonoMuhammad, Oemar,Rachmat Rachmat SantosaBasarah, Basarah,Rahmat Rahmat Budi Harto, Ratna Puspita, Reiny RRHiru Setyanavidita Livikacansera, Tri Budiwiyati, Stevy Maradona, Susie Rusdy Evidia Yuvidianti, Taufiqurrahman Bachdari, Muhammad, Teguh Firmansyah, Wachidah Handasah,Siwi Wulan Tunjung Palupi, Puspita, ReinyDwinanda, Dwinanda, RusdyNurdiansyah, Nurdiansyah, HiruSefti SeftiOktarianisa, Oktarianisa, Muhammad, Setyanavidita Livikacansera, Siwi TriPuji Puji Budiwiyati, Stevy Maradona, Susie Evidia Taufiqurrahman Bachdari, Teguh Handasah, Yasmina Hasni, Yeyen Yoebal Ganesha Rasyid, Yogi Ardhi Cahyadi, Yulianingsih,Wachidah Yusuf Assidiq, Zaky Al Wulan Hamzah. Stevy Maradona, SusieRostiyani, Evidia Yuvidianti, Yuvidianti, Taufiqurrahman Bachdari, Teguh Firmansyah, Firmansyah, Wachidah Handasah, Wulan Tunjung Tunjung Palupi, Palupi, Yasmina Yeyen Rostiyani, Rasyid, Ardhi Cahyadi, Yulianingsih, Yusuf Assidiq, Zaky KepalaHasni, Quality Control dan Yoebal Bahasa: Rakhmat HadiYogi Sucipto. Sarjono. Kepala Perwakilan Jawa Barat: Maman Yasmina Hasni, Yeyen Rostiyani, YoebalGanesha Ganesha Rasyid, Yogi ArdhiKepala Cahyadi,Desain: Yulianingsih, Yusuf Assidiq, ZakyAlAlHamzah. Hamzah. Kepala Quality Control dan Hadi Sucipto. Kepala Desain: Sarjono. Perwakilan Jawa Barat: Sudiaman. Pjs.Kepala DIYRakhmat - Jateng & Jatim : Haryadi B.Susanto. Nian PoloanKepala (Medan), Maspril Aries (Palembang), Ahmad Kepala Quality ControlPerwakilan dan Bahasa: Bahasa: Rakhmat Hadi Sucipto. Kepala Desain: Sarjono. Kepala Perwakilan Jawa Barat: Maman Maman Sudiaman. Pjs.Kepala Perwakilan - -Jateng &&Jatim Baraas (Bali). Sekretaris Redaksi:DIY Fachrul Ratzi. Sudiaman. Pjs.Kepala Perwakilan DIY Jateng Jatim: :Haryadi HaryadiB.Susanto. B.Susanto.Nian NianPoloan Poloan(Medan), (Medan),Maspril MasprilAries Aries(Palembang), (Palembang),Ahmad Ahmad Baraas Baraas(Bali). (Bali).Sekretaris SekretarisRedaksi: Redaksi:Fachrul FachrulRatzi. Ratzi.

ADITYA PRADANA PUTRA

KAMPANYE PELESTARIAN HUTAN: Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan memberikan penjelasan kepada sejumlah siswa sekolah dasar di wahana permainan edukatif Hura Rimba, Central Park Mall, Grogol, Jakarta, Sabtu (12/11). Ini kampanye pelestarian hutan kepada anak-anak.

mengagendakan perubahan. Bila perlu defisitkan terlalu banyak wacana, bicara, dan retorika yang tidak membawa pada amal-amal kemajuan. Berlomba-lomba dengan wacana di tingkat lokal, nasional, dan global. Namun, minus agendaagenda perubahan nyata. Hal itu justru hanya akan memperlebar kesenjangan antara idealitas dan realitas. Wacana memang penting untuk membuka cakrawala, tetapi akhirnya memerlukan eksekusi nyata dalam mengagendakan kemajuan. Kendala wacana sering di tindakan sehingga berhenti sebatas retorika indah di menara gading, namun miskin implementasi di dunia nyata. Kesibukan para pemimpin yang luar biasa pun tidak identik dengan kemajuan umat manakala tidak berbanding lurus dalam fungsi-fungsi menggerakkan sendi-sendi kehidupan di segala bidang kehidupan. Kemajuan para pemimpin itu tidak sebangun dengan kemajuan umat. Boleh jadi para pemimpinnya naik tangga ke pusatpusat kemajuan, tetapi gerbong umat tertinggal di belakang. Umat malah bisa terpenjara oleh dinamika para pemimpin-

nya yang tak bertautan dengan denyut nadi kepentingan, nasib, dan aspirasi umat yang sebenarnya. Al-ummat mahjubat bi al-riyasat, umat tersandera oleh kepemimpinan para pemimpinnya. Inilah bentuk baru sangkar besi umat. Kemajuan peradaban tidak bisa dirancang-bangun dan berhenti sebatas pada wacana atau keindahan kata-kata. Tidak pada kesemarakan, syiar, dan simbol-simbol serbamercusuar. Tidak pula dalam perlombaan aktivitas dan kebanggaan semu yang bersifat kulit luar. Peradaban umat dimulai dari kata kerja: amal dan aksi nyata yang tersistem dalam rancangbangun yang luas dan berkesinambungan. Jika peduli umat, majukan umat agar bebas dari segala belenggu keterbelakangan, bukan malah mengawetkan status-quo ketertinggalan. Manakala ingin umat maju, gerakkan seluruh sendi kehidupan umat secara nyata agar benar-benar terjadi perubahan di dunia nyata. Bukankah Tuhan murka atas segala banyak wacana minus konsistensi antara kata dan laku? 

Penerbit: PT Republika Media Mandiri. Alamat Redaksi: Jl. Warung Buncit Raya No. 37, Jakarta 12510, Alamat Surat: PO Penerbit: PT Mandiri. Alamat Jl. Raya Jakarta 12510, Alamat Surat: PO Box 1006/JKS-Jakarta 12010. Tel: 021-780.3747 (Hunting), Fax:Buncit 021-780.0649 (Seluruh Bagian). Redaksi: Penerbit: PTRepublika RepublikaMedia Media Mandiri. AlamatRedaksi: Redaksi: Jl.Warung Warung Buncit RayaNo. No.37, 37, Jakarta 12510,Fax Alamat Surat:021PO Box 1006/JKS-Jakarta 12010. (Hunting), Fax: 021-780.0649 (Seluruh Fax Redaksi: 798.3623, E-mail: sekretariat@republika.co.id. Bagian Iklan: Jl. Warung Buncit Raya No. Bagian). 37, Jakarta Tel:021021Box 1006/JKS-Jakarta 12010. Tel: Tel: 021-780.3747 021-780.3747 (Hunting), Fax: 021-780.0649 (Seluruh Bagian). Fax12510. Redaksi: 021798.3623, E-mail: sekretariat@republika.co.id. Bagian Iklan: Buncit 37, 021794.4693, Fax: 021-798.1169. Sirkulasi dan Langganan: Tel: 021-791.98441, 021-791.98442. Online: 798.3623, E-mail: sekretariat@republika.co.id. Bagian Iklan: Jl. Jl. Warung Warung Buncit Raya Raya No. No.Fax: 37, Jakarta Jakarta 12510. 12510. Tel: Tel: 021794.4693, Fax: dan Langganan: 021-791.98441, Fax: Online: http://www.republika.co.id. AlamatSirkulasi Perwakilan: Jl. LLTel: RE Martadinata No. 126 Tel:021-791.98442. 022-420.7671, 420.7672, 794.4693, Fax: 021-798.1169. 021-798.1169. Sirkulasi danBandung: Langganan: Tel: 021-791.98441, Fax: 021-791.98442. Online: http://www.republika.co.id. Alamat Perwakilan: LL RE Martadinata No. 126 420.7675, Fax: 022-426.2898, Jl. PerahuJl. No. Baru, Tel: 566028, 420.7672, Fax: 0274http://www.republika.co.id. AlamatYogyakarta: Perwakilan:Bandung: Bandung: Jl. LL4, REKota Martadinata No.0274-544.972, 126Tel: Tel:022-420.7671, 022-420.7671, 420.7672, 420.7675, Fax: 022-426.2898, Yogyakarta: Jl. Perahu No. 4, Kota Baru, Tel: 0274-544.972, 566028, Fax: 541.582, Surabaya: Jl. Barata Jaya No. 51, Tel: 031-501.7409, Fax: 031-504.5072. 420.7675, Fax: 022-426.2898, Yogyakarta: Jl. Perahu No. 4, Kota Baru, Tel: 0274-544.972, 566028, Fax: 02740274541.582, 541.582,Surabaya: Surabaya:Jl. Jl.Barata BarataJaya JayaNo. No.51, 51,Tel: Tel:031-501.7409, 031-501.7409,Fax: Fax:031-504.5072. 031-504.5072. Direktur Utama: Erick Thohir. Direktur Utama: Thohir. Wakil Direktur Utama: Daniel Wewengkang. Direktur Pemberitaan: Ikhwanul Kiram Mashuri, Direktur Operasional: Direktur Utama:Erick Erick Thohir. Wakil Direktur Utama: Direktur Pemberitaan: Kiram Operasional: Tommy Tamtomo. GM Daniel Keuangan: Didik Irianto. GM Marketing danIkhwanul Sales: Yulianingsih.Manajer Iklan:Indra Wisnu Wakil Direktur Utama: Daniel Wewengkang. Wewengkang. Direktur Pemberitaan: Ikhwanul Kiram Mashuri, Mashuri, Direktur Direktur Operasional: Tommy Tamtomo. GM Keuangan: Didik GM Marketing dan Yulianingsih.Manajer Wisnu Wardhana. Manajer Produksi: Nurrokhim. Manajer Sirkulasi: Darkiman Ruminta. Manajer Keuangan:Iklan:Indra Hery Setiawan. Didik Irianto. Irianto. GM Marketing dan Sales: Sales: Yulianingsih.Manajer Iklan:Indra Wisnu Tommy Tamtomo. GM Keuangan: Wardhana. Wardhana.Manajer ManajerProduksi: Produksi:Nurrokhim. Nurrokhim.Manajer ManajerSirkulasi: Sirkulasi:Darkiman DarkimanRuminta. Ruminta.Manajer ManajerKeuangan: Keuangan:Hery HerySetiawan. Setiawan. Harga Langganan: Rp. 69.000 per bulan, harga eceran Pulau Jawa Rp 2.900. Harga Eceran Luar Jawa: Rp. 4.000 per Harga Langganan: 69.000 per bulan, eceran Pulau Jawa 2.900. Harga Eceran Luar Jawa: Rp. eksemplar (tambahRp. ongkos kirim). Bank a.n PT Republika Media Mandiri: BSM, Cab. Warung Buncit, Harga Langganan: Rp. 69.000 perRekening bulan,harga harga eceran Pulau JawaRp Rp 2.900. Harga Bank Eceran Luar Jawa: Rp.4.000 4.000per per eksemplar (tambah kirim). Rekening a.n PT Mandiri: BSM, Cab. Buncit, No. Rek. 0030113448 ( Bank Mandiri, Cab.Bank Warung No. Rek.Media 1270004240642 ( Bank Cab. Warung Buncit, eksemplar (tambahongkos ongkos kirim). Rekening Bank a.nBuncit, PTRepublika Republika Media Mandiri:Bank Bank BSM,Lippo, Cab.Warung Warung Buncit, No. Rek. 0030113448 ( Bank Mandiri, Warung Buncit, No. Rek. 1270004240642 ( Bank Lippo, Cab. Warung Buncit, No. Rek. 727.30.028988 ( Bank BCA, Cab. Graha Inti Fauzi, No. Rek. 375.305.666.8. No. Rek. 0030113448 ( Bank Mandiri, Cab. Warung Buncit, No. Rek. 1270004240642 ( Bank Lippo, Cab. Warung Buncit, No. Rek. 727.30.028988 ( (Bank BCA, Cab. Graha Surat Izin Usaha Penerbitan Menpen No. 283/SK/MENPEN/SIUPP/A.7/1992, No. Rek. 727.30.028988 BankPers: BCA,SK Cab. GrahaInti IntiFauzi, Fauzi,No. No.Rek. Rek.375.305.666.8. 375.305.666.8. Surat Izin Pers: SK No. 283/SK/MENPEN/SIUPP/A.7/1992, Anggota Serikat Penerbit Surat Anggota No. 163/1993/11/A/2002. Surat IzinUsaha UsahaPenerbitan Penerbitan Pers:Kabar: SKMenpen Menpen No.SPS 283/SK/MENPEN/SIUPP/A.7/1992, Anggota AnggotaSerikat SerikatPenerbit PenerbitSurat SuratKabar: Kabar:Anggota AnggotaSPS SPSNo. No.163/1993/11/A/2002. 163/1993/11/A/2002.


Siesta

parenting

A3

Istimewanya Ikan Arsik

REPUBLIKA

Hlm A10

AHAD, 13 NOVEMBER 2011 YOGI ARDHI/REPUBLIKA

DI STADION: Menonton pertandingan olahraga di lokasi membuat kita merasakan hawa pertandingan secara langsung

Nonton Langsung Seru Hoooi! Oleh Susie Evidia Y

Olahraga Apa yang Cocok? Oleh Susie Evidia Y

T

P

ertama kali Hadiah Notarianti mengajak kedua anaknya menonton pertandingan sepak bola adalah pada 2007. Kejuaraan AFP digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Waktu itu sekadar memanfaatkan fasilitas tiket gratis. Ketika Mahir Radja Satya Djamaoeddin (kini, 13 tahun) dan

IANTI NOTAR ADIAH DOK H

idak semua jenis olahraga layak disaksikan langsung oleh anak. “Pilih tontonan yang tidak menimbulkan ekses kurang baik terhadap anak,’’ tegas Jane Savitri MSi kepada Republika. Misalkan, sepak bola, basket, bulu tangkis, jenis olahraga yang bisa menjadi pilihan karena objek sasaran yang ditendang adalah bola. Yang patut diwaspadai jenis-jenis olahraga dengan setting keras, seperti bertarung atau adu kecepatan kendaraan. Olahraga tinju atau laga bertarung, sebaiknya tidak diperkenalkan kepada anak. Alasan lulusan S2 Fakultas Psikologi UI ini, olahraga bertarung dapat memicu agresivitas dalam diri si anak. ”Ketika ada masalah dengan teman, adegan tinju itu bisa-bisa dipraktikkan oleh si anak untuk memukul lawannya,’’ kata Jane. Kalau anak senang dan memaksa ingin menonton laga-laga ‘berbahaya’ seperti itu, menurut Jane, boleh saja sesekali. Misalkan, ketika naik kelas, sebagai hadiah orang tua mengajak menonton. Itu pun harus dibekali pengertian, misalnya, olahraga bertarung untuk kesehatan, bela diri, bukan untuk sombong-sombongan. Sementara itu, Josh Tinley mempertanyakan para orang tua, mengapa tidak membawa anaknya menonton perlombaan renang atau atletik? “Perlombaan atletik adalah olahraga dasar dan mudah dipahami,’’ kata Josh Tinley, penulis buku Kneeling in the End Zone: Spiritual Lessons from the World of Sports. Tak seperti sepak bola, atletik dan renang terdiri atas puluhan event, sebagian besar selesai dalam waktu singkat. Perlombaan olahraga berdurasi singkat ini amat cocok bagi anak-anak yang rentang perhatiannya masih pendek. Unsur dramatisnya pun ada. Bila bosan, anak bisa langsung diajak pulang tanpa kehilangan banyak momen. “Karena itu, perlombaan atletik dan renang ideal untuk datang terlambat dan pulang lebih dulu,’’ kata Tinley. ■ midwestsportfan.com ed: nina ch

Menonton event olahraga secara langsung lebih heboh dari menonton di TV.

Mirza Sultan Pasha Djamaoeddin (11) bertambah usia, malah bersemangat merencanakan sendiri untuk menonton pertandingan dari jauh-jauh hari. Kini, Diah jarang melewatkan kesempatan menonton pertandingan olahraga langsung. Menonton di lokasi bukan alternatif pilihan menonton di TV. Jika menonton di layar kaca, yang dilihat biasanya hanya pemain dan bolanya. Namun, jika menonton pertandingan secara langsung, yang didapat lebih banyak lagi. “Kita bisa lihat lapangannya, bahkan pegang rumputnya,” tuturnya. Yang jelas, hawa pertandingan terasa secara langsung. “Tahu riuhnya kalau gol,” ceritanya. Semua orang ketika gol terjadi, langsung ramai bertepuk tangan dan berdiri tanpa dikomando. Juga saat lagu “Indonesia Raya” dikumandangkan. Tak hanya per tandingan sepak bola, tapi olahraga kegemaran anak. Diah dan suaminya, Demis A Djamaoeddin, seorang manajer tim sepak bola dan juga bekerja di sebuah merek sport apparel, membawa mereka nonton pertandingan basket dan juga tenis. Anak-anak tak kurang antusiasnya. Diah mengajak anak-anaknya menonton di lokasi pertandingan sejak mereka duduk di bangku

Indonesiaku … Indonesia Raya! ara ayah bunda yang kerap membawa anak ke pertandingan besar di stadion paham benar lagu “Indonesia Raya” yang berkumandang punya makna besar bagi anak mereka. Kumandang lagu kebangsaan Indonesia pada akhir pertandingan itulah, menurut Hadiah Notarianti, sangat terasa nikmatnya bila menonton langsung di stadion. Mahir (13 tahun) dan Sultan (11) selalu ikut menyanyi dengan khidmat. “Juga tangannya mengepal ke dada gitu,’’ ungkap ibu mereka ini. Penghargaan Mahir dan Sultan kepada Indonesia Raya terbawa ke luar stadion. Ketika nonton TV di rumah pun, sikap mengepalkan tangan ke dada ini tak mereka pernah ditinggalkan. Walau suara ketika menyanyikan lagu wajib ini tak selantang di lapangan, anak-anak Nur Rokhim sangat antusias ketika lagu “Indonesia Raya” terdengar. “Mereka pasti ikut menyanyi ‘Indonesia Raya’, apalagi kalau pas per-

P

tandingan sepak bola, nyanyinya lebih kencang,” kata Rokhim. Ayah tiga anak ini melihat semangat lagu “Indonesia Raya” meresap ke jiwa anakanaknya. Ketika timnas bertanding, mereka mengupayakan datang untuk memberikan dukungan. Misalnya, saat timnas Indonesia melawan Arab Saudi. Pernah ia melarang mereka menonton pertandingan melawan Malaysia. “Saya melarang mereka pergi karena khawatir dengan suporter yang diprediksikan akan rusuh,” katanya. Ia membiarkan Garda dan Abi sambil mengambek menonton dari layar televisi. Misi menumbuhkan nasionalisme ini menjadi salah satu pendorong Desmayani Setianingsih dan suaminya membawa Muhammad Sheva (7), Desember lalu, menonton Piala Suzuki AFF 2010 secara langsung. Sebab, Desma berpendapat nasionalisme tak sekadar kata-kata, tapi harus dirasakan secara langsung oleh anak.

Sehari sebelum pertandingan, Sheva bersikeras tidak mau membela tim Indonesia. Dia selalu ingin beda dengan tim yang didukung ayahnya. “Aku mau membela selain Indonesia,’’ ungkap murid kelas dua SD ini mantap. Sampai di Senayan pun, Sheva bergeming membela tim lawan. Ketika duduk di dalam stadion, ayahnya berbisik, “Shev, mau ditimpuk satu stadion, nih?’’ Suasana Stadion Gelora Bung Karno yang meriah dan semua penonton antusias mendukung tim Indonesia membuat Sheva larut. Dalam sekejap dia beralih. Sheva semangat naik di atas bangku sambil meneriakkan, “In..do ne..sia… In…do…ne…sia’’ mengikuti kor penonton yang lain. Pulangnya, Sheva membawa oleh-oleh syal, slayer, dan berbagai atribut dukungan terhadap tim sepak bola Indonesia. Sejak itu Sheva antusias membela tim Indonesia. “Dia bangga dengan Indonesia,’’ kata Desma. ■ c05/susie evidia y ed: nina ch

SD. Nur Rokhim bahkan mengajak Sarah Fardhani yang berusia tiga tahun. Itu gara-gara si sulung minta nonton pertandingan bulu tangkis. Bagi Diah dan Rokhim, membawa anak-anak menonton langsung bukan beban. Bersenang-senang Banyak orang tua yang malas mengajak anak menonton pertandingan olahraga secara langsung. Repot dan capek adalah alasan yang paling banyak dikemukakan. Namun, alasan itu tak masuk akal bagi Rokhim. “Kita menonton pertandingan kan untuk menyenangkan diri, untuk mencari hiburan, jadi tak boleh ada kata repot,’’ kata karyawan sebuah penerbitan berskala nasional ini. Sudah 15 tahun lebih Rokhim banyak menghabiskan waktu untuk menonton pertandingan olahraga secara langsung bersama ketiga anaknya. Mulai dari bulu tangkis, sepak bola, hingga balapan A1. Psikolog Jane Savitri sepakat dengan Rokhim. Mengajak anak menyaksikan pertandingan olahraga hanya sebagai waktu bersenangsenang atau alternatif acara keluarga. “Tujuannya, orang tua hanya memperkenalkan bukan untuk mem-push agar anak menjadi bintang olahraga,’’ kata Jane. “Kecuali memang si anak sudah berbakat di bidang tersebut.’’ Tempat belajar Menonton pertandingan secara langsung bagi Rani Rindang Kasih (46) adalah kesempatan belajar lebih jauh bagi anak-anak yang gemar olahraga. Anak bisa melihat langsung pada keseluruhan lapangan dan apa saja yang dilakukan orang di sana. “Kalau di TV kan yang di-shoot cuma bola sama pemainnya saja,” ujarnya. Saat mendampingi putrinya, Talisa Puti Maheswari (10) menonton tim Indonesia lawan Filipina dalam kompetisi basket antarnegara Asia Tenggara di Jakarta, Rani banyak menjelaskan aturan-aturan dan apa saja yang terjadi ketika mengikuti pertandingan besar. “Misalnya itu mengapa kok dikasih kartu kuning, kalau misalnya dalam sebuah posisi, seharusnya kita mengambil langkah yang mana,” ujar Rani. Kegemaran menonton event olahraga secara langsung, dalam pengamatan Nur Rokhim, turut membangun kepribadian anaknya. Ia melihat pada anak-anaknya tumbuh pendirian yang kuat, sikap sportif, dan banyak motivasi. Kesempatan bertemu banyak orang di stadion tidak canggung. “Anak jadi lebih mudah bergaul dengan siapa pun.” Seasyik-asyiknya nonton idola berlaga di lapangan, Jane Savitri mengingatkan orang tua agar tak terlalu bersemangat mengompori anak-anaknya menongkrongi pertandingan olahraga. “Yang lebih bermanfaat, kalau anak terlibat langsung berolahraga daripada sekadar menonton,’’ kata psikolog dari Bandung ini. ■ c05/c09 ed: nina chairani

Saran Mereka

ara orang tua dan psikolog melihat beberapa hal yang penting diperhatikan saat membawa anak nonton pertandingan secara langsung.

P

Bebaskan keinginan anak Setiap anak memiliki kemauan yang berbeda. Ada anak yang hobi nonton sepak bola, voli, basket, atau apa pun. “Jangan batasi pada tontonan tertentu. Semakin anak banyak tahu, semakin luas pengetahuannya,” kata Nur Rokhim dari Jakarta. Survei dulu Agar acara menonton pertandingan langsung ini seru, survei awal lebih dulu. Orang tua bisa menggambarkan tempat, tim yang bertanding, dan waktunya. “Jadi, kita sudah mikirin di sana nanti kayak gimana,” ujar Hadiah Notarianti dari Jakarta. Bekal makanan dan minum Waktu pertandingan kerap berlangsung lama. Bagi yang mengajak anak yang masih terlalu kecil, siapkan bekal lebih banyak. “Membawa bekal akan lebih hemat karena harga makanan di tempat pertandingan harganya lebih mahal,’’ kata Niken S Winarni dari Jakarta. Pastikan pipis dulu Sebelum pertandingan dimulai, pastikan anak pipis terlebih dulu. “Jangan sampai anak kebelet pas pertandingan karena pertandingan justru bisa terlewatkan. Apalagi, biasanya toilet jauh-jauh,” kata Niken. Beri tahu tentang jalannya pertandingan saat pertandingan istirahat. “Jadi, anak-anak tahu kapan ia harus pipis.’’ Jangan lupa anak Ketika menonton, sebagai orang tua, jangan terpana dan menikmati pertandingan sepenuhnya. Mereka harus selalu menjaga dan mengawasi anak. “Jangan sampai lepas,” kata Hadiah. Etika nonton pertandingan Selalu berikan pengertian tentang bagaimana harus bersikap saat menonton pertandingan. “Menonton pertandingan ada etikanya. Anak harus diajari. Jadi, saat pertandingan berlangsung, anak bisa menempatkan diri,” kata Niken. Perhatikan daya tahan anak Daya tahan anak tidak sama dengan orang tua. Jika pertandingan lama, anak sering kali tidak betah. Respons setiap anak berbeda, ada yang mengantuk, tidur, ada yang rewel, dan menangis. “Kalau anak sudah tidak betah, sebaiknya keluar saja,’’ kata psikolog Jane Savitri dari Bandung. ■ c05/c09/susie evidia y


Siesta

A4

parenting

REPUBLIKA ● AHAD, 13 NOVEMBER 2011

Jadi ‘Analis’ Cilik E

Hebohnya Waktu Persiapan

YOGI ARDHI/REPUBLIKA

Oleh Susie Evidia Y

Di event ramai, orang tua harus membagi perhatian antara menonton pertandingan dan menjaga anak.

P

ertama kali Desmayanti Setianingsih mengajak anak menonton pertandingan olahraga pada Desember 2010. Saat itu sedang gencar pertandingan tim sepak bola Indonesia melawan tim sepak bola dari negeri-negeri jiran. Mereka memperebutkan Piala Suzuki AFF 2010 di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Desma dan suaminya kompak menjadikan event ini untuk pertama kalinya mengajak Muhammad Sheva Mufsyisalam (7 tahun) menonton. Desma tidak ikut, yang menonton Sheva bersama ayahnya. Sedangkan, dia mendapat tugas mencari tiket serta menyiapkan seluruh perbekalan menjelang hari H. Agar terhindar dari antrean panjang, Desma memburu di agen resmi penjualan tiket di bilangan Manggarai, Jakarta. “Saya memilih tiket VIP agar mereka lebih nyaman,” katanya. Event perdana yang ditonton laga tim Indonesia melawan Filipina. Persiapan sebelum berangkat yang utama membawa jaket. Sebab, pertandingan berlangsung malam hari di lapangan terbuka. Makanan ringan serta susu kesukaan Sheva dimasukkan ke dalam ransel.

● Bersama Rooney ertandingan yang pernah ditonton langsung dan paling berkesan bagi keluarga Hadiah Notarianti dan Demis A Djamaoeddin adalah saat menonton Manchester United pada Juli 2009. Persiapan sudah dilakukan jauhjauh hari. Kostum yang akan dipakai dan kostum juga yang akan dimintakan tanda tangan pemain sudah stand by di koper. “Kebetulan anak pertama saya memang penggemar MU, jadi kostum klub ini dia punya banyak,” ujarnya. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Bukit Jalil Kuala Lumpur, Malaysia, tersebut memberikan pengalaman yang berbeda bagi keluarga ini. Suasana stadion dan penonton yang ditemui mereka tak sama dengan yang biasa mereka temui ketika menonton pertandingan di Indonesia. Kesan mendalam juga tertoreh bagi si sulungnya yang memang mengidolakan klub asal Inggris ini. Mereka bisa melihat pemain di lapangan dalam jarak dekat, mendapatkan

P

mpat tahun lalu, Avie (14 tahun) dan Rifqi (13) minta menonton pertandingan tenis secara langsung kepada sang bunda. “Karena anak terlihat antusias, akhirnya saya mengajak mereka nonton pertandingan tenis di Senayan,” kata Niken S Winarni (42). Saat menonton tenis secara langsung, Niken mendapati kedua buah hatinya terlihat sangat menikmati. Anak-anak terlihat lebih gembira ketimbang menonton di TV. Anak-anak itu senang ketika bisa mendengar suara bola secara langsung dan tahu bagaimana linesman bekerja. Niken tak pernah merasa repot atau takut mengajak anak-anaknya nonton langsung di lapangan. Maklumlah, karakter penonton tenis yang tenang amat berbeda dengan sepak bola yang selalu riuh rendah. “Kalau anaknya yang tertarik, anak akan gampang diatur, jadi tidak repot,” ungkap ibu dua anak ini. Persiapannya pun tidak ribet. Niken cukup menyiapkan minum, payung, kipas, dan sun block. Sebab, menonton tenis di luar ruangan butuh perlindungan berlebih. Selain itu, ia mengandalkan penjual makanan di lokasi untuk mengganjal perut lapar mereka. Menonton tenis secara langsung rupanya membawa dampak positif. Anak-anak kini sudah mengerti karena banyak melihat.

Lepas menonton pertandingan, anak-anak Niken antusias berdiskusi tentang jalannya pertandingan. Dari hasil diskusi berempat, anakanak menjadi lebih pintar menganalisis. “Misal ketika ada pemain menang, anak-anak bisa tahu mengapa pemain itu bisa menang, apa karena memang bermain bagus atau mungkin karena lawannya yang lemah,” kata Niken. Ia percaya, kebiasaan tersebut terbawa dalam kehidupan sehari-hari, misal saat menghadapi masalah di sekolah. Yang menggembirakan, ia melihat Avie dan Rifqi juga belajar sportivitas. Pernah suatu kali mereka menonton pertandingan yang ternyata linesman berpihak pada salah satu pemain. Mendapati hal seperti itu, Avie dan Rifqi lantas sewot. “Harusnya nggak boleh begitu,” kata Niken menirukan kegusaran mereka. Berkat melihat pertandingan tenis secara langsung, anak-anak Niken juga lebih tahu harus bersikap dalam situasi tertentu. “Anak-anak jadi lebih tahu etika. Misalnya, saat serve penonton harus diam. Hal semacam ini tak akan didapat jika cuma menonton dari televisi,” kata Niken. Dari melihat hal semacam itu, Avie dan Rifqi yang kini bersekolah di SMP Labschool Kebayoran tersebut jadi bisa menempatkan diri di mana pun mereka berada. ■ c09

Sheva memilih bertahan menonton pertandingan. “Ya, sudah aku masih bisa tahan kok sampai nanti pulang,” katanya. Rupanya bocah itu sudah terbius suasana pertandingan sampai tidak mau beranjak sedetik pun.

DOK HADIAH NOTARIANTI

Sebelum berangkat makan dulu agar perut tak keroncongan. Jangan lepas Persiapan Desma dilakukan umumnya keluarga penggemar nonton event olahraga. Hadiah Notarianti juga membawa bekal makanan. Ia menghindari jajan di stadion dan memilih membawa bekal dari rumah atau membeli roti di tempat yang lebih tepercaya. “Buat ganjal pas nonton,” katanya. Sebab, sepulang dari stadion biasanya mereka baru makan sebenarnya dengan lahapnya. Satu hal yang pasti, di keluarga Djamaoeddin ini pantang menyaksikan pertandingan yang terlambat. “Kita harus sudah siap sebelum pertandingannya mulai,” ujar Diah. Ketika pertandingan di Stadion Gelora Bung Karno dimulai pukul 19.00, misalnya, mereka sudah bersiap diri tiga

jam sebelumnya. “Kita biasanya parkir di Plaza Senayan, terus ke sananya jalan kaki,” ujarnya. Hal yang lebih penting saat terpana menonton pertandingan adalah jangan sampai terpisah. Untuk itu, saran Diah, jangan mengajak anak yang masih suka lari-lari dan aktif sendiri. “Nanti bisa hilang,” tuturnya. Diah sendiri selalu memegang kedua anaknya ke mana pun pergi, bahkan saat pipis pun diantar ke toilet dan ditunggu. Diah selalu mengandeng kedua putranya, satu di kanan dan satu di kiri. “Apalagi kalau pas ramai, berdesak-desekan, jangan sampai lepas pokoknya,” anjurnya. Sementara itu, Sheva yang menonton berduaan dengan sang ayah sempat ingin pipis. Ayahnya bingung mencari lokasi toilet, apalagi pertandingan sedang seru-serunya. “Kalau begitu kita pulang saja, pipis di rumah,” ujarnya.

Kesan Mendalam di Hati kesempatan untuk berfoto bersama dengan gelandang Michael Carrick dan legenda MU Sir Bobby Charlton, serta mendapatkan tanda tangan Wayne Rooney. “Itu dulu dibantu sama promotornya,” cerita Diah. “Pokoknya di sana senang terus, deh.”

Bila Mahir telah berkesempatan bisa bertemu dan menyaksikan tim idola secara langsung, Sultan yang mengidolakan klub Chelsea belum tercapai. “Karena belum kesampaian sampai sekarang, makanya ingin banget menonton Chelsea tanding,” tuturnya. ■ c05 ed: nina ch FOTO-FOTO DOK HADIAH NOTARIANTI

● Hadiah Notarianti, Mahir, dan Sultan di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur.

Waspada rusuh Rokhim membebaskan anak-anaknya mondar-mandir di stadion. “Saya hanya bilang, Bapak di sini, nanti kalian pokoknya harus kembali ke sini,” pesannya kepada mereka. Anak-anak Rokhim memanfaatkan kesempatan itu dengan langsung ke barisan depan agar bisa menonton dari lebih dekat. Rokhim berani melepaskan anakanaknya di stadion sejak mereka berusia delapan tahun. “Di bawah itu, saya masih mengawasi dengan ketat. Namun kalau sudah di atas delapan tahun, saya memberikan kebebasan, tapi tetap saya pantau dari jauh,” katanya. Kini anak-anak sudah bisa dibekali ponsel. Memantau mereka, baginya, kini menjadi lebih mudah. Namun, kebebasan gerak pada anak-anak itu diberikan apabila perkiraan pertandingan bakal berlangsung aman. Bila ada gelagat buruk seperti pertandingan sepak bola antara Indonesia dan Malaysia, Rokhim memilih menyuruh anak menonton di TV. Kerusuhan juga sering ditakutkan oleh Diah dari pertandingan sepak bola. Untungnya, ketika mengajak anak-anaknya belum pernah mendapatkan pengalaman pertandingan yang berakhir rusuh. Diah dan suaminya pernah terjebak dalam kerusuhan yang terjadi setelah pertandingan sepak bola berlangsung. “Waktu itu habis Persija main, pulangnya rusuh, waduh, untung nggak mengajak anak-anak,” tuturnya. Untuk mengantisipasi risiko tinggi jika terjadi kerusuhan, Diah selalu duduk di tempat yang aman, paling tidak di kursi VIP. Ia tak mau jika yang awalnya direncanakan sebagai hal untuk senang-senang nanti malah berakhir menjadi bencana. Suasana berbeda ditemukannya saat menonton pertandingan olahraga yang berbeda pula. Saat menonton pertandingan tenis, tak ada suasana crowded dan sumpek, namun semuanya diam dan tak berisik. “Anak-anak juga dikasih tahu dulu sebelumnya kalau menonton tenis jangan teriak-teriak atau rewel,” ujarnya diikuti tawa beberapa saat. ■ c05/c09 ed: nina chairani

● Nur Rokhim dan Abi di sirkuit Sentul

Rela

Menguras Tabungan FOTO-FOTO M ROKHIM/REPUBLIKA

ada 2006, keluarga Nur Rokhim rela menghabiskan jutaan rupiah demi sebuah venue olahraga. “Garda sangat suka dengan Ananda Mikola. Dia ngotot ingin melihat Ananda bertanding di Sentul,” kenang Rokhim. Melihat kemauan Garda yang sangat besar, Rokhim mengeluarkan beberapa juta rupiah untuk membeli lima tiket A1. Ia ingin sekeluarga bisa menikmati pengalaman yang sama. Waktu itu harga satu tiket Rp 1,5 juta. Ketiga anaknya juga rela menguras habis ta-bungan mereka demi menonton A1. Untung, dari umur enam tahun Rokhim sudah menyuruh mereka menabung. “Anak-anak kan hobi menonton. Menonton pertandingan secara langsung tak cukup dengan sedikit uang. Jadi, anak-anak selalu menabung agar bisa menonton pertandingan

P

● Barsama Bambang Pamungkas

olahraga yang mereka inginkan,” kata Rokhim. Tiba di Sentul, rupanya ketiga anak Rokhim tak menyia-nyiakan kesempatan. Walaupun hanya membeli tiket kelas biasa, ketiga anak Rokhim nekat menembus barisan kemudian menonton di barisan depan yang notabene kelas VIP supaya bisa melihat Ananda Mikola dari dekat. “Saat itu petugas menegur anak saya. Tapi karena masih kecil-kecil, petugas langsung memanggil saya, orang tua mereka. Bukannya dimarahi, kami malah akhirnya mendapat tempat duduk VIP,” kata Rokhim. Namun sayang, walaupun sudah berhasil menonton dari bangku VIP, mereka belum bisa bertemu dengan Ananda Mikola secara langsung. Saat itu Garda boleh gagal menemui Ananda. Kali lain ia berhasil ber temu dengan idola lapangan hijaunya, Bambang Pamungkas. Tak mau gagal bertemu dengan sang idola, kini Rokhim dan anaknya lebih nekat. “Pernah suatu kali saya mengadang BP di hotel. Saya memintanya untuk menandatangani kaus anak saya dan berfoto bersama mereka. Alhasil, anakanak sangat girang,” kata Rokhim. ■ c09 ed: nina ch


Siesta

A5

fashion

REPUBLIKA ● AHAD, 13 NOVEMBER 2011

GREAT UNIFORM,

FOTO-FOTO AMIN MADANI/REPUBLIKA

GREAT PERFORMANCE Kreativitas cutting menyingkirkan kesan kaku pada seragam.

B

l Ari Saputra

aju seragam sering kali tampak monoton dan membosankan. Potongan baju dengan minim detail menjadi ciri khas baju kantoran. Sebagai bagian dari identitas perusahaan, seragam merupakan sebuah keharusan. Para desainer dari Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) lantas berusaha mengubah citra kaku dari pakaian seragam. “Kunci dari pakaian seragam adalah pada cutting pakaiannya. Dari situlah kita bisa mengubah pakaian seragam yang terkesan kaku menjadi seragam yang modis,” kata salah satu desainer IPMI, Era Soekamto, pada acara IPMI Trend Show 2012 di Balai Bapindo, Jakarta, Oktober lalu. Dalam peragaan busana yang diberi tajuk “Great Uniform Great Performance” tersebut, perusahaan kain Maxistyle menggandeng 10 desainer IPMI untuk merancang baju seragam yang stylish. Dalam peragaan busana tersebut, Adesagi Kirana memamerkan menampilkan koleksi seragam dengan memaksimalkan warna. Seperti baju yang dikenakan oleh model Indah Kalalo yang memadukan warna pink, biru, dan hitam. Adesagi juga menampilkan baju seragam model blus berwarna biru, putih, dan hitam yang memiliki potongan asimetris dipadu dengan pencil skirt. Lain halnya Era Soekamto. Ia menampilkan seragam untuk pramugari dan pilot. Memadukan kain berwarna biru dengan menambahkan motif tenun pada bagian lengan dan kerah baju. Adapula koleksi dengan warna khaki yang memiliki potongan dress dengan lengan sesiku. Sebagai pemanis, Era menambahkan scarf bermotif. Ia juga merancang dress dengan warna merah terang seperti yang dipamerkan oleh model Olga Lidya. Customer service perbankan menjadi inspirasi Ari Seputra. Ia membuat baju potongan bertumpuk dengan menggunakan warna yang berbeda bagi mereka. Ari menggunakan

l Barli Asmara beberapa paduan warna dalam satu baju, biasanya 2-3 warna. Seperti warna khaki ditambah warna cokelat kopi susu dan dimaksimalkan dengan warna hijau. Valentino Napitupulu menampilkan formal suit seperti setelan jas yang dikenakan oleh model Gunawan. Dalam koleksinya, Valentino menabrakkan warna mati dengan warna terang. Seperti jas hitam dipadu dengan kerah berwarna merah mencolok. Adapula jas hitam yang dipadu dengan warna hijau tosca. Valentino juga merancang jas berwarna khaki ditambah dengan scarf warna hitam. Ghea Panggabean memamerkan baju restaurant cafe. Ghea memilih celana dengan potongan “A” seperti sarung dipadu dengan blus berlengan lebar. Ghea juga menampilkan rok batik yang dipadu dengan blus polos yang dilengkapi dengan obi dan lengan bermotif batik. Syahreza Muslim menampilkan baju untuk field crew. Dalam koleksinya, ia menampilkan blazer yang menggunakan ritsleting bukan kancing. Adapula overcoat warna cokelat pastel dengan kancing besar-besar dan belt kain yang melilit pada bagian pinggang.

l Era Soekamto Seragam rumah sakit dalam olahan Hutama Adhi menjadi tampil beda. Untuk pakain suster, Hutama membuat potongan yang lebih chic dan agak centil untuk menghilangkan kesan seram dari para praktisi kesehatan. Seperti koleksi dress perawat sepaha dengan menambahkan kantong pada bagian kanan dan kiri dengan potongan kantong balon yang menggembung. Ada pula seragam perawat dengan potongan asimetris pada bagian bawahnya. Denny Wirawan menampilkan koleksi pakaian PNS. Ia memamerkan seragam PNS jilbab berwarna cokelat yang dipadu dengan motif tenun ulos pada bagian lis kerah dan lengan baju. Denny memadukan warna-warna gradasi, seperti gradasi warna cokleat. Terakhir adalah Barli Asmara yang tetap konsisten dengan earthy colour. Ia memamerkan baju seragam perhotelan. Salah satu karyanya adalah jas berwana cokelat yang membalut kemeja ruffle putih yang berkesan gaya Eropa klasik. Seragam dengan potongan yang lebih chic bisa membuat mood kerja lebih bagus. Jadi, tak perlu takut mengaplikasikan potongan unik pada baju seragam. ■ c09 ed: nina ch


Siesta

A6

parenting

REPUBLIKA ● AHAD, 13 NOVEMBER 2011

MELANGKAH JADI

JEJAKA

Ayah lebih ‘pas’ dalam memberikan berbagai pengertian mengenai kelelakian kepada si buyung

Ayah bunda cenderung kurang peduli menjelaskan dan mempersiapkan si buyung menghadapi mimpi basah pertamanya.

S

uatu pagi, Risto terkejut mendapati kasurnya yang basah. “Ini agaknya mimpi basah itu,” kira-kira begitulah yang segera terlintas di benaknya. Sejak kelas lima SD, sebenarnya Risto sudah mengerti tentang mimpi basah. Namun, ketika mengalaminya sendiri saat duduk di bangku kelas satu SMP, ia masih juga merasa kaget. Pemilik nama lengkap Aristo Afkar Barin ini mengaku, sudah mengerti tentang mimpi basah dari pelajaran agama Islam. “Waktu itu ada pelajaran tentang mimpi basah. Guru saya menerangkan tentang ciri-ciri dan gimana cara menyucikannya,” kata Risto. Sehingga, saat ia mengalami mimpi basah pertamanya, ia langsung melakukan kewajibannya, yaitu mandi besar. Siswa SMA 1 Nganjuk, Jawa Timur, ini termasuk anak yang beruntung karena ia telah mendapat informasi yang cukup banyak tentang mimpi basah sebelum ia mengalaminya. “Saya juga sudah dikasih tahu sama ibu pas zaman SD. Katanya, nanti kalau besar kamu akan mengalami mimpi basah dan itu tandanya kamu sudah wajib melaksanakan ibadah. Kalau

sampai ninggalin, berarti udah dosa,” kata Risto menirukan wejangan dari ibunya. Peran ayah Jika Risto mendapatkan pengetahuan tentang mimpi basah dari sang ibu, Wanda Hamidah, mantan bendahara Partai Amanat Nasional (PAN), menyerahkan urusan tersebut kepada suaminya, Cyril Raoul Hakim. Tujuannya, agar anak bisa lebih terbuka dan tak malu jika bercerita kepada bapaknya. “Anak laki-laki saya, khususnya Syafi, lebih terbuka membicarakan masalah semacam itu kepada saya,” kata Chiko, sapaan Cyril Raoul. Ayah lima anak ini mengaku telah memberikan pengertian mengenai mimpi basah kepada putra sulungnya, Syafi Kryan Hakim, sejak usianya sekitar enam sampai tujuh tahun. “Saya tak pernah memberikan informasi secara formal, kami sekadar ngobrol santai. Namun, di sela-sela itu saya memberikan pengertian tentang apa itu mimpi basah dan kewajiban-kewajibannya,” kata pria kelahiran 1973 ini. Mengenai kewajiban-kewajiban yang berkaitan dengan ritual agama, Chiko mengaku menyerahkan urusan tersebut kepada guru ngaji Syafi. Mengingat anaknya sudah memasuki usia praremaja, Chiko berpesan kepada guru ngaji Syafi untuk selalu memberikan pengertian tentang kewajiban agama. “Sedangkan, saya lebih suka memberikan pengertian tentang bagaimana ia harus berperilaku dan bergaul dengan lawan jenis. Syafi pun juga terbuka membicarakannya,” kata Chiko. Saat ini, Syafi telah duduk di bangku kelas dua SMP di SMP Internasional Mentari Citra, Bintaro. Menurut Chiko,

Apa Ini dan Bagaimana? Nama

Wujud

Warna

Cara Menyucikan

Keterangan

Air kencing cair

bening kekuningan

wudhu

keluar memancar, volume banyak

Wadi

cairan kental

putih

wudhu

keluar setelah kencing atau kelelahan

Madzi

cairan tak begitu kental dan lengket

bening   

wudhu

keluar ketika muncul syahwat, keluar tidak memancar, dan kadang tak terasa saat keluar.

Mani 

kental 

putih  

mandi besar

keluar terpancar, saat keluar terasa, tubuh akan merasa kelelahan setelah mengeluarkannya.

Oleh Zaenal Abidin Soedjari idak mudah memadukan katakata indah sarat makna dan doa menjadi nama anak. Paling tidak, itulah yang aku alami. Setelah rangkaian nama tersusun, giliran pusing menghampiri. Yakni, saat harus menempatkan peringkat teratas dari puluhan nama yang sudah tersusun itu. Belum lagi menentukan ‘putusan final’. Huh! Beragam versi aku buat. Dari yang njawani, Islami, hingga yang unik dan berima menarik. Memang, dari usia kehamilan muda, sebagai calon ayah, aku amat bersemangat menemukan nama terbaik bagi bayi-bayi kami. Ya! Dari proses USG, dokter menyatakan bayi di dalam kandungan istriku konon kembar. Sepasang! Laki-laki dan perempuan. Ayahku sempat tertawa saat aku ajukan sepasang pilihan nama. “Mituruti Kersaning Gusti Kang Murbeng Dumadi dan Migunani Mring Sesami? Mana (nama) yang perempuan dan yang laki-laki?” tanya ayahku sambil terbengong-bengong. Aku sengaja sodorkan nama versi njawani itu lantaran ayahku amat gandrung budaya Jawa yang adiluhung. Barangkali (dengan itu), aku telah dinilai ayah sebagai turut nguri-uri budaya Jawa. Tetapi, ayahku juga ‘orang pesantren’. Tentu beliau ingin cucunya memiliki nama yang terasa religius, sarat dengan makna, Islami, menjadi doa dan harapan, penuh puja-puji atas kebesaran Ilahi, damai, sejuk, dan teduh di hati. “Mituruti Kersaning Gusti itu baru setengah dari makna takwa karena orang muttaqin, selain menuruti perintah (Gusti) Allah, kita juga harus Ninggalake Laranganing Gusti...,” kata ayah berpetuah. Betul juga! Tentu, bagi pemilik dan pemberinya, nama bukan sekadar nama. Ia bahkan merupakan rangkaian berjuta doa dan harapan. Maka itu, demi tercapai tujuan itu, aktivitasku ‘berburu’ nama semakin kencang. Beragam buku kupelajari dan sejumlah website aku kunjungi. Di sana, aku jumpai sejumlah nama yang indah, dalam maknanya, nama yang memesona. Aku juga menemukan nama anak kembar

T

RUSDY NURDIANSYAH/REPUBLIKA

HATI KE HATI

Nama untuk Si Kembar

putranya telah mengalami mimpi basah, namun hingga saat ini Syafi belum pernah menceritakannya kepada ayah bundanya. Keputusan Wanda Hamidah untuk menyerahkan urusan tersebut kepada sang suami ditanggapi positif oleh psikolog. “Memberikan pengertian tentang mimpi basah merupakan tugas bapak,” kata psikolog anak, Eko Handayani. Menurut Ani, sapaan Eko Handayani, anak harus diajarkan oleh orang yang juga mengalami. Karena, jika ibu yang mengajarkan, anak justru akan sulit menangkapnya. Sama halnya ketika anak perempuan haid, ayah juga akan kebingungan saat mengajarkan bagaimana harus memakai pembalut.

DOKPRI

Jangan malu Anak, menurut Ani, memiliki kecenderungan malu untuk menceritakan masalah seks kepada orang tua yang berbeda jenis kelamin dengannya. “Namun, ibu juga tetap bisa memberikan pengertian secara umum. Misalnya, bagaimana anak harus bergaul, karena pada fase ini anak telah memasuki masa puber,” kata dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini. Sayangnya, banyak orang tua yang kurang peduli tentang masalah ini. Padahal, hal yang berkaitan dengan seks, seperti mimpi basah, anak perlu tahu. “Sekarang ini zaman sudah maju. Anak bisa mengakses informasi apa pun lewat internet. Karena itu, sebagai orang tua harus lebih pintar dan memberikan informasi yang tepat kepada anak. Karena, salah-salah anak bisa mendapatkan informasi yang salah dari internet,” kata Ani. Karena itu, jangan malu untuk membicarakan masalah yang berkaitan dengan seksualitas kepada anak agar anak tak mendapatkan informasi yang salah. Orang tua juga harus tahu tahap perkembangan anak. “Misalnya, orang tua harus tahu kapan anak memasuki masa puber. Sehingga, sebelum masa puber tiba, orang tua sudah bisa memberikan informasi. Dan, anak telah siap menghadapi masa puber,” kata Ani. Walau orang tua berkewajiban memberikan informasi kepada anak, namun orang tua harus pintar dalam memilah informasi apa yang patut diterima anak. Selain informasi yang bersifat umum, anak juga harus diajari hal yang teknis. Misalnya, ketika anak menghadapi mimpi basah, ia harus diajarkan mandi besar dan kewajiban lainnya. ■ c09 ed: nina ch

Pengalaman Bersama Si Kecil Ayah dan Bunda, apakah Anda punya pengalaman lucu, menarik atau mungkin yang inspiratif bersama si buah hati? Jangan simpan sendiri, tuangkan dalam tulisan, kirim ke Siesta, Republika. Panjang tulisan 2.500 karakter, sertakan juga foto Anda bersama anak. Jangan lupa sertakan foto copy identitas Anda dan berikan alamat jelas. Kirimkan lewat e-mail ke sekretariat@republika.co.id atau kepada Redaktur Siesta, Republika, Jalan Warung Buncit Raya No 37, Jakarta 12510.

Nafas Terasa Plong, Bernyanyi pun Jadi Lebih Nyaman

K

Mimpi Basah, Apa Itu? rang tua kerap kebingungan saat berbicara tentang mimpi basah kepada anak. Alhasil, mereka menunda pembicaraan dan menyerahkan sepenuhnya pada penjelasan guru di sekolah. “Setiap anak laki-laki yang sudah mengalami mimpi basah, anak tersebut sudah bisa disebut akil balig. Dengan begitu, ia sudah memiliki kewajiban penuh terhadap agama,” kata Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI HM Asrorun Ni’am Sholeh. Dengan begitu, maka semua ritual agama wajib dilaksanakan bagi anak yang sudah mengalami mimpi basah. Tapi, apa sebenarnya mimpi basah itu? Mimpi basah adalah kejadian ketika remaja bermimpi, sehingga tanpa disadarinya mengeluarkan cairan agak lengket dari alat kelaminnya. Cairan itu adalah air mani, campuran antara mani dan sperma. Hampir semua laki-laki mengalaminya. Karena itu, orang tua penting membuat anak merasa tenang menghadapinya. Mimpi basah sering terjadi

O

pada usia remaja. Seiring bertambahnya umur, kehadiran mimpi basah pun semakin berkurang. Mimpi basah adalah tanda mulai masa pubertas. Ketika anak laki-laki sudah menghasilkan sperma, ia dapat bereproduksi, menghasilkan anak. Karena itu, orang tua penting menjelaskan adab bergaul dengan lawan jenisnya, mendidik seksualitas si buyung dalam kerangka nilai-nilai agama. Sudah saatnya pula orang tua mengajak si buyung melihat di masyarakat tentang risiko dan dampak dari pergaulan bebas. Membersihkan diri Ketika anak pertama kali mengalami mimpi basah, hal yang harus dilakukan adalah mandi besar. Caranya, mandilah dengan diawali niat mandi besar. “Disunahkan untuk wudhu dulu sebelum mandi. Baru kemudian alirkan air ke seluruh tubuh hingga bersih,” kata Asrorun. Jika anak sudah mandi besar, anak sudah

sah saat shalat. Karena mimpi basah merupakan perbuatan di luar kesadaran, maka jika terjadi mimpi basah saat puasa tidak akan membatalkan puasa. “Walaupun tidak batal puasa, namun anak tersebut tidak boleh shalat sebelum melakukan mandi besar,” kata Asrorun. Jika mengalami mimpi basah pada saat puasa, segeralah mandi besar agar bisa segera melakukan ibadah shalat. Hal berbeda dengan mimpi basah yang terjadi karena disengaja. Bagi anak yang mengeluarkan mani dengan sengaja, secara otomatis puasanya akan batal. “Namun, sebelumnya harus diketahui jenis-jenis air yang keluar dari alat kelamin laki-laki. Karena, cairan yang keluar dari alat kelamin tidak semuanya adalah mani,” kata Asrorun. Cairan yang keluar dari alat kelamin laki-laki bisa berupa air kencing, wadi, mani, dan madzi. Adapun perbedaannya bisa dilihat dalam tabel. ■ c09/berbagai sumber ed: nina ch

mantan ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Daffa’ M Hidayat dan Daffi’ M Hidayat. Juga nama unik anak kembar pesohor Irfan Hakim, Raina dan Rakana (diambil dari bahasa Sunda, yang berarti adiknya dan kakaknya). Kreatif sekali! Sempat juga sih terpikir untuk mengikuti ‘jejak’ mereka. Huh! Tiga buku daftar nama anak beragam versi sudah aku bolak-balik. Sampai buku itu lecek lantaran ditekuk dan dibawa tidur, tetap saja belum menemukan nama yang klop! Ahad pagi, 10 Oktober 2010, istriku pecah ketuban. Ia harus masuk RS. Kami sempat tegang menghadapinya karena sudah hampir tibalah masa-masa jelang persalinan itu. Masuk pintu Tol Baranangsiang, Bogor, istriku —sempat-sempatnya— mengungkit soal nama. “Oke! Sepakat...,” jawabku tersenyum saat istri memastikan sebuah pilihan final. Pukul 12.30 WIB, kami berpisah di pintu ruang operasi sebuah RS di Bogor. Ya, posisi sungsang membuat dokter menyatakan persalinan harus lewat operasi caesar. Setengah jam kemudian, dokter menghampiri aku dan ibu mertuaku. “Selamat! Alhamdulillah, semuanya baik. Bayinya kembar, perempuan duaduanya!” kata dokter sambil tersenyum dan menyalami aku erat. Ia juga menepuk pundakku, tetapi mengapa aku tiba-tiba terlintas soal nama! Ya! Aku belum siap betul nama kembar perempuan. Sambil menunggu pemulihan ibunya, aku otak-atik lagi rangkaian nama yang terserak tak keruan. Itu artinya, saat ia terlahir hingga beberapa hari, masih belum kutemukan rangkaian nama indah pilihan kami untuk mereka. Sekali lagi, rumit, sih! Bikin nama tak segampang bikin mi. Juga bukan hal yang sepele meski kelihatannya begitu. Konsentrasi, kontemplasi instan, atau apalagilah lainnya, amat dibutuhkan. Hingga akhirnya—barangkali terbiasa oleh kerja deadline—kami menemukan rangkaian nama indah dan semoga sarat berkah. Kami memanggilnya Nabila dan Nadhifa! Lengkapnya? Nabila Mumtaza Althafunnisa’ dan Nadhifa Mumtaza Althafunnisa’. Alhamdu? “Lillaah...!” ■

epercayaannya terhadap pengobatan yang alami, kini telah berbuah manis, “Karena alergi udara, setiap pagi hidung saya sering terasa mampet, nafas juga dari mulut,” ujar Bayu Dio Iman Nugraha menceritakan keluhan yang dirasakannya tatkala sinusitisnya kambuh, “Tapi sekarang, itu sudah berlalu. Kini nafas saya setiap pagi terasa plong, bernyanyi jadi lebih nyaman, main fulsal pun jalan kembali.” Terang pria yang akrab disapa-Dio tersebut dengan gembira. Saat ditemui di kediamannya di Desa Karang Asih, Kec. Cikarang Utara, Bekasi, pria yang hobi bernyanyi dan bermain futsal itu pun membagi pengalaman sehatnya, “Saya telah menjalani berbagai pengobatan untuk mengobati sinusitis saya, bahkan pernah sampai dioperasi, tapi masih selalu kambuh. Lalu 10 bulan ke belakang, saya tertarik mencoba Gentong Mas, ternyata memang bermanfaat untuk mengatasi sinusitis yang sudah bertahuntahun saya derita.” Ungkap mahasiswa ini. Pada sinusitis timbul pembengkakan di selaput permukaan menyebabkan sinus menyempit. Gangguan penyerapan dan aliran udara di dalam sinus, menyebabkan lendir (yang diproduksi oleh selaput permukaansinus) akan menjadi lebih kental dan menjadi mudah untuk bakteri timbul dan berkembang biak. Pembengkakan menjadi lebih besar hingga pembentukan polip atau kista.

Berapa penyebabnya adalah bentuk hidung atau sinus yang ada kelainan sejak lahir atau akibat benturan hingga lendir sulit keluar dan menjadi media berkembangbiaknya kuman; infeksi bakteri, virus atau jamur; Alergik, serta polusi, udara dingin dan kering Adapun gejala yang dapat muncul diantaranya adalah panas badan yang hilang timbul, nyeri kepala depan , pilek, bersin yang berulang, serta ingus yang berbau Dengan tubuh yang sehat, kini Dio dapat menjalani aktifitasnya dengan lancar. Pria berusia 19 tahun ini pun tak segan-segan untuk membagi pengalaman baiknya dengan orang lain. Gentong Mas adalah minuman herbal dengan Gula Aren dan Nigella Sativa (Habbatussauda) sebagai bahan utamanya terbukti memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Gula Aren dalam Gentong Mas, selain memiliki rasa yang manis dan lezat, juga mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan tubuh diantaranya Riboflavin yang membantu pembentukan antibodi. Habbatussauda dalam Gentong Mas bermanfaat sebagai antihistamin (anti alergi, anti radang dan peningkatan daya tahan tubuh melawan virus dan bakteri. Sedangkan Kapulaga bermanfaat sebagai antitusif dan ekspetoran. Tak hanya itu, bahan alami lain seperti Cengkeh dan Cabe Jawa bermanfaat sebagai antiseptik dan anti radang. Manfaat yang hebat bagi ke-

sehatan dan rasa yang lezat membuat semakin banyak masyarakat mengkonsumsi Gentong Mas. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi www.gentongmas.com. Bagi Anda yang membutuhkan Gentong Mas bisa didapatkan di apotek/ toko obat terdekat atau hubungi: Jakarta Pusat (021) 7150-3671 Jakarta Selatan (021) 71201834, Jakarta Barat (021) 71537244, Jakarta Timur (021) 71503618, Jakarta Utara (021) 37460843 Bekasi (021) 70495100, Depok (021) 37713090, Kota Tangerang (081219269571), Tangerang Selatan ( 082123371810), Kab. Tangerang (081389651580), Bogor (0852210 19518), Cirebon (0812 216 9618), Banten (0818474322), Jawa Barat (08134689449), Yogyakarta (0813200 01013), Jawa Tengah (081313322669), Jawa Timur (081316821146), Bali (08133 7571457) Lampung (0812 108-83349) Sumatra Selatan (0813 230-17741) Bengkulu (085273023491) Jambi (081366971641) Sumatera Utara (081384777717) Riau (0813 87650717) Aceh (081362900792) Kalimantan Timur (08522 398 2705) Sulawesi Selatan (081322262366) Sulawesi Tenggara (0813 1495 2303) Kalimantan Selatan (0812 5098 0570) Kalimantan Barat (0813 76179880) Kalimantan Tengah (0813 4638 2718), Sumatra Barat (0812 833 07337) NTB (081338 3556 61), Bangka Belitung (0813 2236 4969). G Depkes:PIRT812.3205.01.114 www.gentongmas.com


REPUBLIKA AHAD, 13 NOVEMBER 2011

A7

Jamaah Mulai Kembali ke Tanah Air

Jamaah Haji Kurang Disiplin JEDDAH — Jamaah haji Indonesia dinilai masih tidak disiplin. Hal ini tampak saat mereka membawa barang-barang di pesawat. Tak jarang, masih ada jamaah yang membawa barang terlarang ke dalam pesawat. Akibatnya, pemeriksaan barang bawaan jamaah di Bandara King Abdul Azis Jeddah membutuhkan waktu lama. Manager Senior Perencanaan dan Kebijakan Haji Garuda Indonesia Sofyan Anwar menuturkan, pihaknya sempat ditegur petugas bandara karena mereka menemukan banyak jamaah haji Indonesia yang membawa barang-barang yang dilarang masuk kabin. “Padahal, kami telah melakukan body search (pemeriksaan fisik) dan meminta jamaah untuk menyerahkan barang-barang yang dilarang sebelum mereka masuk bandara,” katanya di Jeddah, Sabtu (12/11). Wartawan Republika, Firkah Fansuri, dari Jeddah melaporkan, keterlambatan makin bertambah dengan hanya satu mesin x-ray, maka pemeriksaan barang menjadi semakin lama. Padahal, pada Jumat (11/11), ada 4.000 jamaah haji Indonesia yang akan kembali ke Tanah Air. Sofyan menyatakan, pihaknya sudah berkali-kali menyampaikan permintaan itu kepada jamaah untuk tidak membawa barang yang dilarang ke dalam kabin pesawat. Namun, permintaan itu banyak yang tidak diperhatikan. Ia menyebutkan, dari hasil pemeriksaan x-ray, petugas menemukan sejumlah barang terlarang dalam tas atau koper jamaah. Di antaranya, gunting, gunting kuku, cutter, pisau dapur, garpu, sendok, dan cairan dalam ukuran melebihi ketentuan. “Tas-tas jamaah terpaksa kita bongkar demi mempercepat proses pemeriksaan,” ujarnya. Akibat hal itu, pemulangan pun menjadi terhambat. Sofyan mencontohkan, bila dalam satu kloter terdapat 50 jamaah yang membawa barang terlarang, maka waktu yang dibutuhkan semakin lama. Misalnya untuk pemeriksaan satu koper jamaah membutuhkan waktu satu menit, maka setiap total pembongkaran sudah mencapai 50 menit. Belum lagi saat pemeriksaan. Akibatnya, kata dia, pemulangan pun menjadi terhambat. Keterlambatan pemulangan jamaah semakin bertambah parah dengan fasilitas bandara yang minim. Ruang tunggu sebelum pemeriksaan x-ray di Bandara King Abdul Azis hanya disediakan satu ruangan untuk jamaah Indonesia. Karena itu, Sofyan kembali mengimbau kepada jamaah haji Indonesia untuk menaati aturan penerbangan supaya tidak menemukan persoalan di bandara. ■ ed: syahruddin el-fikri

JAMAAH HAJI TIBA

AGUNG SUPRIYANTO

Seorang jamaah haji kloter I asal Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat melakukan sujud syukur saat tiba di Terminal Haji Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (12/11). Sebanyak 452 jamaah haji tiba dengan selamat menggunakan pesawat Saudi Arabian Airline pada pukul 12.40 WIB.

Fasilitas Minim Hambat Pemulangan

Firkah Fansuri dari Jeddah

Garuda minta gate tambahan. JEDDAH—Fasilitas terminal barat Bandara King Abdul Azis Jeddah yang minim dituding jadi penyebab terhambatnya pemulangan jamaah haji ke Tanah Air. Hal itu terjadi saat jamaah haji asal embarkasi Solo yang tertahan hingga sembilan jam pada Jumat (11/11). Kloter pertama Solo tersebut seharusnya terbang pukul 18.30 waktu Arab Saudi. Namun, pesawat Garuda baru bisa meninggalkan Jeddah pukul 03.50 waktu setempat atau pukul 09.50 WIB di hari Sabtu (12/11). “Padahal, pesawat Garuda untuk mengangkut jamaah dari embarkasi Jawa Tengah ini sudah siap terbang sejak pukul 16.00 waktu Arab Saudi,” kata Senior Manager Perencanaan dan Kebijakan Haji PT Garuda Indonesia, Sofyan Anwar, kepada wartawan di Jeddah, Sabtu (12/11). Hasil evaluasi di lapangan, kata Sofyan, keterlambatan embarkasi Solo tersebut merupakan efek domino setelah

penerbangan sebelumnya mengalami hal yang sama karena fasilitas bandara yang terbatas. “Hal yang sama juga dialami jamaah embarkasi Jakarta yang dijadwalkan berangkat pukul 17.45 waktu Arab Saudi, namun baru dapat terbang pukul 00.45 waktu setempat.” Menurut Sofyan, pihaknya telah mengarahkan seluruh armada pesawat untuk mengangkut pemulangan jamaah haji di hari pertama Jumat, dan itu tidak ada persoalan. Pesawat ataupun kru sudah siap sejak tiga jam sebelum jadwal terbang. “Pesawat pun dalam kondisi yang cukup baik dan tidak mengalami masalah teknis,” paparnya. Keterbatasan yang memengaruhi kelancaraan pemulangan, kata Sofyan, antara lain gate (pintu) yang diberikan untuk Garuda. Dengan hanya mendapat satu pintu, jamaah harus mengalami antre yang sangat panjang karena ada 10 kloter jamaah yang siap untuk dipulangkan. Jumlahnya mencapai sekitar 4.000 orang. Untuk itu, pihaknya meminta gate tambahan hingga tiga buah, ruang tunggu, dan jumlah bus menjadi delapan unit. Keterbatasan lainnya, kata Sofyan, tempat tunggu untuk penumpang yang hanya disediakan satu ruangan. Aki-

batnya, ketika jamaah satu kloter sebelumnya masih berada di ruang tunggu, kloter berikutnya tidak bisa masuk ke ruangan tersebut. “Padahal ruang tunggu ini, tempat bagi jamaah sebelum pemeriksaan x-ray barang bawaan,” paparnya. Masalah lainnya, kata dia, karena fasilitas mesin x-ray untuk jamaah Indonesia hanya disediakan satu unit. Kondisi ini jelas memakan waktu karena apabila ada jamaah yang membawa barang yang dilarang, tas-tas milik jamaah harus dibongkar petugas bandara Arab Saudi dan membutuhkan waktu yang lama. Di samping itu, bus yang mengangkut penumpang menuju pesawat juga sangat terbatas. Pihak otoritas bandara hanya menyediakan empat bus dengan kapasitas 50 orang. Padahal, jarak dari terminal menuju pesawat sekitar dua kilometer (km). Belum lagi, katanya, listrik di terminal barat tempat jamaah Indonesia sempat padam dua kali selama satu jam lebih pada Jumat (11/11) sore. Setelah lampu hidup, jaringan komputer petugas Arab Saudi juga tidak bisa langsung berfungsi. Penundaan penerbangan pun semakin panjang. ■ ed: syahruddin el-fikri

JAKARTA—Kloter awal pemulangan jamaah haji asal Indonesia mulai mendarat di Tanah Air. Sejauh ini, tidak ada kendala dalam proses pemulangan tersebut. Hal itu disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Cepi Supriyatna. “Alhamdulillah sejauh ini lancar, belum ada hal-hal yang menghambat proses pemulangan jamaah,” ujarnya saat dihubungi Republika, Sabtu (12/11) petang. Cepi mengungkapkan, hari ini jamaah yang telah sampai di Tanah Air berjumlah 13 kloter. Jumlah tersebut berasal dari seluruh embarkasi di Indonesia, kecuali Banjarmasin. “Sesuai keberangkatannya (embarkasi Banjarmasin) yang lebih akhir dari embarkasi lainnya,” ujar Cepi. Embarkasi DKI Jakarta kemarin telah menyambut kedatangan satu kloter dengan jumlah jamaah 452 orang, termasuk lima orang petugas kloter. Senada dengan Cepi, Kasubag Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Pondok Gede, Latifudin, mengatakan pemulangan tidak menemui kendala. Hanya saja, katanya, ada keterlambatan kedatangan yang dinilainya sebagai dampak dari kebijakan teknis di terminal keberangkatan di Jeddah. Dijadwalkan, pesawat yang ditumpangi rombongan jamaah haji embarkasi Jakarta mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 07.45 WIB. Namun, pesawat baru mendarat pada pukul 14.31 WIB atau terlambat sekitar tujuh jam dari jadwal perkiraan. Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Kadir Karding menilai haji tahun ini lebih buruk dari tahun sebelumnya. “Penilaian ini masih bersifat tidak resmi,” ujar Kadir ketika dihubungi Republika, Sabtu (12/11). Menurut dia, terdapat beberapa catatan mengenai mismanagement, di antaranya minimnya transportasi. Transportasi dinilai kurang sehingga jamaah harus menunggu lama untuk pengangkutan, seperti dari Minna ke Makkah. Selain transportasi, katering juga bermasalah. Menurut dia, sebanyak 200 orang mengalami diare saat di Mina. Jamaah yang diare berasal dari kloter 71 asal Aceh dan Jakarta. “Selain itu, antrean makanan yang panjang juga terlihat pada prasmanan. Ini karena pemerintah tidak menyepakati usulan DPR yang ingin menerapkan sistem boks,” ujar dia. Karena antrean yang panjang itu, beberapa jamaah yang antre terakhir terkadang tidak mendapatkan bagian. Kotoran bekas makan yang menumpuk pun tidak segera dibersihkan. Di Mina, juga terdapat penumpukan di tenda. Hal itu menyebabkan sejumlah jamaah dari Sulawesi Tengah, Palu, Pekalongan, dan Semarang harus tidur di luar tenda. Suasana Kota Makkah yang selama sepekan terakhir penuh sesak kini kembali normal. Jalanan pun menjadi lengang. Tak ada lagi pembatasan jalan atau pengalihan lalu lintas. ■ c15/c27/muhammad subarkah, ed: subroto

i bawah terik panggang matahari, seluruh tubuh jamaah shalat Jumat di Masjidil Haram memang terasa gerah. Keringat bercucuran. Tapak kaki pun kadang goyah karena kepayahan. Kerongkongan kering tercekik minta digelontor air minum. Namun, di tengah suasana yang serba panas, di kala hati membayangkan suasana Padang Mahsyar yang terik karena matahari saat itu berjarak ‘hanya sejengkal’ dari ubun-ubun kepala, hati malah terasa dingin ketika mendengar suara imam dan khatib Masjidil Haram, Syekh Abdul Rahman al-Sudais. Suara Sudais yang melengking merdu dan ekspresif mampu mendinginkan gejolak batin yang sedari tadi terus mengeluh kepayahan. Maka, berbarengan dengan itu, kini tiba-tiba terasa sejuknya angin yang semenjak awal memang sebenarnya sudah terasa dingin. Tubuh kini terasa nikmat!

D

:: kabar dari tanah suci ::

Oleh Muhammad Subarkah

Khotbah Sudais “Barang siapa yang mensyukuri nikmat Allah, maka nikmat itu akan ditambah. Barang siapa yang mengufuri nikmat Allah, maka siksa Allah itu sangat pedih,” kata Sudais ketika mengawali khotbahnya. Sudais sadar sepenuhnya bila audiensi jamaah yang ada di depannya adalah jamaah yang baru saja usai menunaikan ibadah haji. Ber ulang kali dia mengajak bersyukur karena seluruh rangkaian ibadah haji telah berjalan dengan lancar dan badan mampu melampauinya dalam kondisi sehat. “Teruslah bertakwa kepada Allah, baik dalam posisi sendirian maupun berada di

tengah kerumunan orang banyak. Bersyukurlah kepada Allah karena telah melalui seluruh rangkaian ibadah haji dengan nyaman dan selamat,” kata Sudais. Dia kemudian menyatakan bahwa kesadaran diri akan syukur nikmat itu makin perlu diucapkan bila para haji itu kini mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Segala dosa telah dicuci. Sehingga, ketika jamaah haji pulang ke kampung halamannya, mereka akan hadir sebagai ‘manusia baru’ layaknya seorang bayi. Untuk itu, nantinya seorang haji dalam kehidupan selanjutnya diharapkan tidak kembali berbuat sesuatu yang

PROGRAM PASCASARJANA ISLAMIC ECONOMICS and FINANCE UNIVERSITAS TRISAKTI, JAKARTA Penerimaan Mahasiswa Baru dan Ujian Saringan Masuk

Program Magister (ME) dan Program Doktor (Ph.D) 1. Pembelian & Pengembalian Formulir : Oktober 2011 - Januari 2012 2. Ujian Saringan Masuk

Periode

Ujian Tertulis

Pengumuman Hasil USM & Wawancara

Gelombang I

14 November 2011

19 November 2011

Gelombang II

10 Desember 2011

15 Desember 2011

Gelombang III

11 Januari 2012

14 Januari 2012

3. Perkuliahan Martikulasi 4. Awal Perkuliahan

: Januari - Februari 2012 : Maret 2012

PENDAFTARAN : Gedung “I” Lt. 4 Ruang 4.07 Kampus A, Universitas Trisakti Jln. Kyai Tapa No. 1 Grogol, Jakarta Barat Telp. (021) 566 3232 Ext. 8347 Fax, (021) 566 9178 Mobile : +62 813 98 566 577 / +62-857 1609 4577 /+62-21 4577 1997 Website : www.ief-trisakti.ac.id Email : ief.academic@gmail.com / ief_acad_matter@yahoo.com

melanggar aturan Allah dan melakukan dosa kembali dalam berbagai bentuk perbuatannya. “Para haji juga nantinya harus mendorong kehidupan bertoleransi, mengedepankan dialog, solidaritas, konsultasi, dan menjaga persatuan umat. Kaum Muslim di seluruh dunia seharusnya mendapat banyak manfaat dan pelajaran dari rangkaian ibadah haji yang merupakan pertemuan umat manusia paling besar di seluruh dunia,” tegas Sudais. Selain itu, lanjutnya, di kalangan umat Islam, kaum Muslim beserta para pemimpinnya diharapkan dapat terus memastikan sebuah kehidu-

pan sosial yang aman dan stabil. “Kaum Muslim seharusnya tetap mengedepankan untuk memilih persatuan daripada membuat kerusuhan seraya terus-menerus meminta pertolongan dari Allah Yang Maha Mulia itu,” tandas Syekh Sudais. Pada akhir khotbahnya, Sudais juga mendoakan agar seluruh jamaah haji dapat pulang dengan selamat ke tanah airnya masing-masing. Selain itu, Sudais juga mendoakan agar seluruh negara Muslim yang kini mendapat cobaan bisa mengatasinya dengan baik. Khusus kepada bangsa dan rakyat Palestina, Syekh Sudais mendoakan agar Allah SWT selalu melindungi mereka. “Seluruh Muslim diharapkan selalu waspada dan peduli atas munculnya berbagai tantangan dan marabahaya. Selain itu, mereka juga diharapkan terus-menerus bersyukur dan berdoa agar tetap mendapat perlindungan dan rahmat dari Allah

SWT,” tegasnya. Setelah usai memberikan khotbah, Sudais kemudian memimpin shalat Jumat pertama seusai puncak haji. Seperti biasanya, ketika membaca ayat-ayat Alquran di dalam shalat, imam yang semenjak umur 12 tahun sudah hafal Alquran ini berulang kali tersedak menangis. Suara yang melengking merdu berubah parau. Bahkan, kali ini melalui mikrofon yang cukup jelas terdengar bila sang Imam sedang menangis dengan sedikit tersedu. Hal ini terutama ketika bacaan shalat yang dilantunkannya sampai pada ayat yang menceritakan tentang besarnya rahmat Allah dan pedihnya siksa atas kufur nikmat. Syekh Sudais seperti menghipnotis seluruh jamaah dengan isi khotbah dan kemerduan bacaan Alqurannya. Tak sadar kami sudah dipanggang sekitar setengah jam di atas lantai marmer putih Masjidil Haram yang panas. Allahu Akbar! ■


Siesta Islam dalam Peradaban Modern S

A8

pustaka

Islam tumbuh dari hari ke hari.

Susie Evidia Y

atelit mata-mata Amerika telah berhasil mengambil gambar sebuah pesawat yang jatuh dekat markas militer Rusia. Namun, sebagian ulama masih mengharamkan foto dan menganggapnya sebagai berhala. Bahkan, ada ulama yang beranggapan keberhasilan Amerika itu hanya isu belaka, tidak memberikan kepastian. Keberhasilan lainnya dipertontonkan para ilmuan Barat yang berhasil menjelajahi ruang angkasa, nuklir, dan teknologi canggih lainnya. Melihat realitas saat ini, bagaimana sebenarnya masa depan Islam. Sanggupkah Islam bangkit dan berpacu menghadapi peradaban modern saat ini? Pertanyaan nasib Islam di zaman modern ini bertubi-tubi dilayangkan umat kepada ulama besar alGhazali. Mungkin ada kekhawatiran, Islam hanya akan menjadi penonton yang manis di era modern ini. Tragis. Intelektual Islam asal Mesir ini merasakan geliat Islam yang tumbuh dari hari ke hari. “Saya telah merasakan dengan tangan saya sendiri kebangkitan Islam hari-hari ini. Saya telah berjabat tangan penuh dengan kehangatan dan cinta para pejuang yang berperang mempertahankan komunitas Islam,” ujarnya. Ghazali mencontohkan perjuangan gigih yang hingga kini dilakukan oleh umat Islam di Filipina. Kawasan lainnya dilakukan para pejuang yang sedang mempertahankan Islam di pantai Samudra Atlantik. Perjuangan Islam pun tidak hanya angkat senjata, di berbagai daratan Islam hadir melalui dunia pendidikan. Generasi mudanya bersemangat menggali dan menuntut ilmu keislaman. Dari kenyataan ini al-Ghazali optimistis, sesungguhnya kebangkitan Islam

REPUBLIKA ● AHAD, 13 NOVEMBER 2011

benar-benar ada. Namun, jangan berbesar hati dulu, karena persiapan musuh-musuh untuk menumpas kebangkitan ini benarbenar nyata ada di depan mata. Umat Islam jangan lengah sedetik pun. Kaum orientalis Eropa memahami tabiat Islam. Mereka mengintai sejarah lama dan barunya bagaikan kedua mata serigala yang lapar. Ketakutan musuh ini terungkap dalam buku karya orientalis terkemuka asal Jerman, Paul Syamtaz, berjudul, Islam, Kekuatan Dunia Masa depan. Buku ini diterbitkan sekitar setengah abad silam. Dia mengatakan, sesungguhnya guncangan dunia Islam menimbulkan suara yang sangat menakutkan Eropa. Dan, membuat mereka bersatu padu untuk menghadapi raksasa yang baru bangun dari tidur panjangnya. Di tempat lain, Paul mengatakan, sesungguhnya kekuatan Quran menyatukan sistem barisan kaum Muslim. Berbagai upaya penghancuran sama sekali tidak mampu mengurangi kepercayaan mereka terhadap Alquran. Sesungguhnya ruh Islam masih menguasai pemikiran dan hati para pemimpin. Keadaan ini akan terus berlangsung selama bangsa-bangsa Muslim disatukan dengan ajaran Islam. Selama mereka tetap yakin bahwa Quran sebagai pemersatu seluruh bangsa. Dari pernyataan-pernyataan tersebut jelaslah bahwa persiapan para musuh untuk menghantam Islam dilakukan secara terusmenerus. Cara yang dilakukan, baik dengan sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Kebangkitan Islam di era modern ini akan dikepung oleh bahaya besar yang ikut andil di dalamnya para misionaris, orientalis, politisi, militer, budaya, wartawan, penulis, hingga orang-orang yang terus terang memusuhi Islam. Ada juga orang-orang yang bermuka dua, dan yang lebih parah datang dari kalangan umat Islam sendiri. Menghadapi kepungan besar ini, al-Gha-

katalog

R

●●●

Judul Buku Penulis Penerbit Cetakan Tebal

: : : : :

Al-Ghazali Menjawab 100 Soal Keislaman Syaikh Muhammad al-Ghazali Lentera Hati 2011 838 halaman

zali tidak merasa risau. “Saya sama sekali tidak khawatir terhadap mereka semua.” Para pemimpin Islam akan bangkit, tumbuh memperbaharui sirah para pendahulunya. Mereka akan bekerja berdasarkan pemikiran terbuka dan hati senantiasa menghadap hanya kepada Allah. Ada beberapa alasan nyata yang diungkap Ghazali di buku yang sangat tebal ini. Dia juga mempertanyakan, apakah termasuk

Nasib Islam di era peradaban modern ini hanya sebagian kecil dari 100 pertanyaan yang diajukan kepada ke al-Ghazali. Berkaitan dengan pertanyaan tersebut, ada juga yang menanyakan bagaimana sikap Islam terhadap berbagai peradaban modern: bioskop, teater, musik, menggambar, memahat, dan mematung? Sejauh mana kita dapat menerima peradaban modern? Bagaimana sikap Islam terhadap perempuan pada zaman modern? Pertanyaan-pertanyaan sejenis ini menandakan masih ada kegelisahan yang dirasakan umat Islam dengan kondisi zaman modern saat ini. Jawabannya secara rinci dijelaskan oleh Ghazali dalam buku ini dengan bahasa yang mudah dipahami, serta contohcontoh yang relevan dengan kondisi sekarang ini. Pertanyaan yang diajukan di buku yang judul aslinya Mi’atu Su’al’ an Al Islam ini, tidak hanya berkenaan dengan kondisi Islam saat ini. Melainkan ada juga yang menanyakan tentang Allah, ibadah, muamalah, Quran, hadis, Rasulullah, mazhab, hingga hari akhir. Ada juga yang menanyakan bagaimana mendirikan negara Islam, bagaimana Islam mengakui HAM? Serta masih banyak lagi pertanyaan menarik lainnya. Dari 100 pertanyaan yang ada di buku ini, mungkin saja ada beberapa pertanyaan yang selama ini pembaca cari. ■ ed: subroto

Hari-Hari Terakhir Soekarno Fatmah Bahalwan dalam buku terbarunya Dari Gang 3 ke Manca Negara yang diluncurkan Jumat (11/11) di Gramedia Jakarta. Buku ini menarik dikemas dalam bentuk biografi mengungkap kisah perjalanan hidup perempuan sukses yang menekuni dunia kuliner ini. Padahal, kalau merunut ke belakang, anak keenam dari 12 bersaudara ini merintis sebagai wanita karier yang sempat mengenyam posisi strategis. Dia pernah menjabat sekretaris dirut di perusahaan kayu ternama, lalu beralih sebagai sekretaris eksekutif di perbankan Islam. Di tengah kariernya yang menjulang, Fatmah mantap beralih profesi. Hobinya memasak menggiringnya pindah profesi sebagai pembuat sekaligus penjual kue. Pilihan yang ‘tidak realistis’ ini mengundang banyak tanda tanya besar dari pihak keluarga maupun temanteman seprofesinya. “Ibu dan mertua saya sampai heran dengan pilihan saya ini. Tapi, sekali memilih harus berani sukses,” ungkapnya. Pilihan jomblang ini membuat Fatmah harus beradaptasi hingga tiga bulan. Biasa kerja kantoran, berangkat pagi pulang sore kini harus berkutat di dapur. Dukungan suami, Wisnu Ali Murtono, yang membuat perempuan kelahiran tahun 1964 ini selalu semangat. Ketika gagal membuat kue atau pemesan tidak jadi dibeli, Wisnu meminta istrinya tidak sedih. Terus dicoba lagi. “Kebayang ketika gagal membuat kue, lalu suami bilang, makanya jangan keluar kerja, pasti membuat saya semakin depresi. Untungnya, suami saya sabar dan selalu memberi dorongan,” papar Fatmah bangga. Peran Wisnu di dunia istrinya ini

Sebuah Kematian

di Tengah Dunia Ramai

74

idak bisa dimungkiri bahwa kehebatan Presiden pertama RI Soekarno saat berpidato tidak ada bandingannya. Tegas, membangkitkan semangat, menggelegar, membuat massa dari berbagai usia antusias mendengarkannya. Namun, pernahkah mendengar bahwa Soekarno yang hebat itu pernah menangis, bahkan sampai sesegukan? Kabar ini mungkin tidak pernah semua orang ketahui. Putri keempat Soekarno, Sukmawati, mengungkapkan kepedihan ayahnya dalam buku ini. Dia menceritakan, ada dua kali tangisan Soekarno di pelukan Sukmawati. Padahal, kala itu Sukmawati masih bau kencur, masih berusia 14-15 tahun, yang belum bisa berbuat apa-apa. Begitulah, saking berkecamuknya perasaan Soekarno sehingga menumpahkan emosinya kepada anaknya sendiri. Di buku setebal 160 halaman ini, Sukmawati menceritakan ketika dia dan ayahnya sedang duduk berdua, “Tiba-tiba Bapak menangis tersedu-sedu tanpa kata dan aku hanya bisa memeluknya seraya mengelus-elus punggung beliau.” Peristiwa yang terjadi Maret 1968 di Hing Puri Bima Sakti, Batu Tulis, Bogor, hanya membuat Sukma terdiam. “Kasihan, Bapak,” katanya. Tangisan berikutnya yang membuat Sukma miris terjadi setahun kemudian di Wisma Yaso. Saat itu, kondisi kesehatan Soekarno semakin memburuk. Beliau dipenjara di dalam rumah. Ketika Sukma mengunjungi ayahnya, beliau menangis. “Bapak menangis terisak-isak lagi seraya berkata lirih, ‘Mengapa Bapak dibeginikan oleh bangsa sendiri?’” Menurut Sukma, sangat jelas ada beberapa penyebab shock dan

T

Rahasia Dapur Fatmah Bahalwan ahasia dapur jangan pernah diumbar. Sekali orang lain tahu akan menjadi pesaing yang kuat. Namun, tidak demikian bagi Fatmah Bahalwan. Sebagai ahli masak yang andal, pantang baginya merahasiakan urusan dapur. Bahkan, bisa dibilang Fatmah tidak pernah pandang bulu membagikan ilmu berkenaan dengan urusan dapur. Semua resep, baik yang lama hingga temuan teranyar bakal disebarkan kepada siapa pun yang menginginkan. Pastinya pula, setiap resep kue, cake, masakan selalu di-share di milis Natural Cooking Club (NCC) yang dikelola bersama suaminya sejak 2000. Awalnya, hanya empat anggota, semakin hari bertambah. Kini, NCC membludak sampai 12 ribu anggota yang tersebar di seluruh Indonesia hingga ke lima benua di dunia. Ada alasan tersendiri mengapa ibu tiga anak ini begitu obral terhadap resep makanan yang dimilikinya. Dia pernah sangat kesal kepada seorang teman yang pandai membuat kue jenis tertentu. Sayangnya, teman tersebut sangat pelit tidak pernah mau berbagi resep. Dirayu dengan cara apa pun, teman itu tetap menolak. “Dari situ saya janji, kalau saya bisa membuat resep tertentu akan saya bagikan kepada semua orang. Resep dirahasiakan sebuah kesombongan yang hanya sampai di situ, sedangkan kalau disebarkan akan terus mengalir,” ujarnya. Menurut Fatmah, ada kebahagiaan tersendiri ketika melihat orang lain sukses berkat resep yang diberikannya kepada orang tersebut. Rahasia dapur ini hanya sekelumit kisah yang diungkap

kebangkinan Islam bila sebagian orang mengabaikan keunggulan industri sipil maupun militer hanya karena kesibukannya mempelajari hukum shalat dengan memakai sepatu dan masuk masjid dengan semakai sepatu? Menurutnya tindakan ini merupakan salah satu fenomena kelinglungan akal pikiran dan kedangkalan pemahaman terhadap agama. Perilaku demikian selamanya tiidak akan pernah membuahkan kebaikan.

Judul Buku Penulis Penerbit Cetakan Tebal

: : : : :

Dari Gang 3 ke Manca Negara Henry Ismono Elex Media Komputindo 2011 220 halaman

tidak bisa dianggap enteng. Lulusan S2 dari Selandia Baru ini tidak malu, apalagi sungkan membawa kardus berisi nasi uduk untuk dijual ke kantor istrinya. Wisnu pula yang membuat kardus wadah cake tape keju yang menjadi bisnis pertama istrinya. Dari jualan perhari hanya empat loyang, merangkak hingga ratusan Loyang. Setelah ratusan kardus, suami Fatmah ini menyerah. Lahan kerjanya diberikan kepada yang lain. Di buku setebal lebih 200 halaman ini, Fatmah tidak sungkan membongkar rahasia jatuh bangun usahanya. Dia pun tidak risi menceritakan kisah dari rumah kontrakan sederhana, akhirnya dapat memiliki markas kuliner di bilangan Jalan Matraman Jakarta Timur. Perjalanan panjang entrepreneur dan ahli masak ini sangat mengesankan dan layak dibaca semua kalangan. Pasti buku ini bisa menjadi inspirasi, khususnya bagi perempuan yang ingin berkutat di urusan dapur. ■ susie evidia y ed: subroto

Baru saja dia berkata demikian, sebuah sepeda motor yang dinaiki empat mahluk Tuhan mendekati mobil kami. Karena pengendaranya keberatan, jadi motor oleng dan menubruk bagian depan mobil Ford Putra yang baru saja dibeli. Putra berusaha menjauhi motor yang sarat dengan penumpang itu, tapi banyak kendaraan di sebelah-menyebelah. Tabrakan tak terhindarkan. Suara berderak berseling dengan jeritan suara kretes, kretes, seperti suara kerupuk yang diremas. Aku sudah membayangkan yang terburuk, mungkin itu suara kepala anak pengendara motor yang tergilas. Semua berhenti hening sejenak. Suara gaduh tadi hilang berganti dengan tangis dan suara orang merintih dan mengaduh. “Bu, Ibu di dalam saja, Bu, aku urus mereka. Ibu jangan melihat keluar.”

“Ya, dibawa ke rumah sakit saja dan kita yang membayar biayanya. Cepat agar tak ditangani polisi, nanti malah banyak permintaan tak lekas tertolong.” Putra meloncat keluar dan menghentikan taksi untuk memasukkan yang terluka dan yang tidak. Dia membayar orang untuk mengurus motor orang itu, jadi semua masuk ke taksi. Orang itu dimintai KTP dan kami menuju ke RSU yang ada di Bogor. “Bu, kita antar mereka dulu ya, Bu.” “Ya, ayo lekas, kasihan anaknya, masih kecil-kecil.” Orang yang dititipi motor mengikuti kami juga. Lalu-lalang lekas lancar kembali, jadi saat polisi datang sudah tak ada apa-apa yang perlu dia tangani. Putra masih bisa tertawa melihat polisi itu kehilangan objek kerja tambahan. Memang Putra

kesedihan ayahnya. Gugurnya para jenderal, terutama Pak Yani yang disayangi, rakyat banyak yang dibunuh dan ditahan, serta para menterinya yang ditahan. “Terkutuk kau, Soeharto!” kata batin Sukmawati sambil memeluk ayahnya. Kesedihan Soekarno ini hanya sebagian kecil dari isi buku Creeping Coup d’Etat Mayjen Suharto yang diluncurkan pada Sabtu (29/10) di Perpustakaan Nasional, Jakarta. Di buku ini diungkap pula bagaimana hari-hari terakhir Soekarno bersama Sukmawati. Dimulai dari 1 Oktober 1965 hingga ayahnya meninggal, 21 Juni 1970. Tidak sampai di situ, dituangkan juga wasiat sang ayah yang ingin dimakamkan di Bumi Parahyangan, tapi tidak kesampaian. Karena, Soeharto telah menunjuk makam di Blitar. “Tempat tersebut bukanlah yang diinginkan Bapak. Beliau ingin dimakamkan di rumahnya sendiri di Batu Tulis, Bogor.” ● ● ●

Sukmawati yang hadir di acara peluncuran bukunya menjelaskan, sesuai dengan judulnya—kudeta— maka bukunya ini mengungkap kudeta yang dialami oleh Soekarno. Creeping Coup d’Etat maksudnya adalah kudeta merangkak atau pengambilan kekuasaan secara perlahan-lahan yang dilakukan Soeharto terhadap Soekarno. “Kudeta alon-alon asal kelakon. Begitulah Soeharto memperlakukan Soekarno. Caranya dengan menjadikan Soekarno ‘tahanan rumah’,” tegas Sukmawati. Kudeta yang sesungguhnya diceritakan di bagian akhir buku ini. Sukma menyatakan sepakat dengan pendapat Dr Subandrio bahwa kudeta merangkak yang

berhati baja dan berselera humor tinggi. Sampai-sampai, hal yang masih membuatku mau putus jantungku, dia sudah lega dan bisa dianggap lelucon. “Bagaiman Putra, apa lukanya parah? Tapi, kedengaran seperti kepalanya terlindas.” “Ah nggak, cuma suara tas plastik yang pecah. Isinya kerupuk.” “Alhamdulilah, syukur kalau tak ada yang mati ….” “Nggak, nanti juga bisa pulang kalau sudah ditangani di rumah sakit. Tapi, Ibu di mobil saja ya, biar aku saja yang menyelesaikan semua. Biar ibu tak ngeri melihat darah dan bau obat yang Ibu tak suka itu, kan?” “Ya, ya bayar saja semua Putra, biar tak ada yang merasa dirugikan, walau dia yang menabrak mobilmu.” “Ya, ya. Ini sudah sampai. Ibu di sini saja. Jangan ke mana-mana. Sudah hampir gelap, nanti Ibu

Judul Buku : Creeping Coup d’Etat Mayjen Suharto (Kesaksian Hari-Hari Terakhir Bersama Bapak) Pengarang : Sukmawati Soekarno Penerbit : Media Pressindo, Yogyakarta Cetakan : 2011 Tebal : 160 halaman

dilakukan Soeharto dan kawankawannya melalui empat tahapan. Dia menggambarkan secara terperinci tahapan-tahapannya. Sukma membuka kartu bahwa menulis buku ini tidak mudah, tetapi harus mempunyai pola pikir seperti detektif. Karena, menyangkut tragedi menyeramkan yang terjadi di Indonesia. “Saya harus seperti detektif Agatha Christie yang mencari teka-teki yang sangat rumit,” ujarnya. Pengumpulan bahan-bahan tulisan ditelusuri dari para aktivis GMNI pada zaman itu (1965). Sukma juga mengunjungi dan menanyakan kepada para tahanan politik di beberapa lembaga pemasyarakatan. Buku ini dilengkapi foto-foto Sukma kecil bersama ayah dan keluarga besarnya. ■ susie evidia y ed: subroto

kesasar kalau mau kembali ke mobil. Malah masuk ke mobil orang lain lagi ….” “Dia melompat mencari suster dan perawat agar menangani keempat orang yang terserempet mobil Putra. Lalu dia menghilang, menemui pegawai administrasi rupanya. Kasak-kusuk, lalu memberi uang dan merangkul pengendara motor itu dan mengenalkan pembawa motornya. Ia memberi ongkos kepada si pembawa motor tadi yang aku anggap sangat jujur karena dia tidak melarikan motornya.

Bersambung


Siesta Bila Diabetes Menyerang Anak kesehatan

Waspadai Gejala DM Tipe 1 1. Anak sering banyak berkemih. Buang air kecil yang dilakukannya ini tidak normal, terlalu banyak, dan bahkan sering mengompol. Hal ini karena tubuh berusaha mengeluarkan glukosa yang berlebihan melalui air kencing. 2. Anak banyak minum. Anak menjadi banyak minum untuk menggantikan cairan yang keluar saat buang air kecil. 3. Anak banyak makan dan mudah lapar. Tubuh belum mendapatkan energi, untuk itu rasa lapar terus ada. Padahal, makanan sudah masuk, namun energi memang belum bisa dibentuk karena glukosanya tak bisa masuk ke dalam sel tubuh.

MUSIRON/REPUBLIKA

LESU Mudah lelah, letih, lesu, adalah sebagian ciri diabetes. (diperagakan model)

Penyakit diabetes melitus yang bersifat kronis berpotensi mengganggu pertumbuhan, bahkan bisa menyebabkan kematian.

K

etika Faiz mulai banyak makan, semua bergembira. “Wah, ini berarti sudah mulai banyak makan untuk pertumbuhan,” kenang Arif, sang ayah. Ketika anak yang kini berusia tujuh tahun itu masuk SD, makannya bertambah banyak. Anehnya, badan Faiz malah kurus dan perutnya buncit. Suatu hari, Faiz mengompol. Pipisnya banyak sekali dan badannya panas. Faiz pun dibawa ke dokter oleh ayahnya. Di sana, Faiz didiagnosis terkena penyakit paru-paru. Arif tak puas dengan penjelasan dokter umum itu. Ia pun memeriksakan Faiz kepada dokter spesialis anak. Betapa terkejutnya Arif. Hasil pengukuran glukosa dalam tubuh anaknya mencapai lebih dari 200. Faiz didiagnosis menderita penyakit diabetes melitus (DM) tipe 1. Lebih berbahaya Ketika kita mendengar penyakit diabetes, yang terbayang biasanya adalah penyakit yang menyerang orang tua yang pola makannya tak beraturan. Padahal, anakanak kita bisa juga terkena. DM merupakan suatu penyakit yang memengaruhi cara tubuh menggunakan glukosa. Ini adalah penyakit metabolis yang bersifat kronis serta berpotensi mengganggu pertumbuhan dan perkembangan jika meROSITA

Faiz (tengah) dan Arman (berjaket hitam) diabetes belia dalam sebuah acara di Jakarta

nyerang anak. “Bahkan, penyakit ini bisa menyebabkan kematian,” ujar ahli endokrinologi dr Aman Bhakti Pulungan SpA (K). Diabetes terdiri atas dua tipe, yaitu tipe 1 dan 2. DM tipe 1 sering disebut diabetes juvenile atau diabetes yang bergantung pada insulin. Pada diabetes tipe ini, sel pankreas hanya sedikit atau tidak menghasilkan insulin sama sekali. Tipe ini diderita oleh satu dari 10 penderita DM yang kebanyakan terjadi sebelum usia 30 tahun. Sedangkan, DM tipe 2 disebabkan oleh gangguan sekresi insulin dan resistansi insulin. Tubuh penderita tidak merespons secara normal insulin yang dihasilkan tubuh dan membentuk kekebalan tersendiri, sehingga terjadi kekurangan insulin relatif. Tipe ini biasanya terjadi pada usia di atas 30 tahun dan sekitar 80 persen penderitanya mengalami obesitas. Diabetes yang banyak diderita oleh anak adalah DM tipe 1, yang justru lebih berbahaya. Penyakit ini adalah penyakit autoimun, di mana sistem pertahanan tubuh alami menghancurkan bagian tubuh yang lain. Penderita DM tipe 1 ini sistem tubuhnya menyerang dan merusak sel-sel yang memproduksi hormon insulin, yaitu pankreas. Ketika pankreasnya telah rusak hingga 90 persen, ia hanya bisa menghasilkan sedikit insulin ataupun bahkan tak menghasilkan insulin sama sekali. Padahal, manfaat insulin dalam proses metabolisme sangat penting. Insulin membantu glukosa untuk masuk ke dalam selsel tubuh, yang kemudian akan menjadi energi. “Jika tak ada glukosa yang diserap, tak ada energi lagi, bagaimana tubuh bisa bertahan?” ujar Aman. Jika tak ada insulin, glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel-sel tubuh dengan normal. Akibatnya, jumlah glukosa dalam darah menjadi terlalu tinggi. Kerap salah diagnosis DM tipe 1 ini belum diketahui penyebabnya. Namun, penyakit ini bisa menyerang siapa pun tanpa pandang bulu. Untuk itu, kita perlu mewaspadai gejala-gejala yang biasa terjadi kepada anak yang terkena penyakit ini (lihat boks “Waspadai Gejala DM Tipe 1”). “Lakukan deteksi lebih dini,” saran Aman. Jika anak Anda mengalami gejala-gejala itu, segera periksakan kepada dokter. Namun, sering kali penyakit ini disalahartikan sebagai penyakit usus buntu, infeksi, atau penyakit lain oleh dokter umum. Kelalaian

4. Berat badan yang menurun. Jika anak Anda banyak makan, namun berat badannya malah turun, ini perlu diwaspadai. Berat badan anak kita turun karena tubuh mulai menggunakan sumber lain untuk energi, seperti lemak dan otot. Hal ini terjadi karena sel tubuh tak bisa menyerap glukosa secara normal untuk dijadikan energi. 5. Anak mudah lelah. Anak terlihat lemah, lesu, dan cepat lelah, padahal tidak melakukan hal-hal yang berat. Ini terjadi karena tubuh tidak dapat menggunakan glukosa untuk energi. ■ c05

dalam diagnosis penyakit inilah yang menyebabkan kematian, karena penanganannya tidak sesuai. “Jangan sampai ada pasien DM tipe 1 lagi yang meninggal,” seru Ketua World Diabetes Foundation Tipe 1 Indonesia ini. Insulin seumur hidup Jika memang sudah ditahbiskan terkena penyakit DM tipe 1 ini, jalan satu-satunya untuk menyelamatkan jiwanya adalah dengan suntik insulin. “Jika pankreas sudah tak bisa lagi memproduksi insulin, cara satu-satunya adalah menyuntikkan tambahan insulin ke dalam tubuh,” terang Aman yang menjabat presiden Asia Pacific Pediatric Endocrine Society (APPES). Pemberian insulin ini mutlak dibutuhkan karena dasar penyebab DM tipe 1 adalah tidak adanya insulin yang dihasilkan dalam tubuh. Cara pemberian insulin ini yang paling efektif adalah dengan menyuntikkannya di bawah kulit. Selain menyuntikkan insulin ke dalam tubuh, penderita penyakit ini juga harus terus melakukan monitoring gula darah. “Harus mengontrol glukosa dalam darahnya enam hingga tujuh kali dalam sehari,” ujar dr Erwin P Senggoro SpA (K). Namun faktanya, menurut Erwin, para penderita DM tipe 1 ini tak memeriksa gula darahnya secara teratur. Kadang, hanya satu kali sehari atau bahkan malah dua hari sekali. “Biasanya, ada rasa ngeri karena belum terbiasa,” ujarnya. Alasan yang sama juga sering dituturkan kepada pasien yang tak menyuntikkan insulin secara teratur. Insulin seharusnya disuntikkan setiap sebelum makan dan dua jam setelah makan. Alasan yang lain adalah mahalnya harga insulin dan alat-alatnya tersebut. Harga insulin adalah Rp 200 ribu satu flakon botol kecil yang berisi insulin untuk dipakai tiga hingga tujuh kali. ■ c05 ed: nina ch

Hidup dengan Biaya Tinggi enderita DM tipe 1 mau tak mau mengeluarkan uang yang tak sedikit agar tetap bisa survive. Bila dikalkulasi, pengeluaran bulanan untuk obat bagaikan menggelontor keluar dari dompet. Pengeluaran untuk insulin, paling tidak satu juta rupiah setiap bulannya. “Belum lagi ditambah biaya yang lain,” ujar ambassador DM tipe 1 Anya Dwinov. Biaya lain adalah untuk jarum suntik untuk menyuntikkan insulin, karena tidak mungkin satu jarum dipakai untuk selamanya. Dalam satu bulan, biaya yang diperlukan mencapai Rp 250 ribu untuk jarum suntik ini. Biaya yang lain adalah biaya yang diperlukan untuk melakukan cek gula darah setiap harinya. Alat untuk mengukurnya satu buah harganya Rp 300 ribu. Sedangkan, strip yang dipakai untuk mengukur adalah

P

sekali pakai. Untuk itu, biaya pembelian strip ini mencapai lebih dari dua juta rupiah setiap bulannya. Beban pikiran Biaya yang besar ini belum ditambah dengan masalah psikososial dan beban pikiran yang biasa dialami penderita. Mereka juga harus melakukan carbo counting, yaitu menghitung karbohidrat dalam makanan yang akan dimakan. Pengaturan makan ini juga perlu perhatian yang serius, mengingat anak juga butuh banyak nutrisi untuk tumbuh dan berkembang. Sumber energi sangat diperlukan, namun juga harus disesuaikan dengan berapa glukosa yang diperlukan agar sesuai dan tak menyebabkan glukosa dalam darah menjadi tinggi. Makanan yang lengkap dan bergizi seimbang tetap bisa dikonsumsi, namun harus

diatur, tak sembarang makan. Bagi penderita penyakit DM tipe 1 ini juga harus berolahraga. Olahraga penting dilakukan untuk menjaga kebugaran tubuh anak. Selain itu, juga dapat menurunkan kebutuhan insulin serta meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin. Pengetahuan dan edukasi bagi anak dan orang tua juga penting. Edukasi sangat besar pengaruhnya bagi tercapainya kontrol penyakit ini. Bagi yang mengalami diabetes, dianjurkan mengecek pemberiaan insulin agar tetap selamat jiwanya. Bagi yang tak mengalami, bisa memberikan penger tian, pemahaman, serta tak menganggap para penderita penyakit ini aneh dan tak mengucilkannya dalam pergaulan. Memang, butuh penanganan ekstra nan berat kepada penderita DM tipe 1, yang biasanya dikenal dengan diabetisi ini. Gula darah

dalam darah harus dikontrol agar selalu normal dan glukosa juga dipastikan bisa terserap oleh sel untuk dijadikan energi. Bila kedisiplinan untuk mengontrol gula darah dan menyuntik insulin ini dilanggar, penyakit komplikasi yang lain akan datang, dan akibatnya bisa fatal. Bagi anak yang masih kecil, menyuntikkan insulin dan mengecek kadar gula dalam darah masih membutuhkan bantuan orang tua. Namun, bila anak itu sudah remaja, biasanya ia sudah bisa dan berani menyuntikkan insulin sendiri ke dalam tubuhnya melalui perut, paha, atau lengannya. Selain bergantung pada suntikan insulin seumur hidup ini, tak ada hal lain yang membedakan para diabetisi ini dengan anak-anak yang lain. Mereka bisa aktif dan beraktivitas, bahkan berolahraga seperti anakanak lainnya. ■ c05 ed: nina ch

A9

REPUBLIKA ● AHAD, 13 NOVEMBER 2011

konsultasi Prof dr Zubairi Djoerban SpPD KHOM

Nefritis Lupus Kelas IV Yth Dr Zubairi, Assalamualaikum Wr Wb Dokter, anak saya sejak tiga tahun yang lalu dinyatakan sakit lupus sistemi oleh seorang dokter spesialis penyakit dalam subspesialis alergi imunologi, setelah mengalami episode sakit sendi, demam, sariawan, dan rambut rontok. Sejak itu ia mengonsumsi obat metil prednisolon sampai hari ini. Beberapa bulan yang lalu, lupusnya kambuh dan kali ini dokter mengidentifikasi ada kebocoran albumin melalui urinenya. Dokternya merujuk ke spesialis penyakit dalam subspesialis ginjal hipertensi, yang kemudian melakukan biopsi ginjal. Hasilnya, anak saya sakit lupus ginjal kelas IVs. Pertanyaan saya dokter, apa arti kelas IVs, apa bedanya dengan kelas I, II, atau V, dan bedanya kelas IV yang lain? Apakah anak saya bisa ditolong?

Bu Mamik (bukan nama sebenarnya), Jakarta. Waalaikumussalam Wr Wb Bu Mamik yang sedang prihatin, Penyakit Lupus Eritematosus Sistemik (LES atau SLE). Penyakit lupus adalah suatu penyakit yang ditandai dengan tubuh membentuk zat anti yang berlebihan dan salah arah. Artinya, bukannya zat anti yang seharusnya merusak kuman, bakteri, atau zat asing yang masuk ke tubuh, tetapi zat anti tersebut malah merusak organ tubuh sendiri. Misalnya saja, ada pasien lupus yang antibodinya merusak sel darah merah sehingga terjadi anemia. Ada pula yang antibodinya menyerang ginjalnya sendiri, mengakibatkan kebocoran albumin, menyebabkan kaki edem, mata bengkak, dan perut membuncit, terisi air. Diagnosis lupus berdasarkan kombinasi antara berbagai gejala dan temuan laboratorik. Gejala penyakit lupus adalah sariawan hilang timbul, sakit pada sendi-sendi, rona kemerahan pada kedua pipi, dan yang penting, biasanya ditemukan pada wanita muda. Pada pemeriksaan laboratorium bisa ditemukan jumlah sel leukosit dan atau trombosit yang rendah, anemia—biasanya anemia hemolitik autoimun—kadar komplemen C3 dan C4 rendah, dan tes darah positif terhadap anti nuclear antibody (ANA) dan anti ds DNA (anti double stranded DNA). Lupus ginjal cukup sering ditemukan lima tahun setelah diagnosis, walaupun ada juga pasien lupus ginjal yang manifestasi lebih awal. Lupus ginjal (nephritis lupus) Pada lupus ginjal, antibodi berkumpul membentuk kompleks antibodi. Kompleks ini menempel pada jaringan ginjal sehingga memicu respons peradangan dari ginjal. Respons inilah yang dapat dilihat gambarannya melalui biopsy, kemudian dibuat kelaskelasnya sesuai gambaran yang didapatkan. Walaupun lupus ginjal adalah hal yang serius, tetapi bukan berarti tidak dapat diobati. Dahulu, memang harapan kesembuhannya kecil, tetapi dengan kemajuan pengobatan saat ini, harapan hidup pasien dapat menjadi lebih lama. Angka harapan hidup lima tahun, sekarang ini 85 persen dan 10 tahun sebesar 73 persen. Lupus ginjal ternyata bukan satu kelompok penyakit yang seragam. Ada yang relatif ringan dan ada yang berat sekali. Lebih rincinya sebagai berikut. Lupus ginjal dibagi menjadi lima kelas, bergantung pada hasil biopsi. Itu berarti pasien dengan lupus ginjal sebaiknya dibiopsi agar pengobatan lebih tepat. Pengobatan lupus ginjal kelas IV Berbeda dengan lupus ginjal kelas I dan II yang lebih ringan, untuk lupus ginjal kelas IV, seperti hasil biopsi anak Anda, memang memerlukan pengobatan khusus. Tujuan utama pengobatan lupus ginjal adalah menormalkan fungsi ginjal atau paling tidak mencegah kehilangan fungsi ginjal yang progresif. Obat steroid harus diberikan pada lupus ginjal. Obat imunosupresif, khususnya siklofosfamid, azatioprin, atau mikofenolat mofetil perlu ditambahkan bila lesi ginjal pasien merupakan lesi proliferatif yang agresif. Obat-obat ini juga perlu dimanfaatkan bila respons terhadap steroid tidak cocok. Hal lain yang perlu diperhatikan dalam pengobatan lupus ginjal adalah mengobati hipertensi secara agresif. Hipertensi bila tidak diobati dapat memperberat kerusakan di ginjal dan juga organ tubuh yang lain, misalnya otak dan jantung. Obat hipertensi golongan penghambat ACE (angiotensin-converting enzyme) dianjurkan untuk mengurangi kebocoran ginjal. Obat hipertensi golongan yang lain akan diberikan oleh dokter bila ditemukan gangguan fungsi ginjal yang nyata. Obat angiotensin II receptor blockers (ARBs) juga bagus untuk mengobati hipertensi pada lupus ginjal. Bila kolesterol tinggi, sebaiknya membatasi makanan yang berlemak. Selain itu, untuk odapus (orang dengan lupus) yang sudah berkeluarga, bila lupus ginjal belum terkontrol baik, sebaiknya tidak hamil dulu karena dapat memperburuk kondisi penyakitnya. Lupus ginjal kelas III dan IV termasuk penyakit lupus yang mempunyai risiko untuk progresif memburuk, dan karena itu memerlukan pengobatan yang agresif. Namun untuk kelas ini pun, sekarang telah dicapai banyak kemajuan, artinya kondisi kesehatan dapat diperbaiki secara bermakna bila pengobatannya tepat. Khususnya kelas IV seperti yang dialami anak Anda, kombinasi antara prednison dan siklofosfamid masih merupakan obat terbaik, dan bila diperlukan disertai hemodialisis. Sebagian pasien lupus ginjal memasuki tahap penyakit ginjal tahap akhir (ESRD/end-stage renal disease), sklerosis, dan perburukan yang terlihat pada hasil biopsi ginjal. Pada kondisi ini, pengobatan yang agresif pun tidak bermanfaat, fokus pengobatan perlu dialihkan ke manifestasi lupus di luar ginjal, dan perlu mulai dipikirkan kemungkinan untuk transplantasi ginjal. ■


Siesta

A10

boga

REPUBLIKA ● AHAD, 13 NOVEMBER 2011

Istimewanya IKAN ARSIK FOTO-FOTO AMIN MADANI/REPUBLIKA

ikan arsik selalu ada di setiap perayaan siklus hidup manusia pada masyarakat Batak.

I

kan arsik, begitulah namanya. Salah satu makanan khas Tapanuli ini diolah dari ikan mas, yang dipenuhi dengan banyak bumbu di dalamnya. Ikan arsik bukan sekadar masakan tradisional dari Tanah Batak. Di dalamnya, banyak terkandung nilai simbolis dan budaya. Menurut Butet Sirait, perempuan yang mengajarkan memasak masakan khas Tapanuli ini, ikan arsik selalu ada di setiap perayaan siklus hidup manusia. Makna penyajian sebuah ikan mas yang dimasak secara utuh, ataupun dipotongpotong, juga berbeda. “Kalau yang utuh, biasanya dipakai untuk acara lamaran dan kelahiran anak pertama,” tuturnya pada Republika. Saat acara lamaran, pihak keluarga perempuan menyediakan ikan arsik utuh ini, untuk disuguhkan kepada pihak laki-laki yang datang. “Jumlahnya juga harus ganjil,” tuturnya. Selain itu, pemberian ikan arsik ini, bagi orang Tapanuli, adalah sebuah lambing penghormatan pada orang tua. “Mereka menyuapi orang-orang tua pakai arsik ini,” ujar Butet. Ikan arsik, dianggap sebagai simbol karunia dalam kehidupan masyarakat Batak. Oleh karena itu, ketika masyarakat Batak mengadakan acara besar seperti perayaan pernikahan dan kelahiran, masakan ini selalu tersaji dalam hidangan mereka. Dalam upacara pernikahan, pihak mempelai perempuan memberikan ikan arsik yang utuh ini, untuk dibawa pulang pihak laki-laki. Pemberian ikan arsik ini, merupakan simbol sebagai pemberian tanggung jawab terakhir orang tua mempelai perempuan. Karena setelah itu, mempelai perempuan akan menjadi tanggung jawab suaminya. Pemberian ikan arsik dalam upacara pernikahan adat Batak, biasanya adalah satu ekor ikan yang utuh. Satu ekor ini, juga menyimbolkan bahwa antara kedua keluarga mempelai, telah melebur menjadi satu keluarga.

Kaya bumbu Ikan arsik ini adalah makanan yang istimewa bagi masyarakat Batak. Sebenarnya, bahan utama memasak ikan ini, tak begitu mahal. Seekor ikan mas. Namun, yang membuat mewah dan istimewa, adalah bumbu dan cara memasaknya. Ya, bumbu yang digunakan dalam memasak arsik, ini banyak jumlahnya, juga beraneka ragam. “Bumbunya lebih mahal daripada ikannya,” tutur Butet Sirait, perempuan asli Batak yang kini tinggal di Jakarta. Sebenarnya, ikan arsik tak hanya bisa ditemukan saat upacara adat Batak saja. Jika kita memang berniat memmbuatnya di hari biasa, itu sah-sah saja. Namun, harus berjibaku dengan kerumitan bumbu dan cara memasaknya. Menurut Butet, ikan yang paling bagus untuk dimasak arsik ini, adalah ikan air tawar, yang badannya langsing. “Kalau gendut, dia banyak lemaknya, nggak enak,” ujar perempuan yang memberikan demo memasak masakan khas Tapanuli di Dapur Pantry Magic Jakarta ini. Selain langsing, ciri-ciri ikan yang paling bagus untuk dimasak ikan arsik ini, adalah yang badannya lurus, dan warnanya hitam. “Cari sisik yang warnanya hitam, karena daging di dalamnya lebih padat. Kalau yang

merah ya bisa saja,” tuturnya. Apabila kita tak bisa menemukan ikan mas, kita tetap bisa mencari pengganti ikannya, namun ettap memakai bumbu ikan arsik. “Bisa saja diganti dengan ikan bandeng, gurame, atau tongkol,” ujarnya. Beberapa keluhan ketika memasak dengan menggunakan bahan ikan mas, adalah aroma lumpur yang terasa saat kita makan. Butet, yang memang telah terbiasa memasak masakan Tapanuli pun bisa memberikan tips untuk menghilangkan aroma lumpur tersebut. “Kasih air jeruk nipis yang busuk,” ujarnya. Saat ikan sudah dibersihkan dan dicuci, lumuri dengan perasan air jeruk nipis yang busuk dan garam. “Jeruk nipisnya, cari yang busuk, yang kulitnya sudah kecokelatan,” tuturnya. Menurut dia, aroma jeruk nipis yang busuk ini berbeda dengan yang segar. Kemampuan menghilangkan aroma lumpur pun lebih besar. Selain itu, perasan jeruk nipis ini juga membuat daging ikan tak mudah hancur ketika dimasak. “Dagingnya jadi kesat soalnya,” tuturnya. Saat memasak ikan arsik membutuhkan kesabaran yang tinggi. Sebab, waktu memasaknya memang lama. Selain itu, bumbu yang dipakai banyak sekali. Bumbu yang dipakai, sangat beragam. Ada daun-daun serai dan kecombrang yang ditata di dasar panci. Selain untuk sebagai bumbu, peletakan di dasar panci ini juga bertujuan agar ikan tak gosong dan menjadi kerak di dasar panci. Berbagai bumbu khas batak, di antaranya adalah andaliman dan asam cikala. Saat memasak, kita akan selalu ditemani dengan aroma masakan yang kaya akan bumbu. Saat matang, daging ikan yang lembut dan rasa bumbu yang terasa khas di lidah.

Resep Ikan Arsik aat memasak ikan arsik, ada empat bagian yang perlu diperhatikan. Bagian pertama adalah bumbu yang diletakkan di dasar panci, ikan, bumbu yang dihaluskan, dan yang terakhir sayuran pelengkapnya.

S

Bahan-bahan : Untuk bumbu yang diletakkan di dasar panci : ● bunga kecombrang 10 buah ● daun serai 5 batang ● batang rias (batang kecombrang) 2 batang ● andaliman 2 sendok makan ● asam cikala 5 buah Bahan Ikan : - satu ekor ikan mas, bisa dipakai utuh atau dipotong menjadi 5 hingga 7 bagian. Pastikan ikan yang dipakai adalah ikan yang berukuran besar, paling tidak satu ekor beratnya 1 kg. - air perasan jeruk nipis, dari satu buah jeruk yang sudah mulai membusuk. - garam 3 sendok makan Bumbu yang dihaluskan : - bawang merah 8 siung - bawang putih 4 siung

-

cabai merah 10 buah lengkuas 5 cm jahe 5 cm kunyit 10 cm

Bumbu tambahan : - jeruk nipis 5 buah, peras dan ambil airnya - air 600 ml - garam 1 sendok makan

● ●

Sayuran : - kacang panjang 10 hingga 15 helai - tahu putih 100 gram - lokio 10 batang Cara Membuat : Bagian ikan: Ikan dibersihkan, dicuci, dan dikeluarkan isi perutnya. Lumuri dengan perasan air jeruk nipis, dan garam. Diamkan selama 10 menit. Cuci lagi hingga kesat. Sisihkan.

● ●

Bagian dasar: cuci semua bahan. Potong-potong dan susun di dasar panci. Pastikan api belum dinyalakan. Memarkan batang serai. Susun di dasar panci. Kelupasi satu per satu bunga kecombrang. Saat di bagian terdalam, tinggal dipotong menjadi empat bagian saja. Susun helaianhelaian bunga kecombrang di dasar panci. Potong batang rias secara sejajar.

● ●

● ● ●

Potong di bagian tengahnya, hingga menajdi empat atau delapan bagian. Masukkan asam cikala yang telah digeprak. Masukkan andaliman, yang telah diulek, namun tak sampai halus. Tata ikan di atasnya. Masukkan bumbu yang telah dihaluskan. Tambahkan air dan perasan jeruk nipis. Tutup panci, dan nyalakan api. Tanpa perlu diaduk, tunggu hingga 30 menit. Tambahkan sayuran yang telah dipotong-potong. Masak lagi hingga air berkurang dan empuk. Tambahkan garam

Tips

:

Jangan gunakan minyak goreng. Satu tetes pun tak diperlukan dalam masakan ini.

Jika tak bisa menemukan asam cikala, bisa diganti dengan air perasan dari dua buah jeruk nipis. ■ c05

■ c05 ed: nina ch

perian

Asam Cikala sam cikala memang tak sepopuler asam jawa dalam bumbu masakan Indonesia, namun ia memiliki rasa dan aroma sangat khas. Asam cikala, dalam bahasa Inggris disebut dengan torch ginger pipe seed pods. Di luar negeri, banyak masakan khas dari India menggunakan asam ini. Kari, misalnya. Di Malaysia dan Singapura, asam cikala digunakan untuk bumbu masakan laksa. Di Indonesia, daerah yang memanfaatkan asam jenis ini, adalah daerah Tapanuli, Sumatra Utara. Biasanya digunakan untuk memasak ikan arsik. Orang Tapanuli menghindari menggunakan asam jawa. Sebab, asam jawa biasanya akan menimbulkan warna kecokelatan dan membuat masakan terlihat kotor. Bentuk asam cikala ini, bulat, dan sedikit lonjong meruncing pada sebuah sisinya. Jika dilihat sekilas, hampir mirip dengan bentuk salak, dalam ukuran lebih kecil. Kulitnya berwarna cokelat, halus, dan keras. Di dalamnya, berupa biji-biji hitam kecil yang jumlahnya banyak, tertata rapi di dalamnya. Ada daging putih seperti kapas, yang mengikat kesemua biji-biji kecil. Kulitnya keras. Cara terbaik untuk membukanya adalah dengan digeprak, diberi pukulan keras dengan benda yang berat. Setelah digeprek, dan asam sudah terbelah.

A

Andaliman Untuk memasaknya, asam yang telah digeprek ini langsung saja dimasukkan ke dalam masakan. Aroma khas asam cikala ini, yang segar, dan rasa asam yang dicari pun akan keluar. Asam cikala ini, merupakan satu bagian dari kecombrang. Ia adalah buah dari bunga kecombrang. Ketika dicium, aromanya segar, seperti rujak, dan ada bau sengir khas kecombrang. Ketika dimakan bijinya, rasa segar semakin bertambah. Rasa asam pun tak terelakkan lagi. Segar dan asam, rasa yang dicari dari bumbu ini. ■ c05 ed: nina ch

ROSITA

ndaliman, yang nama latinnya Zanthoxylum acanthopodium DC. Ia adalah satu jenis bumbu langka, dan mempunyai rasa khas tersendiri. Tak banyak yang mengenalnya, karena hanya dipakai sebagai bumbu dalam beberapa daerah saja. Di Indonesia, andaliman, banyak digunakan untuk masakan Batak. Tumbuhan ini banyak terdapat di Kabupaten Toba Samosir dan Tapanuli Utara, Sumatra Utara. Di luar negeri, bumbu yang dalam bahasa Inggris disebut green peppercorn ini, banyak digunakan untuk masakan Asia Timur dan Asia Selatan. Sebagian lain menyebutnya sechzuan pepper. Dan, bagi masakan khas di Seczhuan sana, rasa yang dikeluarkan andaliman ini, disebut dengan rasa mala. Bumbu ini memberikan sensasi pedas, namun tak sepedas merica ataupun cabai. Andaliman punya aroma yang khas, dan manfaat tersendiri bagi masakanmasakannya. Rasa segar dan getir keluar dari bumbu ini. Namun, lama kelamaan lidah akan terasa kelu,

A

kesemutan, dan seperti mati rasa sebentar. Penyebabnya adalah kandungan hydroxy alpha sanshool yang ada di dalamnya. Saat memasak ikan arsik, andaliman ini ditumbuk bersama tangkainya, namun tak sampai halus. Ketika memasak daging gota, andaliman ditumbuk hingga halus. Bentuk andaliman, hampir seperti jeruk purut, namun ukurannya kecil sekali, hanya sebesar butiran merica. Beberapa orang, juga menyebut bumbu ini dengan nama ‘merica

CELTNET.ORG.UK

batak’. Bagi orang batak, andaliman adalah kunci dalam berbagai masakan khasnya, seperti ikan arsik, gota, saksang. Harga bumbu ini lumayan mahal. Harga di daerah Sumatra Utara sekitar Rp 50 ribu per ons-nya. Di luar, harganya bisa mencapai lebih dari Rp 200 ribu. Tumbuhan andaliman sendiri, termasuk dalam anggota keluarga Zanthoxylum, ke dalam suku Rutaceae, atau jeruk-jerukan. Bentuk buah andaliman, yaitu bulatbulat hijau kecil-kecil, dan masih banyak yang menempel di tangkainya. Pohon andaliman tadinya merupakan tanaman liar. Baru akhir-akhir ini banyak dibudayakan karena harganya yang tinggi. Andaliman mengandung senyawa yang berfungsi sebagai antimikroba dan antioksidan. Bumbu ini juga kaya akan vitamin C dan E yang berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Bagi orang batak, andaliman ini tak tergantikan. Tak ada bumbu lain yang menyamainya. ■ c05


REPUBLIKA AHAD, 13 NOVEMBER 2011

Dua Emas dari Balap Sepeda Gunung

:: modo-modi ::

Triyaningsih tak Tertahan

Ratna Puspita BOGOR — Timnas balap sepeda Indonesia memulai perjuangannya menjadi juara umum SEA Games XXVI 2011 dengan mulus. Risa Suseanty dan Pornomo mempersembahkan dua medali emas pada balap sepeda gunung (mountain bike) nomor downhill di Gunung Pancar, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/11). “Saya berharap, kemenangan ini menyuntikkan semangat untuk pembalappembalap sepeda lainnya guna meraih medali emas,” ujar Risa seusai meraih medali emas SEA Games kelima sepanjang kariernya. Risa memacu sepedanya untuk mempertahankan medali emas setelah mencatat waktu dua menit 45,708 detik. “Saya sempat tergelincir ketika balapan. Tapi, finis dengan waktu tercepat,” kata Risa seraya menunjukkan luka di lengan kanannya. Pembalap berusia 30 tahun ini mengungguli rekan setimnya, Fitriyanti Riyanti, 3,725 detik. Risa juga membalas kekalahannya pada Kejuaraan Asia 2011 dari pembalap asal Thailand, Vipavee Deekaballes. Vipavee harus puas meraih medali perunggu setelah mencatat waktu dua menit 52,006 detik. Risa meraih emas SEA Games pertama kali di Jakarta pada 1997 silam. Sejak itu, ia hanya absen satu kali ketika pesta olahraga antarnegara Asia Tenggara ini digelar di Nakhonratchasima, Thailand pada 2007. “Saya senang pada usia yang sekarang masih bisa meraih emas,” ucap Risa. Adapun pembalap nomor dua Indonesia, Pornomo, mendapat kesempatan pertama start. Pembalap asal Jawa Timur ini melintasi turunan sepanjang 1,5 kilometer dengan catatan waktu tercepat dua menit 31,451 detik. Catatan waktu tersebut tidak dapat dilampaui pembalap lainnya. Pornomo mengungguli Joey Barba asal Filipina dan pembalap Thailand, Tanaphon Jarupeng. Sedangkan, pembalap andalan Indonesia, Popo Ario Sejati, berada pada posisi ke10. Popo gagal meraih target juara setelah rantai sepedanya putus memasuki jarak 300 meter selepas start. Ini merupakan kemenangan pertama Pornomo di ajang internasional. Ia pun mempersembahkan kemenangan ini untuk anaknya yang baru berusia lima bulan, Dewi Ageng Putri Pornomo. “Uang bonusnya juga untuk anak dan istri saya,” kata dia sumringah. Balap sepeda disiplin sepeda gunung masih akan memperlombakan dua nomor, yaitu cross country putra dan putri. Balapan digelar di Sentul City, Bogor, Jawa Barat, Ahad (13/11). Selain sepeda gunung, balap sepeda juga akan memperlombakan tiga disiplin lainnya, yaitu lintasan, jalan raya, dan BMX. Balap sepeda menargetkan finis sebagai juara umum pada SEA Games tahun ini, termasuk sapu bersih pada enam nomor balapan jalan raya. ■ ed: endro yuwanto

EDWIN DWI PUTRANTO/REPUBLIKA

KECEWA PERAK

Dua pemain polo air putri Indonesia tak sanggup menahan kekecewaan usai dikalahkan Singapura dalam pertandingan final cabang polo air pada SEA Games XXVI 2011 di kolam renang Lumban Tirta, Palembang, Sumatra Selatan, Sabtu (12/11). Indonesia kalah 9-11 dan harus puas memperoleh medali perak.

Ujian Berat Menuju Target Abdullah Sammy

Kondisi fisik Tibo dan Wanggai meragukan. JAKARTA — Timnas Indonesia akan menghadapi ujian berat dengan menghadapi tim terbaik sepanjang sejarah SEA Games cabang sepak bola, Thailand, dalam laga lanjutan Grup A, Ahad (13/11). Thailand adalah tim pemegang 13 kali juara sepak bola sepanjang 26 kali pelaksanaan SEA Games. Selain lawan yang dihadapi memiliki kemampuan teknis di atas rata-rata, tim Merah Putih juga terkendala oleh kondisi fisik para pemainnya yang terkuras usai melakoni laga melawan Singapura, Jumat (11/11). Praktis partai ini akan menjadi tes sesungguhnya bagi Titus Bonai dan rekan-rekan untuk menguji kesiapan bersaing memperebutkan emas cabang sepak bola. Pelatih timnas Indonesia Rahmad Darmawan mengaku,

laga lawan Thailad akan jauh berbeda dengan dua partai pertama lawan Kamboja dan Singapura. Menurut dia, Thailand adalah tim yang selalu menjadi kekuatan utama di level Asia Tenggara. Walau di SEA Games kali ini Thailand tak diperkuat sejumlah pemain terbaiknya, namun pelatih yang akrab dipanggil RD ini yakin kualitas tim Negeri Gajah Putih ini tetap terjaga. “Thailand tetap sebuah tim yang selalu bagus dalam kolektivitas, tim yang sangat matang dalam melakukan penguasaan bola, dan mereka sangat pintar mengatur ritme,” ujar RD seusai memimpin sesi latihan tim jelang pertandingan, Sabtu (12/11). RD pun sudah mewantiwanti para pemainnya agar tidak terpengaruh dengan permainan tim lawan. Timnas, kata dia, harus percaya diri dengan menjaga ritme bermain sejak awal laga. “Kami harus selalu menjaga posisi masing-masing pemain dengan disiplin,” jelasnya. Faktor sejarah buruk Indonesia setiap kali bertemu

Thailand juga menjadi ancaman bagi skuat Garuda. Untuk itu, kata RD, para pemain harus percaya diri dalam bermain dan melupakaan segala embel-embel di luar lapangan. Di laga kontra Thailand, RD akan tetap mengandalkan duo Papua di lini depan, Patrich Wanggai dan Titus ‘Tibo’ Bonai. Keduanya akan didukung kecepatan Oktovianus Maniani di sisi sayap. Di barisan tengah nama Mehardiga Lasut kembali jadi andalan untuk mengatur ritme permainan. Eks gelandang Sriwijaya FC ini akan bahumembahu bersama Egi Melgiansyah. Sedangkan, duet Septia Hadi dan Abdul Rahman akan jadi kunci mengantisipasi serangan Thailand yang bertumpu pada Ronnachai Rangsiyo. Di tengah misi wajib menang untuk mengamankan tiket ke semifinal, RD sedikit dipusingkan dengan kondisi fisik dua mesin golnya, Tibo dan Wanggai. Tibo mengalami demam usai laga lawan Singapura. Di pihak lain, Wanggai mengalami sedikit memar

pada bagian betis. Terkait kondisi fisik pemainnya ini, RD tidak menutup kemungkinan akan melakukan rotasi. Selain Wanggai dan Tibo, nama Stevie Bonsapia juga masuk daftar pemain yang mengalami masalah fisik jelang laga lawan Thailand. Di pihak lain, kubu Thailand telah menemukan kembali kepercayaan dirinya usai ditekuk Malaysia 1-2 di laga pertama. Kemenangan telak 4-0 atas Kamboja menjadi pendongkrak semangat bagi Rangsiyo dan rekan-rekannya jelang laga vital melawan Indonesia. “Sejak kekalahan di pertandingan pertama, kami harus menang di pertandingan berikutnya. Termasuk saat lawan Indonesia nanti,” kata manager timnas Thailand, Kasem Jariyawatwong. Walau begitu, Jariyawatwong menyadari laga melawan Indonesia tak mudah. Tiga angka, kata dia, merupakan misi sangat berat yang harus ditempuh Thailand, terutama dengan kenyataan Indonesia bermain di kandang sendiri. ■ ed: endro yuwanto

JAKARTA — Tim karate Indonesia meraih lima medali emas pada SEA Games XXVI 2011 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Sabtu (12/11). Bahkan, tim kata Indonesia berjaya dengan menyapu bersih empat medali emas pada pesta olahraga antarnegara Asia Tenggara ini. Pelatih kata putri, Omita Olga Ompi, mengaku terkejut dengan hasil yang diraih anak asuhnya. Sebab, kata putri tidak ditargetkan meraih medali emas. “Tapi, mereka tampil semangat dan itulah yang membuat kata putri bisa turut menyumbangkan emas,” ujar dia seusai pertandingan. Faizal Zainuddin yang turun pada nomor individual menyum-

bangkan medali emas pertama untuk tim kata. Karateka asal Sulawesi Selatan ini memeragakan jurus chatanyara kushanku atau walet ketika mengalahkan Thai Hu asal Vietnam 5-0 pada laga final. Faizal mengatakan, lebih percaya diri tampil di final setelah mengalahkan karateka Malaysia Leong Tse Wey, 3-2, di semifinal. “Dia juara Asia, dan saya menelan kekalahan pada pertemuan sebelumnya,” kata dia. Kemenangan ini menyuntikkan semangat pada karateka putri, Flenty Enoch. Flenty membuat kejutan dengan meraih medali emas setelah mengalahkan Do Thi Thu Ha asal Vietnam, dengan skor telak 5-0. “Flenty memeragakan jurus suparimpe

LAPANGAN PEKERJAAN ................................ dari hlm 1 Kedua konferensi itu ditutup dan tidak dilanjutkan karena khawatir gempa susulan. “Ternyata peserta konferensi lansia, jauh lebih berani dibandingkan dengan peserta konferensi lain yang justru dihadiri oleh bukan lansia,” ujar Dirjen Rehabilitasi Sosial, Kementerian Sosial, Makmur Sunusi. Konferensi ini merupakan lanjutan dari konferensi bersama Akademi Ilmu Pengetahuan ASAsia tentang Tantangan Penduduk Menua di Beijing dan New Delhi (2010-2011) yang terpusat pada segi sosio-demografi dari penuaan. AIPI bekerja sama dengan ACAP (Active Aging Consortium Asia Pacific) dan CAS-UI (Centre for Ageing Studies-Universitas Indonesia) menampilkan pembicara dari AS, Inggris, Australia, India, Cina, Malaysia, serta Indonesia. Sebagai tuan rumah, Indonesia berkepentingan sekali dengan konferensi tersebut. Apalagi, negeri ini merupakan

salah satu negara dengan populasi penduduk terbesar di dunia. Selain itu, Indonesia diprediksi akan menjadi negara yang berpenduduk lansia terbesar keempat di dunia setelah Cina, Amerika Serikat, dan India. “Jika melihat pada kondisi itu, dipastikan masalah aktual yang akan dihadapi negara kita adalah masalah lanjut usia,” kata Makmur. Namun perbedaannya, lanjut Makmur, negara-negara maju lebih siap mengatasi masalah lansia karena asuransi sosial untuk kesehatan, hari tua, dan pensiun telah berkembang secara menyeluruh. Kementerian Sosial berupaya agar kesejahteraan lanjut usia terus ditingkatkan, baik dari segi kesehatan, layanan kebutuhan hidup, maupun kebutuhan lainnya. Program yang telah dilakukan, antara lain, home care, day care, serta bantuan melalui Jaminan Sosial Lanjut Usia. Konferensi yang memperte-

yang artinya sesuatu yang besar atau wah,” kata Omita. Faizal kembali menyumbangkan medali emas. Kali ini, ia melakukannya bersama Azwar dan Fidelys Lolobua. Trio Indonesia mengalahkan trio Myanmar, Aung Khant, Tun Kyaw Kyaw, dan Min Hein Khant, 5-0, pada final kata beregu putra. Kemenangan ini sekaligus mencatatkan sejarah bagi ketiga karateka asal Sulawesi Selatan ini. Trio ini meraih medali emas SEA Games tiga kali berturut-turut. Sebelumnya, Faizal, Fidel, dan Azwar sukses menyumbangkan medali emas pada SEA Games 2007 di Nakhon Ratchasima, Thailand, dan 2009 di Vientiane, Laos. Kemenangan ini menular pada tim karate kata putri Indonesia,

mukan berbagai kelompok kepentingan tersebut bertujuan menyediakan berbagai usaha, yang memungkinkan para lanjut usia terus berkontribusi. Utamanya bagi kesejahteraan komunitas lansia, supaya hidup lebih lama, sehat, dan aktif. Selain dihadiri oleh para akademisi, wakil dari pemerintah dan wakil bisnis di Indonesia, konferensi ini juga menghadirkan peserta dari beberapa negara sahabat. Menurut Kepala Pusat Studi Kelanjutusiaan UI, Tri Budi Wiraharjo, sebagai negara terpadat keempat di dunia, Indonesia memiliki penduduk lanjut usia (60 tahun ke atas) yang terus ber tambah seiring dengan waktu. Pada 2010 mencapai 20 juta, pada 2020 diperkirakan mencapai 30 juta, dan pada 2050 diperkirakan akan melonjak menjadi 80 juta. Sedangkan populasi lansia dunia pada 2050 diperkirakan sebesar 1,3 miliar. Berdasarkan data tersebut, lanjut Tri Budi, diperlukan kebijakan negara untuk mem-

Dewi Prasetya, Sisilia Agustiani, dan Yulianti Syafrudin. Ketiganya mengalahkan trio kata Malaysia, Celine Lee Xin Yi, Khaw Yee Voon, dan Thor Chee Yee, juga dengan skor 5-0 di final. Adapun karateka senior, Umar Syarief, berhasil meraih medali emas ketika mengalahkan Sanphasit Chanlonphan asal Thailand 9-1 pada final kumite +84 kilogram. “Tadi, saya bermain lebih sabar dan tidak menghabisinya lebih cepat. Saya juga tidak ingin menganggap remeh lawan,” kata Umar. Umar berharap, kemenangan ini akan memberikan suntikan moral pada tim kumite Indonesia untuk meraih medali emas pada SEA Games tahun ini. Kini, Umar yang telah mengoleksi 10

berikan dukungan bagi lanjut usia. Misalnya, bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan untuk para lansia dan membuat infrastruktur yang ramah lansia. Ketua panitia konferensi yang juga ketua Komisi Ilmu Kedokteran, Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Sjamsul Hidajat, menyatakan komunitas akademis tak menyadari tentang ledakan penduduk usia lanjut yang sedang terjadi. Padahal itulah potret ledakan penduduk usia tua yang sedang berlangsung di Indonesia saat ini. “Komposisi penduduk yang penuh dengan beban seperti ini bisa mengantarkan Indonesia ke situasi negara krisis, seperti yang terjadi di Yunani dengan penduduk lanjut usia sampai 17 persen, Irlandia 18 persen, dan Italia 19 persen,” ujar Sjamsul Hidajat. Penuaan penduduk tidak harus berarti penduduk yang banyak sakit atau kurang sehat, membebani masyarakat dengan biaya kesehatan dan sosial yang tinggi. Sebenarnya, kelompok ini

PALEMBANG—Pelari nasional, Triyaningsih, berhasil mencetak hattrick di ajang SEA Games usai kembali meraih medali emas di nomor 10.000 meter putri. Ia pernah meraih prestasi tertinggi ini di dua SEA Games sebelumnya. “Saya senang bisa mempertahankan medali emas ketiga kalinya,” ujar Triyaningsih seusai pertandingan di Athletic Stadium Jakabaring Sport City, Sabtu (12/11). Pelari yang mengenakan nomor 31 itu berhasil menyelesaikan lomba dalam waktu 34 menit 52,74 detik. Ia mengungguli lawan terdekatnya, Pham Thi Binh, dari Vietnam, yang hanya bisa mencatatkan waktu 36 menit 04,83 detik. Triyaningsih merasa terkesan bisa kembali meraih prestasi tertinggi. Ia pun berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya untuk bisa kembali meraih medali emas. Atlet asal Semarang, Jawa Tengah, itu berharap bisa meraih hasil yang terbaik pula di dua nomor lainnya, yaitu 5.000 meter dan maraton. “Tetap Merah Putih di puncak tertinggi,” ujar wanita kelahiran 15 Mei 1987 itu. Di nomor 100 meter putri, atlet nasional Serafi Anelis Unani juga berhasil menorehkan emas pertamanya di ajang SEA Games. Ini merupakan kali keempat pelari bernomor 28 itu mengikuti kejuaraan olahraga se-Asia Tenggara itu. Kali ini usahanya terbayar sudah dengan menyabet medali emas. “Saya masih tidak percaya hingga sekarang,” katanya seusai pertandingan. Serafi bisa meraih waktu 11,69 detik untuk menempuh jarak 100 meter. Raihannya sama dengan yang diperoleh pelari asal Thailand, Sanrat Nongnuch. Namun, wasit menilai, reaction time Serafi lebih tinggi dibandingkan dengan atlet dari Negeri Gajah putih itu. “Ini seperti keajaiban,” ucap Serafi. ■ c08 ed: endro yuwanto

JADWAL Pertandingan Ahad (13/11) Jakarta Bulu Tangkis 1. 14.00 WIB 2. 14.00 WIB

Beregu Putri Semifinal Beregu Putra Semifinal

Kano 1. 09.00 WIB 2. 09.00 WIB 3. 09.00 WIB 4. 09.00 WIB

200 M K2/Putra 200 M C2/Putra 200 M K2/Putri 200 M K4/Putri

Balap Sepeda-MTB 1. 09.00 WIB Down Hill/Putra 2. 10.30 WIB Down Hill/Putri Sepak Bola 1. 16.00 WIB 2. 19.00 WIB 3. 16.00 WIB

Karate Sumbang Lima Emas Ratna Puspita

A11

4

19.00 WIB

Final Final Final Final

Final Final

Malaysia vs Kamboja Gelora Bung Karno Indonesia vs Thailand Gelora Bung Karno Filipina vs Myanmar Lebak Bulus Timor Leste vs Laos Lebak Bulus

Palembang medali emas SEA Games juga membidik medali emas pada nomor kumite beregu yang akan dipertandingkan pada Ahad (13/11). “Karena, ini adalah SEA Games terakhir saya,” ucap dia. Selain Umar, dua karateka putri yang turun pada nomor kumite juga menyumbangkan medali. Mardiah Nasution meraih medali perak setelah menyerah dari karateka Vietnam, Thi Trang, 0-8, pada final kumite putri +68 kilogram. Sementara, Telly Melinda harus puas dengan medali perunggu. Ia menelan kekalahan dari karateka Malaysia, Govindasamy Yugneswary, di semifinal. Melinda finis di peringkat ketiga setelah mengalahkan Swe Swe Aung asal Myanmar. ■ ed: endro yuwanto

diproyeksikan lebih sehat, aktif, dan produktif dari generasi sebelumnya. Dalam beberapa hal, masyarakat memperoleh keuntungan dari jumlah pensiunan yang aktif dan sehat, berdikari, dan memiliki waktu senggang. Menjadi tua sebaiknya tidak diartikan harus menurun, berpenyakitan, dan bergantung. Ada hubungan positif antara penuaan penduduk dan kesempatan serta juga tantangan dalam cara menghadapinya. Kekerabatan Menurut Sarah Harper, peserta dari Inggris, negara-negara Barat sesungguhnya telah mempelajari pola kehidupan tentang kekerabatan yang berlaku di Indonesia. Berbeda dengan umumnya negara Barat yang sangat individual sehingga yang disebut keluarga, hanya terbatas pada ayah, ibu, dan anak. “Konsep keluarga di Indonesia lebih luas sehingga jarang sekali keluarga yang menempatkan lansia di sebuah

Bola Voli 1. Vietnam 2. Kamboja 3. Myanmar 4. Vietnam 5. Timor Leste

vs vs vs vs vs

Malaysia Indonesia Thailand Thailand Indonesia

Putra Putra Putra Putri Putri

Menembak 1. 13.00 WIB 10 M Air Pistol/Putri 2. 14.00 WIB 25 M Rapid Fire Pistol/Putra 3. 15.00 WIB 50 M Rifle Prone/Putra

Final Final Final

HASIL Sepak Bola, Sabtu (12/11)

panti penitipan atau rumah jompo,” ujar Sarah. Hubungan kekerabatan atau kekeluargaan memang merupakan hubungan antara setiap entitas yang memiliki asal-usul silsilah yang sama, baik melalui keturunan biologis, sosial, maupun budaya. Kekerabatan adalah unit-unit sosial yang terdiri atas beberapa keluarga yang memiliki hubungan darah atau hubungan perkawinan. Anggota kekerabatan terdiri atas ayah, ibu, anak, menantu, cucu, kakak, adik, paman, bibi, kakek, nenek, dan seterusnya. Menurut Makmur Sunusi, perkembangan perkotaan, seperti kemacetan lalu lintas, buruknya fasilitas angkutan umum, kesibukan dalam pekerjaan, tingginya biaya hidup, menyebabkan terjadinya kerenggangan kekerabatan. Kalau dulu saudara dua pupu itu masih terasa dekat. Kini saudara sepupu sudah terasa jauh. Bahkan, saudara sekandung pun bisa terasa jauh karena kesulitan untuk bisa saling mengun-

Vietnam 8-0 Brunei Darussalam

jungi satu sama lain. Akibatnya, hubungan kekerabatan menjadi semakin renggang dan pola hidup individual seperti di Barat, malah menjadi sebuah pilihan. Sebuah ironi, ketika Barat ingin mencontoh pola kekerabatan seperti di Indonesia, tetapi di sisi lain, pola individual Barat mulai dilirik. Karena itu, lanjut Makmur, pihaknya tetap mengedepankan pola kekerabatan dalam pengasuhan terhadap lansia. Jangan sampai orang tua dititipkan anaknya ke panti jompo atau wreda tanpa mempertimbangkan keinginan lansia yang bersangkutan. “Jangan sampai lansia merasa disia-siakan keluarganya.” Masyarakat tentu saja akan mendapat banyak keuntungan dari para lansia yang tetap sehat, aktif, dan mandiri. Karena itu, pemerintah, masyarakat, hingga para akademisi perlu memberi perhatian dan memberi solusi terhadap masalah yang semakin menyeruak ini. ■ ed: subroto


Sepak Bola

A12

REPUBLIKA ● AHAD, 13 NOVEMBER 2011

gawang

SUPER EL PISTOLERO! Ratna Puspita

Ia pemain timnas Uruguay pertama yang mencetak empat gol dalam satu laga. MONTEVIDEO—Mencetak empat gol dalam satu pertandingan bukan hal baru bagi Luis Suarez. Ia pernah melakukannya saat membela klub Belanda Ajax Amsterdam. Tapi, mencetak empat gol bagi negaranya, Uruguay, baru dilakukan Suarez saat mengempaskan Cile, 4-0, pada kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Amerika Selatan di Stadion Estadio Centenari, Sab-

tu (12/11) pagi WIB. “Ini pertama kali saya mencetak empat gol untuk tim nasional dan saya sangat bahagia,” ujar Suarez seperti dilansir Reuters. Suarez membawa Uruguay unggul pada menit ke-42 setelah menyambar umpan Egidio Arevalo Rios. Melalui bahunya, striker Liverpool itu menggandakan keunggulan pada pengujung babak pertama. Suarez kembali melambungkan Uruguay setelah menyundul umpan silang Alvaro Pereira untuk melengkapi hattrick-nya pada menit ke-67. Tujuh menit berselang, ia melesakkan gol keempatnya. Cile yang tampil tanpa bintangnya, Alexis Sanchez, sempat mengancam pertahanan Uruguay. Tapi, Diego Godin berhasil menghalau bola tersebut pada perpanjangan waktu. Penampilan Suarez pun mengundang decak kagum. Keberhasilan Suarez pun langsung dibandingkan dengan Lionel Messi yang lagi-lagi gagal menunjukkan ketajaman ketika membela Argentina. Ujung tombak Barcelona ini gagal mengantar Argentina meraih kemenangan dan harus puas bermain imbang 1-1 dengan Bolivia, Sabtu. Tak hanya itu, Suarez juga dianggap

mampu menjalankan peran sebagai pencetak gol ketika Diego Forlan harus absen. Bomber Uruguay lainnya, Edinson Cavani, sebenarnya tampil cukup baik pada laga tersebut. Tapi, striker Napoli ini kerap gagal mengonversikan peluang menjadi gol. Suarez pun menjadi pemain kedua yang mampu mencetak empat gol di kualifikasi Piala Dunia zona Amerika Selatan, setelah Romario melakukannya saat Brasil berhadapan dengan Venezuela 8 Oktober 2000 silam. Suarez juga tercatat sebagai pemain Uruguay pertama yang mampu membukukan empat gol dalam satu laga. Tak hanya di level timnas, di level klub, Suarez yang mengemas empat gol pada 11 laga di Liga Primer Inggris musim ini bersama Liverpool, tetap dianggap pemain terbaik klub. Ia memainkan peranan penting di skuat asuhan Kenny Dalglish. Inilah yang membuatnya dinobatkan sebagai pemain terbaik bulanan Liverpool untuk ketiga kalinya berturut-turut. Meski demikian, Suarez tetap bersikap merendah dengan segala pujian kepadanya. Hal terpenting, kata pemain berjulukan El Pistolero ini,

Madrid Iming-Imingi Vidic Rp 137 Miliar MADRID—Sejak memperkuat Manchester United (MU) pada 2005, Nemanja Vidic menjadi pilar utama di lini belakang dan posisinya belum tergantikan sampai saat ini. Performa gemilang bek asal Serbia ini menarik minat klub-klub top Eropa lainnya, termasuk Real Madrid, yang AP sudah tak sabar mendatangkan Vidic sejak beberapa musim lalu. Menurut Goal.com, Sabtu (12/11), Madrid masih berusaha mendatangkan Vidic dan bahkan sudah menyiapkan tawaran sekitar 10 juta pound atau Rp 137 miliar untuk memboyongnya pada akhir musim ini. Namun, MU kemungkinan kecil akan melepas Vidic yang saat ini menjadi kapten tim. Apalagi, Sir Alex Ferguson masih menjadikan Vidic sebagai pilihan utama. Pelatih asal Skotlandia itu lebih memilih melepas Rio Ferdinand yang kemampuannya dianggap sudah menurun karena faktor usia. Namun, Madrid diperkirakan masih punya peluang menggaet Vidic karena Ferguson juga pernah menegaskan tidak akan menahan pemain yang ingin hengkang, seperti pernah dilakukannya terhadap Cristiano Ronaldo yang kini membela Madrid. ● Nemanja Vidic ■ ed: endro yuwanto

hubungannya dengan sanksi itu. Kejadian itu sudah ditutup. Kami tak bermain seperti yang seharusnya kami lakukan,” katanya menegaskan. ■ ed: endro yuwanto

Mahaka Friendship

timnya mampu memenangi pertandingan. “Tak masalah siapa yang mencetak gol,” kata dia. Kemenangan ini mengantarkan Uruguay bercokol di puncak klasemen zona Amerika Selatan, Kualifikasi Piala Dunia 2014. Uruguay tak terkalahkan pada tiga laga dengan koleksi tujuh angka atau mengungguli Argentina yang baru meraih empat angka. Sementara itu, kiper Cile, Claudio Bravo, menolak pendapat yang menyatakan kekalahan timnya disebabkan tindakan indispliner lima pemainnya yang dihukum tak boleh tampil. Menurut dia, Cile layak kalah karena tampil kurang mengesankan. “Apa yang terjadi tak ada

● Luis Suarez AP

JAKARTA—Delapan tim sepak bola dan bulu tangkis berpartisipasi dalam Mahaka Friendship Tournament (MFT) 2011. Kedelapan partisipan ini berasal dari lingkungan grup Mahaka dan korporat relasi bisnis. Public Relations Manager Mahaka Group, Evita Yuniarti, mengatakan kedelapan tim sepak bola itu terdiri atas Mahaka Media, Republika, Bank BNI, XL, Telkomsel, Bank Bukopin, Axis, dan Esia. Sedangkan, delapan tim yang akan bertanding di cabang bulu tangkis adalah Mahaka Media, Republika, Bank Bukopin, Bank BNI, XL, Telkomsel, Advance, serta Suzuki. ‘’Tujuan digelarnya MFT ini tak lain untuk menjalin silaturahim dan keakraban. Baik antarunit kerja di internal Mahaka Group maupun para relasi bisnis,’’ ujar Evita, Sabtu (12/11). Hal senada juga dilontarkan Direktur Utama Mahaka Group, Erick Tohir. Menurut dia, Mahaka ingin memberi sesuatu yang berbeda selain hubungan baik yang sudah terjalin selama ini. “Selain memupuk sportivitas, MFT merupakan wahana untuk membangun keakraban dan hubungan yang lebih erat antarkaryawan dan para mitra bisnis,” katanya menjelaskan. Sementara itu, dalam pertandingan pembuka turnamen ini, tim sepak bola Bank BNI menundukkan tim Mahaka Media dengan skor meyakinkan, 4-0. ■ c19 ed: endro yuwanto

Skuat Garuda Kandas JAKARTA—Indonesia dipastikan tersingkir dari kualifikasi Piala Dunia 2014 setelah kembali menelan kekalahan dari tuan rumah Qatar, 0-4, dalam penyisihan Grup E Zona Asia di Doha, Qatar, Sabtu (12/11) dini hari WIB. Skuat Garuda tetap berada di posisi buncit klasemen grup akibat tak pernah menang di empat laga. Indonesia yang ditangani pelatih Wim Rijsbergen menempatkan kiper veteran Hendro Kartiko di laga tandang ini. Selain itu, pelatih asal Belanda yang menginginkan kemenangan itu menempatkan Bambang Pamungkas dan Boaz Solossa di lini depan. Sementara itu, dua pemain naturalisasi Greg Nwokolo dan Victor Igbonefo belum dapat dimainkan karena izin dari FIFA belum keluar. Dalam laga ini, tuan rumah Qatar mampu tampil lebih baik dan langsung menekan pertahanan Indonesia yang dimotori Hamka Hamzah. Gol pertama Qatar tercipta di menit ke-30 lewat Mohammed Razak. Gol kedua dicetak lewat tendangan penalti oleh Khalfan Ibrahim di menit ke-33. Penalti diberikan wasit kepada Qatar menyusul pelanggaran yang dilakukan oleh Hamka di kotak penalti. Di babak kedua, Qatar yang ditangani pelatih Sebastio Lazaroni memperbesar keunggulan lewat kaki Khalfan Ibrahim di menit ke-64 dan striker naturalisasi asal Uruguay, Andres Quintana, di menit-menit akhir. Sebenarnya, Indonesia sempat melahirkan sejumlah peluang melalui Toni Sucipto, Boaz, dan Firman Utina. Namun, semua peluang itu gagal membuahkan gol. Meski sudah pasti tersingkir, Indonesia masih menyisakan dua laga lagi, yakni melawan Iran dan Bahrain. Tim Merah Putih akan menjamu Iran di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (15/11).

IMAM BUDI UTOMO/REPUBLIKA

Satu Kaki Kroasia dan Irlandia di Putaran Final TALLIIN — Ketajaman striker veteran Robbie Keana agaknya belum sirna. Bomber LA Galaxy ini mengantar Republik Irlandia menjejakkan satu kaki di putaran final Piala Eropa 2012. Tampil di kandang Estonia dalam leg pertama babak play-off, Sabtu (12/11) dini hari WIB, Keane dan rekan-rekannya dengan

mudah menundukkan tuan rumah 4-0. Seperti dilansir ESPNStar.com, dua gol pembuka kemenangan Irlandia dihasilkan Keith Andrews di menit ke-13 dan Jonathan Walters pada menit ke-68. Keane lantas menyumbang sepasang gol. Setelah mencetak gol ketiga timnya di menit ke70, kapten Irlandia itu menuntaskan tugasnya selaku eksekutor penalti pada menit ke-87

■ antara ed: endro yuwanto

TERBANG Klasemen Grup E Iran Qatar Bahrain Indonesia

4 4 4 4

2 2 1 0

2 2 2 0

0 0 1 4

11-2 8-3 3-7 2-12

8 8 5 0

TIMUR NISAMETDINOV/AP

Striker sekaligus kapten timnas Irlandia, Robbie Keane (atas) terlihat seperti sedang terbang saat menghindari tekel dari bek Estonia, Andrei Stepanov, dalam laga leg pertama playoff Piala Eropa 2012, Jumat (11/11) di Tallinn, Estonia. Keane mencetak dua gol untuk mengantar Irlandia unggul telak, 4-0, atas tuan rumah.

yang sekaligus menjadi penutup pesta gol Irlandia di Tallinn. Kemenangan besar ini juga dibantu dua kartu merah yang diterima pemain Estonia, yakni Andrei Sepanov di menit ke-35 dan Raio Piiroja menit ke-77. Tugas Irlandia pun diperkirakan akan ringan di leg kedua, Selasa (15/11) nanti. Selain akan bermain di kandang sendiri di Stadion Aviva Dublin, kalah dengan selisih dua gol pun, skuat asuhan Giovanni Trappatoni itu masih bisa lolos. Jika mampu lolos ke putaran final, maka ini akan menjadi yang pertama bagi Irlandia sejak terakhir kali tampil di putaran final Piala Eropa 1988. Sementara itu, peluang Kroasia untuk memastikan diri lolos ke putaran final Piala Eropa 2012 juga sangat terbuka. Pasalnya, negara pecahan Yugoslavia itu menghantam tuan rumah Turki 3-0 pada leg pertama playoff di Stadion Ataturk Olympic. Ivica Olic memberi tim besutan Slaven Bilic awal yang manis ketika membuka kemenangan lewat golnya di menit kedua. Olic memaksimalkan umpan Vedran Corluka. Sundulan Mario Mandzukic menggandakan kemenangan Kroasia pada menit ke-32, sebelum Corluka menutup kekalahan telak Turki pada menit ke-51. ■ ed: endro yuwanto

MAHAKA FRIENDSHIP TOURNAMENT Dirut PT Republika Media Mandiri Erick Thohir (berdiri paling kanan) bersama Wakil Direktur PT Republika Media Daniel Wewengkang berfoto bersama kesebelasan PT Mahaka Media dengan Bank BNI di Lapangan Sepak Bola PTIK, Jakarta, Sabtu (12/11). Pertandingan bola dalam rangka Mahaka Friendship Tournament.

:: hasil pertandingan :: PLAYOFF LEG PERTAMA PIALA EROPA 2012 Sabtu (12/11) WIB Republik Ceska Estonia Turki Bosnia

2-0 0-4 0-3 0-0

Montenegro Irlandia Kroasia Portugal

KUALIFIKASI PIALA DUNIA 2014 ZONA AMERIKA SELATAN Sabtu (12/11) WIB Argentina Uruguay Kolombia Paraguay

1-1 4-0 1–1 2–1

Bolivia Cile Venezuela Ekuador

KLASEMEN SEMENTARA Uruguay Argentina Kolombia Paraguay Venezuela Ekuador Peru Cile Bolivia

3 3 2 3 3 2 2 3 3

2 1 1 1 1 1 1 1 0

1 1 1 1 1 0 0 0 1

0 1 0 1 1 1 1 2 2

9-3 5-3 3-2 3-4 2-3 3-2 4-4 2-5 4-7

7 4 4 4 4 3 3 3 1


Musa Jarullah Bigiev Pejuang Islam dari Negeri Beruang Merah

HUJJATUL ISLAM HLM B5

ADEN Jejak Kota Tua Makam Qabil dan Habil, dua putra Nabi Adam AS, diyakini berada di satu tempat di kota ini.

SITUS HLM B3

LOPEZ CASANOVA Bibel Mengantarnya pada Kebenaran Islam Ia menjadi seorang Muslimah karena kepercayaan dan keyakinannya terhadap Tuhan.

REPUBLIKA

MUALAF HLM B12

REPUBLIKA ● AHAD, 13 NOVEMBER 2011 ● B1

SATU DEKADE SETELAH PERISTIWA 9/11, KEHIDUPAN UMAT ISLAM DI AS KIAN MEMBAIK. JUMLAH PEMELUK ISLAM PUN TERUS BERTAMBAH.

Oleh Heri Ruslan

erangan terhadap menara World Trade Center (WTC) dan Pentagon pada 2001— dikenal dengan Peristiwa 9/11—telah mengubah kehidupan umat Islam di Amerika Serikat (AS). Peristiwa yang sempat membuat Muslim di negeri Paman Sam

S

NATIONSONLINE

itu hidup dalam ketakutan. Stereotip dan stigma buruk terhadap Islam menjangkit. Sebagian Muslim ada yang mengalami diskriminasi dan mendapat perlakukan yang tak adil. “Karena memiliki nama Muslim, seorang sopir taksi diserang hingga koma,” ujar Javid Tariq, komite eksekutif New York Taxi Workers Alliance. Menurut data Pew Research Center, sebanyak 29 persen umat Islam di AS harus berhadapan dengan pandangan negatif dari publik terhadap kaum Muslim. “Ada sekitar 20 persen Muslim yang mengaku mengalami diskriminasi, prasangka, dan mendapat tindakan tak adil,” tutur Gregory Smith, peneliti pada Pew Research Center. “Kaum Muslim di AS telah menjadi korban akibat peristiwa 9/11 itu. Padahal, ada ratusan Muslim yang juga menjadi korban dalam serangan itu,” ungkap Imam Omar Abu Namous, imam pada Islamic Center di New York. Di balik musibah, selalu ada berkah. Pascaperistiwa 9/11 itu jumlah pemeluk Islam justru bertambah pesat. “Saat ini jumlah pemeluk Islam diperkirakan lebih dari delapan juta jiwa,” kata Dr Sayyid M Syeed, tokoh Islamic Society of North America (ISNA), organisasi Muslim terbesar di negeri adidaya itu.

Rasa ingin tahu publik Amerika yang tinggi terhadap Islam telah membuat banyak warga negara itu memeluk Islam. “Setiap pekan ada puluhan orang yang mengucapkan dua kalimah syahadat di Islamic Center New York,” kata Imam Omar, ulama kelahiran Palestina. Tokoh Muslim dan ulama di AS berupaya keras untuk mengubah persepsi publik terhadap Islam. “Peristiwa 9/11 telah menarik saya dari mimbar kayu mohoni yang terasa hangat di masjid saya, yang hanya berjarak dua puluh blok ke arah utara dari ground zero di kota New York,” tutur Imam Feisal Abdul Rauf, imam Masjid al-Farah New York. Sang imam pun tampil dalam berbagai acara untuk menjelaskan Islam yang sebenarnya kepada publik AS. Hal serupa dilakukan Imam Yahya Hendi, cendekiawan Muslim yang berkhidmat sebagai ustaz di Georgetown University. Ia datang ke gereja, sinagog, kampus, dan berbagai seminar dan konferensi untuk member informasi yang benar tentang Islam. Satu dekade setelah Persitiwa 9/11, kehidupan umat Islam di AS kian membaik. Kebebasan menjalankan ibadah telah dinikmati kaum Muslim. Tak hanya itu, berdasarkan survei Pew Research Center, saat ini sebanyak 82

persen umat Islam di Amerika merasakan puas hidup di negara berpenduduk lebih dari 300 juta jiwa itu. Tak sekadar puas, 72 persen Muslim di AS sudah merasakan kehidupan yang amat baik. Kini, umat Islam— terutama generasi Muda—sudah mulai memiliki kesadaran untuk tak hanya menjadi tamu di AS. Mereka mulai aktif terjun ke pentas politik dan kehidupan publik. “Sekitar 99 persen, Muslim di AS bergelar doktor, master, dan sarjana. Sangat terdidik,” cetus Imam Yahya Hendi. Umat Islam, kini berperan dalam berbagai bidang kehidupan. Mereka telah menjadi bagian dari Amerika dan turut membangun negeri yang telah berusia 234 tahun itu. Kini, sudah ada dua Muslim yang menjadi anggota Kongres di AS. Tak cuma itu, ada pula Muslim yang menduduki jabatan penting di Gedung Putih. Pada 23-29 Oktober lalu, wartawan Republika bersama 18 jurnalis dari Asia Tenggara dan Asia Selatan dan Tengah mendapat undangan dari Washington Foreign Press Center Kementerian Luar Negeri AS untuk melihat kehidupan Muslim dalam program bertajuk “The Many Faces of Islam in America.” Laporannya disajikan pada tema utama Islam Digest edisi ini. ■


REPUBLIKA ● AHAD, 13 NOVEMBER 2011

B2

JEJAK KEJAYAAN ISLAM

di The Metropolitan Museum of Art HERI RUSLAN METROPOLITANMUSEUM

LEWAT BENDA-BENDA SENI YANG SPEKTAKULER ITU, THE METROPOLITAN MUSEUM OF ART MENCOBA UNTUK MENGAJAK PUBLIK DI AMERIKA DAN DUNIA BARAT UNTUK MENGENAL WARISAN PERADABAN ISLAM.

METROPOLITANMUSEUM

Oleh Heri Ruslan aryam Ekhtiar tampak begitu bersemangat. Tanpa kenal lelah, doktor jebolan Universitas New York itu mengajak para pengunjung The Metropolitan Museum of Art New York, Amerika Serikat (AS), menelusuri satu demi satu benda koleksi peninggalan Islam dari era keemasan. “Ini peninggalan Dinasti Abbasiyah,” ujar peneliti senior pada Departemen Seni Islam The Metropolitan Museum of Art sambil menunjuk pada sebuah Alquran tua yang dipajang di lemari pamer. Ia pun menjelaskan secara perinci sejarah dan asal-muasal setiap benda yang dipamerkan. Sejak 24 Oktober 2011, museum termasyhur di dunia itu memamerkan sebanyak 12 ribu benda peninggalan peradaban Islam yang bermula dari abad ketujuh hingga 19 M. Ke-12 ribu koleksi yang didapat Museum Metropolitan itu, baik dengan cara membeli maupun meminjam, mewakili setiap dinasti Islam yang pernah berkuasa di dunia. Koleksi peninggalan benda-benda bersejarah itu berasal dari tanah Arab, Turki, Iran, Asia Tengah, dan Asia Selatan. Koleksi benda bersejarah berupa Alquran, kitab, keramik, gelas, pedang, karpet, serta arsitektur yang ditampilkan di museum terkemuka di Negeri Paman Sam itu itu berasal dari era Dinasti Umayyah—dinasti pertama di dunia Islam— hingga zaman tiga kerajaan besar Islam, yakni Mughal (India), Safawiyah (Persia), dan Turki Usmani. Atas undangan Washington Foreign Press Center Kementerian Luar Negeri AS, saya bersama 18 wartawan dari Asia Tenggara dan Asia Selatan juga tamu undangan lainnya menghadiri acara gunting pita dan pembukaan 15 galeri yang menampilkan warisan peradaban Islam itu. Acara gunting pita pembukaan galeri baru karya seni dari tanah Arab, Turki, Iran, Asia Tengah, dan Asia Selatan itu berlangsung sederhana, namun penuh semangat. Sejumlah pejabat Kota New York menghadiri acara pembukaan itu. Berkali-kali kata “pencapaian monumental” diucapkan untuk menyebut benda-benda koleksi yang dihadirkan di The Metropolitan Museum of Art itu. Untuk menghadirkan galeri baru yang khusus menampilkan benda-benda peninggalan peradaban Islam itu, The Metropolitan Museum of Art New York menghabiskan dana sebesar 50 juta dolar AS atau sekitar Rp 450 miliar. Persiapannya pun memakan waktu selama delapan tahun, melibatkan sederet

M

METROPOLITANMUSEUM

kurator, pakar budaya, ilmuwan, seniman, dan perajin dari berbagai negara yang koleksinya ditampilkan di museum itu. Saya bersama tamu undangan yang lain mendapat kesempatan pertama untuk menikmati 12 ribu koleksi benda bersejarah warisan peradaban Islam itu pada Senin, 24 Oktober 2011. Galeri baru tersebut baru dibuka untuk umum pada 1 November 2011. “Kami ingin mendidik publik untuk mengenal warisan peradaban Islam dari abad pertengahan,” ujar Direktur The Metropolitan Museum of Art Thomas P Campbell kepada wartawan. Menurut dia, ke-15 galeri baru yang ditampilkan itu merupakan upaya untuk merekonstruksi jejak perjalanan peradaban Islam selama berabad-abad dari Timur Tengah ke Afrika Utara, Eropa, Asia Tengah, dan Asia Selatan. Campbel mengakui, betapa warisan peradaban Islam yang ditampilkan di museum itu begitu monumental. “Publik akan menemukan galeri penuh dengan karya-karya seni agung yang mampu membangkitkan pluralitas tradisi Islam dan fertilisasi ide silang secara besar-besaran dan bentuk-bentuk artistik yang telah memben-

tuk kita untuk berbagi warisan budaya,” papar Campbell. Begitu menginjakkan kaki di lantai dua Museum Metropolitan, suasana keislaman begitu kental terasa. Ke-15 galeri itu seakan merekonstruksi jejak kejayaan Islam lewat benda-benda sejarahnya. Lewat benda-benda seni yang spektakuler itu, The Metropolitan Museum of Art mencoba untuk mengajak publik di Amerika dan dunia Barat untuk mengenal warisan peradaban Islam. Galeri pertama yang akan kita kunjungi adalah galeri perkenalan atau pengantar yang memajang beragam karya seni monumental dari seluruh dinasti Islam. Di galeri pengantar itu, Anda bisa menyaksikan dan mengenal beragam benda seni bernilai tinggi dari zaman era keemasan Islam, mulai dari tembikar, karpet dan tekstil, seni permata, kaligrafi, lukisan, dan elemen arsitektur. Saya hanya bisa berdecak kagum melihat benda-benda seni bersejarah itu. Perasaan yang sama juga membuncah di hati Imam Abdallah Adhami, presiden Sakeenah, sebuah lembaga pendidikan nonprofit di New York yang mengajarkan tentang ilmu-ilmu keislaman. “Saya sangat bangga dan mengapresiasi HERI RUSLAN

hadirnya galeri ini,” tuturnya. Menurut Adhami, kehadiran galeri yang menampilkan warisan peninggalan Islam itu merupakan bukti pengakuan dunia Barat terhadap kejayaan yang ditorehkan dunia Islam. “Saya berharap, hadirnya galeri ini bisa menjadi pintu dialog bagi dunia Barat untuk mengenal Islam.” Maryam Ekhtiar mengajak kami telusuri satu demi per satu galeri yang ada. Di galeri 451, dipajang beragam benda seni dan peninggalan dari Dinasti Umayyah dan Abbasiyah dari abad ketujuh hingga 13 M. Dinasti Umayyah adalah kekaisaran Islam pertama yang berkuasa dari 661–750 M, Damaskus menjadi pusat pemerintahannya. “Sedangkan Abbasiyah adalah dinasti Islam yang berpusat di Baghdad, Irak, dan berkuasa dari 750 hingga abad ke-13 M,” tutur ahli dalam bidang budaya dan seni Persia itu. Di galeri ini, saya bisa melihat langsung Alquran dari zaman Abbasiyah yang ditulis dalam gaya kufi. Selain itu, beragam produk tekstil yang dihasilkan kota-kota di bawah kekuasaan Dinasti Abbasiyah, mulai dari Yaman hingga Mesir. Benda seni bernilai tinggi lainnya yang dipajang di galeri 451 itu berupa tembikar lukis, kayu pintu dari Samarra (Irak), seni logam, dan sejumlah gelas yang cantik. Galeri berikutnya yang tak kalah menakjubkan bertema Iran dan Asia Tengah. Di galeri 453 itu, dihadirkan benda-benda seni dan peninggalan dinasti Islam yang berkuasa di Iran dan Asia Tengah dari abad kesembilan hingga 13 M. Saya diajak untuk mengenal pengaruh gaya Abbasiyah pada dinasti-dinasti Islam yang ada di wilayah itu. Dalam galeri ini, pengunjung akan diajak untuk menyaksikan pencapaian artistik yang pernah ditorehkan Dinasti Ghaznawiyah pada abad ke-11 M dan Kesultanan Seljuk pada abad ke-12 M. Aneka keramik bertarikh abad ke-12 dari Kashan dan Rayy (Iran) sungguh memesona. Yang tak kalah menarik adalah dupa perunggu berbentuk singa dari abad ke13, peninggalan Amir Saif Al-Din Muhammad Al-Mawardi, penguasa Seljuk. ■

Peradaban Islam Era Mesir dan Suriah aleri mencoba merekonstruksi kehidupan peradaban Islam di Mesir dan Suriah pada abad ke-10 hingga 16 M. Di galeri 454 ini, pengunjung diajak untuk melihat warisan perdaban tiga dinasti Islam yang pernah berkuasa di kawasan Mesir dan Suriah, yakni Fatimiyah yang bertakhta pada 909 hingga 1171 M, Ayyubiyah berkuasa pada 1169 hingga 1260 M, dan Mamluk yang memerintah dari 1250 hingga 1517 M. “Kairo telah memainkan peranan penting dalam kehidupan seni di dunia Islam selama berabad-abad,” papar Ekhtiar. Pada masa kekuasaan Mamluk, misalnya, Kairo menjelma menjadi kota paling kaya di Timur Dekat dan menjadi pusat aktivitas intelektual dan seni di dunia Arab. Di galeri ini, Anda bisa menyaksikan hiasan kayu, emas perhiasan dari periode Fatimiyah, tekstil, logo hias yang indah, kaca berenamel dari periode Mamluk, dan keramik cat yang memesona.

G

Tujuan berikutnya adalah galeri 456. Di sini, dihadirkan sebuah tiruan istana Maroko yang menawan. Seakan-akan kita berada dalam sebuah istana bergaya Maroko yang sebenarnya. Ukiran-ukiran pada kayu, langit-langit, dinding, air mancur, hiasan, serta dekorasinya merupakan bentuk asli dari istana Maroko. The Metropolitan Museum of Art sengaja mendatangkan seniman dan perajin dari Fez, Maroko, untuk menghadirkan istana yang indah itu. Jejak kejayaan Islam di Spanyol, Afrika Utara, dan Mediterania Barat disajikan secara khusus dalam galeri 457. Benda-benda yang dihadirkan dalam galeri ini berasal dari abad kedelapan hingga 19 M. Yang paling menarik adalah karya seni warisan dari era keemasan Islam di Cordoba, Spanyol. “Kami meminjam beberapa koleksi yang ditampilkan dalam galeri ini dari masyarakat Hispanik Amerika,” papar Ekhtiar. Jika Anda ingin melihat kehebatan karpet atau permadani serta produk tekstil buatan Dinasti Turki Usmani—yang pernah menjadi

penguasa dunia dari abad ke-14 hingga 20 M—maka berkunjunglah ke galeri 459 dan 460. Di sebelah kiri galeri itu, Anda bisa menyaksikan kemegahan Kamar Damaskus dari abad ke-18 M. Kehebatan dinasti-dinasti yang menguasai Iran dan Asia Tengah dari abad ke-13 hingga 16 M serta warisan yang ditinggalkan Dinasti Safawiyah dari abad ke-16 M. Benda-benda seni bersejarah karya Dinasti Mongol, Turkmen, Timurid, dan Uzbek dari abad ke-13 hingga 16 M sungguh memukau. Sedangkan, peninggalan Dinasti Mughal yang pernah menguasai Asia Selatan atau Anak Benua India disajikan secara khusus di galeri 463. Di tempat itu ditampilkan beragam karya seni dan peninggalan dari abad ke-16 hingga 19 M. Semoga dengan hadirnya galeri baru itu, publik di Amerika dan Barat bisa tertarik untuk memahami Islam sehingga pandangan buruk sebagian publik di Barat terhadap Islam bisa terkikis. ■

METROPOLITANMUSEUM

kabar


REPUBLIKA ● AHAD, 13 NOVEMBER 2011

B3

n e d A Jejak Kota Tua MAKAM QABIL DAN

HABIL, DUA PUTRA

NABI ADAM AS,

DIYAKINI BERADA DI SATU TEMPAT DI KOTA INI.

YEMENFOX

TRIALX

WEBSHOTS

alam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, “Akan muncul dari Aden Abyan, 12 ribu orang yang menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka adalah sebaik-baik orang di antaraku dan mereka.” (HR Ahmad: 2918, 2079 dan AthThabrani dalam Al-Kabir: 11029 (11/56). Dalam hadis di atas tercantum kata “Aden”. Menurut Dr Syauqi Abu Khalil dalam Athlas Hadith al-Nabawi, Aden adalah pelabuhan di Laut Arab (Teluk Aden), yang terletak di ujung selatan Yaman. “Ia merupakan pasar Arab Kuno,” ujar Syauqi. Menurut pakar hadis itu, Abyan masuk dalam wilayah Aden dan termasuk Provinsi Yaman Kuno. Jarak Abyan ke Aden mencapai 12 mil atau 19,3 kilometer. Syauqi berpendapat, daerah itu dinamakan Aden karena berasal dari kata “Adana bil makan” yang artinya menjadikan sesuatu sebagai tempat tinggal. Al-Allamah al-Hazimi dalam Al-Amakin au Mattafaqa Lafzhuhu mengungkapkan, Aden yang dimaksud dalam hadis di atas adalah sebuah kota  di Yaman yang terkenal: Aden Abyan. Al-Allamah Ibnul Atsir alJazari dalam An-Nihayah fii Gharibil Hadits, menyebutkan, Aden merupakan sebuah kota pelabuhan. Sedangkan Abyan adalah desa di tepi laut dari arah Yaman. Al-Imam al-Mu’tamir bin Sulaiman atTaimi al-Bashri berpendapat, pasukan yang disebut dalam hadis di atas akan bergabung di Kota A’maq (kota di utara Damaskus) bersama pasukan Islam untuk berperang melawan tentara Romawi pada akhir zaman sebelum munculnya Dajjal. Al-Allamah Yaqut al-Hamawi dalam Mu’jamul Buldan mengatakan, Kota A’maq disebutkan dalam hadis tentang penaklukan Konstantinopel. Hadis yang dimaksud Yaqut adalah sabda Rasulullah yang mengatakan bahwa Kota A’maq dan Dabiq menjadi tempat munculnya pasukan Romawi. Rasul SAW bahkan menegaskan dalam hadis yang diriwayatkan Muslim dan Ibn Hibban tersebut bahwa kiamat tidak akan terjadi sebelum pasukan Romawi turun di salah satu atau kedua kota tersebut. “Tidak akan terjadi hari kiamat sebelum pasukan Romawi turun di kota A’maq atau kota Dabiq kemudian dihadapi oleh pasukan (muslimin) dari Madinah dari CK IMAGESHA sebaik-baik penduduk bumi pada hari itu …” (HR. Muslim: 5157, Ibnu Hibban dalam Shahihnya: 6813 [15/224]).

D

Adapun peran pasukan Aden dalam peperangan tersebut dijelaskan dalam atsar riwayat Al-Imam Abdur Razzaq ashShan’ani dalam Jami’ Ma’mar bin Rasyid 1433 (4/174). Abdullah bin Amr bin al-Ash berkata, “Romawi akan memiliki raja yang mereka taati atau yang hampir tidak pernah didurhakai. Kemudian mereka turun di tempat demikian dan demikian (kota A’maq dan kota Dabiq), Abdullah berkata, “Aku tidak melupakan tempat tersebut.” Kemudian beliau berkata, “Kaum mukminin ketika itu saling meminta bantuan kepada yang lainnya sampai akhirnya penduduk Aden Abyan membantu mereka di atas air sumur-sumur mereka ....”

LIBRARY.UQ.EDU.AU

●●●

Kini, Aden adalah sebuah kota tepi laut di Yaman, terletak di arah timur menjelang Laut Merah (Teluk Aden), sekitar 170 kilometer arah timur Bab al-Mandeb. Ia memiliki sebuah pelabuhan kuno legendaris, terletak di kawah gunung nonaktif yang sekarang membentuk semenanjung. Pelabuhan tersebut, Front Bay, pertama kali dimanfaatkan oleh sebuah kerajaan kuno, Awsan, antara abad ke-5 dan 7 SM. Dulu, Aden merupakan ibu kota Republik Demokratis Rakyat Yaman sampai negara tersebut bersatu dengan Republik Arab Yaman. Pada masa tersebut, Kota Aden dinyatakan sebagai zona perdaganan bebas. Legenda lokal di Yaman menyebutkan bahwa sejarah Aden berusia sama tua dengan sejarah manusia. Bahkan, makam Qabil dan Habil, dua putra Nabi Adam AS diyakini berada di satu tempat di kota ini. Dalam buku Ying-yai Sheng-lan, The Overall Survey of the Ocean’s Shores (Ma Huan, 1433) dituliskan pada 1421, Kaisar Dinasti Ming Cina, Yongle, memerintahkan dua utusannya, Li Xing dan Zhou Man, dari Zheng He untuk menyampaikan sebuah dekrit kerajaan dengan membawa penutup kepala serta jubah untuk dianugerahkan pada Raja Aden. Para utusan tersebut berangkat dengan tiga kapal harta karun dan berlayar dari Sumatra ke Pelabuhan Aden. Ma Huan (1380-1460) adalah seorang musafir Islam sekaligus penerjemah yang menemani tiga dari tujuh ekspedisi Zheng He ke Samudera Barat, termasuk ke Pelabuhan Aden. Musafir yang memiliki nama pena Mountain-woodcutter itu mempelajari bahasa Arab agar mampu menerjemahkan. Konon, ia adalah non-Muslim yang kemudian masuk Islam. Sejarah klasik Aden mulai terekam saat pelaut Portugis Vasco da Gama (1460/69-1524) menemukan rute sekitar Tanjung Harapan pada 1497. Enam belas tahun kemudian, kapten Portugis lainnya, Afonso d’Albuquerque (1453-1515), menangkap makna strategis Aden dan mencoba menaklukannya. Namun, ia gagal karena Aden yang pada waktu itu berada di bawah kekuasaan Bani Taher terbentengi dengan baik. Aden pernah diduduki oleh Portugis pada 1513-1538 dan 1547-1548, serta oleh Kesultanan Utsman pada 1538-1547 dan 1548-1645. Setelah itu, ia dikuasai Kesultanan Lahej di bawah kepemimpinan

Gerbang Yaman Menuju Dunia ada permulaan abad ke-16 M, seorang Italia Lodovico di Varthema yang juga dikenal dengan nama Barthema and Vertomannus (1470-1517) menulis, “Aden adalah sebuah kota yang perkasa dan kuat dan saya hampir tidak pernah menemukan kota sepertinya sepanjang hidup saya .… Jangkar kapal-kapal besar di pelabuhannya berasal dari India, Ethiopia, atau Persia.” Dalam laman portofaden.net disebutkan, popularitas Aden didongkrak oleh pelabuhannya. Kisah kota berpenduduk 800 ribu jiwa (2005) ini sebagai pusat perdagangan telah dimulai sejak ribuan tahun lalu, termasuk kunjungan Marco Polo dan Ibn Batuta pada abad 11 dan 12 M. Pada 1800-an, Aden tumbuh sebagai pelabuhan pengisian bahan bakar kapal dengan cadangan persediaan batu bara dan air untuk kapal-kapal uap. Layanan pelabuhan dikembangkan setelah Terusan Suez dibuka pada 1869 sehingga pada 1950-an Aden tumbuh menjadi bungker kapal dan pusat perdagangan bebas pajak tersibuk di dunia. Pada 1970, ketika Terusan Suez ditutup sampai 1975, produktivitas Aden menurun akibat persaingan ketat dari pelabuhan-pelabuhan baru di kawasan tersebut dan perubahan pola perdagangan. Dermaga baru dibutuhkan di Aden untuk memenuhi tuntutan kargo modern. Dermaga tersebut dibangun pada akhir tahun 1980-an di pangkalan Ma’alla. Setelah lebih dari 150 tahun disibukkan dengan aktivitas komersil, Aden pada akhirnya memiliki kapasitas dan peralatan untuk menangani berbagai jenis kargo kering. Secara geografis, pelabuhan Aden terdiri dari tiga area, yakni bagian luar, pelabuhan minyak, dan pelabuhan bagian dalam. Zona penggunaan Aden terdiri atas pangkalan kontainer dan pangkalan multifungsi Ma’alla, pangkalan kontainer Aden, pelabuhan minyak, dan pelabuhan penangkapan ikan. Perusahaan kilang minyak Aden terletak di pelabuhan minyak. Pelabuhan Aden dan pelabuhanpelabuhan Yaman lainnya dikelola oleh perusahaan negara bernama Otoritas Pelabuhan Yaman (Yemen Ports Authority/YPA) atau Yemen Gulf of Aden Ports Corporation. Aden kini dikui sebagai sumber daya nasional dengan potensi yang besar dan bahkan digambarkan sebagai pintu gerbang Yaman menuju dunia. Untuk menangani kapalkapal kontainer terbesar dunia, dibangunlah ATC (Aden Container Terminal) di Pantai Utara wilayah tersebut.

P

para imam Zaidi di Yaman. Pada masa itu, Aden hanyalah sebuah desa kecil dengan populasi 600 orang dari suku Arab, Somalia, Yahudi, dan India. Pada 1838, Sultan Muhsin bin Fadl dari Kesultanan Lahej memberikan 19 km2 wilayahnya, termasuk Aden, kepada Britania. Pada 19 Januari 1839, Persekutuan Britania India Timur mengirim marinirnya ke Aden untuk menduduki wilayah tersebut dan menghentikan sejumlah penyerangan melawan pelayaran Britania ke India yang dilakukan para perompak. Sejak itu, Aden berada di bawah pendudukan Britania India hingga 1967. Di bawah pimpinan seorang kapten Inggris bernama Stafford Bettesworth Haines dari Angkatan Laut India, pendudukan Britania mengubah Aden. Dari sebuah desa berpopulasi 600 jiwa, ia berkembang menjadi sebuah kota dengan populasi sekitar 20 ribu jiwa hanya dalam waktu beberapa tahun. Pada 1937, Aden dilepaskan dari India dan menjadi sebuah koloni atau protektorat Kerajaan Britania, disebut Koloni Aden. Sebelumnya, wilayahnya dikenal dengan sebutan Pemukiman Aden (Aden Settlement). Pergantian pemerintahan membuat mata uang rupee yang digunakan sebelumnya diganti dengan shilling Afrika Timur. Wilayah aslinya diperluas 13 km2 ke wilayah Pulau Perim (pulau vulkanik di Selat Mandeb yang menjadi salah satu pintu masuk ke Laut Merah) pada 1857 dan 73 km2 dari wilayah Kepulauan Khuriya Muriya (terdiri dari lima pulau di Laut Arab) pada pertengahan abad ke-19, serta 108 km2 dari wilayah Kamaran (pulau di Laut Merah yang dikontrol Yaman) pada 1915. Karena posisinya yang strategis, Aden menjadi ibu kota Republik Rakyat Yama Selatan yang berganti nama menjadi Republik Demokratis Rakyat Yaman pada 1970. Namun, dengan penyatuan wilayah utara dan selatan Yaman pada 1990, Aden tidak lagi menjadi ibu kota nasional. Ia menjadi ibu kota dari wilayah Provinsi Aden, meliputi wilayah yang sama dengan wilayah koloni Aden. ■ c15 /berbagai sumber ed: heri ruslan

■ c15/berbagai sumber ed: heri ruslan

TOURISTSPOTS

situs


g

-

arsitektur

B4 PANORAMIO

REPUBLIKA ● AHAD, 13 NOVEMBER 2011

n a d e M n u h s a M l A a y a R d Masji

Kemegahan Kesultanan Islam Melayu

IRSAN MULYADIA/ANTARA

ARSITEKTURNYA MENGOMBINASIKAN GAYA TIMUR TENGAH, INDIA, DAN SPANYOL.

IRSAN MULYADIA/ANTARA

i Pulau Jawa, Masjid Demak menjadi masjid legendaris karena diyakini dibangun oleh Sunan Kalijaga saat menyebarkan Islam di tanah Jawa. Di sudut lain nusantara, di Pulau Andalas, berdiri pula sebuah masjid tua peninggalan sebuah kesultanan Islam Melayu. Masjid dengan eksterior krem-hijau itu bernama Al Mashun. Masjid Raya ini mulai dibangun pada 1 Rajab 1324 atau 21 Agustus 1906 di bawah perintah Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah, sultan Deli yang berkuasa pada 1873–1924 M. Masjid ini rampung dan digunakan pertama kali untuk shalat Jumat pada 25 Sya’ban 1329, bertepatan dengan 10 September 1909. Lokasi Masjid Al Mashun hanya berjarak 200 meter dari Istana Maimoon, tempat tinggal Sultan Makmun Al Rasyid. Karena itu, masyarakat percaya dahulu masjid ini merupakan bagian dari kompleks Istana Maimoon. Istana tersebut selesai dibangun pada 26 Agustus 1888 dan mulai digunakan pada 18 Mei 1891. Pada awalnya, arsitek pembangunan masjid tersebut adalah seorang Belanda bernama van Erp yang juga desainer Istana Maimoon. Namun, kemudian, van Erp ditugaskan membantu proses restorasi Candi Borobudur di Jawa Tengah sehingga pekerjaannya dilanjutkan oleh arsitek yang juga berkebangsaan Belanda, bernama Adolf J Dingemans. Sebagian sumber menyebutkan, selain Dingemans, ada satu lagi arsitek yang terlibat, yakni Klingenberg. Masjid Al Mashun dibangun menggunakan dana kompensasi dari tanah milik Kesultanan Deli yang digunakan sebagai perkebunan tembakau oleh pengusaha perkebunan asal Belanda, Nienhuys, pada 1865. Sumber lain menambahkan, tokoh penting kelompok Cina yang kaya raya kala itu, Chong A Fie, ikut mendanai pembangunan masjid itu.

D

●●●

Bangunan Masjid Al Mashun memiliki desain simetris, yang terbagi menjadi lima bagian dengan sebuah kubah di setiap bagiannya. Bagian utama yang berfungsi sebagai ruang shalat berada di bagian tengah (disebut sahn) dan dinaungi kubah berukuran besar, sementara empat bagian lainnya adalah serambi dan pintu masuk masjid yang masing-

masing terhubung dengan selasar kecil (disebut mugatha/suntuh). Keempat bagian ini berada di bagian terluar masjid dan mengelilingi ruang shalat utama dengan kubah berukuran lebih kecil di setiap sudutnya. Seluruh puncak kubah dihiasi ornamen bulan sabit. Salah satu keunikan konstruksi yang membedakannya dari masjid kebanyakan adalah kubahnya. Dasar kubah Masjid Al Mashun tidak berbentuk lingkaran, tetapi oktagonal (persegi delapan) sehingga menghasilkan delapan sudut di lengkungan kubahnya. Selain itu, kubah Masjid Al Mashun dibuat lebih pipih, tidak secembung kubah masjid pada umumnya. Karakteristik kubah-kubah ini sama dengan yang ada di bangunan Istana Maimoon. Bedanya, kubah Istana Maimoon berdasar persegi empat. Kubah-kubah Masjid Al Mashun semakin elegan dengan warna gelap menyerupai warna batuan alam. Motif ukir di seluruh permukaannya berbentuk petak-petak persegi panjang menyerupai susunan bata, membuatnya seolah terbuat dari susunan batu yang telah dibentuk dan dihaluskan. Pada sumbu mihrab dan serambi bagian depan yang terletak di sebelah timur, terdapat gerbang. Keberadaan gerbang tersebut memperkuat arah posisi kiblat. Desain ini diduga mendapat pengaruh kuat dari arsitektur masjid-masjid kuno di India, Arab, dan Mesir. Terpisah dari bangunan masjid, terdapat sebuah gerbang utama dengan arsitektur India. Berwarna dan bermotif senada dengan bangunan utama masjid, gerbang ini terbentuk dari unit balok beratap datar. Bagian tengahnya menjorok ke depan di mana terdapat pintu akses masuk area masjid. Pintu ini dihiasi lengkungan patah berhias ornamen ukir. Pada sisi kanan (sebelah timur laut) masjid, terdapat sebuah menara dengan bentuk yang unik. Bangunan berbentuk bujur sangkar menjadi landasan berdirinya menara silindris. Sekilas menara tersebut berbentuk silinder, namun seperti bangunan masjidnya, ia menjulang dengan delapan sudut. Badan menara prisma oktagonal itu dipenuhi ornamen ukir elegan yang merupakan kombinasi dari gaya Mesir, Iran, dan Arab. Puncaknya berbentuk runcing seperti puncakpuncak menara di Mesir. ■ c15 ed: heri ruslan IRSAN MULYADIA/ANTARA

Perpaduan Gaya Timteng, India dan Spanyol asjid seluas tidak kurang dari 5.000 meter persegi ini memiliki gaya arsitektur yang diadopsi dari budaya Timur Tengah, India, dan Spanyol, serta mampu menampung sekitar 1.500 jamaah. Dibangun di atas lahan seluas 18.000 meter persegi, bangunan utama Al Mashun mirip bangunan masjid kuno di Timur Tengah. Di sekitarnya, terhampar halaman seluas lebih dari satu hektare, membuat masjid kebanggaan Muslim Medan ini terlihat kokoh dan megah. Saat berada di dalam ruang utama, kemegahan itu semakin jelas terhampar di setiap sudut interiornya. Kabarnya, Sultan Makmun Al Rasyid mendatangkan sejumlah material dari Italia dan Jerman untuk dekorasi interior Masjid Al Mashun tersebut. Seperti di bagian tengah ruang utama masjid, terdapat delapan tiang marmer berdiameter 0,6 meter yang menjadi penopang kubah utama. Marmer-marmer tersebut konon berasal dari Italia. Dinding antartiang dibentuk melengkung dengan tepian berhias ornamen. Motif ornamen berwarna merah dengan warna dasar senada, di atasnya disapukan 10 setrip tebal berwarna putih menghasilkan kombinasi warna yang kontras, sementara di bagian ceruk cekungan berhias ornamen berwarna merah dan emas, menambah kesan megah dari kilau pantulan cahaya yang menimpanya. Langit-langit ruang shalat di luar area kubah dipenuhi lukisan ornamen dengan dominasi warna kuning. Di beberapa titik, ornamen kuning itu ditindih oleh ornamen bunga berwarna hijau. Warna kuning pada langit-langit itu menambah temaram nyala lampu-lampu yang bergantung di beberapa sudut ruangan. Di dinding sebelah barat, mihrab menjadi daya tarik tersendiri karena tampak megah dengan pilihan warna hijau dan kuning keemasan. Mihrab ini diatapi oleh kubah runcing dengan motif belang seperti yang banyak digunakan oleh kerajaan Mesir Kuno. Selain itu, pengaruh gotik tampak pada

M

bagian atas jendela yang berambang patah. Di bagian atasnya terdapat bukaan berbentuk lingkaran yang menciptakan aksen klasik dan antik. Kaca berwarna pada jendelajendela di ruang utama masjid menguatkan kesan tersebut. Ruangan tersebut juga dihiasi banyak motif bunga dan tumbuhan, bukan kaligrafi seperti dijumpai di banyak masjid. Sebuah jam besar dengan pola bunga pemberian Ratu Wilhelmina melengkapi motif interior tersebut. Masih di ruang utama, terdapat sebuah mimbar yang juga terlihat mewah dengan material marmer yang mewarnai beberapa bagiannya, seperti tangga dan pagarnya. Bagian lain mimbar, juga empat pintu utama dan delapan jendela serambi, terbuat dari kayu jenis merbau berukir. Hingga kini kayukayu tersebut tetap utuh. ●●●

Sebagai bangunan tua, pengelola masjid dan Pemerintah Kota Medan memberikan penanganan khusus terhadap masjid ini. Penanganan itu salah satunya dijelaskan oleh pengumuman yang terpampang di depan gerbang utama masjid, yang berisi tujuh larangan. Pengunjung masjid dilarang memasukkan segala jenis kendaraan, memakai alas kaki, berjualan dan melakukan aktivitas olahraga di dalam kompleks masjid, meludah di atas lantai, membuang sampah sembarangan, serta merokok. Yang melanggar dianggap melanggar Pasal 406 Ayat 1 KUHP. Ancamannya, penjara dua tahun delapan bulan. Sejak dibangun hingga kini, masjid ini belum pernah direnovasi atau dipugar karena renovasi dikhawatirkan akan merusak nilai-nilai seni dan arsitektur asli bangunan. Perbaikan hanya pernah dilakukan dengan menambah sarana pendukung masjid, seperti tempat wudhu dan pagar atau penanaman pohon untuk memperindang area parkir yang ada di depan masjid. Itulah sebabnya masjid tertua di Medan ini tetap utuh seperti bentuk aslinya meski telah berusia 102 tahun. ■ c15 ed: heri ruslan


hujjatul islam

REPUBLIKA ● AHAD, 13 NOVEMBER 2011

B5 GITTIGIDIYOR

MUSA JARULLAH BIGIEV

Pejuang Islam dari Negeri Beruang Merah HABER10

IA MEMIMPIKAN PERSATUAN MUSLIM DARI SELURUH NEGARA SEBAGAI

UMMAH YANG KUAT.

ak banyak orang yang tahu jejak kehidupan Musa Jarullah Bigiev atau Musa Yarullah Bigi, bahkan di negaranya sendiri. Padahal, ia ialah seorang ulama besar dari negeri beruang merah, Rusia. Tak sekadar ulama, Bigi juga bergelar filsuf, jurnalis, politikus, pendidik, dan penulis. Ia merupakan tokoh Muslim yang mencurahkan hidupnya untuk mempertemukan Islam dengan perkembangan modern. Bigi menghabiskan hidupnya untuk berjuang membebaskan negara-negara Islam dari imperialisme dan kolonialisme Barat. Ia memimpikan persatuan Muslim dari seluruh negara sebagai ummah yang kuat. Tak heran bila sosok Bigi dikenal sebagai ulama berorientasi Pan-Islam (gerakan yang memperjuangkan kesatuan Muslim di bawah pemerintahan negara Islam). Sebagian pihak menilainya mengusung aliran keras. Di negara asalnya, karyakaryanya tidak dipelajari setelah tahun 1930-an karena dinilai berbahaya bagi ideologi masyarakat Uni Soviet. Bahkan, namanya dihapuskan dari seluruh dokumen, ensiklopedia, serta kurikulum sekolah dan universitas. Meski sangat dikenal oleh kalangan Muslim kontemporer di Rusia, Turki, Timur Tengah, India, dan Asia Tengah, kehidupan dan karya intelektual Bigi tidak dikenal oleh mayoritas Muslim modern serta cendekiawan dari negara Barat. Nama Bigi pun menghilang dan terlupakan, bahkan di sejumlah negara Arab, termasuk Afghanistan dan India, yang menjadi

T

saksi perjuangannya membebaskan negaranegara Islam dari kolonialisme Barat dan imperialisme. Penelitian tentang ulama ini pun tidak berkembang di Rusia. Satu-satunya karya akademik tentang Bigi di Rusia adalah Possledniy Bogoslov: Jizn i Nassledie Musi Jarullaha Bigieva (The Last Tatar Theologian: The Life and Heritage of Musa Jarullah Bigiev), yang ditulis seorang sarjana bernama Aydar Khairetdinov pada 1999. Beberapa sarjana Turki, seperti ‘Abdullah Battal-Taymas, Ahmet Kanlldere, Mehmet Gormez, Ibrahim Mara, dan beberapa lainnya pernah menulis tentangnya, namun hanya terbatas pada biografinya. Pemikiran dan ide-ide unik Bigi, serta pengaruhnya bagi umat Islam hingga kini menjadi peninggalan yang tidak banyak dianalisis. Selain itu, literatur yang mengulas tentangnya dalam bahasa Inggris sangat terbatas. Padahal, Bigi memublikasikan 64 buku yang rata-rata ditulisnya dalam bahasa Arab di sepanjang hidupnya. Tulisan-tulisannya berkaitan dengan banyak hal, seperti isu yurisprudensi Islam, akidah, ilmu Alquran, ilmu hadis, literatur, ekonomi, hukum, politik, dan sejarah. Ia juga menulis dalam bahasa Turki, yang berbicara tentang kehidupan keagamaan, sosial, pendidikan, serta kehidupan politik Muslim Rusia.

GITTIGIDIYOR

mendidik mereka untuk menjadi ulama. Saat itu, Rostov-on-Don adalah sebuah pusat bisnis dan banyak dihuni penduduk etnis Rusia sehingga tidak kondusif bagi pembelajaran Islam. Bigi pun dikirim ibunya ke sebuah kota bernama Qazan. Di kota itu, Bigi menjadi murid sekolah agama lokal yang terkenal, Apanay, serta Madrasah Husainiya. Ensiklopedi Oxford menyebutkan bahwa di Qazan, Bigi belajar di Madrasah Kulbue dan keluar sebelum menamatkan pendidikannya di sana. Dua tahun di Qazan, Bigi pulang ke Rostov-on-Don dan masuk Gimnasium Sains Rusia. Lulus pada 1895, ia kemudian pergi ke Bukhara untuk belajar Islam. Setelah empat tahun di sana, Bigi kembali pulang dan pergi lagi memulai perjalanan panjang ke Timur Tengah. Ia mengawalinya dari Istanbul, kemudian berlanjut ke Mesir, dan memilih Al Azhar sebagai tempat belajarnya. ■ c15 ed: heri ruslan

●●●

Bigi lahir pada 24 Desember 1875 (sebagian menyebutnya lahir pada 1874) di Novo-Cherkassk, sebuah kota Rusia dekat Rostov-on-Don. Ayahnya, Yarullah Devlikam, adalah seorang mullah keturunan keluarga kaya raya dari Dusun Kikine, Provinsi Penza, yang meninggal saat Bigi masih berusia enam tahun. Ibunya bernama Fatimah, yang merupakan putri seorang kepala madrasah di Kikine. Sepeninggal suaminya, ibu Bigi berjuang membesarkan ia dan kakaknya, Zahir, dan

BELAJAR PADA MURID AL-AFGHANI eorang biografer bernama Alimcan elIdrisi, seperti dikutip Elmira Akhmetova dalam Musa Jarullah Bigiev: Political Thought of a Tatar Muslim Scholar, menyatakan Bigi tidak bisa mengandalkan madrasah-madrasah yang telah menjadi level pendidikan lazim di dunia Islam kala itu. Bigi berupaya belajar dengan caranya sendiri. Dia memanfaatkan pengetahuan beberapa cendekiawan terkenal. Di Mesir, Bigi belajar pada Syekh

S

ACILKITAP

Muhammad Bakhit al-Muti’i (wafat 1935), salah satu cendekiawan paling berpengaruh di sana, yang juga murid dan pengikut pemikiran Jamaluddin al-Afghani. Ia juga pernah mengikuti kelas Muhammad Abduh (1849-1905). Di negara itu pula, Bigi menghabiskan banyak waktunya di Perpustakaan Nasional untuk meneliti sejarah studi Alquran. Ia lalu pergi ke Makkah untuk berhaji dan menetap di sana selama dua tahun untuk mempelajari Alquran dan kehidupan Nabi Muhammad SAW. Ia lalu hijrah ke India dan menghabiskan satu tahunnya di Uttar Pradesh untuk belajar Sansekerta, demi memahami naskah Hindu, Mahabharata. Pada 1904, Musa kembali ke Rostov-on-Don dan menikah di tahun yang sama dengan Asma Aliye Khanim, putri seorang imam dan guru agama di kota kecil bernama Chistay. Setelah menikah, ia tak berminat bekerja menjadi mullah atau guru madrasah dan bermukim di sana. Ia malah menitipkan istrinya pada ibunya dan pergi ke St Petersburg untuk memenuhi dahaganya terhadap ilmu. Di sana, ia memilih fakultas hukum. Pengenalan akrab Bigi terhadap masyarakat Rusia selama keberadaannya di St Petersburg, menjadikan politisasi pemikiran dan apresiasinya yang tajam sebagai kekuatan politiknya. Satu-satunya kiprah Bigi dalam dunia politik adalah saat ia menjadi sekretaris Kongres Muslim. Bigi mengabdikan sebagian besar waktunya untuk meneliti dan menulis. Ia pernah bekerja sebagai guru bahasa Arab, agama Islam, sejarah, dan teologi pada 1910 dan 1911 di Orenburg. Sepanjang 1905-1917, Bigi aktif mengorganisasi seluruh Konferensi Muslim Rusia, yang bertujuan menyatukan seluruh Muslim Rusia dan menemukan solusi bagi permasalahan-permasalahan sosial, keagamaan, pendidikan, serta permasalahan politik di bawah kolonialisme Rusia. Selain itu, ia secara rutin menyuplai informasi bagi Muslim Rusia tentang konferensi-konferensi tersebut. Pada 1904 dan 1905 saja, Musa menulis 10 artikel di surat kabar Ulfet, berisi penjelasan tentang dasar dan pencapaian konferensi.

Selain di Ulfet, ia juga menulis banyak tulisan tentang berbagai isu di koran dan majalah Tatar, Turki, dan Mesir, seperti Shura, al-Islah, Waqt, Islam Dunyas, Sabil al-Rashad, Turk Yurdu, dan al-Manar. Revolusi 1917 menumbuhkan harapan Bigi terhadap permulaan zaman kebebasan bagi kaum Muslim dan memilih tidak meninggalkan negaranya. Ia menulis Islam älifbasï sebagai tanggapan terhadap karya Bukharin, ABC Komunisme. Akibatnya, ia ditangkap dan dipenjarakan oleh pemerintah dan bebas tiga bulan kemudian, berkat kampanye pers di Turki dan Finlandia yang mendukungnya. ●●●

Tahun 1930, Bigi menyadari bahwa pintu kebebasan telah tertutup dan pluralisme politis ataupun pluralisme kultural tidak dapat diterima para pemimpin Rusia Soviet. Ia tak berhenti berjuang. Bigi memilih meninggalkan istri dan enam anaknya, lalu meninggalkan Rusia dan kembali menjelajah banyak negara, termasuk Jerman, Cina, India, dan Afghanistan. Ia wafat di Mesir, 25 Oktober 1949, setelah hari-hari terakhirnya dihabiskan dengan hidup dalam kemiskinan di sebuah panti sosial. Bigi meninggalkan 122 buah karya yang sebagian ditulisnya dalam bahasa Arab, dan sebagian lainnya dalam bahasa Tatar. Dalam salah satu karyanya, Rahmat-i Ilahiya Burhannari (Orenburg, 1910), ia menantang dogma resmi yang mengatakan bahwa rahmat dan ampunan Tuhan tidak terlimpah kepada orang kafir. Ia berpendapat, Tuhan memberikan ampunanNya kepada setiap manusia. Pendapat itu membuatnya dikecam oleh ulama konservatif, mullah liberal, dan juga intelektual jadid (modernis). Karena sedikitnya karya dan penguburan pemikiran Bigi, ulama Rusia yang juga mujtahid (interpreter ajaran Islam) ini dipandang secara berbeda-beda oleh sejumlah tokoh dan cendekiawan. Mansur Hasanov, presiden Academy of Sciences of Tatarstan, memuji Bigi sebagai figur renaisans nasional Tatar. Sedangkan para intelektual lainnya mengidentikkannya sebagai promotor ideologi Pan-Islamisme. ■ c15 ed: heri ruslan


tema utama

REPUBLIKA ● AHAD, 13 NOVEMBER 2011

B6

tema utama

B7

REPUBLIKA ● AHAD, 13 NOVEMBER 2011

FOTO-FOTO: HERI RUSLAN/REPUBLIKA

“KAMI TAK INGIN MUSLIM DI AMERIKA HANYA MENJADI TAMU. KAMI INGIN UMAT ISLAM MENJADI TUAN RUMAH.”

SEJUMLAH TOKOH DAN ULAMA DI AS MENGAKUI BAHWA KEBEBASAN MENJALANKAN AGAMA DAN BERIBADAH DIJAMIN OLEH KONSTITUSI NEGERI ADIDAYA ITU. FOTO-FOTO: HERI RUSLAN/REPUBLIKA

Toko Muslim

Sejarawan Muslim Amerika

Oleh Heri Ruslan

umat, 28 Oktober 2011. Gedung Capitol, tempat pertemuan anggota Kongres Amerika Serikat (AS) di Washington DC tampak begitu ramai. Puluhan siswa sekolah dan pengunjung melakukan tur di gedung yang masyhur itu. Mereka tampak penuh antusias mempelajari sejarah negeri Paman Sam itu. Ketika jarum jam bergerak menuju angka 12.30, satu per satu staf yang bekerja di gedung Capitol memasuki sebuah ruangan seluas lapangan futsal di lantai dasar itu. Tak lama kemudian, beberapa pria mengeluarkan kain putih panjang dan menghamparkannya di atas karpet. Tak lama kemudian, Hussein Goal, tokoh Muslim mengumandangkan Azan. Tampil sebagai khotib, Esam S Omeish, seorang dokter dan tokoh Islam. Jumlah jamaah shalat Jumat itu mencapai 80 orang. “Di sinilah kami biasa menunaikan shalat Jumat,” tutur Hussein. Ia bersyukur kaum Muslim bisa menunaikan ibadah shalat Jumat setiap pekan. “Di Amerika, kami memiliki kebebasan untuk menjalankan ibadah dan beragama. Kami sangat bahagia,” ungkap Hussein. Paling sedikit ada 50 orang yang biasa ikut shalat Jumat di gedung Capitol. Mereka adalah staf yang bekerja di gedung parlemen adidaya. Abdullah Saleh, seorang staf di gedung Capitol, mengaku bisa menunaikan kewajiban shalat lima waktu saat bekerja. “Saya menunaikan shalat di tempat-tempat yang kosong,” ujar pria yang baru tiga bulan bekerja di Capitol. Menurut dia, para pegawai lainnya bisa menghormati keyakinan yang dianutnya.

J

●●●

Malcom X Memorial

Shalat di New York

Sejumlah tokoh dan ulama di AS mengakui bahwa kebebasan menjalankan agama dan beribadah dijamin oleh konstitusi negeri adidaya itu. “Beribadah di Amerika lebih bebas dibandingkan dengan Muslim di Timur Tengah, sekalipun,” ujar Imam Omar Abu Namous, imam Islamic Center New York. Tak ada pembatasan terhadap imam yang akan menyampaikan ceramah atau khotbahnya. Umat Islam, kata dia, bisa dengan bebas mengekspresikan keyakinannya di negara berpenduduk 300 juta jiwa itu. “Di New York ini, ada sekitar 800 ribu umat Islam.” Hal senada juga diungkapkan Dr Sayyid M Syeed, tokoh Islamic Society of North America (ISNA), organisasi Islam terbesar di Amerika. Menurut dia, umat Islam di Amerika bisa beribadah dengan tenang. Selain itu, umat Islam juga bisa berorganisasi dan membangun ukhuwah dengan baik. Dr Sayyid mengakui bahwa ghirah keislaman kaum Muslim di Amerika juga terus meningkat. Saat ini, tutur dia, ada sekitar seribu penghafal Alquran

atau hafiz di Amerika. “Tahun depan kami sudah memiliki masjid di Georgetown University,” tutur Imam Yahya Hendi, cendekiawan Muslim yang menjadi konsultan spiritual di perguruan tinggi Katolik itu. Hal itu, kata dia, membuktikan betapa kehadiran Islam semakin mendapat pengakuan dari publik di Amerika. Nayla, seorang ibu rumah tangga yang memilih hijrah dari tanah kelahirannya di kawasan Teluk, mengaku bisa menikmati kebebasan menjalankan ibadah di Amerika. “Saya Sunni dan suami saya Syiah,” katanya. Ia mengaku nyaris mustahil bisa menikah dengan pria berbeda mazhab jika masih tinggal di negeri yang sempat dilanda perang itu. “Di sini, kami masih bisa mengajarkan anak-anak saya bahasa Arab dan mengaji,” tuturnya. Setiap hari, anakanaknya menghafal sedikitnya lima ayat Alquran. Ia pun mengajarkan kedua anaknya untuk beribadah. Selain bisa menikmati kebebasan beragama, tentu saja Nayla bisa merasakan kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya. ●●●

Berdasarkan survei yang dilakukan Pew Research Center, sebagian besar umat Islam di Amerika menyatakan bahwa agama Islam sangat penting bagi kehidupan mereka. “Berdasarkan survei yang kami lakukan, dua per tiga Muslim di Amerika menunaikan kewajiban shalat setiap hari,” ujar Gregory Smith, peneliti pada Pew Research Center. Sebanyak 48 persen Muslim mengaku tak pernah ketinggalan menunaikan shalat lima waktu. Sedangkan, 50 persen Muslim di negeri adidaya itu tak pernah ketinggalan menunaikan shalat Jumat. Hanya 18 persen yang mengaku menunaikan shalat setiap hari meski tak lima kali. Tingkat kehadiran umat Islam Amerika di masjid pun terbilang tinggi. Sebanyak 47 persen Muslim di AS mengaku biasa mengunjungi masjid sedikitnya sekali dalam sepekan. “Sekitar 34 persen Muslim di Amerika mengunjungi masjid sekali atau dua kali dalam sebulan,” kata Smith. Selain itu, kaum pria lebih banyak berkunjung ke masjid dibandingkan kaum hawa. ●●●

Pascaperistiwa 9/11, umat Islam di AS memang dihadapkan pada posisi yang sangat sulit. Stereotipe dan stigma buruk terhadap Islam menjangkit. Sebagian Muslim ada yang men-

Jumatan di Gedung Capitol

Jejak Islam di Paman Sam

Profesional muda Muslim Amerika Serikat

PERAN MUSLIM

Parah Pandith

Oleh Heri Ruslan

Imam Omar Abu Namous

Islamic Center New York

galami diskriminasi dan mendapat perlakukan yang tak adil setelah peristiwa itu. Sebagian publik Amerika seperti terjangkiti Islamofobia. Ulama dan tokoh Muslim pun tak tinggal diam. Mereka secara aktif merangkul publik Amerika melalui ceramah, seminar, dan konferensi. Mereka mendidik publik di AS tentang Islam yang sebenarnya. “Sebab, ketidaktahuan merupakan pemicu utama Islamofobia,” kata ulama terkemuka di New York, Imam Syamsi Ali. Para ulama dan tokoh Islam mendatangi gereja dan sinagog untuk menyampaikan informasi yang sebenarnya tentang Islam. Mereka juga membangun dialog lintas iman. Para tokoh agama di Amerika bergandeng tangan untuk menciptakan kehidupan yang harmonis. “Keterlibatan ulama dan tokoh Islam dalam dialog interfaith semakin meningkat setelah peristiwa 9/11,” ujar Annie Rawings, tokoh The Interfaith Center of New York. Saat ini, umat Islam masih dihadapkan pada pemberitaan yang bias dari sejumlah media di Amerika. Secara umum, Muslim Amerika mengaku kehidupannya menjadi lebih baik di era kepemimpinan Presiden Obama. ■

ubungan negeri Paman Sam dengan dunia Islam telah terajut sejak 1777 M, ketika Amerika Serikat (AS) memproklamasikan kemerdekaannya. “Maroko adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Amerika Serikat,” ujar cendekiawan Muslim AS, Imam Yahya Hendi. Pada abad ke-18 M, Kesultanan Maroko di era kepemimpinan Sultan Muhammad III telah menjalin kerja sama pemimpin AS, yakni John Adams (presiden kedua AS) dan Thomas Jefferson (presiden ketiga AS). Saat itu, Maroko menghadapi agresi dari Spanyol dan Kerajaan Turki Usmani yang mulai mendekati wilayah Barat. Tak heran jika Konsulat AS pertama berdiri di Kota Tangier, Maroko. Tak hanya itu, publik AS juga belum sepenuhnya mengetahui bahwa ajaran Islam telah bersemi di Amerika jauh sebelum Columbus menemukan wilayah itu pada 1492. Amir N Muhammad, presiden America’s Islamic Heritage Museum & Cultural Center, menyebutkan pada 1310 M, Abu Bakari seorang raja Muslim dari Kerajaan Mali melakukan serangkaian perjalanan ke negara baru. Selanjutnya, pada 1312 M, seorang Muslim dari Afrika Barat (Mandiga) tiba di Teluk Meksiko untuk mengeksplorasi Amerika menggunakan Sungai Mississipi sebagai jalur utama perjalanannya. “Begitu banyak fakta yang membuktikan bahwa Islam datang ke Amerika jauh sebelum Columbus,” tutur Aisha Hl Al-Adawiya, presiden Karamah, sebuah lembaga pengacara wanita Muslim untuk hak asasi manusia. Dr Barry Fell ialah seorang arkeolog dan ahli bahasa dari Universitas Harvard. Dalam karyanya berjudul Saga America, Fell menyebutkan bahwa umat Islam tak hanya tiba di Amerika sebelum Columbus, tapi jauh sebelum itu telah membangun sebuah peradaban di benua itu. Fell juga menemukan fakta yang sangat mengejutkan. Menurut dia, bahasa yang digunakan orang Pima di Barat Daya dan bahasa Algonquina, perbendaharaan katanya banyak yang berasal dari bahasa Arab. Arkeolog itu juga menemukan tulisan tua Islami di beberapa tempat seperti di California. Guna mensyiarkan pemahaman yang benar tentang sejarah Islam dan Muslim Amerika, Amir telah membuat museum jejak Islam dan Muslim di negeri adidaya itu. Dalam pemaparannya, ia membuktikan jejak-jejak kehidupan Muslim di Amerika dari abad ke-15 M. “Bahkan, pada 1700-an, di Amerika sudah ada seorang hafiz atau penghafal Alquran bernama Job ibnu Dijalo,” ungkap Amir. Bahkan, Amir memiliki data-data Muslim yang tercantum dalam buku kependudukan dari beberapa ratus tahun silam. Pria Afro-Amerika itu pun memaparkan ada sederet nama kota di Amerika yang berasal dari bahasa Arab. Ia mencontohkan, di wilayah Los Angeles terdapat kawasan bernama Alhambra. Bukankah Alhambra adalah nama istana yang dibangun peradaban Islam di Cordoba? Selain itu, juga ada nama teluk yang dinamai El Morro serta Alamitos. Tak cuma itu, ada pula nama tempat, seperti Andalusia, Attilla, Alla, Aladdin, Albany, Alcazar, Alameda, Alomar, Almansor, Almar, Alva, Amber, Azure, dan La Habra. Jika kita bergeser ke bagian tengah Amerika, mulai dari selatan hingga Illinois juga terdapat nama-nama kota yang bernuansa Islami, seperti Albany, Andalusia, Attalla, Lebanon, dan Tullahoma. Malah, di negara bagian Washington terdapat nama Kota Salem. Alabama, misalnya, berasal dari kata ‘Allah Bamya’. Sedangkan Arkansas berasal dari kata ‘Arkan-Sah’. Sedangkan Tennesse dari kata ‘Tanasuh’. Selain itu, ada pula nama tempat di Amerika yang menggunakan nama-nama kota suci Islam, seperti Mecca di Indiana, Medina di Idaho, Medina di New York, Medina dan Hazen di North Dakota, Medina di Ohio, Medina di Tennessee, serta Medina di Texas. Migrasi kaum Muslim ke Benua Amerika secara besar-besaran diperkirakan terjadi pada abad ke-17 hingga 19 M. John L Esposito, dalam Ensiklopedi Oxford, mengungkapkan hampir seperlima orangorang yang dibawa ke Amerika dalam era perdagangan budak adalah Muslim. Esposito mengungkapkan, lenyapnya kaum Muslim Afrika awal di Amerika akibat penyiksaan yang keras, telah berbalik pada abad ke-20 M dengan bertambahnya jumlah pemeluk Islam keturunan Afrika di Amerika. Selain itu, jumlah pemeluk Islam kian bertambah di negeri Paman Sam, seiring dengan migrasi kaum Muslim dari berbagai negara di dunia ke benua itu. ■

H

di Negeri Adidaya

Oleh Heri Ruslan

eorang pria berambut panjang dengan napas tersenggal-senggal berjalan melalui lorong sebuah bangunan yang terletak di 250 Fifth Avenue, Suite 310 New York City. “Assalamualaikum, maaf saya agak terlambat,” ujar pria beranting itu. Setelah membuka kunci, pria berkaus hitam dengan dalaman kaos panjang merah bertuliskan “Justice, Right, Respect, Dignity” itu mempersilakan saya dan 18 orang wartawan lainnya masuk. Sejumlah meja dengan kertas bertumpuk di atasnya memenuhi ruangan. Sejumlah poster terpampang di dinding. “Nama saya Javid Tariq. Saya berasal dari Pakistan, Muslim, dan sudah naik haji,” tuturnya dengan senyum merekah. Pria berkulit gelap itu datang ke New York, Amerika Serikat (AS), untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Sebagai mantan aktivis di negaranya, Tariq pun menghimpun sopir taksi di New York dalam sebuah wadah bernama Aliansi Pekerja Taksi New York (NYTWA). Organisasi yang berdiri pada 1998 itu menampung 15 ribu sopir taksi. “Mayoritas dari sopir taksi di New York adalah Muslim. Kami semua mencintai kota ini,” tutur anggota Komite Eksekutif NYTWA itu.

S

●●●

Tariq hanyalah satu dari jutaan Muslim di Amerika Serikat (AS) yang turut berperan dan membangun negeri adidaya itu. Saat ini, Muslim di Amerika telah berperan dalam berbagai bidang, mulai dari dokter, dosen, ahli teknologi informasi, insinyur, pakar keuangan, militer, politisi, pegawai pemerintah, pengacara, wartawan, hingga sopir taksi. “Umat Islam di Amerika sangat profesional,” ungkap cendekiawan Muslim, Imam Yahya Hendi. Saat ini, para ulama dan tokoh Muslim di Amerika berupaya mendorong umat Islam untuk menunaikan hak dan kewajiban politiknya. “Kami tak ingin Muslim di Amerika hanya menjadi tamu. Kami ingin umat Islam menjadi tuan rumah,” papar Imam

Javid Tariq

Oleh Heri Ruslan erapa jumlah umat Islam di Amerika Serikat (AS)? Tak ada angka yang pasti untuk menjawab pertanyaan itu. Pew Research Center memperkirakan ada 2,75 juta pemeluk Islam di Amerika. Sebanyak, 1,8 juta jiwa di antaranya adalah Muslim yang sudah dewasa.

B

TINGKAT KEPUASAN MUSLIM AMERIKA SERIKAT 54

56

38

Puas

38

Tidak Puas

2007

Puas

Tidak Puas

2011

Rashad Hussain, utusan khusus AS bagi Syamsi Ali, ulama asal Indonesia yang Organisasi Konferensi Islam (OKI). Hussain menjadi imam di New York. Tak heran jika adalah seorang Muslim keturunan India. Ia generasi muda Muslim di negeri Paman bertugas menjadi penasihat bagi pemerinSam itu sudah memiliki minat yang tinggi tah terkait isu-isu yang berhubungan untuk terjun dalam bidang politik. dengan dunia Islam. Selama tugasnya, Jika 15 tahun lalu hanya ada sekitar 15 Husain telah mengunjungi sejumlah pengacara Muslim di Amerika, kini negara dan konferensi internasional. Ia jumlahnya mencapai ribuan. kerap bertemu dengan pemimpin Muslim Salah seorang anak muda dari berbagai negara di dunia. Muslim yang memilih ●●● menjadi pengacara “Dalam pemilihan mendatang, mudahadalah Sheheryar T tokoh Islamic Society of mudahan Muslim Amerika bisa memiliki Sardar. Ia mengaku North America (ISNA), dua atau tiga lagi wakilnya di kongres,” tertarik untuk organisasi Islam terbesar di papar Imam Yahya Hendi. Ia optimistis hal menjadi pengacara Amerika. itu bisa terwujud. Sebab, generasi muda di karena ingin memSelain itu, ada pula Andre Amerika mulai memiliki minat untuk bantu komunitas D Carson. Pria kelahiran 16 ● Rashad Hussain berkecimpung di dunia politik. Muslim yang mengOktober 1974 itu adalah Muslim Bukan tak mungkin, suatu saat akan hadapi masalah hukum. kedua yang terpilih menjadi anggota ada Muslim yang menjadi presiden di “Pengacara Muslim pun kongres mewakili Indiana pada pemilihan negeri adidaya itu. Penulis terkemuka sangat dihargai di Kota New York ini,” yang digelar tahun 2008. Ia adalah cucu Karen Amstrong mengakui bahwa jauh papar Sardar. Saat ini, kata dia, kliennya anggota kongres Julia Carson. Ia adalah sebelum peristiwa 9/11, Muslim Amerika mayoritas adalah umat Islam. Sebagai anak seorang mualaf yang masuk Islam pada telah berupaya mendidik anak-anak muda Muslim, ia selalu berupaya memberi masa remaja. mereka agar menjadi Muslim yang baik contoh kepada anak-anak Muslim untuk ●●● dan warga Amerika yang patriotik. maju dan berperan dalam kehidupan. “Kita Di Gedung Putih, umat Islam memiliki Ia menyarankan agar umat Islam di AS harus bekerja keras.” Farah Pandith, utusan khusus AS untuk meniru orang-orang Katolik Amerika. Pada Dalam menghadapi media yang kerap dunia Islam. Muslimah keturunan Kashmir saat terjadi perang kemerdekaan melawan bias dalam memberitakan Islam, para itu diangkat sebagai utusan khusus Inggris, populasi Katolik hanya satu ulama dan tokoh Islam pun mendorong Amerika Serikat bagi 1,5 miliar jiwa umat persen. “Mereka dibenci dan dihina. Tak generasi muda Muslim untuk menjadi Muslim di seantero dunia. ada seorang pun memimpikan seorang wartawan. “Saya menyebutnya, menjadi Farah dipilih sebagai utusan khusus Katolik menjadi presiden AS,” kata penulis jurnalis adalah salah satu jalan jihad bagi bagi dunia Islam karena telah berbuku Sejarah Tuhan itu. Muslim di Amerika,” ujar Imam Syamsi Ali. pengalaman selama bertahun-tahun di ●●● Menurut dia, Muslim Amerika dapat bidang itu. Sebagai seorang Muslimah, Dalam bidang politik, umat Islam sudah mendesak dunia Islam dan membuktikan karier Farah terbilang sangat moncer. Ia memiliki dua wakil yang duduk di Kongres. bahwa sangat mungkin untuk hidup telah menempati sejumlah pos penting di Anggota Kongres pertama yang beragama berdasarkan nilai-nilai keteladanan Departemen Luar Negeri AS. Islam adalah Keith Maurice Ellison. Pria Alquran di Amerika Serikat. ■ Menurut Farah, pengalamankelahiran Detroit, Michigan, 4 Agustus nya menempati sejumlah pos 1963 itu awalnya adalah seorang penpenting di Pemerintahan AS megacara terkemuka. nunjukkan, betapa imigran Muslim Ia terpilih menjadi anggota Kongres AS Kelahiran Kelahiran pun bisa berhasil menyatukan setelah terpilih mewakili Minnesota pada Amerika Serikat Asing dirinya ke dalam masyarakat 2006. Dia juga orang Afro Amerika Amerika. Ia mengaku berkeliling pertama yang terpilih dari Minnesota. ke negara-negara berpenduduk Sebelum menjadi anggota kongres, Ellison Muslim untuk melaksanakan kebijuga aktif dalam sebuah tim advokat GENERASI jakan Presiden Obama untuk nasional bagi Muslim di AS. KEDUA merangkul dunia Islam. “Dia terpilih karena profesional dan Selain itu, di Gedung Putih, layak. Bahkan, ia dipilih oleh masyarakat umat Islam Amerika juga memiliki non-Muslim,” papar Dr Sayyid M Syeed,

MUSLIM AMERIKA 15%

22%

MUSLIM AS DALAM ANGKA DAN DATA Namun, tokoh Muslim dan ulama di AS meyakini jumlah Muslim lebih dari 7 juta jiwa. Bahkan, Imam Syamsi Ali, ulama asal Indonesia yang menetap di New York, menyatakan jumlah Muslim sudah mencapai 8-9 juta jiwa di sana. Sebuah jumlah yang sangat besar dibandingkan komunitas Yahudi yang hanya satu juta jiwa. Menurut Gregory Smith, peneliti dari Pew Research Center, sebanyak 65 persen Muslim di Amerika teridentifikasi bermazhab Sunni. “Hanya 11 persen yang bermazhab Syiah,” tuturnya. Sedangkan, satu dari tujuh Muslim di Amerika mengaku tak berafiliasi terhadap mazhab apa pun. “Mereka mengaku hanya sebagai Muslim,” kata Smith. Sebanyak 63 persen Muslim di negeri Paman Sam berasal dari generasi pertama yang lahir di luar negeri. Itu artinya, ada 35 persen Muslim yang terlahir di Amerika. Sekitar 15 persen berasal dari generasi kedua dan 22 persen dari generasi

USIA MUSLIM 40

di Amerika Serikat 36%

35 30

28%

25

23%

20 15

12%

10 5 0

Usia 18-29

Usia 30-39

Usia 40-54

Usia 55 +

ketiga. Generasi pertama Muslim Amerika sebanyak 41 persen berasal dari Timur Tengah dan Afrika Utara. Sekitar 26 persen dari Asia Selatan, seperti Pakistan (14 persen), Bangladesh (lima persen), dan India (tiga persen). Lainnya berasal dari Sahara Afrika, Eropa, Iran, dan negara lainnya.

“Yang menarik, kebanyakan Muslim di Amerika berusia sangat muda,” tutur Smith. Sebanyak 36 persen Muslim di AS berusia antara 18-29 tahun. Sebanyak 23 persen berusia antara 30-39 tahun. Muslim yang berusia 40-54 tahun mencapai 28 persen. Sedangkan yang usianya di atas 55 tahun hanya 12 persen. Ada perbaikan kondisi dan kualitas hidup yang dirasakan umat Islam di AS pada masa ini dibandingkan lima empat tahun lalu. Pada 2007, sebanyak 54 persen umat Islam tak puas dengan kebijakan pemerintah. Tahun 2011, kondisi itu berbalik. Justru sebanyak 56 persen Muslim menyatakan puas dan hanya 38 persen yang tak puas. “Perubahan iklim politik dan kebijakan Presiden Obama menyebabkan tingkat kepuasan umat Islam di Amerika meningkat,” ujar Smith. Jika umat Islam merasa puas, sebanyak 73 persen publik Amerika justru menyatakan tak

GENERASI KETIGA

63% GENERASI PERTAMA

puas dengan kehidupan saat ini. “Secara politik dan kebijakan memang Obama lebih baik, tetapi saat ini Amerika mengalami krisis,” ujar Javid Tariq, anggota Komite Eksekutif Aliansi Sopir Taksi di New York. Meski begitu, mayoritas atau 76 persen Muslim AS menyetujui kinerja Presiden Obama. Hal itu berbeda dengan pandangan publik negeri Paman Sam umumnya yang mengaku tak puas atau tak setuju dengan kinerja atau performa presidennya. Secara politik, sebanyak 70 persen umat Islam di AS berafiliasi kepada Partai Demokrat. Hanya 11 persen yang memilih Partai Republik. Alasannya, Demokrat lebih bersahabat dengan komunitas Islam, dibandingkan Republik. ■


wawancara dara dingin yang menyelimuti kawasan Georgetown University Washington DC, Amerika Serikat, berubah menjadi hangat begitu memasuki ruangan Imam Yahya Hendi. Di ruangan yang dihiasi beragam kaligrafi tersebut, cendekiawan Muslim yang diangkat menjadi ustaz tetap di universitas swasta Katolik itu menyambut dengan begitu ramah. “Insya Allah, tahun depan sudah berdiri masjid di universitas Katolik ini,” ujar pria kelahiran Nablus, Palestina, 14 Desember 1966, yang juga menjadi konsultan spiritual pada Pusat Kesehatan Angkatan Laut AS itu. Menurut dia, saat ini terdapat sekitar 450 mahasiswa Muslim di Amerika dan dari berbagai negara yang menimba ilmu di universitas terkemuka itu. Dengan penuh semangat, anggota Majelis Jurisprudensi Islam Amerika Utara itu memaparkan kondisi kehidupan umat Islam di Negeri Paman Sam berikut pencapaian dan kemajuan yang telah diraih kaum Muslim. Menurut Imam Hendi, umat Islam telah berkiprah di berbagai bidang. “Mayoritas umat Islam di Amerika Serikat sangat terdidik dan amat profesional,” papar peraih “James Gettemy Significant Ministry Award”, atas jasanya mempromosikan nilai-nilai perdamaian lintas agama. Betapa tidak, sekitar 99 persen Muslim di negeri adidaya itu bergelar doktor, master, dan sarjana. Kepada wartawan Republika Heri Ruslan dan 18 wartawan dari Asia Tenggara dan Asia Selatan yang diundang Washington Foreign Press Center Kementerian Luar Negeri AS, tokoh Muslim AS yang biasa menyampaikan ceramah tentang Islam di gereja dan sinagog guna membangun hubungan positif di antara pengikut tiga agama Ibrahim itu memaparkan perkembangan Islam di Amerika Serikat. Berikut petikan wawancaranya:

U

Bagaimana kondisi umat Islam di Amerika saat ini? Amerika Serikat adalah negara berpenduduk sekitar 300 juta jiwa. Saat ini, diperkirakan ada lebih dari tujuh juta umat Islam di seluruh negara ini. Sekitar 40 persen Muslim di seluruh AS adalah orang asli Amerika yang berpindah agama dari Kristen, Yahudi, Budha, dan agama lainnya menjadi Muslim, baik kulit hitam maupun putih. Sedangkan, 60 persen Muslim lainnya adalah imigran dari berbagai negara di dunia. Saya meyakini bahwa Muslim di Amerika lebih istimewa dibandingkan kaum Muslim di Eropa atau kaum Muslim Australia. Artinya apa? Pertama, mayoritas umat Islam di Eropa kondisinya kurang terdidik. Saya pernah ke Italia, sangat sulit menemukan umat Islam yang bergelar doktor atau magister. Namun, di Amerika, sekitar 99 persen Muslim bergelar Phd atau magister. Kedua, Muslim Amerika berpendidikan tinggi, sangat profesional, dan sangat integratif. Lalu, bagaimana peran Muslim dalam kehidupan di Amerika? Saat ini, umat Islam di Amerika menduduki berbagai jabatan penting seperti dokter, insinyur, pakar keuangan, ahli teknologi informasi, guru besar, pengacara, wartawan, hingga sopir taksi. Ada 17 ribu Muslim yang menjadi tentara. Bahkan, jumlah pengacara Muslim di AS sudah mencapai ribuan orang, dari awalnya hanya 15 orang pada 15 tahun lalu. Saat ini, umat Islam memiliki dua wakil di kongres (Keduanya adalah Andre Carson, perwakilan dari Indiana, dan Keith Ellison, perwakilan Minnesota). Kami sangat optimistis dalam pemilihan mendatang, setidaknya ada dua atau tiga lagi Muslim yang menjadi anggota kongres (house of representative). Apalagi, generasi muda Muslim di AS mulai memberi perhatian serius dalam bidang politik. Bagaimana sebenarnya sikap publik Amerika terhadap umat Islam? Perlu diketahui bahwa Islam tak datang ke Amerika 50 tahun lalu. Namun, Islam sudah datang ke Amerika jauh sebelum Columbus datang. Sejumlah studi menyebutkan bahwa Islam datang ke AS pada 1312, jauh sebelum Columbus datang pada 1492. Pada 1312, seorang Muslim dari Afrika (Mandiga) tiba di Teluk Meksiko untuk mengeksplorasi Amerika menggunakan Sungai Mississipi sebagai jalur utama perjalanannya.

REPUBLIKA ● AHAD, 13 NOVEMBER 2011

B8

IMAM YAHYA HENDI

Muslim Amerika Serikat Sangat Terdidik FOTO-FOTO: HERI RUSLAN

Columbus tak bisa datang ke Amerika kalau tak dipandu dan dibantu oleh pelaut Muslim. Selain itu, Amerika Serikat memiliki hubungan yang erat dengan dunia Islam sejak awal berdiri. Negara pertama yang mengakui kemerdekaan AS pada 1777 adalah Maroko. Sekitar 1786, Sultan Muhammad III-Sultan Maroko-telah menjalin kerja sama pemimpin Amerika Serikat (AS), yakni Jhon Adams (Presiden AS kedua) dan Thomas Jefferson (Presiden AS ketiga). Saya percaya bahwa mayoritas penduduk Amerika tak memusuhi Islam. Mereka bisa menerima Islam. Saya biasa berceramah di gereja dan sinagogeee untuk menjelaskan tentang Islam. Apa yang Anda lakukan ketika Islam dan Nabi Muhammad SAW diserang serta dinistakan? Ketika Islam dan Nabi Muhammad diserang dan dinistakan, saya melawannya tidak dengan kemarahan. Saya mencintai Islam dan Nabi Muhammad SAW. Saya datangi gereja, sinagog, dan kampus untuk berceramah di sana menjelaskan Islam yang sesungguhnya. Saya mendidik publik dengan informasi yang benar tentang Islam. Saya membuat DVD tentang profil Nabi Muhammad SAW yang sebenarnya. Saya mencoba untuk mendidik dan merangkul mereka dengan informasi yang benar. Menurut saya, kemarahan dan kekerasan tak akan menyelesaikan masalah, yang ada malah menambah masalah. Membakar bendera Amerika atau memboikot McD tak menyelesaikan masalah. Mengapa Anda melakukan langkah itu? Setiap Muslim harus menjadi duta besar yang baik bagi agama Islam. Percayalah bahwa persepsi jauh lebih powerfull dibandingkan dengan realitas. Persepsi tentang Islam di Amerika lebih kuat daripada apa yang Anda katakan tentang Islam. Harus diakui bahwa persepsi Islam di tengah publik Amerika masih buruk. Hal itu terjadi karena mereka tak mengetahui informasi tentang Islam yang sebenarnya. Masih banyak orang Amerika yang menganggap Islam merendahkan martabat perempuan. Padahal, di negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim, seperti Pakistan, banyak Muslimah yang menjadi anggota parlemen. Tugas kita untuk memberi pemahaman tentang Islam yang sebenarnya kepada publik. Bagaimana peran Anda sebagai seorang ustaz di Georgetown University ini? Georgetown University adalah universitas Katolik yang sudah berusia hampir 300 tahun. Ini adalah universitas top dan sangat

mau mendapatkan informasi tentang Islam atau belajar tentang Islam. Di universitas ini juga terdapat program studi tentang studi Islam dan studi Arab.

Generasi muda Muslim di Amerika sekarang lebih aktif berkiprah dalam bidang politik.

mahal. Biaya studi di sini hampir 50 ribu dolar AS per tahun. Jadi, mahasiswa yang kuliah di sini jika tak karena beasiswa mahasiswa, pasti anak orang kaya. Saya sudah 12 tahun bekerja di universitas ini sebagai ustaz atau ulama. Tugas saya memberikan bimbingan keagamaan bagi mahasiswa Islam di sini, memimpin shalat berjamaah, dan sebagainya. Dari 13 ribu mahasiswa yang belajar di Georgetown University, ada sebanyak 450 mahasiswa Muslim asal Amerika dan dai berbagai negara lainnya. Kantor saya tak hanya terbuka bagi mahasiswa Muslim yang belajar di sini, tetapi juga bagi mahasiswa yang beragama Kristen, Katolik, Buddha, Yahudi, dan agama lainnya yang

Adakah pengaruh peristiwa 9/11 terhadap mahasiswa Muslim di sini? Kondisi dan perkembangan mahasiswa Muslim di sini jauh lebih berkembang setelah peristiwa 9/11. Sekitar 12 tahun lalu, saat pertama kali datang ke sini, jumlah mahasiswa Muslim yang studi di sini hanya 130 orang. Sekarang sudah bertambah menjadi sekitar 450 orang. Ada mahasiswa Muslim dari Pakistan, saya tanya mengapa kuliah di sini? Jawabannya, karena ingin mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Ada pula yang bilang bahwa mereka mempunyai uang. Sekarang kami sedang membangun masjid di dalam universitas Katolik ini. Insya Allah, kalau Anda datang lagi ke sini, Anda sudah bisa menyaksikan ada bangunan masjid di sini. Mudah-mudahan tahun depan sudah ada masjid di sini. Memang ada mahasiswa Muslim yang mendapat “teror” pascaperistiwa itu. “Pulang-pulang kamu ke negaramu.” Namun, mahasiswa yang beragama Yahudi pun menghadapi masalah yang sama. Bahkan, ada mahasiswa Katolik yang diserang oleh Katolik lainnya karena urusan politik internal mereka. (Imam Yahya Hendi berupaya untuk melakukan dialog lintas iman dengan berbagai agama lainnya untuk menciptakan hubungan yang damai. Ia selalu tampil dalam berbagai kesempatan untuk menjelaskan Islam yang sebenarnya. Di Georgetown University, ia menggandeng rabi dan pendeta untuk membangun hubungan yang harmonis antarpemeluk agama). Masalah apa yang biasanya menjadi problem mahasiswa di Amerika? Masalah pertama dan paling banyak yang dipertanyakan adalah masalah seksualitas, yakni hubungan antara laki-laki dan perempuan. Ada mahasiswa yang bertanya, “Bolehkah saya menikah dengan orang Kristen?” Ada pula mahasiswa agama lain yang bertanya, “Bolehkah saya menikahi orang Muslim?” Ada pula mahasiswa yang datang dan mengaku, “Imam Hendi, saya menjadi homoseksual.” Saya kira, masalah homoseksual pun ada di berbagai negara, seperti Pakistan, bahkan Arab Saudi. Namun, di sini kami membicarakan masalah itu secara terbuka. Kita mencoba memberikan solusi atas masalah mereka itu. Selain itu, mereka juga banyak yang berkonsultasi soal pekerjaan. Bagaimana karier dan masa depan mereka. Ada pula yang datang menanyakan apakah musik itu halal? Saya suka musik dan Rasululullah SAW juga suka musik. Jadi, musik itu halal. Bagaimana kondisi generasi muda Muslim saat ini? Berbeda dengan generasi tua yang agak takut akan perubahan, karena tak mau kehilangan identitas. Sekarang, generasi muda Muslim di Amerika lebih aktif dalam bidang politik. Mereka sudah punya obsesi untuk menjadi politikus, wali kota, dan bahkan gubernur. Sekitar 15 tahun lalu, kita hanya mempunyai pengacara Muslim tak lebih dari 15 pengacara. Sekarang, sudah ada ribuan pengacara Muslim di seluruh Amerika. ■


kitab

REPUBLIKA ● AHAD, 13 NOVEMBER 2011

B9

A S A S AT - TA Q D I S

Memurnikan

ZAT ALLAH

INDIANETZONE

AR-RAZI MENCOBA MENGHADIRKAN ARGUMENTASI TENTANG KEBERADAAN ALLAH.

Oleh Nashih Nashrullah

alam kajian teologi (ilmu kalam), perbincangan mengenai hal-hal yang berkenaan dengan persoalan ilahiyyat atau ketuhanan menjadi bagian utama yang kerap diperbincangkan. Diskusi pun berkembang untuk memberi persepsi yang utuh tentang hakikat Allah, sekaligus memperdebatkan penafsiran yang realistis atas sejumlah teks keagamaan, baik yang dinukil dari Alquran maupun hadis. Jika ditelusuri lebih jauh, perdebatan yang berlangsung di antara aliran-aliran ilmu kalam sejatinya memiliki tujuan yang sama. Mereka berupaya melakukan purifikasi atau pemurnian akidah yang menyangkut tentang hakikat Sang Pencipta. Hanya saja, dalam proses perjalanannya, masing-masing kelompok merujuk pada

D

GOOGLEUSERCONTENT

argumentasi. Setiap aliran dipengaruhi secara kuat oleh latar belakang pemikiran dan ideologi mereka. Dari proses pencarian argumentasi itu, kita bisa membedakan mana mazhab yang ekstrem kanan ataupun ekstrem kiri dalam membaca dan menyikapi teks. Ada pula mazhab yang menginginkan berada di antara dua kelompok tersebut. Kitab Asas At-Taqdis atau dikenal pula dengan judul Tasis At-Taqdis karya tokoh kenamaan yang hidup pada abad keenam Hijriyah, Fakhruddin ar-Razi, hadir sebagai upaya untuk menyajikan argumentasi yang logis dan rasional tentang eksistensi Allah, meliputi sifat, hakikat, dan ragam diskursus seputar masalah ketuhanan. Dalam karyanya itu, ar-Razi yang dengan kitab tafsirnya yang bertajuk AtTafsir Al-Kabir, mencoba menghadirkan argumentasi tentang keberadaan Allah, menakwilkan ayat-ayat sifat yang disalahtafsirkan sebagai bentuk bagian tubuh laiknya manusia, seperti tangan, kaki, mata, dan telinga, atau kedua, seperti pemahaman tentang sifat-sifat yang kerap dipahami sebagai wujud aksiomatis-Nya. Semua penafsiran sifat itu bisa jadi cocok untuk makhluk, tetapi sama sekali tidak dapat diberlakukan untuk zat Allah. Seperti penafsiran sifat marah, benci, dan malu sejalan dengan pola tafsir yang diku-

mandangkan oleh Syekh Mahmud bin Umar (538 H) ataupun interpretasi ayat tentang tangan sebagaimana yang dipahami oleh Abu Hamid al-Ghazali (505 H) dan Syekh Abdul Wahab As-Sya’rani. ●●●

Sekilas, dalam pendahuluan kitabnya, tokoh penganut teologi kalam Asyari ini mengisahkan latar belakang dan tujuan penulisan karyanya itu. Menurut ar-Razi, kitab Asas At-Taqdis ditulis untuk dipersembahkan kepada salah seorang penguasa Dinasti Ayyubiyah bernama Raja al-Adil Sayf al-Din Abu Bakar Muhammad bin Ayub yang juga pendiri Madrasah alAdiliyyah di Damaskus, Suriah. Ar-Razi mengaku begitu kagum terhadap prestasi dan capaian sang penguasa. Dalam pandangannya, Sultan Adil I adalah penguasa terbaik yang teguh dan kokoh menjaga agama Islam yang lurus dan benar. “Besar harapan saya, karya yang saya persembahkan dapat bermanfaat dunia akhirat,” tulis ar-Razi. ●●●

Dari sisi sistematika penulisan, ar-Razi menjelaskan garis besar klasifikasi pembahasannya. Terdapat empat bab utama dalam kitab Asas At-Taqdis. Pada bab pertama, penulis menguraikan argumen yang menguatkan bahwasanya Allah tidak terikat dengan berbagai wujud fisik (jismiyyah) ataupun arah (haiz). Pada bab kedua, ar-Razi fokus pada

penakwilan teks keagamaan yang bersifat mutasyabihat (samar atau tak jelas), baik yang berasal dari Alquran maupun hadis. Sedangkan dalam bab ketiga, ar-Razi menyajikan tentang sikap dan pandangan para ulama salaf terkait persoalan-persoalan teologi. Sementara itu, di bagian terakhir, sang ulama terkemuka itu membahas pernak-pernik tema seputar teologi. ■ ed: heri ruslan

TUHAN TAK DIBATASI ARAH i antara persoalan yang ditegaskan oleh ar-Razi ialah ketidakterikatan Tuhan dalam arah ataupun bentuk. Terdapat beberapa dalil logika yang disuguhkan sebelum ia mengutarakan dalildalil nash (Alquran dan hadis). Jika dilihat dari sisi logika, pada prinsipnya, akal tidak menolak jika zat Allah tidak berbentuk dan dibatasi arah. Ini didasarkan oleh sejumlah alasan. Menurut ar-Razi, logika tidak menafikan jika dikatakan sebuah eksistensi itu tidak harus berada di satu sisi ataupun sisi lainnya. Sebuah benda tidak mesti terletak di salah satu arah dari enam arah yang ada. Kemampuan akal untuk mengidentifikasi arah sangat terbatas. Jika tetap dipaksakan dalam kondisi yang sulit, saat lupa, misalnya, maka bisa dibayangkan jika hal itu akan mengurangi kelaikan zat Allah sebagai khalik. Ar-Razi menyebutkan dalil nash yang menguatkan argumentasinya itu. Sederet ayat dianalisisnya sehingga mendukung pendapatnya yang menyatakan bahwasanya Allah di luar sekat dan batas seperti yang berlaku bagi makhluk. Misalnya, ayat ke-225 dari surah al-Baqarah. Dalam ayat yang berbunyi: “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terusmenerus mengurus (makhluk-Nya).” Kalimat “terus-menerus mengurus (makhluk-Nya)”, menurut ar-Razi, berarti Allah mampu dan berkuasa tanpa bantuan makhluk.

D

Jika Allah berbentuk fisik laiknya makhluk, akan membutuhkan pertolongan dari pihak lain. Maka ini merupakan negasi dari sifat qayyum (Zat yang Berdiri Sendiri). Jika tidak mandiri dan mampu memberikan manfaat bagi yang lain, membutuhkan tempat dan arah. Jika demikian, sifat qayyum tidak berlaku mutlak. Tentu, hal ini tidak sesuai dengan Allah. Soal penafsiran ayat-ayat dan hadis mutasyabihat, ar-Razi menegaskan, setiap kelompok umat Islam pada prinsipnya sepakat teks tersebut harus ditakwilkan. Jika hal ini tidak dilakukan, justru akan menimbulkan pemahaman yang salah terhadap makna tekstualnya. Contohnya, kata dia, dalam Alquran, banyak menyebutkan lafal wajah, muka, satu lengan, dan tangan yang banyak. Jika ditelan mentah-mentah, tidak bisa dibayangkan rupa dari orang yang memiliki kriteria fisik tersebut. Logikanya, akal dan perasaan manusia sulit membayangkan dan menerima bentuk tubuh seperti itu, apalagi penggunaan katakata itu disandarkan kepada Zat Yang Maha Suci. Contoh lainnya, dalam beberapa ayat Alquran disebutkan kata-kata turun (nuzul). Arti kata itu dalam konteks tertentu, tidak bisa dimaknakan tekstual. Dalam surah azZumar ayat 6, misalnya, Allah berfirman: “Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak.” Makna kata turun itu tafsirnya tidak berarti Allah

menurunkan kedelapan ekor binatang ternak itu langsung dari langit menuju bumi. Interpretasi ayat dan hadis dengan pola seperti itu juga berlaku dalam konteks penafsiran ayat mutasyabihat yang berkaitan dengan pemurnian zat Allah. Misalnya, penakwilan ayat ke-27 surah ar-Rahman: “Dan, tetap kekal zat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” Wajah yang dimaksud bukanlah wajah dalam perspektif manusia; bagian tubuh terdepan yang terletak di kepala. Argumentasi ini berdiri atas berbagai dalil yang kuat. Penguatannya merujuk antara lain pada ayat ke-88 dari surah al-Qashash. Dalam ayat itu ditegaskan secara tekstual, setiap segala sesuatu akan binasa, kecuali “wajah”-Nya. Jika mengacu pada penafsiran tekstual dengan mengartikan wajah sebagaimana yang dimiliki oleh manusia, didapatkan kesimpulan bahwa yang tersisa hanya raut muka, sedangkan bagian mata dan hidung, serta keseluruhan jasad akan turut binasa. Ar-Razi pun lantas menyayangkan penafsiran literalis ini masih dipakai oleh sebagian kalangan yang menganut konsep tasybih (penyerupaan). Dalam pandangan Ar-Razi, kata wajah bisa diartikan kadang kala bermakna zat dan adakalanya pula bisa dimaknai dengan keridaan. Berlaku dalam kaidah dan penggunaan bahasa, pemakaian majas perbandingan. Kata wajah dipergunakan untuk merepresentasikan eksistensi zat secara keseluruhan. ■ ed: heri ruslan


dunia islam

B10 PANORAMIO

REPUBLIKA ● AHAD, 13 NOVEMBER 2011

SIAPA PUN YANG MAMPU MEMBACA TEKS ARAB BISA MENJADI MULLAH.

PANORAMIO

aid Ismail Taib (27 tahun) telah belajar ilmuilmu agama Islam sejak masih kecil. Guru pertama pria yang berasal dari etnis Cham itu adalah kedua orang tuanya, ditambah para mullah di tanah kelahirannya. Etnis Cham adalah komunitas etnis sekaligus etnis Islam terbesar di Kamboja. Alquran yang digunakan di Kamboja hanya yang ditulis dalam bahasa Arab karena Cham tidak memiliki sistem penulisan yang memungkinkan mereka menerjemahkan Alquran ke dalam bahasa ibu mereka. Karena itu, menurut Antonio Graceffo dalam Cham Muslims: a Look at Cambodia’s Minority (2008), kemampuan membaca tulisan Arab menjadi ukuran kapabilitas seseorang dalam hal keislaman di Kamboja. “Siapa pun yang dapat membaca teks Arab bisa menjadi mullah,” kata Ismail.

S

ISLAM DI KAMBOJA

PANORAMIO

Geliat di Tengah Keterbatasan kepala keluarga. Setiap tahun sedikitnya ada 80 orang yang menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. “Alhamdulillah, orang tua saya tahun ini menunaikan ibadah haji,” tutur Alfin yang juga seorang wartawan Radio Sapcham, sebuah radio Islam yang berpusat di Phnom Pehn, ibu kota Kamboja. Bjorn Blengsli dalam The Propagation of Islam in Cambodia: Dynamics of Religious Change (2006), mengungkapkan, penduduk Kamboja yang telah berhaji sampai 2005 berjumlah 1.174 orang. April 2006, sebuah perkumpulan Tablighi di desa Trea, distrik Chhraich Chhmao, Provinsi Kampong Cham, dihadiri lebih dari 20 ribu orang.

sebanyak 132 masjid dihancurkan sepanjang era Khmer Rouge dan sejumlah lainnya dinodai. Pada masa itu, Muslim tidak diizinkan melakukan ibadah. Ensiklopedi Oxford menambahkan, dari sembilan lulusan Al-Azhar Kairo yang dimiliki Kamboja, hanya satu yang masih hidup. Hal itu memperlemah pendidikan dan pemahaman keagamaan di tengah komunitas Muslim Kamboja yang tersisa. Ada kesenjangan besar dalam pengenalan kaum Muslim akan persoalan dasar sejarah Islam, teologi, dan dunia Muslim internasional. Dari situ, Muslim Kamboja bangkit melanjutkan kelangsungan Islam. ■ c15 ed: heri ruslan

Oxford, hampir setengah dari jumlah pengungsi hijrah ke Malaysia karena negara tersebut diperintah oleh Muslim. Sisanya menetap di Prancis, Australia, dan Amerika Serikat. Dari 600 guru agama dan khatib yang ada pada tahun 1975, hanya tersisa kurang dari 40 orang pada 1980. Pembantaian itu juga menyisakan 150 ribu hingga 190 ribu Muslim saja dari 700 ribu jiwa sebelum 1975. Hanya 20 dari sekitar 113 ulama terkemuka Cham yang selamat dari periode kelam tersebut. Menurut sumber-sumber dari kaum Cham,

ARIFININRAPUTRA

ARIFININRAPUTRA

ARIFININRAPUTRA IA ISLAMOFCAMBOD

Presiden Islamic National Movement for Democracy of Cambodia, Sary Abdullah, pada 2008, mengatakan, pihaknya berusaha menerjemahkan Alquran ke dalam bahasa Khmer. Namun, karena ketiadaan dana, proses penerjemahan pun tersendatsendat. Menghidupkan Islam dan mempertahankan eksistensi Muslim di negara berpenduduk 14.805.358 jiwa itu menjadi tidak mudah pascapembantaian oleh Khmer Merah pada 1975. Muslim Kamboja harus memulainya dari awal dengan berbagai keterbatasan. Meski begitu, banyak kemajuan telah diraih Muslim di negara yang merdeka dari Prancis pada 9 November 1953 itu. Hingga September 2005, berdasarkan data Bjorn Blengsli (antropolog yang melakukan penelitian terhadap Muslim Kamboja selama 2001-2006), jumlah masjid di Kamboja telah mencapai 244 buah. Pada 2008, sudah ada 32 sekolah agama yang maju (termasuk pusat pelatihan guru Salafi di ibu kota) yang mengajarkan level pemahaman Islam yang lebih tinggi dari sekolah Alquran yang ada di desa. Ramadhan menjadi bulan yang sangat dihormati. Yang menarik, pada bulan Ramadhan 1432 H lalu, para ulama, cendekiawan, dan tokoh Muslim mendapat undangan buka puasa bersama dari Kedutaaan Besar Amerika Serikat di Kamboja. “Sekitar 200 ulama, cendekiawan, dan tokoh Muslim di Kamboja menghadiri undangan buka puasa bersama dari Kedutaan Besar Amerika itu,” ujar Alfin. Buka puasa bersama itu digelar di sebuah restoran di Provinsi Kampot. Tokoh Muslim yang hadir dalam acara itu berasal dari berbagai wilayah lainnya, seperti Kampong Chhnang dan Kampong Cham. Di Provinsi Kampot, menurut Alfin, terdiri dari 5.499

ISLAM MASUK ABAD 11 M

eberapa sejarawan beranggapan bahwa Islam sampai di Kamboja pada abad ke-11 Masehi. Ketika itu kaum Muslimin berperan penting dalam pemerintahan kerajaan Campa. Setelah kerajaan itu runtuh, kaum Muslim memisahkan diri. Sebagian sampai di Kamboja. Muslim Cham yakin garis keturunan mereka terhubung hingga ayah mertua Rasulullah SAW, Jahsy bin Ri’ab yang merupakan ayah dari Zainab, salah satu istri Raulullah. Hal itu dikaitkan dengan arus kedatangan para sahabat di Indo-Cina pada 617-618 dari Abyssinia melalui jalur laut. Menurut data Pew Research Center, jumlah Muslim di Cambodia pada 2009 mencapai 236 ribu atau 1,6 persen dari total populasi. Namun, menurut Ketua Senat Mahasiswa Muslim Kamboja, Sles Alfin, populasi Muslim di negaranya diperkirakan mencapai lima persen. Kebanyakan merupakan etnis Cham dan Melayu yang merupakan kelompok minoritas di Kamboja. Pada 2008, Muslim di Kamboja mencapai 321 ribu jiwa. Mayoritas Muslim di Kamboja adalah Sunni bermazhab Syafi’i yang kebanyakan tinggal di Provinsi Kampong Cham. Provinsi dengan luas wilayah 9.799 km2 itu ditinggali 1.680.694 jiwa (2008). Sebelum kemenangan Khmer Merah pada 1975, komunitas Muslim Kamboja sebenarnya terdiri dari kaum Cham dari bekas kerajaan Champa di Vietnam yang runtuh pada 1470 M. Kaum Cham pada mulanya diislamkan oleh para pedagang dan pengrajin dari Arab dan India. Kaum tersebut berimigrasi dalam jumlah besar ke Kamboja pada abad ke-15. Selain kaum etnis Cham, Muslim Melayu dari Indonesia dan kawasan yang sekarang bernama Malaysia juga memasuki Kamboja pada abad yang sama. Kaum Arab, kaum imigran dari Anak Benua India, dan pribumi yang masuk Islam juga menjadi

B

Umumnya, Muslim di Kamboja memiliki dua nama. Nama Muslim dan nama nasional Kamboja. Di kampung halamannya Sles Alfin dikenal dengan nama Saleh Arifin. “Nama nasional di Kamboja harus pendek. Jadi, Arifin akhirnya disingkat menjadi Alfin,” tutur Koordinator Program Sap Cham itu. ●●● Pembantaian massal yang dipimpin Pol Pot terhadap penduduk Kamboja pada 1975 mengurangi jumlah penduduk Muslim di negara tersebut secara signifikan. Tidak terkira jumlah Muslim yang dibunuh saat itu, ditambah sekitar 12 ribu hingga 15 ribu Muslim meninggalkan Kamboja menuju kamp-kamp pengungsian terdekat atau bermukim di luar negeri. Menurut Jhon L Esposito dalam Ensiklopedi

bagian dari komunitas Muslim di Kamboja saat ini. Mereka tersebar di seluruh wilayah Kamboja, terutama di sepanjang Mekong, dekat Ibu Kota Phnom Penh, dan di Kompot, Tonle Sap, Kompong, serta Battambang. Muslim Kamboja rata-rata bekerja di bidang perdagangan, pertanian, dan perikanan. Dalam Ensiklopedi Oxford: Dunia Islam Modern (2002) disebutkan, praktik dan kepercayaan Muslim di Kamboja mirip dengan Muslim Asia Tenggara ortodoks lainnya. Mereka cenderung mengikuti praktik-praktik religius secara lebih teratur dibanding Muslim Vietnam. Pada 1975, sebelum pembantaian Khmer Merah, terdapat antara 113 dan 120 masjid dengan sekitar 300 guru agama dan 300 khatib. Banyak di antara guru-guru tersebut yang belajar di Malaysia dan universitas-universitas Islam di Kairo, India, atau Madinah. ●●● Perkembangan Islam dan komunitas Muslim di Kamboja tidak terlepas dari peran negara-negara Islam lain. Keberadaan para Salafi dan Wahabi di sana misalnya, seperti ditulis Bjorn Blengsli, adalah hasil dari pendanaan yang dilakukan Islamic Development Bank yang berlokasi di Jeddah, Liga Muslim Dunia (Rabithah al-’Alam al-Islamiy), serta sejumlah organisasi di Arab Saudi dan Kuwait yang mendanai pendirian sekolahsekolah Islam di Kamboja. Alat penting dalam menanamkan pemahaman agama di Kamboja adalah pengembangan sekolah. Kebanyakan sekolah baru di sana adalah madrasah, beberapa di antaranya menggunakan konsep pesantren dengan pembelajaran yang lebih jauh dan mendalam tentang teks-teks Islam. Hingga 2005, jumlah pemukiman Muslim di Kamboja telah mencapai 417 desa, dengan rata-rata tiga hingga tujuh sekolah Islam di setiap desa. ■ c15 ed: heri ruslan


sastra i kampung itu, tidak ada yang tidak tahu Kaji Ali. Bukan karena lelaki setengah baya dengan kumis tipis serta berjenggot tebal dan panjang itu adalah satu dari tiga orang di kampung yang sudah sampai Makkah pada musim haji, melainkan juga karena kedermawanannya. Dia adalah orang yang paling ‘ringan’ tangan.  Dia tak segan mengeluarkan uang hingga jutaan rupiah untuk renovasi masjid. Dia tak ragu menyumbangkan berkarung-karung semen untuk membantu Mak Ijah (janda miskin yang rumah gedeknya roboh sewaktu angin kencang datang beberapa bulan yang lalu) dan memperbaiki rumahnya. Dan, dialah tujuan keluh orang-orang yang sedang kesulitan keuangan. Dia memberi mereka pinjaman. Dan, tak pernah menagihnya. Beberapa orang yang beriktikad baik, pada akhirnya memang membayar. Tapi, tak sedikit pula yang melupalupakan bahwa mereka punya utang. Kaji Ali tidak mempermasalahkannya. Dan tanpa sungkan, mereka yang suka melupa-lupakan itu, akan datang lagi bila membutuhkan bantuan lagi. “Dia benar-benar calon penghuni surga,” gunjing orangorang. Kaji Ali beberapa kali mendengar ucapan itu. Dan, dia hanya bisa tersenyum karenanya. Senyum yang segera berubah menjadi tundukan. Lalu berkata lirih, “Tolong, berhentilah membuat saya menjadi sombong. Segala kesombongan adalah milik Tuhan semata.” Dan, satu lagi yang membuat Kaji Ali lebih dihormati dan disegani orang daripada dua kaji yang lain. Yaitu, Kaji Ali telah dua kali sampai Makkah. Sementara, dua kaji lainnya baru sekali. Lidah orang kampung itu memang lebih gampang mengucap kata kaji daripada haji. Oleh sebab itu, setiap orang yang sudah sampai Makkah, diembel-embeli kata kaji, bukan haji. Semua orang tahu tentang Kaji Ali. Dan setiap menyebut soal Kaji Ali, orang-orang juga akan langsung teringat pada sehelai karpet. Karpet yang ajaib. Karpet yang mempunyai riwayat demikian:  Sebelumnya, barangkali sebagian besar penduduk kampung lupa untuk apa masjid di kampung itu dibangun. Barangkali sebagian besar penduduk itu hanya menganggap kehadiran masjid hanya sebagai pelengkap kepantasan kampung. Atau sekadar simbol bahwa kampung itu adalah kampung yang beragama. Ketika tiba waktu Maghrib, hanya ada dua saf yang berjamaah di sana. Isya satu setengah saf. Subuh lebih parah lagi. Setengah saf. Zhuhur kadang hanya diisi oleh dua orang: imam dan si tukang azan. Ashar lebih baik. Satu saf. “Mengapa orang malas berjamaah di masjid?” gumam si imam.  Banyak sudah usaha si imam untuk meramaikan masjid, untuk menarik minat orang datang ke masjid. Mulai dari mengundang kiai terkenal dari kota untuk memberi ceramah. Atau menyediakan camilan gratis bagi mereka yang hendak iktikaf. Tapi, usaha-usaha itu tidak membuahkan hasil. Penduduk lebih suka bergelung di kasur daripada ke masjid. Atau bekerja di sawah. Lebih menghasilkan pemasukan, kata orangorang itu. Hingga suatu kali, Kaji Ali datang membawa karpet. Karpet berwarna merah. Karpet yang mampu menutupi seluruh lantai masjid. Karpet yang konon berharga sangat mahal dan hanya bisa dibeli di kota dengan terlebih dulu memesan dan perlu waktu hampir tujuh bulan untuk menyelesaikan pembuatan karpet itu. Karpet yang ajaib. Karpet yang menguarkan bau harum minyak misik. Karpet yang membuat siapa-siapa yang mendudukinya betah berlama-lama. Dan, karpet itu begitu empuk. Bisa bergerak-gerak pula. Gerakan yang serupa pijitan. Dan, mampu melenyapkan pegal-pegal, encok, rematik, dan linu-linu. Awalnya, banyak yang tidak percaya kepada keajaiban karpet itu. Demikian juga si imam. Tapi, meski tak percaya, si imam akhirnya mencoba juga duduk di atas karpet itu. Dan sungguh, rematik bertahunnya hilang seketika. Demikian pula ketika si tukang azan mengeluh pegal-pegal. Langsung lenyap itu pegal-pegal. Berita cepat tersebar di kampung sekecil itu. Ada orang kentut di pinggir kampung sebelah utara, semenit kemudian, orang yang rumahnya di pojok selatan kampung sudah

REPUBLIKA ● AHAD, 13 NOVEMBER 2011

D

KARPET

RENDRA PURNAMA/REPUBLIKA

KAJI ALI Oleh Dadang Ari Murtono

mendengarnya. Begitulah. Maka, bukanlah suatu keajaiban jika kabar tentang karpet Kaji Ali itu memiliki kelebihan yang luar biasa. Orang-orang berbondong-bondong ke masjid. Awalnya, mereka hanya iseng melihat karpet itu, lalu tertarik duduk-duduk di sana. Terutama, mereka yang punya linu atau rematik. Dan yang pegal-pegal, setelah seharian kerja di sawah. Tentu saja, karena karpet itu berada di dalam masjid, orang-orang yang berbondong datang untuk membuktikan kehebatan karpet itu, mau tidak mau, mesti sembahyang berjamaah pula ketika

tiba waktu shalat. Masjid menjadi ramai. Menjadi semarak lagi. Maghrib, jamaah sampai luber ke halaman. Isya tetap penuh. Subuh ramai sekali. Dan, orang-orang menyempatkan pulang dari sawah untuk shalat Zhuhur dan Ashar. Orang-orang berkata, “Sungguh ini karomah. Kaji Ali itu wali. Oleh sebab itu, ia bisa mempunyai karpet seperti ini.”  “Tapi, katanya karpet ini beli di kota,” saut yang lain. “Apa kau percaya kabar itu? Itu tidak masuk akal. Itu pasti alasan Kaji Ali agar orang-orang tidak menganggapnya punya karomah seperti wali. Dia orang yang rendah hati dan tak suka dipuji-puji. Kalau kau tak

B11

percaya, pergilah ke kota dan temukan pabrik yang bisa membuat karpet seperti ini. Sampai padas hitam mengapung di air pun, kau tak bakal menemukan pabrik itu.” “Ya, ya. Kau benar.” Maka, orang-orang mulai menganggap Kaji Ali sebagai wali. Kaji Ali jadi sering diminta mengisi ceramah. Berkhotbah pada shalat Jumat. Memimpin tahlilan. Dan, segala kegiatan yang berhubungan dengan masalah keagamaan. Orang-orang semakin yakin bila Kaji Ali benar-benar wali sebab ternyata Kaji Ali pintar bicara Arab. Pintar mengutip hadis-hadis. Hafal hampir seluruh ayat dalam kitab suci. Suaranya merdu pula. Tapi, ada satu hal yang tidak diketahui orang-orang tentang Kaji Ali. Pekerjaannya. Sepertinya, Kaji Ali tidak mempunyai pekerjaan. Dia tidak ke sawah seperti penduduk kampung yang lain. Juga tidak memiliki toko, apalagi perusahaan. Hampir tiap hari Kaji Ali berdiam di rumah. Meski sesekali, orang-orang melihat Kaji Ali keluar kampung. Pergi berhari-hari. Tak ada yang tahu ke mana Kaji Ali pergi selama berhari-hari itu. Dulu, pernah ada yang nyeletuk di warung, “Janganjangan Kaji Ali memelihara tuyul sehingga meski tidak bekerja, dia bisa dua kali sampai ke Makkah.” Dulu, banyak yang percaya dengan prasangka seperti itu. Tapi kini, keadaan berubah. Orang-orang akan menyaut demikian bila ada orang yang mengatakan Kaji Ali memelihara tuyul: “Hush! Jangan ngomong sembarangan sampeyan. Sampeyan bisa kualat. Kaji Ali itu wali. Malati. Dia bisa pergi ke Makkah sampai dua kali dan selalu punya banyak uang, ya karena karomahnya itu. Konon, Kaji Ali bisa mengubah batu menjadi emas.” “Seperti Kanjeng Sunan Bonang?” “Iya. Bener itu.” Dan setiap menyebut karomah, orang-orang akan menyebut pula perihal karpet ajaib. “Itu adalah bukti paling nyata dan tak bisa dibantah bahwa Kaji Ali itu mempunyai karomah.”  Hingga suatu kali, orang-orang dikejutkan dengan berita yang datang pada suatu pagi. Berita yang sampai dengan cepat. Secepat angin yang merobohkan gubuk Mak Ijah. Kabar yang membuat orang-orang tertegun, lalu merasa sedih dan menangis. Seakan tak percaya. Kaji Ali mati setelah beberapa hari sebelumnya pergi tanpa pamit dari kampung seperti kebiasaannya. Mati dengan tubuh gosong. Mati di kota kabupaten. Kata si pembawa kabar, Kaji Ali tertangkap tangan sewaktu membobol toko emas di kota kabupaten itu. Kaji Ali berusaha melarikan diri, tapi pengejarnya sangatlah banyak. Kaji Ali terperangkap di sebuah gang buntu. Tidak bisa ke mana-mana. Seperti tikus yang terperangkap. Dan, orang-orang yang marah itu, menempelengnya. Menendanginya. Menancapkan pisau dan menimpakan batu. Juga mendaratkan pukulan tongkat kayu. Kaji Ali sudah tak jelas lagi rupanya ketika seseorang mengguyurkan sebotol bensin ke tubuhnya. Lalu menyulut korek. “Benarkah cerita itu?” gumam si imam. Masih tak percaya. Gumam yang sebenarnya juga ada di benak setiap penduduk kampung. Gumam yang akan dilanjutkan dengan kalimat: bukankah Kaji Ali itu wali?  Tapi, si pembawa kabar bersumpah bahwa yang kabarnya itu benar belaka. Dan, keragu-raguan penduduk kampung berubah menjadi keyakinan yang sangat ketika keesokan harinya, beberapa penjual koran berkeliling kampung sambil berteriak-teriak: Kaji dibakar ketahuan mencuri. Kaji dibakar hidup-hidup. Ayo, beli korannya. Beli korannya.  Karpet itu masih terbentang di masjid. Dan, orangorang memandang karpet itu dengan pandangan yang tak lagi sama seperti dulu. Dan, tak ada lagi yang bertanya: apa sebenarnya pekerjaan Kaji Ali? ■

Dadang Ari Murtono lahir dan tinggal di Mojokerto. Sebagian tulisannya pernah terbit di beberapa surat kabar, majalah, dan jurnal. Sebagian yang lain menjadi bagian dari antologi bersama, seperti Medan Puisi, Pasar yang Terjadi pada Malam Hari (antologi penyair mutakhir Jawa Timur 2), dan Manifesto Illusionisme. Saat ini bekerja penuh waktu sebagai penulis dan terlibat dalam kelompok suka jalan. 


mualaf

REPUBLIKA ● AHAD, 13 NOVEMBER 2011

B12

LO P E Z C A S A N OVA

BIBEL MENGANTARNYA pada Kebenaran Islam IA MENJADI SEORANG

tertarik menjadi Muslim, melainkan semata untuk mengekspresikan ketundukannya sebagai umat Kristen yang taat. “Itu pun karena puasa juga ada dalam agama Kristen. Yesus pernah berpuasa selama 40 hari,” katanya. Pada bulan Ramadhan itu, seorang teman Muslim memberinya literatur Islam dan sekeping compact disk (CD) yang ditolaknya. Ia teringat ucapan ibunya, “Semua agama yang salah adalah benar menurut kitab mereka.” Lopez tak tergoda untuk mengenal Islam, agama asing yang salah di matanya.

MUSLIMAH KARENA KEPERCAYAAN DAN KEYAKINANNYA TERHADAP TUHAN. opez Casanova terlahir dan dibesarkan dalam sebuah keluarga Protestan yang sangat taat. Dalam keluarganya ada beberapa pastor, penginjil, pendeta, dan guru. Kedua orang tuanya menginginkan agar Lopez menjadi pemimpin Kristen. Karenanya, sejak kecil ia dimasukkan di sekolah Bibel. Namun, Allah memberinya hidayah. Dalam perjalanan hidupnya, Lopez akhirnya menemukan Islam. Ia pun memeluk agama Allah yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW sebagai agama terakhirnya. Perjalanannya menemukan Islam berawal dari Bibel yang dipelajarnya sejak kecil. “Aku bersyukur dilahirkan dalam keluarga Protestan yang religius yang memungkinkanku mempelajari Bibel. Jika tidak, aku mungkin tidak mampu memahami pesan Islam,” ujarnya. Lopez menjadi seorang Muslimah karena kepercayaan dan keyakinannya terhadap Tuhan. “Itulah yang kemudian membuatku mengakui validitas Islam sebagai agama dari Tuhan.” Lalu, bagaimana perjalanan spiritualnya dalam menemukan Islam?

L

●●●

Lopez tumbuh dalam keluarga yang religius, di Kalifornia, Amerika Serikat. Keluarga dari pihak ibu Lopez adalah penganut Kristen Protestan yang taat. Mereka adalah orang-orang yang khusyuk dan senantiasa hidup dengan perasaan takut terhadap Tuhan. Sedangkan, keluarga sang ayah adalah pemeluk Katolik Roma. Oleh karenanya, jadilah Lopez sebagai seorang Kristen Protestan. Di sekolah menengah, Lopez bergaul dengan teman-teman Kristen dari sektor atau denominasi yang bermacam-macam. Ia juga berteman dengan mereka yang beragama Yahudi, juga seorang Saksi Yehuwa. “Aku tak pernah menghakimi apa yang mereka yakini dan aku pun tidak memiliki ketertarikan terhadap kelompok agama mana pun,’’ ujarnya. Menurut dia, Kristen nondenominasi seperti dirinya selalu diajarkan bahwa, “Jika kamu percaya Kristus, kamu adalah seorang umat Kristen, dan kita semua sama di mata Tuhan, apa pun denominasi yang membedakan kita.” Meski ada banyak kepercayaan di sekitarnya, Lopez selalu diyakinkan bahwa hanya ada satu Tuhan. Menurut Lopez, perbedaan interpretasi dan perbedaan versi Bibel yang digunakan oleh umat Kristen membuat agama tersebut terbagi menjadi beberapa bagian. Padahal, kata dia, menambah dan mengurangi naskah Bibel adalah dosa. Namun, selalu saja muncul sektor baru yang menciptakan versi Bibel yang baru. Untuk itu, ibunya selalu menekankan sejak ia masih kecil untuk menolak buku-buku agama, pamflet, maupun literatur Kristen dari orang lain. “Bibel sudah cukup menjadi rujukan,” katanya menirukan ucapan ibunya. Seiring perjalanan Lopez dihadapkan pada sebuah kegamangan akan agama yang dianutnya. “Aku tidak mengetahui seberapa lama Bibel telah diubah dan dimodifikasi. Setiap golongan dalam Kristen selalu mengklaim bahwa golongan merekalah yang benar, sedang yang lainnya salah.”

CDN.BUZZNET

●●●

Sebagai seorang Kristiani, Lopez memercayai bahwa Kristen adalah kelanjutan dari Yudaisme. Sejatinya, ia tidak pernah mengenal Islam pada waktu itu. Ia pertama kali mendengar nama “Allah” dari pengajarnya di sekolah Bibel. “Orang Cina berdoa pada Buddha, dan orang Arab berdoa pada Allah.” Saat itu, ia menyimpulkan bahwa Allah adalah nama sebuah berhala. ●●●

Kuliah di jurusan bisnis internasional membuat Lopez merasa perlu menguasai bahasa asing untuk menunjang kariernya di masa depan. Atas saran teman kuliahnya, Lopez mempelajari bahasa Arab. “Temanku beralasan, negara mana pun yang memiliki penduduk Muslim menggunakan bahasa Arab karena itu merupakan bahasa asli Alquran,” katanya. Saat itu, pada 2006, Lopez mendengar kata “Alquran” untuk pertama kalinya. Di kelas bahasa Arab yang diikutinya, Lopez mengenal banyak mahasiswa Muslim. Mereka umumnya keturunan Timur Tengah yang lahir dan besar di AS. Kelas pertama yang diambilnya pada 2006 bertepatan dengan bulan Ramadhan. Lopez terkesan dengan amalan puasa yang dilakukan temanteman Muslimnya. Ia memandangnya sebagai bentuk ketundukan hamba di hadapan Tuhannya. Lopez pun mencoba berpuasa, bukan karena

Musim panas 2008, Lopez bergabung dengan para misionaris Kristen dan melakukan perjalanan ke Jamaika untuk sebuah misi Kristenisasi. Ia dan timnya membantu orang-orang miskin di sana. Ia dan timnya dan berhasil mengkristenkan sekitar 55 ribu orang dalam sepekan. Sepulang dari Jamaika, Lopez berdoa memohon petunjuk. Ia ingin melakukan lebih banyak pengabdian pada Tuhan. “Permintaan itu dijawab-Nya dengan memberiku seorang teman Muslim,” katanya. Ia beberapa kali mengajak teman Muslimnya ke gereja dan berpikir bahwa temannya akan terpengaruh dan menjadi seorang Kristen sepertinya. Suatu saat, temannya mengatakan bahwa gereja adalah tempat yang bagus, tetapi ia menyayangkan kepercayaan jamaatnya yang memercayai Trinitas. “Sayangnya, temanku salah menguraikan pengertian dari Trinitas itu. Aku hanya tertawa dan meralatnya,” kata Lopez. Ia sempat berpikir tentang betapa fatalnya jika ia melakukan hal yang sama. Memberikan komentar soal agama lain yang tidak dipahami dengan baik adalah sesuatu yang dinilainya sebagai ucapan yang kurang berpendidikan. Ia pun memutuskan mempelajari hal-hal mendasar tentang Islam. Lopez mulai menemukan persamaan antara Kristen dan Islam. Itu terjadi ketika ia mengetahui bahwa ternyata Yudaisme, Kristen, dan Islam berbagi kisah dan nabi serta ketiganya dapat diusut asal muasalnya hingga bertemu dalam silsilah sejarah yang sama. “Sebenarnya, lebih banyak persamaan antara Kristen dan Islam dibanding perbedaan antara keduanya,” kata Lopez. ■ c15 ed: heri ruslan

RG MA.O ROHA

Mengagumi Sosok Rasul SAW

uatu hari, ia kagum dengan teman Muslimnya yang tidak malu berdoa dan shalat di tempat umum, dengan lutut dan kepala di atas lantai. “Sementara, aku bahkan terkadang malu untuk sekadar menundukkan kepala sambil memejamkan mata (berdoa) saat hendak makan di tempat-tempat umum.” Di lain hari, teman Muslimnya kembali ikut serta pergi ke gereja bersama Lopez. Di tengah perjalanan dengan menggunakan mobil itu, temannya memohon izin memutar CD Alquran di mobilnya karena ia sedang mempersiapkan diri untuk shalat. “Agar sopan, aku mengizinkannya. Selanjutnya, aku hanya ikut mendengarkan dan menyimaknya,” kata Lopez. Hal yang tidak diduga pun terjadi. Ia masih ingat bagaimana ayatayat Alquran yang didengarnya memunculkan sebuah perasaan aneh. Perasaan itu berbaur dengan kebingungan yang tak bisa dijelaskan. “Aku tidak bisa memahami mengapa diriku bisa mengalami perasaan semacam itu terhadap sesuatu di luar Kristen.” Setelah pengalaman di mobil waktu itu, perasaan takut sekaligus ingin tahu ikut menyergapnya. Ia memutuskan melihat isi sebuah DVD berjudul “The Legacy of Prophet Muhammad (Warisan Nabi Muhammad).” Usai memutarnya, Lopez menangis untuk alasan yang lagi-lagi tak dipahaminya. Ia mengagumi sosok Muhammad SAW dan belajar tentang bagaimana menjadi umat yang baik dari sosoknya. Lopez berkesimpulan, kedisiplinan dalam Islam membuatnya menjadi umat Kristen yang lebih baik dan itu menjadi alasannya untuk terus mempelajari Islam. Keingintahuan Lopez membawanya belajar lebih jauh tentang Islam dan ia sampai pada konsep monoteisme. “Aku berhenti sejenak, karena itu seperti sebuah persimpangan. Aku hanya berniat mempelajari kesamaan Islam dan Kristen, sedangkan monoteisme berlawanan dengan konsep Trinitas.” Pada titik sulit itu, ia berusaha tidak terpengaruh oleh siapa pun, baik dari kelompok Kristen maupun Islam, sehingga ia memutuskan untuk mempelajarinya seorang diri. Lopez pun membaca seluruh bagian tentang Yesus dalam Bibel dan menelaah kata-kata yang dikutip dari perkataan Yesus. Saat itu, ia menyadari bahwa ternyata Yesus mengajarkan monoteisme, bukan Trinitas seperti yang diyakininya sejak lama. “Di sini aku menemukan bahwa pesan Yesus selaras dengan Islam.” Sampai di situ, Lopez merasa tertipu dan kecewa. Ia menyadari bahwa segala praktik agama yang diamalkannya bukanlah yang diajarkan Yesus. “Yang terjadi adalah aku merasa dibelokkan dari menyembah Tuhan menjadi menyembah Yesus. Aku menjadi paham mengapa ada bagian dari Kristen yang tidak memercayai Trinitas.” Selesai dengan penjelasan Bibel, Lopez memberanikan diri meminjam salinan terjemahan Alquran dari seorang teman Muslim yang juga mengajarinya cara shalat. Lopez mulai melakukan shalat lima kali sehari untuk belajar karena ia belum menjadi Muslim. “Setiap selesai, aku berdoa pada Tuhanku agar mengampuniku karena telah melakukan shalat, seolah aku telah melakukan sesuatu yang salah. Ada pertempuran dalam batinku.” Setelah beberapa lama pergolakan batin itu dirasakannya. Lopez akhirnya memutuskan untuk mengenal jauh tentang Islam. Namun, hingga hari penting itu, ia masih menyimpan perasaan takut. Hingga saat menyetir mobilnya, ia berdoa, “Tuhan, lebih baik aku mati dan dekat dengan-Mu daripada hidup selama satu hari, namun jauh dari-Mu.” Lopez berpikir, mengalami kecelakaan mobil lebih baik dialaminya jika menuju Islamic Center San Diego untuk bersyahadat adalah pilihan yang salah. Ia tiba di tujuan dengan selamat dan mengikrarkan keislamannya di hadapan publik. Jumat itu, 28 Agustus 2008, beberapa hari menjelang Ramadhan, Lopez memeluk Islam. “Sejak itu, aku adalah seorang Muslim yang bahagia, yang mencintai shalat dan puasa. Keduanya mengajarkanku kedisiplinan sekaligus ketundukan kepada Tuhan.” ■ c15 ed: heri ruslan

S


Republika