Page 1

30 JUNI 2013 EDISI NO.921/TAHUN KE-2

TOPIK UTAMA

250 Dinamit Hilang, Polisi Sisir Kawasan Tambang

EMPAT MATA

HAL

2

ALEXANDRA GOTTARDO

TRANSPILIHAN

Kala Jeremy Teti Jadi Preman

Anti-Sirip Hiu

HAL

9

ASAL TAHU AJA

HAL

12

Si Cantik Berjilbab Terbangkan Pesawat Tempur HAL

‘JENDERAL KERE’ TOLAK SUAP MILIARAN

K

isah polisi jujur dan sederhana ternyata tak cuma Jenderal Hoegeng Iman Santoso. Mendiang Inspektur Jenderal Ursinus Elias Medellu, penggagas sistem tilang dan BPKB, pun dikenal kreatif, jujur, tegas, serta hidup sederhana hingga akhir hayatnya. Begitu juga dengan Irjen Bibit S. Rianto. Dia menolak suap miliaran rupiah dari para pembalak liar di hutan Kalimantan Timur.

17

HAL

4

Koleksi TAPAK JEJAK ~ koran-minggu.blogspot.com DOK. PRIBADI


TOPIK UTAMA

2

30 JUNI 2013

CARI DINAMIT, POLISI SISIR KAWASAN TAMBANG Pejabat pabrik pembuat dinamit turut diperiksa. JAKARTA — Tim gabungan Kepolisian Daerah Jawa Barat dan Kepolisian Resor Bogor menyisir semua kawasan pertambangan di Bogor. Hal itu dilakukan terkait dengan hilangnya 250 dinamit milik PT Batu Sarana Persada (BSP), perusahaan tambang di Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Rabu lalu. "Sebab, tidak tertutup kemungkinan dinamit tersebut dicuri, kemudian pelaku menjual kembali kepada pihak yang membutuhkan, salah satunya perusahaan pertambangan," kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Martinus Sitompul ketika dihubungi wartawan kemarin. Terkait dengan kasus ini, Martinus menambahkan, polisi memeriksa tiga saksi lagi, sehingga total berjumlah 15 orang. Salah satu saksi yang dimintai keterangan adalah Yanto Rulianto, 45 tahun, pelaksana operasional PT Tamboraputra Dirgantara, yang memproduksi dinamit pesanan PT BSP. "Yang bersangkutan dimintai keterangan untuk menelusuri dan memastikan jumlah dinamit saat diberangkatkan menuju Bogor. Jangan-jangan dinamit itu sudah berkurang sebelum dibawa," kata Martinus. Seperti diberitakan, 250 batang dinamit berbahan dasar amonium nitrat hilang dalam perjalanan pendistribusian dari gudang di Subang, Jawa Barat, ke PT Batu Sarana Persada di Cigudeg, Bogor. Dalam perjalanan, empat truk pengangkut sempat mampir ke

FOTO: HASAN ALHABSHY

Pengenalan rambu

Seorang polisi wanita tengah mengenalkan rambu-rambu lalu lintas melalui game edukasi kepada anak-anak yang mengunjungi Mobil Zebra Cendekia dalam pameran Hari Bhayangkara di Lapangan Monas, Jakarta, kemarin.

Marunda, Jakarta Utara. Bahan peledak baru tiba di lokasi tambang pada Kamis pukul 04.00 WIB. Hilangnya 250 dinamit ini baru diketahui dua jam setelah itu. Polisi akan memberikan apresiasi kepada masyarakat yang menemukan dinamit yang hilang tersebut. “Jadi, percayalah, apabila ada iktikad baik dari masyarakat untuk menyerahkan, akan ada apresiasi yang kami berikan," ujar Kepala Biro Penerangan Markas

Besar Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar. Menurut Boy, lebih baik masyarakat menyerahkan kepada polisi jika menemukan dinamit yang hilang itu daripada polisi menangkap masyarakat. Dia juga berpesan agar masyarakat tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. Polri akan bekerja semaksimal mungkin untuk menemukan dinamit tersebut. Sejak kemarin, Polda Jawa Timur turut menggelar razia guna mem-

bantu menelusuri dinamit yang raib tersebut. Polisi melibatkan dua ekor anjing jenis Golden, yang memiliki spesifikasi narkoba dan bahan peledak, dari Unit K-9 untuk mengendus ratusan mobil pribadi, mobil boks, kendaraan roda dua, dan truk yang melintasi Bundaran Waru di lajur keluar City of Tomorrow. Sebanyak 81 personel menggeledah isi mobil-mobil tertutup tersebut. FARHAN | ENDRO CAHYO | NORMA ANGGARA

PEMIMPIN REDAKSI/PENANGGUNG JAWAB: Arifin Asydhad WAKIL PEMIMPIN REDAKSI: Andree Pri­yanto SIDANG REDAK­SI: Arif Arianto, Bagus Wijanarko, Basuki Rahmat Nugroho, Deddy Sinaga, Dimas Adityo, Erwin Dariyanto, Femi Diah, Nur Khoiri, Oktamandjaya Wiguna, Rudy Prasetyo, Sapto Pradityo, Sudrajat, Suryani Ika Sari, Sutarto, Toto Sunandar, Utami Widowati BIRO JAKARTA: Astrid Septriana, Budi Alimuddin, Firda Puri Agustine, Hardani Tri Yoga, Hidayat Setiaji, Kustiah, Mercy Raya Simarmata, Pasti Liberti Mappapa, Raisya Maharani Latief, Ropesta Sitorus, Tia Agnes Astuti REDAKTUR BAHASA: Dewi Kartika Teguh W., Habib Rifa’i TIM KREATIF: Mahmud Yunus, Andhika Akbaryansyah, Erwin Santoso, Fuad Hasyim, Luthfy Syahban, Mindra Purnomo, Rusdi Saleh, Suteja, Talib Abdillah, Zaki Alfarabi ILUSTRATOR: Edi Wah­yono TIM FOTO: Dikhy Sasra, Ari Saputra, Haris Suyono, Agus Purnomo DIREKTUR UTAMA: Budiono Darsono DIREKTUR: Nur Wahyuni Sulistiowati, Heru Tjatur, Warnedy MANAJEMEN PRODUK: Rohalina Gunara, Sena Achari, Rizky Putra. ALAMAT REDAKSI & IKLAN: Aldevco Octagon Building - Lt 2 Jl. Warung Buncit Raya No. 75 Jakarta Selatan 12740 Telepon: (021) 704 1177 (Hunting) Fax: (021) 704 4472 E-mail: harian@detik.com Online: www.hariandetik.com iklan: sales@detik.com Harian Detik dipublikasikan oleh PT Agranet Multicitra Siberkom, Grup Trans Corp

Koleksi TAPAK JEJAK ~ koran-minggu.blogspot.com


3

TOPIK UTAMA

30 JUNI 2013

ANTARA FOTO/ZABUR KARURU

Tolak Audisi Jusuf Kalla menjadi pembicara kunci pada Musyawarah Pimpinan Nasional Kosgoro di Wisma Mas Isman, Menteng, Jakarta, kemarin. Ia mengibaratkan dirinya sebagai penyanyi lama yang tak perlu ikut audisi sebagai calon presiden dalam Pemilu 2014.

Pramono Edhie Bergabung ke Demokrat PLAYDESTINY

R

apat Koordinasi Nasional Partai Demokrat dihangatkan oleh wacana keikutsertaan mantan Kepala Staf Angkatan Darat Pramono Edhie Wibowo dalam konvensi calon presiden. Sebab, adik ipar Yudhoyono itu sudah resmi masuk Demokrat sejak awal pekan ini dan duduk di kepengurusan sebagai anggota Dewan Pembina. Namun Pramono menyatakan masih terlalu dini bagi dia untuk mengumumkan akan mengikuti konvensi atau tidak karena baru saja bergabung dengan partai. "Kurang eloklah jika saya mengumumkan akan ikut konvensi sepagi ini," ujarnya. Tentang alasan bergabung dengan Demokrat, ia mengaku atas permintaan langsung oleh Yudhoyono. Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat E.E. Mangindaan menyatakan masuknya Pramono tidak otomatis diproyeksikan sebagai calon presiden Partai Demokrat. Sebab, hal itu masih harus melalui survei. Penempatannya di Dewan Pembina pun lebih dimaksudkan untuk turut membantu menjaga nilai-nilai partai. “Tidak ada hubungannya dengan konvensi," ujarnya. "Kalau saya pribadi melihat, dia (Pramono Edhie) bagus. Tapi harus ada survei kan (untuk menjadi calon presiden)," tuturnya. BAGUS PRIHANTORO NUGROHO | DANU DAMARJATI

YUDHOYONO SEBUT PARTAI BERUBAH SIKAP TAK BERAKHLAK “Rakyat kita sudah cerdas dan tak akan terjebak dalam permainan politik seperti ini.” JAKARTA ­— Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyebut partai yang seolah-olah bersikap membela kepentingan rakyat kecil untuk memperoleh simpati menjelang pemilu nanti sebagai partai tak berakhlak. Ia tegas menyebut Partai Demokrat sebagai partai yang berakhlak dan beretika dalam mendukung kebijakan pemerintah. “Partai yang tidak berakhlak adalah partai yang seolah menyatakan prorakyat untuk memperoleh simpati rakyat sehingga menang pemilu. Padahal rakyat kita sudah cerdas dan tak akan terjebak dalam permainan politik seperti ini," ujar Yudhoyono saat memberi sambutan dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Partai Demokrat di Hotel Grand Sahid

Jaya Jakarta kemarin. Ciri partai yang tidak beretika, ia melanjutkan, adalah hanya mempertimbangkan politik untung-rugi. "Tugas Partai Demokrat belum selesai. Saya ingin kader-kader Demokrat terus mendukung kebijakan pemerintah hingga akhir masa jabatan," ujar Yudhoyono. Segenap hadirin memberikan aplaus meriah atas pernyataan tersebut. Di antara mereka terlihat Ketua Harian Partai Demokrat Syarief Hasan, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat E.E. Mangindaan, Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syam­ suddin, dan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro. Hadir juga Pramono Edhie Wibowo dan seluruh anggota legislatif dari partai Demokrat, termasuk Ketua Dewan Perwa-

Koleksi TAPAK JEJAK ~ koran-minggu.blogspot.com

kilan Rakyat Marzuki Alie dan mantan Ketua Fraksi Demokrat Jafar Hafsah. Yudhoyono memang tak menyebut partai yang dia maksud berubah sikap sebagai tak berakhlak tersebut. Tapi hal itu sepertinya jelas diarahkan ke Partai Keadilan Sejahtera, yang menolak kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi. Padahal partai pimpinan Anis Matta itu merupakan bagian dari Koalisi pendukung pemerintah sejak 2009. Pada bagian lain pidatonya, Yudhoyono menyebutkan, dia sebagai presiden menaikkan harga BBM karena dia tak mau membebani presiden penggantinya pada 2014. “Biar Tuhan yang tahu manfaat kebijakan ini untuk rakyat. Karena itu, saya juga memberikan kompensasi kepada rakyat," tuturnya. BAGUS PRIHANTORO NUGROHO


FOKUS

30 JUNI 2013

4

ILUSTRASI: ZAKI ALFARABI

UPETI DOLAR DALAM BATIK SUTRA “Tradisi jual-beli jabatan di lingku­ngan kepolisian sudah mendarah daging.” Koleksi TAPAK JEJAK ~ koran-minggu.blogspot.com

"Reformasi polisi harus dimulai dari bidang pendidikan. Tapi sudah menjadi rahasia umum, untuk masuk pendidikan Polri di semua tingkatan, dari tamtama sampai Sekolah Perwira Tinggi, calon harus membayar pungutan liar. Dan di zaman reformasi, bukannya mereda, malah makin ganas, seakan-akan sudah membudaya.”

K

alimat itu ditulis Inspektur Jenderal Ursinus Elias Medellu, yang dikenal sebagai peletak dasar lalu lintas modern di negeri ini, pada 17 Februari 2002. Surat ia tujukan kepada Kepala Polri Jenderal Da’i Bachtiar. Tak jelas benar apa respons Da’i. Juga para Kepala Polri sesudahnya, hingga kini. Yang pasti, Jumat siang pekan lalu, terbetik kabar bahwa dua perwira Polri ditangkap karena membawa uang tunai Rp 200 juta. Keduanya diduga akan menyuap seorang petinggi di Mabes Polri demi meraih jabatan atau pangkat tertentu. Kabar itu beberapa hari kemudian sedikit benderang dengan penyebutan inisial kedua perwira, yakni Ajun Komisaris Besar ES (Edi Suroso) dari Kepolisian Daerah Jawa Tengah dan Komisaris JAP (Juang Abdi Purwanto) dari Polda Metro Jaya. “Yang bersangkutan masih berkelit mau ke sana mau ke sini. Tidak jelas, karena di lan-


5

FOKUS

30 JUNI 2013

ANTARA

tai 1, saat mau masuk lift, yang bersangkutan langsung diperiksa petugas,” kata Kepala Divisi Humas Markas Besar Polri Irjen Ronny F. Sompie, Selasa lalu. Soal kemungkinan uang itu untuk menyuap pejabat di bagian sumber daya manusia, Sompie berkelit, “Itu yang tengah didalami Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri.” Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane menyatakan tradisi jual-beli jabatan di lingkungan kepolisian sudah mendarah daging. Sejak proses perekrutan untuk tingkat brigadir atau Akademi Kepolisian di tingkat perwira, bau amis suap-menyuap itu sudah tercium. Ia mengaku punya pengalaman tentang hal ini. Saat tengah asyik menyantap nasi goreng setelah melakukan kunjungan ke Boyolali, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu, tiba-tiba si tukang nasi goreng menghampiri. Rupanya di mengenali dirinya sebagai aktivis yang kerap bicara soal kepolisian sehingga dianggap punya banyak relasi. “Bapak itu minta saya memasukkan anaknya jadi polisi. Dia siap menyediakan dana yang dibutuhkan dengan cara menjual sawahnya untuk menyogok panitia,” ucapnya. Modus jual-beli jabatan di kepolisian, kata dia, tak hanya melulu dengan transaksi uang. Berdasarkan penelusuran IPW di Korps Lalu Lintas Mabes Polri, jual beli jabatan sudah menjadi tradisi. Bahkan di tingkat perwira menengah, bila ingin mendapat promosi kepangkatan atau jabatan struktural strategis, biasanya menggunakan teknik “masuk melalui dapur” si atas-

NETA S. PANE

“Karena dana yang disetor seadanya, jabatan yang diberikan pun bukan yang seharusnya.”

an. Temuan lain, kata Neta, setiap perwira yang ingin lulus saat menempuh pendidikan di Sekolah Staf Pimpinan biasanya dimintai upeti berupa batik oleh para seniornya. Di dalam batik itu diselipkan sejumlah uang. “Kalau senior meminta batik sutra, berarti di dalam batik harus ada uang dolar,” ujarnya. Tentu saja tradisi suap atau sogok semacam ini, kata Neta, tak pernah diakui oleh kepolisian. Seorang perwira menengah yang bertugas di salah kota provinsi di bagian timur Pulau Sumatera meneguhkan pernyataan Neta. Si perwira lulusan Akademi Kepolisian 1991, sebut saja Sony, mengaku pernah memberikan sesuatu kepada para atasan terkait agar meraih dua melati di pundaknya. Hal itu ia lakukan karena sudah 10 tahun melati di pundak tak pernah bertambah. Padahal, untuk perwira seusianya, seharusnya ia sudah menyandang tiga melati di pundak atau komisaris besar alias kolonel. Tapi, karena “oleh-oleh” yang diberikan ala kadarnya, Sony pun tak mendapatkan posisi puncak di suatu daerah, tapi cuma sebagai orang kedua. “Ya, karena dana yang disetor seadanya, jabatan yang diberikan pun bukan yang seharusnya,” ujar Sony. Sejak menjadi inspektur satu sampai kapten, Sony mengaku tak pernah menghadapi masalah sehingga kenaikan pangkat atau

Koleksi TAPAK JEJAK ~ koran-minggu.blogspot.com

promosi jabatan berjalan lancarlancar saja. Tapi, begitu akan naik menjadi mayor, ia mengaku para atasan terkait melontarkan isyaratisyarat tertentu kepadanya bila hendak mengikuti pendidikan agar naik pangkat. “Setelah kita bereskan di kesatuan, eh, di tingkat polda begitu juga,” ujarnya. Meski akhirnya lulus dan meraih satu melati di pundak, ia harus mematrinya hingga 10 tahun. Sebab, dia dianggap tak bisa diajak bekerja sama sehingga merugikan para koleganya di kesatuan. Selain itu, Sony mengaku kerap berseberangan pendapat dengan atasannya. Kembali ke kasus penangkapan dua perwira di Mabes Polri, si penangkap disebut-sebut adalah penyidik yang pernah bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi. Neta memuji langkah tersebut dan menunjukkan bahwa polisi “alumnus” KPK punya kelas tersendiri. Tapi komisioner KPK yang juga pernah menjabat di komisioner Kepolisian Nasional, Adnan Pandu Praja, punya pendapat berbeda. ANTARA

Adnan Pandu Praja Ia menyatakan mantan penyidik KPK yang kembali ke Polri biasanya memang mendapat promosi jabatan dan tugas-tugas strategis. Tapi integritas mereka sangat mungkin kembali tergerus oleh kultur institusi kepolisian yang belum mampu mereformasi diri. “Integritas sebagian mereka tinggal kenangan,” ujarnya. Adnan malah mensinyalir, ketika ditugasi menjadi penyidik di KPK, ada sebagian polisi yang sengaja menjatuhkan diri agar tak lulus seleksi. Padahal mereka punya kompetensi tinggi dan rekam jejak bagus. Tapi, karena terbiasa bekerja dalam lingkungan yang longgar dalam menerapkan integritas, mereka menjadi tidak nyaman berada di lingkungan KPK, yang ketat. “Saya enam tahun di Kompolnas, sehingga tahu betul seluk-beluk dan kultur di Polri,” ucapnya. ANDRI HARYANTO | ARIF ARIANTO | BUDI ALIMUDDIN | SUDRAJAT


FOKUS

6

30 JUNI 2013

JENDERAL KERE

REPRO BUKU

Ursinus Elias Medellu

TOLAK SUAP

alau kehilangan kambing, pasrah saja, tak usah lapor polisi, nanti Anda malah kehilangan sapi.” Anekdot tersebut menggambarkan betapa stereotipe tentang polisi seolah semuanya berujung pada ketidakjujuran dan kecurangan. Padahal polisi curang ada di manamana, demikian juga polisi yang jujur. Sayang, di Indonesia, hal itu menjadi sosok langka, untuk tidak menyebut nyaris ada. Bila KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) cuma menyebut sosok Hoegeng Iman Santoso (Kepala Polri 1968-1971) sebagai polisi yang patut dijadikan teladan karena kejujuran dan kesederhanaannya, sebetulnya tidak sepenuhnya benar. Anggota stafnya, Inspektur Jenderal Ursinus Elias Medellu, punya sikap dan perilaku yang mirip. Medellu adalah Direktur Lalu Lintas Polri pada 1965-1972. Mantan pengawal Presiden RI pertama, Sukarno, itu boleh dibilang sebagai peletak dasar lalu lintas modern. Dialah yang, antara lain, menerbitkan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor, sistem tilang (bukti pelanggaran), dan patroli jalan raya. Sistem tersebut diterapkan hingga sekarang dan amat membantu dalam menguak berbagai tindak kejahatan terkait dengan kendaraan bermotor. Uang puluhan, bahkan ratusan juta, rupiah yang dihimpun dari penerbitan BPKB ia kembalikan untuk kepentingan institusi dengan membangun gedung kepolisian dan memperbaiki kesejahteraan polisi. Bukan untuk menambah istri dan menumpuk aset pribadi seperti dilakukan Irjen Djoko Susilo yang kini menjadi terdakwa kasus

Djoko Susilo Koleksi TAPAK JEJAK ~ koran-minggu.blogspot.com

korupsi puluhan miliar rupiah. “Kalau nurani yang bicara, sekalipun uang segudang di depan mata, semua tidak akan saya sentuh. Mencuri dilarang Tuhan,” ujar lelaki asal Sangihe Talaud, Sulawesi Utara, 6 April 1922, itu seperti tertuang dalam biografi Bhayangkara Pejuang: Melawan Penjajah dan Arus Korupsi. Buku yang ditulis wartawan senior A. Margana itu diterbitkan Gramedia tahun lalu. Hingga ajal menjemput pada 6 Januari 2012, jenderal bintang dua itu cuma menempati rumah sederhana yang kerap kebanjiran di sebuah gang di Jalan Oto Iskandardinata III Nomor 26, Jakarta Timur. Saat Detik menyambangi rumah tersebut Rabu lalu, pintu gerbang dibiarkan terbuka. Tapi, berkali-kali pintu diketuk dan bel berdering, tak seorang pun ahli warisnya keluar dari rumah. Hanya seekor anjing kampung warna cokelat yang berkali-kali menyalak dari balik tembok samping rumah. “Pak Medellu mah kagak jumawa, anak-anaknya juga hidup sederhana. Dulu Eli (Elias Christian Medellu) ama Iman (Imanuel Medellu) itu saya yang sering antar pakai becak kalau mau pergi,” kata Muhidin, 68 tahun, warga setempat yang pernah menjadi pengayuh becak. *** ANTARA | WAHYU PUTRO A

MILIARAN ”K RUPIAH


FOKUS

30 JUNI 2013

M

ARI SAPUTRA | DETIKFOTO

Hoegeng

Koleksi TAPAK JEJAK ~ koran-minggu.blogspot.com

emasuki era reformasi, ada Bibit Samad Rianto. Jenderal bintang dua kelahiran Kediri, Jawa Timur, 3 November 1945, ini dikenal sebagai musuh para pembalak liar di Kalimantan Timur pada 1990-an. Sebanyak 234 kasus pembalakan liar dia sikat. Padahal ada pengusaha yang mengiming-iminginya dengan duit Rp 500 juta per kasus. Bila nilai itu dikalikan 234, total uang yang bisa diraup mencapai Rp 117 miliar. Tapi Bibit, yang kini tinggal di kampung Pedurenan, belakang Perumahan Griya Kencana I, Ciledug, Tangerang, tegas menolak dan memilih hidup sebagai “jenderal kere”. “Yang segitu saja saya tolak, masak sekarang dituduh ngambil Rp 1,5 miliar. Buat apa?” ujar Bibit kepada Detik mengenai tudingan menerima suap dari pengusaha Anggoro Widjojo pada 2009. Meski proses kasusnya dihentikan, polisi sempat menahan Bibit, yang kala itu menjadi pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi. Saat Gus Dur menjadi presiden, Bibit pernah ditawari menjadi Kepala Polri untuk menggantikan Jenderal Roesmanhadi. Untuk pendampingnya, Bibit meminta Irjen Rusdihardjo, yang kala itu menjabat Kepala Sekolah Staf dan Pimpinan Polri. Dua orang dekat Gus Dur, Rozy Munir dan Khofifah Indar Parawansa, mewawancarainya untuk menjelaskan visi-misi sebagai Kepala Polri serta konsep membenahi institusi Polri. “Pukul 01.00 saya ditelepon Ibu Khofifah agar bersiap dilantik sebagai Kepala Polri. Pukul 05.00, Kepala BIN (Hendropriyono) mengucapkan selamat, tapi saya belum berani menerima karena lima menit terakhir menentukan,” tuturnya dalam buku Mengawali Integrasi Mengawal Reformasi. Pagi itu, Bibit melanjutkan, ia dan istri berangkat ke kantor dengan membawa pakaian kebesaran untuk pelantikan. “Namun apa yang terjadi? Pukul 12.00 saya lihat Pak Rusdihardjo yang dilantik sebagai Kepala Polri di Istana oleh Presiden.” Pada saat reuni alumni Akabri 1970 di Akademi Angkatan Laut Bumi Morokrembangan, sejawatnya di Angkatan Darat, Muchdi Pr., menyatakan dia batal jadi Kepala Polri karena salah yang membisiki Gus Dur. Bibit menukas enteng, “EGP, emangnye gue pikirin.” SUDRAJAT


FOKUS

KARENA MENILANG POLISI DITENDANG Akbar bangga lulus jadi Polantas tanpa pakai beking.

M

enjalani profesi sebagai Polisi Lalu Lintas (Polantas) kerap membuat Brigadir Satu Mulia Akbar, 26 tahun, harus sebisa mungkin mengendalikan emosi. Perilaku para pengendara, ditambah kemacetan yang seolah tak ada habisnya di jalanan Ibu Kota, membuat mereka sangat mudah tersulut amarah. Tak hanya katakata kasar, tindakan fisik juga sesekali bisa terjadi. Itulah yang dialaminya Selasa pagi lalu. Saat itu, Akbar bersama tiga rekan lainnya bertugas melakukan sterilisasi jalur bus Transjakarta di ruas Jalan Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan. Namun, saat mengeluarkan surat bukti pelanggaran (tilang) terhadap Candy T., 23 tahun, yang mengendarai sepeda

8

30 JUNI 2013

motor di jalur Transjakarta di depan gedung Graha Inti Fauzi, Akbar malah diprotes dan dimaki-maki. Candy tak terima dan menganggap tindakannya wajar karena sudah biasa dilakukan pengendara lain. Ketika terjadi perdebatan, tibatiba bogem mentah mendarat di pipi kanan Akbar. Ia kaget dan terjungkal. Tidak sampai di situ, Candy juga menendang pinggul Akbar. “Saya kaget. Tapi, sewaktu saya berdiri lagi, dia sudah diamankan anggota yang lain. Teman-teman minta saya menepi, eh dia malah ngotot nyamperin saya lagi,” ujar pria asli Batak ini kepada Detik, Jumat lalu. Atas perbuatannya itu, Candy ditahan di Kepolisian Jakarta Selatan. Upaya damai yang diajukan pihak Candy sementara tak diladeni. Namun, hal yang kerap terjadi, pengendara yang melakukan pelanggaran malah menambah laju kendaraan bila melihat Polantas hendak menghentikan mereka. Akbar mengaku memilih menghindar ketimbang meladeni sikap ugal-ugalan pengen-

dara seperti itu. “Saya sih sayang nyawa saja, enggak terlalu maksain (mengejar),” ujar lulusan Sekolah Polisi Nasional Lido pada 2006-2007 ini. Ia menjadi anggota Polantas sejak 2008 setelah bertugas di bagian Sabhara Kepolisian Daerah Metro Jaya. Sebenarnya tidak terlintas dalam benak Akbar untuk menjadi polisi. Semasa sekolah menengah atas, cita-citanya justru ingin masuk Sekolah Tinggi Pendidikan Dalam Negeri. Namun ia gagal. Akhirnya, pada 2004, ia memutuskan merantau ke Jakarta untuk mendaftar menjadi Bintara. Menurut dia, peminat atau pendaftar kepolisian di Medan sangat tinggi, sehingga peluang lolos semakin kecil. Di Jakarta, Akbar menumpang di rumah pamannya di daerah Bekasi hingga sekarang. “Sebenarnya ingin membanggakan orang tua. Kalau anaknya ada yang jadi polisi, keluarga bangga. Saya beruntung dapat nilai bagus,

Koleksi TAPAK JEJAK ~ koran-minggu.blogspot.com

JHONI HUTAPEA | DETIKFOTO

Briptu Mulia AKbar IDHAM KHALID | DETIKFOTO

apalagi saya enggak pakai beking atau lainnya,” ujarnya. Sebagai anggota Polantas, ia menerima gaji sekitar Rp 2,5 juta per bulan plus insentif tugas pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli (turjawali). Namun Akbar tak mau membuka turjawali yang biasa diterimanya. Ia juga mengaku kerap diajak berdamai oleh para pelanggar aturan lalu lintas. Tapi sejauh ini Akbar mengaku berhasil menghindar. “Saya enggak mau mencemarkan nama institusi. Yang penting saya nyaman dan enggak ada masalah di lapangan,” ujarnya. IDHAM KHALID


9

TRANSPILIHAN

30 JUNI 2013

KALA JEREMY TETI “Masak gue enggak boleh cari duit tambahan.”

H

JADI PREMAN

ari masih pagi ketika, dari bangku panjang peron stasiun, seorang pemuda (Bayu Imran) menggeliat bangun dari tidurnya. Ia sengaja tidur di stasiun demi mendapatkan tiket mudik ke Surabaya. “Sudah antre dua hari di sini, tiket pulang kampung belum juga bisa saya dapatkan, selalu kehabisan,” ujarnya menggerutu. Tiba-tiba seorang wanita (Ari Kirana) dengan pakaian ala pria muncul dari kolong bangku panjang. Dengan nyerocos dia menawarkan tiket yang diperlukan si pemuda. “Saya punya tiket banyak, mau beli berapa, tujuannya ke mana?” ucapnya.

lanjut. Seorang anak kecil bertubuh gendut, seorang kakek, dan preman jalanan (Jeremi Teti) juga minta prioritas untuk antre tiket di depan. Jadilah si pemuda berdiri di posisi buncit. Meski pengantre tak sampai 10 orang, tiket tersisa ternyata ludes. Maklum, si ibu anggota parlemen membeli 2 tiket, anak kecil 6 tiket, si kakek 8 tiket, dan si preman jalanan 20 tiket. Giliran si pemuda? “Maaf, Mas, tiket sudah habis,” ucap petugas piket. Tragis! Semua adegan konyol, ironis, dan tragis itu bakal muncul dalam prog­ ram baru Trans TV: Extravaganza. Program ini sempat digemari pemir-

Teti, pembaca berita di SCTV, yang berperan sebagai preman. Selain itu, tema-tema cerita yang akan ditampilkan sebisa mungkin dekat dengan isu-isu atau kasus teranyar yang tengah menjadi perhatian publik. Soal keterlibatannya dalam Extravaganza, saat ditemui di lokasi syuting, studio Cawang, Jakarta Timur, awal Juni lalu, Jeremy punya argumentasi. “Kawan-kawan sekantor gue banyak yang nyambi jadi dosen dan pembicara seminar, masak gue enggak boleh cari duit tambahan.” Ananda Omesh, satu-satunya personel Extravaganza lama yang dipertahankan, menyatakan rasa senangnya bisa mengisi acara ini. Di sisi lain, ia merasa tertantang untuk tampil mengulang sukses Extravaganza era Tora Sudiro. BUDI ALIMUDDIN Si pemuda balas menghardik dan menyebut si perempuan sebagai calo, yang merusak tatanan penjualan tiket kereta api di Indonesia. “Saya tak mau berurusan dengan calo,” jawabnya ketus. Tak lama berselang, loket tiket dibuka. Sial, posisinya sebagai pengantre pertama diserobot seorang perempuan perlente (Marcella Lumowa), yang menyebut dirinya sebagai anggota parlemen. Sebagai wakil rakyat yang dikejar tenggat untuk rapat, si perempuan merasa punya privilese untuk didahulukan. “Kalau enggak mau, akan saya laporkan Adik ke polisi karena menghalang-halangi kerja wakil rakyat,” ucapnya mengancam. Si pemuda ciut nyali dan beringsut ke antrean berikutnya. Tapi kesialan ber-

sa dan melambungkan Trans TV di antara stasiun-stasiun televisi nasional. Acara itu juga mencuatkan para pemainnya menjadi selebritas, seperti Tora Sudiro dan Aming. Produser Extravaganza Tegar Bangun menjanjikan kemasan Extravaganza versi baru ini bakal lebih seru dan lucu. Salah satu resepnya, tim kreatif akan menampilkan para bintang tamu yang sedang jadi hit di media. “Seperti Jeremy Teti, Mulan Jameela, dan Joe Taslim,” ucapnya. Ia juga menjamin Extravaganza baru, yang ditayangkan tiap Jumat pukul 19.15 WIB, akan mengusung sejumlah karakter baru yang lebih segar. Penyanyi Vidi Aldiano, misalnya, akan tampil sebagai office boy. Juga Jeremy

FOTO-FOTO DOK: TRANS TV Koleksi TAPAK JEJAK ~ koran-minggu.blogspot.com


PROFESI

30 JUNI 2013

TUKANG KEBUN JADI JURU

10

MASAK INTERNASIONAL Honor sekali memasak di restoran Rp 15 juta.

“S

aya tidak ada tampang seorang chef,” ucap Ade Suherman merendah saat Detik menyambangi laboratorium memasak milik pakar kuliner William Wongso, Jalan Melawai 12, Blok M, Jakarta Selatan. Saat itu pria yang akrab dengan sapaan Herman itu baru saja selesai memberikan pelatihan memasak kue lumpur kepada dua guru SMK dari Kudus, Jawa Tengah. Padahal dia sejatinya tak punya bekal pendidikan kuliner. Lelaki kelahiran 23 Januari 1978 ini menekuni dunia masak-memasak secara tak sengaja. Pada 1994, pemilik peternakan sapi tempatnya bekerja meninggal. Karena tak yakin putraputri ahli waris peternakan akan memperlakukan dia sama baiknya dengan mending ayah mereka, Herman memilih hijrah ke Jakarta bersama temannya, Gono. Di Jakarta, ia menjadi tukang kebun

FOTO-FOTO DOK: PRIBADI, RACHMAN HARYANTO

di kediaman pakar kuliner William Wongso. “Tapi saya waktu itu tidak tahu Pak William seorang pakar kuliner,” ujar ayah empat anak itu mengenang. Selain merawat tanaman dan membersihkan pekarangan, Herman tak sungkan membantu mencuci mobil serta mengerjakan tugas remeh-temeh lainnya. Setahun berselang, juru masak keluarga William berhenti bekerja dan memilih pulang kampung. Saat itulah Herman mulai bersentuhan dengan kegiatan masak-memasak atas bimbingan William. Menu pertama yang dia olah adalah tumis kecipir, daging kecap, dan sup kembang tahu. Hampir 10 tahun ia menjadi juru masak sekaligus merawat kebun dan melakukan pekerjaan lain di rumah William. Gajinya lebih dari cukup, Rp 3,5 juta. Toh, selama itu, Herman, yang mengaku tak lulus madrasah tsanawiyah (setingkat dengan sekolah menengah perta-

Koleksi TAPAK JEJAK ~ koran-minggu.blogspot.com


11

ma) belum ngeh dengan reputasi William sebagai pakar kuliner. Berkeinginan mendapat tambahan pengetahuan dalam mengolah makanan, pada 2004 ia meminta William memindahkannya ke resto­ ran Prancis di Jalan Panglima Polim. William, kata dia, sempat memberinya dua pilihan, bekerja di kafe atau restoran. Karena ia ingin belajar memasak secara profesional, restoran menjadi pilihannya. “Kalau di kafe saya enggak akan tahu bagaimana mencari bumbu, mengolah bumbu dan makanan, semua kan sudah ada, tinggal meraciknya dan menghidangkan,” ucap putra mandor kebun teh di Garut, Jawa Barat ini. Setahun kemudian, William mengangkat Herman sebagai juru masak masakan Indonesia di restoran tersebut. “Tapi awalnya memasak untuk karyawan dulu,” ucapnya sembari tergelak. Kenapa ia tertarik menjadi koki khusus masakan Indonesia? Jawaban Herman terdengar idealis: ingin melestarikan ribuan warisan resep makanan Nusantara yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Ia tak ciut nyali meski seorang chef pernah menyatakan membuat masak-

PROFESI

30 JUNI 2013

an Indonesia itu sangat rumit dan butuh waktu lama. Sebaliknya bagi Herman, memasak menu Nusantara termasuk seni berselera tinggi. Sebab, menurut dia, dari mencari bumbu yang tepat sampai menunggu masakan tanak berjam-jam merupakan kegiatan yang membutuhkan kesabaran tinggi. “Seniman itu kan orang sabar,” ucapnya diiringi derai tawa. Kini Herman menjadi koki tamu di sejumlah restoran mancanegara, seperti Mandarin Oriental (Inggris), Hotel Westin (Berlin), sejumlah restoran di Korea, Cina, Singapu-

ra, Meksiko, Spanyol, dan Belanda. Setiap kali mendapat order memasak di luar negeri, ia mendapat fasilitas nomor wahid, sejak berangkat hingga pulang. Honornya sekali memasak di restoran internasional Rp 15 juta. Herman menyebutkan peran William sebagai mentor punya andil tak terperi dalam perjalanan kariernya sebagai chef internasional. Setiap kali dia ingin mencoba suatu resep masakan daerah, mentornya itu akan membawanya ke pelosok Indonesia, tempat asal masakan itu pertama kali ditemukan. Misal-

Koleksi TAPAK JEJAK ~ koran-minggu.blogspot.com

nya rendang, Herman dipertemukan dengan ahli memasak rendang Padang di kampung si ahli tersebut. Selain Padang, ia pernah menyusuri Pekalongan untuk bisa memasak sakang ayam, tantou, dan acar nanas Pekalongan. Dia juga menjelajahi tujuh daerah lainnya. William memuji ketekunan Herman dan kepeduliannya mempromosikan aneka menu masakan Nusantara. “Sekarang Herman juga membawa para juru masak muda untuk melakukan food diplomacy ke mancanegara,” ujarnya. Karena bekerja di restoran Prancis, tentu aneka menu negeri Napoleon ia kuasai. Toh, Herman merasa memasak menu Indonesia tetap lebih menantang. Sebab, masakan ala Barat itu lebih ditentukan oleh daging dan saus. Sedangkan dari sekian ribu resep makanan Nusantara, belum ada masakan yang benar-benar baru. Dari rasa tertantang itulah Herman berhasil menciptakan resep baru masakan Indonesia. “Saya namakan nasi manis,” ucapnya. Resep ini terdiri atas nasi, daging suir, orek tempe, serundeng, sate udang, sambal terasi, dan mentimun. Resep lain kreasinya adalah sup iga daun kenikir. “Saya pernah memasak menu vegetarian untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Arena Pekan Raya Jakarta.” Herman berpesan kepada mudamudi Indonesia agar tidak melupakan masakan Nusantara, yang ternyata saat ini sangat digemari oleh orang-orang Eropa, terutama rendang. Makanan Nusantara, kata Herman, saat ini menjadi menu favorit di Meksiko, Eropa, dan tempat lainnya. Sebagai chef internasional, Herman bercita-cita suatu hari dapat mendirikan restoran dan sekolah memasak khusus untuk masakan Nusantara. BUDI ALIMUDDIN


Alexandra empat mata

30 juni 2013

12

Gottardo

Terbiasa di Alam

Bebas

Tak pernah lagi naik Transjakarta karena lamban dan enggak nyaman.

A

dari Detik di kantor 8 Manajemen, Jalan Lamandau IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa lalu. Film yang baru tayang di bioskop-bioskop pada 20 Juni lalu itu merupakan film kedua bagi Xandra berakting di bawah arahan Ari-Nia. Pada 2010, ia berperan sebagai perempuan pengungsi Timor Timur dalam Tanah Air Beta. Selain membincangkan film terbarunya, sambil sesekali menyeruput kopi susu, Xandra mengungkapkan pendapatnya mengenai harga bahan bakar minyak di Tanah Air dan di Eropa. Ia juga membandingkan pelayanan transportasi di negeri sang ayah dengan di Jakarta serta latar belakangnya mengkampanyekan penolakan perburuan hiu. Berikut ini petikannya. Koleksi TAPAK JEJAK ~ koran-minggu.blogspot.com

dok. pribadi

lexandra Gottardo langsung melepas ikatan rambut saat fotografer Detik meminta dia bersiap untuk sesi pemotretan sebelum wawancara. Rambutnya yang hitam ikal, sedikit diberi warna pirang, ia urai beberapa kali. Gadis berdarah Italia-Jawa ini bertutur tak suka tinggal di Jakarta. Menurut dia, Jakarta kota yang terlalu sibuk, sumpek, panas, dan kacau. Jika tak sedang ada pekerjaan, ia lebih senang bepergian ke daerah-daerah terpencil di pelosok Indonesia. Ia juga memilih pergi ke Eropa, menemui keluarga ayahnya, yang banyak tinggal di sana. Bagi dia, gunung, hutan, laut, dan pantai bukan hal berat untuk disinggahi. Sebab, ayah dan ibunya telah mengenalkan kegiatan di alam bebas kepadanya sejak ia masih balita. Tak mengherankan bila Xandra—begitu ia akrab disapa—mengaku enjoy saja selama syuting Leher Angsa garapan Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen. “Alam bebas bukan hal aneh bagiku. Sejak aku kecil, sudah ditanamkan pemikiran bahwa alam bebas itu sahabat manusia,� ucapnya saat berbincang dengan Budi Alimuddin


13

empat mata

30 juni 2013

Rachman Haryanto/detikcom

Apa beda tantangan saat berperan sebagai orang Timor dan dalam film Leher Angsa ini? Di Tanah Air Beta, aku sebagai pengungsi dari Timor Timur itu sangat ekstrem. Sebab, aku harus menghitamkan kulit, dialek bicara dan gesture juga diubah biar terlihat benar-benar orang Timor. Mereka kan terkenal keras kehidupan dan adatnya. Sedangkan saya orang Jawa. Di Leher Angsa, saya jadi orang Jawa. Kalau orang Jawa kan enggak terlalu hitam kulitnya. Kalau ibuibu orang Jawa itu kan, kalau sudah menikah, selalu pakai lipstik menor, apalagi mentang-mentang suaminya punya, lantas dandan berlebihan. Terus dialeknya kan dialek Jawa. Nah, itu saya bisa karena separuh darah saya Jawa. Tinggal saya di Malang, Jawa Timur. Saudara-saudara dari Mama juga Jawa.

Persisnya kapan sering naik gunung? Eh, dari kecil sih, SD-lah, aku sudah naik gunung sama Mama-Papa. Sebelum Papa meninggal, kami tinggal di Italia, jadi sering ajak aku dan Mama ke alam bebas, camping, terus naik Alpen. Papa pernah mengajak kami sekeluarga ke rumah temannya di dekat hutan Italia. Kami naik kuda dari rumah teman Papa itu dan pergi ke hutan. Kami enggak suka wisata di kota-kota atau mengunjungi mal-mal gitu. Ya, memang sih adalah dikasih pergi ke Disneyland, wisata modern itu, tapi ya cuma itu.

Di Indonesia kamu sudah travelling ke mana saja? Aku suka diving (menyelam). Aku sudah mengunjungi hampir semua pulau di Bangka Belitung. Juga Pulau Buton. Di sana aku bertemu dengan suku Sempa-Sempa, satu suku terisolasi yang masih cukup Itu lokasi syuting kan di alam primitif. bebas. Ada kendala secara pribadi? Sebelum syuting film-film yang Ke Wakatobi? digarap Alenia Film, aku sebenar- Ke situ juga pernah, aku juga pernah nya sudah akrab dengan alam bebas. nginep di perkampungan suku TengMalah, dulu saat remaja, aku terbia- ger di belakang Pegunungan Bromo. Kalau daerah barat Indonesia, aku sa nginep 4-5 hari di gunung. beberapa kali ke Padang, Bukittinggi. Tapi Papua dan Aceh belum perOh, ya, di mana saja? nah. Pingin juga ke sana. Kemarin Bromo, Semeru, dan Ijen. aku baru dari Bukittinggi. Pernah ke Gunung Rinjani? Kemarin sih saat di sana mau naik Dalam rangka apa? ke puncak Rinjani, tapi kami eng- Tahu enggak ngapain? Aku tuh gak diizinkan kuncen Rinjani karena cuma pingin makan bebek cabe ijo cuaca lagi enggak bagus. Ya, kecewa sama rendang dan es durian, yang juga sih, tapi kan demi keselamatan memang enak banget. Aku juga beli songket di sana. kami.

Kerabat kamu di Italia katanya banyak yang ingin ke Indonesia? Sebagian dari mereka sih sudah pernah ke Indonesia. Tahun ini mereka kan liburan musim panasnya JuliAgustus, ya kalau kita Juni-Juli. Nanti mereka, kalau ke sini, biasanya aku inapkan di Bali. Mungkin nanti mereka ke Jakarta, tapi cuma sebentar. Mereka enggak betah berlama-lama di Jakarta karena panas dan macet. Atau akan aku inapkan di Malang, baru ke Lombok dan Bali. Atau ke Yogyakarta, terus ke Borobudur, Solo, Semarang, dan Parangtritis.

jelasan dari Davina, aku sudah telanjur enggak suka sama orang yang sering memakan sirip hiu. Alasan lainnya, aku enggak suka pada orang yang makanannya aneh-aneh. Misalnya orang makan anjing. Di Bangkok ada yang makan kecoa dan cecak. Terlepas dari pelestarian hiu, sebetulnya dampak terhadap kesehatan juga tidak bagus? Nah, soal hiu ini, Davina kasih aku pengetahuan baru, soal kandungan logam yang begitu banyak pada sirip hiu itu, sehingga tak aman dikonsumsi manusia. Kalau dikonsumsi dalam jangka waktu lama, itu akan mengganggu lever. Levernya kayak gosong gitu. Mungkin untuk satu-dua tahun pertama aman, kulitnya jadi bagus, tapi lama-kelamaan kulit pemakan sirip hiu itu akan bolong-bolong enggak keruan. Itu karena kandungan merkuri pada sirip hiu sangat tinggi.

ANTISIRIP HIU “Keep in your mind !! shark not for food !! Masih ada makanan lain yang wajar dan normal untuk...,“ demikian kicauan Alexandra Gottardo pada 1 Juni lalu. Selain aktif bermain film, pemilik akun Twitter @Got_Alex ini rupanya punya kepedulian terhadap lingkungan. Ia pernah turut aktif dalam kampa- DI EROPA BBM DAN PARKIR nye pelestarian bumi atau Earth Hour, MAHAL BANGET pelestarian penyu, dan kini turut meng- Membandingkan kehidupan di Eropa kampanyekan penyelamatan hiu, yang dengan di Tanah Air tentu banyak perterancam punah karena banyak diburu. bedaan. Terkait dengan pelayanan transportasi umum, misalnya, di Eropa serba nyaman. Tak aneh bila jumlah Siapa yang mengajakmu berkam- kendaraan pribadi relatif lebih banyak di Indonesia. Penyebabnya, menurut panye soal hiu? Jadi begini, yang jadi duta World Xandra, harga bensin dan tarif parkir di Wildlife Foundation itu kan Davina, Eropa sangat mahal. sahabatku sejak remaja. Dia ajak aku ikut berpartisipasi dalam kampanye tidak memakan sirip ikan hiu atau Terkait dengan kenaikan harga Save Shark. Aku pernah ikut juga BBM, kamu setuju? waktu Earth Hour, pelestarian penyu, Kalau memang pencabutan subnah sekarang hiu. Sebelum ada pen- sidi BBM itu bisa dialokasikan de­

Koleksi TAPAK JEJAK ~ koran-minggu.blogspot.com


empat mata

14

30 juni 2013

Rachman Haryanto/detikcom

ngan bagus seperti dialihkan untuk harga BBM di sini dinaikkan, engpeningkatan kenyamanan di angku- gak jadi masalah. Tapi, memang, tan umum, aku sih setuju-setuju saja. untuk orang-orang yang ekonominya lemah, aku juga mikirnya gimaKalau dalam kondisi seperti saat na ya mereka. Aku berpikir sebaiknya ini? pemerintah Indonesia belajar banyak Percuma, ya, kayaknya, ha-ha-ha‌. dari pemerintah negara-negara di Kemarin ada beberapa teman dari Eropa untuk mengatasi persoalan luar datang ke sini dan tanya soal BBM dan transportasi ini. ribu-ribut rencana kenaikan harga BBM. Mereka bilang, “Oh my god, Ada yang bilang di sini harga BBM that is nothing.â€? Mereka ngomong lebih murah ketimbang seliter air begitu karena di Eropa harga bensin mineral? itu mahal banget. Makanya mereka Oh, kalau air mineral di Eropa, apalebih nyaman pakai angkutan umum. lagi di Italia, sangat murah, engSelain itu, parkir mahal banget di gak sampai US$ 0,5. Sebab, air yang sana. mengalir ke rumah-rumah penduJadi, kalau aku sih, walaupun duk di sana sudah steril dan dapat

diminum langsung tanpa perlu dima- sini, bukannya enggak mau naik, aku sak lagi. Jadi di sana jarang banget merasa enggak nyaman saja. orang membeli air minum kemasan untuk minum, kecuali untuk bepergi- Apa yang paling membuat tak an, misalnya mereka mau travelling, nyaman? beli air mineral di supermaket. Ya, enggak aman, ya karena lamban juga. Saya jadi hopeless kalau Pernah naik angkutan umum di bicara sarana publik di Indonesia Jakarta? karena masyarakatnya belum sadar Dulu pernah naik bus Transjakar- bagaimana memelihara sarana pubta saat awal-awal ada Transjakarta, lik. Tapi saya mencintai Indonesia kereta api juga pernah, bahkan aku karena keindahan alamnya, kulinersering naik ojek. Tapi sekarang ini aku nya, budayanya, dan keramahtamahenggak pernah lagi naik Transjakarta. an masyarakatnya. Tapi, kalau ingat Soalnya lamban dan enggak nyaman, sistem transportasinya, saya jadi enggak seperti awal-awal dijalankan pingin keluar dari Indonesia. Seperpada 2006. Tapi, kalau di luar negeri, tinya bersih itu bukan budaya Indoaku sih pakai angkutan umum. Di nesia.

5 Hal Tak Disukai

5 Hal Disukai Travelling

Kemacetan

Sudah jadi hobi dari kecil, enggak bisa dihentikan.

Buang-buang waktu.

Wisata Kuliner Tradisional

Lihat Orang Buang Sampah Sembarangan

Rasa ingin tahu cita rasa makanan khas berbagai negara.

Seperti lihat orang yang tak berbudaya.

Kegiatan Outdoor

Penyiksaan terhadap Binatang Peliharaan

Ingin menyerap inspirasi dari alam.

Kayak enggak ada pekerjaan lain saja, aneh.

Musik dan Film

Membuang Makanan

Salah satu hiburan yang tak bisa ditinggalkan saat travelling.

Tidak punya rasa empati pada orang-orang kelaparan.

Baca Novel

Membatalkan Janji dan Pekerjaan tanpa Alasan Jelas Tidak profesional.

Hobi membaca tak bisa dihentikan juga, ha-ha-ha‌. Koleksi TAPAK JEJAK ~ koran-minggu.blogspot.com


15 Nama: Alexandra Gottardo Tempat/Tanggal Lahir: Malang, 9 Januari 1985 Tinggi: 170 cm Zodiak: Capricorn Ayah: Carlo Gottardo Pekerjaan Ayah: Arsitek Ibu: Banik Ekawati Populer sejak membintangi sinetron Karena Cinta

empat mata

30 juni 2013

Pengalaman FTV: • 17 Hari di Bali • Seandainya • Kalo Naksir Ngapain Malu • Cinta 10 Hari • Miss Jojo • Ketika Kinan Ketemu Binar • Sebuah Rahasia Cinta • Cinta Dunia Maya • Siapa yang Meniduri Ranjangku

Sinetron: • Putri • Khanza • Anugerah • Malin Kundang • Cinta dan Anugerah • Maha Cinta • Roman Picisan • Perempuan, Mertua, dan Menantu

Testimoni

Film: • Medley • Anak-anak Borobudur • Suami-suami Takut Istri: The Movie • Tanah Air Beta • Leher Angsa Iklan: • Pocari Sweat • Pertamina

Davina Veronica, Duta World Wildlife Foundation

Dia Adil dalam Bersikap

A

Mohammad Abduh/Wolipop

ku kenal Alexandra sejak enam tahun lalu saat kami syuting bareng di suatu sinetron untuk Astro TV. Kami memerankan dua sahabat di sinetron berjudul Perempuan produksi Multivision Plus. Sejak itu, kami jadi sahabat beneran. Bahkan saat ini aku sudah menganggapnya seba-

gai adik dan dia menganggap aku sebagai kakak. Papaku pun ia anggap papanya sendiri. Xandra orangnya keras, sangat teguh pendirian. Bila dia punya rencana melakukan tindakan A, dan aku bilang B, dia akan bertahan dengan segala argumentasinya jika merasa benar. Kami tentu tak luput

dari perbedaan argumen, tapi tak sampai membuat persahabatan retak. Intinya, sebagai teman, Xandra sangat adil dalam bersikap. Dia juga sangat open minded dan tak segan membela kawan-kawan terbaiknya yang sedang dirundung masalah. Oh ya, dia sosok yang sangat mandiri.

Ingin Jadi Pilot Pesawat Tempur F

Koleksi TAPAK JEJAK ~ koran-minggu.blogspot.com

dok. pribadi

ilm Top Gun yang dibintangi aktor ganteng Tom Cruise benarbenar membekas dalam benak Xandra. Karena itu, bila ditanya apa yang menjadi cita-citanya, ia dengan penuh percaya diri menyebut, “Aku pingin jadi tentara dan pilot pesawat tempur.” Di luar film, latar belakang keluarga, terutama dari ayah, turut mempengaruhi pilihan cita-cita dia semasa kecil. Maklum, “Kakekku mantan tentara Italia.” Xandra mengakui akan terpana dan matanya seolah tak berkedip jika melihat pasukan Italia. Mereka biasa memakai seragam khusus saat mendapat tugas resmi, seperti mengawal presiden, menyambut tamu negara, atau mengawal Paus Vatikan bepergian. Bagi Xandra, mereka sangat gagah dan maskulin. Selain itu, Xandra terpikat oleh penampilan para personel SWAT dan Navy SEALs perempuan Amerika Serikat. “Apalagi pas ketemu Navy SEALs cewek Amerika di Hong Kong, aku jadi gimana gitu,” ucapnya. Sayang, sang bunda tak memberikan restu saat ia ingin mendaftar sebagai tentara perempuan di Italia. Padahal tubuh dan mentalnya sudah teruji sejak kecil di alam bebas. Kendala lain yang membuatnya sulit masuk lingkungan militer adalah dia anak tunggal. “Pemerintah Italia tak memperbolehkan anak tunggal masuk militer,” ucapnya. Tapi dia tak berkecil hati menghadapi kenyataan tersebut. Sebagai aktris, dia berharap pada suatu hari bakal ada yang menawarinya bermain film dengan setting dunia militer atau peperangan. Untuk menunjang kemampuan berakting di film laga, Xandra mengaku sejak kecil belajar bela diri, seperti pencak silat Perisai Diri, taekwondo, karate, Thai boxing, dan bela diri lainnya. “Aku sekarang lagi nyari produser yang mau bikin film perang, ha-ha-ha…,” ucapnya. Budi Alimuddin


otomotif

30 juni 2013

16

Mobil Sekaligus Kedai Dika memodifikasi VW Combi keluaran 1973 menjadi kedai kopi sejak akhir 2011.

S

uasana masih tampak lengang saat saya menapaki Jalan Diponegoro, Bandung, Rabu pekan lalu. Tapi, di depan Gedung Sate, bus Mercy berwarna biru telah terparkir di sana pagi itu. Para peng-

gemar kesebelasan Persib Bandung menyebut bus yang telah menjadi ikon Jawa Barat itu sebagai bus Viking. Ya, bus biru itu milik komunitas pendukung Persib yang digunakan untuk menjual aneka barang resmi berlogo Persib. “Ide awalnya muncul karena ditawari bus sama Damri. Lalu anakanak Viking punya kreativitas untuk menjadikan bus ini sebagai mer­ chandise store,” kata Abel Sastranegara, 26 tahun, anggota komunitas Viking yang bertugas menjaga toko. Walaupun bus itu telah menjadi

Coffee­Combi bisa menyajikan hingga puluhan cangkir per hari. Kedainya buka setiap hari dari pagi hingga pukul 7 malam, kecuali Minggu hanya dibatasi sampai pukul 3 sore. Coffee Combi juga sering mengadakan perjalanan untuk memasarkan kopinya. Seperti akhir 2012, Coffee Combi melakukan perjalanan ke Bogor. Pembelinya pun harus

Coffee Combi

S

elain bus Viking, di Bandung ada kendaraan lain yang dijadikan untuk menjual produk, yakni Coffee Combi, di lingkungan kampus Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha. Hanya, sejak beberapa pekan lalu, kedai berjalan itu tak lagi mangkal di sana karena tengah menyiapkan konsep dan lokasi baru yang dianggap lebih strategis. “Kami membuka cabang di Cibubur Junction dan meliburkan cabang Bandung untuk sementara,” kata Rahadika Widya Nugraha saat dihubungi via telepon selulernya. Sebelumnya, saya pernah bebera-

ikon Jawa Barat, Abel menambahkan, pemerintah daerah tidak campur tangan. Dana untuk memodifikasi bodi dan mengecat ulang bus dengan panjang sekitar 13 meter, lebar 2,5 meter, dan tinggi 4 meter itu semuanya murni memakai uang kas komunitas. Bus ini biasanya menghabiskan sekitar 30 liter bahan bakar setiap pekan. Tapi, bila harus mengikuti tim Persib bertanding ke luar Kota Bandung, tentu saja jumlah konsumsi bahan bakar bertambah sesuai dengan jarak. “Sekarang sih

pa kali kongko sambil menyeruput kopi di Coffee Combi. Dika memodifikasi Volkswagen Combi keluaran 1973 menjadi kedai kopi sejak akhir 2011. Mobil ini dilengkapi dengan genset 3.000 watt agar bisa memfungsikan Saeco Royal Cappuccino, yang berdaya listrik 2.300 watt. Di dalam mobil juga ada mesin es­ presso tipe bean-to-cup atau superotomatis. Mungkin karena di lingkungan kampus, Dika tak mematok harga tinggi. Cukup merogoh kocek maksimal 15 ribu untuk berbagai menu kopinya. Dika dibantu oleh dua barista, yang mengolah minuman dan melayani pembeli. Saat ramai,

biaya perawatan sekitar Rp 5 juta per bulan,” ujar Abel. Agar pembeli leluasa memilih aneka barang di dalam bus, ia membatasi maksimal hanya 10 orang. Sisanya menunggu antrean. Harga barang di dalam bus sama dengan yang dijual di toko. Kaus junior untuk balita, misalnya, dijual Rp 50 ribu, sedangkan jaket Rp 350. Natatsa Mayang Pujakusuma (magang)

mengecek akun Twitter setiap hari di @CoffeeCombi untuk mengetahui tempat mangkal VW Combi keren ini, karena tempatnya berubah-ubah setiap hari.

foto-foto: Natatsa Mayang Pujakusuma (magang) / berbagai sumber Koleksi TAPAK JEJAK ~ koran-minggu.blogspot.com


17

ASAL TAHU AJA

30 JUNI 2013

SI CANTIK BERJILBAB “Kami ingin menunjukkan profesi ini juga layak bagi kaum perempuan.”

K

etika polisi wanita mengenakan jilbab masih menjadi kontroversi di negeri ini, yang mayoritas muslim, beberapa wanita berjilbab di Pakistan dan Afganistan malah sudah berada di balik kemudi pesawat tempur. Bagi mereka, menunaikan syariat Islam tak harus menghambat pekerjaan atau profesi yang ditekuni. Situs Huffington Post edisi 13 Juni lalu, misalnya, menurunkan laporan tentang Ayesha Farooq, 26 tahun. Wanita asal Provinsi Punjab itu menjadi satu dari 19 perempuan yang mengabdi di Angkatan Udara Pakistan dalam satu dekade terakhir. “Aku tak merasa ada perbedaan. Kami melakukan aktivitas dan tugas yang sama, menentukan presisi pengeboman,” kata Ayesha, yang menerbangkan jet tempur F-7PG buatan Cina. Ia mengaku ibunya sempat menentang keras niatnya menjadi pilot. Angkatan Udara pun awalnya masih memandang sebelah mata kemampuannya. Ia, misalnya, cuma dipercaya menerbangkan pesawat yang terbang lambat, mengantar pasukan dan perbekalan. “Bukan terjun di medan perang,” ujarnya.

FOTO-FOTO DOK: AP, REUTERS

TERBANGKAN PESAWAT TEMPUR af.mil 18 Mei lalu. Dua tahun lalu, beberapa wanita Afganistan juga mengikuti pelatihan menjadi pilot di Amerika Serikat. Letnan Dua Sourya Saleh dan Letnan Dua Masooma Hussani, misalnya, mengikuti pelatihan di Pangkalan Angkatan Udara Amerika Serikat di Lackland, San Antonio, Texas. “Kami ingin menunjukkan profesi ini juga layak bagi kaum perempuan,” ujar Sourya. Sebelum benar-benar mengikuti pelatihan sebagai pilot, selama 6-8 bulan ia dan kawan-kawan mengikuti kursus bahasa Inggris di Lackland bersama 1.200 peserta dari berbagai negara. Selanjutnya mereka akan menuju Fort Rucker di Alabama untuk mengikuti pelatihan Selang sebulan sebelumnya, Letnan Dua Niloofar Rhmani, 21 tahun, menorehkan sejarah baru di Angkatan Udara Afganistan. Ia menjadi wanita pertama yang lulus mengikuti pendidikan sebagai pilot pesa-

wat tempur. “Pertama, ini adalah ambisi pribadi saya. Kedua, saya ingin menunjukkan bahwa wanita Afganistan juga mampu menerbangkan pesawat tempur,” ujarnya kepada Washington Times, 14 Mei lalu. “Saya ingin terbang bahu-membahu bersama saudara kami kaum pria,” ujarnya. Ia mengaku menjadi pilot adalah salah satu impian ayahnya, yang gagal diwujudkan 40 tahun lalu. “Saya mempersembahkan ini untuk ayah,’ ujar Niloofar seperti ditulis www.kdab.afcent.

Koleksi TAPAK JEJAK ~ koran-minggu.blogspot.com

sebagai pilot helikopter. “Ini sebuah langkah besar mendapatkan peserta didik perempuan yang akan menjadi pilot di negeri yang biasa didominasi kaum pria,” kata Komandan Pangkalan Lack­ land Kolonel Eric Axelbank. Masooma mengaku mendapat sokongan penuh dari kedua orang tuanya untuk menjadi pilot pesawat tempur. “Ini impian lama saya, dan saya sudah tak sabar untuk berada di balik kemudi untuk menunjukkan kepada dunia bahwa saya mampu,” ujarnya. SUDRAJAT


sport

30 juni juni 2013 2013 16

18

FINAL PIALA KONFEDERASI

berbagai sumber

Neymar Optimistis Pukul Spanyol

Piala Konfederasi satu-satunya gelar juara yang belum pernah diraih Spanyol. RIO DE JANEIRO — Dua ikon sepak bola dunia, Brasil dan Spanyol, akan mengadu taji dalam duel final Piala Konfederasi di Stadion Maracana dini hari nanti. Neymar, yang didapuk sebagai pemain terbaik Selecao dalam tiga laga sebelumnya, optimistis bisa mengakhiri dominasi Spanyol di lapangan bola dalam lima tahun terakhir. Brasil akan tampil dengan modal belum pernah kalah di ajang kompetitif sejak 1975 itu. Adapun Spanyol lolos ke final setelah susah payah menyingkirkan Italia 7-6 lewat adu penalti di semifinal. Mantan arsitek Selecao, Carlos Alberto Parreira, menilai inilah saatnya menunjukkan kekuatan Brasil sejak terakhir mengangkat trofi pada Piala Dunia 2002. “Ini saatnya untuk mengakhiri era Spanyol di panggung sepak bola,” kata penyumbang tiga gelar juara Brasil di Piala Dunia 1994, Copa America 2004, dan Piala Konfederasi 2005.

n a a r i k r e P : Formasi

3-3):ves, Thi4 ( l i s a r B l r; Dani A

rsa Julio Ce , David Luiz, Ma o, h a ago Silv Gustavo, Paulin d e iz celo; Lu ulk, Neymar, Fr Oscar; H

-3-3)o:Arbe4 ( l o y n a Sp llas; Alvar

i d Iker Cas o Ramos, Gerar i r loa, Serg di Alba; Xavi, Se ta; s or Pique, J ets, Andres Inie do u n gio Busq uan Mata, Ferna Pedro, J Torres

Statistik kedua tim di Piala Konfederasi 2013: Brasil Spanyol Bermain 4 4 11 Gol 15 2,75 Rata-rata gol per pertandingan 3,75 43 Tembakan ke gawang 68 1.783 Total Operan 3.052 3 Kebobolan 1

Stamina fisik prima juga akan mendukung penampilan skuad Luiz Felipe Scolari itu. Maklum, Neymar dan rekan mendapat jatah istirahat sehari lebih lama. Adapun Spanyol hanya memiliki waktu istirahat 72 jam setelah tampil melawan Azzurri. Parreira sengaja meminta Scolari tidak mengubah taktik. Bek Real Madrid, Marcelo, mungkin masih akan dioperasikan sebagai bek kiri untuk menyuplai bola ke arah Neymar. Gelandang Paris-Saint Germain, Thiago Silva, masih akan diplot sebagai peredam serangan lini tengah Spanyol, yang akan dikomandani Andres Iniesta, sementara Fred dan Hulk akan mencoba membantu Neymar menggedor gawang Iker Casillas. “Saya menghargai kemampuan Casillas. Saya akan merasa terhormat bisa mampu menjebol gawang Casillas,” kata Neymar. Spanyol juga akan membawa motivasi sama, yakni meraih gelar juara. Soalnya, Piala Konfederasi merupakan satu-satunya trofi yang belum pernah diraih La Furia Roja. “Piala Konfederasi merupakan duel pembuka Piala Dunia 2014 tahun depan. Penggila bola akan setuju jika ini merupakan sebuah pertandingan besar,” kata Casillas. AS | SPORT.ES | GOAL | BAGUS W

Koleksi TAPAK JEJAK ~ koran-minggu.blogspot.com


19

sport

ANTARA / Ismar Patrizki

30 juni 2013 16

Ketika Maradona Ngambek “Saya ke Indonesia untuk sepak bola, bukan politik.” JAKARTA — Kedatangan legenda hidup sepak bola Diego Maradona ke Indonesia tak berjalan mulus. Soalnya, pahlawan Argentina di Piala Dunia 1986 itu memilih membatalkan kunjungan ke Medan, salah satu dari empat kota yang sedianya bakal dikunjungi pria 52 tahun itu. Maradona tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, pukul 06.00 WIB kemarin. Menumpang pesawat maskapai Emirates dengan nomor penerbangan EK-368, El Diego tam-

pak semringah mengenakan baju bergambar harimau dan celana jins serta topi. Sempat diantar ke tempatnya menginap, Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Maradona dijadwalkan melakukan jumpa pers pada pukul 10.00 WIB. Jurnalis yang telah menunggunya di Jakarta Theater dibuat kecewa mantan arsitek tim nasional Argentina itu. Eddy Sofyan, Ketua Badan Sepak Bola Rakyat Indonesia, promotor yang mendatangkan El Diego, mengaku sang bintang mengalami keletihan setelah menempuh perjalanan jauh. “Mohon maaf kepada rekan media semua, dia tidak bisa menghadiri jumpa pers hari ini,” kata Eddy. Kedatangan pria yang terakhir

menukangi klub Dubai, Al-Wasl, itu ke Indonesia juga nyaris batal. Alasannya, ada beberapa agenda yang tidak sesuai dengan keinginannya. Salah satunya soal kunjungannya ke Medan. Sayang, Eddy enggan menjelaskannya secara terperinci perihal ketidaknyamanan pria kelahiran 30 Oktober 1960 ini. “Keputusan ini sangat berat karena beliau hanya bersedia mengunjungi tiga kota. Padahal semuanya sudah dijelaskan oleh Duta Besar Argentina. Tapi, ketika tadi dijelaskan lagi dan hal itu tidak sesuai dengan keinginannya, dia langsung bilang no,” ujarnya. Eddy mengaku Maradona bahkan sempat mengancam kembali ke Argentina jika keinginannya

tak dipenuhi. “Daripada tidak jadi semua, dan secara kebetulan persiapan di Medan ternyata juga belum maksimal, akhirnya kami batalkan,” kata Eddy, yang mengaku sudah tiga kali melakukan konfirmasi agenda kepada manajemen Maradona. Selain Medan, Makassar menjadi salah satu kota yang masih dipertimbangkan jadwal kunjungannya. Eddy mengatakan mendapat informasi bahwa ada calon gubernur kota tersebut yang memanfaatkan kedatangan Maradona untuk memuluskan tujuan politiknya. Mengetahui hal itu, si Cebol marah. “Dan mengancam pulang. Saya ke sini untuk sepak bola, bukan untuk politik,” ucap Eddy menirukan Maradona saat itu. MERCY RAYA

menjadi pemain bola terkenal. Syaratnya, “Untuk jadi pemain bola, tidak hanya satu hari, tapi harus bekerja keras,” kata pria 52 tahun itu. Secara total, Maradona menyapa penggemar cilik hanya 15 menit di Senayan. Dia memilih pulang ke hotel menggunakan mobil dari pintu keluar stadion. Suasana pun sontak menjadi gaduh. Anak-anak yang berada di lapangan terlihat kaget

dan membubarkan diri. Sedangkan para awak media sempat mengejar Maradona hingga masuk ke mobil. Maradona juga sempat membuat awak media kecewa. Soalnya, secara tiba-tiba dia membatalkan jadwal jumpa pers di Jakarta Theater pada pukul 10.00 WIB. Dia juga memilih membatalkan kunjungan ke Medan, salah satu dari empat kota yang sedianya bakal disambanginya di Indonesia. AMALIA DWI SEPTI

Kenangan Indah Maradona Semasa Kecil

S

ekitar 100 anak telah menanti Diego Armando Maradona untuk mengikuti coaching cli­ nic di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, kemarin. Namun mereka harus menelan kekecewaan setelah legenda hidup itu hanya membagi-bagikan bola dan memilih balik ke Hotel Mulia, Jakarta, tempatnya menginap. Padahal ratusan anak dari berbagai sekolah sepak bola itu menunggu

kedatangan Maradona sejak siang. Datang mengenakan kemeja biru dan celana jins panjang, Maradona datang menuju panggung di pinggir lapangan. Sedangkan ratusan anak tersebut berbaris di lapangan. “Saya sangat senang melihat kalian. Saya jadi teringat waktu kecil, saya pernah merasakan bermain bola di umur seperti kalian,” kata El Diego. Pahlawan Argentina di Piala Dunia 1986 itu membagi kiat sukses untuk

Koleksi TAPAK JEJAK ~ koran-minggu.blogspot.com


20

offside

30 juni 2013

Rela Tak Dibayar Sebagai Duta Lingkungan dan Sosial

C

hajiabror rizki

ristiano Ronaldo menunjukkan kepeduliannya pada lingkungan. Dia rela tak dibayar sebagai duta mangrove. Maklum, pemain Portugal yang juga pilar Real Madrid itu menyimpan pengalaman tersendiri akan tsunami delapan tahun lampau. Foto Martinus yang mengenakan jersey Portugal dengan nama punggung Ronaldo tersebar di jejaring sosial. Menariknya, Martinus, yang saat itu masih siswa kelas III sekolah dasar, selamat karena tersangkut di hutan bakau meski terombang-ambing di laut selama 19 hari. Ronaldo pun menengok ke Aceh dan bertemu langsung dengan sang bocah. Kemudian dia ditawari Yayasan Artha Graha Peduli milik Tomy Winata untuk menjadi duta pelestarian hutan bakau. Kegiatan pertama dia adalah menanam bakau di daerah Telaga Waja, Benoa, Bali, pekan lalu. Ronaldo datang dan melaksanakan tugas dengan baik. Bagaimana dengan pemain bola lain? getty images

Dante

Berkaca pada Pengalaman Masa Kecil partrick whittman

Lionel Messi

Kampanye Perangi Malaria

P

emain mungil pilar Barcelona, Lionel Messi, tak menghabiskan waktu pada jeda kompetisi ini dengan melulu liburan. Bapak satu anak itu justru turut berkampanye menyuarakan perang terhadap malaria di Senegal. “Saya sangat senang bisa berada di Senegal. Saya punya komitmen memerangi malaria tanpa belas kasihan. Kapan pun saya punya kesempatan membantu, saya tak akan setengah-setengah,” kata

Messi kepada BBC. Messi tak berjuang sendirian. Dia bergabung dengan gerakan Sepak Bola Perangi Malaria yang digagas Aspire Football Dreams, organisasi olahraga yang bermarkas di Qatar. Gerakan itu mendistribusikan 400 ribu kelambu tempat tidur kepada 10 negara di Afrika. Ya, Afrika mempunyai data korban malaria yang cukup mengerikan. Dalam setahun, korban jiwa akibat malaria mencapai 700 ribu orang. FEMI DIAH

B

ek tengah Bayern Muenchen, Dante, tak bisa menolak saat didapuk menjadi duta SOS Children Village. Pemain yang punya nama lengkap Dante Bonfim Costa Santos itu merasa bisa membayar penderitaannya semasa kecil dengan bergabung di organisasi nonpemerintah yang berfokus membela hak anak-anak itu. “Saya menjadikan masa kecil sebagai latar belakang. Makanya saya ingin membantu orang lain dengan

Koleksi TAPAK JEJAK ~ koran-minggu.blogspot.com

minimal mencontoh apa yang saya lakukan dan saya capai sekarang,” kata Dante. Pemain Brasil itu kemudian mengaku hidup di lingkungan miskin. “Kami tak mudah mendapatkan keinginan kami. Tapi orang tua kami saling membantu untuk mencapai tujuan,” ujarnya. “Pengalaman itulah yang ingin saya tularkan kepada anak-anak ini. Jika mereka bersatu, kita bisa mencapai keinginan dengan lebih mudah,” tuturnya di situs resmi organisasi sosial itu. FEMI DIAH

Harian Detik Minggu 30.06.2013  

Edisi Nomor 921/Tahun ke-2 | 30 Juni 2013 | www.hariandetik.com | Harian Detik dipublikasikan oleh PT Agranet Multicitra Siberkom, Grup Tran...

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you