Page 1

REPUBLIKA

JUMAT, 19 AGUSTUS 2011 / 19 RAMADHAN 1432 H n 1

BERLOMBA BELAJAR ISLAM laporan utama

S

ilih berganti kegiatan keagamaan digelar. Pertemuan diadakan berkala, hari tertentu dalam satu pekan. Intensitas mengalami peningkatan pada Ramadhan, baik melalui kajian khusus maupun kegiatan yang dinamakan pesantren kilat. Anakanak hingga pemuda berlomba mengayunkan langkahnya untuk mendalami agamanya. Tak ketinggalan pula para pembantu rumah tangga. Ustaz Khalid Basalamah, ketua Yayasan AtsTsabat, Jakarta, menilai itu semua merupakan buah kesadaran. Meski demikian, ia menganjurkan agar mereka yang kini giat mendalami Islam untuk pandai dalam memilih seseorang sebagai guru atau narasumber. Reguklah ilmu dari mereka yang benarbenar menguasai ilmu agama.

2 AP

3

Ustaz Subki al-Bughury

Tampak pada Perilaku Kesadaran seorang Muslim terhadap Islam tak sekadar terlihat dari gairah mereka mempelajari ajaran agamanya itu, tapi juga pada perilakunya. Mereka menjalankan ibadah dan nilai yang terkandung di dalamnya diwujudkan dalam aktivitas sehari-hari.

PANORIMO.COM

Penguasa Kirman

10

Kutlugh Turkan dari Dinasti Kutlugh Khanid yang ada di Kirman, Persia, memegang tampuk kekuasaan selama 26 tahun. Ia memperoleh hak istimewa dengan kekuasaannya itu, namanya disebutkan dalam khutbah di masjid. Kekuasaan Turkan pernah diguncang melalui kerusuhan kelompok penentang namun ia berhasil meredamnya.

DOKPRI

12

Mencapai Impian Tekad menjadi relawan kemanusiaan dalam diri Nurfitri Moeslim Taher telah tumbuh sejak remaja. Takdir menuntunnya bergabung dengan lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committe (MER-C). Bersama lembaga ini, ia meraih pengalaman demi pengalaman tak terlupakan. Salah satunya saat bergerak bersama aktivis kemanusiaan dunia membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza, Palestina, dengan Kapal Mavi Marmara.

8

Berburu Lailatul Qadar Ada satu malam paling istimewa di bulan Ramadhan, yaitu lailatul qadar. Malam tersebut, seperti ditegaskan oleh Allah SWT, lebih baik dari seribu bulan. Setiap Muslim berkepentingan dan berpeluang mendapatkan keistmewaan malam lailatul qadar.

N U R F I T R I M O E S L I M TA H E R DOKPRI


REPUBLIKA

laporan utama

JUMAT, 19 AGUSTUS 2011

2

Bersama Mendulang Ilmu Semangat belajar ilmu agama tak hanya merasuki anak muda, tetapi juga pembantu rumah tangga.

Oleh Indah Wulandari

K TAHTA AIDILLA

RINGAN DAN MENGHIBUR Oleh Indah Wulandari etua Panitia RICMA Camp, Andi Ramadhan, mengatakan kamp ini dilangsungkan dalam suasana lebih ringan dan menghibur namun tetap menjaga napas Islaminya. Ratusan peserta, yaitu pelajar dan mahasiswa, mengikuti acara yang diselenggarakan pada 12 hingga 14 Agustus 2011 lalu itu, bertempat di Masjid Cut Meutia dan Hotel Sofyan Betawi. Kemasan penuh keceriaan itu memang disengaja dan menjadi magnet bagi anakanak muda agar mau bergabung dan terlibat dalam segala aktivitas RICMA. “Konsep diskusi dipakai agar para peserta berpikir kembali tentang aplikasi ajaran agama serta keimanan mereka dalam kondisi kekinian,” jelas Andi. Pola komunikasi dengan generasi muda Muslim saat ini, paparnya, tak bisa dilakukan satu arah ataupun hanya berupa doktrin. Jika pemahaman mereka telah ter-

K

bentuk, Andi berharap konsep keimanan digunakan untuk meraih prestasi di segala bidang. Peningkatan iman, ilmu, dan amal pun ia yakini bakal tercapai. Jalinan tali silaturahim dan ukhuwah Islamiah di kalangan pemuda atau remaja Islam menjadi salah satu tujuan RICMA Camp. Para peserta ditempatkan secara berkelompok dan beberapa hari terpisah dari keluarga. Sehingga, mereka lebih terfokus pada materi yang disampaikan. “Insya Allah, mereka bisa mandiri. Sekaligus ini sebagai sarana dakwah kami untuk kaum muda,” imbuh Andi. Segmen muda juga dibidik DKN Garda Bangsa dalam Pesantren Kilat Anti Teror. “Kami merasa perlu membentengi para pelajar dari gerakan radikalisme agama yang marak,” papar Shofielwidad Azzaki, ketua panitia. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk keprihatinan dan keresahan organisasi Garda Bangsa pada kondisi sosial yang cenderung terkotak-kotak. Ketua Umum DKN Garda Bangsa, Hanif

IQTISHAD (EKONOMI ISLAM)

Ketua STMIK AMIKOM Yogyakarta www.amikom.ac.id

n ed: ferry kisihandi

Kebijakan Moneter Mencegah Penyimpangan (5)

D Oleh: Prof. Dr. M. Suyanto

Dhakiri, mengatakan, para ulama terdahulu telah meletakkan dasar-dasar kehidupan agama yang kuat dan menyatu dengan budaya masyarakat setempat. Dan, pihaknya kini berupaya menanamkan keyakinan pada para remaja Muslim agar menghargai dinamika kehidupan keislaman dan kebangsaan. Salah satu keyakinan itu adalah ajaran Ahlussunah Waljamaah yang dipraktikkan para Nahdliyin. Secara terpisah, salah satu panitia pesantren kilat untuk pembantu rumah tangga di Perumahan Permata Pamulang, Tangerang Selatan, Teguh Yuwono, mengungkapkan, peserta pesantren di tempatnya sangat spesifik, yaitu pembantu rumah tangga. Peran mereka sebenarnya cukup signifikan di tengah urusan rumah tangga kaum Muslim. “Jika pembantu rumah tangga dibina keyakinan agamanya, kelak ada nilai positif bagi dirinya sendiri dan keluarga di mana ia bekerja,” katanya.

umandang tilawah Alquran terdengar dari area Masjid Al-Muhajirin, Perumahan Permata Pamulang, Tangerang Selatan. Sekitar 30 perempuan berpenampilan sederhana khusyuk mendengarkan rekannya melantunkan ayat-ayat Alquran. “Saya jadi lebih berani untuk membaca Alquran di hadapan orang banyak,” tutur Acih Sunarsih, sosok yang melantunkan Alquran itu, Selasa (16/8). Keberanian Acih ia tunjukkan ketika ia membaca Alquran pada acara pesantren kilat (sanlat) yang diselenggarakan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Muhajirin, Lazis Dewan Dakwah, Al-Azhar Peduli Ummat, serta LPM Maestro Tangerang Selatan di pekan kedua Ramadhan 1432 H. Bila orang lain menilai keberaniaan itu sebuah hal biasa, tetapi Acih tak memandangnya begitu. Ia tak mau dengan profesinya sebagai pembantu rumah tangga, ia dipandang sebelah mata dalam ihwal membaca Alquran. Semangatnya pun membuncah karena sang majikan mengizinkannya dan mendorongnya menimba ilmu melalui sanlat itu. “Materinya bagus untuk bekal agama saya. Tapi yang penting, ada izin,” ujarnya. Meski berlangsung hanya sehari, kegiatan tersebut melecut Acih untuk meneruskan kebiasaan mengaji, terutama saat ia pulang kerja. Ia bakal selalu menyempatkan waktu membaca Alquran di rumahnya, Bogor, Jawa Barat. Ia meneguhkan diri untuk secara rutin menghadiri pengajian bersama rekan-rekannya seminggu dua kali di kompleks perumahan tersebut. “Saya ingin menambah ilmu agama untuk bekal di akhirat, “ungkap Acih. Peserta lainnya, Irma, mengaku memanfaatkan kegiatan ini sebagai tempat berbagi rasa. “Saya perlu sentuhan agama karena pekerjaan saya butuh kesabaran,” jelasnya. Ia yang selalu ditemani anaknya saat bekerja, sangat bersyukur memperoleh pengajaran agama. Selain menyampaikan materi tentang ibadah, panitia membuka sesi tanya jawab disertai konsultasi berbagai masalah yang mereka hadapi

dalam pekerjaan, mulai dari pesan dan tips untuk menghadapi sesama hingga akidah hidup bertetangga. Tak heran bila Irma antusias datang, karena banyak solusi kehidupan yang ditawarkan pada sanlat ini. Dukungan majikannya agar dia belajar agama, tutur dia, selalu terngiang. “Mengaji itu perlu,” kata Irma menirukan majikannya. Secara terpisah, siswa SMA Negeri 24 Jakarta, Brian Perdana Putra, memburu ilmu melalui Pesantren Kilat Antiteror yang digelar oleh DKN Garda Bangsa pada Rabu (17/8), yang bertujuan menyuburkan kecintaan terhadap Tanah Air. Brian mengaku, semula merasa ngeri mendengar kata antiteror, tetapi setelah mengikuti acara malah ia senang. Hatinya berbunga karena di sana ia diajari bagaimana Islam yang ramah, santun, dan menjadi rahmatan lil alamin. Mengkaji kitab Al-Muqtathafat li Ahlil Bidayat karya KH Marzuqi Mustamar melengkapi program tersebut. Di dalamnya berisi berbagai hujah amaliah Nahdliyyah. Kegiatan semaan Alquran 30 juz oleh mahasiswa Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) Jakarta pun mewarnai kegiatan ini. Secara khusus, peserta memperoleh penjelasan mengenai dalil yang selama ini dipakai ulama Nahdlatul Ulama mengenai berbagai praktik keberagamaan dan keyakinan. “Inginnya mendalami agama Islam dari beberapa perspektif,” ujar Brian. Pilihan mempelajari agama dalam suasana yang lebih ringan dipilih Indra. Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini mengikuti Remaja Islam Masjid Cut Meutia (RICMA) Camp dengan harapan bisa berinteraksi dengan teman sebaya, sekaligus berdiskusi berbagai materi keislaman dari perspektif generasi muda. “Materi disampaikan secara komunikatif sehingga suasananya tidak tegang,” nilai Indra. Suasana kebersamaan serta interaksi yang bagus tadi membuat sekitar 150 peserta RICMA Camp ini tak bosan. Diselingi berbagai kegiatan mabit di masjid, selama dua hari mereka juga disuguhi rangkaian acara paket Ramadhan ala RICMA, di antaranya Festival Jazz Ramadhan. “Selain mendapat ilmu, wawasan serta teman kita pun bertambah,” ungkap Indra. n ed: ferry kisihandi

alam surat Al Hasyr ayat 7 : “Apa saja harta rampasan yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orangorang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya”.

Menurut Ibnu Katsir, Allah SWT menerangkan tentang fa’i, sifat dan hukumnya. Fa’i adalah semua harta rampasan dari kaum kafir tanpa melakukan peperangan lebih dahulu dan tanpa melarikan kuda dan unta. Dengan kata lain, mereka tidak mengadakan perang satu lawan satu dan saling menyergap. Bahkan, musuh-musuh itu ditimpa rasa takut, sesuatu yang Allah timpakan ke dalam hati-hati mereka karena wibawa Rasulullah SAW, sebagaimana yang terjadi pada Bani Nadhir. Kemudian Allah memberikan harta-harta yang telah mereka tinggalkan itu untuk Rasulullah SAW secara pribadi. Oleh karena itu beliau mengatur pembagian harta rampasan perang dari Bani Nadhir menurut cara yang beliau kehendaki. Beliau memberikan kepada kaum muslimin menurut segi-segi kebaikan dan kemaslahatan yang telah disebutkan oleh Allah SWT di dalam ayat-ayat ini. “Apa saja harta rampasan yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya dari mereka, yaitu Bani Nadhir ” maka untuk mendapatkan itu kamu tidak mengerahkan seekor kudapun dan seekor unta pun, tetapi Allah telah memberikan keuasaan kepada Rasul-Nya terhadap siapa yang dikehendakinya-Nya. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” Yaitu tidak dapat dikalahkan dan tidak dapat ditolak. Bahkan, Dia adalah Yang Maha Mengalahkan atas segala sesuatu. Kemudian Allah SWT berfirman, ” Apa saja harta rampasan yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang berasal dari penduduk kota-kota,” yaitu semua kota yang telah ditaklukkan, maka hukumnya disamakan dengan hukum-hukum harta rampasan perang Bani Nadhir. Itulah

sebabnya Allah berfirman, ”Maka adalah untuk Allah, Rasul dan kerabat Rasul, anakanak yatim, orang-orang miskin dan orangorang yang dalam perjalanan…”. Inilah pengaturan-pengaturan harta fa’i dan segi-seginya. Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Umar ibnul Khaththab r.a. berkata, ”Harta Bani Nadhir termasuk yang telah Allah berikan kepada RasulNya, dengan tidak ada usaha lebih dahulu dari kaum muslimin untuk melarikan kuda dan untanya. Oleh karena itu, harta rampasan itu hanya khusus untuk Rasulullah SAW saja. Kemudian beliau menginfakkan harta rampasan untuk keluarganya sebagai nafkah satu tahun. Dan sisanya, belau memanfaatkan untuk kuda-kuda perang dan persenjataan di jalan-Nya.” Ath-Thabari menafsirkan bahwa jika ayat sebelum ini menyebutkan harta yang hanya khusus untuk Rasulullah SAW dan tidak diberikan kepada selain beliau, sedangkan ayat yang kita bahas ini untuk golongan-golongan yang sudah ditetapkan, maka jelaslah bahwa harta yang ditetapkan untuk golongan tertentu berbeda dengan harta yang Allah tetapkan untuk Rasul-Nya secara khusus. Firman-Nya, “Untuk karib kerabat,” artinya yaitu, untuk karib kerabat Rasulullah SAW dari kalangan bani Hasyim dan bani Al Muththalib, “Dan anak-anak yatim,” yaitu mereka yang membutuhkan dari kalangan anak-anak kaum muslim, serta tidak mempunyai harta. “Dan anak-anak miskin,” yaitu mereka yang membutuhkan dan meminta-meminta. ‘Dan orang yang dalam perjalanan,” yaitu mereka yang tidak bisa melanjutkan perjalanan, dan tujuan perjalan mereka bukan bermaksiat kepada Allah.G Adv.


REPUBLIKA

laporan utama

JUMAT, 19 AGUSTUS 2011

3

Buah Kesadaran

kaum Muslim di Indonesia adalah mereka belajar bukan kepada ahlinya. Ini akibat banyak menjadikan ustaz dan kiai sebagai profesi dengan pertimbangan untuk mendapatkan penghormatan belaka. Hanya dengan modal retorika yang bagus, ujar Khalid, ada sebagian orang tiba-tiba menjadi ustaz atau kiai. Padahal, sebenarnya kapabilitas ilmunya tak memadai. Sehingga mereka akhirnya seperti yang digambarkan Rasulullah, “Akan datang nanti pada akhir zaman para ulama su’u, ulama yang buruk.” Lalu, beliau ditanya, “Siapa mereka?” Rasul memberikan jawaban, “Mereka yang bodoh, mengaku sebagai seorang ‘alim. Akhirnya, mereka memberikan fatwa yang salah, menyesatkan dirinya dan menyesatkan orang lain.” Khalid menyatakan, di Indonesia gelar ustaz dan kiai sangat mudah diperoleh. Baik karena keturunan, mampu membaca lima hingga enam ayat, maupun beberapa buah hadis. Keadaan seperti ini, ujar dia, menjadi kunci keterpurukan Muslim di Indonesia. Oleh karena itu, ia menegaskan, belajar Islam mestinya pada ulama. “Kemampuan mereka dalam bidang agama memang diakui,” katanya di Jakarta, Selasa (16/8). Setiap Muslim pun harus menyadari, selain belajar dari ulama menuntut ilmu syarii bukan pilihan melainkan kewajiban. Maknanya, seorang Muslim sebaiknya mengetahui hal-hal mendasar dari aga-

AGUNG SUPRIYANTO

Sebaiknya belajar dari ustaz yang kompeten dan dengan kurikulum yang jelas.

Oleh Damanhuri Zuhri

S

emarak kegiatan belajar Islam, diyakini Ustaz Khalid Basalamah, ketua Yayasan Ats-Tsabat, Jakarta, merupakan buah kesadaran. Ia merasakan permintaan pengajian di kantor, sekolah, dan tempat lainnya meningkat. Di media pun setali tiga uang. Tahun-tahun sebelumnya, belum ada namun sekarang ada kajian tafsir, hadis, sejarah Islam, dan kajian lainnya. Bahkan, ada persaingan antarmedia. Ia mengingatkan gelora yang tinggi ini perlu diiringi kemampuan menemukan narasumber yang benar-benar menguasai Islam. Menurut dia, kendala besar bagi

wawancara egiatan keagamaan begitu marak. Pada Ramadhan, beragam kajian bertambah intens. Kuantitasnya lebih banyak dibandingkan hari-hari biasa. Bertebaran pula lembaga-lembaga kajian termasuk di masjid yang menjadi pusat belajar Islam. Pimpinan Majelis Zikir al Ma’tsurat, Jakarta, Ustaz Subki al-Bughury meminta agar mereka yang mau belajar mencermati guru dan lembaga yang akan diikutinya. Dia mengatakan, mereka harus benar-benar mempunyai ilmu mumpuni yang akan diajarkan kepada jamaahnya. “Kalau tidak hati-hati, kita salah memilih orang atau lembaga kajian,” katanya kepada wartawan Republika, Damanhuri Zuhri, Selasa (16/8). Ia menjelaskan pula bagaimana kesadaran beragama bisa tumbuh. Berikut petikannya.

anak-anaknya turut serta. Gairah belajar Islam yang tinggi dianggap Ustaz Bachtiar Nasir, pimpinan Ar-Rahmah Qur’anic Learning (AQL) Center, Jakarta, sebagai sesuatu yang serius dan berpangkal pada kesadaran umat Islam. Ia menunjuk menjamurnya kajian-kajian, baik di masjid maupun luar masjid. Cuma memang persoalan selanjutnya adalah ketiadaan kurikulum. Akibatnya, tak jarang kelompok kajian atau pengajian mengajukan tema yang dibutuhkan hari itu saja. Ustaz yang mengajarnya juga dipilih berdasarkan manfaat sesaat, misalnya yang paling menghibur. Tak heran jika pengajian yang ada baru berbentuk sekumpulan orang. Belum menjelma sebagai sebuah barisan yang kokoh. Menurut dia, kurikulum Islam itu hanya tiga, yaitu akidah, syariah, dan akhlak. “Yang paling penting adalah akidah,” katanya. Rasulullah mengajarkannya selama 13 tahun di Makkah. Mata kuliahnya hanya Laa ilaaha illallah Muhammadun rasulullah yang lain-lain itu nanti. Cari pula, kata dia, guru yang kompeten. “Guru yang kompeten adalah yang ikhlas bukan yang bertarif,” ujarnya. Di samping itu, diharapkan mendatangkan guru yang berkah ilmunya agar membuat anak muridnya selalu berbuat ikhlas karena Allah dan berorientasi akhirat. n ed: ferry kisihandi

Ustaz Subki al-Bughury

Tampak pada Perilaku

K

Bagaimana menurut Anda kesadaran Muslim tentang agamanya? Kesadaran umat Islam terhadap agamanya ini sebetulnya tergantung dari pemahaman mereka. Tentu, kalau mereka memahami Islam adalah agama dari Allah SWT, agama yang menjadi bekal hidup bahagia dunia akhirat dan agama yang menjadi satu-satunya jalan agar bisa menggapai keridhaan Allah. Perintah shalat, puasa, zakat, dan haji semua akan dirasakan sebagai maslahat. Hanya sekarang masalahnya mungkin, mudahmudahan belum sampai, prediksi Rasulullah bahwa Islam dianggap asing waktu pertama kali datang, sekarang akan kembali asing. Bergembiralah orangorang yang asing, orang-orang yang berbuat baik. Mereka tetap menerapkan Islam dan menjalankan syariat pada saat manusia banyak meninggalkan. Mereka yang mengabaikan itu adalah orang yang tidak memiliki kesadaran dan pengetahuan tentang agama.

manya. Tentang rukun iman dan rukun Islam, misalnya. Ini suatu kewajiban baginya. Jadi, tidak setiap butuh sesuatu cari seorang ustaz. Profesi apa pun yang disandang seorang Muslim, dia dituntut mempelajari agamanya dengan baik. “Intinya, menimba ilmu.” Keikhlasan dan lingkungan yang sehat, cetus Khalid, membantu seorang Muslim berkesadaran mempelajari agamanya dengan baik. Ia membuat perumpamaan. Ketika bergaul dengan 10 penghafal Alquran, pada hari pertama dan kedua, seseorang yang tak bisa mengaji akan merasa malu. Seminggu berikutnya, ia tentu akan belajar. Sebulan kemudian, dia bisa mengaji. Dan setahun berselang, bukan hal mustahil orang itu bersama-sama penghafal itu menghafalkan Alquran. Rasulullah menyatakan, seseorang akan sesuai dengan agama, lingkungan, dan sahabatnya. Melihat kesadaran beragama yang kian tinggi, kata Khalid, para ustaz yang ikhlas akan menyambut situasi itu dengan antusias. Ada ustaz yang sengaja membuatkan program khusus untuk mereka, misalnya pertemuan rutin setiap pekan sekali, hari Sabtu atau Ahad, saat mereka sedang tidak sibuk dengan sekolah dan pekerjaan. Program lainnya adalah kerja sama ustaz dengan orang tua yang sudah biasa menghadiri pengajian untuk membawa

Dari mana dapat diketahui bahwa seorang Muslim memiliki kesadaran akan agamanya? Dapat dilihat dari perilaku kehidupan mereka sehari-hari. Sekarang, berapa persen orang yang menjalankan agamanya, seperti shalat? Apakah cuma shalat Jumat saja penuhnya jamaahnya? Apakah akhlak Islami diterapkan? Banyak jumlah jamaah haji dan umrah belum menjadi ukuran bahwa masyarakat kita agamis. Memang sangat ironis, banyaknya jamaah umrah dan jamaah haji di sebuah daerah, ternyata tingkat korupsi di daerah tersebut, tidak pernah berkurang, malah bertambah. Berarti sesungguhnya ada sesuatu yang hilang di situ. Mungkin semangat keberagamaan ada, namun tanpa didasari ilmu dan keimanan tentang Islam. Apakah banyaknya kajian dan lembaga yang membuat program keagamaan atau

kelas agama menunjukkan adanya peningkatan kesadaran Muslim untuk lebih memahami agamanya? Mudah-mudahan, walaupun belum tentu. Kadang-kadang ada orang yang terjebak dalam rutinitas ritual. Selama Ramadhan, institusi semuanya bikin ini, bikin itu. Masjid juga bikin ini, bikin itu. Hanya masalahnya, mungkin, bukan kita nggak senang, kita senang, tapi apakah ini cuma mencukupi atau melengkapi dan sekadar menggugurkan kewajiban serta tren sesaat. Trennya sekarang, buka puasa bareng, sanlat, dan lain sebagainya. Tapi, tidak digagas secara mendasar dalam waktu yang panjang. Padahal, dakwah yang mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya Islam tak bergantung, semisal Ramadhan atau musim tertentu. Aktivitas itu berlaku selama manusia ada dan memegang agamanya.

mereka memilih kelompok belajar agama agar memperoleh pelajaran agama yang benar? Pertama, mungkin kita tak bisa menghindari untuk melihat siapa pemimpin kajian agama itu. Apakah mereka memiliki keilmuan mumpuni sehingga bisa dianggap sebagai orang yang sah bagi kita mengambil pendapatnya atau mengikutinya? Karena, mereka yang awam tidak bisa menjadi mujtahid tetapi mengikuti pandangan orang yang memahami agama. Di sisi lain, mengikuti sesuatu juga mesti dilandasi ilmu dan pemahaman sehingga kita tak membabi buta. Contohnya, puasa kemarin bersamaan. Kita mengikutinya dengan berlandaskan ilmu. Sementara, ada orang juga yang menentukan puasa dua hari sebelumnya. Mereka mengikuti pendapat pimpinannya. Cuman, pimpinannya siapa? Apakah si pemimpin itu betul-betul memahami Alquran, Sunah, mengerti bagaimana sumber hukum Islam itu diambil? Nah, kalau tidak, kita juga tidak bisa asal ikut pendapatnya. Kita tidak bisa menjadikan mereka sebagai pemimpin.

Artinya, perlu kehatian-hatian? Pasti. Kalau nggak hati-hati, kita salah memilih orang. Sebab, di dalam hadis Nabi disebutkan, Allah tidak begitu saja mencabut ilmu dari manusia. Tibatiba, seorang alim menjadi lupa dan bodoh, bukan begitu tapi Allah mewafatkan ulama satu demi satu. Sehingga, ketika tak ada lagi orang alim, manusia mengangkat pemimpin bodoh. Mereka berfatwa tanpa ilmu, sesat, dan menyesatkan. n ed: ferry kisihandi

Bagaimana mestinya DOKPRI

Kini, semua bisa dibaca dengan e-Pen !!

MyFA

e-Pen e-Pen e-Pen Harga Paket Syaamil Myfa e-pen Rp 1.398.000,Miracle The Reference edisi e-Pen dengan 22 Konten yang dapat dibunyikan:

Untuk pembelian terpisah: Harga e-Pen Harga Qur’an MYFA

Rp 1.069.000,- Rp 329.000,e-Pen, charger, tas, headset

Bacaan Al Qur’an perkata, per ayat & satu halaman penuh Terjemah Tafsiriyah Per Kata Keyword Sistem Pewarnaan Tajwid Tafsir Ath Thabari Panduan Hukum Tajwid Doa dan Zikir Terjemah Kementrian Agama RI Munasabah Ayat dan Surah Tafsir Ibnu Katsir Asbabunnuzul Hadits Sahih Kosakata Khazanah Pengetahuan Doa dalam Al Qur'an Zikir Al Ma'surat Asmaul Husna Indeks Tematik Analisis Peta Tanda-tanda dalam Al Qur'an Sirah Nabawiyah Atlas Sirah Nabawiyah DVD Metode Syabana

ukuran 21,3 x 30.3 cm, 1264 Hal, Full Color

12 Keunggulan yang bikin fun: Khat tajwid besar Terjemah Kementerian Agama RI Adab Membaca Al Qur'an plus ilustrasi Sirah Nabawiyah “Jejak Rasul” Peta penjelasan “Jejak Rasul” Materi Tematik Ayat “Sekarang Aku Tahu” Tempat-tempat bersejarah umat Islam di dunia Doa-doa Harian Tokoh-tokoh Islam di dunia Kamus 3 bahasa (Arab-Indonesia-Inggris) User Guide Desain & Ilustrasi menarik, modern, penuh warna Info & Pemesanan Call Center/ SMS no hp 08579 3344 911 Ketik: djr_nama_alamat kirim_kota

Al- Qur’an MIRACLE & MYFA Untuk Wakaf, BISA Untuk Bingkisan Lebaran, OK Untuk Sendiri BOLEH

Plus DVD belajar membaca Qur’an Metode Syabana

Harga Paket Syaamil Miracle e-pen Rp 1.398.000,Untuk pembelian terpisah: Harga e-Pen Harga Qur’an Miracle

JADIKAN AL-QUR’AN MIRACLE & MYFA HADIAH LEBARAN PENUH MAKNA BAGI KELUARGA, SAHABAT DAN KOLEGA PERUSAHAAN ANDA

Rp 1.069.000,-

Rp 329.000,-

e-Pen, charger, tas, headset

ukuran 21,3 x 30.3 cm, 1264 Hal, Full Color, kertas Khusus Al Qur’an

Satu Set Lengkap Syaamil Miracle e-pen terdiri dari: 1 Qur’an Miracle The Reference dengan 22 keunggulan 1 e-Pen (plus Mp3 & bisa menyimpan data) 1 Charger (bisa berfungsi sebagai kabel data) 1 Tas, 1 Headset

by

w w w. sy g m a p u b l i s h i n g . c o m

Simpleclick SygmaPublishing

SygmaPublishing

“Cara Penggunaan Miracle e-pen”


REPUBLIKA

fatwa

JUMAT, 19 AGUSTUS 2011

5

Kalangan yang membolehkan beralasan ada maslahat dari praktik ini.

TRANSPLANTASI ORGAN

Oleh Ferry Kisihandi, Nashih Nashrullah

S

6TUBE[EBSJ%BQVS%VBCFMBT

oleh Nurbowo

A

NDA harus lebih baik dari saya,’’ pesan Ustadz Ariyanto Rosyad (44), pimpinan Ponpes Anni’mah Batam, kepada 27 mahasiswa STID M Natsir di halaman kantor Kecamatan Galang, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (28/7). Keduapuluh tujuh mahasiswa tersebut adalah Kafilah Da’wah yang sedang menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Selepas dari LPDI (Lembaga Pendidikan Da’wah Islam) Dewan Da’wah Jakarta dan nyantri di Ponpes Al Mukmin Solo, pada 1995 Ustadz Ariyanto merintis pesantren di Kampung Tua Dapur 12, Desa Sei. Pelunggut, Kec. Sagu lung, Batam, Kepri. Dari tiga rumah panggung kayu di atas laut dengan 15 santri, Sang Ustadz kini memimpin pesantren yang terhampar di areal seluas 2 hek-

tar dengan 400-an santri tingkat tsanawiyah dan aliyah. Pada 19 Oktober 2010, MTs Anni’mah Dapur 12 diresmikan oleh Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan, menjadi SMP Negeri 44 Berbasis Pesantren. Sekolah ini menerapkan sistem boarding school. Pihak yayasan menghibahkan lahan seluas 1,5 hektar untuk pembangunannya. Ustadz Ariyanto mengajak Pemerintah Kota Batam dan BAZ/LAZ setempat untuk lebih peduli dalam melakukan pembinaan keagamaan kepada masyarakat di pulau-pulau sekitar perbatasan (hinterland) Singapura dan Malaysia. Bantuan dan kepedulian tersebut sangat diperlukan terutama pada Bulan Suci Ramadhan tahun ini. Hal ini disampaikan Ustadz Ariyanto dalam wawancara yang disiarkan RRI Batam, Sabtu (30/7).

“Kita mengajak Pemko Kota Batam terlebih Pak Walikota, LAZ Masjid Raya, LAZ DSMI, dan lain-lain untuk berkontribusi pada program KKN Dakwah mahasiswa STID M. Natsir Jakarta di hinterland Kepulauan Riau,’’ tuturnya. Menurutnya, kegiatan keagaman di Kota Batam selama ini terpusat di wilayah perkotaan, sehingga dakwah di pulau-pulau terabaikan. Sebelas da’i Dewan Da’wah yang selama ini sudah ditempatkan di Riau dan Kepulauan Riau, tentulah jauh dari mencukupi untuk membina umat terasing. Karena itu, menurut Ketua Dewan Da’wah Kepri, Ustadz Fauzi Mahbub, sebagian anggota Kafilah Da’wah nantinya akan ditempat kan kembali di desa tempat KKN mereka. ‘’Dewan Da’wah Kepri juga mendukung Program Pengiriman Da’i Kepulauan yang dibi ayai dari APBD,’’ kata Fauzi.

ER

RI KA

aling menolong. Alasan ini dijadikan pijakan bagi kalangan ulama yang mendukung transplantasi atau cangkok organ tubuh. Namun, ada pula sebagian lainnya yang menentangnya. Kedua belah pihak sama-sama menyuguhkan serangkaian argumentasi untuk mendukung sikapnya. Menurut guru besar Studi Islam pada Universitas Durban, Westville, Afrika Selatan, Dr Abul Fadl Mohsin Ebrahim, seseorang yang memberikan organ tubuhnya untuk ditransplantasikan pada orang lain dianggap sebagai tindakan altruisme, menolong orang lain. Mereka yang membolehkan transplantasi mengajukan argumen bahwa Allah SWT memerintahkan umat-Nya untuk tolong-menolong dalam kebaikan dan takwa. Meski demikian, ada batasan yang mesti dijaga, seperti harus ada persetujuan dari pendonor organ yang akan dicangkok. Transplantasi itu juga diyakini merupakan satu-satunya jalan penyembuhan yang dapat ditempuh. Tak ada pula bahaya yang mengancam kehidupan si donor organ dan pelaksanaan transplantasi telah terbukti berhasil pada waktu-waktu sebelumnya. Ebrahim dalam bukunya, Fikih Kesehatan, lebih lanjut menuturkan, organ vital seperti jantung tak dapat didonorkan kepada orang lain karena bakal mengakibatkan kematian bagi pendonor. Ia mengutip pandangan cendekiawan Muslim, Syekh Jad alHaqq. Ketentuan ini berlaku baik si donor mengizinkan maupun tidak. Bila pendonor mengizinkan organ tubuh vitalnya itu untuk ditransplantasikan, maka dianggap sebagai langkah bunuh diri. Sebaliknya, orang yang melakukan transplantasi tanpa seizin pendonor, berarti bertindak tidak benar. Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan hukum transplantasi organ tubuh diperbolehkan selama sesuai dengan ketentuan syariat. Kalau tidak memenuhi syarat yang diperbolehkan dalam Islam, operasi itu tidak boleh dilakukan. Menurut Ketua MUI, KH Ma’ruf Amin, ketentuan hukum itu tertuang dalam fatwa yang dikeluarkan MUI 2010 lalu. Fatwa menegaskan pencangkokan yang diperbolehkan jika melalui hibah, wasiat dengan meminta, tanpa imbalan, atau melalui bank organ tubuh. Donor organ tubuh dari orang meninggal juga diperbolehkan dengan syarat kematiannya disaksikan dua dokter ahli. Ia menjelaskan, transplantasi dihukumi boleh karena salah satu

dasarnya adalah adanya maslahat atau manfaat yang lebih besar. Maslahat ditentukan oleh kesaksian tim medis berdasarkan analisis kedokteran yang kuat. Namun, transplantasi diharamkan apabila didasari atas tujuan komersial. Kebijakan pemerintah yang mendukung pelarangan jual beli itu, ungkap Ma’ruf, menjadi salah satu alasan diperbolehkannya transplantasi. Ketua Lajnah Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (NU), Zulfa Musthofa, mengatakan, kesimpulan yang sama diputuskan oleh NU. Bahkan, hukum transplantasi disepakati dalam muktamar NU. Kesimpulannya, transplantasi organ tubuh menurut hukum Islam diperbolehkan. Dengan catatan, jelas Zulfa, syarat dan ketentuan syariatnya terpenuhi, seperti persetujuan dari si pemilik organ tersebut. Lebih jauh, dari siapa organ yang ditransplantasikan ke tubuh Muslim pun diperbincangkan, termasuk organ yang berasal dari nonMuslim. Menurut Abul Fadl Mohsin Ebrahim, ulama yang membolehkan organ dari non-Muslim, menetapkan ketentuan. Organ yang dibutuhkan tidak dapat diperoleh dari tubuh seorang Muslim. Ketentuan lainnya, nyawa seorang Muslim bisa melayang bila transplantasi tak segera dikerjakan. Guna menghindari organ dari nonMuslim, para ahli fikih sepakat mendorong seorang Muslim mendonorkan organ tubuhnya untuk dicangkok ke tubuh Muslim. Ini bisa diwakili oleh salah seorang atau beberapa Muslim, dengan demikian mereka memutuskan hal itu sebagai fardhu kifayah. Di sisi lain, ada juga kalangan yang menentang praktik transplantasi. Mereka adalah Mufti Muhammad Syafi dari Pakistan dan Dr Abd al-Salam al-Syukri dari Mesir. Syafi berpandangan tak bolehnya transplantasi karena tiga prinsip, yaitu kesucian hidup atau tubuh manusia, tubuh manusia adalah amanat, dan transplantasi ia yakini sebagai perbuatan memperlakukan tubuh manusia sebagai benda material. Menurut dia, segala agresi bukan hanya nyawa tetapi juga organ tubuh adalah tindak kejahatan. Rujukan Syafi adalah hadis riwayat Abu Dawud yang menegaskan mematahkan tulang mayat seseorang adalah sama berdosa dan melanggarnya dengan mematahkan tulang orang itu saat masih hidup. “Bagaimana mungkin membedah tubuh orang lain dan mengambil organnya?” tanyanya. Mereka yang menentang juga menyatakan Allah telah melengkapi manusia dengan segala apa yang dibutuhkannya termasuk organ tubuh. Dengan demikian, manusia tak berhak mendonorkan organ tubuhnya untuk ditransplantasikan sebab itu bukan miliknya melainkan titipan Tuhan. n

YOGI ARDHI/REPUBLIKA


REPUBLIKA

muhibah

JUMAT, 19 AGUSTUS 2011

6

RUMAH SEHAT TERPADU DOMPET DHUAFA

Berikan Layanan Kesehatan Gratis

Pada tahun pertama diharapkan mampu melayani minimal 54 ribu dhuafa.

Oleh Damanhuri Zuhri

J

ika tidak ada aral melintang, Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa yang terletak di Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada awal 2012 mulai beroperasi penuh. Akan kian banyak dhuafa yang memperoleh pelayanan kesehatan secara cumacuma. “RST diharapkan mampu melayani minimal 54 ribu dhuafa di tahun pertama beroperasi,” kata Direktur Program Dompet Dhuafa, Yuli Pujihardi, Senin (15/8). Kesehatan, lanjut dia, merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat. Sering, bagi masyarakat miskin kesehatan bahkan menjadi barang yang sangat mahal. Kata sakit dan rumah sakit menjelma sebagai sesuatu yang menakutkan bagi mereka yang tak punya. Selain tak memiliki biaya, sulit bagi mereka mendapatkan akses layanan kesehatan yang benar-benar gratis dari rumah sakit. Kehadiran RST merupakan alternatif yang memecahkan masalah mereka. Sebab, RST adalah sebuah model rumah penyembuh-

an yang memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi dhuafa dengan pendekatan kekeluargaan, sentuhan hati, tepat waktu, dan profesional. Dompet Dhuafa, jelas Yuli, mengawali pelayanan kesehatan gratis pada 2001 melalui Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) yang berlokasi di Ciputat. Hingga saat ini, LKC melayani lebih dari 440 ribu dhuafa. Agar lebih meningkatkan kualitas layanan kesehatan kepada mereka, Dompet Dhuafa berinisiatif membangun RST. Yuli mengungkapkan, RST ini berada di atas lahan wakaf seluas 7.803 m2. “Ini merupakan pengembangan dari layanan LKC yang sudah berjalan lama,” katanya menjelaskan. Setelah RST selesai, kelak LKC tetap beroperasi dengan fungsi sebagai poliklinik 24 jam. Menurut Yuli, RST mengandung makna rumah yang menyuguhkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan dengan mengutamakan lingkungan yang sehat, nuansa Islami, dan mengoptimalkan doa untuk kesembuhan para pasiennya. Dari sini diharapkan lahir model pelayanan yang dibiayai seluruhnya dari dana zakat infak, sedekah, serta wakaf. Tujuan utama RST adalah meningkatkan jumlah pelayanan

DOK RST

bagi warga miskin, mengintegrasikan seluruh layanan kesehatan ke dalam satu manajemen, mengurangi biaya rujukan pasien ke rumah sakit pemerintah. Lebih jauh, guna membangun paradigma pelayanan kesehatan profesional nonprofit. Dana yang dibutuhkan untuk pembangunan RST, imbuh dia, mencapai Rp 60 miliar. Sampai saat ini, dana yang sudah terhimpun sebesar Rp 36 miliar. “Kami yakin sampai akhir tahun ini akan bisa menyelesaikan pembangunan hingga bernilai Rp 60 miliar,” kata Yuli optimistis. Ade Jupendi (29) pernah merasakan layanan gratis dari program kesehatan Dompet Dhuafa. Ia mendapat bantuan pengobatan untuk ayahnya, Idit Sukardi, pada 2008, yang kala itu

terserang penyakit prostat dan darah tinggi. Bila buang air kecil, Idit merasakan sakit yang tak tertahan. Ia kemudian dibawa ke dokter umum dan dipasang selang di bagian kemaluannya. Tapi, dia tidak tahan karena terlalu sakit. Berbekal informasi dari seseorang yang dikenalnya, Ade membawa Idit ke LKC milik Dompet Dhuafa dan mendapat perawatan sambil dibuka selang. “Alhamdulillah, orang tua saya bisa buang air kecil tanpa selang dan sehat kembali.” Hampir setahun lebih setelah itu, imbuh Ade, orang tuanya itu akhirnya meninggal dunia. Ia yakin kehadiran RST dapat lebih luas membantu orang-orang yang tak banyak harta seperti dirinya.

“Saya sangat bersyukur dengan hadirnya RST,” katanya. Yuli Pujihardi mengatakan ada kekhasan RST, yaitu tidak berbayar. Pasien yang berhak menerima layanan adalah keluarga miskin dengan sistem member atau kepesertaan. RST tidak boleh menolak pasien dari manapun apalagi dalam keadaan darurat. Menurut dia, RST menjadi tempat rujukan dari klinik tingkat dasar. Dalam pengobatan, lembaga ini menerapkan metode terpadu. Artinya, terpadu dengan menyembuhkan aspek fisik, rohani, dan sosial. Terpadu dalam melakukan pengobatan karena menggunakan metode konvensional, tradisional, komplementer atau herbal, dan akupuntur. Termasuk dalam bentuk satu atap pelayan-

an kepada pasien, baik di dalam gedung maupun luar gedung. Dokter keluarga di RST pun berkewajiban menjalankan penyuluhan dengan membagi pengetahuan secara proaktif dan holistik. Pada masa mendatang, RST mengembangkan asuransi masyarakat miskin dengan mengawalinya lewat asuransi kesehatan di area kerja. Selain itu, menjalin kerja sama dengan puskesmas dan jamkesmas guna mengoptimalisasi peran kerja puskesmas di daerah. “RST pun membangun karakter sumber daya manusia kesehatan yang unggul dan memiliki perangai baik, dalam menunjang program kesehatan masyarakat miskin,” kata Yuli. n ed: ferry kisihandi


REPUBLIKA

komunitas

JUMAT, 19 AGUSTUS 2011

7

Santunan untuk Anak-Anak Masjid Terminal Oleh Indah Wulandari endadak suasana menjadi senyap saat Umi membacakan ayat suci Alquran di Masjid alMuttaqien, Terminal Depok. Sekitar 200 orang anak Sekolah Masjid Terminal Depok pun terkesiap melihat gadis berusia 10 tahun itu. Pemandangan tadi mewarnai kunjungan Majelis Taklim Nurul Khair dalam acara Care for Others, Coffee Club NHI pada Sabtu (13/8). “Jadilah anak-anak yang saleh dan salehah. Tak usah berkecil hati. Kalianlah yang akan menjadi pemimpin nantinya,” ucap Ketua Yayasan Bina Insan Mandiri (Yabim), Nurrokhim, di hadapan anak-anak yatim itu dan sekitar 20 pengurus dan anggota majelis taklim. Ia menjelaskan, di atas lahan seluas enam hektare, Yabim membuna 2.000 anak yatim piatu dan anak jalanan. Sebanyak 60 di antaranya disebut anak bodong yang tidak tahu asal usul orang tuanya. Pada kesempatan itu, Nurrokhim memberi semangat kepada mereka agar melanjutkan pendidikan meski tempatnya bukan berupa bangunan

M

DOK KISPA

KISPA Bantu Penghafal Alquran di Gaza omite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA) bekerja sama dengan Palestinian Welfare House (PWH), sebuah lembaga swadaya masyarakat yang mengurusi kesejahteraan keluarga di Gaza, menggulirkan program bantuan untuk para penghafal Alquran di Gaza, Palestina. Ketua KISPA, Ferry Nur, menyatakan bantuan dalam bentuk pemberian uang tunai. Ferry mengatakan, adat dan tradisi di Gaza, setiap satu rumah minimal memiliki satu penghafal Alquran. “Keluarga yang tidak memiliki satu pun penghafal akan merasa malu dan menjadi aib di tengah masyarakat,” katanya melalui surat elektronik, Sabtu (13/8). Hal inilah yang memicu orang tua di sana menyerahkan anak-

K

anaknya mengikuti program menghafal Alquran. Biasanya ada perkemahan Alquran yang berlangsung setiap tahun dalam mengisi liburan sekolah musim panas. Ia mengatakan, saat ini lebih dari 40 ribu penghafal Alquran yang sudah diwisuda. Menurut dia, KISPA dan PWH juga mendistribusikan 300 paket sembilan bahan pokok (sembako) untuk para janda, anak yatim, dan keluarga tidak mampu. Sebanyak 350 paket untuk berbuka puasa juga mereka bagikan kepada keluarga dhuafa. “Pada pekan ini, kita akan membagikan paket tersebut,” kata Direktur PWH, Jomah Al Najjar. Menurut Ferry Nur, prihatin dan seadanya adalah keadaan yang membalut warga Gaza dalam menjalankan ibadah puasa pada

Ramadhan ini. Penderitaan rakyat Gaza tersebut disebabkan oleh blokade yang dilakukan Israel, dan sudah berlangsung selama lima tahun dan masih terus berlanjut hingga hari ini. Lebih memprihatinkan lagi ketika Israel menghancurkan Gaza pada akhir Desember 2008 hingga awal Januari 2009. Jangankan untuk rekonstruksi masjid, rumah, atau gedung-gedung, untuk memenuhi kebutuhan harian warga Gaza kesulitan. Bantuan dari rakyat Indonesia yang disalurkan KISPA, jelas Ferry, memang tidak sebanding dengan kebutuhan rakyat Gaza. Tetapi, inilah bukti kecintaan rakyat Indonesia terhadap saudaranya yang sedang menderita akibat blokade dan penjajahan yang dilakukan Israel.

sekolah yang apik. Bahkan, lanjut dia, di zaman Nabi Muhammad SAW, semua orang menempuh pendidikan di masjid. Pengurus Majelis Taklim Nurul Khair menyampaikan rasa simpatinya dengan menyalurkan bantuan berupa bahan sembako dan sejumlah uang. Mereka juga memberi santunan bagi para fasilitator pendidikan Yabim. “Tujuan kami untuk meningkatkan ukhuwah Islamiah dan solidaritas sosial,” terang Ketua Umum Majelis Taklim Nurul Khair, Nur Zuhdi. Dia berharap, kunjungan mereka membuahkan rasa syukur atas segala kelebihan rezeki dari Allah SWT. Ia mengatakan, majelis taklim yang dibentuk sejak 2008 lalu ini selalu mengadakan bakti sosial kala bulan Ramadhan. Tiap tahunnya mereka menggalang dana untuk dibagikan kepada sejumlah lembaga sosial. Ustaz Umar Maka yang ikut serta dalam acara pemberian santunan tersebut menyampaikan tausiah mengenai arti puasa. Ia memompa semangat agar anak-anak yang aktif di Masjid Terminal Depok itu untuk terus berkomitmen beribadah meski di luar bulan Ramadhan. n ed: ferry kisihandi

n kiriman kispa ed: ferry kisihandi INDAH WULANDARI/REPUBLIKA

DOK DAARUL AITAM

Yayasan Arrabitah Daarul Aitam

Rayakan Milad ke-80 Oleh Alwi Shahab enjelang waktu berbuka puasa pada Sabtu (13/8), lantunan ayat-ayat suci Alquran terdengar dari asrama yatim piatu di Jalan Kahfi I No 52A, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Asrama itu dikelola Yayasan Arrabitah Alawiyah Daarul Aitam. Sekitar 200 undangan termasuk Menteri Pendidikan Nasional Mohamad Nuh dan Menteri Sosial Salim Segaf Aljufri bersama pengurus Yayasan Arrabitah Alawiyah Daarul Aitam beserta 28 anak perempuan dan 20 anak laki-laki ikut dalam acara buka puasa itu. Sabtu itu juga merupakan milad atau ulang tahun Daarul Aitam. Panti asuhan ini bersama Panti Asuhan Muslimin di Jalan Kramat Raya telah berusia 80 tahun. Kalau panti asuhan Daarul Aitam berdiri pada 13 Agustus 1931, Panti Asuhan Muslimin berdiri pada 12 Juli 1931. Tapi, ada yang bersamaan antara keduanya, yaitu berdiri pada masa yang disebut zaman meleseter (malaise) saat perekonomian dunia terpuruk. Harga-harga sembako melangit hingga di Indonesia, yang ketika itu bernama Hindia Belanda, terjadi ancaman kelaparan. Dalam keadaan demikian, seorang gadis berusia 8 tahun bernama Syarifah Qamar di Batavia dalam keadaan lapar mencuri sebuah kue hingga ditangkap. Oleh pemerintah kolonial, dia ditangkap dan hendak dimasukkan ke asrama piatu milik Kristen. Tapi, oleh Pengurus Arrabitah Alawiyah Daarul Aitam, gadis kecil ini berhasil diselamatkan dan atas inisiatif para habib dan ulama Betawi, didirikanlah Daarul Aitam di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Di dekat tempat ini pula, berdiri sekolah Islam modern pertama di Indonesia,

M

Jamiatul Khair. Sekolah ini berdiri pada 1901 di Kampung Arab Perkojan dan pada 1912 pindah ke Tanah Abang. Karena lokasi Daarul Aitam di Tanah Abang kini diselimuti gedung-gedung ber tingkat, sementara kondisi bangunan semakin lapuk, sejak 2008 Yayasan Daarul Aitam pindah ke asrama baru di kawasan Jagakarsa. Di mana di tempat ini udaranya segara dan untuk para anak didik lebih berkonsentrasi pada kegiatan sehari-hari yang cukup padat. Mendatangi kantor yayasan di Jagakarsa, asrama ini yang luasnya 7.000 m2 dan keberadaannya seolaholah tidak kalah dengan hotel berbintang. Di tempat ini, terdapat masjid yang dapat menampung sekitar 200 jamaah. Sementara asrama untuk putra dan putri letaknya terpisah. Ketua Yayasan Arrabitah Alawiyah Daarul Aitam, Ali Abubakar Shahab, mengatakan pihaknya sangat peduli terhadap masyarakat. “Kepedulian itu dibuktikan dengan bekerja sama dengan panti-panti asuhan lain juga panti asuhan non-Muslim,’’ ujar Ali. Dengan masyarakat sekitar pun digalang kemitraan, seperti melakukan pembagian kelebihan barang atau makanan kepada anak-anak yatim yang ada di sekeliling Daarul Aitam. Yayasan ini memiliki aset berupa ruko, kios, dan rumah yang sebagian besar dari wakaf. Aset-aset itu disewakan guna mendukung biaya operasional yayasan. Mendiknas Mohammad Nuh dan Menteri Sosial Segaf Salim Aljufri menyatakan tertarik terhadap panti asuhan yatim ini yang tampak bersih dan teratur dengan makanan yang memenuhi gizi. Nuh menjanjikan bea siswa bagi anak-anak yang telah lulus SMA. n ed: ferry kisihandi


REPUBLIKA

tasawuf

JUMAT, 19 AGUSTUS 2011

Apa Rahasia Basmalah? (Bagian Pertama: Rahasia Titik di Bawah Ba)

AP

D Prof Dr Nasaruddin Umar Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah

alam kitab-kitab tafsir mu’tabarah, basmalah (singkatan dari Bismillahirrahmanirrahim) secara panjang dibahas aspek fikihnya. Apakah itu menjadi bagian dari Surah al-Fatihah atau bukan? Bagaimana hukum membaca atau tidak membacanya? Apakah harus dibaca keras (jahr) atau sunyi di dalam shalat bersama ayat-ayat lainnya atau cukup dibaca dalam hati, atau boleh sama sekali tidak dibaca karena dianggap bukan bagian Surah al-Fatihah? Namun, di dalam kitab-kitab tafsir sufi (Isyari) basmalah tidak ditonjolkan aspek fikihnya melainkan aspek spiritualnya. Para sufi memang jarang menafsirkan Alquran secara tahlili sebagaimana halnya ulama-ulama fikih. Ulama tasawuf membahas secara tematis dan terperinci ayat-ayat yang ma-

suk kategori ayat tasawuf. Salah satu ayat yang mempunyai porsi pembahasan luas ialah basmalah. Bagi para sufi, pembahasan basmalah diurai secara panjang dan lebih menekankan aspek dan makna spiritual di dalamnya. Sejumlah tafsir Syi’ah membahas ta’awwuz (A’udzu bi Allah min alsyaithan al-rajim) dan basmalah di dalam satu jilid tersendiri karena sedemikian dalam makna dan kandungan kedua kalimat tersebut. Basmalah adalah substansi Alquran. Jika Alquran yang terdiri atas 6.666 ayat, 114 surah, dan 30 juz dipadatkan maka pemadatannya ialah basmalah itu. Bahkan, menurut riwayat dari A-Hafiz bin Sulaiman bin Ibrahim al-Qunduzy, bahwa sesungguhnya seluruh rahasia kitab-kitab samawi tersimpul di dalam Alquran. Rahasia keseluruhan Alquran tersimpul di dalam surah al-Fatihah dan rahasia keseluruhan su-

rah al-Fatihah tersimpul di dalam basmalah (Bi ism Allah al-Rahman al-Rahim), dan rahasia basmalah terletak pada sebuah titik di bawah huruf ba di awal kalimat. Pembahasan rahasia titik di bawah huruf ba mengingatkan kita pada penciptaan awal yang dikaitkan dengan teori dentuman awal (the big bang) oleh para filsuf Platonisme. Para filsuf dan kalangan sufi mempunyai kesamaan logika bahwa asal usul kejadian makrokosmos (dan dengan sendirinya mikrokosmos) berasal dari sebuah titik yang maha padat ciptaan Tuhan. Karena sedemikian padatnya maka kemudian mengalami ledakan dan partikel-partikel pecahannya kemudian mengalami proses pembesaran (expanding universe) yang dalam bahasa Alquran diistilahkan dengan wa inna lamusi’un (lalu Kami meluaskannya/QS alDzariyat/51:47).

rehal

S

dengan sumpah pertama Allah dalam Alquran yaitu: Nun wa alQalam wa ma yasthurun (Demi Pena dan apa yang dituliskannya). Di antara mereka ada yang memahami secara semiotik, bahwa nun adalah botol tinta dan al-qalam adalah pena penciptaan. Huruf pertama yang ditulis pena itu ialah satu titik yang kemudian disimbolkan di bawah huruf ba pada lafaz bi ism Allah. Titik itu menjadi starting point terhadap tulisan pena itu. “Tidak gugur sehelai daun melainkan sudah tercatat di dalam Lauh Mahfudz”. Hadis ini dihubungkan dengan pena suci itu. Kumpulan-kumpulan tulisan pena menjadi alkitab dan menjadi hukum kauniyyah. Pena suci itu terus berjalan. Tulisan-tulisannya mustahil akan bisa dipahami semua oleh manusia, sebagaimana diisyaratkan dalam Alquran, “Katakanlah: Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).” (QS al-Kahfi [18] ayat 109). Lebih dipertegas lagi di dalam ayat lain, “Dan seandainya pohonpohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah.” (QS Luqman [31] ayat 27). Ada sejumlah ayat yang saling terkait dijadikan ulama tasawuf sebagai entry point untuk memahami rahasia penciptaan alam. Di antaranya ialah ayat yang pertama diturunkan Allah ialah Iqra’bi ism Rabbik (bacalah dengan menyebut nama atau atas nama Tuhanmu) dan ayat keempatnya: “Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam.” (QS al-’Alaq [96]) dan sumpah Tuhan pertama turun ialah Nun wa al-Qalam wa ma yasthurun (QS al-Qalam [68]) serta ayat, “Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (bendabenda) seluruhnya.” (QS al-Baqarah [2] ayat 31). Ayat-ayat tersebut di atas oleh ulama tasawuf dihubungkan dengan basmalah untuk memahami rahasia penciptaan alam, baik al-’alam al-kabir (makrokosmos) maupun al-’alam al-shagir (mikrokosmos). Metodologi pemahaman mereka sangat berbeda dengan metode ulama tafsir pada umumnya, khususnya ulama fikih. Namun, antara satu sama lain tidak ditemukan pertentangan. Bahkan, antara satu sama lain saling menghargai dan penuh pengertian bahwa memang Alquran ibarat intan, masing-masing sudutnya bisa memantulkan cahaya yang berbeda-beda. Itulah keistimewaan Alquran. Wa Allahu a’lam. n

Berburu Lailatul Qadar

Menjadikan Shalat Sebagai Penolong halat diwajibkan atas umat Islam sebagai bentuk pengabdian dan penghambaan terhadap Allah SWT sebagai Sang Khalik. Namun, shalat bukan sekadar kewajiban. Banyak keajaiban dan keutamaan yang terkandung di dalamnya yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Dalam surah al-Baqarah ayat 153 Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.’’ Hal ini membawa pengertian bagi kita bahwa shalat merupakan salah satu cara untuk meminta pertolongan Judul : Allah. Shalat yang dikerjakan dengan Penulis : benar, ikhlas, khusyuk, dan istiqamah, Penerbit : mendatangkan kententeraman, Cetakan : kedamaian, berkah, terhindar dari Halaman : stres, serta keselamatan dan pahala. Dalam buku ini penulis mengupas banyak hal tentang shalat. Antara lain, tentang mengapa harus shalat, jangan sampai shalat siasia, haruskah shalat meski dalam kondisi sakit, harapan yang tak pernah usai, dan doa dalam kondisi sulit. Penulis memaparkan, banyak kisah tentang seseorang yang sedang dililit masalah namun terselesaikan karena rajin dan istiqamah mendirikan shalat. Antara lain, dikisahkan tentang seorang perempuan yang berprofesi sebagai pengusaha restoran. Saat itu dia mulai tertarik mendalami ajaran Islam dan mulai rajin mengerjakan shalat. Namun, ujian datang menimpanya. Yaitu, rumahnya terancam disita oleh bank. Ini karena utang-utangnya terhadap bank tersebut macet.

Partikel-partikel itu dihubungkan dengan galaksi bimasakti (milky way) dengan seluruh famili planet yang ada di dalam kawasannya. Dalam wacana tasawuf partikel-partikel utama disebut dengan syajaratul baidha’, yang menjadi asal-usul dari segala ciptaan. Ibnu ’Arabi menghubungkannya dengan entitas-entitas luar (external entities/al-a’yan al-kharijiyyah). Yang membedakan antara filsuf dengan sufi secara mendasar ialah asal-usul penciptaan alam semesta. Kalangan filsuf berpendapat, asal-usul alam semesta (universe) ialah terjadi dengan sendirinya (creatio ex nihilo). Namun, asumsi ini tidak memuaskan kalangan filsuf lainnya karena memang susah dinalar secara logika murni bagaimana ada sesuatu tanpa ada yang mengadakannya, bagaimana sebuah ciptaan (makhluq/creation) bisa tercipta tanpa ada pencipta (khaliq/creator). Pertanyaan ini masih tetap menjadi misteri di kalangan filsuf. Bagi para sufi, terjadinya ala’yan al-kharijiyyah adalah kelanjutan dari ta’ayyun awwal, yaitu proses dari Ahadiyah ke Wahidiyyah¸ yakni dari sisi Tuhan sebagai Sirr al-Asrar/the Secret of the Sacred kemudian ingin mengenal diri-Nya lalu memperkenalkan diri-Nya melalui Sifat-sifat dan Nama-nama-Nya. Sisi Tuhan yang pertama disebut Ahadiyyah dan sisi yang terakhir disebut Wahidiyyah (supaya tidak confuse lihat artikel terdahulu tentang Ahadiyyah dan Wahidiyyah dan al-A’yan al-Tsabitah). Sifat-sifat dan nama-nama Allah SWT yang ada di dalam alA’yan al-Tsabitah menuntut konsekuensi, maka proses entitas terus berlanjut dan tidak hanya berhenti di al-A’yan al-Tsabitah. Sulit memahami Allah sebagai Rabb dan Ilah tanpa marbub dan ma’luh yang menyembahnya. Sulit dipahami Tuhan sebagai Maha Pencipta (al-Khaliq) tanpa makhluq. Sulit memahami Allah Maha Pemberi (al-Wahhab) tanpa objek yang diberi (mauhub) dan seterusnya. Konsekuensi inilah yang melahirkan alam semesta yang merupakan kelanjutan proses dari alA’yan al-Tsabitah. Beda antara keduanya ialah alA’yan al-Tsabitah, entitasnya permanen atau biasa disebut wajib alwujud. Sedangkan alam semesta, termasuk manusia, adalah entitas baharu (al-a’yan al-hawadits) atau biasa disebut dengan mumkin alwujud. Baik yang pertama maupun yang kedua, asal-usulnya terlacak dan jelas, semuanya dari Allah. Allah disebut Ibnu Árabi sebagai al-Haqq dan makhluk-Nya disebut al-khalq. Dalam kitab tafsir Isyari, penciptaan alam raya dihubungkan

8

Banyak pihak yang menyarankan kepada perempuan tersebut untuk lari guna menghindari masalah. Namun, dia tetap bertekad untuk meminta pertolongan hanya kepada Allah. Ibadah shalatnya pun makin rajin dilakukan. Saat hari penyitaan tiba, ternyata pihak bank mengirimkan surat pembatalan. Sebab, ada seseorang yang tidak diketahui telah membayar lunas utang perempuan tersebut. Subhanallah ! Shalat memang mendatangkan keajaiban dan keutamaan yang sangat luar biasa. Ibadah ini merupakan penghubung antara seorang hamba dan Tuhannya. Ia dapat mendatangkan kekuatan baru bagi mereka yang melaksanakannya. Dengan shalat, jiwa akan menShalat Saat Sulit dapatkan bekal yang tidak ada Abu Zahwa bandingannya dengan segala macam Qultum Media materi duniawi. Shalat sejatinya juga Januari 2011 sebagai penolong tangguh yang sama xvi + 336 sekali tidak pernah mengeluh. Shalat juga bekal yang terus bertumpuk dan tidak pernah akan habis, penolong yang selalu memiliki kekuatan baru, tameng kuat bagi hati, dan kunci tepat bagi brankas harta bernilai yang akan selalu memberi kecukupan. Dengan shalat, hati dan seluruh raga beribadah secara total dan bersamaan kepada Allah. Sebab, Dialah yang memiliki hak dari setiap anggota badan manusia. Hati manusia memiliki bagian paling sempurna dan besar, yaitu menghadap kepada Tuhan, merasakan kesenangan karena dekat dengan-Nya, dan mendapat nikmat cinta dari-Nya. Meski semua ibadah adalah baik, namun shalat adalah yang terbaik. Ini sesuai dengan hadis yang diriwayatkan Bukhari. n anjar fahmiarto

Judul : Penulis : Penerbit : Tebal :

Lailatul Qadar: Memburu Malam Seribu Bulan Ali Ghufron, Lc Amzah xx+137 hlm

da satu malam paling istimewa pada bulan Ramadhan, yakni lailatul qadar, atau masyarakat biasa menyebutnya malam lailatul qadar. Malam tersebut, seperti ditegaskan oleh Allah SWT di dalam Alquran (QS 97: 1-5), lebih baik dari seribu bulan. Karunia yang disediakam Allah ini sungguh indah dan luar biasa. Sebab jika dihitung, keberkahan malam lailatul qadar ternyata jauh lebih besar daripada pahala amal ibadah selama seumur hidup. Bahkan, fakta menunjukkan tidak banyak manusia yang sampai usia 80 tahun atau lebih. Umumnya, manusia akhir zaman meninggal dunia pada usia kepala enam. Mengingat keutamaan tersebut, sudah selayaknya kalau setiap Muslim memburu malam lailatul qadar. Sebab pada dasarnya, setiap Muslim berkepentingan dan berpeluang untuk mendapatkannya. Dalam sebuah hadis disebutkan, agar kita tidak termasuk golongan orang yang rugi dan hina, kesempatan memperoleh lailatul qadar tidak boleh dibiarkan begitu saja tanpa mengisinya dengan amalan-amalan ibadah. Buku ini mengajak kaum Muslim bersama-sama memburu malam lailatul qadar. Dimulai dengan bab pertama yang mengupas makna lailatul qadar. Salah satu yang dibahas adalah pertanyaan yang kerap diajukan oleh setiap Muslim, yakni kapan

A

turunnya malam lailatul qadar tersebut. Apakah 1 Ramadhan, 17 Ramadhan, 11 atau 23 Ramadhan, 24 Ramadhan, atau 25, 27, atau 29 Ramadhan? Bab kedua menjelaskan keistimewaan lailatul qadar. Setidaknya ada lima keutamaan malam mulia ini, yakni malam turunnya Alquran, malam seribu bulan, malaikat berbondong-bondong turun ke bumi, malam penuh kesejahteraan dan kemuliaan, serta malam penuh ampunan. Pada bab tiga, penulis memaparkan tanda-tanda lailatul qadar. Penulis mengutip fatwa Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Imam Ibnu Taimiyah, dan Ibnu Hajar. Pada bab terakhir, penulis mengemukakan amalan-amalan pada malam lailatul qadar, seperti qiyamul lail, zikir, membaca Alquran, iktikaf, dan doa. Ramadhan masih sekitar 11 hari lagi. Kesempatan berburu malam lailatul qadar masih terbentang luas di hadapan kita. Mari kita manfaatkan dengan sebaik mungkin. n irwan kelana


REPUBLIKA

JUMAT, 19 AGUSTUS 2011

9


REPUBLIKA

mujahidah

JUMAT, 19 AGUSTUS 2011

Kutlugh Turkan Penguasa Kirman

WORLDISROUND.COM

Namanya disebutkan dalam khutbah di masjid.

Oleh Ferry Kisihandi

B

arak Hajib merintis jalan. Ia membangun hubungan baik dengan penguasa Mongol, Hulagu, yang mewarisi Persia sebagai bagian kekuasaan yang telah dibangun Jengis Khan. Di kemudian hari, Hajib berhasil membangun sebuah dinasti dengan sebutan Kutlugh Khanid di Kirman, Persia. Ia sebelumnya memberikan dukung-

an militer bagi pasukan Mongol. Dengan jasanya ini, Hajib merengkuh kekuasaan dan diberi gelar kutlugh khan. Begitu kekuasaan diraihnya pada 1222, ia menghadiahi dirinya sendiri dengan sejumlah gelar lainnya. Khalifah di Baghdad juga memberinya gelar sultan. Meski menurut Fatima Mernissi dalam bukunya, Ratu-Ratu Islam yang Terlupakan, kepindahannya ke Islam agak lambat. Sebelumnya ia adalah penganut paganisme. Saat ia meninggal dunia, ia meninggalkan gelar Arab dan Mongol kepada keturunannya.

Misalnya, gelar nashir ad-dunya wa ad-din atau kemenangan dunia dan iman dan kutlugh khan. Barak Hajib mempunyai seorang anak laki-laki bernama Rukn al-Din dan empat anak perempuan. Salah satunya adalah Kutlugh Turkan, yang dikawinkan dengan saudara sepupunya, Quthb al-Din. Setelah Hajib tiada pada 1234, mulamula putranya yang menduduki takhta dan meneruskan kekuasaan ayahnya itu. Lalu, sepupunya, Quthb al Din, suami Turkan, yang memerintah pada 1252. Lima tahun ia memegang kendali pemerintah, kematian mengakhiri masa pemerintahannya. Karena anak laki-laki Quthb al-Din masih di bawah umur, para tokoh Kirman meminta Istana Mongol memercayakan pemerintahan pada jandanya, Kutlugh Turkan. Perempuan ini pun akhirnya naik ke singgasana kekuasaan dan memerintah selama 26 tahun. Turkan merupakan perempuan cerdik. Ia mengikuti jejak ayahnya. Ia menjaga hubungan baik dengan Mongol. Salah satu bentuknya adalah dengan mengirimkan putranya, Hajjaj, untuk bergabung dengan tentara Hulagu dan menikahkan putrinya, Padisyah Khatun, dengan Abaka Khan, putra Hulagu. Pada 1264, Turkan secara resmi menyandang gelar kehormatan, yaitu ismat ad-dunya wa ad-din dan namanya berhak disebutkan dalam khutbah di masjid-masjid di wilayah kekuasannya. Bahkan, Turkan mampu membawa pemerintahannya ke titik puncak. Namun, ia tak luput dari gangguan. Di tengah kegemilangan kepemimpinannya, muncul Suyurghatmisy, yang berupaya merebut kekuasaan. Ia adalah anak tiri Turkan. Ia mempunyai pemikiran bahwa ibu tirinya itu mestinya tak berhak menduduki kursi kekuasaan. Untuk menggapai tujuannya, ia menyulut kerusuhan. Turkan segera bertindak meredam gerakan Suyurghatmisy. Ia ingin kedamaian yang selama ini mewujud tak ternoda oleh kerusuhan. Maka, ia memutuskan untuk menyandingkan nama Suyurghatmisy dengan namanya yang disebutkan dalam setiap khutbah. Tak lupa, ia mengisahkan semua keadaan yang dialami di Kirman dan pemerintahannya yang terguncang kepada putrinya, Padisyah. Kekuatan Turkan melemah dan akhirnya diambil alih

10

orang lain. Ia akhirnya mengembuskan napas terakhir pada 1282. Tampaknya, dinasti yang dibangun Barak Hajib mampu bertahan. Tak lama berselang, Padisyah merebut kembali pemerintahan yang telah lepas dari mendiang ibunya. Mernissi mengatakan, dengan kehadiran Padisyah yang disebut dengan Padisyah Khatun, kekuasaan Kirman pun kembali. Pernikahannya dengan laki-laki Mongol yang membangun Dinasti Ilkhan memuluskan langkahnya. Padisyah tak hanya puas dengan menjadi perempuan berparas elok. Ia pun memiliki bakat sebagai penyair yang dijadikannya sebagai kekuatan. Ia menikah lagi dengan Gaykhatu, penguasa kelima Ilkhan, pada 1291. Ia menuntut kekuasaan sebagai tanda cintanya kepada suaminya itu. Dan ternyata, suaminya itu menyerah. Padisyah datang ke Kirman sebagai kepala negara. Pada dirinya dilekatkan gelar sawfat addunya wa ad-din. Ia menjadi penguasa keenam Dinasti Kutlugh Khanid. Dia memerintahkan namanya dicetak pada mata uang emas dan perak. Ia bertahan hingga 1295 dan digantikan oleh penerusnya, Baydu. Pakar sejarah, Badriye Ucok Un, mendokumentasikan secara baik perkembangan yang terjadi pada dinasti ini. Ia mengungkapkan, setelah diserang Mongol di sejumlah negeri Islam, pemerintahan banyak dikuasai perempuan. Mereka memiliki hak-hak istimewa, yaitu namanya disebutkan dalam khutbah dan dicetak pada mata uang yang berlaku sebagai alat transaksi. Badriye merujuk pada dua ratu dari Dinasti Kutlugh Khanid, yaitu Kutlugh Turkan yang akrab dipanggil Kutlugh Khatun atau Turkan Khatun, seperti terdapat dalam sejumlah dokumen sejarah. Juga ada putri Turkan bernama Padisyah Khatun, yang terkadang lebih dikenal dengan nama Safwat al-Din Khatun. Secara umum, cendekiawan Muslim yang juga pelancong, Ibnu Batuttah, memberikan gambaran. Ia menuliskan, dalam keseharian dinasti ini memberikan keleluasaan kepada perempuan, terutama para khatun. Dalam sebuah iring-iringan perjalanan, khatun berada di depan. Mereka berada dalam sebuah kereta. Di belakang mereka, ada 100 kereta dan di belakangnya lagi ada 300 kereta yang membawa peti, uang, pakaian, perabotan, dan makanan para khatun. n


REPUBLIKA

silaturahim

JUMAT, 19 AGUSTUS 2011

11

PENGAJIAN BANGKA XI

Melestarikan Tradisi dan Persaudaraan Oleh Indah Wulandari alinan persaudaraan mengakar pada diri para anggota Pengajian Bangka XI (PBXI). Selain karena ikatan darah, juga karena ada keinginan bersama dari mereka untuk melestarikan tradisi nilai-nilai keagamaan dalam keluarga besar mereka. “Awalnya dari arisan keluarga besar KH Syaifuddin Zuhri kemudian kita ingin melestarikan tradisi keagamaan yang sudah terbentuk di tengah keluarga,” cetus salah satu pemrakarsa PBXI, Annie Perbowo, Sabtu (13/8) lalu.

J ANNIE, EMMA, AISYAH

FIA, DEVY

Bermula dari 10 bersaudara anak mantan menteri agama ini, selanjutnya memperoleh respons bagus dari para keponakan. Mereka menanggapi dengan antusias. Sebagai cucu tertua, Irfan Asy’ari Sudirman atau akrab dipanggil Ipang Wahid langsung memfasilitasi usulan sang bibi dan para kerabatnya ini. Ia bersama sang istri, Dara Iswari, membuka kediamannya di Bangka XI/21B, Jakarta Selatan sebagai tempat pengajian. Dimulailah berbagai aktivitas kajian dan tahlil bersama sekitar setahun lalu. Tiap sepekan sekali pada Rabu atau Kamis, sekitar 40 anggota pengajian selalu datang. Niat awal hanya sebatas pengajian untuk keluarga dan teman dekat. Ternyata meluas hingga mengundang pula dari garis keluarga KH Wahid Hasyim serta beberapa teman kerja Ipang. Terkadang tempat pengajian juga dilakukan di rumah kerabatnya, Direktur MetroTV, Wisnu Hadi di kawasan Cilandak. “Kita membiasakan tahlilan usai Maghrib dan tarawih bersama saat pengajian,” papar Ipang. Meskipun tak ada pengurus tetap, Ipang dan sepupusepupunya selalu berusaha memenuhi selera keilmuan kerabatnya. Mereka

mempunyai ustaz mumpuni untuk menyampaikan empat kajian. Di antaranya Ustaz Lutfi Fathullah dan Ustaz Abi Makki. Secara bergiliran tiap minggu materi fikih, tafsir, hadis, dan sirah nabawiyah selalu dibahas bersama dalam dua jam sesi tanya jawab. “Kita membiasakan anggota pengajian ini bisa bersikap kritis dan mengembangkan ilmunya,” jelas Ipang. Budaya tanya jawab tadi diakui salah

SINTA, ANNIE

satu sepupu Ipang, Reza Hidayat, menjembatani kebutuhan ruhaniah serta keilmuannya. Sebab, anggota pengajian sangat heterogen dan didominasi kalangan profesional muda. Namun, mereka berusaha menerapkan tradisi sesepuh mereka. “Kita bukan mengikuti aliran NU saja, tapi ilmunya bersumber dari Alquran dan hadis,” tambah produser film ini. n ed: ferry kisihandi

ACHA, NELLA, DARA FOTO-FOTO: INDAH WULANDARI/REPUBLIKA

Ramadhan, Manusia Setan, dan Keikhlasan Oleh Rakhmad Zailani Kiki Staf Seksi Pengkajian Bidang Diklat JIC

alam hadis yang terdapat pada kitab Shahih Bukhari yang diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah menyatakan, di bulan Ramadhan para setan dibelenggu atau dirantai (sulsilat). Tetapi, mengapa banyak kejahatan juga terjadi di bulan suci ini? Perampokan, pencurian, bahkan pelacuran merajalela. Setan-setan mana lagi yang masih bisa keluar bebas dari belenggu dan menggoda manusia melakukan kejahatan? Ternyata, mereka bukan setan sembarang setan. Mereka adalah setan dari kalangan manusia, dari jenis kita sendiri. Mereka ada sejak ribuan tahun lalu, setua umur umat manusia. Bahkan mereka menjadi musuh para nabi, sebagaimana dijelaskan QS al-An’am 112, “Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan manusia dan jin. Sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataanperkataan yang indah untuk menipu.” Begitu pula Imam Ahmad, meriwayatkan hadis sahih dari Abu Dzar, ia berkata, “Aku datang kepada Nabi SAW dan beliau berada di masjid. Aku pun duduk. Dan beliau menyatakan, ‘Wahai Abu Dzar, apakah kamu sudah shalat?’ Aku jawab, ‘Belum.’ Beliau mengatakan, ‘Bangkit dan shalatlah.’ Aku pun bangkit dan shalat, lalu aku duduk. Beliau berkata, ‘Wahai Abu Dzar, berlindunglah kepada Allah dari kejahatan setan manusia dan jin.’ Abu Dzar berkata, ‘Wahai Rasulullah, apakah di kalangan manusia ada setan?’ Beliau menjawab, ‘Ya.’” Meskipun setan dari kalangan jin bisa berubah wujud menjadi manusia, seperti setan yang mendatangi kaum musyrik dalam bentuk Suraqah bin Malik saat mereka hendak menuju Badar, namun di bulan Ramadhan mereka terbelenggu dan tidak dapat melakukan aksinya seperti berubah wujud menjadi manusia. Jadi, kejahatan dan kemaksiatan yang terjadi di bulan Ramadhan sejatinya dicetuskan dan dilakukan setan-setan dari kalangan manusia. Lalu, bagaimana manusia setan ini muncul? Dari beberapa hadis disebutkan, mereka lahir dari hubungan suami istri tanpa berlindung pada Allah. Iblis berucap, “Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung kepada Allah.” Maka, setan pun ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan dari hubungan

D

tersebut akan sangat patuh kepada setan. Al-Hakim, at-Tirmizi, dan Ibnu Jarir meriwayatkan hadis dari Mujahid, ia berkata, “Apabila seseorang menyetubuhi istrinya dengan tidak menyebut nama Allah, jin akan menyelinap dalam saluran kencingnya dan ikut serta dalam bersetubuh.” Di dalam kitab Tahrim al-Fawahisy, AthThurthusyi, diceritakan dalam bab “Min Ayyi Syai’in Yakunu al-Mukhannats”, katanya, Ibnu Abbas berkata, “Al-mukhannats (laki-laki yang seperti perempuan/banci) adalah anak-anak jin.” Lalu ia ditanya kembali, “Bagaimana itu bisa tejadi?” Ibnu Abbas menjawab, “Allah dan RasulNya telah melarang seseorang menyetubuhi istrinya pada waktu haid. Jika ia menyetubuhi istrinya pada kondisi demikian, setan mendahuluinya. Dan setelah istrinya hamil, ia akan melahirkan seorang mukhannats (banci).” Setelah dewasa, bersama manusia lainnya yang terhasut oleh godaan setan, mereka menjadi manusia yang tidak ikhlas. Segala aktivitasnya ditujukan bukan untuk mendapatkan keridaan Allah, melainkan untuk mendapatkan dunia dan meraih pujian. Masih dari hadis yang diriwayatkan Muadz bin Jabal tersebut, ketika Rasulullah bersabda, “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.” Iblis segera menimpali, “Tidak, tidak. Tidak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikanku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh maupun yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang saleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.” Maka, jika kita memilih menjadi manusia sebenarnya, bukan manusia setan, ikhlaskanlah seluruh amal ibadah yang kita kerjakan, terutama di bulan Ramadhan ini. Misalnya, membersihkan harta kita dari kekotoran dengan ikhlas mengeluarkan zakat, infak, dan sedekah. Salurkanlah melalui lembaga-lembaga ZIS yang terpercaya, seperti melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Jakarta Islamic Centre (JIC) yang berada di bawah BAZIS DKI Jakarta dengan menghubungi Ernawati dan Muhtadi Azis di nomor telepon 021-4413069 atau melalui nomor rekening 0092496500, agar ketika Ramadhan berakhir, kita menjadi orang-orang yang bertakwa, bukan menjadi manusia setan. Amin. n

ketika ket tikaa zak tik za zakat kat telah telah d ditunaikan ditunaikan insya ins syaa A sy Allah llah khusuk khusuk k didapatkan didapatkan LAYA LAYANAN ANAN JEMPUT & K KONSULTASI O ONSULLTA ASI ZAKAT ZAKAT (k husus JJabodetabek) abodetabek) e (khusus

Kantor Kan tor C Cabang abang : ACEH (0651) 43460 ACEH P A ADANG (0751) 8532899 PADANG BENGKUL U (0736) 26425 BENGKULU SEM ARANG (024) 747740 05 SEMARANG 7477405 SUR ABA AYA (031) 8250034 4 SURABAYA MA KASSAR (0411) 88603 33 MAKASSAR 886033

MEDAN MEDAN (061) 8212502 BUKITTINGGI (0752) 9916263 9916263 BUKITTINGGI BANDUNG (022) 7316764 4 BANDUNG YO OGY YA (0274) 561525 YOGYA BALIKP PA AP PAN A (0542) 7039 9222 BALIKPAPAN 7039222

YM: Y M: k konsultasi.pkpu@yahoo.com onsultasi.pk kpu@yahoo.com

Tunaikan Zakat Tunaikan Zakat maal, maal, Zakat Zakat Fitrah, Fitrah, a dan infaq/Shodaqoh infaq/Shodaqoh d anda k e Rekening Rekening an n. PKPU: ke an. Rek Rekening ke ening gZ Zakat akat an. PKPU P Bank B ank Permata Permata BC A BCA B ank Muammalat Muammalat Indonesia Ind donesia Bank BNI BNI S yariah Syariah Bank Mandiri B ank Syariah Syariah M andiri B ank Mandiri Mandiri Bank Bank B ank Danamon Syariah Syariah B ank Permata Permata Syariah Syariah h Bank Bank B ank CIMB Niaga Niaga Syariah Syariah a

Rek kening e g IInfaq nfaq q & Shodaqoh Shodaqoh q Rekening Bank B ank Danamon Syariah Syariah a 701.067.568 HSBC Amanah Amanah Rupiah Rupiiah 600.030.9000 B ank Mega Mega Syariah Syariah h Bank 304.00086.15 BNI 117.85.939 BC A BCA 009.1539.240 Bank B ank Muammalat Muammalat IIndonesia n ndonesia 003.000.9002 B ank S y ariah M and diri Bank Syariah Mandiri 126.000.2070.1 41 126.000.2070.141 Bank B ank Mandiri Mandiri 005.83417.36 097.1030.100 52001.0003.9009 52001.0003.900 09

005.83417.28 8 060.000.726.759 060.000.726.7 759 100000-6798 117.85.940 600.034.7777 7 301.00354.15 5 6 003.000.6216 126.000.1005.114 126.000.1005 5.114

Anda juga dapat Anda dapat datang data ang langsung memba membayar yarr zakat, di KANTORPOS zaka at, infaq dan Shodaqoh Shodaqoh d KANTORPOS terdekat terdeka at

Zakat Z a ak kat Center Cent e ter e is under the m ma management nagement of: off:

Zakat Center Zakat Center Office: Offic e: Jl.. R Raya Pasar Minggu, Kavling Gedung Sucofindo) Jl aya P asar M i inggu ,K avling li III No N 49 (depan (d G edung d SSucofin findo d ) Pancoran, Jakarta P ancoran, Jak arta Selatan Selatan

ISO 9001-2008


REPUBLIKA

JUMAT, 19 AGUSTUS 2011 / 19 RAMADHAN 1432 H n 12

Nurfitri Moeslim Taher

Oleh Indah Wulandari

Tekad menjadi relawan kemanusiaan telah tumbuh sejak remaja.

Mencapai Impian PRI DOK

H

asrat itu berkobar di dalam diri Nurfitri Moeslim Ta h e r. Bahkan, telah dirasakannya sejak ia masih remaja. Ia berkeinginan kuat menjadi relawan kemanusiaan. Sepenggal pengalaman di kemudian hari, membuatnya kian mantap untuk terus menyusuri jalan ini. Pada mulanya, Upi, panggilan akrab Nurfitri, memiliki satu tujuan yang menjadi fokusnya, yakni masuk palang merah internasional dan pergi ke benua hitam, Afrika. Namun, akhirnya hatinya terpikat pada Medical Emergency Rescue Committe (MER-C), setelah berbincang dengan dr Joserizal Jurnalis, ketua MER-C. Telah lama memang, ia mengamati sepak terjang lembaga kemanusiaan tersebut saat dia kuliah di Australia dan konflik Ambon yang terjadi pada pertengahan tahun 1999. Ia memutuskan bergabung dengan MER-C dan mencurahkan tenaganya di sana. Pengalaman yang sangat berkesan bersama MER-C lalu datang. Ini berawal dari tawaran aktivis kemanusiaan internasional, Huwaida Harraf, yang mengampanyekan gerakan Freedom Flotilla.

Lewat gerakan ini, para aktivis kemanusiaan berkonsolidasi dan menyalurkan bantuan ke warga Gaza, Palestina. Bantuan itu, jelas Upi, berasal dari berbagai negara. Ia terpilih dan menjadi satu di antara empat relawan MER-C pada 2010 untuk berangkat ke Gaza. Dia menjadi satu-satunya relawan perempuan yang ditugaskan sebagai tim advance nonmedis. “Kita mengemban misi atas nama kemanusiaan,” katanya ketika ditemui di kantor MER-C, Rabu (10/8) lalu. Kafilah kemanusiaan yang berangkat menuju Gaza ini bersama di sebuah kapal,

Mavi Marmara. Di kapal ini relawan MER-C berbaur dengan relawan lainnya. Mereka sebagian besar berprofesi sebagai jurnalis, seniman, dan sejumlah figur publik. Ia mengisahkan apa yang dirasakannya bersama para relawan saat dalam perjalanan menuju Gaza. Ada kebersamaan di antara relawan yang berasal dari beragam ras itu. Pada kisaran awal Mei 2010, Mavi Marmara bersauh di tengah Laut Mediterania. Mereka menunggu kapal rombongan lainnya selama 60 jam. Relawan yang mempunyai bakat seni dan berprofesi sebagai artis menghibur relawan lainnya. Suasananya, imbuh dia, sangat menyenangkan karena ada rasa kebersamaan dan punya misi yang sama. Sayang, ketenangan itu terkoyak ketika pemimpin kapal meminta para penumpangnya memakai pelampung saat menjelang tengah malam. Tak berapa lama, Upi melihat beberapa kapal tentara Israel telah mengelilingi kapal yang ditumpanginya. Para penumpang perempuan dikumpulkan di sebuah ruangan khusus. Beberapa aktivis internasional juga memberikan pernyataannya tentang situasi yang berlangsung.

Apa yang terungkap di-relay televisi lokal serta Al Jazeera Inggris dan Al Jazeera Arab. Suasana kian tegang saat masuk waktu Subuh. Beberapa orang di dek bawah mulai berteriak dan bertakbir. Upi yang mendampingi rekannya, dr Arief, menjaga penumpang cedera, lalu segera bertayamum dan shalat. “Saya tak ingin mati dalam keadaan belum shalat. Saya mohon ampun pada Allah,” terangnya. Selang beberapa menit, terdengar bom dan letupan di badan kapal. Upi melihat dr Arief menenangkan salah satu pasien. Upi turut membantu dengan mengajak bersama mengucapkan syahadat. Kengerian bertambah saat salah seorang tertembak di bagian kepalanya hingga tewas. Para penumpang kapal menangis bersahut-sahutan saat melihat kejadian tersebut. Pimpinan rombongan langsung membuka kemeja putihnya. Warna putih tanda menyerah berkibar di tengah suara tembakan.

B I O D ATA Nama : Nurfitri Moeslim Taher Lahir : Jakarta, 11 November 1976 Pendidikan : Bachelor of Arts di Curtin University of Technology, Perth, Australia. Aktivitas : Relawan Nonmedis MER-C

Di dek lainnya, aktivis Mavi Marmara ternyata telah mendapati beberapa tentara Israel masuk kapal mereka dan turun dari helikopter. Tapi, mereka malah menolong tentara Israel yang terluka. “Sekitar pukul enam pagi, kita resmi jadi tawanan Israel,” kenang Upi. Seluruh penumpang kapal ditempatkan di dek teratas dan terpanggang sinar matahari. Yang lebih mengenaskan, lanjut Upi, saat waktu Zhuhur tiba, tentara Israel memberi tanda agar salah seorang tawanan berhenti mengumandangkan azan. Lantaran para aktivis menentang, mereka pun dibiarkan. Selanjutnya, mereka menunaikan shalat. Kala itu, mereka tidak berwudhu karena dalam keadaan terikat. Bahkan, arah kiblat pun tidak tahu. Menurut Upi, hal terpenting adalah niat menunaikan kewajiban shalat. Mereka pun sempat menjalankan shalat Ashar serta shalat jenazah untuk sembilan aktivis yang mati syahid di kapal itu. Penderitaan Upi dan kawan-kawannya belum berakhir. Ternyata saat mereka dijemur, tentara Israel masuk ke dalam kamar mereka dan menghancurkan segala jenis alat dokumentasi serta komunikasi. Salah seorang relawan MER-C Indonesia pun ada yang tertembak. Apa yang ia alami dalam misi menuju Gaza, mengantarnya pada satu tekad, membantu warga Gaza, Palestina. Bahkan untuk saat ini, langkahnya terfokus pada kampanye penggalangan bantuan untuk Palestina. Upi ingin agar Muslim Indonesia mengetahui kondisi saudaranya di Palestina. n ed: ferry kisihandi

Dialog Jumat  

Republika, 19 Agustus 2011

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you