Issuu on Google+

REPUBLIKA

1432 H

KAMIS 28 JULI 2011

25

Masjid Agung Al Azhar

GELAR BAZAR dengan Uang Dinar Akan diadakan khataman Alquran yang berbeda dari sebelumnya. ●

Masjid Agung Al Azhar. AGUNG SUPRIYANTO

M

asjid Agung Al Azhar akan banyak melakukan kegiatan untuk para jamaahnya di bulan Ramadhan 1432 H ini. Tak berbeda dengan masjid yang lain, masjid yang terletak di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ini pun banyak melakukan syiar di bulan suci ini. Ketua Panitia Kegiatan Ramadhan Masjid Agung Al Azhar Hartono menyatakan bahwa perencanaan telah banyak dilakukan. “Sampai sekarang, persiapan sudah 95 persen,” ujarnya kepada Republika di Jakarta, Selasa, (26/7). Kegiatan yang dilakukan di masjid ini bermacam-macam. “Secara umum, tak berbeda dengan masjid-masjid lain,” ujarnya. Ada kegiatan tadarus Alquran, qiyamul lail, dan juga santunan. Setiap harinya, di bulan Ramadhan, diadakan buka bersama dan takjil yang disiapkan oleh pihak masjid. “Kami siapkan untuk 600 orang setiap harinya,” ujarnya.

Pelaksaaannya di aula bawah masjid ini. Menurutnya, harga satu boks makanan yang diberikan hampir sama kisaran harganya. Per satu kotak seharga sekitar Rp 10 ribu. Dalam menyambut Ramadhan tahun ini, Masjid Al Azhar akan mengadakan khataman Alquran yang berbeda dari biasanya. Pada malam 17 Ramadhan, akan dilakukan khataman Alquran yang diselesaikan dalam waktu satu hari. Yang unik dan berbeda lagi, masjid ini akan melakukan bazar yang disebut dengan Festival Hari Pasaran (FHP). “Bazar dengan memakai uang dinar dan dirham sebagai alat pembayaran,” jelasnya. MTQ pun juga dilakukan di bulan Ramadhan ini. Masjid ini pun akan merekrut masjidmasjid lain. “Minimal di wilayah Jakarta Selatan dulu,” tuturnya. Ia menjelaskan, paling tidak dari satu masjid ini bisa mengirimkan satu wakilnya untuk dilombakan. Dalam Ramadhan kali ini, Masjid Agung Al Azhar juga akan melakukan “Kajian Bakda Jumat”. Kajian yang dilakukan

YOGI ARDHI/REPUBLIKA

setiap usai shalat Jumat ini akan terasa spesial menurut Hartono. “Kebanyakan kajiannya Islamic studies,” jelasnya. Kajian ini, misalnya, mengambil tema tentang rumah sakit di Gaza. “Untuk hal seperti ini, nanti kerja sama dengan Mer-C,” ujarnya.

Menjelang 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, masjid ini pun akan mengadakan kegiatan iktikaf. “Akan ditambah kajiankajian ketika malam harinya,” ujar Hartono menjelaskan. Biasanya peserta kegiatan ini diikuti banyak jamaah. “Tahun ini, disiapkan untuk 2000 hingga 3000 orang,” jelasnya. Sebelumnya, Masjid Agung Al Azhar ini telah melakukan muzakarah dan menghasilkan keputusan hari pertama bulan Ramadhan. Tanggal 1 Agustus, pada hari senin, menjadi keputusan hari pertama Ramadhan 1432 H. Tahun ini, masjid ini pun punya tema sendiri. Temanya kali ini adalah “Dengan momentum Ramadhan yang penuh berkah, rahmat, dan magfirah, kita tingkatkan amal ibadah berdasarkan Alquran dan AsSunnah serta kepedulian terhadap kaum yang lemah”. Pihak masjid pun menyerukan agar umat Muslim menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai bulan tarbiyah atau pendidikan. Agar dapat menempa kaum Muslimin

membersihkan nurani, mencerdaskan hati dan pikiran, serta perbaikan pada perilaku (akhlaqul karimah). Pada gilirannya, akan berdampak pada peningkatan mutu manusia Indonesia yang sedang dilanda krisis multidimensi. Syiar Ramadhan digairahkan dengan melakukan kegiatankegiatan yang mendorong pencerahan hati nurani, mencerdaskan hati dan pikiran, serta perbaikan terhadap akhlak. Selain itu, kepekaan sosial dan pembebasan diri dari hawa nafsu juga dipertajam. Pihak masjid pun berpesan agar kita banyak bertadarus dengan membaca dan memahami Alquran, menghadiri taklim, shalat tarawih, juga

mendengarkan tausiyah Ramadhan. Tak lupa, diimbau juga untuk mengeluarkan infak, sedekah, fidyah, dan zakat, baik mal maupun fitrah. Juga berikan makan buka puasa dan peduli terhadap fuqara dan masakin. Jadikan bulan Ramadhan ini sebagai media untuk memupuk rasa solidaritas sosial, memperkuat tali silaturahim, memelihara tali-tali kejujuran, membiasakan sikap rendah hati (tawadhu’), dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran dan kebaikan. Jauhilah segala bentuk kemaksiatan dan hal-hal yang dapat merusak nilai-nilai ibadah puasa dan kesucian bulan Ramadhan. ■ c05 ed: zaky al hamzah

Mutiara Hadis Abu Hurairah berkata, Rasullullah SAW bersabda, “Orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan (gembira), yakni ketika berbuka dan ketika berjumpa Rabb-nya.” (Muttafaq’alaih)

Untuk pemasangan dan informasi

Hardi 0818 0885 9123, 021 9259 3383

Andriyanto 0815 9600 200


26

REPUBLIKA KAMIS, 28 JULI 2011

Menjaga Kesehatan Saat Berpuasa Hindari kopi dan rokok saat berbuka puasa, dan jangan tidur setelah makan sahur.

S

ungguh rugi bila kaum Muslimin membiarkan bulan Ramadhan berlalu begitu saja. “Alangkah sayang bila seorang Muslim tidak dapat memanfaatkan waktunya di bulan suci Ramadhan untuk beribadah sebaik mungkin. Apalagi bila seorang Muslim hanya disibukkan dengan aktivitas kerja bahkan hingga sepuluh hari terakhir Ramadhan,” tegas Imam Besar Masjid Istiqlal, KH Mustafa Ali Yaqub. Ia menambahkan, sepuluh hari terakhir adalah waktunya umat Islam mengharap berkah dan ampunan sebanyak-banyaknya terutama pada malam istimewa yang disebut lailatul qadar. Yaitu malam utama dan lebih mulia dari malam seribu bulan. “Pada malam itu Malaikat Jibril AS dan para malaikat lainnya turun ke bumi atas izin Allah SWT dengan membawa keberkahan hingga terbit fajar. Maka, perbanyaklah ibadah di malam penuh kemuliaan itu dan hindari kegiatan tidak perlu yang tidak ada kaitannya dengan ibadah,” tutur pakar hadis tersebut. Terkait dengan optimalisasi ibadah di bulan Ramadhan, upaya menjaga kesehatan merupakan hal yang mutlak perlu. “Kondisikanlah fisik kita untuk siap melalui bulan Ramadhan hingga sepuluh hari terakhir,” tutur Mustafa Ali Yaqub. Untuk menjaga kesehatan tersebut dai muda Ustaz Bachtiar Nasir menekankan pentingnya seorang Muslim mengatur ritme hidupnya selama bulan Ramadhan. Ia menjelaskan, manusia dibedakan menjadi dua dimensi, yaitu ragawi atau jasad dan ruh. Dimensi ragawi atau jasad adalah bagian dari sisi kebinatangan manusia yang dipenuhi dengan emosi dan syahwat. Sedangkan dimensi ruh adalah bagian dari ilahiah yang mewakili sisi malaikat. Kedua dimensi itu, kata Bachtiar,

MUSIRON/REPUBLIKA

sangatlah bertolak belakang. Dimensi pertama kecenderungannya mengajak manusia kepada kehidupan duniawi, sedangkan ruh selalu berusaha mendekatkan diri kepada ilahiah, Allah SWT. “Maka ada beberapa hal yang dapat dilakukan manusia untuk menjaga keseimbangan keduanya ketika menjalankan aktivitas dunia dan ibadah dibulan puasa,” ujarnya. Ia menyebutkan, inti ibadah puasa adalah berusaha menekan kemauan jasad. Selama 11 bulan sebelumnya, kata Ustaz Bachtiar, seorang Muslim sudah puas menuruti kemauan jasad, “Maka saatnya sekarang inilah kita kurangi aktivitas jasadiah ini,” ucapnya. Ketika aktivitas jasad ini dikurangi maka secara otomatis ruh akan mengisinya dengan segala aktivitas spiritual. “Namun, bukan berarti kita menghilangkan sama sekali kemauan jasad yang sangat dasar, seperti makan dan minum. Tetapi cukup dikurangi semua frekuensinya,” papar Bahctiar Nasir. Hal itu dibenarkan Direktur Utama Halimun Medical Center (HMC), Dr H Briliantono M Soenarwo. Ia juga menje-

laskan pentingnya menjaga aktivitas maupun pola makan dan minum ketika berpuasa. Menurutnya, dimensi jasad atau fisik cenderung akan menjaga kestabilannya apabila dijaga aktivitas dan konsumsi energinya. “Atau istilahnya menghindari segala hal yang berlebihan. Hal itu sama seperti apa yang disyariatkan Rasulullah SAW, bahwa segala sesuatunya jangan berlebih-lebihan,” ujar lelaki yang akrab dipanggil Dr Tony itu . Ia menambahkan, sudah selayaknya sejak awal memasuki bulan Ramadhan, pola aktivitas dan konsumsi energi kita diubah. Cara yang paling mudah dengan mengikuti kebiasaan pola makan dan aktivitas Rasulullah SAW selama menjalankan ibadah puasa. Selain makan dan minum tidak berlebih-lebihan, saat Ramadhan asupan pola makan Rasulullah 50 persennya didominasi karbohidrat sebagai sumber energi. Sedangkan, 20 persen terdiri dari protein dan 20 persen lainnya adalah vitamin dan mineral. Sisanya 10 persen adalah lemak sebagai cadangan sumber energi. Kemudian tidak lupa dianjurkan mengkon-

LAMBUNG SEHAT SAAT PUASA

P

uasa adalah salah satu ibadah utama. Ibadah puasa insya Allah akan terasa lebih nyaman kalau lambung kita sehat. Seperti diketahui, salah satu masalah kesehatan yang sering dikeluhkan saat puasa adalah kambuhnya penyakit maag, akibat saluran cerna kita tidak mendapat makanan maupun minuman selama +/- 14 jam. Dari penelitian yang dilakukan oleh para ahli memang terjadi peningkatan asam lambung saat puasa dan akan kembali normal setelah puasa selesai. Selain itu lambung juga akan mengadakan proses adaptasi dengan pola makan yang berubah, sehingga seringkali pada awal-awal puasa keluhan sakit maag ini meningkat. Menurut ahli gizi klinik, Dr Samuel Oetoro MS SpGK, untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan bugar, setiap orang harus menerapkan pola hidup sehat dan bugar. Pola hidup sehat dan bugar berarti kita harus melakukan 5S yaitu Makan Sehat , Berpikir Sehat , Istirahat Sehat, Aktivitas Sehat dan Lingkungan Sehat. Dalam hal Makan Sehat, kita harus memperhatikan tiga hal, yaitu jumlah , jadwal dan jenis makanan. Hal ini pun perlu diterapkan saat berpuasa, agar ibadah tersebut dapat dilaksanakan sebaik mungkin tanpa gangguan lambung. Ada beberapa tips sederhana untuk menjaga lambung tetap sehat selama puasa: Jangan lewatkan sahur dan jangan tunda berbuka. Makanlah makanan dengan gizi seimbang dan lengkap selama puasa. Saat sahur

tubuh memerlukan makanan bergizi dan kaya serat, sedangkan saat berbuka awali dengan minum air dan makan yang manis dahulu (misal : kurma). Sesudah shalat Maghrib lanjutkan makan besar dan lengkap. Sesudah Tarawih/sebelum tidur dapat mengkonsumsi makanan ringan. Perbanyak minum air untuk mencegah dehidrasi. jika timbul gejala sakit maag seperti : sendawa asam, mual, mulas, nyeri uluhati dan kembung, maka asam lambung dapat dinetralkan dengan minum obat maag sebelum sahur, saat berbuka dan sebelum tidur malam.

Tips Sehat Sahur 1. Sahurlah mendekati imsak 2. Makanlah makanan yang mudah dicerna, misal : sedikit nasi, telur, sayur, tempe/tahu. 3. Minumlah air hangat atau jus buah segar 4. Jangan langsung beraktivitas berat atau kembali tidur setelah sahur, beri waktu (30 menit) makanan masuk ke pencernaan dengan sempurna

Tips Sehat Berbuka 1. Segerakan berbuka ketika masuk dengan minum air putih 2. Utamakan makanan yang manis atau kurma seperti ysng dianjurkan Nabi 3. Satu jam kemudian, makanlah makanan padat dan lengkap secukupnya. 4. Perbanyak minum air putih untuk membantu proses pencernaan. ■

RUSDY/REPUBLIKA

sumsi buah-buahan untuk memperbanyak serat. “Dianjurkan sesuai sunah yaitu kurma,” ucapnya. Mengapa harus kurma? Karena buah kurma mengandung zat glukosa yang sangat tinggi. Glukosa ini penting, karena sangat mudah diserap tubuh untuk diolah menjadi energi dan bahan bakar bagi kinerja otak. “Jadi bagi orang yang masih beraktivitas kerja selama bulan puasa sangat penting untuk mengkonsumsi glukosa, kecuali yang menderita diabetes,” tegas Tony. Jangan lupa mengkonsumsi air minum yang cukup untuk menghindari dehidrasi. Menurutnya, sebelum berpuasa dianjurkan untuk menjaga konsumsi air 1.800 hingga 2.000 mililiter (dua liter) air setiap hari. “Takaran ini adalah standar ketersediaan cairan tubuh untuk menghindari dehidrasi ketika berpuasa,” tuturnya. Ia juga mengemukakan, begitu masuk waktu Maghrib, sebaiknya segera berbuka – seperti dinyatakan oleh Rasulullah SAW, bahwa seorang Muslim senantiasa dalam kebaikan bila menyegerakan berbuka (HR Bukhari dan Muslim). Dan diusahakan

mengkonsumsi makanan tidak lebih dari jam delapan malam. Karena masa waktu 14 jam adalah waktu standar tubuh untuk berhenti mengkonsumsi asupan makanan. Jadi apabila lebih dari itu sangat tidak baik. Kemudian beberapa saat setelah berbuka sangat tidak dibenarkan meminum kopi dan merokok. Ini dikarenakan pada saat berbuka tubuh kembali menyerap zat yang telah hilang dari makanan berbuka selama berpuasa. Apabila berbuka langsung dilanjutkan dengan minum kopi dan merokok, maka tubuh akan menyerap kafein dan racun dari zat yang berasal dari kopi dan rokok tersebut. “Ini sangat tidak baik bagi kesehatan,” ujarnya. Tony juga menjelaskan, pentingnya mengakhirkan waktu sahur. Ini untuk menjaga jeda waktu konsumsi tubuh dari asupan makanan yang distandarkan tidak lebih dari 14 jam. Selain itu mengakhirkan sahur sangat baik untuk menghidari dari kebiasaan langsung tertidur setelah sahur. Menurut Tony, kebiasaan tidur setelah sahur itu sangat tidak baik bagi kesehatan. Karena setelah makan sahur pembuluh darah bekerja dan pencernaan makanan untuk mengolah menjadi energi, masih bekerja. Ketika setelah sahur dilanjutkan dengan tidur, maka kerja pencernaan untuk mengolah menjadi energi tidak bekerja dengan sempurna. Bahkan terjadi penimbunan zat makanan yang tidak baik bagi tubuh. Oleh karenanya dianjurkan langsung beraktivitas ringan untuk mendukung hal itu. “Aktivitas ringan yang dimaksud adalah beribadah shalat Shubuh dan dilanjutkan ibadah lain,” tuturnya. Menjaga aktivitas sehari-hari juga perlu diperhatikan. Tony menerangkan, walaupun selama berpuasa kita masih disibukkan dengan aktivitas sehari-hari, harus dihindari kegiatan yang menguras energi secara berlebihan. Hindari segala aktivitas yang tidak perlu. “Tujuannya juga agar keseimbangan anatara apa yang dikonsumsi selama sahur setara dengan aktivitas dikeluarkan selama berpuasa,” tegas Briliantono M Soenarwo. ■ c03, ed: irwan kelana


27

REPUBLIKA KAMIS, 28 JULI 2011

Bergembira Sambut Ramadhan

PANCA/REPUBLIKA

T

EDWIN/REPUBLIKA

Jangan sampai semangat beribadah itu hanya pada awal Ramadhan.

amu kebesaran, syahru Ramadhan sudah di depan mata. Inilah bulan rahmat dan ampunan yang ditunggu seantero umat Islam sedunia. Bagi umat Islam, kewajiban berpuasa dan beribadah pada bulan Ramadhan adalah momentum yang tepat untuk meningkatkan kualitas diri mereka. Allah SWT berfirman “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan bagi kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan

bagi orang-orang sebelummu, agar kamu bertakwa” (QS Al Baqarah:183] Dai kondang, Ustaz Othman Shihab menerangkan perlunya setiap Muslim memanfaatkan kesempatan emas Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Sebab, inilah bulan di mana manusia diberikan kesempatan memperbaiki dirinya. Masa di mana manusia diberikan kesempatan membersihkan kotoran jiwa dan materinya dan meningkatkan rasa spiritualnya. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, niscaya akan diberikan ampunan kepadanya atas dosa-dosanya yang telah lalu.” Ia menguraikan, pada bulan inilah terdapat malam keutamaan yang lebih mulia dari 1.000 bulan. Itulah malam yang dinamakan Lailatul Qadr, yaitu malam diturunkannya Alquran. Pada Ramadhan ini para malaikat bertebaran memohon munajat kepada Allah SWT, bagi hambanya yang beribadah dengan bersungguh-sungguh. “Maka sangat merugilah bagi mereka yang menyia-nyiakan kesempatan terbaik ini,” tegas Othman Shihab seraya mengutip hadis Rasulullah SAW, yang artinya, “Kecewa dan merugi orang yang berkesempatan (hidup) pada bulan Ramadhan tetapi tidak terampuni dosa-dosanya.” (HR. Ahmad). Membaca hadis di atas, menurut Ustadz Othman, umat Islam seharusnya menyadar bahwa Rasulullah SAWmengingatkan kepada umat Islam, jangan sampai datangnya Ramadhan tidak dimanfaatkan untuk memaksimalkan ibadah kepada Allah SWT. “Sangat merugilah mereka yang membiarkan Ramadhan berlalu begitu saja,” ujarnya. Oleh karenanya, kata Othman, menjelang datangnya bulan suci Ramadhan ini ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan seorang Muslim. Tujuannya tidak lain agar kesempatan emas Ramadhan tahun ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pertama yang perlu dipersiapkan adalah niat. Menurut Othman perlunya meluruskan kembali niat untuk ikhlas mendekatkan diri kepada Allah selama bulan Ramadhan. “Maka celakalah orang yang telah beribadah di bulan Ramadhan

JAGA KESEIMBANGAN TUBUH DI BULAN RAMADHAN M erupakan kewajiban setiap Muslim berpuasa di Bulan Ramadhan. Perintah itu tertuang dalam al-Quran surat al-Baqarah: 183."Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu,"bunyi ayat tersebut. Ketika berpuasa maka seseorang dituntut mampu menahan diri dari hawa nafsu, termasuk menghindari makan dan minum sejak matahari terbit hingga terbenam. Menjaga kesehatan mutlak diperlukan selama menunaikan ibadah puasa. Jika tidak, kekhusyukan ibadah bisa jadi terganggu. Salah satu ancaman kesehatan yang kerap menghantui di bulan Ramadhan adalah dehidrasi. Dehidrasi merupakan kondisi dimana kita kekurangan cairan tubuh.Sementara tubuh kita 60% nya terdiri dari cairan. Dan cairan tubuh tidak hanya mengandung Air tapi juga Elektrolit, yang fungsinya sebagai alat transportasi di dalam tubuh dan membantu proses metabolisme. Saat berpuasa metabolisme tubuh tetap akan mengeluarkan cairan secara alami. Menurut pakar teknologi pangan dan gizi Prof. Dr. C. Hanny Wijaya keluarnya cairan tubuh merupakan sesuatu yang normal terjadi. Cairan tubuh ke luar melalui keringat, air mata, urin dan feses. Namun, ketika menjalani puasa persoalannya jadi sedikit berbeda. Asupan makanan dan minuman orang yang berpuasa akan sedikit berkurang. "Cairan tubuh yang hilang tidak bisa segera digantikan," urai Prof Hanny. Karena itu, potensi dehidrasi akan semakin tinggi. Resikonya semakin bertambah jika seseorang melakukan aktivitas yang menguras energi, seperti berolahraga. Jumlah asupan air sangat perlu diperhatikan saat berpuasa. Tujuannya memastikan tubuh mampu mempertahankan cairan tubuh yang seimbang. Idealnya manusia harus minum sebanyak 2,5 L cairan setiap harinya. Saat sahur dan berbuka puasa adalah dua waktu yang harus dimanfaatkan maksimal untuk mengatur kadar cairan tubuh. Kebutuhan cairan bisa dipenuhi ketika kita melaksanakan sahur. "Saat itu tubuh harus mempersiapkan

cadangan cairan untuk aktivitas sehari-hari," jelas Hanny. Setelah itu tubuh akan kembali kekurangan cairan. Karena itu kondisinya perlu dipulihkan saat berbuka puasa. Selain minum air yang cukup, memakan buah dan sayur akan membantu mengembalikan cairan tubuh. Minum minuman yang mengandung ion juga bisa menjadi pilihan. Prof. Dr. C. Hanny Wijaya memaparkan minuman semacam itu memiliki kelebihan untuk memulihkan cairan tubuh. Efeknya bagi tubuh relatif lebih cepat memenuhi kebutuhan cairan. "Minuman yang komposisinya mirip dengan cairan tubuh, yaitu mengandung air dan ion akan lebih mudah diserap oleh tubuh, sehingga proses recoverynya lebih cepat dan kita terhindar dari bahaya dehidrasi saat berpuasa,” paparnya. Bahaya dehidrasi bisa dilihat dari gejala seperti rasa haus, dan bibir kering. Anak yang sedang belajar berpuasa juga rentan bahaya dehidrasi. Ada beberapa gejala khas dehidrasi pada anak-anak. Diantaranya kondisi nyeri di kepala, cekung pada mata, dada dan perut, dan jarang kencing hingga tiga jam. Jika sudah parah, badan akan terasa lemas dan bisa jadi berujung pada kondisi tidak sadarkan diri (pingsan). Bila demikian maka harus diatasi dengan pemberian cairan secara intravenous (infus). Oleh karena itu, kita harus menjaga cairan tubuh kita agar tetap seimbang sehingga jangan sampai terjadi dehidrasi. Untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, PT Amerta Indah Otsuka mengeluarkan produk Pocari Sweat. Produk ini merupakan minuman isotonik yang terdiri dari air dan ion. Pocari Sweat komposisinya mirip cairan tubuh sehingga bisa diserap lebih cepat dan lebih baik daripada air biasa. Maka produk ini baik dan berguna dikonsumsi oleh kaum Muslimin yang menjalankan ibadah puasa, karena dapat mengembalikan keseimbangan cairan tubuh dengan cepat sehingga tubuh kita dapat melakukan aktivitas selama berpuasa dengan optimal. ● adv

Bagi yang ingin melihat langsung proses produksi Pocari Sweat dapat menghubungi layanan konsumen: 0800-1-OTSUKA (687852

tetapi tidak mendapatkan rahmat Allah,” ucap Ustadz Othman. Niat yang diperkuat dengan keikhlasan untuk menjalankan semua bentuk ibadah dan peningkatan nilai spiritual. Beribadah dengan penuh keikhlasan kepada Allah inilah yang dapat membukakan pintu rahmat dan ampunan Allah kepada ummatnya. Niat yang ikhlas ini, menurut Ustaz Bachtiar Nasir adalah berpulang kepada ‘qalb’ seorang Muslim. Kesiapan niat ikhlas seorang Muslim menyambut Ramadhan adalah ketika ia menyingkirkan sifat nafsu emosi dan syahwatnya. Karena kedua hal inilah yang dapat merusak nilai ibadah Ramadhan di hadapan Allah SWT. Ustad Bachtiar menjelaskan, yang membedakan manusia dengan binatang adalah kemampuan mengontrol dirinya dari emosi dan syahwat. Apabila manusia tidak bisa menjaga emosi dan syahwat dirinya, ia bisa menjadi lebih buas dari binatang buas dan lebih hina dari binatang ternak. Maka, kata Bachtiar, apabila seorang Muslim tidak bisa mengontrol emosi dan syahwatnya pada bulan Ramadhan, dipastikan ia tidak mendapatkan apa-apa selain lapar dan haus. Sebagaimana sabda Rasulullah, “Berapa banyak orang yang berpuasa, hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja, dan berapa banyak orang yang mendirikan ibadah di malam hari, tapi hanya mendapatkan begadang saja.” (HR Ahmad). Diharapkan dengan niat ikhlas dan semangat motivasi diri untuk terus beribadah selama bulan Ramadhan, dapat mendapatkan jaminan dari Allah untuk diampuni dosa-dosanya dan dilipatgandakan pahalanya. Kemudian adalah persiapan fisik. Menurut Ustaz Satori Ismail, persiapan fisik penting diperhatikan, agar pada saat Ramadhan tidak mengalami gangguan kesehatan yang akan mengurangi kekhusukan dan kemampuan aktivitas ibadah. “Dalam kondisi berpuasa menjaga fisik ini dapat dilakukan dengan mendisiplinkan berbuka dan sahur. Yaitu dengan mensegerakan berbuka tanpa berlebihlebihan dan melaksanakan sahur untuk mendapatkan keberkahan,” papar Satori Ismail yang juga ketua Ikadi. Ia lalu mengutip hadis Rasulullah SAW, “Makan sahur adalah berkah, maka janganlah kalian meninggalkannya walau dengan seteguk air.” (HR Ahmad).

Persiapan selanjutnya adalah manajemen waktu pada bulan Ramadhan. Menurut Satori, selama bulan Ramadhan perlu pengaturan waktu untuk menjaga konsentrasi ibadah. “Jangan sampai selama Ramadhan kita masih disibukkan dengan aktivitas dunia yang melenakan,” tegasnya. Namun, jelas Satori, bukan berarti seorang Muslim tidak boleh melakukan aktivitas kerja. Pekerjaan yang dilakukan selama Ramadhan selayaknya tidak sampai menyita waktu untuk beribadah kepada Allah SWT. Maka, menurutnya, perlu pengaturan waktu yang tepat sebelum datangnya Ramadhan. Bahkan, Othman Shihab menganggap pengaturan waktu untuk beribadah ini sangat penting. Menurutnya, sudah cukuplah kita disibukkan selama 11 bulan untuk aktivitas dunia. “Kini berilah ruang rohani untuk meningkatkan frekuensi spiritual kita kepada Allah SWT,” ujarnya. Selama ini, jelas dia, terdapat beberapa kesalahan paradigma dalam masyarakat Muslim awam di Indonesia. Selama Ramadhan mereka bahkan memforsir kerja untuk mendapatkan rezeki lebih demi kebutuhan hari raya. Akhirnya sebagian mereka meninggalkan kewajiban ibadah dan Ramadhan berlalu begitu saja, “Inilah yang keliru,” tegasnya. Dan persiapan yang terakhir adalah memperkuat silaturrahmi kembali. Menurut Othman, hal ini penting, karena orang yang memutuskan silaturrahim tidak dianggap ibadahnya oleh Allah SWT. Dan Allah SWT juga mengutuknya. Seperti sabda Rasulullah SAW, “Tidak bisa masuk surga orang yang memutuskan (silaturrahim).” (HR Bukhari-Muslim). Mengatur kesibukan pekerjaan untuk fokus beribadah pada bulan Ramadhan kadangkala menjadi kendala dalam beribadah. Menurut KH Didin Hafidhudin, konsistensi ibadah selama Ramadhan menjadi kelemahan umat Islam di Indonesia. “Ini menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia, semangat ibadah di bulan Ramadhan hanya di awal saja,” ujarnya. Walaupun sudah mengatur waktu selama Ramadhan untuk dapat memfokuskan beribadah, semangat beribadah ini mulai berkurang menjelang Hari Raya Idul Fitri. “Padahal, pada 10 hari terakhir itulah berkah Allah SWT berkumpul,” papar KH Didin Hafidhuddin. ■ c03, ed: irwan kelana


1432 H KAMIS 28 JULI 2011

REPUBLIKA

‘Menyantap

Oleh Ichsan Emrald Alamsyah

Program ini fokus pada makanan dan minuman untuk berbuka puasa.

R

amadhan telah di depan mata. Setiap stasiun televisi sejak jauh hari mulai berlomba membuat program khusus menyambut bulan suci ini. Sadar atau tidak, setiap penonton pun tak sabar untuk menunggu program khusus tersebut. Hal ini wajar saja karena program di bulan suci tersebut ditayangkan saat sahur sebelum berbuka dan setelah berbuka. Minimal saat kaum Muslim menjalankan ibadahnya, mereka akan dihibur oleh program tersebut. Lalu, bagaimana dengan televisi berbayar Alif TV yang tiap harinya menayangkan program Islami. Bagi Rama Mugiharto S, Production General Manager, setiap hari bagi Alif TV ialah Ramadhan. “Karena kita memang televisi religi,” ujarnya ketika dihubungi Republika, Ahad (24/7). Akan tetapi, untuk Ramadhan

YANG HALAL’

‘pertama’ televisi yang baru seumur jagung ini, Rama dan tim menyiapkan program khusus yang membahas soal makanan yang berjudul “Menyantap yang Halal”. Acara ini tidak asal membahas urusan perut saja, tetapi juga membahas makanan yang halal. Hanya saja, makanan yang akan dibahas ini ialah makanan khusus untuk berbuka. “Sifatnya makanan yang khusus untuk berbuka dan untuk sahur juga,”

MENU HALAL

Konsultasi Zakat

V T f Ali

tuturnya. Rencananya, program ini juga akan membahas makanan yang hanya dibuat kala Ramadhan. Contohnya, tak usah jauh-jauh mencari ke berbagai kota di Indonesia, bahkan menurutnya es blewah pun baru menjamur ketika Ramadhan. Bahkan, dalam program ini, juga akan ada program hunting mencari tempat berbuka. Tempat yang akan dicari ialah kawasan ramai, contohnya

WILDAN HIDAYAT/REPUBLIK

Jamaah pengajian mendengarkan tausiyah di Radix Pizza House yang menyediakan makanan halal.

28

Diasuh oleh Prof Dr M Amin Suma SH MA Jika ada pertanyaan seputar zakat, silahkan kirim pertanyaan Anda ke e-mail : puasa@republika.co.id

Membayar Zakat ke Mana? pasar, kawasan perkantoran, atau juga rumah makan yang terkenal kala di bulan puasa. “Contohnya yang ramai di Bendungan Hilir,” ujarnya. Di antara program itu juga nantinya berisi tips-tips memasak yang tidak akan mengganggu saatsaat berpuasa. Mengganggu ini maksudnya tidak membuat ibuibu atau remaja putri yang mempersiapkan makanan kala berbuka, atau menjadi kepingin mencoba makanan tersebut. “Tipstips biar tidak merasa lapar saja,” ujarnya sambil tertawa. Mengapa Alif TV menyasar kepada makanan, memasak, dan hunting rumah makan halal? Ternyata memang target utama televisi kabel ini menurut Rama ialah ibu-ibu. Pasalnya, menurut Rama, yang lebih banyak menyaksikan Alif TV ialah ibu-ibu di rumah. “Target kita memang ibuibu seluruhnya,” ujarnya. Menurut produser “Menyantap yang Halal” Susi Duhri, program ini memang didesain bagi pemirsa Alif TV sebagai alternatif untuk mencari makanan yang sehat dan halal walau program ini sebenarnya telah mengudara sejak lama, yaitu tiap hari selasa pukul 16.30. Hanya saja, khusus di bulan Ramadhan, program ini akan fokus di makanan dan minuman berbuka Ramadhan. “Nah di situ tugas kita dalam membantu kaum Muslim mencari alternatif makanan sehat lainnya,” ujarnya. n ed: zaky al hamzah

Di sekitar lingkungan kami, kondisi masih sangat memprihatinkan. Ada kaum miskin, anak yatim/yatim piatu dan masjid terbengkelai. Ke manakah kami salurkan zakat? Kalau masing-masing 2,5 persen? Ujang, Tasikmalaya Jawab: Saudaraku yang sangat peduli dengan sesama. Saya senang mendengar niat baik Anda. Saran saya, salurkan zakat Anda pada lembaga atau badan amil zakat terdekat yang Anda percayai yang selama ini sudah diketahui keamanahan dan keprofesionalannya. Mintalah zakat tersebut disalurkan kepada fakir miskin di sekitar Anda. Karena, merekalah yang paling berhak menerimanya. Sebagaimana dinyatakan dalam QS [9] 60. Anda bisa menyalurkan zakat Anda kepada lembaga amil zakat atau badan amil zakat.

Menghitung Zakat Deposito Tahun lalu, saya mempunyai deposito dan tabungan di bank sebesar Rp 100 juta. Saat itu, saya membayar zakat Rp 2,5 juta. Tahun ini, saya rajin menabung dan tidak boros hingga tabungan dan deposito saya menjadi Rp 120 juta. Berapakah yang harus saya zakati? Apakah dari Rp 120 juta atau Rp 100 juta? Muhammad Saleh, Depok Jawab: Salah satu kewajiban zakat adalah al-namaa, yaitu harta tersebut berkembang atau bisa dikembangkan, baik melalui usaha sendiri maupun bersama pihak lain. Tabungan atau deposito dengan sistem bagi hasil adalah salah satu upaya mengembangkan harta itu. Karena itu, apabila telah mencapai nisab (senilai 85 gram emas) dan telah mencapai waktu satu tahun, zakatnya wajib dikeluarkan 2,5 persen dari seluruh uang yang kita miliki atau 2,5 persen dari Rp 120 juta. n


Cahaya Ramadhan 1432 H