Issuu on Google+

REPUBLIKA

1432 H

SENIN 22 AGUSTUS 2011

25

Mutiara Hadis “Orang yang membaca Alquran dengan mahir adalah bersama malaikat yang mulia lagi taat, sedangkan orang yang membaca Alquran dengan tergagap dan susah membacanya, baginya dua pahala.” (Muttafaqun ‘alaih)

Iktikaf Keutamaan Membaca Alquran Syahruddin El-Fikri lquran adalah firman Allah yang diturunkan agar menjadi pedoman dan petunjuk hidup bagi umat manusia. Di dalamnya terkandung berbagai hal, mulai dari akidah, muamalah, akhlak, hingga kisah-kisah umat-umat terdahulu. Semua itu, hendaknya bisa dijadikan pelajaran bagi umat Islam, agar tidak melakukan perbuatan buruk, sebagaimana yang dilakukan oleh umat-umat terdahulu, seperti kaum Ad (umat Nabi Hud AS), Tsamud (umat Nabi Saleh AS), Madyan (umat Nabi Syuaib AS), dan kaum Nabi Luth AS. “Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Alquran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (QS An-Nahl [16]: 89). Tidak hanya sebagai petunjuk dan pedoman hidup, Alquran juga menjadi syifa’ (obat, penyembuh, QS Yunus [10]: 57), bayan (penjelas), dan Al-Furqan (pembeda antara yang hak dan batil). Dengan berbagai hal itu, tak heran bila Alquran mengandung banyak keutamaan dan keagungan. Tidak saja bagi mereka yang membaca, tetapi juga bagi mereka yang mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Sebaik-baik kalian adalah orang yang membaca Alquran dan mengajarkannya.” (HR Bukhari dari Usman bin Affan RA). Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda; “Bacalah Alquran, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya.” (HR Muslim dari Abu Umamah). Bulan Ramadhan, merupakan saat yang tepat untuk mentadabburi (memperdalam) Alquran. Karena, pada bulan inilah, Alquran pertama kali diturunkan oleh Allah SWT. “Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” (QS Al-Ma’idah [5]: 15-16). “Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif itu satu huruf, lam itu satu huruf, dan mim itu satu huruf.” (HR Tirmidzi, katanya hadis ini hasan sahih, dari Ibnu Mas’ud RA). “Dari Aisyah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang membaca Alquran dengan mahir adalah bersama malaikat yang mulia lagi taat, sedangkan orang yang membaca Alquran dengan tergagap dan susah membacanya, baginya dua pahala.” (Muttafaqun Alaih). Dua pahala yang dimaksud adalah pahala atas dirinya karena telah membaca Alquran, dan pahala atas upayanya untuk membaca Alquran, kendati dengan susah payah. Dari kesusahannya dalam membaca Alquran ini pula, Allah memberikan padanya pahala. Rasulullah SAW bersabda; bahwa seluruh amal ibadah umat Islam di sepanjang Ramadhan akan senantiasa dilipatgandakan pahalanya, bahkan ibadah sunnah bernilai wajib di sisi Allah. Inilah keberkahan Ramadhan. ■

A

MUHAMMED MUHEISEN/AP

MEMBACA ALQURAN

h u b a n e M Agar tak Diburu Subuh

Liyaqat Mohammed (55 tahun) seorang pengungsi, membaca Alquran seuaai menjalani shalat Tarawih di masjid di pinggiran Islamabad, Pakistan. Seperti umat Islam di belahan bumi lainnya, warga Pakistan mengisi Ramadhan dengan memperbanyak ibadah.

Setiap daerah punya tradisi membangunkan sahur.

akan sahur sering kali disebut-sebut merupakan salah satu hal utama dalam berpuasa. Wajar bila sebelum berpuasa esoknya, orang berupaya sedapat mungkin untuk menyantap sahur di dini hari Ramadhan. Pada zaman modern, tak sulit untuk bangun malam. Weker tinggal diputar, sementara televisi pun menyiarkan acara hingga larut malam, tak jarang hingga dini hari. Sementara itu, pada perangkat seluler yang kini berada di tangan hampir setiap orang, alarm yang akan membangunkan kita dari mimpi pun tinggal disetel. Semua itu tak ada di masa lalu, bahkan pada kurun waktu tak lebih dari dekade lalu sekali pun. Untunglah selalu ada cara orang sesuai zamannya agar mereka tak terlambat dicegat imsak. Salah satunya dengan membangunkan warga untuk sahur. Tradisi itu, di beberapa

M

tempat, masih terpelihara. Di wilayah pantai utara Jawa (pantura), warga menyebut tradisi membangunkan penduduk untuk sahur itu disebut komprekan. Di Kabupaten Majalengka, istilah itu berubah menjadi ngoprek. Yang agak mengherankan, meski secara geografis berdekatan, orang-orang di Cirebon menyebutnya obrokobrok. Sementara itu, di Jatim, hal serupa disebut tektekan dan dekdukan untuk Semarang. Tak hanya di Jawa. Di Gorontalo, ada tradisi serupa yang disebut tumbilotohe. Namun, meski memiliki nama berbeda, tradisi itu memiliki kesamaan, yaitu bertujuan membangunkan masyarakat agar tidak melewatkan sahur. Caranya juga sama, membunyikan bunyibunyian. Bila dilakukan orang dewasa, caranya lebih tertata baik. Ada perangkat musik yang dibawa dan ditabuh dengan lagulagu yang termainkan baik, sementara bila pelakunya anak-anak—di daerah tertentu mereka biasanya bermalam di surau, tak perlu tabuhan khusus. Kaleng kosong, botol air minum kemasan ukuran galon, kecrek yang dibuat dari kumpulan tutup botol yang digepengkan bisa menjadi alat musik. Lainnya, tergantung kreativitas. Di Jakarta, warga Betawi memiliki tradisi untuk membangunkan orang sahur. Yang

menarik, meski bentuknya sama, setiap wilayah menyebut tradisi itu dengan nama berbeda. Untuk masyarakat Betawi Joglo, Palmerah, Rawabelong, Condet, Buncit, hingga ke kawasan Tangerang, cara itu disebut dengan ngarak beduk, sedangkan warga Betawi yang bermukim di daerah timur Jakarta, seperti Bekasi, sering menyebutnya dengan beduk saur. Ngarak beduk atau beduk saur telah dilakukan sejak lama. Dengan wilayah yang masih banyak berhutan, bunyi beduk menjadi penanda tak hanya waktu imsak, tapi juga saat berbuka puasa. Sempat, karena akulturasi dengan budaya Cina, masyarakat Betawi punya tradisi membangunkan sahur dengan membunyikan petasan. Suaranya yang nyaring dan membuat kaget orang menjadi alasan mengapa petasan digunakan untuk membangunkan sahur. Namun, seiring waktu, juga karena bunyinya yang kurang bersahabat, penggunaan petasan untuk membangunkan sahur pun hilang. Apalagi, ketika orang memilih untuk lebih serius saat membangunkan sahur, digunakanlah alat musik tradisional, seperti kentungan, rebana, dan genjring, dengan suara beduk tetap sebagai penanda dominan. Apalagi, semua itu kemudian diperindah

dengan nyanyian lagu-lagu Betawi. Di Kuningan, Jawa Barat, ada kebiasaan serupa yang disebut obrok-obrok. Biasanya, setiap menjelang puasa, sekelompok pemuda akan membentuk tim terdiri atas 10 orang. Ada pembagian tugas. Ada lima orang yang bertugas menabuh genjring (rebana berkeping gemerincing), dua orang membawa kohkol (kentungan bambu), seorang penabuh beduk, sementara dua lainnya mendorong gerobak tempat beduk berada. Di Salatiga, Jateng, anakanak dan para pemuda biasanya memilih tidur di langgar. Sekitar pukul dua dini hari, mereka akan bangun. Berbekal alat-alat sederhana, seperti kentungan bambu, besi bekas, beduk, ember bekas, mereka berkeliling kampung. Alat-alat itu yang kemudian akan dipukul, dipadukan, hingga iramanya enak didengar. Warga setempat menyebut tradisi itu percalan. Sementara itu, di Kalimantan Selatan, para pemuda menikmati Ramadhan dengan menggelar bagarakan sahur. Inilah nama yang lain untuk aktivitas sejenis. Tradisi bagarakan sahur yang sudah berlangsung lama dan turun-temurun itu kini bahkan dilestarikan Pemprov Kalsel dengan menggelar festival bagarakan setiap tahun.■ antara/darmawan sepriyossa


1432 H SENIN 22 AGUSTUS 2011

REPUBLIKA

14 RIBU PELAJAR

Konsultasi Zakat Diasuh oleh Prof Dr M Amin Suma SH MA Ketua Dewan Syariah Dompet Dhuafa

Ikut Pesantren Ramadhan Mereka yang lulus akan mendapat sertifikat. PADANG — Sebanyak 147.319 pelajar di Kota Padang mengikuti Pesantren Ramadhan. Mereka akan mengikuti ujian akhir pelaksanaan Pesantren Ramadhan pada 25 Agustus 2011. “Pelaksanaan ujian tersebut sesuai dengan rencana pedoman pembelajaran, di mana pada akhir pesantren akan diadakan ujian serentak se-Kota Padang,” kata Kepala Bagian Kesejahteraan Pemerintah Kota Padang, Al Amin, di Padang, Sabtu (20/8). Ia mengatakan, ujian akhir dimaksudkan untuk menyeragamkan penilaian kelulusan Pesantren Ramadhan 1432 Hijriah yang telah dilaksanakan sejak awal bulan puasa. Selain sebagai pelajaran yang bersifat keagamaan, katanya, pelaksanaan Pesantren Ramadhan di Padang bertujuan untuk memaksimalkan pendidikan agama di sekolah dan

menunjang program pendidikan berkarakter di Sumatra Barat, khususnya di Kota Padang. Soal-soal yang akan diujikan kepada pelajar berbeda pada setiap tingkat pendidikannya. Bagi siswa SD dan SMP, kata Al Amin, soal ujian berupa 50 pertanyaan objektif dan untuk siswa SMA soal berupa 10 pertanyaan esai. Ia mengatakan, soal-soal ujian tersebut telah dapat dijemput oleh panitia Pesantren Ramadhan mulai Sabtu (20/8) hingga satu hari menjelang ujian berlangsung di Bagian Kesra Pemkot Padang di TRB Aiapacah, Jalan By Pass. Soal ujian itu dibuat tim yang telah ditunjuk oleh Pemkot Padang bekerja sama dengan pihak IAIN Imam Bonjol Padang. Tentang kejujuran dalam pelaksanaan ujian, Al Amin menyebutkan, lebih diserahkan kepada panitia acara. Apalagi, ujian itu terkait ilmu Islam yang menuntut kejujuran. Hasil ujian tersebut, lanjutnya, akan diakumulasi dengan penilaian lainnya di pesantren yang akan direkap dalam bentuk sertifikat kelulusan.

“Penilaian dari sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh panitia kepada pihak sekolah asal para pelajar bersangkutan, yang nantinya akan menjadi salah satu poin penilaian mata pelajaran agama Islam di sekolah,” katanya.

Kemajuan Al Amin mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan Pesantren Ramadhan 1432 Hijriah di Kota Padang, disimpulkan pelaksanaannya lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ia mengatakan, evaluasi pelaksanaan Pesantren Ramadhan dilakukan di 1.250 masjid dan mushala di 11 kecamatan Kota Padang, sejak awal hingga pertengahan pelaksanaan Pesantren Ramadhan. “Pemkot Padang melalui Bagian Kesra membentuk tim khusus yang melakukan evaluasi komprehensif yang petugasnya mendata mulai dari tingkat kelurahan hingga kota Padang,” katanya. Ia mengatakan, terdapat sekitar 98 persen masjid dan mushala penyelenggara Pesantren Ramadhan di Padang telah

26

Jika ada pertanyaan seputar zakat, silahkan kirim pertanyaan Anda ke e-mail : sekretariat@republika.co.id layandonatur@dompetdhuafa.org

melaksanakan kegiatan pesantren sesuai ketetapan dan instruksi wali kota Padang. Jika dibanding tahun sebelumnya, terjadi peningkatan jumlah masjid dan mushala yang melaksanakan sesuai aturan, sekitar lebih dari 30 persen, katanya. Dari 1.250 masjid dan mushala pelaksana, terdapat hanya tujuh di antaranya yang melaksanakan tidak sesuai dengan ketentuan. Pelanggaran yang dilakukan berupa menyingkat waktu pelaksanaan pesantren dari yang ditetapkan sejak 2 hingga 25 Agustus 2011 menjadi hanya 10 hari pelaksanaan. Selain itu, materi yang diajarkan tidak sesuai dengan rencana pedoman pembelajaran pesantren Ramadhan. “Pelanggaran itu ditemukan di tujuh masjid dan mushala di empat kecamatan,” katanya. Sebagai konsekuensi, Pemkot Padang menindak tegas dengan tidak menyerahkan sertifikat lulus Pesantren Ramadhan sebelum panitia atau pengurus masjid dan mushala melaksanakan pesantren sesuai dengan ketentuan. ■ antara ed: subroto

Zakat Kasus Penggelapan Uang Perusahaan Saudara saya menjadi tersangka suatu kasus penggelapan uang perusahaan. Tetapi belum ada bukti yang cukup kuat. Menurut saudara saya, dia dijadikan kambing hitam untuk menutupi masalah sebenarnya. Apakah dia masih berkewajiban berzakat? Karena rumahnya disita dan sebagian rekeningnya dibekukan, padahal belum cukup bukti. Soalnya kalau dihitung dia mencapai nisab dan meminta saya untuk mengeluarkan zakatnya.

Katrina, Semarang

Jawab: Harta yang sudah mencapai nisab dan telah haul (berlalu satu tahun), tentu wajib dikeluarkan zakatnya, walalupun si pemiliknya sedang menghadapi persoalan hukum, selama hartanya itu didapatkan dengan cara-cara yang benar yang sesuai dengan ajaran Islam. ■

IMAM BUDI UTOMO/REPUBLIKA

IKTIKAF

Brand Ambasador Promag, Dude Herlino dan Deddy Mizwar memberikan keterangan saat jumpa pers dalam acara ‘Hidupkan I’tikaf Raih Kemuliaan Ramadhan” yang diselenggarakan oleh Promag, di Masjid At-Tin, Jakarta, Sabtu (20/8) malam. Dalam acara tersebut juga dilakukan pembagian Alquran, tasbih dan buku panduan iktikaf kepada jamaah.

Ngabuburit Ichsan Emrald elapan tahun lalu hampir tidak ada program musik off air atau tur band yang digelar pada bulan Ramadhan. Jika pun ada program musik off air pada bulan Ramadhan, biasanya program itu sporadis dan berlanjut selama satu bulan penuh. Hal itu diakui National Program PT Djarum, Sigit Diop Saputra, ketika diwawancara Republika beberapa waktu lalu. Baginya, tur ‘Ngabuburit’ selama delapan tahun program ini bisa dibilang menjadi fenomena tersendiri di bulan Ramadhan. Hal ini karena program tur atau konser musik amatlah minim atau bisa dibilang amat langka di bulan Ramadhan. Dengan demikian, penonton pun mencari Djarcok Ngabuburit sebagai alternatif hiburan di bulan Ramadhan. Apalagi, kini program tersebut tidak hanya ada di Jawa Barat, tetapi telah menjangkau Jawa Tengah dan DKI Jakarta (Jabodetabek). “Kata ngabuburit bukan lagi milik orang Jawa Barat, tetapi saat ini hingga ke tingkat nasional,’’ tuturnya.

D

Selain itu, karena minimnya program musik di bulan Ramadhan, daya tarik Djarum Coklat Ngabuburit tentunya ialah band yang mengiringi program tersebut. Beberapa nama khusus dibawa oleh Djarum tahun ini, seperti Iwan Fals, Armada, dan Wali. Hanya saja, bagi band-band yang ikut serta dalam Tur Ngabuburit, program ini bisa dibilang ‘rezeki’ nomplok di bulan Ramadhan. Menurut Manajer band Wali, Adzee Ridwan, program ngabuburit ialah bagian dari

Rezeki Band n a h d a m a R Bulan di

kegiatan yang telah diikuti selama tiga tahun terakhir oleh grup band Wali. Baginya program ini ialah rezeki bagi band Wali. Melalui program ini, Wali istilahnya mendapat tambahan THR yang bisa diberikan kepada keluarga serta krunya. Selain itu, menurutnya,

RUSDY NURDIANSYAH/REPUBLIKA

Djarum Coklat Ngabuburit juga menjadi ajang promo album Wali, termasuk album repackage terbaru mereka yang mengetengahkan tiga lagu baru dari Wali. “Kita juga baru membuat album repackage dengan tambahan ‘Abatasa’ dan ‘Status Hamba’, ya artinya ngabuburit itu itung-itung promo album,’’ ucapnya. Atas dasar itu, pihaknya pun bersikap profesional dengan menyiapkan diri sejak sebelum Ramadhan. Persiapan ini baik dari segi materi musik maupun juga iman dan takwa. “Karena berpuasa ini kegiatan yang sakral dan wajib, saya sebut iman dan takwa,’’ ucapnya Apoy dan kawan-kawan juga menganggap penampilan mereka di DC Ngabuburit sebagai amanah. Hal ini karena amanah sendiri ialah pesan yang ingin disampaikan, yaitu mengisi acara ngabuburit. Cuma untuk tahun ini, Wali konser setelah tarawih, yaitu pukul 21.00 WIB. Padahal,

RUSDY NURDIANSYAH/REPUBLIKA

tahun-tahun sebelumnya Wali selalu tampil pada sore hari. Selain Wali, manager band Gigi, Dhani Widjanarko atau biasa disapa Dhani Pette, menyatakan Gigi cukup bersyukur selama delapan tahun bisa terus bergandengan tangan dengan PT Djarum. Ia dari Pos Entertainment dan Gigi pun cukup bersyukur dengan kepercayaan dari PT Djarum. Ia mengakui, Djarum Coklat

Ngabuburit seperti memberi pekerjaan tambahan di bulan Ramadhan, meski Gigi ‘siap tempur’ atau siap melakukan tur di bulan apa saja. “Di bulan Ramadhan kan biasanya band lain mengurangi jam terbangnya, nah kalau kita malah menambah,’’ tuturnya. Apalagi, sebagai sebuah band, bermain musik dan tur ialah hidup mereka. “Bagi kita kan yang penting bisa terus ber main,’’ ucapnya. ■ ed: subroto


Cahaya Ramadhan 1432 H.