Page 1

1432 H

Mutiara Hadis “Ibnu Abbas RA mengatakan bahwa Nabi SAW bersabda; “Carilah Lailatul Qadar pada 10 malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR Bukhari No 987).

REPUBLIKA AHAD 21 AGUSTUS 2011

B1

PRAYOGI

BELANJA KEBUTUHAN LEBARAN Ratusan pengunjung memadati kawasan blok A, Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (20/8). Sepekan menjelang lebaran, masyarakat mulai memadati sejumlah pusat perbelanjaan guna memenuhi kebutuhan dalam menyambut Idul Fitri 1432 H.

Khas

Berpesta dalam Ramadhan ak perlu menunggu Lebaran untuk bergembira ria. Karena bagi sebagian orang justru pada saat Ramadhanlah momen ‘pesta’ itu dapat dinikmati bersama teman senasib dan sebayanya. Suasana gembira itu tampak di salah satu sudut Depok Mall (Dmall), Jumat (19/8) sore. Lebih dari 100 anak tampak kerepotan membawa hadiah Ramadhan mereka. Kedua tangan mereka memegang nasi kotak berlogo brand salah satu franchise makanan cepat saji internasional. Di tangan kiri yang telah sibuk itu tergantung bingkisan berisi bermacam-macam makanan ringan dengan kemasan berwarna-warni. Di sela tangan kanan dan kotak nasi itu terselip sebuah amplop. “Isinya uang, Kak. Nanti mau dipakai buat beli buku,” kata Rosi Ramandanti Nova (10 tahun), menjelaskan isi amplop yang baru diterimanya. Rosi adalah satu dari 150 anak yatim yang diundang untuk berbuka dan bermain bersama di sana sore itu. Ia datang bersama salah seorang tetangganya, Suharti (42), yang datang untuk menemani anaknya, Putri. “Dia anak tetangga saya. Ibunya tidak bisa ikut mengantar,” ujar wanita yang tinggal di Cilodong itu. Adzan berkumandang. Dipandu oleh pembawa acara, anak-anak yang berasal dari 11 kecamatan seDepok itu bersemangat membaca doa berbuka. Tak lama berselang, mereka sibuk melepas dahaga dan menuntaskan rasa lapar mereka di tempat duduk masing-masing. Sambil menikmati camilan takjil yang disediakan panitia acara, Rosi terlihat ceria. “Seneng bisa ikut acara kayak begini,” katanya malu-malu. Dalam acara itu, Rosi dan teman-temannya tidak datang hanya untuk berbuka bersama. Atas kerja sama pengelola mal dengan Yayasan Safaraz yang menjadi penyelenggara kegiatan tersebut, anak-anak yatim itu berkesempatan menikmati salah satu permainan yang ada di Dmall secara gratis selama setengah jam. Tak hanya itu, ada marawis dan kasidah yang menemani mereka menunggu azan Maghrib serta penampilan band indie setelah acara buka bersama. Di sekitar panggung sepanjang enam meter yang menjadi pusat kegiatan tersebut, berjajar stan-stan yang menjual berbagai macam kebutuhan Lebaran, seperti baju, tas, kerudung, dan pernak-pernik lain. Beberapa di antaranya menghadirkan produk khas Depok, seperti kerajinan curug gentong, batik depok, serta berbagai tas dan dompet yang dibuat dari plastik bekas. Selain menjual kebutuhan sandang yang tampak mendominasi, event bertajuk “De Expo Gelar Karya UMKM Kota Depok” tersebut menyediakan berbagai penganan serta minuman takjil. Salah satunya adalah bir pletok khas Betawi. ■ c15, ed: subroto

T Umat Islam dan masyarakat berbaur dengan damai.

U

mat Muslim di Bali hingga sekarang masih mewarisi tradisi ngejot selama Ramadhan. Tradisi itu berupa memberi menu makanan dan minuman kepada warga dan kerabat dekat menjelang hari raya Idul Fitri. “Tradisi ngejot hingga kini masih lestari, khususnya komunitas yang bermukim di daerah pedesaan, sekaligus cermin kerukunan antarumat beragama,” tutur Drs Haji Mulyono, seorang tokoh Islam di Bali. Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Provinsi Bali itu menilai, tradisi ngejot bagi umat Muslim di perkotaan lambat laun hilang, meskipun sebagian kecil masih memegang teguh tradisi tersebut. Meskipun demikian, kerukunan antarumat beragama di Bali tetap mesra dan harmonis, hidup berdampingan satu sama lainnya. Kondisi seperti itu telah diwarisi turuntemurun sejak 500 tahun silam berkat adanya saling pengertian dan menghormati satu sama lainnya. “Tredisi ngejot bagi komunitas Muslim menunjukkan adanya kekerabatan yang begitu akrab dengan umat lainnya yang beragama Hindu ataupun agama lainnya,” tutur Haji Mulyono, mantan asisten I Sekprov Bali. Umat Muslim ngejot menjelang hari raya Idul Fitri dan umat Hindu biasanya membalas pemberian itu menjelang hari raya Nyepi atau hari raya Galungan dan Kuningan. Hal itu mencerminkan keakraban dalam kehidupan sehari-hari, yang secara tidak langsung memberikan dampak positif dalam memantapkan kerukunan hidup beragama yang telah dapat diwujudkan selama ini.

Umat Islam di Bali juga telah berbaur dengan budaya setempat, terlihat dari lembaga adat yang tumbuh di masyarakat Muslim Bali sama dengan lembaga adat masyarakat Bali Hindu. Komunitas Muslim yang bergelut dalam bidang pertanian juga menerapkan sistem pengairan subak, pola pengaturan air seperti yang dilakukan petani beragama Hindu, meskipun cara mensyukuri saat panen berbeda, sesuai kepercayaan dan agama yang dianut. Umat Islam yang mengolah lahan pertanian di Subak Yeh Sumbul, Medewi, Pekutatan, dan Subak Yeh Santang, Kabupaten Jembrana, daerah ujung barat Pulau Bali, menerapkan sistem pengairan secara teratur seperti umumnya dilakukan petani Pulau Dewata. “Adanya unsur kesamaan antara Islam dan Hindu, termasuk terpeliharanya tradisi megibung dan ngejot, dapat dijadikan tonggak agar lebih menciptakan kemesraan dan tali persaudaraan antara Hindu dan Islam, termasuk umat lain di Pulau Dewata,” harap H Mulyono.

Megibung Selain tradisi ngejot, umat Islam Bali juga mewarisi tradisi megibung. Tradisi megibung berupa makan bersama atau makan dalam satu wadah. Tradisi ini telah diwarisi secara turuntemurun, hingga sekarang masih tetap lestari, sebagai upaya mempererat tali persaudaraan. Ishak Ibrahim, takmir Masjid AlMuhajirin, Kampung Islam Kepaon, Denpasar, mengatakan, megibung di desanya melibatkan seluruh warga Kampung Kepaon yang sebagian besar beragama Islam. Kegiatan ini sekaligus sebagai upacara selamatan warga dan jamaah masjid Al-Mu-

hajirin Kepaon Denpasar yang telah lancar melakukan pembacaan 30 juz Alquran atau khataman. Tradisi megibung sudah diwarisi sejak umat Muslim masuk ke daerah Kepaon, Denpasar Selatan, sekitar 1362 Masehi. Menu makanan yang dihidangkan itu berderet diatur sedemikian rupa, satu porsi untuk empatlima orang memenuhi ruangan masjid dan halaman sekitarnya yang cukup luas. Kegiatan diawali berbuka puasa dengan takjil yang telah disiapkan. Kemudian sebelum melakukan shalat Maghrib secara berjamaah, kaum pria langsung menikmati makanan yang sudah disediakan secara bersamasama. Jenis makanan yang disajikan pun beragam, mulai dari nasi tumpeng yang dihidangkan dengan berbagai lauk-pauk seperti ayam goreng, sayur, telur, buah-buahan, dan berbagai jenis minuman. Sidik Abas (11 tahun), salah seorang anak yang bermukim di lingkungan Kampung Kepaon, misalnya, mengaku sudah sebanyak sepuluh kali mengikuti tradisi megibung di masjid itu. Meskipun hanya dengan lauk seadanya, jika dimakan secara bersama-sama akan tetap terasa nikmat dan menyenangkan. Warga Kampung Kepaon yang tercatat sekitar 600 kepala keluarga, selama ini hidup rukun dan damai meskipun berada di sekeliling umat beragama Hindu yang berbeda budaya. Kerukunan hidup sesama warga kampung ataupun antarumat beragama lainnya selama ini sangat mesra dan harmonis, hidup berdampingan satu sama lainnya, tanpa pernah terjadi masalah. ■ antara, ed: subroto


1432 H

B2

AHAD 21 AGUSTUS 2011

REPUBLIKA

Konsultasi Puasa Diasuh oleh Prof Dr KH Achmad Satori Ismail

Jika ada pertanyaan seputar puasa, silahkan kirim pertanyaan Anda ke e-mail : puasa@republika.co.id

Hukum Iktikaf Bagi Perempuan Assalamualaikum Wr Wb Apa hukumnya bagi wanita yang menginap di masjid (iktikaf)? Haruskah atas izin suami atau ikuti suami saat dia ke masjid? Dan, berapa rakaat shalat Tarawih dan witir yang sesuai dengan ajaran Rasul? Wasalam Dita, Pemalang

AKBAR NUGROHO GUMAY/ANTARA

RAMADHAN DI LAPAS ANAK

Sejumlah anak penghuni lapas membuat kartu lebaran beserta ucapan maaf untuk orang tua dan keluarga mereka jelang Idul Fitri di Rutan Kelas I Solo, Sabtu (20/8). Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendidik tahanan anak agar mereka sadar dan mau mengakui kesalahan kepada orang tua sehingga tidak mengulangi kesalahan yang sama.

JALUR NAGREG Rampung H-7

Presiden SBY akan meninjau jalur ini pada Rabu (24/8). BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berjanji, akan terus memantau kesiapan jalur Lingkar Nagreg dan memastikan bisa dilintasi oleh pemudik Lebaran. “Sesuai target harusnya memang H-10 ini sudah dibuka untuk kendaraan yang melintas, tapi mungkin masih ada penyempurnaan di sana, sehingga harus diundurkan,” ujar Ahmad Heryawan di selasela Bazar Ramadhan UMKM Bank BJB di Bandung, Sabtu (20/8). Disebutkan, pihaknya akan memastikan kesiapan jalur itu dengan melakukan peninjauan dalam satu dua hari ke depan, termasuk meminta informasi kendala di jalur itu. “Maksimal H-7 Lebaran sudah kelar,” papar Gubernur. Pengoperasian jalan Lingkar Nagreg mengalami pengunduran

dari target sebelumnya, yakni H-10, karena masih ada pengerjaan tahap akhir di tanjakan terakhir jalur tersebut. “Gubernur kan tidak menjanjikan H-10 Lingkar Nagreg bisa dilalui. Namun, melihat perkembangan terakhir sebenarnya jalur sudah siap dan arus lalu lintas juga belum padat sehingga tidak berpengaruh banyak,” kata Heryawan. Namun, yang pasti, pada H-7 Lebaran nanti, di mana arus lalu lintas sudah mengalami peningkatan, jalur Lingkar Nagreg sudah bisa dioperasikan. Jalur ini telah digunakan untuk memecah kemacetan di kawasan Nagreg sejak Lebaran 2010 lalu. Namun, dilakukan penyempurnaan jalur, antara lain, dengan mengeruk badan jalan sedalam 10 meter untuk melandaikan tanjakan terakhir Lingkar Nagreg dari kemiringan 12,5 persen menjadi 10 persen, sehingga memenuhi standar jalan raya. Selain pengerukan tanjakan, pihak kontraktor juga melakukan penebalan atau overlay di sepanjang 5,6 km jalur Lingkar Nagreg itu.

Rencananya, jalur Lingkar Nagreg akan ditinjau oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada 24 Agustus mendatang.

Bazar BJB Sementara itu, bazar atau pasar murah yang digelar oleh Bank Jabar Banten (BJB) diikuti sekitar 52 pelaku UMKM binaan perbankan di Jabar serta sejumlah penyedia kebutuhan pokok. “Bazar ini memberikan fasilitas kepada UMKM untuk promosi dan memasarkan produknya langsung kepada masyarakat,” kata Direktur Utama Bank BJB Bien Subiantoro di sela-sela pembukaan bazar. Bazar ketiga yang digelar di Kota Bandung itu menyediakan berbagai kebutuhan, mulai dari sandang, perhiasan, makanan, minuman, bahan pokok, serta sejumlah hasil kerajinan. “Kegiatan bazar di kalangan perbankan pada bulan puasa ini rutin digelar setiap tahun, tak lain untuk menyediakan kebutuhan pokok masyarakat dengan harga murah,” papar Bien. ■ ed: khoirul azwar

Ngabuburit Super Bersama Mario Teguh Maman Sudiaman BANDUNG — Yayasan Rumah Yatim Arr Rohman (YAR) mengadakan kegiatan Ngabuburit Super dengan menggandeng interpreneur kenamaan, Mario Teguh. Hajatan yang digelar di Hotel Preanger, Bandung, Jabar, Jumat (19/8), itu merupakan ajang silaturahim antara pengelola YAR dan para donatur. “Kegiatan ini dilakukan di tengah kesibukan para donatur,” ujar Direktur YAR, Ahmad Jaeni, kepada Republika di sela-sela acara. Para tamu yang hadir pada acara Ngabuburit Super tampak serius dan menikmati paparan dari Mario Teguh. Mereka mengaku puas atas siraman rohani yang disampaikan sang interpreneur.

Menurut Ahmad Jaeni, kegiatan serupa juga dilakukan di Jakarta. Dalam acara tersebut ditampilkan kreativitas para anak asuh YAR dalam bernyanyi maupun bersajak secara profesional. Pengembangan anak-anak asuh akan lebih dioptimalkan lagi menyusul telah terbentuknya kerja sama antara YAR dan Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung. Dalam kerja sama itu, nantinya akan dikembangkan potensi kreativitas anak, mulai dari seni tari, seni suara, drama, dan wayang golek, khususnya berkaitan dengan seni Sunda. Jumat kemarin merupakan yang pertama kalinya kreativitas para anak yatim asuhan YAR tampil di depan publik. “Iya, ini agak grogi juga,” kata Ana Ftiriana

(13 tahun), salah seorang anak asuh YAR yang juga pelajar kelas 2 SMP swasta. Menurut Ahmad Jaeni, khusus kegiatan Ngabuburit Super yang digelar di Jakarta diadakan di berbagai tempat. Hadir para pejabat mulai tingkat muspika hingga muspida. Di Jakarta sendiri, pengelolaan anak asuh tersebar di empat asrama, sementara di Tangerang ada dua asrama. Sedangkan, lainnya tersebar di 12 provinsi di Tanah Air dengan total keseluruhan anak asuh mencapai 8.000-an orang. Dalam pengembangan pendidikan, pengelola YAR akan membuka sekolah khusus tingkat SMP, yakni SMP Islam Terpadu (IT). ■ ed: khoirul azwar

Iktikaf di masjid bagi wanita diperbolehkan selama diizinkan suami dan tidak menimbulkan suatu fitnah. Seperti tempat menginap di masjidnya terpisah, tepat wudhu dan mandinya terpisah dari tempat laki-laki, dan hal-hal lain yang menjauhkan syubuhat serta fitnah. Hadis dari Siti Aisyah RA yang diriwayatkan alJamaah menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW shalat Tarawih di bulan Ramadhan dan juga di bulan lainnya tidak lebih dari 11 rakaat. Demikian juga menurut hadis riwayat Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dari Jabir RA. Wallahu a’lam. ■


1432 H

B3

AHAD 21 AGUSTUS 2011

REPUBLIKA

Konsultasi Zakat Diasuh oleh Prof Dr M Amin Suma SH MA Ketua Dewan Syariah Dompet Dhuafa Jika ada pertanyaan seputar zakat, silahkan kirim pertanyaan Anda ke e-mail : sekretariat@republika.co.id layanandonatur@dompetdhuafa.org

Zakat Penangkar Burung Berkicau Saya memulai usaha dari penangkar burung berkicau. Burung sejenis cucakrawa bisa dihargai sekitar Rp 2 juta karena ini dijual kepada penghobi burung ataupun untuk dipertandingkan dalam kicauan merdu. Apakah dibolehkan? Apakah zakatnya sebulan atau setahun? Karena kalau setahun, bisa mencapai Rp 80 juta omzet saya.

FESTIVAL BEDUG

Sebuah grup mengikuti Festival Bedug di Paladium Medan, Sumatra Utara, Sabtu (20/8). Perhelatan seni perkusi yang diikuti peserta dari berbagai wilayah di Sumut tersebut untuk menyambut Idul Fitri 1432 Hijiriah.

l a w a k i D s u r Ha

Pembagian Zakat

MADIUN — Para dermawan yang ingin membagikan zakat atau sedekah secara massal diimbau untuk melibatkan bantuan keamanan. Hal ini dilakukan untuk menghindari kemungkinan terjadinya keributan yang bisa memakan korban. “Boleh membagikan zakat secara massal, tapi harus minta izin dan berkoordinasi dengan kepolisian. Jangan sampai, pembagian zakat yang berujung petaka pada tahun-tahun sebelumnya terulang lagi,” ujar Gubernur Jawa Timur Soekarwo seusai pembagian sembako murah di Lapangan Desa Balerejo, Kebonsari, Madiun, Sabtu (20/8). Menurut dia, masyarakat di wilayah Jatim memiliki potensi yang tinggi untuk berzakat. Hanya saja, realisasinya masih

terbatas. Hal ini yang perlu diwaspadai oleh pihak kepolisian setempat agar tidak terjadi pembagian zakat tak berizin, padahal bisa saja melibatkan ribuan orang, namun tidak ada pengawasan. Untuk itu, Pemprov Jatim telah bekerja sama dengan kepolisian daerah setempat terkait pengamanan masyarakat yang ingin berzakat. Jika polisi kekurangan tenaga untuk pengamanan maka akan meminta bantuan pada TNI. Soekarwo menegaskan, hendaknya masing-masing Polres di wilayah Jatim tahu daerah mana saja yang memiliki tradisi pembagian zakat secara massal. Sebab, hal ini akan meminimalkan kericuhan ataupun kejadian lainnya yang tidak diinginkan saat zakat dibagikan secara massal. “Tidak mungkin pembagian zakat akan dilakukan secara mendadak. Pasti ada persiapan-persi-

Ngabuburit Oleh Ichsan Emrald alam sebuah konser, Iwan Fals duduk sambil bernyanyi. Dengan rambutnya yang telah putih, ia memetikkan gitar sambil melantunkan tembang berjudul “Ibu”. Sebaris kata kemudian, seorang ustaz bernama Zastrouw menimpali lagu itu dengan sebuah hadis nabi yang berbicara soal ibu. Sebuah hadis yang menyebutkan bahwa orang yang harus diberi penghormatan tertinggi oleh kaum Muslim ialah ibu, baru kemudian ayah. Sambil menyebut nama ibu hingga tiga kali, baru kemudian penceramah yang juga seorang budayawan ini menyebut nama ayah. Begitulah salah satu konser yang bertajuk “Perjalanan Spiritual ke Pesantren Extraligi,” yang pernah diikuti Iwan dan Ustaz Zastrouw. Hal itulah yang akan terus dilakukan oleh keduanya dalam konser yang sudah delapan tahun digelar PT Djarum, yaitu Djarum Coklat Ngabuburit. Bagi Ustaz Zastrouw, sebagai penceramah yang juga mewakili Iwan Fals sebagai musisi, program ini tak seksdar konser dan

D

bernyanyi lagu religi. Djarum Coklat Ngabuburit ialah program religius dengan spirit mengajak pada jalan kebenaran. “Bagi kami, Djarum Ngabuburit bukanlah sekadar konser, akan tetapi juga berdakwah,” ujar Zastrouw ketika diwawancara Republika. Menurutnya, misi ini memiliki arti, yaitu berdakwah kepada objek-objek yang belum tersentuh oleh dakwah nonkonvesional. Baginya, selama ini Orang Indonesia (OI) dianggap biang rusuh karena belum ada yang mencoba dakwah dengan cara

Kepolisian Daerah Polda Metro Jaya, Irjen Pol Untung Suharsono Radjab, Jumat (19/8). Kepala Biro Operasional Polda Metro Jaya Kombes Sujarno menambahkan, dengan adanya pemberitahuan, polisi akan turun untuk menertibkan dan mengamankan kegiatan amal tersebut. Dengan demikian, proses pembagiannya akan lancar dan bisa diantisipasi jika ada hal-hal yang tak diinginkan. Jangan sampai, katanya, acara bagi-bagi zakat justru menimbulkan korban jiwa. Jika hal itu terjadi, polisi bisa melakukan pemeriksaan. “Itu bisa dianggap bentuk kelalaian,” katanya mengingatkan. Menurut Sujarno, pemberian zakat dan sedekah secara langsung akan selalu dipantau kepolisian. Ini juga menjadi sasaran dalam Operasi Ketupat Jaya yang akan digelar mulai H-7 sampai H+8 Lebaran. ■ c08 ed: khoirul azwar

apan sebelumnya. Selain itu juga, pasti ada historisnya yang akan membantu kepolisian untuk bertindak,” papar Gubernur seperti dilansir Antara. Karena itu, untuk menghindari kejadian seperti di Pasuruan pada 2008, yang mengakibatkan korban jiwa, masyarakat yang ingin menyalurkan zakat harus berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Selain itu, pihaknya juga sedang gencar melakukan sosialisasi tentang imbauan untuk membayar zakat melalui Badan Amil Zakat (BAZ) setempat. Imbauan ini sudah disampaikan kepada seluruh daerah di Jatim.

Siap mengawal Polda Metro Jaya juga telah mengimbau masyarakat yang akan membagi zakat secara massal agar meminta bantuan keamanan. “Kalau ada informasi pembagian (sedekah atau zakat), kita amankan,” kata Kepala

Jawab: Pertandingan antarburung yang berkicau pada prinsipnya tidak dilarang jika tidak ada unsur judi, misalnya yang kalah harus membayar sejumlah uang kepada pemenang. Akan tetapi, hanya semata-mata unsur kesenian/keindahan. Pada praktiknya pertandingan semacam ini sering dikaitkan dengan taruhan sejumlah uang yang notabene adalah judi. Dan, tentu saja hal ini dilarang oleh ajaran Islam sebagaimana dinyatakan dalam QS 5: 90-91. Adapun mengenai zakatnya karena kelihatannya lebih mirip pada perdagangan, dikeluarkan setiap tahun sekali sebesar 2,5 persen dengan nisab senilai 85 gram emas. ■

Melebur Misi i s i s u M n da Kiai

yang berbeda kepada mereka. Selama ini orang hanya melihat dari kulit luarnya. Hal itu karena banyak orang tidak mengenal mereka dengan baik. Oleh karena itu dalam Ngabuburit ini, ia juga mengajak OI untuk shalawat dan beristigasah. “Buktinya, mereka mau

Iwan Fals IDHAD ZAKARIA/ANTARA

bershalawat bahkan sambil duduk dengan rapi,” tuturnya. Bahkan dalam setiap kegiatan sebelum konser, misalnya sebelum Ashar, anak-anak muda yang tergabung dalam OI diajak dialog budaya serta mendendangkan lagu-lagu religius. Kala itu dalam setiap dialog tidak ada kesan tukang rusuh atau pembuat onar. “Setelah Isya kita ajak shalawatan.” Misi kedua, menurutnya, ialah aktualisasi dari mengangkat kembali pesantren. Baginya, selama beberapa waktu pesantren telah dihinggapi stigma negatif, yaitu dianggap sebagai sarang teroris. Padahal, menurut Zastrouw dan Iwan Fals, lebih dari itu, pesantren ialah pusat kesenian dan agama. Sebelum melakukan tur Djarum Coklat Ngabuburit, keduanya telah melakukan tur pendahuluan bertajuk “Perjalanan Spiritual ke Pesantren”. Iwan Fals dan Zastrouw berziarah ke makam tokoh yang berjasa menyebarluaskan Islam

DOK PRIBADI

Polda Metro Jaya siap mengawal setiap ada pembagian zakat secara massal.

Wildan, Jakarta

SEPTIANDA PERDANA/ANTARA

Ustaz Zastrouw serta sejumlah pondok pesantren di pesisir utara Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sedangkan, misi ketiga ia dan Iwan Fals disebut sebagai ‘jahit bendera’ atau menghubungkan dan menyatukan kembali masyarakat yang saat ini bisa disebut fragile society. “Kita ingin ngajak rukun dan bersatu,” sebutnya. Salah satu caranya ialah dengan mengajak OI untuk

bershalawat sebelum mendengarkan konser. Hal ini secara psikologis mampu menenangkan para OI. Selanjutnya, dalam setiap lagulagu Iwan, menurutnya, amat religius karena berasal dari kauniah atau pengalaman hidup. “Lagulagu Iwan religius, berangkat dari ayat kauniah, melalui pengalaman hidup dan realitas,” tuturnya. Ia pun menerjemahkan kata-kata Iwan dengan makna kauniah (teks). Kemudian malamnya, ia menutup dengan surat-surat pendek. Biasanya juga ditutup oleh tari sufi dari Kelompok Tari Robbani. Hasilnya, saat ini OI banyak mengalami perubahan. Misalnya, OI Jawa Barat setiap jalan-jalan dan memasuki waktu shalat mereka berhenti di masjid atau ziarah Wali Songo. “Intinya, ngabuburit ini kita punya misi dan tujuan, kemudian Djarum mau memfasilitasi, saya amat bersyukur dengan hal itu,” papar Zastrouw. ■ ed: khoirul azwar


1 1432 H AHAD 21 AGUSTUS 2011

REPUBLIKA

B4-B5

an h d a m Ra ara t n a s u N

han d a m a R Dunia

1

Saatnya

Meraih Keberkahan

Tak kurang dari 1,5 miliar umat Islam di seluruh dunia harihari ini masih semangat dengan ibadah Ramadhan. Di seluruh belahan bumi aktivitas ibadah umat Mulim meningkat. Ramadhan, bulan penuh berkah dan kemuliaan diisi dengan ibadah puasa, shalat tarawih, tadarus, iktikaf, dan memperbanyak sedekah. Semua itu hanya untuk satu tujuan, mencapai derajat takwa seperti yang telah dijanjikan Alla SWT. Ramadhan adalah bulan penuh kemuliaan. Allah SWT menjanjikan pahala berlipat ganda atas amal perbuatan yang dilaksanakan di bulan suci ini. Umat Islam pun menyambutnya dengan penuh antusias.

AGUNG SUPRIYANTO

5

2

Tradisi Ramadhan Suasana Ramadhan begitu kental di Tanah Air. Orang tua, remaja anak-anak sibuk dengan aktifitas Ramadhan. Suasana Ramadhan tak hanya dirasakan di masjid dan mushala, tapi juga perkantoran, mal, bahkan hotel-hotel berbintang. Tradisi-tradisi menyambut dan mengisi Ramadhan pun tumbuh di seluruh penjuru daerah. Umat berlomba mengisi bulan penuh kebaikan dengan aktivitas keagamaan.

M RISYAL HIDAYAT/ANTARA

3

Ribuan warga Jakarta dan sekitarnya memperingati Nuzulul Quran dengan melakukan pengajian akbar di Masjid Istiqlal Jakarta, Selasa (16/8). Peringatan malam Nuzulul Quran (turunnya Alquran) yang jatuh pada 17 Ramadhan tersebut bertepatan dengan Ulang Tahun ke-66 kemerdekaan Indonesia.

1

FAHAD SHADEED/REUTERS

SEBASTIAN SCHEINER/AP

4

2

Sejumlah siswa KBTK Al Hikmah menyelesaikan pembuatan ayat suci Alqurann berukuran 84,1 cm x 59,4 cm dalam kegiatan Safari Ramadhan diluar sekolah di Taman Bungkul, Surabaya, Selasa (16/8).

2

Salah seorang chef anggota tim pastry melumuri coklat di atas replika bedug di lobi Hotel JW Marriott Surabaya, Selasa (16/8).

3

ERIC IRENG/ANTARA

4

Sejumlah mahasiswa asing asal Eropa dari Universitas Surabaya (Ubaya), membagikan takjil gratis di depan Kebun Binatang Surabaya, Jumat (19/8).

4

Nardi (30) warga Bekasi tengah menunggu bis antar provinsi menuju Solo di titik penjemputan di Jl Raya Bogor, Jumat (19/8). Beberapa pemudik memilih untuk pulang kampung lebih awal untuk menghindari kemacetan di perjalanan.

5 MOHAMMED BALLAS/AP

3

Sejumlah pedagang menjual aneka kue dalam kemasan di Jalan Raya Bogor KM 26, Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (16/8).

6

ERIC IRENG/ANTARA

6

5

BK BANGASH/AP

1

2

3

4

Umat Muslim melaksanakan ibadah di depan Ka’bah, Masjidil Haram, Makkah, Selasa (16/8).

Seorang Muslim Palestina membaca Alquran saat fajar menyingsing usai menikmati makan sahur di kamp pengungsi, Tepi Barat, Palestina, Selasa (16/8).

Seorang pria menjemur bihun yang merupakan makanan khas di bulan Ramadhan di Rawalpindi, Pakistan, Senin (15/8).

Seorang bocah mengikuti Shalat Jumat di Masjid Faisal, Islamabad, Pakistan, Jumat (19/8).

5 Polisi Israel menyemprotkan gas air mata ke arah warga Palestina di luar gerbang Damaskus, Yerussalem, Jumat (19/8). Warga Palestina berupaya memasuki Masjid Al-Aqsha untuk melaksanakan ibadah selama bulan Ramadhan. ADITYA PRADANA PUTRA

FAISAL MAHMOOD/REUTERS

YOGI ARDHI/REPUBLIKA


1432 H AHAD 21 AGUSTUS 2011

REPUBLIKA

BERDOA

B6

VAHID SALEMI/AP

Seorang Muslimah Iran menaruh Alquran di atas kepalanya sambil berdoa kepada Allah seusai membaca Alquran di Masjid Imam Khomeini di Teheran, Iran, Sabtu (20/8).

Makna Ramadhan

BAGI MUSLIM MCHENRY COUNTRY

Agung Sasongko

Ramadhan merupakan bulan perbaikan spritual. ILLINOIS—Sang surya telah menunaikan tugasnya di sela pertengahan Agustus yang panas. Ameena Bukhari, seorang ibu dari keluarga Muslim di Algonquin, tengah duduk bersama tiga anaknya di meja makan. Mereka mengangkat tangan guna mengucapkan doa berbuka puasa. Sebelumnya, Ameena meminta anak-anaknya untuk sejenak mematikan televisi. Kepada anaknya, ia mengatakan, jangan sampai godaan tayangan televisi mengganggu rasa syukur mereka sebagai seorang Muslim untuk sejenak berkhusyuk diri

menyambut nikmat Tuhan semesta alam dalam aktivitas berbuka. Situasi demikian, bagi sebagian kalangan keluarga di Mchenry County, salah satu kota kecil di Illinois, tidak terlalu menarik. Tapi bagi keluarga Ameena, apa yang mereka lakukan merupakan berkah selepas menjalankan kewajiban tidak makan dan minum serta menahan rangkaian hawa nafsu sepanjang hari. Presiden Organisasi Muslim Carpentersville Lake Hills, Fazal Khan, mengatakan, Ramadhan bagi umat Islam merupakan bulan perbaikan spiritual. Mengapa spiritual? Sebab, umat Islam diberikan kesempatan untuk membersihkan jiwa selama sebulan penuh. “Kita berpuasa dan shalat

malam. Puasa itu tidak hanya menahan makan dan minum, tetapi juga menjaga perilaku, semisal tidak berbahasa buruk,” katanya seperti dikutip NWHerald.com. Mushtaq Darabu, salah seorang penduduk Lake Hills, mengatakan telah berpuasa ketika ia berusia tujuh tahun. Selanjutnya, ia mengajarkan ibadah puasa kepada anakanaknya sejak dini. Baginya, pengenalan itu wajib dilakukan sehingga kelak mereka tidak perlu dorongan apa pun untuk menjalankan kewajibannya. “Saya masih ingat saat kecil dulu saya diajarkan untuk berpuasa. Ketika saya merengek minta berbuka, orang tua saya marah besar,” ungkapnya. Ibadah puasa memberikan nuansa kebersamaan keluarga

sepanjang hari. Di awali dengan bangun pagi, sahur, shalat Subuh berjamaah, lalu berlanjut puasa sepanjang hari, hingga berbuka pada saat matahari tenggelam. “Kemudian kami berkumpul untuk bertarawih, mendengarkan imam berceramah, bertadarus, dan berharap bisa khatam pada akhir Ramadhan,” ujarnya. Khan mengungkapkan, hingga saat ini ia tidak dapat memperkirakan secara pasti jumlah populasi Muslim yang tinggal di Mchenry County. Namun, bila dikira-kira, jumlahnya mencapai 300 kepala keluarga. Dewan Organisasi Islam Chicago Raya mengatakan, survei jumlah populasi Muslim di Illinois terakhir dilakukan pada 2006. Hasilnya menyebutkan sekitar 400 ribu Muslim tinggal di negara bagian Ilinois. ■ ed: khoirul azwar

Dana Air Luncurkan Paket Ramadhan

Fernan Rahadi LAGOS — Maskapai penerbangan Dana Air baru-baru ini menyediakan servis penerbangan spesial untuk para turis Muslim yang berkunjung ke Nigeria selama Ramadhan. Dalam pelayanan khusus tersebut, para penumpang akan diberikan buah-buahan untuk berbuka puasa. Seperti dilansir All Africa, Chief Executive Officer Dana Air, Jacky Hathiramani, beralasan buah merupakan

makanan yang memberikan manfaat kesehatan. Terbukti, para ahli gizi pada umumnya menyarankan umat Islam berbuka puasa dengan buahbuahan ketimbang makanan berlemak. Hathiramani mengatakan, pelayanan spesial tersebut didasari oleh masukan yang diberikan para penumpang Dana Air pada Ramadhan tahun lalu. “Harapan kami para penumpang bisa membawa buah-buahan tersebut untuk dipakai buka puasa,” katanya.

INFO PEMASANGAN, HUBUNGI: Lutfi (021) 70686126,0813 16920381 Hardi (021) 92593383, 0818 08859123

Layanan Ramadhan spesial pertama kali diprakarsai Dana Air pada 2009 lalu. Hal tersebut sejalan dengan visi menjadi maskapai penerbangan paling dapat diandalkan serta menjadi maskapai paling ramah terhadap penumpang. Sejauh ini, layanan tersebut mendapatkan apresiasi yang sangat baik dari para penumpang. Sementara itu, dari belahan Nigeria yang lain, Kano, dilaporkan harga terus naik. Seperti diberitakan Daily Trust, penyebab kenaikan harga komoditas

pangan tersebut dikarenakan permintaannya yang terus meningkat selama Ramadhan. Satu kerat (peti) yang sebelumnya dijual antara 600650 naira, sekarang menjadi 900 naira. Sedangkan untuk harga eceran, satu telur dihargai 30 naira setelah sebelumnya hanya 25 naira. Bahkan, di beberapa tempat harga telur mencapai 35 naira per butir. Seorang penjual telur, Alhaji Usman Aliyu, mengatakan, peningkatan harga telur sangat pesat. Sebelumnya, para peda-

gang telah meminta kepada pemasok agar harga tidak dinaikkan. Namun, harga tetap tinggi sehingga pedagang pun terpaksa meningkatkan harga eceran. Sekretaris Unggas Nigeria cabang Kano, Salisu Yusuf, mengatakan, masalah tingginya harga telur tersebut disebabkan kurangnya regulasi mengenai harga serta keterbatasan keanggotaan asosiasi outlet. Akibatnya, banyak outlet yang tidak mengikuti kewajiban asosiasi.

Sebelumnya, sejumlah outlet telah bersepakat tidak akan menaikkan harga-harga menjelang bulan Ramadhan. Beberapa outlet yang merupakan anggota asosiasi itu pun memenuhi kesepakatan. Yusuf mengatakan, beberapa warga Kano malah mengambil keuntungan dari dibuatnya kesepakatan tersebut. Mereka diindikasikan meminta anakanak untuk membeli dan kemudian mereka menjualnya dengan harga selangit. ■ ed: khoirul azwar


1432 H AHAD 21 AGUSTUS 2011

REPUBLIKA

Penciptaan B Alam Semesta dan Makhluk di Bumi

Ichsan Emrald Alamsyah

udi senang sekali hari itu diajak ayahnya mengunjungi Planetarium di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat. Bersama dengan ibunya, mereka mengunjungi salah satu wahana pendidikan astronomi itu sambil menunggu waktu berbuka. Selain untuk menunggu waktu berbuka atau sering sang ayah menyebutnya ngabuburit, ia juga berkata sesuatu kepada Budi. “Dari melihat bintang-bintang dan planet di Planetarium, ayah berharap kamu mengambil hikmah dari situ.” “Hikmah apa, Ayah,” Tutur Budi penasaran. Sang ayah sambil menyetir mobilnya hanya tersenyum dan berkata, “Nanti ayah ceritakan ya,” ucapnya. Sesampai di sana, bocah kelas III SD Tadika Puri itu pun segera menyelonong masuk ke dalam ruangan. Ia memang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi sehingga ia amat senang diajak ke Planetarium. Budi pun begitu semringah melihat contoh batu meteor dan alat peraga lainnya. Waktu yang ditunggu-tunggu pun akhirnya datang juga. Budi, sang Ayah, dan ibunya masuk ke dalam Planetarium untuk melihat tempat teater bintang atau teater alam semesta. Sambil mendongak ke atas, Budi begitu menikmati penjelasan dari sang narator mengenai penciptaan alam semesta, kemudian juga isi alam semesta serta susunannya. “Wah, benar-benar luar biasa alam semesta ini,” ujar Budi terkagum-kagum. Sang ayah pun memulai penjelasannya. “Nah, sekarang Budi, tahukah kamu bahwa penciptaan langit dan bumi ialah salah satu tanda kebesaran Allah SWT.” Sang ayah pun melanjutkan ceritanya, “Coba kamu perhatikan lebih saksama, Allahlah yang menciptakan langit yang amatlah luas dan tegak tanpa tiang penyangga, begitu juga yang menghiasi langit dengan bintang yang berkelap-kelip,” ucapnya. Ayahnya pun menceritakan bahwa Alquran telah menjelaskan dalam surah Yunus (10) ayat 3, yang menjelaskan mengenai penciptaan langit dan bumi. “Sesungguhnya Tuhan kamu Dialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy (singgasana) untuk mengatur segala urusan.” (QS Yunus [10]: 3). “Ayah ceritakan lagi dong soal Bumi,” kata Budi sambil menarik-narik tangan ayahnya. Ayahnya pun hanya tersenyum dan bercerita kepada sang putra. Bumi, ujarnya, ialah planet yang kita tempati saat ini. Tujuh puluh persen permukaan Bumi adalah lautan, sementara tiga puluh persen lainnya ialah daratan. Kemudian, ayahnya pun melanjutkan ceritanya bahwa Bumi dan Matahari memiliki jarak jutaan mil, bahkan angka pastinya sejauh 93 juta mil. “Wah, jauh sekali, Ayah,” ucap Budi. Ayahnya pun menuturkan kalau jarak Bumi dan Matahari memang amat jauh. Akan tetapi, menurut sang ayah, Allah menentukan jarak ini memiliki maksud tertentu. “Jika jaraknya terlalu dekat atau terlalu jauh bisa terjadi kerusakan dahsyat yang ada di Bumi,” tutur sang ayah. Jika terlalu dekat, sinar matahari akan membakar seluruh permukaan Bumi dan mematikan seluruh makhluk hidup yang ada di Bumi. Akan tetapi jika terlalu jauh, permukaan Bumi akan mengalami badai topan yang dahsyat dan gempa terus-menerus. “Allah Yang Mahakuasalah yang dengan tepat mengatur jarak Matahari dan Bumi dan miliaran bintang yang ada di jagat raya,” ucapnya. ILUSTRASI SUHE

Ensiklopedia Petunjuk Sang Pencipta Allah SWT menurunkan hujan sesuai dengan kebutuhan di bumi. Dengan air hujan, tanah tandus pun menjadi subur. Allah SWT pun menciptakan segala sesuatu berpasangan. Allah SWT juga menciptakan potensi berpikir agar manusia bisa menggunakan dengan semestinya alat transportasi laut (contohnya kapal laut) dan darat (contohnya binatang ternak). Untuk apa sih, Allah SWT melakukan semua itu? Agar manusia mengakui kekuasaan Allah SWT, mengingat nikmat-Nya, dan hanya mengikuti petunjuk-Nya. Tidak Suka Diberi Petunjuk Teman-teman! Kata Allah SWT dalam surah az-Zukhruf ayat 16, sebagian orang Suku Quraisy menganggap Allah SWT mempunyai anak perempuan. Ssst …, begitulah ungkapan ketidaksukaan mereka kepada petunjuk Allah SWT, seperti mereka tidak suka kepada anak perempuan. Kalau mengetahui istrinya melahirkan bayi perempuan, sebagian Suku Quraisy akan merasa sedih dan menahan amarah. Mereka ingin melenyapkan anaknya itu. Menganggap Kehendak Allah SWT Sebagian orang Suku Quraisy lainnya menyembah malaikat. Mereka menganggap menyembah malaikat adalah kehendak Allah SWT. Padahal, perbuatan itu keinginan mereka sendiri loh, yang suka mengikuti kebiasaan buruk nenek moyang mereka! ■ Sumber: Ensiklopedi I Love My Al-quran, penerbit Pelangi Mizan.

■ ed: nidia zuraya

B7

Pengalaman Puasa Sakit dan Belum Kuat Puasa ulan Ramadhan tahun ini, aku belum berpuasa. Sebab, aku kan masih kecil. Umurku baru mau enam tahun. Aku lahir tanggal 16 September 2005. Aku baru masuk di kelas satu Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Sa’id Yusuf, Depok. Kata abah, anak kecil boleh tidak puasa karena memang belum kuat. Nanti, kalau aku sudah kuat, aku akan segera puasa. Di rumah, aku kadang dibangunkan untuk sahur, kadang bangun sendiri. Tapi, karena tidak kuat, jadi terpaksa deh nggak puasa. O ya, kemarin itu, aku tidak puasa karena aku masih sakit. Aku kena cacar air. Jadi, badanku suka panas, apalagi kalau malam hari. Sekarang, Alhamdulillah, bekas cacarnya sudah mulai kering. Mohon doanya agar cepat sembuh. Aku juga udah kangen dengan teman-temanku di sekolah karena sudah beberapa hari aku tidak masuk sekolah.

B

Muhammad Fakhruzzaini E (6 Tahun) SDIT Sa’id Yusuf, Depok, Jabar, Kelas I

Alhamdulillah Puasaku Lunas ejak kelas satu SD, aku sudah berpuasa. Dulu, puasaku hanya setengah-setengah karena belum kuat. Terkadang, selama sebulan, paling hanya dapat 10 hari puasa. Dan, Alhamdulillah, sejak kelas tiga sampai sekarang aku selalu berpuasa. Insya Allah, puasanya lulus sebulan penuh. Kalau pun ada yang tidak lulus, nanti aku akan bayar di hari lain. Tahun lalu, puasaku kurang dua hari karena ikut abah dan ibu mudik ke kampung halaman dan ketemu nenek serta pakde dan bude. Tapi, kekurangannya, udah aku bayar. Jadi sudah lunas. Insya Allah, jika tidak ada halangan, aku ingin sekali puasa tahun ini sampai lunas, tanpa harus membayar lagi. Tapi, lebaran tahun ini, sepertinya kami akan mudik lagi. Setiap lulus puasa sebulan penuh, abah biasanya memberikan suatu hadiah padaku. Aku nggak tahu, hadiah apa yang akan diberikan untukku tahun ini. Terserah abah saja, kan puasa bukan untuk mencari hadiah.

S

Muhammad Fikrussyifa’ Kemal Fasya MI Sirojul Athfal YKS, Parung Bingung, Depok, Kelas VI


1432 H AHAD 21 AGUSTUS 2011

REPUBLIKA

Iktikaf

NIRINA ZUBIR ARTIS

AMIN MADANI/REPUBLIKA

Puasa di Negeri Orang N irina tetap berpuasa walaupun ia tinggal di luar negeri. Perempuan bertubuh mungil ini memang dulu selalu mengikuti ayahnya dinas di luar negeri. Dan, tak hanya satu pengalaman yang diceritakannya pada Republika. Prancis, Cina, dan Hong Kong. Di tiga negara itulah, Nirina mendapatkan pengalaman-pengalaman menarik kala menjalankan puasa. Ketika di Prancis, ia ikut merasakan waktu berpuasa yang lebih lama dibandingkan ketika berpuasa di Indonesia. “Cahaya Matahari di Eropa lebih panjang,” tuturnya. “Pukul 20.00 atau 21.00 (waktu setempat) masih terang aja,” lanjutnya. Jadi, menurutnya, waktu puasanya menjadi lebih lama. Berbeda dengan yang biasa terjadi di Indonesia, ketika pukul 18.00, sudah bisa berbuka. Ibu dengan satu anak ini pun punya kesan tersendiri ketika bisa merasakan puasa di luar negeri. “Kita bisa tetap teguh berpuasa di sekeliling orang yang bahkan tak tahu puasa itu apa,” tuturnya. Ia pun kemudian menceritakan pengalaman lucunya ketika sedang menjalankan puasa di luar negeri. “Waktu itu, sedang naik kereta dari Hong Kong ke Beijing,” ia memulai ceritanya. Dalam satu kompartemen itu, semua penumpang makan, kecuali Nirina. Saat itu, salah satu

B8

penumpang yang lain malah mengira ia tidak punya uang untuk membeli makanan. Pemeran film “Get Married 3” ini pun ditawari makanan. Nirina menolak halus dan menjelaskan kalau sedang berpuasa. Kepada si penumpang, Nirina menjelaskan puasa itu tidak boleh makan dan minum dari sebelum matahari terbit, hingga sampai matahari terbenam. “Nanti kamu mati,” kata Nirina menirukan ucapan si penumpang. Dengan sabar, Nirina yang pernah menjadi model video klip album Truth, Cry & Lie ini pun menjelaskan dengan sabar. Berpuasa merupakan ibadah wajib yang harus dilakukan umat Islam di seluruh dunia pada bulan Ramadhan. Namun, sejumlah penumpang lain justru tak percaya manusia bisa tetap bertahan hidup tanpa makan dan minum seharian. “Mereka malah takut,” tutur perempuan yang akrab dipanggil ‘Na’ ini. Para penumpang itu pun memperhatikan dan selalu menatap Nirina. Mereka benar-benar khawatir Nirina akan mati karena tidak makan. Setelah petang menjelang dan waktu berbuka tiba, mereka pun langsung membelikan banyak makanan untuk Nirina. “Makan yang banyak, kamu jangan sampai mati,” ujar mereka pada Nirina. Saat itu, Nirina hanya menanggapi mereka dengan tertawa dan tersenyum lebar. Namun, sebenarnya merasa bangga. “Bisa mengenalkan Muslim in a good way,” tuturnya. Pengalaman berbeda ia rasakan ketika di Eropa. Menurutnya, temantemannya punya rasa toleransi yang tinggi. Pada saat istirahat di kelas, tiba-tiba semua teman-temannya sudah tidak ada. Ia pun mencari-cari mereka. Ternyata, mereka sedang makan dan bersembunyi dari Nirina. “Kamu jangan ke sini, jangan lihat kami makan, kamu kan sedang puasa,” ujar Nirina menirukan teman-temannya kala itu. Walaupun mereka tak memeluk Islam, tidak berpuasa, mereka tetap memberikan support pada Nirina. Ia pun merasa terharu. ■ c05 ed: zaky al hamzah

Menjaga Kebersihan Hati Syahruddin El-Fikri uasa pada intinya adalah menahan nafsu dan mengendalikan diri untuk tidak berbuat sesuatu yang dilarang Allah SWT. Sesuatu yang halal sekalipun, jika belum waktunya, selama puasa tetap haram hukumnya. Makanan yang dibeli dengan uang hasil kerja sendiri hukumnya halal. Namun, jika belum waktunya berbuka, makanan itu bisa menjadi haram bagi orang yang memakannya karena dapat membatalkan puasa. Satu hal yang mesti dan harus kita pelihara dan jaga selama menjalankan ibadah puasa adalah menata kebersihan hati. Hati yang bersih niscaya akan mampu mengendalikan segala macam godaan dan bujukan hawa nafsu. Sebaliknya, hati yang kotor dan jauh dari iman kepada Allah, niscaya akan cenderung untuk selalu berbuat pada hal-hal yang dilarang Allah. Pada dasarnya, setiap perbuatan bergantung pada niatnya. Berkenaan dengan perbuatan baik dan buruk, sesungguhnya ada dua hal yang selalu menyertainya, yakni niat dan kesempatan. Jika seseorang berniat berbuat baik, niscaya dalam kondisi apa pun dia akan selalu mencoba untuk mengerjakannya. Begitu juga dengan perbuatan buruk. Jika sudah diniatkan untuk melakukannya, sekecil apa pun kesempatan dia akan berusaha untuk mencarinya agar bisa mengerjakannya. Di sinilah pentingnya peranan hati untuk mengendalikan diri dari berbagai macam bujukan nafsu tersebut. Dan, puasa merupakan salah satu kunci bagi umat Islam untuk mengendalikan dan menundukkannya. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya dalam diri manusia itu terdapat segumpal daging. Apabila daging itu rusak, maka rusaklah seluruh amal perbuatannya. Dan bila daging itu baik, maka baik pulalah seluruh amal perbuatannya. Ketahuilah, itulah hati.” Para ahli hikmah berkata; “Hati yang bercahaya akan melahirkan watak terpuji seperti keikhlasan, kejujuran, keberhasilan, kesederhanaan, dan kepemimpinan. Sedangkan hati tanpa nurani (tidak bercahaya dan kotor), akan melahirkan watak yang tidak baik, bahkan cenderung pada kejahatan.” “Tidak ada guna harta dan anak keturunanmu, kecuali orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih (qalbun salim).” (QS asy-Syu’ara [26]: 88-89). Maka, untuk mengendalikan godaan hawa nafsu dan hati yang cenderung buruk, Rasul SAW memerintahkan umat Islam untuk berpuasa dan memperbanyak zikir kepada Allah dalam setiap kesempatan. ■

P

Untuk pemasangan dan informasi

Hardi 0818 0885 9123, 021 9259 3383

Andriyanto 0815 9600 200

Cahaya Ramadhan 1432 H.  

Republika, 21 Agustus 2011