Issuu on Google+

REPUBLIKA

1432 H

KAMIS 18 AGUSTUS 2011

25

Mutiara Hadis Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, “Kekasihku (Rasulullah SAW) telah mewasiatkan kepadaku tentang tiga perkara: berpuasa tiga hari dalam sebulan, dua rakaat shalat Dhuha, dan shalat witir sebelum tidur.” (HR Bukhari No 1981).

Khas

Tak Patut Berutang untuk Berlebaran Oleh A Syalabi Ihsan

IMAM BUDI UTOMO/REPUBLIKA

BERBAGI SESAMA

Ratusan anak-anak dari berbagai panti asuhan se-Jakarta menerima bingkisan lebaran dari Republika saat buka bersama di kantor Republika Jl Warung Buncit, Jakarta Selatan, Selasa (16/8).

PUASA DI KAMPUNG Oleh A Syalabi Ihsan

Rumahrumah kokoh itu telah berumur ratusan tahun.

ARAB MELAYU K ampung Seberang, Provinsi Jambi, menyimpan budaya yang sangat kaya. Ratusan rumah panggung masih berdiri kokoh di kawasan yang terletak di seberang Sungai Batanghari itu. Dengan tiket perahu yang murah, hanya Rp 2.000, tidak sulit untuk menjangkaunya. Di sini, rumah-rumah kayu berjejer dari jembatan Batanghari hingga empat desa berikutnya. Pengunjung punya banyak pilihan untuk menentukan mana yang akan lebih dahulu dikunjungi: sentra pengrajin batik, makam tua, atau rumah-rumah kayu yang menjadi tempat tinggal warga Jambi dan komunitas Arab Melayu sejak beratus-ratus tahun lalu. Hanya, sulit untuk tak mengacuhkan pesona kawasan rumah tua. Tidak kurang dari 500-an rumah tua berdiri di lima desa Kecamatan Arab Melayu. Semuanya panggung, berbahan kayu. Tiang kayu bulian berdinding kayu tembesi membuat rumah-rumah itu terlihat sangat kokoh. Tidak heran kalau salah satu pemilik rumah, Herianto, mengklaim bahwa rumahnya sudah berumur tidak kurang dari 120 tahun. “Ini bisa bertahan sampai 500 tahun lagi,” ujar Herianto saat berbincang dengan Republika di Dusun Mudung Laut, Desa Pelayangan, Olak Kemang, Jambi. Ukiran bermotif flora mendominasi

rumah-rumah itu. Ukiran itu menjadi bukti peninggalan warisan kalangan Arab Melayu yang memang melarang ukiran bermotif fauna. Cerita datangnya orang Arab Melayu sendiri berawal sekitar tiga abad lalu. Syahdan, pendatang Arab datang ke daerah di Seberang Sungai Batanghari mulai abad ke17. Kebanyakan mereka datang untuk berdagang dan menyebarkan agama Islam. Seiring berjalannya waktu, mereka pun berbaur dengan masyarakat dan ikut tinggal dalam perkampungan. Penjajah Belanda yang kejam membuat para warga Arab Melayu ikut mengangkat senjata. Di ujung abad 17, seorang syeikh memimpin perlawanan melawan Belanda. Itu berdampak pada pelarangan orang Arab Melayu di kota. Mereka tidak diizinkan pergi ke mana pun oleh Belanda, selain beraktivitas di Kampung Seberang. Di bawah kekuasaan Residen Sultan Bayang, pengawasan dilakukan dengan sangat ketat agar orang Arab Melayu tidak bergerak ke kota. “Karena letaknya rendah, jadi dari kota mudah diawasi,” ujar budayawan Jambi, Junaidi Timur, saat berbincang dengan Republika, Senin (15/8) lalu. Tanda komunitas ini masih terlihat menyolok dengan masih banyaknya keturunan Arab Melayu yang tinggal. Tidak hanya itu, nama-nama desa di Kampung Seberang pun masih menggunakan bahasa Melayu asli, seperti Johor Baru dan Yahyul Yaman. Kesan itu

diperkuat dengan nama salah satu kecamatan, Arab Melayu. Selain taat menjaga tradisi, warga Kampung Seberang juga terkenal religius. Pengajian-pengajian masih ramai dikunjungi warga tiap pekan, apalagi selama Ramadhan. Tarawih dan tadarus mendominasi aktivitas warga. Setiap kepala keluarga pun bergiliran mengirim makanan ke mushala di pusat desa untuk berbuka bersama. Herianto menjelaskan, perwakilan keluarga akan mendatangi mushala untuk berbuka. Mereka akan menyantap hidangan yang sudah tersedia di nampan. Ragamnya banyak. Kue kampung, nasi minyak, sampai tempoyak tersedia di hidangan gratisan ini. Menurut dia, ritual itu dijalankan untuk menjaga budaya kekeluargaan antarmereka. Hanya Herianto mengeluh. Agak sulit saat ini bagi warga Kampung Seberang untuk mengantar tempoyak ikan patin. “Susah. Ikan di sungai sudah nggak ada lagi. Ikannya diracun,” ujar Herianto saat berbincang dengan Republika di rumahnya, Sabtu (13/8) pekan lalu. Selain itu, tuturnya, pemuda kampung seberang sudah mulai larut dalam budaya kota. Menurut dia, barang-barang terlarang sejenis narkoba tidak lagi sulit ditemukan di kampung itu. Ironis. Pemuda dari rumah-rumah tua pun turut menyumbang angka pengguna narkotika di Jambi yang sekarang berada di peringkat enam. ■ ed darmawan sepriyossa

Agar Berbuka Saraso di Minang emua orang bercakap dalam bahasa Minang. Makanan yang dijajakan pun semuanya khas olahan Sumatra Barat. Namun, kita tidak sedang berada di Padang. Bumi Jakarta yang kita injak, di bilangan Senen, Jakarta Pusat. Tepatnya di Jalan Kramat Raya, kita bisa menemukan semua itu. Deretan penjual nasi kapau, nasi khas Bukittinggi. Makanan yang bercita rasa pedas, berwarna merah, terlihat menggairahkan selera, ditata di sepanjang warung-warung itu. Yang berjualan hampir semuanya orang berdarah Minang asli. Pembelinya demikian pula kebanyakan. Wajar bila percakapan yang mereka

S

lakukan pun menggunakan bahasa Minang. “Kalau pakai bahasa Minang, jadi lebih murah harganya,” ujar salah satu pengunjung, Zulkarnaen, yang saat itu makan bersama istri dan anaknya. Zulkarnaen memang sering makan di tempat ini. “Rasanya kayak di kampung soalnya. Daripada harus pulang ke Padang, kan harus ada biaya lagi,” ujar dia. Jelaslah, suasana Minang yang dicari Zulkarnaen. Deretan penjual makanan khas Minang itu seketika ramai ketika tiba waktu berbuka puasa. Tak ayal lagi, antrean tak terhindarkan. Para pemilik warung makan itu mempunyai cara nyaris unik ketika

ada pelanggan yang akan membayar. Mereka menggunakan alat yang khas, kertas putih yang dipotong panjang-panjang, jumlahnya banyak, hingga terlihat tebal. Tumpukan kertas itu kemudian diikat dengan karet gelang dan yang paling bawah diberi kayu tripleks dengan ukuran yang sama seperti kertasnya, panjang sekitar 15 cm dan lebar 4 cm. Sang penjual pun langsung menuliskan harga dari apa yang disebutkan oleh pelanggan, apa yang mereka makan tadi. Semuanya ditulis ke bawah, dan dihitung secara manual, tambah-tambahan seperti yang dilakukan sejak SD. Tak perlu menggunakan kalkukator

atau pun mesin penghitung komputer yang canggih. Beres, kertas itu diserahkan. Dari kertas yang ditulisi itulah, Republika bisa melihat perbedaan harga yang ditulis. Pada keluarga Zulkarnaen tadi, ketika ia makan dengan lauk kikil dan terong dihitung Rp 17 ribu. Pada orang lain, yang menggunakan bahasa Indonesia, menu yang sama dihitung Rp 20 ribu. Sebenarnya, dengan harga Rp 17 ribu untuk menu itu pun lebih mahal dibandingkan umumnya warung Padang yang lain. Yang penting serasa di tanah Minang. ■ c05 ed darmawan sepriyossa

amadhan sudah di pertengahan. Masyarakat mulai bersiap-siap menyambut Lebaran. Untuk memenuhi kebutuhan, warga menyiapkan uang lebih. Permintaan akan uang pun melonjak. Menurut data Bank Indonesia, kebutuhan uang selama Ramadhan dan Lebaran tahun ini mencapai Rp 61,36 triliun. Jumlah ini meningkat Rp 6,57 triliun atau sekitar 12 persen dibandingkan realisasi kebutuhan tahun sebelumnya, Rp 54,78 triliun. Untuk memenuhi kebutuhan, tak jarang warga tidak segan ber utang. Hal itu sangat dirasakan, misalnya, oleh perusahaan peminjaman Karya Artha. Petugas marketing Kredit Karya Artha, Lucky, mengklaim pertengahan bulan ini saja terdapat 40 konsumen yang sudah meminjam uang tunai di perusahaannya. “Kalau bulan biasa, paling 20-an,” ujar Lucky saat dihubungi Republika, Rabu (17/8). Menurut dia, warga meminjam dengan menjaminkan Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) mobil atau sepeda motor yang mereka miliki. Jumlah pinjaman maksimal 50 persen dari harga on the road kendaraan. Peminjam pun dapat mengembalikan uang dengan cara mencicil hingga maksimal tiga tahun. Selain membayar pinjaman, mereka wajib membayar bunga yang sudah digabung dengan harga pokok. Lucky menyebut angka satu hingga dua persen untuk pembayaran per bulan. Bila pengutang tidak mampu membayar pinjaman sesuai dengan waktu yang ditetapkan, mobil atau motor yang dijaminkan akan disita perusahaan tersebut. Namun, kata Lucky, pihaknya akan mengonfirmasi terlebih dulu sebelum dilakukan penyitaan. “Biasanya sebulan akan dititipkan terlebih dahulu di kantor,” ujar Lucky. Ketua bidang Pemberdayaan Ekonomi Syariah MUI Pusat, KH Noer Syakib, menjelaskan, fenomena berutang menjelang Idul Fitri merupakan hal umum yang terjadi. Selama tidak untuk bertujuan ber foya-foya dengan hasil pinjaman, Noer mengungkapkan, Islam masih memperbolehkan berutang. Menurut dia, berutang diperbolehkan syariat dengan beberapa persyaratan, di antaranya jika tidak melampaui kemampuan peminjam. Noer menjelaskan, sebelum berutang calon pengutang harus memperhitungkan betul berapa kemampuan yang dimiliki untuk membayar. Pasalnya, ujar Noer, Islam telah mengatur bahwa utang tidak hanya diperhitungkan di dunia, tetapi juga di akhirat. “Makanya, kalau ada orang meninggal selalu diumumkan keluarga, apabila ada sangkut paut akan diselesaikan,” ujar Noer. Dengan kata lain, jika sudah tidak memperhitungkan kemampuan untuk membayar utang, pinjaman tersebut justru akan merugikan diri sendiri. Syarat lain adalah tidak adanya bunga atau riba dalam pinjaman tersebut. Menurut dia, bunga sudah ditetapkan haram oleh Allah karena hanya menguntungkan satu pihak. Noer menjelaskan, skema bunga umumnya cuma ditetapkan pemberi pinjaman. Peminjam hanya menerima besar bunga tersebut tanpa bisa menawar. Hal tersebut, ujarnya, berbeda dengan sistem peminjaman atau pembiayaan syariah. Noer mengungkapkan, memang bank syariah atau Baitul Mal wat Tamwil (BMT) biasanya juga memiliki marjin dalam skema pembiayaannya. Akan tetapi, kata dia, skema tersebut harus berdasarkan kesepakatan antarpihak pengutang dan pemberi pinjaman. “Ini dinamakan murabahah,” kata Noer. Menurutnya, murabahah dilakukan dengan prinsip jual beli antara pemilik modal, seperti bank dengan peminjam. Tetapi karena bank tidak memiliki barang, bank melakukan akad lagi dengan pemilik barang-barang pabrikan yang akan menjadi objek pengutang dengan harga tunai. “Harga tunai tersebut harus dijelaskan oleh pihak bank atau pemilik modal kepada calon pengutang berikut dengan keuntungan yang diminta,” kata Noer. “Nanti dikira-kira berapa nilai riilnya. Berarti pihak ketiga dihitung sebagai harga pokok.” Noer menggarisbawahi, berutang harus benar-benar dilakukan sesuai kebutuhan. Menurutnya, umat Muslim harus dapat mengambil hikmah Ramadhan, di mana Allah memberi perintah untuk berpuasa. Noer menjelaskan, umat Muslim diajarkan untuk menahan hawa nafsu selama bulan suci dengan tidak makan, minum, dan berhubungan seksual antarsuami istri. “Perilaku konsumtif, terlebih dengan cara berutang, hanya menunjukkan kebohongan,” kata dia.

R

■ ed darmawan s


1432 H

REPUBLIKA

LOMBA RELIGI

Konsultasi Puasa

SEMARAK KEMERDEKAAN

Lomba religi sinkron dengan kondisi pembangunan bangsa.

BENGKULU — Segenap penjuru Indonesia menggelar peringatan HUT ke-66 RI sambil memeriahkan Ramadhan di bulan ini. Sebagian masyarakat Kota Bengkulu menggelar lomba religi untuk memperingati dua momen penting tersebut. “Kebetulan tahun ini istimewa, HUT Kemerdekaan bertepatan bulan puasa, jadi lomba dihubungkan dengan kegiatan religi, seperti lomba azan untuk anak-anak dan baca Alquran,” kata pengurus Masjid Al-Ikhlas Bunyani di Kelurahan Kandang Limun, Kota Bengkulu, Rabu (17/8). Menurutnya, penyesuaian lomba dengan bulan suci diharapkan dapat memupuk nilai-nilai keislaman, mempertebal keimanan, dan pengabdian kepada bangsa. “Meskipun

bulan puasa, peringatan HUT RI tidak kita tinggalkan,” jelasnya. Bila peringatan HUT Kemerdekaan pada tahun sebelumnya di Kota Bengkulu dilakukan lombalomba, seperti makan kerupuk, panjat pinang, balap karung dan lain-lain, tahun ini, lomba semacam itu tidak bisa dilakukan karena mayoritas umat Muslim puasa. “Peringatan HUT Kemerdekaan RI harus tetap diselenggarakan untuk memeriahkan, tapi disesuaikan kondisi masyarakat. Kalau tahun lalu identik makan kerupuk, tahun ini identik suasana religi,” ujar dia. Pantauan Antara di beberapa masjid di Kota Bengkulu menunjukkan, antusiasme warga menggelar lomba religi, seperti hafalan ayat-ayat pendek Alquran, lomba pidato, fashion busana Muslim, dan masih banyak lagi. Hal yang sama juga tampak di beberapa kelurahan di kota ini. Di Masjid Al Barokah, Kelurahan Sidomulyo, puluhan anak dan kaum ibu menggelar lomba pengajian serta kegiatan religi lainnya. Kegiatan ini sengaja disiapkan pengu-

rus masjid bekerja sama dengan pihak kelurahan setempat. Sementara itu, Ketua Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PKB PII) Kalimantan Selatan Ustaz H Chairani Idris berpendapat, Agustus 2011 merupakan bulan yang istimewa dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya. “Keistimewaan Agustus tahun ini bukan hanya bersamaan dengan bulan Ramadhan 1432 Hijriah, melainkan juga hari peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia bertepatan peringatan Nuzulul Quran,” katanya di Banjarmasin sebelum berbuka puasa bersama, Rabu (17/8). Menurut alumnus IAIN Antasari Banjarmasin ini, salah satu keistimewaan itu, yakni bila hari Proklamasi Kemerdekaan RI digelar pada 17 Agustus 1945, Nuzulul Quran (turunnya Alquran) juga berlangsung pada 17 Ramadhan beberapa abad silam. Menurut ustaz yang berusia 60 tahun di hari kelahiran 17 Agustus 2011 ini, peringatan Proklamasi

Diasuh oleh Satori Ismail

Kemerdekaan RI yang bertepatan dengan hari turunnya Alquran tergolong langka. “Mungkin seabad kemudian baru bertemu peringatan hari Proklamasi Kemerdekaan RI bertepatan dengan turunnya Alquran yang merupakan penyempurnaan dari kitab-kitab Allah sebelumnya (Zabur, Taurat, dan Injil),” katanya. Karena itu, ustaz yang pernah menduduki kepemimpinan nasional lembaga pendidikan Iqra tersebut mengajak kaum Muslim, terutama keluarga besar Pelajar Islam Indonesia, agar memaknai kedua peringatan nasional dan keagamaan itu. “Untuk memaknai kedua hari bersejarah itu, terutama bagi kaum Muslim, agar rajin membaca Alquran serta memahami kandungannya dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya. Selain itu, melakukan perbuatan positif untuk mencapai cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. “Yang diproklamasikan 17 Agustus pada 66 tahun lalu,” lanjut mantan ketua pengurus wilayah PII Kalsel ini. ■ ed: zaky al hamzah

TADARUS KEMERDEKAAN

IMAM BUDI UTOMO/REPUBLIKA

Ketua Pengurus Harian Masjid At-Tin Maftuh Basyuni, membuka tadarus Ramadhan yang bertema “Memaknai Kemerdekaan” di Masjid At-Tin, Jakarta Timur Selasa (16/8).

PT Pupuk Sriwidjaja Bagikan 11 Ribu Paket Ramadhan PALEMBANG – Menyambut kemeriahan Ramadhan, PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang membagikan 11 ribu paket bahan kebutuhan pokok. Paket tersebut diberikan kepada warga di lingkungan pabrik pupuk tertua di Indonesia itu, Senin (15/8). Mengetahui ada pembagian paket tersebut, ribuan warga yang kurang mampu antre di depan gedung serbaguna PT Pusri Palembang di Jl Mayor Zen. Warga berasal dari dua kecamatan, Kecamatan Ilir Timur (IT) I dan Kecamatan Kalidoni yang tersebar dalam empat kelurahan, Kelurahan I Ilir, 3 Ilir, Sungai Buah, dan Sungai Selayur. Manajer Departemen KUK & Bina Lingkungan Pusri, Fachrurrozi, mengatakan pemberian bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian Pusri terhadap masyarakat lingkungan sekitar. “Alhamdulillah, sudah kami laksanakan setiap tahunnya,” katanya. Bantuan paket kebutuhan pokok berupa beras, minyak sayur, gula pasir, dan tepung terigu dilakukan secara simbolis oleh Direktur Produksi Pusri, Johan Safri, yang didampingi Manajer Humas Pusri, Zein Ismed, dan Camat Kalidoni, Syahrul. Dalam sambutannya, Johan mengatakan pemberian

paket kebutuhan pokok adalah bentuk kepedulian dan silaturahim BUMN pupuk tersebut dengan masyarakat di sekitar lingkungan Pusri. Sehingga ada rasa memiliki terhadap Pusri. Fachrurrozi menambahkan selain warga di sekitar pabrik, Pusri juga memberikan bantuan paket kepada para pekerja dan masyarakat binaan di lingkungan Pusri. Untuk memudahkan pembagian 11 ribu paket tersebut, Pusri menjalin kerja sama dengan ibu-ibu pengajian anggota Majelis Taklim AlAqobah I. Majelis tersebut membantu pembagian seribu dari 11 ribu paket. Seribu paket tersebut akan diberikan kepada petugas kebersihan di lingkungan Pusri. “Sisanya, sebanyak 655 paket yang pembagiannya dibantu ibu-ibu pengajian, akan dibagikan kepada masyarakat lain yang membutuhkan,” papar Fachrurrozi. Paket kebutuhan pokok bulan Ramadhan yang dibagikan tersebut terdiri atas empat kilogram beras, satu kilogram gula pasir, dan satu liter minyak goreng. Teknis pembagian dilakukan dengan cara menukarkan kupon yang telah dibagikan panitia melalui kecamatan, kelurahan, dan RT agar tepat sasaran. ■ maspril aries ed: zaky al hamzah

Jika ada pertanyaan seputar zakat, silahkan kirim pertanyaan Anda ke e-mail : puasa@republika.co.id

Inseminasi Assalamualaikum Wr Wb Bapak ustaz, istri saya akan menjalani inseminasi karena belum memiliki anak. Saran dokter, sperma saya diambil sehingga puasa saya batal. Bagaimana hukum ganti puasanya? Wassalam. Ujang, Sukabumi Jawaban: Anda hanya wajib mengqada puasa yang Anda batalkan tersebut. Selanjutnya, Anda hendaknya bertobat dan merasa sangat rugi dengan melakukan hal tersebut pada siang hari, padahal bisa Anda lakukan pada malam hari. Anda dan istri kehilangan fadhilah puasa Ramadhan. Semangat mendapatkan anak dengan segala upaya kalau melanggar kewajiban agama bisa jadi tidak berkah dan bisa jadi anak tidak saleh dan lainlain yang justru merugikan Anda dan keluarga.

Usai Operasi Kanker Payudara

Pemkab Bengkulu Berikan Bantuan kepada 43 Masjid BENGKULU — Semakin banyak pemerintah daerah memberikan bantuan untuk masjid selama Ramadhan tahun ini. Kali ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu memberikan bantuan dana kepada 43 masjid di 10 kecamatan. Nilai bantuan masing-masing sebesar Rp 10 juta. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dahril Mukminan, mengatakan, bantuan masjid tersebut diberikan langsung oleh Pejabat Bupati Bengkulu Tengah Nana Sudjana ketika bersafari Ramadhan di sejumlah daerah. Menurut Dahril, dari 43 masjid yang menerima bantuan, tinggal delapan masjid saja yang belum diserahkan uangnya. “Kita targetkan dalam dua malam ini bantuan tersebut diserahkan Bupati Bengkulu Tengah,” ujarnya. Namun, Dahril tidak menyebutkan nama masjid yang belum menerima bantuan Pemkab Bengkulu Tengah tersebut. Kedelapan masjid itu berada di dua kecamatan di Bengkulu Tengah. “Kita targetkan dalam pekan ini bantuan sudah diserahkan pada saat safari Bupati Bengkulu Tengah,” ujarnya. Dana bantuan 43 masjid di Bengkulu Tengah ini berasal dari APBD 2011 sebesar Rp 43 juta. Bantuan ini diberikan agar masjid yang ada di Bengkulu Tengah dalam keadaan

26

KAMIS 18 AGUSTUS 2011

bagus, bersih, dan nyaman untuk melaksanakan shalat. Pada 2011 ini, alokasi bantuan masjid di APBD Bengkulu Tengah hanya sebesar Rp 430 juta. Karena itu, jumlah masjid yang mendapat bantuan hanya sebanyak 43 buah dengan besar bantuan masingmasing Rp 10 juta. Bantuan masjid ini diberikan Pemkab Bengkulu Tengah secara bertahap sesuai kemampuan anggaran yang ada. Untuk tahun 2011, setiap kecamatan ada empat masjid yang mendapat bantuan dari pemkab setempat. Sedangkan bagi masjid yang belum mendapat bantuan, diupayakan mendapat bantuan di kecamatan bersangkutan pada anggaran tahun depan. Besarnya bantuan diharapkan sama dengan tahun 2011, yakni sebesar Rp 10 juta per masjid. Dahril berharap kepada pengurus masjid yang mendapat bantuan kiranya dana tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk melakukan perbaikan dan membeli kelengkapan masjid yang dirasakan masih kurang. Dengan demikian, fasilitas yang masih kurang di masjid tersebut dapat dipenuhi dalam waktu dekat. Demikian pula jika ada bangunan masjid yang rusak segera diperbaiki sehingga rumah ibadah ini menjadi gagah, bersih, dan nyaman, katanya. ■ antara ed: zaky al hamzah

Assalamualaikum Wr Wb Pak ustaz, bagaimana hukum puasa bagi wanita 60 tahun yang baru saja menjalani operasi pengangkatan kanker payudara stadium 4. Apakah besok diwajibkan mengqada puasanya, sementara Ramadhan ini tidak puasa. Hamba Allah, Bekasi Jawaban: Orang sakit boleh berbuka puasa dan harus menqadanya sebanyak bilangan hari yang ditinggalkannya. Tapi, kalau sudah tidak sanggup puasa sama sekali karena faktor ketuaan dan penyakitnya, dia diwajibkan untuk membayar fidiah saja. Wallahu a’lam.

Fidyah Bagi Nenek Nenek saya sudah renta sehingga tidak bisa berpuasa. Bagaimana dengan aturan tentang fidiahnya. Terima kasih atas jawabannya. Ashari, Malang, 62817280xxx Jawaban: Orang tua renta yang sudah tidak mampu berpuasa diperbolehkan berbuka dan menggantinya dengan membayar fidiah. Cara membayar fidiah satu hari yang ditinggalkan adalah dengan memberi makan satu hari untuk satu orang miskin sesuai dengan kualitas makanan pembayar fidiah. Wallahu a’lam. ■

Iftar

Rezeki Peci dan Kelapa dari Ramadhan enyum Sulaiman (38 tahun) selama bulan suci Ramadhan ini semakin lebar. Pedagang peci di Pasar Aceh itu kebanciran pembeli. Peci jualannya selalu habis diborong pembeli. Sejak sepekan sebelum Ramadhan hingga hari ke-17 Ramadhan atau bertepatan 17 Agustus ini, warga yang membeli peci masih banyak. “Sebelum bulan Ramadhan satu hari dapat terjual antara 10 hingga 20 buah peci dan selama bulan puasa dapat mencapai 50 buah per harinya,” tutur Sulaiman bangga. Menurut Sulaiman, sudah biasa setiap bulan Ramadhan warga yang membeli berbagai jenis peci dan kopiah mengalami peningkatan. Tidak hanya Sulaiman, sejumlah pedagang peci mengakui permintaan perlengkapan sembahyang bagi umat Muslim itu meningkat hingga 100 persen selama bulan Ramadhan 1432 Hijriah. Adi (30), seorang pedagang lainnya, juga membenarkan melejitnya penjualan peci. Meski permintaan peci meningkat, dia menjamin harganya tetap stabil, yakni antara Rp 10 ribu – Rp 65 ribu per peci. “Pada bulan Ramadhan bukan hanya orang tua yang membeli peci, tapi banyak juga anak-anak muda yang memakainya,” kata pedagang yang telah empat tahun berjualan peci itu. Menurutnya, jenis peci yang banyak digemari pada bulan Ramadhan tahun ini masih bermotif. Seperti motif pinto Aceh atau burung merak. Ada juga yang meminati peci polos dan motif lainnya. Berbagi jenis peci yang diperdagangkan di Pasar Aceh itu, selain

S

dari pengrajin di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar juga didatangkan dari beberapa wilayah lainnya, seperti Pidie dan Bireuen. Rezeki dari Ramadhan juga dinikmati petani kelapa. Di Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel), sejumlah petani menikmati panen rupiah karena permintaan kelapa meningkat tajam pada musim kemarau dan puasa Ramadhan 1432 H sekarang ini. “Puasa Ramadhan membawa keberkahan bagi para petani kelapa karena pendapatan dari hasil panen kelapa muda dan kelapa tua meningkat seiring harga jual yang cukup tinggi,” ujar Sarman, petani kelapa di Kecamatan Air Hitam, Pangkalpinang, Selasa (16/8), dikutip Antara. Ia mengatakan, selama musim kemarau dan puasa Ramadhan, permintaan para pedagang kelapa muda dan kelapa yang sudah tua

● Pedagang peci di Jakarta

tinggi jika dibandingkan hari-hari biasanya, permintaannya kurang. Musim kemarau dengan cuaca sangat panas membuat warga nonMuslim berlomba-lomba membeli es kelapa muda pada siang hingga sore hari. Sedangkan setelah sore, umat Islam yang sedang berpuasa juga beramai-ramai membeli es kelapa muda untuk minuman berbuka puasa yang sangat disukainya. Untuk kelapa tua juga cukup laku karena banyak warga yang membutuhkan untuk membuat aneka hidangan untuk berbuka puasa, seperti kolak, cendol, dan masakan berkuah santan lainnya. Tingginya permintaan kelapa berdampak langsung terhadap kenaikan harga kelapa di tingkat petani. Untuk harga kelapa muda naik Rp 5.500 per butir dari harga sebelumnya Rp 4.000 per butir. Harga kelapa tua menjadi Rp 3.500 per butir dari sebelumnya Rp 2.500 per butir.

EDWIN DWI PUTRANTO/REPUBLIKA

Sarman menjelaskan, untuk saat ini permintaan kelapa muda hampir berimbang dengan permintaan kelapa tua, padahal sebelum puasa Ramadhan petani lebih suka menjual kelapa muda karena harga jual tinggi sehingga keuntungan yang didapat besar. Namun, lanjutnya, beberapa bulan terakhir produksi kelapa kurang optimal akibat kemarau yang melanda daerah itu. “Sehingga, pasokan kelapa ke pedagang menurun,” ujarnya. Menurut dia, diperkirakan permintaan kelapa hingga Idul Fitri akan terus meningkat karena sangat dibutuhkan untuk membuat hidangan berbuka puasa dan hidangan menyambut Lebaran. Tak pelak, dia meyakini, harga kelapa di tingkat petani diperkirakan akan kembali naik karena hasil panen kelapa menurun dan permintaan terus bertambah. Joni, pedagang kelapa parut di Pasar Pembangunan Pangkalpinang, mengatakan, selama bulan puasa pasokan kelapa kurang karena petani lebih mengutamakan menjual kelapa muda yang memanfaatkan kenaikan harga jual selama puasa Ramadhan. Harga kelapa muda naik didorong tingginya permintaan kelapa parut para pedagang jajanan berbuka puasa dan kalangan ibu rumah tangga. Harga kelapa parut naik menjadi Rp 5.000 hingga Rp 6.000 per butir. Itu merupakan dampak kenaikan harga kelapa yang dipasok dari petani. Mendekati Idul Fitri, harga kelapa parut diprediksi akan kembali naik hingga Rp 8.000 per butir. ■ ed: zaky al hamzah


1432 H KAMIS 18 AGUSTUS 2011

REPUBLIKA

Konsultasi Zakat

BANTUAN ANAK YATIM Direktur Bank Mutiara Ahmad Fajar (kiri) didampingi Direktur Benny Purnomo (dua kiri) dan Direktur Erwin Prasetio (tiga kiri) memberi santunan dan peralatan ibadah kepada 50 anak yatim piatu dan kurang mampu sebagai bentuk kepedulian sosial di Jakarta, Selasa (16/8).

Diasuh oleh Prof Dr M Amin Suma SH MA (Ketua Dewan Syariah Dompet Dhuafa) Jika ada pertanyaan seputar zakat, silahkan kirim pertanyaan Anda ke e-mail : zakat@republika.co.id atau ke : layandonatur@dompetdhuafa.org

Zakat Harta Warisan Semasa ayah masih hidup, beliau sudah membagikan harta waris kepada tiga orang anaknya. Saya mewarisi usaha angkot dan kedua kakak saya rumah kontrakan dan usaha air minum. Tetapi, kami belum sepenuhnya menangani usaha tersebut, 60 persen masih ditangani ayah. Setelah ayah meninggal enam bulan lalu, usaha tersebut kami tangani 100 persen. Bagaimana perhitungan zakatnya? Jaka, Kemang Jakarta

DOK

SATU JUTA Jamaah Zikir di Istiqlal

Umat Muslim belum memungsikan Alquran secara optimal. Oleh Agung Sasongko

JAKARTA — Nuzulul Quran bertepatan dengan malam 17 Agustus adalah sebuah momen yang langka. Terjadi hanya setiap 12 tahun. Proklamasi Indonesia 1945 juga terjadi di bulan Ramadhan di hari Jumat. Menteri Agama Suryadharma Ali dalam sambutannya yang dibacakan Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Nasarudin Umar di Masjid Istiqlal Jakarta, Selasa (16/8), berharap dengan peringatan Nuzulul Quran dapat

meningkatkan keimanan, mempertebal akidah, memperkuat wawasan kebangsaan Indonesia yang jumlah umat Muslimnya terbesar di dunia. Sejarah besar umat Islam tidak pernah terlepas dari bulan Ramadhan. Dulu, perang Badar antara kaum Muslimin dan musuh juga terjadi di bulan suci. Allah memberikan kemenangan kepada pasukan yang saat itu hanya berjumlah 313 orang melawan ribuan tentara musuh. Hampir serupa dengan perjuangan Indonesia yang melawan penjajah hanya dengan persenjataan sederhana saja. Itu merupakan salah satu berkah Ramadhan. Acara Nuzulul Quran dilanjutkan dengan zikir bersama yang dipimpin oleh Habib Munzir dari Majelis Rasulullah (MR). Diikuti oleh setidaknya satu juta jamaah. Aisyah Najmatunnisa, koordinator putri dari acara mengatakan, jamaah berasal dari berbagai

penjuru daerah. Mereka mulai berdatangan ke Masjid Istiqlal pada sore hari hingga menjelang pukul 22.00 WIB. Beberapa di antara mereka ada yang membawa bendera merah putih. “Seluruh masjid dipenuhi dengan jamaah zikir,” ungkapnya.

Fungsi Alquran Pada kesempatan berbeda, Nazarudin Umar mengatakan umat Muslim baru memfungsikan Alquran sebatas sebagai sarana informasi. Padahal, kitab suci tersebut seharusnya pula sebagai sarana konfirmasi. “Kita belum memfungsikan Alquran secara optimal,” kata Nazarudin saat berceramah tentang hikmah Nuzulul Quran dalam acara Iktikaf Akbar yang digelar Masjid Agung Sunda Kelapa, Rabu (17/8) dini hari. Nazaruddin menjelaskan, fungsi kitab suci ini sebagai sarana informasi tecermin dari kemampuan Alquran menjawab

pertanyaan umat Islam dalam hal baik atau buruk, halal atau tidak, dan pahala atau dosa. “Dari situ kita tahu apa yang seharusnya dilakukan seorang Muslim.” Sementara itu, fungsi konfirmasi tecermin dari apa yang dipertanyakan kecerdasan manusia tentang hakikat alam semesta dan isinya terjawab oleh Alquran. Dalam posisi seperti sekarang, sebut dia, di mana perkembangan kecerdasan manusia, seharusnya Alquran merupakan sarana konfirmasi. “Kita ini umat Islam hebat dalam hal kecil (informasi), tapi ketika urusan besar (konfirmasi) kewalahan. Sebaliknya, dunia Barat lemah dalam hal kecil, tapi terdepan dalam hal besar,” papar Nazarudin. Kecenderungan itu, lanjut dia, mestinya tidak terjadi. Umat Islam seharusnya menguasai hal kecil dan besar dengan Alquran sebagai pemandu. ■ c23 ed: khoirul azwar

27

Jawab: Keseluruhan kegiatan usaha tersebut (usaha angkot, rumah kontrakan, dan usaha air minum) harus dikeluarkan zakatnya kalau telah mencapai nishab (senilai 85 gram emas) dan telah berjalan satu tahun. Perhitungan waktunya bisa diawali pada masa Anda bertiga mulai mengelola usaha tersebut secara full (enam bulan yang lalu sampai dengan enam bulan ke depan) jika selama ayah Anda masih mengelola usaha tersebut sudah dikeluarkan zakatnya. Tetapi, jika belum dikeluarkan zakatnya, harus dilihat kembali sejak kapan zakatnya terakhir dari perusahaan yang Anda keluarkan, lalu diperhitungkan dalam perjalanan waktu satu tahun. Adapun zakatnya sebesar 2,5 persen dari totalitas harta yang Anda usahakan setelah dikurangi berbagai biaya untuk keperluan usaha tersebut untuk gaji karyawan.

Ngebuburit

Temani Warga Cikampek Berbuka Puasa Ita Nina Winarsih

N

gabuburit bersama Djarum Coklat tidak kalah meriahnya ketika digelar di Cikampek, Karawang, Jabar. Dengan mengusung grup band papan atas negeri ini, Gigi, hajatan tahunan PT Djarum tersebut mampu menyedot perhatian warga. Ribuan kawula muda dan orang tua berkumpul di lapangan Dawuan, Kecamatan Cikampek, dengan tujuan menyaksikan kelompok musik band yang dimotori oleh vokalis Armand Maulana itu. Sejak pukul 15.00 WIB, para Gigikita (sebutan fans Gigi) sudah mulai memadati lapangan Dawuan. Padahal, pada jam tersebut, sinar matahari sangat terik sehingga haus dan dahaga sangat dirasakan para penikmat lagu-lagu nasional itu. Namun, meski panas terik, para kawula muda yang datang dari penjuru Karawang ini tetap semangat menanti aksi Armand dan kawan-kawan. Tidak lama kemudian, sekitar pukul 16.00 WIB, Ngabuburit Djarum Coklat pun dimulai. Sambil menunggu Gigi, rapper Iwa K dan rocker Candil (vokalis Serieus Band) meng-

AGUS SUPRIYANTO

awali pementasan Ngabuburit. Kedua penyanyi beda aliran ini begitu energik ketika tampil di atas panggung. Tampaknya, kedua pesohor ini memang sudah punya massa masing-masing di kota lumbung padi itu. Di sela-sela aksinya, Candil meminta agar para penonton untuk tidak melakukan tindakan yang menimbulkan keributan. “Acara ini tidak pakai ribut dan dorong-dorongan,” pintanya kepada ribuan penonton yang mulai dibakar semangat berjoget. Candil pun terus berkomunikasi dengan penggemarnya. Disebutkan, Ngabuburit bersama Djarum Coklat saat ini mempunyai dua keuntungan yang diraih penonton. Keuntungan pertama, penonton bisa menikmati musik gratis, dan yang kedua, menambah pahala puasa karena ngabuburitnya berjalan dengan damai. Suasana panggung semakin semarak dengan kehadiran pesinetron kocak, Kiwil. Komedian ini didaulat menjadi penceramah pada acara Ngabuburit Djarum Coklat. Kiwil dengan gaya yang mirip dai sejuta umat, almarhum KH Zaenudin MZ, mengatakan, berbuat baik di bulan puasa pahalanya akan dilipatgandakan. Karena itu, ibadah puasa harus benar-benar dijalankan. Dalam ibadah puasa, ada nilai-nilai positif yang bisa diambil. Salah satunya, memper-

erat tali silaturahim. Siraman rohani dari Kiwil ini mampu menyedot perhatian penonton. Tadinya, para penonton berdiri, namun ketika Kiwil berceramah langsung duduk dan tertib. Ngabuburit bersama Djarum Coklat mampu menyatukan berbagai penggemar di lapangan Dauwan. Ada penggemar Iwan Fals yang mengatasnamakan Orang Indonesia (OI), ada slankers (penggemar Slank), dan Gigikita berbaur menjadi satu. Sekitar pukul 16.45 WIB, empat personel Gigi naik ke atas panggung. Seketika, suasana damai karena ceramah Kiwil langsung berubah drastis. Para penonton mulai berjingkrak-jingkrak saat Armand menyanyikan lagu pertama mereka “Ada Anak Bertanya pada Bapaknya”. Suasana kemudian didinginkan dengan semprotan air dari mobil pemadam kebakaran yang sejak awal sudah siaga. Para personel Gigi mengenakan baju koko bernuansa putih. Sangat pas dengan suasana puasa. Bahkan, pemilihan lagu-lagunya juga lebih mengedepankan nilai religius. Melalui lirik lagunya, Armand mengajak warga Cikampek untuk shalat. Dengan ibadah ini, diharapkan pintu surga akan terbuka. Selain itu, umat Muslim juga diberi kemudahan oleh Allah SWT. ■ ed:khoirul azwar


1432 H KAMIS 18 AGUSTUS 2011

REPUBLIKA

28

TITIK AWAL BERHENTI MEROKOK

Jumlah orang yang meninggal akibat rokok semakin tinggi. Oleh Agung Sasongko

MUHAMMED MUHEISEN/AP

MENGAJI

Sejumlah anak mengikuti pengajian selama bulan Ramadhan di daerah pinggiran Islamabad, Pakistan, Senin (15/8). Seperi Muslim di belahan bumi lainnya, warga Pakistan mengisi Ramadhan dengan berbagai kegiatan keagamaan.

PUTRAJAYA—Bulan suci Ramadhan merupakan momentum yang pas bagi perokok untuk berhenti. Dari sebuah studi disebutkan, 95 persen perokok Muslim mengatakan lebih mudah berhenti merokok selama bulan Ramadhan. “Berpuasa 14 jam secara tidak langsung membantu perokok berhenti merokok dengan lebih mudah karena mereka bisa mengendalikan dorongan untuk merokok,” kata Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Malaysia, Datuk

Imam Saudi Diimbau Tetap di Masjid Fernan Rahadi ABHA—Kementerian Urusan Agama Islam Arab Saudi meminta para imam agar tetap berada di masjid pada bulan Ramadhan, khususnya pada waktu-waktu berbuka puasa dan iktikaf. Ketiadaan imam di masjid-masjid merupakan masalah serius di negara tersebut. Direktur Kementerian Urusan Agama Islam di kawasan Asir, Sheikh Muhammad Bin Saeed Al-Qahtani, mengatakan para imam wajib mematuhi imbauan tersebut karena ketiadaan mereka bisa menciptakan sejumlah masalah. “Kami tidak akan menerima alasan apa pun dalam hal ini. Imam yang tidak mematuhi perintah akan ditindak tegas,” kata Al-Qahtani seperti dilansir Saudi Gazette. Ia menambahkan, pemerintah mengawasi semua acara buka bersama di wilayah Asir. Oleh karena itu, bagi orang yang ingin memberikan kontribusi dalam pelaksanaan buka bersama harus mematuhi instruksi kementerian tersebut.

Satu di antara peraturan yang dikeluarkan pemerintah adalah larangan untuk mengumpulkan sumbangan apa pun dan dari siapa pun. Jika sampai ada imam yang terbukti melakukan kegiatan tersebut, Pemerintah Arab Saudi tidak akan segansegan memecat mereka. Al-Qahtani mengatakan, pemerintah bertugas untuk memonitor kinerja para imam, khatib, serta muazin. Pelanggar peraturan maksimal akan diberi peringatan tiga kali. Lebih dari itu, pemerintah akan langsung memecat mereka. Sementara itu, seperti dilansir harian Turki, Today’s Zaman, umat Islam Somalia yang saat ini berada pada kamp-kamp pengungsi di Dadaap, perbatasan Kenya-Somalia, tetap berusaha berpuasa meskipun tengah dilanda kesulitan berupa cuaca panas dan kelangkaan pangan. Sebelumnya, ribuan orang berhasil mencapai tempat pengungsian tersebut setelah berjalan berhari-hari memerangi rasa lapar dan haus. Meskipun kondisi tidak me-

mungkinkan, orang-orang tersebut tetap berpuasa, bahkan mengajari anak-anak mereka belajar Alquran. Para relawan dari Yayasan Bantuan Kemanusiaan (IHH) telah membagi-bagikan hidangan buka puasa kepada para pengungsi di kampkamp. Beberapa di antara menu berbuka yang disajikan di taman masjid yang terletak di pusat Kota Dadaap, yakni air, kurma, serta nasi. Sejumlah pengungsi menyatakan, mereka tetap akan berpuasa meskipun tidak menyantap hidangan sahur sebelum shubuh. Para relawan dan wartawan asal Turki yang datang ke tempat tersebut telah mampu beradaptasi sehingga bisa bersosialisasi dengan mereka. Sebanyak 12 juta orang di Afrika Timur membutuhkan bantuan pangan akibat kekeringan parah yang melanda wilayah tersebut. PBB menyatakan sebanyak 2,8 juta orang harus segera memperoleh bantuan dengan cepat, 450 ribu di antaranya adalah rakyat Somalia yang sedang dilanda kelaparan. ■ ed: khoirul azwar

Hasan Abdul Rahman, seperti dilansir kantor berita Bernama. Lantaran potensial, Hasan mengatakan, pihaknya mengintensifkan kampanye antimerokok dengan mengusung slogan “Ramadhan Titik Awal Menuju Berhenti Merokok”. Dikatakan, apabila kampanye antirokok efektif dilakukan saat Ramadhan, bisa dipastikan pemerintah dapat mengurangi pengeluaran untuk subsidi pasien jantung, kanker paru-paru, dan penyakit kronis lainnya yang disebabkan rokok. Badan Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan setiap lima juta orang di seluruh dunia meninggal akibat merokok. Jumlah ini tidak termasuk 600 ribu nonperokok, termasuk 150 ribu anak-anak yang akan mati dari paparan asap rokok. Pada 2030, lanjut Hasan, jumlah orang yang meninggal karena rokok akan meningkat lagi, yakni 27.400 kematian setiap hari atau 2.280 kematian per jam atau satu kematian setiap tiga detik. ■ ed: khoirul azwar

Puasa Bagi Anak Non-Muslim Malaysia Fernan Rahadi

SHAH ALAM—Pemerintah Malaysia memberikan kesempatan kepada 50 anak non-Muslim untuk berpuasa bersama keluarga-keluarga Muslim. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang-orang non-Muslim terhadap budaya Islam di negara jiran tersebut. Seperti dilansir Bernama, istri perdana menteri Malaysia, Datin Seri Rosmah Mansor, mengatakan proyek percontohan tersebut merupakan bagian dari program “Ramadhan Malaysia dan Raya” yang diselenggarakan oleh Yayasan Harapan Anak Malaysia. Rosmah merupakan pembina kehormatan yayasan tersebut. Rosmah menuturkan, anak-anak tersebut akan tinggal bersama keluarga-keluarga Muslim pada hari terakhir Ramadhan sampai hari kedua Idul Fitri nanti. “Saya harap program ini bisa menanamkan toleransi serta menumbuhkan sikap saling menghargai antara anak-anak dan keluarga angkat

mereka,” ujar Rosmah. Pesan Rosmah tersebut dibacakan anggota dewan penasihat Yayasan Harapan Anak Malaysia pada acara buka puasa bersama dengan sekitar 200 anak yatim dari yayasan tersebut pada akhir pekan lalu. Acara tersebut diselenggarakan Pertubuhan Sukarelawan Amal Bakti Ramadan Malaysia dan dibantu oleh 10 badan kesejahteraan lain. Rosmah juga berpesan agar para anak yatim bersabar dalam menjalani tantangan dalam hidup. “Nabi dulu juga seorang anak yatim piatu. Karakter dan cara hidupnya harus menjadi sumber inspirasi hidup bagi Anda semua,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Rosmah mengimbau perusahaan-perusahaan dan para individu agar memberikan kontribusi, tidak hanya untuk pembangunan negara, tetapi juga kesejahteraan anak-anak yatim yang membutuhkan. Acara amal itu salah satunya dihadiri ketua Concorde Hotels dan Resorts Malaysia Sdn Bhd, Tan Sri Syed Yusof Tun Syed Nasir. ■ ed: khoirul azwar

Pemuda Siapkan Makanan Berbuka MAKANAN TRADISIONAL Pedagang makanan tradisional Ramadhan melayani pembeli di Beirut, Selasa (16/8).

JAMAL SAIDI/REUTERS

AFRIKA SELATAN — Ahli hukum VOC on-air, Igsaan Higgins, dan para aktivis masyarakat dari South African Academy for Young Leaders (SAAYL) dan Western and Eastern Province’s Cultural and Rugby Unity (WEPCRU) turun ke dapur untuk memasak makanan bagi orang miskin selama bulan Ramadhan. Mereka juga mengajak remaja dan pemuda berusia 15-21 tahun untuk masuk dapur dalam sebuah proyek pemberdayaan anak-anak. Kepada remaja dan anak muda itu, bakal diajarkan cara memasak makanan khas Afrika, seperti akni, briyani, dan sup dalam jumlah besar untuk kemudian didistribusikan ke daerahdaerah miskin di sejumlah kota

selama Ramadhan. Program ini akan berlangsung tiga kali setiap Sabtu selama Ramadhan. Untuk mendukung program tersebut, SAAYL akan menyediakan infrastruktur, seperti tempat, panci besar, kompor, dan gas. Sementara kepada setiap pemuda akan diberikan pena, kertas, sendok besar, dan celemek. “Mereka akan diajari cara memasak yang akan dipandu oleh koki berpengalaman yang berasal dari masyarakat sendiri,” ungkap Higgins. Sementara itu, anggota WEPCRU akan siaga dan membantu dengan pengaturan transportasi selama program distribusi pembagian makanan. Sesekali, pengarahan akan diberikan dalam bentuk perundingan dengan

berbagai tokoh masyarakat sebagai motivasi kepemimpinan. Higgins mengatakan, proyek ini akan menjadi keuntungan besar untuk pemuda yang memiliki banyak waktu luang pada akhir pekan selama bulan suci. Mereka tidak hanya akan diajarkan keterampilan memasak untuk kelompok besar, tetapi juga memperoleh intelektual dari pembicaraan motivasi. Para pemuda Afrika tersebut juga akan mendapat keuntungan sosial melalui pertemuan lainnya, seperti pertukaran ide-ide pemikiran dan bisa memunculkan minat baru. “Ini juga akan meningkatkan kesadaran mereka pada pemahaman nasib yang kurang beruntung,” katanya. ■ c21 ed: khoirul azwar

TANPA TARAWIH Oleh Siti Fatimah Kandidat Doktor Politik di University of Tehran

Berbeda dengan di Indonesia, di mana harga sembako menjelang sampai akhir Ramadhan terus melonjak sampai 100 persen. Yang kedua adalah jam kerja pada Ramadhan di Iran tidak ber ubah. Begitupun liburan Idul Fitri, hanya satu hari, berbeda dengan di Indonesia. Ketiga, pada malam hari selama Ramadhan tidak ada shalat Tarawih berjamaah karena di Iran mayoritas bermazhab Islam Syiah yang berpendapat bahwa shalat sunah malam pada Ramadhan dikerjakan tidak berjamaah, tapi di rumah masing-masing. Untuk masyarakat Indonesia yang berada di Teheran, bisa melaksanakan shalat Tarawih berjamaah di KBRI Teheran yang diawali dengan buka puasa bersama setiap Senin dan Kamis. Oleh karena itu, di Teheran juga di kota-kota lainnya suasana malam di bulan Ramadhan tidak ada yang berubah, persis seperti malam biasanya. Kecuali di dua kota

VAHID SALEMI/AP

I

ran merupakan negara dengan mayoritas penduduknya Muslim. Meskipun demikian, Ramadhan di negeri ini tidak semeriah di Indonesia. Selasa, 2 Agustus lalu, adalah awal Ramadhan resmi yang diumumkan oleh Pemerintah Republik Islam Iran. Kembang api dan petasan pun terdengar di mana-mana, persis seperti perayaan penggantian tahun baru. Indonesia dan Iran adalah salah satu dua negara yang mayoritas penduduknya Muslim. Namun, tradisi dan kebudayaan kedua negara menyambut dan selama Ramadhan sangat berbeda, meskipun ada persamaannya, yakni sama-sama mempunyai makanan khas Ramadhan, seperti halnya di Indonesia, ada kolak.

Begitupun di Iran, ada osh reshte, yaitu sejenis bubur berisi mi, kacang-kacangan, dan daging. Juga ada halim, masih sejenis bubur terbuat dari gandum dan daging. Ketika menjelang Maghrib, para penjual osh reshte dan halim mulai menjajakannya di pinggir-pinggir jalan, pemandangan yang khas selama Ramadhan. Ada juga beberapa jenis makanan khas Ramadhan Iran, yakni bamiye dan zulbiya, terbuat dari tepung sagu, telur, dan gula. Rasanya sangat manis. Ramadhan ini merupakan pengalaman saya yang kedua berpuasa di negeri Persia ini. Perbedaan yang sangat mencolok di antara dua negara ini adalah: pertama, kebijakan pemerintah dalam menetapkan harga barangbarang pokok dalam rangka menyambut Ramadhan. Pemerintah Iran memberlakukan diskon sampai 20 persen, termasuk biaya maintenance apar temen mendapat potongan 10 persen.

● Seorang perempuan mengikuti kelas khusus yang diadakan se-

lama bulan Ramadhan di Iran. yang disucikan, suasana Ramadhan, baik siang maupun malam, lebih terasa khidmatnya. Masjid selalu penuh sesak, ayat-ayat suci dan azan selalu berkumandang, di samping agenda kegiatan keagamaan khusus Ramadhan yang banyak diselenggarakan, apalagi menjelang lailatul qadar atau harihari terakhir Ramadhan.

Selain itu, tenda-tenda banyak didirikan di sekitar kompleks pemakaman. Karena, masyarakat Iran dari berbagai kota dan daerah datang untuk menyambut lailatul qadar. Pada tahun ini, dalam menyambut Ramadhan, kembali digelar Pameran Alquran Internasional yang ke-19 di Mushalla Imam

Khomeini, Teheran, yang diikuti 20 negara di dunia. Negara-negara seperti Jerman, Malaysia, India, dan Filipina, memamerkan kitab suci yang dicetak di negaranya. Sayangnya, Indonesia tidak ikut dalam pameran ini. Pameran Alquran berfokus pada tiga tema penelitian Quran, seni, dan terjemahan. Pameran itu juga akan meninjau refleksi dari Alquran dalam seni di beberapa negara lain yang berbeda. Di selasela acara, pengunjung juga bisa mendengarkan pembacaan ayatayat suci yang disajikan oleh para ahli Alquran. Acara tersebut berlangsung hingga 24 Agustus 2011 nanti.

Idul Fitri di Iran Ini akan menjadi Lebaran kedua saya di Iran. Namun jelas, tidak semeriah di Indonesia. Tidak ada takbiran yang terdengar di Iran, sebagaimana halnya di Indonesia, hanya ada shalat Id pada pagi harinya. KBRI di Teheran biasanya menyelenggarakan shalat Id dan diakhiri dengan saling memaafkan satu sama lainnya. Kemudian, makan makanan khas Indonesia, seperti lontong, satai, opor, dan rendang. ■


1432H KAMIS 18 AGUSTUS 2011

REPUBLIKA

THR Ala Sari Pan Pacific

Rocker juga Berpuasa

M

C16

S

alah satu tradisi masyarakat Indonesia di bulan Ramadhan adalah adanya bonus tunjangan hari raya (THR). Itu merupakan sebuah bonus atau imbalan lebih yang diberikan perusahaan kepada karyawannya. Dengan mengambil konsep THR tersebut, Hotel Sari Pan Pacific juga memberikan bonus THR kepada pengunjungnya yang beruntung. Di bulan suci Ramadhan 1432H, Sari Pan Pacific Jakarta mengadakan sebuah undian. Caranya, pengunjung yang membeli paket Ramadhan Experience berkesempatan mendapatkan satu kupon undian. Marketing Communication Manager Sari Pan Pacific, Lenny Julia, mengatakan, undian tersebut diadakan sebagai partisipasi Sari Pan Pacific dalam menyambut datangnya Ramadhan. Menurut Lenny, para tamu yang membeli paket Ramadhan Experience berkesempatan memenangkan tiket pesawat dari Garuda Indonesia. Tujuan tiket beragam. Ada Singapura, Kuala Lumpur, Denpasar, atau

THR itu diberikan dalam bentuk tiket pesawat terbang.

Sydney. “Tiket pesawat itu bisa menjadi THR untuk para tamu yang ingin berlibur di hari Lebaran,” ujar dia. Experience Ramadan merupakan penawaran bagi mereka yang ingin menginap di Sari Pan Pacific Jakarta. Lenny menjelaskan, dalam paket Ramadhan tersebut para tamu dapat menginap satu malam. Itu sudah termasuk makan sahur untuk dua orang di Restoran Fiesta, takjil spesial untuk dua orang di Lobby Lounge, komplimen kue kering dari Sari Delicatessen pada saat check in, komplimen buah di kamar, dan komplimen akses internet. Tambahan lain, para tamu yang memesan paket Ramadhan Experience juga akan mendapatkan diskon 15 persen untuk hidangan buka puasa di Restoran Fiesta, diskon 10 persen untuk bersantap di Restoran Jepang Keyaki, serta untuk pembelian produk di Sari Delicatessen. Selain itu, para tamu juga akan mendapatkan voucher belanja Plaza Indonesia yang dilengkapi dengan fasilitas transportasi menuju Plaza Indonesia.

Paket menginap tersebut berlaku mulai dari 31 Juli hingga 4 September. Selain paket menginap, Sari Pan Pacific Jakarta juga menyediakan berbagai aneka hidangan istimewa selama bulan Ramadhan. Di antaranya, ada paket buka puasa dengan spesial buffet makanan khas Indonesia. Pada Ramadhan kali ini bertepatan dengan 17 Agustus, perayaan hari kemerdekaan Indonesia. Itu menjadi alasan bagi hotel yang berada di Jalan MH Thamrin No 6 Jakarta itu untuk menyediakan hidangan makanan khas Indonesia pada menu makanan setiap hari. Menu itu selalu berganti setiap hari. Ada soto banjar yang merupakan soto khas suku Banjar, Kalimantan Selatan. Itu menjadi salah satu makanan yang dapat dinikmati untuk berbuka puasa. Selain soto banjar, juga terdapat rujak juhi, masakan khas daerah Betawi. Ada pula beberapa makanan nusantara lainnya yang juga dapat dinikmati untuk berbuka puasa di hotel itu. ■ c16

C16

29

eskipun dia rocker, Candil, penyanyi yang punya suara melengking tinggi itu , tetap melakukan ibadah puasa. Dia tetap kuat melaksanakan ibadah wajib itu, meski sering perlu mengeluarkan energi besar saat tampil. “Puasa jangan dianggap beban,” ujar Candil kepada Republika. Bahkan, menurut dia, ketika berpuasa, itu membantu suara yang dikeluarkannya. “Suara jadi lebih enteng, karena nggak makan macam-macam,” kata dia. Gorengan, minuman manis, rokok, dan snack yang lainnya, justru bisa mengganggu suara yang akan keluar. Itu karena pita suara terkontaminasi zat-zat yang dikandung. Namun, bagi pelantun lagu ‘Rocker juga Manusia’ itu, kalau masalah tenaga, memang agak terasa berbeda. “Lebih lemas kalau puasa,” ujar Candil, diiringi tawa khasnya. Untuk itu, menurut dia, harus pintar-pintar mengatur tenaga ketika seharian berpuasa. Misalnya saja, ketika masih pagi hari, jangan langsung diforsir. Sisakan juga untuk siang dan sore hari. “Biar tenaganya tetap kayak hari biasa,” ujar dia, memberikan tips. Makna puasa, bagi penyanyi eks Seurieus itu, ada dua. Yang pertama untuk menahan hawa nafsu. “Yang kedua adalah untuk mengontrol diri,” ujar dia. Menurut Candil, di bulan puasa kita diingatkan untuk tidak berbuat aneh-aneh. Kurangi emosi dan itu akan membuat hidup kembali sehat. Jadi, kalau bisa hidup sehat dan bahkan menahan emosi hingga sebulan, mengapa nggak diteruskan? Yang Candil sayangkan, biasanya orang-orang kembali ke sifat asal setelah bulan suci usai. “Pengontrolan itu kembali pudar,” kata dia. Tetapi, ia punya pengalaman agak selip, Ramadhan ini. Saat itu, ia sedang latihan untuk konser Ngabuburit Bareng Gigi. Namun yang terjadi, di tengah-tengah lagu, ia lupa liriknya. “Pas masuk lagu, kok yang aku nyanyiin beda, bukan lagu yang dimaksud,” ujarnya, terkekeh-kekeh. Belajar dari pengalaman itu, ia pun banyak berlatih untuk bisa berkonsentrasi. “Soalnya ini kerjaan, kita harus total, pintar-pintar atur tenaga,” ujar dia. Candil, dengan lengkingan nada tingginya pun ikut menghibur para penonton konser Ngabuburit Bareng Gigi. Ia bersama Gigi, Iwa K, Tohpati, juga Indro H, menyegarkan dahaga para penonton akan lagu-lagu religi, namun dibawakan dengan musik pop yang enak didengar. Tabuhan perkusi dari Budjy H, Otto, dan Bounty pun ikut memberikan semangat energi baru, bagi para penonton, yang ngabuburit bareng mereka. ■ c05

● Sejumlah siswi sedang bertadarus MUSIRON/REPUBLIKA

Resensi

Mengelola Tadarus Keluarga emua Muslim tahu bahwa Alquran akan memberikan manfaat dan keutamaan yang besar bagi mereka yang mau membacanya. Namun, hanya sedikit di antara mereka yang mengerti bahwa manfaat dan keutamaan tersebut akan semakin besar manakala Alquran dibaca, ditelaah, dan kemudian dimengerti melalui kegiatan tadarus keluarga. Tadarus keluarga adalah sebuah kegiatan yang dimaksudkan sebagai media bagi anggota keluarga untuk mempelajari Alquran, mulai dari membaca, menulis, menerjemahkan, menghafalkan, memahami, hingga mempraktikkan ayat-ayatnya. Dengan adanya sistem tadarus keluarga, kendala umat Islam dalam meningkatkan kemampuan baca tulis Alquran akan terpecahkan. Buku yang ditulis oleh dosen, dai, dan pembina Pondok Pesantren Tahfizul Quran ‘Griya Quran’ di Juwiring, Klaten, dan Sambi, Boyalali, Jawa Tengah, ini mengupas kiat dan hikmah mengelola tadarus Alquran yang dilakukan bersama-sama oleh seluruh anggota keluarga (suami, istri, anak)

S

atau disebut tadarus keluarga. Penulis menegaskan bahwa tadarus Alquran itu tidak hanya sekadar membaca Alquran secara bersamasama, seperti yang dipahami umumnya kaum Muslimin dewasa ini. Makna tadarus meliputi belajar membaca, belajar mamahami kandungan ayat, dan belajar bagaimana menerapkan seruan suatu ayat Alquran (hlm 8). “Metode yang mereka (para sahabat Rasulullah SAW) gunakan dalam belajar Alquran adalah membaca, mempelajari

Judul buku : Bacalah Alquran! Agar Keluarga Selalu Dilindungi Allah Penulis : Irfan Supandi Penerbit : Qultum Media Cetakan : I, Juli 2011 Tebal : xii+192 hlm

maknanya, dan mengamalkan kandungannya.” (hlm 10). Ia menambahkan, “Dengan makna ini, kita bisa menyimpulkan bahwa tadarus tidak dibatasi di masjid-masjid atau pada bulan Ramadhan saja. Tadarus bisa diadakan di sekolah, kantor, dan bahkan di rumah. Di samping itu, tadarus bisa dilakukan setiap hari, bukan hanya pada hari-hari di bulan suci Ramadhan.” (hlm 11). Salah satu yang ditekankan oleh penulis adalah pentingnya tadarus keluarga yang bisa disesuaikan waktunya sesuai dengan situasi dan kondisi keluarga tersebut masing-masing. Dalam buku ini, penulis mencontohkan ia bersama istri dan anakanaknya biasa melakukan tadarus keluarga selepas shalat Subuh. Penulis juga menegaskan bahwa tadarus keluarga merupakan salah satu wasilah (jalan) untuk menciptakan keluarga sakinah mawadah warahmah (damai, penuh cinta, dan kasih sayang). Buku ini dibagi menjadi tujuh bab. Dimulai dengan selayang pandang tadarus Alquran, manfaat dan keutamaan tadarus keluarga, sakinah dengan tadarus Alquran, lebih dekat dengan Alquran, tips mengelola tadarus keluarga, tadarus Alquran tingkat lanjut, dan kiat-kiat agar tadarus Alquran lebih berkesan. Buku ini sangat A BLIK EPU N/R menginspirasi kaum O IR MUS Muslimin untuk memasyarakatkan tadarus keluarga. ■ irwan kelana

Ayo Berinvestasi Dinar risis ekonomi yang melanda berbagai belahan dunia sejak berpuluh tahun silam hingga saat ini ternyata tak lepas dari keberadaan uang kertas yang dijadikan sebagai basis dalam perdagangan. Padahal, uang kertas tidak memiliki nilai riil dalam dirinya. Nilainya nol. Uang kertas menjadi bernilai karena ada lembaga yang menjaminnya. Misalnya, uang kertas disebut bernilai Rp 10 ribu sebab Bank Indonesia menjamin bahwa uang kertas tersebut bernilai Rp 10 ribu. Hal ini berbeda dengan dinar emas. Tanpa ada lembaga penjamin pun, dinar emas mempunyai nilai dalam dirinya sehingga tak seorang pun bisa memengaruhi nilai benda itu.

K

Judul buku : Penulis : Penerbit : Cetakan : Tebal :

The Dinar May Sholeh Dipradja Qultum Media I, Juni 2011 x+178 hlm

Dinar terbukti stabil sepanjang zaman. Sebagai gambaran satu dinar emas pada zaman Rasulullah SAW dapat untuk membeli seekor kambing. Saat ini (per 15 Agustus 2011) harga satu dinar emas di atas Rp 2,2 juta, dan jumlah tersebut dapat untuk membeli seekor kambing. Artinya, setelah puluhan abad berlalu, dinar ternyata kebal krisis. Luar biasa, bukan? Melalui buku ini, penulis mengajak masyarakat untuk memahami sistem ekonomi berbasis uang kertas yang ternyata tidak cukup tangguh dalam menghadapi krisis finansial sekaligus mengenalkan kembali dinar emas yang terbukti selama ribuan tahun mampu menjaga kestabilan daya belinya. Penulis, yang merupakan praktisi dinar, menjelaskan cara membeli atau menjual dinar, menyimpan, mengetahui keasliannya, dan seluk-beluk investasi, pengelolaan, dan pembiayaan kebutuhan jangka panjang berbasis dinar. Salah satu bab yang sangat menarik adalah “Benarkah investasi dinar lebih menguntungkan?” Penulis menjawabnya dengan memberikan beberapa contoh kebutuhan yang bisa dipenuhi dengan dinar, seperti ibadah haji, pernikahan, properti, pendidikan, dan masa pensiun. Buku ini sangat perlu dibaca oleh kaum Muslimin. Setelah mengetahui keunggulan dinar dan seluk-beluk investasi dinar, sudah saatnya umat Islam memilih dinar, terutama untuk saving maupun investasi. ■ irwan kelana


1432 H KAMIS 18 AGUSTUS 2011

REPUBLIKA

30

Tarawih di Mana? Penceramah di Masjid-Masjid Jakarta

TAMAN MANASIK HAJI TMII Sejumlah anak mempraktikkan tawaf di depan replika Kabah di sela acara Kejutan Cinta Ramadhan 2011 dan peresmian Taman Manasik Haji, Keong MasTMII, Jakarta, Rabu (17/8). Peresmian Taman Manasik ini sebagai bagian program CSR PT Mahaka Media. Diberikan juga santunan kepada 500 anak yatim.

(Kamis, 18 Agustus 2011)

Masjid Istiqlal Penceramah : Marzuki Alie Tema : Aplikasi Nilai Ramadhan dalam Kehidupan Sehari-hari Masjid Raya Pondok Indah Penceramah : Royhan Sabuki Tema

: Puasa dan Peningkatan Etos Kerja

Masjid Agung al-Azhar Penceramah : Hamdani Anwar Tema : Ibadah Puasa: Keseimbangan Pikir dan Zikir Masjid Cut Meutia Penceramah : Zamiril Ali Husen Tema : Kiamat, Neraka, dan Surga Masjid Agung Sunda Kelapa Penceramah : Das’ad Latif Tema : Mukjizat Alquran

ADITYA PRADANA PUTRA

Kilas

TADARUSAN NAPI

Hingga Khataman Massal Rumah tahanan kental dengan kegiatan keagamaan, pelajar ramai-ramai membaca Alquran.

R

umah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Rembang, Jawa Tengah, sedang disulap menjadi tak ubahnya sebuah pesantren. Selama bulan suci Ramadhan ini, kegiatan kerohanian Islam di dalam hotel prodeo tersebut ditingkatkan. Ketika 53 narapidana mendapat remisi umum dan sembilan orang remisi bebas sebagai kado HUT ke-66 Kemerdekaan RI, 37 narapidana lainnya yang belum saatnya menerima pengurangan tahanan pun terus menyibukkan diri dengan tadarusan Alquran. “Narapidana yang tidak menerima remisi umum maupun remisi bebas merayakan HUT Kemerdekaan dengan tadarus Alquran. Semoga akan menjadikan mereka insan yang lebih baik,” kata Kepala Rutan Kelas IIB Rembang Kasrizal usai upacara pemberian remisi, Rabu (17/8). Ia mengharapkan, Rutan Rembang menjadi tempat para narapidana melakukan taubatan

nasuha, yaitu pengakuan bersalah dan berjanji tidak mengulanginya dengan sesungguh-sungguhnya. “Hampir semua narapidana di sini beragama Islam. Setiap hari, usai shalat Isya, kami menggelar shalat tarawih berjamaah dan tadarus Alquran. Aktivitas seperti ini berlangsung sampai sekitar pukul 21.00 WIB,” ungkap Kasrizal. Setelah tadarus di tengah perayaan HUT Kemerdekaan, mereka melanjutkan perayaan dengan panen ikan lele skala kecil. Setiap narapidana memang dilatih dengan sejumlah keterampilan, antara lain, budi daya ikan lele, membuat sapu, dan keset. “Melalui sejumlah kegiatan tersebut, para narapidana yang belum menerima remisi diharapkan bisa terpacu untuk selalu berkelakuan baik selama dalam penjara,” tutur Kasrizal. Pengelola Rutan Rembang menetapkan malam Ahad pada bulan Ramadhan sebagai waktu buka puasa bersama para narapidana dan tahanan dengan keluar-

ganya. “Kami mengurangi waktu mereka di bengkel kerja dan mempersilakan memperbanyak ibadah di bulan ini,” kata Kasrizal. Pihak rutan juga mengadakan acara nonton bersama film-film religi atau video lucu dua kali sepekan untuk perbaikan moral dan menghibur penghuni rutan. “Kami juga sengaja menggantungkan tulisan Asmaul Husna di atap teras ruang tahanan sebagai pengingat narapidana atas kuasa Allah SWT,” tandasnya.

Khataman massal Di tempat lain, sebanyak 250 pelajar di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, mengikuti khataman Alquran secara massal. Mereka terdiri atas murid SMPN 1, SMAN 1, MTs Model, dan MAN Model. Khataman massal pelajar itu saat ini memasuki tahun ketiga sebagai kegiatan rutin memperingati Ramadhan. Ini merupakan salah satu upaya meningkatkan pemahaman anak usia remaja, khususnya generasi muda, terhadap Alquran. “Khataman massal ini merupakan dakwah melalui Alquran. Kegiatan massal ini hanya untuk menyemangati, sedangkan

membaca Alquran secara individu diharapkan dapat dilakukan tiap hari karena manfaatnya sangat besar. Banyak membaca Alquran bisa menghindari berbuatan negatif,” ujar Sekretaris Kota Samarinda HM Fadly Illa di hadapan pelajar usai khataman di Masjid Raya Darussalam, Samarinda, Selasa (16/8). Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) itu mengaku, tidak pernah bosan mengajak umat Islam untuk sering membaca Alquran karena selain manfaatnya sangat banyak, pahalanya juga besar, apalagi dilakukan selama Ramadhan. “Jika ada yang memiliki masalah, jangan curhat (mengadu) ke manamana, tapi curhatlah dengan membaca Alquran. Insya Allah ada jawabannya,” ujar Fadly seperti dikutip Antara. Membaca Alquran juga untuk meningkatkan akhlak pelajar menjadi lebih baik dan Islami. “Saya berharap, kegiatan ini bisa menjadi gambaran peningkatan kemampuan bukan dari hanya membacanya saja, melainkan juga harus bisa memaknai dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Fadly. ■ ed: asep nur zaman

Tak Surut Hingga Pertengahan Ramadhan asjid penuh hanya di awal dan akhir puasa tampaknya tak berlaku di Kota Palembang, Sumatra Selatan. Semangat beribadah tetap tinggi hingga pertengahan Ramadhan. Ini terlihat dari suasana masjid dan mushala di Kota Pempek itu yang tetap dipadati umat Islam untuk menunaikan ibadah shalat berjamaah, terutama shalat Subuh, Maghrib, Isya, dan tarawih. Kegiatan ibadah umat Islam itu antara lain bertumpu di Masjid Agung Palembang. Ini merupakan salah satu masjid bersejarah dan terkenal sebagai tempat utama peribadatan umat Islam sejak masa Kesultanan Palembang Darussalam. Kepadatan serupa juga tampak dari umumnya masjid dan mushala di Palembang, kendati Ramadhan telah memasuki pekan ketiga. Umat Islam di Masjid Baiturrahman, Kompleks Perumahan Bukit Sejahtera (Polygon), sejak awal Ramadhan hingga memasuki hari ke-16 puasa, selalu dipadati jamaah yang sampai meluber ke teras dan halaman masjid ini. Luberan umat itu termasuk dari kalangan wanita, anak-anak, dan remaja. Mereka yang datang terlambat harus rela menggelar tikar di halaman masjid atau di bawah tenda yang disediakan pengurus masjid. Antusiasme umat Islam datang ke masjid juga karena ingin mendapatkan siraman rohani atau ceramah tarawih dan Subuh. “Saya selalu melaksanakan sha-

M

Pewarna Tekstil pada Makanan Takjil AMBON — Razia tahap kedua yang dilakukan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Ambon, Maluku, kembali menemukan rhodamin-B, pewarna tekstil, dalam pangan berbuka puasa (takjil) yang dijual di Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau. Kali ini, temuannya di kue lapis yang dijual pedagang di daerah Ongkoliong, Desa Batumerah. “Pedagang kue itu baru pertama kali kedapatan menggunakan zat berbahaya. Mereka langsung diberi peringatan agar tidak mengulangi kesalahannya di lain waktu,” kata Koordinator Lapangan BPOM Helen Pattipeylohy, Selasa (16/8). Pengawasan pangan berbuka puasa tahap kedua, selain bertujuan menjamin keamanan makanan, juga untuk mengawasi para pedagang yang pada tahap pertama terbukti mencampur bahan berbahaya dalam dagangannya. Mereka masing-masing pedagang es kacang merah, es pisang ijo, dan kue lapis yang berjualan di kawasan depan Mesjid Raya Alfatah (Kecamatan Nusaniwe), Desa Batumerah dan Galunggung (Kecamatan Sirimau) ”Setelah disampel kembali, ternyata panganan yang dijual para pedagang itu telah bersih dari rhodamin-B atau bahan berbahaya lainnya,” kata Helen. Helen menjelaskan, hal itu mungkin disebabkan mereka telah menyadari kesalahan dan kekeliruannya setelah mendapat pembinaan terkait penyajian dan pengolahan makanan yang aman dikonsumsi yang dilaksanakan pada pekan kedua sebagai tindak lanjut dari temuan pengawasan tahap pertama yang dilaksanakan awal Ramadhan. “Mereka telah memperbaiki kesalahannya,” katanya. Pengawasan pangan berbuka puasa tahap kedua melibatkan sejumlah personel BPOM dari bagian laboratorium dan pemeriksaan. Uji sampel sendiri dilakukan di dalam mobil laboratorium keliling. Sebelumnya, Kepala BPOM Ambon Hans Kakerissa mengatakan, sampel-sampel makanan yang sudah diuji di mobil laboratorium keliling akan diuji kembali di laboratorium BPOM di Desa Kudamati (Kecamatan Nusaniwe). “Jika dari hasil uji laboratorium ternyata ada pangan yang terkontaminasi zat berbahaya, misalnya boraks, rodhamin-B atau menggunakan pemanis melebihi batas, penjualnya akan diberi pembinaan,” katanya. Namun, bila dalam pengawasan lanjutan ternyata didapati pedagang yang sama mengulangi kesalahannya, akan diberi peringatan keras. “Kami berharap, ada perubahan perilaku karena tujuan pengawasan itu sebenarnya untuk mengubah perilaku pedagang,” kata Hans. ■ antara ed: asep nur zaman

MUSIRON/REPUBLIKA

lat Isya, tarawih, dan Subuh di masjid ini setiap malam,” kata Aris, salah satu warga kompleks perumahan elite di Palembang itu. Sementara itu, memasuki pertengahan Ramadhan, masyarakat Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar ritual qunua sebagai acara adat penyambutan malam lailatul qadar di Masjid Agung Keraton Buton. Secara filosofis, ritual qunua merupakan pandangan masyarakat Buton yang bersumber pada salah satu riwayat Rasulullah

SAW dalam menyampaikan tentang pentingnya puasa di bulan Ramadhan. Acara ritual qunut dilaksanakan pada 15 hari puasa atau malam ke16 bulan Ramadhan yang dimulai pukul 00.00 Wita hingga menjelang sahur. Acara dihadiri para perangkat Masjid Agung Keraton Buton bersama aparat pemerintah dan masyarakat dengan cara duduk di dalam masjid untuk berdoa. “Setelah pelaksanaan shalat

tarawih, dilanjutkan dengan pelaksanaan sahur bersama yang diawali dengan pembacaan doa oleh seorang moji (perangkat masjid) tertua di Keraton Buton,” kata salah seorang tokoh adat Buton Arif Tasila. Seusai santap sahur bersama, dilanjutkan dengan pemberian sedekah secara sukarela kepada seluruh tamu peserta ritual qunua, kemudian disusul dengan pembacaan doa penutup oleh seorang moji termuda. ■ antara ed: asep nur zaman


1432 H

REPUBLIKA Ichsan Emrald Alamsyah

K

awankawan, kadang kita sebal dengan celoteh ibu saat

kita sampai di rumah. Harus segera ganti baju atau jangan lupa makan siang ialah katakata yang sering kali kita dengar dari seorang ibu. Akan tetapi, satu hal yang perlu kita ingat bahwa ibu itu amat sayang kepada kita. Di

zaman Nabi Ibrahim, ada seorang ibu yang amat mencintai putranya. Ibu tersebut bernama Hajar dan anaknya bernama Ismail. Hajar adalah istri Nabi Ibrahim. Suatu ketika, Allah SWT mewahyukan kepada Nabi Ibrahim agar membawa Hajar dan Ismail pergi ke suatu tempat yang

31

KAMIS 18 AGUSTUS 2011

jauh dari kota tempat tinggalnya, Palestina. Meski ragu, Nabi Ibrahim pun tetap menjalankan perintah Allah itu. Hal itu karena Nabi Ibrahim adalah seorang hamba yang taat kepada Allah SWT. Ia tidak mempertanyakan ataupun membantah perintah Allah. Ia meyakini ada hikmah besar di balik perintah itu. Dengan membawa perbekalan yang cukup, ia, Hajar, dan Ismail segera pergi meninggalkan kotanya. Ber minggu-minggu mereka bertiga

tak bertuan. Saat itu unta yang dinaiki Ibrahim berhenti dan tak mau berjalan. Nabi Ibrahim pun merasa inilah tempat yang dimaksud oleh Allah untuk meninggalkan Hajar dan Ismail. Padahal, tempat itu adalah sebuah hamparan padang pasir yang dihiasi oleh bukit dan lembah. Hanya ada sebatang pohon besar yang bisa dijadikan tempat berteduh. Namun, karena ketetapan hatinya telah bulat, Nabi Ibrahim pun meninggalkan Hajar dan Ismail di tempat tersebut. Tak lupa dia juga meninggalkan perbekalan yang masih tersisa. Hajar mempertanyakan maksud suaminya, “Wahai suamiku,

Hajar melalui hari demi hari di tempat sunyi itu bersama anaknya. Hingga suatu hari, Ismail menangis meraung-raung karena kehausan. Sedangkan, perbekalan makanan dan minuman telah habis. Hajar ber usaha menyusuinya putranya, tapi air susunya tidak keluar. Tangisan Ismail yang menjadijadi menyayat hati Hajar. Ia pun segera berusaha sekuat tenaga mencari air untuk putranya. Ia berlari-lari ke sana kemari mencari air. Ia pun berlari bolakbalik menaiki Bukit Shafa dan Marwah hingga tujuh kali. Akan tetapi, ia tidak juga menemukan air. Hajar pun tidak berhenti

n a d a l e T u b I g n Sa menempuh perjalanan, mengarungi padang pasir yang tampak tak berujung, tandus, gersang, serta panas di kala siang hari dan sangat dingin di malam hari. Mereka bertiga pun terus melakukan perjalanan hingga sampailah di suatu tempat

akankah kau meninggalkan kami di tempat seperti ini?” “Aku hanya menjalankan perintah Allah, Hajar. Bertawakallah kepada-Nya. Yakinlah Allah akan senantiasa melindungi engkau dan Ismail di tempat sunyi ini,” jawab Nabi Ibrahim. Hajar ialah istri yang amat taat dan salehah. Ia pun rela melepas kepergian suaminya. Hajar pun yakin pasti ada hikmah di balik ujian yang diberikan Allah ini. Ia yakin Allah SWT senantiasa menyertainya.

dan menyerah dan ia terus berusaha mencari air dengan seluruh kemampuannya. Akhirnya, Allah SWT memberikan pertolongan-Nya. Dari entakan kaki mungil Ismail, keluarlah air. Kemudian, Hajar dengan sigap berusaha mengumpulkan air itu. Hajar pun berucap, “Zamzam… Zamzam….” Yang artinya, berkumpul. Maka, jadilah sumber mata air yang kini kita kenal dengan mata air zamzam.

n ed: nidia zuraya

SUHERMAN

Ensiklopedia Allah, Pencipta kehidupan “… Allah mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup ….” Begitulah perumpamaan Allah SWT tentang proses penciptaan. Allah SWT menciptakan kehidupan di alam semesta, termasuk kehidupan butir padi dan biji-bijian. Allah SWT pun mengatur peredaran matahari dan bulan. Lihat, fajar Subuh telah menyingsing! Kehidupan di hari baru akan dimulai. Hari baru berakhir dengan datangnya malam. Perhatikan gugusan bintang di langit pada malam hari! Para penjelajah dan nelayan menjadikan gugusan bintang itu sebagai petunjuk jalan. n

Wow, Betapa Hebat Ciptaan Allah! Allah SWT pun Mahahebat. Salah satu buktinya, Allah telah menciptakan manusia. Dari seorang, dua orang, tiga orang, dan seterusnya, lahirlah manusia-manusia hingga sekarang. Setiap manusia mengalami siklus yang sama. Lahir, tumbuh, kemudian meninggal. Coba perhatikan, sebenarnya tubuh manusia secara umum sama, loh! Yang berbeda hanya ciri-ciri tertentu. Semua itu ibarat biji-biji tumbuhan jenis pinang-pinangan. Tumbuhan serupa tapi beraneka rasa, seperti kurma, anggur, zaitun, dan delima. Semua itu merupakan bukti dari kebenaran petunjuk Allah SWT untuk kita pelajari. n Sumber: Ensiklopedi I Love My Al-Quran, Penerbit Pelangi Mizan.

Pengalaman Puasa Puasa itu Gak Boleh Capek amaku Chairul Sakhiy Nur Yassin. Asalku dari Samarinda. Aku salah satu peserta Pildacil yang lolos sampai ke Jakarta. Walau umurku baru tujuh tahun, aku sudah belajar puasa sejak umur lima tahun. Waktu itu aku masih cobacoba, ya awalnya karena mengikuti orang tua.

N

Puasa Tiga Jam ssalamualaikum temanteman ... Namaku Maryam Aliyya Al Kindi. Umurku tiga tahun delapan bulan. Tahun ini aku mulai latihan puasa. Walaupun masih mungil dan imut, aku ikuti aturan sekolah yang tak boleh membawa makanan dan minuman saat belajar. Nah ... aku jadi puasa deh dari jam 08.00- 11.00 WIB. Pernah aku haus sekali

A

Cuma aku mau sendiri untuk berpuasa. Aku niatnya cuma mencoba untuk menahan lapar dan haus, eh jadi keterusan. Jadilah aku waktu itu belajar puasa. Dari yang hanya setengah hari sekarang jadi sehari penuh. Aku dulu mengisi puasa dengan main dan belajar, tapi lebih banyak mainnya…hehe. Kalau di rumah godaannya karena melihat adikku, Isma dan Apik, makan. Heeem, aku jadinya ingin makan. Cuma selama di Jakarta,

karena ada latihan menari untuk pentas hari kemerdekaan RI. Begitu keluar kelas aku minta buka kepada Ibu. Akhirnya, susu UHT di tas kecil ludes aku minum. Aku senang sekali pada bulan puasa ini selalu berbusana Muslimah setiap hari. Selama di sekolah, Bu Guru juga mengajarkan aku berwudhu dan shalat. Aku paling senang kalau Bu Guru bercerita tentang nabi-nabi dan menyanyi bersama teman-teman. Waktu

selama dilatih menjadi dai oleh kakak pembimbing, aku jadi banyak belajar, waktu main sih sebenarnya ada. Menurut aku, selama berpuasa kita tuh gak boleh nangis apalagi sampai meninggalkan shalat lima waktu. Terus kita juga gak boleh kecapean karena kalau kecapean kita bisa haus. Maka itu, sebisa mungkin aku gak kecapean. Harapanku

selama berpuasa ini, aku enggak sampai meninggalkan shalat lima waktu. Chairul Sakhiy Nur Yasin SDIT Cordova, Samarinda, Kelas II.

tiga jam puasa di sekolah tak terasa loh ... Saat maghrib aku ikut berbuka. Ibu membuat es buah dan kelapa muda, minuman kesukaanku. Ada juga buah lengkeng yang dikupas dan didinginkan di kulkas. Hmmm ... segar dan lezat sekali. Selamat berbuka puasa temanteman. n Maryam Aliyya Al Kindi TK A Mambaul ‘Ula Islamic School

Adik-adik bisa mengirim cerita pengalaman berpuasa. Jangan lupa, kirim juga foto adik-adik untuk dimuat di halaman ini. Kakak tunggu ya tulisan dan foto kalian di Email: puasa@republika.co.id atau surat ke Republika, Jalan Warung Buncit Nomor 37, Jakarta Selatan.


1432 KAMIS 18 AGUSTUS 2011

REPUBLIKA

Nia Febriana Pemilik Etnik Souvenia

Obrolin Puasa, Yuks!

Berbagi Kebaikan

Ramadhan kali ini datang bak bidadari...umat menyambutnya serentak, inilah ramadhan ke-3 saya di borneo...jauh sanak saudara Darmajazz Sweet

Saat Ramadhan

M

enjadi pebisnis tidak melulu disibukkan urusan melebarkan sayap dan mengejar keuntungan. Ada tanggung jawab lain yang mengikuti profesi tersebut, terutama yang berhubungan dengan moral. Prinsip itu dipegang erat oleh pemilik pusat souvenir Etnik Souvenia, Nia Febriana. Wanita 28 tahun itu meyakini bahwa di dalam materi yang dimiliki seseorang, terdapat hak sesamanya. Keyakinan tersebut diakuinya semakin dalam menyusupi hatinya saat bertemu dengan bulan Ramadhan. “Saat Ramadhan, manusia belajar berempati sehingga dorongan untuk berbagi semakin meningkat. Apalagi, pahala dalam bulan ini benar-benar diobral,” katanya. Untuk itu, segala amalan perlu dimaksimalkan saat Ramadhan. Soal berbagi, Nia mengaku, tidak bisa mengabaikan zakat dan sedekah. Keduanya, menurut dia, adalah cara Islam untuk mengajak

umatnya agar peduli terhadap sesama. “Zakat itu sangat berpengaruh pada bisnis yang kita jalankan,” kata Nia yang mengaku beberapa kali kehilangan sejumlah rupiah hasil bisnisnya karena terlambat membayar zakat. Kesadaran akan hal itu, menurutnya, dapat dimulai dengan menanamkan kejujuran dalam diri. “Itu pula yang selalu saya tekankan pada karyawan saya,” ujarnya. Selain melalui komunikasi dalam hubungan kerja sehari-hari, penanaman nilai tersebut dilakukan Nia melalui pengajian rutin yang digelarnya tiap bulan. Saat Ramadhan, Nia meningkatkan intensitas siraman rohani itu menjadi dua minggu sekali. “Dengan bisnis yang saya kelola, saya punya kesempatan mengajak yang lain pada kebaikan. Kesempatan itu memunculkan semacam tanggung jawab moral,” ujarnya. Karena itu, Nia mengaku, tidak menolerir sekecil apa pun ketidakjujuran dalam bisnis yang digelutinya itu. Salah satu contohnya, menurut dia, adalah melarang pegawainya untuk memberikan nota kosong

32

Di bulan nan suci ini, saatnya kita introspeksi diri, sdhkah kita belajar menahan diri dari segala nafsu...sdhkah kita selalu berbagi dgn sesama...sdhkah kita sadar akan pentingnya mengendalikan diri...satu bulan Ramadan utk dapat terus dilakukan selama 11 bulan kemudian... Tri Wahyu Wulandari

DOK/PRI

kepada customer yang memintanya. Nia juga berusaha memaknai Ramadhan dengan menjaga kualitas kesehariannya. Baginya, Ramadhan sama sekali bukan alasan untuk mengurangi aktivitasnya. Menurutnya, kondisi fisik saat Ramadhan menjadi berbeda dikarenakan tubuh tidak mendapat asupan gizi yang cukup. Kalau sudah begitu, ujar Nia, puasa akan dijalankan dengan malasmalasan sehingga minim kegiatan berkualitas. Menyiasatinya harus mengonsumsi makanan bergizi. Selebihnya, menurut alumni STT Telkom itu, disiasati juga dengan puasa sunah sebelum Ramadhan. Untuk memenuhi itu, perempuan asal Kudus itu mengaku menyiapkan sendiri menu sahur dan berbuka keluarganya. “Alhamdulillah masak

sendiri. Beli (lauk) hanya saat ada kesibukan berat, tapi sangat jarang.” Selain itu, ia juga menghindari bahan makanan yang mengandung bahan kimia, termasuk MSG atau penguat rasa. Sebaliknya, ia memperbanyak konsumsi makanan alami, seperti kurma dan madu. Untuk menjadikan Ramadhan lebih bernilai, Nia punya tips. Saat masih kuliah dulu, wanita kelahiran 22 Februari itu selalu menyibukkan diri dalam berbagai kegiatan organisasi saat Ramadhan. Selain menghindarkan diri dari rasa malas dan lemas saat puasa, kesibukan semacam itu dinilainya efektif untuk pembelajaran tanggung jawab. “Bagi yang masih bersekolah, coba ikuti ekstrakurikuler yang ada di sekolah,” pesannya. n c15 ed: nidia zuraya

Bulan Ramadhan tahun ini hendaknya bisa membuat para pemimpin negeri ini mau imsya’ ,mau menahan diri dari nafsu untuk berkuasa dengan menghalalkan segala cara, mau menjauhkan diri memakan duit rakyat melalui korupsi. Ali Kusno

Pusing2 hilang.... sakit mag hilang....ssariaawan ndak mau muncul.... insyaallah karena puasa yg maksimal krn mengharap redho-Nya ya rabb di bulan ramadhan ini. Verry Mukminin

ramadhanrepublika2011

@puasarepublika

Email: puasa@republika.co.id SMS: 08121033399

Komunitas BKM Nururrahman Santuni Yatim dan Dhuafa DEPOK — Bulan Ramadhan ini momentum yang tepat untuk menyantuni anak-anak yatim/piatu maupun dari keluarga dhuafa. Hal ini yang mendorong Badan Kemakmuran Mushala (BKM) Nururrahman, Kavling Pelita Air Service, Sawangan, Depok, kembali memberikan santunan kepada kaum yatim dan dhuafa. Untuk tahun ini, santunan diberikan sebanyak 112 paket (dalam amplop tertutup).

Verus Hardian, ketua BKM Nururrahman, menjelaskan, isi setiap paket berbentuk uang senilai Rp 100 ribu. “Jadi, secara total, dana yang berhasil dikumpulkan sebanyak Rp 11.200.000. Dana warga itu diberikan untuk pihak yatim dan dhuafa yang berada di sekitar mushala,” katanya di Mushala Nururrahman Kavling Pelita Air Ser vice, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Ahad (14/8). Jumlah paket yang berhasil terkumpul itu, kata Verus, sungguh di luar dugaan. Awalnya, pengurus BKM hanya menargetkan sekitar 50 paket. “Tetapi, ternyata sungguh luar biasa. Warga kita sungguh peduli untuk memberi.’’ Kegiatan ini menjadi bagian dari acara buka puasa bersama warga Kavling Pelita Air Service. Kegiata ini merupakan aktivitas tahunan setiap

kali Ramadhan tiba. Tahun ini, yang bertepatan dengan HUT ke-66 RI, merupakan kali keempat pemberian santunan kepada yatim/dhuafa. Verus menjelaskan, kegiatan pemberian santunan ini merupakan bentuk implementasi menumbuhkan kepedulian kepada sesama umat muslim. Apalagi, kata dia, di masa Ramadhan yang menjadi bulan penuh berkah. “Berbagi kepada sesama tentunya sangat dianjurkan.” Selain memberi bantuan, kegiatan buka puasa bersama ini menghadirkan juga Habib M Yusuf Yapin. Habib memberikan pesan pentingnya bersedekah kepada ratusan jamaah. Yakni, manfaat bersedekah itu bisa menjadi upaya menolak bala, kesembuhan, serta keberkahan harta. n mohammad akbar ed: zaky al hamzah MOHAMMAD AKBAR/REPUBLIKA

Untuk pemasangan dan informasi

Hardi 0818 0885 9123, 021 9259 3383

Andriyanto 0815 9600 200


Cahaya Ramadhan1432 H.