Issuu on Google+

REPUBLIKA

1432 H

SENIN 15 AGUSTUS 2011

25

Mutiara Hadis Dari Hisyam bin Urwah, dia berkata, “Aku mendengar Ashim bin Umar bin Khattab, dari ayahnya (Umar RA), dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Apabila malam mulai masuk ke arah sana dan siang mulai hilang dari arah sana, maka orang yang berpuasa boleh berbuka.’” (HR Bukhari No 1954)

Khas

Berjamaah dalam Jazz anggung berukuran sekitar 3 x 5 meter itu terpacak di pelataran Masjid Cut Meutia dan siap menjadi wahana kreatif para pemusik, setelah sehari sebelumnya, Jumat (12/8), acara besar RICMA Camp itu dibuka. Panggung itu sendiri ditata untuk festival musik jazz di masjid yang berlokasi di Jakarta Pusat itu. Aktivitas tampak di berbagai sisi masjid. Di salah satu ruangan, ada sekitar 65 peserta mengikuti pesantren kilat. Pesertanya tentu saja para anak muda sesuai tema yang diangkat, “Pemuda Bukan untuk Diam, tapi Bagaimana Mencari Jati Diri untuk Menjadi Pemimpin Selanjutnya”. Kalimat itu terpampang di satu spanduk. Mencoba gagah, meski terkesan buatan zaman Orba. RICMA Camp adalah pesantren kilat yang digelar Remaja Islam Masjid Cut Meutia (RICMA) setiap tahun di bulan puasa. “Ini adalah program tetap. Tahun ini RICMA bekerja sama dengan Warta Jazz membuat festival jazz,” ujar Muhammad Pradana Indraputra, ketua RICMA. RICMA Camp merupakan salah satu bentuk training kepemudaan yang bertujuan menumbuhkan kecintaan terhadap Islam. Pelatihan itu juga berharap bisa membuka wawasan akan peran-peran pemuda di masa mendatang. Di dalamnya terangkum materi tentang kepemudaan, keislaman, dan kenegaraan. Setelah acara itu usai, panitia berharap akan muncul generasi Muslim dengan daya saing kuat dan berkarakter ulil albab. Pendeknya, akan lahir pemuda yang memiliki intelektualitas tinggi dan wawasan keislaman yang luas. “Mudahnya, kami berharap akan ada alumni RICMA Camp yang menjadi astronot yang bisa mendarat di bulan,” ujar Pradana, mahasiswa FE UI itu. “Kami ingin banyak orang besar yang lahir dari masjid.” Peserta RICMA Camp yang berlangsung tiga hari itu tidak menginap di masjid, tetapi mereka menginap di Hotel Sofyan, Menteng, yang terletak tak jauh dari masjid tersebut. Cukup banyak pro kontra mengiringi adanya festival jazz di Masjid Cut Meutia itu. Mereka yang kontra dengan festival musik itu menganggap bahwa masjid bukan tempat yang tepat untuk menggelar acara musik. Sementara Pradana yang bertanggung jawab terhadap acara itu, meski bisa memaklumi, punya pikiran sendiri. Menurut dia, masingmasing orang memiliki cara sendiri dalam berdakwah. “Kalau kita melihat Alquran surah Ibrahim ayat 4, di situ disebutkan bahwa jika kita berdakwah, kita harus mengikuti bahasa kaum yang akan kita ajak,” kata Pradana. Dengan alasan itu, karena target mereka adalah anak-anak muda, pihak RICMA pun mencoba mengikuti tren anak-anak muda itu. Apalagi, kita tahu, target itu bukan anak muda biasa, melainkan anak muda Menteng yang pasti mayoritas bergaya metropolis. Pradana juga punya pembenaran lain: Wali Songo. Menurut dia, kesembilan wali penyebar Islam di tanah Jawa itu selalu menggunakan media kesenian yang akrab dengan target mereka. Menurut Pradana, untuk berdakwah harus melakukan pendekatan lebih dulu dengan objek dakwah. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memfasilitasi keinginan mereka. Dengan begitu, antara yang mengajak dan yang diajak tidak akan terasa perbedaan. “Agak sulit untuk mengajak orang datang ke masjid. Tapi, ketika mengajak orang untuk nonton musik, lalu mampir ke masjid, rasanya akan lebih mudah,” kata dia. Dengan alasan itu, festival jazz di Masjid Cut Meutia itu digelar. Pradana yakin, cara itu akan memberikan kenyamanan dan rasa saling memiliki antarremaja masjid dan masyarakat. “Masjid ini kan milik semua orang. Istilah kami, daripada nongkrong di jalan, mending nongkrong di masjid deh.” ■ c23 ed: darmawan sepriyossa

P PRAYOGI

PENJUALAN DODOL BETAWI

Dua orang pekerja merapikan adonan dodol Betawi industri rumahan di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Ahad (14/8). Menjelang Hari Raya Idul Fitri terjadi peningkatan permintaan. Dalam sehari pekerja dapat memproduksi tujuh hingga 10 kenceng (kuali besar).

Ala MASJID HARAM DI SERIBU TIANG

Oleh A Syalabi Ihsan

J

ika berkunjung ke Kota Jambi, sempatkanlah mampir ke Masjid Seribu Tiang. Anda akan dihadapkan dengan satu sosok masjid tanpa tembok dengan ratusan tiang menjulang. Total ada 232 tiang putih berjejer menyangga langitlangit masjid yang diresmikan oleh almarhum mantan presiden Soeharto tersebut. Empat puluh tiang di antaranya tampak lebih besar ketimbang yang lain. Tiang-tiang tembaga seukuran dua pelukan orang dewasa itu terletak tepat di tengah-tengah masjid. Mereka memang khusus didirikan untuk menunjang kubah. Warnanya yang emas dengan ornamen bergaya melayu pun menjadi pembeda diantara 192 tiang lainnya berwarna putih polos. Masjid ini bukan merupakan peninggalan nenek moyang. Imam rawatib masjid, Muhammad Zubir, mengungkapkan, masjid ini dibangun pada awal 1971. Pembangunannya berlangsung hingga sembilan tahun. Tepat pada 1980, almarhum Presiden Soeharto pun meresmikan masjid unik bertitel Al-Falah ini. Perkara nama seribu tiang, Zubir mengungkapkan, nama

Masjid tanpa tembok itu terkenal aman.

tersebut merupakan julukan dari warga Jambi. “Yang kasih warga sendiri,” ujar dia, saat berbincang dengan Republika di Masjid Al-Falah, Jambi, Jumat (13/8) lalu. Sedangkan, konsep dengan banyak tiang, ungkap Zubir, sengaja dibuat arsitek yang diserahkan untuk menangani proyek masjid. Tujuannya, tutur Zubir, agar langit-langit masjid yang terbuat dari beton bisa tersangga dengan baik. Meski tanpa tembok, keamanan masjid tidak menjadi kendala. Zubir menegaskan, tidak ada tindak kriminalitas yang menghilangkan peralatan masjid sejak pembangunan masjid Al-Falah berlangsung. “Kita ada enam satpam yang menjaga bergantian,” ujar dia. Dengan sistem keamanan tersebut, Zubir merasa masjid ini cukup aman untuk dikunjungi. Tidak hanya tiang, masjid ini pun terkenal dengan kolam ikan yang mengelilinginya. Beragam ikan tampak menari menarik perhatian pengunjung yang singgah. Ikan mas, nila, dan lele menjadi penyejuk alami dari udara Jambi yang panas. Tidak hanya sekadar menonton, pengunjung pun dapat memberikan ikan-ikan itu makan. Pengurus masjid sudah

menyiapkan pakan ikan berupa pelet yang bisa diberi dengan harga murah. Besarnya Rp 1.000 per genggam. Ramadhan 1430 Hijriah kali ini pun disambut meriah masjid unik itu. Menjelang berbuka, setidaknya ratusan pengunjung hinggap mengerubungi masjid. Seratus paket nasi bungkus dan seratus paket kue menjadi titik perhatian jamaah. “Kadangkadang paket ini kurang,” ujar Zubir. Hanya, mereka harus sabar menunggu selesainya zikir yang dibacakan para imam sambil menunggu azan Maghrib berkumandang. Tarawih di masjid Al-Falah pun berlangsung istimewa. Mulai tahun ini, ungkap Zubir, pengurus masjid memutuskan untuk tarawih dengan dua puluh tiga rakaat dan menyelesaikan satu juz setiap malam. Hingga genap tiga puluh hari, tuturnya, maka jamaah tarawih masjid akan menuntaskan tiga puluh juz alias khatam Alquran. “Seperti yang ada di Masjidil Haram,” ujar Zubir merujuk kepada pelaksanaan tarawih di masjid suci Mekah. Zubir mengaku, tidak mengundang hafiz dari luar masjid untuk

memimpin shalat tarawih. Pasalnya, tutur Zubir, masjid AlFalah sudah memiliki tiga orang imam yang juga penghapal Alquran. Hanya, jamaah tarawih masjid rupanya menyusut dengan tarawih ala Masjidil Haram. “Sekarang bisa satu saf,” keluhnya. Namun, Zubir mengungkapkan, hal tersebut tidak akan mengubah niat pengurus untuk tetap melakukan tarawih panjang. Tujuannya, agar menyadarkan jamaah betapa penting membaca Alquran. Selain mengajak tarawih, ada tugas lain yang jauh lebih berat tengah dihadapi kaum agamawan di Jambi, macam Zubir. Badan Narkotika Provinsi (BNP) Jambi mencatat, daerah tersebut kini menduduki peringkat keenam untuk konsumsi narkotika. Maka, menjadi wajar jika kasus penyakit HIV/AIDS marak di Jambi. Dinas Kesehatan Jambi menyebut, Jambi berada di peringkat kesepuluh pada tahun lalu untuk kategori kasus HIV/AIDS terbanyak nasional. Kebanyakan, penularannya melalui jarum suntik, alat para pecandu narkoba. Karena itulah, Bendahara Masjid Al-Falah, H Syahruddin, mengaku, sering kali mengingatkan dalam ceramahceramah agar warga menyadari bahaya penyakit ini. “Bagaimana pun dalam rangka amar makruf nahi munkar,” ujarnya. ■ ed: darmawan sepriyossa

AGUNG SUPRIYANTO


1432 H

26

SENIN 15 AGUSTUS 2011

REPUBLIKA

Konsultasi Zakat Diasuh oleh Prof Dr M Amin Suma SH MA

Jika ada pertanyaan seputar zakat, silahkan kirim pertanyaan Anda ke e-mail : sekretariat@republika.co.id

Membayar Zakat Dicicil

JAMBORE RAMADHAN

ADITYA PRADANA PUTRA

s r e k i B

Perusahaan saya bergerak di bidang tambak udang. Tahun lalu kami menggunakan konsultan dari luar negeri untuk mendeteksi virus dan bakteri di tambak. Karena kesalahan analisis, saya mengalami kerugian. Tetapi, karena masih mencapai nisab, saya tetap mengeluarkan zakat. Bagaimana hukumnya jika konsultan tersebut tidak saya bayar karena salah dalam mendeteksi? Zakat yang saya keluarkan juga dicicil dua kali karena dana saya tidak cukup, bolehkah?

Ratusan anak mengikuti Jambore Ramadhan di Kompleks Jakarta Islamic Centre, Koja, Jakarta Utara, Ahad (14/8). Acara yang diadakan selama dua hari tersebut bertujuan menanamkan jiwa Islam dan meningkatkan wawasan agama pada anak-anak.

S

ore itu, saat azan Maghrib berkumandang dari Masjid Yayasan Panti Asuhan Muslim Ananda, Pondok Gede, Bekasi, sejumlah pemuda tampak berbaur dengan 22 anak asuh dan pekerja panti. Gumam hamdalah terdengar saat minuman dingin yang telah disiapkan sebagai menu takjil dalam acara buka bersama itu melipur dahaga mereka. Para pemuda yang mayoritas berpakaian hitam dipadu jaket kulit dan celana jeans itu bukan sekadar mampir untuk menumpang berbuka. Justru, mereka yang tergabung dalam Komunitas Bikers Pondok Gede itu merupakan penggagas acara sosial tersebut. Sejak dua tahun yang lalu, acara tersebut telah menjadi kegiatan wajib bikers Pondok Gede, Bekasi, saat Ramadhan. “Kami ingin berbagi,” ujar Hari Susanto, salah satu bikers yang

Tak sekadar rantang-runtung, bikers juga penuh kepedulian.

mengetuai Komunitas Bikers Pondok Gede. Kesempatan tersebut melibatkan partisipasi tidak kurang dari 90 bikers dari 11 klub motor se-Pondok Gede. Takjil bersama kemudian dilanjutkan salat Maghrib berjamaah, dipimpin pembimbing panti asuhan, Muhammad Rodja. Usai menjadi imam shalat, Rodja menyampaikan tausiah tentang pentingnya silaturahim antarsesama. Sambil menyisipkan beberapa kisah tentang Rasulullah SAW, Rodja mencoba berinteraksi dengan melempar guyonan kepada bikers yang duduk berbaur dengan para santri dalam saf-saf shalat itu. Tausiah hanya berlangsung sekitar 15 menit. Setelah itu, ma-

Ngabuburit Oleh Ichsan Emrald aya Gigi membawakan lagu religius memang selalu khas. Lapangan Bonakarta Cilegon dipenuhi penonton. Di pekan kedua Ramadhan ini, berbagai kegiatan menjelang 17 Agustus semakin gencar dilakukan masyarakat. Tetapi, Ahad (14/8) sore itu masyarakat Banten menjalani

G

Wahyu, Jakarta

ritual berbeda. Ada ritual ngabuburit bersama dengan band Gigi. Tepat pukul setengah empat sore, Armand Maulana dan kawan-kawan mulai menginjak panggung utama Lapangan Bonakarta. Para personel band yang terbentuk sejak 1994 itu tampak amat prima untuk membawakan lagu-lagu religi milik mereka.

sing-masing menikmati hidangan, membuka kotak makanan yang telah disiapkan para bikers. Selain menu takjil dan berbuka, mereka juga memberikan sejumlah bahan pokok seperti beras, gula, minyak, dan beberapa bahan lainnya. “Dananya dari hasil patungan,” kata Hari. Ia menambahkan, kegiatan tersebut akan menjadi kegiatan rutin tahunan. Muhammad Rodja mengaku, senang dengan kegiatan yang dinilainya sebagai bentuk kepedulian para bikers itu. Yang disyukurinya adalah silaturahim yang tercipta dari momen kebersamaan tersebut. “Dari situ, muncul take and give,” ujar dia. Hubungan baik itu, kata Rodja, kemudian tidak saja terjalin saat Ramadhan, melainkan sepan-

jang tahun. Tak hanya itu, Asosiasi Motor Club Indonesia (AMCI) DKI Jakarta dan Depok juga melakukan bakti sosial keesokannya. Mereka menyumbangkan sejumlah uang yang juga hasil patungan untuk pembangunan sebuah masjid di kawasan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. “Sebelumnya, kita rolling thunder Jatiwaringin-MonasPondok Bambu, lalu sahur bersama di masjid dan diakhiri penyerahan uang amal,” ujar Humas AMCI DKI Jakarta, Boby A Brahim, yang juga anggota Jati Makmur Motor Community. Boby mengatakan, kegiatan sosial yang dilakukan komunitasnya merupakan wujud kepedulian bikers akan sekitarnya, sekaligus sebagai upaya mengisi Ramadhan dengan kegiatan berguna. “Kami ingin menunjukkan, bikers bukan pelaku ugal-ugalan di jalan seperti penilaian orang,” ujar Boby. ■ c15 ed: darmawan sepriyossa

Jawaban: Hubungan anda dengan konsultan (menyangkut hak dan kewajiban) harus dilakukan secara tertulis dan transparan, sehingga berbagai kekeliruan dan kesalahan bisa diantisipasi dengan baik. Dalam kasus anda, perhatikan saja bagaimana hak dan kewajiban dari konsultan tersebut. Mengenai zakat, bisa saja dilakukan secara bertahap, misalnya dua kali pembayaran sesuai dengan kemampuan dan ketersediaan uang Anda. ■

GigiDELAPAN TAHUN Ngabuburit

Meskipun membawakan lagu religi, bagi penonton, Gigi tetaplah Gigi. Meloncat sana sini, itulah gaya Armand Maulana, sekaligus ciri khas band pop rock itu. Tak lama, suara penonton

ITA NINA WINARSIH

yang didominasi kaum muda itu pun riuh mendominasi lapangan, karena bertemu dengan rocker pujaan. Pecinta Gigi yang disebut Gigikita tak peduli dengan hawa panas dan bau menyengat di sebelah ataupun di depan mereka. Bagi Gigikita, mereka rela ‘umpelumpelan’ alias berdesak-desakan meski rasa haus sudah nongkrong di kerongkongan. Hadirnya Gigi di atas panggung sudah cukup mengenyangkan lapar, menuntaskan dahaga mereka, tampaknya. Bagi Gigi sendiri, menjalani konser ngabuburit ke berbagai kota dengan menggandeng nama Djarum Coklat Ngabuburit sudah menjadi ritual tahunan yang tak bisa dikesampingkan. Begitu juga tahun ini yang sudah menginjak tahun kedelapan, Gigi melakukan tur pada bulan Ramadhan. Sejauh ini, menurut Manajer

Band Gigi, Dhani Widjanarko, atau biasa disapa Dhani Pette, ia dan Gigi sendiri masih enjoy menjalani ritual ini. Apalagi, memang menurut Managing Director Pos Entertainment ini, hidup Gigi ada di dalam musik. Sehingga bermain dan menjalani tur ialah makanan sehari-hari mereka. “Bagi kita kan yang penting bisa terus bermain,” ujar Dhani, ketika dihubungi Republika. Menurut Dhani pun, Gigi cukup apresiatif dengan kepercayaan PT Djarum. Meski menurutnya Gigi ‘siap tempur’ atau siap melakukan tur pada bulan apa saja, ia mengakui Djarum Coklat Ngabuburit seperti memberi pekerjaan tambahan pada bulan Ramadhan. “Di bulan Ramadhan kan biasanya band lain mengurangi jam terbangnya, nah kalau kita malah menambah,” ujar dia. Selain itu, hadirnya ritual tur ngabuburit ini bisa dibilang mem-

buat band Gigi terus eksis dibelantika musik Indonesia. Meski bisa dibilang Gigi ialah motor utama Djarum Coklat Ngabuburit yang telah eksis selama delapan tahun. Tur ngabuburit bisa dibilang tur Gigi bersama dengan band lainnya. Apalagi, setiap tahunnya Gigi selalu mengeluarkan singel ataupun album religi, yang siap dibagi dalam tur ngabuburit. Kemujuran penonton itu ditambah gaya khas Gigi yang menyanyikan lagu religi dengan gaya ‘ngerock’. “Gigi selalu membawakan lagu religi dengan gaya mereka,” kata dia. Itulah tampaknya yang dinanti massa Gigi alias Gigikita. Mereka selalu siap memenuhi stadion atau lapangan mana pun yang menggelar tur ngabuburit itu. Dhani memang mengakui, fans Gigi terbilang cukup banyak di Jawa Barat. Bagi Dhani, delapan tahun ini membuat dia yakin bahwa kata ngabuburit bukan hanya milik masyarakat Pasundan. “Image ngabuburit telah masuk ke ranah nasional,” kata dia. Dhani berharap, Gigi bisa terus bekerja sama dengan PT Djarum untuk menghibur masyarakat menjelang berbuka. ■ ed: darmawan sepriyossa


1432

27

SENIN 15 AGUSTUS 2011

REPUBLIKA

Konsultasi Puasa Diasuh oleh Prof Dr KH A Satori Ismail Jika ada pertanyaan seputar puasa, silahkan kirim pertanyaan Anda ke e-mail : puasa@republika.co.id

Fadilah Tarawih Assalamualaikum Wr Wb Dari fadilah tarawih yang ada di kitab Durratun Nashihin, derajat hadisnya apa? Kalau dilihat dari muatan makna, cukup dengan tarawih saja masjid saat Ramadhan jadi sepi, tarawih sunah jamaah wajib. Akhukum fillah. Huda, Bukit Tinggi Jawaban

BANJIR PENGUNJUNG

IMAM BUDI UTOMO/REPUBLIKA

Meskipun Hari Raya Idul Fitri masih kurang 16 hari lagi, sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta mulai diserbu pengunjung. Seperti di Kawasan Jakarta Selatan, Ahad (14/8), konsumen berjubel untuk membeli kebutuhan Lebaran.

Blok M,

Warga Diminta Serahkan Mercon Belum ada tindakant erhadapp ermainan meriam bambu. SUMENEP — Selama bulan Ramadhan hingga Lebaran diperkirakan tingkat peredaran mercon atau petasan semakin mening kat. Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur, telah meringkus beberapa pembuatnya dan mengultimatum warga untuk segera menyerahkan barang mainan berbahaya itu jika tidak ingin diproses hukum. ‘’Untuk menghindari hal-hal tak diinginkan berupa kasus ledakan mercon yang akhirnya membahayakan keselamatan diri dan orang lain, kami minta warga yang memiliki bahan yang bisa meledak tersebut menyerahkannya secara sukarela kepada kami mau-

pun pihak berwajib lainnya, seperti jajaran Kodim 0827 Sumenep,” ujar Kepala Bagian (Kabag) Operasional Polres Sumenep, Kompol Edy Purwanto, akhir pekan lalu. Pada Ramadhan ini, Polres Sumenep telah menangkap dua warga pembuat mercon dengan inisial BKR, warga Desa Rombiya Timur, Kecamatan Ganding, dan MSR, warga Desa Daramista, Kecamatan Len teng. Polisi menyita ribuan mercon ukuran kecil dari tangan tersangka BKR dan ratusan “sreng dor” dari tersangka MSR. ‘’Mereka masih disidik dan ditahan. Sementara bagi warga yang menyerahkan mercon dan sejenisnya secara su karela, dijamin tidak akan diproses hukum,” kata Edy. Sejak beberapa waktu lalu, Polres Sumenep juga meminta jajarannya kembali mengintensifkan sosialisasi kepada warga untuk menyerahkan mercon maupun bahan lain yang bisa meledak. “Untuk se mentara, upaya persuasif

kami guna mengantisipasi peredaran bahan yang bisa meledak itu belum direspons positif oleh warga. Hingga akhir pekan kedua bulan Ramadhan tahun ini, belum ada warga yang menyerahkan secara sukarela mercon dan sejenisnya kepada kami dan jajaran,” papar Edy. Pada akhir 2010, Polres Sumenep juga meminta warga untuk menyerahkan bahan yang bisa meledak guna menghindari akibat buruk yang ditimbulkannya. Saat itu, ada tiga warga di tiga kecamatan yang menyerahkan bahan yang bisa meledak berupa dua ‘bondet’ atau bom rakitan untuk menangkap ikan dan ratusan mercon.

Meriam bambu Sementara itu, anakanak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, memiliki mainan tradisional, tetapi tak kalah membahayakannya. Dalam menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit, me-

reka bermain meriam dari bambu. Permainan itu digelar di areal persawahan desa setempat. Suara yang menggelegar dari meriam bambu tersebut sekaligus menandai waktu berbuka puasa segera tiba. “Kami senang bermain meriam dari bambu ini. Permainan ini selalu ditunggu-tunggu jelang buka puasa selama bulan Ramadhan,” ujar salah satu anak pemain meriam bambu, Harianto, Sabtu lalu. Menurut dia, bahan yang digunakan untuk permainan ini tidaklah rumit. Dengan bambu sepanjang dua meter yang sudah didesain dan bahan bakar karbit, meriam bambu siap dile tupkan. Adapun korek api berfungsi sebagai penyulutnya. “Biasanya dalam permainan ini sekelompok anak yang satu dengan lainnya bersaing dalam kekerasan suara letupan meriam. Hal ini yang membuat permainan semakin seru,” kata Harianto. Untuk menyalakannya,

Hadis yang menjelaskan 30 keutamaan tarawih yang tercantum di kitab Durratun Nashihin adalah sangat lemah. Dan, menurut sebagian ahli hadis, hadis tersebut maudhu’. Wallahu a’lam.

peralatan bambu dan bahan bakar karbit dibawa ke areal persawahan. Kemudian, lubang bambu yang telah disediakan dimasuki air dan pecahan karbit kecil. Sementara, posisi ujung bambu lainnya disumbat dengan kain bekas. Setelah terdengar suara air mendidih, api disulutkan ke lubang bambu yang telah diberi air dan karbit. Alhasil, suara menggelegar pun terdengar layaknya meriam yang ditembakkan dalam peperangan. Suara gelegar meriam bambu tersebut terdengar sahut-menyahut antara sekelompok anak yang satu dan lainnya. Mereka mengaku, bermain meriam bambu sudah menjadi tradisi setiap Ramadhan. Kegiatan ini rutin me reka lakukan setiap sore sambil menunggu waktu berbuka puasa tiba. Belum ada reaksi dari aparat keamanan untuk mencegah kemungkinan buruk dari permainan bahan peledak ini. ■ antara, ed: asep nur zaman

Makna Tarawih Assalamualaikum Wr Wb Apakah makna tarawih? Sedangkan, pada zaman Rasulullah SAW dulu yang dilakukan adalah shalat lail (malam)? 628174662xxxx Jawaban Tarawih secara bahasa adalah bentuk jamak (plural) dari kata-kata tarwihah, yang artinya istirahat di setiap dua rakaat atau empat rakaat. Akan tetapi, kemudian, tarawih digunakan untuk shalat yang empat rakaat tersebut. Pada zaman Rasulullah SAW, ada shalat lail dan ada shalat tarawih (qiyam Ramadhan). Untuk lebih jelasnya, lihat kembali pada jawaban kami sekitar tahajud dan tarawih.

Punya Sikap Sombong Assalamualaikum Wr Wb Jika kita memiliki rasa sombong di kala sedang berpuasa, bagaimana hukumnya? Alvina, Depok Jawaban Sombong adalah dosa besar, apalagi di bulan puasa, dosanya bisa berlipat ganda. Rasulullah SAW telah bersabda, “Tidak akan masuk surga yang dalam hatinya ada perasaan sombong walau seberat biji sawi.” Dalam hadis lain disebutkan bahwa Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat, “Tidakkah aku beritahukan ahli neraka?: Setiap orang yang kasar, penentang dan sombong.” ( HR Bukhari dan Muslim). Kita wajib rendah hati dan tawadlu’ agar derajat kita diangkat oleh Allah.

Membersihkan Kotoran Telinga Assalamualaikum Wr Wb Kadang telinga saya kotor dan harus segera dibersihkan. Apa benar, jika membersihkan kotoran telinga dan hidung dengan tangan atau benda lain bisa membatalkan puasa? Terima kasih.

TIMUN SURI MELIMPAH Pedagang memilih timun suri di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Ahad (14/8). Saat bulan Ramadhan, pasokan timun suri melimpah dari berbagai daerah guna memenuhi kebutuhan berbuka puasa.

Arifin, Yogyakarta

Jawaban Membersihkan kotoran telinga dan hidung dengan tangan atau benda lain tidak membatalkan puasa selama tidak memasukkan makanan atau minuman melalui kedua lubang tersebut. Namun, sebaiknya kita perlu berhati-hati agar jangan sampai terperosok pada perbuatan yang menganggap remeh hal-hal yang mengurangi pahala puasa. ■ PRAYOGI

Ponpes Al-Hikmah Tampung Kaum Dhuafa GUNUNG KIDUL — Memperhatikan kaum miskin atau dhuafa tidak saja melulu soal perutnya. Pondok Pesantren Al-Hikmah di Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menampung santri dari kalangan dhuafa dengan menggratiskan biaya pendidikan mereka. Sistem pendidikan gratis itu tujuannya untuk memberi keadilan kepada keluarga miskin yang tidak mampu membiayai anakanaknya sekolah. “Hampir seluruh santri yang dididik di Ponpes Al-Hikmah adalah mereka dari keluarga miskin dan terpinggirkan. Para santri itu berhak memperoleh ilmu secara gratis karena memang tidak mampu,” kata Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hikmah, H Harun Al

Rosyid, Sabtu (13/8). Ia menyatakan mendirikan ponpes untuk menolong keluarga miskin yang tidak mampu menyekolahkan anaknya. “Keluarga miskin akan merasa diperlakukan adil dalam dunia pendidikan jika mereka tidak mampu membayar biaya pendidikan, tetapi dapat bersekolah secara gratis,” katanya. Ponpes yang berada di pelosok wilayah Kabupaten Gunung Kidul atau sekitar 65 kilometer dari Kota Yogyakarta, itu memiliki sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), dan sekolah menengah kejuruan (SMK). “Para santri di ponpes ini saat menempuh pendidikan digratiskan dari semua biaya, mulai pendidikan pesantren hingga sekolah umum. Jadi, biaya kamar/tempat tinggal gratis dan

SPP juga gratis,” tutur Harun. Meskipun dengan biaya yang digratiskan, Al-Hikmah tidak membatasi jumlah santri yang menimba di ponpes ini. Bahkan, mereka yang berasal dari keluarga kaya juga boleh menjadi santri di lembaga pendidikan itu. Para santrinya pun berasal dari berbagai daerah di Indonesia, tidak terbatas kawasan Gunung Kidul. Bahkan, ada lima santri asal Papua, yang setelah Ramadhan nanti bertambah l25 orang lagi dari provinsi di ujung timur Indonesia itu. “Dari seluruh santri di ponpes itu, 40 persen di antaranya dari Gunung Kidul dan 60 persen dari luar daerah, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, NTT, Lampung, Jambi, Aceh, Sulawesi Selatan, dan

Papua,” kata Harun. Jumlah santri yang menimba ilmu di Ponpes Al-Hikmah kini tercatat 650 anak yang terdiri atas santri putra dan putri dari berbagai daerah di Indonesia. “Selain dibebaskan dari biaya pendidikan sekolah formal dan kepesantrenan, mereka masih memperoleh layanan kesehatan gratis dan perlengkapan sekolah, di antaranya alat tulis, seragam, sepatu, dan kebutuhan lainnya,” tutur Harun. Para santri di Ponpes Al-Hikmah juga dididik untuk menjadi manusia yang mandiri melalui latihan keterampilan wirausaha. “Dengan demikian, diharapkan mereka yang sudah lulus dapat menjadi orang yang mampu menghidupi dirinya dengan jiwa wirausaha yang dimiliki,” katanya. ■ antara, ed: asep nur zaman


1432 SENIN 15 AGUSTUS 2011

REPUBLIKA

28

RAMADHAN di Enschede Aulia Hadi

Mahasiswa Master of New Media and Communication Studies University of Twente

M

arhaban ya Ramadhan. Gempita yang dikumandangkan seluruh Muslim di dunia. Tak terkecuali bagi umat Islam di Enschede, Belanda. Kami menyambutnya dengan penuh suka cita. Menjadi minoritas tak sedikit pun menciutkan semangat untuk mewarnai Ramadhan. Enschede, sebuah kota hijau

yang ada di sebelah timur Belanda. Kota ini sekaligus menjadi perbatasan Belanda dengan Jerman. Tidak mengherankan jika warga kedua negara terlibat dalam banyak interaksi, seperti pendidikan dan ekonomi. Banyak mahasiswa Jerman yang belajar di Universitas Twente, satu-satunya universitas yang ada di Enschede. Di sisi lain, banyak warga Belanda yang berbelanja di Jerman karena harga-harganya yang terkenal lebih murah. Populasi Enschede hanya sekitar 150 ribu penduduk. Toleransi menjadi hal yang penting bagi warganya.

Mayoritas adalah non-Muslim. Secara nasional, Kristen menjadi agama mayoritas yang diakui di Belanda. Oleh karena itu, perayaan-perayaan Kristen banyak yang dijadikan hari libur nasional. Kendati demikian, toleransi terhadap warga Muslim sangat besar. Banyak warga Muslim perempuan yang berjilbab bisa ditemui di pasar yang digelar setiap Selasa dan Sabtu. Beberapa mahasiswa dan petugas Muslim perempuan, khususnya para imigran, di Universitas Twente juga terlihat mengenakan jilbab. Sebagai seorang Muslimah,

Menu buka puasa ala Indonesia

● Anggota Perkumpulan Muslim Indonesia di Enschede (IMEA) saya sendiri berjilbab dan bebas beraktivitas di kampus maupun di Belanda secara umum. Selain itu, warga non-Muslim umumnya juga menyediakan pilihan makanan dan minuman yang tidak mengandung babi maupun alkohol ketika mengundang

● Jamaah Masjid Maroko di Enschede

Berpuasa di Musim Panas agi saya, berpuasa di musim panas menjadi sebuah pengalaman baru. Baru pertama kali ini saya harus menjalani Ramadhan di negeri orang, ditambah waktunya— bertepatan dengan musim panas. Lama waktu berpuasa menjadi tantangan terbesar, terlebih bagi pendatang seperti saya yang tidak mengenal musim panas di Indonesia. Pada musim panas kali ini, warga Muslim di Belanda berpuasa selama kurang lebih 18 jam, dimulai dari pukul 03.30 hingga pukul 21.30. Sebuah waktu puasa yang tentunya jauh lebih panjang dibandingkan dengan waktu berpuasa di Indonesia. Di sisi lain, durasi malam di musim panas terasa sangat singkat. Menghabiskan malam dengan beribadah tampaknya menjadi pilihan yang mengasyikkan. Terlebih, Ramadhan ini

B

bertepatan dengan liburan musim panas. Berbuka, shalat Maghrib, Isya, tarawih, bertadarus, sahur, dan shalat Subuh menjadi aktivitas yang menyenangkan di sepanjang malam, yang hanya berlangsung kurang lebih enam jam. Menyiasati waktu puasa yang cukup panjang ini, saya pun membiasakan diri untuk berpuasa sunah sejak awal musim panas lalu. Alhamdulillah, puasa Ramadhan di akhir musim panas ini terasa lebih ringan dan khusyuk. Menjalani Ramadhan di tengah minoritas Muslim di Belanda memunculkan sensasi luar biasa. Sangat sedikit jumlah mahasiswa Muslim yang tinggal di dalam kampus. Di apartemen saya, contohnya, semua adalah mahasiswa-mahasiswa internasional non-Muslim. Menjalani puasa seorang diri terkadang memunculkan rasa

PT AJINOMOTO INDONESIA MENGGELAR PENGHARGAAN LOMBA KARYA ILMIAH SURABAYA - PT Ajinomoto Indonesia menggelar malam penghargaan bagi para pemenang dan finalis Lomba Karya Tulis Ilmiah "Umami Rasa Dasar ke-5" yang sebelumnya melalui proses seleksi oleh Dewan Juri. Dari ratusan karya ilmiah yang masuk ke ajang Lomba Karya Tulis ini, terpilihlah 10 finalis karya terbaik dengan 3 orang pemenang : Sandy Ardiansyah (Poltekes Yogyakarta), Asep Ferry (Poltekes Malang) dan Eirene Cerya (Poltekes Medan).

sendiri dan kesepian. Sungguh tidak menduga ketika temanteman non-Muslim memperlihatkan toleransi yang luar biasa. Tidak jarang dari mereka yang mengajak memasak bersama dan akhirnya pun menemani saya berbuka. Kerinduan lain adalah mendengar kumandang azan. Jarak apartemen dengan Masjid Maroko cukup jauh sehingga tak memungkinkan bagi saya untuk selalu mendengarkan azan layaknya di Indonesia. Sebuah sensasi yang sangat menyejukkan tatkala bisa mendengarkan azan dan ikut shalat berjamaah di Masjid Maroko bersama warga Muslim lain yang ada di Enschede. Tak ketinggalan, teman-teman Muslim Indonesia tentu menjadi penguat selama Ramadhan di Belanda. Tidak ada acara ngabuburit layaknya di Indonesia. Oleh karena itu, kami menciptakan sua-

sana Ramadhan ala Indonesia. Buka puasa bareng (bukber) degan berbagai menu khas Indonesia, seperti es kolak, gorengan, soto, dan nasi menjadi pilihan utama. Tidak ketinggalan, Indonesian Moslems in Enschede Association (IMEA) menggelar serangkaian kegiatan untuk menyemarakkan Ramadhan di Enschede, seperti shalat tarawih berjamaah, pengajian Ramadhan dan buka puasa bersama tiap akhir pekan, tilawah online via skype, tausiah harian via milis IMEA, serta halalbihalal untuk merayakan Idul Fitri. Niat beribadah hanya untukNya. Itulah yang mesti ditanamkan bagi seluruh Muslim. Ketika niat itu sudah merasuk di hati, tidak akan ada perbedaan dalam beribadah, baik sebagai mayoritas maupun minoritas, di sebuah negeri. ■ aulia hadi, ed: asep nur zaman

FONTERRA BRANDS INDONESIA & IDAI SELENGGARAKAN ACARA UNTUK ANAK SURABAYA - sejalan dengan peringatan Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2011, Fonterra Brands Indonesia dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Timur menyelenggarakan serangkaian acara yang didedikasikan untuk anak - anak bersama orang tuanya antara lain seminar mengenai bahaya obesitas pada anak, utamanya akibat asupan gula tambahan secara berlebihan. Pada acara ini diperkenalkan juga Anmum Essential Tanpa Gula Tambahan untuk Wilayah Jawa Timur.

tamu-tamunya yang Muslim. Sungguh sebuah toleransi yang berujung pada harmoni. Tidak banyak jumlah Muslim di Belanda, termasuk Enschede. Di Enschede, keberadaan umat Islam ini ditandai dengan berdirinya sebuah masjid besar di tengah kota. Masjid itu bernama Allahs Huis voor Moslims. Masjid Maroko, begitu jamaah Muslim Enschede kerap menyebutnya. Sebutan itu tentu tidak bisa dilepaskan dari keberadaan imigran-imigran Maroko. Merekalah yang tampaknya menjadi pelopor Islam di Negeri Kincir Angin, termasuk Enschede. Masjid yang terletak di 2e Emmastraat 50 7545 MP Enschede ini sekaligus menjadi penanda keberadaan Perkumpulan Islam Enschede (Islamitische Vereniging Enschede). Jamaah Masjid Maroko didominasi oleh imigran. Hal ini tidak mengherankan, karena mayoritas Muslim adalah para pendatang. Asal-usul mereka cukup beragam. Dilihat dari cara berbusananya, kebanyakan berasal dari Timur Tengah dan negara-negara Islam lain, seperti Iran dan Turki. Tak ketinggalan, imigran-imigran Muslim ini ada juga yang berasal dari Afrika dan Melayu Asia. Perbedaan asal-usul ini tak menjadi penghalang. Bahasa Arab sebagai bahasa pengantar dan Islam jelas menjadi pemersatu mereka.

FOTO/FOTO IMEA

Sebagai satu-satunya masjid di Enschede, Masjid Maroko tentu menjadi pusat kegiatan umat Islam selama Ramadhan. Menyambut Ramadhan kali ini, Masjid Maroko menggelar shalat tarawih berjamaah sejak 31 Juli lalu. Shalat lima waktu berjamaah dan pengajian pun makin digiatkan. Warga Muslim di sekitar Enschede pun berbondong-bondong memadati masjid ini. Tak ketinggalan, sebuah toko halal yang menyediakan kebutuhan sehari-hari selama Ramadhan ada di pelataran masjid ini. Makanan dan minuman, baik untuk sahur maupun buka, relatif sama dengan negara asal para pendatang. Kendati makanan dan minumannya beragam sesuai dengan negara asalnya, bagi warga Muslim, yang terpenting adalah halal. Oleh karena itu, warga Muslim lebih menyukai toko-toko berlabel halal. Beberapa toko yang menjual kebab dan shoarma, makanan khas Timur Tengah, bisa dijumpai di pusat kota atau yang biasa dikenal dengan centrum. Sementara itu, untuk mendapatkan daging sapi, daging kambing, maupun daging ayam, warga Muslim juga cenderung membelinya di toko halal, yang umumnya banyak disebut sebagai toko Turki. Disebut demikian karena umumnya dimiliki imigran-imigran dari Turki. ■

PPPA DAQU SEMARAKKAN RAMADHAN DI PALEMBANG Dalam rangka menghidupkan Ramadhan, tahun ini PPPA Daarul Qurʼan bersinergi dengan SUZUKI Motor mengadakan Road Show event Ramadhan di 17 Kota (Depok, Bekasi, Tangerang, Bandung, Palembang, Lampung, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Magelang, Semarang, Tegal, Malang, Kediri, Surabaya, Gresik, Madura) dengan konten islami, penuh warna, menghibur dan edukatif yang disajikan secara menarik dalam program SUZUKI AKBAR (Aksi Bersama Ramadhan) dengan mengusung Tema “Giving is Way of Life”.


1432 H SENIN 15 AGUSTUS 2011

REPUBLIKA

TAUSIAH RAMADHAN Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan memberikan sambutan sekaligus tausiah Ramadhan 1432 H sebelum Shalat Tarawih bersama sejumlah anggota DPRD Kota Bekasi, di Masjid Al-Ihsan Jakapermai, Bekasi, Sabtu malam (13/8).

R SUKENDI/ANTARA

resensi uku yang diterbitkan oleh Amzah (Bumi Aksara Group) mengungkapkan tentang keutamaan Ramadhan, baik sebagai ibadah maupun hikmahnya bagi kesehatan. Buku The Miracle of Shaum yang ditulis oleh Muhammad Ibrahim Salim memaparkan berbagai mukjizat puasa, khususnya terkait dengan manfaat kesehatan. Penulis menegaskan, selain ber tujuan untuk menjaga dan melindungi kita dari obesitas yang merupakan sumber dari segala penyakit, puasa juga mengandung unsur untuk melatih diri, mengangkat derajat, membersihkan, menyucikan, serta membeningkan jiwa. Penulis mengemukakan, puasa sangat bermanfaat untuk penyembuhan berbagai penyakit. Misalnya, penyakit jantung, rabun

B

Judul buku The Miracle of Shaum: Mukjizat Puasa Penulis Muhammad Ibrahim Salim Penerbit Amzah mata, gangguan seksual, penderita luka pascaoperasi, menghilangkan penyakit kulit, dan membersihkan lambung racun-racun. Puasa juga sangat bermanfaat bagi para pelajar, terutama untuk meningkatkan daya ingat. Rasulullah SAW sangat menganjurkan agar para pemuda berpuasa, guna menjaga dirinya dari kemaksiatan. Dan, salah satu manfaat utama puasa adalah mencegah dan mengobati kegemukan (obesitas) yang bisa menjadi sumber berbagai penyakit. n irwan kelana

29

Si Buntut

yang Bikin Penasaran Buntutnya yang gemuk khusus diimpor.

A

sia Restaurant, salah satu restoran prasmanan dengan konsep dapur terbuka, dapat menjadi pilihan bagi Anda untuk berbuka puasa. Restoran ini dikenal karena ragam makanan yang dimilikinya tergolong terbanyak di Jakarta. Tengoklah penawaran mereka. Menu iftar alias berbuka dapat Anda nikmati setiap hari dengan harga Rp 258 ribu per orang. Untuk anak, harga yang dikenakan hanya Rp 129 ribu. Kedua harga tersebut sudah termasuk minuman, seperti teh, ice tea, dan aneka takjil. Berbagai menu makanan dapat Anda pilih, mulai dari masakan Arab, daging mentah olahan Jepang, hingga makanan Indonesia. Sebagai makanan pembuka, Anda bisa memilih minuman manis yang dapat mengembalikan energi. Yang menarik, Asia Restaurant tetap menyediakan makanan khas Indonesia, seperti gemblong dan cucur. Jangan salah, menu khas kampung itu justru yang laris diburu para tamu. Namun, coba juga cita rasa berbeda dalam berbuka puasa, misalnya, berbagai menu makanan Arab dipersiapkan Asia Restaurant, Ramadhan ini. Cobalah taobuleh, motabul, baba ghanoush, hummus, mohammar bel jaws, makdous, grilled halloumicheese, shrimp salah, okra salad, dan shunkleesh. Pilihlah hidangan utama, seperti lebaneseeggplant moussaka, syrian kebab bil laban, morrocan seven vegetable tagine with couscous, baked pasta egyptian style with arabic herbs, lamb stew with carrot & bazella, beef & chickenshawarma, grilled kofta with yoghurt pine seed sauce, falafel with fried pita bread, whole fish hara, cairo fateeh with finger garlic, vermicelli rice. Jangan-jangan, kita kenyang

hanya membaca menunya saja. Tapi tahukah, dari sekian banyak menu itu, apa makanan yang paling diburu para tamu? Masih makanan Indonesia, sop buntut. Namun, untuk makan sop buntut di Asia Restaurant, Anda harus rela menunggu dalam antrean panjang. Director of Public Relations The Ritz-Carlton Hanny Wahyuni Gunawan mengatakan, sop buntut memang selalu laris diburu. Hanny bercerita, pernah sekali waktu sop buntut dihilangkan dari daftar menu. “Ternyata, banyak tamu yang komplain dan minta dihadirkan lagi,� kata Hanny. Hanny mengatakan, sop buntut memang sempat dihilangkan karena buntut yang digunakan adalah buntut impor yang harganya mahal. “Buntut yang diimpor memang lebih besar. Buntut sapi Indonesia itu kurus, jadi rasanya berbeda,� ujar dia. Apa boleh buat, sop buntut memang sudah menjadi daya tarik tersendiri bagi Asia Restaurant. Walaupun harga daging buntut mahal karena harus diimpor, menu itu dihadirkan kembali. Menu itulah yang hingga kini masih mampu menebar rasa penasaran. Itu pula yang membuat pelanggan kembali datang ke Asia Restaurant yang berada di Hotel Ritz-Carlton, Jalan Lingkar Mega Kuningan, Jakarta. Ada menu tambahan yang juga menarik. Selama Ramadhan, pengunjung bisa menikmati sop buntut sambil melihat tarian Tanoura, sebuah tarian Mesir. Tarian tersebut dibawakan satu orang penari pria yang mengenakan baju berwarna sangat cerah dengan rok yang sangat megar. Rok ini begitu berat, sampai 20 kg. Itu dipersulit karena penari pun membawa rebana atau gendang. Penonton bisa melihat rebana yang tadinya tiga itu, saat diputar-putar bisa menjadi lima banyaknya. Si penari akan melakukan gerakan tarian berputar-putar dengan rok lebar itu. Gerakan itu membuat timbulnya warna-warni dan bentuk yang sangat memukau. n C16 ed: darmawan sepriyosa


1432 H SENIN 15 AGUSTUS 2011

REPUBLIKA

30

Pelajar tak Puasa Dirazia Polisi REPLIKA MASJID COKLAT Seorang chef melakukan proses pembuatan replika masjid berbahan dasar coklat di The Sunan Hotel, Solo, Jumat (12/8). Pembuatan replika masjid coklat tersebut berlangsung dalam rangka memeriahkan bulan Ramadhan.

AKBAR NUGROHO GUMAY/ANTARA

Tradisi “Nyantri Kalong” Selama Ramadhan Mereka mondok dari pesantren ke pesantren. BOGOR — Berbeda dengan pesantren kilat, warga Kota Bogor, Jawa Barat, memiliki tradisi unik yang dilakukan hanya pada Ramadhan, yaitu “nyantri kalong” atau menjadi santri “pasaran” dengan melanglang buana dari satu pesantren ke pesantren lainnya untuk memperdalam ilmu keislaman. Asep Zulfiqor dari Pesantren Al-Falak Pagentongan, Kota Bogor, adalah salah satu pelakunya. Pada setiap Ramadhan, ia dan sejumlah rekan sepesantren memiliki kebiasaan menjadi “santri kalong” dengan mendatangi

beberapa pesantren untuk belajar pada waktu tertentu di bulan puasa. “Pada setiap Ramadhan, biasanya saya selalu mengaji dari satu pesantren ke pesantren lainnya dengan menjadi ‘santri kalong’,” katanya. Waktu yang dibutuhkan untuk “nyantri kalong” selama Ramadhan bervariasi, yakni mulai sepekan, dua pekan, hingga satu bulan lamanya. Mereka harus bermukim di pesantren yang menjadi tujuan. Asep mengungkapkan, pada Ramadhan kali ini, dia dan rekan-rekannya “nyantri kalong” di lembaga yang diasuh tokoh tarekat Jawa Barat KH Zezen Zaenal Abidin Bazul Ashab di Pondok Pesantren Az-Zainiyyah, Salabintana, Kabupaten Sukabumi. Ia dan lima rekannya “nyantri kalong” di Pesantren

Az-Zaniyyah selama sepekan, yakni mulai hari ketiga hingga kesembilan Ramadhan. “Di sini, kami belajar kitab al-Hikam yang membahas dunia sufi atau tasawuf,” ungkapnya. Hal senada diutarakan Fathullah, pengurus Lembaga Kajian dan Pengembangan SDM Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Kota Bogor. Pada Ramadhan kali ini, ia mengikuti kegiatan “pesantren kalong” di Sukabumi karena keinginan untuk mendalami ilmu tasawuf. “Belajar ilmu tasawuf membutuhkan guru khusus. Tidak bisa ke sembarang kiai karena belum tentu memahami atau mengamalkan tasawuf,” paparnya. Saeful Millah dari Pesantren Al-Fatah, Ciomas, Bogor, menambahkan, pada setiap Ramadhan, ia pun sering menjadi “santri kalong” dengan menetap pada

BANDA ACEH — Tak puasa, di dunia pun ada sanksinya. Polisi Syariat Islam (Wilayatul Hisbah) Kota Banda Aceh mengamankan 20 lebih pelajar SMA dan SMK yang tidak berpuasa pada bulan Ramadhan 1432 Hijriah. “Sejak awal bulan suci Ramadhan, sudah lebih dari 20 pelajar yang tertangkap sedang makan dan minum di tempattempat umum. Hari ini, ada 12 pelajar yang kembali kita amankan karena ditemui tidak berpuasa dan berkumpul di sebuah warung di kawasan Punge Jurong, Kecamatan Meuraxa,” kata Komandan I Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh Evendi A Latif, akhir pekan lalu. Selain di warung makanan dan minuman, petugas juga menemukan para pelajar tidak berpuasa di beberapa warung internet. Menurut dia, meski mengamankan para pelajar, petugas tidak berhasil menangkap pemilik warung yang menjajakan makanan dan minuman kepada siswa dan siswi itu. “Pemilik warung di beberapa kawasan melarikan diri saat kami tiba di lokasi, tetapi mereka akan dilaporkan kepada muspika setempat,” kata Evendi. Para pemilik warung, menurut dia, telah melanggar Pasal 21 Ayat 3 Peraturan Daerah (Qanun) Nomor 11/2002 tentang Syariat Islam yang menyebutkan, menyediakan fasilitas untuk tidak berpuasa bagi orang yang wajib berpuasa pada bulan Ramadhan diancam hukuman penjara selama satu tahun atau denda Rp 3 juta atau cambuk enam kali dan dicabut izin usahanya. Sementara itu, para pelajar yang telah berusia wajib berpuasa juga diancam dengan hukuman penjara empat bulan atau cambuk maksimal dua kali. “Saat ini, mereka hanya diberikan nasihat dan membuat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya. Mereka diserahkan kepada orang tuanya agar dapat dibina,” kata Evendi.

waktu tertentu di sebuah pesantren. “Kadang, selama Ramadhan, saya ‘nyantri kalong’ ke tiga hingga empat pesantren. Waktu yang dibutuhkan untuk menetap di satu pesantren minimal sepekan. Jadi, dalam sebulan, bisa tiga hingga empat pesantren,” ungkapnya. Saeful mengatakan, pesantren yang menjadi target “nyantri kalong” tidak menentukan. “Kadang di Bogor, Sukabumi, Cianjur, Garut hingga Tasikmalaya,” terangnya kepada Antara. Menurut dia, kebiasaannya melanglang buana dari satu pesantren ke pesantren lainnya selain untuk belajar ilmu agama, juga sebagai wujud napak tilas perjuangan ulama. Langkah tersebut diharapkannya mendatangkan keberkahan dalam kehidupan. n ed: asep nur zaman

n antara, ed: asep nur zaman

Tarawih di Mana? Jadwal Penceramah di Masjid-Masjid Jakarta (Senin, 15 Agustus 2011) Masjid Agung Al-Azhar Penceramah : Rusjdi Hamka Tema : Peningkatan Kualitas Iman dalam Bulan Ramadhan Masjid Agung Sunda Kelapa Penceramah : Abdul Hafiz Anshari Tema : Merajut Keharmonisan Agama dan Negara Masjid Cut Meutia Penceramah : Hasibuan Tema : Alquran dan Hadis Sebagai Pedoman Hidup Masjid Raya Pondok Indah Penceramah : Adnan Idris Tema : Tingkatan dalam Ibadah Puasa Ramadhan Masjid Istiqlal Penceramah : Muhammad Ali Tema : Sistem Pendidikan Terpadu Menghasilkan Generasi Bermutu

Untuk pemasangan dan informasi

Hardi 0818 0885 9123, 021 9259 3383

Andriyanto 0815 9600 200


1432 H SENIN 15 AGUSTUS 2011

REPUBLIKA

31

SI MANUSIA KIKIR

P

ada masa Nabi Musa, hiduplah seorang pemuda bernama Qarun. Dia hidup dalam kemiskinan. Hingga suatu hari, ia meminta tolong kepada Nabi Musa agar didoakan

menjadi orang kaya. Nabi Musa memenuhi permintaan Qarun. Beliau memanjatkan doa untuk Qarun. Berkat doa Nabi Musa, kondisi Qarun secara perlahan berubah menjadi lebih makmur. Kekayaannya terus bertambah dan meningkat. Bahkan, akhirnya Qarun menjadi orang terkaya pada masanya. Tempat tinggalnya sangat megah dan besar. Pakaian yang dikenakannya sehari-hari sangat bagus dan mewah. Konon, kunci gudang kekayaan Qarun harus dibawa oleh unta karena jumlahnya sangat banyak. Qarun juga memiliki pelayan yang banyak dan hamba-hamba sahaya yang siap melayaninya kapan pun dibutuhkan. Namun, sayang sekali, Qarun tergoda untuk berbuat buruk. Kekayaannya membuat Qarun sombong. Ia tidak mau membayar zakat, apalagi mengeluarkan infak dan sedekah. Sifat kikir benarbenar telah memenuhi hatinya. Ketika ada tetangganya yang sedang sakit

Pengalaman Puasa Puasa Itu Ada Enaknya dan Nggak Enaknya i bulan puasa, bagiku ada enaknya dan ada juga nggak enaknya. Enaknya..pas buka, karena kita bisa merasakan minuman atau makanan yang biasa kita minum atau makan terasa lebih enak. Apalagi, kalau minum walaupun pas buka kita hanya minum air putih, tapi rasanya lebih nikmat.

D

Paling Suka Berbuka dengan Nasi Goreng ssalamualaikum teman-teman. Namaku Zaky Muhammad Omar, umurku 10 tahun. Aku sudah mulai belajar puasa pas di kelas satu. Tapi, waktu itu puasanya masih selang-seling. Kadang aku puasa sehari penuh, kadang setengah hari. Tapi, kebanyakan yang setengah hari, kan waktu itu aku masih kecil, hehehe…

A

Tapi, kalau nggak enaknya pas sahur. Soalnya, aku kadangkadang susah kalau dibangunkan untuk sahur karena aku masih ngantuk. O iya, waktu aku masih kecil, aku pernah sahur jam sembilan pagi. Soalnya, waktu itu aku mau ikut puasa, tapi tidurnya jam satu malam, jadinya ibu baru bangunin aku jam sembilan pagi. Padahal, nggak boleh kan sahur jam segitu karena puasa kan menahan haus dan lapar dari azan subuh sampai azan Maghrib. Jadi, jangan ditiru ya teman-teman. n

O iya, tapi pas kelas empat aku sudah mulai puasa sehari penuh selama bulan Ramadhan. Eyangku bilang aku sudah wajib untuk puasa. Tapi, kadang-kadang kata ibuku aku susah dibangunin pas sahur, soal-

Yasmin Amira SDIT Ummul Quro, Depok, Kelas VI

nya aku masih ngantuk sih. Supaya lupa sama haus dan lapar, setelah pulang sekolah aku tidur aja. Bangun-bangun pas sudah Ashar. Terus aku mandi dan shalat Ashar. Setelah itu, aku nonton televisi aja sampai azan Maghrib. Pas waktu berbuka, aku paling doyan itu makan nasi goreng buatan ibuku dan minumnya es kelapa. Alhamdulillah nikmatnya. Semoga, tahun ini aku bisa berpuasa selama sebulan penuh. Zaky Muhammad Omar SDIT Al-Husnayain, Bekasi, Kelas IV

Adik-adik bisa mengirim cerita pengalaman berpuasa. Jangan lupa, kirim juga foto adik-adik untuk dimuat di halaman ini. Kakak tunggu ya tulisan dan foto kalian di Email: puasa@republika.co.id atau surat ke Republika, Jalan Warung Buncit Nomor 37, Jakarta Selatan.

atau kesusahan dan membutuhkan pertolongannya. Qarun tidak mau membantunya. Begitu juga ketika sedang berjalan-jalan di tengah kota dan bertemu dengan pengemis ataupun orang cacat, Qarun tidak peduli sama sekali. Tak hanya kikir, Qarun pun gemar memamerkan harta kekayaan yang dimilikinya kepada orang lain. Dia tetap begitu walaupun teman-temannya sudah mengingatkan agar Qarun jangan bersikap sombong. “Hai Qarun, hartamu itu tidak akan kekal, suatu saat akan habis juga. Jadi, mengapa engkau mesti sombong dan membangga-banggakan harta milikmu itu?” tegur Nabi Musa suatu hari kepada Qarun. “Harta ini kan hasil keahlian dan kerja kerasku. Mengapa mesti aku bagi-bagikan ke orang lain dan mengapa aku tidak boleh membanggakannya?” jawab Qarun dengan angkuhnya. Hal ini mengundang murka Allah SWT. Akhirnya, Allah SWT menimpakan azab kepada Qarun dengan membinasakan Qarun dan membenamkan semua harta kekayaannya ke dalam tanah hingga tidak ada satu pun yang tersisa. n


1432 SENIN 15 AGUSTUS 2011

REPUBLIKA

32

Obrolin Puasa, Yuks!

Oleh Fernan Rahadi

Indonesia membutuhkan banyak dai.

erawal dari perannya yang suka menjadi dai pengganti pada acara seminar di kampus-kampus, Awan Abdullah justru merintis jalannya menjadi ustaz yang cukup disegani. Kata-kata yang lugas yang diselingi dengan humor-humor yang menyegarkan menjadi andalan lakilaki berusia 29 tahun itu tiap kali memberikan ceramah. “Kalau Ustaz Jeffry (Al Buchori) itu dipanggil UJ, saya itu UC, Ustaz Cadangan,” gurau Awan saat memulai kisahnya kepada Republika. Awan mulai sering tampil di depan publik untuk memberikan tausiah saat masih kuliah di Ilmu Komunikasi Fisipol UGM, Yogyakarta, beberapa

B

tahun yang lalu. Saat itu, ia selalu diminta mengisi ceramah saat sang pembicara utama tiba-tiba membatalkan datang ke sebuah acara yang digagasnya bersama rekan-rekannya. “Gara-gara sering jadi cadangan itu, orang-orang mulai kenal saya,” kata ayah dua putra tersebut. Menyadari ia cukup berbakat, pada 2005, Awan mencoba peruntungannya untuk mengikuti Dai TPI, sebuah ajang pencarian bakat ustazustaz muda di seluruh Indonesia yang disiarkan salah satu televisi swasta. Saat itu pun, aku dia, ia tidak benarbenar niat datang ke Jakarta untuk mengikuti ajang tersebut. “Awalnya, saya hanya ingin memberi nasihat kepada para kontestan asal Yogyakarta yang saya lihat cukup glamor. Itulah alasan mengapa saat itu saya mengambil tema ‘Ulama Lacur’ yang artinya ulama yang buruk dan hina,” kata Awan yang mengaku mengidolakan dai sejuta umat (alm) Zainuddin MZ. Tak dinyana, ajang tersebut justru membawa Awan berpetualang ke Jakarta. Orang yang mengenalnya pun semakin banyak. Ia mengakui, ajang tersebut merupakan titik tolak yang besar dalam perjalanannya sebagai penceramah. “Sejak saat itu, saya mulai melangkah lebih jauh. Dari sebatas ceramah di sekolahsekolah dan kampus-kampus, menjadi ceramah di masyarakat, mengisi khotbah Jumat, dan sebagainya,” katanya.

Kini, Awan mengabdikan dirinya kepada masyarakat, salah satunya dengan mendirikan sebuah yayasan Lentera Hati yang bertempat di kota tempat tinggalnya, Yogyakarta. Ia menggerakkan yayasan tersebut bersama saudara kembarnya yang juga seorang dai, Adi Abdillah. Saat ini, yayasan tersebut telah menelurkan sebuah pesantren serta sebuah klinik kesehatan. “Saya pantang hidup dari agama. Saya ingin menghidupkan agama,” kata Direktur Utama Tour dan Travel Haji dan Umroh Maktourindo dan Nabawi Tour tersebut. Selain karena memiliki saudara kembar yang juga ustaz, hal lain yang menjadi keunikan Awan adalah gayanya yang humoris serta tutur kata yang lugas tiap memberikan pelatihan ataupun tausiah. Sering kali, Awan berani mengkritisi pemerintah serta mengungkapkan hal yang sering dianggap tabu, seperti membicarakan soal hubungan pribadi dalam rumah tangga. “Meskipun demikian, saya ber usaha menyaring kata-kata saya dengan diksi yang santun. Lugas boleh, tetapi tidak menghujat,” kata Awan. Menurut Awan, Indonesia saat ini membutuhkan lebih banyak dai seiring moral bangsa yang semakin hari semakin merosot. Hal tersebut seiring dengan perkembangan teknologi yang lebih banyak membawa pengaruh negatif bagi anak-anak bangsa. “Dahulu, Indonesia bisa menghasilkan tokoh-tokoh hebat, seperti Bung Karno, Bung Tomo, sampai dengan Habibie. Sekarang mana? Yang ada hanyalah tokoh-tokoh hiburan.” Ia sendiri berusaha melakukan kontribusi dengan melakukan kaderisasi sejumlah dai muda yang ingin mengikuti jejaknya. Saat ini, ia memiliki enam murid yang setiap beberapa hari dalam sepekan selalu bertandang ke tempat tinggalnya di daerah Mudal, Sleman, untuk berlatih mendalami materi agama Islam serta berlatih berbicara di depan umum (public speaking). n ed: subroto

DOK/PRI

Komunitas

FIF-Asuransi Astra Buana Santuni Anak Yatim JAKARTA — PT Federal International Finance (FIF) cabang Pasar Minggu dan PT Asuransi Astra Buana Syariah memberikan santunan kepada anak yatim dan dhuafa. Santuan diberikan melalui Yayasan al-Mubarokah yang berlokasi di Jalan Pasar Jumat No 46 Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Jumat (12/8). Santunan yang diberikan berupa uang tunai, sembako, dan buku-buku pelajaran. “Santunan ini merupakan program sinergi antara FIF dengan Asuransi Astra Buana Syariah,” ujar Branch Manager PT FIF Pasar Minggu Dino Saputra seusai penyerahan santunan tersebut. Menurut Dino, pemberian santunan ini merupakan program corporate social responsibility FIF maupun Asuransi Astra Buana. Kedua perusahaan ini adalah anak usaha PT Astra International, Tbk. Kegiatan semacam ini, kata dia, juga dilakukan di 150 cabang FIF atau se-Indonesia. Untuk lokasi pemberian santunan tersebut disesuaikan wilayah kerja

ZAKY AL HAMZAH/REPUBLIKA

BANTUAN

Branch Manager PT FIF Pasar Minggu Dino Saputra (kanan), dan Koordinator Wilayah PT Asuransi Astra Buana, Egi Mardiansyah (kiri) menyerahkan bantuan kepada Ketua Yayasan Al-Mubarokah H Muslich Akbar.

masing-masing cabang. “Kebetulan Yayasan al-Mubarokah ini berada di Jakarta Selatan yang memang merupakan wilayah pemasaran kami,” ujar Dino. Dino menjelaskan, acara ini mengusung tema “Tebar Buku,

Tuai Ilmu”. Maka, selain uang dan sembako, dalam acara ini juga dibagikan buku-buku pelajaran. Koordinator Wilayah Jakarta PT Asuransi Astra Buana Egi Mardiansyah menambahkan, santunan ini diharapkan bisa

bermanfaat bagi anak-anak Panti Asuhan al-Mubarokah ini. “Santunan yang kami berikan tak seberapa, namun kami berharap santunan ini bisa bermanfaat bagi anak-anak di sini,” kata Egi. Ketua Yayasan al-Mubarokah H Muslich Akbar mengaku, senang dengan adanya santunan ini. “Kami berterima kasih dengan bantuan ini. Semoga Allah selalu melancarkan bisnisnya FIF dan Asuransi Astra Buana,” ungkap Muslich. Menurutnya, anak-anak yang diasuh Yayasan al-Mubarokah berjumlah 80 orang, terdiri atas 33 laki-laki dan 47 perempuan. Latar belakang anak-anak di yayasan ini beraneka ragam, namun sebagian besar adalah anak yatim, yatim piatu, atau anak dhuafa yang diserahkan orang tuanya ke yayasan ini. Mereka sekolah mulai SD hingga SMA. Mereka bersekolah di luar kompleks karena yayasan hanya tempat tinggal dan untuk belajar agama. n ed: zaky al hamzah

Marhaban Ya Ramadhan, smg bulan ini penuh dgn : ~ BBM (Bulan Barokah & Magfirah) Mari kita : ~ PREMIUM (Pre Makan & Minum) Serta : ~ SOLAR (Sholat Lebih Rajin) Dan : ~ MINYAK TANAH (Meningkatkan Iman & Banyak Tahan Nafsu Amarah) Serta : ~ PERTAMAX (Perangi Tabiat Maksiat) Dan : ~ SPBU (Shalat Pertama & Berjamaah Bersama Ustadz) Smg kita menjadi manusia yg fitrah kembali. Aamiin..... Eny Sri

Rasulullah SAW bersabda : “Orang-orang itu senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Muslim) Erna Haka Irawan

Promo dan disconnt besar2.an d berikan cuma2 oleh penjual d setiap bulan ramadhan untuk para pembeli.. Begitu jg allah. Pd setiap ramadhan mengobral promo dan discount pahala terbesarnya dr bulan2 lain.a untuk para hambanya! Tp adakah yg mau meraihnya? Hafiz Dewandjd

17 Agustus = 17 Romadhan th 2011 sama persis dgn th 1945,luar biasa! Nining Tyaningsih

Ramadhan mengasah kmbli kepekaan hati thd org laen yg hdup kurng baik dri kita. lbih bisa mensyukuri nikmat.. Ydzie Rafa

Bulan Ramadhan ini mohon maaf lahir dan batin. Stop segala korupsi, suap, dan kemungkaran. Dan jadikan kata iman dan takwa sebagai perbuatan kita. Bukan hanya di bibir saja... Agus Nizami

Met puasa all: Bulan ini puasa sungguh penuh hikmah.... Sahur dg yg bergizi, supaya siang tetap fit n tetap kenyang.... =) http://sarapansehatkitapekanbaru.blogspot.com/ Indra Mantap

Ternyata tidak hanya type rumah saja yg minimalis, namun ada juga MUSLIM yg Minimalis..mereka menjalankan rukun islam yg minimal saja..syahadat tok..! kagak sholat,puasa,zakat boro2 haji...tapi anehnya tetep pengen masuk surga..dari mana rumus(dalil)nya ya... smoga Ramadhan Tahun ini jadi momentum kita utk mjd muslim yg maksimalis banget dan istiqomah,amiin..saatnya menggunakan “aji mumpung” Imam Choiril Muttaqin

3 kekeliruan yg sering dilakukan umat Islam; 1) Lebih mengutamakan yang sunat ketimbang yg wajib, coba kita lihat jamaah tarawih dibanding jamaah shalat subuh. 2)Pola hidup konsumer, padahal puasa mengajarkan hidup sederhana. 3)Rasululah mencontohkan 10 akhir lebih mantap ibadah, kita malah semakin kendur dan konsentrasi ibadah semakin buyar karena mikirkan mudik, baju baru, makanan, ngecet rumah, dll. (Siti Suryani, Tebo - Jambi) Siti Suryani Al-Anshori

ramadhanrepublika2011

@puasarepublika

Email: puasa@republika.co.id SMS: 08121033399

Buka Puasa di Mana? Bebek Ginyo, Makan Bebek dengan Nuansa Tempo Dulu asih di sekitar Tebet, ada salah satu restoran yang khusus membuat menu bebek yang bernama Bebek Ginyo. Tempatnya tak terlalu jauh dari WAFA, yaitu di Tebet Utara Dalam No 12, Jakarta Selatan. Rumah makan ini memiliki konsep cepat saji yang berorientasi self service atau kita ambil sendiri lalu bayar. Sehingga, bentuk hidangannya pun prasmanan. Ada nasi uduk dan nasi biasa, yang berapa pun Anda ambil harganya akan sama saja sekitar Rp 4 ribu. Sedangkan, hidangan bebeknya pun dibuat berane-

M

ka ragam, yaitu bebek goreng kremes, bebek goreng, bebek bakar, bebek balado, dan bebek cabai hijau. Kemudian, ada juga menu tambahan lain, seperti tahu, tempe, dan botok bebek. Harga sebagian besar menunya pun sebenarnya masih masuk di akal dan pastinya masuk di kocek Anda, yaitu hanya sekitar Rp 14 ribu. n ichsan emrald alamsyah

WAFA 99, Berbuka Murah Meriah di Tebet Timur Dalam

B

agi umat Muslim yang mengerjakan ibadah puasa di bulan Ramadhan, ngabuburit ialah waktunya memburu makanan, khususnya

menu berbuka alias ‘takjil’. Kawasan yang sering kali menjadi tempat nongkrong anak muda ialah Tebet. Salah satunya ialah Warung Wafa 99, di Tebet Timur Dalam No 8A. Sebelum pindah ke Tebet Timur Dalam, WAFA terletak di sebelah SMP 115. Di bulan Ramadhan, WAFA mulai buka pada sore hari dengan menu, seperti mie goreng telur korned, roti bakar, pisang bakar, hingga makanan ringan lainnya, seperti nasi goreng. Kemudian, sebagai penghilang dahaga, ada secangkir teh manis hangat maupun dingin, kemudian jus, dan minuman lainnya. Harganya pun tak terlalu mahal, yakni di kisaran harga antara Rp 2.000 hingga Rp 15 ribu untuk makanan dan minuman. Jika sedang ada di wilayah Tebet, tidak ada salahnya Anda menyambangi WAFA 99 yang kini buka cabang tak jauh dari lokasi asli. n ichsan emrald alamsyah ed: zaky al hamzah


Cahaya Ramadhan 1432 H.