Page 1

REPUBLIKA

1432 H

AHAD 14 AGUSTUS 2011

B1

AP PHOTO/KEVIN FRAYER

BUKA PUASA Mohammad Isar (11 tahun) berbuka puasa di aula Masjid Jama, New Delhi, India, Jumat (12/8), seusai membersihkan halaman masjid. Di India, terdapat puluhan juta umat Islam.

Mutiara Hadis “Jika seseorang memasukkan air ke hidung dan hendak menyemprotkannya, lalu airnya ada yang masuk ke tenggorokannya, maka puasanya tidak batal, jika ia tidak mampu menolaknya.” (HR Bukhari)

Khas Dari pengajian, diskusi, hingga konser musik.

H

ong Kong merupakan kota dengan tingkat pertumbuhan kaum Muslim tergolong tinggi. Saat ini, tidak kurang dari 250 ribu warga Muslim bermukim di kota bekas jajahan Inggris tersebut. Pesatnya perkembangan kaum Muslim di negara itu tidak lepas dari pengaruh para perantau (TKI) dari Indonesia yang setiap tahun semakin banyak ke Hong Kong. Menurut data, jumlah buruh migran Indonesia di sana saat ini mencapai 130 ribu jiwa. Mereka umumnya bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Melihat besarnya komunitas Muslim dan sekaligus mengisi kegiatan bulan suci Ramadhan di Hong Kong, Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) meluncurkan beragam program setiap pekannya. Acara tersebut di antaranya Satu Dai Seribu Berkah (SDSB), suatu program

forum pengajian untuk kalangan buruh migran Indonesia (BMI) di negara tersebut. Guna mendukung acara pengajian itu, DD sengaja mendatangkan dua pemuka agama dari Tanah Air, yaitu Ustaz Iwan Abdullah dan Ustaz Wahyu. Menurut Koordinator program SDSB sekaligus Ketua Unit Pelaksana Divisi Ulil Albab Dompet Dhuafa Hong Kong, Yuni Shandriya Ratmoko, acara ini bertujuan mempermudah organisasi pengajian yang ingin mengadakan tausiah guna meningkatkan keimanan dan ketakwaan sebelum dan selama Ramadhan. “Ini merupakan salah satu bentuk pelayanan dan partisipasi DDHK dalam syiar dakwah di Hong Kong, khususnya di kalangan buruh migran Indonesia,” ujarnya. Selain dakwah, DDHK juga menggelar banyak agenda yang memeriahkan bulan Ramadhan di negara tersebut. Untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan keimanan selama bulan suci ini, DDHK juga mengadakan pengajian bertema “Sehat Bugar dan Sukses Raih Ibadah Ramadhan”. Menurut Koordinator Acara Panggung Ramadhan DDHK, Wayi Suwarsih, pihaknya menggelar banyak acara setiap

minggu, seperti konser Ramadhan dan nonton bareng. “Semua tiket acara gratis dan terbuka untuk umum. Infak seikhlasnya saja,” katanya. DDHK juga tidak lupa menggelar aksi sosial, di antaranya Tebar Berkah 1.000 Takjil: Kurmaku Untukmu selama bulan Ramadhan. Ada pula Training Motivasi Kehidupan, dongeng ceria, dan Indonesia Berbagi Bersama Jompo Hong Kong Telantar pada Ahad (14/8) ini.

Shelter Istiqomah

Hong Kong merupakan negara yang diidam-idamkan oleh para BMI. Selama ini, sangat jarang terjadi kasus kekerasan pada para TKW yang bekerja di negeri ini. Kalaupun ada buruh Indonesia yang bermasalah, Al-Istiqomah International Muslem Society (AIMS) akan memfasilitasi lewat Shelter Al-Istiqomah. Ini merupakan salah satu bentuk solidaritas organisasi keislaman Buruh Migran Indonesia (BMI) Hong Kong yang dikelola oleh para pimpinan Faliatul Roniah. “Shelter ini berfungsi sebagai tempat tinggal bagi BMI yang sedang terkena masalah hukum, uderpayment, pemutusan kontrak kerja sepihak, dan korban ke-

kerasan,” kata Ani, salah seorang pengasuh shelter. Dalam operasionalnya, pihaknya mendapat dukungan dari Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK). Dalam menangani kasus BMI, Shelter Al-Istiqomah berfungsi sebagai penyedia tempat tinggal dan makan, sedangkan untuk penanganan hukum dibantu oleh Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia (ATKI). Menurut Ani, untuk dana operasional, Shelter Al-Istiqomah tidak mempunyai donatur tetap. Semua dari usaha para anggota AIMS. Biasanya, untuk membantu BMI yang bermasalah, operasional didapat dari infak, jika ada event pengajian atau dari penjualan majalah Iqro DDHK, Muslimah, dan Irsyad. Ia berharap, BMI yang tinggal di shelter makin berkurang. Itu berarti TKI yang bermasalah semakin menyusut. “Ya, karena itu tandanya sesuatu yang baik. Tidak banyak BMI yang terkena masalah. Amin …,” ujarnya. Hingga saat ini, terdapat enam orang yang tinggal di Shelther Al-Istiqomah AIMS. Menurut Ratmako, ada delapan shelter di Hong Kong yang dikelola oleh AIMS. ■ ddhongkong.org/c23 ed: khoirul azwar

Kejujuran Jadi Barang Mewah MALANG—Ketidakjujuran, menurut Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, menjadi masalah besar bangsa Indonesia dan umat Islam. Kejujuran dinilainya menjadi kata yang mudah diucapkan, tetapi sulit dimanifestasikan. “Kejujuran menjadi hal yang mahal dan mewah, sekarang hampir hilang dari kehidupan bangsa. Kebohongan publik terjadi di mana-mana,” ujarnya ketika memberi tausiah Kajian Ramadhan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (13/8). Kebohongan, lanjutnya, telah melanda bangsa Indonesia sehing-

ga kemuliaan harkat dan martabat luntur. Perbuatan kemungkaran itu terus ditutupi dengan kemungkaran. “Kita sebagai bangsa kurang mulia dalam pergaulan antarbangsa,” ujar Din. Menurut Din, kejujuran merupakan salah satu entitas penting yang mampu menjadi pendorong kemajuan bangsa. Kemajuan peradaban Barat, misalnya, juga tidak lepas dari nilai kejujuran sebagai salah satu kandungan dari semangat Protestan. “Bagi bangsa Indonesia yang belum bisa mencapai apa-apa perlu semangat kejujuran. Apalagi kita yang mayoritas Islam, yang penuh dengan nilai-nilai keutamaan,” paparnya.

Kebangkrutan Menyitir firman Allah SWT yang mengabarkan tentang perputaran pemegang supremasi peradaban, Din menilai, dunia Barat kekinian tengah mengalami kebangkrutan ekonomi dan budaya. Banyak orang yang bertanya-tanya, siapa dan negara mana yang bakal menggantikannya. Terjadi beragam spekulasi, bisa jadi muncul dari Asia Timur dan bukan tidak mungkin juga akan kembali digenggam oleh dunia Islam. Islam, kata dia, menjadi salah satu nominasinya lantaran didukung berbagai faktor, di antaranya populasi umat yang banyak, sumber daya alam melimpah, nilai kemajuan, serta sumber daya seja-

rah di mana dunia Islam pernah memegang supremasi peradaban dunia. Sayangnya, sumber daya tersebut terkendala oleh keadaan umat Islam, yakni susah bersatu, kepemimpinan yang lemah, ketidakbisaan menangkap spirit kemajuan Islam, serta masih cenderung pasif. “Empat kendala itulah yang butuh sentuhan dari kita umat Islam sebagai individu yang penuh nilai-nilai keutamaan untuk memberi testimoni peradaban.” Untuk menjadi saksi sejarah itu, tambah Din, cara yang harus dilakukan umat Islam, yakni membiasakan berkata dan berlaku jujur. Kejujuran harus dijadikan nilai dalam berorganisasi, meski ia tidak harus dibakukan. ■ c01 ed: khoirul azwar

Nuansa Timur Tengah Ala GM Oleh Mansyur Faqih amadhan adalah Timur Tengah. Nuansa wilayah Asia Barat ini selalu melekat dengan puasa Ramadhan. Tak heran, jika kemudian suasana berbuka pun disesuaikan dengan konsep ini. Pakaian gamis dan kurma pun menjadi menu wajib di hampir semua acara berbuka puasa. General Motor (GM) Indonesia mencoba memberikan atmosfer baru. Dengan mengusung konsep past, present, and future, perusahaan otomotif asal Negeri Paman Sam ini membawa pengunjung merasakan pengalaman perjalanan sejarahnya. GM Marketing GM Indonesia Aristo Kristandyo menjelaskan, konsep ini disesuaikan dengan perjalanan perusahaan yang mencapai seratus tahun. “Kami ingin rekan media yang hadir di acara ini dapat merasakan pengalaman Chevrolet mulai dari masa lampau, kini, dan yang akan datang,” ungkapnya di Jakarta, akhir pekan lalu. Perjalanan tersebut dimulai ketika awak media datang dan disambut ke era masa lalu. Tak tanggung-tanggung, berbagai kendaraan Chevrolet yang menjadi primadona di masa lampau pun dihadirkan. Antara lain, Bel Air Convertible berwarna kuning produksi 1955, Blue Fleetline Deluxe 1951, dan Chevy Truck 1927. Kehadiran kendaraan itu lengkap dengan wardrobe dan aksesori yang melekat pada kendaraan, seperti menempatkan jerami dan perlengkapan petani Amerika era 20-an untuk mendukung kesan Chevy Truck 1927. “Sebagai hiburan, teman-teman media yang hadir pun diminta untuk mengikuti lomba foto dengan menjadi model yang menggunakan mobil yang tersedia,” tambah Aristo. Refleksi masa kini digambarkan ketika memasuki waktu berbuka puasa. Setelahnya, atmosfer diarahkan ke masa depan Chevrolet untuk 100 tahun ke depan, khususnya di Indonesia. Ini ditandai dengan presentasi Presiden GM untuk kawasan operasi Asia Tenggara, Martin Apfel. Martin menjelaskan, rencana reaktivasi pabrik GM di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat, dengan nilai investasi mencapai 150 juta dolar AS. Pabrik yang akan mulai beroperasi pada awal 2013 ini direncanakan akan memproduksi kendaraan ‘people mover’, yang tak hanya untuk pasar nasional, tapi juga untuk memenuhi kebutuhan pasar Asia, khususnya ASEAN. “Untuk tahap awal, kami rencanakan pabrik ini akan memproduksi hingga 40 ribu kendaraan dan membuka 800 lapangan kerja baru,” ujarnya. Investasi ini merupakan keputusan terbesar GM di Indonesia. Sebab, ia yakin jika Indonesia akan memiliki pertumbuhan ekonomi terbesar di kawasan Asean dalam 40 tahun ke depan dengan mengalahkan Vietnam, Malaysia, dan Thailand yang kini menguasai pasar otomotif ASEAN. Pembukaan pabrik di Bekasi juga akan menarik basis suplai komponen dalam negeri sekaligus mendorong ekspansi jaringan diler lokal GM. Martin menegaskan, pihaknya memang akan mendorong lokalisasi hingga 40 persen. Selain memenuhi syarat AFTA, juga untuk harga jual yang lebih kompetitif. ■ ed: zaky al hamzah

R


1432 H

B2

AHAD 14 AGUSTUS 2011

REPUBLIKA

Konsultasi Zakat Diasuh oleh Prof Dr M Amin Suma SH MA Jika ada pertanyaan seputar zakat, silahkan kirim pertanyaan Anda ke e-mail : sekretariat@republika.co.id

Zakat Fitrah dalam Bentuk Uang Apakah boleh zakat fitrah diberikan dalam bentuk uang? Riyadi, Wonogiri

Jawaban: Boleh saja zakat fitrah diberikan dengan uang. Demikian pendapat Imam ats-Tsuri, Abu Hanifah, Umar bin Abdul Azis dan Imam Hasan Basri (Fiqh Zakat, hal 955). Abu Ishaq berkata, “Aku mendapatkan orang yang membayar zakat fitrahnya pada bulan Ramadhan beberapa dirham seharga makanannya.” Riwayat Ibnu Abi Syaibah dari Aun, ia berkata, “Aku telah mendengar surat Umar bin Abdul Aziz yang dibacakan pada Abdi, gubernur Bashrah, bahwa zakat fitrah itu diambil dari gaji pegawai kantor, masing-masing setengah dirham.” Yusuf Qardhawi (Fiqh Zakat hal 955) mengemukakan tiga alasan kebolehan membayar zakat fitrah atau zakat lainnya dengan uang, salah satunya adalah pembayaran zakat dengan harganya (dengan uang) itu lebih mudah di zaman kita sekarang ini, terutama di lingkungan negara industri, di mana orang-orang tidaklah bermuamalah kecuali dengan uang. ■

IRWANSYAH PUTRA/ANTARA

TERJARING TIDAK PUASA

Petugas Wilayatul Hisbah (Polisi Syariat Islam) kota Banda Aceh, memberikan pengarahan kepada para pelajar SMA dan SMK dari berbagai sekolah yang terjaring karena tidak berpuasa di Banda Aceh, Sabtu (13/8). Sejak awal Ramadhan, puluhan pelajar dan pemilik warung terjaring razia petugas di berbagai lokasi, karena menyediakan makan dan minum di tempat umum.

Para pemimpin bangsa diharapkan kembali ke akhlak Alquran.

n a a k e d r e m e K r Syia di Istiqlal

Oleh Damanhuri Zuhdi

JAKARTA—Menyambut hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-66, Ar-Rahman Qur’anic Learning (AQL) Center menggelar Syiar Kemerdekaan. Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Istiqlal Jakarta, Ahad (14/8) pagi, menghadirkan sejumlah ulama kondang, seperti ustaz Bachtiar Nasir, Yusuf Mansur, Jefri Al Bukhari, Mario Teguh, dan Habiburrahman el-Shirazy. “Nama acaranya adalah Syiar Kemerdekaan. Karena memang dekat dengan momentum 17 Agustus,” ujar Bachtiar Nasir, pimpinan AQL, kepada Republika di Jakarta, Jumat (12/8). Alumni Universitas Islam Madinah Arab Saudi ini menje-

laskan, kata-kata syiar merupakan pengganti kata tabligh akbar. Disebutkan, hajatan besar ini akan mengusung tema “Merdekakan Bangsa dengan Akhlak Alquran”. Namun, kata dia, bukan berarti panitia tidak menganggap negara ini tidak merdeka, hanya saja keterbelengguan ada di tingkat pemimpin bangsa dan di rakyatnya sendiri. Ia mencontohkan ketidakmerdekaan yang dimaksud, misalnya, ketidakberdaulatan dalam mengambil keputusan internal negeri sendiri tanpa intervensi asing. Atau, misalnya, keterbelengguan masyarakat terhadap hawa nafsu yang sering diekspresikan dengan anarkisme. “Jadi, latar belakang acara ini dibuat karena situasi bangsa yang membutuhkan kesejukan solusi

Ngabuburit Fernan Rahadi igi adalah sebuah jaminan kualitas. Band yang digawangi Armand Maulana (vokal), Dewa Budjana (gitar), Thomas Ramadhan (bas), dan Gusti Hendy (drum) tersebut menjadi andalan acara Djarum Coklat Ngabuburit pada Ramadhan kali ini. Terbukti, pada konser di Tasikmalaya 8 Agustus lalu, Gigi adalah band yang paling ditunggutunggu oleh para penggemarnya yang memadati lapangan Dadaha. Hal tersebut diakui Marketing Sales Officer PT Djarum wilayah regional Jawa Barat, Budhi Agoes Salim. Budhi menyatakan, kolaborasi Gigi dengan tim pendukung menghasilkan penonton yang cukup membeludak, yakni sekitar 10 ribu penonton. “Fans Gigi memang mendominasi di antara penonton yang datang,” kata Budhi. Dalam acara ngabuburit kali ini, lagu-lagu Gigi yang bernuansa religi memang sangat ditunggutunggu para penggila musik, seperti “Lailatul Qadar”, “Pintu Sorga”, dan “Anak Bertanya kepada Bapaknya”. Selain itu,

G

ada juga lagu theme song Djarum Coklat yang selama ini sering muncul di televisi. Meskipun demikian, Budhi mengakui bahwa mayoritas penonton yang rata-rata anak muda tersebut juga menanti-nanti tembang-tembang andalan Gigi yang lain, seperti “11 Januari”, “Andai”, “My Facebook”, “Terbang”, dan “Janji”. Budhi bersyukur karena sejauh ini konser berlangsung lancar, meskipun penyelenggaraan acara tersebut sempat terjadi kisruh kecil di Sukabumi. “Kami meminta kerja sama antara penonton, aparat keamanan, dan juga

Qurani. Namun, tekanannya lebih kepada akhlak, bukan pada masalah-masalah politik atau ekonomi.” Tujuan dari Syiar Kemerdekaan, pertama, bagian dari visi Ar-Rahman Qur’anic Learning Center yang akan membangkitkan peradaban Alquran di Indonesia dan di bumi Allah. Kedua, ingin mengingatkan para pemimpin dan masyarakat agar kembali kepada kultur selaku bangsa Indonesia yang mayoritas Muslim, yakni kepada akhlak Alquran. Menurut Bachtiar, persoalan besar di tingkat pemimpin adalah masalah amanah dan keteladanan. Katanya, tidak ada keteladanan pada diri pemimpin, begitu juga di tingkat masyarakat. Sementara itu, di tingkat akar rumput terjadi anarkisme.

Kemudian di masyarakat menengah, orang-orang bermoral yang berpendidikan seharusnya menjadi pelaku perubahan, tapi kenyatannya mereka hanya diam.

Kembali ke Alquran Dengan digelarnya Syiar Kemerdekaan ini, diharapkan semua komponen bangsa, khususnya kaum Muslim, berkerja sama untuk merapatkan dan menyatukan barisan kembali dengan nilai akhlak Alquran. “Ke depan, kita berharap kegiatan ini akan berkelanjutan,” papar Bachtiar. Ia bahkan mengagendakan bakal menggelar acara serupa setiap dua bulan sekali agar senantiasa menyuarakan secara masif tentang perubahan-perubahan moral dan perbaikan-perbaikan akhlak. ■ c29 ed: khoirul azwar

Menunggu Entakan n a l o p m e J d ga Ban Ti

dari tim sendiri untuk saling menjaga agar konser berlangsung lancar,” katanya. Lain Gigi, lain Wali. Band yang terdiri atas formasi Faank (vokal), Apoy (gitar), Tomie (drum), dan Ovie (keyboard) tersebut belakangan memang sangat populer di kalangan anak muda. Dilihat dari usia, anak-anak Wali me-

Band Gigi RIGA NURUL IMANREPUBLIKA

mang jauh lebih muda daripada para personel Gigi. Akan tetapi, mengenai kualitas bermusik, Wali tak mau kalah. Apoy cs selalu tampil bersemangat setiap kali beraksi di atas panggung pada Djarum Coklat Ngabuburit kali ini. Manajer Wali, Adzee Ridwan, mengatakan, merupakan sebuah tantangan bermain apik kala harus berpuasa. “Yang pasti lelah, cuma kita ambil hikmahnya saja,” tuturnya. Wali, kata Adzee, bersyukur bisa terus tampil di acara Djarum Coklat Ngabuburit yang bagi mereka sudah memasuki tahun ketiga sejak 2009. Tahun ini Wali sudah mempersiapkan diri dengan baik dari segi materi maupun musik. Berbeda dengan Gigi yang melakukan medley, Wali tidak melakukannya karena permintaan lagu dari klien adalah tembangtembang yang populer, sepeti

Wali Band ADITYA PRADANA PUTRA

“Cari Jodoh”, “Aku Bukan Bang Toyib”, “Dik”, “Baik Baik Sayang”. Sedangkan lagu-lagu religi yang dibawakan Wali, seperti saat ngabuburit di Kemayoran, Jakarta, 9 Agustus lalu, di antaranya adalah “Abatasa”, “Tomat”, dan “Mari Shalawat”. Sementara itu, band yang relatif baru di industri musik Indonesia, Armada, seolah tak mau kalah dengan dua band yang memiliki nama lebih besar terse-

but. Terbukti, saat di lapangan Kerkov, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pekan lalu, konser Armada tersebut dipadati penonton. Armada ditunggu-tunggu oleh para pencinta musik untuk membawakan dua single unggulannya: “Buka Hatimu” dan “Mau Dibawa Ke Mana”. Kedua single tersebut diharapkan dapat kembali memeriahkan suasana pada acara ngabuburit di Karawang, Jawa Barat, sore ini. ■ ed: khoirul azwar


1432 H AHAD 14 AGUSTUS 2011

REPUBLIKA

B3

Konsultasi Puasa Diasuh oleh Prof Dr KH Achmad Satori Ismail

Jika ada pertanyaan seputar puasa, silahkan kirim pertanyaan Anda ke e-mail : puasa@republika.co.id

Bolehkah Berenang Ketika Berpuasa? Assalamualaikum Wr Wb Bapak ustaz, bulan Agustus ini musim panas dan sangat terik. Sejumlah rekan saya ada yang berenang di sungai agar tetap bisa bertahan berpuasa dan tubuhnya dingin. Yang saya tanyakan, apakah berenang bisa membatalkan puasa? Terima kasih atas jawabannya. Agusrin, Palembang

SAFARI RAMADHAN

NILA FU’ADI/ANTARA

Direktur Umum PT Pertamina, Waluyo (kanan), memberikan santunan secara simbolis kepada anak yatim piatu pada Safari Ramadhan, di Kilang UP 3 Pertamina, Plaju, Palembang, Sumatra Selatan, Jumat (12/8). Sebanyak 200 orang anak yatim piatu dari lima panti asuhan mendapatkan santunan Ramadhan sebesar Rp 300 ribu per anak dan sembako.

TARI SUFI

Tarian ini mewarnai aktivitas santri di bulan Ramadhan. MAGETAN—Ada beragam cara ngabuburit saat menunggu waktu berbuka puasa. Namun, tak semua sesuai ajaran agama. Aktivitas santri dan santriwati di Pondok Pesantren Roudlotul Huda (Ponpes) di Desa Kedung Panji, Kecamatan Lemeyan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, patut ditiru. Sembari ngabuburit, mereka berlatih tari sufi, tarian dari Timur Tengah. Pengurus Ponpes Roudlotul Huda, Saiful, mengatakan, latihan tari sufi selalu digelar para santrinya setiap bulan Ramadhan. Tarian ini sangat sederhana dan menggunakan iringan alat musik rebana. “Sudah menjadi tradisi di pondok kami selama bulan Ramadhan selalu berlatih tari sufi sambil menunggu waktu untuk berbuka puasa. Para santri terlihat senang melakukan hal ini,” ujar Saiful di Magetan, Sabtu

Ala Santri Magetan (13/8). Menurut dia, awalnya tradisi ini dibawa oleh sejumlah santri yang pernah belajar di Kairo, Mesir. Setelah diperkenalkan kepada sejumlah santri, akhirnya tarian ini cukup diminati, bahkan menjadi tradisi di pondok pesantren tersebut. Tujuan dari tari ini, lanjut Saiful, selain untuk mengisi waktu luang jelang berbuka puasa, juga memiliki makna tersendiri, yakni sebagai bentuk syiar agama Islam. Tradisi ini ditampilkan di sejumlah acara keagamaan, di antaranya saat perayaan Maulid Nabi. “Ke depan, kami berharap para

santri dapat mengajarkan tarian ini ke masyarakat. Sehingga tidak hanya santri saja yang bisa, tapi juga masyarakat Muslim pada umumnya,” tambah Saiful. Dengan iringan alat musik rebana, sejumlah santri di pondok pesantren ini secara bergantian menggerakkan tubuh mereka dengan riang di halaman masjid pondok pesantren. Mereka sangat menikmati dan bergembira hingga tak terasa telah tiba waktunya untuk berbuka. “Kami senang menari sufi. Selain menunggu waktu untuk berbuka puasa, kami juga bisa mengetahui jejak agama Islam di Timur Tengah pada waktu itu,”

ujar salah satu santri, Heru. Hal yang sama diungkapkan santriwati bernama Nur. Meski hanya melihat, dia mengaku senang melihat teman-temannya menari sambil bercanda. Setiap sore selama Ramadhan menjelang buka puasa, para santri tersebut berlatih sekitar 1,5 jam. “Saya merasa terhibur. Selain mengalihkan waktu hingga saat berbuka nanti, saya jadi tahu tentang tarian umat Muslim di Timur Tengah,” ujar Nur. Usai berlatih tari sufi, para santri ini selanjutnya berbuka puasa dan menjalankan shalat Maghrib serta Tarawih bersama.

Konjen Amerika Buka Bersama 200 Yatim GRESIK — Yatim Mandiri Gresik dan Konsul Jenderal Amerika Serikat Kristen F Bauer menggelar buka puasa bersama 200 anak yatim di Pondok Pesantren Raudlatul Hikmah, Banjarsari, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Selain buka puasa bersama anak yatim, Kristen F Bauner juga menyerahkan bantuan seperangkat komputer kepada Yatim Mandiri Gresik untuk mendukung kegiatan belajar mengajar anak-anak yatim di ponpes tersebut. “Kami senang sekali bisa berbuka puasa bersama di Pesantren Raudlatul Hikmah. Saya ditemani beberapa staf konsulat dan keluarganya karena kami ingin berbagi kebahagiaan dengan teman-teman di sini,” kata Bauer. Ia menyampaikan terima kasih kepada Yatim Mandiri yang sudah membina dan membantu anak-anak yatim yang tersebar di Gresik guna

membuka kesempatan yang sangat luas bagi mereka dalam memperoleh pendidikan. “Kita semua setuju bahwa pendidikan merupakan kunci untuk membangun generasi masa depan dan bangsa. Pendidikan juga merupakan poin terpenting dalam kemitraan komprehensif antara Pemerintah AS dengan Pemerintah Indonesia,” paparnya. Tentang Ramadhan, Bauer menilai, Ramadhan merupakan bulan mulia bagi lebih dari satu miliar umat Islam di dunia untuk beribadah, introspeksi diri, dan saling berbagi dengan sesama. Ramadhan, kata dia, juga merupakan saat berkumpul dengan keluarga, teman, dan sahabat. Sudah menjadi tradisi di Konsulat Jenderal AS di Surabaya, setiap tahunnya menggelar berbuka puasa bersama dan berbagi dengan para sahabat sebagai bentuk toleransi dan kepedulian pihaknya terhadap masya-

rakat. Acara buka puasa bersama tersebut diawali dengan kompetisi tahunan yang digelar Yatim Mandiri Gresik bertajuk “Olimpiade Yatim” di Pesantren Raudlatul Hikmah yang diikuti sekitar 200 siswa dan guru dari 30 pesantren dan panti asuhan. Setelah kompetisi di bidang akademik, seni, dan keagamaan itu, Bauer menyerahkan bingkisan kepada ratusan anak yatim dan siswa kurang mampu berupa buku dan peralatan sekolah. Sementara itu, Kepala Cabang Yatim Mandiri Gresik Ahmad Zaini Faishol menyampaikan terima kasih kepada konsul dan staf Konjen AS di Surabaya atas partisipasinya dalam acara tersebut. “Sebagai lembaga pengelola zakat nasional, kami memang peduli pada upaya memandirikan anak yatim,” ujarnya. ■ antara ed: khoirul azwar

■ co1 ed: zaky al hamzah

Jawaban: Yang membatalkan puasa kalau diperinci sebagai berikut: a. makan dan minum sengaja, b. muntah dengan sengaja, c. haid dan nifas, d. masturbasi, e. memasukkan sesuatu ke dalam perut melalui lobang, seperti mulut, telinga, dan dubur, f. sudah niat tidak berpuasa sejak malam hari karena niat termasuk rukun dalam puasa, g. makan dan minum atau bersetubuh dengan prasangka sudah terbenam matahari, padahal belum. Jadi, kalau sekadar berenang dan tidak berlebihan sehingga memungkinkan masukya air ke dalam lubang mulut, hidung, telinga, dan dubur, tidaklah mengapa.

USG Bagi Orang yang Berpuasa Assalamualaikum Wr Wb Pak ustaz, di bulan puasa saya harus USG tentang rahim saya. Apakah puasa saya batal dengan menjalani USG tersebut? Hamba Allah, 08887813XXX Jawaban: Bila diharuskan untuk melakukan USG tentang rahim menurut dokter Muslim yang adil, Anda diperbolehkan melakukannya dan tidak akan membatalkan puasa.

Apakah Boleh Berpuasa dalam Keadaan Haid? Assalamualaikum Wr Wb Ustaz, bagaimana hukumnya orang yang sedang haid berpuasa pada bulan Ramadhan? Saleh, Kedunghalang, Bogor Jawaban: Ulama sepakat bahwa puasa diwajibkan atas Muslim yang berakal, telah mencapai balig, yang sehat, dan mukim (artinya tidak dalam keadaan safar) serta atas wanita yang suci dari haid dan nifas. Wanita yang sedang haid tidak diperbolehkan berpuasa. Hukumnya haram dan puasanya tidak sah. Dan, tetap harus mengganti pada lain hari. Siti Aisyah berkata: ‘’Kami datang bulan di masa Rasulullah SAW, maka kami disuruh untuk mengqadha puasa dan tidak diperintah menqadha shalat. (HR Bukhari dan Muslim). ■


1432 H AHAD 14 AGUSTUS 2011

REPUBLIKA

B4-B5

an h d a m Ra Dunia

han d a m a R a r a t n a s Nu

Tetap Semangat M

Meraih Kemuliaan Suasana ngabuburit di Islamic Center Jakarta.

1

1 Suasana pagelaran busana muslim di sebuah mal di Jakarta.

2

Khataman massal di Masjid Nurul Falah, Medan.

3

Dua guru tengah membimbing siswa TK dan PAUD Quantum Cendikia Pamekasan, belajar berwudhu.

4

Beberapa pekerja mengganti karpet sajadah dengan karpet baru di Masjid Cut Meutia, Jakarta Pusat.

5

Suasana shalat Dhuha di SDN 03-04 Gondandia Jakarta Pusat.

6

emasuki sepuluh hari kedua Ramadhan, umat Islam sedunia semakin sibuk mendekatkan dirinya kepada sang Khaliq. Shalat Tarawih berjamaah ditegakkan, tadarus Alquran terus dikumandangkan, kajian-kajian ilmu keagamaan makin diperdalam. Semua itu dilakukan untuk memantapkan niat suci meraih keberkahan di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Pada prinsipnya, dalam suasana apapun, umat Islam tetap semangat menjalankan ibadah puasa. Panas terik dan godaan duniawi, tak menghalangi niat mereka untuk tetap memantapkan diri meraih kemuliaan. Tua muda, anak-anak maupun yang dewasa, laki-laki atau perempuan, sipil atau tentara, semuanya semangat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan. Pendek kata, inilah kesempatan memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan. Karena itu, mereka juga tetap semangat untuk berbagi kasih sayang dan kebahagiaan dengan semua kalangan atau lapisan masyarakat. Berbagai urusan duniawi yang makin menggoda diri untuk membatalkan puasa, seperti gesekan di kawasan konflik, maupun sejumlah aktivitas keduniawian, tak memengaruhi diri mereka berpuasa. Akhirnya Ramadhan memang menjadi ajang pengasahan diri pribadi-pribadi terpilih. ■

RAJESH KUMAR SINGH/AP

2 Pengajian komunitas Punk Muslim di Pulo Gadung, Jakarta Timur.

7

1

AGUNG SUPRIYANTO

Momentum Memperbanyak Ibadah “Semua ibadah anak cucu Adam, semuanya untuk diri mereka, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku, dan Aku yang akan membalasnya.” emikian Allah berfirman dalam hadis Qudsi. Firman Allah itu, tampaknya benar-benar memacu semangat umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia untuk tetap semangat menjalankan ibadah puasa yang telah memasuki sepuluh hari kedua di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Berbagai lapisan masyarakat, secara serempak, bersatu padu, mengisi hari-hari Ramadhan dengan sejumlah kegiatan positif, untuk membentuk pribadi Muslim yang bertakwa kepada Allah SWT. Mereka tak memandang latar belakang dan jabatan, semuanya bersama-sama menjalankan ibadah puasa. Mulai dari anak-anak yang biasanya sering bermain, anak-anak punk yang umumnya suka ngelayap di jalanan, orang dewasa yang biasanya juga sibuk bekerja, kini bersama-sama meningkatkan amal ibadah di bulan Ramadhan. Bulan turunnya Alquran ini dipilih oleh mereka untuk memperdalam dan memperbanyak ibadah kepada Allah. Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk melakukan evaluasi dan koreksi atas ibadah mereka pada sebelas bulan sebelumnya. Aktivitas umat Islam dalam mengisi hari-hari puasa di berbagai daerah di Indonesia, terangkum dalam sorotan lensa kamera berikut ini. ■

D

7

6 TAHTA AIDILAH

MUHAMMAD NURELDIN ABDALLAH/REUTERS

3

2 AGUNG SUPRIYANTO

ADITYA PRADANA PUTRA

1

Anak-anak di India shalat di sebuah pelataran masjid.

2

Pengajian oleh seorang ulama di pinggiran Kota Khartoum, Sudan.

3

Antrean anak-anak Palestina menunggu pembagian dari dermawan di Tepi Barat Palestina.

4

Deretan shaf wanita tengah salat tarawih sambil membaca langsung surat dari Alquran.

5

Seorang demonstran membagikan takjil kepada polisi anti huru-hara di sela unjuk rasa di Lapangan Tahrir Kairo. AMMAR AWWAD/REUTERS

5

5 AGUNG SUPRIYANTO

4 SAIFUL BAHRI

3 REUTERS

MOHAMED ABDEL GHANY/REUTERS

4

ASMAA WAGUIH/REUTERS


1432 H AHAD 14 AGUSTUS 2011

REPUBLIKA

BUKA BERSAMA

B6

KHALIL HAMRA/AP

Sejumlah pengunjuk rasa dan tentara Mesir berbuka bersama di depan Tahrir Square di Kairo, Jumat (12/8). Ratusan pengunjuk rasa terlibat keributan dengan petugas keamanan yang melarang aksi demontrasi di kota ini.

Ratusan Anak Miskin Fernan Rahadi

Anak-anak di kamp pengungsi juga menjadi sasaran bantuan makanan selama Ramadhan. SIDON — Ratusan anak-anak dari keluarga miskin di kota pesisir Sidon, Lebanon, mendapat hidangan buka puasa gratis di sebuah restoran. Acara amal tersebut diselenggarakan oleh Asosiasi Kesejahteraan Islam Sidon (ISWA). Mohammad, salah seorang anak yang diundang oleh ISWA, mengungkapkan kegembiraannya setelah menyantap hidangan yang disajikan di restoran yang

BUKA PUASA DI RESTORAN

terletak di Saida Mall tersebut. “Makanan yang pernah saya makan di luar rumah hanyalah sandwich falafel dan shawarma,� ujarnya, seperti dilansir Lebanon Daily Star. Direktur Eksekutif ISWA, Moutaa Majzoub, mengatakan, kegiatan buka bersama dengan anak-anak dari keluarga kurang mampu hanya merupakan salah satu agenda buka bersama yang digelar mereka selama bulan suci ini. Selain kegiatan tersebut, asosiasi ini juga mengadakan hajatan amal lainnya, yakni buka puasa bersama lebih dari 9.000 pengungsi. Para pengungsi tersebut terdiri atas orang yang tinggal di kampkamp pengungsi, baik yang berada di Kota Tyre maupun kota-kota yang dekat dengan per-

batasan. Selain mengundang mereka untuk buka puasa gratis di restoran, ISWA juga mengantarkan makanan ke rumah para keluarga yang tidak bisa menghadiri acara tersebut. Biaya yang dikeluarkan ISWA untuk menyelenggarakan acara buka bersama itu dikabarkan diperoleh melalui donasi dari masyarakat. Majzoub mengatakan, bantuan finansial tersebut, di antaranya berasal dari Lebanon, negara-negara di Teluk Arab, serta asosiasi-asosiasi serupa di Eropa maupun Amerika Serikat. Sementara itu, dari ibu kota Lebanon, Beirut, dilaporkan jumlah penumpang pesawat yang datang ke Bandara Internasional Rafik Hariri pada pekan pertama bulan Ramadhan (Agustus)

menurun drastis. Penurunan sekitar 50 persen dibandingkan pekan sebelumnya, yakni pekan keempat bulan Juli. Jika pada Juli rata-rata terdapat 15 ribu penumpang yang tiba di bandara tersebut per hari, saat ini hanya sebanyak 7.000 penumpang per hari (turun 46,7 persen). Sedangkan jumlah penumpang yang berangkat dari bandara tersebut juga turun dari 10.600 per hari menjadi 7.0008.000 penumpang per hari. Penurunan jumlah penumpang diduga disebabkan dua faktor. Pertama, dimulainya Ramadhan di mana mayoritas penduduk Arab lebih memilih tinggal di negara masing-masing selama bulan suci. Faktor kedua kerusuhan yang melanda Suriah sejak awal tahun ini. â– ed: khoirul azwar

Untuk pemasangan dan informasi

Hardi 0818 0885 9123, 021 9259 3383

Andriyanto 0815 9600 200


1432 H

REPUBLIKA

Kisah Penjelajah Raja Zulkarnain Oleh Nidia Zuraya

E

UH

IS

S RA

T

US

IL

Z

ulkarnain adalah seorang Raja yang masyhur. Ia dikenal juga dengan nama Iskandar Zulkarnain. Zulkarnain termasyhur tidak hanya karena kegagahan dan keperkasaannya sebagai raja, tetapi juga karena budi pekertinya yang baik. Zulkarnain adalah seorang hamba yang saleh. Ia memeluk agama yang diajarkan Nabi Ibrahim. Zulkarnain berhasil menaklukkan hampir sebagian besar wilayah di dunia, seperti Yunani, Eropa, Persia, Afrika, bahkan sampai Asia. Di setiap wilayah yang berhasil ia kuasai, Zulkarnain selalu membangun dan memakmurkannya.

Dikisahkan, pada suatu hari Raja Zulkarnain berkunjung ke wilayah barat yang masyarakatnya mempunyai kebiasaan buruk. Allah SWT meminta Raja Zulkarnain untuk mengingatkan mereka. Raja Zulkarnain kemudian melanjutkan perjalanannya ke wilayah timur yang masyarakatnya tidak memakai pakaian. Ketika sampai di suatu tempat yang diapit dua gunung, ia bertemu dengan kaum yang tidak dapat memahami bahasa Raja Zulkarnain. Dengan bantuan seorang menterinya, sang Raja pun dapat bercakap-cakap. “Wahai Raja, Ya’juj dan Ma’juj menganggu kami! Kami akan berterima kasih kalau engkau bisa melindungi kami dari gangguan mereka,” kata masyarakat setempat. Lalu, Raja Zulkarnain bersama mereka membuat benteng dari potongan-potongan besi. Potongan-potongan besi itu ditumpuk di celah-celah antara dua sisi gunung. Besi itu dibakar hingga menjadi cairan panas. Lalu, tembaga cair itu dituangkan ke besi yang membara. Jadilah satu benteng yang sangat kuat. Penduduk kota itu pun selamat dari gangguan Ya’juj dan Ma’juj. Setelah Ya’juj dan Ma’juj berhasil diusir, Raja Zulkarnain mengingatkan orang-orang di wilayah itu tentang kedatangan hari kiamat. Para penduduk kota itu pun menyatakan beriman kepada Allah SWT. ■

AHAD 14 AGUSTUS 2011

B7

Ensiklopedia Siapa yang akan Mendapat Akibat Buruk? Pada hari akhir, manusia akan melihat catatan perbuatannya sendiri. Allah SWT dalam surah alAhqaf ayat 19-20 mengatakan bahwa orang-orang yang mendapatkan akibat buruk akan diberi tahu bahwa itu akibat berbuat semaunya, tidak memercayai hari akhir, bersikap sombong, dan tidak mau diingatkan untuk berbuat baik. Allah SWT juga menyebutkan dalam surah Qaf ayat 19-30 mengenai siapa saja orang-orang yang mendapatkan akibat buruk. Siapa saja mereka? Yaitu, orang yang bersikeras menolak petunjuk Allah SWT, padahal sudah diingatkan, orang yang tidak berbuat baik, melanggar aturan, meragukan petunjuk Allah SWT, dan menyetarakan Allah SWT dengan makhluk ciptaan-Nya. Orang-orang seperti ini, kata Allah SWT, akan hidup sengsara di neraka. Mereka seperti tinggal di tempat yang tidak nyaman dan panas, tidak mendapatkan minuman, kecuali air mendidih. Iihh … serem ya, teman-teman!

Orang yang akan Mendapat Akibat Baik? Adapun orang yang menyadari adanya Allah SWT akan selalu memperbaiki diri jika berbuat salah, berbuat sesuai aturan Allah SWT, dan takut melanggar aturan, walaupun Allah SWT tidak terlihat olehnya. Mereka itulah yang akan mendapatkan akibat baik. Orang-orang seperti ini, kata Allah SWT dalam surat Qaf ayat 31-35, akan dimasukkan ke dalam surga. Mereka akan hidup bahagia di dalamnya selamanya. ■ Sumber: Ensiklopedia I Love My Alquran, penerbit Pelangi Mizan

Pengalaman Puasa

Menahan Haus di Sekolah aru kali ini aku berpuasa. Kata Ayah, karena aku masih kecil, aku boleh puasa setengah hari aja. Belajar puasa namanya. Aku dibangunkan sahur oleh Ayah dan Ibu. Aku nggak susah loh dibangunin. Setelah itu, aku makan bersama Ayah, Ibu, Teteh Nida, dan Mas Athar. Kakakku satu lagi, Teteh Via, nggak ikutan sahur bersama karena tinggal di pesantren. Adikku, Iqbal, kadang-kadang ikut bangun. Tapi, dia nggak ikut puasa. Tentu

B

saja, Dik Iqbal kan masih bayi … he … he … Ke sekolah aku diantar Ayah. Di sekolah, aku merasa haus. Rasanya pingin minum. Aku tahan … tahan … Aku ingat kata Ayah, nunggu azan Zhuhur dulu, baru boleh berbuka. Dan lagi, kalo mau minum di sekolah, kan nggak bisa juga. Selama bulan Ramadhan, aku kan nggak bawa bekal makan dan minum. Akhirnya, aku bisa menahan haus sampai azan Zhuhur. Aku langsung minum.

Hmm … segaaar …Tapi, aku minumnya sembunyi-sembunyi loh. Kalau dilihat kakakku, Mas Athar, nanti dia pingin batal juga. Maklum, kakakku yang ganteng itu suka sekali makan. Setelah itu, aku makan, terus puasa lagi sampai azan Maghrib. Kata Ayah, tak apa-apa puasa begitu. Aku masih kecil. Kan baru belajar … Aisyah Fatma Sabrina (5 tahun) TK Amaliah Islamic School, Depok, Jabar

ADI DOK PRIB


1432 H

REPUBLIKA

AHAD 14 AGUSTUS 2011

B8

AGUS FATAH PENGASUH DAI CILIK

Oleh Ichsan Emrald Alamsyah

B

erbicara soal puasa dengan Agus Fatah yang kini menjadi pengasuh para dai cilik dalam Program Pemilihan Dai Cilik (Pildacil) maka akan selalu berkaitan dengan anak-anak. Hal ini wajar saja, karena saat ini ia menjadi pendidik bagi calon guru pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman kanak-kanak (TK). Nah, menurutnya, hampir semua ahli menyepakati bahwa puasa itu baik bagi anak-anak. Menurut pria yang kini menjadi aktivis anak, emosi seseorang itu berasal dari apa yang ia makan. Maka, pria yang memiliki nama asli Ujang Agus Sawit ini mengatakan bahwa ia amat memercayai kata-kata itu. “Kamu adalah apa yang kamu makan.” Di kala puasa tersebut, seseorang, menurutnya, akan dilatih untuk memiliki pola makan yang teratur. Misalnya, makan sebelum sahur, kemudian memakan makanan kecil ketika berbuka, lalu selang beberapa waktu, baru memakan nasi beserta lauk pauknya. Hal ini kadang tak didapatkan pada bulan biasa ketika seseorang begitu sibuk. Karena, kesibukan itu terkadang membuat seseorang tidak sarapan atau tidak makan malam.

Puasa akan membuat emosi anakanak menjadi lebih terkontrol. Agus Fatah

Lebih lanjut lagi, dengan adanya pola makan yang teratur, menurutnya, akan membuat emosi seseorang terjaga. Bagi anak-anak, puasa akan membuat emosi mereka jadi lebih terkontrol. Artinya, selain orang tua lebih mudah mengatur si anak, anak juga akan mampu belajar untuk mengatur emosinya sendiri. “Puasa itu baik bagi anak, karena puasa mengajarkan pola makan yang teratur bagi anak,” ujarnya kepada Republika. Hal ini, menurutnya, berdasarkan hasil penelitian. Apalagi, ia juga memiliki penelitian kecil-kecilan ketika menangani anak-anak

anggota Pildacil. Dalam satu rumah, berkumpul anak-anak dari berbagai daerah yang memiliki sifat yang berbeda. Misalnya, ada yang lembut, ada yang ceplas-ceplos, dan ada yang pemberani. Nah, ketika anak-anak itu puasa, mereka lebih mudah dibimbing dan diatur. Selain itu, Agus mewanti-wanti kepada seluruh orang tua agar mereka tak memberikan makanan cepat saji atau instan kepada anak-anak. Hal ini akan menyebabkan pola hidup anak tersebut menjadi instan alias mereka akan berpikir secara instan. Lalu, apa sih makna Ramadhan bagi Agus? Dia menjawab, Ramadhan itu bulan mengevaluasi diri, menambah ilmu, dan berinteraksi dengan Alquran. Baginya, waktu Ramadhan ialah momentum memetakan kembali ayatayat Alquran. Misalnya, tentang pola mengasuh anak dan hal lainnya. “Mungkin ketika Ramadhan, orang khatam Alquran beberapa kali. Namun, saat ini saya memetakan kembali ayat-ayat Alquran,” jelasnya serius. Patut ditiru nih … ■ ed: zaky al hamzah

DOK PRIBADI

Puasa Baik Bagi Anak

Cahaya Ramadhan  

Republika, 14 Agustus 2011

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you