Page 1

REPUBLIKA

1432 H

RABU 3 AGUSTUS 2011

25

Mutiara Hadis Sahl bin Sa’ad mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Manusia itu senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR Bukhari, 958).

Khas

AGUNG SUPRIYANTO

PASAR RAMADHAN BENDUNGAN HILIR

Sejumlah warga Ibu Kota membeli aneka makanan dan minuman untuk berbuka puasa di Pasar Ramadhan Bendungan Hilir, Jakarta, Selasa (2/8). Pasar Ramadhan Benhil digelar setiap bulan puasa yang menjadi alternatif warga memenuhi aneka kebutuhan berbuka dan takjil.

Sensasi Berbuka dan Tarawih di ‘Masjidil Haram’

MENULIS ARTIKEL ITU Oleh A Syalabi Ihsan

Kemampuan menulis menunjukkan sistematika berpikir seseorang.

Peserta pelatihan menulis artikel.

S

eorang guru mutlak harus bisa menulis. Paling sederhana, soal-soal yang diberikan guru untuk muridnya pun harus dibuat dengan tulisan. Lebih mewah lagi, keterampilan yang membedakan antara zaman sejarah dan prasejarah itu dapat menjadi media para guru menyalurkan ideide segar kepada masyarakat dalam perannya sebagai pendidik. Maka itu, agar artikel yang dibuat para guru dapat diserap dengan mudah oleh masyarakat, perlu ada outline agar topik yang ingin ditulis tidak keluar dari jalur. Kepala Newsroom Republika, Irwan Ariefyanto, membahasakannya dengan Garis-Garis Besar Haluan Nulis (‘GBHN’). “Untuk pemula biasanya perlu menuliskan outline, kerangka atau ‘GBHN’ mengenai apa yang akan ditulis,” ujar Irwan, saat memberikan materi pada workshop Menulis Artikel Ilmiah Populer dalam Republika Ramadhan Fair 2011, di Masjid At Tin, Jakarta, Selasa (2/8). Hanya sebelum masuk ke ‘GBHN’, pria berkacamata itu menekankan perlunya ide agar tulisan menjadi menarik. Bagi Irwan, ide bisa datang dari mana saja. Entah dari seminar, pengamatan terhadap keadaan masyarakat melalui pemberitaan di

media, hingga obrolan ringan bersama para murid. Jika tulisan ingin dipublikasikan di media massa, Irwan mengungkapkan ide harus up to date dengan pemberitaan yang sedang ramai. Tentu saja tidak perlu yang ‘berat-berat’. Irwan memberi contoh tentang perbincangan antara buronan Komisi Pemberantasan Korupsi, M Nazaruddin, dan aktivis sosial media, Iwan Piliang, di internet yang menjadi topik utama di media massa baru-baru ini. Menurut dia, seorang penulis dapat memilih topik ringan yang lepas dari kasus korupsi Nazaruddin, namun berkaitan. “Seperti pembahasan soal skype yang digunakan Nazaruddin untuk berkomunikasi, misalnya,” kata Irwan. Menurut Irwan, ‘GBHN’ terdiri atas pendahuluan, uraian masalah,

Ide-ide guru bisa disebarluaskan kepada komunitas guru dan masyarakat lainnya. Rasuddin Peserta Pelatihan Menulis

IMAM BUDI UTOMO/REPUBLIKA

analisis masalah, solusi atau alternatif pemecahan masalah. Irwan menjelaskan, ‘GBHN’ akan sangat membantu agar tulisan kita sistematis. Sistematika akan memudahkan pembaca untuk memahami ideide yang kita tulis. Bagi penulis, sistematika juga akan memperlancar aliran ide yang hendak ditulisnya. Irwan menjelaskan, menyusun pendahuluan dalam artikel ilmiah populer dapat menggunakan beberapa teknik. Bisa kejadian atau isu paling aktual saat ini atau berupa pernyataan seorang pejabat atau tokoh yang barangkali menarik untuk dikaji lebih dalam esensi dan implikasinya. “Yang penting, pendahuluan harus mampu menarik minat pembaca untuk membaca lebih lanjut,” katanya menegaskan. Setelah pendahuluan, ujar Irwan, penulis dapat langsung menukik pada inti masalah sekaligus analisis masalahnya. Penulis, lanjutnya, bisa memilih apakah artikel yang dibuat hanya bersifat informatif, menyajikan suatu alternatif pikiran, solusi, atau hanya menggugah aspek kepedulian pembaca. Hanya, Irwan memberi catatan bahwa pemahaman mengenai berbagai aspek dari masalah yang ditulis menjadi syarat mutlak. Untuk itu, peranan data, teori, fakta, atau bahkan intuisi sangat dibutuhkan. Terakhir, yakni editing. Irwan menjelaskan tidak jarang tulisan yang menarik dan bagus dari sisi ilmiah tidak dapat dimuat redaksi. Penggunaan bahasa ilmiah yang populer, ujarnya, menjadi masalah. Seorang guru dari SMA Bina Bangsa Sejahtera, Bogor, Rita Wulansari, menjadikan Republika Ramadhan Fair sebagai tema tulisan. Tema ini dipilih Rita karena sedang dialaminya. “Ini yang dekat saja. Kan sekarang sedang ikutan festivalnya,” ujar Rita. Rita mengaku mendapatkan manfaat yang besar dari pelatihan ini. Menurutnya, sekarang dia menjadi tahu bagaimana caranya agar membuat artikel yang tidak hanya dikonsumsi pribadi, tetapi dapat dibaca orang banyak. Peserta lainnya, Rasuddin, mengungkapkan pelatihan menulis sangat dibutuhkan guru. Pasalnya, materi pelajaran dan soal-soal pun dibuat dengan cara menulis. Selain itu, ide-ide guru bisa disebarluaskan kepada komunitas guru dan masyarakat. n ed darmawan sepriyossa

l Masjid Pondok Indah

AMIN MADANI/REPUBLIKA

ika kemacetan petang hari memaksa Anda terpacak di sekitar Jalan Sultan Iskandar Muda, mampirlah ke Masjid Raya Pondok Indah. Berbukalah di sana. Selain ada takjil yang disiapkan pihak masjid, juga ada bazar jajanan buka puasa. Menurut Ketua Masjid Raya Pondok Indah, Ustaz Fatah, jajanan buka puasa sudah digelar sejak pukul 16.00. “Ini memang menjadi acara tahunan Ramadhan di masjid ini,” ujar Fatah. Bazar jajanan buka puasa itu bertempat di lapangan parkir masjid. “Ada sekitar 60 pedagang. Kami terbuka apabila ada pedagang baru. Berdagang di sini juga gratis, kami tak memungut bayaran,” ujar dia. Namun bazar itu tidak sepanjang Ramadhan. “Hanya pada 1 hingga 20 Ramadhan,” ujar Fatah. Setelah itu masjid akan mengadakan acara lain, ‘Bazar Iktikaf’. Masjid sendiri sebenarnya juga telah menyiapkan makanan gratis untuk takjil para jamaah yang akan berbuka disana. Namun, menurutnya apabila ada jamaah lain yang tertarik mencicipi jajanan buka puasa yang berbeda, bisa membelinya di tempat bazar. Untuk menikmati makanan berbuka puasa ini, pihak masjid pun telah menyediakan tempat khusus, yaitu di lantai bawah. Ini bukanlah lantai yang digunakan untuk shalat sehingga pihak masjid mengizinkan jamaah makan dan minum, bahkan tidur-tiduran di sana. Posisi Masjid Raya Pondok Indah yang berada persis di pinggir jalan raya besar, membuat banyak orang mampir. Namun, karena posisinya tak jauh dari Pondok Indah Mal, menurut Fatah, banyak orang juga yang lebih tertarik buka puasa di mal. Mungkin wajar, paling tidak mengingat daya tarik mal yang tentu saja lebih besar dibanding masjid. Persoalannya, ini Ramadhan, bulan tempat segala kebaikan dan bonus dijanjikan Allah SWT. “Karena itu, kami selalu mencoba menawarkan berbagai kemudahan yang semoga bisa menarik minat jamaah untuk memakmurkan masjid ini,” kata Fatah. Ada lagi yang menjadi kebanggaan Masjid Raya Pondok Indah. Fatah menjanjikan jamaah bisa menikmati suasana tarawih yang berbeda dengan tempat lain. “Di sini, Anda bisa merasakan shalat tarawih seperti di Masjidil Haram.” Bahkan kata dia, beberapa jamaah merasa seperti tengah berumroh. Suasana apa yang membuat begitu? “Karena lagu dan bacaan imamnya,” jawab Fatah. Imam tarawih di Masjid Pondok Indah kebanyakan memang merupakan para alumni Perguruan Tinggi Ilmu Al Qur’an dan para hafiz. Tidak hanya menguasai ilmu tajwid, rata-rata mereka juga lancar berbahasa Arab. “Tentu akan berbeda manakala imam mengucapkan kata-kata dari surah yang ia mengerti artinya,” kata fatah. Silakan datang dan merasakan tarawih seolah di Masjid Haram. n c15 ed darmawan sepriyossa

J


1432 H RABU 3 AGUSTUS 2011

REPUBLIKA

26

Konsultasi Zakat Diasuh oleh Prof Dr M Amin Suma SH MA

SENI-BUDAYA Duta Besar Iran untuk Indonesia Mahmoud Farnzadeh menyerahkan model keramik Iran kepada Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Senin (1/8), di Jakarta, dalam acara Festival Seni Budaya Islam yang terselenggarakan atas kerja sama PP Pemuda Muhammadiyah dengan Kedubes Iran.

DOK PP PEMUDA MUHAMMADIYAH

KERJA SAMA PEMUDA MUHAMMADIYAH DAN KEDUBES IRAN

Festival Seni dan Budaya Islam Krisis moral yang terjadi di tengah masyarakat dapat diperbaiki dengan memperbaiki kebudayaannya. JAKARTA — Dalam rangka menyemarakkan datangnya bulan suci Ramadhan, Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah bekerja sama dengan Kedutaan Republik Islam Iran menyelenggarakan Festival Seni dan Budaya Islam, di aula Masjid Raya Al-Isra, Jakarta Barat, Senin (1/8). Pembukaan Festival tersebut dihadiri oleh Menteri Kehutanan RI Zulkifli Hasan, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Duta besar Iran Mahmoud Faranzadeh, AM Fatwa, dan sejumlah tamu undangan lain dari keluarga besar Pemuda Muhammadiyah dan kaum muslim setempat. Menurut Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dr Shaleh P Daulay MA, Festival Budaya Islam ini bertujuan untuk mengenal lebih dekat khazanah kebudayaan Islam yang berasal dari Iran. Festival ini akan menampilkan pameran kaligrafi dan kesenian Alquran, haflatul Quran oleh qari Iran dan

Indonesia, parade nasyid Iran dan Indonesia, pameran buku-buku Islam, dan pemutaran film-film Islam asal Iran. Shaleh mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Al-Isra Jalan Tanjung Duren Raya, Jakarta Barat yang berlangsung hingga Rabu (3/8) ini. “Kita sering sekali mengagumi kebudayaan-kebudayaan Barat dan melupakan kebudayaan-kebudayaan Islam. Padahal, kekayaan kebudayaan Islam sudah sangat terkenal sejak ribuan tahun lalu,” kata Shaleh, dalam keterangan persnya yang disampaikan ke Republika, Selasa (2/8). Ia menambahkan, Iran adalah tempat yang paling baik untuk mengeksplorasi kebudayaan tersebut. Di sinilah letak signifikansi kegiatan ini dilaksanakan. Sementara itu, Din sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Dia menilai bahwa kegiatan ini dapat dijadikan sebagai alternatif

dalam memerangi krisis moral di tengah masyarakat. “Krisis moral yang terjadi di tengah masyarakat dapat diperbaiki dengan memperbaiki kebudayaannya. Oleh karena itu, Muhammadiyah sangat berterima kasih kepada kedutaan Iran yang telah menjalin kerja sama dengan PP Pemuda Muhammadiyah,” kata Din Syamsuddin. Bagi Din, budaya dan seni Islam Iran memiliki makna sangat strategis dan nilai tinggi. “Budaya dan seni Islam Iran memiliki usia dan pengalaman yang panjang. Banyak ilmuwan muslim, terutama di abad pertengahan, lahir dan berasal dari Iran. Mereka menjadi pelopor kebangkitan peradaban Islam,” jelas Guru Besar Politik Islam UIN Jakarta ini. Sementara itu, dubes Iran Mahmoud Farazandeh menyatakan penghargaan atas penyelenggaraan dan kerja sama tersebut. “Ini awal yang baik dan Insya Allah dapat dilanjutkan di masa-masa mendatang. Budaya Islam harus terus dipupuk dan dikembangkan agar dapat mewarnai perkembangan dan kesejahteraan dunia,” katanya. Dalam sambutannya, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengajak masyarakat untuk menanam

pohon sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan. Menurutnya, itu sebagai tanda manusia benar-benar mengoptimalkan lahan demi kebutuhan manusia itu sendiri. “Saya pernah kunjungan kerja ke Korea Selatan. Di sana, sepanjang mata memandang tidak ada lahan yang kritis, semua penuh pepohonan. Apakah itu artinya meraka pandai bersyukur? Mengoptimalkan yang ada seluruh lahannya, rakyatnya makmur dan hebat,” kata Zulkifli. Menhut menegaskan bahwa jika pandai bersyukur maka kondisi akan terus membaik dan nikmat juga dilipatgandakan. Menurutnya, orang yang hanya suka meminta termasuk orang yang miskin. “Mandi tinggal ambil, minta terus sama Tuhan, tapi mengucapkan terima kasih enggak. Bapak tahu enggak, Bapak bisa hidup itu karena ada oksigen. Oksigen paling kurang setiap orang ini hidup satu tahun perlu oksigen 10 ton. Paling kurang! Kalau umurnya 70 tahun tinggal dihitung, 70 kali 10 ton sama dengan 700 ton setiap tahunnya,” tegasnya. Zulkifli berharap, kegiatan ini terus berlanjut di masa mendatang. Ia menyambut baik penyelenggaraan Festival Seni dan Budaya Islam ini. n ed: khoirul azwar

Jika ada pertanyaan seputar zakat, silahkan kirim pertanyaan Anda ke e-mail : puasa@republika.co.id

Zakat Perhiasan Emas Tanya: Empat bulan yang lalu, saya membeli emas yang jumlahnya mencapai nisab dari hasil bonus yang dibagikan perusahaan tempat saya bekerja. Sebelum dibelikan emas, uang bonus tersebut telah saya zakatkan sebesar 2,5 persen. Apakah emas tersebut harus saya zakati juga walau jaraknya hanya beberapa hari? Emas simpanan zakatnya sekali atau setiap tahun? Dalam menghitung zakat tabungan, apakah pinjaman jangka panjang dihitung sebagai pengurang? Utang itu digunakan untuk membeli rumah yang saya tempati saat ini. Gaji saya sudah dizakati setiap bulan, apakah tabungan dari sisa gaji yang telah dizakati harus dizakati lagi setelah mencapai satu tahun? Nina, Tangerang Jawab : Anda tidak perlu berzakat lagi karena jaraknya hanya beberapa hari. Perlu Anda ketahui, zakat emas perak dikeluarkan setahun sekali sebesar 2,5 persen apabila mencapai nisab sebesar 85 gram emas. Emas dan perak yang hanya dijadikan perhiasan, zakatnya cukup sekali saja. Dalam menghitung zakat tabungan, yaitu setahun sekali dengan besarnya zakat 2,5 persen dan nisab senilai 85 gram emas, pinjaman atau utang yang menjadi pengurang zakat itu adalah utang yang harus dibayar pada tahun itu juga. Ya. Salah satu persyaratan zakat adalah an-namaa (berkembang). Karena itu, penghasilan Anda yang sudah dikeluarkan zakatnya setiap bulan kemudian sisanya ditabungkan, maka pada akhir tahun tabungan itu harus diperhitungkan dan dikeluarkan zakatnya 2,5 persen jika mencapai nisab senilai 85 gram emas. n

Ngabuburit

PANTAI

Tempat Favorit Ngabuburit P

antai selalu menjadi sasaran tempat ngabuburit bagi remaja, anak muda, dan warga Muslim. Biasanya, mereka mendatangi dan menikmati indahnya pantai mulai pukul 15.00 WIB hingga menjelang berbuka puasa. Dan, pandangan itulah yang terlihat di Pantai Juntiyuat di daerah pantai utara (pantura) Indramayu, Jawa Barat. Sejak awal Ramadhan, pantai ini ramai

dikunjungi warga menjelang berbuka puasa. Mahmudin, salah seorang warga Kecamatan Juntiyuat, Kabupaten Indramayu, mengatakan, awal bulan Ramadhan hingga menjelang Lebaran Idul Fitri, warga pantura biasanya ngabuburit memanfaatkan pantai setempat. Menunggu Maghrib di bibir pantai sambil memandang indahnya ombak laut, kata Mahmudin, waktu berlalu terasa cepat sehingga tidak terasa waktu berbuka sudah tiba. “Tradisi ngabuburit di tepi pantai sudah berlagsung sejak dahulu,” katanya. Menurut dia, umat Muslim yang menjalankan ibadah di pantura Indramayu memang cukup berat menahan panasnya udara. Namun, menjelang Maghrib, sekitar pukul 16.30 WIB hingga buka puasa, suasana pantai terasa segar, seharian manahan dahaga dan lapar hilang dengan sajian suasana indahnya pantai. “Udara sekitar pantai di Kecamatan Juntiyuat masih segar karena

banyak pohon rimbun, juga kondisi perairan masih bersih sehingga bagi mereka yang menunggu berbuka puasa, terasa pendek,” katanya seperti dikutip dari Antara. Mereka yang ngabuburit di Pantai Juntiyuat tidak harus repot membawa

FOTO-FOTO ANTARA

makanan untuk buka puasa karena sejumlah pedagang makanan takjil menjajakan menu seperti kolak, es kelapa muda. Harganya pun tidak terlalu mahal dan terjangkau oleh semua lapisan. Satu menu makanan sekitar dari Rp 3.000. Kepala Desa Singaraja Asep kepada Antara, di Indramayu menuturkan, acara ngabuburit bagi warga pantura Indramayu, biasanya mereka memanfaatkan suasana keindahan pantai yang masih segar dan indah. “Mereka menunggu buka puasa sambil memandangi ombak laut.” Kegiatan masyarakat pantura memadati sejumlah pantai menunggu buka puasa sudah berlangsung puluhan tahun semenjak Asep masih kanakkanak. Dan hingga kini, pengunjung di pantai itu semakin padat. Menurut Asep, ngabuburit perlu dilestarikan oleh generasi bangsa. Hanya saja, dalam acara tersebut, sering kali diganggu oleh orang-orang tertentu yang menyalakan petasan hingga mengganggu suasana tenang menjadi berisik akibat bunyi petasan yang cukup keras. Ia berharap, pihak kepolisian bisa menekan peredaran petasan. Suwarno, salah seorang warga Indramayu yang sedang menunggu waktu berbuka puasa di pantai tersebut, menjelaskan, ngabuburit di sepanjang pantai utara merupakan pilihan utama bagi warga setempat karena hingga kini belum ada lokasi yang lebih nyaman dan indah di Indramayu bagi masyarakat dalam menunggu berbuka puasa. “Pantai akan selalu menjadi tempat favorit untuk menghabiskan waktu pada bulan puasa sambil menunggu berbuka,” katanya. n ed: khoirul azwar


1432 H

REPUBLIKA

Bazar Murah Ala Pemprov Sumsel Harga barang selama bazar lebih murah daripada harga di pasaran. Maspril Aries PALEMBANG — Ramadhan selalu identik dengan bazar murah. Hal itu tak ketinggalan dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel). Pemprov ini menggelar bazar murah pada Selasa (2/8) bertempat di halaman kantor Gubernur Sumsel di Jl Kapten A Rivai. Bazar dibuka Sekretaris Wilayah Daerah (Sekwilda) Sumsel Yusri Effendi. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumsel Eppy Mirza, yang menjadi ketua panitia penyelenggara, mengatakan bazar murah ini menjual sekitar 2.000 paket kebutuhan pokok dengan harga Rp 31.000 per paket. “Setiap paket berisi 2 kg beras, 2 kg gula, dan 1 liter minyak goreng,’’ ujarnya di Palembang, Selasa (2/8). Paket bazar murah ini dijual kepada pegawai negeri sipil (PNS) dan warga miskin yang tinggal di sekitar kantor gubernur Sumsel. Eppy menepis tudingan bazar pasar murah ini kurang tepat sasaran karena banyak pembeli dari kalangan PNS. Kupon bazar murah ini memang diberikan kepada PNS golongan rendah agar mereka ikut merasakan bulan suci ini sama halnya dengan warga lain. “Ini sangat tepat sasaran karena PNS dan warga sekitar sama-sama diberi kupon,” jelasnya. Selanjutnya, kata dia, pasar murah kebutuhan pokok selama Ramadhan juga akan digelar di tempat lainnya. Tujuan menggelar

MASJID COKELAT

Jajangan kue dan makanan kebutuhan berbuka puasa di kawasan bundaran tiga Mandoga, Kota Ken-

Diasuh oleh Prof Dr KH A Satori Ismail

Melihat Pornografi Saat Puasa Assalamualaikum Wr Wb Pak Ustaz, saya mau menanyakan, apabila kita membayangkan, melihat, atau membaca hal-hal yang berbau pornografi yang menyebabkan nafsu syahwat mengebu-gebu, bagaimana hukumnya? Batalkah puasa kita? Waalaikumussalam Wr Wb

M RISYAL HIDAYAT/ANTARA

Jajanan buka puasa

Konsultasi Puasa Jika ada pertanyaan seputar zakat, silahkan kirim pertanyaan Anda ke e-mail : puasa@republika.co.id

Seorang perempuan mengamati replika Masjid Islamic Center, Samarinda yang diklaim terbesar kedua se-Asia Tenggara, di lobi Hotel Garden Palace, Surabaya, Selasa (2/8). Replika masjid berukuran 3x2,5 meter persegi ini menghabiskan 12 kilogram cokelat yang dibuat untuk memeriahkan bulan suci Ramadhan 1432 H.

pasar murah pada awal Ramadhan ini agar harga kebutuhan pokok tetap stabil di pasaran. Dari barang kebutuhan pokok yang dijual di bazar murah yang dilaksanakan selama dua hari, harga jualnya memang lebih murah dibandingkan harga di pasar umum. Dibandingkan harga di pasaran, harga produk di bazar lebih murah 25 persen karena disubsidi pemerintah dan sponsor. Mamat, 31 tahun, warga yang tinggal di rumah susun kawasan 26 Ilir Palembang, mengaku terbantu dengan adanya bazar murah ini. “Kalau ada lagi pasar murah, kami minta supaya menjual kebutuhan pokok lainnya, seperti telur ayam dan tepung terigu,” kata dia yang datang ke bazar murah itu setelah mendapatkan satu kupon dari ketua RT tempat tinggalnya.

27

RABU 3 AGUSTUS 2011

dari, Sulawesi Tenggara (Sultra), sejak satu Ramadhan hingga memasuki hari kedua diserbu warga. “Sudah menjadi tradisi setiap datang bulan Suci Ramadhan, warga berjualan dengan memasang lapak dan tenda-tenda kecil yang berjejer di pelataran parkir di bundaran Mandonga,” kata Ny Yeni (35), pedagang kue di Kota Kendari, Selasa (2/8). Selain di bundaran Mandonga, Pemkot Kendari, mulai tahun ini, juga menyediakan tempat jajanan dan sekaligus kuliner di kawasan pedagang kak lima (PKL) atau peddys market di Kelurahan Ponggolaka, Mandoga. Para pedagang kue dadakan itu mulai buka jajanan pada pukul 14.30 WIT dan menyajikan aneka makanan kue siap saji, seperti kue lapis, onde-onde, kue bolu, lemang, kola pisang, dan lainnya. Harga kue rata-rata dijual Rp 1.000–1.500 per potong. Pedagang juga menjual lauk-pauk, seperti ikan bakar, ikan goreng samba, rendang, telur,dan nasi kuning campur

daging dengan harga mulai dari Rp 2.500–10.000 per potong. Sementara itu, berbagai jenis minuman dingin, seperti es kelapa muda, air tahu, cendol, tape ketan, es pisang ijo, dan kolang-kaling, serta sari kelapa seharga antara Rp 3.500–7.500 per porsi. Salah seorang pengunjung, Ibu Nunung, mengatakan, sengaja berkunjung ke kawasan penjualan kue di kawasan bundaran Mandonga itu untuk membeli kebutuhan berbuka puasa. “Kue-kue yang dijual di sini sangat lengkap sehingga kami tidak perlu lagi membuat sendiri, apalagi harganya relatif terjangkau,” katanya. Menurut dia, untuk jenis laukpauk yang laku terjual adalah sayur asam dan ikan bakar bumbu. Sementara itu, untuk kue buka puasa adalah es kelapa muda, kolak pisang, onde-onde ketan, dan es pisang ijo. Ia mengatakan, keberadaan pasar jajanan itu menjadi berkah baginya dalam menambah penghasilan. ■ ed: zaky al hamzah

Surya S Garut Jawaban: Dari sisi ilmu fikih, hal tersebut tidak membatalkan puasa, tapi sudah pasti akan mengurangi nilai puasa dan dikhawatirkan tidak mencapai tujuan diwajibkannya puasa, yaitu mencapai ketakwaan. Kita berpuasa bertujuan mencari rida Allah SWT, kita meninggakan makan dan minum serta menjauhkan hal-hal yang mengurangi pahala puasa untuk menggapai rida-Nya. Mengapa harus merusak puasa kita dengan dengan melakukan ha-hal yang merusak diri dan hal-hal yang tidak berguna. Marilah kita tingkatkan kualitas ibadah puasa kita dengan mengisi waktu luang melalui dzikrullah, tilawah, dan amal saleh lainnya. ■


1432 H RABU 3 AGUSTUS 2011

REPUBLIKA

28

Masjid Thailand

Sarat Aktivitas

Oleh Sunu Wibirama Alumni Program Pascasarjana di Department of Electronics King Mongkut’s Institute of Technology Ladkrabang, Thailand

Lembaga Chularachamontri berwenang menentukan waktu berpuasa.

R

amadhan menjadi sangat istimewa ketika dilalui di negeri dengan penduduk mayoritas non-Muslim. Hal inilah yang menjadi kesan saya saat menikmati Ramadhan di Thailand selama dua tahun, sejak 2008 sampai 2010. Masyarakat Thailand mengenal ibadah puasa dengan sebutan ‘Lomdhon’, yang tak lain adalah Ramadhan dengan gaya pengucapan Thai. Umumnya, masyarakat Thai cukup paham dan menghargai ibadah puasa yang dijalankan umat Islam. Tak jarang, mereka justru merasa khawatir karena kami harus menahan lapar, haus, dan syahwat di tengah teriknya cuaca kemarau. Beberapa sahabat Thai yang ditemui sangat perhatian dengan apa yang menjadi makanan saya saat puasa. Tak jarang mereka membelikan buah atau

manisan Thai sebagai santapan berbuka puasa. Kebaikan mereka menjadi sebuah pengalaman yang saya syukuri meskipun hidup sebagai minoritas di negeri gajah itu. Waktu yang diperlukan untuk menjalankan ibadah puasa tidak berbeda jauh dengan Indonesia bagian barat (Sumatra). Azan Subuh berkumandang pukul 04.00 pagi dan Maghrib pukul 18.30. Hidangan sahur bagi para mahasiswa biasanya masakan sederhana, seperti nasi goreng atau sup. Tidak ada yang istimewa dari hidangan sahur, selain karena waktu memasak yang terbatas, kami juga tidak menyempatkan diri membeli makanan. Hal tersebut berbeda dengan hidangan buka puasa. Jika mengikuti

ifthor jama’i (buka bersama) di masjid atau di Moslem Club (semacam seksi Kerohanian Islam di kampus), kita akan menemui hidangan beragam, mulai dari manisan khas Thailand, susu, kare, sampai masakan khas Thailand, seperti tom yum dan som tam. Thailand memiliki lembaga khusus yang menangani urusan umat Islam, sebagaimana Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Indonesia. Lembaga ini dalam bahasa Thai disebut Chularachamontri, lembaga fatwa umat Islam Thailand. Lembaga inilah yang menentukan kapan masuknya Ramadhan dengan melihat hilal dan membandingkannya dengan perhitungan (hisab). Lembaga ini juga memberikan suplemen-suplemen keislaman dalam bahasa Thai melalui acara televisi (setiap waktu sahur), serta melalui media cetak dan elektronik. Secara umum, suasana Islami tidak terlalu tampak di luar Ramadhan, hanya terasa di kampung-kampung dengan penduduk Muslim mayoritas, seperti kampung Soi 7, di Jalan Petchburi, Bangkok. Di kampung ini terdapat Masjid Darul Aman yang sering dikunjungi mahasiswa Indonesia dan umat Islam untuk melaksanakan shalat wajib lima waktu dan Jumat.

PERBANYAK ALQURAN

Warga Muslim di Thailand mendirikan shalat berjamaah. Selama Ramadhan, aktivitas masjid di Thailand meningkat tajam.

Nuansa Islami Saat Ramadhan, suasana Islami lebih terasa karena adanya berbagai kegiatan di beberapa masjid di Bangkok. Perbedaan suasana Ramadhan di Thailand adalah tidak dijumpai pernak-pernik lampion, apalagi ketupat lebaran. Meskipun demikian, beberapa masjid di Bangkok tetap konsisten menyelenggarakan buka bersama dan shalat Tarawih. Suasana Ramadhan juga terasa di Ladkrabang, kota kecil 40 kilometer ke arah timur dari Central Bangkok. Kota ini menjadi muslim city di Provinsi Bangkok karena jumlah umat Islam yang cukup signifikan. Aktivitas Ramadhan berpusat di masjid dan di Moslem Club yang

SUNDAY ALAMBA/AP

Di awal Ramadhan toko buku di Lagos, Nigeria, menjual lebih banyak Alquran, khususnya toko-toko yang ada di lingkungan masjid. Seorang penjual Alquran berdiri di depan tokonya di Masjid Sentral Lagos, Senin (1/8).

Ramadhan di Negeri Jiran Oleh Fernan Rahadi

R

amadhan adalah bulan yang paling ditunggutunggu semua umat Islam di Malaysia. Setiap tahun, mereka menanti-nanti pengumuman pemerintah di depan televisi mengenai kapan hari pertama Ramadhan. Semua orang bergembira menyambut bulan suci. Hal tersebut tecermin dari ramainya masjid-masjid oleh orang-orang yang menjalankan ibadah shalat tarawih. Ibu-ibu rumah tangga adalah kaum paling sibuk selama Ramadhan. Mereka bangun di pagi hari untuk mempersiapkan makanan sahur. Tidak hanya itu, mereka juga masih harus membangunkan semua keluarga untuk makan sahur. Waktu sahur usai begitu suara azan Shubuh terdengar dari masjid terdekat. Saat itulah orang-orang mesti bersiap untuk menjalankan ibadah shalat Shubuh. Salah satu momen terbaik saat Ramadhan di Malaysia adalah Bazar Ramadhan. Di situ, orang dapat membeli berbagai macam makanan enak sebagai hidangan berbuka puasa. Bazar tersebut membantu banyak orang di Malaysia yang bekerja sepanjang

hari serta tidak memiliki waktu untuk memasak. Makanan-makanan dari bazar tersebut biasanya dibagikan kepada seisi rumah, termasuk kakek dan nenek, untuk disantap bersama saat buka puasa. Setelah makan, seisi rumah menjalankan shalat tarawih bersama-sama. Semangat menyambut Idul Fitri dimulai pada masa-masa awal bulan Ramadhan. Para ibu rumah tangga menjahit baju baru untuk seluruh anggota keluarga. Kaum perempuan biasanya akan memakai baju kurung, sedangkan laki-laki akan memakai baju Melayu. Selain menjahit baju baru, kebanyakan perempuan Malaysia juga mempersiapkan makanan, seperti roti dan kue untuk Idul Fitri. Persiapan dimulai sejak dua pekan sebelum hari raya. Di bulan Ramadhan, Pemerintah Malaysia juga memperingati hari nasional Nuzulul Quran, yakni pada 17 Ramadhan. Pada hari tersebut, seluruh instansi pemerintah diliburkan dengan harapan rakyat Malaysia bisa menghabiskan waktunya membaca Alquran di masjid. Sementara itu, bagi yang tidak berkesempatan mengunjungi masjid biasanya akan meng-

SURAPAN BOONTHANOM/REUTERS

MENINGKAT

habiskan waktunya bersama keluarga di rumah untuk membaca Alquran. Sehari sebelum Idul Fitri, suasana di Malaysia sangat meriah. Anak-anak dan remaja menyalakan kembang api di saat para ibu mempersiapkan makanan, menjahit pakaian, atau membersihkan rumah. Anak-anak adalah golongan yang paling bergembira. Hal itu terlihat saat mereka meneriakkan lafal “Allahu akbar” bersama-sama. Pagi harinya, jutaan Muslim dari penjuru Malaysia membanjiri masjid-masjid untuk shalat Id. Kebanyakan dari mereka menggunakan pakaian tradisional Malaysia. Usai shalat, semua orang saling mendatangi satu sama lain untuk bermaaf-maafan. Jika di Indonesia, para umat Muslim saling mengucapkan ‘Maaf Lahir Batin’, maka di Malaysia mereka saling mengucapkan ‘Maaf Zahir dan Batin. Hari tersebut merupakan pertanda kemenangan atas godaan hawa nafsu. Para kerabat yang non-Muslim juga turut berkunjung serta ikut mengucapkan Selamat Idul Fitri. Dua hari awal bulan Syawal tersebut menjadi hari libur nasional. ■ ramadhanzone ed: khoirul azwar

dibentuk oleh mahasiswa Thailand. Aktivitas para pelajar tersebut tidak kalah dari rekan-rekan mahasiswa di Indonesia. Mereka menggalang solidaritas dari kalangan penduduk dan pelajar Muslim untuk menyelenggarakan ifthor jama’i setiap hari. Shalat Tarawih juga rutin diselenggarakan di Moslem Club. Masyarakat Indonesia memiliki banyak kegiatan di bulan Ramadhan kali ini. Untuk anak-anak, ada pesantren kilat yang digelar Sekolah Indonesia Bangkok dan Kedutaan Besar Republik Indonesia dan buka bersama. ■ ed: khoirul azwar


1432 H RABU 3 AGUSTUS 2011

REPUBLIKA

29

MENIKMATI

Jaburan Usai Tarawih Setiap warga mendapatkan giliran menyediakan jaburan ke masjid.

J

aburan adalah salah satu suguhan di masjid ketika Ramadhan. Mirip dengan takjil, tapi hanya waktu menikmatinya yang berbeda. Jika takjil disuguhkan pada saat berbuka puasa, jaburan disuguhkan saat selesai tadarus Alquran. Jaburan ini merupakan tradisi yang banyak dilakukan umat Muslim di daerah Jawa Tengah, khususnya di kawasan Temanggung, Magelang, dan sekitarnya. Menurut Kiai Syafi’i, imam Masjid Al Huda, Temanggung, tradisi itu sampai sekarang masih berlangsung dan dipertahankan masyarakat. “Setiap malam di masjid selalu ada penganan itu,” ujar Kiai Syafi’i, melalui sambungan telepon dengan Republika, Selasa (2/8). Pada dasarnya, jaburan merupakan sebutan untuk minuman dan makanan ringan bagi orang-orang yang melakukan tadarus Alquran, baik di masjid maupun di mushala. Jaburan ini gratis karena diperoleh dari sumbangan warga sekitar masjid. Biasanya pengurus masjid dibantu pengurus kampung memberikan kesempatan pada warga untuk bergiliran menyediakan jaburan. Semua rumah mendapatkan jatah untuk memberikan jaburan. Seiring berjalannya waktu memang membuat perubahan. Paling tidak

dalam pengertian bahwa jaburan dulu dan sekarang agak berbeda. Sekarang, yang disebut dengan jaburan itu segala bentuk minuman dan makanan yang disuguhkan. Itu bisa air putih, teh, kolak, kuekue, ataupun camilan. Itu berlainan dengan masa lalu. Saat itu yang disebut jaburan adalah sebutan minuman khas yang disuguhkan untuk orang bertadarus. Minuman ini memang khas karena khusus hanya dibuat saat Ramadhan. Minuman jaburan dibuat dari air yang diberi pemanis gula merah. Tak hanya itu, jaburan juga diberi irisan kelapa muda, tape singkong, nangka, dan lain sebagainya. Hampir mirip dengan kolak. Bedanya, jaburan sama sekali tak bersantan.

TADARUS

Sejumlah warga melakukan tadarus Alquran sebagai salah satu cara mengisi Ramadhan dengan pelbagai aktivitas ibadah. Di beberapa daerah di Tanah Air, ritual tadarus itu pun dilakukan sesuai tradisi yang telah berumur ratusan tahun.

TO IYAN UPR NG S AGU

Namun, semakin lama ragam jaburan pun menjadi kian berkembang. Bahkan, jika warga yang mendapat giliran memberikan jaburan itu tergolong baik hati, ia akan memberikan tambahan makanan ringan berupa kue-kue ataupun camilan. Jadilah pengertian jaburan yang ada sekarang ini. Setelah tadarus Alquran yang biasanya dilakukan setelah shalat Tarawih, jaburan bisa dinikmati jamaah. Yang juga unik dari tradisi jaburan ini, yang biasa mendapat tugas untuk mengambil jaburan dari rumah ke rumah adalah anak-anak. Biasanya anak seumuran kelas 5 SD atau sudah SMP. Merekalah yang mendatangi satu

Resensi

Inilah 50 Ibadah Utama Judul buku : Penulis : Penerbit : Cetakan : Tebal :

50 Ibadah Terdahsyat di Sisi Allah M Mansur Huda SS MPdI Qultum Media I, 2011 xii+304 halaman

llah SWT menegaskan dalam Alquran, “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” Ayat di atas mengemukakan dengan gamblang bahwa tugas manusia di dunia ini tidak lain adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Ada bermacam-macam ibadah kepada Allah, dan di antara sekian banyak ibadah yang diperintahkan oleh Allah, ada sejumlah ibadah yang memiliki nilai lebih di sisi-Nya. Ibadah-ibadah yang utama di mata Allah meliputi banyak hal, termasuk bagaimana cara mendekatkan diri kepada-Nya, bagaimana akhlak terhadap sesama manusia agar kita dicintai oleh mereka, dan bagaimana tips untuk membangkitkan motivasi diri dan meningkatkan kualitas kerja. Buku ini menyajikan 50 ibadah utama di sisi Allah SWT, yang terdiri atas ibadah-ibadah pembangkit motivasi diri, ibadah-ibadah untuk meningkatkan kualitas kerja, dan kisah-kisah inspiratif para pelaku 50 ibadah utama tersebut. Dengan bahasa yang ringan dan taburan kisah inspiratif di dalamnya, buku ini mengajak pembaca untuk merenungkan kembali makna ibadah sehari-hari yang kadang kita anggap remeh namun sebetulnya sangat bernilai. Bahasa yang mengalir sejuk dalam buku ini, yang akan mengantarkan kita mengarungi kisah hikmah dan kata-kata bijak dalam ajaran Islam, tak lain bersumber dari untaian makna yang ada di dalam Alquran, Sunah Rasulullah SAW, dan petuah para ulama. Secara keseluruhan, penulis membagi bukunya menjadi lima bagian. Pertama, 10 ibadah terdahsyat, antara lain, berima sepenuh hati, bertakwa secara total, menjaga shalat, tips sehat ala Rasul, bersedekah, shalat malam, dan berdoa. Bagian kedua adalah 10 ibadah terindah. Termasuk di dalamnya adalah berbuat baik kepada orang tua, ikhlas karena Allah, sabar dalam menghadapi ujian kehidupan, bersyukur atas segala nikmat, lapang

A

IMAM BUDI UTOMO

dada untuk memaafkan, dan tolong-menolong dalam kebaikan. Bagian ketiga memaparkan 10 ibadah termulia, seperti jihad di jalan Allah, jujur, gemar membaca Alquran, menjaga pandangan, berlomba-lomba dalam kebaikan, dan jangan ingkar janji. Bagian keempat menampilkan 10 ibadah terbaik, misalnya menyempurnakan wudhu, meminta petunjuk kepada Allah, berprasangka baik kepada Allah, mencari hanya yang halal, dan bertobat. Bagian kelima menjabarkan 10 ibadah tercinta, seperti menerima jatah rezeki dengan ikhlas, rajin berselawat kepada Nabi, saling menasihati dalam kebaikan, dan makan minum secukupnya. Selain itu, menghormati kaum wanita, konsisten dalam melakukan kebaikan, memanfaatkan ilmu yang dimiliki dengan sebaik mungkin, dan bertakwa kepada Allah. Buku ini sangat menarik untuk dibaca. Uraian yang disajikan penulis dalam buku ini, insya Allah, akan memotivasi kita untuk selalu meningkatkan ibadah kepada Allah SWT, terutama melaksanakan 50 ibadah utama dengan sebaik mugkin. ■ irwan kelana

A PUBLIK AN/RE DARMAW

per satu rumah, berdasarkan giliran untuk mengambil jaburan dari warga. Sebelum Isya, jaburan itu biasanya sudah diambil dan dibawa ke masjid. Dalam mengambil jaburan, antusiasme anak-anak sangat besar. Mungkin kesenangan itu karena ada perasaan dalam diri mereka bahwa mendapatkan makanan gratis itu sangat mengasyikkan. Apalagi, jika anak-anak itu mendapatkan giliran mengambil jaburan ke warga. Pasalnya, biasanya anak-anak itu pun diberi suguhan dulu oleh warga tersebut. Tradisi jaburan juga membuat anakanak bersemangat untuk mengikuti tadarus. Tidak ikut tadarus, jelas tak akan mendapat minuman dan makanan jaburan. Paling tidak, jaburan bisa membuat anak bersemangat ikut tadarus walaupun di sana ia hanya menyimak bacaan-bacaan Alquran.

Bagi orang dewasa yang bertadarus, jaburan memberikan doping tersendiri. Dengan jaburan, semangat untuk membaca Alquran ketika bertadarus tetap terjaga. “Tak akan terasa mengantuk atau lemas,” kata Irfan, seorang jamaah berusia muda. Tak hanya itu, bagi warga, jaburan juga menjadi simbol gotong royong dan saling membantu. Mereka dengan ikhlas menyisakan sedikit dari uang yang ada untuk dibelikan makanan dan minuman jaburan. Mereka pun senang suara-suara bacaan Alquran dari masjid dan mushala masih terdengar sampai ke rumah mereka ketika Ramadhan dengan jaburan dari mereka sebagai suguhan di sana. Minuman dan makanan untuk jaburan juga sama dengan takjil, berdasarkan keikhlasan warga pemberi. ■ c05 ed: darmawan sepriyossa


1432 H

30

RABU 3 AGUSTUS 2011

REPUBLIKA

BIMBINGAN PUASA

Tarawih di Mana? Jadwal di Masjid-Masjid Jakarta Rabu, 3 Agustus 2011

Mualaf Suku Tengger

Masjid Raya Pondok Indah Penceramah : Iqbal Irham Tema : Hubungan Puasa dengan Kesehatan Masjid Istiqlal Penceramah : Ahmad Djauhari Tema : Fungsi Penyuluh Agama dalam Dakwah Bil Hal Masjid Agung Al-Azhar Penceramah : Mahyudin Syah Tema : Keutamaan dalam Menuntut Ilmu Masjid Agung Sunda Kelapa Penceramah : Ali Mustafa Yaqub Tema : Perilaku Puasa Nabi Muhammad SAW Masjid Cut Meutia Penceramah : (Kombes) Yahya Agil Tema : Mengisi Amalan di Bulan Ramadhan

SAIFUL BAHRI/ANTARA

Mereka memadati sejumlah masjid dan mushala.

R

atusan mualaf suku Tengger di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mendapat bimbingan dari kantor urusan agama (KUA) setempat dalam menjalankan ibadah puasa selama Ramadhan 1432 Hijriyah. Mereka menjalankan ibadah puasa wajib mulai Senin (1/8), bersamaan dengan keputusan pemerintah yang menetapkan awal Ramadhan pada 1 Agustus 2011. Sejumlah penyuluh agama honorer sudah diperbantukan untuk mendampingi ratusan mualaf Tengger yang sedang menjalankan ibadah puasa. “Kami juga bekerja sama dengan sejumlah dai yang berasal dari organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk membimbing mualaf Tengger yang berpuasa,” tutur

CUCUK DONARTONO/ANTARA

MASJID DI DATARAN TERTINGGI

Beberapa warga suku Tengger mengangkut kayu bakar melintasi di depan Masjid Jabal Nur, Desa Argosari, Senduro, Kabuapaten Lumajang, Jawa Timur. Masjid Jabal Nur merupakan masjid di dataran tertinggi di Indonesia, karena terletak di ketinggian 7.500 meter di atas permukaan laut dan diapit Gunung Semeru dan Bromo. Kepala KUA Kecamatan Senduro Hamim Thohari, Selasa (2/8). Disebutkan, jumlah mualaf Tengger di Kecamatan Senduro sebanyak 260 orang yang tersebar di Desa Argosari, Wono Cempoko Ayu, Kandang Tepus, dan Ranupane. “Mualaf Tengger sangat memerlukan pendampingan dalam menjalankan ibadah puasa karena mereka baru mempelajari tentang ajaran agama Islam,” katanya menjelaskan. Selama Ramadhan, lanjut dia, mualaf Tengger diajak untuk melakukan kegiatan shalat Tarawih dan tadarus Alquran di sejumlah masjid dan mushala yang berada di sekitar pemukiman suku Tengger setempat. “Pembinaan

agama Islam kepada mualaf Tengger sudah dilakukan sejak lama, tetapi selama Ramadhan, sejumlah dai dan penyuluh agama lebih intensif lagi untuk memberikan pendampingan dalam menjalankan ibadah puasa,” papar Hamim. Secara terpisah, Kepala Desa Argosari Martiam mengatakan, biasanya mualaf Tengger akan memadati sejumlah mushala dan masjid untuk menunaikan ibadah shalat Tarawih dan melaksanakan tadarus. “Jumlah tempat ibadah mualaf Tengger di Desa Argosari sebanyak dua masjid dan sembilan mushala yang tersebar di empat dusun,” tutur kepala desa yang juga mualaf itu. Menurut dia, kerukunan

antarumat beragama suku Tengger di Desa Argosari tetap terjaga sehingga umat Hindu menghormati mualaf Tengger yang menjalankan ibadah puasa selama Ramadhan. “Meski berbeda keyakinan, warga Tengger menjaga toleransi umat beragama dengan baik sehingga mereka tetap hidup damai dan rukun,” ungkap Martiam. Suku Tengger berada di sekitar Gunung Bromo, Jawa Timur. Mereka menempati sebagian wilayah Kabupaten Pasuruan, Lumajang, Probolinggo, dan Malang dengan populasi sekitar 500 ribu jiwa. Umumnya mereka menganut agama Hindu serta minoritas memeluk Islam dan Kristen. ■ antara ed: asep nur zaman

PEDAGANG TAKJIL

RUSDY NURDIANSYAH/REPUBLIKA

Sebanyak 80 pedagang makanan buka puasa (takjil) dari kalangan usaha kecil menengah (UKM) dan ibu-ibu PKK melayani pembeli di kawasan perempatan Kukusan, Depok, Jawa Barat, Selasa (2/8). Seper ti Ramadhan tahun-tahun lalu, pada Ramadhan kali ini mereka mulai berjualan sekitar pukul 16.00 WIB hingga azan Maghrib.

Untuk pemasangan dan informasi

Hardi 0818 0885 9123, 021 9259 3383

Andriyanto 0815 9600 200


1432 H RABU 3 AGUSTUS 2011

REPUBLIKA

pakah kamu tahu laba-laba dan merpati? Ya, laba-laba merupakan hewan pemangsa berkaki delapan, sementara merpati adalah sejenis burung. Kedua hewan ini memiliki ukuran tubuh yang kecil. Tapi, tahukah kamu bahwa laba-laba dan merpati pernah berjasa kepada Nabi Muhammad SAW. Dikisahkan, pada waktu itu orangorang kafir Quraisy di Kota Makkah sangat membenci Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya. Karena sangat bencinya, orang-orang Quraisy menyiksa para pengikut Nabi Muhammad SAW. Bahkan, Nabi Muhammad SAW sendiri tidak luput dari ancaman pembunuhan. Karenanya, Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad SAW dan umat Islam untuk hijrah atau pindah ke Madinah. Setelah semua umat Islam hijrah ke Madinah, di Makkah hanya tinggal berdua, Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar Shiddiq, yang belum pindah. Pada waktu yang telah ditentukan, keduanya berangkat hijrah ke Madinah. Namun, kepergian Nabi SAW ke Madinah ini diketahui oleh para pemuda kafir Quraisy. Mereka kemudian beramairamai mengejar Nabi Muhammad SAW dan berniat membunuhnya. Di tengah perjalanan, Nabi SAW dan Abu Bakar bersembunyi di Bukit Thur.

A

Sementara itu, para pemuda kafir Quraisy terus mengejar mereka hingga ke Bukit Tsur. Mereka memeriksa Bukit Thur dan mengira Nabi Muhammad SAW serta Abu Bakar bersembunyi di dalam gua. Saat itulah, Allah SWT memerintahkan burung merpati untuk bertelur dan laba-laba membuat sarang di mulut gua. Para pemuda kafir Quraisy memutuskan hendak memeriksa ke dalam gua. Namun, mereka mengurungkan niatnya ketika melihat di pintu gua ada sarang merpati dan jaring laba-laba. “Tidak mungkin Muhammad berada di dalam gua ini. Kalau mereka masuk, pastilah merpati ini sudah kabur dan jaring laba-laba ini akan rusak,” kata seorang pemuda kafir Quraisy yang ikut dalam rombongan yang mengejar Nabi Muhammad SAW. Rombongan pemuda kafir Quraisy pun memutuskan untuk kembali ke Makkah. Akhirnya, dengan izin Allah SWT, Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar selamat dari bahaya. Keduanya pun kembali melanjutkan perjalanan ketika situasi sudah aman. Mereka menempuh jalur yang tidak biasa dilalui orang agar tidak berpapasan dengan orang Quraisy yang ingin membunuhnya. Setelah menempuh perjalanan cukup jauh, sampailah Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar di Madinah. n

DAAN YAHYA/REPUBLIKA

Nidia Zuraya

YANG BAIK HATI

Melatih Kemandirian Melalui Pesantren Ramadhan ernyata banyak cara dilakukan oleh teman-teman kita untuk menyambut bulan Ramadhan tahun ini. Salah satunya adalah dengan berlatih kemandirian melalui kegiatan pesantren Ramadhan, seperti yang dilakukan oleh 104 orang teman kita dari berbagai sekolah dasar di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Selain dilatih kemandirian, mereka juga dilatih keberanian, belajar baca tulis Alquran, shalat berjamaah, dan mendalami pengetahuan agama dalam kegiatan Pesantren Ramadhan Masjid Fatimatuzzahra, Purwokerto. Menurut Ketua Panitia Pesantren Ramadhan Masjid Fatimatuzzahra, Handoko, kegiatan yang diselenggarakan selama tiga hari sejak Ahad (31/7) hingga Selasa (2/8) ini ditujukan untuk melatih kemandirian sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman termasuk pengabdian kepada orang tua. Ia mengatakan, salah satu kegiatan yang digelar di hari terakhir kegiatan Pesantren Ramadhan yang tahun ini mengambil tema Ramadhan Ceria itu adalah rappelling atau meluncur. Kegiatan ini ditu-

T

jukan untuk melatih keberanian pelajar. “Kami dibantu oleh para pelatih yang berpengalaman untuk meminimalkan risiko. Ada dua kategori rappelling, yakni yang panjang dan hanya turun. Tergantung siswanya memilih yang mana,” papar Handoko. Seorang peserta Pesantren Ramadhan Masjid Fatimatuzzahra, Haikal (10), mengaku sempat ada ketakutan saat menggunakan tali untuk meluncur dari atap masjid. Akan tetapi, kata dia, rasa takut itu hilang setelah mendapat motivasi dari para pembimbing. “Awalnya memang takut, tetapi setelah dicoba ternyata asyik. Saya akhirnya berani turun dengan tali dari atap masjid ke bawah,” katanya dengan mimik wajah senang. Peserta lainnya, Annisa (9), mengatakan kegiatan Pesantren Ramadhan Masjid Fatimatuzzahra sangat menyenangkan. Dia mengaku mendapat banyak teman baru dan pengetahuan selama mengikuti kegiatan ini. “Apalagi dengan adanya kegiatan meluncur, saya merasa tertantang dan menjadi percaya diri,” katanya. n antara ed: nidia zuraya

Pengalaman Puasa Ndak Ngantuk Pas Sahur ku senang sekali setiap Ramadhan. Setiap sahur, aku selalu dibangunkan oleh mama dan ayahku. Meski sahur di hari Senin kemarin adalah sahur pertama puasa tahun ini, saya tidak tidur. Karena pas dibangunkan langsung nonton film yang lucu-lucu. Pas aku bangun, adikadikku ikutan bangun. Untuk makan sahur, mama membuatkan ayam goreng kesukaanku. Tak lupa juga aku minum susu cokelat yang sudah dibuatkan oleh mama. Hmm nikmatnya! Karena hari pertama, siang hari aku agak lapar dan haus. Tapi, aku tetap semangat puasa. Agar lupa sama lapar dan haus, aku diizinkan main game Plants vs Zombies di komputer. Kan masih libur. Setelah shalat Zhuhur, aku disuruh tidur biar lupa lagi sama lapar dan haus. Pas bangun, aku langsung shalat Ashar, baru main lagi terus mandi. Nah, pas waktu buka, aku senang sekali. Tapi, kok perutku terasa mual dan mau muntah. Untungnya, mama baik dan esok harinya aku tidak kapok puasa lagi. Awalnya, aku ingin puasa karena dapat hadiah dari ayah. Tapi, kata mama, puasa itu baik agar tak gampang sakit serta makin kuat. Mama juga bilang puasa itu dapat pahala besar. Apalagi, ada gambar-gambar kartun bagus soal puasa di koran Republika Senin kemarin. Gambarnya lucu, sampe aku pasang di dinding ruang makan. Aku ingin puasa sampe tuntas biar dapat hadiah kartu asli Animal Kaiser. Gitu deh ceritaku. n

A

M Riidazurro Hugo AH, SDN Parung Bingung Kelas IV

Puasa Hari Pertama tak Terasa

K

Ensiklopedia Menyayangi Ayah-Ibu eman-teman! Allah SWT memerintahkan kita untuk menyayangi ayah dan ibu. Salah satu caranya, kita tidak berkata kasar dan tidak membentak mereka karena kebencian. Berdoa untuk kebaikan dan sayangi mereka, yuk! Kata Allah, kita juga harus menyayangi ayah dan ibu seperti lembutnya sayapsayap induk burung saat mendekap anak-anaknya dengan penuh kasih sayang. n

T

Yuk, Sayangi Semua Orang! uh, bagaimana jika kita pernah menyakiti ayah dan ibu? Jangan khawatir! Allah Mahatahu isi hati manusia dan Maha Pemaaf, kok! Asal, kita tidak mengulanginya dan mau memperbaiki diri. Oh iya, selain kepada ayah dan ibu, kita pun harus menyayangi dan mencintai kakak dan adik, om dan tante, kakek dan nenek, orang yang tidak mampu, dan orang yang sedang dalam perjalanan. Misalnya, berbagi makanan dengan mereka. Tapi, kata Allah, berbaginya tidak boleh boros dan berlebihan. n

D

Sumber: Ensiklopedi I Love My Al-Quran, Penerbit Pelangi Mizan.

31

etika puasa hari pertama kemarin, saya nggak merasa lapar sama sekali. Mungkin, karena pas sahur saya makannya banyak sekali.

Supaya lupa sama lapar dan haus, setelah shalat Subuh berjamaah di masjid, saya bermain bersama teman-teman. Pokoknya seru deh, kami main petak umpet di lapangan bulu tangkis yang ada di dekat rumah. Tapi, pas menjelang siang, karena matahari sangat panas, saya dan teman-teman memilih untuk pindah main. Kami semuanya akhirnya bermain di salah satu rumah teman hingga pukul 14.00. Shalat Zhuhurnya juga di rumah teman. Setelah capai main, kami semua pulang ke rumah masing-masing. Sampai di rumah, kok saya merasa mengantuk, akhirnya saya tidur saja sampai sore. Pas dibangunkan oleh mama, ternyata sudah mau dekat waktu berbuka. Karena masih ada waktu cukup lama, akhirnya aku main lagi sama teman-teman di taman dekat rumah. Lagi asyik-asyiknya bermain, terdengar suara azan Maghrib. Langsung deh aku dan teman-teman buka puasa di taman bersama warga perumahan yang lain. Alhamdulillah, benar-benar tidak terasa berat puasa di hari pertama tahun ini. n Ayesha Najma, SD Muhammadiyah Sawangan, Depok, Kelas VI Adik-adik bisa mengirim cerita pengalaman berpuasa. Jangan lupa, kirim juga foto adik-adik untuk dimuat di halaman ini. Kakak tunggu ya tulisan dan foto kalian di Email: puasa@republika.co.id atau surat ke Republika, Jalan Warung Buncit Nomor 37, Jakarta Selatan.


1432 H

REPUBLIKA

ZEE ZEE SHAHAB

Obrolin Puasa, Yuks!

Badan Tetap Bugar I Oleh M Akbar

ngin tahu menu berbuka puasa yang kerap dilakukan oleh aktris Zee Zee Shahab? Finalis Gadis Sampul 2001 ini ternyata tidak terlalu ‘ngoyo’ untuk

berbuka. Ketika azan Maghrib memanggil, tanda waktu berbuka puasa, Zee Zee cukup menyantap hidangan air teh manis dan air putih. “Dengan air putih dan teh manis bisa membuat badan kita tetap bugar,” katanya dalam perbincangan kepada Republika di Jakarta, pekan lalu. Nah kalau ‘makanan berat’-nya seperti apa? Zee mengaku orang yang malas makan. “Biasanya sih cuma cemilan. Tapi, yang paling penting harus ada air putihnya,” kata pemilik nama asli Fauziah Shahab ini menandaskan. Lantas untuk menyantap nasinya kapan dong? “Paling sih pas waktu sahur saja ketemu sama nasinya,” kata pemilik berat badan 48 kg ini. Zee Zee mengaku dengan ‘menu wajib berbuka’ seperti itu ternyata sudah cukup membuatnya kuat menjalani aktivitas. Bahkan, di masa Ramadhan kali ini ia juga tetap sibuk menjalani syuting layar lebarnya yang berjudul ‘KTP-nya Sih Islam’. “Puasa tidak jadi penghalang sih untuk beraktivitas, termasuk syuting film layar lebar,” kata gadis berdarah Arab-Betawi-Gorontalo ini. Selain sibuk syuting film, Zee

32

RABU 3 AGUSTUS 2011

Zee juga memiliki kebiasaan lain pada masa Ramadhan. Kebiasaan itu terutama untuk menjaga kualitas ibadahnya berpuasa. “Paling susah sih nahan amarah,” ujarnya. Maka itu, kalau lagi puasa, Zee berusaha untuk meminimalisasi ngobrol sama orang, terutama orang yang membuatnya kesal. Kalau aktivitas lain untuk bisa meningkatkan lagi kualitas ibadah puasa Zee Zee apa yah? Zee menjawab, memperbanyak beristigfar sewaktu di jalan. “Ini cara yang sederhana dan paling mudah kita lakukan di Jakarta, terutama kalau lagi terjebak macet,” katanya sambil melepaskan senyuman. Sewaktu memasuki bulan Ramadhan pekan lalu, apakah sempat berziarah, Zee? Kan tradisi ini sudah umum dilakukan umat Muslim pada hari menjelang puasa. Mereka biasa berziarah, mengunjungi dan mendoakan makam leluhur dan kerabat yang telah mendahului. Artis yang main di sinetron ‘Mariam Mikrolet’ ini menjawab singkat. “Tidak.” Maklum, sob dalam keluarga besarnya tidak ada tradisi ziarah sebelum berpuasa. Dalam tradisi keluarganya, kaum wanita tidak diperbolehkan mengunjungi tempat pemakaman. Menghindari fitnah, brurr…

uasa hari pertama di Bulan Ramadhan 1432 Hijriah yang jatuh pada hari ini Senin (1/8) harus dijalani dengan berat. Suhu udara sangat panas. Badan Meteorologi dan Geofisika Arab Saudi dalam laporannya menyatakan suhu udara di awal Ramadhan itu mencapai 50 derajat Celsius di waktu siang dan berkisar 38 derajat di malam hari. Situasi serupa di AS dan Indonesia.

P

Berikut komentar pembaca Republika tentang kondisi panas saat tetap harus berpuasa yang disampaikan di facebook dan twitter.

Kalau lagi di luar ya pake topi atau payung, yang jelas kuatin aja niatnya toh udah mau buka puasa ini :) Nurfika S Osman di Jakarta

Kadang panas, lelah, letih, dan lesu memang hal yang mungkin mebuat berat untuk mencapai goal nya puasa... tapi karena semanagt keyakinan pasti dapat menuntaskan puasa ... ya Alhamdulilah Puasanya Tamat....... Densus S Adiwinata Suwarna di Garut Ngadem di musholla kantor yg ber-AC sambil baca bacaan yg bermanfaat, manteeep...*abistu dicariin bos deh, hehehe Reiny Dwinanda di Jakarta

“Untuk menjaga kualitas ibadah puasa, yang paling susah menahan amarah.”

Ngadem di masjid besar. Serasa teduh dan terasa Ramadhan-nya meski hanya melihat orang-orang tadarus Enci Siti Darojah, karyawan BSM Mmm kerja seperti biasa, tapi pgnya lbh cpt jadi jam 4. Karna plg cpt jd puasa sekarang smangat buat masak sendiri di rumah. Saking semangatnya kulkas dah full kok. Sayuran dan bahan makanan lain muat buat sebulan. Arina Hikmah, Karyawan BSM Ampe setengah hari. Rapat trus ngerjain tugas kantor dpn komputer. Pulang kerja langsung masa n siapin buka puasa Berly Sholih, Karyawan Bank Indonesia

ramadhanrepublika2011

n ed: zaky al hamzah

@puasarepublika

Email: puasa@republika.co.id SMS: 087883146639 WIHDAN HIDAYAT

Komunitas BMI-BMM Salurkan Santunan Ramadhan Rp 5,6 Miliar JAKARTA — Bank Muamalat Indonesia (BMI), melalui Baitulmaal Muamalat (BMM), menyalurkan santunan sebesar Rp 5,686 miliar dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1432 H. Santunan ini akan diberikan kepada 72.084 mustahik (golongan yang berhak menerima santunan). Santunan ini merupakan bagian dalam program “Sahur, Berbuka, & Lebaran (SBL)” yang merupakan implementasi program “Berbagai Cahaya Ramadhan” tahun ini. Program ini merupakan program rutin yang digelar setiap tahun oleh BMM. Peresmian SBL 2011 digelar di kantor pusat BMI, Jakarta, Jumat (29/7) lalu. Turut hadir dalam acara ini, antara lain, Direktur Compliance and Risk Management BMI Andi Buchori, Direktur Eksekutif BMM Isnaini Mufti Aziz, dan manajemen BMI serta BMM lainnya. Direktur Complience and Risk Management BMI Andi Buchari didampingi Direktur Eksekutif BMM Isnaini memberikan santunan secara simbolik

kepada dua anak yatim. “SBL Berbagi Cahaya Ramadhan” merupakan program santunan yang diberikan kepada anak yatim dan fakir miskin. Santunan yang diberikan dalam program ini berupa uang sebesar Rp 100 ribu dan sembako Rp 150 ribu. Melalui program santunan tersebut, diharapkan, dapat membantu pemenuhan kebutuhan sahur dan berbuka puasa bagi para pihak yang membutuhkan, khususnya kaum fakir miskin dan anak yatim. “SBL Berbagi Cahaya Ramadhan” diselenggarakan di 75 cabang Bank Muamalat, 33 provinsi di seluruh Indonesia. “SBL Berbagi Cahaya Ramadhan” merupakan sarana pendorong masyarakat untuk berbagi dan peduli terhadap sesama di bulan Ramadhan. Program lain BMM seperti berbuka puasa di jalan atau lokasi umum, seperti rest area jalan tol, pesantren kilat bagi siswa Islamic Solidarity School (ISS) di Aceh, dan road show Ustaz Subki alBughury di beberapa daerah. General Manager BMM Iwan Fuad menambahkan, program “Berbagi Cahaya Ramadhan” merupakan program yang telah berjalan sejak lama. “Saat ini, sudah keempat kalinya BMM menyelenggarakan program ini,” jelasnya. n ed: zaky al hamzah

Alfamart-BNI Peduli Keluarga TKI JAKARTA – Indonesia baru saja dicoba dengan serentetan kisah tragis yang dialami para tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Seperti kasus Sumiati, TKI asal NTB ini harus menderita karena mulutnya digunting majikannya. Atau Haryatin binti Kadi, wanita asal Dusun Bangkalan, Wonodadi, Blitar, yang harus kehilangan penglihatannya karena kasus penganiayaan yang dilakukan oleh majikan dan anak-anaknya. Serentetan kasus yang menimpa para TKI tersebut seakan menyadarkan rakyat Indonesia akan pentingnya kepedulian terhadap sesama. Bank Negara Indonesia (BNI) merupakan salah satu perusahaan yang peduli pada TKI ataupun keluarganya. Bank milik pemerintah ini sudah lama memiliki keterikatan yang erat dengan keluarga para TKI yang selama ini menjadi nasabah BNI. Para TKI menggunakan BNI sebagai tempat mentransfer uang bagi keluarga mereka di Indonesia. Dengan menggandeng Alfamart yang merupakan mitra usahanya, BNI kembali menggelar kegiatan corporate social responsibility (CSR) selama Ramadhan.

PEDULI

DOK/ALFAMART

Keluarga TKI ketika memeriahkan acara Program Kepedulian Alfamart-BNI. Menurut Corporate Communication Senior Manager Alfamart, Choirullah, kerja sama ini kali kedua bagi Alfamart dan BNI menggelar kegiatan sosial yang diperuntukkan bagi keluarga para TKI setiap Ramadhan. Mengapa keluarga TKI? “Karena kami melihat mereka sebagai pahlawan devisa, namun sebaliknya mereka kerap

menjadi korban kekerasan di negara tempat mereka bekerja,” tuturnya di Jakarta, Selasa (2/8). Choirullah menerangkan jenis CSR yang akan digelar adalah berupa bazar/pasar murah bahan-bahan kebutuhan pokok (sembako), pemeriksaan kesehatan gratis, dan pengobatan gratis bagi para keluarga TKI. n ed: zaky al hamzah

Buka Puasa Dimana Mister Bean Coffee anpa terasa bulan puasa sudah kita jalani lagi. Saat yang tepat untuk berkumpul dengan keluarga, kerabat, ataupun teman ialah di saat berbuka puasa. Untuk itu, Mister Bean Coffee kembali menyajikan paket berbuka puasa yang spesial dengan pilihan: Ramadhan 1: Sweet Sour Chicken/Shrimp with

T

rice, served with 1 slice cheese cake and tea Ramadhan 2: Black Pepper Chicken/Beef stir with rice, served with 1 slice cheese cake and tea Ramadhan 3: Beef Picata with rice pilaf, served with 1 slice cheese cake and tea Semua paket tersebut akan mendapatkan buah kurma untuk menemani kenikmatan berbuka puasa Anda. Selain itu, kami juga menyediakan menu Grill BBQ Oxtail Soup sebagai pilihan lain dari paket buka puasa. Nikmati saat beduk Maghrib Anda dengan Paket Ramadhan di Mister Bean Coffee, segera kunjungi kami di Cilandak Town Square Ground Floor, 0217592 0235. n

Cipenjo Country (CICO) Café

P

ada bulan puasa, kami kembali hadir menemani Anda dengan menyajikan hidangan menu tambahan untuk buka puasa, baik yang hangat maupun yang menyegarkan, di antaranya kolak, cocktail, sop buah, berbagai jajanan atau gorengan, dan kue-kue.

Menu santap malam akan kami hadirkan hingga pukul 20.00 WIB. Kami akan hadir mulai bakda Ashar hingga pukul 20.00 WIB. Silakan hubungi bik Nessy di tempat. Moto kami You Come Hungry Leave Full. n

Bagi Anda yang ingin berbagi informasi tempat buka puasa. Silakan mengirim naskahnya. Kami tunggu di Email: puasa@republika.co.id atau gabung di Twitter @puasarepublika atau grup Facebook ramadhanrepublika 2011

Cahaya Ramadhan 1432 H.  

Republika, 3 Agustus 2011

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you