Page 24

www.rajaebookgratis.com

perayaan malam tahun baru, dilakukan dengan melakukan kongkow-kongkow di pub, bar, tempat-tempat hiburan serta pesta-pesta, dan adapula pesta semacam orgy party dan sebagainya. Pengaruh budaya luar tersebut begitu terasa seperti yang terjadi di Jakarta, malam tahun baru adalah panorama hidup yang sarat desonansi. Di tengah hingar-bingar, menghampar, menggeliat, mendenyutkan banyak peristiwa. Pusat-pusat hiburan menggeliat menawarkan romantisme dan menghidupkan atmosfir kemayaan dengan segala bentuk menifestasinya. Menghamburkan uang adalah perkara sepele bagi pemanjaan selera. Ada mabuk-mabukan, ekstasi, seks, judi, dan entah apa lagi. Belum lagi penghamburan BBM, berapa juta liter bensin yang terbuang percuma saat kemacetan merayap di jalan-jalan Ibukota. Apakah memang kita harus melakukan yang demikian.....? Kalaupun kita turut serta, seharusnya hal itu menjadi “pengingat� pentingnya waktu, dan menjadi momen muhasabah, renungan diri, introspeksi (tafakur) bukan malah menjadikan malam retrospeksi. Imam Syahid Hasan Al-Banna berkata, ''Siapa yang mengetahui arti waktu berarti mengetahui arti kehidupan. Sebab, waktu adalah kehidupan itu sendiri.'' Mudah-mudahan di tahuntahun mendatang, kita sebagai kaum muslim, setidaknya bisa mengingatkan diri kita sendiri, anak-anak kita termasuk karib kerabat untuk tidak larut dalam perayaan tradisi sekuler kaum paganisme, yang mengarah untuk kembali pada zaman jahiliyah. Amin, ya, robbal alamin.

Pesan Hari Ini

16

Pesan-Hari-Inikumpulancerita  

www.rajaebookgratis.com

Pesan-Hari-Inikumpulancerita  

www.rajaebookgratis.com

Advertisement