Issuu on Google+

Tata Swastika A 11105241009

BAG

AIM

ANA

T

AHU Dari k mak edelai men anan berg jadi izi ti ngg i

DIB

UAT

?


Latar Belankang Tahu merupakan salah satu bahan makanan pokok di negeri ini, yang termasuk dalam makanan 4 (empat) sehat 5 (lima) sempurna. Tahu juga merupakan makanan yang mengandung sangat banyak gizi dan cukup mudah untuk diproduksi. Untuk memproduksi tahu bahan-bahan yang dibutuhkan hanya berupa kacang kedelai. Tidak heran jika saat ini kita dapat menemukan banyak sekali pabrik pembuatan tahu, baik dalam bentuk usaha kecil dan usaha menengah yang masih menggunakan cara konvensional ataupun usaha-usaha yang sudah cukup sukses dengan cara pembuatan yang lebih modern. Berdasarkan hal-hal diatas maka kami tertarik untuk menjadikan Pabrik Pembuatan Tahu sebagai bahan Media Pembelajaran.

Tujuan Adapun tujuannya yaitu untuk memberitahukan kepada para pembaca tentang proses pembuatan tahu secara konvensional dan beberapa informasi penting lainnya seperti omzet yang didapat.

Manfaat - Agar pembaca dapat mengetahui proses pembuatan tahu secara konvensional. - Agar pembaca memiliki konsep yang jelas mengenai bisnis tahu.


1

Daftar Isi

3

2

4

5 6

7

8 99


1 Langkah Pertama Pilihlah kedelai yang putih alami dan tidak kelihatan pucat, jangan memilih kacang kedelai yang sudah mulai berwarna kehitaman karena mulai membusuk.


2 Langkah Kedua Setelah itu kedelai yang ada siap digiling. Setelah digiling kedelai yang sudah halus tersebut kita masukkan dalam bak-bak untuk selanjutnya diuapi


3 Langkah Ketiga

Setelah diuapi selama Âą 10 menit kemudian selanjutnya dipindahkan ke kain penyaring dan dibutuhkan waktu Âą 10 menit agar sari kedelai dapat terpisah dari ampasnya.

Untuk mempermudah proses terpisahnya sari kedelai dari ampasnya maka ditambahkan air sambil terus diaduk-aduk.


4 Langkah Keempat Ampas tahu akan tetap bertahan dalam kain sementara sari dari kedelai akan jatuh kedalam bak yang sudah disiapkan dibawahnya Ampas tahu yang tertahan pada kain lalu dibuang, sedangkan sari tahu dalam bak akan diolah lebih lanjut untuk menjadi tahu


5 Langkah Kelima Sari tahu yang ada dalam bak kemudian akan ditambahkan biang/bibit (air tahu) secara terus menerus sambil terus diaduk untuk memisahkan sari kedelai dari air biasa. Penambahan biang/bibit (air tahu) bertujuan agar sari kedelai dalam bak dapat mengendap dengan baik. Proses inipun memakan waktu Âą 20 menit sampai air akan terpisah dari sarinya. Setelah itu air biasa tersebut akan disedot hingga terpisah dari sari kedelai. Air ini tidak selanjutnya dibuang, melainkan digunakan untuk menjadi biang/bibit (air tahu) pada proses diatas


6 Langkah Keenam Setelah yang tersisa dalam bak hanyalah sari kedelai, maka sari-sari tersebut akan diangkat dengan menggunakan penyaringan untuk seterusnya dimasukkan ke cetakan tahu.


7 Langkah Ketujuh Setelah dirasa sudah cukup maka cetakan kemudian ditutup. Proses ini berfungsi untuk memberi bentuk pada produk tahu yang nantinya diasilkan sekaligus untuk meniriskan air yang masih tertempel pada sari kedelai tersebut.


8 Langkah Kedelapan Lama penyimpanan dalam cetakan Âą 15 menit. Jika kita ingin tahu yang lebih keras kita tinggal menambah waktu pendiaman dalam


8 Langkah Kedelapan Kemudian tahu yang sudah tercetak tersebut akan di rebus Âą 1 jam, hal ini dilakukan untuk mengurangi kelembekan tahu. Sekaligus untuk menjadikan tahu lebih tahan lama.



Desain