Page 1

STANDAR OPERATIONAL PROSEDUR (SOP)

PT. ARFAK INDRA Kantor Pusat : Wisma Nugraha Lt. 4 Jl. Raden Saleh No. 6 Jakarta Pusat Telepon (021)31904328 Fax (021)31904329 Kantor Perwakilan : Jl Yos Sudarso No.88 Fakfak Papua Barat Indonesia Telepon (0956)22854


PT ARFAK INDRA IDENTIFIKASI FLORA

I.

No. Dok.

: SOP-0503

Revisi

: 04

Terbit

: 19/11/2011

PENGERTIAN 1. Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. 2. Flora adalah keseluruhan jenis tumbuhan dalam suatu kawasan tanpa memperhitungkan jumlah dan penyebaran individu jenis. 3. Pohon adalah tumbuhan berkayu yang memiliki akar, batang, bentuk tajuk tinggi minimal 10 meter, tinggi bebas cabang minimal 2 meter, diameter setinggi dada minimal 30 cm. 4. Buah adalah organ tumbuhan yang mengandung biji. 5. Daun adalah organ tumbuhan yang berfungsi membentuk makanan (fotosintesa), pernapasan dan penguapan. 6. Identifikasi adalah usaha mengenal sesuatu atau determinasi disamakan dengan sesuatu yang telah ada. 7. Identifikasi flora adalah penentuan nama flora serta penempatannya secara benar di dalam sistem klasifikasi tumbuhan.

II.

TUJUAN Adapun tujuan dari identifikasi flora adalah: 1. Sebagai acuan bagi keberadaan jenis flora di dalam kawasan hutan IUPHHK PT. Arfak Indra. 2. Untuk mengetahui perkembangan, perubahan dan kerusakan flora dan fauna yang terjadi di dalam areal hutan produksi yang meliputi : jumlah/populasi, ukuran dan struktur populasi, tingkat kerusakan, penyebaran flora.

III.

SASARAN Kegiatan ini ditujukan untuk seluruh tumbuhan selain tanaman komersil yang sudah masuk dalam perencanaan Unit Manajemen, mencakup pengenalan jenis flora mulai dari pengamatan daun, buah, bunga, akar, batang, tajuk, kulit dan getah, termasuk juga pembuatan herbarium.

IV.

DOKUMEN ATAU REFERENSI YANG BERHUBUNGAN

1


PT ARFAK INDRA IDENTIFIKASI FLORA

No. Dok.

: SOP-0503

Revisi

: 04

Terbit

: 19/11/2011

1. Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. 2. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup. 3. Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1985 tentang Perlindungan Hutan. 5. Panduan Pengenalan Jenis Flora untuk Petugas Lapangan. V.

PENANGGUNG JAWAB Penanggungjawab pekerjaan identifikasi flora adalah sebagi berikut: 1. Kepala Bagian Kelola Lingkungan dan SCR (Social Community Responsibility) bertanggung jawab atas terselenggaranya kegiatan identifikasi flora. 2. Kepala Seksi Pengelolaan Lingkungan dibawah Kepala Bagian Kelola Lingkungan dan SCR (Social Community Responsibility) bertanggung jawab secara operasional terhadap pelaksanaan lapangannya, serta melakukan monitoring dan evaluasi secara internal di lapangan apakah telah sesuai dengan target dan prosedur kerja standar yang digunakan.

VI.

MASUKAN YANG DIBUTUHKAN Masukan yang dibutuhkan dari kegiatan tata batas kawasan lindung/konservasi ini adalah: 1. Peta RKT skala 1 : 50.000 2. Kapasitas kerja per team 3. Tabel supply logistik, material, medikal survei

VII.

KELUARAN YANG DIHASILKAN Keluaran yang diharapkan dari kegiatan identifikasi flora ini adalah berupa Peta identifikasi flora skala 1:50.000 yang menggambarkan : 1. Lokasi penyebaran flora dilindungi, langka dan terancam punah serta tanaman obat. 2. Keragaman flora yang ada didalam areal kerja.

VIII.

WAKTU PELAKSANAAN Waktu pelaksanaan kegiatan identifikasi flora diatur sebagai berikut: 1. Waktu pelaksanaan identifikasi flora disesuaikan dengan skedul pada Activity Plan Bagian Pengelolaan Lingkungan dan SCR di Site. 2. Identifikasi flora dilaksanakan pada musim buah/musim berbunga tanaman, maupun akhir musim kemarau atau awal musim hujan.

2


PT ARFAK INDRA IDENTIFIKASI FLORA IX.

No. Dok.

: SOP-0503

Revisi

: 04

Terbit

: 19/11/2011

URUTAN KERJA (PROSES) 1. Persiapan a. Pembentukan Tim Identifikasi b. Melengkapi peralatan c. Proses Perijinan, apabila diperlukan 2. Melakukan identifikasi flora, dengan :

a. Bertanya kepada orang yang kira-kira mengetahui nama tumbuhan tersebut kemudian mencari namanya dalam buku pegangan tentang flora dan mencocokkan antara ciri-ciri yang nampak di lapangan dengan yang tertulis dalam buku pegangan.

b. Apabila UM memiliki referensi herbarium yang memadai, maka idetifikasi bisa dengan mencocokkan sampel spesimen daun atau bunganya dengan koleksi herbarium yang ada dan memcari kecocokannya dengan buku pegangan.

c. Apabila dengan bertanya atau menggunakan herbarium juga belum mendapatkan nama spesies yang cocok, maka identifikasi dilakukan dengan menggunakan kunci identifiksi, yaitu pengamatan terhadap bagian-bagian tumbuhan seperti :  Daun 

Melakukan pengamatan dan pencatatan terhadap posisi daun (duduk daun) (tersebar, berhadapan, berseling).

Melakukan pengamatan terhadap bentuk daun (bulat, elips, oblong, lanset, atu pita).

Melakukan pengamatan terhadap tepi daun (rata, bergelombang).

Melakukan pengamatan terhadap ujung daun (lancip, runcing, tumpul).

Melakukan pengamatan terhadap pertulangan daun (menyirip, menjari, melengkung atau tulang daun sejajar).

Melakukan pengamatan terhadap kuncup daun.

Melakukan pengamatan terhadap tipe daun (tunggal atau majemuk).

 Bunga 

Melakukan pengamatan terhadap letak bunga pada suatu tangkai.

Melakukan pengamatan terhadap jumlah bunga pada suatu tangkai.

Buah Melakukan pengamatan terhadap bentuk buah (semu atau sejati). Akar Melakukan pengamatan terhadap bentuk akar (akar gantung, akar jangkar, akar lutut, akar napas atau akar banir). Batang Melakukan pengamatan terhadap bentuk batang (simpodial, monopodial atau menggarpu). Tajuk

3


PT ARFAK INDRA IDENTIFIKASI FLORA

No. Dok.

: SOP-0503

Revisi

: 04

Terbit

: 19/11/2011

Melakukan pengamatan terhadap bentuk tajuk (bulat, pagoda, oblong, kubah, kerucut atau payung). Kulit Kayu/Batang 

Melakukan pengamatan terhadap pengelupasan kulit (mengelupas atau tidak mengelupas).

Untuk kulit mengelupas, pengamatan dilakukan dapat dilakukan berdasarkan : - Tekstur (halus dan kasar) - Warna - Alur - Bau

Getah Melakukan pengenalan jenis pohon terhadap warna getah yang dikeluar. 3. Melakukan pengawetan specimen (Herbarium) Untuk memudahkan proses pengidentifikasian berikutnya, maka contoh specimen flora yang telah berhasil diidentifikasikan dan belum ada dalam koleksi herbarium, hendaknya dibuatkan herbariumnya, dengan cara : 

Melakukan pengumpulan bagian-bagian tanaman seperti daun, bunga dan buah dalam suatu rangkaian yang mengikutsertakan ranting.

Melakukan pengeringan dengan cara meletakkan diantara koran atau kertas yang kering kemudian dimasukan ke dalam sasak dan diikat serta diberi label.

Melakukan pengawetan dengan cara mengeringkan di bawah sinar matahari langsung atau dioven selama 48 jam (2 hari) dalam suhu 80˚C.

Herbarium yang telah kering sempurna kemudian dirangkai di atas kertas karton putih, diberi identitas spesies dan dilaminating atau dibungkus plastik.

4. Penyimpanan dokumen Dokumen-dokumen yang dicatat dan disimpan :

X.

Blangko pengisian jenis tumbuhan dengan tipe daun tunggal.

Blangko pengisian jenis tumbuhan dengan tipe daun majemuk.

Blangko Pengenalan Jenis Flora.

PELAPORAN Kegiatan identifikasi flora harus mencatat : 1. Jenis tumbuhan dengan tipe daun tunggal dan tipe daun majemuk 2. Pengenalan jenis flora 3. Lokasi ditemukannya jenis flora Laporan kegiatan identifikasi flora disampaikan kepada Instansi Kehutanan.

4


PT ARFAK INDRA IDENTIFIKASI FLORA XI.

No. Dok.

: SOP-0503

Revisi

: 04

Terbit

: 19/11/2011

LAMPIRAN Terdiri atas:

1. Peta identifikasi flora 2. Data penyebaran, jumlah, jenis dan spesies flora

5

Sop identifikasi flora  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you