Issuu on Google+

Edisi 18, Januari 2012

Tajam Membangun Kampus

Forum Dekan

Prof. Amzulian Rifai, SH., LL.M., Ph.D Dekan Fakultas Hukum Unsri

Cita-cita itu berubah-ubah. Suatu waktu saya pernah bercita-cita menjadi seorang tentara. Belum sempat menjadi tentara, berubah lagi ingin menjadi polisi. Tapi kemudian ingin pula menjadi diplomat. Itu sebabnya dalam beberapa kesempatan mengisi data pribadi, pada kolom cita-cita saya isi keinginan untuk menjadi seorang diplomat. Tapi itu bukan juga cita-cita permanen, karena ternyata tanpa diduga saya masuk ke Fakultas Hukum. Padahal saya tidak pernah mengimpikan masuk fakultas yang satu ini. Menjelang lulus dari fakultas hukum keinginan menjadi diplomat itu “kumat lagi.” Maka mulailah saya mencari-cari kesempatan mengikuti tes masuk pegawai negeri di Departemen Luar Negeri (DEPLU). Apa boleh buat belum sempat semua terwujud, kedua orangtua merestui saya untuk menjadi seorang dosen. Maka terdamparlah saya menjadi seorang dosen hanya bermodalkan restu ibu. Profesi yang tidak pernah saya cita-citakan, bahkan sejak saya tahu apa itu makna dari kata cita-cita. Perlukah kita mempunyai cita-cita? Kapan cita-cita itu mesti kita miliki, sejak sekolah menengah? Sejak masuk kuliah atau setelah tamat perguruan tinggi? Jujur saja, dahulu saya tidak pernah ada yang mengarahkan. Perjalanan hidup itu mengalir begitu saja. Orangtua sibuk bekerja keras membanting tulang demi menghidup anak-anaknya. Akibatnya, bertanya soal ponten di raportpun mereka tak sempat, apalagi berdiskusi soal cita-cita. Sungguh berat perjuangan mereka dimasa itu untuk melalui hari demi hari yang berat. Pastilah kita bisa berdebat panjang lebar soal apakah seseorang perlu memiliki cita-cita serta apa alasan yang mendasarinya. Mungkin ada manfaatnya jika sejak awal kita mengetahui apa yang menjadi cita-cita. Tidak

 baca Cita hal. 13

Dok. Media Sriwijaya

Peduli Dimas, Mahasiswa Unsri Turun ke Jalan Palembang-Media Sriwijaya, Sebagai langkah awal untuk membantu Dimas (baca Kompasiana, “Menyemai Nurani, Save for Dimas”). Sekelompok mahasiswa berinisiatif melakukan bakti sosial. Sebanyak 50-an orang mahasiswa berkumpul melakukan kegiatan yang dilangsungkan pada rabu (25/1) sejumlah mahasiswa langsung turun ke jalan. Lokasi yang dipilih ialah di simpang pamor dan simpang RK Charitas. Ramainya arus lalu lintas di kedua ruas jalan tersebut menjadi pertimbangan. Aksi penggalangan dana dimulai pada pukul 10.00 WIB yang disebar langsung ked ua titik tersebut. Terlihat bagaimana geliat mahasiswa ini terjun ke setiap sudut simpang jalan untuk meminta bantuan penggalangan dana kepada pengendara yang lalu lalang. Hal ini dikarenakan rasa simpati mereka kepada Dimas yang diketahui divonis mengidap tumor jinak yang telah habis memakan sebagian wajahnya. Dibarengi dengan panas teriknya matahari. lantas, tak menurunkan niat dan semangat mereka yang tengah menggalang dana. ”Kegiatan penggalangan dana ini dijalankan atas dasar kemanusiaan, bukan dasar kepentingan organisasi.” ungkap Zainul koordinator aksi. Alumnus FH Unsri ini menuturkan harapannya dapat memperat ikatan silaturahmi

sekaligus sebagai memupus adanya stigma yang membedakan mahasiswa indralaya dan palembang. Minim Partisipasi Tak pelak, aksi ini tak semulus yang diduga. Zainul mengutarakan betapa peliknya menggalang dana atas nama kemanusiaan. Menurutnya, rintangan yang mesti dihadapi adalah minimnya partisipasi warga untuk membantu sesama. Padahal menurutnya, lalu lintas Palembang padat oleh mobil-mobil mewah. Ironis, ditengah kemajuan pesat kota Palembang dan meningkatnya jumlah orang kaya baru, namun masih tetap saja ada masyarakat yang bergumul dengan kemiskinannya, termarjinalkan atau bahkan dikucilkan dari lingkungan sekitar. Mahasiswa UMP Di saat kegiatan penggalangan dana berlangsung, terlihat beberapa mahasiswi Universitas Muhammadiyah Palembang yang turut serta turun ke jalan untuk melakukan penggalangan dana. Tak ayal, adanya tambahan bantuan “orang” dalam menggalang dana tersebut mempermudah untuk melakukan kegiatan bakti sosial. Walhasil setelah kegiatan bakti sosial telah dilakukan. Semua anggota baik yang ada di simpang berkumpul kembali di kampus bukit

FH Unsri Sabet Juara Umum Lomba Peradilan Semu Tingkat SUMSEL Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia ( PERADI ) Sumatera Selatan yaitu Bambang Harianto menyampaikan kepada wartawan ( reporter Media Sriwijaya, red ) bahwa tujuan diadakannya kegiatan lomba peradilan semu ini guna mengenalkan dunia hukum secara kongret ... Lensa Kampus, Hal 12 LPM Media Sriwijaya Fakultas Hukum Unsri

Print to PDF without this message by purchasing novaPDF (http://www.novapdf.com/)

Palembang. Di tempat tersebut, tim mengumpulkan sekaligus menghitung jumlah dana bantuan yang didapatkan dari hasil penggalangan dana . Setelah dihitung, dana yang terkumpul mencapai RP. 7.678.350,00. Permulaan yang positif mengingat kegiatan bakti sosial ini hanya dilaksanakan dalam waktu satu hari. Selanjutnya, aliansi mahasiswa ini berencana melakukan kegiatan bakti sosial di lokasi yang berbeda. Selain itu, mereka juga akan berusaha mencari dana dari pihak instansi maupun perusahaan untuk memohon dana bantuan demi pengobatan dan perawatan dimas. “akan kami upayakan untuk advokasi ke pemerintahan.”pungkas Zainul. Dibawa ke RS Pasca aksi penggalangan dana lalu, beberapa mahasiswa menyempatkan diri untuk mengkonsultasikan pengobatan buat Dimas. Betapa terkejutnya, biaya yang mest digelontorkan untuk operasi tumor di wajah Dimas mencapai Rp 100 Juta. “selain operasi, biaya perawatan rutin dan obat-obatan perlu diinsentif.”imbuh dr Roni. Namun, angin segar berembus tatkala gerakan penggalangan dana ini telah sampai ke Jakarta dan Bandung. Bahkan, sejumlah LSM di Palembang dan BEM Unsri bakal mengadakan aksi galang dana demi membantu Dimas memperoleh pengobatan. (Tim)

Kepala PPATK Soroti Rekening Mencurigakan PNS di FH Unsri Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melalui kerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya menyelenggarakan kegiatan kuliah umum... Lensa Kampus, Hal 12


2 Opini Dosen EDITORIAL Quo Vadis Pendidikan Tinggi di Indonesia Ditengah-tengah semakin kompetitifnya zaman dalam mengusung tema perubahan secara radikal yang struktur, menjadi fenomena tersendiri dewasa ini. pergulatan teknis yang mengurai praktis menjadi bumbu kehidupan manusia modern abad 21. Tak ayal, peran serta perguruan tinggi sebagai gudang pencetak intelektual muda dalam mengusung tema perubahan dan subjek perubahan kultur zaman itu sendiri dibebankan.Ramai-ramai, sejumlah Negara menyemarakan program pendidikan murah yang berkualitas namun dibarengi dengan sejumlah fasilitas representatif. Amerika Serikat sebagai Negara adikuasa tentu menjadi pilihan wahid masyarakat dunia dengan reputasi dan konlgomerasinya sebagai Negara maju. Tengok saja, data 4ICU (International College University) menunjukan indikasi positif Sembilan dari sepuluh universitas terkemuka berada di negeri Paman Sam.Tak ayal, kebanyakan masyarakat dunia justru menjatuhkan pilihan untuk melanjutkan studinya ke Amerika Serikat ketimbang Negara-negara lain. Reputasi perguruan tinggi di Amerika menjadi gambaran betapa efektifnya peranan (role) akademisi dalam bahu membahu membangun kemajuan bangsa dan Negara. Beberapa persyaratan yang menjadi signifikansi progresif terhadap keunggulan suatu universitas dapat dijadikan tolok ukur. Seperti halnya, daya saing (Compete) mahasiswa ditingkat regional maupun internasional hingga terserapnya alumni kedunia kerja. Statistik yang menunjukan garis linear perguruan tinggi dengan kemajuan bangsa telah terpapar cukup jelas diatas. Kendati data-data yang dihasilkan tak melulu 100% benar, namun paling tidak konsekuensi logis dari sebuah perumusan data kuantitatif sebuah perguruan tinggi dapat dijadikan wacana pengembangan diri. Lantas, kemana perguruan tinggi di Indonesia Bila merujuk pada data kuantitatif yang dipubliskasikan 4ICU.org, peringkat universitas top nasional dapat dikatakan memrihatinkan. Universitas Indonesia sebagai perguruan tinggi nomor wahid di nusantara belum mampu menyaingkan dirinya dengan universitas manca Negara. UI tak berdaya ketika diadu dengan ribuan universitas manca Negara dan hanya bertengger di urutan 217 (QS Top Universities 2011). Bahkan, urutan tersebut jauh dibelakang Universiti Malaya yang berada pada ururtan 169 dan Chunglangkorn University yang duduk diposisi 171. Tentu, melihat rentetan statistic diatas menunjukan adanya ketidak sinkronan pengelolaan universitas yang menyatu dengan tri dharma perguruan tinggi. Dismanajemenisasi kampus sering kali menjadi bumbu tak sedap gudang intelektual melalui pemberitaan nasional. Premanisme kampus kembali mencuat. Sejumlah kampus bahkan diberi label sarang anarkis. Orientasi das sein mahasiswa berbanding terbalik secara realistik. Miris memang, namun apa mau dikata. Pemuda yang menjadi roda penggerak kemajuan bangsa ternyata belum mampu menunjukan taringnya. Mahasiswa dan pemuda sekarang terlalu sibuk dengan pergulatan dialektika politik kampus yang tak menuai makna. Ada yang menyangsikan keterlibatan mahasiswa dalam politik. Jusuf Kalla bahkan pernah mengutarakan hal senada yang menyatakan bahwa orientasi berpikir mahasiswa itu belajar bukan menghajar.Tak hanya itu, persoalan klasik semacam fasilitas kampus terus bergulir. Semakin tumbuhnya iklim intelektual dengan ditandai semakin maraknya pendirian perguruan tinggi di Indonesia tak menuai angin segar. Tak ayal, hal tersebut justru semakin menimbulkan satu hal yang kadang-kadang problematik.Pertanyaanya, gusarkah kita ? tentu saja tidak. Indonesia punya harapan cerah menjadi satu bangsa yang perkasa diera globalisasi. Revitalisasi kampus kiranya perlu dipertimbangkan agar tercapai satu bentuk kultur akademik yang baik. (Redaksi)

EDISI 18, Januari 2012

Aspek Hukum Ecotourism dataran rendah di Provinsi Sumsel Ecotourism merupakan sektor bisnis terbesar mendukung perekonomian Negara. Hal ini menciptakan kesempatan kerja dan juga meningkatkan pendapatan daerah. Konservasi lingkungan dan peningkatan kesejahteraan rakyat setempat merupakan aspek yang kita harus mempertimbangkan dalam mempromosikan ecotourism. Untuk kekayaan dalam keanekaragaman hayati, gambut, serta mangrove membutuhkan penegakan hukum yang kuat, baik pada tingkat nasional dan lokal dan juga hukuman berat bagi mereka yang melanggar hukum. Sayangnya, tidak ada hukum lebih lanjut dalam hal dengan pelaksanaan hukum administrasi membuat hukum lingkungan adalah seperti harimau ompong. Di Indonesia, istilah ekowisata cukup baru dan telah diperkenalkan sejak dekade terakhir. Sebelum itu, satu hanya mengakui dengan istilah umum pariwisata (wisata), apakah itu disebut wisata alam, wisata budaya, agama / wisata rohani, dll. Istilah Ecotourism itu sendiri sering ditulis dalam Bahasa Indonesia dalam berbagai cara, juga: “ ekoturisme “,” wisata Ekologi “,” ekoturisme “,” eko turisme:, “eko-wisata” dan juga “eco-petualangan” Sementara di Kamus MerriamWebster, istilah di atas ditulis dalam satu kata “ekowisata” yang berarti : ‘praktek tur habitat alam dengan cara yang dimaksudkan untuk meminimalkan dampak ekologis’. Sementara di 2009 Menteri Dalam Negeri Nomor 33 Peraturan berurusan dengan Pedoman Pembangunan Daerah Ekowisata menyatakan bahwa ekowisata adalah kegiatan wisata alam bertanggung jawab yang dilakukan di daerah daerah sehubungan dengan unsur pendidikan, pemahaman, dan dukungan untuk konservasi alam sumber daya upaya, dan peningkatan pendapatan masyarakat lokal. Hector Ceballos-Lascurain mengklaim bahwa istilah telah ada pada tahun 1987 dan ia didefinisikan adalah sebagai berikut: “Alam atau ekowisata dapat didefinisikan sebagai pariwisata yang terdiri dalam perjalanan ke kawasan alami yang relatif tidak terganggu atau tercemar dengan tujuan khusus mempelajari, mengagumi, dan menikmati pemandangan dan tanaman liar dan hewan, serta setiap manifestasi budaya yang ada (baik masa lalu dan sekarang) ditemukan di daerah. “Pada tahun 1990 hubungan (International Ekowisata Masyarakat) didefinisikan “ekowisata” adalah ‘perjalanan bertanggung jawab ke daerah-daerah alami yang dilestarikan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Definisi di atas memiliki beberapa kesamaan pada prinsipnya karena mereka menggambarkan pariwisata sebagai semacam aktivitas di alam terbuka, sementara dua terakhir definisi yang diberikan penekanan pada perawatan, pendidikan dan bertanggung jawab serta elemenelemen ekonomi. Dari definisi ini beberapa elemen harus diperhitungkan bahwa: 1. Bertanggung jawab terhadap dampak dari kegiatan di lingkungan dan budaya. 2. Kegiatan harus diarahkan ke daerah-daerah alami dan dikelola sesuai dengan karakteristik alam. 3. Ini melibatkan unsur pendidikan dan memberikan pemahaman bagi budaya lingkungan dan lokal sebagai tujuan ekowisata. 4. Mendukung upaya konservasi dan meningkatkan pendapatan masyarakat lokal. 3.b. Aspek Hukum Ekowisata. 3.B.1. Sanksi Pidana. Setelah inventarisasi, ada ditemukan sedikitnya sembilan hukum dan peraturan dalam hal promosi Ecotourism, beberapa berhubungan dengan lingkungan, warisan budaya, alam dan ekosistem, kehutanan, perencanaan tata ruang, sedangkan yang lain berkaitan dengan organisasi ekowisata, cosession alam, dan pedoman ecoturism . Pertanyaan muncul di sini dalam korelasi dengan kerusakan ekologi yang dihasilkan dari kegiatan.

Achmad Romson, SH., MH., L.LM

Siapa yang akan bertanggung jawab atas kerusakan, itu tanggung jawab pemerintah yang mempromosikan Ecotourism, atau lembaga swasta yang melaksanakan program pemerintah, atau turis individu yang mengunjungi daerah itu?. Dapatkah sanksi kejahatan lingkungan sebagaimana diatur dalam UU Lingkungan Hidup No 32 tahun 2009 dikenakan kepada siapapun pelakunya ? Jika bisa, bagaimana memberikan bukti hukum bahwa kerusakan lingkungan telah dilakukan?. Semua pertanyaan ini berasal dari Pasal 98 Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 Tentang Pengelolaan lingkungan tentang yang menekankan pada unsur “dengan sengaja atau sengaja” sebagai kondisi untuk penuntutan pidana dalam kasuskasus lingkungan. Sebagai salah satu tahu bahwa dalam terjadinya pencemaran lingkungan atau kerusakan lingkungan tidak terjadi seketika atau dalam waktu singkat tetapi akan memakan waktu beberapa tahun. Sementara dari sudut hukum pidana yang ‘sengaja atau sengaja’ elemen berarti bahwa pelaku telah rencana dan rencana diimplementasikan. Apakah atau tidak rencana yang berkomitmen penuh. Itu tidak masalah. Unsur “niat atau sengaja “telah ada. Pasal 98 jelas menyatakan tentang unsur nia“.Pasal 98 (1) Setiap orang yang dengan sengaja bertindak sehingga melebihi standar kualitas udara ambien, standar kualitas air, standar kualitas air laut, atau kriteria dasar kerusakan lingkungan, dipidana dengan pidana penjara singkat 3 (tiga) tahun dan tidak melebihi 10 (sepuluh) tahun dan denda tidak, kurang Rp3.000.000.000 00 (tiga miliar rupiah) dan paling Rp10.000.000.000, 00 (sepuluh miliar rupiah). Akibatnya, Pasal 98 tidak dapat diimplementasikan ke pelanggar untuk unsur “sengaja” sulit untuk membuktikan. Meskipun dalam Pasal 96 telah menyatakan tentang bukti-bukti hukum yang dapat diajukan ke Pengadilan. Masalah masih terjebak dalam kesulitan membuktikan unsur “dengan sengaja”. Hal ini menjadi beban tambahan bagi penegak hukum untuk memberikan bukti yang sah di pengadilan. Itu sebabnya, terobosan yang diberikan oleh hukum itu adalah melalui Pasal 84 bahwa sengketa lingkungan dapat diselesaikan baik dengan menggunakan jasa pengadilan atau layanan pihak ketiga. Dalam Point (3) Pasal 84 mengatakan bahwa “gugatan melalui pengadilan hanya dapat diajukan jika upaya untuk menyelesaikan sengketa di luar ruang sidang dipilih dinyatakan tidak berhasil oleh pihak-pihak untuk dengan sengketa “Biasanya., penyelesaian sengketa di luar ruang pengadilan sehubungan dengan jumlah kompensasi, tindakan pemulihan akibat pencemaran, atau perusakan lingkungan, langkah-langkah tertentu untuk memastikan bahwa pencemaran atau perusakan

Print to PDF without this message by purchasing novaPDF (http://www.novapdf.com/)

lingkungan tidak akan terjadi lagi, dan langkah-langkah untuk mencegah munculnya dampak negatif terhadap lingkungan. 3. B.2. Sanksi Administratif Banyak sarjana hukum, terutama mereka yang memiliki latar belakang hukum pidana datang untuk berpendapat bahwa isu lingkungan hanya dapat didekati melalui hukum pidana. Sampai batas tertentu bahwa pendapat adalah benar, tetapi orang harus sadar bahwa isu-isu lingkungan, seperti polusi, degradasi kualitas lingkungan, dan sebagainya merupakan hal yang khusus dari kasus yang ada dalam hukum pidana. Hal ini lebih rasional jika masalah lingkungan seperti yang dinyatakan di atas menggunakan pendekatan dari sudut hukum administrasi. Pemerintah di berbagai tingkatan memiliki wewenang untuk mengawasi ketaatan tanggung jawab usaha atau kegiatan sebagaimana disebutkan dalam UU No 32 tahun 2007 yang izinnya yang dikeluarkan oleh provinsi, kabupaten, dan pemerintah kota. Sanksi yang kuat akan dikenakan kepada orang yang bertanggung jawab yang masih mengabaikan ketaatan pada UU No 32 Tahun 2007. Hal ini jelas dinyatakan dalam Pasal 76 yang mengatakan: (1) Menteri, gubernur atau bupati / walikota dapat menerapkan sanksi administratif kepada orang yang bertanggung jawab untuk bisnis dan / atau kegiatan jika pelanggaran ditemukan dari izin lingkungan. (2) Sanksi administratif terdiri dari: (a). teguran tertulis; (b). paksaan dari pemerintah; (c). pembekuan izin lingkungan; atau (d). pencabutan izin lingkungan. 3. B.3. Kewajiban untuk memulihkanlingkungan. Berdasarkan UU 32 Tahun 2007, cukup jelas bahwa di samping sanksi administrasi, sanksi pidana, serta denda diterapkan pada orang yang bisnis atau kegiatannya dianggap membuat polusi lingkungan, kewajiban untuk mengembalikan kondisi lingkungan akibat pencemaran atau degradasi lingkungan yang disebabkan oleh usaha atau kegiatan. Satu hal yang membuat hukum ini hanya seperti macan ompong adalah bahwa bagaimana menerapkan sanksi administratif kepada pelanggar, apa mekanisme yang digunakan dalam menegakkan sanksi yang isu-isu hukum yang tetap tak terpecahkan karena dalam negara artikel lebih lanjut menyatakan “peraturan lebih lanjut dalam hal dengan sanksi administrasi akan diatur dengan Peraturan Pemerintah “. 4. Kesimpulan dan rekomendasi. Dari pembahasan di atas, akhirnya beberapa kesimpulan bisa diambil di sini: 4a.Kesimpulan; (a). Ecotourism dan pariwisata pada umumnya adalah jenis bisnis atau kegiatan yang menarik banyak orang. Ini menghasilkan pendapatan bagi penduduk setempat, menciptakan lapangan kerja, dan pendapatan daerah. (b). Industri pariwisata yang bertanggung jawab untuk lebih dari 230 juta pekerjaan dan lebih dari 10% dari produk domestik bruto di seluruh dunia. (c). Kegiatan semacam ini di banyak bagian dunia membuat dampak yang luar biasa terhadap lingkungan, seperti kerusakan terumbu karang, mengotori lingkungan,dan sampahberserakan. (d). Dari sudut pandang hukum ada beberapa undang undang dan peraturan yang terkait dengan lingkungan telah menetapkan hukuman berat untuk pelanggar tapi sanksinya masih tidak dapat 4. UU No 32 2009 Tentang Pengelolaan

Baca Aspek Hukum Hal


EDISI 18, Januari 2012

Kekurangan Fisiknya Merupakan Suatu Kelebihan

Google.com

Paparan Presentasi : Syaharudin tengah memberikan presentasinya di FH Unsri. Menurutnya, kekurngan fisik merupakan suatu kelebihan yang menjadi penyemangat. Menurut beliau, kekurangan fisiknya merupakan suatu kelebihan yang menjadi penyemangat hingga bisa menjadi seperti sekarang. Beliaulah Saharuddin Daming, tunanetra pertama yang menjadi komisioner Komnas HAM. Pria kelahiran Parepare 28 Mei 1968 ini tidak pernah menyangka akan lolos fit and propper test di DPR Senayan, Jakarta 2007 silam.

“Berangkat dari fenomena keterpurukan dan rendahnya persebsi publik terhadap penyandang disabilitas maka saya berusaha sekeras mungkin untuk melawan semua itu. Karena tidak ada yang bisa menolong selain diri saya sendiri, bahkan negara-pun tidak bisa diharapkan.” Salah satu bentuk perlawanan alumni Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin ini adalah dengan masuk

ke sekolah umum. Hingga SMA dan masuk ke perguruan tinggi, ada saja cara untuk bisa diterima. Diceritakannya bahwa ia pernah dianggap peminta sumbangan di hari pertama masuk ke perguruan tinggi. Baginya dilecehkan dan direndahkan justru menjadi motivasi. “ ... dan menyadarkan bahwa saya tinggal ditempat yang diskondusif untuk penyandang disabitilas.”

SOSOK 3

Ditambahkan doktor bidang hukum ini bahwa minder yang secara harfiah banyak dirasakan para difabel tidak akan menyelesaikan masalah malah melahirkan keterpurukan yang makin menjadi. Hal pertama untuk mengatasinya dengan self confodence. Kepercayaan diri yang menegakkan kepalanya dan meranggapan bahwa “saya bisa” meskipun lingkungan memojokkan dan membuatnya tidak bisa. Argumennya adalah bahwa yang membuat para difabel tidak bisa maju adalah bukan mareka mereka cacat tapi karena vonis sperotif dan primitif dari lingkungan sosial. Selain itu sikap apriori dan sinisme yang kental di masyarakat awam. Menurutnya disabilitas adalah anugerah Tuhan berbentuk kekuatan tersembunyi yang perlahan harus ditemukan agar dapat dilihat publik. Namun tidak banyak orang yang bisa memahami kondisi penyandang tunanetra dan menghargai hak asasinya. Bagi kebanyakan mereka difabel adalah aib. Tapi baginya hal ini merupakan kehormatan model baru dari Tuhan untuk mengkonfrontasikan antara sempurna dengan yang tidak. “Karena bagaimana yang sempurna bisa dikatakan sempurna kalau tidak ada yang tidak sempurna.” Selain itu banyak hal yang mendorongnya untuk melawan diskriminasi dan marginalisasi terhadap kaum difabel. Puncaknya ketika penyandang tunanetra sejak umur 10 tahun ini bergabung di Komnas HAM. Apalagi untuk menjadi komisioner yang tidak mudah. Dijelaskannya bahwa

yang ia raih hingga sekarang tidak tibatiba, semuanya bertahap. Keterunggulan ditentukan dari semangat dan kemamuan mengeksplor setiap individu, yang berdeba-beda pastinya. Bahwa pada dasarnya setiap tindakan pasti ada kendalanya namun bagaimana memanage dan meminimalisir tangtangan dari diri sendiri, yaitu kepercayaan diri. “Untuk apa sekolah tinggi sedangkan yang lain banyak menganggur.” Kalimat diatas bagi Komisioner Subkomisi Pendidikan dan Penyuluhan di Komnas HAM ini menggelincirkan banyak orang. Karena ia percaya bahwa prinsip pendidikan adalah long life, tidak mengenal waktu. Diceritakan tunanetra peraih gelar doktor bidang hukum pertama Indonesia ini saat seleksi UMPTN, “... orang lain diawasi dua pengawas tiap ruang. Sedangkan saya bisa 20 pengawas dan hanya saya sendiri pesertanya. Mereka membantu membacakan soal dan memendahkannya ke kunci jawaban. Belum lagi wartawan yang meliput. “ Para guru besar di kampusnyapun turut menyangsikan kemampuan anak bungsu dari lima bersaudara ini. Namun menurutnya inti dari ilmu itu bukan pengelihatan atau bentuk fisik lainnya tapi kemampuan nurani. Untuk itu ia sangat menentang klausulaklausula sehat jasmani dan rohani dimana fisik-lah yang ditonjolkan. Dimana yang dikatakan sehat adalah yang lengkap anggota tubuhnya. Baca Fisik hal. 4

Belajar Bersabar Dengan Memancing Palembang-Media Sriwijaya,

Sebagai ajang pelepas lelah ataupun kepenatan dari segala pekerjaan yang dilakukan. Pihak Fakuktas Hukum Universitas Sriwijaya dengan berdasarkan dari ide Dekan Prof. Amzullian Rifai S.H.,LL.M.Ph.D dan Pembantu Dekan 2 Meria Utama S.H.,L.LM berinisiatif mengadakan kegiatan lomba memancing yang khusus diperuntukan bagi pegawai dan dosen. Kegiatan yang dilaksanakan pada minggu 8 januari 2012 di daerah lokasi gelora indah, makrayu bukit kecil palembang terlihat berjalan cukup seru dan meriah. Dengan dimulai dengan melempar satu ekor ikan ke daerah kolam pemancingan oleh Dekan dan sekaligus sebagai tanda resminya diadakan kegiatan lomba tersebut. Kegiatan lomba memancing pun dimulai dari pukul 9 pagi sampai dengan pukul 11. terlihat bagaimana canda tawa yang terpancar dari beberapa pegawai di saat sedang memancing. Apalagi rasa kegirangan tak dapat terhindarkan dari setiap peserta lomba saat berhasil mendapatkan ikan. Acara ini sendiri merupakan rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mempererat tali ikatan silaturahmi di kalangan staf pegawai maupun dosen. Sebagaimana yang diutarakan oleh ketua panitia pelaksana kegiatan tersebut yaitu Suratman S.H. Beliau menjelaskan kegiatan lomba

Usung : Dekan FH Unsri tengah melepas satu ikan memancing merupakan suatu bentuk usaha untuk menghilangkan rasa kejenuhan setiap pegawai maupun dosen dari banyaknya aktivitas yang dilakoninya dari profesi tersebut. Kemudian, beliau kembali menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan suatu momen penting bagi setiap kalangan pegawai maupun dosen untuk lebih mengakrabkan rasa

persaudaraan dengan cara memperkenalkan pihak keluarga dari masing – masing kalangan civitas fakultas hukum. Banyak alasan mengapa kegiatan ini diadakan di daerah kawasan makrayu, bukit kecil palembang. Dikarenakan akses ataupun jalur menuju lokasi tersebut mudah dijangkau setiap kalangan.

Selain itu ada hikmah ataupun makna yang terkandung di dalam penyelenggaraan kegiatan lomba tersebu. Jika dikorelasikan dengan aktivitas pekerjaan yang digeluti oleh para pegawai maupun dosen. Hal ini seperti diutarakan oleh ketua panitia pelaksana kegiatan tersebut yakni belajar bersabar dengan memancing. Maksudnya di dalam lomba ini, tingkat

Print to PDF without this message by purchasing novaPDF (http://www.novapdf.com/)

kesabaran peserta lomba memang benar – benar diuji. “makna ini tentunya dapat dihubungkan dengan fakta realitas bagi para dosen dan pegawai. Yang dimana dituntut harus selalu bersabar di kala mengahadapi segala aktivitas yang begitu banyaknya”. Ujarnya menambahkan. Meskipun kegiatan lomba ini terealisasi dengan baik. Banyak setumpuk harapan yang diinginkan agar kegiatan yang diperuntukan bagi para pegawai dan dosen bukan hanya sampai sebatas kegiatan ini saja. Rencana ke depan dari pihak fakultas hukum akan mengadakan even yang lebih besar lagi seperti kegiatan outbond ataupun berwisata di luar kota. Selain diadakannya lomba memancing, di kegiatan ini juga diadakan acara undian berhadiah dengan hadiah utama satu unit televisi bagi kalangan pegawai. Hal ini bisa dikatakan salah satu bentuk apresiasi bagi seluruh pegawai yang bekerja penuh semangat. Yang tentunya juga merupakan acara selingan hiburan yang dapat memompa semangat kinerja para pegawai fakultas hukum untuk lebih baik lagi. Selain itu, besar harapan dengan diadakan kegiatan ini dapat mencegah adanya kesenjangan sosial ataupun keregangan tali kekeluargaan civitas fakultas hukum yang dapat membuat bobrok eksistensi kampus merah di berbagai lapisan kalangan masyarakat umum. ( Syahri)


4 Konsultasi Hukum Tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga EDISI 18, Januari 2012

Pertanyaan : Adik saya adalah seorang perempuan baik-baik, dan ternyata dia disiksa oleh suaminya (ditampar, ditendang, bahkan disulut pakai rokok menyala). Apakah saya bisa menggugat adik ipar saya ini? Kalau boleh tahu berapa tahun penjara hukuman untuk kasus ini? Bekas lukanya sekarang tinggal sedikit (memarnya sudah hilang tanpa bekas), tinggal tersisa bekas bakar akibat rokok. Jawaban : Terkait apa yang dilakukan oleh adik ipar Anda terhadap istrinya yaitu adik Anda, dapat dikategorikan sebagai kekerasan dalam rumah tangga (“KDRT”). Kekerasan dalam Rumah Tangga adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga (lihat Pasal 1 angka 1 UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga –”UU KDRT”).  UU KDRT juga telah memberikan larangan bagi setiap orang untuk melakukan kekerasan baik kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual maupun

penelantaran rumah tangga terhadap orang dalam lingkup rumah tangganya (lihat Pasal 5 UU KDRT). Kekerasan fisik yang dimaksud pasal tersebut adalah perbuatan yang mengakibatkan rasa sakit, jatuh sakit, atau luka berat (lihat Pasal 6 UU KDRT) sehingga termasuk pula perbuatan menampar, menendang dan menyulut dengan rokok adalah dilarang. Pasal 26 ayat (1) UU KDRT menentukan bahwa yang dapat melaporkan secara langsung adanya KDRT kepada polisi adalah korban. Sebaliknya, keluarga atau pihak lain tidak dapat melaporkan secara langsung adanya dugaan KDRT kecuali telah mendapat kuasa dari korban (lihat Pasal 26 ayat [2] UU KDRT). Meski demikian, pihak keluarga masih dapat melakukan tindakan lain untuk mencegah berlanjutnya kekerasan terhadap korban. Kewajiban masyarakat untuk turut serta dalam pencegahan KDRT ini diatur dalam Pasal 15 UU KDRT yang berbunyi sebagai berikut: “Setiap orang yang mendengar, melihat, atau mengetahui terjadinya kekerasan dalam rumah tangga wajib melakukan upaya-upaya sesuai dengan batas kemampuannya untuk     mencegah berlangsungnya tindak pidana, memberikan perlindungan kepada korban, memberikan pertolongan darurat dan membantu proses pengajuan permohonan penetapan perlindungan.”

Dengan demikian, berdasarkan ketentuan di atas, yang dapat Anda lakukan sebagai kakak adalah sebagaimana disebutkan dalam poin – poin pasal di atas. UU KDRT menyebutkan bahwa permohonan proses penetapan perlindungan dapat disampaikan dalam bentuk lisan atau tulisan. Ditegaskan pula dalam hal permohonan perintah perlindungan diajukan oleh keluarga, teman korban, kepolisian, relawan pendamping, atau pembimbing rohani, maka korban harus memberikan persetujuannya. Namun, dalam keadaan tertentu, permohonan dapat diajukan tanpa persetujuan korban (lihat Pasal 30 ayat [1], ayat [3], dan ayat [4] UU KDRT). Yang dimaksud dengan “keadaan tertentu” dalam ketentuan tersebut, misalnya: pingsan, koma, dan sangat terancam jiwanya. Selain itu, korban KDRT dilindungi haknya oleh UU KDRT yaitu untuk mendapatkan (Pasal 10 UU KDRT), perlindungan dari pihak keluarga, kepolisian, kejaksaan, pengadilan, advokat, lembaga sosial, atau pihak lainnya baik sementara maupun berdasarkan penetapan perintah perlindungan dari pengadilan; pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan medis; penanganan secara khusus berkaitan dengan kerahasiaan korban; pendampingan oleh pekerja sosial dan bantuan hukum pada setiap tingkat proses pemeriksaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan

Profil Mahasiswa Organisator Penggemar Olahraga Mengubah pandangan orang tidak semudah membalikkan telapak tangan -Taqwa-

IST

Tertarik di bidang sosial dan merasa tertantang pada kasus-kasus kriminalitas, mahasiswa kelahiran Pagaralam, 1 Januari ini menyakini profesi polisi sebagai cita-citanya. Dengan program kejurusan pidana yang diambilnya sekarang, Royke Marsada Takwa merasa ingin lebih berkorban untuk masyarakat. Selain itu Wawa, sapaan akrabnya, juga terinspirasi dari sang kakak Royke Sembayu yang telah berhasil menjadi anggota TNI. Penggila olahraga khususnya basket ini aktif dalam berbagai

organisasi sejak duduk dibangku sekolah. Kesukaannya terhadap olahraga ditunjukkannya dengan menjadi ketua seksi olahraga di OSIS SMA. Selain itu berhubungan dengan hobinya terhadap musik anak kedua dari tiga bersaudara ini pernah menjadi wakil ketua umum ASBL ( Asosiasi Seni Budaya Lahat ). Juga aktif bermain musik dengan membentuk band ketika tinggal di Lahat, daerah asal keluarganya. Dalam non akademik anak dari H. Sulaiman Effendi Sohan dan Hj. Lila Legita ini pernah mengikuti Popda untuk cabang olahraga basket kabupaten Lahat. Serta pernah menajdi panitia The Next Battle of Law season 2 yang juga berhubungan dengan basket.

Dalam hidupnya kakak dari Royke Satria BP ini berpegang teguh bahwa mengubah pandangan orang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Untuk itu Takwa selalu berusaha menjaga sikap dan kepercayaan yang diberikan orang disekitarnya. Karena bila citra telah buruk untuk mengembalikannya bukan perkara mudah. Hal itu pula yang diterapkannya dalam bersosialisasi. Terlebih dengan tanggung jawabnya kini sebagai ketua umum Himpunan Mahasiswa Fakultas Hukum Unsri kampus Palembang periode 20112012. Ketika disinggung agenda Himas kedepannya dengan mantap penggemar Linkin Park ini memaparkan rencananya untuk membuat tabligh akbar dalam rangka kemerdekaan RI di bulan Ramadhan tahun ini. Serta bakti sosial yang telah menjadi agenda rutin. Dengan semangat ditambahkannya pula di bawah kepemimpinannya mahasiswa yang tidak pernah lepas dari peringkat sepuluh besar di bangku sekolah ini akan lebih membuka diri dengan organisasi lain baik di kampus Palembang maupun di kampus Inderalaya.

pelayanan bimbingan rohani. Ancaman pidana terhadap kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga ini adalah pidana penjara pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp 15 juta (lihat Pasal 44 ayat [1] UU KDRT). Dan khusus bagi KDRT yang dilakukan oleh suami terhadap istri yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan pekerjaan jabatan atau mata pencaharian atau kegiatan seharihari, ancaman pidananya adalah pidana penjara paling lama 4 (empat) bulan atau denda paling banyak Rp5 juta (lihat Pasal 44 ayat [4] UU KDRT). Kami tidak mengetahui apakah KDRT yang dialami adik Anda melibatkan pula kekerasan psikis atau tidak, yaitu perbuatan yang mengakibatkan ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya kemampuan untuk bertindak, rasa tidak berdaya dan/atau penderitaan psikis yang berat. Namun, apabila adik ipar Anda juga melakukan kekerasan psikis terhadap istrinya, ada ancaman pidana yang dapat dikenakan kepadanya yaitu pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau denda paling banyak 9 juta rupiah dan dalam hal perbuatan tersebut tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan pekerjaan jabatan atau mata pencaharian atau kegiatan sehari-hari, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) bulan

atau denda paling banyak Rp3 juta (lihat Pasal 45 UU KDRT). Untuk kekerasan fisik maupun psikis yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan pekerjaan jabatan atau mata pencaharian atau kegiatan sehari-hari adalah merupakan delik aduan (lihat Pasal 51 dan 52 UU KDRT) yaitu proses pidana hanya bisa dilakukan apabila ada pengaduan atau laporan dari orang yang menjadi korban tindak pidana (atau kuasanya). Menurut Mr. Drs. E Utrecht dalam bukunya Hukum Pidana II, dalam delik aduan, penuntutan terhadap delik tersebut digantungkan pada persetujuan dari yang dirugikan (korban). Pada delik aduan ini, korban tindak pidana dapat mencabut laporannya kepada pihak yang berwenang apabila di antara mereka telah terjadi suatu perdamaian. Pencabutan pengaduan ini dapat dilakukan dalam waktu 3 (tiga) bulan setelah pengaduan diajukan (lihat Pasal 75 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana). Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat. Dasar hukum: 1. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (Wetboek van Strafrecht, Staatsblad 1915 No 73); 2. Undang-Undang No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Sumber : Hukum Online

Fisik.................................................................... dari hal. 3 “HAM di Indonesai belum menjadi priority.” Juga karena belum pahamnya penyelenggara publik terhadap prinsip-prinsip HAM. Maka bila kebijakan publik yang lahir rentan terhadap pelanggaran HAM, itu hal yang wajar. “Maka ubahlah tantangan menjadi peluang.” Dituturkannya, remaja sekarang terkondisikan menjadi orang-orang cengeng, mengeluh dan mudah putus asa. Pada dasarnya Tuhan menjanjikan banyak rahmatnya namun ketidaksabaran yang membuat rahmat itu hilang. Generasi muda harusnya kreatif dan berpikir positif. Selain itu perspektif dangkal yang

dipakai remaja membuat mereka menggagalkan peluangnya sendiri. “... faktannya bahwa pengetahuan HAM tidak dipahami secara meluas oleh banyak orang terutama pejabat publik.” Decision maker merasa memiliki kewenangan dan otoriti, tidak peduli dengan hak orang lain. Selama pemahaman HAM belum clear dan menempatkannya diposisi yang baik maka selama itu pula HAM tidak akan pernah menjadi instrumen menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan warga negara. Semoga saja HAM yang seharusnya bisa menguasai proses sosial di Indonesia.

Saat diminta memilih seorang dosen sebagai panutannya Takwa menyebutkan Rd. Muhammad Ikhsan, SH., M.Hum. Menurutnya dosen yang menjabat pembantu dekan tiga itu mudah memberikan pendapat dan saran demi kemajuan mahasiswanya. Di sesi terakhir wawancara, mahasiswa semester enam ini memaparkan kebanggaannya menjadi bagian dari Fakultas Hukum Unsri yang memang merupakan tujuannya sejak SMA yang berasal dari jurusan

IPS. Mengabiskan masa kecilnya di Lahat, mahasiswa bertarget selesai kuliah empat setengah tahun ini juga memberikan harapannya untuk FH Unsri khususnya kampus Palembang. Untuk memerbaharui fasilitas kampus konkritnya masalah hotspot kampus yang masih menggunakan kode. Juga tidak lupa untuk rekan-rekan sesama mahasiswa yang menurutnya tidak kalah bersaing dengan yang lain. (Rizka)

Print to PDF without this message by purchasing novaPDF (http://www.novapdf.com/)


EDISI 18, Januari 2012

Lensa Kampus 5

Kepala PPATK Soroti Rekening Mencurigakan PNS di FH Unsri Palembang, Media Sriwijaya

Kemajuan ilmu pengetahuan teknologi dan arus globalisasi yang terus meningkat dan menyebarluas termasuk di negara indonesia. Memang memberikan satu hal positif bagi negeri ini. Hal ini dikarenakan setiap negara seantero jagad raya terus mengalami modernisasi baik IPTEK, Budaya, maupun Sosial Ekonomi. Realita ini tentu saja menjadi suatu tuntutan wajib bagi negara indonesia sendiri agar tidak menjadi atau dicap sebagai negara yang “tertinggal” dari negara yang telah lebih maju duluan. Namun, setiap ada dampak positif tentunya ada dampak negatif di dala kemajuan IPTEK yang semakin pesat. Hal ini dapat terlihat dari pergeseran moral dari masayrakat akibat bebasnya sarana atau akses jaringan komunikasi yang tanpa batas. Bukan itu saja dengan adanya kemajuan teknologi canggih ini menyebabkan timbulnya suatu tindak kejahatan dengan modes operandi yang terbaru. Tak pelak dengan kemajuan teknologi ini berimbas pada sistem

Ardian/MS  Serahkan : Dekan FH Unsri tengah menyerahkan cindera mata kepada Kepala PPATK, M. Yusuf. Dalam pemarapanya, Yusuf menyoroti rekening mencurigakan PNS.

tindak kejahatan pencucian uang dengan “mempermainkan” transaksi keuangan di perbankan yang seolah – olah kegiatan itu dianggap sah. Namun, sekali lagi untuk menentukan adanya tindak pidana pencucian uang (money laundry) tidaklah mudah dikarenakan kejahatan ini dilakukan dengan sangat kompleks oleh oknum

yang terkait. Belum lagi modus yang dilakukan sangat terorganisir dan juga adanya sistem transaksi keuangan yang berberlit – belit semakin menambah susahnya aparat penegak hukum terkait dalam mencari pelaku kejahatan tersebut. Dengan semangat upaya mencegah dan memberantas tidak

Kholis : Tidak Perlu Memperdebatkan HAM dan Agama

pidana pencucian uang sehingga terciptanya negara indonesia yang bersih dan akuntabel. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melalui kerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya menyelenggarakan kegiatan kuliah umum. Yang dimana menjadi pembicara dalam kuliah umum tersebut ialah Muhammad Yusuf Ketua PPATK. Kegiatan yang diadakan pada hari kamis (26/1) di Ruang Zainal Abidin Fakultas Hukum Kampus Bukit, Palembang. Dengan selaku yang menjadi moderator pada perkuliahan umum pada hari itu ialah Dekan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya. Dalam kegiatan kuliah umum tersebut, Muhammad Yusuf menjelaskan kepada setiap peserta kuliah umum. Bahwa PPATK yang mempunyai peran memelototi segala transaksi keuangan yang diduga merupakan suatu tindak pidana pencucian uang tidaklah mudah. Hal ini dikarenakan beberapa indikator seperti kejahatannya yang teroganisir dan melibatkan beberapa pejabat/ aparat pemerintah. Realita ini

menandakan bahwa penegakan hukum di indonesia dapat terhambat atau bahkan terhenti prosesnya, dikarenakan adanya kekuasaan poitik kuat yang dimiliki oleh oknum aparat tersebut. Suatu pemandangan yang kontras mengingat dalam “teorinya” negara indonesia merupakan negara yang menjunjung prinsip supremasi hukum. Faktor panghambat lainnya ialah pelaku intelektualnya yang tidak terlibat langsung dalam aksi kejahatan, rantai kejahatan yang panjang sehingga dapat mengakibatkan putusnya rantai alat bukti, dan tentunya juga alat atau sarana untuk melakukan tindak kejahatan yang semakin canggih. Setiap indikator yang disebutkan tadi bisa dikatakan faktor penghambat dalam mengungkap adanya suatu kasus korupsi. Namun, dengan keyakinan setiap kesulitan pasti ada jalan keluarnya. Pria kelahiran dari kota prabumulih ini menyampaikan bahwa ada suatu macam paradigma baru dalam memberantas tindak kejahatan baca Pencucian Hal. 12

Api Lalap Rumah Kepala Satpam Unsri Kediaman pribadikepala satuan pengamanan (Satpam) Unsri Kampus Indralaya itu ludes dilalap sijago merah. Tak tanggung-tanggung, api yang merembet bahkan sempat membuatkaryawan sekitar Unsri panik. Terang saja, lokasi kebakaran hanya berjarakbelasan meter dari Gedung Rektorat dan Dekanat FH Unsri.

Pose : Kru LPM Media Sriwijaya tengah berfoto bersama wakil ketua Komnas HAM, Nur Kholis. Menurut Kholis, tidak patut memperdebatkan urusan agama dengan entitas HAM

Palembang,MediaSriwijayaSenin (5/12) sekitar pukul 14.00 WIB, Fakultas Hukum Unsri (Universitas Sriwijaya) Palembang mengadakan Kuliah Umum dengan topik “Mekanisme Penyelesaian Pengaduan Dugaan Pelanggaran Hak Asasi Manusia”. Kuliah Umum yang digelar di Ruang Zainal Abidin Fakultas Hukum sore ini dihadiri oleh sejumlah mahasiswa dan mahasiswi fakultas hukum unsri. Acara ini menghadirkan Nur Kholis yang merupakan Wakil Ketua Bidang Ekstern Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Indonesia sebagai pembicara. Beliau sendiri adalah salah satu alumni Fakultas Hukum Unsri. Kuliah Umum ini diawali dengan kata sambutan dari Pembantu Dekan I FH Unsri bapak H. Fahmi Yoesmar Ar, SH, MS. Setelah itu acara dilanjutkan dengan pengisian materi oleh Nur

Kholis. Dalam Kuliahnya, Nur Kholis memaparkan bahwa HAM ( Hak Asasi Manusia) adalah hak-hak dasar yang melekat pada manusia sebagai pribadi kodrati yaitu semenjak ia dilahirkan hingga meninggal dunia. Misalnya: Hak untuk hidup, Hak untuk memperoleh pendidikan, Hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama, dan lain sebagainya. Pengakuan HAM oleh dunia internasional diakui dan disahkan pada Konferensi dunia PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) tentang Hak Asasi Manusia yang diadakan di Wina, Austria pada tanggal 25 Juni 1993 silam. HAM bersipat universal. HAM tidak dapat dipisahkan dari Negara. Keduanya adalah dua hal yang saling bergantung dan berhubungan. Nur Kholis menambahkan bahwa tidak perlu membenturkan dan memperdebatkan HAM dengan

urusan Agama. Sebab HAM itu sendiri berasal dari nilai-nilai yang ada di agama. Berkaitan dengan pelanggaran HAM, menurut Nur Kholis Pelanggaran HAM berbeda sama sekali dengan Pelanggaran HAM berat. Pelanggaran HAM berat hanya boleh diberikan tugas penyelidikan kepada Komisi Nasional HAM. Setelah penyampaian materi selesai, acara kemudian dilanjutkan dengan sesi terakhir yaitu sesi tanya jawab. Pada sesi ini para mahasiswa yang hadir cukup antusias memberikan berbagai argumen dan pertanyaan seputar HAM kepada pembicara. Tentunya ini merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa Fakultas Hukum unsri untuk memperluas wawasan dan pengetahuan mengenai Hak Asasi Manusia. (*)

Rendi/MS

Hangus : Api ratakan rumah milik Kepala Satpam Unsri MediaSriwijaya-Indralaya,

K ejadian bermula ketika kobaran api melalapseluruh isi rumah yang pada saat kejadian pemilik rumah tak berada di tempat. Gubukkecil berukuran 3x7 Meter itu lenyap tak bersisa hingga kobaran api memberangusseisi rumah. Kejadian yang sempat menghebohkan warga Unsri pada Senin, (16/1)pukul 09.00 WIB itu menyisakan tanda tanya. Apa penyebab si jago merah mampirke lingkungan Unsri. Dua unit mobil kebakaran akhirnya diterjunkan untuk menjinakkan kobaran si jago merah yang sudah lebih dahulu membesar.

Print to PDF without this message by purchasing novaPDF (http://www.novapdf.com/)

Menurut saksi mata, kemunculan api bermula dari hubungan pendek arus listrik rumah korban. Lantaran sang pemilik rumah tak berada di tempat, tidak ada upaya untuk mencegah kobaran api menjadi lebih besar. Walhasil, kepulan asap membumbung tinggi ke udara karena api yang terlampau besar. Tidak ada korban jiwa atas peristiwa ini. akan tetapi, korban menderita kerugian tidak sedikit. Selain kehilangan tempat tinggal, korban juga harus menelan pil pahit dokumen penting milik keluarganya turut hangus dilalap kobaran api. Walhasil, kerugian yang diderita ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. (Rendi)


6 Lintas B.O

EDISI 18, Januari 2012

ISTILAH HUKUM abintetasto tanpa wasiat, mewaris tanpa wasiat abolisi hak yg dimiliki kepala negara untuk menghapuskan tuntutan pidana dan menghentikan tuntutan tsb jika telah dijalankan aestimatoir nilai; harga; sumpah — sumpah mengenai suatu nilai atau penaksiran sesuatu ajudikasi peristiwa hukum ketika tersangka sudah berubah status menjadi terdakwa; pd proses ini mempertunjukkan bukti yg lengkap kpd pengadilan disertai dua alat bukti ditambah keyakinan Algemeene Bepalingen van Wetgeving Indonesie (AB) pasal yg mengatur mengenai warganegara Indonesia yg berada di luar negeri untuk persoalan-persoalan yg berkenaan dng status personal tetap di bawah hukum Indonesia Ambassador perwakilan diplomatik yg penting amnesti pembatalan tuntutan dan penghapusan putusan pengadilan apanase stelsel raja memberikan tanah sbg hadiah kpd anggota keluarga atau kawulakawulanya yg berjasa dan setia untuk nafkah mereka berita acara perkara suatu akta otentik, yg dl taraf penyidikan dibuat oleh petugas penyidik dan dl sidang dibuat oleh panitera pengadilan, yg memuat keterangan mengenai peristiwa pidana yg memungkinkan penuntutan thd tersangka bezit menguasai atau menikmati suatu benda yg berada dl penguasaannya seolah-olah benda itu miliknya

IST

Sambil Menyelam Minum Air Pengetahuan merupakan informasi yang telah dikombinasikan dengan pemahaman dan potensi untuk menindaki; yang lantas melekat di benak seseorang Manakala informasi dan data sekedar berkemampuan untuk menginformasikan atau bahkan menimbulkan kebingungan, maka pengetahuan berkemampuan untuk mengarahkan tindakan. Ini lah yang disebut potensi untuk menindaki.

Namun suatu pengetahuan tanpa pendidikan yang memadai akan menghancurkan diri sendiri. Berbicara tentang pendidikan kita semua pasti sudah tahu betapa pentingnya pendidikan. Pendidikan merupakan suatu hal yang penting dalam hidup bermasyarakat, bukan sekadar pendidikan formal tetapi juga pendidikan non formal. Baru-baru ini Ramah mengadakan kunjungan dan

charge d’affaire pegawai diplomatik yg terendah, tidak langsung di bawah kepala negara, tetapi di bawah Menteri Luar Negeri civil law system sistem peradilan di Indonesia dibangun berdasarkan doktrin bahwa pemerintah senantiasa akan berbuat baik thd warganegara Code Civil Kitab Undang-undang Hukum Perdata di Perancis

College van Achepenen pengadilan di kota Betawi (Batavia) yg mula-mula terdiri atas dua orang VOC serta dua orang preman penduduk kota Betawi Commanditeire Venootschap (CV) perseroan dng setoran uang dibentuk oleh satu atau lebih anggota aktif yg bertanggung jawab secara renteng di satu pihak dng satu atau lebih orang lain sbg pelepas uang di lain pihak contempt of court segala perbuatan yg memalukan atau menghalangi pengadilan dl administrasi hukum atau mengurangi martabat kewenangan persidangan decharge pembebasan (dr pertanggungjawaban, kesalahan), pelunasan; a decharge untuk meringankan; untuk membela dolus 1 kesengajaan; 2 iktikad buruk; 3 penipuan

Baca Sambil hal. 15

Malam Keakraban FH Unsri Meriah

Burgerlijk Wetboek (BW) Kitab Undang-undang Hukum Pedata/Sipil

codex himpunan perundang-undangan yg dibukukan oleh para ahli hukum atas perintah Kaisar Romawi, terdapat dl kodifikasi Justinianus (Corpus Iuris Civilis)

sosialisasi pendidikan ke SMA Negeri 4 Pagaralam, dengan tema pentingnya pendidikan demi masa depan yang cemerlang. Kegiatan yang diadakan tanggal 19 s.d 21 januari 2011 ini secara resmi di buka oleh Pembantu Dekan III pada saat keberangkatan “goes to pagaralam”. Kegiatan “goes to pagaralam” yang pertamakalinya diadakan oleh BO Ramah ini,

memiliki dua tujuan. Menurut Munawir saat diwawancarai oleh kru Media Sriwijaya, yang pertama dari ramah sendiri yaitu sebagai salah satu bentuk kinerja dakwah yang tidak hanya internal fakultas saja tetapi juga eksternal atau di luar fakultas. Yang kedua sebagai bentuk dari Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat) yaitu pengabdian kepada masyarakat. Persiapan yang semula hanya dua minggu sebelum kegiatan berlangsung ini mendapatkan sambutan positif dari pihak fakultas dan mendukung sepenuhnya keberlangsungan kegiatan, terbukti dari izin yang diberikan untuk melakukan sosialisasi, bahkan Pembantu Dekan III semula bersedia untuk menjadi pemateri tetapi berhubung ada agenda yang sangat penting sehingga tidak bisa ikut sosialisasi. Keberangkatan yang sempat molor dua jam dari jadwal yang telah ditentukan tidak mematahkan semangat para peserta, namun hal tersebut mengakibatkan keterlambatan sampai tempat tujuan. Kegiatan yang diikuti oleh 24 peserta yang

IST Palembang, Media Sriwijaya

S etelah beberapa kali mengalami penundaan, akhirnya acara malam kekaraban atau yang biasa disebut dengan malam Inagurasi FH Unsri kampus Indralaya angkatan 2011 dilaksanakan juga. Banyak kendala yang dihadapi demi merealisasikan kegiatan “wajib” tersebut. Hal ini bisa dilihat mulai dari panitia kegiatan yang harus berjuang keras   membujuk  anak-anak angkatan FH Unsri 2011 agar ikut berpartisipasi dalam acara tersebut. Walhasil, berkat kerja keras para panitia pelaksana dan semua pihak terkait terutama sokongan dari anak – anak Fakultas Hukum baik dari segi materi maupun nonmateri, akhirnya Inagurasi yang telah lama direncanakan dan diidamkan dapat terselenggara. Pascal Wiumar, selaku ketua pelaksana mengaku cukup kesulitan dalam mengajak mahasiswa mahasiswi FH 2011 untuk

berpartisipasi dalam acara tersebut. Masalah utama yaitu kurangnya dana yang tidak mencukupi target. Sehingga acara tahunan bagi angkatan baru ini pun terus mengalami penundaan. Karena adanya desakan untuk mempercepat diadakannya Inagurasi, maka panitia dituntut untuk segera menyegerakan acara tersebut. Langkah utama yang harus dilakukan tentunya ialah mengumpulkan dana. Setelah semuanya lengkap dan dana yang dibutuhkan telah cukup. Maka hari yang di tunggu itu pun tiba, Tepat tanggal 17 Desember 2011, Malam Inagurasi diadakan di gedung Wisma Prodexim. Ternyata antusiasme mahasiswa dan mahasiswi untuk hadir cukup tinggi, meskipun ada beberapa yang tidak hadir mengingat kondisi cuaca pada hari tersebut diguyur hujan yang lumayan deras. Apalagi mahasiswa-mahasiswi yang datang jauh-jauh dari Indralaya, mereka sampai menyewa bus untuk sampai disana bahkan ada yang

menggunakan motor demi mengsukseskan kegiatan tersebut. Namun, khusus untuk mereka yang berdomisili di Indralaya panitia telah menyediakan tempat penginapan buat mereka dan segala biaya operasional penginapan tersebut ditanggung oleh panitia. Ketika para tamu datang baik itu dari mahasiswa senagkatan maupun kaka tingkat. mereka diwajibkan untuk mengisi daftar nama terlebih dahulu. Lalu, mereka akan diberikan pin dan sticker bertulisan Fakultas Hukum sebagai souvenir. Tak lupa bentangan kain putih yang ada di dinding pintu masuk, terpajang untuk ditandatangani mahasiswa mahasiswi FH Indralaya 2011 ini. Namun sangat disayangkan acara yang dijadwalkan dimulai pukul 16.00 WIB sempat mundur menjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Dikarenakan cuaca tiba-tiba berubah menjadi hujan, sehingga mungkin hal ini yang menyebabkan Pembantu Dekan III FH Unsri R.M. Ikhsan terlambat untuk hadir dalam acara tersebut. Alhasil,ada rangkaian acara yang meleset dari yang sudah direncanakan sebelumnya karena menunggu kedatangan beliau yang terlalu lama. Begitu juga para mahasiswa - mahasiswi FH 2011 yang datang dari sore hari merasa kecewa karena harus menunggu lama. Akhirnya sekitar pukul 19.30 WIB, kehadiran R.M Ikhsan pun tiba di tempat. Acara pun dapat dimulai dan dibuka dengan

Print to PDF without this message by purchasing novaPDF (http://www.novapdf.com/)

pertunjukan band yang dimainkan oleh mahasiswa FH Unsri sendiri. Selanjutnya masuklah ke acara inti yang diawali dengan kata sambutan yang disampaikan oleh Ketua Pelaksana Inagurasi. Kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan dari perwakilan BO dan tentunya yang terakhir kata sambutan dari R.M. Ikhsan selaku sebagai PD III. Setelah kata sambutan selesai, acara dilanjutkan dengan santap bersama. Sehabis para undangan menikmati jamuan makan malam, seluruh tamu diajak untuk nonton bareng film dokumeneter seputar kampus. Banyak yang antusias selama menyaksikan film tersebut. Lalu sampailah ke acara yang ditunggu-tunggu yaitu pemilihan ketua angkatan, pemilihan dilakukan dengan cara voting pemilihan suara terbanyak, dan Muhammad Yudha Kurniawan terpilih sebagai ketua angkatan 2011 FH Indralaya. Inagurasi ini tergolong sukses, meskipun untuk pelaksanaannya terdapat banyak kendala. “Alhamdulillah lega, beban yang selama ini saya pegang akhirnya selesai, jadi bisa leluasa untuk fokus kuliah, tidak perlu memikirkan inagurasi lagi. Dan semoga dengan adanya acara malam keakraban ini dapat memperkuat kesatuan antar angkatan 2011”, ujar Pascal ketua pelaksana Inagurasi. (Mg1)


EDISI 18, Januari 2012

Google.com

Menuju Obama Jilid 2 (?) Oleh : Rendi Hariwijaya (Mahasiswa FH Unsri 2010) Proses memilih kandidat presiden AS merupakan proses yang panjang dan rumit. Dari kubu Partai Demokrat, Presiden Barack Obama akan menjadi satu-satunya kandidat, sementara Partai Republik saat ini sedang menjalani proses untuk memilih kandidat mereka yang akan berhadapan dengan Presiden Obama pada pemilihan presiden nanti. Bursa bakal calon presiden dari Partai Republik dimulai dengan sembilan kandidat, yang masing-

masing mengalami pasang surut popularitas. Saat ini ada enam kandidat yang masih mengincar nominasi dari partai ini. Proses resmi pemilihan pendahuluan dimulai dengan kaukus Iowa pada tanggal 3 Januari, yang diikuti dengan pemilihan pendahulan di New Hampshire, 10 Januari. Pemilihan pendahuluan akan terus berlangsung hingga salah seorang kandidat menerima dukungan cukup banyak delegasi untuk dijadikan

sebagai nominasi partai atau hingga partai berkumpul dalam konvensi pada akhir musim panas tahun ini. Warga Amerika yang terdaftar untuk memilih akan menyalurkan suara mereka di TPS-TPS pada tanggal 6 November.” Source : VOA News Tahun 2012 ini boleh jadi bakal menjadi tahun yang paling menegangkan bagi rakyat Amerika. Betapa tidak, tahun ini AS akan kembali melaksanakan proses pemilihan umum dalam rangka memilih insan dalam memimpin Amerika kedepan. Bagi rakyat AS, era kepemimpinan sangat ditentukan dengan prestasi yang dihasilkan oleh Presiden dalam memimpin negara Adikuasa selama 4 tahun. Pertarungan politik di Amerika kerap menjadi bahan pergunjingan negara-negara dunia. Tak ayal, kendati masih belum begitu kentara aroma Politik yang diperagakan akan tetapi pewartaan mengenai Pemilu di AS santer terdengar, bahkan sampai kepada pemirsa di negara-negara dunia ketiga. Isu sentral yang tengah dihadapi negara dunia ketiga semacam Indonesia tentu adalah sosok Obama yang memenangkan proses pemilihan 4 tahun silam. Tak pelak, konvergensi historis dengan nama ‘Indonesia’ membuat media-media lokal gencar memublikasikan kharisma Obama menuju AS 1. Entah sebuah kebetulan atau tidak, dukungan moril yang disampaikan masyarakat Indonesia menjadi semacam jimat bagi Obama hingga memenangkan proses pemilihan umum di AS. Itu tadi 4 tahun silam, lantas bagaimana di tahun 2012 ? mengawali

tahun 2012 ini isu yang merebak sangat kentara terdengar. Terutama terkait dengan lawan politik Obama menuju AS 1 Jilid 2 (?). Keberhasilan Obama menjadi rakyat Afro-Amerika pertama yang berhasil menduduki kursi nomor wahid di White House secara implisit mengangkat moril kaum Afro-Amerika yang selama ini hidup dibawah pressure masyarakat kulit putih semakin meningkat. Selain itu, dukungan tak hanya sebatas DPT (Daftar Pemilih Tetap, pen) yang terdaftar dalam Pemilu. Dukungan moril rakyat Indonesia dan Afrika yang memiliki konvergensi sejarah dengan Obama datang silih berganti. Walaupun, dalam sejarah Pemilu AS terkenal dengan istilah WASP (White, Anglo-Saxon, Protestan) hal tersebut tidak menyurutkan langkah Obama merengkuh posisi paling prestisius di AS. Obama boleh jadi merupakan orang kedua setelah John F Kennedy (Katolik) dalam mematahkan hukum kebiasaan AS yakni seorang presiden haruslah kulit putih, keturunan Anglo (Inggris), dan beragama Kristen Protestan. Nama Indonesia bahkan menjadi wacana tersendiri dalam pembahasan agenda politik di negeri Paman Sam tersebut. Untuk kali pertama, nama Indonesia diperbincangkan di negeri yang dinamai sesuai dengan nama penemunya Amerigo Vespucci tersebut. Obama yang berasal dari Partai Demokrat itupun seraya langsung mengafirmasi dukungan yang datang silih berganti kepadanya

OPINI

7

dengan ‘rajin’ mengunjungi Indonesia. Kendati, awal periode kepemimpinannya dimulai Obama sempat membatalkan agenda kunjungan kenegaraannya ke Indonesia sempat batal. Menjelang akhir tahun 2011 lalu, Obama bahkan sempat mengunjungi Indonesia di KTT Asean di Bali beberapa bulan silam. Lantas, menarik membahas mengenai peluang Obama menjadi presiden kulit hitam pertama yang memimpin AS selama dua periode kepemimpinan. Bila tahun 2008 silam, Obama bertarung dengan McCain lewat sejumlah promosi politiknya yang humanis tersebut berhasil menguggah sejumlah rakyat AS untuk memilih dan memercayakan kepada dirinya sebagai Top of The Top Leader di negara Adikuasa tersebut. Bagaimana di tahun 2012 ? Banyak pengamat politik member penilaian, pidato awal tahun Obama yang berjanji akan meningkatkan angka lapangan kerja belum tentu menarik bagi rakyat Amerika yang senang dengan budaya instan. Bila melihat secara historis kinerja Obama selama menjabat sebagai Presiden, sedikit banyak AS mengalami stagnasi atau bahkan degradasi. Krisis perumahan rakyat yang melanda AS pada 2009 silam sempat mengguncangkan dunia lantaran sejumlah perusahaan korporasi terbesar dunia seperti Lehmann Brother gulung tikar. Tentu Baca Jilid hal. 14

Tulisan Mahasiswa KONGLOMERAT Media Bikin Jurnalis MELARAT Kep emilika n me d i a y a n g sentralistik d an syarat kepentingan berimplikasi pada kualitas karya jurnalistik. Semenjak turunnya rezim Soeharto pada Mei 1998, perlahan tapi pasti pemerintah telah menatap keseriusan membangun sistem demokrasi yang lebih akomodatif. Meretas jalan panjang menuju asa yang mulia itu ditandai dengan menghapus Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP). Sudah menjadi rahasia umum, diterbitkannya regulasi SIUPP adalah satu bentuk mekanisme membatasi ruang gerak pers yang semakin direstriksi. Kontrol pemerintah terhadap kebebasan pers semakin nyata dengan intervensi pemerintah yang dapat mencabut sewaktu-waktu perusahaan pers. Pembredelan dapat saja dilakukan sewaktu-waktu bilamana terdapat ketidak sesuaian alur berpikir pemerintah dengan pers. Kebebasan Pers dan Pers Bebas Akan tetapi, ditengah-tengah 12 tahun euforia reformasi kebebasan pers kini dapat dikatakan lebih baik dan

laik ketimbang rezim orde baru. Pada tahun 2010 saja, Indonesia masih bertengger mendahului negaranegara Asia Tenggara lainnya dalam indeks kebebasan pers (IKB). Menurut data yang dirilis w w w. fre e d o mh o u se . o rg pemeringkatan IKB seluruh negara menempatkan Indonesia masih bertengger pada peringkat 107 dunia dengan meraih poin 52. Angka ini cukup membawa Indonesia mendahului negara-negara Asean lainnya dalam hal kebebasan pers. Kendati demikian, bukan berarti kebebasan pers di Indonesia nihil persoalan. Pemaknaan kebebasan pers seringkali mengalami disorientasi makna perihal pewartaan yang dilakukan jurnalis. Implikasinya tindakan represif yang dilakukan terhadap jurnalis kerap mewarnai percaturan si kuli tinta. Muaranya, praktik pers bebas yang tidak dilandasi dengan narasi kode etik profetik (baca : Kode Etik Jurnalistik). Sebagai komparasi, implementasi sistem demokrasi yang lebih baik lewat kebebasan pers dapat dilihat dengan semakin menjamurnya media-media alternatif di Indonesia. Pers mahasiswa kerap menjadi satu wahana alternatif publik dalam hal penyampaian informasi publik.

IST

Rendi Hariwijaya (Mahasiswa FH 2010) Meskipun media satu ini kerap terkendala masalah finansial lantaran berorientasi non profit. Pers mahasiswa tumbuh bak jamur. Hampir disetiap institusi perguruan tinggi, persma yang bertansformasi lewat UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) perlahan menamapakkan eksistensinya. Khas dengan balutan kritis ala mahasiswa membuat pers mahasiswa mendapatkan tempat tersendiri ditengahtengah masyarakat. Sterilnya berbagai macam kepentingan yang masuk didalamnya membuat media ini tetap

fokus dalam ranah independensinya. Kendati, bukan tidak mungkin masih saja ada unsur-unsur kepentingan golongan (Vested Interest) yang masuk dalam ranah pers mahasiswa. Industrialisasi Media Hal inilah yang coba saya singkap betapa semangat ala pers mahasiswa seharusnya dapat menjadi cerminan pers konvensional (media mainstream). Sangat kontraporduktif. persma yang nonprofit harus mendapat cambukan keras dari sang kakak yang kerap goyah dengan semangat independensinya. Muaranya bermula pada kepemilikan media yang terpusat. Pusaran media di Indonesia yang sentralistik membuat kinerja wartawan semakin sulit. Masuknya pusaran media di Indonesia ke ranah politik kerap menjual independensi pers/jurnalis yang mendapatkan “titipan”. Tak hanya itu wacana industrialisasi media semakin mereduksi prinsip kerja pers yang dipaparkan Bill Kovach berupa sembilan elemen jurnalistik. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bahkan merilis Annual Report tahunan yang menyebutkan pertumbuhan dan laju kepemilikan media yang terpusat merundung banyak masalah.

Print to PDF without this message by purchasing novaPDF (http://www.novapdf.com/)

Tak hanya itu, wacana industrialisasi media kerap memunculkan adagium baru yakni “wartawan amplop”. Kualitas jurnalistik yang khas dengan kritik sosialnya berubah menjadi berita advertorial ala politis yang semakin menunjukan pancaran pencitraan politisi. Porsi berita dan iklan pun kini relatif seimbang. Padahal, karya jurnalistik lewat berita merupakan hal yang utama. sebagai contoh konkrit, KKG (Kelompok Kompas Gramedia) adalah bentuk industrialisasi media yang berhasil dengan komersialisasi melimpah ruah. Pada tahun 2001 saja lewat Annual Report AJI 2004 total omset KKG mencapai Rp 1,05 Triliyun. Kepemilikan Media Bayangkan, berapa banyak percikan rupiah yang mampir kekantong Jakob Oetama pada 2011 ini. Kepemilikan media yang sentralistik dan syarat kepentingan berimplikasi pada kualitas karya jurnalistik yang disodorkan jurnalis kepada pembaca. Dapat anda bayangkan ketika Dodi Reza yang merupakan anak kandung Gubernur Prov. Sumsel Ir. H. Alex Noerdin melakukan pencalonan koran Baca Konglomerat hal. 12


Penelitian

8 Jelajah

EDISI 18, Januari 2012

SISTEM PERBURUHAN, PENGUPAHAN DAN KEADILAN SUBSTANTIF

OLEH: H. ZULKARNAIN IBRAHIM, S.H.,M.Hum ELVIRA TAUFANI, S.H.,M.Hum. H. K.N. SOFYAN, S.H.,M.Hum

Sumber : http://www.mahkamahkonstitusi.go.id Ringkasan: Hukum perburuhan adalah bagian dari hukum ekonomi. Hukum perburuhan sebagai suatu sistem hukum modern ( prinsip rule of law ) dan timbulnya kemiskinan di Indonesia yang merupakan hubungan sebab akibat. Sistem hukum modern berasal dari Eropah Barat bersamaan dengan tumbuhnya kapitalisme. Aturan hukum yang berpihak pada kapitalisme telah mendorong pemerintah Indonesia untuk mendapatkan bantuan dari lembaga atau negara donor dengan imbalan antara lain berupa: swastanisasi sektor publik dan aturan perburuhan yang tidak memihak kaum buruh ( contoh: outsourcing ). Sebagai akibatnya antara lain kebijakan negara yang berpihak pada pengentasan kemiskinan, pemenuhan kebutuhan dasar, dan perwujudan keadilan sosial menjadi terpinggirkan. Hak-hak normatif buruh, sudah dilemahkan mulai dari proses pembuatan perundang-undangan sampai dengan pelaksanaan di lapangan, di mana pemerintah selalu berpihak kepada pengusaha dengan maksud untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Namun pertumbuhan yang didapat tidak disertai dengan pemerataan pendapatan, mengakibatkan timbul kesenjangan sosial terhadap masyarakat buruh. Gugatan buruh dengan berbagai unjuk rasa terhadap hak normatif dan kesenjangan sosial ini justru Pemerintah memposisikan diri sebagai pihak lawan atau berpihak kepada pengusaha. Berkurangnya PPNS yang profesional menjadi salah satu penyebab banyaknya pelanggaran terhadap Perundangundangan Ketenagakerjaan sendiri. Oleh karena itu: a. mengembalikan PPNS ( pengawas ) ketenagakerjaan ke bidangnya semula dan b. mendidik PPNS yang baru yang diharapkan bekerja dengan profesional. Masyarakat ( buruh ) adil dan makmur akan tercapai, jika: (1) kepastian hukum dijamin dan keadilan ditegakkan, dan (2) tersedia: a. cukup sandang pangan dan perumahan yang layak, b. jaminan sosial tenaga kerja, c. sarana perhubungan secukup, d. Adanya sarana komunikasi seperlunya, e. kesempatan kerja yang selaras dengan keingingan dan kecakapannya, d. kesempatan untuk menikmati, mengembangkan kebudayaan dan menyempurnakan hidup moral keagamaannya serta hiburan.

Sumber : Litbang Media Sriwijaya

MAHKAMAH AGUNG Kita tidak asing lagi dengan lembaga negara yang bernama Mahkamah  Agung (disingkat MA) adalah lembaga tinggi negara dalam system ketatanegaraan Indonesia yang merupakan pemegang kekuasaan kehakiman bersama sama dengan Mahkamah Konstitusi dan bebas dari pengaruh cabang-cabang kekuasaan lainnya. Mahkamah Agung membawahi badan peradilan dalam lingkungan peradilan umum, lingkungan peradilan agama, lingkungan peradilan militer, lingkungan peradilan tata usaha negara. Sejarah Sejarah berdirinya Mahkamah Agung RI tidak dapat dilepaskan dari masa penjajahan atau sejarah penjajahan di bumi Indonesia ini. Hal mana terbukti dengan adanya kurun waktu, dimana bumi Indonesia sebagian waktunya dijajah oleh Belanda dan sebagian lagi oleh Pemerintah Inggris dan terakhir oleh Pemerintah Jepang. Oleh karenanya perkembangan peradilan di Indonesia pun tidak luput dari pengaruh kurun waktu tersebut.

Hindia Belanda Pada tahun 1807 Mr. Herman Willem Deandels diangkat menjadi Gubernur Jenderal oleh Lodewijk Napoleon untuk mempertahankan jajahan-jajahan Belanda di Indonesia terhadap seranganserangan pihak Inggris. Deandels banyak sekali mengadakan perubahan-perubahan di lapangan peradilan terhadap apa yang diciptakan oleh VOC, diantaranya pada tahun 1798 telah mengubah Raad van Justitie menjadi Hooge Raad. Kemudian tahun 1804 Betaafse Republiek telah menetapkan suatu Piagam atau Regeringsreglement buat daerahdaerah jajahan di Asia. Dalam Pasal 86 Piagam tersebut, yang merupakan perubahan-perubahan nyata dari zaman pemerintahan Daendels terhadap peradilan di Indonesia, ditentukan sebagai berikut : “Susunan pengadilan untuk bangsa Bumiputera akan tetap tinggal menurut hukum serta adat mereka. Pemerintah Hindia Belanda akan menjaga dengan

alat-alat yang seharusnya, supaya dalam daerah-daerah yang langsung ada dibawah kekuasaan Pemerintahan Hindia Belanda sedapat-dapatnya dibersihkan segala kecurangankecurangan, yang masuk dengan tidak diketahui, yang bertentangan dengan tidak diketahui, yang bertentangan degan hukum serta adat anak negeri, lagi pula supaya diusahakan agar terdapat keadilan dengan jalan yang cepat dan baik, dengan menambah jumlah pengadilan-pengadilan negeri ataupun dengan mangadakan pengadilanpengadilan pembantu, begitu pula mengadakan pembersihan dan pengenyahan segala pengaruhpengaruh buruk dari kekuasaan politik apapun juga.” Piagam tersebut tidak pernah berlaku, oleh karena Betaafse Republiek segera diganti oleh Pemerintah Kerajaan, akan tetapi ketentuan di dalam “Piagam” tidak sedikit memengaruhi Deandels di dalam menjalankan tugasnya. Inggris Sir Thomas Stamford Raffles, yang pada tahun 1811 diangkat menjadi Letnan Gubernur untuk pulau Jawa dan wilayah di bawahnya, mengadakan perubahanperubahan antara lain : Di kota-kota Batavia, Semarang dan Surabaya dimana dulu ada Raad van Justitie, didirikan Court Of Justice, yang mengadili perkara perdata maupun pidana. Court of Justice yang  ada  di  Batavia merupakan juga Supreme Court of Justice, pengadilan banding terhadap putusan-putusan Court onvoeldoende gemotiveerd Justitie yang ada di Semarang dan Surabaya.

K e m b a l i n y a Pemerintahan Hindia Belanda Setelah peperangan di Eropa berakhir dengan jatuhnya Kaisar Napoleon, maka menurut Konvensi London 1814, semua daerah-daerah jajahan Belanda yang diduduki oleh Inggris, dikembalikan kepada negeri Belanda. Penyerahan kembali Pemerintahan Belanda tersebut di atur dalam Staatsblad 1816 No.5, yang berisi ketetapan bahwa akan dibuat Reglement yang mengatur acara pidana dan acara perdata yang berlaku bagi seluruh Jawa dan Madura, kecuali Jakarta, Semarang dan Surabaya dengan daerah sekitarnya. Bagi Jakarta, Semarang dan Surabaya dengan daerah sekitarnya untuk perkara pidana dan sipil tetap menjadi kekuasaan Raad van Justitie. Dengan demikian ada perbedaan dalam susunan pengadilan buat Bangsa Indonesia yang bertempat tinggal di kota-kota dan sekitarnya dan bangsa Indonesia yang bertempat tinggal di “desa-desa” (di pedalaman). Untuk bangsa Eropa, berlaku susunan Pengadilan sebagai berikut : Hooggerechtshof di Jakarta dengan Raad van Justitie yaitu masing-masing di Jakarta, Semarang dan Surabaya. Dengan Keputusuan Gubernur Jenderal tanggal 3 Desember 1847 No.2a (St.1847 No.23 yo No.57) yang diperlakukan tanggal 1 Mei 1948 (R.O) ditetapkan bahwa Susunan Peradilan di Jawa dan Madura sebagai berikut : (1) Districtgerecht, (2) Regentschapsgerecht, (3) Landraad (4) Rechtbank van Omgang, (5) Raad van Justiti, (6) Hooggerechtshof. Pendudukan Jepang Setelah pulau Jawa diduduki dan dikuasai

Aris Halatas

 baca Mahkamah hal. 10

Sosok Prof Zulkifli Dahlan : “Lebih Baik Jadi Pengusaha Kecil daripada karyawan di perusahaan besar” Pembantu Rektor I Universitas Sriwijaya (Unsri), Prof Zulkifli Dahlan, mengatakan, lebih baik menjadi pengusaha kecil daripada karyawan di perusahaan besar. Karena pengusaha akan mengeluarkan semua potensi yang dimiliki untuk mencapai targetnya. Menjadi pengusaha harus sabar karena dalam perjalanannya akan mengalami jatuh bangun.Demikian dikatakan Zulkifli ketika memberikan kata sambutan pada seminar Creativepreneur yang digelar BEM Fasilkom dengan pembicara Wahyu Aditya, seorang Creativepreneurship dan pendiri Hello Motion School (KDRI), Sabtu (24/12), di Gedung Pascasarjana Universitas Sriwijaya (Unsri). Dikatakan Zulkifli, dalam dunia kewirausahaan, untuk tahun ke tahun statistiknya menunjukan peningkatan

yang signifikan. Dengan kata lain bahwa semakin hari dunia kewirausahaan semakin banyak peminatnya.Bahkan setiap tahun Universitas Sriwijaya menggelontorkan dana sebanyak Rp 500 juta untuk kewirausahaan mahasiswa. Bantuan ini disalurkan melalui LPM Pengabdian. Zulkifli menerangkan bahwasanya gaji seorang programmer ataupun insan kreatif bisa melebihi gaji seorang profesor. Setidaknya pengalaman ini yang dialami anaknya. Menurut Zulkifi, untuk meraih kesuksesan, mahasiswa harus memiliki kemampuan berkomunikasi, kemampuan memimpin serta memiliki etika dan sopan santun. Mahasiswa harus belajar menjadi pemimpin yang berkarakter jujur

dan disiplin. Belajar bagaimana memimpin suatu organisasi karena berdasarkan penelitian dari 24 item, Indeks Prestasi Kumulatif atau sering disingkat IPK, salah satu komponen yang

Print to PDF without this message by purchasing novaPDF (http://www.novapdf.com/)

terakhir adalah IPK, bukan berarti tidak penting tetapi IPK hanya sebagai pelengkap atau modal untuk melangkah menuju masa depan. (Ardian)

Google.com


Lensa Kampus 9

EDISI 18, Januari 2012

Kreatif Menjadi Bisnis Ala Wahyu “Wadit” Aditya BEM Fasilkom menggelar seminar Creativepreneur dengan pembicara Wahyu Aditya, seorang Creativepreneurship dan pendiri Hello Motion School (KDRI), Sabtu (24/12), di Gedung Pascasarjana Universitas Sriwijaya (Unsri). Ardian/MS Seminar diikuti 165 peserta yang tampak larut larut menjadi insan yang kreatif.Sekilas tentang Wahyu Aditya. Ia adalah pemuda asal kota Malang yang memiliki bakat gambar sejak kecil. Di usianya yang relatif muda, Wahyu Aditya nyaris memiliki semuanya.Dia mempunyai kemampuan di bidang desain grafis dan animasi. Bahkan ia menjadi pemain utama dalam bisnis desain grafis dan animasi di Indonesia.Selain itu ia juga telah dicari oleh perusahaan kreatif untuk menggarap sederetan iklan, baik iklan komersil atau pun layanan masyarakat. Salah satunya dalam pembuatan desain grafis, untuk sebuah perusahaan besar Lenovo, serta pembuatan animasi dalam video klip Padi berjudul Bayangkan hingga ke

pembuatan tas laptop untuk perusahaan besar sekelas Coca Cola.Adit, sapaan akrab Wahyu Aditya, menjelaskan bahwasanya proses kreatif itu bisa terjadi secara spontan tidak hanya diprepare secara mendalam kadangkala suatu yang dibuat secara natural atau spontan akan bernilai lebih.Nama Wahyu Aditya semakin terkenal ketika ia dinobatkan sebagai International Young Screen Entrepreneur of the Year 2007.Dewan juri menilai Adit berhasil mengawinkan kreativitas, idealisme, dan bisnis di usia muda. Di usia yang baru menginjak 24 tahun , ia sudah berhasil mendirikan sekolah film Hello Motion. Kegemaran Adit dalam bidang menggambar sudah terlihat sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Dia pun pernah menjadi

juara lomba mengambar yang semuanya itu berawal dari hobinya yang menyulap bukunya menjadi majalah yang penuh dengan gambargambar ilustrasi sederhana dari berbagai tokoh rekannya. Setelah menginjak SMP dia dipercaya mengelola satu rubrik khusus untuk majalah sekolah.Menginjak SMA hobi menggambar Adit terus berlanjut hingga akhirnya ketika melanjutkan pendidikan perkuliahan ia memilih kuliah yang tidak ada matematikanya.Akhirnya Adit menuntut ilmu di Advanced Diploma of Interactive Multimedia-KVB Institute of Tech, Sydney, Australia, untuk mempelajari multimedia.Karier Adit selepas kuliah dimulai sebagai creative designer dan animator di Trans TV. Selepas dari Trans TV, Adit memilih bekerja freelance selama satu

tahun.Menurutnya perilaku dan pemikiran yang ditunjukkan akan bersifat konstruktif realistik. Artinya kreatif (unik dan bermanfaat) serta dapat diwujudkan. Jika kemampuan berpikir dan bertindak kreatif dengan mencoba hal hal yang baru dan belum ada yang mencobanya pada hakekatnya dapat dilakukan setiap manusia apalagi yang menikmati pendidikan tinggi.Oleh karena kreativitas merupakan jelmaan integratif 3 (tiga) faktor utama dalam diri manusia yaitu: pikiran, perasaan, dan keterampilan. Dalam faktor pikiran terdapat imajinasi, persepsi, dan nalar. Faktor perasaan terdiri dari emosi, estetika, dan harmonisasi.Dan dalam seminar creativepreneur ini Aditya sempat memberikan sedikit tips untuk menjadi kreatif. (Ardian)

Tips menjadi enterpreuner :

Bapak Hamonangan Albariansyah, S.H,M.H. Dalam kesempatan ini Pak Syaifuddin menyampaikan materi tentang sembilan (9) langkah Merancang Buku Ajar yang baik yaitu ada GBPP dan SAP, Penetapaan Tujuan, Tata Saji Buku Ajar, Tampang Pembaca, Memilih Bahan/Materi (Peta Pikir), Muatan Prakata, Ilustrasi, Penjurus (Indeks) dan Takarir (Glosari), dan Penerbitan. Pak Syaifuddin menyampaikan bahwa jika kita membuat buku maka akan meningkatkan Kewibawaan ilmu dan citra ilmu, kemudian bisa digunakan untuk mendapa KUM, tetapi kita jangan terlalu banyak berharap akan meraih keuntungan besar dalam membuat buku ajar. Dalam membuat buku juga dapat dipergunakan Hasil penelitian yang kemdian diolah terlebih dahulu dan dirangkum kemudian dibuat ke dalam bentuk buku tetapi harus berhati sebab jika tidak maka akan terjadi autoplagiarisme yaitu dari penelitian langsung dipindahkan ke buku tanpa di edit terlebih dahulu lalu jika, buku ajar yang baik juga sebaiknya mempunyai daftar isi sampai ke sub sub bab di dalam buku yang dibuat. Kualifikasi penulis buku ajar ada empat (4) yaitu sebagai berikut mempunyai Jenjang pendidikan minimal S1, Substansi bukunya baku, Memenuhi kaedah buku text, dan

disebarkan dan diterbitkan secara resmi. Strukur Buku Aajar yang baik membuat hal hal sebagai berikut : Prakata, Daftar isi, Batang tubuh, Daftar pustaka, Glosarium, dan Indeks. Kemudian dalam membuat buku ajar untuk mahasiswa semester awal harus diberikan tujuan instruksional. Setiap penerbit mempunyai ciri khas tersendiri, ditandai dengan adanya 4 sistem kerjasama penerbitan yaitu Royalti, Bagi Hasil, Beli Putus, dan Biaya cetak. Disarankan jika sasarannya hanya untuk mahasiswa maka memakai sistem Biaya Cetak sebab didalam sistem ini Penulis membayar biaya cetak penerbitan buku kemudian mendistribusikan sendiri buku yang dicetak tersebut. Kemudian penyampaian materi dilanjutkan oleh Bapak Mada. Pak Mada menjelaskan pembagian jenis buku, yaitu buku ajar dan buku teks, buku ajar adalah buku yang dibuat berdasarkan GBPP dan SAP dibuat untuk kalangan mahasiswa saja sedangkan buku text adalah buku ajar ditambah dengan kriteria selera untuk kalangan umum (praktisi hukum, dosen, awam, dll). Kemudian disampaikan cara merancang buku ajar dengan peta pikir, lalu referensi dan links dengan penampilan buku

harus disesuaikan dengan isi dan tema buku. Lalu sebenarnya buku ajar hanyalah pengembangan dari diktat menjadi buku ajar disesuaikan dengan GBPP dan SAP mata kuliah. Kemudian Background Penulis harus sesuai dengan Judul Buku yang dibuat artinya buku yang dibuat memang merupakan keahlian dari sang Penulis misalnya Penulis ahli Hukum Perdata membuat Hukum Pidana Politik tentunya akan kurang dilirik oleh pembeli. Acara kemudian berlanjut dengan diskusi tanya jawab. Bapak Adrian Nugraha, SH,MH sebagai penanya pertama menanyakan Bagaimana memkombinasikan standar dikti, mahasiswa dan umum ? Kemudian Penanya Kedua Ibu Arfianna Novera menanyakan Hak cipta dari buku yang dibuat serta apakah ada kaidah dalam membuat tujuan instruksional ? Diakhiri dengan pertanyaan dari Ibu Sri Handayani yaitu Bagaimana membuat hasil penelitian dirangku ke dalam buku teks ? Langsung dijawab oleh Pak Syaifuddin pertanyaan pertama yaitu pada intinya penuhi dulu standar dikti yaitu Buku untuk mahasiswa S1 biasanya hanya tentang dogmatik hukum dan penjelasan pasal, baru penuhi selera masyarakat umum

1. Harus bertanya pada diri sendiri dengan kalimat “gimana kalau?”Terkadang suatu karya muncul tidak menunggu datangnya ilham, tetapi harus distimulasi. Menantang diri sendiri dengan pertanyaan tersebut, sehingga ide baru akan muncul. Namun, terkadang untuk menjawab tantangan dibutuhkan waktu. Contohnya: gimana kalau gatot kaca diubah jadi versi anak galu? Gimana kalau Indonesia punya lambang piala dunia tahun 2022? 2.Melakukan hal spontan. Harus berani melakukan karya dengan spontan. Apa yang ada dipikirkan saat itu, harus segera dikeluarkan, sehingga menghasilkan kreativitas.

Seputar Kampus Seminar Pelatihan Pembuatan Buku Ajar Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya Palembang-Media Sriwijaya Tanggal 10 Desember 2011, Pelatihan Penulisan Buku Ajar Perguruan Tinggi tahun ajar 2011 diadakan di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya untuk memacu staf pengajar Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya untuk menyusun dan menulis buku ajar sesuai dengan mata kuliah yang mereka ajarkan dan menghasilkan buku ajar yang dapat digunakan mahasiswa sebagai referensi dalam proses belajar mengajar atau sebagai bahan rujukan bagi para peneliti untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengembangan ilmu hukum. Pada awal acara ini diawali dengan Laporan Hasil Penelitian oleh Ketua Penelitian Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya yaitu Ibu Putu Samawati, S.H., M.H., menyatakan acara ini diadakan sebagai tindak lanjut dari Program Proposal Pelatihan Penulisan Buku Ajar Perguruan Tinggi Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya. Bahan ajar memiliki posisi amat penting dalam proses pembelajaran. Posisinya adalah sebagai representasi dari penjelasan dosen di depan kelas yang dapat digunakan mahasiswa dalam memperoleh informasi yang berkaitan dengan materi pembelajaran.

Setelah itu acara di lanjutkan dengan pembukaan oleh Bapak Pembantu Dekan I yaitu Bapak H. Fahmi Yoesmar, SH,M.S, di dalam kesempatan ini Pak Fahmi menyampaikan bahwa diadakannya acara ini untuk meningkatkan citra akademik dari Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya serta untuk meningkatkan akreditasi dan pelayanan demi kepentingan mahasiswa. Beliau juga menyampaikan niatnya dalam tahun 2011 ini KHS akan diberikan kepada orang tua khusus untuk angkatan 2011 sebagai bentuk pelayanan kemudian kegiatan Seminar Proposal pada saat menulis skripsi, diharapkan dengan adanya Seminar Proposal ini mahasiswa memperoleh tiga manfaat yaitu dapat menghindari plagiarisme, lebih fokus kepada penulisan skripsi, dan meningkatkan persiapan mental mahasiswa dalam menghadapi ujian skripsi. Sebenarnya masih banyak hal yang ingin disampaikan Bapak Fahmi, akan tetapi karena keterbatasan waktu maka untuk sementara ditunda dan dilanjutkan di lain kesempatan. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Bapak Dr. M. Syaifuddin, SH,M.Hum dan Bapak Mada Apriandi Zuhir, SH, MCL, di dampingi oleh Moderator yaitu

Print to PDF without this message by purchasing novaPDF (http://www.novapdf.com/)

 baca pembuatan hal.11


10 Profil Alumni MEMPERBANYAK WAWASAN DAN ILMU PENGETAHUAN EDISI 18, Januari 2012

Sekali lagi produk Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya menunjukkan kualitasnya sebagai di bahwa pencetak generasi yang bermanfaat khususnya di lingkungan profesi pekerjaan yang berperan “vital” di negeri ibu pertiwi ini. Selain itu, hal ini membuktikan bahwa FH Unsri mampu bersaing dengan Fakultas Hukum ternama lainnya di Indonesia dengan menciptakan produk alumni yang jempolan. Beliau adalah Rachmawati yang merupakan lulusan Fakultas Hukum Unsri tahun 1995. Beliau Lahir di Palembang 12 Agustus 1972 silam. Dia saat ini menduduki jabatan yang terbilang cukup penting di Pusat Penelitian dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yaitu sebagai Analis Hukum Transaksi Keuangan Senior. Ditemui disela-sela kesibukannya seusai mengikuti kegiatan kuliah umum yang diadakan PPATK di Fakultas Hukum Unsri kampus Palembang, Beliau dengan ramahnya menyambut kedatangan kami (reporter Media Sriwijaya,red) dan bersedia untuk menceritakan sedikit tentang perjalana karirnya sampai dengan hingga sekarang. Pada masa menempuh pendidikan SMA ( Sekolah Menengah Atas). Dia bersekolah di SMAN 2 Palembang. Setelah itu Beliau melanjutkan studinya dengan bergabung di Fakultas Hukum Unsri. Beliau lulus setelah menempuh pendidikan lebih kurang selama 4 tahun di fakultas ini. Setelah lulus dan mendapatkan gelar sarjana hukum, beliau diterima untuk mengikuti pendidikan Polisi di AKMIL Magelang tahun 1995 dan lulus dengan pangkat letnan II. Awal karir beliau dimulai dengan menduduki jabatan di Inspektorat

Kepolisian Daerah Nanggroe Aceh Darussalam ( pada saat itu masih bernama Aceh). Perlu diketahui, saat itu (tahun 1997) Aceh sedang berada dalam kondisi Operasi Militer pemerintah berhadapan dengan Gerakan Aceh Merdeka. Beliau menuturkan bagaimana suasana saat itu begitu mencekam dan menegangkan. Namun dengan keyakinan dan terus berserah diri kepada Tuhan, beliau mampu menjalankan tugasnya dengan baik hingga kemudian beliau dimutasi ke Mabes Polri tahun 2005. Disini beliau menduduki jabatan di Divisi Pembinaan Hukum Mabes Polri. Sukses di Mabes Polri, Beliau kemudian terpilih sebagai staff di PPATK yang bertugas membuat Legal Opini (saran atau pendapat hukum) terkait permintaan penegak hukum, penyedia jasa keuangan dan instansi terkait lainnya. Selain itu beliau juga bertugas memberi bantuan hukum terhadap perkara yang berkaitan dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (Money Laundry) serta mengadakan sosialisasi, training atau pelatihan ke berbagai universitas. Terlepas dari semua itu, sukses yang beliau dapatkan tidak membuat Rachmawati melupakan asalmuasalnya. Beliau tetap terlihat rendah diri dan ramah kepada siapapun. Menurut beliau, kunci untuk mencapai semua itu adalah eksplorasi pengetahuan sebanyak-banyaknya dan tidak pernah bosan untuk terus belajar. Namun semua itu harus tetap diimbangi dengan doa dan ibadah tuturnya. Beliau menambahkan untuk tidak takut bersaing dengan siapapun. Pendidikan di daerah lain, terutama di pulau jawa, memang sudah begitu

maju dan memiliki persaingan yang cukup ketat. Namun kuncinya adalah mereka lebih dekat dengan fasilitasfasilitas yang memadai disana. Selain itu, Mahasiswa disana sangat antusias mengikuti perkembangan isu-isu yang sedang berkembang dan hangat dibicarakan. Namun secara kualitas kita tidak kalah bahkan bisa lebih baik dari mereka jika kita juga terus mengikuti setiap perkembangan kasus-kasus yang terjadi dan belajar menganilis masalahnya. Jadi, Belajar itu tidak hanya didapatdari kegiatan akademis di ruang kuliah. Tetapi juga dari kejadian yang terjadi secara faktual disekitar kita. Namun ada hal menarik yang diungkapan oleh Ibu dari dua orang putri ini. Beliau mengatakan jika sebenarnya tidak ada niat sebelumnya untuk masuk sebagai anggota Polisi. Motivasinya saat itu hanyalah ingin menjadi seorang pegawai negeri, apapun itu jenis pekerjaannya. Karena menurut beliau, saat itu ia merasa bahwa pegawai negerilah yang bisa menjamin masa depannya. “Ribet kalau ingin menjadi seorang pengusaha”,tutur beliau. Namun beliau tidak pernah terpikir akan menjadi anggota polisi seperti sekarang. Sebab Almarhum Ayah beliau tidak pernah membolehkan beliau bekerja dengan membutuhkan ketahanan fisik yang cukup berat. Meskipun begitu, kini Beliau sangat bersyukur telah menduduki jabatan yang cukup penting di Lembaga ini. Saat diajak bicara mengenai bagaimana ‘image’ negatif masyarakat tentang Lembaga Kepolisian saat ini, beliau menyikapinya dengan sangat bijak. Menurutnya setiap pendapat harus diterima dengan besar hati. Sebab, tidak semua anggota polisi

Dok. Media Sriwijaya memiliki image negatif. Polisi itu profesi. Jika memang ada anggota polisi yang nakal, itu hanyalah oknum sebagian kecil meskipun itu memang sangat merusak kredibilitas Insititusi ini secara keseluruhan. Diakhir perbincangan, Beliau berpesan kepada seluruh mahasiswa,terutama mahasiswa unsri-, untuk selalu

giat belajar dan mengeksplorasi semua pengetahuan yang bisa didapat, dan semua itu bisa diperoleh dimana saja. Selain itu, semua usaha harus tetapdiimbangin dengan doa dan ibadah. ( Reza/Ardian )

Secarik Puisi Mahkamah ........................................................................................................................................... dari hal 8 sepenuhnya oleh Bala tentara Jepang, maka dikeluarkanlah Undang-Undang No.1 tanggal 8 Maret 1942, yang menentukan bahwa buat sementara segala Undang-Undang dan peraturan-peraturan dari Pemerintahan Hindia Belanda dahulu terus berlaku, asal tidak bertentangan dengan peraturan-peraturan Bala tentara Jepang. Mengenai peradilan sipil, maka dengan Undang-Undang 1942 No.14 ditetapkan “Peraturan Pengadilan Pemerintah Balatentera Dai Nippon”. Atas dasar peraturan ini didirikan pengadilan-pengadilan sipil yang akan mengadili perkara-perkara pidana dan perdata. Disamping itu dibentuk juga Kejaksaan. Pengadilan-pengadilan bentukan Dai Nippon adalah sebagai berikut : (1) Gun Hooin (Pengadilan Kewedanaan) lanjutan districtsgerecht dahulu, (2) Ken Hooi (Pengadilan Kabupaten) lanjutan regentschapgerecht dahulu, (3) Keizai Hooin (Pengadilan Kepolisian) lanjutan landgerecht dahulu, (4) Tihoo Hooin (Pengadilan Negeri)lanjutan Landraad dahulu, akan tetapi hanya dengan seorang hakim saja (tidak lagi majelis ), kecuali terhadap perkara tertentu apabila Pengadilan Tinggi menentukan harus diadili dengan 3 orang Hakim.

Dengan dicabutnya Undang-Undang 1942 No.14 dan diganti dengan Undang-Undang 1942 No.34, maka ada penambahan badan pengadilan diantaranya Kootoo Hooin (Pengadilan Tinggi), lanjutan dari Raad van Justitie dahulu dan Saikoo Hooin (Mahkamah Agung), lanjutan dari Hooggerechtshof dahulu.  Susunan Mahkamah Agung terdiri dari pimpinan, hakim anggota, panitera, dan seorang sekretaris. Pimpinan dan hakim anggota Mahkamah Agung adalah hakim agung. jumlah hakim agung paling banyak 60 (enam puluh) orang. Pimpinan Pimpinan Mahkamah Agung terdiri dari seorang ketua, 2 (dua) wakil ketua, dan beberapa orang ketua muda. Wakil Ketua Mahkamah Agung terdiri atas wakil ketua bidang yudisial dan wakil ketua bidang nonyudisial. wakil ketua bidang yudisial yang membawahi ketua muda perdata, ketua muda pidana, ketua muda agama, dan ketua muda tata usaha negara sedangkan wakil ketua bidang nonyudisial membawahi ketua muda pembinaan dan ketua muda pengawasan. Ketua Mahkamah Agung dipilih dari dan oleh hakim agung, dan diangkat oleh Presiden.

Hakim Agung Pada Mahkamah Agung terdapat hakim agung sebanyak maksimal 60 orang. Hakim agung dapat berasal dari sistem karier atau sistem non karier. Calon hakim agung diusulkan oleh Komisi Yudisial kepada Dewan Perwakilan Rakyat, untuk kemudian mendapat persetujuan dan ditetapkan sebagai hakim agung oleh Presiden. Tugas Hakim Agung adalah Mengadili dan memutus perkara pada tingkat Kasasi. Kewajiban dan wewenang Menurut Undang-Undang Dasar 1945, kewajiban dan wewenang MA adalah: (1) Berwenang mengadili pada tingkat kasasi, menguji peraturan perundang-undangan di bawah Undang-Undang, dan mempunyai wewenang lainnya yang diberikan oleh Undang-Undang. (2) Mengajukan 3 orang anggota Hakim Konstitusi. (3) Memberikan pertimbangan dalam hal Presiden memberikan grasi dan rehabilitasi Anggota Mahkamah Agung adalah hakim agung. jumlah hakim agung paling banyak 60 (enam puluh) orang. (*)

Print to PDF without this message by purchasing novaPDF (http://www.novapdf.com/)

Nasib Pengamen Cilik Jari-jari mungil memetik senar Mulut-mulut kecil berdendang riang Wajah-wajah terpaku memandang lugu Bocah kecil itu Bocah kecil yang seharusnya duduk mendengarkan guru Bocah kecil yang seharusnya bermain mengahabiskan waktu Tidak dengan dia.. Bersaing dengan tangan-tangan dewasa Berlarian mengejar mesin asap hitam Demi mengisi perut yang kerontang ini Demi menyambung hidup yang kejam ini Sedikit impian untuk merasakan kaya Walaupun itu hanya angan yang tak ada habisnya


EDISI 18, Januari 2012

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG INTELEJEN NEGARA Untuk terwujudnya tujuan nasional negara yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana diamanatkan di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, penting dilakukan deteksi dini dan peringatan dini yang mampu mendukung upaya menangkal segala bentuk ancaman yang membahayakan eksistensi dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,untuk melakukan deteksi dini dan peringatan dini guna mencegah terjadinya

pendadakan dari berbagai ancaman, diperlukan Intelijen Negara yang tangguh dan profesional, serta penguatan kerja sama dan koordinasi Intelijen Negara dengan menghormati hukum, nilai-nilai demokrasi, dan hak asasi manusia sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Intelijen Negara adalah penyelenggara Intelijen yang merupakan bagian integral dari sistem keamanan nasional yang memiliki wewenang untuk menyelenggarakan fungsi dan kegiatan Intelijen Negara. Personel Intelijen Negara adalah warga negara Indonesia yang memiliki kemampuan khusus Intelijen dan mengabdikan diri dalam dinas Intelijen Negara.

IntelejenNegara menyelenggarakan fungsi penyelidikan, pengamanan, dan penggalangan. Sebelum diangkat sebagai Personel Intelijen Negara, setiap calon Personel Intelijen Negara wajib mengucapkan sumpah atau janji Intelijen Negara sesuai dengan agama dan kepercayaannya masingmasing. Sumpah atau janji sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berbunyi sebagai berikut: “Demi Allah saya bersumpah atau saya berjanji: Bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Bahwa saya

Rubrik Legislasi 11

akan menjunjung tinggi hak asasi manusia, demokrasi, dan supremasi hukum. Bahwa saya akan menjalankan tugas dan wewenang dalam jabatan saya dengan sungguh-sungguh, saksama, objektif, berani, dan profesional. Bahwa saya akan menjunjung tinggi Kode Etik Intelijen Negara di setiap tempat, waktu, dan dalam keadaan bagaimanapun juga. Bahwa saya pantang menyerah dalam menjalankan segala tugas dan kewajiban jabatan. Bahwa saya akan memegang teguh segala rahasia Intelijen Negara dalam keadaan bagaimanapun juga”. Keberadaan dan aktivitas Intelijen Negara tidak terlepas dari persoalan kerahasiaan. Dalam Undang-Undang ini, Rahasia Intelejen merupakan bagian dari rahasia negara yang memiliki Masa Retensi. Guna menunjang aktivitas Intelijen bertindak cepat, tepat, dan akurat, Badan Intelijen Negara diberikan wewenang untuk melakukan penyadapan, pemeriksaan aliran dana, dan penggalian informasi

terhadap Setiap Orang yang berkaitan dengan kegiatan terorisme, separatisme, spionase, dan sabotase yang mengancam keamanan, kedaulatan, dan keselamatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam rangka mewujudkan akuntabilitas penyelenggaraan Intelijen Negara, pengawasan eksternal oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dilakukan oleh komisi yang khusus menangani bidang Intelijen dan dapat membentuk tim pengawas tetap. Adanya Undang-Undang tentang Intelijen Negara sebagai payung hukum memberikan jaminan terhadap keseluruhan aktivitas Intelijen Negara, menjadikan Intelijen yang profesional di dalam diri, organisasi, dan dalam pelaksanaan tugasnya, serta senantiasa mengedepankan nilainilai demokrasi dan penghormatan terhadap hukum dan hak asasi manusia sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja Intelijen Negara kepada masyarakat, bangsa, dan negara. (*)

Pembuatan ......................................................................................................................................................................................................... dari hal 9 misalnya untuk kalangan S2 dan S3 memerlukan buku yang membahas secara mendalam misalnya melalui penjelasan filsafat hukum, teori hukum, disertai dengan praktek hukum misalnya contoh pasal yang harus dimuat dalam pembuatan kontrak. Sebenarnya banyak Buku yang belum dibuat misalnya Buku Hukum Rumah Sakit yang merupakan pengayaan dari Hukum Kesehatan, buku ini jelas diperlukan oleh pasaran khususnya Fakultas Hukum, Kedokteran, dan Kesehatan Masyarakat, Buku Hukum BUMN/BUMD pengayaan dari Hukum Perusahaan, Hukum Kontrak pengayaan dari Hukum Perikatan, Hukum Kelembagaan Negara pengayaan dari Hukum Tata Negara.

Peranyaan kedua dijawab oleh Bapak Syaifuddin sebagai berikut :Hak Cipta Buku langsung didapat dengan adanya ISBN (International Series Book Number) kemudian dalam membuat tujuan instruksional tidak ada kaidah yang baku dalam membuat tujuan instruksional hanya saja kalau buku untuk mahasiswa semester awal harus dibuat, tetapi buku untuk mahasiswa semester tingkat menengah dan akhir tidak perlu dibuat, dan dalam membuat tujuan instruksional ada baiknya jika membuat isi terlebih dahulu kemudian baru membuat tujuan instruksionalnya supaya menghindari kejadian tujuan instruksional ada namun di dalam isi buku tidak tertulis sama sekali.

Pertanyaan ketiga dijawab oleh Pak Syaifuddin yaitu Hasil Penelitian bisa dibuat buku ajar menjadi misalnya Kapita Selekta Hukum Perlindungan Konsumen diolah terlebih dahulu sesuai selera umum pembeli, tetapi buku yang dibuat berdasarkan hasil penelitian tidak dapat diklaim untuk KUM sebab sudah di klaim dalam bentuk penelitian. Kemudian ditutup dengan kata Pak Syaifuddin sebenarnya IKAPI butuh naskah karena ada standar jumlah buku yang harus diterbitkan dalam satu (1) tahun, jika kurang dari standar maka perizinan penerbit akan dievaluasi. Acara Seminar ditutup oleh Bapak Hamonangan dengan ucapan Hamdalah, Demikian kegiatan

Seminar Penulisan Buku Ajaar di Perguruan Tinggi. Semoag materi yang disampaikan oleh Pemateri dapat memberikan Petunjuk dan memotivasi kita semua untuk memulai penulisan

Dok. Media Sriwijaya

Lintas B.O

Lestarikan Cagar Budayamu Melalui UU No. 11 Tahun 2011 Sejarah merupakan salah satu hal penting didalam kehidupan ini yang dimana sejarah merupakan dasar terjadinya kehidupan yang kita rasakan sekarang ini. Dunia tanpa sejarah itu tidak akan mungkin dan sejarah tidak akan ada tanpa dunia. Jadi kedua hal tersebut saling berkaitan. Suatu Negara yang terbentuk sekarang pasti tidak luput dari sejarah Sejarah terbentuknyaNegara, mempertahankan Negara dan masih banyak lagi yang tidak bisa disebut satu persatu. Akan tetapi kebanyakan orang tidak peduli terhadap sejarah negaranya, jangankan sejarah negaranya,sejarah sendiri saja tidak dipedulikan. Indonesia, negaranya yang penuh dengan akan sejarah. Mulai dari sejarah kerajaan Hindu Budha sampai Islam kemudian sejarah pada masa penjajahan bangsa eropa dan sejarah

yang paling penting adalah sejarah kemerdekaan Indonesia. Pada setiap sejarah pasti meninggalkan jejak atau sering disebut barang prasejarah. Dan barang prasejarah tersebut harus dilindungi agar sejarah tersebut terus dikenang oleh masyarakat dan tidak dilupakan. UU nomor 11 tahun 2010 adalah undang-undang mengatur tentang cagar budaya (barang prasejarah) undang-undang tersebut merupakan bentuk kebijaksanaan pemerintah terhadap cagar budaya. Undangundang ini merupakan undangundang yang baru dibuat oleh pemerintah sehingga sebagian masyarakat belum tahu tujuan dari undang-undang tersebut. Hal itu adalah masalah yang harus cepat diselesaikan oleh sebab itu Fakultas hukum Universitas Sriwijaya melakukan inisiatif untuk melakukan

sosialisai UU nomor 11 tahun 2010 tentang cagar alam.Pada hari jum’at (02/12) Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya yang didukung Organisasi Kampus BO Ramah mengadakan sosialisasi di Pesantren Rhoudatul ulum yang berlokasi di desa Sakatiga Indralaya yang dipandu oleh Pembantu Dekan 3 Fakultas hukum Raden Muhammad Ikhsan SH MH. Disana beliau menjelaskan tentang undang-undang tersebut. Dari latar belakang,ketentuan,syarat,dan ancaman pidana bila melanggar Undang-undang nomor 11 tahun 2010. Disela-sela penjelasan pudek (Pembantu Dekan),beliau memperlihatkan cagar budaya yang ditinggalkan pada zaman kerajaan Sriwijaya dalam bentuk foto dan lukisan. Dari foto dan lukisan tersebut sungguh tidak diragukan lagi bahwa

buku ajar pada bidang keilmuan kita masing masing yang berkonstribusi pada mutu pendidikan dan akreditasi Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya (Prima)

IST kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan yang megah dan jaya. Para santri dan santriwati dan para mahasiswa Fakaultas Hukum Unsri menyimak penjelasan dari Pudek 3 dengan seksama. Dan mereka mulai memahami betapa pentingnya cagar budaya itu cagar budaya .”Acara ini yang diselenggarakan oleh Fakultas

Print to PDF without this message by purchasing novaPDF (http://www.novapdf.com/)

Hukum Universitas Sriwijaya sungguh bermanfaat bagi kami terutama para santri dan santriwati kami yang sedang dalam proses belajar. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan para generasi muda dapat menjaga dan melestarikan budaya negaranya sendiri”ujar salah satu pegawai dari pesantren tersebut. (Mg1)


12 Lensa Kampus FH Unsri Sabet Juara Umum Lomba Peradilan Semu Tingkat SUMSEL EDISI 18, Januari 2012

Dok. Media Sriwijaya Palembang, Media Sriwijaya – Sebagai ajang memeriahkan hari ulang tahun Perhimpunan Advokat Indonesia ( PERADI ). Dengan melalui kerja sama dari pihak Peradi dan Kantor Pengadilan Tinggi Palembang. Kedua lembaga ini merealisasikan suatu ide yang mempunyai visi mencipatakan penegakan hukum di indonesia yang lebih baik. Hal ini pun akhirnya dibuktikan dengan diadakannya Mout Court Competition atau biasa disingkat dengan MCC tingkat regional

Sumatera Selatan. Adapun kegiatan ini sendiri diadakan di pengadilan negeri kota palembang yang notabene tempat tersebut merupakan tempat meyelenggarakan sistem peradilan sebenarnya. Para peserta yang mengikuti kegiatan lomba itu sendiri terbilang bervariatif. Ada yang dari Fakultas Hukum Perguruan Tinggi Negeri, Swasta, ataupun juga Sekolah Tinggi Ilmu Hukum yang ada di wilayah Sumatera Selatan. Tak terkecuali dari FH Unsri sendiri yang mengirimkan

pesertanya untuk mengikuti kegiatan lomba tersebut. Tidak tanggung – tanggung, untuk kali ini pihak fakultas mengirimkan dua tim untuk mengikuti lomba peradilan semu tersebut. Suatu pertanda yang mengindikasikan bahwa FH Unsri pada tahun ini sangat berhasrat menyabet gelar juara umum pada lomba tersebut. Terlepas setelah memberikan kata sambutan sekaligus membuka kegiatan lomba. Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia ( PERADI ) Sumatera Selatan yaitu Bambang

Harianto menyampaikan kepada wartawan ( reporter Media Sriwijaya, red ) bahwa tujuan diadakannya kegiatan lomba peradilan semu ini guna mengenalkan dunia hukum secara kongret kepada para peserta lomba yang sejatinya mereka berasal dari kalangan mahasiswa fakultas hukum. Selain itu juga, kegiatan ini bermanfaat untuk mengasah keterampilan para mahasiswa dalam mengembangkan bakat sebagai aparat penegak hukum yang jujur dan adil. “adanya lomba ini

juga diharapkan agar mahasiswa ikut merasakan bahwa menjadi aparat penegak hukum itu tidaklah mudah yang dimana aparat penegak hukum juga selalu dikritisi oleh kalangan masyarakat”. Ujarnya menambahkan. Berselang sekitar satu jam setelah acara pembukaan lomba usai. Puncak dari rangkaian kegiatan yamg ditunggu datang juga yaitu pelaksanaan lomba peradilan semu. Kompetisi ini sendiri dibagi ke dalam dua regu yaitu

 baca Peradilan hal. 14

Pencucian ......................................................................................................................................................... dari hal. 5 tersebut. Di antara lainnya ialah dengan menerapakan sistem Follow The Money. Dengan menerapkan sistem ini, kesulitan mendeteksi kejahatan dan pertanggungjawaban pidana pelaku intelektual dapat diatasi dengan menelusuri harta kekayaan yang diduga merupakan hasil kejahatan. Selain itu, dalam kegiatan kali ini Muhammad Yusuf menjelaskan tentang fungsi dan peranan dari PPATK dalam mengungkap kasus pencucian uang. Yang dimana segala tugas lembaga ini telah dimuat dalam suatu undang – undang yang berlaku. Setelah mendengarkan penyampaian materi oleh ketua PPATK. Para peserta yang berada dalam ruangan diperkenankan mengajukan pertanyaan terkait topik yang sedang dibahas kepada Muhammad Yusuf. Namun, dari

seluruh pertanyaan yang dilontarkan. Ada satu pertanyaan menarik yang disampaikan oleh Bisma Siregar. Mahasiswa program doktor FH Unsri ini menanyakan dan sekaligus menyampaikan suatu keraguannya atas idepedensi dari lembaga PPATK yang notabene lembaga tersebut dibentuk oleh presiden. Hal inilah yang menurutnya bisa menimbulkan suatu persepsi bahwa lembaga ini bisa terkontaminasi dengan kepentingan politik dari pemegang kekuasaan tertinggi yang ada di negara ini. Dengan gaya ciri khasnya yang tenang dan santai. Muhammad Yusuf meenjawab pertanyaan tersebut. Beliau menjajikan bahwa lembaga PPATK tidak dapat diintervensi oleh pihak manapun. Kemudian, di dalam aturan undang – undang secara tegas mengatakan bahwa ada sangsi bagi

Secarik Puisi Menghadapi kemerdekaan tanpa cinta kau takkan mengerti segala lukaku karena cinta telah sembunyikan pisaunya bayangkan wajahmu adalah siksa

Foto : Ardian pejabat PPATK jika diketahui ada main mata dengan pihak luar. Sebelum kegiatan kuliah umum ditutup, ada sesi pemberian cenderamata dari pihak Fakultas Hukum kepada PPATK dan begitu pun sebaliknya. Saling memberi

cenderamata ini sendiri dilakukan oleh pimpinan tertinggi dari kedua belah pihak yakni Dekan Fakultas Hukum Unsri Prof. Amzullian Rifai dan ketua PPATK Muhammad Yusuf (Syahri/Ardian)

kesepian adalah ketakutan dan kelumpuhan engkau telah menjadi racun bagi darahku apabila aku dalam kangen dan sepi itulah berarti aku tungku tanpa api

Konglomerat ..................................................................................................................................................................................................... dari hal. 7 kepala daerah Bupati Musi Banyuasin, HU Berita Pagi yang dinakhodainya menjadi sarana ekspos jitu bagi pencalonannya. Sebelumnya, sang Ayah telah mendahului strategi politik dengan menguasai media pada Pilgub (Pemilihan Gubernur) 2008 yang berhasil ia menangkan dengan mengalahkan sang kompetitor Syahrial Oesman. Ekspos negatif kepada calon lawan politik kerap menghiasi halaman per halaman kepala daerah Bupati Musi

Banyuasin, HU Berita Pagi yang dinakhodainya menjadi sarana ekspos jitu bagi pencalonannya. Ekspos negatif kepada calon lawan politik kerap menghiasi halaman per halaman yang berdiri pada awal 2000-an tersebut. Pun, dengan Surya Paloh setali tiga uang. Tak tanggung-tanggung sebuah stasiun televisi dan koran harian ia dirikan. Betapa rakyat disuguhi berita-berita superioritas Surya Paloh. Indikasinya adalah pencalonan sebagai wakil Golkar dalam pencalonan Presiden pada 2004.

Kendati akhirnya Jend. (Purn) Wiranto yang memenangkan persaingan tersebut, kini Surya Paloh tengah merintis jalan baru menuju Indonesia Satu lewat Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Kendati telah berganti baju, strategi politik dengan menguasai media menjadi jurus yang jitu. Tak ketinggalan, konglomerat media lain digandeng demi hasrat politik menuju hirarki tertinggi. CEO MNC Grup, Harry Tanoesodibjo bahkan kepincut bergabung bersama Surya Paloh.

Terang saja, keberadaan konglomerat media dapat membuat jurnalis semakin melarat. Lain halnya bila jurnalis tersebut hanya sekedar wartawan amplop atau wartawan titipan yang mendapat job liputan agenda poltisi. Rakyat ‘terpaksa’ dibohongi dengan agenda politik politisi yang syarat pencitraan. Karya jurnalistik yang bermutu semakin miskin lantaran wartawan yang menjunjung idealisme profesi semakin dipersempit ruang geraknya. Bukankah hak setiap orang untuk

Print to PDF without this message by purchasing novaPDF (http://www.novapdf.com/)

mendapatkan pekerjaan yang layak ? Bila kasus demikian, akan banyak jurnalis menanggur bergelimpangan bak deburan ombak yang menghantam kerasnya karang. Ironi memang, jurnalis berada pada persismpangan jalan yang dilematis. Disatu sisi kebutuhan keluarga semakin sulit ditambah lagi dengan komitmen profesi yang tetap dijunjung tinggi. konglomerat media dapat membuat jurnalis melarat.


EDISI 18, Januari 2012

Humaniora 13

Menyemai Nurani, “SAVE for DIMAS” (7 Tahun) harus tabah menerima pil pahit takdir hidupnya dengan kondisi cacat. Warga Bungkam Tumor ganas yang menghinggapi wajahnya semenjak ia lahir (2005) hingga kini membesar tanpa ada indikasi medis lanjutan dari pihak terkait. Tetangga di wilayah BSI pun seolah bungkam. Belum pasti, apakah warga yang tinggal diwilayah tersebut memang tidak mengetahui keberadaan Dimas, atau bahkan tidak mau tahu urusan yang tengah didera sebagian kecil tetangganya. Hidupnya terkucilkan, propaganda dunia mengkerdilkan dirinya hingga tak bisa berbuat apa-apa. Tak pelak, hal inilah yang mendorong sebagian mahasiswa untuk turut membantu Dimas dan keluarganya keluar dari kejamnya dunia yang meratapi jiwa manusia. Seiring harapan yang semakin menyeruak atas kesembuhan Dimas. Beberapa mahasiswa sempat mengkonsultasikannya ke dokter spesialis bedah. betapa terkejutnya, ketika dr.Roni menyebutkan dana yang mesti digelontorkan untuk operasi Dimas bisa mencapai Rp 100 Juta.

Aspek Hukum.................................................... dari Hal. 2 diterapkan karena undang-undang lebih lanjut diperlukan untuk implementasi sanksi itu. 4.b.Rekomendasi. 1. Disarankan bahwa pemerintah di berbagai tingkatan harus selektif mengeluarkan izin untuk agen-agen yang bisnis di sektor tourisms. 2. Karena tidak ada peraturan lebih lanjut diimplementasikan pada hal ini masalah, oleh karena itu, pemikiran lebih yang setiap konflik diselesaikan meskipun lingkungan negasi seperti yang direkomendasikan oleh Undang-Undang 2007 Nomor 32 Berurusan dengan Manajemen Lingkungan. 3. Kepatuhan terhadap Pedoman Surat Departemen Dalam Negeri dalam hal mempromosikan dengan ekowisata adalah suatu keharusan karena banyak kegiatan di bidang ekowisata menciptakan dampak yang tak terduga dan tidak diinginkan pada lingkungan. 1. TIES Global Tourism FactSheet 2. Zoe Chafe, “Interest in Responsible Travel Grows, Vital Signs 2005 (The Worldwatch Institute,) Undang Undang dan peraturan. 1. Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 33 tahun 2009 berurusan dengan Pedoman Ekowisata 2. UU Tahun 1990 Nomor 5 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1990 Nomor 49, Tambahan Republik Indonesia Nomor 3419, 3. UU Tahun 1992 Nomor 5 Tentang Warisan Budaya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 27, Tambahan Republik Indonesia Nomor 3427);

Lingkungan Hidup, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140. 5. UU No 41 1999 Tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167, Tambahan Republik Indonesia Nomor 3888) 6. Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Republik Indonesia Nomor 4725) 7. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Pariwisata (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 11, Tambahan Republik Indonesia Nomor 4966) 8. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1994 tentang Pengusahaan Pariwisata Alam di Zona Pemanfaatan Taman Nasional, Taman Hutan, dan Taman Alam (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 25, Tambahan Republik Indonesia Nomor 3550) 9. Peraturan Pemerintah Nomor 67 Tahun 1996 tentang Organisasi Pariwisata (Republik Indonesia Tahun 1996 Lembaran Negara Nomor 101, Tambahan Republik Indonesia Nomor 3658). Sumberinternet: 1. http://www. planeta.com / ecotravel / tenun / hectorceballos.html) 2 .h t t p: / /w w w. e kow isa t a. in fo / definisi_ekowisata.html (Penerjemah Prima Bintang ) Penulis adalah dosen Fakultas Hukum Unsri *)

Tentu nominal fantastis, yang mesti dirogoh dari kantong mahasiswa. akan tetapi hal tersebut tak menenggelamkan keinginan kami untuk membantu kesehatan Dimas. berbagai upaya ditempuh demi mengumpulkan dana dan Dimas segera diselematkan. Kondisi wajah Dimas yang nyaris seluruh wajahnya digelayuti tumor ganas menjadi penting untuk segera diselamatkan. Mata kirinya nyaris tidak dapat melihat lagi lantaran ditutupi tumor tersebut. untuk makan atau minumpun, Dimas mesti melalui jalur kiri bibir kecilnya yang memang sudah cukup sulit untuk dibuka secara normal. sadar akan kondisi ini, kami pun menyegerakan publikasi yang meluas kepada masyarakat. Publikasi menggunakan jejaring sosial pun dilakukan. upaya menghubungi media lokal dan pemerintahan pun digalakkan. tak ayal, menampung segala dukungan pengguna jalan siap digulirkan demi mengumpulkan donasi bagi keselamatan Dimas. Mudah-mudahan, segala bentuk dukungan pihak terkait atas kondisi ini dapat menyemai nurani kita untuk sesegera mungkin membantu sesama.

Bantuan dari saudara-saudara sekalian bisa disalurkan melalui rekening BNI 0235051334 Atas nama Muh. Zainul Arifin, atau kontak kami di nomor telepon 085769159045 a.n Rendi Hariwijaya besar harapan kami teman-teman, dan saudara sekalian mau membantu kesembuhan anak ini.

Sriwijaya Dok. Media

Tidak ada sekolah yang mau menerimanya sebagai siswa di sekolah dasar. Tidak ada teman yang menemani hari-hari bocah yang hinggap dalam kesendirian. Dimas, bocah lugu berusia 7 tahun hingga kini harus rela terparkir dalam belenggu kesedihan yang mendera hidupnya. Lahir sudah dengan keadaan yang sakit. Dimas kecil harus tegar menghadapi cobaan hidup yang menghimpit keluarganya. Apa daya, ketiadaan uang untuk berobat Dimas hingga kini pun masih bergelayut dalam pikiran kedua orang tuanya. Terang saja, ibunya yang bekerja serampangan itu tak menjamin kelayakan kesehatan bagi Dimas. Hal itu justeru diperkuat dengan kondisi sang Ayah yang hanya sebagai seorang penjaga warnet. Kendati demikian, semangat hidup akan masa depan Dimas masih tertata rapi dalam bingkai dunia. Dimas punya secerca harapan untuk terus maju. Meskipun itu sulit. Bertinggal di kediaman elit di Komplek BSI didaerah Macan Lindungan. Atau tepatnya di komplek BSI blok C2 No 14, daerah Bukit, Palembang, Sumatera selatan. Dimas

Kontak : Rendi Hariwijaya (+6285769159045) M. Syahri Ramadhan(+6285273033622) Atau salurkan donasi anda : BNI a.n Zainul Arifin (0235051334) BCA a.n Rizka Nurliyantika (0212830524)

Cita.................................................................................................................... dari Hal. 1 soal kapan kita memiliki cita-cita sepanjang ia belum mampu kita raih. Jika sekarang berstatus mahasiswa fakultas hukum, maka memang sebaiknya memiliki cita-cita. Apa citacita anda sebagai seorang mahasiswa fakultas hukum? Ingin menjadi seorang penegak hukum, misalnya jaksa, hakim, polisi, advokat. Mungkin juga profesi lainnya seperti notaris atau seorang politikus? Arah atau bayangan untuk “menjadi apa” ini penting karena terkait dengan perjalanan sekarang ini. Terkait juga dengan spesialisasi apa yang perlu dipilih. Semisal bercita-cita menjadi seorang jaksa penuntut umum. Spesialisasi apa yang sebaiknya ditekuni. Mungkin paling relevan mendalami bidang Hukum Pidana. Memang bukan berarti jika mendalami bagian Hukum Bisnis, Hukum Internasional atau Hukum Tata Negara tidak bisa menjadi jaksa. Tapi kans dan kemungkinan isu-isu yang ditangani oleh seorang jaksa “kebanyakan” soalsoal pidana. Jika ini yang terjadi, mungkin fokus kuliah, fokus nilai kepada mata kuliah yang terkait dengan hukum pidana lebih diprioritaskan. Seorang Sarjana Hukum memiliki kesempatan kerja cukup luas. Bekerja di bidang yudikatif, “boleh dikata” merupakan hak istimewa para Sarjana Hukum. Sampai hari ini hanya seseorang dengan kualifikasi Sarjana Hukum (SH) saja yang bisa menjadi Hakim, menjadi Jaksa. Begitu juga untuk menjadi seorang Advokat dan Notaris. Hitung saja berapa kebutuhan tenaga pada profesi-profesi tersebut. Bekerja di birokrasi pemerintah (eksekutif) tentu terbuka lebar bagi seorang Sarjana Hukum. Begitu juga untuk berkiprah di bidang legislatif. Apalagi mereka yang duduk di fakultas hukum juga belajar tentang

ketatanegaraan, hukum administrasi dan Ilmu Politik. Kaya sekali bidang yang dipelajari oleh mahasiswa fakultas hukum. Sekarang perusahaanperusahaan mulai membuka kesempatan lebih luas kepada para Sarjana Hukum untuk bekerja dengan mereka. Kebutuhan akan corporate lawyer semakin meningkat. Pendek kata, para Sarjana Hukum semakin dibutuhkan di dunia bisnis. Memang jika “dipaksakan” semua sarjana dapat melamar bekerja “dimana saja,” asal bekerja. Bukan pada posisi idealnya. Sudah jalurnya jika seorang Sarjana Hukum menjadi Jaksa atau hakim. Demikian juga jika seorang dokter hewan mengepalai klinik hewan. Tapi berapa banyak profesi yang dipegang oleh mereka yang tidak sesuai dengan disiplin ilmunya. Ilmu pengetahuan yang didapat dibangku kuliah kurang bisa dimanfaatkan secara maksimal. Cita-cita “ingin menjadi apa” sebaiknya ditanamakan sejak

Print to PDF without this message by purchasing novaPDF (http://www.novapdf.com/)

sekarang. Jika ingin menjadi diplomat, maka seorang mahasiswa hukum sebaiknya mengambil bagian Hukum Internasional. Sejak sekarang mendalami berbagai ketentuan internasional. Tentu saja bahasa Inggris “jangan tanggung-tanggung” harus dapat dipertanggungjawabkan dan layak tampil baik tulisan maupun secara verbal. Ketika berstatus mahasiswa, cita-cita mungkin berubah-rubah. Belum permanen. Tidak apa-apa. Tapi pada suatu titik, cita-cita itu (dalam hal profesi setamat kuliah) harus final agar dapat dipersiapkan secara benar. Citacita memang boleh tidak terbatas. Namun sebaiknya kenali diri dan kemampuan. Tidak ada salahnya memanfaatkan jasa psikolog untuk memahami potensi secara ilmiah. Seorang Sarjana Hukum dapat mengabdi di banyak profesi. Boleh jadi diantara mahasiswa saya ada yang dengan lantang berucap “Saya ingin Menjadi Jaksa.”


14 Resensi Buku

EDISI 18, Januari 2012

Dok. Media Sriwijaya Judul Penerbit Penulis Terbit Tebal

: Indonesia Optimis : PT Bhuana Ilmu Populer : Denny Indrayana : Agustus 2011 : ix + 252 Halaman

Jilid .................................................................. dari hal. 7 ini menjadi perhatian serius bagi rakyat AS dalam memilih kembali Obama sebagai Presiden. Selain itu, satu janji Obama untuk menghentikan pengiriman pasukan marinir ke Timur Tengah hingga kini bak angin lalu. AS kian gencar mengirimkan pasukannya ke Timur Tengah. Yang paling gres tentu intervensi NATO (North Atlantic Threaty Organization) pada persoalan dalam negeri Libya hingga menewaskan Moammar Khadaffi. Ekspansi AS dibidang militer mengalami kemajuan pesat dengan semakin kuatnya basis kemiliteran AS di Timur Tengah. Irak, Palestina, Libya, Mesir menjadi contoh nyata intervensi secara mayanita AS di era Obama. Padahal, pada saat proses kampanye dirinya begitu vokal menyuarakan gerakangerakan humanis yang sensitif hingga mampu menggugah rakyat AS. Tak menyoal sebenarnya intervensi AS dalam mendorong kesetaraan dan keadilan di bumi ini. Namun, bila kondisi tersebut justru dinilai semakin memperkeruh suasana. Lantas, siapa yang akan menjaga si tukang jaga ? Pola-pola pemerintahan Obama tersebut bahkan mengalami kontraksi dengan rakyatnya sendiri. Baru-baru ini sejumlah aktifis HAM di AS melakukan demonstrasi mendukung penutupan penjara Guantanamo. Kendati, pada saat pemilihan Obama aktif dengan menyuarakan isu sensitive di AS terkait persoalan HAM termasuk menutup penjara Guantanamo. Penjara yang kerap menjadi ‘rumah’ bagi teroris dan penjahat kelas kakap tersebut dianggap telah mencederai hak asasi setiap manusia yang paling asasi. Terutama hak atas badan, nyawa, hidup dll. Terbukti dengan banyaknya informasi penyiksaan tahanan di pernjara tersebut.

Menanggapi sejumlah kompleksitas permasalahan yang mendera Amerika ada semacam tren yang sengaja dibuat Obama untuk mempertahankan basis elektifitas pendukungnya. Ketiadaan preseden yang berkualitas bagi AS semasa era Obama sengaja didesain untuk mendapatkan dukungan kuat dari negara-negara sahabat agar tetap menjalin komunikasi dengan AS. Terkhusus, Timur Tengah. Pengamanan lewat jalan militerisasi (koloni) yang divisikan sebagai cara mendekatkan AS dengan negara Timteng menjadi perhatian serius sejumlah negara sekuler di wilayah Timteng. Lihat saja, hingga kini hanya Iran yang tidak menjadi boneka pasar AS ala Obama. Obama cerdas dengan mengangkat isu-isu sentral internasional ketimbang memperhatikan isu urgensi domestik. Obama sengaja mendekatkan polemik nuklir iran dan demokratisasi di negara-negara Arab sebagai first gun Obama dalam menjinakkan negaranegara petro dollar. Keuntungan yang didapat AS tentu bukanlah keuntungan elektoral secara langsung. Dengan AS memberikan semacam wacana dahsyat terkait nuklir Iran yang dikatakan dapat mengancam stabilitas dunia membuat pemimpin Arab penyamun kontemporer itu berkata “What Should I do?”. Pilihan jelas kepada AS, mereka memberikan pengamanan dan they will get cash. Slogan kampanye Obama yang menggemparkan itu ternyata menyiratkan makna yang memang luas stereotipnya. Change The World (Mengubah Dunia) bukan Change The America (Mengubah Amerika).

IndonesIa Optimis Staf Khusus Presiden Bidang Hukum, Denny Indrayana, meluncurkan buku karyanya yang bertajuk ‘Indonesia Optimis’. Buku yang diterbitkan Agustus 2011 dan dicetak oleh PT Bhuana Ilmu Populer Gramedia sudah naik cetak untuk kali ketiga. Acara peluncurannya sendiri digelar di ruang Litbang Fakultas Hukum UGM. Dalam buku ini Denny ingin membuka cakrawala baru agar Indonesia sangat berhak untuk optimistis terhadap capaian yang selama ini terlewatkan begitu saja, tanpa apresiasi yang memadai. Untaian bab demi bab, yang secara total jumlahnya lima bab, berisi fakta berisi data berikut angka statistik yang dikemas secara lincah oleh akademisi Fakultas Hukum UGM tersebut. Ia juga memperlihatkan berbagai opini para pengamat politik yang disebarluaskan oleh media. Bab Menolak Pesimisme, misalnya.  Bagian  itu merupakan pandangan kritis mengenai posisi media sebagai pilar keempat demokrasi untuk mengontol kerja eksekutif, legislatif, dan yudikatif, yang dari kaca mata Denny sebagai sebuah pandangan positif.

Buku yang hadir dihadapan sidang pembaca ini dedikasikan khusus untuk mengimbangi berbagai pemberitaan yang mengesankan Indonesia melulu berisi masalah tanpa capaian. Denny beranggapan memiliki kewajiban untuk membuka mata kita semua utamanya yang tertutup dengan pesimisme bahwa Indonesia jelas sangat berhak untuk optimistis. Berbagai capaian lewat begitu saja tanpa apresiasi yang memadai. Karena kita lebih terfokus pada detail masalah, dan tidak membuka ruang yang cukup bagi apresiasi atas hasil kerja keras bangsa kita sendiri. Denny tahu persis bagaimana pemerintah bekerja keras, bagaimana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bekerja siang-malam, nyaris tak mengenal lelah untuk terus meningkatkan harkat dan martabat Bangsa Indonesia Pengetahuan yang tidak didapatkan oleh banyak khalayak karena pemberitaan lebih didominasi berbagai kabar buruk maupun kabar burung yang tak berujung pangkal. Buku ini tentu mempunyai bobot subyektivitas Denny. Tetapi Denny tidak soal dengan pihak yang menganggap buku ini adalah

subyektivitas seorang Denny Indrayana. Denny berupaya menghadirkan buku dengan alur pikir, runtut logika yang sebisa mungkin berdasarkan pada referensi ilmiah dan utamanya hasil penelitian pihak ketiga yang mempunyai reputasi tinggi yang terjaga kualitasnya. Dengan harapan, pihak-pihak yang akan menyoal isi buku ini juga bisa menghadirkan argumentasi yang sama kualitasnya. Menunjukkan data dan hasil kajian pembanding yang seimbang. Sehingga yang akan bertemu adalah dialektika pemikiran yang berkualitas. Perdebatan berdasarkan data. Tidak semata berbasis asumsi, yang tidak jarang hanya marak sensasi, tapi miskin substansi. Semua untaian argumen yang dipaparkan bisa memadamkan pesimisme dan mengobarkan optimisme. Karena senyatanya, karena faktanya kita sangat berhak menolak pesimisme. Kita sangat berhak untuk berteriak: Indonesia Optimis! Keep on fighting for the better Indonesia! (Maman)

Peradilan .......................................................................................................... dari hal. 12 regu A dan B. Masing – masing peserta yang ada di dalam kedua regu tersebut sudah dibagi secara proposional. Karena dibagi ke dalam dua kelompok maka lomba yang dipertandingkan diadakan pada dua ruangan. Hal ini dilakukan guna mengefisiensikan waktu pelaksaan lomba yang telah ditetapkan. Sedikit informasi, kegiatan lomba ini dilangsungkan selama dua hari yaitu pada hari sabtu (17/12) dan minggu (18/12). Khusus dari Fakultas Hukum Unsri yang mengirimkan dua tim peserta lomba. Yang dimana diuntungkan dengan kedua tim ini tidak bertemu di babak awal atau jelasnya kedua tim ini berada dalam regu yang berbeda.

*** FH Unsri Juara Umum Kedua tim peserta MCC yang diajukan pihak FH Unsri bisa

dikatakan tidak sembarang dipilih. Bagaimana tidak, kedua tim yang diikut sertakan dalam lomba Peradi ini merupakan para pemenang dari lomba peradilan semu tingkat fakultas. Yang dimana pesertanya berasal dari mahasiswa PLKH (Pendidikan dan Latihan Kemahiran Hukum). Langkah berat yang harus ditempuh kedua tim untuk menjadi terbaik di dalam kegiatan lomba yang diadakan peradi tersebut. Namun, rasa optimisme dan percaya diri yang tinggi tetap berkobar di dalam setiap anggota tim MCC FH Unsri. Meskipun sadar akan betapa sulitnya lawan – lawan mereka yang dihadapi. Tampak sekali wajah serius dan penampilan yang ditonjolkan oleh setiap anggota peserta menandakan bahwa mereka yakin dapat menjadi terbaik di ajang lomba peradilan semu kali ini. Di babak awal yaitu pada hari

pertama lomba, kedua tim mampu menunjukan penampilan terbaiknya yang berimbas mereka berhasil masuk ke babak akhir yaitu di keesokan harinya. Hasilnya, tim MCC dari FH Unsri meraih juara pertam dan Tim MCC FH Unsri lainnya meraih juara ketiga. Tak pelak, dari hasil ini Fakultas Hukum Unsri dinobatkan sebagai juara umum dalam kegiatan lomba peradilan semu untuk periode kali ini. Hasil ini juga membuat bahwa ada peningkatan prestasi yang dilakukan oleh FH Unsri. Tahun sebelumnya dan pada pergelaran kompetisi yang sama, pihak fakultas hanya mengirimkan satu tim peserta saja dan berhasil menempati urutan pertama. Untuk tahun ini, FH Unsri mengirimkan dua peserta lomba dan mereka semua berhasil mendapatkan gelar juara. (Tim)

Salam Redaksi Salam Kampusiana. Tak henti – hentinya kami dari tim LPM Media Sriwijaya terus berusaha memanjakan para pembaca dengan memberikan berita – berita menarik khususnya terutama berita yang terkait pada dinamika civitas akademika Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya . Rasa syukur kami panjatkan atas rahmat dan hadirat Tuhan Yang Mahas Esa, karena LPM Media Sriwijaya kembali lagi dapat menerbitkan koran untuk edisi ke – 18. Untuk edisi kali ini banyak disungguhkan dengan berita – berita tentang seputar segala kegiatan yang diadakan oleh Badan Otonom ( BO ) di kampus merah. Selain itu, ada juga berita yang menyangkut segala kegiatan di dalam FH Unsri seperti contohnya ialah acara silaturahmi Dekan dengan para pegawai dan kegiatan seminar nasional. Demi untuk meningkatkan kualitas maupun kuantitas dari koran Media Sriwijaya. Maka, kami sangat berlapang dada menerima saran dan kritikan dari setiap pembaca. Untuk saran dan kritiknya dapat dikirim melalui email : lpm_fhunsri@yahoo.co.id atau follow twitter kami @mediasriwijaya Hidup Pers Mahasiswa !!!

Print to PDF without this message by purchasing novaPDF (http://www.novapdf.com/)


EDISI 18, Januari 2012

Resensi Film 15

THE KING’S SPEECH

Google.com Bagaimana jika seorang pemimpin suatu negara tidak bisa berpidato di depan rakyatnya? Tentunya ini adalah sebuah hal yang aneh, apalagi penyebabnya karena gagap dalam berbicara. Namun, ini adalah kisah nyata Raja George VI yang merupakan inti dari film the King’s Speech.

Film yang diangkat dari kisah nyata ini merupakan film terbitan tahun 2009 dan dibesut oleh Tom Hooper dengan bintang utama Collin Firth. Film ini menyabet banyak nominasi Oscar, yang menunjukkan kualitas film The King’s Speech ini. Secara singkat, film King’s Speech menceritakan mengenai kisah

pangeran Albert (Colin Firth) yang menderita penyakit gagap dalam menghadapi perjuangannya sebagai seorang raja, terutama ketika dihadapkan dalam tugas memberikan pidato kenegaraan. Situasi perang dunia pada saat itu, benar - benar menuntut seorang raja yang dapat membangkitkan semangat dari para warganya, dan tentu memberikan pidato ke rakyat bukanlah hal yang disukai oleh pangeran Albert. Ditengah keputus-asaan dalam menyembuhkan peyakitnya, Elizabeth (Helena Bonham Carter), istri dari pangeran Albert, berhasil menemukan seorang ahli penyembuhan penyakit gagap eksentrik yang bernama Lionel Logue (Geoffrey Rush), maka dimulailah usaha mereka untuk menyembuhkan penyakit gagap sang pangeran. Metode aneh Logue, ternyata berhasil untuk membantu Albert untuk berbicara secara lebih lancar, walaupun masih tetap gagap, tetapi terjadi peningkatan yang signifikan. Klimaks terjadi pada saat sang ayah, Raja George V meninggal dunia, dan Albert harus menjadi raja menggantikan sang ayah, karena sang kakak, Raja Edward VIII (Guy Pearce), memilih meninggalkan tahtanya untuk menikah dengan

seorang janda. Mau tak mau Albert yang harus mengambil kewajiban untuk menjadi seorang raja, dan tentu... apa yang ditakutkan Albert selama ini menjadi nyata, ia harus melakukan pidato kenegaraan. Logue yang menjadi terapis dari Albert, berusaha untuk membantu agar Albert dapat melakukan pidato kenegaraan secara baik. Intinya film ini menceritakan kisah perjuangan seorang pangeran Albert yang gagap, yang akhirnya menjadi raja Inggris, dalam menjalankan perannya sebagai seorang raja, tetapi dalam ruang lingkup yang lebih sempit. Kita semua tahu bahwa memberikan pidato kenegaraan adalah sebagian kecil dari tugas seorang raja, tetapi dengan situasi perang dunia dan kenyataan

Title Genre Runtime Starring Director

bahwa sang raja mempunyai penyakit gagap, Tom Hooper berhasil membuat seolah - olah hal ini menjadi hal menyangkut hidup dan mati, dan tentunya ia berhasil menarik penonton kedalam perasaan tersebut. Film ini sarat pesan moral, dengan sikap pantang menyerah, tekad kuat dan tanggung jawab yang menjadikan film ini sangat layak ditonton oleh pecinta film dan terutama oleh para pejabat di negeri ini agar terinspirasi bagaimana cara berkorban dan berusaha demi kepentingan rakyat, bukan hanya mengandalkan kekuasaan untuk mengeruk keuntungan pribadi semata. Dengan segala pesan yang terkandung di dalamnya, mari kita menonton film The King’s Speech ini. Don’t miss it guys! (Redaksi)

: The King’s Speech : Romance/ Drama : 118 minutes : Helena Bonham Carter, Colin Firth, Geoffrey Rush : Tom Hooper

Rubrik Motivasi Diambil dari intisari cerita “Surat Kecil Untuk Tuhan” Untuk rubrik motivasi kali ini penulis mencoba mengambil intisari cerita dari Novel karangan Agnes Davonar yang berjudul Surat Kecil Untuk Tuhan. Cerita yang diilhami dari kisah nyata ini mengisahkan tentang bagaimana perjuangan seorang gadis muda yang bernama keke. Yang dimana dia menjalani hidupnya dengan penuh cobaan yang amat berat hingga akhir hayatnya. Gita Sesa Wanda Cantika ( nama lengkapnya ) harus menerima cobaan pil pahit di dalam hidupnya yakni terkena penyakit Rabdosmiosarkoma atau penyakit kanker jaringan lunak. Penyakit ini sendiri telah didiagnosa oleh dokter merupakan penyakit yang ada untuk pertama kalinya di indonesia. Tak ayal, hal inilah yang membuat ayah keke menjadi sangat sedih bukan kepalang setelah mendengar hasil pemeriksaan dokter tentang penyakit yang diderita anak kesayangannya tersebut. Bahkan karena takut anaknya menjadi sedih, ayah keke sampai tak tega menceritakan penyakit kanker ganas tersebut kepada anaknya meskipun pada akhirnya diketahui juga oleh anaknya. Memang benar penyakit yang diderita oleh keke ini “sempat” terobati. Akan tetapi, hal itu tidak

berlangsung lama karena penyakit kanker ganas ini menyerang kembali ke tubuh keke bahkan lebih parah lagi. Namun, hal yang patut diperhatikan dari kisah perjalanan hidup keke ini ialah bagaimana dia menjalani kegiatan sehari – harinya seperti orang normal pada umumnya. Padahal telah diketahui dia sedang berkutat dengan penyakit kanker ganasnya tersebut. Dengan didukung oleh para sahabatnya, keluarga terutama ayahnya, dan juga tak lupa kekasih tercintanya. Semangat dari merekalah yang membuat keke tegar dalam menjalani hidup sampai akhir hayatnya. Mulai dari bagaimana dia tetap produktif untuk menulis edisi majalah sekolahnya. Yang dimana tulisan terkahir keke menjelaskan tentang kota bandung yang dulunya disebut paris van java. Selain itu juga, dengan kondisi kesehatannya yang semakin parah dikarenakan penyakit kankernya sudah menjurus hampir di sekujur tubuhnya. Dia masih berniat untuk mengikuti ujian akhir di sekolahnya. Bisa dibayangkan bagaimana kerasnya perjuangan yang dia tempuh selam hidupnya. Terlepas dari cerita di atas, disini penulis mencoba untuk mengajak para pembaca untuk merenungkan diri

sejenak dan mencoba mengambil sisi positif dari cerita perjuangan keke. Bisa dibayangkan bagaimana betapa kerasnya perjuangan keke dalam melawan penyakit yang baru pertama kali di indonesia ini. Meskipun, pada akhirnya dia harus menghadap sang pencipta. Namun kisah ini terkadang bertolak belakang dengan realita kehidupan manusia sekarang. Di balik tubuhnya yang sehat dan normal justru tidak dimanfaatkan dengan baik. Bahkan, terkadang digunakan untuk suatu kegiatan yang sia – sia. Lebih dari itu, terkadang ada beberapa orang yang bermalas – malasan seperti tidak ada tujuan di dalam hidupnya. Sah – sah saja jika dimanfaatkan untuk bermain, jalan – jalan dan sebagainya. Namun, bagaimana jika hal tersebut menjadi keterusan. Harusnya di dalam diri masing – masing harus ditanamkan rasa malu. Iya, malu terhadap almarhumah keke salah satunya. Meskipun dia terkena penyakit yang terbilang sangat menakutkan tetapi dia tetap tegar dan semangat menjalani hidupnya. Oleh karena itu, tetaplah semangat dan jangan sia – siakan tubuh yang sehat ini untuk bermalas – malasan. (Syahri)

Sambil ............................................................ dari hal. 6 terdiri dari 6 pria dan 18 wanita ini berjalan dengan sukses, hal tersebut terlihat dari antusia para peserta sosialisasi (SMAN 4 Pagaralam), dengan materi “pentingnya pendidikan demi masa depan yang cemerlang” yang disampaikan oleh munawir selaku ketua umum BO Ramah. Penyampaian yang menarik dan atraktif membuat peserta berlomba untuk mengajukan pertanyaan. Saat ditanya mengapa memilih Pagaralam sebagai tempat menghabiskan waktu liburan dan SMA N 4 Pagaralam menjadi sekolah yang dikunjungi untuk sosialisasi pendidikan. Munawir pun menjelaskan mengapa harus pagaralam, hal tersebut dikarenakan Pagaralam merupakan tenpat yang indah dan mengesankan dengan harapan selain bisa sosialisasi, kita juga bisa menikmati panorama keindahan pagaralam dengan gunung demponya dan ini adalah salah satu program kerja departemen kaderisasi ramah yaitu mengadakan rihlah atau jalan-jalan jadi kegiatan kita tidak hanya sosialisasi tetapi juga menjalankan program kerja ramah. Kemudian kenapa SMAN 4 Pagaralam yang kita kunjungi karena ada salah satu alumni nya yang kuliah di Fakultas Hukum UNSRI sehingga memudahkan kita untuk

Print to PDF without this message by purchasing novaPDF (http://www.novapdf.com/)

mengadakan koordinasi dengan pihak sekolah, ujar munawir. Suskesnya suatu kegiatan pastilah ada orang yang berjuang dibaliknya yaitu panitia. Begitu pula kegiatan sosialisasi pendidikan ini. Para panitia yang berjuang tidak luput pula dari rasa suka maupun duka. Apalagi kegiatan ini kali pertamanya diadakan oleh ramah. Kesulitan masalah dana terkait transpotrasi, biaya penginapan dan makan selama di pagaralam yang ditakutkan tidak cukup selama disana, tetapi Alhamdulillah ternyata mencukupi, kemudian masalah kepesertaan yang ikut dalam kegiatan tidak begitu banyak dari yang telah mendaftar sebelumnya dengan panitia, dikarenakan sudah pada mudik. “banyak pelajaran dan hikmah yang bisa kami ambil dari kegiatan ini, serta pengalaman yang sangat banyak yang tidak kita temukan dalam acara pekuliahan di ruang kelas” jelas munawir. Ketua satu ini pun berpesan diakhir wawancaranya kepada para peserta “yakinlah bahwa kegiatan ini sangat berharga dan kedepan mari kita galakkan kegiatan seperti ini” ia pun berharap untuk kegiatan ramah kedepannya semoga bisa mengadakan acara-acara yang lebih bagus dan menarik lagi baik internal maupun eksternal fakultas. (atica)


Edisi 18, Januari 2012

Syahmin : “Jangan hanya gunakan otak tetapi juga nurani” “Zaman saya dulu sedikit sulit mencari bahan bacaan tetapi gairah membaca luar biasa, sampai waktu itu saya pernah dititipi uang oleh kawan untuk mencari bahan bacaan saat saya pergi ke UGM, UNPAD, UI”. Ketertarikannya dalam dunia tulis menulis bermula ketika guru Bahasa Indonesia di SMA sering memberikan nilai bagus untuk dirinya. Kegemaran tersebut berlanjut hingga bertransformasi menjadi mahasiswa. Di tahun 1979 ia mulai menulis di Majalah Sriwijaya. Kegemarannya ternyata membuahkan prestasi, barubaru ini dosen satu ini dianugerahi penghargaan dari Dikti atas buku hukum perjanjian internasional yang ditulisnya. Tak hanya itu, ratusan artikel ilmiah dan buku turut pula menambah prestasi gemilang perjalanan dosen yang spesialisasinya di bidang hukum internasional. Syahmin AK, SH., MH menurutkan kepada kami (Reporter MediaSriwijaya,red) keluh kesahnya ketika menapaki hobi menulis. Ia menutukan, ketika SMA sedikit sekali wadah yang menampung ekspresi siswa dalam bentuk tulisan. Berbeda halnya saat di bangku kuliah, terdapat banyak wadah untuk mengungkapkan aspirasi. “Tulisan saya rata-rata berupa hasil pengamatan, sehingga apa yang diungkapkan dan cara pemikiran kita dapat dimengerti oleh orang lain karena yang kita katakan ada tolak ukur dan data objektifnya.” tutur Pria kelahiran 54 tahun silam ini. Ia juga mengutarakan kegemarannya bersaing di forumforum yang resmi sehingga dapat mengintrospeksi diri sampai dimana kemapuan yang dimilikinya. “Saya menerima sindiran, menerima koreksi asal bersifat membangun”, tambahnya. Saat diajak berbincang, Syahmin mengutarakan pengalamannya ketika pertama kali menerbitkan buku. Kala itu, Syahmin merampungan tiga judul buku sekaligus yaitu hukum diplomatik, hukum perjanjian, hukum humaniter.

Lantas, prestasi yang dicetak dirinya tak selalu berbanding lurus dengan anggapan orang disekitaranya. Kala itu, ia pernah mendapatkan kritikan yang tidak membangun dari pembimbingnya sendiri yang baru pulang dari AS. Syahmin muda yang dengan bangganya menyerahkan buku terbitannya kepada sang pembimbing, alih-alih mendapatkan pujian walhasil pulang-pulang mengantongi cibiran. Hal ini terjadi karena belum dapat menerima apa yang kita lakukan. Kegundahannya kala itu malah sempat terlintas pemikiran “Saya memang benar anak kemarin yang sedang sekolah dan menulis buku, tetapi kenyataannya dunia bisnis menerima hal ini, karena buku saya di terbitkan di penerbit nasional dan tersebar di seluruh Indonesia.” Timpalnya. Cercaan dan anggapan miring orang sekitar,justru membuat Syahmin muda berkuat diri. Hal tersebut malah memotivasinya untuk dapat terus berkarya. Kritikan yang tidak membangun bukanlah menjadi penghalang untuk maju. Menurutnya kesulitan menulis hanyalah mencari data, bukan perkataan orang lain. Zaman Terbalik Perkembangan Iptek dewasa ini, berimplikasi pada semakin inovatifnya karya-karya saintifis dalam berbagai disiplin ilmu. Bila dulu, tantangan terbesar yang mesti digapai penulis adalah data valid. Kini, internet sangat membantu peran penulis menjadi lebih efisien. Dari masalah-masalah yang didapat dari internet kita dapat menelurkan suatu opini. Inilah cerminan se-seorang yang hobi menulis. Sama halnya saat menulis latar belakang, terlebih dahulu harus mendiagnosis suatu masalah sehingga dapat

Ardian/MS tergambar hasilnya. “Zaman saya dulu sedikit sulit mencari bahan bacaan tetapi gairah membaca luar biasa, sampai waktu itu saya pernah dititipi uang oleh kawan untuk mencari bahan bacaan saat saya pergi ke UGM, UNPAD, UI”. Kontradiktif dengan keadaan sekarang bahan bacaan sudah banyak tetapi gairah membaca mahasiswa semakin menurun. Saat ini bahan bacaan apapun sudah mudah untuk didapatkan hanya saja sedikit (mahasiswa, red) yang membacanya.

Lembaga Pers Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya Jl. Srijaya Negara Bukit Besar, Kampus Fakultas Hukum Palembang, Lantai 2, Ruang Unit Penerbitan Universitas Sriwijaya Palembang

Pimpinan Umum: Prof. Amzulian Rifa’I, S.H, LL.M, Ph.D, Pimpinan Redaksi: Irsan, SH, M.Hum,

“Itu yang membuat terbalik dengan zaman saya dulu saat kuliah, gairah membaca kami sangat luar biasa tetapi media yang mau dibaca harus dicari dahulu.”imbuhnya. Pernah, ia memiliki pengalaman heroik tatkala ia pernah mendapatkan diktat dari guru besar FHUI yang kemudian diktat tersebut menjadi rujukan bacaan sampai ke Bengkulu. “Gairah membaca sekarang ini sudah kurang karena dimanjakan dengan kemajuan teknologi yang modern.” Ujar pria yang pernah

bekerja sebagai konsultan pada world bank. Diakhir wawancara, terurai pesan dan harapannya kepada mahasiswa agar menumbuhkan gairah membaca dan menulis karena sebagai mahasiswa hukum modal utama terletak pada “MULUT” menjawab dan bertanya tidak hanya menggunakan otak tetapi juga diiringi dengan hati nurani yang jujur dan bersih adalah kunci sukses seorang mahasiswa hukum. (kru media sriwijaya)

Redaksi: Ditiya Duparia Mona Timur, Meintari Purnama Sari, Melda Jayasari, Atica, Ardi Muthahir, Fitri Ilmuwan Putri, M. Ardian N, M. Ikram, M. Rahman Arif, M. Syahri Ramadhan, Meilly Apriza, Merti Ardilla, Martin Manalu, Rendi Hariwijaya, Rizky Hidayaty, Rizka Nurliyantika, Riky Kurniawan dan Anggota Magang LPM Media Sriwijaya 2011 Layout: Muji Burrokhim, Muhammad Rahman Arif

LPM Media Sriwijaya Fakultas Hukum Unsri

Print to PDF without this message by purchasing novaPDF (http://www.novapdf.com/)


eDISI 18