Issuu on Google+

Edisi XLV / Mei 2014 3

M ei

20 14

Hapuskan Sistem Kerja Outsourcing Oleh Latifatun Nasihah Jumat (2/5) serikat-serikat buruh, organisasi tani, serta organisasi mahasiswa yang tergabung dalam “forum rakyat” mengadakan aksi dalam menyikapi mayday (hari buruh) di pelataran balai kota Malang. Salah satu tuntutan mereka adalah untuk dihapuskannya sistem kerja kontrak atau outsourcing. Sistem seperti ini dapat diartikan penunjang oleh suatu perusahaan kepada perusahaan lain melalui perjanjian pemborongan pekerjaan atau penyediaan jasa pekerja. Dalam prakteknya, pemberlakuan UU Ketanagakerjaan No. 13 Tahun 2003 yang

melegalkan outsourcing dinilai banyak merugikan pihak pekerja. Seperti halnya sistem kontrak kerja atau PKWT (perjanjian kerja waktu tertentu) untuk proyek perusahaan yang bersifat temporer atau sementara waktu. Hal tersebut dapat menimbukan masalah baru bagi pekerja ketika kontrak itu habis. Seperti pengakuan Diki, salah satu pekerja dari PT Kinarya yang saat ini bekerja sebagai petugas kebersihan outsourcing di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, ia mengeluhkan dampak negatif sistem kerja outsourcing “kontrak saya itu cuma sepuluh bulan, yang saya bingungkan itu setelah itu saya kerja dimana?”

ungkap Diki. Disisi lain, menurut Dian Septi Trisnanti penanggung jawab radio komunitas Marsinah FM saat menghadiri diskusi buruh April lalu di kantor Malang Coruption Watch (MCW), akibat dari adanya sistem kerja kontrak atau PKWT, menyebabkan para pekerja dalam suatu instansi terhambat dalam melakukan perserikatan atau koordinasi dengan pekerja lainnya. Adanya tenggang waktu ini membatasi eksistensi pekerja di suatu instansi. Karena hambatan tersebut, jumlah serikatserikat pekerja di Indonesia mengalami kemerosotan. ini diakuiUAPM Ulfah, koordinator aksi keHal redaksi INOVASI

.

mayday. Menurutnya, secara umum Suara Maba par tisipasi para bur uh dalam melakukan aksi maupun pergerakan dinilainya mengalami kemerosotan. Hal itu disebabkan adanya penindasan yang dihadapi oleh kaum pekerja. “termasuk salah satunya itu kebebasan berserikat, itulah kenapa yang menjadi penyebab kurang bersatunya kaum buruh di Malang ini” tambahnya. Outsourcing memperlemah kekuatan serikat pekerja. []

13 Tuntutan FORUM RAKYAT 01. Hentikan perampasan upah, tanah, dan kerja 02. Berikan jaminan lapangan pekerjaan layak bagi nseluruh rakyat 03. Hapus sitem kerja kontrak dan outsourcing 04. Laksanakan reforma agraria sejati 05. Kurangi dominasi pasar modern dan berikan jaminan perlindungan bagi pedagang kecil (PKL) dan pedagang pasar tradisional 06. Wujudkan sistem pendidikan nasional ilmiah, demokratis, dan mengabdi ke rakyat 07. Cabut UU PT (Undand-Undang Pendidikan Tinggi) dan Tolak UKT (Uang Kuliah Tunggal) 08. Tolak Privatisasi, liberalisasi, dan komersialisasi pendidikan 09. Hentikan kenaikan harga barang-barang dan kebutuhan pokok 10. Hapus UU BPJS dan SJSN serta wujudkan sistem jaminan sosial yang sejati bagi rakyat dengan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah 11. Tolak manipulasi politik terhadap rakyat 12. Berikan upah layak sesuai kebutuhan riil 13. Berikan kebebasan berserikat dan berorganisasi bagi seluruh rakyat Indonesia * Forum Rakyat merupakan aliasnsi Organisasi Masyarakat, Organisasi Mahasiswa, dan Serikat Buruh

Pilrek

Tak Lagi Bersatu, Buruh Kehilangan Daya Oleh Rachmad Imam Tarecha Perjuangan buruh di kota Malang makin hari makin melemah. Hal ini diamini Ulfah, pengurus Gerakan Serikat Buruh Independen(GSBI). "Hari ini perjuangan kaum buruh sedang mengalami kemerosotan" katanya. Dari beberapa organisasi buruh yang ada di Malang, hanya beberapa saja yang merayakan mayday(hari buruh). Menurut Ulfah penindasan terhadap kaum buruh sangat parah, seperti lemahnya kebebasan berserikat. Banyak upaya-upaya pemberangusan serikat buruh yang dilakukan perusahaan. Karena itu menur utnya membuat kurangnya perjuangan kaum buruh di Malang. Seperti kasus di Jakarta yang menimpa Luviana, buruh jurnalis Metro TV ini akhirnya harus di PHK (pemutusan hubungan kerja) ketika memperjuangkan kesejahteraanya. Ulfah menjelaskan kemrosotan yang terjadi ini membuat upah minimum di kota

Malang sekarang sama dengan Jombang, padahal dulu di Malang lebih tinggi. Perjuangan di Jombang bergelora, sementara di Malang merosot. Ia berharap momentum mayday ini menjadi awal untuk mempersatukan kekuatan kaum buruh. Lemahnya persatuan buruh ini tak jauh dari konsep hegemoni Antonio Gramsci. Agar yang dikuasai mematuhi penghegemoni, Ia menginternalisasi norma penguasa. Ketika Negara sebagai penghegemoni berkoalisi dengan pengusaha, buruh semakin terdominasi dengan norma yang condong kepada pengusaha. Terlebih Negara menguasai superstruktur seperti hukum yang sifatnya memaksa. Banyak pimpinan organisasi buruh dikriminalisasikan, seperti kasus yang menimpa ex ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT. Kymco,Dudik dan Benhard. Pada laman fspmi.or.id mereka dianggap dikriminalisasikan ketika melakukan

Gugatan Permohonan Pailit terhadap PT.Kymco LIPPO Motor Indonesia. Menurut Ulfah kriminalisasi terhadap pimpinan oraanisasi buruh semakin memperlemah kekuatan Buruh. Berusaha memperkuat diri, buruh kemudian juga mencoba berkoalisi dengan Negara. Seperti Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang terang-terangan mendukung penuh pencapresan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto. Konon Prabowo memihak buruh, ia berani menandatangi kontrak politik untuk memperjuangkan 10 tuntutan buruh. Ulfah menjelaskan dukungan tersebut sebagai salah satu pemicu terpecah belahnya suara buruh. Menurutnya dukungan itu hak dari masing-masing individu, tapi GSBI memandang pemilu belum mampu menjawab persoalan kaum buruh. Beberapa kali pemilu dilaksanakan tidak ada efek postif terhadap nasib buruh. Menurutnya kontrak politik itu sebatas janji, kenyataanya belum tentu. Dari dulu pemilu seperti itu, di depan kaum tani janji untuk memperjuangkan hak-hak tani, di depan mahasiswa

Koran Tempel ini diterbitkan oleh Unit Aktivitas Pers Mahasiswa (UAPM) INOVASI UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Penanggung Jawab:Rachmad Imam Tarecha. Pemimpin Redaksi: M. Ridho Matlubi. Staf Redaksi: Rachmad Imam Tarecha, Latifatun Nasihah Editor: Sasmita Nurvinda Laili, Rachmad Imam Tarecha Layouter: Rachmad Imam Tarecha. Alamat Redaksi; Gedung Sport Center Lt.1 UIN Maliki Malang, Jl. Gajayana 50 Malang (65145). Email: uapminovasi@ymail.com, Website: www.uapminovasi.com Twitter: @inovasimagazine

janji untuk memperjuangkan hak-hak mahasiswa. Kenyataanya biaya kuliah tetap tinggi, upah buruh masih dibawah standar hidup layak dan mayoritas kepemilikan tanah petani masih 0,5 hektar. 1 Mei 1872, 100.000 buruh kanada melakukan aksi mog ok masal menuntut delapan jam kerja yang awalnya hingga 19-20 jam sehari. Kemudian 1 Mei 1886 delapan jam kerja berhasil diberlakukan di Amerika Serikat, lantas 1 Mei ditetapkan sebagai hari kelas pekerja dunia. Hal ini sebagai bukti betapa ber peng ar uhnya kekuatan persatuan buruh. Maka dari itu kemrosotan persatuan kaum buruh inilah yang mejadi pekerjaan rumah (PR) terbesar menurut Ulfah.[]

KORBAN PERS? Gunakan Hak Jawab


Q post mei