Issuu on Google+

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN PENGURUS APKOMINDO DIY Periode 2006-2009

Bakti Karya Untuk Kesejahteraan Bersama

Disusun oleh : Hadi Santono, ST., MT. Ketua APKOMINDO DIY Periode 2006-2009

Disampaikan dalam: MUSYAWARAH DAERAH APKOMINDO DIY Hotel Saphire, 18 April 2009 Halaman 1 dari 43


Daftar Isi Laporan Pertanggung Jawaban

1. Prakata 2. Bakti Karya Untuk Kesejahteraan Bersama (Visi & Misi) • Visi • Misi • Rencana Strategis 3. Susunan Pengurus APKOMINDO DIY Periode 2006-2009 • Dewan Pertimbangan Asosiasi (DPA) • Dewan Pengurus Daerah (DPD) 4. Program Kerja Tahunan dan Kebijakan-Kebijakan • Program Kerja Tahun 2006/2007 • Program Kerja Tahun 2007/2008 • Program Kerja Tahun 2008/2009 5. Perkembangan Organisasi dan Bisnis IT • Perkembangan Organisasi • Perkembangan Bisnis IT dan Dampak Krisis Global • Prospek Bisnis IT 6. Perkembangan Keanggotaan • Perkembangan Jumlah Anggota • Penyebaran Lokasi (Domisili Anggota) • Bentuk Badan Hukum Perusahaan Anggota 7. Kerjasama • Hubungan dengan APKOMINDO Nasional • Hubungan dengan Pemerintah • Hubungan dengan Komunitas • Hubungan dengan Partner • Hubungan dengan Media 8. Laporan Kegiatan • Bidang Anggota dan Organisasi • Bidang Olah Raga dan Rekreasi • Bidang Legal dan Hukum • Bidang Sosial dan Pelayanan Masyarakat • Bidang Penelitian dan Pengembangan • Bidang Komunikasi dan Informasi • Bidang Usaha dan Pameran 9. Sarat dengan Prestasi 10. Rekomendasi kepada Pengurus Periode 2009-2012

Halaman 2 dari 43


Prakata Pada kesempatan ini dengan kesungguhan hati, kami ingin menyatakan rasa syukur yang mendalam atas ragmat Tuhan Yang Maha Kasih karena hanya lewat kasihNya saya dan rekan-rekan pengurus lainnya dapat menyelesaikan masa tugas sebagai Pengurus APKOMINDO DIY periode 2006-2009. Kepada seluruh anggota APKOMINDO DIY, kami ingin menyampaikan ucapan terima kasih atas kesempatan untuk memimpin dan melayani serta menunjukkan beberapa tantangan asosiasi di mana yang akan datang. Adalah sebuah kehormatan bagi saya dan rekan-rekan yang telah memperoleh kepercayaan untuk menjabat Ketua dan Pengurus APKOMINDO periode 2006-2009

Hadi Santono Ketua APKOMINDO DIY Periode 2006-2009

Memang harus kami sampaikan bahwa tugas menjadi Pengurus APKOMINDO DIY adalah sebuah tugas yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya. Kami tidak pernah membayangkan dan merencanakan untuk menjadi Pengurus APKOMINDO DIY, akan tetapi, kesempatan memimpin sebagai Pengurus harus kami syukuri karena kesempatan itu telah memberi pelajaran yang sangat berharga bagi kami. Pelajaran yang berharga ini dapat berawal dari mimpi-mimpi lama kami tentang sebuah asosiasi yang tumbuh kuat dan memberikan kekuatan itu kepada anggotanya. Mimpi tentang sebuah asosiasi yang tumbuh dengan wibawa kebersamaan yang kuat dan dapat hidup terus di masa yang akan datang, di mana di dalam kebersamaan itu bisnis IT yang menjadi mata pencaharian anggota APKOMINDO DIY akan semakin berkembang, semakin maju dan tentu saja memberikan kita kehidupan yang lebih baik. Oleh sebab itu, tidaklah berlebihan jika kami memaknai tugas sebagai Pengurus APKOMINDO DIY sebagai “Bakti Karya Untuk Kesejahteraan Bersama� Bagi APKOMINDO DIY – visi menjadi wadah inspirasi dan aspirasi bagi perusahaan dan para pengusaha komputer propinsi DIY, asosiasi yang mengayomi dan melindungi anggotanya, serta menciptakan hubungan yang serasi di antara sesama perusahaan komputer. Secara keseluruhan, fungsinya akan berupa komitmen untuk melayani semua anggotanya, sewaktu asosiasi ini menjadi bagian dari masyarakat, berikut dengan segala tantangan-tantangannya dan kesempatan-kesempatan, maka asosiasi ini juga akan melayani masyarakat Indonesia yang lebih luas terutama di bidang pengembangan bisnis IT. Maka tidak salah kalau dikatakan bahwa tugas kami ini adalah untuk mengusahakan suatu situasi bisnis yang kondusif di tengah persaingan bisnis yang ketat agar bisnis semua anggota APKOMINDO DIY akan terus berkembang. Kami menyadari sepenuhnya berbagai kelemahan, kesalahan dan kekurangan yang ada pada diri kami. Kepada semua anggota APKOMINDO DIY kami mohon maaf, jika dalam menjalankan tugas sebagai Pengurus APKOMINDO DIY ada hal-hal yang salah

Halaman 3 dari 43


dan banyak hal lain yang tidak berkenan. Walaupun demikian yang kiranya yang paling penting untuk kami sampaikan adalah rasa terima kasih kepada seluruh anggota APKOMINDO DIY yang telah memberi kesempatan kepada kami untuk memimpin dan mengurus APKOMINDO DIY. Semoga Tuhan selalu berkenan dan memberi berkat yang melimpah kepada APKOMINDO DIY dan kita sekalian.

Yogyakarta, 18 April 2009

Hadi Santono, ST., MT. Ketua APKOMINDO DIY Periode 2006-2009

Halaman 4 dari 43


Bakti Karya Untuk Kesejahteraan Bersama 1. Visi Menjadikan APKOMINDO DIY sebagai wadah inspirasi dan aspirasi bagi perusahaan dan para pengusaha komputer propinsi DIY, asosiasi yang mengayomi dan melindungi anggotanya, serta menciptakan hubungan yang serasi di antara sesama perusahaan komputer. Dengan adanya rasa kebersamaan yang mendalam, akan menciptakan komunikasi timbal balik yang lancar dan harmonis.

2. Misi Pertama : Menjadikan APKOMINDO DPD DIY sebagai organisasi terbuka yang menaungi seluruh perusahaan komputer di wilayah DIY. Kedua : Meningkatkan kerjasama dengan pemerintah sehingga APKOMINDO DIY menjadi mitra PEMPROV DIY dalam rangka mendukung kebijakan dan kebutuhan di bidang IT. Ketiga : Melakukan revitalisasi organisasi dengan menyusun organisasi yang efektif dan efisien, membenahi keanggotaan organisasi. Keempat : Menghasilkan program kerja yang bermanfaat dan dibutuhkan oleh anggota. Semua aktivitas dan program kerja harus dalam rangka pengembangan bisnis IT demi meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggota.

3. Rencana Strategis 1. APKOMINDO DIY berperan buat anggotanya dalam meningkatkan pertumbuhan bisnis IT sebesar-besarnya, karena hanya dengan pertumbuhan bisnislah akan menghasilkan laba yang berkesinambungan (sustainable), tanpa pertumbuhan di bisnis yang sangat kompetitif ini akan menuju kematian cepat ataupun lambat. 2. APKOMINDO DIY menjadi sarana komunikasi antara semua anggota baik di tingkat propinsi maupun di tingkat nasional. APKOMINDO DIY harus mempunyai database/data centre yang lengkap dan bisa diakses oleh seluruh anggota. 3. APKOMINDO DIY sebagai wadah untuk melakukan hubungan dengan pihak ketiga (pemerintah, KADIN, vendor-vendor IT, EO pameran, asosiasi-asosiasi lain, dan pihak-pihak lainnya) dengan sejajar dan mempunyai bargaining power dalam rangka memperjuangkan kepentingan anggota.

Halaman 5 dari 43


4. APKOMINDO DIY menjadi tempat mencari pemecahan masalah yang dihadapi anggota antara lain dalam hal : HAKI, pajak, perijinan, peraturan-peraturan yang menghambat bisnis, profesionalisme perusahaan IT (sertifikasi kompetensi), tempat advokasi jika terjadi masalah di antara anggota atau dengan pihak lain. 5. APKOMINDO DIY menjadi tempat berkumpul untuk �business talk�, sharing idea, business solution (contohnya kerjasama dengan bank, kerjasama dengan kontraktor, event organizer, dan lainnya), seminar, training, dan ajang komunikasi antar anggota. 6. Pembenahan internal, meliputi peningkatan peran sekretariat dalam membantu proses administrasi organisasi untuk anggota dan pengurus.

Halaman 6 dari 43


Susunan Pengurus APKOMINDO DIY Periode 2006-2009 Susunan Pengurus APKOMINDO DIY merupakan hasil Musyawarah Daerah (MUSDA) IV APKOMINDO DIY tanggal 26 Maret 2006 bertempat di Novotel, Yogyakarta. MUSDA IV dengan agenda utama adalah laporan pertanggungjawaban Pengurus APKOMINDO DIY Periode 2003-2006 dan memilih Pengurus dan DPA APKOMINDO DIY untuk masa bhakti 2006 – 2009. Susunan lengkap Pengurus dan DPA APKOMINDO DIY hasil MUSDA IV adalah sebagai berikut :

1. Dewan Pertimbangan Asosiasi

Paul Kuntadi Ketua DPA APKOMINDO DIY

A. Willy Sudjono Anggota DPA APKOMINDO DIY

Frans Budiono Anggota DPA APKOMINDO DIY

Andi Budi Hartono Anggota DPA APKOMINDO DIY

Nicodemus Sanny Anggota DPA APKOMINDO DIY

Halaman 7 dari 43


2. Dewan Pengurus Daerah

Hadi Santono Ketua DPD APKOMINDO DIY

Faridl Achmad Sekretaris DPD APKOMINDO DIY

Bambang Supriyanta Ka.Sie. Anggota dan Organisasi

Eko Santoso Ka.Sie. Olah Raga dan Rekreasi

Charles Bendahara DPD APKOMINDO DIY

Agus Nasaruddin A. Ka.Sie. Legal dan Hukum

Wasis Utomo Ka.Sie. Komunikasi dan Informasi

Salim Jefri Ka.Sie. Sosial dan Pelayanan Masyarakat

Andi Riyanto P. U. Ka.Sie. Penelitian dan Pengembangan

Dicky Purnawibawa Ka.Sie. Usaha dan Pameran

Halaman 8 dari 43


Program Kerja Tahunan dan Kebijakan-Kebijakan 1. Program Kerja Tahun 2006/2007 Program Kerja Tahun 2006/2007 ditandai dengan RAKERDA (Rapat Kerja Daerah) 2006 pada tanggal 1-2 Juli 2006 di Villa Taman Eden, Kaliurang. RAKERDA ini sempat tertunda 1 bulan karena terjadi Gempa Tektonik yang melanda DIY dan sekitarnya. Setelah melewati masa recovery selama 1 bulan, akhirnya RAKERDA dapat berlangsung dengan lancar. Di dalam RAKERDA ini diagendakan Program Kerja Tahun 2006/2007. Hasil RAKERDA selanjutnya dibawa ke Rapat Anggota untuk disahkan bersama. Tabel 1. Program Kerja Rutin Tahun 2006/2007 Nama Sie Sekretariat

No

Program Kerja

Pelaksanaan

Keterangan

1.

Pertemuan Bulanan Anggota

Tiap Bulan

2.

Rapat Pengurus

2 kali tiap bulan

3.

Silaturahmi ke Anggota

Tiap Bulan

Mengunjungi toko-toko anggota utk bersilaturahmi dan mendapatkan saranmasukan.

1.

Pembenahan & update ke-anggota-an

Juli 2006

Membenahi dan memperbaharui data keanggota-an.

2.

Sarasehan, dialog, monolog

Tiap 2 bulan

Menambah pengetahuan & ajang diskusi di acara pertemuan bulanan

Hukum

1.

Sosialisasi “Menjadi Anggota Biasa�

Tiap Bulan

Menghimbau & menggerakkan anggota luar biasa agar mau berubah status menjadi biasa.

Penelitian & Pengembangan

1.

Informasi Perkembangan IT

Setiap saat

Menginformasikan perkembangan IT kepada anggota melalui milis

2.

Pengkayaan koleksi software update

2 bulan sekali

Pembuatan CD Software Update yang dibagikan kepada anggota

1.

Pemberdayaan komunikasi via Internet & SMS

Tiap bulan

Anggota & Organisasi

Komunikasi & Informasi

–

Membiasakan anggota untuk aktif ber-internet sebagai alat komunikasi dan informasi dan

Halaman 9 dari 43


Olahraga & Rekreasi

memberi solusi bagi yang sulit online. Menyampaikan Informasi kegiatan apkomindo secara cepat dan tepat, baik via email / sms ( paperless ) Memaksimalkan fungsi mailing list sebagai wadah komunikasi secara global

1.

Olahraga Badminton

Tiap Jum’at

Badminton bersama yang bisa diikuti oleh anggota

2.

Eksebisi Olahraga & Rekreasi

Tiap akhir bulan

Memfasilitasi anggota untuk mencoba olahraga & rekreasi seperti : Bowling, Golf, Arung Jeram, dll.

Sosial & Pelayanan Masyarakat

1.

Dompet Sosial

Tiap Bulan

Penggalangan dana sukarela dari anggota dg mengedarkan kotak amal pada tiap pertemuan bulanan

Usaha & Pameran

1.

Yogyakomtek (2006)

Tiap tahun

Yogyakomtek, merupakan pameran asli Apkomindo DIY yang harus dilaksanakan

Tabel 2. Program Kerja Non Rutin Tahun 2006/2007 Nama Sie Sekretariat

Anggota & Organisasi

No

Program Kerja

Pelaksanaan

1.

Pindah sekretariat

Juli – Agustus 2006

2.

Papan Nama / penunjuk

Juli – Agustus 2006

3.

Pengadaan Perlengkapan Kesekretariatan : - Facsimile Multifungsi - Filing kabinet

Juli – Agustus 2006

4.

Pengadaan Perlengkapan Kepengurusan : - Seragam Dinas - Kartu Nama

Juli – Agustus 2006

Keterangan Perlu tempat yang lebih representatif yang bisa menjadikan sekretariat sbg pusat kegiatan anggota Apkomindo DIY

-

Perlu adanya seragam untuk pengurus yang dipakai pada acara-acara khusus.

-

Seragam ini adalah inventaris, bukan milik pengurus

1.

Pembuatan Buku Pedoman Asosiasi

Desember 2006

Buku pedoman ini memuat segala sesuatu tentang Asosiasi.

2.

Sosialisasi & Riset Pembuatan ID Card

Oktober 2006

Menggulirkan wacana pembuatan ID Card

Halaman 10 dari 43


Multifungsi

Hukum

Multifungsi yang bisa digunakan sebagai kartu diskon dll.

1.

Seminar Pajak & Hukum

1 kali setahun

.

2.

Paten Yogyakomtek

Juli 2006

Mengurus hak paten Yogyakomtek

Penelitian & Pengembangan

1.

Workshop / pelatihan “Dunia IT”

2 kali setahun

Komunikasi & Informasi

1.

Pembuatan Website APKOMINDO DIY

Agustus 2006

2.

Pengadaan HOTSPOT di sekretariat

Juli – Agustus 2006

3.

Pembuatan buku panduan ber-internet

Oktober 2006

1.

Tutup & Buka Tahun 2006/2007

Akhir Desember 2006

2.

Mancing Bersama

Awal Tahun 2007

1.

Santunan Sosial

Bila diperlukan

Memberi tali asih yang terkena musibah/kelahiran

2.

Apkom Turun Gunung

Setahun 2 kali

Memberi pelatihan komputer & IT kepada Masyarakat luas / Pendidikan

1.

Pameran Bersama

Setahun 2 kali

Pameran yang bekerjasama dengan pihak lain.

Olahraga & Rekreasi

Sosial & Pelayanan Masyarakat

Usaha & Pameran

Tabel 3. Kebijakan-Kebijakan Tahun 2006/2007 No.

KEBIJAKAN

1.

Iuran dibayarkan langsung 12 bulan, paling lambat bulan Februari tahun berjalan.

2.

Penambahan Dana Sosial Rp. 5.000,-/bulan pada Iuran Anggota

3.

Pendaftaran anggota baru melalui prosedur :

KETERANGAN

Anggota lama per Tahun 2007

- Mengisi formulir calon anggota & rekomendasi - Melengkapi surat perijinan usaha, bila tidak, harus membuat surat pernyataan bahwa perusahaannya sudah berjalan

Halaman 11 dari 43


minimal 1 (satu) tahun - Membayar uang pangkal sebesar Rp. 200.000,- dan iuran per tahun Rp. 360.000,4.

Pengurus tidak memberikan rekomendasi bagi calon anggota baru.

5.

Perubahan data keanggotaan : - Jika pindah tempat/ganti kepemilikan cukup melakukan registrasi ulang. - Jika ganti nama perusahaan harus mendaftar sebagai anggota baru

6.

Anggota yang belum membayar iuran s.d th 2006 : - tetap diharuskan membayar. Dapat dengan cara angsuran.. - Pemutihan dilakukan apabila anggota yang bersangkutan membuat surat pernyataan pengunduran diri sebagai anggota Apkomindo DIY

7.

Pengurus tidak ikut dalam kepanitiaan pameran.

8.

Anggota yang ikut dalam kepanitiaan pameran akan diberikan bebas biaya 1 (satu) stand standar.

2. Program Kerja Tahun 2007/2008 Penyusunan Program Kerja Tahun 2007/2008 dilakukan pada RAKERDA (Rapat Kerja Daerah) 2007 pada tanggal 30-31 Maret 2007 di Dusun Jogja Village. Di dalam RAKERDA ini dievaluasi Program Kerja Tahun 2006/2007 yang sudah dilakukan, dan selanjutnya menyusun Program Kerja Tahun 2007/2008. Hasil RAKERDA selanjutnya dibawa ke Rapat Anggota untuk disahkan bersama di Apartemen Sejahtera (19 April 2007).

Tabel 4. Program Kerja Rutin Tahun 2007/2008 Nama Sie Sekretariat

No

Program Kerja

Pelaksanaan

1.

Pertemuan Bulanan Anggota

2 bulan sekali

2.

Rapat Pengurus

Rutin

Keterangan

Halaman 12 dari 43


Anggota & Organisasi

1.

Pembenahan keanggotaan

Rutin

Membenahi dan memperbaharui data keanggota-an.

Hukum

1.

Membantu anggota untuk menjadi anggota Biasa

Rutin

Membantu anggota mengurus perijinan untuk mengubah status menjadi anggota biasa secara kolektif

2.

Sosialisasi HAKI

Rutin

Penelitian & Pengembangan

1.

Langganan majalah komputer

Rutin

Komunikasi & Informasi

1.

Mengembangkan dan Maintenance Website

Rutin

Kerjasama dengan Sie Penelitian dan Pengembangan

2.

Sosialisasikan kegunaan internet

Rutin

Target : bertambahnya anggota yg online.

1.

Badminton

Setiap Sabtu

GOR UGM

2.

Pengenalan OR/ permainan baru

Tiap Sabtu akhir bulan

Tergantung jenis kegiatan

1.

Santunan Sosial,Dompet Sosial

Rutin

Olahraga & Rekreasi

Sosial & Pelayanan Masyarakat

Tabel 5. Program Kerja Non Rutin Tahun 2007/2008 Nama Sie Sekretariat

Anggota & Organisasi

No

Program Kerja

Pelaksanaan

Keterangan

1.

Pengurusan Akta

Non Rutin

Membuat/ merevisi akta APKOMINDO DIY

2.

Pembelian kamera digital

Non Rutin

3.

Asuransi

Non Rutin

4.

Pembelian komputer publik

Non Rutin

1.

Membuat buku panduan Asosiasi

Buku pedoman ini memuat segala sesuatu tentang Asosiasi.

2.

Studi banding ke organisasi lain dan Apkomindo lain

Masing-masing 1 kali

3.

Diskusi dan sarasehan dengan sasaran owner

Masing-masing 1 kali

Halaman 13 dari 43


dan karyawan Penelitian & Pengembangan

Olahraga & Rekreasi

Usaha & Pameran

Hukum

Sosial & Pelayanan Masyarakat

1.

Sarasehan

2 kali setahun

Waktu menyusul

2.

Update software

3.

Pembenahan dan peningkatan penggunaan “Forum”

1.

Outbound

2.

Lomba

3.

Bikin kaos olahraga

Non rutin/ bulan Februari

Perlu survey lebih detail

4.

Acara tutup tahun atau APKOM New Years party

31 Desember

Tergantung kebutuhan

5.

Mancing bersama

1 Januari

1.

NIX

28 April-2 Mei 2007

2.

FKI

27 Juni- 1 juli 2007

3.

Yogyakomtek

3- 7 November 2007

4.

APKOM YES

6-10 Desember 2007

pertandingan Futsal dan badminton antar toko

2007 Kolam Pemancingan

Kerjasama dengan Dyandra

- Kerjasama dengan distributor - Stand standar khusus untuk anggota

5.

ANYE ‘08

6.

MBC

Kerjasama dengan Dyandra

7.

Pameran di toko-toko anggota

Bila dimungkinkan

1.

Seminar/ workshop Pajak dan Hukum

2 kali setahun

Program Apkom Turun Gunung

Januari 2008

1.

10-16 Februari 2008

Juni/Juli, Agustus/Septe mber Pelatihan UKM

Halaman 14 dari 43


Tabel 6. Kebijakan-Kebijakan Tahun 2007/2008 No. 1.

KEBIJAKAN Penerimaan anggota baru : • legalitas (surat-surat) • kelayakan (ada tempat usaha, ada aktifitas usaha di bidang komputer dan perlengkapannya) • Rekomendasi Bila ada anggota yang keberatan dengan alasan yg kuat, maka calon anggota tersebut dapat ditolak atau ditunda sampai dengan tidak ada keberatan lagi dari anggota. Aturan tidak berlaku surut.

2.

3.

4.

Apkomindo DIY dapat menjadi fasilitator bagi DPD Apkomindo lain yang memerlukannya Santunan / ucapan diberikan kepada pemilik/pimpinan : • Kelahiran (anaknya) • Kematian (istri/suami, anak, bapak, ibu) • Pernikahan (dirinya sendiri) Lelang dan Inventaris - Lelang : barang yg tidak di pakai di lelang/ disumbangkan. - Barang sisa hadiah akan di lelang dan hasilnya untuk dana sosial.

3. Program Kerja Tahun 2008/2009 Penyusunan Program Kerja Tahun 2008/2009 dilakukan pada RAKERDA (Rapat Kerja Daerah) 2008 pada tanggal 5-6 April 2008 di Hotel Manohara, Borobudur. RAKERDA ini merupakan RAKERDA tahun terakhir kepengurusan Periode 2006-2009. Di dalam RAKERDA ini dievaluasi Program Kerja Tahun 2007/2008 yang sudah dilakukan, dan selanjutnya menyusun Program Kerja Tahun 2008/2009. Fokus penyusunan Program Kerja Tahun 2008/2009 adalah program kerja diutamakan pada kegiatan yang sifatnya kebersamaan dan kekeluargaan. Hasil RAKERDA selanjutnya dibawa ke Rapat Anggota untuk disahkan bersama pada tanggal 30 Mei 2008 di Ruang Dewandaru II, LPP Convention Hotel, Demangan Baru.

Tabel 7. Program Kerja Rutin Tahun 2008/2009 Nama Sie Sekretariat

No

Program Kerja

Pelaksanaan

1.

Kesekretariatan

Rutin

2.

Rapat Pengurus

Rutin

3.

Pertemuan Anggota

1. Akhir April

Keterangan

2. Buka bersama 3. Menjelang

Halaman 15 dari 43


Musda Anggota & Organisasi

1.

Pembenahan keanggotaan

April 2008

Membenahi dan memperbaharui data keanggota-an.

Hukum

1.

Membantu anggota untuk menjadi anggota Biasa

Rutin/Bulanan

Membantu anggota mengurus perijinan untuk mengubah status menjadi anggota biasa secara kolektif

2.

Sosialisasi HAKI

Rutin/Bulanan

3.

Sosialisasi UU / Peraturan yg berkaitan dg bisnis anggota

Rutin/Bulanan

1.

Langganan majalah komputer

Rutin

2.

Program Peningkatan Pengetahuan

Sepanjang tahun

3.

News Letters

Dua Minggu Sekali

Komunikasi & Informasi

1.

Pembuatan Website dan Forum

Rutin

Olahraga & Rekreasi

1.

Eksebisi Olah Raga

Oktober, Desember, Februari

2.

Pertandingan 17-an

Agustus 2008

1.

Santunan Sosial, Dompet Sosial

Rutin

Penelitian & Pengembangan

Sosial & Pelayanan Masyarakat

Kursus Mandarin

Tabel 8. Program Kerja Non Rutin Tahun 2008/2009 Nama Sie Sekretariat

Anggota & Organisasi

No

Program Kerja

Pelaksanaan

Keterangan

1.

Munas 2008

Juli / Agustus 2008

2.

Musda 2009

Akhir Maret 2009

1.

Membuat buku panduan Asosiasi

Mei / Juni 2008

Buku pedoman ini memuat segala sesuatu tentang Asosiasi.

2.

Kunjungan Studi Banding ke Asosiasi lain

Juli 2008

pengurus

3.

Bincang Bisnis / Halal bi

Oktober 2008

Kerjasama dg Litbang

Halaman 16 dari 43


Halal Penelitian & Pengembangan

1.

Riset Pameran

Juni 2008

Kerjasama dg Pameran

2.

Pelatihan Komputer sebagai kelanjutan dari program peduli pendidikan th 2008

September 2008

Kerjasama dg Sosial & Pelayanan Masyarakat

Komunikasi & Informasi

1.

Pengadaan Sarana Komunikasi untuk Anggota

Mei / Juni 2008

Olahraga & Rekreasi

1.

Pembuatan Kaos Apkomindo/ seragam

Juni 2008

2.

Pertandingan persahabatan dengan DPD Apkomindo lain

Juni, November 2008

3.

Familly Outbond

Juli 2008

4.

City Rally

Agustus 2008

5.

Wisata Keluarga

Januari 2009

1.

Apkom Peduli pendidikan 2009

September

2

Workshop guru dg materi kurikulum it

Januari

1.

National IT eXpo 2008

3 – 7 Mei 2008

2.

Trip to Taipei

2 - 6 Juni 2008

3.

Festival Komputer Indonesia 2008

11 – 15 Juni 2008

4.

Yogyakomtek 2008

1–5 November 2008

5.

APKOM YES

6 – 10 Desember 2008

6.

APKOM NYE

24 – 28 Januari 2009

Sosial & Pelayanan Masyarakat

Usaha & Pameran

Kerjasama dg Organisasi & keanggotaan

Kerjasama dg Litbang

(Reward Pameran)

Tabel 9. Kebijakan-Kebijakan Tahun 2008/2009

Halaman 17 dari 43


No. 1. 2.

3.

No. 1. 2. 3. 4. 5.

KEBIJAKAN ASOSIASI Memberikan bantuan biaya pengobatan kepada istri/suami/anak dari Anggota (Pemilik/Pimpinan) maksimum sebesar Rp. 1.000.000,Mengumumkan (dengan persetujuan dari anggota ybs) dan mengajak anggota lain untuk memberikan santunan kepada anggota yang baru tertimpa musibah Kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat harus berkaitan dengan IT.

ATURAN KEIKUTSERTAAN KEGIATAN Lunas Iuran anggota tahun 2008 selambat-lambatnya pada saat yang telah ditetapkan (31 Januari 2008) Hak anggota tidak bisa dialihkan kepada anggota lain Hak anggota bisa dipakai oleh staf/karyawan perusahaan yang bersangkutan dengan melampirkan surat pernyataan dari perusahaan Khusus kegiatan yang menyertakan keluarga, penambahan peserta (dari keluarga tersebut) diberlakukan subsidi bertingkat. Untuk kegiatan dalam kategori wisata biaya tidak gratis, kecuali kegiatan khusus yang sudah ditentukan sebelumnya.

Halaman 18 dari 43


Perkembangan Organisasi dan Bisnis IT Seiring dengan visi misi kepengurusan kami yang berupaya menjadikan APKOMINDO DIY sebagai wadah inspirasi dan aspirasi bagi perusahaan dan para pengusaha komputer propinsi DIY, asosiasi yang mengayomi dan melindungi anggotanya, serta menciptakan hubungan yang serasi di antara sesama perusahaan komputer, dalam kurun waktu 3 tahun (2006–2009) telah banyak kegiatan maupun capaian yang diraih oleh APKOMINDO DIY. Perkembangan-perkembangan terutama kaitannya dalam organisasi semakin menuju ke arah organisasi yang kuat dan terstruktur. Dengan organisasi yang kuat, APKOMINDO DIY mempunyai bargaining power yang kuat dalam rangka memperjuangkan kepentingan anggota. Terutama saat melakukan hubungan dengan pihak ketiga (pemerintah, KADIN, vendor-vendor IT, EO pameran, asosiasi-asosiasi lain, dan pihak-pihak lainnya).

1. Perkembangan Organisasi Dalam Periode 2006-2009 terjadi 2 kali perubahan mendasar pada AD/ART APKOMINDO yaitu pada tahun 2006 dan 2008. Perubahan ini mencerminkan sifat dinamis dari APKOMINDO yang terus berupaya untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman. APKOMINDO DIY sebagai bagian dari APKOMINDO Nasional ikut menyesuaikan organisasi mengikuti perubahan AD dan ART. Perkembangan menuju ke tata kelola organisasi yang lebih baik diwujudkan dalam kegiatan dan program kerja yang telah disusun dan dilaksanakan selama 2006-2009. Sekretaris, Ka. Sie Anggota dan Organisasi, bersama dengan Ka. Sie. Legal dan Hukum telah melakukan revitalisasi organisasi dalam rangka menyusun tata kelola organisasi yang efektif dan efisien, membenahi keanggotaan organisasi secara internal. Pembenahan internal, meliputi peningkatan peran sekretariat dalam membantu proses administrasi organisasi untuk anggota dan pengurus. Perkembangan anggota akan disajikan dalam bab tersendiri dari laporan ini. Meskipun masih jauh dari yang diharapkan, namun cetak biru tata kelola organisasi yang efektif dan efisien telah memiliki dasar yang kuat dalam kepengurusan periode 2006-2009. Di samping itu juga, dalam kegiatan dan program kerja yang telah disusun dan dilaksanakan selama 2006-2009, telah banyak menghasilkan program kerja yang bermanfaat dan dibutuhkan oleh anggota. Semua aktivitas dan program kerja dalam rangka pengembangan bisnis IT demi meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggota APKOMINDO DIY. Dari sisi eksistensi, saat ini APKOMINDO DIY telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari masyarakat DIY. Dalam kurun waktu 3 tahun (2006-2009) telah terjalin kerjasama yang baik dengan berbagai pihak. APKOMINDO DIY semakin dikenal masyarakat DIY dan eksistensinya diakui oleh Pemerintah Provinsi DIY. Laporan

Halaman 19 dari 43


khusus tentang kerjasama dengan pihak lain disajikan dalam bab tersendiri dari laporan ini.

2. Perkembangan Bisnis IT dan Dampak Krisis Global Dalam tahun terakhir Periode kepengurusan yaitu tahun 2008, diakhiri dengan kejadian yang meresahkan yaitu Krisis Ekonomi Global, yang dimulai pada awal bulan Oktober 2008. Krisis ekonomi global dimulai dengan kejatuhan bursa saham di berbagai belahan dunia. Kejatuhan bursa saham ini memukul bisnis IT karena sebagian besar modal bisnis IT diperoleh dari saham. Jika hal ini berlangsung cukup lama, kemungkinan akan terjadi perlambatan pengembangan produk IT baik software maupun hardware karena keterbatasan likuiditas perusahaan. Di sisi lain, kejatuhan saham sebagai akibat krisis global ini mengakibatkan tingginya nilai kurs Rupiah terhadap US Dollar. Padahal hampir semua pembiayaan bisnis IT dinyatakan dalam US Dollar. Dalam bulan-bulan terakhir ini, fluktuasi nilai kurs Rupiah terhadap US Dollar menimbulkan kegelisahan para pemain bisnis IT maupun para konsumen. Dengan penurunan harga saham dari perusahaan-perusahaan IT, beberapa konsekuensi logis yang mungkin terjadi sebagai berikut: 1. Produsen IT yang selama ini mau tidak mau harus diakui sebagai yang paling berpengaruh mendorong pemakai komputer untuk mengganti komputer mereka karena sudah ketinggalan jaman, terpaksa harus menunda launching produk terbarunya, yang berarti usia pakai komputer akan lebih panjang artinya pemakai komputer tidak perlu mengganti komputernya untuk waktu yang lebih lama (karena tidak ada produk baru). 2. Produk yang bersifat gadget akan paling terpukul karena sasaran marketnya yang biasanya adalah golongan menengah ke atas (white collar) akan mengurangi belanja gadget karena bonus mereka banyak terpangkas. 3. Kalau laju inflasi bisa ditahan tidak terlalu besar maka pasar produk IT yang paling potensial adalah pemakai komputer pemula (new user), karena yang sudah punya komputer cenderung tidak akan ganti komputernya (soalnya tidak ada tipe yang lebih baru). Pada awal tahun 2008 diprediksikan pasar akan menyerap total 2.2 juta PC (versi IDC) dan 2.5 juta PC (versi APKOMINDO). Angka prediksi ini sedikit berbeda karena APKOMINDO memasukkan penjualan PC dari unsur-unsur import lepas di luar jalur distribusi resmi (PI=paralel import). Tahun 2008, Q1 menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik, Q2 dan Q3 stabil dan Q4 yang cukup berat karena adanya krisis global. Angka penjualan PC di akhir tahun 2008 hanya mencapai 2.13 juta PC. Selisih jauh dari angka prediksi awal. Jika dibandingkan dengan kondisi tahun sebelumnya yaitu tahun 2007, diprediksikan pasar akan menyerap total 1.7 juta PC, akhirnya terealisasi sebanyak 1.7 juta PC (versi IDC) dan 1.8 juta PC (versi APKOMINDO). Peningkatan yang luar biasa terjadi pada pertumbuhan laptop/notebook. Total market tahun 2007 masih dikuasai sebagian besar oleh pasar komputer Desktop sebanyak 1.1 juta PC (desktop). Tahun 2007, perbandingan penyerapan komputer desktop terhadap notebook sebesar 70% : 30%. Tahun 2008 perbandingan penyerapan komputer desktop terhadap notebook masih di kisaran 60% : 40%. Meskipun pertumbuhan notebook tetap tinggi, namun fungsi komputer desktop belum bisa digantikan oleh notebook, terutama penggunaan komputer di UKM, profesional, swasta dan pemerintah. Bahkan ada

Halaman 20 dari 43


kecenderungan peningkatan pembelian notebook, tanpa mengurangi pembelian desktop. Sudah menjadi hal yang umum, di kalangan profesional memiliki PC di rumah dan notebook untuk mobile. Tahun 2009 diperkirakan bahwa perbandingan ini akan menjadi 50% : 50% Sejak mencuatnya krisis awal Oktober lalu, praktis terjadi penurunan penjualan yang cukup signifikan. Masyarakat cenderung menunggu saat nilai tukar (kurs) membaik untuk membelanjakan uangnya. Perlu disadari bahwa komputer walaupun secara luas mulai dipakai sejak tahun 1981, dan masuk ke Indonesia untuk pertama kali kurang lebih pada saat yang sama, namun dalam pandangan masyarakat kita masih menempati kebutuhan urutan ketiga, keempat atau di bawahnya. Artinya kebutuhan akan komputer belum menjadi kebutuhan utama (primer & sekunder), sehingga belum menjadi prioritas utama. Dalam kuarter terakhir 2008 (Q4) terjadi penurunan penjualan ritel (personal & home user, UKM dan swasta) sekitar 30%. Namun meskipun demikian, kita cukup banyak terbantu karena adanya proyek-proyek pemerintah yang sudah dianggarkan tetap akan berjalan. Justru di akhir kuarter ke4, spending (belanja) IT dari Pemerintah (Government) justru meningkat, mengingat saat itu memasuki akhir tahun fiskal. Krisis yang masih berlangsung saat ini menyebabkan beberapa vendor mengalami oversupply (produk menumpuk di gudang). Hal ini terjadi karena kontrak kuota import yang sudah dilakukan awal tahun tetap direalisasikan, namun pasar tidak mampu menyerapnya. Pembatasan/koreksi terhadap kuota import baru terjadi saat ini dan berlaku untuk periode yang akan datang. Dengan demikian stock menumpuk di gudang dan vendor mengalami kesulitan cash flow. Mengikuti hukum ekonomi supply and demand (permintaan dan persediaan) harga produk akan terkoreksi cukup banyak, bahkan beberapa merk tertentu tetap tidak naik harganya (dalam nilai Rupiah). Vendor utama akan berusaha memberikan subsidi maupun harga terbaik untuk merangsang masyarakat untuk membelanjakan uangnya agar mendapatkan “cash flow� untuk mengatasi pembayaran yang jatuh tempo. Faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi bisnis IT saat ini selain krisis ekonomi global saat ini yang menyebabkan Nilai tukar Rupiah melemah/tidak stabil dan Likuiditas yang ketat, adalah perkembangan teknologi dan bisnis IT yang super cepat, daerah tumbuh lebih cepat daripada pusat, tetapi tidak merata, regulasi yang kurang terarah, dan makin mantapnya sistem perpajakan. Selain itu mayoritas produk IT dibeli dalam mata uang USD dan dijual dalam mata uang USD dan Rupiah. Hal ini menyebabkan: 1)Kerugian valas bagi reseller yang terlanjur menjual dalam Rupiah, 2) Proyek-proyek yang sudah dianggarkan dalam Rupiah kesulitan di realisasi, 3) Proyek-proyek yang sudah dianggarkan dalam USD kesulitan dipembayaran, ditunda atau direvisi jumlahnya, dan 4) Kesulitan menentukan validitas waktu penawaran dalam Rupiah. Solusi sederhana dari masalah-masalah tersebut adalah mengalihkan penggunaan USD sebagai alat pembayaran transaksi menjadi IDR. Indikator perekonomian kita menunjukkan bahwa likuiditas Rupiah sangat baik, akan tetapi likuiditas USD kita memang bermasalah. Mengapa demikian? Karena sebagian besar belanja maupun utang kita dinyatakan dalam USD. Kita kesulitan mendapat USD untuk belanja kebutuhan maupun membayar utang. Ini yang jadi masalah. Artinya perekonomian kita saat ini tidak bermasalah sejauh belanja/pengeluaran (spending) dilakukan dalam mata uang Rupiah. Pemerintah saat ini sudah menyiapkan RUU Mata Uang, di mana undang-undang ini mengatur penggunaan mata uang rupiah sebagai alat

Halaman 21 dari 43


pembayaran transaksi di wilayah NKRI. APKOMINDO secara nasional terus-menerus menghimbau agar seluruh anggotanya menggunakan IDR sebagai alat pembayaran transaksi (mengganti USD yang tidak stabil).

3. Prospek Bisnis IT Pertumbuhan normal bisnis IT di Indonesia kurang lebih sebesar 30% per tahun. Untuk tahun 2009, secara hitungan omzet, nilainya turun, akan tetapi dari sisi jumlah unit tetap akan bertumbuh. Kemungkinan pertumbuhan hanya berkisar 10– 15% sebagai akibat dari krisis global, namun diharapkan akan kembali normal pada tahun 2010. Penurunan omzet ini diakibatkan oleh munculnya PC-PC murah, netbook (senilai +/- Rp 3 jt an) dan oversupply produk. Khusus untuk Q1 (2009) pihak UKM maupun swasta banyak memangkas pembelian produk IT, namun proyek-proyek pemerintah yang sudah dianggarkan tetap akan berjalan. Justru di Q1 (2009), spending (belanja) IT dari Pemerintah (Government) meningkat, mengingat saat ini mulai memasuki akhir tahun fiskal (Maret 2009). Sedangkan kondisi Q2 dipengaruhi oleh situasi Pemilu Legislatif dan Q3 Pemilu Presiden. Kondisi diperkirakan akan membaik pada Q4 (2009), dan tahun 2010 kondisi kembali normal. Tabel 10. Data dan Perkiraan Perkembangan Volume Penjualan PC Nasional Tahun Volume (dalam juta unit) 2007 1.7 2008 2.13 2009 2.5 2010 3.0 2011 4.0 2012 5.0 Sumber: IDC & APKOMINDO Kondisi bisnis IT di DIY kurang lebih akan sama dengan kondisi nasional. Market bisnis IT di DIY masih didominasi oleh jumlah mahasiswa. Total market share DIY adalah 3% dari nasional, artinya jika tahun 2008 terealisasi kurang lebih 2.13 juta unit PC, maka DIY kebagian sekitar 60.000 unit. Adanya mahasiswa baru yang datang ke DIY akan memacu pembelian PC baru (new user).

Halaman 22 dari 43


2007 2008*

1600 1400

2009*

1200 K unit

1000 800 600 400 200 0 Desktop

Notebook

Server & WS

Gambar 1. Perbandingan Jumlah Desktop, Notebook, dan Server

Melihat uraian-uraian di atas, terlihat bahwa perkembangan teknologi dan bisnis IT super cepat, namun tidak merata. Pertumbuhan di daerah lebih cepat dibandingkan dengan pusat (Jakarta), meskipun secara volume masih kalah jauh. Ini menunjukkan bahwa pasar di daerah masih sangat menjanjikan (penetrasi komputer masih rendah) walaupun dalam situasi krisis ekonomi global (justru saat ini IT diperlukan untuk survival & bersaing). Hal ini merupakan peluang baru bagi para anggota APKOMINDO DIY untuk tetap eksis di wilayah DIY.

Halaman 23 dari 43


Perkembangan Keanggotaan Asosiasi berasal dari anggota, diselenggarakan oleh anggota dan bermanfaat untuk anggota. Inti keberadaan sebuah asosiasi adalah anggota. Sebuah asosiasi akan berkembang dengan baik jika inti asosiasi tersebut yaitu anggota juga berkembang dengan baik. Menyadari pentingnya keanggota di dalam asosiasi, kami melakukan revitalisasi organisasi dengan menyusun organisasi yang efektif dan efisien, membenahi keanggotaan organisasi. Pembenahan difokuskan pada pembenahan internal, meliputi peningkatan peran sekretariat dalam membantu proses administrasi organisasi untuk anggota dan pengurus.

1. Perkembangan Jumlah Anggota Dari segi jumlah, perkembangan jumlah anggota APKOMINDO DIY tidak bertambah, malah berkurang. Terlihat dari grafik di bawah ini.

Jumlah Anggota APKOMINDO DIY Tahun 2007-2009 160

144

140

124

120

108

Jumlah

100 80

Jumlah anggota

60 40 20 0 2007

2008

2009

Tahun

Gambar 2. Grafik Jumlah Anggota APKOMINDO DIY

Halaman 24 dari 43


Meskipun setiap tahun terdapat anggota baru (pendaftaran baru, lihat Gambar 2), namun pengurangan jumlah anggota lebih banyak disebabkan oleh pembenahan administrasi keanggotaan. Ketatnya persaingan di bisnis IT membuat bisnis ini sangat kompetitif, margin keuntungan semakin kecil, namun biaya yang terusmenerus meningkat dari tahun ke tahun. Banyak anggota yang perusahaan sudah tidak beroperasi lagi tetapi masih tercatat di sekretariat. Bagi perusahaan anggota yang sudah tidak ada lagi maka sesuai dengan ketentuan pasal 24 ayat 3 Anggaran Dasar APKOMINDO 2008 tentang Hilangnya Keanggotaan, anggota tersebut dinyatakan hilang keanggotaannya.

Jumlah Anggota Baru APKOMINDO DIY 9 8 8 7 6

6

Jumlah

6 5 Jumlah anggota 4 3 2 2 1 0 2006

2007

2008

2009

Tahun

Gambar 3. Grafik Jumlah Anggota Baru APKOMINDO DIY Penambahan jumlah anggota baru tidak begitu banyak. Kemungkinan disebabkan oleh kebijakan bahwa mulai 1 September 2006, APKOMINDO DIY hanya menerima anggota baru dengan status ANGGOTA BIASA, yaitu anggota yang memiliki surat perijinan lengkap. Meskipun sudah dilakukan sosialisasi terus-menerus agar anggota LUAR BIASA mau meningkatkan statusnya menjadi anggota BIASA, namun perkembangannya tidak terlalu menggembirakan. Data lengkap tentang status keanggotaan dapat dilihat pada Tabel 1 berikut ini.

Halaman 25 dari 43


Tabel 11. Data Jumlah Anggota (2007-2009)

Status Anggota Aktif Anggota Non Aktif Anggota Biasa Anggota Luar Biasa

Anggota Aktif Luar Biasa Anggota Aktif Biasa Anggota Non Aktif Biasa Anggota Non Aktif Luar Biasa

2007 117 27 70 74

2008 104 23 75 52

2009 96 12 67 41

60 57 13

38 66 9

39 57 10

14

14

2

Data Jumlah Anggota 2007-2009 140 120

Jumlah

100

117 104 96 75 74 70 67

80

2007 60

52 41

60 40

66 5757

2009

39 38

27 23 12

20

2008

14 13910 14 2

An g

go

ta

Ak An tif L ua gg A An ngg ota r B gg ot Ak iasa a ot t N a o n if B N ia on A s Ak ktif a B tif L u ia s a ar Bi as a

N on

ta

go

An g

An g

go

ta

Ak tif An An A g gg got ktif a ot B a Lu i as a ar Bi as a

0

Status Keanggotaan Gambar 4. Data Jumlah Anggota berdasarkan Status Keanggotaan

Halaman 26 dari 43


2. Penyebaran Lokasi (Domisili) Anggota Meskipun Yogyakarta sejak April 2004 telah dicanangkan sebagai Cyber Province oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, namun sayangnya, penyebaran pertumbuhan TI di Yogyakarta tidak merata. Konsentrasi pertumbuhan bisnis dan pusat keramaian didominasi oleh daerah di kabupaten Sleman bagian selatan dan Kodya Yogyakarta. Sedangkan 3 kabupaten lainnya, yaitu Kab. Bantul, Kab. Kulonprogo dan Kab. Gunungkidul relatif tertinggal. Dampak dari penyebaran yang tidak merata ini, maka lokasi (domisili) perusahaan anggota APKOMINDO DIY juga terkonsentrasi di pusat bisnis dan keramaian yaitu di daerah di kabupaten Sleman bagian selatan dan Kodya Yogyakarta. Hal ini dapat terlihat dari tabel berikut ini. Tabel 12. Data Jumlah Anggota berdasarkan Domisili Kabupaten

2007 Sleman Gunungkidul Bantul Kulonprogo Kodya

Aktif 70 1 46

Non Aktif 12 1 14

2008 Aktif 60 4 40

2009

Non Aktif 16 7

Aktif 62 2 32

Non Aktif 6 6

3. Bentuk Badan Hukum Perusahaan Anggota Sebagian besar bentuk badan hukum perusahaan anggota adalah perusahaan perseorangan (dapat dilihat pada tabel 3). Dari bentuk badan hukum ini terlihat bahwa anggota APKOMINDO DIY didominasi oleh perusahaan-perusahaan kecil, yang secara finansial termasuk lemah. Di sinilah peran asosiasi sebagai mediator sehingga memiliki �bargaining power� yang besar untuk bernegosiasi dengan pihak ketiga. Tabel 13. Data Jumlah Anggota berdasarkan Bentuk Badan Hukum Perusahaan

Bentuk Badan Hukum Perseorangan PT CV UD Jumlah

2007 101 10 27 6

2008 81 10 28 5

2009 70 10 25 3

144

124

108

Secara keseluruhan, dari analisis terhadap anggota APKOMINDO DIY dalam masa kepengurusan 2006-2009, ke depannya masih banyak tugas berat menanti untuk kepengurusan periode yang akan datang sehubungan dengan permasalahanpermasalahan keanggotaan ini.

Halaman 27 dari 43


Kerjasama APKOMINDO DIY menjalin hubungan kerjasama yang erat dengan berbagai pihak, yang disebut sebagai ABG (akademisi, bisnis, government). Kerjasama yang erat tersebut dalam rangka menunjang berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh APKOMINDO DIY baik berskala kedaerahan maupun nasional. Beberapa capaian yang diraih dalam hubungan kerjasama dengan berbagai pihak kami uraikan sebagai berikut:

1. Hubungan dengan APKOMINDO Nasional Sejak APKOMINDO DIY (d/h. APKOMTA) bersama-sama dengan asosiasi pengusaha komputer di kota-kota lainnya se-Indonesia mendeklarasikan APKOMINDO Nasional sebagai asosiasi nasional pengusaha komputer sekaligus sebagai wakil dunia usaha pada forum tingkat nasional tahun 2000, APKOMINDO DIY berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan APKOMINDO Nasional. APKOMINDO DIY selalu mengirimkan wakilnya untuk ikut hadir dalam kegiatan-kegiatan maupun acara nasional, di antaranya Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS), Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS), Musyawarah Nasional (MUNAS), maupun pertemuanpertemuan nasional lainnya. Di dalam pertemuan nasional tersebut wakil APKOMINDO DIY berpartisipasi secara aktif untuk menyumbangkan pemikiran maupun ide-ide untuk perkembangan APKOMINDO. Tahun 2006 melalui RAKERNAS, APKOMINDO DIY menjadi salah satu pemrakarsa (selain Jakarta, Surabaya, Semarang, dan Bandung) pameran berskala nasional yaitu National IT eXpo (NIX) yang diselenggarakan secara series di beberapa kota besar di Indonesia. Hingga saat ini Koordinator NIX Nasional dipercayakan kepada 3 kota, yaitu Jakarta, Yogyakarta dan Surabaya. Tujuan utama pameran ini adalah memacu pertumbuhan bisnis IT di seluruh Indonesia. Saat ini pertumbuhan bisnis IT hanya terpusat di Ibukota Jakarta dan beberapa ibukota provinsi. Selain itu ditunjang adanya keinginan beberapa DPD APKOMINDO untuk memiliki event pameran secara nasional. NIX yang diselenggarakan pada semester pertama diselenggarakan mulai tahun 2007 di mana pada tahun pertama hanya diselenggarakan oleh 3 DPD yaitu Yogyakarta, Semarang dan Bandung, mengalami pertumbuhan luar biasa dari tahun ke tahun. Setelah tahun 2007 ada 3 DPD yang menyelenggarakan, maka tahun 2008

Halaman 28 dari 43


berkembang menjadi 9 DPD, dan akhirnya tahun 2009 menjadi 13 DPD. Sebuah perkembangan yang luar biasa. Semangat penyelenggaraan NIX ini adalah kebersamaan, di mana masing-masing DPD menyelenggarakan pameran di samping untuk mengisi kas masing-masing DPD, juga memberikan kontribusi kepada DPP APKOMINDO untuk mendanai kegiatan-kegiatan nasional. Penyelenggaraan pameran ini tanpa maksud untuk mencari keuntungan, sehingga konsep pameran dengan harga murah menjadi panduan penyelenggara. Di samping Pameran NIX, APKOMINDO DIY juga memberi kontribusi berupa ide-ide kegiatan Gambar 6. Berita NIX 2008 nasional, misalnya komunikasi nasional melalui CUG (Close User Group) FLEXI APKOMINDO sehingga seluruh anggota APKOMINDO dapat berkomunikasi dengan sesama anggota secara murah (sambungan lokal dan SLJJ), pertandingan persahabatan antar DPD, dan lain-lain.

2. Hubungan dengan Pemerintah Di level provinsi, APKOMINDO DIY menjalin hubungan yang harmonis dengan Pemerintah Provinsi DIY. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan bersama dengan Pemerintah Provinsi DIY di antaranya tahun 2006 bekerjasama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi DIY ikut berpartisipasi dalam Pelatihan Hukum dan Pajak. APKOMINDO DIY menjadi partner Pemprov DIY di bidang pengembangan IT. Pameran Yogyakomtek tahun 2004 dan 2008 juga pernah dibuka oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai dukungan Pemprov DIY kepada APKOMINDO DIY. Beberapa pelelangan umum (tender) di bidang pengadaan komputer dan perlengkapannya di lingkungan Pemprov DIY juga mensyaratkan Kartu Tanda Anggota APKOMINDO sebagai salah satu syarat peserta lelang. Kerjasama dengan pemerintah pusat, selain yang sudah dijalankan oleh DPP APKOMINDO, APKOMINDO DIY juga secara aktif mengadakan kegiatan bersama dengan pemerintah pusat. Salah satunya adalah kegiatan Gerakan APKOMINDO Peduli Pendidikan, yang dijalankan sejak tahun 2008 bekerjasama dengan Kementerian Negara Riset dan Teknologi RI. Gerakan APKOMINDO Peduli Pendidikan yang mengambil tema �KOMPUTER UNTUK TUNAS BANGSA� diwujudkan dalam

Halaman 29 dari 43


bentuk penyerahan sumbangan PC sebanyak 30 unit untuk 6 SD di wilayah DIY. PC tersebut sudah dilengkapi dengan Sistem Operasi IGOS Nusantara.

Gambar 7. Berita Gerakan APKOMINDO Peduli Pendidikan

Penyerahan PC dilakukan sekaligus dengan Pelatihan Komputer untuk guru-guru di SD yang bersangkutan. Pelatihan dibagi atas 3 sesi, yakni Pengenalan Sistem Operasi IGOS Nusantara, Proses Instalasi IGOS Nusantara, dan Mengoperasikan IGOS Nusantara. IGOS Nusantara sendiri adalah sistem operasi dengan sumber terbuka yang telah dikembangkan Kemenegristek. Tujuan pelatihan ini adalah agar para guru dapat memanfaatkan PC APKOMINDO PEDULI dan IGOS Nusantara untuk Proses Belajar Mengajar (PBM) di sekolah. Bahkan diharapkan para guru dapat berpartisipasi secara aktif dalam mengembangkan IGOS Nusantara. Sebagai instruktur, APKOMINDO DIY dibantu para mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Studi LINUX (KSL) Univ. Atma Jaya Yogyakarta.

3. Hubungan dengan Komunitas Saat ini, perkembangan industri kreatif tidak dapat dilepaskan dari information technology (IT). IT telah menjadi faktor penting dalam meningkatkan kinerja industri kreatif. Sektor industri kreatif berbasis IT sampai saat ini belum mendapatkan perhatian yang cukup dari pemerintah sebagai industri prospektif pada masa depan ketika sumberdaya alam semakin menipis. Industri kreatif sering dikaitkan dengan ekonomi kreatif. Di sisi lain, terutama di Yogyakarta, para pelaku industri kreatif berbasis IT masih tersebar belum bersinergi untuk memberikan dampak yang lebih baik pada perkembangan ekonomi lokal. Dengan alasan itulah, maka JogjaIT yang dimaksudkan sebagai Forum Masyarakat IT Yogyakarta dilahirkan. Di dalam Jogja IT, APKOMINDO DIY secara official menjadi salah satu stakeholdernya. Melalui Jogja IT, APKOMINDO DIY ikut berpartisipasi secara aktif melalui Jogja IT dengan menyumbangkan pikiran demi kemajuan bersama

4. Hubungan dengan Partner Sejak tahun 2007, PT Dyandra Promosindo bekerjasama dengan APKOMINDO DIY dalam penyelenggaraan Pameran Mega Bazaar Computer (MBC) dan Festival Komputer Indonesia (FKI). Kerjasama yang dituangkan dalam MOU berlaku untuk

Halaman 30 dari 43


satu tahun dan hingga saat ini masih diperpanjang melalui penyelenggaraan MBC dan FKI tahun 2009. Melalui kerjasama ini diharapkan pelaksanaan pameran MBC dan FKI bisa lebih baik dan memberikan manfaat lebih kepada anggota APKOMINDO DIY, di samping itu juga sebagai perwujudan misi APKOMINDO DIY untuk memajukan bisnis komputer di wilayah DIY. Kebijakan ini berpijak pada komitmen APKOMINDO DIY yang hanya mendukung penyelenggaraan pameran yang berbobot (kualitas) dan bermanfaat untuk anggota APKOMINDO DIY. Gambar 8. Penandatangan MOU APKOMINDO DIY – PT. Dyandra Promosindo

Selain itu, dalam setiap penyelenggaraan pameran, APKOMINDO DIY selalu bekerjasama dengan partner-partner APKOMINDO DIY, yaitu MEDCOM, SKATINDO, EXINDO, INTERPRO, HAEF, SPECTRUM, BMP, PETAK-UMPET, Manajemen JEC, dan lain-lain. Tidak lupa kerjasama juga dilakukan dengan para mahasiswa yang membantu kegiatan operasional pameran.

5. Hubungan dengan Media APKOMINDO DIY juga menjalin hubungan yang erat dengan media-media yang dengan setia selalu meliput kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh APKOMINDO DIY. Beberapa media yang rutin bekerjasama dengan APKOMINDO DIY sebagai berikut : Media Cetak 1. SKH Kedaulatan Rakyat 2. Harian Jogja 3. Bernas Jogja 4. Radar Jogja 5. Suara Merdeka 6. Kompas Jogja 7. Harian Joglosemar 8. Harian Solo Pos 9. Majalah Infokomputer 10. Majalah Chips 11. Majalah BISKOM

Media Elektronik 1. RRI Yogyakarta 2. Metro TV Yogyakarta

Halaman 31 dari 43


3. Jogja TV 4. RB TV 5. MJ TV

Gambar 9. Berita YOGYAKOMTEK 2006 oleh Media

Halaman 32 dari 43


Laporan Kegiatan Dalam kurun waktu 3 tahun kepengurusan (2006-2009) telah dilaksanakan begitu banyak program kerja maupun kegiatan untuk anggota APKOMINDO DIY. Dalam laporan ini, kami sampaikan garis besar program kerja maupun kegiatan yang telah dilaksanakan. Beberapa dokumentasi kegiatan dapat dijumpai pada website resmi APKOMINDO DIY di http://apkomindo-diy.org dan buku agenda APKOMINDO DIY.

1. Bidang Anggota dan Organisasi Fokus utama program kerja dan kegiatan di bidang anggota dan organisasi adalah melakukan revitalisasi organisasi dalam rangka menyusun tata kelola organisasi yang efektif dan efisien, membenahi keanggotaan organisasi secara internal. Pembenahan internal, meliputi peningkatan peran sekretariat dalam membantu proses administrasi organisasi untuk anggota dan pengurus. Di samping itu juga, dalam kegiatan dan program kerja di bidang anggota dan organisasi yang telah disusun dan dilaksanakan selama 2006-2009, telah banyak menghasilkan program kerja yang bermanfaat dan dibutuhkan oleh anggota. Semua aktivitas dan program kerja dalam rangka pengembangan bisnis IT demi meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggota APKOMINDO DIY.

Gambar 10. Bincang Bisnis APKOMINDO DIY Beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan di Bidang Anggota dan Organisasi sebagai berikut: 1. Pembenahan Administrasi Keanggotaan 2. Open House dan Halal Bihalal APKOMINDO DIY 3. Syawalan APKOMINDO DIY

Halaman 33 dari 43


4. 5. 6. 7.

Bincang Bisnis APKOMINDO DIY Kunjungan ke Anggota APKOMINDO DIY Studi Banding ke APKOMINDO JATENG dan JATIM Pertemuan anggota APKOMINDO DIY

Dengan banyaknya kegiatan di bidang anggota dan organisasi, meskipun hasilnya masih jauh dari yang diharapkan, namun cetak biru tata kelola organisasi yang efektif dan efisien telah memiliki dasar yang kuat dalam kepengurusan periode 2006-2009.

2. Bidang Olah Raga dan Rekreasi Bidang olah raga dan rekreasi merupakan salah satu bidang yang memiliki program kerja terbanyak. Fokus utama bidang ini adalah program kerja yang diutamakan pada kegiatan yang sifatnya kebersamaan dan kekeluargaan.

Gambar 11. Kegiatan-kegiatan Bidang Olah Raga dan Rekreasi Beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan di Bidang Olah Raga dan Rekreasi sebagai berikut: 1. Bowling 2. Billyard 3. Paintball 4. Air Soft Gun 5. Arung Jeram 6. Golf 7. Family Gathering (di Pandawa Water World dan Batu-Malang) 8. Lomba 17-an memperingati Hari Kemerdekaan RI 9. Latihan dan Lomba Badminton

Halaman 34 dari 43


Semua kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif anggota APKOMINDO DIY beserta keluarga.

3. Bidang Legal dan Hukum Bersama-sama dengan kesekretariatan dan bidang anggota dan organisasi, fokus utama program kerja dan kegiatan di bidang legal dan hukum adalah adalah melakukan sosialisasi terus-menerus kepada anggota sehubungan dengan regulasiregulasi yang berkaitan dengan bisnis anggota APKOMINDO DIY. APKOMINDO DIY melalui program kerja dan kegiatan di bidang legal dan hukum menjadi tempat mencari pemecahan masalah yang dihadapi anggota antara lain dalam hal : HaKI, pajak, perijinan, peraturan-peraturan yang menghambat bisnis, profesionalisme perusahaan IT (sertifikasi kompetensi), tempat advokasi jika terjadi masalah di antara anggota atau dengan pihak lain. APKOMINDO DIY selalu menghimbau anggotanya untuk selalu mentaati segala regulasi yang berlaku di DIY atau secara luas di wilayah RI, terutama sehubungan dengan kelengkapan Ijin Usaha, HaKI, regulasi (Botasupal, pajak, manual dan kartu garansi berbahasa Indonesia) maupun sertifikasi kompetensi. Program sosialisasi ini dilakukan terus-menerus.

Gambar 12. Sarasehan tentang Perijinan dan Pajak Beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan di Bidang Legal dan Hukum sebagai berikut: 1. Sosialisasi Hukum, Pajak dan Perijinan 2. Pengurusan Ijin Usaha secara kolektif 3. Kerjasama dengan Pusat HaKI UAJY sehubungan dengan Hak Cipta, Merk dan Paten 4. Pelatihan Hukum dan Pajak (Ijin Usaha, Pajak, dan Keuangan) bekerjasama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi DIY Untuk menjaga iklim persaingan yang sehat, APKOMINDO DIY secara berkala melakukan sosialisasi dan menghimbau agar anggota LUAR BIASA berusaha meningkatkan status keanggotaannya menjadi anggota BIASA dengan cara

Halaman 35 dari 43


mengurus perijinan. Meskipun demikian, hasilnya kurang memuaskan. Persoalan anggota BIASA dan anggota LUAR BIASA harus menjadi perhatian pada kepengurusan yang akan datang (lihat Bab tentang perkembangan keanggotaan).

4. Bidang Sosial dan Pelayanan Masyarakat Bidang sosial dan Pelayanan Masyarakat secara internal melayani anggota sehubungan dengan musibah, sakit, lelayu, kelahiran anak, dan pernikahan. Sedangkan untuk pihak eksternal yang melibatkan masyarakat diarahkan pada bentuk gerakan sosial yang berhubungan dengan bisnis IT.

Gambar 13. Penyerahan Sumbangan ke Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Tahun 2007, gerakan sosial APKOMINDO DIY dijalankan dengan pemberian sumbangan PC dan Printer untuk Panti Asuhan dan Pondok Pesantren, namun sejak tahun 2008, APKOMINDO DIY telah bekerjasama dengan Kementerian Riset dan Teknologi RI dalam Gerakan APKOMINDO DIY – RISTEK Peduli Pendidikan. Gerakan APKOMINDO DIY – RISTEK Peduli Pendidikan yang mengambil tema ”KOMPUTER UNTUK TUNAS BANGSA” diwujudkan dalam bentuk penyerahan sumbangan PC sebanyak 30 unit untuk 6 SD di wilayah DIY. PC tersebut dilengkapi dengan Sistem Operasi IGOS Nusantara yang disediakan oleh Kementerian Riset dan Teknologi RI. Di dalam periode kepengurusan 2006-2009, Gerakan ini dilaksanakan pada tahun 2008 dan 2009, masing-masing berupa sumbangan 30 unit PC untuk 6 SD di wilayah DIY. Penyerahan PC dilakukan sekaligus dengan Pelatihan Komputer untuk guruguru di SD yang bersangkutan. Pelatihan dibagi atas 3 sesi, yakni Pengenalan Sistem Operasi IGOS Nusantara, Proses Instalasi IGOS Nusantara, dan Mengoperasikan IGOS Nusantara. IGOS Nusantara sendiri adalah sistem operasi dengan sumber terbuka yang telah dikembangkan Kemenegristek. Tujuan pelatihan ini adalah agar para guru dapat memanfaatkan PC APKOMINDO PEDULI dan IGOS Nusantara untuk Proses Belajar Mengajar (PBM) di sekolah. Bahkan diharapkan para guru dapat berpartisipasi secara aktif dalam mengembangkan IGOS Nusantara. Sebagai instruktur, APKOMINDO DIY dibantu para mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Studi LINUX (KSL) Univ. Atma Jaya Yogyakarta.

Halaman 36 dari 43


Gambar 14. Seleksi dan Penyerahan Sumbangan PC APKOMINDO Peduli

5. Bidang Penelitian dan Pengembangan Di bidang penelitian dan pengembangan, APKOMINDO DIY memberikan APKOM CD yang berisi program UTILITY (freeware), update driver dan anti virus kepada anggota APKOMINDO DIY. Selain itu, di sekretariat APKOMINDO DIY disediakan komputer publik yang terhubung ke jaringan Internet. Anggota APKOMINDO DIY dapat memanfaatkan fasilitas komputer publik ini untuk keperluan download driver, antivirus maupun browsing/surfing. Pelayanan komputer publik disediakan sesuai dengan jam kerja sekretariat. Salah satu program favorit lainnya di bidang penelitian dan pengembangan adalah Kursus Mandarin yang diselenggarakan seminggu sekali yang terdiri dari 4 kelas di mana masing-masing kelas terdiri dari 10 peserta. Kursus Mandarin ini ditujukan untuk pemula. Kendala kegiatan ini adalah minimnya kehadiran peserta di dakhir periode yang diakibatkan oleh kesibukan masing-masing peserta, meskipun pada saat pendaftaran dan kelas-kelas awal, para peserta sangat bersemangat. Program lain yg di laksanakan oleh bidang penelitian dan pengembangan adalah penelitian tentang pameran di mana dalam hal ini mencoba untuk mencari korelasi dan kecederungan terhadap faktor yg mempengaruhi jumlah pengunjung pameran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya promo, hari pembukaan pameran, bulan penyelenggaraan, dan jumlah hall (luasan area pameran) mempunyai korelasi yang kuat dengan jumlah pengunjung. Sedangkan Kurs USD, Cuaca, tanggal penyelenggaraan (awal bulan, tengah bulan, akhir bulan) mempunyai korelasi yang lemah dengan kedatangan jumlah pengunjung.

Halaman 37 dari 43


Gambar 15. Kursus Mandarin di Sekretariat APKOMINDO DIY

6. Bidang Komunikasi dan Informasi Bidang komunikasi dan informasi merupakan bidang baru yang menggantikan posisi bidang HUMAS pada kepengurusan periode sebelumnya. Meskipun job description yang diemban tidak persis sama. Bidang ini lebih pada tugas menjembatani anggota APKOMINDO DIY agar dapat menerima informasi dengan tepat, cepat dan jelas. Tugas ini sejalan dengan kebijakan APKOMINDO DIY yang menuju ke arah paperless documents, di mana semua berita, undangan, arsip, maupun dokumen penting lainnya akan disimpan dalam bentuk digital. Undangan-undangan, berita maupun pemberitahuan cukup dikirim melalui milis resmi APKOMINDO DIY. Beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan di Komunikasi dan Informasi sebagai berikut: 1. Mengelola milis resmi APKOMINDO DIY (anggota@apkomindodiy.org dan anggota-apkomindodiy@yahoogroups.com) 2. Merancang dan mengelola website resmi APKOMINDO DIY (http://apkomindodiy.org) 3. Program Komunikasi nasional melalui CUG (Close User Group) FLEXI APKOMINDO sehingga seluruh anggota APKOMINDO dapat berkomunikasi dengan sesama anggota secara murah (melalui sambungan lokal dan SLJJ) di seluruh Indonesia. Program kerja bidang ini masih harus terus dikembangkan. Mengelola Website maupun Milis bukanlah hal yang mudah dilakukan karena membutuhkan waktu dan kreatifitas.

7. Bidang Usaha dan Pameran Bidang Usaha dan Pameran menjadi ujung tombak seluruh kegiatan APKOMINDO DIY, di mana permasalahan pameran merupakan permasalahan yang berhubungan langsung dengan bisnis anggota APKOMINDO DIY. Jumlah maupun kualitas pameran yang diselenggarakan selama 1 tahun di Yogyakarta mempengaruhi perkembangan

Halaman 38 dari 43


bisnis sebagian besar anggota APKOMINDO DIY yang memanfaatkan event pameran sebagai bagian dari sarana promosi dan sale. Sejak beberapa tahun belakangan ini perkembangan jumlah pameran yang diselenggarakan khususnya di Yogyakarta hampir lebih dari 5 kali dalam setahun. Bahkan tercatat tahun 2006 terdapat 9 kali pameran komputer, demikian juga di tahun 2007 jumlahnya juga tidak berbeda banyak. Banyaknya jumlah pameran sehingga meresahkan sebagian anggota APKOMINDO DIY karena tujuan awal dari penyelenggaraan pameran sebagai ajang promosi dan gelar teknologi, akhirnya menjadikan pameran hanya sekedar mengejar keuntungan semata-mata dari penyelenggaraan pameran, tanpa memperhatikan kondisi peserta pameran. Program lain yang dilaksanakan oleh bidang penelitian dan pengembangan adalah penelitian tentang pameran di mana dalam hal ini mencoba untuk mencari korelasi dan kecenderungan terhadap faktor yang mempengaruhi jumlah pengunjung pameran.

Gambar 16. Pameran Komputer Padahal kualitas keberhasilan penyelenggaraan sebuah pameran komputer tidak semata-mata hanya dilihat dari keuntungan pihak penyelenggara saja dengan mengabaikan peserta pameran. Anggota APKOMINDO DIY akhirnya tersudut ke dalam kondisi �mau tidak mau� harus mengikuti pameran, untuk tetap mempertahankan pangsa pasar dan pelanggannya. Berangkat dari kondisi tersebut, APKOMINDO DIY dalam rangka melindungi kepentingan anggotanya secara tidak langsung harus menata penyelenggaraan pameran di Yogyakarta. Selama ini ada 3 penyelenggara pameran, yaitu 1. Pameran yang diselenggarakan oleh APKOMINDO DIY 2. Pameran yang diselenggarakan oleh EO bekerjasama dengan APKOMINDO DIY 3. Pameran yang murni diselenggarakan oleh EO Penataan dimulai dengan himbauan kepada anggota APKOMINDO DIY agar hanya mengikuti Pameran yang direkomendasikan oleh APKOMINDO DIY, dengan demikian

Halaman 39 dari 43


pameran komputer di Yogyakarta akan menjadi lebih baik, tertata, berkualitas dan jumlahnya terbatas. Program penataan dijalankan mulai tahun 2008 dengan merekomendasikan hanya 6 pameran per tahun, yaitu : 1. APKOM New Year Expo (ANYE) 2. Mega Bazaar Computer (MBC) 3. National IT eXpo (NIX) 4. Festival Komputer Indonesia (FKI) 5. YOGYAKOMTEK 6. APKOM Year End Sale (APKOMYES) Dalam penyelenggaraan pameran APKOMINDO DIY sebagai asosiasi tidak dapat terlepas dari visi dan misi sosial yang diemban yaitu memperkenalkan sekaligus menggalakkan penggunaan komputer di masyarakat (khususnya masyarakat DIY) yang dapat meningkatkan efisiensi dan optimalisasi di segala bidang, di samping itu APKOMINDO DIY juga berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam menghargai karya cipta dengan mensosialisasikan undang-undang Hak Atas Kekayaan Intelektual baik kepada anggota maupun masyarakat luas. Visi dan Misi inilah yang membedakan antara pameran komputer yang diselenggarakan oleh APKOMINDO DIY dengan pihak lainnya. Dalam setiap pameran yang diselenggarakan oleh APKOMINDO DIY, nuansa edukasi teknologi kepada masyarakat terasa lebih kental dibandingkan dengan pameran lainnya. Untuk mendukung komitmen inilah maka sejak tahun 2007 APKOMINDO DIY memperkenalkan logo �APKOMINDO Best Expo Guaranteed� yang mencerminkan visi dan misi setiap pameran komputer yang diselenggarakan oleh APKOMINDO DIY. Ada 5 hal utama yang menjadi kriteria jaminan APKOMINDO DIY terhadap kualitas Gambar 17. APKOMINDO Best pameran yang diberi logo tersebut, yaitu (1) Expo Guaranteed jumlah pengunjung, (2) jumlah peserta baik lokal DIY maupun vendor-vendor nasional, (3) jumlah transaksi yang terjadi selama pameran, (4) tersedia acara-acara pendukung, (5) taat HaKI. Keuntungan bisnis bukan menjadi acuan utama maupun kualitas penyelenggaraan pameran APKOMINDO DIY, hal ini erat kaitannya dengan sifat APKOMINDO DIY sebagai organisasi nirlaba. APKOMINDO DIY berkeyakinan bahwa keuntungan bisnis hanyalah sebuah efek samping dari kepuasan pelanggan (customer satisfaction), dan akhirnya peserta pameran/anggota APKOMINDO DIY yang akan menikmatinya.

Halaman 40 dari 43


Sarat dengan PRESTASI YOGYAKOMTEK dan REKOR MURI Berbagai prestasi diukir oleh APKOMINDO DIY. Salah satunya adalah koleksi Piagam Rekor MURI. Tidak tanggung-tanggung, selama masa kepengurusan 2006-2009, 4 buah Rekor baru diukir oleh APKOMINDO DIY dalam ajang Pameran Yogyakomtek. Dengan demikian total terdapat 6 Rekor MURI telah diraih oleh APKOMINDO DIY. Ke-6 Rekor MURI tersebut adalah sebagai berikut: 1. Tahun 2003 : “Tembok Monitor Terpanjang” No. 985/R.MURI/IX/2003 2. Tahun 2004 : “Foto Terpanjang” No. 1246/R.MURI/IX/2004 3. Tahun 2006 : “Digital Printing Terbesar” No. 2140/R.MURI/IX/2006 4. Tahun 2007 : “Replika Eksterior Stasiun Tugu Yogyakarta Terbesar” No. 2850/ R.MURI/ XI/2007 5. Tahun 2007 : “Rangkaian LCD Terpanjang” No. 2851/R.MURI/XI/2007 6. Tahun 2007 : “Game Online Terlama 111 Jam Nonstop” No. 2852/R.MURI/XI/2007

Gambar 18. Koleksi Piagam MURI

Halaman 41 dari 43


Tujuan diadakannya pemecahan rekor yang idenya diprakarsai dan dikerjakan oleh APKOMINDO DIY ini adalah menunjukkan kepada masyarakat bahwa teknologi komputer (IT) telah menembus batas kesulitan yang di masa lalu sebagai sesuatu yang tak mungkin dilaksanakan sekalipun menggunakan berbagai perangkat digital tercanggih, kini dapat dilaksanakan tanpa meninggalkan tradisi kekhasan Yogyakarta sebagai kota budaya.

Halaman 42 dari 43


Rekomendasi kepada Pengurus Periode 2009-2012 Begitu banyak program kerja maupun kegiatan yang sudah kami kerjakan dalam masa kepengurusan selama 3 tahun (2006-2009) namun ternyata waktu tersebut tidaklah cukup untuk mencapai semua visi maupun misi yang kami cetuskan sejak awal kepengurusan. Masih banyak tugas berat menanti di pundak para pengurus periode yang akan datang (2009-2012). Beberapa rekomendasi program kerja yang dapat kami sampaikan untuk Pengurus Periode 2009-2012 adalah sebagai berikut: 1. Program revitalisasi organisasi dalam rangka menyusun tata kelola organisasi yang efektif dan efisien, membenahi keanggotaan organisasi secara internal. Tata Kelola Organisasi dinyatakan dalam bentuk Standard Operating Procedure (SOP) atau Pedoman Dasar Tata Kerja Asosiasi (PDTKA) perlu segera disusun untuk membakukan prosedur-prosedur. 2. Pembenahan administrasi keuangan dibantu oleh Akuntan yang bertindak sebagai Auditor Independen yang akan melaporkan hasil audit kepada DPA dan Pengurus Inti untuk evaluasi. 3. Misi untuk meningkatkan pertumbuhan dan pengembangan bisnis anggota APKOMINDO DIY hingga saat ini belum digarap secara maksimal. Di kepengurusan yang akan datang, kami mengusulkan adanya Bidang Perdagangan yang dikoordinir oleh seorang Ka.Sie dengan tugas melaksanakan program kerja yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan dan pengembangan bisnis anggota APKOMINDO DIY.

Halaman 43 dari 43


LPJ Apkomindo DIY (2006-2009)