Issuu on Google+

T U C G I A S S C O

Anugrah Pratama 12 TKJ 1


ď‚ž Teknologi

tanpa kabel disebut teknologi nirkabel. Teknologi nirkabel menggunakan gelombang elektromagnetik untuk membawa informasi antar perangkat. Panjang gelombang yang umum digunakan untuk komunikasi Public Wirelesse adalah Infrared dan Radio Frequency.


ď‚ž

Infrared adalah energi yang relatif rendah dan tidak dapat menembus dinding atau hambatan lainnya. Sebuah port khusus yang dikenal sebagai Infrared Direct Access memungkinkan Infrared bertukar informasi antar perangkat namun mengggunakan tipe koneksi satu-ke-satu perangkat. Infrared digunakan pada perangkat Remote Control, Mouse & Keyboard Wireless, Personal Digital Asisstant (PDA) & Personal Computer (PC) berjarak pendek dan berhadapan.


ď‚ž Gelombang

RF dapat menembus dinding dan hambatan lainnya. RF memiliki rentang frekuensi antara 900 MHz , 2,4 GHz , dan 5 GHz . Contoh pemanfaatan Radio Frequency adalah Bluetooth dan Wireless LAN yang dapat berkomunikasi dari satu-ke-banyak perangkat.


Wireless Personal Area Network (WPAN)

Wireless Local Area Network (WLAN)

Wireless Wide Area Network (WWAN)


Wave Collision

Low Security

Low Speed


Mobilitas

Skalabilitas

Fleksibilitas

Hemat Biaya

Hemat Waktu Instalasi

Realibilitas dalam lingkungan yang keras


Faktor Alam

Ulah Manusia

Suhu & Kelembaban

Penghalang atau hambatan seperti

tebalnya dinding


Empat Amandemen Standar IEEE 802.11 1.

IEEE 802.11a

2.

IEEE 802.11b

3.

IEEE 802.11g

4.

IEEE 802.11n

Teknologi tersebut disebut WiFi


Access Point

Wireless Client (STA)

Wireless Bridge

Antena


Digunakan pada Access Point dan Wireless Bridge

Meningkatkan kekuatan sinyal keluaran dari perangkat

nirkabel 

Menerima sinyal nirkabel dari perangkat lain seperti STA

Peningkatan kekuatan sinyal dari antena yang dikenal sebagai gain

Keuntungan yang lebih tinggi biasanya diterjemahkan ke dalam peningkatan jarak transmisi


Directional

Omni Directional


ď‚ž SSID

singkatan dari Service Set Identifier yang terdiri hingga 32 karakter dikirim dalam header dari semua frame melalui WLAN. SSID digunakan untuk memberitahu adanya perangkat WLAN yang mereka punya sedang aktif. Dan dengan di satu SSID yang sama komunikasi antar perangkat dapat berlangsung.


1.

Ad-hoc dikenal sebagai Independent Basic Service Set

2.

Infrastucture Mode dikenal sebagai Basic Service Set


Luas

cakupan

satu

Access

Point

terbatas.

Untuk

memperluas cakupan area yaitu dengan menghubungkan

beberapa BSS melalui Distribution System dan terbentuklah Extended Service Set (ESS). ESS menggunakan beberapa AP dan setiap AP terpisah dalam BSS. Ketika STA menjauh dari jangkauan AP 1 maka secara otomatis STA terhubung terlebih dahulu ke AP 2 sebelum memutuskan hubungan dari AP 1.


Wireless Channel berfungsi sebagai pengontrol agar setiap STA berada pada Frekuensi yang sama dalam satu Access

Point. Beberapa Access Point dapat berfungsi berdekatan satu sama lain selama AP tersebut berada pada saluran yang berbeda. AP satu dengan yang lainnya mempunyai Channel

yang berbeda - beda. Pemilihan saluran dapat secara manual atau otomatis. Agar

tidak

terjadi

Collision,

menggunakan metode akses yang

teknologi

nirkabel

disebut Carrier Sense

Multiple Access with Collision Avoidance (CSMA/CA).


SSID

Password

IP Address

DHCP

Wireless Mode

Wireless Channel


Pada sisi Client digunakan software Wireless Network Monitor untuk melihat konfigurasi yang telah disediakan oleh Acces Point. Konfigurasinya meliputi ďƒ˜

Link Information Menampilkan kekuatan dan kualitas suatu Wireless saat ini

ďƒ˜

Profil Memungkinkan Opsi Konfigurasi seperti Channel dan SSID yang ditentukan Wireless Network

ďƒ˜

Site Survey Mendeteksi semua Wireless Network yang berada disekitar


ď‚ž Untuk

memeriksa apakah koneksi telah berhasil, dilakukan dengan cara ping. Jika ping tidak berhasil dari sumber ke tujuan , kemudian ping AP dari klien nirkabel untuk memastikan bahwa konektivitas nirkabel tersedia . Jika gagal juga, masalah ini adalah antara klien wireless dan AP . Periksa informasi pengaturan dan mencoba untuk membangun kembali konektivitas .


Jika klien nirkabel berhasil dapat terhubung ke AP , kemudian memeriksa konektivitas dari AP ke hop berikutnya pada jalan ke tujuan . Jika ini berhasil, maka masalahnya adalah kemungkinan besar tidak dengan konfigurasi AP , tapi mungkin menjadi masalah dengan

perangkat

lain

di

jalan

perangkat tujuan itu sendiri.

ke

tujuan

atau


ď‚ž Untuk

memeriksa apakah koneksi telah berhasil, dilakukan dengan cara ping. Jika ping tidak berhasil dari sumber ke tujuan , kemudian ping AP dari klien nirkabel untuk memastikan bahwa konektivitas nirkabel tersedia . Jika gagal juga, masalah ini adalah antara klien wireless dan AP . Periksa informasi pengaturan dan mencoba untuk membangun kembali konektivitas .


Wireless memang teknologi yang simple dengan setiap orang bisa mengaksesnya.

Namun

siapa

sangka

jika

orang

yang

tidak

teridentifikasi juga mengaksesnya. Dia bisa internetan gratis bahkan merusak atau mencuri file pribadi orang lain. Oleh karena itu konfigurasi keamanan diperlukan dalam Wireless. Salah satunya dengan SSID. Fitur SSID Broadcast dapat di nonaktifkan. Agar komputer tertentu yang telah mengetahui SSID yang bisa terkoneksi. Konfigurasi Default pada Wireless harus dirubah sedemikian rupa agar orang asing tidak bisa mengaksesnya. Jika tidak, orang asing yang akan mengubahnya.


MAC FILTERING Membatasi perangkat agar perangkat tertentu saja yang dapat mengakses. Perangkat yang MAC Address-nya telah diblokir oleh AP, tidak dapat mengakses. Ada beberapa masalah dalam hal ini. 1.

Perangkat harus terkoneksi dahulu dengan AP untuk mengetahui MAC Address sebelum MAC Address perangkat tersebut diblokir.

2.

Perangkat mungkin saja mngkloning MAC Address dari perangkat

lain setelah MAC Address sebelumnya dari perangkat tersebut diblokir.


OTENTIKASI Cara lainnya adalah dengan menerapkan otentikasi.

Otentikasi adalah proses ijin masuk ke jaringan didasarkan pada set kredensial. Hal ini digunakan untuk memverifikasi

bahwa

jaringan

terhubung

dengan

perangkat yang terpercaya. Username dan Password adalah bentuk yang umum dari otentikasi. Otentikasi

terjadi sebelum Client diperbolehkan untuk terhubung ke WLAN.


Secara Default, perangkat nirkabel tidak memerlukan otentikasi. Setiap Client bebas mengakses jaringan wireless. Otentikasi

seperti ini biasanya terdapat pada tempat umum, seperti restoran.



Rangkuman chapter 7