Page 4

Dinas Guru, Mang Dhani pulang, kembali ke kota, meninggalkan Tiwi dengan impian-impiannya yang segera menjadi nyata. ***

Hari pertama memasuki sekolah, semangat dan tak ingin terlambat. Berjalan kaki sekitar 10 menit saja, Tiwi sudah sampai di SDN Anonim. Dia duduk di depan, menunggu. Di sana hanya ada 2 ruangan, ruangan kelas dan ruangan di mana dia sekarang duduk. Tak ada yang aneh saat itu. Namun, kegelisahan mulai menghantui. Jam ditangan Tiwi telah menunjukkan pukul delapan, namun tak jua ia melihat anak-anak di sekitarnya, lengang, hanya binatang yang berkeliaran di lapangan sekolah, memakan rumput dan ilalang. Sungguh miris dia melihat hal itu. : “Pada kemana siswa-siswi dan guru yang mengajar di sini? Apa hari ini hari libur?

Tiwi

Perasaan enggak deh, tapi kok sekolah ini sepi banget, bahkan terlihat seperti peternakan hewan.” Untuk memecah kesunyian, dia mengambil buku di dalam tasnya, mulai membaca. Sekian kalimat dia membaca, akhirnya terdengar jua huru-hara dari pintu gerbang sekolah, ternyata segerombolan anak-anak dengan pakaian biasa, tanpa seragam, datang. Mereka bingung dan merasa asing ketika melihat Tiwi duduk sendirian. Nina

: “Pian siapa?”

Tiwi

: “Pian?”

Anak-anak

: (tertawa)

Tia

: “Uiy kakawanan, sakalinya ngarannya PIAN. Lucu” Tiwi bingung kenapa anak-anak itu tertawa. Kemudian, dia tersadar. Dia sadar bahwa yang

sekarang dia hadapi adalah anak-anak perkampungan, yang masih menggunakan bahasa daerah sini. Dia segera bertindak cepat, mengambil kamus bahasa Banjarnya. Mencari kata-kata yang tidak dia mengerti. Tiwi

: “Oh, maksudnya nih, ngaran ibu kah?”

Alyne

: “Iih, bu ai”

4

The Best Teacher  

naskah drama anak2 TW1STER

The Best Teacher  

naskah drama anak2 TW1STER

Advertisement