Page 3

: (kembali lagi menengok ke arah bu Halimah) “Udah dong, tadi pas dijalan Wi udah

Tiwi

nelpon papah, dan langsung disetujui tanpa ini itu kayak mamah.., hehehe” (pergi) Bu Halimah

: “Kamu mau kemana?”

Tiwi

: (berteriak) “Mau nyiapin barang-barang buat besok..” ***

Hari Minggu ini tak seperti hari minggu yang telah lalu. Tak ada acara liburan di keluarga Bahar. Para penghuni rumah sibuk, membantu Tiwi berkemas. Semua koper berisi keperluan sehari-hari telah ditaruh ke dalam bagasi mobil. Tak lama setelah semua barang dimasukkan, Tiwi berpamitan. Pak Bahar dan Bu Halimah tidak ikut mengantarkan, hanya sopir pribadinya menemani. Tiwi

: “Pah, Mah. Wi berangkat dulu yah… doakan Wi.” (bersalaman)

Bu Halimah

: “Pasti kami doakan.. Kalau sudah sampai disana, kabari Mamah yah..” (terharu.., menangis)

Tiwi

: “Oke mah, tenang aja..” (memeluk dan menyapu air mata Bu Halimah)

Pak Bahar

: “Bikin kita bangga ya, Wi. Papah pasti bakalan kangen sama kamu, karena gak ada lagi anak manja yang selalu minta diantar jemput sama papah kemaaanaa aja.” : “Wi juga pasti kangen sama Papah. Tapi, kita bisa telponan kok, di sanakan udah bisa

Annisa

nyambung sinyalnya gitu lho.. Hmm.., oh ya pah…, jagain mamah yach Pah.. Awas lho kalau sampe nangis… Hehehe..” Bibi

: “Dasar non ini.. Jaga diri juga, Non”

Tiwi

: “Iya, bi. Makasih. Udah ah, kalau kelamaan disini, Wi gak berangkat-berangkat jadinya.. Yuk, Mang.. kita cabut…”

Mang Dhani

: “Baik, non..”

Tiwi

: “Assalamu’alaikum..”

Bu, Pak, Bi

: “Wa’alaikumussalam wr. Wb..” Tiwi dan Mang Dhani pun berangkat, menuju perkampungan Sukar Sekali. Berjam-jam

mereka menempuh perjalanan dan akhirnya penantian berakhir sudah. Tempat dimana Tiwi akan membagi ilmunya telah dicapai. Setelah menurunkan barang-barang Tiwi dan menaruhnya di rumah 3

The Best Teacher  

naskah drama anak2 TW1STER

The Best Teacher  

naskah drama anak2 TW1STER

Advertisement