Page 16

Pak Bahar

: “Soal mamah, tenang aja. Dia pasti setuju juga kok, apalagi kalau tau rumah kita bakalan rame.”

Tiwi

: “Oke deh, pah. Makaaaasiih banyak. Aku tunggu Mang Dhaninya di sini. Jadi, besok mereka udah ada disana. Hmmm.., udah dulu yah pah. Assalamu’alaikum”

Pak Bahar

: “Wa’alaikumussalam..” ***

Esok harinya. Tiwi

: “Ingat! Kalian harus sukses. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Belajar yang rajin, jangan nakal. Masalah di sini biar ibu yang tangani, yang kalian lakukan di sana hanya menuntut ilmu, dan buktikan bahwa kalian bisa membanggakan kami. Jangan kembali sebelum berhasil. Ibu tidak ingin melihat kalian gagal.”

Rahmawati

: “pasti bu. Kami akan pegang janji kami.”

Ipin

: “Tenang bu. Jika ada kemauan, pasti ada jalan. Kami yakin kami akan sukses.”

Aida

: “Iya, bu. Doakan saja kami.”

Tiwi

: “selalu, selalu kami doakan.”

Arif

: “Hati-hati nak. Kami akan merindukanmu.”

Lia

: “Makasih, pak.”

Nina

: “Kakak, jaga diri baik-baik yah.”

Roy

: “Kamu juga, jangan nakal.”

Mang Dhani

: “Semua sudah siap?”

TIa dan Alyne

: “Tunggu… kami ketinggalan” (berlari menyusul)

Iyudh

: “Hampir saja kalian ini.”

Tia

: “Ayo mang, kita cabut. Dadah semuanya.”

Alyne

: “Assalamu’alaikum.”

Semua

: “Wa’alaikumussalam”

Mobil pun melaju, mereka berpisah.., untuk sementara, bukan untuk selamanya. *** 16

The Best Teacher  

naskah drama anak2 TW1STER

The Best Teacher  

naskah drama anak2 TW1STER

Advertisement