Issuu on Google+

STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH


Landasan Teoretik Model Pembelajaran Berbasis Masalah Glaser (1991) secara umum diasumsikan bahwa belajar adalah proses yang konstruktif dan bukan penerimaan. Prosesproses kognitif yang disebut metakognisi mempengaruhi penggunaan pengetahuan, dan faktor-faktor sosial dan kontektual mempengaruhi pembelajaran. Berdasar pada pandangan psikologi kognitif terdapat tiga prinsip pembelajaran yang berkaitan dengan PBL


Landasan Teoretik Model Pembelajaran Berbasis Masalah 1. Belajar adalah proses konstruktif dan bukan penerimaan. 2. Knowing About Knowing (metakognisi) Mempengaruhi Pembelajaran. 3. Faktor-faktor Kontekstual dan Sosial Mempengaruhi Pembelajaran.


PENGERTIAN Duch (1995) dalam (Al Muchtar) mengemukakan bahwa pembelajaran berbasis masalah pada dasarnya adalah metode instruksional yang memiliki ciri utama yaitu menjadikan masalah-masalah aktual dan atau nyata sebagai konteks untuk peserta didik belajar agar peserta didik dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, mengembangkan kemampuan memecahkan masalah dan memperoleh pengetahuan yang mendalam.


KARAKTERISTIK 1. Merupakan aktivitas pembelajaran tidak hanya sekedar mengharapkan peserta didik mendengarkan, mencatat, kemudian menghapal materi pembelajaran, melainkan harus aktif berpikir, berkomunikasi, mencari dan mengolah data, dan akhirnya menyimpulkan. 2. Aktivitas pembelajaran harus diarahkan untuk menyelesaikan masalah. PBM menempatkan masalah sebagai fokus pembelajaran, tanpa masalah tidak mungkin terjadi proses pembelajaran. 3. Pemecahan masalah dilakukan sistematik-empirik).

menggunakan pendekatan berpikir ilmiah (deduktif-induktif;


Tujuan Penerapan Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah ď ą Agar peserta didik tidak hanya sekedar dapat mengingat materi pelajaran akan tetapi menguasai dan memahami secara penuh. ď ąMengembangkan keterampilan berpikir rasional, kemampuan menganalisis situasi, menerapkan pengetahuan yang mereka miliki dalam situasi baru, mengenal adanya perbedaan antara fakta dan pendapat, serta mengembangkan kemampuan dalam membuat judgement secara obyektif.


Tujuan Penerapan Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah

ď ąKemampuan peserta didik untuk memecahkan masalah serta membuat tantangan intyelektual peserta didik. ď ą Mendorong peserta didik untuk lebih bertanggungjawab dalam belajaranya ď ą Agar peserta didik memahami hubungan antara apa yang dipelajari dengan kenyataan dalam kehidupannya (hubungan antara teori dengan kenyataan


Prinsip-Prinsip dalam Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah

ď ąKemampuan peserta didik untuk memecahkan masalah serta membuat tantangan intelektual peserta didik. ď ą Mendorong peserta didik untuk lebih bertanggungjawab dalam belajaranya ď ą Agar peserta didik memahami hubungan antara apa yang dipelajari dengan kenyataan dalam kehidupannya (hubungan antara teori dengan kenyataan


Hakikat Masalah Dalam Pembelajaran Berbasis Masalah

Hakikat masalah dalam pembelajaran berbasis masalah adalah gap atau kesenjangan antara situasi nyata dan kondisi yang diharapkan, atau antara kenyataan yang terjadi dengan apa yang diharapkan. Kesenjangan tersebut bisa dirasakan dari adanya keresahan, keluhan, kerisauan atau kecemasan.


Kriteria Pemilihan Bahan Pelajaran dan Pembelajaran Berbasis Masalah

1) Bahan pelajaran harus mengandung isu-isu konflik (conflic issue) yang bisa bersumber dari berita, rekaman vidio dan yang lainnya. 2) Bahan yang dipilih adalah bahan yang bersiofat familiar dengan peserta didik, sehingga peserta didik dapat mengikutinya dengan baik. 3) Bahan yang dipilih adalah bahan yang berhubungan dengan orang banyak (universal) sehingga terasa manfaatnya.


Kriteria Pemilihan Bahan Pelajaran dan Pembelajaran Berbasis Masalah

4) Bahan yang dipilih merupakan bahan yang mendukung tujuan atau kompetensi yang harus dimilki peserta didik sesuai dengan kurikulum yang berlaku. 5) Bahan yang dipilih sesuai dengan minat peserta didik sehingga setiap peserta didik merasa perlu untuk mempelajarinya.


Tahapan Pembelajaran Berbasis ? Masalah 1. Merumuskan masalah 2. Menganalisis masalah 3. Merumuskan hipotesis 4. Mengumpulkan data 5. Pengujian hipotesis 6. Merumuskan rekomendasi


Metode yang digunakan dalam strategi pembelajaran berbasis masalah

 Metode Diskusi  Metode Sumbang pendapat atau sumbang saran (brainstorming)  study kasus


Upaya Pemecahan Kasus Pembelajarannya 1) Tahapan pemecahan masalah secara akademik 2) Tahapan pemecahan masalah secara praktis


KEUNGGULAN • Pemecahan masalah merupakan teknik yang cukup bagus untuk lebih memahami isi pelajaran. • Pemecahan masalah dapat menantang kemampuan siswa serta memberikan kepuasan untuk menentukan pengetahuan baru bagi siswa.   • Pemecahan masalah dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa.  • Pemecahan masalah dapat membantu siswa bagaimana mentrasfer pengetahuan mereka untuk memahami masalah dalam kehidupan nyata.  • Pemecahan masalah dapat membantu siswa untuk mengembangkan pengetahuan barunya dan bertanggungjawab dalam pembelajaran yang mereka lakukan. 


KEUNGGULAN • Melalui pemecahan masalah dianggap lebih menyenangkan dan disukai siswa.  • Pemecahan masalah dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan mengembangkan kemampuan mereka untuk menyesuaikan dengan pengetahuan baru.  • Pemecahan masalah dapat memberikan kesempatan pada siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang mereka miliki dalam dunia nyata. • Pemecahan masalah dapat mengembangkan minat siswa untuk secara terus menerus belajar.


KELEMAHAN • Manakala siswa tidak memiliki minat atau tidak mempunyai kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk dipecahkan, maka mereka akan merasa enggan untuk mencoba. • Keberhasilan strategi pembelajaran melalui problem solving membutuhkan cukup waktu untuk persiapan.  • Tanpa pemahaman mengapa mereka berusaha untuk memecahkan masalah yang sedang dipelajari, maka mereka tidak akan belajar apa yang mereka ingin pelajari.


TERIMA KASIH MATURNUWUN HATURNUHUN THANK YOU MAULIATE SYUKRON DANKE MERCI XIE XIE


Strategi pembelajaran berbasis masalah