Page 1

BAB I PENDAHULUAN

Dalam kebudayaan masyarakat kita menjumpai berbagai pernyataan yang menyatakan persamaan manusia. Di bidang hukum misalnya, kita mengenal anggapan bahwa dihadapan hukum semua orang itu sama, pernyataan serupa kita jumpai pula di bidang agama. Dalam adat minangkabau kita mengenal ungkapan “tagok sama tinggi, duduk samo rendah� yang berarti bahwa setiap orang dianggap sama.

Namun dalam kehidupan sehari-hari kita mengalami ketidaksamaan. Kita melihat bahwa dalam semua masyarakat dijumpai ketidaksamaan di bidang kekuasaan. Sebagaian anggota masyarakat mempunyai kekuasaan, sedangkan sisanya dikuasai. Kita mengetahui bahwasannya anggota masyarakat pun dibeda-bedakan dalam kriteria lain, misalnya berdasarkan kekayaan dan penghasilan, atau nerdasarkan prestasi dalam masyarakat. Pembedaan anggota masyarakat berdasarkan status yang dimilikinya dalam sosiologi dinamakan stratifikasi sosial (Social Stratification).

1


BAB I PEMBAHASAN

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar semua orang aktif dalam mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Sedangkan UNESCO memberikan definisi tentang pendidikan yaitu : Education is the organized and sustained instruction design to communicate a combination of knowledge, skills and understanding valuable for all activities of life.

A. Stratifikasi Sosial Pengertian Stratifikasi Sosial1 Masyarakat dari individu-individu yang terdiri dari berbagai macam latar belakang tertentu yang akan membentuk suatu masyarakat yang heterogen, masyarakat heterogen yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial. Dengan adanya atau terjadinya kelompok sosial ini maka terbentuklah suatu pelapisan masyarakat atau terbentuklah masyarakat yang berstrata.

Masyarakat merupakan satu kesatuan yang didasarkan ikatan-ikatan yang sudah teratur dan bisa dikatakan stabil. Sehubungan dengan ini, maka dalam sendirinya masyarakat merupakan kesatuan yang dalam pembentukannya mempunyai gejala yang sama.

1 Ahmadi, Abu. H. Drs. 1991. Ilmu Sosial Dasar. Semarang : Rineka Cipta

2


Masyarakat tidak dapat dibayangkan tanpa individu, seperti juga individu tidak dapat dibayangkan tanpa adanya masyarakat. Betapa masyarakat dan individu itu adalah komplementer dapat kita lihat dari kenyataannya bahwa :

a) Manusia dipengaruhi oleh masyarakat demi pembentukan pribadinya. b) Individu

mempengaruhi

masyarakat

dan

bahkan

bisa menyebabkan

(berdasarkan pengaruhnya) perubahan besar masyarakat.

Setelah itu kita mengerti bahwa manusia sebagai makhluk sosial yang selalu mengalami perubahan sosial, marilah kita pelajari apa yang dimaksud dengan Stratifikasi Sosial atau Pelapisan Sosial.

Istilah stratifikasi sosial atau stratification berasal sari kata STRATA atau STRATUM yang berarti LAPISAN. Karena Itu social Stratification sering diterjemahkan dengan pelapisan masyarakat. Sejumlah individu yang mempunyai kedudukan menurut ukuran masyarakatnya, dikatakan berada didalam suatu Lapisan atau Stratum.

A. Sorokin memberikan definisi pelapisan masyarakat sebagai berikut : “Pelapisan masyarakat adalah perbedaan penduduk atau masyarakat kedalam kelaskelas yang tersusun secara bertingkat (Hierarchis)â€?. Lebih lengkap batasan yang dikemukakan oleh Theodorson dkk. Didalam Dictionary of Sociology, oleh mereka dikatakan sebagai berikut : •

Pelapisan masyarakat berarti jenjang status dan peranan yang relatif permanen yang terdapat didalam sistem sosial (dari kelompok kecil sampai ke masyarakat) didalam pembedaan hak, pengaruh dan kekuasan.

3


•

Masyarakat yang berstratifikasi sering dilukiskan sebagai suatu kerucut atau piramid, dimana lapisan bawah adalah paling lebar dan lapisan ini menyempit keatas.

Lower class Middle class Uper class

B. Sifat Sistem Pelapisan dan Kelas Sosial2 Sifat sistem pelapisan sosial ada yang tetutup dan ada yang terbuka, pelapisan yang tertutup tidak memungkinkan seseorang pindah kelapisan lain. Pada sistem pelapisan terbuka setiap orang dapat naik lapisan. Jika mampu dan dapat turun lapisan jika tidak mampu. Keterbukaan perjuangan tersebutlah yang menjadi perangsang nilai seseorang untuk mengembangkan potensinya dan hal ini pula yang menjadi landasan gerak pembangunan masyarakat.

Biasanya pengakuan kelas seseorang dalam kelompok sosial merupakan nilai kumulatif (gabungan) sehingga kadang kala menjadi berbeda dengan lapisan sosial. Kriteria pengakuan kelas dinyatakan dalam hal-hal berikut : 1. Ukuran kekayaan 2. Ukuran kekuasan 3. Ukuran kehormatan 4. Ukuran pengetahuan atau kepandaian

Sehubungan dengan kriteria tersebut, maka kelas menyediakan peluang fasilitas (life chances) tertentu seperti kebebasan, harta, keamanan dan kemudahan yang lainnya. Akibatnya, kelas tersebut selalu menunjukan gaya hidup (life style), bahkan kelakuannya khas yang berbeda atau spesifik. Ciri-ciri yang melekat padanya

2 Syarbaini, Syahrial, MA. Drs. Dkk. 2004. Sosiologi Dan Politik. Bogor : Ghalia Indonesia

4


itu (staus syimbol) menjadi pertanda bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sesuatu yang dicita-citakan seseorang. Sistem berlapis-lapis masyarakat ditandai oleh kedudukan dan peranan seseorang. Kedudukan ialah tempat seseorang dalam masyarakatnya sehubungan dengan orang lain. Seseorang selalu mempunyai kedudukan sekaligus, seperti kepala sekolah dan sebagai warga.

C. Kondisi yang Mendorong Pelapisan Sosial3 Beberapa kondisi umum yang mendorong terciptanya Stratifikasi Sosial masyarakat adalah saebagai berikut : 1) Perbedaan ras dan budaya 2) Pembagian tugas 3) Kelangkaan

D. Perlukah Sistem Pelapisan Sosial4 Manusia pada umumnya tidak bercita-cita agar tidak terjadi perbedaan kedudukan dan peranan dalam masyarakat. Namun, setiap masyarakat harus menempatkan individu pada tempat tertentu dalam struktur sosial beserta kewajibankewajiban yang dibebankan kepadanya. Apabila kewajiban sesuai dengan keinginan, kemauan, dan kemampuan individu, maka tidak terlalu sulit untuk dilaksanakan. Akan tetapi, kedudukan tersebut memerlukan keahlian dan keterampilan tertentu, sehingga mau tidak mau ada sisitem pelapisan sosial masyarakat untuk memecahkan persoalan yang dihadapi oleh masyarakat, yaitu penempatan individu dalam tempattempat yang tersedia dalam struktur sosial. Pengisian tempat tersebut merupakan daya pendorong agar masyarakat bergerak sesuai fungsinya.

3 Syarbaini, Syahrial, MA. Drs. Dkk. 2004. Sosiologi Dan Politik. Bogor : Ghalia 4 Syarbaini, Syahrial, MA. Drs. Dkk. 2004. Sosiologi Dan Politik. Bogor : Ghalia

5

Indonesia. Indonesia.


E. Kelompok Sosial5 Manusia dapat disebut juga “animal social�, memiliki dua hasrat, yaitu bersatu dengan manusia lain dan bersatu dengan alam sekeliling. Manusia memiliki fikiran, perasaan, dan kehendak untuk memenuhi kehidupannya dalam social group. Dalam hidupnya manusia tergantung dengan manusia lainnya, terutama keluarga selaku kelompok inti.

Himpunan manusia dalam kehidupan bersama yang berhubungan timbal balik itulah yang disebut kelompok sosial. Jadi, kelompok tersebut mempunyai syaratsyarat sebagai berikut : a) Ada kesadaran setiap orang selaku anggota kelompok, bahwa dia merupakan bagian dari kelompok yang bersangkutan. b) Ada hubungan timbal balik antar anggota yang bersatu anggota lainnya dalam kelompok itu. c) Ada faktor pengikat yang dimiliki bersama anggota kelompok tersebut, seperti rasa senasib dan sepenanggungan. d) Berstruktur dengan mmemiliki pola perililaku yang sama.

Kelompok sosial dapat dibagi atas dua bentuk, yaitu sebagai berikut : 1. Kelompok sosial kecil 2. Kelompok sosial besar

Ada kelompok sosial yang kompleks, dimana seseorang sekaligus menjadi anggota kelompok sosial yang lain, sepertiseperti kelompok sosial atas dasar gabungan kekerabatan usia, bidang pekerjaan, kedudukan dan sebagainya.

5 Syarbaini, Syahrial, MA. Drs. Dkk. 2004. Sosiologi Dan Politik. Bogor : Ghalia Indonesia.

6


Ada juga kelompok sosial yang tidak teratur, yakni kerumunan (ukuran kecil) dan publik (ukuran besar). Kerumunan terjadi apabila sejumlah orang berada di suatu tempat karena suatu perhatian ataupun kepentingan tanpa ikatan hubungan, seperti di bioskop, di pasar, di terminal dan sebagainya.

7


BAB II PENUTUP

A. Kesimpulan Istilah Stratifikasi atau stratification berasal dari kata STRATA atau STRATUM yang berarti LAPISAN. Karena itu Social Stratification sering diterjemahkan dengan pelapisan sosial. Sejumlah individu yang mempunyai kedudukan (status) yang sama menurut ukuran masyarakatnya, dikatakan berada dalam suatu lapisan atau startum.

Ukuran yang biasa dipakai dalam menggolongkan anggota masyarakat kedalam lapisan-lapisan sosial ialah : •

Ukuran kekayaan

Ukuran kekuasaan

Ukuran kehormatan

Ukuran pengetahuan

Manusia dapat disebut juga “animal social”, memiliki dua hasrat, yaitu bersatu dengan manusia lain dan bersatu dengan alam sekeliling. Manusia memiliki fikiriran, perasaan, dan kehendak untuk memenuhi kehidupannya dalam social group. Dalam hidupnya manusia tergantung dengan manusia lainnya, terutama keluarga selaku kelompok inti.

8


DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu. H. Drs. 1991. Ilmu Sosial Dasar. Semarang : Rineka Cipta. Syarbaini, Syahrial, MA. Drs. Dkk. 2004. Sosiologi Dan Politik. Bogor : Ghalia Indonesia. Tumanggor, Rusmin, MA. Dr. Prof. 2004. Sosiologi Dalam Perspektif Islam. Jakarta : UIN Jakarta Press.

9

Stratifikasi sosial01  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you