Issuu on Google+

HARIAN UMUM

LINGKAR JABAR

SUARA RAKYAT JAWA BARAT Edisi 147 - Tahun 1 - Selasa, 18 September 2012

Redaksi/Iklan: Telp./Fax. Telp./ 0251 -8663605

https://www.lingkarjabar.net

Rp. 2.000

Presiden Terima Rekomendasi Ulama

8 | Infotainment

Chantal Della Concetta

SEKSI ITU PERCAYA DIRI Indeks

NU mengimbau kepada masyarakat agar berkontribusi aktif dalam upaya meruntuhkan budaya korupsi dengan memperkuat sanksi sosial terhadap koruptor, sehingga dapat menimbulkan efek jera dan juga efek pencegahan bagi tindakan korupsi berikutnya,”

4 | Lahan Terminal Barangsiang Disewakan ke Pihak Swasta

BOGOR (LJ) - Puluhan pengemudi bus 3/4 yang sering mangkal (ngetem-red) di Jalan Sambu Terminal Baranangsiang, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat, mengeluh. Pasalnya, mereka diharuskan masuk ke terminal lewat jalan Sambu, dan harus membayar karcis Rp1.000/ rit dan jika bus ingin bermalam harus membayar Rp10.000,/malam.

11 | Pemudah Muhammadiyah Sesalkan Klaim Dukung Ahmad Heryawan CIREBON (LJ)- Jajaran Kepolisian Sektor Utbar (utara barat) nampaknya tak main-main untuk mengusut tuntas kasus dugaan mafia CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) di lingkungan RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Gunung JaƟ Kota Cirebon. BukƟnya, selama kasus itu mencuat belasan saksi telah diperiksa Ɵm penyidik Kepolisian Utbar.

Sampaikan Temuan Keluhan dan Saran Anda ke: 081210781404 email: lingkarjabar@yahoo.com

lingkarjabar

@lingkarjabar

KAB CIREBON (LJ) - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberikan rekomendasi seluruh hasil yang diperoleh selama Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2012 mulai Sabtu (15/9) s/d Senin (17/9), kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Penyerahan rekomendasi tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj sebelum Presiden memberikan pengarahan kepada peserta munas di Pondok Pesantren

Jangan Takut Bicara ! Jalan Sholis Selalu Macet Tuh, Pak..... Perbaikan Jalan Sholeh Iskandar (Sholis) selalu dikeluhkan masyarakat dan pengguna Jalan. Selain menyebabkan kemacetan, hampir seƟap tahun jalan yang menghubungkan Jakarta-Bogor via Parung ini selalu mengalami perbaikan. Berkali-kali kami katakan, ada yang tak beres di Sholis. Jadi, bila jalan ini diperbaiki, maka jalan tersebut selalu macet hingga berjam-jam. Tolong kepada pihak terkait dapat membatu demi kelancaran jalan sholis Kota Bogor dong......... 087772115xxx

Kempek Cirebon, Senin (17/9). Ada empat rekomendasi penting yang dinilai mendesak untuk ditindaklanjuti oleh pemerintah, yaitu yang pertama untuk bidang politik dan persoalan korupsi, NU mendesak Presiden segera menggunakan kewenangannya secara penuh dan tanpa tebang pilih atas upaya-upaya penanggulangan korupsi dalam penyelenggaraan pemerintah, utamanya terkait

Bersambung ke hal 11

Pengerjaan Jalan Bermasalah

Dewan Panggil Pengusaha Proyek Rp 18,2 Miliar

Tinjau lagi lampu motor siang hari Yth. Bapak. Kapolda Metro Jaya. Mohon untuk praturan yang mengharuskan pasang lampu motor pada siang hari agar diƟnjau kembali? Karena terasa di paksakan, memang untuk mengurangi angka kecelakaan dijalan raya. Itu semua hanya keƟdak disiplinan pengemudi itu sendiri dan juga akan menjadi ajang main Ɵlang saja buat bapak Polantas. Tolong untuk dikaji ulang lagi pak? Terima kas ih......... 081323799xxx

Info Pertanahan: Oleh ARN Consultant

Sertifikat Hak Atas Tanah, Memiliki Banyak Fungsi Kita mengenal macam-macam sertifikat hak atas tanah, ada Sertifikat Hak Milik (SHM), Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU) ataupun Sertifikat Hak atas Satuan Rumah Susun (SHSRS). Sertifikat hak atas tanah menjadi dambaan dari setiap pemegang hak atas tanah. Serasa masih ada yang kurang dan belum mantap bila pemilikan atau penguasaan atas tanah itu belum disertai bukti pemilikan berupa sertifikat. Hal itu memang benar dan sudah selayaknya setiap orang mengusahakan agar ia memperoleh sertifikat karena Undang-Undang PokokAgraria (UUPA) No.5/1960 menjamin hal itu bahwa adalah hak dari setiap pemegang hak atas tanah untuk memperoleh sertifikat (UUPA Pasal 4 ayat 1). Sertifikat memiliki banyak fungsi bagi pemiliknya. Dari sekian fungsi yang ada, dapat dikatakan bahwa fungsi utama dan terutama dari sertifikat adalah sebagai alat bukti yang kuat, demikian dinyatakan dalam pasal 19 ayat 2 huruf c UUPA. Karena itu, siapapun dapat denganmudah membuktikan dirinya sebagai pemegang hak atas tanah bila telah jelas namanya tercantum dalam sertifikat itu. Diapun selanjutnya dapat membuktikan mengenai keadaan-keadaan dari tanahnya itu misalnya luasnya, batas-batasnya, ataupun segala sesuatu yang berhubungan dengan bidang tanah dimaksud. Dan jika dikemudian hari terjadi tuntutan hukum di pengadilan tentang hak kepemilikan / penguasaan atas tanah, maka semua keterangan yang dimuat dalam sertifikat hak atas tanah itu mempunyai kekuatan pembuk

Bersambung ke hal 11

KAB BOGOR (LJ) - Kasus dugaan korupsi di lingkungan Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2011 saat ini masih ditangani penegak hukum dan telah menyeret pejabat instansi terkait maupun pengusaha ke balik jeruji, namun hal itu nampaknya tak membuat jera kalangan pengusaha konstruksi di Kabupaten Bogor. Kalangan anggota DPRD Kabupaten Bogor menemukan sejumlah proyek di lingkungan DBMP yang bermasalah alias terindikasi menyimpang dari

perencanaan. Misalnya, pengerjaan peningkatan Jalan Citeureup-Citaringgul sepanjang 7 kilometer senilai Rp 18,2 miliar yang dikerjakan PT Priangan Bangun Nusantara milik seorang pengusaha rekanan yang memilik akses kuat ke pejabat-pejabat di lingkup Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bogor. Wakil rakyat yang melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke lokasi proyek pada Senin (17/9), menemukan sejumlah kejanggalan dalam pengerjaannya. Menurut Kukuh Sri Widodo, anggota Komisi C

DPRD Kabupaten Bogor, kejanggalan yang ditemukan pihaknya saat melakukan kunjungan ke lokasi proyek peningkatan jalan dengan nomor dan tanggal SPMK 620/A.106-15.1132/TINGJLN SPMK/DBMP tanggal 11 Juli 2012 itu, pihak pengusaha baru menyelesaikan pekerjaannya hanya sekitar 16 persen. “Padahal, kalau menghitung tanggal mulai dilaksanakannya pekerjaan, seharusnya pengusaha sudah menyelesaikan pekerjaannya sekitar 30 persen,” ungkapnya kepada LINGKAR JABAR usai sidak. Politisi Fraksi Gerindra ini pun menilai, keterlambatan dalam pengerjaan proyek dikhawatirkan bisa berdampak pada kualitas kontruksi. Terlebih batas waktu sesuai dengan surat perintah kerja, terhitung dilaksanakan selama 170 hari. “Apa yang kami khawatirkan sangat berasalan, karena sampai saat ini pengusaha yang memenangkan proyek dengan anggaran sebesar Rp 18,2 miliar lebih itu baru melaksanakan

Bersambung ke hal 11

Lelang Proyek Alkes Rp 88 Miliar Dituding Tercemar KKN BANDUNG (LJ) - Proses lelang tender pengadaan alat-alat kesehatan (alkes) senilai Rp 88,8 miliar pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jabar yang saat ini sedang berjalan dituding tidak dilakukan secara sehat dan bahkan telah tercemar praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Elemen masyarakat menengarai telah terjadi pengaturan dalam proses lelang alkes tahun anggaran 2012 yang melibatkan oknum panitia lelang, oknum pejabat Dinkes, pengusaha yang mengkoordinir dan oknum-oknum lainnya.

Karena itu, elemen masyarakat yang berasal dari tiga organisasi kemasyarakatan (ormas), yakni Barisan Rakyat Anti Korupsi (Brantas), Jaringan komunikasi Amanah Rakyat (Jangkar) Costra Nostra, dan Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), menggelar aksi unjukrasa guna memprotes proses lelang tender alkes tersebut ke kantor Dinkes di Jalan Djunjunan dan gedung Sate, Jalan Diponegoro, Senin (17/9). “Kedatangan kami sebagai anak bangsa yang peduli berkomitmen sebagai kontrol

Bersambung ke hal 11

Ahmad Ru’yat Bebas

Jabatan Wakil Walikota Bogor Harus Diaktifkan Kembali BANDUNG (LJ) - Usai mendapatkan kepastian hukum dengan status bebas atas perkara korupsi yang menjeratnya, Ahmad Ru’yat, kini mengharapkan pihak Kejaksaan segera merehabilitasi nama baiknya dan pihak Kementerian Dalam Negeri mengembalikan jabatannya sebagai Wakil Walikota Bogor periode 2009-2014. Setelah dicopot sebagai Wakil Walikota Bogor pada 6 Mei 2011 lalu, karir politik Ahmad seolah mandeg. “Dengan bebasnya Pak Ahmad Ru’yat maka ada kewajiban dari kejaksaan untuk merehabilitasi beliau dan keluarganya. Terkait dengan jabatannya, ada mekanisme

di Kemendagri, di mana nanti dengan putusan ini lalu diajukan ke Gubernur untuk dikembalikan pada posisi semula (diaktifkan-red),” ujar kuasa hukum Ahmad, Soleh Amin di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LRE Martadinata, Senin (17/9). Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, didakwa korupsi dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) saat ia menjadi anggota DPRD Kota Bogor tahun 1999-2004. Sebelumnya, puluhan anggota dewan lainnya juga telah diproses dalam kasus yang sama di Pengadilan Negeri Bogor. Hingga kemudian hanya tinggal ter

Bersambung ke hal 11

Jendral Nanan Bakal Diusung PDI Perjuangan ke Pilgub Jabar? BOGOR (LJ) - Setelah sempat redup dalam penjaringan Calon Gubernur (Cagub) Jabar, nama Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Nanan Soekarna kembali mencuat ke pentas politik. Beberapa hari terakhir ini, beredar kabar Nanan menjadi kandidat terkuat Cagub Jabar yang akan diusung oleh PDI Perjuangan. Nanan dan Dede Yusuf (Wakil Gubernur saat ini, Red), menjadi figur dari luar PDI Perjuangan yang paling berpeluang dimajukan ke Pilgub Jabar yang direncanakan akan digelar pada Agustus 2013. Terkait hal itu, Nanan pun merespon positif adanya niatan dari PDI Perjuangan untuk mengusungnya sebagai Cagub. Asalkan demi memajukan Provinsi Jabar, Nanan mengaku siap untuk dicalonkan. “Kalau demi kemajuan Jabar kenapa tidak?” kata Jendral Polisi berbintang tiga yang juga menjabat Ketua Umum Pengurus

Besar Ikatan Motor Indonesia (PB IMI) ini ketika dihubungi wartawan, Senin (17/9). Hanya saja, Nanan mengaku masih mempertimbangkan banyak hal sebelum memutuskan untuk maju. Jika ada partai politik yang akan mengusung, Nanan mengaku akan meminta penilaian tentang dirinya. “Apa ukurannya kalau Jabar memerlukan saya? Saya cocok enggak di sana jadi pemimpin? Ketika dibanding calon lain, apa saya lebih bagus? Kalau lebih jelek saya enggak mau maju. Cari aja yang lebih bagus. Tapi kalau dibilang lebih bagus, apa ukurannya? Lebih mampu apa ukurannya?” katanya. Menurut mantan Inspektur Pengawasan Umum Mabes Polri itu, berbagai hal harus dipertimbangkannya lantaran dia harus mengambil risiko keluar dari Kepolisian. Jika sudah memastikan

Bersambung ke hal 11


OPINI Catatan Redaksi

Edisi 147 - Tahun 1 - Selasa, 18 September 2012

Iman & Taqwa

Semua Bahu-Membahu Mengatasi Masalah Sosial Kehidupan sosial di negeri kita ini memang penuh warna. Melihat lebih ke dalam, kehidupan sosial tak selalu menghadirkan bahagia bagi kebanyakan manusia. Kesenjangan telah menjadi fakta. Banyak dari kita yang hidup berkecukupan dan berkelimpahan, banyak juga yang hidup terpuruk dan dilanda kekurangan. Dalam wajah kehidupan sosial, kemelaratan dan kemiskinan hadir dan memunculkan kegelisahan. Apakah pemerintah yang berkuasa sekarang ini memikirkan penderitaan mayoritas rakyat yang masih terbelenggu dalam kemelaratan? Fenomenanya terlihat jelas, banyak masyarakat miskin yang terus berjuang menyambung kebutuhan hidup dengan bekerja keras. Untuk belanja kebutuhan pokok sehari-hari, pikirannya kusut. Bayangkan dengan penghasilan yang tak menentu, sekelompok masyarakat miskin harus menyediakan kebutuhan dasarnya secara berkesinambungan untuk makan dan kebutuhan lainnya. Dengan penghasilan Rp 5.000, misalnya, ada sekelompok masyarakat miskin harus berpikir agar dapat makan. Belum lagi kebutuhan pendidikan dan kesehatan yang menuntut ketersediaan dana. Dengan harga-harga kebutuhan sehari-hari yang melonjak, masyarakat miskin tak mungkin tak makan dalam seminggu. Tak mungkin menahan lapar berhari-hari meskipun penghasilan tak mencukupi. Solusinya adalah berutang. Memang, berutang diakui telah menjadi tradisi dalam kehidupan sosial kita. Dalam membiayai anak-anak sekolah, banyak masyarakat yang berutang sana-sini. Tak hanya menggadaikan barang, tetapi juga meminjam uang ke sana ke mari. Kebutuhan selain pendidikan pun sering kali berhutang. Tentu berutang memiliki kewajiban untuk mengembalikan. Hal ini kerap menimbulkan persoalan. Bagaimana jika tak mampu mengembalikan uang setelah berutang? Dengan penghasilan yang minim dan tak menentu, masyarakat miskin dilanda kebingungan. Belum utang terlunasi, masih harus memenuhi kebutuhan hidup di hari-hari berikutnya. Kita bisa merasakan betapa susahnya menjalani hidup hanya dengan penghasilan Rp 5.000 - Rp 10.000 setiap hari. Malah penghasilan sebesar itu bisa jadi didapatkan sepekan. Siapakah yang salah jika ada yang mencuri uang karena uang di tangannya tak mencukupi untuk membeli beras? Siapakah yang salah jika ada yang bunuh diri karena utang, nyatanya penghasilannya tak pernah ada untuk melunasi utang yang menjadi beban? Namun, di sisi lain, ada sekelompok masyarakat yang kaya dan tanpa pusing memenuhi kebutuhan. Uang melimpah yang dimiliki bahkan tak sekadar untuk memenuhi kebutuhan dasar semata. Sekelompok masyarakat kaya begitu cepatnya mengambil uang dan membelanjakannya. Dalam sehari, tak masalah jika keluar minimal Rp 1 juta. Lapisan masyarakat kaya ini tak perlu repot-repot membelanjakan uang karena sepertinya simpanan uangnya tak pernah susut. Sekelompok masyarakat kaya yang hidup bermewah-mewah, yang membeli makanan tak pernah habis dimakan lalu dibuang di tong sampah. Orang-orang miskin yang menjadi gelandangan memungutinya untuk mengganjal perut seharian. Sekelompok masyarakat yang menampakkan mobil mewah di hadapan anak-anak yang berpeluh di jalanan. Berbelanja di mal-mal di tengah gelandangan yang merintih kesakitan. Mendirikan rumah bertingkat-tingkat meskipun di sebelahnya terdapat bangunan reot yang dihuni sekelompok masyarakat miskin. Ironisnya, para penyelenggara negara pun seolah-olah membutakan mata. Para elite menyiasati anggaran negara untuk melipatkan gaji dan tunjangan di tengah anak-anak putus sekolah. Para elite pun menyaksikan jutaan rakyat terjerat kemelaratan, tetapi itu hanya dijadikan tema berebut kursi kekuasaan. Di mulut mengatakan anggaran negara terbatas, tetapi tanpa bersalah plesiran ke negeri manca. Berbelanja ke luar negeri dengan harga berbandrol tinggi, padahal masih dijumpai penduduk yang terlilit kelaparan. Elite kekuasaan begitu bangganya melakukan korupsi yang berdampak kian menjeritnya derita masyarakat miskin. Pada titik ini, saatnya kita untuk menyalakan jiwa sosial. Kebersamaan sebagai sebuah masyarakat-bangsa harus lebih substantif. Begitu banyak di antara kita yang tekun menjalani ritual keagamaan, tetapi kita hidup bukan untuk membangun kesalehan pribadi semata. Laku spiritual yang berlandaskan keimanan kepada Tuhan tidaklah bermakna tanpa gerak amal dalam kehidupan. Kesenjangan dan ketimpangan sosial adalah kesalahan kita yang tak mampu menyadari kehadiran sesama dan realitas sosial. Kepedulian, solidaritas, dan empati sosial haruslah berjangka panjang. Bukankah anak-anak jalanan masih memiliki tetangga yang berkecukupan? Ada sekelompok masyarakat kaya yang seharusnya bisa turut membantu anak-anak yang kesulitan biaya sekolah. Sekelompok masyarakat yang berkecukupan hendaknya saling membantu dan menanggung beban penderitaan dengan sekelompok masyarakat miskin di sekitarnya. Jiwa sosial mengarahkan kita membangun kehidupan. Membebaskan sekelompok masyarakat miskin dari keterpurukan dan ketidakberdayaan merupakan sebentuk ibadah. Kita perlu memanusiakan manusia, menghargai keberadaan manusia lainnya sebagai bagian dari kita. Jiwa sosial menghendaki kita merasakan denyut kehidupan masyarakat yang masih diselimuti kenestapaan, lalu bertindak memerdekakannya agar sejahtera. Begitu pula para penyelenggara negara berkewajiban dan memiliki tanggung jawab mengatasi kemiskinan dengan membangun sistem yang berkeadilan sosial. Stop korupsi! Karena, korupsi merupakan salah satu bentuk pelanggaran amanat Tuhan yang menyebabkan masyarakat menderita. Pemerintah, dalam hal ini lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif berjuang bahu-membahu menangani masalah sosial yang kian jelas terlihat, jangan menunggu sampai terjadi ketimpangan dan kesenjangan yang pada akhirnya menimbulkan kemarahan rakyat miskin.

Renungan “ Hai Orang-orang yang beriman ingatlah nikmat Allah” Bobodoran Polisi VS Aden Polisi: “WIlujeung siang, pak aya SIM atawa STNK ?!!”

Aden: “Aduh hilap teu kacandak, pak..” teu lila Polisi nyerat surat Ɵlang Aden: “Abdi tong diƟlangnya pak, kin abdi telpon saderek abdi di kantor Ditlantas POLDA” Ngadenge Aden ngomong kitu, pak polisi langsung reuwas Polisi: “Bener kitu saderek anjeng damel di Ditlantas Polda?” Aden: “Muhun pak, upami bapa teu percaya telpon wae” Aden masihkeun kertas nu isina no HP saderekna. Polisi: “Nya Atos Angkat weh.” Aden: “Tur Nuhun Pak”a Pa Polisi panasaran teu lila nelpon no HP tadi. Polisi: “Wilujeung siang, bener ieu nomor di Ditlantas Polda?’ Suara telpon : “Bener, pak ..!” Polisi: “Upami kenging teurang, ieu bagian naonnya?” Suara telpon : “ieu KANTIN, pak… Bapa bade mesen naon kitu..?” Polisi: JADOOLLL ????

Redaksi Menerima kiriman Tulisan Artikel tentang berbagai topik dan peristiwa. Dimohon untuk tidak mengirimkan tulisan berbau pornografi, menghina SARA, mendiskreditkan pihak tertentu dan memecah belah NKRI. Kirim ke lingkarjabar@yahoo.com (kode : artikel) DIHIMBAU KEPADA SEMUA PIHAK UNTUK TIDAK MEMBERIKAN

IMBALAN ATAU SESUATU KEPADA WARTAWAN LINGKAR JABAR YANG SEDANG MENJALANKAN TUGAS JURNALISTIK

Penerbit PT. PANCA LINGKAR MEDIA Griya Indah Bogor Blok R No. 8 Jl. KH. M. Soleh Iskandar Kota Bogor - Telp./ Fax . 0251-8663605 SIUP : 517/345/PK/B/BPPTPM/V/2012 NPWP : 31.493.964.6.404.000 email : lingkarjabar@yahoo.com Rekening : Bank BCA Cabang Juanda No. Rek: 0953025563 WARTAWAN LINGKAR JABAR ADALAH YANG TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI DAN DILENGKAPI KARTU PERS ATAU SURAT TUGAS

2

Tujuh Lapisan Bumi dari berbagai sumber kerak bumi yang sangat tipis jika dibandingkan dengan ukuran bumi. Dan antara dua lapisan ini ada lapisan ketiga yang biasa disebut dengan kata mantel. Ini merupakan pengetahuan awal para ilmuwan.

Ketika para ilmuwan mulai meneliti lembahlembah di bumi untuk mengenal struktur dan unsur-unsurnya, mereka menemukan mitos dan dongeng yang mendominasi abad-abad terakhir itu tidak memiliki dasar ilmiah. Setelah para ilmuwan menemukan bahwa bumi berbentuk bulat telur, maka mereka menduga bahwa inti bola bumi ini mempunyai suatu nukleus, dan cangkangnya adalah

Perkembangan Fakta-fakta Ilmiah Teori Tiga Lapisan ini tidak cukup lama bertahan karena penemuan-penemuan yang terbaru di sistem geologi. Pengukuran-Pengukur an dan percobaanpercobaan terbaru menunjukkan bahwa Artikel yang berisi nukleus dari bumi itu berada di bawah tekanan yang sangat tinggi, tiga juta kali lebih dari permukaan bumi. Di bawah tekanan seperti itu, zat berubah bentuk menjadi solid, dan hal ini pada gilirannya membuat inti bumi itu sangat solid. Inti bumi ini dikelilingi suatu lapisan zat cair dengan suhu yang sangat tinggi. Ini berarti bahwa ada dua lapisan di dalam inti bumi, bukan satu. Satu lapisan di dalam pusat yang dikelilingi lapisan zat cair. Hal itu diketahui sesudah alat-alat pengukur dikembangkan dan memberi para ilmuwan suatu perbedaan yang jelas antar lapisan-lapisan bumi bagian dalam. Jika kita turun ke bawah bumi yang keras, kita akan menemukan lapisan batu-batu yang sangat panas, yaitu batu yang berfungsi untuk membungkus. Setelah itu ada tiga lapisan terpisah,

di mana masing-masing itu berbeda kepadatan, tekanan dan suhu yang berbeda-beda. Oleh karena itu para ilmuwan mengklasifikasi lapisan-lapisan bumi menjadi tujuh lapisan, tidak lebih. Gambar menunjukkan lapisan-lapisan ini dengan dimensi masing (beberapa di luar skala), sesuai yang ditemukan para ilmuwan baru-baru ini dengan berbagai metode seperti menggunakan alat pengukur gempa bumi dan studi medan magnetik bumi, dan juga teknik-teknik yang lain. Berbagai studi dan penemuan tersebut saat ini diajarkan kepada para mahasiswa fisika di berbagai universitas. Kerak bumi adalah lapisan sangat tipis yang disusul dengan mantel dengan berbeda-beda ketebalannya, lalu disusul lapisan-lapsan yang terdiri zat cair, dan diakhiri dengan yang lapisan ketujuh, yaitu nukleus padat. Para ilmuwan juga menemukan bahwa atom terdiri dari tujuh lapisan atau tingkatan, dan hal ini membuktikan keseragaman ciptaan, di mana bumi mempunyai tujuh lapisan dan atom-atom mempunyai tujuh lapisan juga. Subhanallah.Tujuh lapisan bumi itu sangat berbeda-beda dari segi struktur, kepadatan, suhu dan bahannya. Oleh karena itu, tidak seorang pun menganggap bumi itu hanya mempunyai satu lapisan sebagai orang di masa lampau berpikir. bersambung...

Kisah Sufi

Khalifah Umar bin Khattab dan Gubernur Miskin (4) “Aku ingin memberimu amanah menjadi gubernur,” kata Umar kepada Said. Said berkata, “Jangan kau jerumuskan aku ke dalam fitnah, wahai Amirul Mukminin. Kalian mengalungkan amanah ini di leherku kemudian kalian tinggal aku.” Umar membuat pertemuan akbar antara Said sebagai gubernur dan rakyatnya yang siap mengadili gubernur mereka. “Ya Allah, jangan Engkau kecewakan prasangka baikku selama ini kepadanya.” Kata Umar membuka pertemuan, “Baiklah, apa yang kalian keluhkan?” “Pertama, Said tidak keluar menemui kami kecuali setelah siang datang menjelang.” Said angkat bicara, “Demi Allah sesungguhnya aku tidak suka menjawabnya. Aku tidak mempunyai pembantu, maka aku harus mengadoni roti sendiri, kemudian aku tunggu sampai adonan itu mengambang dan

kemudian aku panggang hingga menjadi roti, kemudian aku wudhu dan baru keluar.’ “Terus apa lagi?” “Kedua, Said tidak mau melayani yang datang kepadanya di malam hari.” “Apa jawabmu, wahai Said?” “Sesungguhnya aku tidak suka menjawabnya. Aku menjadikan siang hariku untuk mereka dan aku menjadikan malamku untuk Allah Azza Wajalla saja.” “Kemudian apa lagi?” “Ada satu hari tertentu dimana dia tidak keluar sama sekali dari rumahnya.” “Apa komentarmu?” “Aku tidak mempunyai pembantu yang mencucikan pakaianku. Sementara aku tidak memiliki pakaian yang lain. Maka aku mencucinya sendiri dan aku tunggu sampai kering, selanjutnya aku keluar kepada mereka saat sudah sore.” “Selanjutnya apa lagi?” “Said suka pingsan.” “Aku menyaksikan meninggalnya Khubaib Al- Anshari di Mekah. Kematiannya sangat tragis di tangan orang-orang kafir Quraisy. Mereka menyayat- nyayat dagingnya kemudian menyalibnya di pohon kurma. Orang Quraisy itu meledek, “Khubaib, apakah kamu rela jika Muhammad sekarang yang menggantikanmu untuk disiksa?” Khubaib menjawab, “Demi Allah, kalau saya berada tenang dengan keluarga dan anakku, kemudian Muhammad tertusuk duri sungguh aku tidak rela.” Ketika itu aku masih dalam

keadaan kafir dan menyaksikan Khubaib disiksa sedemikian rupa. Dan aku tidak bisa menolongnya. Setiap ingat itu, aku sangat khawatir bahwa Allah tidak mengam-

puniku untuk selamanya. Jika ingat itu, aku pingsan.” Umar berkata, “Segala puji bagi Allah yang tidak mengecewakan prasangka baikku kepadanya.” ***

Keshalihan Itu Menembus Segala Batas Suasana di Madinah begitu mencekam. Hari-hari terasa lamban berjalan. Telah lima tahun Rasulullah dan kaumnya tinggal di kota baru itu. Selama masa itu telah benyak peristiwa besar terjadi. Tetapi, hari itu kaum Muslimin menghadapi peristiwa paling genting sepanjang sejarah perjuangan mereka. Menghadapi saat-saat menegangkan, dikepung kafir Quraisy dan Yahudi dari segala penjuru. Biang dari semua itu adalah Yahudi Bani Nadhir. Para pembesarnya begitu antusias membakar semangat orang-orang kafir Quraisy. Mengajkak mereka menumpas kaum Muslimin. Tidak hanya itu Bani Nadhir juga memprovokasi dan mengajak Yahudi Bani Ghathafan,Bani Fuzarah, dan Bani Murrah yang memang telah punya dendam kesumat kepada kaum Muslimin. Dalam pada itu, tiba-tiba Yahudi Bani Quraidah yang telah terikat perjanjian dengan Rasulullah dan kaum Muslimin juga mmengkhianati. Keguncangan datang berlapis-lapis. Dengan usulan Salman Al-Farisi, kaum Muslimin menggali parit.

Mereka bahu membahu bekerja keras. Tetapi suasana menakutkan tak serta merta hilang. Apalagi orang-orang munafik didalam kota Madinah tidak mau turut bekerja. Siang dan malam silih berganti. Kaum Muslimin tidak bisa kemana-mana. Segalanya begitu menakutkan. Buku-buku sirah menulis panjang lebar tentang perang yang dikenal dengan Perang Ahzab (sekutu) atau Perang Khandaq (parit) itu. Allah menggambarkan betapa dahsyatnya goncangan yang terjadi saat itu, seperti dalam firman-Nya, “(yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan (mu) dan hatimu naik menyesak sampai ketenggorokan, dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacammacam prasangka.” (QS. Al-Ahzab: 10). Hingga ketika segalanya mencapai puncaknya, Allah SWT mnurunkan karunia dan pertolongan-Nya. Para tentara sekutu itu diobrak-abrik Allah melalui tentaranya dibuni. Dikirimnya angin topan yang dahsyat dan malaikat. Allah SWT mengisahkan, “Hai orang-orang yang beriman,

ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikaruniakan) kepadamu, ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Ahzab: 9) Begitulah. Akhirnya Rasulullah dan orang-orang beriman itu diselamatkan Allah. Banyak pelajaran penting dari Perang Ahzab. Satu diantaranya , bahwa karunia Allah itu menembus segala batas. Seperti juga angin dan pasir yang menghancurkan tentara sekutu kafir itu, seperti itu pula dalam hidup ini, ada banyak tentara Allah yang bertebaran di muka bumi. Bila Allah berkehendak, mereka bisa diperintahkan menolong kaum Muslimin. Mungkin konteksnya tidak selalu dalam medan jihad perang. Tetapi bisa saja dalam lingkup kehidupan sehari-hari pribadi seorang Mukmin. Terlalu banyak rahasia hidup yang tidak kita ketahui. Karenanya kita semua sangat berharap kepada karunia Allah, kita memang boleh berhitung. Tentang apa saja. Juga

tentang hidup yang berliku-liku. Tetapi, hidup tak selamanya berjalan dalam dalam kalkulasi matematis. Ada ruang lain yang harus kita yakini. Karena diluar diri kita, diluar seluruh makhluk langit dan bumi, ada kekuasaan Allah. Itulah ruang lain itu. Kita semua adalah hamba Allah Yang Maha Kuasa. Karenanya, kita perlu kepada kekuatan, pertolongan, dan dukungan Allah. Tidak ada yang bisa hidup tanpa pertolongan Allah. Allah SWT berfirman, “Jika Allah menolong kamu, maka tak ada orang yang dapat mengalahkan kamu. Dan jika Allah membiarkan kamu (tidak memberikan pertolongan), maka siapa gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.” (QS. Ali Imran: 160) Suka duka hidup ini, sering kali tidak bisa kita tebak. Apa yang menurut kita akan berjalan kearah yang baik, bisa jadi berujung dengan keburukan. Apa yang kita sangka tidak menyenangkan, ternyata akhirnya sangat membahagiakan. bersambung...

Penasihat H. HARIS THAHIR • Pemimpin Umum PIYARSO HADI • Pemimpin Perusahaan FARIDA PARADWIKORIJATY • Pemimpin Redaksi & Penanggung Jawab COKY PASARIBU • Dewan Redaksi ENANG SUTRIYADI, - PIYARSO HADI - FARIDA PARADWIKORIJATY - COKY PASARIBU - H. RM. DANANG DONOROSO - H. DIDI CHOSIDIN - H. TARWONO - FUZI MARKUNAH - RIZKI ASTAKA • Redaktur Pelaksana M. BASIR • Asiten Redaktur : MUHAMMAD ALI • Staf Redaksi : DEDE SUHENDAR - IWAN R. - JASON SEMBIRING - ASEP SUPRIADI - ANDREAS TAIRAS • INDRIANI • ANDRI Fotographer : E. SUTRIYADI - RANGGA• Desain & Artistik : H. SANDI SANJAYA • Perwakilan : (Bekasi) SAFA ARIS MUZAKAR (Kepala) - SUGENG BIANTORO - RIBAH SETIAWAN - ADI TOTALOR - HISAR PS - RIZAL R.P • (Depok) HARLIS SYAM - FERRY M.S. • (Cianjur) RUSDI - AGUS SHOLEH • (Garut) BADEN ABDURACHMAN - MOCH JULIADI • (Sukabumi) HEPIE HERMAWAN (Kepala) - WAHID - HILMAN SUDAKTA - ELYAS G. • (Kota Bandung) FERRY ARDIANSYAH - HERI JUHANA (Kab. Bandung) KI AGUS N FATAH - UDEN SOBIRIN • R. GINDO • RUSTANDI (Sumedang) YAYAT H. HARI M. • (Karawang) RUSLI • (Subang) ALIM MUNANDAR - H. ADE RACHMAT • (Purwakarta) TRYAS HENDRAYANA• (Cirebon) SUBAGIO (Kepala), WASTIJA, APIP, HENDI, KHOLIL, • (Indramayu) HERMAN • (Kuningan) DEDE P. • (Tasikmalaya) CECEP • (Garut) RIZAL • (Ciamis) ABDUL ROJAK • (Banjar) AEP • (Majalengka) GARIB SETIA - SAMSUL• Koresponden : M. NASIR - ADE SURYADI - HANDOYO - RAWIN - TRI AHMAD KUSMANTO - VICTOR HARIANJA - TUMPAL PANJAITAN• Marketing Iklan: KENNY FARAH CAROLINE SAPULETE - AMALLIA RETNO SAPUTRI • Koordinator Sirkulasi: SALEHUDIN NURANGGA • Pengembangan Usaha & Iklan : IWAN RIDWAN - YUDHI KURNIAWAN - A. SAFITRI HANDAYANI - RENDY M. ADAM - ARN CONSULTANT Sirkulasi : AGUS MUDRAZAT - SUSAN WIJAYANTO - YANTO - WARDI• Bagian Umum : IAN - ANDRI


LINGKAR MEGAPOLITAN

Edisi 147 - Tahun 1 - Selasa, 18 September 2012

Pemkot Depok Akan Bangun PDAM Akhir Tahun 2012

DEPOK (LJ) - Suasana kekembiraan akan terlihat oleh masyarakat Kota Depok, pasalnya Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan mengelola perusahaan daerah air minum (PDAM) sendiri untuk melayani warganya dengan mudah. Selama ini, Depok telah disuplai oleh pengelola PDAM Tirta Kahuripan, Ka-

bupaten Bogor. “Tidak lama lagi, kami akan mendirikan sendiri,” ungkap Idris Abdul Somad Wakil Wali Kota Depok, kepada wartawan, kemarin. Idris mengatakan, bahwa dioperasikannya PDAM pada akhir 2012 yang sudah dijanjikan oleh Pemkot Depok. “Segala sesuatunya kita sudah laku-

Pembangunan Waterboom Langgar GSS

KAB BOGOR (LJ)- Proyek pembangunan Waterboom (wahana air) di lokasi Perumahan Graha Kartika Pratama (GKP) di Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor bakal ditinjau kalangan wakil rakyat. Pasalnya, pembangunan yang sedang dilakukan pengusaha itu diduga telah melanggar garis sempadan sungai. Seperti diungkapkan Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bogor, Ade Munawaroh Yanwar (AMY), selama ini pihaknya sudah mengetahui aktivitas pembangunan waterboom itu. Namun kata dia, sejauh ini baru mendengar selentingan kabar jika pengusaha telah membangun disekitar daerah aliran sungai. “Untuk mengetahui keberadaan pembangunannya melanggar garis sempadan sungai atau tidak, kami akan laku-

kan kroscek dulu kelokasi,” ungkap AMY, kepada LINGKAR JABAR di Gedung Dewan Komplek Pemkab Bogor, kemarin. Sementara, Kepala Dinas Tata Bangunan dan perumahan (DTBP) Kabupaten Bogor, Yani Hasan mengungkapkan, pembangunan waterboom disekitar lokasi perumahan itu sudah mengantongi izin dari Pemkab Bogor. Perizinan yang dimiliki pengusaha atas nama Yayasan Kartika Eka Paksi (Pemilik Graha Kartika). “Kalau IMB (ijin mendirikan bangunan) sudah dikantongi pengusaha, yakni untuk pembangunan rekreasi waterboom yang kelujar pada tanggal 29 Desember 2011 lalu,” jelasnya saat dihubungi. Ditanya apakah ada pelanggaran dalam pembangunannya, Yani menyatakan, sampai saat

ini tidak ada pelanggaran yang dilakukan pihak pengusaha dalam pembangunan waterboom tersebut. “Kalau ada pelanggaran, mana mungkin akan keluatr IMB dari pemerintah,” paparnya. Dari pantauan, dilokasi pembangunan proyek waterboom para pekarja sedang melakukan perataan tanah, baik dilakukan secara manual maupun mengunakan alat berat. Sayangnya, ketika LINGKAR JABAR akan mengkonfirmasi pengusaha waterboom maupun pihak Graha Kartika Pratama, tidak diperkenankan petugas security. Akantetapi dari informasi Mad Rofi dan Tony Ardi kedua security PT Aditha Karya Pratama pengembang Graha Kartika Pratama, untuk persoalan pembangunan waterboom bukan kewenangan perusahaan yang mempekerjakannya, tapi CV Bintang Pratama. “Silahkan saja mas konfirmasi ke CV tersebut. Karena semua ersoalan pembangunan waterboom bukan kewenangan PT Aditha Karya Pratama melainkan CV Bintang Pratama, baik masalah perizinan dan lainnya,” ujarnya. Mad Rofi secara gambalang menjelaskan, jika pembangunan waterboom milik TNI AD yang dikelola melalui TWP (tabungan wajib prajurit), sedangkan PT Aditha Karya Pratama hanya pemiliik lahan saja. “Kami tak tahu jelasnya, apakah sistemnya bagi hasil atau apa. Sebab yang kami ketahui hanya sebatas itu,” tukasnya. Q DED

Parkir Motor Naik Dikeluhkan Warga Kota Bogor

BOGOR (LJ) – Pemberlakuan kenaikan tarif parkir di sejumlah jalan di Kota Bogor, Jawa Barat, untuk mengatasi rawan kemacetan tersebut, dikeluhkan oleh sejumlah pengendara. Pasalnya kenaikan tarif parkir yang telah dilakukannya itu tidak ada sosialisasi dan diniali terllau tinggi sehingga memberatkan pengendara. “Baru aja parkir sudah di minta uang Rp3.000, saya langsung kaget dong. Seharusnya petugas terkait harus melakukan sosialisasi baik lewat media maupun apa sajalah yang penting masyarakat dapat mengetahui tentang kenaikan parkir ini. Jangan Petugas parkir yang langsung

mengeluarkan surat kenaikan tarif parkir. Mau tidak mau saya harus bayar Rp3.000,” ucap Haris warga Tanah Sareal, kepada LINGKAR JABAR, usai memakirkan kendaraannya di Jalan Suryakencana Kota Bogor, Senin (17/9). Menurutnya, kenaikan parkir cukup memberatkan, warga Kota Bogor. “Lihat-lihat dulu lah kalau mau mernaikan sesuatu. buat makan aja susah, ini malah menambah berat saja,” imbuhnya. Keluhan serupa juga dilontarkan Fitri, parkir Rp3.000 itu terlalu memberatkan. “Parkir di mall saja setelah dua jam baru hitungannya sampai Rp3.000, ini tidak sampai perjam lebih mahal,” keluhnya. Surat yang diterbitkan Dinas Lalu-Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Bogor itu berisikan informasi kenaikan tarif parkir di sejumlah jalan yang dikategorikan rawan kemacetan, seperti Jalan Suryakencana, Siliwangi dan Pajajaran. Dalam surat itu juga tertera daftar tarif parkir. Seperti sepeda motor dari Rp1.000 menjadi Rp3.000 sesuai Perda No.8 Tahun 2008. Begitu juga untuk kendaran roda empat hinga kini warga masih mengeluh tentang kenaikan harga parkir. Ditempat terpisah, Kasi Parkir DLLAJ Kota Bogor, Turino Djunaedi menjelaskan, kenaikan tarif parkir khusus kawasan padat dilakukan dengan tujuan mengurai kemacetan, bukan untuk menaikkan pendapatan asli daerah dari sektor parkir. “Kenaikan ini sudah kita sosislailaskan dan jauh sebelumnya sudah dibahas bersama DPRD. Mungkin pengendara baru mengetahui saat memarkirkan kendaraan di daerah rawan kemacetan tersebut,” pungkasnya.Q ALI

kan, hanya menunggu kucuran dana untuk mempersiapkan seperti pembangunan dan sumber daya manusia,” imbuhnya. Menurut dia, pada Senin ini DPRD Kota Depok melakukan rapat paripurna untuk menyiapkan anggaran operasional PDAM. Untuk manajemen PDAM Depok juga akan diumumkan. “Siapa yang jadi direktur dan staf-stafnya,” katanya. Idris berharap, dengan adanya PDAM, warga Depok yang membutuhkan pasokan air bersih bisa terjangkau lebih luas. Dia berharap, setelah dikelola Depok sendiri pelayanan bisa lebih cepat, dan terutama di daerah-daerah yang air tanahnya tidak bagus. Ketika ditanya, mengenai kesulitan air yang dialami warga Depok akibat musim kering, Idris mengatakan, sawah-sawah dan empang-empang ikan sudah mulai kering. Tetapi, air tanah masih mengalir dengan baik. Tambah dia, ruang terbuka hijau (RTH) di Depok masih banyak, sehingga krisis air bersih belum terlalu terlihat. “Hanya saya minta situ-situ dioptimalkan lagi, karena dari 32 situ, kita hanya punya 20 situ yang tersisa,” katanya. Q HRS

Bina IKM Guna Tingkatkan Mutu Produk

DEPOK (LJ) - Upaya meningkatkan mutu produksi para pelaku Industri Kecil Mikro (IKM) di Kota Depok, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Depok menyelenggarakan pembinaan IKM kuliner dengan tujuan dapat menambahkan pengetahuan dan wawasan serta kemampuan para pengrajin kuliner. Sehingga dalam menjalankan usaha produksinya, dapat meningkatkan mutu produksi dan jumlah produksi yang akan dipasarkan berjalan lancar, dengan demikian dapat menambah kesejahteraan seperti yang diharapkan. Demikian dikatakan Plt. Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian dan Perdagangan Kota Depok, Agus Suherman, pada LINGKAR JABAR, usai membuka acara pembinaan IKM bidang kuliner, yang di gelar oleh Disperindag Kota Depok, Senin, (17/9), di aula Balaikota Depok. Dihadiri para pengrajin makanan se-Kota Depok. Panitia penyelenggara kegiatan, Maryadi, mengatakan, kegiatan ini diikuti 250 peserta oleh pelaku IKM yang bergerak dalam usaha kuliner dengan aneka produk makanan, berasal dari 11 kecamatan se-Kota Depok. “Pembinaan ini, para pelaku IKM telah mendapatkan materi yang menyangkut tentang management produksi, seperti tata kelola usaha, standar operasional produksi, dan strategy peningkatan pemasaran. Dengan demikian para pelaku IKM dapat menerapkan apa yang didapat pada kali untuk dilaksanakan dalam kegiatan usaha produksi sehari-harinya,” ujarnya. Informasi yang berhasil dihimpun LINGKAR JABAR, para pelaku IKM yang kali ini, mengikuti Pembinaan, sesuai dengan program pembinaan UKM oleh Pemkot Depok, guna memunculkan produk unggulan. Maka akan diberikan bantuan sarana dan prasarana berupa peralatan mesin pembuatan makanan oleh Dinas Koperasi UKM dan Pasar Kota Depok. Q TYS/HRS

3

PMI Kota Tangerang Dapat Bantuan 2 Mobil UDD TANGERANG - Kepala Wilayah III Bank Mandiri tengah menyerahkan bantuan secara simbolis mobil Unit Donor Darah (UDD) kepada Ketua PMI Kota Tangerang, yang disaksikan langsung oleh tokoh masyarakat dan kepala PMI Kota Tangerang, Senin (17/9). “Pemberian 1 mobil darah ini akan dimanfaatkan dengan baik oleh PMI Kota Tangerang untuk meningkatkan pelayanan kebutuhan darah di Kota Tangerang,” kata Kuswarsa Ketua PMI Kota Tangerang kepada wartawan. Sementara mobil UDD dari Pemkot Tangerang akan diserahkan kepada PMI Kota Tangerang dalam waktu dekat ini. “Dengan adanya pemberian 2 mobil UDD ini akan menambah armada PMI Kota Tangerang menjadi 9 mobil UDD. Setelah sebelumnya mereka memiliki 7 mobil donor darah yang dimanfaatkan berkeliling melayani masyarakat mendonorkan darah,” ujarnya.Q ADT

Kantor Pemkab Bekasi Didemo Ratusan Warga KAB.BEKASI - Pemilihan kepala desa (Pilkades) tahun 2012 yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, sedikitnya ratusan warga Desa Jayamulya, Kecamatan Serang Baru, mengontrok kantor Pemkab Bekasi, Senin (17/9). “Kami minta tolong batalkan Pilkades,” ucap warga sambil berteriak. Ratusan warga tersebut, dalam aksinya sempat mengagetkan pegawai negeri sipil (PNS) yang sedang bertugas dilingkungan Pemkab Bekasi. Bahkan, aksi yang dilakukan oleh ratusan warga dapat dicegah oleh pihak keamanan yang sedang bertugas. Aksi ini buntut dari hasil Pilkades lalu. “Kami menuntut dilakukan penghitungan suara ulang hasil Pilkades Setiamekar,” ujar ibu-ibu, sambil menduduki aula. Hal itu, disampaikan Ahmad (34) aksi ini dilakukan warga berkaitan dengan hasil Pilkades lalu dengan calonya Asep Sumantri (apel), Saam (nanas) dan Hj Kayem (durian). Hasil pilkades itu sendiri dimenangkan nanas dengan selisih suara 647 suara dari apel yang merupakan kades incumbent. Namun warga dan pendukung apel protes dan menuduh ada pemasukan suara tidak sah di calon lain, akibatnya mereka protes ke kecamatan dan kabupaten, Aksi warga dengan tiga truk colt diesel dan dan empat pikup itu dijaga puluhan petugas kepolisian dari Polres dan Polsek. Sementara itu, Hudaya, Camat Serang Baru, kepada wartawan mengatakan pihaknya akan melakukan diskusi dengan warga tentang permasalahan tersebut. “Kami meminta agar masyarakat tetap bersabar dan permasalahan ini harus jalur hukum dan tahapan Pilkades harus segera dilaksanakan,” ujarnya.Q ZUL

Puluhan Pelajar Tertangkap Tim Gabungan TANGERANG - Tim Gabungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang berhasil merazia puluhan pelajar yang telah membolos sekolah di wilayah Kecamatan Tangerang, Karawaci, dan Cibodas. Para pelajar ini selanjutnya digiring oleh tim gabungan ke Kantor Dinas Pendidikan untuk mendapat penyuluhan dan pembinaan. Rudi Hariadi, Kabid Bimbingan Penyuluhan Satpol PP Kota Tangerang yang menjadi salah-satu koordinator tim, mengatakan untuk menjaring puluhan pelajar yang kedapatan membolos tim gabungan terdiri dari Satpol PP, Polres Metro, dan Dinas Pendidikan membentuk 3 tim. Ke-3 tim ini menyebar ke wilayah Tangerang Barat, Tangerang Tengah, dan Tangerang Timur. Razia pun kemudian digelar di pusat-pusat keramaian seperti di pinggiran jalan, kawasan mall, taman-taman, dan kawasan sekolah. “Puluhan pelajar yang tertangkap bolos sekolah ini, ternyata sebagian besarnya berasal dari sekolah-sekolah di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Jakarta Barat, bahkan Bekasi,” kata Rudi kepada wartawan. Sementara, razia pelajar ini disambut positif para orangtua pelajar. Salah satunya adalah Ny Iyah warga Kecamatan Cipondoh. Katanya, “baguslah, biar anak-anak kapok dan enggak bolos lagi. Orangtua kan jadi tenang,” tuturnya.Q ADT

Bayi 3 Hari Diculik, Ibu Muda Histeris

KAB.BEKASI (LJ) - Syifa Maisyatul Khoirot (20) seorang ibu muda dari pasangan Jaja Nurdiansyah (31) warga Kampung Maruk RT 01 RW 11, Desa Gandamekar, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, baru melahirkan seorang bayi laki-laki berumur 3 hari diculik di rumah sakit tempat dirinya bersalin. Rumah Sakit (RS) tersebut adalah RS Ibu dan Anak

Siti Zachroh yang berlokasi di Jalan Sultan Hasanudin no.84, Tambun, Kabupaten Bekasi. Bayi laki-laki dari hasil pernikahannya Syifa dan Jaja yang lahir Rabu (12/9) hilang di RS tersebut. Informasi yang dihimpun, ibu muda itu masuk RSIA Siti Zachroh pada pukul 09.00 Wib, dan melahirkan dengan operasi caesar. Usai anak pertama yang baru dilahirkannya itu,

keadaan Syifa masih lemah hingga tidak bisa menyusui bayinya. Keesokan harinya, barulah Syifa bisa menyusui dan tidur bersama bayinya di ruang inap, yang sudah ditentukan oleh pihak RS itu. Sementara, Jaja mengurus administrasi dan melunasi biaya rumah sakit sebesar Rp7,1 juta, yang harus dibayar. Hal itu ia lakukan karena menurut dokter, Syifa dan bayinya sudah bisa pu-

lang keesokan harinya. Malang bagi Jaja dan Syifa, Sabtu (15/9) yang harusnya mereka bisa pulang bersama sang bayi tercinta, bayi tersebut malah diculik oleh orang yang tidak bertanggung jawab sekitar pukul 13.00 WIB. Di tengah kekalutan dan kesedihannya, suami Syifa, Jaja Nurdiansyah (31) dipanggil pihak rumah sakit. Pihak rumah sakit berpesan agar keluarga yang kehilangan bayi bernama Cello Aditya itu tidak berbicara pada wartawan atau siapapun yang bertanya mengenai kasus tersebut.“Katanya, takut informasinya beda anara dari saya dan dari polisi dan takut wartawan melebih-lebihkan. Kalau sampai terjadi seperti itu, pihak rumah sakit bilang akan menuntut saya,” papar Jaja saat konfrensi pers di Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Jakarta, Senin (17/9). Mirisnya lagi, pemilik rumah sakit berkata, bila bayi tersebut tidak ditemukan berarti sang bayi bukanlah rejeki mereka. “Pemilik rumah sakit bilang, mungkin bayi kami sudah dirawat oleh orang berpunya sedangkan kami bisa punya anak lagi dalam waktu 3 bulan kemudian,” pungkasnya. Q ADT


LINGKAR BOGOR

Edisi 147- Tahun 1 - Selasa, 18 September 2012

Lahan Terminal Baranangsiang Disewakan ke Pihak Swasta

Pembuatan IMB Molor KAB.BOGOR - Pengelola Bumi Tapos, wana wisata yang berlokasi di Desa Jambuluwuk, Kecamatan Ciawi, mengeluhkan lambatnya penerbitan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Badan Perijinan Terpadu (BPT), Kabupaten Bogor. Pasalnya, IMB yang sudah diajukan sejak 6 bulan lalu, hingga kini belum selesai alias molor. “Kami sudah melakukan pengurusan sesuai aturan, namun baru IPPT kami dapatkan, sedangkan IMB hingga kini belum kami terima,” kata Endang Sudrajat pengelola Bumi Tapos, kepada wartawan kemarin. Ironisnya, kata dia, BPT hingga kini tidak pernah memberikan keterangan apapun terkait lambatnya penerbitan. “Kami tak mengerti kenapa prosesnya memakan waktu lama. Padahal, menurut BPT, status tanah dan semua persyaratan yang kita ajukan, tidak ada kendala. Padahal, dengan diterbitkannya IMB, kami sudah memeberikan kontribusi untuk pemkab Bogor, dengan nilai dananya tidak sedikit,” imbuhnya. Ditanya soal pelanggaran yang mungkin menghambat proses penerbitan, ia berkilah, tidak ada pelanggaran apapun terkait kegiatan pembangunan Bumi Tapos yang berdiri diatas lahan seluas dua hektar itu. “Semua prosedur sudah kami tempuh. Dan tinggal menunggu IMB keluar,” pungkasnya. Q ASP

Jalan Lebak Diperbaiki Disambut Warga KAB.BOGOR - Setelah menunggu selama belasan tahun lamanya, ruas jalan Lebak Pari-Nyenang, Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin akhirnya dperbaiki. Diketahui perbaikan jalan sepanjang 650 x 3,5 meter yang menelan anggaran dana APBD sebesar Rp150 juta dan dibantu dari swadaya setempat untuk perbaikan infrastruktur yang sudah lama di dambakan. “Alhamdulillah, setelah menunggu lamanya, akhirnya jalan tersebut diperbaiki berkat bantuan Pemkab Bogor serta swadaya warga,” kata Kades Muarajaya, Awan Hermawan kepada LINGKAR JABAR kemarin. Awan menjelaskan, dari sejumlah ruas jalan desa dan jalan lingkungan di wilayah desanya, hanya sebagian kecil yang belum diperbaiki diantaranya, ruas jalan CisempurJabon serta Lingkar Lebak Pari-Nyenang. “Sebagian besar jalan lingkungan sudah diperbaiki. Kami berharap, dengan akses jalan yang memadai, selain melancarkan transportasi, juga mampu meningkatkan taraf perekonomian warga sekitar. Dan insya allah, semua fasilitas umum di desa ini bisa diperbaiki segera mungkin,” imbuhnya. Q ASP

Pembuatan e-KTP Kota Bogor Meleset

BOGOR - Program elektronik KTP (e-KTP) yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sejak Maret 2011 lalu, dipastikan meleset dari target yang telah ditetapkan oleh Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Oktober 2012 mendatang. “Memenuhi target e-KTP tersebut, idealnya dibutuhkan sebanyak 46 unit alat perekam, sedangkan kami hanya memiliki 18 alat perekam. Jika hanya mengandalkan jumlah tersebut, otomatis tidak akan sesuai target yang ditetapkan”, ujar Rafinus Sukri Kepala Disdukcapil Kota Bogor, kepada wartawan, Senin (17/9) diruang kerjannya. Rafinus mengatakan, pekerjaan e-KTP baru dilakukan sebesar 534,972 orang. Agar program eKTP tepat pada waktunya, saat ini alat penambahan mesin perekam kepada Pemprov Jabar. “Setidaknya kami membutuhkan 28 mesin perekam e-KTP agar pada Oktober nanti bisa rampung”, terangnya. Hingga kini, Disdukcapil Kota Bogor baru mampu menyelesaikan program e-KTP sebesar 30 persen atau 224.143 orang dari total 759.115 wajib KTP Kota Bogor. Q DED

4

BOGOR (LJ) - Puluhan pengemudi bus 3/4 yang sering mangkal (ngetem-red) di Jalan Sambu Terminal Baranangsiang, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat, mengeluh. Pasalnya, mereka diharuskan masuk ke terminal lewat jalan Sambu, dan harus membayar karcis Rp1.000/rit dan jika bus ingin bermalam harus membayar Rp10.000,/malam. Dari informasi yang dihimpun LINGKAR JABAR dilokasi, bahwa setoran yang dipungut dari

para pengemudi bus 3/4, sudah berjalan selama satu tahun. Uang pungutan karcis ini selanjutnya disetorkan kepada pemilik lahan yang notabene tercatat sebagai salah satu anggota DPRD Kota Bogor. Ketika hal ini dikonfirmasikan kepihak UPTD Terminal Baranangsiang mengakui kalau lahan yang dipakai untuk kendaraan menginap adalah milik salahseorang anggota DPRD Kota Bogor dan pihaknya tidak mempunyai kewenangan menangani masalah ini. “Itu bukan kewenangan kami, tentang

Dilema PETI:

Menjadi Kerikil Yang Belum Terselesaikan KAB.BOGOR (LJ)-Diantara sekian banyak Isu seputar pertambangan liar di Kabupaten Bogor, keberadaan Penambang Emas Tanpa Ijin (PETI) diwilayah Kecamatan Nanggung dan sekitarnya, masih punya ruang yang hingga kini belum tersentuh. Eksistensi para PETI itupun belum surut meski dampak yang ditimbulkan bukan hanya soal kerusakan lingkungan, namun sudah merambah kepada kerancuan persepsi. Banyak warga beranggapan jika pencemaran dan kerusakan lingkungan itu bukan karena ulah PETI, Namun karena usaha yang lain. Dari penelusuran dan sejumah keterangan dilapangan, puluhan PETI tersebut melakukan pengolahan hasil tambang ilegal mereka di sejumlah tempat yakni kampung Jatake, Nutug, Bajurambeng dan Pangkaljaya. Di empat tempat itu PETI membuat sejumlah penampungan berupa ratusan tong untuk pengolahan dan menyalurkan limbahnya ke sebuah sawah yang berdekatan dengan sungai Cikaniki. Sedikit demi sekidit limbah itu lalu dibuang ke sungai. Ironisnya, sungai Cikaniki dipakai oleh warga sekitarnya untuk keperluan mandi, mencuci dan lain-lainnya. Jika ditelusuri, wilayah PETI bahkan membentang dari kawasan Bajurambeng

hingga Bantarkaret. Dengan begitu, tidak hanya dikampung Jatake, Nutug, Bajurambeng, Pangkaljaya, wilayah pengolahan hasil tambang ilegal itu juga terdapat di Kaongliud, Parakanmuncang sampai Cadasleueur. Aliran limbah berbahaya juga tidak hanya di sungai Cikaniki namun juga mencemari sungai Cisarua bahkan hingga radius 30 km. Bahaya pencemaran akibat pengolahan hasil tambang ilegal tersebut secara khusus akan terasa pada kulit, yakni timbulnya gatal gatal. Pasalnya, PETI menggunakan bahan kimia sianida selain B3 mercuri untuk mengolah hasil tambang emas mereka. Kedua bahan kimia ini kerap dipakai secara tradisional untuk melakukan ekstraksi emas. Dengan begitu dampak yang ditimbulkan tidak bisa dikendalikan. Bagi penambangnya sendiri, dengan status ilegal juga tidak kecil risikonya. Diwilayah Pongkor misalnya, sepanjang tahun 1998 hingga 2010 korban meninggal telah mencapai 330 orang. Ratusan orang yang akhirnya meregang nyawa tersebut tewas akibat tertimbun tanah di shaft lokasi penambangan milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang sudah tidak dipakai. Menurut Superintendent

Keamanan Antam, Sucipto Hariyanto banyaknya pendatang ke Nanggung dapat menyebabkan potensi resiko instabilitas wilayah karena penduduk yang padat berupaya untuk menambang emas. Sejauh ini, meski sejumlah kejadian anarkis termasuk kematian akibat membludaknya PETI telah redam, munculnya masalah dengan lingkungan adalah soal berkepanjangan yang belum selesai.Sejumlah warga mengangap, PETI atau yang kerap disebut “Gurandil” adalah kerikil masalah yang menjadi sebab terjadinya pencemaran khususnya di bataran sungai Cikaniki. Bahkan, ribuan warga sempat mendatangi Polsek Nanggung dan membuat pernyataan bersama agar Polisi menutup usaha PETI . Kondisinya belum berubah meski adanya berbagai tuntutan telah mencuat. Sebelumnya, antara PETI dan Antam yang menjadi penyebab pencemaran dan kerusakan lingkungan menjadi kerancuan informasi di antara warga. Tentang sebutan perusahaan untuk Antam dan Pengusaha untuk PETI menjadi kalimat yang seolah tidak bisa dibedakan. “Ini semua karena Antam,” ujar Rusli (47) salah satu warga yang tinggal di sekitar sungai Cikaniki, menanggapi pencemaran.Q BSR

pungutan karcis kepada bus yang ingin bermalam. Namun, keberadaannya itu telah dikelola oleh pemilik lahan yaitu salah satu anggota dewan yang bertugas di Kota Bogor,” ujar Empar Suparta Kepala UPTD Terminal Barangsiang kepada LINGKAR JABAR, Senin (17/9) diruang kerjannya. Empar menjelaskan, pihaknya tidak memperboleh bis untuk bermalam dilokasi terminal. “Selama saya disini, tugasnya terus mengecek kelokasi terminal, dengan menugaskan beberapa anggota. Jika ada bus yang bermalam di terminal, karena kondisi bus sedang dalam perbaikan (rusak-red),” ucap dia, yang didampingi oleh salah satu staff nya. Empar mengaskan, pihaknya melarang pemilik bus atau PO untuk menginapkan kendaraannya di terminal. “Memang ada yang menginap dilokasi terminal. Tapi kalau ada bus yang menginap bukan didalam terminal tapi di lahan yang dikelola dan dimiliki masyarakat. Informasinya, pemilik tanah mematok harga Rp10.000,/malam. Bahkan pemilik tanah telah menyediakan TV, penyucian dan lahan parkir untuk bus yang ingin bermalaman. Sekali lagi kami tegaskan bus yang sering masuk tidak diperbolehkan untuk menginap didalam terminal,” tuturnya. Salah satu supir bus 3/4, yang tidak mau ditulis namanya mengatakan, setiap masuk ke terminal Barangsiang, pihaknya harus mengeluarkan Rp1.000 dan jika harus bermalam harus membayar Rp10.000. “Ya seharusnya ada fasilitas lah, untuk bus yang ingin bermalam. Karena kebanyakan bus ini, dari daerah Jakarta. Dari pada jauh mau tidak mau saya harus membayar sejumlah uang yang sudah ditentukan untuk menepi dan beristrahat,” imbuhnya. Q ALI

Kinerja Satpol.PP Kota Bogor Dicontek BOGOR (LJ) - Sebanyak 30 peserta pendidikan dan latihan (diklat) Polisi Pamong Praja (Sat-pol.PP) Sumatra Selatan mengunjungi kantor Sat-pol.PP Kota Bogor, Jawa Barat. Dalam kedatangannya tersebut, diterima Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kota Bogor, Dwi Roman Pujo di Ruang Rapat III, Balaikota Bogor. Senin (17/9). Pimpinan rombongan H.Syahrir Zaman mengatakan, bahwa kedatangannya ke Kota Bogor ini karena terinspirasi dari pengamatan berita-berita di media massa mengenai persoalan-persoalan beragam di Kota Bogor, namun dapat diselesaikan dengan baik oleh Satpol.PP Kota Bogor. Oleh karena itu, diharapkan para peserta diklat dapat belajar dari pengalaman-pengalaman Satpol PP Kota Bogor dalam menjalankan tugas-tugasnya guna menambah ilmu pengetahuan dan meningkatkan keahlian didalam melaksanakan tugas. “Tujuan dari kunjungan kami yaitu untuk mendapatkan data dan pengalaman untuk mendukung peningkatan kapasitas, mengoptimalkan peran, fungsi dan kualitas kerja peserta diklat Satpol PP Sumatera Selatan. Selain itu untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, peningkatan perilaku dan profesionalisme Satpol PP peserta diklat,” ujar Syahrir kepada LINGKAR JABAR. Walikota Bogor dalam sambutannya yang diwakili Dwi Roman Pujo mengatakan, sejauh ini, seluruh jajaran Sat-pol.PP Kota Bogor, telah berperan sangat besar dalam upaya mewujudkan kondisi daerah yang tentram dan tertib. Dijelaskan, bahwa Satpol PP Kota Bogor telah berada digarda terdepan untuk mengawal pelaksanaan setiap Peraturan Daerah (perda) yang telah berlaku di masyarakat. Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) diberbagai ruas jalan, penertiban tempat hiburan malam (THM) di bulan Ramadhan atau pelaksanaan operasi Yustisi adalah bagian dari rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang tidak terlepas dari peran serta Satpol.PP. Q ALI

Tukang Sadap Kelapa Tewas Disambar Kereta

Bupati Teken MOU Bersama Antam

KAB.BOGOR (LJ) – Corporate Social Responsibility (CSR) bagi pengadaan sarana dan prasarana bagi kepentingan masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor yang diwakili oleh Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY) melakukan penandatanganan naskah kesepakatan bersama (MOU) bersama PT. Antam Tbk Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor yang diwakili oleh Vice President PT. Antam Tbk UBPE Pongkor, Hari Wijayanto, Senin (17/9). Penandatanganan MOU ini bertempat di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor. Dalam MOU ini PT. Antam bekerjasama dengan beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup

Pemerintah Kabupaten Bogor, seperti Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Dinas Binamarga dan Pengairan Kabupaten Bogor, serta Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bogor, melakukan upaya pembangunan infrastruktur bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Bogor terutama bagi masyarakat di sekitar wilayah pertambangan emas PT. Antam melalui program CSR. Bupati Bogor Rahmat Yasin, menyambut baik kerjasama ini, ia menyatakan kerjasama ini merupakan sebuah bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan PT Antam kepada masyarakat. “MOU ini dilakukan sebagai upaya untuk menyalurkan program CSR secara proporsional, mengingat saat ini masih

adanya perusahaan yang belum menyalurkan program CSR dengan baik dan transparan. Padahal program CSR ini merupakan kewajiban perusahaan yang harus dilaksanakan,” ujarnya. RY menambahkan, kerjasama PT. Antam dengan beberapa SKPD di lingkup Pemerintahan Kabupaten Bogor sangat membantu dalam pencapaian pembangunan di wilayah Kabupaten Bogor dalam rangka meningkatkan pelayanan publik. “Beberapa SKPD menjadi tim teknis implementasi perjanjian kerjasama dengan mempertimbangkan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik yang terpadu dan saling menguntungkan. Oleh karena itu, saya meminta kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor untuk men-

gawasi kerjasama ini terutama kepada SKPD yang langsung bekerjasama dengan PT. Antam,” tambahnya. Bupati berharap, melalui kerjasama ini program CSR PT. Antam dapat langsung dirasakan oleh masyarakat. “Kami selaku Pemerintah Daerah akan selalu membantu PT. Antam dalam penyaluran program CSR bagi masyarakat, serta saya berharap agar program pendayagunaan CSR PT. Antam selalu bersinergi dengan program SKPD sehingga dalam pelaksanaannya dapat saling mendukung dan menguatkan satu sama lain sehingga pencapaian pembangunan daerah dapat terlaksana dengan baik,” harap Bupati. Sementara itu, Vice President PT. Antam Tbk UBPE Pongkor, Hari Wijayanto mengungkapkan PT. Antam selalu berkontribusi terhadap Pembangunan Daerah terutama yang menyangkut kemakmuran masyarakat melalui program CSR. “PT. Antam berada di tengah – tengah masyarakat dan tumbuh bersama masyarakat, maka sejak tahun 2007 kami telah melaksanakan program tersebut jauh sebelum program CSR diwajibkan oleh Pemerintah Daerah. Melalui program CSR kami telah berkontribusi terhadap pendidikan bagi masyarakat, seperti pembangunan ruang kelas pada beberapa sekolah di wilayah Pongkor,” ungkap Hari. Dalam acara ini turut dihadiri oleh Sekda Kabupaten Bogor Nurhayanti, Kepala Kejaksaan Negeri Cibinong Mia Amiati, Kepala Pengadilan Negeri Cibinong Sumpeno, serta para kepala SKPD Pemkab Bogor. Q BSR

BOGOR (LJ) - Rasyim (55), seorang penyadap kelapa yang meninggal secara tragis asal warga Cilacap, Jawa Tengah, tersambar kereta rel listrik (KRL) jurusan BogorJakarta. Peristiwa tragis itu terjadi di Kampung Batu Gede RT 04 RW 07, Kelurahan Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, yang telah tersambar kereta api. Informasi yang dihimpun, kejadian menimpa Rasyim ini terjadi sekitar pukul 08.30. Pagi itu, korban hendak menyadap air kelapa di kebun milik Yali. Saat akan menyeberang rel, tiba-tiba muncul kereta dari arah Bogor menuju Jakarta. Salah satu rekan korban, Hendra (26) mengatakan, akibat kejadian itu, Rasyim mengalami luka parah di bagian kepala. Bahkan, kaki kanan korban patah. “Pas mau dibawa ke rumah sakit pakai angkot, masih bernafas. Tapi, dijalan meninggal dunia,” ujar Hendra saat ditanya oleh LINGKAR JABAR. Menurut Hendra kejadian seperti ini sering terjadi. Beberapa minggu lalu seorang

karyawati juga tewas kesambar kereta. “Dulu sih dipagar, tapi sekarang pagarnya hilang. Akibatnya banyak memakan korban, dan kebanyakan adalah warga pendatang,” ujarnya. Menurut Kepala Stasiun Bogor, Eman Sulaeman menuturkan bahwa kecelakaan kereta. Di tahun 2012 meningkat dibanding periode tahun sebelumnya (2011), dalam laporan hingga bulan Agustus 2012 sebanyak 181 kasus kecelakaan dibandingkan di tahun lalu sebanyak 145 kasus di tahun 2011. Hingga Agustus 2012 sudah terjadi 133 kasus kecelakaan yang melibatkan penumpang, 10 penumpang meningal dan 48 kasus nonpenumpang dan dari jumlah tersebut, sebanyak 18 penumpang meninggal dunia. Di tahun 2011 Januari-November 2011, terdapat 145 kasus kecelakaan kereta dengan korban 10 orang tewas. “Meningkatnya kecelakaan tersebut disebabkan lemahnya pengawasan diperlintasan serta kesadaran prilaku penumpang,” paparnya. Q WIN


BISNIS

LINGKAR R JABAR J Edisi 147- Tahun 1 - Selasa , 18 September 2012

Universitas di Tanah Air

HIPMI Desak Pemerintah Tidak Naikan Tarif Listrik

Wajib Kembangkan Kewirausahaan

B

OGOR - Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Hatta Rajasa meminta seluruh Universitas di tanah air mengembangkan wirausahawan dan berinovasi. Dengan penciptaan wirau-

sahawan di setiap Universitas tersebut, akan mendorong mahasiswa lebih mandiri dalam dunia kerja. Oleh karena itu, harus ada mata kuliah khusus mengenai hal tersebut. “Dengan semangat wirausaha maha-

siswa jika lulus langsung bisa mengembangkan ekonominya sendiri tanpa harus dihantui mau kerja dimana. Kita masih sangat kekurangan wirausahawan saat,” kata Hatta dalam keterangan persnya, Minggu (16/9). Untuk bisa menciptakan wirausahawan muda dunia kampus di tuntut terus melakukan inovasi dalam bidang ekonomi dan teknologi. “Inovasi yang merupakan produk pengetahuan adalah salah satu kunci keberhasilan bangsa,” katanya. Hatta mengatakan sumber daya yang handal akan membawa perekonomian Indonesia terus tumbuh. Bahkan, target pendapatan per kapita masyarakat Indonesia pada 2014 menjadi US$ 5.000 menurutnya, akan tercapai. “Saat ini pendapatan per kapita per tahun sebesar US$ 3.542 dan akan terus ditingkatkan hingga US$ 5.000 pada 2014,” katanya. Untuk mencapai hal tersebut, pemeritah optimistis dengan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang menjadi acuan bagi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara besar. Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi koridor Sumatra, ia mengatakan perlu mempercepat pembangunan infrastuktur dasar seperti jalan, pelabuhan dan bandar udara. “Karena percepatan pertumbuhan ekonomi sangat ditentukan oleh jarak ekonomi sehingga konektivitas antardaerah sangat diperlukan,” katanya. CPS

Vandroid S5, Tablet Saku Pintar dari Advan

B

ANDUNG(LJ)- Saat ini penggunaan tablet PC semakin popular di kalangan menengah di kota besar Indonesia. Advan sebagai perusahaan yang berkonsentrasi di bidang Tablet PC melengkapi range produknya dengan produk terbaru Tablet Saku yang pintar (Smart Note) Vandroid S5, dimana sebelumnya sudah hadir ukuran layar 7”, 8” dan 9,7” dalam 2 varian 3G dan Wifi series. Advan Tablet saku Vandroid S5 telah mengusung Android OS terbaru yaitu OS 4.0 Ice Cream Sandwich. Android 4.0 menjadi OS Google Android pertama yang berjalan di Tablet PC dan Smartphone. Dukungan Interface tombol dibagian bawah lebih mudah diatur. Apa fitur baru Android 4.0? Android OS 4.0 memiliki fitur baru, Face Unlock. Demikian hal tersebut dikatakan Dara Ayuningtyas dari Advan kepada LINGKAR JABAR kemarin. Lebih lanjut dikatakannya Tablet Saku Vandroid S5 juga dirancang untuk memanjakan anda dalam hal mendengarkan musik. S5 dilengkapi dengan headset stereo sehingga dapat memberikan kepuasan tersendiri untuk anda. Keyboard Android 4.0 dirancang sedemikian rupa sehingga memudahkan anda untuk mengetik. Android 4.0 datang dengan voice input engine. Dilihat dari tampilannya, Tablet Saku Vandroid S5 hadir dalam 2 varian warna, hitam dan putih. Tablet Saku Vandroid S5 memiliki ketebalan 11mm. Dengan perpaduan warna dan bentuk ini membuat Tablet Saku Vandroid S5 sangat elegan, ppraktis dan pas untuk digenggam. Anda dapat membuka email dan berkirim pesan hanya dalam satu geng-

B

B

OGOR Kalangan pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) meminta agar pemerintah tidak menaikkan tarif dasar listrik (TDL) untuk Industri Kecil Menengah (IKM). Pasalnya, daya saing IKM di Indonesia masih sangat rendah. “Untuk IKM sebaiknya ditangguhkan dulu. Daya saing kita di IKM ini masih sangat rendah. Kalau usaha besar, bolehlah,” papar Ketua Bidang Energi BPP HIPMI Reza Rajasa dalam siaran persnya, Minggu (16/9). Dikakatan Reza, subsidi energi masih sangat dibutuhkan oleh IKM.

Menurutnya, ada dua alasan khusus. Dikatakannya, ada dua alasan disini. Pertama, IKM Indonesia ini akan menghadapi Asean Economic Community 2015 (AEC). “Nah daya saing mereka belum kuat. Kita perkuat dulu dengan ruparupa insentif, supaya IKM kita tidak kalah nantinya pada 2015. Kedua, insentif buat IKM saat ini belum cukup efektif mendorong daya saing IKM. Misalnya pajak dan perizinan masih belum jelas,” tutur Reza. Menurut Reza, menampung berbagai aspirasi dari anggotanya, Hipmi melihat belum saatnya menaikkan TDL buat IKM. “Jadi jangan sampai terjadi disinsentif tapi insentifnya yang

harus diperkuat,” kata Reza. Reza menambahkan, bila AEC diberlakukan, IKM Indonesia akan sulit bersaing dengan IKM-IKM dari Thailand, Malaysia, dan Singapura. “Bahkan dengan Vietnam saja kita bisa berat. Sebab itu, semua pihak mesti serius membenahi IKM nasional,” ujar Reza lagi. Sebelumnya pemerintah berencana mengusulkan kenaikan Tarif Dasar Listrik. Keputusan ini bertujuan meredam laju subsidi energi yang naik mencapai Rp 274,7 triliun tahun depan. Dalam anggaran penerimaan negara direncanakan mencapai Rp 1.507 triliun yang naik 11 persen dari tahun ini. Namun belanja negara juga lebih besar mencapai Rp 1.657, 9 triliun. CPS

Produksi Jagung di Jabar Diyakini Lampaui Target

gaman. Tampilan layar 5,2” Tablet mini sekaligus sebagai smart note nyaman digenggam dan pas di saku. Koneksi 3,5G mensupport sampai dengan HSDPA, artinya lebih cepat dari 3G membuat browsing internet sangat cepat dengan kecepatan 7 mbps (mega byte per second). Sotware Android mensupport file berbentuk office ataupun grafis. Sehingga cukup praktis untuk pengguna professional yang memiliki mobilitas tinggi dan membutuhkan kecepatan dalam perjalanan. Layarnya Capacitive mampu merespon 5 titik sentuhan jari. Layarnya responsive hanya dengan sentuhan lembut (0,05 mg). Di manapun berada, anda

dapat selalu terhubung dengan layanan jejaring sosial seperti Facebok, Twitter dan lainnya. Semuanya dapat dilakukan secara real time. Advan Tablet saku Vandroid S5 dilengkapi dengan dual kamera, kamera belakang dengan resolusi 8 MP ditambah dengan camera depan 0,3 MP untuk keperluan video call menggunakan Skype, MSN, dan sebagainya. Smartphone ini telah dilengkapi dengan dual SIM card GSM/GSM dengan kecepatan 3,5G. Battery yang sanggup untuk pemakaian hingga 7 jam dan standby time 2 hari. Alhasil Tablet saku Vandroid S5 nyaman digenggam, pas di saku. Harga pasaran berkisar Rp 1,999,000.,jelasnya. FER

Ketersediaan Domba di Jabar Mencapai Tujuh Juta Ekor

ANDUNG - Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Jawa Barat Koesmayadie Tatang Padmadinata menyebutkan, ketersediaan domba di wilayah Jabar saat ini masih normal, yakni sekitar

5

7 juta ekor. Sementara untuk kambing mencapai 1,9 juta ekor. Jumlah tersebut merupakan sisa permintaan Hari Raya Idulfitri lalu. “Harga domba masih normal, masih berkisar pada angka Rp65 ribu per kilogram.

Namun karena permintaan akan tinggi menjelang Iduladha, maka domba berukuran kecil dengan bobot antara 25 sampai 30 kilogram akan menjadi primadona. Artinya harga naik,” kata Tatang ketika dihubungi wartawan, Senin (17/9). Koesmayadie menuturkan, permintaan untuk kambing pun diperkirakan tidak akan jauh berbeda dengan domba. Permasalahannya, hanya kebiasaan masyarakat Jawa Barat yang kurang menyukai kambing untuk digunakan sebagai hewan kurban. “Masyarakat Jawa Barat itu berbeda dengan masyarakat daerah lain seperti Jakarta yang lebih meminati kambing untuk hewan kurban. Tetapi kondisi ini jadi alternatif sebagai keseimbangan bagi para peternak domba,” pungkasnya. Koesmayadi juga mempre-

diksi masyarakat akan memilih domba dan kambing dibandingkan sapi pada Hari Raya Idul Adha tahun ini. Prediksi itu muncul akibat persediaan sapi di Jabar beberapa bulan terakhir terus menipis. “Karena persediaan sapi ini sedikit, maka harga sapi kemungkinan akan mahal. Kalau harganya mahal, jelas masyarakat akan beralih ke domba atau kambing untuk memenuhi tuntutan ibadah kurbannya. Domba bakal jadi primadona,” ujarnya. Dia menjelaskan persediaan sapi di Jabar saat ini hanya sekitar 29 ribu ekor. Jumlah yang tersedia pun bercampur antara sapi lokal dan sapi impor. “Selain langka, tidak semua persediaan sapi yang ada di kita bisa dijadikan hewan kurban. Sesuai syariat agama Islam, hewan sapi kurban harus sehat dan sempurna atau tidak ada cacat sedikitpun,” tandasnya. FER

B

ANDUNG - Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat (Jabar) mencatat produksi jagung di wilayah Jabar sampai bulan Juli 2012 mencapai 852.123 ton. Jumlah ini hampir 80% dari target produksi tahun ini yang jumlahnya sebesar 980.448 ton. “Kami optimistis akan melebihi target. Harapannya, produksi jagung tahun ini bisa mencapai satu juta ton,” papar Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Uneef Primadi kepada wartawan, belum lama ini. Dia menjelaskan, produksi jagung tersebar di sekitar 190.000 hektare lahan di Jabar. Dari luas lahan itu, sekitar 35% atau 65.000 hektare berada di Kabupaten Garut. Kemudian disusul Majalengka 18.000 hektare, Sumedang 15.000 hektare dan Sukabumi 14.000 hektare.

“Kami juga berupaya meningkatkan produksi jagung melalui perluasan lahan. Diantaranya di Ciamis dan Tasikmalaya,” pungkasnya. Meski demikian, Uneef Primadi mengatakan meski jumlah produksi jagung Jabar cukup besar namun masih kalah dari Jawa Timur. Tercatat pada 2011 lalu, kontribusi Jabar terhadap nasional hanya 5,36% atau 944.350 ton, sedangkan Jatim mencapai 30,88% atau 5.443.705 ton. “Produksi jagung Jabar peringkat keenam. Masih kalah dari Jawa Timur dan Tengah, Lampung, Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara,” ujarnya. Meski kontribusinya masih kecil, lanjutnya, namun produktivitas jagung Jabar tertinggi se-Indonesia. Rata-rata produktivitas jagung Jabar mencapai 73,04 kuintal/ hektare (2012). “Produktivitas jagung di Jabar tertinggi per Juli terjadi di Kabupaten Garut sebesar 86 kuintal/hektare sedangkan yang terendah di Kota Depok sekitar 30 kuintal/ hektare,” katanya. Dia menambahkan Jagung menjadi komoditi favorit petani di Jabar untuk ditanam. Pasalnya, jagung memiliki kestabilan harga dibandingkan komoditi lainnya. “Meski tidak ada HPP seperti padi, namun harga jagung relatif stabil antara Rp2.850-3.000/kg. Paling kalau jatuh juga harganya hanya Rp2.600/kg,” paparnya. Selain itu, katanya, penggunaan benih jagung juga lebih efisien dibandingkan padi dan kedelai. Kebutuhan benih jagung hanya sekitar 15 kg/hektare atau lebih minim dibandingkan padi 25 kg/hektare dan kedelai 40 kg/hektare. Tidak hanya itu, lanjutnya, benih jagung juga memiliki kedaluwarsa cukup lama sekitar sembilan bulan. Jumlah tersebut lebih lama dibandingkan benih kedelai yang hanya berusia tiga bulan. “Jagung memiliki pasar yang menjanjikan. Bahkan sampah tanamannya pun tetap bermanfaat sebagai pakan ternak sapi,” pungkas Uneef. FER


LINGKAR PRIANGAN

Edisi 147 - Tahun 1 - Selasa , 18 September 2012

6

Massa Humanika Kritik Alih Fungsi Lahan di Garut

keterangan gambar : pagar pembatas antara jalan raya dengan trotoar di Jalan Raya Soreang Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung sudah lama dibiarkan tanpa ada perhatian dari pemerintah sekitar.Fot0, LINGKAR JABAR Senin, (17/9).

Mapolres Kota Besar Bandung Beri Penghargaan Masyarakat BANDUNG,-Mapolres Kota Besar Bandung memberikan penghargaan kepada masyarakat yang telah aktif membantu menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.”Kita memberikan penghormatan kepada mereka yang sudah membantu petugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan keteriban,” kata Kapolres Kota Besar Bandung Kombes Pol Abdul Rakhman Baso melalui Kepala Subbag Humas Polrestabes Bandung Komisaris Polisi Rosdiana, Senin (17/9).Mereka yang mendapat penghargaan dari Mapolres Kota Besar Bandung yaitu, sebanyak 144 anggota Pramuka dan Patroli Keamanan Sekolah (PKS), termasuk tiga orang warga Kota Bandung, yang berprofesi sebagai juru parkir, pemulung, dan satpam.Khusus terhadap ketiga warga ini, yaitu adalah Achmad Nuryadin, petugas keamanan Bank Syariah Mandiri di Jalan Lemahneundeut, Kelurahan Sukawarna, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung,berjasa menggagalkan perampokan di kantornya. Selanjutnya Sapri seorang juru parkir, dan Asep pemulung. Kedua orang terakhir ini, berjasa membantu Polri menemukan amunisi dan bahan peledak di dalam bak sampah depan rumah di Jalan Natuna Nomor 87, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung.Q HER

Puluhan Kios dan Lapak PKL Dibongkar Satpol PP BANDUNG,- Puluhan kios dan lapak pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang jalan Hasanudin dibongkar paksa petugas satuan polisi pamong praja (Satpol) PP Kota Bandung, selama aksi pembongkaran tidak ada perlawanan dari para pemilik bahkan ada dari mereka yang secara sukarela membongkar sendiri bangunannya. Kasi Penertiban Satpol PP, Deden Rukmana mengakui, selama operasi penertiban dilakukan tidak ada benturan fisik seperti yang ditakutkan sebelumnya. Malah, sejumlah pemilik kios dan lapak secara sukarela membongkar bangunannya sendiri. “Jauh hari sebelumnya, kita sudah mengirimkan surat pemberitahuan soal adanya pembongkaran ini, karena mereka membangun di areal terlarang,” kata Deden.Sesuai perda yang ada kata Deden, penertiban ini merupakan agenda rutin dilakukan pihaknya, kali ini operasi penertiban dilakukan dikawasan terlarang adanya bangunan. Sejumlah titik menurut rencana akan dilakukan hal serupa, tapi soal waktu masih menunggu perintah dari pimpinan. “Intinya, kita akan melakukan penertiban terhadap bangunan yang berada di wilayah terlarang untuk keberadaan bangunan,” jelasnya. Q FER

Tenaga Kontrak Wajib Jadi Peserta Jamsostek KAB.BOGOR - Perusahaan wajib mengikutsertakan para karyawan menjadi peserta jamsostek meskipun karyawannya itu masih berstatus tenaga kontrak (Outsourching),” mereka wajib didaftarkan menjadi peserta Jamsostek, dan perusahaan harus mendaftarkan mereka,”tegas Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nuradi, kemarin.Bagi perusahaan yang tak mengindahkan aturan itu, kata Nuradi bisa dikenakan sanksi pidana 6 bulan kurungan dan denda Rp 50 juta.”Aturan itu tertuang dalam Undang-undang Nomor 3 tahun 1992 tentang jaminan sosial tenaga kerja,” tegasnya.Menurut Nuradi, Jamsostek menjamin hakhak karyawan, seperti jaminan untuk hari tua dan pelayanan kesehatan. Bahkan sekarang ini PT. Jamsostek memberikan manfaat tambahan berupa pemeriksaan kesehatan keseluruhan (medical check up) kepada para peserta jaminan sosial tersebut. Hal itu sebagai bagian dari program jaminan pelayanan kesehatan (JPK). “Makanya pemerintah daerah sering kali mengingatkan kepada perusahaan-perusahaan yang belum mendaftarkan karyawannya baik tetap maupun kontrak untuk menjadi peserta Jamsostek,” pintanya. Q ALI

GARUT (LJ) –Puluhan massa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Untuk Keadilan (Humanika) Kabupaten Garut mengguat perubahan fungsi lahan pertanian menjadi lahan perumahan, massa bahkan meminta pemerintah untuk segera menghentikan usaha alih fungsi lahan tersebut. Alasan massa ketika melakukan orasi di halaman kantor pemerintah kabupaten Garut, karena alih fungsi ini dapat mempengaruhi produktifitas padi, apalagi selama ini Garut menjadi salahsatu lumbung padi di Jawa Barat. “Kalau begini terus menerus, kami perkirakan 10 sampai 20 tahun mendatang, garut akan mengalami krisis pangan,” jelas Koordinator lapangan Humanika Ikbal, kemarin. IKbal mengatakan, perumahan kalau dianalisis lebih dalam bisa menyumbang masalah bagi kehidupan manusia misalnya terbentuknya sifat,kesenjangan kelas masyarakat,ancaman

terorisme,kerusakkan air tanah dan udara dan kurangn ya hasil produksi pangan. Maka dari itu kata dia,pihaknya merasa tepat untuk mengkritisi permasalahan perumahan agar tidak menjadi bom waktu di kemudian hari. Dikatakannya,alih fungsi lahan yang tidak mentatai peraturan dan terkesan dipaksakan akan berakibat pada berkurangnya hasil produksi pertanian di kabupaten Garut diperkirakan 10-20 tahun ke depan Garut akan terkena krisis pangan. Berangkat dari kajian akademis tandas Ikbal dipandang perlu mengkritisi agar Pemkab Garut melakukan penghentian perijinan mendirikan bangunan perumahan,Instansi yang bersangkutan agar melakukan kajian secara konfrehensif dan memperhatikan lingkungan manusia. Kepada penegak hukum agar bisa melakukan pengawasan terkait masalah perijinan perumahan,mendesak pengem-

Kasi Sarana Dikmen Disdik Garut :

SDM Mumpuni Mutlak Dibutuhkan GARUT (LJ) - Kepala Kasi Sarana Dikmen Disdik PemKab Garut Asep wawan Budiman mengatakan, untuk mewujudkan masyarakat yang mampu bersaing dengan bangsa lain, kebutuhan akan Sumberdaya Manusia yang mumpuni, kompeten dalam bidangnya sudah sangat mendesak dibutuhkan “Saya kira, hal mendesak bukan hanya menyiapkan Sumberdaya Manusia pendidikan dan tenaga kependidikan, tapi juga adanya sistem pendidikan yang sistemis, terencana, terukur dan terarah yang meliputi seluruh aspek yang terlibat dalam pendidikan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi,” ungkapnya pada LINGKAR JABAR di ruang kerjanya kemarin. Menurut Asep, ketiga proses tersebut memerlukan pemikiran dan pertimbangan yang matang serta menuntut penyusunan program kerja yang cerdas meliputi indikator, specific yang artinya jelas target, measurable (terukur), acheivabel, realistic serta timeboun (jelas jadwal atau pengaturan waktu). Dalam proses pelaksanaannya kata dia, harus efektif dan efisien, begitu juga dalam proses evaluasi harus memberikan feedback serta follow up yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan yang akurat guna perbaikan program kerja yang tengah berjalan maupun selanjutnya. Seiring dengan Rencana Strategis Dipdiknas demikian Asep,untuk pendidikan menengah yaitu pentingnya meningkatkan akses dan pemerataan pelayanan pendidikan menengah yang bermutu dan terjangkau oleh semua penduduk,lakilaki dan perempuan melalui pendidikan formal,seperti SMP, SMA dan SMK atau bentuk lain yang sederajat yang meliputi selain pemerataan dan perluasan akses,peningkatan mutu,relevensi dan daya saing tapi juga penguatan tata kelola,akuntabilitas,dan pencitraan publik. “Titik bidik seksi sarana Dikmen tidak sekedar pembinaan Sumberdaya Manusia(SDM),tapi juga meningkatkan infrastruktur pendidikan,” katanya. Ditanya kira-kira program apa yang menjadi skala prioritas bagian sarana Dikmen ,dia mengatakan, pihaknya telah melakukan pembenahan di dalam arti membuat sebuah pola kerja yang efektif dan efisien yang dibentuk dengan para staf yang ada disini. Kemudian kita arahkan bagaimana agar bisa bekerja secara profesional. “ Intinya membentuk tim yang solid, membangun sebuah pola kerja, membereskan sisa-sisa pekerjaan yang ada . Bagi saya prioritas tahun 2013 kita sudah punya pola pekerja yang bisa berkeadilan ,artinya kan selama ini mungkin banyak persoalan yang ada di sarana prasarana,” paparnya. Insya Allah kata dia, kita akan kerja kedepan lebih baik dan efektif terutama tahun 2013 supaya bisa melayani semua sekolah yang membutuhkan sarana sesuai dengan skala prioritas. Di Kab.Garut kan ada 8 rayon.kita bentuk tim tersebut yang telah dibagi tugas dan mereka melakukan penjaringan data.dari penjaringan data itu ada hal-hal yang berkaitan dengan berbagai hal yang ada disekolah terutama untuk masalah sarana, kita bisa melihatnya dari sana,” imbuhnya seraya mengatakan,dari sana baru kita akan mencoba, kalau sudah tahu misalnya yang butuh RKB ke sekolah mana saja yang butuh rehab. Masih menurut Asep,untuk mengeliminir masalah ini, pihaknya selalu mengedepankan azas transparansi, dan bertanggungjawab. “Kami tidak tabu menerima masukan dari semua pihak jika ada penyimpangan di lapangan,terutama bila keluhan-keluhan terkait penyimpangan pembangunan fisik sekolah, bisa disampaikan pada kami,” ujarnya mengakhiri.Q JUL/BDN

Jabar Alokasikan Dana Bencana Rp75 Milyar

segala kemungkinan yang mengakibatkan kerugian pemerintah. Sebab pada dasarnya aspal itu kelemahannya adalah air. Jadi bila terendam air, maka akan terjadi kerusakan-kerusakan jalan,” tegasnya kepada LINGKAR JABAR di kantornya kemarin. Sementara itu Konsultan Tata Ruang, A Karyono, menambahkan, penyelenggaraan pembuatan jalan harus pada beberapa aspek lainnya, seperti, Ekivalen Mobil Penumpang (emp) adalah faktor dari berbagai kendaraan dibandingkan terhadap mobil penumpang sehubungan dengan pengaruhnya kepada kecepatan

mobil penumpang dalam arus lalu lintas campuran. “Bila aturan itu dilaksanakan dengan benar oleh pemerintah terutama instansi terkait, maka akan tercipta sebuah keharmonisan dan kenyamanan bagi masyarakat saat mengendarai kendaraannya. Tidak seperti sekarang jumlah jalan rusak di wilayah Kabupaten Bandung seolah menghambat laju perekonomian masyarakat. Jangan saling meyalahkan satu sama lain. Tapi pikirkan dengan bijak, bagaimana kerja konsultan itu sebenarnya sehingga ketahanan jalan hanya sebentar?” pungkas A Karyono.Q GUS

Q

BDN/JUL

Kab.Bandung Gelar Kontes Ayam Pelung

KAB.BANDUNG (LJ) Untuk kesekian kalinya, Kabupaten Bandung kembali menggelar kontes ayam pelung. Kontes yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Krida Pertanian ke-40 tingkat Kabupaten Bandung diikuti 197 peserta se-Bandung Raya. “Sampai bulan September 2012, kami telah menyelenggarakan kontes ayam pelung sebanyak dua kali, masing-masing pada bulan April berkaitan dengan Hari Jadi Kabupaten Bandung dan sekarang dalam kegiatan Hari Krida Pertanian,” ucap Kepala Dinas Peternakan & Perikanan (Disnakan) Kabupaten Bandung Hermawan saat penutupan Kontes Ayam Pelung yang dipusatkan di halaman Komplek Pemkab Bandung, kemarin. Diakui Hermawan, minat para peserta untuk mengikuti kontes ayam pelung, tiap tahun terus meningkat. Mereka sebagian besar datang dari beberapa kabupaten

di Jawa Barat yang selama ini menjadi penghasil ayam pelung terbaik, seperti Sukabumi, Cianjur dan Bogor. “ Di kabupaten Bandung sendiri, penggemar sekaligus peternak ayam pelung jumlahnya kian meningkat, hal ini didasari pula harga ayam pelung di pasaran cenderung terus membaik,” kata Hermawan. Pemkab Bandung kata Hermawan pula, turut mendorong perkembangan populasi ayam pelung. Hal ini dikarenakan, peternakan ayam pelung bisa dijadikan andalan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. “Modalnya hanya tekun dan sabar dalam pemeliharaan, insyaallah ternak ayam pelung yang kita inginkan bisa berkualitas baik,” tambahnya pula. Pada kontes kali ini, ayam pelung yang diberi nama “Pun Bagja” tampil sebagai juara pertama kategori suara. Ayam milik Ir. H. Sofian Nataprawira, MP yang

juga Sekretaris Daerah Kab. Bandung itu, mampu menyisihkan lawan-lawannya, seperti “Pinokio” milik Dian asal Kecamatan Soreang yang menempati juara II. Sementara juara III kategori suara direbut “Pun Nala” milik Romli asal Kecamatan Kutawaringin. Untuk kategori bobot badan, ayam pelung “Arumba Putra” milik Iip asal Kecamatan Katapang mampu meraih juara I. Sedangkan peringkat ke II direbut ayam “Si Mandor” milik Asep asal Kecamatan Kutawaringin. Ayam “Si Guntur” milik Haris asal Jelekong Kutawaringin, hanya mampu menempati juara III. Untuk kategori penampilan, ayam “Balaraja” milik Krisna asal Cangkring Ciparay berhasil menduduki juara pertama. Disusul juara II, “Baladewa” milik Dewan asal Banjaran, sementara juara III diraih “Si Gobed” milik Toni asal Cingcin Soreang. Q UDN

LSM GMBI Gelar Bakti Sosial

Pembuatan Jalan Jangan Berpatok Untuk Kejar PAD KAB.BANDUNG (LJ) - Ketua Lembaga Kajian Tata Ruang Indonesia (LKTRI), Mulyana Abdul Manan mengatakan, penyelenggaraan pembuatan jalan sudah semestinya berpatok pada aturan bukan karena mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD), karena pola semacam ini terbukti menyebabkannya beberapa instrumen dikorbankan sehingga mengakibatkan terjadinya pembengkakan anggaran. Selain itu, pihak pengawas dan pengendalian jalan seharusnya melakukan evaluasi dan verifikasi tentang jalan tersebut, apakah memang layak dari aspek ketahanan dan kekuatannya, juga dari

bang untuk menghentikan pembangunan perumahan yang melanggar RTRW No 29 tahun 2011 dan UU No 40 tahun 2007 Tentang alih Fungsi lahan Pertanian. Sementara Kepala Bidang Sumberdaya Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Pemkab Garut, Yudi Hernawan MP ketika dihubungi LINGKAR JABAR di ruang kerjanya kemarin mengatakan, dalam alam demokrasi sekarang, unjuk rasa sahsah saja selama tidak anarkis. Namun pihaknya meminta para pengunjukrasa mentaati aturan hukum yang ada yaitu Undang-undang pasal 1 tahun 2009 tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan mengenai pembatasan terhadap alih fungsi lahan. “Dan dengan itu kami sudah masukan di dalam RPJMG yaitu dengan menetapkan lahan abadi seluas 50.000 hektar , namun demikian setelah di hitung baik oleh Kementrian Pertanian maupun oleh penilaian IPB bahwa lahan sawah yang tersisia itu kurang lebih sekitar 45.000 hektar yang ada di Garut,” tuturnya. Menurut Yudi, didalam amanat undang-undang 41 tahun 2009 bahwa penetapan lahan tersebut sebagai lahan abadi harus dituangkan kedalam RPJMG dituangkan dalam PDRTRW dan alhamdulilah di Kabupaten Garut, di tahun 2010/2011 sudah di susun perda mengenai RTRW dan di dalam perda itu kami sudah menetapkan kawasan lahan pertanian pangan berkelanjutan (KP2B) seluas kurang lebih 44.000 hektar. Dengan demikian lahan tersebut kata dia, sudah dapat di pakai acuan oleh pemerintah dan masyarakat didalam penentuan lahan-lahan yang akan digunakan oleh non pertanian. Kenapa demikian karena target kami sesuai dengan arahan Kementrian Pertanian setiap tahun harus terus meningkatkan produksi terutama pangan yang saat ini sudah bergejolak di tingkat dunia, jelasnya.

KAB.BANDUNG (LJ)-Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Kabupaten Bandung, mengadakan kegiatan operasi bersih, kegiatan tersebut dilakukan di depan Mesjid AL Pathu. Kab.Bandung, Senin

(17/9). Sementara kegiatan tersebut diikuti kurang lebih 100 orang anggota LSM GMBI. Menurut Ketua Distrik LSM GMBI Kabupaten Bandung Aris Haruan mengatakan, kegiatan bakti sosial itu,untuk membantu program Pemerintah Kabupaten Bandung dalam mewujudkan kabupaten Bandung yang sabilulungan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat Kabupaten Bandung untuk menjaga lingkungannya, agar selalu tetap bersih, nyaman dan indah. Maka untuk terwujudnya kebersihan tersebut, pemerintah dan masyarakat harus membaur dan tidak saling mengandalkan masalah kebersihan dan tidak hanya tanggungjawab pemerintah saja, akan tetapi masyarakat-

pun harus ikut peduli terhadap kebersihannya,” katanya. Ia juga menambahkan, kegiatan pembersihan gorong gorong itu dimulai pukul 09 Wib yang di fokuskan pada saluran air, sebab titik saluran air tersebut sering tersumbat sehingga pada musim hujan nanti tidak tersumbat lagi. Lebih jauh Aris mengatakan, kegiatang yang dilakukannya untuk pembuktian bahwa masyarakat pun ikut serta dalam menjaga kebersihan, disamping itu membuktikan bahwa LSM GMBI siap dalam melaksanakan bela negara, yaitu memperhatikan lingkungan di wilayah sendiri dan memantau daerah mana yang akan jadi kegiatan seperti ini, sehingga kami bisa agendakan secara oprasi bersih tersebut,” pungkasnya . Q

UDN


LINGKAR PRIANGAN

Edisi 147 - Tahun 1- Selasa, 18 September 2012

Pembangunan RKB SDN Bina Budi Diduga Asal Jadi

CIANJUR (LJ)- Mencerdaskan kehidupan bangsa, begitu lah amanat dari UUD’45 sehingga pemerintah selalu mengalokasikan dana untuk dunia pendidikan. Tetapi maksud baik pemerintah pusat ternyata disalah gunakan oleh oknum pendidik. Setidaknya terjadi di SDN Bina Budi Kecama-

tan Cipanas ini. Hal tersebut dikatakan Ketua Forum Masyarakat Cerdas Cianjur (FMC2), R. Saudin.`Menurut Saudin, SDN Bina Budi adalah sekolah yang berada di Kecamatan Cipanas ini merupakan satu-satunya sekolah di Kabupaten Cianjur yang mendapatkan bantuan pembangunan ruang

kelas baru yang digelontorkan dari APBN tahun 2011 senilai Rp 197 juta lebih. “Sekolah tersebut termasuk terlambat dalam melaksanakan pembangunannya, seharusnya pembangunan dimulai tanggal 1 Agustus tetapi baru dilaksanakan dua minggu kemudian, dana sebesar itu diperuntukkan untuk membangun dua ruang kelas,”kata Saudin, kepada LINGKAR JABAR, Senin (17/9). Dikatakannya, pembangunan dilakukan dengan system swakelola yang dasarnya harus dilaksanakan oleh komite pembangunan sekolah. “Bangunan yang terletak dibelakang sekolah ini, materi bangunan berupa besi ternyata tidak sesuai dengan RAB, karena besi yang digunakan disilang antara besi 12 dan besi 10, sehingga kualitas bangunan dikhawatirkan jelek,”tutur Saudin sambil memperlihatkan foto pembangunan. Adanya penggunaan besi yang tidak sesuai dengan RAB, tentunya merugikan negara. Pasalnya, sekolah tersebut dibangun dengan uang negara, sehingga pelaksanaannya harus benarbenar maksimal. “Kami meminta Ke-

Kekeringan Panjang, Petani Terlantarkan Ribuan Hektar Lahan

CIANJUR (LJ) Kekeringan panjang menyulitkan warga mendapatkan sumber air, akibatnya ribuan hektar sawah di Kabupaten Cianjur kini tak dapat ditanami untuk sementara waktu. Sawah-sawah tersebut sementara waktu dibiarkan kering kerontang. Berdasarkan data di Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertambangan (PSDAP) Kabupaten Cianjur, dari 3.181 hektare luas sawah yang ada, saat ini hanya 1.494 hektare yang masih dapat ditanami. “Ini dikarenakan sejumlah sungai juga mengalami penurunan muka air dan debit karena musim kemarau,

sehingga sejumlah titik irigasi yang ada tidak dapat memenuhi kebutuhan petani,” ucap Kepala Seksi Pembangunan dan Pemeliharaan Irigasi PSDAP Cianjur Bambang Sudrajat. Meskipun demikian, Bambang mengakui kalau tidak seluruhnya sungai mengalami penurunan debit air. Masih ada beberapa sungai besar, seperti yang ada di Cikalongkulon tidak mengalami penurunan secara drastis. “Jika petani menerapkan pola tanam yang dianjurkan pemerintah, yakni padi, padi, palawija. Pemanfaatan lahan masih dapat dilakukan, sehingga petani masih bisa

mendapat hasil, paling tidak untuk diri mereka sendiri,” katanya. Sementara itu, data dari Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTH) Kab. Cianjur, akibat kekeringan sedikitnya 987 hektare areal pesawahan di 18 wilayah kecamatan terkena dampaknya, mulai dari kategori rusak ringan sebanyak 424 hektare, rusak sedang seluas 275 hektare, rusak berat seluas 189 hektare, dan gagal panen atau puso seluas 99 hektare. “Beberapa di antara hingga kini masih melakukan penundaan masa tanam. Sebenarnya, jika para petani mengikuti pola tanam sesuai arahan yakni menanam palawija bukan padi saat ini, tentu tidak akan terdampak signifikan,” ujar Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (DPTPH) Kab.Cianjur, Sudrajat Laksana, kepada wartawan. Dari target 811.286 ton Gabah Kering Panen (GKP) tahun ini, kata Sudrajat, diperkirakan turun 1,09 persen. Produksi padi sejak Januari hingga Juli mencapai 620.679 ton GKP.”Capaian tersebut berasal dari luas lahan 83.390 hektare. Sedangkan realisasi tanam dari waktu yang sama, sebanyak 122.626 hektare,” katanya singkat. Q RUS

Sistem Pendidikan Harus Miliki Jiwa Kebersamaan

SUKABUMI (LJ)- Dalam memajukan pendidikan dan menciptakan generasi muda berprestasi, sistem pendidikan harus dilakukan dengan jiwa kebersamaan antara pendidik dan anak didik, dan para pengajar perlu iklas dalam melaksanakan tugasnya. “Kita senantiasa berupaya untuk bagaimana anak didik dapat nyaman dalam belajar, tentunya kita para guru harus dapat menyesuaikan materi pengajaran dan menguasai teknik mengajar yang baik,”kata Kepala SMP PGRI Ciaul Kota Sukabumi Dra. Amanda didampingi Desi Susilawati, selaku Bendahara sekolah kepada LINGKAR JABAR kemarin. Dia berharap pola mengajar yang diterapkan para guru

di SMP PGRI Ciaul dapat memberikan hasil yang optimal, dengan artian para siswa bisa menyerap ilmu di sekolah secara penuh. Dengan begitu, maka kepercayaan orangtua siswa kepada sekolah akan bertambah baik. ”Sekolah ini mempunyai tujuan dan harapan agar dapat menciptakan semua anak didik ”cerdas” yaitu cerdas secara intelektual. cerdas emosional dan cerdas sepiritual, dengan suasana belajar dan mengajar yang aktif, kreatif,efektif dan menyenangkan.Kemudian membina siswa melalui jalur pembinaan kesiswaan dalam kegiatan yang bersifat akademik maupun non akademik,” papar Amanda. Kepsek yang sudah lebih 12 mengabdi di sekolah tersebut.

” Awalnya kami benar-benar merintis dari nol, tahapdemi tahap kami bisa lalui walaupun aral melintang datang silih berganti, namun alhamdulilah berkat dukungan semua pihak, terutama dinas terkait yang dicita-citakan bersama dapat terwujud,” jelasnya. Kini SMP PGRI Ciaul meski hanya memiliki 4 ruang kelas, dan masih ada siswa yang melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di mushola, tapi hal itu tidak menyurutkan semangat mereka, termasuk tenaga para pengajar.”Kini SMP PGRI Ciaul sudah memiliki lahan seluas 800 m2, jadi tinggal menunggu proses pembangunan saja,” tandasnya. Q

HEP/PUL/JUL

mentrian Pendidikan, dinas pendidikan dan penyidik segera memanggil oknum kepala sekolah tersebut, meski pembangunannya dikelola langsung dari pusat,”kata Saudin. Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Bina Budi, Amsah, kepada LINGKAR JABAR, mengakui kalau pelaksanaan pembangunan terlambat dilakukan. “Waktu itu menjelang lebaran, sehingga saya malu menanyakan terus ke Bank bjb, apakah dana tersebut sudah cair apa belum,”kata Amsah beralasan. Amsah menjelaskan, kalau pembangunana RKB ini langsung dari antor Kementrian Pendidikan, tanpa berkoordinasi dengan Disdik Kabupaten Cianjur. “Saya hanya menerima sms dan telepon yang mengaku dari kantor Kementrian Pendidikan, kalau sekolah saya mendapat bantuan dari pusat,”ujarnya. Ketika ditanya masalah besi yang tidak sesuai dengan RAB, Amsah mengaku dia tidak tahu menahu masalah bangunan. “Saya tidak tahu soal pembangunan, saya cuma pesan kepada pelaksana agar mengutamakan mutu bangunan,”kata Amsah. Q RUS

Pasokan Air Tersendat, Puluhan Warga Ontrog PDAM Cianjur

CIANJUR (LJ)- Kesal pasokan air tersendat-sendat selama lima bulan, sebanyak 20 warga dari 4 RW di Kampung Pamoyanan yang didominasi ibu rumah tangga mendatangi kantor PDAM Tirta Mukti Kabupaten Cianjur, Senin (17/9). Mereka meminta pertanggungjawaban PDAM lantaran pasokan air ke wilayah mereka hampir lima bulan terakhir kerap tersendat. Berbekal peralatan rumah tangga, seperti panci dan ember sebagai simbol kekecewaan, mereka berorasi menuntut agar distribusi air bersih tidak tersendat seperti saat ini. Mereka mengaku kecewa dengan pelayanan distribusi air yang tidak lancar, namun ironisnya pembayaran tagihan setiap bulannya dinilai selalu mahal. Ketua RT 01/17 Kampung Pamoyanan Yusuf Sofyan mengaku, warga yang berasal dari RW 09, 17, 10, dan 18, sengaja datang ke kantor PDAM Tirta Mukti lantaran kecewa tidak bisa mendapatkan pelayanan distribusi air bersih selama 24 jam penuh. Padahal, aktivitas rumah tangga yang menggunakan air bersih dilakukan setiap hari. “Ini kedatangan kami yang kedua kalinya. Tapi distribusi air masih tetap tidak berjalan normal. Kami minta pertanggungjawabannya karena kami membayar mahal tagihan namun pasokan air terhambat,” kata Yusuf di sela-sela aksi, Senin (17/9). Yusuf mengungkapkan kerap tersendatnya distribusi air bersih sudah berlangsung sejak 5 bulan lalu. Yusuf mengancam, jika kondisi ini tidak ada perubahan, warga akan kembali mengontrog kantor PDAM Tirta Mukti. “Akibat tersendatnya distribusi air, sebagian besar warga terpaksa menggunakan aliran sungai untuk sekadar mencuci dan memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya,”katanya dengan nada kesal. Warga pun meminta pihak PDAM tidak terus menambah jumlah pelanggan kalau debit air tidak akan mencukupi kebutuhan pelanggan yang ada. “Harus diperhitungkan jumlah kebutuhan pelanggan dengan debit air. Jika terus-terusan menambah pelanggan, tentunya pasokan air akan terus berkurang dong,”tandas Yusuf. Q

RUS

Jalan Provinsi Senilai Rp 3,9 M Sarat KKN

CIANJUR (LJ)- Sungguh keterlaluan ulah pengusaha dan oknum Bina Marga (BM) Provinsi, pembangunan jalan provinsi di Kecamatan Sukanagar yang didanai dari APBD Provinsi senilai Rp 3,98 Miliar lebih, diduga dikerjakan asal-asalan. Pasalnya pelaksanannya diduga ada unsur Kolusi Korupsi dan Nepotisme (KKN) dengan oknum BM, sehingga pekerjaannya asalasalan. Hal tersebut dikatakan Ketua Forum Masyarakat Cerdas Cianjur (FMC2), R. Saudin kemarin. Menurut informasi yang diperoleh menyebutkan, proyek yang dikerjakan oleh PT PMU, pada prosesnya dilakukan secara lelang melalui LPSE, ternyata LPSE tidak menjamin kalau perusahaan pemenang mempunyai kredibilatas baik. “Dugaan kuat kalau terjadi KKN, buktinya oknum BM tutup mata melihat

pekerjaan yang sampai sekarang belum selesai dan jalan banyak yang kelihat fisiknya terkelupas seperti kurangnya kandungan aspal,”kata Saudin. Saudin meminta pihak penyidik dari Kejaksaan maupun Kepolisian memanggil dan memeriksa oknum BM dan oknum pengusaha yang mengerjakan proyek tersebut. “Panggil mereka yang diduga telah merugikan keuangan negara,”tegas dia. Maman, salah seorang pengawas BM ketika di temui LINGKAR JABAR, dilokasi mengakui adanya keterlambatan penyelesaian pekerjaan. “Hal tersebut karena terhambat oleh kondisi lebaran,”kata Maman. Ketika ditanya masalah pekerjaan yang jelek dan asalasalan, Maman, mengelak. “Kata siapa pekerjaan jelek, kan pekerjaannya belum beres,”tandasnya.Q RUS

7

Kinerja DPRD Kota Sukabumi Rendah

SUKABUMI-Rasa tidak puas masyarakat terhadap kinerja anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi, sudah sejak lama ada bahkan masyarakat menganggap kinerja wakil rakyat sangat rendah apalagi mereka tak pernah menyuarakan aspirasi rakyat dalam forum pemerintah. Termasuk ketika sidang paripurna pada bulan Agustus, anggota yang mengikuti persidangan hanya sepertiga dari keseluruhan anggota. Ketidak hadiran mereka ini mendapat kritik tajam Ketua tim V Lembaga Pemantau Penyelenggara Trias Politik RI (LP2TRI), Hendra. “Kalau sudah begini bagaimana mungkin mereka dapat menyuarakan aspirasi masyarakat. Jelas sikap mereka telah menyakiti hati rakyat, padahal mereka dipilih untuk bekerja dan digaji oleh rakyat,” kata Hendra kepada wartawan kemarin. Sementara Ketua DPRD Kota Sukabumi Aep Saepulrohman membenarkan banyak anggota dewan bekinerja rendah dan pihaknya mengaku prihatin dengan sikap mereka ini. “Sidang paripurna adalah sidang untuk menentukan masa depan pembangunan wilayah menuju masa depan yang lebih baik,” katanya menjawab wartawan kemarin. Pria yang biasa dipanggil Ajo hanya bisa menghimbau rekan-rekannya untuk dapat bekerja lebih optimal, dan menunjukkan sikap profesionalisme didalam menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat,”ujarnya .Q PUL/JUL/HEP

Lurah Harus Profesional Dalam Bertugas SUKABUMI -Pemerintah Kelurahan merupakan penggerak utama roda pemerintahan tingkat wilayah, karenanya seorang lurah harus menunjukkan sikap kepemimpinan yang arif serta bijak, dan memberikan contoh keteladanan terhadap masyarakat. “Seorang kepala kelurahan dituntut harus mampu melaksanakan sistem manajemen profesional serta dapat dipertanggungjawabkan baik secara transparan, akuntabel terhadap masyarakat, pemerintah maupun kepada Tuhan Yang Maha Esa secara pribadi,” demikian Firman Taufik Lurah Cikondang saat ditemui wartawan, kemarin. Sebagai lurah teladan, Firman Taufik mengaku keberhasilan dalam menjalankan tugasnya tidak lepas dari dukungan semua pihak.Pihaknya akan bersikap profesional dalam menangani setiap permasalahan termasuk soal dugaan macetnya uang simpan pinjam yang dikelola BKM Cikondang. “Saya berharap masyarakat yang meminjam uang di BKM Cikondang cepat mengembalikan cicilannya, sebab saya tidak habis pikir, kenapa kalau pinjam uang di bank keliling dengan bunga besar bisa mereka lunasi, tapi disini tidak,” tanya dia. Q HEP/DH/JL

Mts N 1 Warungdoyong Favorit di Kota Sukabumi SUKABUMI-Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) merupakan perwujudan tekad pemerintah untuk menjawab tuntutan perkembangan jaman dan memasuki era globalisasi. “Reformasi pendidikan merupakan langkah setrategis sebagai respon sekaligus penguatan terhadap reformasi politik yang ditempuh pemerintah Indonesia yaitu system pemerintahan dari system sentralistik menjadi desentralistik dengan memberikan otonom daerah, dalam rangka mewujudkan proses pendidikan yang bermutu,” jelas Kepala Sekolah (Kepsek) MTSN I Warudoyong Kota Sukabumi, Sholih Munawar, diruang kejanya kemarin. Menurutnya, untuk itu beragam peningkatan mutu pendidikan telah dilakukan pihak sekolah, dan berkat kerja keras seluruh siswa maupun siswi dibantu para guru-guru yang profesional dalam melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM), “kita berhasil mencapai apa yang diharapkan oleh pemerintah,” jelasnya. Seperti keberhasilan sekolah ini dalam meluluskan 100 persen siswa/siswinya pada ujian nasional beberapa waktu lalu.Selain itu kata dia, pihaknya menguatkan kegiatan pendidikan di luar sekolah atau ekstrakurikuler, seperti kegaiatan marawis dan voly ball.”Alhamdullilah kepercayaan masyarakat terhadap sekolah ini cukup antusias, terbukti 21 ruang kelas berserta jumlah siswa mencapai 800 Orang. Dengan 34 guru PNS, dan 9 guru honorer.Q PUL/JUL/HEP


SENI BUDAYA & PANTURA

LINGKAR

INFOTAINMENT

Tari Dogdog Lojor, Ungkapan Syukur Kepada Yang Maha Kuasa

JABAR

Edisi 147 - Tahun 1 - Selasa, 18 September 2012

8

Artist

Chantal Della Concetta Seksi Itu Percaya Diri

D

I

ndonesia memiliki beragama jenis budaya. Dari bahasa, musik, adat istiadat, dan tarian. Kesenian dan budaya bangsa Indonesia sudah terkenal ke manca negara karena sangat indah dan menawan. Salah satu tarian khas Nusantara yang cukup apik dan memikat adalah Tari Dogdog Lojor, tarian khas dari Sukabumi-Jawa Barat. Tari Dogdog Lojor merupakan sebuah tarian yang berasal Jawa Barat khususnya Sukabumi. Tari Dogdog Lojor adalah tarian uintuk acara ritual padi. Dilaksanakan setahun sekali, setelah panen. Seluruh masyarakat mengadakan acara Serah Taun atau Seren Taun di pusat kampung adat. Pusat kampung adat adalah tempat kediaman kokolot (sesepuh) desa. Tempatnya pun selalu berpindah-pindah sesuai petun-

juk gaib Pada awalnya kesenian ini menggunakan angklung dogdog lojor. Namun, sekarang diganti menggunakan alat musik seperti gendang kecil. Masih sedikit masyarakat mengenal Tari Dogdog Lojor. Sebenarnya tarian ini sangat unik, mulai dari lagu, kostum, hingga gerakannya. Saat menyaksikan tarian ini pun tidak akan merasa bosan atau pun jenuh. Tentu saja itu karena gerakangerakannya yang dinamis dan kaya variasi. Demikian pula dengan suasana atau kesan yang mencuat dalam tarian tersebut, dimana tarian ini merupakan bentuk syukur kepada yang Maha Kuasa atas hasil panen yang melimpah dan eskpresi-ekspresi yang dicerminkan dalam tarian tersebut mencerminkan ketaatan manusia kepada sang pecipta. Q HEP

i Indonesia, tak sedikit perempuan yang salah tingkah t atau risih, arrena menjadi babahkan malu atau takut memiliki tubuh seksi karena n. Presenter acara han pembicaraan atau sorotan orang-orang lain. taal Della TV berparas cantik dan bertubuh sintal, Chantal Concetta, menggugah mereka untuk melawan sikap itu. d “Emang image seksi ada yang salah?” tekan Chantal dalam baaru wawancara di West Mall Grand Indonesia, Jakarta, baru-baru a an ini. Memiliki tubuh yang seksi, menurut pemandu acara obrolan seeorang dewasa di layar kaca ini, seharusnya bisa membuat seseorang lebih percaya diri. d). “Buat aku, image seksi itu confident (percaya diri, Red). Seksi itu kita merasa nyaman untuk tubuh kita. Kenapa kita takut sama tubuh kita? Kenapa kita harus takut jadi seksi, terutama perempuan? Saya pikir janganlah terlalu subyektif dalam menilai, sepertinya kaum perempuan bertubuh seksi kok salah?” katanya. Menurut Chantal, para lelaki pun memiliki keseksian. k“Laki-laki juga belum tentu enggak seksi kan? Ada faktor sekak ki sinya. Mungkin berbeda dengan perempuan. Mungkin laki-laki urrut pakai kemeja putih sudah seksi. Perempuan yang pintar, menurut ny ya. saya, itu seksi. Perempuan yang percaya diri juga seksi,” jelasnya. uk k main Dalam kesempatan itu, Chantal mengaku tertantang untuk kaan bufilm layar lebar. Beragam jenis genre mau dia perankan, asalkan h harap kan horor. Aku tertantang main film karena di situ aku berharap up pan meranin karakter yang berbeda dengan karakter aku di kehidupan ernyata “Aku tertantang main film karena di situ aku berharap me merpaan anin karakter yang berbeda dengan karakter aku di kehidupan nyata,” katanya. yeek Chantal mengaku pernah sekali ikut terlibat dalam proyek irri. pembuatan film. Di film tersebut, ia memerankan dirinya sendiri. d “Aku pernah main film di film Simfoni Luar Biasa (SLB). Tapii di kaan situ aku masih belum tertantang karena aku masih memerankan yaa. sosok aku sebagai presenter. Aku main cameo di situ,” tuturnya. r ran Setelah merasakan asyiknya berakting, perempuan kelahiran ila Bandung, 20 Juli 1980, ini makin tertarik ingin mencobanya. B Bila r rseada tawaran yang kelak datang kepadanya, Chantal akan bersealau dia. Tapi ada syaratnya. “Aku harus baca sinopsisnya dulu. Kalau au cocok, baru diambil,” jelas Chantal. “Berbau horor nggak ma mau y ya ah, karena nanti bakal takut sendiri, he-he-he. Mendengarnya saja sudah takut apalagi maininnya,” sambung Chantal. n-Menyinggung soal status janda yang disandangnya, Chanm-tal mengaku hal itu bukanlah hal yang membebaninya. Peremraa puan yang setiap malam muncul di layar kaca memandu acara yaa obrolan dewasa ini mengaku tak perlu repot dengan statusnya yaa itu. “Enggak usah dibikin repot, santai aja. Kalau pikirannya ita repot, jadi repot. Kalau pikirannya ribet, bakal ribet. Kalau kita santai ya santai,” ujarnya. k Misalnya, ketika sang anak sedikit mengalami gangguan kesA Anak ehatan, Chantal menyikapinya dengan tenang dan bijak. “Anak u segala batuk sih wajar, ya namanya juga udara kayak gini. Kalau nttal menimacam (kegiatan) enggak boleh, kasihan juga,” ujarnya. Chantal atthaniel kah dengan Hans Lazuardi dan dikaruniai seorang putra, Nathaniel ch h LaTrevor Lazuardi, pada 2004, dan seorang putri, Mazel Peach errapa zuardi, pada 2009. Pernikahan mereka hanya bertahan beberapa tahun. Q CPS

PANTURA Diduga Kerahkan PNS KIPP Laporkan Pasangan Cabup dan Cawabup Incumbent

K

AB PURWAKARTA (LJ) – Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati (Cabup dan Cawabup) Kabupaten Purwakarta, Dedi Mulyadi dan Dadan Koswara dipastikan akan berurusan dengan Pengawas pemilu (Panwaslu). Pasalnya, Komisi Indevenden Pengawas Pemilu (KIPP) Kabupaten Purwakarta melaporkan adanya pelanggaran yang dilakukan kedua pasangan incumbent itu saat pendaftaran ke KPUD (Komisi Pemilihan Umum Daerah) beberapa waktu lalu. Adapun pelanggaran yang akan dilaporkan KIPP ke Panwaslu, yakni adanya PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang ikut serta dalam pendaftaran Cabup dan Cawabup, serta kedua pasangan yang saat ini menjabat bupati dan wakilnya itu diketahui mengunakan kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi. “Ada dua indikasi pelanggaran, yakni penggiringan masa dari kalangan PNS dan penggunaan fasilitas Negara untuk kepentingan politik,” terang Hikmat Ibnu ariel, Ketua KIPP Kabupaten Purwakarta pada saat melaporkan pelanggaran tersebut ke Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Purwakarta, kemarin. Ia mengatakan, saat pendaftaran Dedi Mulyadi – Dadan Koswara ke KPUD Kabupaten Purwakarta, pasangan tersebut sebelumnya berkumpul di

gedung kembar Nakula Sadewa di Jalan Kolonel Kornel Singawinata. Selain melibatkan PNS juga penggunaan fasilitas Negara untuk kepentingan politik pasangan tersebut. Untuk persoalan ketyerlibatan PNS, sambung dia, yang menjadi terlapor adalah Kepala Badan kepegawaian Daerah (BKD) Purwakarta Fajar Sidik. Sedangkan untuk penggunaan fasilitas Negara, yang dilaporkan adalah bupati Dedi Mulyadi dan Sekda Dadan Koswara. Dengan adanya lapran ini, diharapkan Panwaslu dapat segera menindaklajuti. Sesuai dengan peraturan pemerintah (PP) No 53 tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri sipil, pasal 4 ayat 15 poni d menyebutkn bahwa setiap PNs dilarang mengadakan kegiatan yang mengarah pada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta Pemilu sebelum, selama dan sesudah masa kampanye. Bahkan, lanjut Hikmat, PNS juga dilarang meliput pertemuan, ajakan, himbauan, seruan atau pemberian barang kepada PNS dalam unit kerjanya, anggota keluarga dan masyarakat. Dengan demikian, disini sudah jelas sekali bahwa PNS dilarang untuk terlibat dalam politik praktis, meskipun itu hanya ikut serta mengantarkan balon bupati dan wakil bupati ke KPUD. Seorang PNS, tambahnya, sudah diatur harus bersikap netral dan tidak

boleh menggunakan fasilitas Negara. Karenanya diharapkan, Panwaslu segera menindaklanjuti laporan yang disampaikan oleh KIPP terkait dugaan pelanggaran dan penggunaan fasilitas Negara sebagai tempat atau alat kampanye oleh incumbent. Sementara, Ketua Panwaslu Kabupaten purwakarta, Didin Syafrudin mengatakan, pihaknya siap untuk menindaklanjuti laporan dari KIPP tersebut. Sebanya, itu sudah menjadi kewajiban Panwaslu, terlebih jika laporan tersebut, sudah memenuhi unsur formal dan material.”Kami pasti segera menindaklanjuti laporan tersebut,” jelasnya. Langkah pertama yang akan diambil Panwaslu, tambahnya, melakukan pemanggilan terhadap terlapor untuk dilakukan klarifikasi. Hasilnya, akan dipleno untuk memastikan apakah laporan tersebut perlu dilanjutkan atau tidak. Sebab dalam laporannya ada tiga orang terlapor. Sehingga, ketiganya perlu di klarifikasi. Didin juga minta kepada pihak Panwaslu di kecamatan dan desa, jika dilapangan ditemukan indikasi pelanggaran pemilu, segera ditindaklanjuti. Sebagaimana ketentuan, pelanggaran pidana pemilu akan diteruskan ke pihak penegak hukum. “Sedangkan penanganan pelanggaran adminisitrasi dan kode etik, akan dilanjutkan ke KPUD,” tukasnya. Q YAS

Dua Warga Blok Sana Ditangkap Polisi

I

NDRAMAYU (LJ) - Usup (30) fan Rus alias Jef (32) warga Blok Sana, Desa Tempel Kulon Kecamatan Lelea Kabupaten Indramayu terpaksa harus berurusan dengan aparat hukum. Sebab, kedua warga satu desa itu diduga bagian dari sindikat pencuri spesialis di sekolah. Penangkapan kedua pelaku itu dilakukan petugas unit Reskrim Polsek Lelea, Indramayu, Senin (17/9/12). Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti perangkat komputer yang biasa digunakan sebagai sarana pendidikan. Informasi yang dihimpun, penangkapan kedua orang ini diawali laporan seorang staf pengajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Tempel, Kecamatan Lelea beberapa waktu sebe-

lumnya. Laporan berkaitan dengan hilangnya sejumlah perangkat pendidikan di sekolah. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas kemudian melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan sejumlah saksi dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Berdasarkan penyelidikan, dugaan pelaku mengarah kepada dua orang yang tinggal tak jauh dari lokasi. Saat mendatangi rumah keduanya,

mereka sempat mengelak telah melakukan tindak pencurian. Namun di rumah tersebut ditemukan barang bukti sejumlah perangkat komputer. Akhirnya mereka mengakui pencurian yang dilakukan dengan cara mencongkel jendela dan merusak teralis sekolah. Dua unit komputer beserta monitor diamankan dari rumah tersebut. Kapolsek Lelea, Ajun Komisaris Polisi Alka Nurani, didampingi Kanit Reskrim Brigadir Kepala Chaerudin, membenar pihaknya berhasil mengungkap kasus pencurian komputer sekolah dengan dua orang pelakunya. Saat ini, pihaknya masih melakukan pendalaman kasus. Tidak tertutup kemungkinan, keduanya merupakan anggota sindikat pencuri yang menjadikan sekolah sebagai targetnya. Q LIL

Guru SMP Dibekuk Satreskrim Polres Karawang

K

AB KARAWANG (LJ) - Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resort (Polres) Karawang membekuk PNS (pegawai Negeri Sipil) yang betugas sebagai guru SMP di Jakarta, berinisial Ny. SF (48), warga Kemayoran Jakarta Pusat. Penangkapan guru tersebut, karena diduga yang bersangkutan dituduh telah menggelapkan 97 unit mobil berbagai merek, sehingga nilai kerugian atas perbuatan itu mencapai Rp 10 miliar. “Penangkapan dilakukan disekitar daerah Bekasi. Hasil penangkapan itu, barang bukti yang diamankan baru 5 unit mobil merk Avanza dan Xenia,” ungkap Kasat Reskrim Polres Karawang, Ajun Komisaris I. Imanudin, saat menggelar kasus tersebut di Mapolres, kemarin. Menurut Iman, modus operandi yang dilakukan tersangka adalah dengan berpura-pura menjalin kerja sama dengan perusahaan rental mobil. Tersangka mengaku sebagai Komisaris PT FM yang tengah membutuhkan puluhan mobil untuk operasional perusahannya. Dikatakan Iman, tipu daya tersangka ternyata disambut oleh Koperasi GIE Trans yang beralamat di Jln Ir. H. Juanda Cikampek. Kedua belah pihak selanjutnya membuat perjanjian sewa menyewa kendaraan berbagai jenis. “Setelah ditelusuri ternyata PT FM itu fiktif. Bahkan saat dicari kantornya pun tidak ada,” ujar Iman. Disebutkan, setelah menguasai puluhan mobil dari Koperasi GT, tersangka

menyerahkan kedaraan tersebut kepada tersangka AG yang kini masih dalam pencarian petugas (buron). Oleh AG kendaraan tersebut malah disewa-sewakan dengan nilai Rp 30 juta hingga Rp 40 juta per unit. Atas perbuatan tersebut, lanjut Iman, tersangka dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan.”Saat ini kami masih memburu tersangka AG,” ujarnya. Dikatakan juga, penangkapan tersanga SF, berawal dari laporan pengurus Koperasi GT, 11 Juli 2012 lalu. Waktu itu pengurus Koperasi GT menyebutkan jika tersangka telah mengingkari perjanjian kerja sama tentang sewa menyewa kendaraan. Tersangka sudah berbulan-bulan tidak membayar uang sewa. Sementara kendaraan yang disewanya tidak pernah terlihat atau dipulangkan ke Koperasi GT. Atas dasar laporan itu, petugas melakukan penyelidikan. Ternyata kendaraan yang diserahkan kepada tersangka telah berpindah tangan tanpa seijin dari pihak koperasi. Sementara itu, tersangka SF hanya bisa tertunduk saat dicecar pertanyaan oleh wartawan. Dia terus menerus mengelak memberikan keterangan. “Yang memindahtangankan kendaraan itu bagian pemasaran yakni AG. Untuk keterangan lebih jauh silahkan tanya pengacara saya,” ujar wanita tersebut tanpa bersedia menunjukan siapa nama pengacaranya. Q EDI


LINGKAR CIREBON

Edisi 147 - Tahun 1 - Selasa, 18 Septrmber 2012

Lintas

Baru Dibangun Sudah Rusak

Pembangunan Jalan Proyek PNPM Disesalkan Warga

KAB CIREBON (LJ) – Bantuan pemerintah pusat melalui PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) yang dialokasikan untuk membangun jalan lingkungan disesalkan warga Desa Bungko, Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon. Pasalnya, pembangunan jalan rabat beton di wilayahnya yang baru

selesai 70 persen, fisiknya sudah rusak kembali. Informasi yang dihimpun LINGKAR JABAR Senin (17/9) pekerjaaan proyek yang menggunakan anggaran PNPM dalam pelaksanaannya diduga tidak menggunakan panduan konstruksi yang benar. Di antaranya dalam perbandingan campuran

antara pasir dengan semen yang tidak memenuhi syarat standar. “Coba saja lihat sekarang kondisi badan jalan kembali seperti tanah dan batu, sudah tidak nampak lagi. Sebab cor-coran semen badan jalan rabat beton telah rusak parah,” kata Apip, warga Desa Bungko kepada LINGKAR JABAR. Kuwu atau Kepala Desa Bungko H. Moch Carkim membenarkan pemerintah desanya telah mendapatkan proyek bantuan PNPM. Namun kata dia, dirinya mengaku tidak pernah turut campur untuk masalah pelaksanaan program tersebut. Alasannya, karena dalam pelaksanannya yang mengerjakan langsung Organisasi Masyarakat Setempat (OMS). Sementara, Ketua OMS Desa Bungko, Muklis mengaku telah mengerjakan proyek rabat beton dari PNPM dengan anggaran sebesar Rp 88 juta dan dikerjakan mulai 22 Mei 2012 lalu. “Pembangunan jalan rabat beton sebenarnya baru selesai 70 %,” ujarnya. Menurutnya, proyek yang dikerjakan bukan jalan utama dan masih banyak jalan alternatif lain menunju jalan ke permukiman atau ke kantor

Soal Warga dan PT MKS, Dewan Akan Klarifikasi Polres

KAB CIREBON (LJ) - Belum tuntasnya permasalahan antara warga Blok Banggoi Desa Kepuh, Kecamatan Palimanan dengan PT MKS (Multi Karya Santosa) Kabupaten Cirebon, membuat wakil rakyat kembali harus turun tangan. Bahkan, anggota dewan melalui Wakil Ketua Komisi III DPRD, Moh Aidin mengaku akan mempertanyakan pihak Polres Cirebon dalam rangka mengevaluasi aktivitas peledakan yang dilakukan perusahaan penggilingan batu tersebut. Aidin menegaskan, melakukan klarifikasi kepada Polres Cirebon terkait adanya pernyataan yang sudah di buat secara tertulis oleh direktur PT MKS, Liam Piter, yang disaksikan warga dan anggota dewan dari Komisi III sangat penting. Dimana isi dalam perjanjian yang telah

disepakati itu, pihak perusahaan akan bertanggung jawab apabila terjadi dampak yang merugikan warga akibat kegiatan, serta bersedia di cabut izinnya. “Ini penting kita pertanyakan ke Polres, untuk mengetahui sejauhmana langkah dan upaya strategis yang telah di lakukan jajarannya dalam rangka mengevaluasi kegiatan peledakan yang di lakukan perusahaan,” katanya saat mengelar negosiasi antara warga Desa Kepuh yang terkena dampak peledakan dengan pihak PT MKS, bertempat diruang pertemuan Desa Kepuh kepada LINGKAR JABAR, kemarin. Selain itu, Aidin minta Kuwu atau Kepala Desa Kepuh agar berani menjadi yang terdepan dalam menyelesaikan permasalahan serta dapat mampu melindungi

desa. Tetapi, masyarakat tidak sabar ingin langsung menggunakan jalan yang baru dibangun hingga akibatnya fisik badan jalan rabat beton hancur lagi. “Untuk memperbaiki badan jalan rabat beton masih menunggu pencairan dana yang masih tersisa 30 % lagi,” jelasnya. Terpisah, Kepala Bidang Bangunan Gedung & Permukiman Dinas Cipta Karya & Tata Ruang Kabupaten Cirebon, Arief Budiprayitno mengungkapkan, projek PNPM baru selasai 70 % tetapi kondisinya sudah rusak, sisa dana yang 30 % tidak bisa dicairkan, sebelum kondisi fisiknya benar-benar baik. Airef menegaskan, OMS harus bertanggung jawab terhadap fisik bangunan jalan rabat beton dan tidak ada alasan masyarakat susah diatur. “Sebab proyek PNPM itu memakai uang negara yang bersumber dari masyarakat juga melalui pajak, retribusi dan lainnya,” paparnya. Dia menambahkan OMS harus mengamankan fisik proyek hingga berjalan baik sampai serah terima dengan Kelompok Penerima Manfaat (KPM) Desa Bungko. Q GYO/HEN - C12

Rusak Keindahan Kota, Spanduk Bakal Ditertibkan

warganya dari berbagai ancaman dan gangguan. Sehingga lanjutnya, kondisi wilayah tetap aman dan kondusif. “Dan terpenting, warga tidak terprofokasi pihak tidak bertanggungjawab yang berupaya mengadu domba,” jelasnya. Terkait adanya warga Desa Kepuh yang di laporkan pihak perusahaan melalui salah satu karyawan PT MKS berinisial M, karena di duga telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan, Aidin mengaku prihatin dan minta jajaran kepolisian untuk bertindak arif dan bijaksana. Dalam kegiatan negosiasi itu, dihadiri warga dan pihak perusahaan serta unsur Muspika setempat. Hadir pula SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Pemkab Cirebon, seperti Dinas Pehubungan, BPPT serta Polres Cirebon. Q

WAS - C12

CIREBON (LJ) - Bertebarannya spanduk dan baliho disekitar titik strategis pusat perkotaan Kota Cirebon yang menyebabkan kesemrautan serta menghilangkan keindahan wilayah tersebut, nampaknya membuat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) geram. Buntutnya, satuan penegak perda berjanji akan menertibkan spanduk dan baliho yang dinilai telah merusak tata kota. “Dalam waktu dekat ini penertiban akan kami lakukan, terutama disekitar lokasi yang banyak terdapat baliho maupun spanduk yakni sekitar pusat perkotaan. Untuk pelaksanaannya, kami sudah mengelar rapat dengan SKPD (Satuan Kerja Perangkay Daerah) lainnya, seperti Disperindag, DPUPESDM, BPMPP, serta Organda,” ungkap Kasatpol PP Kota Cirebon, Andi Armawan, kepada LINGKAR JABAR, kemarin. Selain menertibkan spanduk dan baliho, kata Andi, pihaknya juga akan menertibkan pemasangan stiker tak berizin para bakal calon wali kota dan wakil wali kota yang terpasang disejumlah angkutan umum. Ia mengaku, penertiban yang akan segera digelar itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dishub, Disperindag dan BPMPP. Dengan dukungan peralatan lengkap, tim penertiban akan melakukan penyisiran di sejumlah jalan protokol dan langsung melakukan pencopotan secara massal terhadap spanduk, balihi dan stiker yang dianggap mengganggu. “Penertiban yang dilakukan ini tidak lain bertujuan untuk membersihkan spanduk dan baliho yang banyak terpasang tersebut. Karena keberadaannya dapat membuat suasana jalan terlihat semrawut, bahkan membuat pengendara kurang nyaman lantaran mengganggu pemandangan dan estetika kota,” paparnya. Satpol PP pun, lanjut dia, bakal menertibkan minimarket ilegal atau tidak mengantongi ijin operasional maupun mendirikan bangunan dari pemerinta daerah. “Indomart yang ada di Pengampon, Jalan Merdeka dekat SMP 10, adalah salah satu yang akan kami tertibkan. Saat ini kami masih intens berkoordinasi dengan SKPD terkait,” paparnya. Andi menambahkan, Satpol PP Kota Cirebon sebagai satuan penegak peraturan daerah akan menindak tegas para pelaku usaha yang berinvestasi disini tanpa mentaati aturan. “Jika ada pihak yang berani melanggar Perda maka Pol PP akan berada di garda terdepan dalam penertiban,” tukasnya. Q NAN/HEN - C12

Menakertrans Kunjungi Dua Ponpes Kab Cirebon KAB CIREBON (LJ) - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar, yang akbar disapa Cak Imin berkunjungan ke Pesantren Gedongan, Desa Ender Kecamatan Pangenan dan Ponpes Gedongan dan Pondok Pesantren Buntet, Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon, Minggu (16/9). Di Ponpes Gedongan, Muhaimin disambut KH Mukhlas Dimyati yang juga sebagai Wakil Ketua Dewan Syuro DPP PKB, yang didampingi para kyai sepuh Ponpes Gedongan antara lain KH Amin Siradj, KH Masduki dan beberapa pengurus pondok lainnya. Ikut mendampingi kunjungan Menakerrans ke Ponpes Gedongan, anggota DPRD I Jawa Barat Hj Imas Masithoh, dan anggota DPRD Kab. Cirebon, Hj Yuningsih serta Ketua DPC PKB Kab. Cirebon H. Sugiarto. Dalam kunjungan tersebut, Cak Imin bertemu juga dengan para santri yang sedang belajar di MTs Mambaul Hikmah Ponpes Gedongan. Dihadapan para santri, Cak Imin memberikan dorongan moral kepada para santri tentang kelebihan-kelebihan dari lulusan Madrasah Aliyah dibandingkan lulusan sekolah umum, hal tersebut juga mencontohkan dirinya yang juga alumnus Madrasah Aliyah pada sebuah pondok pesantren di Jawa Timur. Menurut KH Mukhlas Dimyati, kunjungan Cak Imin ke Ponpes Gedongan memiliki dua catatan. Catatan pertama, baru kali ini Ponpes Gedongan dikunjungi pejabat sekelas menteri pada siang hari, sehingga dirinya menempatkan tamunya tersebut di majelis ta’limnya dengan alasan agar para kyai pengasuh Ponpes Gedongan bisa bertemu dengannya karena dianggap kunjungan tersebut adalah bukan kunjungan kepada pribadi KH Mukhlas Dimyati.

Catatan kedua adalah mengenai ciri khas Ponpes Gedongan yang selalu menjodohkan antar sesama santrinya terlebih lagi bila santri tersebut masih ada tali persaudaraan dengan keluarga Ponpest Gedongan, sehingga tak aneh lagi jika Ponpes Gedongan mempunyai tali persaudaraan dengan pesantren-pesantren yang ada di Indonesia. Seusai berkunjung dan bersilaturahmi dengan para Kyai Ponpes Gedongan, Cak Imin melanjutkan kunjungannya ke Pondok Pesantren Buntet Kecamatan Astanajapura, tepatnya di rumah putra almarhum KH Fuad Hasyim yaitu KH Luthfi El Hakiem atau Kang Aim, pengasuh di pondok pesantren Nadwahtul Ummah Buntet yang juga sebagai Ketua Dewan Syuro PKB Kabupaten Cirebon. Cak Imin yang juga Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ini sedikit menyinggung soal TKI di luar negeri. Cak

9

Imin menyebut masih banyak daerahdaerah basis Nahdlatul Ulama (NU) yang menjadi daerah pengirim TKI ilegal ke luar negeri. Dia menegaskan tidak akan segan-segan melakukan penertiban terhadap daerah yang melakukan pelanggaran tersebut. “Kita tidak menutup mata dengan masih banyaknya kantong-kantong NU yang masih mengirimkan TKI ilegal dengan berangkat melalui tiket umroh. Akan tetapi Kemenakertrans tetap akan menindak tegas atas berbagai pelanggaran tersebut,” ungkapnya kepada LINGKAR JABAR. Cak Imin menambahkan pihaknya saat ini terus melakukan berbagai pelatihan agar dapat menciptakan tenaga kerja yang layak untuk dikirim sebagai tenaga kerja formal. Pelatihanpelatihan juga akan diberikan kepada santri NU, sehingga para santri mempunyai bekal lebih dalam menghadapi persaingan di dunia kerja dan tidak hanya terjebak menjadi TKI informal di luar negeri. “Anak-anak kalangan NU dan pesantren harus mengikuti pilihan agar mendapatkan peluang yang baik dalam proses pembanguan ekonomi dan dapat bersaing dalam dunia kerja dan kewirausahaan,” ucapnya kepada LINGKAR JABAR. Dalam kesempatan ini Cak Imin juga sempat berpesan kepada para santri dan hadirin yang datang, mengenai pentingnya menuntut ilmu setinggitingginya.”Mencari kebenaran lebih bernilai dibandingkan menguasainya,” ujarnya kepada LINGKAR JABAR. Cak Imin juga menambahkan, agar peran NU tidak semakin pudar, perlu adanya perbaikan sumber daya manusia dalam tubuh NU. Pendidikan formal maupun informal menurutnya penting bagi warga NU untuk kembali menguatkan posisi NU dalam proses demokrasi di Indonesia. Q GYO -C12

Mau Pergi Shalat Subuh, Rumah Terbakar

KAB CIREBON– Rumah warga Desa Sindangkasih, Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon, Encun Samsuri, ludes terbakar di lalap si jago merah, Minggu (16/9) sekitar pukul 04.00 WIB. Kobaran api melumat rumah beserta seluruh perabotan dan barang berharga miliknya, Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material akibat musibah tersebut diperkirakan mencapai Rp 175 juta.Menurut sejumlah saksi mata, termasuk korban Encun dan keluarganya, peristiwa kebakaran itu diketahui saat korban hendak pergi ke masjid untuk salat subuh. Namun dari kamar tidur bagian depan terdengar suara lampu neon yang terjatuh tepat mengenai kasur yang diduga akibat konsleting.“Saat saya lihat, api sudah menjalar ke mana-mana dan saya pun panik dan langsung lari keluar rumah tanpa membawa barang berharga satu pun. Masih beruntung karena saya selamat dari kebakaran,” ungkapnya kepada LINGKAR JABAR.Dikatakan, akibat peristiwa itu dirinya merasa sangat terpukul, karena rumah yang dibangunnya dengan susah payah kini ludes terbakar hanya dalam hitungan menit. “Tetapi saya pasrah, mungkin ini cobaan dari Yang Maha Kuasa dan saya harus ikhlas. Akibat peristiwa ini pula, saya harus memulai lagi dari nol, sementara mungkin saya akan tinggal di rumah saudara saya, karena rumah saya ludes terbakar,” ujarnya kepada LINGKAR JABAR. Menurut Kapolres Cirebon, AKBP Hero Henrianto Bachtiar, melalui Kapolsek Beber, AKP Abdul Fatah, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat tentang peristiwa tersebut beberapa saat setelah kejadian. Saat itu juga pihaknya langsung mendatangi tempat kejadian dan mengumpulkan data dari saksi yang ada.“Saat kami datang, api sudah membesar. Lantas pihak pemadam kebakaran pun menurunkan lebih dari empat mobil damkar. Butuh waktu kurang lebih satu jam untuk memadamkan api,” jelasnya. Dikatakan, beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, meski kejadiannya masih pagi sekali. Hanya saja akibat peristiwa tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp 175 juta. Q GYO/HEN - C12

Keraton Kasepuhan Lokasi Favorit Reunian CIREBON – Keraton kasepuhan Cirebon sekarang ini menjadi lokasi pilihan favorit untuk kegiatan reuni SMP dan SMA dari jakarta srta daerah lainnya. Sehingga intensitas kunjungan wisata ke Keraton Kasepuhan terus menunjukkan peningkatan di tahun ini. Rombongan berkunjung dan melihat-lihat Keraton Kasepuhan sambil reuni, bahkan ada yang minta silaturahmi dan foto bersama Sultan Sepuh, dan juga makan siang di keraton. “Di antara yang reuni dengan mengambil lokasi di Keraton Kesepuhan yakni Wakil Menteri Perhubungan (wamenhub), istri wamenhub. Ada juga dari SMAN 3 Bandung serta alumni SMAN Yogyakarta. Kebanyakan mereka sekarang menjadi pejabat dan pengusaha dan profesi lainnya,” kata Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat, kepada LINGKAR JABAR usai menerima rombongan alumni SMAN 4 Jakarta angkatan 79, Sabtu (15/9). Menurut Sultan Arief, trend ini adalah sangat positif untuk kemajuan pariwisata Cirebon, dan menggerakan ekonomi kreatif masyarakat. “Sudah saatnya warga dan pemerintah Cirebon sadar wisata dengan mewujudkan sapta pesona pariwisata,” tukasnya. Q NAN/HEN - C12

PBNU Gelar PRI di Alun-alun Palimanan

KAB CIREBON (LJ) - Lokasi Alun-alun Palimanan Kabupaten Cirebon selama dua hari lalu, dari Sabtu-Minggu (15-16/9) ramai dikunjungi warga Kabupaten Cirebon. Kenapa, karena saat pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Koferensi Besar (Konbes) NU, yang digelar di Pondok Pesantren Kempek, Kabupaten Cirebon, pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Pasar Rakyat Indonesia (PRI). PRI dibuka perwakilan PBNU, Ahmad Sahid, dengan dihadiri Ketua Pagar Nusa Pusat, Ketua Tanfidiyah PC NU Kabupaten Cirebon KH. Ali Murtadho beserta jajarannya. Dalam pembukaan tampak pula hadir presenter “Dunia Lain”, Hari Panca. “Kabupaten Cirebon merupakan lokasi yang ke-15 atas digelarnya Pasar Rakyat Indonesia, dari 48 kota yang diren-

canakan,” kata Ahmad Sahid, saat memberikan sambutan pada pembukaan PRI di Alun-alun Palimaman. Ia menjelaskan, PRI bertujuan mengembangkan sinergi usaha retail dan dunia industri guna memberikan kontribusi positif untuk pemberdayaan ummat dan kemajuan bangsa. Sedangkan visi – misinya adalah mengelola data base warga NU dan menciptakan nuansa kerakyatan dan memberikan citra positif pada warga umum yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh Nahdliyyin.“Yang lebih penting juga pasar rakyat sebagai upaya pemberdayaan umat serta ajang silaturrahim sesama umat nahdliyyin, partisan dan simpatisan NU,” ujarnya. Lebih lanjut, Sahid menjelaskan, berbagai kebutuhan sembako murah dan ragam produk perusahaan ternama seperti sinarmas, Garuda food dan rokok Apache serta

produk-produk lokal ditawarkan dalam event yang berlangsung dua hari ini. Ketua PC NU Kabupaten Cirebon, KH Ali Mutadho menyambut baik atas digelarnya pasar rakyat ini yang menyediakan produk-produk dengan harga murah. Sementara, pelaksana lapangan PRI di Kabupaten Cirebon H. A. Munajim mengatakan, kegiatan ini selain diisi dengan penjualan produk murah juga di disemarakkan dengan acara keagamaan, dan hiburan maupun gamegame yang menghibur bagi masyarakat. Pihaknya juga menjalin kerjasama dengan Karang Taruna Kabupaten Cirebon untuk petugas penjaga stand di arena PRI di Alunalun Palimanan. “Malam ini masyarakat Palimanan dan sekitarnya di arena PRI dihibur oleh penyanyi religius Opick,” ujarnya. Q GYO - C12


PENDIDIKAN & KESEHATAN

Info Kesehatan Manfaat Buah Mengkudu Untuk Kesehatan Dan Pengobatan Penyakit

M

Edisi 147 - Tahun 1 - Selasa, 18 September 2012

Pengendalian Rokok Membutuhkan

Keteladanan dan Penyebaran Informasi

a n faat dan

Khasiat Buah Mengkudu Untuk Kesehatan Dan Pengobatan Penyakit - Anda pasti sudah mengenal buah Mengkudu. Mengkudu ini berasal dari daerah kawasan Asia Tenggara. Tanaman Mengkudu ini dapat tumbuh dan berkembang pada dataran rendah hingga dataran tinggi kurang lebih 1500 meter diatas permukaan laut. Untuk tinggi pohon bisa mencapai antara 3 meter hingga 8 meter. Sekarang ini buah mengkudu sering di gunakan untuk menjaga kesehatan dan memiliki banyak khasiat untuk pengobatan berbagai macam penyakit. Buah Mengkudu Informasi ini tentang buah mengkudu dan manfaatnya. Sudah banyak diketahu kalau mengkudu merupakan salah satu jenis tanaman yang berkhasiat obet. Buah mengkudu memiliki banyak manfaat dan khasiat untuk kesehatan serta mengandung obat sehingga buah mengkudu bermanfaat untuk pengoobatan penyakit Kandungan Zat Pada Buah Mengkudu Zat nutrisi: Buah mengkudu memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap. Salah satunya adalah zat nutrisi yang sangat bermanfaat untuk tubuh, kandungan lain buah Mengkudu adalah protein, viamin, serta mineral penting. Selenium yang terdapat dalam buah mengkudu merupakan zat antioksidan yang hebat Terpenoid : Kandungan lainnya yang terdapat pada buah Mengkudu adalah Zat Terpenoid. Zat ini berguna untuk membantu proses sintesis organic dan juga bermanfaat untuk pemulihan sel-sel pada tubuh. Zat anti bakteri : Adanya zat-zat aktif pada sari buah mengkudu sangat berguna untuk mematikan bakteri sebagai penyebab infeksi, misalnya adalah Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, Protens morganii, Escherichia coli dan Bacillus subtilis. Zat anti bakteri yang terda[at dalam kandungan buah Mengkudu tersebut juga berguna untuk mengontrol bakteri pathogen ( bakteri yang mematikan) seperti S . typhi, Salmonella montivideo, S . scotmuelleri. Zat anti kanker : Kandungan zat-zat anti kanker di dalam buah mengkudu sangat efektif untuk melawan sel-sel abnormal. Khasiat dan Manfaat Buah Mengkudu Berikut ini adalah khasiat dari buah mengkudu yang telah terbukti secara ilmiah : Kandungan zat-zat yang terdapat dalam buah mengkudu sangat bermanfaat untuk kesehatan serta berkhasiat untuk mengobati penyakit. Berikut ini khasiat dari buah Mengkudu : Mengkudu berkhasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, Mengkudu bermanfaat untuk menormalkan tekanan darah, bermanfaat untuk melawan tumor dan kanker, untuk menghilangkan rasa sakit, mengkudu berkhasiat sebagai anti peradangan dan anti alergi, sebagai anti bakteri, berguna untuk mengatur siklus energi tubuh, dll. Demikian informasi kesehatn tentang Mungkudu, KHASIAT MENGKUDU, manfaat buah mengkudu, buah mengkudu dan manfaatnya, buah mengkudu untuk kesehatan, sari buah mengkudu untuk obat, kandungan zat buah mengkudu, Buah mengkudu untuk kecantikan, tanaman obat buah mengkudu.

BOGOR - Urusan pengendalian rokok erat kaitannya dengan perilaku masyarakat di tanah air. Oleh karena itu, untuk mengendalikan kebiasaan buruk ini butuh penyebaran informasi serta keteladanan yang baik di masyarakat. Dengan demikian, target pemerintah untuk mengurangi jumlah perokok di tanah air bisa diwujudkan dengan signifikan meskipun bertahap. Hal itu dikemukakan Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia,

Prof.dr.Hasbullah Thabrany, MPH dalam keterangan persnya, Senin (17/9). Penyebaran informasi tentang bahaya merokok, kata Hasbullah, saat ini masih menemui banyak kendala di masyarakat. Hal ini terjadi karena ketimpangan informasi dari pemerintah dan industri rokok. “Bayangkan saja, anggaran promosi kesehatan Kementerian Kesehatan tidak sampai Rp 100 Miliar. Sementara, industri rokok itu anggarannya triliunan sehingga bisa pasang iklan dan publikasi

di mana saja,” ujarnya. Tak hanya masalah anggaran, menurut Hasbullah, upaya pengendalian Kementerian Kesehatan ini perlu dukungan nyata dari Kementerian lain seperti perdangangan maupun industri. “Kalau Kemenkes sendiri ya tidak bisa jalan secara optimal. Kementerian lain pun harus membantu. Selama ini mereka ketakutan karena mendapat bisikan dari industri jika regulasi rokok digulirkan maka akan mengancam petani tembakau dan sebagainya,” jelasnya. Menurutnya, para pejabat harus melek hati untuk urusan rokok. Mengutip penelitian Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebanyak 500 orang di Indonesia meninggal dunia setiap tahun karena pengaruh rokok. Namun, kata Hasbullah, angka kematian yang cukup tinggi ini masih belum cukup menggerakkan hati para pejabat. “Korban karena rokok ini tersebar di seluruh daerah, sehingga membuat dampaknya seperti tidak terlihat. Mungkin kalau korban karena rokok ini dipampang di Kemenkes baru mereka tahu bahayanya,” ujarnya seraya berharap ada penanganan khusus dan terpadu untuk mengatasi ledakan jumlah perokok. Selain soal penyebaran informasi, Hasbullah mengakui di Indonesia jarang muncul keteladanan dari public figure yang peduli urusan merokok. Berbeda dengan di India, dimana Menteri Kesehatannya meminta para artis peran tidak beradegan merokok dalam film atau tayangan televisi. “Role model itu penting sehingga anak-anak atau masyarakat yang menonton bisa mencontoh,” ujarnya. Q CPS

Aspika Akan Merumuskan Nama Program Studi di Perguruan Tinggi

BANDUNG - Anggota Dewan Pakar Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (Aspikom) Engkus Kuswarno mengungkapkan, dengan terbentuknya Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Ilmu Informasi dan Perpustakaan Indonesia (Aspika) nantinya akan dirumuskan nama pembentukan progam studi (prodi)

di perguruan tinggi (PT).“Selama ini nama prodi di PT tentang keilmuan perpustakaan masih bermacammacam, salah satunya prodi ilmu perpustakaan. Namun disisi lain banyak PT yang menginginkan nama prodi di semua jenjang studi di PT diberinama ilmu informasi dan perpustakaan, dengan adanya berbagai macam pen-

dapat tersebut maka dibentuklah kongres ini,” kata Engkus kepada wartawan di Kota Bandung, Senin (17/9). Engkus mengatakan PT tidak bisa mengajukan sendiri nama prodi yang diinginkan ke Dirjen Dikti, karena banyak masukan dari PT yang lainnya. Oleh karena itu, dalam kongres ini dirumuskan untuk memunculkan satu kesepakatan didalamnya untuk . Kejadian ini sama halnya tentang pembentukan prodi di ilmu komunikasi, lanjutnya, dengan membentuk Aspikom dilanjutkan dengan mengajukan kesepakatan bersama ke Dirjen Dikti. “Saya punya pengalaman di ilmu komunikasi, kita merumuskan akademik hak prodi sampai kemudian nama prodi,” ujarnya. Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa penyelenggaraan pendidikan Ilmu Informasi Perpustakaan di Indonesia memang selama lebih dari empat dekade ditandai dengan beberapa ketidaksamaan di masing-

RUMAH

Dijual Lukisan Karya Pelukis Ternama Judul : “Kereta Kencana” Harga : Rp 350 000 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi Nur Hamidan (081584965577)

Dijual :Rumah + kontrakan diBakom Harga : Rp 370 000 000 Lokasi : Cileungsi - Bogor Hubungi: 0812 8770 3305

Dijual Uang Kuno Harga : Rp 2 250 000 Lokasi : Jawa Barat - Depok hubungi : Lingga 02192739059 OLAHRAGA Dijual : Jersey ladies arsenal ( Size S masih baru ) Lokasi : Jawa Barat - Cimahi Harga : Rp 140 000 Hubungi : 089657634819 Handy Hermawan Dijual : Sepeda WIM CYCLE FISHBONE ( type Fishbone ukuran 20 inch) Harga : Rp 900 000 Lokasi : Jawa Barat - Depok Hubungi : Bernard Renaldi 08158036466 Dijual : Air Climber Alat Fitness Praktis Harga: Rp 650 000 Lokasi: Jawa Barat - Bogor Hubungi : Babe Shop HP. 081585828666 APARTEMEN Disewakan apartemen setiabudhi , Ukuran: 48 m² Harga sewa: Rp 6 juta perbln Lokasi: Jawa Barat - Bandung Hubungi: Christopher 081910006100 Disewakan Apartment Grand Setiabudi Bandung Harga : Rp. 50 Juta / Tahun Lokasi: Jl. Setiabudi 130-134 Bandung - Jawa Barat Hubungi: Rizal (08121471598)

Dijual :Rumah + kontrakan di Bakom Harga : Rp 2 700 000 Lokasi : Cileungsi - Bogor Hubungi: 0812 8770 3305 Dijual : Rumah Harga : Rp 150 000 000 Lokasi : Jl.raya Jampang Kalisuren,bogor Hubungi: 087870256116 Dijual : Rumah + kontrakan 12 pintu Harga : Rp 500 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi: 0812 8770 3305 Dijual Rumah nyaman dan sejuk Harga: Rp 875 000 000 Kamar Tidur: 5 Ukuran: 180 m² Lokasi: Jawa Barat - Bandung Hubungi Silva/ bu Hany CP: 085624331105 / 0856208007 RUKO Ruko Pinggir Jalan di Jl.Raya Tajur Harga : Rp 1 350 000 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi :081806341259 Kavling komersial sentul ukuran 180000 m² Harga : Rp 2 000 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi : 081387742916

SERVICE Alamat: Jawa Barat - Bogor Hubungi : 08561431845 Sewa Peralatan/ Perlengkapan Catering/ Katering Lokasi Jawa Barat - Bogor Telp. 081389392450 / 087872242744 YULIA SALON Melayani : Creambath, gunting rambut ,Make up,keriting dll Dan menerima Tata Rias pengantin Discount harga 20 % Buka jam 9 pagi tutup jam 6 sore, Lokasi jl. By pass Jenun Arjawinangun Telp. 081 320 009 411 MOBIL Dijual : PEUGEOT 505 GR PAUS TH 86 Classic Retro 1986 Harga : : Rp 28 500 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor g 02519387247 Hubungi: Dijual : Suzuki APV : Arena SGX Matic 2008 Harga : Rp 107 000 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi: 087874004818 Dijual : Toyota Vios Type G M/T Hitam Harga : Rp 140 000 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi: 0811-1104-22 / 0817984-5828 MOTOR

JASA

Dijual : Jupiter mx modif 2010 Harga : : Rp 11 000 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi: 0878737721500

SPESIALIST SERVICE LAPTOP&PC BOGOR ALAMAT : JAWA BARAT - BOGOR TELP : 0815 1753 8858

Dijual : Shogun 125 Plat F Harga : Rp 4 700 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi: 081310402292

KHATULISTIWA CATERING

Dijual :Suzuki thunder flat F 2007 Harga : : Rp 5 500 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi: 08782322655 Dijual :Suzuki satria 120r 2002 Harga : Rp 4 500 000 Lokasi : : Jawa Barat - Bogor Hubungi: 085772573730 HANDPHONE Dijual : Blackberry Gemini 8520 white Harga : Rp 1 200 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi: 08979183427 Dijual : N8 second mulus Harga : Rp 1 800 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi: 0877 5401 9962 Dijual : HTC dopod D810 Harga : Rp 650 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi: 081947428629 Dijual :Blackberry dua nomer tour 9630 Harga : Rp 1 200 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi:YUDI : 02199683702 KOMPUTER Dijual :Komputer AMD DualCore 2,2ghz Harga : Rp 1 300 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor

masing PT. “Misalnya saja penamaan program studi, jurusan atau departemen, fakultas yang menaunginya, gelar lulusan, kompetensi lulusan, begitu pula dengan kurikulum yang diberlakukannya,” tuturnya. Hal ini tentunya berdampak pada lemahnya upaya pengembangan program studi dan kualitas lulusannya. Kebijakan yang ada pada level pengambil kebijakan pendidikan tinggi di Indonesia pun, tambahnya, masih belum memperlihatkan adanya dukungan dan perhatian yang serius dalam upaya pengembangan keilmuan dan kurikulum pendidikan pada bidang ini di Indonesia. “Salah satu hal yang mempengaruhi hal itu adalah karena belum adanya satu suara yang dapat membawa aspirasi dan informasi yang relevan terkait dengan upaya pengembangan podi dalam bidang ini serta arah perkembangan keilmuan dalam bidang ini di Indonesia,” pungkasnya. Q

FER

Iklan Baris

Iklan Baris

IklanMINI HOBI

10

SALEH NURANGGA

0251 - 8653016/087770122012

Hubungi:Dijual : 0889 1503959 Dijual :Laptop dell d600 Harga : Rp 1 300 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi:Dijual : 085691582049 Dijual :Komputer core i3 Harga : Rp 4 500 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi:083819530285/ 085776594078 Dijual Usb vacuum cleaner ini bisa digunakan untuk membersihkan debu-debu yang menempel di keyboard komputer Anda. AUDIO Harga: Rp 161 000 , Hub: Prayogo 087869772469 Dijual Polkaudio Tsi 100 Spesifikasi Produk: Speaker type Bookshelf Lokasi: Jawa Barat - Bogor

BENGKEL LAS DOMA PUTRA canopy,pintu,pagar,relling, balkon, tangga putar,harmonika,teralis minimalis, rotern,cor bahan galfanis harga murah Lokasi : Jawa Barat - Bandung Hubungi : 085852424198 TANAH TTanah Luas 2150m2 Harga : Rp 325 000 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi : 6285881837800 / +6282122120011 KEHILANGAN Telah Hilang 1 (satu) Buah Buku BPKB

kendaraan Sepeda Motor Yamaha Mio CW tahun 2012,warna Hitam, No BPKB : H-00128233, Noka MH328D204AK440465 Nosin 28D-1440526 Nopol : E 3820 LN Atas Nama NAMIN Alamat Gg. Sidodadi Rt/Rw. 001/009 Desa Junjang, Kec. Arjawinangun Kab. Cirebon. Diketahui hilang terjadi pada Hari Senin Tanggal 20 Agustus 2012 sekira jam 10.00 Wib. Dalam perjalanan dari ciwaringin menuju Arjawinangun.

BENGKEL Harga: Rp 2 500 000 Hubungi : Mulyana - 022-61420730 BENGKEL LAS LISTRIK WIDA SARI Jl Raya Narogong Km. 21.5 RT. 01/08 Rawa Hingkik Lokasi :Cileungsi - Bogor (Depan Perum. Cileungsi Hijau) Hubungi Oma Sualiaman 08129342380/081932976548 (021) 82497139

Telah Beredar Album Terbaru Tarling Dangdut “ Candra Lelana Bangkit “

Dengan lagu-lagu hitsnya Iyeng Permata-Maman S Diproduksi oleh CV Alan Jaya Record Untuk dapatkan kaset dan cd nya Hubungi Di Alamat : Jl by pas Arjawinangun - Cirebon Kontak Person: 085314567948

PANGGILAN Dengan ini memanggil kepada : 1. Sdr. INDRA GUNAWAN (eks Perwakilan Bandung) 2. Sdr. MAMAN SUHARMAN (eks Perwakilan Cirebon) 3. Sdr. SUDIRMAN (eks Perwakilan Indramayu) 4. Sdr. JOKO WARIHNYO (eks Perwakilan Depok) 5. Sdr. ENDANG YUSUF (Eks Perwakilan Purwakarta) Untuk hadir ke kantor HU. LINGKAR JABAR, Griya Indah Bogor Blok.R No.8, Jl. Soleh Iskandar, Kota Bogor Telp. (0251) 8653016 - 8664342 atau Konfirmasi langsung ke 081210781404, 087870707004, 087880036777, untuk menyelesaikan kewajiban saudara dengan pihak manajemen kantor. Atas perhatiannya, diucapkan terima kasih. Pemimpin Umum, PIYARSO HADI


POLKUM

Edisi 147 - Tahun 1 - Selasa, 18 September 2012

Pemuda Muhammadiyah Sesalkan Klaim Dukung Ahmad Heryawan

BANDUNG (LJ) - Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat menyesalkan adanya klaim dukungan dari Forum Silaturahmi Ormas Islam (FSOI) se-Jawa Barat terhadap Ahmad Heryawan pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) nanti. Di mana disebut dukungan itu dari berbagai ormas Islam yang ada di FSOI, salah satunya Muhammadiyyah. “Muhammadiyah bukan Partai

Politik, jadi tidak pada jalurnya jika melakukan dukungandukungan politik atau bermain politik praktis. Karenanya, kami keberatan disebut mendukung salah satu calon gubernur,” tandas Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat Roni Tabroni dalam rilis yang diterima sejumlah wartawan, Senin (17/9). Menurutnya, ormas Islam Muhammadiyah konsen pada

dakwah kultural, bukan dakwah kekuasaan. “Karenanya sampai saat ini tidak ada putusan organisasi (baik di tingkat Muhammadiyah maupun Ortomnya) untuk melakukan dukungan terhadap siapapun, termasuk kepada Ahmad Heryawan,” tegas Roni. Roni menyatakan Muhammadiyah selalu memiliki sikap politik, namun bukan berarti harus melakukan manuver-manuver

11

Lintas PKS Yakin Bersama Golkar Menangi Pilbub Sumedang

seperti halnya partai politik. “Muhammadiyah melakukan politik nilai dan bukan politik yang sifatnya rendahan,” tandas Roni. Karena itu ia berharap siapa pun yang mengklaim Muhammadiyah untuk dan digunakan untuk kepentingan politik praktis, untuk tidak mengulanginya lagi. “Kita juga meminta mereka yang mencatut nama Muhammadiyah untuk melakukan klarifikasi di media termasuk meminta maaf kepada Muhammadiyah atas klaim yang dilakukannya, sebab klaim itu berpotensi menimbulkan reaksi di tingkat ummat,” pungkasnya. Sebelumnya Forum Silaturrahmi Ormas Islam (FSOI) se-Jawa Barat menyatakan dukungan kepada Ahmad Heryawan pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2013. FSOI merupakan forum yang beranggotakan 22 ormas Islam, antara lain Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persis, Persatuan Umat Islam (PUI). Dukungan itu dilontarkan pada acara Silaturahmi dan Konsolidasi Jamaah PUI di Gedung Olahraga (GOR) KONI Kota Bandung, Jalan Jakarta, Sabtu (15/9) lalu. “Ormas Islam se-Jawa Barat mendukung Kang Aher untuk kembali memimpin Jabar periode 2013-2018 karena prestasinya,” tandas Iding yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PUI Jabar. Ia menyebutkan salah satu hasil kerja Heryawan yang sangat dirasakan rakyat Jabar yakni sektor pendidikan. Gubernur Jabar, menurut Iding, memiliki komitmen tinggi pada bidang pendidikan. Salah satu buktinya adalah keberhasilan membangun sekitar 6.000 ruang kelas tiap tahunnya. HER/CPS

SUMEDANG - Partai Golkar dan PKS Sumedang serius menjajaki koalisi dalam pencalonan untuk pemilihan bupati (pilbup) 2013. Kini, jargon untuk paket pasangan yang diusung kedua partai ini adalah Top-Wan. Top untuk kata Taufik Gunawansyah, calon bupati dari Partai Golkar. Wan untuk Ridwan Solichin wakil bupati dari PKS yang akan mendampingi Taufik. “Jargonnya sudah ada yaitu Top-Wan alian Taufik Ridwan,” kata Yana Flandriana, Sekretaris DPD PKS Sumedang, Senin (17/9). Menurut Yana, paket Top-Wan sudah cocok untuk menjadi pasangan calon bupati dan wakil bupati.Selain itu, dua nama itu merupakan rekomendasi dari pengurus pusat masingmasing partai, sehingga keduanya dinilai akan mampu bertarung dalam pilbup mendatang. “Golkar dan PKS sama-sama sudah mendapatkan rekomendasi dari pengurus pusat tentang siapa yang harus maju menjadi bupati atau wakil bupati, sehingga penunjukannya bisa menjadi kekuatan awal untuk dapat meraih simpatik dan dukungan dari massa partai dan juga nonpartai,” kata Yana. Menurutnya lagi, kedekatannya dengan Golkar adalah suatu keputusan yang tepat. Sebab, Golkar dan PKS adalah partai yang sama-sama solidnya. “Jika kedua partai solid, maka paket usungan kami pun akan solid, sehingga mampu meraih kemenangan di Pilbub,” pungkasnya. WAN

Empat Calon Walikota Cimahi Minta Pilwakot Ulang CIMAHI - Meski Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cimahi sudah menetapkan calon terpilih, empat pasangan calon yang kalah masih belum puas dan bahkan menolak mengakui kemenangan pasangan PAS. Mereka pun sepakat akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Mereka yakni tim sukses pasangan Gantira Kusumah-Bambang Suprihatin (Tiba), Supiyardi-Encep Saepulloh (SAE), Cecep Rustandi-Eman Sulaeman (Cep Eman), dan Ahmad Ramli Assagaf-Jumadi (Arjuna). Tim sukses pasangan Arjuna Mochammad Effendi mengatakan, satu tuntutan yang akan diajukan ialah pemungutan suara ulang. “Kita tuntut Pilkada ulang karena kita lihat sejak dari awal, proses ini secara sistemik memenangkan salah satu pasangan calon,” kata Effendi kepada wartawan saat dihubungi melalui ponselnya, Senin (17/9). Tuntutan lain, secara tegas dia dan ketiga pasangan calon lainnya menolak terhadap rekapitulasi hasil suara dan penetapan calon terpilih. Pasalnya, Effendi menyebutkan data yang digunakan untuk hal itu tidak valid. Seperti diketahui, berdasarkan hasil perhitungan suara tingkat kota, KPU Kota Cimahi menetapkan pasangan Atty Suharti-Sudiarto (PAS) sebagai calon terpilih. Keputusan itu diambil dari rapat pleno rekapitulasi perolehan suara. Dengan raihan 98.080 suara, PAS mengungguli rival terberatnya, pasangan Supiyardi-Encep Saepulloh (SAE) yang mendapatkan 93.090 suara. Para urutan selanjutnya, ditempati pasangan Cecep Rustandi-Eman Sulaeman (Cep Eman) dengan raihan 26.410 suara. Lalu, pasangana Ahmad Ramli AssagafJumadi (Arjuna) dengan 11.566 suara. Terakhir, pasangan Gantira Kusumah-Bambang Suprihatin (Tiba) yang memperoleh 9.544 suara. FER

Sambungan Hal 1 Presiden... dengan aparat pemerintahan yang terlibat korupsi. “Selanjutnya, NU mengimbau kepada masyarakat agar berkontribusi aktif dalam upaya meruntuhkan budaya korupsi dengan memperkuat sanksi sosial terhadap koruptor, sehingga dapat menimbulkan efek jera dan juga efek pencegahan bagi tindakan korupsi berikutnya,” kata ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj kepada wartawan. Kedua, menyangkut persoalan pajak, NU merekomendasikan kepada pemerintah untuk lebih transparan dan bertanggungjawab terkait dengan penerimaan dan pengalokasian uang pajak, serta memastikan tidak ada kebocoran.

Selain itu juga, pemerintah harus mengutamakan kemashlahatan warga negara terutama fakir miskin dalam penggunaan pajak. Terakhir, PBNU perlu mengkaji dan mempertimbangkan mengenai kemungkinan hilangnya kewajiban warga negara membayar pajak ketika pemerintah tidak dapat melaksanakan rekomendasi kedua poin di atas. Rekomendasi ketiga, dalam bidang internasional, menyangkut masalah peredaran film Innocence of Muslim, dalam rekomendasinya NU menyerukan kepada lembagalembaga internasional seperti PBB dan OKI membuat Konvensi yang mewajibkan semua orang untuk

tidak melakukan tindakan yang melecehkan dan atau menodai simbol-simbol yang dihormati agama. “Kemudian, Umat Islam di Indonesia dan belahan dunia lainnya diimbau agar tidak mudah diprovokasi untuk melakukan tindakan yang tidak terkendali dan destruktif oleh segala bentuk serangan seperti yang dilakukan pembuat film Innocent of Muslims,” ujar Said. Selanjutnya rekomendasi yang ke empat, berhubungan dengan pendidikan, Munas NU menekankan tentang nilai-nilai Kepesantrenan dalam Kurikulum Pendidikan Karakter. Dalam penjabaran

gul ini. Makanya, sebelum kasus itu kembali terjadi, kami akan panggil pengusahanya,” jelas anggota legislatif asal dapil 1 tersebut. Terkait dengan temuan Dewan tersebut, Ketua LSM For Publik Rico Pasaribu mendesak pihak DBMP untuk melakukan tindakan dengan melakukan pengecekan dan pengawasan ke lokasi proyek. “Saya rasa jajaran DBMP sekarang ini sudah jeri untuk berbuat menyimpang pasca penahanan AY oleh Kejaksaan terkait dugaan korupsi proyek. Jadi memang sebaiknya DBMP bersikap tegas terhadap pengusaha yang bandel, penga-

wasan DBMP harus lebih keras dan tegas memantau pengerjaan proyek,” tegasnya yang dihubungi LINGKAR JABAR secara terpisah. Sementara itu, dari pantauan dilokasi pelaksanaan pembangunan jalan itu baru tahap pengerukan, baik mengunakan alat berat maupun dengan cara manual, yakni dilaksanakan pekerja mengunakan cangkul. Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari pihak pengusaha. Bahkan para pekerja di lokasi proyek saat diminta tanggapannya, mereka lebih memilih diam dan mengaku tak tahu penanggungjawab proyek tersebut. DED

khir pada April 2014. Seperti diketahui, Ahmad Ru’yat didampingi tim penasehat hukumnya mendatangi Pengadilan Tipikor Bandung, kemarin, untuk mengambil salinan putusan Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan tak menerima kasasi jaksa penuntut umum (JPU) atas vonis bebas Ahmad. Putusan ini pun dianggap telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah. Ahmad yang mengenakan batik cokelat lengan pendek terlihat tenang, namun enggan berkomentar banyak atas kedatangannya itu dan memilih menyerahkan pada tim kuasa hukum untuk memberi keterangan. Ahmad sebelumnya ditetapkan sebagai terdakwa dalam perkara korupsi APBD gate saat menjadi anggota DPRD Kota Bogor periode 2009-2004 lalu. Perkara tersebut kemudian diputus di Pengadilan Tipikor Bandung pada lalu, Ahmad divonis bebas dan

lepas dari seluruh dakwaan JPU. “Atas putusan bebas di Pengadilan Tipikor Bandung, JPU kemudian mengajukan kasasi. Dalam materi kasasinya, JPU menyatakan bahwa putusan atas Ahmad Ru’yat ini bukan bebas murni tapi tak bisa membeberkan sebelah mana yang tidak bebas murninya. Putusan dari MA, mereka menyatakan bahwa kasasi JPU tidak dapat diterima,” ujar kuasa hukum Ahmad, Unggul Cahyaka. Putusan MA dengan majelis hakim Mansur Kartayasa (ketua), Surachmin (anggota) dan Lumme (anggota) itu sendiri telah diputuskan pada 6 Juni 2012 lalu. “Kami diberitahu oleh Pengadilan Tipikor Bandung beberapa hari lalu kalau salinan putusan sudah diterima. Setelah dicari waktunya, baru hari ini bisa diambil. Ketentuannya terdakwa harus mengambil sendiri,” katanya.

Jabatan... sisa Ahmad yang kemudian menjalani proses pengadilan di Pengadilan Tipikor Bandung.“Juga mengembalikan hal-hal yang berkaitan dengan berkas perkara termasuk didalamnya, uang yang pernah disetorkan sebagai titipan kerugian keuangan negara sebesar Rp 110 juta,” katanya. Ahmad dan kuasa hukumnya menyatakan pihaknya bukanlah yang mengajukan permohonan pengaktifan kembali. Namun kejaksaan yang menyampaikan hasil putusan pada Gubernur. “Kami tidak meminta-minta untuk jabatan itu,” tegasnya. Ahmad sendiri mengaku enggan berkomentar banyak saat disinggung upaya diaktifkannya kembali jabatannya itu. “Saya berdzikir aja,” katanya seraya menambahkan bahwa selama ia dinonaktifkan, tak ada pengganti atau pelaksana tugas atas dirinya. Masa jabatan Ahmad pun baru bera-

minal ‘alam),” imbuhnya. Terakhir menekan tentang nilainilai kepesantrenan (kemandirian, keikhlasan, ketawadhu’an, dan hidup sederhana) yang dinilai sangat sesuai dengan semangat pasal 31 ayat (3) UUD 1945 tentang pendidikan yaitu iman, taqwa, dan akhlak mulia, oleh karena itu nilai-nilai tersebut dijadikan sebagai bagian pendidikan karakter dari sistem pendidikan nasional. Rekomendasi lainnya berisi agar Pemerintah berkewajiban untuk melindungi para pendidik dalam menyelenggarakan pendidikan dan menjamin pendidik bisa berperan aktif untuk menjalankan pendidikan karakter. Rekomendasi lain yang tak kalah pentingnya

adalah perlunya pemerintah untuk menyempurnakan sistem ujian nasional (UN) agar dapat mengatasi kelemahan-kelemahan yang selama ini menghambat tercapainya standar kualitas pendidikan nasional yang diharapkan seperti pelanggaran dan kecurangan. Selain itu, tambah Said, PBNU harus mendorong berkembangnya peraturan-peraturan daerah yang mempertimbangkan tradisi-tradisi lokal keagamaan agar menjadi spirit pendidikan, sehingga terjadi sinergi pendidikan umum dengan pendidikan agama yang kelak menghasilkan SDM bangsa Indonesia yang cerdas dan bertaqwa.

WAS/APP/GYO

Lelang...

Dewan... pengerjaan tahap pengerukan. Parahnya lagi, dari jarak panjang proyek 7 kilometer, paling yang sudah dikerjakan hanya 2 kilometer saja,” jelas Kukuh. Ia mengungkapkan, agar kasus tahun lalu di lingkungan DBMP Kabupaten Bogor tidak terulang lagi pada tahun anggaran 2012, Komisi C akan segera memanggil pengusaha PT Priangan Bangun Nusantara untuk diminta tanggapannya soal pengerjaan yang telah dikerjakan pihaknya. “Kalau dibiarkan saja, kasus yang dialami PT Damo Sipon bisa dirasakan pemenang proyek peningkatan Jalan Citeureup-Citaring-

rekomendasi ini pertama, meminta kepada pemerintah untuk meninjau ulang pendidikan karakter yang masih lemah dan belum menjadi kesadaran atau internalisasi nilainilai serta belum berorientasi ke masa depan (mutu dan kepribadian unggul) bagi peserta didik, sehingga pendidikan karakter tidak bisa diaplikasikan dengan maksimal. “Sementara, terhadap lembagalembaga pendidikan diharapkan tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, melainkan juga menanamkan kepada peserta didik karakter yang mulia, baik terkait hubungan dengan manusia (hablu minannas), dengan Allah (hablu minailah), dan dengan alam (hablum

HER/ALI

sosial, yang menurut kami sangat penting menyoroti kerja Dinkes,” kata salah satu Koordinator Aksi, Yudi I Saputranegara. Dia mengatakan, proyek pengadaan alat kesehatan kurang lebih Rp 88,8 miliar dengan realisasi 8 paket pengadaan alat kesehatan, terindikasi kuat telah diatur (KKN). “Kami melihat potensi kerugian negara akan terjadi jika pelelangan terus berjalan dan serta kekhawatiran bahwa alat-alat tersebut akan mubazir dan menjadi sampah,” ujarnya. Karenanya, massa ketiga ormas tersebut meminta kepada Gubernur Jawa Barat, DPRD Jabar, dan Kepala Dinkes untuk meninjau kembali pelelangan alat kesehatan yang telah ber-

jalan. Dalam aksinya di depan Kantor Dinkes, massa sempat memaksa masuk dan mendorong pagar yang dikunci. Di balik pagar aparat pun berjaga membentuk barikade mengantisipasi dorongan lebih kuat. Alhasil mereka pun sempat merusak plang Dinkes Jabar dan merobohkannya. Tak lama aksi dilakukan, perwakilan dari mereka akhirnya bisa masuk dan beraudiensi. Sementara massa lainnya yang mayoritas menggunakan baju hitam menanti diluar. Pihak Dinkes Jabar yang menerima ketiga ormas di kantor Dinkes antara lain Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Yuzar I. B. Ismoetoto, Kepala Seksi

Pengendalian Penyakit Uus Sukmara dan Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Fita Rosemary. Sementara itu Kepala Dinkes Jabar Alma Lucyati tidak dapat hadir karena menerima tamu dari Kalimantan di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes). Menurut Yuzar dan Fita, pengadaan alkes sesuai dengan prosedur normatif. Namun, jika dalam pelaksanaannya ada temuan seperti yang disampaikan massa, mereka tidak bisa mengatakan tudingan itu benar atau salah karena mereka bukan panitia yang menjalankan proyek alkes. Terkait hal itu, Ketua Komisi E DPRD Jabar Didin Supriadin menyatakan akan mempertemukan panitia pengadaan alkes, dinas kes-

ehatan, anggota dewan, dan ormas. Langkah itu dilakukan menanggapi dugaan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) dalam proyek pengadaan alat kesehatan (alkes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat (Jabar) senilai sekira Rp 88,8 milyar. “Kami akan agendakan pertemuan paling lambat minggu depan. Kalau ada bahan yang dimiliki ormas bisa dibawa karena kami ingin semua jelas. Kalau ada temuan kita buka-bukaan saja. Kalau ada yang mengatakan dana ini untuk pilgub, bisa saja, kita tidak tahulah. Kami prihatin kalau ada yang bermain soal anggaran, mau kapan Jabar ‘bener’, kapan IPM naik kalau anggaran ada yang dikorupsikan,” kata Didin.

lulusan Unpad (Universitas Padjajaran) jadiin satu. Jadi bukan program Nanan, tapi program Jabar terbaik dengan pemimpin yang cocok,” kata pria kelahiran Purwakarta itu. Sebelumnya, Sekjend DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo menyatakan bahwa pihaknya telah mengantongi lima nama bakal Cagub yang terjaring lewat hasil survei. Selain Nanan dan Dede Yusuf, bakal cagub Jabar dari PDIP lainnya adalah Gatot Tjahjono, Rieke Diah Pitaloka, Dedi Supardi,

Aang Hamid Suganda dan Don Murdono. Dan ia memastikan, dengan perolehan kursi di DPRD Jabar, maka PDIP akan mengusung calon sendiri. Dari kelima bakal calon, nama Dede Yusuf dan Wakapolri Komjen Nanan Sukarna menjadi perhatian khusus PDIP untuk diusung dan menjadi modal jika hendak berkoalisi dengan parpol lain. Namun, PDIP masih ada keraguan untuk nama Dede Yusuf, karena saat ini politisi yang semula berasal dari

PAN itu sudah mendaftarkan diri sebagai cagub di Partai Demokrat. “Tunggu hasil survei. Tapi, bagi kami mencalonkan keduanya (cagub dan cawagub) sendiri. Jadi, lihat survei terakhir sampai akhir bulan ini. PDIP di Jabar sudah cukup suara, jadi tak perlu berkoalisi. Kalau Nanan tak berpartai, tapi Dede Yusuf bagaimana, masih PAN atau Demokrat, tinggal tunggu Demokrat saja, ya atau tidak,” jelas Tjahjo yang juga anggota Komisi I DPR itu.

FER/HER

Jendral... akan maju, menurut Nanan, dirinya akan menghadap Kepala Polri Jenderal (Pol) Timur Pradopo untuk meminta izin. Ketika disinggung mengenai program untuk perbaikan Jabar, Nanan mengaku tak punya. Nanan menyebut hanya akan menjadi pemimpin, yang menggerakkan program para ahli. Menurut dia, para lulusan universitas terkenal yang ada di Jawa Barat pasti memiliki program yang baik. “Lulusan ITB (Institut Teknologi Bandung),

COK

Sertifikat... tian yang kuat dan karenanya hakim harus menerima sebagai keteranganketerangan yang benar, sepanjang tidak ada bukti lain yang mengingkarinya atau membuktikan sebaliknya. Tetapi jika ternyata ada kesalahan

didalamnya,maka diadakanlah perubahan / pembetulan seperlunya. Dalam hal ini yang berhak melakukan pembetulan bukanlah pengadilan melainkan instansi yang menerbitkannya, yakni Badan Pertanahan Nasional (BPN) dengan jalan

pihak yang dirugikan mengajukan permohonan perubahan sertifikat dengan melampirkan surat keputusan pengadilan yang menyatakan tentang adanya kesalahan dimaksud. bersambung.....


OLAHRAGA

Lintas Arena Sekjen PSSI Janjikan Pembenahan dan Konsolidasi SENAYAN - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Halim Mahfudz, mengaku tidak ingin diam saja melihat kondisi yang terjadi di pentas sepak bola Tanah Air. Karena itu, setelah ditetapkan menjadi Sekjen, Halim langsung beraksi dengan memimpin rapat koordinasi perdana di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Senin (17/9). “Saya akan melakukan pembenahan organisasi, tertib administrasi dan tertib meeting. Kemudian, melakukan pembenahan komunikasi dan memfasilitasi jalannya kompetisi serta semua pekerjaan yang telah disahkan oleh Komite Eksekutif (Exco),” ujar Halim dalam keterangan persnya. Tidak hanya itu, Halim mengaku segera melakukan konsolidasi dengan kepengurusan PSSI dan membuka lebar pintu kerja sama dengan FIFA, AFC, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Dilanjutkannya, apabila selama menjalankan tugas sebagai Sekjen PSSI mengalami masalah, Halim Mahfudz berencana mengidentifikasi masalah tersebut dan menemukan solusi untuk menyelesaikan masalah. Pasalnya, dirinya memandang jika sepak bola merupakan kepentingan banyak pihak yang harus segera dicari jalan ke luar dengan melakukan komunikasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang terkait. “Sepak bola kita harus semakin maju dan berprestasi. Caranya, dengan melakukan pembenahan-pembenahan lalu dikerjakan dengan sungguh-sungguh,” pungkasnya. Q

Edisi 147 - Tahun 1 - Selasa, 18 Septrmber 2012

Komposisi Pemain Maung Bandung Sudah Ideal

CPS

Agi Agasi Rajai Kejuaraan Motorcross di Ciamis CIAMIS - Para pebalap asal Jawa Barat berhasil mendominasi kelas nasional Kejuaraan Motorcross Internasional seri 5 di Sirkuit Gapuraning Rahayu, Ciamis, Jawa Barat, Ahad kemarin. Sedang kategori internasional masih dikuasai para kroser asing. Dalam kelas bergengsi 250cc yang juga diikuti pebalap iternasional, kroser nasional masih tertinggal jauh dari kroser Slovenia. Dari waktu 30 menit yang diberikan juri, kroser Slovenia Jerney Irt dari tim Husqvarna finis pertama disusul Agi Agasi dan Adi Aprian Nugroho asal Jabar. Di kelas nasional Agi Agasi dari tim Dumasari Ink SS Honda tampil sebagai jawara. Sedang posisi dua ditempati pebalap Jabar lainnya, Adi Aprian, dan kroser DKI Farhan Hendro di posisi tiga. Bagi Agi, gelar di Ciamis ini adalah kemenangan ketiganya sejak perlombaan Motorcross International Championship 2012 digelar. Agi bertekad mempertahankan kemenangannya untuk dua seri berikutnya. Soal dominasi kroser asing di kelas internasional, Agi mengakui teknik serta pengalamannya masih tertinggal jauh dari mereka. Belum lagi kondisi sepeda motor yang lebih prima. Q WAN

PENGUMUMAN Diberitahukan kepada masyarakat luas bahwa nama : 1. Sdri. Diah Oktiani (Staf) telah berhenti bekerja dan bukan karyawati HU Lingkar Jabar. 2. Sdri. Kukuh Puliandini (Staf) 3. Yatno Faridillah (Kontributor) telah diberhentikan dan bukan lagi karyawati dan kontributor HU Lingkar Jabar terhitung sejak tanggal 1 September 2012. Segala tindak tanduk dan perbuatan yang mengatasnamakan Perusahaan diluar tanggung jawab kami. Demikian disampaikan agar maklum dan diketahui ttd Manajemen

12

BANDUNG (LJ) - Komposisi pemain yang dimiliki Maung Bandung saat ini dirasa sudah cukup ideal. Para pemain lokal dari skuad lama dan yang baru datang dinilai sudah mumpuni. Dan kekuatan tim Persib juga semakin merata dengan kehadiran libero Jamie Coyne dari Australia, gelandang atau playmaker Mbida Messi dan duo striker maut, Kenji Adachihara (Jepang) dan Herman Dzumafo Epandi (Kamerun) Tak pelak, bobotoh dan para pecinta Persib dari berbagai kalangan pun menaruh asa khusus kepada skuad baru yang bertaburan bintang.

Apalagi, dengan kehadiran Mbida Messi yang dinilai sebagai pemain berkualitas tinggi dan berpengalaman di kompetisi Eropa, lini tengah Persib diperkirakan akan menjadi jantung permainan Persib yang akan menyuplai umpan-umpan matang bagi para eksekutor Persib dalam menjaringkan bola ke gawang lawan. “Komposisi materi pemain tim Persib saat ini saya rasa sudah cukup,” kata Asisten Pelatih Persib, Asep Sumantri, kepada sejumlah wartawan, kemarin. Dia mengatakan dalam mengarungi kompetisi nanti, skuad Persib diharapkan tidak akan

terkendala dengan pemain karena saat ini setiap posisi sudah ditempatkan dua pemain. Selain itu, perputaran pemain akan lebih mengoptimalkan kinerja antarlini dengan pergeseran yang akan dilakukan bersamaan berjalannya kompetisi. “Sudah diposisikan satu posisi dua orang. Terus kan nanti ada perputaran, kinerja antarlini akan semakin maksimal,” ucapnya seraya berharap dengan berkumpulnya para penggawa di pekan ini, tim Maung Bandung jauh lebih siap menghadapi kompetisi nanti.

“Kalau saat ini dan melihat kondisi yang ada, saya rasa tim belum bisa dikatakan siap untuk mengikuti kompetisi. Karena apa? semua pemain belum berkumpul. Tapi mudah-mudahan minggu-minggu sekarang sudah dapat bergabung, jadi pemain yang terlambat dapat cepat menyesuaikan dengan pemain lain,” ujarnya. Sebelumnya, penasihat Teknik Tim Persib Indra Thohir mengaku, meski belum dapat menilai komposisi skuad Maung Bandung, namun jika melihat skill yang dimiliki setiap penggawa yang ada saat ini, akan menjadi sebuah kekuatan baru bagi Maung Bandung menyongsong kompetisi musim depan. Artinya, bila dilihat dari depan, tengah hingga kebelakang, setiap lini diisi pemain mumpuni. “Sebetulnya, tim sudah bagus, bila dilihat dari seluruh lini mulai depan, tengah sampai belakang. Yang terpenting, pemain-pemain yang sekarang, berada diposisinya. Bisa mempertanggungjawabkan setiap tugasnya dengan baik, itu saja,” tegas pelatih terbaik Asia 1995 ini. Merapatnya sejumlah penyerang asing dan lokal berkualitas, seperti Kenji Adachihara, Herman Dzumafo Epandi, Abanda Herman, Jamie Coyne, Mbinda Messi serta beberapa penggawa timnas, Firman Utina, M Ridwan, Supardi dll, dirasanya cukup untuk menunjang target. “Tapi kalau semua belum bergabung, masih sulit dinilai. Sebaliknya kalau semua pemain sudah bergabung, saya rasa, merupakan kekuatan yang cukup untuk sebuah tim Persib,” jelas pelatih yang berhasil membawa Persib meraih gelar juara Liga Indonesia I 1994/1995 ini. Q

FER/CPS

Jelaga Laga di Vietnam, Timnas Pertajam Serangan BOGOR (LJ) - Menjelang laga ujicoba di kandang tim nasional Vietnam, My Dinh National Stadium, Hanoi, Sabtu (22/9) mendatang, pelatih tim nasional senior Indonesia, Nil Maizar, menyatakan akan menerapkan permainan menyerang seperti yang dilakukan kala meladeni skuad Vietnam di Surabaya, akhir pekan kemarin. Namun demikian, Nil mengaku bakal mengevaluasi sektor penyerangan agar tidak tumpul dan mampu menciptakan peluang gol. Ia mengaku, pola penyerangan timnas Indonesia memang perlu banyak pembenahan. Dari dua laga ujicoba timnas melawan Korea Utara dan Vietnam di Jakarta beberapa waktu lalu, pola serangan Oktovianus Maniani dan kawan-kawan masih jauh dari harapan. Kekalahan 0-2 dari Korea

Utara dan hasil imbang tanpa gol kontra Vietnam membuktikan serangan timnas masih tumpul. “Kita akan evaluasi secara umum, di pertahanan, lini tengah, dan depan. Tapi, kita akan khusus evaluasi di penyerangan. Karena memang dari dua ujicoba (penyerangan) tidak begitu bagus,” ujar Nil dalam keterangan persnya, kemarin. Dikatakannya, meski masih banyak kekurangan, dirinya terus berusaha untuk meningkatkan performa Irfan Bachdim dan kawan-kawan. Mantan pelatih Semen Padang ini, berharap dalam kurun waktu dua bulan sebelum Piala AFF 2012 berlangsung pada November mendatang, timnya sudah mendapatkan pola permainan baku. “Ini kan masih dalam rangkaian proses pembentukan tim. Kita terus evaluasi. Jadi, jika ada yang

tidak bagus, akan kita benahi,” kata Nil. Setelah bertandang ke Vietnam, timnas akan menghadapi Thailand pada 26 September 2012, serta Brunei Darussalam tiga hari berselang. Sedangkan, untuk rangkaian uji coba pada Oktober mendatang, Nil mengatakan masih menyusun jadwal dan akan mengumumkan secepatnya. Di Piala AFF yang akan berlangsung di Malaysia dan Thailand, Indonesia berada di Grup B bersama tuan rumah Malaysia dan Singapura yang tergolong tim tangguh. Satu tempat lagi akan diperebutkan Kamboja, Timor Leste, Myanmar, Brunei Darussalam, dan Laos melalui babak kualifikasi. Sementara itu, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyatakan akan memanggil sejumlah pemain yang berkompetisi di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII

Riau 2012 untuk dimasukan ke dalam tim nasional Indonesia U-22. Para pemain itu akan diseleksi untuk mengikuti seleksi pemain timnas yang dipersiapkan di Sea Games 2013 itu. “Kita sudah dapat caloncalon pemain yang bertanding di PON Riau. Nama-namanya sudah ada, tetapi, belum diberikan ke kita masih di tim advance, yang berada di sana,” ungkap koordinator timnas, Bob Hippy. PSSI sendiri hingga saat ini terus berorganisasi dengan pelatih timnas U-22 Aji Santoso, untuk mencari pemain-pemain baru. Dengan jangka waktu yang relatif panjang ini, dirinya berharap komposisi pemain skuad “Garuda Muda” bisa dibentuk dengan baik. “Sekarang tim sedang libur hingga 7 Oktober. Nanti, mereka bakal masuk pemusatan latihan lagi. Aji juga

masih mencari pemain baru. Ini terus kita pantau agar komposisi pemain tim ini bisa maksimal,” kata Bob Hippy. Sebagai salah satu persiapan menjelang Sea Games, timnas U-22 sebelumnya menjalani laga ujicoba dengan Malaysia U-22 di turnamen SCTV Cup 2012 beberapa waktu lalu. Setelah itu, Rasyid Assyahid Bakrie dan kawan-kawan juga dikabarkan segera menuju ke Belanda untuk menjalani latihan jelang turnamen yang akan digelar di Myanmar pada tahun depan tersebut. Seleksi skuad SEA Games 2013 itu dimulai sejak turnamen SCTV Cup 2012. Setelah tahap seleksi selesai, para pemain muda Indonesia dijadwalkan melakukan serangkaian uji coba melawan negara-negara Asia, seperti Korea Selatan, Jepang, China, dan Australia. Q CPS


H U Lingkar Jabar Edisi 147