Issuu on Google+

HARIAN UMUM

LINGKAR JABAR

SUARA RAKYAT JAWA BARAT

Redaksi/Iklan: R edaksi/Iklan: Telp./Fax. ed Telp 0251 -8663605

Edisi 173 - Tahun 1 - Rabu, 24 Oktober 2012

https://www.lingkarjabar.net

Rp. 2.000

KPK Cari Indikasi Korupsi di Kampus UI

8 | Infotainment

Maudy Ayunda MANTAP KULIAH DI UNIVERSITAS COLOMBIA

“KPK sudah meminta keterangan lebih dari 10 orang terkait penyelidikan proyek IT perpustakaan UI ini. Salah satu yang dimintai keterangan adalah mantan Rektor UI Gumilar R Soemantri”

Indeks 7 | Jembatan Cibilik Putus,

Pemkab Sukabumi Tutup Mata KAB.CIREBON (LJ)– Kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon disorot kalangan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). Hal itu menyusul adanya dua warga di wilayah pamasok udang yang menderita gizi buruk yakni, Munija (19) dan Kardino (13) asal Desa Panguragan Wetan Blok 1, Kecamatan Panguragan.

DEPOK (LJ) - Ditengah derasnya tekanan publik yang menginginkan penuntasan kasus korupsi proyek Hambalang dan Simulator SIM, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menggali informasi seputar persetujuan anggaran proyek pengadaan teknologi informasi (TI) perpustakaan baru di kampus Universitas Indonesia (UI) di Depok-Jabar, tahun anggaran 2011. Untuk itu, penyidik KPK meminta keterangan Kepala Sub Direktorat Anggaran Universitas Indonesia, Dede Suyanto. Seusai diperiksa penyidik KPK, Dede mengaku ditanya penyelidik ihwal penganggaran proyek tersebut. “Soal yang terkait dengan persetujuan anggaran saja, pengadaan,” kata Dede kepada wartawan, Selasa (23/10). Saat ditanya siapa saja pihak universitas yang terlibat dalam penganggaran proyek tersebut, Dede enggan menjawab. Dia mengaku sudah menyampaikan semuanya kepada KPK. Bersambung ke hal 11

11 | PT.Condong Garut

Dituding Menindas Masyarakat CIREBON - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memastikan diri untuk menetapkan calon wali kota dan wakil wali kota dengan 1 paket alias tidak akan menjalin koalisi dengan partai lain. Dua calon dari kalangan internal itu disiapkan untuk memenangkan pertarungan di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Cirebon pada Februari 2013 mendatang.

JADWAL | SHOLAT Shubuh | Dzuhur | Ashar | Maghrib | Isya 04.26 11.48 15.04 17.50 18.57 Untuk Wilayah Jawa Barat dan Sekitarnya

Jangan Takut Bicara ! Pak Wali, Tolong Tegur Proyek Jalan Raya Pemda Kedunghalang....

Kejaksaan Dituding Takut Usut Dugaan Korupsi PDAM Cirebon

Proyek pengerjaan betonisasi disepanjang Jalan Raya Pemda Kedunghalang, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat, kayanya semau dewek tuh pak..... Terlihat proyek jalan itu, tidak melengkapi persaratan seperti tanpa papan nama proyek yang seharusnya diketahui oleh masyarakat. Bahkan penguna jalanpun di bikin kesal karena jalan selalu macet. Dan juga dalam pekerjaan hingga sampai saat ini juga belum selesai. Tolong kepada Pemerintah Kota Bogor agar ditegur pemborongnya agar melengkapi persaratan tersebut. Terima Kasih.....

087871256xxx

Bupati Ada Saluran Air Mampet Nih..... Kepada Yth Bupati Cirebon. Tolong perbaiki saluran air yang mampet di jalan situs kramat nyimas ayu ganda sari di Desa Panguragan Wetan Blok 3, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon....

085353723xxx

Info Pertanahan

oleh

ARN Consultant

REDISTRIBUSI TANAH PERTANIAN (8)

P

eningkatan produktifitas dengan jalan memberikan keterampilan yang diperlukan melalui kegiatan pendidikan dan pelathian, diantaranya pengenalan dan pembinaan melalui kelompok tani, bantuan permodalan dan biaya hidup melalui pemberian fasilitas kredit usaha dan pembebasan keringanan pajak. Selain itu pemerintah juga dapat melaksanakan untuk memenuhi tujuan persamaan kemakmuran dan peningkatan pendapatan dalam sektor pertanian. Pelaksanaan redistribusi tanah pertanian juga dapat dipadukan atau dibarengi dengan program transmigrasi, Perkebunan Inti Rakyat (PIR) dan pencetakan swah baru, karena pada dasarnya ketiga program tersebut juga merupakan obyek redistribusi tanah pertanian. Artinya tanahtanah pertanian yang berasal dari atau berupa tanah transmigrasi, tanah PIR dan tanah hasil pencetakan sawah baru termasuk jaringan norma-norma dan ketentuanketentuan obyek redistribusi tanah pertanian. Berkenaan dengan uraian di atas, demi suksesnya program redistribusi tanah pertanian, maka diperlukan partisipasi seluruh masyarakat (Petani penggarap maupun buruh tani), pemilik tanah (tuan-tuan tanah sampai pejabat pemerintah). Karena disamping adanya peraturan perundang-undangan yang mengatur redistribusi tanah pertanian, kunci dan keberanian manusia yang menjalankannya (Pejabat yang kerwenang dan para petugas pelaksana di lapangan). Sampaikan Temuan Keluhan dan Saran Anda ke: 081210781404 email: lingkarjabar@yahoo.com lingkarjabar

@lingkarjabar

Elemen mahasiswa Kota Cirebon membakar ban saat berunjuk rasa di depan kantor Kejari mendesak pengusutan dugaan korupsi di PDAM Kota Cirebon

CIREBON (LJ) - Elemen mahasiswa Kota Cirebon, Jawa Barat, hingga kini masih terus menyoroti kasus dugaan korupsi di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Dharma Kota Cirebon, lantaran hingga kini belum ada kejelasan. Padahal sebelumnya, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat telah berjanji akan sece-

patnya mengusut dugaan korupsi yang melibatkan sejumlah pejabat PDAM dan Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon. Aktifis Gerakan Mahasiswa Sosialis (Gemsos) Kota Cirebon, Renggo, mengatakan hingga saat ini dia dan aktivis mahasiswa masih terus menunggu gebrakan pihak Kejari. Dika-

takannya, beberapa waktu yang lalu pihaknya sempat kembali mendatangi kantor Kejari untuk menanyakan kelanjutan proses penyelidikan terkait dugaan korupsi di PDAM Kota Cirebon. Namun jawaban pihak Kejaksaan tak jelas dan terkesan tak ada niatan untuk melakukan penegakan hukum. “Padahal dalam barang bukti, yakni hasil Pemeriksaan BPK Provinsi Jawa Barat atas pendapatan, biaya dan investasi nomor 71/LHP/XVIII.BDG/12/2009 tanggal 31 Desember 2009 tahun buku 2008 dan 2009, ditemukan adanya penyimpangan dana sebesar 63,5 Miliar. Dalam keterangan hasil temuan tersebut adanya pengeluaran untuk transport pejabat eksekutif, legislatif dan instansi vertikal di Kota Cirebon,” kata Renggo kepada LINGKAR JABAR, kemarin. Dia juga mencuatkan sinyalemen adanya aliran dana untuk salah satu calon walikota (cawalkot) yang berasal dari jajaran eksekutif dan legislatif Kota Cirebon. Bersambung ke hal 11

PDIP Usung Figur Pembawa Perubahan BANDUNG (LJ) - Pemilihan gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar) bagi kubu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dirasa amat penting. Itu karena kursi kekuasaan di Jabar bersama DKI Jakarta, diharapkan dapat menyokong program pemenangan di Pemilu 2014. Karena itu, elite PDIP harus berhati-hati dalam menetapkan kandidat calon gubernur dan wakil gubernur (cagubcawagub), jangan sampai figur yang diusung nanti hanya ngetop di tataran elit, tidak di grass

root atau akar rumput. “Pilgub Jawa Barat sangat penting buat 2014. Jadi kita sangat hati-hati, karena keduanya ada hubungan siapa yang menang Jabar dan menang nasional,” kata Ketua DPP PDI Perjuangan, Maruarar Sirait kepada wartawan, Selasa (23/10). Menurutnya, Jakarta dan Jabar memiliki persoalan yang berbeda. Persoalan yang dihadapi di Jakarta seputar banjir dan kemacetan, sementara persoalan di Jawa Barat adalah sepu

Bersambung ke hal 11

Selaras Dengan Besan, Hatta Dukung Dede BANDUNG (LJ) - Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Radjasa menegaskan bahwa partainya akan mendukung Dede Yusuf sebagai calon gubernur (cagub) pada Pilgub Jabar 2013. Untuk itu, besan Presiden SBY yang juga Menko Kesra ini menyatakan DPP PAN akan secepatnya mengeluarkan Surat Keputusan--SK--untuk Dede Yusuf yang sebelumnya telah ditetapkan Partai Demokrat sebagai cagub Jabar. “Sebetulnya saya nggak usah ngomong, teman-teman media kan sudah tahu? Pokoknya segeralah kita keluarkan SK untuk Dede Yusuf,” ujar Hatta kepada wartawan usai menghadiri seminar “Unpas Ekonomi Kreatif Expo 2012” di kampus Universitas Pasundan (Unpas), Bandung, Jabar, Selasa (23/10). Hatta mengatakan, SK akan secepatnya dikeluarkan sebelum masa pendaftaran cagub-cawagub pada 4 November 2012 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar. Bersambung ke hal 11

Musda Demokrat Antiklimaks, Iwan Pecundangi Irfan “Saya menginginkan pemilu legislatif di Jabar, Demokrat kembali bisa meraih nomor satu. Target kami meraih 30% suara atau minimal sama dengan pemilu legislatif lalu. Dimana dari Jabar ada 29 anggota DPR,” BOGOR (LJ) - Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat (PD) Jawa Barat yang digelar di Sentul Convention Center akhirnya berakhir antiklimaks. Tidak seperti yang diprediksi pemerhati politik sebelumnya, tak ada persaingan ketat antara kubu incumbent Iwan Sulandjana dengan kandidat kuat lainnya, Irfan Suryanegara (Ketua DPRD Jabar, Red) dalam perebutan kursi Ketua DPD PD Jabar. Yang terjadi Iwan terpilih kembali secara aklamasi untuk memimpin PD Jabar. Iwan, purnawirawan Jendral TNI bintang dua dipilih oleh 28 suara perwakilan pengurus cabang (DPC), pengurus DPD, dan pengurus DPP dalam Musda yang digelar sejak Senin (22/10) kemarin.

Uniknya, meski terpilih aklamasi, sejumlah Ketua DPC Kabupaten/Kota menilai Musda kali ini seperti dagelan saja, tidak lagi demokratis, serta tidak mencerminkan prinsip politik yang santun. Penilaian itu disampaikan sejumlah ketua DPC. Beberapa pimpinan DPC berpendapat bahwa pihak DPP yang bertugas tidak serius menjalankan musda. “Sejak awal kita lihat musda tidak berjalan sebagaimana mestinya,” kata seorang Ketua DPC yang menolak namanya disebutkan seraya menambahkan bahwa rapat musda tersebut tidak lagi mencerminkan prinsip politik santun dan cerdas seperti yang diajarkan Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono. Musda itu pada Senin malam (22/10) ditunda dan

diumumkan akan dilanjutkan kembali pada Selasa (23/10) pukul 09.00 WIB akibat tidak hadirnya unsur DPP yang memimpin rapat dan sebagian pengurus partai dari salah satu kandidat tidak terlihat di ruang rapat. Menurut Agung, kalau mengacu kepada tata tertib, musda dapat dilanjutkan karena yang hadir 15 dari 26 peserta. Artinya sudah lebih dari setengah.“Jadi ini bisa disebut musda dagelan karena tata tertib tidak dijalankan secara konsisten.

Bersambung ke hal 11


OPINI

Edisi 173 - Tahun 1 - Rabu, 24 Oktober 2012

Iman & Taqwa

Catatan Redaksi

Pemimpin yang Mampu Menjadi Teladan Seorang pemimpin yang baik, maka yang dipimpin juga akan menjadi baik. Sebaliknya, jika yang memimpin jelek, maka secara otomatis yang dipimpin juga menuju ke arah kejelekan. Karenanya, beban tugas dan tanggungjawab seorang pemimpin itu sangatlah berat dan sulit. Sebahb pemimpin adalah sebuah amanah, bukan jabatan yang hanya digunakan untuk menyombongkan diri. Sekaligus, pemimpin adalah teladan bagi orang yang dipimpinnya. Kepada para pemimpin, maka sangatlah tepat jika melihat dan mengacu pada Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW yang membawa pengikutnya (umat) ke arah kebaikan. Oleh sebab itu, Allah SWT tidak segan-segan mengabadikan sebuah perintah untuk mencontoh beliau. Sungguh, pada diri Rasulullah kamu dapatkan suri teladan yang indah bagi orang yang mengharap (rahmat Allah), dan (keselamatan) hari terakhir, serta banyak mengingat Allah (QS Al-Ahzab Ayat 21). Umat Islam meyakini bahwa Nabi Muhammad SAW adalah panutan terbaik manusia akhir zaman. Keberhasilan Nabi Muhammad dalam memimpin tentu ada formulanya. Nabi Muhammad SAW memiliki cara memimpin yang dapat menobatkan beliau sebagai pemimpin agama, sekaligus dunia yang diakui oleh mayoritas umat manusia. Kenapa demikian? Nabi Muhammad SAW menjadi orang teratas dalam kepemimpinan dunia, tidak lain disebabkan cara-cara kepemimpinan beliau yang dilandasi suatu faktor pendukung luar biasa. Yakni bersifat jujur (sidik), terpercaya (amanah), menyampaikan (tablig) dan cerdas (fathanah). Pertama, sikap sidik merupakan landasan dasar dalam menjalankan tugas, tidak terkecuali dalam tugas kepemimpinan. Mustahil tanpa sebuah kejujuran suatu bangsa akan maju. Kejujuran sebagai pangkal kebaikan segala aktivitas. Logikanya, jika ada seorang yang ingin melakukan kejahatan, termasuk mengkhianati rakyat, semisal korupsi, maka orang tersebut tidak akan pernah jadi atau batal melakukan kejahatan yakni apabila dalam dirinya masih ada kejujuran. Logikanya, bagaimana mereka berani berbuat jahat, jika mereka jujur. Katakanlah, ketika seseorang ingin melakukan korupsi, namun rencana itu bisa batal karena orang tersebut jujur. Ketika ditanya, apakah kamu korupsi? Maka orang tersebut akan menjawab iya, karena adanya kejujuran pada dirinya. Sehingga, orang itu akan berfikir berulang untuk melakukan kejahatan atau korupsi tersebut. Kedua, sikap amanah adalah bagian penting dari sebuah kepemimpinan. Jika seorang pemimpin tidak memiliki jiwa terpercaya, maka kelak justru akan mengecewakan banyak orang. Ia telah dipercaya untuk membawa suara rakyat, tetapi justru menghianati rakyat. Ketiga, sikap tabliq wajib dimiliki oleh seorang pemimpin. Sebagai seorang wakil rakyat, pemimpin harus merepresentasikan suara rakyat, serta menyampaikan sesuatu sebagaimana semestinya. Jatah untuk rakyat kecil jangan sampai masuk ke kantung pribadi. Di samping itu, pemimpin harus menyampaikan sesuatu kepada rakyat secara efektif dan efisien. Kebutuhan dasar rakyat kecil harus terpenuhi dahulu. Selain itu, dalam menyampaikan sesuatu jangan sampai ditunda-tunda, bahkan sampai membuat rakyat menderita. Keempat, sikap fathanah harus dimiliki oleh tiap-tiap pemimpin. Ini dipertegas ketika ada perintah untuk menyerahkan segala sesuatu urusan pada ahlinya. Jika tidak demikian, dapat dipastikan pekerjaan yang dilakukan akan mengecewakan, bahkan amburadul. Keempat sikap itu seyogianya tercermin dalam tiap kepemimpinan, tak terkecuali pemimpin masyarakat Indonesia. Empat metode sikap dalam memimpin itu telah terbukti ampuh dalam menata negara menuju kehidupan yang lebih baik. Ketika Allah SWT telah memerintah manusia untuk meneladani Rasulullah, secara tidak langsung sebenarnya Allah SWT menjelaskan bahwa manusia itu sebenarnya mampu untuk mencontoh pada kepemimpinan Nabi Muhammad SAW, sebagai pemimpin sejati di tengah umat manusia di dunia ini.

Renungan “Tidaklah dikatakan orang beriman seandainya dia suka melaknat, mencerca dan suka berkata kotor dan keji”

Bobodoran Oneng VS Emen Oneng : Akang apal teu eusi beuteung akang ...? Emen : Nya apal atuh nyi eusina usus, lambung, jeung kadaharan Oneng : salah kang .. eusina gajah ... Emen : naha bisa gajah ....?????? Oneng : kan balalaina katingal kang, (bari tunjuk ka handapeun beuteung).... Emen : Uing ge apal eusi beuteung maneh .! (emen mbung eleh) Oneng : Naon kang ...???? Emen : eusi beteng maneh telepon koin ....!!! haha emen seuri... Oneng : Naha Bisa kitu... (baeud)... Emen : kan katingali liang koinna (hahaha.. ngabarakatak emen..) Oneng : Akang jahat..!! oneng ngadat bari ngababet panto.. gobrakk Emen : Waduh cilaka ... Pamajikan ngadat euy... (lima menit tiharita). Oneng : (krekettt) sora panto kamar muka.. tuluy oneng nanya : kang ...??... gajahna bade nelepon moalll....!!!!....

Redaksi Menerima kiriman Tulisan Artikel tentang berbagai topik dan peristiwa. Dimohon untuk tidak mengirimkan tulisan berbau pornografi, menghina SARA, mendiskreditkan pihak tertentu dan memecah belah NKRI. Kirim ke lingkarjabar@yahoo.com (kode : artikel) DIHIMBAU KEPADA SEMUA PIHAK UNTUK TIDAK MEMBERIKAN

IMBALAN ATAU SESUATU KEPADA WARTAWAN LINGKAR JABAR YANG SEDANG MENJALANKAN TUGAS JURNALISTIK

2

Memahami Makna Idul Adha (3) Imam Ghazali dalam Ihya ’Ulumuddin pernah menjelaskan tentang tata cara melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Menurutnya, tindakan dalam bentuk aksi pengrusakan, penghancuran tempat kemaksiatan adalah wewenang negara atau badan yang mendapatkan legalitas negara. Tindakan yang dilakukan Islam garis keras dalam hal ini jelas tidak prosedural. (vol.2 hlm.311) Sudah semestinya dalam melakukan amar makruf nahi munkar tidak sampai menimbulkan kemunkaran yang lebih besar. Bukankah tindakan para teroris dan pelaku bom bunuh diri ini justru merugikan terhadap Islam itu sendiri ?. Merusak citra Islam yang semestinya mengajarkan kedamaian dan rahmatan lil ’alamin. Ajaran Islam yang bersifat humanis, memahami pluralitas dan menghargai kemajemukan semakin tak bermakna. Semoga dengan peristiwa eksekusi mati Amrozi cs, mati pula radikalisme Islam, terkubur pula Islam yang berwajah seram. Pengorbanan Nabi

Ismail yang begitu tulus menjalankan perintahNya jelas berbeda dengan pengorbanan para teroris. Di hari Idul Adha, bagi umat Islam yang mampu dianjurkan untuk menyembelih binatang kurban. Pada dasarnya, penyembelihan binatang kurban ini mengandung dua nilai yakni kesalehan ritual dan kesalehan sosial. Kesalehan ritual berarti dengan berkurban, kita telah melaksanakan perintah Tuhan yang bersifat transedental. Kurban dikatakan sebagai kesalehan sosial karena selain sebagai ritual keagamaan, kurban juga mempunyai dimensi kemanusiaan. Bentuk solidaritas kemanusiaan ini termanifestasikan secara jelas dalam pembagian daging kurban. Perintah berkurban bagi yang mampu ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang respek terhadap fakirmiskin dan kaum dhu’afa lainnya. Dengan disyari’atkannya kurban, kaum muslimin dilatih untuk mempertebal rasa kemanusiaan, mengasah kepekaan terhadap masalah-masalah sosial, mengajarkan sikap saling menyayangi terhadap

Dengan disyari’atkannya kurban, kaum muslimin dilatih untuk mempertebal rasa kemanusiaan, mengasah kepekaan terhadap masalahmasalah sosial, mengajarkan sikap saling menyayangi terhadap sesama. sesama. Meski waktu pelaksanaan penyembelihan kurban dibatasi (10-13 Dzulhijjah), namun jangan dipahami bahwa Islam membatasi solidaritas kemanusiaan. Kita harus mampu menangkap makna esensial dari pesan yang disampaikan teks, bukan memahami teks secara literal. Oleh karenanya, semangat untuk terus ’berkurban’ senantiasa kita langgengkan pasca Idul Adha. Saat ini kerap kita jumpai, banyak kaum

muslimin yang hanya berlomba meningkatkan kualitas kesalehan ritual tanpa diimbangi dengan kesalehan sosial. Banyak umat Islam yang hanya rajin shalat, puasa bahkan mampu ibadah haji berkali-kali, namun tidak peduli dengan masyarakat sekitarnya. Sebuah fenomena yang menyedihkan. Mari kita jadikan Idul Adha sebagai momentum untuk meningkatkan dua kesalehan sekaligus yakni kesalehan ritual dan kesalehan sosial. ***

Kisah Sufi

Sejarah Idul Adha (2)

(Diambil Dari Kisah Nabi Ibrahim Dengan Anaknya Nabi Ismail)

“Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan membenarkan perutusannya walaupun saya belum pernah bertemu dengannya,

Pagi harinya, beliau pun berpikir dan merenungkan arti mimpinya semalam. Apakah mimpi itu dari Allah SWT atau dari setan? Dari sinilah kemudian tanggal 8 Dzulhijah disebut sebagai hari tarwiyah (artinya, berpikir/merenung). Pada malam ke-9 di bulan Dzulhijjah, beliau bermimpi sama dengan sebelumnya. Pagi harinya, beliau tahu dengan yakin mimpinya itu berasal dari Allah SWT. Dari sinilah hari ke-9 Dzul-

hijjah disebut dengan hari ‘Arafah (artinya mengetahui), dan bertepatan pula waktu itu beliau sedang berada di tanah Arafah. Malam berikutnya lagi, beliau mimpi lagi dengan mimpi yang serupa. Maka, keesokan harinya, beliau bertekad untuk melaksanakan nazarnya (janjinya) itu. Karena itulah, hari itu disebut denga hari menyembelih kurban (yaumun nahr). Dalam riwayat lain dijelaskan, ketika

Nabi Ibrahim AS bermimpi untuk yang pertama kalinya, maka beliau memilih domba-domba gemuk, sejumlah 100 ekor untuk disembelih sebagai kurban. Tiba-tiba api datang menyantapnya. Beliau mengira bahwa perintah dalam mimpi sudah terpenuhi. Untuk mimpi yang kedua kalinya, beliau memilih unta-unta gemuk sejumlah 100 ekor untuk disembelih sebagai kurban. Tiba-tiba api datang menyantapnya, dan beliau mengira perintah dalam mimpinya itu telah terpenuhi. Pada mimpi untuk ketiga kalinya, seolah-olah ada yang menyeru, “Sesungguhnya Allah SWT memerintahkanmu agar menyembelih putramu, Ismail.” Beliau terbangun seketika, langsung memeluk Ismail dan menangis hingga waktu Shubuh tiba. Untuk melaksanakan perintah Allah SWT tersebut, beliau menemui istrinya terlebih dahulu, Hajar (ibu Ismail). Beliau berkata, “Dandanilah putramu dengan pakaian yang paling bagus, sebab ia akan kuajak untuk bertamu kepada Allah.” Hajar pun segera mendandani Ismail dengan pakaian paling bagus serta meminyaki dan menyisir rambutnya. Kemudian beliau bersama putranya berangkat menuju ke suatu lembah di daerah Mina dengan membawa tali dan sebilah pedang. Pada saat itu, Iblis terkutuk sangat luar biasa sibuknya dan belum pernah sesibuk itu. Mondar-mandir ke sana ke mari. Ismail yang melihatnya segera mendekati ayahnya.

“Hai Ibrahim! Tidakkah kau perhatikan anakmu yang tampan dan lucu itu?” seru Iblis “Benar, namun aku diperintahkan untuk itu (menyembelihnya),” jawab Nabi Ibrahim AS. Setelah gagal membujuk ayahnya, Iblsi pun datang menemui ibunya, Hajar. “Mengapa kau hanya dudukduduk tenang saja, padahal suamimu membawa anakmu untuk disembelih?” goda Iblis. “Kau jangan berdusta padaku, mana mungkin seorang ayah membunuh anaknya?” jawab Hajar. “Mengapa ia membawa tali dan sebilah pedang, kalau bukan untuk menyembelih putranya?” rayu Iblis lagi. “Untuk apa seorang ayah membunuh anaknya?” jawab Hajar balik bertanya. “Ia menyangka bahwa Allah memerintahkannya untuk itu”, goda Iblis meyakinkannya. “Seorang Nabi tidak akan ditugasi untuk berbuat kebatilan. Seandainya itu benar, nyawaku sendiri pun siap dikorbankan demi tugasnya yang mulia itu, apalagi hanya dengan mengurbankan nyawa anaku, hal itu belum berarti apa-apa!” jawab Hajar dengan mantap. Iblis gagal untuk kedua kalinya, namun ia tetap berusaha untuk menggagalkan upaya penyembelihan Ismail itu. Maka, ia pun menghampiri Ismail seraya membujuknya, “Hai Isma’il! Mengapa kau hanya bermain-main dan bersenang-senang saja, padahal ayahmu mengajakmu ketempat ini hanya untk menyembelihmu. bersambung....

Indahnya Menahan Marah (2) “Siapa yang menahan marah, padahal ia dapat memuaskannya (melampiaskannya), maka kelak pada hari kiamat, Allah akan memanggilnya di depan sekalian makhluk. Kemudian, disuruhnya memilih bidadari sekehendaknya.” Namun, Rasulullah S.A.W. tidak berbuat demikian. Beliau tetap sabar menghadapinya dan memberikan sikap yang ramah dan lemah lembut. Pada saat itulah, beliau S.A.W. ingin menunjukkan pada kita bahwa kesabaran dan lapang dada lebih tinggi nilainya daripada harta benda apa pun. Harta, saat itu, ibarat sampah yang bertumpuk yang dipakai untuk suguhan unta yang ngamuk. Tentu saja, unta yang telah mendapatkan kebutuhannya akan dengan mudah dapat dijinakkan dan bisa digunakan untuk menempuh perjalan jauh. Adakalanya, Rasulullah S.A.W. juga marah. Namun, marahnya tidak melampaui batas kemuliaan. Itu pun ia lakukan bukan karena masalah pribadi. Melainkan, karena kehormatan agama Allah. Rasulullah S.A.W. bersabda, “Memakimaki orang muslim adalah fasik (dosa), dan memeranginya adalah kufur (keluar dari Islam).” (HR. Bukhari) Sabdanya pula, “Bukanlah seorang mukmin yang suka mencela, pengutuk, kata-katanya keji dan kotor.” (HR. Turmudzi). Seorang yang mampu mengendalikan nafsu ketika marahnya berontak, dan mampu menahan

diri di kala mendapat ejekan. Maka, orang seperti inilah yang diharapkan menghasilkan kebaikan dan kebajikan bagi dirinya maupun masyarakatnya. Seorang hakim yang tidak mampu menahan marahnya, tidak akan mampu memutuskan perkara dengan adil. Dan, seorang pemimpin yang mudah tersulut nafsu marahnya, tidak akan mampu memberikan jalan keluar bagi rakyatnya. Justru, ia akan senantiasa memunculkan permusuhan di masyarakatnya. Begitu pun pasangan suami-isteri yang tidak memiliki ketenangan jiwa. Ia tidak akan mampu melayarkan laju bahtera hidupnya. Karena, masing-masing tidak mampu memejamkan mata atas kesalahan kecil pasangannya. Bagi orang yang imannya telah tumbuh dengan suburnya dalam dadanya. Maka, tumbuh pula sifatsifat jiwa besarnya. Subur pula rasa kesadarannya dan kemurahan hatinya. Kesabarannya pun bertambah besar dalam menghadapi sesuatu masalah. Tidak mudah memarahi seseorang yang bersalah dengan begitu saja, sekalipun telah menjadi haknya. Orang yang demikian, akan mampu menguasai dirinya, menahan amarahnya, mengekang lidahnya dari pembicaraan yang tidak patut. Wajib baginya,

melatih diri dengan cara membersihkan dirinya dari penyakit-penyakit hati. Seperti, ujub dan takabur, riya, sum’ah, dusta, pengadu domba dan lain sebagainya. Dan menyertainya dengan amalanamalan ibadah dan ketaatan kepada Allah, demi meningkatkan derajat yang tinggi di sisi Allah S.W.T. Dari Abdullah bin Shamit, Rasulullah S.A.W. bersabda, “Apakah tiada lebih baik saya beritahukan tentang sesuatu yang dengannya Allah meninggikan gedung-gedung dan mengangkat derajat seseorang?” Para sahabat menjawab, “Baik, ya Rasulullah.” Rasulullah saw bersabda, “Berlapang dadalah kamu terhadap orang yang membodohi kamu. Engkau suka memberi maaf kepada orang yang telah menganiaya kamu. Engkau suka memberi kepada orang yang tidak pernah memberikan sesuatu kepadamu. Dan, engkau mau bersilaturahim kepada orang yang telah memutuskan hubungan dengan engkau.” (HR. Thabrani). Sabdanya pula, “Bahwasanya seorang hamba apabila mengutuk kepada sesuatu, naiklah kutukan itu ke langit. Lalu, dikunci pintu langit-langit itu buatnya. Kemudian, turunlah kutukan itu ke bumi, lalu dikunci pula pintu-pintu bumi itu baginya. Kemudian, berkeliaranlah ia kekanan dan kekiri. Maka, apabila tidak mendapat tempat baru, ia pergi kepada yang dilaknat. Bila layak dilaknat (artinya kalau benar ia berhak mendapat laknat), tetapi apabila tidak layak, maka kembali kepada orang yang mengutuk (kembali ke alamat si pengutuk).” (HR. Abu Dawud). ***

Penerbit : PT. PANCA LINGKAR MEDIA Griya Indah Bogor Blok R No. 8 Jl. KH. M. Soleh Iskandar Kota Bogor - Telp./ Fax . 0251-8663605 SIUP : 517/345/PK/B/BPPTPM/V/2012 NPWP : 31.493.964.6.404.000 email : lingkarjabar@yahoo.com Rekening : Bank BCA Cabang Juanda No. Rek: 0953025563

Penasihat H. HARIS THAHIR • Pemimpin Umum AANG SUTRISNA • Pemimpin Perusahaan FARIDA PARADWIKORIJATY • Pemimpin Redaksi & Penanggung Jawab COKY PASARIBU • Dewan Redaksi ENANG SUTRIYADI, - PIYARSO HADI - FARIDA PARADWIKORIJATY - COKY PASARIBU - H. RM. DANANG DONOROSO - H. DIDI CHOSIDIN - H. TARWONO - FUZI MARKUNAH - RIZKI ASTAKA • Redaktur Pelaksana M. BASIR • Asiten Redaktur : MUHAMMAD ALI • Staf Redaksi : DEDE SUHENDAR - IWAN R. - JASON SEMBIRING - ASEP SUPRIADI - ANDREAS TAIRAS • INDRIANI • ANDRI • YUSUF FADILAH Fotographer : E. SUTRIYADI - RANGGA• Desain & Artistik : H. SANDI SANJAYA • Perwakilan : (Bekasi) SAFA ARIS MUZAKAR (Kepala) - SUGENG BIANTORO - RIBAH SETIAWAN - ADI TOTALOR - HISAR PS - RIZAL R.P • (Depok) HARLIS SYAM - FERRY M.S. • (Cianjur) RUSDI - AGUS SHOLEH • (Garut) BADEN ABDURACHMAN - MOCH JULIADI • (Sukabumi) HEPIE HERMAWAN (Kepala) - WAHID - SIDIK - AANG KUNAIDI• (Kota Bandung) FERRY ARDIANSYAH - HERI JUHANA (Kab. Bandung) KI AGUS N FATAH - UDEN SOBIRIN • R. GINDO • RUSTANDI (Sumedang) YAYAT H. HARI M. • (Karawang) RUSLI • (Subang) ALIM MUNANDAR - H. ADE RACHMAT • (Purwakarta) TRYAS HENDRAYANA• (Cirebon) SUBAGIO (Kepala), WASTIJA, APIP, HENDI, KHOLIL, • (Kuningan) DEDE P. • (Tasikmalaya) CECEP • (Garut) RIZAL • (Ciamis) ABDUL ROJAK • (Banjar) AEP • (Majalengka) GARIB SETIA - SAMSUL• (Indramayu) IHSAN MAHFUDZ Koresponden : M. NASIR - AFRIYO RIZAL - HANDOYO - RAWIN - TRI AHMAD KUSMANTO - VICTOR HARIANJA - TUMPAL PANJAITAN • Sirkulasi : AGUS MUDRAZAT - SUSAN WIJAYANTO - YANTO

WARTAWAN LINGKAR JABAR ADALAH YANG TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI DAN DILENGKAPI KARTU PERS ATAU SURAT TUGAS

PT. PANCA LINGKAR MEDIA Direktur Utama : PIYARSO HADI Marketing/Promosi : KENNY FARAH CAROLINE SAPULETE - AMALLIA RETNO SAPUTRI • Koordinator Sirkulasi : SALEHUDIN NURANGGA • Pengembangan Usaha & Iklan : IWAN RIDWAN - YUDHI KURNIAWAN - A. SAFITRI HANDAYANI - RENDY M. ADAM - ARN CONSULTANT • Bagian Umum : IAN - ANDRI


LINGKAR MEGAPOLITAN

Edisi 173 - Tahun 1 - Rabu, 24 Oktober 2012

BPMPPT Depok Optimalkan Pelayanan Prima

DEPOK (LJ) - Mendorong pelayanan prima pada masyarakat adalah

menjadi tekad dan kewajiban yang selalu dijalankan dalam kegiatan dan

pelaksanaan pelayanan sehari-hari. Meskipun hal itu, masih terus dirasakan oleh sebagian masyarakat dalam mengurus perijinan. Namun hal itu, tetap menjadi koreksi setiap saat guna peningkatan pelayanan. Demikian dikatakan Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPMPPT) Kota Depok, Sri Utomo ketika ditemui LINGKAR JABAR, diruang kerjanya, Selasa (23/10). Sri mengatakan, sering ada pengaduan tentang lamanya proses keluarnya suatu perijinan. “Banyak penyebab, hal itu masyarakat belum mengetahui. Bahkan, masyarakat cenderung belum memahami dalam menyimpan nota tagihan, namun tidak segera untuk dibayarkan dan hal ini sering terjadi,” ujarnya. Upaya BPMPPT untuk meningkatkan pelayanan, kata dia, pihaknya tengah membuat program dan terus mensosialisasikan, tentang berbagai jenis pelayanan dan persyaratan yang akan diinformasikan melalui Kecamatan dan Kelurahan. “Saya berharap, kepada

rang Selatan Asep, terkait pengakuan kepala sekolah terkait pengadaan raport tahun ajaran 2011/2012, mengakui bahwa raport tersebut benar dari UPTD. ”Memang benar, tetapi UPTD mendapatkan raport tersebut dari Dinas Pendidikan,” ujar Asep. Terkait sumber anggaran untuk mencetak raport tersebut di katakan Asep. “Saya tidak tau, anggaran dari mana, kami UPTD hanya menerima raport yang di suplay disdik,” Ujarnya. Sementara, Suwito SPd kepsek SMPN 1 Serang Baru saat di komfirmasi terkait Raport siswa TA 2011/2012 mengatakan sampai sekarang siswa tahun ajaran 2011/2012 yang sekarang kelas 8 tidak mempunyai raport. Bahkan, untuk semetara tunggu dari Disdik. “Tidak hanya di sekolah saya saja, tetapi di semua SMPN yang ada di Kab.Bekasi, untuk siswa tahun ajaran 2011/2012 belum memiliki raport,” ungkapnya. Tempat terpisah, Wawan kepala sekolah SMKN 1 Cikarang Selatan mengatakan tidak hanya SMKN 1 Cikarang Selatan, tetapi seluruh sekolah

menengah atas/kejuruan di kabupaten mendapatkan Raport dari dinas pendidikan. “Saya tidak tau masalah ke asliannya, sebab raport tersebut, di dapat dinas yang menyediakan,” katanya. Saat di komfirmasi Abdur Ropiq selaku kepala dinas pendidikan terkait sumber anggaran pengadaan raport tahun ajaran 2011/2012 di seluruh SDN, SMKN, SMAN se-Kabupaten Bekasi, sedangkan LKPJ Bupati Tahun 2011 tertulis bahwa anggaran untuk cetak raport sebesar Rp1 miliar, yang tidak terealisasi (terserap). pihaknya, selalu tidak pernah ada di tempat. Sekedar diketahui, Kadis diketahui jarang ada di tempat seakan menghindari para wartawan baik media cetak maupun elektronik, yang ingin komfirmasi. Diharapkan Kepala Kejaksaan Negeri Cikarang Hermanto untuk menyikapi adanya dugaan Raport yang beredar tersebut Aspal (asli tapi palsu), sebab untuk pengadaan Raport harus melalui tender lelang dan sepengetahuan Badan Intelijen Negara, sebab Raport tersebut adalah Aset Negara. Q

HSR

Gema Harus Memberikan Kontribusi Positif pada Pembangunan

DEPOK (LJ) - Peranan generasi muda (Gema) dalam pembangunan, seyogyanya mesti dapat di aktualisasikan dalam kegiatan yang riil dan nyata pada masyarakat. Sehingga kehadirannya ditengah warga masyarakat dapat memberikan arti yang positif dengan berbagai kegiatan sebagai kontribusi

dalam membangun bangsa dan negara. Demikian dikatakan Komandan Kodim (Dandim) 0508 Letkol (Inf) M Zamroni, di markas Kodim 0508 Depok, Selasa (23/10). Pada acara Audensi dan silahturahmi dihadiri Ketua dan Jajaran Dewan Pengurus Cabang (DPC), Gema, Pejuang

Q

TYS/HRS

Kadisdik Diminta Tindak Kepsek “Nakal”

Anggaran Raport Tidak Terserap Disdik Tetap Cetak Raport KAB.BEKASI (LJ) - Dinas Pendidkan (Disdik) Kabupaten Bekasi, pada APBD tahun 2011 telah mengganggarkan biaya untuk cetak raport tahun ajaran 2011/2012, namun dana itu tidak diserap dengan alasan tidak jelas. Hal itu, dibuktikan pada Laporan Kerja Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati tahun 2011, dimana dana sebesar Rp1 miliar, untuk biaya cetak raport tidak terealisasi dan di kembalikan ke kas daerah. “Siswa tahun ajaran 2011/2012 ada raportnya, dan raport itu, kami dapat dari UPTD,” ujar Aah Marpuah, Kepala SDN Jaya Sampurna 04 Kecamatan Serang Baru kepada wartawan, diruang kerjannya, kemarin. Aan mengatakan, masalah ke absahan raport tersebut, pihaknya mendapatkan dari UPTD, selaku perpanjangan Dinas Pendidikan (Disdik). Hal senada juga di katakan Jahari Rusdiana Kepsek SDN Sukadami 01 kecamatan Cikarang Selatan, pada tahun ajaran 2011/2012 ada raportnya, dan raport tersebut dapat dari UPTD. Ditempat terpisah saat di komfirmasi Ka UPTD Cika-

masyarakat untuk mengurus berbagai perijinan, hendaknya dapat mematuhi dan memenuhi ketentuan yang ada. Sebab manakala ada berkas yang kurang lengkap, maka hal itu akan menyimpang dan berakibat sangsi hukum pidana,” imbuhnya. Sementara itu, Ketua Himpunan Pengusaha Konstruksi Bangunan Depok (HAPKBD), Ariyanto mengatakan, pihaknya banyak menerima pengaduan dari anggotanya. Bahwa etos kerja pelayanan BPMPPT Kota Depok, cenderung belum optimal, dan dalam memproses berkas kelengkapan perijinan hingga keluarnya surat ijin cenderung memakan waktu yang cukup lama. “Masih belum sesuai, dengan yang dicanangkannya. Selain itu, untuk memperoleh informasi secara jelas terhadap sesuatu hal yang berkaitan tentang perijinan itu, pada pejabat yang terkait cenderung sulit dan tertutup. Kedepan saya menghimbau agar BPMPPT dapat meningkatkan pelayanan dan lebih mempersingkat waktu sesuai yang ditentukan,” ujarnya.

Siliwangi Indonesia (PSI) kota Depok. Zamroni mengatakan, adanya kepengurusan Gema, PSI, Kota Depok, diharapkan dapat bersinergi dan mendukung program pembangunan yang kini tengah di galakkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Selain itu, ia menekankan bahwa para pengurus Gema, PSI mesti dapat bekerjasama dengan Muspida Kota Depok. Selain itu, dia juga mengingatkan, tentang 4 pilar yang menjadi landasan berbangsa dan bernegara, antara lain, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. “Hal tersebut, dapat selalu dipahami, dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari oleh para pengurus dan anggota Gema PSI,” ucapnya. Sementara itu, Ketua Gema PSI Kota Depok, M.Bachrun, mengatakan, kegiatan yang telah dilakukan ini, merupakan agenda rutin, agar mendapatkan arahan dan saran serta pandangan dalam menjalankan organisasinya. “Seluruh jajaran pengurus dan anggota Gema PSI Kota Depok, akan selalu melakukan koordinasi dan bekerjasama dengan pemkot dalam menjalankan program pembangunan,” ujarnya. Q TYS/HRS

PENGUMUMAN Diberitahukan kepada khalayak luas bahwa nama : 1. Sdr. M. Satiri 2. Sdr. Asep Budi Kurniawan 3. Sdr. Aswin 4. SdrHilam Sudakta 5. Sdr. Herman (Prwk.Indramayu) bukan lagi kontributor HU Lingkar Jabar di Wilayah Sukabumi terhitung sejak tanggal 1 Oktober 2012. Segala tindak tanduk dan perbuatan yang mengatasnamakan Lingkar Jabar diluar tanggung jawab kami. Demikian disampaikan agar maklum dan diketahui

KAB.BEKASI (LJ) - Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Pendidikan diminta memberikan sanksi tegas kepada para kepala sekolah “Nakal”. Hal itu perlu dilakukan untuk memberi efek jera serta menjadi pembelajaran kepada kepala sekolah lainnya yang akan melakukan penyimpangan dengan mengabaikan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Seperti yang terjadi di SDN Satria Jaya 03 Kecamatan Tambun Utara. Sekolah negeri itu diduga melakukan kutipan kepada orang tua murid sebesar Rp 15000 dengan dalih untuk biaya foto raport. “Ya benar, kami diminta pihak sekolah untuk membayar Rp 15.000 untuk biaya foto raport,” beber orang tua murid yang namanya tidak mau ditulis dikoran ini kepada LINGKAR JABAR, kemarin. Menurut sumber LINGKAR JABAR itu, selain kutipan uang foto raport pihak sekolah juga masih menambahkan biaya seragam dari Rp220 ribu pada tahun menjadi Rp270 ribu untuk penerimaan siswa baru tahun ini. “Biaya uang seragam naik Rp50 ribu dari tahun lalu,” ujarnya. Selain kutipan yang diduga liar itu, sejumlah sekolah juga disinyalir melakukan beberapa penyelewengan terkait pengelolaan dana bantuan rehab kelas. Seperti SMPN 3 Cibitung yang mendapatkan dana Rp135 juta untuk rehab kelas yang diduga pelaksanaannya tidak sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB) yang telah ditentukan. Sayangnya, dua kepala sekolah yang diduga melakukan pelanggaran itu belum berhasil ditemui. Beberapa kali LINGKAR JABAR mencoba melakukan konfirmasi, namun dua kepala sekolah itu tidak pernah berada ditempat. Q HRS

PBL Tambun Dilalap Sijago Merah “Kami mengorbankan satu buah rumah milik pak Agus agar tidak menjalar ke rumah lainnya,” tuturnya. KAB.BEKASI (LJ) - Dua rumah di Jalan Cendrawasih 3, Blok H 6 No 9 RT 003/014 Perumahan Bumi Lestari (PBL), Desa Mangunjaya Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi ludes dilalap sijago merah. Api mulai membakar rumah itu mulai pukul 07.30. Diduga, kebakaran itu terjadi akibat hubungan pendek listrik. Saksi mata, Ketua RT 003 Supriadin mengatakan, kebakaran itu membuat terkejut sejumlah warga yang akan berangkat kerja dan beberapa pelajar yang akan berangkat sekolah. Melihat kejadian itu, para tetangga mencoba membantu memadamkan kebakaran dirumah milik Susi itu dan menghubungi dinas pemadam kebakaran. Namun, karena mobil pemadam kebakaran yang dihubungi terlambat sampai dilokasi kebakaran, akhirnya dua rumah itu ludes dilalap sijago merah. “Kami sudah berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya dan langsung menghubungi pemadam kebakaran. Tapi, karena mobil pemadam kebakaran sangat lama sampai ke lokasi, akhirnya dua rumah itu ludes terbakara,” tutur Supriadin. Dijelaskannya, agar api tidak menjalar ke rumah warga lainnya, sebuah rumah milik Agus Burhan dirusak. “Kami mengorbankan satu buah rumah milik pak Agus agar tidak menjalar ke rumah lainnya,” tuturnya. Menyikapi lambatnya mobil pemadam kebakaran tiba dilokasi, seorang tokoh Masyarakat Mangunjaya, Bambang mengatakan, kinerja Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi tidak profesional. Menurut dia, jarak pool pemadam kebakaran dengan lokasi kebakaran hanya berjarak 1 Km. Tetapi, armada penjinak api itu, justru sangat lama tiba dilokasi. Keadaan mobil pemadam kebakaran juga tidak layak jalan. Hal itu terbukti satu unit armada tidak dapat bergerak mundur dan air yang disemprotkan juga tidak kencang. Q TAM

3

LINTAS | MEGAPOLITAN Kota Depok Gelar MTQ ke-13 DEPOK - Musabaqoh Tilawati Qur’an (MTQ) tingkat Kota Depok ke 13 yang di ikuti 37 peserta Qori dan qoriah dari 11 Kecamatan, digelar di Jalan SKU Kampung sawah, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong, sekaligus mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah, kemarin. Kegiatan tersebut, dihadiri Walikota Depok Drs. H. Nur mahmudi Isma’il dan unsur Muspida Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Dengan diramaikan pawai Ta’aruf serta pegelaran budaya sunda yang juga mengarak “sisingan” dari wilayah subang Jawa Barat, di ikuti 1.500 murid tingkat SD dan guru se-kecamatan Cilodong yang di pelopori oleh kepala UPTP Cilodong Use Supriadi. H. Marjaya Camat Cilodong mengatakan merasa bangga dapat di percaya, menjadi tuan rumah MTQ tingkat Kota ke 13 tahun 2012 oleh pemerintah Kota Depok. “Alhamdulillah acara MTQ tingkat Kota ke 13 ini, berjalan sukses dan lancar walau ada musibah sidikit tentang rubuhnya panggung MTQ, namun hal itu tidak menjadi halangan,” ujar Marjaya kepada LINGKAR JABAR, dikantornya. Lebih lanjut dia mengatakan, cukup puas atas keberhasilan Qori dan Qoriah kecamatan Cilodong mendapat rangking ke tiga (3). “Ini berati ada peningkatan dan lebih baik dari pada tahun lalu,” tuturnya. Q MSH/HRS

Petugas Gabungan Monitoring Kesehatan Hewan Qurban TANGERANG - Mendekati hari raya Idul Adha 1433 Hijriah, lapak-lapak pedagang hewan qurban di Kota Tangerang Selatan semakin menjamur. Kondisi itu mendapatkan perhatian dari tim medis gabungan yang memonitoring kesehatan hewan-hewan qurban siap jual tersebut. “Sebelum kegiatan ini kita sudah keliling ke tujuh kecamatan,” ujar Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanketapang) Kota Tangerang Selatan, SS Nugraheni, kepada wartawan, kemarin. Nugraheni mengatakan, pihaknya telah memberikan bimbingan teknis pemeriksaan kesehatan hewan qurban. Bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat, sebanyak 280 Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang akan menerima dan menyalurkan hewan qurban diberikan pengetahuan tentang cara-cara memeriksa hewan qurban, mendeteksi ciri-ciri penyakit tertentu yang biasa ditemui pada hewan qurban. “Kami juga menyebar quisioner untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya dari masyarakat tentang kondisi hewan-hewan qurban,” kata dia, ketika ditemui di depan lapak hewan qurban di kantor kecamatan Ciputat. Dia memaparkan, masyarakat atau konsumen yang ingin membeli hewan qurban dipasaran harus mengetahui kelayakannya. Yakni, untuk jenis hewan kambing harus berumur di atas satu tahun ditandai gigi berganti dua. Sedangkan hewan sapi atau kerban harus berumur di atas dua tahun terlihat memiliki tekstur gigi berganti empat. Kemudian secara fisik hewan-hewan tersebut terlihat lincah, makannya normal, kulitnya bersih. “Ada tujuh dokter hewan dan lima orang petugas dari Distanpangan gabungan bersama kecamatan yang bersamasama melakukan pendataan kesehatan dan kelaikan hewan qurban di semua wilayah Kota Tangerang Selatan,” paparnya.Q ADT

Kepala SDN 01 Karang Satria Akui Jual LKS KAB.BEKASI – Program dana bantuan operasional sekolah (BOS) dari pemerintah pusat bertujuan untuk membantu dan meringankan beban orang tua. Dalam pengelolaan dana BOS itu, pemerintah mengeluarkan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (Juklak dan Juknis) pengelolaan dana tersebut. Namun sayangnya, ada sejumlah sekolah yang diduga menabrak dan mengabaikan Jukla dan Juknis pengelolaan dana BOS itu. Seperti yang terjadi di SDN 01 Karang Satria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Berdasarkan informasi dari orang tua siswa yang meminta namanya tidak disebutkan mengatakan, pihak sekolah menjual buku lembar kerja siswa (LKS) sebesar Rp225 ribu untuk 10 buku. “Ya, kami harus membayar uang sebesar Rp225 ribu untuk membeli buku LKS,” ujar sumber LINGKAR JABAR, kemarin. Sementara, Kepala SDN 01 Karang Satria, Muhammad Usup mengakui jika sekolahnya melakukan penjualan LKS kepada orang tua siswa. Namun demikian, Muhammad Usup membantah jika harga LKS yang dijual sebesar Rp225 ribu. “Harga LKS bukan Rp225 ribu tapi hanya Rp60 ribu,” kelit Muhammad Usup. Dikatakan dia, terkait persoalan penjualan LKS, Kepala UPTD Pendidikan SD Kecamatan Tambun Utara sudah diperiksa Kejaksaan Negeri Cikarang. Proses pemanggilan dan pemeriksaan dari lembaga judikatif itu terjadi pada bulan Agustus 2012 lalu. “Masalah penjualan LKS, Kepala UPTD Pendidikan Tambun Utara sudah diperiksa Kejaksaan Negeri Cikarang pada bulan Agustus lalu,” terangnya. Sayangnya, Muhammad Usup tidak mengetahui sejauh mana hasil pemanggilan dan pemeriksaan yang dilakukan pihak kejaksaan terhadap Kepala UPTD Pendidikan Tambun Utara. “Saya tidak tahu sampai mana proses pemanggilan dan pemeriksaan itu. Yang saya tahu, kepala UPTD dipanggil kejaksaan,” pungkasnya.Q PRL

JADWAL SIM KELILING OKTOBER 2012 KOTA DAN KABUPATEN BOGOR WILAYAH KOTA BOGOR WILAYAH KABUPATEN BOGOR Hari/Tgl

Lokasi

Hari/Tgl

Lokasi

Jumat/5 Sabtu/6 Senin/8 Jumat/12 Sabtu/13 Senin/15 Jumat/19 Sabtu/20 Senin/22 Jumat/27 Minggu/29

Polsek Bogor Utara BTW Jembatan Merah PGB Merdeka Polsek Bogor Tengah Graha Pena Radar Bogor KFC Taman Topi Polsek Tanahsareal Pasar Bogor/Depan Toko Bata Penjagaan Brimob Sukasari BTW Jembatan Merah PGB Merdeka

Selasa/2 Rabu/3 Kamis/4 Selasa/9 Rabu/10 Kamis/11 Selasa/16 Rabu/17 Kamis/18 Selasa/23 Rabu/24

Polsek Gunung Putri Pondok Udik Kemang Simpang Taman Safari Kawasan Menara Cileungsi Indocement Polsek Leuwiliang Polsek Taman Sari Polsek Ciomas Polsek Jonggol Polsek Babakanmadang Polsek Ciawi

Wa ktu: 08.00 08. 00 S/D S/ D 15.00 15. 00

Wa ktu: 08.00 08. 00 S/D S/ D 15.00 15. 00


LINGKAR BOGOR LINTAS | BOGOR Ratusan Pelajar Antusias Ikuti Oven House Pustaka 2012

BOGOR - Pusat Perpustakaan dan Penyegaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA) Kota Bogor menggelar Oven House PUSTAKA 2012 yang diisi dengan beberapa kegiatan Pameran Perpustakaan, Inovasi Teknologi, Kunjungan ke Perpustakan dan Rapat Kerja Dewan Redaksi Majalah Ilmiah Badan Litbang Pertanian.Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dibuka Kepala Pustaka Ir. Farid Hasan Baktir di Aula lantai 7 Gedung A PUSTAKA Jalan Ir. H. Juanda No.20 Kota Bogor, Selasa (23/10).Kepala Pustaka Ir. Farid Hasan Baktir menyampaikan, bahwa Oven House PUSTAKA 2012 dan Rapat Kerja Dewan Redaksi Majalah Ilmiah Badan Litbang untuk menginformasikan dan mensosialisasikan inovasi teknologi dan informasi Badan Litbang Pertanian kepada masyarakat.Kegiatan ini melibatkan para peneliti, pustakawan, penyuluh pertanian, anggota dewan redaksi majalah ilmiah badan litbang pertanian, petugas Dinas/Badan terkait, mahasiswa dan beberapa perguruan tinggi se-Jabodetabek, pelajar SD, SMP dan SMA.Menurut Ir. Farid Hasan Baktir, kegiatan PUSTAKA ini berperan penting untuk meningkatkan kualitas bidang pertanian berkelas dunia serta mewujudkan kemajuan badan litbang pertanian dalam bidang informasi dan teknologi“Dalam kegiatan ini, tidak hanya oven house tetapi ada beberapa pameran da bazar tentang pertanian seperti pameran pupuk, buah buahan, bukubuku. Kegiata ini, disambut antusias ratusan siswa SD dan SMP, karena mereka ingin mengetahui tentang ilmu pertanian,” ujarnya. Q ALI

Jambret Kepergok Babak Belur Dihajar Masa

KAB.BOGOR - Kawanan penjembret berhasil diamankan saat melakukan aksinya di depan Bank Jabar, Jalan Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Akibat kejadian itu, motor Suzuki Satria milik pelaku dirusak dan langsung dibakar oleh warga. Sementara, dua pelaku lainnya berhasil melarikan diri.Aksi tiga pelaku tersebut telah kepergok oleh warga, mereka pun langsung melarikan diri untuk menghindari amukan warga. Budiman (27), salah satu pelaku penjambretan berhasil diamankan oleh petugas TNI yang sedang melintas. Dan dua pelaku lainnya berhasil melarikan diri.Dede (30) dan Hera (25) korban mengatakan, usai mengambil uang di Bank, telah dibuntuti oleh tiga orang pelaku yang menggunakan dua sepeda motor. “Saat itu, sangat sepi, lalu saya dipepet, mereka berusaha menarik tas saya, tapi saya berhasil menahannya sampai saya terjatuh dari motor dan warga sekitar yang melihat, langsung mengejar para pelaku,” ujarnya.Sementara itu, untuk mengobati luka pada bagian wajah akibat terjatuh dari motor, korban dilarikan ke RSUD Cibinong, sedangkan Budiman saat ini sudah diamankan di Mapolres Bogor untuk menjalani pemeriksaan. Q DED

Edisi 173 - Tahun 1 - Rabu, 24 Oktober 2012

Pembinaan Teknis Pertanahan Bagi Lurah dan Kepala Desa KAB BOGOR (LJ) - Sebanyak 90 peserta dari aparat pemerintahan tingkat kelurahan dan desa yang berada di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Cibinong, Bojonggede dan Tajurhalang diberikan pembinaan teknis pertanahan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor. Kegiatan bertujuan untuk memberikan wawasan kepada pemerintahan tingkat bawah itu digelar di Hotel Cibinong II, Selasa (23/10), dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor Ir.Joko Heriyadi, MM. Seperti diungkapkan Rusli Yacob, Kepala Seksi (Kasi) Hak Tanah dan Pendaptaran Tanah (HTPT) Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor, pembinaan tentang teknis pertanahan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan instansinya setiap tahunnya terhadap kelurahan maupun desa. Dimana yang mereka terlibat kegiatan mendapatkan pemahaman serta wawasan soal pertanahan yang ada di wilayahnya masing-masing. “Intinya kegiatan ini agar lurah dan kepala desa untuk lebih teliti lagi dalam persoalan tanah. Jangan sampai asal main tandatangan saja, tanpa meneliti lebih detail lagi mulai status tanah dan pemiliknya,” ungkapnya kepada LINGKAR JABAR usai kegiatan, kemarin. Menurut dia, kegiatan ini bertujuan agar para lurah dan kepala desa mengetahui lebih jauh tentang peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional (Perkaban) Nomor 7 Tahun 2007 Tentang Penitia

Pemeriksaan Tanah, Panitia A atau lebih kongkritnya, Panitia Pemeriksaan Tanah A. Dimana dalam melaksanakan tugasnya, penitia pemeriksaan tanah A bertugas melaksanakan pemeriksaan, penelitian dan pengkajian data fisik maupun yuridis baik di lapangan maupun di kantor dalam rangka penyelesaian permohonan pemberian hak milik, hak guna bangunan, hak pakai atas tanah negara, hak pengelolaan serta permohonan pengakuan hak atas tanah. “Jadi untuk sampai mendapatkan sertifikat tanah, pengajuan yang dilakukan pemohon atau melalui kepala desa dan lurah terlebih dulu kami lakukan pengecekan. Bila sudah sesuai dengan aturan Perkaban, maka sertifikat bisa kami keluarkan,” ujar Rusli. Sesuai dengan tugas panitia A, lanjutnya, berdasarkan ketentuan pasal 6 ayat 1 yang terdapat dalam aturan Perkaban, panitia mengadakan pemeriksaan terhadap kelengkapan berkas permohon pemberian hak, baik permohon pemberian hak milik, hak guna bangunan, hak pakai atas tanah negara, hak pengelolaan, dan permohon pengakuan hak atas tanah. Setelah itu, mengadakan penelitian dan pengkajian mengenai status tanah, riwayat tanah, dan hukum antara tanah yang dimohon dengan pemohon serta kepentingan lainnya. Dilanjutkan dengan mengadakan penelitian dan peninjauan fisik atas tanah yang dimohon mengenai penguasaan, pengu-

KNPI Kota Bogor Gelar Wawasan Kebangsaan

BOGOR (LJ) - Sebanyak 70 siswa/siswi dari tingkat SMA se-Kota Bogor mengikuti pemahaman wawasan Kebangsaan yang digelar di Gedung KNPI Kota Bogor, Jalan Pemuda No 4, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, selasa (23/10). Kegiatan tersebut guna meningkatkan pemahaman dan wawasan generasi muda, terhadap pentingnya memahami empat pilar kebangsaan yaitu, Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. “Pilar-pilar kebangsaan inilah yang seharusnya menjadi prinsip dan acuan para pemuda dalam konteks persatuan dan kesatuan bangsa. Sejumlah permasalahan yang saat ini dihadapi pemuda Indonesia di antaranya, rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan pemuda, rendahnya tingkat partisipasi angkatan kerja pemuda, tingginya penyakit sosial, kriminalitas dan narkoba di kalangan pemuda, serta meredupnya rasa kebangsaan, nilai budaya dan bahasa, solidaritas dan empati sosial,” kata Raditia Mahesa, Ketua Pelaksana kepada LINGKAR JABAR. Raditia mengatakan, sebagai generasi berbasis kemampuan akademik, pemuda diharapkan mampu melakukan peran-peran strategis dalam konteks perubahan sosial di Indonesia serta mampu menjadi calon pemimpin bangsa di masa mendatang.“Para pemuda harus

mampu memberikan kontribusi terhadap proses pembangunan, transmisi dan kritik gagasan,” ujarnya. Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kota Bogor M.Ridho Suganda, mengatakan, kegiatan seminar ini, mengharapkan para generasi muda sebagai penerus estafet kepemimpinan bangsa mampu memahami dan menerapkan konsep wawasan kebangsaan untuk kemajuan masyarakat bangsa. “Nilai wawasan kebangsaan seharusnya menjadi panutan dan arah bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa seperti persoalan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi yang tidak merata, tingginya angka pengangguran, menghindari tawuran hingga penerapan sistem demokrasi yang berdampak kepada konfik di masyarakat,” imbuhnya. Di tempat terpisah, Kepala Kantor Pemuda dan Olah Raga (Kakanpora) Kota Bogor Taufiq Qurrahman menjelaskan, tentang peran aktif pemuda sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan dalam segala aspek pembangunan nasional. “Peran aktif pemuda sebagai kekuatan moral dapat diwujudkan melalui pemahaman tentang wawasan kebangsaan. Meningkatkan kesadaran hukum serta menumbuh kembangkan aspek etik dan moralitas dalam bertindak pada setiap dimensi kehidupan kepemudaan,” tegasnya. Q ALI

Jelang Pilgub Jabar, Panwas Kabupaten dan Kecamatan Satukan Visi Misi

Satgas Caringin Resmi Dilantik KAB.BOGOR - Setelah lebih dari dua tahun lamanya menangani persoalan tawuran serta kenakalan kalangan pelajar di wilayahnya, Satuan Tugas (Satgas) pelajar Kecamatan Caringin, akhirnya resmi dilantik tim Satgas Pelajar Kabupaten Bogor, di Gor Caringin, kemarin. Ramhat, Ketua Satgas Pelajar periode 2012-2015 menuturkan, setelah resmi dilantik dan mendapatkan surat keputusan (SK) dari Bupati Kabupaten Bogor Rachmat Yasin (RY), akan lebih memicu kinerja pihaknya dalam menangani persoalan krusial para pelajar. “Karenanya kami butuh dukungan penuh dari banyak pihak. Agar tawuran serta hal negatif lainnya di kalangan pelajar, bisa diminimalisir,” ujarnya.Ditempat sama, Amsohi, Ketua Satgas Pelajar Kabupaten Bogor menandaskan, dari 40 wilayah kecamatan, 31 kepengurusan satgas diantaranya, sudah resmi dilantik. “Kami berharap, kinerja teman-teman satgas di wilayah mendapat dukungan penuh dari semua pihak terkait, termasuk masyarakat,” pintanya. Q ASP

4

KAB.BOGOR (LJ) - Menjelang pelaksanaan pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Barat Februari 2013 mendatang, Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bogor mulai gencar melakukan persiapan. Salah satunya yakni dengan menggelar rapat koordinasi (rakor) dan bimbingan teknis (bimtek) serta visi misi program kerja. Kegiatan dibuka Ketua Panwaslu Kabupaten Bogor, Yana Nurheryana di Hotel Loka Wiratama, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, kemarin. Dihadapan peserta kegiatan Yana menegaskan, sudah saatnya panwas kabupaten dengan kecamatan saling menyatukan persepsi, menjelang pelaksanaan pilgub. Dia optimis, dengan menyatukan visi dan misi, kinerja panwas akan lebih maksimal.

Terlebih dia menilai, sisi SDM di tingkat kecamatan sudah lengkap dan kualifikasi pengurusnya cukup mumpuni. “Kabupaten Bogor memiliki 3,7 juta pemilih dan itu terbesar di Jawa Barat. Di sisi lain ini sangat menguntungkan, namun sisi lain potensi pelanggarannya sangat besar.Karenanya, kami berharap penuh, dengan SDM yang dianggap cukup ini, kita dapat mengawasi pilgub menuju pilgub yang bersih dan terbebas dari segala pelanggaran”, ujar Yana. Sementara itu, mewakili Bupati Bogor, Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Setda Kabupaten Bogor, Deni Ardiana menambahkan, pengawasan merupakan aspek yang sangat penting dalam pelaksanaan pemilu. Karena diamininya, peluang terjadinya pelanggaran dalam pilgub sangat terbuka. Selain itu, lanjut dia, pengawasan merupakan faktor yang sangat menentukan stabilitas daerah dan dapat meningkatkan kedewasaan berpolitik dalam penyelenggaraan negara yang demokratis.”Substansi kegiatan ini yakni mensukseskan proses demokrasi dalam Pilgub Jabar tahun depan. Dan bimtek kami gelar, untuk meningkatkan kinerja pengawasan serta menghasilkan kesamaan pandangan, “ paparnya. Pihaknya juga berharap, forum tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman secara komprehensif tentang pelaksanaan Pilgub 2013 mendatang”, jelas Deni. Kegiatan diikuti sekitar 160 orang peserta yang berasal dari Panwas kecamatan dan berlangsung selama dua hari. Q ASP

naan/keadaan tanah, serta batas-batas bidang tanah yang dimohon, setelah itu baru mengumpulkan keterangan/ penjelasan dari para pemilik tanah yang berbatasan. Panitia A juga bertugas meneliti kesesuaian pengunaan tanah yang dimohon dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW) setempat. Baru setelah itu selesai, membuat hasil laporan dengan bentuk berita acara pemeriksaan lapangan, serta melakukan sidang berdasarkan data fisik dan data yuridis hasil pemeriksaan lapang termasuk data pendukung lainnya. “Kalau tahapan itu sudah selesai dilakukan, tinggal memberikan pendapat dan pertimbangan atas permohon hak ayas yanah yang dituangkan dalam Risalah Panitia Pemeriksaan Tanah yang ditandatangani oleh semua anggota panitia A,” jelas Rusli. Sementara, Asep SA, Lurah Karadenan Kecamatan Cibinong mengakui, jika kegiatan yang digelar Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor ini sangat baik dan menambah pengetahuan dirinya dalam persoalan pertanahan. Sehingga lanjutnya, kedepan akan lebih berhati-hati dan teliti lagi dalam memberikan ijin atau tandatangan soal tanah.“Sesuai dengan aturan Perkaban, maka kedepannya kami mesti lebih teliti lagi memberikan tandatangan kepada tiap pemohon yang mengajukan ijin tanah. Kami akan tanyakan dulu status dan kepemilikan tanah tersebut,” tukasnya. Q DED

Ratusan Pelajar Kota Bogor Ikuti LDKS

BOGOR (LJ)- Sebayak 200 pelajar se-Kota Bogor mengikuti upacara pembukaan pelatihan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDKS) dan Polisi siswa se-Kota Bogor di Mako Polres Bogor Kota, Selasa (23/10/12). Kegiatan tersebut, dihadiri oleh Dandim 0606/Kota Bogor Letkol Inf Hendy Antariksa, para Kapolsek di Jajaran Polres Bogor, Disdik Kota Bogor serta para guru dan tamu undangan. Wakapolres Bogor Kota mengatakan, tujuan dari LDKS ini untuk pembentukan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), bahkan memilih ketua OSIS dan selanjutnya akan dibentuk Paguyuban Ketua OSIS se-Kota Bogor, sehingga nantinya dapat menjadi sarana untuk bertukar informasi. Selain itu, akan dibentuk pula Polisi Siswa (Polsis), yang bertujuan untuk meringankan tugas-tugas ke-sekolahan, dimana bila ada kegiatankegiatan di sekolah, para Polsis bisa membantu mengamankan. “Tidak usah mereka yang turun, tapi kita yang akan bertindak, dengan cara membubarkan kerumunan, minimal kita utamakan tindakan preentive dan preventive-nya,” urai Wakapolres Kompol Haryo Tejo kepada wartawan. Sementara itu, Sekretaris Dinas (Sekdis) Pendidikan Kota Bogor, Ipendi Suhendri, pihaknya mensupport apa yang dilakukan oleh Polres Bogor Kota dalam memberikan materi pembekalan bagi peserta LDKS dan Calon Polsis se-Kota Bogor. “Kita dukung penuh kegiatan pembekalan LDKS dan pembentukan Polsis ini, sehingga mereka pun memiliki ilmu dasar bagaimana memimbing dalam sebuah organisasi,” tuturnya. Q ALI

Cemari Sungai Cinagara, Limbah Lapis Legit Dikeluhkan Warga

KAB.BOGOR (LJ) - Warga Kampung Cisalopa RT 04/02, Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, mengeluhkan limbah usaha milik H. Apip, pengusaha lapis legit. Pasalnya, limbah dari usaha rumahan (home industri) itu, diduga telah mencemari sungai Cinagara yang kerap digunakan sebagian warga seperti MCK dan kebutuhan rumah tangga lainnya. “Gara-gara limbah, air jadi berminyak. Padahal sungai ini sering digunakan warga untuk berbagai keperluan rumah tangga,” ujar salah seorang warga yang tidak mau ditulis namanya dikoran ini. Dijelaskan sumber, beberapa warga sempat mendatangi H. Apip, karena kesal dengan kondisi sungai yang kotor. “Kalau enggak percaya, silahkan tanya warga lainnya,” ujarnya. Sementara itu, H. Apip pengusaha lapis legit berkilah, antara dirinya dengan warga tak pernah sekalipun terjadi persoalan, terkait limbah bahan penganan miliknya. “Selama 30 tahun saya dan keluarga berdomisili disini, belum pernah ada persoalan apapun. Apalagi sampai ada warga yang demo ke tempat saya,” kilahnya. Meski begitu, ia tak menampik, sekitar dua tahun lalu pernah didatangi pihak kecamatan dan Dinas Kesehatan (Dinkes), terkait limbah dari tempat usahanya. “Dulu pernah datang tim dari Dinkes Provinsi dan pihak kecamatan ke tempat saya, tapi katanya tidak ada masalah apapun. Tapi mungkin ini tetap menjadi bahan koreksi untuk kami agar lebih berhati-hati,” paparnya. Q ASP

NO TELP. RUMAH SAKIT DI KOTA & KABUPATEN BOGOR : RS PMI BOGOR 0251-8324080 | RSUD CIAWI 0251-8241767 | BMC 0251-8390435 | RS SALAK BOGOR 0251-8318456 | BMC 0251-8390435 | RS. DR H MARZOEKI MAHDI 0251-350658 | RS GUNUNG SALAK 0251-8373031 | RS ISLAM 021-8393339 | RS KARYA BHAKTI 0251-8312292 | RS LANUD ATS 0251-7535976 | RSUD Cibinong 021-875348 | RS Mary Cileungsi Hijau 021-8249-2222 | Klinik Insani Citeureup 021-0879-42723 | RS Bina Husada 021-875-8441 | RS MH Thamrin 021-823-0338 | Bina Husada Cibinong 021-875-8440 | RS Bersalin Assalam 021-875-3724 | RS Bersalin Tunas Jaya 021-875-2396 | RS Bina Husada 021-8790-3000 | RS Ibu dan Anak Trimitra 021-8756-3055 | RB & Klinik Insani Cibinong 021-875-7567


BISNIS

LINGKAR R JABAR J Edisi 173 - Tahun 1 - Rabu, 24- Oktober 2012

Mayoritas Perusahaan Asurasi Nasional Belum Siap Terapkan IFRS

B

OGOR - Sebanyak 70 persen dari 84 perusahaan asuransi umum atau sekitar 60 perusahaan menyatakan belum siap untuk menerapkan Penerapan Standar Akuntansi dan Keuangan (PSAK) 62 atau International Financial Reporting Standard (IFRS). Sehingga AAUI meminta untuk menunda aturan IFRS

tersebut. “Berdasarkan hasil jajak pendapat yang sudah dikumpulkan menunjukkan bahwa 70 persen perusahaan asuransi umum belum siap menerapkan PSAK 62,” kata Julian dalam keterangan persnya di kantor AAUI Jakarta, Selasa (23/10). Menurut Julian, pertimbangan asosiasi yang menginginkan permohonan penundaan adalah PSAK 62 belum

sepenuhnya dipahami khususnya terkait perhitungan cadangan teknis dengan metode gross premium valuation. Buletin teknis sebagai petunjuk teknis penerapan PSAK 62 juga belum resmi diterbitkan. Selain itu, pedoman teknis untuk perhitungan kewajiban pemegang polis dengan metode gross premium reserve atas kontrak asuransi jangka panjang memerlukan keseragaman asumsi yang wajar, sementara pedoman teknis ini belum ada. Julian juga menambahkan bahwa belum ada pedoman teknis yang mengatur perhitungan aset reasuransi secara bruto. Penyusunan pedoman teknis membutuhkan waktu sehingga tidak akan selesai tahun ini. “Apalagi industri asuransi umum juga terbatas dalam SDM, modal, sistem informasi teknologi di masing-masing perusahaan yang dapat menggerus ekuitasnya,” tambahnya. Jika menggerus ekuitas, kata Julian, maka hal tersebut juga akan berdampak seperti pembatasan kegiatan usaha. “Penerapan IFRS ini akan menggerus risk based capital (RBC) perusahaan asuransi hingga 20 persen,” tambahnya. Selain itu, penundaan ini juga disebabkan karena tidak tersedianya data untuk risk profile baik untuk claim frecuency dan severity. “Kita tidak menentukan waktu penundaan. Tapi itu akan relatif tergantung bisnis di masing-

masing perusahaan asuransi. Kalau sudah siap, industri harus menerapkan,” tambahnya. Sementara itu, Ketua bidang Keuangan, Akuntansi dan Perpajakan AAUI Widyawati menjelaskan 30 persen dari industri asuransi umum sebesar 84 perusahaan atau sekitar 25 perusahaan asuransi umum mengaku siap menerapkan IFRS tersebut. “Tapi yang mengaku siap itu hanya perusahaan asuransi umum yang joint venture dengan regional. Tentunya mereka sudah menerapkan IFRS sesuai dengan induk perseroan,” tambah Widyawati. Namun, kata Widyawati, ada juga satu perusahaan asuransi umum yang joint venture yang menyatakan minat untuk menunda penerapan IFRS tersebut. Tapi, Widyawati enggan menjelaskan nama perusahaan tersebut. -Widyawati mengatakan, hambatan penerapan IFRS di industri asuransi adalah adanya kekhawatiran yang membuat perubahan performance laporan keuangan industri asuransi sekaligus mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat. Padahal, industri asuransi sangat membutuhkan kepercayaan masyarakat dalam menjalankan bisnisnya. Selain itu, industri asuransi umum juga belum memiliki panduan teknis yang memadai dalam mengimplementasikan PSAK 62. “SDM juga terbatas, sehingga itu juga akan menyusahkan,” pungkasnya. Q CPS

Kerajinan Ibu-Ibu Kampung yang Membuahkan Rezeki Berlimpah

K

egiatan iseng-iseng ternyata membuahkan hasil yang bermanfaat juga berlimpah. Dimulai dari sekedar mengisi waktu untuk mempercantik pakaian dan kerudung bekas milik anggota keluarganya, puluhan perempuan warga Kampung Kiarapayung, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB)-Jabar, yang sehari-harinya hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga atau mengurus keluarga, kini seperti mendapat durian runtuh. Para ibu rumah tangga itu setiap bulan selalu mendapat order berbagai produk kerajinan payet (hiasan manik-manik).

Pemesanan datang dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Pasar Tanah Abang Jakarta, Cirebon, Pulau Sumatra, dan sejumlah wilayah lainnya di Indonesia. Luar biasanya lagi, kerajinan payet hasil kreasi ibu-ibu rumah tangga itu berhasil menembus pasar mancanegara. Padahal, kegiatan industri rumahan produk kerajinan payet itu baru berjalan kurang dari satu tahun. Omzetnya pun mencapai puluhan hingga ratusan juta per bulan bergantung pada banyaknya pesanan. Sejumlah negara di Asia Tenggara, seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, dan negaranegara Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Libanon,

Laksa Bogor

BAHAN : ½ ekor ayam, potong jadi 4 250 gram udang, kupas 500 cc santan 1 lembar daun salam 1 batang sere, memarkan 5 siung bawang merah 2 siung bawang putih 3 buah kemiri, sangrai ½ cm kunyit 1 sendok teh ketumbar, sangrai 1 sendok teh garam 125 gram bihun, rendam air panas, tiriskan 2 butir telur, rebus, potong-potong 2 sendok makan bawang merah goreng Sambal cuka: 5 buah cabai merah 1 sendok teh garam 1 sendok teh cuka 100 cc air matang

CARA MEMBUAT : Laksa: haluskan bawang merah, bawang putih, kemiri, kunyit, ketumbar, dan garam, lalu tumis hingga harum. Masukkan daun salam, sere, ayam, dan udang, aduk rata, masak hingga ayam setengah matang. Masukkan santan sambil diaduk-diaduk, didihkan, lalu kecilkan api, masak hingga ayam matang dan bumbu meresap. Angkat ayam dari panci, cabik-cabik dagingnya, sisihkan. Letakkan bihun dalam mangkuk, tambahkan cabikan ayam, irisan telur, daun kemangi, tuangi dengan kuah panas, lalu taburi dengan bawang merah goreng. Sambal cuka: rebus cabai merah sebentar, tiriskan, haluskan, lalu tambahkan garam, cuka, dan air matang, aduk rata. Biasanya laksa bogor disajikan bersama-sama dengan sambal cuka. Selamat mencoba.

Uni Emirat Arab, Palestina, dan sejumlah negara lainnya, menjadi daerah pemasaran produk-produk hasil kerajinan industri rumahan kelompok ibu rumah tangga di Desa Mekarsari. Produk-produk payet yang dihasilkan antara lain berupa pakaian muslim, sarung, tas jinjing, hingga kerudung. Menurut salah seorang perajin produk payet, Neneng (42), sebagian besar hasil produksi mereka dipasarkan ke beberapa negara di luar negeri, khususnya negara-negara muslim. Adapun sisanya memenuhi kebutuhan pasar lokal. Salah satu permasalahan yang dihadapi para perajin untuk memenuhi permintaan pasar adalah soal waktu produksi yang terbilang cukup lama. Untuk menghasilkan sebuah kerudung payet misalnya, seorang pekerja memerlukan waktu lebih dari dua hari. “Kerajinan ini bermodal murah, tetapi butuh ketelatenan yang serius. Butuh beberapa hari bagi pemula untuk menyelesaikan satu kerajinan payet kerudung,” ujar Neneng saat ditemui wartawan di Desa Mekarsari, belum lama ini. Teknis payet memang gampang-gampah susah. Sekilas, terlihat mudah dikerjakan karena hanya mengikuti gambar di pola. Namun ketika mulai menjahit pada pola di kain atau tas, kesulitan langsung menghampiri. Diperlukan konsentrasi tinggi serta ketelitian ketika memasang payet dalam pola yang sudah digambar. Bagi para perajin yang jam terbangnya belum cukup tinggi, biasanya pemasangan payet tampak kurang rapi. Namun setelah jam terbangnya mencukupi, dengan sendirinya payet akan terlihat leih rapi dengan aneka macam pola. Selain itu, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah produk pun menjadi lebih singkat. “Selain terus dilatih, inovasi produk baru pun menjadi keharusan agar produk-produk kami mampu bersaing dengan produk lainnya,” kata Neneng. Ia mengaku sangat bersyukur, meskipun hanya bertaraf usaha rumahan, produknya telah menjamur di berbagai wilayah di Indonesia. Bahkan, produk payet asal Desa Mekarsari sudah cukup dikenal luas di sejumlah negara Asia Tenggara dan Timur Tengah. “Harapannya ke depan, kami akan dibantu lagi dalam permodalan agar usaha kami, meskipun usaha rumahan, terus berkembang,” ujar Neneng. Q GUS/KCM

Kuliner Kita

RUPA-RUPA RESEP MASAKAN | MAKANAN

5

Telkom Akuisisi Data Center dan Ekspansi ke Timor Leste

B

OGOR - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) melalui anak usahanya Telkomsigma, baru-baru ini telah mengakuisisi data center di kawasan Bukit Sentul, Kabupaten Bogor - Jawa Barat. Akuisisi ini merupakan upaya Telkom untuk pengembangan bisnis, jaringan dan layanan yang semakin berkualitas. Dalam siaran persnya, Selasa (23/10), Direktur Utama Telkom, Arief Yahya menuturkan, pihaknya berencana memiliki 24.000 m2 data center. Selain itu, perseroan juga sedang melakukan pembicaraan dengan beberapa perusahaan telekomunikasi mancanegara untuk menjajaki perluasan bisnis di kawasan regional. Namun belum mencapai kesepakatan apapun. Dijelaskannya, perseroan mencatatkan laba Rp14,13 triliun hingga kuartal ketiga 2012 dari kuartal ketiga 2011 sebesar Rp11,70 triliun. “Pendapatan perseroan naik 7,6% menjadi Rp56,86 triliun hingga kuartal ketiga 2012 dari kuartal ketiga 2011 sebesar Rp52,83 triliun,” ujarnya.

JADWAL TV 00:00 Grand Final Audisi Film BANGUN DONG LUPUS 00:15 SEPUTAR INDONESIA 00:45 WORLD CUP 2014 QUALIFICATION : Jerman vs Swedia 02:30 WORLD CUP 2014 QUALIFICATION : Polandia vs Inggris 04:00 ASSALAMU’ALAIKUM USTADZ 04:30 SEPUTAR INDONESIA 06:00 GO SPOT 07:00 Dahsyat 09:00 SINEMA PAGI 11:00 INTENS 12:00 SEPUTAR INDONESIA 12:30 KONSER COBOY JUNIOR 14:15 KABAR KABARI 14:45 SILET 15:30 SEPUTAR INDONESIA 16:00 MASTERCHEF INDONESIA Season 2 (RR) 18:15 Layar Drama Indonesia : Yang Masih Di Bawah Umur 19:00 SEPARUH AKU 20:15 Layar Drama Indonesia : TUKANG BUBUR NAIK HAJI THE SERIES 22:00 CRADLE 2 THE GRAVE

00:00 Lanjutan FTV Utama 01:00 Liputan 6 Malam 01:30 Buser 02:00 SCTV Sinema Malam: Find Me Guilty 04:00 Kata Ustaz Solmed 04:30 SL Liputan 6 Pagi 06:00 Was Was 07:00 SL Inbox 09:00 Halo Selebriti 10:00 SCTV FTV Pagi 11:00 SL Liputan 6 Terkini 11:03 SCTV FTV Pagi 12:00 SL Liputan 6 Siang 12:30 SCTV FTV Siang 14:00 SL Eat Bulaga Indonesia 15:30 Road To Miss Celebrity Indonesia 2012 16:30 SL Liputan 6 Petang 17:00 Cookies 18:00 Super ABG 19:30 Ustad Fotocopy 21:00 Si Biang Kerok 22:30 Liputan 6 Terkini 22:33 Si Biang Kerok 23:00 SCTV Utama

00:00 Live News Kabar Timur Tengah 01:00 Warisan Dunia 02:00 Nuansa 1000 Pulau 02:30 Damai Indonesiaku 04:30 Live News Kabar Pagi 06:30 Live News Apa Kabar Indonesia Pagi 09:00 Bunga Rampai 09:30 Live News Kabar Pasar Pagi 10:00 Coffee Break 12:00 Live News Kabar Siang 13:00 Live News Kabar Haji 13:30 Ruang Kita 14:30 Live News Kabar Pasar 15:00 Indonesian Super Match Persija Jakarta VS Sriwijaya FC 17:00 Live News Kabar Petang 19:00 Kabar Utama Gestur 20:00 Live News Apa Kabar Indonesia Malam 21:00 Live News Kabar Malam 22:00 Telusur 22:30 Kabar Arena 23:00 Live News Kabar Hari Ini 00:00 Live News Kabar Timur Tengah 01:00 Warisan Dunia 02:00 Nuansa 1000 Pulau

04:30 Taman Hati 05:30 Lintas Pagi 06:00 Ama21ing Starlite 06:30 Disney Club : Doc Mcstuffins 07:00 Ama21ng Upin Ipin 08:30 Layar Spesial - I 10:00 Kisah Unggulan 11:30 Lintas Siang 12:00 Layar Kemilau 13:30 Ama21ng I Drama 15:00 Diantara Kita 15:30 Lintas Petang 16:00 Layar Spesial 17:30 Aladdin 18:30 Tendangan Si Madun Season 2 19:30 Jagoan Silat 20:30 Raden Kian Santang 21:58 Filler Mnctv Pahlawan Indonesia 22:00 Tobat Sambel 23:00 Intermezzo Spesial Ulang Tahun Ke 21 00:00 Sidik 00:30 Lintas Malam

Arief mengatakan, kinerja perseroan didukung dari layanan data, internet dan IT mencatatkan rekor dan mendorong pertumbuhan yang penting bagi perseroan. Selain itu, kinerja perseroan juga didukung oleh adanya penambahan jumlah pelanggan seluler yang signifikan. Selain itu, perseroan juga melakukan ekspansi bisnis melalui anak usahanya lain yaitu PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin). Anak usaha Telkom tersebut siap mengadakan layanan global system for mobile communication (GSM) dan 3G di Timor Leste. Investasi anak usaha perseroan kurang lebih dari US$50 juta untuk lima tahun pertama. “Telin akan menyediakan layanan lengkap di Timor Leste dengan dukungan kuat dari Telkomsel. Telin menyediakan layanan inti dalam bentuk wireless broadband, solusi bisnis, dan gaya hidup digital,” tutur Arief seraya menambahan Telin juga akan memberikan layanan berbasis jaringan, seperti serivs data dan transit internet protocol (IP). Q REN Rabu

24

OKTOBER 2012

01:00 Sidik Kasus 01:30 Cerita Dinihari 03:00 Wipe Out 04:00 Taman Hati20:00 Jagoan Silat 21:00 Raden Kian Santang 21:58 Filler Mnctv Pahlawan Indonesia 22:00 Hikmah Illahi Tafakur 23:00 Intermezzo 00:00 Sidik 00:30 Lintas Malam 01:00 Sport Mania 01:30 Cerita Dinihari 02:30 Cerita Dini Hari.1 03:30 Wipe Out 04:00 Taman Hati

00:00 Final Destination 00:30 100% Sport 01:00 Buletin Indonesia Malam 01:30 Criss Angel ‘Mindfreak’ 02:30 No Ordinary Family 04:00 Akhirnya Aku Tahu 04:30 Ape Escape 05:00 Dora The Explorer 05:30 TMNT (Kura-Kura Ninja) 06:00 Spongebob Squarepants 08:00 Avatar : The Legend Of Aang 08:30 Awas Ada Sule 2 09:30 Kungfu Chef 10:00 Obsesi 11:00 Indonesia Bicara 12:00 Buletin Indonesia Siang 12:30 Film TV 14:30 100% Ampuh 16:00 Fokus Selebriti 16:30 Naruto 17:30 Transformers Prime 18:00 Naik Enak, Turun Ogah 19:00 Around The World in 80 Days 21:30 Final Destination 2

00:05 Metro Malam 01:05 Indonesia Now 01:30 Mario Teguh - The Golden Ways 02:05 Musik + 04:29 Opening New Day 04:30 Metro Pagi 06:30 Talk Indonesia 07:05 Channel Japan 07:30 Agung Sedayu 08:05 811 On The Weekend 11:05 Sudut Pandang 12:05 Metro Siang 13:05 12 Pas 13:30 Tren Tekno 14:05 Oprah Winfrey Show : Edisi 7 Oktober 2012 15:05 Meraih akses menggapai dunia 15:30 Kick Andy 17:05 Metro Hari Ini 18:30 Metro This Week 19:05 Mario Teguh - The Golden Ways 20:30 Just Alvin! 21:30 Ring Of Fire

04:30 Reportase Pagi 05:00 Khazanah 05:30 Sport7 06:00 Ragam Indonesia 06:30 Redaksi Pagi 07:30 Selebrita Pagi 08:00 Makan Besar 08:30 Gak Nyangka 09:00 Ups Salah 09:30 Spotlite 10:30 Warna 11:30 Redaksi Siang 12:00 Selebrita Siang 12:30 Si Bolang 13:00 Laptop Si Unyil 13:30 Dunia Binatang 14:00 Koki Pintar 14:30 Brownies 15:00 Tau Gak Sih 15:30 Fish N Chef 16:00 Jejak Petualang 16:30 Redaksi Sore 17:00 Indonesiaku 17:30 Orang Pinggiran 18:00 Hitam Putih 19:00 On The Spot 20:00 Opera Van Java 22:00 Bukan Empat Mata 23:30 Berburu 00:00 Jejak-Jejak Misteriu 00:30 Sport7 Malam 01:00 Redaksi Malam


LINGKAR PRIANGAN

Edisi 173 - Tahun 1 - Rabu, 24 Oktober 2012

Polda Jabar Silaturahmi Kamtibmas dengan Ormas se Jawa Barat “Menyadari beragam perbedaan tersebut, para pendahulu bangsa, sejak awal telah bersepakat untuk melebur perbedaan itu menjadi ”Negara Kesatuan” BANDUNG (LJ)-Dalam rangka meningkatkan jalinan koordinasi dan kemitraan antara Polda Jabar dengan Organisasi Kemasyarakatan se-Jawa Barat, Polda Jabar, Selasa (23/10), menyelenggarakan silaturahmi kamtibmas dengan Organisasi Kemasyarakatan se-Jawa Barat. Kegiatan dilaksanakan di Aula Muryono Mapolda Jabar Jalan Soekarno-Hatta 748 Bandung dan dibuka secara resmi oleh Wakapolda

Jabar Brigjen Pol Drs Hengkie Kaluara. Materi yang dibahas dalam silaturahmi tersebut yaitu tentang “Peran Organisasi Kemasyarakatan Dalam Mewujudkan Situasi Kondusif di wilayah Jawa Barat” dengan nara sumber Dir Intelkam Polda, Dir Binmas Polda Jabar dan dari Kesbanglinmas Provinsi Jawa Barat. Kapolda Jabar Irjen Pol Drs Putut Eko Bayuseno, SH. dalam sambutannya yang disampaikan Wakapolda Jabar Brigjen Pol Drs Hengkie Kaluara mengatakan, sebagaimana dimaklumi bersama, Negara Kesatuan Republik Indonesia, adalah negara kebangsaan, yang disamping terdiri atas ribuan pulau besar dan kecil, Bangsa Indonesia juga memiliki beragam perbedaan agama, etnik, suku, bahasa, budaya, politik serta beragam perbedaan lainnya. Dengan tingkat heterogenitas dan kemajemukan yang sangat kompleks tersebut, maka terjadinya perbedaan adalah hal yang wajar dan dimungkin-

kan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang perlu disikapi dengan baik, sebagai khasanah kekayaan potensi dan budaya bangsa. “Menyadari beragam perbedaan tersebut, para pendahulu bangsa, sejak awal telah bersepakat untuk melebur perbedaan itu menjadi ”Negara Kesatuan”, yang diikat oleh semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”, yang sampai saat ini terbukti ampuh sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” tegas kapolda. Kapolda menambahkan, ketika beragam perbedaan tersebut tidak disikapi dan ditangani dengan baik, maka akan menimbulkan potensi konflik, yang dalam skala tertentu dapat berpotensi menjadi konflik komunal, serta dapat meluas dan tidak terkendali. Hal tersebut dapat kita lihat, dari perkembangan situasi sosial dan politik, serta situasi kamtibmas akhir-akhir ini, baik dalam lingkup nasional mau-

DPRD KBB Dukung Upaya Perbaikan Kesejahteraan Buruh

KAB.BANDUNG BARAT (LJ)-Ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) se-Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD KBB, Jalan Raya Padalarang, Selasa (23/10).Dalam aksinya, mereka menuntut penghapusan Kepmenakertrans No 231 tahun 2004 tentang penangguhan upah, karena dinilai merugikan buruh. Selain itu, para buruh juga menuntut upah minimum layak sesuai yang tertuang dalam pasal 28 D ayat 2 UUD 1945 dan UU No 13 tahun 2003 yang menjelaskan, pengusaha dilarang membayar upah dibawah minimum. Selama melakukan orasinya, para buruh menyinggung soal Undang-undang Badan

Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), yang juga dinilai sangat merugikan karyawan, pasalnya iuran tersebut dibebankan kepada karyawan bukan ditanggung oleh pihak perusahaan. Selang beberapa lama saat melakukan orasi, beberapa perwakilan buruh yang tergabung dalam SPN diterima anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat.Mereka menyatakan mendukung aspirasi buruh terkait perjuangan untuk perbaikan dan peningkatan kesejahteraan buruh beserta keluarganya. “Kami mendukung aspirasi SPN tentang perbaikan dan peningkatan kesejahteraan buruh beserta keluarganya,” kata Ketua DPRD KBB, Aa Umbara. Aa Umbara menambahkan, sejumlah peraturan

Pedagang Hewan Qurban Jangan Gunakan Areal Pejalan Kaki

BANDUNG (LJ) - Sekretaris Daerah Kota Bandung Edi Siswadi mengakui sampai saat ini pemerintah belum mempunyai pasar khusus ternak/hewan untuk qurban, bukan berarti pelaku/pedagang hewan bisa seenaknya menggunakan areal pejalan kaki (Trotoar) untuk berdagang. “Ada aturan yang harus mereka perhatikan dalam berdagang, tidak bisa begitu saja mereka menggunakan hak pejalan kaki untuk berdagang. Saya minta aparat tingkat camat dan lurah yang lokasinya berdekatan dengan pedagang untuk melakukan penertiban,” kata Edi kemarin. Bahkan dia meminta petugas Satpol PP, untuk tidak segansegan memberikan pemahaman terhadap para penjual yang melanggar perda ketertiban. “Kita memang belum punya pasar hewan tapi kedepannya kita mengupayakan untuk membangun pasar hewan di Gedebage agar tersentralisasi,” paparnya. Sekda menjelaskan, selain memerintahkan aparatnya untuk memberikan penjelasan terhadap para pedagang hewan qurban yang menggunakan hak pejalan kaki, dia meminta masyarakat untuk aktif membantu petugas. Antara lain, masyarakat tidak perlu sungkan mengingati pedagang untuk tidak berdagang di lokasi yang melanggar perda. “Sekarang kita memang belum punya pasar khusus hewan, tapi sekali lagi bukan berarti pedagang baik dari dalam kota maupun luar kota bisa memasarkan hewan kurban di mana saja,” jelas Edi, seraya menambahkan, terhadap aparat dijajaran kecamatan maupun kelurahan selayaknya ikut mencarikan jalan keluar terhadap masalah ini khususnya mencarikan tempat yang memungkinkan penjualan hewan kurban. “Camat dan lurah, agar segera melakukan penertiban penjualan hewan kurban yang ada di wilayahnya masing-masing. Kita jangan melihat soal waktu yang tinggal sebentar lagi Idul Adhanya, tapi lihat efek psikologisnya,” jelas dia. Q AGS

yang selama ini ada, memang sangat merugikan para buruh. Oleh sebab itu, pihaknya mendukung perjuangan para buruh untuk memeprbaiki taraf kesejahteraan hidupnya. Pihaknya berjanji, beberapa poin yang disampaikan perwakilan buruh akan segera direkomendasikan ke pemerintah pusat. “Setidaknya kita berharap pemerintah pusat mau mendengar aspirasi kita, dan kalau pemerintah pusat tidak membatalkan perundang-undangan itu, setidaknya mereka mau mengkaji kembali. Karena sudah jelas peraturan tersebut terbukti membebankan para buruh,” tegas dia. Hal menarik yang dijanjikan anggota DPRD KBB adalah mereka akan merekomendasikan kepada pemerintah pusat untuk segera melakukan sentralisasi Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan secara langsung di bawah Kemenakertrans.Tujuannya untuk efektivitas penegakan hukum terutama dalam pelanggaran kebebasan berserikat dan hak berunding, kejahatan dan pelanggaran PKWT dan outsorcing, pelanggaran, pelanggaran jam kerja molor atau lembur tidak dibayar, pelanggaran hak cuti dan pelanggaran terhadap upah minimum.Q GUS

pun lingkup wilayah Jawa Barat, dimana kita cukup prihatin, dengan masih adanya berbagai tindakan kekerasan (radikalisme), seperti dengan aksi terorisme, peledakan bom, konflik komunal, tawuran/perkelahian massal, serta tindakan anarkhis lainnya, yang akhir-akhir ini cukup intens terjadi,” imbuhnya. Dalam kondisi tersebut, katanya lagi diperlukan langkah pencegahan dan pengendalian terhadap potensi konflik, sehingga tingkat konflik menjadi rendah dan tetap terkendali. Hal penting lainnya adalah, bagaimana peran serta seluruh komponen bangsa, untuk bersama-sama dapat menciptakan suasana yang aman dan damai, baik lahir maupun bathin, sebagai wujud hak setiap warga negara atas kebebasan beragama, menyampaikan pendapat, berorganisasi dan berpolitik, serta partisipasi dalam pembangunan nasional menuju masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera.Q HER

Jemaah Haji Asal Cianjur Meninggal di Arab Saudi CIANJUR (LJ)- jemaah haji asal Kabupaten Cianjur, Kholisoh binti Mukarom (60), meninggal dunia di Arab Saudi setelah sebelumnya sempat dirawat oleh tim medis akibat sakit. Almarhumah tercatat sebagai warga Kecamatan Warungkondang dan tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 58. Kepala Seksi Urusan Haji Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cianjur Hipni membenarkan adanya jemaah haji asal Warungkondang Cianjur yang meninggal di Arab Saudi. Kabar tersebut diterima Hipni dari KBRI di Arab Saudi. Berdasarkan laporan yang diterima, jemaah haji yang meninggal akibat sakit. “Jemaah haji yang meninggal itu sebenarnya sudah mendapatkan penanganan medis akibat sakit, tapi tidak tertolong. Ada beberapa jemaah haji lainya juga sempat sakit, tapi bisa ditangani dan melanjutkan ibadah haji. Saat ini mereka tengah bersiap untuk menjalankan wukuf di padang Arafah,” kata Hipni. Dengan meninggalnya seorang jemaah haji yang tengah berada di Arab Saudi, calon jemaah haji yang meninggal dunia menjadi dua orang. Seorang lagi meninggal sebelum berangkat ke tanah suci mekah akibat sakit. “Total jemaah haji asal Cianjur mencapai 1.270 orang. Akibat ada yang meninggal jumlah yang tersisa ada 1.268 orang. Sebetulnya jumlah sebelumnya ada 1.317 orang, namun yang dapat melunasi sekitar 1.270 orang,” ujarnya. Meski saat ini para jemaah haji masih menunaikan rukun haji, pihak Urusan Haji Kementerian Agama Cianjur sudah mempersiapkan pemulangan mereka. Berdasarkan jadwal bahwa jemaah haji kloter 16 dijawalkan tiba di Cianjur pada 6 November 2012. Kemudian jemaah haji kloter 58, dijadwalkan pada 19 November 2012, dan jemaah haji kloter 78 dijadwalkan pada 26 November 2012. “Pada akhir Oktober kita akan menggelar rapat panitia untuk pemulangan para jemaah haji asal Cianjur, kita tengah mempersiapkan itu. Direncanakan kami akan menjemput para jemaah haji itu dari embarkasi dan sesampainya di Cianjur para jemaah akan dijemput keluarganya masing-masing dengan kartu khusus yang kita berikan agar bisa lebih mudah mengenalinya,”paparnya. Q RUS

Meski Berada Dipinggiran Kota, SMKN 1 Pacet Sarat Prestasi CIANJUR (LJ) -Lokasi sekolah yang berada dipinggirin kota ternyata tidak menjadi ukuran kalau sekolah tersebut tidak diminati oleh para siswa. Terbukti, SMKN 1 Pacet yang didirikan pada sekitar tahun 2003 itu, saat ini telah memiliki siswa sebanyak 1.200 siswa walaupun pada awal berdirinya hanya ada 58 siswa. Plh Kepala Sekolah SMKN I Pacet, Nandang, mengatakan prestasi tersebut tidak terlepas dari kepemimpinan Kepala Sekolah, Akib Ibrahim didukung oleh jajaran para guru dan Tata Usaha (TU), serta Komite Sekolah yang saling bahu membahu memajukan sekolah yang “termarginalkan” karena lokasinya berada di pinggiran kota kecamatan. Berkat perjuangan itulah, dalam waktu yang pesat, SMKN 1 Pacet berhasil menghilangkan branch sekolah pinggiran, tapi menjadi sekolah yang sarat prestasi. Lambat laun jumlah siswanya juga bertambah.”Tahun pertama kita buka, hanya ada 58 siswa yang mendaftar, dengan satu jurusan Budidaya Tanaman Pangan dan Holtikultura (sekarang Agrobisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura). Saat ini sudah melebihi kuota, dan standar penerimaan siswa harus kita terapkan,” kata Kata Nandang. SMKN 1 Pacet yang lokasinya sekitar 25 KM dari Kabupaten Cianjur dan berada diantara perbatasan wilayah Kecamatan Pacet dan Sukaresmi itu pada awalnya berdiri diatas lahan 5.000 meter yang merupakan lahan pengganti fasos fasum dari salah satu real estate terbesar di kawasan wisata Cipanas. Saat ini sekolah yang terbilang maju pesat itu, sudah memiliki lahan seluas 2,6 hektar yang merupakan bantuan dari pemerintah dan komite se-

kolah. Tidak hanya luas areal dan jumlah siswanya yang sudah bertambah, jurusan sekolah tersebut juga semakin bervasiarasi. Kalau dulu hanya satu jurusan Agrobisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura , sekarang sudah ada lima jurusan lainya yakni Agro Industri Pangan dan Tekhnologi Pengolahan Hasil Pertanian, Akomodasi Perhotelan (AP), Usaha Perjalanan Wisata (UPW), Hotel, Restoran (Jasa Boga) dan Tekhnologi Komputer Jaringan. Demikian juga dengan bangunan sekolah, SMKN 1 Pacet memiliki bangunan sekolah baik ruang kelas ataupun ruang pendukung lainya nyaris sempurna, meski masih ada kekurangan. Untuk tahun 2011 ini saja, Pemkab Cianjur telah menggelontorkan dana sebesar Rp 1,849 miliar untuk pembangunan gedung aula ruang praktek dan 4 ruang kelas baru. Salah satu prestasi sekolah yang telah diraih diantaranya Sekolah Sehat mewakili Ka-

bupaten Cianjur ke tingkat Propinsi Jawa Barat, Sekolah Adiwiyata (representatif) dan Sekolah Berbudaya Lingkungan Tingkat Nasional mendapatkan jura III. Sementara untuk prestasi siswanya, beberapa kali menjadi yang terbaik dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa baik tingkat Kabupaten, Propinsi dan Nasional. Sekolah yang bernuansa alam itu, saat ini juga sudah dilengkapi dengan laboratorium bahasa, laboratorium Ketrampilan Komunikasi dan Perlengkapan Informasi (KKPI), hot spot di tiga titik yakni di lingkungan guru, laboratorium dan hotel. Untuk menyalurkan siswa yang berpretasi, sekolah tersebut juga memberikan beasiswa dengan menggandeng sebuah yayasan dari negara Jepang. “Setiap tahun ada 10 siswa yang kita kirim untuk bersekolah ke Jepang selama tiga tahun dan setelah beres harus kembali pulang dan mengembangkan ilmunya yang didapat dari Jepang,”ujar Nandang. Q AGS

6

LINTAS | PRIANGAN Buruh Cimahi Tolak UU BPJS CIMAHI- Ribuan buruh Kota Cimahi menolak diberlakukannya UU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) No. 24/2011 dan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Aksi mereka direalisasikan dalam bentuk longmarch dari kawasan industri menuju gedung DPRD Kota Cimahi Jln. Dra. Djulaeha Karmita, Selasa (23/10). Mereka melakukan longmarch melintas ruas Jln. Mahar Martanegara-Jln. HMS. Mintaredja,Jln. Terusan Sudirman-Jln. Dustira-Jln. Sriwijaya-Jln. Gandawijaya-hingga berakhir di gedung dewan Jln. Dra. Djulaeha Karmita. Menurut koordinator aksi buruh, Suharto, para buruh menuntut dihapus BPJS. “Kami menuntut agar pemerintah segera menghapuskan UU, karena dengan diberlakukannya uu tersebut, kami harus menanggung beban iuran.Padahal sebelumnya, tanggungan dan biaya jaminan kesehatan ditanggung oleh perusahaan,”paparnya.Q MUL

Polda Jabar Latih Jajarannya Untuk Pengamanan Pilgub BANDUNG -Polda Jabar tingkatkan kemampuan jajarannya dengan melakukan pelatihan terhadap 750 anggotanya Untuk pengamanan Pilgub Jabar 2013,kegiatan yang menggunakan sandi Praja Lodaya 2012, kebanyakan pesertanya kalangan perwira. “Persiapan dan pelatihan sudah dimulai sejak 5 september 2012 dan akan berlangsung selama empat hari bertempat di Mako Sat Brimob Polda Jabar Cikeruh Kabupaten Sumedang,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul di Mapolda Jabar, Selasa (23/10). Pelatihan yang diikuti sebanyak 750 personel, terdiri dari anggota Polda Jabar dan Polres/polresta di Jajaran Polda Jabar. Selanjutnya, mereka ini diharapkan dapat mengaplikasikan apa yang mereka dapatkan ke anggotanya masing-masing di kewilayahan. Ada empat kriteria yang menjadi fokus pengamanan dalam Pilgub Jabar nanti. Seperti orang, barang, lokasi dan kegiatan. Untuk pengamanan kepada orangnya seperti para calon, untuk barang seperti kotak suara, surat suara atau logistik, lokasi seperti tempat pemungutan suara, dan kegiatan sendiri yakni saat pemilihan, kampanye dan lainnya.Q HER

Ujian Kesetaraan Paket B di Kecamatan Gegbrong Diduga Fiktik

CIANJUR- Pelaksanaan ujian kesetaraan paket B setingkat SMP di salah satu pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) di Kecamatan Gekbrong Kabupaten Cianjur, diduga tak dilaksanakan alias fiktif.Pasalnya, saat dilakukan pengecekan ke lokasi PKBM bersangkutan, tidak ada aktivitas. Berdasarkan informasi didapat wartawan, Senin (22/10), serentak mulai dilaksanakan ujian paket B di 32 PKBM yang tersebar di seluruh wilayah kecamatan di Cianjur selama tiga hari hingga Rabu. Jumlah peserta yang terdaftar mencapai 660 orang. Hari ini rencananya dilaksanakan ujian mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (Pkn) dan Bahasa Indonesia. Namun di salah satu PKBM di Jalan Raya Sukabumi KM 12 Kampung Babakan Gombong Desa/Kecamatan Gekbrong, tidak aktivitas pelaksanaan ujian Situasi di lokasi kosong melompong. Pada papan informasi di dinding ruangan hanya terdapat nama-nama peserta ujian paket B sebanyak 185 orang, termasuk jadwal pelaksanaan ujian. Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah Pemuda dan Olahraga (PLS PO) Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Jumyati membantah jika pelaksanaan ujian paket B di salah satu PKBM di Kecamatan Gekbrong fiktif. Menurutnya dugaan tidak dilaksanakannya ujian paket B di salah satu PKBM di Kecamatan Gekbrong hanya masalah mis-komunikasi saja. Padahal, pelaksanaannya dialihkan ke SDN Cikancana II dengan alasan keterbatasan ruang kelas.”Jumlahnya pun hanya 71 peserta, bukan 185 peserta. Pelaksanaan sudah dilakukan sejak hari Senin (15/10),” kata Jumyati saat dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa. Secara umum, kata Jumyati, pelaksanaan ujian paket B memasuki hari ke dua berjalan lancar. Dia pun memantau terus pelaksanaannya ke hampir semua PKBM tersebar di wilayah Cianjur. “Jumlah peserta seluruhnya sebanyak 660 orang. Kami memastikan tidak ada istilah perjokian, karena memang yang mengikuti ujian paket B adalah siswa-siswa di PKBM,” tegasnya.Q AGS


LINGKAR PRIANGAN LINTAS | PRIANGAN Eksepsi Terdakwa Trafficking Ditolak KAB SUKABUMI- Hakim yang memimpin sidang kasus human trafficking, Edison SH, menolak eksepsi kedua tersangka traficking yaitu SS alias Susi warga Kabupaten Sukabumi dan SKA alias Johan WN Belanda.Penolakan terjadi saat persidangan berlangsung, Selasa (23/10) di Pengadilan Negeri (PN) Klas 1 C Cibadak, Jalan Jajaway, Kabupaten Sukabumi. Alasan penolakan eksepsi oleh hakim, antaralain, karena pengadilan tidak mempunyai hak untuk mengadili kedua tersangka dengan alasan bahwa berdasarkan peraturan jalannya pengadilan masih bisa memilih antara tempat kelakuan atau tempat akibat.Penolakan hakim juga disepakati oleh kuasa hukum tersangka dan jaksa penuntut umum. Sebelumnya kuasa hukum kedua tersangka sudah mengajukan eksepsi karena tempat kejadian perkara yang sebenarnya berada di Sorong, Papua, dengan begitu maka persidangan yang sedang berjalan ini telah melanggar ketentuan yang berlaku.Q HEP

Polres Purwakarta Amankan Ganja Siap Edar PURWAKARTA - Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Purwakarta, berhasilkan satu paket ganja siap edar seberat 1 kilogram, barang haram yang ditemukan dalam kemasan coklat, kemarin malam tersebut sampai kini belum diketahui siapa pemiliknya. “Anggota kami memang mengamankan satu kilogram ganja kering dari dalam sebuah tegalan, namun sejauh ini kami belum mengetahui siapa pelaku yang menyembunyikan barang haram tersebut dan saat ini masih dalam penyelidikan kami,” ungkap Kapolres Purwakarta AKBP Bahtiar Ujang Purnama kemarin. Dalam penjelasan kapolres mengatakan, kurun waktu satu bulan ini, jajarannya berhasil menangkap enam tersangka pengedar ganja. Dari tangan para tersangka yang tertangkap sejak 5 Oktober lalu, petugas mengamankan barang bukti sebanyak 3 kg ganja kering siap edar. Adapun, inisial tersangka yang kini dalam pengamanan petugas masing-masing Bu (31), De (30), Ad (34), Ir (21), Fe (22), serta Gu (18).Hasil penyelidikan sementara, para pelaku merupakan satu jaringan. Mereka mendapatkan narkoba, diduga, dari seorang bandar besar.Q YAS

Edisi 173 - Tahun 1- Rabu, 24 Oktober 2012

Jembatan Cibilik Putus Pemkab Sukabumi Tutup Mata

SUKABUMI (LJ) – Setelah lama menanti janji alokasi anggaran Pemkab Sukabumi yang tidak kunjung terealisasi Kades Nanggerang Kecamatan Cicurug, Ade Daryadi harus mencari solusi sendiri membangun jembatan Kp Cibilik sepanjang 30 meter dengan lebar 3 meter. Pasalnya jembatan tersebut merupakan satu-satunya jalur roda kehidupan masyarakat.

Jembatan Kp Cibilik yang putus akibat longsor sejak lama mendapat janji dari Bupati dan Wakil Bupati untuk menanggulangi tapi hingga berita ini diturunkan belum ada tanda-tanda turunnya bantuan. Belum lagi rampung mencari solusi pembangunan jembatan Kades harus memikirkan kondisi balai desa yang mengalami keretakan pada bagian atas

Setelah lama tidak kunjung datang akhirnya warga mencoba ke kepala desa untuk mencari solusi agar arus kehidupan dan ekonomi warga tidak terputus. Kepala desa spontan menyanggupi mencari dana pembangunan jembatan ini. “Kami sangat bangga dan berterima kasih kepala desa menyanggupi mencari dana untuk membangun jembatan ini,” ucap warga Ditemui diruang kerjanya Ade Daryadi mengatakan sejak lama jembatan terputus akibat longsor yang mengakibatkan terputusnya jalur kehidupan dan roda ekonomi warga. Ketika kejadian longsor pemagang kebijakan tertinggi di kabupaten ini sempat meninjau terjadinya longsor dan akan mencarikan anggaran. Kala itu warga menyambut gembira ucapan pemegang kebijakan tertinggi tapi nyatanya bronjong dan alat berat hingga kini tidak kunjung tiba. Apalagi bantuan anggaran pembangunan jembatan. Untuk kepentingan warga, kades sedang mencari dana untuk membangun jembatan. “Saya sedang mencari dana untuk pembangunan jembatan. Sebab ini kepentingan warga yang harus didahulukan,” tandas Ade Daryadi. Belum lagi mendapat

Peserta Pelatihan Wawasan Kebangsaan Walk Out

Q

HEP

Bupati Subang “ Akhirnya” Mengganti Pejabat BKD SUBANG (LJ)- Bupati Subang Ojang Sohandi akhirnya “berhasil” mengganti Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Subang Ayi Derajat oleh Nina Herlina yang sebelumnya menjabat Kabid Pengadaan Pegawai pada BKD Subang. Ayi selanjutnya menempati posisi barunya sebagai Staf Ahli Bupati. Sebelumnya, wacana untuk mengganti Kepala BKD Ayi Derajat sempat bergejolak di masyarakat akibat kinerja yang bersangkutan yang diklaim kurang optimal. Pergatian pejabat BKD dilakukan bersamaan dilaksanakannya rotasi/ mutasi 64 pejabat eselon II,III dan IV dilingkungan Pemkab Subang, Selasa (23/10) bertempat di aula Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Subang. Kepala BKD Subang yang baru, Nina Herlina berjanji akan melakukan pembenahan dan pembinaan pegawai di internal instansinya terlebih dahulu sebelum dilakukan ke instansi lainnya. Pembenahan dan pembinaan itu diantaranya dalam hal disiplin pegawai yang selama ini dinilainya sangat rendah. “Saya akan membenahi dan membina yang di dalam dulu, kalau di dalam BKD ini kondisinya sudah bagus untuk ditampilkan, baru saya akan melakukan pembinaan pegawai ke SKPD dan kecamatan. Pembinaan akan difokuskan pada berbagai hal, diantaranya soal disiplin kerja. Sebab seperti diketahui, saat ini disiplin pegawai sangat rendah”, ujar Nina. Nina sendiri membantah jika gencarnya pelaksanaan rotasi dan mutasi pejabat ini karena ada kepentingan “terselubung”. Menurutnya,penempatan dan pengisian jabatan yang tampak dilakukan secara “marathon” ini sebagai dampak adanya kevakuman selama masa transisi pergantian kepemimpinan dari Eep Hidayat ke Ojang Sohandi. Selama masa jeda kekosongan pemerintahan yang cukup panjang tersebut, tidak ada pelaksanaan rotasi pejabat. “Jadi, rotasi, mutasi dan promosi ini dilakukan semata untuk mengisi kekosongan jabatan, karena banyak pejabat eselon III dan IV yang pensiun”, katanya seraya meminta semua komponen masyarakat Subang untuk bersikap kritis manakala menemukan pihaknya melakukan kesalahan. “Saya minta dukungannya dari semua pihak, termasuk dari kalangan pers dan LSM, kalau ada kebijakan saya yang salah, tolong ditegur demi kemajuan Subang ke depan”, pungkasnya.Q ADE

celah dana untuk pembangunan jembatan Kp Cibilik, kades kembali dipusingkan dengan bagian atap balai desa yang mengalami pergeseran sekitar lima hingga sepuluh centi meter. Hal itu terlihat jelas ruang rapat dimana platform terlihat terpisah dari dinding. Kemungkinan besar beberapa rangka atas desa ini patah akibat termakan usia. Menurut Ade rencana rehabilitasi balai desa ini selalu masuk dalam musrenbang hingga tingkat kabupaten hingga kini belum membuahkan hasil. “Saya khawatir balai desa ini menelan korban. Makanya sementara aktifitas ruang rapat dikurangi.” Jelas ade daryadi Beberapa anggota DPRD Kabupaten Sukabumi yang coba diminta bantuan untuk membantu Kepala Desa Nanggerang tidak membuahkan hasil maksimal. Diduga para wakil rakyat ini lebih memilih memikirkan wakil partainya tampi dalam Pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Jawa Barat yang akan digelar bulan Februari 2013. Sementara itu pemegang kebijakan di kabupaten-pun ini seakan tutup mata dan telinga atas derita warga Desa NanggerangQ WHD

Kendaraan Bertonase Berlebih Percepat Kerusakan Jalan “Harus diakui, perilaku yang mengurangi spec atau bestek pekerjaan juga ada. Jelas ini berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan dan konstruksi bangunan. Tapi ini sudah kita upayakan untuk ditekan, sebab kita sudah lakukan pengawasan secara kontinyu dan merata”,

Pemkab Sukabumi Peringati HUT IDI ke 62 SUKABUMI-Pemerintah Kabupaten Sukabumi memperingati Hut IKatan Dokter Indonesia (IDI) yang Ke 62 tingkat Kabupaten Sukabumi tahun 2012 di Aula Hotel Hotel Pangrango Selabintana kemarin. Sekretaris Daerah (Sekda) H. Adjo Sardjono mengatakan, pembangunan kesehatan memiliki arti yang sangat strategis, selain sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia juga berpengaruh secara langsung dalam perkembangan kualitas sumber daya manusia, generasi penerus bangsa dimasa yang akan datang.Para dokter harus senantiasa menyadari keberadaan dan perannya di masyarakat dengan lebih meningkatkan kualitas pelayanan dan selalu berusaha lebih dekat dengan masyarakat. ”Saya akui perkembangan kuantitas serta kualitas dokter di Kabupaten Sukabumi setiap tahunnya terus meningkat, meskipun saat ini masih ada beberapa kecamatan yang tidak ada dokternya terutama kelangkaan tenaga dokter spesialis,” paparnya. Oleh karena itu kata dia, melalui momentum peringatan HUT IDI ini, Ikatan Dokter Indonesia sebagai organisasi profesi berupaya untuk meningkatkan kualitas anggotanya dari segi keilmuannya, pengabdian dan etika profesinya sehingga dokter harus mampu berperan dalam membantu program-program pemerintah dalam pembangunan kesehatan, jelasnya. Sementara Kadis Kesehatan dr. Hj. Ardiyati, mengatakan dokter memiliki potensi untuk mempercepat pencapaian tujuan pembangunan bidang kesehatan Khususnya sasaran yang tertinggal jauh seperti penurunan angka kematian bayi,penurunan angka kematian ibu dan memerangi penyakit menular lainnya,serta memastikan kelestarian lingkungan. “Potensi yang kita miliki ini harus terus dimaksimalkan para dokter, terutama dokter umum menjadi garda terdepan karena berada pada layanan kesehatan primer masyarakat,” katanya.

7

GARUT (LJ) – Memasuki hari kedua pelatihan wawasan kebangsaan yang diselenggarakan Kesbangpol Pemkab Garut di Hotel Paseban, Selasa (23/10) diwarnai walk out (keluar) oleh sebagian pesertanya sebanyak 18 orang. Mereka kecewa karena Sekda Garut tidak menghadiri kegiatan, namun diwakili oleh Kabag Hukum Budi Gan-gan. “Saya merasa kecewa sekaligus prihatin dengan apa yang terjadi dalam kegiatan ini. Sebenarnya mereka (para pejabat-red) harus memberikan contoh serta suri tauladan kepada kami seperti yang di paparkan oleh pak Kapolres kemarin, bahwa apabila ada pejabat publik atau siapapun datang telat atau tidak datang itu harus diberikan pelajaran,” ungkap Ketua Departemen Hukum &Ham Komunitas Mantan Narapidana(KOMANAGA) Ir.Surya Panunggal pada LINGKAR JABAR disela-sela istirahal di Loby Hotel Paseban. Aksi walk out yang dilakukan peserta dijelaskan Surya, adalah pembelajaran buat pejabat setingkat Sekda yang tidak menghormati kegiatan tersebut, justru mewakilkannya kepada pejabat setingkat Kabag Hukum yang datangnya juga telat. “Kami konsisten dan memiliki komitmen kuat bahwa disiplin itu penting. Sehingga kami yang memberi pelajaran pada saat Budi Gan-gan masuk ruangan kami keluar,” tandas Surya. Menurut Surya, jumlah peserta pelatihan kurang lebih 50 orang dari berbagai Ormas, LSM dan para Wartawan dari masing-masing organisasinya. Pihaknya menghargai peserta yang tidak melakukan walk out, karena hal itu adalah bagian dari demokrasi dan dinamikanya. “Kami menghargai pendapat mereka, kalau mereka tidak work out, adapun kami

tetap dengan integritas kami, komitmen kami, bahwa apabila terjadi seperti itu kita akan keluar apapun akibatnya. Kegiatan ini sebenarnya bagus gunanya untuk membangun serta mempererat komunikasi antar pemerintah dengan para LSM,” ungkapnya seraya mengatakan,niatnya mungkin kita lihat dari Kesbang pol Pemkab Garut itu bagus sekali, dan ini perlu dikembangkan terus menerus. Masih menurut Surya,setiap LSM punya visi dan misi masing-masing, kita dari KOMANAGA terutama dan rekan-rekan yang tadi keluar memiliki komitmen, kita akan bergerak, tetap idealis mengkritisi,mengawasi jalannya roda pemerintahan Pemkab Garut demi perbaikan dimasa mendatang. Sementara Kabag Hukum Setda Garut Budi Gan-gan Gumelar ketika diminta tanggapannya ikhwal kejadian di Hotel Paseban mengatakan,terkait tidak hadirnya sekda dalam acara tersebut mengatakan bahwa atasannya itu sedang mendapat tugas dari bupati yaitu, melakukan pengukuran batas tanah di Perkebunan Dayeuhmanggung Cilawu. Terlebih sekda merupakan Ketua Tim penyelesaian masalah pertanahan. Ketidak hadiran selanjutnya didelgasikan kepada Asisten 3 tapi yang bersangkutan tidak dapat hadir karena mendapat tugas ke Bandung. Kemudian perwakilan didelegasikan kepada dia selaku kabag hukum.” Tugas ini saya terima tadi pagi, terkait dengan ketidak tepatan tadi pada acara tersebut ,kami sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya sehubungan keterlambatan tersebut. Sebab tadi jam 7.30, kami melaksanakan apel dan setelah itu kami langsung meluncur ke Hotel paseban. Kami terlambat bukan disengaja tapi harus apel pagi dulu,” jelas Gan-gan.Q JUL/BDN

SUBANG (LJ) -Seringnya terjadi kerusakan infrastruktur jalan dalam tempo cepat pasca dilakukannya perbaikan, tidak hanya dikeluhkan oleh masyarakat saja, tapi juga oleh instansi terkait di Pemkab Subang. Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Subang, H. Umar mengungkapkan ada dua faktor utama yang berperan penting mempercepat kerusakan jalan, yakni kendaraan dengan muatan yang melebihi tonase dan adanya “kecurangan” dalam pelaksanaan proyek pembangunan atau perbaikan jalan sehingga mengakibatkan konstruksi bangunan menjadi lemah. “Harus diakui, perilaku yang mengurangi spec atau bestek pekerjaan juga ada. Jelas ini berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan dan konstruksi bangunan. Tapi ini sudah kita upayakan untuk ditekan, sebab kita sudah lakukan pengawasan secara kontinyu dan merata”, ujarnya, Selasa (23/10). Menurutnya, faktor utama yang mempercepat terjadinya kerusakan jalan justru lebih banyak diakibatkan oleh pengguna jalan, khususnya akibat lalulintas kendaraan yang bermuatan melebihi tonase wajar. Artinya daya tahan badan (konstruksi) jalan tidak sebanding dengan beban yang melintasinya. Dikatakan Umar, jalan kabupaten sesungguhnya memiliki daya tahan atau kekuatan untuk dilewati beban minimal seberat 8 ton, sehingga jika beban yang melintasinya lebih dari itu, jelas akan cepat rusak.“Kalau kekua-

tan daya tahan jalannya hanya 8 ton, sedangkan beban yang lewat diatasnya mencapai berat 25 ton, ya jelas cepat rusak dong. Misalnya ruas jalan DawuanKalijati, itu kan hanya sebelah yang rusaknya, sebelah lainnya tidak. Itu akibat dilewati oleh mobil dengan muatan yang melebihi kapasitas. Padahal idealnya, usia atau kekuatan jalan hingga mengalami rusak itu bisa mencapai bertahun-tahun. Misalnya jalan beton, itu usianya bisa di atas 10 tahun, tapi memang rata-rata 5 tahun, ini pun kalau dilewati oleh kendaraan dengan muatan yang normal”, terangnya seraya menyebutkan dari semua jenis jalan, hanya jalan rijid (beton) yang tingkat kerusakannya paling kecil yakni di bawah 10 persen, sedangkan jalan hotmik tingkat kerusakannya cukup tinggi. “Hanya memang yang rijid ini kekurangannya pada saat lapisan pondasi bawah tanahnya kurang bagus. Itu akan mengakibatkan cepat rusak. Selain itu, rijid juga cepat rusak karena daya tahan badan jalan yang memang tidak sebanding dengan beban (tonase—red) yang melintas diatasnya. Sebab selama muatannya aman, gak akan apa-apa”, imbuhnya. Dia menambahkan, untuk membenahi dan menertibkan lalulintas kendaraan dengan tonase melebihi batas, diperlukan koordinasi lintas sektoral.“Kita perlu koordinasi dengan Dinas Perhubungan, sebab hal ini perlu diselesaikan secara kolektif-kolegial. Pembangunannya oleh kami, sedangkan mengenai pengawasan lalulintas kendaraan atau pengguna jalan yang melintas ya oleh Dishub”, pungkasnya. Q ADE

Terindikasi Terjadi Pelanggaran

LSM Persoalkan Rotasi-Mutasi Pejabat Dilingkungan Pemkab Subang SUBANG (LJ)-Pelaksanaan rotasi, mutasi dan promosi pejabat di lingkungan Pemkab Subang yang tampak dilakukan secara “marathon” oleh Bupati Subang Ojang Sohandi terus mendapat sorotan tajam dari berbagai komponen masyarakat Subang. Bahkan, sejumlah kalangan LSM mengklaim menemukan sekurangnya 2 pejabat yang diduga promosinya dilakukan menyalahi etika dan tahapan peraturan yang berlaku, yakni satu orang menduduki jabatan Eselon II Assisten Daerah (Asda) dan satu orang lagi menduduki jabatan Eselon II menduduki jabatan Kepala Dinas Pertanian. Mereka (kalangan LSM) menuding keduanya belum saatnya untuk dipromosikan menduduki jabatannya sebab masih ada sejumlah persyaratan dan tahapan normatif yang harus ditempuh terlebih dahulu. Selain faktor tahapan normatif yang tidak ditempuh, mereka juga mengendus adanya beberapa pejabat yang mendapat promosi jabatan “tidak pada tempatnya”, artinya tidak sesuai dengan latarbelakang keahlian dan basic akademisnya, alias “salah kamar”. Ketua Koalisi LSM Barakataktak, Omay Komarudin menegaskan, meski pelaksanaan rotasi, mutasi maupun promosi jabatan merupakan hak prerogatif Bupati, tapi hal itu harus dilakukan sejalan dengan aturan, peraturan dan tahapan normatif yang ada. Namun faktanya, lanjut Omay, terdapat sejumlah pejabat yang menduduki jabatannya tanpa menempuh dulu beberapa ta-

hapandan aturan normatif yang berlaku. “Tapi kami menemukan ada sejumlah pejabat yang dipromosikan tanpa menempuh tahapan peraturan yang berlaku, ini jelas salah. Misalnya saja di jabatan Asisten Daerah (Asda—red), dimana harusnya sebelum menempati jabatan Asda tersebut, seseorang menduduki 2 kali jabatan eselon III terlebih dahulu, artinya minimal jadi Kabid atau Kabag dulu. Tapi ini langsung ke Asda, ini jelas kurang etis dan tidak sesuai dengan aturan, artinya menyalahi prosedur,” beber Omay kesal, Selasa (23/10). Dikatakannya, penempatan seseorang dalam jabatan tertentu harusnya tidak didasarkan atas pertimbangan ketokohan atau popularitas semata, melainkan mengacu pada aturan normatif. Seperti masakerja,Kepangkatan dan Usia itu harus jadi acuan,Tapi pihaknya justru malah menemukan ada seseorang pejabat yang karena ditokohkan, lantas mendadak naik jabatan dengan melewati beberapa tahapan jabatan yang harusnya tidak dilewati. “Jadi naik jabatannya seperti “mimpi” saja. Padahal kalau melihat aturan dan peraturan dalam hal promosi jabatan, sesungguhnya yang bersangkutan belum memenuhi syarat untuk menduduki jabatan barunya”, tandasnya seraya menyebutkan terkait hal ini pihaknya meragukan apakah selama ini Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan) difungsikan atau tidak. Ketua Bidang Investigasi LSM Gerakan

Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Kabupaten Subang, Darta juga mengatakan, kebijakan untuk menempatkan seorang pejabat yang tidak dilakukan sesuai tahapan dan aturan yang ada, mutlak harus dikaji ulang. “Kami perlu pertanyakan kembali mengenai penempatan beberapa Orang yang ditempatkan di Dinas Pertanian,yang merupakan Jabatan Penting di berikan Kepada Orang yang bukan ahlinya misalnya Kepala Dinas Pertanian di Pegang Oleh Sarjana Pemerintahan, Kabid Program di Pegang Oleh Orang Perhubungan , sehingga ada kesan membuat Program di Pertanian Tidak perlu repot tinggal meniup Peluit aja jadi karena Kadisnya dari Pemerintahan Kabidnya Orang Dinshub Ucap Darta (23/10) kemarin. Diungkapkan Darta, selain di jabatan Eselon II dan III di lingkup Pertanian, promosi jabatan lainnya yang “bermasalah” ada di tingkat kecamatan dimana pejabat terkait yang mendapat promosi dinilai belum waktunya menduduki jabatannya. Karena itu, reformasi birokrasi yang sekarang digemborkan oleh Pemkab dinilainya Hanya di jadikan Aji Mumpung, sekedar mencari Ke Untungan (Cari Duit -red) saja dan hanya untuk menutup-nutupi persoalan dengan dalih mengisi kekosongan jabatan. “Jadi rotasi, mutasi dan promosi tidak dilakukan karena sentimen pribadi atau perasaan like or dislike, atau rasa ngewa (benci—red), tapi semata untuk mengisi banyaknya kekosongan jabatan”, ucapnya.Q ADE


SENI BUDAYA & PANTURA

LINGKAR

JABAR

Edisi 173- Tahun 1 - Rabu, 24 Oktober 2012

Maudy Ayunda

8

INFOTAINMENT

Mantap Kuliah di Universitas Colombia

S

etelah menyelesaikan Sekolah Menengah Akhir (SMA), bintang akting Maudy Ayunda memastikan diri ‘hijrah’ melanjutkan kuliah ke Universitas Columbia. Rencana itu kini sudah mulai dipersiapkan, termasuk belajar masak. Karena pastinya jauh dari orang tua dituntut mandiri. “Aku sudah persiapkan semuanya untuk ke Universitas Columbia. Sekarang aku lagi belajar masak, karena nanti takutnya di sana harus lebih mandiri. (Belajar) Masaknya simple-simple gitu sih kaya cah Thailand dan masakan ringan lain,” kata Maudy Ayunda saat ditemui di XXI, Planet Hollywood, Jakarta Selatan, Senin (22/10). Maudy sendiri memiliki pola makan ala Indonesia yang sulit meninggalkan nasi. Saat di sana pun tentu harus menyiapkan nasi secara mandiri dan juga belajar mengolah bahan-bahan makanan dari sayuran. “Aku tuh harus makan nasi, harus makanan Indonesia, jadi kalau ke sana lihat burger nggak kuat,” ungkapnya. Dunia entertainment sementara waktu akan ditinggalkan, namun tidak sepenuhnya vakum. Maudy yakin masih bisa melakukan aktivitasnya, di waktu-waktu liburan panjang. Dia tidak khawatir karirnya akan berakhir karena

kesibukan kuliahnya. “Nggak khawatir sih, menurut aku, aku akan bisa ngedouble, aku percaya aku akan pulang, dan akan lanjutin. Lagi pula di sana juga bisa recording. Jadi nggak akan benar-bener berakhir banget,” tegasnya. Bicara Popularitas di dunia hiburan sangatlah penting bagi sebagian selebriti tanah air. Selain itu pendidikan tidak kalah pentingnya untuk menunjang karir selebriti. Seperti artis cantik Maudy Ayunda yang akan melanjutkan sekolahnya ke Universitas Columbia. “Pokoknya aku (umur) 17 tahun harus berangkat. Teman-teman aku tuh yang sudah pergi yang 18 dan 19 tahun, sebetulnya aku nunggu di usia itu sih. Maudy yang mengaku mantap untuk meneruskan pendidikannya itu akan mengambil jurusan Politic Science Economic. “Sebenernya bukan tertarik jurusan itu sih, tapi karena kurikulum SMP dan SMA aku mengarah ke internasional. Kebetulan aku diterima di universitas top in the world, rasanya sayang banget kalau nggak diambil,” jelasnya. Keputusan Maudy melanjutkan kuliah ke luar negeri ternyata membuat kekhawatiran terhadap kedua orang tuanya. “Kebetulan aku sudah diterima di beberapa universitas, tapi masih ditunda dulu kuliahnya setahun. Karena mama papaku masih was-was ngirim aku jauh banget. Terus juga sambil menyiapkan diri sendiri juga,” ujarnya. Q ANG

Tim Arkeologi Temukan Gerabah dan Sudut Bangunan Suci

D

ua hari melakukan Eksapasi (Penggalian) di Bukit Kabuyutan Indihiang, Kota Tasikmalaya, penelitian yang dilakukan tim dari Balai Arkeologi Bandung telah mengalami perkembangan. Tim yang dipimpin Endang Widiastuti menemukan sudut bangunan arah barat daya yang kemungkinan merupakan suatu teras tempat batu Lingga Yoni berada. Tapi, apakah teras bangunan itu termasuk bagian atas atau bagian bawah, hal ini menurut Endang belum bisa dipastikan. Kendati demikian, lanjut Endang, sudut bangunan yang telah ditemukan telah mengarah ke utara dan ke timur sehingga dapat dipastikan bahwa bangunan yang sedang diteliti itu berbentuk segi empat. “Perkembangan baru telah ada, kami menemukan sudut bangunan suci ini,” kata Endang saat eksapasi berlangsung, Minggu (21/10). Endang menuturkan, saat ini tim masih mencari sudut lain untuk mencari tahu denah bangunan tersebut agar nantinya dapat diketahui luas bangunan dan struktur bangunan. “Tapi sekarang masih berproses dan kalau bicara kemungkinan, ya berbentuk segi empat,” terang Endang. Bangunan suci yang diperkirakan berdiri pada abad 10 hingga 16 Masehi itu, kata Endang, bisa diketahui berupa “punden” yang bagian atasnya terdapat lambang pemujaan atau Lingga Yoni dan kemungkinan lainnya ke bawah bukit ada tangga atau dinding bangunan.

“Namun pastinya belum bisa dibuktikan karena harus meneliti lebih jauh, termasuk struktur bangunannya seperti apa, belum bisa kami simpulkan,” katanya. Selain menemukan sudut bangunan, tim peneliti pun menemukan Gerabah yang menunjukkan bahwa di Bangunan Suci Indihiang ini, pada masanya ada aktifitas manusia. Gerabah itu diduga dipakai sebagai perlengkapan ibadah atau upacara. Gerabah yang ditemukan tersebut berjenis hias tapi polos.Hasil penggalian hari Minggu kemarin, lanjut Endang, akan didiskusikan untuk dievaluasi. Menurutnya, Evaluasi ini dilakukan untuk menentukan proses eksapasi lanjutan, dalam upaya mencari denah bangunan tersebut. “Tahun berdiri pun belum bisa kami pastikan, karena harus menemukan sampel dating (arang atau tanah organik) lewat uji laboratorium nanti,” tambahnya. Menurut Endang, bangunan suci di Bukit Kabuyutan Indihiang itu berbeda dengan bangunan suci yang ditemukan di daerah lain. Salah satunya Bangunan Suci Bojong Mende Rancaekek Bandung yang berbentuk candi dengan susunan batu yang telah ada. “Kalau di Bojong Mende tidak ditemukan. Dan untuk Bukit Indihiang ini, masih pada abad pra sunda,” katanya. Q

ANG

PANTURA

Antisipasi Penyakit Hewan Disnakkan Terjunkan 185 Petugas

K

AB.PURWAKARTA (LJ) – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Purwakarta sepertinya tidak ingin kecolongan adanya hewan kurban yang tak sehat menjelang hari raya Idul Adha 2012 ini. Hal itu dibuktikannya dengan menerjunkan sebanyak 185 petugas yang tersebar di sejumlah lokasi tempat pemotongan hewan (RPH), untuk memastikan kesehatan hewan-hewan kurban di wilayahnya sehat atau tidak. Petugas yang terjunkan tersebut, akan bekerja sejak H – 1 hingga H + 3 Idul Adha. “Para petugas yang diturunkan di lapangan akan terkonsentrasi pada pemeriksaan pasca pemotongan. Sebab penyakit hewan akan diketahui, setelah hewan-hewan kurban di potong,” kata Hj. Sri Wuryasturati, Kabid Peternakan pada Disnakkan Kabupaten Purwakarta kepada LINGKAR JABAR, kemarin. Sri mengatakan, petugas yang disebar disejumlah lokasi tempat pemotongan hewan tersebut, terdiri dari 72 orang petugas Disnakkan dan 100 orang dari masyarakat yang sudah mengikuti pelatihan, termasuk dari Himpunan Dokter Hewan Indonesia Cabang Purwakarta. “Kami minta agar masyarakat berkoordinasi dengan petugas,” ujarnya. Meskipun hasil pemeriksaan hewan kurban dinyatakan sehat, sambung dia, namun pihaknya tetap mewaspadai he-

wan kurban yang dikhawatirkan terinfeksi kuman Tubercolosis (TBC). Sebab jika kuman tersebut bersarang di paruparu hewan kurban bisa menular ke manusia melalui daging yang dikonsumsinya. Terlebih, lanjutnya, jika daging hewan kurban yang terinfeksi itu tidak dimasak dengan sempurna atau memasaknya hanya setengah matang, maka hewan kurban yang positif terkena TBC akan cepat menular ketubuh manusia. Karenanya Disnakkan juga minta, masyarakat yang menerima daging kurban agar memasaknya dengan matang. Sebenarnya, sambung Sri, ada beberapa jenis penyakit hewan yang harus di waspadai, seperti penyakit cacingan, penyakit kuku dan mulut, penyakit TBC dan antraks. “Untuk penyakit antraks sendiri, di Kabupaten Purwakarta sampai saat ini masih aman. Namun masih ada penyakit jenis lainnya agak sulit terditeksi,” jelasnya. Penyakit TBC dan cacingan, dapat terlihat dari kondisi daging setelah hewan di potong. Termasuk pula, penyakit TBC yang bisa terditeksi dengan cara melihat bagian paruparunya. Karenanya, Disnakan akan lebih meningkatkan pengawasan terhadap hewan kurban setelah dilakukan pemotongan. Sebelum pemotongan dilakukan, pemeriksaan hanya dilakukan dibagian luar, seperti memeriksa mata, mulut dan kuku. Untuk penyakit TBC, Disnakkan sampai saat ini belum menemukan kasus tersebut di Purwakarta. “Karena dari jauh-jauh hari sebelumnya, Disnakan sudah melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap hewan yang akan dijadikan kurban,” akunya. Begitu pula hewan kurban yang datang dari daerah Jawa Timur atau Jawa Tengah, sebelum masuk ke Purwakarta terlebih dulu harus dilakukan pemeriksaan di daerah Cirebon. Sedangkan untuk hewan dari Banten, akan diperiksa dulu di Bogor. “Jika jauh hari diketahui ada hewan sakit sakit, maka dilakukan karantina dan pengobatan dulu,” tukas Sri. Q YAS

Pemkab Purwakarta Gelar Seminar Pendidikan

K

AB PURWAKARTA (LJ) - Sekertaris Daerah (Sekda) Purwakarta Dadan Koswara, secara resmi membuka seminar Pendidikan dan bedah buku “ Gurunya Manusia” karya Munif Chatib. Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri Keluarga Besar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaharaga (Disdikpora), DPD BKPRMI, kepala sekolah serta para pendidik se Kabupaten Purwakarta. kegiatan tersebut dalam upaya memotivasi para tenaga pendidik dalam mengajar dan peningkatan kualitas pendidikan sebanyak 250 perserta. Dalam sambutannya, Sekda mengungkapkan, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi terobosan serta upaya dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pendidikan di Purwakarta. “Semoga saja bisa menjadi salah satu upaya terobosan dalam menangkap hal–hal yang ber-

hubungan dengan dunia pendidikan, sehingga guru dan tenaga pendidik bisa menangkap dan mengaplikasikannya ketika mengajar. Dengan begitu, bisa tercipta SDM berkualitas dan mampu bersaing,” ungkapnya. Selain itu, Dadan menegaskan, Pemkab akan senantiasa terus membangun dunia pendidikan. Alasannya, karena merupakan bagian dari membangun masa depan dan generasi yang akan datang, sehingga perlu adanya dukungan dan usaha baik dari pemerintah, masyarakat serta para pendidik. “Pemkab pada hari ini akan terus mengembangkan pendidikan yang berkarakter, agar kedepan bisa tercipta generasi yang siap ketika menghadapi persaingan dimasa akan datang. Makanya, perlu adanya dukungan dan kerjasama antara pemerintah, masyarakat dan pendidik dalam membangun pendidikan di Kabupaten Purwakarta,” tukasnya. Q YAS

Kodam III Siliwangi Targetkan 12 Ribu Pasien Katarak

K

AB.PURWAKARTA (LJ) – Panglima Daerah Militer (Pangdam) III Siliwangi, Mayjen TNI Sonni Wijaya menyatakan, pihaknya bersama Sido Muncul tahun 2012 ini targetkan 10.000 pasien katarak mendapat pelayanan operasi mata secara gratis. Bahkan sejak bulan September hingga saat ini, sebanyak 1.115 pasien sudah berhasil di operasi se Jawa Barat dan Banten serta 565 mata di Kabupaten Purwakarta. “Target 10.000 sudah hampir tercapai. Dan kegiatan ini merupakan tambahan dari target 12.000 pasien katarak pada tahun ini. Kegiatan ini atas kerjasama Kodam III Siliwangi, pemerintah daerah dan Ikatan Donter Mata Indonesia,” ungkap Soni, saat kegiatan operasi katarak yang di gelar di pendopo kabupaten Purwakarta, kemarin. Ia mengatakan, kegiatan sosial tersebut dalam rangka membantu masyarakat dalam hal-hal yang positif. Agar filosofi semangat yang sudah mendarah daging dalam masyarakat Jawa Barat dan Banten terus dipertahankan. “Siliwangi yang artinya memiliki semangat Silih Asih Silih Asah Silih Asuh, terakhir kita tambah yaitu Silih Wangi,” ujarnya. Makna sesungguhnya dari Silih Asih adalah, sesama anak bangsa tidak saling membedakan agama, ras, suku, golongan dan sebagainya. Sehingga, kata dia, sesama anak bangsa harus saling mengasihi. “Dalam agama juga mengajarkan, agar kita sebagai anak bangsa tidak saling membenci satu dengan yang lainnya,” paparnya. Kalau kebencian ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari, lanjut Sonni, kemungkinan bangsa Indonesia yang sudah lama berdiri selama 67 tahun ini suatu hari akan mencapai titik klimaks. Dan mungkin juga, akan mengalami keruntuhan sebagai mana Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit “Seperti kita ingat, sejarah pada abad ke 7 berdiri kerajaan besar Sriwijaya yang pen-

garuhnya sampai ke Selat Malaka. Dan Singapore, Malaysia, Brunei, Thailand itu semua adalah jajahannya. Runtuhnya kerajaan ini, bukan karena penjajahan tapi akibat kerusuhan dalam negeri, serta sikap kepedulian dan toleransi masyarakatnya sudah tdak ada,” jelasnya. Sekarang ini, sambungnya, sudah masuk ke abad 21, dan sampai kapan NKRI mampu berdiri. Apakah akan mengalami seperti abad ke 7 yang runtuh seperti Sriwijaya dan Majapahit. “Itu semua tergantung pada kita semua. Kita juga harus yakin, dengan kebersamaan yang kita bangun merupakan kekuatan bangsa Indonesia,” katanya. Sedangkan makna yang kedua yakni Silih Asah, yaitu saling mengisi dan saling mencerdaskan maupun mengingatkan. Sehingga, masing-masing mempunyai pemahaman dan tidak ada kesalahpahaman dan saling mencerdaskan. Sementara makna Silih Asuh, yakni saling menguatkan satu dengan yang lainnya. Seperti hari ini, papar Soni, dimana kegiatan sosial yang bekerja sama dengan berbagai pihak merupakan upaya saling menguatkan. Yang kuat membantu yang lemah, yang sehat membantu yang sakit, yang bisa melihat membantu yang remang-remang penglihatannya. “Hari ini bupati memberi penerangan untuk membantu masyarakat Purwakarta,” akunya. Motto masyarakat Jawa Barat, tidak hanya Silih Asah, Silih Asih dan Silih Asuh tapi juga Silih Wangi. Dimana warga Jawa Barat khususnya dan Ibndonesia umumnya harus saling mengharumkan, saling memuliakan. Bukan sebaliknya, saling menjelekan dan jangan sampai susah melihat orang senang serta senang melihat orang susah. “Jika kita saling Asih saling Asah dan saling Asuh, maka yakin bangsa Indonesia akan maju. Jika kita bersatu, maka kita tidak akan terprovokasi dan terwujudnya cita-cita seluruh bangsa Indonesia. Sehingga, terwujud juga cita-cita Kodam III Siliwangi dalam membangun dan mensejahterakan masyarakat Indonesia,” tukas Soni. Q

YAS


LINGKAR CIREBON

Edisi 173 - Tahun 1 - Rabu, 24 Oktober 2012

LINTAS | CIREBON

Nelayan Curhat ke Gubernur

Pemprov Jawa Barat Berikan Bantuan Dua Kapal

KAB CIREBON (LJ)- Keluhan para nelayan asal Desa Gebang Mekar, Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon terhadap kondisi Sungai Ciberes yang telah terjadi pendangkalan akhirnya dicurahkan kepada Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. Para nelayan mencurahkan seluruh unekuneknya kepada orang nomor satu di Jawa Barat itu saat menghadiri acara penutupan Gebyar Pantura (Gerakan Membangun Masyarakat Pantai Utara), Selasa (23/10) yang dipusatkan di Desa Gebang Mekar.

Pendangkalan Sungai Ciberes ini dirasakan sangat menghambat aktivitas nelayan di kawasan itu. Sebab, kedalaman yang tinggal sekitar dua meter, membuat kipas motor perahu para nelayan sulit bergerak. “Karena sungai dangkal, perahu kami tidak bisa bergerak dengan cepat saat akan berangkat menuju laut. Akibatnya, sering terjadi antrian panjang perahu nelayan,” aku Sadikin, seorang nelayan yang mencurahkan perasaannya kepada Gubernur Jawa Barat saat penutupan Gebyar Pantura, kemarin.

Dihadapan Ahmad Heryawan, Sadikin berharap agar pemerintah memberikan perhatian dan bantuan untuk menyelesaikan akibat pendangkalan sungai tersebut. Bahkan mereka (nelayan,red) menginginkan adanya program pengerukan Sungai Ciberes agar aktivitas nelayan kembali normal seperti sediakala. “Kami ingin pengerukan itu dilakukan secepatnya, baik melalui bantuan Pemkab Cirebon maupun Provinsi Jawa Barat,” ujarnya. Kuwu Desa Gebang Mekar, Torin mengakui terjadinya pendangkalan di lokasi Sungai Ciberes yang menyebabkan aktivitas para nelayan menjadi terhambat. “Memang selama terjadi pendangkalan, banyak nelayan yang mengadukan kepada kami,” paparnya. Kuwu menjelaskan, kondisi Sungai Ciberes yang saat ini kedalamannya kurang dari dua meter, membuat perahu nelayan sulit bergerak. Kenapa, karena kipas perahu motor mereka seringkali tersangkut material penyebab pendangkalan. Terakhir kali Sungai Ciberes dilakukan pengerukan, lanjut Torin, sekitar sepuluh tahun silam. Sehingga

Ahmad Heryawan Janji Bantu Modal Kepada Pedagang

KAB CIREBON (LJ)- Dalam pelaksanaan kegiatan grebeg pasar di pasar ikan Gebangmekar Kec. Gebang Kab. Cirebon, Selasa (23/10), Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan melakukan dialog dengan para pedagang ikan yang ada di Gebang serta menanyakan tentang keluhan yang selama ini dialami oleh para pedagang tersebut. Salah seorang perwakilan pedagang, Hamid (55) mengungkapkan, selama ini para pedagang selalu mengeluhkan tentang permodalan yang menjadi kendala utama. Diungkapkannya, bahwa selama berjualan dirinya selalu terbentur modal saat akan membeli ikan langsung dari para nelayan yang baru mendarat. Jika nelayan tersebut bisa diajak kompromi bisa dilakukan pembayaran setelah menjual ikan, maka ia bisa mendapatkan hasil dari keuntungan tersebut untuk biaya kehidupan keluarganya, namun jika para nelayan enggan mempercayainya maka dirinya tidak bisa menjual ikan lebih banyak lagi dan hanya mengandalkan dari modal yang ada saja. Terkait dengan maslah tersebut, Gubernur berjanji akan mendirikan Koperasi yang khusus menangani permodalan para pedagang ikan. Bahkan lebih didominasi para kaum ibu-

ibu dengan menggunakan nama Koperasi Perempuan Pedagang Ikan Gebang. Pihaknya berjanji dalam waktu dekat akan secepatnya mengutus jajarannya untuk membentuk koperasi tersebut, dan kemudian menunjuk kepada salah seorang aktifis perempuan asal Kecamatan Gebang yang didaulat langsung untuk mendata para pedagang ikan di lokasi tersebut. “Untuk selanjutnya dibentuk koperasi dan diberikan permodalan,” ungkap gubernur. Gubernur menginginkan jika para pedagang telah bersusah payah berusaha, akan tetapi tidak bisa meningkatkan penghasilan untuk kebutuhan keluarganya, maka dirinya berjanji bagaimana mengupayakan agar para pedagang bisa meningkatkan penghasilannya. “Kalau sudah meningkat, bisa mencukupi kebutuhan keluarga dan mempunyai kelebihan dari keuntungan tersebut,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Heryawan bersama istri mengunjungi para pedagang ikan yang sedang berjualan. Selanjutnya membeli ikan dari berbagai jenis untuk dibawa sebagai oleh-oleh. Kunjungan Gubernur cukup mendapatkan antusias dari para pedagang yang berada di pasar tersebut. Q EKA

Distanbunakhut Ambil Sampel Ayam Mati Mendadak

KAB CIREBON (LJ)- Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Kehutanan (Distanbunakhut) Kabupaten Cirebon lakukan pengambilan sampel darah ayam yang mati di RT 07/02 Desa Cangkoak Kecamatan Dukuputang, Selasa (23/10). Pengambilan sampel darah itu, untuk mengetahui penyebab kematian ayam secara mendadak yang dilaporkan warga setempat ke dinas tersebut. “Setelah mendapat lapo-

ran dari warga, kami ambil sampel ayam yang mati untuk diteliti di laboratorium. Sehingga, warga tidak resah lagi terkait banyaknya ayam di kampung tersebut mati mendadak setelah diambil sampel darahnya,” ungkap Enjang, petugas dari Bidang Kesehatan Hewan pada Distanbunakhut Kabupaten Cirebon kepada LINGKAR JABAR. Enjang mengatakan, usai dilakukan penelitian di laboratorium terhadap sampel ayam

tersebut, apa yang dikhawatirkan warga akhirnya bisa diketahui. Dan hasil dari sampel darah ayam mati itu yakni negatif flu burung. “Ternyata kematian ayam di kampung itu, akibat kena tetelo dan bukan terkena flu burung seperti yang ditakutkan warga,” ujarnya. Informasi yang dihimpun, warga Desa Cangkoak RT 07 /02 Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon dibuat resah karena ayam peliharaannya jenis bangkok mati secara mendadak dengan kondisi muka bengkak dan membiru. “Ayam-ayam milik saya mati dengan gejala bengkakbengkak di bagian muka dan napasnya cengap-cengap,” jelas Misna, pemilik ayam yang mati mendadak dan juga menjabat sebagai Ketua RW setempat. Kejadian ini oleh pihaknya dilaporkan ke Distanbunakhut Kabupaten Cirebon, Senin (15/10). Bahkan untuk mencegah terjadinya hal yang tak diinginkan, telah ada penyemprotan dari bagian kesehatan hewan (Keswan) Kabupaten Cirebon. Q PIP/LIL

9

hal wajar jika sungai itu kembali terjadi pendangkalan. “Makanya, pengerukan sungai tersebut dirasakan sudah sangat perlu dilakukan segera. Terlebih saat ini ada 500 nelayan di desa kami dan mereka sangat bergantung pada sungai dan laut sebagai sumber penghidupan,” imbuhnya. Menanggapi keluhan nelayan, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan berjanji akan segera berkoordinasi dengan Pemkab Cirebon untuk mengatasi masalah tersebut. “Apa yang menjadi keluhan para nelayan disini, pada prinsipnya Pemprov Jawa Barat siap membantu jika diperlukan,” jelasnya. Selain berjanji segera merealisasikan pengerukan, Politisi PKS ini juga mengungkapkan, Pemprov telah memberikan bantuan dua kapal berukuran 30 Gross Tone (GT) senilai Rp3 miliar untuk para nelayan Gebang. “Kami melihat nelayan di Kabupaten Cirebon sebagian besar baru menggunakan kapal berukuran 10 GT, jadi kami stimulai dengan bantuan kapal besar agar hasil tangkapannya semakin banyak,” tukas Ahmad Heryawan. Q EKA

Warga Gegesik Desak Pemkab Tutup TPS

Soal Tumpukan Sampah, Kinerja Aparat Kecamatan Dipertanyakan KAB CIREBON – Gara-gara kondisi lingkungan Pemerintahan Kecamatan Panguragan Kabupaten Cirebon banyak sampah mengunung dan berserakan, membuat kalangan LSM mempertanyakan kinerja aparatur setempat. Pasalnya, sampah yang menghiasi lingkungan kantor kecamatan tersebut mengakibatkan pemandangan terlihat kotor dan kumuh. “Kalau melihat keberadaan tumpukan sampah yang ada ditiap sudut kantor kecamatan itu, wajar saja bila kami pertanyakan kinerja mereka. Toh sampah itu terkesan dibiarkan tanpa ada tindakan sama sekali dari aparatur kecamatan,” ujar Suherman, Ketua LSM Perduli Pendidikan dan Kesehatan Kabupaten Cirebon kepada LINGKAR JABAR, kemarin. Ia menyayangkan kondisi lingkungan pemerintahan sudah beralih fungsi menjadi TPS (Tempat Penampungan Sampah). Hal itu terjadi, lantaran dari pihak kecamatan tutup mata dan tidak melakukan tindakan sama sekali, sehingga tumpukan sampah menjadi tambah mengunung. “Ini suatu bukti, kalau aparatur pemerintahan wilayah setempat mulai tingkat kecamatan, desa dan Puskesmas tidak turun langsung menanggani sampah itu,” ujarnya. Seharusnya, lanjut Suherman, pemerintah yang ada di wilayah setempat menggalang kegiatan dengan masyarakat untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih. Selain itu, camat juga harus memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. “Bila perlu buat perjanjian tertulis antara pihak pemerintahan dengan masyarakat, tetang larangan membuang sampah bukan pada tempatnya berikut sangsi administrasi. Kami yakin jika itu dilakukan, hasilnya akan efektif,” tukasnya. Q HEN/SYR

DPUESDM Diminta Bekerja Lebih Baik

KAB CIREBON (LJ)- Keberadaan TPS (tempat pembuangan sampah) di Blok Kiwerga Desa Gegesik Kidul, Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon yang kondisinya sudah over kapasitas dikeluhkan warga setempat. Buntutnya, warga mendesak Pemkab Cirebon untuk menutup TPS tersebut karena dinilai sangat mengganggu kenyamanan dan kebersihan lingkungan. “Akibat sudah over kapasitas, TPS itupun kerap menimbulkan aroma bau busuk. Makanya, kami minta pemerintah untuk menutupnya agar kenyamanan dan kebersihan lingkungan bisa terjaga,” ungkap Hendri, warga setempat kepada LINGKAR JABAR saat hadir dalam kegiatan reses anggota DPRD Kabupaten Cirebon dari Fraksi Golkar, Sunandar Priyo Wudarwo kepada LINGKAR JABAR. Ia menjelaskan, sampah yang sudah tidak mampu tertampung lagi di TPS itu tidak hanya berasal dari lingkungan setempat. Akantetapi, banyak juga warga dari luar desa yang membuang sampah rumahtangganya ke TPS tersebut. “Jadi buat apa kalau kami atau warga disini saja yang terkena dampaknya, sedangkan sampah di TPS itu berasal dari mana-mana. Kami berharap keinginan serta keluhan ini mendapat tanggapan dari pemerintah maupun wakil rakyat,” tegas Hendri. Menanggapi keluhan warga, wakil rakyat dari Fraksi Golkar Sunandar Priyo Wudarwo mengungkapkan, apabila keberadaan TPS di Blok Kiwerga itu sudah ditutup. Bahkan, pihaknya pernah melakukan sidak (inspeksi mendadak) bersama rekan satu komisinya ke lokasi TPS itu. “Memang saat sidak kami melihat kondisi TPS telah over kapasitas. Dan kamipun sudah mengagendakan pemanggilan terhadap Muspika Gegesik dan kuwu setempat agar membangun TPS baru,” akunya. Ia mengakui, selama menjabat anggota DPRD Kabupaten Cirebon, berbagai usulan dari kegiatan reses sudah dipenuhi. Usulan warga yang dimaksud meliputi, kegiatan senderan, rutilahu (rumah tidak layak huni) dan bantuan ekonomi untuk para usaha mikro kecil menengah (UMKM). “Kebetulan sekarang duduk di Komisi III menangani masalah pembangunan. Maka keinginan warga agar TPS dipindah akan menjadi skala prioritas dalam pembahasan rapat anggaran nanti. Jangankan anggaran dari kabupaten, bantuan provinsi Jawa Barat pun kalau memang ada untuk pembangunan fisik akan kami perjuangkan,” tukas Priyo. Q

PIP/HAS

CIREBON- Dinas Pekerjaan Umum Energi dan Sumber Daya Mineral (DPUESDM) Kota Cirebon diminta warga untuk bekerja lebih baik lagi didalam menanggani permasalahan saluran air. Sebab, di wilayah yang terkenal dengan sebutan pemasok udang itu masih banyak saluran air tersumbat akibat sampah. Seperti diungkapkan Hasim, sesepuh warga RW 02, Kelurahan Kebon Baru Kecamatan Kejaksan Kota Cirebon, kondisi aliran drainase atau saluran air yang berada di lingkungan RW 02 dan 03 saat ini selalu mampet. Hal itu diakibatkan, banyaknya sampah yang menutup sebagian saluran air tersebut. “Karena tidak ada perhatian dari DPUESDM, saluran air yang berada di lingkungan kami sering tersumbat. Akibatnya air selalu meluap dan terjadi banjir ke lingkungan kami,” ungkapnya kepada LINGKAR JABAR, kemarin. Selain tidak adanya perhatian maupun pengawasan dari dinas terkait terhadap saluran air disini, kata Hasim, kepedulian warga terhadap kebersihan lingkunganpun dinilai masih kurang. Sehingga banyak sampah disekitar aliran drainase. “Makanya, kami akan mencoba mengerakan warga agar mau bergotongroyong membersihkan saluran air yang dipenuhi sampah ini. Dan kami juga akan minta kepada warga untuk tidak lagi membuang sampah ke saluran air agar kondisinya tak tersumbat,” ujarnya. Hasim menambahkan, pihaknyapun meminta agar DPUESDM untuk segera melakukan pembersihan sampah yang ada di saluran air. Dengan begitu, baik warga disini maupun dinas tersebut ada kerjasama dalam menjaga kebersihan lingkungan. Q NEN

Kemensos Bantu 1710 RTSM di Kecamatan Greged

KAB CIREBON (LJ)-Keinginan warga di tiga desa di Kecamatan Greged terutama yang masuk kedalam rumah tangga sangat miskin (RTSM) untuk mendapatkan bantuan akhirnya terrealisasi juga. Pasalnya, melalui program keluarga harapan (PKH) yang diluncurkan pemerintah pusat atau Kementrian Sosial (Kemensos), bantuan tahap pertama untuk RTSM sudah cair, Selasa (23/10). “Alokasi pencairan bantuan PKH di Kecamatan Greged untuk tahap satu meliputi tiga desa, yakni Desa Greged, Durajaya dan Desa Kamarang Lebak sudah dicairkan melalui Kantor Pos,” kata Eka Wildanu, Koordinator Pendamping PKH Kecamatan Greged saat mendampingi para penerima bantuan di kantor Pos Beber kepada wartawan, kemarin. Ia mengatakan, dana bantuan untuk ketiga desa tersebut jumlahnya bervariasi. Untuk Desa Greged sebanyak 65 RTSM sebesar Rp 30 juta, Desa Durajaya 45 RTSM sebesar Rp 23,9

juta dan Desa Kamarang Lebak sebanyak 20 RTSM sebesar Rp 10,1 juta. Kecamatan Greged mendapatkan bantuan PKH dari Kemensos sebanyak 1754 RTSM, namun yang lolos verifikasi sebanyak 1710 RTSM, sisanya sebanyak 44 keluarga lagi karena tidak memenuhui kriteria untuk mendapatkan bantuan PKH. “Jadi total bantuan dana PKH yang di alokasikan untuk RTSM di Kecamatan Greged seluruhnya sebesar Rp 873 juta. Untuk pencairannya sendiri dilakukan secara bertahap,” ujar Eka. Pihaknya merasa bersyukur pada tahap pertama pembayaran RTSM sesuai dengan jadwal dan lancar, bahkan tidak ada kendala yang berarti. Sehingga, lanjut Eka, warga yang mendapatkan bantuan bisa langsung mengunakan uang tersebut untuk memperbaiki rumahnya. “Kami berharap, untuk tahap berikutnya pencairan dana bantuan ini lebih lancar lagi,” paparnya. Eka menjelaskan, PKH adalah suatu program yang memberikan bantuan tunai kepada RSTM, yang memenuhi persyaratan terkait dengan upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM), yaitu pendidikan dan kesehatan. “Tujuan PKH untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas SDM terutama pada kelompok warga miskin. Hal tersebut sekaligus sebagai upaya mempercepat pencapaian target MDGs,” akunya. Secara khusus, lanjut Eka, tujuan PKH yakni meningkatkan kondisi sosial ekonomi RTSM, meningkatkan taraf pendidikan anak-anak RTSM, meningkatkan status kesehatan dan gizi ibu hamil, ibu nifas, dan anak di bawah 6 tahun dari RTSM. “PKH juga untuk meningkatkan akses maupun kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan, khususnya bagi warga yang masuk kategori RTSM,” tukasnya. Q PIP/HEN


POLKUM

Edisi 173- Tahun 1 - Rabu, 24 Oktober 2012

Terkait Sengketa Tanah

PT.Condong Garut Dituding Menindas Masyarakat

GARUT (LJ) - Ketua LKTKN GARUT Andri Rahmandani menilai aparat penegak hukum cenderung berpihak dalam menangani kasus sengketa tanah antara warga dengan PT.Condong Garut. Hal itu terbukti dengan lebih didahulukannya penanganan perkara aksi perusakan 1.327 batang pohon jarak di areal seluas setengah hektar yang diklaim sebagai milik PT.Condong Garut. Kasus perusakan yang diduga dilakukan belasan orang suruhan dua warga yang bersengketa dengan PT.Condong sudah sampai di meja hijau. Padahal, kata Andri, jika ditarik benang merahnya, kasus ini merupakan soal sengketa tanah. “Ini

kan masalah perdata dan juga belum selesai, jadi harus diselesaikan dulu masalah sengketa tanahnya dengan pihak BPN. Baru permasalahan ini akan kelihatan titik terangnya siapa yang benar dan salah. Selanjutnya, kasus pidananya layak untuk dimejahijaukan,” ujar Andri kepada LINGKAR JABAR, kemarin. Andri mengatakan, dia dan banyak elemen masyarakat sangat prihatin sekaligus menyayangkan tindakan PT.Condong yang terkesan menindas rakyat kecil. Sebab dalam upaya penyelesaian sengketa dengan penduduk di sekitar lokasi perkebunan miliknya, PT.Condong lebih memilih

opsi memproses hukum. Padahal, silang sengketa atau masalah perdatanya belum juga tuntas. Sekedar informasi, sidang lanjutan kasus tindak pidana pengrusakan sebanyak 1.327 batang pohon jarak diatas lahan seluas kurang lebih setengah hektar milik PT.Condong Garut digelar kembali di Pengadilan Negeri (PN) Garut, Selasa (16/10) lalu. Sidang dengan terdakwa Endi Rohendi dan Yayat Ruhiyat, penduduk Desa Tegal Gede, Kecamatan Pakenjeng, ini menghadirkan empat saksi yang dihadirkan oleh kuasa hukum PT.Condong. Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua R.Hedi Belyandi

SH.MH serta dua hakim anggota Danield Ronal SH.MHum dan Ny.Teti Sulestri.SH serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dandi Alamsayah dan Neneng, mendengarkan keterangan para saksi, yakni Jajang ahmad, Yana topan, Muman dan Dede Kustandi. Setelah disumpah kemudian masingmasing digilir untuk memberikan keterangan kesaksian terkait kejadian pembantaian pohon jarak milik PT.Condong Garut. Data yang diperoleh LINGKAR JABAR, PT.Condong Garut bukanlah perusahaan baru, tapi berdiri sejak puluhan tahun silam. Perkebunan ini Mulai dibuka tahun 1900 dengan Akte pendiri 1910 NV Jawattie & CO LTD ( Inggris ). Pada tahun 1963, Republik Indonesia bertentangan dengan Pemerintah Inggris akibat berdirinya Negara Kerajaan Malaysia yang dianggap boneka Inggris. Karenanya, pada 1964, semua perusahaan Inggris dinasionalisasikan dan salah satunya perkebunan Condong Menjadi PP Dwikora V (Perusahaan Perkebunan Dwikora) yang dipimpin oleh Edi Wiyono. Pada tahun 1968 Ke NV Telogo Rejo United Plantations CTD sebagai pemilik menguasakan ke PT Air Murni, dan pada tahun 1969 Telaga Rejo sebagai pemilik memperebutkan dengan pemegang kuasa PT Air Murni. Lalu pada tahun 1970, untuk melerai permasalahan diambil alih oleh Pemerintah Republik Indonesia yaitu PTPN 13. Pada tahun 1972 diserahkan lagi ke pemiliknya yang bersengketa, yaitu PT Telaga Rejo dengan Air Murni yang diajukan ke pengadilan. Akhirnya pada tahun 1975 dijual kepada PT Condong Garut dengan luas areal 7.984,31 hektar dan selanjutnya diperpanjang tahun 1998 dengan luas 7768,30 hektar sampai 16 september 1998. JUL/BDN

11

Lintas Sidang Lanjutan Kasus Korupsi Bansos Kembali Tertunda BANDUNG - Tujuh terdakwa korupsi dana bansos Pemkot Bandung kembali batal menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Bandung, kemarin. Seperti yang telah diduga sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) kembali meminta waktu untuk menyelesaikan surat tuntutannya. Kali ini, karena tuntutan dua terdakwa belum selesai. Sidang pun kembali diagendakan pada Selasa (30/10) pekan depan. Nyaris sebulan pembacaan tuntutan terdakwa korupsi dana bansos ini ditunda dari jadwal pertama. “Karena awalnya hanya 5 terdakwa sekarang jadi 7, jadi kami minta waktu lagi seminggu,” ujar JPU Apriliana Purba dalam sidang yang digelar di ruang sidang I Pengadilan Tipikor Bandung. Ketua majelis hakim, Setiabudi Tejocahyono pun memberikan waktu hingga Selasa pekan depan. Seperti diketahui, ada tujuh terdakwa dalam perkara ini yang terbagi menjadi dua. Rohman, Firman Himawan, Luthfan Barkah, Yanos Septadi, dan Uus Ruslan menjalani sidang lebih dulu. Sementara Havid Kurnia dan Ahmad Mulyana baru masuk persidangan saat lima terdakwa lainnya sudah masuk tahap pemeriksaan saksi-saksi. HER

45 Anggota Polres Cirebon Kota Diganjar Penghargaan CIREBON - Sebanyak 45 anggota Polres Cirebon Kota mendapatkan penghargaan, Selasa (23/10). Penghargaan diberikan bagi 45 anggota atas keberhasilannya mengungkap kasus kejahatan bersenjata api (bersenpi). Kapolres Cirebon Kota AKBP Asep Edi Suheri menuturkan, kerja keras anggota di lapangan merupakan tonggak keberhasilan institusi Polri dalam melaksanakan tugas keseharian. Sebagai apresiasi, pihaknya memberikan penghargaan atau reward kepada anggota yang mampu menorehkan prestasi sebagai buah kerja keras. Dikatakannya, reward diberikan karena anggota tersebut dinilai sudah mendedikasi tugasnya dengan baik. Diantaranya mengungkap kasus kejahatan berupa pencurian senjata api (senpi). “Totalnya ada 45 anggota yang kami berikan penghargaan berupa uang pembinaan. Mereka berdedikasi dalam melaksanakan tugas keseharian sebagai anggota kepolisian,” kata AKBP Asep seraya menambahkan penilaian terhadap anggota yang dianggap berhak mendapatkan reward tersebut dilakukan Kasat dan Kapolseknya kemudian hasilnya disampaikan kepada Polres. Disamping memberikan reward, selama kurun waktu 2012 ini pihaknya menyidangkan 10 anggota yang sebagian besar terkait indisipliner. Ada sanksi juga yang dijatuhkan, mulai dari penahanan hingga penurunan pangkat. WAS

Sambungan Hal 1 KPK... “Saya rasa pihak yang terkait di UI-lah, ya itu sudah saya sampaikan ke KPK,” ujarnya. Dede juga enggan menjawab saat ditanya apakah ada penyelewengan dalam proyek senilai Rp 21 miliar itu. Mengenai rinci pemintaan keterangan hari ini, kata Dede, biarlah pihak KPK saja yang berbicara. “Saya serahkan saja kepada KPK karena prosesnya sekarang ada di KPK,” katanya. Selama pemintaan keterangan, Dede ditanya belasan pertanyaan oleh penyelidik KPK. Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, selain Dede, penyelidik KPK juga meminta keterangan dua orang lainnya, yakni Farida dan Haryo. Namun Johan mengaku tidak tahu posisi kedua orang tersebut. Sejauh ini, KPK sudah meminta keterangan lebih dari 10 orang terkait penyelidikan proyek IT perpustakaan UI ini. Salah satu yang dimintai keterangan adalah mantan Rektor UI Gumilar R Soemantri. Johan sebelumnya mengatakan kalau keterangan Gumilar penting bagi KPK dalam mengkonfirmasi sejumlah hal.

Sementara Gumilar seusai mendatangi Gedung KPK, beberapa waktu lalu, membantah dimintai keterangan. Dia mengaku datang ke Gedung KPK hanya untuk mengklarifikasi perubahan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN)-nya. Saat ditanya soal penyelidikan KPK terhadap proyek yang dibangun pada masa pemerintahannya itu, Gumilar mempersilakan KPK mengusut tuntas agar semuanya terang benderang. Pengusutan proyek pengadaan IT di perpustakaan UI tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan kelompok akademisi dari UI yang menamakan diri mereka Gerakan UI Bersih. Mereka menyampaikan data terkait IT perpustakaan, kontrak pembangunan Convention Centre for Academic Activities, serta sejumlah dokumen perjalanan dinas yang dianggap tidak sesuai fakta. KPK mencari indikasi tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan senilai Rp 21 miliar di kampus UI Depok tersebut. HRS

PDIP... tar sektor pertanian, pertanahan, dan pendidikan. “Tentu kita mengambil hikmah daripada Pilkada Jakarta. Harus mendapatkan nama dan orang yang membawa perubahan bagi Jabar, sekarang figur ada sama siapa, seperti Jokowi. Kalau Jokowi sekarang fase pembuktian. Masyarakat Jakarta sangat kritis. Jabar juga harus ada perubahan. Maka PDIP akan mengawal Jokowi menepati janji-janjinya,” jelas pria yang biasa disapa Ara itu. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan partainya, nama Rieke Dyah Pitaloka dan Dede Yusuf memang menduduki posisi teratas untuk diusung di Pilgub Jabar. Namu begitu, tambah Ara, PDIP masih terus mengkaji siapa sosok yang layak untuk dimajukan. “Tapi, awal November bakal ditentukan pastinya,” tegas Ara seraya menegaskan bahwa dengan modal 17 kursi yang

dimiliki PDIP di DPRD Jabar, partai besutan Megawati itu tak masalah jika tak berkoalisi di Jabar. Sementara itu, bakal cagub dari PDIP Rieke Dyah Pitaloka masih terus bergerak melakukan manuver politiknya dan tak henti mengumbar pernyataan kesiapannya untuk bertarung pada Pilgub Jabar meski belum mengantongi SK penetapan dari DPP. Bahkan, jika kelak terpilih sebagai gubernur atau wagub, Rieke mengaku ingin jadi ibu bagi rakyat Jabar. “Saya ingin membangun strategi politik berwajah perempuan, seorang ibu,” kata Rieke saat ditemui di Hotel Lodaya, Kota Bandung, kemarin. Dengan menjadi seorang ibu, ia berharap bisa menyayangi rakyat Jabar seperti anaknya sendiri. Ia pun akan fokus dalam berbagai hal sebagai upaya untuk ‘menyayangi’ rakyatnya. “Seorang ibu kalau

melihat anaknya tidak boleh kelaparan, harus dapat pendidikan bagus, dapat makanan bergizi dan lain-lain,” jelas anggota Fraksi PDIP DPR RI ini. Selain itu, Rieke juga mengaku sudah pernah mendapat nasehat khusus dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri beberapa waktu lalu setelah berbincang melalui telepon. “Beliau bicara banyak hal dan berpesan di antaranya pembangunan industri dari hulu ke hilir, proteksi terhadap kaum buruh, petani dan nelayan,” paparnya. Namun ia ogah memberi bocoran nasehat apa saja yang diberikan Megawati. Yang jelas, berbagai nasehat dan program tengah disiapkan Rieke untuk menyongsong Pilgub Jabar jika ia diusung. “Ini yang saya kira sangat perlu untuk politik kita ke depan,” tandas artis peran yang sempat populer di layar kaca medio 2000-an itu. CPS/FER

Kejaksaan... “Dugaan adanya pe nyelewengan bantuan dana serta kasus korupsi yang terjadi di PDAM tersebut telah memunculkan berbagai asumsi publik yang mengarah kepada pejabat eksekutif dan instansi vertikal yang ada di Kota Cirebon. Ini harus ditelusuri dan diusut penegak hukum,” ujarnya. Ia menambahkan, pihaknya merasa ragu bahwa Kejaksaan memiliki keseriusan untuk menyelidiki dugaan penyelewengan

dana PDAM itu. “Kejaksaan melalui bapak Hadiman mengatakan supaya kawankawan harus bersabar karena pihak kejaksaan perlu mengumpulkan lebih banyak bukti untuk melakukan pengusutan. Kalau tidak, silahkan saja kawan-kawan melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian. Jadi sebenarnya kejaksaan serius atau tidak? Laporan masyarakat kok diabaikan,” imbuhnya. Terkait hal itu, Ketua DPC Lembaga

Pemantau Penyelenggara Trias Politika RI (LP2TRI) Cirebon, Soejono, mengatakan temuan data dugaan korupsi di PDAM Kota Cirebon senilai Rp 63,5 miliar menyebutkan indikasi adanya keterlibatan walikota Cirebon dan juga DPRD Kota Cirebon. “Di dalam hasil pemeriksaan BPK Jabar tercatat adanya transport dan akomodasi pejabat eksekutif dan legislatif Pemkot Cirebon. Yang menimbulkan

tanda tanya besar, untuk apa dana tersebut digunakan,” tegasnya. Karena itu, Soejono berharap kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Kepala Kepolisian Daerah Jabar dan Komisi Pemberantasan Korupsi agar turun langsung untuk menangani dugaan korupsi di PDAM Tirta Dharma Kota Cirebon tersebut. “Karena penegak hukum di Kota Cirebon tidak berani menangani kasus tersebut,” pungkasnya. EKA/PIP/SUR

alasan,” lanjutnya. Sementara itu, dalam pernyataannya tertulisnya kepada wartawan usai ditetapkan sebagai Ketua DPD PD Jawa Barat, Iwan Sulandjana mengatakan dirinya akan membawa Demokrat kembali memenangkan pemilu legislatif dan menjadi penyumbang suara utama di tingkat nasional di 2014. “Saya menginginkan pemilu legislatif di Jabar, Demokrat kembali bisa meraih nomor satu. Target kami meraih

30% suara atau minimal sama dengan pemilu legislatif lalu. Dimana dari Jabar ada 29 anggota DPR,” kata Iwan. Iwan juga menegaskan pihaknya akan memberi perhatian khusus untuk pemenangan pilkada Jawa Barat, tahun depan. Ditambahkannya, PD sudah mengisyaratkan mendukung wagub petahana Dede Yusuf. “Kita akan fokus untuk menyempurnakan Daftar Pemilu Sementara (DCS) dan berusaha memenangkan

pilkada gubernur Jabar,” pungkasnya. Sedangkan Ketua DPC PD Kabupaten Bogor, Pandji Sukmana mengaku sempat pusing dengan kondisi Musda yang sempat tak jelas. Namun dengan terpilihnya Iwan secara aklamasi, maka kini tugas selanjutnya adalah konsolidasi. “Kami senang setelah sempat pusing memang biasa perbedaan politik yang ada. Sekarang bagaimana kami bisa membesarkan partai,” ucap Pandji. DED

tanyaan wartawan, usai menutup Pekan Gebyar Pantura, di Balai Desa Gebang Mekar, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, kemarin. Lebih lanjut, Ahmad Heryawan mengatakan, siapa pun yang mendampinginya dalam pilgub, haruslah satu visi, satu misi, religius dan berkomitmen memberantas korupsi. Mengenai kabar dirinya akan menggaet artis Dedy Mizwar, Ahmad Heryawan belum mau berkomentar banyak. “Kita tetap menjalin komunikasi dengan semua pihak, termasuk dengan Dedy Mizwar. Dan yang penting pendamping saya tidak harus artis,” ujarnya sambil tertawa. Di lain pihak, Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Andreas Parrera menyatakan

bahwa aktivis penggiat anti korupsi, Teten Masduki, tak pernah menolak posisi Jabar 2 alias wakil gubernur untuk maju pada Pilgub. Padahal kepada wartawan beberapa waktu lalu, Teten mengatakan akan berpikir dua kali jika diusung PDIP sebagai calon wagub, bahkan ia bisa saja mundur dari pencalonan. “Saya ketemu Teten, dia tidak pernah menyatakan itu (menolak posisi calon wagub - red),” kata Andreas Parera saat ditemui di Hotel Lodaya, Kota Bandung, kemarin. Namun ketika disinggung apakah Teten menerima jika diusung sebagai calon wagub, Andres tidak memberi jawaban tegas. “Posisinya sedang kita bicarakan soal itu,” ucapnya. Diakuinya, nama Rieke

Dyah Pitalokda dan Teten Masduki memang sudah mengerucut. Namun keputusan akhir tetap ada di tangan DPP dan Ketum Megawati Soekarnoputri. Menurutnya pembahasan untuk menentukan pasangan calon gubernur dan wagub terus dilakukan. Apalagi PDIP sejauh ini berencana maju sendiri tanpa koalisi dengan partai lain. Namun, kata Andreas, pembahasan belum mengarah pada komposisi RiekeTeten. “Itu belum masuk dalam pembicaraan,” tegasnya. “Yang penting sekarang kita bagaimana bicara kekuatan figur ini kemudian elektabilitasnya. Kemudian soal siapa nomor satu, siapa nomor dua, saya kira ini partai yang akan tentukan,” jelas Andreas. FER/HER/CPS

Musda... Saya melihat unsur DPP yang bertugas melaksanakan musda menunjukkan proses demokrasi yang rendah kualitasnya,” ujar Ketua DPC di wilayah III Bogor. Ditegaskannya pula, bahwa musda PD Jabar adalah yang terlama persiapannya, hampir dua tahun, tapi kejadian penundaan tanpa alasan jelas ini menjadi suatu kemunduran. “Ini pertunjukan demokrasi yang rendah kualitasnya. Terkesan dipaksakan dan ditunda tanpa

Selaras... “Pokoknya, segeralah,” singkatnya. Hatta juga mengungkapkan, DPP PAN akan tetap mendukung Dede Yusuf, meskipun orang nomor dua di Jabar itu merupakan kader Partai Demokrat. “Meskipun dari Demokrat, ya, kita dukung lah, dulu kan Dede Yusuf dibesarkan di PAN. Dan yang terpenting, siapa yang akan membawa Jabar menuju lebih baik, itu yang akan kita dukung,” pungkasnya. Sementara itu, sang incumbent alias Gubernur Aktif Ahmad Heryawan hingga kini masih belum mau mengungkapkan sosok yang akan mendampinginya. “Sudah ada, tapi belum dipublikasikan. Nanti juga akan muncul saat pendaftaran,” kata Ahmad Heryawan menjawab per-


OLAHRAGA

Edisi 173 - Tahun 1 - Rabu, 24 Oktober 2012

Lintas Arena Majalengka Tuan Rumah Kejuaraan Nasional Parayalang MAJALENGKA - Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Cabang Paralayang, akan menggelar kejuaraan nasional (Kejurnas) paralayang nomor ketepatan mendarat di Majalengka, Jawa Barat, 9-11 November 2012. Kejuaraan nasional itu sekaligus menentukan rangking atlet paralayang nomor ketepatan mendarat se-Indonesia. Ketua FASI Bidang Paralayang, Djoko Bisowarno, menuturkan rangking untuk atlet paralayang nomor ketepatan mendarat dibuat mulai dari peringkat 1 sampai peringkat 150. “Peringkat 1-4 putra maupun putri akan dikirim ke Kejuaraan Dunia Paralayang Nomor Ketepatan Mendarat (PGAWC) seri 2013,” kata Djoko kepada wartawan, kemarin. Menurut Djoko, untuk atlet paralayang nomor lintas alam sudah selesai dibuat dari rangking 1 sampai 60. Atlet paralayang nomor lintas alam yang menduduki rangking 1-5 akan dikirim mewakili Indonesia, di kejuaraan-kejuaraan internasional. Indonesia akan menjadi salah satu tuan rumah seri Kejuaraan Dunia Paralayang Nomor Ketepatan Mendarat (PGAWC) tahun 2 013 di Malang, Jawa Timur sekitar bulan Mei. Djoko mengutarakan, Malang terpilih sebagai lokasi supaya olahraga paralayang di Malang menjadi maju. Selama ini lokasi pertandingan paralayang internasional sering digelar di kawasan Puncak, Bogor. Q WAS

Kurang Tajam, Lini Depan Persib Butuh Van Dijk BANDUNG - Meski sudah memiliki Herman Epandi Dzumafo, Kenji Adachihara, Airlangga Sucipto, dan Sigit Hermawan, Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman masih berharap pemain naturalisasi Sergio Van Dijk yang kini memperkuat Adelaide United bergabung bersama Maung Bandung. Terlebih saat ini Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Glen Sugita masih tengah berupaya mendaratkan Van Dijk, pada bursa transfer Januari nanti. Djanur (sapaan Djadjang Nurdjaman) mengatakan kualitas mumpuni yang dimiliki penyerang berkepala plontos tersebut sangat dibutuhkan untuk mengejar ambisi tim agar menjadi juara ISL yang terakhir direbut 17 tahun silam. “Kita masih sangat berharap dia bisa bergabung bersama Persib. Dia pemain bagus. Siapa yang tidak mau. Apalagi kita juga memilih pemain yang bagus,” ujar Djanur saat dihubungi wartawan, kemarin. Sementara itu, mengenai bek asal Suriah yang dia rekomendasikan untuk menggantikan Jamie Coyne yang batal bergabung, Djanur mengatakan Naser Al Sebai tidak akan datang dalam waktu dekat. Meski demikian, pihaknya tetap menunggu untuk menguji pemain yang tengah memperkuat klub asal Lebanon, Tripoli Sporting Club. Q FER

B

OGOR - Pengurus Persatuan Sepakbola Indonesia (PSSI) kembali memanggil beberapa pemain Indonesia yang berlaga di luar negeri untuk memperkuat timnas di Piala AFF 2012. Setelah mengurungkan niat memanggil sejumlah pemain muda di CS Vise (klub Divisi II Belanda), pengurus PSSI mengalihkan dipanggil adalah Arthur Irawan yang bermain untuk tim yunior Espanyol, dan Tonny Cussel yang merumput di Liga Belanda. Koordinator Timnas Indonesia Bob Hippy, menjelaskan, pemanggilan Arthur Irawan dan Tonny Cussel diproyeksikan untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Syamsir Alam, Alfin Tuasalamony, Yericho Christiantoko, dan Yandy Sofyan. Mereka tidak bisa bergabung ke timnas karena klub CS Vise hingga kini kebingungan setelah menerima dua surat panggilan untuk pemainnya itu, yaitu dari PSSI dan KPSI. “Karena Syamsir bersama rekannya tidak boleh bergabung. Kami memanggil Artur Irawan. Kami sudah melayangkan surat pe-

manggilan untuk Arthur tadi pagi. Tinggal menunggu konfirmasi saja,” ujar Bob kepada wartawan, Selasa (23/10). Bob menambahkan, nama Arthur dan Tonny Cussel akan dimasukkan dalam daftar 35 nama pemain timnas yang akan diserahkan ke AFF besok (24/10). “Besok baru kami rilis dan akan diserahkan ke AFF. Semoga tidak ada perubahan lagi” kata Bob. Terkait hal itu, Manajer Timnas Indonesia Habil Marati, memastikan pemain lainnya yang telah dipanggil, Jhon van Beukering, akan tiba di Jakarta pada 6 November. “Lilipaly dia tidak jadi datang karena tidak boleh sama klubnya. Tapi Jhon van Beukering datang tanggal 6 November nanti,” cetus Habil yang menyatakan timnya tidak terpengaruh dengan tindakan KPSI yang tetap ngotot untuk mengambil alih timnas. Sementara itu, timnas senior Indonesia kembali menggelar training centre (TC) setelah sepekan beristirahat. Kali ini, TC digelar di Pantai Carnaval, Ancol, Jakarta. Sebanyak 22 pemain, terlihat serius mengikuti TC di bawah

KEGIATAN KANTOR PERTANAHAN KAB. BOGOR “ PEMBINAAN TEKNIS PERTANAHAN PANITIA PEMERIKSAAN TANAH “A” BAGI CAMAT, SEKCAM, KASIPEM DAN KEPALA DESA / LURAH SERTA SEKDES / SEKLUR SE KECAMATAN CIBINONG, TAJUR HALANG DAN BOJONG GEDE ” Hotel Taman Cibinong 2 Selasa, (23 /10) Q SAL

komando Nil Maizar dan kawan-kawan. TC tersebut, bertujuan meningkatkan fisik pemain jelang libur yang direncanakan pada 24-28 Oktober mendatang. Sayangnya, dari jumlah pemain tersebut, tidak satu pun terlihat pemain asal kompetisi Indonesia Super League (ISL) yang sebelumnya telah dipanggil. “Persiapan semakin mepet, karena itu Nil Maizar harus segera membentuk formasi tim inti sekalipun tanpa menyertakan para pemain ISL. Kami optimis Nil Maizar mampu memberikan yang terbaik,” tutur Bob Hippy. Meski begitu, Bob mengaku masih membuka pintu bagi pemain ISL untuk bergabung. Selain itu, dilanjutkan Bob, manajemen Timnas sudah menjadwalkan tiga pertandingan uji coba. “Kami sudah berbicara dengan federasi sepakbola dari tiga negara, Filipina, Thailand, dan Timor Leste. Namun, yang pasti baru Filipina. rencananya, Timnas akan melawan Filipina di Bali pada 9 November,” pungkasnya. Q

CPS

12


PENDIDIKAN & KESEHATAN

Edisi 173 - Tahun 1 - Rabu, 24 Oktober 2012

Kemenkes Prihatin, 20 Ribu Pengidap Masalah Kejiwaan Terpasung

Info Kesehatan Penyakit Tumor Keturunan yang Sulit lit D lilit Didiagnosis i di (3)

B

agaimana nasib pasien penderita TSC? Bagaimana pengobatan dan perawatannya? Tingkat keparahan TSC dan masa depan pasien TSC sangat bergantung pada lokasi organ dimana tumornya tumbuh dan fasilitas kesehatan yang tersedia serta aksesibilitasnya terhadap pasien TSC.Tumor yang berlokasi pada organ-organ vital seperti jantung, paru-paru, ginjal dan otak berpotensi memperburuk kualitas hidup dan mengancam kehidupan. Namun pasien dengan gejala yang ringan dapat memiliki kualitas hidup yang hampir sama dengan orang normal. Perawatan TSC sangat bergantung pada manifestasi klinis yang terjadi, bergantung pada organ dimana tumor tumbuh dan idealnya membutuhkan kerjasama lintas spesialisasi. Perawatan ini membutuhkan waktu sepanjang hayat dan difokuskan pada usaha memperpanjang usia serta memperbaiki kualitas hidup. Disamping itu juga dibutuhkan kerjasama diantara sesama orangtua atau keluarga yang memiliki anak penderita TSC untuk membentuk kelompok dukungan sosial (social support group). Kelompok dukungan sosial ini sangat bermanfaat untuk tempat berbagi pengalaman dan informasi diantara penderita TSC dan tempat konsultasi dokter ahli yang berpengalaman menangani pasien-pasien TSC. Belum ada pengobatan yang terbukti secara efektif menghentikan pertumbuhan tumor yang terjadi. Namun demikian sampai saat ini di berbagai negara di Eropa dan Amerika sedang dilakukan uji klinis untuk mengetahui kemanjuran dan keamanan sebuah obat yang bernama ‘serolimus’. Obat ini memiliki efek menghambat pertumbuhan tumor dan mengecilkannya. Masih dibutuhkan waktu beberapa tahun kedepan untuk membuatnya siap digunakan. Saat ini di Human Genome Center, School of Medical Sciences, Universiti Sains Malaysia sudah dimulai riset untuk meneliti mutasi-mutasi yang terjadi pada pasien TSC. Penelitian awal untuk mendeteksi mutasi-mutasi yang terjadi ini sangat penting untuk memahami terjadinya TSC di kawasan Asia Tenggara, sebelum penelitian yang lebih bersifat terapetik dimulai. Tidak menutup kemungkinan dalam waktu yang tidak lama juga terdapat kesempatan untuk melakukan uji klinis serupa dengan yang dilakukan di negara-negara Eropa dan Amerika.

SUKABUMI - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sekitar 20 ribu orang dalam masalah kejiwaan (ODMK) berat yang ada di seluruh Indonesia, masih dipasung oleh keluarga. Pasalnya ODMK kelas berat itu sering mengamuk baik di dalam rumah maupun di luar rumah dan juga pihak keluarga merasa malu. “Sampai sekarang ODMK yang masih dipasung

angkanya berkisar antara 18 ribu hingga 20 ribu. Inipun masih ada yang belum melaporkan,” papar Direktur Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Diah Setia Utami kepada para wartawan usai pemaparan mengenai Kesehatan Jiwa di kantor Desa Jambe Nenggang, Kecamatan Kebon Pedes-Kabupaten Sukabumi, Selasa (23/10/2012). Diah menjelaskan pemasungan itu bukan be-

“Walau kerja pulu-

han tahun, pangkat tak punya. Lain halnya, dosen non-PNS sudah diatur pangkat dan golongan/ruangnya,” BOGOR - Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menilai Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Kementrian Agama (Kemenag), kurang memperhatikan guru non-Pegawai Negeri Sipil (PNS) baik secara kepegawaian, profesi, maupun kesejahteraannya. Padahal sampai saat ini peran guru non-PNS sangat penting dalam pembangunan pendidikan nasional di Indonesia. Ketua Umum PB PGRI, Sulistiyo, menjelaskan yang dimaksud guru non-PNS adalah guru nonPNS di sekolah negeri yang biasa disebut guru honorer dan guru non-PNS di sekolah swasta, yang ser-

ing dikelompokkan menjadi guru tetap yayasan dan guru tidak tetap. Guru non-PNS itu sampai saat ini secara kepegawaian sama sekali tak dihiraukan. Pangkat dan jenjang karir tak dihiraukan. Bahkan, kesejahteraannya pun jauh dari wajar. “Walau kerja puluhan tahun, pangkat tak punya. Lain halnya, dosen non-PNS sudah diatur pangkat dan golongan/ruangnya,” kata Sulistiyo yang juga Wakil Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) itu dalam keterangan persnya, kemarin. Guru honorer ada yang di TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA. Mereka secara kepegawian tak jelas masa depannya dan mereka memperoleh penghasilan yang tidak wajar. Menurutnya, kenyataan ini melanggar Pasal 14, yaitu guru harus memperoleh penghasilan diatas kebutuhan minimal dan 39 UU No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yaitu guru harus memperoleh penghasilan yang wajar.. Menurut laporan para anggota Komite III DPD RI dari berbagai provinsi, saat ini seluruh provinsi, seluruh kabupaten dan kota kekurangan guru SD. Kekurangan itu diisi oleh guru honorer. Tugas dan kewajiban mereka sama persis dengan guru PNS. Banyak di antara mereka bekerja dengan baik, bahkan ada yang lebih baik dari guru PNS. “Sungguh zholim, jika mereka tidak memperoleh perhatian yang wajar, terlebih guru di pendidikan dasar (SD-SMP). Karena dalam Pasal 31 ayat (2) UUD 1945, dinyatakan bahwa setiap warga

DIJUAL LUKISAN KARYA PELUKIS TERNAMA Judul : “Kereta Kencana” Harga : Rp 350 000 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hub. Nur Hamidan 081584965577

DIJUAL :RUMAH + KONTRAKAN di Bakom Harga : Rp 2 700 000 Lokasi : Cileungsi - Bogor Hubungi: 0812 8770 3305

DIJUAL UANG KUNO Harga : Rp 2 250 000 Lokasi : Jawa Barat - Depok Hub Lingga 021-92739059

OLAHRAGA DIJUAL : JERSEY LADIES ARSENAL ( Size S masih baru ) Lokasi : Jawa Barat - Cimahi Harga : Rp 140 000 Hubungi : 089657634819 Handy Hermawan DIJUAL : SEPEDA WIM CYCLE FISHBONE ( type Fishbone ukuran 20 inch) Harga : Rp 900 000 Lokasi : Jawa Barat - Depok Hubungi : Bernard Renaldi 08158036466 DIJUAL : AIR CLIMBER Alat Fitness Praktis Harga: Rp 650 000 Lokasi: Jawa Barat - Bogor Hubungi : Babe Shop HP. 081585828666

APARTEMEN DISEWAKAN APARTEMEN setiabudhi , Ukuran: 48 m² Harga sewa: Rp 6 juta perbln Lokasi: Jawa Barat - Bandung Hub. : Christopher 081910006100 DISEWAKAN APARTMENT GRAND Setiabudi Bandung Harga : Rp. 50 Juta / Tahun Lokasi: Jl. Setiabudi 130-134 Bandung - Jawa Barat Hubungi: Rizal (08121471598) Dijual : Rumah + kontrakan diBakom Harga : Rp 370 000 000 Lokasi : Cileungsi - Bogor Hubungi: 0812 8770 3305

RUKO

RUKO PINGGIR JALAN di Jl.Raya Tajur Harga : Rp 1 350 000 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi :081806341259 KAVLING KOMERSIAL SENTUL ukuran 180000 m² Harga : Rp 2 000 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi : 081387742916

DIJUAL : RUMAH Harga : Rp 150 000 000 Lokasi : Jl.raya Jampang Kalisuren,bogor Hubungi: 087870256116 DIJUAL : RUMAH + KONTRAKAN 12 pintu Harga : Rp 500 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi: 0812 8770 3305 DIJUAL RUMAH nyaman dan sejuk Harga: Rp 875 000 000 Kamar Tidur: 5 Ukuran: 180 m² Lokasi: Jawa Barat - Bandung Hubungi Silva/ bu Hany CP: 085624331105 / 0856208007

JASA

- LOWONGAN KERJA - PELUANG USAHA - PROPERTY - KEHILANGAN - OTOMOTIF - ELEKTRONIK -

KOMPUTER METRO CELL Jual Beli HP Baru & Second Segala Macam Merk. “Harga Menarik” Plaza Jambu 2 Lantai 1 Bogor Hubungi: 081310361202 (Anang) DIJUAL : N8 SECOND mulus Harga : Rp 1 800 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi: 0877 5401 9962 DIJUAL : HTC DOPOD D810 Harga : Rp 650 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi: 081947428629

SPESIALIST SERVICE LAPTOP&PC Alamat : Bogor - Jawa Barat Telp : 0815 1753 8858

BENGKEL LAS LISTRIK WIDA SARI Jl Raya Narogong Km. 21.5 RT. 01/08 Rawa Hingkik Lokasi :Cileungsi - Bogor (Depan Perum. Cileungsi Hijau) Hubungi Oma Sualiaman 08129342380/081932976548 (021) 82497139

YULIA SALON Melayani : Creambath, gunting rambut ,Make up,keriting dll Dan menerima Tata Rias pengantin Discount harga 20 % Buka jam 9 pagi tutup jam 6 sore, Lokasi jl. By pass Jenun Arjawinangun Telp. 081 320 009 411

AUDIO DIJUAL POLKAUDIO TSI 100 Spesifikasi Produk: Speaker type Bookshelf Lokasi: Jawa Barat - Bogor Harga: Rp 2 500 000 Hubungi : Mulyana - 022-61420730

MOBIL DIJUAL : PEUGEOT 505 GR PAUS TH 86 Classic Retro 1986 Harga : : Rp 28 500 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi: 02519387247

DIJUAL :BLACKBERRY dua nomer tour 9630 Harga : Rp 1 200 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi:YUDI : 02199683702

SEWA PERALATAN/ PERLENGKAPAN CATERING/ KATERING Lokasi Jawa Barat - Bogor Telp. 081389392450 / 087872242744

SALEH NURANGGA

0251 - 8653016/087770122012

HANDPHONE

A.O.S RECORD Rekaman terjangkau demo,Mixing,mastering,etc lokasi : Jawa barat - Bogor komp badak putih 1 no.31 kotabatu, ciapus bogor hubungi : 085692628092

KHATULISTIWA CATERING SERVICE Alamat: Jawa Barat - Bogor Hubungi : 08561431845

negara wajib mengikuti pedidian dasar dan negara wajib membiayainya. Itu artinya, guru sebagai bagian utama dari pendidikan harus dibiayai oleh negara,” kata Sulistiyo. Tapi nyatanya, kata Sulistiyo, pemerintah mengabaikannya. Demikian juga guru di sekolah swasta. Dalam pendidikan, sekolah swasta berbeda dengan instansi swasta di lembaga lain yang tidak mengurus pendidikan. Sekolah swasta mempunyai tugas yang sama dalam mencerdaskan bangsa. Pasal 55 ayat (1) UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, dinyatakan bahwa pemerintah dan atau pemerintah daerah wajib membantu lembaga pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat (sekolah swasta). Tetapi kenyataannya jauh panggang dari api. Bahkan, semakin hari semakin jauh, terbukti guru PNS di sekolah swasta (Guru PNS DPK) banyak yng ditarik dari sekolah swasta ke sekolah negeri. Sulistiyo menyatakan bahwa PB PGRI telah mengirim surat kepada Presiden RI yang ditembuskan ke berbagai pihak terkait per 1 September, agar pemerintah segera menetapkan penghasilan minimal Guru Non-PNS dan mensubsidinya melalui APBN. “Semoga segera terwujud. Jika tidak, PGRI terpaksa akan melaksanakan gerakan organisasi, yang akan diputuskan pada Konkernas PGRI akhir Januari 2013 di Mataram, NTB,” ujarnya seraya menambahkan DPD RI tahun 2013 akan membentuk Panitia Khusus Guru. CPS

Iklan Baris

--- MINI Iklannya BESAR manfaatnya --RUMAH

rarti seseorang yang ODMK lalu kakinya dipasung dengan menggunakan balok kayu saja, melainkan pengertiannya adalah seseorang yang direnggut kemerdekannya dan hak-haknya dibatasi. “Pengertian dipasung itu utamanya adalah merenggut kebebasan seseorang dan membatasi hak-haknya. Jadi dipasung bisa dalam bentuk dirantai, dikurung di dalam kamar atau hanya di dalam rumah saja dan tidak boleh keluar rumah,” jelasnya. Menurut Diah, sebenarnya perlakuan pemasungan tidak akan menyelesaikan permasalahan atau mengembalikan kesehatan jiwanya. Malahan dengan perlakuan pemasungan akan memperparah ODMK semakin lebih berat. “Karena dalam penyembuhan ODMK, bukan saja diobati dari medis saja, melainkan dari aspek sosial dan kemasyarakatan juga diperlukan,” ujarnya. Maka, lanjut Diah, masyarakat yang memiliki anggota keluarganya termasuk ODMK tidak perlu khawatir dengan perawatan dan pengobatannya. Karena Kemenkes telah menyediakan berbagai jenis obat mulai dari obat oral hingga suntik serta program perawatannya. “Untuk perawatan dan pengobatan ODMK ini pemeintah telah memiliki 33 rumah sakit jiwa (RSJ) yang rata-rata menampung lebih dari 100 tempat tidur. Bahkah ada yang menampung hingga 600 tempat tidur,” ujar Diah. Diah menambahkan pemerintah telah mencanangkan pada 2014 Indonesia bebas pasung. Program tersebut telah dimulai dan terus diupayakan sejak 2010 oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Almarhumah Endang Rahayu Sedyaningsih. “Pada program Indonesia Bebas Pasung ini, Kecamatan Kebon Pedes Kabupaten Sukabumi dan Garut merupakan daerah yang dijadikan sebagai percontohan,” pungkasnya. HEP

Kemendikbub dan Kemenag Minim Perhatian pada Guru Non PSN

Iklan MINI HOBI

10

BENGKEL

BENGKEL LAS DOMA PUTRA canopy,pintu,pagar,relling, balkon, tangga putar,harmonika,teralis minimalis, rotern,cor bahan galfanis Lokasi : Jawa Barat - Bandung Hubungi : 085852424198 BENGKEL KERJASAMA BERSAMA Cuci Stream Motor Sudah Berjalan 3 Tahun lokasi strategis di Jalan Utama Pantura utara dekat dengan kota Jl. Sunan Gunung jati Cirebon Hubungi : 08127137003/0231224801

KESEHATAN AHLI GIGI MULIA Melayani, Menerima Pesanan dan Panggilan ( Pasang Gigi, Pasang Behel / Kawat Gigi,Jaket Gigi,Tambah Gigi, Dll) Jl.Baru No.474 Seberang SMA PGRI 3 Bogor Telp : 085854585539/081283016660 (Rofan)

DIJUAL : KOMPUTER AMD DualCore 2,2ghz Harga : Rp 1 300 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi: 0889 1503959 DIJUAL : LAPTOP DELL D600 Harga : Rp 1 300 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi:Dijual : 085691582049

AYOO..... PASANG IKLAN DI

DIJUAL : SUZUKI APV ARENA SGX Matic 2008 Harga : Rp 107 000 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi: 087874004818

AMALLIA : 08568505170

DIJUAL : TOYOTA VIOS Type G M/T Hitam Harga : Rp 140 000 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hub. 0811-1104-22 / 0817-984-5828

MOTOR

DIJUAL : KOMPUTER CORE I3 Harga : Rp 4 500 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi:083819530285/ 085776594078

DIJUAL : JUPITER MX MODIF 2010 Harga : : Rp 11 000 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi: 0878737721500

DIJUAL USB VACUUM CLEANER Bisa digunakan untuk membersihkan debu-debu yang menempel di keyboard komputer Anda. Harga: Rp 161 000 , Hub: Prayogo 087869772469

DIJUAL : SHOGUN 125 PLAT F Harga : Rp 4 700 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi: 081310402292 DIJUAL :SUZUKI THUNDER FLAT F 2007 Harga : : Rp 5 500 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi: 08782322655

Telah Beredar Album Terbaru Tarling Dangdut

“ Candra Lelana Bangkit “

Dengan lagu-lagu hitsnya Iyeng Permata-Maman S Diproduksi oleh CV Alan Jaya Record Untuk dapatkan kaset dan cd nya Hubungi Di Alamat : Jl by pas Arjawinangun - Cirebon Kontak Person: 085314567948 DIJUAL

DIJUAL KAWASAKI BINTER MERSI LOKASI: JAWA BARAT ͳ BOGOR HUBUNGI :087872030809 DIJUAL VESPA SERADA THN 89 F KOTA MULUS WARNA MERAH LOKASI: JAWA BARAT ͳ BOGOR HUBUNGI :087872030809

DIJUAL :SUZUKI SATRIA 120r 2002 Harga : Rp 4 500 000 Lokasi : : Jawa Barat - Bogor Hubungi: 085772573730

LOWONGAN KERJA JAWA BARAT DALAM GENGGAMAN ANDA

PANGGILAN Dengan ini memanggil kepada : 1. Sdr. INDRA GUNAWAN (eks Perwakilan Bandung) 2. Sdr. MAMAN SUHARMAN (eks Perwakilan Cirebon) 3. Sdr. SUDIRMAN (eks Perwakilan Indramayu) 4. Sdr. JOKO WARIHNYO (eks Perwakilan Depok) 5. Sdr. ENDANG YUSUF (Eks Perwakilan Purwakarta) Untuk hadir ke kantor HU. LINGKAR JABAR, Griya Indah Bogor Blok.R No.8, Jl. Soleh Iskandar, Kota Bogor Telp. (0251) 8653016 - 8664342 atau Konfirmasi langsung ke 081210781404, 087870707004, 087880036777, untuk menyelesaikan kewajiban saudara dengan pihak manajemen kantor. Atas perhatiannya, diucapkan terima kasih. Pemimpin Redaksi, COKY PASARIBU

DIBUTUHKAN KOKI CATERING Dicari secepatnya 2 orang wanita Usia maksimal 35-45th. Untuk Bantu2 Memasak Catering di Kaltim (Malinau) Gaji pertama 1juta Mess dan Makan disediakan. Lokasi : Jawa Barat - Bandung Berminat segera Hub Bp. Indra : 085624836368 DIBUTUHKAN TELEMARKETING PT. BANK PERMATA Kualifikasi: 1.Pria/wanita 2.Pendidikan minimal SMA/Sederajat 3.Fresh graduate 4.Berpengalaman lebih di utamakan 4.Umur max 40 th 5.Menyukai bidang marketing 6.Berpenampilan menarik,rapih 7.Komunikatif dan persuasif Hub : 087770146888


H U Lingkar Jabar Edisi 173