Issuu on Google+

MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WEBSITE DI PT. BANDUNG TALENTSOURCE Angga Argayadi Rusdiana Konsentrasi Teknik Informatika, Program Studi Teknik Informatika STMIK LPKIA Jln. Soekarno Hatta No. 456 Bandung 40266, Telp. +62 22 75642823, Fax. +62 22 7564282 argayadi@bandungtalentsource.com / argayadi@gmail.com

Abstrak Dalam dunia pendidikan, berbagai inovasi telah dilakukan untuk meningkatkan prestasi peserta didik yang berkualitas. Kegiatan belajar mengajar diluar jam sekolah kini telah menjadi bagian dari rutinitas bagi peserta didik tingkat SD, SMP, dan SMA bahkan tingkat Mahasiswa dan Karyawan pun kini sudah mulai tertarik untuk dapat meningkatkan kemampuannya pada bidang yang dikehendakinya. Pada saat ini PT. Bandung TalentSource telah berupaya menjangkau semua kalangan pelajar, karyawan, dan eksekutif untuk dapat bergabung dalam kegiatan belajar mengajar diluar jam sekolah dan kerja. Media Pembelajaran berbasis website atau sering kita sebut dengan istilah E-Learning, dalam penerapannya menggunakan CMS Moodle 2.3.2, merupakan salah satu terobosan yang dapat menjawab permasalahan tersebut. Sayangnya, keberadaan E-Learning di Indonesia masih kurang mendapat perhatian khusus dari masyarakat karna masih terjebak pada pola pemikiran pengajaran secara konvensional. Penerapan konten pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif pada E-Learning diharapkan dapat memicu daya tarik masyarakat untuk dapat segera bergabung pada pola pembelajaran berbasis website yang diterapkan secara realtime.dan dapat terlaksana secara efektif dan efisien. Kata kunci : Media Pembelajaran, Website, E-Learning

I.

Pendahuluan

TalentSource didirikan untuk memiliki campuran yang tepat dari idealisme dan disiplin sebuah entitas bisnis, sebuah perusahaan komersial standar tinggi dengan corporate citizenship yang kuat. TalentSource juga merespon tingginya permintaan dari e-learning, dan mengembangkan e-learning untuk bahasa. Program ini khusus ditujukan untuk melatih bahasa Indonesia untuk ekspatriat yang bekerja di Indonesia dan Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia CPNS. Perkembangan teknologi dari hari ke hari kian pesat perubahannya, dalam era digitalisasi seperti sekarang ini banyak orang sudah tidak asing lagi dengan internet. Fenomena jejaring sosial seperti facebook dan twitter merupakan salah satu contoh bukti konkret bahwa era digitalisasi telah merambah pada semua kalangan usia. Pemanfaatan skype sebagai salah satu media video call telah mampu mengalahkan eksistensi telepon rumah biasa. Begitu pula dalam dunia pendidikan, khususnya dalam

bidang pelatihan keterampilan ekstra, yang sering kita sebut dengan istilah kursus kini telah mulai tersaingi oleh pola pelatihan yang diterapkan secara online (e-learning). Konsep yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah mengenai media pembelajaran online atau sering kita sebut sebagai e-learning. Pemanfaatan akses internet sebagai media penghubung antar intruktur / guru dengan peserta didik dapat terjalin tanpa adanya batasan ruang dan waktu, keuntungan yang akan didapat salah satunya adalah pengguna akan mendapatkan manfaat lebih dengan metode belajar secara online, karena salah satu kontent yang ditawarkan dalam perancangan e-learning ini adalah penerapan pelatihan melalui video interaktif, dimana pengguna disajikan sebuah video yang telah dirancang sedemikian rupa dalam bentuk flash yang akan meresponse sesuai dengan keinginan pengguna sesuai dengan kontent yang dibahas. Selain itu keuntungan lain yang didapat adalah lebih hemat biaya, waktu, dan tempat karena peserta dapat mengakses kapan dan dimanapun dia berada.


Penyajian materi pembelajaran berbasis video interaktif ini diterapkan dalam situs web yang dalam penerapannya menggunakan CMS Moodle 2.3.2 sehingga peserta didik dapat mengakses kapan dan dimana pun. Konten yang disajikan meliputi beberapa program pelatihan keterampilan ekstra yang dapat bermanfaat bagi peserta didik dalam hal peningkatan kemampuan dalam bidang tertentu, pembagian materi didasarkan pada tingkat peserta didik itu sendiri baik dimulai dari tingkat dasar sampai expert. Berdasarkan hasil penelitian dan observasi di lapangan, terdapat beberapa permasalahan yang terjadi dan dapat diidentifikasikan sebagai berikut :  Terbatasnya ruang dan waktu pada pola pendidikan konvensional.  Materi pembelajaran yang disajikan hanya bisa didapat dalam satu sesi tertentu. Penelitian difokuskan pada ruang lingkup permasalahan yang mencakup beberapa aspek tertentu, antara lain :  Pembuatan / update konten kursus (admin)  Kelola user (admin)  Rubah tampilan website (admin)  Grade report (teacher)  Simulasi kursus video interaktif (student)

mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras. Hubungan media pembelajaran berbasis website (elearning) dengan motode pembelajaran yang ada memiliki keterkaitan satu sama lain dalam penerapan motode mana saja yang dapat diimplementasikan dalam e-learning dengan menggunakan CMS Moodle versi 2.3.2. No.

Motode Pembelajaran

1

Metode Ceramah

2

Metode Diskusi

Implementasi Dalam E-Learning (CMS Moodle versi 2.3.2) Video Streaming Jenis Activity : HotPot Jenis Resources : IMS content package, Page Sharing informasi via forum Jenis Activity : Forum Jenis Resources : -

3

Medote Demonstrasi

Kolaborasi activity & resources Jenis Activity

: Assignment, Upload single file, HotPot Jenis Resources : IMS content package, Page 4

Metode Ceramah Plus

Kolaborasi activity & resources Jenis Activity

Berdasarkan identifikasi permasalahan yang telah ditetapkan, maka tujuan dari pembuatan tugas akhir ini sebagai berikut :  Kendala pada pola pendidikan konvensional dapat diatasi dengan diterapkan sistem pendidikan secara online dan multiuser access.  Materi pembelajaran yang disajikan menggunakan penerapan konten kursus unlimited access dimana dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

II.

: Assignment, Upload single file, HotPot, SCORM Package Jenis Resources : IMS content package, Page 5

Metode Resitasi

Jenis Activity : Online Text Jenis Resources : 6

Metode Eksperimental

Sedangkan menurut Briggs (1977) media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Kemudian menurut National Education Associaton (1969)

Video/Audio Streaming dan Quiz Jenis Activity

: Quiz, HotPot, SCORM Package Jenis Resources : -

Dasar Teori

Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar mengajar. Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau keterampilan pembelajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Batasan ini cukup luas dan mendalam mencakup pengertian sumber, lingkungan, manusia dan metode yang dimanfaatkan untuk tujuan pembelajaran / pelatihan.

Pembuatan karya tulis

7

Metode Study Tour (Karya Wisata)

Tidak dapat diimplementasikan dalam E-Learning, namun dapat memberikan informasi jadwal kegiatan outdor via email dan jenis activity Offline Activity.

8

Metode Latihan Keterampilan

Tidak dapat diimplementasikan dalam E-Learning, namun dapat memberikan informasi jadwal kegiatan outdor via email dan jenis activity : Offline Activity.

9

Metode Pengajaran Beregu

Pembentukan user group, kolaborasi activity & resources Jenis Activity

: Assignment, Upload file, HotPot, SCORM

Jenis Resources : IMS content package, Page


No.

Motode Pembelajaran

10

Peer Teaching Method

Implementasi Dalam E-Learning (CMS Moodle versi 2.3.2) Membuka jalur komunikasi dengan user lain Jenis Activity

: Chat, Forum, Glossary, Wiki Jenis Resources : 11

12

Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving Method)

Project Method

Kolaborasi activity & resources Jenis Activity

: Assignment, Upload single file, Choice, Lesson, HotPot, SCORM Package, Survey Jenis Resources : IMS content package, Page Studi kasus dilengkapi dengan assignment Jenis Activity

: Assignment, Upload single file, Certificate, HotPot, SCORM Package Jenis Resources : IMS content package, Page 13

Taileren Method

UML merupakan gabungan dari metode Grady Booch (Booch Method), James Rumbaugh (OMT) dan Ivar Jacobson (OOSE). Tetapi UML ini akan mencakup lebih luas daripada OOA&D. Pada pertengahan pengembangan UML dilakukan standarisasi proses dengan OMG (Object Management Group) dengan harapan UML akan menjadi bahasa standar pemodelan pada masa yang akan datang.

III.

Analisis Lunak

dan

Perancangan

Perangkat

Use case diagram merepresentasikan interaksi antara Actor dengan sistem, dalam use case ini dapat diketahui aktifitas Actor yang dikelompokkan ke dalam beberapa class, seperti admin, teacher, dan student. Sedangkan sistemnya sendiri dapat dikategorikan ke dalam sebuah sistem berbasiskan website yang dapat diakses secara realtime. Berikut adalah gambaran umum dari use case yang akan diterapkan dalam media pembelajaran berbasis website :

Penyajian materi secara bertahap Jenis Activity : HotPot Jenis Resources : Book, IMS content package, Page

14

Metode Global (Ganze Method)

Kolaborasi activity & resources Jenis Activity : Online Text, HotPot, SCORM Package Jenis Resources : IMS content package, Page

Tabel 1. Metode Pembelajaran Dalam E-Learning Sistem pembelajaran elektronik atau e-pembelajaran (Inggris: Electronic learning disingkat E-learning) adalah cara baru dalam proses belajar mengajar. Elearning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan e-learning, peserta ajar (learner atau murid) tidak perlu duduk dengan manis di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung. E-learning juga dapat mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah program studi atau program pendidikan. Dalam perancangannya, digunakan suatu metodologi untuk dapat diimplementasikan pada proses penelitian. UML (Unified Modeling Language) merupakan pengganti dari metode analisis berorientasi object dan design berorientasi object (OOA & OOD) yang dimunculkan sekitar akhir tahun 80-an dan awal tahun 90-an.

Gambar 1. Use Case Diagram E-Learning

IV. Implementasi dan Pengujian Dalam penerapan di lapangan / implementasi sistem terdapat beberapa komponen pendukung untuk dapat dijadikan sistem minimun dalam pengaplikasian website elearning. Berikut adalah component diagram yang digunakan dalam website elearning.

Gambar 2. Component Diagram


Pada tahap perancangan deployment diagram website elearning ini, diperlukan suatu komponen pendukung yang dapat merealisasikan komunikasi antar perangkat. Berikut penggambaran deployment diagram pada website elearning.

Setelah konten yang akan diterapkan tersusun, maka pada tahap ini diperlukan suatu perhatian khusus untuk dapat mengkaji lebih dalam mengenai alur proses, komponen sistem, spesifikasi hardware, sistem minimum server, dan prosedur pembayaran yang akan diterapkan pada pengguna. 5. Trial and Error System Setelah terdapat kepastian dalam pengkajian perangkat lunak, pada tahap ini dilakukan suatu pengujian daya tahan perangkat luna, dimulai dari waktu loading yang diperlukan dalam pengeksekusian konten sampai pada tahap pencarian dan perbaikan bugs yang terdapat pada perangkat lunak.

Gambar 3. Deployment Diagram Dalam tahap implementasi, dilakukan serangkaian aktifitas yang ditujukan untuk merepresentasikan hasil perancangan sistem pada tahap pengaplikasian sistem untuk digunakan dalam dunia nyata. Hal yang mesti diperhatikan adalah sumber daya manusia, finansial, dan client. Selain itu diperlukan suatu tools yang dapat merepresentasikan pengaplikasian perangkat lunak, seperti moodle yang merupakan komponen utama dalam perancangan sistem elearning yang termasuk dalam CMS (Content Management System). Tahapan implementasi perangkat lunak dapat dijabarkan seperti berikut : 1. Analisa Pasar Dalam memulai suatu project, kita dituntut untuk dapat melihat peluang pada sisi pasar. Perkembangan dunia informasi berbasis internet merupakan suatu peluang besar dalam melihat sumber daya pasar yang cukup potensial untuk memulai perencanaan proses bisnis. 2. Pengumpulan Data Setelah terlihat target pemasaran yang cukup potensial, proses pengumpulan data diperlukan untuk mengembangkan perencanaan proses bisnis yang telah dirancang. 3. Perancangan Konten E-learning Konten yang akan disajikan akan menjadi suatu objek yang cukup krusial, karena akan menjadi daya tarik utama dalam penerapan website elearning. Maka diperlukan suatu perhatian khusus bagi tim pengajar untuk dapat menghasilkan konten yang berkualitas. 4. Eksplorasi Perangkat Lunak (CMS moodle)

6. Design Website Pada tahap ini diperlukan suatu kreatifitas dari segi perancangan design, dimana kolaborasi warna dan gambar yang dihasilkan harus sesuai dengan konten yang ditawarkan pada website. 7. Instalasi CMS Moodle Setelah dinyatakan fix pada pengujian perangkat lunak secara localhost, selanjutnya sistem tersebut diterapkan pada web hosting lalu diadakan pengujian kembali pada sistem tersebut untuk dapat dioperasikan secara maksimal. 8. Konfigurasi & Launching Website Setelah kebutuhan sistem minimum terlampaui dan bug yang ditemukan tertutupi, selanjutnya dilakukan konfigurasi website untuk kebutuhan operasional pelaksanaan kursus yang telah direncanakan, dimulai dari penyusunan konten yang akan diterapkan, jumlah pembayaran yang akan dikenakan pada pengguna, sampai pada rutinitas perawatan website. Dalam tahap implementasi ini diperlukan Grantt Chart yang berfungsi untuk kontrol range waktu yang diperlukan dalam pencapaian target. Grantt Chart terdiri dari rangkaian aktifitas yang telah diuraikan sebelumnya.

Gambar 4. Grantt Chart


0

2

2

0

4

2

8

4

12 5 12

8

4

2

4

4

3

2

1

1

15

1

8

14

1

7 15

13 6

14

13

Gambar 5.CPM (Critical Path Method) Pada kegiatan implementasi system ini, diperlukan suatu batasan tertentu agar pembahasan tidak terlalu meluas. Lingkup dan batasan dianggap perlu, mengingat keterbatasan waktu yang ada pada saat penelitian. Berikut adalah lingkup dan batasan pada kegiatan implementasi : 1. Implementasi pembuatan website menggunakan CMS (Content Management System) Moodle versi 2.32 dengan modul tambahan Hot Potatoes, Certificate for Moodle, dan Adobe Captivate. 2. Theme dalam website merupakan theme hasil modifikasi yang telah disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. 3. Simulasi website yang akan dibahas mencakup pembuatan kursus, user, enrol user pada kursus dan demo sample kursus. Dalam tahap implementasi website elearning terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui agar terwujud. Dimulai pada tahap instalasi, pembuatan kursus, penerapan konten kursus, pembuatan user baru, hingga pada proses pembayaran kursus. Berikut beberapa printscreen dan uraian singkat dalam proses implementasi website elearning : 1. Instalasi CMS Moodle v.2.32

Gambar 6. Instalasi CMS Moodle v.2.32


Setelah dilakukan beberapa penerapan konfigurasi pada website, modifikasi template website , dan penambahan plugin yang diperlukan dalam proses kegiatan kursus seperti plugin certificate dan HotPot yang berfungsi sebagai salah satu konten dasar dalam e-learning, berikut adalah tampilan akhir dari website yang dirancang :

Gambar 7. Tampilan Utama Website E-Learning

Gambar 8. Plugin HotPot dalam moodle v.2.32 Untuk memperkaya konten dalam e-learning, moodle v.2.32 menyediakan SCORM package yang termasuk dalam activity module, dimana dapat berfungsi sebagai jembatan penghubung three party software seperti Adobe Captivate CS 5.5 untuk dapat turut serta berperan sebagai salah satu konten menarik berbasis multimedia dan dapat dijadikan salah satu tools video interaktif dengan data yang dapat diintegrasikan langsung kedalam database moodle. Berikut adalah gambaran sekilas tentang adobe captivate CS 5.5 : Gambar 9. Adobe Captivate CS 5.5


Salah satu konten menarik lainnya selain pembayaran langsung melalui PayPal dan e-banking secara realtime, adalah diberlakukannya sistem sertifikasi online dimana user dapat langsung mendapatkan sertifikat jika telah menyelesaikan aktifitas kursus dan dinyatakan lulus sesuai dengan persyaratan yang berlaku dalam enrollment kursus terkait. Berikut adalah print screen konten sertifikat online :

observasi dilapangan, perancangan, dan implementasi terdapat dua kesimpulan yang dapat menyelesaikan permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini, antara lain : 1. Terbatasnya ruang dan waktu pada pola pendidikan konvensional dapat diatasi dengan diterapkan sistem pendidikan secara online dan multiuser access. 2. Materi pembelajaran yang disajikan hanya bisa didapat dalam satu sesi tertentu dapat diatasi dengan penerapan konten kursus unlimited access dimana dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Saran Setelah selesainya penelitian dan hasil implementasi pada perusahaan, terdapat beberapa saran yang dapat lebih menyempurnakan penelitian ini, saran tersebut ialah sebagai berikut : 1. Tersedianya beberapa sistem pembayaran yang bervariasi, dimana user dapat membayar melalui Paypal, T-Cash, dan E-Banking. 2. Tersedianya fasilitas video conference antara user dengan TIM pengajar dalam sesi tertentu. Sekiranya itulah yang dapat penulis simpulkan dan berikan saran-sarannya, akhir kata penulis panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT. karena atas segala nikmat, petunjuk dan kemudahan-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan tugas akhir ini dengan lancar. Semoga dapat bermanfaat, terima kasih banyak atas kerjasamanya serta partisipasi yang telah diberikan kepada penulis.

Daftar Pustaka: Colin Marsh. 1996. Handbook for beginning teachers. Sydney : Addison Wesley Longman Australia Pry Limited. Fowler, Martin. 2005, UML Distilled Edisi 3, Andi, Yogyakarta. Hariyanto, Bambang. 2004, Rekayasa Sistem Berorientasi Objek, Informatika, Bandung. Hartono, Jogiyanto. 2005, Analisis dan Desain Sistem Informasi, Andi, Yogyakarta.

Gambar 10. Plugin Certificate dalam moodle 2.32

Jack, Febrian dan Farida, Andayani. 2007, Kamus Komputer dan Istilah Informatika, Informatika, Bandung. Simamora, Roymond H. 2009. Buku Ajar Pendidikan. Jakarta : EGC

V.

Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan Dengan adanya media pembelajaran berbasis website, dapat memberikan warna baru dalam industri pendidikan di Indonesia. Berdasarkan hasil

Sardiman, A. M. 2004. Interaksi dan motivasi belajar-mengajar. Jakarta: Rajawali.


Jurnal media pembelajaran berbasis website