Issuu on Google+

DEFENDER NEWS : MILITER AS TINJAU STASIUN RADAR RUSIA

KRI DIPONEGORO

ANDALAN BARU

TNI-AL

WAFFEN SS

YONIF 500 RAIDER KODAM V/BRAWIJAYA

TAHUN 2 EDISI 24

OKTOBER 2007

PROMINENT

MILITARY EVENT

TECHNOLOGY

MARSHAL KONSTANTIN ROKOSSOVSKY

WISUDA

KANON MULTI FUNGSI

P.Jawa Rp.15.000,-

PRAJURIT KOPASSUS

Luar P.Jawa Rp.16.000

Cover Story - Hal 16 Pasukan Yonif 500/Raider Kodam V/ Brawijaya, dalam seragam anti teror.

NO.24

Hal 29

OKTOBER 2007

Hal 40

Hal 49

F E A T U R E S THE LEGEND - WAFFEN SS Waffen-SS merupakan satuan tempur dari barisan pengawal Hitler yang sangat ditakuti yakni SS atau Schutzstaffel. Satuan ini pertama kali diresmikan pada 1939 setelah SS terpecah menjadi dua organisasi yakni Allgemeine-SS dan the Waffen-SS. ARMY PROFILE - Yonif 500/Raider - Kodam V/Brawijaya Batalyon Infanteri 500/Raider yang bersemboyankan Cepat, Senyap, Tepat dan Sikatan Selalu Siaga, merupakan salah satu satuan di jajaran Kodam V/ Brawijaya yang memiliki kualifikasi raider.

Komando!!!.... Komando!!!.... Teriakan gembira para prajurit setelah menempuh latihan berat dan lulus sebagai prajurit komando.

OTHERS 6 20 51 52 53 57

In And Out Combat X Review Astrology Defender News Military Jokes

8 14

BROTHERHOOD - KRI Diponegoro - Andalan Baru TNI-AL Program pengadaan korvet tipe SIGMA 9113 menjadi salah satu langkah signifikan TNI AL guna memodernisasi kekuatannya. Tak hanya mengadopsi teknologi kapal kombatan terkini, ia juga menerapkan teknologi disain kapal yang terintegrasi dengan modulasi geometris.

22

PROMINENT - Marshal Konstantin Rokossovsky Dua panglima terkenal yang memimpin pasukan Rusia dalam Perang Dunia II adalah Marshal Georgi Zhukov dan Marshal Konstantin Rokossovsky. Keduanya telah mengalami kegelapan hari-hari pertama Perang Dunia II sampai akhirnya dapat memimpin kekuatan pasukan Rusia secara masif ke jantung pertahanan Nazi di Jerman.

28

WAR - Colombian War Sebagai salah satu negara demokrasi tertua di Benua Amerika, Kolombia mempunyai sejarah panjang dalam hal pertikaian politik, yang dipengaruhi oleh faktor geografi, demografi dan sejarah dari salah satu negara terbesar di kawasan Amerika Latin tersebut.

30

TECHNOLOGY - Kanon Multi Fungsi Meski dilansir di era Perang Dingin, kanon Zu-23-2 merupakan salah satu sista artileri serba guna berpopulasi cukup banyak dan tetap eksis hingga kini. Tidak hanya sekadar mengadopsi, sejumlah negara bahkan sampai meniru dan memadu dengan sista lain guna mendongkrak kinerjanya.

38

MILITARY EVENT - KOMANDO!!! Pembaretan Prajurit Kopassus Tak terasa, sudah yang ke 86 kalinya TNI AD mencetak prajurit-prajurit tangguh berkualifikasi Komando, yang selanjutnya akan menjadi bagian dari satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus)

44

ARMY LIFESTYLE - Tembak Reaksi Salah satu olahraga menembak yang sangat menarik dan memiliki tantangan tersendiri adalah tembak reaksi atau practical shooting. Apalagi olahraga tembak reaksi memiliki banyak aspek, termasuk dalam hal keamanan, keahlian dan kedisplinan.

48

INANDOUT

Salam Redaksi

Penerbit PT Strata Pesan Cakti Pimpinan Wibawanto Nugroho M.A Manajer Usaha Aryo Priyo Hutomo SE. Pemimpin Redaksi James W. Sondakh S.Sos Wakil Pemimpin Redaksi Drs. N. Ertoto Redaktur Pelaksana Setio Hutomo Staf Redaksi Rini Utami Didiek Yulianto Drs. Sutarno Hr. Pujiastuti Redaktur Foto Edi Triyono Creative Design Hariyandi Rizal S.Kom Iklan & Promosi Prasetyo Harnoko Tjiptonohadi Sirkulasi & Distribusi Yayan Herdiana Tedi Alamat Redaksi Kartika Media Centre Jl. Abdul Rahman Saleh I No.48 Jakarta Pusat Tlp. (021) 71029461, 70663554 Fax. (021) 3500 317 E-mail redaksi@defender-online.com Web Site www.defender-online.com Percetakan Strata Komunikasi Isi di luar tanggung jawab percetakan Redaksi menerima sumbangan naskah ceritera mengenai seputar kemiliteran. Naskah diketik dua spasi maximum empat halaman disertai foto/gambar dan saran Untuk surat pembaca dapat mengirimkanya melalui alamat email kami atau dapat di fax pada nomor yang tertera diatas

ISSN 1907-0934

T

epat Kamis (6/9) siang pekan lalu, Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin Kamis siang tiba di Istana Merdeka Jakarta untuk melakukan kunjungan kenegaraan singkat sekitar 10 jam di Indonesia.

Usai upacara penyambutan yang ditandai dengan tembakan meriam sebanyak 21 kali, pukul 12.20 WIB, Presiden Putin segera mengadakan pertemuan empat mata dengan Presiden Yudhoyono, dilanjutkan dengan pertemuan bilateral delegasi Indonesia dengan Rusia. Kunjungan Putin ke Indonesia menandai babak baru hubungan diplomatik yang terjalin sejak Februari 1950. Dalam kunjungan balasan Putin ke Indonesia, disepakati delapan bidang kerjasama, salah satunya komitmen negeri Beruang Merah itu untuk mendukung peningkatan kapasitas militer Indonesia melalui kredit negara senilai satu miliar dolar AS. Dana tersebut, meski terbilang belum mencukupi namun merupakan angin segar bagi militer Indonesia untuk dapat kembali menghidupkan beberapa peralatan militernya. Tidak itu saja, bantuan militer yang ditawarkan Rusia melalui kredit negara tersebut merupakan salah satu upaya untuk tidak tergantung pada salah satu negara dalam pemenuhan kebutuhan alutsista. Apalagi setelah mengalami embargo dari negara-negara barat, utamanya Amerika Serikat (AS). Makna lain dari kunjungan Putin ke Indonesia, memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan hubungan yang positif dengan sebanyak mungkin negara, khususnya kekuatan-kekuatan dunia seperti Rusia, menyusul kompleksnya perkembangan lingkungan strategis yang cukup dinamis. Saat ini Rusia terus berperan dalam masalah-masalah nonproliferasi dan pengawasan senjata di kawasan ataupun dunia. Partisipasi Rusia dalam mengikuti perkembangan kawasan menjadi penting, disamping perlu terlibat lebih banyak lagi secara ekonomi agar mempunyai pengaruh nyata di Asia Pasifik. Sementara itu, Indonesia dan Rusia memiliki banyak persamaan karakteristik walaupun secara geografis letaknya jauh dan terpisah. Kedua negara saat ini berada dalam proses perubahan sosial. Kini Indonesia berada dalam proses konsolidasi demokrasi, sementara semangat glasnosts, perestroika, dan demokratiya membuat Rusia menjadi negara yang makin berpengaruh di kawasan. Dalam edisi Oktober kali ini, kami menampilkan beberapa materi menarik dari rubrik Army Profile yaitu Batalyon Infanteri 500/Raider Kodam V/ Brawijaya. Selanjutnya kami mengulas kapal andalan baru dari TNI-AL yaitu KRI Diponegoro, kapal korvet tipe SIGMA 9113 dengan teknologi stealthm, dalam rubrik Brotherhood. Pada rubrik Military Event, kami meliput wisuda pembaretan prajurit Kopassus Angkatan 86 di Cilacap. Dan, menampilkan cerita Columbian War, dalam rubrik8 Tak ketinggalan kami mengucapkan Dirgahayu TNI ke-62, 5 Oktober 2007. Tetap jaya TNI bersama rakyat!<

KRITIK & SARAN Kami mengundang para pembaca untuk memberikan komentar, saran dan kritik, baik mengenai redaksional maupun tampilan dalam penyajiannya. Untuk itu kirimkan komentar, saran dan kritikan anda kealamat email kami di redaksi@defenderonline.com, fax ke nomor (021) 3500317 attn/to Defender atau dapat juga mengirimkanya via SMS di nomor 021-71029461. Jangan lupa untuk menyertakan nama Anda.

PENDIDIKAN

Halo Defender saya penggemar baru anda. Saya ingin minta ulasan profil tentang pendidikan keakademian seperti Akmil,AAU,dan AAL. Terima kasih Ilham via SMS Salam buat Ilham, DEFENDER pada tahun 2006 sudah pernah meliput Akademi Militer di Magelang. Mungkin anda bisa mencari majalahnya.. AAL dan AAU nanti akan kami liput dalam rubrik Brotherhood selanjutnya.

KISAH PEJUANG

Defender dibaca sekali kurang, dibuang sayang(menarik untuk dikliping). Brafo DEF!, Saya pembaca setiamu dari pertama. Saran, tolong materi Defender ada hal yang menyangkut pengetahuan ketahanan Negara dan beberkan potensi ancaman terharhadap NKRI. Hal ini agar bangsa ini (pembaca) jadi melek terhadap pembelaan Negara & memiliki jiwa patriotisme. Sisipkan jg kisah-kisah pejuang yang masih hidup tentang bagaimana mereka dulu berjuang. Agar bisa jadi gambaran untuk refleksi diri generasi sekarang. Chandra via SMS Terima kasih anda selalu setia bergabung bersama kami. Saran anda sangat baik. Majalah DEFENDER memang memiliki tujuan agar para pembaca dapat mengetahui alat pertahanan dan keamanan Negara. Terimakasih sarannya.

EVENT

Ass. Wr. Wb, Salam komando, saya Yayan dari Jakarta. Saya usul bagaimana kalau DEFENDER mengadakan suatu event/ kunjungan ke berbagai markas komando di jajaran TNI. Terima kasih. Yayan di Jakarta. Yayan via SMS Terima kasih Yayan. Tahun lalu kami pernah mengadakan tur penggemar DEFENDER ke acara simulasi tempur TNI AD. Tetapi hanya tersedia tempat untuk 25 orang. Mungkin pada kesempatan mendatang bisa diselenggarakan lagi, tunggu saja.

OPERASI MILITER

Hallo DEFENDER saya penggemarmu. Tolong dibahas: 1. Kekuatan militer Indonesia vs Malaysia. 2. Operasi militer Indonesia dalam Hankamnas. 3. Operasi agen intelijen + alat-alatnya. Chandika via SMS Terima kasih buat Chandika…. 1. DEFENDER masih fokus membahas kekuatan militer Indonesia dahulu, terutama TNI AD. 2. Operasi militer akan kami angkat. Kita baru mengangkat tentang perang kemerdekaan I saja. 3.Anda tunggu saja, Kami akan berusaha memberi yang terbaik.

BROTHERHOOD

Halo DEFENDER. Saya Pius dari Papua…… DEFENDER semakin bagus aja lho….Apalagi ada rubrik Brotherhood yang isinya tentang Angkatan Laut dan Angkatan Udara…. Saya tambah banyak mengetahui tentang TNI kita… Kalo boleh usul dong, boleh kita sedikit banyak ingin tau pengalaman Jenderal-Jenderal pada waktu memimpin medan perang dan medan operasi. Kalo boleh kita tau apa saja yang menjadi ancaman untuk militer Indonesia. Maju terus pantang mundur DEFENDER… JAYALAH INDONESIA!!!!!

Pius via SMS

Untuk satuan khusus dari angkatan lain kita sudah mengangkatnya dalam rubrik Brotherhood. Untuk saat ini kami sudah mengangkat Jenderal-jenderal di rubrik Prominent. Mungkin makin lama kita makin banyak mengenal para tokoh militer di negara kita.. Terima kasih Pius atas sarannya.

PERBANDINGAN PERSENJATAAN

Salam DEFENDER…..Saya senang melihat semua isi rubrik di majalah DEFENDER. DEFENDER makin berkembang terus isinya. Tolong dong beri perbandingan antara persenjataan Rusia dan Amerika Serikat. Sepertinya kan kita makin marak tentang pembelian peralatan perang buatan Rusia. Supaya kita tahu apa kehebatan dari peralatan yang akan kita miliki. And jangan lupa buat TNI kobarkan semangat pantang menyerah . Jangan mau kita kalah sama Negara-negara tetangga. Dan mempertahankan Kemerdekaan adalah TANGGUNG JAWAB SELURUH RAKYAT INDONESIA!!!!!! Roni Marpaung via SMS Terima kasih kepada Roni, kamu telah menjadi pembaca setia majalah DEFENDER. Kita sudah ulas beberapa senjata. Nanti kita akan mengulas tentang perbandingan persenjataan. Tunggu saja....

DAPATKAN Untuk memudahkan para pelanggan Majalah DEFENDER, saat ini majalah DEFENDER sangat mudah didapatkan di toko buku, penjual majalah di kota seluruh INDONESIA

INFO ONLINE Untuk mendapatkan informasi lebih awal mengenai defender kunjungi komunitas online kami di www.friendster. com/defendermagz atau kunjungi site kami di www. defender-online.com.

Waffen-SS merupakan satuan tempur dari barisan pengawal Hitler yang sangat ditakuti yakni SS atau Schutzstaffel. Satuan ini pertama kali diresmikan pada 1939 setelah SS terpecah menjadi dua organisasi yakni Allgemeine-SS dan Waffen-SS. Nama Waffen-SS merupakan bahasa Jerman dari “Armed SS” atau secara harafiah “Weapon SS”. Nama tersebut dipakai secara resmi pada 7 Desember 1939.

W

affen-SS disalahtafsirkan sebagai organisasi kriminal karena keterlibatannya dalam Partai Buruh Sosialis Nasional Jerman (National Socialist German Workers Party /NSDAP), kecuali sumpah wajib militer setelah tahun 1943 yang membebaskan mereka dari hukuman kerja paksa. Oleh karena itu, para veteran Waffen-SS tidak mendapatkan hak-hak seperti yang diterima oleh para pejuang veteran Jerman lainnya seperti Heer, Luftwaffe atau Kriegsmarine. Para prajurit Waffen-SS ditahan secara terpisah, dikurung lebih keras oleh Sekutu Barat dan dihukum berat oleh Uni Soviet. Prajurit Waffen-SS yang direkrut dari negara pendudukan Jerman di Eropa juga tak urung menerima hukuman serupa dari negara asalnya masing-masing. Pada 1950 dan 1960-an, kelompok veteran Waffen-SS pun memperjuangkan UU pertempuran di negara baru Jerman Barat untuk menjatuhkan pemerintahan Nuremberg dan mendapatkan hak pensiun bagi para anggotanya. Meskipun pemerintahan Nuremberg tidak dapat dijatuhkan, tetapi banyak musuh bebuyutan Waffen-SS yang mempertanyakan penilaian hitam-putih terhadap pasukan elit Jerman dalam PD II. Menjadi Prajurit SS merupakan kebanggaan bagi tiap anak muda di Jerman pada saat itu (Atas). Pasukan SS siap diterjunkan di medan pertempuran (Bawah).

History Awal mula Waffen-SS adalah pembentukan SAH; kelompok beranggotakan 322 orang yang bertugas sebagai pengawal pribadi Hitler. Pasukan ini dibentuk sebagai reaksi atas kekhawatiran Hitler terhadap kekuatan dan jumlah

Sturmabteilung (SA). SA menjadi bagian dari sebuah partai dan berkembang dengan sangat pesat. Oleh karena itu, Hitler merasa perlu membentuk sebuah pengawal bersenjata yang benar-benar mengabdi untuknya dan terbentuklah Schutzstaffel (SS). Setelah masa tahanannya berakhir, Hitler pun menempatkan SS di dalam hirarki Nazi.

3 Division of SS Dipimpin oleh Reichsführer-SS Heinrich Himmler, Waffen-SS terjun dalam beberapa pertempuran selama PD II. Satuan ini memiliki tiga sub-organisasi yaitu : • SS-Leibstandarte, pasukan pengawal pribadi Hitler. • SS-Verfugungstruppe, pasukan khusus SS. Lebih dari 39 divisi tergabung dalam satuan tempur elit ini selain sebagai pasukan reguler Wehrmacht saat PD II. • SS-Totenkopfverbaende (Detasemen Tengkorak), satuan penjaga kamp tawanan.

Dua orang prajurit SS sedang melakukan penyerbuan ke daerah lawan dengan menggunakan senjata MG8.

Salah seorang prajurit SS sedang beristirahat usai peperangan di daerah Normandy, Terlihat lambang SS pada tiap pelindung kepala yang mereka gunakan.

SS tumbuh kuat dan semakin berperan penting. Pada Januari 1929, Hitler menunjuk Heinrich Himmler untuk memimpin SS. Tujuan Himmler yang harus dicapai adalah menciptakan kesatuan prajurit bersenjata yang elit di dalam partai. Himmler merekrut orang-orang yang memiliki kemampuan fisik dan politik. Dari rekruitasi yang dilakukannya, Himmler pun mampu memperbesar jumah personel SS menjadi sekitar 52,000 personel hingga akhir 1933. Seiring dengan meningkatnya kekuatan SS, persaingan sengit dengan SA pun muncul. Dengan jumlah anggota lebih dari dua juta, SA menghalang-halangi usaha Hitler untuk memenangkan AD Jerman. Perlawanan pun timbul dan SS mulai melenyapkan Ernst Rohm; pimpinan SA dan perwira tinggi SA lainnya. Pada 30 Juni 1934 dilakukan eksekusi terhadap 82 perwira

SA termasuk para pemimpinnya. Peristiwa tersebut bernama Night of the Long Knives dan secara efektif mengakhiri kekuasaan SA. Semenjak runtuhnya SA, SS pun mulai menguasai berbagai posisi politis dan mulai melebarkan sayapnya dengan membentuk organisasi pembentukan kader. Pada 1936, Himmler ditunjuk sebagai Kepala Polisi Jerman. Dengan tambahan dari kekuatan kepolisian tersebut, SS terdiri dari sekelompok pria bersenjata untuk keamanan dan acara seremonial.

The Unit SS-Leibstandarte (SS-LAH) Awalnya pasukan pengawal Hitler dikenal sebagai Stabwache. Pasukan pengawal ini telah dibentuk sejak Maret 1923 dan menjadi cikal bakal berdirinya SS Leibstandarte Adolf Hitler (SS-LAH). Leibstandarte berbeda dari formasi SS lainnya. Mereka mengambil sumpah langsung di depan Hitler dan mereka tidak berada dalam kendali Himmler. Selanjutnya, Hitler membentuk

Suasana gembira pasukan SS setelah berhasil merebut daerah yang dikuasai pasukan sekutu. Keberhasilan seperti ini membuat pasukan elit SS disegani di kalangan pasukan sekutu.

Salah satu yang sangat ditakuti lawan adalah pasukan infanteri dengan senjata penyembur api, karena dapat menewaskan pasukan lawan yang berada di dalam lubang-lubang pertahanan (Kiri) Pasukan SS sedang mengintai pasukan lawan di perbukitan sebelum melakukan penyerangan (Bawah)

Reichssicherheitsdienst (RSD) satuan pengawal khusus pribadi untuk dirinya dan pejabat senior lainnya. Leibstandarte akan dilebur secara keseluruhan ke dalam SS. Meskipun direkrut dari personel SS dan kepolisian serta menggunakan tanda pangkat SS, RSD ini merupakan agensi yang terpisah penuh dari SS. SS-Verf端gungstruppe (SS-VT) Ketika Hitler mengenalkan kembali wajb militer pada 1935, ia juga memberi mandat untuk membentuk SSVerf端gungstruppe sebagai satuan militer secara penuh. Bersama dengan formasi Totenkopf, satuan in akan menjadi dasar divisi Waffen-SS ke depannya. Sekolah khusus di Bad Tolz dan Braunschweig didirikan untuk melatih perwira SS. Letnan Jenderal Paul Hausser dipercayai untuk mengatur pelatihan dan pendidikan para anggota SS. Hausser juga membentuk dua resimen baru SS yakni Deutschland dan Germania. Dua resimen tersebut dibentuk dari berbagai batalyon Verf端gungstruppe dan akan menjadi dasar divisi Das Reich dan Wiking. Setelah Austria berhasil ditaklukkan, resimen lain yang beranggotakan orang Austria juga dibentuk dengan nama Der Fuhrer. Selama masa penjajahan, ada empat resimen SS yang dibentuk. Setelah peperangan melawan Polandia

Prajurit SS yang direkrut secara sukarela banyak membantu pemerintah Nazi Jerman dalam menempatkan pasukannya di sekitar Eropa (Atas) Pasukan SS Muslim yang merupakan pasukan dari negara Eropa timur (Tengah) Kemampuan dalam menguasai segala medan merupakan keharusan yang dimiliki tiap prajurit SS (Bawah Kiri). Pasukan SS dari divisi Totenkopf yang merupakan pasukan pengawalan kamp pusat SS (Bawah Kanan)

berakhir, tiga resimen Verfügungstruppe digabung untuk membentuk divisi Verfügungstruppe. Dan Leibstandarte diubah menjadi resimen bermotor. Selain itu, dua divisi lain yakni Totenkopf dan Polizeidivision juga dibentuk. SS-Totenkopfverbaende (SS-TKV) Tahun 1933 satuan ini dibentuk dengan tugas menjaga kamp konsentrasi tawanan. Pada 7 Desember 1939 Angkatan Bersenjata Jerman; Wehrmacht resmi mengakui penggabungan SS-LAH, SS-VT dan SS-TKV menjadi Waffen-SS; “SSbersenjata”. Saat PD II Waffen-SS turut ambil bagian dalam setiap pertempuran utama dan selalu berpindah dari barisan utama ke barisan utama yang lainnya. Hingga akhir PD II, jumlah keseluruhan divisi di dalamnya adalah 39.

The Training Kader Waffen-SS berasal dari Freikorps dan Reichswehr serta berbagai formasi kemiliteran sayap kanan. Mayoritas anggota Waffen-SS menerima senjata dan perlengkapan bekas dari formasi Czech dan Austria. Sedangkan perlengkapan terbaik dimiliki oleh divisi elit Heer (AD Jerman) yaitu (Panzergrenadier-Division Großdeutschland dan Panzer-LehrDivision). Waffen-SS mulai menerima perlengkapan militer standar setelah mereka berhasil membuktikan keberadaannya di barisan depan bagian timur. Mereka pun kemudian diperbarui menjadi divisi panzergrenadier dan divisi panzer untuk selanjutnya. Divisi SS yang tersisa melakukan tugasnya dengan perlengkapan bekas atau standar lainnya. Untuk meningkatkan kemampuan tempurnya, dilakukan pula latihan tempur

SS yang berlangsung selama beberapa bulan. Latihan intensif tersebut meliputi latihan dasar terdiri dari tiga materi utama yaitu latihan fisik, keahlian penguasaan senjata ringan dan indoktrinasi politik. Latihan berlangsung sangat keras dan melelahkan. Hal ini terbukti dengan tingkat keberhasilan peserta dalam mengikuti latihan ini hanyalah 1 : 3. Setelah latihan dasar, kader Waffen-SS dikirim ke sekolah khusus sesuai dengan kemampuan tempur yang mereka pilih. Para perwira dan pejabat Waffen-SS juga tak luput dari pelatihan kepemimpinan dan instruksi tempur. Untuk menjadi perwira dan pejabat Waffen-SS mereka harus melalui serangkaian tes dan pelatihan yang tak kalah kerasnya dibandingkan dengan pelatihan untuk prajurit Waffen-SS.

Uniform Waffen-SS memiliki beragam jenis seragam menurut tempatnya, namun yang identik dari seragam Waffen-SS adalah “Dot 44” sebuah tipe kamuflase berwarna hijau digital. Ada juga pola SS “Oak B” yang bernama seragam musim gugur. Status elit Waffen-SS juga dapat dilihat dari nama penghargaan di lipatan lengan. Meskipun penggunaan lipatan lengan sangat umum di berbagai organisasi militer dan para militer pada Third Reich, akan tetapi hanya sedikit satuan tempur yang diijinkan untuk memakainya sebagai identitas. Waffen-SS memakai pola kamuflase yang berbeda dari AD Jerman dan menggunakan berbagai macam bentuk. Bentuk kamuflase dibedakan berdasarkan

tempatnya namun yang menjadi standar di setiap seragam militer kamuflase adalah sebagian besar memiliki corak daun ek berwarna hijau atau jingga yang menggambarkan dedaunan pohon ek baik di musim semi maupun musim gugur. Bentuk terkenal lainnya adalah pola kacang polong dan kamuflase Italia. Tanda pangkat disematkan di kerah sebelah kiri seragam diikuti tanda pangkat yang sama dengan AD Jerman akan tetapi dengan nama pangkat baru yang khusus mengandung kata “fuhrer” atau pemimpin. Adapun lencana SS dipakai di kerah sebelah kanan.<

YONIF 500/RAIDER KODAM V/BRAWIJAYA

Batalyon Infanteri 500/Raider yang bersemboyankan Cepat, Senyap, Tepat dan Sikatan Selalu Siaga, merupakan salah satu satuan di jajaran Kodam V/Brawijaya yang memiliki kualifikasi raider. Tugas pokoknya mencari, mendekati dan menghancurkan musuh dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas Kodam V/Brawijaya khususnya dan TNI AD umumnya.

Y

onif 500/Raider adalah salah satu dari delapan batalyon infanteri pemukul Kodam yang dibekukan lalu dibentuk dan diresmikan menjadi batayon raider, bersama-sama dengan dua batalyon infanteri jajaran Kostrad, pada 22 Desember 2003. Diprogramkan untuk memiliki kemampuan tempur tiga kali lipat dari batalyon infanteri biasa, maka para prajurit raider dilatih melakukan penyergapan dan Mobil Udara (Mobud), seperti terjun dari helikopter. Dari satu batalyon, 50 orang personel diantaranya dibekali kemampuan antiteror dan keahlian-keahlian khusus lainnya di Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdikpassus), Batujajar, Jawa Barat. Sebagaimana batalyon infanteri raider lainnya, para prajurit Yonif 500/Raider telah dibekali dengan ilmu pengetahuan dan latihan khusus selama enam bulan untuk perang modern, anti gerilya dan perang berlanjut. Dan, dari semua teori serta pelatihan yang diberikan, pasukan raider ini dituntut untuk dapat menguasai tiga kemampuan, yakni kemampuan sebagai pasukan anti teroris dengan Pertempuran

Jarak Dekat (PJD), kemampuan sebagai pasukan lawan gerilya dengan mobilitas tinggi dan kemampuan untuk melakukan pertempuran-pertempuran berlanjut (pertempuran panjang/gerilya). Sebelum dibekukan dan diubah menjadi satuan raider, Yonif 500/Raider adalah Yonif 507/BS Sikatan yang memiliki sejarah perjalanan organisasi yang cukup panjang. Berawal, pada Agustus 1945 tersusun TKR di Mojokerto dipimpin Shodanco RM Soedarsono. Dua bulan kemudian, seiring dengan bertambahnya kekuatan personelnya, maka TKR ini diberi nama Yon 7240 dan Shodanco RM Soedarsono menjadi wakil pimpinan, sedangkan pimpinannya adalah Shodanco R. Soemardjo. Namun disaat

terjadi pertempuran melawan Tentara Ghurka/Inggris, Shodanco R. Soemardjo gugur hingga pimpinan beralih ke Shodanco RM. Soedarsono.

TUGAS-TUGAS YONIF 500/ RAIDER Selaku satuan tempur di bawah Kodam V/ Brawijaya, Sebagai Pasukan Pemukul Kodam

Prajurit Raider sedang berpatroli di rawa dan hutan. Tak ketinggalan personel penembak jitunya berperan menghancurkan sasaran dengan tepat.

Dua tahun kemudian, Yon 7270 diubah menjadi Yon 6010 dan merupakan “Yon Stoot” di bawah komando Divisi I Jawa Timur. Tahun berikutnya, tepatnya 4 Januari 1948 Yon 6010 berubah menjadi Yon 131, kemudian 10 September di tahun yang sama berubah lagi menjadi Yon 23/Sikatan, masih tetap di bawah pimpinan Mayor RM. Soedarsono, namun sudah berada di bawah komando Brigade 2 Divisi I Jawa Timur. Selanjutnya, seiring dengan perkembangan TKR Mojokerto, di daerah Semampir Kediri telah terbentuk Yon 5/ Divisi IV, di bawah pimpinan Mayor Tjipto Harsono yang kemudian diganti Mayor Bismo. Pada akhir 1946, Yon 5/Divisi IV diubah menjadi Yon 124, yang dua tahun kemudian terjadi penyusutan personel, sehingga terbentuk 1 kompi lengkap di bawah pimpinan Kapten Sobirin Mochtar sebagai “Kompi Stoot”. 13 September 1948, Kompi Sobirin Mochtar bersama-sama Batalyon Mudjadjin dari Brigade Surachmad yang dipimpin Mayor Jonosewoyo, menyerbu Ponorogo lewat Trenggalek untuk menumpas gerombolan PKI-MUSO yang tengah memberontak di Madiun.

Perkembangan selanjutnya, Kompi Sobirin Mochtar digabung dengan Yon 23/Sikatan Brigade 2/Divisi I. Kemudian untuk kepentingan operasi penumpasan pemberontakan PKI-MUSO di Madiun tersebut, pada saat Divisi Siliwangi hijrah telah tersusun satu Kompi di bawah pimpinan Kapten R. Affandi, yang kemudian digabung dengan Yon 23/Sikatan Brigade 2/Divisi I. Pada 25 Oktober 1948, dilakukan penggabungan 1 kompi dari Yon 124 dan 1 kompi dari Divisi Siliwangi ke dalam Yon 23/Sikatan, yang selanjutnya diresmikan oleh Komandan Brigade-2 Divisi 1 menjadi Yonif 507/BS Sikatan Mahastra Yudha, dengan Komandan Batalyon (Danyon) pertamanya Mayor RM. Soedarsono. Perjalanan sejarah terus berlanjut. Untuk meningkatkan profesionalisme prajurit di jajaran angkatan darat, maka pada 16 Juli-9 Nopember 2003, Yonif 507/BS Sikatan dilatih di daerah latihan Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, dengan penambahan personel Zeni, Peralatan, Kesehatan dan Perhubungan. Latihan berakhir dan secara resmi ditutup oleh Kasad (saat itu), Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, bertempat di daerah latihan Rawa, Laut, Sungai dan Pantai (Ralasuntai) Pantai Jangkar, yang menandai berakhirnya latihan raider bagi prajurit Yonif 507/BS Sikatan, yang selanjutnya satuan ini

* Memelihara dan meningkatkan kemampuan Intelijen Yonif 500/Raider, untuk deteksi dini dan peringatan dini terhadap setiap kerawanan dan ancaman, agar tidak berkembang menjadi ancaman nyata. * Memelihara dan meningkatkan kemampuan taktik dan teknik tempur serta operasional Yonif 500/Raider, dengan cara meningkatkan pemantapan satuan, menata organisasi dan budaya belajar dan berlatih. * Menyiapkan prajurit secara profesional, dengan mematuhi hukum dan HAM dalam pelaksanaan tugas. * Menyiapkan satuan sehingga sewaktu-waktu siap digerakkan untuk mengatasi setiap trouble spot yang terjadi di wilayah Jawa Timur. * Menyiapkan satuan dalam rangka memberi bantuan kepada Polda Jatim, guna pemulihan dan pemeliharaan stabilitas keamanan di wilayah Jatim. * Menyiapkan kekuatan Yonif 500/Raider yang profesional, efektif, efisien dan modern serta memiliki kualitas dan mobilitas tinggi, untuk menangkal segala bentuk ancaman. * Memelihara dan meningkatkan kemampuan pembinaan teritorial terbatas, agar dapat memperkokoh kemanunggalan TNI-Rakyat, menumbuhkan kepekaan dan daya tanggap terhadap perkembangan situasi yang terjadi di wilayah Jatim. * Menyelenggarakan pengamanan instalasi objek vital TNI dan non TNI, kegiatan kenegaraan, keamanan fisik pejabat penting negara (Very Important Person/VIP) dan tamu Negara serta pejabat perwakilan negara sahabat yang berada di wilayah Kodam V/Brawijaya, berdasarkan perintah Komando Atas. * Membantu pelaksanaan fungsi pemerintah dalam kondisi dan situasi yang memerlukan sarana, alat dan kemampuan TNI, untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi, antara lain membantu mengawasi akibat bencana alam dan merehabilitasi infrastruktur.

KEDUDUKAN MARKAS dari YONIF 507/BS SIKATAN hingga YONIF 500/RAIDER * 1945-1948 di Mojokerto. * 1948-1949 di Kediri. * 1949-1950, bersifat bergerak (mobile) di daerah Tulungagung, Blitar, Ponorogo dan Madiun. * 1951 hingga sekarang, di Gunungsari, Surabaya

Satuan anti teror Raider 500 yang mempunyai kualifikasi satu tingkat diatas pasukan Raider biasa (atas) dengan perlengkapan dan senjata yang canggih (bawah)

berubah nama menjadi Yonif 500/Raider. Selama lebih dari 20 tahun pengabdian satuan ini, berbagai bentuk penugasan telah dilakukan prajuritnya, yang diawali dengan aksi aksi ofensif gerilya bersifat mobile terhadap pasukan Belanda hingga akhir 1949,.di daerah Tulungagung, Blitar, Ponorogo dan Madiun. Selanjutnya pada 1950 turut menumpas pemberontakan APRA di Bandung dengan cara pemindahan udara (Air Left) dari Surabaya ke Bandung. Tergabung dalam operasi penumpasan gerombolan DI/TII, dari 1953 hingga 1954 di daerah Jawa Tengah dan terlibat dalam operasi penumpasan gerombolan DI/TII Kahar Muzakar, sejak 1955 hingga 1957 dan 1964 hingga 1965. Sebelumnya, 1958, melaksanakan tugas operasi untuk menumpas PRRI di Bukit Tinggi, Sumatra Barat. Di era 70 hingga 90 an, pasukan dari Jawa Timur ini empat kali terlibat dalam tugas operasi di Timor Timur, termasuk selaku Satuan Tugas Darat (Satgas Darat) Rajawali maupun dalam pengamanan pasca jajak pendapat.

Setelah berangkat tugas operasi di Atambua (2000), ”Pasukan Sikatan” ini pada 2001-2005 telah terlibat dan mengukir prestasi di daeerah rawan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), selama tergabung dalam Operasi Pemulihan Keamanan (Opslihkam), termasuk disaat NAD berada dalam status Darurat Militer (Darmil)

maupun status Darurat Sipil (Darsip). “Sejak berdiri pada tahun 1945 hingga sekarang bernama Yonif 500/Raider, satuan yang merayakan hari jadinya pada tanggal 25 Oktober ini sudah mengalami 35 kali berganti pimpinan atau komandan batalyon,” jelas Danyonif 500/Raider, Letkol Inf M. Syaeful Aziz.

TIM K-9 YONIF 500/RAIDER Tim K-9 di dalam menjalankan setiap tugasnya selalu bersemboyankan â&#x20AC;&#x153;Kami bukan prajurit hebat tetapi prajurit yang terlatih â&#x20AC;&#x153;. Oleh karenanya, bagi Tim K-9 tiada hari tanpa latihan untuk meningkatkan kemampuan, guna mendukung keberhasilan tugas pokok Yonif 500/Raider. Sebagai PENJAGA merupakan salah satu naluri pembawaan dari anjing yaitu menjaga wilayah kekuasaannya. Karena

itu, sejak jaman dahulu kala anjing sudah dipergunakan untuk tugas-tugas penjagaan. Pada Perang Dunia pertama (PD I) diperkirakan sekitar 75,000 ekor anjing dipergunakan dalam pertempuran. Bahkan pasukan Jerman saja telah menggunakan 30.000 ekor anjing tempur. Tugas anjinganjing itu tidak hanya sebatas menjaga gudang-gudang amunisi didaerah-daerah pertempuran,tetapi juga untuk menjaga tawanan perang, mencari ranjau. Bahkan mereka dapat mengetahui kedatangan pesawat tempur, jauh sebelum dengung mesin pesawat-pesawat tersebut dapat

didengar oleh para prajurit, sehingga ada cukup waktu bagi pasukan untuk berlindung dan mempersiapkan serangan anti pesawat udara. Belajar dari sejarah tentang penggunaan hewan anjing di dunia kemiliteran, maka sangat tepat apa yang telah dilakukan Yonif 500/Raider jajaran Kodam V/Brawijaya dengan membentuk tim khusus bernama â&#x20AC;&#x153;Tim K-9â&#x20AC;?, yang ini tidak dimiliki oleh batalyon-batalyon raider lainnya di Indonesia. Tim anjing pelacak ini tergabung dalam tim Penanggulangan Teror (Gultor), yang bertugas dalam hal pencarian jejak dan pelacakan. Semua ini untuk mendukung tugas pasukan raider yang bermottokan cepat, senyap dan tepat. Tim K-9 Yonif 500/Raider yang terbentuk pada 4 April 2006 dipimpin seorang Bintara selaku Komandan Tim (Dantim) yang membawahi 10 orang prajurit dan 10 ekor anjing. Seorang perwira ditunjuk sebagai koordinator pelatih. Seluruh personel prajurit yang terlibat dalam Tim K-9 bertanggungjawab terhadap perawatan dan pelatihan anjing-anjing yang ada di tim tersebut. Untuk pelatih pelatih utamanya adalah seorang instruktur dari Perkin (Perkumpulan Kinologi Indonesia) Surabaya, yang telah memiliki berbagai pengalaman di dalam maupun di luar negeri dalam hal dalam melatih anjing. Latihan itu dilaksanakan empat kali dalam seminggu di lapangan tembak Yonif 500/Raider. Saat ini, Tim K-9 memiliki 10 jenis anjing pelacak yang dilatih secara khusus sebagai anjing militer, terdiri dari lima ekor anjing gembala Jerman (German Shepherd) atau di Indonesia lebih terkenal dengan sebutan anjing Herder, dua ekor Rottweiler, dua ekor Doberman dan seekor Golden Retriever. Setiap jenis anjing tersebut memiliki peran dan karakter yang berbeda-beda, sehingga memiliki peran yang berlainan dalam tugasnya. Contohnya, German Shepherd (Herder) yang memilki daya penciuman sangat tajam, diarahkan sebagai anjing pelacak dan pencari jejak guna mendeteksi keberadaan sasaran maupun jejak musuh. Doberman dan Rottweiler yang karakternya sangat agresif, perannya sebagai anjing pemburu dan penyerang. Adapun Golden Retriever Yang mebuat pasukan Raider 500 ini berbeda dengan pasukan Raider lain yaitu adanya pasukan Anjing / K-9 Corps. Anjing-anjing terlatihnya siap menjaga keamanan, mencari, memburu dan menyerang sasaran.

memiliki kemampuan sebagai anjing pelacak dan pemburu. Untuk mencetak anjing-anjing militer yang handal, maka dilakukan perawatan yang dibagi dalam beberapan tahapan, yakni tahap pemeliharaan, tahap pelatihan atau pembinaan dan terakhir adalah tahap siap pakai untuk menjalankan tugas. Pada tahap pemeliharaan, satwa tersebut harus benar-benar terjaga kebersihannya dan tepat waktu dalam pemberian makan serta perawatan kulitnya. Setiap hari, penjaga anjing harus membersihkan kotoran di kandangnya minimal tiga kali dalam sehari, demikian juga halnya dengan pemberian makan tiga kali sehari. Adapun untuk pemeliharaan kulit, minimal dua kali sehari satwa-satwa itu dimandikan dan ditaburi bedak kulit agar kulit anjing tetap terjaga dari kuman. Pada tahap pelatihan, satwa-satwa ini setiap empat kali dalam seminggu dilatih. Materi latihannya meliputi latihan kepatuhan terhadap sang pawang, latihan menaiki kendaraan, latihan baris barbaris, latihan melewati halang rintangan, seperti menaiki tumpukan drum, papan setinggi satu meter dan lingkaran api. Selain itu juga latihan mengambil sesuatu, penjejakan dan latihan ketajaman indra penciuman. Latihan tersebut dilaksanakan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut. Pada tahap siap guna atau siap untuk menjalankan tugas ini, Tim K-9 ini akhirnya sudah siap untuk bergerak kemanapun dikerahkan, karena mereka telah memiliki bekal kemampuan untuk bertugas. Hanya dalam waktu sekitar tiga bulan, anjing-anjing Tim K-9 mampu melakukan berbagai aktivitas. Layaknya pasukan perang yang sedang melewati halang rintangan, mereka cukup cekatan melakukannya, disamping sangat patuh terhadap perintah yang diberikan kepadanya. Dari semua kegiatan pelatihan, tujuannya adalah mencetak anjing-anjing militer yang memiliki kemampuan prima, dalam rangka mendukung tugas pasukan raider.<

K–9 Corps 13 Maret 1942, Quartermaster Corps membentuk kesatuan unit yang disebut “K-9 Corps “. Pasukan K-9 ini kemudian menjadi popular dengan sebutan anjing perang. Usai Perang Dunia II, tak lama setelah peristiwa penyerangan Pearl Harbour, American Kennel Club dan sebuah kelompok baru yang menamakan diri “Dogs for Defense“, memobilisasi pemilik anjing di seluruh pelosok Amerika Serikat (AS) agar mau menyumbangkan anjingnya kepada Quartermaster Corps.Anjing-anjing yang disumbangkan kepada dinas ketentaraan ini menjadi pahlawan, karena jasa-jasanya dalam menyelamatkan banyak prajurit di medan perang. Program yang dijalankan antara tahun 40-50 an ini, kemudian lebih dikenal secara informal, baik digunakan dalam dinas ketentaraan maupun tidak. Asosiasi ini disebut sebagai “K-9 Corps”, merupakan alternatif sebutan dari “Canine Corps“, yang memposisikan anjing sebagai pelindung penduduk sipil dalam perang.

Pusat pelatihan

War Dog Reception and Training Centre pertama kali diresmikan di Front Royal, Virginia, pada Agustus 1942. Selama terjadi perang, anjing-anjing yang dilatih disini pada umumnya masih ditingkat permulaan, sebelum nantinya dilatih lebih khusus untuk masuk ke dalam dinas ketentaraan. Quartermaster Corps juga melakukan pelatihan untuk Handler, yang kebanyakan adalah tentara. Pelatihan tersebut juga berkembang seperti halnya pelatihan bagi anjing yang digunakan untuk perang. Di pusat pelatihan tersebut anjing harus menjalani latihan rutin ala militer. Pelatihan dasarnya meliputi kemampuan anjing dalam menanggapi dan menyikapi perintah yang diberikan. Perintah sederhana itu meliputi duduk, diam, datang dan sebagainya. Anjing-anjing itu juga harus dibiasakan menggunakan masker (berangus), masker gas dan merangkak ala militer. Selain itu juga dilatih agar terbiasa dengan bunyi dan ledakan senjata. Ada empat macam spesialisasi dalam pelatihan anjing yang dipakai untuk perang, yaitu Sentry Dog (anjing pengintai), Scout/

Patrol Dog (anjing untuk melakukan tugas patroli), Messenger Dog (anjing pembawa pesan) dan Mine Dog (anjing yang digunakan untuk mendeteksi adanya suatu barang). Sentry Dog adalah anjing yang diguanakan untuk mengintai. Dengan kawalan rantai pendek, biasanya anjing ini diajar untuk memberikan peringatan kepada tuannya dengan menyalak. Ia harus mempunyai kewaspadaan tinggi. Dan, mereka terbiasa bekerja di tempat yang gelap ketika mengadakan serangan. Anjing ini telah dididik dalam kesatuan militer untuk melindungi dan memperingatkan anggota kesatuan tersebut, dengan cara menyalak ketika mendekati daerah berbahaya atau memberikan respon terhadap musuh yang datang, utamanya saat pasukan berada di pos pertahanannya. Scout/Patrol Dog adalah anjing yang diberikan ketrampilan untuk bekerja dengan cara diam-diam. Dimaksudkan untuk mendeteksi penembak jitu yang tersembunyi maupun kehadiran musuh yang menyamar. Messenger Dog adalah anjing yang dididik untuk membawa pesan dari satu kelompok pasukan kepada kelompok lainnya. Karena itu mental dan loyalitas anjing ini harus benar-benar telah teruji. Mereka dilatih untuk bekerja dengan diamdiam, bergerak dan bertindak wajar ketika mereka melakukan perjalanan, hingga pesan yang dibawanya sampai pada si penerima pesan dalam kondisi utuh dan tidak rusak. Mine Dog/M-dog/Mine Detection Dog adalah anjing yang dilatih untuk menemukan benda-benda, seperti jejak langkah, jebakan atau barang-barang lain yang mengandung logam maupun tidak. Di dunia sipil (berburu), dengan kelebihan pendengaran dan penciumannya, anjing jenis ini banyak bermanfaat bagi para pemburu dalam mencari hewan buruan maupun menemukan hasil buruannya.<

KISAH PRAJURIT

DI SATUAN RAIDER

“Saat menjalani sebagai tim gerak kurang lebih selama 14 bulan itu, saya punya pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan sepanjang hidup saya”.

P

ada dasarnya, dia adalah prajurit perhubungan, bukan infanteri. Dia adalah Bintara PK IX TA. 2001-2002, lulusan dari Sekolah Calon Bintara Rindam V/Brawijaya, yang kemudian melanjutkan pendidikan kecabangan Perhubungan di Pusat Pendidikan Perhubungan Kodiklat TNI AD, Cimahi, Jawa Barat. Awalnya dia memang bukan prajurit untuk satuan tempur, namun karena psikologi, kemampuan jasmani dan nilai akademiknya yang bagus, justru akhirnya dia lolos seleksi menjadi calon prajurit Raider di Yonif 507/BS Sikatan, disaat dia baru setahun berdinas di Hubdam V/Brawijaya, Malang. Usai mengikuti pendidikan Raider di Pusat Latihan Pertempuran (Puslatpur) Rindam V/Brawijaya selama kurang lebih 5 bulan bersama 850 prajurit lainya, pada 8 Nopember 2003, dia dilantik oleh Kasad (waktu itu Jenderal Ryamizard RyacuduRed) menjadi prajurit berkualifikasi Raider. Setelah pelantikan, bersama-sama Yonif 507/BS Sikatan, berangkat ke Ibukota Jakarta, dengan kekuatan satu batalyon penuh untuk mengikuti Upacara Pengukuhan 10 Batalyon Raider. Yonif 507/BS Sikatan berganti menjadi Yonif 500/Raider. Selanjutnya bersama rekan-rekannya, dia diberangkatkan ke daerah rawan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) untuk melaksanakan Operasi Pemulihan Keamanan (Opslihkam). Di sana Yonif 500/Raider dipercaya untuk mengolah “kolam” atau sektor di daerah Aceh Timur, mulai dari Kuala Simpang yang berbatasan dengan Medan sampai daerah Idi Rayeuk yang berbatasan dengan Aceh Utara. Sersan Dua Agus Eko Prasetyo, yang saat itu menjabat sebagai Bintara Perhubungan (Bahub) Kompi Senapan-C/ Warok, bertugas melayani komunikasi pada kompi tersebut, baik dalam hal perbaikan

alat-alat perhubungan (Alhub) maupun menyediakan sarana-sarana komunikasi yang dibutuhkan Kipan-C/Warok saat itu memperoleh sektor di daerah PKS Sungai Raya Peureulak, Aceh Timur kurang lebih selama tiga bulan, lalu berpindah ke daerah Rantau Peureulak. Tepatnya wilayah dari Desa Rantau Panjang sampai Simpang Damar merupakan sektor yang harus dikuasai oleh Kipan-C/Warok. “Saat peralihan kolam dari daerah Sungai Raya ke Rantau Panjang, saya memperoleh kepercayaan dari kompi untuk bergabung dengan salah satu tim gerak Kipan-C/Warok, yaitu Tim Warok-7 Kipan-C Yonif 500/ Raider,” kata Agus. Lebih jauh lagi, bukan hanya sebatas menjadi bagian dari pasukan satuan raider, tapi Serda Agus Eko Prasetyo, prajurit perhubungan ini bahkan menjabat sebagai Wakil Komandan Tim 2 (Wadantim 2) , saat dia tergabung dalam Tim Warok-7 Kipan-C Yonif 500/Raider sekitar awal April 2004 hingga penugasan di NAD berakhir Mei 2005. Disinilah lembaran kenangan sebagai prajurit raider terukir nyata.. “Pagi itu, Rabu 28 Juli 2004,” kata anak Malang ini mengawali ceritanya, “merupakan hari ke-6 tim kami melakukan pengendapan di ujung daerah Mata’i yang lebih dikenal dengan daerah Simpang Bacok serta perbekalan logistik yang kami bawapun sudah mulai menipis. Sekitar pukul 08.00 WIB Tim Tribuana dari Sat Ban Intel II (Parako/Kopassus-Red) kontak tembak dengan kelompok separatis GAM di daerah bukit Meureutu sekitar Padang Kunyit, dua kilometer arah utara tempat tim kami mengendap”. Berdasarkan informasi dari radio PRC yang didapat, Dantim Warok-7 Yonif 500/Raider memerintahkan untuk melakukan penutupan di daerah-daerah

yang memungkinkan tempat pelolosan GAM akibat aksi kontak tembak tersebut. Kemudian tim dipecah menjadi tiga kelompok kecil, yang menutup di daerah Simpang Bacok, di daerah Paya Abe Besar dan di daerah Paya Abe Kecil. Tim melakukan pengendapan untuk melakukan penutupan sampai dengan suasana gelap. Karena faktor keamanan, akhirnya ketiga kelompok ditarik menjadi satu dan berkumpul menjadi satu tim utuh di daerah Simpang Bacok dan melaksanakan pengendapan hingga Jum’at, 30 Juli 2004. Jum’at pagi 30 Juli 2004, personel tim yang tengah mencari logistik serta untuk mencari informasi tambahan ke Desa Mata’i mendapatkan informasi dari Ketua RW Lorong Empat bahwa di pertigaan Lorong Empat tempat pasukan dari Tim Warok-7 melakukan kegiatan administrasi, pada malam hari di minggu-minggu terakhir sering dilewati oleh anggota GAM. Dari informasi bagus itu lalu dikembangkan dan dilakukan pengelabuhan agar bisa menghadang GAM di tengah kampung tanpa diketahui oleh masyarakat. Tim berpura-pura meninggalkan RW Lorong Empat sambil singgah sejenak di rumah kepala desa Matai untuk meyakinkan bahwa TNI akan pergi keluar kampung. Sekitar 500 meter dari rumah kepala desa Matai itu, tim lalu melambung melewati hutan-hutan sawit di daerah Mata’i. Setelah satu jam berjalan, akhirnya pasukan berhasil berada tepat di belakang kedai yang terletak di pertigaan Lorong Empat, seperti yang di informasikan oleh ketua RW Lorong Empat, tanpa diketahui masyarakat. Pada saat itu waktu menunjukan pukul 19.30 WIB. Tim terus mengamati situasi sekitar pertigaan tersebut. Ketika waktu menunjukan pukul 21.00 WIB hujan gerimis mulai turun di daerah itu, tapi belum ada tanda-tanda munculnya kelompok separatis GAM. Tim tidak putus asa untuk menanti kedatangan personel GAM. Akhirnya penantian berjam-jam yang cukup melelahkan itu membuahkan hasil. Tepat pukul 22.00 WIB muncul seseorang yang mencurigakan dari arah kegelapan di belakang Musholla dengan membawa payung yang dilipat, seperti membawa senjata api, menuju ke arah kedai. Selang 10 menit kemudian muncul lagi dua orang dari arah yang sama, sambil menggendong tas punggung menuju ke arah yang sama. Tidak lama, salah satu dari ketiga orang itu meninggalkan kedai menuju ke arah kegelapan di belakang Musholla, yang kemudian disusul dengan munculnya sekitar lima orang anggota GAM bersenjata campuran dan salah satu diantaranya mengenakan pakaian berwarna coklat mirip

seragam aparat Brimob-Polri. “Atas perintah Dantim, melalui radio saya menghubungi Kelompok Komando Kompi (Pok Koki) Kipan-C dan Komando Taktis (Kotis) Yonif 500/Raider untuk menanyakan apakah ada pasukan kawan yang berada di sana”, kata pria kelahiran 27 Agustus 1983 ini. 10 orang personel Tim Warok-7 lalu dikumpulkan Dantim. Selanjutnya tiga orang dipimpin Komandan Kelompok Pengamanan 1 (Danpokpam 1) melambung ke kanan kedai dan mengambil posisi di lapangan bola voli, hanya berlindung di kerimbunan alangalang sekitar 30 meter dari posisi GAM. Empat orang lainnya dipimpin Dantim 1 melambung ke kiri kedai dan hanya berlindung di semak belukar. Sedangkan Dantim, Wadantim 2 dan Tamtama Pelayan Radio (Tayanrad) mengambil posisi di bukit kecil di belakang kedai. Sesuai perintah, pembuka tembakan adalah Tabung Pelontar (TP) Danpokpam 1 diikuti secara serentak oleh seluruh personel Tim Warok-7, yang menembak ke arah kelompok GAM tersebut. Sekitar pukul 22.25 WIB, Wadantim 1, Sertu Kadarisman, yang bersama anggotanya berada di samping kiri kedai tertembak pada kaki paha kanan, perut kiri dan tangan kiri. Ditengah-tengah gencarnya kontak tembak, melalui radio

PRC kejadian itu kemudian dilaporkan Agus ke Komando Atas. Usai kontak tembak, dilakukan pembersihan lokasi dan ditemukan empat personel GAM tewas berikut 2 pucuk

“Meskipun dasar kita bukan prajurit infanteri, tapi tidak ada yang sulit jika ada kemauan untuk belajar tentang semua hal yang memang kita belum mengerti. Dan meski kita berasal dari Satuan Bapras (Badan Prasarana-Red) pun, kita bisa berprestasi di daerah penugasan asalkan ada kemauan dan niat yang keras dari lubuk hati yang paling dalam”

senjata M 16 A1, 1 pistol FN, ratusan munisi dan delapan buah tas punggung berisi berbagai perlengkapan. “Sebenarnya kami bisa mendapatkan hasil lebih banyak, tapi karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan, yaitu disamping lokasi yang cukup gelap, juga terdapat banyak anak-anak kecil dan warga masyarakat yang saat itu

berbaur dengan anggota GAM, maka kami tidak bisa melakukan gerakan-gerakan yang lebih agresif.” Kenangnya. Dari penugasan ke NAD, yang merupakan penugasan pertamanya di medan tempur, banyak pelajaran yang didapat Agus. Menurutnya, sebagian besar ilmu kemiliteran yang pernah diperolehnya banyak berpengaruh terhadap tindakantindakan yang diambil di lapangan itu, sisanya adalah faktor mental atau keberanian dan kebijaksanaan serta ketepatan dalam mengambil keputusan. Dengan menguasai teori, setidaknya 85 %, kemenangan sudah ditangan kita, selanjutnya yang menentukan adalah faktor keberuntungan dan ridho dari Allah SWT. “Penugasan ke Aceh telah menambah pengalaman hidup saya. Saya ingin menjadi prajurit yang kaya pengalaman, karena itu sangat bermanfaat untuk mendukung keberhasilan tugas, yang ke depan akan semakin berat. Sebab, bagi saya pengalaman adalah guru yang terbaik” kata Agus, yang sekarang sudah berpangkat Sersan Satu (Sertu), dengan jabatan sebagai Bintara Montir Radio Peleton Komunikasi Kompi Markas (Bamontirad Ton Kom Kima) Yonif 500/Raider, mengakhiri ceritanya.<

Kartika Media Centre, Jl. Abdul Rahman Saleh I No. 48, Jakarta Pusat. Telp : 021-3500347 Ext 113

O R O G E N O P I KRI D

U R A B LAN

A D AN

ipe orvet t k n a a tu gad m pen alah sa a s r i g d o a r j P en a 9113 m AL gun I A N M T G I n S a. ifika atanny h sign a u k k e g k n i a l as ogi dernis teknol i s p memo o a gad a men i, ia jug y n i n k a r h e t Tak an in ombat gi disa k o l l a o p n a k k te n apkan denga i s a r mener g nte . ng teri metris a o y e l g a i p s a ka modul

B

ila tak ada aral melintang, pada penghujung tahun 2007 ini armada TNI AL telah diperkuat dua kapal korvet stealth jenis SIGMA hasil desain biro perancang kapal Schelde, Belanda. Alutsista canggih dibangun sejak September 2004 di galangan kapal Damen Amels Yards dan dinamai KRI Diponegoro (365). Upacara penamaan dilakukan di Vlissingen dihadiri Menhan Juwono Sudarsono dan Kasal Laksamana TNI Slamet Soebijanto (12/09/06). Usai penamaan kedua kapal segera menjalani uji kinerja di Laut Utara. Begitu lulus uji salah satunya, KRI Diponegoro, segera bertolak dari Pelabuhan Den Helder, Belanda (23/07/07) dan lima minggu kemudian tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta (31/08/07). KRI Diponegoro akan memperkuat jajaran organik Satuan kapal Eskorta (Satkor) Koarmatim (Komandao Armada Kawasan Timur)

L A I N T

berdasarkan Surat Keputusan Kasal Nomor: Skep/1072.a/VII/2006 tanggal 2003 oktober 2006 dan dikomandani Letkol laut Arsyad Abdullah. Kabarnya dua kapal sejenis juga tengah dibangun di galangan yang sama. Cetak biru korvet SIGMA mulai dilansir Schelde ke hadapan publik dalam pameran IMDEX 2003 di Singapura dan segera menarik perhatian TNI AL yang kala itu tengah mencari postur kapal perang yang cocok dengan proyeksi kekuatannya di tahun 2013. Semula proses pengadaan kapal ini sempat diganjal seabrek masalah. Mulai dari besarnya dana pengadaan, status biro perancangnya yang tengah diprivatisasi, hingga tentangan dari kalangan politisi anti RI di parlemen Belanda. Namun di atas itu semua, kapal siluman ini terbukti menerapkan banyak teknologi yang sama sekali baru terutama sekali bagi kebanyakan orang Indonesia. Antara lain sistem disain modular, teknologi stealth (samar radar), dan sistem senjata paling mutakhir.

TNI-AL memesan empat buah kapal Korvet Sigma dan dua diantaranya telah selesai dikerjakan di galangan kapal Schelde, Belanda yaitu KRI Diponegoro dengan nomor lambung 365 dan KRI Hasanuddin dengan nomor lambung 366 Kapal KRI Diponegoro kelas korvet stealth jenis SIGMA merupakan hasil desain biro perancang kapal Schelde melakukan pengujian di laut utara Jawa

Penampang Kapal Korvet Sigma dengan beberapa teknologi baru yang merupakan standard kelengkapan kapal sejenis Korvet SIgma ini

Alasan dipilihnya Diponegoro sebagai nama KRI karena peran perjuangan Pangeran Diponegoro yang tangguh dalam perjuangan mengusir penjajah Belanda DISAIN MODULAR Kata SIGMA merupakan kependekan dari Ship Integrated Geometric Modularity Approach. Artinya disain kapal yang terintegrasi dengan pendekatan modular geometris. Penjabarannya berupa aneka kemasan dan sekat baku selaku wadah berbagai suku cadang dan perangkat kerja suatu kapal perang yang jenisnya disesuaikan kebutuhan operasional. Berkat sistem ini, perancang kapal bebas memilih tipe suku cadang dan perangkat kerja yang diinginkan tanpa harus merombak disain baku kapal. Jenis suku cadang dan perangkat kerjanya harus dipilih cermat agar tak berpengaruh pada kinerja dan keluwesan suatu kapal. Di lain pihak, pola modularisasi ini harus mampu menselaraskan seluruh aspek geometris kapal. Misalnya panjang, lebar, dan tinggi kapal, berikut bobot matinya semata agar bisa diperoleh kinerja yang optimal. Ada tiga varian korvet SIGMA, yaitu 6910, 8313, dan 9113. Setelah lewat proses tarik ulur yang lama TNI AL akhirnya memilih varian 9113. Pertimbangannya sederhana saja. Dengan ukuran fisik yang lebih besar dan lebih panjang tentu ragam senjata yang dapat diusung lebih banyak. Jadi kemampuan operasionalnya diharapkan lebih baik dan tentu saja faktor penggentar (detterent)-nya lebih diperhitungkan lawan. TEKNOLOGI STEALTH Setiap kapal perang modern yang berteknologi stealth diyakini akan sulit dideteksi baik oleh radar maupun alat pengendus jejak radiasi cahaya infra merah dan suara. Inti teknologi ini adalah meminimalkan intensitas pantulan gelombang elektromagnetik yang dipancarkan radar ke suatu obyek (cross radar section) dengan mengurangi segala bentuk struktur geometris bersudut secara maksimal seraya menata seringkas mungkin posisi semua perangkat kerja yang ada di atas geladak. Belakangan teknologi stealth juga mencakup bagaimana cara mereduksi jejak radiasi cahaya infra merah yang dapat diendus detektor pencari panas milik rudal anti kapal dan radiasi suara bawah air yang bisa mengundang perhatian sonar kapal selam. Agar kaidah pertama teknologi stealth terpenuhi maka struktur menyudut pada disain korvet SIGMA dibuat sesedikit

untuk mengantisipasi serangan udara kapal ini dilengkapi dengan rudal anti pesawat jarak dekat tipe Mistral Simbad lansiran Matra MBDA,

Meriam Super Rapid kaliber 76 milimeter buatan Oto Melara yang terdapat pada bagian depan lambung kapal

Rudal anti kapal permukaan tipe Exocet MM40 Blok 2 produksi Aerospatiale-EADS (Atas) Kapal ini mempunyai Landing Dock yang dapat didaratkan sebuah Helikopter sekelas Puma (Bawah)

mungkin. Jenis peralatan radar maupun sensornya dipilih berukuran relatif kecil, kompak, dan ringkas. Kaidah kedua dijabarkan dengan melakukan penyaringan, pendinginan, dan pemencaran intensitas panas dari gas buang lewat kehadiran dua cerobong asap. Berkat cara ini keberadaan satu titik panas yang berpotensi disasar rudal anti kapal berpanduan sinar infra merah dapat dicegah. Sedangkan penjabaran kaidah ketiga dilakuan dengan menekan seminimal mungkin radiasi bunyi yang disebabkan getaran mesin penggerak kapal dan gerakan baling-baling. MANAJEMEN TEMPUR DAN SENSOR Sistem manajemen tempur korvet SIGMA dari jenis TACTICOS (Tactical Information and Command Systems) yang dilengkapi empat layar tayang dan panel kendali tipe Mk.3 2H untuk memudahkan komandan kapal dalam mengolah taktik pertempuran di segala medan baik secara parsial maupun bersamaan. Dengan bermodal beberapa panel kendali multi fungsi yang saling terintegrasi satu sama lain serta pasokan data situasi tempur tepat waktu berkecepatan proses dan alir cukup tinggi membuat TACTICOS sanggup mengendalikan seluruh sistem senjata

dan sensor. Di lain pihak, untuk urusan sistem manajemen platform anjungan yang terintegrasi dipercayakan kepada UniMACS 3000 lansiran Imtech (Belanda). Hampir semua peralatan sensor kapal ini dipasok anak perusahaan Thales Group, Perancis. Sebut saja misalnya radar

pengamatan dan peringatan dini multi berkas gelombang tiga dimensi tipe MW-08 yang diintegrasikan dengan perangkat interogasitransponder pemilah kawan-lawan tipe TSB2525 Mk.XA, radar penjejak sasaran (untuk pengendali tembakan) tipe Lirod Mk.2, dan sistem jaringan data tempur jenis Link-Y

Mk.2, serta radar navigasi Brigde Master E ARPA. Biar korvet ini tambah sakti, Thales Group juga tidak lupa memantek sonar lunas pasif/aktif anti kapal selam berfrekuensi kerja menengah jenis UMS 4132 Kingklip yang jarak jangkauannya lebih dari 65 kilometer, dan sistem dukungan elektronik (ESM) tipe DR-3000 untuk menyerap pancaran sinyal elektronik lawan. PERANGKAT KOMUNIKASI Guna melakukan komunikasi secara internal, awak korvet SIGMA mengandalkan perangkat komunikasi internal berbasis teknologi serat optik (Fibre Optical Communications NetworkFOCON). Sementara untuk berkomunikasi dengan pihak luar mereka bergantung kepada saluran komunikasi berbasis satelit komunikasi tipe Nera F. PERANGKAT BELA DIRI Bila sistem manajemen tempur dan perangkat sensor didominasi produk Thales Group, tidak demikian halnya dengan sistem senjata dan perangkat pendukungnya. Ragamnya bak pelangi. Mulai dari meriam Super Rapid kaliber 76 milimeter buatan Oto Melara, rudal anti kapal permukaan tipe Exocet MM40 Blok 2 produksi AerospatialeEADS, kanon G-12 kaliber 20 milimeter karya Denel Vektor, rudal anti pesawat jarak dekat tipe Mistral Simbad lansiran Matra MBDA, dan torpedo anti kapal selam tipe MU 90 dari Euro Torp. Bobot total meriam Super Rapid plus 80 butir amunisinya 8,5 ton (bobot tiap butir amunisi 12,34 kilogram). Jarak jangkauan tembak terjauh (pada sudut elevasi optimum +45°) mencapai 18,4 kilometer dengan jarak jangkauan tembak efektif delapan kilometer. Pembuatnya mengklaim laras meriam berkecepatan tembak 120 peluru per menit ini dapat berelevasi pada rentang -15° - +85° (laju gerak elevasi 35° per detik), dapat didinginkan dengan air laut, dan kecepatan putar kubahnya 60° per detik. Meriam ini berada di geladak haluan depan anjungan. Jika sasaran ada pada jarak lebih dari 18 kilometer, maka peran meriam Super Rapid diambil alih rudal Exocet MM40 Blok 2. Rudal ini mampu menjelajah pada ketinggian beberapa meter dari permukaan laut dengan laju Mach 1,0 dan jangkauan jelajah hingga 70 kilometer. Panjang badannya 5,8 meter sedangkan diameter 0,35 meter, bobot total 0,85 ton, dan bobot hulu ledaknya 0,17 ton. Kemasan rudal ini terbuat dari bahan serat gelas yang ringan sehingga ia lebih disukai ketimbang saudara tuanya, MM38. Keempat rudal MM40 ini diapit

tiang agung kapal dan cerobong asap. Lantas bagaimana jika terjadi serangan udara ? Ancaman ini akan ditangani dua set rudal Mistral Simbad varian Tetral atau sepasang kanon G-12. Jenis mana yang dipilih awak juru senjata tergantung pada jarak sasarannya. Mengandalkan kecepatan jelajah Mach 2,6 rudal ini sanggup menjangkau sasaran sejauh 5,3 kilometer. Rudal dengan panjang badan 1,86 meter, bobot total 25,8 kilogram, dan berhulu ledak 2,95 kilogram HE ini sanggup meluncur pada ketinggian hingga tiga kilometer berkat motor penggerak roket dua tak berbahan bakar padat. Yang dipilih TNI AL untuk mengawal korvet SIGMA adalah varian Tetral dengan delapan tabung peluncur pada tiap setnya. Kedua set rudal Mistral ini akan dipasang pada atap anjungan dan atap hanggar helikopter. Sementara kanon G-12 akan melibas pelaku serangan udara yang terbang pada jarak kurang dari dua kilometer. Senjata berbobot total 0,41 ton ‘tiruan’ kanon M693/F2 produk DCN-GIAT ini juga sanggup menghabisi sasaran di permukaan laut yang berukuran kecil dan berada sejauh dua kilometer. Dalam tempo sekitar 12 detik kanon yang rentang elevasi larasnya -15° - + 65° ini dapat menghabiskan 300 butir amunisi (seberat 76,5 kilogram) dalam dua kotak magasen. Tipe proyektil amunisi G-12 dua macam, yakni HE (0,12 kilogram) dan APDS (0,108 kilogram). Arah geraknya tergantung pada gerakan badan si juru tembak. Kedua kanon ini berada di belakang cerobong asap. Andai rudal Mistral dan kanon G-12 sampai tidak bisa menghadang serangan rudal, maka kartu as terakhir kapal SIGMA adalah sistem perangkat kecoh (decoy) tipe Terma SWKS. Ancaman serangan dadakan dari kapal selam diatasi dengan mengadopsi torpedo ringan 3A-244S Mode 2/MU-90 yang disimpan dalam tabung peluncur torpedo B515 yang dipasang pada kedua sisi samping hanggar helikopter. Bobot total dan bobot hulu ledak torpedo ini 304 dan 32,7 kilogram sementara panjang badan dan diameternya 2,85 dan 0,324 meter. Dalam situasi khusus laju jelajahnya bisa diatur hingga 50 knot untuk menjangkau jarak sejauh 10-25 kilometer. Untuk menemukan sasaran, MU90 dipandu dengan sistem pencari homing pasif/aktif yang mengandalkan kontak bunyi dari sasaran atau sengaja mencari sasaran dengan bantuan perangkat sonar sementara hulu ledaknya diaktifkan dengan sistem tumbukan. Agar kinerja peran anti kapal selam sekaligus pemantauan jarak jauhnya lebih meningkat, korvet SIGMA juga dimodali satu unit helikopter multi peran kelas sedang berbobot hingga 10 ton macam AS 332 Super Puma.<

Spesifikasi Umum KRI Diponegoro Korvet SIGMA 9113

Panjang badan total 90,71 meter (panjang garis air 83,52 m) Lebar badan kapal 13,02 meter (lebar lunas 3,60 m) Tinggi badan 8,75 meter Bobot mati 1.692 ton Sistem penggerak Dua unit mesin diesel sistem CODAD tipe SEMT Pielstick 20PA6B-STC @ 8910 kiloWatt (dilengkapi dua balingbaling berbilah lima tipe Kamewa buatan Roll-Royce), empat unit generator tipe Caterpillar 3604 C-TA @ 350 kiloWatt; satu unit generator darurat tipe Caterpillar 3304 B (105 kiloWatt); bunyi kisaran baling-baling diredam dengan alat peredam bunyi tipe ASL-94 single step buatan Renk (dilengkapi alat stabilisator putaran pasif) Kecepatan jelajah 14 knot (ekonomis), 18 knot (normal), 28 knot (maksimum) Jangkauan jelajah 4.800 mil laut (14 knot), 3.600 mil laut (18 knot) Daya tahan operasi 20 hari Awak kapal 80 orang Sistem navigasi Sistem navigasi terintegrasi ECDIS buatan konsorsium RaytheonAnschultz Persenjataan Meriam Super Rapid 76 milimeter (1), rudal anti kapal Exocet MM40 Blok 2 (4), rudal anti pesawat Mistral Simbad-Tetral (2x4), kanon Denel Vektor G12 20 milimeter (2), torpedo ringan 3A-244S Mode 2 / MU-90 (2) Perangkat bela diri Scorpion 2L buatan Racal (ECM), DR3000 buatan Thales (ESM), TERMA tambahan SWKS (Decoy) berikut peluncur decoy tipe DLT-12T kaliber 130 milimeter

Marshal Konstantin

Rokossovsky

Dua panglima terkenal yang memimpin pasukan Rusia dalam Perang Dunia II adalah Marshal Georgi Zhukov dan Marshal Konstantin Rokossovsky. Keduanya telah mengalami kegelapan hari-hari pertama Perang Dunia II sampai akhirnya dapat memimpin kekuatan pasukan Rusia secara masif ke jantung pertahanan Nazi di Jerman.

S

ukses dan prestasi mereka berdua serupa namun cara yang digunakan di lapangannya berbeda. Zhukov adalah seorang yang sering mengintimidasi dan menakut-nakuti orang lain, termasuk anak buahnya. Berbeda dengan Zhukov; Rokossovsky memperlihatkan perhatiannya pada aspek kemanusiaan. Rokossovsky juga menghargai anak buah yang dipimpinnya, saat itu menghargai anak buah adalah sesuatu yang tidak lazim dalam kalangan militer Rusia pimpinan Stalin. Karena sikap dan perilakunya itu, beberapa sejarahwan dan pejabat militer Jerman veteran Perang Dunia II menyebut Rokossovsky sebagai ”the best commander in the Russian army”

selama 3 tahun. Saat disiksa Rokossovsky memberikan nama-nama orang yang termasuk pengkhianat, namun nama-nama itu adalah palsu; yaitu nama-nama orang yang telah mati sebelum Perang Saudara tahun 1917. Saat kebangkitan Tentara Merah dalam Perang Russo-Finnish tahun 1939-1940, Rokossovsky termasuk salah seorang dari 250 perwira korban pembersihan Stalin yang namanya direhabilitasi dan kembali aktif bertugas di Tentara Merah. Tahun 1941 Rokossovsky diperintahkan memimpin 9th Mechanized Corps yang baru dibentuk di Ukraina. HOLDING GROUND, BUYING TIME

FROM ORPHAN TO ARMY COMMANDER Dilahirkan 21 Desember 1896, dari ibunya yang berkebangsaan Polandia dan ayahnya yang berkebangsaan Rusia; Rokossovsky menjadi yatim piatu saat masih berusia 14 tahun di Warsawa, Polandia. Saat Perang Dunia I, sikap keberanian Rokossovsky dihargai dengan promosi kenaikan pangkatnya dari sergeant menjadi junior commander saat menjadi anggota pasukan 5th Czar Kargopolsky Dragoons. Ketika Perang Saudara di Rusia mulai berkecamuk tahun 1917 Rokossovsky bergabung dengan Tentara Merah Rusia dan selanjutnya pasca Perang Saudara Rokossovsky masuk dalam satuan “cavalry clique” bentukan Stalin. Dalam satuan ini karirnya melesat. Tahun 1929 Rokossovsky memimpin 5th Kuban Cavalry Brigade dan selanjutnya menjadi komandan 5th Cavalry Corps tahun 1936. Pada saat itu, Zhukov adalah anak

Assesment of Rokossovsky • Master of Armored Warfare • Survived Stalin’s Bloody Purge • Physically and Morally Courageous • Innovative Thinker • Respectful and Considerate of Subordinates

buah Rokossovsky. Tahun 1937 terjadi pembersihan oleh Stalin terhadap perwira-perwiranya karena dituduh melakukan pengkhianatan. Rokossovsky termasuk satu diantaranya dan mengalami penahanan serta penyiksaan

Ketika Jerman menginvasi Rusia tahun 1941, Rokossovsky dan anak buahnya dalam keadaan kekurangan amunisi dan logistik. Dengan sigap Rokossovsky mengambil inisiatif, walaupun saat itu inisiatif pribadi dalam tugas adalah hal yang sangat berbahaya secara politis. Rokossovsky meminta bantuan unit terdekat dan langsung menghadapi pasukan Jerman yang tiga minggu kemudian memutuskan untuk mundur. Efektifitas dari inisiatif Rokossovsky tadi menghasilkan promosi untuknya, yaitu memimpin 16th Army’s Defense of Moscow. Taktik defensif yang digunakan Rokossovsky termasuk membuat kantongkantong pertahanan dan menempatkan unitunit senjata anti-tank untuk memperlambat momentum musuh dan mengulur waktu. Sering sekali Rokossovsky menempatkan tank-tank yang ditanam sampai ke atas sehingga hanya terlihat turret dan kanonnya saja pada wilayah kantong-kantong

Zhukov, Montgomery dan Rokossovsky berjalan bersama

pertahanan yang kuat ini. Sebuah taktik yang berguna untuk menghancurkan maneuver tentara Jerman dengan cepat. Selanjutnya, dengan kekuatan pasukan yang lebih baik ditambah unit lapis baja dan artileri; Rokossovsky mengandalkan kekuatan infanteri dan artilerinya untuk menghalau serangan pasukan Jerman. Sementara unit lapis bajanya disimpan untuk mengantisipasi serangan balik dari unit lapis baja pasukan Jerman. ENCIRCLE AND DESTROY Rokossovsky menunjukkan kepiawaian kemampuan operasionalnya saat menjalankan Operasi Uranus, yaitu manuver pasukan Rusia untuk menjepit dari dua arah pasukan Angkatan Darat Jerman ke-6 di Stalingrad tahun 1942. Rokossovsky menyerang titik lemah di posisi bagian utara pasukan Jerman itu dan dilanjutkan dengan mengepungnya sampai ke bagian selatan; manuver inilah yang kemudian menjadi ciri

khas Rokossovsky. Dengan begitu, tidak ada yang dapat dilakukan lagi oleh pasukan Jerman kecuali menyerah. Iri melihat kesuksesan Rokossovsky di Stalingrad , Zhukov melaporkannya kepada Stalin. Namun saat itu Stalin sedang memerlukan panglima yang tangguh di medan tempur, sehingga Stalin menulis pesan kepada Zhukov: ”...biarkan saja dia, karena hanya ada satu orang Rokossovsky dalam Red Army”. Saat pertempuran tank terbesar di Kursk bulan Juli 1943, lagi-lagi Rokossovsky dapat menghalau kekuatan besar ofensif pasukan Jerman di bagian utara pertahanan Rusia. Kesuksesan itu disusul dengan memimpin pergerakan 1st Belorussian Front menembus bagian selatan pertahanan pasukan Jerman yang kemudian membuka jalan utama pasukan Rusia untuk sampai ke Berlin. Bagaimanapun juga, Stalin selalu waspada melihat anak buahnya yang mendapat kesusksesan terlalu besar. Oleh sebab itu Stalin menugaskan Zhukov mengambil alih pimpinan 1st Belorussian Front untuk merebut Berlin. Sebagai gantinya Rokossovsky diperintahkan memimpin 2nd Belorussian Front yang bertugas melindungi bagian utara posisi pasukan Zhukov. Akhirnya 2nd Belorussian Front dapat bergerak sejauh 200 kilometer dan bertemu dengan pasukan Inggris pada tanggal 3 Mei 1945. HUMANE, CONSIDERATE, COURAGEOUS Para anak buah yang pernah dipimpinnya selalu mengingat bahwa Rokossovsky adalah seorang panglima yang

“tidak biasa”; dengan perilakunya yang menghargai dan mendengarkan pendapat anak buah, serta jarang sekali berbuat kasar. Rokossovsky mempelopori sikap dan inisiatif pribadi yang baik walaupun dalam militer Rusia hal itu kurang mendapat penghargaan. Walaupun pernah mengalami penyiksaan atas perintah Stalin, namun Rokossovsky tetap menunjukkan nilai dan keberanian moral yang baik saat tidak mengikuti mau perintah Stalin. Contohnya Rokossovsky pernah meyakinkan Stalin untuk mengubah skenario besar pertempuran yang tidak perlu, yang hanya akan mengorbankan nyawa saja. Bahkan Rokossovsky pun peduli kepada nasib musuhnya, ini terjadi saat pasukan Rusia memasuki wilayah Jerman. Rokossovsky langsung membuat perintah tertulis kepada para anak buahnya ”untuk tidak melampiaskan kebenciannya dengan menyerang para penduduk sipil”. Setelah Perang Dunia II usai, Rokossovsky menjabat sebagai Menteri Pertahanan Polandia selanjutnya menutup karirnya dengan menjadi Wakil Menteri Pertahanan Rusia. Rokossovsky meninggal dunia tanggal 3 Agustus 1968.<

orism, r r e T t s in a g A Cartel s g u r D d n a y Insurgenc

Sebagai salah satu negara demokrasi tertua di Benua Amerika, Kolombia mempunyai sejarah panjang dalam hal Pertikaian Politik, yang dipengaruhi oleh faktor geografi, demografi, dan sejarah dari salah satu negara terbesar di kawasan Amerika Latin tersebut. Pertikaian politik yang mengarah kepada munculnya berbagai ancaman yang berhubungan dengan terorisme, insurjensi, perdagangan obat bius, penculikan, penyulundupan senjata dan pembunuhan dengan motif politik mempunyai akar yang kuat pada permasalahan ketidakpuasan dan kekecewaan yang dialami oleh rakyatnya (grievances).

Pasukan Angkatan Darat Colombia (Colombian Army - COLAR) dengan seragam terbaru mereka siap menjaga keamanan dan memberantas perdagangan obat bius.

S

elama lebih dari 40 tahun Kolombia telah menghadapi berbagai ancaman bersenjata yang didominasi oleh ancaman internal, terutama insurgensi yang sering menggunakan teror sebagai taktik untuk mencapai tujuan strategis yang lebih besar (strategic ends). Beberapa catatan penting tentang perjuangan Kolombia melawan ancaman internal dapat dilihat dari beberapa data berikut: Dari 1968 sampai 2006 saja Kolombia sudah mengalami tidak kurang dari 1682 serangan terorisme; memiliki 86.000 hektar ladang kokain; produser dan eksportir kokain nomor satu di dunia; perdagangan senjata transnasional ilegal yang baru oleh FARC saja senilai 20 Juta Dollar AS; dan berbagai ancaman internal nyata lainnya yang merupakan salah satu tertinggi di dunia.

Struktur FARC (dalam bahasa asli Spanish)

Dalam rubrik ini kita akan melihat bagaimana kemajuan yang dialami oleh Kolombia dalam mengatasi dinamika ancaman internal tersebut selama satu dekade terakhir. Singkatnya masalah ini diatasi dengan strategi yang komprehensif dalam lingkup nasional yang kemudian dijabarkan secara evolusioner dan detail ke dalam strategi pertahanan rakyat semesta, pertahanan teritorial, pendekatan keamanan individu dan kemajuan demokrasi di Kolombia. Semuanya diarahkan untuk mengatasi akar permasalahan dari spektrum dinamika ancaman internal yang didominasi oleh insurgensi yang menggunakan teror dan perdagangan obat-bius, persenjataan dan aktivitas kriminal lainnya yang mengabaikan nilai nilah HAM sebagai sumber pendanaan. Sebagaimana layaknya tujuan utama dari kontra intelijen, adalah penting bagi sisi negara yang melakukan Kontra-Insurgensi untuk dapat menguasai apa yang menjadi jalan pikiran dan landasan perjuangan para insurgen, karena pada prinsipnya tindakan yang diambil dalam Kontra-Insurgensi akan bergantung pada apa yang kelompok insurgensi tersebut lakukan. Pada umumnya kelompok insurgensi mempunyai doktrin perjuangan yang berlandaskan pada asas ideologi dan politik yang kuat. Tiga kelompok insurgensi yang paling besar di Kolombia selama dua dekade terakhir adalah FARC (Revolutionary Armed Forces of Colombia), ELN (National Liberation Army), AUC (United Autodefensas of Colombia). FARC mempunyai dasar perjuangan MarxistLeninisme dan ideologi perjuangan rakyat semesta ala Mao yang menggunakan lima lapis operasi (massa, barisan perjuangan, sayap bersenjata/perjuangan militer, perang politik, dan dukungan internasional). Yang bergabung dalam FARC ini adalah kelompok mahasiswa, pemimpin gerakan gerakan perubahan sosial, orangorang yang termarjinalkan secara ekonomi dan politik serta para kelompok oportunis lainnya, seperti pengusaha, pedagang, dan broker-broker penjualan senjata dan obat

Pasukan Pembebasan Kolombia (FARC) bermarkas di daerah hutan pegunungan dan selalu melakukan peperangan secara gerilya

Pasukan Pembebasan FARC dengan perlengkapan perangnya dan tak ketinggalan pula pasukan wanita pembebasan Kolombia yang tergabung dalam organisasi ini

bius. Dengan demikian yang akhirnya bertahan dan menjadi semakin militan dalam perjuangan FARC adalah para pejuang ideologi yang militan, personel-personel militer garis keras, pemimpin-pemimpin politik dan personel yang sudah terikat dan tidak bisa keluar dari kelompok FARC. BAGAIMANA PEMERINTAH KOLOMBIA

Pemimpin dari organisasi tersebut adalah para pemimpin suatu kelompok subversif, yang merupakan sekelompok orang berbahaya. Secara taktis, para pengikut organisasi tersebut adalah pelaksanapelaksana lapangan yang akan berjuang untuk melakukan apa saja, dalam rangka pencapaian misi besar organisasi itu. MENGHADAPI FARC Secara garis besar kebijakan kontra insurgensi pemerintah Kolombia didasarkan pada lima hal, yaitu: Komitmen nasional untuk menghadapi insurgensi yang sudah berlarut-larut, pedoman strategi nasional, pembagian tanggung jawab, ketersediaan sumber daya dan efisiensi yang ditujukan untuk mencapai tujuan strategis dalam hal improvisasi kondisi keamanan, dengan melibatkan secara nyata seluruh komponen nasional. Dalam penjabarannya, pemerintah berpegang pada ukuran kesuksesan kontra

insurgensi sebagai berikut: 1. Konsolidasi kontrol negara terhadap seluruh teritorial nasional. 2. Menjamin keamanan rakyat dan infrastruktur vital. 3. Memerangi perdagangan obat bius ilegal. 4. Memelihara kapabilitas penangkalan. 5. Transparansi negara yang bisa meningkatkan tingkat dan kepercayaan legitimasi dari rakyat. Lima institusi negara yang memegang peranan penting dalam hal ini adalah institusi hukum, angkatan bersenjata, kepolisian, intelejen dan keuangan. Tanpa berarti menjiplak dari negara lain, untuk kasus Kolombia ini, walaupun mereka merupakan negara demokratis, mereka dapat menggabungkan secara imbang antara perjuangan politik (demokrasi), perjuangan militer, perjuangan peningkatan ekonomi, pertahanan teritorial dan pertahanan semesta. Khusus untuk Angkatan Bersenjata, utamanya COLAR (Colombian Army), mereka mempunyai peran yang sangat vital dalam perjuangan mengatasi permasalahan insurgensi di Kolombia. BEBERAPA PEMBELAJARAN YANG DAPAT DIAMBIL DARI ANGKATAN BERSENJATA KOLOMBIA DALAM MENGHADAPI INSURGENSI Secara umum tujuan strategis Angkatan Bersenjata Kolombia dalam hal ini adalah konsolidasi penguasaan/kontrol teritorial seluruh negara, jaminan perlindungan infrastruktur dan modernisasi sistem persenjataan militer. Berdasarkan informasi yang didapat dari berbagai sumber, dari ukuran kesuksesan ini paling tidak selama 2002 sampai dengan 2006, peningkatan jumlah personel militer sebanyak 36% yang diikuti oleh gelar dan penguatan strategi teritorial dalam satu kerangka strategi nasional menghadapi insurgensi, telah menghasilkan sekitar 40% penurunan jumlah serangan teror, 50% penurunan jumlah penculikan dengan motif politik, 80% pembunuhan (juga dengan motif politik), 60% penurunan keluarga pengungsi yang diakibatkan oleh konflik internal negara di periode yang sama dalam lingkup nasional.

Pasukan Angkatan Darat Kolombia (Colombian Army - COLAR) sering melakukan operasi-operasi pencarian dan pengejaran pasukan pembebasan Kolombila FARC di daerah hutan-hutan dan sekitar sungai-sungai besar Kolombia

STRATEGI NASIONAL, MILITER DAN PERANG MELAWAN TEROR Columbia adalah termasuk negara demokrasi tertua kedua di wilayah benua Amerika, setelah Amerika Serikat. Disamping itu Columbia juga mempunyai sejarah panjang dalam hal pertikaian politik yang disebabkan oleh kompleksitas kondisi geografi, demografis dan faktor sejarah lainnya. Selama abad 20 saja, paling tidak Colombia sudah mengalami berbagai ancaman insurjen yang selalu menggunakan teror atau terorisme sebagai taktik untuk pencapaian tujuan jangka panjang yang lebih besar. PENGALAMAN KOLOMBIA DALAM PERANG INTERNAL NEGARA Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam perang melawan teror di Kolombia: 1. Seluruh perang internal mempunyai akar permasalahan yang sangat dalam, yaitu ketidakpuasan dalam hal politik, ekonomi dan sosial. Ketidakpuasan ini akan menciptakan jaringan individu-individu yang siap untuk dimobilisasi. 2. Begitu dimobilisasi, mereka akan menjadi bagian dari suatu organisasi yang siap

untuk mempersiapkan mereka menjadi insurjen atau teroris. 3. Pemimpin dari organisasi tersebut adalah para pemimpin suatu kelompok subversif yang merupakan sekelompok orang berbahaya. Secara taktis para pengikut organisasi tersebut adalah pelaksana pelaksana lapangan yang akan berjuang untuk melakukan apa saja dalam rangka pencapaian misi besar organisasiorganisasi terlarang itu. 4. Mereka adalah orang-orang yang belajar secara formal maupun informal untuk membuat perencanaan, metode, prosedur dan peraturan-peraturan yang diciptakan untuk suatu kegiatan operasi insurjensi dan terorisme. Dengan demikian, jika dari pihak negara betul-betul memahami cara kerja dan cara pikir para insurjen dan teroris itu, maka peluang operasi kontra insurjensi dan terorisme untuk mengalahkan kelompok-kelompok itu akan lebih besar. 5. Perang melawan insurjensi dan terorisme bukan hanya tugas militer. Ini merupakan tugas nasional yang membutuhkan legitimasi, keterlibatan rakyat, swasta dan institusi negara secara semesta untuk mengalahkan insurjensi dan terorisme. Dari banyaknya kelompok bersenjata yang terkait dengan masalah insurjensi,

Pasukan Angkatan Darat Kolombia (Colombian Army - COLAR) melakukan penjagaan di daerah pegunungan dan perbatasan Kolombia yang merupakan daerah rawan penjualan obat terlarang, yang akan keluar dari Kolombia.

terorisme dan obat-obatan, tiga kelompok paramiliter yang terbesar adalah FARC, ELN, dan AUC. Ketiganya ini terlibat di dalam aktivitas kriminal seperti perdagangan/penyelundupan obat-obatan dan persenjataan. Perang melawan tiga kelompok ini merupakan mobile warfare atau maneuver warfare, seperti perang yang dihadapi AS saat di Vietnam, dimana para kelompok pemberontak menggunakan strategi perang semesta (peopleâ&#x20AC;&#x2122;s war). Paling tidak ada beberapa hal yang dapat dipetik dari pengalaman Kolombia dalam perang internal. Perang melawan ancaman internal ini tidak dapat diklasifikasikan secara sederhana menjadi Operasi Militer Perang dan Operasi Militer Selain Perang. Yang benar adalah ini merupakan satu kesatuan yang merupakan campuran tentang Perang itu sendiri, sekalipun yang dihadapi adalah perang nonkonvensional dengan musuh notabene adalah rakyat sendiri. Pelajaran berikutnya adalah konsentrasi pemerintah Kolombia terhadap Drug-War dengan cara kontra gerilya, kontra teror dan tipikal operasi-operasi khusus lainnya. Yang terakhir adalah strategi nasional Kolombia melawan ancaman internal, tidak hanya melihat konflik internal tersebut semata-mata sebagai ancaman yang muncul di permukaan, dengan hanya mengedepankan militer sebagai alat utama penyelesaian konflik; melainkan melihat ini sebagai multifase yang menempatkan militer sebagai salah satu dari banyaknya elemen nasional lainnya yang dikerahkan untuk mengatasi ancaman internal yang berkepanjangan tersebut. FORMULASI STRATEGIC INITIATIVE Sejak kepemimpinan Presiden Andres Pastrana, pemerintah Kolombia memformulasikan apa yang disebut sebagai Strategic Inititative dengan cara pandang yang ternyata sama dengan para pemimpin Kolombia sebelumnya yang melihat konflik internal sebagai masalah militer semata. Sejak 1998, tiga Jenderal yang memimpin militer Kolombia dalam memimpin strategi pengentasan konflik internal secara berkelanjutan ini adalah Jenderal Tapias (Panglima Gabungan/setara

Panglima TNI), Jenderal Mora (Panglima Angkatan Darat) dan Jenderal Espina (kemudian menjadi Panglima Angkatan Darat dan Panglima Gabungan). Dari pengalaman yang mereka dapat, paling tidak ada beberapa hal penting yang patut digarisbawahi: 1. Penetrasi terhadap daerah kuat FARC di sebelah timur dan selatan Kolombia serta mengusahakan agar daerah hitam ini menjadi basis dari negosiasi perdamaian. 2. Dari pengalaman yang ada, ternyata FARC tidak pernah bernegosiasi dengan niat yang tulus dan bahkan sering melanggar perjanjian zona non militer, dengan melakukan berbagai serangan menggunakan amunisi maupun bahan peledak rakitan yang berkemampuan tinggi. 3. Komitmen para pemimpin militer Kolombia untuk mengembalikan stabilitas

negara, telah menghasilkan keberhasilan strategis dalam hal menganalisa kekuatan, kelemahan, strategi dan metode operasional serta taktik yang digunakan oleh FARC dan kelompok-kelompok terkait lainnya. 4. Kesuksesan analisa ini dilanjutkan oleh pembuatan strategi yang tepat dari pemerintah dan militer Kolombia. Sekalipun aliansi-aliansi Kolombia, seperti AS, memberi tekanan kepada militer Kolombia bahwa pusat kekuatan FARC adalah pada sektor narkotika, militer Kolombia dibawah pimpinan ketiga jenderal ini tetap berpegang pada prinsip bahwa pusat kekuatan FARC adalah pada faktor legitimasi, dengan aspek pendanaan dan unit-unit pendukungnya sebagai sumber kekuatan FARC, yang didapat dari perjuangan bersama-sama rakyat dalam kerangka Perang Semesta FARC.

5. Dengan demikian menurut militer Kolombia, melakukan operasi Kontra Narkotika seperti yang disarankan oleh AS merupakan kesalahan fatal, yang akhirnya tidak dilakukan oleh militer Kolombia. 6. Kelemahan militer Kolombia pada saat itu adalah kurangnya pasukan lokal/ teritorial. Meskipun di daerah itu terdapat rotasi pasukan, namun tidak akan cukup menandingi kualitas dari kehadiran pasukan teritorial secara permanen dan jangka panjang. KEBIJAKAN NASIONAL DEMOCRATIC SECURITY Di bawah Presiden Uribe, Kolombia memformulasikan apa yang disebut sebagai Democratic Security, dimana keamanan individu adalah dasar dari Keamanan Nasional dalam iklim demokrasi. Legitimasi yang didapat oleh pemerintah Kolombia dari rakyat kemudian dimobilisasi dan menjadi elemen sentral dari langkah-langkah operasional yang diambil di kemudian hari. Rakyat dilibatkan dalam pengelolaan pemerintahan dan pengawasan wilayah, dengan peningkatan jumlah pasukan dan pendanaan untuk pasukan-pasukan lokal dan teritorial. Sekalipun militer Kolombia dikenal sebagai angkatan bersenjata yang mengawal negara demokrasi dan tidak terlibat dalam kekuasaan langsung diktator saat era diktator di Amerika Latin pada era perang dingin, tetapi militer Kolombia tidak secara mentah-mentah menelan konsep militer dan demokrasi ala Amerika, karena pada prinsipnya konsep sipil militer di tiap negara adalah unik dan berbeda-beda. Dengan menjunjung tinggi prinsip Hukum Humaniter dan HAM, militer Kolombia mempunyai rekor yang baik dihadapan rakyat Kolombia, sekalipun konsekuensinya adalah merajalelanya kartelkartel obat bius dan kejahatan terorisme di Kolombia dalam periode yang cukup panjang. Dengan keterbatasan kekuatan militer saat itu, Kolombia banyak mendapat dukungan dari militer AS sekalipun menurut

beberapa pimpinan militer Kolombia saat itu, doktrin kontra insurjensi AS banyak mengandung kelemahan karena tidak dibuat berdasarkan kenyataan riil di lapangan (Jenderal Espina, 2007). KESIMPULAN 1. Kepemimpinan Presiden Pastrana (1998 â&#x20AC;&#x201C; 2002) adalah memformulasikan strategic initiative, yang kemudian dijabarkan dalam bentuk serangan-serangan operasional terhadap strategi, operasi dan taktik yang diterapkan oleh musuh (FARC dkk). 2. Sepanjang 2002 â&#x20AC;&#x201C; 2006, militer Kolombia mengikuti kebijakan pemerintah dibawah Presiden Uribe untuk melanjutkan proses damai di seluruh wilayah nasional, dengan menggunakan pasukan lokal dan teritorial yang mempunyai kemampuan untuk konsolidasi area. 3. Mengkonsentrasikan unit-unit reaksi cepat dengan tujuan untuk mengeliminasi kantong-kantong kekuatan belakang FARC dalam menjalankan seranganserangan berskala besar. 4. FARC tidak lagi dapat beroperasi dalam skala besar, tetapi harus beroperasi dalam skala lebih kecil, seperti kelompok kelompok insurjen di Irak, dengan menggunakan bom IED (Improvised Explosive Device). Pengoperasian dalam unit-unit kecil ini menunjukkan melemahnya FARC secara strategis dan operasional. 5. Untuk kasus ELN dan AUC mereka diatasi terutama dengan cara negosiasi. Demobilisasi merupakan hal yang tidak mudah, tetapi merupakan pilihan yang lebih baik dibandingkan operasi tempur.

6. Dengan demikian FARC yang tidak setuju dengan kebijakan pemerintah Kolombia, tetap melakukan gerakan bawah tanah untuk tetap melawan dan menggunakan teror dan gerilya dalam mengulangi siklus konflik yang ada pada tahun-tahun sebelumnya. 7. Sekalipun banyak ranjau darat bertebaran dan membahayakan penduduk lokal, kemajuan demokrasi di Kolombia ikut berkontribusi terhadap berkurangnya kekuatan dan pengaruh FARC di masyarakat. 8. Mobilisasi intelijen oleh rakyat terhadap wilayah sekitar yang terhubung ke pemerintah dapat digunakan untuk menangkap dan membawa anggota FARC keluar dari aktvitas pemberontakan selama ini. 9. Keterlibatan FARC dalam perdagangan obat bius dan teror akan membuat FARC menjadi tidak popular di mata masyarakat. Secara keseluruhan, unsur kesuksesan dapat dilihat dari turunnya angka pembunuhan dan penculikan, peningkatan pertumbuhan ekonomi, proses demokrasi dan kesempatan bagi rakyat Kolombia untuk terlibat dalam pembangunan bangsa serta melihat negaranya pulih dari keterpurukan akibat konflik internal berkepanjangan. Demikianlah sekilas mengenai perjuangan militer Kolombia untuk memulihkan kembali stabilitas nasional dan demokrasi di negara tersebut.<

KANON MULTI FUNGSI ZU-23-2 GIANT BOW, dan ZUR-23-2 KG

Meski dilansir di era Perang Dingin, kanon Zu-23-2 merupakan salah satu sista artileri serba guna berpopulasi cukup banyak dan tetap eksis hingga kini. Tidak hanya sekadar mengadopsi, sejumlah negara bahkan sampai meniru dan memadukan dengan sista lain guna mendongkrak kinerjanya.

D

i tengah berlangsungnya pameran pertahanan bertajuk INDODEFENCE 2006 yang digelar di kawasan niaga bekas Bandara Kemayoran, Jakarta pada November 2006 silam beredar kabar salah satu unit satuan pertahanan udara di jajaran TNI tengah â&#x20AC;&#x2DC;seriusâ&#x20AC;&#x2122; menjajaki kemungkinan mengadopsi beberapa unit Sistem Senjata Artileri Pertahanan Udara (Sista Arhanud) ZUR-23-2 KG buatan Polandia. Sista ini diproyeksikan selaku pengganti sista arhanud rudal darat ke udara kelas menengah Rapier buatan British Aerospace Dynamics, Inggris yang habis masa pakainya. Saat ini sista

rudal Rapier praktis tidak dapat difungsikan secara optimal karena meskipun perangkat pengamatan sasarannya terhitung masih layak pakai tetapi arah jelajahnya sudah tidak dapat dikendalikan dengan benar. Andai suatu saat ZUR-23-2 KG jadi dibeli, maka diprediksi akan ada empat detasemen rudal Arhanudri yang bakal kebagian sista bastar ini. Yakni Detasemen Rudal 001 Lhokseumawe (NAD), Detasemen Rudal 002 Bontang (Kaltim), Detasemen Rudal 003 Cikupa (Banten) dan Detasemen Rudal 004 Dumai (Riau). Kehadiran ZUR-23-2 KG tentu bakal

perangkat bantu gerak yang berbasis teknologi elektromekanik serta sistem penjejak sasaran modern, yang terdiri dari perangkat penjejak sasaran dan dipandu sinar laser, saluran televisi guna memantau sasaran secara visual, perangkat bidik sasaran berbasis teknologi mekanik-optik plus penanda sasaran yang dipandu panas dan dipakai untuk menemukan sasaran saat beraksi di malam hari.

memperkuat peran ke 19 unit kanon Giant Bow (Busur Raksasa) yang didatangkan dari RRC pada penghujung tahun 2003. Dengan modal dua jenis Sista Arhanud ini diharapkan kemampuan operasional satuan arhanud TNI dapat dipulihkan kepada kondisi semula. Bila diperhatikan dengan seksama, tampilan fisik Giant Bow maupun ZUR-23-2 KG ibarat pinang dibelah dua dengan sista artileri kondang keluaran Uni Sovyet, ZU-232. Sista ini muncul di tengah berkecamuknya Perang Dingin. Belakangan ia menjadi salah satu jenis sista artileri yang paling banyak dijumpai di wilayah rawan konflik, seperti Indochina, Asia Tengah, Timur Tengah, Balkan dan sebagian wilayah di benua Afrika bahkan hingga awal abad ke 21. Kepopuleran sista ini bukannya tanpa sebab. Selain harganya murah, teknologi ZU-23-2 sederhana sehingga ia mudah dioperasikan dan tidak butuh banyak personel untuk mengawakinya. Alhasil, ia menjadi pilihan satuan arhanud sejumlah negara berkembang yang tidak punya cukup dana atau tidak memiliki akses untuk membeli sista artileri produk barat.

PENGEMBANGAN

CIKAL BAKAL Sista arhanud ringan berjarak jangkau dekat ZU-23-2 mulai dikenal di jajaran AB Uni Sovyet pada pertengahan tahun 1959. Inisial ZU merupakan kependekan bahasa Slavia â&#x20AC;&#x153;Zenitnaya Ustanovkaâ&#x20AC;? yang bermakna sista anti pesawat tempur. Nama resminya adalah sista arhanud 2A13. ZU-232, yang dirancang dan dibuat untuk menggantikan peran sista arhanud warisan Perang Dunia Kedua ZPU-2 yang dianggap telah ketinggalan jaman. ZPU-2 mengandalkan sepasang senapan mesin berat KPV kaliber 14,5 milimeter. Kehandalan kinerja ZU-23-2 mendorong perancangnya untuk melansir generasi penerusnya, yakni ZU-23-2M, yang lumayan canggih. ZU-23-2M dilengkapi

Senjata kanon multi guna ini telah digunakan sejak perang dunia ke dua dan ketangguhannya terbukti dengan penggunaannya di segala medan

Sejumlah negara mantan satelit dan tetangga Uni Sovyet diketahui membuat tiruan ZU-23-2 dan ZU-23-2M. Tidak puas sekadar meniru, mereka juga memodifikasinya agar punya kinerja sesuai nilai baku kebutuhan operasional satuan arhanudnya. Hal itu telah dilakukan perusahaan pembuat senjata terkemuka RRC, Norinco, yang melansir kanon Giant Bow, Zaklady Mechaniczne Tarnow S.A, Polandia dengan ZU-23-2P dan konsorsium Instrumentointi Oy-Vammes Oy, Finlandia dengan 23 ItK95. Khusus Polandia, negeri Eropa Timur ini bahkan melangkah lebih jauh. Mereka padukan ZU-23-2P dengan beberapa jenis sista rudal darat ke udara kelas ringan yang ditembakkan dari pundak (sista ini populer disebut rudal ManPADS (Man Portable Air Defence Systems)) sehingga menghasilkan ZU-23-2S Jod dan ZUR-23-2 KG. Semula Zaklady Mechaniczne Tarnow S.A diberi ijin oleh Uni Sovyet untuk membuat sendiri ZU23-2 dan ZU-23-2M atas dasar lisensi. Puas dengan kinerja ZU-23-2M buatan sendiri (dinamai ZU-23-2P), Zaklady Mechaniczne Tarnow S.A lalu berniat meningkatkan kemampuan tempur ZU-23-2P dengan memasang sepasang sista rudal ManPADS jenis Strzala 2M. Sista rudal ini merupakan tiruan 9K32 Strella 2M alias SA-7B yang berintikan rudal jarak dekat 9M32M.

Senjatapembastaran â&#x20AC;&#x153;Giant Bowâ&#x20AC;? milikini Yonmelahirkan Arhanudri-1 ini ZULangkah merupakan senjata buatan Cina berkaliber 23 23-2S Jod. Sayang, saat diujicoba kinerja mm dan masuk dalam kategori Twin Gun derngan rata-rata tembakan Jod tidak sebaik sista 600-2000 induk. butir/menit (untuk 2 laras) Kepalang basah, Zaklady Mechaniczne Tarnow S.A melanjutkan proyek pembastarannya dengan mengganti komponen sista rudal ManPADS-nya yang dinilai tidak bisa diintegrasikan ke dalam sista inti. Setelah melakukan serangkaian pengujian, akhirnya terpilih rudal ManPADS jenis Grom yang tidak lain adalah jiplakan rudal 9K38 Igla I / SA-18 Grouse yang lagi-lagi merupakan produksi Uni Sovyet. Dengan jumlah unit yang sama, sista rudal ManPADS hasil karya Zaklady Metalowe Mesko S.A ini ditempatkan pada sisi kanan sista inti. Saat diujicoba, sista bastar yang menyandang nama ZUR-23-2 KG ini terbukti cukup mumpuni.

SPESIFIKASI Sosok fisik ZU-23-2 berupa sepasang kanon kaliber 23 milimeter yang diusung satu wahana beroda dua. Rangka inti wahana gerak ini dapat diubah menjadi landas dudukan statis manakala sista hendak dioperasikan di atas permukaan tanah atau dipantek di atas karoseri kendaraan taktis beroda banyak semisal truk atau panser. Stabilitas posisi duduk ZU-23-2 bertumpu pada ketiga kaki pancang bergerigi yang dapat disetel sedemikian hingga menjejak ke permukaan tanah. Ketiga kaki pancang tersebut bertugas selaku fondasi penahan getaran hebat yang timbul saat penembakan yang bila tidak diredam bisa berdampak buruk pada posisi duduk sista. Ukuran dimensional ZU-23-2 adalah panjang keseluruhan 4,57 meter dan lebar 1,83 meter, dengan tinggi hingga ke ujung laras mencapai 1,22 meter. Dalam kondisi siap tembak, kedua roda wahana gerak dilipat rebah dan sudut dongak laras mencapai batas maksimum sehingga lebar dan tinggi ZU-23-2 meningkat jadi 2,88 meter dan 1,83 meter. Sementara itu bobot kosong total ZU-23-2 sekitar 0,95 ton. Dalam kondisi siap tembak bobot totalnya melonjak hingga mencapai sekitar 1,25 ton. Jumlah awak personelnya empat orang, terdiri dari dua juru tembak dan dua pembantu untuk mengisi kotak amunisi atau mengganti laras serta merangkap pengawal sista. Pengoperasian ZU-23-2 dilakukan secara manual, baik pada tahap pembidikan sasaran maupun saat melakukan penembakan. Waktu yang dibutuhkan juru tembak untuk menyiagakannya 30 detik.

Agar pembidikan sasaran dapat berjalan dengan efektif dipasang alat bidik berbasis teknologi optik-mekanik jenis ZAP-23. Alat ini dapat disetel sedemikian rupa dengan bantuan alat pengarah elektronik. Khusus pada ZUR-23-2 KG masih dilengkapi lagi dengan alat bidik kolimator (collimator sight) jenis CKE-2 untuk memandu

penembakan sista rudal ManPADS. Mengingat ZU-23-2 juga dapat difungsikan sebagai sista anti tank, maka ia dilengkapi teleskop darat konvensional. Berkat bantuan beberapa alat bidik ini, jangkauan tembak efektif ZU-23-2 berkisar 1.500-2.000 meter untuk sasaran di udara dan 2.000-2.500 meter untuk sasaran di

Personel Arhanudri-1/Kostrad sedang melakukan penyetingan akhir sebelum senjata Giant Bow ini dioperasikan melalui kendaraan BCV (Battery Command Vehicle)

Kendaraan BCV (Battery Command Vehicle) merupakan kendaraan pengendali yang dilengkapi dengan FCS (Firing Control System) dan dikendalikan secara “Fully Automatic Mode” (mode pengendalian penuh)

darat. Bila dipaksakan, oleh perancangnya sista ini diklaim masih sanggup menghantam sasaran di udara sejauh 5.100 meter dan di darat sejauh 7.000 meter, namun dengan tingkat akurasi perkenaan sasaran yang rendah. ZUR-23-2 KG diperhitungkan dengan menyertakan jangkauan tembak efektif sista rudal ManPADS.

KOMPONEN INTI ZU-23-2 dan kanon pengembangannya mengandalkan komponen inti sepasang kanon otomatis tipe 2A14 Afanasyev Yakushev kaliber 23 milimeter. Panjang laras kanon ini 2,61 meter dan bobot totalnya 162 kilogram. Kecepatan tembak efektifnya 500 – 700 tembakan per menit tergantung jenis amunisinya. Sedangkan perancangnya mengklaim 1.600 - 2.000 tembakan per menit. Sudut elevasi laras berkisar antara -10 ° (posisi menunduk) hingga + 75° (posisi mendongak). Tiap laras bisa diatur memiliki sudut elevasinya sendiri. Jika perlu laras dapat dibuat mendongak hingga posisi tegak lurus terhadap permukaan tanah dan untuk keperluan itu kedua laras diikat cincin baja. Dalam tempo satu detik, sudut tunduk

maupun sudut dongak laras dapat berubah sebanyak 50 °, sementara laju putaran kelilingnya saat laras sejajar permukaan tanah berkisar 60-70 ° per detik. Usai melakukan beberapa kali penembakan, bila laras dirasakan panas (overheating) maka dilakukan penggantian dengan suku cadang baru, dalam tempo 15-20 detik. Tiap unit ZU-23-2 dibekali 100 butir amunisi yang tersimpan di dalam kedua kotak amunisi berbahan logam, yang terdapat pada kedua sisi sista. Dalam sekali jalan unit dukungan operasional sista dapat membawa 500 butir amunisi. Bobot tiap butir amunisi berkisar 178 – 185 gram tergantung jenisnya. Yakni amunisi APIT (Armour Piercing Incendiary with Target), HEIT (High Explosive Incendiary with Target), dan APDST (Armour Piercing Discharging Sabot with Target). Kecepatan

Selain dapat ditarik oleh mobil kontrol utama, beberapa negara Eropa Timur sudah memasangnya pada kendaraan lapis baja (atas) dan juga pada kendaraan truk berat untuk memudahkan mobilisasi agar lebih efisien (bawah).

lesat awal ketiga jenis amunisi ini berkisar 3.492 – 4.597 kilometer per jam. Bermodalkan tenaga kinetik yang dihasilkan, kecepatan lesat awal yang sedemikian tinggi, tidak heran jika ZU-23-2 dapat dipakai guna menggasak sasaran baik di udara, di darat, atau bahkan jika perlu di laut, manakala ia ditempatkan selaku meriam pantai kelas ringan.

RUDAL GROM Seperti telah disebutkan sebelumnya, pada ZUR-23-2 KG selain sepasang kanon 2A14 juga terdapat sepasang rudal ManPADS tipe Grom yang merupakan hasil jiplakan SA-18 Grouse. Tiap unit sista ini terdiri atas rudal berkaliber 72 milimeter dengan panjang 1,4 meter dan bobot total 10,5 kilogram yang dikemas dalam tabung peluncur seberat 16,5 kilogram. Grom dapat

dioperasikan baik oleh juru tembak maupun dikendalikan dari jarak jauh. Perancang sista rudal ini mengklaim Grom dapat dioperasikan di wilayah bertemperatur -35 ° hingga 50 ° Celcius. Waktu yang dibutuhkan juru tembak untuk menyiagakan Grom sekitar 15 detik. Bermodalkan kecepatan jelajah 2.340 kilometer per jam, maka ia diyakini bakal sanggup menghantam sasaran di udara yang tengah melintas dengan kecepatan sedang pada ketinggian 10-3.500 meter dan sejauh 400-3.500 kilometer. Meskipun begitu, kinerja sista rudal ini sepenuhnya tergantung pada seberapa besar sudut elevasi tabung peluncurnya yang berkisar 20-70 °.

KOMANDO PENGENDALI Bila tiap unit ZU-23-2 hanya beroperasi secara otonom, maka beberapa unit ZU-23-

2M dapat dioperasikan secara bersamaan karena telah diintegrasikan ke dalam satu sistem komando pengendali operasi yang terpadu. Tiap baterai sista terdiri atas delapan unit sista yang dikendalikan satu kendaraan posko BCCV (Battery Command and Controll Vehicle). Awak BCCV dilengkapi dengan beberapa unit teropong bidik sasaran taktis TACTICOS (Tactical Command Sight) dengan skala pembesaran hingga 11 kali dan perangkat pengarah optik ODU (Optical Director Unit). Dengan kata lain, BCCV merupakan “otak pengendali operasi” ZU23-2M, Giant Bow maupun ZUR-23-2KG. Sebagai chasis BCCV, biasa dipakai kendaraan truk beroda empat atau enam yang dimodifikasi sedemikian rupa agar bisa ditempatkan banyak perangkat kendali operasi di dalam gerbong tertutup yang dilengkapi pendingin udara (AC). Apapun tipe peralatannya, komponen pokok BCCV ZU-23-2M, Giant Bow dan ZUR-23-2 KG relatif sama, yakni berupa perangkat bidik elektronik yang dipandu sinar infra merah, alat penjejak sasaran secara otomatis yang dilengkapi kamera dan layar televisi pemantau situasi secara visual, perangkat komputer untuk mengendalikan sista secara elektronik (berkat sistem ini peran juru tembak pada tiap unit sista dapat ditiadakan) serta perangkat catu daya listrik. Guna meningkatkan kehandalannya, BCCV dirancang untuk dapat dioperasikan di wilayah beriklim ekstrim dengan kisaran temperatur antara -24 ° hingga 58 ° Celcius untuk ZU-23-2M dan ZUR-23-2 KG atau antara -10 ° hingga 50 ° Celcius untuk Giant Bow.<

â&#x20AC;&#x153;Jangan pernah ragu korbankan jiwa raga untuk tegaknya kedaulatan bangsa dan negaraâ&#x20AC;?

136 PRAJURIT KOMANDO kembali DILAHIRKAN

KOMANDO!!! T

ak terasa, sudah yang ke 86 kalinya TNI AD mencetak prajurit-prajurit tangguh berkualifikasi Komando, yang selanjutnya akan menjadi bagian dari satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Bak sebuah syair lagu perjuangan yang berbunyi â&#x20AC;?gugur satu tumbuh seribuâ&#x20AC;? atau ibarat kehidupan satu pohon yang patah rantingnya, namun tak perlu terlalu dirisaukan, karena selama pohon itu masih hidup dan tegak berdiri, maka pasti akan tumbuh lagi tunas dan ranting baru, yang akan kembali memperkuat kehidupan pohon itu. Sejak berdirinya Korps Baret Merah ini pada 16 April 1952, tentu sudah banyak prajurit komando yang gugur demi tetap tegaknya NKRI. Namun yang hilang akan terganti. TNI AD akan terus mencetak prajurit berkemampuan khusus ini untuk menjaga Ibu Pertiwi. Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) TNI AD, Mayjen TNI Rasyid Qurnuen Aquary, Kamis (6/9),

menutup Pendidikan Komando Angkatan 86 Tahun 2007, di Pantai Permisan, Pulau Nusakambangan, Cilacap. Kali ini, pendidikan komando yang merupakan kualifikasi tertinggi di angkatan darat berhasil meluluskan 136 peserta didik dari 155 orang pada saat pendidikan dimulai. Peserta yang gagal ini umumnya karena faktor mental dan kesehatan. Pendidikan yang berlangsung sekitar tujuh bulan ini meliputi tahap basis, pertempuran dan strategi tempur di gunung, hutan, rawa dan laut, termasuk menjinakkan binatang buas. Keseluruhan proses pendidikan para prajurit diakhiri dengan jalan kaki jarak jauh (longmarch) sepanjang 500

kilometer dari Bandung menuju Cilacap. Di Pantai Permisan, Pulau

Nusakambangan, Cilacap

Rangkaian acara wisuda siswa komando yang dimulai dengan simulasi pertempuran dengan melakukan serangan oleh para siswa Pendidikan Komando Angkatan 86 di pantai Permisan, Cilacap

Kasad Jenderal TNI Djoko Santoso : â&#x20AC;&#x153;Citra, kepercayaan dan pengakuan terhadap kemampuan dan profesionalitas yang dimiliki Korps Baret Merah harus dijaga dan dipertanggungjawabkan secara terus menerus dengan berlatih, berlatih dan terus berlatihâ&#x20AC;? inilah pendidikan berakhir. Dentuman meriam, bazzoka serta desingan peluru yang mulai terdengar tepat pukul 05.20 WIB, mewarnai simulasi pembebasan wilayah Pantai Permisan dari tangan musuh oleh prajurit Kopassus, melalui serangan regu komandonya. Selesai sudah proses pendidikan selama tujuh bulan. Akhirnya, pemasangan baret merah menjadi puncak acara. Sebagai seorang prajurit komando, beban tugas dan tanggung jawab yang dipikul tidak ringan dalam menangani ancaman dan gangguan yang dapat menggoyahkan persatuan dan kesatuan

bangsa. Maka dari itu, sudah seharusnya setiap prajurit komando senantiasa berusaha meningkatkan profesionalismenya. â&#x20AC;?Setiap prajurit komando harus selalu siap dalam menghadapi setiap penugasan demi bangsa dan negara dengan hasil yang gemilang pulaâ&#x20AC;?, tegas jenderal bintang dua yang kini sudah menjabat sebagai Panglima Kodam XVI/Pattimura di Ambon-Maluku. Kopassus merupakan salah satu unsur kekuatan terpusat dari gelar kekuatan Tentara Nasional Indonesia, yang biasa digerakkan dalam unit-unit kecil tetapi mengemban tugas pada tingkat strategis, merupakan satuan khusus yang dimiliki

republik ini yang kualitas profesionalnya teruji dan setara dengan pasukan-pasukan khusus negara-negara maju. Bahkan, dalam beberapa hal diakui bahwa prajurit-prajurit Kopassus memiliki kemampuan professional yang lebih baik dari pasukan-pasukan khusus negara-negara maju itu. Itulah sebabnya, dalam beberapa waktu belakangan, begitu banyak pasukan khusus dari negara-negara maju mengajak dan mengundang Kopassus untuk berlatih bersama, baik di dalam negeri maupun di luar negeri dan menawarkan kepada prajurit-prajurit Kopassus untuk mengikuti pendidikan di negaranya.

Prajurit komando dalam gerak serangan (Kiri). Pengukuhan prajurit, resmi menjadi warga Kopassus (Bawah)

Sepanjang pengabdiannya, Kopassus selalu bersikap â&#x20AC;&#x153;Kapanpun dan di manapun trouble spot terjadi dan menuntut kehadiran prajurit Baret Merah, hanya ada satu kata, yaitu SELESAIKANâ&#x20AC;?. Sikap itu adalah sikap patriotisme sejati yang harus terus ditanam dan ditumbuhkembangkan dalam jiwa, hati dan pikiran. Patriotisme sejati itu tidak mengenal menyerah, tidak ada kata tidak siap dan tidak ada pamrih lain selain mengabdi kepada persada ibu pertiwi, membela bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita tidak akan pernah membiarkan kedaulatan negara diusik oleh siapapun, dan itu tugas pokok prajurit-prajurit TNI untuk menghadapinya, baik secara konvensional maupun dengan melaksanakan konsep perang berlarut yang diakui keampuhannya dalam menghadapi sistem persenjataan modern yang dimiliki musuh sebagaimana dijalankan oleh para pendahulu bangsa. Nama besar yang disandang Kopassus dengan catatan-catatan prestasi yang membanggakan itu, jangan menjadikan prajurit-prajurit komando terlena dan lupa diri tapi tetap bersikap rendah hati, ramah tamah, setia, jujur dan berdisiplin tinggi, untuk dapat memperoleh rasa cinta, rasa hormat dan rasa bangga rakyat terhadap Kopassus. Legitimasi sebagai satuan andalan jangan sampai ternoda oleh perbuatanperbuatan tidak terpuji personel komando. Tingkatkan disiplin, tingkatkan masalah moral dan moril kita semua, kerja sama, dan tingkatkan kualitas kita sebagai prajurit pejuang, prajurit rakyat dan prajurit nasional yang profesional. Tegakkan disiplin, taati hukum dan jauhi pelanggaran-pelanggaran tata tertib dan bangun terus profesionalitas keprajuritan serta ciptakan kekuatan sinergis dengan rakyat melalui upaya-upaya membangun kemanunggalan TNI-Rakyat.<

Selamat datang PRAJURIT KOMANDO . â&#x20AC;&#x153;lebih baik pulang nama daripada gagal di medan TUGASâ&#x20AC;?

Bidang tembak reaksi agak berbeda dengan bidang lainnya, penembakan sasaran dilakukan secara dinamis, dimana bisa sasarannya yang bergerak atau petembaknya yang bergerak. Disamping itu juga menggunakan amunisi dengan power factor yang lebih tinggi sehingga faktor kesulitannya cukup tinggi. Untuk bentuk dan ukuran sasarannya pun bervariasi, baik yang berupa kertas karton (paper target), atau berupa besi (steel target). Tembak Reaksi Indonesia (TRI) masih terbilang muda usianya tapi perkembangannya sangat pesat. TRI dibawah naungan PB. Perbakin. 1997 baru dikukuhkan sebagai salah satu bidang menembak di Indonesia dan tergabung dalam induk organisasi yang bermarkas di Canada yaitu International Practical Shooting Confederation (IPSC). Untuk bisa bergabung di Tembak Reaksi Indonesia (TRI) ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi, diantaranya harus terlebih dahulu menjadi anggota salah satu klab menembak yang bernaung dibawah pengcab atau pengda Perbakin. Kemudian mengikuti penataran dan ujian tembak, setelah mendapat rekomendasi dari klab dan Pengda setempat. Bila dinyatakan lulus, baru boleh mengikuti berbagai perlombaan menembak, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Salah satu olahraga menembak yang sangat menarik dan memiliki tantangan tersendiri adalah tembak reaksi atau practical shooting. Apalagi olahraga tembak reaksi memiliki banyak aspek termasuk dalam hal keamanan, keahlian dan kedisplinan.

Ada tiga macam jenis perlombaan olah raga tembak reaksi yaitu Divisi Pistol, open/ standard/ modified/ production/ standard revolver; Divisi Shotgun, open/ modified/ standard/ standard manual; Divisi Rifle, semi-auto open/ semi-auto standard/ manual action open/ manual action standard. Olahraga tembak reaksi mempunyai tiga hal penting yang harus dimiliki petembak yaitu ketepatan, kecepatan dan kekuatan yang dipadukan menjadi satu. Di setiap pertandingan selalu ada tema yang selalu berbeda, dengan tingkat kesulitan yang beragam. Hal ini yang menjadi tantangan tersendiri bagi para petembak, terutama dalam memecahkan masalah di pertandingan. Di bidang tembak reaksi terdapat

berbagai jenis perlombaan yang disesuaikan dengan tema. Jadi setiap jenis pertandingan tembak reaksi berbeda-beda dan memiliki karakteristik tersendiri, yang tidak sama satu dengan lainnya. Di dalam perlombaan tembak reaksi mengenal istilah “stage”, yakni simulasi dari suatu keadaan yang terdiri dari susunan beberapa sasaran. Ada tiga jenis stage yaitu short course, medium course dan long course. Pada short course, setiap petembak tidak boleh menembak lebih dari sembilan tembakan. Pada medium course, setiap petembak tidak boleh menembak lebih dari 16 tembakan. Sedangkan long course, setiap petembak tidak boleh menembak lebih dari 32 tembakan.

Di perlombaan tembak reaksi terbagi menjadi lima level yaitu level I adalah pertandingan dalam satu klab dengan minimum tiga stage, level II adalah pertandingan antar klab dengan minimum enam stage, level III untuk pertandingan tingkat nasional dengan minimum 10 stage, sedangkan level IV biasanya untuk pertandingan antar region dan level V dengan 36 stage. Penghitungan poin pun berbeda dengan bidang tembak lainnya. Perhitungan poinnya merupakan kombinasi dari falsafah dasar tembak reaksi yaitu diligentia vis celeritas, artinya kekuatan, ketepatan dan kecepatan. Setiap petembak diharuskan menembak dengan tepat, cepat dengan kekuatan atau tenaga yang besar. Poin dihitung dari nilai total perkenaan dibagi dengan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan seluruh penembakan dalam stage yang sedang berlangsung. Di dalam

tembak reaksi diterapkan sistem “grading”, dimana petembak dibagi menjadi beberapa grade yang tentunya disesuaikan dengan tingkat ketrampilannya. Ada enam grade, yaitu U (Un Grade), D, C, B, A dan grade M (Master). JENIS SENJATA BIDANG TEMBAK REAKSI Dalam tembak reaksi, setiap petembak dibebaskan untuk menggunakan senjata. Tapi agar tidak terjadi tumpang tindih maka dalam perlombaan dikelompokkan menjadi lima divisi, yakni Revolver division, Production division, Standard division, Modified division dan Open division.

STANDARD DIVISION Untuk Standard division diperuntukkan bagi mereka dengan senjata standar pabrik asal senjata tersebut. Tentunya senjata tersebut harus masuk kotak dengan ukuran 150 x 225 x 40 mm. OPEN DIVISION Pada Open division lebih mengakomodasi senjata-senjata yang menggunakan alat bantu bidik optik atau elektronik serta penggunaan kompensator. Senjata tersebut dapat dimodifikasi tanpa batas, yang berbeda dengan jenis senjata pada Revolver, Standard maupun Production division.

Pistol standar dan pistol modifikasi (kelas Modified Division) yang digunakan dalam pertandingan.

Dibutuhkan keahlian dan kedisiplinan dalam mengikuti olahraga tembak reaksi.

REVOLVER DIVISION Untuk Revolver division menggunakan jenis senjata revolver kaliber 38, yang sebagian besar didominasi oleh personel Polri. PRODUCTION DIVISION Untuk Production division di Indonesia didominasi oleh peserta dari prajurit TNI, karena divisi ini khusus untuk senjata-senjata yang tidak dimodifikasi atau disebut dengan “Out Of the Box”.

MODIFIED DIVISION Modified division merupakan divisi terbaru. Setiap petembak diperbolehkan memodifikasi dan menggunakan alat bantu bidik asalkan masih bisa masuk dalam kotak ukuran 150 x 225 x 40 mm.<

LOMBA TEMBAK

Memperingati HUT TNI Ke 62 ‘2007

Dalam memperingati HUT TNI ke 62 tahun 2007 diselenggarakan Lombak Tembak di lapangan tembak Divif-1/ Kostrad Cilodong (10/9). Lomba Tembak versi BISAM dibuka oleh Asisten Operasi Kasum TNI Mayor Jenderal TNI Bambang Dharmono. Dalam amanatnya Kasum TNI menyatakan kegiatan lomba tembak tersebut bukansekedar kegiatan rutin tahunan, tetapi lebih jauh adalah untuk mengetahui sejauh mana kemampuan petembak hasil binaan masing-masing angkatan, baik darat, laut maupun udara, yang nantinya akan mewakili TNI dalam lomba tembak pada tingkat Internasional. Pada lomba tembak versi BISAM, TNI AD keluar sebagai Juara Umum disusul TNI AL sebagai juara dua dan TNI AU sebagai juara tiga. Dalam lomba tembak ini cabang yang dilombakan adalah senapan beregu

(kontingen berjumlah 10 orang), dengan memperlombakan jenis senapan Macht I dan B4, senapan otomatis dan lomba Pistol Stage I dan II. Untuk beregu Pistol dan senapan beregu untuk Wanita TNI, diikuti oleh tiga angkatan Korps Wanita TNI ; lomba tembak Pistol, juara I direbut Korps Wanita TNI AD (Kowad) dengan nilai 1826, juara II Korps Wanita TNI AL (Kowal) dengan nilai 1593 dan juara III Korps Wanita TNI AU (Wara) dengan nilai 1291. Sementara pada Lomba Tembak Eksekutif yang berlangsung di Bumi Marinir Cilandak, Jakarta Selatan (11/9), TNI AD barhasil keluar sebagai Juara Umum (4453). Sedangkan juara kedua direbut oleh TNI AU (2902) dan juara ketiga Mabes TNI (2876). Lomba Tembak Esekutif diikuti oleh Perwira Tinggi TNI, Perwira Menengah dan Perwira Pertama dari tiga angkatan (TNI AD, TNI AL, TNI AU) dan Mabes TNI, meliputi lomba tembak Pistol Slow Fire dan Rapid Fire dengan jarak 20 meter. Untuk juara perorangan Perwira Tinggi; juara I Brigjen TNI (Mar) Alfian Sitompul (191), juara II direbut Mayjen TNI Syaiful Rizal (191)

LOMBA LARI 5 K DAN 10 K Memperingati HUT TNI Ke 62 ‘2007

Dalam rangka menyambut Peringatan Ke 62 Hari TNI Tahun 2007, telah dilaksanakan Lomba Lari 5 K dan 10 K. Lomba yang mengambil start dan finish di Pintu Barat Daya Silang Monas Jakarta Pusat, Minggu (9/9) dilepas oleh Panglima TNI, Marsekal TNI Djoko Suyanto yang didampingi Kasad Jenderal TNI Djoko Santoso, Wakasal Laksdya TNI Waldi Murad, Wakasau Marsdya TNI Wresniwiro dan Kasum TNI Letjen TNI Endang Suwarya. Lomba lari tersebut diikuti lebih kurang delapan ribu pelari, baik dari anggota TNI/Polri dan PNS, Masyarakat Umum, Kelompok Pelajar serta tiga ribu pelari penggembira, dengan kategori lomba yaitu Kelompok TNI/Polri PutraPutri (17 tahun keatas), Kelompok Umum/PNS Putra-Putri (17 tahun keatas) dan Kelompok Junior Putra-Putri (16 tahun kebawah). Usai melepas Panglima TNI dan kelompok Pati serta para undangan melaksanakan gerak jalan santai dengan rute sekeliling Monas.

Dalam Lomba Lari 10 K, untuk kelompok TNI/Polri dan Umum/PNS, yang memperebutkan hadiah uang masing-masing 6 juta (juara I), 4 juta (juara II) dan 2 1/2 juta (juara III), keluar sebagai pemenang adalah, untuk Kelompok Putra : Juara I Subardi nomor dada 3277, waktu 32,40, Juara II Sutarwan nomor dada 1720, waktu 33,56 dan Juara III Saiin Ali nomor dada 0991, waktu 34,41. Di Kelompok Putri: Juara I Hasiati Laode nomor dada 1400, waktu 45,56, Juara II Eka Wulandari nomor dada 1886, waktu 52,26 dan Juara III Dewi Alfiani nomor dada 1702, waktu 53,30. Untuk Kelompok Umum/PNS Putra: Juara I Abdul Manan nomor dada 0069, waktu 32,28, Juara II Noce Matital nomor dada 0763, waktu 32,32 dan Juara III Ari Suwandana nomor dada 0029, waktu 32,40. Sedangkan untuk Putri: Juara I Novi nomor dada 0754, waktu 39,57, Juara II Rumini nomor dada 0047, waktu 40,17 dan Juara III Unik nomor dada 0756, waktu

dan juara III Laksma TNI Deni Novendy (187). Perorangan untuk Perwira Menengah; juara I direbut Letkol Psk Taspin H. (TNI AU) nilai 192, juara II Kolonel Inf Made Agra (TNI AD) nilai 191 dan juara III Kolonel Pnb Heri Irsal (TNI AU) nilai 191. Sedangkan juara perorangan untuk Perwira Pertama; juara I Kapten Pang (TNI AD) nilai 195, juara II Kapten Inf Iriantoni (TNI AD) dan juara III Letda Mar Utama (TNI AL). Dalam penutupan lomba tembak TNI, Kasum TNI Letjen TNI Endang Suwarya mengatakan, lomba tembak yang diselenggarakan dalam rangka Hari TNI tahun 2007 merupakan tolak ukur atas keberhasilan Angkatan dan Satuan TNI dalam membina kemampuan menembak prajurit di satuannya. “Event ini dapat dimanfaatkan untuk mencari dan menemukan atlit-atlit menembak TNI yang berpotensi untuk disiapkan menghadapi kejuaraan menembak tingkat nasional, regional maupun tingkat internasional, khususnya antar angkatan bersenjata negara sahabat (versi BISAM),” kata Kasum TNI.<

41,20. Dan, bagi para Juara Kelompok Umum/ PNS tersebut masing-masing mendapat hadiah sebesar 10 juta, 6 juta dan 4 juta. Untuk Kelompok Junior yang menempuh jarak 5 K memperebutkan hadiah uang masing-masing 5 juta, 3 juta dan 2 juta, keluar sebagai pemenang adalah Pelajar Putra, Juara I Alqurais nomor dada 0680, waktu 13,23, Juara II Hariyanto nomor dada 0462, waktu 13,25 dan Juara III M. Ridwan nomor dada 0503, waktu 13,40. Di Kelompok Putri, Juara I Witari nomor dada 0459, waktu 15,56, Juara II Yanita Sari nomor dada 0123, waktu 16,47 dan Juara III Artika M. nomor dada 0117, waktu 18,33. Sedangkan para peserta yang beruntung mendapatkan Door Prize berupa sepeda motor adalah nomor undian 0754 Rinto Sialagan dari Yonkav 7/Sersus Dam Jaya Cijantung, nomor undian 2190 Heri Wibowo dari Makopuspomal, nomor undian 0044 Agung S. dari Skadron 461 Paskhas Halim Perdanakusuma, nomor undian 0869 Tri Sandona S. dari Brimob Kelapa II Depok dan nomor undian 0756 Uni Setyorini pelari dari Salatiga.<

FILM

Black Book (Zwartboek)

Produksi : Sony Pictures Classic Sutradara : Paul Verhoeven Pemain : Carice Van Houten, Sebastian Koch Intrik-intrik intelijen dan pergerakan bawah tanah saat Perang Dunia II memang selalu menarik untuk difilmkan. Dalam film Black Book ini, dikisahkan Rachel Stein (diperankan oleh Carice van Houten) seorang penyanyi wanita Yahudi yang bersembunyi dari kejaran tentara Jerman di Belanda menyaksikan keluarganya tewas diberondong tentara Jerman saat mengungsi ke Belgia. Kemudian Rachel Stein berganti nama menjadi Ellis de Vries, mengecat rambutnya menjadi pirang dan bergabung dengan kelompok pejuang bawah tanah di Belanda melawan pendudukan Jerman. Banyak misi yang harus Ellis lakukan, dari membebaskan rekannya yang ditawan Jerman sampai harus masuk sendirian ke markas tentara Jerman untuk memperoleh informasi dari seorang perwira, Hauptstormfuhrer Ludwig Mutnze (diperankan Sebastian Koch). Bisa ditebak selanjutnya, bahwa Ellis terlibat asmara dengan Mutnze. Disinilah Ellis menghadapi dilema pribadi. Sebagai seorang agen yang harus menyembunyikan identitas pribadinya dan disisi lain sebagai wanita yang sedang jatuh cinta. Black Book membuat penonton penasaran dengan sepak terjang Ellis, tanpa menampilkan adegan perang secara frontal yang membosankan. Sutradara dan penulis cerita mengemas apik alur dan adegan film ini yang penuh kejutan dan teka-teki, karena baru di akhir film film penonton tahu apa maksud sebenarnya dari buku hitam (Black Book) ini.<

GAME

Army of Two

BUKU

Benny: Tragedi Seorang Loyalis

Produksi : Electronic Art Genre : Tactical Shooting Platform : Playsation 3, Xbox360, PC

Penulis : Julius Pour Penerbit : Kata Hasta Pustaka, revisi Juli 2007

Game produksi EA ini mengambil karakter dua orang tentara bayaran. Bukan sebagai agen Pemerintah AS namun sebagai tentara bayaran profesional yang dapat beraksi dengan bebas. Tampilan grafiknya cukup realistis, terutama tampilan dan performa dari senjata-senjata yang digunakan. Mulai dari jenis pistol, shotgun, assault rifle sampai rocket launcher. Tak ketinggalan peralatan seperti silencer, tactical flashlight dan laser sight bisa kita gunakan. Untuk mode custom, kita dapat mengganti tekstur senjata yang digunakan menjadi berlapis chrom, perak, emas dan platina sehingga menghadirkan kesan unik. Selain unik, karakter dan agresifitas permainan pun akan menjadi berbeda dengan memilih tekstur senjata berkat feature yang bernama ”Aggrometer”. Pemain dengan nilai ”Aggrometer” tinggi akan menarik musuh lebih banyak, membuat permainan menjadi lebih menegangkan. Pemain pun dapat mengatur sendiri armor nya agar lebih kuat dan lebih berkesan pribadi. Sesuai judulnya, Army of Two, anda sebaiknya memainkan karakter ini berdua bersama teman. Anda bisa bersama-sama menuntaskan misi, menembak musuh dan menggunakan kendaraan tempur. Karena beberapa misi yang ada rasanya tidak akan mungkin diselesaikan, jika tanpa bekerjasama antar dua pemain. Teknologi yang digunakan dalam game ini adalah Partner Artificial Intelligence (PAI). PAI inilah yang memungkinkan 2 karakter yang dimainkan bekerjasama menyelesaikan misi-misi yang tersedia. Tak kalah menariknya, anda juga bisa memainkannya dalam modus multiplayer, dengan tim anda yang lebih dari 2 orang.<

Buku ini adalah revisi dari buku Benny Moerdani, Profil Prajurit Negarawan yang ditulis 14 tahun lalu oleh penulis yang sama. Dengan alur yang tidak linier; tidak monoton menceritakan dari kecil hingga akhir hayat, penulis berupaya menggugah emosi pembaca untuk menangkap cerita tentang kehidupan Benny Moerdani. Kisah mengharukan mengemban tugas menjalankan Operasi Naga ke Merauke untuk mengusir Belanda yang ingin kembali mengusai Irian Barat, wilayah penerjunan yang salah mengakibatkan 8 prajurit TNI gugur tenggelam di rawa-rawa dan sebagian besar lagi hilang tak diketahui jasadnya kemana. Namun dibalik pengorbanan tersebut, akhirnya dalam hitungan bulan pasukan marinir Belanda dapat terdesak mundur. Benny juga berusaha mencegah konfrontasi dengan Malaysia dan mempertahankan perdamaian di Asia Tenggara. ”...a loyal son of Indonesia” tutur salah seorang negarawan asing. Tentang peristiwa Timor Timur, Benny hanya terdiam. Saat itu tidak ada seorang pun yang mau bertanggung jawab. Mulai seorang komandan, panglima, DPR/MPR sampai Presiden tidak mau bertanggung jawab atas apa yang terjadi di Timor Timur. Indonesia tidak solid dan tidak all-out dalam hal ini. Satu konflik yang baru terungkap ke khalayak umum lewat buku ini adalah ketika Benny mengusulkan kepada Soeharto untuk mundur sekitar tahun 1988 dan memberikan kesempatan kepada tokoh lain agar tidak bernasib sama seperti pendahulunya, Soekarno. Namun justru malah dia yang dilengserkan dari jabatan Panglima ABRI oleh Soeharto. Sejak peristiwa itu Benny tak pernah lagi bertegur sapa dengan Soeharto. Toh sarannya terbukti 10 tahun kemudian, tahun 1998. Disini tergambar bagaimana seorang Benny Moerdani mengorbankan dirinya menghadapi semua ketidakadilan yang terjadi. Tragedi yang terjadi adalah saat seorang Benny Moerdani mempersembahkan loyalitas dan idealismenya kepada tanah air Indonesia namun dengan mudahnya semua itu hilang begitu saja; seperti pernah Beliau katakan: “….ini semua salib pribadi yang harus saya pikul. Semua yang kita bangun sudah mulai rontok semua, rasa aman di negeri ini memang begitu mahal.”<

Jenderal (Purn) Umar Wirahadikusuma Wakil Presiden RI ke-5

10 Oktober 1924 CAPRICORN

Desember 21 - Januari 18 Anda berhasil memulihkan keadaan, tentunya berkat kesabaran, keuletan dan kerja keras yang telah anda lakukan. Jangan pedulikan sentimen negatif yang muncul di depan anda, hadapi dengan tenang dan semuanya akan menjadi lebih baik lagi.

AQUARIUS

Januari 19 - Pebruari 17 Pimpinan mulai terkesan dengan inisiatif dan kerja keras anda. Pertahankan performa anda tanpa mengabaikan batas kemampuan fisik anda. Jangan ragu untuk meminta nasehat dokter agar anda selalu bugar sehari-hari.

PISCES

Februari 18 - Maret 19 Tantangan baru sudah menunggu di depan anda, bergeraklah dengan sigap! Jangan sampai peluang tersebut hilang begitu saja atau digarap oleh orang lain. Anda punya potensi menyelesaikannya dengan baik.

ARIES

Maret 20 - April 18 Ada kejutan mendadak, pimpinan akan minta pertimbangan dan saran anda terkait proyek besarnya. Tunjukkan kemampuan dan integritas anda, siapa tahu promosi akan anda dapatkan dalam waktu dekat.

BULAN OTKOBER 2007

ASTROLOGI TAURUS

April 19 - Mei 19 Jangan terlena saat usaha sedang menanjak, cermati potensi kendala yang mungkin timbul. Dengan kecerdasan dan intuisi anda, buatlah alternatifalternatif untuk mengantisipasinya sehingga proyek berjalan lebih baik lagi.

GEMINI

Mei 20 - Juni 20 Perjalanan-perjalanan bersama kolega membuat anda lelah, jangan sampai proyek baru terganggu jadwalnya. Dan yang paling penting, tingkatkan produktifitas anda agar tidak mengecewakan pimpinan.

Cancer

Juni 21 - Juli 21 Kabar baik menghampiri anda, kesehatan dan stamina tubuh sedang pada puncaknya. Gunakan energi anda untuk mengerjakan hal-hal positif yang dapat memperkaya wawasan dan pengalaman anda.

Leo

Juli 22 - Agustus 22 Konflik yang terjadi dapat anda redakan seketika, berkat kemampuan anda mengelola hubungan antar pribadi. Pimpinan melihatnya sebagai penilaian baik atas hal tersebut, namun jangan sampai membuat anda terlalu percaya diri.

Virgo

Agustus 23 - September 21 Untuk saat ini anda tidak bisa memperbaiki semua masalah yang ada, karena banyak hal yang datang secara serentak di depan anda. Tenang dan tarik nafas panjang, lalu buat daftar prioritas untuk anda melangkah.

Libra

September 22 - Oktober 22 Perjalanan yang anda lakukan dapat memacu adrenalin dan kreatifitas anda, anda banyak bertemu kolega baru. Ambil hal positifnya untuk membantu anda menjawab tantangan yang akan tiba di depan mata. .

Scorpio

Oktober 23 - November 21 Cermati kembali perjanjian yang akan anda buat. Jangan sampai proyek melebihi batas anggaran yang ada. Bila perlu, lakukan survei harga ke beberapa tempat sebelum anda membuat keputusan akhir.

Sagittarius

November 22 - December 21 Banyak hal yang membutuhkan solusi... membuat anda pening. Jangan anggap remeh sakit kepala anda, istirahat sejenak atau kunjungi spa untuk relaksasi. Produktifitas anda bisa terganggu bila mengabaikan kesehatan tubuh.

NEWS Pasukan AS Tangkap Dalang Pembunuhan Pemimpin Sunni Irak Pasukan AS di Irak menyatakan, seorang tersangka anggota AlQaeda yang terkait dengan pembunuhan pemimpin suku Sunni berpengaruh Abdul-Sattar Abu Risha, ditangkap dalam operasi sehari sebelumnya.

Abu Risha, salah seorang pemimpin Sunni yang bergabung dengan suku-suku lain di Irak barat untuk memerangi jaringan Al-Qaeda, tewas dalam serangan bom terhadap konvoinya September lalu sekitar 50 meter dari rumahnya di Ramadi di provinsi Anbar. Menurut sebuah pernyataan militer AS, tersangka yang ditangkap itu, Fallah al-Jumayli yang juga dikenal sebagai Abu Khamis, diyakini terlibat dalam persekongkolan yang menewaskan Abu Risha, juga tindakan-tindakan kekerasan lain yang mencakup serangan bom bunuh diri. Al-Jumayli diyakini memiliki hubungan dekat dengan pemimpinpemimpin senior Al-Qaeda di Irak. Kelompok Negara Islam di Irak mengklaim bertanggung jawab atas pembunuhan Abu Risha itu medio September lalu. Negara Islam di Irak berafisiliasi dengan jaringan Al-Qaeda dan mencakup kelompok-kelompok gerilya Sunni yang tersebar di beberapa provinsi, termasuk Anbar.<

Vol 10 - OKTOBER 2007

ULTIMATUM DANREM 011/LILAWANGSA “SERAHKAN SENJATA ILEGAL SEBELUM DI SWEEPING” Lhokseumawe - Danrem 011/ Lilawangsa Kolonel Inf M Erwin Syafitri melalui juru bicaranya Kapenrem 011/LW, Kapten Inf Suparman, menghimbau masyarakat yang memiliki senjata ilegal supaya segera mengembalikannya kepada pihak berwajib sampai batas waktu penyerahan senjata 9 Oktober 2007. Erwin Syafitri mengatakan, keberanian moral masyarakat melaporkan atas berbagai bentuk pelanggaran hukum, termasuk menyimpan atau menguasai bahan peledak dan senjata api ilegal masih minim. Sampai saat ini belum ada satu pun senjata ilegal yang diserahkan kepada pihak berwajib. Erwin menilai, untuk penyerahan senjata ilegal butuh kesadaran semua pihak. Tingginya aksi perampokan yang menggunakan senjata api di Aceh merupakan aksi-aksi segelintir oknum yang tak menginginkan Aceh ini aman. Mereka membuat suasana tidak kondusif. Untuk itu, masyarakat diminta melapor. “Saya menghimbau masyarakat di wilayah Korem 011/LW segera menyerahkan senjata api yang dimilikinya secara ilegal kepada pihak kepolisian dan unsur TNI,” katanya. Selama melapor ke pihak TNI diharapkan memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan pemilik senjata, untuk menghindari tindakan perampasan saat membawa senjata,” ujarnya. (sumber:www.serambinews. com).<

SATU BATALYON TNI AD BERSIAGA DI GUNUNG KELUD KEDIRI - Sekitar 600 personel atau sebatalyon TNI Angkatan Darat (AD) bersiaga di lereng Gunung Kelud, Jawa Timur, menyusul semakin meningkatnya aktivitas gunung berapi yang terakhir kali meletus pada 1990 itu. Para personel TNI AD dari bebarapa markas komando di bawah Kodim/0809 Kediri, Jawa Timur, mulai Senin (17/9) pagi dikumpulkan di Lapangan Ngancar yang berjarak sekitar 12 kilometer dari kawah Gunung Kelud. “Kami tidak perlu menunggu sampai terjadinya bencana, mulai hari ini personel kami sudah ada di lereng Gunung Kelud dan siap membantu evakuasi warga,” kata Komandan Kodim 0809/Kediri, Letkol (Inf) Endi Servandi, saat ditemui ANTARA usai memimpin gelar pasukan di Lapangan Ngancar. Ia menyebutkan, pasukannya itu sudah terlatih menangani korban bencana karena rata-rata memiliki pengalaman bertugas di daerah bencana dan daerah konflik. Selain pasukan militer, TNI AD juga melibatkan sedikitnya 300 warga masyarakat sipil untuk membantu proses evakuasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Sejak pekan lalu, pasukan TNI AD dibantu warga masyarakat telah memetakan daerah rawan letusan Gunung Kelud berikut lokasi yang aman untuk dijadikan tempat evakuasi korban. “Untuk sementara kami sudah menyiapkan dua tenda besar di Lapangan Ngancar ini. Bagi warga yang merasa tidak tenang tidur di rumah, bisa datang ke tenda kami,” kata Endi Servandi. Selain tenda pengungsian, Kodim 0809/Kediri juga telah menyiapkan bala bantuan dari personel Batalyon Infanteri (Yonif) 521/Dadaha Yudha dan Brigade Infanteri 16. “Pimpinan Yonif dan Brigif sudah menyatakan kesediaannya mengirimkan bantuan personel kepada pasukan kami yang sekarang sudah bersiaga di lereng Gunung Kelud,” katanya menambahkan.<

Tim Militer AS Akan Tinjau Stasiun Radar Rusia Di Azerbaijan

Satu tim militer AS mengunjungi bekas republik Soviet, Azerbaijan, September lalu untuk memeriksa stasiun radar Galaba, Rusia, yang digembargemborkan Moskow sebagai kemungkinan satu alternatif bagi lokasi pertahanan rudal yang kontroversial di Eropa tengah. Delegasi Pentagon (departemen pertahanan AS) itu akan mengunjungi stasiun radar yang terletak sekitar 200km dari ibukota Azerbaijan, didampingi para ahli militer Azerbaijan dan Rusia. Brigjen Patrick O’Reilly, Deputi Direktur Badan Pertahanan Rudal AS akan memimpin tim yang terdiri enam orang, kata seorang pejabat AS yang tidak bersedia namanya disebutkan. “Yang perlu kami lihat adalah berapa luas fasilitas ini dapat menjadi bagian dari satu sistem pertahanan rudal di masa mendatang,” kata pejabat AS itu. “Gagasan ini pasti akan dipertimbangkan dengan serius.” Mayjen Alexander Yakushin, deputi kepala pasukan udara Rusia mengatakan, Sabtu, bahwa konsultasi tiga negara juga akan diselenggarakan medio September antara para pejabat Azerbaijan Rusia dan AS di Baku. “Tujuan utama kami dalam konsultasi-konsultasi ini adalah menangguhkan perluasan sistem pertahanan rudal di Eropa timur,”

katanya kepada wartawan di Moskow. “Ini bukan perundinganperundingan,” katanya. “Ini adalah satu kunjungan teknis untuk meninjau fasilitas itu.” Dubes Rusia untuk Azerbaijan, Vasily Istratov mengemukakan kepada wartawan di Baku bahwa kunjungan itu akan ditindaklanjuti dengan perundingan pertahanan rudal antara para pejabat tinggi Rusia dan AS dalam satu pertemuan yang menurut rencana diselenggarakan Oktober ini. Presiden Rusia Vladimir Putin mengusulkan penggunaan stasiun radar Gabala sebagai pangkalan alternatif satu sistem pertahanan rudal AS yang menurut rencana akan dipasang di Eropa tengah. Moskow mengatakan rencana AS untuk membangun satu stasiun radar di Republik Ceko dan penyergap-penyergap anti rudal di Polandia mengancam keamanan Rusia. Moskow menuduh Washington membangun satu “Tembok Berlin baru” dan mengancam akan

YON ZIPUR I/DD BANGUN JEMBATAN BALLEY

menggelar kembali rudal-rudal nuklir jika pasukan AS tetap melaksanakan rencana itu. Azerbaijan berbatasan dengan Iran, salah satu negara yang Washington katakan pihaknya perlu melindung diri. Akan tetapi, Rusia hanya menawarkan fasilitas radar Gabala dan tidak pernah mengatakan lokasi itu dapat menjadi pangkalan penyergap rudal. Banyak pejabat AS skeptis tentang penggunaan stasiun Gabala itu, termasuk Henry Obering, Kepala Badan Pertahanan Rudal, yang bulan lalu mengatakan lokasi itu terlalu dekat dengan Iran. Tetapi para ahli melihat kunjungan tim AS mendatang itu sebagai satu tanda bahwa Washington tidak menolak tawaran itu.

“Saya terkejut mendengar tentang kunjungan itu,” kata Philip Coyle, seorang ahli pertahanan rudal di Pusat Informasi Pertahanan yang berkantor di Washington. “Mereka paling tidak telah melakukan pertimbangan.” Coyle mengatakan militer AS mungkin mempertimbangkan alternatif-alternatif untuk membangun fasilitas-fasilitas di Eropa timur sehubungan dengan keputusan Kongres AS untuk mengurangi dana pertahanan rudal dan penentangan masyarakat yang meningkat terhadap rencana di Republik Ceko itu. Gabala memberikan arus informasi ke instalasi-instalasi di Moskow dan memiliki jangkauan 6.000 km dapat memantau Timur Tengah Asia dan bagian-bagian Afrika. Setelah Uni Sovyet bubar 1991, pemerintah Azerbaijan setuju menyewakan stasiun itu kepada Rusia sampai 2012. Para ahli menyatakan keraguan mereka bahwa teknologi era Soviet itu dapat bekerjasama dengan sistem pertahanan rudal AS, tapi Yakushin mengatakan militer Rusia akan memperbaiki dan meningkatkan fasilitas itu. “Jika ada satu keputusan politik mengenai penggunaan stasiun radar Gabala oleh AS , kami siap memodernisasinya untuk memenuhi kebutuhan yang layak bagi para mitra Amerika kami,” katanya.< Untuk setiap stasiun radar, terdapat dua bangunan menggunakan konstruksi bangunan sebagai penerima gelombang radar

MUSIBAH robohnya jembatan yang menghubungkan Kelurahan Secanang dengan Pulau Naga Putri yang merupakan lokasi pembangkit listrik terbesar di Propinsi Sumatera Utara pada awal bulan Agustus yang lalu, telah mengakibatkan terganggunya operasional pembangkit listrik itu sendiri. Sampai hari ini belum terlihat adanya tandatanda pemerintah akan membangun kembali jembatan yang roboh tersebut. Akibatnya, seluruh transportasi ke lokasi pembangkit listrik hanya dapat dilakukan melalui boat/perahu. Seperti diakui salah seorang anggota Satpam yang berjaga di Pos dekat jembatan bahwa karyawan yang bekerja di pusat pembangkit listrik tersebut berangkat dan pulang kerja harus menyeberang dengan menggunakan boat/perahu yang ada, demikian halnya mengangkutan material, yang tentu itu sangat rawan terhadap kecelakaan tenggelam. Dari hasil pantauan ke lokasi jembatan yang roboh pada hari Minggu (16/9/2007), terlihat para prajurit Yon Zipur I/DD yang langsung dipimpin Danyon Zipur I/DD Letkol Czi Wayan N, sedang bekerja keras untuk mempercepat penyelesaian pembangunan jembatan balley yang bahannya terdiri dari rangka besi baja dan dilapisi papan kayu keras setebal 4 cm sebagai lapisan atas. Material ini semua merupakan milik inventaris Yon Zipur I/DD. Saat ditemui di lokasi, Letkol Czi Wayan mengatakan bahwa kegiatan ini adalah merupakan program karya bhakti Kodam I/BB yang pelaksanaan pekerjaannya di lapangan dipercayakan kepada Yon Zipur I/DD. Jembatan balley itu dibuat sepanjang 137 meter dan lebar 4 meter dengan daya tonase 20 ton sampai 30 ton, yang dikerjakan sejak 14 Agustus 2007 lalu dan diharapkan selesai 17 September 2007. Sebenarnya pekerjaan ini bisa saja cepat diselesaikan seandainya tiang utama tidak terlambat pengirimannya dari Jakarta. Diharapkan dengan adanya jembatan balley ini akan dapat membantu kelancaran operasional pusat pembangkit listrik Secanang. Dengan adanya jembatan ini transportasi akan menjadi lancar, aktivitas pengiriman material dan arus lalu lintas para karyawan tidak lagi melalui boat/perahu tetapi sudah dapat melalui jembatan tersebut sambil menunggu berdirinya kembali jembatan baru yang dibangun pemerintah. (Pendam 1/Dispenad).<

TALON Robot

Militer AS tidak mainmain dalam menghadapi ancaman bom terhadap pasukannya. Sejak penugasan ke Bosnia dan Afganistan tahun 2000 sampai sekarang, pasukan AS dilengkapi dengan peralatan untuk keperluan EOD (Explosive Ordnance Disposal) dan pengintaian (reconnaissance) untuk meminimalisasi risiko penugasan dan korban pasukan AS. Salah satu peralatan yang mendukung fungsi tersebut adalah robot Talon, buatan Foster-Miller Inc. dari AS. Secara umum, robot ini mempunyai spesifikasi sebagai berikut: • Beratnya antara 22-64 kg, tergantung perlengkapan yang dipasang. Relatif ringan sehingga mudah diangkut dan cepat dalam pengiriman ke wilayah penugasan. • Mempunyai kecepatan gerak yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan penugasan, dengan kecepatan gerak maksimum 2 meter per detik • Dapat dioperasikan di segala cuaca dan medan. Robot ini mampu melewati tangga dengan kemiringan 43 derajat, turunan dan tanjakan dengan kemiringan hingga 40 derajat, menembus lapisan lumpur dan salju setebal 35 sentimeter serta melewati rintangan seperti bekasbekas ledakan atau reruntuhan bangunan. Komponennya memang khusus dirancang untuk tahan air dan tahan guncangan. • Daya angkut yang handal. Kemampuan untuk mengangkut beban hingga 45 kg, menarik beban hingga 90 kg dan membawa beban dengan penjepit (gripper) yang dapat berputar 360 derajat hingga 45 kg. • Sistem kendali menggunakan joystick. Dilengkapi unit kontrol

untuk operatornya dengan berat 15 kg dan mempunyai 4 kamera untuk memantau gerak dan pengendaliannya. Untuk opeasional robot dan unit kontrol menggunakan rechargeable Lithium Ion battery yang tahan sampai dengan 4,5 jam. • Sistem komunikasi antara unit kontrol dengan robot dapat disesuaikan dengan kebutuhan penugasan. Bisa menggunakan fasilitas wireless antenna dengan jangkauan sampai 1200 meter atau kabel serat optik dengan jangkauan 800 meter saja. • Kemampuan memantau keadaan sekitar dengan 3 kamera yang masingmasing berada di ujung dekat penjepit (gripper), di lengan bagian tengah dan di bagian belakang. Dengan kemampuan optical zoom 12x serta infra red mode untuk penugasan malam hari. Total dapat ditambah menjadi 7 kamera untuk keperluan khusus. Robot Talon terdiri dari 4 macam pilihan sesuai kebutuhan penugasan. Yaitu: TALON EOD / IED ROBOT, pertama kali digunakan di Bosnia tahun 2000 untuk membersihkan ranjau agar konvoi kendaraan dapat lewat dengan aman. Penggunaan berlanjut di Afganistan tahun 2003 sampai ke Irak sekarang ini. Secara keseluruhan

di Afganistan dan Irak, Talon telah menyelesaikan 30.000 penugasan yang berhubungan dengan EOD/IED. TALON RECONNAISSANCE ROBOT, dengan berat paling ringan 27 kilogram karena tidak dilengkapi dengan lengan dan penjepit (gripper). Kemampuan utamanya adalah alat sensor berupa kamera yang dilengkapi infra red mode untuk penugasan malam hari, sensor sinar-x serta sensor suara yang cukup sensitif. TALON ARMED RECONNAISSANCE ROBOT, selain untuk pengintaian, Talon juga dapat dilengkapi dengan senjata seperti shotgun kaliber 0.50, senapan mesin M240 atau M249. Penggunaan varian ini telah meluas dalam penugasan di Irak, mulai oleh anggota US 5th Special Forces sampai US 3rd Infantry Division. Saat ini sedang dikembangkan kemampuan untuk dilengkapi dengan peluncur granat 40 mm serta senjata anti tank. TALON CHEMICAL/NUCLEAR RESPONDER ROBOT, varian ini dikembangkan tahun 2001 dilengkapi dengan sensor gas, suhu dan radiasi yang bisa bekerja secara simultan. Komponennya dirancang tahan radiasi. Penugasan pertama adalah observasi tempat kejadian pasca serangan ke Gedung WTC.<

“BALAP TANK” Ceritanya seluruh dunia sudah damai. Maka tentara-tentara pada bingung mau kerja apa lagi. Maka PBB mengadakan lomba balap tank. Dari sekian banyak negara yang mendaftar terdapat 3 finalis yaitu dari negara Amerika (karena tanknya paling canggih), Italia (maklum, yang naik Valentino Rossi), dan Indonesia (padahal mesin dan pengendaranya biasa-biasa saja). Begitu start, ketiga tank langsung kebutkebutan, ternyata Amerika yang terkenal serba canggih dikalahkan dengan mudah oleh Italia (orang pembalap juga). Tiba-tiba para finalis dikejutkan oleh klakson tank Indonesia. “Minggir oi!! Lambat kali kau? Setoran kurang nih!!” Selidik punya selidik pengendara dari Indonesia ternyata mantan sopir kopaja.

“TNI” Ada 2 orang sahabat sedang ngobrol-ngobrol sejenak. Anto : Eh, loe kan tahu ya bangsanya militer gitu, loe kan sering baca majalah militer, lu tahu ga ciri-ciri yang paling gampang diliat TNI Angkatan Udara, Laut dan Darat. Fakhri: Itu mah gampang, coba aja orang itu lu tolong

“Eagle 1 ke menara.... tampaknya kami sudah mendarat berkat bantuannya.... bisa dibantu bagaimana keluarnya ganti... over...”

MilitaryJokes kalo dia jawab “Terima kasih yang setinggitingginya” berarti dia angkatan udara, kalo “Terima kasih yang sedalam-dalamnya” berarti angkatan laut, kalo “Terima Kasih yang seluas-luasnya berarti angkatan darat Anto : Serius lu????????

“Pakaian” Kompi C sebuah pasukan sudah berbulanbulan bertugas di pedalaman Irian Jaya, sampai suatu ketika mereka dikumpulkan oleh sang komandan. “Saya ada dua berita untuk kalian, berita bagus dan berita buruk. Berita bagusnya, hari ini pakaian dalam kita akan diganti...” “Horeeee! Siap, komandan!” seru seluruh anggota pasukan dengan sukacita. “Nah, sekarang berita buruknya. Bambang, ganti pakaian dalammu dengan punya Joni. Iwan, kamu ganti dengan punya Budi...”

Kode : B01 BENNY : Tragedi Seorang Loyalis

Perjalanan Seorang Wartawan Perang

Kode :B02

Rp. 77.000

Hendro Subroto Rp. 32.500

Kode : B06 Terorisme

Kode : B07 Kembalikan Indonesia!

Adjie S, Msc Rp. 60.000

Prabowo Subianto Rp. 50.000

: de

Kode : B03 Rp. 16.500

Kode : B08

Operasi Udara Di Timor-Timur Hebdro Subroto Rp. 58.800

1

T0

Tono Suratman Rp. 22.500

Kode : B09

Kode : B10

PETA Purbo S. Suwondo Rp. 19.000

2

T0

: de

Ko

T-Shirt Airborne Logo Warna Dasar Biru Tua Ukuran All Size Harga Rp. 35.000

T-Shirt Ranger Logo Warna Dasar Hitam Ukuran All Size Harga Rp. 35.000

4

T0

: de

Ko

Ko T-Shirt Ranger Logo Warna Dasar Hijau Ukuran All Size Harga Rp. 35.000

3

T0

Ko

T-Shirt SAS Logo Warna Dasar Hitam Ukuran All Size Harga Rp. 35.000

: de

Kode : B05

Peran Militer Dalam Ketahanan Nasional MD La Ode Rp. 37.500

Militer & Politik Di Indonesia Harold Crouch Rp. 32.500

: de

Ko

T-Shirt Special Forces Warna Dasar Hijau Ukuran All Size Harga Rp. 35.000

Kode : B04 Untuk Negaraku

Napak Tilas Tentara Belanda dn TNI Ant. P. DE Graaf

5

T0

: de

Ko

T-Shirt Special Force Logo Warna Dasar Hijau Ukuran All Size Harga Rp. 35.000

6

T0

Lengkapi koleksi DEFENDER Anda, tersedia edisi Juli 2006 s/d SEPTEMBER 2007

DAPATK AN 2006 DE EDISI JULI - DE S NGAN H ARGA R p 5 .0 0 DAN EDIS 0 2007 DE I JANUARI-MEI NGAN H ARGA R

p 10.000

EDISI OKTOBER 2006

EDISI OKTOBER 2006

EDISI APRIL 2007

EDISI MEI 2007

EDISI DESEMBER 2006

EDISI JUNI 2007

EDISI JANUARI 2007

EDISI JULI 2007

EDISI FEBRUARI 2007

EDISI AGUSTUS 2007

EDISI MARET 2007

EDISI SEPTEMBER 2007

Formulir ini dapat di Fotocopy

Saya ingin

Berlangganan Majalah Memesan Buku

Nama

:

Pekerjaan

:

Memesan Majalah

Alamat Kirim : Kode Pos : Telp/Fax :

Hp :

Untuk pemesanan majalah edisi Untuk pemesanan buku dengan no.kode Paket Berlangganan Majalah :

banyaknya

exp

banyaknya

exp

12 bulan (12 edisi) : Rp. 170.000 Catatan: Luar Jabodetabek ditambah ongkos kirim

Pilihan Cara Pembayaran (Pilih Salah Satu) : Via Transfer melalui BCA No. Rek : 0094694473 a.n. Aryo Priyo Hutomo Via Transfer melalui Bank Mandiri Melawai No.Rek : 126-000-4719653 a.n. Aryo Priyo Hutomo. Tunai ke PT. Strata Pesan Cakti di Kartika Media Centre Angkatan Darat Jl. Abdul Rahman Saleh I No. 48, Jakarta Pusat Bukti Transfer di-fax ke : (021) 3500 317 attn to Majalah Defender

Contact Person :

Untuk Informasi dan pemesanan, hubungi Prasetyo Telp. 0815 900 9197 Aryo Telp. 085692489766 Telp. 021-71029461

Isi dan kirimkan formulir berlangganan ini ke No.Fax (021) 3500 317


Majalah Defender Edisi 22