Issuu on Google+

Serba - Serbi Rohani Fasilitas Pencarian

» MENGUPAS FIRMAN TUHAN Sirait

Pdt. Bigman

Cari

» » » » » » » » » » » » » » » » » » » »

Home Acara Hari Ini Gereja Gereja Dunia Permohonan Doa Form Konsultasi Solusi Problema Form Kesaksian Kumpulan Kesaksian Pelangi Jiwa Renungan Kecik YAMARI YASUMA PPK Tabitha RPUK Muara Kasih PA.ASIH LESTARI Humor Kartu Ucapan Peluang Karier Donasi

"Mengupas Firman Tuhan" merupakan kumpulan Konsultasi Theologi yang diasuh oleh Pdt. Bigman Sirait yang terdapat didalam Tabloid REFORMATA. Dengan seijin beliau, teks dari konsultasi ini boleh menjadi berkat sekaligus memperkaya wawasan saudara tentang Firman Tuhan.

Adakah Keselamatan di Luar Yesus Kristus? Pertanyaan : SAYA mau menanyakan perihal keselamatan. Dalam Roma 2: 6,13, ada kesan bahwa ada keselamatan di luar Yesus Kristus. Dengan mengacu pada ayat tersebut, pernah seorang pengkotbah mengatakan bahwa keselamatan bukan milik orang Kristen semata. Juga disampaikan contoh kasus orang-orang yang belum pernah atau tidak pernah mendengar Injil, keselamatan mereka didasarkan pada apa yang ada dalam hati dan perbuatan mereka. Bukankah Tuhan sudah menetapkan satu standar perbuatan baik yang sempurna, yaitu hukum Taurat? Namun tidak ada seorang pun manusia yang bisa melakukannya dengan sempurna, bukan? Bahkan ditegaskan bahwa tidak seorang pun dibenarkan dengan melakukan hukum Taurat (Roma 3: 28) yang adalah standar kebaikan yang ditetapkan Allah. Jadi, bagi saya, keselamatan hanya di dalam Yesus Kristus (Yoh 3:16, Kis 4:1). Saya khawatir dan gelisah atas pernyataan pendeta itu yang cenderung pluralis dan universalis. Bagaimana pandangan Bapak?

kitab Roma, Paulus berkata dengan tegas bahwa tidak ada orang yang benar, yang berakal budi dan mencari Allah (3: 9-11). Jadi, tidak ada orang dise-lamatkan karena benar dan baik (karena Alkitab telah mengatakan tidak ada yang benar dan baik di hadapan Allah). Abraham disela-matkan bukan karena perbuatan-nya melainkan karena percayanya, dan itu jelas tertulis dalam pasal 4:1-8. Lalu pada pasal 5, Paulus menekankan kematian karena Adam (representasi manusia berdosa kepada Allah), namun keselamatan tiba karena Yesus Kristus, bukan perbuatan baik (5:1-17, 9:14-18). Dan akhirnya, kitab Roma ditutup dengan Soli Deo Gloria in Kristos (16: 2527). Hampir pada semua pasal, berita tentang keselamatan dinyatakan tegas sebagai kasih karunia (Injil), bukan usaha manusia (Taurat). Awas, jangan salah paham dulu seperti yang dikatakan Petrus, bahwa banyak orang salah mengerti tentang tulisan Paulus (2 Petrus 3:15-16). Dalam pasal 7 dan 8, Paulus menjelaskan hukum Taurat adalah hukum dosa. Artinya, karena hukum Taurat, tahulah kita bahwa kita berdosa, dan tidak ada satu orang pun yang mampu memenuhi tun-tutan hukum Taurat. Bahkan Musa yang dipakai Tuhan menuliskan Taurat, pernah membunuh, seka-lipun ini sebelum Taurat diberikan Tuhan (Kel 2:1115). Juga Musa tidak sampai ke tanah perjanjian karena melanggar kekudusan Tuhan (Bil 20:1-13). Musa dibe-narkan karena bertindak dengan iman. Kalau hanya dari sudut perbuatan, Musa gagal. Jadi, sekali lagi Taurat mem-buktikan keberdosaan manusia, sebaliknya kasih karunia Allah, di dalam Yesus Kristus menye-lamatkan orang yang percaya. Tidak ada keselamatan di luar Yesus. Dan hal itu dikatakan oleh Yesus sendiri dalam Yoh 4: 16, dan banyak kesaksian para rasul. Nah, pasal 2 yang dibicarakan harus dilihat sebagai berikut, yaitu sebuah sindiran kepada orang Yahudi yang selalu merasa unggul dari orang lain. Jika ada orang yang tidak tahu hukum Taurat, mela-kukan tuntutan Taurat akan dibe-narkan, maka aneh sekali orang Yahudi tidak melakukan. Allah akan bertindak adil. Bukan karena ke-Yahudi-annya orang diselamatkan, tetapi karena perbuatan. Namun jangan ber-henti dulu, karena perbuatan ternyata adalah buah iman (2: 15, tertulis di hati mereka). Semua perbuatan baik akan diuji (2:16). Dan yang sesuai dengan keteta-pan Tuhan akan dibenarkan ( 2: 28-29). Jadi, jangan dibaca sepotong, atau satu pasal, tetapi seluruh pasal, bahkan kitab. Soal orang yang belum mende-ngar Injil—seperti bayi—kesela-matan mereka itu merupakan kedaulatan Allah yang tidak kita ketahui, dan itu bukan urusan kita (Ul 29: 29). Urusan kita membe-ritakan Injil. Dan jalan keselamatan hanya satu, yaitu melalui Yesus Kristus. Semoga saudaraku Valent tak lagi gelisah, bahkan semakin bergairah memberitakan Injil. Oh ya, jangan lupa bagi-bagi info tentang REFORMATA kepada teman-temanmu yang lainnya. Semoga menjadi berkat bagi banyak orang.* (Nantikan Kupasan Firman Tuhan selanjutnya!)

| A R S I P | BIODATA |

Valent-Jakarta Jawaban: Valent, saudaraku yang kritis, memang sudah seharusnya kita sebagai orang Kristen senantiasa kritis menyikapi berbagai pemaha-man yang mengatasnamakan Alkitab. Mari kita mulai dengan mengenali karakteristik kitab Roma. Kitab Roma yang ditulis oleh Paulus sarat dengan kedalaman teologis dan filosofis. Kitab ini merupakan tanggapan Paulus terhadap berbagai gugatan yang muncul di jemaat Roma yang seakan membenturkan Injil dan Taurat. Paulus menjawabnya dengan lugas, bahwa Taurat itu betul pada posisinya sebagai pembuka dan Injil sebagai peng-genapan dari keseluruhan janji Allah. Tema kitab Roma sangat jelas (1:16-17), bahwa Injil-lah jalan keselamatan, dan iman adalah pusat pergerakan setiap orang percaya (baik Yahudi maupun Yunani). Dalam

Sahabat Surgawi Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine www.sahabatsurgawi.net webmaster@sahabatsurgawi.net Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi


Adakah Keselamatan di luar Kristus ?