Page 7

KOTA TERCATAT sebagai kota terkumuh dan termacet di Brasil pada dasawarsa 1970-an, Curitiba mampu bersolek diri secara radikal. Kota itu kini menjadi kawasan paling apik di Negeri Samba. Bahkan, pada 1996, Curitiba dianugerahi predikat “the most innovative city in the world”. Banyak pemerintah kota di berbagai dunia melirik Curitiba. Pada 1970-an, Curitiba yang terletak di sebelah tenggara Brasil, sekitar 1.081 km dari ibu kota Brasilia, merupakan kawasan langganan macet dan banjir. Curitiba juga terancam ledakan penduduk, seperti kebanyakan kota di Amerika Latin saat itu. Namun sebuah revolusi tata kota, Curitiba Master Plan, yang dicetuskan arsitek Universitas Federal Parana, Jaime Lerner, mengubah secara fundamental ibu kota negara bagian Parana itu. Proyeknya dimulai ketika Curitiba masih berpenduduk 360 ribu jiwa. Pertumbuhan pesat di wilayah perkotaan membawa tantangan sosial, ekonomi dan lingkungan yang berat bagi penduduk, perusahaan dan pemerintah kota. Curitiba berhasil mengatasi semuanya.Tanpa perencanaan dan pembiayaan yang memadai yang mengakomodir terus bertambahnya jumlah penduduk, kota akan menghadapi berbagai macam masalah dari mulai pemukiman kumuh, hingga ketergantungan pada kendaraan pribadi akibat fasilitas transportasi publik yang kurang memadai. Brasil adalah negara dengan populasi perkotaan terbesar no.4 di dunia setelah China, India, dan AS. Penduduk Brasil tumbuh 1,8% setiap tahun antara tahun 2005 dan 2010. Namun di kota Curitiba, ibu kota negara bagian Parana, Brasil, tantangan ini berhasil diatasi dalam beberapa dekade terakhir dengan menggunakan sistem yang inovatif sehingga Curitiba menjadi inspirasi kota-kota lain di negara itu bahkan di dunia. Melalui perencanaan, pengelolaan dan penciptaan sistem transportasi perkotaan yang inovatif sejak tahun 1960-an, Curitiba berhasil mengatasi masalah pertumbuhan penduduk dari 361.000 (pada 1960) ke 1,828 juta (pada tahun 2008), tanpa masalah yang berarti terkait emisi, polusi dan berkurangnya ruang publik.Kepadatan populasi dalam kota meningkat tiga kali lipat dari tahun 1970 ke 2008. Namun pada saat yang sama, rata-rata ruang hijau juga meningkat dari 1 km² per penduduk menjadi lebih dari 50 km² per penduduk. Salah satu unsur terpenting dalam rencana pembangunan perkotaan di Curitiba adalah pemilihan strategi pertumbuhan yang bisa mensiasati kepadatan penduduk sekaligus melindungi ruang hijau. Curitiba memakai pola pembangunan “radial segaris-bercabang” (radial linear-branching pattern) yang – melalui kombinasi pengaturan zona lahan dan infrastruktur transportasi publik – berupaya mengalihkan lalu lintas dari pusat kota dan membangun perumahan, pusat layananan dan industri dalam lokasi sumbu radial

6

Teaser  
Teaser  

majalah HMPWK

Advertisement