Issuu on Google+

the SOCIETY majalah internal HMPWK

YOUNG GENERATION! SOSOK: MOHAMAD NURIMAN ISU : PERKEMBANGAN KOTA BARU TIPS: MENGHILANGKAN RASA JENUH PERKULIAHAN CAMPUS: PENGURUS BARU

HMPWK MAY VIRIDA UNIVERSITAS SEBELAS MARET PERIODE 2012-2013


PROLOG

ucap syukur kepada tuhan yang maha Esa akhirnya kami dapat menerbitkan majalah internal HMPWK. Untuk edisi pertama kami mengusung tema YOUNG GENERATION. tema ini berhubungan dengan dibentuknya kepengurusan HMPWK May Virida untuk periode 2012-2013. Dengan itu diharapkan tongkat estafet dari kepengurusan yang lama ke kepengurusan baru. Ide-ide segar dapat muncul dan terlaksana di periode ini. Semoga kedepannya majalah ini dapat menjadi media informasi dan promosi. PWK Bersatu Pasti Bisa!!

DAFTAR ISI

1


REDAKSI

DESAIN

JURNALIS

JURNALIS

JURNALIS

FOTOGRAFER

EDITOR

2


cerita sebuah kepingan masa lalu Harapan yang pernah ada, asa yang pernah muncul, dan kesempatan yang pernah datang. Terus tergambar dalam perjalanan saya ke kota kembang, tempat dimana saya menuntut ilmu dan berbagi dengan banyak sahabat. Puzzle-puzzle kehidupan yang terus merangkai menjadi sebuah kenangan. Walaupun hanya kenangan masa lalu tapi mungkin bakal berbekas di kehidupan saya dan menjadi pelajaran berharga. Menginjakan kaki di sebuah pintu tol di selatan kota bandung ini sedikit membuat saya tersenyum. Menghirup dan merasakan ‘sambutan’ udara dingin menemani saya ke tempat sahabat saya di suatu komplek perumahan. Benar-benar seperti nostalgia ketika saya masih disana. Disambut dengan dentuman musik negeri di semenanjung korea yang khas, saya akhirnya sampai di rumah teman saya. Tidak banyak berubah memang, masih berantakan*laugh* tapi beberapa letak yang berubah tidak seperti dahulu. Banyak sahabat saya yang datang berkunjung kesana karena memang tahu kita ingin kumpulkumpul lagi. Sudah lama tak bertemu membuat kami bercerita satu sama lain hingga pagi menjelang, dari nostalgia ketika saya masih disana sampai harapan dan impian dari sahabat saya yang membuat saya merasa ‘kecil’, pemikiran saya belum kesana. Walaupun bisa dibilang dalam urusan kuliah para sahabat saya agak kurang bersahabat tapi mereka membuat banyak terobosan dalam hidup mereka. Ada yang membuat film, membuat majalah, menjadi salah satu petinggi organisasi, belajar menjadi EO sebuah acara besar dan masih banyak lagi. Hal itu membuka pikiran saya bahwa saya masih belum menjadi apa-apa dibanding dengan sahabat saya yang sudah menuliskan banyak cerita berwarna di lembaran hidupnya. Terpacu merupakan kata yang menggambarkan keadaan saya. Walaupun dalam urusan kuliah saya sedikit beruntung tapi saya melihat mereka sebagai orang-orang bebas,orang yang mengalirkan imajinasinya dan merealisasikan impiannya. Pengembangan diri yang luar biasa menurut saya. Mereka tidak banyak berubah dalam pola pikir, masih memiliki pendirian kuat selalu di pegang setiap orang. Walaupun sudah banyak kesibukan mereka tidak pernah ‘meninggalkan’ sahabatnya di dalam kesusahan. ini yang membuat saya kangen dengan para sahabat ini. kami baru keluar dari ‘comberan’ kesusahan dimana kita berada dan sama-sama bangkit.Tidak dapat di pungkiri saya masih kecil dibandingkan mereka,bahkan saya menganggap saya pengecut di banding mereka. dalam pembicaran kami terbesit membuat suatu hal yang berguna untuk orang banyak dan kami ingin merealisasikannya di kemudian hari. Akhirnya saya berpikir memang ini sebuah kepingan masa lalu yang membuat saya harus menegakkan kepala, terus maju, dan melihat kedepan karena di ujung jalan ini sudah berdiri para sahabat saya yang menunggu saya untuk berjalan bersama lagi, saling bahu membahu untuk membuat masa depan yang tadinya kabur menjadi jelas sehingga kami akan tersenyum pada akhir perjalanan hidup kami.

3


Kata Mereka... M. Dhia Subulussalam merupakan Kadep Minba di periode kepengur san kali ini. Memulai karir sebagai anggota humas ini memiliki kinerja yang sangat baik. Memiliki kesem patan menjadi ketua HMPWK periode berikutnya ini memang memiliki ide-ide brillian. Menurut nya ikut himpunan memiliki dampak yang baik dalam perkembangan diri. Untuk mengasah softskill kita sebaik nya mengikuti organisasi ujarnya. memang tidak mudah dalam dunia perkuliahan sambil berorganisasi,tapi dengan kesungguhan pasti semuanya bisa. Pesan untuk kepengurusan kali ini “Jadikan Iman ketua HMPWK selanjutnya� ucapnya. intinya kita harus banyak berkontribusi buat HMPWK supaya kelak adik-adik kita bisa mendapat contoh dari kita sebagai pelopor himpunan ini. Semoga himpuanan ini semakin solid. M.dhia subulussalam I0610019

4


FROFIL

tempat profil

deskripsi profil

5


KOTA TERCATAT sebagai kota terkumuh dan termacet di Brasil pada dasawarsa 1970-an, Curitiba mampu bersolek diri secara radikal. Kota itu kini menjadi kawasan paling apik di Negeri Samba. Bahkan, pada 1996, Curitiba dianugerahi predikat “the most innovative city in the world”. Banyak pemerintah kota di berbagai dunia melirik Curitiba. Pada 1970-an, Curitiba yang terletak di sebelah tenggara Brasil, sekitar 1.081 km dari ibu kota Brasilia, merupakan kawasan langganan macet dan banjir. Curitiba juga terancam ledakan penduduk, seperti kebanyakan kota di Amerika Latin saat itu. Namun sebuah revolusi tata kota, Curitiba Master Plan, yang dicetuskan arsitek Universitas Federal Parana, Jaime Lerner, mengubah secara fundamental ibu kota negara bagian Parana itu. Proyeknya dimulai ketika Curitiba masih berpenduduk 360 ribu jiwa. Pertumbuhan pesat di wilayah perkotaan membawa tantangan sosial, ekonomi dan lingkungan yang berat bagi penduduk, perusahaan dan pemerintah kota. Curitiba berhasil mengatasi semuanya.Tanpa perencanaan dan pembiayaan yang memadai yang mengakomodir terus bertambahnya jumlah penduduk, kota akan menghadapi berbagai macam masalah dari mulai pemukiman kumuh, hingga ketergantungan pada kendaraan pribadi akibat fasilitas transportasi publik yang kurang memadai. Brasil adalah negara dengan populasi perkotaan terbesar no.4 di dunia setelah China, India, dan AS. Penduduk Brasil tumbuh 1,8% setiap tahun antara tahun 2005 dan 2010. Namun di kota Curitiba, ibu kota negara bagian Parana, Brasil, tantangan ini berhasil diatasi dalam beberapa dekade terakhir dengan menggunakan sistem yang inovatif sehingga Curitiba menjadi inspirasi kota-kota lain di negara itu bahkan di dunia. Melalui perencanaan, pengelolaan dan penciptaan sistem transportasi perkotaan yang inovatif sejak tahun 1960-an, Curitiba berhasil mengatasi masalah pertumbuhan penduduk dari 361.000 (pada 1960) ke 1,828 juta (pada tahun 2008), tanpa masalah yang berarti terkait emisi, polusi dan berkurangnya ruang publik.Kepadatan populasi dalam kota meningkat tiga kali lipat dari tahun 1970 ke 2008. Namun pada saat yang sama, rata-rata ruang hijau juga meningkat dari 1 km² per penduduk menjadi lebih dari 50 km² per penduduk. Salah satu unsur terpenting dalam rencana pembangunan perkotaan di Curitiba adalah pemilihan strategi pertumbuhan yang bisa mensiasati kepadatan penduduk sekaligus melindungi ruang hijau. Curitiba memakai pola pembangunan “radial segaris-bercabang” (radial linear-branching pattern) yang – melalui kombinasi pengaturan zona lahan dan infrastruktur transportasi publik – berupaya mengalihkan lalu lintas dari pusat kota dan membangun perumahan, pusat layananan dan industri dalam lokasi sumbu radial

6


PELANTIKAN HMPW

5


WK PERIODE 2012-2013

6



Teaser