Page 1

Tim Riset Research And Development I “Indonesia Ingin Meminjamkan Dana Kepada IMF”

Divisi Research and Development HIMA ESP FE Unpad Universitas Padjadjaran Bandung 2012


Kesimpulan Hasil  TIM  RISET  I     “Indonesia Ingin Meminjamkan Dana Kepada IMF” Krisis di negara-negara eropa yang terjadi sejak beberapa tahun lalu menjadi semakin parah di tahun 2012 ini. Penerapan kebijakan fiskal yang sama di negara-negara yang tergabung di UNI EROPA namun tidak dibarengi dengan kebijakan moneter yang sesuai membuat adanya ketidak seimbangan, yang mengarahkan kepada krisis, ditambah lagi dengan ketidak disiplinan pengelolaan pengeluaran pemerintah dan ketidakdisiplinan pemungutan pajak sebagai pendapatan pemerintah, semakin memperkuat terjadinya krisis ini. Indonesian beserta beberapa negara lain ingin turut serta dalam menangani krisis global yang semakin memburuk di uni eropa dengan cara membeli obligasi IMF. Indonesia sendiri ingin mengeluarkan cadangan devisanya untuk membeli obligasi ini yang senilai US$ 1 milyar. Hal ini diharapkan dapat membantu IMF dan negara-negara di eropa yang sedang mengalami krisis. Penempatan cadangan devisa dalam bentuk surat berharga akan menghasilkan imbal hasil (yield). Selain itu, ia mengatakan, cadangan devisa pun akan aman. "Itu seperti halnya kalau membeli surat berharga. Beli surat berharga Australia, uangnya masuk ke Australia. Bedanya, kalau surat utang Australia kita beli di pasar, kalau ini bilateral arrangement. Itu saja bedanya," ucap Darmin, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (10/7/2012). Dari sudut Investasi: Pembelian surat berharga ini dipandang sebagai sebuah bentuk investasi. Kini Indonesia istilahnya berposisi sebagai “tangan di atas”, hal ini penting dalam memebentuk harga diri Indonesia. Jumlahnya yang hanya 1 milyar US$ tidak begitu besar dibandingkan dengan cadangan devisa kita, tidak terlalu bermasalah. Dengan memberikan dana ini, indonesia berharap mendapat perhatian juga mengenai investment grade dari S&P. Dari sudut Trade: Sebenarnya tidak mempengaruhi defisit anggaran, karena defisit anggaran ini disebabkan ekspor ke negara-negara mitra Uni Eropa yang menurun, bukan ekspor langsung ke Uni Eropa nya. Dari sudut APBN-RI: Penyesuaina APBN-P yang terlalu cepat yaitu pada pertengahan semester (kira-kira bulan maret) , sehingga penyesuaian ini tidak mengakomodasi penyesuaian di bulan juli & juni. Jadi terdapat kemungkinan anggaran yang membengkak dan 1 milyar US$ ini dapat dialokasikan untuk menutup kekurangan anggaran tersebut.Pembelian surat berharga ini diambil dari cadangan devisa, bukan dari APBN.

Profile for Andini Pratiwi

Tim Riset 1 RND HIMA ESP FE UNPAD  

“Indonesia Ingin Meminjamkan Dana Kepada IMF”

Tim Riset 1 RND HIMA ESP FE UNPAD  

“Indonesia Ingin Meminjamkan Dana Kepada IMF”

Advertisement

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded