Page 1

andalas HARIAN

L U G A S

D A N

C E R D A S

Selasa, 7 Juni 2011 | No: 1902/Tahun VI | E-Mail:andalasmedan@gmail.com | Harga Eceran Rp2.000; Langganan+ongkos kirim Rp75.000; Luar Kota: Rp2.500

Kantor Media Dikirimi Peti Mati Jakarta–andalas Sumardy, Chief Executive Officer (CEO) Buzz&Co mem-

buat ide gila dengan menghebohkan masyarakat Kota Jakarta, Senin (6/6). Untuk mempromosikan peluncuran perdana situs dan buku perusahaannya yang bergerak di bidang agensi komunikasi, dia mengirimi peti mati ke kantorkantor perusahaan dan media serta sejumlah tokoh terkenal di Jakarta. Sumardy mengirimkan peti mati itu kepada 100 alamat tujuan. Alasan dia membuat ide gila ini karena bosan dengan kampanye pemasaran yang

dilakukan perusahaan iklan saat ini. "Biaya beli peti mati lebih murah, ketimbang pasang iklan," kata Sumardy. Dalam estimasinya, membuat peti mati yang dibelinya di Pondok Labu plus ongkos kirim hanya menghabiskan Rp50-an juta. Sementara untuk pasang iklan bisa menghabiskan miliaran rupiah. "Ini bentuk edukasi pemasaran," ujar master pemasaran Universitas Gadjah Mada ini. Bersambung ke Hal. 15

andalas/int

Kritis, Syamsul Arifin Dilarikan ke Singapura Medan-andalas Kondisi kesehatan terdakwa korupsi APBD Langkat yang sedang menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Syamsul Arifin dikabarkan terus menurun sejak Sabtu kemarin.

PETI MATI– Karyawan melihat peti mati yang dikirim ke kantor Kompas. com, Senin (6/6).

Sumardi Pernah Bersekolah di Medan

Bahkan, pasca-operasi pemasangan cincin di RS Jantung Harapan Kita Jakarta, kondisinya kritis dan masih koma. Pihak keluarga pun berniat membawa Gubsu non aktif itu ke Singapura untuk berobat. Pada siding lanjutan dengan agenda pemeriksaan Syamsul Arifin di Pengadilan Tipikor, Senin (6/6), Bersambung ke Hal. 15

PENGIRIMAN peti mati kepada sejumlah pimpinan media, pemilik perusahaan iklan, dan tokoh komunikasi pemasaran ternyata pernah tinggal dan bersekolah di Medan. Pernyataan ini dikatakan Ferry Budiman Sumbayak, Owner Anak Medan Produc-

tion, Sumardi pernah tinggal di Medan. Dia menghabiskan masa pendidikannya hingga SLTA di Medan. Namun Ferry tidak tahu persis Sumardi bersekolah dimana. “ Saya lupa, antara Sutomo atau Methodist gitu,” ujar Ferry. Meski belum pernah bertemu, yang jelas, beber

Ferry lagi, di lingkungan dunia kreatif , Sumardi dikenal pintar dan andal dalam menggeluti marketing. Setelah menamatkan sekolahnya, Sumardi fokus ke dunia marketing. “ Sumardi banyak menulis tentang marketing. Brilian dan Bersambung ke Hal. 15

Fenomena Unik Saat Perayaan Bakcang

ANEH tapi NYATA

Telur dan Jarum pun Bisa Berdiri Menegakkan telur dan jarum di permukaan yang rata ternyata tidak gampang. Butuh konsentrasi dan kesungguhan serta tidak mudah putus asa. Itulah yang dirasakan para peserta lomba mendirikan telur dan jarum dalam rangka menyemarakkan perayaan bakcang di Medan, Senin (6/6).

Supermarket Khusus Jual Ganja BELI ganja di supermarket? Jelas tidak ada dan tidak bisa di Indonesia. Tapi coba ke Arizona, Amerika Serikat. Di sana, sebuah supermarket khusus menjual ganja dengan dalih pengobatan. Kok bisa? Ya bisa saja, karena hukum di Arizona membolehkan ganja secara terbatas untuk pengobatan. Jadilah Dhar Mann, pendiri supermarket ganja weGrow mengembangkan bisnisnya. Karena 'keunikan' tokonya itu, ia dijuluki Wal-Mart Ganja atau Home DePot. "Kami menjual produk ganja dan jasa bagi konsumen yang membutuhkan untuk pengobatan mereka," kata Mann. Terbukti bisnis nyerempet-nyerempet haram ini menghasilkan. Karena Mann berencana buka toko di Oakland dan Sacramento. Supermarket ganja pun bukan sekadar toko kecil. Luas bangunannya saja 21

ribu meter persegi. Mereka menjual kurang lebih dua ribu produk terkait ganja, seperti tanah, pupuk, saluran air, pot khusus, dan sinar khusus tanaman. Mann juga memekerjakan dokter di supermarket itu agar konsumen bisa berkonsultasi langsung. Arizona adalah negara federal ke 16 yang mendekriminalisasikan ganja dalam batasan tertentu. Bagaimana caranya untuk membeli? Tentu tidak sembarang orang. Pemda Arizona mengeluarkan kartu khusus yang sangat ketat pengawasannya bagi konsumen yang membutuhkan ganja untuk pengobatan. Tercatat, sejak April 2011 ada 3.969 orang yang berhasil memiliki kartu khusus ini. Mayoritas adalah kaum pria. Pemilik kartu selain berhak berbelanja ganja, juga berhak memiliki dan menanam ganja di rumahnya.(RO)

Kurs dan Harga Logam Mulia, 6 Juni 2011 Mata Uang AUD CNY EUR GBP HKD

Jual 9189 1318 12520 14059 1099

Beli 9092 1305 12389 13914 1088

Mata Uang JPY MYR SGD USD

Jual 106 2852 6962 8549

Beli 105 2821 6886 8463

JAWAB WARTAWAN–Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, menjawab sejumlah pertanyaan wartawan usai mengikuti Rapat Paripurna Nota Jawaban Ranperda Pembangunan Jangka Menengah di gedung DPRD Medan, Senin (6/6).

Kasus Rahudman

Kejatisu Harus Tagih Hasil Audit BPKP Sumut Medan-andalas Sejumlah massa dari Angkatan Muda Hukum Indonesia (AMDHI) Sumut, Senin (6/6) melakukan aksi demo di depan Kantor Kejatisu di Jalan Abdul Haris Nasution. Mereka mendesak Kejatisu menagih hasil audit BPKP Sumut tentang nilai kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi dana

TPAPD Kabupaten Tapsel tahun 2005 yang melibatkan Rahudman Harahap. Mantan Sekda Tapsel yang kini menjabat Wali Kota Medan itu telah ditetapkan Kejatisu sebagai tersangka korupsi dana Tunjangan Pendapatan Aparatur Pemerintahan Desa (TPAPD) Kabupaten Tapanuli Selatan tahun 2005.

Namun hingga kini Kejatisu belum juga memeriksanya karena alasan terkendala belum turunnya izin pemeriksaan dari Presiden RI yang permohonannya sudah diajukan melalui Kejagung dan sudah digelar ekspos perkara. Dalam orasinya, massa AMDHI Sumut, Kejatisu tidak konsisten menuntaskan kaBersambung ke Hal. 15

Ternyata Mobil Pribadi Rahudman MOBIL Jeep Sport Wrangler berpelat merah dengan nomor polisi BK 1 D yang digunakan Wali Kota Medan Rahudman Harahap ke balai kota di Jalan Kapten Maulana Lubis pada Rabu (1/6) lalu, ternyata bukan mobil dinas milik Pemko Medan. Hal itu dipastikan Kepala Bagian Perlengkapan dan Aset Sekretariat Kota Medan Muhammad Husni yang Bersambung ke Hal. 15

P

ERLOMBAAN itu dipusatkan di Jalan Baru Meranti (eks Pasar Meranti), Kelurahan Sei Putih Timur-II, Kecamatan Medan Petisah itu mengundang perhatian ratusan warga. Suara derai tawa dan kegembiraan mewarnai sepanjang acara tersebut. Peserta baik laki-laki, perempuan, anak-anak, remaja, hingga orang tua lanjut usia (lansia), dengan berbagai gaya masingmasing berlomba mene-

gakkan telur dan jarum sebanyak-banyaknya di permukaan yang rata. Beberapa peserta terlihat meminta telur ditukar sebab setelah berulang kali mencoba, tetap gagal menegakkan telur. Banyak juga peserta yang berhasil. "Saya meletakkan telur di lantai, tidak ada bacaan apa-apa, konsentrasi, sedikit tahan napas, lalu sepertinya ada magnet dari Bersambung ke Hal. 15


Selasa 7 Juni 2011

MEDAN KITA

harian andalas | Hal.

2

Anggota DPRD Medan

andalas Saat Rapat Dilarang Merokok Lugas & Cerdas PENERBIT PT. Star Media Internusa d/h. PT. Inti Media Nusantara PEMBINA Dr Eggi Sudjana SH MSi PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI Iskandar ST WKL PEMIMPIN UMUM/WKL PEMIMPIN REDAKSI/PENJAB H Baharuddin WAKIL PEMIMPIN REDAKSI II Dedy Ardiansyah WAKIL PEMIMPIN UMUM MA Siddik Surbakti, Christoffel Manurung SH MH PEMIMPIN PERUSAHAAN Amiruddin REDAKTUR PELAKSANA Gusliadi Ritonga SEKRETARIS REDAKSI Windari KOORDINATOR LIPUTAN Hamdani Nasution, KOORDINATOR DAERAH Agus Salim Ujung REDAKTUR Asril Tanjung, Hermawan,Yonan Febrian, M.Sulaiman STAF REDAKSI Asiong, Robenson Sidabariba, Yunan Siregar, M Isya, Irwan Ginting,Ika Ramadhani, Felix Sidabutar FOTOGRAPHER Rony Muharrman SIRKULASI Septho IKLAN Syarifah PENASEHAT HUKUM Syahril SH SpN; Nur Alamsyah SH MH; Abu Bokar Tambak SH MHum; A Herwan Bispo SH, H. Syafrizal SH. MH ALAMAT REDAKSI/ TATA USAHA Jalan T Amir Hamzah Ruko Kompleks Griya Riatur Indah No. 182-184-186 Medan NOMOR REKENING BRI Unit Kapten Muslim Medan a/n Amiruddin Mendrofa No. Rekening 3383-01-027966-53-5 BCA KCP Tomang Elok a/n Amiruddin Mendrofa No. Rekening 7865078382 Iklan Warna (FullColour) Rp. 15.000/mm kolom Iklan Hitam Putih Rp 10.000/mm kolom Iklan Keluarga/Ucapan Selamat Rp 3.500/mm kolom TELEPON (061) 8449800 FAKSIMILE (061) 8462800 EMAIL REDAKSI:andalasmedan@gmail.com IKLAN: marketingandalas@gmail.com PENCETAK CV. Grafika Sumatera. Isi di Luar Tanggungjawab Pencetak

EDITORIAL

Pemprovsu Butuh Sekda Definitif MENTERI Dalam Negeri Gamawan Fauzi diminta segera menunjuk dan menetapkan pejabat yang akan menempati posisi sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Sumut definitif. "Mendagri harus secepatnya menetapkan Sekdaprovsu definitif. Jangan ada kesan politik pembiaran dalam hal ini, karena penetapannya sudah cukup berlarutlarut," ujar anggota DPRD Sumut Ahmad Ikhyar Hasibuan usai mengikuti rapat paripurna dengan agenda penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) APBD 2010 di Medan, Senin. Politisi Partai Demokrat itu berharap Sekda Sumut definitif sudah ditetapkan paling lambat akhir bulan ini. "Keberadaan Sekdaprovsu definitif sangat mendesak, terutama untuk memaksimalkan penyerapan anggaran," katanya. Menurut Ikhyar Hasibuan, "bola panas" dalam penetapan dan pengangkatan Sekdaprovsu definitif saat ini berada di tangan Mendagri setelah Gubernur Sumut melaksanakan tugasnya menyampaikan tiga nama calon. Apa yang dikemukakan Ikhyar di atas sangatlah beralasan. Bahwa, Provinsi Sumatera Utara memang sangat membutuhkan keberadaan Sekda definitif, yang memiliki posisi sangat strategis sebagai figur yang sangat membantu kelancaran tugas-tugas Gubernur. Seperti diketahui, sebelum berstatus sebagai terdakwa, Gubernur Syamsul Arifin telah mengajukan tiga nama (Sjafaruddin, Syaiful Syafri, dan Aspan Hasibuan). Ketiganya juga telah mengikuti semua tahapan yang mesti dilalui, misalnya fit and proper test. Namun, sudah berbulan-bulan berlalu, satu dari ketiga nama tersebut belum juga ditetapkan Mendagri Sekdaprovsu. Bahkan, ketika Syamsul Arifin sudah ditetapkan menjadi terdakwa, dan Wagubsu Gatot Pujonugroho ditetapkan sebagai Pelaksana Tugas, tetap saja nasib ketiga nama itu, tidak jelas juntrungannya. Diperoleh keterangan, Pelaksana Tugas Gubsu Gatot Pujonugroho, kurang sreg dengan mekanisme pengajuan tiga nama kandidat Sekdaprovsu tersebut, karena sama sekali tidak melibatkan (didiskusikan) dengannya. Konon, karena itu pula Gatot lebih suka bersikap defensif dan tidak berupaya melakukan langkah-langkah pendekatan ke Departemen Dalam Negeri, agar segera diputuskan nama Sekdaprovsu definitif dari tiga nama yang telah mengikuti fit and proper test tersebut. Dalam kapasitasnya selaku orang nomor satu di Pemprovsu saat ini, dapat dipahami jika Gatot memiliki kepentingan mendudukkan orang kepercayaannya sebagai Sekdapropvsu definitif. Jika demikian halnya, kita berharap hendaknya segera melakukan upaya-upaya pendekatan ke Mendagri dan DPRD Sumut, barangkali masih memungkinkan mereview atau mengajukan kembali nama-nama yang dianggap lebih kredibel sebagai Sekdaprovsu, selain tiga nama telah diajukan sebelumnya. Yang pasti, kita tidak berkepentingan menyangkut siapa yang akan menjadi Sekdaprovsu. Kita hanya menginginkan agar posisi lowong Sekdaprovsu segera ditempati pejabat definitif..!(**)

dan ‘Bertelepon Ria’ Medan-andalas Wakil rakyat yang duduk di DPRD Medan tak akan lagi bisa leluasa merokok maupun bercengkrama ria menggunakan telepon seluler saat mengikuti rapat di gedung DPRD Medan. Pasalnya, saat ini DPRD Medan sedang mengatur rancangan kode etik DPRD Medan periode 2009-2014 dan memasukan kedua poin itu –merokok dan bertelepon ria– dalam kategori tak diperkenakan dilakukan. Hal itu dilakukan karena aktivitas merokok dan bertelepon ria tersebut dinilai sanggat menganggu pelaksanaan rapat. Hal ini diatur dalam rancangan kode etik DPRD Kota Medan yang disampaikan Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Medan Jan Lie pada rapat paripurna dewan yang dipimpin Ketua DPRD Medan Drs Amiruddin didampingi wakil ketua Ikrimah Hamidy dan Augus Na-

pitupulu di gedung DPRD Medan, Senin (6/6). Rancangan kode etik DPRD Medan yang terdiri dari XI Bab dan 24 Pasal tersebut disepakati agar sebelum disahkan menjadi sebuah peraturan, dilakukan pembahasan dengan membentuk panitia khusus (Pansus). Anggota Pansus terdiri diantaranya, masing masing seluruh anggota BKD yakni Jan lie, Khairuddin Salim, Salman Alfarisi, Da-

niel Pinem, dan Bangkit Sitepu ditambah satu orang masing-masing utusan Fraksi. Sedangkan kepada Pansus diberikan waktu pembahasan selama 1 bulan. Dalam rancangan kode etik tersebut, kepada anggota dewan selama mengikuti rapat juga tidak diperkenankan untuk membaca surat kabar atau bahan bacaan lain kecuali yang berkaitan langsung dengan permasalahan yang dibahas dalam rapat. Sama halnya dengan masalah pakaian, seluruh anggota DPRD Medan harus mengenakan pakaian dinas resmi sesuai ketentuan, yakni Pakaian Sipil Harian (PSH), Pakaian Sipil Resmi (PSR), dan Pakaian Sipil Lengkap/jas plus peci (PSL). Bahkan, rancangan yang disampaikan Ketua BKD itu juga disebutkan sanksi dan rehabilitasi kepada

anggota yang melanggar ketentuan dimaksud, yakni selain mendapat teguran lisan juga akan dibebastugaskan dari jabatannya minimal 1 bulan dan maksimal 6 bulan oleh pimpinan DPRD sesuai ketentuan BKD. Pantauan wartawan koran ini, setiap anggota dewan mengikuti rapat sering terganggu jalannya rapat karena si pemimpin maupun peserta rapat “asyik� ber handphone ria. Begitu juga dengan ruangan rapat yang selalu dipenuhi kepulan asap rokok membuat suasana rapat terganggu. Anggota Badan Legislasi (Baleg) Faisal Nasution ketika diminta tanggapan terkait rancangan atau draf kode etik tersebut menyebutkan, draf yang disampaikan BKD tersebut masih perlu penyempurnaan, misalnya dalam Bab III, pasal 5 ayat

c, disebutkan hubungan DPRD dengan kelompok kepentingan tertentu. Hal ini, menurut Faisal yang disebut “kelompok� patut dipertanyakan kelompok mana. Sedangkan menyikapi wacana larangan anggota dewan mengunjungi tempat hiburan dan lokalisasi prostitusi, Faisal menyebutkan tidak perlu ada larangan. “Anggota dewan boleh boleh saja ke tempat hiburan asal ada batasan,� ujarnya. Hal senada juga disampaikan Sri Jati Pohan, dari fraksi Partai Demokrat. Dia mengatakan, tidak perlu ada larangan anggota dewan untuk masuk ke tempat hiburan. “Tempat hiburan itu kan merupakan tempat refreshing juga, disaat anggota dewan sudah jenuh dalam tugas, perlu juga rekreasi,� kata Sri Jati Pohan. (BEN)

Kasus HIV/AIDS Makin Memprihatinkan

andalas/ist

Kepala BPK Perwakilan Sumut menyerahkan Laporan Temuan Hasil Pemeriksaan Lengkap BPK kepada Ketua DPRDSU H Saleh Bangun dan Plt Gubsu Gatot PujoNugroho.

Laporan Keuangan Provsu Wajar dengan Pengecualian Medan-andalas Kepala BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara, Drs Oodj Huziat, Senin (6/6) menyerahkan laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2010 pada sidang paripurna istimewa DPRD Sumut, dipimpin Ketuanya H Saleh Bangun, didampingi Wakil Ketua H Chaidir Ritonga, dan M Affan. BPK Sumut mengatakan, hasil pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Pemprovsu tahun anggaran 2010, BPK memberikan pendapat 'wajar dengan pengecualian'. Opini yang diberikan tahun ini sama dengan opini yang diberikan BPK terhadap pemeriksaan LKPD TA 2009 lalu. Disebutkan, opini ‘wajar dengan pengecualian’ tersebut diberikan

karena adanya masalah yang mempengaruhi penyajian laporan keuangan antara lain, Pemprovsu menyajikan kas di bendahara pengeluaran tahun 2010 dan 2009 masing-masing sebesar Rp 10 miliar dan Rp 9,7 miliar. Nilai tersebut termasuk sisa kas yang belum dipertanggungjawabkan pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpolinmas) per 31 Desember 2010 sebesar Rp 2,4 miliar. Pemprovsu menyajikan piutang lainnya tahun 2010 dan 2009 masing-masing sebesar Rp 6,9 miliar dan Rp 9,2 miliar. Pemprovsu menyajikan investasi nonpermanen dalam bentuk dana bergulir tahun 2010 dan 2009 masing-masing sebesar Rp 10,1 miliar. Dana tersebut dicairkan dari kas

daerah sejak tahun 2004 s/d 2006. Dana tersebut telah disalurkan kepada koperasi dan UKM sebesar Rp 8,1 miliar rupiah sedangkan sebesar Rp 2 miliar masih tersimpan di rekening bank Dinas Koperasi dan UKM. Dinas Koperasi dan UKM tidak membuat laporan perkembangan yang jelas atas jumlah yang telah disalurkan tersebut. BPK tidak dapat melakukan prosedur pemeriksaan untuk memperoleh keyakinan yang memadai atas nilai dana bergulir per 31 Desember 2010 tersebut. Temuan hasil pemeriksaan lengkap BPK selanjutnya diserahkan kepada Ketua DPRD H Saleh Bangun dan Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho. Hadir dalam paripurna itu, Kepala Inspektorat Provsu H Nurdin Lubis SH MM, dan Sekretaris DPRDSU Drs H Randiman Tarigan MM.(UJ)

Perbaikan Jalan Tanpa Plang Pemberitahuan

Tabrak Lobang, Kaki dan Tangan Pengendara Sepeda Motor Patah Belawan-andalas Pekerjaan perbaikan Jalan Stasiun Kereta Api Belawan yang saat ini masih berlangsung menggangu kenyamanan pengguna jalan. Proyek perbaikan tersebut menyebabkan kaki dan tangan, Joni Nainggolan (50) patah dan terpaksa harus mendapat perawatan di Rumah Sakit Martha Friska. Penyebabnya, Joni terjatuh setelah menabrak lobang karena tidak ada plang pemberitahuan jalan tersebut sedang diperbaiki. Kronologis kejadian yang menimpa Warga kawasan Maden Lama Kelurahan Belawan Bahari Kecamatan Medan Belawan itu berawal ketika pulang kerja dengan mengendarai sepeda motor melintas di Jalan Stasiun Kereta Api Belawan. Tanpa diduga, sepeda

motor yang dikendarai Joni yang tidak melihat plang perbaikan jalan tersebut terjerumus masuk ke dalam lobang. Spontan saja, Joni langsung terjatuh dan menyebabkan kaki dan tangan patah., Keterangan yang diperoleh dari beberapa warga sekitar menyebutkan selama perbaikan jalan tersebut pengguna jalan yang melintas harus berhati-hati. Mengingat banyak lobang hasil korekan pekerja yang saat ini belum selesai diaspal kembali. ‘’Pengguna jalan saat ini merasa resah dan takut bersenggolan dengan pengedara lain karena lobang jalan yang sengaja dikorek itu tidak beraturan. Ada pengendara yang tidak mau masuk ke lobang dielakkannya. Sementara dari arah yang berlawanan juga mencari jalan

yang tidak berlobang,’’kata Herman, seorang warga kepada wartawan koran ini. Ia menyarankan pengerjaan perbaikan jalan tersebut hendaknya ada pemberitahuan melalui plang. Sehingga pengguna jalan dapat mengetahui adanya pekerjaan dan kondisi jalan yang berlobang-lobang. Hal senada disampaikan Rustam. Pria ini mengharapkan para pekerja yang melaksanakan proyek tersebut secepatnya menyelesaikan pekerjaan pengaspalan dan menutup lobang-lobang di Jalan stasiun Kereta Api sehingga tidak kembali membuat masyarakat mengalami kecelakaan. Apalagi jalan tersebut keberadaan sangat penting karena selalu dilewati kendaraan yang mengangkut berbagai produk dari Pelabuhan Belawan.(DP)

Medan-andalas Penyebaran kasus HIV/AIDS di Kota Medan sangat memprihatinkan. Sepanjang tahun 2011 angka penemuan kasus penyakit yang mematikan ini rata-rata mencapai 80 kasus penderita HIV baru, setiap bulan. Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Candra Syafei SpOG melalui Manager Global Fund Dinkes Sumut, Andi saat ditemui diruang kerjanya,Senin (6/6) mengatakan, angka temuan tersebut berdasarkan jumlah kunjungan 11 VCT yang tersedia di Kota Medan. Bahkan, lanjut Andi, hingga akhir bulan Mei 2011,dari 5065 jumlah kunjungan di seluruh VCT yang ada 438 diantaranya dinyatakan positif HIV/AIDS. Sesuai data yang diterima pada Januari, dari 836 jumlah kunjungan, 95 diantaranya dinyatakan positif HIV. Walaupun bulan Februari,angka temuan sempat mengalami penurunan dimana dari 921 jumlah kunjungan, 73 diantaranya dinyatakan positif. Peningkatan kembali terjadi pada Maret,dari 1177 jumlah kunjungan 92 diantaranya dinyatakan positif HIV/AIDS. Begitu juga pada April lalu, angka temuan kasus masih cukup tinggi. Dimana dari 1039 jumlah kunjungan 86 diantaranya dinyatakan positif HIV/AIDS. Seterusnya angka temuan kasus kembali meningkat pada Mei,dari 1092 jumlah kunjungan,92 diantaranya dinyatakan positif. "Tingginya penemuan kasus baru yang berkisar 80 hingga 90 kasus tiap bulannya di Medan,bukanlah

sebuah kegagalan dari program yang dilakukan Dinkes Sumut. Melainkan langkah efektif yang dilakukan dalam layanan VCT untuk menemukan kasus sebanyak-banyaknya sebagai langkah program pencegahan," ungkap Andi. Disebutkannya, berdasarkan data estimasi Kemenkes, penderita HIV/AIDS di Sumut mencapai 7057 kasus. Sedangkan hingga saat ini Sumut baru menemukan 4097 kasus dalam rentan waktu lima tahun berjalannya pelayanan VCT terhitung sejak 2006 lalu. "Melalui program VCT yang telah tersedia, hingga saat ini temuan kasus baru 40 persen. Sehingga untuk penemuan kasus yang lainnya tidak hanya tugas dinas kesehatan saja,melainkan instansi terkait lainnya. Mengingat dinas kesehatan lebih cenderung kepada penyelesaian dampak seperti akses penyedian obat ARV," katanya. Disamping itu untuk pencegahannya, lanjut Andi,peranan Kabupaten Kota, serta beberapa lembaga terkait seperti dinas pendidikan,dinas pariwisata, dinas sosial dan lainnya turut membantu program pencegahan penularan HIV/AIDS. "Seperti dinas pendikan setidaknya bisa memberikan program pendidikan yang memberikan pemahaman kepada anak tentang dampak dan resiko HIV/ AIDS sejak dini. Selain itu peran dinas sosial,seperti pembinaan terhadap anak jalanan yang beresiko,serta dinas pariwisata mengenai pengawasan tempat penginapan," ujarnya. (YN)

7 Ribu Peserta Askes Gagal Ginjal Medan-andalas Penyakit gagal ginjal masih menjadi penyakit yang mengacam warga Indonesia. Buktinya, peserta PT Askes yang jumlah mencapai 16,6 juta jiwa yang tersebar di seluruh Indonesia, 7 ribu diantaranya mengalami penyakit gagal ginjal. Penderita penyakit ini harus melakukan cuci darah dengan biaya perbulannya Rp5 juta- Rp5,5 juta per orang. Demikian disampaikan Direktur Utama PT Askes (Persero) Pusat, dr. I Gede Subawa M. Kes disela-sela peresmian gedung kantor PT Askes Regional I Sumut-Nanggroe Aceh Darussalam, di Medan, Senin (6/6). Gede lebih lanjut mengatakan penyakit gagal ginjal merupakan penyakit yang mendominasi dikalangan peserta Askes. Setiap penderita gagal ginjal, sambung Gede, harus cuci darah dua kali dalam seminggu. Selain penyakit gagal ginjal penyakit degeneratif seperti kencing manis juga mendominasi. Sebanyak 48 persen dari jumlah peserta Askes yang berusia rata-rata 41 tahun keatas mengalami degeneratif. " Peserta yang berusia 41 tahun ke atas sangat mudah mengalami penyakit ini. Khususnya penyakit degeneratif seperti kencing manis yang butuh penanganan rutin setiap harinya," ungkap Gede. PT Askes mengeluarkan biaya yang relatif besar bagi pesertanya yang menderita sakit jantung, kanker, dan thalasemia. Sedangkan preminya sebesar Rp 7 triliun untuk 1 tahun dengan rata-rata per peserta nilai preminya Rp 34.500 per bulan. Gedung kantor PT Askes yang baru diresmikan dengan biaya pembangunan sekitar Rp

5,4 miliar itu juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Pemprovsu, dr.Candra Syafei SpOG mewakili Plt Gubsu Gatot pujo Nugroho, Direktur SDM dan Umum PT Askes, dr.Zulfarman M.Kes, Direktur Operasional, dr.Umbu Marisi MPH dan Direktur RS di Medan Gede menambahkan PT Askes terus berupaya untuk memperluas akses dan peningkatan kualitas pelayanan dengan meningkatkan pembangunan gedung kantor regional disetiap daerah. Saat ini, sudah beroperasi 12 kantor regional dan 91 kantor cabang yang menyebar di Indonesia. Selain itu, pihaknya juga membangun loket Askes disetiap daerah melalui kerja sama dengan rumah sakit pemerintah. "Saat ini, kita ada 855 Askes centre yang tersebar di rumah sakit pemerintah, TNI Polri dan beberapa rumah sakit swasta,"ujarnya seraya berharap dengan diperluas dan ditingkatkannya gedung kantor tersebut menjadikan pelayanan kepada peserta Askes lebih baik. Selain meresmikan gedung kantor PT Askes Regional Sumut dan NAD, juga dilaksanakan penyerahan bantuan bina lingkungan kepada 20 rumah ibadah dan sarana umum senilai Rp377 juta. Tahun 2011, PT Askes menyerahkan bantuan bina lingkungan sebanyak Rp 35 Miliar dengan bantuan pendidikan untuk anak pegawai negeri golongan I dan berprestasi sebesar Rp10 Miliar. ‘’Ini tahun ketiga kita serahkan bantuan itu, ada 2.000 siswa yang kita bantu terdiri dari 1.000 siswa dan 1. 000 mahasiswa anak peserta askes dari pegawai negeri golongan I di Indonesia.(YN)


MEDAN KITA

Selasa 7 Juni 2011

harian andalas | Hal.

3

Mencegah Terorisme Lewat Gotong Royong Medan-andalas Kegiatan gotong royong yang selama ini dilakukan warga di berbagai kawasan Kota Medan ternyata memiliki manfaat yang cukup besar. Selain dapat mempererat tali silaturahmi dan mewujudkan lingkungan yang bersih, gotong royong juga mampu untuk mencegah adanya aksi terorisme. Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD Medan H Sabar Syamsurya Sitepu, di sela-sela gotong royong di Kecamatan Medan Denai, khususnya di Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Minggu (5/6). Gotong royong yang dilakukan warga bersama Wali Kota Medan Rahudman Harahap yang diprakarsai Sabar Sitepu tersebut mendapat apresiasi positif dari warga sekitar. “Kalau seluruhnya diselesaikan dengan gotong royong, mulai membersihkan parit, maka membasmi terorisme juga pasti bisa. Karena dengan gotong royong masyarakat saling mengenal karena samasama bekerja dan menjaga kebersihan,� ujar Sabar. Politisi Partai Golkar itu mengatakan gotong royong juga bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat. Ia mencontohkan seperti masalah kesehatan lingkungan dan penghijauan kota. Karena dengan sistem gotong royong, sambung Sabar, dapat menciptakan penghijauan dengan cara

menanam dan memilihara pohon. “Bila gotong royong bisa kembali membudaya, pastinya penghijauan dan kelestarian kota terjaga. Bila keduanya sudah baik, maka kesehatan warga pasti terjamin. Karena gotong royong itu milik kita semua. Ini perlu digalakkan kembali� katanya. Wali Kota Medan Rahudman Harahap mengatakan pelaksanaan gotong royong akan menjadi agenda rutin di seluruh wilayah di Kota Medan. Sebab, dengan cara gotong royong akan meningkatkan kualitas masyarakat. Menurutnya, gotong royong yang melibatkan masyarakat harus diisi dengan kegiatan yang tidak menjemukan dan bisa menikmati hasilnya pada akan datang. Rahudman mencontohkan seperti menanam pohon melinjo dibantaran jalan. “Dengan adanya penanaman itu bisa menciptakan kawasan menjadi lebih hijau, sehat dan memiliki hasil. Asalkan kita semua bersama-sama menjaga dan selalu menggelar gotong royong,� ujarnya. Pelaksanaan gotong royong tersebut, Pemko Medan melalui Dinas Pertanian dan Kelautan menyediakan ratusan bibit melinjo. Kemudian Dinas Kebersihan menyediakan truk pengangkut sampah serta Dinas Pencegahan dan Pemadaman Kebakaran menurunkan armadanya untuk menyemprot drainase yang tersumbat. (BEN)

Aparat KPLP Ekstra Ketat Lakukan Pengawasan Belawan-andalas Aparat keamanan Kesatuan Pengamanan Laut dan Pantai (KPLP) Syahbandar Pelabuhan Belawan tetap meningkatkan pengawasan ekstra ketat untuk menjaga kondusifitas laut dan pantai Pelabuhan Belawan. Hal itu dilakukan untuk meminilisir gangguan dari orang-orang yang tak bertanggungjawab yang ingin mengganggu kenyamanan arus lalulintas pelayaran di kawasan Pelabuhan Belawan. Demikian ditegaskan Kabag KPLP Syahbandar Pelabuhan Belawan Marwan, SH,Mh melalui Kasi Pengamanan Arifin Pulungan,SH kepada wartawan di Belawan, Senin (6/6). Menurut Arifin pengawasan dilakukan aparat keamanan terkait dengan kelancaran lalulintas transportasi i kapal-kapal yang keluar dan masuk ke Pelabuhan Belawan. Petugas keamanan, sambung Arifin, selalu dilengkapi identitas menggunakan seragam ataupun melakukan penyamaran dengan memakai pakaian seragam tertentu yang ditugaskan sebagai inteligen. Hal itu dilakukan jika ada gerakangerakan yang tersembunyi dari kelompok orang tertentu yang ingin membuat perairaan di laut dan pantai tidak kondusif.

Pelabuhan Belawan sebagai pintu gerbang perekonomian Sumatera Utara yang bertaraf internasional, sambung Arifin, tidak boleh terganggu keamanannya. Jika terganggu tentu akan dapat berakibat fatal karena sudah akan dapat merusak citra Pelabuhan Belawan di mata dunia internasional. ‘’Sisi keamanan yang kurang kondusif sudah tentu dapat merugikan karena kapal-kapal asing nanti tak masuk ke Pelabuhan Belawan. Itu tidak boleh terjadi,’’ kata Arifin. Arifin menyakini tidak ada gangguan keamanan di Pantai dan Laut Pelabuhan Belawan sampai saat ini. Indikasi tersebut dapat dilihat dengan semua aktivitas pelayaran yang saat ini masih berjalan baik dan lancar.’’ Jajaran KPLP Syahbandar Pelabuhan tetap siaga 24 jam sehari karena aktivitas di Pelabuhan Belawan tidak pernah tidur,’’ujarnya.. Terkait bongkar muat barang, Arifin menjelaskan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Belawan masih tetap tinggi. Terutama barang yang datang dari luar negeri maupun domestik. Untuk mendukung kelancaran aktivitas tersebut, peralatan bongkar muat itu perlu dijaga termasuk juga fasilitas pendukung pelabuhan.(DP)

PPSA Lemhanas ke Sumut

Pelajari Penanggulangan Terorisme Medan-andalas Peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) ke-17 Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) RI turun ke Sumut, pada 6-10 Juni 2011 untuk memperoleh gambaran dan data informasi tentang pembangunan daerah. Termasuk juga untuk mengetahui secara langsung aspek permasalahannya yang menonjol, khususnya terkait penanggulangan terorisme. Rombongan peserta PPSA berjumlah 27 orang dipimpin Meyjen TNI Bambang Sutrisno diterima Plt Gubsu H Gatot Pujo Nugroho di Ruang Beringin Kantor Gubsu, Senin (6/6). Pada kesempatan ini Gatot mempersilahkan Kepala Bappeda Sumut Ir H Riadil A Lubis memaparkan secara rinci tentang Provinsi Sumut dari aspek potensi, geografi, ekonomi, sosial budaya dan lainnya. Bambang Sutrisno saat menyampaikan sambutan Gubernur Lemhanas Budi Susilo Supanji kepada Plt Gubsu yang juga didampingi sejumlah pejabat teras dan pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) mengemukakan kegiatan ini bernama studi strategis dalam negeri (SSDM) yang merupakan kegiatan utama yang wajib diikuti seluruh peserta PPSA. “Kami ingin memperoleh gambaran tentang pembangunan daerah berikut aspek menonjol khususnya terkait pendidikan penanggulangan terorisme dalam IKLAN|

rangka ketahanan nasional yang merupakan tema pendidikan dan tema seminar PPSA ke-17,� ujarnya seraya mengemukakan SSDM ini deselenggarakan di empat daerah yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Tenggara dan Jawa Tengah secara serentak. Plt Gubsu menyambut baik program ini dan berharap hasil kertas kerjanya dapat disampaikan juga kepada Pemprovsu sebagai bahan rujukan dan masukan bagi pihaknya dalam mengambil kebijakan. Gatot juga berkesempatan memaparkan beberapa aspek kondisi sosial politik dan kemasyarakatan Sumut terutama tentang sikap dewasa dan bijaksana masyarakat Sumut dalam membina harmonisasi dan kerukunan yang menurut banyak pihak dapar dijadikan model kerukunan di Indonesia. Lebih lanjut Bambang Sutrisno mengemukakan Lemhanas RI merupakan lembaga pemerintah non departemen yang berada dibawah dan sekaligus bertanggung jawab langsung kepada Presiden RI dengan visi misi mampu melahirkan kader-kader pimpinan nasional yang bersikap negarawan, memiliki watak, moral, etika kebangsaan serta keunggulan komparatif dan kompetitif guna menjamin tetap tegak dan utuhnya NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. (WAN)

robenson/andalas

MENCANGKUL – Wali Kota Medan, Drs Rahudman Harahap mencangkul rumput di pinggir selokan didampingi Wakil Ketua DPRD Medan H Sabar Syamsurya Sitepu saat gotong royong bersama masyarakat di Kecamatan Medan Denai, khususnya di Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Minggu (5/6).

Mendagri Diminta Tetapkan Sekdaprovsu Definitif Medan-andalas Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi segera menunjuk dan menetapkan pejabat yang akan menempati posisi sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Sumut definitif. "Mendagri harus secepatnya menetapkan Sekda definitif. Jangan ada kesan politik pembiaran dalam hal ini, karena penetapannya sudah cukup berlarut-larut," ujar anggota DPRD Sumut Ahmad Ikhyar Hasibuan usai mengikuti rapat paripurna dengan agenda penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) APBD 2010, Senin (6/6).

Politisi Partai Demokrat itu berharap Sekda Sumut definitif sudah ditetapkan paling lambat akhir bulan ini. "Keberadaan Sekda definitif sangat mendesak, terutama untuk memaksimalkan penyerapan anggaran," katanya. Menurut Ikhyar Hasibuan, "bola panas" dalam penetapan dan pengangkatan Sekda Sumut definitif saat ini berada di tangan Mendagri setelah Gubernur Sumut melaksanakan tugasnya menyampaikan tiga nama calon. "Sudah berbulan-bulan prosesnya tidak juga tuntas dan ada kesan sengaja dilama-lamakan. Posisi Sekda yang selama ini dijabat seorang Plt (pelaksana tugas) tidak baik bagi Sumut karena tidak maksimal bertanggung

jawab terhadap pelaksanaan APBD," katanya. Kondisi tersebut, menurut anggota Komisi A DPRD Sumut itu, tergambar dari opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumut terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Sumut tahun anggaran 2010, yakni "wajar dengan pengecualian" atau persis sama dengan opini yang diberikan untuk LKPD 2009. "Itu artinya opini yang diberikan BPK ‘tidak naik kelas’. Meski penilaiannya sama, tapi muatan LKPD 2010 justru lebih rendah, apalagi serapan anggaran 2010 baru berkisar 15-20 persen meski sekarang sudah memasuki bulan Juni," katanya. Kondisi tersebut, menurut dia,

116 Karywan PD AIJ Pasrah Gaji Selama 7 Bulan tak Jelas Medan-andalas Nasib 116 karyawan Perusahaan Daerah Aneka Industri dan Jasa (PD AIJ) memasuki bulan ke tujuh semakin tidak jelas. Gaji bulan yang mereka harapkan tak kunjung dibayar Pemerintah Provinsi Sumut dan PD AIJ yang mengalami kesuilitan financial (keuangan). Kondisi saat ini, para karyawan hanya pasrah sambil menunggu kebijakan Pemprovsu untuk merealisasikan janjinya mencairkan gaji mereka. “Kita hanya bisa berdoa supaya cepat diproses gaji kami,� kata Tiurma Elfrida Aritonang, seorang karyawan PD AIJ Tiurma Elfrida Aritonang kepada wartawan di Medan, Senin (6/6). Tiurma bersama dengan karyawan lainnya, kini tidak bisa berharap banyak kepada Direktur PD AIJ Manihar Sitanggang yang belakangan mengajukan pengunduran diri kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho. Tiur menilai, perusahaan sudah tidak sanggup memberi solusi atas masalah gaji 116 karyawan PD AIJ yang belum dibayar terhitung sejak Desember 2010. Oleh karena itu, Tiurma berharap agar Pemprov Sumut mempertimbangkan pembayaran gaji karyawan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Apalagi, kebutuhan hidup sudah semakin mendesak. “Mudah-mudahan saja Pak Plt Gubernur memenuhi janjinya akan bertang-

gungjawab membayar gaji kami,� ujarnya. Sebelumnya, sejumlah karyawan sudah mendatangi Kepala Biro Perekonomian Pemprov Sumut yang juga Sekretaris Badan Pengawas PD AIJ Bangun Oloan Harahap untuk mempertanyakan pembayaran gaji tersebut. Namun, Bangun belum bisa memberi solusi atas tuntutan karyawan dengan alasan masih perlu pembahasan antara pimpinan perusahaan dengan Badan Pengawas PD AIJ. Selanjutnya, badan pengawas akan melaporkan masalah ini kepada Plt Gubernur Sumut. Sejauh ini, karyawan hanya disarankan bersabar hingga waktu yang belum ditentukan. Perwakilan karyawan PD AIJ lainnya juga sudah kembali mempertanyakan pembayaran gaji kepada bagian keuangan dan bagian umum PD AIJ. Namun, tanggapan yang sama juga disampaikan agar karyawan bersabar. Menurut karyawan yang enggan namanya disebutkan, dalam waktu dekat mereka akan kembali mempertanyakan Bangun mengenai tindak lanjut pembayaran gaji. Apalagi, pada pertemuan sebelumnya, Bangun berjanji akan membahas masalah ini dalam rapat “Minggu depan kami akan datang lagi ke kantor gubernur. Pak Bangun kemarin sudah bilang akan cari solusi,� ujarnya. Bangun sebelumya menegaskan bahwa masalah ini masih terus dibahas antara pimpinan dan Badan Pengawas PD AIJ. Dia pun optimis masalah di PD AIJ pasti ada jalan keluarnya. Namun dia meminta agar semua pihak bersabar menunggu proses pembahasan yang sedang berjalan.(WAN)

tidak terlepas dari tanggung jawab seorang Sekda yang bertugas mengkoordinasikan seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Selain itu, seorang Sekda juga sekaligus Ketua Badan Anggaran Eksekutif yang memiliki peranan penting dalam pelaksanaan APBD termasuk menyangkut capaian serapan anggaran untuk pembangunan. Sehubungan dengan itu, Ikhyar Hasibuan juga meminta Plt Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho ikut mendesak ke Mendagri agar Sekda Sumut defenitif segera ditetapkan. "Di meja Mendagri sudah ada tiga nama. Kita minta Plt Gubernur ikut mendesak dari satu dari tiga nama itu segera ditetapkan sebagai Sekda Sumut definitif," katanya.(UJ)

Plt Gubsu Didemo Dua Kelompok Massa Medan-andalas Dua gelombang aksi unjuk rasa dari massa berbeda mendemo Kantor Gubsu terkait soal penangananan kasus dugaan korupsi di Sumut di beberapa daerah. Gelombang aksi pertamadari Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Sumut meminta sikap Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho terkait rencana pembangunan Gedung Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumut. Massa meminta agar rencana pembangunan tersebut melibatkan pemuda yang bernaung di bawah KNPI. "Rencana tersebut sudah menggaung kemana-mana, tapi sampai saat ini belum ada dikoordinasikan dengan pemuda, khususnya KNPI Sumut sebagai wadah yang menaungi organisasi kepemudaan," kata Faisal Kurniawan, selaku Koordinator Aksi dalam unjuk rasa tersebut. Dalam pernyataan sikapnya, massa menyataakan penolakannya terhadap pembangunan gedung tersebut jika tidak melibatkan pemuda. Menanggapi hal tersebut Kabag Pendidikan Biro Binsos Pempropsu Jimmy P Pasaribu mengatakan, rencana pembangunan tersebut belum memasuki proses lelang. Tak berselang lama kemudian massa yang mengatasnamakan dirinya Mahasiswa Pancasila Kota Medan dan Konsorsium Masyarakat Indonesia (Komindo) juga berunjuk rasa di halaman Kantor Gubsu. Dalam aksinya, massa ini meminta Pempropsu dan pihak terkait lainnya mengusut dugaan-dugaan korupsi.(WAN)

Sekolah PGRI 12 Menumpang di SMAN 16 Medan Medan-andalas Keberadaan Yayasan Perguruan Swasta Republik Indonesia (PGRI) 12 Medan yang saat ini menumpang di SMA Negeri 16 Marelan untuk menjalani aktivitas belajar mengajar mendapat sorotan dari LSM Indonesia Group of Humanity-NGO. Sekretaris LSM Indonesia Group of Humanity-NGO Husein Hutagalung,SH kepada wartawan, Senin (6/6) mengatakan, keberadaan sekolah swasta yang mempergunakan fasilitas negara untuk kepentingan sendiri atau kelompok harus dipertanyakan. "Kalau memang izinnya resmi dikeluarkan Dinas Pendidikan Kota Medan, apa konpensasinya ke negara. Apakah ada sistemnya sewamenyewa. Jika disewakan apakah masuk ke kas negara, jika tidak disewakan berarti PGRI 12 meraup keuntungan dari fasilitas negara, itu perlu diperjelas," kata Husein. Wakil Kepala Sekolah SMAN 16 Marelan, Drs. D Hutabarat saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, SMA PGRI 12 ini sudah puluhan tahun meminjamkan tempat kepada Yayasan PGRI 12 untuk melakukan kegiatan belajar mengajar. Yayasan PGRI 12 mempergunakan semua ruangan untuk sekolah sore Hutabarat mengakui tentang perjanjian antara pihak PGRI dengan SMAN 16. “Saya tidak mengetahui mungkin yang tahu kepala sekolah. Sedangkan tentang konpensasi berupa sewa-menyewa saya tidak mengetahuinya, coba tanya saja ke pihak Dinas Pendidikan Kota Medan karena mereka yang lebih berwenang,’’ kata Hutabarat. (DP)


HUKUM & KRIMINAL

Selasa 7 Juni 2011

harian andalas | Hal.

4

Polres Langkat Tangkap Penumpang Bus Bawa 21 Kg Ganja Stabat-andalas Seorang penumpang Bus Kurnia BL 7310 BB ditangkap petugas Reserse Narkoba Polres Langkat karena kedapatan membawa narkotika jenis ganja dari Aceh menuju Pekan Baru, Riau di depan kantor PTPN 2, Kebun Kwala Bingei, Stabat-Langkat, Senin (6/6). Saat ditangkap dari tersangka Tarmizi (26) warga Desa Cut, Kecamatan Tito, Kabupaten Pidie, Aceh, petugas menyita barang bukti narkotika jenis ganja seberat 21 kilogram. Guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, bersama barang bukti tersangka langsung digelandang ke Mapolres Langkat. Kapolres Langkat, AKBP Mardiyono SiK didampingi Kasat Narkoba AKP SR Tambunan kepada wartawan mengatakan penangkapan tersebut dilakukan setelah petugas mendapat

informasi dari masyarakat. Sebelumnya dari Bukit Rata, Aceh Utara tersangka menaiki bus L-300. Sesampainya di Desa Paluh Manis, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, tersangka turun dan berpindah ke Bus Kurnia. Melihat gerak-geriknya yang mencurigakan, warga pun melapor ke Polres Langkat dan selanjutnya Sat Narkoba Polres Langkat turun dan menghentikan bus tersebut. Menurut Tambunan, bus itu sempat singgah di terminal bus antar kota Pasar X Tanjung Beringin, Hinai. Namun, setelah sampai di Stabat barulah bus itu dihentikan petugas. “Dalam pemeriksaan tersangka mengaku sudah dua kali beraksi. Yang pertama, sekitar 3 bulan lalu. Pada saat itu dia berhasil menyelundupkan ganja seberat 5 kilogram sampai ke

Polisi Buru Pendana Kerusuhan PT SMM Medan-andalas Petugas kepolisian, kini tengah intensif menyelidiki keberadaan enam pelaku sekaligus pendana pelaku kerusuhan di camp PT Sorik Mas Mining (SMM), Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Polisi meyakini, keenam pelaku yang telah diketahui identitasnya itu diantaranya juga ditengarai sebagai provokator aksi perusakan dan pembakaran tersebut masih bersembunyi di Sumut. “Masih ada enam pelaku lagi yang sedang kita kejar, termasuk pendana dan provokator aksi massa tersebut,� kata Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Heru Prakoso, Senin (6/6). Ditegaskannya, saat ini pihak kepolisian telah menetapkan enam orang tersangka terkait kerusuhan PT SMM. Lima diantaranya diamankan oleh Polres Madina, sedangkan satunya lagi, yakni Syarifuddin diserahkan pihak Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan. Selain enam pelaku yang tengah diburu, polisi juga menyelidiki keterlibatan pelaku lainnya, sesuai dengan keterangan tersangka dan saksi. Sebab berdasarkan rekaman gambar PT SMM, pelaku perusakan dan pembakaran tersebut diduga kuat lebih dari sepuluh orang. Apalagi, massa yang melakukan aksi perusakan dan pembakaran tersebut ditaksir mencapai 300-an. “Karena melihat jumlah massa itu, maka bisa saja tersangkanya bertambah,� ujar Heru. Namun, lanjut Heru, selain pelaku kerusuhan, polisi juga menye-

lidiki kesalahan yang dilakukan personil Brimob dalam mengamankan asset PT SMM karena telah melukai seorang warga dengan tembakan, yakni Solat Boru Batubara (20). “Jadi selain keluar, ke dalam (internal) kita juga lakukan penyelidikan,� tambah Heru. Menjawab wartawan, Heru kembali menegaskan, saat ini status Hamdani Lubis, warga Desa Huta Godang Muda, Madina masih sebagai saksi. Dia tidak terbukti terlibat dalam aksi kerusuhan tersebut. “Namun, sewaktu-waktu keterangannya dibutuhkan, dia (Hamdani) masih bersedia memberikan keterangan kepada kita (polisired),� jelas Heru. Sebelumnya, pihak kepolisian melepaskan Hamdani Lubis, satu dari dua orang yang sempat diamankan terkait kerusuhan di PT Sorik Mas Mining, karena keterangan sejumlah saksi di tempat kejadian perkara (TKP) belum ada yang mengarah kepadanya. Hamdani diketahui tak berada di tempat saat peristiwa itu terjadi. “Yang jelas, saat ini Hamdani belum terbukti terlibat sehingga dilepaskan. Dengan demikian, statusnya hanya sebagai saksi,� terang Heru. Sementara, Syarifuddin, mantan Sekretaris Desa Huta Godang masih ditahan, karena selain sebagai tersangka juga masih banyak keterangan yang dibutuhkan darinya. LBH Medan menyerahkan Hamdani Lubis dan Syarifuddin kepada pihak Polda Sumut, karena ditengarai terlibat dalam aksi kerusuhan di PT SMM. (HER)

“Sudah Nggak Kuat Lagi Bapak Kerja Nak, Makanya Nulis Togel� Perbaungan-andalas Seorang mantan pekerja perontok padi (gerendel-red), Nuriadi alias Adi (50) warga Dusun XII A, Desa Bingkat, Kecamatan Pegaja-

andalas/supryadi

KASUS TOGEL– Tersangka kasus judi togel ketika sedang memeriksa BAP di Mapolsek Perbaungan.

han, Kabupaten Serdang Bedagai, ditangkap petugas Reserse Polsek Perbaungan, di belakang rumahnya ketika menunggu pemasang angka tebakan judi togel, Senin (6/6) sekira pukul 15.30 WIB. Di Mapolsek Perbaungan, bapak ini mengaku, nekad menggeluti pekerjaan haram menjadi jurutl togel dilakukan karena pekerjaan sebagai tukang gerendel sudah menguras tenaganya. “Udah nggak kuat lagi bapak kerja berat nak, makanya nulis togel,� ucapnya. Menurut sumber di Mapolsek Perbaungan, tersangka ditangkap berkat adanya informasi warga, selanjutnya personil Polsek Perbaungan, meluncur ke TKP. Disana melihat tersangka sedang duduk menunggu pemasang dan diringkusnya serta menemukan satu lembar kertas berisikan angka tebakan judi togel, uang kontan Rp127 ribu, 1 unit HP Nokia 1208 yang berisi nomor pesanan, dan buku tafsir mimpi dan selanjutnya tersangka langsung diboyong ke Mapolsek Perbaungan, guna penyelidikan lebih lanjut.(RYAD)

Pekan Baru,� kata Tambunan. Lebih lanjut, tersangka pun mengaku menerima upah Rp2 juta untuk mengantarkan barang haram tersebut sampai ke tangan pembelinya di Pekab Baru. Pantauan andalas di lapangan, tersangka diturunkan petugas sekitar pukul 15.30 WIB. Tersangka tak berkutik setelah para petugas yang dipimpin langsung Kasat Narkoba Polres Langkat, AKP SR Tambunan menemukan barang bukti berupa 21 kg ganja kering siap edar. Kepada petugas, tersangka mengakui barang haram itu miliknya. (BD) andalas/budi zulkifli

DITANGKAP- Penumpang Bus Kurnia saat ditangkap petugas Reserse Narkoba Polres Langkat dengan barang bukti 21 kilogram ganja kering siap edar.

Kawanan Perampok Bersenjata Api Beraksi di Binjai Binjai-andalas Kawanan perampok bersenjata api yang diperkirakan berjumlah empat orang beraksi di Jalan Sawo, Kelurahan Bandar Senembah Brahrang, Kecamatan Binjai Barat, Senin (6/6) dini hari. AKBP Rina Sari Ginting

Dalam aksinya selain mengancam bunuh sopir dan kernet mobil pick-up BK 8990 RA, Zulkarnain Nasution (51) dan Bodong (25) para pelaku juga merampas Rp10 juta uang hasil penjualan ikan lele. Keterangan diperoleh sebelumnya Zulkarnain dan Bodong di perintahkan majikannya, A Pin (45) warga Jalan Rukam Brahrang, Binjai untuk menjual ikan lele ke Medan. Atas perintah majikannya, kedua sopir dan kernet tersebut bergerak menuju Medan dengan membawa ikan lele menggunakan mobil pickup BK 8990 RA. Usai menjual ikan lele kepada langganannya, Zulkarnain dan Bodong kembali ke Binjai deng-

an maksud menyetor uang hasil penjualan ikan lele kepada majikannya. Sesampainya di Binjai, Zulkarnain masuk Jalan Gatot Subroto kemudian berbelok arah menuju Jalan Sawo yang merupakan jalan alternative menuju rumah majikannya. Sampai di Jalan Sawo, mobil pick-up yang dikemudiakan Zukarnain dikejar empat lelaki tidak dikenal mengendarai sepeda motor jenis bebek. Setelah berhasil mendahului mobil pick-up korban, pera pelaku langsung memerintahkan Zulkarnain agar menghentikan laju mobilnya. Diantara empat pelaku sem-

pat mengaku petugas dan meminta surat-surat kenderaan kepada sopir. Sedang seorang diantaranya mengeluarkan benda mirip senjata api pistol dan menodongkannya ke arah Bodong. Dengan dana kasar, pelaku memaksa agar Bodong meneyerahkan uang yang dibawanya kalau tidak dia akan ditembak. Mendengar ancaman itu, Zulkarnain dan Bodong jadi ketakutan dan merelakan ketika para pelaku merampas uang hasil penjualan ikan lele tersebut. Setelah mendapat hasil kejahatannya itu, para pelaku langsung kabur berbalik arah menuju Binjai. Sementara itu korban langsung melaporkan kejadian itu ke Koramil 01 Binjai dan Polsek Binjai Barat. Kapolres Binjai, AKBP Rinas Sari Ginting menerima laporan adanya kejadian perampokan itu langsung memerintahkan anggotanya segera mengusut dan melacak pelaku. “Kita belum bisa memastikan siapa pelakunya termasuk benda yang dikatakan senjata api, asli atau palsu. Yang jelas kami sedang melakukan pengusutan,� kata AKBP Rina Sari Ginting. (MKI)

Dua Perampok Rp1,5 M Milik PT Pos Indonesia Ditangkap Medan-andalas Dua orang pemuda yang diduga kuat terlibat dalam kasus perampokan Rp1,5 miliar milik PT Pos Indonesia cabang Kisaran ditangkap petugas Direktorat Reserse Kriminal Polda Sumatera Utara di tempat berbeda, Minggu (5/6) malam. Kedua pemuda masing-masing, J dan S. Mereka saat ini masih dalam proses pemeriksaan dan pengembangan. “Mereka penduduk Sumut. J ditangkap di Asahan. Sedangkan S ditangkap di Riau,� Kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut, AKBP Raden Heru Prakoso kepada wartawan, Senin (6/6). Lebih lanjut juru bicara Polda Sumut itu menjelaskan, untuk memastikan apakan kedua pemuda tersebut benar terlibat dalam aksi perampokan itu, penyidik masih melakukan pemeriksaan secara intensif. “Jika mereka terlibat dalam kasus perampokan itu, tentunya dapat memberikan petunjuk untuk mengetahui siapa pelaku-pelaku lainnya,� tambah mantan Wadirlantas Polda Sumut itu.

Dikatakan, kini enam tim bentukan terdiri dari dua tim berisi personil Polda Sumut dan empat lainnya dari Polres Asahan telah menyebar ke berbagai lokasi/daerah yang dicurigai sebagai tempat persembunyian para perampok. Bahkan, beberapa di antaranya melakukan pelacakan di provinsi perbatasan, Riau. “Enam tim itu telah tersebar di berbagai daerah di Sumut yang diduga menjadi lokasi persembunyian para pelaku. Tak hanya di Sumut, personil Kepolisian juga melakukan pengejaran hingga ke Riau,� terangnya. Sebelumnya polisi telah meminta keterangan pegawai PT Pos Indonesia cabang Kisaran, Erwan Mulyana (40), penduduk Jalan Arwana, Kelurahan Sido Mukti, Kisaran Barat, Asahan, Bahrum Rangkuti (50), penduduk Jalan Ikan Sibaro, Kelurahan Sido Mukti, Kisaran Barat, Asahan dan Daniel (45) penduduk Jalan Puyuh Lingkungan I, Kelurahan Karang Anyar, Kisaran Barat. Pemeriksaan dilakukan terkait

perampokan mobil yang membawa uang milik PT Pos Indonesia senilai Rp1,5 miliar di Jalan Lintas Sei Bejangkar, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batu Bara, Jumat (3/6). Seperi diberitakan sebelumnya aksi perampokan bersenjata api dengan sasaran PT Pos Indonesia terjadi sekitar pukul 15.00 WIB di Sei Bejangkar, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batubara, sekitar 120 kilometer dari Medan, ibukota Sumut. Saat kejadian, mobil PT Pos Indonesia, sedang melintas di Sei Bejangkar dengan tujuan Siajam. Mobil Kijang kapsul warna biru bernomor polisi B 7637 PL yang dikemudikan Daniel tersebut, membawa dua pegawai PT Pos Indonesia, Erwan Mulyana dan Bahrum Rangkuti. Ketika berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) mendadak mobil tersebut dipepet tiga unit mobil jenis Toyota Avanza. Dengan ancaman senjata api Daniel dipaksa dipaksa menghentikan mobil.(HER)

Menurut saksi mata, Mula Hutauruk di lokasi kejadian, saat ditemukan kondisi korban sangat mengenaskan. Dari mulutnya keluar busa berwarna putih dan tergeletak di pinggiran rel kereta api. �Untung saja saat itu tidak ada kereta api yang lewat, kalau ada sudah meninggal dia. Badannya pasti hancur dilindas kereta api, mungkin dia stress akibat cemburu sama istrinya,� ujar Mula Hutauruk. Bahkan orangtua korban, Boru Sibarani, merasa keberatan ketika anaknya itu akan dibawa ke rumah sakit, padahal kondisi korban sudah terlihat sekarat.

�Biarkan saja dia mati, sudah berulang kali dibuatnya (aksi bunuh diri – red) seperti itu,� ucap Sibarani yang enggan menjawab penyebab utama aksi nekat yang dilakukan anaknya itu. Petugas Polres Tebing Tinggi yang turun ke rumahnya langsung membawa paksa pria ini ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Tebing Tinggi guna mendapat pertolongan. Saat ini Binsar Amin masih mendapat pengobatan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Bhayangkari Kota Tebing tinggi dan kasusnya ditangani pihak Polres Tebing tinggi. (MET)

Langkat-andalas Mengaku tidak memiliki ongkos pergi melamar gadis pujuaannya, seorang pemuda di Langkat nekad mencuri 10 kilogram getah di perkebunan karet milik PT Masdah. Akibatnya, pria yang belakangan diketahui bernama Edy Santoso (21) warga Dusun I Serang Jaya Desa Sala Haji, Kecamatan Pematang Jaya, Langkat, diamankan Polsek Pangkapan Susu. Pupus sudah rencana Edy “mengikat� kekasihnya itu. “Rencana nya pada malam minggu ini saya dan keluarga akan meminang gadis pujaan hati saya bernama Seri Yati. Kami sudah dua tahun menjalai hubungan asmara. Namun karenakan tidak memiliki ongkos pergi lamaran malam minggu depan, saya nekat mencuri getah sebanyak 10 kilogram milik PT Masdah. Pada saat saya ngutip getah di areal perkebunan milik PT Masdah tersebut, saya langsung ditangkap pihak pengamanan perkebunan dan langsung diserahkan ke pihak yang berwajib,� kata tersangka. Kasi Humas Polsek Pangkalan Susu, Aipda Irwansayah kepada wartawan membenarkan kejadian tersebut. (DN)

Bocah 12 Tahun Tewas Ditabrak Bus Rajawali Perbaungan-andalas Seorang bocah 12 tahun, Julizra Tipani, warga Dusun I, Desa Sei Jenggi, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, tewas setelah ditabrak Bus KPU Rajawali BK 1025 MC, di Jalinsum Perbaungan-Tebing Tinggi KM 40-41, Senin (6/6) sekira pukul 07.45 WIB. Kasubag Humas Polres Sergai, AKP ZN Siregar menjelas, bus KPU Rajawali yang dikemudikan Mhd Nuh Batubara (43) warga Jalan Sena No 1 Lingkungan Tempel, Kelurahan Simpang Tiga Pekan Perbaungan, Sergai, datang dari arah Medan menuju Tebing Tinggi dengan kecepatan tinggi tidak memperhatikan pejalan kaki ketika sedang menyeberang jalan. “Akibat kebut-kebutan, sopir tidak melihat ada pejalan kaki menyeberang jalan. Akibatnya, tersangka kini menjalani pemeriksaan di unit Laka Sat Lantas Polres Sergai,� tandas Kasubag. (RYAD)

Sepeda Motor Raib dari Warnet Power Binjai Binjai-andalas Satu unit sepeda motor Kawasaki Ninja BK 6838 OO yang dibawa Anggi Syarial (16) warga Jalan Satria Binjai, raib dari pelataran parkir warung internet (warnet) Power Binjai, Minggu (5/6) lalu. Menurut korban, peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 05.30 WIB. Sepeda motor tersebut, kata Anggi, milik pamannya, Sandi Salinandan Siregar (39) warga Jalan Satria, Binjai. Sebelum kejadian malam itu Anggi meminjam sepeda motor itu kepada pamannya. Kemudian Anggi berangkat dari rumah menuju lapangan merdeka Binjai guna menontor konser. Usai nonton kanser, Anggi bersama abangnya, Angga berjalanan menuju warnet Power di Jalan Veteran Binjai. Sesampainya di warnet tersebut, korban meninggalkan sepeda motornya dalam kondisi stang terkunci dan masuk ke dalam warnet. Setelah puas bermain internet, Anggi berniat pulang. Namun, ketika keluar dia terkejut melihat sepeda motornya tak ada lagi di lokasi parkir. Selanjutnya korban melakukan pencarian namun tak berhasil. Selanjutnya Anggi melaporkan kejadian itu ke Mapolres Binjai. (MKI)

Kasus Pembunuhan Pengusaha Warkop

Cemburu, Bapak Dua Anak Tenggak Racun Tikus di Rel Kereta Api Tebing Tinggi-andalas Diduga cemburu, bapak dua anak, Binsar Amin Adfendi (35) warga Jalan Toba, Kelurahan Satria Tebing Tinggi, nekad menenggak racun tikus, di rel kereta api Jalan Imam Bonjol atau sekitar 2 kilometer dari rumahnya, Senin (6/6) sekira pukul 08.00 WIB. Beruntung aksi nekad Binsar tak berujung maut. Dia selamat setelah perbutannya diketahui istrinya. Dibantu warga, Binsar langsung dilarikan ke rumah orang tuanya. Namun karena aksinya sudah sering dilakukan, pihak keluarga tidak mempedulikannya, sebab kejadian tersebut sudah keempat kalinya dia lakukan.

Curi Getah Untuk Biaya Melamar Gadis Pujaan

Tiga Warga Siap Dijadikan Saksi Kunci

andalas/selamat riadi

PERCOBAAN BUNUH DIRI – Kondisi Binsar Amin Adfendi (35) warga Jalan Toba, Kelurahan Satria Tebing Tinggi, yang mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara menenggak racun tikus di rel kereta api sebelum di evakuasi paksa oleh petugas Polres Tebing Tinggi, Senin (6/6).

Batu Bara-andalas Tiga warga Desa Durian Kecamatan Meranti, Batu Bara siap dijadikan saksi kunci atas kasus pembunuhan Yuyun, pengusaha warung kopi (warkop) di Perkebunan BTN. Ketiganya masing-masing, St, Yn, dan istri korban sendiri, Yt. �Ada tiga orang yang dapat dijadikan saksi kunci. Mereka (saksi-red) dapat dijadikan saksi kunci untuk mengungkap siapa pelaku dari pembunuhan Yuyun,� kata Ebon, saudara korban kepada andalas, di kediaman, kemarin. Menurut Ebon, Saksi yang berinisial St, pada saat kejadian berada ditempat kafe milik korban, bahkan St nyaris menjadi lampiasan korban, �Saya tidak ikutikutan,� kata Ebon menirukan ucapan St. Dia mengaku kasihan atas tragedi pembunuhan yang menimpa Yuyun. OLeh karena itu dirinya siap menjadi saksi kunci atas kejadian itu. “Sehari sebelum kejadian, Yuyun masih sempat bercanda, dia menelepon untuk minta dikusuk,� tambah Ebon. (ZN)


Selasa 7 Juni 2011

Dugaan Korupsi Proyek Pembangunan Irigasi

Kejatisu Periksa Plt Kadis PU Samosir Medan-andalas Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PU Pemkab Samosir, Asbel Parhusip kembali memenuhi panggilan kejaksaan tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan irigasi di Pemkab Samosir tahun anggaran 2008 senilai Rp1 miliar. Pantauan andalas, pemeriksaan terhadap orang nomor satu di dinas PU tersebut, berlangsung di ruang intelejen Kejatisu secara tertutup, berlangsung dari pagi hingga menjelang sore. Asbel yang datang dengan mengenakan kemeja biru lengan panjang, terlihat tiba dikejatisu dengan menaiki mobil pribadi dan langsung masuk ke dalam ruangan tanpa bersedia memberikan kepada wartawan. Kepala seksi penerangan hukum/Humas Kejatisu, Edi Irsan Tarigan SH yang dimintai keterangannya, membenarkan adanya pemeriksaan terhadap Plt Kadis Samosir. Namun dirinya menolak memberikan keterangan lebih lanjut dengan alasan bahwa kasus tersebut masih dalam tingkat penyelidikan pada Intel. "Memang benar, Plt Kadis Samosir tengah menjalani pemeriksaan di Intel, guna dimintai keterangan atas adanya laporan tentang dugaan korupsi proyek pembangunan irigasi di Pemkab Samosir tahun anggaran 2008 senilai Rp1 miliar," jelas Edi kepada andalas, Senin (6/6). Untuk saat ini, lanjut Edi, selain Plt Kadis Samosir diperiksa,pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa pejabat dilingkungan PU Samosir serta rekanan proyek yang mengerjakan kegiatan tersebut. Diantara yang diperiksa, sebut Edi, diantaranya, Abdul Situmorang, Frans Boy dan Sumarlan Malau yang merupakan pejabat atau staf di PU Samosir. Ketiganya ketika proyek itu berlangsung masingmasing menjabat sebagai pengawas proyek dan tim PHO. Selain itu, tim intel juga telah memeriksa Melkior Nainggolan pimpinan CV Saroha selaku rekanan proyek atau kontraktor serta Jusman Situmorang, Rianto Situmorang selaku peneliti kontrak/ tim addendum dan Serli Munte selaku bendahara proyek yang saat ini menjabat Kasubag Keuangan di PU Samosir. (FEL)

Pembunuh Mahasiswa ITM Ditangkap? Medan-andalas Kepolisian Sektor Medan Kota dilaporkan menangkap seorang pemuda yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan mahasiswa ITM dari tempat persembunyiannya di Kabupaten Deli Serdang, Senin (6/6). Pemuda yang diamankan tersebut berinisial MH (32) warga Medan. Dia saat ini tengah menjalani pemeriksaan secara intensi di Mapolsek Medan Kota. Kapolsek Medan Kota, Kompol M Hari Sandy Sinurat SiK dikonfirmasi wartawan membenarkan pihaknya ada mengamankan seorang pemuada berinisial MH. Namun Sandy belum dapat memastikan apakah dia terlibat dalam kasus pemunuhan, M Agus Widya Lubis atau tidak. "Kita ada amankan pemuda itu namun keterlibatannya dalam kasus itu belum dapat dipastikan karena masih diperiksa. Kita sedang mencari bukti-bukti pendukung," kata Sandy, Senin (6/6) malam. Kasus pembunuhan mahasiswa ITM, M Agus Widya Lubis alias Awit (21), anak anggota DPRD Asahan kost di Jalan Air Bersih Gang Kasih No 34-B, Lingkungan VII, Kelurahan Sudirejo I, Kecamatan Medan Kota, terjadi pada Senin (24/1) pukul 08.00 WIB. (HER)

HUKUM & KRIMINAL

harian andalas | Hal.

5

Terkait Dugaan Kasus Penjualan Bayi

Dokter BB Terancam 15 Tahun Penjara Medan-andalas Dokter BB (58) penduduk Jalan Perjuangan, Kecamatan Medan Helvetia yang ditangkap petugas unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UUPA) Direktorat Reserse Kriminal Polda Sumut dalam kasus dugaan penjualan bayi, terancam hukuman 15 tahun penjara. Dia dipersangkakan melanggar Pasal 83 UU RI No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Pasal 11 UU No 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan atau Pasal 266 KUH-Pidana. "Sampai saat ini memang masih dokter BB yang dijadikan tersangka dalam dugaan praktik penjualan

bayi. Kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut, Kombes Pol Raden Heru Prakoso didampingi Kasubid Dokliput, AKBP MP Nainggolan kepada wartawan, Senin (6/6). Diterangkan, pengakuan dokter BB, mereka tidak melakukan penjualan bayi melainkan hanya memenuhi permintaan orang yang hendak mengadopsi. Tetapi, kata Heru, saat digerebek ditemukan uang senilai Rp6 juta lebih. Jadi diduga telah terjadi praktik penjualan bayi. Disinggung kemungkinan adanya perdamaian antara dokter BB dan orangtua si bayi, Heru menyanggahnya. "Kasus ini tidak bisa ada perdamaian, sebab bukan delik aduan. Ini akan tetap dilanjutkan dan dokter tersebut diancam pidana," ujar Heru. Sementara untuk dua suster yang turut diamankan saat digerebek dari Klinik DS di kawasan Helvetia, Medan, kata Heru, masih dijadikan sebagai saksi dan terus diperiksa untuk mengetahui

sejauhmana peran mereka dalam kasus tersebut. Heru juga menambahkan, penyidik telah berhasil mendapatkan identitas orangtua si bayi dan sedang dalam pencarian keberaan mereka. "Kedua orangtuanya juga bisa saja bakal jadi tersangka, jika hasil penyelidikan nanti terbukti telah menjual bayi terhadap si dokter," tegasnya. Seperti diberitakan kemarin, UUPA Polda Sumut menggerebek Klinik DS di kawasan Helvetia, Medan. Saat itu, selain menangkap dr BB Polisi juga mengamankan satu bayi laki-laki berusia 10 hari berikut uang Rp6 juta lebih. Selang sehari kemudian, Polda Sumut melalui AKBP Heru menegaskan dr BB dipastikan sebagai tersangka karena terbukti akan menjual bayi tersebut kepada orang lain. Sementara menurut Kanit I Subdit IV Reskrimum Kompol Fransiska Munthe, bayi laki-laki itu merupakan anak seorang yang melahirkan di Klinik DS. (HER)

Alasan Sakit 'Senjata Pamungkas' Robby Meyer

Gudang Proyek Hermes Terbakar

Kejagung Diminta Tetapkan Status DPO

 Seorang Pekerja Tersengat Listrik Ketika Memadamkan Api

Medan-andalas Kejati Aceh segera meminta Kejaksaan Agung RI menetapkan status Daftar Pencarian Orang (DPO) bagi terpidana Robby Meyer, pengusaha asal Medan. Sumber di Kejati Aceh menyebutkan, saran penetapan status DPO itu setelah dilakukannya tiga kali pemanggilan, namun Robby Meyer yang juga bos PT Bintang Bersaudara (BB) itu tak juga hadir. Sakit kerap menjadi alasan dan senjata pamungkas bagi Robby Meyer, terpidana penjara 2 tahun dari kasus penipuan dan penggelapan uang rekan bisnisnya Rp1,5 miliar. Karenanya pihak terkait jangan terkecoh dengan dalih sakit terpidana Robby Meyer. Pekan lalu, pengusaha asal Medan penduduk Jalan Karya I Kelurahan Karangberombak, Medan ini juga mengaku sakit disampaikan adik kandungnya di hadapan hakim PN Banda Aceh. Eksekusi terhadap Robby Meyer atas hukuman penjara 2 tahun sebagaimana putusan Mahkamah Agung RI, hingga kini belum berhasil dilaksanakan. Pasalnya, Robby Meyer yang juga mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan Mahkamah Agung itu justru tidak menghadiri sidang yang terus tertunda hingga tiga kali. Penundaan pertama, terpidana tidak hadir tanpa alasan. Sidang kedua, Robby Meyer mengirimkan pengacaranya, menyebutkan kliennya tak hadir karena sedang ada proyek di Sulawesi. Selanjutnya sidang ketiga PK itu, Robby Meyer yang diwakili saudaranya kepada hakim PN Banda Aceh bilang, Robby Meyer itu sedang sakit. Kemudian sidang PK keempat, Senin (6/6), muncul lagi alasan versi lain dari pengacaranya, kepada hakim menyebutkan Robby sudah mandah ke Sulawesi sesuai surat mandah yang diterbitkan Lurah Karangberombak, Medan. Sementara belum lama ini saksi mata melihat Robby Meyer lagi santai bersama beberapa rekannya pada sore hari di coffe shop salah satu hotel besar di kawasan Jalan S Parman Medan. Sakit Jadi Dalih LSM Detektif Swasta Pemantau Indonesia Reformasi (d-spire) yang mengikuti perjalanan penanganan perkara Robby Meyer sejak awal lalu memiliki catatan khusus terkait kebiasaannya menggunakan alasan sakit ketika dalam keadaan terdesak. "Berdasarkan catatan, beralasan sakit bukan yang pertama kali menjadi dalih bagi bos PT Bintang Bersaudara itu," kata M Siregar, aktifis LSM d-spire kepada wartawan, Senin (6/6), di Medan. (HAM)

Medan-andalas Gudang penyimpanan bahan material proyek pembangunan Hermes di Jalan Monginsidi Medan, Senin (6/6) kemarin terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Hanya saja, seorang pekerja bangunan yang mencoba memadamkan api tersengat listrik. Guna dilakukan pengobatan, buruh bangunan yang belakangan diketahui bernama, Dayat itu langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Boloni. Sementara itu pihak Kepolisian Sektor Medan Baru yang turun ke lokasi kejadian masih menyelidiki sebab musabab terjadinya kebakaran itu. Keterangan diperoleh, peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekira pukul 14.30 WIB. Api yang diduga muncul dari hubungan arus pendek (kosleting listrik) menyambar bagian gudang. Warga sekitar lokasi kejadian yang panik takut api menyambar ke rumah mereka berusaha memadamkan api dengan peralatan alakadarnya. Pada saat bersamaan, Dayat yang juga sedang berusaha memadamkan api, tiba-tiba terkena kabel listrik yang putus hingga mengenai lengannya. Api baru dapat dipadamkan setelah warga bersama petugas pemadam kebakaran Pemko Medan melakukan penyemprotan. Sementara itu pihak kepolisian menyita sejumlah alat bukti guna penyelidikan lebih lanjut. (HER)

andalas/hs poetra

TERBAKAR-Petugas Pemadam Kebakaran Kota Medan dibantu warga sekitar berusaha memadamkan api yang membakar Mess para pekerja bangunan Hermes di jalan Polonia Gang A, Senin (6/6). Sementara itu foto (kanan) kondisi Dayat sesaat setelah tersengat listrik saat ingin memadamkan api. Rekan rekan kerja langsung memberikan pertolongan pertama pada korban.

Dua Terdakwa Geng Motor Dituntut 10 Tahun Medan-andalas Indra gunawan dan Boy Christofel Ariady Sembiring, terdakwa kekerasan terhadap Hans Cristian Budi Hutagalung dan rekannya dituntut masing-masing hukuman 5 tahun penjara. Terdakwa dijerat melanggar pasal 170 ayat 1 dan pasal 353 ayat 1 KUH Pidana dengan ancaman 5 tahun hukuman penjara. Tuntutan tersebut disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pardomuan S SH di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (6/6). Menurut JPU, berdasarkan keterangan saksi dan bukti persidangan kedua terdakwa dinyatakan sah telah melakukan tindak kekerasan dan penganiayaan kepada korban Hans Cristian Budi Hutagalung dan rekannya. "Kami mohon majelis hakim menjatuhkan hukuman masing-masing 5 tahun penjara terhada kedua terdakwa,"

katanya dihadapan majelis hakim diketuai Muhammad SH. Dijelaskannya, kedua terdakwa yang tergabung dalam geng motor melakukan aksi kekerasan pada 16 Februari 2011 sekitar pukul 01.00 WIB di depan SPBU Petronas. Terdakwa Indra Gunawan Simanjuntak (20) warga Jalan Cangkir Kecamatan Petisah Kota Medan, dan Boy Christofel Ariady Sembiring alias Boy (18) warga Jalan Asrama, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel Baru, Kecamatan Medan Timur dan empat orang terdakawa lainnya telah melakukan aksi kekerasan. Dikatakannya, kedua terdakwa dan rekannya melakukan kekerasan dengan sengaja merusak atau menghancurkan satu unit mobil KIA Carrens warna Hitam No.Pol BK 1158 HB, dan satu unit mobil Honda Jazz warna

Silver No.Pol BK 1023 HV. Selain itu kekerasan yang dilakukan secara bersamasama dengan terdakwa lain juga mengakibatkan saksi korban Hans Christian Hutagalung, Natario Ong, Ranggut Tarigan, Nanda Prawira, Boni Andika Sihombing dan Erik Febrianus Tamba, menderita luka serius. "Terdakwa menyerang para saksi korban menggunakan senjata berupa pedang samurai, batu koral, pecahan batu bata semen, potongan kayu broti dan kayu bulat berbentuk silinder," terang JPU. Pada malam itu, lanjutnya, sebagaimana yang telah direncanakan sebelumnya, di lokasi kejadian para pelaku langsung mengejar dan menyerang sembari melemparkan batu dan memukulkan kayu broti dan kayu bulat silinder ke arah kedua mobil tersebut.

Para saksi korban saat itu berusaha lari dengan mobil tersebut. Namun terus dikejar para pelaku dan berhasil menghentikan para saksi korban di persimpangan Jalan Abdullah Lubis. Lantas terdakwa Indra Gunawan Simanjuntak dengan menggunakan pedang samurai yang dibawanya, langsung membacok mobil Honda Jazz, serta menusukkannya ke arah saksi korban Hans Christian Hutagalung dan saksi lainnya yang berada dalam mobil tersebut. "Akibatnya, Hans Christian Budi Hutagalung dan kawankawannya mengalami luka parah. Bahkan sebelah mata Hans Christian Budi Hutagalung kini menjadi cacat," ungkap JPU. Usai mendengarkan pembacaan tuntutan, majelis hakim menutup persidangan dan menundanya hingga minggu depan. (FEL)


RAGAM

Selasa 7 Juni 2011

harian andalas | Hal.

6

SITF 2011 Majukan Pariwisata dan Kerjasama IMT GT Medan-andalas Sumatera International Travel Fair (SITF) secara resmi dibuka, akhir pekan lalu di Tiara Convention Center Medan. Even ini diharapkan bisa meningkatkan pariwisata regional Sumatera dan meningkatkan kerjasama pertumbuhan Indonesia, Malaysia, Thailand Growth Triangle (IMTGT). Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan Pariwisata Wardiyatmo saat pers confrence dengan para wartawan disela-sela pembukaan SITF. Menurutnya even ini menjadi momen meningkatkan kepariwisataan Indonesia pada umumnya dan Sumatera khususnya serta meningkatkan kerjasama antar berbagai negara dengan konsep MICE. Wardiyatmo menambahkan event juga diharapkan Sumatera menjadi destinasi wisata selain Bali dan daerah wisata lainnya dengan melakukan promosi wisata atau tourism gathering. Untuk kerjasama dilakukan bisnis contact antara buyer dan seller sehingga tercipta kerjasama antar berbagai negara. Pada kegiatan promosi wisata atau tourism gathering, harus mengedepankan pro growth, pro poor, pro job dan pro environment. "Total buyer yang ikut even ini ada 40 orang dan seller ada 124 orang. Melalui even ini diharapkan bisa meningkatkan kepariwisataan," ucapnya. Dengan even ini diharapkan target peningkatan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) tahun ini sebanyak 7,7 juta orang wisman. Dari target itu, realisasi hingga April 2011 sebanyak 2,32 juta orang. Jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu, jumlah wisman yang masuk

ke Indonesia sebanyak 2,167 juta orang atau naik 7,20%. Dari total itu, jumlah wisman yang masuk melalui Bandara Polonia Medan hingga April 2011 sebanyak 57.040 orang atau naik 13,36% dari periode sama tahun lalu sebanyak 50.316 orang. "Secara persentase, rata-rata kenaikan wisman yang masuk ke Sumut lebih tinggi dibandingkan nasional," ucapnya. Sementara itu Ketua SITF, Hendri Hutabarat mengatakan, dengan mengedepankan konsep MICE akan disampaikan kepada seluruh peserta dan pengunjung bahwa daerah ini sangat tepat menjadi tujuan wisata. Dengan konsep ini, Sumatera dapat digambarkan sebagai destinasi wisata yang aman selain Bali. "Sejak dulu, pemerintah mengunggulkan Bali sebagai tujuan wisata. Belakangan baru mulai mempromosikan daerah lain khususnya Sumut. Kami ingin memanfaatkan program

pemerintah yang mulai mengedepankan daerah lain selain Bali," katanya. Diharapkan, SITF bisa menggalang kerjasama internasional dan forum investasi serta temu bisnis pada sector pariwisata oleh pelaku bisnis dan investor pariwisata. Hadir pada acara buyer dari Eropa, Malaysia dan India. Sedangkan domestik berasal dari Bandung, Yogyakarta dan Makassar. Selain itu ada juga travel agen atau tour operator di Sumatera, National Tourism Organization (NTO), airlines dan beberapa perajin. Melalui travel agen, akan ditingkatkan awareness kepada wisatawan nasional, regional dan internasional. Di samping itu ada juga program festival budaya, kuliner dan lainnya dalam rangka mempromosikan serta mengembangkan potensi budaya se-Sumatera sebagai cerminan keanekaragaman kultur budaya yang dimiliki 10 provinsi di Sumatera. (MA)

andalas/asril tanjung

PECAHAN 50 RIBU-Seorang petugas Dishub Jembatan Timbang Tanjung Morawa II (kiri) sedang mengumpulkan uang pecahan Rp 50 Ribu yang baru saja diterimanya dari salah seorang sopir truk.

Kadishubsu Ingkar Janji

Penertiban Pungli di Jembatan Timbang Hanya Isapan Jempol Tanjung Morawa-andalas Janji Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara, Rajali, untuk memberantas segala bentuk pungutan liar (pungli) yang terjadi di jembatan timbang di wilayah Sumatera Utara, hanya isapan jempol belaka. Pasalnya, hingga kemarin aksi pungutan liar masih saja dilakukan oknum-oknum petugas Dinas Perhubungan di Jembatan Timbang Tanjung Morawa II KM 19 terhadap para sopir truk yang melebihi tonase.

andalas/ist

DIBUKA-Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan Pariwisata Wardiyatmo didampingi Plt Gubsu, Gatot Pujo Nugroho dan Ketua SITF 2011, Hendry Hutabarat membuka SITF 2011 di Tiara Convention Center Medan.

Penegasan itu dikemukakan Rajali pada rapat kerja dengan Komisi C Bidang Keuangan DPRD Sumut, beberapa waktu lalu. Rajali dalam kesempatan itu juga berjanji melakukan perbaikan. Ia juga berjanji memberantas segala bentuk praktek pungutan liar di jembatan timbang. Di lapangan, akibat pungli yang sempat "menyandera" sejumlah truk dan sopir kurang lebih 7 jam mulai pukul 14.00 WIB tersebut, supir truk nyaris bentrok dengan petugas Dinas Perhubungan, Senin (6/6) malam. Angkutan truk yang melintasi Jembatan Timbang II, Tanjung Morawa KM 19, diharuskan membayar

sebesar Rp 250 ribu. Hal ini diwajibkan apabila muatan truk itu melebihi kapasitas. Salah seorang supir, mengaku bernama Ucok (45), menjelaskan, ia mengakui bahwa truk dengan muatan material yang ia bawa dari Medan menuju Asahan, sempat ditahan oleh petugas Dinas Perhubungan. Saat ia ditahan, diwajibkan membayar Rp 250 ribu. Alasan pihak Dishub itu, kalau muatan truk mereka melebihi kapasitas. "Truk yang saya bawa sempat ditahan. Saya juga dipaksa bayar uang kalau mau melintas. Jadi saya coba beri Rp 150 ribu, tapi petugasnya nggak mau. Saya disuruh memanggil atasan

kami kalau memang mau melintas," katanya. Akibat pungli tersebut, puluhan supir truk turun ke jalan dan terlibat adu mulut dengan petugas Dinas Perhubungan. Rencananya, para supir serta pengusaha akan membuat laporan ke Poldasu. Salah seorang pengusaha angkutan di Medan, Said Siregar yang datang ke kantor Jembatan Timbang Tanjung Morawa II KM 19 mengaku, tindakan pungli dan "penyanderaan" terhadap sejumlah truknya telah mengakibatkan kerugiaan. Selain rugi materi, pihaknya telah dirugikan jadwal kedatangan barang angkutannya di tempat tujuan. "Untuk itu, kita berharap Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan aparat hukum lainnya, segera melakukan turun ke lapangan untuk mengusut dugaan korupsi yang dinilai telah memperkaya oknum-oknum yang bertugas di Jembatan Timbang tersebut. Bila, hal ini tidak ditanggapi, dikhawatirkan aksi korupsi

di instansi tersebut akan merajalela. Sehingga, akan merugikan pengusaha pengakutan dan Negara," tegas Said Siregar SE yang juga Wakil Sekretaris MPW Pemuda Pancasila Sumatera Utara. Sementara itu, Kepala Jembatan Timbang II Dinas Perhubungan, bermarga Gea, saat dikonfirmasi, membantah semua tudingan itu. Dikatakannya, dirinya baru tiga hari bertugas di wilayah tersebut dan tidak megetahui jika anggotanya melakukan kutipan. "Saya tidak tahu ada kutipan yang dilakukan kepada para supir yang membawa material, khususnya yang melebihi muatan. Saya baru bertugas di sini, tapi bisa jadi ada anggota yang bermain dan meminta kutipan tersebut," ujarnya. Disinggung usahanya untuk memanggil salah seorang pemilik angkutan yang sempat ditahan, Gea mengaku pemanggilan melalui salah seorang sopir hanya untuk memberitahukan agar pengusaha angkutan tersebut mengurangi kelebihan muatannya. (RIL)

FAMILY RENTAL MOBIL (PT) APV Kj. Kapsul pkt hmt 10 jam, Altis, L-300, Innova, L. Cruiser, N-Eyes, Bus, Hrn, Mgn, Bln, Utk dlm dan di luar kota. Hotline: 7734 2359 / 0819 3328 4540


Selasa 7 Juni 2011

IKLAN

harian andalas | Hal.

7


OLAHRAGA

Selasa 7 Juni 2011

harian andalas | Hal.

8

United Bidik Pemain Jepang Detroit Pistons Pecat Pelatih DETROIT Pistons memberhentikan pelatih John Kuester. Pemecatan ini terjadi empat hari setelah Tom Gores dipastikan menjadi pemiliik tim yang bermarkas di Auburn Hills tersebut. Demikian dikatakan Presiden tim Joe Dumars seperti dikutip dari ESPN, Senin (6/6) pagi WIB. Sumber ESPN menyatakan bahwa calon kuat pengganti Kuester sejauh ini adalah Mike Woodson yang merupakan asisten pelatih di Pistons. Pemecatan ini terjadi empat hari setelah Tom Gores melengkapi proses kesepakatan dengan Karen Davidson, yang membuat Gores menjadi pemilik klub. Kuester dilaporkan mendapatkan pesangon sekitar 1 juta dolar AS yang merupakan sisa kontraknya yang seharusnya baru

Tokyo–andalas Raksasa Inggris cukup serius mempertimbangkan opsi mendatangkan Shinji Kagawa pemain asal Jepang yang merumput di Borussia Dortmund.

berakhir satu musim lagi. Kuester dua kali duduk di kursi kepelatihan Pistons. Yang pertama di musim 2003/04 di mana pria kelahiran 6 Februari 1955 itu menjadi asisten dari pelatih kepala Larry Brown. Kemudian Kuester direkrut sebagai head coach oleh Pistons di tahun 2009. Selama menangani Pistons, catatan Kuester adalah 27-55 di musim 2009/10 dan 30-52 di musim 2010/11. Di musim terakhirnya, banyak terjadi konflik internal di dalam tim. Kuesner boleh jadi bukan orang terakhir yang akan meninggalkan Auburn Hills. Dengan adanya kepemilikan baru, kemungkinan pemain seperti Tayshaun Prince, Ben Wallace, atau Richard Hamilton juga bakal hengkang. (DTK)

Keinginan Shinji Kagawa untuk berkiprah di Liga Primer Inggris mendapat sambutan positif. Manchester United kabarnya siap untuk menampungnya dari Borussia Dortmund. Dilaporkan Nikkan Sports, kubu United sudah berencana untuk mengirim pemandu bakat mereka untuk memantau langsung penampilan Kagawa bersama Dortmund dan timnas Jepang. "Keinginannya untuk bergabung dengan klub besar mungkin bisa terealisasi paling awal musim ini," klaim Nikkan Sports. Pemandu bakat United juga sudah menyaksikan langsung penampilannya bersama Dortmund di laga terakhir musim ini, saat timnya menang 3-1 atas Eintracht Frankfurt. Manchester United juga sudah memperkirakan nilai Kagawa yang mencapai 20 juta poundsterling jika masuk dalam bursa transfer. Namun United bukan satu-satunya klub yang tertarik pada pemain berusia 22 tahun itu. Barcelona kabarnya juga ikut berusaha mendatangkannya ke Nou Camp. Shinji Kagawa sendiri sudah menyampaikan keinginan untuk menjajal kompetisi di negara lain. Adalah Liga Primer Inggris yang masuk dalam bidikannya. Kagawa mengaku tertarik bermain di kompetisi yang disebut sebagai salah satu yang terbaik di dunia itu untuk mengadu kemampuannya. "Jika saya mendapatkan tawaran resmi, saya akan dengan senang hati mendengarkan apa yang bisa mereka tawarkan," ungkap Kagawa yang dikutip oleh rekannya dan diterbitkan Nikkan Sports. "Liga Primer adalah salah satu liga yang membuat saya tertantang. Jika memang Manchester United yang tertarik, saya akan tetap ingin untuk bergabung dan menjajal apa yang bisa saya berikan di sana," tandasnya. Kagawa sendiri hanya tampil 17 kali untuk Dortmund di musim lalu karena lebih banyak beristirahat karena cedera. Dari 17 penampilannya itu, Kagawa mencetak delapan gol untuk timnya.(NET)

SHINJI KAGAWA Carlo Ancelotti akhirnya mengambil keputusan usai didepak Chelsea di akhir musim. Ia memutuskan untuk beristirahat dari dunia kepelatihan selama setahun.

Ancelotti Pensiun Setahun SETELAH didepak lantaran gagal memberikan satu trofi pun untuk Chelsea, Carlo Ancelotti akhirnya memutuskan pensiun alias beristirahat selama setahun, tidak melatih klub mana pun. "Saya akan beristirahat selama setahun untuk melihat-lihat dan memantau bagaimana kolega saya (para manajer lainnya) bekerja," ujarnya seperti dilansir Football Italia. Ia pun menampik kabar yang menyebut dirinya tengah didekati beberapa klub besar. Diungkap-

kannya, belum ada satu pun klub besar yang dirumorkan sudah menghubunginya. "Arsenal? Saya belum dihubungi oleh klub Inggris mana pun. Sementara untuk Roma, saya tak pernah berbicara dengan satu orang pun di sana, jadi sisanya hanya fantasi. Tapi suatu hari akan melatih Roma. Tapi, sekarang masih terlalu dini," tukasnya.

Rossi Minta Fans Bersabar VALENTINO Rossi gagal mengulangi capaiannya di seri sebelumnya setelah Minggu (5/ 6) malam WIB di Catalunya, hanya finis di posisi lima dalam MotoGP Catalunya. The Doctor tertinggal 40 poin dari pemuncak klasemen Jorge Lorenzo dari Yamaha. "Kami akan berusaha semampu kami karena kami di sini untuk menang. Sesuatu belum cukup pas, tapi kami sedang bekerja keras untuk membenahi masalahnya," tegas Rossi di La Gazetta dello Sport. Pada seri MotoGP Prancis lalu, Rossi sukses mencatatkan podium pertamanya musim ini dengan finis di posisi tiga. Hal ini jelas menerbitkan asa untuk para pendukungnya dan juga tim Ducati. Pembalap asal Italia itu pun lantas minta fans bersabar dan menegaskan bahwa ia dan Ducati masih terus mencari akar permasalahan yang membuat mereka belum bisa tampil kompetitif dan stabil. "Mari kita lihat apakah kami bisa melakukannya sebelum Mugello. Aku minta fans untuk bersabar," imbuhnya. (DTK)

IKLAN|

(DTK)

 Tanggal Lahir : 17 Mar 1989 (Usia 22)  Tempat Lahir : Hyogo-ken  Negara : Jepang  Tinggi Badan : 172 cm  Berat Badan : 63 Kg  Posisi : Gelandang  Nomor Punggung : 23

SHINJI KAGAWA

Nadal Juara Prancis Terbuka PETENIS Spanyol Rafael Nadal menjuarai Prancis Terbuka setelah di babak final hari Minggu (5/6) mengalahkan Roger Federer dari Swiss dalam pertandingan empat set. Nadal menang dengan 7-5, 7-6, 5-7, dan 6-1. Untuk Nadal, sukses tersebut adalah kali keenam ia berhasil menjadi kampiun di Roland Garros. Sebelumnya petenis unggulan pertama itu juga menjuarai ajang di tahun 2005, 2006, 2007, 2008 dan 2010. Di set pertama Federer langsung unggul 5-2. Namun Nadal bisa mengejar dan menyamakan kedudukan menjadi 5-5 dan dalam dua game berikutnya Nadal tak terbendung. Nadal menang 7-5 dalam waktu 62 menit. Set kedua berjalan lebih alot. Nadal unggul 4-2 namun Federer bisa mengimbangi Nadal dan menyamakan kedudukan menjadi 4-4. Petenis Swiss tersebut bahkan sempat unggul 6-5. Keunggulan ini tidak bisa dimanfaatkan Federer, karena lagi-lagi Nadal bisa menyudahi perlawanannya di tie break. Di set ketiga Nadal me-

mimpin dengan 4-2. Federer yang mendapat dukungan sebagian besar penonton menolak untuk menyerah. Ia menyamakan kedudukan menjadi 4-4, unggul 6-5 dan menutup set ini dengan 7-5. Di set keempat, Nadal unggul 5-1 dan di game keenam, di posisi 40-0, pukulan pengembalian Federer keluar, membuat Nadal menang dengan 6-1. "Memenangi pertandingan di final melawan salah satu petenis terbaik di dunia

sangat berarti buat saya," kata Nadal. "Ini adalah salah satu mimpi terindah saya," imbuh Nadal, yang tetap menjadi petenis nomor satu dunia usai Prancis Terbuka. Federer mengatakan kemenangan Nadal membuktikan bahwa Nadal adalah raja lapangan tanah liat. "Seperti yang sering terjadi, ia yang terbaik di lapangan tanah liat," kata Federer. "Dan ia kembali membuktikan predikat itu kali ini," tegas Federer. (NET)

Bagi Rafael Nadal (kanan) gelar juara Prancis Terbuka yang keenam, menyamai prestasi salah satu petenis legendaris dunia Bjorn Borg (kiri).


OLAHRAGA

Selasa 7 Juni 2011

Persidafon Siap Hadapi Bontang FC Jayapura-andalas Tim sepak bola asal Kabupaten Jayapura, Sentani Persdafon, siap menghadapi salah satu Tim Indonesia Super Liga (ISL), Bontang FC, di babak "play off" pada akhir Juni 2011. Kapten Tim Persidafon, Eduard Ivakdalam, saat dihubungi melalui telepon seluler dari Jayapura, Senin, megatakan, pasukannya sudah melupakan kegagalan di semifinal Divisi Utama dan lebih memfokuskan diri pada babak play off melawan salah satu tim ISL yaitu Bontang FC. "Kami telah melupakan kegagalan di semifinal Divisi Utama lalu. Saat ini kami lebih fokus berlaga pada babak play off. Meski yang akan menjadi lawan kami adalah tim ISL, namun itu tidak masalah, sebab seluruh pemain dalam kondisi siap bertarung," katanya. Menurut dia, guna mempersiapkan diri pascadiliburkannya para pemain Persidafon selama kurang lebih satu minggu, sejak Rabu (1/6) lalu sudah kembali menggelar pemusatan latihan di Kota Batu, Malang. Meski kompetisi ISL masih berlangsung, lanjutnya, jika dilihat dari perolehan poin di klasemen sementara, bisa dipastikan yang akan mejadi lawan Persidafon di babak play off adalah Bontang FC. "Kami menganggap kegagalan lolos langsung ke ISL di babak semifinal Divisi Utama lalu adalah kesuksesan yang tertunda. Kami sudah bertekad menebusnya dibabak play off nanti," tegasnya. Dia mengakui, meskipun lawan yang akan dihadapi Persidafon di babak play off nanti akan lebih berat dibanding saat semifinal. Namun itu bukan berarti tidak bisa dikalahkan. Baginya, dalam sepak bola apapun bisa terjadi. Jika dilihat dari Kualitas materi pemain, menurut dia, Persidafon sebenarnya di atas Bontang FC karena sederetan pemain dari tepian Danau Sentani itu, memiliki kualitas baik. Meskipun demikian, tegasnya, Persidafon akan berupaya mengalahkan kesebelasan dari Kalimantan Timur itu sehingga dapat mendampingi Persipura dan Persiwa Wamena di liga tertinggi di Indonesia itu. "Tidak ada tim yang tidak terkalahkan. Saya yakin jika kami bisa meminimalisir kesalahan, dan berusaha semaksimal mungkin, tentu hasil terbaik akan kami dapat," kata Eduard Ivakdalam. (OKZ)

Persisam Tanpa Jelo Hadapi Persipura Samarinda-andalas Persisam Putra Samarinda mendapat ujian berat menjelang pertandingan melawan Persipura Jayapura 8 Juni mendatang di Stadion Segiri Samarinda, karena salah satu pemain andalannya Julio Lopes bakal absen pada pertandingan tersebut. Pelatih Persisam putra, Hendri Susilo, Senin mengatakan, Jelo menderita cidera hamstring yang menyebabkan pemain asal Chili tersebut harus istirahat beberapa hari untuk pemilihan. "Awalnya kami berharap Jelo masih bisa diturunkan, karena dia masih mengikuti beberapa sesi latihan di tim dalam bagian terapinya, namun setelah melihat perkembangan ternyata memang Jelo tidak bisa dipaksakan untuk bertanding," jelas Hendri Susilo. Hendri mengatakan sebagai alternatif, pihaknya kembali memanggil pemain U-21 Persisam Aldair Makatindu, untuk melapisi barisan pemain depan, paska absennya Jelo. Pasalnya, saat ini tim Persisam hanya memiliki dua pemain depan yakni Pavel Solomin dan Choi Dong Soo, meski kondisi terakhir pavel masih riskan karena baru pulih dari cidera. "Musim ini kami punya empat pemain depan, yakni Pavel, Choi, Jelo dan Agung Suprayogi, dan sayangnya hingga saat inipun Agung masih belum pulih dari cideranya," jelas Hendri. Hendri mengakui menghadapi Persipura bukan pertandingan enteng, karena Persipura merupakan pimpinan klasemen ISL musim ini, dan tim asuhan Jacksen Tiago tersebut punya ambisi besar untuk merebut poin di Samarinda, sebagai upaya mengamankan gelar juara mereka di musim ini. "Yang pasti meski kondisi tim kami banyak persoalan, namun kami pantang menyerah, dan para pemainpun punya ambisi besar untuk mengalahkan calon juara," tegas Hendri. Selain Jelo, beberapa pemain teras Persisam juga mengalami cidera seperti Akbar Rasyid, Irsad Aras dan Isdiantono. Namun untuk tiga pemain tersebut, dikatakan Hendri masih menunggu perkembangan terakhir jelang pertandingan, pada saat penentuan formasi tim. "Mudah-mudahan saja mereka bisa siap, meski saya sudah melakukan antisipasi dengan menyiapkan beberapa pemain lain, sembari kita menunggu perkembangannya," tegas Hendri mengakhiri. (ANT)

harian andalas | Hal.

Kongres PSSI 30 Juni di Solo 

Agum akan Bersafari ke Dearah

Jakarta-andalas Komite Normalisasi (KN) telah menetapkan waktu dan tempat pelaksanaan kelanjutan Kongres PSSI. KN memilih tanggal yang menjadi deadline dari FIFA, yakni 30 Juni, dan menunjuk Solo sebagai kota penyelenggara. Hal itu disampaikan Ketua KN, Agum Gumelar, di depan wartawan di kantor PSSI, Senayan,

Jakarta, Senin (6/6) sore. "Ada empat calon yang menyatakan kesiapannya untuk menggelar kongres, yaitu Jakarta, Solo, Palembang dan Yogyakarta. Set e lah

KN melakukan rapat, akhirnya diputuskan, kongres akan digelar di Solo pada 30 Juni," ujar Agum yang didampingi lima anggota KN, Joko Driyono, Hadi Rudyatmo, Sumaryoto, Sinyo Aliandoe, dan Bariadi. "Selain karena masalah jarak, Kota Solo juga selalu sukses menggelar eventevent. Yang terakhir, final Divisi Utama. Saya juga melihat event-event yang digelar di Solo selalu mulus dan dipenuhi sportivitas. Dan saya mohon ini diterima sebagai bentuk kepercayaan." Seperti diketahui, FIFA melalui KN menyatakan masih memberi kesempatan untuk menggelar kongres lagi selambat-lambatnya pada 30 Juni. Kabarnya, jika masih gagal, keanggotaan Indonesia di FIFA otomatis dicopot. Setelah menetapkan waktu dan tempat, Agum mengatakan bahwa undangan kepada pesert a kongr e s akan dikirim pada 13 Juni, dan undangan tersebut akan dilengkapi dengan semua tata cara dan dokumen-dokumen terkait

penyelenggaraannya. Siap Bersafari ke Daerah Dalam kesempatan itu, Agum juga menyatakan akan bersosialisasi dengan semua pihak jelang dilangsungkannya kongres PSSI. Agum pun siap bersafari ke daerahdaerah. Agum menyebut, butuh pengertian yang sama dari semua pihak supaya kongres nanti berjalan dengan lancar. Ia pun mengkomunikasikannya, termasuk kepada para pemilik suara di daerah-daerah. "Saya sudah melakukan langkah-langkah yang sifatnya komunikatif dengan semua pihak demi kepentingan yang lebih besar, yakni terhindar dari sanksi FIFA. Komunikasi untuk saling menimbulkan sifat saling pengertian," ujarnya. "Mulai nanti malam (tadi malam-Red), saya akan bertemu dengan pemerintah dan kalau kondisi memungkinkan, saya akan bersafari ke daerahdaerah." Selain bersafari ke daerah, KN juga akan mengunjungi AFC, jelang kongres PSSI akhir bulan ini. Mereka mengaku bakal berkonsultasi dengan federasi sepakbola Asia itu, sesuai dengan saran FIFA. Rencananya ada dua orang yang akan mewakili KN untuk mendatangi AFC. Salah satunya adalah Joko Driyono. Keduanya akan berangkat pada hari Rabu (8/6) besok. "Utusan kami akan terbang ke Kuala Lumpur. Yang salah satunya adalah pak Joko Driyono," ucap Agum. (DTS)

Agum: LPI di Bawah Supervisi Pengurus PSSI Nasib Liga Primer Indonesia akahirnya mendapat kejelasan dari Ketua Komite Normalisasi, Agum Gumelar. Di sela-sela pengumuman tempat dan tanggal Pelaksanaan Kongres, Agum menjelaskan bahwa liga bentukan Arifin Panigoro itu ditarik ke pengawasan supervisi PSSI. Namun, Agum menjelaskan kepastian ini mengenai LPI sepenuhnya berada di bawah kepengurusan PSSI yang baru nantinya. Sampai saat ini, alternatifnya adalah, LPI ditarik ke pengawas supervisi LPI. Seperti diketahui, kejelasan mengenai status LPI sempat menemui jalan buntu lantaran tidak diakui FIFA. Namun dalam keterangannya, Senin (6/6) sore, Agum menjelaskan LPI

harus berada di bawah PSSI, seperti keinginan FIFA. "Alternatifnya, LPI ditarik ke pengawasan supervisi LPI. FIFA menekankan LPI harus dibawah PSSI bukan sekadar ungkapan retoris," jelas Agum di hadapan para wartawan. "Ketimbang membubarkan, kami menariknya di bawah PSSI. Jadi statusnya pemainnya jelas, FIFA tidak memiliki alasan untuk melarang mereka," sambung mantan Mentri Perhubungan itu. Sementara itu, melanjutkan pernyataan Ketua Komite Normalisasi, Agum Gumelar mengenai supervisi Liga Primer Indonesia di bawah PSSI, Anggota KN yang menjalankan tugas Sekretaris Jendral PSSI, Djoko Driyono menjelaskan, bahwa PSSI akan

melakukan dialog dengan LPI. Hal ini bertujuan untuk memahami aspek teknis liga yang digagas Arifin Panigoro itu. "Kami akan berdialog dengan LPI, agar kami tahu anatomi LPI itu seperti apa dan kami akan membuat laporannya," kata Djoko kepada wartawan di Jakarta, Senin (6/ 6). Djoko pun menjelaskan sampai saat ini pihaknya masih terus meminta penjelasan dari LPI. Dalam hal ini, Djoko menyatakan aspek teknis dari LPI itu sendiri. Namun, CEO Liga Indonesia itu menyatakan PSSI tidak akan mendalami aspek komersial LPI. "Kami akan mempelajari level aspek teknisnya seperti apa tetapi kami tidak menyentuh aspek komersialnya," bilang Djoko. (OZ)

Pelatnas Sepak Bola SEAG Dimulai Awal Juli Solo-andalas Pemusatan latihan nasional cabang olahraga sepak bola untuk SEA Games XXVI/2011, dijadwalkan mulai awal Juli mendatang di Malang, Jawa Timur. Ketua Pelaksana Pelatnas Prima, Tono Suratman usai membuka pelatnas ASEAN Paragames VI di Markas Kopassus Grup 2 Kandang Menjangan Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin, mengatakan, pelatnas harus secepat mungkin dilaksanakan karena waktunya sudah mepet. Ia menjelaskan, minimal pelatnas cabang sepak bola dugelar 24 Juni dan

paling lambat 1 Juli para pemain sudah harus mulai menjalani latihan di Malang. Ketika ditanya soal pelatih yang bakal menangani tim SEA Games mendatang, dia mengatakan, dirinya berharap yang terbaik yang bakal menangani tim sepak bola nasional. "Kita akan terima siapa saja yang akan menangani tim sepak bola SEA Games. Siapapun orangnya, dialah yang terbaik buat tim sepak bola Indonesia," katanya. Ketika disebut nama Alfred Friedl dan Rahmad Darmawan, dia mengatakan, siapapun orangnya akan diterima. Menurut dia, pelatih asal Austria,

Alfred Riedl merupakan pelatih yang diikat kontrak oleh PSSI kepengurusan yang lama untuk jangka waktu yang panjang. Kemudian Pelatih Persija Jakarta Pusat, Rahmad Darmawan merupakan pelatih yang bagus. "Kalau bisa ya' duaduanya tetapi tentunya tidak semua menjadi pelatih kepala tetapi ada yang menjadi asisten pelatih," katanya. Ketika ditanya soal Kongres PSSI, dia mengatakan, dirinya berharap Kongres bisa berjalan dengan baik dan lancar demi perkembangan sepak bola Indonesia. (ANT)

9

Masa Depan LPI Masih Abu-Abu, Persibo Libur Sebulan Bojonegoro-andalas Persibo Bojonegoro bakal mengistirahatkan pemain dalam waktu cukup lama, yakni sebulan penuh. Pemain dibebaskan dari segala kegiatan klub hingga Juli mendatang. Diistirahatkannya tim dalam waktu lama, disebabkan Liga Primer Indonesia yang belum ada kepastian kapan bakal dimulai kembali. Ketua Umum Persibo Taufik Riesnendar mengaku belum ada kepastian kapan liga putaran kedua dimulai. Sebab LPI sendiri tengah menunggu kepastian kisruh yang melanda PSSI dan belum ditemukan solusinya. Untuk mengatasi kejenuhan pemain di sesi latihan, manajemen Persibo pun meliburkan pemainnya selama sebulan. "Sebenarnya ini tidak bagus, karena kondisi pemain bisa drop. Tapi tak ada pilihan lain, karena kita juga belum tahu kapan kompetisi putaran kedua akan dimulai," ujar Taufik Riesnendar yang juga Komandan Kodim 0813 Bojonegoro. Tapi ia meminta pemain tak perlu khawatir karena manajemen tetap membayar gaji pemain. Sekaligus ia meminta pemain bertindak profesional dengan menjaga kondisi walaupun tidak menjalani latihan rutin bersama tim. Taufik meminta pemain melakukan latihan sendiri agar tidak terlalu drop saat kembali ke lapangan nanti. "Pemain harus punya tanggungjawab terhadap dirinya sendiri. Saya percaya para pemain akan berupaya menjaga stamina," lanjutnya. Sementara, soal perburuan pemain anyar, manajemen tampaknya tak terlalu terburu-buru. Manajemen mengirimkan pelatih Luciano Leandro untuk pulang kampung ke Brasil dan mencari pemain yang cocok dengan kebutuhan tim di putaran kedua nanti. Selain mencari pemain, terutama striker, Pesibo juga masih membutuhkan fisioterapis dan pelatih fisik. Jika memungkinkan, dua posisi tersebut bakal diimpor dari Brasil yang terkenal lebih maju dalam hal fisioterapi dan olah fisik. "Penambahan pemain sudah pasti kita lakukan. Luciano pulang ke negaranya untuk mencari pemain sesuai kebutuhan. Dengan mencari sediri di negaranya, kita berharap tak membeli kucing dalam karung karena benar-benar tahu kualitasnya," tandas Taufik. Penambahan pemain juga dilakukan Persebaya 1927. Kendati masih sebatas rumor, namun Bajul Ijo santer dikabarkan bakal mendatangkan pilar Persija, Tony Sucipto dan mengincar beberapa pemain Persela Lamongan. Sejumlah pemain Persela memang dekat dengan pelatih Aji Santoso dan cocok dengan kriteria pelatih asal Malang tersebut. Pemain yang menjadi incaran antara lain Hendro Siswanto, Aris Alfiansyah, juga Feri Ariawan. Sayang Aji sendiri masih malu-malu. "Nanti saja kita informasikan kalau sudah ada deal. Yang pasti banyak pemain yang memenuhi syarat bermain di Persebaya. Tapi semua juga butuh pertimbangan, apakah pemain tersebut mau bermain di Surabaya," cetud Aji. (OZ)

Diikuti 68 SSB dari Sumut dan Aceh

Pembukaan Turnamen Sepakbola Karang Taruna Binjai Meriah PEMBUKAAN Turnamen Sepakbola Karang Taruna Binjai memperebutkan Piala Wali Kota Binjai, HM Idaham, SH, MSi yang dilaksanakan di Lapangan Sepakbola Karang Taruna Kebun Lada, Binjai, Minggu (5/ 6) sore, berlangsung meriah. Hujan lebat yang disertai angin kencang, tidak mengurangi kemeriahan acara pembukaan turnamen yang diikuti 68 Sekolah Sepak Bola (SSB) dari Sumut dan Aceh itu. Wali Kota Binjai, HM Idaham, dalam sambutannya mengaku bangga karena para peserta tetap bersemangat walaupun diterpa hujan. Untuk itu, Idaham meminta agar seluruh pemain bisa tampil lepas dan menjunjung tinggi sportivitas. "Ya, yang terpenting adalah tidak menghalalkan segala cara untuk meraih kemenangan. Jadi, sportif dan fair play sampai akhir," ujarnya. Idaham pun menegaskan, hujan adalah anugerah. Jadi, jangan disesali, tapi tetap harus disambut dengan sukacita. Sementara itu, Ketua Panitia, Zulkhoiri Lubis dalam

laporannya menegaskan, turnamen itu dilaksanakan untuk merayakan HUT ke- 17 SSB Karang Taruna Binjai. Turnamen akan berlangsung selama kurang lebih 25 hari serta diikuti oleh 138 tim dari 68 SSB dari Binjai, Langkat, Medan, Deli Serdang, Tebing Tinggi dan Tanah Karo (Sumut) serta Lhoukseumawe dan Langsa (Aceh). Di antara peserta adalah SSB Bintang Muda Binjai, Karang Taruna Binjai, Dispora Binjai, Daun Mas Stabat, Langkat, Seantis Deli Serdang, Telaga 7 United, Warna Agung, Mayang Putra, Bhineka, Kebun Bunga Medan, Kelambir Lima, Sejati Pratama, Generasi Muda Medan, PSWBL Langsa dan Arun Lhoukseumawe (Aceh), Tunas Setia, Medan Soccer, Putra Jaya, Kharisma Medan, Kurnia Medan, Agas Binjai, Rajawali, Elang Putih, Bulu Cina Deli Serdang dan Brimo Putra Langkat. Peserta dibagi dalam tiga kelompok umur, yaitu kelompok umur 11 tahun, 14 tahun dan 16 tahun. Zulkhaoiri mengucapkan

andalas/budi zulkifli

MENYALAMI-Wali Kota Binjai HM Idaham, SH, MSi menyalami para pemuda seusai membuka secara resmi turnamen tersebut, Minggu (5/6). terima kasih kepada semua tim yang sudah ikut ambil bagian dalam turnamen tersebut. Dikatakannya, sudah sepatutnya turnamen itu dijadikan sebagai gebrakan awal dan tonggak kebangkitan bagi

persepakbolaan di Sumut. Pembukaan turnamen tersebut ditandai dengan pelepasan balon ke udara oleh Wali Kota Binjai H.M. Idaham, SH, MSi, didampingi Kadispora Binjai Janu Asmadi, Kadis

Pendidikan Dwi Anang Wibowo dan Camat Binjai Utara Asri Dalimunthe. Setelah itu dilakukan pertandingan perdana antara SSB Medan Soccer dengan SSB Generasi Muda B Medan. (BD)


EKONOMI-BISNIS

Selasa 7 Juni 2011

harian andalas | Hal.

10

Lancar

Penyesuaian Tarif Baru Pajak di Sumut

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendapatan Sumut H Sjafaruddin SH MM kepada wartawan di Medan, kemarin mengemukakan, pemberlakuan Perda baru yang telah disosialisasikan dalam berbagai kesempatan sesuai Pengumuman Dinas Pendapatan Provinsi Sumut Nomor 973/630/PENDA/2011 relatif telah terlaksana dengan baik. Dijelaskan penyesuaian tarif atas beban pajak provinsi tersebut masing-masing Tarif Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) pribadi yang berdasarkan Perda lama sebesar 1,50 persen dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) disesuaikan menjadi 1,75 persen dari NJOP sementara kendaraan umum tetap 1,00 persen. Kendaraan ambulans, pemadam kebakaran, sosial keagamaan, lembaga sosial dan keagamaan, pemerintah/ TNI/ Polri dan pemerintah daerah yang sebelumnya tidak tercantum dalam Perda maka pada Perda baru ini dikenakan tarif 0,50 persen. “Sementara alat-alat berat yang pada Perda lama 0,50 persen disesuaikan menjadi 0,20 persen,” jelasnya didampingi Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penyuluhan Pendapatan Dispenda Sumut Harianto Butarbutar SE MSi. Pada Perda baru ini juga diatur tentang tarif PKB Progresif Pribadi yakni terhadap kendaraan bermotor pribadi kepemilikan kedua dikenakan tarif 2,00 persen dari NJOP, kepemilikan ketiga 2,50 persen, kepemilikan ke empat 3,00 persen dan kepemilikan kelima dan seterusnya 3,50 persen. Sementara itu Tarif Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) penyerahan pertama yang pada Perda lama 10,00 persen disesuaikan menjadi 15,00 persen pada Perda baru sedangkan alat-alat berat dan alat-alat besar penyerahan pertama disesuaikan dari 3,00 persen menjadi 15,00 persen. Tarif BBN-KB penyerahan kedua yang pada Perda lama 1,00 persen tetap 1,00 persen pada Perda baru sedangkan alat-alat berat dan alat-alat besar penyerahan kedua yang pada Perda lama dikenakan

tarif 0,30 persen maka pada Perda baru tidak lagi dikenakan tarif. Tarif BBN-KB penyerahan karena warisan yang pada Perda lama dikenakan tarif 0,10 persen dan terhadap alat-alat berat dan alat-alat besar pada golongan ini yang pada Perda lama tarif 0,03 persen maka pada Perda baru tersebut tidak lagi dikenakan tarif. Juga dijelaskan terhadap khusus kendaraan bermotor alat-alat berat dan alat-alat besar yang tidak menggunakan jalan umum maka tarif pajaknya ditetapkan dalam Perda baru ini masing-masing untuk penyerahan pertama 0,75 persen dan penyerahan kedua 0,075 persen. Sementara itu Tarif Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang pada Perda lama sebesar 5,00 persen disesuaikan menjadi 10,00 persen, Tarif Pajak Air Permukaan tetap 10 persen serta Tarif Pajak Rokok yang belum diatur dalam Perda lama maka pada Perda baru 10,00 persen. Secara khusus juga dijelaskan bahwa untuk efisiensi dan efektivitas pelaksanaan pemungutan Pajak progresif dan untuk keperluan pendataan terhadap seluruh kendaraan bermotor pribadi diminta kepada para pemilik kendaraan bermotor yang telah menjual kendaraannya agar segera menyurati Kantor Dinas Pendapatan Provinsi Sumatera Utara cq. Kabid PKB/ PKAA Jalan Sisingamangaraja Km. 5,5 Telp. 7865586-7867776 : Fax : 7867776. Selain itu juga dapat segera menyurati kantor UPTD/Samsat yang ada di daerah masing-masing dan atau segera mendatangi kantor UPTD/Samsat yang ada di daerah masing-masing untuk melaporkan secara langsung status kepemilikan kenderaan bermotor yang telah dijual. Pajak progresif dan untuk keperluan pendataan terhadap seluruh kendaraan bermotor pribadi diminta kepada para pemilik kenderaan bermotor yang telah menjual kendaraannya agar segera menyurati Kantor Dinas Pendapatan Provinsi Sumatera Utara cq. Kabid PKB/ PKAA Jalan Sisingamangaraja Km. 5,5 Telp. 7865586-7867776 : Fax : 7867776. Selain itu juga dapat segera menyurati kantor UPTD/Samsat yang ada di daerah masing-masing dan atau segera mendatangi kantor UPTD/Samsat yang ada di daerah masing-masing untuk melaporkan secara langsung status kepemilikan kenderaan bermotor yang telah dijual. ”Hal ini dimaksudkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan/atau yang dapat merugikan wajib pajak kenderaan bermotor pribadi sehingga dimohonkan untuk segera memenuhi maksud tersebut,” jelasnya. (WAN)

Pemerintah Tolak

Bahas Saham Inalum Pemda Sumut Jakarta-andalas Menteri Perindustrian MS Hidayat menegaskan pihaknya menolak untuk membahas lebih lanjut terkait permintaan Pemerintah Daerah (Pemda) Sumatera Utara (Sumut) atas kepemilikan 60 persen saham PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Menurut Hidayat, permintaan itu disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut Riadil Akhir Lubis di sela-sela rapat tertutup Tim Pelaksana Pengambilalihan Inalum di Jakarta akhir pekan lalu. Sementara itu, Riadil menjelas-

PALLADIUM 12.00-14.10-16.20-18.30-20.40 THAMRIN 13.00-15.10-17.20-19.30-21.40

kan, permintaan itu disampaikan berdasarkan arahan dari Wakil Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, yang saat ini menjabat sebagai Plt Gubernur Sumut. Riadil berharap, daerah bisa memiliki porsi saham yang lebih besar. Misalnya, kata dia, untuk sembilan kabupaten dan kota di sekitar Sumut, yakni Kabupaten Tanjung Balai, Kabupaten Asahan, Kabupaten Batubara, Kabupaten Samosir, Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Karo, Kabupaten Simalungun, dan Kabupaten Tapanuli Utara mendapatkan saham sebesar 40 persen. (OKE)

PLAZA 13.10-15.20-17.50-20.10 THAMRIN 12.00-14.20-16.40-19.00-21.20 BINJAI 13.15-15.05-16.55-18.45-20.35

andalas/hs poetra

HARGA DA GING-Seorang pedagang menata daging sapi di Pusat Pasar, Medan, Sumatra Utara, Senin (06/06). Harga komoditas tersebut naik menjadi Rp75.000 per kg DAGINGdari harga sebelumnya Rp65.000 per kg karena berkurangnya pasokan impor sapi dari Australia. Pedagang juga mengakui permintaan akan daging sapi juga menurun hingga 20% dari biasanya.

PT KAI Tertibkan Pedagang Asongan Medan-andalas Dengan dasar pelaksanaan peraturan pemerintah nomor 9 tahun 2011 tentang SPM (Standart Pelayanan Minimum) baik di Stasiun maupun di Kereta Api serta empat pilar perusahaan yang diantaranya keselamatan, tepat waktu, pelayanan dan kenyamanan, hal inilah yang memebuat PT KAI menggelar Operasi Peningkatan Keamanan dan Penertiban Pedagang Asongan. Demikian dikatakan Humas PT KAI Divre I Sumut dan Aceh Irwan saat di temui di Stasiun Besar Kereta Api, kemarin. ”Kita tidak sendiri tetapi bekerja sama de-

ngan pihak aparat dan sebelumnya hal ini sudah di sosialisasikan terlebih dahulu kepada para pedagang asongan,” katanya. KAI menertibkan para pedagang asongan yang menjajakan dagangannya di gerbong kereta api kelas bisnis dan eksekutif larangan kepada pedagang asongan tersebut, sudah disosialisasikan dan diberlakukan sejak dua minggu yang lalu berupa imbauan melalui spanduk. “Jadi, kita tidak secara langsung untuk menertibkan mereka tetapi kita sosialisasikan terlebih dahulu, yang pertama itu kita imbau melalui spanduk seminggu kemu-

dian pihak aparat langsung face to face pada tanggal 1 Juni kepada para pedagang asongan dan puncaknya sekarang,” papar Irwan. Tujuan penertiban pedagang asongan ini untuk memberikan rasa nyaman dan aman terhadap penumpang yang menggunakan jasa angkutan Kereta Api sesui dengan Standart Pelayanan Minimum (SPM). Irwan juga menjelaskan, untuk meningkatkan rasa aman para penumpang jasa angkutan Keret Api di setiap Kereta Api terdapat dua Polsus dan di tambah lagi dua brimob. “Pada dasarnya kita PT KAI tidak melarang para peda-

gang itu untuk berjualan, silahkan berjualan tetapi jangan menjajakan dagangannya di gerbong kereta api, demi kenyamanan dan keamanan penumpang,” jelasnya. Operasi peningkatan keamanan dan penertiban pedagang asongan ini sasarannya pada stasionet Stasiun Lubuk Pakam, Perbaungan, Tebing Tinggi, Perlanaan dan Kisaran. Irwan berharap pengertian dan kesadaran serta pedagang asongan dapat memahami dan saling menjaga untuk tidak lagi untuk tidak lagi menaiki kedua jenis kereta api tersebut demi kelancaran pelayanan pada penumpang. (IKA)

TPK Hotel Berbintang Merosot 1,50 Poin andalas/siong

Medan-andalas Penyesuaian tarif baru pajak di Sumatera Utara sebagai tindak lanjut pemberlakuan Undang-undang 28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah yang dijabarkan melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah Propinsi Sumatera Utara sejak 2 Mei 2011 relatif berjalan lancar.

TINGKAT Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sumatera Utara bulan April 2011 mencapai rata-rata 43,31 persen, atau merosot 1,50 poin dibanding TPK hotel berbintang bulan Maret 2011 sebesar 44,81 persen. Menurut klasifikasi hotel, TPK hotel bintang tiga mencapai 53,86 persen dan merupakan TPK hotel tertinggi dibanding kelas hotel berbintang yang lain. Hal ini dikatakan, Kepala Bidang Statistik Produksi, Drs Erwin Said Msi, Senin (6/6) di Kantor BPS Provinsi Sumut Jalan Kapten Muslim Medan. Untuk TPK hotel terendah kata Erwin, hotel bintang lima hanya mencapai 33,27 persen. Jika dibanding dengan bulan Maret 2011, hotel bintang tiga mengalami penurunan TPK tertinggi yaitu sebesar 16,99 poin, diikuti oleh hotel bintang empat mengalami penurunan TPK sebesar 8,79 poin. Sedangkan hotel bintang dua, satu, dan lima mengalami kenaikan TPK masing–masing sebesar 16,60 poin, 10,88 poin, dan 3,83 poin. Lama Menginap Dijelaskannya, secara

SUN 13.30-15.45-18.00-20.15

PLAZA 11.40-14.00-16.20-18.40-21.00 THAMRIN 12.50-15.40-17.30-19.50 BINJAI 13.00-14.50-16.40-19.30-20.20

PENUMP ANGPENUMPANGJumlah penumpang domestik yang berangkat dari Sumatera Utara melalui Bandara Polonia Medan selama bulan April 2011 mencapai 229.468 orang, turun sebesar 0,06 persen jika dibanding dengan bulan Maret 2011. agregat, rata-rata lama menginap tamu asing dan tamu domestik pada hotel berbintang di Sumatera Utara pada bulan April 2011 mencapai 1,69 hari, mengalami penurunan 0,35 hari dibanding

PALLADIUM 12.45-15.00-17.15 PLAZA 13.45-16.00

rata-rata lama menginap tamu pada bulan Maret 2011. “Rata-rata lama menginap tamu asing pada bulan April 2011 turun 0,32 hari jika dibanding rata-rata lama mengi-

PLAZA 18.10-20.20

nap tamu asing pada bulan Maret 2011. Rata-rata lama menginap tamu domestik turun 0,29 hari dibanding bulan Maret 2011,” imbuh Erwin seraya menambahkan secara keseluruhan, ratarata lama menginap tamu asing pada bulan April 2011 sebesar 2,23 hari, lebih tinggi dibanding tamu domestik yakni 1,62 hari. Sedangkan, jumlah penumpang domestik yang berangkat dari Sumatera Utara melalui Bandara Polonia Medan selama bulan April 2011 mencapai 229.468 orang, atau turun sebesar 0,06 persen jika dibanding dengan bulan Maret 2011 yang mencapai 229.612 orang. Secara kumulatif jumlah penumpang yang berangkat Januari–April 2011 mencapai 930.395 orang, atau naik 19,73 persen dibanding periode yang sama tahun 2010 sebesar 777.096 orang. Sebaliknya, penumpang domestik yang datang di Sumatera Utara pada bulan April 2011 mencapai 223.544 orang, atau mengalami peningkatan sebesar 0,98 persen jika dibanding bulan sebelumnya yaitu sebanyak 221.373 orang. “Selama Januari–April 2011 penumpang domestik yang datang mengalami peningkatan sebesar 26,30 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu naik dari 694.693 orang menjadi 877.365 orang,” ucap Erwin. (SIONG)

THAMRIN 18.00-20.15 SUN 13.00-15.15-17.30-19.45

SUN 12.45-14.45-16.45-18.45-20.45 PALLADIUM 13.00-15.00-17.00-19.00-21.00


KOMUNITAS

Selasa 7 Juni 2011

harian andalas | Hal.

11

Untuk Lomba Perahu Naga

Pemko Diminta Benahi Sungai kunjungan wisatawan. “Kalau pesta perahu naga dapat digelar di Medan, tidak menutup kemungkinan akan mendongkrak volume kunjungan wisatawan,” ucap Eddy. Mandi Kembang Sementara, Ketua Sahabat Center Kota Medan, Jasmin Chandra menyebutkan, dalam perayaan bakcang selain ritual sembahyang dilaksanakan di rumah masing-masing warga etnis Tionghoa, biasanya juga melakukan aktifitas warga Tionghoa mandi ataupun merendam diri di sungai-sungai tertentu tepat pukul 12.00 WIB siang. “Sungai dengan permukaan air yang jernih seperti di kawasan Sembahe biasanya banyak dikunjungi etnis Tionghoa untuk menggelar ritual mandi kembang,” ujar Jasmin. “Harapan ini disampaiSekalipun warga yang mekan ke Pemko Medan, melaksanakan ritual pada hari “H” ngingat kini kondisi sungaiFestival Bakcang menyebar di sungai yang ada di Medan sejumlah sungai, Jasmin berbelum memungkinkan unharap agar warga tetap waspatuk pagelaran perahu nada terutama bagi para pengenga,” ujar Eddy, kemarin di dara untuk sampai di sungai Medan. tujuan. Karena itu, Eddy Djua-  Jasmin Chandra Selain itu, tokoh pemuda Kota ndi berharap Pemko MeMedan ini berharap pihak kedan bisa segera membenahi sungai yang polisian mengerahkan petugas polisi lalu linada di Medan, sehingga pada Festival Bak- t a s di titik-titik yang kemucang mendatang lomba perahu ngkinan banyak dilalui naga dapat digelar. para pengguna jalan Dikatakannya, beberapa negamenuju lokasi sungai ra di ASEAN seperti Malaysia, yang banyak diguThailand, Singapura, dan Filinakan warga Tionghoa pina sudah menjadikan lomba untuk menjalankan properahu naga sebagai sesi mandi kembang. event untuk menarik (REL/SIONG)

Medan-andalas Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sumut, Eddy Djuandi mengatakan, Pemerintah Kota (Pemko) Medan diharapkan bisa mengupayakan sungai refresentatif untuk lomba perahu naga pada festival bakcang  Eddy Djuandi di masa mendatang, karena Kota Medan sangat potensial untuk pengembangan lomba perahu naga.

andalas/ist

HARL AH PPANC ANC ASIL AHARLAH ANCASIL ASILAA-Ketua DPP MPI Sumut Bobby Octavianus Zulkarnaen SE dan jajaran pengurus lainnya, memperingati Hari Lahir Pancasila bersama anak Panti Asuhan.

MPI Peringati Harlah Pancasila Bersama Anak Yatim Medan-andalas Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Masyarakat Pancasila Indonesia (MPI) Sumatera Utara memperingati Hari Lahir (Harlah) Pancasila ke-66 bersama anak Panti Asuhan Pembangunan Didikan Islam Jalan Letjen Jamin Ginting Medan, 1 Juni kemarin. “Kegiatan memperingati Harla Pancasila ke-66 bersama anak yatim, merupakan spontanitas kami lakukan. Dirasa penting karena momen Harlah Pancasila dapat menguatkan solidaritas dan ideologi Pancasila sebagai dasar negara,” ujar Ketua DPP MPI Sumut, Bobby Octavianus Zulkarnaen SE dalam siaran pers yang diterima andalas Senin (6/6).

Dilanjutkan Bobby, MPI menyadari Pancasila sudah mulai terlupakan generasi penerus bangsa. Oleh sebab itu, kunjungan tersebut sekaligus memberikan pemahaman arti dan makna Pancasila kepada anak yatim. “Sebagai wujud rasa syukur kami, juga kepada yang maha kuasa. Sampai saat ini Pancasila masih bertahan sebagai dasar negara dan ideologi bangsa serta NKRI sebagai harga mati bagi kami keder MPI. Nah, pesan inilah yang selalu ditanamkan ketua DPN MPI Meher Ban Shah pada setiap kader MPI,” ujar Bobby. Oleh sebab itu, jangan kaitkan Pancasila dengan masa

orde baru. “Siapa lagi yang menghargai Pancasila, kalau tidak diri kita sendiri,” ungkapnya. Bendahara DPP MPI Sumut, Muhammad Ridwan SE meminta kepada Preseden RI dan Menteri Pendidikan Nasional untuk mengaktifkan kembali Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) dan sekaligus juga meminta kepada Mendiknas untuk memasukkan kembali mata Pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP). “Nah bila mata pelajaran PMP kembali lagi dibahas dalam mata pelajaran, tentunya generasi muda dan bangsa akan lebih memahami arti dan makna Pancasila,” ujarnya.

Namun, Ir Roni Sibuea MPd selaku ketua panitia yang juga ketua OKK DPP MPI Sumut mengungkapkan, radikalisme Pancasila perlu penekanan kembali. Dalam hal ini antisipasi terhadap hal-hal yang berkaitan dengan Komunis. “Nah, dengan kegiatan memperingati Harla Pancasila ke-66 yang merupakan program kerja di bidang OKK khususunya DPP MPI Sumut, kita akan lebih menyentuh arti Pancasila tersebut,” ujar Roni. Turut hadir dalam memperingat Harla Pancasila ke 66 bersama anak panti asuhan yakni Sekretaris Aulia P SH dan ketua bidang seperti Zulkifli, Baginda Siregar dan Sugiarto. (DD)

Meriah, Perayaan HUT ke-13 Yayasan Sad Putra Persada ITM Pacu Mahasiswa Akses IT siswa itu berawal dari skripsi Medan-andalas akhir mahasiswa ITM dianIndonesia masih kekutaranya seperti menghiduprangan tenaga ahli desain kan dan mematikan lampu mekanik. Penyebabnya kamenggunakan short message rena teknologi industri beservice (SMS) via HP tanpa gitu cepat bergerak dibanjarak, pembacaan kwh meter dingkan informasi teknolomemakai SMS, sumur bor gi yang diterima mahadengan menggunakan enersiswa. Mahasiswa pun tergi cahaya matahari alaternabatas dalam mengakses intif (solar cell), mobil listrik formasi teknologi. energi cahaya (solar cell) dan Hal itu diungkapkan lain sebagainya. Kepala Humas Institut Bahkan, lanjut Vivahmi Teknologi Medan (ITM), selain mahasiswa FTI - ITM, M Vivahmi Manafsyah mahasiswa jurusan Teknik SH, MSi, kepada wartaElektro ITM juga telah berwan di kampus ITM, Jalan prestasi diantaranya pada Gedung Arca Medan, Se-  M Vivahmi Manafsyah pameran expo industri ternin (6/6). Untuk itu, menurut M Vivahmi, ITM se- barukan di Malaysia yang berhasil membagai lembaga pendidikan tinggi yang kon- peroleh juara kedua (medali perak) tahun sern dalam bidang teknologi terus memacu 2010 dengan inovasi sistim garasi mobil mahasiswa untuk mengakses teknologi in- menggunakan remote control berbasis formasi khususnya perkembangan teknolo- PLC. Prestasi yang diraih mahasiswa jurusan gi di dunia industri agar memudahkan untuk mendesain berbagai teknologi yang ber- Teknik Elektro FTI ITM itu diharapkan ke depan mahasiswa tersebut setelah manfaat bagi masyarakat. Upaya yang dilakukan tersebut dengan tamat bisa membuka lapangan pekerjaan mengarahkan mahasiswa ITM terutama dan menjadi wirausaha. “Kami juga mengakui ada kesulitan unMahasiswa Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Me- tuk bisa membuka akses pemasaran dan penjualan teknologi mini dikarenakan fakdan (FTI-ITM). “Hingga akhir tahun 2010 dengan diban- tor pembiayaan yang tinggi, dukungan tu para dosen pembimbing, mahasiswa stakeholder yang lemah dan hak paten berhasil menciptakan 200 jenis teknologi (good will) produk inovasi mahasiswa yang kurang disosialisasikan dan terekspos ke mini,” ujar M Vivahmi. Teknologi mini yang dibuat para maha- dunia usaha,” ungkapnya. (HAM)

Medan-andalas Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Yayasan Sad Putra Persada (YSPP), Jalan Pancur Batu, Medan, Minggu (5/6) berlangsung meriah dan dihadiri ratusan undangan. Acara ulang tahun YSPP dimeriahkan dengan hiburan nyanyian, koor dan tarian. Perayaan yang digelar setiap tahun itu dirangkai dengan ritual pemilihan locu yang diikuti puluhan peserta.Acara ditandai dengan peniupan lilin dan pemotongan kue tart oleh Ketua Umum YSPP, Tongariodjo Angkasa SE.MBA.MM bersama para pengurus lainnya itu Ketua Umum YSPP, Tongariodjo Angkasa SE.MBA.MM mengatakan, perayaan ulang tahun lingkungan yayasan merupakan bentuk ucapan rasa syukur sekaligus untuk meningkatkan tali persaudaraan dan silaturahmi diantara sesama pengurus dan anggota YSPP, yang terdiri dari beragam suku dan marga. “Tak terasa perayaan ulang tahun YSPP sudah memasuki usia ke-13, kita

andalas/siong

PO POTTONG KUEKUE-Ketua Umum YSPP, Tongariodjo Angkasa (ketiga dari kiri) bersama para pengurus lainnya melakukan pemotongan kue tart pada acara Hari Ulang Tahun ke-13 YSPP, Jalan Pancur Batu, Medan,Minggu (5/6). harus bangga karena memiliki gedung yang lengkap sarana dan prasarananya dengan lokasi yang sangat strategis,” ungkap Tongariodjo Angkasa. Sedangkan untuk membantu mendorong kegiatan kejuaraan olahraga catur Xiang Qi piala YSPP, Tongariodjo Angkasa berjanji akan membuat piala yang lebih besar lagi di masa mendatang untuk memacu semangat para atlet Xiang Qi

meraih prestasi yang lebih besar lagi. “YSPP sudah tiga kali berturut-turut merebut juara pertama dalam turnamen catur Xiang Qi..Prestasi ini harus dipertahankan,jadi siapa yang ingin belajar main catur Xiang Qi bisa mendaftar di YSPP,” kata Tongariodjo Angkasa. Dalam perayaan tersebut, Ketua Panitia,Usman Anwar mengucapkan banyak terima

kasih kepada rekan-rekannya di dalam YSPP yang telah bahu membahu mempersiapkan pelaksanaan ulang tahun sehingga terlaksana dengan baik. “Kami panitia juga mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Ketua Umum Tongariodjo Angkasa yang ikut memberikansumbangsih dalam terlaksananya acara ini,”kata Usman Anwar. (SIONG)

BERITA DUKACITA

YAYASAN BALAI SOSIAL HENRY WIJAYA JL. BAKARAN BATU NO.1 MEDAN TLP.(061) 7367339 - 7369359 Blok

Nama

Umur (Thn)

Alamat

Meninggal (Tgl/Jam)

Berangkat (Tgl/Jam)

Keterangan / Tempat

VIP-A

LIE KENG LAN

83

Jl. B. Zein Hamid No. 19 F T. Kuning Medan

04-06-11 23.45 WIB

07-06-11 14.00 WIB

Dikebumikan

VIP-B

CHIU LIE MOY

84

Komp. Asia Mega Mas Blok K-17 Medan

03-06-11 23.15 WIB

07-06-11 11.00 WIB

Dikebumikan

VIP-C

COH CUN KIET

77

Jl. Besar Tembung Psr. Gambir No. 15-L Medan

04-06-11 16.00 WIB

07-06-11 13.00 WIB

Diperabukan

1

THE BUN TIONG / A KAU

56

Jl. A.R. Hakim Gg. Aman No. 41 Medan

04-06-11 10.35 WIB

07-06-11 12.00 WIB

Diperabukan

2

LIC FAK SHU

67

Jl. Sei Wampu No. 107 Medan

03-06-11 17.30 WIB

07-06-11 14.00 WIB

Diperabukan

3

TAN GAN FUNG

80

Jl. Aksara Gg. Baru No. 80 D Medan

04-06-11 16.40 WIB

08-06-11 11.00 WIB

Dikebumikan

BERITA DUKACITA

BALAI PERSEMAYAMAN ANGSAPURA JL. WAJA NO. 2-4 MEDAN TELP. 7345503, 7361328, 7360873 B lok

N ama

U mur (Thn)

Alamat

Meninggal (Tgl/Jam)

B erangkat (Tgl/Jam) K eterangan / Tempat

GAN SOEI TIN

97

Jl. S ambas No. 24 Medan

04-06-11 03.30 WIB

07-06-11 10.00 WIB

D i perabukan

5

LO MEI HAN

51

Jl. A si a Raya B lok D No. 4 K omp. Mega Mas Medan

03-06-11 11.30 WIB

08-06-11 13.00 WIB

D i perabukan

8

SIOE JIN

72

Jl. A ki k No. 47 C Medan

03-06-11 15.25 WIB

08-06-11 11.00 WIB

D i perabukan

9

LIE KIM TJONG

54

Jl. S uasa S elatan P sr. III No. 271 Mabar Medan

04-06-11 17.30 WIB

08-06-11 11.00 WIB

D i kebumi kan

VIP-B


Selasa

SUMATERA UTARA

7 Juni 2011

Tugini Mengaku Korban PHK Sepihak Gebang-andalas Tugini alias Pelak (49), penduduk Jalan Peringgan Kelurahan Pekan Gebang, Langkat menjadi korban PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) sepihak oleh perusahaan UD Harapan Sawita yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit beralamat di Desa Lubuk Kertang Kecamatan Berandan Barat, Langkat .  Tugini Pelak (panggilan akrab Tugini), yang memiliki seorang istri dan tiga anak dan masih butuh biaya sekolah dan hidup, Senin (6/6) melapor ke kantor KNPI Gebang. Ditemani anaknya yang masih kecil, ia menuturkan, dirinya awalnya bekerja di perkebunan kelapa sawit milik PT Sewangi Gebang lebih kurang 20 tahun dan terakhir menjabat sebagai Mandor I dengan gaji sekitar Rp 1,2 juta plus mendapatkan rumah dinas, beras 46 Kg dan biaya kesehatan. Akibat bujuk rayu teman, pada Juli tahun 2007 mencoba mendatangi Akam Sutrisno, yang diketahui butuh karyawan untuk membuka lahan perkebunan sawit di Desa Lubuk Kertang Berandan Barat, dan Akam dikabarkan orang kepercayaan di perkebunan Harapan Sawita. Singkat cerita, Pelak tergiur bekerja di perkebunan baru tersebut dan rela meninggalkan pekerjaan sebelumnya, dengan harapan mencari kehidupan yang layak untuk masa depan keluarga, dan akhirnya dia diterima bekerja di UD Harapan Sawita dengan gaji Rp 2,6 juta per bulan dan diberi jabatan sebagai Asisten Perkebunan. Sebagai tenaga kerja baru, dia selalu menunjukkan itikad baik, sopan dan rajin di Harapan Sawita yang saat itu kondisi lahannya masih berbentuk hutan mangrove. Akibat lahan dikerjai Pelak tersebut dinyatakan bermasalah, konon semua karyawan yang bekerja dirumahkan termasuk Pelak tanpa ada gaji sedikitpun. Selang berapa lama kemudian terdengar, kalau perusahaan itu beroperasi kembali seperti biasa, hanya saja Pelak yang dirumahkan tersebut tidak juga dipanggil untuk bekerja kembali. “Hingga kini sudah berjalan sekitar 2 tahun tanpa ada status jelas, di-PHK tidak digaji pun tidak,” katanya sedih. (DON)

Mutasi Kepala SMP di L Batu Dikecam Rantau Prapat-andalas Beberapa waktu lalu puluhan Kepala SMP di Kabupaten Labuhan Batu dimutasi Bupati Dr H Tigor Panusunan Siregar. Hal ini memicu emosi puluhan pelajar SMP Negeri II Rantau Selatan. Mereka melakukan unjuk rasa ke kantor bupati, karena merasa keberatan dengan pemutasian kepala sekolah mereka H Hasan Maksum Siagian. Menurut Hasan Maksum, persyaratan menjadi kepala sekolah harus pernah mengikuti ujian sertifikasi atau menyandang sertifikasi dan pernah calon kepala sekolah. Di sini masih terlihat ada kepala sekolah yang baru dilantik tidak memiliki sertifikasi. “Ada 3 kategori dilakukannya mutasi kepala sekolah. Pertama penyegeran, penghargaan dan ketiga hukuman,” sebutnya. Yang paling aneh, beber Hasan, sejak dimutasi ke SMPN II Panai Hulu, dirinya tidak pernah dihubungi untuk melakukan sertijab. Namun di SMPN II Panai Hulu sudah diangkat pula salah seorang pelaksana sebagai kepala sekolah. “Saya merasa tidak pernah dikontak untuk sertijab, dan di SMPN II Sigambal belum melakukan verifikasi. Jangankan verifikasi, tim verifikasi saja belum ada pertanggungjawaban antara kepala sekolah lama kepada yang baru,” katanya kepada andalas, Senin (6/6). Menurut Junaidi, yang juga mantan Kepala SMPN I Kecamatan Rantau Utara, yang juga salah seorang korban mutasi, hingga kini dirinya merasa terkatung-katung. “Karena status belum jelas harus bertugas dan mengajar di SMP mana,” katanya. Disinggung tentang penandatanganan ijazah siswa yang baru lulus, Junaidi mengatakan, hal itu urusan mereka. Tapi, sebenarnya sebagai kepala sekolah sudah dibekali SK dari provinsi sebagai penyelenggara ujian Nasional dan ujian sekolah. “Sebab, SK tersebut sangat melekat sekali dengan penandatanganan ijazah anak anak yang baru saja lulus ujian nasional,”ujarnya. (ONE)

harian andalas | Hal.

12

Kepala SDN 050659 Kutip Uang Pengawas UN Stabat- andalas Beberapa orang tua siswa mengaku kecewa dan resah, karena oknum Kepala SDN 050659 Stabat, melakukan pengutipan untuk biaya pengawas UN sebesar Rp. 60 ribu per siswa. Katanya, semua biaya UN sudah ditanggung pemerintah, tapi mengapa ada lagi pengutipan seperti itu ? Menurut para orangtua, selain untuk uang pengawas UN, mereka juga dikutip biaya darmawisata sebesar Rp 157 ribu dan uang cenderamata untuk guru sebesar Rp 60 ribu,- Bagi yang

tidak ikut piknik tetap dikenakan biaya, namun tidak harus Rp 157 ribu. “Karena itu, kalau tidak ikut ratarata para orang tua siswa harus membayar Rp 100 ribu,- Padahal, tidak semua orangtua siswa itu senang dan punya uang,” ujar para orangtua siswa yang tidak mau disebutkan namanya tersebut kepada andalas di Stabat, Senin (6/6). Namun, ketika ditanya kepada Kepala SDN 050659 Stabat, Rohani. Ia mengatakan, semua biaya yang dikutip tersebut sudah dirapatkan

dengan Komite Sekolah. Sedangkan biaya untuk pengawas UN hanya sekadarnya saja. “Itu bukan uang untuk pengawas, tapi hanya sekadar untuk membeli snack. Sebab, tidak mungkin jika mereka tidak diberi snack saat mengawas,” ujarnya sambil tersenyum. Oalah … ada- ada saja alasannya. Yang jelas, semua biaya untuk UN sudah ditanggung Pemkab Langkat. Jadi, tidak perlu lagi ada kutipan apa pun. Setidaknya itu yang dikatakan Kasubdis Pendidikan Dasar (Dikdas) Di-

nas Pendidikan dan Pengajaran (P dan P) Kabupaten Langkat, Drs Legiman. Karena itu, Kepala SDN 050659 Stabat, Rohani pantas dipanggil, diperiksa dan diberi sanksi. Selanjutnya, sudah sepatutnya jika Rohani membatalkan kebijakan tersebut atau mengembalikan uang itu kepada para orangtua siswa. “Ya, nanti kami panggil dia. Yang jelas, semua biaya UN sudah ditanggung oleh APBD Kabupaten Langkat. Jadi, tidak boleh ada kutipan lagi,”tegas Legiman. (BD)

Kajari Lubuk Pakam Kewalahan ‘Diserang’ DPRD Lubuk Pakam-andalas Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lubuk Pakam Pathor Rahman SH, kewalahan ‘diserang’ anggota Komisi A DPRD Deli Serdang, terkait dengan lambannya proses penanganan kasus korupsi di Pemkab Deli Serdang. Hal ini terjadi dalam rapat dengar pendapat (RDP) di gedung dewan, Senin (6/6). RDP dipimpin Ketua Komisi Benhur Silitonga MM dan dihadiri Ketua DPRD Fatmawati Takrim serta anggota Komisi A lainnya berlangsung alot. Bahkan Kajari Pathor Rahman didampingi Kasi Pidsus Supriandi Daulay SH dan Kasi Intel Zulfikar Nasution SH, tampak kewalahan dicecar sejumlah pertanyaan oleh anggota dewan seputar perkembangan kasus-kasus dugaan korupsi sedang ditangani pihak kejaksaan hingga saat ini. Di antaranya, dugaan penyelewengan dana DAK Disdikpora, Dinas Infokom Deli Serdang, rehab gedung DPRD, Balai Benih Ikan, pajak rumah makan dan restoran, serta tujuh kasus korupsi lainnya. Dari item-item tersebut, sebahagian

kasus sudah ditetapkan tersangkanya. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjutnya. Bahkan para tersangka yang sudah ditetapkan belum pernah diperiksa. Tentu hal ini menjadi pertanyaan besar di tengah masyarakat dan terkesan sudah ‘dipetieskan’. Kajari Lubuk Pakam Pathor Rahman menjelaskan, semua kasus yang dipertanyakan anggota dewan sama halnya dengan dikemukakan para pengunjuk rasa.”Kasus itu merupakan kasus lama yang masih diproses pengumpulan datanya, untuk dilanjutkan ke persidangan,” bebernya. Menangani kasus tersebut bukan semudah membalik telapak tangan, butuh waktu yang tidak singkat. Kemudian di samping keterbatasan personel kejaksaan, juga banyaknya kasus pidana umum terus menerus b e r gu-

lir, yang memerlukan penanganan lebih cepat.” Ini salah satu kendala, sehingga penanganan kasus korupsi terkesan lamban sebagaimana tudingan masyarakat,” ujarnya berdalih. Pathor Rahman menyakinkan dewan, pihaknya sangat serius memberantas praktik korupsi di wilayah hukumnya. Karena dirinya masih baru menjabat sebagai Kajari, diperlukan waktu untuk bekerja. “Saya masih sibuk melakukan reformasi di internal Kejari, agar tidak terjadi mafia peradilan di jajarannya. Sebab hukum bisa ditegakkan apabila para hamba hukum mampu menjadikan hukum sebagai panglima,” katanya. (TH)

 Pathor Rahman

Pimpinan SKPD Harus Mampu Tampilkan Keteladanan Rantau Prapat-andalas Setiap pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) harus dapat meningkatkan disiplin dan etos kerja tinggi serta mampu menampilkan keteladanan terhadap bawahannya, baik keteladanan sikap, mental maupun kualitas profesional. Inspektur Kabupaten Labuhan Batu H Ali Usman Harahap SH, mengingatkan hal itu, pada apel gabungan kelompok I yang dihadiri seluruh PNS di lingkungan Pemkab di halaman kantor bupati, Senin (6/6). Ali Usman juga meminta agar setiap PNS di jajaran pemkab dapat meningkatkan semangat kerja, pengetahuan dan kemampuan guna mendukung program strategis bupati, yaitu peningkatan kualitas pelayanan punlik dan upaya meraih Piala Adipura 2011. Dalam upaya meraih Piala Adipura ini, setiap PNS diminta agar merangkul masyarakat di lingkungannya untuk

melaksanakan kegiatan lingkungan bersih, indah, nyaman dan asri. Lebih jauh dikatakan, dari berbagai kasus KKN di lingkungan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota yang perlu diwaspadai adalah pengadaan barang/jasa yang dimulai dari tahapan perencanaan, pembentukan panitia lelang, penyesuaian harga sendiri (HPS), evaluasi penilaian, pengumuman pemenang, penunjukan pemenang sampai pada penandatanganan kontrak dan penyerahan barang dilakukan. Berkaitan dengan itu, kata Ali Usman, kepada para pejabat terkait diingatkan, agar dalam pengadaan barang/ jasa harus sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pegawai negeri sipil sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, dituntut untuk terus meningkatkan pengetahuan dan kompetensi sesuai bidang

tugas masing-masing dan bekerja lebih professional guna meningkatkan produktivitas kerja. “Kita juga dituntut meningkatkan pelayanan kepada masyarakat karena PNS adalah pelayan masyarakat bukan dilayani masyarakat. Hal ini mutlak, demi mewujudkan Kabupaten Labuhan Batu Mandiri 2015 menuju Labuhan Batu Sejahtera 2020,”kata Ali. Memang sudah banyak tugas yang dilaksanakan dan banyak hasil telah diraih.Tapi, tidak boleh cepat merasa puas, karena berdasarkan evaluasi dilakukan masih banyak kekurangan yang harus dibenahi terutama dalam menyelesaikan tugas-tugas yang tidak dapat diselesaikan tepat waktu. Hadir pada kesempatan itu antara lain Asisten Pemerintahan Drs Karlos Siahaan, Sekretaris DPRD H Fuad Siregar SH, Kaban Pemberdayaan Perempuan dan KB Dra Hj Ernida Rambe, dan para pejabat eselon III dan IV. (ONE)

 Drs H Amri Tambunan

Bupati Deli Serdang Terima Piala Adipura Lubuk Pakam-andalas Hari ini, Selasa (7/6), Bupati Deli Serdang Drs H Amri Tambunan akan menerima Piala Adipura dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara. Piala Adipura yang merupakan penghargaan tertinggi pada lomba kota bersih se-Indonesia itu diraih Kecamatan Lubuk Pakam ‘Bersinar’ (bersih, indah, aman dan rapi) untuk kategori kota kecil. Camat Lubuk Pakam Drs Citra Efendi Capah kepada wartawan, Senin (6/6) membenarkan Kota Lubuk Pakam kembali menerima Piala Adipura. Namun untuk tahun ini ada perubahan, yakni hanya daerah yang nilainya tertinggi dari masing-masing propinsi yang bupati maupun wali kotanya diundang ke Istana Negara untuk menerima Piala Adipura. Kadis Infokom Deli Serdang Drs Neken Ketaren didampingi stafnya Ari Mulyawan SH, kepada andalas mengatakan, keberhasilan Kota Lubuk Pakam mendapatkan penghargaan tertinggi dalam mengelola kebersihan kota untuk keenam kalinya, diawali tahun 1997. Perolehan Adipura ini tidak terlepas dari kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat menjaga dan memelihara kebersihan. Pemkab Deli Serdang menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Lubuk Pakam yang telah berperan aktif sehingga ibukota Kabupaten Deli Serdang tetap mendapatkan penghargaan tertinggi dari pemerintah pusat. Diharapkan ke depan apa yang telah terpelihara dengan baik dalam mengelola sektor kebersihan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga Kota Lubuk Pakam secara rutin meraih penghargaan sebagai salah satu kota bersih di Indonesia.(TH)

Pemuda Kabupaten Dairi Cemas dengan Pemanasan Global PEMUDA aliansi rakyat membangun daerah, masih bersekolah, kuliah, serta tidak sedikit yang belum bekerja. Sebenarnya kami semua punya mimpi dan citacita, tapi saat ini merasa cemas dengan adanya pemanasan global. Karena itu, bersama teman-teman Komunitas Pemuda Pemudi Lingkungan yang tergabung dalam Pemuda Aliansi Rakyat Membangun Daerah menyarankan, agar satu keluarga menanam satu pohon. Demikian disampaikan orator Komunitas Pemuda

andalas

Pemudi Lingkungan, Rudi di hadapan sejumlah anggota DPRD Dairi, dalam rangka memeringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia di DPRD Dairi, Senin (6/6). Rudi bersama puluhan pemuda mengatasnamakan Komunitas Pemuda Peduli Lingkungan Hidup, menyatakan keprihatinan terhadap situasi bumi saat ini. Momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, hendaknya dapat memacu gerakan pemuda peduli lingkungan untuk mengajak DPRD, Kejaksaan dan Pemerintah Kabupaten, agar dapat menanam satu pohon di kantor dan rumah masingmasing. Ketua Badan Kehormatan DPRD Dairi Mangasa Sinaga didampingi anggota dewan, di antaranya Jusrianda

PEDULI LINGKUNGANKomunitas Pemuda Peduli Lingkungan mendatangi DPRD Dairi, guna mengajak wakil rakyat peduli lingkungan. Nainggolan,Togar Simorangkir, Suranta Sonder Sembiring menerima dan menyambut positif aspirasi yang disampaikan kalangan

pemuda tersebut. Mangasa menyatakan bangga dengan kepedulian pemuda yang berupaya tetap menjaga hijaunya

Kabupaten Dairi, dengan tujuan untuk kehidupan bangsa di masa mendatang.”Karenanya dengan senang hati, kami menyam-

but baik, imbauan menanam pohon di halaman Kantor DPRD Dairi dan juga tanam satu pohon di setiap keluarga,” katanya. Hal yang sama dikemukakan Togar Simorangkir. “Pada dasarnya seluruh wakil rakyat sangat peduli untuk menghijaukan Dairi. Untuk itu, ke depan dalam sidang-sidang DPRD, akan memperjuangkan misi Komunitas Pemuda Peduli Lingkungan agar dana untuk penghijauan pekarangan dan hutan Dairi dianggarkan,”ujarnya. Rudi mengharapkan DPRD tidak hanya mengumbar janji, tapi membuktikannya dalam karya nyata. Kemudian, puluhan pemuda peduli lingkungan ini mendatangi Kejaksaan Dairi. Di sini mereka

meminta Kepala Kejaksaan Dairi mengusut tuntas kasus Gerhan 2007 hingga 2009. Dalam pandangan mereka, Kejaksaan Dairi seakan melakukan pembiaran terhadap kasus dana gerhan, sehingga gerakan penghijauan di Dairi mandeg dan tidak terlaksana. Pihak Kejaksaan dinilai sama seperti ayam yang lamban bergerak. Makanya, para pemuda itu menyerahkan ‘ayam sioto’ sebagai lambang, lambannya jaksa dalam menangani kasus gerhan tersebut. A Tarigan, mewakili Kejaksaan Dairi berkenan menerima ayam tersebut dan menyatakan akan menyampaikan harapan pemuda itu kepada pimpinannya.(SS)

WARTAWAN DAERAH LANGKAT: Hasrizal, Budi Zulkifli, Syaiful Amri, Subur Syahputra BINJAI: M Kamil Ismail DAIRI: Sondang Silalahi HUMBANG HASUNDUTAN: Marganda Lumbangaol DELISERDANG: Firdaus Tanjung, TH Sihombing, Bobby Lusaka Purba SERGAI: Supriyadi TEBINGTINGGI: Riady Kasidi KABANJAHE: Lamhot Situmorang SIANTAR/SIMALUNGUN: Agus Salim HT Haean,Larhamsimare-mare, Edi Pangaribuan KISARAN: Hamdan Rangkuti, Edisa BATUBARA: Zulkifli Nasution LABUHAN BATU: Iwan Kesuma LABURA: Lugas & Cerdas M Ilyas Munthe SAMOSIR: Fransiskus Sitanggang TAPUT/TOBASA: Caisar HP NIAS SELATAN: Edy Gunawan Zebua MADINA: Choirullah Lubis PALAS: M Effendi Pohan BANDA ACEH: Salman, Afrizal, Azhari LHOKSEUMAWE: Sopyan, Reza Gunawan. BIEREUN: H Suherman Amin,M Husin Spd, Juanda Iskandar. KUTACANE: Jamuddin Selian, Alwahidi, Arifin Desky. LANGSA: DD Harison. LHOKSUKON: Usman Cut Raja. BLANGPIDIE: Supriyan MS.


SUMATERA UTARA

Selasa 7 Juni 2011

harian andalas | Hal.

13

Anggota DPRDSU H Ajib Shah

Izin Tambang Emas PT Agincourt Harus Dievaluasi DPRD Sumatera Utara berencana menemui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Z Saleh untuk meminta agar izin tambang emas dan perak PT Agincourt Resources di Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, ditinjau ulang. "Kita akan minta Menteri ESDM meninjau ulang izin PT AR. Kegiatan eksplorasi yang bahkan sudah 14 tahun dilakukan terbukti sangat merusak lingkungan," ujar anggota Komisi D DPRD Sumut H Ajib Shah, Senin (6/6). Didampingi sejumlah anggota

Komisi D antara lain, RK Sarumaha, Hamamisul Bahsyan dan Parluhutan Siregar, ia menyebutkan, keberadaan tambang emas dan perak tersebut sama sekli tidak memberi keuntungan bagi masyarakat dan daerah. "Kita secepatnya akan menemui Menteri ESDM agar izin tambang emas dan perak di Tapanuli Selatan itu ditinjau lagi," kata politisi Partai Golkar itu. Ajib Shah menyebutkan, keberadaan PT AR justru menjadi tanda tanya besar bagi Komisi D DPRD Sumut. "Ternyata perusahaan yang akan

PKBM Mekar Sari Tuding Disdik Sergai tak Adil Perbaungan-andalas Lembaga PKBM Mekar Sari, Desa Jambur Pulau, Kecamatan Perbaungan, Sergai, yang mengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) ‘Cerdas Pintar’, tuding Dinas Pendidikan Nasional (Disdiknas) Kabupaten Serdang Bedagai, tak adil dalam hal perlombaan kreatif Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang digelar di obyek wisata bahari Pantai Cermin Themepark, Jumat hingga Selasa (27-31/5), diikuti 50 peserta. Pasalnya, TBM ‘Cerdas Pintar’ tidak diikutsertakan dalam perlombaan itu, padahal pernah memiliki prestasi dan membanggakan Kabupaten Sergai, mendapat predikat juara I lomba TBM tingkat Provinsi Sumatera Utara tahun 2010 versi perpustakaan, arsip dan dokumentasi daerah Sumut, beberapa waktu lalu. Pimpinan TBM ‘Cerdas Pintar’ Desa Jambur Pulau, Perbaungan, Sergai, Siti Rahmayanti (27), Sabtu (4/6) mengaku, kecewa dengan kebijakan Disdiknas Sergai, khususnya Kabid PLS (Pendidikan Luar Sekolah) Disdiknas Sergai, Zainal Abidin Spd, yang dihunjuk menggelar perlombaan kreatif Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang digelar di obyek wisata bahari Pantai Cermin Themepark. “Saya heran dengan perlakuan pihak Dinas Pendidikan Nasional Sergai melalui Kabid PLSnya, mereka tidak mau memberikan informasi walaupun sifatnya mendadak tentang adanya perlombaan TBM di objek wisata Bahari Theme Park,”kata Siti Rahmayanti. Anehnya, lanjut Siti, informasi perlombaan TBM itu, didapat dari pihak Provinsi. Alasannya, karena kekurangan peserta, makanya TBM Cerdas Pintar secara mendadak dipaksakan untuk mengikuti perlombaan kreatif TBM yang digelar Disdiknas Sergai di Pantai Cermin Themepark. “Kami (TBM Cerdas Pintar-red) dipaksakan ikut karena perlombaan kreatif TBM yang digelar Disdiknas Sergai, kekurangan peserta. Itupun yang ngasih tahu Provinsi,” terang Pimpinan TBM ‘Cerdas Pintar’ Desa Jambur Pulau, Perbaungan, Sergai. Diakui, walaupun hanya mempersiapkan secara mendadak, TBM Cerdas Pintar, Desa Jampul, Perbaungan, mampu meraih juara harapan III. Dan TBM Pintar, Kecamatan Sei Rampah, Sergai, serta TBM Pelita, Desa Tuaran Hilir, Kecamatan Pegajahan, Sergai, mengatasnamakan Pemkab Sergai, di bawah naungan Disdiknas Sergai melalui Kabid PLS Disdiknas Sergai. “TBM lain yang mengatasnamakan Kabupaten Sergai tidak meraih juara apa pun. Ini seharusnya menjadi pelajaran, kalau dari awal kami diberitahukan kemungkinan bisa juara I,” ketus Siti Rahmayanti sembari menjelaskan bahwa kebijakan tersebut, sempat menjadi gunjingan para pengurus TBM yang mengatakan kenapa Disdiknas Sergai, lebih peduli dengan instansi lain, ketimbang program kerja Disdikans Sergai.(RYAD)

memasuki kegiatan eksploitasi itu tidak memiliki IPAL (instalasi pengolahan air limbah). Padahal limbah yang akan dihasilkan merupakan limbah B3 termasuk limbah mercuri dan arsen. Jika tidak memiliki IPAL, mau disimpan dimana limbah berbahaya itu," katanya. Menurut dia, tambang emas di Tapanuli Selatan itu sudah memasuki generasi keenam, namun kegiatannya dilaporkan masih saja sebatas mengambil sampel. "Patut dicurigai ini hanya akalakalan perusahaan untuk meraih

keuntungan dalam jumlah besar dengan alasan hanya melakukan eksplorasi," katanya. Dampak dari pengambilan samplesample itu sendiri, ungkapnya, sangat merugikan masyarakat. Kawasan sekitar kerap dilanda banjir yang merusak lahan pertanian karena perusahaan menutup aliran sungai. Sehubungan dengan itu Ajib Shah meminta dinas terkait di Sumut juga ikut melakukan pengawasan secara ketat. "Kalau tidak mampu sebaiknya mundur saja," ujarnya. (UJ)

Terkait Sertifikat Tanah

10.000 Ha Areal TNGL Dibebaskan dari Perambah

Mantan Kepala BPN Sergai Diperiksa Sei Rampah-andalas Terkait terbitnya sertifikat tanah seluas 1.272 M2 di kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) Serdang Bedagai, atas nama Edy Prasetya alias A Hui, yang berlokasi di Jalan Kabupaten, Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Sergai, mantan Kepala Kantor BPN Sergai, Syahrul Anwar SH, diperiksa sebagai saksi oleh Satreskrim Polres Sergai, Senin (6/6). Menurut keterangan dari berbagai sumber, kasus ini bermula sejak diterbitkannya permohonan sertifikat tanah seluas 1.272 M2

yang berlokasi di Jalan Kabupaten, Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Sergai di Kantor BPN Sergai, pada awal Maret 2007. BPN Sergai, melalui surat Nomor: 520-01/PENG/03/2007 menerbitkan permohonan di salah satu koran harian terbitan Medan, atas nama Kwek Mok Wang. Padahal lahan yang akan disertifikatkan adalah milik Alm Liem Tjiok Wan yang dikuasai sejak tahun 1934 melalui hak Opstal. Selanjutnya, melalui proses BPN akhirnya terbitlah sertifikat atas nama Edy Prasetya yang ditanda tangani Kepala BPN Sergai ketika itu dijabat Syahrul Anwar SH. Kendati diproses BPN, setelah terbitnya permohonan atas nama Kwek Mok Wang. Pihak ahli waris Alm Liem Tjiok menyanggah surat permohonan Kwek Mok Wang di koran yang sama. Akhirnya karena diduga adanya

rekayasa yang dilakukan dalam penerbitan sertifikat. Maka keluarga Alm Liem Tjiok mengadukan kasus ini ke Polres Sergai. Sementara, mantan Kepala BPN Sergai yang kini menjabat Kepala BPN Asahan, Syahrul Anwar mengatakan, dirinya dipanggil Satreskrim Polres Sergai dimintai keterangannya sebagi saksi atas kasus tersebut. “Saya tidak ada main main dengan siapapun dalam kasus ini. Sudahlah ngapain pula kau tulis tulis,”sungut Syahrul, sembari menuju mobil Avanza plat merah Nopol BK 737 V. Terpisah, Kasat Reskrim Polres, AKP TML Tobing ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan, belum bisa diminta keterangan terkait pemeriksaan mantan Kepala BPN Sergai.”Belum bisa disampaikan. Ia masih diminta keterangan sebagai saksi,” tandasnya.(RYAD)

TerancamBenteng Putri Hijau yang merupakan situs bersejarah terancam dibuldozer.

Situs Bersejarah Putri Hijau Terancam Dibuldozer Lubuk Pakam-andalas Terkait informasi benteng Putri Hijau di Deli Tua yang disebut-sebut dibuldozer, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Deli Serdang Drs Haris Binar Ginting menyatakan, pemberitaan terlalu dibesar-besarkan. Dia membenarkan ada sedikit lokasi (sekitar 140 meter) sudah dibuldozer. Hal itu terjadi karena pihak pengembang tidak mengetahui bahwa lokasi tersebut merupakan areal cagar alam yang harus dilindungi semua kalangan.

Namun, tim dari Pemkab Deli Serdang telah menghentikan kegiatan tersebut. Direncanakan hari ini, Selasa (7/6) pihaknya akan turun ke lapangan meninjau lokasi bersama tim yang sudah lama dibentuk Bupati Drs H Amri Tambunan. Kini perusakan situs itu sudah disikapi dengan menghentikan pekerjaan pengembang dan segera merelokasi situs yang ada. "Bupati Deli Serdang sudah mengeluarkan SK untuk merelokasi situs bersejarah itu, jadi tidak benar disebutkan bupati tidak peduli,"

ujarnya kepada andalas,di ruang kerjanya, Senin (6/6). Keseriusan Pemkab Deli Serdang dalam pelestarian dan penyelamatan situs bersejarah yang sangat penting terutama bagi orang Melayu dan Karo tersebut, sudah ditunjukkan dengan mengeluarkan SK kepada tim untuk bekerja. Haris Ginting menambahkan, hanya saja pihak Menteri Kebudayaan dan Pariwisata yang belum menerbitkan persetujuan yang menyatakan lokasi situs menjadi cagar alam. (TH)

Penyakit Flu Burung Belum Terdeteksi

Pimpinan TBM ‘Cerdas Pintar’, Siti Rahmayanti di ruang perpustakaan menunjukkan piagam dan piala juara I tingkat Provsu.

Langkat-andalas Penyakit flu burung yang menyerang ayam, bebek belum terdeteksi di Kabupaten Langkat Sumatera Utara, kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan pada Dinas Peternakan Langkat Abdul Rahman SPT, di Stabat, Senin (6/6) "Kita belum menemukan penyakit flu burung yang menyerang ternak ayam ataupun bebek di Langkat, yang ada hanya penyakit tetelo," ujarnya Penegasan ini disampaikannya, menyangkut adanya pemberitan bahwa banyaknya ayam dan bebek yang mati mendadak seperti di Kecamatan Sei Lepan, Babalan dan

Sirapit dengan dugaan flu burung. Ia menyatakan, setelah dilakukan penelitian dan peninjauan langsung ke lapangan, ternak unggas itu mati bukan karena penyakit flu burung, tapi karena penyakit tetelo. Seperti yang terjadi di Sei Lepan, setelah petugasnya diterjunkan, maka didapat penjelasan bahwa sekitar 20 hari yang lalu, ada ayam dan bebek milik Alwi (59) yang mati mendadak, namun tidak serentak. "Matinyapun tidak serentak, berselang beberapa hari, yang ditaksir jumlahnya mencapai 50 ekor, namun setelah dilakukan penelitian oleh petugas, ayam yang mati tersebut karena penyakit tetelo,"

H Ajib Shah

katanya. Demikian juga seperti yang terjadi di Kecamatan Sirapit, dimana banyak ayam yang mati mendadak dan setelah diteliti petugas ternyata ayam tersebut terserang penyakit tetelo. Hal itu juga dibenarkan Kepala Wilayah Kecamatan Babalan, Nanang Hadi Irawan, yang menjelaskan tidak ada penyakit flu burung yang menyerang ayam dan bebek di daerahnya. "Memang ada ayam milik masyarakat yang mati, sekitar setengah bulan yang lalu, namun bukan karena flu burung, tapi karena penyakit tetelo," katanya. (ANT)

Stabat-andalas 10.000 hektare areal Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, segera dibebaskan dari perambah dari kerusakan seluas 23.000 hektare yang terjadi sekarang ini. "Dalam waktu dekat ini, areal Taman Nasional Gunung Leuser seluas 10.000 hektare akan segera kita bebaskan dari para perambah yang berada di atas lahan tersebut," ujar Kepala TNGL wilayah Stabat, Ari Subiantoro, Senin (6/6). Ia menjelaskan, pihaknya sudah melakukan berbagai kordinasi dengan instansi terkait yang ada di propinsi, termasuk juga dengan Polri dan TNI, untuk membebaskan lahan yang sekarang dikuasai para perambah, maupun pengungsi yang berada di lahan tersebut. Untuk tahap pertama ini, lahan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) seluas 10.000 hektar tersebut, yang akan dibebaskan dari perambah dan pengungsi, meliputi kawasan Sei Siminyak, Kampung Selesai, Lapangan Tembak, Alur Kusta. Sedangkan sisanya seluas 13.000 hektar lagi akan kita lakukan pada tahap berikutnya. Kepada mereka yang berada di atas lahan tersebut, kita imbau untuk ikut program pemerintah, untuk direlokasi ke Musi Banyuasin, Propinsi Jambi. Ari Subiantoro juga menjelaskan, pendataan untuk ikut program tersebut sudah kita lakukan sekarang ini di lapangan, tinggal tergantung kepada masyarakat yang mau mengikuti program tersebut. Sementara itu, Kepala Seksi Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) wilayah Besitang, Rahmad Saleh, yang dihubungi secara terpisah menjelaskan, akibat perambahan telah terjadi kerusakan flora dan fauna, yang ada di TNGL tersebut. Flora yang punah seperti jenis kayukayuan, meranti batu, damar, merbau, sedangkan fauna yang punah seperti gajah, harimau, kijang dan lainnya. Tidak hanya itu saja, kini beberapa kawasan disana sudah kering, sehingga apabila hujan sedikit saja, kawasan Sekoci Kecamatan Besitang, akan terjadi banjir, katanya. Rahmad Saleh mengungkapkan pula bahwa sejak zaman Belanda, kawasan TNGL tetap dijaga kenapa sekarang terus dirambah, untuk itulah demi menjaga ekosistem TNGL, perlu penertiban, agar masyarakat yang dibawahnya, tidak menjadi korban banjir. Malah, Rahmad Saleh mengumpamakan kerusakan Taman Nasional Gunung Leuser tersebut, lebih kejam dari tindakan korupsi."Perambahan yang dilakukan terhadap TNGL, lebih kejam dari perbuatan korupsi," katanya. Malah, sekarang ini saja, harimaupun, sudah keluar mencari mangsanya dari hutan TNGL, seperti salah satu kasus yang ditemui di sekitar Sei Musam Kecamatan Batang Serangan. (ANT)

Kesbangpolinmas Verifikasi Parpol Binjai-andalas Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kota Binjai melakukan verifikasi partai politik (parpol) untuk Pemilu 2014. Hal itu dikemukakan Ka Kesbangpolinmas Binjai M Taufiq Bahagia didampingi Kabid Hubungan Antar Lembaga Drs Armansyah kepada wartawan di ruang di Binjai, kemarin. Dikatakannya, verifikasi parpol dilakukan secara menyeluruh sesuai UU No.2 tahun 2011 tentang perubahan UU No.2 tahun 2008 tentang parpol. Surat keterangan parpol yang dikeluarkan Badan Kesbangpolinmas sebelum 1 Juni 2011 dinyatakan parpol itu belum diverifikasi. Verifikasi dilakukan dimulai tingkat kecamatan. Parpol melengkapi susunan pengurus, keterangan domisili dan status kantor. Camat setempat akan mengeluarkan surat keterangan keberadaan parpol. Kemudian di tingkat kota,setiap parpol di Binjai harus memenuhi syarat SK Camat dan 50 persen dari jumlah yang ada di Kota Binjai untuk didaftar di badan Kesbanglinmas Binjai dilengkapi susunan pengurus parpol. Verifikasi parpol untuk peserta pemilu 2014 sesuai UU No.2 tahun 2011, ditetapkan kepengurusan di setiap provinsi paling minimal 75 persen dari jumlah kabupaten/kota pada provinsi bersangkutan. Sebanyak 50 persen dari jumlah kecamatan pada setiap kabupaten/ kota. Sedang status kantor juga menjadi syarat, statusnya harus sampai tahapan terakhir pemilu. Verifikasi parpol selesai paling lambat 2,5 tahun sebelum hari pemungutan suara pemilu, dan minta pengurus parpol dalam pelaksanaan verifikasi harus menyiapkan segala syarat dan keberadaan di kantor, hingga tim verifikasi dapat menunaikan tugas sesuai ketentuan berlaku.(R)


Selasa 7 Juni 2011

ACEH MEMBANGUN

harian andalas | Hal.

14

andalas/suherman amin

Sekolah di Aceh Ikut GTI Peduli Manggrove Aceh Utara-andalas Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, dua sekolah di Provinsi Aceh yaitu SMPN 1 Langsa dan SMP Muhammadiyah 7 Panton Labu, Aceh Utara ikut ambil bagian pada acara Green Teachers Indonesi (GTI) Peduli Manggrove. Acara tersebut terselenggara atas kerjasama YAGASU dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang berlangsung di Research Centre YAGASU Percut Sei Tuan, Medan, Sumatera Utara. Acara yang bertajuk “Belajar di Kampung Manggrove“ dan Green Teachers Indonesia (GTI) diikuti oleh sejumlah sekolah di Sumut dan Provinsi Aceh berlangsung selama satu hari. Demikian dikatakan Ketua Umum GTI Azizah Hanim Nasution dalam siaran pers yang diterima andalas, Senin (6/6). Kepala BLH Sumatera Utara Dr Ir Hidayati MSi, di hadapan para peserta kegiatan GTI Peduli Manggrove, mengatakan, pihaknya menyambut baik kegiatan itu karena Pemprov Sumatera Utara juga memiliki perhatian dan tanggung jawab terhadap keberadaan hutan Manggrove di wilayah Sumatera Utara untuk dijadikan lokasi ekowisata. Hidayati menambahkan, kegiatan yang diselenggarakan oleh GTI bekerjasama dengan YAGASU sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup. Selain itu para siswa dan guru juga dapat mengenal lebih jauh tentang keanekaragaman jenis Manggrove. Pada kesempatan itu juga hadir Direktur YAGASU, Dr Bambang Suprayogi dan Ketua Umum GTI Azizah Hanim Nasution, Med MHum, serta Garnier Fabian dan Pellier Anne Sophie dari Planete Urgence. Azizah selaku Ketua Umum GTI juga berharap apa yang telah dipelajari di Pusat Riset Manggrove YAGASU ini, bisa terus dikembangkan dan disebarluaskan kepada rekan-rekan siswa dan guru yang lain. Dalam kesempatan itu, Azizah juga menyampaikan bahwa kegiatan GTI Peduli Manggrove sesuai dengan apa yang dicanangkan PBB bahwa tahun 2011 adalah Tahun Hutan International (Forest 2011). GTI Peduli Mangrove yang diikuti oleh 2 orang siswa dan 1 orang guru pendamping dari 10 sekolah di Sumatera Utara dan Aceh yang terdiri dari MTsN 1, MTsN 2 dan MTsN 3 Medan, SMPN 2, SMPN 9 dan SMPN 11 Binjai, SMPN 1 Langsa, SMP Muhammadiyah 7 Panton Labu Aceh Utara, SMPN 2 Siantar Simalungun dan SMP Budi Murni 2, Medan mendapat sambutan antusias dari seluruh peserta.(BT/UCR)

Warga Cot Buket Minta

Dana Dampak TPA Ditingkatkan Bireuen-andalas Masyarakat Desa Cot Buket Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen yang melakukan rapat menyangkut dengan dampak lokasi Tempat pembuangan Akhir (TPA) sampah Kabupaten Bireuen, meminta dana dampak TPA Rp 50 juta per tahun, mengakibatkan Pemkab Bireuen heran dan bingung untuk menanganinya. Terkait masalah itu, Kepala Kantor Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan Kabupaten Bireuen, Edwar Djufri SSos, kemarin menyebutkan, dirinya heran dan bingung sebab hasil pertemuan masyarakat, DPRK, dan pihaknya bantuan dana kompensasi hanya sebesar Rp 20 juta/tahun kenapa sekarang dimintakan Rp 50 juta. “Hasil musyawarah desa, warga setempat meminta dana kompensasi Rp 50 juta per tahun, padahal dalam pertemuan di DPRK Bireuen sepakat diberikan dana bersifat bantuan kepada masyarakat Cot Buket hanya Rp 20 juta per tahun,” kata Edwar seusai melaporkan hal itu kepada Bupati Bireuen Drs H Abdul Rahman. Edwar mengaku heran dan rada pusing menyelesaikan masalah itu, namun dia terus berupaya agar ada kata sepakat yang dapat diterima semua pihak. Apalagi sebelumnya warga sudah menyetujuinya sesuai kemampuan daerah. “Kalau begini, saya bingung menyelesaikan, karena sebelumnya sudah sepakat, tahu-tahu belakangan warga setempat malah minta lebih besar. Kalau jumlahnya Rp 20 juta mungkin masih dalam jumlah yang wajar di tengah kondisi keuangan daerah yang sulit,” tambahnya. Menurut Edward, jika yang diminta Rp 50 juta per tahun, dia ragu apakah cukup syarat untuk pertanggungjawaban nantinya. Karena, kalau dana kompensasi diberikan sampai Rp 50 juta, artinya ada dampak langsung kepada masyarakat dalam bentuk penyakit atau pencemaran ataupun hal lainnya, disebabkan oleh keberadaan TPA. (HERA)

Pemasukan PAD Minim

Kas Pemkab Bireuen Kosong Bireuen-andalas Kas Pemkab Bireuen dilaporkan kosong, sementara pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) minim. Sehingga, sejumlah kewajiban yang mesti dilunasi terpaksa ditunda dengan menunggu pengiriman Dana Alokasi Umum (DAU) dari pusat. Seluruh kewajiban tertunda seperti jerih payah kades, belanja rutin tidak bisa dilunasi. Sedangkan amprahan yang diajukan ke Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (DPPKD) belum direalisasikan dan terpaksa ditunda karena kas kosong. Kepala DPKKD Bireuen M Yusuf didampingi kuasa Bendahara Umum Daerah (BUD) Iskandar saat dikonfirmasi, kemarin mengaku saat ini kas Pemkab terbatas dan bukan berarti kosong. Sedangkan penundaan pembayaran sejumlah kewajiban ditunda sebab kebutuhan lumayan banyak. Menurut M Yusuf, kiriman DAU pada triwulan kedua belum diterima. Sehingga, pihaknya memilah mana yang lebih diutamakan diantara berbagai keperluan yang harus dilunasi dan dibayarkan. Menyangkut jerih payah Kades yang tertunggak sudah enam bulan, M Yusuf menyebutkan, akan segera membayar satu triwulan (tiga bulan). Dan setelah itu baru pihaknya akan memplotkan anggaran untuk kebutuhan gaji ke 13 walaupun edaran belum turun. “DPPKD akan mengutamakan pembayaran gaji ke 13 nantinya dibandingkan kenaikan 10 persen,” kata M Yusuf. (HUS)

MENUNGGU AMBRUKJembatan di ruas jalan Desa Teupin Mane kondisinya rusak parah. Bahkan, kondisi tiang penyanggah dan lantai bagian timur sudah miring sehingga masyarakat hanya menunggu ambruknya jembatan tersebut.

Jembatan Teupin Mane Terancam Ambruk Bireuen-andalas Akibat tidak adanya kepedulian dan perhatian pemerintah, jembatan plat beton di ruas jalan utama Desa Teupin Mane menuju delapan desa pedalaman Kecamatan Juli dan Jeumpa, kondisinya sudah lama rusak. Bahkan, kini semakin parah apalagi pasca hujan deras mengguyur Kota Bireuen dan sekitarnya, sepekan terakhir. Warga khawatir kalau pemerintah Daerah Bireuen atau Pemerintah Provinsi sesegera mungkin menanganinya, dikhawatirkan bila hujan terus mengguyur Bireuen sekitarnya jembatan itu akan ambruk. Menurut Zakaria, masyarakat di sana kemarin, faktor kerusakan jembatan itu karena akibat erosi yang terus mengganas dan juga pengaruh desakan amblas dan retaknya tanah tebing di sekitarnya. Ditambahkan, dampak terjadinya erosi yang tanpa mengenal kompromi. Sementara pemerintah Kabupaten Bireuen tidak ada kepedulian,

maka erosi terus menyerang alur dibawah jembatan serta rembesan air dari perbukitan, sehingga menghantam konstruksi. Mereka menyebutkan, karena jembatan itu satu-satunya sarana transportasi yang menghubungkan Teupin Mane ke delapan desa lainnya di kawasan itu, mereka takut bila tidak diperbaiki karena tidak dapat beraktivitas. “Kami khawatir jembatan itu akan runtuh sebab tanah tebing dibagian bawah jembatan sudah terkikis untung saja masih ada hubungan dengan pinggiran alur kecil itu. Namun, banyak sisi lainnya kondisi telah amblas,” ungkap Tgk Zakaria warga Teupin Mane. Pengamatan andalas bersama Tgk Zakaria ke bawah jembatan melaporkan, konstruksi tiang penyanggah dibawah lantai jembatan sebelah timur terlihat sudah miring dan agak menjorok ke barat. Kondisi itu juga mengakibatkan lantai jembatan dibagian atas semakin rebah. Tgk Zakaria sangat heran, jembatan itu sudah lama rusak, setelah diguyur hujan deras dalam dua hari belakangan kerusakannya bertambah parah. Tiang bawah jembatan dibagian sebelah timur kondisinya semakin miring, begitu juga dengan

lantai atasnya. Namun, pemerintah tidak memperbaikinya, padahal masyarakat Teupin Mane melalui Geusyiek sudah melaporkan kepada Pemerintah Daerah. Menurut Zakaria, masyarakat sangat khawatir, apabila tidak cepat diperbaiki, jika turun hujan terusmenerus dalam beberapa hari ke depan, jembatan itu akan ambruk dan total hubungan putus total dan masyarakat delapan desa terkurung. Dikatakan juga, jembatan plat beton membentang di tengah ruas jalan Desa Teupin Mane sebenarnya sarana penyeberangan untuk menuju ke sejumlah desa dikawasan pedalaman Kecamatan Juli dan Jeumpa. Seperti Desa Pusong, Leubok Iboh, Simpang Jaya, Simpang Mulia, Alue Limeng, Sarah Sirong dan Desa Bivak. Camat Kecamatan Juli, Azhari S Sos yang ditemui andalas mengakuinya apa yang dikatakan masyarakat. Disebutkan, kondisi kerusakan jembatan itu semakin parah bahkan kritis, dan hal itu sudah dilaporkan ke dinas terkait di Kabupaten Bireuen. Informasinya, akan diperbaiki tahun ini, dan kita tunggu saja realisasinya beberapa bulan ke depan sebab hingga memasuki bulan Juni belum terealisasi. (HERA)

Juara Festival Lagu dan Seni ke Provinsi Bireuen-andalas Sejumlah siswa yang telah menjuarai lomba Fetival Lagu dan Seni tingkat Sekolah Dasar se-Kabupaten Bireuen yang telah berhasil meraih juara pada Finalis Lomba Festival Lagu dan Seni tingkat kecamatan yang dilakanakan di Aula Sekolah Sukma Bangsa, jadi duta Bireuen untuk mengikuti ajang festival lagu dan Seni ke Provinsi, 912 Juni 2011. Ibrahim Harun, ketua panita pelaksana kegiatan festifal tersebut, kemarin menyebutkan, ajang festival lagu dan Seni itu merupakan kegiatan tahunan Dinas Pendidikan Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikbudpora) Bireuen yang dikhususkan untuk jenjang tingkatan SD se-wilayah Bireuen yang terdiri 17 kecamatan dan termasuk beberapa cabang olahraga. Para juara dari tingkat kecamatan yang merupakan duta Kabupaten Bireuen untuk berlomba ke ti Provinsi yang merupakan ajang lomba tingkat Kabupaten akan diberangkat, Rabu (8/6). Mereka yang berangkat masing-masing Nurafni murid SD 1 Samalanga juara pidato Bahasa Indonesia, lomba seni mewarnai (bergambar) Khairul Afzal, juga asal SD 1 Samalanga. Sedangkan untuk nyanyian solo adalah Cut Ulya Fitri, murid SD 3 percontohan Peusangan. Mereka inilah yang akan mengharumkan nama Bireuen yang akan bersaing dengan peserta kabupaten/kota lainnya di Aceh, dan jika mereka brhasil menjuarai tingkat Kabupaten di Provinsi Aceh akan dikirimkan ke tingkat nasional di Jakarta mewakili Aceh. (HERA)

Penerimaan ZIS 2011 Rp 1 Miliar Lebih Bireuen-andalas Penerimaan Zakat Infak Sadaqah (ZIS) dari keseluruhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan masyarakat lainnya dalam wilayah Bireuen yang diterima Baitul Mal Bireuen, periode triwulan 1 Januari-April 2011 sebanyak Rp Rp 1.037.502.000. Jumlah tersebut meningkat 10.66 persen dibandingkan dengan periode triwulan terakhir 2010 yang diterima Baitul Mall sebesar Rp 972.430.000. Dan ini menunjukkan aktifnya partisipasi masyarakat dalam menyalurkan Zakat Infak dan Sadaqah (ZIS) nya. Demikian laporan Kepala Baitul Mal Bireuen Tgk Fauzi Murthala dalam laporannya ketika menyalurkan ZIS Periode Pertama (Triwulan Pertama Januari– April 2011) kepada kaum dhuafa yang direncanakan untuk membangun rumah mereka, Senin (6/6) di Aula Setdakab lama Bireuen.

Menurut Tgk Fauzi Murthala di hadapan Bupati Bireuen Drs H Nurdin Abdul Rahman, para pejabat eselon II, III dan Ketua MPD Drs H Abdullah Amien dan pejabat terkait serta sejumlah kaum dhuafa menyebutkan, peningkatan pemasukan ZIS menunjukkan tingkat kesadaran elemen masyarakat Bireuen terhadap kewajibannya sudah tinggi dan itu terbukti dengan jumlah yang diteima Baitul Mal dari ZIS bertambah 10.66 Persen. Dari jumlah dana yang diterima sebesar Rp 1.037.502.000, rinciannya adalah pemasukan dari zakat sebesar Rp 307.290.000 dan infaq Rp 730.212.000. Sementara jumlah dana tersebut disalurkan melalui dana zakat sebesar Rp 307.290.000 dan infaq Rp 728.712.000 dengan total jumlah penyaluran sebesar Rp 1.036.002.000, dan sisa kas Rp 1.500.000. Tgk Fauzi Murthala juga menyebut-

kan dari jumlah penyaluran dana Zakat menurut rencana akan membangun 50 Unit rumah untuk kaum dhuafa sebagai lanjutan pembangunan rumah yang sudah dibangun pada tahun 2010 lalu, yakni pada tahun 2009 sudah membangun rumah sebanyak 30 unit, tahun 2010 46 unit dan tahun 2011 menurut rencana akan dibangun 22 Unit sehingga total rumah kaum dhuafa yang sudah dibangun berjumlah 76 Unit (tahun 2009 dan 2010). Sementara, pada tahun 2011 akan ditambah 22 unit di 17 kecamatan yang ada dalam wilayah Kabupaten Bireuen. Sejak tahun 2009 sampai tahap satu 2011, Baitul Mal telah membangun 98 unit rumah bantuan bagi kaum duafa dengan rincian tahun 2009 30 unit, 2010 ada 46 unit dan 22 unit lainnya dibangun 2011, total sebanyak 98 unit. “Permohonan rumah duafa masuk dalam daftar tunggu sekarang ini mencapai 33 unit,” terang Tgk Fauzi Murtadha.

Sementara itu, berdasarkan data penyeluran ZIS 2011, untuk untuk bantuan Zakat ada tiga item yakni bantuan beasiswa fakir miskin sekolah dasar Rp 186.850.000, fakir miskin SMA/SMK Rp 99.050.000 serta bantuan biaya untuk muallaf Rp 21.390.000, dan total total Rp 307.290.000. Sedangkan untuk bantuan infaq ada 30 item sasaran penyaluran, dan beberapa nominal paling besar biaya bantuan pembangunan rumah duafa Rp 411.000.000, untuk fakir miskin SMP Rp 85.800.000, modal usaha fakir miskin Rp 69.700.000, biaya pembangunan meunasah/mushalla Rp 23 juta, biaya musibah dan berobat Rp 17 juta dan beasiswa luar negeri Rp 17 juta serta bantuan biaya operasional balai pengajian Rp 13 juta. Insentif pengurus bulan Janurai sampai April 2011, Rp 27.200.000, selebihnya bervariasi dari seratus ribu– satu juta. (HUS)

Santri Dayah Terpadu Jabal Nur Diwisuda SEBANYAK 70 santri dan santriwati Dayah Terpadu Jabal Nur, Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Senin (6/6) diwisuda. Wisuda yang berlangsung di kampus perguruan Islam tersebut mendapat perhatian kalangan pejabat provinsi dan kabupaten Aceh Utara. Pasalnya, perguruan perpaduan salafi dan moderen ini banyak prestasi yang diraih. Santri dan santriwati tingkat aliyah yang diwisuda itu, dinyatakan lulus 100 persen dalam Ujian Nasional (UN) tahun 2011 dan memperoleh rangking terbaik. “Perolehan rangking terbaik bukanlah sebuah kepuasan, namun nilai yang diperoleh harus dijadikan perangsang dalam upaya untuk terus mempertahan kualitas pendidikan yang telah dicapai,” sebut Tgk HM

Yunus Adamy Pimpinan Dayah Terpadu Jabar Nur. Dia berharap, apa yang menjadi motto Dayah Terpadu Jabal Nur, jujur, amanah dan tetap dalam aqidah harus terus dipertahankan dan kemana akan melanjutkan pendidikan nantinya. “Perguruan Islam Terpadu Jabal Nur biar berbagai prestasi yang diperoleh belum bisa dikatakan berhasil sebelum ilmu semua alumni bermanfaat kepada orang lain. Sebaik baik manusia adalah bermanfaat kepada umat,” pesan Tgk HM Yunus. Dilaporkan juga, Pergeruan Islam Terpadu Jabal Nur yang semua santri menguasai tiga bahasa, Arab, Inggris dan Indonesia kondisi kampus masih serba kekurangan terutama gedung penampungan santri dan ruang belajar. Pihaknya sangat mengharapkan perhatian pemerintah serta masyarakat dalam upaya memperbaiki semua kekurangan tersebut. Acara yang belangsung dalam suasana khidmat, turut disuguhkan

andalas/usman cut raja

DIWISUDADIWISUDA-Santri Dayah Terpadu Jabal Nur diabadikan bersama usai mengikuti wisuda. beberapa atraksi seperti percakapan bahasa Arab dan bahasa Inggrir antar sesama santri. Selain itu pesan-pesan

moral dan keagamaan yang disampaikan ketua MPU Aceh Utara, Tgk H Mustafa Achmad. (UCR)


Selasa

SAMBUNGAN

7 Juni 2011

Kejatisu Harus Tagih Hasil Audit BPKP Sumut .........(Dari Halaman 1) sus melibatkan Rahudman tersebut. Bahkan menilai ada upaya mengaburkan kasus yang diperkirakan telah membuat negara rugi miliaran rupiah itu. "Bukti keterlibatan Rahudman dalam kasus itu jelasjelas sudah terungkap dalam persidangan tersangka yang sama, Amrin Tambunan. Seharusnya Kejatisu ngotot menuntaskan kasus itu. Janganlah pula berlindung di balik prosedur permohonan izin pemeriksaan dari Presiden RI yang belum turun,” kata Alan Nasution, dalam orasinya. Kejatisu harus segera menagih hasil audit BPKP Sumut. Sehingga pimpinan Kejatisu tak terus berdalih terkendala menuntaskan kasus itu karena belum diserahkannya hasil audit BPKP Sumut. Korupsi Langkat Sementara itu di tempat yang sama, puluhan massa yang tergabung dalam NGOKomando kembali menggelar aksi menuntut penuntasan dugaan korupsi di berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab Langkat. Massa menyebutkan seperti dugaan korupsi di Dinas Pertanian di antaranya pembangunan kantor BPP Kecamatan Kuala senilai Rp 359

juta yang dilaksanakan CV Meirina dan pungutan senilai Rp564 juta pada tahun 2009 yang tidak berdasar hukum. Kemudian dana peningkatan produksi pertanian sebesar Rp1,8 miliar dan terealisasi hanya Rp1,7 miliar namun banyak kekurangan volume fisik pekerjaan. Di Dinas Pendidikan juga terjadi berbagai kejanggalan berupa belanja alat tulis senilai Rp1,5 miliar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dan dugaan penyimpangan dalam pembangunan unit sekolah baru SMAN Sei Lepan senilai Rp944 juta. Selanjutnya, dugaan korupsi di Dinas Pekerjaan Umum (PU) yakni kegiatan belanja barang sebesar Rp674 juta, pemeliharaan periodik hotmix jalan jurusan Kwala Mencirim-Namu Tating senilai Rp845 juta dan pemeliharaan jalan lainnya. “Kami minta Kejatisu dan instansi hukum lainnya untuk membersihkan para oknum perusak citra penegak hukum yang bermain-main dengan koruptor,” tegasnya. Kedatangan massa yang dikawal aparat kepolisian diterima Kasubsi Humas Kejatisu Andre Simbolon. Andre mengatakan, dirinya akan menyampaikan tuntutan massa ke pimpinan Kejatisu untuk ditindaklanjuti.(FEL)

Ternyata Mobil Pribadi Rahudman .........(Dari Halaman 1) dihubungi andalas, Sanin (6/ 6). “Pengadaan mobil dinas untuk Kepala Daerah Kota Medan bukan seperti itu jenisnya. Itu bisa saja mobil pribadi, bukan mobil dinas resmi Wali Kota Medan,” katanya. Menurut Husni, sepanjang tahun 2011 ini pembelian mobil dinas untuk menunjang tugas-tugas operasional Wali Kota Medan yang menggunakan dana APBD baru sekali dilakukan, yaitu pembelian mobil jenis Toyota Lexus. “Pengadaan Toyota Lexus itu kita lakukan pada Februari 2011 lalu. Anggarannya resmi menggunakan APBD Kota Medan tahun 2011, di luar itu tidak ada,” ujar Husni. Terkait penggunaan pelat merah BK 1 D dan logo Pemerintah Kota (Pemko) Medan pada mobil Jeep Sport Wrangler yang digunakan Rahudman, menurut Husni hal tersebut wajar karena yang menggunakan adalah Wali Kota Medan. “Sebagai orang nomor satu di Kota Medan, saya kira lumrah dan wajar menggunakan BK 1 D dan logo Pemko Medan, meski mobil yang digunakan itu bukan mobil dinas resmi kepala daerah,” tandasnya. Lebih lanjut Husni menjelaskan, sejak tahun 2010 pembelian mobil dinas Wali Kota Medan yang menggunakan dana APBD hanya dua unit, yakni Toyota Camry dan Toyota Lexus. Sedangkan mobil dinas lainnya, seperti Toyota Prado yang juga sering digunakan Rahudman merupakan mobil dinas

resmi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan. “Toyota Prado itu sebenarnya mobil dinas Sekda, tapi bisa saja digunakan secara bergantian dengan Wali Kota Medan. Dan, sesuai data mobil dinas Wali Kota Medan yang terdaftar hingga saat ini hanya Toyota Camry dan Lexus, yang dianggarkan masing-masing tahun 2010 dan 2011,” jelasnya. Tidak Layak Menyikapi 'gaya' hidup Wali Kota Medan Rahudman Harahap yang membeli mobil mewah di tengah banyaknya persoalan di Kota Medan yang harus dibenahi, dikritik Sekretaris Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Elfenda Ananda. Menurutnya, dinilai dari sisi azas kepatutan, Rahudman Harahap dinilai tidak layak membeli mobil dinas baru jenis Jeep Wrangler yang harganya dikabarnya mencapai Rp1,1 miliar itu. Uang sebesar itu menurutnya setara dengan anggaran untuk program perbaikan gizi masyarakat miskin yang dialokasikan dalam APBD Kota Medan sebesar Rp1,3 miliar. Kalau pembelian mobil tersebut benar menggunakan dana APBD, tentu hal ini merupakan pemborosan dan tidak memiliki rasa keprihatinan atas kondisi masyarakat miskin yang masih banyak di Kota Medan. “Ini merupakan gambaran sebuah simbol kemewahan dan jauh dari harapan pemerintah yang mengusung good government. Ini sudah jelas pemborosan. Berbeda sekali pada saat ia (Rahudman) mencalonkan diri (jadi wali kota),” ujar Elfenda.(BEN/IKA)

harian andalas | Hal.

15

Sumut Waspadai E.Coli, Turis Asing Dipantau Medan-andalas Mewabahnya penyakit mematikan akibat bakteri Escherichia Coli (E.Coli) strain baru dipastikan karena konsumsi sayuran tidak steril dan tanpa dicuci. Yang lebih berbahayanya lagi, penyakit karena bakteri ini resisten terhadap antibiotik, sehingga dianggap berbahaya dan mematikan. Kasus Eschericia Coli (E.Coli) melanda beberapa negara dan membuat kekhawatiran. Berbagai negara termasuk Indonesia melakukan langkah pencegahan dari ancaman bakteri mematikan tersebut. Walaupun sampai saat ini

Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsih, memastikan di Indonesia belum ditemukan adanya bakteri E.Coli strain baru, dengan nama enterohaemorrhagic E.Coli (EHEC), Dinas Kesehatan Sumut tak mau menunggu untuk mengantisipasi masuknya bakteri E.Coli ke daerah ini. Kadis Kesehatan Sumut dr Candra Syafei SpOG mengatakan, pihaknya kini memantau turis-turis asing terutama dari Eropa yang masuk ke Sumut. "Kita berkoordinasi dengan pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) laut dan udara. Petugas KKP melakukan pe-

mantauan turis Eropa dengan gejala diare. Bila ditemukan langsung dilakukan perawatan," jelas Candra, Senin (6/6) di Medan. Menurutnya, penyebab utama bakteri E.Coli yaitu diare dan bisa mematikan karena turunnya tekanan darah. Hal ini disebabkan telah terjadinya perubahan dari kimia kuman sehingga obat lama tidak bisa digunakan untuk mengatasinya. Untuk itu, Candra berharap masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat seperti selalu mencuci tangan sebelum makan dan memasak makanan yang akan dikonsumsi.

Terpisah, pengamat kesehatan dr Umar Zein SpPD mengatakan bakteri E.Coli normalnya ada dalam usus manusia. Tetapi, ada bentuk pathogen yang menyebabkan diare akut, bisa disebabkan hemolitik uremik syndrom atau perdarahan dan gangguan ginjal. Dijelaskannya, gejala awal diare mengontaminasi makanan atau tangan yang tidak dicuci, bisa juga melalui bungkus makanan seperti daun yang tercemar E.Coli. Bisa juga melalui kotoran pupuk/ternak yang tertular melalui makanan dan sampai ke usus. "Masa inkubasinya tiga

sampai tujuh hari. Gejala awalnya mencret, berlendir, dan demam tinggi yang menyebabkan toxic dari toxic kuman itu. Diare akut kurang dari dua minggu yang bisa menyebabkan perdarahan dan bisa toxic dan kematian," ujar Umar. Ia mengimbau masyarakat agar mengantisipasinya dengan selalu mencuci tangan pakai sabun, mencuci makanan/ buah-buahan mentah dan sayuran dengan air masak. Penularan bakteri E.coli, sambungnya bisa ditularkan dari orang yang sakit melalui kotoran. Penularannya disebut Fecal Oral Transmision.(YN)

Kritis, Syamsul Arifin Dilarikan ke Singapura .........(Dari Halaman 1) kuasa hukum Syamsul Arifin, Abdul Hakim Siagian menyampaikan keinginan tersebut kepada majelis hakim. "Pihak rumah sakit menyarankan terdakwa untuk ke Rumah Sakit Gleneagles di luar negeri," kata Abdul Hakim Siagian di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor yang dipimpin Tjokorda R Sumba. Pihaknya siap memberikan jaminan dari keluarga bahwa Syamsul tidak akan melarikan diri. Syamsul juga akan mendapat pengawalan ketat dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menanggapi permintaan itu, majelis hakim memutuskan menunda sidang dan meminta agar kuasa hukum Syamsul menghadirkan dokter yang menangani Syamsul pada hari ini, Selasa (7/6). Syamsul berada di ruang ICCU RS Jantung Harapan Kita sejak 28 Mei lalu karena tiba-tiba pingsan di dalam sel

Rumah Tahanan (Rutan) Salemba. Kondisinya sempat dinyatakan membaik, namun kesehatannya kembali menurun dan koma sejak Minggu (5/6) pasca-operasi katerisasi untuk pemasangan cincin pada jantungnya. Kekhawatiran terhadap kondisi Gubsu non aktif itu ternyata juga dirasakan sejumlah pejabat Pemprovsu. Terlebih pasca-kembalinya rombongan pejabat Pemprovsu dipimpin Plt Gubsu Gatot Pudjonugroho ke Medan setelah gagal melihat langsung kondisi Syamsul Arifin karena tidak diizinkan pihak RS Jantung Harapan Kita, kemarin malam. “Informasi yang kita terima dari keluarga Pak Syamsul Arifin dalam waktu sesegera mungkin Pak Syamsul Arifin akan dibawa ke Singapura karena perkembangan penanganan terhadap serangan jantungnya masih tahap kritis,” ujar Plt Kadis Kominfo Provsu HM Ayub kepada wartawan di Kantor

Gubsu, Senin (6/6). Dikatakan Ayub, bila dalam keadaan sadar, Syamsul Arifin selalu berusaha melepas semua alat yang terpasang di badannya sehingga hal ini tentu akan sangat mengganggu upaya pemulihan kesehatannya. “Pihak keluarga dan tim medis saat ini tengah berkoordinasi dengan pihak KPK untuk membawanya sesegera mungkin berobat ke Singapura agar kondisi kesehatan Gubsu nonaktif Syamsul Arifin segera membaik,” ungkap Ayub seraya berharap kesehatan Syamsul Arifin segera membaik. Sementara itu sewaktu di RS Harapan Kita, Plt Gubsu Gatot Pujonugroho mengajak warga Sumut mendoakan kesembuhan Syamsul Arifin. “Dengan doa yang ikhlas, apalagi dilakukan secara banyak oleh seluruh warga masyarakat Sumut, Insya Allah akan dikabulkan oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya.

Dalam kunjungan itu, Gatot dan sejumlah pejabat Pemprovsu yang mendampinginya disambut sejumlah keluarga dan handai tolan Syamsul Arifin yang sejak awal memenuhi ruang tunggu instalasi rawat jantung, di antaranya adik kandung Syamsul, Hj Salmah. Diisukan Meninggal Sementara itu, entah dari mana sumbernya berawal, Gubernur Sumatera Utara non aktif Syamsul Arifin, Senin (6/ 6) siang, diisukan meninggal dunia. Isu ini menyebar dari mulut ke mulut hingga sampai ke kalangan Anggota DPRD Deli Serdang dan sempat membuat heboh. Beberapa anggota dewan langsung mengonfirmasi kebenaran isu itu ke para koleganya baik sesama anggota dewan maupun anggota partai yang punya akses informasi tentang kondisi Syamsul Arifin, termasuk kepada pejabat pemerintahan, bahkan wartawan. "Halo, ya...coba kamu cari

tau apa betul Datuk (Syamsul Arifin) meninggal dunia? Katanya sekitar 15 menit yang lalu." Begitu sepenggal pembicaraan anggota Dewan, Rakhmadsyah kepada rekannya melalui ponsel yang sempat didengar wartawan. Beberapa anggota Dewan lainnya ada yang langsung mengeceknya di situs-situs media online. Salah satunya seperti Benhur Silitonga. Namun tidak ada informasi yang membenarkan isu tersebut. Setelah mengeceknya ke berbagai pihak, kalangan anggota dewan tersebut menyimpulkan kalau informasi itu cuma isu. Beberapa anggota dewan pun mengecam dan menyesalkan beredarnya isu konyol tersebut. “Siapa yang menyebarkan isu itu?” sungut Benhur Silitonga seraya mengatakan kalau benar Syamsul Arifin meninggal, pasti mereka sudah mendapat kabar dari sumber yang dipercaya. "Tapi ini kan tak jelas siapa yang menyebarkannya," sesalnya.(BBS/WAN/GUS)

com dan tulisan "You are number # 661". Karena ide gilanya ini, Sumardy pun harus berurusan dengan kepolisian. Kantor perusahaannya didatangi dan diperiksa. Begitu juga kurir yang mengantar peti-peti mati kiriman Sumardy dengan mobil ambulans. Kemungkinan,

Sumardy bisa menjadi tersangka. "Sejauh ini masih saksi tapi mengarah pada tersangka. Yang mana nanti kami arahkan ke pasal 351 KUHP ayat 1 tentang perbuatan tidak menyenangkan," ujar Kapolsek Tanah Abang AKBP Johanson R Simamora.(BBS)

Kantor Media Dikirimi Peti Mati .........(Dari Halaman 1) Tercatat sejumlah kantor media di Jakarta dihebohkan dengan peti mati kiriman Sumardy. Antara lain Jakarta Post, ANTV, Kompas.com, Okezone.com, SCTV, RCTI, dan Tempo Interaktif. Dalam akun twitternya,

Pemimpin Redaksi ANTV Uni Lubis (@unilubis) mengunggah foto peti tersebut. Dalam akun Uni dibahas isi peti mati itu adalah bunga mawar putih dan sejumlah kembang lainnya. Peti mati serupa juga menghampiri kantor konsultan komunikasi Maverick dan tokoh-tokoh tertentu yang

terkait dengan media. Peti mati ini berukuran kecil, layaknya peti mati untuk anak-anak. Di atasnya ada tulisan R.I.P atau rest in peace (requiescat in pace), dan di dalamnya ada taburan bunga dan setangkai mawar putih. Selain itu, ada kertas bertuliskan www.restinpeacesoon.

Sumardi Pernah Bersekolah di Medan .........(Dari Halaman 1) pintar orangnya. Kita beberapa kali ada komunikasi via sejak jaman friendster, facebook trus twitter. Dia (sumardi- red), penulis tetap di majalah MIX, grup-nya SWA,” ungkap Ferry. Menurut Ferry, strategi marketing yang dilakukan Sumardi menimbulkan pro kontra di kalangan dunia kreatif. “ Banyak yang kontra karena tidak etis. Tapi menurutku idenya kreatif. Apalagi dia mengambil spesialiasi Word of Mounth. Dari segi kehebohan berhasil, tapi efek dari kreatifitas tersebut belum bisa diterima,” ujar Ferry. Pendapat serupa disampaikan akademisi dan praktisi bisnis, Rhenald Kasali. Rhenald mene-

gaskan bahwa periklanan seharusnya dilakukan dengan menciptakan kesenangan. "Kalau menciptakan keresahan namanya terorisme," kata Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu. Menurutnya, iklan tidak boleh menimbulkan keresahan serta tidak boleh bertentangan dengan tata nilai masyarakat. Menurut Rhenald, tindakan Sumardy dilakukan pada saat yang tidak tepat dan ditujukan kepada pihak tidak tepat pula. Pengiriman peti mati kepada media, menurutnya, justru menimbulkan keresahan. Apalagi media pada era reformasi ini banyak mendapat teror. Selain itu, situasi saat ini di mana sering muncul ancaman teror bom, masyarakat mudah khawatir dengan

berbagai bentuk ancaman. Peti mati yang dikirimkan Sumardy menunjukkan pada kematian, mereka yang dikirimi dipersepsikan telah mati atau akan mati. Penerima juga tidak langsung bisa mengetahui siapa dan apa tujuan pengiriman peti mati sehingga timbul keresahan. Terhadap ide nyelehnya itu, Sumardy Ma meminta maaf kepada sejumlah pihak yang menerima kiriman peti mati darinya. Pakar marketing dari mulut ke mulut ini berharap pihakpihak yang menerima paket tidak melaporkan ke polisi. “Melalui detikcom saya minta maaf, tidak ada niat jelek. Saya ingin memberi alternatif pemasaran di dunia marketing,” kata Sumardy. Dia menjelaskan, tidak ada sama sekali niatan dia

dan perusahaannya melakukan teror dengan mengirim peti mati itu. Dia hanya ingin melakukan kampanye pemasaran yang menarik. “Tindakan ini berawal dari niat yang baik, medium-nya peti mati karena sesuai dengan judul buku yang kami launching ‘Rest in Peace Advertising Killed by Word Mouth Agency,” imbuh pria yang pernah mencicipi pendidikan di American Word of Mouth Marketing Association ini. Jadi, seandainya ada pihak yang melaporkan ke polisi, Sumardy merasa tindakan itu terlalu berlebihan. “Jangan dulu lah, niat saya baik mengirim peti mati itu, saya harap berakhir dengan baik juga. Saya dan tim hanya mencoba mempraktekkan pemasaran

yang menarik dan berbiaya murah,” ujarnya. Dia menjelaskan, buktinya dia bisa diwawancara dan alamat pengirim peti mati jelas terpampang. “Jadi tidak ada niatan teror, soal website restinpeacesoon.com itu sengaja dibuat error biar penasaran. Sekarang sudah normal lagi,” tutur Sumardy yang berkantor di STC lantai 3 ini. Seperti kata pepatah, siapa yang berbuat dia yang bertanggungjawab, maka Sumardi harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pengirim peti mati itu, tadi malam tidak diperbolehkan pulang, dengan alasan masih harus menjalani pemeriksaan polisi 1x24 jam di Kepolisian Sektor Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Sahabat Center Medan Jasmin Chandra menjelaskan, makna bakcang yang dibungkus daun bambu dengan aneka isi di dalamnya mengartikan kehidupan manusia yang harus rukun dan bersatu dalam satu wadah agar berguna bagi nusa dan bangsa Indonesia. “Pohon bambu selalu tumbuh tegak lurus dan tidak bengkok-bengkok meski telah tumbang sekalipun. Jadi sebagai umat manusia kita harus dapat memetik makna dari pohon

bambu ini dengan selalu berbuat baik dan lurus sesuai ajaran agama yang telah kita pelajari. Sebagai umat beragama tidak boleh menyeleweng dari ajarannya atau bengkok-bengkok seperti pohon lain,” jelas Jasmin didampingi Pendiri Sahabat Center, Berry CWT. Perayaan serupa juga digelar Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) di Jalan Mustafa Medan. Kegiatan ini mendapat perhatian para pengguna jalan dan masyarakat sekitar. Para peserta lomba

mendirikan telur, tampak dengan sabar berusaha lebih berkonsentrasi. Di sela-sela konsentrasi para peserta lomba, tepuk riuh para penonton pun kian memeriahkan perayaan. “Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperingati seorang penyair bernama Qu Yuan (340 SM-278 SM). Ia bunuh diri dengan melompat ke Sungai Mei Luo, karena muak dengan pemerintahan Chu yang korup,” jelas Ketua PSMTI Sumut Eddy Djuandy.(SIONG)

Telur dan Jarum pun Bisa Berdiri .........(Dari Halaman 1) bumi yang menariknya,” kata Tan Bun Tiong salah seorang peserta yang berhasil menegakkan tiga telur ayam. Perlombaan ini merupakan bagian dari ritual Duan Yang Jie (bakcang) yang hari itu dirayakan masyarakat Tionghoa di berbagai belahan dunia, termasuk di Medan. Menurut Ketua Komisaris Daerah Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Komda Matakin) Sumut demisioner Ws Ir

Djohan Adjuan, tradisi bakcang ini telah digelar sejak 340 SM tahun lalu. Tradisi yang setiap tanggal 5 bulan 5 dalam kalender Imlek (go gwee che go) ini dirayakan sebagai ungkapan syukur atas kepahlawanan Qu Yuan, seorang perdana menteri pada zaman Zan-Kuo (zaman perang antarnegara) di Tiongkok. Bagi masyarakat Tionghoa, saat Duan Yang, fenomena alam terjadi, yakni telur dan jarum pentul bisa berdiri tegak di permukaan

yang rata. “Dalam kepercayaan etnis Tionghoa, bagi yang bisa mendirikan telur saat Duan Yang akan mendatangkan berkah tersendiri,” ungkap Djohan Adjuan didampingi Anggota DPRD Sumut Brilian Moktar SE. Menurutnya, saat Duan Yang, posisi matahari pada titik kulminasi terdekat dengan bumi. Sehingga pengaruh gravitasi matahari terhadap bumi lebih kuat sehingga telur dengan mudah ditegakkan. Bahkan jarum atau pisau silet bisa

mengapung di atas permukaan air pada waktu yang sama. “Perayaan bakcang yang dibarengi dengan fenomena alam merupakan berkah luar biasa yang diberikan Tuhan kepada umat manusia yang bisa disaksikan dan dibuktikan pada hari ini. Dari beberapa hari besar agama Khonghucu, hanya Duan Yang yang memiliki fenomena alam pas jam 12.00 WIB, sesudah lewat tengah hari akan sulit untuk mendirikan telur ayam lagi,” ungkapnya. Sementara, Ketua


HARIAN

andalas L

U

G

A

S

D

A

N

C

E

R

D

A

S

Selasa, 7 Juni 2011 | No: 1902/Tahun VI | E-Mail:andalasmedan@gmail.com | Harga Eceran Rp2.000; Langganan+ongkos kirim Rp75.000; Luar Kota: Rp2.500

Selingkuhan Arnold ‘Hilang’ SEJAK berhembus kabar perselingkuhannya dengan Arnold Schwarzenegger terangkat ke permukaan, Mildred Baena alias Patty menghilang. Kabarnya, Patty beserta anaknya bersembunyi di sebuah kota kecil di Texas. Seperti dilansir dari berbagai media onlie, Senin (6/6), Patty terlihat terakhir kali di rumahnya yang berada di

Bakersfield, California pada 18 Mei lalu. Ia meninggalkan rumahnya beberapa hari sebelum skandal itu terungkap. Menurut seorang sumber, Patty dan anaknya yang berusia 13 tahun pergi ke sebuah kota kecil di luar Dallas untuk menghindar dari kejaran media. Di sana, Patty menumpang di rumah kerabatnya.

Sementara, sumber lain mengungkapkan Patty bersembunyi atas kemauannya sendiri, bukan karena permintaan Arnold. "Itu kemauan Mildred untuk meninggalkan California, bukan kemauan Arnold," ujar sumber itu. Sampai saat ini, identitas sang anak belum terungkap ke publik. Keluarga Patty berharap

skandal itu cepat selesai agar sang anak bisa hidup normal. Patty yang kini berusia 50 tahun itu melahirkan seorang anak dari hubungan gelapnya dengan bintang 'Terminator' itu pada 2 Oktober 1997. Yang mengejutkan, 5 hari sebelum tanggal tersebut, istri Arnold, Maria Shiver baru saja melahirkan anak keempat mereka, Christopher. (BBS/DT)

cinta LAURA

Kuliah di Kampus Obama KABAR menyenangkan datang dari artis Cinta Laura. Setelah mengikuti beberapa kali tes, pelantun 'You Say Aku' itu akhirnya langsung diterima di Colombia University, Amerika Serikat, kampus yang sama dengan tempat Presiden AS Barack Obama kuliah. Cinta mengaku sangat bangga bisa menimbal ilmu di universitas terbesar ke-5 di dunia itu. Di sana, ia pun akan mengambil juruan psikologi dan hukum. "Aku memang suka belajar tentang orang, jadi aku ambil jurusan psikologi dan untuk S2 mengambil hukum," katanya saat ditemui di Novotel Mangga Dua, Jakarta, Senin (6/6) Keinginan untuk melanjutkan studi di Amerika Serikat memang sudah lama diimpikannya. Bahkan, ia pun rela meninggalkan dunia hiburan demi mengenyam pendidikan lebih tinggi. Tentunya akan banyak penggemar yang sangat kehilangan sosok bintang 'Seleb Kota Jogja (SKJ)' itu. Rencananya ia akan berangkat ke Negeri Paman Sam pada 6 Agustus 2011. Sebagai tanda perpisahan, ia pun rencananya akan menggarap album spesial. "Album perpisahan itu sebagai album terakhir aku di Indonesia. Jadi sebelum aku berangkat ke New York aku ingin berbagi bersama teman-teman," ungkap Cinta.

DEWI Persik yang dikenal dengan artis penuh sensasional kembali membuat pengakuan yang mengejutkan. Dewi telah melakoni operasi keperawanan demi perannya dalam film horor terbarunya 'Pacar Hantu Perawan'. Hal itu disampaikan Depesapaan Dewi Persik di Jakarta, kemarin. Perempuan yang sudah dua kali gagal berumahtangga itu mengaku melakukan operasi keperawanan karena ditantang oleh sang produser KK Dheraj. "Aku operasi perawan karena aku ditantang K2K (Production) untuk main film ini," kata Depe seraya tertawa. Pemilik nama lengkap Dewi Murya Agung itu mengungkapkan KK Dheraj berani membayarnya Rp 1 miliar jika melakukan operasi selaput dara. Tapi, ia sebenarnya menerima tantangan tersebut tidak hanya demi uang semata. "Tentu satu miliar bukan angka yang kecil, tapi apakah seorang selebritas yang lain mau menerima tawaran ini? Belum tentu semua menerima ini," kata mantan istri Saipul Jamil dan Aldi Taher itu. Dalam film terbarunya itu, Dewi berperan sebagai Mondy, seorang perempuan yang awalnya tak percaya halhal mistis tapi karena

kesalahannya dia selalu diganggu oleh makhluk halus. Tak bisa pungkiri Depe merupakan artis yang juga dikenal dikalangan jurnalis infotaiment dengan pernyataan kontroversial. Sebelumnya Depe mengaku

kaget ketika menghadiri ulang tahun ke-38 Ahmad Dhani tahun lalu. Pasalnya Depe justru mengingat malam pertamanya dengan mantan suami Saipul Jamil dimana saat itu keperawanannya ‘hilang’. Tapi, itu masa lalu Depe, Ia

Jerawat Bandel? Usir Pakai Sperma! KULIT mulus, cantik, serta bebas jerawat dan keriput adalah impian wanita pemuja cantik. Bagaimana jika jerawat membandel? Sebuah penelitian menunjukkan bahwa air mani berisi kandungan gizi yang tinggi, terlebih untuk menghilangkan jerawat dan memutihkan kulit. Hasil penelitian Johnson

dan Everitt yang dilaporkan dalam bukunya Essential Reproduction mengungkapkan kandungan gizi yang tinggi dalam air mani dan sperma membuat manfaatnya selalu menarik untuk diteliti, salah satunya untuk kecantikan seperti mengobati jerawat dan membuat wanita awet muda. Seperti dilansir health-

medicals, metode masker sperma ini telah digunakan sejak zaman Mesir Kuno. Selain digunakan untuk mengusir Jerawat, Tingginya kandungan gizi ini membuat air mani dan sperma banyak dimanfaatkan untuk mengobati berbagai penyakit, seperti diabetes dan depresi. Secara teori, penggu-

nakan masker sperma dinilai cukup masuk akal karena sperma mengandung sejumlah nutrisi yang bermanfaat untuk perawatan kulit. Seperti dilansir Netdoctor, air mani dan sperma banyak mengandung ascorbic acid (vitamin C) dan vitamin B12, yang dapat membantu seseorang tampak lebih muda dan

cantik. Selain itu, adanya kandungan antioksidan juga menjamin bahwa sperma bebas dari radikal bebas penyebab kulit kusam dan cepat keriput. Kandungan yang sama juga bisa ditemukan dalam produk-produk perawatan jerawat dan anti penuaan dini yang dijual di pasaran. (BBS)

tak ingin mengingatnya lagi. Meskipun begitu Depe tak memberikan suprise kepada Ahmad Dhani karena masih baru bergabung di RCM. Ia juga tak memberi Dhani kado dengan alasan Dhani sudah memiliki segalanya. Dia juga merasa Dhani bukan orang yang arogan. Terbukti Dhani sangat toleran terhadap dirinya dalam mengekspresikan diri. Yakin Bebas Sementara itu seteru Depe, Julia Perez (Jupe) yakin bisa bebas dari jeratan hukum setelah mendengar keterangan saksi. Sebab, para saksi tidak bisa membuktikan Jupe lah yang menyebabkan luka di wajah Depe. Sidang lanjutan kasus penganiayaan yang dilakukan Jupe terhadap Depe kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jalan Ahmad Yani, Jakarta Timur, Senin (6/ 6). Agenda hari ini adalah mendengarkan kesaksian Ajeng dan Erlando yang merupakan pemain film Arwah Goyang Karawang. "Yang pasti, sidang hari ini menguntungkan buat saya karena semua saksi mengatakan, semua ini sesuai dengan skenario. Itu poin buat saya. Mereka tidak melihat adanya pencakaran seperti yang dituduhkan Dewi kepada saya," papar Jupe.(DH/BBS)

Harian Andalas 07 Juni 2011  

Lugad dan Cerdas

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you