Page 1

andalas HARIAN

L U G A S

D A N

C E R D A S

Selasa, 24 Mei 2011 | No: 1891/Tahun VI | E-Mail:andalasmedan@gmail.com | Harga Eceran Rp2.000; Langganan+ongkos kirim Rp75.000; Luar Kota: Rp2.500

Biaya Urus SIM Mencekik Leher • SIM A Rp640.000, SIM C Rp520.000 Medan–andalas Biaya mengurus surat izin mengemudi (SIM) di Satlantas (Satuan Lalu Lintas) Polresta Medan sejak awal Mei lalu membengkak tiga kali lipat dari harga resmi. Biaya yang sangat mencekik leher ini tak cuma dikeluhkan masyarakat, tetapi juga para penjual jasa atau calo pengurusan SIM. “Bayangkan, harga pembuatan SIM A kini mencapai Rp640.000 dan Rp520.000 untuk SIM C. Padahal, biaya resminya hanya Rp120.000 untuk SIM A dan Rp100 ribu untuk SIM C. Akibatnya, banyak warga enggan mengurus SIM karena mahalnya, jasa kamipun tak dipakai lagi,” kata MN, calo SIM yang biasa mangkal di Jalan Adinegoro Medan, kepada andalas, Senin (23/5).

Mahalnya biaya pengurusan SIM itu, kata MN, lantaran diberlakukannya sistem baru pengurusan SIM di Satlantas Polresta Medan yang melibatkan Medan Safety Driving Centre (MSDC) di Jalan Bilal Medan. “Prosesnya kini lebih rumit, lama, dan biayanya lebih mahal,” kata MN. Padahal, kata MN, sejak diresmikannya MSDC bebe-

UGALUGALAN

Bersambung ke Hal. 15

2 Angkot Tabrakan

Penodong Kabiro Metro TV Bukan Anggota Poldasu

• 5 Penumpang Terluka, Sopir Pingsan

• Diketahui dari Penelusuran Nopol Mobil Pelaku Medan-andalas Polda Sumut menyatakan pelaku penodongan senjata api terhadap Kepala Biro Metro TV Medan Yudha Panjaitan, bukan anggota Polri (Polda Sumut-red) seperti pengakuan pelaku ketika mengancam korban di Jalan Gajah Mada, Medan, Minggu (22/5). Keyakinan itu diperoleh setelah Direktorat Lalu Lintas Polda Sumut menelusuri pelat nomor polisi BK 1810 BP yang digunakan pelaku yang menodongkan senjata api (senpi) sejenis pistol ke korban. “Yang jelas, sesuai dengan

penelusuran kita, pelakunya bukan anggota Polda Sumut. Hal itu kita ketahui setelah pelat nomor polisi mobil pelaku kita telusuri dan pemakai atau pemiliknya bukan anggota Polri (Polda Sumut-red),” tegas Kasubbid Dokliput Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, Senin (23/5). Dikatakannya, kendati demikian laporan Yudha Panjaitan tetap diterima pihaknya melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumut dan saat ini sedang dalam penyelidikan.

foto-foto: andalas/rony muharrman

TABRAKAN–Sejumlah warga melihat angkot Morina Lyn 81 jurusan Belawan-Amplas BK 1344 DU yang ringsek setelah tabrakan dengan angkot KPUM Lyn 65 BK 1450 GP jurusan Tembung-Pinang Baris di persimpangan Jalan Thamrin/Jalan HM Yamin dekat RSU Pirngadi Medan, Senin (23/5).

Medan-andalas Diduga karena sopir ugal-ugalan, dua angkutan kota (angkot) bertabrakan di persimpangan empat Jalan Thamrin/Jalan HM Yamin tak jauh dari RSU Pirngadi Medan, Senin (23/5) siang sekitar pukul 14.00 WIB. Akibat tabrakan angkot Morina Lyn 81 jurusan Belawan-Amplas BK 1344 DU dengan KPUM Lyn 65 BK 1450 GP jurusan TembungPinang Baris ini, lima penumpang luka-luka dan sopir angkot Morina tak sadarkan diri.

Bersambung ke Hal. 15

Adik Lahirkan Anak Sang Kakak

Nomor 80 Tahun 2003. Barang-barang yang dibeli di antaranya 6 unit mesin kemasan dodol senilai Rp300 juta namun dibuat dalam kwitansi sebanyak 10 unit senilai Rp500 juta (selisih Rp200 juta). Kemudian 600 paket mesin jahit senilai Rp432,5 juta namun dibuat dalam kwitansi senilai Rp1,1 miliar (selisih Rp667,5 juta). Begitu juga dengan pembelian 12 item barang lainnya. Menurut Suwarji, dalam setiap penyaluran dana bantuan itu kerap terjadi penggelembungan dana hingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp3.764.798.238. Uang hasil mark-up digunakan terdakwa untuk menutupi utang pada pos belanja Bupati dan Setda Nias serta dibagikan kepada sejumlah orang, termasuk para ketua komisi/fraksi DPRD Nias, dan kroni-kroninya.

Medan-andalas Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara dan Satuan Reserse Kriminal Polresta Medan hingga Senin (23/5) masih terus memburu pelaku utama kasus penganiayaan dengan cara menyiramkan cairan soda api ke wajah dan tubuh Ir Masfar Sikumbang. Perburuan terus dilakukan polisi dengan harapan secepatnya dapat menangkap pria berinisial MPS, pelaku penyiraman soda api (eksekutor). Jika MPS berhasil ditangkap, kasus yang didalangi Azharudin Harahap (AZH), sepupu Wali Kota Medan Rahudman Harahap itu semakin terang. Dari keterangan MPS nantinya, “jika tidak dikondisikan” akan diketahui apakah ada lagi keterlibatan orang-orang yang perannya seperti Azharudin Harahap. “Perkembangan penyelidikan masih melakukan perburuan terhadap MPS sebagai pelaku penyiraman. Pengejaran masih dilakukan di wilayah Sumut,” kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut, AKBP Raden Heru Prakoso kepada wartawan. Sementara, lanjut Heru, untuk dua oknum polisi berpangkat Brigadir yang juga mantan ajudan Rahudman, Hermanto (HR) dan Abdi Harahap akan diproses pidananya sampai ke Pengadilan Negeri untuk menjalani sidang. “ Setelah itu akan menjalani pemeriksaan di Propam Poldasu,” ucapnya. Disinggung sanksi pencopotan dari kepolisian terhadap dua oknum polisi itu, Heru mengatakan menunggu hasil dari pemeriksaan di Propam. “Sanksi copot bisa saja. Namun, menunggu hasil pemeriksaan dari Propam Poldasu,”

Bersambung ke Hal. 15

Bersambung ke Hal. 15

andalas/rony muharrman

SIDANG PERDANA–Bupati Nias Binahati Benedictus Baeha saat menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Medan terkait kasus dugaan korupsi bantuan bencana alam tsunami Nias sebesar Rp3,7 miliar lebih di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (23/5).

Binahati B Baeha Didakwa Korupsi ter menyatakan bahwa rahim Cheryl berada di tingkat pertama Mullerian Agenesis, sehingga membuatnya tidak dapat membentuk janin dengan sempurna. Cheryl menikah dengan Jason Keye yang mau meneriBersambung ke Hal. 15

Kurs dan Harga Logam Mulia, 23 Mei 2011 Mata Uang AUD CNY EUR GBP HKD

Jual 9115 1323 12119 13945 1106

Beli 9020 1310 11996 13801 1095

Mata Uang JPY MYR SGD USD

Jual 105 2835 6924 8604

Beli 103 2804 6849 8518

Bersambung ke Hal. 15

Eksekutor Masfar Terus Diburu

ANEH tapi NYATA

SETELAH dipastikan hidup tanpa rahim, akhirnya Cheryl Keye (36) dapat menjadi seorang ibu, berkat kebaikan sang adik, Lyndsay Wootton (32) yang tanpa pamrih bersedia menjadi rahim pengganti bagi Elliot, putra pertama Cheryl. Sejak umur 17 tahun, dok-

Angkot Morina terguling dan terbalik di jalan dengan kaca depan pecah dan ringsek, sedangkan angkot KPUM 65 hanya mengalami rusak di bagian depan. Peristiwa kecelakaan lalu lintas ini sempat menimbulkan kemacetan lalu lintas. Beruntung petugas unit Lantas Polresta dan Dinas Perhubungan cepat datang ke tempat kejadian mengatur arus lalu lintas. Beberapa penumpang yang mengalami luka langsung dibawa ke IGD RSU Dr Pirngadi Medan (RSUPM) dengan becak dayung. Menurut Roy (16) siswa SMK 11, ia bersama seorang temannya, Elmi (15) usai pulang sekolah ber-

Uang Tsunami Mengalir ke Ketua Fraksi dan Kroni Untuk pertama kalinya, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan menyidangkan kasus dugaan korupsi di Sumatera Utara hasil penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (23/5).

PERKARA yang disidangkan di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Medan itu yakni dugaan korupsi bantuan tsunami Nias sebesar Rp9,4 miliar tahun 2007 dengan terdakwa Bupati Nias nonaktif, Binahati Benedictus Baeha (61). Suwarji SH, anggota tim penuntut umum dari KPK dalam dakwaannya menyebutkan terdakwa menggelapkan dana bantuan penanggulangan bencana tsunami Nias sebesar Rp3,7 miliar saat menjabat Bupati Nias periode

2006-2011 yang merangkap sebagai Ketua Satlak Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi Kabupaten Nias. Dalam persidangan diungkapkan, berawal dari terdakwa mengajukan permohonan bantuan anggaran kepada Menko Kesra pada 8 Desember 2006, sebesar Rp12.280.000.000 untuk penanganan pascabencana tsunami Nias dan disetujui Rp9,4 miliar lebih. Ketika anggaran dikucurkan melalui rekening Satlak PB bencana alam tsunami Nias pada 9 Februari 2007, terdakwa langsung memindahkan seluruh uang itu ke rekening pribadi Kabag Umum dan Perlengkapan Nias Baziduhu Ziliwu. Selanjutnya, Bazidihu Ziliwu melakukan pembelian barangbarang langsung ke toko penjual tanpa melalui proses pelelangan sebagaimana aturan Keppres


Selasa 24 Mei 2011

MEDAN KITA

harian andalas | Hal.

Buku APBD Harus Dapat Diakses Publik

andalas Lugas & Cerdas PENERBIT PT. Star Media Internusa d/h. PT. Inti Media Nusantara PEMBINA Dr Eggi Sudjana SH MSi PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI Iskandar ST WKL PEMIMPIN UMUM/WKL PEMIMPIN REDAKSI/PENJAB H Baharuddin WAKIL PEMIMPIN REDAKSI II Dedy Ardiansyah WAKIL PEMIMPIN UMUM MA Siddik Surbakti, Christoffel Manurung SH MH PEMIMPIN PERUSAHAAN Amiruddin REDAKTUR PELAKSANA Gusliadi Ritonga SEKRETARIS REDAKSI Windari KOORDINATOR LIPUTAN Hamdani Nasution, KOORDINATOR DAERAH Agus Salim Ujung REDAKTUR Asril Tanjung, Hermawan,Yonan Febrian, M.Sulaiman STAF REDAKSI Asiong, Robenson Sidabariba, Yunan Siregar, M Isya, Irwan Ginting,Ika Ramadhani, Felix Sidabutar FOTOGRAPHER Rony Muharrman SIRKULASI Septho IKLAN Syarifah PENASEHAT HUKUM Syahril SH SpN; Nur Alamsyah SH MH; Abu Bokar Tambak SH MHum; A Herwan Bispo SH, H. Syafrizal SH. MH ALAMAT REDAKSI/ TATA USAHA Jalan T Amir Hamzah Ruko Kompleks Griya Riatur Indah No. 182-184-186 Medan NOMOR REKENING BRI Unit Kapten Muslim Medan a/n Amiruddin Mendrofa No. Rekening 3383-01-027966-53-5 BCA KCP Tomang Elok a/n Amiruddin Mendrofa No. Rekening 7865078382 Iklan Warna (FullColour) Rp. 15.000/mm kolom Iklan Hitam Putih Rp 10.000/mm kolom Iklan Keluarga/Ucapan Selamat Rp 3.500/mm kolom TELEPON (061) 8449800 FAKSIMILE (061) 8462800 EMAIL REDAKSI:andalasmedan@gmail.com IKLAN: marketingandalas@gmail.com PENCETAK CV. Grafika Sumatera. Isi di Luar Tanggungjawab Pencetak

EDITORIAL

Horeee..., Cuti Bersama Lagi PEMERINTAH akhirnya menetapkan tanggal 3 Juni 2011 sebagai hari libur dan cuti bersama. Keputusan ini dituangkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. "Perlu kami tegaskan kembali, bahwa pelaksanaan cuti bersama ini merupakan bagian dari hak cuti tahunan pegawai." Demikian penjelasan Biro Informasi dan Persidangan Kementerian Koordinator Bidang Kesra, dalam keterangannya, Senin (23/5). Seperti diketahui pada 2 Juni 2011 mendatang merupakan hari libur Kenaikan Isa Al-Masih. Dan itu bertepatan dengan hari Kamis. Sedangkan 3 Juni jatuh pada hari Jumat. Cuti bersama ini ditetapkan berdasarkan pertimbangan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan hari kerja di antara dua hari libur. Sebagian PNS tidak sepenuhnya memanfaatkan hak cuti tahunan, padahal cuti adalah momen untuk revitalisasi, rekreasi dan penyegaran bagi pegawai dan keluarganya. Padahal, baru pada 17 Mei lalu, PNS seluruh negeri mendapatkan cuti bersama. Dua minggu kemudian, datang lagi cuti bersama. Bedanya, cuti bersama kali ini tidak dilakukan mendadak seperti 17 Mei lalu. Kini, cuti bersama sudah diumumkan jauh hari sebelumnya. Cuti bersama memang merupakan haknya para PNS. Namun, sangat kita sayangkan, pemerintah kelihatannya terlalu sering memberikan hak kepada para PNS tersebut. Sementara, hak rakyat Indonesia untuk memperoleh pelayanan lebih baik, dengan waktu yang lebih panjang, kelihatannya kurang atau bahkan sama sekali, tidak pernah dipertimbangan pemerintah. Padahal, sejatinya rakyat juga berhak mendapatkan waktu dan kualitas pelayanan lebih baik. Di sisi lain, kita juga tidak habis mengerti, kenapa pemerintah saat ini sepertinya sangat suka lebih banyak memiliki waktu untuk libur. Ada kesan, sejumlah aparat pemerintah hanya menjadikan posisinya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, hanya sebatas 'sampingan' saja. Dengan kata lain, status utamanya adalah seorang pengusaha, petani jeruk, petani sawit, atau berbagai profesi di luar pemerintahan, yang jauh lebih menjanjikan in-come. Kendati, mesti diakui pula, keberadaannya sebagai pengusaha itu menjadi lebih eksis, karena statusnya sebagai PNS. Karena hanya menempatkan posisi PNS sekadar 'sampingan', wajar saja jika sejumlah PNS bahkan para penentu kebijakan di negeri, sangat berkepentingan serta senantiasa menyambut dengan sukacita, banyaknya hari libur tersebut. Tidak berlebihan, jika mayoritas PNS di seantero negeri menyambut gembira pengumuman pemerintah tersebut, sembari berteriak : horeeee..., cuti bersama datang lagi ! (**)

2

s

ben/andalas

LANGGAR PERATURAN – Aparat Dinas TRTB Medan bersama aparat Satpol PP hanya mengetuk-ngetuk tiang bangunan sekolah Nanyang Zhi Hui yang dikeluhkan warga karena melanggar peraturan, Senin (23/5)

TRTB Medan Setengah Hati

Bongkar Bangunan Sekolah Nanyang Zhi Hui Medan-andalas Wali Kota Medan, Drs Rahudman Harahap sudah sepantasnya melakukan eveluasi Kepala Dinas TRTB (Tata Ruang Tata Bangunan) Kota Medan.Pasalnya kinerja instansi ini terkesan setengah hati membongkar sekolah Nanyang Zhi Hui (Nodern Indonesia Scholl) yang berujung dengan kekecawaan dari masyarakat, Senin (23/5). Di lokasi pembangunan sekolah tersebut, petugas TRTB Medan terkesan ‘kumpul-kumpul’, mengetuk-ngetuk bangunan dan selanjutnya menyuruh pemilik bangunan untuk membongkar sendiri bangunan yang melanggar aturan itu. Apa yang dilakukan petugas TRTB Medan di sekolah Nanyang Zhi Hui ini berbanding terbalik dengan berbagai aksi pembongkaran bangunan milik masyarakat di Kota Medan lainnya. Dimana petugas justru lebih agresif bahkan mengerahkan berbagai peralatan berat untuk merobohkan bangunan yang bermasalah. Wajar, jika sejumlah warga Lingkungan IV, Kelurahan Darat Kecamatan Medan Baru kecewa dengan kinerja Dinas Tata Ruang Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan. Mereka pun menuding Dinas TRTB Medan pun dituding “main mata” dengan pihak sekolah yang berlokasi di Jalan Abdulah Lubis Medan ini. “Kami sangat kecewa dengan kinerja TRTB, kenapa tidak berani membongkar bangunan yang jelas menyimpang. Lihat saja, bangunan hanya ‘diketok manis’, padahal terbukti menyalah. Ada apa ini? Kita minta Wali Kota Medan Drs Rahud-

man Harahap agar mengevaluasi bawahannya. Warga kelas terganggu akibat pembangunan Nanyang,” kata Mangasi Sianipar, seorang warga kepada wartawan di gedung DPRD Medan, Senin (23/5). Mangasi mengatakan, agenda kehadiran tim penertiban Dinas TRTB Medan ke lokasi perguruaan Nanyang Zhi Hui pantas dipertanyakan karena terkesan ditutuptutupi. Warga bahkan tidak diperkenankan melihat pembongkaran tersebut. Hal serupa juga dialami wartawan yang mau meliput aksi penertiban tersebut yang mendapat larangan dari pihak sekolah. “Tidak boleh masuk bang, dilarang pimpinan”, ujar petugas satpam kepada wartawan. Meskipun sempat dihalanghalangi, para jurnalis pun terpaksa menyaksikan pembongkaran itu dari rumah warga di sekitar sekolah tersebut. Pantauan wartawan, petugas TRTB hanya mengetuk-ngetuk beberapa tiang bangunan. Puluhan petugas tampak hanya kumpulkumpul dan berdiskusi antara sesama mereka. Informasi yang diperoleh, pembongkaran terhenti ketika oknum petugas menerima telepon dari

seseorang. Tak lama kemudian, seorang pengurus Yayasan Sekolah Nanyang Zhi Hui Benny Basri hadir dilokasi. Dan akhirnya, pembongkaran berhenti total, petugas dengan pihak yayasan akhirnya melakukan kesepakatan. Kasubdis Pengawasan TRTB Kota Medan Drs Ahmad Basaruddin usai keluar dari lokasi bangunan kepada wartawan menyebutkan, pihaknya melakukan pembongkaran terhadap bangunan sekolah Nanyang akibat melanggar ketentuan. Sebab, SIMB yang dikeluarkan Dinas TRTB tidak sesuai dengan Keterangan Situasi Bangunan (KSB) di lokasi, seperti jarak bangunan sekolah harus memiliki jarak 1.5 meter. Ditegaskan Basaruddin, pembongkaran dihentikan karena pihak yayasan sekolah bersedia membongkar sendiri bangunannya yang menyimpang. “Untuk sementara kita minta bangunan distanvaskan, kita lihat dulu lah niat baik pemilik yayasan,” cetus Basaruddin. Suwito, seorang warga di sekitar lokasi bangunan itu kepada wartawan menuturkan, akibat pembangunan sekolah Nanyang Zhi Hui, rumah warga rusak dan selalu banjir bila hujan turun. Bahkan sejak awal keberadaan sekolah tersebut sudah diprotes warga. Kehadiran sekolah itu juga menimbulkan kemacetan lalulintas juga kebisingan. Ironisnya, penggunaan izin melanggar peruntukan dan tidak memiliki lahan parkir. Warga minta Walikota Medan Drs Rahudman agar meninjau kembali izin sekolah Nanyang. (BEN/TWH)

Medan-andalas Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Sumut bekerja sama dengan USAID menggelar pelatihan para jurnalis di Kota Medan untuk memahami dan mempelajari tentang membaca anggaran, terutama APBD dan APBN. Untuk memahami anggaran tersebut, wartawan harus mendapatkan buku APBD dan APBN agar kelak dapat diinformasikan secara jelas kepada publik. Pelatihan digelar Senin (23/ 5) sampai hari ini, Selasa (24/5) di ASEAN International Hotel Medan. Dalam pelatihan ini, para jurnalis diberikan pemahaman tentang anggaran khususnya anggaran APBD dan APBN. "Jika wartawan sudah paham membaca anggaran baik itu APBD maupun APBN, maka diharapkan para wartawan dapat terlebih dahulu mengetahui dan menganalisis anggaran. Sehingga wartawan merupakan orang

pertama yang mengetahui adanya ketimpangan," jelas Edy Barlianto, seorang narasumber dalam pelatihan tersebut. Menurut Edy, wartawan seharusnya mengerti membaca dan menganalisa tentang anggaran. Menurut Edy yang juga wartawan Bisnis Indonesia ini, membaca anggaran sangat lah penting. ‘’Jika wartawan sudah mampu membaca anggaran baik itu APBD maupun APBN maka dapat dengan mudah memahami dan mencari adanya sumbersumber kebocoran seperti korupsi,’’ujarnya. Edy lebih lanjut mengatakan dalam mempelajari anggaran, wartawan harus memiliki buku APBD. Menurutnya, buku APBD ini sebenarnya dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat. Namun, tampaknya para pemerintah daerah terkesan menutupi-nutupi dan tidak membiarkan publik mengakses buku anggaran. (IKA)

Minta Masukan, Watimpres Rapat Dengan SKPD Medan-andalas Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) yang dipimpin Drs Kamarullah Halim (Ketua Tim Watimpres Pengkajian Pemerintahan Organisasi Pemerintah Daerah) menggelar rapat dengan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) di lantai 8 Kantor Gubsu Jalan Diponegoro No. 30 Medan, Senin (23/5). Kedatangan Kamardullah dalam rangka meminta masukan rencana perubahan atau revisi UU No. 32/2004 tentang organisasi pemerintahan, Rapat tersebut dipandu Plt Sekdaprovsu Rachmatsyah dan dihadiri sejumlah SKPD antara lain, Kepala Kesbangpol Linmas Provsu Drs Bukit Tambunan MAP, Kepala Beppeda Provsu Riadil Akhir Lubis, Kepala Biro Otda Provsu Sarlandi Hutabarat, Kasat Pol PP Provsu Drs Anggita Hutagalung, Kadis Kehutanan Provsu JB Siringoringo. Drs Kamarullah menjelaskan, kehadiran tim di wilayah Sumut untuk menerima masukan dan jadi bahan revisi UU No. 32/2004. “Kajian yang kita lakukan sekarang ini ada di 7 provinsi salah satunya wilayah Sumut. Dipilihnya Sumut menjadi salah satu pilot project untuk perbandingan dengan daerah lain karena Provinsi Sumut dianggap sudah maju. Jadi Provinsi Sumut ada perbandingan dengan daerah yang belum maju,” paparnya. Sementara tim pakar Orga-

nisasi Pemerintahan, Yos yang juga dosen Institut Pemerintah Dalam Negeri yang menjadi salah satu anggota Tim Watimpres menyampaikan, untuk tahap pertama ini sebenarnya pihaknya akan meminta masukan dari 10 daerah, termasuk kabupaten/ kota menjadi sampel nantinya. “Jadi persoalan-persoalan yang anda-anda sampaikan ini menjadi jalan evaluasi kita merevisi UU No. 32/2004 itu. Jadi bukan pemerintah daerah saja yang berubah tapi pemerintah pusat juga harus berubah. Makanya kita mencoba menggali secara terbuka saat ini,” ucapnya. Selain itu, lanjutnya, revisi ini juga untuk mempertimbangkan pembagian badget dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Sementara disela-sela penerimaan masukan dari SKPD, Kepala Kesbangpol Linmas Provsu Drs Bukit Tambunan MAP menyampaikan usulannya, agar pemilihan gubernur dipilih oleh DPRD-nya saja. “Karena selama ini pemilihan kepala daerah Gubernur sangat besar ditanggung dari APBD. Selain itu perlu dilakukan fit and proper test kepada masing-masing kandidat, dengan adanya fit and proper test s itu maka kepemimpinan daerah akan semakin baik. Jadi seorang calon kepala daerah maju jangan karena banyak uang saja tapi SDM juga harus perlu diuji,” katanya. (WAN)

Pukat Trawl Penyebab Kerusakan Biota Laut Belawan-andalas Pengoperasian pukat trawl ( pukat harimau) belum dapat dihapuskan sesuai Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor.PER.02/MEN/2011 tentang pukat trawl yang tertuang di pasal 24 larangan pengoperasian disemua jalur penangkapan ikan diseluruh pengolahan perikanan RI. Namun prakteknya, masih terdapat nelayan besar di Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (PPSB) yang memakai pukat trawl sehingga dapat merusak biota laut. Demikian ditegaskan Ketua Forum Taruna Nelayan Indonesia (FTNI) Kota Medan Rusli AS, Senin (23/5) di Belawan usai melakukan investigasi di PPSB. Menurut Rusli penggunaan pukat harimau tentu sangat merusak biota laut terutama karang-karang tempat perlindungan ikan terangkut oleh alat tangkap tersebut. Tak hanya itu, pemakaian pukat trawl juga mempengaruhi pendapat nelayan skala kecil karena ikan-ikan tersebut terperangkap oleh alat

tangkap yang dilarang pemeritah itu. Pengguna pukat trawl, sambung Husein itu tidak segan-segan menangkap ikan di wilayah operasional nelayan skala kecil untuk mendapatkan tangkap ikan yang jumlahnya lebih banyak. Guna mengurangi kerusakan biota laut, lanjut Rusli, FTNI Kota Medan mendesak Pengawasan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (P2SDKP) Stasiun Belawan segera menertibkan alat tangkap pukat trawl yang sering menimbulkan masalah di PPSB. ’’Kami meminta untuk mencabut Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI), Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP), dan Surat Izin Berlayar (SIB) bagi pengusaha kapal ikan yang masih mengoperasikan alat tangkap ikan pukat trawl,’’katanya. Rusli lebih lanjut menegeaskan, para pengusaha kapal ikan yang mengoperasikan pukat trawl berdalih alat tangkap yang dioperasikannya adalah jenis pukat ikan dan pukat teri. Selain itu SIPI,SIB, dan

SIUP yang berlaku hanya satu kapal ternyata digunakan untuk dua kapal hingga lebih dengan cara memanipulasi data administrasi yang ada. ‘’Mengapa petugas P2SDKP dan aparat lainnya membiarkan manipulasi izin kapal ikan itu tidak ditertibkan sebab sudah merugikan negara yang tidak terhingga dan melakukan penipuan Tak hanya itu setiap kapal-kapal pengguna pukat trawl itu pergi melaut tidak melengkapi sarana keselamatan para awak kapal,’’ujarnya. Rusli melanjutkan, terkait penggunaan pukat trawl dilarang sesuai Kepres 39 Tahun 1980 serta Undang-Undang Perikanan dan Kelautan No.31 Tahun 1999. ‘’ Kalau P2SDKP masih tetap membiarkan pukat trawl harimau itu tetap beroperasi dan memanipulasi izin masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Sumut tinggal menunggu waktu akan kehilangan ikan yang mengakibatkan anak-anak Indonesia kekurangan protein dan vitamin yang berasal dari ikan,’’kata Rusli.(DP)

PANAS–Dua turis asing menumpangi becak bermotor melintas di jalan protokol Kota Medan. Program penghijauan dengan penanaman pohon yang dilaksanakan pecinta lingkungan dan pemerintah dinilai mubazir karena tidak disertai pengawasan, perawatan yang mengakibatkan suhu udara di Medan tetap panas.

Penghijauan Mubazir Tanpa Pengawasan dan Perawatan Belawan-andalas Program penanaman pohon untuk penghijauan yang gencar dilakukan berbagai pihak pecinta lingkungan di kawasan Kecamatan Medan Labuhan tak dibarengi dengan pengawasan dan perawatan. Alhasil, pohon-pohon yang ditanam tersebut banyak yang mati dan terkesan mubazir. Demikian disampaikan Sekretaris LSM Indonesia Group Of Humanity NGO Sumut Husein Hutagalung,SH kepada andalas, Senin (23/5) saat memantau sejumlah titik penanaman pohon di pinggir jalan di kawasan Kecamatan Medan Labuhan. Menurut Husein, para pecinta lingkungan tidak punya planning (perencanaan) yang matang dalam menjalankan program penghijauan tersebut. Kegiatan yang dilakukan selama ini, terkesan hanya untuk diketahui dan dilihat bannyak orang semata. ‘’Lihat saja di Kecamatan Medan Labuhan ini banyak pohon ditanam tidak pada tempatnya dan tanpa pelindung, akhirnya di-

patahkan orang akibatnya layu dan menjadi mati. Bahkan ada yang dicabuti karena ditanam di lokasi tanah warga padahal peruntukannya bukan tempat menanam pohon,’’ujarnya. Wajar jika program penghijauan yang kurang maksimal tersebut disayangkan sebagian masyarakat. Terlebih program penghijauan yang dilaksanakan terkesan kurang pada tempatnya. Husein menyarakankan para pencinta lingkungan lebih baik melaksanakan program itu untuk menanam hutan yang gundul (reboisasi) disertai dengan pengawasan dari pemerintah. Jika itu dilakukan, sambung Husein sudah tentu manfaatnya dapat lebih dirasakan generasi penerus bangsa ini. ‘’Berpikirlah lebih maju dan dewasa jangan hanya kepentingan sesaat artinya generasi muda perlu juga menikmati negara lebih maju ditinggalkan oleh seniornya. Sehingga ada kesinambungan yang sangat bermanfaat,’’ ucap Husein.(DP)


Selasa 24 Mei 2011

Anggota DPRD Medan Ir Remon Simatupang

Menangkan Gugatan Terhadap Partai Buruh Medan-andalas Anggota DPRD Kota Medan Ir Remon Simatupang MSc memenangkan gugatannya terhadap Partai Buruh di Pengadilan Negeri Medan, Senin (23/5). Persidangan yang dipimpin majelis Hakim dipimpin Yuferi SH lewat amar putusannya mengabulkan gugatan Remon. DPC Partai Buruh Medan melalui kuasa hukumnya Liboin Rumapea SH melakukan kasasi. Dari delapan gugatan hanya satu yang ditolak hakim yakni tentang jaminan konservator bes-  Ir Remon Simatupang leag (sita jaminan). Mengenai SK rekomendasi usulan Pergantian Antar waktu ( PAW) oleh DPC Partai Buruh Kota Medan, usulan pencabutan kartu anggota oleh DPD Partai Buruh Sumut serta SK pencabutan kartu anggota Partai Buruh oleh DPP dinyatakan hakim tidak sah. Oleh Hakim, Partai Buruh mulai dari DPP sampai DPC dinyatakan telah melakukan perbuatan melawan hukum. Dengan tegas Majelis Hakim memerintahkan kepada pihak-pihak terkait, atas permohonan PAW oleh DPC Partai Buruh Medan untuk tidak menindaklanjutinya sebelum putusan berkekuatan hukum tetap. Ketiga unsur tersebut menurut kuasa hukum penggugat, Sardion Sihite SH adalah DPRD Medan, KPUD Kota Medan, dan Gubsu yang akan mengeluarkan SK PAW. Karena hal itu sesuai UU No 20 tahun 2009, PP No 16 tahun 2010 tentang PAW dan tatib DPRD Medan. “Surat DPP, DPD, dan DPC Partai Buruh dianggap hakim tidak sah dan melakukan perbuatan melawan hukum, maka PN memerintahkan pihak-pihak terkait atas permohonan PAW DPC Partai Buruh Kota Medan terhadap Remon Simatupang untuk tidak menindaklanjutinya sebelum berkekuatan hukum tetap,� ucap Sardion mengutip putusan hakim.(BEN)

MEDAN KITA 3 Wali Kota Copot Asisten Umum harian andalas | Hal.

Medan-andalas Wali Kota Medan, Rahudman Harahap benar-benar merealisasikan keinginan dan janjinya untuk mengganti pejabat-pejabat eselon yang tidak menegakkan disiplin dan dianggap tak becus dalam melaksanakan kinerjannya. Pasalnya, pada Mei 2011 ini, dua pejabat tinggi (eselon II) di jajaran Pemko Medan telah menerima SK pencopotan jabatan dari Wali Kota Medan tersebut. Setelah Kepala Badan Lingkungan Hidup (Kaban LH) Ir Purnama Dewi, yang telah dicopot dari jabatannya pada, Kamis (18/5) lalu, merebak informasi, Asisten Umum Pemko Medan, Sulaiman telah menerima SK pencopotan dirinya yang ditandatangani lang-

sung Wali Kota Medan, Senin (23/ 5). Spontan kabar ini menjadi santer dan menjadi perbincangan hangat bagi PNS di Kantor Sekretariat Pemko Medan. Sekaitan dengan informasi tersebut, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Medan, Parlu-

hutan Hasibuan, ketika dikonfirmasi wartawan, membenarkan pencopotan Sulaiman sebagai Asisten Umum." Ya benar. Pak Sulaiman sudah dicopot dari jabatannya,"kata Parluhutan. Jabatan Asisten Umum selanjutnya akan ditempati penggantinya, Ceko Wakhdah Ritonga yang posisinya hanya sebagai Pelaksana tugas (Plt) karena masih juga menjabat sebagai Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Sekretariat Pemko Medan. Namun ketika ditanya apa alasan pencopotan tersebut, Parluhtan tidak bisa meberikan keterangan. "Itu semua kebijakan pimpinan," ungkapnya singkat.

Merasa kurang lengkap dengan keterangan Kepala BKD tersebut, para wartawan pun kemudian mengonfirmasi Sekda Kota Medan, Saiful Bahri Lubis. Ternyata, Syaiful juga menyampaikan keterangan yang sama dengan seperti diberikan oleh Kepala BKD Medan. "Ya Asisten Umum sudah dicopot sesuai SK Walikota, dan penggantinya Ceko, " kata Sekda singkat, tanpa memberikan alasan pasti sekaitan dnegan pencopotan tersebut,serta langsung meninggalkan wartawan. Pantauan wartawan di Kantor Walikota Medan pasca dikeluarkannya SK Walikota tentang pencopotan Asisten Umum terse-

Generasi Muda Harus Kerja Keras dan Manfaatkan Peluang

Pendemo Tuntut Kadishub Sumut Dicopot Medan-andalas Tuntutan puluhan massa yang tergabung di dalam Alansi Masyarakat Peduli Pembaharuan (AMPP) mendesak Plt Gubsu Pujo Nugroho mencopot Kadishub Sumut, Rajali, beberapa pekan lalu belum terealisasi. Senin (23/5) di Kantor Gubsu, massa AMPP kembali menggelar aksi yang intinya serupa yakni meminta orang nomor satu di Pemprovsu Sumut itu menyingkirkan Rajali Desakan pencopotan itu, juga terkait dengan tertangkap tiga pegawai Dishub jembatan timbang Bandar Baru yang diduga setorannya dinikmati Kadishub Sumut. “Kami juga meminta kepada BPK-RI, BPKP untuk melakukan audit dana pengutipan yang dilakukan Dinas Perhubungan Sumut,�kata koordinator massa AMPP Rahmad Hidayat dalam pernyataan sikapnya yang dibacakan saat berdemo. Selain itu, massa juga meminta kepada Plt Gubsu menutup jembatan timbang yang rawan dengan praktek korupsi atau kutipan liar. Karena jembatan timbang diduga digunakan para petugas sebagai alat bermain melakukan kutipan kepada supir truk atau bus yang melebihi tonase. “Hal ini juga mengakibatkan rusaknya jalan negara atau jalan provinsi,� ujar mereka seraya meminta kepada DPRD Sumut untuk meninjau ulang dan mencabut Perda No 14 Tahun 2007 tentang pengendalian kelebihan muatan angkutan barang arena tida sesuai dengan UU No 28 tahun 2009 tentang Paja dan Restribus Daerah. BPK-RI dan Kejatisu diminta untuk melakukan audit dan pemeriksaan pembangunan rel kereta api Medan-Binjai dengan dana sebesa Rp 2 miliar tahun 2009 karena diduga telah terjadi mark-up dan menggunakan rel bekas dan menyalah aturan Keppres No 80 tahun 2003. Begitu juga pembelian gerbong kereta api Sri Lelawangsa sebesar Rp 10 mliliar tahun 2009 karena diduga ada unsure mark-up dan barang bekas dari Surabaya. (WAN)

but, sejumlah pejabat Eselon III, mendatangi ruangan Sekda Medan. Di antaranya, Kabag Ortala, Ceko Wakhdah Ritonga, yang menjadi Plt Asisten Umum, Kabag Asset Muhammad Husni, Kabag Otda, Rivai. Informasi yang diterima, para Kabag tersebut melakukan rapat di ruangan Sekda, namun tidak diperoleh informasi rapat apa yang sedang berlangsung di ruangan Sekda tersebut. Namun, kemudian, menyusul pejabat Eselon III lainnya menuju ruangan Sekda, seperti Kabid Penindakan dan Pengawasan TRTB Medan, Ahmad Basyarudin, dan Kabid Perparkiran Pahmi Harahap. (TIM)

andalas/robenson

DESAK–Mahasiswa yang mengatasnamakan Kesatuan Aksi Mahasiswa Medan (KAMMED) melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Kota Medan mendesak aparat penegak hukum menangkap dan mengadili Drs Rahudman Harahap Senin (23/5).

Mahasiswa Terus Desak Kejatisu

KAMMED Minta Rahudman Ditangkap Medan-andalas Kalangan mahasiswa tampaknya tak pernah bosan-bosannya mengingatkan dan mendesak Kejatisu (Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara) untuk segera menangkap Drs Rahudman Harahap. Mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Medan (KAMMED) mendatangi Kejatisu untuk mengungkap sampai tuntas kasus dugaan korupsi dana Tunjangan Pendapatan Aparatur Perangkat Desa (TPAPD) senilai Rp13,8 miliar yang berasal dari dana APBD Pemkab Tapsel tahun 2005 yang melibatkan mantan Sekretaris Daerah Tapsel, Rahudman. Dalam orasi, Agus Umri Siregar, meminta pihak Kejatisu segera mengambil sikap menangkap Rahudman Harahap, karena sudah jelas dinyatakan sebagai tersangka oleh pihak penyidik Pidsus Kejatisu. “Atas dasar apa pihak Kejatisu tidak memproses penyelidikan dan menangkap Rahudman. Status tersangkanya sudah jelas,� teriak massa. Massa juga meminta kepada pihak BPKP untuk segera mengumumkan kepada publik, tentang hasil audit APBD senilai Rp15,3 Miliar yang diduga dikorupsi Rahudman Harahap. “DPRD Medan juga harus mengambil sikap mosi tidak percaya kepada Rahudman Harahap, IKLAN |

karena dinilai cacat moral,� ujarnya. Mereka juga meminta agar pihak DPRD Medan dapat mendampingi media dalam memantau jalannya proses penyelidikan untuk terciptanya keterbukaan informasi hasil pemeriksaan kepada masyarakat. Usai menyampaikan orasinya, para pendemo pun membubarkan diri. Kasipenkum Kejatisu, Edi Irsan Tarigan, mengaku pihaknya tetap komit dan tidak akan mundur dalam penanganan kasus dugaan korupsi yang meibatkan Rahudman Harahap. Diakuinya, saat ini pihaknya hanya tinggal melengkapi prosedur formal untuk melakukan pemeriksaan terhadap Rahudman Harahap. “Kita tidak akan mundur. Saat ini kita masih melengkapi prosedur formal seperti yang diamanatkan Undangundang. Jika izin dari Presiden sudah keluar, yang bersangkutan (Rahudman Harahap, red) akan kita panggil. Tinggal surat itu saja masih kurang. Kita tidak akan balik kanan,� tegas Edi. Massa juga Massa juga melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Kota Medan. Mereka meminta kepada pihak DPRD Kota Medan untuk melakukan mosi tidak percaya terhadap Wali Kota Medan Rahudman Harahap karena cacat moral. Massa datang ke gedung DPRD Medan dengan membawa sejumlah

spanduk dan poster berisi kecaman terhadap aparat hukum dan mendesak agar menangkap dan mengadili Rahudman Harahap. Bahkan dalam aksi unjuk rasa tersebut, mahasiswa juga membawa satu ekor ayam putih yang sudah disembelih, sebagai simbol kekecewaan atas lambatnya proses penyikapan kasus dugaan korupsi tersebut. Sementara itu, Direktur LBH Medan, Nuriono SH, mengaku dari awal pihaknya tetap mendorong Kejatisu untuk aktif dalam menangani kasus dugaan korupsi yang melibatkan Rahudman Harahap. Sikap Kejatisu yang tidak segera memeriksa Rahudman Harahap dan terus menanti keluarnya surat izin pemeriksaan dari Presiden, dapat menimbulkan penilaian negatif terhadap kinerja Kejatisu. “Tentunya ini dapat menjadi penilaian negatif dari masyarakat terkait penanganan kasus yang melibatkan pejabat-pejabat pemerintahan, sehingga pihak kejaksaan dinilai tidak serius dan lambat dalam penanganan kasus itu,� sesal Nuriono. Jangan karena dasar-dasar formil, tegas Nuriono, penyidikan dan pemeriksaan terhadap kasus Rahudman jadi terhenti. Tentunya, ini harus dijelaskan oleh pihak kejaksaan untuk menghindari penilaian negatif. (THA/BEN)

Medan-andalas Pelaksana Tugas (PLt) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) mengingatkan generasi muda agar senantiasa bekerja keras dengan perencanaan yang matang. Sebab, kerja keras yang dilakukan akan mendatangkan peluang-peluang terbaik di masa depan generasi muda tersebut. Hal ini dikatakan PLt Gubsu Gatot Pujo Nugroho, dalam sambutannya, pada peluncuran buku mantan Kapolda Sumut Oegroseno yang saat ini menjadi Kepala Lembag Diklat Mabes Polri, di Kampus UMSU Medan, Sabtu (21/5). Buku tersebut berjudul “Pengabdian Polisi Tanpa Lelah� yang ditulis Yulhasni dan Arifin Saleh Siregar, dengan editor Farid Wajdi dan Zulfikar Tanjung. “Manusia senantiasa diperintahkan untuk bekerja dan terus bekerja, karena dari kerja keras itulah akan lahir peluang-peluang untuk perbaikan diri maupun bangsa dan negara ini,� kata Gatot, pada acara tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Gatot juga mengingatkan generasi muda agar mempersiapkan diri untuk menjadi penentu di masa depan. Sebab, katanya, generasi muda adalah orang-orang yang nantinya melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan dan perjuangan dalam pembangunan bangsa dan negara. Persiapan tersebut sangat penting, lanjut Gatot, mengingat generasi muda yang diharapkan negara adalah generasi muda yang memiliki dedikasi untuk bangsa dan negara. “Saya mengajak kita semua untuk menjadikan momentum bedah buku ini sebagai momentum untuk saling bercermin antar sesama. Hal ini seiring dengan peringatakan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) saat ini yang sangat tepat dijadikan momentum untuk melakukan instropeksi diri. Kebangkitan sesungguhnya adalah kebangkitan yang dimulai dari jiwa,� jelasnya. Mengomentari buku Oegroseno, Gatot mengatakan, sosok Oegroseno yang meskipun hanya bertugas setahun sebelas hari di Sumut, tapi meninggalkan kesan yang cukup dalam dan membumi di kalangan masyarakat Sumut. Hal ini, katanya, tidak terlepas dari sosok Oegroseno yang lebih mengedepankan sisi humanis dalam melaksanakan tugas-tugas di kepolisian. “Hal ini hendaknya diteruskan dimanapun pak Oegroseno bertugas. Dengan posisi baru di lembaga diklat Polri, peluang untuk menjadikan polri lebih humanis tentu semakin tepat,� katanya. Oegroseno dalam kesempatan tersebut mengatakan, dirinya hanyalah manusia biasa yang senantiasa bekerja untuk melakukan yang terbaik. Dengan semangat tersebut, Oegroseno mengaku tidak jarang berbeda pendapat dengan pimpinannya. “Saya adalah Saya, tidak ada lebih dari yang lain. Namun, saya punya keyakinan semua permasalahan ada solusinya. Ketika saya katan ya, maka saya tidak akan pernah takut dan ragu meskipun ada perbedaan pendapat,� tegasnya. Mahasiswa Rebutan Berfoto Seusai acara tersebut, mahasiswa UMSU yang hadir dalam acara tersebut langsung menyerbu PLt Gatot Pujo Nugroho, mereka datang hanya untuk sekedar berfoto dan bersalaman dengan sosok yang menurut mereka ganteng tersebut. “Orangnya ganteng dan ramah, meski sedikit ragu akan ditolak, kami memberanikan dirinya saja mengajak pak Gatot untuk foto bersama,� kata salah seorang mahasiswa, sembari memperlihatkan foto dirinya berfoto dengan PLt Gubsu, yang terekam di handponenya. (WAN)


HUKUM & KRIMINAL

Selasa 24 Mei 2011

Dianiaya, Tahanan Polsek Biru Biru Buat LP Biru Biru-andalas Kendati berstatus tersangka dalam kasus judi, seorang tahanan Polsek Biru Biru didampingi orangtuanya, Parlan Sembiring (50) secara resmi membuat Laporan Polisi (LP) di Polsek tempatnya ditahan dalam kasus penganiayaan, Senin (23/5). Tersangka yang masih tergolong remaja, Prima Sembiring (18) Warga Dusun III Desa Selamat, Kecamatan Biru Biru dalam laporannya mengatakan bahwa sebelum dirinya dijebloskan ke dalam sel terlebih dahulu dianiaya tiga orang laki-laki yang menangkapnya. Usai membuat laporan polisi, dari balik jeruji besi tersangka mengaku jika orang pertama yang menangkap dirinya pada, Sabtu (21/5) sekira pukul 16.00 WIB adalah seorang oknum aparat bernisial I di stasiun angkutan umum. Setelah itu datang dua orang lagi rekan I, berinisial MK dan P. Selanjutnya, oleh ketika orang itu, Prima Sembiring digiring ke salah satu warung di Gang Sari Desa Selamat. Di warung itulah Prima Sembiring mendapat perlakuan tidak wajar. Seorang yang berada diantara mereka yakni, P, memukul kepala, mata dan menampar mulut Prima Sembiring secara berulang kali. ”Saya tidak bisa bergerak, karena saya dikelilingi oleh orang itu. Bila saya bergerak, maka pukulan akan di arahkan terus sama aku,” tutur pemuda yang baru beranjak dewasa ini. Ketika diminta keterangan motif pemukulan pelaku P terhadap dirinya, Prima mengaku tidak tahu persis. Tapi menurut Prima, saat dirinya mendapat pukulan bertubitubi, P juga berceloteh, ”Kau bawa-bawa nama kami ya nulis togel,” ucap Prima mengulangi ucapan P saat itu.

Prima Sembiring ”Saya tidak tau persis kenapa P memukuli saya sambil berkata begitu. Dan saya tidak pernah mengatakan seperti yang dikatakan P. Sepengetahuan saya, P itu adalah anggota MK di kilang kayunya,” jelasnya. Lebih lanjut Prima menuturkan, awalnya dirinya memang penulis togel dan menyetor kepada MK. Namun karena ada masalah, saya kemudian menyerahkan kepada bandar lain, P. “Oleh karena itu, penangkapan terhadap saya ada unsur sabotase,” tukas Prima. Prima Sembiring juga mengakui, kalau selain menjadi bandar togel di wilayah Biru Biru, MK juga memiliki dua kilang kayu masing-masing di Gang Mesjid dan Gang Wargo Desa Selamat, Kecamatan Biru Biru. Prima juga menyesalkan kinerja Pihak kepolisian yang hanya bisa menangkap dirinya. Karena aparat yang bermain tidak pernah tersentuh. ”Saya sangat menyesal. Karena kenapa saya saja yang di tangkap. Kenapa bandar besarnya tidak,” Keluh Prima. Sementara itu, Kapolsek Biru Biru AKP Mulyadi melalui Kanitreskrimnya, Ipda M Sitepu SH, ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan pengaduan Prima Sembiring. “Pengaduan Prima Sembiring telah kita terima dan sekarang kasusunya sedang diproses,” Jelas Kanit. (STP)

Densus Tangkap Seorang Tersangka Terkait Kepemilikan Senpi Jakarta-andalas Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap seorang tersangka Asep Aan, terkait kepemilikan senjata api (senpi) jenis FN yang diperoleh dari tersangka teroris Zulkifli Lubis. "Tersangka Asep Aan ditangkap pada hari Minggu (22/ 5) di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar di Jakarta, Senin (23/5). Selain senpi FN, polisi juga menemukan sebanyak 25 butir amunisi, ujarnya. "Tersangka Asep Aan memperoleh senpi dari Zulkifli melalui seorang perantara yakni tersangka SY yang saat ini ditahan di Polsek Coblong," papar Boy. Tersangka SY masih ditahan untuk kasus pidana lain yakni pemalsuan ijazah, ujar Kabag Penum. "Sementara untuk tersangka Asep Aan diancam dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan masih pengembangan untuk dikenakan Undang-Undang Tero-

risme," kata Boy. Zulkifli ditangkap di Boyolali hasil penggeledahan rumahnya di Depok polisi menemukan 344 butir amunisi senjata AK 47 dan SS 1, delapan magazen AK.47 yang sebagian terisi penuh. Zulkifli adalah salah satu tersangka teroris kelompok Cirebon yang melakukan aksi bom bunuh diri. Muchamad Syarif adalah pelaku bom bunuh diri di Mesjid Adz Dzikra Mapolres Cirebon pada hari Jumat (15/4). Saat itu, pelaku mendekat ke posisi Kapolresta Cirebon AKBP Herukoco yang saat shalat berdiri di baris nomor dua bagian depan. Pelaku saat melakukan aksinya menggunakan lima lapis celana yang terdiri satu celana dalam, dua celana pendek dan dua celana panjang. Bom ditaruh pelaku di sebelah kanan perut pelaku, maka saat meledak tersangka tewas yang hancur bagian perutnya. Sebelum kejadian, pelaku mengikat bomnya di daerah dada dan perut, kemudian dipindahkan ke sebelah kanan. (ANT)

Polri Tangkap Dua WNA Atas Kepemilikan Ketamin Jakarta-andalas Kepolisian Negara Republik Indonesia menangkap dua warga negara asing (WNA) asal India dan Malaysia atas dugaan kepemilikan Ketamin. "Warga negara India tersebut bernama Balsubramani Manikandan dan warga negara Malaysia bernama John Fabian bin Henry ditangkap atas dugaan kepemilikan bahan kimia jenis Ketamin seberat 26,5 kilogram," kata Kasubdit II Direktorat IV Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) Kombes Pol Siswandi di Jakarta, Senin (23/5). Ia mengatakan, hal ini terungkap berkat informasi dari petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta pada hari Jumat (13/5) bahwa ada kiriman barang dari India dengan menggunakan jasa pengiriman Fedex, ujarnya. "Barang tersebut berisi

empat koli paket yang masingmasing di dalamnya panci, dimana pada bagian bawah panci tersebut terdapat serbuk kristal putih yang merupakan Ketamin," kata Siswandi. Paket kiriman dialamatkan ke kantor PT Siva Associate, Marquee Office, Menara Karya, Jalan H.R Rasuna Said Blok 5 Kav 1-2, Jakarta. Kemudian pada hari Kamis (19/5) diambil oleh Balsubramani Manikandan, katanya. Balsubramani yang bertindak sebagai kurir naik taksi menuju ke hotel Safari menuju kamar 201 tempat barang tersebut disimpan. Kemudian datang pembeli yakni John Fabian bin Henry," kata Siswandi. Siswandi mengatakan bahwa setelah dilakukan interogasi terhadap dua tersangka tersebut diketahui bahwa Ketamin akan diserahkan kepada Liana seorang wanita Indonesia di hotel Jatra, Jakarta Utara. (ANT)

harian andalas | Hal.

4

Poldasu Sita Puluhan Ribu Ton Gula Pasir Selundupan Medan-andalas Direktorat Reserse Kriminal Khusus Bidang Ekonomi Kepolisian Daerah Sumatera Utara dilaporkan menggerebek sebuah gudang penyimpanan gula pasir diduga hasil selundupan di kawasan Mabar, Kecamatan Medan Labuhan. Dalam penggerebekan itu, polisi disebut-sebut menemukan puluhan ribu ton gula pasir diduga selundupan. Guna pengusutan lebih lanjut, puluhan ribu ton gula pasir dalam gudang itu kini dipasang garis polisi (police line). Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Sadono Budi Nugroho SH ditanya wartawan, Senin (23/5) mengakui adanya penangkapan gula diduga selundupan tersebut. Meski belum menjelaskan detail penangkapan dan siapa saja yang diperiksa terkait kasus tersebut, tetapi Sadono menjelaskan bahwa pihaknya tengah melakukan gelar perkara atas kasus itu. "Ya, kita sedang menggelar perkara kasus itu," katanya ditanya soal penangkapan puluhan ribu ton gula pasir di

Ilustrasi Mabar. Untuk keterangan lebih lanjut, Sadono menyarankan wartawan ke Bid Humas. Namun Kabid Humas Poldasu, AKBP Heru Prakoso juga belum dapat menjelaskan apa yang ditanyakan wartawan. "Saya sudah dengar soal penangkapan gula diduga selundupan itu, tetapi belum dapat arahan lebih lanjut untuk menjelaskannya kepada wartawan," sebut Heru. Dia beralasan, kemungkinan penyidik Reskrimsus masih mela-

kukan pencarian pelaku penyelundup gula itu. "Mungkin masih diselidiki siapa penyelundupnya. Kan kita tidak ingin yang ditangkap dan dijadikan tersangka kuli panggulnya. Kasihan kan, jadi saya rasa penyidik masih melakukan pengembangan atas kasus tersebut, sehingga detail penangkapan belum dapat disampaikan kepada wartawan saat ini," kata dia berjanji akan menyampaikan detail lengkap, jika pelaku penyeludupan sudah tertangkap.

Kapolri & Kepala Polisi Malaysia Bahas Teroris Jakarta-andalas Kepala Kepolisian Malaysia menemui Kapolri Timur Pradopo guna berkoordinasi terkait kasus terorisme di kedua negara. "Barusan ada kunjungan kawasan Kapol Malaysia, tentu koordinasi ini di bidang terorisme kemudian illegal loging dan lainlain, narkotika juga," Ujar Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Anton Bachrul Alam, di Markas Besar

kejahatan terorisme Polri, Jakarta, Senin yang lari ke sana itu (23/5). nanti bisa bantu cari," Pembahasan koorimbuh Anton. dinasi hukum kedua Sebagaimana dikenegara ini akan bertahui, pelaku terorisme langsung selama tiga di kedua negara ini kehari kedepan, dan rap saling berhubungan kedua instansi hudan melakukan aksi berkum ini akan saling bertukar informasi. Anton Bachrul Alam sama. Diantaranya gembong teroris Noordin M "Yang jelas berbaTop dan Dr Azahari yang adalah gai informasi, tukar-menukar warga negara Malaysia. (IC) info. Apabila ada yang melakukan

Pengendara Sepeda Motor Tewas Ditabrak Truk Kontainer Tanjung Morawa-andalas Seorang pria tanpa identitas yang mengendarai sepeda motor Honda Supra BK 3437 GB tewas ditabrak truk kontainer BK 8133 DF di Jalan Tanjung Morawa-Batangkuis, Dusun III, Pasar IX, Desa Buntu Bedimbar Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang, Senin (23/5) pukul 15.00 WIB. Informasi diperoleh, sebelum kejadian seorang pria yang mengendarai sepeda motor Honda Supra melaju kencang dari arah Simpang Kayu Besar menuju Batangkuis. Diduga pria itu hendak mendahului pengendara sepeda motor skutik Yamaha Mio yang ada di depannya, dan menyenggol ban belakang sepeda motor Yamaha Mio. Lantas pengendara Honda Supra BK 3437 GB tersebut terjatuh ke arah sebelah kanan badan jalan dan langsung ditabrak truk kontiner BK 8133 F yang kebetulan datang dari arah berlawanan. Warga yang menyaksikan kejadian tabrakan itu langsung mengevakuasi korban yang tewas ditempat. Dari kantong celana korban ditemukan dompet berisi STNK sepeda motor Honda Supra BK 3437 GB atas nama Terus Manalu warga Jalan Menteng VII Nomor 68, Keca-

matan Medan Denai. Sedangkan Hendra Simatupang (32) supir truk kontainer, warga jalan Medan-Belawan, Pajak Sore, Mabar hanya dapat pasrah karena ia tidak dapat mengelakan korban yang jatuh persis di depan kendaraan yang dikemudikannya. “Korban jatuh pas di depan truk saya, jatuhnya pun seperti dipalangkan di depan truk, itu pun udah saya rem, namun truk masih nyeret sekira lima meter, korban pun ikut terseret, saya tidak kencang, pelan-pelan nya aku bang,” kata Hendra. Di lokasi kejadian tampak

sepedamotor korban hanya rusak pada tempat duduk sedang pengendaranya tewas ditempat kejadian dengan luka dibagian kepala, tangan bagian kanan luka-luka. Satlantas Polres Deli Serdang tiba di lokasi kejadian setelah mendapat informasi atas adanya kejadian tabrakan, dan mengevakuasi korban tewas ke RS Deli Serdang untuk di visium. Guna penyelidikan lebih lanjut, sepeda motor korban BK 3437 GP, dan truk kontiner BK 8133 DF serta pengemudinya diamankan di unit Laka Sat Lantas Polres Deli Serdang. (BOB)

Pria tanpa indentitas korban tabrakan di Jalan Tanjung Morawa-Batangkuis, Dusun III, Pasar IX, Desa Buntu Bedimbar Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang, Senin (23/5) sekira pukul 15.00 WIB. andalas/ bobby lusaka purba

6 Siswa SD Tenggelam, 4 Ditemukan Tewas Cirebon-andalas Satu korban tenggelam di Sungai Cisanggarung Cirebon ditemukan tewas, Senin (23/5/2011) sekitar pukul 01.00 WIB. Korban atas nama Mia Sasniati (10). Dengan ditemukannya Mia, maka dari 6 siswa SD II Pasaleman Kabupaten Cirebon yang tenggelam, tinggal dua siswa yang belum ditemukan tim SAR. Mereka masing-masing atas nama Ida Debu Komalaningsih dan Dania. Seperti diketahui Sabtu (21/5) sebanyak 12 siswa SD Pasaleman II tenggelam di Kali Cisanggarung sesaat setelah merayakan hari ulang tahun salah seorang korban, Weni Ayu Komalasari. Persitiwa tragis tersebut berawal saat 12 siswa tersebut bermain seusai merayakan ulang tahun Weni Ayu Komalasari yang beralamat di Blok Pok RT 07 RW 08 Desa/Kecamatan Pasaleman Kabupaten Cirebon.

Anak-anak tersebut saling melempar telur dan tepung sambil berlarian dengan riang. Karsim salah seorang saksi mata mengungkapkan, saat kejadian dirinya melihat anak-anak tersebut berlarian ke pinggir sungai sambil terus saling melempar telur dan tepung. Namun karena dianggap sudah biasa, ia pun tidak begitu memerhatikan anakanak tersebut. "Saat itu saya tidak terlalu memerhatikan anak-anak yang berlarian ke pinggir Sungai Cisanggarung. Namun tak lama kemudian saya mendengar suara teriakan anak-anak yang semuanya sedang berada di tengah sungai," ujarnya. Menurut Karsim, ia bersama warga lainnya pun langsung berlarian ke sungai dan memberikan pertolongan. Sayangnya, dari 12 anak hanya enam anak yang berhasil diselamatkan

dengan diraih tangannya. Enam anak tersebut masing-masing Euis Sartika, Winalda Intan Permatasari, Dodo, Euis Winarsih, Febyola Aurina dan Riki Alamsyah Nurobi. Sementara enam anak lainnya tidak jelas nasibnya. Para warga yang melakukan pencarian pun akhirnya berhasil menemukan tiga korban lainnya dalam keadaan tewas. Tiga anak tersebut masingmasing Weni Ayu Komalasari, Layung Sari dan Ina Kinasih. Ketiganya ditemukan sejauh 6 Km dari lokasi awal terjatuh di sungai. Sementara tiga korban lainnya yakni Debi Komala Ningsih, Mia Sasniati dan Daniah hingga Minggu malam belum juga ditemukan. Kini menyusul ditemukannya Mia, Senin dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB, tinggal dua lagi yang belum berhasil ditemukan yakni Debi Komala Ningsih dan Daniah. (IC)

Sementara sumber di Polda Sumut menyebutkan, sekitar pekan lalu petugas Dit Reskrimsus bidang ekonomi menggerebek satu gudang di Mabar, dan menemukan puluhan ribu ton gula pasir tanpa dilengkapi dokumen yang sah. Penggerebekan itu, kata sumber, setelah polisi menerima informasi masuknya gula selundupan melalui Pelabuhan Belawan pada 11 Mei 2011. Informasi diterima Poldasu saat itu, PPI selaku importir gula tidak mempunyai izin memasukkan gula ke Medan, Sumut. Itu dikarenakan izin impor gula pasir milik PPI dari Menteri Perindustrian dan Perdagangan sudah kadaluarsa (telah habis masa berlakunya) sejak April 2011. Diduga dibantu oknum-oknum di Bea Cukai (BC) Belawan, importir dapat menyelundupan puluhan ribu ton gula itu melalui Pelabuhan Belawan, kemudian diangkut ke gudang di Mabar untuk proses distribusi ke sejumlah wilayah di Indonesia. Namun penyelundupan gula pasir itu diketahui polisi, kemudian melakukan penggerebekan di gudang Mabar. "Sejak minggu lalu puluhan ribu ton gula pasir berasal dari luar negeri tersebut sudah di lak sebagai barang bukti. Sedangkan kasusnya masih dalam proses di serse ekonomi," terang sumber. (HER)

Kasus Penganiayaan “Ngendap” di Polsek Deli Tua Deli Tua-andalas Kasus penganiayaan yang diduga dilakukan Perdamean Sembiring terhadap korbannya, Amri Tavip Pelawi terkesan “ngendap” di Mapolsek Deli Tua. Hingga, Senin (23/ 5) kemarin pelakunya belum ditangkap. Padahal kasusnya dilaporkan korban sejak, 14 Desember 2010 lalu. “Sudah enam bulan kasus ini belum juga tuntas. Pihak penyidik yang menangani kasus saya baru sekali melayangkan surat panggilan kepada pelaku,” kata Tavip warga Jalan Bakti Desa Deli Tua Induk, Kecamatan Deli Tua, Minggu (22/5) malam. Menurut Tavip, pihak kepolisian sepertinya melindungi pelaku penganiyaan dan tidak berani untuk menangkap Perdamean karena menjabat ketua salah satu partai di Kecamatan Deli Tua. Padahal, kasus penganiayaan ini sudah dilaporkan pada tanggal 14 Desember 2010 dan diterima Brig S Surbakti NRP 77100315 dengan Nomor : STBL/1033/XII/2010/SU RESTA MEDAN/SEK DELTA. Dan perbuatan tersebut dikenakan Pasal 351 KUHPidana yo 335 ayat 1 KUHPidana. “Saya sangat kecewa kepada petugas kepolisan yang menangani berkas perkara ini karena kesannya mengabaikan dan menyepelekan kasus ini. Sementara saya sudah ditumbuk dan diancam bunuh dengan senjata tajam pisau tumbuk lada sudah dileher saya,” keluh Tavip. (WAN)

Tensi Darah Naik, Rosa Batal Diperiksa KPK Jakarta-andalas Tersangka kasus suap di Kemenpora, Mindo Rosa Manulang, jatuh sakit saat hendak menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tekanan darah Rosa naik. ''Rosa kurang sehat, tensinya naik,'' ujar pengacara Rosa, Djufri Taufik, saat dihubungi wartawan, Senin, (23/5). Rosa datang ke gedung KPK sekitar pukul 10.00 WIB. Namun selang setengah jam kemudian ia meninggalkan gedung KPK tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Beredar kabar, hari ini rencananya Rosa akan dikonfrontir dengan mantan pengacaranya, Kamarudin Simanjuntak. Namun, KPK membantah hal tersebut. ''Tidak dikonfrontir, pemeriksaan biasa saja,'' ujar juru bicara KPK, Johan Budi Prasetyo, saat dihubungi secara terpisah. Rosa telah menjalani beberapa kali pemeriksaan sebagai tersangka kasus suap di Kemenpora. Ia disangka memberi uang Rp 3,2 miliar kepada sekretaris Kemenpora Wafid Muharam. (DTC)

Warga Cibadak Dirampok OTK Belawan-andalas Rukiya (38) warga Jalan Cibadak, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan dirampok OTK (orang tak dikenal) saat menjemput anaknya dari sekolah di Jalan Ileng, Kelurahan Labuhan Deli, Kecamatan Medan Marelan, Sabtu (21/5). Akibat kejadian itu, korban menderita kerugian material berupa buku tabungan, SIM C, uang sebesar Rp350 ribu, Laptop serta surat penting yang disimpan korban di dalam tas. Sedangkan kasusnya telah dilaporkan ke Mapolsek Medan Labuhan. Menurut keterangan korban, saat itu dirinya melintas di Jalan Ileng dengan mengendarai sepeda motor. Dalam perjalanan, korban mengaku kalau dirinya sudah dibuntuti pelaku yang pada saat itu mengendarai sepeda motor RX-King. Setelah sampai di tempat sepi, sepeda motor korban dipepet pelaku. Kemudian tanpa banyak tanya, pelaku langsung merampas tas korban. (DP)


Selasa

HUKUM & KRIMINAL

24 Mei 2011

Kejati Terima Pelimpahan Tahap Dua Berkas Cicit Soeharto Jakarta-andalas Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Senin, (23/5) menerima pelimpahan berkas tahap dua barang bukti serta tersangka cicit mendiang mantan Presiden HM Soeharto, Putri Aryanti Haryowibowo terkait kasus kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu. "Tersangkanya sudah diserahkan," kata Kepala Seksi Penerangan Umum dan Humas Kejati DKI Jakarta, Suhendra, di Jakarta, Senin (23/5). Sebelumnya, anggota Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menangkap Putri bersama ES yang merupakan polisi berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi dan GN di Hotel Maharani, Jakarta Selatan, Jumat (18/3), usai mengkonsumsi narkoba dengan

barang bukti 0,88 gram shabu dan peralatan sabu. Selain itu, polisi juga menangkap JS, RF dan AT berdasarkan pengembangan dari penangkapan Putri dengan barang bukti Ilustrasi 32,4 gram shabu. Keenam tersangka pengguna narkoba itu, dikenakan Pasal 112 ayat (1) dan Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 127 ayat (1) UndangUndang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkoba dengan ancaman hukuman penjara lima tahun. Selain itu, kata Suhendra, pihaknya juga menerima barang bukti dalam kasus Cicit mantan Presiden Soeharto itu, jenis sabu sekitar 0,11 gram. "Kita juga menerima barang bukti berupa sabu-sabu sekitar 0,11 gram," katanya. (ANT)

5

Korban Pencemaran Nama Baik Kecewa dengan Sikap Jaksa Medan-andalas Korban pencemaran nama baik, Enny mengaku kecewa dengan sikap Jaksa Penuntut Umum (JPU), Herlisari yang tidak menggubrisnya dalam persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan terdakwa Yok Chin, pegawai asuransi Prudential Medan, di Pengadilan Negeri Medan, Senin (23/5). Padahal sebelumnya, korban Enny pada persidangan sebelumnya diundang untuk hadir dalam persidangan berikutnya. Namun setelah jadwal sidang itu tiba, Senin (23/5) korban malah tidak digubris Jaksa Penuntut Umum yang menangani perkara tersebut, Herlisari. “Saya merasa kecewa kenapa saya tidak bisa melihat dan mendengarkan tuntutan dari JPU, Herlisari terhadap terdakwa Yok Chin yang telah menghina saya melalui SMS. Padahal saya sendiri tahu ada persidangan karena jaksanya yang memberitahukan untuk datang. Saat itu, jaksa mengundang saya usai sidang perdana untuk hadir pada Senin (23/ 05) atau hari ini red,” sebut Enny. Enny pun tiba di Pengadilan Negeri Medan sekira pukul 14.00

Propam Poldasu Tolak Pengaduan Korban Keadilan Medan-andalas Korban keadilan kasus penyitaan truk, Dapot M Pakpahan (38) warga Jalan Air Bersih Ujung, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, mendatangi Propam Poldasu, Senin (23/5) berencana membuat laporan pengaduan atas tindakan oknum penyidik Sat Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Dit Reskrimsus Poldasu. Namun, pihak Propam Poldasu belum bersedia menerima laporan pengaduan dan meminta kepada Dapot M Pakpahan untuk membuat laporan secara tertulis. “Agar kasusnya lebih mudah dipelajari, tolong buat laporan kronologis secara tertulis,” kata pihak Pelayanan Pengaduan (Yanduan) Propam Poldasu. “Permintaan” petugas Yanduan Propam Poldasu itu tentunya mengecewakan Dapot M Pakpahan karena maksudnya agar kasus penyitaan truk tersebut dapat segera ditindak lanjuti, justru dinilai akan memakan waktu lama apalagi pihak Propam mengaku, setelah nantinya surat kronologis kejadian disampaikan ke Poldasu, selanjutnya akan dilakukan koordinasi sekaligus gelar perkara. “Saya memohon kepada Pak Kapoldasu Irjen Pol Drs Wisjnu Amat Sastro memerintahkan seluruh jajarannya untuk merespon semua laporan pengaduan warga. Kalau nantinya pengaduan itu tidak cukup alasan untuk dilanjutkan penyelidikannya, tidak menjadi masalah, dihentikan karena dalam KUHAP ada diatur demikian,” kata Dapot M Pakpahan. Dapot mengatakan, truk tersebut mengangkut kayu dengan sistim sewa. “Saya mau mengangkut kayu itu karena IPKTMnya lengkap, lagipula pengerjaannya dilakukan secara sewa,” aku Dapot M Pakpahan. Dengan wajah melas, Dapot M Pakpahan mengaku, truk tersebut dibeli dengan cara kredit, sehingga

harian andalas | Hal.

dengan ditahannya truk dimaksud, sudah 1 tahun lebih kreditnya nunggak. “Saya tidak tahu lagi, apa yang akan saya perbuat, satu-satunya mata pencaharian adalah dari hasil sewa truk, tapi kini ditahan. Aku tidak tahu lagi bagaimana nasib anak-anak saya,” aku Dapot M Pakpahan. Karena itu, pinta Dapot Pakpahan, agar Kapoldasu Irjen Drs Wisjnu Amat Sastro membuka diri memberikan pinjam pakai truk dimaksud, untuk kelanjutan masa depan keluarga. Kronologis Kejadian Sebelumnya, Tipiter Poldasu melakukan penyelidikan dugaan perambahan hutan di kawasan Dusun Sibabiat, Desa Siantarasa, Kec Nassau, Kab Tobasa. Hasilnya, polisi menemukan puluhan hektar hutan telah dirambah dan menjadikan 9 orang tersangka, antara lain Romulus Butarbutar, Hotlan Manurung (Selaku pengusaha) beserta pemilik IPKTM ManaharaSiagian, Khilar Siagian, Rangkit Siagian, Eben Ezer Sitorus termasuk Kadis Kehutanan Tobasa, Ir Allen Napitupulu. Yang dituangkan dalam LP No.152 dan LP No. 153, Lp No.154, LP No 155 tanggal 15 April dan 16 April 2010. Terkait penyelidikan kasus dugaan perambahan hutan tersebut,pada 15 April 2010 , petugas Tipiter Dir Reskrimsus Poldasu menangkap sebuah truk BK.9913 LJ, kemudian pada 18 April 2010, yang sedang mengangkut kayu gelondongan milik Eben Ezer Sitorus tujuan Panglong Kata Jalan Jamin Ginting P Bulan Medan. Dalam persidangan di PN Tobasa, Kadishut Tobasa ir Allen Napitupulu bersama Hotlan Manurung dan pemilik IPKTM Manahara Siagian, Khilar Siagian dan Ranggit Siagian bebas murni, sedangkan kasus Eben Ezer Sitorus dan Romulus Butar-butar, sampai kini tidak jelas.

Pihak Tipiter yang ditanya soal kelanjutan kasus itu mengaku BAP mereka sudah diserahkan ke kejatisu namun setelah dicek ke Kejatisu, BAPnya tidak dikirim, termasuk berkas barang bukti berupa truk BK.9913 LJ. Setelah truk tersebut ditahan, Brigadir Azwar Anas,memeriksa Dapot M Pakpahan di Polres Tobasa, pada 18 April 2010. Kemudian, pemeriksaan lanjutan dilakukan pada 10 Oktober 2010. Saat pemeriksaan, Brigadir Azwar Anas merombak BAP pemeriksaan pertama terhadap Dapot M Pakpahan. “Saat pemeriksaan pertama, saya mengatakan, ada 10 kali mengangkut kayu ke Panglong “kata” Padang Bulan. Namun Azwar Anas minta agar BAP pertama itu diganti yaitu, rencananya baru sekali mengangkut kayu namun keburu ditangkap. Alasan Azwar Anas merubah keterangan itu untuk mempermudah penyelesaian kasus,” kata Dapot M Pakpahan, kepada wartawan, setelah ditolak membuat pengaduan ke Propam poldasu, Senin (23/5). Masih menurut Dapot M Pakpahan, diduga, alas an merubah BAP itu agar pemilik panglong Kata Padang Bulan, tidak diperiksa. Terbukti, sampai kini, pemilik panglong tidak diperiksa. Padahal, sesuai UU Kehutanan, baik pembeli dan pengangkut kayu, wajib diperiksa dan disita sebagai barang bukti. Yang menjadi masalah, kenapa sudah satu tahun kasusnya tidak kunjung selesai. Pihak Tipiter mengaku telah menyerahkan berkasnya ke jaksa namun dikembalikan karena belum lengkap. Namun, sudah enam bulan BAP dikembalikan ke polisi, sampai sekarang tidak dilengkapi. Ada apa, kata Dapot Pakpahan dengan nada heran sembari mengatakan, telah terjadi diskriminasi dalam menerapkan hukum. (HER)

WIB. Namun, Enny mendapatkan sidang yang menjadikan dirinya korban karena mendapat makian dari terdakwa itu belum dimulai. Enny sempat menghubungi jaksa yang menangani perkaranya untuk menanyakan tentang pelaksanaan sidang itu. “Tunggu nanti dihubungi,” ujar sang Jaksa menjawab korban. Namun sekitar pukul 15.00 WIB, korban kembali menghubungi si jaksa itu karena belum mendapat kepastian tentang sidangnya dan bertanya jam berapa sidangnya dimulai. Lalu jaksa mengatakan bahwa sidang diruang lima. Apesnya, ketika Enny mendatangi ruangan tersebut, sidang malah sudah berakhir dan terdakwanya sudah meninggalkan ruang sidang. Mengetahui hal itu, korban langsung bertanya kepada jaksa. “Kok cepat kali dan sidangnya diam-diam,” kata korban bertanya kepada jaksa. Namun si jaksa malah menjawab, “bukan sidang ini aja yang kuurusi kalau mau melihatnya datanglah pukul 13.00 Wib,” ucap jaksa meninggalkan korban. Melihat kejadian tersebut, korban yang ditanya oleh wartawan kemu-

dian menceritakan bahwa dirinya kecewa sama jaksa yang menyidangkan perkara itu. Kepada wartawan, Enny mencurahkan kekecewaan. “Kok bisa ya, proses sidangnya diam-diam saja, padahal si jaksanya udah ku sms tak dibalas dan ditelepon pun tak diangkat,” ujar korban dengan wajah kesal. Enny juga menceritakan saat bertemu dengan si jaksa mengatakan bahwa tadi agenda persidangan untuk membacakan tuntutan. “Terdakwa dituntut hukuman 5 bulan penjara dan 10 bulan percobaan,” ujarnya menirukan ucapan jaksa. Masih penuturan korban, untunglah hakimnya tak lengkap kalau tidak pastilah sudah diputus langsung, tanpa kehadiran ku sebagai korban. “Jadi sidang berikutnya, aku masih bisa melihat dia (terdakwa, red) yang telah menghina ku. Karena, bagiku, kata-katanya itu sangat menyakitkan,” ucap saksi mengenang SMS dari terdakwa. Sementara itu, terdakwa

Yok Chin, pegawai Asuransi Prudential

yang mengenakan baju merah jambu dan rok pendek warna putih didampingi suaminya langsung meninggalkan gedung Pengadilan Negeri Medan yang hanya bersidang selama lima menit. Begitu juga, jaksa penuntut umum yang coba dikonfirmasi wartawan melalui Hpnya terkait tuntutan yang digelar secara diam-diam itu, tidak mengangkatnya. (THA)

andalas/dok/thamrin samosir

Poldasu Gelar Perkara Kasus Korupsi Dinas Bina Marga Medan Medan-andalas Direktorat Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polda Sumut melakukan gelar perkara dugaan korupsi proyek drainase di Dinas Bina Marga Kota Medan. Gelar perkara dilakukan untuk mendalami sekaligus menjerat tersangka. “Dit Reskrimsus sudah melakukan gelar perkara untuk mengetahui yang terlibat dan bisa mendudukkan tersangkanya,” ujar Kabid Humas Poldasu AKBP Raden Heru Prakoso, Senin (23/5). Dijelaskan Heru, gelar perkara yang dilakukan selain mengetahui siapa yang terlibat juga untuk melengkapi kekurangan-kekurangan dalam penyelidikan. “Gelar perkara dilakukan untuk memperoleh masukan-masukan agar kasusnya nantinya tidak bolakbalik kejaksaan-polisi,” kata Heru.

Ditanya soal keterlibatan Ir Gindo Marganti Hasibuan yang saat itu menjabat Kadis Bina Marga Medan, Kabid Humas Poldasu itu menjelaskan agar tidak berandai-andai. Semua itu masih dalam tahap penyidikan. Dan untuk Kadisnya masih lidik, ” cetus Heru lagi. Sebelumnya, Sat Tipikor Ditreskrimsus Poldasu sudah memeriksa sejumlah saksi termasuk dua saksi ahli dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa (LKPP) Jakarta dan seorang pengusaha dari PT Cahaya Buana Baru yang juga berada di Jakarta. Termasuk tujuh subjek yang telah diwawancara secara tertulis oleh penyidik, yaitu Dr Ir Gindo Maraganti Hasibuan, MM selaku (mantan) Kadis Bina Marga, Ahmad Buhari Siregar, ST selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Ir Utuh Januar Sitompul, Mardian Habibi Gultom, ST, Suwito, Gindo Purba, ketiganya selaku pejabat Teknis Kegiatan (PPTK), dan Eddy Zalman Sa-

putra ST MT selaku Ketua Panitia Pemilihan Langsung (PL). Selain itu, sembilan perusahaan yang mengerjakan proyek itu sudah diperiksa, yaitu, CV Rahmat Abadi, CV Mustika Cemerlang, CV Rifki Faldo Abadi, CV Surya Gemilang, CV Mitra Anugrah, CV Rahmat, CV Wiraspati Kencana, CV Sumber Rezeki dan UD Perdana. Untuk mengungkap kasus dugaan korupsi Dinas Bina Marga Medan tersebut, Polda Sumut telah menyita barang bukti berupa dokumen dari sembilan perusahaan (rekanan) terkait pelaksanaan proyek.Sebab diketahui, proyek tersebut dibagi menjadi 495 paket yang terletak di 21 kecamatan dengan pagu sebesar Rp38.810.760.150. Penyidik juga telah mengumpulkan sejumlah dokumen seperti foto copy surat perjanjian kontrak, surat pengangkatan KPA, PPTK, dan Panitia Pengadaan Barang dan Jasa. (HER)

Pemerintah Aceh Tetap Jalankan Hukuman Cambuk Banda Aceh-andalas Pemerintah Aceh tetap akan menjalankan hukuman cambuk bagi masyarakat muslim di dareah itu yang terbukti melanggar qanun syariat Islam. "Kami akan tetap menjalankan peraturan tentang hukuman cambuk bagi pelanggar syariat Islam di Aceh sesuai dengan qanun yang telah ditetapkan," kata Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar di Banda Aceh, Senin (23/5). Hal itu disampaikannya terkait pernyataan Direktur Asia Fasifik Amnesti Internasional Sam Zarifi yang meminta Indonesia menghentikan penggunaan cambuk sebagai bentuk hukuman bagi pelaku zina, penjudi, pemabuk, dan khalwat. Wagub mengatakan, hukuman cambuk yang diberlakukan bagi pelanggar syariat Islam tersebut merupakan sebuah hukuman untuk mempermalukan dan memberi jera bagi para setiap pelaku dan pelajaran untuk masyarakat lainnya. "Jika ada yang menafsirkan hukuman cambuk di Aceh melanggar Hak Azasi Manusia (HAM)

itu tidak tepat karena hukuman yang diterima tidak mengakibatkan yang bersangkutan meninggal selain memberi efek jera bagi pelaku," katanya. Nazar mengatakan hukum yang diberlakukan di provinsi paling ujung barat Indonesia itu merupakan bagian dari HAM, karena setiap bangsa dan negara memiliki keyakinan dan agama yang dianutnya. "Asia Fasifik Amnesti internasional harus bisa memamahi posisi rakyat Aceh, sebab hukuman cambuk itu diberlakukan bagi warga muslim dengan menggunakan azas personalitas dan teretorial," katanya. Sementara itu, tokoh ulama Aceh Tgk H. Imam Suja' menegaskan, hukuman cambuk yang diterapkan di Provinsi Aceh tidak melanggar hak azasi manusia (HAM), karena peraturan tersebut sudah diatur dalam syariat Islam. "Hukuman cambuk itu sudah diatur dalam syariat Islam yang kini sudah diterapkan di Aceh. Jadi, tidak melanggar HAM," katanya. Berbicara HAM, menurut Imam Suja' yang pernah menjadi anggota

MPR RI dan DPR RI itu sebenarnya Islam merupakan agama yang pertama kali menegakkan HAM, ketika pada zaman jahiliyah perempuan-perempuan dikubur hidup-hidup. "Pada saat Islam datang, maka perempuan yang sebelumnya dikubur hidup-hidup, tidak ada lagi. Oleh karenanya, tidak benar bila Islam melanggar HAM, justru menegakkan HAM," katanya. Imam Suja' menilai bahwa pernyataan organisasi internasional tersebut sebagai upaya untuk menjelek-jelekkan Islam dan itu akan terus dilakukan. Hukum cambuk telah menjadi hukum positif yang diatur lewat sebuah qanun dimana pada saat pembuatannya semua unsur telah dilibatkan, termasuk Mahkamah Agung di dalamnya dan kalangan aktivis masyarakat sipil. Dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UU-PA), sebagian kewenangan soal Syariat Islam juga sudah dilimpahkan oleh Mahkamah Agung ke Mahkamah Syariat di Aceh. (ANT)


Selasa 24 Mei 2011

RAGAM

harian andalas | Hal.

6

Gaji TNI & Polri Naik Lagi Jakarta-andalas Pemerintah berencana menaikkan gaji para Pegawai Negeri Sipil (PNS) TNI dan Polri di 2012, kenaikan dikatakan untuk mengimbangi tekanan inflasi. "2012 sampai terakhir beberapa tahun yang lalu kan dinaikin terus ya. 2012 kita rencanakan naik ya," ujar Menteri Keuangan, Agus DW Martowardojo. di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (23/5). Agus Marto menjelaskan kebijakan tersebut dilakukan pemerintah untuk meminimalisir tekanan akibat inflasi yang terjadi pada tahun sebelumnya. "(untuk) Mengimbangi inflasi," jelas

dia. Hal tersebut tercantum pada Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal 2012' terbitan Kementerian Keuangan. Pada kajian tersebut, kebijakan alokasi belanja pegawai di 2012 diarahkan untuk mempertahankan tingkat kesejahteraan PNS, anggota TNI/Polri, serta pensiunan. Jadi di 2012, gaji pokok dan pensiun pokok

andalas/ilustrasi

PNS, anggota TNI/Polri, serta pensiunan bakal dinaikkan. Namun belum disebutkan berapa kenaikan-

nya. Pada 2011 ini PNS, TNI dan Polri telah mengalami kenaikan gaji sekira 10-15

persen. Hal tersebut guna mengimbangi inflasi yang terjadi sepanjang 2010 sebesar 6,96 persen. (OKE)

Komisi XI DPR Ancam Batasi Kantor Cabang Bank Asing Jakarta-andalas DPR melalui Komisi XI DPR akan mengagendakan rapat pembahasan mengenai asas resiprokal (kesetaraan) terkait pembukaan kantor cabang bank asing di dalam negeri dan kantor cabang bank lokal di luar negeri. DPR mengancam jika bank lokal mengalami kesulitan

membuka cabang di sebuah negara, maka bank dari negara itu tak akan diperbolehkan buka cabang di Indonesia. "Masa kita tidak boleh masuk ke luar negeri. Kan bisa saja dia beralasan, kalau gitu ditetapkan saja asing tidak boleh masuk kan diurus oleh BI bisa," ujar Wakil Ketua Komisi XI DPR, Harry Azhar Azis

di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/5). Menurutnya, aturan resiprokal akan dijadikan agenda sendiri dengan BI. Sehingga dapat kejelasan tegas terkait 'jajahan' asing di Indonesia. "Akan kita atur terkait pembukaan kantor cabang bank asing baru dan bank yang dibeli dengan asing itu pun juga termasuk, jadi tinggal dikategorikan dan klafisikasi, kalau pun itu pemilik bank asing dan dari bank lama, nah itu tinggal akan dibahas," tuturnya. Lebih jauh Politisi Partai

FAMILY RENTAL MOBIL (PT) APV Kj. Kapsul pkt hmt 10 jam, Altis, L-300, Innova, L. Cruiser, N-Eyes, Bus, Hrn, Mgn, Bln, Utk dlm dan di luar kota. Hotline: 7734 2359 / 0819 3328 4540

Golkar ini mengusulkan dibentuknya sebuah Mutual Recognition Arrangement (MRA) dengan negara-negara lain mengenai ekspansi jasa keuangan khususnya bank. "Walau sudah ada sejak lama kita membahas seperti Bank Mandiri, BNI, dan BRI yang susah buka cabang. Dan kenapa bank asing bisa. Nah, asing nya itu siapa? Apakah India, Malaysia, Singapura, AS nanti dilihat jadi mungkin kita melihat peta penguasaan asing dalam konteks dari perbankan nasional,"

jelasnya. "Nantinya akan menjadi MRA, kalau kita mau mengendalikan perbankan nasional kita, ya harus ada yang dikorbankan seperti itu," imbuh Harry. Di tempat yang sama, Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D Hadad mengatakan BI akan mengatur lebih jauh mengenai bank yang dimiliki oleh asing di Indonesia. Pasalnya peranan bank asing di Indonesia ternyata berdampak besar terhadap stabilitas keuangan lokal. (DTC)


Selasa 24 Mei 2011

IKLAN

harian andalas | Hal.

7


OLAHRAGA

Selasa 24 Mei 2011

Chelsea Berhentikan Ancelotti London-andalas Kegagalan memberikan gelar buat Chelsea berakibat fatal buat Carlo Ancelotti. Pria berkebangsaan Italia itu resmi diberhentikan sebagai manajer The Blues. "Chelsea Football Club dapat memastikan bahwa Carlo Ancelotti telah berpisah dengan Chelsea, Minggu (22/5) kemarin," demikian pernyataan Chelsea di situs resminya, Senin (23/5).

Pengumuman itu keluar sekitar dua jam setelah Chelsea dipecundangi Everton 0-1 di pekan terakhir Liga Inggris. Hasil itu sudah tidak memengaruhi posisi 'Si Biru' selaku runner-up Liga. "Pemilik dan dewan direktur berterima kasih kepada kontribusi dan prestasi Carlo semenjak bergabung pada Juli 2009, termasuk gelar ganda pertama dalam sejarah klub," tambah pernyataan Chelsea. Ancelotti memang gagal total musim ini karena di Piala FA, Piala Carling dan Liga Champions pun ia gagal membawa Chelsea berprestasi. Sungguh kontras dengan pencapaiannya memberi gelar juara Liga Inggris dan Piala FA musim lalu. "Penampilan klub musim ini menurun jauh dan klub merasa inilah saat yang tepat untuk membuat perubahan menjelang persiapan menghadapi musim depan," demikian pernyataan The Blues. Kegagalan di Liga Champions menjadi titik berat 'kesalahan' Ancelotti. Pasalnya, sudah bukan rahasia lagi bahwa pemilik Chelsea, Roman Abramovich, sangat menginginkan hadirnya trofi tersebut di Stamford Bridge. (DTC)

harian andalas | Hal.

JELANG FINAL LIGA CHAMPIONS

Messi tak Pentingkan Gol di Final Barcelona-andalas Lionel Messi akan menanggalkan ambisi pribadi di final Liga Champions. Messi tak mau larut dengan harapan banyak orang agar dia terus mencetak gol. Baginya, memenangkan final menghadapi Manchester United, lebih utama. Messi mencetak 52 gol di semua kompetis musim ini, 11 di antaranya ditorehkan di ajang Liga Champions. Jika berhasil mencetak gol saat final nanti, perolehannya menyaingi Ruud van Nistelrooy, yang mengemas 12 gol, dalam

Playoff NBA 2011 berikutnya kedua kubu harus bermain seri. Di quarter kedua, Bulls yang tidak mau memberikan kemenangan gratis kepada Heat beberapa kali melepaskan tembakan tiga angka. Pun demikian dengan Heat yang pantang menyerah mencari angka. Tidak heran bila quarter kedua ditutup dengan skor 25-25. Situasi tidak jauh berbeda terus berlangsung di quarter ketiga. Aksi saling serang kedua kubu membuat Heat dan Bulls menutup laga dengan skor 25-25. Namun di quarter penutup, Bulls sedikit mengendur. Heat yang sigap memanfaatkan keadaan ini dengan sempurna dan menutup laga dengan kemenangan 96-85. “Itu cukup bagi saya,� kata Bosh selepas laga, Senin (23/5) “Saya hanya ingin menjadi agresif. Saya tampil agresif dalam game 1 dan 2 begitu seterusnya,� sambung power forward trengginas Heat ini. “Sama sekali tidak mudah dalam seri kali ini,� timpal pelatih Heat, Erik Spoelstra. “Ini semua masih tentang bertahan dan menemukan cara untuk mengasah keluar,� sambung Spoelstra meyakini kemenangan timnya tidak terlepas dari terorganisirnya pertahanan mereka.(OKZ)

satu musim di Liga Champions. “Gol hanya penting jika itu membuat anda memenangkan pertandingan. Jika saya tidak mencetak gol dan Barcelona juara di Liga Champions, itu tidak penting lagi,� kata Messi , Minggu (23/5). Messi menegaskan hanya ingin meraih sukses kolektif bersama tim, bukan kejayaan pribadi.Sebab itu, dia tidak pernah berpikir bagaimana jika tidak mencetak gol di Wembley nanti. �Dan saya tidak dikendalikan hasrat untuk mencetak gol lebih banyak dari pemain lain di Liga Champions.� Di La Liga, Messi sempat memimpin di tabel top skor dengan 31 gol, namun Ronaldo menyalipnya dengan mencetak banyak gol di tiga pertandingan terakhir sehingga mencapai 38 gol. (OKZ)

Imbangi Milan, Udinese ke Liga Champions

Heat Jinakkan Bulls Miami-andalas Setelah sempat tampil sama kuat, Miami Heat berhasil merebut game ketiga final wilayah timur. Bermain di Amarican Airlines Arena, Senin (23/5) WIB, Heat berhasil menuntaskan perlawanan Chicago Bulls dengan skor 96-85. Berkat kemenangan ini, Heat memimpin pertarungan sementara dengan skor 2-1. Kemenangan Heat ini tidak bisa dipisahkan dari Chris Bosh yang berhasil menjaringkan 34 poin, 5 rebound, dan 2 assist untuk membawa timnya mengungguli Bulls. Di kubu oposisi, Carlos Boozer menjadi top performer dengan 26 poin, 17 rebound, dan 1 assist. Tampil dihadapan pendukungnya sendiri, baik Bulls dan Heat saling memperagakan permainan agresif sejak menit awal pertandingan. Di quarter pertama, jual beli serangan menjadi pemandangan menarik. Susul menyusul angka terus terjadi di quarter pertama ini. Karena ketatnya persaingan di quarter ini kedua kubu harus menutup game ini dengan skor 15-18 untuk keunggulan Heat. Bahkan, dalam dua kuarter

8

LIONEL

MESSI

'Kuda Jingkrak' Masih Loyo Barcelona-andalas Ferrari sekali lagi tidak bisa berbuat banyak di lintasan. Tapi Fernando Alonso tetap dipuji karena tampil bak singa ketika 'Kuda Jingkrak' tak berdaya. Alonso melakukan start dengan baik di GP Spanyol, Minggu (22/5) kemarin. Ia bahkan mampu melewati dua pembalap Red Bull yang mengawali balapan dari posisi terdepan, Mark Webber dan Sebastian Vettel. Akan tetapi, juara dunia dua kali itu tidak mampu mempertahankan laju 150° Italia andalan Ferrari yang musim ini memang masih belum mampu memperlihatkan taringnya. Pada prosesnya Alonso, yang beraksi di depan publik negaranya sendiri, pun harus puas finis di posisi lima dengan ketinggalan satu lap. "Tidak ada yang membantah bahwa di-overlap sangat menyakitkan," aku Principal Team Ferrari Stefano Domenicali, Senin (23/5).

Hasil itu membuat Alonso ketinggalan 67 angka dari Vettel yang memuncaki klasemen pembalap sementara. Ferrari sendiri kini terpaku di posisi tiga klasemen pembalap dengan tertinggal 110 poin dari Red Bull dan 63 poin dari McLaren. "Lebih menyakitkan lagi setelah melihat pembalap sekaliber Fernando memperlihatkan penampilan yang sampai bikin nafas tertahan di awal balapan dan kemudian bertarung seperti seekor singa untuk menahan para pembalap yang jelas-jelas punya mobil lebih cepat dari dirinya selama nyaris 20 lap," puji Domenicali. Jika tidak mau Alonso kembali jadi singa dengan taring tumpul di seri-seri berikutnya, Ferrari tak ayal mesti segera berbenah mulai seri berikutnya di Monako 29 Mei depan. Sejauh ini Ferrari baru satu kali mengantar pembalapnya naik podium. Itu terjadi dengan finis ketiga Alonso pada GP Turki.(DTC)

Udine-andalas Udinese mengakhiri Seri A musim ini dengan hasil imbang 0-0 kontra AC Milan. Namun, hasil tersebut sudah cukup untuk mengantarkan Zebrette lolos ke Liga Champions musim depan. Bertanding di Stadion Friuli, Senin ( 2 3 / 5 ) dinihari WIB, Milan tampil sangat dominan. Menurut catatan statistik Soccernet, Rossoneri unggul dalam penguasaan bola 64:36. Meski demikian, tim tuan rumah punya lebih banyak peluang mencetak gol. Mereka melepaskan 15 tembakan dengan lima di antaranya mengarah ke gawang, sementara Milan cuma membalas dengan 11 tembakan dan cuma satu yang mengarah ke gawang. Udinese sebenarnya punya peluang emas lewat titik putih pada menit ke-74. Sial bagi mereka, eksekusi penalti yang dilakukan oleh Antonio Di Natale bisa digagalkan oleh Marco Amelia. Hasil imbang tanpa gol pun awet hingga laga usai. Hasil imbang ini sudah cukup untuk memantapkan posisi tim asuhan Francesco Guidolin di peringkat keempat klasemen akhir Seri A dengan 66 poin dari 38 laga. Mereka pun lolos ke babak kualifikasi Liga Champions. Meski punya poin sama dengan Lazio, mereka unggul head-to-head. Posisi Milan sendiri tak terpengaruh. Mereka yang sudah jadi kampiun musim ini mengakhiri kompetisi dengan 82 poin. (DTC)

KLASEMEN F1 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22

Pembalap Sebastian Lewis Hamilton Mark Webber Jenson Button Fernando Alonso Nico Rosberg Nick Heidfeld Felipe Massa Vitaly Petrov Michael Schumacher Kamui Kobayashi Sebastien Buemi Adrian Sutil Sergio Perez Paul Di Resta Narain Karthikeyan Jaime Alguersuari Jarno Trulli Vitantonio Liuzzi Jarome D'Ambrosio Heikki Kovalainen Timo GlockMarussia

Tim VettelRed Bull Racing McLaren Red Bull Racing McLaren Ferrari Mercedes GP Renault Ferrari Renault Mercedes GP Sauber Toro Rosso Force India Sauber Force India Hispania Racing Team Toro Rosso Lotus Team Hispania Racing Team Marussia Virgin Racing Lotus Team Virgin Racing

Poin 118 77 67 61 51 26 25 24 21 14 9 6 2 2 2 0 0 0 0 0 0 0

KLASEMEN MOTOGP No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

Pembalap Jorge Lorenzo Casey Stoner Dani Pedrosa Andrea Dovizioso Valentino Rossi Nicky Hayden Hiroshi Aoyama Marco Simoncelli Colin Edwards Cal Crutchlow Hector Barbera Ben Spies Karel Abraham Toni Elias Loris Capirossi Alvaro Bautista Randy de Puniet John Hopkins Roger Lee Haydens

Tim Yamaha Honda Honda Honda Ducati Ducati Honda Honda Yamaha Yamaha Ducati Yamaha Ducati Honda Ducati Suzuki Honda Suzuki Honda

Poin 78 66 61 50 47 39 36 22 21 21 21 20 18 17 9 7 6 6 0


OLAHRAGA

Selasa 24 Mei 2011

harian andalas | Hal.

9

SSB Sampali Putra Siap Berkiprah Kembali

andalas/ist

Sejumlah pemain sepakbola yang tergabung dalam Asosiasi Pemansepakbola Indonesia diantaranya Bambang Pamungkas sedang membacakan pernyataan sikap terhadap Kongres PSSI pada 20 Mei 2011 lalu.

APSI Luncurkan Tuntutan Terhadap PSSI Jakarta-andalas Gagalnya Kongres PSSI terus menuai kecaman banyak pihak, tak terkecuali dari para pemain Timnas Indonesia. Sejumah pemain yang tergabung dalam Asosiasi Pemain Sepakbola Indonesia (APSI) pun tak kuasa melontarkan kekecewaannya dan menuntut pemerintah, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turun tangan membereskan polemik yang bisa mengancam eksistensi timnas Indonesia di kancah Internasional. Buntunya Kongres PSSI di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (20/ 5) lalu, akibat kengototan Kelompok 78 dalam memperjuangkan George Toisutta (GT) dan Arifin Panigoro (AP) untuk maju, meski telah dilarang FIFA, membuat Indonesia dalam hal ini PSSI terancam mendapat sanksi dari otoritas sepakbola tertinggi dunia tersebut, karena dianggap gagal menggelar kongres sesuai dead-

line yang telah ditentukan, yakni 21 Mei. Sanksinya pun tak main-main. Sepakbola Indonesia terancam 'mati suri' karena tidak diperbolehkan mengikuti berbagai ajang internasional yang berada dalam naungan FIFA. Menyikapi kondisi ini, APSI mengaku prihatin, karena sanksi tersebut tidak hanya merugikan sepakbola Indonesia, tapi juga para pemain. Sebagai

Berikut 3 tuntutan yang diajukan APSI:  Menuntut peserta kongres yang memaksakan kehendaknya apabila nantinya Indonesia mendapat sanksi dari FIFA.  Kami, mantan/pemain Timnas dengan ini menyatakan agar pemerintah, dalam hal ini Presiden SBY dan Menegpora Andi Mallarangeng untuk turun tangan menyelesaikan permasalahan ini.  Meminta para pengurus yang lalu dan yang akan datang untuk bahu membahu membangun sepakbola Indonesia ke arah yang lebih baik.

Arifin Panigoro Bicara Soal Kisruh Kongres PSSI Jakarta-andalas Arifin Panigoro akhirnya angkat bicara soal kisruh kongres PSSI pada 20 Mei lalu. Arifin menyebut bahwa dirinya juga berharap masalah di PSSI segera usai. Arifin adalah salah satu figur, bersama George Toisutta, yang pencalonannya ditolak oleh FIFA. Dalam penuturan Direktur Pengembangan Federasi FIFA, Thierry Regenass, penolakan Arifin disebabkan karena keterlibatannya terhadap LPI (Liga Primer Indonesia). Repotnya, Arifin d a n

George juga mendapatkan dukungan dari sebuah kelompok yang dikenal dengan Kelompok 78 (K78). Dari sinilah ricuh bermula. K78 ngotot untuk terus memperjuangkan Arifin dan George, sementara Komite Normalisasi patuh kepada FIFA dengan mengatakan "tidak". Alhasil, terjadilah deadlock. Sebagai salah satu figur yang ikut tercebur di dalam kekusutan ini, bagaimana sikap Arifin? Ia mengaku tetap berharap terjadinya perubahan, kendati juga ingin masalah di PSSI cepat selesai. "Saya sih sebetulnya udah terbuka di media, saya ingin cepat selesai saja.Tapi, saya ingin adanya perubahan. Namun, yang ingin diubah ini tidak gampang," ujarnya kepada wartawan di Hotel Santika, Jakarta, Senin (23/5). "Banyak kepentingan. Ya politiklah, macam-macam, termasuk media juga. Memang tidak gampang. Kita niatnya benar, tapi disuarakannya jadi rusak. Saya sih ingin cepat selesai. Lebih cepat, lebih baik," lanjutnya. Ketika ditanya, apakah dirinya berniat u n t u k

bertemu dan berbicara dengan KN dan Menpora Andi Mallarangeng, Arifin menolak. Menurutnya, itu semua adalah urusan para pemegang suara. "Itu urusan voter dan PSSI. Saya kan cuma calon. Yang harus diajak bicara itu pemilik suara. Mereka bulat karena sudah banyak bicara dengan saya selama setahun ini soal mau diapakan sepakbola kita," ungkapnya. "Kepentingannya banyak dan tidak sesederhana itu. Nggak cuma di Indonesia, sepakbola itu mengubahnya susah. Di Inggris dan Australia saja butuh waktu sekitar 3-4 tahun. Kepentingannya besar, biayanya besar dan banyak orang yang sangat berkepentingan," ungkapnya. Di sisi lain, ia juga mengungkapkan penilaiannya terhadap Ketua KN, Agum Gumelar, dalam menggelar kongres. Pria yang mencetuskan berdirinya LPI ini hanya berucap santai bahwa penilaian bisa dilihat dari bagaimana berjalannya sidang kemarin. "Ya, kita bisa lihat kan, ukurannya kongres selesai atau tidak. Ukurannya itu saja." Arifin juga meyakini bahwa FIFA tidak akan menjatuhkan sanksi kepada Indonesia. Dan ketika ditanya apakah dirinya akan tetap melanjutkan keinginannya maju ke pencalonan Ketua dan Wakil Ketua Umum PSSI, ia mengatakan, " Maju, ya maju." (DTC)

Medan-andalas Setelah sempat vakum selama lebih kurang dua tahun, akhirnya SSB Sampali Putra kembali aktif melakukan pembinaan terhadap anak-anak calon pemain sepakbola usia dini.SSB Sampali Putra dikena sebagai salah satu sekolah sepakbola ternama di Sumut dan Kota Medan. Ketua SSB Sampali Putra H.M Dasopang SE kepada wartawan, Senin (23/5) mengatakan kepakuman selama dua tahun ini bukan karena ada masalah namun disebabkan kesibukan dari beberapa pengurus. Menurut Dasopang, saat ini SSB Sampali Putra sudah mulai aktif kembali dan siap berkiprah dalam persepakbolaan usia dini Sumatera Utara."Managemen SSB Sampali Putra tetap berkomitmen untuk melahirkan pemain-pemain sepakbola berbakat dan handal," kata Dasopang. Seperti diketahui, SSB Sampali Putra telah beberapa kali menjuarai Tuirnamen Sepakbola antar SSB di Kota Medan seperti juara I Piala Agum Gumelar U-14 tahun 2003,

juara I Piala Dodi tahun 2005. Selain itu, menurut Dasopang SSB Sampali Putra selalu berhasil menyumbang pemain terbaiknya untuk memperkuat Sumut di Piala Suratin dan Piala Bogasari.Beberapa prestasi tersebut akan tetap dipertahankan dan kalau bisa ditingkatkan, kata Dasopang. Lebih lanjut menurut Dasopang, Managamen baru SSB Sampali Putra juga mendapat dukungan penuh dari Berlian Muktar SE yang bersedia ditempatkan sebagai pelindung serta Harianto salah satu tokoh masyarakat sebagai pembina. Saat ini SSB Sampali Putra memiliki 115 siswa lebih mulai dari umur 11 s/d 16 Tahun.Para pemain usia dini tersebut ditangani tiga pelatih yakni Suprayogi, Suparlan dan Basiran. Dasopang yang selama ini dikenal aktif membina pemain sepakbola usia dini tersebut berharap kepada PSSI agar membuat program prioritas terhadap pembinaan usia dini melalui SSB. " Saya berharap agar turnamen antar SSB dari semua kelompok umur agar lebih diperbanyak," katanya. (YON) andalas/ist

bentuk kepedulian mereka terhadap sepakbola nasional, APSI mengajukan tiga tuntutan dalam deklarasi pernyataan sikapnya. Bertempat di kawasan Senayan, Senin (23/5), APSI yang diwakili sejumlah pemain timnas seperti Bambang Pamungkas, M.Nasuha, Tony Sucipto, Hendro Kartiko serta sejumlah mantan pemain timnas, mengharapkan pemerintah bisa turun tangan dalam menyelesaikan kisruh ini. Lebih lanjut, deklarasi pernyataan sikap mereka ini juga akan diserahkan kepada Ketua Normalisasi PSSI (KN-PSSI) Agum Gumelar. Yang terpenting, para mantan dan pemain timnas ini menghimbau kepada FIFA agar Indonesia tidak diberi sanksi akibat ulah beberapa insan sepakbola yang memaksakan kehendaknya. (OKZ)

KPBI: Anggota Kelompok 78 Terima Ancaman KOORDINATOR Komunitas Penggemar Bola Indonesia Asep Hidayat mengungkapkan, beberapa anggota Kelompok 78 (mayoritas pemilik suara Kongres PSSI) mengeluh karena menerima ancaman fisik dan non fisik dalam dua hari terakhir, setelah gagalnya Kongres PSSI. "Yang paling nyata terjadi di Jawa Barat dan Papua. Kami menerima keluhan itu, sehingga memohon aparat keamanan bertindak tegas, sehingga situasi kondusif di lapangan terus terjamin. Begitu juga upaya membangun prestasi sepak bola kita," katanya melalui jejaring komunikasi, Senin (23/5). Beberapa rekan anggota Komunitas Penggemar Bola Indonesia (KPBI) di sejumlah daerah, menurutnya, dua hari terakhir tak hentihentinya menerima laporan mengenai masalah tersebut. Asep Hidayat mengungkapkan pula, hingga kini memang belum terjadi teror fisik, sehingga tidak ada fakta hukum untuk dilaporkan kepada pihak berwajib. (ANT)

Ketua DPRD Kota Medan H Amiruddin memberikan piala kepada Komba VC yang memenangkan Turnemen Lestari Cup.

Kejuaraan Bola Voli Lestari Cup 2011

Tundukkan Lestari A,KombaVC Juara Medan-andalas Tim Komba vc keluar sebagai juara kejuaraan bola voli Lestari Cup 2011 setelah dalam pertandingan final, Minggu (22/5) menundukkan tim tuan rumah Lestari A dengan skore 3-0 (25-22, 26-24, 25-18). Posisi ketiga diraih tim Teratai dan tempat keempat diduduki Lestari B. Dalam pertandingan final tim Lestari A dipavoritkan sebagai juara bermain dibawah form. Sementara tim Komba vc yang dalam babak penyisihan sebelumnya ditundukkan Lestari A 0-3, bermain gemilang melalui smesh-smesh kerasnya melumpuhkan tim Lestari di set pertama dengan skore 25-22. Di set kedua tim Lestari A yang dimotori oleh Donny coba bangkit, mengandalkan bola-bola cepat membuat tim Komba kewalahan sehingga permainan berjalan seimbang saling mengejar poin. Namun sayang disaat poin lending, para pemain Lestari A banyak melakukan kesalahan terutama pada saat melakukan servis sehingga point berbalik. Melalui permainan yang alot akhirnya Komba vc dapat mengakhiri set kedua dengan kemenangan 26-24. Di set ketiga para pemain Lestari A tampaknya sudah patah semangat, sehingga Komba vc dapat menguasap jalannya permainan, pertandingan dimenangkan Komba dengan skore 25-18. Kejuaraan bola voli Lestari vc ditutup oleh Ketua DPRD Kota Medan Amiruddin yang dalam sambutannya mengatakan kejuaraan yang dilaksanakan Lestari vc yang diketuai Wempi Saragih sangat baik, ditengah gersangnya kompetisi bola voli di Kota Medan. "Saya berharap

ini merupakan awal kebangkitan olahraga bola voli di Kota Medan yang di era tahun 80-an merupakan olahraga pavorit masyarakat Kota Medan," ujar Amiruddin. Kepada pemerintah Kota Medan Amiruddin menghimbau agar memelihara sarana dan prasarana olahraga yang ada bahkan kalau bisa ditambah. Sebelumnya Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Medan Hanas Hasibuan dalam sambutannya mengatakan kejuaraan ini digelar sebagai bukti perhatian pemuda terhadap olahraga di Kota Medan. Ini sebagai bukti bahwa kader-kader pemuda Kota Medan juga mencintai olahraga, terutama olahraga bola voli yang begitu memasyarakat. " Olahraga bola voli merupakan olahraga yang murah, meriah hendaknya setelah digelarnya kejuaraan ini dapat kembali digalakkan di Kota Medan, seperti di derah tahun 80-an, atlet bolavoli Kota Medan disegani oleh daerah lain," ujar Hanas. Sementara Ketua KNPI Sumut Yasir Ridho Lubis mengatakan kejuaraan ini merupakan bukti bahwa organisasi pemuda juga aktif di bidang olahraga. Tujuan digelarnya kegiatan ini untuk membangkit rasa cinta para pemuda terhadap olahraga bolavoli. Dengan cintanya terhadap olahraga akan mewujudkan menjadi pemuda sehat baik jasmani maupun rohani. "Dengan sehat jasmani dan rohani, pemuda akan terhindar dari perbuatan-perbuatan yang negatif," ujar Yasir Ridho Lubis. Untuk itu pihaknya berharap kepada pemerintah agar ikut menggelorakan olahraga di daerah ini dengan membantu penyediaan sarana dan prasarana. (YON)

Ratusan Golfer Ramaikan Open Turnamen Wali Kota Banda Aceh Loknga-andalas Sebanyak 260 golfer lokal dan nasional, pada SabtuMinggu (21-22/5) kemarin mengikuti Kejuaraan " Walikota Golf Open Turnamen ke-3", yang berlangsung di lapangan Golf Lhoknga, Aceh Besar, dengan hadiah dua ratusan juta. Even ini digelar dalam rangkaian HUT Kota Banda Aceh ke-806. Walikota Banda Aceh Mawardy Nurdin mengatakan, turnamen tersebut merupakan agenda tahunan. Dan, melalui

pagelaran even ini, para golfer dapat mengasah kemampuannya untuk menjadi pemain terbaik dan mampu mengikuti ditingkat nasional dimasa mendatang. "Artinya, para pegolf diharapkan untuk benarbenar mengembangkan kemahirannya sebagai seorang pegolf terbaik hingga ketingkat nasional," kata Walikota Banda Aceh, Mawardy Nurdin. Menurut dia, perhelatan yang digelar itu juga sebagai langkah untuk memajukan kembali olahraga golf di

Aceh, khususnya di Kota Banda Aceh selaku Ibukota Provinsi Aceh yang sudah berusia 806 tahun. Masih kata Mawardy, selain mencari pemain terbaik, turnamen golf juga merupakan salah satu pengaruh daya tarik pariwisata di Kota Banda Aceh sekaligus dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). "Kita akan terus memajukan lapangan golf sebagai salah satu tujuan wisata dikota tua ini, dan siap memfasilitasi para investor

untuk membangun fasilitas yang akan dibutuhkan. Apalagi, tahun 2011 ini, kita sudah melaksanakan program Visit Banda Aceh Years," katanya lagi. Dia berpendapat, minat wisatawan yang tinggal di Banda Aceh akan bertambah lama lagi, apabila kondisi lapangan golf tersebut dapat lebih maju, dan bisa bermain golf yang diisi dengan pemandangan panorama alam pemandangan laut Aceh. "Karena, lapangan ini kan sudah tercatat sebagai arena

olahraga yang paling banyak dikunjungi para wisatawan sebelum terjadinya musibah Tsunami beberapa tahun lalu,"imbuh Mawardy, yang juga saat ini sebagai ketua formatur Persatuan Golf Indonesia (PGI) Provinsi Aceh 2010-2014 mendatang. Diharapkan dia, lapangan golf Lhoknga dapat memberi kontribusi bagi masyarakat disekitarnya untuk menambah penghasilan, karena setelah pasca tsunami banyak anak-anak diwilayah tersebut yang

putus sekolah dikarenakan tidak menpuyai penghasilan, sehingga harapan mereka lapangan golf ini dapat terus dibenah. "Nah, dengan adanya fasilitas ini setidaknya dapat membantu biaya dalam melaksanakan pendidikan bagi generasi kurang mampu didaerah tersebut.Serta masyarakat sekitarnya diberikesempatan untuk menggais rezeki, karena itu diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap semua

pihak,"harap Mawardy. Ia menambahkan, permainan golf tidak begitu jauh perbedaannya dengan cabang olahraga lainnya, hanya saja peralatannya saja yang nilainya masih mahal. "Sebenarnya, hanya perlengakapannya saja yang dalam kategori mahal, jika dibandingkan dengan olahraga lainnya, tapi dengan perlahan saat ini sudah mulai adanya perkembangan golfernya dari masyarakat biasa,"tambah Walikota Mawardy. (AFRIZAL)


Selasa

EKONOMI-BISNIS

24 Mei 2011

harian andalas | Hal.

Cabai Merah Kembali Naik

Honda Raih Otomotif Award Terbanyak Medan-andalas Dalam ajang penghargaan yang dikeluarkan oleh Tabloid Otomotif, produk sepeda motor Honda mendapat 19 award. Jumlah ini tercatat sebagai yang terbanyak dibandingkan dengan pabrikan sepeda motor lain di Indonesia.

Hingga Akhir Tahun

Mata Uang di Asia Masih Berjaya Jakarta-andalas Secara keseluruhan hingga akhir tahun ini, nilai tukar mata uang di negara Asia masih akan terus menguat dengan dorongan arus modal asing dan masih belum stabilnya perekonomian di negara maju, seperti Amerika Serikat dan Eropa. "Fundamental perekonomian di negara kawasan Eropa dan AS yang belum kembali pulih, membuat nilai tukar mata uang Rupiah untuk jangka panjang masih mengalami penguatan," kata Direktur Perencanaan Ekonomi Makro Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Bambang Prijambodo, di Jakarta, Senin (23/5). Menurutnya, Rupiah akan berada di level aman dan stabil. Bahkan, dia menyebutkan, revisi nilai tukar mata uang Rupiah yang dalam APBN 2011 diperkirakan berada pada level Rp9.250 merupakan langkah tepat. Pemerintah, melalui Kementerian Keuangan merevisi asumsi makro nilai tukar mata uang Rupiah ke level Rp8.800-Rp9.000 per USD. Dasar pertimbangan yang dipergunakan Kemenkeu adalah terjaganya fundamental ekonomi domestic yang didukung oleh sinergi kebijakan moneter dan fiskal serta komitmen kerja sama bidang keuangan internasional. “Angka tersebut cukup nyaman (comfortable),” singkatnya. Ekonom Mandiri Securitas Destry Damayanti mengungkapkan, Salah satu tantangan dalam perekonomian nasional adalah aliran modal asing yang berpotensi mengapresiasi penguatan nilai tukar rupiah. “Kami prediksi, rupiah hingga akhir tahun ini akan berada di level Rp8.400-Rp8.450 per USD,” katanya. Menurut Destry, penguatan rupiah tidak akan terlalu berdampak signifikan terhadap kinerja ekspor Indonesia. Sebab, kata dia, yang paling besar pengaruhnya terhadap ekspor adalah meningkatnya harga komoditas dunia. (OKE)

Pengumuman Otomotif Award untuk kategori kendaraan roda dua ini dilakukan, akhir pekan lalu bersamaan dengan acara Otobursa di Parkir Timur Senayan, Jakarta. Pada ajang Otomotif Award ini, Honda CBR250 juga dinobatkan sebagai Rookie of The Year. “Kami menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan untuk sepeda motor Honda. Penghargaan ini akan memicu kami untuk terus berinovasi mengembangkan produk yang berkualiatas di semua segmen sesuai dengan keinginan konsumen,” ujar Arifin Posmadi, General Manager CV Indako Trading Co, main dealer Honda di Sumatera Utara. Kategori skuter otomatik atau skutik 110 CC-115 CC, Honda hampir menyapu bersih semua penghargaan yang ada. Dari lima award yang ada, Honda meraih empat penghargaan yaitu The Best Design: Honda Scoopy110, The Best Performance & Handling: Honda Vario 110, The Best Feature & Technology: Honda Vario CBS Techno 110, dan The Best Fuel Consumption: Honda Beat 110.Pada kategori skutik 125 CC, Honda meraih dua penghargaan melalui Honda PCX yaitu The Best Feature & Technology dan The Best Fuel Consumption. Dengan demikian, skutik Honda

andalas/ist)

ningkatan jika dibandingkan tahun 2009 yang hanya 567.634 ton atau sekitar 934 juta dolas AS. Namun peningkatan itu dinilai belum terlalu signifikan karena masih belum mampu memenuhi kebutuhan produsen karet di Sumut. Karena itu, Gapkindo mengharapkan Pemprov Sumut dapat memberikan perhatian dalam upaya peningkatan produksi karet di daerah tersebut. Secara institusi, pihaknya telah mengupayakan hal itu dengan memberikan ribuan bibit unggul gratis kepada petani perkebunan rakyat. Program itu juga bagian dari bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) dari

dua penghargaan melalui Honda Revo Techno AT 110, yaitu The Best Fuel Consumption dan The Best Value. Di segmen motor sport, sepeda motor Honda meraih lima penghargaan. Pada kategori Sport 150 CC, Honda New Mega Pro 150 dinobatkan sebagai The Best Performance & Handling sedangkan pada kategori sport 200 CC-225 CC, Honda New Tiger Revo ditetapkan sebagai The Best Fuel Consumption: HONDA NEW TIGER REVO. Sementara itu, Honda CBR250R dianugerahi tiga penghargaan dalam kategori Sport 250 CC, yaitu: The Best Design, The Best Feature & Technology, dan The Best Fuel Consumption. Motor pendatang baru di segmen motor sport 250 CC ini juga dinobatkan sebagai Rookie of The Year. (SIONG)

meraih enam penghargaan. Di segmen bebek, sepeda motor Honda meraih lima penghargaan yaitu dua penghargaan pada kategori bebek 110 CC-115 CC yakni The Best Design: Honda Blade 110 dan The Best Fuel Consumption: Honda New Absolute Revo 110. Adapun pada kategori bebek 120 CC-125 CC, penghargaan yang diraih adalah The Best Feature & Technology dan The Best Fuel Consumption melalui Honda Supra X 125 PGM-FI. Penghargaan lain di segmen bebek diberikan kepada Honda New CS1 yang dinobatkan sebagai The Best Fuel Consumption pada kategori bebek super. Kategori penghargaan baru pada Otomotif Award tahun ini adalah Kategori Bebek Matik. Pada kelompok ini, sepeda motor Honda meraih

sejumlah produsen karet yang tergabung dalam Gapkindo Sumut. Salah seorang pengusaha karet Ahmad F Khan mengatakan, perhatian dalam peningkatan produksi karet diperkirakan akan lebih mempercepat upaya memperbaiki tingkat kesejahteraan masyarakat. "Bahkan lebih menguntungkan dari sawit," katanya. Menurut Ahmad, harga karet dapat mencapai Rp40 ribu per Kg. "Jadi, nilainya bisa berlipat-lipat dibanding harga sawit," katanya. Selain itu, katanya, masyarakat juga mudah menanam pohon karet yang tidak terlalu membutuhkan lahan yang subur dan dapat tumbuh di daerah perbukitan. "Lahan yang tidak terlalu subur pun bisa

digunakan," katanya. Ia mengatakan, prospek perkebunan karet akan selalu baik karena kebutuhan terhadap benda tersebut akan terus besar disebabkan tingginya produksi untuk kebutuhan masyarakat seperti ban, sandal, dan lainnya. Plt Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho menyampaikan apresiasinya atas peningkatan produksi karet, termasuk penyaluran CSR untuk masyarakat di provinsi tersebut. Namun pihaknya mengharapkan CSR itu bukan sekadar bibit gratis semata, melainkan juga transformasi teknologi sehingga masyarakat memiliki kompetensi di bidang perkebunan karet. (ANT)

Ikan Mahal Diekspor, Ikan Murahan Diimpor PASCA larangan masuknya ikan impor ke Indonesia oleh Menteri Perikanan dan Kelautan RI Ir Fadel Muhammad saat ini masih marak ikan impor di Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (PPSB), diminta para nelayan Belawan supaya dihentikan sebab sangat merugikan nelayan itu sendiri dan negara RI.

S

elain itu ikan impor tersebut tanpa pengawasan dan luput dari pantauan Balai Karantina Ikan (BKI). Hal itu diakui Kepala BKI Belawan Felix Lumbantobing, akhir pekan lalu. Yang sangat disesalkan nelayan, ikan yang kualitasnya tinggi dan mahal diekspor seperti ikan bawal dan kerapu. Sementara, ikan murahan dan ada di Indonesia harus diimpor seperti ikan dencis, ikan nila. Menurut sejumlah sumber pedagang ikan dan nelayan di PPSB mengatakan,

Ilustrasi petugas BPOM dan BKI tidak pernah melakukan pemeriksaan dan pengawasan ikan asal luar negeri di Gabion Belawan. Dikatakan, sumber pedagang ikan dan nelayan tersebut sampai kini tidak tahu membedakan tanda-tanda ikan berformalin atau tidak karena tidak pernah disosialisasikan oleh BKI Belawan dan pihak terkait lainnya. Ketika dikonfirmasi kepada Ketua Forum Taruna Nelayan Indonesia

Medan-adalas Setelah sepekan cabai merah di pasaran mengalami penurunan harga, kini primadona ibu rumah tangga yang merah merona ini kembali unjuk gigi dengan harga Rp 10.000 per kg setelah sepekan yang lalu turun harga sampai Rp 7000 per kg. Pantauan andalas di Pasar Tradisional Pasar Lima Marelan, Senin (23/5) beberapa kebutuhan dapur ada yang naik, turun dan tetap. Seperti bawang merah dengan harga Rp 12.000 per kg yang relaif tetap, bawang putih Rp 20.000 juga tetap. Salah seorang pedagang mengatakan, kondisi sekarang masih relative normal dan stabil, berbeda dengan nanti jelang perayaan hari-hari besar. “Kalau sekarang masih normal itu, nanti mau puasa naik dia, mau lebaran gitu juga pelan-pelan naik, nanti turunnya lagi itu,” ujar Br Saragih (32). Cabai rawit juga masih tetap dengan harga Rp 12.000 per kg, cabai hijau Rp 10.000 per kg. Berbeda dengan tomat yang lebih bervariasi dilihat dari besar kecilnya buah tomat mulai dari Rp 5000 sampai Rp 6000 per kg. “Sampai saat ini, nggak ada masalah kalau untuk kebutuhan dapur, masih aman dan bisa ditangani. Tapi, kalau sudah mulai naik baru terasa, apalagi yang ekonominya lemah,” ujar ibu rumah tangga Tia (25) yang sedang berbelanja. (IKA)

OTOMOTIF AWARD - Direktur Marketing AHM Auddie A Wirananta diabadikan bersama General Manager Publishing II Gramedia Majalah Agus Langgeng di sela-sela pemberian Otomotif Award.

Volume Karet Belum Penuhi Kebutuhan Pabrik Medan-andalas Sekretaris Eksekutif Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Utara Edy Irwansyah mengatakan, produksi karet di daerah itu belum mampu memenuhi kebutuhan pabrik meski volumenya mencapai 400 ribu ton per tahun. "Kebutuhan produsen karet di Sumut mencapai 800 ribu ton per tahun," katanya ketika bertemu Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho di Medan, Senin. Secara umum, kata Edy, produksi karet nasional cukup besar, yakni 663.145 ton senilai dua miliar dolas AS lebih pada tahun 2010. Produksi sebesar itu mengalami pe-

10

(FTNI) Kota Medan Rusli AS, Senin (23/5) mengatakan, sebagai forum nelayan kami juga tidak pernah mengetahui bahwa ikan impor itu diperiksa BPOM dan BKI. Rusli AS membenarkan para pedagang merasa takut menjual ikan dari Gabion yang diimpor dari luar negeri setelah ada dugaan bahwa ikan itu berformalin. “Masak kami meracuni pembeli padahal konsumen itu satu suku dengan kami,” ungkap Rusli menirukan ucapan pedagang. Bukan hanya nelayan Medan Utara yang dirugikan ikan asal luar negeri itu, tapi pedagang ikan yang ada di Gabion inipun sangat dirugikan. Bayangkan kata Rusli, ikan yang dijual di pasar-pasar saat ini menjadi kurang laku karena dicurigai konsumen ikan itu berformalin dan banyak pertanyaan pembeli tentang ciri-ciri ikan

berformalin itu. Ikan impor jauh lebih murah dijual dari ikan nelayan Belawan, sehingga dapat mengakibatkan kerugian besar bagi nelayan lokal. Sebaiknya pemerintah segera mencabut izin import ikan dari luar negeri itu untuk menghilangkan dugaan ikan berformalin. Sehingga, para konsumen ikan tidak selalu waspada. Lagi pula masyarakat negara ini sebagian besar nelayan, kenapa pula harus diimport lagi ikan. Ada kemungkinan ikan dari laut Indonesia juga itu dicuri oleh nelayan asing dijual kembali ke Indonesia, sehingga berlipat kali ganda kita dirugikan. “Sudah mencuri ikan di Laut Indonesia, dijual kembali ke Indonesia, jadi apa nantinya masyarakat Indonesia ini, kalau tidak dihentikan oleh pemerintah izin import ikan itu,” ucap Rusli. Senada dengan keluhan Rusli, Wakil Sekretaris HNSI Kota Medan Awal Yatim juga menyebut supaya pemerintah tidak lagi memberi izin impor ikan dari luar negeri sebab pengaruh negatifnya cukup banyak. (DP)

Ikan Laut Masih Normal Medan-andalas Dampak cuaca buruk serta musim ombak besar di laut beberapa pekan lalu yang di peringatkan oleh BMKG Belawan, kini harga ikan mulai normal setelah musim ombak mulai reda. Pantauan di Pasar Tradisional Pasar Lima Marelan, Senin (23/5) harga ikan relative normal seperti ikan merah Rp 15.000 per kg, ikan biji nangka Rp 8000 sampai Rp 10.000 per kg. Sedangkan untuk ikan selayang bevariasi harganya mulai dari Rp 16.000, Rp 18.000 sampai Rp 20.000 per kg, ikan tongkol sisik Rp 20.000 sampai Rp 22.000 per kg. Salah seorang pedagang ikan Anto (27) mengatakan, sampai saat ini harga masih normal. Biasa aja kalau harga masih normal, beda kalau lagi musim ombak, itu baru naik harganya. Berbeda dengan ibu rumah tangga yang satu ini, meskipun harga ikan sudah mulai turun ia masih aja tetap mengonsumsi seafood seperti kerang yang sedikit lebih murah dengan harga Rp 8000 sampai Rp 10.000 per kg. “Lihat kondisi juga sih, kalau kira-kira nggak bisa terjangkau, beli ikan ya yang lain saja tetap dari laut juga, lebih sering sih beli kerang arena gak murah dia harganya,” ujar Ipur (28) ibu dua anak itu. (IKA)

2011, Produksi Industri Rokok Stagnan Jakarta-andalas Produksi industri rokok sepanjang 2011 menunjukkan produksi yang mendatar (flat) alias tak mengalami penurunan maupun kenaikan signifikan. Penyebabnya diperkirakan adanya pengenaan kenaikan cukai baru di 2011. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) Muhaimin Mufti mengatakan, dari laporan anggotanya hingga April 2011 produksi rokok anggotanya relatif tak terjadi perubahan signifikan atau mendatar. Sayangnya Muhaimin enggan menyampaikan berapa realisasi produksi rokok, khususnya jenis rokok putih. "Kelihatannya sampai April nggak terlalu, kalau secara total datar-datar saja dibandingkan tahun lalu," katanya, Senin (23/5). Senada pun disampaikan oleh Direktur Cukai Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan Bachtiar yang memperkirakan produksi rokok tahun ini tak akan beda jauh dibandingkan di 2010 berkisar diangka 252 miliar batang. Meski pihak Bea dan Cukai mencatat terjadi lonjakan produksi rokok pada Februari 2011 sebagai siklus rutin tahunan terkait pemesanan pita cukai oleh pabrikan rokok. "Kita belum bisa menghitung totalnya, tapi pada Februari terjadi lonjakan, kemudian Maret turun lagi," kata Bachtiar. Ia mengakui adanya tren produksi rokok yang menunjukan mendatar tak terlepas adanya kebijakan kenaikan cukai rokok 2011. Pemerintah, lanjut Bachtiar, hanya mematok produksi rokok maksimal hanya mencapai 260 miliar batang setelah 2015 sesuai roadmap industri rokok. "Tahun ini kita perkirakan tidak ada penambahan produksi, kita perkirakan tak ada lonjakan produksi," jelasnya. (DTC)

PLAZA 12.30-14.20-16.10

PLAZA 12.00-14.20-16.40-19.00 THAMRIN 13.10-15.30-17.50-20.10

SUN 13.00-14.50-16.40-18.30-20.20

PLAZA 13.45-16.00-18.15-20.30 THAMRIN 12.30-14.45-17.00-19.15 SUN 13.30-15.45-18.00-20.15 PALLADIUM 12.45-15.00-17.15-19.30

SUN 13.00-15.00-17.00-19.00-21.00 THAMRIN 12.00-14.10-16.20-18.30-20.4022.50 PALLADIUM 13.00-15.10-17.20-19.30-21.40

PALLADIUM 12.00-14.10-16.20-18.30-20.40 THAMRIN 13.00-15.10-17.20-19.30-21.40 BINJAI 12.30-14.30-16.30-18.30-20.30

PLAZA 12.00-14.10-16.20-18.30-20.40 PALLADIUM 13.00-15.10-17.20-19.30-21.40 BINJAI 12.45-14.35-16.25-18.15-20.05

SUN 13.15-15.05-16.55-18.45-20.35

PLAZA 18.00-19.50


KOMUNITAS

Selasa 24 Mei 2011

harian andalas | Hal.

11

Dari Seminar Seni Budaya dan Jambore FK PKBM Sumut

Muatan Lokal Membangun Karakter Bangsa andalas/ist

andalas/ist

KOMP OMPAA K-Kompak adalah kiat UMA mengembangkan dan membangun kualitasnya. Dari kiri: Wakil Rektor II UMA Ir Hj Siti Mardiana MSi, Wakil Rektor I Drs Heri Kusmanto MA, Rektor UMA Prof HA Ya’kub Matondang, Dekan FH UMA Syafaruddin SH, MHum dan Dekan FE Prof Sya’ad Afifuddin Sembiring tampak kompak.

Tiga Prodi UMA Pertahankan Akredasi B Medan-andalas Dua lagi program studi (prodi) yang ada di Universitas Medan Area (UMA) kembali mempertahankan akredasi B dari Badan Akredasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), yakni Program Studi Akuntansi dan Manajemen Fakultas Ekonomi (FE) untuk 2011-2016. Sebelumnya Prodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum (FH) UMA juga berhasil mempertahankan akreditasi B. “Keberhasilan mempertanahkan akreditasi B tiga program studi tersebut tidak terlepas atas rahmat Allah SWT, dan usaha bersama seluruh civitas akademika UMA serta adanya publikasi UMA yang terus menerus melalui media,” kata Rektor UMA Prof Dr HA Ya’kub Matondang MA didampingi Wakil Rektor I Drs Heri Kusmanto MA, Wakil Rektor II Ir Hj Siti Mardiana MSi, Dekan FE Prof Dr Sya’ad Afifuddin Sembiring MEc, dan Dekan FH UMA Syafaruddin SH MHum kepada pers, di kampus I UMA, Jalan Kolam Medan Estate, Senin (23/5). Dengan keberhasilan mempertahankan akreditasi B tersebut, kata rektor, masyarakat dapat mengetahui kualitas UMA. Karena akreditasi tidak hanya diberlakukan pada perguruan tinggi swasta (PTS), tapi juga perguruan tinggi negeri. “Tidak jarang, akreditasi PTS justru lebih baik ketimbang PTN, apalagi sistem penilaian tahun ini jauh lebih berat dari tahun-tahun sebelumnya” kata mantan Matondang. Rektor mengakui, UMA saat ini mengalami peningkatan kuantitas dan kualitas. Ini terbukti pertumbuhan mahasiswa dari tahun ke tahun terus meningkat. Sedangkan dari segi kualitas juga terus semakin terdepan. Hal ini dibuktikan dengan kemampuan UMA menjadikan seluruh dosennya sejak 2010 minimal berstatus S2. “Untuk meraih akreditasi B tersebut memang memerlukan komitmen kuat, mulai dari proses belajar mengajar, sampai penyiapan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan pasar,” kata mantan Rektor IAIN Sumut ini seraya mengatakan pengembangan kualitas UMA mengacu pada Rencana Strategis (Renstra) jangka pendek dan Renstra jangka panjang 2020. Dikatakan, UMA juga sekarang tengah mempersiapkan diri untuk mendirikan program studi untuk S3 setelah sukses membuka empat program studi magister. Dan untuk ini, Tim Pascasarjana UMA tengah menyiapkan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi seperti penyediaan para guru besar. Wakil Rektor I Heri Kusmanto MA menambahkan bahwa dengan perolehan akreditasi B menunjukkan UMA semakin memiliki kualitas. Dan bagi alumni UMA tentu merupakan kabar yang sangat menggembirakan, karena akan dapat menaikkan prestasi dan prestisenya baik yang telah menjadi PNS maupun bagi mau mencalonkan diri menjadi PNS. Sedangkan Dekan FE UMA Prof Sya’ad Afifuddin Sembiring menyebutkan, peraihan akreditas B tersebut tidak terlepas dari kekompakan yang telah terbangun selama ini di kampus UMA. “Perolehan akreditasi B itu tidak mudah, karena ada 100 item yang harus dipenuhi dan sesuai dengan fakta di lapangan,” kata Sya’ad. Dekan FH UMA Syafaruddin mengatakan, sivitas akademika UMA pantas bersyukur, karena dari sekian banyak fakultas hukum di Sumut, hanya empat fakultas hukum yang memperoleh akreditasi B dari BANPT. “Akreditasi B yang kita peroleh ini berkat kerja keras kita semua, mulai dari pimpinan, dosen, staf dan mahasiswa . Kerja keras tumbuh karena semuanya punya rasa memiliki yang tinggi terhadap Fakultas Hukum UMA,” tambah mantan aktivis Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan ini.(HAM)

Medan-andalas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara (Kadisdiksu) Drs Syaiful Syafri MM mengatakan, reformasi memang melahirkan otonomi daerah. Tapi, reformasi juga membawa dampak buruk, misalnya terjadinya pengkotak-kotakan antara putra daerah. Mereka saling mengklaim paling pantas menduduki jabatan di daerahnya. “Parahnya, semua orang bebas bicara dan melakukan tindakan yang justru menyakitkan orang lain,” ucap Syaiful Syafri pada Seminar Seni Budaya dan Jambore Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (FK PKBM) Sumut yang ke 3 di Hotel Madani Medan, Sabtu (21/5). Mantan pejabat Bupati Batu Bara ini mengatakan, hal itu terjadi karena konsep demokrasi yang salah. Reformasi diartikan bebas berbuat sesuka

SEMINARSEMINAR-Ketua FK PKBM Sumut, Drs Ali Ishak Dalimunthe (kiri) menyerahkan plakat kepada Kadis Pendidikan Sumut, Drs Syaiful Syafri, MM, Dra Hj Dahlena Sari Marbun, MEd, staf Kemendiknas, Hary Trinurawan, SE, usai Seminar Seni Budaya dan Jambore FK PKBM Sumut di Hotel Madani Medan, Sabtu (21/5). hati. Artinya, reformasi telah menggeser nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat. Menyikapi kondisi ini, kata Syaiful, Disdiksu berupaya mengembalikan karakter bangsa dengan menerbitkan model kurikulum yang diteruskan dengan lahirnya bukubuku muatan lokal yang berbasis agama, dan budi pekerti. “Buku muatan lokal berbasis agama dan budi pekerti dilahirkan, karena sudah cukup dirasakan di tengah-tengah masyarakat perubahan tingkah

laku anak-anak terhadap orangtua,” katanya. Dia juga mengimbau FK PKBM Sumut untuk ikut berperan membentuk karakter bangsa. Ini karena pergeseran terhadap nilai-nilai kehidupan semakin mengkhawatirkan. “Lihat saja sekarang, anakanak pergi sekolah sudah tidak lagi mengucapkan salam dan mencium kedua tangan orang tuanya. Ini pergeseran nilai, makanya FK PKBM melalui kegiatan pendidikan nonformal dan informal harus ikut

berperan membentuk karakter bangsa,” ucap Syaiful Syafri. Sedangkan dosen FKIP UISU Dra Hj Dahlena Sari Marbun, MEd dalam paparannya mengatakan, pendidikan karakter sangat penting untuk diwujudkan. Hal ini sejalan dengan upaya peningkataan sumber daya manusia dan pendidikan di Indonesia. Banyak fenomena, sistem manajemen diri dan perilaku anakanak bangsa di Indonesia akhirnya menjadi bahan diskusi,

karena sebenarnya sejak zaman dahulu tetapi belum kelihatan hasinya secara signifikan. Menurutnya, perlu dilakukan revitalisasi paradigm mendidik yang berkarakter bagi generasi penerus bangsa khususnya bagi guru dan dosen. “Dengan terbentuknya karakter bangsa yang kuat bagi guru dan dosen diyakini akan mampu menjadi inspirator bagi peserta didiknya di sekolah-sekolah dan kampus untuk mewujudkan pendidikan karakter di Indonesia,” kata Dahlena Marbun. Staf Kemendiknas, Hary Trinurawan, SE yang juga menjadi narasumber dalam seminra itu menjelaskan, pembentukan karakter bangsa bisa diwujudkan melalui media, seperti film. Dalam film “Laskar Pelangi” ternyata mampu memberikan pembentukan karakter bangsa . Ketua FK PKBM Sumut, Drs Ali Ishak Dalimunthe mengatakan, sangat menyambut baik permintaan Disdik Sumut untuk berdiskusi pengembangan pendidikan non formal dan informal di Sumut, karena pendidikan non formal dan informal merupakan satu pilar untuk memajukan kualitas pendidikan di Indonesia. (HAM)

PSMTI Gelar Festival Bakcang

andalas/asril tanjung

CERIACERIA-Beberapa peserta Medan Permai Scout Competition tampak ceria di salah satu camp di Lapangan Kompleks Perumahan Medan Permai, tempat berlangsungnya acara.

MPSC Berakhir

SMA Prayatna Juara Umum Tingkat Penegak Medan-andalas SMA Prayatna Medan keluar sebagai Juara Umum Tingkat Penegak pada penutupan Medan Permai Scout Competition (MPSC) Gerakan Pramuka Gugus Depan (Gudep) 06895-06896 Perumahan Medan Permai, yang diselenggarakan di lapangan Kompleks Perumahan Medan Permai, akhir pekan lalu. Sedangkan untuk Juara Umum Tingkat Penggalang diraih SMPN 1 Batang Kuis dan Juara Umum tingkat SMP Umum diraih SMPN 29 Medan. Gun Aidi selaku Pembina Penggalang Gudep 06895-06896 Perumahan Medan Permai yang ditemui di selasela penutupan mengemukakan, pagelaran Permai Scout Competition merupakan yang ketiga kalinya diselenggarakan. Even tersebut

diselenggarakan 20-22 Mei 2011. Tahun ini katanya, peserta yang ikut ambil bagian sebanyak 672 peserta yang berasal dari 3 kabupaten/kota di Sumut, yaitu Kota Medan, Deli Serdang dan Binjai. “Lomba yang dipertandingkan, yakni lomba ketangkasan, barisberbaris, hasta karya, penjelajahan, miniatur perkemahan, tari kreasi daerah, tari komando, tali-temali (Pionering-red), serta lomba masak,” ujar Gun. Di bagian lain, Gun juga menyebutkan, kegiatan tersebut sekaligus merayakan HUT Ke-2 Pramuka Perumahan Medan Permai. Sejak berdirinya Pramuka Perumahan Medan Permai, tambahnya, pihaknya sudah dipercayakan mengirim salah seorang anggota Pramuka Perumahan Medan Permai untuk mengikuti Jambore Nasional yang akan berlangsung 2 Juli 2011 mendatang. “Di samping itu, kita juga mendapat kesempatan mengirimkan salah seorang anggota untuk mengikuti Jambore Dunia yang akan dilaksana-

kan di Swedia pada 27 Juli 2011. Diharapkan para anggota yang berhasil terpilih untuk mengikuti event nasional dan internasional tersebut supaya benar-benar memanfaatkan peluang tersebut,” ujar Gun. Sebelumnya, Sri Astuty selaku Ketua Tim Juri mengatakan, penilaian kepada masing-masing peserta yang ikut dalam Medan Permai Scout Competition meliputi skill, kreasi, kekompakan dan kerjasama. “Ini merupakan kegiatan positif yang harus dikembangkan para pelajar. Selain untuk melatih kedisiplinan, kepramukaan juga merupakan pembinaan watak, mental dan meningkatkan silaturahmi,” ujar Sri. Sementara, Rizky Praduana dari Gudep 209-210 MTs Madinatussalam dan Dina Gudep 066 SMPN 3 Binjai mengaku event tersebut selain menambah wawasan dan ilmu pengetahuan, juga merupakan ajang berkreasi dan menambah persahabatan dan silaturahmi masing-masing Gudep di Sumut. (RIL)

Medan-andalas Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sumut dan PSMTI Kota Medan akan kembali menggelar Festival Bak Chang atau perayaaan Duan Wu Jie, Sabtu (4/6) mendatang. “Kegiatan festival Bak Chang telah menjadi agenda rutin tahunan PSMTI. Ini merupakan tahun ketiga pelaksanaan festival Bak Chang. Tahun sebelumnya telah kita adakan di Petisah,” ungkap Halim Loe kepada wartawan usai pembentukan pengurus inti panitia, Sabtu (21/ 5) di Hee Lai Town Jalan Gandi Medan. Dia mengatakan, dalam festival Bak Chang tersebut akan digelar perlombaan membungkus Bak Chang dengan peserta pria dan perlombaan makan Bak Chang. Menurutnya, kedua jenis perlombaan ini berlaku untuk umum, siapa pun boleh ikut, tidak harus pengurus PSMTI. Selain itu, juga digelar hiburan rakyat dan makan Bak Chang bersama pada malam harinya. “Festival Bak Chang untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan kebudayaan Tionghoa. Dengan adanya festival Bak Chang, diharapkan masyarakat umum dan warga Tionghoa terutama generasi muda Tionghoa agar bisa mengenal lebih dalam kebudayaan Tionghoa,” ucap Halim Loe. Sedangkan makna kebudayaan mendirikan telur dan jarum pentul di saat makan Bak Chang diharapkan diri manusia akan berdiri seutuhnya, dosa terhapus sebagaiman pencucian diri dari dosa. Kebudayaan ini, kata Halim, turun temurun dilakukan masyarakat Tionghoa dan telah dilakukan PSMTI Sumut dan PSMTI Medan pada festival Bak Chang di Kantor PSMTI Sumut tahun lalu. Dalam festival tersebut Ketua PSMTI Sumut, Eddy Djuandi menunjuk Wakil Ketua Bidang Peranan Perempuan dan Seni Budaya PSMTI Sumut, Jocelie menjadi Ketua Panitia Pelaksana dan Ketua Terpilih PSMTI Medan, Halim Loe SE menjadi sekretaris panitia pelaksana. Sedangkan Bendahara, Hally Luis SE dan Humas,Leo Pratama SE. Ketua Panitia Jocelie menjelaskan, festival Bak Chang digelar secara gratis, masyarakat diminta mendaftarkan diri ke sekretariat PSMTI Sumut dan PSMTI Medan di Jalan Mustafa 56 atau kepada pengurus PSMTI di setiap kecamatan se Kota Medan. Turut hadir dalam pembentukan panitia tersebut, Teddy dan Humas PSMTI Sumut, Hendra Prawira. (REL/SIONG)

BERITA DUKACITA

BALAI PERSEMAYAMAN ANGSAPURA JL. WAJA NO. 2-4 MEDAN TELP. 7345503, 7361328, 7360873 B lok

N ama

U mur (Thn)

Alamat

Meninggal (Tgl/Jam)

B erangkat (Tgl/Jam) K eterangan / Tempat

1

HUANG MEI LAN

76

Jl. Ternak I No. 8 K p. A nggrung Medan

22-05-11 02.28 WIB

25-05-11 12.00 WIB

D i perabukan

2

ANG BIE TIN

80

Jl. D enai Gg. P i nang No. 25 Medan

22-05-11 14.30 WIB

25-05-11 14.00 WIB

D i kebumi kan

3

KIE KHENG HUAT

67

Jl. Mawar B lok F No. 28 K omp. Taman Hako Medan

21-05-11 12.00 WIB

25-05-11 11.00 WIB

D i perabukan

4

WONG SOEK HUN

68

Jl. B awal No. 7 Medan

21-05-11 16.00 WIB

25-05-11 14.00 WIB

D i perabukan


SUMATERA UTARA

Selasa 24 Mei 2011

harian andalas | Hal.

12

Amri Tambunan: Umat Khatolik Harus Perkokoh Kerukunan BUPATI Deli Serdang Drs H Amri Tambunan, mengajak seluruh umat Khatolik khususnya di Deli Serdang untuk terus memperkokoh kerukunan antarsesama dan menjaga etika dan moral generasi muda yang akhir-akhir ini semakin memudar. Hal itu dikemukakannya saat perayaan Paskah Gereja Khatolik se-Paroki Deli Tua Tahun 2011 dan Festival Paduan Suara Gerejani, dihadiri Uskup Agung Mgr DR AB Sinaga OFM Cap, anggota DPD-RI Parlindungan Purba SH MM selaku Ketua FMKI Sumut, Ketua FMKI Deli Serdang Drs Masa Bhakti Sitepu, mewakili Gubernur Sumatera Utara, Kabag Orta Berlin Nainggolan dan ribuan umat di Kompleks Gereja Khatolik Pasar III Namo Rambe,

Minggu (22/5). Perayaan Paskah ini harus dimaknai sebagai suatu kemenangan dan kebangkitan, lahirnya gelora kasih sayang persaudaraan dengan kembalinya jati diri umat manusia kepada kodratnya. Menurut bupati, umat Khatolik di Deli Serdang, khususnya se Paroki Deli Tua telah menunjukkan kerja keras, kekompakan, kegembiraan yang mewarnai kerukunan hidup beragama. "Tentu hal ini tidak terlepas dari bimbingan Uskup Agung, sehingga Umat Khatolik di daerah ini bagian dari warga masyarakat Deli Serdang yang benar-benar membina umat, kemarin, sekarang maupun yang akan datang," kata bupati. Bupati juga mengakui dan berterimakasih atas peran

Kekerabatan PNS Jangan Perburuk Kinerja Rantau Prapat-andalas Para PNS di Labuhan Batu hendaknya jangan salah menafsirkan faktor kedekatan dan hubungan emosional. Sebab, berdasarkan laporan yang ada, salah satu faktor penyebab lemahnya disipilin dan kinerja SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) di Labuhan Batu, karena adanya beberapa PNS merasa lebih dekat dengan bupati dan wakil bupati, sehingga terbawa-bawa dalam penegakan disiplin dan kinerja. Demikian ditegaskan Bupati Labuhan Batu Tigor Panusunan Siregar dalam sambutan tertulis pada apel gabungan di masing-masing SKPD, Senin (23/5). Pada saat jam dinas, Bupati dan Wakil Bupati Labuhan Batu adalah pimpinan daerah, yang wajib dipatuhi sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku. "Di luar jam dinas, saya dan wakil bupati adalah famili, sahabat bahkan teman untuk bersenda gurau, "tambah bupati. Kedua sisi yang berbeda itu, diharapkan menjadi motivasi untuk meningkatkan dan memilihara disiplin dan kinerja bersama. “Jangan menjadi terbalik, karena merasa dekat dan mengenal saya sejak dahulu. Kemudian disiplin dan kinerja menjadi tidak menentu,”tegasnya. Bupati menambahkan, dirinya berkeinginan membangun karakter para PNS, sehingga benarbenar menjadi pemikir dan pelaku pembangunan tangguh dan profesional serta menjadi tim yang mampu menjunjung tinggi nilai-nilai nasionalisme dan nilai-nilai terkandung dalam Panca Prasetya Korpri. “Melalui momentum hari kebangkitan nasional, saya mencanangkan pembangunan pendidikan karakter sebagai pilar pembangunan bangsa,” kata Tigor Panusunan Siregar.(ONE)

warga Khatolik di Deli Serdang tidak pernah tertinggal dan ikut di barisan terdepan untuk percepatan pembangunan di daerahnya dengan menjiwai semangat kemenangan dan kasih sayang, rasa persaudaraan dan kepedulian antarsesama. Ketua Panitia Paskah Drs Johannes Sembiring MPd menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Deli Serdang yang telah mebimbing warga Khatolik selama ini. Bagi umat Khatolik, Bupati Amri Tambunan merupakan sosok penggembala yang baik, terbukti dengan kehadirannya pada acaraacara besar di kalangan umat Khatolik khususnya separoki Deli Tua. (TH)

SERIUS-Bupati Amri Tambunan tampak serius berbincang dengan Uskup Agung Mgr DR AB Sinaga OFM Cap di sela perayaan paskah Gereja Khatolik.

Kinerja Inspektorat Madina Mengecewakan Panyabungan-andalas Anggota DPRD Mandailing Natal Iskandar Hasibuan menyatakan kekecewaannya terhadap kinerja Inspektorat Pemkab Madina, yang dinilai belum bekerja secara maksimal dalam melakukan pengawasan dan pencegahan kebocoran penggunaan keuangan negara di daerah tersebut. "Setiap pemeriksaan (audit) terhadap anggaran di SKPD jajaran Pemkab Madina yang dilakukan Inspektorat, selama ini cenderung tidak pernah transparan," tegas Wakil Ketua Fraksi Perjuangan Reformasi ini kepada andalas, Senin (23/5) di sela mengikuti rapat Pansus LKPJ Bupati di DPRD Madina. Menurut Iskandar, Inspektorat Madina tidak pernah melakukan

ekspose terhadap pengawasan dan audit yang dilakukan Inspektorat Madina, terutama kepada DPRD Madina. "Hal ini dapat kita lihat dari anggaran 2010, diperoleh informasi banyak temuan BPK (Badan Pemeriksaan Keuangan) pada tahun 2010 seperti pengadaan buku pada Dinas Pendidikan Madina, yang berjumlah hampir Rp 700 juta, dengan anggaran sebesar Rp 4 miliar,"bebernya. Di samping itu, pembinaan dilakukan terhadap pegawai negeri sipil (PNS) yang melakukan pelanggaran, juga tidak pernah diungkap ke publik, sehingga berbagai bentuk pelanggaran PNS tersebut, masih terus berlangsung hingga kini. "Harusnya setiap pembinaan terhadap PNS yang melanggar kode etik ataupun tidak disiplin, hendaknya segera diungkapkan ke publik, sehingga menimbulkan efek jera bagi PNS. Selanjutnya tidak lagi melakukan pelanggaran yang sama," ujarnya. Dan yang lebih mengecewakan lagi, setiap tahun di Kabupaten Madina ditemukan banyak penggunaan

anggaran yang menyimpang. Tapi, sejauh mana tindak lanjut dari temuan tersebut tidak pernah ada perkembangan, hingga berlanjut ke ranah hukum. "Kita banyak mendengar laporan disampaikan ke DPRD Madina terkait dengan berbagai temuan dari BPK-RI maupun temuan Inspektorat sendiri. Namun, hingga kini follow-up nya tidak pernah jelas,"tegas Iskandar. Dia berharap, hendaknya seluruh temuan penggunaan anggaran yang telah menjadi temuan BPK maupun Inspektorat tersebut dapat segera ditindaklanjuti. "Diharapkan agar segera disampaikan ke publik dan juga DPRD Madina,"imbaunya. Terkait dengan temuan BPK-RI menyangkut pengadaan buku yang menggunakan anggaran DAK (Dana Alokasi Khusus) tahun anggaran 2010, berupa temuan sebesar Rp 700 juta lebih, yang tidak sesuai antara buku dengan kontraknya, harus segera ditindaklanjuti."Komisi I DPRD Madina akan turun ke lapangan mengecek langsung dugaan penyimpangan tersebut,"kata Iskandar. (OI)

Bupati Nisel: KB Harus Didukung Nias Selatan-andalas Bupati Nisel Drs Idealisman Dachi berharap semua pihak mendukung program KB-KES. Sebab, Keluarga Berencana (KB) merupakan program kemanusiaan untuk masa depan bangsa yang harus dilaksanakan untuk mengendalikan ledakan penduduk di masa mendatang. Hal ini dikemukakan bupati pada pencanangan KB-KES di Lolowau, kemarin. Dikatakan, pembangunan kependudukan dan keluarga berencana nasional bertujuan untuk mewujudkan pertumbuhan penduduk yang seimbang dengan keluarga kecil dan berkualitas. Pasalnya, besarnya laju pertumbuhan penduduk di Indonesia yang terus meningkat hingga mencapai 1,3 persen atau 3.2 juta jiwa per tahun. Hal ini sudah menjadi potensi ancaman nasional bila tidak diimbangi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, Bupati Idealisman mengatakan, angka pertumbuhan tersebut sudah mengancam kita dan dapat mengakibatkan terjadinya berbagai krisis di tengah masyarakat seperti, meningkatnya kemiskinan, pembiayaan kesehatan, buta aksara, daya dukung dan daya tampung lingkungan juga tidak seimbang. Selanjutnya masalah sampah, banjir, kemacetan, kesulitan kemacetan akses air bersih serta isu perubahan iklim yang tidak menentu serta meningkatnya beban pemerintah, terutama masyarakat dalam pembiayaan pendidikan, kesehatan, perumahan, dan ketenagakerjaan. Sehingga dari gambaran tersebut, Idealisman Dachi mengharapkan, semua pihak mendukung program KB mulai dari pemerintah daerah dengan melibatkan pihak swasta, LSM, organisasi masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan seluruh tokoh masyarakat. (EZ)

andalas

PELANTIKAN- Ketua DPP MPI Sumut Bobby Octavianus Zulkarnen SE menandatangi SK palantikan DPK MPI Deli Serdang.

MPI Deli Serdang Lahir di Tengah Krisis Moral Lubuk Pakam-andalas Dewan Pimpinan Propinsi Masyarakat Pancasila Indonesia (DPP MPI) Sumut Bobby Octavianus Zulkarnen SE, melantik dan mengukuhkan Dewan Pengurus Kabupaten MPI Deli Serdang di Lapangan Garuda PTPN II Tanjung Morawa, kemarin. Pelantikan dihadiri unsur pemerintahan dan Muspida Deli Serdang, DPK MPI, DPN MPI, DPP MPI, DPK Serdang Bedagai, Medan, Langkat, Binjai, Tapanuli Utara, ormas dan OKP lainnya diwarnai berbagai atraksi dan tarian daerah. Oktavianus menekankan, DPK MPI Deli Serdang harus menjadi organisasi kemasyarakatan terdepan, dalam membela hak-hak masyarakat terlebih dalam pengawasan penegakan hukum serta menjunjung tinggi nama baik dan martabat organisasi. Mampu melakukan yang terbaik untuk kebangkitan negeri ini dari keterpurukan berbagai krisis moral menimpa NKRI. Bupati Deli Serdang Drs H Amri Tambunan dalam sambutan diwakili

Kakan Kesbang Linmas Drs Edy Azwar menegaskan, kehadiran MPI (Masyarakat Pancasila Indonesia ) di Deli Serdang memiliki arti strategis bagi kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara, khusunya Deli Serdang seiring dengan denyut nafas semangat kebangkitan nasional. MPI lahir di tengah badai yang ingin menghempas Pancasila sebagai ideologi negara. Di tengah hutan belantara, Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa, kepribadian bangsa Indonesia, di tengah padang pasir yang tandus, haus akan nilainilai agama, nilai-nilai kemanusiaan adil dan beradab, nilai persatuan dan kesatuan, haus akan nilai-nilai musyawarah mufakat dan keadilan sosial. Bupati berharap, di tengah badai dan hutan belantara yang gelap akan arah tujuan, MPI Deli Serdang dapat menjadi harapan sekaligus masyarakat Indonesia sesungguhnya rindu terhadap Pancasila. Sehingga keberadaan MPI di tengah masyarakat Deli Serdang,

akan dapat membantu lahir dan bangkitnya kembali kader masyarakat Pancasila, kader bangsa Indonesia memiliki integritas andal yang kelak tampil sebagai garda terdepan menyelamatkan Pancasila, UUD 1945,NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Sebagai organisasi dan elemen masyarakat beridentitaskan Pancasila, kiranya MPI dapat bersamasama pemerintah daerah menyukseskan program pemkab dalam mewujudkan kepeduian sosial yang hampir pudar dalam kehidupan masyarakat kita saat ini. Sementara, Ketua Harian DPN MPI H Bakhtiar Efendi Siregar mewakili Ketua Umum Maherban Shah menegaskan, setiap anggota MPI wajib mendahulukan kepentingan negara daripada kepentingan organisasi. MPI lahir untuk semua kalangan, tidak membedakan organisasi, partai, agama dan ras. Keberadaan MPI untuk memasyarakatkan Pancasila dan mem-Pancasilakan masyarakat. (TH)

Black List 9 Tahun, PT Gruti Kembali Beroperasi Nias Selatan-andalas PT Gunung Raya Utama Timber Undustri (PT Gruti), salah satu perusahaan pemegang izin usaha pengelolaan hasil hutan kayu (IUPHHK) di Sumatera dan Nias Selatan, setelah mengalami carry over, akibat tidak dibuatnya rencana kerja tahunan (RKT) saat melakukan kegiatannya tahun 2002 di Hutan Kecamatan Hibala Kabupaten Nias Selatan, menyebabkan perusahaan ini di-black list dari kegiatannya. Terhitung selama 9 tahun sejak tahun 2002, PT Gruti meninggalkan hutan Hibala sekaligus menghentikan kegiatannya. Izinnya telah dicabut pihak terkait saat itu, karena diduga melakukan pelanggaran. Kini, perusahaan tersebut telah kembali melakukan kegiatan penebangan kayu di Hibala, tanpa sosialisasi kepada masyarakat setempat."Kayu yang sudah ditebang berkisar ribuan kubik menumpuk dekat pantai menunggu loading,"ungkap tokoh masyarakat Kecamatan Hibala, Abiani Manao kepada andalas, Senin (23/5). Dijelaskan, penyebab PT Gruti mengalami carry over, atau black list pada tahun 2002 yakin, pembuatan rencana kerja tahunan (RKT) tidak dilakukan, penebangan kayu sekitar bibir sungai/ pantai kurang dari 500 meter. Terjadinya penimbunan badan sungai yang dapat menimbulkan muntahnya sungai sekitar desa dekat perusahaan yang dapat membahayakan kehidupan masyarakat setempat. Abini Manao mengingatkan, pernyataan AT Ginting selaku Wakil Direktur PT Gruti pada 13 Mei 2002 lalu, yang menyebut, pihaknya akan melaksanakan pembanguan lahan pertanian masyarakat desa sekeliling hutan. Anehnya hal itu sampai sekarang belum dilaksanakan, PT Gruti sudah hadir lagi melakukan penebangan hutan di sana. "Harusnya perusahaan ini melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat, demi menghindari dugaan kegiatan PT Gruti ilegal," katanya. Menghindari hal-hal tidak diinginkan dari masyarakat, diharapkan pemerintah daerah segera mendesak PT Gruti melakukan revisi peta kawasan hutan di Kecamatan Hibala. Sebab, dikhawatirkan daerah perkampungan warga, ladang masyarakat Kecamatan Hibala, telah masuk ke dalam wilayah HPH PT Gruti. "Pemerintah jangan tutup mata atau berpura-pura tidak tahu, ingat budaya dan adat istiadat desa setempat,”kata Manao mengingatkan. Terpisah, tokoh masyarakat Hibala Malikho Bago mengatakan, Pemkab Nisel bersama DPRD hendaknya meninjau kembali legalitas izin yang dipegang PT Gruti. Pasalnya, perusahaan ini sudah sejak 9 tahun lalu, hingga kini telah diblack list, dalam operasionalnya di Tanah Bala untuk melakukan penebangan Kayu di sana. (EZ)

Merasa Dibohongi Kades, Ngadu ke Bupati Tanah Karo-andalas Hormat Br Ginting (58) istri mantan kepala desa bersama Bunga Malem Br Karo, harus menahan rasa ingin bertemu Bupati Karo DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti. Pasalnya, orang nomor satu Pemkab Karo itu sudah mempunyai jadwal untuk bertemu dengan masyarakatnya. Beru Ginting yang ditemui wartawan di ruang tunggu kantor bupati, mengatakan sangat ingin sekali bertemu dengan bupati, terkait tindakan kepala desanya di Desa Perbesi Kecamatan Tiga Binanga, Kabupaten Karo, yang dinilai telah berbohong. “Apakah kepala desa dibenarkan berbohong? Kepala Desa itu kan pengayom dan pelindung masyarakat. Jangan malah membuat aturan sesuka hatinya saja,” ujarnya. Ketika ditanya duduk permasalahannya, beru Ginting menerangkan, mereka sudah disuruh membayar 25% dari pendapatan pengusaha piring Desa Perbesi mulai Januari 2010 lalu. (LAMS)

WARTAWAN DAERAH LANGKAT: Hasrizal, Budi Zulkifli, Syaiful Amri, Subur Syahputra BINJAI: M Kamil Ismail DAIRI: Sondang Silalahi HUMBANG HASUNDUTAN: Marganda Lumbangaol DELISERDANG: Firdaus Tanjung, TH Sihombing, Bobby Lusaka Purba SERGAI: Supriyadi TEBINGTINGGI: Riady Kasidi KABANJAHE: Lamhot Situmorang SIANTAR/SIMALUNGUN: Agus Salim HT Haean,Larhamsimare-mare, Edi Pangaribuan KISARAN: Hamdan Rangkuti, Edisa BATUBARA: Zulkifli Nasution LABUHAN BATU: Iwan Kesuma LABURA: Lugas & Cerdas M Ilyas Munthe SAMOSIR: Fransiskus Sitanggang TAPUT/TOBASA: Caisar HP NIAS SELATAN: Edy Gunawan Zebua MADINA: Choirullah Lubis PALAS: M Effendi Pohan BANDA ACEH: Salman, Afrizal, Azhari LHOKSEUMAWE: Sopyan, Reza Gunawan. BIEREUN: H Suherman Amin,M Husin Spd, Juanda Iskandar. KUTACANE: Jamuddin Selian, Alwahidi, Arifin Desky. LANGSA: DD Harison. LHOKSUKON: Usman Cut Raja. BLANGPIDIE: Supriyan MS.


SUMATERA UTARA

Selasa 24 Mei 2011

Disdik Diminta Laksanakan Empat Item Kisaran-andalas Bupati Asahan Drs H Taufan Gama Simatupang MAP menegaskan, empat item yang harus dilaksanakan dan diperhatikan Dinas Pendidikan (Disdik) Asahan dalam mewujudkan visi dan misi pemkab Asahan, khususnya dalam bidang pendidikan. Dari keempat item tersebut, bupati meminta Disdik melakukan pemerataan penyebaran guru, pembinaan ruang belajar kepada siswa, akses jalan menuju sekolah dan program belajar S2 bagi kepala sekolah. Demikian dikatakan Kabag Humas Rahman Halim AP kepada andalas di ruang kerjanya, kemarin. Selain itu Rahman Halim mengatakan, pertemuan antara Bupati Asahan dengan Dinas Pendidikan menyampaikan empat item yang harus diperhatikan untuk kemajuan dunia pendidikan. Ke depan pihak Disdik Asahan harus mampu menetapkan guru di daerah Asahan secara merata, baik di kota maupun di kecamatan yang sesuai kebutuhan daerah tersebut. Selanjutnya pembinaan terhadap ruang belajar atau ruang kelas, diminta Disdik dapat mendata sekolah yang perlu melakukan penambahan ruang atau tidak menambah ruang. "Keempat item tersebut dijelaskan oleh Bupati secara satu persatu kepada seluruh pengurus Disdik dan beberapa kepala sekolah agar menjadi perhatian Disdik,“kata Kabag Humas menirukan ucapan bupati. (FAS)

Yayasan Kemala Bhayangkara Gelar Lomba Tari Tanah Karo-andalas Untuk melekatkan budaya Karo, khususnya kepada generasi muda di Tanah Karo Simalem, Yayasan Kemala Bhayangkari dalam rangka HUT ke 31, menggelar perlombaan Tari Seni Budaya Karo, tingkat Sekolah Dasar seKecamatan Kabanjahe. Tujuan perlombaan adu perkolong-kolong ini adalah untuk memperkenalkan dan melestarikan Budaya Karo pada anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa dan untuk mencintai dan membudayakan tari dan lagu tradisional Karo. Melalui pentas seni adu perkolongkolong, serta memupuk rasa solidaritas antarasesama suku Karo dan di luar suku Karo. Perlombaan memerebutkan piala Bhayangkari ini, diikuti 10 pasangan dari tingkat SD se-Kecamatan Kabanjahe, di antaranya adalah, SD RK (no undi 1), SD Negeri 040446 (no undi 2) SD Percontohan(undi 3) SD Santo Sint Yoseph (undi 4), SD Negeri 10 (undi 6), SDN 040445 (undi 8), SDN Tingkat II (undi 9), SDN 047159 Ketaren (undi 10), SDN 043934 Sp Singa (undi 14) dan SDN 040448 (undi 15). Nomor undi 2 yang mendapatkan nilai 1990, pasangan Jibrael Pintana Sinurat/ Irena Miranda br Sembiring, yang duduk di Kelas V SD Negeri 040446 Kabanjahe, dengan penguasaan lagu dan penyesuaian gerak serta keserasian berbusana, berhasil meraih Juara Harapan I. Untuk itu, kedua pasangan tersebut berhak memperoleh hadiah berupa piala dari TK Bhayangkari 2 Kabanjahe dan piagam dari Yayasan Bhayangkari Cabang Tanah Karo serta uang tunai sebesar Rp 250.000. Sementara, untuk peraih juara I utama disandang nomor undi 6 dengan nilai 2207, Juara II nomor undi 4 dengan nilai 2205, Juara III nomor undi 3 dengan nilai 2200. Untuk juara harapan II diraih nomor undi 1 dengan nilai 1980, Juara Harapan III diraih nomor undi 15 dengan nilai 1970. (LAMS)

harian andalas | Hal.

13

Mubazir, Proyek IPAL Ratusan Juta di Karo Tanah Karo-andalas Pengadaan peralatan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) dari dana alokasi khusus (DAK) TA 2010, senilai kurang lebih Rp 200 juta, di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karo, hingga kini belum dapat difungsikan alias mubazir. Pasalnya, bahan pendukung untuk laboratorium di kantor dinas tersebut, belum tersedia. Sementara, proyek pengadaan ini sudah diserahterimakan pada Desember tahun lalu. Dari realita ini, laboratorium dan alat IPAL tersebut direalisasikan, diduga hanya modus kongkalikong anggaran. “Untuk apa alat itu dibuat, kalau memang tidak bisa difungsikan. Jangan-jangan hanya untuk pelengkap penyedot anggaran atau modus untuk tilep-menilep,”ujar J Ginting, aktivis LSM Independen Brigade Nusantara Karo, Senin (23/5). Ginting menambahkan, walaupun dananya dari pusat, tetap sebagian bersumber dari

uang masyarakat Karo juga. Jadi, sudah sewajarnya masyarakat, khususnya warga Karo menikmati programprogram yang telah direalisasikan pemerintah. “Ada apa dengan Dinas Lingkungan Hidup, apa dinas ini dimekarkan sebagai ajang menghabiskan anggaran saja,” sindirnya. Ketika hal ini dipertanyakan kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupten Karo Ir Sastera Sebayang MEng. Dia mengatakan, alat IPAL tersebut belum bisa dimanfaatkan berdasarkan bahan-bahan kimia untuk labo-

ratorium, karena bahan pendukung di kantor belum ada. “Bahan kimia sebagai faktor pendukung untuk pengujian limbah-limbah dari luar (hotel, rumah sakit dsb) belum ada anggaran untuk membelinya. Kita telah mengajukan ke APBD Tahun 2011,” katanya, sembari menyarankan wartawan agar tidak memberitakan. Disinggung tentang siapa PPK dan rekanan yang mengerjakan pada proyek tersebut, Sastera Sebayang menjawab, dirinya sudah lupa. "Lagi pula, untuk apa PPKnya, saya saja kalian tanya, kan sudah cukup,” katanya. Beberapa rekan wartawan sempat berdebat kecil dengan Sebayang, karena alasan yang diberikan tidak logis. Kadis mengatakan, agar dirinya saja yang menjelaskan. Namun jawaban yang diberikan, terkait siapa PPK dan rekanan yang mengerjakan, selalu saja sama : sudah lupa. (LAMS)

Keberadaan CV Adi Putra Resahkan Warga Kisaran-andalas Warga Jalan Sisingamangaraja Lingkungan I, Kelurahan Sendang Sari Kecamatan Kisaran Barat Asahan, merasa resah dengan keberadaan CV Adi Putra, yang bergerak dibidang Unilever bergudang di wilayah tersebut. Suasana bising dan tak mengenal waktu saat bongkar muat barang dari truk pengangkut barang menjadi salah satu penyebab ketidaknyamanan warga di lingkungan dimaksud. Demikian dikatakan Ani (50), warga setempat yang bersempadan dengan gudang penumpukan bahan CV dimaksud kepada andalas, Senin (23/5). Menurutnya, selain suasana bising kondisi badan jalan dan parit yang berada di wilayah tersebut mulai rusak, sampah di parit depan gudang tersebut menumpuk sehingga menghambat arus air yang mengalir. Ditambah lagi pemilik gudang tersebut yang merupakan warga keturunan kurang perduli terhadap akibat yang ditimbulkan dengan keberadaan gudang dimaksud. Cilakanya lagi para pekerja gudang CV Adi Putra tersebut sering membuang kotoran air seninya

Ganti Rugi Lahan Kuala Namu Masih Terkendala

andalas/fas

TAK BERIZIN-CV Adi Putra i Jalan SM Raja Kelurahan Sendang Sari, Kecamatan Kisaran Barat Asahan diduga tak miliki izin gudang/HO. diletakkan di dalam plastik dibuang sembarang tempat. Bukan itu saja, ironisnya lagi saat bongkar muatan truk ke dalam gudang. Keberadaan truk selalu menghalang atau menutup ruas jalan. Saat bongkar muatan sering dilakukan pada saat menjelang Maghrib. Padahal lokasi tersebut berdekatan dengan masjid sehingga suara bising yang ditimbulkan dapat mengganggu warga yang sedang beribadah. Lebih jauh Ani, didampingi Zakaria merasa kesal dengan ulah pekerja dari CV Adi Putra, yang telah berdiri beberapa tahun lalu disinyalir tidak memi-

IPAL Mubazir- Beberapa warga didampingi LSM, saat meninjau alat IPAL di samping Kantor Lingkungan Hidup Pemkab Karo, Senin (23/5).

liki izin gudang ataupun HOnya. Keberadaan CV dimaksud setelah dipertanyakan kepada Badan Perizinan Pemkab Asahan dibenarkan, CV Adi Putra tidak memiliki izin HO maupun lainnya. Sebelumnya saat dikonfirmasi andalas, CV Adi Putra yang diwakili salah seorang staf di perusahaan tersebut bernama Prety membenarkan, perusahaan tempatnya bekerja tidak memiliki izin HO yang dikeluarkan Badan Perizinan. Namun pihaknya telah melimpahkan kepengurusan izin HO dimaksud kepada owner untuk mengurusnya. (FAS)

Beringin-andalas Walau pembangunannya sudah dimulai, namun pembayaran ganti rugi pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol MedanBandara Kuala Namu dan fly-over belum tuntas dan masih dalam pembahasan pemerintah pusat. Hal itu terungkap saat tiga Wakil Menteri (Wamen), Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar, mengunjungi Bandara Kuala Namu, kemarin. Kunjungan mendadak ketiga wakil menteri tersebut guna meninjau proses dan perkembangan pembangunan Bandara Kuala Namu. “Kita meninjau sampai di mana proses pembangunan Bandara Kuala Namu ini, termasuk mengoordinasikan sejauh mana pekerjaan membangun jalan nasional, jalan tol serta jalan non-tol,” kata Hermanto Dardak kepada wartawan di sela-sela kunjungan. Akses jalan non-tol yang harus dikerjakan sepanjang 13 kilometer dan ditargetkan selesai awal tahun 2012. Begitu juga fly over menuju jalan kereta api. Sedangkan masalah jalan non tol yang berada di tanah pembebasan atau HGU ada 3,5 kilometer yang harapkan segera selesai. “Pembangunan jalan tol yang berada di tanah pembebasan sudah kita kerjakan. Sementara

anggaran yang kami konstruksikan untuk pergantiannya ada 5 kilometer ditambah fly over 3,4 persen, tinggal di proses saja,” kata Hermanto, tanpa merinci berapa dana pembebasan dan pembangunan jalan akses menuju bandara tersebut. Disebutkan, pembangunan jalan tol dibagi dua yaitu jalan tol Medan-Tebing Tinggi, Jalan Tol Medan-Bandara Kuala Namu yang dibangun pemerintah. ”Artinya, dana dari pemerintah tersebut merupakan pinjaman dari China. Diperkirakan awal 2013 Bandara ini bisa sudah beroperasi.Karenanya, jalan non tol menuju Bandara Kuala Namu ini sangat mendesak untuk diselesaikan secepatnya,”papar Hermanto. Kepala Satuan Kerja (Satker) pembangunan Bandara Kuala Namu menjelaskan, pihaknya mengalami kendala akibat keterbatasan pasokan bahan material. Hingga kini progress pengerjaan sisi udara (air site/sektor publik) sudah mencapai 80,5 persen Sedangkan progres sisi darat (sektor privat) baru 64 persen. “Kendala kita karena pasokan material berupa pasir untuk pembangunan runway (landasan pacu) sekarang ini terhenti. Sebab, lokasi penambangan pasir untuk kebutuhan bandara ini lagi ditutup, sehingga sekitar satu minggu ini tidak ada kegiatan pengerjaan runway,”papar Darpin Sinaga. (TH)

Pedagang Raih Bonus TVI Express Perbaungan-andalas Imelda br Purba, pedagang kain, dan Junaidi serta Lilis Indriati, yang juga pedagang di Pasar Baru, Perbaungan, Serdang Bedagai, meraih bonus ratusan Dollar U$ dari TVI Express Touching Live Globally, diserahkan langsung Grup Intan (Berlian Satu) yang merupakan Tim Grup 88 TVI Express Toching Live Globally Lubuk Pakam, Senin (23/5) di Perbaungan. Bonus diterima Imelda br Purba

berjumlah 10 ribu Dollar U$, sedangkan Junaidi dan Lilis Indriati masingmasing menerima 500 Dollar U$. “Ini membuktikan bahwa mengikuti bisnis TVI Express tidaklah sesulit yang saya bayangkan sebelumnya, hanya dalam jangka waktu dua bulan mendapatkan bonus 10 ribu Dollar U$ seperti yang saya terima sekarang ini,” ujar Imelda br Purba kepada andalas. Sedangkan, Junaidi yang juga pedagang di Pasar Baru, kepada andalas mengaku, sebelumnya ia

sempat ragu mengikuti bisnis ini karena takut tertipu, tetapi setelah ia mengikutinya dan ternyata menghasilkan ia pun tak ragu lagi untuk menggeluti bisinis ini. “Semula saya ragu mengikuti bisinis ini karena ada yang bilang ke saya, bahwa bisnis TVI Express sama seperti bisnis jaringan MLM (Multi Level Marketing) tetapi setelah dijelaskan dan saya coba mengikutinya ternyata apa yang saya dengar dan ragukan tidaklah

benar, malah saya dapat untung alias bonus seperti yang saya alami sekarang dan bisinis ini tetap akan saya geluti, sukses TVI Express,” ujar Junaidi dengan gembira sambil menunjukkan segepok uang bonus yang baru diterimanya. Beberapa warga begitu antusias menyaksikan penyerahaan bonus oleh Tim 88 TVI Express Touching Globally Lubuk Pakam tersebut, bahkan ada yang berniat menjadi members dengan menanyakan persyaratannya. (BOB)

Lebih 50 Persen Kepala Desa di Sumut, tak Punya Kantor LEBIH 50 persen kepala desa/ kelurahan di Propinsi Sumatera Utara (Sumut) tidak memiliki kantor. Kepala desa/ lurah sebagai perpanjangan tangan pemerintah pun, berkantor di rumah dengan fasilitas seadanya. Akibatnya, pelayanan kepada masyarakat kurang maksimal. Data diperoleh dari Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Propinsi Sumut menyebutkan, kata anggota Komisi E DPRD Propinsi Sumut Richard Eddy M Lingga SE, sebanyak 3.265 kepala desa/ kelu-

rahan dari 5.123, tidak memiliki kantor. "Kondisi ini sangat kita sayangkan karena tidak mencerminkan tanggung jawab pemerintah melayani langsung masyarakat. Komitmen pemerintah menyentuh langsung kebutuhan masyarakat masih minim hingga saat ini,"kata politisi Partai Golkar ini, kemarin. Apapun alasannya, kata Richard Lingga, pemerintah diharapkan memerhatikan ketersediaan kantor tersebut. Persoalan ini, sebutnya, sangat mendasar. Menurutnya, tidak akan ada efektivitas dan efisiensi kerja jika kepala desa/ kelurahan tidak memiliki fasilitas kantor. Dijelaskan, sangat banyak hal yang akan menjadi kendala saat suatu desa/ kelurahan tidak

memiliki kantor. Misalnya penyelamatan berkas-berkas desa, pengembangan manajemen dan sebagai kebanggan bagi masyarakat desa/kelurahan tersebut. "Sangat disayangkan kondisi saat ini, arsip-arsip disimpan di rumah kepala desa sendiri. Suatu waktu bisa saja terjadi suatu hal yang tidak di duga-duga dan tidak diharapkan," katanya. Jika semua hanya ditangani pihak kabupaten/kota, menurutnya tidak akan maksimal. Laporan dari kepala desa atau lurah selalu dibutuhkan dan merupakan sumber data yang mendasar, jadi sangat disayangkan jika tempat untuk penyimpanan data-data tentang desa tidak ada. Secara terpisah, Anggota Komisi E lainnya, Sopar Siburian mengatakan, keberadaan kantor lurah atau kepala desa sangat dan sangat dibutuhkan. "Sebenarnya hal itu menjadi mutlak ketika suatu desa terbentuk," katanya. Dia juga mengatakan, sangat miris mendengar kondisi pemerintahan yang paling mendasar

tidak mendapat fasilitas memadai. "Melaksanakan tugas harus maksimal, namun tidak dibekali dengan hal-hal yang seharusnya diperoleh. Suatu program di pedesaan akan lebih terfokus saat perangkat desa melakukan kegiatan di kantor khusus yang diperuntukkan untuk pelayanan masyarakat," tambahnya. Baik Richard maupun Sopar Siburian menyebutkan, Komisi E DPRD Sumut sudah resmi mengusulkan kepada Pemerintah Propinsi Sumut melalui agar kantor desa menjadi perhatian. "Kita sudah ada kesepakatan, meski masih dalam wacana," kata Richard. Menurutnya, pengajuan akan dilakukan Bapemas pada PAPBD atau di APBD tahun 2011. Telah direncanakan akan ada upaya pengajuan alokasi pembangunan kantor desa di Sumut. Meski akan gradual, namun kita harapkan akan bisa diselesaikan secara perlahan. "Dalam rapatrapat, kita sudah minta agar ini menjadi perhatian,"kata Sopar dan Richard.(LIM)

Ketua DPRD Palas HM Ridho Harahap, bersama Bupati Basyrah Lubis, dan Ketua FKPLP2 Dorlansyah Hasibuan

FKPLP2 Padang Lawas Dikukuhkan Palas-andalas Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Pers LSM Peduli Padang Lawas (DPP-FKPLP2) dideklarasikan di Gedung Nasional Sibuhuan, dihadiri Bupati Padang Lawas Basyrah Lubis SH, Ketua DPRD HM Ridho Harahap SE, pimpinan SKPD, dan tokoh masyarakat Sibuhuan. Setelah Ketua Dewan Penasihat FKPLP2 Ahmat Yuspan Pulungan menyerahkan petaka kepada Ketua Umum DPP - FKPLP2 Dorlansyah Hasibuan, disampaikan tiga butir pesan kepada semua pengurus dan anggota FKPLP2. Yakni, bekerja dengan penuh keikhlasan, kebenaran, dan berdiri di atas bertujuan. Ketua DPRD HM Ridho Haharap menyampaikan selamat kepada generasi FKPLP2 yang umumnya putra asli Padang L awas. Diharapkan, orang-orang pers dan LSM agar bekerja dengan ikhlas, bekerjasama dengan pemerintah, masyarakat dan

legislatif. Akhir-akhir ini banyak yang menamakan dirinya pers dari kabupaten lain, yang tidak jelas berdatangan ke kantor kita, semoga setelah deklarasi ini diharapkan kepada FKPLP2 dapat mengatasi semuanya. Forum ini diharapkan bisa menjadi corong kepada masyarakat Padang Lawas dan Ketua DPRD Padang Lawas. Bupati Padang Lawas Basyrah Lubis menyampaikan selamat dan sukses kepada Ketua Umum Dorlansyah Hasibuan, pengurus serta anggotanya, agar dapat bekerjasama serta memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah. Basyrah Lubis mengingatkan, seluruh SKPD dan jajarannya, jika ada anggota forum yang ingin konfirmasi, hendaknya diterima dengan baik. "Forum ini hendaknya dapat memberikan masukan kepada pemerintah berupa kritikan yang membangunan serta teguran yang positif," kata bupati. (MEP)


Selasa 24 Mei 2011

ACEH MEMBANGUN

harian andalas | Hal.

14

Reuni SPG Bireuen Jaga Silaturrahim Bireuen-andalas Para alumni Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Bireuen dalam upaya terus menjaga tali silaturahim, sesama lulusan sekolah tersebut yang kini telah menyebar di hampir seluruh Indonesia. Bahkan, di luar negeri dengan berbagai profesi, maka alumninya yang tergabung dalam SPG mengadakan reuni dengan tujuan back to school mengenang peristiwa-peristiwa semasa sekolah, sekaligus mempererat silatuurahmi. ”Seluruh alumni SPG Bireuen angkatan diharapkan dapat bergabung kembali dalam Reuni mempererat silaturrahim dengan back to school,” ucap ketua panitia reuni Drs Asranul Arifin, Senin (23/5) di Bireuen. Selain mempererat silaturrahim, pihaknya juga mempertemukan kembali untuk mengkaji merefleksi sekaligus memproyeksi alumni ataupun alumnus SPG Bireuen ke depan, dalam mempererat persaudaraan menciptakan tali silaturahmi antar almuni dalam satu wadah. Dengan kegiatan Reuni Akbar SPG Bireuen ke2, mereka juga akan membukakan kembali masamasa yang pernah mereka lewatkan bersama di sekolah tercinta dan juga untuk melepas rasa rindu dan kangen akan teman–teman yang pernah mengecap pendidikan di SPG Negeri Bireuen. Menghadapi peran penting di era globalisasi ungkap Asranul Arifin, merancang akan mempertemukan teman-teman, mempererat dan menyambung persahabatan, menciptakan rasa persatuan dan kekeluargaan yang dapat menghasilkan sinergi. Sinergi yang diharapkan membawa tercapainya tujuan alumni untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan alumni sesuai tuntutan global, mendorong semangat dan inovasi kewirausahaan yang pada akhirnya dapat memperjuangkan kemajuan pendidikan dalam pembangunan di era globalisasi . Menurut Asranul Arifin, mereka secara serentak dan semangat kesatuan dan persatuan bertekad membangun kepedulian dan penghargaan bagi para guru, untuk meningkatkan peran dan kontribusi alumni terhadap peningkatan dan memajukan pendidikan, meningkatkan kepedulian sosial di internal alumni maupun di masyarakat luas. (HUS)

Kesadaran Warga Buang Sampah Masih Minim Bireuen-andalas Minimnya kesadaran masyarakat lingkungan Kota Bireuen terhadap pembuangan sampah sesuai tempatnya, mengakibatkan tingginya pencemaran lingkungan akibat tumpukan sampah yang kian sesak dan menyumbat saluran pembuangan limbah Kota Bireuen. Akibat tersumbatnya berbagai saluran, apabila hujan sehari saja seperti terjadi di Bireuen kemarin, air tergenang dan memasuki pertokoan. Bahkan, mengakibatkan air bah (banjir) di beberapa lokasi tersumbatnya saluran pembuangan di lingkungan kota. Sejumlah warga seputar Bireuen, kemarin menyebutkan, warga yang berdomisili di sepanjang saluran membuang sampah sembarangan. Bahkan, ketika ada pasukan kuning yang mengambil sampah sangat menyusahkan, karena mereka tidak membuang sampah pada tong sampah yang sudah disediakan di setiap halaman toko di seputaran kota Bireuen. “Yang sangat menyedihkan para pemilik ruko selain tidak membuang sampah pada tempatnya, tanpa kesadaran membuangnya sembarangan. Bahkan, tanpa merasa bersalah mereka membuangnya ke dalam got (saluran) sehingga saluran tersumbat,” sebut Abudun Tokoh Pemuda Kecamatan Kuala. Menurut Abudun, kurangnya kesadaran warga Kota Bireuen membuang sampah pada tempatnya mengakibatkan saluran tersumbat dan dampaknya bila hujan terkirim kado-kado sampah ke berbagai desa seperti desa Pulo Kiton, Geudong Alue, Cot Unoe, Cot Baroe, Weu Jangka, Ujong Blang Mesjid, Cotbatee, Ujong Blang Arun, dan Desa Kuala Raja. Sementara, menurut Abdullah Nek Syeh diperkuat Jauhari Tgk Johan warga Desa Cot Unoe, Kecamatan Kuala, menyebutkan, lokasi terparah bermuaranya tumpukan sampah ke saluran dan menimbulkan banjir kiriman ke Cot Unoe. Sebab, bertahan airnya di Simpang Cot Unoe, gunungan sampah yang menebar aroma busuk berjejal di sepanjang saluran itu. (HERA/HUS)

Agara Diterjang Banjir Kutacane--andalas Sejumlah desa di Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara, diterjang banjir bandang, menyusul hujan yang mengguyur daerah itu sejak Minggu (22/ 5) malam. Kawasan yang parah antara lain Desa Penangalan, dan Seldok. Sejumlah jalur jalan juga tertimbun longsor bebatuan, pepohonan. Akibatnya kawasan itu lumpuh karena tidak bisa dilalui kendaraan bermotor dari Aceh Tenggara (Agara) menuju Gayo Lues (Galus) dan sebaliknya. Opprit jalan di Desa Penangalan putus total sepanjang 20 meter lebih. Selain itu, tiga unit rumah warga dibawa banjir dan satu unit yayasan Darul Ayam, roboh akibat dihantam arus sungai tersebut. Bupati Agara, H Hasanuddin B, Kapolres, AKBP Arsyad, Dandim, Letkol (Inf), R Andi Roediprijatna W, Ketua DPRK, M Salim Fakhri, anggota Komisi C DPRK yang turun ke lokasi musibah, menginstruksikan untuk ditangani dengan mengerahkan dua alat berat jenis scopel untuk membersihkan badan jalan. Sulaiman, seorang warga menuturkan, hujan deras sejak Minggu malam sekitar pukul 21.00 wib. Banjir menyeret batang kayu gelondongan sehingga menumpuk di jembatan, dan membuat jalan sepanjang 20 meter ambruk. Kayu gelondonng yang diseret banjir, kata Bupati Agara, Hasanuddin B, merupakan pembalakan liar yang sudah lama terjadi. “Untuk saat ini kita tangani secara darurat dengan memperbaiki opprit jembatan yang rusak,” katanya. (SN)

andalas/sn

Aceh Utara Terkepung Banjir Bandang Banda Aceh-andalas Sebanyak 24 desa di dua kecamatan di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, terkepung banjir bandang setingi dua meter, akibat meluapnya Sungai Krueng Peuto menyusul hujan lebat yang mengguyur wilayah itu. Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Kabupaten Aceh Utara Idris di Lhokseumawe, Senin menyatakan, banjir bandang yang terjadi dini hari tadi tergolong banjir yang parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. ”Banjir bandang yang terjadi sekira pukul 03.00 WIB itu mencapai ketinggian rata-rata dua meter, akibatnya sebanyak 24 desa dalam dua kecamatan

keseluruhan terendam banjir,” katanya. Sejumlah sekolah juga diliburkan sementara dan seribu lebih warga mengungsi ke tempat yang lebih aman, katanya. Desa yang terkena banjir yakni di Kecamatan Matang Kuli meliputi Desa Tumpok Barat, Hagu, Meuria, Alue Tho, Cubrek, Pirak, Siren, Lawang, Anjong, Teungku, Kari, Alue Euntok, Parang Sikureung, Mee, dan Pante Pirak. Sementara di Kecamatan Pirak Timu, yakni Desa Krueng Pirak, Pange, Asan Krueng Kreeh, Reungkam, Beungong, Glee Eumpang, Paya Bakong, Meuria Lhong, Joek, Tanah Luwas, Rayeuk Kuta, Teupin Mee, dan Desa Serba Jaman. Ia menjelaskan, jalan-jalan juga terendam air sampai pinggang orang dewasa. Menurut dia, pada saat air mulai melintas di Kecamatan Matangkuli, masyarakat telah berhasil keluar dari

BANJIRBANJIR-Banjir kiriman kembali melanda kawasan Aceh Utara, yaitu Desa Blang Jruen, Muenasah Mee, Meunasah Blang, Tanjong Masjid, Serba Jaman, kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, Senin (23/5)

LPKM Minta

rumah dan desa mereka, sehingga dengan kondisi air dengan ketinggian 1,5 hingga 2 meter hanya merendam rumah dan harta lainnya milik masyarakat. ”Masyarakat sudah lebih dulu keluar sebelum air meninggi hingga 2 meter, rumah, ternak dan harta benda lainnya, termasuk ratusan haktare sawah yang telah ditanami padi semuanya terendam banjir,” kata Idris. Pihaknya mengharapkan DPRK Aceh Utara dan Pemkab Aceh Utara untuk serius memikirkan penanggulangan banjir yang selalu terjaring dua hingga tiga kali dalam setahun. ”Ini persoalan serius, Pemkab Aceh Utara harus memperbaiki tanggul sungai secara permanen, bila kondisi daerah dimaksud selalu terkenan banjir. Kami khawatir jika masyarakat tidak tahan lagi dengan kondisi ini, wajar masyarakat marah dan tidak percaya lagi kepada pemerintah,” ujar Idris. (ANT)

Banda Aceh Tuan Rumah Rakernas Apeksi Banda Aceh-andalas Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh diagendakan menjadi tuan rumah tahun ini untuk Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) yang akan menyelenggarakan rapat kerja nasional (Rakernas) dan Indonesia City Expo (ICE) tahun 2011 ini. Rakernas Apeksi yang ke VIII di Kota Banda Aceh dengan tema menggali potensi pariwisata untuk meningkatkan perekonomian daerah yang dijadwalkan akan berlangsung mulai tanggal 28-30 Mei 2011. “Jumlah peserta dalam Rakernas Apeksi ini, yakni para wali kota dan perwakilan dari 98 pemerintah kota (pemko) di seluruh Indonesia yang tergabung dalam Apeksi,” ungkap Kabag Humas Drs Mahdi di ruang kerjanya, Senin (23/5). Ia mengatakan, kegiatan Indonesia City Expo (ICE) dalam Rakernas Apeksi berlangsung, merupakan pameran

kota-kota di Indonesia yang ke 9 kalinya di selenggarakan oleh apeksi yang bekerjasama dengan PT Antheus Indonesia Organizer. “Melalui ICE ini, sebagai tempat untuk mempublikasikan perkembangan pembangunan dalam bidang tata kelola perkotaan yang berkelanjutan dan menampilkan berbagai atribut-atribut di berbagai sektor, meliputi perdagangan, pariwisata, industri manufaktur, properti, investasi, pendidikan, sosial budaya secara komprehensif dan berwawasan masa depan,” jelasnya. Dalam rangka visit Banda Aceh Year 2011 dalam kesempatan tersebut Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh akan mengajak peserta Rakernas Apeksi 2011 berkeliling Kota Banda Aceh untuk mengunjungi situs-situs bersejarah, lokasi-lokasi bekas tsunami dan tempat-tempat wisata lainnya. Bertepatan dengan Rakernas Apek-

si tersebut, Mahdi menambahkan, akan dilakukannya pembentukan panitia City Sanitasion Summit (CSS) dan Rapat Kerja Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) yang di inisiasi Wali Kota Banda Aceh Ir Mawardy Nurdin. Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan pencapaian program nasional Percepatan Pembangunan Sanitasi. “Kota Banda Aceh selaku tuan rumah berharap, tidak saja sukses penyelenggaraan tapi juga sukses mendapatkan dampaknya secara sosial ekonomi. Menyuburkan iklim berusaha dan merangsang kreativitas serta inovasi pelaku usaha,” harapnya. Sejauh ini, informasi yang telah diterima kepada kami, sebanyak 305 para peserta dari berbagai utusan pemerintah Kota (Pemko) di Indonesia yang telah mengkonfirmasi kehadirannya untuk kehadirannya,“ tambahnya. (SALMAN)

Pencabutan Minah Subsidi Ditunda Aceh Utara-andalas Lembaga Perlindungan konsumen Muslim (LPKM) Kota Lhokseumawe meminta kepada Gubernur Aceh Irwandi Yusuf agar menunda dulu pencabutan minyak tanah (Minah) yang bersubsidi di Aceh. Pasalnya, minah yang bersubsidi hingga saat ini masih dibutuhkan masyarakat. “Akibat pemakai kompor gas tabung 3 kilogram dari bantuan pemerintah pusat belum efektif digunakan,” kata Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Muslim (LPKM) Kota Lhokseumawe Syahrial MS SH, Senin (23/5). Menurut Syahrial, dalam kondisi apapun minyak tanah masih dibutuhkan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari. Melihat berbagai sisi bahwa minyak tanah yang bersubsi dari pemerintah Aceh, secara umum dilanjutkan dan bila ada imbaun dari pemerintah pusat agar dicabut minah yang bersubsidi agar ditunda. Disebutkan, seharusnya pihak Pertamina melakukan survey ke lapangan apakah penggunaan kompor gas di masyarakat sudah efektif atau tidak. Sehingga, masyarakat tidak keberatan menerima apapun yang diputuskan oleh Pertamina. LPKM mengharapkan Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar tidak buru-buru mencabut subsidi minyak tanah di Aceh. Lebih baik menunda dulu kapan masyarakat membutuhkannya dan juga perlu tahapan-tahapan pemberlakunya. Di samping itu, kepada pihak Pertamina dalam mengambil sikap jangan terlalu cepat memberi keputusan dan segera bentuk tim untuk survey ke desa-desa. (BT/UCR)

Penyandang Cacat Dapat Bantuan Becak Mesin andalas/suherman amin

Ilyas M Hasan (40) warga Desa Cot Masjid Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen yang merupakan penyandang cacat dengan rasa haru dan linangan air mata, menerima bantuan berupa satu unit becak mesin dari Dinas Sosial Kependudukan dan Transmigrasi Bireuen. Bantuan tersebut diserahkan Bupati Bireuen Drs Nurdin Abdul Rahman di halaman Meuligo Bupati Bireuen, akhir pekan lalu. Penyerahan becak barang bantuan Dinas Sosial, Kependudukan dan Transmigrasi Bireuen yang dilakukan bupati Bireuen itu disaksikan Kadis Sosial, Ir Bustami hamid serta stafnya, Zulfikar dana sejumlah masyarakat. Bupati Bireuen, Drs Nurdin Abdul Rahman ketika menyerahkan satu unit Becak itu dalam arahannya

BECAK BARANGBupati Bireuen, Drs Nurdin Abdul Rahman (pakai topi kiri) didampingi Kadis Sosial, Ir Bustami Hamid menatap becak barang yang sudah diserahkan kepada Tgk Ilyas M Hasan warga Cpt Masid Kecamatan Juli penyandang cacat. menyebutkan, bantuan yang diserahkan Pemkab Bireuen itu sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap warga yang membutuhkan untuk dapat digunakan usaha peningkatan perekonomian keluargnya, apalagi isterinya Ilyas Hasan, Yusnidar juga mengalami cacat tangannya. Nurdin berharap dengan adanya bantuan becak baranhg itu Tgk Ilyas

M Hasan mampu berupaya mencari uang untuk membiayai isteri dan anakanaknya dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, Kadis Sosial Bireuen, Ir Bustami Hamid menjawab andalas di sela-sela penyerahan satu unit becak kepada andalas menyebutkan, penyaluran bantuan satu unit becak kepada penyandang cacat ini sebagai bentuk kepedulian pemerin-

tah terhadap warganya. “Bantuan yang kami serahkan itu untuk memberdayakan ekonomi bagi warga miskin dan penyandang cacat. Untuk tahun 2011 ini, Dinas Sosial akan mengupayakan bantuan becak kepada penyadang cacat lainnya melalui dana Otsus,” ujarnya. Tgk Ilyas M Hasan dalam kesempatan itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkab Bireuen (Bupati Bireuen) yang telah membantu dirinya melalui Dinas Sosial. Sehingga, beban pikirannya selama ini gelap untuk mencari rezeki karena ia cacat, sudah merasakan adanya lampu penerang, sehingga ia merasa sudah hidup kembali dalam pencaharian nafkah kebutuhan isteri dan anak-anaknya. “Saya sangat-sangat bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada Pemkab Bireuen atas bantuan tersebut, sebab dengan bantuan itu, saya selaku keluarga kurang mampu, sudah mampu berusaha mencari uang untuk membiayai keluarga dan anak saya yang masih kecil,” katanya. (HERA)


Selasa

SAMBUNGAN

24 Mei 2011

Eksekutor Masfar Terus Diburu .........(Dari Halaman 1) cetus Heru lagi. “Hasil pemeriksaannya belum ada perubahan, dia (AZH) mengaku hanya sebagai pemberi perintah. Namun, bila MPS sudah ditangkap kita akan melakukan pengembangan lebih dalam siapa sebenarnya otak dari kasus penganiayaan tersebut,” tambah Heru. Sedangkan anak Rahudman, Linda Mora Harahap yang juga diduga terlibat atas kasus penyiraman Masfar, dijelaskan Heru, tidak ada sanksinya. “Anaknya hanya memberi tahu kepada AZH yang merupakan uwaknya atas kejadian perselingkuhan antara istri Rahudman dengan Ir Masfar, ” kata Heru. Heru menambahkan, untuk keterlibatan RH dari hasil penyelidikan empat tersangka yang berhasil dibekuk, tidak ada yang mengarah ke Rahudman. “Hasil pemeriksaannya tidak ada yang mengarah. Jadi belum ada perkembangan sebelum ditangkap MPS,” pintanya. Sementara, dari hasil per-

kembangan di lapangan yang menyatakan Keluarga Rahudman sudah berdamai dengan keluarga Masfar. Polisi tetap memproses kasus tersebut sampai ke persidangan. “Kalau kasus delik aduan bisa dicabut, Pasal 351 tidak delik aduan. Jadi kasus tersebut tidak bisa dihentikan proses hukumnya,” bebernya mengakhiri. Ir Masfar Sikumbang (43) membantah telah melakukan perdamaian terhadap tersangka pelaku penganiayaan sehingga menyebabkan dirinya kritis akibat disiram soda api. Pernyataan Masfar ini sekaligus mengklarifikasi kekecewaan Kapolresta Medan, Kombes Tagam Sinaga atas isu perdamaian itu. “Sekarang ini posisi saya adalah korban. Dan saya masih dirawat di rumah sakit. Jadi tidak mungkin kami mau berdamai. Meskipun saya akui memang telah ada utusan yang mengajak damai,” jelas Masfar Sikumbang saat dihubungi andalas melalui sambungan telepon, Jumat (20/5) lalu .(TIM)

Penodong Kabiro Metro TV Bukan Anggota Poldasu .........(Dari Halaman 1) Menurut Nainggolan, Yudha Panjaitan melaporkan kasus penodongan senpi terhadapnya ke Mapolda Sumut karena saat kejadian pelaku mengaku sebagai anggota Polda Sumut. Namun, setelah dicek kebenarannya, Polda Sumut memastikan pelaku bukan oknum Polri. Namun, ketika didesak Nainggolan tidak bersedia menyebutkan pemilik atau pemakai mobil Kijang pelat BK 1810 BP tersebut, sesuai dengan penelusuran pihak Direktorat Lalu Lintas Polda Sumut. "Saya tidak tahu siapa pemiliknya, yang jelas bukan anggota Polda Sumut," tandas Nainggolan. Sementara Yudha Panjaitan kepada wartawan di Mapolda Sumut menyebutkan, pelaku penodongan terhadapnya menggunakan senpi jenis

FN. “Bisa bedakan FN dengan revolver kan?,” tanya seorang personil kepolisian kepada korban. Dengan tegas Yudha Panjaitan memastikan, bisa dan meyakinkan pelaku menggunakan FN. “Bisalah bang, memang pelaku menggunakan FN,” tandas Yudha. Sebelumnya, saat kejadian, Yudha sedang bersama ibunya menaiki mobil melintas di Jalan Gajah Mada, Medan. Tiba-tiba mobil Panther yang dikemudikannya diserempet oleh mobil lain. Yudha kemudian mengejar mobil berjenis Kijang dengan nomor BK 1810 BP tersebut. “Setelah berhadap-hadapan dengan pengendara mobil itu saya diancam tembak dengan sebuah pistol jenis FN, sambil menyebut identitas pelaku pengancam seorang anggota polisi bertugas di Polda Sumut,” kata Yudha.(HER)

Adik Lahirkan Anak Sang Kakak .........(Dari Halaman 1) ma kondisinya pada usia 22 tahun. Cheryl mengaku sangat menikmati hari-hari menjadi istri. "Suami saya menerima saya apa adanya. Kami mengisi kehidupan tanpa anak dengan membeli sebuah rumah yang cantik, mengejar karir kami dan bepergian ke tempat-tempat yang eksotis," ujar Cheryl. "Namun, saya pun sadar adanya kekosongan tanpa adanya bayi," lanjutnya seperti dilansir Dailymail, Senin (23/5). Akhirnya, Cheryl yang berprofesi sebagai manajer pengembangan bisnis pun fokus berusaha agar dapat

memiliki keturunan. Ia mempelajari penelitian sebuah proses rahim pengganti. Ketika mempelajari proses tersebut, ia pun memperbincangkan hal tersebut kepada adiknya Lyndsay yang sudah memiliki seorang putri berusia enam tahun. Dengan senang hati Lyndsay mengiyakan keinginan Cheryl menjadi rahim pengganti bagi janin Cheryl. "Tentu saya dengan amat senang mendengar adanya proses tersebut dan dengan senang hati bersedia melakukannya untuk kakak saya," ujar Lyndsay. "Dapat melahirkan keponakan saya adalah hal yang luar biasa di hidup saya," imbuh Lyndsay. (ON)

harian andalas | Hal.

Longsor Isolasi Empat Desa di Gunung Meriah

andalas/th sihombing

LONGSOR– Para pengendara roda dua dan roda empat menunggu berjam-jam saat proses evakuasi tanah longsor di salah satu titik longsor berhasil dilakukan menggunakan alat berat .

Gunung Meriah-andalas Hujan yang mengguyur wilayah Deli Serdang, Minggu (22/5) malam hingga Senin (23/5) dinihari menyebabkan jalan lintas provinsi di Kecamatan Gunung Meriah tertutup tanah longsor. Akibatnya warga di empat desa terisolasi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Tanah perbukitan yang longsor akibat curah hujan hanya menutup jalan lintas provinsi sepanjang lima kilometer di empat titik, yakni di Desa Ujung Meriah, Gunung Seribu, Marjandi, dan Gunung Sinembah. Informasi diperoleh, kondisi jalan tertutup tanah longsor diketahui sekira Senin pagi pukul 05.00 WIB. Masyarakat mengaku terhambat aktivitasnya akibat peristiwa longsor itu. Sejak pagi dua unit eskavator (alat berat) milik Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sumatera Utara diturunkan untuk membersihkan jalan lintas provinsi yang tertutup tanah longsor tersebut. Camat Gunung Meriah Taufik Harahap yang dikonfirmasi mengatakan, sejauh ini penyebab longsor diperkirakan karena tingginya curah hujan. Akibat kejadian itu sempat memacetkan arus lalu lintas sekira empat jam. "Sejauh ini, kita perkirakan longsor terjadi karena hujan deras,” ungkapnya. Sekira Senin siang pukul 11.00 WIB, proses evakuasi pembersihan longsor berhasil membuka dua desa yang sempat terisolasi yakni Desa Ujung Meriah dan Marjandi. Kedua desa itu kini telah dapat dilalui kendaraan roda empat. ”Kita perkirakan, besok evakuasi jalan sudah selesai, mudah-mudahan malam nanti tidak hujan,” ungkap Taufik kemarin.(TH)

Biaya Urus SIM Mencekik Leher .........(Dari Halaman 1) rapa waktu lalu sekolah tersebut hanya untuk memberikan pelatihan kepada pengemudi, tentang bagaimana cara yang baik dan benar mengemudikan kendaraan guna mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas di jalanan. "Tapi kini pemohon SIM malah harus menyediakan biaya sertifikat lulus mengemudi dari sana sebesar Rp400 ribu. Jika harganya sudah begitu tinggi, apa masih ada yang mau mengurus SIM C atau SIM A kepada kami?” tanya MN. MN mengaku, sebelum biaya pengurusan SIM semahal saat ini, dia bisa mendapatkan paling banyak 10 orang pengurus SIM per hari. Satu orang dikenakan biaya untuk jasa calo sebesar Rp25 ribu dengan proses lebih cepat karena sudah kenal dengan petugas dalam Satlantas. “Biasanya pemohon tinggal duduk, lalu foto, dan SIM jadi dalam hitungan jam," kata MN. Dipertanyakan Kebijakan sepihak terhadap keharusan memiliki sertifikat lulus mengemudi dari MSDC untuk mengurus SIM di Satlantas Polresta Medan

juga dipertanyakan dasar payung hukumnya. Sebab selain menimbulkan masalah baru, kebijakan itu dinilai jelas-jelas merugikan masyarakat. Masyarakat yang seyogianya hanya dikenakan biaya Rp100 ribu hingga Rp150 ribu untuk biaya mengurus SIM, justru harus membayar Rp 400 ribu hingga Rp500 ribu lebih. “Membuat suatu kebijakan jangan merugikan masyarakat. Dan pihak kepolisian sebagai pelayan masyarakat harus dapat membantu meringankan permasalahan yang dihadapi masyarakat. Keharusan sertifikat dalam pembuatan SIM tentu sangat merugikan masyarakat,” kata Direktur Lembaga Bantuan Hukum Medan Nuriono SH kepada andalas di ruang kerjanya, Senin (23/5) petang. Persyaratan-persyaratan yang tidak sesuai dengan undang-undang maupun peraturan lainnya yang berhubungan dengan kebijakan itu harus dipertanyakan. Kapolresta Medan sebagai pucuk pimpinan Polri tertinggi di Kota Medan yang membawahi proses pembuatan SIM harus memberikan infor-

masi yang jelas terhadap kepastian kebijakan tentang sertifikat. “Sosialisasi kepada masyarakat harus dilakukan untuk menghindari pemungutanpemungutan biaya yang tidak semestinya oleh anggota-anggota di lapangan serta pihakpihak lainnya yang mengambil peluang dalam pembuatan SIM itu,” ujarnya. Selain itu, Nuriono juga sangat menyayangkan sikap oknum-oknum kepolisian yang membuat kebijakan hanya mengakui salah satu tempat kursus sebagai pihak yang dapat mengeluarkan sertifikat tersebut. “Ini namanya kebijakan yang menjurus kepada kejahatan korporasi dan tentunya dapat menjadi penilaian negatif dari masyarakat. Dengan kebijakan itu, tentunya dapat menjadikan persaingan tidak sehat sesama lembaga kursus mengemudi dan dapat mematikan lembaga kursus lainnya,” sesal Nuriono. Kalau memang tidak ada peraturan, undang-undang maupun peraturan hukum lainnya yang mengatur tentang lembaga kursus yang mengeluarkan sertifikat, pihak kepolisian harus fair dan

tidak membeda-bedakan lembaga kursus. “Harusnya, mereka (kepolisian, red) mendata seluruh lembaga kursus yang ada di Medan dan mengecek serta memperhatikan standar operasionalnya. Bukan malah menunjuk satu tempat kursus yang diakui sebagai lembaga yang berhak mengeluarkan sertifikat mengemudi yang belum jelas kelayakan atau standar operasionalnya,” tegasnya. Seperti yang diberitakan, Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga SH MH mengatakan, semua pengurusan SIM di Satlantas Polresta Medan tetap mengacu pada PP Nomor 50 Tahun 2010. “Semuanya masih mengacu kepada PP No 50 Tahun 2010. Untuk pengurusan SIM C baru hanya Rp100.000 serta SIM A dan B hanya Rp120.000,” katanya menjawab para wartawan didampingi Kasat Lantas Polresta Medan Kompol I Made Ari Pradana. Dijelaskannya, PP No 50 Tahun 2010 juga mengatur pengurusan perpanjangan SIM C hanya dikenakan biaya Rp 75.000 serta perpanjangan SIM A dan B dikenakan biaya Rp 80.000.(SIONG/THA)

UGAL-UGALAN 2 Angkot Tabrakan .........(Dari Halaman 1) maksud pulang ke rumah dengan menumpang angkot Morina 81 dari Jalan Perintis Kemerdekaan di depan Taman Budaya. "Angkot yang kami tumpangi kencang dan pas lampu merah, sopirnya menerobos, ditabrak angkot yang datang dari Pirngadi dari samping, dan angkot yang kami naiki terbalik. Waktu itu kami di dalam ada 13 orang," ujar Roy warga Tanjung Morawa di IGD yang mendapat pengobatan akibat mengalami luka

di kedua tangannya. Penumpang lainnya Asmawati (55) warga Jalan Gatot Subroto mengatakan, ia baru keluar dari RSUPM bermaksud pulang ke rumah. "Dari depan Pirngadi saya naik KPUM 65. Morinanya kencang dan menerobos lampu merah dan tabrakan," kata Asmawati yang sebelum kejadian duduk di belakang angkot dan merasakan sakit di bagian badannya. Sementara sopir KPUM 65, Erwin (25) yang hanya mengalami luka ringan di kakinya mengatakan saat itu

angkotnya berisikan delapan penumpang datang dari arah Jalan Serdang. Melihat lampu masih hijau, angkot yang dikemudikannya tetap jalan. Namun, dari arah Jalan Thamrin angkot Morina datang dan menerobos lampu merah. "Pas di persimpangan, mobil Morinanya sempat mengelakkan mobil yang kubawa dan sempat tersenggol, Morinanya terbalik," jelas Erwin. Sedangkan sopir angkot Morina 81 Toni Nababan (31) belum dapat dimintai keterangan dikarenakan setelah kejadian, warga Dolok Masihul

ini belum sadarkan diri di IGD RSU Pirngadi. Satu penumpang lainnya Veronika Zega (19) kondisinya lebih parah dari penumpang lainnya. Warga Jalan Mekatani Marindal ini mengalami luka di bagian pelipis kanannya dan mendapatkan jahitan. Ia juga mengalami luka-luka pada kedua tangannya. Kasus ini masih dalam penyelidikan Satlantas Polresta Medan dan mengamankan kedua angkot yang bertabrakan tadi. (YN)

Uang Tsunami Mengalir ke Ketua Fraksi dan Kroni .........(Dari Halaman 1)

Disebutkan, Binahati menerima Rp500 juta, kas bon pada pos belanja kepala daerah oleh terdakwa (Rp1,157 miliar), Temazaro Harefa (Rp200 juta), Mulyara Santosa (Rp987 juta), Drs HT Simatupang (Rp20 juta), Herman Harefa Rp37 juta, Ramli Victor Silitonga (Rp20 juta), Soza Hulu (Rp 20 juta), Roni Simon (Rp50 juta), Sehat

Malawa (Rp100 juta), Budhyandono (Rp25 juta), Razali Hamzah (Rp25 juta), Budi Atmadi Adiputro (Rp50 juta), Tatang Chaidir (Rp10 juta), para ketua Komisi/ Fraksi DPRD Nias (Rp205 juta), Marslinus Ingati Nazara (Rp160 juta), Martin Zebua (Rp50 juta), dan Yuli’aro (Rp25 juta). "Jumlah kerugian negara itu diketahui berdasarkan laporan hasil audit dalam rangka penghitungan

15

kerugian keuangan negara atas kasus tindak pidana korupsi dana penanggulangan bencana alam Nias tahun 2007,” kata Suwarji di hadapan majelis hakim yang diketuai Suhartanto. Seluruh perbuatan terdakwa itu dinilai Jaksa bertentangan dengan Pasal 3 Jo pasal 18 UU Nomor 31/ 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana

diubah dengan UU Nomor 20/2001 Jo Pasal 55 (1) ke 1 KUHpidana. Perbuatan terdakwa juga bertentangan dengan Keputusan Ketua Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi Nomor 25 Tahun 2002 dan Keppres RI Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Sementara itu kuasa

hukum terdakwa Menurut Badrani Rasyid kepada wartawan membantah kliennya ada menerima uang Rp500 juta dari Baziduhu Ziliwu seperti yang didakwakan dalam persidangan. Uang yang dibagikan kepada anggota dewan dan rekanan itu, menurut Binahati, dilakukan tanpa sepengetahuannya. “Pokoknya kita akan melakukan counter atas

semua dakwaan yang disampaikan dalam persidangan lanjutan,” terang Badrani. Usai Lebaran Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Medan Suhartanto mengaku pihaknya menjadwalkan sidang perkara Binahati Baeha putus usai lebaran atau September 2011. "Kita jadwalkan putusan setelah lebaran," kata Suhartanto usai sidang

Sakit, Syamsul Batal Disidang Jakarta-andalas Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) batal menyidang gubernur nonaktif Sumatera Utara Syamsul Arifin. Seharusnya dalam agenda sidang lanjutan di Tipikor, Senin (23/5), Syamsul Arifin akan didengar keterangannya sebagai terdakwa kasus korupsi penyalahgunaan APBD Kabupaten Langkat. Namun Ketua Majelis Hakim Tipikor, Tjokorda memutuskan menunda pemeriksaan karena menilai Syamsul sakit. "Hari ini sangat panas sekali. Saya lihat saudara terdakwa juga sedang sakit. Karena tadi saya lihat sempat minum obat," kata Tjokorda. Majelis Hakim memutuskan mengagendakan sidang lanjutan pada pekan depan. "Jadi pemeriksaan terhadap terdakwa kita lanjutkan minggu depan saja ya. Sidang ditunda sampai pekan depan," tegas Tjokorda. Syamsul yang mengenakan batik keemasan, terlihat pucat. Syamsul juga terlihat meminum obat yang dibawanya saat persidangan tengah berlangsung. Persidangan lanjutan atas Syamsul Arifin hari ini seharusnya mengagendakan pemeriksaan terhadap saksi ahli dari penuntut umum dan penasihat hukum. Saksi ahli yang dihadirkan oleh penuntut umum adalah Alieun Eddison, dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sementara penasihat hukum Syamsul menghadirkan dua saksi ahli yang masing-masing Prof Dr I Gde Panji Astawa yang merupakan Dosen Univeritas Padjajaran dan Syahril Mahmud Effendi yang merupakan pensiunan Departemen Dalam Negeri dan kini menjabat sebagai Kepala Pusat Informasi Keuangan Daerah. (INC)

seraya menyebutkan hal itu sesuai dengan UndangUndang Tipikor, penanganan perkara korupsi paling lama 120 hari. Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK akan menghadirkan 20 saksi, sedang penasihat hukum terdakwa akan menghadirkan 4 orang saksi meringankan dalam sidangsidang yang dijadwalkan dilaksanakan setiap Rabu.(THA/FEL)


HARIAN

andalas L

U

G

A

S

D

A

N

C

E

R

D

A

S

Selasa, 24 Mei 2011 | No: 1891/Tahun VI | E-Mail:andalasmedan@gmail.com | Harga Eceran Rp2.000; Langganan+ongkos kirim Rp75.000; Luar Kota: Rp2.500

Syahrini: Tinggi & Putih SYAHRINI sampai saat ini belum memiliki pendamping. Meski dahulu digembar-gemborkan telah menjalin asmara dengan Anang, namun nyatanya penyanyi kelahiran Bogor itu kini malah sendiri. Saat menggelar acara makan siang dengan Syahrini's Community di Comedy Cafe, Sky Dinning, Plaza Semanggi, Senin (23/5), Syahrini pun mengungkapkan tipe pria yang diidamkannya. Seperti apa? "Harus tinggi dan putih kalau mau jadi suami, kalau yang pendekpendek maaf deh, tapi yang penting seiman, yang muslim karena aku dari keluarga muslim," ujar Syahrini menjawab pertanyaan salah seorang penggemarnya.

Artis yang baru diterpa masalah foto nakalnya itu pun mengaku didekati banyak pria. Namun, dirinya tetap mendahulukan karier ketimbang asmara. "Yang lagi mendekat ada lah, yang mencoba merapat, bohonglah kalau nggak ada yang mencoba mendekat, ibaratnya seperti gula dan semut, cuma karier dulu deh yah," tampiknya. Soal Asmara, mantan pasangan duet Anang Hermansyah itu pun menginsyaratkan, tahun depan adalah tahun yang pas untuk memikirkan pendamping.(DTC)

Lecehkan Polri, Nadila Ernesta Terancam Dipidana NADILA Ernesta berpose nakal mengenakan bikini hitam dan topi polisi. Lantaran memakai atribut polisi untuk pose kurang sopan, aktris muda ini terancam dipidanakan. "Kita menyesalkan ada artis yang pakai topi organisasi Polri. Kita kecewa kenapa sampai begitu. Tadi saya sudah koordinasi dengan Kabareskrim pak Ito Sumardi, saya tanyakan tentang masalah ini. Bisa kita kenakan pasal 307, itu mungkin semacam pelecehan terhadap intitusi Polri," ungkap Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Polisi Anton Bachrul Alam, ditemui di Jakarta, Senin (23/5). Walau terancam dikenakan pasal, Anton tak mau bertindak gegabah. Pihaknya akan menyelidiki terlebih dahulu foto mantan pacar Eno 'Netral' itu, sebelum memutuskan akan menindak. "Sekarang sedang dilidik apakah memakai itu sengaja atau di-croping. Tentu akan kita cek dulu karena bisa saja di-croping. Makanya harus dikirim dulu ke ahli forensik. Kalau nanti sudah jelas, akan kita mintai keterangan," janjinya. Belum usai sensasi Syahrini dengan foto-foto syurnya bersama adiknya, Nadila Ernesta mencetak kontroversi dengan pose

nakalnya. Aktris yang kerap membintangi FTV itu berpose mengenakan bikini hitam sehingga tubuhnya terekspos. Yang bikin terbelalak, di salah satu foto Nadila memakai topi polisi. Sejumlah foto Nadila yang juga memuat Nadila dengan temantemannya itu diketahui pertama kali diunggah ke sebuah situs forum pada April 2011. Hingga kini, Nadila belum mengeluarkan pernyataan seputar fotofotonya.(OKZ)

SEBAGAI bekas Puteri Indonesia, Agni Pratistha ditekankan untuk menjaga imej dan citra. Tindakan berpose syur akan diklarifikasi. Agni terancam diganjar sanksi. Foto topless Agni Pratistha di majalah fashion dan life style luar negeri, Elle, yang tersebar luas di internet, terus menuai komentar pujian dan kecaman. Menurut Yayasan Puteri Indonesia (YPI), Agni yang juga Puteri Indonesia 2006 akan diklarifikasi seputar foto-foto berani itu. Tak tertutup kemungkinan akan ada tindakan tegas terhadapnya karena dianggap telah mencoreng citra Puteri Indonesia. Asisten Corporate Public Relation Manager YPI Ahmad R Subing menilai, sebenarnya foto Agni tergolong biasa. Tapi selanjutnya jadi luar biasa manakala pose syur itu dilakukan seorang Puteri Indonesia yang diamanahkan menjaga imej dan citra. “Itu hal biasa seperti majalahmajalah dewasa lainnya, tapi karena dia Puteri Indonesia jadi luar biasa. Makanya kita cari tahu dulu, apa benar seperti itu? Alasannya apa? Kita lagi mencari majalahnya,”

ungkap Ahmad R Subing saat dihubungi wartawan via telepon. “Kita belum melihat foto-foto itu. Tapi kita tahu dari media online, informasi yang kita dapat katanya untuk majalah. Kita sedang mencari majalahnya untuk memastikan apakah benar,” imbuhnya. Tindakan pertama yang akan dilakukan YPI adalah melakukan klarifikasi pada yang bersangkutan. Alasan ‘keteledoran’ sehingga menerima kontrak untuk pose yang menurunkan citra dan imej Puteri Indonesia secara keseluruhan. Padahal, kata Ahmad, kepada para calon Puteri Indonesia sudah ditekankan supaya selalu men-jaga imej walaupun sudah lepas dari YPI. Sebelum mereka terpilih, bahkan saat masih di karantina sudah ditekankan hal itu. Sejauh ini, pihak Agni belum memberikan tanggapan perihal foto syur itu. Saat dikontak be-berapa waktu lalu, ayah sekaligus manajer Agni, Wardono, menolak berkomentar. Alasannya, Wardono belum melihat foto-foto Agni. “Saya belum lihat, jadi tidak bisa komentar. Apalagi itu kan foto kapan?” kata Wardono. Wardono juga tak mau berkomentar tentang hujatan kepada Agni karena statusnya yang bekas Putri Indonesia. “Nanti saya tanya karena belum tentu benar juga,” imbuhnya. Tujuh pose Agni yang hot memang sengaja ditampilkan untuk majalah ternama luar negeri, Elle, beberapa tahun lalu. Dua dari tujuh foto menampilkan Agni tanpa atasan dengan hot pants berwarna hitam yang sedang telungkup di atas tempat tidur. Kakinya hanya mengena-

kan kaos kaki berwarna hitam, sedangkan pakaian dalamnya berada di bawah tempat tidur. Di foto lainnya, adik kandung Sigi Wimala itu terlihat riang hanya berbalut kaos singlet putih dan celana dalam hitam di bawah selimut tebal. Ia juga terlihat super seksi dengan pakaian tipis tembus pandang yang memperlihatkan bagian dalam tubuhnya.(RM)

teuku ryan & vira yuniar Berdamai Sejak 5 Bulan Lalu PERCERAIAN menjadi jalan yang harus ditempuh Teuku Ryan dan Vira Yuniar. Namun, kabar gembira kini datang dari keduanya. Pasangan yang resmi berpisah pada 20 Januari 2010 itu telah mengajukan permohonan rujuk ke pengadilan sejak 5 bulan yang lalu. Hal tersebut diungkapkan

Humas Pengadilan Agama Selatan Tamah SH saat dihubungi melalui telepon, Senin (23/5). Menurutnya, pasangan yang telah dikaruniai dua anak tersebut ingin berdamai dan ingin memulai kembali mahligai rumah tangga. "Sejak Desember sudah memberikan permohonan

damai, kini berkas mereka sudah di Mahkamah Agung," tuturnya. Sebelumnya Teuku Ryan juga tak menyanggah, dirinya dengan Vira Yuniar memang berniat untuk rujuk. Bapak dua anak itu pun meminta doanya agar semua yang diharapkan bisa berjalan lancar.

"Mungkin bahasanya bukan balikan, tapi kami sudah kembali lagi, ya doanya aja," ungkap Teuku Ryan di acara syukuran sinetron terbarunya 'Cahaya Cinta' beberapa waktu lalu. Pria kelahiran Jakarta, 23 Oktober 1975 itu juga memang belum membacakan ikrar talak kepada Vira. Hal itu yang

semakin memudahkan keduanya untuk kembali berumah tangga. "Kalau MA mengugurkan putusan pengadilan, keduanya tak perlu menikah lagi. Mereka memang belum ikrar talak, jadi masih bisa rujuk," lanjut Humas Pengadilan Agama Selatan, Tamah SH.(DTC)

Harian Andalas 24 Mei 2011  

Lugas dan Cerdas

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you