Issuu on Google+

andalas HARIAN

L U G A S

D A N

C E R D A S

Rabu, 26 Oktober 2011 | No: 2014/Tahun VII | E-Mail:andalasmedan@gmail.com | Harga Eceran Rp2.000; Langganan+ongkos kirim Rp75.000; Luar Kota: Rp2.500

Khadafi Akhirnya Dimakamkan di Sebuah Gurun Rahasia

950 Butir Ekstasi Disita, 27 Tersangka Diamankan Medan-andalas Petugas Sat Reserse Narkoba Polresta Medan menyita 950 butir pil ekstasi dan 2,5 ons lebih narkoba jenis sabu-sabu dari 5 orang tersangka yang berperan sebagai pengedar di tiga lokasi berbeda di Medan, Rabu (19/10) hingga Sabtu (22/ 10) lalu.

Tripoli-andalas Setelah empat hari dipajangkan menjadi tontonan masyarakat di Misrata, jenazah mantan pemimpin Libya, Muammar Khadafi akhirnya dimakamkan, Selasa (25/10). Sebelumnya jasad Khadafi dan anaknya, Muatassim disimpan di dalam lemari pendingin yang biasa digunakan untuk menyimpan daging dan sayuran di sebuah toko di Kota Misrata. Menurut Dewan Transisi Nasional (NTC) Libya, jenazah Khadafi dan putranya Mutassim Khadafi dimakamkan di sebuah gurun pasir yang namanya dirahasiakan. Juru bicara NTC Libya, Guma al-Gamaty, membenarkan bahwa pemakaman Khadafi dan putranya Mutassim telah dilangsungkan. Seorang pejabat NTC lainnya di Misrata juga membacakan pernyataan bahwa pemakaman

Bersambung ke Hal. 15 andalas/hs poetra

Tak Kunjung Serahkan Data Terkait Korupsi Uang Sampah

NARKOBA–Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga didampingi Kasat Res Narkoba Kompol Juli Agung Pramono memaparkan hasil tangkapan kasus narkoba sejak 7 sampai 24 Oktober 2011, di Mapolresta Medan, Selasa (25/10).

Dinas Kebersihan Medan Bakal Digeledah

WNI di Turki Terus Dipantau

Medan-andalas Kejaksaan Negeri Medan berencana menggeledah Kantor Dinas Kebersihan Medan. Pasalnya dinas tersebut belum juga menyerahkan data-data yang diminta terkait kasus korupsi uang retribusi sampah yang dilakukan sejumlah lurah dan mantan lurah. “Bila tidak juga diserahkan, kami akan menggeledah sendiri. Siapa yang menghalangi akan kami tindak tegas,” ungkap Kasi Pidsus Kejari Medan Dharmabella Tymbasz di ruang kerjanya, Selasa (25/10). Tymbaz mengaku heran dengan sikap pihak Dinas Kebersihan Medan yang tak kunjung menyerahkan data-data yang mereka minta. Padahal data-data itu sangat penting untuk menghitung nilai kerugian negara akibat dikorupsinya uang retribusi sampah oleh sejumlah oknum lurah dan mantan lurah di Medan. “Ada apa dengan Dinas Keber-

Bersambung ke Hal. 15

• Satu Terdakwa Lainnya Dituntut 1 Tahun

sebesar 7,2 skala Richter, para pasukan penyelamat terus bekerja siang dan malam mencari tubuh-tubuh tak bernyawa di bawah

puing. Ribuan korban gempa yang berada di jalan harus berjuang melawan udara dingin menusuk kulit dengan hanya berbekal selimut tebal dan makanan bantuan. Beberapa di antara mereka turut membantu mencari korban yang masih belum ditemukan. "Gempa membuat hidup kami jadi seperti di neraka. Kami berada di luar, udaranya sangat dingin, dan tak ada tenda untuk tempat

Bersambung ke Hal. 15

Target 3 Bulan Ada pemandangan berbeda di Masjid Raya Darul Falah, Kota Langsa, Selasa (25/10) siang. Warga berjubel memenuhi seputaran masjid tersebut. Mereka ingin menyaksikan para bakal calon (balon) wali kota jagoan mereka diuji kepandaiannya membaca Alquran.

Bersambung ke Hal. 15

3 Terdakwa Kasus Soda Api Dituntut 5 Bulan

• Ribuan Korban Gempa Berjuang Melawan Udara Dingin Jakarta-andalas Kementerian Luar Negeri mengklaim semua Warga Negara Indonesia yang berada di Turki selamat dari bencana gempa berkekuatan 7,2 skala richter. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Michael Tene kepada KBR68H, Selasa (25/ 10) menyebutkan kebanyakan WNI yang berada di Turki bermukim jauh dari daerah yang terparah terkena dampak goncangan gempa. Saat ini terdapat sekitar 550 WNI yang berdomisili di Turki. Kebanyakan mereka adalah pelajar. "Mereka kebanyakan tinggal di wilayah Ankara Istambul dan tidak tercatat ada yang tinggal di wilayah kota Van yang terkena dampak lebih parah itu. Hingga saat ini pantauan KBRI tidak ada korban Warga Negara Indonesia. Tapi tentu ini situasi masih terus berkembang ya. Kita berharap itu memang demikian keadaannya namun tentunya kedutaan besar kita di sana terus memantau situasinya." Wakil Perdana Menteri Bulent Arinc mengatakan 280 orang tewas dan 1.300 lainnya luka. Kantor Perdana Menteri menyatakan bahwa gempa juga menyebabkan kerugian material berupa robohnya 2.000 gedung, seperti dimuat laman MSN pada Selasa 25 Oktober 2011. Di Kota Van yang menjadi pusat gempa

Sebanyak 950 butir ekstasi disita dari dua orang lelaki, Tjin Seng alias Aseng (46) warga Jalan Brigjen Katamso, Gang Rela Ujung, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun dan Tan Han Tiong (57) warga Jalan Mestika, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung. Sementara itu 1 ons sabusabu disita dari dua orang pria kelahiran Aceh, Marzuki Ismail (56) warga Jalan Jahe Raya, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan dan Muhammad Yusuf (34) warga Perumahan Poni Garden, Blok B, Namorambe, Deli Serdang. "1,5 ons sabu-sabu lainnya kami sita dari tersangka, M Hasbi, 28 tahun, warga Desa Garot, Kecamatan Pandrah, Kabupaten Bireuen, Aceh,” sebut Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam

Medan-andalas Setelah empat kali gagal menghadirkan saksi korban Masfar Sikumbang dan istrinya selaku saksi pelapor ke persidangan, Jaksa Penuntut Umum akhirnya membacakan tuntutan terhadap empat terdakwa penyiram soda api terhadap pegawai Pemprovsu itu, Selasa (25/10), pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Medan. Dalam tuntutannya yang diba-

cakan di hadapan majelis hakim diketuai Muhammad dan M Sabir itu, JPU Herbeth Hutapea menuntut empat terdakwa dengan tuntutan yang berbeda. Tiga terdakwa masing-masing Azharuddin Harahap, Abdi Harahap dan Hermanto cuma dituntut 5 bulan penjara, sedangkan satu terdakwa lagi yakni Hartawan Purba dituntut 1 tahun penjara.

Bersambung ke Hal. 15

Kurs, 25 Oktober 2011 Mata Uang AUD CNY EUR GBP HKD

Jual 9315 1404 12380 14241 1145

Beli 9218 1390 12255 14098 1134

Mata Uang JPY MYR SGD USD

Jual 11700 2851 7050 8909

Beli 11582 2820 6978 8821

ANEH tapi NYATA BACA ALQURAN– Drs Zulkifli Zainon MM, salah satu Balon Wali Kota Langsa saat mendapat giliran diuji kemampuannya membaca Alquran di Masjid Raya Darul Falah, Kota Langsa, Selasa (25/10).

andalas/sutrisno

Balon Wali Kota Diuji Baca Alquran UNTUK lolos menjadi calon wali kota yang akan bertarung di Pilkada Langsa, Komisi Independen Pemilihan (KIP) kota itu memang menyaratkan para balon harus bisa membaca Alquran. Hari itu enam pasangan Balon Wali Kota-Wakil Wali Kota Langsa yang diuji kemampuannya membaca ayat-ayat suci Alquran. Enam pasangan lainnya mendapat giliran diuji pada hari ini. Jika mereka lolos melalui tahapan ujian ini, maka mereka dimungkinkan lolos untuk menjadi calon yang akan bertarung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Langsa periode 2012–2017. Pada hari pertama, enam pasangan balon yang dites

kemampuannya membaca Alquran yakni Tgk H Syech Muhajir SAg LLM-Tgk H Kamarullah SAg, Drs Syaifuddin H Amin SE MM-Tgk Bahagia AB SE, Mulya SarjanaIbnu Sina SP, Abdul Wahab SE-Drs Ambia Adek, Drs Zulkifli Zainon MM-Syaifullah SH MM MH, dan H Zulham SE-H Juaeni Gadeng SH MH. Di hari kedua, enam pasangan balon lainnya, yakni Drs Saifuddin Razali MM MPd-Abdullah Itam BSC MM, Hj Soraya Hasbi SAgIrBachtiar Harun MS, Fadli Zainal ST-TM Yusuf SE, Ilyas M Ali SAgIr Azharuddin MEng, H Jauhari Amin SH MH-Razali Yusuf SH MH

Bersambung ke Hal. 15

Punya 39 Istri dan 120 Anak MEMILIKI 39 istri dan lebih dari 120 anak dan cucu membuat Zionnghaka Chana, seorang pria pemimpin kultus Kristen menjadi kepala keluarga terbesar di dunia. Di samping itu, banyak orang menganggap hal ini seperti ‘prestasi suci’. Bahkan, pria berusia 67 tahun itu masih ingin menambah anggota keluarganya dengan meni-

kahi beberapa wanita lagi. “Saya bisa pergi keluar perbatasan negara bagian India Mizoram atau bahkan India untuk menikah,” katanya seperti dikutip Thaindian. Mulai dari tempat bermain, sekolah hingga gereja, Desa Baktawng merupakan komunitas dari satu keluarganya berisi 39

Bersambung ke Hal. 15


MEDAN KITA

Rabu 26 Oktober 2011

andalas

DIAMANKAN – Mr Rajan, Manajer PT WRP asal Malaysia diamankan di Kantor Imigrasi Kelas II, Belawan, Senin (24/10). Kedatangan Mr Rajan ke Indonesia untuk membantu menyelesaikan permasalahan PT WRP dengan mantan pekerjanya terkait pembayaran pesangon.

Lugas & Cerdas PENERBIT PT. Star Media Internusa d/h. PT. Inti Media Nusantara PEMBINA Dr Eggi Sudjana SH MSi PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI Iskandar ST WKL PEMIMPIN UMUM/WKL PEMIMPIN REDAKSI/PENJAB H Baharuddin WAKIL PEMIMPIN REDAKSI II Dedy Ardiansyah WAKIL PEMIMPIN UMUM MA Siddik Surbakti, Christoffel Manurung SH MH PEMIMPIN PERUSAHAAN Amiruddin REDAKTUR PELAKSANA Gusliadi Ritonga SEKRETARIS REDAKSI Windari KOORDINATOR LIPUTAN Hamdani Nasution, KOORDINATOR DAERAH Agus Salim Ujung REDAKTUR Asril Tanjung, Hermawan,Yonan Febrian, M.Sulaiman STAF REDAKSI Asiong, Robenson Sidabariba, Yunan Siregar, M Isya, Irwan Ginting, Ika Ramadhani, Felix Sidabutar, Thamrin Samosir, Desrin Pasaribu FOTOGRAPHER Rony Muharrman, Hs Poetra SIRKULASI Septho IKLAN Syarifah PENASEHAT HUKUM Syahril SH SpN; Nur Alamsyah SH MH; Abu Bokar Tambak SH MHum; A Herwan Bispo SH, H. Syafrizal SH. MH ALAMAT REDAKSI/ TATA USAHA Jalan T Amir Hamzah Ruko Kompleks Griya Riatur Indah No. 182-184-186 Medan NOMOR REKENING BRI Unit Kapten Muslim Medan a/n Amiruddin Mendrofa No. Rekening 3383-01-027966-53-5 BCA KCP Tomang Elok a/n Amiruddin Mendrofa No. Rekening 7865078382 Iklan Warna (FullColour) Rp. 15.000/mm kolom Iklan Hitam Putih Rp 10.000/mm kolom Iklan Keluarga/Ucapan Selamat Rp 3.500/mm kolom TELEPON (061) 8449800 FAKSIMILE (061) 8462800 EMAIL REDAKSI:andalasmedan@gmail.com IKLAN: marketingandalas@gmail.com PENCETAK CV. Grafika Sumatera. Isi di Luar Tanggungjawab Pencetak

EDITORIAL

Politisasi dan Inkonsistensi PSSI

M

ANAJEMEN PSBS Kabupaten Biak Numfor meminta pengurus PSSI di bawah kepemimpinan Johar Arifin Husein konsisten dengan hasil keputusan Kongres PSSI di Bali dalam melaksanakan kompetisi nasional. Ketua Harian PSBS, Nehemia Wospakrik di Biak, Selasa, mengatakan keputusan Kongres PSSI Bali menjadi keputusan bersama sehingga kepengurusan baru PSSI di bawah Johar Arifin Husein, harus konsisten melakukan keputusan kongres. “Peserta kompetisi sepak bola nasional untuk semua tingkatan telah ditetapkan dalam kongres PSSI Bali sehingga saat ini pengurus terpilih harus men jalankan keputusan secara konsisten sehingga tak merugikan klub,” katanya. Ia mengatakan, adanya protes kelompok 14 peserta Liga super sangat beralasan karena pihak PSSI tidak mematuhi keputusan kongres PSSI di bali serta mengabaikan kepemilikan saham bagi klub tertentu. Permasalahan yang terjadi di tubuh PSSI saat ini antara lain bermula dari keputusan mengikutsertakan enam klub dari Divisi Utama, diberi keistimewaan mengikuti kompetisi kelas utama, Liga Prima Indonesia, padahal klub-klub itu belum naik kelas. Hal ini kemudian menimbulkan kecemburuan serta protes dari sejumlah klub yang keberatan dengan keputusan tersebut. Hal mana kemudian ditindaklanjuti dengan rencana menggelar kompetisi tandingan di bawah PT Liga Indonesia, yang kabarnya telah memperoleh dukungan dari 10 klub dari mantan peserta Liga Super Indonesia (LSI). Dalam konteks demikian, sangat beralasan apa yang dikemukakan manajemen PSBS tersebut, bahwa PSSI seharusnya konsisten menjalankan keputusan kongres, dan bukan inkonsisten seperti diperlihatkan saat ini. Mencermati kemelut yang kembali merebak di tubuh PSSI saat ini, diakui atau tidak, nuansa politisasi di balik kisruh yang terjadi belakangan ini, terkait dengan politisasi serta kentalnya pengaruh ‘kekuatan’ luar mengendalikan PSSI dan sebaliknya, ada pula ‘pihak luar’ yang ingin mengobok-obok PSSI. Tidak mengherankan, jika kondisi ini selanjutnya memunculkan wacana perlunya segera melakukan Kongres Luar Biasa (KLB) untuk melengserkan Johar Arifin Husein, yang dinilai tidak konsisten menjalankan amanat kongres. Terkait dengan wacana KLB ini, sejatinya kita tidak setuju. Kita berharap, Ketua Umum PSSI Johar Arifin Husein segera merangkul pihak-pihak lain serta mengabaikan pesan-pesan sponsor (kekuatan luar), yang bertentangan dengan aspirasi mayoritas pengurus PSSI serta masyarakat sepakbola Indonesia. Kita meyakini, jika konsisten berbuat yang terbaik untuk memajukan sepakbola Indonesia, Johar Arifin akan mendapat dukungan. Untuk itu, yang perlu segera dilakukan adalah melahirkan kebijakan (kompetisi) yang mengakomodir semua aspirasi stakeholder PSSI serta berani menolak intervensi dari pihak-pihak luar yang lebih mengedepankan kepentingan bisnis dan politik, ketimbang kepentingan memajukan sepakbola Indonesia.(**)

andalas/hs poetra

harian andalas | Hal.

2

60 WNA Dipulangkan, 121 Masih Ditahan Medan-andalas Sepanjang Januari – September 2011, Divisi Imigrasi Kementrian Hukum dan Hak Azasi Manusia Kantor Wilayah Sumatera Utara (Kemenkumham Kanwil Sumut) telah mendeportasi enam puluh imigran gelap dari berbagai negara. Demikian dikatakan Kepala Kemenkumham Kanwil Sumut, Baldwin Simatupang didampingi Kadiv Imigrasi, Bambang Widodo, Kabid Inteldaksisinfokim, Sumantri Sihite, Ka Kanim Kelas I Polonia, Lilik Bambang dan Kepala Rudenim, Muhartono, disela-sela kegiatan sosialisasi pelayanan keimigrasian kepada insan pers di Lantai V, Gedung Kemenkumham Kanwil Sumut, Selasa (25/10). Baldwin Simatupang menambahkan, Warga Negara Asing (WNA) yang paling banyak dideportasi adalah warga negara Afganistan. "Dari 8 negara yang warganya dideportasi, paling banyak warga Afganistan yakni 32 orang dan disusul Myanmar

11 orang," ujarnya. Khusus bulan September, sambung Baldwin Simatupang, hanya satu warga negara asing yang dideportasi, yaitu warga negara Singapura. Sementara itu, penghuni Rumah Detensi Imigrasi (Rundemin) pada bulan September ini berjumlah 121 orang. Dimana jumlah tersebut merupakan jumlah paling banyak selama periode Januari hingga September. "Setiap bulan, penghuni paling banyak di Rundenim adalah warga Afganistan dan kemudian warga Myanmar. Untuk bulan ini, 59 warga Afganistan berada disana sedangkan Myanmar 46 orang," katanya. Kepala Rundenim, Muhartono, menambahkan, warga asing baik yang sudah dideportasi maupun masih berada di Rundenim, dikarenakan beberapa faktor. Seperti penyalahgunaan izin tinggal di Indonesia, refuzi (pencari suaka dari Afganistan), serta menjalani hukuman namun ingin dikembalikan ke

negaranya dan overstay (melebihi izin tinggal). "Ada juga yang ditolak karena tidak membawa paspor," ujarnya. Sosialisasi kepada insan pers yang merupakan kegiatan pertama kali dilakukan Imigrasi se-Indonesia merupakan tindak lanjut dari instruksi Menkumham berkaitan dengan bulan bakti Kemenkumham tahun 2011 serta ajang silahturahmi pejabat imigrasi dengan insan pers di Sumut. "Biasanya pejabat kan takut dengan wartawan. Ini kita lakukan untuk memperlihatkan keterbukaan kita, sekaligus memberitahukan terobosanterobosan baru yang telah, sedang dan akan kita lakukan," tambah Bambang. Sebelumnya, Imigrasi Sumut juga telah memberikan sosialisasi pelayanan keimigrasian kepada pelajar Malaysia di Konjen Malaysia yang ada di Medan, kemudian kepada perusahaan pengguna tenaga kerja asing. (THA)

Direktur RS Haji Medan Dituntut Mundur Puluhan Karyawan Gelar Aksi di Depan Ruangan MP Siregar Medan-andalas Puluhan karyawan Rumah Sakit (RS) Haji Medan berunjuk rasa menuntut Direktur RS Haji Medan, MP Siregar mundur dari jabatannya, Selasa (25/10). Aksi itu dilakukan karyawan persis di depan ruangan M Siregar tersebut juga menuntut peningkatan kesejahteraan. “Tuntutan kita minta bapak (MP Siregar) mundur. Karena sekitar 80 persen karyawan menuntut mundur. Karena ingin perubahan, sebab bapak sudah 13 tahun lebih sebagai direktur sejak 1998,” kata Kepala Personalia RS Haji Medan, M Hasby didampingi Kepala Humas RS Haji Medan Fauzi disela-sela pertemuan dengan MP Siregar, kepada wartawan, Selasa (25/10). M Hasby Tanjung menjelas-

kan, aksi tersebut dilakukan dengan spontan oleh karyawan karena merasa perlu dilakukannya perubahan pada pimpinan RS Haji Medan. Dalam pertemuan itu, sambung Hasby, MP Siregar menyatakan siap mundur dari jabatannya dan segera menemui Plt Gubsu Gatot Pujonugroho sebagai Ketua Yayasan. “Direktur menyatakan sikap akan mundur, secepatnya menghadap Gubsu untuk menyatakan

mundur,” katanya. Menurut Hasby, semasa kepepimpinan MP Siregar ditunjuk Gubernur Sumatera Utara, yang saat itu dijabat almarhum Raja Inal Siregar, kesejahteraan karyawan tidak menunjukkan perubahan bila dibandingkan dengan kesejahteraan karyawan rumah sakit lain “Jadi harus ada perubahan kepemimpinan. Karena selama ini kebijakan direktur itu tidak berpihak kepada karyawan, artinya cenderung mengabaikan kesejahteran karyawan. Mengenai gaji jika dibandingkan dengan kenaikannya tidak sesuai dengan kebutuhan. Yang lain sudah beberapa kali kenaikan gaji, tapi kita tidak,” jelasnya. Sejak MP Siregar menjabat sebagai Direketur, lanjut Hasby, hanya satu periode setelah mengantongi SK resmi dari Gubsu. Namun, periode selanjutnya SK tersebut tidak diperpanjang hingga sekarang. Akibatnya, karyawan menilai masa kepemimpinan MP Siregar ti-

dak menunjukkan regenerasi. “SK pertama Gubernur masa Raja Inal Siregar. Periode selanjutnya tidak ada hanya surat tugas sampai pengurus yayasan mengangkat direktur definitif. Tapi, sampai sekarang tidak ada,” ujar Hasby yang bekerja di RS Haji Medan sejak 1998. Dengan aksi ini, kata Hasby, karyawan berharap dan meminta MP Siregar tetap bersedia mundur. “Harapan kami, Gubsu segera mungkin mengangkat direktur, paling tidak Pelaksana Tugas (Plt) dan menerima masukan dari karyawan. Ini murni dari pihak karyawan, tidak ada hubungannya dengan pihak luar,” pungkasnya. Menanggapi aksi tersebut, MP Siregar mengatakan siap untuk, mundur dari jabatannya, bila adanya permintaan dari Plt Gubsu Gatot Pudjonugroho. “Tunggu Gubernur, kapan akan dipanggil,” ujarnya. Ia menjelaskan, sebelum adanya permintaan mundur oleh karyawan tersebut, dirinya

sudah mengajukan permohonan mundur dari jabatannya. Namun, hal tersebut tidak disetujui ketua yayasan. “Persolannya bukan sama saya. Sebelum diminta mundur, sudah lima kali saya ajukan mundur dari jabatan, tapi tidak disetujui. Sampai sekarang tidak ditunjuk pengganti saya. Saya diatur oleh yayasan, bukan saya yang mengatur yayasan,” tegasnya. Ketika disinggung soal keluhan karyawan yang tidak adanya peningkatan kesejahteraan, MP Siregar membantahnya. Ia mempersilahkan untuk membandingkannya dengan rumah sakit lain. “Saya bilang, silahkan bandingkan dengan rumah sakit lain seluruh Medan yang sekelas,” tegasnya. Disebut-sebut, aksi puluhan karyawan ini diduga ditunggangi orang-orang yang memiliki kepentingan di rumah sakit tersebut. (YN)

Perbaikan Drainase di Griya Martubung Mendesak Belawan-andalas Warga Per umnas Griya Martubung mengharapkan perhatian serius Pemko Medan khususnya Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Medan untuk membangun dan juga memperbaiki sejumlah drainase yang kondisinya saat

ini memprihatinkan. Hendrik Sihombing (50), salah seorang warga kepada andalas, Selasa (25/10) mengatakan perbaikan drainase sudah sangat urgen mengingiat tingginya tingkat curah hujan saat ini. Meskipun sebelumnya sebagian jalan-jalan

setapak di kawasan Griya Martubung sudah ada diperbaiki. ‘’Kalau hanya jalan setapak itu dibeton dan diperbaiki, tidak akan lama usianya sebab salah satu penyebab cepatnya rusak bila jalan itu tergenang air hujan. Apalagi

Pembangunan Gedung Baru DPRD Medan

Diperkirakan Telan Biaya Rp70 Miliar Medan-andalas Rencana pembangunan gedung baru DPRD Kota Medan di lokasi Jalan Kapten Maulana pada tahun 2012 mendatang diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp 70 miliar- Rp 80 miliar. Biaya pembangunan itu nantinya akan dibahas dalam R-APBD 2012. Hal itu disampaikan Ketua Komisi D DPRD Medan Parlaungan Simangunsong, Selasa (25/10) saat ditanya jumlah dana yang dibutuhkan untuk membangun gedung DPRD Medan tersebut. Dia mengungkapkan, anggaran Rp70 miliar lebih itu cukup logis jika melihat pembangunan gedung DPRD Sumut yang lokasinya persis di sebelah Gedung DPRD Medan. Lebih lanjut Parlaungan

yang juga politisi Partai Demokrat ini mengatakan, pihaknya akan kembali mengelar rapat ekspos dengan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Pemko Medan untuk membahas fungsi ruangan yang akan dibangun. Lebih lanjut Parlaungan menjelaskan, untuk pembangunan Gedung DPRD Medan yang baru nantinya setiap anggota DPRD Medan direncanakan akan memiliki ruangan sendiri-sendiri.

Minta Pindah Parlaungan menerangkan, selama proses pembangunan Gedung DPRD Medan yang baru jelas akan menganggu efektifitas kerja anggota DPRD Medan. Untuk itu perlu dicarikan tempat kerja atau kantor sekretariat DPRD Medan menunggu pembangunan selesai. “Sudah jelas akan mengganggu, tidak mungkin gedung ini dibangun kita juga berkantor di sini. Harus ada kantor baru tempat kita bekerja selama proses pembangunan berlangsung,” tandasnya. Untuk itu, Parlaungan meminta agar Pemko Medan segera mencarikan tempat yang refresentatif untuk tempat berkantor sementara anggota DPRD Medan dan staf nantinya. (BEN)

drainasenya sangat memprihatinkan,’’ tegasnya. Hal senada disampaikan Maruarar Situmorang. Ia mengatakan tidak hanya jalan di Griya Martubung harus dilakukan tetapi juga perbaikan drainase. Untuk itu warga Griya Mar-

tubung mengharapkan perhatian Pemko Medan khususnya Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kota Medan dapat merealisasikan permohonan warga untuk dibangunkan parit yang baik supaya dapat mengantisipasi banjir. (DP)

Selebaran dan Kupon Perjuangan Medan Utara Disebarkan Belawan-andalas Panitia Persiapan Pembentukan Pemerintahan Kota Medan Utara (P4KMU) menyebarkan ratusan ribu selebaran dan kupon mendukung dua ribu rupiah ( Menderu) kepada warga Medan Utara, Selasa (25/10). Ketua Harian P4KMU, Johan Arifin AA SH didampingi Sekretaris Zul Syahdan dan Bendahara D r s Aw a l u d din kepada andalas di Belawan mengatakan program selebaran "Menyatu Kita, Wujudkan Kota Medan Utara dan Kupon Menderu" ini bertujuan mengajak masyarakat Medan Utara merealisasikan Medan Utara menjadi sebuah kota. Hal ini juga untuk mewujudkan citacita perjuangan tokoh pemuda, ulama, agama, adat, cendikiawan dan semua elemen masyarakat. Tentang pengumpulan dana Menderu, sambung Johan, perlu partisipasi warga dengan bentuk memberikan sumbangan atau sukarela sebagai dana operasional panitia. Dana yang terkumpul nantinya akan dipertanggung-

jawabkan dan dipublikasikan sesuai hasil audit oleh auditor independen secara resmi. Zul Syahdan menambahkan, panitia yakin masyarakat bersedia memberikan dukungan dengan terbentuknya Kota Medan Utara. Apalagi semua persyaratan sudah terpenuhi sesuai dengan Undang-Und a n g Nomor 3 2 Ta h u n 2004 maup u n P e ratuilustrasi r a n Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007 tentang tata cara pembentukan, penghapusan dan penggabungan daerah. Awaluddin menambahkan kedua dasar itu mengisyaratkan dengan jelas bahwa pemekaran adalah hak rakyat dan tujuan pemekaran itu berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, sebut Awaluddin. Panitia P3KMU mengharapkan melalui selebaran dan kupom Menderu tersebut seluruh masyarakat Medan Utara dan pihak-pihak yang ingin mendukung Kota Medan Utara saling bahu membahu memperjuangkan terbentuknya pemerintahan Kota Medan Utara. (DP)


MEDAN KITA

Rabu 26 Oktober 2011

harian andalas | Hal.

3

andalas/hs poetra

Kasus Tender Alkes Rp 19 M Makin ’Menguap’ Medan-andalas Kasus tender pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) di Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Dinkes Sumut) sebesar Rp 19 miliar tahun 2010 makin 'menguap'. Pasalnya, dalam pelaksanaan lelang tersebut terindikasi dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Informasi yang dihimpun wartawan koran ini, Senin (24/10) menyebutkan proyek pengadaan Alkes yang bersumber dari APBN 2010 itu untuk 6 Rumah Sakit (RS) di Sumut disinyalir terjadi penyimpangan atau persekongkolan antara pihak rekanan pemenang tender dengan pihak panitia tender. Pelelangan Alkes tersebut dilaksanakan bagai fantasi saja. Namun pemenangnya bagai sudah dikondisikan pada salah satu rekanan yang diduga sebagai rekanan peliharaan petingga Dinas Kesehatan Sumut. Menurut sumber di Dinas Kesehatan Sumut yang identitasnya tak mau disebutkan, Senin (24/10), pengadaan alkes di enam rumah sakit daerah di Sumatera Utara, telah menimbulkan curiga adanya dugaan korupsi yang terjadi. Sebab, ada dugaan bahwa PT KFTD sepertinya dikondisikan Dinas Kesehatan Sumut, sebagai pemenang tender. Tender pengadaan alkes untuk enam rumah sakit dengan anggaran Rp 19 miliar sangat jelas terjadi adanya dugaan korupsi. Dimana PT KFTD memberi penawaran sebesar Rp. 18.867.233.000 dan CV SIP memberi penawaran sebesar Rp. 18.115.009.200. Artinya, dalam penawaran tersebut terjadi selisih penawaran lebih mahal berkisar lebih kurang Rp 700 juta. Sementara ketiga perusahaan lain yang ikut memberi penawaran diantaranya, PT GRB memberi penawaran Rp. 19.545.209.200, PT OML memberi penawaran Rp. 19.264.547.610 dan berakhir PT RN sebesar Rp. 19.165.201.000. Ketiga perusahaan ini sepertinya diduga hanya sebagai pelengkap, untuk memenangkan PT KFTD. Melihat dokumen penawaran tender dari kelima perusahaan yang masuk ke panitia. Khusus CV SIP dan PT KFTD memiliki nilai dokumen yang sama baiknya. Tapi tidak diketahui jelas apa alasan panitia memenangkan PT KFTD. Selain terjadinya persekongkolan untuk memenangkan PT KFTD untuk pengadaan Alkes pada 6 rumah Sakit tersebut masing-masing RSU Dr Pirngadi Medan, RSUD RM Djoelham Binjai, RSUD Djasamen Saragih Siantar, RSUD Labuhanbatu, RSUD Deliserdang Lubuk Pakam dan RSU DR FL Tobing Sibolga, juga diduga bahwa tidak sesuai standar. Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Kajian Pelayanan Publik (LPKK), Drs Joharis Lubis MPd mensinyalir terjadi KKN dalam pelaksaanaan tender Alkes untuk 6 rumah sakit di Sumut. ‘’Bagaimana tidak masuk akal jika pihak panitia memenangkan PT KFTD selaku penawar yang tertinggi. Jika beda penawaran hanya selisih sedikit, mungkin sah-sah saja. Tetapi kalau selisih penawaran mencapai Rp 700 juta, ini namanya sudah permainan akal-akalan,’’kata Joharis kepada wartawan, Senin (24/10). Joharis juga meminta Tim Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Poldasu-red) supaya proaktif menangani kasus dugaan korupsi Rp 19 M di Dinas Kesehatan Sumut tersebut. ”Periksa Kepala Dinas Kesehatan Sumut, dan Ketua Panitia Tender, Afwan Lubis untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum,” ujar Joharis Lubis. Selain itu, Joharis juga meminta Kejatisu juga mengusut tuntas kasus tersebut. Dalam kasus ini tentu perlu dilakukan pengusutan secara telitia baik dari segi persengkonggkolannya maupun dugaan korupsinya. Ketika hal ini dikonfirmasikan, Kepada Kepala Dinas Kesehatan Sumut Dr Chandra Syafei, lewat ponselnya, Senin (24/10) membantah adanya penyimpangan dalam pelaksanaan tender Alkes tersebut. ”Saya tidak tahu soal lelanglelang, karena yang menangani lelang sudah diserahkan pada Panitia Lelang. Untuk itu, silahkan jumpai Ketua Panitia Lelang, Afwan Lubis. Karena dialah yang mengetahui dan menguasai masalah lelang tersebut,” ujar Chandra. Pada kesempatan itu juga, Ketua Panitia Lelang Alkes Dinas Kesehatan Sumut, Afwan Lubis menyebutkan, tidak ada persekongkolan apalagi korupsi dalam pelaksanaan tender pengadaan Alkes tersebut. Pelelangan tersebut berjalan sesuai prosedur. Karena pelaksanaan lelang tersebut dilaksanakan lewat Lembaga Pelelangan Sistim Computer (LPC) atau elektrik. ”Pelaksanaan lelang sejak tahun 2010 bukan lagi sistim manual tetapi sudah sistim elektrik,”ujar Afwan. (WAN)

TOLAK EKSEKUSIPuluhan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Lapangan Olah Raga Jalan Rebab Kelurahan Titi Rantai Medan Baru, melakukan orasi di depan gedung Pengadilan Tinggi Sumut Jalan Kejaksaan Medan, Selasa (25/10). Warga menolak rencana eksekusi yang dilakukan Pengadilan Negeri Medan terhadap tanah lapangan bola di Jalan Rebab

Warga Desak DPRD Medan

Pertahankan Lapangan Bola Jalan Rebab Medan-adnalas Sejumlah warga Jalan Rebab Kelurahan Titi Rante, Kecamatan Medan Baru bersama tokoh agama dan adat mengharapkan DPRD agar turut mempertahankan tanah lapangan bola di Jalan Rebab yang akan dieksekusi Pengadilan Negeri Medan. Demikian permintaan warga saat mendatangi Gedung DPRD Medan, Selasa (25/10). Para tokoh masyarakat, pemuda yang hadir menyampaikan bahwa sejak tahun 1979 tanah lapangan bola itu sudah menjadi tanah milik warga setempat. “Sejak tahun 1961, saya sudah bermain di situ dan orang tua saya pindah ke Kalimantan, kemudian balik lagi ke Jalan Rebab. Tanah itu tetap masih tempat bermain warga hingga tahun 1979, tapi belakangan muncul oknum yang mengaku sebagai pemiliknya,” ujar Esra Sinuraya di hadapan sejumlah anggota DPRD Medan. Hadir pada pertemuan itu Ketua Komisi A Ilhamsyah didampingi anggota Burhanuddin

Sitepu, Porman Naibaho, dan Plt Wakil Ketua DPRD Medan Muslim Maksum. Hal senada disampaikan, Aman Riana Ginting. Dia mengatakan dirinya sudah menjadi warga ataupun penduduk di sekitar Jalan Rebab sejak tahun 1984 dan sejak itu tanah tersebut sudah menjadi lapangan bola. “Untuk itu kami menolak eksekusi karena tanah lapang itu juga sebagai tempat bermain anak sekolah,” ujarnya. Selain itu, salah satu tokoh agama dari Gereja Batak Karo Protestan, Pdt Evenitis Tarigan juga meminta agar DPRD Medan berpihak kepada rakyat untuk mempertahankan tanah tersebut. “Lapangan bola Jalan Rebab merupakan titik temu dan pergumulan

warga, semua warga menyatu di situ, mari kita berjalan di atas kebenaran. Untuk itu kita minta dewan bisa berpihak kepada rakyat,” tandasnya. Lebih lanjut Evenitis menyampaikan bahwa di areal lapangan Jalan Rebab itu ada gereja GBKP yang bersebelahan dengan Masjid Almutakin. “Jadi lapangan itu merupakan tempat titik temu warga sekitar,” ujarnya. Dikesempatan itu, Ketua Komisi A DPRD Medan Ilhamsyah mengatakan, pihaknya siap mendukung masyarakat apapun yang menjadi tuntutan masyarakat akan difasilitasi dewan. Yang pasti lapangan Jalan Rebab itu tidak boleh di eksekusi karena fungsinya sangat banyak untuk masyarakat,” pungkasnya. Puluhan warga tersebut juga menggelar orasi di depan gedung Pengadilan Tinggi Sumut Jalan Kejaksaan Medan, Selasa (25/10). Dalam orasinya warga tetap bersikeras melakukan penolakan terhadap rencana eksekusi yang dilakukan Pengadilan Negeri Medan. (BEN)

Terkait Pencairan Tunjangan Sertifikasi

Guru Harus Miliki Nomor Register Guru Medan-andalas Para guru harus memiliki Nomor Register Guru (NRG) yang dikeluarkan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) untuk dapat mencairkan tunjangan sertifikasi. Jika syarat tersebut tidak dicukupi, tunjangan sertifikasi itu tak mungkin dicairkan. Demikian disampaikan Kasubag Hukum dan Masyarakat Kemenagsu, Chairulsyam yang dihubungi wartawan melalui telepon selulernya, Selasa (25/10), terkait dengan aksi demo para guru agama beberapa waktu lalu di Kantor Kementerian Agama Sumut (Kemenagsu) yang menuntut tunjangan sertifikasi. "NRG ini dikeluarkan oleh Mendiknas. Ini yang belum selesai masalahnya. Kalau syarat ini tidak cukup, tak mungkin diba-

yarkan," ujar Chairulsyam. Ia menjelaskan, usulan mendapatkan NRG setiap guru di masingmasing bidang seperti guru agama Islam, Kristen itu berawal dari daerah yang selanjutnya dikirim ke Kemenag pusat dan selanjutnya diusulkan ke Mendiknas. "Dulu, NRG kita (Kemenagsu) yang mengeluarkan, namun tahun ini dengan adanya keputusan Mendiknas dengan Menkeu, maka pengeluaran NRG itu tidak lagi dikeluarkan oleh kita . Keputusan itu, ditindaklanjuti oleh Kemenag Pusat. Jadi, pembayarannya harus ada NRG yang dikeluarkan oleh Mendiknas. Ada ribuan yang kita usulkan. Untuk seluruh Indonesia yang sudah diusulkan ke Mendiknas ada sekitar 60.000," kata Chairulsyam. Dengan adanya peraturan

tersebut, sambung Chairulsyam, hal inilah yang menjadi kendala. Tetapi pihaknya sudah mendesak ke Kemenag Pusat agar secepatnya diproses Mendiknas. Begitupun, kata Chairulsyam, terkadang ada ditemukan guru yang memakai Nomor Unit Tenaga Pendidikan dan Kependidikan milik guru yang lain. "Ada satusatu yang ditemukan seperti itu karena mau cepat meminjam punya orang lain. Hal ini bisa menyebabkan datanya invalid, karena sekarang menggunakan komputerisasi," ujarnya. Sedangkan besarnya tunjangan, setiap guru PNS akan memperoleh tunjangan sebesar gaji pokok per bulan. Tetapi bagi guru non PNS atau honor menerima Rp1,5 juta per bulan. (YN)

Ibu dan Anak HIV Perlu Rumah Singgah Medan-andalas Sumatera Utara (Sumut) perlu memiliki rumah singgah untuk ibu dan anak HIV positif yang tidak mendapatkan perhatian keluarga atau lingkungan masyarakat. "Kita (Sumut-red) tidak ada rumah singgah, sehingga jika ada kasus kita kesulitan mau menempatkan ibu dan anak HIV positif itu dimana," ujar Project Officer Global Fund Andi Ilham Lubis, kepada warawat diruang kerjanya, kemarin. Dikatakannya, beberapa penggiat peduli HIV dan AIDS yang ada, pada prinsipnya setuju untuk mendirikan rumah singgah. Hal senada disampaikan Kordinator VCT RS H.Adam Malik, Rahmat Kurniawan.mengatakan rumah singgah memang harus ada di Sumatera Utara. Apalagi, ke depan persoalan ibu dan anak HIV positif di Sumatera Utara makin banyak. Melihat perkembangan kasus saat ini, ke depan masalah HIV dan AIDS sudah merusak ke bagian ibu rumah tangga dan anak. "Mau tidak mau, sudah harus dipikirkan bagaimana pemecahan masalah itu nantinya. rumah singgah, sebagai solusi sementara dinilai sangat tepat jika memang ada kasus dimana ibu dan atau anak HIV positif yang tidak mendapat perhatian keluarga," sebut Rahmat. Menanggapi hal ini, LSM peduli HIV/AIDS, Medan Plus menilai, bila hal tersebut terkesan pemborosan anggaran yang nantinya berdampak pada sarat KKN. "Dinkes kita harapkan jangan latah, selalu mengikuti yang lain. Nanti anggaran akan habis untuk itu," ungkap penggiat HIV/ AIDS Medan Plus, Eban Totonta Kaban, Selasa (25/10). Menurutnya, penyediaan rumah singgah tersebut akan lebih baik jika dilakukan oleh pihak ketiga yang fokus pada HIV/AIDS. Sehingga, penangganan ODHA akan lebih fokus. "Lebih baik apa yang sudah ada potensi di berdayakan. Alokasikan anggaran pada pihak ketiga menurut saya lebih

baik,"ujarnya sembari mengatakan pihak ketiga tersebut tidak hanya Medan Plus. Meski dengan penunjukkan pihak ketiga tersebut, Dinas Kesehatan memperketat hal-hal yang bersangkutan dengan anggaran rumah singgah tersebut. "Penunjukkan mekanisme pihak ketiga ini yang harus diperketat dan transparan. Sehingga, penggunaan anggaran untuk rumah singgah itu benar-benar digunakan sesuai peruntukkan bagi ODHA yang terlantar di rumah singgah," pungkasnya. Komisi Penanggulangan HIV Di lokasi terpisah sebelumnya, Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penanggulangan HIV/AIDS DPRD Kota Medan menyambut baik rencana dan keinginan Pemerintah Kota Medan (Pemko) untuk membentuk Komisi Penanggulangan HIV/ AIDS (KPA). “Rencana pembentukan KPA yang langsung di bawah kendali Pemko Medan itu cukup baik, dengan demikian ada upaya serius dari pemerintah daerah ini terhadap penanggulanan jenis penyakit mematikan ini,” kata Ketua Pansus Ranperda Penanggulangan HIV/AIDS DPRD Medan Salman Alfarisi baru-baru ini. Namun, kata Salman, pembentukan KPA itu sendiri jangan sampai mematikan lembaga penanggulangan HIV/ AIDS yang sudah ada. “Dengan kata lain pembentukan komisi ini bukan justru menjadi benturan, sebab selama ini gerakan penanggulangan HIV/AIDS ini hanya dilakukan oleh kelompok atau lembaga non pemerintah yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) peduli HIV/AIDS,” ujarnya. Bahkan lanjut Salman, mereka itu juga telah membentuk forum peduli HIV/ AIDS, forum itu mendapat dukungan dari lembaga-lembaga terkait baik secara nasional maupun internasional. (YN/BEN)

Amelia Yani Inkonsisten dan Bikin Masalah di PPRN Medan-andalas Sikap Amelia Achmad Yani yang plin-plan alias inkonsistensi dengan sikapnya, benar-benar membuat masalah di tubuh Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN). Sikap mbalelo itupun dinilai pengurus DPP sebagai cerminan Amelia sudah "baling". "Ibu Amelia itu sudah "baling", seperti kata orang Medan terhadap orang-orang yang tidak tegas dengan sikapnya," kata Sekjen DPP PPRN, Maludin Sitorus dari Jakarta, menilai Amelia kepada wartawan melalui saluran telepon seluler, Selasa (25/10). Disebut "baling", kata Maludin, adalah karena Amelia tidak tegas dengan sikapnya. Amelia menyebut dirinya tidak pernah mundur dari jabatan ketua umum DPP PPRN dan masih mengklaim diri sebagai ketua umum yang sah, sebagaimana yang diterbitkan sejumlah media di Medan, Selasa (25/10).

Padahal, terang Maludin, Amelia sudah mengundurkan diri tertanggal 1 Juni 2011 atas permintaan sendiri. Pengunduran diri itu dibuat di atas kertas bermaterai 6000. Kemudian DPP membawanya dalam rapat pleno DPP atas undangan dewan pertimbangan pusat (Deperpu) PPRN dan Sekjen DPP tanggal 6 Juni, yang antara lain menyetujui pengunduran diri Amelia Yani efektif per 1 Juni dan menunjuk Made Rahman Marabessy sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum dan Maludin Sitorus sebagai Sekjen. "Hasil rapat pleno ini ke-

mudian diaktakan (Akta penyimpanan/akta van depot) oleh Notaris Rita Riana Hutapea tertanggal 13 Juli 2011. Hasil rapat pleno ini berikut pengunduran diri Amelia sudah dikirimkan ke Kementerian Hukum dan HAM. Kemudian sikap DPP atas pengunduran diri itu, sudah juga disampaikan ke KPU, Menkopolhukam dan Mendagri," jelasnya. Pernyataan Amelia tidak benar mundur dari ketua umum, menurut Maludin juga "membakar mulut sendiri". Pasalnya, Amelia membuat surat pernyataan mencabut pengunduran diri tertanggal 13 Juni 2011. "Artinya dengan sendirinya Amelia sudah mengakui dirinya pernah mundur, iya kan," sebutnya. Dalam hal ini, lanjutnya, tidak ada satupun aturan di Indonesia yang mengenal soal pencabutan pengunduran diri dari jabatan ketua Partai

Politik (Parpol), namun yang ada adalah pengunduran diri, sebagaimana yang diatur dalam UU Nomor 2 Tahun 2011 tentang Parpol Pasal 16. Kemudian, dalam AD/ART PPRN, juga tidak diatur soal pencabutan pengunduran diri, akan tetapi hanya soal pengunduran diri, yakni pada Pasal 4 ayat 2. "Baik dari UU Parpol dan AD/ART PPRN, pengunduran diri Amelia adalah sah," ujarnya. Bukti lain soal kebenaran pengunduran diri itu, lanjutnya, adalah karena Amelia dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Partai Nasional Republik (PNR), memberi kuasa kepada Wakil Sekjen PNR Tonin Tachta Singarimbun menghadap di kantor notaris untuk menandatangani akta pendirian PNR tertanggal 6 Juni 2011. Kemudian dalam surat keterangan domisili perusahaan dengan nama perusahaan

Partai Nasional Republik jenis usaha sosial dan politik tertanggal 10 Juni 2011, Amelia juga menegaskan diri sebagai penanggung jawab/pimpinan PNR. Kemudian hasil risalah pertemuan PNR yang dibuat notulen Tonin T Singarimbun dan disetujui Amelia Yani tertanggal 12 Juni 2011, menyebutkan bahwa Amelia sebagai menjadi ketua Umum PNR dan Yun Usman Sumanegara menjadi Sekjen. Selain itu karena faktanya Amelia gagal menjadi Ketua Umum PNR, Amelia menggelar Munaslub dan mengklaim dihadiri seluruh DPW PPRN, mendeklarasikan pembentukan Partai Nasional Pembangunan (PNP) di Jakarta pada tanggal 21-22 Juni 2011. "Berdasarkan ini semua, kalau kemudian Amelia menyebutkan dirinya masih sebagai Ketua Umum PPRN, kami nggak tau lagilah seper-

ti apa sikap Amelia ini. Jadi jelaslah bahwa Amelia ini sudah "baling". Dan karena fakta ini semua, Amelia tidak berhak mewakili PPRN ke dalam dan keluar," pungkasnya. Maludin menegaskan, tidak ada dualisme kepemimpinan di tubuh DPP PPRN, namun yang ada adalah masalah yang ditimbulkan Amelia di tubuh PPRN itu sendiri. DPP sendiri, lanjutnya, tengah mempersiapkan munaslub untuk kepengurusan DPP defenitif. Dan saat ini juga, Deperpu PPRN sedang menjalani persidangan di PN Jakarta Selatan atas gugatannya kepada Amelia soal pengunduran diri. Terpisah, Wakil Sekjen DPP PPRN, Daniel Rendy S ketika dihubungi melalui telepon seluler, juga heran dengan sikap Amelia. Keheranannya karena Amelia sendiri juga pernah

melontarkan pernyataan akan membubarkan PPRN. Hal itu dinyatakan sebagai bentuk kebenciannya terhadap dewan pendiri DL Sitorus dan kekecewaan atas konflik-konflik yang terjadi di tubuh PPRN. "Saya punya rekamannya. Ini akan saya bukakan di persidangan dalam kapasitas saya sebagai saksi. Tidak hanya itu, saya juga akan bukakan pernyataan Amelia yang mengaku tidak pernah mendeklarasikan PNP dan masih banyak lagi," sebutnya. Sementara, Bendahara DPP PPRN, Washington Pane mengatakan, DPP sudah menerbitkan pencabutan tanda keanggotaan Rinawaty Sianturi dan Roslynda Marpaung. DPP, lanjut Washington yang juga Plt Ketua DPW PPRN Sumut ini, juga menerbitkan pergantian antar waktu (PAW) keduanya dari keanggotaan di DPRD Propinsi Sumut. (UJ)


HUKUM & KRIMINAL

Rabu 26 Oktober 2011

Perampok Beraksi di Jalan Mojopahit Medan-andalas Kawanan perampok yang diperkirakan berjumlah dua orang beraksi di Jalan Mojopahit Medan, Selasa (25/10) sekira pukul 17.30 WIB. Dalam aksinya pelaku menggasak tas sandang korban berisi uang tunai sebesar Rp2 juta dan handphone milik korbannya, Ani (35) warga Jalan Gatot Subroto, Medan. Informasi diperoleh, sebelumnya korban dengan mengendarai mobil Toyota Avanza hendak membeli bika ambon di Jalan Mojopahit. Sesampainya di pertokohan, korban memparkirkan mobilnya di seputar lokasi tempat dirinya akan membeli bika. Namun saat dirinya keluar dari mobil, dua orang yang mengendarai kreta jinis Yamaha Vixion pun langsung menarik tangan korban hingga terhempas kebadan jalan, selanjutnya kedua pelaku langsung mengambil tas warna hitam milik korban yang berisikan uang tunai Rp 2 juta, 2

harian andalas | Hal. andalas/hs poetra

Hp dan surat-surat penting lainnya. Setelah kedua pelaku berhasil mengambil tas milik korban, berharap tas miliknya kembali, Ani pun minta tolong dengan berteriak rampok. Namun sayangnya, teriakan Ani tak didengar oleh warga sekitar. Selanjuntnya, dengan menumpangi betor dirinya mendatangi Polsek Medan Baru untuk membuat laporan. Di kantor polisi, Ani menceritakan peristiwa yang baru dialaminya. "Rencananya saya mau beli bika ambon. Pada saat saya turun dari mobil, tiba-tiba mereka menarik tangan aku. Mereka mengambil tas aku yang isinya uang sekitar Rp2 juta, 2 handphone dan surat-surat penting lainnya," beber Ani kepada petugas. Kapolsek Medan Baru, AKP Donny Alexander SIK membenarkan atas laporan korban. “Laporan korban sudah kita terima, mudah-mudahan kita bisa menangkap pelakunya secepatnya,” kata Donny (ACO)

STM Hilir-andalas Truk bermuatan gaplek terbalik di Jalan Talun Kenas – Tanjung Morawa, tepatnya di Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Selasa (25/10). Menurut sugeng (45) sopir truk tersebut, kejadian itu bermula saat dirinya datang dari arah Pakam menuju Peternakan sapi yang ada di dusun III Desa Negara Beringin, Kecamatan STM Hilir. Karena truk yang dibawanya sarat dengan muatan gaplek, sehingga saat akan menaiki tanjakan di depan kafe geranit indah, karena takut gak bisa naik, akhirnya Sugeng langsung memutuskan untuk menekan gas truknya sehingga lajunya semakin kencang. Namun sayang, baru setengah tanjakan yang di lalui, tiba-tiba dari arah berlawanan muncul mobil L-300 warna hitam yang juga sarat muatan drum dan jerigen diduga berisi tuak melaju dengan kencang. Saat berpapasan, truk muat-

an Gaplek yang di kemudikan sugeng nyaris menabrak mobil L-300 tersebut. Untuk menghindari terjadinya laga kambing, Sugeng pun memutuskan untuk turun dari beram. Karena truk yang dikemudikannya sarat dengan muatan di tambah dengan kondisi beram yang terlalu dalam, sehingga Sugeng tidak dapat lagi mengendalikan truknya sehingga truk tersebut terbalik ke kiri dan hampir seluruh muatannya tumpah. Sementara L-300 yang belum sempat diketahui nomor polisin dan siapa pengemudinya itu langsung tancap gas meninggalkan truk bermuatan gaplek yang di kemudikan Sugeng. Akibat kecelakaan tersebut, niat Sugeng untuk mengantar geplek untuk bahan makanan sapi Australia milik PT Juang Jaya Abdi Alam akhinya gagal. Dan menurut sugeng, dirinya juga mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. (STP)

KASUS NARKOBA – Tersangka, Khoirul Aswat alias Andi (29), pedagang ikan, warga Dusun I, Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai ketika diperiksa penyidik Sat Narkoba Polres Sergai. Andalas/supryadi

Pedagang Ikan Ditangkap Kasus Narkoba Sei Rampah-andalas Khoirul Aswat alias Andi (29), pedagang ikan, warga Dusun I, Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, merupakan target operasi (TO) yang sudah lama dicurigai sebagai pengedar Narkotika jenis Sabu-sabu, ditangkap petugas dari Sat Narkoba Polres Sergai, Senin (24/10) sekira pukul 20.00 WIB, di jalan umum depan tempat pemakaman umum (TPU) Desa Nagur. “Tersangka berhasil kita tangkap setelah petugas menyaru sebagai pembeli. Bersama barang bukti satu paket sabu 0.5 gram di dalam plastik dan sepeda motor Yamaha Mio

BK 6425 XAF, kemudian diboyong ke Mapolres Sergai, dan kini tersangka masih dalam proses penyidikan,” tandas Kasat Narkoba Polres Sergai AKP Nopiardi, Selasa (25/10). Dihadapan penyidik Sat Narkoba Polres Sergai, tersangka Khoirul yang mengaku baru 2 bulan sebagai pemakai menjelaskan, Sabu seharga Rp700 ribu yang dibeli dari Ncek (32) warga Tanjung Balai itu, hanya digunakan sendiri sebagai penambah semangat kerja. ”Aku belinya dari Ncek dua hari yang lalu. Diantarkannya langsung ke rumah dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion,” ucap pria satu anak tersebut.(RYAD)

Dianiaya, Kernet Truk Lapor Polisi Delitua-andalas Maruba Simanjuntak (19), remaja yang kesehariannya bekerja sebagai kernet truk menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan pria berinisial H (22) warga Jalan Karya Jaya Gang Eka Mulya, Kecamatan Medan Johor, Selasa (25/10). Keterangan Maruba kepada andalas, saat itu dirinya sedang memarkirkan mobil truk. Tiba-tiba pelaku lewat dengan mengendarai sepeda motor jenis bebek. Sempat terjadi ketegangan antara Maruba dan H karena kedua pemuda itu terlibat saling bereng atau saling tatap dengan aura ketidak senangan. Tidak tahu penyebab pasti, H mendatangi Maruba yang saat itu tengah berada di dalam truck. Dengan penuh kebingungan, Maruba pun turun dari trucknya. Namun sayang, belum sempat bicara, H langsung melayangkan bogemnya ke wajah Maruba hingga bagian pipi Maruba mengalami luka memar. Tidak terima dengan perbuatan H, maka Maruba pun langsung melaporkan kejadian itu ke Polsekta Delitua, Selasa (25/10) sekira pukul 14.00 WIB. (STP)

Pengedar Ganja di RS Adam Malik Dibekuk

Truk coltdiesel sarat muatan gplek terbalik.

Truk Bermuatan Gaplek Terbalik

4

SIDANG – RE Siahaan, mantan Walikota Pematang Siantar, Selasa (25/10) menjalani sidang perdana tindak pidana korupsi (tipikor) dugaan korupsi pengunaan dana rehabilitasi/pemeliharaan Dinas PU pada APBD 2007 sebesar Rp8,3 miliar, dan penggunaan dana bantuan sosial pada P-APBD Tahun 2007 sebesar Rp2,2 miliar, dengan total kerugian negara senilai Rp10,5 miliar di Pengadilan Tipikor Medan.

RE Siahaan Diadili di Pengadilan Tipikor Medan Medan-andalas Mantan Wali Kota Pematang Siantar, Ir Robert Edison (RE) Siahaan menjalani sidang perdananya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang bersidang di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (25/10) kemarin. Mantan oramg nomor satu di Pemkot Siantar itu didakwa telah mengkorupsi dana APBD Pematang Siantar tahun 2007 senilai Rp10,51 miliar untuk menguntungkan diri sendiri, 14 anggota dewan dan sejumlahrekanan. Amatan andalas, sidang perdana dugaan korupsi yang digelar di ruang sidang utama PN Medan itu mendapat perhatian masyarakat terutama para keluarga terdakwa. Hal itu terlihat dari padatnya ruang sidang. Tim jaksa dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dibacakan Irene Putrie dihadapan majelis hakim diketuai Jonner Manik menyebutkan, dana APBD sebesar Rp10,51 miliar yang "dicuri" RE Siahaan itu terdiri dari Rp8,3 miliar anggaran rehabilitasi/pemeliharaan drainase, jalan, jembatan dan infrastruktur desa, dan Rp2,17 miliar dana bantuan sosial pada APBD Perubahan Kota Pematang Siantar tahun 2007. Dari Rp10,51 miliar tersebut, lanjut jaksa, Rp7,7 miliar digunakan terdakwa

untuk memperkaya dirinya sendiri dan sisanya untuk memperkaya orang lain yakni, Johnny Arifin Siahaan Rp1,4 miliar, Maruli Silitonga Rp700 juta, 14 anggota DPRD Kota Pematang Siantar yakni Yusuf Siregar, Zainal Purba, Yusran, RTP Sihotang, Aulul Imran, Toga Tambunan, Marisi Jujur Sirait, Nursiana Purba, Otto Sidabutar, Dapot Sagala, Marzuki, Ronald Tampubolon, Aloysius Sihite dan Unung Simanjuntak masing-masing Rp30 juta. RE Siahaan juga didakwa memperkaya suatu korporasi (rekanan) yaitu CV David Rp53 juta, UD Grace Rp16 juta, CV Armadiva Rp13 juta, CV Anwar Jaya Rp20 juta, CV Ervin Jaya Rp16 juta, CV Binduan Rp14 juta, UD Ayumi Wantina Rp9 juta, CV Binumbun Perkasa Rp13 juta, CV Morgatri Rp12 juta, UD Donni Rezeki Rp16 juta, CV Mas Ayu Rp10 juta, CV Greni Utama Rp18 juta, UD Tirta Sari Rp11 juta, CV Surya Tiara Mandiri Rp8 juta, CV Kirana Utama Rp1,8 juta, CV Bekasi Jaya Rp8,3 juta, dan CV Sarlin Nasipuang Rp4,1 juta. JPU menjelaskan, Rp8,3 miliar anggaran rehabilitasi/pemeliharaan Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang dikorupsi terdakwa tersebut, adalah Dana Alokasi Umum (DAU) pada APBD Pematangsiantar 2007 sebesar Rp14,7 miliar yang dialokasikan untuk anggaran swakelola. Dengan perincian, program rehabilitasi/pemeliharaan jalan dan jembatan Rp4,9 miliar, program pembangunan infrastruktur pedesaan Rp3,3 miliar, program pemeliharaan drainase Rp4,9 miliar

dan program pemeliharaan rutin jaringan irigasi Rp1,4 miliar. Untuk mempertanggungjawabkan penggunaan dana swakelola pada Dinas PU yang telah dipotong 40 persen tersebut, terdakwa memerintahkan W Bonatua Lubis, Kadis PU Pematangsiantar, yang kemudian ditindaklanjuti Johnny Arifin Siahaan, Holder Siahaan, Erwin Simanjuntak dan Suhartono membuat kontrak fiktif seolah-olah rekanan telah mengerjakan proyek dengan menggunakan dana rehabilitasi/pemeliharaan Dinas PU tahun 2007 tersebut secara penunjukkan langsung (PL), dimana rekanan mendapat fee sebesar 2,5 persen dari kontrak fiktif. Penggunaan dana rehabilitasi/pemeliharaan Dinas PU sebesar Rp8,3 miliar dan dana bantuan sosial sebesar Rp2,17 miliar tersebut, mengakibatkan kerugian negara cq keuangan Pemko Pematang Siantar sebesar Rp10,51 miliar. Perbuatan terdakwa itu dijerat dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP, subsider Pasal 3 jo Pasal 18 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. Menanggapi dakwaan JPU tersebut, terdakwa dan penasehat hukumnya menyatakan keberatan. Karenanya, mereka akan menyampaikan dan membacakan nota keberatan (eksepsi) pada persidangan selanjutnya yangrencananya digelar pada Selasa (1/11) mendatang. (THA)

Delitua-andalas Petugas Reskrim Polsek Delitua membekuk seorang tersangka pengedar ganja di belakang RSUP H Adam Malik, Medan, Senin (24/10). Saat ditangkap, dari tersangka RH (30) warga Jalan Perjuangan Gang Keluarga, Kelurahan Tanjung Rejo, petugas menyita 11 amplop ganja kering. Menurut keterangan tersangka kepada petugas di Mapolsek Delitua, Selasa (25/10), ganja siap edar tersebut mulanya berjumlah sebanyak 14 amplop. Tiga amplop terjual dengan harga Rp5000 per amplopnya. Sementara informasi yang diterima wartawan menyebutkan tersangka kerap mengedarkan daun ganja kering di wilayah pemukiman masyarakat di sekitar RS Adam Malik Medan kepada para remaja sehingga meresahkan masyarakat. Atas perbuatan tersebut sebagian warga yang merasa resah menginformasikan kepada pihak kepolisian tentang adanya peredaran narkoba di wilayah tersebut. Pihak kepolisian yang menerima informasi warga lalu melakukan pengintaian terhadap aksi kejahatan tersangka. Kapolsek Delitua, Kompol SP Sinulingga melalui Kanit Reskrim AKP Semion Sembiring membenarkan hal tersebut. Menurutnya tersangka saat ini sedang menjalani pemeriksaan dan untuk sementara mendekam di sel Mapolsek Derlitua.(STP)

Polres Madina Temukan 5 Ha Ladang Ganja Medan-andalas Polres Madina bersama BNN (Badan Narkotik Nasional), menemukan 5 hektar ladang ganja di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Selasa (25/10). Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Drs Heru Prakoso mengatakan, penemuan ladang ganda ini berkat laporan masyarakat. Awalnya, masyarakat memberitahukan adanya 6 titik ladang ganja atau seluas 4 hektar di pegunungan Desa HUta Bangun, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Madina. Ganja sebanyak lebih kurang 6000 batang itu diperkirakan berumur 4 sampai 5 bulan. Sebanyak 2000 batang atau sekitar 400 sampai 500 Kg diamankan ke Polres Madina sedangkan sekitar 4000 batang dimusnahkan di TKP dengan cara dibakar. Pada saat bersamaan, BNN dipimpin langsung Brigjen.Pol.Drs. Beni Mamoto, menemukan ladang ganja sekitar 1 hektar di pegunungan Desa Huta Tua, bersebelahan dengan Desa Huta Bangun. Usia ganja itu juga diperkirakan 4 sampai 5 bulan.(HER)

Minta Handphone tak Diberi, ABG Gantung Diri Seorang remaja ABG (anak baru gede) di Binjai, Hamdan Utomo (17) nekad mengakhiri hidupnya di tiang gantungan gudang eks pengolahan kayu Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Selasa (25/10) pagi.

H

amdan bunuh diri karena kesal permintaannya tak dituruti orangtuanya. Kepada kedua orangtuanya Hamdan minta dibelikan handphone. Namun orangtua tak dapat menuruti

permintaan Hamdan karena ekonomi. Kerena permintaannya tak dikabulkan orangtua, Hamdan Utomo merajuk. Orangtua Hamdan yang melihat anaknya merajuk jadi marah dan melontarkan katakata bahwa Hamdan anak orang susah tapi tidak tau diri. Ucapan orangtuanya sedemikian menyinggung perasaan Hamdan dan saat itu dia terus pergi menghilang tidak pulang ke rumah. Orangtua dan pihak keluarganya coba melakukan pencarian diberbagai

tempat tapi Hamdan Utomo tidak ditemukan. Pada Selasa (25/10) pagi suasana di lingkungan tempat tinggal keluarga Hamdan jadi heboh. Sebab Hamdan Utomo yang sudah 20 hari menghilang ternyata ditemukan tewas di gudang bekas pengolahan kayu dalam posisi tegantung sudah jadi tengkorak dan mengeluarakan bau tidak sedap dikerumuni belatung. Tengkorak korban posisi tergantung terikat tali ini akhirnya diturunkan. Sebahagian daging dan

tulang yang ada di tubuh Hamdan sempat terlepas terjatuh di lantai terpaksa dikumpulkan dan diambil mengunakan skop. Kapolsek Tandem Binjai, AKP Widya dan Kanit Reskrim Ipda Yusdi menerima laporan langsung turun ketempat kejadian pekara (TKP) bersama petugas Identipikasi Polres Binjai serta petugas kesehatan Desa Setempat. Pihak keluarga minta tolong kepada pihak berwajib agar mayat Hamdan Utomo yang ditemukan tergantung sudah jadi tengkorak itu segera dikuburkan. (MKI)


Rabu 26 Oktober 2011

HUKUM & KRIMINAL

harian andalas | Hal. andalas/hs poetra

Diduga Libatkan Pembunuh Bayaran Asing

Dua Terdakwa Pembunuh Awie dan Dora Pantas Dihukum Mati

Medan-andalas Hukuman terhadap pembunuh pengusaha ikan Kho Wie To dan Dora istrinya yang melibatkan pembunuh bayaran asing patut dihukum mati agar tidak terulang lagi kasus seperti itu. Harapan tersebut diungkapkan Wakil Direktur LBH Medan, Muslim Muis, SH dan sejumlah praktisi hukum lainnya di Medan, Selasa(25/10) kemarin. Sebab, menurut mereka, pembunuhan pasangan suami istri itu tergolong sadis dan keji. Korban harus meregang nyawa lantaran tindakan pembunuh bayaran asing. Pelakunya harus dihukum maksimal, yakni hukuman mati, seumur hidup atau 20 tahun penjara. Wibawa hukum harus ditegakkan, siapapun yang melakukan pembunuhan berencana harus mendapatkan ganjaran maksimal. "Kita tidak ingin rendahnya hukuman membuat semakin suburnya. pembunuh bayaran asing di negera kita," ujarnya. Senada dengan Muslim, praktisi hukum Jhonson Simangunsong, SH dan J Simanjuntak, SH juga mengatakan hal yang sama. Namun, mereka berharap pelakunya dijerat hukuman maksimal. Hakim dan Jaksa harus bisa bekerja profesional dan tidak tergiur iming-iming yang bisa mempengaruhi tuntutan atau putusannya. "Ini momentum bagi aparat hukum bahwa hukuman itu tidak bisa dipermainkan atau ditawar-tawar," beber keduanya. Pembunuhan itu, kata keduanya, terindikasi jaringan internasional, karena melibatkan orang asing sebagai pelaku pembunuhan tersebut. Makanya penegakan hukumnya harus bisa memberi efek jera. Kini, dua dari 9 terdakwa pembunuh Khowito dan Dora itu tengah menjalani proses persidangan di PN Medan dan diancam hukuman mati atau 20 tahun penjara. Kedua terdakwa masing-masing Sun An Anlang (50) warga Jalan Kompleks Perumahan Teluk Gong No 47 Jakarta Utara dan Ang Ho (33) warga Jalan Citra 5 Blok D3/12 Kelurahan Kamal Kecamatan Kali Deres Jakarta Barat. JPU Herbeth Hutapea menuding motif pembunuhan itu karena ada unsur persaingan bisnis antara Sun An Alang alias Ayong dengan Sarwo Pranoto yang merupakan orang tua korban (Khowito alias Awi, –red). (THA)

Petugas Imigrai Medan Tangkap WN Malaysia Medan-andalas Muhammad Affandi (38), WN Malaysia yang ditangkap petugas Imigrasi Medan bersama teman wanitanya di salah satu kafe di Jalan Gajah Mada, Medan akhirnya dideportasi ke negara asalnya. Kasi Wasdakim Imigrasi Medan, Setia Budi Utama di kantornya Jalan Mangkubumi, Medan kepada wartawan, Selasa (25/10) pukul 10.00 WIB mengatakan, Affandi ditangkap karena tak dapat menunjukan surat izin kedatangannya di Medan. “Rencananya, Rabu (hari ini,red)) kita akan memulangkan dia (Affandi,red) ke Malaysia," kata Budi. Budi menjelaskan bahwa kedatangan warga Malaysia tersebut hanya untuk wisata (melancong). "Dia ke sini dalam rangka wisata, dia tidak ada urusan lain. Dia datang ke Medan sejak 7 bulan lalu dan saat kita tangkap izin pasportnya sudah habis," ungkapnya. Hingga saat ini, M Affandi masih mendekam di tahanan kantor Imigrasi Medan untuk menunggu waktu pemulangannya ke Malsysia. (ACO)

Dua Pencuri Babak Belur Dihajar Massa Medan-andalas Dua pelaku kejahatan jalanan dihajar massa setelah kedapatan hendak mencuri atau menjarah barang berharga di dalam mobil Kijang Innova di Jalan Pukat VI, Selasa (25/10) sekira pukul 13.30 WIB. Selanjutnya dalam kondisi babak belur kedua pemuda, Riki Anto (19) warga Jalan Perjuangan Gang Arab Medan Denai dan Juri Arfan (27) warga Jalan Datuk Pasar 3, Kecamatan Percut Seituan diserahkan ke Polsek Percut Sei Tuan. Infomasi diperoleh, keduanya nekat membuka pintu mobil korban lalu merampas plastik warna hitam yang diduga berisi uang. Korban Ijo (55) warga Aceh, melihat plastik hitam diambil dari dalam mobilnya langsung menjerit rampok. Masa yang mendengar lansung menghadang laju kedua tersangka dan menghajar keduanya hingga babak belur. Kemudian masa mencoba melihat isi palstik tersebut rupanya di dalam hanya beberapa buah roti. Kemudian anggota polsek percut sei tuan turun kelapangan mengamankan kedua tersangka dari amukan warga. (ACO)

PENGGELAPAN MOBIL – Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Moch Yoris Marzuki SIK (kanan) menjelaskan kepada Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga tentang pengungkapan kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan serta pencurian belasan mobil pribadi di Mapolresta Medan, Selasa (25/10). Dalam kasus tersebut, seorang mantan anggota polisi yang telah dipecat sejak tahun 2005 lalu. Modus mereka adalah dengan merental atau menyewa mobil dan kemudian mobil tersebut digadaikan.

Kasus penggelapan Belasan Unit Mobil Pribadi

Mantan Anggota Polisi Terlibat Medan-andalas Mantan anggota polisi, Mulia Alamsyah (44) warga Jalan Nusantara Gang Dame Bandar Kalippa, Percut Sei Tuan dilaporkan terlibat dalam kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan belasan unit mobil pribadi senilai miliaran rupiah. Atas keterlibatannya, Mulia ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Rerskrim Polresta Medan. Dia ditetapkan sebagai tersangka bersama seorang temannya warga sipil, Wanda Syaputra alias Wanda (21) warga Jalan Marelan II Gang Abadi Ujung, Kelurahan Rengas Pulau, Medan Marelan.

Kedua tersangka melanggar pasal 372 dan atau 372 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan atau penggelapan dengan ancaman hukuman penjara 4 tahun. “Dari 12 orang yang kita periksa terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan serta pencurian mobil, dua orang sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Seorang diantaranya mantan anggota polisi,” kata Kapolresta Medan, Kombes Pol Tagam Sinaga didampingi Kasat Reskrim, Kompol Moch Yoris Marzuki SIK, kemarin. Modus operandi yang digunakan tersangka dengan cara merental mobil milik korban kemudian tersangka menggadaikan mobil tersebut kepada penadahnya. Mereka ditangkap di Restoran Lembur Kuring, Jalan Griya, Senin (24/10) sekira pukul 12.00 WIB,” tambah Tagam.

Barang bukti yang disita berupa surat perjanjian sewa antara Syamsul Bahri dengan Alamsyah atas satu unit mobil Toyota Kijang Kapsul B 7477 JP. Dalam pemeriksaan tersangka Wanda mengaku sering menerima gadaian mobil dari orang lain dengan nilai gadai per satu unit mobil antara Rp10 juta hingga Rp45 juta. Terhadap mobil-mobil yang tidak ditebus atau tidak diambil oleh penggadai, tersangka Wanda kemudian memindahtangankan mobil-mobil tersebut kepada pihak lain dengan nilai gadai yang lebih tinggi. Sehingga setiap transaksi gadai mobil, tersangka mendapat keuntungan sekitar Rp5 s/d Rp10 juta per satu unit. “Dari tangan tersangka Wanda kita sita 10 unit mobil dengan menggunakan nomor polisi palsu,” sambung Yoris. (HER)

5

DPRD Sesalkan Tuduhan Anggota Polres DS Curi Sawit Lubuk Pakam-andalas Anggota DPRD Deli Serdang Daerah Pemilihan VI, Moh Ramli beserta Darbani Dalimunte menyesalkan pernyataan warga Dusun III Desa Negara, Kecamatan STM Hilir, Deli Serdang yang menuduh oknum personil Sat Reskrim Polres Deli Serdang melakukan pencurian buah kelapa sawit di daerah itu, Senin (24/10). Apalagi dituduh memerintahkan oknum polisi untuk melakukan pencurian. Sampaisampai kedua anggota polisi tersebut diamankan di Kantor Desa dan diarak warga ke Propam Polres Deli Serdang. “Itu tidak benar, aparat itu bukan mencuri, penjelasan warga sudah “dipelintir atau diplesetkan”, tegas kedua anggota dewan tersebut kepada wartawan di Lubuk pakam, Selasa (25/10). Menurut Moh Ramli, kehadiran personil kepolisian di lokasi itu untuk pengamanan agar tindak terjadi keributan atau bentrok fisik antara sekelompok warga, karena ada gelagat bakal terjadi keributan saat berlangsungnya pemanenan buah sawit miliknya. Karena warga memprotes bahwa kebun sawit seluas 26,6 hektar tersebut bukan milik Ramli melainkan milik TG warga setempat. Untuk menghindari terjadinya peristiwa tidak diinginkan, Ramli meminta bantuan patroli pengamanan dari Polres Deli serdang, sehingga pihak Polres menerjunkan 4 personil ke lokasi. Namun oleh warga, malah menuduh personil kepolisian itu melakukan pencurian sawit.” Itu tidak benar ,Saya memanen buah sawit dikebun milik saya sendiri, tetapi ada sekelompok masyarakat melarang saya untuk memanennya bahkan menuduh kami pencuri dengan alasan bahwa kebun tersebut milik mereka.ujar Ramli. Disebutkan,alas hak kepemilikan kebun yang terletak di dusun III Desa Negara kecamatan STM Hilir itu jelas dan ada suratnya. Namun sekelompok masyarakat mengklaim bahwa itu milik mereka, sementara tidak ada alas hak yang sah. Dan pihak polres sudah menggelar perkaranya, TG tidak bisa menunjukkan surat lahan tersebut. Sementara itu, sumber di Polres Deli Serdang menyebutkan bahwa kehadiran personil nya di lokasi saat peristiwa itu untuk patroli pengamanan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.(TH)

Dugaan Korupsi Panwas Medan

Kejari Teliti Biaya Sewa Kenderaan Medan-andalas Indikasi korupsi di Panitia Pengawas (Panwas) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Medan tahun 2010 kian menemukan titik terang. Tim dari jaksa masih menelusuri untuk mengungkap total kerugian negara yang diakibatkan lembaga pengawas pemilihan tersebut. Salah satu yang diteliti adalah laporan pengeluaran untuk biaya sewa kendaraan selama delapan bulan sebesar Rp553 juta dari Rp7,4 miliar dana hibah yang bersumber dari APBD Kota Medan 2010. "Kita sedang menelusuri beberapa item pengeluaran yang mencurigakan, satu diantaranya mengenai pengeluaran untuk rental

mobil yang ditengarai sangat besar," kata Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Medan, Farizal didampingi penyidik dugaan korupsi dana Panwas Pilkada Medan Parulian Sinaga di Kejari Medan, Selasa (25/10). Dijelaskan Farizal, pengeluaran sewa kendaraan itu disebutkan untuk beberapa unit mobil dan beberapa sepeda motor. Tidak hanya sewa kendaraan, ternyata dalam laporan penggunaan anggaran, juga disebutkan dana bahan bakar minyak dan perawatan kendaraan sebesar Rp164 juta. "Kami dalami, bagaimana bentuk kontrak kerjasama antara Panwas Pilkada Medan dengan pihak rekanan yang menyewakan mobil," katanya. Selain sewa kendaraan,

Penyidik Kejari Medan juga mencurigai adanya pos pengeluaran lainnya. Karena ada pengeluaran yang diduga mark-up atau adanya pengeluaran yang tidak dibutuhkan. Diantaranya biaya konsumsi dalam pertemuan dan advokasi Panwas Me¬dan yang menggunakan jasa pengacara profesional, bukan Jaksa Pengacara Negara. Menindaklanjuti perkara yang sudah naik ke tingkat penyidikan itu, mantan Sekretaris Panwas Medan dan pejabat Penatausahaan Keuangan di Sekretariat Daerah Pemko Medan dipanggil untuk pemeriksaan sebagai saksi. "Kamis dan Jumat mendatang kita panggil keduanya, masih sebatas saksi. Ini

panggilan ketiga, karena dua panggilan sebelumnya di tingkat penyidikan belum dipenuhi," kata Parulian. Selain itu, secara bertahap pihaknya akan memeriksa beberapa pejabat lainnya yang andil dalam pencairan dan penggunaan anggaran. Diantaranya, mantan Bendahara Panwas Pilkada Medan 2010, serta Kabag Keuangan dan Kabag Umum Pemko Medan. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pengusutan dugaan korupsi pelaksanaan anggaran Panwas Pilkada Medan Rp7,4 miliar sudah naik ke tingkat penyidikan. Namun hingga kini, penyidik belum menetapkan tersangka. (FEL)

Polisi Buat Sketsa Wajah Pembunuh Turis AS Kepolisian Resort Kota (Polresta) Medan terus menelusuri kasus terbunuhnya seorang warga negara asing (WNA) asal Amerika Serikat (AS) salah satunya adalah dengan cara membuat sketsa wajah para pelaku.

K

apolresta Medan, Kombes Pol Tagam Sinaga didampingi Kasat Reskrim, Kompol Moch Yoris Marzuki SIK mengungkapkan, dalam penyelidikan kasus terbunuhnya Lee Samuel Hyein (28) warga Amerika keturunan Korea mereka telah memeriksa sembilan orang saksi. “Dan dari keterangan saksi mata yakni penarik becak bermotor yang

hendak dinaiki korban, kita akan membuat sketsa wajah para tersangka. Kita harapkan dengan hal ini dapat semakin memudahkan dan mempercepat kita menangkap tersangka,” tukas Tagam. Diungkapkan Tagam juga, dari hasil analisa dan evaluasi dilakukannya bersama, Sat Reskrim, Intel dan Polsekta Medan Baru, didapat ada empat warga yang dicurigai sebagai tersangka penikam warga Amerika hingga tewas tersebut. “Dari Sat Reskrim kita dapat dua warga yang diduga tersangka. Sementara dari Polsekta Medan Baru ada dua nama lagi. Jadi ada empat nama yang telah kita. Namun mereka ini belum jadi tersangka karena kita memerlukan penyelidikan lebih lanjut

lagi,” terang Tagam Dikatakannya juga, lima tim yang dibentuk menyakini tersangka masih berada di Kota Medan. Walau ciri-ciri pelaku telah diketahui, namun polisi hingga kini belum berhasil membekuknya. “Kita yakini tersangka masih di Medan. Ciri-cirinya telah diketahui. Tapi karena dia terus sembunyi, petugas masih terus memburu,” ujar Yoris lagi. Samuel tewas setelah ditusuk perampok di Jalan Mustang, Rabu (19/ 10) lalu sekira pukul 23.30. Malam itu, Samuel baru saja mendarat di Bandara Internasional Polonia Medan setelah terbang dari Malaysia dengan menggunakan pesawat Air Asia. Dia lantas naik becak milik Frans Darnapia Pasaribu hendak ke Swiss-bel

Hotel di Jalan S Parman. Ketika sampai di Jalan Mustang, sekitar 100 meter dari gapura Bandara Internasional Polonia Medan, mereka dicegat oleh dua orang yang mengendarai sepeda motor. Salah satu dari pencegat itu turun hendak merampas barang-barang Samuel. Namun, kata Frans, Samuel melawan dan terjadi perkelahian. Pencegat itu mengeluarkan belati dan menusuk paha kiri, setelah itu mereka kabur. Samuel mencoba mengejar, tetapi dia lantas ambruk bersimpa darah. Dia mengalami tiga luka tusuk di paha kiri dan pelipis kirinya lebam. Frans dibantu warga lantas membawa Samuel ke Rumah Sakit Elizabeth untuk mendapatkan perawatan. Namun, nyawanya tidak tertolong lagi. (HER)


RAGAM

Rabu 26 Oktober 2011

harian andalas | Hal.

6

Sidang Itsbat Digelar 28 Oktober

Insya Allah, Idul Adha Bareng 6 Nopember Jakarta-andalas Kementerian Agama (Kemenag) akan melaksanakan sidang itsbat penetapan 1 Dzulhijjah 1432 H pada Jumat, 28 Oktober 2011. Sidang itsbat penentuan 1 Dzulhijjah akan menentukan jatuhnya Idul Adha, 10 Dzulhijjah 1432 H. Sementara menurut penanggalan kalender, Idul Adha bertepatan dengan dengan 6 November 2011. "Kemenag akan melakukan pengamatan hilal (rukyat) di sejumlah titik. Hasil rukyat akan menjadi bahan rujukan utama itsbat. Laporan rukyat dihimpun sehari sebelumnya," kata Direktur Urusan

Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Ahmad Jauhuri, ketika dihubungi wartawan, Selasa (25/10). Menurutnya, pengamatan akan dilangsungkan di beberapa titik yang tersebar di sejumlah wilayah di Tanah Air. "Di observatorium Hilal Lhok Nga (Aceh), ; Pekan Baru, Riau; Menara Timur Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung; Observatorium Bosscha, Lembang, Jawa Barat; Pos Observasi Bulan (POB) Bukit Bela-belu, Bantul, Yogyakarta; Mataram, Nusa Tenggara Barat; SPD LAPAN, Biak, Papua; Makassar, Sulawesi Selatan; Samarinda, Kalimantan Timur; Nusa Tenggara Barat; Pantai Gebang, Madura; SPD LAPAN Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat," paparnya. Selain itu pemerintah juga akan bekerja

Lagi, 5 Calhaj Sumut Wafat Medan-andalas Lagi, lima jemaah calon haji (Calhaj) Provinsi Sumatera Utara wafat di tanah suci. Dengan demikian, hingga Selasa (25/10), sudah sembilan jemaah Sumut yang wafat, tujuh meninggal di Arab Saudi, dan dua di tanah air. Adapun lima jemaah yang wafat di tanah suci, Kamaluddin Ritonga (59), tergabung dalam kloter 8 Embarkasi Medan, warga Medan, meninggal pada 23 Oktober dan dimakamkan di Syara, Mekkah. Almarhum meninggal akibat hiperkolesterolia. Kemudian Masnik binti Abdul Majid (61) kloter 14, nomor manifest 304, warga Medan. Dia meninggal di perjalanan menuju Mekkah pada 24 Oktober, karena mengalami decom cordis dan hipertensi. Lalu, Usman bin Muhammad Jadi (73), kloter 10, nomor manifest 074, warga Kabupetan Asahan, meninggal pada 24 Oktober di Madinah karena sakit pneumonia. Selanjutnya, T Musrizat Hanum TS (64) kloter 7, nomor manifest 160,

warga Deli Serdang, meninggal pada 23 Oktober, karena komplikasi (hipertensi, diabetes miletus, fatique). Harmaini Harahap (75) kloter 3 nomor manifest 413 warga Medan , meninggal pada 21 Oktober karena pneumonia. Sebelumnya, jemaah kloter 02 dengan nomor manifes 333 bernama Haidir Marasian Ritonga Bin H Abd Rahman Ritonga (44), warga Jalan Makmur Gg Maduma Sitamiang Baru Padang Sidimpuan Selatan, meninggal dunia di Arab Saudi. Kemudian, Parluhutan Janagari Siagian Bin Janagari Siagian (67) kloter 02/ MES nomor manifes 265, warga Pintu Langit Jae Padang Sidempuan Batuna Kota, meninggal karena myocard infark di Mekkah pada 15 Oktober lalu dan dikebumikan di Kota Syara. Sedangkan Ali Hasaran Nasution Bin Hipuli Nasution (69), tergabung dalam kloter 02 Embarkasi Medan (MES), penduduk Jalan Bakti PU Ujung Padang

sama dengan pakar hisab rukyat yang tergabung di Badan Hisab Rukyat milik Ormas Islam. Sidang akan dipimpin oleh Wakil Menteri Agama, Nazaruddin Umar di Gedung Kementerian Agama, Jakarta. Sebelumnya, Pengurus Wilayah Nadlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, mengindikasikan kecil kemungkinan penetapan Idul Adha 1432 H antara pemerintah maupun sesama Ormas Islam berbeda. Pasalnya ada kesamaan ijtimak bahwa akhir Dzulqaidah terjadi pada Kamis, 27 Oktober 2011 pada pukul 02.56 sampai dengan 04.11 WIB. Wakil Ketua PWNU Jatim, Sholeh Hayat, menjelaskan berdasarkan perhitungan hisab khulashoh al wafiyah irtifak, hilal berada sekira 6'27 derajat

Sidimpuan Selatan, meninggal akibat radang paru-paru di RS Haji Medan pada 4 Okteber 2011 lalu dan dikebumikan di Mandailing Natal. Kemudian Sarwan bin Mad Kasan, kloter 13 nomor manifest 147 warga Medan, juga meninggal di RS Haji Medan. "Seluruh jemaah yang wafat di tanah suci akan mendapatkan masing-masing Rp 34 juta dari Asuransi Bringin Life Syariah," kata Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan HM Sazli Nasution kepada wartawan di Asrama Haji Medan (Ahmed), Selasa (25/10). Terpisah, Wakil Ketua DPRD Medan Ikrimah Hamidy melalui pesan singkat (sms) dari Mekkah melaporkan, dia telah berbicara dengan jemaah asal Malaysia yang mengatakan, uang haji di negeri jiran itu dikelola dalam satu pintu oleh lembaga tabungan haji. "Tapi mereka harus menunggu 20 tahun untuk kembali haji," ujar Ikrimah seraya menambahkan pelayanan petugas atau pembimbing haji Indonesia sudah baik. (YN)

sampai dengan 7'23 derajat. "Berdasarkan kitab Bidiatul Al Mitsal dan semua hitungan hisab dari 22 sistem atau rujukan mengambil kesimpulan bahwa 1 Dzulhijah 1432 H jatuh pada Jumat tanggal 28 Oktober. Dengan demikian 10 Dzulhijjah jatuh pada 6 November 2011," jelas pria yang juga anggota Badan Hisab Rukyat Kemenag Kanwil Jatim, itu. Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim telah telah menentukan Idul Adha 1432 H jatuh pada 6 November 2011. Penentuan itu berdasarkan sistem hisab haqiqi. "Berdasarkan Sistem hisab haqiqi dengan markas di Tanjung Kodok Lamongan, Ijtimak akhir bulan Dzulqoidah 1432 H berakhir pada Kamis, 27 Oktober

2011," kata Nadjib Hamid, Sekretaris PWM Jatim. Dia menjelaskan, pada tanggal itu bertepatan dengan 29 Dzulqaidah 1432 H antara pukul 02.56 s/d 02.57 WIB. Saat itu matahari terbenam pukul 17.24 menit, 38 detik WIB. Saat itu, hilal sudah wujud antara 06 derajat, 45'42 menit, 76 detik sampai 06 derajat 55 menit. Otomatis 1 Dzulhijjah 1432 H jatuh pada Jumat 28 Oktober 2011. "Dengan demikian 10 Dzulhijjah 1432 H (Idul Adha) jatuh pada Ahad 6 November 2011," terangnya. Dengan kondisi tersebut dia yakin dalam penentuan 10 Dzulhijjah akan terjadi kesamaan dengan ormas Islam lainnya. "Insya Allah, Idul Adha kali ini bareng," tandasnya. (VN)

Stok Beras di Sumut Masih Aman Medan-andalas Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Bulog Divre Sumut, Rusli Siregar, mengatakan stok beras nasional hingga lima bulan ke depan untuk wilayah Sumut masih mencukupi, meski pada bulan Desember umat Kristiani akan merayakan Natal dan Tahun Baru. Rusli Siregar saat ditemui andalas, Selasa (25/10), menyebutkan stok beras di gudang Bulog sampai saat ini mencapai 67.400 ton pertanggal 24 Oktober dengan komsumsi, beras masyarakat Sumut per bulan rata-rata 12.700 ton."Stok beras yang ada di gudang Bulog saat ini mencapai 67.400 ton. Stok tersebut bisa mencukupi sampai lima bulan ke depan," katanya. Rusli Siregar menjelaskan,

Rusli Siregar, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Bulog Divre Sumut harga beras saat ini masih stabil, namun jika terindikasi harga beras di pasaran mulai merangkak naik hingga sebesar 10 persen dibanding bulan sebelumnya, terlebih menjelang hari besar keagamaan, maka pihaknya bisa

melaksanakan operasi pasar (OP) beras untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok tersebut. "Jika kenaikan beras kurang dari 10 persen, belum bisa digelar OP beras. Tapi, di bulan Ramadhan kemarin memang ada kenaikan harga 10 persen, namun penyerapannya sedikit karena masih ada pilihan beras yang balik tak balik dengan beras kita," kata Rusli Siregar. Oleh karena itu, kata dia, masyarakat tidak perlu khawatir terjadi kekurangan beras untuk menghadapi hari-hari besar keagamaan seperti Idul Adha, Natal dan Tahun Baru. Rusli Siregar mengatakan, pasca-terjadinya anomali iklim, di bulan Maret 2011 pemerintah telah memutuskan untuk menyetop impor beras. (SIONG)

BPAD Sumut Sosialisasikan UU Karya Cetak dan Karya Rekam Medan-andalas Karya cetak dan karya rekam merupakan salah satu hasil budaya bangsa yang sangat penting dalam pembangunan khususnya bidang pendidikan, pengembangan Iptek, penelitian dan penyebaran informasi serta pelestarian kekayaan budaya bangsa. Hal itu dikatakan Kepada Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi (BPAD) Provisnsi Sumatera Utara (Sumut) Nurdin Pane SE MAP pada pembukaan pertemuan penerbit dan pengusaha Rekam Sumut dalam rangka pelaksanaan UU No.4 tahun 1990, di Hotel Antares Medan, Selasa (25/10). Dikatakan Nurdin, karya cetak karya rekam adalah semua jenis terbitan dari karya intelektual dan artistik berupa buku, majalah, surat kabar, peta, brosur dan sejenisnya yang dicetak/digandakan oleh percetakan/penerbit. Selain itu, jenis-jenis rekaman berupa pita, piringan dan bentuk lainnya perlu dihimpun, disimpan dipelihara dan dilestarikan di tempat tertentu sebagai koleksi daerah sekaligus menjadi koleksi nasional. UU No 4 tahun 1990, tambahnya, menuangkan dalam

visi misnya merupakan lembaga pembina dan pengembangan perpustaakaan, kearsipan dan dokumentasi sekaligus pengumpul dan penyelamat hasil karya cetak, karya rekam, karya tulis, naskah dokumentasi sebagai hasil karya budaya bangsa sekaligus pendayaguanaan karya cetak dan karya rekam. "Oleh karenanya BPAD Sumut memandang perlu diadakannya pertemuan ini untuk menyamakan persepsi tentang UU No.4 tahun 1990 serah simpan karya cetak dan karya rekam untuk dapat dilaksanakan dari semua unsur (stakeholder) yang terkait," tuturnya. Lebih lanjut dijelaskannya, karya cetak dan karya rekam mewajibkan untuk menyerahkan tiga buah cetakan dari setiap judul karya cetak kepada perpustakaan nasional dan provinsi, kewajiban untuk menyerahkan 2 buah rekaman dari setiap judul karya rekam. "Untuk itu, penerbit dan pengusaha rekaman diwajibkan untuk menyerahkan daftar judul terbitan dan rekaman pada perpustakaan nasional dan provinsi," tutur Nurdin. Khusus bagi perorangan

yang memasukan karya cetak karya rekam mengenai Indonesia dari luar negeri dengan tujuan untuk diperdagangkan, jelasnya, wajib juga menyerahkan ke perpustakaan nasional. "Kesemuanya itu bertujuan untuk mewujudkan koleksi nasional dan melestarikannya sebagai hasil budaya bangsa dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa," katanya. Sebelumnya, ketua panitia Pangihutan Debataraja SE menjelaskan, tujuan pertemuan ini untuk mensosialisaikan UU no.4 tahun 1990 tentang serah simpan karya cetak dan karya rekam. Pertemuan yang digelar 2526 Oktober itu, dihadiri 60 peserta terdiri dari pengusaha rekam/cetak, penulis, SKPD, 8 orang kepala perpustakaan daerah kab/kota. "Pertemuan ini diharapkan dapat mengumpulkan hasil karya cetak dan karya rekam dari para penerbit dan pengusaha rekam di Sumut dalam rangka mewujudkan perpustakaan defosit," kata Pangihutan. Hadir dalam acara itu, Sekretaris BPAD Sumut Drs Chandra Silalahi MSi, dan tokoh pers Sumut H Muhmmad TWH yang juga penulis sejarag. (HAM)

Perjuangan Sukisno, Eks Waria ke Tanah Suci TAK mudah bagi Sukisno (42), eks waria bernama Novi ini untuk pergi berangkat haji. Upayanya sejauh ini penuh dengan perjuangan yang ditempuhnya dengan waktu yang tidak sebentar. "Alhamdulillah, saya kerja keras sejak kecil. Saya orang gak punya, bapak hanya petani," aku Sukisno membuka pembicaraan dengan wartawan di plasa bandara King Abdul Azis, Jeddah, Minggu (23/10) malam. Dulunya, dia merantau ke Surabaya selama 9 tahun dan bekerja serta belajar menata rambut di Eko Salon. Setelah merasa mampu, dia pun membuka salon di kampung halamannya, di Bojonegoro. Kini Sukisno sudah memiliki salon yang sukses di Bojonegoro bernama Novi Salon dan memiliki 7 karyawan dengan omset Rp1 juta per hari. Salonnya itu menawarkan jasa rias pengantin, tata rambut, kulit dan semua soal kecantikan. Pelanggannya sudah relatif banyak.

Sebenarnya Sukisno sudah lama berkeinginan untuk pergi ke Tanah Suci, barulah pada tahun 2007 hasil salonnya yang cukup lumayan itu ditabungkan untuk haji bersama bapaknya. "Setelah punya rumah, saya berdoa kepada Allah mau apa lagi. Saya akhirnya diberi petunjuk untuk berangkatkan bapak pergi haji," katanya. Sebelum berangkat, dia pun sempat berkonsultasi dengan salah satu ulama di kampung halamannya dan dia mendapatkan dukungan penuh. "Ulama yang diminta pendapat malah bersyukur. Alhamdulillah kamu dapat haji," kutip Sukisno. Teman-temannya

juga mendukung langkahnya berangkat haji. Bahkan para tetangganya merasa terharu, karena usahanya selama 11 tahun membangun salon akhirnya berbuah manis, yaitu berangkat haji. "Mereka terharu, saya bisa berangkatkan bapak pergi haji," ujarnya. Selama di embarkasi hingga di Jeddah, Sukisno mengaku tidak ada perlakuan tidak mengenakkan yang diterimanya apalagi diskriminasi. Dia merasa bersyukur, karena rekan-rekannya di dalam satu kloter memperlakukannya dengan baik. "Semuanya baik, tidak ada diskriminasi," tutupnya. (OZ)


IKLAN

Rabu 26 Oktober 2011

FAMILY RENTAL MOBIL (PT) APV Kj. Kapsul pkt hmt 10 jam, Altis, L-300, Innova, L. Cruiser, N-Eyes, Bus, Hrn, Mgn, Bln, Utk dlm dan di luar kota. Hotline: 7734 2359 / 0819 3328 4540

harian andalas | Hal.

7


OLAHRAGA

Rabu 26 Oktober 2011

REAL MADRID

vs

RONALDO INCAR GOL KE-100 Madrid-andalas Cristiano Ronaldo kembali akan mengukir catatan bersejarah bersama Real Madrid. Kini, Ronaldo mengincar gol ke-100 saat Madrid menjamu Villarreal di Santiago Bernabeu, Kamis (27/ 10) pukul 03.00 WIB nanti.

JADWAL SIARANG LANGSUNG LIVE Indosiar tvone tvone tvone tvone

TGL 27/10/2011 27/10/2011 27/10/2011 28/10/2011 28/10/2011

HARI Kamis Kamis Kamis Jumat Jumat

JAM (WIB) 01:45 01:00 03:00 01:00 03:00

EVENT Seri A La Liga La Liga La Liga La Liga

VERSUS AC Milan vs Parma Zaragoza vs Valencia Real Madrid vs Villarreal Espanyol vs Betis Bilbao vs Atletico

8

City Bakal Jaga Momentum

VILLARREAL

Hattrick Ronaldo saat Madrid menak- sisinya di lukkan tuan rumah Malaga 4-0 pada akhir p a p a n atas sekapekan lalu membuat torehan gol Ronaldo l i g u s memburu bersama Real menjadi 98 di semua ajang. L e v a n t e di puncak Hebatnya, itu dilakukan Ronaldo 'hanya' k l a s e men. dalam 102 pertandingan El Real alias baru Modal kemenangan di awal musim ketiganya di Santiago 4-0 atas Malaga akhir Bernabeu. pekan lalu akan jadi "Saya sangat senang bisa mencetak tiga p e n y u n tik semagol itu. Yang lebih membahagiakan lagi, n g a t yang bakemenangan itu sendiri," kata Ronaldo gus bagi pasukan kepada NDTV. J o s e MourinRonaldo juga mengobati dahaga gol h o . Apalagi setelah kali terakhir mencetaknya pada m e r e k a bulan lalu saat melawan Rayo Vallecano. a k a n b e r Penyerang 26 tahun ini mampu mencetak main di hattrick hanya dalam 15 menit yakni pada S a n menit 24, 28 dan 38 melawan Malaga. t i a g o "Kadang Anda memberikan assists dan Bernabeu orang lain yang mencetak gol. Itulah dan menghadapi Villarreal kerjasama tim. Saya tak khawatir selama yang tengah "terluka". periode belum mencetak gol," ucap Ronaldo. 'Kapal Selam Kuning' sudah Hattrick itu juga berarti banyak buat empat pertandingan tak pernah Ronaldo, karena ia kini menjadi top skorer menang dan rekor Madrid di sementara La Liga bersama striker Bar- kandang musim ini cukup impresif. celona, Lionel Messi dengan koleksi 10 gol. Jika rotasi yang (mungkin) akan Rekan setimnya, Gonzalo Higuain dilakukan Mourinho berhasil , bisa menguntit dengan koleksi 9 gol. dipastikan tiga poin akan digamit Namun diakuinya, ukiran rekor Los Blancos. itu bukan target utamanya. "Akan Villarreal saat ini duduk di peringsangat hebat jika saya bisa mencekat-16 klasemen dengan hanya tujuh tak gol ke-100 pada musim ini. Tapi, poin dari delapan pertandingan, hasil kemenangan tim lebih penting dan LIVE 27 OKT. dari sekali menang, empat imbang, dan kami akan menjalani laga penting tiga kali kalah. Terakhir Villarreal 03.00 WIB melawan Villarreal," lanjut Ronaldo. secara mengejutkan dibantai Levante Sejauh ini, Ronaldo yang dijuluki CR-7 0-3 di El Madrigal. baru memegang rekor sebagai pemain Villarreal bahkan tidak pernah menang Madrid pencetak gol terbanyak semusim di pada partai tandang sejak bulan Maret lalu. La Liga dengan koleksi 40 gol musim lalu. Terakhir Villarreal meraih kemenangan Penyerang asal Portugal ini masih jauh dari tandang saat melawan Athletic Bilbao bulan rekor pencetak gol terbanyak Madrid Maret musim lalu dengan skor 1-0. sepanjang masa yang dipegang Raul Posisi pelatih Villarreal Juan Carlos Gonzalez dengan koleksi 323 gol. Garrido akan semakin terancam jika VilMadrid yang tengah on fire tentunya larreal kembali kalah pada laga ini. akan terus berusaha mempertahankan po(DTS/SC)

harian andalas | Hal.

CRISTIANO RONALDO

Manchester-andalas Setelah menang 6-1 atas Manchester United, kepercayaan diri Manchester City pun meninggi. The Citizens pun bakal menjaga momentum kemenangan itu supaya bisa terus berada di atas. Kemenangan tersebut memantapkan posisi City di puncak klasemen. Skuad arahan Roberto Mancini itu kini unggul lima angka atas MU. Namun, arti kemenangan tersebut boleh jadi lebih besar lagi. City tampil dominan pada laga tersebut dan sukses membungkam rival sekota yang menilai mereka adalah 'Tetangga yang Berisik'–dengan skor besar pula. Hebatnya itu mereka lakukan di Old Trafford. Efeknya, bisa jadi semua tim bakal was-was jika menghadapi City sekarang. Mereka memang tak punya sejarah besar, namun skuad yang dimiliki saat ini ternyata terbukti cukup untuk mengalahkan tim mana pun di Premier League. "Ini seperti menaiki gelombang. Kami sudah mendapatkan kepercayaan diri dan sekarang tinggal soal menjaga momentumnya, main dengan baik, dan m e n d a patkan hasilnya," ujar James Milner di The Sun. "Kami juga ingin terus berkembang sebagai tim. Kami masih punya beberapa pemain baru di tim ini dan kami bisa lebih baik lagi," tukas Milner. Balotelli Disukai Sementara itu, kebengalan Mario Balotelli sempat membuat pemain Manchester City kurang menaruh respek padanya. Namun kondisi tersebut berubah berkat performanya di musim ini, dan dua gol ke gawang Manchester

Mario Balotelli

United. Di musim pertama bersama City, berita terkait Balotelli lebih banyak soal kehidupannya di luar lapangan dan tindak-tanduk yang membuat dia jadi sosok yang kurang disukai. Eks Inter Milan itu sempat berkelahi dengan rekan setim, mendapat kartu merah, melempar pemain akademi City dengan anak panah, serta menyatakan ketidakbetahannya tinggal di kota Manchester. Penampilan di atas lapangan? Tak banyak yang bisa dibanggakan. Keseluruhan hal tersebut membuat skuad The Citizens sempat meragukan Balotelli. Lebih buruk lagi pemain-pemain City mulai frustasi dengan Balotelli. "Aku pikir kami semua sedikit kurang yakin musim kemarin, di dalam lapangan dan luar lapangan, apa yang berkenaan dengan dia," kata Hart pada Manchester City TV. Namun, kondisi ini mulai berubah musim ini. Balotelli yang mampu berkembang jadi pribadi yang lebih matang dan dewasa, meski pada beberapa kesempatan dia masih dianggap melakukan tindakan yang dianggap bodoh. Buntut dari perubahan tersebut membuat dia kini mulai disukai rekanrekan setimnya. "Anda mendapatkan karakter seperti ini dan terkadang ini membuat frustasi untuk bersamanya, tapi tidak begitu banyak musim ini. Aku pikir dia telah berkembang menjadi seseorang dan yang diterima dan dia yang berada di tim ini. Dia adalah seseorang yang kami kagumi," lanjut Hart.(DTS)

'Simoncelli Tak Dapat Pertolongan Pertama yang Baik' Roma-andalas Petugas keselamatan di Sirkuit Sepang dapat kritik tajam menyusul kecelakaan yang merenggut nyawa Marco Simoncelli. Pembalap asal Italia itu dianggap tak mendapat pertolongan pertama yang baik. Kontroversi terkait kematian Simoncelli merebak menyusul mulai terkuaknya rekaman video atau foto-foto yang diambil beberapa saat setelah kecelakaan maut tersebut. Yang yang muncul ke permukaan, khususnya di Italia, adalah penanganan terhadap pembalap kribo itu setelah dia dihantam motor Colin Edwards dan Valentino Rossi. Suratkabar terbitan Italia La Repubblica, kemarin, memuat surat seorang ahli penyelamatan bernama Fabio Venturi yang intinya mempertanyakan buruknya pertolongan pertama yang diberikan petugas pada Simoncelli. Salah satu yang diamati Venturi adalah saat tubuh Simoncelli dipindahkan ke tandu dan diangkat ke pinggir lintasan. Saat itu dia menyebut kalau tubuh Simoncelli lebih terlihat seperti diseret ketimbang diangkat oleh petugas. Dalam beberapa foto memang terlihat kalau tubuh Simoncelli tak sepenuhnya berada di atas tandu dan tandu seperti diangkat dengan sembarangan. Proses pengangkatan tubuh Simoncelli ke atas tandu juga dinilai terlalu sembrono. Padahal itu harusnya dilakukan secara hati-hati agar jika ada cedera leher diderita itu tak akan memperparah kondisi sang pembalap. "Dia dipindahkan ke atas tandu dengan cara yang tidak

Marco Simoncelli

seharusnya dan tak sesuai dengan standar keselamatan. Dalam kecelakaan seperti ini, ambulance harusnya masuk ke lintasan dan mendatangi Simoncelli," tulis Vanturi. Pada kenyataannya petugas kesehatan harus menggotong tubuh Simoncelli cukup jauh untuk bisa sampai ke mobil ambulance. Bahkan ayah Simoncelli, yang datang ke titik lokasi menggunakan skuter, sampai ikut membantu mengangkat tubuh anaknya ke dalam ambulance. Demikian dikutip dari Marca. "Berdasarkan protokol, seharusnya kondisi pembalap diperiksa dan dipindahkan dengan sangat berhati-hati dengan memperhatikan pergerakan lehernya. Metode yang digunakan untuk memindahkan Marco tidak tepat dan berbahaya. Saya pribadi bahkan tak akan menggunakannya (bahkan) saat memindahkan sekarung kentang," lanjut Vanturi. Di akhir suratnya Venturi menyebut kalau apa yang dia ungkapkan bukan semata-mata ingin membuat kontroversi. Namun dia mengingatkan kalau penanganan serupa jangan sampai terulang jika ada kecelakaan di MotoGP.(DTS)


OLAHRAGA

Rabu 26 Oktober 2011

Timnas U-23 Cukur Timor Leste 5-0 Jakarta-andalas Timnas U-23 yang diproyeksikan turun pada SEA Games 2011, 'mencukur' tim 'anak bawang' Timor Leste, 5-0 pada pertandingan persahabatan di Gelora Bung Karno Jakarta, Selasa (25/10). Gol kemenangan timnas dibuka lewat Abdulrahman menit 5, Ferdinand Sinaga menit 7, Patrick Wanggai menit 17, Egi Melgiansyah menit 21 dan Syamsir Alam menit 71. Anak asuh Rahmad Darmawan telihat dominan pada babak pertama terbukti empat gol tercipta meski dua diantaranya harus melalui titik putih. Meski demikian Timor Leste juga

memberikan perlawanan. Perlawanan dari Timor Leste terlihat pada babak kedua. Anak asuh Antonio Viera terus memberikan tekanan ke pertahanan timnas bahkan beberapa kali mengancam gawang Andrithany Ardhiyasa. Bahkan dalam tempo waktu 20 menit pada babak kedua, timnas dari negara termuda di Asean itu mampu membuat frustasi skuad muda Indonesia. Kebuntuan timnas baru pecah setelah Samsir Alam mampu menjebol gawang pada menit 71. Setelah gol kelima tercipta hujan turun dengan lebatnya. Kondisi itu membuat permainan kedua kubu kurang berkembang. Terbukti tidak ada gol tercipta hingga wasit Mohd Yusof Bin Mat Karim meniup peluit panjang dan

Ferdinand Sinaga

berakhirnya pertandingan. "Meski menang, timnas mengalami penurunan kualitas dibandingkan pertandingan uji coba sebelumnya. Kombinasi serangan dan kesabaran pemain sangat terlihat," kata pelatih timnas Rahmad Darmawan. Menurut dia, saat menghadapi Timor Leste anak asuhnya terlihat canggung sehingga koordinasi antar pemain di lapangan kurang maksimal. Namun demikian secara umum dirinya mengaku puas dengan hasil yang diberikan anak asuhnya. "Ini akan menjadi pelajaran. Sejaka awal saya menekan bahwa pertandingan ini mirip pertandingan resmi," kata mantan pelatih Persija Jakarta itu. Sementara itu asisten pelatih Timor L este Alex Vong mengaku

bangga bisa belajar dari timnas Indonesia meski pada SEA Games 2011, 11-22 November nanti tidak berada satu grup. "Hasil ini sangat bermanfaat bagi kami. Bahkan kami mampu m e m b e r i k a n perlawanan pada babak kedua," katanya usai pertandingan. Ia menambahkan, dengan hasil ini pihaknya akan segera melakukan evaluasi pemainnya agar pada pertandingan resmi nanti bisa bermain jauh lebih baik.(ant)

Malam Budaya Sambut Obor Sea Games

andalas/ujung

Ketua DPRDSU H Saleh Bangun dan Sekwan Randiman Tarigan diabadikan bersama pengurus PSSI Sumut dan Tim Pra PON Sepakbola Sumut.

Ketua DPRDSU Terima Pengurus PSSI Sumut

Sepakbola Sumut Harus Bangkit Raih Prestasi Medan-andalas Ketua DPRDSU H Saleh Bangun menerima audiensi pengurus Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Sumut dan 24 pesepakbola Sumut yang akan mengikuti Pra PON di ruang kerjanya, Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa (25/10). Pada kesempatan itu, Saleh Bangun berharap sepakbola Sumut kembali bangkit mengukir prestasi dan kejayaan di ajang nasional, khususnya di PON XVII. "Sudah selayaknya sepakbola Sumut kembali berprestasi seperti era kejayaaan PSMS doeloe yang digelar sebagai 'The Killer'. Apalagi, Sumut merupakan gudangnya pesepakbola berbakat," katanya. Selain mengunjungi Saleh Bangun, pengurus PSSI Sumut juga diterima Wakil Ketua DPRD Muhammad Affan SS, Ketua Fraksi Partai Golkar H Hardi Mulyono SE MAP, serta Sekretaris DPRDSU Drs H Randiman Tarigan MAP. Sementara yang hadir audiensi yakni, Ketua dan Sekretaris PSSI Sumut, Ir H Kamaluddin Harahap MSi dan Azam Nasution serta 24 atlet yang menjadi tim sepakbola Sumut untuk mengikuti Pra PON.

Pada pertemuan itu, Kamaluddin Harahap mengatakan, 24 pesepakbola Sumut akan bertanding di Jakarta untuk mengikuti seleksi pra PON. "Jika lolos akan berhak mengikuti PON XVII di Provinsi Riau.Untuk itu, mohon doa dan dukungan dari anggota dewan dan masyarakat Sumatera Utara, agar sepakbola Sumut kembali bangkit mengukir prestasinya di kancah nasional khususnya PON XVII," katanya. Sebab, lanjut Kamaluddin, sudah sangat lama tim sepakbola Sumatera Utara tidak pernah lolos untuk mengikuti PON, yang berlangsung setiap empat tahun sekali."Jadi lewat seleksi tim Pra PON ini, kita berharap menjadi momentum terbaik bagi sepakbola Sumut untuk kembali mengukir prestasi gemilang di dunia sepakbola,"kata Kamaluddin sembari pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih berbagai pihak, yang telah banyak memberikan bantuan penyediaan fasilitas bagi tim sepak bola Pra PON Sumut. Disebutkan, tim sepakbola Pra PON Sumut akan berhadapan dengan tim pra PON Sumbar, Jambi, dan Bengkulu. Jika tim sepakbola

Pra PON Sumut bisa menjadi juara pada pool tersebut, tim sepakbola Sumut akan lolos bertanding di PON XVII di Pekanbaru,Riau. Sementara itu, Ketua DPRDSU H Saleh Bangun menyatakan, pihaknya sangat mendukung tim Pra PON sepakbola Sumut berjuang di PON XVII di Pekanbaru. Untuk itu, dia meminta tim sepakbola Pra PON Sumut senantiasa kompak dalam mencapai kesuksesan di ajang PON XVII. "Kita sangat berharap besar agar tim sepakbola Sumut dapat lolos dan membuat bangga Sumatera Utara di ajang sepakbola. Sebab, masyarakat Sumut sudah sangat rindu dengan kejayaan sepakbolanya yang dulu disegani di tingkat nasional," katanya. Sedangkan, Sekretaris DPRDSU Drs H Randiman Tarigan MAP, yang juga Manajer PSMS Medan pada kesempatan itu berjanji akan memberikan hadiah berupa uang tunai Rp20 juta untuk tim sepakbola Sumut, jika lolos ke PON. "Kita berharap hadiah ini akan menjadi motivasi dan tambahan semangat bagi pesepakbola Sumut yang akan bertanding,"katanya. (UJ)

Jakarta-andalas Obor SEA Games "Torch Relay SEA Games 2011,� Selasa, tiba di Kota Semarang dan untuk memeriahkan perayaan SEA Games, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Tengah didukung Pemkot Semarang menggelar malam budaya. "Acara malam budaya di Balai Kota Semarang menjadi salah satu upaya untuk mendukung para atlet mendapatkan prestasi terbaik," kata Ketua Kadin Jawa Tengah, Kukrit Suryo Wicaksono, Selasa (25/10). Kukrit berharap masyarakat dan dunia usaha dapat berpartisipasi dan meramaikan perayaan SEA Games XXVI melalui kegiatan malam budaya untuk mengenalkan euforia pesta olahraga se-Asia Tenggara kepada masyarakat internasional. "Acara ini juga dapat menunjukkan bahwa Kota Semarang sebagai kota metropolitan ikut mendukung olahraga dan kepada para atlet lokal agar lebih semangat dan termotivasi," katanya. Ia mengatakan, melalui kegiatan ini juga sebagai salah satu upaya untuk ikut mempromosikan Kota Semarang menjelang Visit Jateng 2013. Dalam kesempatan sama, Ketua Komite Tetap Bidang Promosi Pariwisata Kadin Indonesia, Adi Satryasulista, menambahkan bahwa Kadin melihat kegiatan ini memiliki nilai dan potensi yang dapat dikembangkan. "Ini dapat meningkatkan citra Indonesia bahwa negara kita aman dan banyak lokasi yang dapat dikunjungi," kata Adi. Sementara itu, Ketua Komite Tetap Bidang Pengembangan Industri Olahraga Kadin Indonesia, Iman Arif, menambahkan bahwa dalam malam budaya kali ini dipastikan akan hadir Cristian Gonzales dan Ika Ramdani. Ia mengatakan, sebenarnya sudah dijadwalkan akan hadir atlet lain seperti Diego Micelle, Van Beukering, dan Ruben Warbanaran serta Yongki dari tim nasional, tetapi karena harus mengikuti pertandingan, sehingga batal ke Semarang. Obor SEA Games akan diserahkan kepada Wali Kota Semarang, Soemarmo di Balai Kota Semarang sekitar pukul 19.30 WIB setelah atraksi budaya termasuk tari Modo Midi dan penampilan artis Ibukota. Setelah penyerahan obor tersebut, malam budaya akan ditutup dengan penampilan penyanyi Rossa dan pesta kembang api. Obor SEA Games dibawa keliling Kota Semarang dan sejumlah rute yang dilewati, yakni dari Taman Unyil-Ungaran-PeteronganSiliwangi-Kalibanteng-Pamularsih-BanjirkanalPemuda. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Semarang, Ednawan Haryono, menambahkan untuk mengatur lalu lintas arak-arakan obor SEA Games tersebut dirinya mengerahkan 100 personel untuk membantu kepolisian. (ANT)

harian andalas | Hal.

9

Mantan Napi Boleh Jadi Ketum KONI Pusat Jakarta-andalas Penjaringan bakal calon ketua umum KONI periode 2011-2015 mulai dibuka hari ini, Selasa, 25 Oktober 2011. Sekretaris Tim Penjaringan, Arsyad Ahmadin mengatakan pendaftaran akan berakhir pada 28 November 2011. "Terhitung mulai hari ini pendaftaran mulai dibuka sampai tanggal 28 November nanti," kata Arsyad dalam jumpa pers di gedung KONI, Selasa (25/10). Saat pendaftaran, setiap bakal calon diwajibkan melengkapi persyaratan yang telah ditentukan oleh panitia. Salah satunya adalah mendapat dukungan minimal 10 suara. Persyaratan lainnya adalah berdomisili di Jakarta dan tidak sedang terkait masalah hukum. "Hukum yang berlaku di negara kita, setiap warga negara yang telah menjalani masa penahanan, dianggap sebagai warga bebas yang memiliki hak sama dengan warga lainnya," kata Ketua Tim Penjaringan Balon Ketum KONI, Sri Sudono Sumarto. Sudono menambahkan, izin bagi mantan narapidana ikut bertarung dalam pemilihan tidak hanya di dunia olahraga saja. Menurutnya, hal yang sama juga berlaku di dunia politik. "Ada juga anggota DPR yang mantan narapidana," ujar Sudono. Lebih jauh, Sudono menjelaskan bahwa untuk maju ke pencalonan Ketua Umum KONI Pusat, seorang bakal calon harus didukung 10 pengurus Induk Organisasi. Satu pengurus induk cabang olahraga hanya mengajukan satu calon Ketum. Sedangkan mengenai persyaratan bagi calon tersebut adalah, pernah menjabat Ketua Umum Pengurus Olahraga atau pengurus KONI Provinsi dan pusat. Calon Ketum juga harus berdomisili di Dejabodetabek (Depok, Jakarta, Bogor dan Bekasi). Calon Ketum, tidak bagian Parpol dan tidak sedang proses Pidana. "Selain itu, Calon Ketum juga harus bersedia menandatangani kesiapan menyampaikan visi dan misi dalam Munas di atas materai," pungkas Wakil Ketua Umum KONI Pusat tersebut. Para kandidat Ketua Umum KONI Pusat 2011-2015 akan bertarung pada Musyawarah Olahraga Nasional (MUSORNAS) KONI Pusat di Mataram, Nusa Tenggara Barat, 1-3 Desember 2011. (NET)

Pengurus PSSI Diminta Konsisten Jakarta-andalas Manajemen PSBS Kabupaten Biak Numfor meminta pengurus PSSI pimpinan Johar Arifin Husein diminta konsisten dengan hasil keputusan Kongres PSSI di Bali dalam melaksanakan kompetisi nasional. Ketua Harian PSBS, Nehemia Wospakrik, Selasa (25/10), mengatakan keputusan kongres PSSI Bali menjadi keputusan bersama sehingga kepengurusan baru PSSI dibawah Johar Arifin Husein harus konsisten melakukan keputusan kongres. "Peserta kompetisi sepak bola nasional untuk semua tingkatan telah ditetapkan dalam kongres PSSI Bali sehingga saat ini pengurus terpilih harus men jalankan keputusan secara konsisten sehingga tak merugikan klub," katanya. Ia mengatakan, adanya protes kelompok 14 peserta Liga super sangat beralasan karena pihak PSSI tidak mematuhi keputusan kongres PSSI di bali serta mengabaikan kepemilikan saham bagi klub tertentu. Akibat belum diterimanya keputusan pengurus PSSI menyangkut kompetisi liga prima Indonesia, lanjut Nehemia, merupakan satu bukti tidak konsistennya institusi organisasi sepak bola tertinggi di Indonesia tak menghormati keputusan kongres serta aturan statuta yang dibuat sendiri. "Jadwal pertandingan divisi utama PSSI hingga sekarang saja belum jelas, karena itu pengurus PSSI dipimpin Johar Arifin Husein dapat menyelesaikan persoalan kompetisi sepak bola nasional karena bisa merugikan klub," katanya. Manajemen PSBS Biak sendiri,lanjut Nehemia, hingga sekarang belum melakukan kontrak permanen bagi pemainnya karena masih menunggu jadwal resmi kompetisi divisi utama yang dikeluarkan PSSI. ` Skuad PSBS Biak telah siap mengikuti kompetisi divisi utama PSSI, ya masalah waktu pastinya masih menunggu keluarnya jadwal PSSI," ujarnya.(ANT)


EKONOMI-BISNIS

Rabu 26 Oktober 2011

Tirtanadi Harapkan

Untuk Seluruh Masyarakat Indonesia andalas/agus salim ujung

Medan-andalas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Propinsi Sumatera Utara (Sumut) mengharapkan Pemerintah Propinsi Sumut (Pempropsu) dan DPRD Propinsi Sumut menyetujui perealisasian penyertaan modal Rp 246 miliar di tahun 2012.

Dirut PDAM Tirtanadi Azzam Rizal Pempropsu wajib menyertakan modal Rp 400 miliar. Dari jumlah itu, Pempropsu baru merealisasikan Rp 154 miliar sejauh ini. "Selain karena Perda, Permendagri Nomor 22 tahun 2011 juga mengamanahkan agar pemerintah daerah membantu PDAM untuk dapat membantu terwujudnya cakupan layanan 80%. Karena itulah, kami memohon Pempropsu bersama DPRD berkenan merealisasikannya," ujar Azzam. Lebih lanjut diungkapkan, Tirtanadi membutuhkan sedikitnya Rp 600 miliar lagi untuk mewujudkan cakupan layanan 80% di tahun 2015. Disamping itu, Tirtanadi juga membutuhkan dana yang lebih besar lagi untuk mewujudkan penduduk Ibukota Propinsi Sumut, Medan, terpenuhi air 100% di tahun 2020. Dari kinerja operasional perusahaan tahun 2010, tambahnya,

Sudah Rp 1,4 T KUR Disalurkan di Sumut Medan-andalas Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan mengakui, pihaknya kini sedang membicarakan dengan sejumlah BUMN (Badan Usaha Milik Negara) terkait sanksi bagi bank yang mempersulit untuk mendapatkan KUR (Kredit Untuk Rakyat). "Saat ini kita sedang membicarakan hal itu dengan BUMN dan kemungkinan adanya justifikasi, karena kalau ada kesalahan dari pihak bank, itu wajar saja karena Indonesia ini kan luas," kata Hasan saat hendak bertolak ke Jakarta di ruang Vip Bandara Polonia Medan, Senin (24/10) malam. Menteri yang saat itu didampingi Kadis Koperasi dan UKM Sumut Joni Pasaribu, terkesan buru-buru meninggalkan wartawan. Sementara Joni mengakui, hingga kini Sumut telah mengucurkan dana KUR sebanyak Rp 1,4 triliun. "Emang belum ada 100% kita kucurkan dari total platform Rp 2 triliun dan itu sulit," tambah Joni. Begitupun, kata Joni, BRI kini lebih banyak mengucurkan dana tanpa agunan untuk pinjaman Rp 20 juta kebawah. "Pinjaman ini yang banyak disalah gunakan, pihak bank ada yang meminta jaminan, kalau ada yang mau jujur sama kita akan kita beri sanksi," katanya. Walau menurut Kadis, persyaratan untuk mendapat KUR itu wewenang pihak bank, sehingga pihaknya tidak bisa mencampuri terlalu jauh terkait persyaratan itu. "Karena, pinjaman ada mulai dari Rp 5 jt hingga Rp 500 juta, tentu aturannya beda," tambahnya. Untuk itu katanya, tim dari Jakarta akan diturunkan ke daerah guna mengawasi sistem penyaluran KUR. "Kita akan lakukan pengawasan untuk itu," katanya. (RIL)

SUN 13.00-15.10-17.20-19.3021.40

10

AXIS Hadirkan Akses Internet

Penyertaan Modal Rp 246 M Direalisasi 2012

Sebelumnya, usulan penyertaan modal tersebut sudah diajukan ke tim anggaran Pempropsu untuk ditampung di R-APBD tahun 2012. Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama PDAM Tirtanadi, Ir Azzam Rizal MEng, kepada wartawan unit DPRD Sumut, Selasa (25/10). Dana tersebut, lanjut Azzam, akan digunakan untuk investasi jangka menengah Tirtanadi, yakni untuk dapat menambah produksi air bersih. Pasalnya hingga saat ini, masih banyak kebutuhan air bersih yang belum dapat dipenuhi Tirtanadi menyusul masih terbatasnya persediaan. "Saat ini, produksi kita masih 5.260 liter per detik. Sesungguhnya, jumlah ini masih kurang. Makanya kita meminta minimal Rp 246 miliar. Dengan dana ini, kita akan bangun instalasi pengolahan air yang baru, boosterpump (rumah pompa), pipa transmisi dan pipa distribusi untuk produksi air 200-500 liter per detik," jelasnya. Dikatakan, jika hanya mengandalkan modal Tirtanadi sendiri, menurutnya pihaknya tidak mampu. "Kita tidak mampu berinvestasi saat ini meggunakan modal kita sendiri. Modal yang ada, cenderung hanya mampu untuk menutupi biaya operasional," ujarnya. Soal penyertaan modal tersebut, jelas Azzam adalah bagian dari kewajiban Pempropsu berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 tahun 2009 tentang PDAM Tirtanadi. Di Perda itu,

harian andalas | Hal.

diperoleh laba Rp 9 miliar. Kemudian di tahun ini, laba diproyeksikan sebesar Rp 14 miliar. Laba ini merupakan didapatkan dari penjualan air, yakni air yang secara langsung dikonsumsi masyarakat dan penjualan non air yaitu dari instalasi di pelanggan dan lainnya. Menyoal soal kontribusi pendapatan asli daerah (PAD), Azzam kembali menegaskan, pihaknya belum berkewajiban menyetorkannya ke kas daerah Pempropsu. Hal ini sesuai edaran Mendagri Nomor 690/ 477/SE tentang percepatan program penambahan 10 juta sambungan rumah air minum tahun 2009-2013 dan Perda Nomor 10 tahun 2009 tentang PDAM Tirtanadi. Dievaluasi Terpisah, buruknya pelayanan distribusi air PDAM Tritanadi kepada pelanggan khususnya bagi masyarakat di Kota Medan menjadi

sorotan Komisi C DPRD Medan. Seringnya perusahaan milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) itu mengalami kerugian, dinilai karena manajemennya sangat buruk. "Masih banyak masyarakat Medan yang belum bisa menikmati air bersih karena ditolak PDAM Tirtanadi dengan alasan tak cukup air. Karena itu, manajemen PDAM Tirtanadi perlu dievaluasi atau dirombak total. Begitu juga dengan keuangannya, perlu diaudit," kata Anggota Komisi C DPRD Medan Jhony Nadeak kepada wartawan di gedung dewan, Selasa (25/10). Jhony mengungkapkan, yang paling dirugikan atas buruknya pelayanan distribusi air bersih adalah warga Kota Medan selaku pelanggan terbanyak PDAM Tirtanadi. Bahkan, sejauh ini masih banyak warga Kota Medan yang belum mendapat pelayanan air bersih. (UJ/BEN)

Medan-andalas Setelah bertahun-tahun akses internet hanya bisa digunakan oleh sekelompok masyarakat tertentu, AXIS, operator GSM nasional dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia, kini menghadirkan akses internet untuk semua kalangan masyarakat Indonesia dengan harga yang terjangkau. Akses internet unlimited dengan tarif hanya Rp 2 per kb sepanjang hari serta kepastian biaya akses internet yang dikeluarkan tidak lebih dari Rp 3.500 per hari. Penawaran menarik ini mulai berlaku 24 Oktober 2011. Syakieb A Sungkar, Direktur Sales AXIS menjelaskan, akses masyarakat ke internet seharusnya sama dengan akses ke air bersih. Mudah dan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat. "Dengan tarif baru kami untuk akses internet yang hanya Rp 2 per kb dan gratis akses ke facebook, semua orang memiliki akses ke internet," kata Syakieb, kemarin di Medan. Menurutnya, sebagian besar pemilik ponsel di Indonesia bukan pengguna smartphone dan juga tidak mampu memiliki komputer pribadi, tapi tetap berhak menikmati pengalaman berselancar di internet melalui ponsel mereka sebagaimana yang dirasakan para pengguna smartphone. Dikatakannya, tujuan AXIS menghadirkan pengalaman berinternet yang lebih baik melalui ponsel juga didukung oleh tarif layanan data yang terjangkau. Pihaknya yakin melalui program ini bisa menghadirkan layanan internet bagi seluruh masyarakat Indonesia dan mengakhiri kesenjangan dalam pemanfaatan perangkat digital di Indonesia. Pelanggan AXIS yang telah menikmati manfaat penawaran layanan data diberi kesempatan memilih, apakah akan menikmati penawaran baru ini atau tetap menikmati manfaat program layanan data sebelumnya. Sedangkan pelanggan lain, termasuk pelanggan yang baru mengaktifkan nomor AXIS langsung bisa menikmati penawaran baru ini. Syakieb menambahkan, menggerakkan 'Internet untuk Rakyat' akan bermanfaat bagi semua pengguna internet di Indonesia, termasuk para pelajar, guru, pekerja, ibu rumah tangga, dan berbagai kalangan masyarakat lainnya. Mereka semua dapat merasakan manfaat dari program ini untuk memenuhi kebutuhan mereka dalam mengakses internet, termasuk mencari informasi, mengirim dan menerima email, akses ke jejaring sosial seperti facebook, twitter, serta jejaring sosial yang lain. (SIONG)

Infrastruktur Penyebab Turunnya Daya Saing Indonesia Medan-andalas Berdasarkan The Global Competitiveness Report 20112012 yang diterbitkan oleh World Economic Forum, daya saing Indonesia masih berada di peringkat 46 dari 142 negara yang dinilai, menurun dua tingkat dari tahun 2010-2011. Masalah infrastruktur merupakan salah satu penyebab turunnya daya saing dan terhambatnya percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dan, khusus untuk infrastruktur, Indonesia berada di peringkat 90. "Karenanya, paradigma baru dalam pembangunan infrastruktur sangat diperlukan, yaitu dengan menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS) dalam pembangunan infrastruktur," ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Armida S Alisyahbana pada seminar nasional bertema "Optimalisasi Skema KPS dalam Pembangunan Infrastruktur di Daerah," di Hotel Madani Medan, Selasa (25/10). Hadir dalam seminar itu, Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho, Sekretaris Kementerian PPN/ Sesama Bappenas Slamet Seno

PALLADIUM THAMRIN 12.00-14.10-16.20-18.3020.40 SUN 12.45-14.55-17.05-19.1521.25

PLAZA 13.10-15.30-17.50-20.10 THAMRIN 12.00-14.20-16.40-19.0021.20

Adji, dan Kepala Bappeda Sumut Riadil Akhir. Sedangkan pembicara tampil Wakil Sekretaris I Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) Imron Bulkin, Wakil Ketua DPRD Sumut Chaidir Ritonga, dan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara (FE USU) Jhon Tafbu Ritonga. Seminar dipandu oleh Afian Tumengkol. Menurut Armida, skema KPS sebagai implementasi paradigma "not business as usual" dalam pembangunan infrastruktur, menjadikan infrastruktur bukan hanya sebagai prasyarat investasi, tapi juga merupakan lahan investasi bagi pihak swasta. "Untuk itu, pemerintah pusat dan daerah hendaknya proaktif dan harus melihat program infrastruktur ini sebagai program strategis sampai tahun 2014," jelas menteri. Wakil Sekretaris I KP3EI Imron Bulkin mengatakan, kebutuhan pembiayaan infrastruktur berdasarkan minimal 5 persen dari PDB Tahun 2010-2014 mencapai Rp1924 triliun, sedangkan kemampuan pemerintah hanya sebesar Rp 560 triliun (termasuk DAK) serta potensi pendanaan lain (BUMN, swasta, dan APBD)

BINJAI 12.00-14.10-16.20-18.3020.40 PALLADIUM 13.00-15.10-17.20-19.3021.40

sebesar Rp 1041 triliun. "Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi minimal 7 persen pada akhir tahun 2014, masih terdapat gap pembiayaan sebesar Rp 323 trilun. Sehingga diharapkan peran pemerintah lebih ditingkatkan," kata Imron. Wakil Ketua DPRD Sumut Chaidir Ritonga mengatakan, saat ini pemerintah daerah sangat kesulitan membangun infrstruktur yang dibutuhkan masyarakat, karena anggaran yang tersedia terkuras untuk membayar pengeluaran rutin, seperti gaji pegawai, baiaya operasional kantor, ATK, listrik, air dan lainnya. "Karenanya, kehadiran swasta peran swasta melalui skema KPS merupakan salah satu solusi yang dapat ditempuh," sarannya. Pengamat ekonomi Jhon Tafbu Ritonga juga mengakui, banyak infrastruktur yang dibutuhkan daerah tidak dapat dibangun karena pemerintah kekurangan dana. Sedangkan menambah rasio pajak untuk pembangunan infrastruktur akan menambah beban rakyat. "Untuk tidak menambah beban pajak masyarakat, diperlukan kerjasama pemerintah dan swasta dalam membiayai realisasi proyek pembangunan MP3EI di daerah ini," kata Dekan FE USU ini. (HAM)

PLAZA 12.15-14.05-15.55-17.4519.35 BINJAI 18.30-20.40

andalas/ist

CENDERAMATA-Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho memberikan cenderamata kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Armida S Alisjahbana, usai seminar di Hotel Madani, Selasa (25/10).

PALLADIUM 12.00-14.10-15.20-18.3020.40

Jalan Tol Jadi Baromoter KPS di Sumut MENTERI Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) yang juga Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Armida S Alisjahbana mengungkapkan, di Sumut ada dua proyek yang direncanakan penanganannya melalui skema KPS. Dua proyek tersebut adalah ruas Jalan Tol Medan-KualanamuTebingtingi dan tol Medan-Binjai. "Di Sumut memang baru yang dua ini, dan kemungkinan yang paling cepat adalah MedanKualanamu-Tebingtinggi yang saat ini sudah dalam posisi siap ditawarkan (ready to offer) ke investor. Untuk selanjutnya, akan diterapkan skema serupa untuk tol Medan-Binjai," ujarnya pada seminar Nasional Desiminasi Produk-Produk Perencanaan Pembangunan Nasional/ Bappenas, Selasa (25/10)di Hotel Madani Medan. Armida mengungkapkan, dua ruas tol ini akan menjadi barometer pelaksanaan KPS untuk proyekproyek nasional di Sumut ke depannya. Artinya, kata dia, jika ini berhasil maka tidak tertutup kemungkinan akan semakin banyak KPS yang dilaksanakan di Sumut di masa-masa yang akan datang. "Memang fokus pembangunan infrastruktur saat ini sudah diarahkan ke daerah, tentunya tidak sekaligus banyak, tapi sedikit-sedikit, tapi fokus. Kalau ini berhasil tentu akan semakin banyak investor yang akan berminat," tambahnya. Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Gatot Pujo Nugroho, dalam sambutannya melaporkan progres akses ke Bandara Kualanamu sedang berjalan dan menunjukkan progres yang menggembirakan. "Untuk pembebasan lahan sudah disiapkan pergub yang menjadi payung hokum untuk pemberian santunan kepada pemilik lahan yang akan digunakan untuk pelaksanaan akses Bandara Kualanamu, baik itu jalan tol maupun nontol (arteri)," sebutnya. (WAN)

SUN 12.30-14.40-16.50-19.0021.10 THAMRIN PALLADIUM 12.15-14.25-16.35-14.1520.55

SUN 18.45-20.55


KOMUNITAS

Rabu 26 Oktober 2011

Jalan Sehat Warnai Hari Jadi ke-155 Telkom Medan-andalas Memeriahkan Hari Jadinya ke-155 yang jatuh pada tanggal 23 Oktober, Keluarga Besar Telkom Group Kota Medan, Minggu lalu mengadakan Family Gathering, dengan melakukan jalan sehat di jalan utama di Kota Medan. Acara yang dipusatkan di Lapangan Telkom– Jalan Gaharu Medan ini dilepas secara langsung oleh GM Consumer Service Reg 1 Overlis. Terlihat, suasana penuh ceria dan keakraban dirasakan para peser ta Family Gathering ini. Beberapa ruas jalan utama kota Medan yang sempat dilalui di antaranya Jalan Gaharu sebagai titik start, Jalan Irian Barat, Titi Gantung, Jalan Paya Pinang, Jalan Balai Kota, Jalan Prof HM Yamin, Jalan Merak Jingga, Jalan Perintis Kemerdekaan dan akhirnya finish kembali ke Jalan Gaharu. Usai jalan sehat, di lapangan Gaharu juga dilanjutkan dengan pemotongan nasi tumpeng oleh GM Consumer Service Regional 1 Overlis, disaksikan sejumlah senior leader unit bisnis Sumatra yang ada di Kota Medan, diantara POH OSM HR 01 Sumatra Syafri Murat dan GM Access Regional 1 Sumatra, Ya’aro Hulu.

Overlis mengatakan, Family Gathering Telkom Group yang digelar kali ini memberikan makna yang cukup berarti dalam rangka meningkatkan tali silaturahmi antarsesama keluarga besar Telkom Group. Selain itu, acara ini sekaligus juga untuk meningkatkan kebugaran dan kesehatan sehingga diharapkan dengan modal kesehatan tersebut bisa meningkatkan kontribusi kita kepada perusahaan dan layanan kita kepada pelanggan. Dikatakannya, HUT Telkom kali ini hendaknya juga dijadikan momen bagi seluruh keluarga besar karyawan Telkom Group untuk berkontemplasi (merenung) apa yang sudah kita lakukan untuk perusahaan maupun pelanggan dengan tuntutan dan tingkat kepuasan yang terus berubah. Menghadapi perubahan tersebut, kata Overlis, pihaknya dituntut lincah sesuai tuntutan perubahan agar terus tumbuh, seperti halnya sekarang dengan portofiolio baru, yaitu TIME (Telecommunication, Information, Media dan Edutainment). Produk TIME diharapkan menjadi warna dan nilai tambah baru dalam upaya memenuhi kebutuhan

harian andalas | Hal.

11

Jelang Deepavali

Binmas Poldasu Bertemu Tokoh Hindu

dan gaya hidup pelanggan. “Melalui layanan TIME yang sudah dan sedang kita rintis dan dorong tersebut, kita berharap bisa memberikan beberapa layanan sekaligus (konvergen) yang dibutuhkan pelanggan seperti suara, data dan internet, video serta cable TV, dan inilah yang dapat disebut sebagai The Real Transformation Telkom,” kata Overlis. GrooviaTV adalah salah satu contoh layanan konvergen Te lkom terbar u. Sebentar lagi produk yang bisa memberikan tayangan televisi on deman secara interaktif ini juga akan segera hadir di Sumatra dan masih dalam tahap trial di Banda Aceh. Ini semua tentu tidak lepas dengan dukungan SDM yang dikenal kreatif dan menjadi salah satu ciri keunggulan SDM Telkom. Sementara itu, menyemarakkan acara Family Gathering kali ini, para peserta juga dihibur dengan pagelaran musik, penyediaan beragam door prize menarik serta memberikan hadiah kepara para pemenang pada berbagai cabang lomba internal yang digelar Telkom Group, seperti lomba karaoke, bulutangkis, futsal, tenis meja, tenis lapangan dan lain-lain. (RIL)

Medan-andalas Jajaran Binmas Poldasu dan pengurus Pemuka Agama Mitra Kamtibmas (PAMK) Sumut mengadakan pertemuan dengan pengurus Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sumut dan pemuka agama Hindu, di Kuil Agung Shri Marriamman, Jalan Teuku Umar Medan, Senin (24/10). Pertemuan itu guna mendapatkan gambaran tentang situasi dan gangguan kamtibmas baik menyangkut kegiatan agama maupun kegiatan sehari-hari di daerah sekitar tempat tinggal masyarakat etnis Tamil yang akan merayaakan Deepavali. Dalam pertemuan itu Kabag Kerma Poldasu,AKBP RB Damanik,SH, MH mengimbau sejumlah tokoh agama Hindu untuk tidak segansegan melaporkan perkembangan situasi kamtibmas kepada pihak kepolisian menyangkut keamanan di seputaran tempat tinggal maupun tempat usaha masyarakat Tamil. “Laporkan perkembangan situasi kamtibmas seputaran

andalas/siong

PER TEMU AN-J PERTEMU TEMUAN-J AN-Jajaran Binmas Poldasu dan Pengurus Pemuka Agama Mitra Kamtibmas (PAMK) Sumut mengadakan pertemuan dengan pengurus PHDI Sumut dan pemuka agama Hindu, di Kuil Agung Shri Marriamman, Jalan Teuku Umar Medan, Senin (24/10). tempat tinggal maupun tempat usaha Anda ke kami. Termasuk jika ada prilaku oknum polisi yang mungkin menyakiti masyarakat, silakan disampaikan kepada kami dengan catatan bukan berupa fitnah,” kata Damanik. Hasil laporan umat beragama, katanya, akan dilaporkan ke Kapoldasu yang selanjutnya Kapoldasu akan memerintahkan membuat disposisi apa yang akan dikerjakan. ”Seperti pertemuan dengan pihak Walubi di kantor Jalan Kemuning dan Jalan Mahoni dilaporkan ada gangguan kamtbmas dalam pelaksanaan ibadah agama Bud-

dha. Hal ini langsung kita tindaklanjuti dan dinetralisir,” ungkap AKBP RB Damanik. “Pada dasar nya setiap manusia memiliki hak-hak yang sama di depan hukum dalam hal menjalankan ibadah dan kehidupan di negara ini,” tambahnya. Sementara Ketua PHDI Sumut Naran Sami SH didampingi Ketua Kuil Shri Mariamman, Pinandita M Chandra Bose menjelaskan, hari raya Deepavali dirayakan oleh umat Hindu Tamil pada bulan Oktober atau awal bulan November. ”Umat Hindu di Sumut berbeda dengan provinsi lain, karena hanya di Sumut

yang ada masyarakat Tamil, di provinsi lain tak ada,” ungkap Naran Sami. Berbicara soal kerukunan, Naran Sami mengaku, dirinya bersama M Chandra Bose pernah berkunjung hingga ke Eropa untuk mencari perbandingan soal kerukunan beragama di negara lain. ”Ternyata kerukunan umat beragama di negara Indonesia jauh lebih nikmat, terlebih di Provinsi Sumut jika dibanding negara lain,”sebut Naran Sami. Pertemuan yang diakhiri dengan sesi tanya jawab dihadiri oleh Sekretaris PAMK Sumut Drs Azhari Musa Purba. (SIONG)

Buku ‘Kebijaksanaan Kuno’ Diluncurkan Medan-andalas Indonesia Vidya Carita (IVC) meluncurkan buku “Kebijaksanaan Kuno untuk Masyarakat Modern” hasil karya Lama Phurbu Tashi Rinponce, di Grand Aston Medan, baru-baru ini. Buku itu diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh YM Bhikkhu Khemanando (Ketua Indonesia Theravada Buddhist Centre).

andalas/ist

JAL AN SEHA TJALAN SEHATT-GM Consumer Servise Regional 1 Sumatra, Overlis saat mengibarkan bendera start melepas peserta Jalan Sehat pada Family Gathering TelkomGroup se Kota Medan.

Sosialisasi Program KB

BKKBN Sumut Gelar Berbagai Lomba Medan-andalas Sukses menggelar lomba poster beberapa waktu lalu, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kembali menyelenggarakan Lomba Pidato dan Lomba Baca Berita tingkat SMP dan SMA se-Kota Medan. Kegiatan digelar di Auditorium RRI Medan dari 24 27 Oktober 2011. "Lomba seperti ini diadakan BKKBN bekerjasama dengan RRI untuk ketujuh kalinya. Sasaran program ini untuk menyosialisasikan program KB kepada kalangan remaja, dari tingkat SMP hingga SMA," jelas Kepala Bidang Adpin BKKBN Perwakilan Provinsi Sumut, Drs Datang Sembiring MPHR, Selasa (25/10) di Medan. Menurutnya, jumlah penduduk di Indonesia khususnya di Sumut kini didomina-

si oleh kalangan remaja. "Sekira 30 persen penduduk di Indonesia didominasi oleh kalangan remaja. Jadi, dalam hal ini BKKBN mencoba untuk menyosialisasikan program KB melalui program GenRe (Generasi yang Punya Rencana). Diharapkan ke depan para remaja memiliki planning (rencana) matang untuk mempersiapkan keluarganya,” ujarnya. Ia berharap, melalui program-program BKKBN, kalangan remaja dapat mengetahui dan mempersiapkan rencana membentuk keluarga yang ideal, yakni cukup dengan dua anak. "Apabila tidak dilakukan pengendalian penduduk mulai dari kalangan remaja, dikhawatikan 46 tahun kemudian, jumlah penduduk di Sumut akan mencapai 1 miliar jiwa. Ini akan menjadi beban untuk pembangunan," ungkapnya. Sementara itu, Kepala

Bidang L ayanan dan Pengembangan Usaha RRI Medan, Enriman Burat-butar mengungkapkan, sebagai lembaga penyiaran publik, RRI memiliki visi untuk membangun karakter bangsa. "Kerjasama dengan BKKBN ini merupakan upaya RRI untuk mendukung pemerintah dalam membangun karakter bangsa. RRI bersama BKKBN sudah lama bekerjasama menggalakan program sosialisasi, dalam hal penyampaian informasi untuk dikonsumsi publik," katanya. Dalam kegiatan itu, ratusan pelajar baik dari tingkat SMP dan SMA memadati Auditorium RRI, Jalan Gatot Subroto Medan untuk mengikuti Lomba Pidato dan Lomba Baca Berita. Tercatat 307 pelajar yang terdaftar untuk mengikuti lomba yang berhadiah total senilai Rp 10.800.000 itu. (YN)

Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Kementerian Agama Wilayah Provinsi Sumatera Utara, Ketut Supardi SAg,MSi memberikan apresiasi yang tinggi kepada IVC yang berhasil meluncurkan buku “Kebijaksanaan Kuno untuk Masyarakat Modern”. “Semoga buku ini mampu memberikan kekayaan bagi buku-buku agama Buddha yang ada di Indonesia,” paparnya. Ketut Supardi berharap, buku ini bisa dibaca, bisa dipahami dan bisa memberikan perubahan berpikir dan bersikap. “Semoga buku ini bisa membantu banyak umat Budha untuk meningkatkan moralitas dan etika sehingga suasana hidup selalu dalam kebahagiaan, keberuntun-

CENDERAMA CENDERAMATTAPengurus Indonesia Vidya Carita (IVC) memberikan buku kepada tokoh agama Budha dan Bhikku sebagai cenderamata pada acara peluncuran buku “Kebijaksanaan Kuno untuk Masyarakat Modern” di Grand Aston Medan,barubaru ini. andalas/siong

gan dan kesuksesan,” imbuhnya. Ketua Panitia, Betty SH menyampaikan terimakasih atas dukungan moril ataupun materil dari para anggota Sanggha, para tokoh Buddhis dan panitia yang sudah bekerja tanpa lelah hingga terlaksana kegiatan ini. “Semoga semangat dan usaha yang baik ini dapat dilakukan secara berkelanjutan demi perkembangan dan pelestarian ajaran Buddha,” sebutnya. Lama Phurbu Tashi Rinponce yang dilahirkan di Tibet pada 1973, dikenal sebagai “tuku” atau Lama inkarnasi dari Wihara Bo Gangkar. Lama menerima pendidikan monastik awal di Wihara Gangkar dan kemudian melanjutkan di Sekolah Wihara Palpung selama dua

tahun. Lama menulis sebuah buku mengenai vegetarianisme, yang direkomendasikan oleh YA Dalai Lama dan YA Karmapa Orgyem Trinle Dorje dengan menegaskan pentingnya pesan yang disampaikan oleh penulis. Buku “Kebijaksanaan Kuno untuk Masyarakat Modern” berisikan tentang ajaran dan nasehat yang berasal dari ajaran Buddha Sakyamuni sendiri pada 2500 tahun silam dan diaplikasikan secara praktis dalam masyarakat modern sekarang. Banyak konsep-konsep rumit seperti kata ajaib, perlindungan rahasia dan cara-cara meditasi yang justru diuraikan secara sangat praktis dan sederhana oleh penulis dan sama sekali bukan sesuatu yang ajaib.

Acara yang juga dihadiri Ketua PerwakilanUmat Buddha Indonesia (Walubi) Kota Medan, Ir Sutopo itu, diramaikan dengan kesenian oleh Persaudaraan mudamudi Vihara Dharma Wijaya, Dragon Sister dan stand buku serta aksesoris Buddhis. IVC adalah tim yang terbentuk dari sebuah ide untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan bukubuku Dhamma dan buku pengetahuan sehingga dapat mempermudah umat Buddha yang ingin melakukan pelimpahan jasa. Beberapa buku yang sudah diterbitkan antara lain, Nasihat untuk Rahula, Kisah-kisah Jataka tentang Pahala, Agganna Sutta dan Wanita-wanita Agung Murid Sang Buddha. (SIONG)

BERITA DUKACITA

YAYASAN BALAI SOSIAL HENRY WIJAYA JL. BAKARAN BATU NO.1 MEDAN TLP.(061) 7367339 - 7369359 Blok

1

Nama

LIM TAN LAI

Umur (Thn)

76

Alamat

Jl. Kapt Sumarsono No. 584 A Helvetia Medan

Meninggal (Tgl/Jam) 24-10-11 22.45 WIB

Berangkat (Tgl/Jam)

28-10-11 11.00 WIB

Keterangan / Tempat

Dikebumikan

BERITA DUKACITA

BALAI PERSEMAYAMAN ANGSAPURA JL. WAJA NO. 2-4 MEDAN TELP. 7345503, 7361328, 7360873 B lok

N ama

U mur (Thn)

Alamat

Meninggal (Tgl/Jam)

B erangkat (Tgl/Jam) K eterangan / Tempat

VIP-A

ONG SENG LIN

57

Jl. B erastagi No. 14-A Medan

24-10-11 16.00 WIB

27-10-11 13.00 WIB

D i perabukan

VIP-B

HIOE FA AN

51

Jl. Meranti No. 3 A P eti sah Medan

25-10-11 02.00 WIB

28-10-11 11.00 WIB

D i perabukan

VIP-C

LIAW IK MIN

90

Jl. S umatera No. 86 / 116 Medan

22-10-11 14.00 WIB

26-10-11 14.00 WIB

D i perabukan

1

NYO LIE HUA

55

Jl. A kasi a I No. 38 Medan

23-10-11 12.10 WIB

4

MEI PAO IK / AINA

71

Jl. K apt. S umarsono No. 396 Helveti a Medan

25-10-11 11.40 WIB

27-10-11 13.00 WIB

D i kebumi kan

5

YAP SIU KHENG

75

Jl. B . K atamso No. 225 Medan

25-10-11 08.45 WIB

27-10-11 14.00 WIB

D i perabukan

6

NG IK FUNG

80

Jl. Rengas No. 10 / 3 Medan

24-10-11 19.30 WIB

27-10-11 11.00 WIB

D i kebumi kan

8

CHUANG LUI LUAN

75

Jl. K rueng No. 3 E / C 6 Medan

23-10-11 10.35 WIB

26-10-11 13.00 WIB

D i perabukan

D i perabukan


Rabu 26 Oktober 2011

Togel Marak di Sei Kepayang, Warga Resah Tanjung Balai-andalas Masyarakat Sei Kepayang, akhir-akhir ini dilanda resah, karena kembali maraknya judi toto gelap (togel) yang diduga diback-up oknum kepolisian Sektor Sei Kepayang dan Polresta Tanjung Balai. Menurut Burhan, salah seorang warga Sei Kepayang Kabupaten Asahan, kepada andalas, Selasa (25/10), keberadaan judi togel tersebut memang sulit dibuktikan, karena praktiknya dilakukan secara sembunyisembunyi melalui pesan singkat SMS. "Kami sebagai bahagian dari masyarakat di daerah ini sangat khawatir. Jika maraknya judi togel ini tidak segera ditindak pihak kepolisian, akan berdampak merusak mentalitas masyarakat, utamanya kalangan generasi muda. Apalagi bandar togel tersebut merupakan warga Sei Kepayang," katanya. Sementara, Ketua Front Pembela Islam (FPI) Kota Tanjung Balai dan Asahan, Surya Abdi Lubis atau akrab disapa Osama mengatakan, pihaknya memang sudah mendengar iinformasi dari intelijen FPI. Bahwa praktik judi togel masih berjalan dengan leluasa di Sei Kepayang. Untuk itu, dia Osama mendesak pihak kepolisian segera menindak tegas bandar togel tersebut. Sangat mengherankan, sudah banyak warga Sei Kepayang resah, tapi kenapa berkompeten, khususnya Polsek Sei Kepayang tidak tanggap. "Pasti ada yang tidak beres, dan saya menduga beberapa oknum polisi ikut membekingi judi togel tersebut," bebernya. Hal senada dikemukakan Ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kota Tanjung Balai-Asahan, Ramlan Harahap. Bahwa tidak mungkin pihak kepolisian tidak mampu menangkap bandar judi togel tersebut. "Karenanya, kepolisian jangan sampai 'kebakaran jenggot' jika nanti kami yang melakukan penangkapan," katanya. Ramlan juga mensinyalir sejumlah oknum wartawan yang mengetahui kasus itu, sudah disogok bandar togel tersebut sehingga tidak pernah menyoroti meraknya perjudian itu. "Selaku Ketua PPWI Kota Tanjung BalaiAsahan mengultimatum pihak kepolisian untuk segara menangkap bandar tersebut. Jika dalam tempo 7 X 24 jam tidak ditanggapi, PPWI dan FPI akan bertindak dengan cara dan bahasa kami sendiri," tegasnya. (FN)

Mutasi Pejabat Pemkab Nisel Terus Disorot Nias selatan-andalas Setelah mutasi pejabat struktural Pemkab Nisel disorot berbagai kalangan. Kini, mutasi pejabat fungsional yang menjadi perbincangan hangat masyarakat di Nias Selatan. Mutasi para pejabat itu, menurut penilaian mereka, wajar dilakukan pimpinan daerah sebagai hasil evaluasi kinerja para staf. Hanya saja, terkadang mutasi diduga dilakukan karena adanya beberapa faktor melatarbelakangi. Di antaranya, kepentingan subjektif pejabat atau bisikan dari tim sukses pimpinan daerah, saat mencalonkan diri sebagai pada Pemilukada. Pantauan andalas, Selasa (25/10) di SDN Hilindasoniha Kecamatan Toma. Selama ini sekolah tersebut dipimpin SR, dengan pangkat golongan IV/b. Namun, tiba-tiba saja karena mutasi terus dilakukan atasan. Kini, SR hanya guru kelas biasa. Sementara, jabatan kepala sekolah dipercayakan kepada Yl, yang baru berpangkat golongan II/ b. Tak aneh, jika sejumlah warga sekitar sekolah tersebut, merasa heran melihat kondisi SD Hilindasoniha yang dipimpin PNS berpangkat II/b. SR sendiri mengaku, bangga karena dirinya dipimpin seorang PNS, yang golongannya jauh lebih rendah dari dirinya. Dia juga yakin apa yang dialaminya tidak semata-mata karena intervensi bupati."Pasalnya, bupati tidak mengenal dirinya. Hal ini mungkin karena adanya bisikan orang-orang di sekeliling bupati," katanya. (EZ)

SUMATERA UTARA

12

Anggaran Pemeliharaan Mobnas Rp 1 M Lebih

Pemkab Dairi Dituding Hamburkan Uang Rakyat Sidikalang-andalas Dana pemeliharaan 24 unit mobil dinas (mobnas) Sekretariat Pemkab Dairi, tahun anggaran 2010 ditampung pada APBD, setelah ada perubahan, mencapai angka cukup 'wah'. Yakni, Rp 1,1 miliar lebih. Sementara, untuk tahun anggaran 2011 sebelum ada perubahan, berkisar Rp 810 juta lebih.

andalas/sondang silalahi

MOBIL DINAS - Sejumlah mobil dinas sedang terparkir di garasi rumah dinas Bupati Dairi, Johnny Sitohang.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset (Dippeka) Kabupaten Dairi melalui Kabid Anggaran, AP Ujung menjawab andalas, Selasa (25/10), terkait sorotan dan pertanyaan sejumlah kalangan tentang besarnya anggaran dana pemeliharaan kendaraan dinas di Sekretariat Pemkab Dairi. Anggaran itu dinilai mubazir, pemborosan dan dituding sebagai kebijakan yang menghambur-hamburkan uang rakyat, sekaligus tidak sesuai dengan motto Pemkab Dairi, 'Bekerja untuk Rakyat', yang digaungkan Bupati Johnny Sitohang. Bahkan, sejumlah kalangan membandingkan besarnya dana pemeliharaan kendaraan dinas itu dengan pembelian sejumlah mobil

angkot bekas yang dapat memenuhi kebutuhan puluhan rakyat Dairi berprofesi sebagai supir. Ujung menjelaskan, dana pemeliharaan rutin/ berkala kendaraan dinas Sekretariat Pemkab Dairi, digunakan untuk belanja jasa service, Rp 94.800.000, penggantian suku cadang Rp.348.200.000, BBM/ pelumas Rp 640 juta dan belanja STNK, Rp 21 juta. "Sementara, pengguna anggaran Bagian Umum Sekretariat Daerah Pemkab Dairi, " katanya. Sebelumnya, Kabag Umum Pemkab Dairi, JM Manullang mengaku, tidak mengetahui berapa besarnya anggaran pemeliharaan kendaraan dinas di Sekretariat Pemkab Dairi untuk tahun anggara 2010. Dia berdalih, dirinya baru menduduki jabatan itu pada Oktober 2010, sehingga tidak mengetahui pasti anggaran pemeliharaan itu. Dijelaskan, untuk tahun anggaran 2011, dana pemeliharaan kendaraan dinas sekretariat sebanyak 24 unit itu, sekitar Rp 400 juta. Dana tersebut sudah termasuk biaya pembelian bahan bakar minyak (BBM) kendaraan yang digunakan Bupati, Wakil Bupati dan Sekda. Namun, penjelasan Manullang sepertinya bertolak belakang dengan keterangan yang disampaikan Kabid Anggaran Dippeka Dairi, AP Ujung. Yakni, sekitar Rp 800 juta lebih, sebelum adanya Perubahan APBD Dairi TA 2011. (SS)

PU Bina Marga Sergai Didemo Ratusan Warga Perbaungan-andalas Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Serdang Bedagai, didemo ratusan warga dari tiga desa Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Sergai, sekitar pukul 11.30 WIB, kemarin. Kedatangan warga dengan menumpangi 5 unit kendaraan roda 4 dan 6 mendatangi kantor yang berada di Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Sergai itu, guna menyampaikan aspirasinya tentang perbaikan serta pengaspalan puluhan kilometer jalan desa. Diminta kepada Kadis PU agar memperbaiki jalan desa yang berada di tiga desa Desa Bahsiduadua, Tanjung Arap dan Serba Jadi, Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Sergai. "Sebab, kondisinya kini banyak berlubang dan sulit dilalui kendaraan, terutama saat musim penghujan seperti sekarang,” kata Rafi (37) warga Serbajadi dalam orasinya. Ratusan warga yang berorasi di depan kantor PU Bina Marga Sergai, dikawal petugas kepolisian Polres dan Sat Pol PP Sergai itu, selanjutnya

sekitar 8 orang mewakili warga diterima Kadis PU Bina Marga Sergai, Ir Yusran guna bermusyawarah. Hasilnya, usai mendengarkan yang disampaikan warga, pihak Dinas PU Bina Marga meminta agar warga bersabar dan berjanji hasil keputusannya akan disampaikan 3 hari mendatang setelah disampaikan terlebih dahulu ke Bupati Sergai. Walaupun belum mendapat kepastian, hanya mendengar jawaban dari pihak Dinas PU Bina Marga, akhirnya ratusan warga dari tiga desa tersebut membubarkan diri kembali kerumah masing-masing dengan tertib. Namun, jika dalam 3 hari mendatang keinginan warga tidak dapat terpenuhi maka warga berjanji akan kembali melakukan aksi unjuk rasa dengan massa yang lebih banyak lagi. "Kami akan melakukan hal sama dengan massa lebih banyak lagi jika keinginan kami tidak bisa dipenuhi. Kita tunggu saja hasilnya dalam tiga hari mendatang,” tegas Marno (45) warga Tanjung Arap di sela kerumunan pendemo ketika membubarkan diri. (RYAD)

DEMO - Ratusan warga dari tiga desa Kecamatan Serbajadi, Sergai ketika melakukan aksi demo di depan kantor PU Binamarga Sergai.

Sudah tak Digaji 10 Tahun

Misniatun Diusir dari Rumah Dinas BPP Kuala Begumit

Ditahan Polisi Malaysia

Nasib 25 Nelayan Batu Bara Dipertanyakan Batu Bara-andalas Ketua Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Target Batu Bara Zulkifli, bersama Sekretaris Khairil Anwar, Bendahara Mhd Yusuf mendatangi DPRD Batu Bara, Selasa (25/10) untuk mempertanyakan penanganan nasib 25 nelayan Kecamatan Medang Deras Batu Bara, yang ditahan Polisi Diraja Malaysia sejak 6 Oktober 2011. LSM Target itu diterima anggota Komisi A, H Sutan Sitompul dan Amat Muktas. Setelah dilakukan pengecekan surat dari HNSI Kecamatan Medang Deras, baru diterima Pemkab Batu Bara dan tembusannya kepada Ketua DPRD Batu Bara, Senin (24/10). Ketua LSM Target mengaku kecewa dengan lambannya pihak HSNI melaporkan permasalahan yang dialami para nelayan Batu Bara itu ke Pemkab Batu Bara. LSM Target berharap Pemkab Batu Bara, memberikan perhatian terhadap keluarga nelayan yang kini hidup dalam kekurangan. Bahkan sudah ada yang makan pisang untuk menyambung hidup. "Kalau kepala keluarga nelayan masih bisa bekerja saja kehidupan nelayan cukup sulit, apalagi saat ini mereka ditahan tentu dapat dibayangkan bagaimana sulitnya keluarga nelayan itu memenuhi kebutuhan hidupnya," ujar Amad Muktas. (SUSI)

harian andalas | Hal.

TUNTUT GAJI - Misniatun saat menceritakan nasibnya dan menuntut gaji dibayarkan.

Stabat-andalas Diperlakukan sewenang-wenang, Misniatun kecewa. Penjaga kantor BPP Kuala Begumit Kecamatan Binjai itu melancarkan protes dan siap mempertanyakan nasibnya kepada Bupati Langkat, H Ngogesa Sitepu SH. Seperti diceritakannya kepada andalas di rumahnya di Jalan Linggis, Lingkungan III Kelurahan Cengkeh Turi, Binjai Selasa (25/10). Pertama kali dia bekerja sebagai petugas kebersihan, penjaga kantor dan staf administrasi di Kantor BPP Kwala Begumit, Kecamatan Binjai tahun 1994 berdasarkan Surat Perintah Nomor : 800/145/1994 tertanggal 31 Maret 1994, dikeluarkan dan ditandatangani Kadis Peternakan Langkat saat itu, Drs Mahmuddin Lubis. Kala itu, Misniatun yang masih berusia 28 tahun digaji sebesar Rp 250 ribu per bulan, tapi gaji atau honor itu diterimanya per triwulan (3 bulan sekali). Hal itu berlangsung hingga tahun 1996. Kendati gaji kecil, dia mengaku senang Saat itu gaji itu diterimanya dari Kepala BPP Kuala Begumit, Asman Harahap. “Pada tahun 1996- 1998 gaji itu saya ambil di Dinas Pertanian dan Peternakan Langkat, besarannya tetap Rp. 250 ribu per bulan atau Rp. 750 ribu per tri wulan. Namun sejak tahun 1998 gaji itu tidak lagi saya terima,” ujarnya.

Misniatun mengaku sempat bingung karena sejak tahun 1998 sampai tahun 2008 honornya tidak lagi dibayar oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Langkat, padahal menurut pengakuannya dia tetap bekerja seperti biasa. Karena itu, Misniatun pun mengaku sempat pergi bekerja ke Malaysia selama 2 tahun. Pada 2009 tiba-tiba suami Misniatun, Sukarlan alias Jipeng diangkat sebagai petugas kebersihan dan penjaga kantor di Kantor BPP Kuala Begumit, Kecamatan Binjai oleh Kepala BPP Kuala Begumit saat itu, Ridwan. Untuk itu, Jipeng diberi honor sebesar Rp 500 ribu per bulan atau Rp 1,5 juta per triwulan. Namun, pengangkatan itu hanya akal-akalan saja, sebab surat perintah kerja dan pengangkatan Mis niatun masih tetap berlaku dan belum dicabut. Apalagi, setelah itu keluar pula surat perintah Kadis Pertanian Langkat, H Basrah Daulay, SP Nomor : 1147 Diperta/PA/XI/ 2010 tertanggal 9 November 2010, yang meminta kepada Misniatun segera mengosongkan rumah dinas yang ditempatinya, karena akan direhab dan ditata ulang. Surat Basrah itu dikeluarkan berdasarkan surat dari Koordinator BPP Kwala Begumit Nomor : 10/BPP/KWB/XI/ 2010 tertanggal 27 Oktober 2010. Akibatnya, Misniatun pun tergusur. Apalagi, setelah siap direhab,

rumah dinas itu pun ditempati orang lain. Menurut desas-desus ‘orang baru’ itu bawaan Koordinator BPP, Ridwan. Karena itu, Misniatun merasa ‘dipermainkan’ dan dizalimi Dinas Pertanian Langkat. “Bayangkan, sudah tidak digaji selama 10 tahun, saya pun ‘diusir’ pula dari rumah dinas yang selama ini kami tempati,”ujarnya. Namun, tudingan itu dibantah Sekretaris Dinas Pertanian Langkat, Ir Mahruzar Nasution. Dikatakannya, bagaimana mau dibayar, karena dana untuk itu tidak ada dianggarkan setiap tahun. Selain itu, saat pemisahan antara Dinas Peternakan dan Dinas Pertanian, data-data dan berkas mengenai Misniatun itu tidak ada dilimpahkan atau dilaporkan kepada Dinas Pertanian Langkat. Karena itu, secara administratif, berkas dan data-data tentang Misniatun menjadi urusan Dinas Peternakan Langkat. Buktinya, sampai sekarang berkas dan data-data mengenai Misniatun tidak ada di Dinas Pertanian. “Padahal, kalau ada dan terus diperbaharui, jangankan untuk menuntut gaji yang tidak dibayarkan selama10 tahun. Untuk menjadi pegawai (PNS) pun dia bisa, karena berarti telah terdaftar sebagai pegawai honor di Dinas Pertanian atau di Dinas Peternakan Langkat Langkat,” ujarnya. (BD)

WARTAWAN DAERAH LANGKAT: Hasrizal, Budi Zulkifli, Syaiful Amri, Subur Syahputra, Dony Syahputra BINJAI: M Kamil Ismail DAIRI: Sondang Silalahi HUMBANG HASUNDUTAN: Marganda Lumbangaol DELISERDANG: Firdaus Tanjung, TH Sihombing, Bobby Lusaka Purba SERGAI: Supriyadi TEBINGTINGGI: Riady Kasidi TANAH KARO: Robert Tarigan SH, Lamhot Situmorang, Natanael Tarigan SIANTAR/SIMALUNGUN: Agus Salim HT Haean, Larham Simare-mare KISARAN: Hamdan Rangkuti, Edisa Sejahtera TANJUNG BALAI: Faisal M Yunus Nst BATUBARA: Zulkifli Nasution LABUHAN BATU: Iwan Kesuma LABURA: M Ilyas Munthe SAMOSIR: Fransiskus Sitanggang NIAS SELATAN: Edy Gunawan Zebua MADINA: Choirullah Lubis PALAS: M Effendi Pohan PAKPAK BHARAT: Wesrion Tumangger BIEREUN: H Suherman Amin,M Husin Spd, Juanda Iskandar. KUTACANE: Jamuddin Selian, Alwahidi LANGSA: DD Harison. LHOKSUKON: Usman Cut Raja. BLANGPIDIE: Supriyan MS. ACEH TAMIANG: Zul Herman.


SUMATERA UTARA

Rabu 26 Oktober 2011

harian andalas | Hal.

13

Protes Mopen Pelat Hitam, Supir Angkot Mogok

CENDERAMA CENDERAMATTA - Kapusdiklat Manajemen dan Kepemimpinan Kejaksaan RI, Onggal Siahaan tukar cenderamata dengan Wabup Deli Serdang Zainuddin Mars, disaksikan Sekda Azwar S.

Deli Serdang Lokasi Observasi Diklat PIM III Kejaksaan RI Lubuk Pakam-andalas Dinilai cukup strategis di segala bidang, Pemkab Deli Serdang terpilih sebagai lokasi observasi lapangan (OL) peserta Diklat PIM III Angkatan IV Kajaksaan RI tahun 2011. Hal ini diungkapkan Kapusdiklat Manajemen dan Kepemimpinan (MA PIM) Kejaksaan RI, DR Onggal Siahaan SH. SSos MH, saat mengunjungi Pemkab DS, disambut Wakil Bupati H Zainuddin Mars, Selasa(25/10). Hadir dalam acara itu, Kajari Lubuk Pakam Phator Rahman SH, Sekdakab Drs H Azwar S MSi, Ka Bappeda Ir Irman DJ Oemar, Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Drs H M Ali Yusuf Siregar MAP, Kadis Infokom Drs Neken Ketaren, Kadisnaker Drs Josia Gurusinga, Kaban Kesbang Linmas Drs H Edy Azwar, ditandai dengan saling menukar cenderamata berupa plakat. Onggal Siahaan menyatakan sangat tertarik untuk menjadikan Kabupaten Deli Serdang sebagai lokasi OL bagi peserta Diklat Kejaksaan RI, mengingat kabupaten ini sebagai daerah cukup strategis di segala bidang, yang didukung luas wilayah maupun potensi dimiliki serta kegiatan

percepatan pembangunan. Secara khusus peserta Diklat memokuskan OL dan bertemu langsung dengan para SKPD sebagai locus masing-masing Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Kesehatan dan Dinas Cipta Karya dan Pertambangan direncanakan berlangsung hingga 27 Oktober. Diharapkan, Diklat Observasi diikuti 30 peserta ini berlangsung secara maksimal dan memperoleh data secara akurat karena nantinya akan diseminarkan di hadapan pejabat yang benar-benar menguasai permasalahan. Sementara, Wabup H Zainuddin Mars menyambut baik dan menyampaikan terima kasih terpilihnya Deli Serdang sebagai lokasi OL bagi peserta Diklat Pim III Kejaksaan RI. "Kiranya hal ini menjadi pemicu bagi DS untuk berbuat lebih baik lagi," harapnya. Wabup menambahkan, Kabupaten Deli Serdang saat ini sedang berupaya dalam percepatan pembangunan, sesuai dengan visi misi pembangunan Deli Serdang memperioritaskan dibidang Pendidikan dan Kesehatan tanpa mengabaikan pembangunan infrastruktur lainnya. (TH)

Warga Desa Malum Gelar Aksi Damai Salak-andalas Puluhan warga Desa Malum, Kecamatan Sitelu Tali Urang Jehe yang umumnya petani, menggelar aksi demo ke kantor bupati dengan melakukan aksi damai didampingi Serikat pekerja Indonesia (SPI). Aksi demo warga dipicu tertangkapnya seorang warga Desa Malum, dua minggu lalu, Gamsir Manik oleh Polres Pakpak Bharat karena melakukan perambahan hutan register di kawasan Desa Malum untuk dijadikan lahan perladangan. Aksi damai warga menuntut Polres, segera melepaskan teman mereka serta Dinas Kehutanan dapat menentukan batas jelas mengenai kawasan hutan register di desa itu. Bupati melalui Sekda Holler Sinamo, yang menerima kedatangan warga menyebutkan, mengenai tapal batas hutan register khususnya di Desa Malum dan umumya di Kabupaten Pakpak Bharat, bukan wewenang Pemkab melainkan wewenang provinsi. Untuk itu, warga Desa Malum diminta bersabar dan Pemkab segera menuntaskan mengenai tapal batas hutan register. Warga yang merasa tidak puas dengan jawaban Sekda, melanjutkan aksi ke kantor DPRD Pakpak

Bharat. Masyarakat yang melanjutkan aksinya di depan gedung dewan langsung diterima Ketua DPRD Ir Agustinus Manik didampingi 12 anggota dewan lainnya. Setelah mendengar duduk permasalahan, Ketua Komisi A Sonny Berutu minta Ketua DPRD segera mengoordinasikan Dinas Kehutanan agar menyelesaikan permasalahan tersebut dengan pihak terkait, secara arif dan bijaksana. Komisi A DPRD Pakpak Bharat menyatakan, permasalahan yang dialami warga Desa Malum, Gamsir Manik merupakan wewenang pihak aparat kepolisian. Namun, DPRD Pakpak Bharat sependapat dengan aspirasi warga, terkait dengan perlunya kejelasan seputar tapal batas hutan register di daerah tersebut. Usai bertemu DPRD , warga Desa Malum melanjutkan aksi damai ke Polres Pakpak Bharat, yang diterima Kapolres AKBP Suriadi Bahar SH MH. "Penangkapan dan penahanan terhadap Gamsir Manik dilakukan, karena dianggap tidak proaktif dalam penyidikan dilakukan pihak kepolisian," kata Kapolres. (WES)

Binjai-andalas Supir angkot di Binjai, Selasa (25/ 10) menggelar aksi mogok. Akibatnya, sejumlah warga yang hendak bepergian menggunakan jasa angkutan penumpang tersebut, menjadi terkendala. Ratusanangkot dan bus penumpang bersama para supir yang mengadakan aksi mogok sejak pagi, hingga Selasa sore terlihat nonggok di pinggir Jalan Gatot Subroto, tidak jauh dari Lapangan Merdeka Binjai. Kasat Lantas Polres Binjai AKP Rizal, bersama anggota dan petugas Dinas Perhubungan Kota Binjai, turun ke lapangan melakukan pencegahan mengatasi suasana yang dapat menjurus ke arah hal tidak diinginkan. Diakui Kasat Lanatas Binjai, beroperasinya mopen pelat hitam secara liar di Binjai dapat mengundang keributan, sekaligus meresahkan angkot yang resmi mencari sewa.

"Karena itu, petugas Polantas Binjai segera menertibkan dan menindak mopen liar itu," tegasnya. Kepada para supir angkot dan bus penumpang AKP Rizal menghimbau, agar para supir dalam mengemudikan kendaraan, hendaknya tetap mengikuti dan mematuhi peraturan lalulintas. "Masalah mobil penumpang (mopen) berpelat hitam yang selama ini bebas mencari sewa di Binjai pasti segera ditindak," katanya. Mendengar janji Kasat Lantas Binjai, yang berjanji segera menertibkan mopen pelat hitam ayang selama ini bebas beroperasi, akhirnya para supir angkot bersama armadanya dengan sportif membubarkan diri. (MKI)

MOGOK - Supir angkot di Binjai mogok memrotes mobil penumpang pelat hitam yang bebas beroperasi.

Calo SIM Merajalela di Sat Lantas Langkat Langkat-andalas Keberadaan calo SIM merajalela di Sat Lantas Polres Langkat. Karenanya, Sekretaris Komisi I DPRD Langkat Drs Tarsan Naibaho, mempertanyakan harga pembuatan SIM (Surat Izin Mengemudi) yang terkesan cukup mahal serta ke pos mana saja dana tersebut dibayarkan. Hal itu mengemukan pada rapat koordinasi Komisi A DPRD Langkat, dengan Kasat Lantas Polres Langkat AKP Faidil Zikri SH SIK, didampingi Kaur bin Ops Ipda Eridal, Kanit Turjawali Ipda Aruan, Kaur Reg Iden Ipda Selamat Riadi SH, Kanit Dikyasa Aiptu D Aritonang, Kanit Laka Ipda Hasanudin dan Aiptu Sukamto selaku Baur Tilang, di ruang komisi, Selasa (25/10). Sementara, anggota DPRD Langkat yang hadir di antaraya Ketua Komisi Drs H Sarikat Bangun, Jumarik S, Ir Antoni Ginting, Drs A Samin Sihotang, Andre Munarwan dan M Reza Fahlevi. Kasat Lantas Polres Langkat dicecar dengan berbagai pertanyaan tentang biaya pembuatan SIM. Namun semua pertanyaan itu dijawab

andalas/dony syahputra

CALO - Di Kantor Sat Lantas Polres Langkat ini, diduga banyak calo SIM berkeliaran. Faidil Zikri dengan tenang. "Pembuatan SIM hendaknya tidak melalui calo," imbaunya. Usai pertemuan, Kasat Lantas juga ditanya wartawan seputar harga pembuatan SIM di Polres Langkat terbilang mahal. Menjawab pertanyaan ini, Faidil menegaskan, mahalnya pembuatan SIM karena pengurusannya melalui calo. Ketika disinggung, mengapa keberadaan calo dibiarkan merajalela di lingkungan Sat Lantas, Faidil menyatakan, oknum mengaku wartawan juga banyak merangkap jadi calo SIM, tanpa merinci siapa oknum dimaksud. Tak puas dengan keterangan Kasat Lantas, andalas coba melihat langsung proses pembuatan SIM di

Sat Lantas, di belakang gedung DPRD Langkat. Saat berada di lokasi pembuatan SIM, terlihat sangat banyak oknum sipil dan berseragam dinas coklat beroperasi ganda sebagai calo SIM . Saidil Amri (35) warga Tanjung Lenggang Kecamatan Bahorok Langkat mengatakan, dirinya dipungut biaya oleh oknum berpakaian sipil sebesar Rp 300 ribu, untuk pembuatan SIM A baru. Oknum sipil tersebut minta dirinya hanya duduk manis dan menunggu namanya dipanggil foto, tanpa harus mengikuti prosedur melakukan tes kesehatan atau mengikuti ujian praktik dan teori seperti lazimnya prosedur pembuatan SIM, yang diatur dalam Undang-Undang. (DN)

PKK Pemkab Karo Gelar Lomba Bulan Balita ke-29

Dinas Tarukim Labuhan Batu Tinjau Jalan Rusak Rantau Prapat-andalas Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Permukiman (Tarukim) Pemkab Labuhan Batu, meninjau sejumlah jalan rusak di sekitaran terminal, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Rantau Utara, Selasa (25/10). Kepala Dinas Tarukim Maheni Rizal melalui Kasi Pemeliharaan Gedung dan Prasarana Permukiman Suhendra didampingi stafnya mengemukakan, hal itu dilakukan sebagai tindaklanjut keluhan warga yang disampaikan kepada Bupati H Tigor Panusunan Siregar. Hasil survei mereka diketahui Jalan Taruna-45 Ujung dipenuhi lumpur dan lubang yang panjang dan perlu pengerasan sekitar 300 meter serta Jalan Bukit Pasada memang sangat layak dilakukan pengerasan. Selain itu, dinding badan Jalan Bukit Pasada telah tergerus air parit, karena secara kebetulan di posisi terjangan/tikungan air mengalir. Kepala Lingkungan Terminal Pangadilan Hasibuan berharap pengerasan badan jalan serta pembuatan tembok penahan air yang kini sudah memakan badan jalan Bukit Pasada hampir setengahnya diharapkannya segera diperbaiki. “Ya, saya dan warga di sini sangat berharap ini secepatnya diperbaiki,” ujar Pangadilan. Harapan sama diutarakan Adi dan Azis, yang bermukim di penghujung Jalan Taruna 45. “Sudah lama jalan ini digenangi air dan lumpur. Kalau musim hujan seperti ini sulit dilalui karena sudah penuh lubang besar. Kami berharap bupati memperhatikan hal ini secepatnya,”kata kedua warga tersebut. Dinas Tarukim Labuhan Batu dibantu Kepling Terminal Pangadilan Hasibuan, telah mengukur badan jalan yang rusak serta mengambil data badan jalan tergerus air parit. Kondisi di kedua ruas jalan tersebut memang sangat memprihatinkan, terlebih musim hujan belakangan ini. (ONE)

Pemkab Asahan Terima Empat Mobil PLIK

GEMBIRA - Kegembiraan tampak terlihat pada perlombaan bulan balita ke- 29 di Jambur rumah dinas Bupati Karo di Kabanjahe. Kabanjahe-andalas Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Karo, Ny Rasta Kena Ukur Karo Jambi Surbakti, membuka secara resmi kegiatan lomba bulan balita ke-29, di Jambur Pemkab Karo, yang bersebelahan dengan rumah dinas Bupati Karo Jalan Veteran Kabanjahe, Selasa (25/10). Ny Rasta Kena Ukur Karo Jambi Surbakti yang juga istri Bupati Karo DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti mengatakan, maksud dan tujuan lomba balita ke 29 ini bertujuan untuk membina dan menumbuhkembangkan bakat maupun kreativitas serta ketrampilan anak balita yang ber-

karakter sejak dini. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para ibu dan masyarakat tentang pentingnya pendidikan dan kesehatan. Selain itu, untuk meningkatkan kemampuan orang tua dalam membina dan menumbuhkembangkan balita secara sehat dan optimal serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para ibu untuk mengenalkan kepada anaknya sejak dini tentang makanan 3 B. Adapun perlombaan bulan balita dengan tema "Dengan bulan balita ke-29 dan Bina Generasi Muda/ Remaja tahun 2011, kita wujudkan sumber daya manusia Indonesia

yang siap bersaing,”merupakan lomba menyusun balok/lego dan lomba bernyanyi. Adapun juara menyusun balok/ lego. Juara I TK Methodist Kabanjahe, Juara II TK Xaverius RK Kabanjahe dan Juara III TK Dewi Sartika Kabanjahe. Lomba menyanyi, juara I TK Methodist Kabanjahe, Juara II TK Xaverius RK Kabanjahe dan Juara III TK Jedidja Kabanjahe. Untuk juara pertama setiap kegiatan akan disertakan untuk mengikuti lomba ke tingkat Provinsi Sumut tanggal 23-24 November mendatang. (RTA)

Kisaran-andalas Plt Gubsu Gatot Pujonugroho ST menyerahkan 4 unit mobil pusat layanan internet kecamatan (MPLIK) kepada Pemkab Asahan, yang diterima Wakil Bupati H Surya BSc, di halaman kantor Bupati Sergai, kemarin. Plt Gubsu menjelaskan, tujuan penyerahan mobil PLIK untuk meningkatkan pola pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di bidang informasi dan komunikasi, meningkatkan sinergitas dan integrasi pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di bidang informasi dan komunikasi. "Semoga dengan diserahkan MPLIK dapat mendorong kemajuan pembagunan di daerah. Jika MPLIK yang diserahkan kurang, daerah dapat menganggarkan di APBD-nya masing-masing, “kata Plt Gubsu di hadapan 7 kabupaten/ kota yang menerima mobil PLIK. Mobil PLIK yang merupakan program pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) diserahkan ke kabupaten/ kota untuk menjangkau wilayah pelosok-pelosok kecamatan yang masih relatif memiliki gangguan sinyal, agar masyarakat dapat menikmati layanan internet. “Dengan adanya mobil PLIK diharapkan tidak ada lagi daerah terpencil terkucilkan," kata Plt Gubsu. Wakil Bupati Asahan, H Surya BSc mengatakan program ini akan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh Pemkab Asahan. Apalagi program mobil PLIK untuk mencerdaskan kehidupan bangsa yang berada di pelosok kecamatan. (FAS)


Rabu

ACEH MEMBANGUN

26 Oktober 2011

harian andalas | Hal.

14

Jembatan Sukajadi Kebun Ireng Nyaris Putus Langsa-andalas Kalau tidak Wali Kota Langsa Zulkifli Zainon yang membangun Gampong Sukajadi Kebun Ireng Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, siapa lagi yang diharapkan. Walau Gampong Sukajadi jauh dari pusat perkotaan Kota Langsa, namun warga masyarakat di sana harus mendapat perhatian Pemerintah Kota Langsa. “Untuk itu, kami atas nama masyarakat Gampong Sukajadi Kebun Ireng minta Wali Kota Langsa segera memperbaiki jembatan yang nyaris putus, agar tidak terjadi korban masuk ke dalam lubang yang sudah lama longsor akibat kikisan erosi air

NY ARIS PUTUS - Warga berharap NYARIS jembatan di Gampong Sukajadi Kebun Ireng Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, yang nyaris putus, segera diperbaiki. andalas/suharto

Ulama Minta Pilkada Ditunda Banda Aceh-andalas Sejumlah unsur ulama dan santri di Aceh mengharapkan agar konflik regulasi dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah Aceh bisa segera dituntaskan. Sebelum konflik regulasi ini kelar, ulama dan santri menilai pilkada tidak tepat dilaksanakan. “Tidak boleh dilaksanakan pilkada di Aceh sebelum konflik regulasi diselesaikan sebagaimana mestinya,” kata Ketua MUNA Teungku Alibasyah Usman dalam pernyataan sikapnya, Selasa (25/10). Pernyataan sikap juga ditandatangani Teungku Ismail Buket (Ketua Rabithah Santri se-Aceh), Teungku M. Nasir atau Waled Lampoh Sawo mewakili unsur Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Pidie, dan Teungku M. Thahir dari Himpunan Ulama Dayah (HUDA) Aceh Timur. Keputusan para ulama yang tergabung dalam MUNA, HUDA, dan MPU untuk menyatakan sikap mendukung tidak dilaksanakannya pilkada sebelum konflik regulasi kelar, diambil dalam sebuah pertemuan di Banda Aceh, Ahad (23/10) lalu. Pertemuan itu menghasilkan tujuh kesepakatan. Selain meminta agar pilkada tidak dilaksanakan sebelum jelasnya aturan, mereka juga meminta agar penyelenggaraan pemilihan lima tahunan itu merujuk pada Undang Undang No 11/2006 tentang Pemerintahan Aceh. (AKC)

DBD Serang Dua Warga Abdya Blangpidie-andalas Dua warga Aceh Barat Daya (Abdya), Rahmi (22) dari Desa Mata Ie, Kecamatan Blangpdie dan Yeni Evodia (26) dari Desa Durian Rampak Kecamatan Susoh, dirawat intensif akibat serangan Deman Berdarah Dengue (DBD. Pemeriksaan darah kedua pasien, kata dr Suherdy SpPD, dokter Spesialis Penyakit Dalam di RSUD Abdya, Selasa siang (25/10), mereka positif terjangkit DBD tersebut. "Yeni yang masuk RSUD Senin, diketahui terserang DBD setelah yang bersangkutan pulang dari Sinabang. Namun, belum diketahui dimana terjangkit, apakah di Sinabang atau di tempat tinggalnya di Desa Durian Rampak, Susoh,” kata dr Suherdy. Sejak sepekan terakhir, RSUD Abdya telah menangani empat penderita DBD. Dua korban yang dirawat sebelumnya sudah diperbolehkan pulang, yaitu TM Syukur (32), tidak lain adalah Keuchik Gampong Pantee Perak, Kecamatan Manggeng dan Yusmai (45), warga Desa Alue Sungai Pinang, Kecamatan Jeumpa. Kadis Kesehatan (Kadinkes) Abdya, H Khadry A SH MM, mengatakan pihaknya bersama petugas pada Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) turun ke lokasi untuk melakukan fogging atau pengasapan dalam upaya memberantas jentik nyamuk, sejak Senin (24/10). (SI)

sungai,” ujar Rabono warga di daerah itu kepada andalas, Selasa (25/10). Saat ini, katanya jembatan yang nyaris putus tersebut tinggal menunggu korban. Jalan terhubung jembatan itu hampir keseluruhan tanahnya longsor, sampai-sampai abutmennya sudah kelihatan dari samping jalan. Rabono menambahkan, kalau hal ini tidak segera diatasi oleh Pemko Langsa, dikhawatirkan akan memakan korban jiwa. Untuk itu, mereka berharap Wali Kota Langsa segera turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi sesungguhnya. Wali Kota Langsa Zulkifli Zainon ketika di konfirmasi andalas, Selasa (25/10) di ruang DPRK Langsa, langsung merespon keluhan warga tersebut. Dan berjanji akan segera memperbaiki jembatan dimaksud. “Nanti saya akan panggil pihak PUD Langsa untuk mengecek langsung ke daerah itu,” ujar Zulkifli Zainon. (HARTO)

Dua Alat Berat Milik AJS Dibakar OTK Lhokseumawe-andalas Sekelompok orang tidak dikenal (OTK) membakar dua unit alat berat milik PT Abad Jaya Sentosa (AJS) jenis Compact dan Grader yang di parkir di pinggir jalan Desa Blang Poroh Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara, Selasa (25/ 10) sekitar pukul 02.30 WIB. OTK yang diperkirakan empat orang bersenjata api (senpi) jenis pistol sempat mengancam petugas yang menjaga alat berat tersebut. Keterangan yang diperoleh andalas di lokasi kejadian menyebutkan, kelompok OTK tidak hanya menggunakan sejata api jenis pistol juga ada yang memegang senjata laras panjang. “Kami diancam tembak saat mareka hendak melakukan pembakaran terhadap alat berat yang digunakan untuk pembangunan jalan yang menghubungkan Desa Cot Mambong sampai Blang Poroh,” ujar Abdurrahman, warga setempat yang menjaga perlengkapan pembangunan jalan tersebut. Dia menceritakan, sekitar 30 menit sebelum kejadian, pihaknya bersama

dua buruh lainnya yang bekerja pada proyek pembangunan jalan tersebut sedang ngobrol bersamanya. Karena telah larut malam dua buruh tersebut pulang ke tempat menginap yang berjarak sekitar 100 meter dari camp proyek. “Tiba-tiba datang seorang pria yang menggunakan sebo (penutup wajah), langsung mematikan lampu penerang di depan camp tempat kami menginap. Kemudian pria itu langsung mengambil pistol dan menodongkan ke arah saya,” kata Abdurrahman yang mengaku masih gemetar dan takut. “Kamu hanya tukang jaga, kami tidak ada urusan dengan kamu dan buruh jalan lainnya, tapi kami hanya berurusan dengan pemilik alat berat, karena dia sombong sekali sama kami. Kalau kamu melawan kami akan tembak, karena kami juga bawa senjata laras panjang sambil memperlihatkan senjata yang dibawanya,” ucap Abdurraman menirukan kata-kata yang diucapkan salah seorang kelompok OTK. Saat itu lanjut Abdurrahman, kelompok OTK itu juga merampas rokok dan korek api, bahkan orang-orang ini juga merampas Handphone miliknya. “Tiba-tiba saya mendengar seperti orang menyiram minyak ke atas alat berat yang sedang parkir, berjarak sekitar lima meter dari saya. Lalu terlihat api sudah membumbung tinggi menghanguskan alat berat jenis compact,

bersamaan dengan itu yang lainnya menyiramkan minyak dalam sebuah jerigen yang mareka bawa ke alat berat jenis grader,” ujar Abdurrahman. Menurutnya, saat api membumbung tinggi dari alat berat yang sedang terbakar tersebut, kemudian dirinya melihat empat pria yang diduga sebagai pelaku lari ke arah kawasan jalan Cot Mambong. Melihat pelaku sudah pergi, Abdurrahman langsung lari ke rumah orang tuanya untuk memberitahukan kejadian yang terjadi. Kemudian orang tuanya bernama Sarong memberitahukan kepada pekerja jalan lainnya yang nginap dekat TKP. “Tidak lama kemudian sejumlah warga datang dan berusaha memadamkan api dengan menggunakan peralatan seadanya. Kami sempat kesulitan memadamkan api karena sumber air jauh dari lokasi kebakaran, tapi tak lama kemudian api berhasil dipadamkan,” kata Abdurrahman. Pagi harinya, aparat kepolisian Pos Polisi Nisam Antara turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan. Sekitar pukul 12.30 WIB semua alat berat yang terbakar itu, oleh pemiliknya dibawa pulang ke kawasan Krueng Geukueh untuk diperbaiki. “Barang lunak pada semua bagian alat berat itu hangus terbakar,” sebut salah seorang anggota polisi yang mengawal alat berat itu ditarik untuk dibawa pulang. (UCR)

Ribuan Warga Antre Buat Akta Kelahiran

Mahasiswa Desak Dewan Bahas Qanun KKR

Banda Aceh-andalas Ribuan warga kota Banda Aceh terpaksa antre mendapatkan nomor untuk membuat akta kelahiran, Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) di depan kantor wali kota setempat, Selasa. "Saya sudah antre sejak pukul 06.30 WIB. Kondisi ini sesuatu yang melelahkan dari sebuah pelayanan pemerintah kepada masyarakatnya," kata seorang warga M Ilyas (50) di Banda Aceh, Selasa. Dinas kependudukan dan catatan sipil (Disdukcapil) merupakan instansi yang memberikan pelayanan bagi masyarakat bidang pembuatan akta kelahiran, KTP dan KK. Warga yang berdomisili di kawasan Peunayong Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh itu mengaku, sudah dua hari ke kantor Disdukcapil untuk membuat akta dan perpanjangan KTP miliknya. Semua berkas yang diperlukan sudah dilengkapi termasuk surat keterangan dari kantor kepala desa dan camat. "Kemarin saya juga ke sini, menurut petugas nomor antrean akan dibuka kembali pada hari ini," katanya. Rahmawati (34), seorang ibu rumah tangga yang sedang hamil mengaku, ingin memperpanjang KTPnya mengatakan, tidak sanggup antre untuk mendapatkan nomor tersebut. "Saya datang sekitar pukul 08.00 WIB, antriannya sangat panjang mungkin lebih seratus meter, dari pada antre lebih baik tidak miliki KTP," katanya sambil meninggalkan halaman kantor Balai Kota itu. (ANT)

Banda Aceh-andalas Mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di enam kabupaten/kota di Aceh meminta DPRA untuk segera membahas Rancangan Qanun Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR). Jika hingga Desember ini tak kunjung dibahas, mahasiswa mengancam akan menduduki gedung Parlemen. Desakan itu disampaikan perwakilan mahasiswa usai mengikuti reuni alumni Sekolah HAM di Sabang beberapa waktu lalu. Sekolah HAM merupakan institusi pendidikan informal yang dibentuk Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh. Para mahasiswa menuntut agar Ketua DPRA Hasbi Abdullah menepati janji yang pernah disampaikan di hadapan mahasiswa yang berunjukrasa di gedung Parlemen Daud Beureu-eh pada peringatan hari HAM tahun lalu. “Ia berjanji selambat-lambatnya Juli akan dibahas (Rancangan Qanun KKR),” kata Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Malikul Saleh Lhokseumawe Mahadir, kemarin. Komisi Rekonsiliasi dan Kebenaran Aceh merupakan perintah UU No 11/2006. Perintah itu tertuang dalam Pasal 229 ayat (1). Namun hingga lima tahun setelah UU Pemerintahan Aceh itu disahkan, Parlemen Aceh tak kunjung membahas Rancangan Qanun tersebut. Mahadir menyebutkan, mahasiswa memberikan tenggat hingga Desember. Jika tak kunjung dibahas, mahasiswa mengancam akan menduduki gedung Parlemen Daud Beureueh. (AKC)

Ratusan Anak Aceh Terancam Putus Sekolah Banda Aceh-andalas Sebanyak 403 orang anak keluarga miskin dan yatim piatu di Provinsi Aceh terancam putus sekolah karena dukungan dana yang diberikan Palang Merah Irlandia akan dihentikan akhir tahun ini. "Program kami akan habis tahun ini, untuk itu kami minta Pemerintah Aceh, dan pemerintah setempat, memberikan perhatian. Jika tidak, masa depan anak-anak ini terancam suram," kata Manajer program Secondary Education Cash Assistance Programme (SECAP) Safriyal, di sela-sela acara pelatihan peer counselor di Banda Aceh, Selasa (25/10). Dijelaskannya, jumlah anak penerima bantuan di Banda Aceh mencapai 139 orang, Aceh Besar 138 orang, Aceh Jaya 41 orang dan Aceh Barat 85 orang. Mereka umumnya berada di jenjang pendidikan sekolah menengah, SMP dan SMA. "Saat ini, SECAP membiayai pendidikan dengan memberikan bantuan tunai Rp450 per tiga bulan bagi tiap anak. Kami memberikan bantuan pendampingan kepada anak-anak dari keluarga miskin dan yatimpiatu untuk memaksimalkan manfaat dari program tersebut," jelas dia. Syafriyal menambahkan, program ini telah berlangsung sejak 2006 dan telah membantu pendidikan sekitar 7.000 anak usia di lima kabupaten/kota di Aceh. Namun sejak 2009, mereka menggunakan jasa pendamping untuk memonitor perkembangan pendidikan anak melalui pendekatan psikososial, katanya. "Tanpa pendampingan, mustahil program ini berjalan efektif. Karena umumnya anak-anak yang didampingi mengalami trauma psikologis, akibat tsunami," jelas dia. Sementara itu Yulizar Umar, psikolog dari Lembaga Psikologi Psikodinamika, mengatakan dari survei random yang dilakukan pihaknya, kebanyakan anak-anak ini masih bermasalah dengan emosi. "Bahkan ada dari mereka yang mengaku tidak pernah menangis selama tiga tahun. Ada juga beberapa anak yang mengaku tidak punya impian," kata dia. Jika kondisi ini tidak segera diselesaikan akan berdampak terhadap perkembangan mental anak yang akan mempengaruhi perkembangan daya saing dengan anakanak sebayanya, tambah Yulizar. "Mereka bisa disembuhkan dengan pendekatan hypnotherapy. Ini telah dilakukan SECAP bersama Psikodinamika," sebut dia. Yulizar menambahkan, sebenarnya butuh perhatian yang tidak didapat dari ayah dan ibu yang meninggal, karena konflik dan tsunami. Ini adalah tanggung jawab bersama, terutama pemerintah. (ANT)

2012 Aceh Barat Buka 10.000 Ha Lahan Perkebunan Karet PEMERINTAH Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, mewacanakan pembukaan lahan baru untuk komoditas andalan perkebunan karet seluas 10 ribu hektar pada tahun 2012 untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah itu. Bupati Aceh Barat, H Ramli Ms, di sela membuka kegiatan panen perdana penderes kerat di Meulaboh, Selasa (25/10)

mengatakan, hingga saat ini di Aceh Barat sudah miliki areal perkebunan karet seluas 25.146 hektar tersebar di 12 Kecamatan dan tahun 2012 akan dibuka lahan baru seluas 10 ribu hektar. "Lahan ini nantinya akan dikelola oleh masyarakat petani, pemerintah akan terus berusaha memberikan bantuan malahan saat ini ada proposal lain sudah diajukan dan kita tinggal menanti realisasinya," kata Bupati Ramli. Dikatakan lahan seluas itu nantinya akan dibagikan kepada masyarakat desa dan pondok pesantren masing-masing se-

luas 2 hektar untuk dikelola dengan melibatkan 385 jumlah kelompok tani. Terlebih saat ini, katanya sebuah perusahaan negara Thailand akan berdiri tahun 2012 di Kabupaten Aceh Barat, sehingga pembukaan lahan baru itu diharapkan bisa meningkatkan produksi bahan baku petani dan perusahaan itu tidak terkendala mencukupi bahan olahan. Lebih lanjut dikatakan, peluang investasi di Aceh Barat akan dibuka seluas-luasnya bagi investor yang hendak mengali hasil alam dimilki mengenai

kendala transportasi jalan dan pelabuhan akan dibangun sesuai permintaan sehingga tidak ada hambatan dan kendala perusahaan apapun yang memajukan kawasan itu. "Masalah jalan dan pelabuhan, saya tanggulangi, tidak ada masalah itu, yang terpenting saat ini bagaimana perusahaan itu bisa berkerja menanamkan sahamnya di wilayah kita," tegas Ramli. Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Aceh Barat, Helmi, menambahkan, bahwa lahan yang dibuka itu merupakan milik rakyat semen-

tara pemerintah hanya memfasilitasi, seperti memberi bantuan bibit, pupuk dan sebagainya melalui bantuan pemerintah pusat dan provinsi Aceh. "Pemerintah terus menambah luas areal lahan agar bisa dikembangkan tanaman karet dan keuntungannya juga bagi masyarakat petani," sebutnya. Ia menjelaskan selama ini pemerintah sudah mengusulkan berbagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui komoditas andalan tanaman karet dan ada satu proposal dana mencapai Rp28 miliar menyusul namun belum terealisasi. (ANT)

Ilustrasi


Selasa

SAMBUNGAN

26 Oktober 2011

Cirus Divonis 5 Tahun, Keluarga Menangis Jakarta-andalas Jaksa non aktif Cirus Sinaga divonis lima tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Selasa (25/10). Cirus terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi berupa merintangi dengan tidak sengaja penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan perkara korupsi terhadap Gayus Tambunan di Pengadilan Negeri Tangerang. "Menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi," ujar Ketua Majelis hakim Albertina Ho di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selain hukuman penjara, majelis hakim juga menjatuhkan pidana denda sebesar Rp150 juta subsidair 3 bulan penjara terhadap Cirus. Menurut Majelis hakim, Cirus telah terbukti bersalah melanggar Pasal 21 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang termaktub dalam dakwaan kedua jaksa. Cirus lolos dari kewajiban membayar uang pengganti sebesar uang korupsi yang dinikmatinya, sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 18 UU pemberantasan tipikor. Pasalnya, Majelis menilai Cirus tak terbukti menda-

patkan sejumlah uang dari kejahatan yang dilakukannya. Adapun hal memberatkan bagi Cirus, perbuatannya dinilai tidak mendukung program pemerintah yang sedang giat-giatnya menciptakan penyelenggara negara yang bersih dan bebas KKN. Sementara hal meringankan, Cirus belum pernah dihukum dan menderita penyakit yang mengharuskannya mendapatkan perawatan intensif. Vonis itu disambut tangis keluarganya berjumlah delapan orang. Cirus yang mengenakan kemeja batik lengan pendek warna merah marun duduk di kursi pesakitan dalam kondisi sakit diabetes yang akut. Keluarga Cirus yang hadir di persidangan sengaja datang dari Medan. Saat beberapa anggota keluarga Cirus yang terlihat terus menangis. Dua lainnya tampak sedih, Cirus sendiri terlihat berkaca-kaca. Pria yang mengenakan batik ini lalu bergegas menyambangi kuasa hukumnya usai divonis. Cirus menyalami mereka satu per satu. Mereka serius berdiskusi. Cirus kemudian digiring ke ruang tunggu terdakwa. Ia tidak melontarkan sepatah kata pun dan hanya melempar senyuman.(NET)

WNI di Turki Terus Dipantau .........(Dari Halaman 1) berteduh," kata Emin Kayram, salah seorang korban. "Rasanya seperti kiamat," kata Mesut Ozan Yilmaz, korban luka yang sempat terkubur hidup-hidup selama 32 jam. Pusat Penanggulangan Bencana dan Bulan Sabit Merah Turki dikritik karena dianggap lalai dan lamban dalam memberikan bantuan tenda, selimut, dan makanan. Para korban mengeluhkan jumlah bantuan yang berbanding terbalik dengan jumlah mereka. Namun beberapa negara, bahkan yang berseteru dengan Turki sekalipun, bersedia mengulurkan tangan untuk meringankan beban para korban. Amerika Serikat, Azerbaijan, Iran, Bulgaria, Israel, Yunani, dan Armenia mengirimkan bantuan walaupun Turki menyatakan saat ini masih bisa bertahan. Jumlah korban diperkirakan terus bertambah karena masih

banyak yang dilaporkan hilang. Ribuan orang menghabiskan malam kedua setelah gempa di tengah udara beku di timur Turki. Tim penyelamat terus mencoba mencari sisa korban yang masih hidup di bawah puing ratusan bangunan yang roboh di Kota Van dan Ercis. Menurut wartawan BBC Sandford di Ercis, sebagian besar bangunan ini merupakan blok apartemen sehingga pada tiap gedung diperkirakan masih banyak warga tertimbun. Baik Ercis maupun Van yang lebih besar, terletak sekitar 100 km di selatannya, membentang pada lokasi dataran tinggi yang dikelilingi oleh pegunungan yang puncaknya berselimutkan salju. Temperatur di dua kota ini sangat rendah di malam hari. Tim penyelamat memperkirakan peluang menyelamatkan korban yang masih hidup setelah malam tadi makin menipis, lapor Sandford.(NET)

Dinas Kebersihan Medan Bakal Digeledah

harian andalas | Hal.

15

950 Butir Ekstasi Disita, 27 Tersangka Diamankan .........(Dari Halaman 1) Sinaga didampingi Kasat Res Narkoba Kompol Juli Agung Pramono SH SIK MHum kepada wartawan, Selasa (25/10). Lebih lanjut Tagam memaparkan, dua orang tersangka pemilik 950 butir pil ekstasi ditangkap di Jalan Mestika, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Rabu (19/10) sekira pukul 19.30 WIB. Selain 950 butir pil ekstasi, dari kedua tersangka, petugas

Res Narkoba Polresta Medan juga menyita satu kotak kardus berisi satu unit kompor listrik tempat disembunyikannya ekstasi, satu unit sepeda motor alat untuk transportasi dan satu unit handphone. Di Mapolresta Medan tersangka mengaku memperoleh ratusan butir pil ekstasi itu dari KC (DPO). 950 butir ekstasi tersebut menurut pengakuan tersangka akan diedarkan secara bersama-sama. “Untuk tersangka Marzuki

dan Yusuf, kita tangkap di Jalan Jahe Raya, Perumnas Simalingkar, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan, Sabtu (22/10) sekira pukul 11.00 WIB,” kata Agung. Selain 100 gram atau 1 ons sabu-sabu, tambah Agung, pihaknya juga menyita barang bukti lain seperti satu timbangan elektrik dan dua unit handphone. Tersangka Marzuki mengaku mendapat 1 ons sabu-sabu itu dari JA (DPO). Sabu-sabu itu rencananya diengedarkan melalui

perantaranya. Terakhir, tersangka pemilik 1,5 ons (154 gram) sabu-sabu, M Hasbi ditangkap di Hotel NV kamar 35 Jalan Gatot Subroto, Simpang Barat, Kecamatan Medan Baru, Jumat (21/10) sekira pukul 14.00 WIB. Sebelumnya, sejak 7 sampai 24 Oktober 2011 berdasarkan informasi dari masyarakat melalui SMS Center, petugas Res Narkoba Polresta Medan berhasil mengungkap sedikitnya 23 kasus peredaran gelap dan penya-

lahgunaan narkoba dengan jumlah tersangka 27 orang terdiri dari 26 laki-laki dan 1 orang perempuan. “Secara umum para tersangka melanggar Pasal 111, 112, 114, 127 Undang-undang RI No 35 Tahun 2009 karena tanpa hak memiliki, menyimpan, mengedarkan, menjual, dan atau menggunakan narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun atau dengan paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp10 miliar,” papar Agung.(HER)

Masyarakat Antusias Datangi Pos Solidaritas Gempa Turki Medan-andalas Bencana gempa yang merenggut banyak korban jiwa di Turki pada Minggu (23/10), ternyata cukup mengundang banyak simpati dari masyarakat Sumatera Utara, khususnya Kota Medan. Itu dibuktikan dengan antusiasnya warga yang datang ke Kantor Konsulat Jenderal Republik Turki di Medan di Jalan Dr Mansyur Nomor 122–124, Selasa (25/10) untuk menyampaikan ungkapan duka dan keprihatinan atas terjadinya bencana tersebut. Konjen Turki di Medan sejak kemarin memang membuka pos solidarita untuk menampung ungkapan duka masyarakat atas gempa Turki. "Pos ini akan dibuka hingga beberapa hari ke depan mulai pukul 9 pagi hingga pukul 5 sore," jelas Suhaidah, Staf Konjen Turki. Sejumlah tokoh, seperti Prof Dr Bismar Nasution (Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Sumatera Utara) dan Nabila Azhar (Puteri Indonesia Sumatera Tahun 2010) juga turut menyampaikan simpatinya kepada masyarakat Turki. Saat dimintai komentarnya, Nabila mengaku ikut sedih atas bencana gempa yang menimpa masyarakat Turki. Terlebih dia mengaku mempunyai banyak sahabat warga Turki. "Saya berharap agar mereka yang ditimpa musibah, diberi ketabahan dan kesabaran," tuturnya. Bukan cuma masyarakat Su-

andalas/istimewa

SAMPAIKAN DUKA–Konjen Kehormatan Turki untuk Dr H Rahmat Shah menyaksikan warga masyarakat yang antre ingin menyampaikan rasa dukanya atas bencana gempa yang melanda Turki, di Kantor Konjen Turki di Medan, Selasa (25/10). mut, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Irman Gusman juga telah menjadwalkan kunjungannya ke Kantor Konjen Turki di Medan untuk menyampaikan ungkapan tanda solidaritasnya terhadap bencana gempa Turki. "Pak Irman Gusman akan berada di Medan pada tanggal 2627 Oktober ini dalam rangka kunjungan kerja. Agenda beliau antara lain menjadi narasumber dialog nasional di RAZ Plaza, menuliskan tanda solidaritas tentang gempa Turki di Konsulat Turki, dan menyampaikan pidato

di acara Pelantikan Pengurus BM3 Sumatera Utara di Hotel Grand Angkasa," sebut Anggota DPD RI utusan Sumut Dr H Rahmat Shah. Sebagai Konsul Jenderal Kehormatan Republik Turki untuk wilayah Sumatera, Rahmat Shah mengaku sangat menyambut baik solidaritas yang ditunjukkan masyarakat Sumut dengan ikut merasakan duka atas bencana gempa yang menimpa wilayah tenggara Turki. "Dalam tata pergaulan masyarakat internasional, bentukbentuk pengungkapan rasa duka

melalui tulisan merupakan hal lazim dan lumrah, biasanya dikoordinir staf konsulat ataupun kedutaan besar pada daerah yang bersangkutan," jelas Rahmat Menurut Rahmat, hubungan Indonesia-Turki sudah terjalin sejak lama. Hubungan yang harmonis ini bahkan telah teruji pada saat-saat sulit yang dialami kedua negara. Rahmat mencontohkan, bagaimana besarnya perhatian dan bantuan yang diberikan Republik Turki saat wilayah Indonesia ditimpa musibah bencana alam. Khususnya pada peristiwa tsu-

nami di Aceh tahun 2004 silam, Republik Turki merupakan negara yang memberikan bantuan paling besar untuk Indonesia. "Bahkan bantuan Republik Turki untuk Indonesia hingga sekarang masih berlanjut. Seperti bantuan untuk pengembangan pendidikan dalam bentuk pembangunan fasilitas sekolah berasrama beserta program pendidikan dan sarana-sarana pendukungnya," sebut Rahmat yang baru saja mendampingi Duta Besar Republik Turki untuk Indonesia Mr Murat Adali kunjungan ke Aceh.(GUS)

.........(Dari Halaman 1) diberikan kepada lurah sebagai sihan. Ini jadi tanda tanya. Kenapa mereka tidak mau menyerahkan alat bukti tersebut?" cetus Tymbasz. Menurutnya, sudah berulang kali mereka meminta data-data yang diperlukan ke dinas tersebut, tetapi yang dikasih cuma laporan rekapitulasi total pembayaran Rp7,9 miliar. "Sementara bukti kwitansi pembayaran, bukti setor, kupon sisa tidak diberikan,” sebut Tymbasz. Dikatakannya, penyidik hanya menerima rincian dari kelurahan, misalkan Kelurahan Silalas sudah mengembalikan Rp38 juta, Petisah Tengah sebesar Rp28 juta. Kesawan sebesar Rp52 juta, Dwikora sebesar Rp234 juta, Helvetia Tengah sebesar Rp168 juta, Sei Siskambing II sebesar Rp128 juta lebih, dan kelurahan lainnya. “Kalau rekap begini, mana bisa dihitung kerugian negara. Kita perlukan bukti pembayaran disertai dengan kupon sisa," katanya. Kupon sisa tersebut merupakan barang koasi yang nilainya sama dengan uang, sehingga harus jelas pertanggungjawabannya. Berapa yang dicetak, berapa

juru kutip dan bagaimana nomor registrasi setiap kelurahan. "Namun, pihak dinas selalu beralasan data-data yang diminta tertumpuk di gudang. Kalau tertumpuk mereka kan bisa pilah. Kita kan hanya minta data kelurahan yang kini sedang penyidikan,” kesal Tymbasz. Dia menyebutkan delapan kelurahan yang tengah disidik tersebut yakni Sei Putih Tengah, Sidorejo, Sei Rengas, Permata Harjosari I, Sitirejo III, Dwikora, Timbang Deli I, dan Tegal Sari Mandala I. Tymbasz menegaskan, pihaknya kini sedang meminta izin pimpinan untuk melakukan penggeledahan dan sita dari Pengadilan Negeri Medan karena hingga kini tak ada kejelasan dari pihak Dinas Kebersihan Medan. Dia menambahkan penyidik Kejari Medan juga tengah memfokuskan pemeriksaan ke Dinas Kebersihan Medan selaku leading sektor pengelola retribusi ini. Sementara Kadis Kebersihan Medan Pardamean Siregar mengatakan, pihaknya saat ini sedang menghitung kupon sisa. Menurutnya, penyerahan kupon juga harus ada laporan pertanggungjawabannya.(FEL)

Kemaluan Suami Dibuang ke Sungai .........(Dari Halaman 1) yang meninggal pada 1997. Kulistri, 94 anak, 14 menantu, dan 33 cucu. “Kami sangat bahagia, kami yakin adanya keberadaan Tuhan. Namun perbedaan nyata yang ada adalah, denominasi kami membuat kami bisa menikahi lebih dari satu istri, “ ungkap salah satu putra Chana, Nunparliana. Keluarga ini merupakan bagian kultus Kristen bernama Channa. Nama kultus itu diambil dari nama ayah Chana, Challianchana,

tus ini didirikan ayah Chana pada 1930-an dan kini menyebar dalam empat generasi dan kabarnya memiliki 1.700 anggota. Sebagian besar anggota komunitas ini kini terkenal di seluruh Mizoram karena kemampuannya memahat kayu dan membuat tembikar. Suku Mizo sendiri awalnya merupakan animis hingga ada dua misionaris Baptis Inggris, William Frederick Savidge dan JH Lorrain, datang ke negara bagian itu pada 1894.(NET)

3 Terdakwa Kasus Soda Api Dituntut 5 Bulan .........(Dari Halaman 1) JPU menyatakan keempat terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 170 ayat (2) ke-2 KUHP, yakni secara terang-terangan dan tenaga bersama melakukan penganiayaan sehingga mengakibatkan korban menderita luka berat. Hal yang meringankan para terdakwa, kata jaksa, sudah ada perdamaian antara keempat terdakwa dengan saksi korban Masfar. Sedangkan yang memberatkan, perbuatan para terdakwa mengakibatkan saksi korban

Masfar menderita luka berat yakni grade tiga akibat disiram air keras. Dalam nota tuntutannya, JPU menerangkan, penyiraman soda api terhadap korban Masfar di Jalan Adam Malik Medan terjadi di depan Rumah Makan Sibolga pada 25 April 2011. Kasus itu berawal dari ketidaksenangan terdakwa Azharuddin Harahap terhadap Masfar, setelah mendengarkan pengaduan Linda Mora, putri Rahudman Harahap. Lalu, Azharuddin menelepon Abdi Harahap, anggota Brimob Polda Sumut, untuk menca-

ri alamat kantor dan foto Masfar. Selanjutnya, Azharuddin memerintahkan Hermanto, anggota Brimob di Binjai untuk mengambil alamat kantor dan foto Masfar dan memberikannya kepada Hartawan Purba, sopir Azharuddin. Kemudian, Azharuddin memerintahkan Hartawan memberi peringatan kepada Masfar. Seusai pembacaan tuntutan terhadap ke-4 terdakwa, penasihat hukum para terdakwa Zulkifli, menyampaikan pembelaan (pledoi) terhadap ke-4 kliennya secara lisan. Dalam pledoinya, dia meminta majelis hakim menjatuhkan

vonis seringan-ringannya kepada keempat terdakwa, karena mereka bukan orang yang melakukan atau orang yang turut serta melakukan. Meski demikian, kata Zulkifli, keempat terdakwa bertanggung jawab atas luka yang diderita korban Masfar yang ditandai dengan adanya perdamaian. Menanggapi pembelaan penasihat hukum terdakwa itu, JPU menyatakan tetap pada tuntutannya. Majelis hakim pun memutuskan menunda sidang hingga Jumat, 11 November 2011 mendatang untuk pembacaan putusan terhadap ke-4 terdakwa.

Seusai sidang, JPU Herbert Hutapea yang ditanya soal perbedaan tuntutan antara Hartawan Purba dan tiga terdakwa lainnya mengatakan tuntutan terhadap Hartawan lebih berat karena dia melakukan apa yang tidak diperintahkan Azharuddin. Azharuddin memerintahkan Hartawan memberi peringatan kepada Masfar, namun Hartawan malah menyiramkan air keras. "Menyuruh memberi peringatan dengan menyiramkan air keras kan berbeda itu. Karena itulah tuntutan terhadap Hartawan lebih berat," kata Herbeth.(THA)

Khadafi Akhirnya Dimakamkan di Sebuah Gurun Rahasia .........(Dari Halaman 1) dilangsungkan Selasa pagi waktu setempat. "Khadafi dan putranya Mutassim, dimakamkan di sebuah tempat rahasia," ungkapnya. Pejabat tersebut juga menjelaskan bahwa beberapa orang sanak keluarga Khadafi dan para pejabat menghadiri pemakaman. Sebelumnya, para pemberontak dengan sengaja meletakkan jasad Khadafi di ruang pendingin di sebuah toko di Misrata dan dipertontonkan kepada publik hingga Senin kemarin. Salem al-Mohandes, seorang petugas keamanan gudang di

toko tersebut mengatakan bahwa jenazah Khadafi dan Mutassim telah diambil Senin malam (24/ 10) oleh Dewan Militer Libya. "Tugas kami sudah selesai, mayat Khadafi telah diambil dan Dewan Militer Misrata membawa jenazah ke tempat yang dirahasiakan," tuturnya. Keputusan untuk dilakukan pemakaman terhadap jasad Khadafi ini, tidak lepas dari kondisi dari jasad yang sudah tidak bisa dipertahankan lagi di lemari pendingin. Khadafi tewas di Sirte, Kamis (20/10) lalu setelah tertangkap pasukan perlawanan Libya. Ke-

matiannya mengundang kontroversi. Pasalnya, Khadafi yang tertangkap dalam kondisi hidup, lalu dinyatakan tewas setelah kepalanya ditembak dari jarak dekat oleh para penangkapnya. Tewasnya mantan penguasa yang berusia 69 tahun tersebut mengakhiri peperangan yang terjadi selama delapan bulan di Libya. Tetapi kematian Khadafi ini memicu timbulnya masalah lain. Rivalitas antarsuku dikhawatirkan akan menjadi masalah utama dari kondisi di Libya saat ini. Dewan Transisi Nasional (NTC) yang menguasai pemerin-

tahan saat ini tentunya harus berusaha keras meredam rivalitas yang dapat mengancam kesatuan Libya. Pejabat NTC mengaku telah melakukan negosiasi dengan kepala suku di Sirte tempat kelahiran Khadafi. Mereka akan membicarakan proses pemakaman Khadafi dan apa kompensasi yang akan diberikan kepada para pemimpin NTC di Misrata, usai dikembalikannya jasad Khadafi ke Sirte. "Belum ada kesepakatan diraih hingga saat ini. Pihak sukunya sendiri belum memutuskan apakah akan mengambil jasad dari

Khadafi," jelas pejabat NTC. Dengan lokasi pemakaman yang rahasia, pihak NTC mengatakan hanya ada empat saksi dari pemakaman tersebut. Keempat orang ini disumpah di atas Alquran untuk tidak memberitahu lokasi pemakaman. Saat ini yang menjadi kekhawatiran NTC adalah kemungkinan terjadinya perlawanan dari loyalis Khadafi setelah tewasnya dua anak Khadafi, Khamis dan Muatassim. Sebelumnya Saif alIslam Khadafi mengancam akan melakukan aksi balas dendam atas tewasnya sang ayah dan kedua adiknya.(NET)

Balon Wali Kota Diuji Baca Alquran .........(Dari Halaman 1) MM, dan H Askari Usmanuddin ST-H Cut Gade. Ketua KIP Kota Langsa Agusni AH SE kepada andalas mengatakan, uji kemampuan membaca Alquran terhadap ke-

12 pasangan Balon Wali Kota Langsa itu, merupakan keputusan KIP Aceh Nomor 10 Tahun 2011, dan keputusan KIP Kota Langsa Nomor 14 Tahun 2011 tentang Petunjuk Teknis Uji Mampu Baca Alquran Balon Gubernur/Wakil Gubernur,

Bupati/Wakil Bupati, serta Wali Kota/Wakil Wali Kota. Ditambahkan Agusni, standardisasi yang digunakan dalam uji kemampuan baca Alquran terhadap pasangan Balon Wali Kota Langsa itu, bukan standar MTQ atau LPTQ.

Menurutnya, ada tiga kategori penilaian yang diberikan, yakni mengenai tajwid dengan nilai 30, fasahah bernilai 50, dan adab nilainya 20. “Dari akumulasi nilai ini, tim uji yang menentukan lulus atau tidak lulusnya setiap balon

bersangkutan. Jadi bukan penilaian untuk mencari juara. Nilai yang harus dicapai masing-masing balon minimal 50 poin dari seluruh kategori yang diberikan, baru pasangan balon layak diluluskan,” terang Agusni.(SNO/HARTO)


HARIAN

andalas L

U

G

A

S

D

A

N

C

E

R

D

A

S

Rabu, 26 Oktober 2011 | No: 2014/Tahun VII | E-Mail:andalasmedan@gmail.com | Harga Eceran Rp2.000; Langganan+ongkos kirim Rp75.000; Luar Kota: Rp2.500

RAFFI-YUNI PUTUS

HUBUNGAN asmara Raffi Ahmad dan Yuni Shara dikabarkan kandas di tengah jalan. Orang ketiga menjadi batu penghalang dalam kisah cinta keduanya. Raffi dan Yuni memang kerap putus-sambung dalam hubungan cinta mereka. Kali ini bahkan Raffi santer dikabarkan tengah mendekati pedangdut Ayu Ting Ting. Namun, pelantun 'Alamat Palsu' itu membantahnya. Ia mengaku hubungannya dengan Raffi hanya sebatas teman. "Selama ini aku sama Aa Raffi hanya sekadar teman kerja," ungkapnya saat dihubungi melalui telepon, Selasa (25/10). Selain kabar hadirnya orang ketiga, perbedaan usia yang cukup jauh juga menjadi pemicu retaknya hubungan Raffi dan Yuni. Tak hanya itu, mereka juga dikabarkan tak mendapat restu dari orangtua. Kabar putusnya hubungan Raffi Ahmad dan Yuni Shara jadi perbincangan sahabatsahabat Raffi di DahSyat. Jessica Iskandar yang merupakan partner Raffi di acara musik itu pun ikut menanggapi kabar tersebut. Jessica mengungkapkan, hubungan Raffi dan Yuni sepertinya benar-benar kandas. Secara singkat bintang film 'Dealova' itu menyiratkan, hubungan sahabatnya dengan Yuni memang sudah berakhir. "Iya sih kabarnya gitu (putus)," tuturnya singkat saat ditemui di Studio RCTI, Selasa (25/10). Namun meski begitu, Jessica tetap berharap keduanya bisa menyelesaikan masalah dengan baik. Ia ingin Raffi dan Yuni bisa kembali pada keadaan harmonis seperti sedia kala. "Buat kedua belah pihak, teh Yuni sama Raffi, semoga bisa menyelesaikan apapun yang ada sekarang dengan baikbaik, semuanya bisa diomongin, kan intinya kebahagiaan," nasihatnya. Sindir Raffi Sementara itu, Luna Maya menyindir kesetiaan Raffi. "Pasangan lo setia nggak Lun?," tanya Raffi kepada Luna. "Kayaknya sih gitu, lo tuh Raffi, setia nggak...?," tanya balik Luna dengan nada menyindir. Karena salah tingkah, tak lama kemudian Raffi justru membalas pertanyaan Luna. Dengan sedikit bercanda personel grup vokal 'BBB' itu menyebut dirinya setia dalam makna lain. "Gue sih setia, setiap tikungan ada, udah ah," elak Raffi.(NET)

Kiki Minta Markus Jangan Nakal ARTIS Kiki Amalia selalu menyempatkan diri untuk menemani sang suami Markus Haris Maulana saat beraksi di lapangan hijau. Namun, belakangan ini, Kiki jarang melakoninya karena tengah hamil. Kiki mengaku tak masalah sering ditinggal suami saat ini. Perempuan berusia 29 tahun itu hanya berharap Markus tidak nakal. "Nggak apa-apa (ditinggal), memang cari uang buat keluarga. Sudah biasa, yang penting suami nggak nakal dan doain istrinya terus," ujarnya saat ditemui di Studio Guet, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (24/10) malam. Kiki mengungkapkan Markus semakin perhatian sejak dirinya hamil. Kini usia kandungan Kiki sudah sekitar empat bulan. Keduanya pun sepakat untuk tidak mencaritahu jenis kelamin agar menjadi kejutan nantinya. "(Perhatian) banget, dia nggak mau aku capek, aku juga ngambil syuting yang sedikit-sedikit aja," tuturnya. Ditemui usai syuting Kiki enggan banyak tentang kehamilannya. Ia hanya minta didoakan. "Iya (hamil), pokoknya di doain aja. Doa dari teman-teman barokah buat saya," ungkap Kiki. Namun, rona bahagia tidak bisa disembunyikan dari kedua wajah pasangan yang menikah pada 20 November 2010 itu. Mereka pun kembali meminta doa untuk keselamatan si jabang bayi. "Pokoknya doain aja ya," pungkas Markus seraya meninggalkan kerumunan wartawan.(BBS)

Logam Picu TREN gangguan autisme di dunia dan Indonesia cenderung meningkat. Banyak penelitian menyebutkan, penyebabnya tidak diketahui pasti. Ternyata, berkat Teknik Analisis Nuklir (TAN), autis disebabkan adanya unsur logam dalam tubuh anak melebihi batas wajar. Peneliti dari ITB, Dr Ir Katharina Oginawati, MS, mengungkapkan, ada pasien yang mengalami gangguan autis. Setelah diperiksa sampel kuku, rambut dan darah, ternyata ada tujuh jenis logam. Pasien ini tinggal di daerah dengan tingkat polutan yang cukup tinggi, yang mengandung timbal. "Saya sangat bersyukur, teknik dari Batan ini dapat membantu saya untuk mengetahui lebih jauh mengenai suatu penyakit atau gangguan kesehatan

AUTISME lainnya," katanya di sela Seminar Nasional Aplikasi Analisis Nuklir (AAN) IV dan Workshop, Selasa (25/ 10), di Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi (PATIR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan). Menurutnya, TAN ini juga bisa mengetahui unsur berbahaya lainnya dalam penggunaan kayu bakar untuk memasak. Dengan teknik ini diketahui kayu bakar ini mengandung black carbon yang karsinogen. Yang bisa membuat orang yang menghisap asap kayu bakar itu berpotensi terkena kanker. Teknik ini juga bisa mengetahui 'bahaya-bahaya' lain dalam industri rumah tangga, seperti jasa pengelasan. Dari TAN, lanjutnya, diketahui dalam proses pengelasan itu terkandung 30 jenis logam berbahaya. Utamanya

Anak

kandungan Fe dan Nm. "Dalam kadar tertentu, Fe dan Nm memang dibutuhkan di dalam tubuh, tapi kalau melebihi batas, bisa menimbulkan penyakit berbahaya. Ternyata konsentrasi-konsentrasi di udara ini terkait logam berat," ungkapnya. Teknik Analisis Nuklir ini juga bisa dimanfaatkan untuk mengetahui kandungan jajanan anak-anak, yang ternyata banyak mengandung tembaga. Karenanya, dari teknik ini amat penting untuk mensosialisasikan temuan-temuan berbahaya pada masyarakat. "Teknik Analisis Nuklir membantu memecahkan berbagai permasalahan, khususnya yang tidak dapat dilakukan dengan teknik konvensional. Saya jelas sangat terbantukan," pungkasnya.(INC)


Harian Andalas 26 Oktober 2011