Issuu on Google+

HARIAN

andalas L U G A S

D A N

C E R D A S

Kamis, 7 Juli 2011 | No: 1927/Tahun VI | E-Mail:andalasmedan@gmail.com | Harga Eceran Rp2.000; Langganan+ongkos kirim Rp75.000; Luar Kota: Rp2.500

Anggota DPRD Medan ’Plesiran’ Lagi Medan-andalas Sejumlah Anggota DPRD Kota Medan ‘plesiran’ lagi ke luar daerah Provinsi Sumatera Utara. Dengan dalih kunjungan kerja, para anggota Dewan itu ada yang ke Sumatera Selatan, Jakarta, Jawa Tengah,

dan Bali. Padahal DPRD Medan sudah disoroti negatif oleh masyarakat karena ‘hobinya’ jalanjalan ke luar daerah dengan dalih kunker ini telah menghabiskan anggaran Rp3,5 miliar dari APBD Kota Medan

2011 dalam kurun waktu Januari hingga Mei lalu. Kini para anggota Dewan tersebut seperti tak peduli dengan sorotan masyarakat dan tetap melakukan kunker yang menghabiskan uang rakyat tak sedikit itu. Aki-

batnya, sejak Selasa (5/7) gedung wakil rakyat Kota Medan pun sepi seperti tak berpenghuni. Dari data dan informasi dihimpun wartawan, Rabu (6/ 7) rombongan Komisi A dan Komisi C DPRD Kota Medan

berangkat, Selasa (5/7). Komisi A kunker ke Palembang, Sumatera Selatan dan Jakarta untuk studi banding masalah tanah dan fungsi pengawasan Komisi A di DPBersambung ke Hal. 15

Anggota DPRD Siantar Ditangkap Main Judi

BNN Tangkap Anggota Sindikat Narkoba Asal Jakarta • 8 Kg Sabu-sabu, 3 Kg Ganja Diamankan Tanjung Morawa-andalas Warga masyarakat Dusun III, Desa Dagang Kelambir, Kecamatan Tanjung Morawa (Tamora), Kabupaten Deli Serdang, Selasa (5/7) dinihari sekira pukul 00.45 WIB mendadak heboh. Sebuah rumah kontrakan di Jalan Ibnu Khattab di dusun tersebut tiba-tiba saja dipenuhi petugas dari Badan Narkotika Nasional (BNN). Rumah tersebut digerebek karena penghuninya diduga merupakan anggota sindikat pengedar narkoba antarpulau. Hingga berita ini dikirim ke redaksi, belum ada penjelasan resmi dari pihak berwenang baik BNN maupun kepolisian mengenai aksi penggerebekan di rumah kontrakan milik

• Staf Khusus Wali Kota Juga Terlibat

Bersambung ke Hal. 15

Bersambung ke Hal. 15

ANEH tapi NYATA

Pematang Siantar-andalas Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Kota Pematang Siantar menangkap enam pria karena kedapatan bermain judi di warung milik Kores Tampubolon di Jalan Siabal-abal, Kelurahan Nauli, Kecamatan Siantar Marihat, Rabu (6/7) sore. Seorang di antaranya yang ditangkap merupakan anggota DPRD Pematang Siantar Ronald Tampubolon (47). Kemudian Eliakim Simanjuntak (33) Staf Khusus Wali Kota Pematang Siantar Hulman Sitorus dan Koster Simbolon, PNS di Kantor Wali Kota Pematang Siantar yang terlibat dalam per-

Sa'ad itu. Dari informasi yang dihimpun wartawan, dalam penggerebekan itu Tim BNN mengamankan dua orang pria asal Jakarta. Kedua pria tersebut merupakan buruan BNN sejak kabur dari Jakarta. Selain itu, Tim BNN juga berhasil menyita barang bukti berupa sabu-sabu seberat 8 kilogram (kg) dan ganja 3 kg. Namun Kepala Desa Dagang Kelambir Erpan Sahli yang mendampingi Tim BNN melakukan penggerebekan mengaku tidak tahu soal barang bukti sabu-sabu yang diamankan, kecuali 3 kg ganja kering yang dibungkus plastik berwarna hitam.

Adopsi Gorila Jadi Anggota Keluarga

Mereka Yang Terjaring • Ronald

andalas/rony muharrman

Tampubolon (anggota DPRD P Siantar) • Eliakim Simanjuntak (staf khusus Wali Kota P Siantar) • Koster Simbolon (PNS) • Riando Tambunan • Sabar Tampubolon • Joster Simbolon

TOLAK EKSEKUSI– Sejumlah keluarga ahli waris pemilik lahan berupaya memeluk pohon yang akan ditumbangkan petugas kepolisian dan Satpol PP di Medan, Rabu (6/7). Eksekusi lahan seluas 5 hektare yang merupakan aset Pemkot Medan berdasarkan keputusan Mahkamah Agung di Cadika Jalan Karya Wisata berakhir ricuh karena keluarga ahli waris Syarikat Ginting yang mengaku pemilik tanah menolak dilakukannya eksekusi lahan tersebut.

Kerahkan Ratusan Personil Tertibkan Areal Cadika

Pemko Cuma Mencabut 6 Pohon Sawit intt

DIBARISKAN– Keenam tersangka, termasuk anggota DPRD Pematang Siantar

Medan-andalas Meski telah mengerahkan ratusan personil untuk melakukan penertiban di areal Cadika Pangkalan Masyhur Medan, Tim Gabungan Pemko Medan hanya mampu mencabut sebanyak enam batang pohon sawit yang ditanam penggarap di areal milik pemko tersebut, Rabu (6/7).

Padahal dalam aksi penertiban kali ini, perlawanan dari warga penggarap tidak seperti saat penertiban sebelumnya yang sampai mengejarngejar petugas pakai parang. Tim gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), BrimobBersambung ke Hal. 15

Ronald Tampubolon dibariskan di depan Kantor Sat Reskrim Polresta Pematang Siantar.

MENGADOPSI anak mungkin sudah sering terjadi dan bukan lagi menjadi suatu hal yang dianggap aneh. Namun, bagaimana jika yang diadopsi itu bukan manusia, melainkan hewan. Seperti yang terjadi di sebuah keluarga di Lyon, Prancis. Keluarga tersebut mengadopsi gorila dan memasukkannya menjadi salah satu anggota keluarga. Mereka adalah sepasang suami istri bernama Pierre dan Elaine Thivillon. Mereka adalah pemilik

kebun binatang yang berlokasi di dekat Lyon. Gorila tersebut telah diadopsi sejak masih bayi dan diberi nama Digit. Layaknya bayi, semasa kecilnya, gorila ini juga diberi susu melalui dot hingga akhirnya diadopsi secara penuh oleh keluarga ini. Selain itu, keluarga ini juga mengabadikan perkembangan gorila ini tiap tahunnya dan memasukkannya dalam album foto. Kini makhluk berbulu lebat berusia 13 tahun seberat 80 kg itu Bersambung ke Hal. 15

Kurs dan Harga Logam Mulia, 6 Juli 2011

Pemohon SIM Tewas di Kantor Satlantas Seorang pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) C, Willy Wijaya (57), warga Jalan warga Jalan Gatot Subroto, Medan tewas mendadak di Kantor Satlantas Polresta Medan Jalan H Arif Lubis, Rabu (6/7).

ilustrasi

KORBAN diduga tewas karena penyakit jantungnya kambuh karena terlalu lama mengantre saat mengurus SIM. Kejadian tersebut sontak mengagetkan pemohon SIM dan pengunjung lainnya. Selanjutnya, bersama istri korban yang datang ke Kantor Satlantas Polresta Medan, petugas membawa jenazah Willy ke RSU Pirngadi Medan untuk dilakukan visum. Abang korban, Usmanto (68) warga Jalan Mangga, Medan, mengatakan

saat itu korban bermaksud mengurus SIM C di Kantor Satlantas Polresta Medan. Entah kenapa ketika mengantre untuk difoto, korban tiba-tiba jatuh dan kening korban menghantam lantai. "Saat itu sedang antri untuk foto SIM C-nya. Tapi tiba-tiba adik saya jatuh dan keningnya menghantam lantai. Ternyata, adik saya nggak bernyawa lagi," ujar Usmanto. Bersambung ke Hal. 15

Mata Uang AUD CNY EUR GBP HKD

Jual 9197 1325 12398 13788 1102

Beli 9100 1311 12270 13647 1090

Mata Uang JPY MYR SGD USD

Jual 106 2855 6993 8575

Beli 104 2824 6917 8489


Kamis 7 Juli 2011

MEDAN KITA

harian andalas | Hal.

2

Fraksi PKS dan Demokrat andalas Saling 'Serang' Lugas & Cerdas

PENERBIT PT. Star Media Internusa d/h. PT. Inti Media Nusantara PEMBINA Dr Eggi Sudjana SH MSi PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI Iskandar ST WKL PEMIMPIN UMUM/WKL PEMIMPIN REDAKSI/PENJAB H Baharuddin WAKIL PEMIMPIN REDAKSI II Dedy Ardiansyah WAKIL PEMIMPIN UMUM MA Siddik Surbakti, Christoffel Manurung SH MH PEMIMPIN PERUSAHAAN Amiruddin REDAKTUR PELAKSANA Gusliadi Ritonga SEKRETARIS REDAKSI Windari KOORDINATOR LIPUTAN Hamdani Nasution, KOORDINATOR DAERAH Agus Salim Ujung REDAKTUR Asril Tanjung, Hermawan,Yonan Febrian, M.Sulaiman STAF REDAKSI Asiong, Robenson Sidabariba, Yunan Siregar, M Isya, Irwan Ginting,Ika Ramadhani, Felix Sidabutar FOTOGRAPHER Rony Muharrman SIRKULASI Septho IKLAN Syarifah PENASEHAT HUKUM Syahril SH SpN; Nur Alamsyah SH MH; Abu Bokar Tambak SH MHum; A Herwan Bispo SH, H. Syafrizal SH. MH ALAMAT REDAKSI/ TATA USAHA Jalan T Amir Hamzah Ruko Kompleks Griya Riatur Indah No. 182-184-186 Medan NOMOR REKENING BRI Unit Kapten Muslim Medan a/n Amiruddin Mendrofa No. Rekening 3383-01-027966-53-5 BCA KCP Tomang Elok a/n Amiruddin Mendrofa No. Rekening 7865078382 Iklan Warna (FullColour) Rp. 15.000/mm kolom Iklan Hitam Putih Rp 10.000/mm kolom Iklan Keluarga/Ucapan Selamat Rp 3.500/mm kolom TELEPON (061) 8449800 FAKSIMILE (061) 8462800 EMAIL REDAKSI:andalasmedan@gmail.com IKLAN: marketingandalas@gmail.com PENCETAK CV. Grafika Sumatera. Isi di Luar Tanggungjawab Pencetak

Terkait Dugaan Backing Reklame Bermasalah Medan-andalas Gedung DPRD Medan yang merupakan tempat berkumpulnya para wakil rakyat mulai memanas. Fraksi PKS dan Fraksi Demokrat saat ini saling 'serang' tekait statement anggota Fraksi PKS berinisial M yang menyebutkan adanya oknum anggota Fraksi Demokrat yang membacking reklame bermasalah. Fraksi Par tai Demokrat (FPD) pun langsung bergerak cepat dan membantah pihaknya maupun seorang oknum anggota tidak membacking reklame bermasalah apalagi dengan adanya gambar tokohtokoh nasional dan daerah Partai Demokrat. "Tidak pernah Demokrat atau anggota Fraksi Demokrat, siapa pun itu membacking sebuah persoalan bermasalah. Apalagi ini menyangkut reklame. Tidak pernah Demokrat membacking, walau dalam reklame itu bergambar tokohtokoh kita (Demokrat-red),"

kata Bendahara Fraksi PD Ahie SH kepada wartawan, Rabu (6/7). Ahie yang juga anggota Komisi C ini menilai walau dalam gambar reklame itu tercantum para tokoh-tokoh dan petinggi Demokrat seperti Anas Urbaningrum, Ketua DPD PD Sumut HT Milwan hingga Ketua DPRD Medan H Amiruddin. Bukan berarti dengan adanya gambar tokoh tersebut dalam reklame, billboard yang terpasang dibacking Demokrat apalagi seorang kader Demokrat Ketua DPRD Medan H Amiruddin termasuk Penasehat Fraksi PD. "Saya tegaskan sekali lagi. Tidak pernah membacking sebuah persoalan yang bermasalah. Karena kita memiliki tugas salah satunya melakukan pengawasan sebagai Anggota DPRD Medan. Saya rasa, seharusnya pernyataan tersebut disampaikan pada perusahaan billboard bersangkutan dan Dinas Pertamanan Kota Medan serta dinas terkait. Kita akan membahas persoalan ini dalam pekan depan karena Demokrat atau kader kita tidak pernah membacking sesuatu," cetusnya. PKS Bela Kader Sementara itu, Penasehat Fraksi PKS Surianda Lubis yang dikonfirmasi mengenai statement yang dikeluarkan kader PKS tersebut menilai pernyataan tersebut bukan atas nama Fraksi PKS. Menurutnya, bersangkutan mengeluarkan statement atasnama Anggota Komisi D dan Anggota DPRD Medan yang memiliki tugas sebagai pengawas. "Saya rasa beliau mengelu-

arkan statement bukan atas nama fraksi. Jika memang atasnama fraksi, seharusnya disampaikan oleh Ketua Fraksi PKS. Beliau menyampaikan itu karena tugasnya juga sebagai pengawas. Dan, saya rasa perlu ditegaskan bahwa beliau karena melakukan tugasnya sebagai pengawas," ujarnya. Surianda juga menegaskan permasalahan ini sebenarnya bisa diminimalisir dan tidak diperbesar dengan mengganggu keharmonisan hubungan dan kesinergian sesama Anggota DPRD Medan. PKS juga membuka diri untuk setiap pihak membahas masalah apapun diluar dari permasalahan yang terjadi saat ini. "Saya perlu tegaskan juga masalah ini bisa diminimalisir guna menjaga keharmonisan bersama. Selama ini juga kita sudah bersinergi untuk melaksanakan tugas bersamasama sebagai pengawas. Saya rasa juga masalah ini bisa diminimalisir sejak awal, karena kita bisa memastikan bahwa perusahaan reklame bersangkutan tidak memiliki izin dan billboard bermasalah," tegasnya. Seperti diketahui, masalah ini dipicu dari pemberitaan sebelumnya yang termuat di media massa memuat Ketua DPRD Medan H Amiruddin Diduga Backing Reklame. Dalam pemberitaan tersebut, Ketua DPRD Medan dinilai membacking reklame billboard di kawasan Jalan Sudirman dengan billboard bergambar Tunas Garuda, Bhakti Negeri Demokrat dengan statement seorang anggota Fraksi PKS di Komisi D. (BEN)

DIWAWANCARAKepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumut Ir Jonni Pasaribu mengucapkan terimakasih kepada masyarakat dan seluruh pihak yang antusias mengunjungi Pameran dan Pasar UMKM di PRSU - Tapian Daya Medan, Selasa (5/7).

EDITORIAL

Sekdaprovsu : Ribut karena Kepentingan

A

KHIR-AKHIR ini banyak bermunculan sejumlah kalangan, termasuk dari anggota DPRD Sumut, seputar pengajuan nama-nama baru calon Sekdaprovsu ke Kementerian Dalam Negeri. Mereka menyoal, kenapa Plt Gubsu Gatot Pujonugroho mengajukan tiga nama baru (Nurdin Lubis, Mangasing Mungkur, dan Salman Ginting), sementara sebelumnya Gubsu kala itu, H Syamsul Arifin, telah mengajukan tiga nama (Sjafaruddin, Syaiful Syafri, dan Aspan Hasibuan). Cilakanya, kendati telah mengikuti fit and proper test, ternyata Kementerian Dalam Negeri, dalam hal ini belum juga memutuskan siapa yang layak menjadi Sekdaprovsu, di antara ketiga nama yang diajukan H Syamsul Arifin tersebut. Agak mengherankan memang, mengapa Mendagri tidak kunjung memutuskan satu di antara ketiga nama tersebut. Ataukah Mendagri merasa perlu memperoleh masukan dari Plt Gubsu, perihal siapa yang dianggapnya paling layak menjadi Sekdaprovsu. Barangkali peluang inilah yang ditangkap Plt Gubsu, sehingga kembali mengajukan tiga nama kandidat Sekdaprovsu, yang dinilainya akan lebih mampu bekerjasama dengannya dalam memenej birokrasi pemerintahan. Hal inilah yang memicu ketidaksetujuan sejumlah anggota DPRD Sumut. Mereka lebih menginginkan, agar Plt Gubsu melakukan lobi-lobi atau 'jemput bola' ke Kemendagri, agar satu di antara ketiga nama yang diajukan Syamsul itu, segera disahkan Mendagri sebagai Sekdaprovsu definitif. Tetapi, di sisi lain, kita menangkap kesan, berbagai lontaran kritik yang disampaikan segelintir anggota DPRD Sumut terhadap kebijakan Plt Gubsu tersebut, sarat dengan muatan kepentingan. Dengan kata lain, keberatan anggota dewan dengan pengajuan nama-nama baru kandidat Sekdaprovsu itu, tidak semata-mata, karena pertimbangan pentingnya segera ditetapkan Sekdaprovsu definitif, melainkan lebih dipengaruhi pertimbangan emosional (adanya perasaan kedekatan) dengan salah satu kandidat Sekdaprovsu yang diajukan Syamsul. Padahal, sejatinya sebagai Pelaksana Tugas Gubernur Sumut, Gatot Pujonugroho juga memiliki kepentingan untuk mendapatkan figur sekretaris daerah yang diyakininya lebih kapabel, loyal, dan dapat bekerjasama dengannya dalam mewujudkan team-work yang solid di jajaran Pemprovsu. Dengan kata lain, sangat riskan sekali, jika sosok Sekdaprovsu kemudian ditunjuk seseorang yang selama ini dianggap kurang dapat bekerjasama dengan Gatot, atau dalam penilaiannya tidak kredibel menyandang jabatan sangat strategis tersebut. Dalam konteks demikian, kita menilai ribut-ribut seputar kandidat Sekdaprovsu, sama-sama bermotif kepentingan. Gatot berkepentingan memilih orang kepercayaannya. Sedangkan beberapa anggota DPRD Sumut, lebih suka memilih figur Sekdaprovsu, yang dianggap menguntungkan secara politis dan ekonomis ?(**)

Pameran dan Pasar UMKM Diminati Warga Medan- andalas Masyarakat dari berbagai kecamatan Kota Medan dan kabupaten di Provinsi Sumut beramai-ramai mengunjungi Pameran dan Pasar UMKM yang diselenggarakan Dinas Koperasi dan UKM Sumut di PRSU- Tapian Daya Medan, Rabu (6/7). Pengunjung yang datang untuk mencari berbagai produk dan informasi dari berbagai stan pameran. Antusiasme masyarakat yang mengujungi even ini, mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumut, Ir Jonni Pasaribu. Jonni yang ditemui wartwan kemarin, mengatakan sudah saatnya masyarakat Indonesia dan Sumatera Utara khususnya dapat menggunakan produk dalam negeri terutama hasil produksi UMKM. '' Antusias masyarakat untuk mengujungi pameran dan pasar UMKM ini sangat baik sekali. Masyarakat ingin mengetahui apa-apa saja produk yang dihasilkan

UMKM di Sumut, mulai dari handy craft, furniture, konveksi, kaligrafi dan sejumlah informasi dari peserta pameran,''kata Jonni di Stan Dinas Koperasi dan UKM Sumut. Rita Lestari, (36) pengunjung Pameran dan Pasar UMKM yang ditemui, Rabu (6/7) mengatakan kedatangannya bersama keluarga untuk mencari berbagai produk menjelang bulan ramadhan dan lebaran Idul Fitri. Terutama untuk furniture, produk handy craft dan koveksi. Selain mencari berbagai produk, ibu dua orang anak juga menjadi ajang ini sebagai tempat rekreasi bersama keluarga mengisi liburan sekolah. ''Datang kemari bawa keluarga sekaligus jalan-jalan dan belanja dan nonton hiburan. Apalagi tiap hari ada perlombaan festival dangdut,''ujar warga kawasan Medan Tuntutangan ini. Bahkan beberapa pengunjung mendatangi stand Dinas

Koperasi dan UKM Kabupaten/Kota dan Provinsi Sumut untuk mengetahui informasi seputar prosedur dan pengesahan badan hukum koperasi. Termasuk juga terkait berbagai pelayanan yang diberikan intitusi pemerintah itu untuk mengembangkan dan menggeliatkan perekonomian yang berbasis kerakyatan yang salah satu motornya adalah UMK Pantauan wartawan, Pameran dan Pasar UMKM yang terbuka untuk umum ini mulai buka pukul 10.00 WIB hingga sore hari selalu saja didatangi pengunjung. Pada malam hari jumlah pengunjung terus bertambah seiring dengan pertunjukan live band yang menghibur masyarakat dan peserta pameran sampai pukul 22.00 wib. Hari ini, Kamis (7/7), Diskop dan UKM Sumut akan menggelar Forum Bisnis yang menghadirkan berbagai pembicara dan pelaku industri UMKM di Sumut.(MA)

andalas/Hs Poetra

TIDAK DIRA WAT - Seorang warga melihat papan Indikator Indeks Standart DIRAW Pencemar Udara (ISPU) yang rusak dan tidak berfungsi di Jalan Gatot Subroto, Medan, Rabu (6/7). Papan ISPU yang berguna untuk mendeteksi tingkat polusi dan udara di Kota Medan ini sudah lama rusak terbengkalai dan tidak dirawat oleh Dinas yang bersangkutan.

Massa PMII Demo Kantor Gubernur

Kebijakan Plt Gubsu Jangan Munculkan Apatisme Medan-andalas Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujonugroho diingatkan tidak 'potong kompas' dalam mengambil kebijakan pembangunan daerah. Gatot sebaiknya tetap melanjutkan kebijakan pembangunan Sumut yang sesuai visi-misi Syampurno (Syamsul ArifinGatot Pujo Nugroho) yang selama ini telah dijalankan agar tidak memunculkan apatisme di masyarakat. Demikian disampaikan kordinator aksi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sumut, Muhajir saat memimpin demo di halaman Kantor Gubsu Medan, Rabu (6/7). Dalam orasinya, Muhajir meminta Gatot perlu melakukan langkah pengawalan implementasi visi-misi Syampurno, yakni 'Rakyat Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, Rakyat Tidak Sakit, Rakyat Tidak Bodoh, R akyat Tidak L apar, dan R akyat Punya Masa Depan'. "Langkah pengawalan implementasi visi-misi Syampurno itu perlu dipastikan, sehingga di era kepemimpin Gatot saat ini tidak semakin memunculkan apatisme. Baik dari masyarakat, maupun lingkungan PNS," ujar Muhajir.

Dikesempatan itu Darwin Sipahutar, kordinator lapangan PMII Cabang Sumut menambahkan, Gatot juga perlu mereduksi fenomena kegelisahan di antara stakeholder , akibat kabinet yang dijalankan saat ini belum mendapatkan kualitas, dan kapasitas kerja yang ideal. "Penyelenggaraan pemerintahan yang baik, selalu mengakomodir tiga pilar secara sinergis. Yakni pemerintah, swasta, dan masyarakat. Ketiga domain ini harus bisa didudukkan masing-masing porsinya oleh Gatot. Bila timpang, maka pencapaian yang diharapkan akan tidak efektif," ulas Darwin . Demo PMII Cabang Sumut yang mendapat pengawalan ekstra ketat aparat kepolisian bersama petugas Satpol PP Kantor Gubsu itu, juga menyuarakan pemerintahan yang baik harus diciptakan dengan tidak mementingkan sebuah kelompok tertentu saja. Kemudian, massa juga meminta legislatif di DPRD Sumut yang merupakan couterapart (mitra sejajar) eksekutif di pemerintahan, agar mendukung penuh kebijakan pembangunan berdasarkan visi-misi Syampurno dengan tanpa mengharapkan pamrih apa-apa. (WAN)

Hentikan Sistem Komersialisasi Pendidikan Medan-andalas Mahasiswa Anti Penindasan (Formasdas) Medan meminta kepada pemerintah untuk segera menghentikan sistem komersialisasi pendidikan. Karena penerapan sistem tersebut sampai saat ini masih banyak menimbulkan masalah terutama terkait dengan pembiayaan dan kualitas pendidikan. Demikian disampaikan massa dari Forum Mahasiswa Anti Penindasan (Formasdas) Medan dalam aksinya di depan Kampus Institut Teknologi Medan, Rabu (6/7). Menurut Boy Silaban, selaku kordinator aksi pemerintah harus dapat merealisasikan UUD 1945 Pasal 31. Mengingat pemerintah memiliki kewajiban untuk membiayai pendidikan bagi rakyatnya tanpa pengecualian, seperti apa yang tercantum dalam konstitusi Negara, yakni UUD 1945 Pasal 31 ayat 2, yang berbunyi "Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dan pemerintah wajib membiayainya". Namun kenyataannya, bertolakbelakang dengan apa yang tertulis di dalam konstitusi tersebut. "Belum lagi kita lihat produk-produk kebijakan praktek liberalisasi serta komersialisasi seperti UU Sisdiknas Tahun 2003, UU BHP (sudah dicabut) serta yang

terakhir RUU PT, yang bisa dilihat semuanya itu adalah upaya pemerintah untuk lepas tangan terhadap dunia pendidikan, yang otomatis akan memberatkan bagi peserta didik dengan semakin mahalnya biaya pendidikan di negeri ini,"kata Boy. Lebih lanjut Boy menegaskan, tidak bisa dipungkiri setiap orang pasti membutuhkan atau ingin mengeyam pendidikan di negeri ini. ''Apakah keinginan atau impian setiap orang di negeri ini dapat tercapai bila biaya mengenyam pendidikan itu masih sangat mahal? Jangankan untuk dapat menikmati dunia pendidikan, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja sudah sangat sulit," ucapnya. Boy menambahkan, untuk itu dalam aksi damai ini pihaknya menyatakan sikap, yakni stop komersialisasi dalam dunia pendidikan, tolak undang-undang atau kebijakan dalam dunia pendidikan yang tidak berpihak pada peserta didik, tolak kampanye elit-elit politik, hapuskan system drop uot dan skorsing dalam dunia pendidikan, serta stop pungutan liar dalam dunia pendidikan. Selain itu, wujudkan demokratisasi dalam dunia pendidikan, selesaikan konflik-konflik tanpa merugikan peserta didik. (STAR BERITA.COM)


Kamis 7 Juli 2011

MEDAN KITA

harian andalas | Hal.

3

Pejabat Harus Bekerja Secara Ikhlas Tujuh Pejabat Pemko Kembali Dilantik Medan-andalas Para pejabat Pemerintah Kota Medan harus bekerja secara ikhlas dan memupuk semangat kebersamaan untuk pengabdian melayani masyarakat dan membangun Kota Medan. Sebab ada beberapa aspek pokok dari tugas dan fungsi pejabat, yakni menumbuh kembangkan komitmen sikap, prilaku kerja positif, membangun kerjasama yang kokoh dilingkungan kerja, dan meningkatkan wawasan tugas dan fungsi SKPD. Demikian disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Ir Syaiful Safri mewakili Wali Kota Medan, Drs Rahudman Harahap saat melantik tujuh pejabat struktural di jajaran Pemerintah Kota (Pemko) Medan, Rabu (6/7) di ruang rapat III kantor Wali Kota Medan. Pelantikan tersebut dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Medan Nomor 821.2/1152/K/2011. Tujuh pejabat yang dilantik tersebut di antaranya, terdapat 6 orang pejabat eselon III dan 1 orang pejabat eselon IV, yakni Ir Eddy Utama menjadi Kabid Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan pada Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kota Medan, Hendra Ridho Gunawan Siregar AP MSi menjadi Kabid Pengawasan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Medan. Selanjutnya, Dra Hanna Loren Simanjuntak menjadi Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Medan, Drs Januari Pane menjadi Sekretaris Korpri Kota Medan, dr Alisyahbana Siregar menjadi Kabid Rehabilitasi dan Kontruksi pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Medan, Nirwan SE menjadi Kabid Pendataan dan Penataan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Medan. Sedangkan pejabat setingkat esolon IV yang dilantik adalah Linda Mora SSTP menjadi Kasi Pendataan dan Penetapan pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan. Syaiful Bahri menambahkan , sistem pembinaan aparatur pada struktur organisasi secara berkesinambungan, mutasi para pejabat merupakan suatu hal yang biasa dan bagian dari program pembinaan aparatur yang dilakukan secara sistemik, dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi sekaligus mewujudkan pelayanan publik yang semakin berkualitas. “Para pejabat yang baru dilantik harus dapat memupuk kebersamaan, dapat meningkatkan semangat serta pengabdiannya untuk bekerja ikhlas demi membangun masyarakat dan kota yang kita cinta ini,� kata Syaiful. (BEN)

Kemampuan Analisis Kebijakan Daerah Dipertajam Medan-andalas Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Sumut bekerja sama dengan USAID mempertajam kemampuan analisis para jurnalis, LSM, mahasiswa dan tokoh masyrakat di Sumatera Utara seputar kebijakan daerah, transformasi informasi, knowledge dan skill analisis anggaran di Hotel Garuda Plaza Medan. Pelatiah ini telah digelar Fitra sejak Selasa (5/7) sampai Jumat (8/7) mendatang. Dalam pelatihan ini, peserta pelatihan diberi pemahaman motivasi dan semangat masyarakat, teman jaringan, wartawan, mahasiswa sebagai pemerhati kebijakan anggaran di daerah masing-masing yang diikuti peserta dari beberapa Kabupaten/Kota. Seperti Kota Medan, Kabupaten Serdang Bedagai dan Kabupaten Karo. "Jika mau perubahan, tidak perlu banyak-banyak cukup satu orang, tetapi tingkatkan kapasitas, input data kemudian menganalisis. kalau ingin perubahan harus begitu, kita harus kritis tetapi kalau tidak ya kita hanya biarkan saja dan hanya melihat," ujar pembicara, Uchok Sky Kadafi kepada peserta pelatihan. Peserta pelatihan diberikan diskusi- bagaimana membaca juga menganalisis anggaran yang diharapkan masyarakat dapat melihat, membaca dan menganalisis Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah secara benar sesuai dengan perinsip-perinsip keuangan daerah yang berlaku saat ini.(IKA)

andalas/Hs Poetra

RUU BPJS DI DEMO - Puluhan Massa pengunjuk rasa dari Aliansi Masyarakat Sumut Menuntut Kesehatan Gratis (Ammunisi) berunjuk rasa menolak Rancangan Undang-undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (RUU BJPS), di Bundaran Majestik Medan, Rabu (6/7). Mereka menilai RUU BJPS itu tidak berpihak kepada masyarakat dan memaksa warga untuk masuk asuransi kesehatan.

44.334 Calhaj Sumut Masuk Daftar Tunggu Kloter I Masuk Asrama Haji 1 Oktober Medan-andalas Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mencatat, ada 57.568 orang jemaah calon haji (calhaj) di Sumut yang sudah terdaftar sebagai peserta tabungan haji Indonesia. Dari jumlah itu, sekira 44.334 orang masuk dalam daftar waiting list (daftar tunggu).

Drs Boyke Turangan MSP

"Jika dibagi dengan kuota calon haji Sumut sekarang, calon haji harus menunggu sekitar lima tahun untuk berangkat menunaikan ibadah haji," ucap Kepala Kanwil Kemenag Sumut Drs H Syariful Mahya Bandar MAP kepada wartawan, seusai menghadiri pencanangan Gerakan Masyarakat Magrib (Gemar) Mengaji dan Pembukaan Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) Sumut, di Asrama Haji Medan, Rabu (6/7). Mengingat panjangnya daftar tunggu tersebut, tambahnya, mulai sekarang anak-anak yang usianya di bawah 17 tahun sudah bisa menyetorkan tabungan hajinya dengan menggunakan tanda pengenal berupa akte kelahiran. "Anak-anak usia 12 tahun juga sudah bisa membayar uang setoran tabungan haji. Jadi nanti pada usia 18 tahun, dirinya sudah bisa berangkat naik haji," tutur Syariful.

Tahun 2011 ini, kuota jemaah haji Sumut berjumlah 8.234 orang. Namun, kuota ini bisa saja bertambah, karena Menteri Agama (Menag) sudah mengajukan permohonan penambahan kuota kepada Pemerintah Arab Saudi. "Jadi kita berharap dan menunggu permohonan Menang itu. Kalau terkabul, kita juga akan mendapatkan penambahan, sehingga dapat mengurangi waiting list kita," ucapnya. Dikatakan, jemaah calhaj Sumut dijadwalkan akan masuk Asrama Haji Medan pada tanggal 1 Oktober 2011, dan bertolak ke Tanah Suci tanggal 2 Oktober 2011. Sedangkan tanggal 5 November jemaah haji akan melaksanakan ibadah wukuf di Arafah. "Jamaah akan tinggal lebih lama tahun ini, yaitu selama 41 hari, beda dua hari dari tahun lalu yang berjumlah 39 hari," ungkap Mahya.

Ditanya tentang pemondokan, menurut Mahya, pemerintah kini sedang mengusahakan agar sekitar 80% jamaah haji bisa ditempatkan di ring I. Bahkan pemerintah menargetkan, tahun ini seluruh jemaah haji asal Indonesia masuk ring I tempat pelaksanaan ibadah haji, baik di Kota Mekkah maupun Madinah. "Ring I Mekkah jaraknya sekitar dua kilometer dari Masjidil Haram, sementara ring 2 berjarak sekitar 2 hingga 7,5 kilometer dari Masjidil Haram," uraninya. Seragam Batik Kepala Bidang Haji, Zakat dan Wakaf (Kabid Hazawa) Kanwil Kemenag Sumut Drs H Abdul Rahman Harahap MA menjelaskan, calhaj Sumut yang akan berangkat tahun 2011 kini tengah melaksanakan proses administrasi dan bimbingan atau manasik haji. Kabupaten/kota juga sudah menerima koper-koper untuk

diteruskan kepada jemaah. "Yang penting, proses pemantapan jemaah haji terus kita lakukan, di tengah-tengah menunggu penetapan Biaya Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH) atau ONH dikeluarkan pemerintah pusat," ucapnya. Mengenai pembuatan seragam batik haji, kata Rahman, Kemenag Sumut sudah menyerahkan pembuatannya pada Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di setiap kabupaten/kota. "Tersedia juga di koperasi Asrama Haji ini," tambahnya. Batik seragam haji tersebut, menurutnya, berwarna hijau keunguan dengan corak paduan bunga-bunga. Desain batik itu menggambarkan keaneragaman nusantara sehingga dapat menonjolkan identitas Indonesia di Arab Saudi dan diharapkan dapat memberikan perlindungan bagi jemaah karena menjadi identitas jemaah haji Indonesia. (HAM)

Kader PP Harus Asah Kepedulian andalas/ist

Medan-andalas Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Medan, Drs Boyke Turangan MSp, mengimbau para kader di setiap kecamatan, lingkungan, atau di mana saja mereka berada, senantiasa mengasah kepeduliannya untuk melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan yang sifatnya menyentuh hajat hidup orang banyak. Kader Pemuda Pancasila merupakan bagian tidak terpisahkan dari masyarakat itu sendiri. Setiap kader juga hidup dan bergaul di tengahtengah masyarakat. Oleh sebab itu, setiap kader perlu mengasah sikap kepeduliannya khususnya kepada masyarakat di mana mereka tinggal. "Banyak hal yang bisa dilakukan kader, seperti kegiatan bakti sosial, atau apa

Praktik 'Permainan' PSB tak Ditolelir Medan-andalas Komisi B DPRD Kota Medan yang membidangi pendidikan tak mau kecolongan dalam PSB (Penerimaan Siswa Baru) yang telah diumumkan, Selasa (5/7) kemarin. Jika praktiknya ditemukan kecurangan yang dilakukan

saja yang sifatnya menyentuh hajat hidup orang banyak," kata Boyke Turangan, saat melantik kepengurusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) PP Medan Area di Kelurahan Pandau Hulu I, kemarin. Menurut Boyke, yang merupakan Ketua Alumni jurusan Sastra USU ini, PP merupakan organisasi kepemudaan sudah cukup mapan dan berorientasi sosial kemasyarakatan, dalam perjalanannya berusaha berbuat yang terbaik kepada masyarakat seperti memberikan bea siswa kepada anakanak yang berasal dari keluarga kurang mampu, dan beragam bakti sosial lainnya. "Saya juga mengharapkan setiap ada kepengurusan PP yang akan dilantik, baik di kecamatan atau pun di kelurahan, program terdepan yang harus mereka terdahulukan

adalah melakukan kegiatan sosial seperti pemberian sembako kepada masyarakat kurang mampu, memberikan bantuan bea siswa, dan apa saja kegiatan yang sifatnya membantu masyarakat. Kita harus sadar, PP adalah bagian dari rakyat dan PP tidak akan jaya dan abadi tanpa rakyat," tandas Boyke. Kader PP juga, ujar Boyke, harus mampu menjawab tantangan zaman di era globalisasi saat ini dengan cara mengubah paradigma berpikir, berdikari, dan membuang segala perilaku negatif. "Mengubah paradigma berpikir dari negatif ke arah yang positif perlu terus menerus dilakukan. Dengan demikian, akan terbentuk sebuah sikap optimisme pada diri kader untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama, "harap Boyke.(UJ)

Dinas Pendidikan Kota Medan, Komis B akan mengeluarkan surat rekomendasi untuk mengevaluasi kinerja intitusi yang dipimpin Drs Hasan Basri MM tersebut. Hal itu tegaskan Ketua Komisi B DPRD Kota Medan, Roma Simaremare kepada wartawan di Medan, Rabu (6/7). Lebih lanjut Roma mengatakan penyelenggaraan PSB ini harus dilakukan secara terbuka dan transparan. Meskipun sejumlah sekolah SMA Negeri di Medan telah mengumumkan

Drs Boyke Turangan MSP

siswa-siswi yang lulus. "Kita akan lihat dan akan terus kita pantau. Sampai saat ini tidak ditemukan adanya masalah dari PSB ini. Jadi kami akan terus memonitoring dalam satu dua hari ini," kata Roma. Pelaksanaan PSB sesuai Petunjuk Teknis (Juknis) ini, sambung Roma, merupakan kesepakatan dari Kepala Dinas Pendidikan, dengan Kementrian Pendidikan. Menurutnya, hampir di semua sekolah di pulau jawa sudah dilakukan penerimaan siswa

sesuai Juknis. "Itu sudah disepakati bersama Kadis Pendidikan yang telah sesuai dengan berdasarkan surat perintah dari Kementrian Pendidikan. Jadi memang harus dilakukan, karena semua sekolah di Jawa telah menerapkannya," tutur Roma. Sebelumnya, hasil seleksi Penerimaan Siswa Baru (PSB) tingkat SMP, SMA dan SMK Negeri di Kota Medan diumumkan serentak,. Tahun pelajaran 2011/2012 ini, PSB dilakukan berdasarkan nilai Ujian Nasional (UN) murni 100 persen. Pendaftar ulang bagi siswa yang lulus berlangsung pada tanggal 6-7 Juli 2011, dan bagi yang tidak lulus dapat mengambil kembali

berkas pendaftarannya agar dapat mendaftar masuk ke sekolah lain. Roma meminta agar pihak sekolah memajangkan papan pengumuman PSB tersebut minimal 3 hari setelah diumumkan serentak. Dalam kesempatan itu pihaknya juga mewanti-wanti sekolah yang telah mengumumkan hasil PSB, jangan coba bermain dengan menerima siswa melalui jalur belakang. Untuk mengantisipasi adanya penerimaan siswa melalui jalur belakang, Komisi D akan memonitoring ke sekolah-sekolah. Monitoring akan dilakukan setelah proses belajar dan mengajar tahun ajaran baru sudah dimulai. (BEN)


HUKUM KRIMINAL

Kamis 7 Juli 2011

harian andalas | Hal.

4

Kasus Pembunuhan Siswa SD Direkontruksi Medan-andalas Kasus pembunuhan dilakukan seorang perampok terhadap siswi Sekolah Dasar (SD), Dian Arbiah (10) warga Jalan Masjid Simpang Gang Damai Bandar Khalifa Tembung direkontruksi penyidik Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, Rabu (6/7). Rekontruksi dengan 19 adegan itu dipimpin langsung Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, AKP Antoni Simamora disaksikan kuasa hukum tersangka dan pihak Kejaksaan. Dalam rekontruksi terlihat dari adegan pertama pelaku masuk ke rumah korban. ayah korban bernama Wasito (51) dan ibunya Ponia (43) saat itu sedang mengantar barang dagangannya berupa pakaian kepada konsumen. Sedangkan korban sedang pakaian di kamar mandi hendak pergi sekolah. Karena mengetahui korban berada sendirian di rumah, tersangka masuk dari

pintu depan yang tidak dikunci. Kemudian mengacak-ngacak lemari kamar. Karena korban memergokinya, pelaku yang takut korban berteriak langsung menyekap korban. Karena korban terus berontak pelaku geram dan akhirnya menghabisi nyawanya dengan cara menikaminya pakai senjata tajam (sajam) sebanyak 7 liang. Setelah tewas, korban diletakan ke dalam kamar mandi dan pelaku langsung kabur sambil menggondol satu unit laptop dan handphone. Wasito dan Ponia yang kembali pulang ke rumah terkejut saat melihat putrinya tergelat di lantai kamar mandi bersimbah darah tak bernyawa. Kemudian dengan suara keras, Ponia berteriak sehingga mengundatang warga berdatangan. Setelah itu ayah korban didampingi warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Percut Sei Tuan. (HER)

Bus Kontra Pick-Up, Seorang Tewas Tebing Tinggi-andalas Seorang tewas setelah bus penumpang umum Intra bertabrakan dengan mobil pick-up di Jalan Umum Tebing TinggiPematang Siantar, persis di depan rumah dinas Manager Kebun Gunung Para, Kabupaten Sergai, Selasa (5/7). Korban tewas di tempat adalah penumpang mobil Pickup, Hartoni (45) warga Desa Limbong Dusun I, Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Serdang Bedagai. Sedangkan sopir mobil Pickup Panther BK 9627 MM, Sadari Damanik (41) warga yang sama mengalami luka berat di bagian kepala dan kaki sebelah kanan patah, korban selanjutnya dilarikan ke RSU Dr Kumpulan Pane Tebing Tinggi untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut bersama korban tewas. Sementara penumpang Bus Intra BK 7530 TL, Nuli Maya Sari (21) warga Desa Pematang Setrak, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai mengalami luka-luka di

bagian kedua kakinya karena mengalami benturan ketika tabrakan itu terjadi, kini dirawat di RSU Djasamen Saragih Pematang Siantar. Sopir Bus Intra, Pande L Toruan (41) warga Jalan Pengilar Kelurahan Amplas, Kecamatan Amplas Kota, Medan saat ini masih menjalani pemeriksaan petugas di Kantor Sat Lantas Dolok Merawan, Polres Tebing Tinggi untuk dimintai keterangannya. Kapos Sat Lantas Dolok Merawan, Aiptu M Samosir mengatakan, kejadian lakalantas tersebut bermula pada saat mobil pick-up panther BK 9627 MM yang dikemudikan Sadari Damanik datang dari arah Pematang Siantar menuju Tebing Tinggi mencoba mendahului dengan cara memotong truk di depannya dari kanan, karena mobil pick up panther dalam posisi kencang, tidak melihat ke depan dari arah berlawanan datang Bus Intra menuju Pematang Siantar akhirnya tubrukan tak terelakan. (MET)

Pemilik 46 Gram Sabu Dituntut 7 Tahun Penjara Tebing Tinggi-andalas Asri Ilmi Pulungan alias Otong (37) pemilik 46 gram sabu-sabu dituntut 7 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), MS Irene SH M.Hum pada sidang tuntutan yang digelar di PN Tebing Tinggi Deli, Rabu (6/7). Selain itu, warga Jalan Perjuangan Desa Pekan Dolok Masihul– Kabupaten Serdang Bedagai itu juga didenda Rp5 Milar, subsider 2 tahun penjara, sesuai dengan dakwaan kedua, terbukti melanggar pasal 112 (2) UU RI No 35 Tahun 20009 tentang narkotika. Dalam Nota tuntutannya di hadapan majelis hakim diketuai Ledis M Bakkara SH, JPU menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi dan keterangan terdakwa dalam pemeriksaan persidangan terbukti dengan cara melanggar hukum memiliki sabu-sabu. Seperti tertuang dalam nota tuntutan, diterangkan bahwa persis pada 24 Januari lalu, terdakwa Asri bertemu dengan

seseorang yang di kenalnya bernama Kanop (DPO ), terdakwa membeli sabu-sabu tersebut sebanyak 5 gram untuk di pakai sendiri. Dalam pertemuan selanjutnya, di kawasan Titi Besi, Kecamatan Galang Serdang Bedagai, Karnop menyerahkan sabusabu 46 gram kepada terdakwa dengan perjanjian harga setiap gramnya Rp1 juta. Barang haram tersebut di kemas dalam 2 kemasan plastik berklip ukuran besar dan sedang yang keseluruhannya seberat 45 gram. Namun sebelum bisnis ini berjalan sesuai rencana, pihak kepolisian dari Polres Serdang Bedagai berhasil “mengendus“ kegiatan terdakwa, dalam sebuah penggerebekan petugas berhasil menyita 46 gram sabu, 1 hape merek Nokia, 36 pelastik klip, 1 buah tabung kaca alat tetes kuping, 3 buah pipet dan 1 buku catatan dari sebuah laci didalam rumah terdakwa di kawasan Jalam Perjuangan yang sekaligus di pakai untuk tempat usaha penjualan air mineral.(MET)

Foto Ilustrasi

Waspadai Penimbunan Sembako Jelang Ramadhan & Idul Fitri Polda Sumut dan Disperindag Akan Lakukan Koordinasi Medan-andalas Aksi penimbunan sembilan bahan pokok (Sembako) jelang Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri patut Diwaspadai. Untuk mengantisifasi aksi penimbunan itu, Kepolisian Daerah Sumatera Utara dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut akan melakukan koordinasi. Demikian dikatakan, Kasubid Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (6/7) kemarin. "Dalam waktu dekat kita berkoordinasi dengan Disperindag Sumut untuk antisipasi kemungkinan adanya penimbunan sembako yang dilakukan spekulan serta pengawasan peredaran sembako,� kata MP Nainggolan.

Menurutnya, tindakan tersebut perlu dilakukan agar ketersediaan serta harga sembako tidak melambung sehingga bisa menimbulkan ketenangan masyarakat, khususnya yang akan menjalani puasa. "Operasi ini setiap tahun dilakukan secara berkelanjutan, yakni Operasi Ketupat," terang Nainggolan. Disebutkan, Kepolisian juga akan me-

lakukan razia dengan sasaran sasaran petasan, bahan peledak, minuman keras (miras), tempat prostitusi, hiburan malam, kafe, tempat-tempat keramaian dan lokasi perjalanan atau terminal. Kepada seluruh Satuan Wilayah (Satwil) akan disurati dan diimbau melakukan tindakan persuasif berupa pencegahan. Sementara masyarakat juga diimbau turut berperanserta menciptakan situasi Kamtibmas demi keamanan bersama. Sebab Polisi tentu tak akan bisa melakukan tugas pengamanan, tanpa dibantu masyarakat. Untuk lebih memopulerkan kebijakan tersebut, lanjut Nainggolan, Kepolisian akan menempelkan brosur ke lokasi-lokasi keramaian supaya masyarakat memahaminya. (HER)

Enam Korban Penipuan Dewi Astati Lapor Ke Poldasu Medan-andalas Enam orang mengaku sebagai korban penipuan oleh wanita, Dewi Astati hingga mengakibatkan kerugian mencapai milyaran rupiah, melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumut, Rabu (6/7). Ke enam korban yang membuat pengaduan ke Poldasu adalah, Ida (50) warga Helvetia, L Br Purba (45), Aminuddin Harahap tertipu Rp400 juta, Wati tertipu Rp220 juta dan Rika Rp4 Miliar. Ke enam korban mengaku mengalami kerugian bervariasi, dari puluhan hingga ratusan juta bahkan ada yang menyatakan beberapa korban kehilangan miliaran rupiah. Dari pengakuan beberapa korban, Dewi Astati menjalankan penipuan dengan berpura-pura berbisnis alat-alat berat dan meminta bantuan modal serta dalam waktu dekat dijanjikan akan diganti dan diberikan sedikit keuntungan. "Dia pinjam dan berjanji akan dikem-

balikan Maret. Tetapi hingga kini janjinya mengembalikan uang nasabah tidak ditepati. Sudah berkali-kali kita cari dan saat bertemu dia menyerahkan cek. Ternyata cek tersebut kosong," keluh Ida (50) warga Helvetia salah seorang korban sambil menunjukkan cek kosong Rp50 juta. Wanita ini menyebutkan, sebenarnya pelaku sangat banyak melarikan uangnya tetapi hanya perjanjian Rp50 juta itu yang ditunjukkan. "Kalau saya ingat-ingat jumlah yang dipinjamnya, stres saya. Jika sudah bertemu baru saya tagih," tambah Ida. Setelah gagal mendapatkan uangnya pada Maret, Ida kembali dijanjikan pembayaran dilakukan April. Tapi pelaku akhirnya menghilang. "Ditelpon tidak bisa, tiba-tiba dia mengirim pesan singkat berjanji 27 Juni akan dibayar tapi ditunggu-tunggu di rumahnya ternyata tidak juga ada kabar, malah rumahnya kosong," ujar Ida, sembari mengatakan dirinya akhirnya bertemu korban lainnya di kediaman pelaku.

"Di sana kami bertemu semua. Sebelumnya kami tidak saling kenal," kata Ida diamini lima korban lainnya. Setelah saling bercerita, kami berkesimpulan bahwa Dewi melakukan penipuan ke banyak orang, dengan teknik yang sama. "Jadi jalan ceritanya semua sama, cuma besaran uangnya saja beda-beda," tambah korban lainnya yang mengaku tertipu Rp800 juta. Masing-masing korban mengaku mempunyai bukti berupa kwitansi pinjaman." Ada bukti-buktinya, kwitansinya semua juga ada," ujar mereka. Menurut mereka, jumlah korban penipuan yang dilakukan Dewi berkisar 20 orang. "Tapi yang lain mungkin malu melaporkannya. Bahkan ada yang tertipu Rp 11 miliar," kata Ida dandibenarkan korban lain. Kepala SPKT AKBP Prastiono menyatakan, laporan para korban akan diproses dan dilakukan penyelidikan. "Semoga kasus ini cepat terbongkar," kata Prastiono. (HER)

Brimob Amankan Truk Pengangkut Kayu Ilegal Tebing Tinggi-andalas Petugas Brimob Detasemen B Tebing Tinggi mengamankan truk pengangkut kayu ilegal hasil pembalakan liar, Selasa (5/7) malam. Diduga kuat puluhan potong kayu tersebut berasal dari hutan di wilayah Kecamatan Sipispis Kabupaten Sergai dan sebagian dari perbatasan Kabupaten Simalungun. Aktifitas pembalakan liar di perbatasan dua wilayah tersebut hingga kini masih terus berlangsung, dampak dari perbuatan sejumlah oknum yang melakukan penebangan secara liar di kawasan hutan persisi di hulu sungai itu menyebabkan sering terjadinya banjir di Kota Tebing

Tinggi dan sekitarnya. Informasi diperoleh di Mako Brimob Datasemen B Tebing Tinggi, Rabu (6/7) menyebutkan, penangkapan truk pengangkut kayu hasil dari pembalakan liar tersebut dilakukan setelah petugas Resmob mendapat laporan dari warga bahwa di Kecamatan Sipispis sering terlihat truk pengangkut kayu melintas menuju arah Kota Tebing tinggi. Petugas yang mendapat laporan langsung melakukan penyelidikan. Hingga Selasa (5/ 7) malam sekira pukul 20.00 WIB petugas berhasil mengamankan truk pengangkut kayu yang tanpa disertai dokumen suratsurat.

Dalam pemeriksaan petugas, sopir truk Rizal (41) warga Jalan Pulau Sumatera Kota Tebing Tinggi dan kernet truk, Suwandi (31) warga Jalan Setia Budi Tebing Tinggi mengaku mereka hanya disuruh untuk mengantarkan truk dan isinya ke kilang milik AS di Jalan Setia Budi, Kelurahan Brohol Kota Tebing tinggi. “Kami hanya bekerja mengantarkan truk dan muatannya ke kilang kayu di Brohol�, ucap Rizal. Usai mendapat pemeriksaan di Mako Brimob Detasemen B Tebing Tinggi, rencananya sopir dan kernet truk beserta 40 potong kayu hasil ilegal logging diserahkan ke Mapolres Tebing Tinggi untuk proses penyelidikan lebih lanjut. (MET)

Pihak Polsek Medan Area Dinilai tidak Profesional

Keluarga Korban Pembunuhan Adven Bangun Minta Rekonstruksi Ulang Medan-andalas Rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Advent Bangun Nadadap, di Jalan Panglima Denai, Senin (4/ 7) pukul 10.00 WIB lalu diduga direkayasa oleh Polsek Medan Area. Dugaan itu dilontarkan pihak keluarga korban saat mendatangi Mapoldasu, Rabu (6/7) untuk melaporkan hal itu.

R

ekontruksi dipimpin Kanit Reskrim Polsek Medan Area, AKP Jonser Banjarnahor dan disaksikan oleh Penasehat hukum tersangka Deni Atmaja Lubis, Tribrata Hutauruk SH MH, menurut keluarga korban terjadi pada poin dimana sebelum melakukan penikaman yang mene-

waskan Adven Bangun Nadapdap, tersangka terlebih dahulu diserang korban beserta sekitar 10 orang rekannya. Dan dalam rekon itu, tersangka memperlihatkan dirinya membantu adiknya yang dipukuli oleh rekan-rekan korban. Padahal, semuanya itu tidak benar. "Yang sebenarnya adalah adik saya (korban red) berkelahi dengan tersangka namun karena tersangka kalah, lalu dia pulang kerumahnya membawa senjata tajam dan balik mendatangi korban lalu menikam adik saya,� kata Dearmawan dan Liston Jonson Nadapdap. Pisaunya pun bukan dapat, tapi memang sengaja diambil. Berarti adegan rekonstruksi itu salah, tambah Dearmawan. Bahkan, keluarga almarhum mengatakan rekonstruksi itu semuanya hanya keterangan tersangka dan saksi dari tersangka saja. Tidak

ada saksi dari pihak korban yang dimintai. Dijelaskannya lagi, penangkapan terhadap Deni Atmaja Lubis juga bukan dilakukan petugas dari Polsek Medan Area, melainkan seorang polisi dari Brimob Poldasu yang bernama Faisal. Dan setelah diserahkan Faisal ke Polsek Medan Area, justru tersangka "dibebaskan" oleh enam oknum polisi Polsek Medan Area. "Yang nangkap tersangka bukan Polsek Medan Area, tapi polisi Polda dan pelaku diserahkan ke Polsek Medan Area. Tapi ternyata pelaku dibebaskan oleh petugas Polsek Medan Area," terangnya. Pernyataan itu dibenarkan Liston Jonson Nadapdap (38), abang dari Dearmawan dan almarhum Advent Bangun Nadapdap. "Tidak ada Polsek Medan Area yang menangkap, yang menangkap itu polisi dari Brimob Polda dan diserahkan ke Polsek

Medan Area. Tapi beberapa saat kemudian, pelaku dibebaskan begitu saja,� katanya. Polisi yang menangkap itu bersedia memberi keterangan, terangnya. Ibunda korban Nursalam Br Manurung justru menunjukkan foto polisi dari Brimob Poldasu yang menangkap anaknya. Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Medan Area AKP Jonser Banjarnahor yang dikonfirmasi wartawan mengatakan, tindakan atau sikap yang diambil keluarga korban adalah sikap yang wajar dan sah-sah saja. Namun, rekonstruksi itu telah sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) para saksi dan tersangka. "Rekonstruksi ini cuma melengkapi BAP yang nantinya dikirim ke jaksa. Jadi, tidak mesti harus ada menggunakan pisau segala, karena dikhawatirkan akan terjadi hal yang lain lagi," katanya. (HER)

Lagi Asyik Nyabu Ditangkap Delitua-andalas Lagi asyik nyabu, Adek (32) warga Jalan Brigjen Zein Hamid Gang Saudara, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor ditangkap petugas Reskrim Polsek Delitua di kawasan Jalan Karya Tani, Kelurahan Gedung Johor, Medan, Selasa (5/7) sekira pukul 12.00 WIB. Saat ditangkap dari tersangka disita barang bukti berupa satu pipet terbuat dari kaca berisikan sabu-sabu, dua buah mancis, dan dua pipet yang disebut bong sebagai alat pengisap sabu-sabu. Keterangan diperoleh menyebutkan, tertangkapnya tersangka Adek ini berkat adanya laporan dari warga yang curiga dengan gerak geriknya yang setiap datang ke Karya Tani selalu menuju ke belakangan rumah warga dengan membawa sesuatu barang yang dicurigai warga sekitar narkoba. Menerima laporan tersebut petugas dari Polsek Delitua mendatangi tempat lokasi yang ditunjukkan warga dan melakukan pengintaian. Di lokasi itu, tersangka Adek sedang asyik menggunakan sabu-sabu. Tanpa banyak membuang waktu, petugas langsung menangkap tersangka. Kapolsek Delitua, Kompol SP Sinulingga melalui Kanit Reskrimnya AKP Semion Sembiring saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (6/7) membenarkan menangkap tersebut. (STP)

Istri Oknum Perwira Polisi

Palsukan Pupuk Bersubsidi Selama 10 Tahun Medan-andalas Ternyata praktik pemalsuan pupuk urea bersubsidi menjadi non subsidi yang melibatkan tersangka seorang istri oknum Polda Sumut, Sri Wahyuni, telah beroperasi selama sepuluh tahun. Kini, penyidik tengah mendalami asal muasal dan distribusi pupuk oplosan tersebut. “SUDAH sepuluh tahun. Saat ini kita sedang mendalami pemeriksaan untuk mengetahui asal pupuk dan distribusikan ke mana,� ujar Direktur Reskrim Polda Sumut Kombes, Pol Agus Andrianto melalui Kasubdit III/ Umum, Kompol Andry Setiawan kepada wartawan, Rabu (6/7). Namun untuk saat ini, kata Andry, para tersangka masih terkesan menutup diri untuk memberikan keterangan sejujurnya sehingga belum diketahui ke mana distribusi pupuk tersebut. Karena itu, penyidik Polda Sumut akan terus berupaya mengorek keterangan dari empat tersangka yang telah ditahan, didukung dengan barang bukti. “Selain minta keterangan person pihak Koperasi Usaha Dagang (KUD), untuk lebih tajamnya kita juga akan minta penjelasan dari PT Pupuk Sriwijaya (Pusri),� kata Andry. Sementara Kasubbid Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID), AKBP MP Nainggolan mengatakan, saat ini, penyidik juga tengah mendalami kemungkinan adanya keterlibatan suami Sri Wahyuni, yakni AKP D oknum Samapta Polda Sumut. “Masih kita selidiki ada tidaknya keterlibatan AKP D,� tandas Nainggolan. Sebelumnya, penyidik Reskrimum Polda Sumut menetapkan Sri Wahyuni (SW) sebagai tersangka kasus pemalsuan (oplos-red) pupuk bersubsidi. Pemilik gudang pupuk UD Tani Jaya tersebut ditahan di sel Mapolda Sumut bersama tiga tersangka lainnya. Selain SW, penyidik juga menetapkan Akiat (humas gudang), Kasirin (pengawas gudang), dan Riono (penjaga gudang), sebagai tersangka. Keempat tersangka terancam hukuman kurungan di atas lima tahun, karena dijerat pasal berlapis. Keempat tersangka disangka memproduksi dan atau memperdagangkan barang dan atau jasa yang tidak memenuhi dan atau sesuai standart yang dipersyaratkan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan izin perindustrian.(HER)


HUKUM KRIMINAL

Kamis 7 Juli 2011

harian andalas | Hal.

Gara-Gara Tanah Wakap, Paman Bacok Kepala Keponakan STM Hilir-andalas Diduga gara-gara tanah wakaf, seorang paman di Warga Dusun I Desa Limau Mungkur membacok kepala keponakannya sendiri di salah satu kedai kopi di kawasan Dusun I Desa Negara Beringin, Senin (4/7) malam. Akibat kejadian itu, korban Bukit Barus (41) warga Dusun I Desa Negara Beringin, Kecamatan Senembah Tanjung Muda (STM) Hilir, Kabupaten Deli Serdang terpaksa dilarikan ke Puskesmas Talun Kenas. Sementara itu kasus telah dilaporkan korban ke Polsek Talun Kenas, Selasa, (5/7). Laporan korban tertuang dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) / 37/VII/2011/SU/ Res DS/Sek Talun Kenas tertanggal 5 Juli 2011. Kepada penyidik Reskrim Polsek Talun Kenas korban menuturkan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 21.30 WIB. Saat itu korban sedang berada di salah

Pembangunan Rumah di Binjai

Dirut CV Lancang Kuning Tak Pernah Beri Kuasa

satu warung kopi tak jauh dari rumahnya. Saat itulah pelaku Ndobah Barus (57) bersama anaknya, Erik Barus (20) Warga Dusun I Desa Limau Mungkur mendatangi korban. Pada saat itu pelaku bertanya kepada korban soal tanah. Mendengar pertanyaan pelaku, korban langsung menyarankan pelaku agar tidak membicarakan hal tersebut di warung kopi. Mendengar ucapan itu, Erik langsung menarik tangan dan memukul muka korban. Perkelahian pun terjadi antara korban dan Erik. Melihatnya anaknya bergumul dengan korban, Ndobah Barus langsung mencabut golok dari pinggangnya dan langsung membacok kepala korban lalu kabur menuju Tanjung Morawa dengan mempergunakan sepeda motor. Kapolsek Talun Kenas, AKP J Tarigan ketika dikonfirmasi andalas membenarkan kejadian itu.(STP)

Polres Madina Diminta Tuntaskan Kasus Pengrusakan Kebun Plasma Panyabungan-andalas Anggota KUD Pasar Baru Batahan meminta kepada aparat Kepolisian Resor Madina untuk menuntaskan kasus dugaan pengrusakan kebun sawit di Areal Plasma sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Sebelumnya laporan pengaduan anggota KUD Pasar Baru Batahan ini merupakan tindak lanjut dari laporan Humas PTPN IV melalui surat Nomor :PLM/ Polres.Mad/37a/VI/2010, tanggal 16 juni 2010, dan melalui surat nomor : PLM/Polres.Mad/ 47/VII/2010, tanggal 28 juli 2010, tentang laporan pengrusakan areal kebun plasma KUD Pasar Baru Batahan. Sebagaimana diketahui bahwa setelah laporan pengaduan Humas PTPN IV tersebut, Polres Madina melaksanakan peninjauan lapangan yang didampingi oleh Kabag hukum dan pertanahan, Kabag Pengembangan, Manager GUU-IV, Manager Plasma dan Anggota KUD Pasar Baru Batahan pada tanggal 15 Juli 2010 melihat secara langsung kebenaran laporan Humas PTPN IV, namun kasus tersebut sampai sekarang tidak jelas bagaimana perkembangannya. Sementara itu, PT Palmaris raya juga megadukan pengurus KUD Pasar Baru Batahan

dengan tuduhan pengrusakan tanaman kacang-kacangan PT Palmaris raya, padahal tanaman tersebut masih bearada di areal izin lokasi KUD Pasar Baru Batahan. Tiga orang pengurus KUD Pasar Baru Batahan di tahan atas tuduhan tersebut, dan sekarang kasus ini masih dalam persidangan di Pengadilan Negeri Panyabungan. Masayarakat Batahan merasa heran Polres Madina hanya menindak lanjuti pengaduan PT Palmaris raya. Sementara pengaduan yang sama terkait dengan pengrusakan tanaman sawit plasma masyarakat Batahan oleh PT Palmaris raya, sebagaimana yang dilaporkan oleh humas PTPN IV sampai saat ini belum ada tanggapan sama sekali. “Kalau masalah keberatan PT Palmaris raya, siapa suruh mereka menanami lahan plasma kami�, ujar Candra Yadi salah seorang anggota KUD Pasar Baru Batahan, Rabu (6/7). “Kami mengharapkan aparat penegak hukum dapat berlaku adil dalam menindak lanjuti masalah ini, sebab masyarakat Batahan sudah gerah atas arogansi dan tindakan kesewenangwenangan yang di lakukan PT Palmaris raya terhadap masyarakat Batahan selama ini,� tambah Aswin anggota KUD Pasar Baru lainnya. (OI)

Korupsi Pengalihan Dana BLT

Sekdes Namo Bintang Dituntut 1 Tahun Penjara Lubuk Pakam-andalas Sekretaris Desa (Sekdes) Namo Bintang, Kecamatan Pancur Batu, Deli Serdang, Sri Ulina boru Purba (32) warga Dusun II, Kloni IV, Desa Namo Bintang, dituntut pidana penjara selama 1 tahun. Selain tuntutan 1 tahun penjara, terdakwa juga didenda Rp50 juta, subsidair 3 bulan kurungan penjara karena melakukan pengalihan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahun 2008 dan 2009 kepada sejumlah warga sehingga menimbulkan kerugian sebesar Rp9,6 juta. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Aben BM Situmorang SH, Rocky Sirait SH saat membacakan surat tuntutan di depan majelis hakim Denny Lumbantobing SH pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Lubuk Pakam, Rabu (6/7). Tentang surat pengalihan dana BLT yang dilakukan terIKLAN |

dakwa atas nama Cari boru Tarigan, Jhon F Junifer Ginting, Zainuddin Pasaribu, Untung, Frida boru Ginting, Posman Hutauruk, Ramli Tambunan, Tugiman, Pulung Ketaren, Ganti Pelawi, Nurhayati boru Ginting, Zefri Aprissa Wirakesuma, Sunardi, Suhendrik, Arya Aprissa Wirakesuma dan Muhammadiyah. Bahwa terdakwa Sri Ulina boru Purba dinyatakan bersalah turut serta melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar pasal 3 jo pasal 18 ayat (1), (2), (3) UU RI No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana. (BOB)

5

andalas/desrin pasaribu

GAGAL DIBONGKAR – Tag Boat Betwin bermuatan ribuan kayu gelondongan di Dermaga Superin Pelabuhan Belawan. Kayu-kayu itu gagal dibongkar di Pelabuhan Belawan karena diduga dokumennya tak lengkap.

Diduga Dokumen Tak Lengkap

Ribuan Kubik Kayu Gagal Dibongkar di Pelabuhan Belawan Belawan-andalas Ribuan kubik kayu yang tiba di Dermaga Superin Pelabuhan Belawan gagal dibongkar karena diduga tidak dilengkap dokumen yang sah dari asal kayu, Bengkalis Riau. Informasi yang diterima andalas, pembongkaran kayu itu dikerjakan melalui Perusahaan Bongkar Muat (PBM) Berkat Sarana Dermaga Mandiri (BSDM) milik PT Damar Mas tidak juga melakukan pembongkaran di Dermaga Superin Pelabuhan Gabion Belawan.

Menurut salah seorang Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Belawan, P Pasaribu di lapangan menyebutkan, ribuan kubik kayu itu berasal dari Bengkalis diduga ilegal karena tidak dilengkap dokumen dan merupakan hasil lelang di tempat asal kayu. Ssalah seorang staf Dinas Kehutaan Sumut, Said ketika ditanya andalas, Rabu (6/7) membenarkan adanya kayu masuk ke Dermaga Superin Pelabuhan Belawan tapi belum dilakukan pembongkaran karena diduga belum menyelesaikan dokumen manifes. Dikatakan Said sat ini dokumen

manifes harus sudah lengkap baru dizinkan bongkar sebab bisa saja kayu itu dari hasil penebangan liar sehingga perlu diteliti dengan baik agar hutan di Indonesia tetap lestari. Dia menyebutkan kayu itu diangkut dengan Tag Boat Betwin I asal Bengkalis Riau tujuan Tanjung Morawa tapi karena dokumennya tidak lengkap maka harus ditunda pembongkarannya. "Kita belum tahu berapa julah volume kayu itu karena harus dilakukan pendataan saat dilakukan pengangkutan sebab bisa saja terjadi perbedaan setelah didata," ucapnya. (DP)

Medan-andalas Direktur CV Lancang Kuning, Haris Syahputra Nasution yang juga terdakwa dalam perkara dugaan korupsi proyek fasilitasi pembangunan prasarana dan sarana dasar permukiman berbasis masyarakat untuk Kecamatan Binjai Selatan dan Selatan mengaku tidak pernah memberikan kuasa perusahaan tersebut kepada terdakwa Sentot Prawira Dirja selaku Direktur CV Prawira Jaya. Hal tersebut diungkapkan oleh Haris saat menjadi saksi di pengadilan Tipikor Medan, Rabu (6/7) dengan terdakwa Sentot. Dalam keterangannya, saksi Haris yang juga menjadi terdakwa (berkas terpisah) dalam kasus yang sama menyebutkan, dirinya tidak pernah memberikan kuasa kepada terdakwa dalam kegiatan apapun. "Saya tidak pernah tahu soal tender dan pembangunan tersebut," katanya. Namun, diakuinya, terdakwa pernah memberitahukan jika CV Lancang Kuning digunakan terdakwa untuk mengikuti tender ketika proses pekerjaan sudah selesai dilakukan. "Mohon maaf ya, saya daftarkar CV Lancang Kuning mengikuti tender dan pekerjaannya telah selesai," katanya menirukan ucapan terdakwa saat itu. Ditegaskannya, dirinya tidak mendapatkan apapun dari tender tersebut. Dia juga mengatakan, berkas yang digunakan terdakwa untuk mendaftarkan CV Lancang Kuning adalah foto copy yang telah dilegalisir. "Itu pasti foto copy nya, karena aslinya saya yang pegang," ungkapnya. Haris mengungkapkan, dirinya memang pernah memberikan berkas foto copy tersebut kepada terdakwa. Tapi, lanjutnya, hal tersebut untuk kepentingan perpanjangan keanggotan Gabungan Pengusaha Kontruksi Indonesia (Gapeksi) Kota Binjai. "Saya menyerahkan berkas memang sama terdakwa, dan itu untuk kepentingan mengurus keanggotan Gapeksi karena tanpa bergabung dengan asosiasi maka perusahaan tidak boleh ikut tender," paparnya. Pada kesempatan itu, JPU juga menghadirkan saksi lainnya yakni matan Kepala Dinas Tarukim Binjai, Elvi Kristin. Dalam keterangannya, dirinya menandatangi persetujuan pembayaran berdasarkan adanya berita acara kemajuan pekerjaan. "Saya teken karena ada berita acara dan permintaan pembayaran itu dilakukan dalam empat tahap, tapi saya tidak pernah melakukan pengecekan terhadap proyek tersebut," katanya yang juga sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Setelah mendengarkan keterangan saksi, majelis hakim kembali menunda jalannya persidangan hingga minggu depan. Atas perbuatan terdakwa JPU menjerat Sentot dengan pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ke-1 KUHPidana. (FEL/THA)

Sidang Korupsi Rp65 Juta Dana Petani

Terdakwa Ngaku Dana Dipakai Untuk Kepentingan Pribadi Medan-andalas Parmo Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) terdakwa dalam perkara korupsi dana APBN yang diperuntukkan bagi para petani senilai Rp100 juta, mengakui bahwa dana tersebut tidak disalurkan kepada para petani melainkan dipakai untuk kepentingan pribadinya.

P

engakuan tersebut dikemukakannya dalam sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Tipikor Medan, Rabu (6/7), dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa. Dihadapan majelis hakim yang diketuai Jhoni Sitohang, terdakwa juga mengakui bahwa dana tersebut digunakannya untuk kepentingan usahanya dalam pembibitan sawit, dan selebihnya untuk kebutuhan rumah tangganya. “Dana yang saya gunakan untuk usaha sawit gagal total, dan dana tersebut tidak bisa saya gantikan,saya khilaf pak hakim,�

tutur terdakwa dengan wajah sedih. Terdakwa juga mengatakan, bahwa dana APBN senilai Rp100 juta tersebut, hanya diterima dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tanjung Pura senilai Rp85 juta, dan dari dana tersebut, juga telah disalurkan sebesar Rp30 juta, kemudian sisanya Rp65 juta dipakai untuk kepentingan pribadi. Terdakwa yang juga tercatat sebagai ketua ketua kelompok tani sri rezeki, menjelaskan, pada awalnya dana tersebut diambil dari rekening Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sri Rezeki dalam dua tahap yakni pada 22 Desember 2009 sebesar Rp30 juta, 27 Desember 2009 sebesar Rp65 juta. Namun, lanjutnya, saat rapat digelar dan dana tersebut hendak dibagikan kepada kelompok tani lainnya, terdapat beberapa kelompok tani yang menolak dana tersebut dengan alasan tidak bisa mempertanggung jawabkan penggunaan dana. "Atas dasar itu, uang yang dibagikan sekitar Rp28 juta dan sisanya sekitar Rp67 juta tetap saya pegang," katanya. Ditegaskannya, pada awalnya memang tidak pernah berniat untuk menggunakan dana tersebut. Namun, lanjutnya, hal

tersebut berubah sehubungan dengan kerugian yang dialaminya dalam menjalankan bisnis jual beli buah kelapa sawit. "Itulah kekhilafan saya pak," katanya lagi. Dia juga menegaskan, anggota kelompok tani memang menuntut agar dana tersebut dibagikan. Sehingga, lanjutnya, dari hasil rapat dirinya membuat surat pernyataan akan membagikan dana tersebut pada 5 Februari 2010. Namun hal tersebut tidak terealisasi sehingga terdakwa membuat surat pernyataan untuk yang kedua kalinya yakni akan membagikan dana tersebut pada 31 Maret 2010. "Hal ini juga tidak terealiasasikan pak, karena pada saat itu terjadi konflik antara sesama anggota gabungan kelompok tani," tegasnya. Namun, pengakuan terdakwa yang menyatakan bahwa dana yang diselewengkan tersebut, berbeda dari keterangan saksi ahli dari BPKP Sumut. Sofyan Ginting saksi ahli yang dihadirkan JPU. Dalam keterangannya, terdakwa telah merugikan keuangan negara sebesar Rp69 juta. "Dari hasil perhitungan kami, kerugian negara yang ditimbulkan oleh terdakwa sebesar Rp69 juta," katanya. Dijelaskannya, hasil perhitungan terse-

but muncul dari dana yang diterima oleh Gapektan sebesar Rp100 juta yang bersumber dari APBN tahun 2009. "Ada dua kali penarikan dana dari rekening Gapoktan dengan total Rp95 juta dan sisanya Rp5 juta masih dalam rekening," terangnya. Kemudian, lanjutnya, berdasarkan perjanjian dengan Kementrian Pertanian, ketua Gapoktan harus menyalurkan dana tersebut ke ketua kelompok tani setelah itu ketua kelompok tani menyalurkan ke anggota. "Sementara yang dibagikan hanya sekitar Rp28 juta dan sisanya tentunya ditangan terdakwa. Yang bertanggung jawab atas penggunaan dana tersebut adalah terdakwa," tegasnya. Dia juga mengungkapkan, memang ada dana 10% yang seharusnya menjadi milik ketua dan jumlah 10 % tersebut tidak dikurangkan dari jumlah kerugian negara. "Untuk mendapatkan dana 10 persen itu harus ada rapat, dan anggota menyetujui apakah itu diberikan atau tidak. Kami tidak menemukan adanya hasil rapat yang menyetujui itu," ungkapnya. Usai mendengarkan keterangan ahli dan keterangan terdakwa, majelis hakim kembali menunda persidangan hingga minggu depan. (FEL)


RAGAM

Kamis 7 Juli 2011

harian andalas | Hal.

6

DPD: "Gemmar Mengaji" Jangan Sebatas Seremonial ANGGOTA DPD-MPR RI Dr Rahmat Shah mengapresiasi positif pencanangkan Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji (Gemmar Mengaji) yang digagas Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Sumatera Rahmat Shah Utara. Gerakan ini menurut Rahmat patut didukung semua pihak karena merupakan bagian dari upaya membangun karakter anak bangsa. Namun Rahmat mengingatkan tanpa dukungan dan partisipasi dari segenap pihak serta masyarakat maupun umat, gerakan ini hanya akan terhenti pada pelaksanaan seremonial belaka. Untuk itu ia meminta agar pihak Kanwil Kemenag Provsu bekerja ekstra keras untuk menyosialisasi gerakan tersebut melalui jalur para dai dan penceramah agama serta lembaga-lembaga pendidikan maupun lembaga lainnya. Hal tersebut disampaikan Rahmat melalui Staf Ahli DPD RI Bechta Perkasa Asky MA yang hadir dalam acara launching Gemmar Mengaji sekaligus pembukaan FASI VIII di Asrama Haji Pangkalan Masyhur Medan, Senin (6/7). Acara ini dihadiri Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI Prof Dr H Nasaruddin Umar MA, Plt Gubsu Gatot Pudjo Nugroho, Direktur Penerangan Agama Islam, serta Pimpinan Pusat BKPRMI Ali Muchtar Ngabalin, serta unsur Muspida Provsu. Sebagai orang yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga agamis dan orang tua hafiz Alquran, Rahmat mengakui kepentingan gerakan ini sebagai salah satu upaya membentuk mental spiritual serta karakter dan budaya generasi muda bangsa. Rahmat berkeyakinan, agama memiliki peran penting sebagai filter untuk menangkal dampak buruk dari arus globalisasi yang melanda kehidupan masyarakat Indonesia di semua lini. Menurutnya, diperlukan pemahaman agama yang tepat sekaligus pengamalan agama yang utuh dan konsisten agar peran dan pengaruh agama dapat dirasakan oleh masyarakat dan umat. Dan, membaca Alquran serta mempelajari isinya lewat mengaji, merupakan salah satu cara agar umat Islam dapat memahami agama. Karenanya, melalui gerakan ini dia mengharapkan menjadi salah satu upaya untuk menghidupkan dan menggalakkan kembali budaya mengaji sehabis Salat Magrib di kalangan umat Islam yang selama ini mulai ditinggalkan. Rahmat mengharapkan agar momen bernuansa keagamaan ini dapat menjadi kesempatan berharga bagi umat Islam di Sumut untuk dapat menguatkan silaturahmi dan membangun kebersamaan ataupun sinergitas untuk upaya-upaya mengisi pembangunan bangsa dan negara serta umat dengan hal-hal yang positif. Di sisi lain Rahmat juga menghargai kegiatan FASI yang dimotori Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) ini. Festival ini diikuti ratusan anak TKA/TPA binaan BKPRMI dari berbagai daerah. (GUS)

PENACANANGAN-Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho ST didampingi Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Prof Nasaruddin Umar, Ketua Umum Pimpinan Pusat BKPRMI Ali Muchtar Ngabalin, Kakanwil Kemenag Sumut Syariful Mahya Bandar, dan Ketua Umum MUI Sumut Prof Abdullah Syah melakukan pemukulan beduk sebagai pertanda pencanangan Gerakan Maghrib Mengaji di Sumut, Rabu (6/7) di Asrama Haji Medan.

Gatot Canangkan Gemmar Mengaji di Sumut

Degradasi Moral Remaja Kesalahan Orang Tua Medan-andalas Kesibukan orang tua dalam menghadapi aktifitas sehari-hari, membuat orang tua lupa terhadap tanggungjawab dalam memberikan pendidikan terhadap anaknya. Hal ini salah satu penyebab terjadinya degradasi moral di kalangan remaja, akibat pesatnya arus informasi yang bisa diakses dengan mudah tanpa adanya bimbingan dari orang tua. "Saat ini banyak anak di Indonesia menjadi 'yatim', meskipun dirinya memiliki kedua orangtua. Anak-anak itu 'yatim' disebabkan tidak adanya bimbingan dan pendidikan dari orang tuanya, sehingga dirinya terjebak kedalam degradasi moral yang saat ini sudah mencapai titik sangat mengkhawatirkan," ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Islam Kementerian Agama RI, Prof Dr H Nasaruddin Umar, pada Pencanangan Gerakan Masyarakat Magrib (Gemmar) Mengaji dan Pembukaan Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) VIII, di Asrama Haji Pangkalan Mas-

yhur Medan, Rabu (6/7). Pencanagan Gemmar Mengaji di Sumut ini ditandai dengan pemukulan beduk oleh Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho ST, didampingi Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Prof Nasaruddin Umar, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Sumut Drs H Syariful Mahya Bandar MAP, Wakil Ketua DPRD Sumut Kamaluddin Harahap, dan Ketua Umum MUI Sumut Prof Dr H Abdullah Syah MA. Nasaruddin menilai, kenakalan remaja yang terjadi saat ini merupakan hasil dari orang tua yang tidak mampu memberikan perhatian dan

pendidikan kepada anakanaknya. Anak justru lebih dekat dengan baby sitter, ketimbang orang tuanya. "Jadi jangan salahkan kenakalan remaja. Sebab degradasi moral terjadi karena kesalahan orang tua yang 'nakal' kepada anaknya," sebut Dirjen. Salah satu upaya mengantisipasi degradasi moral di kalangan generasi penerus bangsa ini, pemerintah melalui Kementerian Agama mencanangkan Gerakan Maghrib Mengaji (Gemmar Mengaji). "Maghrib mengaji merupakan warisan leluhur kita terdahulu. Kegiatan ini sangat positif dan sangat disayangkan maghrib mengaji kian hari semakin hilang dilakukan masyarakat. Karena itu mari kita kembali menggalakan kegiatan mangrib mengaji salah satu tujuan utamanya untuk mengantisipasi degradasi moral yang semakin mengancam generasi kita," ujar Nasaruddin. Dirjen menyebutkan, program Gemmar Mengaji yang dicanangkan Kemenag RI

ini bukan hanya kegiatan serimoniaol semata. Namun program ini merupakan upaya Kementeriaan Agama menjawab keresahan masyarakat menghadapi kemajuan zaman dan teknologi informasi saat ini. Orang Tua Risau Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugrhoho ST, dalam sambutannya, mengharapkan dengan dicanangkan Gemmar Mengaji di Sumut ini bisa menjadi momentum membangkitkan kepedulian bersama masyarakat Sumut akan pentingnya pendidikan agama kepada anak, khususnya mengantisipasi suguhan media televisi yang kurang mendidik bagi perkembangan jiwa anak. Nilai-nilai yang terkandung di dalam Al Quran, kata Gatot, harus ditanamkan sejak dini, terutama remaja. Karena di masa remaja anak masuk pada masa tansisi dan biasanya masih labil. "Kini harus diakui, kita

sebagai orangtua sedang risau karena karaktek akhlak generasi muda kita yang kini tidak sesuai dengan karakter Islam. Hari ini gerakan masyarakat magrib mengaji merupakan momentum yang penting untuk kita. Anak remaja yang sedang dalam masa transisi biasanya labil. Karena itu perlu penyesuaian. Dan dalam mengisi masa transisi perlu ditanami nilai-nilai Qurani," jelasnya. Sementara itu, Kakanwil Kemenag Sumut Syariful Mahya Bandar, menjelaskan tujuan utama digalakkannya kembali kegiatan mengaji ini adalah agar anak-anak memahami cara mengaji yang benar, menghidupkan kembali semangat tadarus Al Quran, dan mendorong semangat keislaman. "Kita mengharapkan program ini dapat mendorong kegiatan majelis taklim di masjid, menumbuhkan kembali semangat cinta Al Quran dan pengamalan nilai-nilainya," kata Mahya. (HAM)

Memprihatinkan, Puskesmas Penungkiren Belum Diterangi Listrik STM Hilir-andalas Sungguh memprihatinkan sekaligus terasa tidak percaya, sudah 65 tahun RI ini merdeka, masih ada Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) belum mendapatkan penerangan listrik. Hal ini dialami Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Penungkiren, Kec STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang. Akibatnya, bila ada warga yang sakit pada malam hari terpaksa menunggu keesokan harinya baru mendapat perawatan. Demikian dikatakan sejumlah warga Desa Penungkiren, salah satunya bermarga Barus kepada andalas, Rabu (6/7). "Pustu hanya buka siang hari karena penerangan masih bisa menggunakan sinar matahari. Kami tidak tahu entah kenapa sampai saat ini belum ada jaringin listrik dipasang, padahal instalasi listrik sudah terpasang saat Pustu tersebut dibangun," ujar bermarga Barus tadi. Padahal, sambung bermarga Barus tadi, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Deli Serdang tengah mulai gencar memberdayakan Puskesmas Pembantu (Pustu) yang berada di beberapa desa di wilayah Kabupaten Deli Serdang. Sebab, selain untuk melayani kesehatan masyarakat, Pustu juga berfungsi sebagai tempat melakukan perto-

longan pertama bila terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). "Puskesmas pembantu dapat menjadi tempat untuk melakukan pertolongan pertama bila terjadi KLB," ujar Barus. Menurut Barus, bila Pustu di Desa Penungkiren sudah mendapat penerangan listrik maka diyakini tenaga kesehatan yang bertugas di sana akan dapat meningkatkan kerjanya dalam hal melayani kesehatan masyarakat selama 24 jam. Terkait persoalan tersebut, baik Bupati Deli Serdang Drs H Amri Tambunan maupun Dinas Kesehatan Deli Serdang diharapkan menuntaskan persoalan penerangan tersebut untuk menunjang atau merealisasikan salah satu visi misi Gubsu-Wagubsu (Syampurnored), yakni rakyat tidak sakit. Sementara itu, ketika dikonfirmasi soal belum masuknya penerangan listrik di Pustu Desa Penungkiren tersebut, Kapala Pustu Sulis membenarkan hal tersebut. "Sampai sekarang lampu penerangan listrik memang belum masuk di Pustu ini. Jadi bagaimana kita bisa maksimal bekerja dalam melayani masyarakat," ujar Sulis yang baru menjabat sebagai Kepala Pustu menggantikan Dat Ingan. (JL)


IKLAN

Kamis 7 Juli 2011

FAMILY RENTAL MOBIL (PT) APV Kj. Kapsul pkt hmt 10 jam, Altis, L-300, Innova, L. Cruiser, N-Eyes, Bus, Hrn, Mgn, Bln, Utk dlm dan di luar kota. Hotline: 7734 2359 / 0819 3328 4540

harian andalas | Hal.

7


Kamis 7 Juli 2011

OLAHRAGA

harian andalas | Hal.

8

Messi Komentari United, Arsenal dan Madrid Dovi Yakin Mampu Saingi Lorenzo & Stoner Mugello-andalas Andrea Dovizioso mulai menunjukkan kapasitasnya sebagai pembalap tangguh di musim ini. Meski masih berada di bawah bayang-bayang dua rekan setimnya, Casey Stoner dan Dani Pedrosa, namun Dovi meyakini dirinya cukup punya kualitas untuk membantu Repsol Honda bersaing merebut titel juara musim ini. Kepercayaan diri tinggi Dovi tak lepas dari kesuksesannya merebut podium ketiganya secara beruntun, mulai dari seri Silverstone (GP Inggris), Assen (Belanda) dan terakhir pada seri kandang di Mugello, Italia, di mana dirinya sukses naik podium dua. Dengan hasil apik yang ditorehkannya di tiga seri terakhir itu, Dovi pun meyakini dirinya bisa bersaing dengan dua kandidat kuat juara musim ini, Casey Stoner ataupun Jorge Lorenzo dari Yamaha Racing Team. “Kami bisa bertarung untuk merebut gelar juara. Setelah Mugello, saya pikir setiap orang melihat potensi kami dan normalnya, menurut saya trek ini tidak cukup baik. Jadi, bisa dibilang kami berhasil melewati akhir pekan dengan sempurna,” ujar Dovi usai mencatatkan waktu tercepat ketiga pada sesi latihan di Mugello, Senin, kemarin. Menilik perolehan poin di klasemen sementara pembalap, peluang Dovi untuk bisa bersaing merebut gelar juara dunia musim ini masih sangat terbuka. Saat ini, pembalap 25 tahun ini nangkring di peringkat tiga klasemen dengan 119 poin. Dovi terpaut 14 angka dari runner-up sementara, Lorenzo dan tertinggal 33 poin dari rekan setimnya, Stoner yang untuk sementara bercokol di puncak klasemen. “Saya cukup tangguh pada saat balapan, namun Jorge (Lorenzo) sedikit lebih cepat dari saya, terutama saat masuk tikungan dan itu memudahkannya untuk melahap tikungan dengan cepat. Tapi, tak ada yang menduga kami bisa berada di posisi ini dan alasan lainnya, karena kami selalu bekerja keras dan di setiap balapan saya selalu dapat poin bagus,” sambungnya, Rabu (6/7). “Kami tim yang kuat, meskipun masih butuh pengembangan. Karena, untuk bertarung dengan Jorge dan Casey (merebut gelar juara) bukan perkara mudah dan mengikis poin dengan mereka juga sangat sulit. Tapi, saya yakin kami bisa melakukannya dan kita lihat saja nanti hasilnya,” pungkasnya seraya menegaskan kesiapannya bertarung merebut kemenangan di GP Sachsenring, Jerman, 17 Juli mendatang. (OKZ)

Santa Fe-andalas Pahlawan Barcelona Lionel Messi adalah sosok antagonis bagi klub manapun tak terkecuali tim besar seperti Manchester United, Arsenal dan Real Madrid. United pernah dua kali merasakan dipecundangi Messi di laga final Liga Champions. Pada 2009, satu gol Messi melengkapi kemenangan 2-0 Barca ketika itu. Ulah Itu diulangi Messi saat kedua tim bentrok di Wembley dalam ajang yang sama. Gol Messi membuat Rooney dkk semakin tak berkutik di bawah dominasi Barca sehingga harus kembali merelakan trofi Liga Champions ke tangan Barca. Arsenal juga kandas dua kali berturut-turut di babak yang sama (16 besar) saat bentrok dengan Barca di Liga Champions. Di pertemuan terakhir, Messi mencetak dua gol ke gawang pasukan Arsene Wenger. Setali tiga uang, Real Madrid berulang kali harus menerima nasib dipecundangi Barca dengan Messi-nya. Terakhir, striker Argentina ini membuat Santiago Bernabeu membisu dengan dua golnya di pertandingan semifinal Liga Champions leg pertama. Lalu apa kesan Messi tentang tiga klub besar yang pernah dihadapinya itu? “Saya menikmati bermain

melawan United dalam kemenangan Liga Champions lalu,” ujar Messi, Rabu (6/7). Manchester United, kata Messi, memiliki para pemain yang selalu mencoba untuk bermain sepakbola dengan baik. Setiap pemainnya mempunyai karakter yang berbeda, namun di tangan Sir Alex, semua pemain memiliki satu visi bermain. Sementara Arsenal memiliki gaya dan ide bermain seperti sepakbola seperti Barcelona, yaitu permainan dari kaki ke kaki yang cepat serta indah dilihat. Bagi Messi, Arsenal hanya membutuhkan sedikit keberuntungan untuk dapat meraih gelar. Untuk Real Madrid, pemain kelahiran Rosario 24 Juni 1987 ini sedikit meremehkan. Dia menganggap Real Madrid bukan sebuah tim yang mencolok. “Namun ketika saat lawan lengah mereka terlihat menakutkan,” ungkapMessi. (OKZ)

Casillas Tanyakan Mou Soal Isu Kapten Madrid Beijing-andalas Iker Casillas menepis rumor bahwa musim depan Mourinho akan melepas ban kapten dari lengannya. The Special One sempat dikonfirmasi tentang isu ini, namun tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Mou membenarkan kabar itu. “Saya sudah berbicara dengannya mengenai pertanyaan ini, dan kami mendiskusikan apakah saya harus memberikan posisi kapten kepada pemain lain. Tapi dia bilang itu tidak perlu,” kata Casillas, kepada wartawan di Beijing, Rabu (6/7).

Posisi Casillas sebagai penjaga gawang inti Real Madrid belum tergeser lebih dari satu dekade kariernya di Los Blancos. Faktor senioritas membuatnya dipercaya sebagai jenderal dalam armada Madrid dari tahun ke tahun. Ini merupakan tradisi Madrid, di mana pemain senior mendapatkan kepercayaan memimpin tim. Tapi, Iker mengatakan siap melepas ban kapten jika situasi memaksanya. “Bisa jadi di masa depan terjadi sesuatu buruk atau ada alasan lain, saya akan melepas posisi kapten. Tapi sejauh ini saya bisa

mengatakan tidak ada alasan atau situasi seperti itu,” ucapnya. Rumor yang berembus menyebut, Mou ingin melepas ban kapten di tangan Casillas musim depan, lantaran dia menginginkan pemimpin Madrid di lapangan bisa lebih leluasa berkomunikasi dengan wasit. Peran itu lah yang kurang bisa dimainkan Casillas selama Mou menukangi Los Blancos. Sejumlah nama kemudian digadanggadang sebagai calon suksesor Iker. Di antaranya Xabi Alonso, Sergio Ramos dan

Federer: Djokovic Pantas Sandang No.1 Kvitova akan Menangi Lebih Banyak Grand Slam London-andalas Akhir pekan lalu, Petra Kvitova menjungkirbalikkan banyak prediksi dengan menjuarai Wimbledon. Itu cuma awal karena ke depan Kvitova diprediksi bakal memenangi lebih banyak Grand Slam. Kvitova menjadi juara Wimbledon setelah menundukkan Maria Sharapova di final. Gelar di lapangan rumput All England Tennis Club itu adalah titel Grand Slam pertama petenis 21 tahun tersebut. Kvitova telah membuat negaranya, Republik Ceko, bangga. Pasalnya, Kvitova adalah petenis Ceko pertama yang jadi juara tunggal Grand Slam setelah Jana Novotna jadi juara –juga di Wimbledon–- tahun 1998. Novotna ada saat Kvitova mengekor jejaknya; ia ada di tribun bersama mantan petenis asal Ceko yang kemudian berganti jadi warga negara AS, Martina Navratilova. Nama terakhir inilah yang kemudian memprediksi kehebatan Kvitova akan berlanjut di masa depan. "Saya pikir Petra akan memenangi lebih dari satu (Grand Slam). Itu akan jadi yang pertama dari beberapa gelar," komentar Navratilova seperti yang dikutip Gulf News. Selain itu, sukses Kvitova juga dinilai akan membuat lebih banyak anak-anak muda di Ceko bermain tenis. "Sistem pembinaan klub di Ceko bisa diterapkan buat semua orang. Sebab, anak-anak dididik untuk rajin ke gym dan mereka suka bersenang-senang dengan tenis ketimbang berlatih dengan terstruktur," ujar Navratilova. "Mereka main tunggal dan ganda, mereka bermain melawan tembok, lalu mereka jadi pemain yang lebih baik karenanya. Apalagi sekarang, tenis akan makin populer karena foto Petra akan ada di dinding di setiap klub," demikian Navratilova.(DTC) IKLAN |

BERN-andalas Roger Federer turut memberikan selamat atas keberhasilan Novak Djokovic mencetak sejarah dalam karir tenisnya dengan menyabet titel raja tenis dunia. Mantan petenis terbaik dunia ini menilai, Djokovic memang pantas berada di urutan teratas ranking dunia (ATP). Keberhasilan menjuarai Wimbledon dengan menundukkan Rafael Nadal di final, pekan lalu, memastikan Djokovic tampil sebagai petenis nomor satu dunia, menyingkirkan Nadal yang harus turun ke peringkat dua. Secara keseluruhan, petenis Serbia ini memang tampil brilian sepanjang tahun ini. Dari total 49 pertandingan yang diikutinya, petenis berjuluk The Djoker ini sukses mencatatkan rekor fantastis yakni meraih 48 kemenangan d a n

hanya sekali kalah. Total, di tahun ini Djokovic sudah mengoleksi delapan gelar juara. Merujuk pada statistik mengkilap Djokovic, Federer yang jadi satu-satunya petenis yang berhasil mengalahkannya (di semifinal Prancis Open), tidak meragukan kepantasan The Djoker untuk menyandang titel petenis terbaik dunia. “Dia (Djokovic) pantas menyandang no.1 setelah memulai kompetisi tahun ini dengan gemilang. Ketika Anda jarang sekali menelan kekalahan, itu akan membuat kepercayaan diri Anda jauh meningkat,” tutur Federer sebagaimana dikutip NorthJersey.com, Rabu (6/7). Kembali ke pertarungan final antara Djokovic melawan Nadal di final, kemarin, Federer mengaku terkejut mendengar kabar Nadal harus menelan kekalahan kelimanya dari petenis 24 tahun itu. Federer, yang tidak bisa menonton pertarungan sengit tersebut, sempat tak percaya bila Nadal tak sekalipun mampu mendundukkan Djokovic dari lima pertemuan di tahun ini. “Kemenangan ini menjadi bukti bahwa dia (Djokovic) mampu bermain fantastis di lapangan rumput (Wimbledon). Hasil tersebut bagus buat dunia tenis. Sayangnya, saya tidak bisa menyaksikan pertandingan tersebut,” pungkasnya.(OKZ)

Cristiano Ronaldo. Jika faktor senioritas menjadi penentu, Ramos cocok mengisi posisi ini karena cukup lama di Madrid. Namun persoalannya terlalu riskan bagi Madrid menunjuk Ramos, karena sifatnya yang temperamental di lapangan. Sementara untuk Ronaldo, meski berpengaruh besar dalam permainan tim, faktor bahwa dia bukan pemain Spanyol, tentu menjadi poin minus.Lain halnya Xabi, kewibawaan dan ketenangannya di lapangan membuatnya dianggap layak memimpin tim.Hanya saja dia tergolong baru di Madrid. (OKZ) IKER CASILLAS & MOURINHO


EKONOMI-BISNIS

Kamis 7 Juli 2011

harian andalas | Hal.

10

Akhir Juli

Samsung Galaxy S II Akan Dipasarkan di Indonesia Jakarta-andalas Setelah mencetak sukses dengan penjualan 3 juta unit hanya dalam waktu 55 hari di seluruh duniaa, Smartphone andalan Samsung, Galaxy S II, akhirnya tiba di Indonesia.

andalas/Dedy Ardiansyah

DIKENALKAN-Dari kiri ke kanan Fabiant Kayatmo Senior Product Marketing Manager Mobile Divisi, Yoon Soo Kim Advisor of Mobile Division, Yoo Young Kim Managing Director, Budi Janto Mobile Business Director, Eka Anwar: Head of Marketing Communication, ketika mengenalkan Samsung Galaxy S II di Jakarta, kemarin.

Bulog Mulai Gelontorkan Operasi Pasar Beras Jakarta-andalas Perum Bulog hari ini mulai melakukan operasi pasar (OP) beras tak terbatas sebanyak 1.800 ton beras dari cadangan beras pemerintah (CBP). Sejak pekan lalu, Bulog juga telah menggelar operasi pasar murni (terbatas) sebanyak 2.850 ton. "Mulai hari ini juga ada operasi pasar dengan cadangan beras pemerintah sebanyak 1.800 ton. Kami targetkan rata-rata tembus 1.000-2.000 ton dalam operasi pasar ini," kata Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (6/7). Pekan sebelumnya, Bulog sudah menggelar operasi pasar murni sebanyak 2.850 ton. Ini di luar cadangan milik pemerintah yang sebanyak 155.000 ton. Operasi pasar mulai digelar mengingat telah terjadi kenaikan harga beras sejak Mei lalu. "Kan sudah mulai naik, jadi kita lakukan operasi pasar murni," tambahnya. Harapannya, dengan langkah Bulog tersebut harga beras dapat kembali turun 10% atau sama dengan harga rata-rata di bulan Mei saat masa panen masih berlangsung. "Kami ingin turunkan nggak besar-besar, ya turun 10%," tuturnya. Cadangan beras Bulog, menurut Sutarto, masih cukup untuk mengendalikan harga di pasar hingga enam bulan ke depan. Dimana Bulog per hari ini memilik stok beras komersial sebanyak 300.000 ton, sedangkan cadangan beras pemerintah 500.00 ton. Hari ini, Kamis (7/7), rencananya Sutarto juga akan melakukan pemantauan ketersediaan bahan pokok khususnya beras menjelang bulan Ramadhan. Ada kunjungan ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) bersama Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Pertanian, Wakil Menteri Pertanian, Gubernur DKI Jakarta, serta Walikota Jakarta Timur. (DTC)

Perusahaan Migas Thailand Minta Pasokan Gas RI Jakarta-andalas Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Migas Kementerian ESDM (BPH Migas) menyatakan bahwa perusahaan minyak dan gas (migas) asal Thailand meminta pasokan gas dari Indonesia. "Ada emergency di sana (Thailand) sehingga mereka minta gas dari kita minimal satu kargo (setara 125 ribu metrik ton)" ungkap Kepala BPH Migas R Prijono, di Gedung DPRRI, Senayan, Jakarta, Rabu (6/7). Ia juga melanjutkan bahwa atas permintaan ini, pemerintah akan berusaha mencari pasokan gas yang kemungkinannya berasal dari Bontang atau Tangguh. "Prosesnya ini butuh cepat, jadi kita minta persetujuan dulu ke Pak Menteri (Menteri ESDM Darwin Zahidi Saleh). Mereka minta kalau bisa Juli sudah dapat gasnya," lanjutnya. Namun, ia juga melanjutkan bahwa jika marketnya baik, kemungkinan ini akan terjadi karena baik secara bisnis to bisnis. "Pada prinsipnya, mereka kan sesama anggota ASEAN, kenapa enggak kita bantu. Kalau harganya sesuai market juga, kenapa enggak," tandasnya. (OKE)

PLAZA 12.45-15.00-17.15-19.30 PALLADIUM 13.45-16.00-18.15-20.30

THAMRIN 13.00-15.10-17.20-19.30 PALLADIUM 12.00-14.10-16.20-18.30-20.40 BINJAI 12.30-14.30-16.30-18.30-20.30

Gadget yang sudah menggunakan sistem operasi Android 2.3 Gingerbread itu diperkenalkan ke awak media di Hotel The Rizt Carlton, Jakarta, Rabu (6/7). Direktur Sales Marketing PT Samsung Elektronik Indonesia, Budi Janto mengklaim,

Penjualan Tas Sekolah Meningkat Medan-andalas Penjualan perlengkapan sekolah sepekan memasuki tahun ajaran baru 2011/2012, mulai diburu ratusan pengunjung di Pasar Petisah Medan. Ramainya pengunjung ini membuat pendapatan pedagang meningkat drastis. Terlihat dari sejumlah toko dipadati pembeli, mulai dari toko buku tulis, tas, sepatu, baju seragam dan alat tulis sekolah lainnya di pasar tradisional ini. Seperti diungkapkan salah seorang pemilik Toko Tas Sekolah Lora di kawasan Pasar Petisah Medan, omset penjualannya sepekan menjelang tahun ajaran baru,

jumlahnya berlipat ganda hingga mencapai kisaran jutaan per hari. "Kalau hari biasa omset saya sekitar Rp 400.000 saja, tetapi sekarang meningkat menjadi jutaan," jelasnya. Harga jual untuk tas sekolah dari Rp 75.000 sampai ratusan ribu. Di toko saya harga sedikit lebih murah, bisa ditawar dan banyak pilihan model. Semakin besar ukuran semakin mahal harganya," jelasnya. Ia menambahkan, pembeli sudah mulai terasa banyak sejak pekan lalu, dan mayoritas berasal dari kaum ibu yang membeli tas sekolah

tersebut. "Tingkat pembelian peralatan sekolah menjelang puncaknya pada hari Minggu (10/7) mendatang," ujarnya. Fenty salah seorang pembeli mengatakan, setelah anaknya libur panjang, salah satu kegiatan rutin tahunan adalah membelikan peralatan sekolah buat anaknya setiap memasuki tahun ajaran baru. "Biar anak-anak lebih semangat mengikuti pelajaran saat belajar di kelas baru pada awal memasuki sekolah. Lagi pula harga di Pasar Tradisional lebih miring karena memang bisa ditawar," katanya saat menawar tas sekolah bergambar kartun di toko tersebut. (SIONG)

Jelang Puasa, Kebutuhan Dapur Naik Medan-andalas Mendekati masuknya bulan puasa, secara perlahan kebutuhan dapur pun merangkak naik. Seperti primadona ibu rumah tangga kebutuhan memasak yaitu cabai merah, bawang dan tomat berlomba naik harga, di berbagai Pasar Tradisional di Medan. Pantauan andalas, Rabu(6/7) di Pasar Tradisional Pasar Lima Marelan sejumlah pedagang mengaku kebutuhan bumbu dapur seperti cabai, bawang, tomat, mengalami kenaikan harga. Seperti cabai dan bawang rata-rata naik dari biasanya Rp 10.000 per kg, kini melonjak Rp 15.000 per kg begitu juga

dengan jenis bawang merah saat ini naik hingga Rp 20.000 per kg sedangkan untuk jenis bawang putih justru Rp 15.000 per kg nya. Salah seorang pedagang Br Saragih (42) mengaku mendekati bulan puasa sudah rutin setiap tahunnya pasti naik harga. "Naik turun harga itu biasa, ini kan mau dekat puasa naik lah harga kebutuhan itu, pertengahan turun lagi, mau lebaran naik lagi, begitunya itu," ungkap Br Saragih saat ditemui di lapaknya. Sama halnya dengan para pedagang di kawasan Pasar Tradisional Pasar Palapa Brayan, beralasan naiknya harga

cabai dan bawang akibat kegagalan musim panen bawang di sejumlah daerah lahan pertanian di Kabanjahe dan Brastagi. "Mungkin pengaruh juga mau bulan puasa tapi gagal panen juga di sejumlah daerah, juga berpengaruh naik turunnya harga kebutuhan dapur," ungkap Mitha (32) pedagang sayur. Meski harga cabai dan bawang naik, namun masih di syukuri harga sayur-mayur di pasaran tidak ikut naik. "Bersyukur juga kalau harga sayuran nggak naik, kalau naik juga, habis la uang belanja itu, nggak bersisa lagi," celoteh ibu rumah tangga Zara (39). (IKA)

Subsidi Listrik Ditambah, Pemerintah Pasrah Jakarta-andalas Pemerintah hanya mempunyai pilihan untuk menyetujui atau tidak tambahan anggaran subsidi listrik sebesar Rp25,6 triliun. Berbeda dengan penerapan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Kenaikan tersebut, disinyalir akibat tidak diambilnya kebijakan Tarif Dasar Listrik (TDL). Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang PS Brojonegoro menjelaskan kenaikan BBM memang diperbolehkan dalam

PLAZA 18.39-20.40 PALLADIUM 12.20-14.10-16.50

Undang-Undang. "Kalau TDL enggak ada, enggak ada pasal yang memberikan kelonggaran kepada pemerintah, itu harus disepakati di awal APBN," tutur Bambang di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (6/7). Bambang menjelaskan dengan adanya permintaan kenaikan tersebut, maka besaran subsidi listrik tahun ini dipastikan naik dari Rp40,7 triliun menjadi Rp66,4 triliun. Kenaikan ini sendiri tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan subsidi BBM sebesar Rp24,8 triliun.

SUN 13.00-15.15-17.30-19.45

Lebih jauh Bambang mengatakan, kenaikan TDL tidak lagi dapat diberlalkukan, pasalnya besaran kenaikan tersebut harus ditentukan di awal tahun. "Jadi 2011 tidak ada. Jadi harus nambah susidi," tukasnya. Sekadar informasi, pemerintah sendiri mengatakan ada tiga hal yang membuat subsidi listrik membengkak. Pertama, kurangnya pasokan gas. Kedua, terlambatnya COD dari 10 rb tahap satu. Ketiga, kenaikan harga bahan bakar internasional baik batu bara maupun BBM. (OKZ)

SUN 13.30-15.45-18.00-20.15

Galaxy S II dikemas secara inovatif dan mutakhir dengan teknologi terkini. Tak ayal, handset ini mampu mengukir kisah manis dengan menjadi ponsel dengan penjualan tercepat dalam sejarah penjualan produsen asal Korea Selatan tersebut. Hanya dalam waktu 55 hari sejak penjualan perdananya, Budi Janto mengungkap Galaxy S II telah terjual menembus angka 3 juta unit. "Galaxy S II mencatatkan sejarah di dunia sebagai ponsel terlaris di kelas Android," ujar Budi lagi. Sementara Fabiant Kayatno, Marketing Senior PT Samsung Elektronik Indonesia mengklaim, dari sisi kemampuan, Galaxy S II terce-

pat di kelasnya karena diperkuat dengan RAM 1GB dan prosesor dualcore 1,2 GHz ARM Cortex-A9. Galaxy S II juga diklaim super tipis dengan ketebalan 8, 49 mm, namun berbodi lebar ukuran layar 4,3 inch super Amoled Plus dan bisa menghantarkan resolusi 480x800. Gadget ini pun sudah dilengkapi dengan kamera 8 megapixel. Awak media yang penasaran dengan kehebatan produk Galaxi S II ini, langsung bertanya soal harga, dan kapan mulai dirilis ke pasaran. "Soal harga, yang pasti di bawah Rp 6 juta dan mulai dijual di pasar akhir Juli nanti," tutup Budi Janto. (DA)

Sepatu Bersaudara Jaya Ekspor ke Belanda dan Jepang SEBAGAI pengrajin home industri Kadiruddin (40) warga Jalan Amaliun Simpang Jalan Cemara Kelurahan Kota Matsun IV Medan ini, terbilang berhasil mengembangkan usahanya di bidang pembuatan sepatu karena sudah dapat mengekspor ke Belanda dan Jepang. Menurut Kadiruddin, Selasa (5/7) di rumahnya yang tergolong sangat sederhana dan pengakuannya masih rumah kontrakan, awalnya dia bekerja sebagai sales sepatu pintu ke pintu kemudian dikerjakan membuat sepatu wanita dengan omset 20 pasang per hari. Tapi, lama-kelamaan usahanya berkembang bisa membuat home industri membuat sepatu denan desain sendiri mengkuti perkembangan zaman modern. Saat ini Kadir (panggilan sehari-hari) sudah dapat mempekerjakan sebanyak 24 orang untuk pembuatan sepatu, yang diperkirakan mencapai 1500 pasang per bulan dengan penjualan ratusan juta rupiah. Pemasarannya keseluruh Indonesia, Belanda, dan Jepang khusus sepatu wanita karena permintaan pasar. Membuat sepatu bukan usahanya itu saja tapi sudah bergabung dengan 85 kelompok pengerajin di Kota Medan. Menurut penuturan Kadir, dia mulai berusaha tahun 1989 dan sudah puluhan kali mengikuti pelatihan baik teknik pembuatan sepatu. Desain, dan managemen home industri baik di Kota Medan maupun di Pulau Jawa. Di samping itu bagi dia berjumpa dengan Menteri Koperasi dan UMKM RI dan

Menteri Perdagangan dan Perindustrian RI, pernah dalam hal prestasi mengembangkan home industri. Walau sepatu itu dikerjakan secara konvensional, tapi kualitas sepatu buatan dalam negeri ini tidak kalah dengan buatan luar negeri baik bahannya maupun hasil produksinya. Di sisi desain sangat menarik perhatian, bahkan dapat bersaing dengan sepastu luar negeri tidak akan kalah. Makanya, banyak pecinta sepatu itu di Belanda dan Jepang. Hanya saja yang menjadi kendala dalam pengembangan dan eksvansi usaha ini minimalnya permodalan, karena tidak ada bantuan dari pemerintah walau sudah menjadi binaan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Sekarang ini, kelompok mereka pesimis terhadap bantuan pemerintah karena berulangkali disampaikan proposal, untuk permintaan dana ke bank dan pemerintah tidak kunjung cair sehingga putus harapan. Padahal, pemerintah sudah sering melirik home industri ini tapi kenyataan untuk mengucurkan dana bantuan tidak pernah. Pihaknya bisa mengekspor sepatu ke luar negeri hanya karena kegigihan kelompoknya untuk mencari pasar, kalau bantuan pemerintah belum pernah mereka rasakan padahal sudah meneruti prosedur yang berlaku. Kalaupun meminjam, pasti sesuai prosedur yang berlaku di bank atau di pemerntah. (DP)

andalas/dp

SEPATU EKSPOR-Seorang staf, memajangkan sepatu buatan Bersaudara Jaya yang diekspor ke Belanda dan Jepang.

THAMRIN 12.00-14.20-16.40-19.00 PLAZA 13.10-15.30-17.50-20.10 BINJAI 13.15-15.05-16.55-18.45-20.35

PALLADIUM 19.00-20.50 BINJAI 13.00-14.50-16.40-18.30-20.20

PLAZA 12.30-14.30-16.30 PALLADIUM 12.45-14.45-16.45-18.45-20.45


OLAHRAGA

Kamis 7 Juli 2011

Tim Voli Putra dan Putri UMSU Tampil Memukau Medan-andalas voli putra Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) melaju ke babak kedua, setelah dipartai penyisihan mengalahkan Universitas Sumater Utara dengan skor telah 2-0, 25-14 dan 25-20, pada Pekan Olahraga Mahasiswa Sumatera Utara (Pomsu) yang dilangsungkan di Gelanggang Remaja Medan, Rabu (6/7). Atas kemenangan itu, UMSU akan ketemu langsung dengan tim kuat yakni Unimed yang dilangsungkan hari ini, Kamis (7/7), sebagai penentu untuk melaju ke partai semifinal, Unimed menang WO ( Walk Out). Penampilan tim bola voli putra UMSU di set pertama sangat gemilang dan menarik, UMSU selalu mendominasi jalannya pertandingan dengan memperagakan smes yang akurat ke dalam pertahanan USU. USU sendiri yang yakin dapat mengimbangi pertandingan dari UMSU, tak dapat berbuat banyak smes-smes yang dilakukan anak-anak USU selalu dapat di blok barisan depan UMSU hingga kemenangan diraih UMSU di set pertama dengan skor 25-14. Di set kedua UMSU mendapatkan perlawanan yang berarti, anak-anak USU mampu membaca irama permainan yang dilakukan UMSU, namun kurang tenangnya menghadapi serangan UMSU yang sering kali dilakukan, akhirnya USU menyerah dengan skor 25-20. Sementara itu, juara bertahan Pomsu tahun lalu, STT Sinar Husni menang atas Universitas Panca Budi dengan skor 2-0, 25-9, 25-7. Dengan demikian pertandingan cabang bola voli yang menggunakan sistem gugur itu, didominasi oleh tim yang favorit juara melaju ke babak kedua. Sementara itu, di kelompok putri, tim voli putri UMSU mengalahkan Akbid Mitra Husada dengan skor 2-0, 25-9 dan 25-3. Dengan kemenangan itu, tim voli putri UMSU akan berhadapan dengan IAIN Sumut yang juga dipertandingankan hari ini di Gelanggang Remaja Medan. Dipertandingan lainnya, tim bola voli putri yang favorit juara Unimed mengalahkan Universitas Asahan dengan skor 2-0, 2520, 25-19, dan akan bertemu dengan USU dipertandingkan hari ini juga. (YON)

Tim Gulat Nasional ke Rumania Samarinda-andalas Tim gulat nasional bersiap menuju Rumania untuk menimba ilmu sekaligus pematangan teknik bertanding sebagai persiapan akhir menghadapi SEA Games 2011. "Kalau mereka tidak siap fisiknya, tentu akan berat bagi mereka untuk mengikuti program latihan di sana (Rumania-red), karena selain berlatih di iklim yang berbeda tentunya porsi latihan juga bakal ditingkatkan dibandingkan mereka latihan di negera sendiri," jelas pelatih gulat nasional Buyahmin, di Samarinda, Rabu (6/7). Dikatakan Buyahmin, saat ini kondisi fisik para pegulat khususnya gaya grego yang menjadi tangung jawabnya sudah cukup lumayan, karena mereka baru saja menjalani seleksi untuk pembentuan tim inti SEA Games. "Kondisi fisik inilah yang berusaha kami jaga, supaya mereka bisa melaksanakan program latihan di Rumania tanpa adanya gangguan persoalan menyangkut fisik," jelas Buyahmin. Sudah pasti, lanjut Buyahmin tidak ada program latihan berat diberikan pada para pegulat dalam rangka pemeliharaan kondisi fisik, seperti latihan beban ataupun program latih tanding. "Kami berusaha menghindari cidera ataupun kelelahan fisik, yang penting mereka dalam kondisi bugar dan tetap terkontrol terkait konsumsi makanan, karena mereka akan memasuki babak baru saat berlatih di Rumania," jelas Buyahmin. Analisa Buyahmin, latihan di Rumania merupakan latihan yang sebenarnya yang harus dilalui oleh para pegulat sebelum mereka terjun di SEA Games 2011, karena selain pelajaran teknik bertanding para pegulat bakal tertempa oleh lawan tanding yang berkualitas. (ANT)

9

Medan All Star Beri Pelajaran Pra PON Sumut Medan-andalas Pertandingan amal antara Medan All Star Medan melawan Pra Pon Sumut mendapat sambutan hangat masyarakat Kota Medan yang memenuhi tribun tertutup di stadion Teladan, Rabu (6/7). Pertandingan ini mengunpulkan dana untuk tim Pra Pon Sumut yang akan berjuang menuju PON XVIII di Kepri, tahun depan. Medan All Star unggul 4-3 atas Pra Pon Sumut. Pelatih Pra Pon Sumut Rudi Saari mengatakan dengan kekalahan atas Medan All Star akan membuat anak-anak menyadari bahwa mereka belum ada apaapanya. Hal ini akan menambah pembelajaran bagi tim Pra Pon Sumut. " Sangat dikecewakan anakanak tak mampu menunjukkan kemampuan dalam menghadapi senior, sehingga mental mereka lemah. Kita masih perlu perbaikan di tim khususnya mental bertanding yang belum kelihatan. Saya juga berterima kasih atas pemain yang berkiprah di LSI, LPI dan Divisi Utama mau bermain maksimal dengan anakanak Pra PON, " tutur Rudi. Dikatakannya, adanya pertandingan ini akan menjadi pengalaman pribadi bagi tim para pon Sumut. Tampaknya tim Pra Pon kalah mental. Uji coba melawan Medan All Star merupakan kekalahan kedua selama melakukan uji coba. Sebelumnya kalah dengan Bank Sumut saat seleksi tim Pra Pon Sumut. Di sisi lain, M Achyar manager Tim Pra Sumut mengatakan

dengan pertandingan per-

sahabatan akan mengasa kemampuan anakanak sehingga mereka dapat tampil lebih baik lagi di PON XVIII. Medan All Star yang dimotori Saktiawan terus melakukan serangan dengan bekerja sama Jacky Pasarela. Ketat pertahanan Pra Pon Sumut membuat kewalahan penyerang Medan All Star. Namun, pemain bawah Pra Pon Sumut membuat kesalahan dengan mengganjal Saktiawan Sinaga. Jacky Pasarela sebagai ekskutor berhasil menggetarkan gawang Pra Pon Sumut. Sampai jedah Medan All Star unggul sementara dengan skor

1-0. Memasuki babak kedua, Medan All Star kembali menambah keunggulan di menit 48 me-

lalui kaki Ade Chandra Kirana. Namun, M Irfan penyerang Pra Pon Sumut berhasil memperkecil kekalahan di menit 56. Lagi-lagi Irfan dengan tendangan keras berhasil menggetarkan gawang Irwinsyah di menit 62 sehingga kedudukan menjadi 2-2. Kedudukan imbang ini membuat para pemain Medan All Star semakin semangat unt u k memberikan se-

(YON)

andalas/hs poetra

Sumut Kirim 180 Atlet ke Popnas XI Riau

Ketua Bapopsi Sumut Sakiruddin SE MM saat memimpin rapat persiapan tim Popnas Sumut di Aula Dispora Sumut.

Medan-andalas Kontingen Sumatera Utara (Sumut) akan mengirim 180 atlet, pelatih dan official mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XI yang akan digelar 29 September s/d 8 Oktober 2011 di Pekanbaru Riau. Hal tersebut disampaikan Ketua Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi) Sumut Sakiruddin SE MM kepada wartawan, Selasa (5/6), disela-sela memimpin rapat persiapan tim Popnas Sumut di Aula Dispora Sumut. Lebih lanjut disebutkannya saat ini tim Popnas Sumut yang terdiri dari 15 cabang olahraga sedang melaksanakan Pelatda berjalan dimulai sejak 1 Juni 2011 lalu. Ke-15 cabang olarhaga tersebut antara lain bola basket, bola voli, sepakbola, tenis meja, bulutangkis, pencak silat, atletik, gulat, renang, senam, judo, angkat besi, taekwondo, panahan dan tenis lapangan. Untuk mengetahui kebugaran para

atlet, sebut Sakiruddin, pihaknya pada tanggal 10 s/d 17 Juli 2011 akan melaksanakan tes fisik terhadap atlet Popnas Sumut. Tes fisik akan dilaksanakan di dua tempat yaitu pada tanggal 10 Juli 2011 dimulai pukul 09.00 Wib di Gedung PABBSI Sumut, selanjutnya tanggal 1617 Juli 2011 di PPLP Sumut. "Bagi cabang olahraga yang ingin melaksanakan bebas dimanapun boleh sesuai tanggal dan tempat yang telah ditetapkan," ujar Sakiruddin. Di tempat yang sama Sekretaris Dispora Sumut Drs Suwandono mengatakan diharapkan para atlet dan pelatih dapat menjalin kekompakan, keduanya harus dapat saling bekerjasama sehingga program latihan yang dijalankan akan mencapai hasil yang maksimal. "Dengan demikian hasil yang dicapai diharapkan nantinya akan lebih baik dari Popnas X di Yogyakarta," sebut Swandono.

pentingan yang ingin diangkat ini lebih penting dibanding kepentingan pribadi atau golongan. artinya semua keputusan yang digariskan oleh FIFA harus kita taati, harus kita patuhi termasuk oleh calon. sikap dewasa seperti inilah yang kita dambakan dan sikap-sikap inilah yang menjadi unsur pengamanan yang paling ampuh," tegasnya kepada para wartawan seusai sosialisasi tata cara pemilihan, di VIP Barat SUGBK, Rabu (6/ 7). Sementara itu Joko Driyono juga menegaskan hanya melakukan sekali sosialisasi mengenai tata cara pemilihan dalam Kongreslub. "Sosialisasi ke publik melalui media sekarang,

Persiapan SEA Games 2011

Kementerian Keuangan Hanya Sepakat Kucurkan Rp700 M

andalas/ist

namun pada saat proses pemilihan (kongres) akan kita ulangi, langsung berinteraksi dengan peserta. Saya merasa teknologi proven (terjamin) sehingga kesalahan card reader sekalipun bukan berarti tidak mungkin namun mungkin sangat kecil dan bisa teratasi dengan mudah," tandas CEO BLI tersebut. Anggota Komite Normalisasi ini juga mengumumkan bahwa registrasi untuk para peserta akan dimulai hari jumat jam 12 siang sampai jam 5 sore. Nantinya kongreslub ini bisa diikuti oleh seluruh masyarakat Indonesia karena adanya stasiun televisi yang menyiarkan secara langsung. (OKZ)

rangan. Vijay akhirnya membuat keunggulan sementara dengan skor 3-2. Tendangan pemain Mitra Kukar ini tak berhasil diblok penjaga gawang Pra Pon di menit 70. Denny Wahyudi kembali membukukan keunggulan menjadi 4-2 di menit 76. Tim Pra Pon kembali menjebol gawang Medan All Star melalui kaki M Soleh di menit 77 sehingga kedudukan menjadi 34 hingga babak kedua berakhir. Dalam pertandingan amal ini, Smeck Holigans menyumbang Rp 2.012.000. Medan All Star dihuni anakanak Medan yang berlaga di Liga Super Indonesia dan Divisi Utama Liga Tiphone, yakni Usman Pribadi (Deltras Sidoarjo) Saktiawan Sinaga (Semen Padang), Fadli Hariri (PSM Makasar), Jacky Pasarela (PSM Makasar), Donny Fernando Siregar (PSMS Medan), Ariyuganda (PSMS Medan), Vijay (Mitra Kukar), Agus Cima (PSPS Pekanbaru), Irwanto (Persiraja), M Rizal (Semen Padang), Alamsyah (PSPS Pekanbaru) rwinsyah (PSMS Medan), Ade Chandra Kirana (PSMS Medan), Rudi Hartono (Bintang Medan), Denny Wahyudi (PSMS Medan), dan Dodi (PSMS Medan).

Donny F Siregar yang memperkuat Medan All Star membayangi salah seorang pemain Pra PON Sumut, dalam pertandingan amal yang berlangsung, Rabu (6/7) di Stadion Teladan Medan.

Agum Harapkan Kesadaran Peserta Kongreslub AGUM Gumelar selaku Ketua Normalisasi sangat mengharapkan kesadaran mengenai pentingnya keberlangsungan dan kesuksesan Kongres Luar Biasa PSSI tanggal 9 Juli. Baginya hal itulah yang akan menjamin situasi kongres menjadi kondusif. Agum Gumelar menegaskan tidak melakukan pendekatan khusus terhadap kelompok-kelompok tertentu. Mantan Danjen Kopassus ini menyatakan dirinya melakukan pendekatan khusus kepada semua pihak dan menekankan pentingnya kesadaran dari para peserta kongres untuk membuat suasana aman dan kondusif. "Pengamanan paling utama adalah kesadaran bahwa ke-

harian andalas | Hal.

Sementara Kabid Sarana dan Prasarana Drs Sujamrat Amro MM dalam kesempatan tersebut memberi motivasi bagi para pelatih dengan mengatakan untuk Popas XI di Pekanbaru, Riau, kita harus dapat meraih prestasi terbaik kita seperti di Popnas V di Makasar dengan meraih rangking lima besar. "Anggaplah ini sebagai sebuah mimpi, namun saya berharap para pelatih dapat mewujudkan mimpi tersebut," ujar Sujamrat. Hal senada diucapkan Kabid Bina Keolahragaan Drs Darwis Siregar yang menyebutkan apa yang disampaikan diharapkan dapat dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan apa yang dicanangkan hendaknya dapat diraih yaitu peningkatan prestasi dari Popnas yang lalu. "Kita berharap tim Popnas kita dapat meraih prestasi terbaik yang pernah kita raih sebelumnya, bahkan kalau bisa lebih baik lagi," ujar Darwis. (YON)

Jakarta-andalas Kementerian Keuangan menegaskan hanya akan mengucurkan dana Rp700 miliar untuk tambahan dana SEA Games di Jakarta dan Palembang yang akan berlangsung November 2011. Dana ini jauh berbeda dengan dana yang diminta oleh Kemenpora sebesar Rp2,5 triliun. Dirjen Anggaran Herry Purnomo mengungkapkan hanya dapat memenuhi tambahan sebesar Rp700 miliar. "(Kalau lebih) dari mana dananya? Kita hanya segitu ngasihnya (Rp700 miliar)," ujar Herry kala ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (6/7). Menurut dia, jumlah yang diminta tidak masuk akal, sebab banyak dana bertumpuk terdapat di laporannya. "Itu ada yang duplikasi dengan apa yang sudah direncanakan, di dalam dipa yang bersangkutan itu kan macammacam lah kita lihat," tutur dia. Namun demikian, angka tersebut bukanlah angka pasti yang diberikan oleh Kementerian Keuangan, untuk mendapatkan dana tersebut, Kemenpora harus berhadapan lagi dengan para anggota dewan. "Tergantung (seberapa besar diberikannya) bagaimana disetujui oleh DPR," tegas dia. (OKZ)

Kongres PSSI Tanpa Kehadiran Regenass Jakarta-andalas Kongres Luar Biasa PSSI di Solo yang digelar, Sabtu (9/7) mendatang akan dihadiri masing-masing tiga perwakilan FIFA dan AFC. Dari namanama yang sudah dipastikan hadir, Thierry Reggenas dikonfirmasi tak akan datang. Demikian diungkapkan Pelaksana Tugas Sekjen PSSI, Joko Driyono, usai menyampaikan tata cara pemilihan di Kongres Luar Biasa. Dari AFC dan FIFA nantinya masing-masing akan mengirim tiga perwakilan untuk memantau jalannya KLB. "Perwakilan FIFA yang akan hadir adalah Frank van Hattum, Primo Corvaro dan Jay Singh Muthiah. Sementara perwakilan AFC adalah Alex Soosay, James Johnson dan Lazarus," ungkap Joko pada wartawan. Sebelumnya muncul kekhawatiran kalau Regenass akan kembali hadir dalam Kongres Luar Biasa di Solo akhir

pekan ini sebagai observer FIFA. Regenass diangap punya "peran" besar dalam kemelut yang terjadi di tubuh PSSI dan sepakbola Indonesia. Regenass mulai terkenal buat dunia persepakbolaan Indonesia sejak menjadi utusan FIFA saat PSSI menggelar Musyawarah Luar Biasa di Hotel Mercure, Ancol, pada April 2009. Kala itu ia mengesahkan ratifikasi Statuta PSSI, yang membuat Nurdin tetap bisa memimpin PSSI walaupun pernah menjadi narapidana, sedangkan Statuta FIFA jelas-jelas tidak membolehkan hal itu. Meski demikian, FIFA tak pernah menjatuhkan sanksi apapun pada Indonesia. Beberapa bulan jelang tumbangnya rezim Nurdin, Regenass juga diduga aktif terlibat dalam surat menyurat yang dilakukan FIFA dengan pengurus PSSI saat itu. Dugaan ini muncul dari ciri khas surat FIFA untuk PSSI. Saat digelar Kongres PSSI di Jakarta

pada 20 Mei lalu Regenass kembali mencuri perhatian. Bertindak sebagai observer dia justru duduk berdampingan dengan Agum Gumelar (Ketua KN) dan sempat berbicara, hal mana melanggar statuta PSSI. Regenass juga pernah mendampingi Sepp Blatter saat dikunjungi oleh Dubes Indonesia untuk Swiss, Djoko Susilo, di Zurich pada 8 Maret lalu. Menurut Djoko, Regenass sempat "menghalanghalangi" dirinya saat akan mengungkit soal Kode Etik FIFA terkait Nurdin Halid yang kala itu sedang dituntut mundur. (Baca beritanya di sini) Terakhir, Regenass juga menemani Agum saat menghadap Blatter di markas FIFA pada 19 April lalu, setelah ditunjuk sebagai ketua Komite Normalisasi. Dalam keterangan pers di kantor PSSI di Jakarta (21/4), Agum mengatakan, Regenass mempercepat jadwal pertemuannya dengan Blatter, dari 10.30 menjadi 09.00 waktu setempat.(DTC)


KOMUNITAS

Kamis 7 Juli 2011

harian andalas | Hal.

11

AHM Siapkan Duta Masa Depan Melalui AHMBS Medan-andalas PT Astra Honda Motor (AHM) menggelar kegiatan AHM Best Student (AHMBS) untuk memberikan apresiasi bagi siswa terbaik di berbagai wilayah di Indonesia. Kegiatan CSR ini dapat mengantarkan mereka menjadi duta masa depan bangsa di masa mendatang. Kegiatan AHMBS merupakan program rutin yang diselenggarakan AHM bekerja sama dengan jaringan Main Dealer di seluruh Indonesia . Tahun ini merupakan kegiatan kesembilan sejak kegiatan ini pertama kali digelar tahun 2003. Sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, kegiatan diawali proses seleksi siswa berprestasi di setiap wilayah regional masing-masing. Pada tahun ini, AHMBS berhasil menjaring 70 pelajar SLTA berprestasi yang berasal dari 150 sekolah. Mereka terpilih setelah memenuhi persyaratan seperti masuk 5 besar di sekolah dan memiliki keterampilan ekstrakurikuler serta membuat makalah dan presentasi dengan tema lingkungan dan keselamatan berkendara. Acara yang berlangsung tanggal 4-8 Juli 2011, setiap siswa mendapatkan kesempatan mengunjungi pabrik sepeda motor Honda di Cikarang untuk menyaksikan secara langsung proses pembuatan sepeda motor. Mereka juga dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan berkendara melalui sebuah seminar dan pelatihan safety riding. Untuk melengkapi materi

yang disampaikan kepada para siswa terbaik ini, panitia mengikutsertakan mereka dalam sebuah achievement motivation training yang dipandu oleh seorang motivator. Gunarko, promotion manager Indako Trading Co, main dealer Honda Sumatera Utara mengatakan, training motivasi ini dapat menjadi bekal bagi pelajar dalam menggapai cita-cita. Para siswa terbaik dari berbagai daerah ini diyakini merupakan calon pemimpin di masa depan sekaligus agen perubahan di lingkungannya. “Kami ingin mengantarkan para siswa terpilih ini dalam mewujudkan cita-cita mereka. Semangat ini sebagai salah satu bentuk implementasi dari tagline Honda, yaitu One Heart atau Satu Hati bersama konsumen meraih mimpi,” ujarnya Rabu (6/7) di kantornya Jalan Pemuda Medan. . Pemimpin pasar otomotif roda dua ini berharap bisa memotivasi siswa agar senantiasa terpacu untuk mencapai jenjang pendidikan setinggi mungkin. Di sisi lain, Honda berharap dapat berpartisipasi menyiapkan duta masa depan bangsa yang tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tapi juga memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas serta peduli terhadap lingkungan. “Selain memberikan pengetahuan dan pelatihan motivasi, Honda juga menyiapkan dana khusus berupa beasiswa bagi siswa berprestasi peserta AHMBS ini. Bantuan ini diharapkan bermanfaat untuk meringankan keperluan sekolah siswa,”. (SIONG)

andalas/ist

KUNJUNGI PPABRIKABRIKABRIK-Direktur HR GA, dan IT AHM David Budiono (tengah) bersama Cikarang Plant Division Head AHM Agus Baskoro (kanan) dan Corporate Communication Head AHM Kristanto (kiri) memberikan penjelasan proses perakitan sepeda motor Honda kepada siswa peserta AHM Best Student 2011 saat mengunjungi pabrik sepeda motor Honda terbesar di Asia Tenggara, yang berlokasi di kawasan industri MM2100,Cikarang, Jawa Barat.

andalas/ist

AUDIENSI - Wali Kota Medan, Rahudman Harahap (tengah) foto bersama pengurus Korps Wartawan Republik Indonesia (Kowri) Medan, usai audiensi di Kantor Wali Kota Medan, Rabu (6/7).

Wali Kota Apresiasi Kowri Medan Medan-andalas Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM mengapresiasi dan mendukung pembentukan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Korps Wartwan Indonesia (Kowri) Kota Medan. “Kami mendukung keberadaan Kowri Medan, karena organisasi ini merupakan wadah bagi banyak wartawan,” ujar Rahudman saat menerima audiensi pengurus Kowri Medan, di ruang wali kota, Rabu (6/7). Dijelaskannya, keberadaan Kowri sebagai organisasi merupakan wadah untuk memperkuat marwah dan skil jurnalis. Dalam wadah ini, lanjutnya, Kowri Medan bisa membuat banyak kegiatan yang bermanfaat untuk mendukung kemampuan penulisan dan peliputan wartawan. “Ke depan, kita bisa jalin kerja sama untuk itu. Saya berharap Kowri memiliki kegiatan yang berkesinambungan untuk memajukan dunia jurnalistik di Kota Medan,” katanya.

Wali Kota juga menyambut gembira bahwa Kowri Medan adalah organisasi profesi tempat berkumpulnya para jurnalis muda di kota Medan. Di hadapan para pengurus yang hadir di antaranya Ketua DPC Kowri Medan, Felix Sidabutar, Wakil Ketua Yahya Pulungan, Roland Tambunan, Sekretaris Donald Christian Sipahutar, Ketua Panitia Pelantikan Chandra Siregar, wali kota mendukung sepenuhnya seluruh kegiatan yang akan diadakan Kowri terutama dalam meningkatkan SDM para wartawan dalam menjalankan profesinya sehari-hari. Rahudman yang saat itu didampingi Kadis Kominfo Zulkifli, juga mengungkapkan, bahwa dirinya secara pribadi dikenal cukup dekat dengan para pengurus Kowri di Sumatera Utara, sehingga dengan terbentuknya Kowri Medan diharapkan menjadi mitra serta merupakan support yang cukup besar dalam menjalankan tugasnya memimpin Kota Medan. “Sinergisitas merupakan hal yang sangat diharapkan antara pihak Pemko Medan dengan Kowri, sehingga roda perjalanan pemerintahan di Kota Medan berjalan dengan baik, terlebih dapat

mewujudkan visi dan misi Kota Medan menuju Kota Metropolitan. “Kita juga membutuhkan kritik dan saran dari rekan-rekan media yang meliput secara langsung perjalanan Pemerintah Kota Medan. Hal ini merupakan hal yang sangat positif karena berguna sebagai koreksi,” terangnya. Ke depannya, lanjut Rahudman, Kowri dapat ambil bagian dalam program-program yang diluncurkan oleh Pemko Medan, terutama dalam bidang komunikasi, dan perlu adanya jalinan kerjasama dengan Kadis Kominfo dalam menyuarakan pemberitaan kepada masyarakat. Sementara Ketua DPC Kowri Medan Felix Sidabutar memaparkan, tentang rencana pelantikan para pengurus pada tanggal 9 Juli mendatang di Hotel Candi Medan. Selain itu, Felix secara langsung mengharapkan kehadiran Wali Kota Medan, dalam acara pelantikan tersebut. “Kami mengharapkan, agar Wali Kota Medan hadir dalam pelantikan, dan wali kota sebagai penasehat kowri, kami juga mengharapkan adanya dukungan secara moril dalam perjalanan Kowri ke depannya,” jelas Felix. (FEL)

UMA Datangkan Sejumlah Pakar Internasional Medan-andalas Sebagai satu universitas yang mendapat kepercayaan dari masyarakat dalam mengembangkan nilai-nilai intelektual akademik dan pembangunan, Universitas Medan Area (UMA) telah bergerak lebih maju. Dalam tahun ajaran 2011/2012 ini, UMA mendatangkan pakar-pakar pembangunan Islam tingkat internasional untuk memberikan kuliah dan penelitian di kampus UMA. Direktur Pascasarjana UMA Drs Heri Kusmanto MA kepada wartawan, Rabu (6/7) mengatakan, pakar-pakar pembangunan Islam yang akan memberikan kuliah dan penelitian di UMA adalah Prof Dr Muhammad Syukri Salleh, Dr Muhammad Zaini Abu Bakar dan Dr Zakaria Bahari. Mereka adalah pakar pembanguna Islam dari Pusat Pembangunan Islam (ISDEV), Universiti Sains Malaysia (USM) yang diundang sebagai Visiting Professor dan Visiting Fellow. “Profesor Muhammad Syukri Salleh adalah pakar perancangan pembangunan Islam alumni dari Oxford University (Inggris), sedangkan Dr Muhammad Zaini Abu Bakar adalah pakar manajemen konflik dalam pembangunan

(alumni dari Bradford University, Inggris) dan Dr Zakaria Bahari adalah pakar ekonomi Mikro Islam,” kata Heri Kusmanto. Dalam kaitan ini, kata Heri, D. Muhammad Zaini Abu Bakar telah datang ke kampus UMA dan diterimah oleh Rektor UMA Prof Dr H Abdullah Ya’kub Matondang MA. Sedangkan Prof Dr Muhammad Syukri Salleh dan Dr Zakaria Bahari akan tiba di UMA pada 25 Juli 2011. Heri Kusmanto yang didampingi Wakil Direktur (Wadir) bidang Kemahasiswaan dan Keuangan Pascasarjana UMA Drs Usman Tarigan MS, Wadir bidang Akademik Ir Erwin Pane, Wadir Kemahasiswaan Tafuk Siregar SH MHum, Ketua Program Studi (Ka Prodi) Magister Administrasi Publik (MAP) Drs Kariono MA, Sekretaris Warjio MA, PhD, Ka Prodi Magister Agiribisnis, Dr Ir Edy Batara Mulia Siregar MS, Sekretaris Ir Abdul Rahman MS, Ketua Prodi Magister Ilmu Hukum, Dr Mirza Nasution SH MHum, Sekretaris Arif SH MH, Ka Prodi Magister Psikologi, Prof Dr H Abdul Munir MPd, Sekretaris Dra Nurmaida Siregar MPsi, KTU Isnaini SH MHum, dan dosen tamu dari USM Malaysia Dr

Zaini Abu Bakar, mengatakan kedatangan para pakar pembangunan Islam di kampus UMA merupakan bentuk implikasi penguatan institusi dan komitmen UMA sebagai universitas yang terus dipercaya masyarakat untuk ikut serta dalam menyelesaikan persoalan pembangunan. “Apalagi sekarang, tuntutan terhadap pentingnya pembangunan berlandaskan Islam di Indonesia sedang marak dan diminati. Kedatangan para pakar pembangunan Islam ke UMA akan memberikan konstribusi itu. Mereka bukan saja akan memberikan kuliah di UMA yang dihadiri oleh mahasiswa UMA tetapi kami juga akan mengundang masyarakat luas. Kuliah umum itu akan dilaksanakan pada 2728 Juli dengan mengambil tema: Pembangunan Berlandaskan Islam: Peluang dan Tantangan,” ucap Heri Kusmanto. Heri Kusmanto juga menjelaskan kedatangan para pakar pembangunan Islam itu sebagai wujud kerjasama yang dilakukan UMA dengan Universiti Sains Malaysia (USM) melalui Pusat Pembangunan Islamnya (ISDEV) melalui MOU yang telah dilakukan beberapa waktu lalu. Sebe-

lumnya, UMA dan ISDEV-USM dan Pusat Pembangunan Politik Islam (CISDEV), Departemen Ilmu Politik FISIP USU telah menerbitkan Jurnal Politik Pembangunan Islam (JISDEV). Dengan kedatangan pakar pembangunan Islam di UMA, menurut Heri Kusmanto, bukan saja akan menguatkan UMA se-

bagai institusi pendidikan tinggi yang terus dipercaya masyarakat tetapi juga ambil bagian dalam upaya menguatkan nilai-nilai dalam pembangunan yang sangat diperlukan. Kehadiran pakar pembangunan itu akan memberikan konstribusi dalam proses penguatan itu.

Dubes Mesir Kunjungi Kota Medan Medan-andalas Duta Besar (Dubes) Republik Mesir untuk Indonesia Prof DR Ahmad Al Kewaisny beserta stafnya melakukan kunjungan kerja di Kota Medan. Dubes Republik Mesir ini tiba di Medan menumpang pesawat Garuda melalui Bandara Polonia tepat pukul 10.30 Wib, disambut oleh Wali Kota Medan diwakili Sekda Ir Syaiful Bahri di Vip Room Bandara Polonia Medan. Selain Sekda juga tampak hadir, mantan Rektor IAIN Sumut Prof Dr H Muhammad Yasir Nasution, KH Drs Amirudidin MS, H Zilfikar Hajar Lc, Ustadz Drs H Amhar Nasution, Kabag Agama dan Pendidikan Drs H Suhaidi Lubis dan Kabag Hakda Drs Muhammad Rivai Nasution. Kedatangan Duta Besar Republik Mesir untuk Indonesia ini adalah dalam rangka kunjungan kerja ke Kota Medan untuk menjajaki peluag-peluang yang bisa dikerjasamakan terutama kerja sama dibidang pendidikan secara umum, ekonomi serta sosial dan budaya. Dubes Mesir Prof Dr Ahmad Al Kewaisny dalam kesempatan itu menyatakan, bahwa kunjungan yang dilakukannya tersebut merupakan kunjungan awal untuk melihat situasi dan kondisi Kota Medan, melihat apa yang bisa dikerjasamakan di Kota Medan. Menurutnya, ada beberapa bidang yang bisa di kerjasamakan yakni pendidikan, ekonomi dan sosial budaya. “Kita melihat banyak mahasiswa Indonesia khusus Kota Medan yang melakukan studi di Mesir, mungkin ini yang bisa kita kerjasamakan. Selain itu juga kita melirik bidang ekonomi dan sosial budaya,” katanya. Namun dia berharap agar sebelum melakukan kerja sama, perlu ada suatu ikatan persaudaraan antara Mesir dengan Kota Medan atau menjalin Kota Kembar yang sama-sama punya kecocokan. Kunjungan kerja di Kota Medan ini dilakukan selama 3 hari, yakni 6 sampai 8 Juli 2011, dengan rangkaian kegiatan, jamuan makan malam Wali Kota Medan, kunjungan ke ESTI dan PIK, kunjungan ke USU, IAIN Sumut, dan ke kediaman mantan Rektor IAIN Sumut Prof HM Yasir Nasution, dan melakukan safari Jumat bersama Wali Kota Medan Rahudman Harahap. (BEN)

(HAM)

DIABADIKAN- Diretur Pascasarjana UMA Drs Heri Kusmanto MA (keempat dari kiri) bersama dosen tamu Dr Zaini Abu Bakar (ketiga dari kiri) diabadikan bersama para wakil direktur Pascasarjana UMA dan para Ketua Prodi Magister Pascasarjana UMA, di sebuah restoran di Medan, Rabu (6/7).

BERITA DUKACITA

BALAI PERSEMAYAMAN ANGSAPURA JL. WAJA NO. 2-4 MEDAN TELP. 7345503, 7361328, 7360873 B lok

N ama

U mur (Thn)

Alamat

Meninggal (Tgl/Jam)

B erangkat (Tgl/Jam) K eterangan / Tempat

SIA TOEI

91

Jl. B andung No. 31 G Medan

04-07-11 14.20 WIB

08-07-11 13.00 WIB

D i perabukan

3

WONG CHAI ING

68

Jl. Industri K omp. Industri P ermai A 4 No. 39 F Medan

04-07-11 19.00 WIB

07-07-11 11.00 WIB

D i perabukan

5

ONG SENG HUI

72

Jl. A mbon No. 18 Medan

05-07-11 15.35 WIB

08-07-11 13.00 WIB

D i kebumi kan

7

AUW YONG YEK IK

69

Jl. K apt. P atti mura Lrg. B aru No. 77 Medan

04-07-11 22.25 WIB

07-07-11 10.00 WIB

D i perabukan

VIP-AB


SUMATERA UTARA

Kamis 7 Juli 2011

Pemkab Deli Serdang Gelar Diklat Protokoler

harapkannya kepada para pengurus yang baru dilantik agar selalu menjalin kerjasama dan koordinasi yang baik dengan semua pihak, terutama dengan para Muspika. “Pokoknya jangan terpancing dengan isu- isu provokatif dan menyesatkan,” ujarnya. Pengurus yang dilantik di antaranya, Ketua Ukurta Sitepu SH, Wakil Ketua Jonaria Sembiring dan Eka Jaya Sitepu, Sekretaris Ngakurken Tarigan, Wakil Sekretaris Suren Ginting dan Rusli Ginting dan Bendahara Suben Ginting. Turut hadir dalam acara tersebut para tokoh pemuda dan masyarakat Kecamatan Kuala serta para pengurus Markas Cabang Laskar Merah Putih Kabupaten Langkat seperti Panglima Laskar Rusli Ifa, Korwil T Firmansyah, Ilyas dan M Rasyid serta para ketua Markas Anak Cabang seKabupaten Langkat. (BD)

Disbun Dorong Petani Tingkatkan Produksi Batu Bara-andalas Dinas Perkebunan Kabupaten Batu Bara berupaya mendorong para petani untuk dapat meningkatkan hasil produksinya. Upaya itu dilakukan melalui penyuluhan penerapan teknologi tepat guna yang diberikan khusus bagi petani tanaman keras seperti petani kelapa dan petani sawit. "Tahap awal Disbun melakukan sosialisasi kepada petani untuk memotivasi dan memberikan pemahaman bagaimana cara penerapan teknologi pertanian perkebunan dengan tepat sehingga pelanpelan hasil produksi petani dapat meningkat,” kata Kepala Dinas Perkebunan Batu Bara, Zainal melalui Kabid Perlindungan Perkebunan Rina Sirait di sela penyuluhan perkebunan di Desa Dahari Selebar Kecamatan Talawi, Rabu (6/7). Hadir pada penyuluhan penerapan pertanian perkebunan teknologi tepat guna melalui pengolahan pasca panen komuditi tanaman perkebunan puluhan kelompok petani, Ketua KTNA Batu Bara Amin Mukti Admaja Nasution. Sedangkan nara sumber dari Balai Besar Perkebunan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBP2TP) Medan, Ir Ir Syahnen Ms dan Sugono SP. Menurut Rina Sirait, penerapan teknologi pertanian perkebunan dan pengolahan

pasca panen komoditi tanaman perkebunan belum begitu menonjol. Sebab, para kelompok tani lebih dominan dari kelompok perkebunan yang jumlah belum begitu memadai. Karenanya, program yang dijalankan Disbun Masih bertahap. Tahap awal untuk memudahkan program ke depan, Disbun telah memotivasi pembentukan kelompok. Selanjutnya memberikan arahan bagaimana bercocok tanam dengan baik melalui pengolahan hasil panen komuditi produksi tanaman perkebunan. "Hal itu, untuk memudahkan program Pemerintah Pusat dan Propinsi dapat diterapkan di kabupaten penghasil kelapa ini,"ujarnya. Saat ini, sedikitnya terdapat 126 potensi komditi bidang perkebunan. Sedangkan yang paling menonjol perkebunan kelapa sawit dan kelapa. "Inilah yang sedang diupayakan pengolahan produksinya. Melalui program bertahap materi pengolahan hasil panen, pengendalian hama dan penyakit tanaman dalam upaya peningkatan hasil produksi," pungkasnya. Sedangkan Ketua KTNA Batu Bara Amin Mukti Admaja Nasution mengatakan, kegiatan penyuluhan dapat memberi nilai positif bagi kelompok petani untuk menambah wawasan bagi para pelaku usaha. (ZN)

andalas

Lubuk Pakam-andalas Guna peningkatan kualitas sumber daya aparatur khusus bidang keprotokolan, Pemkab Deli Serdang gelar pendidikan dan latihan (Diklat) teknis bagi 40 PNS di lingkungan pemkab setempat. Diklat yang digelar di Taman Cadika Lubuk Pakam ini akan berlangsung hingga 12 juli 2011 atau pola 50 jam dengan menghadirkan tenaga pengajar dari Pemkab Deli Serdang dan Badan Diklat Provinsi Sumatera Utara. Bupati Drs H Amri Tambunan melalui Sekdakab Drs H Azwar S MSi menegaskan, program Diklat bertujuan untuk terwujudnya peningkatan kualitas sumber daya aparatur yang mampu melakukan berbagai perubahan nyata demi keberhasilan pelaksanaan tugas, khususnya dalam bidang keprotokolan. Hal ini sangat penting mengingat tantangan yang akan dihadapi ke depan jauh lebih berat, dibanding tantangan saat ini. Sehingga sangat diperlukan adanya kesamaan visi dan dinamika pola pikir dari seluruh jajaran PNS yang memiliki sikap dan etika moral, berwawasan kebangsaan, cerdas, sehat, disiplin dan bertanggung jawab diiringi penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. "Kemudian, setiap aparatur dituntut harus menguasai tugas pokok dan fungsinya, dapat me-

TANDA PESER PESERTTA - Sekda Pemkab Deli Serdang Drs H Azwar S MSi menyematkan tanda peserta Diklat Keprotokolan. nguasai apa saja menjadi potensi daerah untuk percepatan pembangunan daerah dan senantiasa menguasai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,"

tegas bupati. Kepala Badan Kepegawaian Daerah Syahnan SH, melalui Kabid Diklat BKD H Zulhadi SH MM menjelaskan, Diklat Keprotokolan sasaran-

garan dilakukan PT Gruti. Terjadinya penimbunan ribuan kubik kayu terancam busuk saat ini, disebabkan gagalnya loading. Belum lagi perasaan trauma warga desa sekitar hutan, karena suatu saat bencana akan melanda pulau itu. Sehingga masyarakat setempat menganggap PT Gruti seperti memelihara 'bom waktu', yang akan menelan korban warga desa sekitar HPH. Karenanya, Abinia Manao mendesak Pemkab agar segera melakukan evaluasi izin dimiliki PT Gruti saat ini. Sebab, diduga kegiatan dilakukan perusahan pemilik IUPHHK di hutan Hibala, terindikasi illegal logging. Pasalnya, dokumen belum lengkap, pemetaan blok hutan sudah dilakukan. Padahal itu sudah diatur dalam Kepmenhut, agar dilakukan revisi pemetaan hutan agar tidak terjadi kekeliruan di lapangan antara masyarakat. "Namun hal tersebut dianggap enteng pihak perusahaan, karena diduga ada oknum pejabat membeking kegiatannya,"kata Manao. (EZ)

nya demi terwujudnya PNS yang memiliki kompetensi sesuai dengan persyaratan jabatan sebagai protokoler. (TH)

Kisruh PDAM TSP LSM Somasi Bupati Asahan Kisaran-andalas Direktur PDAM Tirta Silau Piasa (TSP) Asahan H Darwinsyah Harahap SE, mendapat perlawanan ribuan pelanggan, terkait sikapnya yang dinilai semena-mena membuat sejumlah kebijakan, hingga dikabarkan akan berurusan dengan hukum. Sebelum menjabat Direktur BUMD itu, pelanggan PDAM tidak pernah komplain. Kebijakan direktur sebelumnya Syamsuar SE, jarang membuat kecewa pelanggan. Kini, setelah Darwinsyah dipercaya Bupati Asahan Drs H Taufan Gama Simatupang MAP menjadi direktur, Kabupaten Asahan kurang kondusif karena segala kebijakannya dinilai menyalah. Kabarnya, direktur impor ini akan menaikkan tarif daya air lewat rekening pembayaran. Oleh Darwinsyah, pembayaran rekening air dinaikkan

secara mendadak. Meski keberatan, masyarakat mau tidak mau terpaksa pasrah. Jika tidak, pasokan air ke rumah pelanggan akan diputus. Meski kebijakannya dikritisi, ia tidak pernah gentar. “Darwinsyah mungkin menganggap Bupati Taufan Gama Simatupang akan mendukung setiap kebijakannya walaupun menyakiti rakyat. Sikap dan kebijakan Darwinsyah tanpa didasari sosialisasi atau pemberitahuan terlebih dahulu kepada pelanggan,”ujar salah seorang pelanggan PDAM kepada andalas, kemarin. Darwinsyah mengatakan, kebijakannya didasari atas peraturan dikeluarkan pemerintah tahun 2005 lalu. Namun sungguh disayangkan, peraturan menurut versi bersangkutan, hanya dijalankan sejak Darwinsyah menjabat direktur. Sementara, direktur sebelumnya tidak pernah menerapkan serta menjalankan peraturan mengada-ada. Semua kebijakannya beralasan, Pemkab Asahan tidak pernah memberi bantuan apapun guna meningkatkan segala sesuatu dibutuhkan PDAM kebanggaan masyarakat Asahan. Perihal alasan tidak adanya bantuan Pemkab Asahan kepada

PDAM adalah hal mengada-ada karena uang setoran pembayaran rekening air pelanggan dinilai mampu meningkatkan segala sesuatu dibutuhkan PDAM. Bukan itu saja, kebijakan Darwinsyah sendiri juga diprotes anak buahnya.”Gara-gara kebijakan Darwinsyah, kami sudah menyampaikan keluhan masyarakat ke Kantor DPP LSM TARGET. Kami anak buah yang hanya dapat menuruti setiap kebijakan direktur. Dampaknya kami menerima imbas dari masyarakat hingga masyarakat mencaci maki saat kami berada di lapangan,”beber beberapa petugas lapangan PDAM sembari menambahkan sudah menyerahkan kepada DPP LSM TARGET Indonesia mengenai rincian Daftar Pengisian Stand Meter. Adapun di antara poin memberatkan masyarakat, sambung mereka, seperti status rumah tangga biasa milik warga Kisaran yang selama ini hanya dikenakan beban pembayaran sebesar Rp 20.000-25.000 perbulan. Sekarang menjadi Rp 280.000. Lalu, soal sebuah ruko dianggap berstatus niaga kecil yang biasanya dikenakan beban abundemen ringan, dinaikkan menjadi Rp 100.000 setelah statusnya diubah menjadi

Lubuk Pakam-andalas Guna menopang Pendapatan Asli Daerah (PAD), Bupati Deli Serdang Drs H Amri Tambunan kembali mengajukan empat rancangan peraturan daerah (Perda) Kabupaten Deli Serdang tentang Perizinan Tertentu, Retribusi –Retribusi Perizinan Tertentu, Pertambagan dan Irigasi kepada DPRD dalam rapat paripurna, kemarin. Selain untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang No 28/ 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah Ranperda tentang pajak daerah. Ranperda ini bertujuan untuk melengkapi Perda yang sudah ditetapkan terdahulu, mencakup satu buah Ranperda yang di dalamnya memuat sebelas objek pajak. Tiga di antaranya merupakan objek pajak darerah baru yakni pajak Air bawah tanah (ABT), pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan serta pajak bea perolehan hak tanah dan bangunan (BPHTB). Pada paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD H Wagirin Arman dan H Dwi Andi Saputra Lubis LC dan dihadiri para kepala SKPD itu, Bupati menegaskan, semua yang dilakukan merupakan bagian dari penyelenggaran pemerintah daerah

(ESA)

dalamsatu rancangan peraturan daerah diajukan, untuk memudahkan masyarakat dan petugas memahami peraturan daerah yang ditetapkan. "Dengan lahirnya Perda ini nantinya diharapkan Kabupaten Deli Serdang dapat maju selangkah lagi dalam mewujudkan sistem dan tata pemerintahan yang baik, transparan dan akuntabel," harap Amri Tambunan. Hal ini sekaligus akan dapat mendorong upaya melakukan percepatan dan peningkatan kualitas pembangunan serta penyelenggaraan pemerintahan daerah bersih dan berorientasi kepada pelayanan umum yang baik dan prima.

Kisaran-andalas Rencananya kegiatan Jambore Tehnologi Tepat Guna (TTG) XI tingkat Propinsi Sumatera Utara tahun 2011 akan dilaksanakan di Kabupaten Asahan. Tepatnya di Lapangan Hoky Kisaran, 14 hingga 18 Juli 2011. Hal itu terungkap saat Wakil Bupati H Surya BSc menggelar rapat koordinasi teknis bersama peserta dari kabupaten/ kota se Sumatera Utara di Aula Melati Pemerintah Kabupaten Asahan, kemarin.“Dalam pelaksanaan Jambore ini, Pemkab Asahan akan menjadi tuan rumah, “kata wabup. Bupati Drs H Taufan Gama Simatupang MAP dalam arahan dibacakan wabup mengatakan, Asahan memiliki sumber daya alam melimpah dan tenaga kerja (sumber daya manusia) jumlahnya cukup besar. Namun sumber daya manusia berkualitas tinggi masih sangat terbatas, sehingga belum mampu mengelola sumber daya alam secara optimal dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Pendayagunaan sumber daya alam harus didukung dengan kemampuan pendayagunaan teknologi tepat guna, agar mampu memberikan nilai tambah setiap produk hasil usaha masyarakat serta tidak menimbulkan kerusakan terhadap ekosistem yang ada, “katanya. Dijelaskan, Jambore TTG merupakan salah satu wahana penting untuk saling bertukar informasi di antara pelaku ekonomi serta sebagai media untuk mendekatkan dan menghubungkan antara para produsen teknologi dengan para pengguna teknologi. “Kepada panitia pelaksana, saya berharap kegiatan ini jangan sampai ada timbul permasalahan sebelum dan sesudah, mari sukseskan pelaksanaan Jambore TTG ini, “ajak wakil bupati.

(TH)

(FAS)

Bupati Amri Tambunan bersama Plt Gubsu Gatot Pujonugroho yang telah memerikan kewenangan seluas-luasnya dengan memerikan hak dan kewajiban menyelenggarakan otonomi daerah dalam kesatuan sistem penyelenggaraan pemerintahan negara. "Tentunya daerah dituntut untuk dapat menggali sumbersumber pendapatan daerah yang penting guna membiayai pelaksanaan pemerintahan daerah berupa pemungutan kepada masyarakat," kata bupati. Jenis perizinan tertentu meliputi izin mendirikan banguan (IMB), izin tempat penjualan minuman beralkohol, izin gangguan, izin trayek dan izin perikanan. Penetapan seluruh perizinan tertentu dan retribusi tertentu

niaga besar. Sementara peningkatan status PDAM tanpa didasari alasan tepat. Dipaparkan, abundemen dari status rumah tangga biasanya Rp 17.000, kini diangkat menjadi RB berbiaya Rp 22.000. Abundemen dari status rumah tangga biasa biasanya Rp 22.000 menjadi niaga kecil berbiaya Rp 49.000. Sedangkan, abundemen dari status niaga kecil biasanya Rp 49.000.- diangkat menjadi niaga besar berbiaya Rp 96.000. Artinya, perihal kenaikan biaya abundemen dinilai sangat memberatkan pelanggan yang wajib membayar rekening setiap bulan. Ketua DPP LSM TARGET Indonesia Zulfy Andri Abdi Zass atas kebijakan Darwinsyah akhirnya mensomasi Bupati Asahan Nomor : 208/TARGET/DPP–AS/V/2011, 11 Mei 2011.“Kami minta Bupati Asahan agar mengkaji ulang jabatan serta kebijakan Darwinsyah agar tidak mengundang kekacauan. Kami juga mendapat laporan atas dugaan penyalahgunaan uang kas PDAM diduga digunakannya untuk merehab ruangan, pembelian stiker dan perawatan semua kendaraan bermotor aset PDAM,” tegasnya.

Jambore TTG XI Sumut Digelar di Asahan

Lagi, Bupati Amri Tambunan Ajukan Empat Ranperda

PT Gruti Dinilai Langgar UU NO 41 Tahun 1999 Nias Selatan-andalas Salah satu dari dua perusahaan pemilik IUPHHK di Kecamatan Hibala, PT Gunung Raya Utama Timber (PT Gruti) diduga telah melakukan pelanggaran atas pengelolaan hutan di Kecamatan Hibala Kabupaten Nias Selatan. Yakni, pelanggaran UU Nomor : 41 tahun 1999, Pasal 50 ayat (3) huruf C, setiap orang dilarang melakukan penebangan pohon dalam kawasan hutan dengan radius atau jarak sampai dengan 100 meter dari kiri kanan tepi sungai. Hal ini diungkapkan salah seorang tokoh masyarakat Hibala, Abiani Manao kepada andalas, Rabu (6/7) di Teluk dalam. Selain pelanggaran UU Nomor 41 tahun 1999, juga telah dilanggar PP 55 jo 8 pasal 10 ayat 4 tentang pengelolaan hutan. Namun, terkesan telah terjadi persekongkolan pihak berkompeten dengan PT Gruti, sehingga semua tindak tanduk perusahaan yang merugikan negara dan daerah itu, tetap berlangsung mulus. Diperkirakan kerugian negara/ daerah mencapai miliaran rupiah, akibat pelang-

12

Tingkatkan Kualitas SDM Aparatur

Laskar Merah Putih tak Perlu Ditakuti Stabat-andalas Laskar Merah Putih bukan OKP, tapi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang lahir dari perjuangan dan pergerakan mahasiswa pro rakyat. Karena itu, kehadirannya adalah untuk membawa perdamaian, sehingga tidak perlu ditakuti. Hal itu ditegaskan Ketua Markas Cabang Laskar Merah Putih Kabupaten Langkat, Sejarahta Sembiring dalam pelantikan pengurus Markas Anak Cabang Forum Bersama Laskar Merah Putih, Kecamatan Kuala masa bakti 2011- 2016 di Lapangan Pajak Kelurahan Pekan Kuala, Rabu (5/7). “Baju dan lambangnya punya arti tersendiri dan visi misinya adalah berjuang untuk mempertahankan NKRI serta menciptakan masyarakat madani yang melek hokum dan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi),” ujarnya. Untuk itu, lebih lanjut di-

harian andalas | Hal.

WARTAWAN DAERAH LANGKAT: Hasrizal, Budi Zulkifli, Syaiful Amri, Subur Syahputra, Dony Syahputra BINJAI: M Kamil Ismail DAIRI: Sondang Silalahi HUMBANG HASUNDUTAN: Marganda Lumbangaol DELISERDANG: Firdaus Tanjung, TH Sihombing, Bobby Lusaka Purba SERGAI: Supriyadi TEBINGTINGGI: Riady Kasidi TANAH KARO: Lamhot Situmorang, Natanael Tarigan SIANTAR/SIMALUNGUN: Agus Salim HT Haean, Larham Simare-mare KISARAN: Hamdan Rangkuti, Edisa Sejahtera BATUBARA: Zulkifli Nasution Lugas & Cerdas LABUHAN BATU: Iwan Kesuma LABURA: M Ilyas Munthe SAMOSIR: Fransiskus Sitanggang NIAS SELATAN: Edy Gunawan Zebua MADINA: Choirullah Lubis PALAS: M Effendi Pohan PAKPAK BHARAT: Wesrion Tumangger BANDA ACEH: Salman, Afrizal, Azhari, Reza Gunawan LHOKSEUMAWE: Sopyan BIEREUN: H Suherman Amin,M Husin Spd, Juanda Iskandar. KUTACANE: Jamuddin Selian, Alwahidi LANGSA: DD Harison. LHOKSUKON: Usman Cut Raja. BLANGPIDIE: Supriyan MS.


SUMATERA UTARA

Kamis 7 Juli 2011

harian andalas | Hal.

13

Kasum TNI Letjen Johanes Suryo Prabowo

Kondisi Hutan di Sumut Kering dan Gersang Tanah Karo-andalas Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen TNI Johanes Suryo Prabowo didampingi Danjen Kopassus Mayjend TNI Lodewik F Paulus bersama sejumlah rombongan dari Mabes TNI, tinjau Tim Ekspedisi Bukit Barisan di Danau Lau Kawar, Kecamatan Naman Teran yang telah melakukan ekspedisi selama empat bulan di kaki Gunung Sinabung, kemarin. Kasum TNI bersama rombongan terlebih dahulu mendarat di Markas Batalyon Infantri (Yonif) 125/ Simbisa Kabanjahe,menumpangi helikopter sekitar pukul 15.45 WIB. Mantan Pangdam I/BB itu disambut Pangdam I/BB Mayjen TNI Leo Sieger SIP, Danrem 023/KS Kolonel ARH S Susanto, Dandim 0205/TK Letkol Kav Prince Meyer Putong SH, Komandan Batalyon 125 Simbisa Kabanjahe Letkol Inf Sukirman Sulaiman, sejumlah perwira TNI Batalyon 125 Simbisa dan Kodim 0205/TK, Bupati Karo DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti, Wakil Bupati Terkelin Brahmana SH, dan Kapolres Karo AKBP Drs Ignatius Agung Prasetyoko SH MH. Letjen TNI Johanes Suryo Prabowo mengatakan, Kabupaten Karo memiliki tanah yang subur dan alamnya begitu indah serta berbagai potensi dapat digali, untuk meningkatkan kesejahteraan perekonomian di daerah setempat. Tapi menurut jenderal bintang tiga itu, saat

dipantau dari udara sangat terdapat perbedaan mencolok antara Sumut dan Aceh, antara kering dan rimbun. “Di atas Aceh kita dapat menyaksikan hutan rimbun, tapi mulai masuk ke Sumut seperti Karo terlihat kering dan gersang. Hal inilah yang perlu kita lestarikan,” ujar suami Atik Pelawi ini. Menurutnya, tujuan ekspedisi untuk membangkitkan kepedulian terhadap lingkungan dan sekaligus mengajak anak-anak muda mencintai alam. Karenanya, kegiatan seperti ini akan terus ditingkatkan dan berkesinambungan, agar potensi itu dapat dilestarikan dan potensi lain dapat digali. Sementara, Komandan Sub Korwil Ekspedisi Bukit Barisan, Mayor Inf Suwondo mengatakan, tim ekspedisi merupakan gabungan dari Kopassus, Kostrad, Wanadri atau Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung, para peneliti, mahasiswa dan prajurit Kodam I Bukit Barisan yang telah berada di hutan Sumut sekitar empat bulan. Disebutkan, dalam kegiatan ini para peneliti juga akan meneliti masalah sosial di sekitar pegunungan Bukit Barisan. Mencari tahu akar permasalahan kerusakan lingkungan di daerah tersebut. Ada juga peneliti arkeologi yang akan melacak jejak-jejak sejarah di sana. Selain itu penelitian potensi bencana juga dilakukan. (LAMS)

Petani Batu Bara Enggan Turun ke Sawah Batu Bara-andalas Bangunan pintu klep berbiaya ratusan juta di Kecamatan Medang Deras Batu Bara, yang semula diharapkan akan dapat membantu meningkatkan pertanian warga, ternyata berbuah masalah. Bahkan menjadi umpatan warga khususnya petani, karena pintu klep itu tidak berfungsi. Pembangunan dua unit pintu klep di Desa Medang kecamatan Medang Deras Batu Bara, dengan nama proyek Pembangunan Peningkatan Daerah Rawa dikerjakan rekanan CV AS dengan biaya Rp 219.556. 700.- dan CV DK dengan biaya Rp 483.236.000. Sumber dana APBD Batu Bara tahun 2010. Keterangan diperoleh andalas menyebutkan, Komisi A DPRD Batu Bara kala itu diketuai Sahroni, pernah meninjau proyek pintu klep yang memang bermasalah. Pihak PU dan Pertambangan Batu Bara saat itu sudah berjanji akan meminta pemborong

melakukan perbaikan. Namun, nyatanya hingga saat ini pintu klep yang pada besteknya terbuat dari baja (tahan karat) ternyata dipasang papan sembarangan. "Akibat pintu klep tidak berfungsi, bila air pasang tak ayal lagi air asin merambah masuk menggenangi lahan persawahan. Hal ini membuat petani enggan turun ke sawah untuk bertanam padi. Karena bila telah digenangi air asin dipastikan panen akan gagal," ujar Usman warga setempat kesal, Rabu (6/7). Bukan cuma petani yang terancam gagal panen, rembesan air laut juga menggenangi bangunan SD dan SMP 4 Talawi serta perumahan warga. Pembangunan dua unit pintu klep diduga sarat permainan. Sejumlah warga mengharapkan agar pihak Kejaksaan Kisaran segera mengusut dugaan penyimpangan pembangunan dua unit pintu klep yang dinilai warga bermasalah tersebut. (SUSI)

Ir Syamsuddin Lubis MM, Ketua BAMUSI Asahan Kisaran-andalas Ketua Baitul Muslimin Indonesia (BAMUSI) Sumatera Utara, Anwar Noor Siregar menegaskan, wadah himpunan kaum muslimin oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) merupakan tempat jaminan keagamaan dan tetap di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang memiliki watak religius. “Setiap anggota BAMUSI mengamalkan ajaran Islam di dalam kehidupan. Karenanya, tunjukkan kehadiran BAMUSI ini bermanfaat," ujar Siregar, usai melantik Ir Syamsuddin Lubis MM sebagai Ketua BAMUSI Asahan, unsur pengurus baru, kemarin di Kampus AMIK Intel Com Graha Asahan Indah Jalan Abdi Satya Bakti. Pelantikan BAMUSI Asahan juga dirang-

kaikan dengan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Dia berharap, agar kepengurusan baru dapat menjalankan roda organisasi di tengah masyarakat, melakukan kegiatan sosial untuk membantu masyarakat dan meningkatkan tali silaturahmi. "BAMUSI harus bermanfat bagi masyarakat," tandasnya. Sementara, Ketua BAMUSI Asahan Ir Syamsuddin Lubis MM yang juga tokoh pemuda pelopor pendidikan 2007, mengajak umat Islam agar senantiasa memperteguh keyakinan dan semangat guna melanjutkan pembangunan bangsa dan negara. "Mari kita bangun NKRI dengan fondasi iman dan takwa. Mari bangun NKRI dengan kebersihan jiwa dan kesucian hati,"pungkasnya. (ESA)

SALAMI - Kasum TNI Letjen Johanes Suryo Prabowo bersama Pangdam I/BB, Mayjen TNI Leo Sieger didampingi Danrem 023/KS Kolonel Arh S Susanto menyalami para personel tim ekspedisi.

Jangan Cuma Jurtul Diincar

Kapoldasu: Bandar Judi Harus Ditangkap Binjai-andalas Kapoldasu Irjen Drs Wisnu Amad Sastro, menyatakan kagum melihat cara kerja Polres Binjai, yang telah banyak menangkap pelaku judi di daerah itu. Namun di balik itu Kapoldasu merasa prihatin, sebab dalam penangkapan kasus judi terutama pemberantasan judi toto gelap (togel), selama ini yang ditangkap hanya juru tulis (jurtul) saja. Dalam kunjungan kerjanya, Rabu (6/7) ke Polres Binjai, Kapoldasu mengingatkan, kalau menangkap pelaku judi jangan hanya para jurtul saja yang diincar. "Bandar judi itulah yang harus diprioritaskan penangkapannya," tegasnya. Penangkapan pelaku judi togel, kata Kapldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, memang dilaporkan ke Poldasu. "Tapi kalau hanya kelas jurtul saja yang ditangkapi, itu namanya laporan asal bapak senang (ABS)," sindirnya. Kepada seluruh anggota jajaran Polres Binjai, Kapoldasu mengingatkan, agar jangan terlibat nar-

koba. Masalah narkoba harus terus diperangi dan jangan sampai ada anggota Polri terindikasi sebagai pemakai, apalagi menjadi bandar. Kapoldasu menyebutkan, setelah empat bulan menduduki jabatan sebagai Kapoldasu, banyak anggota polisi ditindak dan dipecat akibat melakukan kesalahan. Sementara, saat berkunjung ke Mapolres Langkat pada hari yang sama, menanggapi ekplorasi minyak mentah dilakukan masyarakat dari sumur tua Telaga Said Desa Buluh Telang, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro SH menegaskan, akan mendalami. Jika ditemukan ada pelanggaran hukum merugikan masyarakat dan negara akan segera ditindak sesuai dengan ketentuan hukum berlaku. Penegasan itu disampaikan Kapoldasu kepada para wartawan saat melakukan kunjungan kerja ke Mapolres Langkat, Rabu. “Ya, kalau ada indikasi ilegal dan melanggar hukum pasti kami tindak. Untuk itu, beri kami waktu agar masalah ini kami pelajari dahulu,” tegasnya. Sedangkan mengenai pelayanan kepada masyarakat, Kapoldasu menegaskan seharusnya seluruh

personil Polri dituntut memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Namun, apa daya, diakui bahwa polisi masih memiliki banyak kekurangan dan kelemahan. “Ya, maunya sih begitu, seperti keinginan masyarakat, semua serba cepat. Namun, apa daya, kami juga memiliki kekurangan dan kelemahan. Tapi percayalah, kami akan terus memperbaiki diri,” ujarnya. Sementara itu, mengenai temuan 1 ton kayu yang diduga illegal logging di Desa Kuala Tusam, Kecamatan Batang Serangan, Kapoldasu mengaku belum menerima laporan dan pengaduannya. Walaupun begitu, Kapoldasu berjanji akan menindak lanjutinya. Lebih jauh mengenai praktik CPO ilegal di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kapoldasu menegaskan, sudah menerapkan strategi khusus, yaitu menempatkan para petugas di titik-titik rawan. Dengan demikian, pencegahan dini sudah dilaksanakan dengan baik. Langkat Kondusif Kunjungan kerja Kapoldasu ke Mapolres Langkat disambut hangat Kapolres Langkat dan unsur Muspida. Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu dalam sambutannya menegaskan, sampai saat ini Kabu-

BBM Langka Gagal Hadiri Pesta Adat di Tobasa

Berakhir, Diklat Pra Jabatan Pemkab L Batu Rantau Prapat-andalas Plt Sekdakab Labuhan Batu H Ali Usman Harahap SH, menutup secara resmi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan (Diklat) pra jabatan Gelombang Pertama Angkatan I dan II di ruang data dan karya kantor bupati, kemarin. Ali Usman mengatakan, setelah mengikuti pra jabatan, berarti tidak lama lagi status CPNS akan ditingkatkan menjadi PNS. Tentunya melalui prosedur yang sudah ditetapkan badan kepegawaian. Karena itu, para CPNS diminta untuk bersyukur atas anugerah tersebut. Diingatkan, peningkatan status menjadi PNS tersebut bermakna meningkatnya beban dan tanggung jawab sebagai pegawai pemerintah. Untuk itu, harus ditingkatkan komitmen dan etos kerja. Semangat kerja semasa CPNS yang biasanya luar biasa harus tetap dijaga, bah-

kan ditingkatkan. Setiap PNS juga harus memiliki komitmen untuk senantiasa memperbaiki kinerja, menggali berbagai keterampilan baru, serta selalu memupuk keikhlasan dalam bekerja. "Jangan pernah puas dengan pengetahuan dimiliki. Banyaklah belajar kepada senior dan jangan pernah malu bertanya," harapnya. Ia menambahkan, bupati memberikan kebebasan kepada PNS untuk berkreasi dan berpikir tetapi dalam bertindak dan berbicara dibatasi etika PNS, yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. Bupati juga menekankan untuk selalu berpikir sebagai pelayan publik dengan menempatkan pelayanan prima sebagai sesuatu yang harus diwujudkan dalam pelaksanaan pekerjaan sehari-hari. (ONE)

BBM HABIS - SPBU 14203179 di Jalinsum Medan-Lubuk Pakam, Kecamatan Tanjung Morawa, kehabisan stok BBM jenis bensin dan solar, Rabu (6/7).

SEPEKAN terakhir ini sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), di Jalinsum Medan-Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, mengalami kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), baik jenis bensin maupun solar.

A

kibat kelangkaan BBM tersebut, menyebabkan sejumlah kendaraan tidak dapat beroperasi. Bahkan banyak yang terpaksa menginap di SPBU menunggu masuknya pasokan BBM. "Kami sudah dua hari mengginap di SPBU Tanjung

Morawa, namun BBM belum juga terlihat datang. Kepergian kami sekeluarga ke Tobasa, untuk menghadiri pesta adat pernikahan anak tulang kami, terpaksa mengalami kegagalan, karena tidak adanya BBM di Tanjung Morawa,"ungkap R Sinaga (51), salah seorang warga Binjai kepada andalas, Rabu (6/7). Bayangkan saja, pihak pengusaha hanya dapat memasang plank bertuliskan solar atau premium habis, tanpa memikirkan kekecewaan para supir angkutan umum, mobil pribadi, dump truk dan kontainer, yang akan menempuh perjalanan jauh, agar tidak terjebak di jalan. Akibatnya, sebahagian supir harus merogoh kantong

sendiri membeli minyak eceran dengan harga selagit."Bahkan sebagian supir terpaksa menginap di areal SPBU, menunggu masuknya pasokan BBM," kata Sinaga kesal. Anehnya, pihak pengusaha SPBU 14203163 Tanjung Morawa yang diketahui berinisial YY, ketika dikonfirmasi terkait langkanya BBM di SPBU miliknya terkesan buang badan dan lebih memilih bungkam. “Kalau mau tahu, bagaimana dan mengapa BBM bisa mengalami kelangkaan, tanya saja ke Pertamina," ketus salah seorang pekerja SPBU, sembari melarang andalas saat mengambil gambar. (STP)

Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro SH paten Langkat tetap aman dan kondusif. Hal itu terjadi berkat kerjasama dan koordinasi yang baik antar Muspida. “Selain itu, saat ini kesadaran masyarakat pun sudah tinggi untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan dengan menjalin kerjasama dan kekompakan. Hal itu tentu patut untuk kita syukuri. Untuk itu, mari kita jaga dan pertahankan,” ujarnya. Sementara itu, Ketua DPRD Langkat H Rudi Hartono Bangun menegaskan, walaupun sudah terjaga dengan baik, namun sampai saat ini masih banyak masyarakat yang kecewa dengan kinerja polisi. "Untuk itu, polisi harus terus berbenah agar bisa menjadi berbuat dan bekerja sesuai harapan masyarakat,” ujarnya. (MKI/BD)

Lahan PTPN II Kebun Kwala Madu Milik Masyarakat Stabat-andalas Perseteruan atas penguasaan tanah (lahan) di Kelurahan Kwala Begumit, Kecamatan Binjai, antara PTPN II Kebun Kwala Madu dan masyarakat penggarap masih terus berlangsung. Namun, masyarakat penggarap menegaskan tanah tersebut hak dan milik mereka sesuai dengan SK Gubernur KDH Provinsi Sumatera Utara Nomor : 08/HM/LR/1968. “Ini suratnya dan surat ini sudah kami beritahu (kirimkan) ke Dirut PTPN II pada tanggal 14 Juni 2011 dan kepada Manajer Kebun Kwala Madu pada tanggal 17 Juni 2011 yang lalu, yang mana tembusannya sudah pula kami kirimkan kepada Bupati Langkat, Ketua DPRD Langkat, Kapolres Langkat, Kapolresta Binjai, Kapolsek Tandam, Kajari Stabat dan Kepala BPN Langkat,”ujar masyarakat penggarap sambil menunjukkan foto copy SK dan dan salinannya tertanggal 23 Maret 1968 yang ditandatangani Kepala Inspeksi Agraria Provinsi Sumatera Utara, Drs Soeradi Hadi Soewarno kepada andalas di Stabat, Rabu (6/7). Ditegaskan mereka, sesuai dengan SK tersebut, tanah itu terbagi dalam 83 persil dengan luas 42,134 Ha, terletak di Pasar II Kwala Begumit, Kecamatan Binjai. Karena itu, tanah itu mereka ambil dan kuasai kembali. Walaupun begitu, mereka berharap tidak mendapat gangguan dan menimbulkan konflik, terutama dengan pihak PTPN II. Lalu, mengenai tudingan surat palsu, menurut mereka hanya pengadilan yang bisa menegaskan hal itu.Karena itu, jika ada keberatan silahkan gugat dan buktikan ke Pengadilan, jangan asal ngomong saja. “Kami tidak mau terlibat dengan tindakan anarkis. Karena itu kami tidak mau terpancing untuk melakukan pembakaran dan perusakan,”ujar mereka. Lalu, mengenai pembakaran lahan yang terjadi Selasa (5/7), masyarakat penggarap menegaskan, itu bukan ulah mereka. Buktinya, mereka sudah memberitahukan sekaligus mempertanyakan hal itu kepada Papam Kebun Kwala Madu, Watino.“Jadi, mungkin saja itu ulah dan aksi dari ‘orang- orang kebun itu sendiri,”ujar masyarakat penggarap. Sesuai instruksi Dirut PTPN II Nomor : 11.12-136/ Ins/III/2011 tentang Penertiban Lahan Garapan Masyarakat di atas lahan HGU PTPN II. Semua lahan digarap masyarakat harus ditertibkan, kecuali lahan sudah dilengkapi surat kepemilikan hak atas tanah dikeluarkan BPN Sumut Nomor : 43/HGU/BPN/2002 tertanggal 29 November 2011, tanah yang dimaksud itu adalah tanah terletak di Desa Kwala Begumit ,yang telah dikeluarkan dengan SK Nomor 08/HM/LR/1968. Untuk itu, masyarakat penggarap sudah menguasai dan mengerjakan lahan tersebut. (BD)


Kamis

ACEH MEMBANGUN

7 Juli 2011

Sejumlah Pejabat Kasak Kusuk Pemuda dan Olahraga tinggal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Sementara, Pemuda dan olahraga dicopot di sana dan akan lahir Kantor Pemuda dan Olahraga. Terkait masalah hembusan isu mutasi, sejumlah tokoh masyarakat mengharapkan Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga kepala dinasnya digantikan dan dikembalikan Drs Iskandar Yusuf MM untuk kembali memimpin Dinas tersebut dan Drs Asnawi MPd dilepaskan ke Banda Aceh sesuai dengan isu yang berkembang. Alternatif lain, tambah pemuka pendidikan di Bireuen, untuk Kepala Dinas Pendidikan itu layaknya juga dipimpin oleh DR Saifullah yang baru saja lulusan S-3. Sebab, Dinas tersebut pencetak kader bangsa yang berkarakter jadi pimpinannya juga harus yang memang sesuai. Di sisi lain ada alternative lain, tambahnya, jabatan Kadis tersebut dipromosikan Drs Nasrul Yuliansyah yang sekarang dalam jabatan Sekretaris dinas itu karena beliau juga sudah mantap pengalamannya di bidang pendidikan. Tokoh pendidikan lainnya masih ada Drs Faizin MPd beliau juga sudah banyak makan asam garam dalam kepemimpinan di bidang pendidikan dan itu juga layak. “Untuk pemimpin dinas pendidikan itu, memang harus orang yang benar-benar mampu manajemen dan ahlinya di bidang pendidikan agar berhasil meningkatkan kualitas pendidikan yang selama ini jalan ditempat,” ungkapnya. Ditambahkan, ilmu perolehan sepertinya tidak sesuai bahkan menurun kadar kualitas sumberdaya manusia generasi penerus bangsa. Memang akhir tahun kelulusan UN siswa SMP-SMA mencapai 90 persen, tetapi SDM nya dalam kualitas 40 persen dan itu terbukti setelah bersaing untuk memperoleh kursi di Universitas tidak gol untuk menikmati pendidikan yang dituju. (HERA)

Kemenag Aceh, Prioritaskan Calon Haji Usia Lanjut Banda Aceh-andalas Pemberangkatan calon jamaah haji lanjut usia asal Provinsi Aceh mendapat prioritas, karena daftar tunggu di daerah itu cukup lama, kata seorang pejabat kantor wilayah Kementerian Agama (Kemenag) setempat. "Calon haji asal Provinsi Aceh berusia di atas 65 tahun bakal mendapat prioritas yang akan diberangkatkan ke tanah suci," kata Kepala Subbagian Hukum dan Humas Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Aceh Juniazi di Banda Aceh, Rabu. Kendati begitu, kata dia,

hingga pihaknya masih menunggu petunjuk teknis bagi calon haji yang mendapat prioritas tersebut dari Kementerian Agama. "Kami belum mengetahui apakah yang baru mendaftar juga mendapat prioritas atau tidak. Atau skala prioritas ini hanya ditujukan bagi calon haji yang masuk daftar tunggu sejak dua tahun lalu," katanya. Selain itu, sebut dia, apakah prioritas tersebut hanya khusus diperuntukkan calon haji usia lanjut, tidak termasuk muhrimnya yang akan mendamping yang bersangkutan di tanah suci. (ANT)

47 Sekdes Terima SK Aceh Timur-andalas Sebanyak 47 Sekretaris Desa/Gampong dalam Kabupaten Aceh Timur menerima SK pengangkatan sebagai PNS, melalui formasi khusus seperti yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomo 45 Tahun 2007 tentang persyaratan dan tatacara pengangkatan Sekretaris Desa menjadi Pegawai Negeri Sipil. Yang memungkinkan Sekretaris Desa dapat langsung diangkat menjadi PNS tanpa melalui pengangkatan sebagai CPNS. Selain pengangkatan 47 orang Sekretaris Desa menjadi PNS, secara bersamaan juga diberikan SK CPNS bagi 222 orang yang berasal dari formasi umum tahun 2010. Keputusan pengangkatan tersebut dilakukan melalui upacara di halaman pendopo bupati Idi pada 06/07/11 yang dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Timur, Syaifannur SH MM yang turut dihadiri oleh unsur Muspika, para Camat dan Kepala Kantor BKPP Aceh Timur yang diikuti oleh 279 orang CPNS dan PNS. Sementara itu, Bupati Aceh Timur dalam amanatnya yang dibacakan Sekretaris Daerah, Syaifannur SH MM mengatakan, hari itu merupakan hari

yang ditungu-tungu oleh para calon CPNS dan PNS Formasi Umum Tahun 2010 Dan Sekretaris Desa. Karena, pada hari itu merupakan awal sejarah bagi mereka untuk memulai karier sebagai salah seorang PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur. Dengan diangkatnya menjadi PNS dan CPNS. Maka, secara otomatis saudara-saudara telah diikat dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku sebagai PNS yang juga merupakan Abdi Negara dan Abdi Masyarakat serta Aparatur Pemerintah yang mempunyai peranan, untuk menjalankan pemerintahan dan pembangunan dalam rangka usaha mencapai tujuan nasional pada umumnya dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Aceh Timur pada khususnya. Sebelumnya, sebelum SK CPNS dan PNS diberikan, ke 279 orang CPNS dan PNS ini diambil Sumpah/Janji sebagai PNS, sumpah atau janji tersebut merupakan sebuah keharusan dan kesanggupan untuk tidak melakukan larangan yang ditentukan yang diikrarkan di depan pejabat yang berwenang menurut agama dan kepercayaan yang di anutnya. (HRN)

14

BPM Aceh Utara Akan Salurkan Bantuan PG

Isu Mutasi

Bireuen-andalas Hembusan isu mutasi kalangan pejabat di jajaran Setdakab Bireuen, ternyata sejumlah kalangan pejabat seperti kepala dinas, kabid dan bahkan kasie serta camat sudah ada yang kasak kusuk mencari dukungan orang-orang penting, ataupun kalangan tertentu untuk mencari dukungan. Baik bersifat dipertahankan maupun memicu ke jabatan lainnya. Informasi yang diperoleh andalas, kemarin dalam beberapa hari ini dari sumber yang layak dipercaya di Bireuen mengatakan, bahwa kemungkinan ada perpindahan pejabat tetapi bukan dalam artian mutasi besar-besaran tetapi hanya semacam rotasi dari hasil evaluasi kinerja. Namun anehnya di Bireuen, tambah sumber andalas, sudah menjadi tradisi semacam alergi dan tidak siap bila ada pemindahan ataupun rotasi jabatan. Padahal, PNS harus siap ditempatkan di mana saja sejauh memang bidangnya. Sementara itu Bupati Bireuen, Nurdin Abdul Rahman membantah akan adanya mutasi para pejabat dalam waktu dekat ini. Dan kalaupun ada bukan mutasi tetapi dilakukan peremajaan untuk tidak menjenuhkan, yah semacam rotasi. Dijelaskan, bilapun ada rotasi jabatan itu hanya sebatas camat, kepala dinas, hingga asisten karena selama ini dari hasil evaluasi masih adanya kelemahan kinerja mereka di tempat tugasnya ataupun memang ia kreatif tetapi bukan disitu tempatnya. Selain itu, tambah Nurdin Abdul Rahman, di samping adanya rotasi ada juga pengembalian sejumlah kantor yang sudah digabungkan akan ditinjau ulang untuk dipisahkan kembali. Sebab, penggabungan sejumlah dinas kurang efiasiensi. Menurutnya, Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga akan dipisahkan antara pendidikan dan kebudayaan dengan pemuda dan olahraga. Kemungkinan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

harian andalas | Hal.

andalas/usman cut raja

SEMRAWUT - Salah satu sudut kota Krueng Geukueh tampak semrawut, yang ditandai tidak tertatanya becak bermotor dan angkutan umum lainnya.

Kota Krueng Geukueh Semrawut Krueng Geukueh-andalas Kondisi kota Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara Aceh Utara semakin semrawut dan sempit. Terlebih pada hari Minggu, banyak pedagang musiman tidak kebagian lapak dagangan. Akibatnya, para pedagang yang datang dari berbagai daerah terpaksa memilih badan jalan sebagai lokasi jualan. Sesakan antara pedagang dan pembeli ditambah pengendara sepeda motor dan becak yang tidak tertib, telah menjadikan wajah kota industri pupuk ini kacau balau. Selain itu, kalangan pemilik toko dan kios ramai- ramai mengeluarkan barang dagangannya yang dijajakan sam-

pai ke sisi jalan, hingga menyebabkan arus lalu lintas menjadi macet dan kecelakaan kerap terjadi. “Lihat sendiri bus mini labilabi yang parkir sepanjang jalan depan pertokoan begitu juga truk- truk besar, yang menurunkan barang pada sembarang tempat, apa tidak kacau,” ungkap Abdurahman Amin tokoh pemuda Krueng Geukueh kepada andalas, Rabu (6/ 6). Menurut Abdurrahman, sepanjang yang dia ketahui hingga saat ini belum ada petugas yang mau mengurus atau menertibkan keadaan yang sudah demikian kacau. Dia menambahkan, hampir setiap hari terjadi kecelakaan terutama di Simpang Empat dan depan Sekolah Dasar (SD) 1 dan 3, ketika anak-anak sekolah ini pulang kergi. Selain kondisi lalu lintas di kota yang diapit dua pabrik pupuk ini, terlihat juga pada hampir semua toko tidak memiliki

tong sampah, hingga sampah berserakan di mana-mana. Dijelaskan, parit atau saluran pembuangan air sama sekali tidak berfungsi akibat tersumbat oleh sampah. Bau busuk akibat sampah yang dibuang sembarangan sangat mengganggu warga yang ingin berbelanja di kota Krueng Geukueh. Sejumlah tokoh masyarakat lainnya juga sangat menyayangkan, ketidakpedulian aparat terkait untuk menertibkan kota terbesar di wilayah Barat Aceh Utara ini. “Kami sangat terganggu oleh bus labi-labi yang parkir di depan toko kami,” ujar salah seorang pemilik toko, Toni. Sementara, Sekretaris Kecamatan (Sekcam Dewantara), Cut Ernie Verita SE saat ditanyakan, pihaknya akan segera berkonsultasi dengan Dinas Kebersihan dan Ketertiban Kabupaten Aceh Utara. (UCR)

Aceh Utara-andalas Pemkab Aceh Utara melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) akan menyalurkan Bantuan Peumakmu Gampong (BPG) yang diperuntukkan kepada 852 Gampong di Kabupaten Aceh Utara. Pasalnya, bantuan tersebut sebesar Rp 50 juta perdesa (gampong) untuk membangun berbagai kebutuhannya. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Aceh Utara Drs M Yusuf ketika konfirmasikan andalas, Rabu (6/7) membenarkan dana Bantuan Peumakmu Gampong (BPG) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) tahun 2011 sebesar Rp 42,6 miliar untuk 852 Gampong akan menyalurkan sesuai mekanisme yang ada. Menurut M Yusuf, bantuan Peumakmu Gampong itu yang diperuntukkan bagi 5.986 gampong (desa) di seluruh provinsi itu. Dengan tujuan pembangunan ditingkat gampong merupakan salah satu program prioritas pemerintah Aceh. Sementara bagi 852 gampong di Kabupaten Aceh Utara sebesar Rp 42,6 miliar. Lebih lanjut M Yusuf menyebut, sebelum penyaluran dilakukan. Hingga saat ini bagi 852 Geusyiek (Kades) telah membuat proposal bantuan tersebut dan sudah diajukan kepada BPM Aceh Utara guna proses penyaluran lebih cepat dan terarah, sehingga bantuan itu bisa bermanfaat bagi gampong. “Bahkan, penyaluran bantuan BPG itu dilakukan melalui nomor rekening geusyiek masing-masing, sehingga tidak terjadi hal-hal yang kita inginkan dan bagi Geusyiek yang menerima bantuan sebesar Rp 50 juta per desa itu bisa melengkapi administrasi pertanggung jawaban sesuai kebutuhannya,” pungkasnya. (BT/UCR)

DPRA Serahkan Qanun ke Mendagri Banda Aceh-andalas Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) tetap menyerahkan berkas Qanun Pemilihan Umum Kepala Daerah 2011 ke Menteri Dalam Negeri yang telah disahkan akhir Juni, meskipun Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menolak untuk menandatangani. Abdullah Saleh, salah seorang anggota tim yang ikut dalam rombongan tersebut di Banda Aceh, Rabu mengatakan, pihaknya hari ini akan berangkat ke Jakarta untuk menyerahkan hasil pembahasan Qanun Pemilukada 2011. "Sebelum Qanun Pemilukada ini dibahas, kami telah berkonsultasi lebih dulu dengan pihak Direktorat Jendral Kemendagri, mereka meminta dewan untuk segera menyelesaikannya. Sekarang kan sudah selesai, jadi kita beritahukan," ujarnya. Menurutnya, sebelum qanun ini disahkan DPRA telah melakukan komunikasi dengan pihak Kemendagri, Komisi II DPR RI dan KPU Pusat.Qanun yang kami bawa ini tidak ada koordinasi dengan Gubernur," sambungnya. "Meskipun tidak ada persetujuan Gubernur Irwandi, kami tetap membawa qanun tersebut. Ada tidak adanya pengesahan gubernur itu beda mekanismenya," kata anggota DPRA Komisi-A dari Fraksi Partai Aceh ini. Ia menambahkan, penyerahan qanun oleh anggota DPRA ke Kemendagri memang tidak ada kewajiban dan dasar hukum namun secara etika harus memberitahukannya karena sebelum qanun ini dibahas dan disahkan kita selalu melakukan konsultasi.

Petani di Kemukiman SB Mengeluh Aceh Utara-andalas Meski kenduri blang (kenduri turun sawah) sudah dilakukan sebulan lalu, sejumlah petani di Kemukiman Seuleumak Barat (SB), Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara mengeluh akibat air belum kunjung ada. Padahal, sering terjadi saat masa turun kesawah setelah kenduri blang dilaksanakan dan airpun lancer, sehingga para petani se-

rentak melakukan aktivitasnya masing-masing. Salah seorang petani gampong Ceubrek, Abdullah kepada andalas, Rabu (6/7) menyebutkan, sudah lama dilaksanakan kenduri blang. Namun, hingga saat ini tak kunjung turun ke sawah akibat air di krueng pase kiri belum dibuka. Padahal, masa turun kesawah telah diumum-

kan oleh geusyiek setempat. Terpisah, Geusyiek Ujong Baroh SB Saiful Bahri kepada kemarin menguraikan, sekitar ratusan hektar sawah didaerahnya kondisinya saat ini masih kering alias tidak ada air. Bahkan, masa panennya sudah lama hingga saat ini belum juga turun ke sawah. Sedangkan, para petani sudah lama melaksanakan kenduri

(ANT)

blang guna hajatan warga turun ke sawah secara serentak di seluruh gampong (desa). Sementara, ratusan hektar sawah di Kemukiman itu sering mengandalkan air irigasi krueng Pase. Bahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Muspida plus Kecamatan Tanah Luas dan termasuk juga dengan Kujruen Blang baru-baru ini, air krueng Pase bisa dingaliri (dibuka) pada tanggal 14 juli ini. Sehingga, keluhan para petani yang ada dikemukiman ini bisa berlapang dada. (BT/UCR)

UNPK Paket C Pertama Aman, Lancar dan Tertib PELAKSANAAN Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) tahap pertama Paket C setara SMU yang dilaksanakan (58/7) serentak di seluruh Indonesia, di Bireuen hari pertama, Selasa (5/7) yang dipusatkan di SMA Negeri 2 Bireuen berjalan aman, lancar dan tertib.

A

matan andalas, selama proses pelaksanaan ujian tidak ada permasalahan apapun. Kondisi dan situasi pelaksanaan UNPK yang diikuti 415 peserta dari berbagai kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Bireuen itu terkendali dan kondusif. Sekretaris Panitia Din Zalaly didampingi Petugas Lapangan Abdullah Rebat di lokasi ujian menyebutkan, jumlah peserta seluruhnya yang terdaftar sebanyak 415 orang dan itu sudah termasuk peserta yang gagal UN sebanyak 56 orang yang terbagi dua jurusan yaitu IPA 21 orang dan IPS 35 orang. Sementara, peserta regular yang jumlahnya sebanyak 395 orang itu berasal dari 9 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) kecamatan dari 17 kecamatan yang ada di wilayah Bireuen. Menurut Abdullah Rebat, jumlah peserta regular 395 peserta itu rinciannya masing-masing PKBM Babul Ilmi Jangka 110 peserta, Uthulubul Ilmi Peusangan 48 orang, PKBM Darul Huda 40

andalas/ suherman amin

SERIUS - Peserta Ujian Nasional Pendidikan Keseteraan (UNPK) Paket C setara SMU Tahap pertama tampak serius dalam menyelesaikan soal-soal. orang, PKBM Bina Bangsa 29 orang, Citra Mandiri EDC 33 orang, Tunas Madani 39 orang, Her Family 32 orang, Beumeuguna 20 orang dan PKBM Aneuk Nanggroe 18 orang. Menjawab andalas, menyangkut pelaksanaan yang ditempatkan di satu titik dan tidak dipusatkan di kecamatan masing-masing, Abdullah Rebat didampingi Anwar dan Din Zalaly serta T Muhammad menyebutkan, hal itu atas kesepakatan dalam musyawarah Forum PKBM bersama dengan Bidang PLB-LS Dinas Pendidikan Kebudayaan, Pemuda Dan Olahraga Bireuen dengan memudahkan pengawasan, pengontrolan dan memudahkan monitoring berbagai pihak

terkait. “Kami sepakat karena ada wilayah kecamatan yang pesertanya sedikit, maka pelaksana UNPK Paket C diadakan di ibu kota Kabupaten dan lokasinya di SMA Negeri 2 Bireuen,” ungkap Abdullah Rebat yang diamini Din Zalaly dengan alasan demi untuk kelancaran pelaksana UNPK Paket C setara SMU. Menurutnya, untuk pengawasnya direkrut dari sekolah formal dengan menganut sistem silang mata pelajaran. Artinya, guru mata pelajaran bahasa Indonesia tidak boleh mengawas mata pelajaran bahasa Indonesia, tetapi mengawas mata pelajaran bahasa Inggeris dan begitu sebaliknya.

Selain itu tambah Din Zalaly, komitmen yang telah disepakati sebagaimana disampaikan Kabid PLBLS Disdikbudpora Bioreuen Iskandar Is SPd dalam rapat, menyangkut dengan tidak dibenarkan adanya wali murid atau siapa saja memasuki ruangan ujian selagi ujian. Sedang berlangsung tetap diperketat demi tidak ada gangguan terhadap peserta kecuali yang ada di ruangan hanya pengawas dua orang. Ditambahkan, pengawas itu sendiripun dilarang mondar mandir mengelilingi peserta apalagi berdiri di belakang peserta yang lagi melaksanakan proses pemahaman dan penghayatan serta menjawab soalsoal. (HERA)


SAMBUNGAN

Kamis 7 Juli 2011

harian andalas | Hal.

15

Anggota DPRD Medan ’Plesiran’ Lagi .........(Dari Halaman 1) RD Kota Palembang dan DPR RI. Padahal, pertengahan Juni lalu Komisi A baru saja melakukan kunker ke Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan agenda yang tidak diketahui. Sementara rombongan Komisi C kunker ke Semarang, Jawa Tengah. Di kota ini mereka konon akan ‘berguru’ soal pengelolaan pusat perbelanjaan, pasar tradisional, dan pasar modern. Sama seperti Komisi A, pada akhir Juni lalu, komisi ini juga berangkat ke Jakarta dan Mataram. Mereka mengunjungi DPRD DKI Jakarta dan Pemko Mataram dengan alasan ‘belajar’ soal pariwisata dan pelestarian budaya. Plesiran dengan dalih kunker tersebut ternyata bukan hanya dilakukan sejumlah anggota Komisi A dan Komisi C, tetapi beberapa anggota Komisi B dan D juga ada yang kunker secara pribadi dengan dalih konsultasi dan bimbingan teknis ke luar daerah Provinsi Sumut, seperti Bali dan Jakarta. Dari pantauan andalas, hingga Rabu (6/7) sore, suasana gedung DPRD Medan yang berlantai tiga tersebut sangat sepi. Ruangan setiap komisi hanya terlihat diisi oleh petugas kebersihan dan siswa praktik kerja lapangan (PKL) yang asyik merumpi sambil menyaksikan acara televisi. Hanya beberapa anggota Dewan saja yang terlihat hadir, seperti Ikrimah Hamidy (Fraksi PKS/Wakil Ketua DPRD Medan), Salman Alfarisi (Fraksi PKS/Komisi B), Porman Naibaho (Ketua Fraksi PDI Perjungan/Komisi A),

Bahrumsyah (Fraksi PAN/ Komisi B), Lily (Fraksi Medan Bersatu/Komisi D), Syamsul Bahri (Fraksi Demokrat/Komisi B), dan Ainal Mardiah (Fraksi Golkar/Komisi B). Sumber wartawan menyebutkan, kegiatan kunker para wakil rakyat tersebut hanya sebagai ajang ‘jalan-jalan’ dan azas manfaat untuk kepentingan pribadi maupun urusan partai. Biasanya Surat Tugas Perjalanan Dinas (SPPD) anggota Dewan dan staf Sekretariat DPRD Medan itu selama 3-4 hari. Sementara di kota yang dituju, efektifitas tugas hanya sekitar satu jam dengan agenda melakukan pertemuan dengan pihak pemerintah setempat. Setelah itu, waktu lebih banyak dihabiskan jalanjalan atau kegiatan lainnya tergantung selera anggota Dewan. Sekretaris Eksekutif Forum Transparansi untuk Anggaran (Fitra) Sumut Elfenda Ananda kepada wartawan mengatakan, kunker anggota Dewan ke luar kota tersebut hanya menghambur-hamburkan uang negara. “Apalagi kunjungan itu sangat sulit diukur keberhasilannya,” tegasnya. Malah dia menilai, kunker anggota Dewan ke luar kota tersebut, sebagai ajang untuk menambah penghasilan. “Sedangkan fungsi sebagai anggota Dewan hanya terkesan formalitas. Harusnya anggota Dewan itu lebih fokus pada tugas pokok dan fungsi (tupoksi)-nya, yakni pengawasan, legislasi, budgeting,” tegasnya seraya mempertanyakan apakah DPRD Kota Medan telah melakukan tupoksi tersebut.(BEN)

andalas/imanuel sitepu

DIGEREBEK–Rumah kontrakan dua pria asal Asal Jakarta tersangka anggota sindikat peredaran narkoba yang digerebek Tim Badan Narkotka Nasional.

BNN Tangkap Anggota Sindikat Narkoba Asal Jakarta .........(Dari Halaman 1) mankan ke arah Kota Medan. Yudhi (30) warga sekitar yang menyaksikan aksi penggerebekan itu kepada andalas menuturkan, sebelumnya Tim BNN yang berjumlah enam orang datang dengan menumpang tiga unit mobil Kijang Inova. Ketiga mobil tersebut parkir persis di depan rumah yang dikontrak dua pria tersebut sejak sebulan lalu. Para petugas seluruhnya mengenakan rompi yang di belakangnya bertuliskan BNN. Keenam petugas itu bergerak cepat mengepung rumah tersebut dan mendobrak pintu depan dan petugas langsung masuk ke dalam. Sempat terdengar kericuhan sebab salah seorang pelaku berusaha melarikan diri lewat pintu belakang. Namun berhasil ditangkap para petugas yang telah mengepung rumah tersebut. Si pelaku yang sempat berusaha kabur itu terluka di bagian keningnya akibat terkena kawat duri. Usai itu Tim BNN langsung bergerak cepat membawa kedua pelaku dan barang bukti yang dia-

Sementara itu ketika dikonfirmasi, Kapolsek Tanjung Morawa AKP Malto Datuan mengaku tidak mengetahui identitas kedua pria yang diamankan tersebut dan tak memperoleh informasi ke mana dibawa Tim BNN. Menurut Sa'ad, pemilik rumah kontrakan mengatakan kedua pria itu baru sebulan lalu mengontrak rumahnya. Kedua pria itu hanya mengaku bernama Haris dan Wawan. Keduanya hanya mengatakan mereka perantauan dari Kota Jakarta. Sejumlah warga sekitar rumah kontrakan milik Saad juga mengaku tidak mengenal kedua pria tersebut. Sebab sejak menghuni rumah kontrakan itu, keduanya sering terlihat keluar rumah pada pagi hari dan baru pulang malam hari. Jika dilihat dari fisiknya, kedua pria itu pun terkesan orang baik-baik. Keduanya menurut warga, termasuk ramah. Karena sikap ramah itu pula warga tak menyangka kalau keduanya ternyata buronan BNN Jakarta.(STP)

KORBAN PENIPUAN– Dua orang warga menunjukkan cek kosong yang diberikan sebagai bukti hasil penipuan saat mendatangi Mapolda Sumut di Medan, Rabu (6/ 7). Sejumlah warga melaporkan kasus penipuan 30 warga Komplek Bumi Medan Johor Sentosa oleh seorang karyawan perusahaan PT Technindo Contromata bernama Dewi Astika (30) dengan cara mengajak berinvestasi pada bisnis pengadaan alat-alat berat dengan iming-iming keuntungan yang berlipat ganda. Total kerugian warga mencapai Rp40 miliar lebih.

Anggota DPRD Siantar Ditangkap Main Judi .........(Dari Halaman 1) mainan judi itu juga diringkus. Tiga tersangka lainnya, yakni Riando Tambunan, Sabar Tampubolon, dan Joster Simbolon. Mereka ditangkap saat bermain judi leng (joker). Dalam penangkapan yang dipimpin Kepala Satuan Reskrim Polresta Pematang Siantar AKP Azharuddin tersebut turut disita barang bukti dari tangan keenam tersangka

berupa uang Rp430 ribu, kartu joker, dan lima unit telepon genggam. Pemilik warung juga dibawa ke Mapolres untuk diperiksa. Kapolres Pematang Siantar AKBP Albert Sianipar mengatakan, sebelum penangkapan, petugas terlebih dahulu melakukan pengintaian. "Selama ini, petugas kesulitan melakukan penangkapan karena lokasi mereka sering berpindah-pindah," kata Albert ke-

pada wartawan di Pematang Siantar. Menurut Kapolres keenamnya masih ditahan dan dikenakan pasal 303 tentang perjudian dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Kapolres juga menegaskan, tidak ada kasus 303 yang ditangguhkan. “Kasus judi memang tergolong kecil, namun kalau melibatkan pejabat maka bisa menjadi besar dan ini akan kami tindaklanjuti,”

ucapnya. Terkait status Ronald Tampubolon yang merupakan anggota DPRD, menurutnya tidak perlu ada izin untuk memeriksa dan menahannya karena menurutnya jika tertangkap tangan melakukan tindakan hukum, tidak diperlukan izin terhadap yang bersangkutan. Kasat Reskrim AKP Azharuddin yang mendampingi Kapolres menambahkan, keenam pelaku akan dilakukan

penahanan selama 20 hari ke depan hingga kasusnya dilimpahkan ke pengadilan. Anehnya, saat dibariskan di depan ruangan Sat Reskrim Polres Pematang Siantar, seorang oknum polisi berpakaian sipil sempat melarang wartawan mengambil foto para pelaku. Hal ini sempat membuat Kasat Reskrim marah terhadap oknum polisi yang belum diketahui namanya itu.(BBS/GUS)

Demokrat Persiapkan Nurdin Lubis Dinilai Tak Layak jadi Sekdaprovsu Pemecatan Medan-andalas Merebaknya isu Nurdin Lubis SH sebagai calon utama Sekdaprovsu dari tiga nama yang diajukan Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho ke Mendagri yakni Salman Ginting dan Mangasing Mungkur mendapat protes keras dari sejumlah elemen masyarakat. Menurut informasi yang dihimpun wartawan, Rabu (6/ 7) di Kantor Gubsu, elemen masyarakat yakni LSM Pemuda Pelopor Pemberantasan Korupsi, Kolusi, Nepotisme, Judi, dan Narkoba (P3-KKNJN), menolak keras pengajuan Nurdin Lubis sebagai salah satu calon kuat Sekdaprovsu. Penolakan itu disebabkan, tidak layaknya Nurdin Lubis menjadi orang nomor 1 (satu) di jajaran PNS Pemprovsu. Nurdin disebut-sebut sebagai pejabat yang gagal memimpin Inspektorat Pemprovsu. Selama Nurdin menjabat Kepala Inspektorat Sumut, tak satupun pejabat koruptor di jajaran Pemprovsu yang berhasil dijaringnya. Sejalan dengan itu, Presiden LSM P3-KKN-JN, Jupiter R Tamba kepada wartawan mengatakan, sebagai Kepala Inspektorat sajapun Nurdin tidak layak untuk dipertahankan, apalagi menjadi Sekdaprovsu.

“Wah, bisa bahaya Sumut ini ke depan. Apalagi Pemprovsu saat ini menjadi sorotan tajam dari berbagai elemen baik LSM maupun pemerintah pusat. Di mana Sumut dijuluki sebagai provinsi terkorup nomor 3 di Indonesia,” ujar Jupiter R Tamba. Sejalan dengan pengajuan Nurdin Lubis yang saat ini menjabat Kepala Inspektorat Provsu, sebagai calon Sekdaprovsu, diminta kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Gamawan Fauzi supaya benar-benar mempertimbangkannya secara teliti dan seksama. Untuk mendudukkan seorang Sekdaprovsu harus penuh kehati-hatian. Karena di tangan Sekdaprovsu itulah kunci keberhasilan roda organisasi Pemprovsu. Bila Sekdanya gagal, maka program roda pembangunan Sumut ke depan akan terancam gagal juga. "Jadi jangan asal main comot saja. Tolong Kemendagri benar-benar mempertimbangkan Nurdin Lubis untuk didudukkan sebagai Sekdaprovsu. Masih banyak calon lain yang pantas dan layak untuk didudukkan sebagai Sekdaprovsu seperti Sjafaruddin yang kini menjabat Kadis Pendapatan Sumut,” ujarnya.

Menurut Jupiter, dibanding Nurdin Lubis, jauh lebih tepat Sjafaruddin menjadi Sekda daripada Nurdin Lubis baik dari segi pengalaman, kemampuan, loyalitas, wawasan, dan sebagainya. Selain itu, Sjafaruddin jauh lebih dikenal masyarakat di daerah ini maupun di tingkat pusat. Ketika ditanya soal kegagalan Nurdin memimpin Inspektorat Propinsi (Irprovsu), Jupiter menegaskan, di Sumut cukup banyak ditemukan instansi yang menyimpang. Jauh lebih hebat, pintar, mapan, dan mampu pimpinan LSM di daerah ini untuk membongkar kasus-kasus korupsi dibanding Nurdin Lubis. Padahal, Nurdin Lubis merupakan seorang pimpinan instansi strategis untuk memeriksa, menjaring bahkan menggolkan para pejabat maupun pimpinan SKPD yang terindikasi korupsi. “Lihat saja kinerja LSM selama ini yang cukup getol menggolkan para pejabat koruptor di daerah ini. Inspektorat Provsu sendiri mana ada. Lalu apa yang dia kerjakan selama ini. Apa instansi yang dipimpinnya itu cukup hanya sebagai pajangan saja dan makan gaji buta,” ujarnya.(WAN)

Nazaruddin dari DPR Jakarta-andalas Partai Demokrat sedang mempersiapkan pemecatan mantan Bendahara Umum PD Muhammad Nazaruddin dari keanggotaannya di DPR. Nazaruddin dipandang telah terlalu jauh memfitnah partai yang membesarkan namanya ini. "Untuk memecat DPR dan kader, ada tahapan tak bisa serta merta. Prosesnya sedang mengarah ke sana (pemecatan)," ujar Ketua DPP PD Gede Pasek Suardika, di ruang FPD DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (6/7). Banyak alasan PD mengambil sanksi keras terhadap Nazaruddin. Nazaruddin dipandang tak lagi berkomitmen menjaga nama baik PD. "Loyalitas kepada partai tak ada, tak ada jalankan tugas di DPR, keluarkan BBM fitnah, dan dia jadi tersangka. Dia juga tidak mematuhi perintah organisasi untuk pulang," paparnya. Menurutnya Nazaruddin, juga mencoba membuat citranya seolah menjadi orang teraniaya. Sementara PD justru jelek di mata publik. "Saat ini saat ketahuan salahnya, dia sedang berusaha membuat situasi sehingga seakan-akan dianiaya dan dijadikan korban," tandasnya.

'Menjual' Nama SBY Nazaruddin memang masih muda saat menjabat posisi sentral di partai tersebut. Namun sepak terjangnya cukup gesit. Rupanya ia kerap 'menjual' nama Presiden SBY dalam mengumpulkan uang selama menjabat Bendahara Umum PD. "Tudingannya bohong semua. Justru saat ini yang kami temukan bahwa dia sering menjual nama partai, SBY, dan Anas," ujar Gede Pasek Suardika. Ia menuturkan selama ini banyak orang yang melapor karena ditekan Nazaruddin. Ketum PD Anas Urbaningrum pun kerap kaget melihat tingkah Nazaruddin. "Beberapa orang yang pernah dicari dan ditekan memberi keterangan kepada kita. Tanpa sepengetahuan ketua dewan pembina dan ketua umum partai, tiga nama itu sering dijual," keluh Suardika. Namun demikian PD mencoba berpikir positif. Partai ini memilih menghormati proses hukum di KPK. "Tanpa kami ketahui nama mereka dijual. Ketum sendiri kaget ketika dikonfirmasi bahwa nama dia dijual. Selama ini isu itu didengar, akhirnya setelah diverifikasi akhir-akhir ini, terbongkar semua.(DTC)

Pemko Cuma Mencabut 6 Pohon Sawit .........(Dari Halaman 1) dasu, dan Samapta Polresta Medan itu bahkan gagal menebang dua batang pohon kelapa karena dihalang-halangi sejumlah warga. Ironisnya, gergaji mesin (chainsaw) untuk menebang pohon kelapa tersebut tak bisa dipergunakan karena mesinnya kerap mati saat akan menebang pohon kelapa tadi. Padahal sejumlah ibu-ibu yang menghalangi petugas dengan memeluk batang pohon ke-

lapa itu sudah diamankan para petugas Satpol PP. Kepala Satpol PP Kota Medan Kriswan berdalih pihaknya sengaja mengerahkan jumlah personil lebih besar dalam penertiban areal Cadika ini bukan u n t u k menghabiskan anggaran, tetapi untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Menurutnya, pihaknya tidak menginginkan peristiwa sebelumnya saat upaya penertiban areal Cadika, ter-

ulang. Saat itu anggotanya sampai dikejar-kejar pakai parang oleh para penggarap sehingga penertiban terpaksa dibatalkan. “Awalnya mereka (penggarap) berusaha menghalangi dengan cara mengayunkan senjata tajam. Makanya, dalam penertiban kali ini kami turunkan personil lebih besar agar tidak terjadi bentrok fisik,” tegas Kriswan yang memimpin penertiban ini. Ia menyebutkan, dalam penertiban kali ini pihaknya

hanya menyabut enam pohon sawit yang baru ditanam oleh penggarap. “Pohon kelapa itu tidak bisa ditebang,” akunya. Setelah mencabut enam batang pohon sawit, tim penertiban membubarkan diri. Kriswan sendiri bertekad tetap melakukan penertiban karena lahan itu milik Pemerintah Kota Medan. “Itu lahan pemko, bukan milik pribadi. Jadi, kami tetap lanjutkan penebangan. Kapan itu, nanti dipersiapkan lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekda Kota Medan Syaiful Bahri Lubis menegaskan, penertiban dan pembongkaran tanaman di areal Cadika Pangkalan Masyhur harus dilanjutkan. "Jangan sampai ada pembiaran. Sebab, bila diberi kesempatan, maka yang lain berdatangan. Lahan itu sendiri dimanfaatkan untuk ruang terbuka hijau, kegiatan Pramuka dan lainnya. Itu lahan pemko untuk kepentingan umum,” kata Syaiful Bahri.(BEN)

Adopsi Gorila Jadi Anggota Keluarga

Pemohon SIM Tewas di Kantor Satlantas

.........(Dari Halaman 1)

Sebelumnya, Usmanto memang sudah mempunyai perasaan tidak enak, saat korban hendak pergi mengurus SIM C. "Saya sudah punya firasat buruk

mencapai waktu di mana ia harus keluar ‘sarang’. Pierre dan Elaine mengatakan seperti dilaporkan

dailymail, sudah waktunya Digit mencari kehidupannya. Orang tua Digit berencana membuka perlindungan gorila yang akan menjadi rumah baru anaknya itu.(INT)

.........(Dari Halaman 1)

saat dia mau ngurus SIM. Entah kenapa, perasaan saya nggak enak. Adik saya meninggal karena menderita sakit jantung," katanya. Kejadian ini menyebabkan korban tewas dengan kening mengeluarkan darah.

Usai dilakukan pemeriksaan di Instalasi Jenazah RSU Pirngadi Medan, keluarga membawa korban ke rumah duka untuk dimakamkan. Kepala Unit (Kanit) Reg Ident Satlantas Polresta Medan AKP Sri Pinem

ketika dikonfirmasi andalas via telepon seluler membenarkan kejadian tersebut. Disinggung penyebab tewasnya korban, Sri mengatakan, sesuai dengan keterangan istri korban yang datang ke Kantor Satlantas

Polresta Medan, korban memiliki riwayat penyakit jantung. “Tindakan yang kami ambil, membantu membawa korban ke RSU Pirngadi Medan,” kata Sri, kemarin.(YN/HER)


HARIAN

andalas L

U

G

A

S

D

A

N

C

E

R

D

A

S

Kamis, 7 Juli 2011 | No: 1927/Tahun VI | E-Mail:andalasmedan@gmail.com | Harga Eceran Rp2.000; Langganan+ongkos kirim Rp75.000; Luar Kota: Rp2.500

sarah JESSICA PARKER

Widi ‘Vierra’ Dicabuli? MUNCUL kabar vokalis Vierr a, Widi, menjadi korban tindak asusila dan penculikan. Widi saat ini berada di Polres Jakarta Selatan. Widi terlihat keluar dari Polres Jakarta Selatan, Rabu (6/7), sekira pukul 09.30 WIB. Penyanyi yang pernah bikin heboh karena foto syur dengan pacarnya beredar di internet itu menyangkal menjadi korban tindak asusila. "Bukan aku, teman aku," tampik Widi yang mengenakan kemeja putih dan celana cokelat. Wajah pelantun Terlalu Lama itu terlihat seperti kurang tidur. Matanya sayu. Widi yang keluar dari Polres ditemani dua temannya, bersikeras tidak menjadi korban penculikan. "Enggak ada, ngapain juga. Enggak ada," ketusnya. Dara bertubuh tinggi langsing itu berkilah, kedatangan ke Polres hanya untuk menemani kawan yang hendak membuat laporan. "Bukan aku. Ini teman aku. Aku cuma bantu saja," ujarnya. Kronologi Pada Rabu (6/7), Widi 'Vierra' menjadi korban penculikan sekaligus pelecehan seksual di Kemang, Jakarta Selatan. Seperti apa kejadiannya? Berikut kronologi penculikan Widi yang diungkapkan sang pengacara, Minola Sebayang.

reese WITHERSPOON

• Pukul 04.00 WIB angelina JOLIE

jennifer ANNISTON

Aktris-aktris Hollywood

TERMAHAL Pendapatan para aktris dihitung dari Mei 2010 sampai dengan Mei 2011. SEJUMLAH aktris Hollywood berhasil sukses dan meraih popularitas melalui film-film yang dibinyanginya. Nama besar para aktris itu dianggap menjamin kesuksesan sebuah film. Dan hasilnya mereka bisa menentukan harga saat mendapat tawaran film. Mereka mendapatkan bayaran yang mahal untuk satu film yang dibintanginya. Siapa sajakah aktris-aktris Hollywood yang mendapatkan bayaran termahal? Menurut Forbes, aktris

Angelina Jolie dan Sarah Jessica Parker adalah aktris dengan bayaran tertinggi di Hollywood. Kedua artis yang tak lagi muda itu mengumpulkan kekayaan sebesar US$30 juta terhitung dari Mei 2010 sampai dengan Mei 2011. Seperti dikutip dari laman USmagazine, aktris Reese Witherspoon dan Jennifer Aniston menyusul di bawahnya. Kedua artis berambut pirang ini memiliki penghasilan sebesar US$28 juta. Sementara itu, artis Julia

Roberts yang film terbarunya berjudul 'Larry Crowne' tak meraih sukses pada pemutaran perdananya harus berbagi tempat dengan bintang muda Kristen Stewart. Roberts dan Stewart selama Mei 2010 sampai dengan Mei 2011 samasama mengumpulkan pendapatan sebesar US$20 juta. Kemudian terdapat juga nama aktris Katherine Heigl, Cameron Diaz dan juga Sandra Bullock serta Meryl Streep yang termasuk dalam jajaran artis dengan penghasilan terbesar di Hollywood.(BBS)

Widi 'Vierra' merampungkan kegiatannya di sebuah kafe di Kemang. Ia pun hendak pulang dengan memakai taksi. Namun, saat keluar restoran tersebut, Widi ternyata tak langsung menemukan taksi

yang diharapkannya. Ia pun harus menunggunya seorang diri di pinggiran jalan. Saat menunggu taksi tersebut, Widi ternyata sudah diperhatikan oleh tiga pria yang berada di dalam mobil Honda Civic. Widi pun sempat digoda tiga penumpang mobil berwarna hitam itu. Tak mempedulikan godaan tersebut, sampai akhirnya salah seorang pria menarik paksa Widi yang tengah berjalan. Tak kuasa menahan tenaga pria tersebut, Widi pun akhirnya masuk ke dalam mobil.

• Pukul 04.30 WIB Selama 30 menit vokalis Vierra itu disekap di mobil yang tak berhenti berjalan tersebut. Widi pun diturunkan kembali di daerah Kemang Palace.

• Pukul 08.00 WIB Widi melaporkan kejadian tersebut ke Polres Jakarta Selatan. Ia pun keluar kantor polisi sekitar pukul 10.30 WIB bersama temannya. Saat itu ia mengaku hanya meminta surat pengantar untuk visum di RSCM Jakarta Pusat. Sampai saat ini, kasus penculikan Widi masih diselidiki pihak kepolisian. Polisi pun sudah memegang pelat nomor mobil yang digunakan para penculik itu.(BBS)

’Angin Duduk’ Gejala Sakit Jantung MAYORITAS pasien mengalami serangan jantung dengan gejala awal menyerupai masuk angin. Anda mungkin kerap mendengar istilah 'angin duduk' untuk menggambarkan sakit mendadak yang ditandai keringat dingin, pusing, dan sulit bernapas. Mirip gejala masuk angin. Bahayakah kondisi ini? “Angin duduk, selain seperti masuk angin, sering terasa seperti sedikit flu, dan ada rasa tidak nyaman di dada. Ini sebenarnya adalah gejala serangan jantung, namun orang awam banyak menyebutnya dengan sebutan, angin duduk,” kata Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Dr. P. Tedjasukmana, SpJP, di Jakarta. Berdasar penelitian beberapa dokter melalui teknik wawancara, 60 persen pasien menyatakan bahwa mengalami serangan jantung dengan gejala awal menyerupai masuk angin.

Dr Tedja mengatakan bahwa banyak pasien penyakit jantung kerap terlambat mendapat penanganan karena mengacuhkan gejala yang muncul. Mereka menahan diri ke rumah sakit dan memberikan penanganan sendiri layaknya orang masuk angin, seperti kerik. Setelah dikerik mungkin mereka merasa lebih sehat, namun sesungguhnya itu berisiko menyebabkan kematian mendadak. “Bukan akibat kerikannya mereka meninggal secara mendadak, tapi,

serangan jantung yang lebih lama mendapatkan pertolongan medis, semakin luas menyebabkan kerusakan jantung dan risiko kematian semakin tinggi,” ujarnya. Menurutnya, banyak hal yang bisa menyebabkan terjadinya serangan jantung, salah satunya adalah kolesterol. Untuk itu, selalu dianjurkan agar melakukan pola hidup sehat sejak dini, mengonsumsi makanan sehat seimbang, melakukan olahraga teratur dan rajin melakukan cek kesehatan ke dokter. “Rekomendasinya, setiap orang yang memasuki usia dewasa disarankan untuk melakukan cek total kolesterol, LDL kolesterol, HDL kolesterol dan trigliserida selama lima tahun sekali, tapi untuk usia 35 tahun ke atas lakukan pemeriksaan setiap satu tahun sekali, jika tidak memiliki kelainan,” katanya.(BBS)


Harian Andalas 07 Juli 2011