Issuu on Google+

andalas HARIAN

L U G A S

D A N

C E R D A S

Jumat, 9 Desember 2011 | No: 2052/Tahun VII | E-Mail:andalasmedan@gmail.com | Harga Eceran Rp2.000; Langganan+ongkos kirim Rp75.000; Luar Kota: Rp2.500 andalas/rony muharrman

Dijarah Pemburu Harta Karun

Candi Sangkilon Terancam Hilang Sibuhuan-andalas Keberadaan candi-candi di Kabupaten Padang Lawas, semakin terancam akibat tidak adanya perhatian pemerintah dan aksi penjarahan yang dilakukan pemburu harta karun. Seperti pada Candi Sangkilon di Desa Sangkilon, Kecamatan Lubuk Barumun, di sisi selatan candi tersebut terdapat galian liar dengan kedalaman sekitar 3 meter, lebar 1 meter, dan panjang 4 meter, yang digali pemburu harta karun pada tahun 2009 silam. Dari galian yang tampak, diperkirakan penggalian

Bersambung ke Hal. 15

Baca Beritanya: PSMS ISL Bungkam Persisam

9

Hal.

RAYAKAN GOL–Sejumlah pemain PSMS Medan berlari ke arah ratusan penonton usai mencetak gol ke gawang Persisam Samarinda dalam pertandingan Indonesian Super Leugue di Stadion Teladan, Medan, Kamis (8/12) sore. Dalam pertandingan ini gol tunggal Zulkarnain mengantarkan PSMS meraih kemenangan perdana sejak bergilirnya ISL musim ini.

Ngeri Kali PNS Sekarang andalas/siong

PEMBOROSAN–Pembangunan pulau jalan di persimpangan Jalan S Parman–Jalan Gajah Mada dan H Zainul Arifin yang dinilai pemborosan.

Pembangunan Pulau Jalan Pemborosan Medan-andalas Pembangunan pulau jalan di persimpangan Jalan S Parman–Jalan Gajah Mada dan H Zainul Arifin dinilai sebagai pemborosan. Pasalnya, beberapa waktu lalu di persimpangan dekat kampung Madras ini pernah dibangun pulau jalan. Lalu dibongkar Dinas Pertamanan dibantu Dinas Bina Marga Kota Medan karena ada perubahan arus lalu lintas. "Kita sangat mendukung adanya pembaharuan

Bersambung ke Hal. 15

Kurs Rupiah Mata Uang AUD CNY EUR GBP HKD JPY MYR SGD USD

Jual 9359 1441 12233 14338 1174 11759 2915 7099 9130

Beli 9262 1427 12111 14195 1162 11638 2884 7027 9040

Jakarta-andalas Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul tak habis pikir dengan adanya temuan rekening PNS usia muda mencapai miliaran rupiah. "PNS sekarang tabungannya ratusan miliar. Aduh mak ngeri kali, apalagi masih muda. Jadi beda-beda tipis juga dengan Gayus Tambunan. Jadi rupanya banyak Gayus-Gayus yang lain. Kita harus waspadai," ujar Ruhut di Kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Kramat, Jakarta Pusat, Kamis (8/12). Menurutnya, aparat penegak hukum seperti KPK harus mengusut secara tuntas kasus rekening miliaran rupiah milik PNS usia muda. "Saya kebetulan kami mestinya RDP dengan bapak Kapolri, tapi mungkin karena ada penembakan Freeport, jadi minggu ini akan dibahas," jelasnya. Sebelumnya, Pusat Pelaporan dan Analisis

Bersambung ke Hal. 15

foto-foto: andalas/rony muharrman

HADANG PETUGAS–Seorang pemilik hewan berkaki empat berusaha menghadang petugas tim gabungan dari Dinas Pertanian dan Kelautan (DISTANLA) beserta Satpol PP yang akan menertibkan hewan peliharaannya di kawasan Jalan Gaperta Pasar II, Medan, Kamis (8/12).

Sekda Medan Tak Setuju PNS Wajib Laporkan Kekayaan

Penertiban Hewan Ternak Ricuh

SEKRETARIS Daerah (Sekda) Kota Medan Syaiful Bahri tidak setuju dengan wacana perlu dibuatnya peraturan yang mewajibkan semua PNS melaporkan harta kekayaannya. Menurutnya wacana tersebut belum tepat dan belum mendesak untuk diterapkan. “Bagi PNS biasa dan setingkat eselon III dan IV saya kira hal itu belum tepat dilakukan, tapi bagi penyelenggara negara itu sudah ada aturannya. Saya sebagai Sekda sudah melakukan itu,” tandasnya, Kamis (8/12). Ia juga menegaskan, PNS di jajaran Pemko Medan khususnya PNS berusia muda tidak punya

Medan-andalas Penertiban hewan ternak kaki empat milik warga di kawasan Jalan Gaperta Ujung, Medan, Kamis (8/12) siang berakhir ricuh karena pemilik ternak berusaha melakukan perlawanan. Kedatangan petugas gabungan dari Dinas Pertanian dan Kelautan (Distanla), Satpol PP, kepolisian, dan TNI yang tiba-tiba, sempat membuat panik para pemilik ternak. Petugas langsung mendatangi kandangkandang ternak warga dan mengangkut paksa hewan-hewan ternak kaki empat tersebut dari dalam kandang.

Bersambung ke Hal. 15

Terkait Eksekusi Lahan di Jalan Jati

Sejumlah warga Jalan Jati, Keluruhan Pulo Brayan, Medan Timur yang tidak terima rumahnya dieksekusi, melaporkan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Medan Erwin Mangatas Malau dan Wakil Panitera PN Medan Biliater Sitepu ke Polda Sumut, Rabu (7/12) siang.

andalas/tim MENCARI ALAT TULIS– Sejumlah anak berlomba-lomba mencari alat-alat tulis seperti pensil, pulpen, penghapus (setip) dari puing-puing bekas gudang alat-alat tulis di Jalan Jati, Kelurahan Pulo Brayan, Medan Timur yang telah dihancurkan petugas eksekusi beberapa hari lalu. andalas, Kamis (8/12). Menurut Djonggi yang mengaku tengah berada di Jakarta, rumah kliennya tidak

Bersambung ke Hal. 15

ANEH tapi NYATA

Ketua PN Medan Dilaporkan ke Poldasu

“DUA WARGA Jalan Jati yang menjadi klien saya atas nama Demak Tobing dan Sikasno telah melaporkan Ketua PN Medan dan Wakil Panitera PN Medan ke petugas Polda Sumut karena menyalahi kekuasaan sehingga warga mengalami kerugian,” ujar Djonggi M Simorangkir selaku kuasa hukum warga Jalan Jati via telepon selulernya kepada

Namun seorang pemilik hewan ternak terus melawan petugas yang ingin mengambil ternaknya dari kandang. Wanita tersebut juga sempat mengacung-acungkan senjata tajam dan mengejar petugas. Bahkan wanita itu nekat membuka pakaiannya di kerumanan massa sambil terus mengancam dan memaki-maki petugas yang bersikeras ingin mengambil ternaknya. Meski mendapat perlawanan dari warga, petugas tetap menertibkan hewan ternak

masuk dalam gugatan No 113/ Pdt-G/2006/PN-Mdn yang diputus pada 1 Maret 2007 oleh majelis hakim Dolman Sinaga cs.

“Klien kami tidak masuk dalam para pihak yang terlibat gugatan

Bersambung ke Hal. 15

Monyet Susui Kucing PERCAYAKAH Anda jika seekor monyet betina mampu merawat dan menyusui anak kucing yang ditinggal induknya? Peristiwa unik ini terjadi di Dusun Brungbung, Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, Pamekasan. Setiap waktu, sang Momon, begitu nama monyet disebut selalu siap untuk menyusui anak kucing. Meski tidak terlahir dari rahimnya sendiri, dengan penuh kasih sayang, Momon memeluk anak kucing di halaman rumah milik Pak Sukardi dan Ibu Khusnul Khotimah. Layaknya anak sendiri, Momon juga akan marah jika ada yang mengambil anak kucing itu dari pelukannya. Pertemuan Momon dengan sang kucing berawal ketika seorang warga membuang kucing ke halaman rumah Khusnul Khotimah. Keesokan harinya Khusnul dikejutkan melihat anak kucing yang dibuang ternyata tengah dirawat dengan baik oleh seekor monyet miliknya. "Sudah dua bulan Momon ini menyusui," kata Khusnul.

Kini, perilaku aneh seekor monyet dan kucing tersebut, menjadi perhatian warga. Setiap Momon menyusui kucing, warga berbondong-bondong melihat kelakuan aneh itu. "Soalnya warga mengetahui jika kucing dan monyet itu tidak pernah akur," ujar Khusnul.(INC)


Jumat 9 Desember 2011

MEDAN KITA

harian andalas | Hal.

2

andalas Lugas & Cerdas PENERBIT PT. Star Media Internusa d/h. PT. Inti Media Nusantara PEMBINA Dr Eggi Sudjana SH MSi PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI Iskandar ST WKL PEMIMPIN UMUM/WKL PEMIMPIN REDAKSI/PENJAB H Baharuddin WAKIL PEMIMPIN REDAKSI II Dedy Ardiansyah WAKIL PEMIMPIN UMUM MA Siddik Surbakti, Christoffel Manurung SH MH PEMIMPIN PERUSAHAAN Amiruddin REDAKTUR PELAKSANA Gusliadi Ritonga SEKRETARIS REDAKSI Windari KOORDINATOR LIPUTAN Hamdani Nasution, KOORDINATOR DAERAH Agus Salim Ujung REDAKTUR Asril Tanjung, Hermawan,Yonan Febrian, M.Sulaiman STAF REDAKSI Asiong, Robenson Sidabariba, Yunan Siregar, M Isya, Irwan Ginting, Ika Ramadhani, Felix Sidabutar, Thamrin Samosir, Desrin Pasaribu FOTOGRAPHER Rony Muharrman, Hs Poetra SIRKULASI Septho IKLAN Syarifah PENASEHAT HUKUM Syahril SH SpN; Nur Alamsyah SH MH; Abu Bokar Tambak SH MHum; A Herwan Bispo SH, H. Syafrizal SH. MH ALAMAT REDAKSI/ TATA USAHA Jalan T Amir Hamzah Ruko Kompleks Griya Riatur Indah No. 182-184-186 Medan NOMOR REKENING BRI Unit Kapten Muslim Medan a/n Amiruddin Mendrofa No. Rekening 3383-01-027966-53-5 BCA KCP Tomang Elok a/n Amiruddin Mendrofa No. Rekening 7865078382 Iklan Warna (FullColour) Rp. 15.000/mm kolom Iklan Hitam Putih Rp 10.000/mm kolom Iklan Keluarga/Ucapan Selamat Rp 3.500/mm kolom TELEPON (061) 8449800 FAKSIMILE (061) 8462800 EMAIL REDAKSI:andalasmedan@gmail.com IKLAN: marketingandalas@gmail.com PENCETAK CV. Grafika Sumatera. Isi di Luar Tanggungjawab Pencetak

EDITORIAL

Sudah Saatnya Pensiun, Sir Alex

H

ANYA butuh hasil seri untuk lolos ke babak 16 besar. Namun, fakta berbicara Manchester United harus tersungkur di kandang klub antah berantah FC Basel, 1-2, Kamis kemarin. Dengan hasil ini, The Red Devils harus puas turun kasta, hanya bermain di Liga Europa. Pencapaian ini, jelas merupakan sebuah kegagalan terbesar MU, yang baru setahun lalu menjadi runner up Liga Champions, setelah dikandaskan Barcelona. Ia pun terang-terangan mengaku kecewa dengan hasil yang didapat skuadnya. Tak hanya itu, MU juga tiga kali menjadi finalis dalam empat musim terakhir Liga Champions. Menyikapi hal itu, Sir Alex Ferguson sendiri menyatakan, bahwa Liga Europa tidak pernah ada di benaknya. "Tentu saja kami kecewa. Tak mungkin ada perasaan lain selain itu,"ujarnya. Tanda-tanda kegagalan MU tahun ini, memang sudah mulai terlihat, utamanya setelah Wayne Rooney dkk dibabakbelurkan tim sekotanya, Manchester City 1-6. Sejak kekalahan memalukan ini, permainan tim besutan Sir Alex mengalami penurunan drastis. Kendati masih bisa bertahan di posisi kedua Liga Primeir Inggris, namun kemenangan yang diraih, hampir semuanya didapatkan dengan susah payah alias kurang meyakinkan. Terakhir misalnya, hanya mampu meraih kemenangan 1-0 melawan Aston Villa. Pekan lalu, Nemanja Vidic dkk juga mengalami kekalahan memalukan di perempat final Piala Carling. Di kandang sendiri, ditundukkan tim kasta bawah Crystal Palace dengan skor 2-1. Sejumlah hasil pertandingan yang ditorehkan MU belakangan ini memang, jauh dari kesan statusnya sebagai klub raksasa Inggris. Puncaknya, sudah barang tentu kegagalan melaju ke babak 16 besar, setelah dipecundangi klub yang tak pernah dikenal prestasinya di jagat sepakbola, yakni FC Basel. Kiprah dan talenta Sir Alex sebagai salah satu manajer terbaik di dunia, tentu tidak akan pernah diragukan. Terbukti, dalam kariernya dalam menangani MU, sejak tahun 1986 lalu, Fergie telah memperoleh hampir semua trophy yang diperebutkan oleh klub sepakbola sejagat. Namun, dengan torehan prestasinya belakangan ini, tidak ada salahnya pula jika kita menyarankan Sir Alex, agar segera pensiun. 25 tahun menangani sebuah klub sepakbola, merupakan sebuah rentang waktu yang sangat panjang. Ibarat sebuah rezim pemerintahan, Sir Alex sudah terlalu lama berkuasa. Terbukti, kekuasaan yang terlalu lama berpusat pada seseorang, bisa memunculkan penyalahgunaan wewenang (abuse of power), atau setidaknya melahirkan sebuah kejenuhan. Bisa jadi Sir Alex sudah jenuh, seiring dengan usianya yang sudah semakin renta. Karenanya, kini saatnya untuk pensiun, Sir Alex ! (**)

andalas/ist

BERDOABERDOA-Aliansi Ormas Islam Pembela Masjid Al Ikhlas berdoa di halaman kantor PTUN Medan, Kamis (8/12), seusai mendengarkan putusan majelis hakim yang menyidangkan perkara Masjid Al-Ikhlas Jalan Timor Medan. Mereka mendoakan agar umat Islam diberi ketabahan terhadap putusan majelis hakim yang mengecewakan umat Islam itu.

Kasus Masjid Al-Ikhlas

Hakim Tolak Gugatan, TPM Banding Putusan Aneh Berbau Intervensi DMI: Hakim Cari Selamat PUTUSAN Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan yang menolak permohonan Tim Pembela Masjid (TPM) Al-Ikhlas Jalan Timor Medan, sangat aneh dan, mengecewakan umat Islam. Majelis hakim menyatakan kalau TUN tidak berwenang untuk menyidangkan kasus ini. “Ini jelas putusan aneh dan sangat mengecewakan umat Islam secara keseluruhan. Aroma intervensi dalam putusan itu sangat kuat,” tegas Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Medan, Rafdinal MAP, didampingi Ketua Majelis Hikmah dan Kebijakan Publik PDM Kota Medan, Drs Anwar Bakti, usai mendengarkan pembacaan putusan di kantor PTUN, Jalan Listrik Medan, Kamis (8/12). Menurut Rafdinal, putusan ini jelas tidak memihak kebenaran dan keadilan, terutama kepada umat Islam. “Kalau begitu alasannya, mengapa hakim sampai memeriksa, mendengar saksi-saksi dan melakukan pengukuran tanah di lapangan? Jadi apa gunanya fakta-fakta persidangan itu? Ini ‘kan masalah sertifikat negara yang dikeluarkan oleh pejabat negara,” ucap Rafdinal. Keanehan itu juga dibuktikan dengan adanya dissenting opinion

dari hakim yang menyidangkan karena adanya temuan kesalahan prosedur penerbitan sertifikat. “Jelas putusan ini sangat tidak peka, tidak peduli, dan mematikan rasa keadilan,” tegas dosen FISIP UMSU ini. Rafdinal mengkhawatirkan, putusan ini berpotensi memunculkan konflik horizontal yang bernuansa SARA. “Ini menjadi bukti rusaknya pengadilan kita, pengadilan yang masih bisa diintervensi,” seru Rafdinal sembari membandingkan kasus yang terjadi pada kasus GKI Yasmin di Bogor, dimana putusan pengadilan mengalahkan pemerintah Bogor dalam persidangan. Soal konflik bernuansa SARA juga dikhawatirkan oleh Drs Anwar Bakti, Ketua Majelis Hikmah dan Kebijakan Publik PDM Kota Medan. “Harusnya pemerintah tidak main-main dalam soal ini. Kita tidak mau kasus ini menjadi api, membesar dan kemudian membakar seluruh tatanan, baru pemerintah kebakaran jenggot. Di Indonesia ini ‘kan begitu, kalau api sudah besar dan memakan korban, baru pemerintah sibuk,” tegas Anwar. Anwar menduga, sudah ada gerakan sistematis yang berniat untuk menghancurkan masjid namun berlindung atas nama investasi, pertumbuhan ekonomi

dan seterusnya. “Ini tidak benar, tidak adil. Pemerintah harus mengatur ini semua dengan sense yang lebih arif dan tajam ,” tukas Anwar. Cari Selamat Sementara itu, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sumut, Sukhrawardi K Lubis SH MHum, juga mengungkapkan keanehannya terhadap putusan hakim TUN ini. “Ini jelas kasus sensitif. Kasus ini jelas kewenangan TUN karena yang dimohonkan itu adalah keputusan dari pejabat publik,” terang Sukhrawardi yang juga merupakan Ketua Himpunan Nazir Wakaf Indonesia Sumut kepada wartawan, Kamis (8/12) di Medan. Menurut Sukhrawardi, wakaf dalam bentuk masjid berbeda dengan wakaf dalam bentuk kuburan, madrasah dan lain-lain. “Nilai kesakralan masjid itu lebih tinggi, lebih istimewa, lebih sakral karena dia merupakan rumah Allah, tempat orang beribadah dan berkomunikasi dengan Tuhan,” jelas Sukhrawardi. Adanya putusan ini, demikian Sukhrawardi, membuat penghancuran Masjid Al-Ikhlas menjadi mengambang dan tidak pasti. “Keputusan itu membuat kasus ini jadi kabur, tidak jelas dan kembali ke titik nol. Putusan itu jelas putusan cari selamat,” katanya. (HAM)

Luar Biasa, Uang Bensin Perkim Medan Rp2 M Medan-andalas Luar biasa. Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Medan ternyata menghabiskan uang rakyat yang dikaut dari APBD Medan 2011 dalam jumlah tidak sedikit. Bayangkan saja, untuk belanja bahan bakar minyak berupa premium dan solar, Satuan Kerja Perangkat Daerah ini menghabiskan Rp2 miliar. Namun, tidak diperoleh informasi rinci uang rakyat Rp2 miliar digunakan untuk berapa kendaraan. Dalam APBD Medan 2011 hanya tertulis, belanja bahan bakar minyak premium dan solar 1 tahun x 2.000.000.000. “Nah, itu yang perlu diaudit,” katanya lagi. “Wah, ini luar biasa. Padahal, dari awal kita berharap, APBD itu prorakyat, tidak justru belanja rutin membengkak bahkan bisa lebih besar dari belanja pembangunan,”

ujar Ketua Lembaga Pemantau Pemilu dan Pemerintahan Sumut Zamzami Umar, SH, MH yang dihubungi di Medan, Kamis (08/12). Staf pengajar Fakultas Hukum Universitas Medan Area (UMA) ini menyayangkan belanja rutin dalam APBD Medan 2011 sangat membengkak ketimbang belanja pembangunan, padahal belanja rutin hanya menguntungkan kepada pihak eksekutif dan penguasa. “Kalau untuk belanja bahan bakar di satu SKPD saja, seperti di Dinas Perkim Medan ini, sampai Rp2 miliar, ini luar biasa. Bagaimana hitung-hitungannya. Untuk berapa mobil, berapa peralatan. Ini barangkali yang harus diinvestigasi dan diaudit di penghujung tahun anggaran ini,” ujar Zamzami. Seharusnya, menurut dia, Kepala Dinas mengusulkan segala se-

suatu itu realistis. Jangan justru hanya berorientasi kepada belanja rutin, tapi seyogianya lebih banyak mengarah kepada belanja pembangunan. “Bayangkan saja, kalau yang Rp2 miliar itu, atau katakanlah Rp1 miliar saja, jika digunakan untuk belanja pembangunan, banyak yang bisa dibuat untuk kemaslahatan orang banyak. Makanya, saya pikir ini harus diaudit secara mendalam,” ujarnya lagi. Selain anggaran Rp2 miliar yang digunakan Dinas Perkim Medan untuk belanja bahan bakar, SKPD ini juga menghabiskan Rp2,225 miliar untuk belanja jasa servis berupa perawatan kendaraan (rutin) Rp950 juta, perawatan kendaraan (kerusakan berat) Rp800 juta dan pelumas Rp500 juta. Lagi-lagi, jasa servis Rp2,225 miliar ini tidak diketahui untuk melayani berapa kendaraan. (HAM)

Medan-andalas Kesabaran umat Islam, terkhusus warga yang sehari-hari melaksanakan ibadahnya di Masjid Al-Ikhlas di Jalan Timor No. 23 Medan, sepertinya benar-benar diuji. Pasalnya, setelah rumah ibadah mereka dihancurkan oleh oknum-oknum tertentu, kali ini mereka harus mengelus dada karena gugatan yang diajukan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan ditolak majelis hakim diketuai Yarwan, SH, Kamis (8/12) kemarin. Dalam amar putusannya, majelis hakim Yarman memenangkan pihak masing-masing, tergugat Kepala Pertanahan Kota Medan dengan tergugat intervensi I, Menteri Pertahanan RI dan Tergugat Invervensi II, Pangdam I/BB. Majelis hakim berpendapat gugatan Tim Pembela Masjid (TPM) Al-Ikhlas tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard/NO) karena gugatan tersebut telah melanggar yurisdiksi (kompetensi) absolute dimana landasan penentuan kompetensi absolute berpatokan kepada pembatasan yurisdiksi badan-badan peradilan. Menanggapi putusan majelis hakim itu, Tim Pembela Masjid (TPM) Hamdani Harahap, SH, MHum, Rudiansyah Dharmawan, SH, dan Tommy Bellyn Wiryadi, SH akan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT). “Alasan majelis hakim tidak menerima gugatan TPM Masjid Al-Ikhlas dikarenakan ada dua pendapat yang berbeda sehingga diputuskan untuk di NO,” ujarnya. Maksudnya, terang TPM, masing-masing lingkungan peradilan mempunyai bidang yurisdiksi tertentu. Oleh karena itu, suatu gugatan harus tepat diajukan kepada salah satu lingkungan sesuai dengan bidang hukum yang diperkarakan. Apabila batas yurisdiksi dilanggar maka akan mengakibatkan gugatan menjadi cacat dan peradilan yang menerima akan menyatakan diri tidak berwenang mengadili. “Hal ini dikarenakan adanya pembatasan yurisdiksi masingmasing badan peradilan yang mengacu kepada berbagai ketentuan perundang-undang,” terangnya. Karenanya, majelis hakim mengabulkan eksepsi tergugat tanpa melihat pokok perkara sehingga gugatan TPM Al-Ikhlas tidak dapat diterima. “Sehingga, kami akan membawa perkara ini ke Pengadilan Tinggi (PT) mengingat perkara pokok maupun fakta di lapangan telah memenuhi beberapa syarat, di antaranya, legal standing para penggugat, tenggat waktu mengajukan gugatan, prosedur penerbitan sertifikat hak pakai No. 847 tahun 2006 bertentangan dengan peraturan perundang-undangan,” bebernya. Pembangunan Masjid Al-Ikhlas, katanya, juga menjadi syarat pengajuan banding gugatan karena berasal wakaf dari jamaah masjid, tanah bangunan masjid adalah wakaf sehingga tidak dapat di-ruislagh, serta proses ruislagh (tukar guling) telah salah karena ada rumah ibadah. “Berdasarkan keenam pertimbangan hukum itu, tindakan tergugat yang menerbitkan Sertifikat Hak Pakai No. 847 pada tanggal 10 Agustus 2006 yang menjadi objek perkara sudah jelas bertindak secara sewenang-wenang dan melanggar UU RI No. 28 Tahun 1999 tentang penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari kolusi, korupsi, dan nepotisme,” pungkasnya. (THA)

“Tembok Berlin” Resahkan Warga Brayan, Diadukan ke Wali Kota Medan-andalas Keberadaan tembok menjulang dibangun pengusaha di Jalan Sidorukun/Sidomulyo Lingkungan XI, Kelurahan Pulo Brayan Darat II, Medan Timur, benarbenar membuat warga resah. “Sebenarnya, kawasan ini areal pemukiman. Tapi di Jalan Sidorukun (d/h Jl Sidomulyo) persisnya di nomor 35, 37, dan diduga sedang diperluas ke nomor 23, belakangan ini berdiri bangunan gedung yang

difungsikan sebagai gudang dan bengkel las yang ditembok tinggi mencapai empat meter atau malah lebih. Mungkin mirip Tembok Berlin,” ujar salah seorang warga dengan nada kesal kepada wartawan di Medan, Kamis (8/12). Dijelaskannya, surat pernyataan keberatan sudah pernah disampaikan kepada Camat Medan Timur dan Lurah Kelurahan Pulobrayan Darat II, yang ditandatangani 30 warga. Belakangan, di depan bangunan ini dipampangkan plang SIMB No 645/ 1414 untuk jenis garasi mobil/ pagar. “Kan aneh, garasi mobil kok bentuknya seperti itu. Jangan-

jangan ini hanya akal-akalan saja setelah muncul reaksi masyarakat,” ujar warga. Terlepas dari keberadaan SIMB itu, warga mengungkapkan, tembok bangunan yang berketinggian 4-5 meter dibangun dengan fondasi beton tanpa ada satu meter pun roilen (row-land) dari pinggir jalan, dan ini dinyatakan jelas-jelas melanggar batas 1,25 meter harus terbuka yang diizinkan. Kemudian, warga juga mengeluh mengenai polusi udara (tingkat kebisingan) yang ditimbulkan oleh aktifitas bongkar-muat material yang berbahan dasar besi dan kegiatan bengkel las lainnya,

yang mengusik ketenagan warga yang bermukim di sekitar itu. Warga menduga aktivitas gudang dan bengkel las ini tanpa izin HO. “Melalui media ini, kami menyampaikan informasi ini kepada Bapak Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap, MM. Kami harap Bapak dapat melakukan peninjauan langsung ke lapangan untuk melihat keresahan warga,” ujarnya lagi. “Bangunan gudang ini telah meresahkan dan mengganggu kehidupan warga. Polusi suara atau bising, lingkungan yang tidak nyaman (tembok tinggi), udara panas, dan kondisi yang

rawan banjir adalah sebagian dampak yang warga rasakan atas keberadaan bangunan ini. Dijelaskan, para warga telah membuat surat pernyataan keberatan yang sudah disampaikan kepada beberapa instansi/aparat terkait, yakni Lurah, Camat, dan tembusannya ke Polsek serta Koramil Medan Timur. “Kami warga masyarakat sangat berharap kepada Pak Rahudman untuk melihat langsung laporkan keberatan kami, seperti yang sering Bapak lakukan dengan turun langsung ke lapangan dan tidak hanya menerima laporan asal bapak senang,” ujarnya lagi. (YON)


Jumat 9 Desember 2011

MEDAN KITA

harian andalas | Hal.

3

andalas/desrin

Tuntut Hak Normatif, Ratusan Buruh ECBK Unjuk Rasa Medan-andalas Menuntut realisasi hak normatif, ratusan buruh PT Era Cipta Bina Karya (ECBK) melakukan unjuk rasa di halaman perusahaan tersebut, Jalan Pulau Irian Kawasan Industri Medan (KIM) I, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (8/12). Aksi buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Kimia, Industri Umum, Farmasi Kesehatan, Jasa, Seni, Swalayan dan Departemen Strore Serikat Buruh Seluruh Indonesia (F-SB KIKES SBSI) itu, sempat memanas saat mereka menggelar orasi dan membentangkan sejumlah spanduk di halaman pabrik. Namun berkat pengawalan dan pengamanan puluhan aparat kepolisian dari Polsekta Medan Labuhan, aksi berlangsung damai. Dalam orasinya, buruh meminta agar manajemen perusahaan merealisasikan hak-hak normatif karyawan, seperti gaji yang sesuai dengan upah minimum kota (UMK), jamsostek, hak cuti haid dan melahirkan dan lainnya. Setelah puas melakukan orasi, lima delegasi buru yaitu Abdul Rahman, Nicholas Sutrisman, Poltak Tampubolon, Pangihutan Siagian, dan Hisar Sinaga kemudian melakukan perundingan dengan manajemen perusahaan diwakili Penasehat Hukum (PH) PT ECBK Zulkhairi SH. Perundingan difasilitasi pihak Disnakertrans Deli Serdang Ir S Naibaho MKes dan R Simorangkir SH, MSP. Perundingan juga disaksikan Dan Ramil 11 Medan Kapten P Rajagukguk dan mewakili Kapolsekta Medan Labuhan AKP Amir M. Manajemen perusahaan dan buruh kemudian menyepakati, seluruh tuntutan buruh akan disampaikan kepada pimpinan perusahaan untuk dirundingkan lebih lanjut pada Senin (12/12). Dan selama itu, buruh tidak dibolehkan melakukan unjuk rasa da pihak PT ECBK berjanji tidak akan melakukan intimidasi dan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pengunjuk rasa. “Kesepakatan risalah perundingan yang sudah ditandatangani ini hendaknya dijunjung tinggi, supaya tidak ada pihak yang dirugikan karena menjadi dasar untuk menjadi penetapan dalam perundingan lebih lanjut guna menyelesaikan masalah buruh dan pihak pengusahaan,� ucap R Simorangkir dari Disnakertrans Deli Serdang. (DP)

Pemko Masih Abaikan Medan Utara Belawan-andalas Rancangan APBD Kota Medan 2012 sebesar Rp 3,8 Triliun yang sudah disetujui DPRD Kota Medan, ditanggapi sinis oleh Panitia Persiapan Pembentukan Pemerintahan Kota Medan Utara (P4KMU). Pasalnya, RAPBD itu mengabaikan usulan P4KMU agar dana pemekaran Medan Utara itu dimuat pada RAPBD 2012 Kota Medan. Hal itu disampaikan Ketua Harian P4KMU Johan Arifin SH didampingi Sekeretaris Zul Syahdan dan Bendahara Awaluddin, unsur panitia Rusli AF SpdI dan Syahrial Amir SH, Kamis (8/12) di Medan Labuhan. Drs Awaluddin Dikatakan Johan, pihaknya akan selalu mem-pressure DPRD Kota Medan dan Pemko Medan supaya memperhatikan program P4KMU, karena sudah merupakan kebulatan tekad masyarakat Medan Utara. “Pascadeklarasi P4KMU di Wisma Hermina Belawan tanggal 21 Juli 2011, panitia akan bekerja keras supaya cita-cita masyarakat Medan Utara menjadi sebuah kota otonom terwujud,� ungkap Johan. Panitia, tambahnya, akan terus memohon kepada DPRD Kota Medan dan Pemko Medan agar mengeluarkan rekomendasi pemekaran Kota Medan Utara, yaitu Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Marelan, dan Medan Deli. Dia juga meminta anggota DPRD Kota Medan Dapil V memberikan dukungan penuh dan menampung aspirasi masyarakat Medan Utara untuk terwujudnya pemekaran Medan Utara. P4MKU juga meminta, agar APBD Kota Medan Tahun 2012 yang triliunan rupiah supaya memperhatikan pembangunan Medan Utara. “Pembangunan infrastruktur jangan lagi tambal sulam, tapi harus membangun sektor-sektor yang menyentuh masyarakat,� jelas Bendahara P4KMU, Awaluddin. Menurutnya, P4KMU akan jalan terus, walau permintaan anggaran diabaikan Pemko dan DPRD Medan. “Kami harapkan, minimal 20 % APBD Kota Medan Tahun 2012 diprioritaskan untuk pembangunan Medan Utara,� pinta Sekretaris P4KMU Zul Syahdan. (DP)

PERUNDINGANPERUNDINGAN-Delegasi buruh dan pimpinan PT ECBK serta pihak Disnakertrans Deli Serdang saat melakukan perundingan di kantor PT ECBK, KIM I, Kamis (8/12).

Dokter Boleh Buka Praktik di 3 Tempat Medan-andalas Tidak ada larangan seorang dokter yang bekerja di rumah sakit menjabat sebagai dekan di perguruan tinggi (PT) atau jabatan lainnya. Karena berdasarkan Undang-Undang No. 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran, seorang dokter diperbolehkan bekerja di tiga tempat praktek. Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Medan Usma Polita Nasution, Kamis (8 /12) di ruang kerjanya, menanggapi pernyataan Ketua Komisi B DPRD Medan Roma P Simaremare, yang meminta Dinkes Kota Medan selektif merekrut tenaga dokter yang ditugaskan di RSU Pirngadi Medan. Pasalnya, sejumlah dokter berprofesi ganda, di antaranya menjabat dekan di PTS sehingga tugas-tugasnya di rumah sakit tidak efektif. "Dokter boleh praktek dimana saja, namun dibatasi untuk tiga tempat. Dan, tidak ada

peraturan yang melarang dokter untuk menjadi dekan di perguruan tinggi. Itu terserah dokter, yang pasti Dinas Kesehatan Medan hanya mengeluarkan izin praktek saja setelah Komite Konsil Indonesia (KKI) Pusat mengeluarkan Surat Tanda Registrasi (STR),� tandas Usma Polita Nasution. Hal senada disampaikan Kabid Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Dinkes Medan Ellen H Nasution. Menurut Ellen, bila ada dokter menjadi dekan, hal tersebut sah-sah saja. "Itu bukan ma-

salah, sejauh dokter tersebut dapat membagi waktunya dan tahu apa yang dikerjakan. Dokter sebagai dekan juga merupakan pengabdian untuk mengajarkan ilmu kepada mahasiswa," tegasnya. Ketua IDI Cabang Medan dr Syahmirza Warli SpU dan Sekretaris IDI Sumut dr Ade Taufiq SpOG yang ditemui terpisah di Medan, juga menyatakan tidak ada larangan bagi dokter yang bekerja di rumah sakit menjabat dekan di PT. “Dekan itu kan tempat mengajar sedangkan dokter sebagai profesi. Yang penting tidak melanggar kode etik kedokteran dan kompetensinya, dan harus bisa mengatur waktu,� kata Syahmirza Warli. “Tidak ada undang-undang yang melarang dokter menjadi dekan. Sama seperti kepala sekolah, boleh mengajar. Yang utama, tetap bertanggungjawab sebagai dekan dan dok-

LPSE Fasilitasi Pengadaan Barang dan Jasa Secara Transparan Medan-andalas Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) merupakan suatu gagasan atau pandangan tentang praktik pengadaan barang dan jasa yang baik serta didasari nilainilai demokratis seperti keadilan, tranparansi, akuntabilitas, dan bebas korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Jika ini dilaksanakan akan mampu mendukung terwujudnya praktik Good Governance di bidang pengadaan barang dan jasa. “LPSE tentunya tidak mudah diterima dan dipraktikkan. Gagasan ini dapat ditransformasi menjadi praktik pemerintahan yang bersih apabila mendapat dukungan luas dari para stakeholder,� kata Wali Kota Medan Rahudman Harahap ketika membuka Launching LPSE Kota Medan dan Workshop Sistem Pengadaan Secara Elektronik di Hotel Emerald Garden, Rabu (7/12). Rahudman mengatakan, untuk mendapatkan dukungan stakeholder ini tentu

tidak akan datang dengan sendirinya, melainkan perlu sosialisasi secara intensif untuk membangun jaringan kemitraan, mengingat tantangan LPSE jelas tidak ringan karena menyangkut kepentingan banyak pihak. Menurutnya, kritik terhadap praktik good governance sering ditemui dalam kasus pengadaan barang dan jasa. Karenanya, penerapan prinsip-prinsip good governance perlu dilakukan di dalam pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah. Salah satu instrumen yang dapat dipakai untuk mewujudkan prinsip-prinsip tersebut adalah LPSE. “LPSE dapat memfasilitasi proses pengadaan barang dan jasa secara transparan sehingga semua orang punya kesempatan yang sama untuk terlibat di dalamnya. Keterlibatan itu dapat diterjemahkan dalam arti luas, tidak hanya mengikuti tender tetapi juga dapat melakukan pengawasan,� jelasnya. Dengan dilakukannya

LPSE ini, lanjut Rahudman, tentu akan menghentikan ulah sejumlah kelompok yang selama ini menguasai program-program di Kota Medan. Dan ke depan tidak akan ada lagi dilakukan pembicaraan dan lobi-lobi di hotel terkait dengan pengadaan barang dan jasa. “Tinggalkanlah gaya-gaya lama yang dilakukan selama ini. Harus diingat, tidak sedikit yang masuk penjara akibat pengadaan barang dan jasa ini. Untuk itu, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak, terutama Tim LPSE Kota Medan membentuk LPSE ini,� tandasnya. Lebih lanjut dikatakan, sebelum lahirnya Perpres No 54 Tahun 2010, sistem pengadaan barang dan jasa yang diterapkan di Indonesia, khususnya Kota Medan relatif masih memiliki kelemahan karena dilakukan secara konvensional. Terbukti, masih ada sanggahan terkait dengan pengadaan barang dan jasa yang duilakukan selama ini. (BEN)

ter,� ujar Ade Taufiq yang juga Dekan Fakultas Kedokteran UMSU. Sedangkan Kasubag Humas RSU Dr Pirngadi Medan Edison P, SH, mengatakan, sejauh ini tidak ada dokter yang bertugas di rumah sakit milik Pemko Medan itu merangkap sebagai dekan di perguruan tinggi negeri maupun swasta Pengawasan Dokter Kabid Pengembangan SDM Dinkes Medan Ellen H Nasution juga mengatakan, Dinkes Medan terus melakukan pengawasan terhadap rumah sakit dan praktek dokter di Medan. Untuk itu, Dinkes sudah menyurati seluruh rumah sakit di Medan agar tidak mempekerjakan dokter yang tidak memiliki izin praktek. Mengenai proses pengeluaran izin praktek dokter, tambahnya, pertama dokter

harus mengantongi Surat Tanda Registrasi (STR) yang dikeluarkan KKI Pusat. Kemudian, ada persetujuan dari rumah sakit yang hendak mempekerjakan si dokter. Sedangkan pengawasan dilakukan oleh IDI, persatuan dokter spesialis sesuai profesi dokter dan Dinkes Medan,� tutur Ellen. Dia juga mengingatkan, jika di plang praktek dokter ditulis buka pukul 17.00 sampai 20.00 WIB, tapi dokternya baru datang pukul 22.00 WIB, hal itu merupakan pelanggaran terhadap kode etik dokter, dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wajib memberikan pembinaan. Ellen mengungkapkan, sampai tahun 2010 ada sebanyak 1185 tempat praktik dokter umum dan 707 tempat praktik dokter spesialis di wilayah Dinkes Medan. “Perpanjangan izinnya 5 tahun sekali,� tambahnya. (YN)

Ketua DPRD Medan:

Perpres 62 untuk Lindungi Lahan Bandara Polonia Medan-andalas Ketua DPRD Medan H Amiruddin mengatakan, Peraturan Presiden (Perpres) No 62 tahun 2011 dibuat untuk mengantisipasi agar tidak terjadi perebutan lahan jika Bandara Polonia sudah dipindahkan ke Kuala Namu, Kabupaten Deli Serdang. “Saya menilai, dikeluarkannya Perpres No 62 tahun 2011 ini untuk mengantisipasi adanya sejumlah pihak yang berniat merebut lahan eks Bandara Polonia bila dipindahkan ke Kuala Namu. Jadi, Perpres ini untuk melindungi lahan ini,� kata Amiruddin kepada wartawan, Kamis (7/12) saat dimintai tanggapan atas terbitnya Perpres tersebut. Seperti diberitakan sebelumnya, Direktur Perkotaan Dirjen Penataan Ruang Kementrian Pekerjaan Umum Ir Joessair Lubis mengatakan, sesuai Perpres No 62 tahun 2011, Bandara Polonia di Kecamatan Medan Polonia akan tetap difungsikan sebagai bandara internasional dan sebagai pangkalan angka-

tan udara (Lanud). Namun, berdasarkan Perda No 13 tahu 2011 tentang RTRW Kota Medan tahun 2011-2031, kawasan Polonia telah ditetapkan sebagai kawasan bisnis dan eks Bandara Polonia sebagai hutan Kota. “Berdasarkan ini, kemungkinan pemerintah pusat melihat ada potensi munculnya sejumlah pihak untuk merebut lahan itu, makanya dikeluarkan Perpres untuk mengantisipasinya,� ujarnya. Meski demikian, menurut Amiruddin, Perpres tersebut sebenarnya bukan merupakan aturan baku, tidak tertutup kemungkinan Perpres itu diubah. Artinya, Perda RTRW Kota Medan tetap bisa dipergunakan. “Bisa saja nanti Perpres disesuaikan, tapi saya menilai penggunaan dua bandara internasional di Sumut bisa juga berlaku. Bandara Polonia yang berada di pusat kota akan lebih memudahkan akses masuk tamu-tamu pemerintah ke Sumut,� katanya. (BEN)

Hendak Cairkan Banatuan

Ruang Binsos Provsu Ramai Dikunjungi Masyarakat Medan-andalas Tidak seperti biasanya, sepekan awal bulan Desember 2011 ini, Kantor Bina Sosial dan Kesejahteraan Rakyat (Binsos Kesra) Setdaprovsu yang berada di Lantai III di Kantor Gubsu, tampak ramai didatangi tamu, baik dari masyarakat maupun pengurus Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ingin mencairkan proposalnya. Amatan andalas, Kamis (9/ 12), umumnya para tamu yang membawa map ataupun tas ini menanyakan para staf di Biro Binsos Kesra apakah proposal permohonan

bantuan kepada Pemprovsu sudah dapat diambil dananya. “Saya sudah 3 hari ini mendatangi ruang Binsos ini untuk menanyakan proposal meminta bantuan masjid

apakah dananya sudah bisa dicairkan, ternyata jawaban staf di sini belum bisa dicairkan karena belum ada perintah pimpinan. Sementara kita berharap sekali bantuan tersebut dicairkan agar masjid kami bisa diperbaiki,� ujar Enos Sembiring kepada andalas, Kamis (9/12). Hal senada juga dikatakan Suasana. Dia mengakau sengaja datang ke ruang Binsos Kesra Setdaprovsu untuk menanyakan proposal yang diajukannya memohon bantuan biaya perkuliahannya kepada gubenernur,

apakah sudah bisa uangnya dicairkan. “Kita datang ke sini untuk menanyakan itu, sebab dana bantuan tersebut sangat terbatas sementara yang meminta bantuan cukup banyak. Jadi, mau tidak mau saya harus menanyakan perkembangan soal proposal itu kepada staf yang terkait agar tidak ketinggalan, bang,� ucap mahasiswa S2 di salah satu perguruan tinggi negeri di Medan itu. Sementara itu, Kepala Biro Binsos Kesra Sakhira Zandi, yang hendak dikonfirmasi, Kamis (8/12) tidak berada di

kantornya. Menurut salah seorang staf di Biro Binsos, Sakhira sedang tugas di luar mendampingi Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho. Informasi yang diterima andalas dari salah seorang staf bernama Dedi, anggaran untuk bantuan kepada mahasiswa, masyarakat, masjid, gereja dan lainnya memang belum bisa dicairkan, karena belum ada perintah pembayaran dari pimppinan. “Mungkin pertengahan bulan ini, saya rasa anggaran untuk bantuan itu maupun hibah sudah bisa dicairkan,� ujarnya. (WAN)


HUKUM & KRIMINAL

Jumat 9 Desember 2011

Pengedar dan Kurir Ganja Diringkus Perbaungan-andalas Dua tersangka narkoba yang diduga berperan sebagai pengedar dan kurir diringkus timsus Polisi Resor Serdang Bedagai (Polres Sergai) dari kediaman masing-masing, Selasa (6/12) sekira pukul 21.30 WIB. Kedua tersangka masingmasing, Arifin Simanjuntak alias Arifin, 38, (foto) warga Dusun II, Desa Pasar Bengkel, Kecamatan Perbaungan, Sergai dan Wahyudi alias Yudi, 25, warga Dusun II, Desa Kota Galuh, Kecamatan Perbaungan, Sergai. Penangkapan kedua tersangka berawal dari informasi warga. Kemudian petugas menyaru sebagai pembeli, kepada Arifin. Setelah daun ganja diperlihatkan, petugas kemudian meringkusnya, lalu dilakukan pengembangan. Hasil dari pengembangan, setengah jam kemudian petugas berhasil meringkus Yudi dari tempat tinggalnya, selanjutnya bersama barang bukti, keduanya di boyong ke Sat Res Narkoba Polres Sergai guna

penyilidikan lebih lanjut. Di ruangan penyidik Sat Res Narkoba Polres Sergai, Arifin mengaku, hampir setahun menjadi bandar ganja. “Setahun kurang jadi bandar ganja. Ganjanya aku beli perons dari Tembung yang dibeli oleh Yudi seharga Rp450 ribu kemudian dijual Rp10 ribu perpaket,� ucap pria lajang tersebut. Sementara itu, Yudi mengaku hanya sebagai kurir mendapat upah Rp100 ribu setiap kali membeli ganja dari Salman warga Tembung, Medan. “Aku hanya disuruh membeli bang. Sudah sembilan kali membeli ganja dari Salman,� jelasnya. Kasat Res Narkoba Polres Sergai, AKP Nopiardi melalaui Kasubag Humas Polres Sergai, AKP ZN Siregar membenarkan penangkapan tersebut. Kedua tersangka bersama barang bukti berupa 23 amplop daun ganja, 2,0 gram daun ganja yang belum di bungkus serta uang Rp 154 ribu diamankan di Mapolres Sergai, tandas Kasubag. (RYAD)

Keberadaan Sopir Mobil CPO Masih Misterius Belawan-andalas Kepolisian Sektor Medan Labuhan hingga saat ini masih melakukan pengusutan dugaan pembajakan mobil pengankut crude palm oil (CPO) asal pabrik kelapa sawit (PKS) Tanjung Semontok. Sebagai bahan penyelidikan, polisi masih mengamankan mobil BM 8566 AD milik PTPN I Aceh itu. Sementara itu, sopir mobil CPO, Syahrizal (45) warga Lengkong Langsa Aceh Timur hingga saat ini belum diketahui keberadaannya (misterius). Sebelumnya, mobil tanki yang diduga dibajak tersebut berangkat dari PKS Tanjung Sementok dikemudikan Syahrizal sendiri tanpa kernet, Senin (5/12) bersama satu mobil tanki yang dikemudikan Hendra Mulia dan kernetnya Yopi juga bermuatan CPO. Di Langsa mobil yang dikemudikan Hendra Mulia bocor ban maka dilakukan penempelan ban namun mobil yang diduga dibajak itu terus jalan menuju Pelabuhan Belawan persisnya tujuannya ke PT Musim Mas. Mobil tanki yang dikemudikan Hendra Mulia tadi, keesokan harinya, Selasa (6/12) sudah sampai di PT Musim Mas dan menurunkan muatan. Karena tidak melihat mobil yang dibajak itu Yopi menanyakan ke manajemen PT

Musim Mas keberadaan mobil tanki BM 8566 AD. Semua menjawab tidak tahu. Usai mobil tanki yang dikemudikan Hendra Mulia menurunkan muatan selanjutnya jalan menuju pulang ke Aceh. Di Jalan Kapten Sumarsono, Helvetia persisnya di depan SPBU Helvetia mobil tanki BM 8566 AD itu ditemukan sedang di parkirkan di pinggir jalan. Atas temuan itu diberitahukan kepada Manajemen PKS Tanjung Sementok untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah diperiksa ternyata muatan mobil tanki itu seberat 22 ton sudah tidak ada atau mobil tanki itu sudah kosong. Kemudian dilakukan pencarian terhadap sopirnya, Syahrizal juga tidak ditemukan. Dari hasil pemeriksaan lanjut oleh manajemen PKS Tanjung Sementok dari dalam mobil itu hilang speedo meter, dongkrak. Kejadian itu dilaporkan ke Polsekta Medan Labuhan supaya mobil tanki BM 85566 AD itu ditarik ke Mako Polsek Medan Labuhan sambil membuat laporan pengaduan. Ketika dikonfirmasi kejadian itu ke Kanit Polsek Medan Labuhan, AKP Oktavianus, Rabu (7/12) membenarkan telah menerima pengaduan dari salah seorang Staf PTPN I Aceh, Junaidi dan saat ini sedang diproses penyelidikan.(DP)

DIBAJAK – Mobil tanki BM 8566 AD yang diduga dibajak OTK terlihat masih diamankan di depan Makopolsek Medan Labuhan. andalas/DP

harian andalas | Hal.

4

Mrs-X Diduga Tewas Dibakar Mayatnya Ditemukan di Perkebunan Sawit Sun Lee Tebing Tinggi-andalas Warga Dusun II, Desa Binjai, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai dihebohkan dengan ditemukannya sesosok mayat wanita tanpa identitas (Mrs-X) di lahan perkebunan sawit milik UD Serasi Jaya milik Sun Lee, warga Kota Tebing Tinggi, Kamis (8/12) sekira pukul 09.30 Wib. Saat ditemukan, kondisi mayat wanita yang diperkirakan berusia dua puluhan tahun ini hangus terbakar dan sulit dikenali serta nyaris tinggal kerangka. Ratusan warga yang datangan ke lokasi temuan mayat, tak satupun yang mengenal identitasnya. Ada dugaan wanita malang itu koban pembunuhan. Namun polisi masih melakukan penyelidikan sebab kematian wanita itu. Salah seorang warga, Geger (28) di TKP mengatakan, ketika itu dirinya hendak melangsir buah sawit tandan segar (BTS, –red) hasil dodosan beberapa rekannya. “Ketika aku mau melangsir buah sawit, aku sudah mencium aroma busuk di sekitar kebun ini, tapi aku tidak mencari dimana sumber bau busuk tersebut. Tiba-tiba tak jauh dari lokasi tumpukan buah sawit yang ingin kulangsir,

EVAKUASI – Sejumlah petugas Reskrim Polsek Tebing Tinggi melakukan proses evakuasi mayat MrsX yang ditemukan di lahan perkebunan sawit milik UD Serasi Jaya milik Sun Lee di Dusun II, Desa Binjai, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai. andalas/selamet riadi kasidi aku melihat mayat terlentang yang kondisinya sudah hancur, kepalanya sudah menjadi tengkorak, langsung aku lari ketakutan sambil memberitahukan kepada teman-temanku dan warga yang melintasi jalan raya yang ada di depan sana, tak berapa lama wargapun bera-

mai-ramai berdatangan,� bilang Geger. Petugas yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terlihat sedikit kewalahan, karena selain kondisi mayat sudah tak dikenali, warga banyak yang ingin menyaksikan mayat tersebut, hingga memaksa petugas mema-

sang police line untuk mempermudah evakuasi. Kapolsek Tebing Tinggi, AKP H.E Harahap di lokasi temuan mengatakan korban tewas karena dibunuh lalu dibakar, atau korban melakukan bunuh diri dengan cara membakar diri belum dapat di pastikan. Petugas tidak ingin mengambil kesimpulan dini atau berspekulasi, selain itu juga identitas korban tidak ada serta belum ditemukan alat bukti lainnya yang bisa dijadikan petunjuk. “Indentitasnya masih belum diketahui, dari hasil olah TKP kita hanya menemukan sepasang sandal jepit, dan ditubuh korban masih terlilit bra yang juga sudah gosong, begitu juga pakaiannya sudah koyak-koyak karena terbakar dan gosong,“ ujar Harahap. Untuk mengetahui penyebab kematian sebenarnya, Kapolsek mengatakan bahwa korban akan dioutopsi terlebih dahulu ke Rumah Sakit Brimob Poldasu-Medan. “Korban kita outopsi ke RS Brimob Poldasu guna mengetahui apa penyebab kematian koban yang sebenarnya, dari sana mungkin kita bisa memastikan berapa umur korban,� ujarnya.(MET)

Mandor KPUM Ditangkap Jual Togel

KAYU ILEGAL – Kapolres Labuhan Batu, AKBP Hirbak Wahyu Setiawan ketika memaparkan pengungkapan kasus kayu ilegal di Mapolres Labuhan Batu, kemarin. andalas/iwan kesuma

Polres Labuhan Batu Sita 6 Ton Kayu Hasil Illegal Logging Rantau Prapat-andalas Satuan Reskrim Polres Labuhan Batu menyita 6 ton lebih kayu diduga hasil illegal logging dari wilayah hukum Polsek Panai Tengah dan di Jalan Umum Desa Kampung Pajak, Kecamatan NA IX – X, Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura). Dalam pengungkapan salah satu kasus atensi pimpinan polri tersebut, selain menyita kayu-kayu olahan diduga ilegal dan satu unit truk BK 8224 XS yang diperuntukan mengakut hasil kejahatan itu, Polres Labuhan Batu itu juga meringkus dua orang tersangka. Kapolres Labuhan Batu, AKBP Hirbak Wahyu Setiawan di dampingi Kasatreskrimnya, AKP Tito Travolta Hutauruk kepada sejumlah wartawan di Mapolres Labuhan Batu, Rabu (7/ 12,) mengatakan bahwa pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil giat patroli yang dilakukan secara terus menerus. Dijelaskan, pada Selasa (6/12) sekira kukul 19.00 WIB, petugas yang melaksanakan patroli rutin

kepolisian menerima informasi ada truk Mitsubishi 190 FS orange BK 8224 XS mengangkut kayu olahan yang diduga tak dilengkapi dokumen hasil hutan. Begitu informasi diterima, petugas langsung menyisir ke daerah yang dicurigai. Dan tepatnya di Jalan Umum Desa Kampung Pajak, Kecamatan NA IX – X, petugas meminta sopir, Anto Saragih untuk menghentikan truk yang dikemudikannya. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata sopir tak dapat menunjukan dokumen resmi. Guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, bersama barang bukti tersangka langsung diboyong ke Mapolres Labuhan Batu. Untuk mengelabuhi petugas,

tersangka menutup 4 ton kayu olehan itu dengan tandan buah segar (TBS). “Sebelumnya sopir truk mengaku hanya mengangkut buah kelapa sawit, lalu petugas menggeledah isi muatan truk dan mendapatkan kayu olahan yang ditutupi dengan buah kelapa sawit,� jelas kapolres. Anto Saragih mengakui pemilik kayu tersebut bernama Agus, dan kayu olahan yang diangkutnya tersebut tidak ada dilengkapi SKSHH yang dimuat dari Desa Bangun Rejo, Kecamatan NA IXX Labuhan Batu Utara dengan tujuan ke Desa Kampung Yaman, Kecamatan Aek Natas. “Tak memiliki dokumen, sehingga tersangka diamankan bersama barang bukti berupa satu unit mobil Mitsubishi 190 FS BK 8224 XS bermuatan kayu olahan ke Polres Labuhan Batu untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,� ucap Hirbak. Kapolres juga mengatakan, Anto Saragih, warga Jalan

Karya Mukti, Karya Mukti, Kecamatan Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir, Riau telah dijadikan tersangka karena diduga melakukan tindak pidana mengangkut, menguasai atau memiliki hasil hutan tanpa dilengkapi surat keterangan sah hasil hutan. Dan dijerat dengan pasal 50 ayat (3) huruf h yang diancam dengan pidana sesuai dengan pasal 78 ayat (7) UU No 41 tahun 1999 tentang kehutanan yang sudah diubah dan ditambah dengan UU No 19 tahun 2004 tentang penetapan peraturan pengganti Undang-Undang No 1 tentang perubahan atas UU No 41 tahun 1999 tentang kehutanan Jo pasal 55 ayat (1) atau pasal 56 ayat (1) e KUHPidana. Penangkapan kayu illegal ini sendiri merupakan penangkapan yang kedua dalam minggu ini setelah sebelumnya Polres Labuhan Batu juga berhasil mengamankan 4 ton lebih kayu broti ilegal dari wilayah hukum Polsek Panai Tengah. (ONE)

Medan-andalas Bulihar Sinaga (50), mandor KPUM warga Gang Dame, Kecamatan Medan Amplas ditangkap petugas Reskrim Polsek Medan Timur setelah kepergok menjual kupon judi toto gelap (togel) di Terminal Sambu, Kelurahan Gang Buntu, Kecamatan Medan Timur, Kamis (8/12) sekira16.00 WIB. Saat ditangkap dari tersangka disita barang bukti selembar kertas berisikan nomor-nomor angka togel, 1 pulpen dan uang tunai Rp330 ribu. Kapolsek Medan Timur, Kompol Patar Silalahi SIK didampingi Kanit Reskrimnya AKP Ridwan menjelaskan, dalam pemeriksaan tersangka mengaku nekad menjual kupon togel untuk mencari uang sampingan. Lebih lanjut dikatakan, tersangka ditangkap saat menulis angka tebakan para pemasang yang mayoritas sopir angkot serta sejumlah warga yang setiap harinya beraktivitas di sekitar terminal bus tersebut. Kepada petugas, tersangka juga mengaku baru seminggu merangkap jurtul togel sedangkan rekap togel dan omset penjualan disetor kepada bandarnya, Klong yang kini masih diburon. "Baru seminggu aku menulis togel, itupun sekadar mencari uang rokok saja," aku tersangka. Sebelumnya, petugas Polsek Medan Timur juga meringkus jurtul berinisial JS (50) warga Jalan Madio Santoso, Kecamatan Medan Timur. Tersangka JS ditangkap ketika sedang menulis togel di warung depan SD Inpres Jalan Pendidikan Medan Timur. Dari tersangka JS, polisi menyita 4 lembar kertas berisikan nomor togel, 4 pulpen dan uang tunai Rp123 ribu sebagai barang buktinya. (ACO)

Polisi Tangguhkan Penahanan Tersangka Pemerkosa Penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Karo dilaporkan menangguhkan penahanan dua tersangka kasus dugaan pemerkosaan terhadap seorang anak kelas VI SD di Tiganderket, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo, sebut saja Winda (13).

S

ayangnya, penangguhan penahanan diberikan kepada kedua tersangka, JS (34) dan DG (30) warga Desa Tiganderket karena adanya kesepakatan damai antara pihak orangtua korban dengan kedua tersangka disaksikan kepala desa Tanjung Morawa, Menanti Sitepu bukan didasari atas hukum yang keberatan sehingga tidak memberikan efek jera bagi pelaku. Ironisnya lagi dalam kasus itu,

penyidik menetapkan kedua tersangka hanya sebatas cabul bukan terlibat pemerkosaan dan bukan dikenakan UU RI nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Sesuai pasal 18 yang berbunyi setiap anak yang menjadi korban atau pelaku tindak pidana berhak mendapatkan bantuan hukum dan bantuan lainnya. Demikian juga pasal 20, negara, pemerintah, masyarakat, keluarga, dan orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan perlindungan anak. Kedua tersangka bahwasanya terkait dalam kasus pemerkosaan, hal itu dibuktikan dengan Trio Ananda Perangin-angin (17). Ia sendiri juga menjadi korban atas perbuatan kedua tersangka karena sebelum Winda diperkosa, Ananda Perangin-angin terlebih dahulu diikat menggunakan tali kedua tangannya ke belakang dengan ancaman senjata tajam. Lebih lanjut Trio menuturkan, peristiwa itu berawal dirinya bersama

Winda singgah di salah gubuk perladangan milik warga, Minggu (27/11) sekitar pukul 23.00 WIB sepulang dari Berastagi. “Di gubuk itu datang dua pria bertanya kepada kami, ngapain kalian. Lantas kami jawab hanya ngomong-ngomong untuk menghabiskan waktu saja sebelum balik ke rumah,� ungkap Ananda menambahkan, salah seorang tersangka berinisial JS menariknya ke luar dari gubuk. “Kedua tangan saya diikat dengan tali ke belakang dan saya juga diancam dengan senjata tajam oleh JS. Sementara DG menjaga di luar gubuk,� ungkapnya. Selanjutnya, kata Ananda, JS masuk ke gubuk dan kemudian merengut mahkota Winda. Sepuluh menit kemudian, JS keluar dan DG gentian masuk ke gubuk untuk menggilir Winda. Setelah itu kedua pelaku mengancam Ananda agar jangan memberitahukan kepada siapapun

prihal kelakuan mereka. Setelah pelaku pergi, Ananda menanyakan kepada Winda apa yang mereka lakukan di gubuk. “Hati saya hancur setelah mendengar pernyataan Winda. Saya sudah rusak bang. Saya tadi diperkosa dengan diancam pakai pisau,� beber Ananda lirih menirukan jawaban Winda. “Perkataan Winda semakin menguatkan dugaaan saya bahwasanya Winda diperkosa di dalam gubuk karena sebelumnya sewaktu secara bergantian kedua pelaku di dalam gubuk ia mendengar dari luar gubuk Winda menjerit “jangan, jangan,� ujarnya. Menurutnya, apa yang telah disampaikan, kasus yang dialaminya, semuanya juga telah disampaikan pada saat diperiksa penyidik UPPA Polres Tanah Karo di unit PPA. “Mulai dari pukul 14.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB yang memeriksanya polwan dan telah ditandatangani dalam pemeriksaan.

KASUS PEMERKOSAAN – Kedua tersangka kasus dugaan pemerkosaan saat diamankan di Mapolres Tanah Karo sebelum ditangguhkan penahanannya. andalas/robert tarigan Tetapi hasil pemeriksaan di BAP tidak ada diberi oleh juru periksa,� ungakpnya polos. Lebih lanjut dikatakan, dirinya sangat terkejut mengetahui kedua tersangka tidak ditahan lagi.

“Aku tidak senang dan keberatan kedua tersangka tidak ditahan. Saya akan melaporkan kedua tersangka karena saya juga telah menjadi korban dalam peristiwa itu,� ujarnya.(RTA)


HUKUM & KRIMINAL

Jumat 9 Desember 2011

harian andalas | Hal.

5

TABRAKAN – Petugas Satlantas Polres Sergai (tengah) ketika hendak membawa kedua sepeda motor Vixion milik korban ke Mapolres Sergai Sedangkan foto (kiri) kondisi truk colt diesel ringsek setelah ditabrak. Foto (kanan) korban Heri Mose Simaremare ketika mendapat perawatan di RSU Trianda. andalas/suppriyadi

Dua Vixion Tabrak Truk Colt Diesel, Seorang Luka Parah Perbaungan-andalas Dua unit sepeda motor jenis Yamaha Vixion tujuan Medan-Tebing Tinggi, Kamis (8/12) sekira pukul 15.30 WIB, hancur setelah menabrak truk colt diesel BK 8954 BY tujuan Pematang Siantar-Medan di Jalinsum Perbaungan-Tebing Tinggi, tepatnya di tikungan maut simpang Bangabing, Pasar Bengkel, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai. Akibatnya, salah seorang pengendara sepeda motor BK 4145 TAB, Heri Mose Simaremare (20) warga Komplek Tasbi, Blok SS, No 45, Medan, mengalami luka serius pada bagian pergelangan tangan kanan dan

pergelangan kaki kanan. Sedangkan seorang lagi pengendara, Sihar Ambarita (28) warga Amplas, Medan, pengendara sepeda motor jenis Yamaha BK 4925 AAZ hanya mengalami luka ringan. Saksi mata mengaku bernama Kamiso (46) warga Melati, Perbaungan, Sergai, sebelum kejadian sempat melihat kedua pengendara sepeda motor jenis Yamaha Vixion yang datang dari arah Medan menuju Tebing Tinggi, melaju kencang sembari beriringan dari mulai Jalinsum Desa Tualang, Perbaungan, tanpa menghiraukan pengendara lainnya. “Sebelum nabrak truk di tingkungan maut

Terdakwa KDRT Hanya Dituntut 7 Bulan Tebing Tinggi-andalas RB (21) warga Jalan Deblot Sundoro, Tebing Tinggi, terdakwa dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga, (KDRT) hanya dituntut JPU, Fitriyani SH 7 bulan penjara dalam sidang di PN Tebing Tinggi Deli, Kamis (8/12). Dalam nota dakwaan sebelumnya, RB terpaksa diadukan istrinya, Steffy Sabatini Lumban Raja ke polisi karena melakukan tindak pidana penganiayaan pada, Kamis (21/ 07) dini hari di halaman belakang rumah orangtua RB. RB memukuli istrinya dengan tangan. Selain itu, RB juga melemparkan nasi ke arah korban kemudian memukul kepala dan menjambak rambut juga mencakar wajah korban. “Terdakwa RB dijerat dengan pasal 44 ayat (1) jo ayat (4) UU No 23 tahun 2004 tentang tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga,” ujar JPU. Sidang yang dipimpin majelis hakim PN Tebing Tinggi Deli, diketuai Halida Rahardini SH MHum rencananya akan melanjutkan persidangan pada minggu depan. (MET)

Kejatisu Minta Tersangka Pembobol BNI Dihadirkan Medan-andalas Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) meminta kepada pengacara tersangka pembobolan BNI Sentra Kredit Menengah Medan, Boy Hermansyah dari kantor pengacara Ramli Taringan SH untuk menghadirkan kliennya guna dilakukan pemeriksaan. “Dari beberapa kali pernyataan di beberapa media terkait penanganan kasus BNI ini, pengacara Boy Hermansyah kerap membela kliennya terkait kasus ini. Sehingga, kita menduga kerap terjadi komunikasi antara Boy dengan tim pengacaranya. Jadi, saya meminta agar pengacaranya juga kooperatif menghadirkan Boy Hermansyah,” kata Kasi Penyidikan Kejatisu, Jufri Nasution kepada andalas, Rabu (7/12). Jufri mengaku cukup kelelahan mencari jejak Boy Hermansyah, sehingga pihaknya pun lantas meminta tim kuasa hukum untuk membantu Kejatisu mau menghadirkan kliennya tersebut menjalani pemeriksaan. Dia berkeyakinan tim kuasa hukum mengetahui keberadaan tersangka Boy Hermansyah. Hanya saja memang, Jufri membenarkan adanya ketentuan kliennya tersebut boleh dilindungi oleh kuasa hukumnya. ”Namum bila ada unsur kesengajaan menghalanghalangi proses hukum perkara ini, sesuai ketentuan juga, tim kuasa hukum dapat kita kenai sanksi,” tegas Jufri. Jufri mengakui saat ini direktur PT Bahari Dwi Kencana Lestari (Boy Hermansyah, Red) masih dicari. Yang bersangkutan sendiri belum ada etika baik untuk memenuhi panggilan penyidik untuk dimintai keterangan. “Status yang bersangkutan sendiri sudah dijadikan tersangka bersama dengan pejabat BNI Cabang Medan lainnya,’’ ujar Jufri. Dalam perkara ini, penyidik menemukan adanya dugaan penyimpangan dalam pengucuran kredit. dimana adanya pengucuran kredit investasi pembelian kebun Sawit milik PT Atakana senilai Rp74,5 miliar.(FEL)

ini, keduanya dari lewat kota Perbaungan, sudah ngebut bang. Bahkan, keduanya tidak peduli dengan pengguna jalan lainnya,” terang Kamiso, pengendara sepeda motor jenis supra yang sempat didahului kedua korban sebelum peristiwa tersebut terjadi. Hal senada juga diakui, kernet truk colt diesel bernama Junaidi (25) warga Medan Marelan, sebelum truknya ditabrak kedua pengendara sepeda motor tersebut, truk setibanya di TKP sempat berusaha mengelak agar tidak terjadi tabrakan dengan memperlambat jalannya truk dan menepi. Namun karena kedua kendaraan melaju

sangat kencang dan mengambil jalur kanan, akhirnya menabrak bagian depan kanan truk. “Kami tidak bisa lagi menghindarinya bang. Kedua pengendara sangat kencang mengendarai kendaraannya ketika menikungi jalan tikungan maut tersebut. Padahal kami sudah kepinggir namun ditabraknya juga,” ungkap Junadi mendampingi sopirnya, Irfan Ali Sanjaya (36) warga Medan, yang mengalami luka dibagian mata dan wajah ketika mendapat perawatan medis di RSU Trianda Pasar Bengkel, Perbaungan. Terpisah, Sihar Ambarita dan Heri Mose Simaremare yang diselamatkan warga ke RSU Trianda

Aniaya Warga, Oknum Polantas Polres DS Diadili Lubuk Pakam-andalas Oknum Polantas Polres Deli Serdang (DS), Briptu Ricardo Nababan, terdakwa dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap salah seorang waga Dusun XII, Desa Pasar Melintang Kecamatan, Lubuk Pakam, diadili di PN Lubuk Pakam, Rabu (7/12). Dalam surat dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rehulina Sembiring SH dihadapan majelis hakim Pontas Efendi SH menyebutkan, pada Senin, 1 Agustus 2011 sekira pukul 22.00 WIB, ketika itu korban, Menak Siagian keluar rumah untuk membeli rokok. Saat korban melintas di depan rumah makan milik Maripin Purba, korban mendengar suara mangga jatuh. Menak pun mendekat dan melihat pohon mangga yang ada di depan rumah makan itu. Melihat korban, Maripin keluar dari rumah dan men-

jumpai korban sambil bertanya mengapa Menak ada disitu. Lalu dijawab, korban, bahwa dia berada disitu karena mendengar suara mangga jatuh. Maripin memaksa Menak untuk mengaku bahwa dia (korban, –red) yang mencuri kompor gas miliknya yang hilang beberapa waktu lalu. Merasa tidak mencuri, korban membantahnya. Saat bersamaan, Maripin menelepon Briptu Ricardo Nababan untuk datang ke rumahnya karena ada pencuri yang ditangkap suaminya. Tak berapa lama, Briptu

Ricardo Nababan datang dan bertanya kepada korban apakah dia yang mencuri kompor gas. Menak Siagian menjawab bahwa tidak ada mencuri kompor gas. Korban mengaku datang karena mendengar suara mangga jatuh. Tiba-tiba, terdakwa Briptu Ricardo Nababan memukul dan menampar korban berulang kali dengan kedua tangannya. Sesuai dengan hasil visum, Menak mengalami luka lecet di pipi atas ukuran 1 cm x 0,5 cm dan luka lecet di pipi kanan ukuran 2 cm x 1 cm. Selain memukul korban, terdakwa juga menyulutkan api rokok ke tubuh korban. Usai pembacaan dakwaan, persidangan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi korban Menak Siagian. Dan sesuai keterangannya di persidangan, bahwa korban mengakui dipukul dan ditampar serta disulut dengan

api rokok oleh terdakwa Briptu Ricardo Nababan. Bahkwa surat perdamaian yang sempat ditandatangani saksi korban serta uang perdamaian sebesar Rp5 juta kembali “dirampas” oleh terdakwa Briptu Ricardo Nababan dari tangan korban. Di persidangan itu, terdakwa membantah jika dia menyulut api rokok ke tubuh korban Menak Siagian dan juga membantah “merampas” surat perdamaian berikut uang perdamaian. Namun korban Menak Siagian tetap pada keterangannya. Begitu juga saat ketua majelis hakim Pontas Efendi SH memberikan saran agar kepada kedua pihak berdamai. Tetapi korban tidak mau lagi berdamai. Sedangkan terdakwa Briptu Ricardo Nababan didepan majelis mengatakan ada niat untuk berdamai. (BOB)

Pasar Bengkel Perbaungan, guna mendapatkan perawatan medis mengaku, melaju kencang beriringan ketika mengendarai sepeda motor. Tabrakannya terjadi ketika saudaranya, Heri Mose Simaremare, sesampai ditingkungan maut hilang kendali saat menikungi jalan, lalu menabrak bagian depan truk. “Kami memang kencang saat mengendarai kreta bang. Tak kenapa saudaraku ketika menikung hilang kendali, lalu menabrak truk, jadi akupun yang dibelakang menabraknya,” tandas Sihar saat menyaksikan saudaranya terbaring kesakitan di ruangan UGD RSU Trianda sebelum dirujuk ke RSUD Pirngadi Medan. (RYAD)

Polsek P Susu Ringkus Spesialis Pembobol Toko Pangkalan Susu-andalas Petugas Reskrim Polsek P Susu, Polres Langkat meringkus spesialis pembobol toko di rumah tersangka di Lingkungan IX Jalan Nurul Huda, Kelurahan Bukit Jengkol, Kecamatan P Susu, Kabupaten Langkat, Senin (6/12) dini hari. Tersangka Wahyudin alias Ipun, 32 (foto) ditangkap ketika sedang tidur. Saat ditangkap dari tersangka, petugas menyita barang bukti satu unit laptop dan printer yang disembunyikan di belakang rumah warga. Kapolsek P Susu, AKP Untung Robhet P SH ketika dikonfirmasi melalui Kanit Reskrimnya, Aiptu D Situmorang, Selasa (6/12) mengatakan, aksi pencurian yang dilakukan tersangka pada 30 November 2011 di toko pakaian dan sepatu milik korban, Mardysal di Jalan Tambang Minyak. Dalam aksinya sebelum membobol toko korban pelaku terlebih dahulu mengintai kondisi toko. Setelah dirasakan aman, pelaku bersama dua orang temannya (buron, red) masuk dan menggasak barang dagangan korban senilai Rp20 juta. “Hasil kejahatan, sudah kami jual dan uangnya kami bagi tiga untuk belanja keperluan rumah dan foya-foya,” kata tersangka di sel Makopolsek P Susu, kemarin. (SA)

Terkait Penanganan Kasus Dugaan Korupsi

Kasi Pidsus Marah Dituding “Main Mata” dengan Pejabat Pemko Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebing Tinggi melalui Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus), Muhammad Zulfan Tanjung SH terlihat marah ketika mendengar tudingan pihaknya ada “main mata” dengan Pemko dalam menangani berbagai dugaan korupsi yang diduga melibatkan sejumlah nama pejabat di jajaran Pemko Tebing Tinggi.

D

idampingi Wisjnu Wardhana Moenthe SH, Zulfan menegaskan bahwa pihaknya dalam menangani berbagai kasus dugaan korupsi pihaknya tidak pernah melakukan konspirasi dengan pihak Pemko Tebing Tinggi. “Saya selaku aparat negara yang dipercaya untuk menindaklanjuti kasus

dugaan korupsi merasa gerah mendengar adanya rumor yang mengatakan bahwa pihak kami “main mata” dengan pihak Pemko,” ucap Zulfan kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Rabu (7/12). Zulfan mengakui bahwa pihaknya saat ini tengah menangani tujuh kasus dugaan korupsi dalam tahap penyidikan. Ketujuh kasus tersebut antara lain, kasus dugaan korupsi Rumah Potong Hewan (RPH, red) tahun anggaran 2006 dengan nilai kontrak sebesar Rp600 juta dan kerugian negara sebesar Rp179.600.000. “Tersangka utamanya AS dan saksisaksi yang telah kami panggil sebanyak 5 orang, antara lain mantan kadis Pertanian Drh AD, pemegang kas daerah, keuangan Dinas Pertanian, Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan kedua pemilik tanah. Kasus ini dalam tahap penyidikan, karena masih menunggu estimasi Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan

(BPKP)),” ucap Zulfan. Untuk kasus tindak pidana korupsi penyalahgunaan anggaran pengadaan lahan kantor Camat Bajenis tahun anggaran 2007 dengan nilai kontrak sebesar Rp286 juta dan kerugian negara sebesar Rp36 juta, tersangka utama MWN yang sampai saat ini dalam status DPO, dan saksi-saksi juga belum pernah dipanggil. Kasus runtuhnya atap gedung SMP 2 tahun anggaran 2009 kerugian negara yang ditimbulkan sebesar Rp43 juta dan kerugian yang ditimbulkan sudah dikembalikan ke kas negara dan dengan tersangka utama TJ sebagai pimpro .dan nilai kontrak sebesar Rp.656.850. 000. Sedangkan kasus dugaan penyalahgunaan anggaran peningkatan Jalan Pulau Sumatera di Kelurahan Persiakan, Kecamatan Padang Hulu tahun anggaran 2009 juga masih dalam penyidikan dengan tersangka utama MR. Nilai kontrak

sebesar Rp960 juta, dan kerugian negara yang ditimbulkan sebesar Rp359 juta, juga masih dalam tahap penjidikan. Untuk kasusu penyalahgunaan anggaran perparkiran berupa tindakan “mark down” di Dinas Perhubungan tahun anggaran 2009 dengan nilai kontrak Rp225 juta dan kerugian negara yang ditimbulkan sebesar Rp42 juta juga masih dalam tahap penyidikan. Kasus dugaan korupsi “mark-up” penambahan arus di RSUD dr Kumpukan Pane tahun anggaran 2009 dengan kerugian negara yang ditimbulkan sebesar Rp596 juta dari hasil temuan Badan Pengawas Keuangan (BPK) dengan tersangka utama Dr VK. Nilai kontrak sebesar Rp1,4 miliar. Selanjutnya kasus Dana Bagi Hasil (DBH.) tahun anggaran 2008-2010 senilai Rp367 juta dengan tersangka Drs SRL dan kerugian negara sedang dalam perhitungan ahli. (MET)


RAGAM

Jumat 25 November 2011

Jumat, 9 Desember 2011

Rekening Siswa Bernilai Miliaran Rupiah Harus Diusut Medan-andalas Sejumlah rekening anak sekolah (siswa) yang bernilai miliaran rupiah perlu diusut penegak hukum. Tidak mungkin seorang pelajar yang masih menimba ilmu dan belum lagi bekerja, bisa memiliki rekening hingga mencapai nilai miliaran rupiah. Hal ini sangat mengherankan dan perlu dipertanyakan. "Kasus temuan PPATK yang mengejutkan tersebut harus diselidiki dan dari mana dana sebesar itu diperoleh, serta siapa yang pula yang menyimpankannya," kata Pakar hukum pidana Universitas Sumatera Utara, Dr Pedastaren Tarigan, SH di Medan, Kamis (8/12). Namun hal ini seluruhnya tergantung kemauan dan tanggung jawab dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun aparat kepolisian dan kejaksaan untuk menelusuri asal keuangan sebesar itu. "Rekening pelajar tersebut bisa saja diduga diperoleh seseorang dari hasil korupsi, pencucian uang dan penyembuyiaan uang dari tindak pidana kejahatan.Ini mereka lakukan dalam rangka penyelamatan dari perbuatan melanggar hukum tersebut," kata Kepala Laboratorium Fakulktas Hukum USU itu. Pedastaren mengatakan, penyimpanan uang ke rekening pelajar maupun pihak keluarga lainnya yang diduga hasil dari kejahatan korupsi, hasil judi maupun pencucian uang yang cukup besar, merupakan salah satu strategi seseorang untuk menutupi atau menghilangkan jejak. Namun, katanya, dalam hal ini aparat penegak hukum maupun institusi terkait lainnya jangan mau lengah dan diperdaya oleh pelaku kejahatan maupun koruptor. "Penegak hukum harus lebih jeli dan dapat bekerja ekstra keras untuk menyelidiki kasus temuan PPATK mengenai pelajar mempunyai rekening yang cukup besar itu.Bisa saja rekening tersebut bersumber dari orang tuanya atau sanak keluarganya yang sengaja menyembunyikan uang hasil kejahatan korupsi," kata staf pengajar pada Fakultas Hukum USU itu. Lebih jauh dia menjelaskan, dengan mengusut rekening milik pelajar tersebut akan dapat diketahui nantinya siapa pemilik yang sah mengenai uang itu.Hal ini juga dapat dijadikan pengusutan awal oleh aparat penegak hukum tersebut. "Penyimpanan rekening kepada pelajar tersebut merupakan cara baru bagi koruptor dan praktik pencucian uang agar tidak diketahui penegak hukum.Cara-cara yang seperti itu diharapkan juga harus dapat dipantau penegak hukum,dan jangan sampai tidak mengetahuinya," kata Pedastaren. (MA/ANT)

Harian andalas memberikan ruang dan kesempatan bagi guru dan siswa/siswi untuk mengirimkan hasil karya tulisan, puisi dan informasi berita seputar aktivitas kegiatan sekolah kirimkan melalui email : andalasnewsmedan@gmail.com

Tiga Prodi Magister UMSU Selesai Diakreditasi Medan-andalas Tiga Program Studi (Prodi) Magister (Strata 2) di lingkungan Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), yakni Magister Ilmu Komunikasi (MIK), Magister Manajemen (MM) dan Magister Kenotariatan (MKn) selesai diakreditasi oleh asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. "Tahap akhir proses akreditasi yaitu visitasi atau kunjungan oleh asesor telah selesai dilaksanakan dengan baik. Dalam kegiatan visitasi asesor melihat langsung keadaan dan kondisi program studi untuk diberikan penilaian," kata Direktur Program Pascasarjana UMSU Prof Edi Warman didampingi Ketua Program MKn, Surya Perdana, Ketua Program MM, Syahril Eefendi Pasaribu, dan Ketua Program MIK Iskandar Zulkarnain di Kampus I UMSU, Jalan Ge-

dung Arca Medan, Kamis kemarin. Edi Warman menjelaskan, kegiatan visitasi atau kunjungan asesor untuk Program Magister Kenotariatan digelar pada 28-30 November 2011. Asesor yang mengunjungi Magister Kenotariatan adalah Marshudi yang juga Dekan Fakultas Hukum UGM Yogyakarta dan Etty R Agoes, Guru Besar Fakultas Hukum Unpad Bandung. Sebelum itu, visitasi juga dilakukan terhadap Magister

Manajemen pada 13-15 November 2011 dengan asesor Prof Augusty Ferdinand dan Jhon Suprihanto. Dalam kunjungan itu, dua asesor memberikan pandangan positif terhadap keberadaan Magister Manajemen UMSU. Sedangkan untuk Program Magister Ilmu Komunikasi visitasi dilakukan pada 22-24 November 2011 lalu. Untuk Magister Ilmu Komunikasi, asesor yang datang adalah Walder E Tinambunan, Guru Besar Ilmu Komunikasi UNRI dan Sunarto yang juga Rektor Universitas Moestopo Beragama Jakarta. Menurut Edi Warman, sebelum visitasi dilakukan, ketiga program magister tersebut lebih dulu mengirimkan berkas borang akreditasi pada pertengahan Nopember 2011 ke BAN-PT di Jakarta. Setelah melewati asesmen kecukupan di BAN-PT, ketiga program studi dinyatakan layak untuk diakreditasi dan

6

harian andalas | Hal. 6

Alumni 86 dan 87 SMA Angkasa akan Gelar Reuni Perak

dilanjutkan dengan kegiatan visitasi atau kunjungan asesor. "Kalau tidak layak, biasanya asesor tidak akan turun, artinya tidak akan diakreditasi," ucapnya. Edi Warman berharap dengan selesainya akreditasi ini, akan menumbuhkan kepercayaan masyarakat untuk menimba ilmu di Program Pascasarjana UMSU. Apalagi menurut aturan Dirjen Dikti Kemendikbud, mulai tahun 2012 program studi yang tidak terakreditasi tidak dibenarkan mengeluarkan ijazah. Ketua Program Magister Ilmu Komunikasi Iskandar Zulkarnain menambahkan, para asesor memberikan apresiasi kepada Program Pascasarjana UMSU karena berani mengajukan akreditasi padahal baru berjalan 2 tahun dan belum memiliki lulusan. "Biasanya program studi baru enggan mengajukan akreditasi dengan alasan belum siap," katanya. (HAM)

dok/andalas

PENGAWASAN- Para siswa di Kota Medan masih ada ditemukan berkumpul di pusat perbelajaan usai pulang sekolah. Peran orangtua dalam mengawasi anaknya usai pulang sekolah perlu ditingkatkan untuk menghindari terjadinya tindakan kriminalitas terhadap pelajar. IKLAN

harian andalas | Hal.

Medan-andalas Alumni SMA Angkasa akan mengadakan Reuni Perak 25 Tahun, dengan tujuan meningkatkan kebersamaan, memberikan saran atau masukan kepada sekolah maupun pemerintah tentang sistem pendidikan, serta sekaligus menjalin kembali tali silaturahmi sesama Alumni SMA Angkasa 86 dan 87 setelah 25 tahun berpisah. Penjelasan itu disampaikan Ketua Panitia Pelaksana Reuni Wahyu Suharto didampingi Wakil Ketua Hariyani (Henny), Sekretaris Armansyahputra, Bendahara Zaenab, Humas Fakhruddin beserta pengurus lainnya, diantaranya, Irwansyah, Sugeng, Nurhakimah, Neneng, Nita kepada wartawan di Medan, Rabu (7/12) kemarin Kegiatan ini lebih ditekankan pada kegiatan intern, karena disadari masih banyak alumni angkasa tahun 86 dan 87 yang kehidupannya sangat memprihatikan dan seyogyanya perlu dukungan dari para alumni yang telah berhasil. "Kegiatan reuni perak ini, akan dilakukan penggalang seluruh alumni SMA Angkasa baik yang berada di Medan maupun di luar Kota," kata Wahyu Suharto. Sementara Wakil Ketua Hariyani menyatakan rasa optimisnya kalau rencana reuni perak tersebut akan meriah. Karena kegiatan Reuni Perak SMA Angkasa ini yang pertama kali dilaksanakan, dengan bertajuk "Semarak Bersama Alumni". Karena rangkaian acaranya, out bond, hiburan dendang dan lagu, silaturahmi dan persiapan membentuk STM atau pengajian alumni. "Walaupun acara ini baru pertama kali diadakan, tapi kita akan berusaha menyiapkan semaksimal mungkin. Selain dihadiri alumni, juga dihadiri guru dan mantan guru-guru kedua sekolah, Dan Lanud serta tokoh masyarakat," kata Fakhruddin selaku Humas. Oleh karenanya, untuk mensosialisasikan kegiatan tersebut, panitia juga telah menyiapkan email dan facebook khusus menampung segala ide, saran guna mendukung perjalanan kerja panitia. Untuk para alumni SMA Angkasa, dapat mengakses facebook Semacok Ankasa (satotok@yahoo.com) dan email sema.ankasa@yahoo.com. "Kita juga akan memasang spanduk di berbagai lokasi terutama di daerah sekitar Kota Medan, minimal kawan-kawan alumni bisa dapat info. Karena kalau lewat undangan kita belum dapat alamat yang pasti," ujar Irwansyah menambahkan. Selain itu, panitia Reuni Perak SMA Angkasa juga akan melakukan pertemuan kedua di Menara Lexus di Jalan Sisingamangaraja pada Sabtu 17 Desember mendatang, dimulai pukul 15.00 Wib. "Kita harapkan bagi alumni SMA Angkasa, pemberitaan ini juga merupakan undangan bagi para alumni untuk dapat menghadiri pertemuan tersebut," ungkap Irwansyah. (REL/MA)


Jumat 9 Desember 2011

FAMILY RENTAL MOBIL (PT) APV Kj. Kapsul pkt hmt 10 jam, Altis, L-300, Innova, L. Cruiser, N-Eyes, Bus, Hrn, Mgn, Bln, Utk dlm dan di luar kota. Hotline: 7734 2359 / 0819 3328 4540

IKLAN

harian andalas | Hal.

7


OLAHRAGA

Jumat 9 Desember 2011

harian andalas | Hal.

8

HASIL DAN KLASEMEN LIGA CHAMPIONS GRUP A Bayern Muenchen* Napoli* Manchester City Villarreal

6 6 6 6

4 3 3 0

1 2 1 0

1 1 2 6

11-6 10-6 9-6 2-14

13 11 10 0

6 6 6 6

3 2 1 1

1 2 4 3

2 2 1 2

8-7 9-8 3-5 6-6

10 8 7 6

6 6 6 6

3 3 2 0

3 2 3 0

0 8-4 1 11-10 1 11-8 6 3-11

12 11 9 0

6 6 6 6

6 2 2 0

0 2 2 0

0 2 2 6

19-2 9-7 6-6 3-22

18 8 8 0

LIGA CHAMPIONS

6 6 6 6

3 3 2 0

2 1 2 3

1 2 2 3

12-4 8-8 12-7 2-16

11 10 8 3

DUO MANCHESTER OUT

6 6 6 6

3 3 3 1

2 1 0 1

1 2 3 4

7-6 7-4 8-6 1-12

11 10 9 4

6 6 6 6

2 2 2 1

3 3 2 2

1 1 2 3

7-5 6-6 7-7 6-8

9 9 8 5

6 6 6 6

5 2 1 0

1 3 2 2

0 1 3 4

20-4 11-8 4-11 2-14

16 9 5 2

GRUP B Inter Milan* CSKA Moskwa* Trabzonspor Lille GRUP C Benfica* FC Basel* Manchester United Otelul Galati GRUP D Real Madrid* Lyon* Ajax Amsterdam Dinamo Zagreb GRUP E Chelsea* Bayer Leverkusen* Valencia Racing Genk GRUP F Arsenal* Olympique Marseille* Olympiacos Borussia Dortmund GRUP G APOEL Nicosia* Zenit St Petersburg* FC Porto FC Shakhtar Donetsk GRUP H Barcelona* AC Milan* Viktoria Plzen BATE Borisov * Lolos ke babak 16 besar

Sir Alex: Ini Kegagalan Besar Basel-andalas Dalam perspektif Sir Alex Ferguson, bermain di Liga Europa adalah sebuah kegagalan besar. Ia pun terang-terangan mengaku kecewa dengan hasil yang didapat skuadnya. Manchester United harus puas turun kasta turnamen setelah kalah 1-2 dari FC Basel, Kamis (8/12) dinihari WIB. Padahal The Red Devils hanya butuh hasil imbang untuk lolos ke babak 16 besar. Catatan tersebut bisa dibilang sebuah penurunan untuk MU, mengingat mereka tiga kali menjadi finalis dalam empat musim terakhir di Liga Champions. Sir Alex sendiri mengatakan bahwa Liga Europa tidak pernah ada di benaknya. "Tentu saja kami kecewa. Tak mungkin ada perasaan lain selain itu," ujarnya seusai laga seperti dikutip dari situs resmi klub. "Kami memenangi penguasaan bola dan punya banyak sekali kesempatan di sepertiga akhir lapangan. Beberapa serangan yang kami bangun juga sangat bagus. Namun, kami harus mengatakan bahwa penyelesaian akhir kami sangat mengecewakan." "Liga Europa adalah turnamen yang tak pernah saya ikuti di United. Ini hanya berarti satu hal, pertandingan di hari Minggu, lalu pertandingan di hari Kamis, dan Minggu lagi." "Inilah yang harus kami hadapi dan ini bukanlah yang terbaik. Tapi, ini adalah hukuman yang harus kami terima karena tak lolos malam ini," tandasnya.(NET)

Basel-andalas Finalis tiga kali dari empat tahun terakhir, Manchester United tersingkir di babak penyisihan grup Liga Champions. Adalah FC Basel yang menghadirkan petaka bagi MU setelah meraih kemenangan 2-1 (1-0) di St Jacob Park, Kamis (8/ 12) dini hari WIB. MU memulai babak pertama dengan permainan menawan. Starting line-up yang diturunkan Sir Alex Ferguson menyiratkan permainan agresif menyerang dan itu terlihat di awal babak pertama. Namun ketika babak pertama berjalan delapan menit, MU dikejutkan oleh gol kubu tuan rumah. Setelah Chris Smalling bertabrakan dengan Nemanja Vidic, umpan Xherdan Shaqiri dituntaskan dengan baik oleh Marco Streller. Basel memimpin 1-0. Gol tersebut menghentak MU. Ritme permainan tim tamu jadi kacau. Basel semakin rajin menekan dan berimbas minimnya ruang bagi Ashley Young dan Nani di sektor sayap. Ketika babak pertama tinggal beberapa menit MU mendapat kabar buruk. Kapten tim Nemanja Vidic mengalami cedera dan ditandu keluar lapangan untuk kemudian digantikan Jonny Evans. Posisi 1-0 tetap dipertahankan Basel hingga turun minum. Ferguson melakukan perubahan begitu pertandingan berjalan 64 menit. Danny Welbeck yang notabene seorang penyerang masuk menggantikan Young. Welbeck menemani Wayne Rooney di lini depan dan Park JiSung ber-

geser ke sektor sayap. MU berpeluang menyamakan kedudukan ketika pemain Basel Markus Steinhofer nyaris melakukan bunuh diri ketika kurang sempurna mengantisipasi umpan silang Nani. Setan Merah terus merangsek dan Federico Macheda dimasukkan untuk menambah jumlah penyerang. Namun, enam menit sebelum waktu normal berakhir, MU harus menelan kekecewaan untuk kedua kalinya. Striker veteran Swiss Alexander Frei menjebol gawang MU untuk kedua kalinya melalui sundulan. Peluang MU untuk menyamakan kedudukan dikuak Phil Jones. Satu menit sebelum pertandingan berakhir, tandukan bek muda Inggris itu memperkecil ketinggalan. Namun begitu, MU tetap tak mampu menyamakan kedudukan dan harus puas lengser ke Liga Europa. Basel melangkah ke fase knock-out mendampingi Benfica yang lolos selaku juara Grup C usai mengalahkan Otelul Galati 1-0. Gol tunggal Benfica dijaringkan Oscar Cardozo di menit keenam. Menang Tapi Gagal Semenntara itu, Manchester City yang menuai kemenangan 2-0 dari Bayern Muenchen pada partai terakhir Grup A. Akan tetapi, kemenangan itu terasa hambar karena mereka gagal melangkah ke babak 16 besar Liga Champions karena pada pertandingan lain di grup yang sama Napoli berhasil menundukkan Vil-

larreal 2-0 di Estadio El Madrigal, Kamis (8/ 12) dini hari WIB. Meski sadar membutuhkan kemenangan pada partai ini, tapi City tak mampu mengembangkan permainan terbaiknya begitu kickoff babak pertama dimulai. Tempo permainan lambat dan tentunya kondisi ini sangat disukai Bayern yang sudah memastikan lolos sebagai juara grup. City butuh momentum dan akhirnya David Silva mampu memecahkannya di menit ke-36. Gol indah dari aksi ciamik Silva yang melepaskan tembakan kaki kiri mendatar ke pojok gawang. Hans-Jorg Butt tak dapat menghalau dan City memimpin 1-0. Permainan City jadi lebih trengginas. Sebuah peluang dari tendangan Sergio Aguero lemah datangnya sehingga bisa diantisipasi Butt. Babak pertama ditutup 1-0 untuk City. City menjaga momentum di awal babak kedua. Permainan cepat mereka merepotkan Bayern yang banyak menurunkan pemain lapis kedua. Pada menit ke-52, Manchester City memperoleh gol kedua. Kerja sama segitiga yang apik dengan Sergio Aguero dan Edin Dzeko, Yaya Toure menyontek bola melewati sela kaki Butt. City memimpin 2-0. Skor 2-0 itu bertahan hingga wasit menyudahi permainan. Akan tetapi hasil itu tetap terasa pahit karena tak mampu membawa mereka ke babak berikutnya. The Citizens harus puas mendapat jatah tiket

berlaga di babak 32 besar, sedangkan Bayern sudah memastikan lolos sebagai juara grup. Madrid Sempurna Dipertandingan lainnya, Real Madrid tak memberi angin buat Ajax Amsterdam. Meski telah memastikan lolos sebagai juara grup dan turun dengan mayoritas pemain lapis kedua, Los Blancos menghajar Ajax 3-0 pada pertandingan terakhir di Grup D, Kamis (8/12) dini hari WIB. Dengan hasil di Amsterdam Arena ini, Madrid menjadi satu-satunya tim yang lolos ke babak 16 besar Liga Champions musim ini dengan catatan sempurna. Tim yang diarsiteki Jose Mourinho ini mengumpulkan 18 poin dari enam kali bertanding dan menyeploskan 19 gol dengan kemasukan hanya dua kali. Ajax, sementara itu, gagal melangkah karena kalah selisih gol dengan Olympique Lyonnais yang menang telak 7-1 di kandang Dinamo Zagreb. Meski tak diperkuat sejumlah pemain utama, Madrid tetap bertabur bintang. Karim Benzema, Gonzalo Higuain, dan Kaka turun sejak menit pertama. Mereka pun memimpin saat babak pertama berumur 14 menit. Jose Maria Callejon tak membuang kesempatan ketika menerima umpan terobosan Kaka. Madrid unggul 1-0. Ajax berusaha membalas dan beberapa kali mengancam, namun Madrid lebih efektik. Dari sedikit peluang, Higuain menjebol gawang tuan rumah untuk kedua kalinya di menit ke-41. Di babak kedua kembali Ajax bermain menyerang, sebelum menuai kekalahan tiga gol tanpa balas di kandang sendiri usai Callejon menciptakan gol keduanya di menit terakhir. (NET)


OLAHRAGA

Jumat 9 Desember 2011

harian andalas | Hal.

9

Berada di Grup Maut

Harian andalas tak Gentar Medan-andalas Dengan beradanya Harian andalas di grup maut itu, Manajer Tim M Sulaiman menyebutkan, pihaknya sangat yakin dan optimis bahwa tim futsal harian Andalas dapat melewati tantangan berat tersebut. M Sulaiman, Kamis (8/12) menyebutkan, tim futsal Harian andalas yang diisi oleh Zulfi, Dedi Ardiansyah, Gusliadi Ritonga, Asril Tanjung, Amrizal, Budi Zulkifli, Yonan Febrian, Mursal Nasution, Soetana Monang Hasibuan dan Satriadi itu, tetap akan tampil faight menghadapi lawan yang cukup tangguh. "Kami yakin dengan kekompakan dan kerjasama tim yang selama ini dilakoni dalam latihan, akan diterapkan pada pertandingan nanti," sebutnya. Sulaiman menegaskan, tim futsal Harian andalas yang akan melakukan pertandingan perdana dilangsungkan, Sabtu (10/12) di QS Futsal menghadapi tim PWI Sumut, memiliki target untuk mengambil poin penuh, agar langkah untuk melaju ke babak empat besar bisa terbuka. Sementara itu, Ketua PWI Cabang Sumut M Syahrir bersama

Ketua SIWO PWI Sumut SR Hamonangan Panggabean dan

Wakil Ketua SIWO Sumut Jhonny R Silalahi menyampaikan, digelar liga

futsal ini secara berkesinambungan, karena merupakan titik untuk

menggelar even lebih begengsi yakni yakni mematok target medali di Porwanas di Jawa Timur 2013 mendatang Hal itu disampaikannya pada acara technical meting Futsal Lega Media di Gedung KONI Sumut Jalan Pancing Medan, Kamis (8/ 12). M Syahrir menambahkan, pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan Ketua SIWO PWI Pusat, agar even ini ditingkatkan menjadi Liga Futsal Media Sumatera. "Karena itu, kita beharap agar even ini dapat meningkatkan silaturahmi antar sesame wartawan," harap Syahrir. Mengenai peserta, Syahrir mengatakan, Futsal Liga Media ini merupakan seleksi menuju Pekan Olahraga Watawan Nasional (Porwanas) 2013 mendatang, sehingga untuk tahun ini persyaratannya diperkatat. Selain itu, Syahrir berharap agar Porwanas 2019 mendatang bisa digelar di Sumatera Utara, guna mendukung Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 digelar di Sumatera Utara. Sementara itu, Ketua SIWO PWI Sumut SR Hamonangan

Medan-andalas Ambisi PSMS Medan dengan memetik angka penuh dan mematikan langkah striker Timnas Indonesia Cristian Gonzales yang memperkuat Persisam Samarinda akhirnya terwujud. Walaupun dengan susah payah Tim julukan " Ayam Kinantan" itu mengalahkan Persisam dengan skor tipis 1-0, pada lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL) tahun 2011-2012 di Stadion Teladan Medan, Kamis (8/12). Sejak awal babak, PSMS langsung melakukan penekanan ke garis pertahanan Persisam melalui umpan-umpan panjang yang mengarah ke mulut gawang lawan.Pertandingan baru berjalan tiga menit, anak anak asuh Raja Isa itu mendapat peluang emas

melalui kaki Osas Saha. Namun sayangnya bola sontekan Saha terlalu lemah dan mendarat di pelukan penjaga gawang Persisam Usman Pribadi.Berselang enam menit kemudian Zulkarnain yang mendapat peluang, namun juga gagal menciptakan gol.

Pada menit ke-30 tim tamu nyaris unggul terlebih dulu melalui sontekan Akbar Rasid memanfaatkan umpan terobosan dari Eka Ramdani, namun bola tendangannya berhasil ditepis penjaga gawang PSMS Markus Horison. Upaya tuan rumah untuk mencetak gol baru terwujud di saat "injury time" babak pertama, melalui kaki Zulkarnain, memanfaatkan umpan matang Zainal Anwar, akhirnya berhasil membobol jala Persisam hingga merubah kedudukan 1-0 untuk tuan rumah. Memasuki babak kedua, meski sudah unggul satu gol, skuad PSMS Medan tidak mengendurkan

serangan.Namun rapatnya barisan belakang Persisam yang dikomandoi Djayusman, Supriyono dan Dias Angga, serangan PSMS dapat dihalau. Menit ke-60 pemain belakang PSMS Medan, Sasa Zecevic nyaris menambah angka buat timnya memanfaatkan umpan tendangan bebas yang dilakukan Inkyun Oh. Namun sundulan pemain asal Serbia itu berhasil ditepis kiper Persisam. Berselang tiga menit kemudian giliran Zulkarnain yang mendapat kesempatan, namun itu juga terbuang percuma dan tidak berhasil menambah gol buat tim PSMS berjuluk "Ayam Kinantan".

Voli Bank Sumut Tembus Livoli Divisi Utama

andalas/ budi zulkifli

PEMBINA TERBAIK TERBAIK-Perwira Sakti Lubis saat menerima penghargaan sebagai Pembina Terbaik Bridge Masuk Sekolah dari pengurus PB GABSI

Grup A Waspada M erah Analisa andalas PWI Sumut

Grup B Waspada Putih SIB Medan Pos Mandiri

Sabtu 10 Desember 2011 Pukul 15.00 WIB Waspada Merah vs Analisa Pukul 16.30 WIB andalas vs PWI Sumut

andalas/ronny muharman

Perwira Sakti Lubis Raih Penghargaan Pembina Bridge Terbaik Stabat- andalas Tim Bridge Pelajar Kabupaten Langkat gagal meraih hasil yang terbaik dalam Grand Final Liga Bridge Siswa Nasional 2011 yang digelar di Gelanggang GOR Remaja Ragunan, Jakarta, 1- 3 Desember 2011 yang lalu. Walaupun begitu, pelatih Tim Bridge Pelajar Kabupaten Langkat yang juga Ketua Pengkab GABSI Langkat, Perwira Sakti Lubis berhasil memperoleh penghargaan sebagai Pembina terbaik dari PB GABSI. " Kita memang gagal meraih hasil yang terbaik, namun kalah atau menang adalah hal yang biasa. Karena itu, janganlah hal itu menjadi alasan untuk mundur, tapi jadikanlah hal itu sebagai cambuk dan cemeti untuk meraih hasil yang lebih baik di masamasa yang akan datang,"ujar sang pelatih, Perwira Sakti Lubis. Sedangkan penyebab dari kegagalan itu menurut Perwira adalah karena kurangnya konsentrasi dari para pemain di saat- saat akhir pertandingan. Lalu, mengenai penghargaan yang diraihnya, itu adalah buah dari kerja keras dan semangatnya yang diusungnya selama melatih dan membina para pemainnya. Lebih dari itu, penghargaan itu adalah buah dari dukungannya terhadap program Bridge Masuk Sekolah yang diusung PB GABSI. "Bagaimana pun kita harus mendukung program Bridge Masuk Sekolah karena bernilai positif untuk meningkatkan disiplin dan memacu prtestasi siswa serta menjauhkan siswa dari hal- hal yang negatif, seperti bahaya penyalahgunaan narkoba," ujarnya. (BD)

Penggabean mengatakan, persyaratan pada even tahun ini lebih ketat untuk mencari pemain yang akan dikirimkan ke Porwanas 2013 mendatang. "Kami akan berusaha untuk menggelar even ini secara rutin," jelas Monang. Sedangkan, Ketua Panitia Ir Halomoan Samosir didampingi Sekretaris Panpel M Syamsir menerangkan, Futsal Liga Media ini diikuti oleh delapan tim yang dibagi dalam dua pool dan akan digelar pada 10-18 Desember 2011 mendatang. Setiap tim diwajibkan mendaftarkan tim dengan kouta 5 wartawan PWI dan 5 wartawan non PWI dengan usia minimal 30 tahun. (YON)

Medan-andalas Tim bola voli putra Bank Sumut menjadi kekuatan baru perbolavolian nasional setelah tampil menjadi runner up Kejurnas Livoli Divisi I sekaligus memastikan diri masuk ke Livoli Divisi Utama tahun depan. Dalam pertandingan final yang berlangsung Minggu (4/12) di GOR Kota Tangerang, Banten, langkah Bank Sumut untuk meraih tertunda, setelah dijegal JML Tangerang 32. Namun tim tuan rumah tersebut sempat kewalahan melayani permainan alot yang diperlihatkan Bank Sumut. Terbukti di set pertama, Bank Sumut berhasil mematahkan perlawan tim JML Tangerang dengan poin 25-22. Demikian juga di set kedua, Bank Sumut kembali unggul 25-17. Namun memasuki babak ketiga, stamina pemain Bank Sumut menurun. Kondisi ii dimanfaatkan JML dengan mencuri kemenangan

secara berturut masing-masing 2521, 25-18 dan 15-10. Meski gagal meraih gelar juara, namun hasil yang dicapai Bank Sumut besutan Apit Diansyah dinilai maksimal. Tim Manejer Sudirman pun memuji penampilan para pemainnya yang terdiri dari Dody Ardiansyah cs, Arif Juanda Lubis, M. Al Faizun, Anton Suprapto, Dedy S. Prayugo, Santo, Raka Prayitno, Ahmad Andri, Didit Prasetyawan, Ari Suhendra, Ricky Hartono dan Supendi. "Hal lain yang cukup menggembirakan, pebolavoli Bank Sumut Arif Juanda Lubis masuk dalam pemantauan klub Jakarta Elektrik (peserta Proliga) untuk bisa mendapat pembinaan lebih baik di tangan pelatih nasional," kata Sudirman. Didampingi pelatih Apit Ardiansyah, Sudirman secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Dirut Bank Sumut Gus Irawan

selaku pembina tim yang selama ini sangat peduli dan bersemangat memberi dukungan untuk memajukan klub voli Bank Sumut. Dirut Bank Sumut Gus Irawan secara terpisah juga menyatakan rasa sukacitanya atas keberhasilan tim bola voli binaannya ini menembus level Livoli Divisi Utama untuk musim kompetisi tahun depan. Ia mengingatkan para pemain tidak larut dalam kegembiraan, tapi harus terus berlatih dan berlatih untuk meningkatkan kualitas permainannya sebagai modal tampil di Livoli Divisi Utama. " Saya berharap, tim voli putra Bank Sumut dapat meraih pretasi yang lebih baik lagi di masa mendatang. Untuk itu, teruslah berlatih. Manajemen Bank Sumut akan terus berkoitmen memberikan dukungan penuh demi kesuksesan tim voli putra kebanggaan kita ini," tandas Gus Irawan. (YON)

Sepuluh menit menjelang usainya pertandingan, pemain-pemain Persisam balik menekan barisan pertahanan tuan rumah. Berkali-kali umpan umpan matang yang diarahkan ke Gonzales cukup merepotkan pemain-pemain PSMS. Namun Sasa Zecevic yang di bertugas menempel ketat Gonzales berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Berkali-kali ia berhasil memotong umpanumpan yang mengarah ke Gonzales. Wasit Iwan Sukoco meniup pluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, kedudukan tetap tidak berubah 1-0 untuk tim tuan rumah PSMS Medan. (YON)

Kemenangan PSMS ISL Diwarnai Pintu Jebol Medan-andalas Para suporter cukup gembira dengan hasil yang dicapai oleh PSMS Medan. Soalnya, kemenangan adalah hasil langka dalam beberapa tahun terakhir, apalagi jika menghadapi tim-tim berkelas seperti Persisam. Namun kegembiraan itu dibarengi rasa kecewa karena ternyata panitia yang umumnya orang-orang baru tidak sigap. Mereka menggembok pintu stadion bagian barat atau tepatnya di sebelah kantor KONI Medan. "Saya lihat panitia tadi menggembok pintu karena takut penonton masuk dan setelah digembok mereka ntah kemana," celoteh salah seorang suporter. Karena terlambat dibuka, penonton tak sabar melompat keluar dengan memanjat tembok. Lama kelamaan, penonton yang sudah ingin keluar semakin banyak dan tak tertahankan, sehingga mereka memilih jalan pintas dengan menjebol pintu tersebut. Akibatnya, pintu rusak dan panitia harus bertanggungjawab dengan peristiwa ini. "Untungnya, PSMS menang jadi gak sampai rusuh. Kalau kalah kejadiannya bisa panjang nih," ujar suporter lainnya di tengah keramaian. (YON)


EKONOMI-BISNIS

Jumat 9 Desember 2011

harian andalas | Hal.

10

Kopi Pendukung Perekonomian dan Pariwisata Sumut

DIABADIK ANDIABADIKANAN-Forum Gubernur IMT-GT (Indonesia Malaysia Thailand-Growth Triangle) diabadikan bersama.

andalas/ist

IMTGT Forum

2017 Malaysia Pasok Listrik ke Sumatera Medan-andalas Tahun 2017 mendatang interkoneksi listrik antara Malaysia (Malaka) dengan Pulau Sumatera (Pekan Baru) selesai dibangun, sehingga diharapkan dapat mengatasi persoalan defisit listrik di Pulau Sumatera. Mega proyek interkoneksi daya Malaka-Riau ini merupakan salah satu bentuk realisasi dari Forum IMT-GT (Indonesia Malaysia ThailandGrowth Triangle) yang pertemuanya berakhir kemarin. Erick Sidgwick dari Asian Development Bank (ADB) dalam Forum Gubernur IMT-GT menjelaskan, PLN dan TNB (Tenaga Nasional Berhard) telah sepakat membentuk tim untuk bekerja dalam proyek. Diantaranya yang dilakukan adalah menyusun Studi Kelayakan Bisnis (Feasibility Studies). Antara lain untuk survei kapal bawah laut dan proses tender pada tahun 2012, sehingga pada tahun 2013 diharapkan pembangunan konstruksi interkoneksi ini dapat dimulai. Proyek pembangunan Interkoneksi ini difasilitasi ADB yang menjadi peng-

hubung kedua negara dengan dukungan pendanaan masing-masing negara dan ADB. Kerjasama ini dilatarbelakangi dengan situasi defisiti listrik di Pulau Sumatera, sehingga menjadi salah satu penghambat investasi. Sementara terjadi kapasitas berlebih daya listrik yang dihasilkan oleh TNB di Malaka. Jalur interkoneksi ini juga dapat dimanfaatkan oleh Indonesia memasok listrik ke Malaysia, apabila produksi listrik dalam negeri berlebih. "Pembangunan Interconection Power ini adalah yang terbaik yang sudah diputuskan IMT-GT Meeting dan sudah ada pembicaraan antara PLN dan TNB," kata Dato' Haji Fauzi Naim dalam sesi tanya jawab. Sementara itu, Plt Gubsu H Gatot Pudjonugroho di depan para gubernur sub-regional IMT-GT memaparkan pembangunan mega proyek Kluster Industri Kelapa Sawit Terpadu-Sei Simangke beserta infrastruktur pendukungnya untuk memperoleh dukungan pembiayaan Asian Development Bank (ADB). Proyek infrastruktur sebagai pendukung Program Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di Sumatera Utara tersebut, menurut Gatot juga mengharapkan invetasi swasta dengan konesp Public-private partnership (PPP). Gubsu menjelaskan, Sei Simangke

Industrial Cluster (SM-ISPOIC) yang hanya 40 km Pelabuhan Kuala Tanjung merupakan kawasan industri berbasis kelapa sawit yang terintegrasi. Untuk mempermudah akses ke depannya, menurut Gatot diperlukan pembangunan beberapa proyek infrastruktur pendukungnya yaitu pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung, Pembangunan Jalan Tol ruas Medan-Kuala Namu-Tebing Tinggi, Tol ruas MedanBinjai, pengembangan perkeretaapian di Sumut dan pembangunan pembangkit listrik. Dalam Forum Gubernur, hadir Gubernur Sumatera Barat DR Irwan Prayitno, Ketua Joint Business Council (JBC) IMT-GT Thailand Bonchuay Chansiliwathana Thamrong, Ketua JBC IMT-GT Indonesia, Irfan Mutyara, Ketua JBC IMT-GT Malaysia, Dato' Haji Faudzi Naim Bin Haji Noh, Wakil Ketua BKPM Indonesia Ahmad Kurniadi dan para delegasi ketiga negara. Forum gubernur ini adalah rangkaian pertemuan IMT-GT yang berlangsung sejak tanggal 5-7 Desember 2011 di JW Mariott Hotel Medan. Berbagai kerjasama juga digagas dalam pertemuan, diantaranya pembentukan paket perjalanan wisata melibatkan tiga negara, pendirian kantor bersama, pengembangan pertanian berwawasan lingkungan, pelatihan tenaga kerja dan kerjasama sertifikasi produk halal dan lain sebagainya. (WAN)

Nilai Ekspor Tembakau Sumut Naik Medan-andalas Nilai ekspor tembakau Sumatera Utara terus naik meski pelaksanaan pelelangan komoditas itu sudah dilakukan di daerah tersebut dari sebelumnya di Bremen, Jerman. "Syukur, hasil ekspor berbagai komoditas terus naik termasuk tembakau. Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) Sumut, nilai ekspor tembakau hingga Oktober naik 9,60 persen," kata Kabid Industri Kima, Agro dan Hasil Hutan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) Sumut, Ida Yani Pane, di Medan, Kamis. Nilai ekspor tembakau Sumut hingga Oktober 2011 mencapai 190,054 juta dolar AS atau naik 9,60 persen dari periode sama sebelumnya yang sebesar 173,406 juta dolar AS.

Naiknya nilai ekspor itu menunjukkan belum adanya dampak negatif sistem penjualan yang diubah dari pelelangan di Bremen Jerman ke Indonesia termasuk di Sumut. Semakin yakin tidak terpengaruh karena nyatanya ekspor golongan barang itu juga terbesar masih ke ke Jerman. Menurut infromasi, kenaikan nilai ekspor itu juga dipengaruhi naiknya harga jual dan volume ekspor komoditas yang menjadi andalan pabrik cerutu di Jerman dan beberapa negara lainnya. Kepala Urusan Humas PT Perkebunan Nusantara II, Rahmuddin, sebelumnya mengakui bahwa lelang tembakau sudah mulai dilakukan di Sumut. Meski demikian, kata dia,

perusahaan itu tetap juga mengirim contoh tembakau tersebut ke Bremen agar pedagang di negara itu atau dari negara lain bisa melihat tembakau yang akan dilelang di Sumut. Kalau pedagang asing berminat bisa melakukan pemesanan langsung, katanya. Sistem pelelangan di dalam negeri dilakukan untuk meningkatkan efisiensi. Selain menghemat biaya sewa gudang yang selama ini dikeluarkan untuk menyimpan tembakau di Bremen, pelelangan di dalam negeri juga membuat manajemen lebih leluasa dalam berjual-beli. Dengan sistem itu, diharapkan makin memperkuat daya saing dan posisi tawar tembakau Indonesia, katanya. (ANT)

Medan-andalas -andalas Potensi kopi Sumut sangat besar untuk dikembangkan. Kopi bukan hanya sekadar minuman biasa bagi masyarakat, namun juga merupakan 'alat' yang dapat mendongkrak perekonomian Sumut dan sektor pariwisata. Itu dibuktikanya dengan tersohornya kopi asal Sumut sampai manca negara. "Kopi merupakan salah satu sarana pendukung pariwisata di banyak negara dunia. Saat ini kopi sudah menjadi suguhan wajib bagi restoran, cafĂŠ, dan hotel di dunia. Posisi kedudukan pentingnya kopi bagi masyarakat dunia merupakan yang tertinggi kedua setelah bahan bakar minyak dan gas. Kopi memiliki nilai politis strategis bagi negara-negara Eropa dan Amerika," kata Hendro Setyobudi, pengusaha kopi kepada wartawan, Kamis (8/12) sore di sela-sela talkshow 'Kopi Andalan Kuliner Medan. Talkshow itu yang digelar sebelum acara puncak, launching PDT 2011 itu dihadiri narasumber Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Medan Busral Manan dan moderator Cahyo Pramono, yang juga Koordinator Humas PDT 2011. Menurut Hendra, salah satu alasan negara-negara Eropa melakukan penjajahan adalah karena ingin mendapatkan kopi. "Begitu pentingnya kopi bagi negaranegara Eropa, maka ini merupakan potensi bagi wilayah Sumut untuk dikembangkan," kata Hendra seraya menyebutkan sebuah riset melansir setiap harinya masyarakat dunia mengomsumsi 1,5 miliar cup kopi dengan asumsi 1 cup kopi setara dengan 25 gram kopi. Hendra mengatakan, kopi Sumut merupakan salah satu kopi terbaik dunia yang banyak dicari. Kopi Sumut memiliki kekhasan rasa dan kualitas yang berbeda dibandingkan dengan kopi negara

andalas/sulaiman

TALKSHOW ALKSHOW-Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Medan, Busral Manan membuka talkshow 'Kopi Andalan Kuliner Kota Medan' dalam rangka launching PDT 2011 di atrium Plaza Medan Fair, Kamis (8/12). Afrika atau Amerika Selatan. "Posisi Sumut yang terletak di daerah khatulistiwa menjadi satu kelebihan dibandingkan dengan daerah lain. Karena kopi hanya bisa hidup di daerah yang berdekatan dengan khatulistiwa, 15derajat dari utara dan 15 derajat di Selatan," kata Hendra. Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Medan, Busral Manan dalam sambutannya mengatakan, Medan bukan hanya punya bika ambon yang bisa dikembangkan, namun juga punya kopi. Sepuluh tahun lalu gaung kopi di kota Medan cukup terdengar, namun belakangan, tanpa ada alasan jelas, gaung kopi seakan melemah. Oleh karenanya, pemerintah kota Medan berharap kejayaan kopi akan kembali terjadi. Busral Manan yakin potensi wisata Kota Medan dan Sumut terus berkembang dengan munculnya berbagai lokasilokasi minum kopi yang nyaman bagi pengunjung. "Medan tak hanya dikenal dengan bika ambon, tetapi banyak lagi. Termasuk kopi. Jadi bagaimana kita bersamasama untuk mengembangkan potensi kopi ini untuk memajukan perekonomian dan wisata di Medan," ujarnya. Terpisah, Ketua Umum Pa-

nitia PDT 2011, Jhon Hugo Silalahi menambahkan, komoditas kopi dapat dikembangkan lebih luas lagi menjadi bagian dari potensi wisata andalan di Sumatera Utara. Karena masyarakat lokal luar Sumut dan sebagian turis asing yang datang ke Sumut selalu tak melewatkan untuk minum kopi saat mengujungi destinasi wisata di provinsi tercinta ini. Jhon Hugo Silalahi menambahkan, komoditas kopi juga tak bisa tak dipisahkan dari sektor pariwisata. Karena komoditas kebangaan beberapa masyarakat di kawasan kabupaten/kota di Sumatera Utara selalu saja disajikan di hotel-hotel, cafĂŠ, restoran dan lokasi-lokasi pariwisata di Sumut. Tak terkecuali di penyelenggaran Pesta Danau Toba 2011 yang diyakini dipadati pengunjung dan menjadi perhatian dunia wisata internasional. "Masyarakat maupun pengunjung yang datang ke PDT, tentu dapat menikmati aneka makanan dan minuman termasuk kopi asal Sumut yang memiliki cita rasa yang beda. Selain itu tentu masyarakat dapat menikmati aneka festival budaya, hiburan, olahraga dan pameran selama PDT berlangsung," ujarnya. (MA)

Pecinta Honda Harus Siap Tanpa Karburator Medan-andalas Perubahan teknologi secara radikal kembali akan terjadi di industri sepeda motor. Secara bertahap Honda akan mempelopori teknologi terbaru menghadirkan teknologi injeksi yang dilabel Honda dengan sebutan PGM FI (Programmed Fuel injection). Dalam deklarasi 'Cinta Honda PGM FI, Cinta Indonesia" yang dilaksanakan bulan November lalu, PT Astra Honda Motor (AHM) selaku Agen Tunggal Pemegang Merk Honda memastikan seluruh type motor Honda yang dipasarkan di Indonesia akan menerapkan teknologi PGM FI hingga akhir tahun 2013. Min Hian, Technical Service Manager CV Indako Trading Co, main dealer Honda di Sumatera Utara mengungkapkan perubahan ini akan melibatkan jaringan Honda secara luas dan sebelum Maret 2012 seluruh jaringan

purna jual resmi Honda akan dibekali kembali edukasi tentang teknologi PGM FI terkait rencana serius Honda tersebut. "Seluruh jaringan Honda telah siap memberikan pelayanan terbaik untuk teknologi injeksi hingga ke pelosok daerah. Terkait rencana penerapan teknologi PGM FI, jaringan purna jual kita telah siap sejak awal karena Honda sendiri telah mempelopori PGM FI pada Honda Supra X 125 Injeksi sejak tahun 2005 yang sekaligus juga merupakan pelopor injeksi motor massal di Indonesia. Sehingga jaringan kami telah siap sejak awal terkait rencana PGM FI ini," ungkap Min Hian, kemarin di CV Indako Trading Co. Leo Wijaya, Marketing Manager CV Indako Trading Co, menjelaskan Teknologi ramah lingkungan PGM-FI pertama kali digunakan pada tahun 1981 yang disematkan pada

motor besar Honda CX500 Turbo. Teknologi ini berevolusi dan mulai diterapkan pada sepeda motor commuter pertama kali pada tahun 2003. Di Indonesia, teknologi ini dikenal sebagai pelopor teknologi injeksi di industri kendaraan roda dua yang diperkenalkan pertama kali melalui Honda Supra X 125 PGM-FI pada tahun 2005. "Kami yakin kepeloporan teknologi ini akan memberikan banyak manfaat bukan hanya untuk konsumen, namun juga untuk lingkungan sekitarnya. Selain manfaat PGM-FI yang mampu menyumbangkan emisi yang bersih dan konsumsi BBM lebih hemat, mesin yang menerapkan teknologi injeksi ini juga akan lebih diminati karena lebih powerful dan mudah perawatan dengan harga selisih hanya 250 ribu dari type non PGM FI," tegas Leo Wijaya. (SIONG)

Rinaldi Firmansyah, CEO Idaman 2011 Versi Majalah Warta Ekonomi Medan-andalas Majalah Warta Ekonomi menobatkan 20 CEO perusahaan sebagai Indonesia Most Admired CEO 2011 dan salah satunya adalah CEO Telkom, Rinaldi Firmansyah. Ajang ini merupakan rejuvenasi atau peremajaan kembali dari riset CEO Idaman yang dilakukan Warta Ekonomi pada tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, Warta Ekonomi melakukan penilaian berdasarkan kategori bidang usahanya, menghasilkan Indonesia Most Amired CEO 2011 per kategori 16 bidang usaha sesuai pilihan responden. Kategori Telekomunikasi terpilih Perusahaan Telekomunikasi Tbk, dengan CEO Rinaldi Firmansyah. Kedua penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, yang didampingi Pemimpin Perusahaan Warta Ekonomi,

andalas/ist

PENGHARGAAN-Mantan Wapres RI Jusuf Kalla menyerahkan penghargaan dari Majalah Warta Ekonomi kepada CEO Telkom, Rinaldi Firmansyah, yang menobatkan sebagai salah satu dari 20 CEO perusahaan sebagai Indonesia Most Admired CEO 2011. Mario Alisjahbana, dan Pemimpin Umum dan Penanggungjawab Warta Ekonomi, Amir Effendi Siregar, kepada CEO Telkom, Rinaldi Firmansyah. Penyerahan

penghargaan berlangsung di Ball room 1 Hotel JW Marriott Mega Kuningan Jakarta, Selasa malam (6/12). Mario Alisjahbana dalam siaran

persnya kemarin di Medan menyebutkan, untuk menentukan siapa Most Admired CEO tahun ini, Warta Ekonomi melakukan survei responden sebanyak 1200 orang yang dipilih secara acak dari database perusahaan Warta Ekonomi di 16 bidang usaha yang ada di Indonesia. Mereka sebagian besar berlatar belakang sebagai karyawan dengan jabatan minimal Manager dan telah bekerja selama lima tahun di perusahaannya. Survei dilakukan melalui wawancara via telepon pada 20 Juni hingga 19 Agustus 2011. Kemudian dilakukan overview yang menyangkut performance, profesionalitas dan personality bersama tiga expert, yaitu Irham Dilmy (Advisor Amrop Indonesia), Mas Achmad Daniri (Ketua Komite Nasional Kebijakan Governance dan mantan Presiden Direktur PT BEJ), dan Abdul Aziz

Effendy (Senior Consultant Andrew Tani & Co). Disebutkan, hasil overview menyimpulkan bahwa pada masa sekarang performa seorang CEO tidak bisa lagi hanya dilihat dari prestasinya meningkatkan kinerja keuangan perusahaan saja. "Akan tetapi, perlu ditinjau bagaimana CEO itu dalam mengembangkan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaannya seperti Coroporate Sosial Responsibility dan program Hijau perusahaannya dan menerapkan Good Corporate Governance, keberhasilannya membuat perusahaannya menjadi sustainable. Dalam key note speech-nya, Jusuf Kalla mengucapkan selamat kepada seluruh CEO yang menjadi idaman malam ini. "Memang segala sesuatunya ditentukan oleh kepemimpinan dan bukannya organisasi.

Kepemipinan telah membuktikannya, dengan semangat untuk maju dan tumbuh serta tidak egois," tandas Jusuf Kalla, yang kini juga menjabat Ketua PMI. Dalam acara yang sama Dirut Telkomsel termasuk yang terpilih 20 besar Indonesia Most Admired CEO 2011. Empat Anugerah BUMN 2011 Pada kesempatan lainnya, Telkom juga berhasil meraih 4 penghargaan di ajang Anugerah BUMN 2011 yang diselenggarakan Majalah BUMN Track bekerjasama Forum Humas BUMN dengan tema "Inovasi untuk kinerja unggul". Ke 4 penghargaan yang diterima Telkom adalah juara 2 Inovasi Pemasaran BUMN Terbaik, juara 2 Kategori Inovasi SDM BUMN Terbaik, Juara 2 Inovasi PKBL BUMN Terbaik, serta Juara 3 untuk Inovsi Strategi Persaingan Global BUMN Terbaik. (RIL)


KOMUNITAS

Jumat

11 DPD GM Pujakesuma Kabupaten Batu Bara Terbentuk 9 Desember 2011

Indrapura-andalas Dewan Perwakilan Daerah Generasi Muda (DPD GM) Pujakesuma Kabupaten Batu Bara terbentuk dan langsung memilih ketua dan pengurus lainnya, Kamis (8/12). Pembentukan DPD GM Pujakesuma Batu Bara ini dipimpin Wakil Ketua DPW GM Pujakesuma Sumut Sugiarto Tan bersama Sekretaris M Suwarsin serta bendahara Afnita. Dihadiri oleh Ketua dan sekretaris Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) Pujakesuma Sumut Drs Syai-

ful Syafri dan Ir Zahir, Sekretaris DPD Puja Kesuma Batu Bara Dasiman, berlangsung penuh dengan kehangatan dan keakraban. Menurut Sugiarto Tan, motivasi pembentukan DPD GM Pujakesuma Batu Bara ini berawal dari pandangan MPO yang melihat bahwasa-

nya di Batu Bara GM Puja Kesuma dapat berkiprah dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat, pembukaan lapangan kerja, peningkatan taraf pendidikan dan usaha–usaha sosial yang menyentuh langsung dengan kepentingan masyarakat umum. Sementara itu Ketua MPO DPW Puja Kesuma Sumut Syaiful Syafri mengharapkan kepada pengurus DPD GM Puja Kesuma Batu Bara untuk tidak mengarahkan organisasi ini hanya sebagai perkumpulan seremonial be-

harian andalas | Hal.

andalas/ist

DIBENTUK- Pembentukan DPD GM Pujakesuma Batu Bara memilih Mahendra Sudrajat sebagai ketua dan Suhairi (sekertaris) di Rumah Makan 100 Sei Suka, Kamis (8/12) malam.

laka. Tapi sejak dini mulai memikirkan dan berbuat untuk mengatasi masalah sosial kepemudaan seperti pengangguran, bahaya narkoba dan kekurangan pendidikan. “GM Pujakesuma Batu Bara tidak boleh berpecah belah dan jangan mau dipecah belah, mari kita memikirkan masa depan, bagaimana caranya membuka lapangan kerja baru, meningkatkan sumber daya manusia, warga GM Pujakesuma harus benar–benar bermanfaat dimanapun ia berada,” kata Syaiful. Proses pembentukan DPD

GM Pujakesuma Batu Bara ini terhitung singkat, pemilihan pengurus dilakukan secara formatur dari perwakilan lima kecamatan yang menghadiri dari tujuh kecamatan yang ada di Batu Bara. Ketua terpilih Mahendra Sudrajat, Sekretaris Suhairi S Sos dan pengurus lainnya. Sugiarto Tan berharap pengurus DPD GM Pujakesuma Batu Bara segera membentuk GM Pujakesuma di kecamatan dan desa–desa. Selanjutnya persiapan pelantikan akan disamakan dengan harlah Pujakesuma. (REL)

Wakil Menteri Pertanian:

Sawah yang Baik Hanya 48 Persen Medan–andalas Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan mengatakan, hanya 48 persen lahan pertanian di tanah air yang berada dalam kondisi baik sebagai lokasi bercocok tanam. Itu berdasarkan data yang dikeluarkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Menurut Rusman dalam Rapat Kordinasi Dinas Pertanian se-Sumatera Utara di Medan, Kamis (8/12), selebihnya sawah yang lain ada yang dalam kondisi rusak ringan (16 persen), rusak sedang (26 persen) dan rusak berat (10 persen). Pihaknya telah mendiskusikan hal itu dengan Kementerian PU agar memberikan perhatian dan prioritas dalam perbaikan infrastruktur pertanian. Perhatian tersebut dibu-

tuhkan untuk mendukung upaya memperkuat ketahanan pangan yang telah menjadi perhatian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Jadi, jangan hanya infrastruktur jalan saja yang diperhatikan," katanya. Menurut dia, semakin sedikitnya jumlah lahan pertanian yang baik untuk bercocok tanam itu juga mengkhawatirkan karena semakin banyak alih fungsi lahan. Di Pulau Jawa, proses alih fungsi lahan tersebut terjadi secara massif dengan menjadikannya sebagai lokasi perumahan dan aktivitas lain di luar pertanian. Ironisnya, lahan-lahan yang dialihfungsikan tersebut justru area persawahan yang subur dan produktif dalam me-

nghasilkan kebutuhan pangan masyarakat. Kondisi itu sempat memunculkan wacana untuk moratorium atau menunda alih fungsi lahan pertanian di tanah air. Di satu sisi, pihaknya sangat menyetujui wacana tersebut dengan maksud terjaganya jumlah pasokan beras untuk mendukung ketahanan pangan di Indonesia. Namun di sisi lain, pembangunan yang dilakukan di lahan-lahan itu juga sulit dihalangi karena sebagian di antaranya untuk penyediaan berbagai kegiatan industri. Jika moratorium tersebut dilakukan, dikhawatirkan akan menyebabkan kegiatan industri berbagai bahan kebutuhan masyarakat akan terganggu. (ANT/MA)

Bakti Kesehatan Panitia Natal PWI Sumut dan YSKI

Layani 4.198 Orang Berobat Gratis Medan-andalas Bakti Kesehatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Sumut bersama Yayasan Surya Kebenaran Internasional (YSKI) telah melayani 4.198 orang warga masyarakat Kota Medan sekitarnya berobat gratis, Kamis (8/12) di Balai wartawan jalan Parada Harahap Medan Timur. Pelayanan berobat gratis ini dilaksanakan dalam rangka perayaan Natal PWI Sumut yang akan berlangsung, Rabu (14/12) di Deli Room Hotel Danau Toba Medan. Pengobatan dilakukan secara umum lintas suku, etnis dan agama tanpa melihat latar belakangnya. Masyarakat yang sudah membaca informasi lewat beberapa media cetak berduyun-duyun membawa keluarganya datang menikmati pelayanan berobat gratis, bahkan mereka disugui makan siang dan snack. Penyakit yang dilayani adalah pemeriksaan gula darah, asam urat, golongan darah, pendaftaran untuk pergantian tangan dan kaki palsu, penyakit umum, operasi bibir sumbing dan langit-langit, pendaftaran skirining operasi katarak pada mata, pembagian kaca mata baca dan donor darah. Aksi sosial ini dibuka Ketua PWI Cabang Sumut Drs Muhammad Syahrir. Dia merasa bersyukur adanya bakti kesehatan pengobatan gratis dan menyampaikan rasa kagum dan bangga kepada Koordinator Yayasan Surya Kebenaran Internasional YSKI yang dihadiri unsur pimpinan YSKI drg Anita. Syharir mengatakan, PWI melakukan peran sosialnya,

andalas/ist

PEMERIKSAANPEMERIKSAAN-Waasops Panglima TNI Laksma TNI Widodo SE didampingi Kasdam I/BB beserta Rombongan melaksanakan pemeriksaan terakhir tentang kesiapan melaksanakan tugas Operasi Pengamanan Perbatasan wilayah Republik Indonesia Papua Nugini (RI-PNG) di Lapangan Apel Mako Yonif 122/TS Jalan Melanton Siregar Marihat Pematang Siantar Sumatera Utara, Rabu (7/12).

Besok, Natal HKBP Distrik X Medan-Aceh di Pardede Hall

Ist/andalas

MENINJAUMENINJAU-Anggota DPD RI Parlindungan Purba SH MM bersama Ketua PWI Cabang Sumut Drs Muhammad Syahrir dan pihak Yayasan Surya Kasih Kebenaran (YSKI) meninjau pelaksanaan bakti sosial pengobatan massal yang digelar Panitia Natal PWI Sumut bekerjasama dengan YSKI di Gedung PWI Sumut Jalan Adinegoro Medan, Kamis (8/12). selama ini menulis peristiwa, politik, pemerintahan dan kehidupan masyarakat. “Tapi kali ini wartawan ingin ditulis oleh masyarkat lewat peran sosial yang diwujud nyatanya dalam pelayanan pengobatan gratis kepada masyarakat yang menderita berbagai penyakit. Kami menanggalkan atribut kami sebagai wartawan demi untuk melaksanakan tugas peran sosial wartawan kepada masyarakat,” ucapnya. Peranan sosial yang luar biasa dari YSKI menggugah PWI Sumut untuk bermitra dengan yayasan tersebut untuk melaksanakan aksi yang sama pada hari Pers Nasional Pebruari tahun 2012 dan akan dibuat di lapangan yang lebih luas untuk menghadirkan masyarakat yang lebih banyak lagi. Pimpinan YSKI terdiri

wartawan di Medan, Kamis (8/12). Perayaan Natal itu, akan diisi dengan acara ibadah dan hiburan. Tata tertib ibadah sendiri disusun dengan mengedepankan makna hakiki Yesus Kristus sang Juru Selamat lahir di dunia dan menampilkan pengkhotbah Prases HKBP Distrik X Medan-Aceh, Pdt SMP Marpaung STh. Perayaan ini, sebutnya, mengambil tema "Katakanlah Kepada Putri Sion, Sesungguhnya Keselamatan Datang" (Yesaya 62:11B) dan sub tema "Terang Natal Mendorong HKBP Membawa Pencerahan dalam Semua Aspek Kehidupan

Medan-andalas Perayaan Natal Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Distrik X MedanAceh, berlangsung besok, Sabtu 10 Desember 2011 di Pardede Hall Medan, mulai pukul 14.00 WIB. Diperkirakan 5.000 umat HKBP akan hadir mengikuti perayaan tersebut. Ketua Panitia, Ir Washington Pane MSc mengatakan, pihaknya sudah siap melaksanakan perayaan tersebut. "Tinggal hanya mohon doa restu dari semua umat Kristen untuk suksesnya perayaan itu. Kemudian, kami sangat mengharapkan kehadiran jemaat HKBP Distrik X," kata Washington kepada

dari R Bambang Yonan, DR RE Nainggolan MM, Koordinator lapangan Pdt Jansen Lase dibantu Akbid Budi Mulia dan STIKES Mutiara serta relawan sebanyak 60 orang. Turut hadir Diakonia GKPI Sriwijaya yang diketuai Nelson Parapat SH. Meski bakti kesehatan ini rangkaian Perayaan Natal PWI, namun pelayan kesehatan lintas suku dan agama, semua bersatu padu melayani masyarakat yang sakit. Turut hadir dalam kesempatan itu, Anggota DPD RI Parlindungan Purba SH MM. Dia menyatakan agar bakti sosial seperti ini agar terus dilanjutkan dalam kesempatan yang lain karena sangat bermanfaat bagi masyarakat. Parlin sekaligus mengajak umat kristiani dapat mengikuti Natal Oikumene pada 28 Desember 2011 mendatang di Stadion Teladan Medan. (REL/MA)

Masyarakat dan Bangsa yang Majemuk" Sementara hiburan, kata Washington yang juga Anggota DPRD Sumut ini, akan diisisi dengan penampilan kidung puji-pujian dari penyanyi dan grup band ternama serta persembahan Naposo Bulung (Pemuda) HKBP, koor dan lainnya. Dikatakan, pembagian lucky draw juga akan digelar untuk semakin menyemarakkan perayaan itu. Selain itu, akan digelar bakti sosial berupa pembagian tali asih ke panti asuhan dan tali asih kepada Pelayan-pelayan di HKBP Distrik X Medan-Aceh yang telah pensiun. Tali asih juga diberikan kepada Pelayan-pelayan yang meninggal dunia dan akan diterima pihak keluarga. Melalui perayaan ini, panitia kata Washington, mengharapkan keimanan warga jemaat HKBP semakin meningkat. Dengan demikian, warga HKBP menjadi garam dan

terang di tengah-tengah masyarakat. Selain itu, perayaan ini diharapkan menumbuhkan rasa ikatan kekeluargaan sesama jemaat HKBP. Panitia sendiri mengharapkan dukungan dari semua lapisan masyarakat, terutama pihak kepolisian, warga sekitar tempat perayaan dan PLN. "Khusus untuk PLN, kami sangat memohon agar pada saat hari perayaan untuk tidak memadamkan listrik," tukasnya. Sebelumnya, panitia dipimpin Washington Pane didampingi Sekretaris Sibuea, Budiman Panjaitan, Praeses Pdt Sabam MP Marpaung dan pengurus lainnya, telah beraudiensi kepada Wali Kota Medan H Rahudman Harahap. "Bapak Wali Kota sangat mendukung pelaksanaan perayaan Natal tersebut. Beliau berjanji akan hadir dan memberi sambutan dan salam kepada warga HKBP," tambahnya. (UJ/BEN)

BERSAMABERSAMA-Ketua Panitia Natal HKBP Distrik X Ir Washington Pane dan unsur panitia lainnya diabadikan bersama Wali Kota Rahudman Harahap

BERITA DUKACITA

YAYASAN BALAI SOSIAL HENRY WIJAYA JL. BAKARAN BATU NO.1 MEDAN TLP.(061) 7367339 - 7369359 Blok

VIP-B 1

Nama

Umur (Thn)

Alamat

Meninggal (Tgl/Jam)

Berangkat (Tgl/Jam)

Keterangan / Tempat

LIM SIU NGO

89

Jl. B. katamso Gg. Datuk No. 2 B Medan

07-12-11 07.10 WIB

10-12-11 12.00 WIB

Diperabukan

LAI SJIE HUAT / EDY

51

Jl. Manggis No. 2 B Medan

07-12-11 15.00 WIB

10-12-11

Diperabukan

BERITA DUKACITA

BALAI PERSEMAYAMAN ANGSAPURA JL. WAJA NO. 2-4 MEDAN TELP. 7345503, 7361328, 7360873 B lok 1 3A 7

N ama

U mur (Thn)

Alamat

Meninggal (Tgl/Jam)

B erangkat (Tgl/Jam) K eterangan / Tempat

KHO SIU LUAN

73

Jl. Gandi No. 170 A Medan

07-12-11 00.10 WIB

1012-11 13.00 WIB

D i perabukan

LU PING CHIEN / JOHAN

33

Jl. Tangguk B ongkar IX No. 43 Medan

07-12-11 03.00 WIB

10-12-11 13.00 WIB

D i perabukan

LAI A MAN

80

Jl. Mojopahi t No. 21 B Medan

06-12-11 23.20 WIB

10-12-11 11.00 WIB

D i perabukan


Jumat Harga Minyak Tanah di Kabupaten Dairi 'Mencekik Leher' Sidikalang-andalas Sejak jatah minyak tanah (minah) bersubsidi untuk Kabupaten Dairi, dikurangi secara bertahap oleh pihak UPMS I Pertamina Medan, Oktober 2011 lalu. Sejak saat itu pula, harga minah bersubsidi 'mencekik leher' dan mengalami kenaikan hingga 00 persen di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) ditetapkan pemerintah. Hal ini membuat masyarakat, terutama masyarakat pengguna minah untuk keperluan memasak, semakin menjerit. Sebab, selain dengan harga cukup tinggi, minah yang masih disubsidi pemerintah itupun semakin langka dan sulit didapat. Sejak Oktober lalu, kita sangat sulit untuk mendapatkan minyak tanah. Kalaupun ada, harganya selangit dan bervariasi. Yakni dari Rp 7.000 hingga Rp 9.000 per liter (18.000/tumba). Sebelumnya, harga di pangkalan hanya berkisar Rp 3.500 hingga Rp 4.000 per liter,” ungkap Rita Samosir, salah seorang ibu rumah tangga (IRT), usai membeli minah pada salah satu kios pengecer di seputaran pajak, kemarin. Kepada wartawan, ibu yang mengaku boru Samosir ini mengaku kecewa kepada Pemkab Dairi yang dikenal dengan motto 'Bekerja untuk Rakyat'. Namun, menurutnya hanya ungkapan enak didengar di kuping.“Saya kecewa dengan

SUMATERA UTARA 12 Ruas Jalan Nasional Kabanjahe Makin Parah harian andalas | Hal.

9 Desember 2011

Bupati Dairi. Katanya bekerja untuk rakyat, rakyat yang mana ? Harga minyak tanah melambung, tapi pemerintah tidak peduli dan terkesan tutup mata. Padagal, minah kan kebutuhan rakyat ?,”tegas Samosir kecewa. Sementara, Kepala Dinas Pertambangan Dairi, Ir Sahala Tua Manik mengaku, pengurangan minah subsidi di Dairi sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu. Pada Desember 2011 tinggal 25 % dari jumlah yang seharusnya ke Dairi sekitar 700-an ton. Artinya memang minah bersubsidi akan segera habis dan Januari 2012, warga Dairi akan membeli minah dengan harga nonsubsidi. Manik menegaskan, walaupun jatah sudah jauh berkurang, namun HET untuk minah bersubsidi itu tidak ada perubahan. Yakni Rp 3.250/ liter untuk wilayah Sidikalang. Terkait dengan pengurangan jatah minah oleh Pertamina, jauhjauh hari Pemkab melalui Dinas Pertambangan sudah menyurati masing-masing pangkalan untuk tidak menaikkan harga dan melakukan penimbunan minah terutama menjelang Natal dan Tahun Baru. "Yang jelas pihak pangkalan harus tetap mengikuti aturan pemerintah menjual minah ke masyarakat masih dengan harga HET, hingga akhir Desember," katanya. (SS)

Balitbu Tropika Kembangkan Bibit Bernilai Ekspor

Kabanjahe-andalas Ruas jalan nasional di Kabanjahe sekarang ini semakin parah, khususnya di beberapa lokasi tertentu. Masyarakat sangat mengharapkan perhatian serius dari pemerintah melalui Balai Besar Pelaksana Jalan dan Jembatan Nasional (BBPJN) I di Medan tidak sekadar memperbaiki jalan dengan sistem tambal sulam. Kerusakan jalan menghubungkan ibukota Kabupaten Karo, Kabanjahe dengan kota wisata Berastagi maupun ke obyek wisata Danau Toba yang menjadi destinasi wisata Sumut sangat memberatkan masyarakat dan merugikan dunia pariwisata Sumut. Perbaikan dilakukan di titik-titik tertentu melalui dana perawatan rutin setiap tahunnya, tidak mampu bertahan lama. Karena belum satu tahun, sudah hancur. Belum lagi badan jalan yang tidak tersentuh perbaikan, makin lama semakin parah. Menurut salah seorang warga, Adrianus Milala (40) kerusakan jalan nasional di Kabanjahe mulai dari depan Kantor Bupati Jalan Letjen Jamin Ginting, depan Masjid Agung hingga Telkom Kabanjahe sangat menjengkelkan. "Selain membahayakan pengguna jalan apalagi saat hujan turun, terlebih bagi pengendara sepeda mo-

andalas/robert tarigan

RUSAK - Jalan nasional di depan Kantor Pengadilan Negeri Kabanjahe terlihat rusak, berlubang dan aspal mengeriting. tor di malam hari," ujarnya. “Sebenarnya ruas jalan nasional ini baru tahun kemarin ditambal sulam, tapi belum sampai satu tahun sudah rusak lagi. Aneh memang, belum sampai satu tahun sudah rusak lagi, padahal dananya miliaran,” ungkapnya. Monitoring andalas, Kamis (8/12) kerusakan badan jalan tersebut terdapat disejumlah titik-titik tertentu di Kabanjahe, di antaranya di depan Kantor Bupati Karo, kantor

Pengadilan Negeri (PN) dan Kejari Kabanjahe, Masjid Agung Kabanjahe Jalan Letjen Jamin Ginting,Telkom Kabanjahe hingga ke jalan Mariam Ginting, atau sekitar 1 km. Dampak rusaknya jalan itu, sering menimbulkan kemacetan cukup panjang dan memakan waktu lama, terutama pada hari libur dan sore hari ketika terjadi kepadatan arus lalu lintas. Apalagi ketika hujan turun, mengakibatkan permukaan jalan rusak tertutup air, sehingga kendaraan

Masyarakat Miskin Diberi Bantuan Hukum Gratis Kisaran-andalas Pemkab Asahan di tahun 2011 telah menyediakan program bantuan hukum secara gratis, bagi masyarakat miskin di Kabupaten Asahan, hal ini dilakukan untuk membantu masyarakat miskin dalam penegakan hukum dan hak asasi manusia (HAM). Pemberian jasa hukum secara gratis tersebut dijelaskan Bupari Asahan Drs H Taufan Gama Simatupang, terkait dengan pemandangan umum Fraksi Partai Demokrat DPRD Asahan, bahwa jasa bantuan hukum bagi masyarakat miskin yang dimulai tahun 2011 tersebut merupakan salah

satu program pro rakyat. "Program ini merupakan wujud dari misi Pemkab Asahan ke-6, yakni memdorong terciptanya penegakan hukum dan HAM untuk menciptakan keamanan, ketertiban dan keadilan bagi masyarakat,”kata Bupati Taufan Gama, kemarin. Bupati menjelaskan, jasa bantuan hukum tersebut nantinya diberikan dalam bentuk pendampingan dan pembelaan hukum pada tingkat penyidikan di kepolisian, kejaksaan dan pengadilan pidana yang wilayah hukumnya berada di Kabupaten Asahan. “Syaratnya gampang hanya

menunjukkan KTP Asahan dan surat keterangan tidak mampu dari kelurahan atau desa,"kata Bupati Taufan Gama Simatupang. Bupati menambahkan, bantuan hukum gratis tersebut tidak dapat diberikan kepada semua jenis perkara. Di antaranya, dugaan tindak pidana korupsi, makar, tindak pidana terhadap pejabat pemerintah yang melaksanakan tugas. Dugaan tindak pidana terhadap fasilitas negara atau hasilhasil pembangunan, tindakan korupsi melibatkan masyarakat dan tindakan pidana di luar Kabupaten Asahan. (FAS)

andalas/robert tarigan

KENT ANG GRANOL KENTANG GRANOLAA - Catur Hermanto dan lainnya ketika meninjau tanaman kentang granola yang dikembangkan Kebun Percontohan Tongkoh, Berastagi. Kabanjahe-andalas Menyangga laju hortikultura impor masuk ke Indonesia, khususnya ke Sumut, Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu Tropika) dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Kementerian Pertanian RI bekerjasama dengan Kebun Percontohan Tongkoh Berastagi, mengembangkan pembibitan beragam hortikultura bernilai produksi ekspor dan bebas residu kimia dan pestisida, good agriculture practice (GAP). Di antaranya kentang jenis granola, cipanas, merbabu. Brokoli, lektus (selada kerop), cabe lembang. Alpukat sambung dengan mengembangkan varitas baru dengan 4 jenis bibit dengan rendah serat, daging tebal, lemak tinggi, tapi tidak berkolestrol. Demikian dikatakan Dr Ir Catur Hermanto (Kepala Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu Tropika) dan Dr Liferdi Lukman SP MSi (Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Hortikultura) Kementerian Pertanian RI didampingi Kepala Balai Penelitian Sayuran, Lembang, Dr Ahsol Hasym MS. Kepala BPTP Sumatera Utara, Dr Didik Kepala Kebun Percontohan Tongkoh, Berastagi Ir Edison Bangun, Kepala Badan Penyuluhan Pertanian Pemkab Karo Ir Martin Sitepu, Plt Dinas Pertanian dan Perkebunan Karo Agustoni Tarigan SP, Kepala Kantor Ketahanan Pangan Karo Drs Akulit Ginting kepada wartawan, kemarin di sela “Temu Lapang GAP dan Visitor Plot” di areal Kebun Percontohan Tongkoh, Berastagi.

Buah domestik umumnya menggunakan pupuk organik sehingga terhindar dari residu kimia membuat produksi buah kita tetap jauh lebih bagus dari buah impor. Walaupun saat ini kuantitas impor buah ke Indonesia berkisar 6 persen, tapi perlu diantisipasi peningkatannya dari waktu ke waktu memasuki pasar bebas AFTA ke Indonesia semakin kompetitif. Sebab, selain impor buah merupakan kebutuhan bisnis dan jaminan kualitas juga faktor imej masyarakat Indonesia terhadap buah impor itu. Masyarakat seakan lebih bergengsi ketika dapat membeli buah impor. Karenanya, perlu ditanamkan rasa nasionalisme konsumen terhadap buah domestik itu sendiri. Kebun Percontohan Tongkoh, Berastagi akan mulai dikembangkan. "Sebab, varitas yang ada di Berastagi belum tentu cocok dikembangkan di Solok atau daerah lainnya. Demikian juga sebaliknya,” ujar Dr Catur. Sementara, pemerhati pertanian Sumut, Ir TM Gurning MS juga mantan Kepala BPTP Dinas Pertanian Sumut, yang hadir dalam temu lapangan itu kepada wartawan mengatakan, pemasaran sayur-mayur dan buah produksi Tanah Karo ke mancanegara terbuka lebar bila dimanfaatkan dengan arus wisata yang padat mengunjungi Tanah Karo. Salah satu contoh, daerah agrowisata, Taman Simalem Resort (TSR) di Merek bertaraf internasional sejak dini mengembangkan tanaman buah biwa dan jeruk di lokasi wisata. (RTA)

Dua Perusahaan Gunakan Fasilitas PLN T Tiram Batu Bara-andalas Direktur Format NGO Azmi Saini Batu Bara mengatakan, PT PLN Wilayah I Sumut harus menindaklanjuti surat pemberitahuan PT PLN Ranting Tanjung Tiram, terkait keberatan dua perusahaan yakni cater dan loket, menggunakan fasilitas Kantor PLN Tanjung Tiram. Mengingat surat disampaikan Manejer PT PLN Persero Sumut Cabang Pematang Siantar, Ranting Tanjung Tiram yang berdomisili di Jalan merdeka Tanjung Tiram sudah pernah menyampaikan secara tertulis kepada PT Persinatauli Karya Perkasa Pematang Siantar (PKP), untuk tidak

berkantor di Kantor Ranting PLN Tanjung Tiram. Bahkan, surat itu juga telah disampaikan ke PT PLN Wilayah I Sumut, agar segera meninjau kembali operasional PT PKP, agar tidak lagi menggunakan fasilitas dimaksud. Begitu juga dengan keberadaan loket Bank Bukopin dari PT Interprima Nusantara Mandiri, yang juga menggunakan fasilitas PLN Ranting Tanjung Tiram. Diharapkan, kepada PT PLN Persero wilayah I Sumut, agar tidak melalaikan tugas dan fungsi terhadap keberadaan dua perusahaan menggunakan pasilitas kantor PLN Ranting

Tanjung Tiram. Sementara, surat usulan pemberitahuan PT Interprima Nusantara Mandiri melalui loket nonadmistrasi, sudah jelas terlampir, hal itu tanggung jawab sepenuhnya bank atau pos yang dominan pada unit PLN berdasarkan transaksi PPOB di unit terkait. Seperti PT Pos Indonesia, BRI, Bukopin, BNI dan Bank Mandiri. Atas dasar surat usulan itu, diminta kepada PT PLN Wilayah I Sumut, untuk meninjau ulang pelaksanaan kegiatan cater dan loket, yang menggunakan fasilitas PLN Ranting Tanjung Tiram dan diharuskan beroperasi di luar kantor PLN Ranting Tanjung Tiram. (ZN)

tertentu enggan melewatinya. Terlebih bagi pengendara yang belum hafal situasi jalan. Seperti di persimpangan depan gerbang Masjid Agung, yang juga merupakan jalur menuju Stadion Samura Kabanjahe maupun lintasan bagi sejumlah kabupaten di Sumut dan Nanggroe Aceh Darusalam (NAD) sangat dikhawatirkan mengancam nyawa pengendara mengingat volume moda transportasi semakin padat, siang maupun malam. (RTA)

PDAM Tirta Wampu Santuni Anak Yatim Pangkalan Berandan-andalas Dalam rangka menyambut 10 Muharram, ratusan anak yatim piatu di Panti Asuhan Darul Yatama, Jalan Datuk Kelurahan Pelawi Utara Kecamatan Babalan Pangkalan Berandan, kemarin dijamu dan disantuni Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM )Tirta Wampu Langkat. Hadir dalam acara tersebut, Dirut PDAM Langkat Jufrizal SE, H Safruddin BE, DP Sinulingga selaku Kepala Unit PDAM Tirta Wampu Pangkalan Berandan, Al-Ustaz H Sulaiman Nasution, tokoh agama, masyarakat serta Ketua Yayasan Darul Yatama H Zainal. Jufrizal pada kesempatan tersebut menyatakan rasa syukur kepada Allah SWT, yang telah memberi rahmat dan nikmatnya. Terbukti, berkat kerja sama semua pegawai PDAM Langkat, dukungan masyarakat serta seluruh pelanggan yang mencapai ribuan di Pangkalan Berandan, PDAM milik Pemkab Langkat ini semakin baik dan berkembang. Hal ini terlihat, dari kondisi air yang semakin lancar mengalir ke rumah pelanggan. Begitu juga keluhan masyarakat tentang pelayanan air semakin sedikit. Hal ini tiada lain berkat doa dari anak-anak yatim piatu di Yayasan Darul Yatama. Apalagi, mesin pengolahan air PDAM ini tidak jauh dari yayasan tersebut. Di samping itu, peringatan 10 Muharram sebagai wujud syukur kita yang selalu diberkahi sang penguasa, sehingga sangat wajar berbagi rasa dengan sesama. "Sebab, doa-doa anak yatim piatu sangat makbul dan membawa berkah seperti dianjurkan dalam ajaran Islam," katanya. Sementara, Al Ustaz H Sulaiman Nasution mengingatkan, 10 Muharram, sangat wajar diperingati dalam rangka meningkat syiar Islam. Apalagi peringatan ini dimanfaatkan dengan mengundang anak yatim piatu. "Hal ini merupakan wujud kepedulian PDAM Langkat kepada masyarakat," katanya. (SA)

KUA Kecamatan Gebang Terus Berbenah Gebang-andalas Di bawah kepemimpinan Aman Syahban SH SPdI MH, yang menjabat selaku Kepala KUA (Kantor Urusan Agama) Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, kini terlihat kondisi Kantor KUA Gebang seperti disulap indah, rapi, asri dan nyaman. Aman Syahban mengatakan, dirinya bertugas di Kecamatan Gebang, hampir dua tahun berjalan, dan sebelum bertugas di Gebang dirinya menjabat sebagai Kepala KUA di Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat. Sambil minum segelas teh hangat bersama andalas, Aman Syahban menyebutkan, biaya yang digunakan untuk merehab dan mempercantik kantor ini bukan saja dirogoh dari kantongnya pribadi, melainkan banyak juga sumbangan atau swadaya dari para donatur,

simpatisan yang dekat dan bersahabat dengannya. "Wajarlah kalau kantor ini saya buat cantik dan seindah mungkin, karena waktu saya lebih banyak dihabiskan dikantor ini daripada di rumah," ujarnya. Sementara ketika disinggung apa saja yang sudah dibenahi dan direhab, KUA yang juga aktif pada setiap kegiatan kecamatan dan pemuda tersebut mengatakan, pembuatan tempat parkir sepeda motor, taman mini, papan nama dan lantai semen menuju ke kantor. Hanya saja apa yang saya lakukan ini berkat dukungan teman-teman dan bukan menjadi ria pada saya. "Semoga bisa menjadi kenangan indah saat dirinya tidak lagi bertugas di Gebang dan menjadi amal ibadah," kata Syahban, yang tercatat sebagai KUA ke-12 di Kecamatan Gebang. (DN)

andalas/doni syahputra

BERBENAH - KUA Gebang di bawah kepemimpinan Aman Syahban terus berbenah diri.

WARTAWAN DAERAH LANGKAT: Hasrizal, Budi Zulkifli, Syaiful Amri, Subur Syahputra, Dony Syahputra BINJAI: M Kamil Ismail DAIRI: Sondang Silalahi HUMBANG HASUNDUTAN: Marganda Lumbangaol DELISERDANG: Firdaus Tanjung, TH Sihombing, Bobby Lusaka Purba SERGAI: Supriyadi TEBINGTINGGI: Riady Kasidi TANAH KARO: Robert Tarigan SH, Lamhot Situmorang, Natanael Tarigan SIANTAR/SIMALUNGUN: Agus Salim HT Haean, Larham Simare-mare KISARAN: Hamdan Rangkuti TANJUNG BALAI: Faisal M Yunus Nst BATUBARA: Zulkifli Nasution LABUHAN BATU: Iwan Kesuma LABURA: M Ilyas Munthe SAMOSIR: Fransiskus Sitanggang NIAS SELATAN: Edy Gunawan Zebua MADINA: Choirullah Lubis PALAS: M Effendi Pohan PAKPAK BHARAT: Wesrion Tumangger BIEREUN: H Suherman Amin,M Husin Spd, Juanda Iskandar. KUTACANE: Jamuddin Selian, Alwahidi LANGSA: DD Harison. LHOKSUKON: Usman Cut Raja. BLANGPIDIE: Supriyan MS. ACEH TAMIANG: Zul Herman.


SUMATERA UTARA

Jumat 9 Desember 2011

Digelar, Konferda IPPAT Deli Serdang-Serdang Bedagai

KONFERENSI - Sekdakab DS Azwar MSi (kiri) menerima kunjungan Ketua Umum IPPAT Sri Rahma Candarawati SH, saat Konferensi IPPAT Deli Serdang-Sergai di Balairung, Kamis. Lubuk Pakam-andalas Organisasi Fungsional IPPAT (Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah) merupakan fatner pemerintah, membantu penyelesaian berbagai permasalahan, khususnya dalam penyelesaian masalah-masalah administrasi pertanahan. Permasalan pertanahan tentu akan terus berkembang seiring tingkat kemajuan dicapai dengan semakin tingginya daya nalar dan kritis masyarakat dewasa ini. Tentu semua pihak terlibat dalam pembuatan akta tanah harus terus berkoordinasi. Sehingga dalam pembuatannya ikut memberi kontribusi dalam upaya meningkatkan PAD melalui sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Bupati Deli Serdang melalui Sekdakab H Azwar S MSi, menegaskan hal ini pada pembukaan Konferensi Daerah IPPAT Kabupaten Deli Serdang- Serdang Bedagai, Kamis (8/12) di Balairung Pemkab DS, Lubuk Pakam. Dihadiri Ketua Umum IPPAT Pusat, Sri Rahma Candrawati SH, Ketua IPPAT Sumut Syafril Warman SH, Pimpinan Bank Mandiri Medan, Kadis Pengelola Keuangan Daerah Drs H Hasbi Budiman, Ka BPN Ir Ali Rintop Siregar, pimpinan SKPD serta ratusan anggota IPPAT Deli Serdang dan Serdang Bedagai. Diharapkan semua pihak yang terlibat dalam pembuatan akta tanah untuk terus berkoordinasi, sehingga dalam pembuatannya juga ikut memberi kontribusi berarti dalam upaya meningkatkan PAD melalui sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Pajak

Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Bupati mengajak seluruh anggota IPPAT untuk memanfaatkan konferensi ini menjadi starting point untuk meningkatkan peran dalam membangun daerah, dengan semangat kebersamaan, kekeluargaan dan kegotongroyongan, seperti sudah dilakukan selama ini di beberapa sektor pembangunan lainnya. Sementara, Ketua Umum IPPAT Sri Rahma Candrawati SH mengingatkan, seluruh anggota IPPAT dalam menjalankan tugasnya harus sejalan perundang-undangan berlaku, sehingga tidak akan mengalami hambatan. Karena bila tersangkut hukum akan menjadi tanggung jawab pribadi. Sedangkan IPPAT hanya sebagai wadah untuk meningkatkan koordinasi dan hubungan komunikasi. IPPAT sesungguhnya harus menjadi ujung tombak melayani dan menjelaskan kepastian hukum tentang pertanahan di tengah masyarakat. "Tugas diamanahkan ini hendaknya tetap berkoordinasi dengan pemerintah setempat di manapun berada, serta memberi pelayanan prima kepada masyarakat dan tidak boleh melambatkan urusan berkaitan dengan masyarakat, karena mereka datang mengurus disebabkan sangat memerlukan bantuan," ujar Sri Rahma. Pada Konferensi Daerah IPPAT Kabupaten Deli Serdang-Serdang Bedagai ini, selain mendengarkan paparan tentang konsistensi pembayaran pajak sesuai Perda No 2 tahun 2011 tentang pajak daerah, juga penyusunan pengurus baru periode 20102013. (TH)

Penjelasan PTPN III (Persero) Kebun Sei Dadap BAHWA, tidaklah benar penyebab penyakit ganoderma tersebut disebabkan oleh hal-hal lain yang telah diberikan di Harian andalas terbitan pada hari Senin, tanggal 21 November 2011. Bahwa, dari hasil Simposium dan Lokakarya Tingkat Nasional tentang “Ganoderma sebagai patogen penyakit tanaman Kelapa Sawit” yang diadakan di Bogor (IPB Internasional Convention Centre) pada tanggal 2-3 Nopember 2011 oleh Balai Penelitian Bio Teknologi Perkebunan Indonesia (BPBTPI) yang dihadiri oleh para pakar perkelapa sawitan, bahwa jamur Ganoderma memang merugikan bagi tanaman Kelapa Sawit. Namun “fruit of the derms” yang dapat terus berkembang dan belum diketahui mekanisme penyebabnya pada zonezone reaksi, sehingga penyakit ini belum dapat pula diketahui apa obatnya secara pasti. Bahwa, pemberitaan yang dimuat terhadap “dugaan pelaksanaan perawatan tamatan tidak dijalankan dengan semestinya alias dikorupsi” maka statemet ini perlu dikoreksi bahwa hal itu tiddak bena. Apalagi khusunya Kebun Sei Dadap tidak pernah bergeming dari sistem perawatan tanaman yang sesuai ketentuan SOP (Standard Operating Procedure) yang berlaku di PTPN-III. Bahwa, jajaran manajemen Kebun Sei Dadap PTPN III sangat menyesalkan pemberitaan yang dimuat pelaksana jurnalistik berinitial 'FAS yang tidak melakukan uji informasi, dan terkesan mencampurkan fakta dengan opini interpretatif pribadi yang bersifat menghakimi, serta tidak menerapkan azas praduga tak bersalah (presumption of innocent), dan kurang menghormati hak privasi dan konteks pengalaman traumatik. Bahwa, pemberitaan tersebut bersifat tidak mendidik yang merupakan fitnah dan mencemarkan nama baik PTPNIII khususnya Kebun Sei Dadap dan Kebun Ambalutu Distrik Wilayah Asahan yang akhirnya dapat berlanjut menjadi keresahan pada lapisan masyarakat. Semoga dengan adanya jawaban dan koreksi ini, kiranya Harian andalas tetap ada di hati masyarakat, bangsa dan negara demokratis.Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan dimuatnya hak jawab dan koreksi ini, terlebih dahulu kami ucapkan terima kasih.

PTPN III Kebun Sei Dadap Manajer Ir Yusti Rizal Nasution, QIA

harian andalas | Hal.

13

Pemkab Sergai Sukseskan Pengembangan Hutan Rakyat Sei Rampah-andalas Dalam mensukseskan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN), Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, turut mendukung suksesnya program Pengembangan Hutan Rakyat. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan PT Sumber Karindo Sakti (PT SKS) meraih penghargaan Prima Wana Mitra Tahun 2011 pada peringatan HMPI dan BMN berlangsung di Bogor 28 November lalu. Demikian disampaikan Bupati Sergai, Ir HT Erry Nuradi MSi didampingi Kadis Kehutanan dan Perkebunan Sergai, Ir Megahadi, Kabag Humas Drs H Mariyono SP, Kabag Umum M Faisal Hasrimy AP MAP, Direktur PT SKS, Ir H Syafri Yudi Satrio bersama Rahmat Purba SH dan Syaed MA Budi Darma saat menerima audiensi PT SKS di ruang rapat Bupati, kantor Bupati Sergai di Sei Rampah, Rabu (7/12). Menurut Direktur, perusahaan yang bergerak di bidang

AUDIENSI - Bupati HT Erry Nuradi diabadikan bersama Direktur PT SKS Ir H Syafri Yudi Satrio beserta Rahmat Purba SH dan Syaed MA Budi Darma usai audiensi di ruang rapat Bupati Sergai. industri penggergajian dan pengolahan kayu yang berada di Kabupaten Sergai tersebut menggagas program “Go Green SKS One Million Trees” untuk mendukung program pemerintah ”Penanaman Satu Milyar Pohon” sekaligus mengenalkan tanaman pohon sengon sebagai salah satu Sumber Daya Alam (SDA) yang potensial bagi masyarakat Su-

mut khususnya di Kabupaten Sergai dan sekitarnya. Dalam acara penyerahan penghargaan tersebut, PT SKS berhasil mewakili industri perkayuan di Sumut mendapatkan Trophy dan Piagam kategori Perunggu untuk tingkat nasional atas kepeduliannya dalam pengembangan Industri Kehutanan Berbasis Hutan Rakyat melalui pembagian bibit

tanaman kehutanan kepada kelompok masyarakat untuk peningkatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Penghargaan Penanaman Satu Miliar Pohon itu, diberikan kepada pelaku usaha non kehutanan, pelaku usaha kehutanan, pelaku usaha industri perkayuan bermitra dengan rakyat, pelaku usaha konservasi, pelaku usaha pertamba-

ngan dalam reklamasi tambang, organisasi masyarakat dan perguruan tinggi, Direktur PT SKS, Ir H Syafri Yudi Satrio. Sementara, bupati turut memberikan apresiasi yang besar kepada PT SKS atas kepeduliannya dalam mensukseskan program-program pemerintah. Penghargaan Prima Wana Mitra Tahun 2011 tersebut merupakan sesuatu yang layak diterima PT SKS. "Dan untuk masa mendatang diharapkan akan lebih banyak program yang dibuat serta diikuti oleh para pelaku industri lain di kabupaten ini bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sergai," kata Erry Nuradi. Penyerahan penghargaan Prima Wana Mitra Tahun 2011 tersebut dihadiri Menteri Kehutanan RI, diwakili Sekjen Hadi Daryanto, Dirjen BPHH Nawir AA Murniati Rumboko L, Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan (BUK) Supriyono, para pejabat Kementerian Kehutanan RI, BUMN, BUMS, Ormas, LSM, dan lainnya. (RYAD)

Kesepakatan SBMI-PT TMSI Terindikasi 'Konspirasi Jahat' Lubuk Pakam-andalas Kesepakatan antara Buruh Harian Lepas (BHL) dengan pimpinan PT Tani Mas Soap Industri (TMSI), dijembatani Serikat Buruh Merdeka Indonesia (SBMI) tertanggal 7 Desember 2011 dinilai dewan sebagai satu wujud 'konspirasi jahat'. Demikian ditegaskan anggota Komisi B DPRD Deli Serdang Apoan Simanungkalit SE, dalam rapat dengar pendapat, Kamis (8/12). Ia mengemukakan hal itu, setelah mengetahui adanya 5 poin kesepakatan diusung SBMI dengan pimpinan PT TMSI tertanggal 7 Desember 2011 pasca aksi unjukrasa di DPRD se-

tempat, Selasa lalu. Kesepakan itu dinilai merugikan kaum buruh, karena melanggar aturan dalam UU Ketenagakerjaan No 13 Tahun 2003, dan Permenaker No 100 Tahun 2004. Poin kesepakatan telah menyalahi aturan itu berbunyi, BHL akan diangkat menjadi karyawan dalam jangka waktu kerja 6 bulan. Padahal peraturan perundangan mengharuskan BHL diangkat sebagai Buruh Harian Tetap (karyawan) dalam jangka waktu kerja selama 3 bulan. ”Kalau memang demikian, berarti kesepakatan ini merupakan kejahatan, yang obyek penderitanya buruh. Nah, siapa berkonspirasi di dalamnya ? Tiada lain tiada bukan, pimpinan PT TMSI dan SBMI. Karena, dewan sudah mengisyaratkan dalam pertemuan sebelumnya, menjadi kesimpulan, jangan ada kesepakatan apa pun di luar sepengetahuan parlemen, sebelum digelar RDP hari ini,”

tegas Apoan. Anehnya lagi, kata politisi PDIP ini, ada pula kesepakatan pembayaran kekurangan upah buruh PT TMSI selama dua tahun lalu, yang akan dibayar lewat kompensasi. Ini jelas mengangkangi UU. Peraturan dengan tegas mengharuskan kekurangan upah dibayar sebagaimana mestinya, baik mengikuti UMK atau UMR. Bukan malah kompensasi, kalau kompensasi suka-suka perusahaanlah menentukan besarnya. "Mereka sudah bawa permasalahan ini ke dewan, wajib penyelesaiannya kami mengetahui, jangan anggap parlemen ini ecek-ecek,”imbuhnya. Sementara, Ir Sarbani Dalimunte yang juga anggota komisi B, menyesalkan tindakan Disnakertrans Deli Serdang yang turut membubuhkan tandatangan dalam kesepakatan melangggar peraturan perundangundangan ketenagakerjaan itu.

Keterlibatan Disnakertrans perlu dipertanyakan, karena pantas dicurigai ada sesuatu di balik keikutsertaannya. Pasalnya dalam RDP sebelumnya dihadiri Disnakertrans, sudah menjadi notulen rapat, tidak ada pertemuan dan kesepakatan apa pun antara pihak perusahaan dengan buruh atau serikat buruh di luar rapat resmi yang melibatkan komisi B. ”Wajar saja bila disebut bentuk pengkhianatan,” tegas Darbani. Ketua Komisi B Jaresman Sitanggang berinisiatif, dalam waktu dekat meninjau langsung perusahaan yang memproduksi sabun ekspor itu, agar langsung bertemu dengan buruh di sana. "Kecurigaan itu wajar, karena memang yang hadir dalam RDP hari ini, hanya diwakilkan 1 buruh PT TMSI. Selebihnya dari SBMI, sedangkan pimpinan perusahaan hanya menguasakan pada pengacaranya saja,” sebut Jaresman. (TH)

Oknum Bendahara Pemdes Langkat Kepanasan Langkat-andalas Terkait pemberitaan harian andalas, tentang 26 Sekdes, yang diusulkan dan bakal diangkat menjadi CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) bertugas di beberapa kecamatan, diduga menjadi sapi perahan oknum di Bahagian Pemerintahan Desa (Pemdes), dengan alasan untuk biaya pengurusan SK CPNS dan biaya lainnya, oknum Bendahara Pemdes Pemkab Langkat, kepanasan . Hal tersebut terjadi, Rabu (7/12) siang di arena parkir Kantor Bupati Langkat di Stabat, oknum Bendahara Pemdes Sekretariat Pemkab Langkat saat dikonfirmasi andalas seputar pungli alias pungutan liar terhadap 26 Sekdes, yang bakal diangkat menjadi CPNS langsung marah-marah. Dia mengatakan, masalah itu bukan urusannya. "Tanya saja langsung kepada orang yang bersangkutan atau bahagian terkait," katanya sambil menyebut nama oknum Kasubag Pemdes Seketariat Kabupaten Langkat, H Ramlan.

Gonjang-ganjing nasib 26 Sekdes yang menjadi sapi perahan tersebut, hingga menjadi pembicaraan hangat di kalangan Pemkab Langkat. Info didapat dari sumber andalas, setiap Sekdes diduga dipungut biaya sebesar Rp 15 hingga Rp 20 juta, dengan dalih untuk biaya pengurusan SK CPNS dan biaya tetek bengek lainnya. Salah seorang PNS Pemkab Langkat, juga merasa heran melihat tingkaha oknum Bendahara Pemdes tersebut. "Masalah pengutipan uang tersebut sudah lama terdengar dan sudah menjadi rahasia umum. Kalau tidak salah kasus ini beberapa waktu lalu juga pernah mencuat hingga sampai ke telinga pihak berwajib," bebernya. Sementara, Kasubag PemDes Sekretariat Kabupaten Langkat, H Ramlan saat dikonfirmasi andalas di ruang kerjanya, membantah tudingan yang dialamat padanya tentang pengutipan uang terhadap 26 Sekdes. "Rumor yang berkembang tersebut, sama sekali tidak benar," ujarnya. (DN)

Kasus THL Dishub Langkat Belum Selesai Stabat-andalas Puluhan Tenaga Harian Lepas (THL) Dinas Perhubungan Langkat kecewa karena sudah ditipu. Pasalnya, setelah dijanjikan akan diangkat menjadi pegawai honorer, puluhan THL disuruh untuk membayar ‘uang pelicin’ oleh oknum PNS di dinas tersebut. Namun, setelah uang diserahkan, ternyata janji itu palsu. Buktinya, sampai sekarang janji itu tidak pernah terwujud. Ya, janji tinggal janji. Akibatnya, para korban akan menempuh jalur hukum dan mengadukan nasibnya ke polisi. Puluhan THL telah menjadi korban penipuan iutu, di antaranya adalah Mey Hendri Bangun (32) warga Jalan T. Amir Hamzah, Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Miko Fery Ardila (23) warga Dusun Paya Belibis, Desa Stabat Lama, Kecamatan Wampu, Langkat dan Muhamamad Ali (32), warga Desa Partumbukan, Kecamatan Wampu, Langkat. Mereka mengaku telah dimintai uang setelah dijanjikan akan diangkat menjadi pegawai honorer dan mendapat SK honorer dari Dinas Perhubungan Langkat.

Mey Hendri Bangun mengaku dimintai uang Rp. 30 juta, Miko Pery Ardila Rp 30 juta dan Muhammad Ali Rp. 12.500.000,oleh penanggung jawab (koordinator kegiatan) Pos Kwala Begumit, Edward Siahaan. Namun, Kadis Perhubungan Langkat, H. Syahmadi, S.Sos saat ditanya mengenai hal tersebut menegaskan ‘kesalahan’ tersebut menjadi tanggung jawab pribadi Edward Siahaan, karena tidak ada kaitannya dengan urusan dinas. “Mengapa saat mau menyerahkan uang dulu tidak bertanya atau berkoordinasi ke kantor atau kepada saya. Setelah bermasalah baru ribut, ya silahkan saja lah selesaikan sendiri, yang penting jangan ribut,” ujarnya. Sementara itu, Edward sendiri saat akan dikonfirmasi tidak berhasil ditemui dan dihubungi. Menurut beberapa orang sumber di Dinas Perhubungan Langkat, sejak kasus itu mencuat, Edward memang terkesan menghilang. Jadi, tidak ada etikat baik dari Edward Siahaan untuk mengembalikan uang itu. Karena itu, sampai kini kasus itu masih ‘menganga’ dan belum juga diselesaikan. (BD)

SERAHK AN SK - Bupati Taufan Gama menyerahkan SK kenaikan pangkat dan SK SERAHKAN pensiun, pada hari guru.

Guru Diminta Sukseskan Program Imtak di Sekolah Kisaran-andalas Pemkab Asahan menggelar peringatan Hari Guru Nasional dan HUT ke-66 PGRI di SMP Negeri I Pulau Rakyat. Acara dirangkai dengan upacara nasional, pemberian Surat Keputusan (SK) kenaikan pangkat, izin belajar, pemasangan gelar sarjana dan penyerahan SK Pensiun. Bupati Asahan Drs H Taufan Gama Simatupang MAP berharap kepada seluruh kepala sekolah, guru serta kepala dinas pendidikan untuk dapat menyukseskan program iman dan takwa (imtak) di sekolah, karena program tersebut merupakan salah satu visi dan misi Pemkab Asahan yang sebelumnya program tersebut merupakan janji dalam kampanye Taufan-Surya. Bupati Asahan menjelaskan, ke depan Pemkab Asahan akan melakukan pemerataan guru berdasarkan keputusan bersama lima menteri tentang penataan pemerataan guru PNS. “Dalam pelaksanaan pemerataan guru, selain Kadis Pendidikan mengevaluasi, saya juga turut menilai penataan pemeraatan guru di daerah ini, “ kata Bupati di depan ratusan guru yang hadir dalam acara tersebut, kemarin.

Tujuannya, kata bupati, agar urusan penataan pemerataan guru tidak dimanfaatkan oknumoknum yang tidak bertanggung jawab atas program tersebut. “ Ke depan tidak ada lagi macammacam di dunia pendidikan, apalagi mengenai anggaran berasal dari APBD. “Mari kita buka lembaran baru, segala persoalan guru akan diketahui langsung bupati, “ kata Taufan Gama. Di akhir sambutannya, bupati mengajak kembali kepada seluruh masyarakat untuk menyadari, guru merupakan salah satu faktor strategis dalam menentukan keberhasilan pendidikan, yang meletakkan dasar serta memersiapkan pengembangan potensi peserta didik agar kelak menjadi manusia yang religius sehat, cerdas dan mandiri, sebagaimana harapan visi misi Pemkab. Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Zainal Sinaga menjelaskan, kegiatan digelar berdasarkan semangat dan persatuan para guru di Kabupaten Asahan yang jumlahnya sekitar 9 ribu lebih. “Kami dari dunia pendidikan siap menerima saran dan evaluasi dari bupati, mungkin selama ini banyak kesalahan dalam menjalankan visi dan misi Pemkab Asahan,“ kata Kadis Pendidikan. (FAS)


Jumat

ACEH MEMBANGUN

9 Desember 2011

Nelayan Kuala Raja Harapkan Keruk Muara Bireuen-andalas Masyarakat Nelayan Desa Pantai Kuala Raja, Kecamatan Kuala Bireuen mengharapkan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen dan Pemerintah Aceh segera mengeruk muara di kawasan Pantai Kuala Raja. Sekaligus menambah pembuatan tanggul penahan abrasi di sepanjang kawasan perkampungan. Menurut Usman Abu Laoet, Kamis (8/12) masyarakat selain mengkhawatirkan perkampungan mereka terus digerus ombak, juga tidak bisa melaut karena muara (kuala) yang dangkal. Disebutkan, bila dua hal itu tidak dilaksanakan pemerintah, dikhawatirkan desa mereka terus ciut akibat abrasi.

Merekapun tidak dapat mencari nafkah karena memang mata pencaharian masyarakat mayoritas nelayan, yang setiap harinya bergelut dengan bahaya. “Kami khawatir bila muara atau babah kuala tidak segera dikeruk, selain masyarakat Kuala Raja tidak bisa melaut, penduduk Desa Alue Buya Pasi, Kecamatan Jangka, yang berbatasan langsung dengan Kuala Rajapun terancam,” ungkap Usman seraya menyebutkan air pasang terus mengikis kawasan permukiman penduduk desa itu. Menurut Usman, perkampungan Kuala Raja dari bulan ke bulan dan sudah bertahun terus digerus ombak. (HERA)

13 Sekolah Jadi Contoh Pendidikan Diniyah Banda Aceh-andalas Sebanyak 13 unit sekolah tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Kota Banda Aceh telah ditetapkan sebagai contoh untuk penerapan program pendidikan diniyah. "Untuk tahap awal kita jadikan 13 sekolah ini sebagai 'pilot project'. Jika mendapat dukungan dari seluruh pihak tahun depan akan diberlakukan di seluruh lembaga pendidikan formal," kata Wakil Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal di Banda Aceh, Kamis. Sekolah yang dijadikan "pilot project" program pendidikan diniyah tersebut yakni SD Negeri-2, tiga, empat, lima, 20, 24, 29, 54 dan SD Negeri 62 serta SMP Negeri tujuh, sembilan, 16 dan 18. Untuk menyukseskan program tersebut puluhan guru dari berbagai sekolah telah mendapatkan pembekalan pendidikan diniyah yang diselenggarakan

Komite Penguatan Aqidah dan Peningkatan Amalan Islam (KPA-PAI) Kota Banda Aceh. "Pemerintah Kota Banda Aceh juga akan menganggarkan dana untuk insentif para pengajar termasuk sarana dan prasaranannya," kata Illiza yang didampingi Kabag Keistimewaan Setda Kota Banda Aceh Zahrol Fajri. Ketua Umum KPA-PAI Kota Banda Aceh itu juga mengatakan berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan terhadap program pendidikan diniyah tersebut telah mendapat dukungan dari tenaga pengajar dan orang tua siswa. Menurutnya, pendidikan diniyah merupakan pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan khusus tentang ajaran agama Islam baik formal, nonformal maupun informal. (ANT)

Banda Aceh "Banjir" Durian Banda Aceh-andalas Kota Banda Aceh sejak dua pekan terakhir ini "dibanjiri" buah durian yang didatangkan dari sejumlah wilayah di pantai barat selatan Aceh. Pantauan di Banda Aceh, Kamis, para pedagang musiman buah tersebut memadati sejumlah pinggiran jalan seperti jalan T Nyak Makam, Teuku Umar, pasar Setui dan beberapa pinggiran lainnya di pusat kota Banda Aceh. "Mayoritas buah durian yang dijajakan di Kota Banda Aceh berasal dari Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Nagan Raya, Leupung, Lhong, Kabupaten Aceh Be-

sar, dan sebagian kecil juga didatangkan dari Kabupaten Aceh Barat Daya dan Aceh Selatan dengan harga antara Rp7.000 hingga Rp30 ribubuah," kata seorang pedagang di Setui Misbah (53). Selain menjual buah durian, para pedagang juga menyediakan puloet yakni makanan terbuat dari beras ketan yang dibakar. Usman (40) pedagang lainnya mengatakan harga jual buah durian di Banda Aceh berbeda-beda tergantung dari asalnya, durian dari Lhong harganya lebih mahal dibandingkan dari Nagan Raya atau Meulaboh. (ANT)

14

Pemkab Bireuen Terima Sertifikat Wakaf Tanah Bireuen-andalas Ketua Yayasan Tun Sri Lanang, Hajjah Pocut Haslinda Syahrul Binti Teuku Hamid Azwar, kemarin menyerahkan sertifikat tanah yang merupakan milik mereka dan ahli waris lainnya yang telah diwakafkan kepada Pemkab Bireuen. Menurut Kabag Humas Pemkab Bireuen, Salahuddin di sela-sela pelaksanaan seminar Ketokohan Tun Sri Lanang Dalam Sejarah Dua Bangsa Indonesia-Malaysia di Bireuen menyebutkan, pihak ahli waris langsung menyerahkan sertifikat tanah yang diwakafkan kepada Pemkab Bireuen melalui Bupati Bireuen Nurdin Abdul Rahman. Disebutkan, sertifikat tanah yang telah diwakafkan seluruh ahli waris Tun Sri Lanang kepada Pemkab Bireuen diserahkan Haslinda yang merupakan keturunan ketujuh dan kedelapan dari Tun Sri Lanang seusai penandatanganan Prasasti “Sulalatus Salatin“ (Sejarah Melayu) yang berisikan adat-istiadat, tradisi, sejarah, falsafah, etika dan agama yang masih relevan hingga saat ini di Samalanga 40 kilometer arah Barat kota Bireuen. “Mereka ke Samalanga selain menyerahkan sertifikat tanah wakaf dan penandatanganan prasasti Salalatus Salatin, juga meresmikan Monumen Pocut Meuligo waris ke 7 dan 8 yang sudah selesai dibangun,”

andalas/ist

RAJA PER PERTTAMA - Kuburan Tun Sri Lanang yang merupakan permata dari Melayu Johor yang diangkat sebagai Raja Pertama (Uleebalang) di Samalanga (1615-1659 H) oleh Sultan Iskandar Muda. tambah Salahuddin. Rangkaian kunjungan ke Samalanga sekaligus melaksanakan ziarah ke kuburan Tun Sri Lanang di

Desa Lancok Samalanga dan meletakkan batu pertama pembangunan Perpustakaan Tun Sri Lanang yang dibangun di komplek Dayah Mudi

Gubernur Aceh Ingatkan Warga Tidak Panik Medan-andalas Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengingatkan kembali kepada masyarakat Aceh agar tidak panik, pasca penembakan oleh OTK (orang tak dikenal) yang menyebabkan 3 tewas dan 5 kritis yang terjadi hari Minggu (4/12) lalu. "Kejadian itu benar-benar kriminal, namun sebelum kejadian, teror sudah sering diterima. Tapi masyarakat menganggap biasa saja," kata Irwandi menjawab wartawan saat transit dari Aceh menuju Jakarta di Bandara Polonia Medan, Kamis (8/12). Menurut Irwandi, hingga saat ini belum ada yang bertanggungjawab akibat pristiwa itu. Bahkan pelaku penembakan belum ada yang tertangkap. "Kita berharap pristiwa yang sama tidak terjadi lagi," harap Gubernur. Namun ketika disinggung terkait Pilkada yang akan berlangsung di Aceh untuk pemilihan Gubernur, menurut Irwandi, peristiwa itu tidak ada pengaruhnya. Jadwal Pilkada di Aceh yang sudah ditentukan akan berlangsung awal Februari 2012 tidak berubah.

DIREKTUR Jendral Sejarah dan Purbakala Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan Seminar Ketokohan Tun Sri Lanang dalam Sejarah dua Bangsa (Indonesia-Malaysia) di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Bireuen, Kamis (8/12).

S

andalas/ suherman amin

Malaysia, Brunei Darussalam, dan tamu undangan lainnya yang berkisar 400 orang itu meliputi para akademisi, tokoh masyarakat dan agama, budayawan, pemerhati sejarah, pengampu kepentingan bidang sejarah, guru SLTA, tokoh masyarakat dan budaya serta kalangan wartawan. Menurut Ketua Panitia Seminar di Bireuen Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda Dan Olahraga (Disdikbudpora) Bireuen Drs Asnawi MPd, Tun Sri Lanang asal Malaysia dan menetap di Aceh bisa dijadikan perekat hubungan antara Aceh (Indonesia) dengan Malaysia. Makanya beranjak dari peran Tun Sri Lanang itulah Dirjen Sejarah dan Purbakala Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerjasama dengan Yayasan Tun Sri Lanang dan Masyarakat Sejarawan Indonesia dan Aceh menyelenggarakan seminar Ketokohan Tun Sri Lanang dalam Sejarah Dua

Bangsa Indonesia–Malaysia di Bireuen. Selain itu tambah Asnawi, seminar yang dilaksanakan itu juga merupakan bagian dari rangkaian acara peletakan batu pertama pembangunan Perpustakaan Yayasan Tun Sri Lanang di Komplek Dayah Mudi Mesra Samalanga, sekaligus sebagai lokasi pusat Kawasan Wisata Sejarah Melayu Nusantara yang berpusat di Kabupaten Bireuen. Tujuan lainnya sebut Asnawi, memberikan nilai positif untuk berkembangnya destinasi pariwisata yang berbasis sejarah, sehingga hubungan IndonesiaMalaysia semakin kental menjalin hubungan emosional yang sadar akan sejarah. Sekaligus kesenangan akan sejarah. Apalagi bila kehilangan sejarah, maka hilanglah identitas dan akhirnya generasi dua bangsa kembali ke bayi sepanjang masa. Pengamatan andalas, para

Mesra yang juga bersilaturrahim dengan Pimpinan Dayah, Tgk Nuruzzahri serta seluruh santri yang ada di sana. (HERA)

Koramil 02-KRB Gelar Bintal Aceh Tamiang-andalas Dalam rangka mengoptimalkan peranan TNI menyukseskan program-program pemerintah, Koramil 02/Karang Baru (KRB) Kabupaten Aceh Tamiang mengadakan penyuluhan Bintal (Bimbingan Mental) bagi para datuk penghulu di dalam wilayah toritorial koramil 02/KRB, yang meliputi para datok di Kecamatan Karang Baru dan Kecamatan Sekerak. Bintal tersebut dilaksanakan di aula kantor datok desa bundar di ikuti oleh semua datok dan para tokoh masyarakat di dua kecamatan tersebut. Acara itu juga dihadiri perwakilan pejabat dari Kecamatan Karang Baru, akhir pekan lalu. Danramil 02/KRB Kapten Inf Sahrul mengatakan, penyuluhan itu mengajak para datok dan para tokoh masyarakat untuk ikut menyukseskan program-program pe-

merintah. Seperti program pembangunan dan yang terpenting dalam menghadapi pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) baik gubernur maupun pilkada pemilihan bupati, yang sebentar lagi akan di laksanakan. Danramil juga meminta para datok dan para tokoh masyarakat agar senantiasa menjaga lingkungan, menjaga ketertiban dan menjaga keamanan di lingkungan masingmasing. Sehingga kondusifitas yang telah tercipta selama ini dapat terus terjaga. Apa lagi dalam menghadapai pilkada yang akan datang, banyak gesekkan yang terjadi di tengah- tengah masyarakat. “Peranan tokoh masyarakat dan para datok sangat penting dalam menciptakan keamanan di tengah-tengah warganya. Sehingga keamanan dan ketertiban yang telah terbina selama ini dapat terjaga dengan baik,” katanya. (ZHM)

Irwandi Yusuf "Emang ada orang-orang tertentu yang ingin berbuat teror, agar Pilkada tertunda, jadi ada nuansa politiknya. Tapi Pilkada di Aceh tidak ada masalah karena situasi sudah kondusif," tegas Irwandi yang ikut maju kembali mencalonkan Gubernur dari jalur independen atau non partai. (RIL)

Ketokohan Tun Sri Lanang dalam Sejarah Dua Bangsa

eminar yang menghadir kan sejumlah narasumber dari Brunei Darussalam, Malaysia dan Indonesia antara lain Prof H Muhammad Saleh sastrawan Negara Malaysia, Prof DR Abdurrahman Nafiah dari Universitas Pendidikan Sulthan Idris Tanjung Malim, Perak Malaysia, Datok Sri Wan Abdul Wahid Wan Hasan Ketua Majelis Ulama Pahang, Djamal Tukimin satrawan dari Singapura, Prof DR Thalib Bin Samad dari Tanjung Malim Perak Malaysia, DR Phil Ikhwan Azhari dari Medan, Datok Sri Utyama DR H Awang Muhammad Jamil Al Syafri dari Brunei Darussalam. Selanjutnya Oman Faturrahman dari IAIN Syarif Hidayatukllah Jakarta, H Kamali dari Johor, Prof DR Latief Abubakar Malaysia, DR Rusydi Ali Muhammad IAIN Arraniry Banda Aceh, Prof DR Amirul Hadim IAIN Arraniry Banda Aceh, Badruzzaman SH MHum Ketua MAA Aceh, Prof DR Dien Majid MA dari IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Hadi Kamdi Bin Haji Kamil dari Yayasan Warisan Johor satu-satunya pemateri dari Bireuen adalah Ir Razuardi MT yang juga Sekdakab Bireuen. Seminar diikuti oleh peserta yang berasal dari Indonesia,

harian andalas | Hal.

DIABADIKAN BERSAMA - Jajaran panitia diabadikan bersama usai pembukaan Seminar Ketokohan Tun Sri Lanang dalam Sejarah Dua Bangsa (IndonesiaMalaysia).

narasumber mayoritas menyampaikan pembahasannya menyangkut Lintasan Sejarah Tun Sri Lanang, Karya-karya Literatur Tun Sri Lanang; Situs/Peninggalan Tun Sri Lanang di Aceh dan Malaysia, Aneka Ragam Seni, Arsitektur dan Budaya Peninggalan Tun Sri Lanang serta Pemahaman Keislaman di Aceh. Tun Sri Lanang yang nama aslinya Tun Muhammad dengan gelaran Datok Bendahara Tun Muhammad, sekaligus sebagai Orang Kaya Seri Paduka selain sebagai tokoh Melayu, penyair, pujangga, ahli pemerintahan, ia juga sebagai Raja Samalanga Kabupaten yang berjarak berkisar 40 kilometer arah Barat Kota Bireuen yang dinobatkan oleh Raja Aceh Sultan Iskandar Muda pada 1615 M-1659 M. Setelah ia meninggal jenazahnya dikebumikan di Lancok Samalanga Bireuen. (HERA)

Proses e-KTP di Kecamatan Seruway Lancar Aceh Tamiang-andalas Pembuatan e-KTP (KTP Elektronik) yang di lakukan di Kecamatan Bendahara berlangsung lancer. Terlihat antusias masyarakat mendatangi kantor kecamatan untuk mendaftar dan membuat e-KTP. Data yang diperoleh dari Sekretaris Kecamatan Seruway Zainuddin SE menyebutkan, wajib KTP di kecamatan tersebut mencapai 17.527 jiwa. Sedangkan sampai saat ini masyarakat yang telah memiliki KTP Elektronik telah mencapai kurang lebih 5127 jiwa (yang telah siap pembuatan baru 12 desa). Sedangkan 12 desa lagi masih menunggu proses penyiapan. Camat Seruway Drs H Asra kemarin mengatakan, di Kecamatan Bendahara memiliki 24

desa dalam 4 kemukiman, dan wajib KTP di daerah ini berjumlah 17.527 jiwa, pembuatan e-KTP ini dimulai sejak Oktober 2011. Kendala yang dihadapi adalah peralatan kurang memadai (Foto Digital hanya 1). Dan sampai sekarang telah dilengkapi peralatan ini menjadi 2 kamera, sehingga pelayanan kepada masyarakat telah lancar. Masih menurut Camat, peralatan kamera digital itu didapat dari kantor catatan sipil, agar pembuatan e-KTP tidak terhambat. Para petugas telah bekerja tanpa hambatan. “Biasanya bila memakai 1 kamera lebih kurang dalam seminggu 100 KTP, sekarang telah 2 kamera dalam seminggunya antara 120-250 KTP bisa selesai,” katanya menambahkan. (ZHM)

Dua Datok Desa Dilantik Aceh Tamiang-andalas Camat Sekerak Jalaluddin SE dengan SK Bupati Aceh Tamiang Nomor 750 tahun 2011 melantik Numairi yang dulunya menjabat sebagai Sekretaris Desa menjadi Datok Desa Bandar Mahligai, serta Sugito yang dulunya menjabat sebagai Sekretaris Kampong Kebun Batang Ara menjadi Datok di desa yang sama. Pada pelantikan tersebut turut dihadiri Danramil 02/KB Karang Baru, Kapolsek Karang Baru MDSK, Ka Mukim, para tokoh masyarakat dan para datuk di dalam Kecamatan Sekerak. Camat Sekerak Jalaluddin SE dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada datok yang lama bersama istri dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas peranan dan jasa, karya dan tenaga yang telah diberikan kepada bangsa dan Negara selama me-

mangku jabatan tersebut. Masih menurut camat, bagi para datok yang baru saja dilantik, diucapkan selamat menjabat jabatan yang baru. Untuk mengisi kekosongan jabatan datok penghulu yang telah berakhir masa jabatanya, agar mengikuti peraturan yang ada, harus bekerja sama dengan seluruh perangkat desa mulai dari MDSK, LKMK, Tuk Imam. Sehingga program-program pemerintah di desa dapat berjalan dengan baik, antar lembaga di desa harus saling asah, asing asuh. Sementara itu, Kapolsek Karang Baru AKP Anwar mengimbau kepada para datok dan masyarakat untuk saling mendukung dan menjaga ketertiban dan keamanan, guna menghadapi pilkada bupati maupun gubernur yang sebentar lagi akan dilaksanakan. (ZHM)


Jumat Mayat Wanita Terbakar di Thamrin Plaza

Polisi Kesulitan Ungkap Identitas Korban Medan-andalas Pihak kepolisian mengaku kesulitan untuk mengungkap identitas mayat wanita yang terbakar di areal parkir lantai empat Thamrin Plaza, Jalan Thamrin, Medan. Pasalnya, selain wajah korban tidak bisa lagi dikenali karena rusak akibat terbakar, polisi juga tidak menemukan barang bukti lain selain ember plastik yang terbakar bersama korban di lokasi kejadian. “Barang bukti cuma ember terbakar yang melekat di bokongnya. Lainnya tidak ada," ungkap Kanit Polsek Medan Area AKP J Banjarnahor di kantornya, Jalan Semeru. Namun pihaknya telah mengidentifikasi ciri-ciri fisik korban. Ciri-cirinya, tinggi sekitar 160 centimeter, badan sedang, kemudian dari kulit belakang tubuh dan rambut yang tidak terbakar, korban berkulit putih bersih dan berambut panjang. Selain itu gigi depan sebelah atas sompel, gigi bawah sebelah kiri dalam ompong, umur sekitar 18 sampai 20. "Kemungkinan etnis Tionghoa," ucap Banjarnahor, Kamis (8/12). Dalam kesempatan itu dia mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor ke polisi atau ke RSU Pirngadi. Mengenai motif kematian

SAMBUNGAN 15 Ngeri Kali PNS Sekarang harian andalas | Hal.

9 Desember 2011

korban, ia mengaku belum dapat memastikan karena masih menunggu hasil otopsi dari RSU Pirngadi. Apalagi, lokasi tempat kejadian perkara tidak dilengkapi dengan CCTV sehingga polisi sulit mengungkap identitas dan motif terbakarnya wanita tersebut. Selain mengamankan barang bukti ember terbakar yang menempel di tubuh korban, polisi juga sudah memeriksa dua saksi yang memadamkan api. “Menurut saksi, begitu ditemukan korban sudah meninggal dengan kondisi tubuh terbakar,” tukasnya. Sementara itu hingga Kamis petang, mayat korban masih terbujur kaku di Instalasi Jenazah RSU Dr Pirngadi Medan (RSUPM) dan telah diperiksa pada Rabu (7/12) oleh dokter forensik. Kasubag Hukum dan Humas RSUPM Edison P SH mengatakan belum ada pihak keluarga atau orang yang mengaku kenal dengan korban datang ke rumah sakit. Disinggung mengenai penyebab kematian korban, Edison mengatakan rumah sakit tidak berwenang menjelaskan penyebab kematian tapi hanya memeriksa keadaan mayat apakah ada luka akibat benda tumpul, benda tajam atau karena penyakit. “Masalah dibunuh atau tidak, ini bukan tugas rumah sakit,” katanya.(ACO/YN)

.........(Dari Halaman 1) Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan ada 10 PNS muda memiliki rekening miliaran rupiah. Uang diduga berasal dari dana proyek. Temuan itu pun sudah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Ada dua anak muda golongan III B potensial. Usia 28-38 tahun mengerjakan proyek fiktif menilep belasan miliar," kata Wakil Kepala PPATK, Agus Santoso. Menurut Agus, PNS muda yang memiliki rekening miliaran rupiah ternyata bukan hanya Gayus Tambunan saja.

"Sejak 2002, yang kami serahkan 1.800 laporan indikasi korupsi. Ternyata Gayus (Tambunan) nggak cuma satu, saya prihatin membaca laporan itu," ujarnya. Wakil Ketua KPK, Haryono Umar, mengaku belum baca laporan PPATK terkait rekening gendut PNS muda. Namun Haryono berjanji KPK pasti akan menindaklanjuti laporan yang masuk itu. "Pasti akan ditindaklanjuti," ujarnya, Rabu (7/12). Terkait fenomena ini, KPK mengimbau semua kementerian dan lembaga negara mewajibkan seluruh pegawainya melaporkan

harta kekayaan dan penerimaan gratifikasi. Hal itu menurut Haryono Umar bisa menjadi upaya untuk mencegah terjadinya penimbunan kekayaan yang berasal dari uang negara, selain gaji dan tunjangan, terutama oleh para PNS muda seperti yang ditemukan PPATK. "Kita lihat memang yang di bawah-bawah itu banyak juga yang melakukan penyimpangan-penyimpangan, karena itu kita minta pelaporan harta kekayaan itu tidak hanya penyelenggara negara tapi seluruh pegawai," ujar Haryono. Menurut Haryono, diperlukan

inisiatif dari pimpinan masingmasing kementerian dan instansi pemerintah untuk menerapkan kewajiban itu karena kewajiban melaporkan harta kekayaan bagi para pegawai memang belum diatur dalam UU Nomor 28 Tahun 2009, kecuali baru sebatas diwajibkan terhadap penyelenggara negara. "Kalau mengganti UU kan memang lama. Sementara kita perlu percepatan, jadi memang harus inisiatif di internal kementerian atau lembaga. Karena kita juga tidak bisa memaksa, karena UU-nya juga tidak meng-

Sekda Medan Tak Setuju PNS Wajib Laporkan Kekayaan .........(Dari Halaman 1) peluang untuk mencuri uang negara. Alasannya karena anggaran yang dikelola Pemko Medan memang tidak banyak. “Kasus itu lebih berpeluang terjadi di pusat (Jakarta, red),” kata Syaiful Bahri menangggapi adanya temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tentang rekening PNS muda dalam jumlah tidak wajar.

Selain karena anggaran yang dikelola pemerintah daerah tidak begitu besar, pengawasan pengelolaan keuangan anggaran daerah, kata Syaiful, juga lebih mudah dikontrol oleh kepala SKPD masing-masing. “Kepada PNS berusia muda sejak awal harus ditanamkan etika dan disiplin kerja yang profesional. Ini sudah kita lakukan kepada PNS berusia muda khususnya yang baru diterima,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya pencurian uang negara oleh PNS, Syaiful Bahri mengaku Pemko Medan sudah memberikan berbagai fasilitas dan tunjangan yang layak bagi PNS. Di antaranya, tunjangan fungsional, tunjangan jabatan, tunjangan profesi, dan penghargaan atas dedikasi dalam pelayanan kepada masyarakat. “Di luar gaji pokok, PNS di jajaran Pemko Medan ada

menerima berbagai tunjangan. Ini kita tampung dalam APBD, namanya perbaikan penghasilan PNS. Dengan demikian kita berharap PNS di Pemko Medan tidak lagi berupaya menambah penghasilan dengan cara yang tidak benar,” katanya. Terpisah, Harun Ismail salah seorang pejabat setingkat eselon IV di Badan Kepegawai Daerah (BKD) Kota Medan mengaku mendukung wacana tersebut dan

dilakukan berhari-hari sehingga mampu memindahkan bata yang tersusun rapat tersebut. Batu bata itu disingkirkan dan diletakkan secara tidak teratur di atas bata lainnya sehingga membentuk lubang dan menampakkan konstruksi dasar candi. Hingga saat ini galian liar tersebut masih menganga dan belum terlihat ada tanda-tanda pihak pemerintah baik Pemda maupun instansi berwenang terkait bakal melakukan pemugaran atau perbaikan terhadap areal dan candi yang rusak. Informasi yang diperoleh andalas dari seorang warga setempat bermarga Hasibuan di lokasi Candi Sangkilon pada Minggu (4/12) lalu, di sekitar candi masih dapat dilihat bekas tembok yang mengelilingi candi. Tembok tersebut, kata Hasibuan, berukuran 40 x 40 meter. Jika langkah-langkah penyelamatan seperti restorasi atau pemugaran tidak dilakukan segera mungkin, maka candi tersebut diperkirakan tidak lama lagi akan roboh. Apalagi mengingat bagian dinding candi yang tersisa sudah terdapat retakan-retakan yang parah. Ditanya siapa pihak yang bertanggung jawab terhadap keselamatan Candi Sangilon, ia mene-

gaskan bahwa masyarakat setempat ikut bertanggung jawab untuk kelestarian candi tersebut. Dari pantauan andalas, kondisi jalan menuju lokasi Candi Sangilon sangat rusak parah. Bila musim hujan seperti sekarang, tidak mudah untuk mencapai lokasi candi yang berjarak sekitar 2 kilometer dari Desa Sangkilon. Sekitar 300 meter sebelum tiba di lokasi candi, harus ditempuh dengan berjalan kaki karena jalanannya berlumpur sangat tebal. Sementara itu informasi lain yang diperoleh andalas, Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) wilayah Sumatera Utara hingga kini belum juga menunjukkan perhatiannya terhadap keberadaan Candi Sangkilon. Buktinya meski sudah dilaporkan masyarakat, bahkan dipublikasikan melalui media, lembaga tersebut belum pernah turun meninjau Candi Sangkilon. Begitu juga dengan instansi terkait lainnya seperti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Palas, belum menunjukkan kepekaannya terhadap kondisi Candi Sangkilon yang terancam hilang. Seharusnya dinas tersebut berkoordinasi dengan dinas atau instansi terkait di provinsi untuk segera melakukan langkah-langkah penyelamatan situs yang merupakan kekayaan bangsa Indonesia ini.(MEP)

Penertiban Hewan Ternak Ricuh .........(Dari Halaman 1) kaki empat yang dituding telah meresahkan masyarakat itu, di samping melanggar peraturan wali kota dan peraturan daerah tentang larangan memelihara hewan ternak kaki empat di Kota Medan. Sekitar belasan ekor ternak berhasil diamankan ke dalam truk yang telah disiapkan petugas dan dibawa ke rumah potong hewan di Mabar untuk disita. Sementara itu pemilik hewan ternak mengaku tidak pernah menerima surat pemberitahuan akan adanya penertiban hewan

ternak yang selama ini menjadi sumber mata pencarian mereka. "Mereka tak bisa suka-sukalah. Asal menertibkan saja tanpa ada pemberitahuan. Mereka harusnya tahu kalau ini mata pencaharian kami," kata warga kesal. Informasi lain yang diperoleh, penertiban hewan ternak di lingkungan ini sudah ketiga kalinya dilakukan. Para pemilik ternak juga telah diberi tahu agar segera memindahkan ternaknya ke lokasi lain yang jauh dari permukiman warga karena mengganggu kenyamanan masyarakat.(RM)

Pembangunan Pulau Jalan Pemborosan .........(Dari Halaman 1) pulau jalan hanya untuk menata di Kota Medan, apalagi dikaitkan dengan kunjungan wisata tahun 2012. Tapi kita menyayangkan kenapa pulau jalan yang lama dibongkar kemudian dibangun lagi, apa tujuannya kita nggak tahu. Ini rasanya kurang tepat sasaran dan terkesan menghambur-hamburkan uang negara saja,” ungkap Ketua Sahabat Center Medan Jasmin Chandra, Kamis (8/12) di Sekretariat Sahabat Center, Jalan Letda Sujono, Medan. Menurutnya pembangunan pulau jalan sepertinya tidak terlalu mendesak mengingat fungsi

lalu lintas dan memperindah tampilan kota. ”Jika dibanding dengan kondisi infrastruktur di tiap wilayah masih banyak yang lebih penting penggunaan anggaran tersebut,” ungkap Jasmin Chandra. "Saya bukannya tidak setuju pembangunan pulau jalan itu, tapi alangkah bijaknya tidak dilakukan sekarang, karena masih banyak bidang lain yang membutuhkan, seperti infrastruktur pendidikan khususnya untuk tingkat SD misalnya, yang gedungnya masih banyak yang rusak, begitu juga pasar tradisional," jelasnya.(SIONG)

siap melaporkan harta kekayaannya. “Secara pribadi saya mendukung wacana itu,” ujarnya. Menurutnya, penggajian PNS yang berlaku selama ini masih jauh dari yang diharapkan. Kondisi penggajian yang belum layak tersebut salah satu faktor yang mendorong para PNS untuk melakukan korupsi. Bahkan, jika dibandingkan dengan gaji pengawai di BUMN, gaji PNS itu jauh lebih rendah.(BEN)

Sukmawati Soekarnoputri Tak Maafkan Soeharto

Candi Sangkilon Terancam Hilang .........(Dari Halaman 1)

atur itu (pegawai biasa lapor LHKPN)," beber Haryono. Haryono mengatakan, kesadaran itu baru dilakukan di intansi pemerintah yaitu di Kementerian Keuangan dan Kepolisian. BUMN yaitu PT Pertamina juga sudah mulai menerapkan kewajiban seluruh pegawainya melaporkan harta kekayaan. Begitu juga dengan KPK. "Kita harapkan nanti Pemda dan pemerintah pusat juga menerapkan itu sehingga kita bisa mencegah. Laporan kekayaan terhadap semuanya dan laporan gratifikasi juga diintensifkan," ujar Haryono. (NET)

SOLIDARITAS–Massa yang tergabung dalam jaringan kampus melakukan aksi lilin untuk solidaritas terhadap korban bakar diri di Jakarta, Kamis malam (8/12). Dalam aksinya mereka menyatakan bersimpati dan berduka tehadap korban bakar diri dan meminta kepada pemerintah untuk bertanggungjawab terhadap kebijakan negara yang merugikan rakyat.

KPK Cekal Wa Ode Nurhayati Jakarta-andalas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan telah mengirim surat pencegahan ke luar negeri untuk anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR, Wa Ode Nurhayati. Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu dicegah untuk kepentingan penyelidikan pembahasan anggaran di Banggar. "Benar, kita kirim surat permohonan pencegahan pergi ke luar negeri ke Direktorat Jenderal Imigrasi untuk Wa Ode Nurhayati. Pencegahan bertujuan untuk kepentingan penyelidikan pembahasan anggaran di Banggar," kata Juru Bicara KPK Johan Budi kepada republika, Kamis (8/12). Johan mengatakan, selain Wa Ode, pihaknya juga meminta Imigrasi untuk mencegah tiga orang lainnya terkait penyelidikan yang sama. Yaitu, staf Wa Ode Nurhayati yang bernama Sefa Yulanda serta dua pihak wiraswasta yaitu Fahd Arafiq dan Surhman Manab. Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Imigrasi, Herawan Sukoaji membenarkan bahwa sejak kemarin pihaknya sudah mencegah empat

orang atas permintaan KPK. "Iya benar, dalam satu surat permohonan itu, selain Wa Ode Nurhayati, juga ada stafnya yang bernama Sefa Yulanda serta dua wiraswasta yaitu Fahd Arafiq dan Surhman Manab," sebut Herawan ketika dihubungi. Lalu apakah terhadap empat di antaranya akan dilakukan peme-

riksaan, Johan Budi mengatakan. "Akan diperiksa selama dibutuhkan," sebut Johan Budi. Wa Ode Nurhayati adalah salah seorang anggota Banggar yang sempat berbicara terbuka mengenai skandal anggaran di DPR. Ia menyebutkan banyak terjadi praktik korupsi dan kolusi dan pembahasan anggaran di DPR.

Ulahnya itu sempat membuat marah anggota DPR lainnya. Sementara itu, sekitar pukul 14.00 WIB, Wa Ode baru mendapat kabar terkait larangan bepergian ke luar negeri oleh Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM. "Hemat saya, bila apa yang dilakukan KPK telah sesuai dengan aturan ya sah-sah saja (pencegahan bepergian ke luar negeri). Saya orang yang taat aturan," kata Wa Ode kepada Rakyat Merdeka Online. Namun demikian, Wa Ode berharap KPK tidak tebang pilih. KPK harus bertindak adil dalam menegakkan aturan hukum. "Apa semua yang sedang deperiksa di KPK dicekal juga?" tanya Wa Ode, sambil menegaskan bahwa dirinya masih percaya KPK akan obyektif dalam melihat persoalan yang ada. Wa Ode juga menambahkan bahwa selama bertugas mengemban amanah rakyat sebagai anggota DPR, dirinya belum pernah mau ke luar negeri. Wa Ode berprinsip untuk keliling Indonesia terlebih dahulu. "Artinya, tanpa dicekal pun saya tidak akan kemana-mana," kata Wa Ode sambil tersenyum.(NET)

Yogyakarta-andalas Putri Proklamator Bung Karno, Sukmawati Soekarnoputri sampai saat ini mengaku tidak akan memaafkan Soeharto karena telah melakukan pelanggaran HAM pascaperistiwa 1965. Sukmawati juga meyakini, ayahnya telah dikudeta oleh Pangkostrad Mayjen Soeharto bersama militer lainnya dengan menggunakan Surat Perintah 11 Maret 1966. "Bagi saya, tidak ada maaf pada Soeharto," ungkap Sukmawati dalam acara bedah buku "Creeping Coup d'Etat Mayjen Suharto" di Toko Buku Gramedia, Amplaz Jalan Laksda Adisucipto Yogyakarta, Kamis (8/12) sore. Menurut dia, Mayjen Soeharto yang saat itu menjadi Pangkostrad dan TNI AD lainnya telah melakukan pelanggaran HAM yaitu dengan melakukan penangkapan dan pembunuhan terhadap orangorang PKI. Orang-orang dekat Soekarno termasuk satu menteri anggota Kabinet Dwikora juga ditangkap. Sukma mengatakan dirinya juga setuju dengan istilah Creeping Coup d'Etat atau kudeta merangkak atau perlahan-lahan seperti yang diungkapkan dan dianalisa para pakar politik asing seperti Ben Anderson melalui tulisan-tulisan di Cornell Paper. Menurutnya kudeta tahun 1965 termasuk kudeta yang lambat. Meski target utama adalah presiden namun yang terjadi pada awalnya justru pada petinggi militer/ jenderal, parpol pendukung. Selanjutnya para menteri atau pengikut Soekarno termasuk pimpinan PNI waktu itu juga dihabisi. "Presiden adalah target terakhir seperti yang dialami Bung Karno. Ini bukan kudeta PKI meski ada oknum pimpinan PKI yang salah. Ini kudeta militer karena yang melaksanakan semua di lapangan adalah militer," katanya. Sukma mengaku tidak ada hubungan kedekatan antara Bung Karno dengan Pangkostrad Mayjen Soeharto menjelang peristiwa 1965. Bung Karno hanya dekat Soeharto waktu perjuangan Trikora membebaskan Irian Jaya tahun 1961. Ayahnya justru lebih dekat dengan Menpangad Jenderal Ahmad Yani yang waktu itu melaksanakan konfrontasi dengan Malaysia.(NET)

Ketua PN Medan Dilaporkan ke Poldasu .........(Dari Halaman 1) tersebut, sehingga klien kami merasa tidak terima dan telah dirugikan,” terang Djonggi sembari menegaskan Ketua PN Medan Erwin Mangatas Malau dan Wakil Panitera PN Medan Biliater Sitepu harus mempertanggungjawabkan pelaksanaan eksekusi yang mengakibatkan kedua kliennya tersebut rugi hingga Rp11,99 miliar. Dijelaskan Djonggi, tanah dan bangunan rumah yang telah dieksekusi juru sita PN Medan dibeli kliennya pada 1981, kemudian pada 2002 sertifikat hak milik tanah diurus ke BPN Medan. Selanjutnya pada 2003, kliennya mengurus IMB di TRTB Kota Medan untuk

membangun rumahnya. Seyogianya, sambung Djonggi, Ketua PN Medan tidak seenaknya menganalisis suatu putusan PN. Namun, harus menyelidiki dan mempertanyakan kepada ahli-ahli pertanahan tentang keabsahan surat-surat milik warga. “Itu menunjukkan intelektual seorang hakim,” terang Djonggi yang juga mengaku sangat menyesalkan tindakan pihak kepolisian yang turut serta melakukan eksekusi maupun pengamanan. PN Medan melalui Humas Jonni Sitohang, belum lama ini mengaku siap meladeni gugatan atau laporan warga yang merasa keberatan atas proses eksekusi yang telah mereka lakukan. “Jika merasa ada yang salah

dalam proses persidangan maupun eksekusi bisa mengajukan hukum yang lebih tinggi. Mereka juga bisa menggugat proses eksekusi yang dilakukan dan jika terbukti ada yang salah pasti diganti rugi,” katanya. Sementara itu Sukasno dan istrinya, Elfira Ningsih membenarkan pihaknya telah melaporkan Ketua PN Medan dan Wakil Panitera PN Medan ke Poldasu melalui kuasa hukum mereka. "Apabila kami menang, kami akan meminta ganti rugi kepada Pengadilan Negeri Medan, total kerugian saya bukan sikit sekitar lima miliar tujuh ratus sembilan puluh empat juta rupiah. Apabila laporan kami tidak ditanggapi kami akan melaporkan ke Mabes Polri dan kami akan memasang

plang dilarang masuk Pasal 551 KUHP di daerah tanah kami dengan bukti laporan kepolisian," ucap Sukasno saat ditemui di reruntuhan rumahnya yang telah rata dengan tanah, Kamis (8/12). Sedangkan Ervira Ningsih saat diwawancara mengatakan, orang tuanya yang lumpuh, Arbiani Hasibuan (67) sampai sekarang masih trauma dan shock bila teringat polisi mengeksekusi rumah mereka beberapa waktu lalu. "Sampai saat ini kami semua masih numpang di rumah saudara. Kalau anak saya masih tetap tidur di lokasi ini dengan membuat tenda darurat, untuk menjaga barang-barang kami," ujar Ervira. Ribut Seorang warga Jalan Jati

lainnya bernama Effendy (33) 'mengamuk' di Mapoldasu, Kamis (8/12) petang. Pasalnya pihak Poldasu dikabarkan tidak mau menerima korban yang hendak melaporkan pimpinan PN Medan yang telah mengeksekusi gudang dan rumah miliknya beberapa hari lalu. Namun setelah terjadi perdebatan antara Effendy dengan pihak Poldasu, akhirnya laporan korban diterima petugas. Sampai berita ini dikirim ke redaksi, Effendy masih di Mapoldasu. Sehari sebelumnya Effendy telah mendatangi Mapolresta Medan untuk membuat laporan yang sama, tapi korban juga mengaku ditolak petugas di sana.(THA/ACO)


HARIAN

andalas L

U

G

A

S

D

A

N

C

E

R

D

A

S

Jumat, 9 Desember 2011 | No: 2052/Tahun VII | E-Mail:andalasmedan@gmail.com | Harga Eceran Rp2.000; Langganan+ongkos kirim Rp75.000; Luar Kota: Rp2.500

ANGELKARAMOY

Les Vocal NORMAN KAMARU SETIAWANDJODI

Rindu Tampil dengan Kantata Barock RINDU akan panggung dan sorak sorai penonton mungkin dirasakan oleh pengusaha sekaligus budayawan Setiawan Djodi. Vakum 7 tahun lamanya membuat dia gatal untuk merasakan kembali euforia saat di panggung. Djodi mengungkapkan bahwa tak ada perbedaan antara konser 20 tahun yang lalu dengan sekarang. Namun ada perubahan dari nama band yang dulu Kantata Takwa menjadi Kantata Barock. "20 tahun yang lalu sama sekarang sama aja. Dulu kita jadi aktivis. 20 tahun yang lalu kita di GBK. Jadi kita

kembali secara singkat dari Kantata Takwa jadi Kantata Barock. Setiap orang ingin perubahan. Kami bukan hanya ingin menghibur tapi juga berjuang jadi gak ada banyak perubahan. Domain kita tetap perjuangan," paparnya yang diimbuhi oleh Iwan Fals. "Ini bukan berarti gak ada perubahan. Kita tetap setia dengan apa yang kami pilih," imbuhnya saat dijumpai di preskon persiapan konser Kantata Barock di kediaman Setiawan Djodi, Kemanggisan, Jakarta Barat, Rabu (7/12). Rasa senang tak hanya dirasakan

oleh Djodi dan Iwan Fals saja Sawong Jabo mengaku tertarik saat ditawari untuk konser ini. Dia merasa berterima kasih karena teman-temannya masih mempercayainya untuk tampil bersama. Sebelumnya Sawung mengaku sempat tidak tertarik untuk bergabung di reuni Kantata. "Saya tertarik dengan ini. Tapi soal reuni Kantata pernah bicara, saya tidak tertarik. Ini adalah memperjuangkan sesuatu yang belum selesai sebenarnya. Kebetulan saya dipilih untuk mereka, terima kasih untuk kepercayaan yang besar. Ini semua membuahkan kepercayaan diri saya," tukasnya, Konser Kantata Barock akan dilangsungkan pada 30 Desember 2011 di Gelora Bung Karno, Jakarta. Grup band Kotak juga didaulat untuk tampil di konser ini.(NET)

PINKANMAMBO

Tak BuruBuru Menikah

TRENDMODE

TERBURUK

TAHUN2011

SEORANG editor media Shine, Kwala Mandel telah mengungkapkan beberapa tren mode yang dianggap buruk bagi fashionista, namun tetap saja menjadi tren di kalangan 'kerajaan' fesyen. Apa saja? Diet dukan Diet Dukan melonjak pada awal 2011. Diet cara itu dipakai oleh isteri Pangeran William, Kate Middleton, saat menikah. Diet itu dilakukan dengan mengonsumsi karbohidrat rendah, serta banyak protein tinggi. Menurut ahli nutrisi Wendy Bazilian, diet jenis itu akan membuat tubuh kehilangan nutrisi yang diperlukan. Ia menyarankan diet yang mencakup karbohidrat sehat seperti biji-bijian, kacang-kacangan, dan kentang manis. Celana harem Celana harem, yang muncul tiga tahun lalu sempat merajai pada 2011. Bentuk celana harem yang seperti popok. Bahkan, celana itu juga dibenci kaum Adam Meski dianggap buruk, tren tersebut telah mewarnai dunia mode, juga

banyak peminatnya. Apa yang dianggap buruk bagi orang lain, belum tentu tidak baik dipakai oleh Anda. Sepatu stileto Sepatu berhak super tinggi juga sangat digilai para pesohor dunia. Lihat saja, dalam beberapa acara Victoria Beckham dan Kim Kardashian menggunakan sepatu stilletos berhak super. Namun berhati-hatilah sepatu semacam itu akan membuat pemakainya merasakan nyeri punggung atau lebih buruk, tulang kaki patah. Gaun super ketat Gaun super ketat sangat digilai selebritas Hollywood, seperti Jennifer Anniston dan Katy Parry. Baju itu memang terlihat indah, tapi pengamat fashion mengatakan baju itu membuat pemakainya seperti sesak dan sulit bernapas. Stoking tipis Stoking tipis dikenalkan oleh Kate Middleton yang mengenakannya di berbagai cara. Namun pemehati fashion tidak setuju dengan penampilan Kate karena stoking tipis dianggap sudah

ketinggalan zaman. Aksesori berbulu Aksesori seperti bando atau jepitan rambut dengan bulu di kepala dianggap lucu dan sempat menjadi hits. Bagi pengamat fesyen,orang dewasa seharusnya berpikir dua kali ketika mengenakan aksesosri seperti itu yang terlihat kekanak-kanakan. Desain macan atau leopard Baju dengan model seperti itu sedang hits bagi para fashionista. Baju yang juga dipakai oleh Miranda Kerr dalam salah satu acara itu memang terlihat bagus. namun, bagai pengamat fashion baju ini justru menghancurkan tampilan klasik dan chic bagi wanita.(BBS)

PASCA biduk rumah tangganya dengan Sandy Sanjaya resmi bercerai pada 14 Oktober 2009, nama penyanyi Pinkan Mambo memang jarang disebut menjalin kasih, namun rupanya kini Pinkan sedang jatuh cinta pada seorang pemain sepakbola Febrianto Wijaya. Pelantun lagu Kekasih Tak Dianggap ini, kemarin, bercerita mengenai kelanjutan kisah asmaranya dengan Febry. "Menikah pasti menjadi visi dan tujuan hidupku. Aku gak mau buang waktu dengan sia-sia menjalankan hidup, gak mau main-main. Untuk saat ini belum mau ngomong," jelasnya. Didesak mengenai pembicaraan soal pernikahan, Pinkan tetap tidak mau berkomentar. Pinkan hanya bisa menegaskan bahwa dirinya dan Febry menjalani hubungan asmara dengan serius. "Kalo soal target, buat aku kapanpun bisa jadi hari baik. Selama aku bisa menemukan pasangan yang baik, sayang sama aku dan anakku, kerja keras, pengertian pada pekerjaanku, okelah," tutup mantan anggota duo Ratu ini.(NET)

TIDAK dibantah oleh penyanyi Angel Karamoy, kalau sedang mengambil aji mumpung untuk menjajal dunia tarik suara secara profesional. Selama ini, ibu satu anak ini lebih konsentrasi menyanyi di gereja, dan belakangan datang tawaran di panggung profesional. "Menyanyi di luar rohani ini karena banyak yang menawari pekerjaan dan aku suka, mumpung ada kesempatan, kenapa enggak. Diasah ya harus. Sudah dibayar malah, kalau jelek, kan malu. Aku tetap latihan dan olah vokal," ungkap Angel Karamoy yang mengaku kerap melayani job MC dan akting itu. Angel, kemarin pun

mengaku belajar vokal bersama sang anak, yang berusia sekitar 4 tahun. "Aku les juga untuk menata suaraku. Bareng sama anakku, Lovely. Apalagi orang Manado kan suka nyanyi. Dia suka nyanyi Mother, How Are You Today atau I Have a Dream'. Lovely senang nyanyi sejak umurnya 6 bulan. Sekarang hampir empat tahun," ungkapnya. Sang suami, Steven McJames Rumangkang sangat mendukung karirnya. Dia mendapatkan keleluasaan mengatur waktu, selama masih bisa mengatur waktu untuk anak-anak. "Kalau di luar kota, nginep sehari, nggak sampai dua hari," tegasnya.(NET)

HELMALIAPUTRI

Kagumi Melanie Subono DI TENGAH kesibukannya sebagai aktris, Helmalia Putri rela menyisihkan waktu untuk menghadiri rilis buku Melanie Subono pada Senin (05/11) lalu. Hal itu dilakukannya mengingat Melanie adalah teman dekat, yang menurut Helmalia perlu untuk diprioritaskan. "Sebenarnya ada meeting. Tapi molor, jadi ke sini dulu. Karena Melanie adalah teman aku, aku support banget sama dia," ungkapnya, kemarin. Wanita yang akrab disapa Putri tersebut juga mengungkapkan kekagumannya pada sosok Melanie. Walaupun dia didera penyakit yang tidak bisa dibilang enteng, namun semangat dan keceriaannya tidak pernah pudar. Melanie

juga merupakan sosok yang sangat terbuka. "Menurut aku dia itu orang yang sangat terbuka. Sebagai teman selalu berusaha menyupport dia. Ceplas ceplosnya emang bener. Karena ada satu hal yang salah bukan untuk menyakiti," lanjut Putri. Putri sendiri saat ini sedang merintis karir di belakang layar. Berbekal pengalaman di dunia akting, wanita yang juga berperan dalam film SEMESTA MENDUKUNG ini telah membuka sebuah rumah produksi yang bernama Saya-Saya. Saat ini rumah produksi tersebut banyak difungsikan sebagai tempat pembuatan video klip. (NET)


Harian Andalas 09 Desember 2011