Page 1

andalas HARIAN

L U G A S

D A N

C E R D A S

Jumat, 26 Agustus 2011 | No: 1968/Tahun VII | E-Mail:andalasmedan@gmail.com | Harga Eceran Rp2.000; Langganan+ongkos kirim Rp75.000; Luar Kota: Rp2.500

UNTUK KOTA MEDAN DAN SEKITARNYA JUMAT, 26 RAMADAN 1432 H/26 AGUSTUS 2011 IMSAK : 04.55 WIB SUBUH : 05.05 WIB ZUHUR : 12.29 WIB

ASHAR : 15.41 WIB MAGRIB : 18.35 WIB ISYA : 19.45 WIB andalas/zulkifli nasution

Pernak-pernik Ramadan

Sensasi Berbuka dengan Es Rujak Serut

andalas/ika ramadhani

SEGAR–Cut sedang menuangkan es rujak serut yang dingin dan segar ke dalam gelas untuk disajikan ke pelanggannya.

DARI namanya, Anda pasti sudah tertarik dan ingin mencobanya. Es rujak serut, minuman khas Indonesia yang satu ini bukan saja sangat menyegarkan di kerongkongan, tapi rasanya juga punya sensasi tersendiri. Tentu saja karena terbuat dari campuran berbagai jenis buahbuahan, minuman menyegarkan ini kaya dengan vitamin, sehingga sangat cocok untuk menjadi santapan berbuka setelah seharian berpuasa. Rujak, adalah salah satu makanan yang sudah sangat akrab di masyarakat kita. Walaupun tidak ada yang tahu persis dari mana asal usulnya, tapi diyakini hampir semua daerah mempunyai kekhasan tersendiri soal cemilan yang memiliki rasa pedas, asam, dan manis ini.

Bersambung ke Hal. 15

Kurs dan Harga Logam Mulia, 25 Agustus 2011 Mata Uang AUD CNY EUR GBP HKD

Jual 9007 1348 12419 14114 1105

Beli 8913 1334 12292 13970 1094

Mata Uang JPY MYR SGD USD

Jual 112 2890 7143 8620

Beli 111 2858 7069 8534

MENANTI–Inilah keluarga besar Husein Sitorus yang telah bertahun-tahun menanti kepulangan Husein Sitorus setelah Pengadilan Diraja Malaysia membebaskannya dari ancaman hukuman gantung.

Husein Sitorus Bebas Lima Puluh-andalas Husein Sitorus, warga Dusun IX, Desa Bogak, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, akhirnya selamat dari ancaman hukuman mati di negeri jiran, Malaysia, dengan cara digantung.

Majelis hakim Pengadilan Diraja Malaysia mengabulkan tuntutan Husein Sitorus dengan membebaskannya dari dakwaan kasus kepemilikan ganja 143 kilogram. Hasil keputusan Pengadilan Diraja Malaysia atas sidang banding (mahkamah rayuan) yang digelar pada Kamis (25/4) majelis hakim menyatakan tuduhan kepadanya sebagai pemilik barang haram itu dinilai lemah, sehingga

pengadilan memutuskan Husein tidak bersalah. Kabar ini disampaikan pengacara Husein di Malaysia, Sebastian Cha kepada keluarga Husein di Desa Bogak. Seluruh anggota keluarga yang sempat berharap cemas dan sengaja berkumpul di kediaman Husein Sitorus hari itu, langsung menyambut gembira, bahkan menangis haru mendengar kabar baik tersebut. Para anggota keluarga yang

berkumpul itu antara lain anakanak Husein Sitorus yakni Siti Aisyah Sitorus (31), Rahmadani Sitorus (29), Hasan Basri Sitorus (27), Khairil Anwar Sitorus (24), Khairul Azmi Sitorus (20), Sari Mayda Sitorus (15), Rahma Sitorus (13). Ada pula uwak yang membesarkan mereka selama ditinggal ayahnya bertahuntahun. Seperti disampaikan putri tertua Husein Sitorus, Siti

Mantan Plt Wali Kota Siantar Dituntut 5 Tahun Penjara Hal itu sesuai dengan laporan hasil perhitungan kerugian keuangan negara atas penyimpangan pemberian/ pengeluaran dan penggunaan panjar dan bon sementara Pemko P Siantar tahun anggaran 2003, 2004, dan 2005.” ROBIN ABDI KETAREN JAKSA PENUNTUT UMUM

Medan-andalas Mantan Pelaksana Tugas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pematang Siantar periode 20002005 Ir H Kurnia Rajasyah Saragih (44) didakwa dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan denda maksimal Rp250 juta dalam perkara tekornya kas Pemko Pematang Siantar hingga Rp1,2 miliar. Kasus ini juga menjadikan Lomo Gultom mantan Bendahara Sekretariat Pemko, Alberd Nainggolan mantan Kadis Pekerjaan Umum (PU), Panahatan Sihombing mantan Bendahara Kas Daerah, dan Paian Siagian mantan Plt Kadis Kebersihan sebagai terdakwa karena keempatnya diduga ikut terlibat sebagai

penyebab ketekoran kas pemko itu. Kurnia Saragih merupakan wakil wali kota yang ditunjuk Mendagri menjadi Plt Wali Kota Pematang Siantar pada tahun 2003, saat Marim Purba dinonaktifkan dari jabatan wali kota akibat terjerat kasus korupsi. Menurut Jaksa Penuntut Umum Robin Abdi Ketaren dalam persidangan di Pengadilan Tipikor yang berlangsung di Gedung Cakra I Pengadilan Negeri Medan, Kamis (25/8), perbuatan terdakwa melanggar pasal 3 Undang-undang No 31 Tahun 1999 sebagaiman telah diubah menjadi Undang-undang No 20 Tahun 2001. “Meski APBD Kota Pema-

tang Siantar belum disahkan dan belum ditempatkan dalam lembaran daerah, terdakwa tetap memproses dana yang dimintakan dalam Nota Dinas yang diajukan oleh bawahannya,” ucap Robin saat membacakan dakwaan di hadapan majelis hakim diketuai Suhartanto SH. Padahal sesuai Kepmendagri No 29 Tahun 2002 Pasal 49 dinyatakan, apabila APBD Kota Pematang Siantar belum disahkan, dana yang dapat dibayarkan terdakwa hanyalah dana yang formasinya telah ditetapkan yakni gaji dan dana yang harus tetap dibayar seperti rekening air, rekening listrik, dan rekening

Bersambung ke Hal. 15

DEA TUNGGAESTI

Si Cantik Pengacara Nazaruddin

Alat Kelamin Dipotong

Pasien Tuntut Dokter SEORANG pria menuntut dokter bedah salah satu rumah sakit. Pasalnya, alat kelamin pria itu dipotong dan tanpa izin. Dia juga menuntut manajemen rumah sakit yang dinilai telah melakukan pembiaran praktik hingga membuatnya sengsara seumur hidup itu. Seperti dikutip dari ABC News pada 22 Agustus 2011, pria bernama Phillip Seaton ini melakukan pemeriksaan rutin pada

Oktober 2007 di sebuah rumah sakit. Bukannya mendapat perawatan untuk peradangan di alat kelaminnya, Seaton malah meninggalkan ruang operasi dalam keadaan tanpa alat kelamin. Pengacara Seaton, Kevin George, berkata bahwa setelah kehilangan organ kejantanannya, kliennya tidak lagi merasa menjadi seorang lelaki.

Bersambung ke Hal. 15

DEA pertama kali muncul di depan media pada Jumat (19/8) pekan lalu. Kala itu perempuan kelahiran 26 September 1982 yang merupakan bawahan dari OC Kaligis, membacakan surat Nazaruddin kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kantor KPK, Jl Rasuna Said,

Jaksel. Sejak itu, nama Dea ramai dibicarakan di jejaring sosial Twitter. Ibu muda beranak dua ini jadi perbincangan karena penampilannya. "Ya saya tidak menyangka sama sekali bisa seperti ini. Sebenarnya ini malah menjadi beban buat saya," ujar Dea dalam perbincangan dengan wartawan barubaru ini. Meski bukan kasus besar pertama yang ia tangani, Dea mengaku kasus suap wisma atlet ini memang 'istimewa' dibanding kasus lainnya. Menurut perempuan yang tengah mengambil gelar doktor di Univer-

Dea bersama suami dan kedua anaknya.

sitas Padjajaran ini, hal tersebut tak lain karena nuansa politis dalam kasus anak Siantar itu. "Dari segi nuansa politisnya iya. Tapi sebenarnya ini bukan kasus besar pertama. Saya

Bersambung ke Hal. 15

Bersambung ke Hal. 15

Sidang Gugatan Peruntuhan Masjid Al Ikhlas

ANEH tapi NYATA

Kasus suap wisma atlet yang tengah disidik KPK, kini tengah menjadi buah bibir. Namun di tengah nuansa politis yang menjadi bumbu kasus tersebut, muncul nama Dea Tunggaesti, pengacara nan cantik dalam kasus Nazaruddin yang juga tak kalah menyita perhatian. Siapa Dea?

Aisyah Sitorus kepada andalas di kediamannya di Jalan Tengar, Desa Bogak, Tanjung Tiram, kabar itu mereka terima dari Sebastian Cha pada Kamis siang sekira pukul 11.30 WIB. Menurut Sebastian Cha, kata Aisyah, ayahnya tidak terlibat mengonsumsi narkoba berdasarkan hasil visum. Begitu juga dengan tuduhan kepemilikan ganja

andalas/do pribadi

Sertifikat BPN Cacat Hukum Medan-andalas Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan kembali menggelar sidang gugatan peruntuhan Masjid Al-Ikhlas di Jalan Timor, Medan antara penggugat Badan Kenaziran Masjid Al Ikhlas dengan tergugat I Kepala Badan Pertanahan Kota Medan, tergugat II Intervensi I Menteri Pertahanan RI, tergugat II Intervensi II Kodam I Bukit Barisan, Kamis (25/8) siang. Sidang yang digelar di Ruang Sidang I Lantai II Gedung PTUN Medan itu beragenda mendengarkan tanggapan (replik, red) penggugat atas jawaban (eksepsi) tergugat dari para tergugat. Dalam repliknya, tim kuasa hukum penggugat yang diwakili Irwansyah Gultom SH menerangkan penerbitan sertifikat hak pakai No 847, tertanggal 10 Agustus 2006, yang dikeluarkan tergugat I (Kepala BPN Medan), terbukti melawan hukum dan melanggar asas-asas umum pemerintahan yang baik. Sebab, Masjid Al Ikhlas sejak 12 Agustus 1967, telah berdiri jauh sebelum sertifikat tersebut dikeluarkan. “Masjid itu sudah ada sejak 12 Agustus 1967. Pembangunannya bersumber dari dana wakaf jamaah (umat Islam, red) di sekitar masjid,” terang Irwansyah. Akibat penerbitan sertifikat hak pakai itu, penggugat merasa telah dirugikan dan rumah ibadahnya dihancurkan oleh pihakpihak tertentu. “Kita merasa telah dirugikan karena di dalam sertifikat itu ikut dimasukkan tanah seluas 1.600 meter persegi yang di atasnya berdiri bangunan Masjid Al Ikhlas,” sebutnya. Selain itu, Irwansyah dalam

Bersambung ke Hal. 15


MEDAN KITA

Jumat 26 Agustus 2011

harian andalas | Hal.

PT KAI Siapkan Posko Kesehatan Gratis

andalas Lugas & Cerdas

EDITORIAL

Jangan Paksakan Mudik !

L

ebaran sudah di ambang pintu. Seperti biasanya, negeri kita selalu saja disibukkan dengan tradisi mudik, saban menjelang Lebaran. Tradisi mudik seolah sudah menjadi sebuah keharusan. Mereka yang tidak mudik, tak jarang dianggap sebagai sosok yang 'durhaka' kepada orangtua dan kampung halaman. Persepsi seperti ini tidak jarang menyebabkan sangat banyak umat Islam di perantauan kemudian, memaksakan diri untuk mudik. Padahal, dia sama sekali tidak memiliki kesiapan cadangan dana memadai untuk melakukan mudik. Karenanya, bukan hal yang aneh, jika banyak orang kemudian, hidup dalam serba kesusahan dan terlilit dengan utang, pasca mudik Lebaran. Pasalnya, selain menguras tenaga dan pikiran, mudik juga selalu menguras tabungan. Harus diakui, tradisi mudik di Indonesia menjelang Hari Raya Idul Fitri, telah menjadi semacam ritual tahunan yang sangat merepotkan sekaligus konsumtif. Merepotkan, karena pihak kepolisian misalnya, sampai menghabiskan puluhan miliar untuk mengawal dan mengamankan prosesi tahunan ini. Bahkan, angkutan umum yang terlibat dalam prosesi mudik setiap tahun mencapai jutaan unit. Disebut konsumtif, karena begitu besarnya akumulasi penghasilan, gaji, tabungan plus THR yang dibelanjakan dalam rentang satu atau dua minggu saat berada di kampung halaman. Jika dicermati lebih dalam, prosesi mudik Lebaran itu mengadung sisi plus minus. Dari perspektif sosiologis, akan terpupuk kembali hubungan emosional pemudik, setelah sekian lama berpisah dengan orang tua, sanak saudara, dan tetangga di kampung halaman melalui silaturahmi. Sementara, dari sudut pandang ekonomis, budaya mudik itu dapat dipersepsikan sebagai pemulangan uang yang menumpuk di kota agar terdistribusi ke daerah. Inilah kesempatan orang desa untuk mencicipi dan menikmati uang dari kota. Di kampung halaman, para pemudik membagikan angpao dan membelanjakan uangnya untuk sekadar buah tangan. Namun perlu dicatat, jika tidak mampu mengendalikan diri, mudik yang konsumtif akan berpotensi menghadirkan sisi gelap. Antara lain, menjadi ajang pamer kekayaan, performance, perhiasaan, kendaraan, dan properti-properti kemewahan lainnya. Karenanya mudik,yang dominan belakangan ini hanya sebatas 'mudik biologis'. Sebab, ritual tahunan itu berorientasi pada pemenuhan instink dan naluri kemanusiaan semata, seperti mengobati rasa kangen dan rindu pada sanak keluarga. Padahal esensi Idul Fitri sesungguhnya adalah untuk menjadikannya sebagai momentum mudik spiritual, yakni kembali ke kampung halaman rohani yang fitri dan suci. Hal ini sejalan dengan makna Idul Fitri yang hakiki, yang bermakna kembali ke fitrah (kesucian). Jika mudik menjurus pada menumpuknya utang, serta menimbulkan, jangan pernah merasa malu, untuk menunda mudik. Dengan kata lain, jangan paksakan mudik, kalau tidak didukung kemampuan cadangan dana memadai.(**)

andalas/Hs poetra

PENGAMANAN - Seorang anggota Brimob Poldasu sedang memeriksa keamanan di dalam kereta api di Stasiun Besar Kereta Api Medan, Kamis (25/8) menjelang keberangkatan ke Rantau Prapat. Sebanyak 90 personel Brimob disiagakan guna mengamankan dan mengantisipasi tindak kejahatan di dalam kereta api yang mengangkut pemudik pulang ke kampung halamannya masing-masing.

Moratorium CPNS, Honorer Pemprovsu Tetap Diangkat Medan-andalas Kendati pemerintah pusat melakukan penundaan sementara (moratorium) pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) hingga Desember 2012, namun diyakini hal itu tidak mempengaruhi proses pengangkatan pegawai honorer Pemprovsu menjadi CPNS. Hal ini mengingat, 239 honorer yang sudah diusulkan pengangkatannya tersebut bukan pengadaan baru dan merupakan program yang belum terselesaikan. Demikian disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan dan Pengadaan Badan Kepegawaian Daerah

(BKD) Sumut, Dr Kaiman Turnip MSi di Medan, Kamis (25/8). "Pengangkatan honorer ini tidak akan terpengaruh dan saat ini masih menunggu proses verifikasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN)," kata Kaiman. Kaiman menambahkan, BKD Sumut telah mengusulkan pengangkatan 239 honorer di jajaran Pemprovsu yang diterima tahun 2004 ke bawah. Dari jumlah tersebut 223 orang diantaranya merupakan kategori I, yakni tenaga honorer yang pembiayaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Selebihnya masuk dalam kategori II, yang pembiayaannya bersumber dari dana BOS dan komite. Kategori II ini umumnya bertugas di bidang pendidikan. "Semua berkasnya sudah kami sam-

paikan kepada BKN untuk diverifikasi, tentu harapan kita dalam waktu dekat sudah ada hasil dan honorer yang tersisa tersebut bisa diangkat menjadi CPNS," lanjutnya. Ditanya soal pengadaan CPNS tahun 2011, Kaiman menambahkan, dengan diputuskannya pemberlakuan moratorium, maka secara otomatis pengadaan tahun 2011 batal. Namun demikian, sambung Kaiman, pihaknya masih menunggu salinan keputusan lengkap dan petunjuk lain terkait pelaksanaan moratorium tersebut. "Dari komunikasi dengan pihak Kemenpan dan BKN, kami mendapatkan informasi ada beberapa sektor yang dikecualikan. Untuk pengecualian ini mungkin akan ada aturan khusus, jadi kami masih menunggu dulu keputusan resminya, baik dari BKN maupun dari Menpan," ucapnya. (WAN)

H Syah Affandin SH:

andalas/ ujung

PENERBIT PT. Star Media Internusa d/h. PT. Inti Media Nusantara PEMBINA Dr Eggi Sudjana SH MSi PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI Iskandar ST WKL PEMIMPIN UMUM/WKL PEMIMPIN REDAKSI/PENJAB H Baharuddin WAKIL PEMIMPIN REDAKSI II Dedy Ardiansyah WAKIL PEMIMPIN UMUM MA Siddik Surbakti, Christoffel Manurung SH MH PEMIMPIN PERUSAHAAN Amiruddin REDAKTUR PELAKSANA Gusliadi Ritonga SEKRETARIS REDAKSI Windari KOORDINATOR LIPUTAN Hamdani Nasution, KOORDINATOR DAERAH Agus Salim Ujung REDAKTUR Asril Tanjung, Hermawan,Yonan Febrian, M.Sulaiman STAF REDAKSI Asiong, Robenson Sidabariba, Yunan Siregar, M Isya, Irwan Ginting, Ika Ramadhani, Felix Sidabutar, Thamrin Samosir, Desrin Pasaribu FOTOGRAPHER Rony Muharrman, Hs Poetra SIRKULASI Septho IKLAN Syarifah PENASEHAT HUKUM Syahril SH SpN; Nur Alamsyah SH MH; Abu Bokar Tambak SH MHum; A Herwan Bispo SH, H. Syafrizal SH. MH ALAMAT REDAKSI/ TATA USAHA Jalan T Amir Hamzah Ruko Kompleks Griya Riatur Indah No. 182-184-186 Medan NOMOR REKENING BRI Unit Kapten Muslim Medan a/n Amiruddin Mendrofa No. Rekening 3383-01-027966-53-5 BCA KCP Tomang Elok a/n Amiruddin Mendrofa No. Rekening 7865078382 Iklan Warna (FullColour) Rp. 15.000/mm kolom Iklan Hitam Putih Rp 10.000/mm kolom Iklan Keluarga/Ucapan Selamat Rp 3.500/mm kolom TELEPON (061) 8449800 FAKSIMILE (061) 8462800 EMAIL REDAKSI:andalasmedan@gmail.com IKLAN: marketingandalas@gmail.com PENCETAK CV. Grafika Sumatera. Isi di Luar Tanggungjawab Pencetak

2

PAN Konsisten Bersama Rakyat Medan-andalas Partai Amanat Nasional senantiasa konsisten bersama rakyat. Karenanya, pada peringatan HUT ke-13 PAN 23 Agustus 2011, DPW PAN Sumut melakukan berbagai kegiatan riil di berbagai daerah, yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat. Demikian dikemukakan Ketua DPW PAN Sumut H Syah Affandin SH, didampingi Ketua Panitia HUT Muslim Simbolon SAg, Sekretaris DPW Drs Parluhutan Siregar, dan Wasekjen DPP PAN Ir Kamaluddin Harahap, kepada wartawan pada acara berbuka bersama dan syukuran HUT PAN di Sekretariat partai berlambang matahari tersebut, Kamis (25/8). Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua DPW Hapcin Suhairy, Aripay Tambunan, Wakil Sekretaris Suhandi, Hendra Cipta, Agus Salim Ujung, Isa Anshari, Zulbadri, Wakil Bendahara Zuraida, dan Chairul Bariah. Menurut Syah Affandin yang akrab disapa Ondim, konsistensi partai senantiasa peduli dengan rakyat, sejalan dengan program dan target PAN pada Pemilu 2014 mendatang, yang mencanang-

KONSISTENKONSISTEN-Ketua DPW PAN Sumut H Syah Affandin SH didampingi Wasekjen DPP Kamaluddin Harahap menyatakan, PAN tetap konsisten berpihak pada rakyat. kan akan meraih perolehan suara double digit, sekaligus akan memperjuangkan Ketua Umum DPP PAN HM Hatta Rajasa sebagai kandidat Presiden RI. "Dan konsistensi PAN selalu peduli dengan rakyat ini, tidak hanya dituangkan melalui slogan di atas kertas saja, melainkan ditindaklanjuti dengan karya nyata di lapangan," kata Syah Affandin. Dalam konteks tersebut, Muslim Simbolon menyebutkan, dalam menyambut dan memperingati HUT ke-13 PAN di Sumatera Utara, pihaknya telah melakukan sejumlah kegiatan yang langsung bersentuhan dengan kepentingan rakyat di hampir semua kabupaten/ kota di daerah ini, dengan melibatkan pengurus DPD serta 7 anggota DPRD Sumut dari PAN. Kegiatan yang dilakukan antara lain, menggelar pengobatan gratis, melaksanakan khitanan massal, donor darah, serta menyerahkan bantuan 1.000 paket sembako

kepada nelayan di Belawan dan Pangkalan Brandan, Langkat. "Kita juga melakukan up-grading kepemimpinan, Sumut bersih dan temu tokoh dengan menghadirkan Ketua Umum DPP Hatta Rajasa, yang notabene Menteri Perekonomian RI," kata Muslim. Selain itu, tambah Parluhutan Siregar, DPW PAN Sumut juga akan melakukan peletakan batu pertama pembangunan 'Rumah PAN' di Jalan Mustafa, juga menghadirkan Ketua Umum DPP. "Rumah PAN ini akan dilengkapi berbagai fasilitas dan terdiri dari tiga tingkat," sebutnya. Sementara Kamaluddin Harahap menyatakan, terkait dengan komitmen PAN yang tetap akan proaktif menyikapi aspirasi masyarakat, dia telah menggagas sekaligus akan mengerahkan lima bus ALS membantu warga yang akan mudik lebaran. "Hal ini sekaligus ikut menyisati terjadinya kelangkaan tiket mudik saat ini," katanya.(UJ)

Medan-andalas Bagi para penumpang jasa angkutan kereta api yang akan melakukan mudik tidak perlu khawatir lagi jika tiba-tiba kondisi kesehatannya tidak fit. Jelang Lebaran, PT Kereta Api Indonesia (KAI) sudah menyiapkan jasa layanan berupa posko kesehatan secara gratis. "Disamping pos keamanan kami juga menyediakan pos kesehatan, untuk wilayah Divre I Sumatera Utara kita ada penempatan posko kesehatan sebanyak lima tempat. Pertama di stasiun Medan sendiri, kemudian di stasiun Perbaungan, di stasiun Tebing Tinggi, di stasiun Mambang Muda dan di stasiun Rantau Prapat itu tentunya untuk mengantisipasi jika ada calon penumpang ada yang sakit,''kata Kepala Humas PT Kereta Api (KA) Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara (Sumut), Irwan kepada wartawan, kemarin. Irwan juga menjelaskan PT KAI wilayah Divre I Sumatera Utara juga menyediakan posko data, yang terangkum dalam empat posko. Pertama yakni posko operasional, keamanan, kesehatan dan yang terakhir posko data untuk kebutuhan data statistik. "PT Kereta Api (KA) sudah menyiapkan layanan kesehatan dan bekerjasama dengan Jasa Raharja. Kami akan buka di H-4 dan akan melayani berobat gratis untuk para calon penumpang yang merasa kurang sehat kondisinya dalam melakukan perjalanan," ujar Irwan. Jelang Lebaran, PT KAI mengkhawatirkan ada gangguan yang dilakukan pihak-pihak yang tak bertanggungjawab terkait tindakan kriminal. "Dua hal yang mengkhawatirkan yaitu calo dan copet, Tetapi kami sudah mengantisipasinya dengan melakukan boarding pass untuk calon penumpang kita di stasiun-stasiun bahwa yang bisa masuk ke stasiun selama masa angkutan Lebaran hanya penumpang yang memegang karcis. Bagi pengantar kami mohon maaf hanya bisa mengantar sampai di pintu porter saja," pungkasnya.(IKA)

Arus Mudik di Terminal Amplas Masih Sepi Medan-andalas Peningkatan arus penumpang mudik Lebaran di Terminal Terpadu Amplas Medan hingga H-5 masih kelihatan sepi baik melalui angkutan trayek antar kota antar provinsi maupun trayek antar kota dalam provinsi. "Peningkatan aktivitas keberangkatan maupun kedatangan di sejumlah perusahan pengangkutan bus masih belum menunjukkan peningkatan meski Lebaran lima hari lagi," kata Kepala Terminal Terpadu Amplas Medan A Parangin-angin, Kamis (25/8). Sesuai pengalaman tahuntahun sebelumnya, sambung A Parangin-angin , lonjakan arus penumpang baru akan terlihat pada dua atau tiga hari sebelum hari H, baik yang mudik keluar Provinsi Sumut maupun hanya antar kabupaten/kota di Sumut.

"Hari Sabtu atau Minggu nanti baru kelihatan lonjakan penumpang, baik angkutan yang datang maupun yang berangkat.Untuk itu kita selaku pengelola terminal sudah menyiapkan segala sesuatunya," katanya. Untuk mengantisipasi adanya lonjakan penumpang, sedikitnya 26 perusahaan armada pelayan trayek antar kota antar provinsi (AKAP) sudah menyiapkan angkutan Lebaran 2011 dengan jumlah 66 trayek. Jumlah bus armada yang disiapkan untuk berangkat 1.733 armada dengan putaran 110 bus per hari dan jumlah bus yang tiba 1.776 dengan putaran 111 bus per hari. Jumlah penumpang yang akan berangkat melalui AKAP diperkirakan 51.990 orang dengan jumlah penumpang setiap harinya 3.250 orang. (ANT)

Pemko Diminta Kontrol Harga Sembako Medan- andalas Pemerintah Kota Medan diminta lebih maksimal untuk melakukan kontrol harga sembako di sejumlah pasar tradisional Medan. Mengingat, jelang Lebaran permintaan konsumen sangat tinggi sehingga dikhawatirkan akan dimanfaatkan pihakpihak yang tidak bertanggungjawab untuk menaikkan harga. Demikian disampaikan Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan Salman Alfarisi LC, MA disela-sela silaturahmi dengan sejumlah wartawan di Gedung DPRD Medan, kemarin. Selain masalah sembako, mereka juga mengimbau kepada perusahan jasa transportasi darat, laut dan udara untuk lebih memperhatikan keselamatan penumpang saat mudik. "Paling penting adalah pe-

rusahan jasa angkutan darat, laut maupuh udara juga harus lebih memperhatikan muatan. Jangan karena banyaknya calon penumpang lantas mereka mengabaikan kapasitas muatan, sehingga dapat membahayakan bagi penumpang ," ujar Salman. Dua Ranperda Akan Dibahas Sementara itu Penasehat Fraksi PKS yang juga Wakil Ketua DPRD Medan Ikrimah Hamidy ST , MSi menambahkan ada sejumlah Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) hak inisiatif yang akan digulirkan usai Lebaran tahun ini. Diantaranya Ranperda tentang pendidikan dan Ranperda sumur resepan. "Kedua Renparda ini sangat penting. Ranperda Pendidikan berkitan dengan Ranperda yang sedang dibahas yaitu Ranperda tentang penanggulangan HIV/AIDS dan Ranperda tentang cagar budaya,''ujarnya. (TIM)


MEDAN KITA

Jumat 26 Agustus 2011

harian andalas | Hal.

3

Andalas/Rony Muharrman

23 Gepeng dan Anak Jalanan Terjaring

Tiga Hari Dipantau Kabid Sosial Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Medan, Effendi S, SH mengatakan gepeng dan anak jalanan yang ditertibkan merupakan target operasi. Selama ini, kata Effendi, tim melakukan pemantauan terhadap mereka selama tiga hari berturut-turut. Pertama penertiban, mereka diberi pengarahan untuk tidak mengulangi lagi. Tapi, ternyata mereka mengindahkan. Hasilnya, pada penertiban lanjutan mereka langsung dijaring. "Kita juga sempat kecolongan seperti di simpang Jalan Guru Patimpus. Anakanak jalanan sempat kabur,"katanya. Gepeng dan anak jalanan yang terjaring didata, dan difoto oleh Polisi sebagai arsip. Ketika mereka tertangkap lagi, maka mereka langsung dikirim ke panti di kawasan Binjai. (TIM)

LAWAN ARAH Seorang pengendara becak bermotor melawan arah arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto, Medan, Kamis (25/8). Kurangnya kesadaran akan keselamatan berkendara seperti ini, dapat membahayakan diri dan pengguna jalan lainnya.

Pemprovsu Serahkan Zakat untuk PNS

Gatot Ngaku Dikritik Keluarkan Pergub Zakat Medan-andalas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) menyerahkan zakat sebesar Rp124,5 juta yang dikumpulkan mulai Januari-Agustus 2011 oleh Badan Zakat Daerah (Bazda) Sumut untuk 415 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Golongan I dan II. Meskipun sebelumnya, Pelaksana Tugas Gubernur Sumut, H Gatot Pujo Nugroho mengaku mendapat kritikan saat mengeluarkan Pergub (Peraturan Gubernur) Zakat tersebut. Penyaluran zakat itu diserahkan secara simbolis saat pelaksanaan apel pagi di lapangan Kantor Gubsu, Kamis (25/8) yang dipimpin langsung Gatot. Menurut Ketua Bazda Sumut Drs Amansyah Nasution MA, zakat yang dikumpulkan itu didapatkan dari pemotongan gaji PNS selama JanuariAgustus dengan jumlah bervariasi sesuai dengan golongan masing-masing. Berdasarkan instruksi Gubsu Nomor 451-12/14100/2010 tertanggal 27 Desember 2010, pemotongan itu berjumlah Rp5 ribu untuk golongan I, Rp10 ribu untuk golongan II, Rp15 ribu untuk golongan III, dan Rp20 ribu untuk golongan IV. Dari data yang didapatkan dari Sekretariat Daerah (Setda), PNS yang beragama Islam yang akan dipotong ganjinya sebanyak 7.797 orang dengan perincian 252 orang (golongan I), 2.441 orang (golongan II), 4.637 orang (golongan III), dan 467 orang (golongan IV). Dari jumlah itu, pihaknya mendata PNS golongan I dan II yang layak menda-

patkan bantuan zakat yakni sebanyak 415 orang dengan perincian golongan I sebanyak 219 orang dan golongan II sebanyak 196 orang yang setiap orangnya mendapatkan Rp300 ribu. Meski jumlah zakat yang didapatkan cukup besar, namun Gatot mengeluhkan tingkat partisipasi satuan kerja perangkat daerah (SKPD) pemprovsu yang belum maksimalkan dalam melakukan pemotongan gaji untuk zakat yang dilakukan berdasarkan Pergub itu. "Hampir semua SKPD tidak menjalankan Pergub tentang zakat dengan tepat," katanya. SKPD yang dinilai paling melaksanakan Pergub itu adalah Setda Pemprovsu yang hampir 100 persen melakukan pemotongan gaji bagi PNS muslim untuk zakat sesuai dengan tingkat golongan masing-masing. "Mulai Januari hingga Agustus, hampir semua PNS muslim di Setda pemprovsu menjalankan zakat, kecuali bulan April yang hanya separuh," kata Gatot. Gatot mengaku tidak mengetahui alasan sebenarnya sehingga sebagi-

an besar SKPD itu tidak melakukan pemotongan gaji PNS muslim untuk zakat meski telah ada dasar hukumnya berupa Pergub. "Pergub itu tidak dijalankan. Muncul pertanyaan, sudah berapa banyak pula peraturan yang tidak kita lakukan," katanya. Padahal manfaat zakat itu bukan untuk orang yang memberikan saja tetapi bagi masyarakat. "Dan gaji yang dikumpulkan itu dikembalikan semua. Tak ada yang dikorupsi Bazda," ujar Gatot. Gatot mengaku pernah mendapatkan kritikan dari berbagai pihak ketika mengeluarkan Pergub Zakat dengan memotong gaji PNS golongan I sebesar Rp5 ribu per bulan. Ia meyakinkan bahwa tindakan itu tidak salah karena kondisi keprihatinan atau kekurangan materi yang dialami seseorang tidak boleh menyebabkannya tidak bisa mendekatkan diri dengan Tuhan. "Jika kekurangan materi, PNS itu mungkin harus lebih banyak berpuasa yang juga bermanfaat untuk kesehatan dan biaya makannya yang hanya sebanyak Rp5 ribu dijadikan zakat," ujarnya. Ketua Bazda Sumut Drs Amansyah Nst mengatakan, selain zakat dan infak untuk PNS itu, pihaknya juga telah menyalurkan zakat lain seperti pada 5 Ramadan lalu untuk 225 anak yatim dan 130 orang yang merupakan asuhan dari Bazda. Kemudian, pada 19 Ramadan melalui kerja sama dengan Baznas juga memberikan bantuan kepada 1000 orang anak yatim se-Sumut. (WAN)

Medan-andalas Satu persatu borok Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Sumut H Fadli Yasir terkuak. Setelah menerbitkan SK PAC ganda di Kota Medan, kini diduga kuat H Fadli Yasir memalsukan SK Ansor Tanjung Balai Tahun 1992. Informasi yang berhasil dihimpun wartawan, Kamis (25/8) pemalsuan itu dilakukan dengan cara memasukkan nama Fadli Yasir sebagai pengurus PC GP Ansor Kota Tanjung Balai periode 19921996 pada Departemen Olah

Medan-andalas PT Pelni akan mengoperasikan kapal motor Labobar untuk melayani penumpang arus balik Lebaran 2011 dari Pelabuhan Belawan Medan tujuan Tanjung Priok Jakarta. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan penumpang arus balik dari Pelabuhan Belawan, Demikian disampaikan Manager PT Pelni Cabang Pelabuhan Belawan, Budandi kepada antara di Medan, Kamis (25/8). Menurut Budandi, KM Labobar khusus dioperasikan Pelni selama Lebaran 2011 di Pelabuhan Belawan untuk mendamping KM Kelud yang selama ini merupakan satu-satunya kapal penumpang yang melayani rute reguler Belawan-Batam-Tanjung Priok selama satu kali dalam sepekan. KM Labobar dengan kapasitas penumpang maksimum sekitar 3.500 orang dijadwalkan tiba di Pelabuhan Belawan tanggal 29 Agustus 2011 dari Tanjung Priok Jakarta. Selanjutnya, pada 3 September atau H+5 akan kembali bertolak dari Pelabuhan Belawan menuju Batam dan Tanjung Priok. Sedangkan, KM Kelud dengan kapasitas penum-

pang maksimum sekitar 2.900 orang dijadwalkan tiba di Pelabuhan Belawan dari Tanjung Priok tanggal 28 Agustus 2011. KM Kelud akan memberangkatkan penumpang arus balik dari Pelabuhan Belawan pada 6 September 2011. Budandi memprediksi jumlah penumpang arus balik dari Pelabuhan Belawan pada Lebaran tahun ini tidak mengalami lonjakan secara signifikan. "Kami memperkirakan pada Lebaran tahun ini akan terjadi peningkatan jumlah penumpang arus mudik dan arus balik di Pelabuhan Belawan, tetapi jumlahnya tidak mengalami lonjakan luar biasa," tambahnya. Hingga memasuki H-5 jumlah tiket KM Labobar yang dipesan untuk jadwal keberangkatan tanggal 3 September baru sekitar 500 tiket. Dia mengingatkan kepada para calon penumpang arus balik agar membeli tiket di sejumlah agen dan loket resmi yang ditunjuk oleh PT Pelni. Dalam upaya meningkatkan kenyamanan para penumpang Lebaran, sambung Budandi, pihaknya bekerja sama dengan beberapa instansi terkait pemegang otoritas Pelabuhan Belawan telah membuka Posko angkutan Lebaran 2011. (ANT)

PMI Sumut Terima Bantuan Mobil Transfusi Darah Medan-andalas Palang Merah Indonesia Sumatera Utara (PMI Sumut) menerima bantuan satu unit mobil unit donor darah atau mobil transfusi dari PMI Pusat. Bantuan ini diserahkan PMI Pusat melalui perwakilan Hyundai Sumatera Utara, Johan, kepada Ketua PMI Sumut Dr H Rahmat Shah di Markas PMI Sumut di Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan, Rabu (24/8). Mobil transfusi yang diserahkan berkapasitas empat orang dan dilengkapi fasilitas canggih. Bantuan ini merupakan satu dari empat unit mobil transfusi yang rencananya akan diserahkan ke PMI Sumut. Hal ini mengingat jumlah penduduk Sumut ada sekitar 12 juta jiwa, sedang rasio pengadaan mobil transfusi adalah satu unit untuk tiap 3 juta jiwa sehingga idealnya dibu-

DIABADIKAN - Para pengurus PMI Sumut dan PMI kabupaten/kota diabadikan bersama dengan perwakilan Hyundai Sumut dengan latar belakang mobil transfusi bantuan PMI Pusat. tuhkan empat unit mobil transfusi. Ketua Palang Merah Indonesia Sumatera Utara yang juga Anggota DPD RI Dr H Rahmat Shah meminta agar mobil transfusi ini benar-benar dapat digunakan untuk kepentingan memenuhi kebutu-

han kantong darah di Sumut. "Mobil transfusi tidak boleh menjadi mobil pajangan belaka, tetapi harus dioptimalkan pemanfaatannya dengan pola jemput bola sehingga para pendonor tidak perlu lagi repot mendatangi Unit Donor

Darah, tetapi mobil transfusilah yang akan mendatangi para pendonor, tentunya dengan berkoordinasi kepada PMI setempat," ujarnya. Di kesempatan itu Rahmat mengapresiasi terobosan yang telah dilakukan Ketua Umum PMI Pusat

Fadly Yasir Diduga Palsukan SK GP Ansor Tanjug Balai Tahun 1992 PP Ansor akan Jatuhkan Sanksi

KM Labobar Layani Arus Balik di Belawan

andalas/ist

Medan-andalas Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Medan bersama tim dari Satpol PP, Polresta Medan, Dinsos Provinsi Sumut melanjutkan penertiban gelandangan, pengemis dan anak jalanan di Kota Medan. Jika sebelumnya, hasilnya tidak maksimal. Tim merubah pola. Penertiban dilakukan sore hari. Hasilnya, sebanyak 23 gelandangan, pengemis dan anak jalanan terjaring. "23 gepeng dan anak jalanan ini dijaring di lima titik di persimpangan Titi Kuning-Jalan Tritura, persimpangan Jalan Guru Patimpus, persimpangan Jalan Glugur, persimpangan Simpang Pos, dan persimpangan Jalan JuandaJalan Halat-Jalan Sisingamangaraja Medan,"kata Plt Kadis Sosial dan Tenaga Kerja Kota Medan, Mara Husin Lubis, SH didampingi Kabid Sosial, Effendi S, SH usai memberikan pengarahan kepada gepeng dan anak jalanan yang terjaring di Kantor Dinsosnaker Kota Medan, Jalan KH Wahid Hasyim Medan, Rabu (24/8) kemarin. Marah Husin menjelaskan, penertiban yang dilakukan Dinsosnaker dan tim pada hari pertama, Selasa (23/8) masih tahap awal dan sifatnya memberikan pengarahan kepada gepenggepeng untuk tidakmelakukan aksinya di kota Medan. "Bukan tidak maksimal. Tapi memang pada hari pertama kita masih melakukan pengarahan agar mereka para gepeng dan anak jalanan tidak beraksi di Medan. Setelah diperingati dan masih membandel makanya kita lakukan penangkapan,"katanya. Setelah ditangkap, satu per satu gepeng dan anak jalanan di data dari mana asal usulnya . Ternyata, sambung Marah Husin, mereka kebanyakan dari luar kota seperti Serdang Bedagai, Deli Serdang, dan ada juga yang datang dari Kabanjahe (Tanah Karo), dan Tanjung Pura (Langkat). Sebagian juga merupakan penduduk Medan seperti Jalan Sekip, Jalan Sekata, dan kawasan Sicanang. Marah Husin mengimbau kepada daerah-daerah yang penduduknya banyak jadi gepeng dan anak jalanan di Medan seperti Serdang Bedagai, Deli Serdang, Tanah Karo, dan Langkat untuk membuat program yang bisa memberdayakan potensi yang mereka miliki. Dari sejumlah gepeng dan anak jalanan yang ditangkap, merupakan wajah lama. Ada juga gepeng yang membawa balita. Saat diinterogasi, apakah balita tersebut disewa? Masnia Caniago, salah seorang gepeng mengaku balita itu merupakan cucunya. "Bukan Pak, saya tidak menyewa. Ini benar cucu saya. Orangtua meninggal dunia, dan ibunya sakit,"ucapnya memelas. "Ibu jangan bohong. Nanti alasan ibu saja," tanya Marah Husin dengan tegas. "Benar Pak. Benar ini cucu saya,"ucap ibu warga Sicanang itu. Marah Husin juga menanyai sejumlah anak jalanan. Dari data yang ada, sebagian mereka yang dari luar kota akan dikembalikan ke daerah asal. Tapi, bagi pemain lama yang sering tertangkap akan diserahkan ke Dinsos Sumut untuk dikirim ke panti di Binjai.

raga dan Kesenian. Setelah dibandingkan dengan SK yang asli dengan Nomor 813/PP/SK- 01/IX/ 1992 tanggal 18 April 1992 / 21 Rabiul Awal 1413 H yang ditandatangani oleh H Selamet Effendi Yusuf (Ketua PP GP Ansor Pusat) dan Syaifullah Maksum (Sekjen PP GP Ansor ketika itu) dimana Ketua GP Ansor Tanjung Balai saat itu Nedi Hamlet BA dan Sekretaris Abi Nurrosyid, tidak ditemukan nama Fadli Yasir dalam komposisi kepengurus pada Departemen Olah raga dan kesenian yang ada hanya dua nama yakni Helnizar dan Syawaluddin. Pemalsuan SK PC GP

Ansor Kota Tanjung Balai tersebut digunakan untuk memenuhi persayaratan bagi Fadli Yasir ketika akan maju sebagai calon Ketua PW GP Ansor Sumut pada Konferwil GP Ansor Sumut yang dilaksanakan di Asrama Haji Medan Tahun 2010 lalu, karena dalam Peraturan Dasar (PD) dan Peraturan Rumah Tangga (PRT) Ansor disebutkan, calon ketua harus pernah menjadi pengurus GP Ansor di semua tingkatan atau pernah menjadi pengurus pada Badan Otonom (Banom) atau Lajnah NU. PP GP Ansor akan Beri Sanksi Ketua Bidang Organisasi Pimpinan Pusat

(PP) GP Ansor Achmad Ghozali Harahap, MSi menegaskan, bahwa pimpinan pusat sudah mengetahui pemalsuan SK PC GP Ansor Kota Tanjung Balai tersebut yang diduga dilakukan Fadli Yasir. "Kami sudah membandingkan SK yang tersimpan di arsip kami dengan SK yang digunakan Fadli Yasir ketika mencalonkan diri dan hasilnya ada perbedaan dan kami sinyalir itu SK itu dipalsukan," ujar Ghozali saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon selular, Kamis (25/8). Ghozali menambahkan, selain dugaan pemalsuan SK PP GP Ansor juga sudah

mendapatkan informasi bahwa ada penerbitan SK PAC ganda di cabang Kota Medan. Tentunya, sebut Ghozali kembali, ini akan menjadi bahan untuk mengambil keputusan pemberian sanksi terhadap Fadli Yasir selaku Ketua PW GP Ansor Sumut. Mantan Sekjen PB PMII ini juga menegaskan, dengan adanya temuan fakta tersebut sesungguhnya penetapan Fadli Yasir sebagai Ketua PW GP Ansor Sumut sudah gugur dan tidak layak lagi menyandang sebagai Ketua PW GP Ansor Sumut. "Setelah Lebaran nanti kami akan rapat dan akan kami berikan sanksi yang tegas," 'ujar Ghozali. (IKA)

H Jusuf Kalla yang berhasil membangun kebersamaan dengan kalangan pengusaha untuk berkontribusi dan memberikan sumbangsih dana dalam bentuk bantuan mobil transfusi untuk disebar ke seluruh provinsi di Indonesia. Menurut Rahmat, berkaca pada hal-hal tersebut, maka PMI Sumut akan meneruskan hal-hal baik yang ada di PMI dengan memperbaiki yang kurang baik dan meninggalkan yang tidak baik. Hadir dalam acara ini para pengurus PMI Medan, PMI Deli Serdang, PMI Binjai, PMI Langkat, Dinas Kesehatan Provsu, Direktur Unit Donor Darah PMI Medan serta perwakilan dari Hyundai Sumatera Utara. Acara hari itu juga diisi kegiatan donor darah dengan partisipan dari jemaah Gereja Bethel Indonesia (GBI).(GUS)


HUKUM & KRIMINAL

Jumat 26 Agustus 2011

harian andalas | Hal.

Panitia Proyek PTKI Kembali Dipanggil Polisi

Pelajar SMP Martha Dinata Hanyut Ditemukan Belawan-andalas Proses pencarian korban hanyut di Sungai Deli Lingkungan III, Kelurahan Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli, Selasa (23/8) lalu akhirnya membuahkan hasil. Setelah tiga hari menyisir aliran Sungai Deli, tim Search And Rescue (SAR) Basarnas bersama warga menemukan mayat pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Martha Dinata, M Fadillah (13). Warga Jalan Karya, Gang Cilincing, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat itu ditemukan mengambang tak jauh dari lokasi kejadian di Sungai Deli, Lingkungan 3, Kelurahan Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli, Kamis (25/ 8) kemarin. Tim SAR dan warga yang menemukan mayat Fadillah mengambang, selanjutnya melaporkannya ke pihak Kepolisian Resor (Polsek) Medan Barat. Kemudian jenazah korban tidak divisum sesuai permintaan keluarganya. Pihak keluarga menyatakan bahwa

Fadillah murni hanyut setelah mandi-mandi di Sungai Deli itu. Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Medan Labuhan, AKP Oktavianus ketika dikonfirmasi andalas membenarkan bahwa pihaknya tidak membawa jenazah korban ke RSU Pirngadi Medan sesuai dengan permintaan keluarga. “Benar sudah ditemukan di Kota Bangun. Saat ini jenazah sudah dibawa ke rumah duka,� kata Oktavianus. Sebelumnya, M Fadillah pulang sekolah langsung bermain-main di pinggir Sungai Deli bersama teman-temannya. Saat itu arus sungai terlihat deras. Melihat teman sepermainannya mandi dan meloncat dari ketinggian, korban lalu mengikutinya. Namun ketika korban meloncat dari atas ke dalam sungai, dirinya tak nimbul lagi. Lalu teman-temanya berusaha mencari korban namun tak berhasil menemukannya. Selanjutnya teman-teman korban memberitahukan peristiwa tersebut kepada warga setempat dan dilanjutkan ke tim SAR. (DP)

Tiga Pelaku Pemerasan dan Pelecehan Seksual Ditangkap Nias Selatan-andalas Tiga pelaku pemerasan dan pelecehan seksual gadis di bawah umur ditangkap petugas Reskrim Polres Nias Selatan (Nisel). Ketiga tersangka masing-masing, MD (29) HD (30) HD (35), penduduk Desa Bawozaua, Kecamatan Teluk Dalam. Kepolisian Nisel mengungkapkan, ketiga tersangka ditangkap setelah orangtua korban, sebut saja Winda (17) melaporkan kejadian yang dialaminya putrinya ke SPK Polres Nesel. Diperoleh keterangan, sebelum malam kejadian, korban dan pacarnya sedang berada di Pantai Walo Desa Bowozaua, Kecamatan Teluk Dalam. Tanpa disadari pasangan yang tengah memadu kasih itu, datang ketiga pelaku langsung menangkap mengompas korban. Tak haya itu, ketika pemuda

berandalan itu juga menyempatkan diri memegganggi seluruh bagian sensitif Winda. Pacar Winda yang melihat kelakuan ketiga tersangka tak dapat berbuat banyak takut dianiaya. Usai menggerayangi tubuh Winda, MD cs meminta uang kepada korban sebesar Rp300 ribu. Karena saat itu korban tidak memiliki uang sebesar itu, MD cs langsung meninggalkan lokasi kejadian. S e t e l a h kejadian, kedua korban langsung pulang dan menceritakan kejadian yang baru mereka alami kepada orangtuanya. Mendengar cerita putrinya, orangtua Winda langsung melaporkan ketiga pelaku ke Polres Nias. Petugas Reskrim Polres Nias yang menerima laporan pengaduan orangtua korban langsung mencari ketiga pelaku malam itu juga. Dan sekira 21.30 Wib, ketiga pelaku berhasil ditangkap. (EZ)

andalas/imanuel sitepu

KASUS JUDI– Kedua tersangka kasus judi tolam berikut barang buktinya saat diamankan di Mapolsek Biru-Biru.

Agen Tolam Dikejar-kejar Polisi Biru Biru-andalas Seorang pemuda yang ditengarai sebagai agen judi toto malam (Tolam) di Biru-Biru, Kabupeten Deli Serdang dikejar-kejar aparat Reskrim Polsek Biru-Biru, Rabu (24/8) malam. Sesaat kemudian, tersangka Persadanta Sembiring als Basir (39) warga Dusun V Pertumbuken Desa Kwala Dekah, Kecamatan Biru Biru itu akhirnya berhasil ditangkap. Selain menangkap Sembiring, polisi juga menangkap juru tulisnya, Namo Sembiring (41) di salah satu warung kopi yang disebut-sebut milik Naga Tarigan. Kapolsek Biru Biru, AKP Mulyadi melalui Kanit Reskrim Ipda M Sitepu SH ketika dikonfirmasi andalas, Kamis (25/8) mengatakan penangkapan itu

berkat adanya informasi. Saat penangkapan dilakukan, petugas mengaku mengalami kendala karena kondisi jalan. “Saat penggerebekan dilakukan, tersangka Basir sempat melarikan diri ke belakang pemukiman warga. Kemudian kita lakukan pengejaran dan akhirnya berhasil kami tangkap,� ungkap Sitepu. Saat diringkus, dari tangan Basir, polisi menyita satu unit handpone, buku tafsir mimpi, 4 lembar pasangan nomor tolam, 1 lembar angka keluar, dan uang Rp98 ribu. Sementara dari Tangan Namo Sembiring, polisi menyita satu unit handphone, 6 lembar nomor tebakan, dan uang. Selanjutnya guna pemeriksaan, bersama barang bukti kedua tersangka langsung digelandang ke Polsek Biru Biru.(STP)

4

andalas/ist

KASUS NARKOBA– Kapolsek Medan Kota, Kompol M Hari Sandy Sunurat, SIK (kanan) memberikan keterangan pers seputar penangkapan oknum satpam BPN Sumut yang terlibat kasus peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba di wilayah hukumnya.

Satpam BPN Sumut Ditangkap Terkait Kasus Narkoba Tiga Paket Sabu,Timbangan Elektrik dan Alat Nyabu Disita Medan-andalas Oknum satpam Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumut, IM (29) warga Jalan Mantri, Kampung Aur, Medan Maimun ditangkap petugas Reskrim Polsek Medan Kota terkait kasus peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba tak jauh dari rumahnya, Kamis (25/8) dini hari. Saat ditangkap dari tersangka disita barang bukti tiga paket kecil sabu-sabu, satu timbangan elektrik, Rp28 ribu, 100 plastik kecil dan dua alat hisap (bong).

Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Medan Kota, Kompol M Hari Sandy Sinurat, SIK diketika dikonfirmasi di kantornya membenarkan penangkapan tersebut. “Tersangka ditangkap atas informasi warga yang resah,� ujar Sandy. Petugas Reskrim Polsek Medan Kota yang menerima informasi serta ciri-ciri tersangka, langsung melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan tersangka sedang duduk tak jauh dari rumahnya menunggu calon pembeli. Tersangka yang melihat kehadiran polisi berpakaian sipil, coba menghindar tetapi upaya tersebut gagal karena langsung ditangkap. Ketika digeledah, ditemukan sejumlah barang bukti yang disembunyikan. Kepada penyidik, Iqbal mengaku sabu

tersebut didapat dari R penduduk Perumnas Helvetia dan dibeli paket seharga Rp200 ribu. Kemudian, pelaku memecahnya menjadi lima paket kecil dijual masing-masing seharga Rp50 ribu. Tersangka menyatakan, terpaksa mengedarkan sabu-sabu sebab gaji yang diterima sebagai Satpam hanya Rp750 ribu setiap bulan. "Gaji yang diterima tidak mencukupi untuk sebulan, terpaksa mengedarkan sabu-sabu. Itupun baru dua minggu menjualnya," kata Iqbal. Kapolsek Medan Kota Kompol Sandy Sinurat, SiK sangat menyayangkan oknum satpam merangkap sebagai pengedar sabu. "Padahal seorang satpam tugasnya membantu polisi, tetapi malah melanggar hukum," sebutnya. (HER)

Tewas Ditembak Anggota Polsek Galang

Jenazah Centeng PTP Lonsum Diotopsi di RSUPM Medan-andalas Jenazah centeng PTP Lonsum, Muliadi alias Adi Dolo (40) yang tewas ditembak petugas Kepolisian Sektor Galang dalam kasus dugaan pencurian hewan ternak lembu akhirnya diotopsi di Rumah Sakit Umum Pirngadi Medan (RSUPM), Kamis (25/8) kemarin. Warga Dusun III Desa Naga Rejo, Kecamatan Galang ini sebelum dibawa ke RSUPM, terlebih dahulu dievakuasi petugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Deli Serdang di Lubuk Pakam. Namun guna keperluan otopsi, jenazah Adi Dolo dibawa ke RSUPM. Muliadi yang tewas ditembak polisi diduga mencuri seekor lembu milik peternak, Arjit Singh. Adi Dolo disebutsebut sudah menjadi target operasi (TO) Polsek Galang. Salah seorang petugas Polsek Galang, Brigadir Yusman yang ditemui wartawan di depan ruang Instalasi Jenazah RSUD

dr Pirngadi Medan mengatakan, tersangka ditangkap saat mengendarai sepeda motor berboncengan dengan temannya. "Karena dipepet polisi, teman tersangka diboncengan lompat dan melarikan diri," ujar Yusman. Terungkapnya pencurian itu, sebut Yusman, berawal dari laporan korban, Arjit Singh ke Polsek Galang. Dalam penyelidikan, polisi berhasil menangkap seorang pemuda berinisial Jam yang berperan sebagai penadah hasil pencurian lembu. Dari pengakuannya, kata Yusman, tersangka menjual hasil curiannya ke agen dengan harga Rp15 juta. "Pencurian itu terjadi seminggu lalu dan tersangka membawa lembu dengan menggunakan mobil kijang kapsul dengan membuka tempat duduk mobil belakang," sebutnya. Setelah dilakukan pengembangan, diketahui pencurian tersebut dilakukan

tujuh orang. "Yang sudah ditangkap dua orang diantaranya penadah, Jam dan Adi Dolo. Sedangkan lima tersangka yang melarikan diri, masih dalam pengejaran," katanya. Menurut Yusman, antara korban, Arjit Singh dan tersangka saling mengenal. Bahkan, tersangka kerap menjaga Lembu milik korban di perkebunan tempat tersangka berjaga dan diberi upah. Disinggung tentang penembakan tersangka, Yusman menyebutkan, hal itu dilakukan karena tersangka melakukan perlawanan saat ditangkap di Desa Naga Rejo, Kecamatan Galang, Deli Serdang, Rabu (24/8) sekira pukul 20.00 Wib. “Sempat terjadi pergumulan saat penangkapan itu. Tersangka berusaha merebut senjata petugas. Terpaksa kami lakukan penembakan dan peluru mengenai bawah ketiak kiri tersangka,� ujarnya. (YN)

Medan-andalas Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Poldasu, kembali memanggil pihak rektorat PTKI (Perguruan Tinggi Kimia Industri) Jalan Menteng VII Medan, terkait dugaan korupsi senilai Rp13 miliar TA 2009/2010 di kampus tersebut. Namun pemanggilan itu masih bersifat klarifikasi untuk mencari barang bukti dugaan kasus korupsi di institusi pendidikan tersebut. Mereka yang dipanggil untuk klarifikasi sudah lima orang yaitu, Tigor Simbolon, Mansyur, Juara, Erik dan marga Simalango. Direktur Reskrimsus Poldasu, Kombes Pol Drs Sadono Budi Nugroho, SH melalui Kasubbid PID Humas AKBP MP Nainggolan, dikonfirmasi wartawan mengatakan, penyidik tipikor Poldasu sudah memanggil sejumlah pihak yang terkait proyek di kampus PTKI, untuk klarifikasi. Klarifikasi itu dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya proyek sebagaimana yang tertera dalam laporan pengaduan. Kemudian, bila dalam klarifikasi itu, pihak yang dipanggil mengakui ada proyek dimaksud, maka penyidik akan memulai penyelidikan dengan mencari barang bukti sekaligus untuk melakukan pemanggilan kepada mereka yang dianggap mengetahui proyek dimaksud. Selanjutnya, kata Nainggolan, penyidik nakan berkoordinasi dengan BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan) Cabang Sumut untuk melakukan audit. Bila BPKP menemukan ada kerugian Negara, maka penyelidikan akan ditingkatkan menjadi penyidikan, dengan mencari tersangka. “Polda Sumut menagetkan, penyelidikan kasus dugaan korupsi di kampus PTKI (Perguruan Tinggi Kimia Industri) Jalan Menteng VII Medan, akan secepatnya dituntaskan. Karena dugaan korupsi yang terjadi di institusi pendidikan menjadi prioritas utama, sesuai petunjuk Kapoldasu, Irjen Pol Drs Wisjnu Amat Sastro,� kata MP Nainggolan. Menjawab pertanyaan, Nainggolan mengatakan, berdasarkan hasil klarifikasi, memang ada proyek di kampus PTKI,TA 2010/2011.Namun, proyek itu dibagi menjadi beberapa item. “Proyek apa saja yang dilakukan di kampus PTKI, itu yang sedang dicari datanya,� tambahnya. Sedangkan Direktur PTKI, Tigor Simbolon yang saat proyek itu berlangsung menjadi Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), saat dikonfirmasi wartawan melalui handpone, Kamis (25/8) soal proyek diduga terjadi korupsi tersebut, tidak bersedia mengangkat handphonnya. (HER)

Perampok Rumah Pengusaha Bus Dibekuk Medan-andalas Pelaku perampokan di rumah pengusaha bus di kawasan Jalan Sei Sira, Lingkungan I, Kelurahan Sei Sekambing D, Kecamatan Medan Petisah Medan dibekuk petugas Reskrim Polsek Medan Baru di kawasan Dumai, Pekan BaruRiau, Rabu (24/8) malam. Penangkapan tersangka, W Sinaga, merupakan pengembangan dari tiga tersangka yang ditangkap terlebih dahulu. “Masih di jalan, nanti dulu ya. Ini mau dikembangkan dulu,� ujar Kepala Unit (Kanit) Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Medan Baru, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Andik Eka saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (25/8). Kasus perampokan itu sendiri disebut-sebut dilakukan tuga orang tersangka. Tiga diantaranya sudah ditangkap. Ketiga tersangka yakni Sarifudin (51) warga Kampung Baru, Belawan, Ardinal Lubis (26) warga Bandar Selamat dan Togap Siagian (54) warga Jalan Pancing. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (17/8) sore. Saat itu, tujuh kawanan perampok yang diduga menggunakan senjata api memasuki rumah pasangan suami-istri, Horas Siregar (60) dan Neti Hutapea (57) di Jalan Sei Sira, Lingkungan I, Kelurahan Sei Sekambing D, Kecamatan Medan Petisah. (HER)

KALEMDIKPOL | Komjen Pol Drs Oegroseno di Medan

SPN Harus Ciptakan Polisi Humanis dan Profesional Medan-andalas Kepala Lembaga Pendidikan Polisi (Kalemdikpol), Komjen Pol Drs Oegroseno, hari ini (Jumat, 26/8 red), akan berkunjung ke SPN (Sekolah Kepolisian Negara) Sampali, Medan.

K

edatangan mantan Kapolda Sumut itu, selain memberikan arahan agar SPN Sampali mampu menciptakan polisi yang humanis dan profesional, juga agar lembaga pendidikan kepolisian di Sumut itu mempersiapkan diri jika pendidikan jarah jauh diberlakukan. “Di Lembaga Pendidikan inilah kepribadian anggota Polri ditempah. Mau jadi apa Polri ke depan, semua ditentukan di lembaga pendidikan. Karena itu, kita berharap, lembaga

pandai dari anggota Polri, berabelah pendidikan Polri harus mampu Negara ini,� kata jenderal bintang tiga menciptakan polisi handal, humanis dan itu. professional,� kata Komjen Oegroseno, Menurut Oegroseno, saat dihubungi melalui SPN Sampali yang selama handphone, Kamis (25/8) ini khusus untuk malam. pendidikan bintara Polri, Mantan Kapolda akan dikembangkan untuk Sumut itu mengatakan, menjadi lembaga di era globalisasi saat ini, pendidikan calon-calon tingkat pendidikan pimpinan Polri. manusia akan semakin “Pemberlakuan meningkat dan cara pendidikan jarak jauh berpikirnyapun akan sedang diusulkan ke semakin kritis. Karena Kapolri, jadi calon itu, Polri dituntut lebih pimpinan Polri yang akan profesional dan mengikuti pendidikan, mengedepankan seperti PTIK, Suslapa, humanis dalam Komjen Pol Drs Oegroseno Sespim, Sespati dan pelayanan. lainnya tidak lagi harus ke “Untuk mencapai Jakarta, tapi cukup hanya mengikuti kearah itu, lembaga pendidikan Polri di pendidikan di SPN Sampali,� katanya. seluruh Indonesia dituntut untuk Pendidikan jarak jauh itu, kata mengikuti berkembangan tekhnologi Oegroseno sangat menghemat biaya dan dan informatika. Kalau penjahat lebih

tergolong praktis. “Bagi anggota Polri yang bertugas di jajaran Poldasu, tidak lagi harus meninggalkan keluarga dan tugas untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi, cukup di SPN Sampali,� terangnya. Tenaga pengajar dan kurikulum serta fasilitas belajar mengajar lainnya, sambung Oegroseno, akan dikoordinasikan dengan Mabes Polri. “Sama dengan pendidikan yang selama ini dilakukan di Mabes Polri, Cuma bedanya tempat pendidikannya jarak jauh,� imbuhnya. Kapan pendidikan jarah jauh bagi calon pimpinan Polri itu mulai diberlakukan, mantan Kepala Divisi (Kadiv) Propam Mabes Polri itu mengatakan, sedang diusulkan ke Kapolri. “Mudah-mudahan, segera terlaksana karena itulah, saya datang melihat kesiapan SPN Sampali menjadi lembaga pendidikan jarak jauh,� jelasnya. (HER)


HUKUM & KRIMINAL

Jumat 26 Agustus 2011

harian andalas | Hal.

5

Awas! Jambret Mulai Beraksi Jelang Lebaran Belawan-andalas Pelaku kejahatan dengan modus jambret mulai beraksi jelang Hari Raya Idul Fitri. Di Medan Deli, dua ibu rumah tangga yang hendak pergi ke pasar untuk membeli keperluan lebaran menjadi korban.

Terkait Dugaan Korupsi IAIN Sumut

PPK dan Biro Rektor Diperiksa Medan-andalas Dua lagi orang yang diduga mengetahui dan terlibat dengan kasus dugaan korupsi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumut, menjalani pemeriksaan di Bagian Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut, Kamis, (25/8). Keduanya adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Moraluddin Harahap dan Kabiro Rektorat IAIN Sumut, Dra Salmawah Hasibuan. "Iya, tadi ada yang kita periksa terkait kasus dugaan korupsi itu. Pemeriksaan, masih sebatas klarifikasi. Dan sekarang masih berjalan," ungkap Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sumut, Kombes Pol Sadono Budi Nugroho melalui Kasubbid PID Humas AKBP MP Nainggolan kepada wartawan, Kamis (25/8). Nainggolan menjelaskan, PPK dan Kepala Biro Rektor IAIN itu nantinya akan dikonfrontir dengan keterangan dua pejabat sebelumnya yang sudah diperiksa, yaitu Armansyah Harahap, Sekretaris Panitia dan jabatan di IAIN Sumut sebagai Kabag Rumah Tangga

(sekarang Kabag Perencanaanred) dan Drs Makmun Suaidi Harahap selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan jabatan di IAIN sebagai Kabag Keuangan (Sekarang Kabag Rumah Tangga-red), pada Selasa (22/8) lalu. "Nanti kita kumpulkan semua keterangan dan bukti-bukti yang ada, baru akan disimpulkan setelah terlebih dahulu dianalisis. Kemudian dilakukan gelar perkara dan proses selanjutnya," ungkapnya. Ditambahkannya lagi, dalam penanganan kasus ini pula, Tipikor Polda Sumut juga akan konfirmasi dan bekerjasama dengan pihak auditor, Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Hal ini dilakukan, guna mempertegas ada atau tidaknya kerugian negara yang terjadi. "Jika auditor BPKP menemukan kerugian Negara, maka penyelidikan akan ditingkatkan ke tahap penyidikan, untuk menemukan tersangkanya,� kata MP Nainggolan. Sedangkan Kepala Biro Rektor IAIN, Dra Salmawati Br Hasibuan ketika dikonfirmasi Medan Pos soal pemeriksaannya, tidak bersedia menjawab. (HER)

Kadis PU Batu Bara Belum Didampingi Pengacara Medan-andalas Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Mansyur mengatakan tersangka Irwan Nasution Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Batu Bara yang ditahan dalam kasus dugaan korupsi senilai Rp6,7 miliar belum lagi didampingi pengacaranya. "Tersangka itu harus didampingi pengacara dalam pemeriksaan yang dilakukan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut)," katanya di Medan, Kamis (25/8). Sebelumnya, tersangka Irwan ditangkap Kejati Sumut, Jumat (19/8) sekitar pukul 09.30 WIB, dalam dugaan korupsi pembangunan tujuh unit kantor Satuan Kerja Perangkat

Daerah (SKPD) senilai Rp6,7 miliar tahun 2009. Tersangka ditangkap karena sudah empat kali dilakukan pemanggilan untuk diminta keterangan berkaitan dengan kasus pembangunan tujuh kantor SKPD di Kabupaten Batu Bara. Namun, tidak pernah mau menghadiri pemanggilan Kejati Sumut, maka tim penyidik institusi hukum itu terpaksa menjemput dari rumah tersangka di kompleks Perumahan Johor Indah Medan. Tersangka kasus dugaan korupsi dana APBD itu ditangkap secara paksa, kemudian dibawa ke Kejati Sumut. (ANT)

Tas berisi Rp600 ribu berikut suratsurat penting milik kedua korban, Ny.Ainun (25) dan Ida (26) warga Jalan Platina, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli raib digasak pelaku. Kedua ibu rumah tangga itu dijambret saat melintas di Jalan Yos Sudarso KM 7, Medan Deli, Kamis (25/8). Kasus penjambretan tersebut sudah dilapokan korban ke Polsek Labuhan Deli. Keterangan diperoleh, saat itu ke-

dua korban dengan mengendarai sepeda motor bermaksud pergi ke Pasar Brayan untuk membeli keperluan lebaran. Untuk sampai ke pasar tersebut, kedua korban melintasi Jalan Yos Sudarso KM 7. Sesampainya di jalan itu, sepeda motor yang dikendarai korban dipepet dua orang tak dikenal yang juga mengendarai sepeda motor. Dalam waktu hitungan detik, pelaku langsung merampas dompet yang sedang di-

pegang Ainun. Setelah menguasai dompet korban, pelaku langsung tancap gas mengarah Medan. Kedua ibu rumah tangga yang menyadari menjadi korban penjambretan langsung membuat laporan pengaduan ke Polsek Medan Labuhan. Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, AKP Oktavianus ketika dikonfirmasi andalas, Kamis (25/8) membenarkan peristiwa itu. (DP)

Praktik Perjudian Beromset Puluhan Juta Dibongkar Empat Bandar dan Juru Tulisnya Digulung Sei Rampah-andalas Sat Reserse Kriminal Polres Serdang Bedagai (Sergai) dibawah pimpinan Kapolres AKBP Arif Budiman, SIK, MH berhasil membongkar praktik perjudian toto gelap (togel) beromset puluhan juta sekali putar di wilayah hukumnya, Rabu (24/8) kemarin. Dalam pengungkapan tersebut, selain menyita barang buktinya, petugas Reskrim Polres Sergai juga berhasil menggulung keempat tersangka yang berperan sebagai bandar dan juru tulisnya. Kapolres Sergai, AKBP Arif Budiman, SIK, MH ketika dikonfirmasi melalui Kasubag Humas, AKP ZN Siregar ketika dikonfirmasi andalas, Kamis (25/8) mengatakan pengungkapan dan penangkapan keempat tersangka judi itu berawal dari penyelidikan dan pembuntutan secara terus menerus selama beberapa pekan terakhir. Dari pembuntutan itu, polisi akhirnya menangkap empat tersangka di lokasi berbeda. Awalnya timsus Sat Reskrim Polres Sergai menciduk juru tulisnya, Ruben Sipayung (42) dari rumahnya di Dusun III, Desa Siahat. Setelah itu polisi melakukan pengembangan dan berhasil menciduk dua tersangka Haryono (35) warga Dusun III, Desa Bintang Bayu dan Orbit Sipayung (31) warga Marihat Dolok. “Ketiga tersangka ini warga Kecamatan Bintang Bayu, Sergai,� kata Siregar. Dari keterangan ketiga jurtul itu,

andalas/supryadi

KASUS JUDI TOGEL– Para tersangka kasus judi togel beromset puluhan juta sekali putar terdiri dari seorang bandar dan tiga juru tulisnya digiring ke Markas Kepolisian Resor Sergai sesaat setelah ditangkap. diketahui bahwa mereka menyetorkan uang hasil rekapan togel kepada Sudirman (30) warga Dusun II, Desa Pegajahan, Kecamatan Bintang Bayu. “Sudirman kita tengarai sebagai bandarnya. Dia (Sudirman-red), ditangkap setelah petugas kami memancingnya un-

tuk bertemu dengan ketiga jurtul di Timbangan lateks, Kebun Bandar Pinang, Desa Bandar Pinang, Kecamatan yang sama. Di lokasi (TKP) tersebut tersangka Sudirman datang dengan mengendarai mobil Toyota Yaris hitam plat toko (profit). Selanjutnya ditangkap dengan barang bukti

Fraksi PDIP Surati Kapoldasu Terkait Pemerasan Petugas Imigrasi Medan-andalas Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut, akan menyurati Kapoldasu, Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro terkait kasus dugaan pemerasan yang dilakukan oknum

petugas Imigrasi Bandara Polonia Medan terhadap sejumlah turis asal Thailand dan Malaysia untuk diproses secara hukum. “Pengakuan secara tertulis telah kita terima dan disampai-kan langsung oleh Mr Amporn Vecharapo turis asal Thailand kepada PDIP. Dan dalam waktu dekat kita akan segera menyurati atau bila perlu kita akan menemui langsung Kapoldasu,� kata Bendahara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut, Brilian Moktar kepada wartawan, Kamis (25/8). Brilian Moktar mengatakan, sebagaimana pengakuan Mr Amporn Vecharapo dalam pengakuan tertulisnya menyebutkan, korban bersama 40 turis lainnya asal Thailand masuk ke Indonesia melalui Bandara Polonia Medan pada 16 Agustus 2011 dengan menggunakan pesawat Air Asia. Tanpa alasan jelas sebagaimana yang disampaikan korban Amporn kepada Brilian Moktar, oknum petugas Imigrasi Polonia meminta Rp300 hingga Rp500 ribu seraya mengancam. Jika tidak diberi, para turis tersebut akan dipersulit terutama menyangkut dokumen keimigrasian. Bahkan kata

Brilian Moktar, sebagaimana yang disampaikan Mr Amporn Vecharapo, beliau siap memberikan kesaksian dan menunjukkan oknum Imigrasi bersangkutan kepada aparat hukum, bila hal itu diperlukan. Menanggapi tindakan yang sangat memalukan dan telah mencemarkan harkat dan martabat bangsa ini, mantan Ketua Komisi E DPRD Sumut ini meminta pihak kepolisian untuk segera melakukan penyelidikan terhadap kasus. “Kita minta Kapoldasu segera merespon hal ini. Saya siap membantu aparat kepolisian untuk memberikan bukti-bukti pemerasan bila hal ini diperlukan. Bahkan Mr Amporn Vecharapo sendiri berjanji siap hadir sebagai saksi bila pihak kepolisian membutuhkan yang bersangkutan�, kata Brilian Moktar sembari mengatakan, ini sungguh tindakan memalukan dan harus ditindak tegas. Brilian menuturkan, dari pristiwa ini ada kesan pihak Imigrasi pada tidak mendukung program pemerintah dalam membangun industri pariwisata di Sumut. Padahal, ini adalah merupakan program pemerintah secara nasional yang harus mendapat perhatian, utamanya pihak imigrasi sebagai pintu gerbang masuknya wisatawan asing ke Indonesia. (UJ)

uang sebanyak Rp49 juta lebih, dua unit ponsel, 45 blok rekap kosong. Selanjutnya barang bukti dan mobil serta keempat tersangka diboyong ke Sat Reskrim Polres Sergai untuk dilakukan penyidikan,� papar Kasubag Humas Polres Sergai, AKP ZN Siregar. (RYAD)

Cicit Soeharto Divonis Bebas Jakarta-andalas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan membebaskan Putri Ariyanti dari tuduhan memiliki dan mengonsumsi narkoba 0,88 gram di hotel Maharani. Pengadilan hanya memerintahkan cicit Soeharto tersebut dirawat di RS Ketergantungan Obat di Cibubur, Jakarta Timur. "Mengadili. 1. Menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan seperti dalam dakwaan primer. Oleh karenanya, membebaskan terdakwa dari dakwaan primer. 2. Menyatakan terdakwa terbukti secara sah menyalahgunakan narkotika golongan satu bagi diri sendiri. 3. Menempatkan terdakwa untuk menjalani pengobatan dan rehabilitasi ketergantungan obat di RSKO Cibubur Jaktim selama 1 tahun," kata hakim yang mengadili Putri, Maman Ambari saat membacakan vonis di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Kamis (25/8). Menurut hakim, sabu-sabu sebanyak 0,88 gram yang ditemukan bersama Putri saat penggerebekan di Hotel Maharani, merupakan sabu milik terdakwa lain, Daus Notonegoro. Pun demikian, Putri terbukti telah mengkonsumsi narkoba sejak lama dan telah kecanduan. "Dari keterangan saksi-saksi, diperoleh fakta hukum sebagai berikut. Pada saat penangkapan dikamar 826 Hotel Maharani, selain terdakwa ada saksi Daus Notonegoro serta Edi Setiono.(DTC)


HARIAN

andalas L

U

G

A

S

D

A

N

C

E

R

D

A

S

Jumat, 26 Agustus 2011 | No: 1968/Tahun VII | E-Mail:andalasmedan@gmail.com | Harga Eceran Rp2.000; Langganan+ongkos kirim Rp75.000; Luar Kota: Rp2.500

KAPOK FOTO SYUR

Tia Ivanka Blak-blakan Soal Perceraiannya Mual ketika Mudik, Makanlah Buah SAAT mudik, Anda harus siap perbekalan. Bukan hanya oleholeh untuk handai taulan di kampung halaman, tetapi juga bekal makanan. Untuk mencegah masalah klasik setiap mudik, siapkan buah-buahan. Perjalanan jauh ditambah kemacetan berjam-jam menuju kampung halaman membuat pemudik mengasup banyak makanan selama perjalanan. Hal ini disebabkan pemudik tidak banyak melakukan aktivitas selain duduk. Padahal, makan banyak memicu rasa mual dan kantuk berlebih. “Jangan pernah lupa untuk me-manage makanan sebelum melakukan perjalanan. Selain mengurangi asupan karbohidrat dan lemak, perhatikan juga bekal makanan di dalam kendaraan. Dianjurkan untuk menyiapkan lebih banyak buah-buahan sebagai bekal. Mengapa? Sebab buah is better,” papar dr Abrijanto SB, Business Development Manager PT Deltomed pada acara “Bugar Saat Mudik Lebaran” di Restoran Harum Manis, KH. Mas Mansyur, Jakarta Pusat, belum lama ini. Dijelaskan dr Abrijanto, kandungan vitamin dan mineral dalam buah akan membuat tubuh terasa lebih baik. “Selain buah, makanan yang kita konsumsi secara berlebihan akan mudah menyebabkan motion sickness atau mual,” tutupnya.(BBS)

SAMPAI saat ini belum jelas apa penyebab perceraian Tia Ivanka dan George Manuel Sotello. Rencananya Tia akan menggelar jumpa pers Jumat (26/8) hari ini. Kabar jumpa pers itu

diedarkan oleh pihak manajemen artis yang menaungi Tia, Contoh Management. Rencananya di forum itu, Tia akan blakblakan soal perceraiannya dengan suami yang telah memberinya satu anak itu. "Kami mengundang rekan wartawan utk konfrensi Pers, perihal Perceraian artis kami: Tia Ivanka dgn George. Yg akan kami gelar di Contoh STUDIO Jl Tebet Utara 3H no 17 Jumat, 26 Agustus 2011 Jam 15.00 WIB ontime," tulisnya dalam sebuah pesan singkat, Kamis (25/8). Kabar perceraian itu mulai mencuat setelah Tia kepergok jalan bareng Steve Emmanuel di Pondok Indah Mall beberapa hari lalu. Keduanya terlihat mesra dengan jalan bergandengan tangan bak sepasang kekasih.

Persidangan kasus perceraian Tia Ivanka dan George Manuel Sutello ternyata tak butuh waktu lama. Keduanya resmi bercerai hanya dengan 3 kali sidang. "Sidang hanya 3 kali," tutur staf Pengadilan Agama Tigaraksa, Banten, Kamis (25/8). Selain berlangsung relatif cepat, perceraian Tia dan George juga tanpa melalui proses mediasi. Proses mediasi tak dilakukan karena George tak pernah menghadiri persidangan. Bahkan Tia pun hanya sekali menjalani sidang sampai akhirnya diwakilkan ke kuasa hukumnya.(BBS)

SELAMA bulan puasa, Manohara mengaku menghindari pakaian yang terlalu minim dan seksi. Hal itu dilakukannya untuk menghormati dirinya sendiri. "Of course, karena kita harus menghormati orang lain yang puasa juga ya. Jaga-jaga kalau keluar rumah jangan pakai baju yang terlalu minim, kita hormati untuk diri kita sendiri," papar Manohara ditemui di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (24/8) malam. Selain menghormati bulan puasa, alasan lain pemilik nama lengkap Manohara Odelia Pinot ini untuk menghindari ulah nakal hacker yang sempat mempublikasikan foto-foto syurnya di internet. "Parno sih enggak, karena ada juga foto aku yang tertutup tapi tetap diisengin juga. Sebenarnya kasus kemarin ada (foto) yang dianeh-anehin. Tapi ya kita sebagai pekerja di dunia entertainment harus siap," ucapnya. Meski begitu wanita 18 tahun ini mengaku hanya bisa pasrah jika sudah menjaga pakaiannya, namun masih ada orang-orang jahil. "Jadi kita hati-hati, ya hati-hati, tapi artis juga kan manusia. Kalau kita berpakaian terus ada orang yang iseng itu di luar kontrol kita. Tapi balik lagi aku lihatnya itu risiko pekerjaan saja," tandasnya. Terkait beredarnya foto seksi aktris Manohara dengan sang bunda, Daisy Fajarina sempat menjadi perbincangan hangat di dunia maya. Namun Mano sudah merasa bosan jika ditanyakan mengenai hal tersebut. "Aku nggak ada waktu untuk bahas itu lagi," ujarnya. Mantan istri Pangeran Kelantan itu menganggap tidak ada yang aneh dari fotonya. Mano yang merupakan bintang sinetron 'Supergirl' itu juga tak mau jika orang-orang memusingkan foto yang memperlihatkan keseksian ibu dan dan anak tersebut. Dalam foto itu Mano tampak mengenakan jumpsuit ketat keemasan, dan Daisy juga mengenakan pakaian dengan belahan dada yang rendah. Namun lagi-lagi dara berdarah Prancis itu menegaskan jika bagian dada sang bunda di foto terebut telah melalui proses editing. "Kalau itu kan udah aku jelasin yah, ada bagian tubuh mama yang diedit, dan itu menurut aku juga udah lewat ya, jadi udah lah," tepisnya sambil bergegas.(BBS)

Ashanty Bikin Anang Bingung Lebaran ke Rumah KD ANANG Hermansyah mengaku belum tahu apakah akan berkunjung ke rumah mantan istrinya, Krisdayanti saat lebaran nanti. Pasalnya, lebaran nanti Anang berencana datang ke rumah Ashanty. "Aku belum tahu. Tapi kita lihat nanti saja. Tapi yang pasti anak-anak juga akan bertemu dengan ibunya saat lebaran nanti," ujar Anang saat ditemui di Studio RCTI, Kebun Jeruk, Jakarta, Kamis (25/8). Lebaran tahun ini memang terasa istimewa bagi Anang. Pelantun Separuh Jiwaku Pergi itu berencana berkunjung ke rumah Ashanty dan membawa Ashanty datang ke kampung halamannya di Jember, Jawa Timur. "Ibuku ada disini (Jakarta)

dan mungkin nanti akan ke rumah orangtua Ashanty. Hari raya kedua baru pulang naik kereta, 31 Agustus. Mudiknya enak kok, kan satu gerbong sendiri, kereta wisata," jelasnya. Sebelum berlibur terlebih dahulu Anang akan mengadakan open house di kediamannya di Jember. Hal itu memang sudah menjadi tradisi bagi keluarga Anang.(DH)

Depe Mau Nikah Siri

Maia Disetting Infotainment

DEWI Persik (Depe) tak mau lagi menikah secara siri. Namun, mantan istri Saipul Jamil ini menegaskan hanya mau dinikahi secara siri oleh Ahmad Dhani, bosnya di Republik Cinta Manajemen (RCM). "Kalau kawin siri enggak dapat apa-apa. Kecuali kawin sirinya sama mas Dhani, dia kan kaya. Baru saya mau," ujar Depe tersenyum saat ditemui di kawasan Pondok Gede, Rabu (24/8) malam. Depe pernah dua kali gagal menjalani biduk rumah tangga bersama Saipul Jamil dan Aldi Taher. Meski begitu, pelantun DiamDiam ini tak trauma menapaki hidup baru bersama suaminya kelak. "Kalau dibilang trauma berarti saya berhenti sampai disitu saja soal cobaan hidup. Tapi saya mau sekarang di KUA saja. Jaman sekarang kebanyakan wanita yang memberi daripada laki-lakinya," sindirnya.(OKZ)

MUSISI Ahmad Dhani menilai banyak settingan dalam dunia infotainment, termasuk tentang kabar tidak diizinkannya Maia masuk rumah saat ulang tahun Dul, anak bungsunya itu digelar. "Sebenarnya yang terjadi itu settingan infotainment. Saya sering diajak infotainment buat settingan supaya beritanya

menarik, dibuat settingan, termasuk ultah di mobil itu," ungkap Ahmad Dhani, Kamis (25/8). Maia menurut pengakuannya datang ke rumah Dhani, namun tidak mendapat izin untuk masuk. Akhirnya, Dul yang ke luar rumah untuk menemui bundanya yang sedang menunggu di luar. Akhirnya Maia dan Dul merayakan ultah Dul di

dalam mobil Maia. "Saya pernah dimintain salah satu infotainment settingan cerita supaya ada nilai jual. Ada sinetron dalam sebuah infotainment jadi perlu disetting, dalam kehidupan nyata tiup lilin di rumah kan bisa saja. Tapi itu untuk kepentingan sebuah infotainment tersebut," tegasnya menambahkan.(BBS)

Harian andalas 26 Agustus 2011  

lugas dan dan cerdas