Page 1

andalas HARIAN

L U G A S

D A N

C E R D A S

Kamis, 9 Juni 2011 | No: 1904/Tahun VI | E-Mail:andalasmedan@gmail.com | Harga Eceran Rp2.000; Langganan+ongkos kirim Rp75.000; Luar Kota: Rp2.500

KAMPANYE– Bekas Wali Kota

Garuda Plaza Menunggak Pajak Rp1 M Lebih Medan-andalas Pihak Manajemen Garuda Plaza Hotel sejak tahun 2009 hingga 2011 ternyata tidak pernah menyetor pajak hotel kepada Dinas Pendapatan Kota Medan. Hotel itu menunggak pajak mencapai Rp1 miliar lebih. Hal tersebut terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi C DPRD Kota Medan yang menghadirkan pihak Manajemen Garuda Plaza Hotel, Dinas Pendapatan Kota Medan, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan di gedung DPRD Medan, Rabu (8/9). Menurut pengakuan Ke-

pala Bidang Penagihan Dinas Pendapatan Kota Medan Drs Ishaq Harahap pada RDP yang dipimpin Ketua Komisi C Jumadi, pada tahun 2009 nilai tunggakan pajak hotel tersebut tercatat Rp433.869. 069 dan pada April 2010 hingga April 2011 sebesar Rp690.631.388. “Sehingga jumlah tunggakan pajak hotel Garuda Plaza Hotel sampai April 2011 sudah mencapai Rp 1.024. 500.457 dan ini sudah termasuk denda setiap bulannya. Kami sudah melakukan berbagai upaya untuk menangih Bersambung ke Hal. 15

Mantan Wali Kota Siantar Ditahan KPK

Siantar Robert Edison Siahaan saat kampanye pada Pemilukada Gubernur/ Wakil Gubernur Sumatera Utara, beberapa waktu lalu.

Jakarta-andalas Satu per satu mantan kepala daerah dari Sumatera Utara ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setelah mantan Bupati Langkat Syamsul Arifin dan Bupati Nias Binahati B Baeha, kini giliran mantan Wali Kota Pematang Siantar Robert Edison Siahaan yang ditahan. Ketua Partai Demokrat Pematang Siantar itu ditahan setelah sebelumnya KPK menetapkannya sebagai tersangka kasus korupsi dana pengelolaan bantuan sosial (Bansos) pada APBD dan dana rehabilitasi/pemeliharaan rutin di Dinas Pekerjaan Umum tahun 2007. Rabu (8/6) sekitar pukul 17.45 WIB, RE Siahaan yang tampak mengenakan kemeja putih bergaris dan celana hitam keluar dari Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel dan langsung digiring ke Rumah Tahanan Cipinang. Sejak Februari lalu, KPK menetapkan RE Siahaan sebagai tersangka karena diduga melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri saat menjabat wali kota. Modusnya dengan

mengeluarkan perintah pemotongan anggaran pemeliharaan rutin Dinas Pekerjaan Umum pada setiap proyek. KPK mulai mengusut kasus dana Bansos sebesar Rp16 miliar dan dana pemeliharaan di Dinas Pekerjaan Umum Pematang Siantar sebesar Rp30 miliar ini sejak tahun lalu. Negara diduga mengalami kerugian mencapai Rp8,7 miliar. RE Siahaan yang dikonfirmasi sebelum ditahan mengaku belum mengetahui duduk persoalannya. "Tapi setelah dijelaskan oleh Bersambung ke Hal. 15

ANEH tapi NYATA

Syamsul Arifin Masih Koma

Kambing Terkenal Mati Rakyat Selandia Berduka SHREK, seekor kambing yang terkenal di Selandia Baru tiba-tiba meninggal dunia. Sontak hal itu membuat rakyat Selandia Baru berduka. Shrek terkenal dengan keahliannya meloloskan diri dari pencukur selama bertahun-tahun. Kambing ini mulai dikenal pada tahun 2004. selama enam tahun dia berhasil lolos dari pencukuran bulu domba dan bersembunyi di gua-

gua yang ada di South Island. Pada saat pencukuran yang disiarkan di televisi domba licik ini pun berhasil mengurangi bobotnya sebesar 27 kg. Domba berusia 16 tahun ini memiliki karier yang melesat. Dia sempat bertemu dengan Perdana Menteri Helen Clark, menjadi judul bagi buku anak-anak dan ju-

Jual 9128 1321 12553 14056 1100

Beli 9034 1308 12425 13914 1089

SIDANG– Anggota Komisi III DPR RI Panda Nababan (kanan) mengikuti proses sidang lanjutan atas dirinya dalam kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta.

Bersambung ke Hal. 15

Kurs dan Harga Logam Mulia, 8 Juni 2011 Mata Uang AUD CNY EUR GBP HKD

• Izin Berobat ke Singapura Belum Jelas

Mata Uang JPY MYR SGD USD

Jual 107 2845 6965 8564

Beli 106 2813 6890 8478

Panda Nababan Dituntut Paling Tinggi Jakarta-andalas Panda Nababan menjadi terdakwa yang dituntut paling tinggi di antara para terdakwa cek pelawat lainnya. Politisi PDIP ini dituntut tiga tahun penjara karena pernah mengintervensi kesaksian salah seorang saksi dalam proses penyidikan. "Menuntut majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman pada terdakwa satu, Panda Nababan dengan hukuman tiga tahun penjara," tutur Jaksa M Rum ketika membacakan surat tuntutan di Pengadilan Negeri Tipikor, Jalan Rasuna Said, Jaksel, Rabu (8/6). Tuntutan tinggi untuk Panda ini tak lepas dari hal-hal memberatkan yang dijeratkan kepadanya. Hal membe-

ratkan itu adalah Panda pernah mencampuri kesaksian saksi Fadila, bendahara Fraksi PDIP di persidangan. "Terdakwa pernah berusaha mempengaruhi saksi Fadillah untuk memberikan keterangan yang tidak sesuai dengan yang sebenarnya," tutur Jaksa Rum. Selain hukuman yang tertinggi, Panda juga harus membayar denda sebesar Rp150 juta. Di samping itu, jaksa menerapkan pidana tambahan untuk mengembalikan uang atau barang senilai Rp1,95 miliar untuk mengganti atas suap dari tindak Bersambung ke Hal. 15

Jakarta-andalas Permohonan Gubsu nonaktif Syamsul Arifin untuk diizinkan atau tidak berobat ke Singapura belum menunjukkan titik terang apakah dikabulkan atau tidak oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Menurut sumber dari orang dekat Syamsul Arifin yang dihubungi andalas tadi malam, pihak dokter pembanding dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dikabarkan sudah melakukan pemeriksaan terhadap kondisi Syamsul Arifin di Rumah Sakit Harap-

an Kita Jakarta. Namun sumber meyakini mantan Bupati Langkat yang terjerat kasus korupsi dana APBD Kabupaten Langkat tahun 2000-2007 senilai Rp 102,7 miliar itu, bakal diizinkan berangkat ke Singapura untuk berobat. “Ya, insya Allah besok (hari ini,red) diputuskan. Kita yakin permohonan untuk membawa Datuk berobat ke Singapura dikabulkan,” kata sumber tersebut melalui sambungan telepon seluler. Bersambung ke Hal. 15

BATAL– Sidang terdakwa kasus dugaan korupsi penyalahgunaan APBD Kab Langkat, Syamsul Arifin batal digelar karena kondisi kesehatan yang buruk. Tampak Syamsul menunggu sidang bersama terdakwa kasus dugaan suap pemilihan Deputi Gubernur Senior BI dari Partai Persatuan Pembangunan, Daniel Tandjung (kanan) dan Sofyan Usman, beberapa waktu lalu.

Pelaku Penembakan di Tol Belmera Diduga Oknum Polisi Pelaku penembakan mobil Feroza warna hijau milik karyawan Indosat di Gerbang Tol Tanjung Mulia, Sabtu (3/6) dini hari lalu, ternyata bukan petugas Jasa Marga seperti yang diberitakan sejumlah media massa. andalas/thamrin samosir

KETERANGAN–Tengku Fahri, korban penembakan di gerbang Tol Tanjung Mulia, memberikan keterangan kepada Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Endro Kiswanto didampingi Bambang, dokter RS Martha Friska yang menangani perawatan korban.

DARI informasi didapat kalangan wartawan, Rabu (8/6),

pelaku penembakan yang menyebabkan salah seorang penumpang mobil kritis akibat tertembak, diduga seorang oknum Samapta Polresta Medan. Hal itu terungkap dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan puluhan anggota Unit Reskrim Polsek Labuhan dipimpin Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Endro Kiswanto. Endro turun didampingi sejumlah pejabat utama Polres

Pelabuhan Belawan, termasuk Kapolsek Labuhan Kompol Sugeng Riyadi ke Kantor Tol Belmera Cabang Tanjung Mulia. Sayangnya Endro ketika dikonfirmasi belum bersedia memberikan keterangan mengenai siapa pelaku sebenarnya penembakan tersebut dengan alasan pihaknya masih melakukan penyelidikan. “Tidak, pelakunya bukan petugas Jasa Marga seperti pemberitaan di media massa.

Kita belum bisa simpulkan karena anggota masih bekerja dilapangan,” terang mantan Kasat Pidum Polda Kalsel itu seraya mengatakan anggotanya telah menemukan proyektil yang ditembakkan ke mobil korban. Seperti diketahui, akibat penembakan ini Tengku Fahri, warga Jalan Bundar Pulo Brayan Bengkel, Medan, salah seorang penumpang mobil Bersambung ke Hal. 15


Kamis 9 Juni 2011

MEDAN KITA

harian andalas | Hal.

Hari Ini, Bupati/Wakil Bupati Nias Dilantik

andalas

Medan-andalas Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho dijadwalkan akan mengambil sumpah dan melantik Bupati/Wakil Bupati Nias terpilih Sokhiatulo Laoli-Arosokhi Waruwu, hari ini, Kamis (9/6). Demikian disampaikan Kasubsi Humas Dian Tito kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (8/ 6). “Besok –maksudnya hari ini, Kamis (9/6)– Plt Gubsu dijadwalkan melantik Bupati/Wakil Bupati Nias terpilih Sokhiatulo Laoli-Arosokhi Waruwu,� ujar Dian Tito. Dikatakan, penjadwalan pelantikan tersebut seiring dengan telah diterbitkannya Surat Keputusan (SK) penetapan Bupati/

Lugas & Cerdas PENERBIT PT. Star Media Internusa d/h. PT. Inti Media Nusantara PEMBINA Dr Eggi Sudjana SH MSi PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI Iskandar ST WKL PEMIMPIN UMUM/WKL PEMIMPIN REDAKSI/PENJAB H Baharuddin WAKIL PEMIMPIN REDAKSI II Dedy Ardiansyah WAKIL PEMIMPIN UMUM MA Siddik Surbakti, Christoffel Manurung SH MH PEMIMPIN PERUSAHAAN Amiruddin REDAKTUR PELAKSANA Gusliadi Ritonga SEKRETARIS REDAKSI Windari KOORDINATOR LIPUTAN Hamdani Nasution, KOORDINATOR DAERAH Agus Salim Ujung REDAKTUR Asril Tanjung, Hermawan,Yonan Febrian, M.Sulaiman STAF REDAKSI Asiong, Robenson Sidabariba, Yunan Siregar, M Isya, Irwan Ginting,Ika Ramadhani, Felix Sidabutar FOTOGRAPHER Rony Muharrman SIRKULASI Septho IKLAN Syarifah PENASEHAT HUKUM Syahril SH SpN; Nur Alamsyah SH MH; Abu Bokar Tambak SH MHum; A Herwan Bispo SH, H. Syafrizal SH. MH ALAMAT REDAKSI/ TATA USAHA Jalan T Amir Hamzah Ruko Kompleks Griya Riatur Indah No. 182-184-186 Medan NOMOR REKENING BRI Unit Kapten Muslim Medan a/n Amiruddin Mendrofa No. Rekening 3383-01-027966-53-5 BCA KCP Tomang Elok a/n Amiruddin Mendrofa No. Rekening 7865078382 Iklan Warna (FullColour) Rp. 15.000/mm kolom Iklan Hitam Putih Rp 10.000/mm kolom Iklan Keluarga/Ucapan Selamat Rp 3.500/mm kolom TELEPON (061) 8449800 FAKSIMILE (061) 8462800 EMAIL REDAKSI:andalasmedan@gmail.com IKLAN: marketingandalas@gmail.com PENCETAK CV. Grafika Sumatera. Isi di Luar Tanggungjawab Pencetak

EDITORIAL

Penegakan Hukum di Sumut Mengecewakan PENEGAKAN hukum di Sumatera Utara dinilai belum memuaskan atau belum sesuai harapan masyarakat. Pasalnya, sejumlah kasus dugaan korupsi terkesan diendapkan tanpa jelas tindak lanjutnya. Demikian penyataan sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), saat menggelar unjuk rasa di Gedung DPRD Sumut, Rabu (8/6). Mereka menyebutkan, aparat penegak hukum dan pemerintah daerah di Sumut belum berpihak kepada rakyat dengan mengendapkan kasus-kasus dugaan korupsi di daerah itu. Koordinator LSM itu, dalam orasinya mengatakan, penegakan hukum di Sumut terutama di Kabupaten Deli Serdang dan sejumlah kabupaten/ kota lainnya di daerah ini masih jauh dari harapan masyarakat. "Terdapat kecenderungan penegak hukum dan pelaku korupsi menjadikan hukum sebagai alat dagangan yang bisa diperjualbelikan seperti sayuran di pasar," katanya. Sinyalemen LSM itu, kelihatannya tidak terlalu berlebihan. Bahwa, penegakan hukum di Sumatera Utara, memang masih cenderung 'tebang pilih'. Penegakan hukum di daerah ini cenderung masih melihat siapa yang melakukan kesalahan, dan bukan kesalahan apa yang telah dilakukannya. Mind-set aparat penegak hukum sedemikian menyebabkan tajamnya sayatan pedang hukum, lebih sering hanya dirasakan kalangan wong cilik saja. Sementara, mereka yang berasal dari kalangan pejabat, kerap tidak tersentuh aparat penegak hukum. Terbukti tidak jarang, atau tepatnya sangat banyak kasus-kasus pelanggaran hukum yang melibatkan kalangan pejabat penting di daerah ini, kemudian mentok di laci institusi penegak hukum. Akibatnya, kasus-kasus itu kemudian harus diambil-over oleh aparat penegak hukum yang lebih tinggi (KPK), yang dianggap masih konsisten dalam melakukan penegakan hukum (law enforcement), kendati sejumlah kalangan masih belum sepenuhnya puas dengan gebrakan KPK ini. Karenanya, tidak mengherankan jika sejumlah kasus yang melibatkan pejabat di daerah ini, kemudian menemui titik simpul penyelesaian setelah ditangani KPK. Misalnya, kasus yang melibatkan Syamsul Arifin, kasus korupsi mantan Bupati Nias Binahati Baea, kasus mantan Wali Kota Pematang Siantar RE Siahaan, dan lainnya. Pertanyaannya, mengapa penegakan hukum di Sumut cenderung mengecewakan ? Hal ini dimungkinkan, karena jajaran aparat penegak hukum di daerah ini, kelihatannya masih menjunjung tinggi tradisi ewuh pakewuh (perasaan sungkan) untuk melakukan pemeriksaan terhadap pejabat teras, yang notabene sering 'duduk bersama' dengannya dalam sebuah perhelatan seremonial di daerah ini. Penegakan hukum di Sumut yang masih mengecewakan itu, agaknya belum akan mengalami perubahan signifikan beberapa tahun mendatang. Makanya, bukan hal mengejutkan jika sejumlah pejabat korup di daerah ini akan lebih banyak 'menginap' di Rutan Salemba, ketimbang LP Tanjung Gusta...!(**)

2

Wakil Bupati Nias terpilih oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi. Dan pihak Pempropsu sudah melakukan rapat koordinasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nias. “Kemenangan pasangan Sokhiatulo Laoli-Arosokhi Waruwu sebelumnya digugat oleh pasangan calon Damili R GeaAluizaro Telaumbanua dan pasangan calon Faigi’asa Bawamenewi dan Ronai Zai ke Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, MK pada 10 Mei 2011 dalam putusannya menolak gugatan itu, sehingga Sokhiatulo Laoli-Arosokhi Waruwu dinyatakan pemenang,� ujar Dian.(WAN)

Pelayanan RS Pemerintah Kalah dengan Swasta andalas/hs poetra

DIBONGKAR – Pemerintah KotaMedan meruntuhkan tembok pagar yang berada di sekeliling Lapangan Gajah Mada, Jalan Krakatau Medan, Rabu (8/6) sekitar pukul 07.00 WIB. Dalam pembongkaran yang dilakukan sekitar 70 orang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), tidak ada perlawanan dari pihak ahli waris Alm Hasan Basri yang mengklaim tanah tersebut adalah milik mereka.

Tembok di Lapangan Gajah Mada

Dibongkar Paksa Medan-andalas Meskipun sempat tertunda dalam melakukan pembongkaran tembok Lapangan Gajah Mada di Jalan Krakatau Medan, namun akhirnya, Pemko Medan beserta unsur Muspida lainnya berhasil melakukan pembongkaran paksa terhadap tembok yang telah mengelilingi lapangan tersebut. Pembongkaran yang dipimpin Dinas Tata Ruang Dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan, itu dilakukan, Rabu (8/6) pagi, sekira pukul 07.00.WIB. Dalam pembongkaran itu, Pemko Medan tidak tanggung-tanggung dalam menurunkan personilnya. Selain personil dari DInas TRTB, Satpo PP, serta unsur Muspida terkait, dalam pembongkaran tembok tersebut Pemko Medan dibantu oleh personil Brimob yang jumlahnya diperkirakan mencapai seratus personil untuk membantu mengamankan pembongkaran itu. Dan sekira 40 menit berlangsung, pembongkaran tembok Lapangan Gajah Mada yang telah ditembok keliling itu akhirnya semua dirubuhkan dan rata dengan tanah. Dalam aksi pembongkaran itu, berjalan mulus dan tidak ada perlawanan dari masyarakat setempat yang pada sehari sebelumnya sempat melakukan penghadangan dilokasi tersebut. Kadis TRTB Kota Medan, Sam-

purno Pohan, kepada wartawan dengan tegas mengatakan, pihaknya terpaksa membongkar tembok tersebut secara paksa. Karena pihak yang telah menembok lapangan tersebut sebelumnya sudah diberitahukan bahkan sudah diperintahkan untuk membongkar sendiri. Namun tidak juga ada reaksi dari pihak pemagar Lapangan tersebut untuk membongkar pagar itu. "Jadi terpaksa kita lakukan pembongkaran. Karena lahan yang ditembok ini tidak memiliki izin. Dan kita sudah keluarkan peringatan kepada pihak yang memagari Lapangan ini,"tegas Sampurno. Sampurno juga menegaskan, pihaknya tidak mau tahu Lapangan itu milik siapa, pihaknya hanya menjalankan Perda, bahwa apabila dalam mendirikan bangunan tidak ada izinnya maka bangunan apapun itu akan dibongkar sampai pemilik bangunan mengurus izinnya." Kita tidak mau tahu lahan itu asset atau bukan. Yang jelas pemagaran itu tidak ada izinnya, jadi ya harus kita bongkar,

karena merugikan Pendapatan Asli Daerah (PAD)," tandasnya. Sementara, sehari sebelumnya, Rencana Pembongkaran tembok Lapangan Gaja Mada Jalan Krakatau sempat ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Pengunduran ini disebabkan Pemko Medan menghindari bentrokan terjadi. Sebab, puluhan masyarakat mengaku keluarga Ahli Waris M Basri berusaha menghalangi petugas pembongkar Dinas TRTB Kota Medan dan Personil Satpol PP Kota Medan dengan berdiri di depan tembok. Kondisi ini sempat menimbulkan perdebatan antara kedua belah pihak. Bahkan, sempat tertunda beberapa jam akibat belum adanya kesepakatan. Namun, tidak terjadi bentrok fisik. Masyarakat sendiri tidak membawa senjata apapun. Puluhan personil Dinas TRTB dan Satpol tidak bisa berbuat banyak. Beberapa personil polisi dan TNI yang turut mengamankan lokasi kejadian, tidak membuat nyali pemko bangkit untuk melakukan pembongkaran. Awalnya rencana pembongkaran dimulai Jam 09.00 Wib. Namun, sampai pukul 14. 30. Beluma ada gejala pembongkaran. Keluarga ahli waris juga tetap bertahan di lokasi. Akibat tidak adanya kemungkinan dilakukan pembongkaran, petugas membubarkan diri.(TIM)

Medan-andalas Pelayanan di rumah sakit pemerintah di Sumatera Utara dinilai belum maksimal, walaupun anggarannya dibiayai pemerintah. Tak mengherankan jika keberadaan rumah sakit milik pemerintah ini pelayanannya kalah dengan rumah sakit swasta yang justru intens melayani kebutuhan perobatan masyarakat. "Rumah sakit pemerintah belum bisa berkiprah sebagaimana tuntutan masyarakat yang seharusnya mengedapankan pelayanan yang terbaik. Karena sudah jelas semuanya dianggarkan dananya dari dana pemerintah," tegas pengamat kesehatan, dr.Umar Zein kepada waratwan, kemarin.. Menurut Umar Zein, saat ini masih banyak warga miskin yang tidak mendapat pelayanan baik dari pihak rumah sakit pemerintah itu saat berobat Padahal pelayanan kesehatan tersebut merupakan isu kesehatan yang strategis. Ia mencontohkan masyarakat miskin yang tidak punya KTP serta tidak mendapatkan informasi kesehatan. ‘’Kadang ada yang tidak tertanggulangi dengan baik. Padahal, unit pelayanan ada, alat kesehatannya ada, tenaga kesehatannya banyak, dan didanai pemerintah. Tapi apa jadinya, warga miskin masih susah dapat pelayanan yang baik,"ujarnya Umar Zein menilai, rumah sakit swasta saat ini justeru lebih intens memberikan pelayanan kepada masyarakat. ‘’Ini terbalik, pada mereka (RS swasta) l tidak didanai dari pemerintah. Ini ada sesuatu yang terjadi dan diharapkan media bisa menganalis lebih jauh lagi," kata Umar Zein. Dokter spesialis penyakit

dalam ini juga mengaku khawatir tentang tenaga medis yang keluar dari institusi D3 keperawatan dan kebidanan. Diyakini, sambung Umar Zein, akan terjadi ledakan jumlah tenaga medis pada 10-20 tahun kedepan, tetapi kualitasnya tidak menjamin. "Bayangkan saja di Sumatera Utara sendiri ada sekitar 30-an institusi D3 keperawatan dan kebidanan dan akan menghasilkan ribuan perawat dan bidan. Belum lagi, dokter yang keluar dari institusi kedokteran. Ini akan meledak jumlahnya 10-20 tahun kedepan, tapi kualitasnya belum tentu terjamin,’’tuturnya. Di tempat terpisah, Anggota Komisi B DPRD Kota Medan, Bahrumsyah sependapat dengan pelayanan rumah sakit pemerintah yang belum maksimal dibandingkan dengan pelayanan dirumah sakit swasta. Menurutnya, hal itu dimungkinkan karena sistem pengelolaan rumah sakit yang kurang baik. Pengelolaan rumah sakit swasta, sambung Bahrumsyah, lebih profesional dan orang-orang yang ditempatkan adalah sumber daya manusia yang benar-benar memiliki kemampuan dan teruji. Ditambah lagi, alat kesehatan yang modern dan penghasilan tenaga medisnya yang sudah layak. "Sementara pengelolaan rumah sakit pemerintah sepertinya kurang profesional, orangorang yang ditempatkan bukan berdasarkan profesional, namun cenderung karena faktor kedekatan," katanya. Untuk itu, lanjut Bharumsyah, rumah sakit pemerintah harus cepat melakukan perubahan dengan menerapkan sesuai SOP (standart operasional prosedur). (YN)

Kepatuhan SKPD, Kekurangan Dana Jadi Kendala Percepatan Proses Sertifikasi Aset Pemprovsu

Kapoldasu Diminta Tuntaskan Kasus Main Tembak Medan-andalas Anggota DPRD Sumut Brilian Moktar SE, minta Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, segera menuntaskan kasus main tembak dilakukan oknum aparat kepolisian yang mengakibatkan Tengku Fachri (27) harus mendapatkan perawatan intensif. "Kapolda kita minta segera memproses kasus ini hingga tuntas. Kita juga berharap kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi jajaran kepolisian kita," katanya ketika mengunjungi Tengku Fachri di Rumah Sakit Umum (RSU) Martha Friska Medan, Rabu (8/6). Warga Jalan Bundar, Pulo Brayan Bengkel Baru, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan itu menjadi korban penembakan, Sabtu (4/6), di pintu tol Tanjung Mulia Medan. Meski sudah melewati masa kritis, Tengku Fachri masih tergolek lemah di ruangan ICU RSU Martha Friska. Menurut dokter yang merawatnya, korban harus kehilangan ginjal, limpa dan menderi robek di usus besar dan usus kecil karena terjangan peluru yang me-

nembus pinggang hingga perutnya. Kepada Brilian Moktar, Tengku Fachri menuturkan,kejadian itu bermula ketika dia bersama tiga temannya tengah mengendarai mobil Feroza BK 1060 LO. Mobil yang kendarai temannya Fadli itu menabrak seorang pengendara sepeda motor di Jalan Putri Hijau. Ketika hendak menolong pengendara sepeda motor, mereka justru diteriaki maling dan dikejar sekelompok orang. "Karena diteriaki maling dan takut dikereyok, kami pun melarikan diri," katanya. Untuk menghindari kejaran massa, Fadli masuk ke Jalan Tol Belmera melalui gerbang Tanjung Mulia. Di pintu tol, seorang oknum petugas yang kebetulan berada di pos jaga dan mendengarkan teriakan massa melepaskan dua kali tembakan ke arah mobil dan salah satunya mengenai pinggang Tengku Fachri hingga tembus ke bagian perut. Menurut Brilian, Kapolda Sumut harus memroses oknum aparat yang melakukan penembakan. "Harus ada penjelasana, apakah pe-

nembakan itu sudah sesuai protap (prosedur tetap) atau tidak, apalagi yang menjadi korban terbukti bukan maling dan bukan rampok," ujar anggota dewan dari daerah pemilihan Kota Medan itu. Bendahara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut itu mengaku sangat prihatin, karena peristiwa serupa sudah sering terjadi. "Ini bukan yang pertama, sebelumnya juga terjadi di Tanjung Balai," katanya. Pada kesempatan itu Brilian Moktar bersama Penasihat Rotary Club Deli Medan Kencana Salim mengunjungi seorang korban yang tertembak senapan angin di bagian dada. Korban berasal dari keluarga tidak mampu itu diketahui bernama Jimmy (12), warga Mandala Medan, sementara pelakunya seorang anak yang juga tetangga korban dan baru berusia tiga tahun. Brilian Moktar dan Kencana Salim yang akrab disapa Biebie berjanji membantu biaya perawatan dan biaya operasi untuk mengeluarkan proyektil dari tubuh Jimmy. (UJ)

Medan-andalas Kepatuhan pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) masih rendah dalam menerapkan regulasi dan kekurang dana yang mendukung. Kedua hal itu merupakan kendala utama dalam proses percepatan sertifikasi seluruh aset Pemprov Sumatera Utara saat ini. Bila hal ini dapat diatasi, tak mustahil Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akan memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap Laporan Keterangan Pemerintahan Daerah (LKPD) Sumut tahun 2010. Menurut Kepala Biro Perlengkapan dan Aset Setdaprovsu, Bondaro Siregar melalui Kabag Aset dan Pemeliharaan, Eriadi di Medan, Rabu (8/6), opini WDP yang masih dicapai LKPD Sumut 2010 tersebut, juga akibat kurangnya pemahaman sejumlah pimpinan SKPD terhadap Permendagri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah. “Sampai kini, masih banyak pimpinan SKPD yang belum menguasai Permendagri tersebut. Bahkan tidak mustahil ada yang tidak mengetahuinya sama sekali,� ujar Eriadi mengomentari pernyataan Kepala BPK Sumut, Oodj Hujiat dalam sidang paripurna DPRD Sumut di Medan, Senin (6/6) lalu Menurut Eriadi, komentar BPK terhadap LKPD Sumut 2010 itu bisa saja benar, tetapi bisa juga salah. Namun Eriadi punya keyakinan sendiri bahwa ambrudulnya LKPD Sumut 2010 itu, bukan karena penyajian data aset yang kurang lengkap, melainkan karena tidakpatuhnya sejumlah SKPD terhadap ketentuan dalam Permendagri Nomor 17 Tahun 2007, khususnya menyangkut laporan data

aset yang terkait dengan penggunaan dana. “Saya optimistis, amburadulnya LKPD Sumut 2010 itu bukan karena tidak lengkapnya laporan data aset yang kita kompilasikan dari laporan seluruh SKPD, tetapi karena adanya ketidakpatuhan dalam pengelolaan keuangan,� tegasnya. Eriadi merincikan, dari total Rp5 triliun lebih nilai aset Pemprovsu, pihaknya telah berhasil mensertifikatkan aset tanah sebanyak 300-an persil. Sedangkan aset tanah yang dimiliki Pemprovsu, keseluruhannya berjumlah 2.560 persil, dan dari jumlah itu hanya sekitar 500 persil tanah saja yang bisa disertifikatkan. �Sisa 200-an persil aset tanah yang belum disertifikatkan itu, sebanyak 70 persen di antaranya sudah dipasangi plank. Sedangkan 2.000-an persil tanah lainnya, tak mungkin dibuatkan sertifikat. Karena aset tersebut berupa tanah untuk keperluan irigasi, dan tanah yang digunakan untuk keperluan jalan raya,� ucapnya. Menyangkut laporan data aset di sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprovsu, Eriadi mengaku hanya aset di PT Bank Sumut yang tidak mereka kompilasi. Sedangkan aset-aset di PD Aneka Industri dan Jasa (AIJ), PD Perhotelan, PT Pembangunan Sarana dan Prasarana (PPS), dan PT Perkebunan Sumut, seluruhnya terus didata. “Sampai kini, upaya menertibkan seluruh data aset tanah milik Pemprovsu itu, terus kita pacu hasilnya, walau untuk upaya itu kita masih dihadapkan pada kendala kemampuan anggaran yang terbatas, ditambah adanya ketidakpatuhan SKPD dalam menyampaikan laporan data aset secara lengkap,� katanya. (WAN)


MEDAN KITA

Kamis 9 Juni 2011

harian andalas | Hal.

3

Tuntutan Buruh PT TSI Sementara Disepakati Medan - andalas Ratusan karyawan PT Toba Surimi Indusatries (TSI) di Jalan Pulau Pinang II Saentis Kecamatan Percut Sei Tuan yang menggelar aksi unjuk rasa untuk sementara bisa bernafas lega, Rabu (8/6). Pasalnya, tuntutan buruh terkait hak-hak normatif akhirnya disepakati saat pertemuan dengan perwakilan PT TSI, DPC KSPSI Deli Serdang dan Dinas Tenaga Kerja Deli Serdang. Pertemuan itu dihadiri langsung Sekretaris DPC KSPSI Deli Serdang Zulfadly HMS, Penasehat Hukum PT TSI Jonatan Sibarani,SH bersama perwakilan PT TSI Ationg diselasela aksi damai di depan PT TSI. Hasil pertemuan yang sudah disepakati itu selanjutnya akan dibuat secara tertulis dan dibicarakan kembali bersama Dinas Tenaga Kerja Deli Serdang. Menurut Ketua PC FSP RTMM SPSI DS PT TSI M. Harun Marpaung kepada andalas, setelah pertemuan itu juga akan dibuat perjanjian formal agar tidak ada ingkar janji dari PT TSI. Sesuai kesepakatan bersama antara managemen perusahaan dan karyawan, sambung Harum sudah mengajukan permohonan kenaikan upah minimum kota (UMK) dan uang kerajinan serta hak normatif lain. Permohonan itu semata-mata untuk kesejahteraan para pekerja guna mengimbangi kebutuhan hidup

yang saat ini sulit karena kenaikan harga-harga komoditi bahan pokok. Selain itu, pihaknya juga meminta kepada perusahaan tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak dan pemindahan karyawan sewenag-wenang ke propinsi lain yang sangat jauh. Pantauan wartawan koran ini, sejak pagi para buruh tersebut tidak lagi memblokir pintu masuk PT TSI setelah dimediasi pihak Disnaker Deli Serdang utusan dari pengunjuk rasa di lokasi industri yang bergerak dibidang ikan laut tersebut, Aksi para karyawan ini untuk menuntut hak normatif seperti kenaikan gaji,pemberian cuti haid pada pekerja wanita sesuai UU No 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan pasal 81, mengikutsertakan karyawan dalam Jamsostek sesuai UU No 3 Tahun 1992. Aksi unjuk rasa tersebut, ratusan karyawan PT TSI yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP.RTMM-SPSI) Deli Serdang berjalan tertib dan damai. Bahkan para karyawan bersedia mencabut beberapa spanduk dan poster setelah pertemuan tripartite yang berhasil mencapai beberapoa kesepakatan untuk memenuhi hak normatif karyawan.(DP)

Lelang Proyek Diduga Dimonopoli Peserta Protes Dinas Kebersihan Medan Medan-andalas Lelang pengadaan barang dan jasa di Dinas Kebersihan Kota Medan untuk anggaran APBD 2011 senilai puluhan miliar rupiah menuai protes dari sejumlah rekanan. Pasalnya, pemenang peserta lelang yang diterbitkan panitia di Dinas Kebersihan pada, Selasa (7/6) diduga tidak memenuhi kualifikasi pekerjaan yang dibutuhkan. Max Tamba, Pemilik CV Rotua kepada wartawan kemarin di Medan menilai panitia lelang yang diketuai Benny Nainggolan tidak professional dalam menentukan perusahaan pemenang. Karena dianggap tidak menerapkan Peraturan Presiden No 54 Tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah, serta terindikasi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Bahkan beberapa perusahaan yang dinyatakan sebagai pemenang, sambung Max, diduga dimiliki atau pun disewa seorang pengusaha yang dikenal berinisial B yang disebut-sebut memonopoli seluruh paket pekerjaan APBD 2011 yang terdapat di Dinas Kebersihan Kota Medan. “Kami meminta kepada Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Dinas Kebersihan Kota Medan untuk membatalkan seluruh proses lelang yang telah digelar untuk seluruh paket dan membatalkan pengumuman lelang itu. Kami tidak terima dengan hasil yang bernuansa KKN itu,� kecam Max Tamba, yang mengaku segera melayangkan surat sanggahan atas pengumuman tersebut. Max Tamba lebih lanjut menegaskan dalam paket sosialisasi pengelolaan persampahan, Dinas Kebersihan Kota Medan memenangkan UD Seni Ukir untuk pekerjaan pemasangan iklan layanan masyarakat di media cetak dan elektronik IKLAN |

dengan nilai penawaran sebesar Rp232.025.000 dari anggaran sebesar Rp249.894.500. Ada lima perusahaan yang mengikuti lelang untuk paket itu, yakni, UD Seni Ukir dengan penawaran Rp232.025.000, CV Ganesha dengan penawaran Rp248.150.000, CV Dharma Jaya dengan penawaran Rp199.635.000, CV Ingkon I Do dengan penawaran Rp245.000.000 dan CV Rotua dengan penawaran Rp240.000.000. “Dalam pembukaan penawaran beberapa waktu lalu, UD Seni Ukir dinilai tidak memiliki pengalaman kerja untuk pekerjaan pemasangan iklan layanan masyarakat di media cetak dan elektronik. Pasalnya, selama ini hanya dikenal usaha dagang yang gerak di penjualan barangbarang ukiran dan asesoris,’’ katanya. Hal senada disampaikan pihak CV Ingkon I Do, Binsar. Ia mengatakan pengusaha berinisial B itu diduga melakukan monopolu proyek di Dinas Kebersihan Kota Medan dengan membawa beberapa perusahaan sebagai peserta lelang di seluruh paket yang ada. “Dari 13 paket proyek, dalam pengumuman yang ditetapkan panitia, perusahaan yang dibawa B memenangkan setengah dari 13 paket untuk proyek di Dinas Kebersihan Kota Medan. Jadi, panitia saya indikasikan telah KKN dan tidak mempedomani Perpres No 54 Tahun 2010,�katanya. Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kebersihan Kota Medan, Pardamean Siregar yang dihubungi wartawan via telepon kemarin, mengaku tidak tahu menahu dalam proses lelang pengadaan barang dan jasa di dinas yang dikelolanya. Pardamean mengakui seluruh wewenang soal penetapan pemenang berada di tanga panitia dinasnya. (FEL)

andalas/hs poetra

UNJUK RASA – Puluhan massa dari Aliansi Masyarakat Peduli Pembaharuan (AMPP), melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri Medan, Jalan Adinegoro Medan, Rabu (8/ 6) sekitar pukul 11.00 WIB. Pengunjuk rasa meminta Kejaksaan Negeri Medan, memeriksa Hasan Basri, Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan yang diduga melakukan tindak korupsi yang merugikan negara mencapai miliaran rupiah.

Komisi C DPRD Sidak RPH Medan

Distribusi Daging tak Terdeteksi Medan-andalas Komisi C DPRD Medan melakukan kunjungan inspeksi mendadak (sidak) langsung ke Rumah Potong Hewan (RPH) Mabar di Jalan RPH Kecamatan Medan Deli, Rabu (8/6) dini hari pukul 00.30 WIB. Dalam sidak itu, wakil rakyat sulit mendeteksi distribusi daging sapi hasil pemotongan dari RPH Medan. Selain itu jumlah pemotongan ternak yang berkurang drastis karena munculnya RPH liar. Sidak yang rencananya dihadiri 11 Anggota Komisi C DPRD Medan ternyata hanya dilakukan Ketua Komisi C Jumadi dan Anggota Komisi C Irwanto Tampubolon yang turun ke RPH Medan. Para wakil rakyat itu langsung menyaksikan proses pemotongan hewan di RPH yang sebelumnya diragukan kehalalannya dan penjagalan, seperti dilansir otoritas Australia beberapa waktu. Atas beberapa temuan Komisi C di lapangan, pihaknya akan memanggil Dirut RPH Adios Gusri dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Ir Syaiful Bahri. “Kita ingin memastikan langsung teknis pemotongan hewan disini guna memastikan prosesnya apakah sudah layak dan sesuai standar hukum Islam atau belum. Walau memang kita sudah menemukan hewan yang dipotong telah sesuai prosedur dan aqidah Islam, namun kita masih sangsi atau ragu dengan higienis dan kebersihan daging yang dipotong disini (RPH-red),� kata Jumadi kepada wartawan disela-sela sidak. Ia menjelaskan dalam proses pemotongan, kehigienisan dan kebersihan daging yang sudah dipotong juga patut diperhatikan. Sebab, peralatan dan tempat yang bersih menjadi salah satu perhatian agar

daging yang dikonsumsi benar-benar sehat dan aman. “Kita juga tidak menemukan pemotongan hewan ternak Babi yang kabarnya di gabungkan dalam satu kamar pemotongan dengan sapi. Walau begitu, dengan proses pemotongan yang dilakukan saat ini kita sudah mendapati bahwa hewan yang dipotong disini halal,� ujarnya. Saat sidak tersebut, Jumadi dan Irwanto hampir terkecoh dengan keterangan yang disampaikan seorang petugas karyawan bahwa pemotongan di tempatnya baru dimulai pada pukul 02.00 WIB dini hari dengan jumlah sapi yang dipotong sekitar lima ekor. Namun, pada saat tiba disana sudah sekitar pukul 00.40 WIB. Petugas diduga sengaja mengecoh Komisi C agar keduanya tidak berlama-lama di lokasi tersebut. Namun Setelah ditunggu sekitar 15 menit, beberapa sapi tiba dan masuk ke dalam kandang persis berada dibelakang kamar pemotongan. Selanjutnya, tidak berselang lama sapi tersebut langsung dimasukkan ke dalam ruang besi untuk diikat dan disembelih. Tidak berselang lama, Kepala Bagian Umum RPH Mabar Medan Andi Sulistiawan tiba memantau pemotongan sekaligus mendampingi keduanya. Andi menilai sebelum isu penyembelihan sadis di lakukan RPH Medan di media massa sepekan belakangan, jumlah pemotongan lembu ditempatnya mencapai sekitar 40an ekor per hari. Namun saat ditanya bahwa pemotongan lembu ditempatnya sudah sejak lama hanya mampu memotong lima sampai 10 ekor per hari hingga temuan serupa didapati Wali Kota Medan Rahudman Harahap bersama jajaran yang sidak langsung ke RPH sebulan lalu, Andi tetap membantah. “Tidak, memang sejak di pemberitaan media massa itu jadi penyebabnya. Sebelumnya kita memang potong 40-an ekor per hari namun sekarang hanya sekitar 5 sampai 10 ekor saja. Sekarang aja yang menurun,� katanya. Andi menjelaskan faktor penyebab lain

yakni keberadaan RPH liar di luar RPH Medan. Hewan ternak lebih banyak dipotong diluar RPH Medan dan pasarpasar di Medan juga dapat langsung membeli daging tidak dari RPH Medan saja namun dari pemilik ternak yang sudah dipotong di RPH liar. “Kalau RPH liar sudah ditertibkan, kita sudah bisa maju dan pendapatan sudah bisa meningkat dari saat ini karena untuk satu ekor lembu kita mengenakan tarif Rp 56 ribu. Yang perlu sebenarnya, RPH liar ditertibkan lebih dulu. Karena ini sangat berkaitan dengan pendapatan kita. Saat ini sudah dibentuk tim penertiban RPH liar dengan dikomandoi Kasatpol PP Kriswan dan pihak kepolisian,� ungkapnya. Mendapat jawaban tersebut, Jumadi dan Irwanto meminta data distribusi daging ke pasar-pasar mana aja dari RPH Medan dengan bermaksud agar pihaknya langsung yang melakukan sidak ke lapangan terkait asal daging di pasar. Namun, Andi mengaku tidak memiliki data tersebut dan pihaknya tidak bisa mendeteksi ke pasar man saja didistribusikan. “Seharusnya ada datanya, karena kita sebenarnya akan langsung mendata ke pasar sumber daging yang diperoleh mereka. Nanti dari situ kita dapat mengetahui keberadaan RPH liar dimana saja. Namun kalau begini, bagaiaman kita bisa menertibkannya langsung,� ujar Jumadi. Jumadi juga menegaskan dalam waktu dekat akan menyusun jadwal untuk memanggil Dirut RPH Medan Adios Gusri dan Sekda Kota Medan Ir Syaiful Bahri guna menjelaskan permasalahan RPH Medan dan RPH liar. Dia juga menilai RPH Medan perlu dilakukan reformasi birokrasi total mendesak. “Ini perlu ditangani dengan cepat dan mendesak. Memang saat ini sedang dilakukan penjaringan direksi perusahaan daerah (PD). Namun kita meminta jangan sampai menunggu terlalu lama, harus ada solusi yang dipikirkan bersama. Kita akan membahas ini bersama dengan Sekda dan Dirut RPH,� tegasnya. (BEN)

Empat Tahun Baju Dinas Guru tak Diberikan Deli serdang-andalas Konsep cerdas yang selama ini digadang-gadangkan Bupati Deli serdang Drs Amri Tambunan dinilai masuh sebatas retorika belaka.Pasalnya,sejumlah Guru PNS (Pegawai Negri Sipil) di kawasan Deli Serdang masih mengeluh karena hampir empat tahun tidak mendapatkan lagi jatah baju dinas yang seyogyanya diterima setiap tahun. Menurut guru P yang mengajar di salah satu sekolah dasar di Kecamatan Biru Biru yang meminta identitas lengkapnya tidak disebutkan, kepada wartawan,Rabu (8/6) mengaku berat hati menyampaikan keluh kesah terhadap masalah pendidikan yang saat ini terjadi. "Sebenarnya saya sangat berat untuk menyampaikan unek-unek saya ini.Namun bila tidak disampaikan, rasanya

beban ini berat tuk memikulnya.Tapi harus janji,ya. Jangan mencatut nama saya di koran dan sekolah tempat saya mengajar karena jabatan saya yang menjadi taruhannya,’’kata sumber koran ini. Lebih lanjut sumber itu mengatakan sudah empat tahun penjatahan seragam dinas tidak pernah diterima para guru. Ia mengaku terpaksa mengenakan pakaian biasa dan kadang kala ,terpaksa memakai baju rumahan saat mengajar di ruangan kelas. "Sebenarnya mengenakan pakaian luar dinas tidak etis datang ke sekolah.Tapi hal tersebut terpaksa saya lakukan karena pakaian dinas yang diberikan empat tahun silam,telah koyak,’’ujarnya. Tak bisa dipungkiri, sambung sumber itu, beberapa rekan guru lain ada yang rela mengeluarkan uang pribadi untuk membeli

baju dinas yang dari luar. Tetapi seragam yang dibeli diluar itu, tidak sama karena warna, corak dan motifnya berbeda. Nasib yang menimpa guru-guru di Deli Serdang bukan hanya sebatas tak dapat jatah pakaian dinas saja tetapi juga tunjangan lainnya. Ia mencontohkan seperti tunjangan lauk pauk sebesar Rp 8 500 per hari yang telah di anggarkan tetapi sampai saat ini tidak pernah di terima guru. Hal serupa juga menimpa para guru PNS dan juga guru berstatus honor. ‘’Mereka juga mengeluh karena honor sebesar 300.000 ribu per bulan hanya diterima per triwulan dan bukan diterima sepenuhnya.Karena setelah honor tersebut di cairkan,uang tak seberapa itu juga mendapat potongan Rp50.000 rupiah,’’ujar sumber itu mengakhiri.(STP)

Korban Kecelakaan Tertinggi Luka Kepala  RS Pirngadi Medan Tangani 456 Kasus Kecelakaan Medan-andalas Pasien kecelakaan lalu lintas yang mendapat perawatan di Rumah Sakit Pirngadi Medan, Januari–April 2011 mencapai 456 kasus. Kasus tertinggi didominasi luka di bagian kepala kategori berat dan ringan. Sedangkan tahun 2010 lalu, terdapat 1.245 kasus dengan rata-rata 100 kasus yang terjadi setiap bulannya. Tingginya kasus kecelakaan yang ditanggani RS Pirngadi Medan itu menjadi perhatian serius. Mengingat masyarakat yang menjadi korban kecelakaan mengalami kecacatan. Data yang diperoleh menyebutkan kasus tertinggi dari korban kecelakaan dengan kasus luka di kepala (head injury) dengan skala 65 persen dari setiap kasus. Sisanya, korban dengan kasus excoriated wound (luka lecet), fractur (patah tulang), haematom (pendarahan) dan lacerated wound (luka robek). Kasubbag Hukum dan Humas RS Pirngadi Edison Peranginangin kepada wartawan di Medan, Rabu (8/6) mengatakan selama Januari hingga April 2011 kasus kecelakaan lalulintas yang ditangani ada 456 kasus. Di tempat terpisah, Kepala Seksi Wabah dan Bencana Dinkes Sumut, Suhadi menambahkan, tingginya kasus korban kecelakaan lalulintas tidak saja terlihat di RS Pirngadi, tapi juga di beberapa rumah sakit dan layanan kesehatan lainnya yang ada di Sumatera Utara. “Tapi, secara rinci berapa datanya belum kita dapat. Karena datadata valid kecelakaan ada di Polda,� katanya. Namun, dari sisi korban akibat kecelakaan lalulintas, sambung Suhadi , merupakan salah satu bagian program prioritas kementerian kesehatan. “Dari sisi kesehatan, korbannya yang menderita berbagai kasus kecelakaan lalulintas, juga bagian dari program kita yang termasuk program penanggulangan penyakit tidak menular. Masalah ini seperti terlupakan, padahal kasus baru terus meningkat tiap tahun,� ujar Suhadi. Sumatera Utara sendiri, lanjut Suhadi, akan memprioritaskan promotif dan preventif serta membuat data base korban kecelakaan lalulintas. “Kita baru tahun ini lebih memprioritaskannya. Karena, Kemenkes sendiri selama ini belum maksimal untuk melihat masalah ini. Masalah kecelakaan lalulintas tidak saja dilihat dari sisi kepolisian dan perhubungan, tapi juga bagian dari program kesehatan,� kata Suhadi. Sedangkan untuk database, Suhadi berharap dinas kesehata seluruh kabupaten/kota membuat laporan jumlah kasus kecelakaan lalulintas yang terjadi di daerahnya. “Data tersebut bisa diminta dari rumah sakit atau layanan kesehatan yang ada,� pungkasnya. (YN)


Kamis 9 Juni 2011

Duh! Remaja 18 Tahun Jadi Bandar Judi Bola Tebing Tinggi-andalas Remaja 18 tahun di Tebing Tinggi dilaporkan menjadi bandar judi bola. Hal tersebut terungkap setelah dirinya ditangkap petugas Reskrim Polres Tebing Tinggi saat menghadiri pesta ulang tahun temannya di Pondok Bagelen, kemarin. Saat ditangkap dari tersangka, AK penduduk Jalan Badak, Kota Tebing Tinggi, polisi menyiata barang bukti sejumlah uang dan handphone berisi pesan singkat (sms) dari para pemasang tebakan hasil pertandingan sepak bola kualifikasi piala Eropa 2012. Dalam pemeriksaan tersangka mengaku baru satu bulan menjalani bisnis perjudian tersebut dengan uang taruhan rata-rata diatas Rp500 ribu per orang. Dalam bursa taruhan judi bola tersebut, pengakuan tersangka kebanyakan pemasang menyetor uang dengan mentransfer ke rekening salah satu bank swasta miliknya. Setelah uang disetor, kemudian pemasang tebak skor pertandingan bola kaki liga dunia, kembali mengirimkan SMS kepada tersangka dengan menjagokan favorit clubnya, atau menebak hasil skor pertandingan. Kapolres Tebing Tinggi, AKBP Drs Robert Haryanto Watratan ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya akan tetap terus menindak segala macam bentuk judi, termasuk yang sudah disinyalirnya ada aktifitas judi micky mouse di wilayah hukumnya. (MET)

Penulis Togel Diciduk Polisi Belawan-andalas Jumadi alias Semes (48) warga Pasar VIII Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang ditangkap petugas Reskrim Polsek L abuhan Deli setelah kepergok menulis angka tebakan judi toto gelap (togel) di Pos Jumadi alias Semes (berjaket) Satpam Perumahan Titi Mas Jalan Platina Raya, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli, sekira pukul 14.30 WIB, kemarin. Saat ditangkap dari tersangka disita barang bukti selembar kupon bertuliskan angka tebakan, satu pulpen warna hitam dan Rp130 ribu. Penangkapan tersangka dilakukan petugas atas adanya laporan warga yang resah. Menurut pengakuan tersangka hasil judi togel tersebut disetor kepada bandarnya berinisial T, warga Pasar I Tengah, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan. Kapolsekta Medan Labuhan, Kompol Sugeng Riyadi SH ketika dikonfiramsi melalui Kanit Reskrim AKP M Oktavianus, Rabu (8/ 6) membenarkan pnangkapan tersebut. (DP)

Antisipasi Kejahatan di Laut

Polisi Siapkan 2 Boat Patroli Bireuen-andalas Satuan Polisi Air Polres Bireuen yang bermarkas di kawasan Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Peudada, Kabupaten Bireuen dipersiapkan dua unit boat operasional jenis C3 untuk mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan di perairan Selat Malaka kawasan Bireuen. Dua boat tersebut sudah tiba di lokasi, Selasa (7/6). Kapolres Bireuen, AKBP HR Dadik Junaedi SH mengatakan boat patroli tersebut akan diserahkan secara simbolis oleh Kapolri kepada Kapolda Aceh di Banda Aceh. Dadik juga menyebutkan, dengan adanya boat patrol yang digunakan Satuan Polisi Air di Bireuen sangat mendukung kelancaran tugas pengawasan, sekaligus mengantisipasi terjadinya tindakan kriminal di perairan Bireuen yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka. Dijelaskan pula kedua Boat patroli jenis C3 itu, merupakan bantuan dari Badan Pemeliharaan Keamanan Dirjen Kepolisian Perairan Mabes Polri agar Satuan Polisi Air di wilayah Bireuen dengan harapan mampu melaksanakan pengamanan di perairan Bireuen, mengantisipasi terjadinya penyeludupan senjata api ilegal ataupun narkotika. (HERA)

Polda Kesulitan Ungkap Pelaku Penembakan Anggota Jakarta-andalas Petugas Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) kesulitan mengungkap identitas pelaku penembakan terhadap anggota Polres Metro Bekasi Kota, Ajun Inspektur Dua (Aipda) Sugiyantoro. "Kita akui minimnya informasi itu menyulitkan penyelidikan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Herry Rudolf Nahak di Jakarta, Rabu (8/6). Herry menyebutkan polisi kekurangan petunjuk dan alat bukti untuk menindaklanjuti kasus penembakan anggota kepolisian tersebut. Perwira menengah kepolisian itu, menambahkan polisi mendapatkan informasi dari keterangan salah satu saksi yang melihat kendaraan pelaku menuju Cianjur, Jawa Barat. Namun informasi tersebut, tidak bisa ditindaklanjuti karena saksi mata tidak sempat melihat nomor polisi kendaraan yang digunakan pelaku. Polisi juga kesulitan menelusuri pelaku penembakan, karena tidak menemukan proyektil yang mengenai korban, Aipda Sugiyantoro. Namun demikian, Polda Metro Jaya tetap mencari jejak identitas para pelaku penembakan berdasarkan olah tempat kejadian perkara dan keterangan saksi. Sebelumnya, sekelompok orang tidak dikenal melepaskan beberapa tembakan kepada Aipda Sugiyantoro di depan Toko Sembako Ongko Mulyo di Jalan Raya Mess AL Kampung Raden, Jatirangon, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (1/6) dinihari pukul 03.30 WIB. (ANT)

HUKUM & KRIMINAL 4 Dua Tahun Buron, Pembunuh Pedagang Sayur Ditangkap harian andalas | Hal.

baju tersangka dari arah belakang sembari berteraiak maling. Takut aksinya diketahui warga, tersangka langsung mengambil batu gilingan yang ada di depannya lalu memukulkan batu tersebut ke arah kepala korban sebanyak 10 kali hingga korban tewas. Melihat korban tak berdaya, tersangka kemudian melarikan diri setelah terlebih dahulu membersihkan tangannya dari bercak darah di depan rumah makan yang ada di sebelah lokasi kejadian. Setelah itu tersangka berjalan menuju Desa Batu Layang. Sesampainya di Desa Batu Layang, pelaku kemudian menumpang mobil tanki air yang melintas ke arah Medan dan turun di Simpang Pos. Setelah berhari-hari berada di Medan, tersangka kemudian bersembunyi di daerah Patumbak dan akhirnya berangkat ke daerah Tebing Tinggi bekerja sebagai tukang masak di salah usaha catering. Dengan mengubah nama menjadi Rudi, tersangka kemudian menyunting seorang wanita berdarah Batak disana. Sementara tertangkapnya tersangka setelah petugas Reskrim Polsek Pancur Batu mendapat informasi dari masyarakat tentang keberadaan tersangka di Tebing Tinggi. (STP)

Pancur Batu-andalas Dua tahun diburon dalam kasus pembunuhan pedagang sayur, Beny Sembiring (28) warga Desa Rumah Pil-Pil, Sibolangit, akhirnya ditangkap petugas Reskrim Polsek Pancur Batu dari tempat persembunyiannya di kawasan Jalan Satria Ujung, Tebing Tinggi, Rabu (8/6) sekira pukul 06.00 WIB. Dalam penangkapan tersebut petugas Reskrim Polsek Pancur Batu menyita barang bukti berupa batu gilingan yang digunakan pelaku untuk memukul kepala korban serta baju korban yang terkena bercak darah. Guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, bersama barang bukti tersangka langsung diboyong ke Mapolsek Pancur Batu. Kapolsek Pancur Batu, AKP M Budi Hendrawan didampingi Kanit Reskrimnya, AKP Faidir Chan SH saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (8/6) kemarin membenarkan penangkapan tersebut. Dijelaskan pembunuhan yang dilakukan tersangka terhadap korbannya, Rasmi Br Tarigan

andalas/immanuel sitepu

KASUS PEMBUNUHAN - Kapolsek Pancur Batu, AKP M Budi Hendrawan (kiri) didampingi Kanit Reskrimnya, AKP Faidir Chan SH (kanan) sesaat setelah menangkap tersangka Beny Sembiring, pembunuhan pedagang sayur (tengah). (52) yang merupakan tetangga tersangka terjadi pada, Rabu 3 Juni 2009 lalu. Modus operandi yang digunakan tersangka dengan cara memasuki rumah korba dengan terlebih dahulu merusak pintu depan rumah. Setelah berhasil

merusak pintu, tersangka kemudian masuk sembari melihat sekeliling ruangan yang ada di dalam rumah. Pandangan tersangka kemudian mengarah ke dompet korban yang ada di atas meja. Tanpa pikir panjang, tersangka lang-

Oknum Anggota Satpol PP Aniaya Pedagang Keripik  Para Pelaku Juga Menginjak-injak Dagangan Korban Bireuen-andalas Sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bireuen dilaporkan menganiaya pedagang keripik di kawasan Pertokoan depan Kantor Telkom, Bireuen, Rabu (8/6) kemarin. Selain menganiaya korban, oknum Satpol PP arogan itu juga menginjak-injak dagangan korban. Akibat kejadian itu, korban Mukthar (28) warga Desa Seuneubok Lhong, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen terpaksa dirawat di RSD Dr Fauziah, Bireuen. Keterangan diperoleh menyebutkan, awalnya sejumlah anggota Satpol PP dengan menggunakan mobil patroli menghampiri sejumlah pedagang keripik yang membuka lapak dagangannya di emperan pertokoan jalan Medan-Banda Aceh tepatnya depan kantor Telkom Bireuen. Namun sasaran utama mereka adalah Mukhtar. “Ketika sejumlah anggota Satpol PP itu tiba dilokasi kejadian, mereka langsung memarkirkan mobil patroli, sebagian mereka turun dan langsung menjumpai dan mengeroyok Mukhtar,” Kata sejumlah pedagang keripik di kawasan itu. Disebutkan, ketika terjadi pengeroyokan Mukhtar sempat melawan sekaligus terjadi tarik menarik bungkusan keripik sehingga jatuh dan petugas Satpol PP menginjaknya. Walaupun Mukhtar sempat melawan, namun karena tidak

andalas/suherman amin

KORBAN PENGANIA PENGANIAYYAAN - Mukhtar korban penganiayaan sejumlah oknum anggota Satpol PP dirawat di RSD Dr Fauziah Bireuen. seimbang Mukhtar tak sanggup lawan dan ia dipukul dari arah belakang dibagian kepala dan punggung, serta beberapa bagian tubuh lainnya. Mukhtar yang ditemani sejumlah pedagang keripik lainnya kepada sejumlah wartawan menambahkan, setelah anggota Satpol PP mengeroyok dirinya, mereka langsung meninggalkan lokasi. Sedangkan korban hanya bisa termenung di depan pertokoan. Mukhtar mengaku pusing-pusing akibat dikeroyok Satpol PP. Melihat Mukhtar sudah bingung karena tidak

biasanya begitu sejumlah pedagang keripik lainnya membawa Mukhtar ke rumah sakit. Kabag Pemerintahan Setdakab Bireuen yang membawahi Satpol PP, Mulyadi ketika dikonfirmasi mengaku heran dan terkejut atas kejadian itu dan mengaku pula dirinya belum jelas mengetahui persoalan itu. “Kita akan meminta penjelasan dulu dengan petugas lapangan, jika benar kejadian itu, maka kita akan upayakan perdamaian, dan jika korban tidak mau berdamai kita tempuh melalui jalur hukum,” katanya. (HERA)

sung mengambil dompet yang berisi Rp120 ribu. Setelah mendapatkan dompet tersebut, tersangka bermaksud pergi. Pada saat tersangka hendak kabur, korban yang telah memergoki aksi tersangka langsung menarik

Polres Karo Gerebek Arena Judi Dambatu

 Lima Penjudi Diringkus

Berastagi-andalas Petugas Reskrim Unit Judi/ Sila Polres Karo menggerebek sebuah lokasi yang diduga kerap dijadikan arena judi dambatu di salah satu warung di Desa Dolat Rakyat, Kecamatan Dolat Rayat, Tanah Karo, Rabu (8/6) sekira pukul 17.30 WIB. Dalam penggrebekan tersebut, selain menyita sejumlah barang bukti berupa uang kontan senilai Rp84 ribu, 26 buah dambatu serta sebuah botol air mineral kosong sebagai tempat “uang tong” berisi Rp4000 untuk penyedia tempat, petuagas juga meringkus lima orang penjudi termasuk pemilik warung. Guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, bersama barang bukti kelima penjudi itu diboyong ke Markas Kepolisian Resor Tanah Karo. Kelima penjudi tersebut

masing-masing, Rakutta Peranginangin (26), pemilik warung, warga Desa Dolat Rakyat, Kecamatan Dolat Rakyat, Heri Sembiring (20) warga Desa Peceren Pekerjaan, Sokhiato Hulu (35) warga Desa Peceren, Agus Salim Damanik (31) warga Desa Peceren, Kecamatan Berastagi, serta Buyung Sitepu (45) warga Desa Lau Gendek, Kecamatan Berastagi. Dalam pemeriksaan kelima penjudi tersebut mengaku bermain dambatu karena iseng. ”Kami melakukan permainan dambatu ini hanya sekedar hiburan saja. Kami pun tak menyangka bahwa polisi datang dan menangkap kami. Sementara taruhan uang yang kami taruhkan tidak seberapa besarnya, tapi apa boleh buat sudah sial pasrah ajalah bang,” ucap mereka. (LAMS)

andalas/lamhot situmorang

KASUS JUDI - Diapit petugas, para penjudi dambatu yang ditangkap petugas Reskrim Unit Judi/Susila Polres Karo diamankan untuk dilakukan pemeriksaan.

Isteri Pergoki Suami Gagahi Anak Tirinya GARA-GARA sering nonton film porno melalui handphone, seorang suami di Dusun VIII, Kampung Lalang, Desa Penggalangan, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai termotivasi menggagahi anak tirinya, sebut saja, Mawar, pelajar kelas IV salah satu Sekolah Dasar.

G

awatnya, aksi suami berinisial, H itu dipergoki isterinya ketika pulang dari ladang. Pria berusia 33 tahun itu pun langsung ditangkap petugas Reskrim Polres Tebing Tinggi setelah adanya laporan pengaduan. Saat ini tersangka H ditahan polisi dalam kasus pencabulan bocah di bawah umur.

Informasi diperoleh, seusai pulang dari ladangnya, istri pelaku langsung masuk ke kamar. Betapa terkejutnya dia ketika melihat suaminya tengah menindih tubuh putrinya yang masih berumur 10 tahun itu. “Tega dia berbuat begitu kepada anakku, kurang apa aku melayaninya, kenapa harus anakku yang dijadikan korban kebiadabannya. Kurasa seluruh kemauannya aku ikuti, tetapi kenapa perbutan itu yang dibalasnya kepadaku,” ungkap sumber andalas menirukan ucapan ibu korban di Mapolres Tebing Tinggi. Dalam pemeriksaan petugas, tersangka H yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian mengaku sudah tujuh kali mencabuli anak tirinya. Pertama sekali ia lakukan sekitar Mei 2011. Saat itu korban baru

andalas/selamat riadi kasidi

Tersangka H pulang dari sekolah dan langsung nonton televisi di ruang tamu. Pada saat itu secara kebetulan rumah dalam keadaan sepi. Isterinya masih berada di Ladang, dan abang kandung korban masih berada di

sekolahnya, langsung dipaksa oleh pelaku untuk melakukan hubungan seks, dalam perbuatan pertamanya itu, pelaku berhasil merusak keperawanan anak tirinya dengan ancaman akan dibunuh kalau berani membeberkan perbuatan pelaku. Ketakutan yang dirasa korban, selalu dimanfaatkan pelaku untuk mengulangi perbuatannya, sehingga ia ketagihan untuk melakukan perbuatan durjana tersebut. Yang ketujuh kalinya pelaku kembali memaksa korban untuk melakukan hubungan suami isteri. Disaat itupula, istrinya tibatiba pulang lebih cepat dari menderes pohon karet. Melihat suami keduanya sedang meniduri anaknya di kamarnya, istri pelaku menjerit dan jerintannya mengundang perhatian tetangga. Warga tetanggapun

langsung berdatangan ke rumahnya, kegegeran itu ternyata membuat emosi warga sempat memuncak, sehingga pelaku sempat jadi bulan-bulanan warga, namun akhirnya ia bisa selamat dan melarikan diri juga dari keramaian warga kampungnya. Bersama Kepada Desa, istri pelaku akhirnya membuat pengaduan ke Mapolres Tebing Tinggi. Kanit PPA Polres Tebing Tinggi, Aiptu Ismar Ramadhan mengatakan bahwa tersangka diciduk pada, Jum’at (3/6) lalu dan masih menjalani pemeriksaan intensif. “Tersangka masih berada di ruang tahanan. Dia dipersangka dengan undang-undang No 23 Tahun 2003 Pasal 82 tentang Perlindungan Anak Di bawah Umur, dengan ancaman 15 tahun penjara”. Ujar Ismar Ramadhan. (MET)


Kamis 9 Juni 2011

Densus 88 AT Kejar Otak Penembakan Polisi Jakarta-andalas Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror masih mengejar otak intelektual penembakan anggota Kepolisian Negara RI di Palu, Sulawesi Tengah. "Kita masih mengejar otak penembakan di Palu Kombes Pol Boy Rafli Amar yang berinisial S," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar di Jakarta, Rabu (8/6). Pelaku berinisial S patut diduga yang ikut ataupun dalam perencanaan dari proses penyerangan terhadap tiga petugas kepolisian yang sedang bertugas. "Pelaku S yang diduga merangkul para pelaku yang kebanyakan adalah pelaku tindak pencurian kendaraan bermotor (curanmor)," kata Boy. Akibat penyerangan tersebut dua anggota polisi tewas yakni Bripda Prawira dan Bripda Gustiar Yudhistira, sedangkan Bripda Deddy Edwar mengalami luka akibat diberondong tembakan di depan Bank Central Asia (BCA), Palu, Rabu (25/5) di Jalan Emy Saelan jam 11.30 Wita. Dua polisi tewas di tempat kejadian, mereka anggota yang sedang bertugas menjaga bank dan sentra ekonomi. Pelaku menembak menggunakan senjata laras panjang dan merebut senjata laras panjang milik anggota yang ditembak dengan mengendarai sepeda motor langsung melarikan diri, katanya. Dua anggota Polri dari obyek vital yang tewas, setelah peluru tembakan itu mengenai dada dan bagian leher para korban. Sebelumnya polisi telah menangkap dua dari empat pelaku penembakan itu, yakni Haryanto dan Furqon. Sementara Fauzan dan Dayat tewas dalam penyergapan di Poso pada 4 Juni 2011. (ANT)

Kejagung Sita Empat Mobil Kasus Bank Mega Jakarta-andalas Kejaksaan Agung menyita empat unit mobil milik PT Pacific Fortune Management terkait kasus pembobolan uang Pemerintah Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, senilai Rp80 miliar Noor Rachmad yang tersimpan di Bank Mega. "Empat mobil sudah disita oleh penyidik pada pidana khusus Kejagung," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Noor Rachmad, di Jakarta, Rabu (8/6). Dalam kasus tersebut, Kejagung sudah menetapkan Direktur PT Pacific Fortune sebagai tersangka kasus pembobolan tersebut, bersama dengan Yos Rauke (Kepala Dinas Pendapatan Daerah Pemerintah Kabupaten Batu Bara), dan Fadil Kurniawan, (bendahara Pemkab Batu Bara). Kapuspenkum menyebutkan empat mobil yang disita dari perusahaan yang diduga menampung uang dari pembobolan uang APBD Pemkab Batubara itu, antara lain, Toyota Fortuner, Honda CRV dan Honda Freed. Di bagian lain, ia menyatakan sampai sekarang, penyidik belum menetapkan tersangka baru kasus tersebut. "Tersangkanya sampai sekarang masih tiga," katanya. Kasus tersebut bermula pada September 2010 ketika tersangka Yos Rauke berkenalan dengan Itman Hari Basuki (Kepala Cabang Bank Mega Jababeka Cikarang) di sebuah kafe di daerah Jaksel. Dalam pertemuan tersebut, Itman menawarkan jasa perbankan dari Bank Mega berupa jasa bank yang lebih tinggi dari bank lainnya untuk deposito per tiga bulan. Selanjutnya tersangka menyetorkan uang tunai sejumlah Rp80 miliar sebanyak enam kali. (DTC)

HUKUM & KRIMINAL

harian andalas | Hal.

5

Nguyen Thi Tuyet Sindikat Narkoba Internasional  Poldasu dan Mabes Polri Berupaya Ungkap Jaringannya Medan-andalas Wanita asal Vietnam, Nguyen Thi Tuyet yang ditangkap petugas Bea dan Cukai Bandara Polonia Medan karena kedapatan membawa 1.061 gram sabu senilai Rp1 miliar diyakini merupakan anggota sindikat peredaran narkoba internasional. Hal tersebut diperkuat dengan asal serbuk putih dibawa wanita berusia 48 tahun itu dari Kuala Lumpur, Malaysia ke Indonesia atau Medan, Sumatera Utara. “Jelas ini merupakan sindikat jaringan narkoba internasional golden triangle,” kata Kasubid Idik II Polda Sumut, AKBP Andy Rian kepada wartawan, kemarin. Dikatakan Andy, untuk mengungkap jaringannya, pihaknya telah melakukan kordinasi dengan Mabes Polri di Jakartan. “Iya, untuk pengembangan sabu-sabu yang dibawa WN Vietnam itu, kita (Dit Narkoba Polda Sumut) berkordinasi dengan Mabes Polri,” tambah Andy Rian. Kordinasi dilakukan selain untuk mengungkap jaringan sindikat narkoba itu juga untuk mencari penterjemah bahasa Vietnam. Hingga kemarin, pihaknya masih kesulitan melakukan pemeriksaan terhadap Nguyen Thi Tuyet. “Untuk mencari penterjemah juga akan kita minta bantuan dari Mabes Polri. Kita berusaha untuk meminta bantuan dari Kedubes Vietnam,” tuturnya.

andalas/hs poetra

KASUS NARK OBA - Nguyen Thi Tuyet (duduk), WN Vietnam saat ditangkap petugas Bea Cukai Bandara Polonia, Medan karena kedatapan membawa narkoba NARKOBA jenis sabu-sabu di dalam sebuah tas tangan berwarna hitam, Selasa (7/6). Menurut Andy, dari hasil pemeriksaan sedikit dengan bahasa Vietnam, Nguyen Thi Tuyet mengaku dirinya

tidak mengetahui jika di dalam tas tangan yang dibawanya terdapat dua bungkus plastik berisi sabu masing-

masing seberat 531 gram dan 530 gram, yang disembunyikan di dinding tas tangan. (HER)

Dua Pria Terduga Perampok Rp1 M PT Pos Indonesia Terlibat Narkoba Medan-andalas Dua pria, J dan S yang ditangkap dalam kasus perampokan Rp1 miliar milik PT Pos Indonesia di Desa Sei Bejangkar, Kecamatan Sei Balai, Batu Bara, Jumat (3/6) lalu terlibat kasus narkoba. “Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik Reskrim Polres Asahan, dua pemuda terduga perampok uang PT Pos Indonesia terlibat kasus narkoba,” Kata Kepala Bidang Humas Poldasu, AKBP Raden Heru Prakoso kepada wartawan, Rabu (8/6). Dijelaskan Heru, berdasarkan hasil keterangan dari saksisaksi yang telah diperiksa. Kedua pelaku teridentifikasi sebagai pelaku. Dimana, wajah kedua pelaku sangat mirip de-

ngan pelaku perampokan. “Kedua tersangka teridentifikasi sebagai pelaku, karena wajahnya mirip dengan pelaku perampokan. Jadi tim masih melakukan pengembangan dengan melakukan penyelidikan yang mendalam untuk memburu pelaku, ” ucap Heru. Sebelumnya, Enam tim khusus yang dibentuk untuk memburu pelaku perampokan dana pensiun PNS sebesar Rp1,5 miliar di Desa Sei Bejangkar, Kecamatan Sei Balai, Batubara, Jumat (3/6) lalu. Berhasil mengamankan dua orang diduga terlibat dalam perampokan pegawai PT Pos Indonesia cabang Kisaran, Minggu (5/6) malam. Kedua tersangka yang dicurigai sebagai pelaku berinisial J dan S yang diamankan dari lokasi berbeda.“ Kedua tersangka Warga Sumut, J dibekuk di Asahan, sesuai keterangannya tim berhasil mengamankan

S di Riau,” kata Heru. Enam tim yang dibentuk diantaranya, empat tim dari Polres Asahan dan dua tim dari Poldasu yang membackup telah menyebar ke berbagai lokasi/ daerah yang dicurigai sebagai tempat persembunyian para pelaku. Bahkan, beberapa di antaranya melakukan pelacakan di provinsi perbatasan, Riau. Seperti diketahui sebelumnya, tiga pegawai PT Pos Indonesia Cabang Asahan, yakni Erwan Maulana (Bendahara Kantor Pos Kisaran), Bahrum Rangkuti (Manager Unit pelayanan luar), dan Dahnyal (staf unit marketing) dirampok 10 kawanan perampok bersenjata api dan senjata tajam. Peristiwa tersebut dialami ketiganya, di tengah perjalanan saat menuju Kantor Pos Sei Bejangkar, Kecamatan Sei Balai membawa uang pensiunan PNS, TNI/Polri. (HER)

Polri: Malinda akan Dirawat di Luar Rutan Jakarta-andalas Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol Ito Sumardi mengatakan tersangka Inong Malinda Dee akan dirawat di luar rumah tahanan (Rutan) Bareskrim Polri. "Saya gak tahu sakitnya apa. Yang jelas menurut keterangan dokter harus dirawat di luar rutan," kata Ito di Jakarta, Rabu (8/6). Malinda perlu perawatan sehingga tentunya Polri akan memfasilitasi dengan memberikan pembantaran untuk perawatan,” ujarnya. Tersangka kasus pembobolan dana nasabah Citibank ini mengalami sakit radang bagian dada dan rencananya akan dioperasi minggu depan. "Kita laksanakan di Rumah Sakit Polri karena kita punya fasilitas lengkap," kata Ito. Tersangka Malinda menjabat sebagai Senior Relationship

Komjen Pol Ito Sumardi Manager di Citibank sudah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri. Modus operandi yang dilakukan pelaku sebagai karyawan bank dengan sengaja telah melakukan pe-

ngaburan transaksi dan pencatatan tidak benar terhadap beberapa slip transfer. Slip transfer penarikan dana pada rekening nasabah untuk memindahkan sejumlah dana milik nasabah tanpa seijin nasabah ke beberapa rekening yang dikuasai oleh pelaku. Malinda Dee langsung mengalirkan dananya ke 30 rekening dari berbagai bank. Salah satu rekening atas nama tersangka saat ini sudah dibuka dengan total nilai sebesar Rp11 miliar. Sementara sisanya rekening lain masih diblokir dan masih proses ijin untuk dibuka rekeningnya. Penyidik telah menyita barang bukti diantaranya 29 formulir transfer yang disalurkan kepada beberapa rekening. Saat ini, baru tiga nasabah yang melapor ke Citibank karena merasa dirugikan dengan total nilai Rp16,6 miliar. (ANT)

Polisi di Banda Aceh Tembak Kakak Kandung Banda Aceh-andalas Seorang anggota Reskrim Polresta Banda Aceh, Brigadir NW diduga menembak kakak kandungnya Suryadi (35) hingga tewas. Suryadi ditembak lantaran melakukan kekerasan terhadap ibu kandung mereka. Informasi yang dihimpun wartawan, Rabu (8/6), tragedi ini terjadi Selasa (7/6) pukul 19.00 WIB malam. Hal itu dipicu dari pertengkaran Suryadi dan ibunya, Nurmi di Jalan Cut Nyak Dien, Lamtemen Barat, Jaya Baru, Banda Aceh. Tak jelas apa motif pertengkaran keduanya. Namun, Suryadi sempat berlaku kasar terhadap ibunya itu. "Dia mendorong-dorong hingga jatuh," kata sumber yang enggan disebut namanya. NW yang saat itu berada di kamar, keluar dan berusaha merelai. Tapi, Suryadi tak terima. Sempat terjadi pertengkaran mulut di antara kakak beradik ini. Suryadi yang emosi, sempat

melepaskan tendangan ke arah adik kandungnya itu. Tendangan Suryadi dibalas NW dengan tendangan pula. Suryadi semakin kalap, dan menuju dapur mengambil sebuah cangkul. Dia kembali menyerang NW, tapi tidak kena. "Di saat itulah NW mengeluarkan pistol revolver dan melepaskan tembakan ke arah Suryadi," katanya. Suryadi terkapar dengan sebuah peluru menembus bagian perut hingga ke punggungnya. Dia sempat dilarikan ke RS Bayangkara, Lamtemen, Banda Aceh. Tapi nyawanya tak tertolong. NW pun kini diamankan ke Satpropam Polresta Banda Aceh. Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, AKP Ishariadi yang dikonfirmasi detikcom membenarkan kejadian ini. "Iya benar. Tapi saya belum bisa merinci soal ini, karena sedang rapat di Medan, silakan hubungi Kapolresta ya," katanya singkat. Sementara Kapolresta belum bisa dihubungi untuk dimintai keterangan. (DTC)

Ingat! Jangan Lupakan Kasus Korupsi Soeharto Jakarta-andalas Terbitnya buku 'Untold Stories Soeharto' seakan membuai masyarakat akan sosok penguasa era orde baru selama 32 tahun itu. Publik pun kembali diingatkan, agar tetap tidak melupakan kasus-kasus korupsi yang pernah disangkakan pada Soeharto. "Ingat masih ada Tap MPR 11/1998 tentang penyelenggaraan yang bersih dari KKN yang mensyaratkan pengusutan mantan Presiden Soeharto dan kroninya. Tap MPR ini belum

dicabut," kata anggota Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch (ICW), Emerson Yuntho saat dimintai tanggapan, Rabu (8/6). Tap MPR itu mengamanatkan agar Soeharto diadili, aset-aset dia pun harus disita. "Masyarakat jangan melupakan bagaimana di era orde baru Soeharto dengan kewenangannya memperkaya kelompoknya," terangnya. Di mata dunia internasional, Soeharto juga dikenal sebagai penguasa tiran yang berkuasa selama puluhan tahun. (DTC)


RAGAM

Kamis 9 Juni 2011

harian andalas | Hal.

6

Adipura Langkat Diarak dari Bandara Polonia

andalas/asril tanjung

BERSAMA BARONGSAI-Usai sertijab, Kolonel Pnb Taufik Hidayat, Kolonel Pnb A Rasjid Jauhari dan keluarga besar TNI AU lainnya diabadikan bersama para pemain Barongsai.

Sertijab Dan Lanud Medan

Lanud Sebagai Front of Base Tetap Dipertahankan Medan-andalas TNI Angkatan Udara (AU) masih mempertahankan Lapangan Udara (Lanud) Medan sebagai front of base (pangkalan aju) bagi pesawat tempur, menghadapi gangguan pertahanan dan keamanan NKRI dari ancaman yang datang dari dalam maupun luar negeri. Artinya, jajaran Lanud TNI AU masih bertahan di Medan walaupun Bandara Polonia Medan dalam waktu dekat akan pindah ke Bandara Kualanamu Deli Serdang. Penegasan itu disampaikan Panglima Komando Operasi (Pangko Ops) TNI AU Marsekal Muda (Marsda) TNI Dede Rusamsi di Lanud Medan Rabu (8/6), pada serah terima jabatan dari Kolonel Pnb Taufik Hidayat kepada penggantinya Kolonel Pnb A Rasjid Jauhari. Acara yang dihadiri kala-

ngan pejabat sipil maupun militer terlihat juga Wawa Kota Medan Dzulmi Eldin, GM AP-II Bandara Polonia Medan Kolonel Pnb Bram Bharoto Tjiptadi, GM Garuda Medan Muchwendi Harahap dan kalangan para pensiunan, dimeriahkan tarian Sigale-gale, Baronsai dan kemampuan bela diri. Bahkan, Marsma TNI Dede Rusamsi menegaskan, Lanud Medan sebagai pangkalan aju dapat melaksanakan baik operasi militer untuk perang maupun operasi

militer selain perang di wilayah Sumut. Dia menyadari apa yang dilaksanakan Lanud Medan selama ini telah memberikan kontribusi positif bagi terlaksananya peran, tugas dan fungsi TNI Angkatan Udara untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara tercinta. Sebagai pimpinan, kata Pangko Ops TNI AU, Lanud Medan dapat menyelenggarakan fungsinya dengan baik, diantaranya menyelenggarakan pembinaan dan penyiapan satuan dalam jajarannya. Mengumpulkan dan merekam data guna penyempurnaan taktik/teknik operasi dan latihan, melaksanakan pembekalan dan pengadaan materil bagi satuan jajarannya, menyelenggarakan potensi dirgantara, pemeliharaan sarana dan prasarana serta fasiltas pendukung.

Menurut Jenderal bintang dua TNI AU ini, pangkalan udara Medan ditinjau dari letak geografis dan sumber daya yang ada di daerah ini, mempunyai nilai yang penting dan strategis, baik dari dalam maupun pembangunan wilayah dalam rangka penyelenggaraan kepentingan pertahanan. Misalnya, jaraknya dekat dengan Selat Malaka, banyaknya objek vital nasional dan adanya daerah rawan konflik, membutuhkan kesiapan operasional kekuatan udara, penyelenggaraannya menggunakan Pangkalan Udara Medan. Selain atraksi bela diri yang dipersembahkan para prajurit TNI AU, sertijab tersebut juga dimeriahkan dengan pertunjukan Barongsai dan Tarian Sigalegale yang juga dimainkan oleh para prajurit. (RIL)

Medan-andalas Piala Adipura Langkat yang diraih untuk kelima kalinya secara berturutturut sejak 2007-2011 diarak mulai dari Bandara Polonia Medan hingga ke Kota Stabat, Rabu (8/6). Arak-arakan dimulai sesaat setelah Bupati Langkat Ngogesa Sitepu sampai di Bandara Polonia Medan usai menerima penghargaan adipura untuk Kota Stabat serta penghargaan Adiwiyata yang diserahkan langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Piala Adipura diarak menggunakan mobil hias berbentuk kapal nelayan berwarna kuning khas Melayu diikuti sejumlah masyarakat Langkat, pejabat daerah serta petugas kebersihan. Bupati Langkat Ngogesa Sitepu dalam kesempatan itu mengatakan penghargaan atas jasa dalam menjaga, melestarikan serta memperbaiki lingkungan yang diraih Langkat merupakan buah hasil kerja

keras masyarakat dan seluruh SKPD terkait yang bergerak dalam sektor lingkungan, kebersihan dan dinas pendukung lainnya. "Ini semua berkat kerja keras dan kerja sama masyarakat serta SKPD di lingkungan hidup, kebersihan dan dinas pendukung lainnya," katanya. Dia berharap keberhasilan tersebut dapat terus dijaga dan dipertahankan. Sebab mempertahankan sebuah keberhasilan apalagi yang telah diraih selama lima tahun berturut-turut merupakan kerja yang tidak mudah. Rencana ke depan pihaknya akan terus berupaya menjaga lingkungan mulai dari penebangan pohon yang tidak akan dilakukan lagi, perbaikan infrastruktur dan drainase serta perbaikan dan penambahan ruang terbuka hijau seperti taman. Semua itu sudah akan dilakukan sesuai dengan luas lahan yang dipersiapkan dengan

penanaman sejumlah pohon. Pemkab Langkat sendiri menurutnya akan memberikan reward atau semacam penghargaan bagi petugas kebersihan yang selama ini turut bekerja keras mempertahankan adipura. Bentuk penghargaan akan dipertimbangkan bersama dinas terkait. "Kita akan memberikan perhatian lebih pada mereka," kata Ngogesa. Seperti diketahui selain Kota Stabat, Kota Sibolga dan Lubuk Pakam juga mndapatkan penghargaan yang sama. Penghargaan tersebut diberikan Presiden SBY dalam rangka Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2011.Tahun ini, sebanyak 101 penghargaan diberikan. Terbagi atas 11 Penghargaan Kalpataru,63 Adipura, 21 Adiwiyata, serta 6 Penyusun Status Lingkungan Hidup. Dari 33 kabupaten/kota di Sumut hanya tiga daerah yang berhasil meraihnya. (RIL)

andalas/asril tanjung

PIALA ADIPURA-Bupati Langkat Ngogesa Sitepu diabadikan bersama Jaka dan Dara Langkat di depan Vip Room Bandara Polonia, setelah berhasil mendapat Piala Adipura.

FAMILY RENTAL MOBIL (PT) APV Kj. Kapsul pkt hmt 10 jam, Altis, L-300, Innova, L. Cruiser, N-Eyes, Bus, Hrn, Mgn, Bln, Utk dlm dan di luar kota. Hotline: 7734 2359 / 0819 3328 4540


Kamis 9 Juni 2011

IKLAN

harian andalas | Hal.

7


OLAHRAGA

Kamis 9 Juni 2011

harian andalas | Hal.

8

Final NBA

Sengit, Mavs Balas Bekuk Heat Dallas-andalas Dallas Mavericks kembali berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Pada game keempat, Dirk Nowitzki dkk sukses mengalahkan Miami Heat dengan skor 86-83. Dalam pertandingan di American Airlines Center, Rabu (8/6) siang WIB, Nowitzki menjadi bintang buat Mavericks dengan mengemas 21 poin dan 11 rebounds, sedangkan Tyson Chandler menambah dengan torehan 13 poin dan 16 rebounds. Di kubu lawan, Dwyane Wade kembali menjadi

peraih angka terbanyak buat Heat dengan mengumpulkan 32 poin. Sedangkan Chris Bosh, menambah setelah menghasilkan 24 poin dan enam rebounds. Pertarungan sengit kembali terjadi pada pertandingan final NBA game keempat di American Airlines Center. Kendati demikian, Wade dkk sempat menutup kuarter ketiga dengan keunggulan 69-67. Tapi Mavericks tidak tinggal diam. Pada kuarter penentu, Nowitzki dkk berhasil membuat Heat tidak berdaya. Bahkan, ketika pertandingan tersisa di bawah lima menit, tim tuan rumah sempat memimpin dengan skor sangat tipis 80-78. Sebenarnya, Wade berpeluang menyamakan kedudukan. Sayang, bintang Heat hanya mampu melesatkan satu tembakan bebas dari dua kesempatan yang diberikan sehingga Mavericks masih memimpin dengan skor 82-81. Akhirnya, tim tuan rumah memenangi laga ini dengan skor 86-83. Dengan kemenangan atas Heat ini, maka Nowitkzi dkk terhindar dari ketinggalan 1-3. Pada Senin mendatang, Mavericks berkesempatan membalikkan keadaan dengan skor 3-2, karena masih menjadi tuan rumah pada final game kelima.(OKZ)

Hiroshi Aoyama Gantikan Posisi Pedrosa

Jelang GPF1 Kanada

Silverstone-andalas Dani Pedrosa memang sudah menyatakan tidak akan balapan. Namun, pihak Honda telah memutuskan untuk tidak menggantikan posisi pembalap asal Spanyol itu. Awalnya, pembalap Jepang Hiroshi Aoyama memang dijagokan untuk menggantikan posisi Pedrosa, yang memutuskan untuk tidak mengikuti balapan MotoGP Inggris, Minggu (12/6) mendatang, karena masih belum cukup fit. Kehadiran Aoyama memang diharapkan, untuk memberikan dukungan kepada Casey Stoner dan Andrea Dovizioso selama balapan di Inggris. Sedangkan pembalap ujicoba Kousuke Akiyoshi, akan mendampingi Marco Simoncelli di Honda Gresini. Seperti informasi yang diterima, Rabu (8/6), bos HRC Shuhei Nakamoto, Livio Suppo danFausto Gresini melakukan pertemuan saat mengikuti balapan di MotoGP Catalunya, Spanyol, pekan kemarin, untuk membahas masalah ini. Namun, hari ini HRC mengkonfirmasi telah membatalkan niat untuk menggantikan posisi Pedrosa di Silverstone. Praktis, para pecinta balap MotoGP hanya bisa menyaksikan 16 pembalap yang akan tampil dalam lomba nanti. (OKZ)

Montreal-andalas Balapan Formula One (F1) akan berlangsung di Montreal, Kanada. Jenson Button yakin McLaren bisa mengalahkan Red Bull. Syaratnya, The Silver Arrows harus tampil gemilang di sesi kualifikasi. Sejauh ini, performa McLaren memang jauh lebih baik ketimbang pada pra musim. Terbukti hingga kini, hanya Lewis Hamilton yang mampu mengalahkan Sebastian Vettel, dalam balapan yang berlangsung di Shanghai. Tapi, Vettel memang memenangi tiga balapan selanjutnya, termasuk dalam balapan terakhir di Monaco. Button yakin McLaren bisa membalas kekalahan dari Red Bull di Montreal. Namun, The Silver Arrows harus memperbaiki performa di sesi kualifikasi. "Saya rasa kami memiliki peluang untuk meraih kemenangan di Spanyol dan Monaco. Jadi dengan peningkatan hasil untuk kualifikasi kami, saya berharap kami bisa mendikte balapan. Yang mana, kami tidak mampu melakukannya dalam dua balapan terakhir," jelas Button. "Saya memiliki balapan yang bagus di Montreal tahun lalu. Mobil berlari dengan cepat dan saya mampu melakukan pergerakan, sehingga tim kami bisa finis satu-dua untuk ketiga kali di tahun itu," lanjut pembalap asal Inggris itu, Rabu (8/6). (OKZ)

Button: Kualifikasi Jadi Kunci

Kualifikasi Piala Eropa 2012 Grup A

Der Panzer Tatap Tiket ke Final Baku-andalas Tim “Der Panzer� Jerman semakin mendekatkan langkah mereka ke putaran final Piala Eropa 2012. Dalam laga kontra Azerbaijan, Der Panser menang telak 3-1. Dalam laga yang dihelat di Tofig Bakhramov Stadium, Rabu (8/6) dinihari WIB, Jerman unggul 2-0 di babak pertama lewat gol-gol Mesut Oezil dan Mario Gomez. Di babak kedua Azerbaijan mencetak gol dari kaki Murad Huseynov. Jerman menegaskan kemenangan dari gol Andre Schurrle. Kemenangan ketujuh dari tujuh laga yang sudah dilalui membuat 'Tim Panser' kokoh di puncak dengan 21 poin. Dengan begini, Jerman

hanya butuh dua poin di sisa dua laganya kontra Belgia dan Turki, untuk lolos ke PolandiaUkraina tahun depan. Sementara Azerbaijan asuhan Berti Vogs di posisi kelima dengan tiga poin dari enam laganya. Jalannya pertandingan Di 10 menit pertama, Azerbaijan sudah dua kali mengancam gawang Manuel Neuer. Pertama lewat sepakan Chertoganov yang masih melebar dan tembakan Nadirov yang harus susah payah ditepis Neuer. Pada menit ke-18 tendangan keras Toni Kroos masih tertahan tiang gawang dan selamatlah tuan rumah dari kebobolan. Pada menit ke-30 Jerman akhirnya bisa keluar dari tekanan tuan rumah dan unggul lebih dulu lewat Oezil. Diawali bola crossing Benedikt Hoewedes yang tak tergapai rekannya di kotak penalti, Oezil yang menerima bola di tiang jauh sambil

Italia Tumbang di Tangan Irlandia Liege-andalas Italia takluk 0-2 dari Irlandia dalam pertandingan ujicoba yang berlangsung Rabu (8/6) dinihari WIB. Gol-gol Irlandia dikemas oleh Keith Andrews dan Simon Cox. Laga Italia kontra Irlandia digelar di Stade de Sclessin, Liege, Belgia berlangsung di bawah guyuran hujan. Pelatih Italia Cesare Prandelli melakukan sejumlah perubahan dibanding dengan skuadnya sat mengalahkan Estonia 3-0 di kualifikasi Euro 2012 Jumat lalu. Riccardo Montolivo dipasang sebagai trequartista untuk menopang duet penyerang Giampaolo Pazzini dan Giuseppe Rossi. Perubahan juga terjadi di barisan belakang. Di kubu Irlandia pelatih Giovanni Trapattoni juga menurunkan sembilan nama yang tak tampil dalam laga sebelumnya yakni melawan Makedonia. Italia tampil menekan, namun justru Irlandia yang berhasil unggul lebih dahulu. Tendangan bebas Stephen Hunt berhasil dimaksimalkan oleh Keith Andrews untuk menjebol gawang yang dijaga Emiliano Viviano. Di babak kedua, Italia memiliki banyak peluang namun gagal dimaksimalkan karena penyelesaian akhir yang buruk. Di menit terakhir pertandingan, Irlandia memantapkan kemenangan melalui gol Simon Cox. Gol ini berawal dari Stephen Hunt yang berhasil memanfaatkan kegagalan Alessandro Gamberini menjangkau bola. Kemudian Hunt melepas umpan yang melewati Giorgio Chiellini

dan berhasil dimaksimalkan Cox. Spanyol Atasi Venezuela Spanyol mengatasi Venezuela pada laga persahabatan dengan skor 3-0. Kemenangan ini membuat Vicente Del Bosque mengukir rekor baru dalam sejarah timnas 'Matador'. Ini adalah friendly kedua La Furia Roja di Benua Amerika setelah akhir pekan lalu mereka menang 4-0 atas Amerika Serikat. Duel melawan Venezuela dihelat di Estadio Gen Jose Anzoategui, Rabu (8/6) dinihari WIB. Lima menit laga berjalan Spanyol sudah unggul berkat eksekusi tendangan bebas David Villa yang tak mampu dihadang kiper Venezuela, Raymond Vega. Pada menit ke-20 Pedro Rodriguez menambah keunggulan Spanyol. Umpan satu dua dengan Villa dituntaskan Pedro dengan sebuah sepakan mendatar yang mengenai salah kaki pemain lawan, sebelum masuk ke tiang jauh gawang tuan rumah. Setelahnya Spanyol dan Venezuela saling bertukar serangan di mana beberapa kali tuan rumah mengancam gawang Victro Valdes. Sementara sepakan keras Villa masih bisa terhadang Vega. Di penghujung babak pertama free kick Xabi Alonso yang menjabat kapten pada laga itu, menjebol gawang Vega dari jarak 25 yard dan Spanyol menutup fase ini dengan unggul 3-0. Masuk di babak kedua tak banyak peluang yang dihasilkan kedua dan Spanyol meski banyak ditekan, tetap mampu mempertahankan kemenangan tersebut. (DTC)

dikawal dua pemain, melepaskan tembakan kaki kiri ke tiang jauh yang merobek jala Azerbaijan. Empat menit menjelang turun minum Jerman menggandakan keunggulan. Kali ini Oezil membidani lahirnya gol lewat umpan tarik ke tiang jauh, yang dituntaskan dengan baik oleh Gomez. Masuk di babak kedua Jerman masih dominan dengan beberapa peluang yang didapatnya, salah satunya lewat Oezil di menit ke-74 saat kerjasama satu duanya dengan Gomez, dituntaskannya dengan sepakan kaki kiri. Sayang bola malah melebar. Azerbaijan mencuri gol di menit ke-89 lewat Huseynov memanfaatkan kemelut yang terjadi di daerah pertahanan Jerman. Di masa injury time Jerman menambah pundi golnya setelah tembakan Schurrle di dalam kotak penalti, memaksimalkan bola rebound melesak mulus ke jala tuan rumah.(DTC)


OLAHRAGA

Rabu 8 Juni 2011

harian andalas | Hal.

Hadapi POMNAS, Bapomi Sumut Gelar POMSU

Walikota Buka Liga Instansi Pemko Medan Medan-andalas Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM membuka secara resmi turnamen sepakbola Liga Instansi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) se-Kota Medan 2011 memperebutkan Piala Walikota Medan di Stadion Teladan Medan, Rabu (8/6). Turnamen yang digelar Korpri Kota Medan ini diikuti 18 kesebelasan yang berasal dari sejumlah intansi di lingkungan Pemko Medan. " Liga intansi SKPD seperti ini sangatlah positif, sebab di satu sisi, olahraga menjadi kebutuhan bagi kita guna mendukung kesegaran jasmani dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahan yang kian luas dalam meningkatkan pelayanan publik yang semakin berkembang sesuai kemajuan," kata Walikota. Itu sebabnya Walikota berharap agar Liga Intansi SKPD ini menjadi titik awal bagi pemko Medan untuk membangun setiap cabang olahraga. Sebab, olahraga merupakan bagian tak terpisahkan dari seluruh program pembangunan baik nasional maupun daerah. Di sampiong itu melalui olahraga bisa berbaur, bertanding dan bersanding dalam berbagai even.Karenanya, Walikota ingin turnamen ini dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan penuh semangat persaudaraan, berkompetisi secara sehat dan berlomba dalam kebaikan. Sementara itu Drs Ahmad Basaruddin selaku panitia pelaksana turnamen mengatakan, turnamen ini diikuti 18 kesebelasan yang berasal dari sejumlah intansi seperti Satpol PP, Dishub, Dinas TRTB, Badan Lingkungan Hidup, Distanla, Balitbang, Kecamatan A, kecamatan B, Sekretariat, Dinas P2k, BKD, Dispenda, Dinas Pertamanan, Dinas Bina Marga, Dinas kebersihan, RSU Pirngadi, Dinas Pariwisata dan BPPT. " Turnamen ini digelar dalam rangka menyambut HUT Kota Medan ke-421. Turnamen ini berlangsung mulai 8 s/d 30 Juni mendatang. Selain memperebutkan piala bergilir Walikota Medan dan tropi, nilai total hadiah bagi pemenang turnamen sekitar Rp20 juta," jelas Ahmad. Sedangkan Sekda Ir Syaiful Bahri selaku Ketua Korpri Kota Medan mengucapkan terima ksihnya atas kerja keras panitia serta pihak-pihak yang mendukung sehingga turnamen ini bisa digelar. Tak lupa Sekda mengingatkan kepada seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportifitas. Sebelumnya, Ketua KONI Medan Drs Zulhifzi Lubis dalam sambutannya menyambut baik dengan gawean Kopri Kota Medan ini. Ini membuktikan Korpri Kota Medan ikut memajukan olahraga, terutama sepakbola. Hanya saja dia minta agar tidak sepakbola saja yang mendapat perhatian, juga cabang olahraga lainnya sehingga bis amaju dan berkembang. Sebagai laga pembuka, Kesebelasan Sekretariat tampil melawan Kecamatan B. Setelah itu dilanjutkan pertandingan Dinas P2K versus BPPT, sedangkan pertandingan terakhir Dispenda melawan Distanla. (YON)

Thailand Open Grand Prix Gold 2011

Tunggal Putri Sisakan Maria Febe Bangkok-andalas Perwakilan tunggal putri Indonesia langsung rontok di babak pertama Thailand Open Grand Prix Gold 2011. menjadi tunggal putri tersisa. Dalam pertandingan di CU Complex, Bangkok, Thailand, Rabu (8/6) malam WIB, Maria Febe berhasil melaju ke babak kedua setelah mengalahkan Anastasia Prokopenko, lewat pertarungan sengit 11-21 21-19 21-14. Namun lawan berat langsung menunggu Maria Febe. Pemain tunggal putri Indonesia harus berhadapan dengan pemain unggulan tujuh Xuerui Li. Pemain asal China ini menyisihkan Kaori Imabeppu 11-21 21-19 21-14. Sayang, prestasi Maria Febe tidak diikuti rekan setimnya yang lain. Nasib lebih parah dialami Maria Kristin Yulianti. Maria gagal melewati babak kualifikasi turnamen Thailand Thailand Open Grand Prix Gold 2011. Menghadapi Sayaka Takahashi, Maria kalah 21-16 21-23 21-13 Aprilia Yuswandari langsung kandas di babak pertama. Ironis, Aprilia disingkirkan oleh petenis kualifikasi yang menyisihkan Maria, Takahashi dengan skor mudah 21-19 21-13. Kekalahan serupa juga dialami Lindaweni Fanetri. Linda harus mengakui ketangguhan Yanjiao Jiang 21-7 21-12. Dua Pemain Muda Lolos Sementara itu, prestasi positif ditorehkan dua pebulutangkis muda Indonesia. Tommy Sugiarto dan Evert Sukamta berhasil lolos ke babak kedua turnamen Thailand Open Grand Prix Gold 2011. Dalam pertandingan di CU Sport Complex, Rabu (8/6), Evert menjadi pemain Merah Putih pertama yang lolos ke babak kedua, setelah mengalahkan Soon Huat Goh melalui pertarungan tiga set 21-19 16-21 21-19. (OKZ)

9

andalas/ist

Kadispora Sumut Ristanto SH SpN menyerahkan berita acara serah terima pengelolaan Sircuit Multi Fungsi Jalan Williem Iskandar Medan kepada Ketua Pengprov IMI Sumut Ijeck.

Sirkuit Pancing Diserahkan ke Pengprov IMI Sumut Medan-andalas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara (Kadisporasu) Ristanso, SH, SpN bertindak atas nama pemerintah Provinsi Sumatera Utara, menyerahkan pengelolaan Sircuit Multi Fungsi (Sircuit Road Race Pancing-red) di Jalan Williem Iskandar Medan kepada Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia (Pengprov IMI) Sumut, Rabu (8/6), di ruang Kantor Kadispora Sumut. Penyerahan diterima langsung oleh Ketua Pengprov IMI Sumut Drs H Musa Rajeckshah M.Hum atau biasa disapa Ijeck didampingi Ketua Harian Jhon Ismadi Lubis, Sekretaris Drs Zulhifzi Lubis beserta unsur pengurus lainnya. Pengelolaan dimaksud dalam acara serah terima tersebut ber-

kaitan dengan pemanfaatan atau memfungsikan sircuit multi fungsi di Jalan Williem Iskandar Medan termasuk mengadakan kerjasama dengan pihak lain. Tidak hanya terbatas pada perawatan, pemeliharaan dan pengembangan ataupun membangun berbagai fasilitas yang dibutuhkan serta mempergunakan sebagai sarana olahraga otomotif dan kegiatan-kegiatan lainnya. Kadispora Sumut didampingi Kasubdis Sarana Prasarana Drs Sujamrat Amro MM, Kasubdis Olahraga Sakiruddin SE MM dan Kasi Sarana Prasarana Olahraga Drs Simon P Damanik MM dalam acara serah terima tersebut mengatakan hendaknya dengan adanya Sircuit Multi Fungsi ini dapat meningkatkan prestasi olahraga otomotif di Sumut. Selain itu juga dapat menjaring bibit-bibit berbakat untuk dibina menjadi atlet-atlet andal, selama ini sama-sama kita ketahui Sumut adalah gudangnya atlet-atlet berbakat di bidang otomotif. "Dan satu hal yang paling penting dengan adanya Sircuit Multi Fungsi ini dapat mengurangi balapan-

balapan liar di jalan raya. Karena letaknya cukup strategis dekat dengan dengan pusat kota," ujar Ristanto. Di tempat terpisah Ketua Pengprov IMI Sumut, Ijeck menyebutkan pihaknya akan melakukan pembenahan areal lokasi sircuit sebelum dipergunakan sebagai tempat latihan ataupun penyelenggaraan even. "Untuk tahap pertama kita akan lakukan pemagaran dan juga pemangkasan rumput-rumput di areal sircuit," ujar Ijeck. Selanjutnya, sebut Ijeck, pihaknya akan mempergunakan areal sircuit tersebut untuk tempat berlatihnya tim Pra PON Sumut. "Kemungkinan minggu depan, tim Pra PON Sumut sudah dapat berlatih di sircuit tersebut," tandas Ijeck. Ke depan Ijeck berharap dengan adanya sircuit tersebut akan banyak calon pembalap berbakat berlatih di situ. "Daripada melakukan balapan liar di jalan raya, lebih baik mereka pergunakan areal sircuit ini sebagai tempat melepaskan hoby dan bakat mereka. Bila mereka benar berbakat kita akan bina mereka menjadi pembalapan andalan Sumut," ujar Ijeck. (YON)

Pembukaan Pelatda Penuh Atlet Porwil Sumut

Misi Mempertahankan Juara Umum Medan-andalas Sumatera Utara berhasil meraih juara umum pada Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera 2007 lalu dan gelar itu harus dipertahankan pada Porwil Sumatera 2011 di Batam, Kepri 20-27 Juni mendatang. Demikian pesan Ketua Kontingen Porwil Sumatera Utara Drs H Muhyan Tambuse melalui Wakil Ketua Kontingen Drs H Panusunan Pasaribu MM pada acara pembukaan Pelatihan Daerah (Pelatda) Penuh Atlet Porwil Sumatera Utara di GOR PBSI Jalan William Iskandar Medan , Rabu (8/6). Menurutnya, Porwil Sumatera ini mempunyai arti sangat penting, karena selain sebagai seleksi untuk lolos ke PON Riau 2012 mendatang, juga sebagai ajang mempertaruhkan gelar juara umum Porwil 2007 lalu. "Jadi, kami berharap agar seluruh atlet dan offcial mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya mulai dari saat ini," pintanya. Panusunan mengakui, mempertahankan gelar juara umum pada Porwil Sumatera 2011 bukan hal yang mudah. Pasalnya, daerah lain seperti Sumatera Selatan, Sumatera Barat dan Riau juga telah mempersiapkan diri. "Meskipun begitu, kita jangan takut, hal itu biasa dalam olahraga, yang penting kita mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya," jelasnya. Untuk mencapai misi tersebut, 126 orang atlet dan official Sumatera Utara akan memasuki Pelatda Penuh untuk meningkatkan permainan dan konsentrasi penuh. "Seluruh atlet harus berlatih dengan serius sebelum berangkat ke Batam dan kami akan selalu mendampingi kalian semua," tegasnya. Pada Porwil Sumatera 2011 di Batam kali ini, Sumatera Utara

Medan-andalas Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (Bapomi) Sumut memulai tahapan awal dalam menghadapi Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) 2011. Tahapan awal dimaksud yakni dengan menggelar Pekan Olahraga Mahasiswa Sumatera Utara (POMSU) yang rencananya digelar di Medan 4 hingga 9 Juli 2011. Ketua Umum Pengprov Bapomi Sumut Drs Agus Sani M AP dalam keterangan persnya di Medan, Rabu (8/6) menjelaskan, POMSU yang memang menjadi agenda rutin pihaknya, akan menggelar 10 cabang olahraga sesuai yang dipertandingkan di Pomnas yakni atletik, renang, pencak silat, karate, catur, bulutangkis, bolavoli, bola basket, sepak takraw dan futsal. Pelaksanaan event olahraga paling bergengsi di Sumut ini, memang dimaksudkan untuk menjaring calon - calon atlet mahasiswa Sumut yang dipersiapkan menghadapi Pomnas di Kepri 18 hingga 23 September 2011. "Pelaksanaan POMSU memang merupakan tahapan awal Bapomi Sumut dalam persiapan menghadapi Pomnas di Kepri," kata Agus Sani didampingi Sekum Ir Budi Syahdewa. Guna menyukseskan pelaksanaan ini, tambah Agus Sani yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), pihaknya telah membentuk kepanitiaan dipimpin Ir R.O Sitorus dibantu Sekretaris Rahmat K Simanjuntak ST dan anggota panitia lainnya. Agus Sani berharap,pihak Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta (PTN/PTS) mengikuti POMSU dengan mendaftarkan atlet-atlet mahasiswa. Adapun tempat pendaftaran, tambah Agus dan Budi Syahdewa yakni Sekretariat Panitia POMSU 2011 Kantor Biro Administrasi Kemahasiswaan UMSU Gedung A Lt 3 Jalan Kapten Mukhtar Basri Medan. "Pendaftaran dibuka hingga Senin (20/6) pukul 16.00 WIB. Guna memudahkan pendaftaran dapat menghubungi contac person Rahmat K Simanjuntak (HP 081362368917) atau Novrizaldi (HP 081397409076)," kata Budi. Syarat pendaftaran, peserta adalah mahasiswa aktif pada program diploma, S1 atau S2 pada PTN/PTN terdaftar di Depdiknas dan Departemen atau lembaga lainnya. Peserta harus didaftarkan tergabung dalam satu kontingen perguruan tinggi. Peserta dibuktikan dengan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) serta rekomendasi yang dikeluarkan pimpinan perguruan tinggi bidang kemahasiswaan yang bersangkutan. Usia peserta maksimum 25 tahun pada 1 Januari 2011 atau peserta adalah kelahiran pada atau sesudah 1 Januari 1986. Setiap atlet hanya dapat mengikuti satu cabang olahraga yang dipertandingkan.

Putra Maulana Juara II Kejurnas Siak Corsa Motorprix Bireuen-andalas Putra Maulana kroser asal Bireuen di bawah naungan korwil Ikatan Motor Indonesia (IMI) kabupaten Bireuen, berhasil meraih juara kedua dikelas MP5, di Kejuaraan Nasional Siak Corsa Motorprix yang digelar di Siak Kepuluan Riau, Minggu lalu. Sementara dua pembalap lain asal Bireuen yakni Agus BT dan Hadi Rinaldi,yang ikut serta di seri ke IV itu, hanya mampu menempati peringkat ke enam dan ketujuh. Prestasi yang diraih Putra Maulana walaupun juiara II sudah mengangkat harkat martabat Bireuen di bidang tersebut apalagi keberhasilannya itu memang erat kaitannya dengan dukungan dan support seluruh elemen masyarakat Bireuen terutama pihak KONI Bireuen. Ketua Korwil IMI Bireuen, Suhelmi, dalam keterangannya kepada Andalas di Bireuen Rabu (8/ 6) menyebutkan, pihaknya berterimakasih kepada seluruh elemen masyarakat Bireuen yang memberikan dukungannya, terutama atas dukungan KONI dan Pemkab Bireuen. Suhelmi juga mengatakan, keberhasilan itu juga tidak terlepas atas peran serta KONI dan Pemkab Bireuen dalam mendukung kegiatan dan berbagai kesiapan para kroser sejak mengikuti, Try in pada kejuaraan Nuu Mild di Green Sicuit Desa Benyot, Kecamatan Juli, dan tray out di Kejurda seri I di Calang serta OMR Yamaha dilaksanakan yang dilaksanakan dii Aceh Tamiang sehingga bisa mengikuti Kejurnas di Siak Kepulauan Riau dengan mampu meraih jaura II,VI dan VII. "Itu sudah merupakan kebahagian dan membanggakan Bireuen atas perolehan prestasi yang memang tidak ditargetkan. Alhamdulilah," ungkap Suhelmi. (HERA)

Atasi Persisam, Persipura Juara

Wakil Ketua Kontingen Drs H Panusunan Pasaribu MM menyalami atlet Sumut, usai peresmian pelatda atlet Porwil. mengirimkan 101 atlet, dengan rincian atletik 17 atlet, catur 6 atlet, bulutangkis 16 atlet, pencak silat 25 atlet, sepak takraw 12 atlet dan bola basket 24 atlet. Atlet tersebut akan didampingi 25 offcial. Pelatda penuh ini akan berlangsung hingga 18 Juni mendatang. Rombongan kontingen Sumatera Utara sendiri direncanakan berangkat secara bertahap pada 18 Juni melalui Bandara Polonia Medan. Acara pembukaan Pelatda

Penuh Atlet Porwil Sumut yang dipimpin inspektur upacara Prof Agung Sunarno tersebut berlangsung dengan sederhana, Turut hadir, Ketua Harian KONI Sumut John Ismadi Lubis, Sekretaris Kontingen Sakiruddin SE, Dekan FIK Unimed Drs Basyaruddin Daulay MPd, Ketua Harian Pengprov PBSI Sumut Mucthar Aritonang, Plt Sekretaris Umum KONI Medan Khairil Basri, Ketua KONI Madina Husni Efendi Hasibuan dan para atlet Porwil Sumut. (YON)

Samarinda-andalas Persipura Jayapura memastikan diri meraih gelar juara Indonesia Super League (ISL) musim 20102011 usai mengalahkan tuan rumah Persisam Samarinda 2-1 (1-1) dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Rabu (8/6) sore. Dengan hasil ini, total poin yang dikumpulkan Mutiara Hitam, 55 poin, tak mungkin dapat dikejar Persija Jakarta yang baru mengoleksi 45 angka dan tinggal menyisakan tiga pertandingan. Tak mudah bagi pasukan Jacksen F Tiago mendulang tiga poin penuh saat melawat ke Samarinda. Di sela-sela tekanan yang dilakukan, Persipura justru tertinggal lebih dulu lewat sepakan Fandy Mochtar ketika babak pertama berlangsung 23 menit. Gol tersebut kian membangkitkan semangat Boaz Solossa dkk untuk mencetak gol. Upaya yang membuahkan hasil di menit ke-34 ketika tendangan bebas Ortizan Solossa tak mampu diselamatkan kiper Wawan Hendrawan. Empat menit berlalu, giliran freekick Ronald Fagundez yang membentur mistar gawang Persipura. Di babak kedua, Boaz dkk kian giat menekan pertahanan Persisam. Di menit ke-64, sepakan Boaz hanya membentur mistar gawang. Tekanan demi tekanan yang dilakukan Mutiara Hitam akhirnya membuakan hasil di menit ke-71 melalui sontekan Titus Bonay memanfaatkan bola liar hasil tepisan kiper Wawan yang mengantisipasi tendangan Boaz. Skor 21 untuk Persipura bertahan sampai bubaran.(LBC)


Kamis

EKONOMI-BISNIS

9 Juni 2011

harian andalas | Hal.

10

Komisi II DPRD Klaten Belajar ke PDAM Tirtanadi Medan-andalas Komisi II DPRD Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, melakukan kunjungan kerja ke PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara di Medan, Senin (6/6).

Harga Unggas dan Pakan Stabil Bireuen-andalas Harga jual berbagai jenis unggas termasuk pakan ternak, ditingkat pedagang tradisional kawasan Pasar Sabtu dan Pasar Pagi Kota Bireuen, masih tetap stabil, namun bervariasi. Untuk jenis ayam ras, bebek, ayam kampung, burung, masih tetap dijual mulai harga ribuan hingga ratusan ribu, apalagi jenis burung yang berkelas seperti burung beo harganya masih seperti pekan lalu, yakni jutaan rupiah. Menurut Pemilik Toko AAD di Jalan Jati Pasar Sabtu Bireuen kemarin, pasokan unggas berbagai jenis itu, selain dari masyarakat lokal, juga ada dipasok dari Medan. Untuk anak (bibit) ayam Australia jantan per ekor Rp 2.500, yang petelur Rp 8000-Rp 10.000 itu pun jarang ada barangnya. Anak ayam arab Rp 5000/ekor, ayam kampung Rp 6000 per ekor dan ayam siam umur 10 hari-1 bulan Rp 10.000 sampai Rp 25 ribu, per ekor. Sedangkan anak bebek air yang jantan Rp 3.500, betina Rp 6000. Bebek serati Rp 7000-Rp 8000, per ekor. Ayam potong Rp 4000/ekor puyuh Rp 6000-Rp 8000 per ekor. Selain itu, untuk ayam siam

sudah besar baik betina dan jantan juga bervariasi dan tergantung kualitas ayamnya, harganya mulai puluhan ribu sampai ratusan ribu. Sedangkan untuk jenis burung, tambah M Nur, seperti Murai, Kacer, dan Leubet, Kenari harganya juga bervariasi mulai dari ratusan ribu bahkan sampai sejutaan lebih. Disebutkan, dalam seminggu terakhir, yang paling banyak laku terjual, atau dicari pembeli adalah anak bebek serati dan bebek air. Selain dipelihara untuk persiapan Mak Meugang juga diperkirakan khenduri jelang Megang Ramadhan. Menyangkut harga pakan, Idris salah seorang penjual pakan di pasar tradisional Bireuen (Pasar Sabtu) menyebutkan, harga pakan masih sama seperti pekan lalu dan belum ada kenaikan, namun bervariasi sesuai dengan jenis yakni pakan jenis 311 per-kilogram Rp 6.500 dan per karung Rp 287.000. Pakan jenis 511 Rp 6.500/kilogram, sedangkan per karung Rp 287.000. Untuk jenis 512 per kilogram Rp 6.500 dan per-karung Rp 283.000. Jenis 524 pakan ayam petelur Rp 5.500 per kilogram dan Rp 245.000 per-karung. (HUS)

Penyaluran UP l

Pegadaian Medan Capai Rp 1,2 T Medan-andalas Kepala Humas Kanwil Perum Pegadaian Medan, Lintong Parulian Panjaitan SE, mengatakan, realisasi pertumbuhan penyaluran uang pinjaman (UP) sistem konvensional yang dilakukan Kanwil I Perum Pegadaian Medan menjelang semester I tahun 2011 mencapai Rp 1.203. 528.403. Lintong menjelaskan, pencapaian realisasi pertumbuhan omzet UP itu, mengalami peningkatan dibanding posisi April 2010, sebab realisasi UP April 2010 hanya mencapai Rp 986.589.695.500. “Untuk bulan Mei data penyaluran UP belum direkapitulasi dari daerah–daerah, jadi realisasi pertumbuhan omzet hingga pada posisi akhir April 2011,” ungkap Lintong, Rabu (8/6) di kantornya. Dikatakannya, pertumbuhan realisasi UP sistem syariah untuk tahun 2011 hingga posisi akhir April 2011 mencapai Rp 363.640.279. 000.Pencapaian ini lebih besar dibanding dengan posisi April 2010 yang hanya mencapai Rp 289.427.453. 000. “Kita berharap pencapaian realisasi pertumbuhan UP untuk sistem konvensional maupun syariah pada Juni mendatang, atau satu semester bisa terus meningkat se-

PLAZA 12.45-15.00-17.15-19.30 PALLADIUM 13.45-15.00-18.15-20.30 BINJAI 13.00-15.15-17.30-19.45

hingga target UP konvensioanl (KCA) tahun 2011, sebesar Rp 4,2 triliun dan sistem syariah sebesar Rp 1,6 triliun bisa tercapai,” kata Lintong. Lebih jauh dia mengatakan, Kanwil Pegadaian Medan meliputi Sumut dan NAD memiliki anggaran dan pinjaman diberikan untuk usaha lain selama tahun 2011, terdiri, untuk kredit angsuran fidusial (Kreasi) anggaran sebesar Rp 89 miliar lebih, kredit angsuran sistem gadai (Krasida) Rp 7,6 miliar, kredit industri rumah tangga Rp 21 miliar, kredit aneka guna untuk umum Rp 1,8 miliar, kredit arrum Rp 21 miliar, kredit amanah Rp 9,6 miliar, murabahah logam mulia investasi abdai Rp 82,9 miliar dan kredit serba guna pegawai pegadaian Rp 9,9 miliar. “Semua ini untuk mempermudah masyarakat memperoleh anggaran yang kita sediakan,” ucap Lintong. (SIONG)

Lintong Parulian Panjaitan SE

Kedatangan mereka diterima Direktur Administrasi dan Keuangan Ahmad Thamrin SE MPsi didampingi Direktur Perencanaan dan Produksi Ir H Tamsil SH MH dan beberapa Kepala Divisi PDAM Tirtanadi. Menurut Pelaksana Kepala Divisi Public Relations PDAM Tirtanadi, Jumirin SE Msi kepada pers, rombongan tamu berjumlah 16 orang ini dipimpin Wakil Ketua DPRD Klaten Asnari Salim HK MH Al Hengky. Asnari mewakili rombongan menjelaskan, kunjungan mereka ini bertujuan untuk belajar tentang kiatkiat PDAM Tirtanadi dalam mengelola perusahaan, secara khusus ingin mengetahui kapasitas produksi dan tarif air minum yang berlaku di PDAM Tirtanadi. Komisi II DPRD Klaten tengah menyusun regulasi tentang PDAM di daerahnya. Melalui kunjungan ini pula mereka ingin meningkatkan wawasan dan kemampuan di bidang pengawasan dan penyusunan regulasi PDAM tersebut. Kepada para tamunya, Ahmad Thamrin menjelaskan secara umum profil PDAM Tirtanadi yang dalam pengelolaannya telah dipayungi Perda No 10 Tahun 2009 sebagai acuan. Menyinggung tentang tarif air minum yang berlaku di PDAM

Tirtanadi, Ahmad Thamrin mengatakan bahwa sejak tahun 2006 sampai saat ini PDAM Tirtanadi belum melakukan penyesuaian tarif. Seyogianya penyesuaian tarif air minum ini dilakukan setiap 2 tahun sesuai dengan Permendagri No 23 Tahun 2006. Hal ini menurutnya mengakibatkan PDAM Tirtanadi mengalami kesulitan dalam mengajukan restrukturisasi utang karena salah satu persyaratannya yaitu tarif yang

diberlakukan di PDAM yang mengajukan permohonan restrukrisasi harus sudah Full Costrecovery. Menjawab pertanyaan Anggota Komisi II DPRD Klaten tentang kapasitas produksi PDAM Tirtanadi, Tamsil Lubis menjelaskan bahwa kapasitas produksi PDAM Tirtanadi saat ini sudah mencapai titik maksimum dengan total kapasitas produksi sebesar 5.260 l/d. Hal ini mengakibatkan PDAM Tirtanadi kewalahan dalam melayani

Wakil Wali Kota Buka Pelatihan Ekonomi Kerakyatan Minapolitan Belawan-andalas Dua kecamatan dan tiga kelurahan mendapat bantuan mesin kompresor dan mesin jahit, untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan di Medan Utara dalam acara pembukaan pelatihan untuk menambah keterampilan masyarakat di Gedung Deli Tanggi Indonesia (DTI) Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan, Selasa (7/6). Dalam acara tersebut Wakil Walikota Medan Dzulmi Eldin mengatakan, salah satu tujuan bantuan mesin-mesin ini kepada warga guna meningkatkan keterampilan dan menambah pendapatan warga khususnya di wilayah Minapolitan Kota Medan. Hendaknya bantuan itu dapat digunakan sebaik mungkin dan pengguna mesin dapat dilatih dengan baik pula. Menurut Eldin, pihaknya sudah menyiapkan te-

naga pelatih yang andal untuk membantu mengajari para pengguna mesin baik mesin jahit maupun kompresor prngolahan hasil laut seperti pembuatan bakso. Bantuan itu diberikan melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Medan dengan rincian satu set mesin pengolahan bakso, 2 unit mesin kompresor, dan 30 unit mesin jahit. Menurut Kadis Disperindag Kota Medan Syahrizal, bantuan ini merupakan program minapolitan di Kota Medan yaitu di tiga kecamatan yaitu, Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan. Lokasi bantuan tersebut satu unit kompresor diberikan kepada Camat Medan Belawan Andi S Harahap dan satu unit diterima Camat Medan Marelan Pulungan Harahap yang diterima

langsung, sedangkan untuk Kecamatan Medan Labuhan satu unit pengolah bakso. Selanjutnya, untuk penerima mesin jahit 30 unit yakni Lurah Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan 10 unit, Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan 10 unit, dan Kelurahan Tanjung Rejo Kecamatan Sunggal 10 unit. Diharapkan bantuan ini dapat dimanfaatkan sesuai sasaran melalui pelatihan guna menambah penghasilan dan keterampilan, sebagai warga di wilayah Minapolitan yang sedang dicanangkan Departemen Kelautan dan Perikanan saat ini. Hadir dalam acara pembukaan pelatihan tersebut para SKPD Kota Medan, sejumlah camat seKota Medan, tokoh masyarakat, sejumlah kelompok penerima bantuan. (DP)

permintaan sambungan baru. Untuk menyikapinya PDAM Tirtanadi saat ini tengah berupaya membangun beberapa unit sumur bor terutama di kawasan yang mengalami defisit pasokan air. Dan juga tengah mengupayakan penambahan kapasitas produksi IPA Sunggal dari 1.800 l/d menjadi 2.300 l/d. Di akhir pertemuan, Ahmad Thamrin menyerahkan cinderamata kepada rombongan Komisi II DPRD Klaten yang diterima Asnari Salim. (GUS)

Harga Apel Melambung Pantonlabu-andalas Harga apel di Kota Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, melambung meski pasokan stabil. Kondisi itu telah berlangsung sejak sebulan terakhir dengan kisaran harga naik antara Rp 3.000 hingga Rp 7.000. Sementara itu harga nenas yang sebelumnya sempat melambung hingga Rp 15.000, kini kembali stabil di harga Rp 7.000/ buah. Hal itu diungkapkan Abdulah salah seorang pedagang buah di Kota Pantonlabu, kemarin. Ia menyebutkan, harga apel naik sejak sebulan terakhir. Untuk apel fuji sebelumnya Rp 20.000 kini naik menjadi Rp 23.000, sedangkan kenaikan harga apel merah cukup tinggi, dari sebelumnya yang hanya Rp 25.000 kini naik menjadi Rp 32.000. “Kami para pedagang tidak mengerti juga mengapa harga apel naik secara tiba–tiba, mengingat pasokan dari Medan, Sumatera utara terbilang stabil dan lancar. Diperkirakan harga naik karena memang harga beli dari petani kebun apel juga ikut naik,” ujarnya. Abdullah menambahkan, tidak demikian dengan harga nenas yang mulai stabil di harga Rp 7.000/buah. Padahal, dua pekan sebelumnya harga nenas sempat mencapai Rp 15.000/buah. (BT)

Para Spekulan Mulai Mainkan Harga Sapi PARA spekulan diduga mulai bermain di air keruh pasca penghentian ekspor sapi Australia ke Indonesia. Ada dugaan importir sapi diam-diam menahan stok sapinya kemudian saat harga naik mereka mulai 'melepas' ke Rumah Potong Hewan (RPH) untuk mendapatkan harga yang tinggi.

W

akil Ketua DPD Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Sumatera Utara Elianor Sembiring mengatakan dalam kasus di Sumatera Utara, ia melihat ada fenomena para importir di wilayah itu sengaja menahan stok sapinya ketika kisruh rencana

PALLADIUM 12.00-14.10-16.20-18.30-20.40 THAMRIN 13.00-15.10-17.20-19.30-21.40

andalas/ist

PENJELASAN - Rombongan Anggota Komisi II DPRD Klaten saat mendapat penjelasan dari Direksi dan Kepala Divisi PDAM Tirtanadi.

PALLADIUM 12.45-15.00-17.15-19.30 THAMRIN 13.45-16.00-18.15-20.30 SUN 13.30-15.45-18.00-20.15

penghentian sapi dari Australia. Kemudian saat ini ada diantara mereka diam-diam mengirim sapinya ke RPH yang sebelumnya masuk dalam 12 RPH dilarang oleh Australia. "Hari ini saya mengamati menyidik, ada satu yang jadi otaknya. Sebelumnya katanya nggak bisa keluar (sapi), tapi hari ini ternyata dua truk keluar dari tempat dia, dibawa ke suatu tempat saya ikuti, ini akan dibawa di RPH Zidin," katanya, Rabu (8/6) di Jakarta. Ia menduga fenomena ini sebagai cerminan permainan importir yang memainkan harga sapi untuk kepentingan mendapat harga yang bagus. Bahkan lebih jauh lagi, sebelumnya ada keengganan para importir itu untuk memberikan suplai sapi ke RPH milik

PLAZA 11.40-14.00-16.20-18.40-21.00 THAMRIN 12.50-15.40-17.30-19.50 BINJAI 12.45-14.35-16.25

PLAZA 13.10-15.20-17.50-20.10 THAMRIN 12.00-14.20-16.40-19.00-21.20 BINJAI 13.15-15.05-16.55-18.45-20.35

pemerintah di Medan karena kasus kekerasan sapi. "Ini pekerjaan bukan pemerintah Australia, ini mafia daging internal importir daging (sapi) di dalam negeri. Tujuannya merusak reputasi RPH pemerintah," serunya. Menurut dia, dalam kasus kepergoknya 2 truk yang dikeluarkan diam-diam oleh importir sapi Australia hanyalah salah satu contoh perbuatan spekulasi. Ia menghitung jika satu truk berisi 18 sapi maka dua truk bisa mencapai 36 ekor sapi. Selain itu, Elianor mencermati sikap pemerintah pasca penghentian ekspor sapi Australia terkesan pasrah. Misalnya tidak mengantisipasi dampak penghentian ekspor sapi dari sisi suplai dan harga sapi di dalam negeri.

SUN 13.00-15.15-17.30-19.45

"Saya lihat pemerintah pasrah saja, ayo kita bentuk pengawas rumah potong," ucapnya menirukan. Ia menyarankan dengan kondisi pasokan sapi lokal yang belum bisa dipastikan, sebaiknya pemerintah mengambil langkah ekstrem dengan mengambil suplai sapi dari India. Pemerintah bisa menyiapkan pusat karantina untuk memastikan sapi-sapi India tersebut bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK). Meskipun ia mengakui sapi-sapi atau daging dari India perlu ditingkatkan kualitasnya dengan perjanjian antara kedua negara. Opsi impor sapi dari India bisa diambil karena murah dan dekat, meski selama ini Negeri Jiran Malaysia mengimpor daging sapi atau daging India untuk kepentingan umpan para hewan kebun binatang. (DTC)

PALLADIUM 12.30-14.30-16.30

PALLADIUM 18.30-20.30


KOMUNITAS

Kamis 9 Juni 2011

harian andalas | Hal.

11

Ciptakan Rekor Nasional, Khitan Massal 3.000 Anak Medan-andalas Fakultas Hukum UMSU bekerja sama dengan Laziswa Muhammadiyah Sumut, PDM Kota Medan, Fakultas Kedokteran UMSU, RSU Muhammadiyah, M-Radio, Dinas Kesehatan Kota Medan, dan Sumut Pos, menggelar acara khitanan massal 3.000 anak di Medan pada 29 Juni 2011. Sebelum acara khitan massal memecahkan rekor nasional yang sebelumnya tercatat 2.637 anak di Wonosobo ini, akan dilaksanakan tabligh akbar Israk Miraj bersama Oppick. “Target peserta khitanan massal akan melibatkan 3.000 anak di Medan sekitarnya. Pelaksanaan dilaksanakan bertepatan dengan perayaan Israk Miraj,” kata Koordinator Pelaksana, Ottoman, didampingi Dekan Fakultas Hukum UMSU Farid Wajdi, Manager Event Organizer (EO) Sumut Pos Darwin Purba dan Koordinator EO Sumut Pos Deddi Mulia Purba, Senin (6/6). Ottoman mengatakan, lokasi khitanan massal akan digeber serentak pada enam lokasi di Medan. “Lokasinya di SD Muhammadiyah Medan Kota, Komplek Perguruan Muhammadiyah, Jalan Abdul Hakim Tanjung Sari, Komplek Perguruan Muhammadiyah Jalan Pahlawan Nomor 67 Medan Timur, Teladan I Jalan SM Raja Km 5,5 Medan, Jalan Mustafa Nomor 1 Kampung Dadap dan Islamic Centre Jalan MedanBelawan Km 22 Medan,” urainya. Pendaftaran peserta khitanan massal memecahkan rekor Museum Rekor Indo-

nesia (MURI) dapat dilakukan pada 17 lokasi. “Posko pendaftaran di Jalan SM Raja Nomor 136 Medan, PDM Medan, Fakultas Hukum UMSU, SD Muhammadiyah 13 Jalan Karantina Nomor 80 Medan, Islamic Centre Belawan, Jalan Abdul Hakim Tanjung Sari. Kemudian, di Teladan I, SD Muhammadiyah Medan Kota, Muhammadiyah Jalan Kapten Muslim Sei Sikambing C, Jalan Sei Mencirim Medan, Harian Sumut Pos Jalan SM Raja Km 8,5 Nomor 134 Amplas, Jalan Pahlawan Nomor 67 Medan Timur. Panitia juga menyediakan lokasi pendaftaran di rumah Basru Jalan Menel Anwar Lingkungan IX Kelurahan Terjun, Lorong Ujung Tanjung Morawa Bagan Deli, Jalan Tuar Raya Griya Martubung, Muhammadiyah Kedai Durian dan Muhammadiyah Babura. “Pendaftaran peserta gratis dan terbuka untuk semua golongan dan lapisan masyarakat di Kota Medan sekitarnya. Informasi pendaftaran dapat ditanyakan langsung pada nomor telepon 085220440938 (Zakirman), 085762057772 (Rahadian) dan 081376658902 (Deddi Purba),” katanya. Di tempat yang sama, Farid Wajdi menambahkan agenda khitanan 3.000 merupakan rangkaian kegiatan jelang 30 tahun FH UMSU, tepatnya 1982-2012 dan diharapkan jadi kebanggan warga Kota Medan dan Sumatera Utara pada umumnya. (REL)

Kodim 0210/TU Bangun MCK Toba Samosir-andalas Kegiatan karya bhakti Kodim 0210/TU, dilaksanakan di Desa Batu Manumpak, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosir, membangun empat unit tempat Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) untuk dipergunakan warga setempat. “Keberadaan MCK tersebut diharapkan mampu menjawab kesulitan masyarakat desa atas keberadaan fasilitas air bersih selama ini, mengingat keberadan lokasi desa pada ketinggian 800 m di atas permukaan laut,” ujar Dandim 0210/TU Letkol (Inf) Habzen Sianturi, S.IP di Balige, Rabu (8/6). Ia mengatakan, untuk kegiatan non-fisik dari karya bhakti di desa yang mempunyai luas wilayah lebih kurang 136 Km persegi tersebut, akan diisi dengan berbagai kegiatan penyuluhan kepada warga desa. Menurutnya, kegiatan penyuluhan akan melibatkan beberapa instansi tehnis terkait sesuai jenis atau materi penyuluhan untuk masyarakat “Karya bhakti merupakan suatu upaya dalam mewujudkan kemanunggalan TNI dan Rakyat untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat serta mendorong terciptanya suasana kondusif dan stabilitas keamanan dalam negeri,” katanya. Karena itu, lanjut Habzen, pihaknya

ilustrasi mengangkat thema melalui karya bhakti TNI, meningkatkan kebersamaan dalam percepatan pembangunan untuk mengatasi kesulitan masyarakat di daerah guna mewujudkan ketahanan wilayah yang tangguh serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari masyarakat setempat, dengan kerelaan warga menyerahkan lahannya untuk dijadikan sebagai lokasi kegiatan Karya Bhakti, tanpa menuntut ganti rugi. Letkol (Inf) Habzen berharap karya bhakti tersebut dapat memperlihatkan tugas bantuan TNI dalam mengatasi kesulitan masyarakat serta dapat memupuk semangat gotong royong dan swadaya masyarakat dalam membangun daerahnya. (ANT)

andalas/ist

SEL AMA TSELAMA AMATT-Pangdam I/BB Mayor Jenderal TNI Leo Siegers mengucapkan selamat kepada pejabat yang baru dilantik, pada acara serah terima jabatan Staf Ahli Pangdam I/BB Bidang Sosbud, Kainfolahtadam I/BB, Dandim 0201/BS dan Dandenmadam I/BB, di Ruang Manunggal Lantai V Makodam I/BB Jalan Gatot Subroto Km 7,5 Medan, Selasa (7/6).

Pisah Sambut Dandim 0201/BS Medan

Waspadai Isu-isu Provokatif Medan-andalas Kodim 0201/BS sebagai komando wilayah dan merupakan komponen utama kekuatan pertahanan negara di darat, sangat berhasil dalam mendukung terwujudnya situasi yang aman dan kondusif di Kota Medan. Dan ini tentunya merupakan syarat utama berlangsungnya pembangunan Kota Medan sebagai ibukota Provinsi Sumatera Utara. Hal itu diungkapkan Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, pada sambutannya dalam acara pisah sambut Dandim 0201/BS Kota Medan dari Letkol Infantri Hariyanto kepada Letkol Infantri Doni Hutabarat, di rumah dinas Wali Kota Medan, Selasa (7/6) malam. Sebagai Ketua Muspida Kota Medan, wali kota juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Letnan Kolonel Inf Hariyanto, SIP serta keluarga, yang telah memberikan pengabdiannya yang begitu besar untuk turut serta membangun Kota Medan, khususnya dalam bidang kekuatan pertahanan negara. “Dedikasi yang beliau berikan

kita akui mampu mendukung terwujudnya tatanan kehidupan sosial dan teritorial yang aman, tertib, tenteram dan damai di Kota Medan yang kita cintai ini,” katanya. Menurutnya, Kota Medan saat ini berpenduduk 2,7 juta jiwa dengan karakteristik penduduk yang multietnis. Secara ekonomi, Kota Medan didukung kegiatan ekonomi dengan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp78,23 triliun. Kemajuan ekonomi Kota Medan telah menjadikannya sebagai Kota Metropolitan, sekaligus menjadi motor penggerak utama perekonomian di Provinsi Sumut dengan volume keluar masuk barang dean penumpang yang besar serta meningkatnya jumlah commters. “Kondisi membuktikan bahwa Kota Medan layak menyandang predikat sebagai pintu gerbang Indonesia bagian Barat,” tutur Rahudman. Potensi yang dimiliki Kota Medan, lanjutnya, tentu saja tidak selamanya berdampak positif, apalagi konsekuensi Medan sebagai pintu gerbang Indonesia Bagian Barat, berbagai eksternalitas negatif menjadi tugas besar bersama untuk diwaspadai. “Sebagai Kota Metropolitan dengan karakteristik masyarakat yang heterogen, kita harus selalu mewaspadai ada-

nya isu-isu provokatif yang mengancam terwujudnya ketertiban dan ketentaraman masyarakat. Begitu juga dengan aksi kriminalitas dan demontrasi yang mengarah pada tindakan anarkis, hingga aksi terorisme yang tidak bertanggung jawab, seperti yang kerap terjadi akhir-akhir ini di beberap daerah,” paparnya. Sementara, mantan Dandim 0201/BS Kota Medan Letkol Hariyanto, mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Kota Medan khususnya Muspida kota Medan yang telah bersama-sama memberikan yang terbaik bagi Kota Medan.” Kami mendapat tugas yang baru di Malang di Kesatuan, dalam dekat ini kami akan mempersiapkan pasukan kita yang akan dikirim ke Libanon pada bulan September yang akan datang ini,” ujarnya. Sementara, Dandim yang baru, Letkol Infantri Doni Hutabarat mengatakan, pihaknya sangat mengharapkan dukungan masyarakat Kota Medan dan siap bergabung di Muspida Kota Medan untuk bekerjasama menciptakan Medan kondusif. Sertijab Sementara itu, secara terpisah, Pangdam I/BB Mayor Jenderal TNI Leo Siegers diwakili Kasdam I/BB Brigjen TNI Murdjito menjadi irup pada acara serah terima jabatan (Sertijab Staf Ahli Pangdam

I/BB Bidang Sosbud, Kainfolahtadam I/BB, Dandim 0201/BS dan Dandenmadam I/BB, bertempat di Ruang Manunggal lantai V Makodam I/BB Jalan Gatot Subroto Km 7,5 Medan, Selasa (7/6) Adapun pejabat yang diserahterimakan, Kolonel Inf Nur Tjahyono Staf Ahli Pangdam I/ BB bidang Sosbud akan menjabat sebagai Dan Rindam VII/ WRB, digantikan Kolonel Inf Budi Hariono yang sebelumnya menjabat sebagai Sahli Pangdam IV/DIP bidang Hukum dan Humaniter. Kemudian Letnan Kolonel Togar Panjaitan Kainfolahtadam I/BB selanjutnya akan menjabat Wakainfolahtadam I/BB, digantikan oleh Letnan Kolonel Kav Bambang Supardi sebelumnya menjabat sebagai Waasops Kasdam Jaya. Lalu, Letnan Kolonel Arh Dahyar Jampang Dandenmadam I/BB selanjutnya akan menjabat sebagai Waaslog Kasdam I/BB, digantikan Letnan Kolonel T Bayu Wahyu Nurwanto SE. sebelumnya menjabat sebagai Kasetumdam I/BB. Kemudian, Letnan Kolonel Inf Hariyanto, Dandim 0201/BS, selanjutnya akan menjabat Kasbrigif Linud 18 Divisi 2 Kostrad, digantikan Letnan Kolonel Inf Donni Hutabarat sebelumnya menjabat sebagai Dan Secaba/Gumil Juang Rindam I/BB. (TIM) andalas/rony muharrman

Kodam I/BB Kumpulkan 658 Kantong Donor Medan-andalas Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) I Bukit Barisan (BB) Mayor Jenderal TNI Leo Siegers SIP diwakili Kakesdam I/BB Kolonel Ckm dr Eddy Mahidin SpTHT membuka pelaksanaan bakti sosial donor darah yang dilaksanakan di dua tempat, yaitu di Balai Prajurit Makodam I/BB Jalan Jenderal Gatot Subroto Km 7,5 Medan dan di pelataran parkir Deli Plaza, Jalan Putri Hijau Medan, Rabu (8/6). Bakti sosial ini dalam rangka memperingati HUT ke 61 Kodam I/BB Tahun 2011. Pangdam I/BB Mayjen TNI Leo Siegers SIP dalam amanatnya yang dibacakan Kakesdam I/BB mengatakan,

donor darah ini merupakan wujud kepedulian sosial kepada saudara kita yang membutuhkan darah. Setetes darah sehat laksana setetes air kehidupan yang mampu menyelamatkan orang lain. “Kegiatan ini sungguh mulia, karena darah yang disumbangkan sangat berarti bagi pasien yang membutuhkan bantuan darah. Hasil donor darah yang ditargetkan 1000 kantong ini diharapkan dapat membantu mengatasi kekurangan persediaan darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Unit Tranfusi Darah Medan,” kata Pangdam. Pangdam I/BB juga mengatakan, kegiatan donor darah ini tidak hanya berhen-

ti sampai di sini saja, namun justru perlu lebih dibudayakan serta dilaksanakan secara rutin sesuai ketentuan medis, baik yang dilakukan secara bersama-sama maupun perorangan. “Simbiosis mutualisme, itulah yang akan kita rasakan jika kita melakukan donor darah. Sebab darah yang kita sumbangkan tidak hanya dapat memberikan kesempatan hidup bagi yang menerima, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonornya,” tandas Pangdam. Sedangkan Kapendam I/ BB Letnan Kolonel Kav Halilintar kepada pers mengatakan, pelaksanaan donor darah dapat terlaksana

atas kerjasama Kodam I/BB melalui Kesdam I/BB Rumkit Tk II Putri Hijau Medan dengan PMI Unit Transfusi Darah Medan, Unit Transfusi Darah Rumah Sakit Haji Adam Malik dan Yayasan Family Support Group. Para pendonor darah terdiri dari personil militer dan PNS Kodam I/BB, yang meliputi prajurit dari Yonif 100/R, Yon Armed 2/105, Yon Arhanudse 11/BS, Yon Kav 6/Serbu, Yon Zipur I/DD, personil Balakdam I/BB, Pomdam I/BB, Kodim 0201/ BS, para Asisten Kasdam I/ BB serta PNS Kodam I/BB, dan sejumlah ibu-ibu Persit KCK PD I/BB. Dari bakti sosial itu, diperoleh 658 kantong darah. (REL)

DONOR DARAHSejumlah personil Kodam I Bukit Barisan mendonorkan darah dalam rangka bakti sosial HUT ke61 Kodam I/ BB di pelataran parkir Deli Plaza, Medan, Rabu (8/6).

BERITA DUKACITA

YAYASAN BALAI SOSIAL HENRY WIJAYA JL. BAKARAN BATU NO.1 MEDAN TLP.(061) 7367339 - 7369359 Blok

2

Nama

TENG CHENG YOU

Umur (Thn)

66

Alamat

Jl. Sambu Dalam Gg. . Buntu No. 31 Medan

Meninggal (Tgl/Jam) 07-06-11 07.35 WIB

Berangkat (Tgl/Jam)

09-06-11 15.00 WIB

Keterangan / Tempat

Diperabukan

BERITA DUKACITA

BALAI PERSEMAYAMAN ANGSAPURA JL. WAJA NO. 2-4 MEDAN TELP. 7345503, 7361328, 7360873 B lok

N ama

U mur (Thn)

Alamat

Meninggal (Tgl/Jam)

B erangkat (Tgl/Jam) K eterangan / Tempat

ONG HUI MIN / ROSNI

50

Jl. Letjend Jami n Gi nti ng No. 700 Medan

06-06-11 06.00 WIB

09-06-11 12.00 WIB

D i perabukan

2

NG TJIN HUAT

56

Jl. Teuku Zai nal A bi di n No. 5-D P ekan B aru

06-06-11 19.00 WIB

10-06-11 13.00 WIB

D i perabukan

3

LAW MIE YONG

76

Jl. Matapura No. 17 Medan

07-06-11 05.10 WIB

10-06-11 13.00 WIB

D i perabukan

4

OEI SUN ENG

95

Jl. Tengi ri Gg. C umi cumi No. 0 Medan

06-06-11 03.00 WIB

09-06-11 10.00 WIB

D i kebumi kan

6

WOEN MEI NGO

75

Jl. A ksara Gg. S epakat No. 15 Medan

05-06-11 17.35 WIB

09-06-11 14.00 WIB

D i perabukan

7

LEGOWO SALIM

84

Jl. Merdeka No. 12 C S i di kalang

05-06-11 15.30 WIB

09-06-11 14.00 WIB

D i kebumi kan

VIP-C


Kamis 9 Juni 2011

SUMATERA UTARA

harian andalas | Hal.

Lakukan PHK Sepihak

Pengunjung Keluhkan Fasilitas Wisata Bahari

DPRD Langkat Kecam UD Harapan Sawita Stabat-andalas Gencarnya pemberitaan di beberapa media, terkait PHK sepihak terhadap korban Tugini alias Pelak (49), penduduk Jalan Peringgan Kelurahan Pekan Gebang, Langkat oleh perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit milik UD Harapan Sawita, beralamat di Desa Lubuk Kertang Berandan Barat, membuat anggota DPRD Langkat merasa prihatin. Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Langkat Syahrul, kepada wartawan, Rabu (8/6), mengecam keras tindakan PHK sepihak yang dilakukan UD Harapan Sawita kepada Tugini. "Jika pengakuan yang bersangkutan mengandung kebenaran, hal itu sangat disayangkan. Sebab, seharusnya pihak perusahaan harus mematuhi dan mengacu dengan UU No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,"ujarnya. Menurut Syahrul, jika pihak perusahaan UD Harapan Sawita tetap menelantarkan dan mengabaikan hak-hak korban selaku tenaga kerja yang di-PHK, pihaknya selaku wakil rakyat yang duduk di legislatif, dalam hal ini Komisi II DPRD Langkat, akan segera turun ke perusahaan perkebunan tersebut untuk mengecek kebenaran masalah yang menimpa Tugini. Dikatakannya, sejumlah anggota DPRD Langkat akan mendampingi korban PHK sepihak, Tugini untuk mengadukan peristiwa mengenaskan dialaminya ke Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Langkat, selaku instansi yang berwenang mengurus dan menangani masalah Ketenagakerjaan. Ia menegaskan, jika sampai dalam waktu dekat ini pihak perusahaan UD Harapan Sawita, tetap tidak peduli dengan nasib bekas karyawannya, pihaknya akan mendampingi korban Tugini untuk menempuh jalur hukum, agar apa yang menjadi haknya dapat diselesaikan pihak perusahaan sesuai aturan yang berlaku. Sekadar mengingatkan, Tugini alias Pelak awalnya bekerja di perkebunan sawit PT Sewangi Gebang dengan jabatan terakhir mandor I dengan gaji cukup lumayan. Namun, karena tergiur bujuk rayu dan iming-iming gaji besar di perkebunan UD Harapan Sawita, akhirnya dia rela meninggalkan pekerjaan di tempat lama walau akhirnya telantar tanpa status jelas hingga kini. Tugini mengisahkan, putri tertuanya Dinda Utari yang masih sekolah di SMK Negeri Tanjung Pura harus rela setiap hari menjual kue dan peyek di sekolah. Hal ini disebabkan tidak adanya biaya, karena dirinya selaku orangtua yang seharusnya menanggung biaya sekaolah, terkena PHK sepihak, tanpa diberi pesangon. (DN)

RA Silaturahmi Bangkit Raih Kemajuan Rantau Prapat-andalas Berawal dari kemandirian, Yayasan Raudhatul Atfal (RA) Silaturahmi I, Jalan WR Supratman, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhan Batu terus berupaya untuk bangkit. Bantuan dari pemerintah setempat untuk memajukan yayasannya tidak terlalu diharapkan. Dengan bermodalkan keyakinan dan kerjasama, yayasan itu terus bangkit dari tahun ke tahun. Pembina Yayasan RA Raudhatul Atfal H Asriful, pada wisuda 422 anak didiknya, di Asrama Haji, Ujung Bandar, kemarin, mengatakan sejak berdirinya sekolah itu beberapa tahun lalu, kekurangan makin dirasakan. Namun niat baik membantu mengembangkan dunia pendidikan, mereka secara bahu membahu terus berupaya sekuat mungkin. “Yang pertama dibuat usaha kolam ikan, membeli setapak kebun sawit, lalu membeli mobil untuk direntalkan dan telah membangun sejumlah ruko. Hasilnya sebahagian disisihkan untuk membangun yayasan ini. Tujuannya bagaimana anak didik mendapat pelayanan maksimal,” kenang Asriful disambut applaus undangan. Pada wisuda itu juga digelar berbagai acara di antaranya tari-tarian dan lagu bernafaskan Islam, pembacaan ayat suci Al-qur’an. “Kita berharap, keberadaan yayasan dapat menumbuhkan anak didik yang memiliki bekal ilmu dengan mengendalkan keimanan. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada semua guru yang telah mendidik anak-anak dengan sabar,”tambahnya. Kasi Mapenda Kemenag Labuhan Batu Drs H Syafiruddin Harahap berharap, mereka yang telah diwisuda memiliki ilmu dasar agar dapat dibimbing orang tua dengan harapan dapat berguna di kemudian hari dan melanjutkan sekolahnya ke tingkat lebih baik.(ONE)

andalas

12

MACET-Kemacetan arus lalu lintas kendaraan pengunjung yang menuju obyek wisata Pantai Cermin Theme Park ketika melewati Pasar Rabu.

Jalan Obyek Wisata Pantai Cermin Semrawut Pantai Cermin-andalas Ratusan kendaraan roda enam, empat dan dua ditumpangi pengunjung menuju obyek wisata bahari Pantai Cermin Themepark, Desa Pantai Cermin Kanan, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, terhalang ketika melalui Jalan HT Rizal Nurdin. Pasalnya, jalan yang dilalui ketika melewati pasar (Pekan Rabu), salah satu pasar tradisional terbesar di kota itu, yang terletak di pusat kota Pantai Cermin, kondisinya jauh dari nyaman karena lokasi pasarnya sempit. Pantauan andalas, Rabu

(8/6), selain sempit, pasar yang memanfaatkan sepanjang badan Jalan HT Rizal Nurdin atau menuju obyek wisata Pantai Cermin Theme Park, tepatnya di depan Mapolsek dan Koramil 08 Pantai Cermin tersebut itu terlihat kumuh, becek dan banjir bila pasang air laut, banyak sampah dan semrawut, karena tidak tertatanya pedagang kaki lima. Kesemrawutan pasar diperparah macetnya arus lalu lintas karena ratusan kendaraan yang lewat menuju obyek wisata Pantai Cermin Theme Park. Sebab, banyaknya pedagang berjualan di luar pasar hanya menyisakan jalan sempit untuk kendaraan harus berebutan dengan becak, motor, dan sepeda. Akibatnya para pengunjung dan pejalan kaki merasa tidak nyaman. Salah seorang penjual buah, Heryanti (25) warga Sei

Rampah mengatakan, macetnya ruas jalan disebabkan ketidaktegasan pemerintah memperluas tempat berdagang dan menata para pedagang, sehingga ruas jalan makin menyempit. "Gimana tidak macet kalau lokasi tempat berdagang tidak diperluas, bisa saja para pedagang akan menutup ruas jalan ini," ujarnya. Hal senada dikatakan Yudi dan Edi, pedagang lainnya juga menyesalkan sikap Pemkab Sergai yang tidak serius menanggapi sejumlah permasalahan tersebut. "Macet ini disebabkan karena banyaknya kendaraan yang melintas dan pedagang berjualan di badan jalan karena lokasi pasar sempit", tegas keduanya. Para pedagang lainnya juga menyesalkan tidak adanya perhatian Dinas Pasar Sergai terhadap kebersihan selokan yang dipenuhi sampah, se-

hingga air menggenang di mana-mana. "Air tergenang karena selokan dipenuhi sampah, tidak dikeruk dan dibersihkan, kami terpaksa menjual pakain di atas air selokan, karena air yang biasanya mengalir tersumbat akibat genangan sampah, apalagi kalau musim air pasang kami tidak bisa berjualan," kata keduanya. Sementara itu, Yurefli (18), salah seorang pengunjung pasar mengaku lebih menyukai berbelanja di pasar tradisional. "Sebenarnya saya lebih suka berbelanja di pasar tradisional daripada swalayan, padahal berbelanja di pasar tradisional akan lebih membantu menghidupkan pedagang," katanya sembari berharap Pemkab Sergai segera menata dan memperhatikan Pasar Rabu tersebut sehingga pengunjung pasar nyaman berbelanja. (RYAD)

Remaja Batu Bara Konsumsi Lem Kambing Batu Bara-andalas Muspika Kecamatan Tanjung Tiram melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, untuk menekan tingkat kenakalan remaja yang suka mengonsumsi lem kambing. Sosialisasi itu dilakukan untuk menyahuti warga dan kaum ibu, yang merasa sudah pada tingkat meresahkan. ''Kita mendapat laporan dari warga di desa dan orang tua bahwa remaja di Desa Bogak mengonsumsi lem

kambing," kata Sekretaris Desa Bogak, Ridwan Bahari saat menggelar sosialisasi bahaya narkoba di SMP Negeri III, kemarin. Hadir pada acara sosialisasi itu, Pemerintah Kecamatan Tanjung Tiram, Kepala Cabang Dinas Tanjung Tiram Budianto SPd, Kepala Pos Polisi Tanjung Tiram Diwakili Khaidir, tokoh masyarakat Desa Bogak, BPD Desa Bogak dan para guru dan kaum ibu.

Kapos Polisi Tanjung Tiram melalui Khaidir mengatakan, kenakalan remaja yang mengonsumsi lem kambing memang sulit untuk ditindak. Sebab, belum ada peraturan mendasari tentang kejahatan itu. Untuk itu, diminta kepada orang tua dapat menasihati anak remajanya agar tidak lagi menggunakan bahan yang membahayakan itu. Sedangkan Sekretaris Desa Bogak Ridwan Bahari berharap, hendaknya tidak

lagi remaja di desa itu menghisap bahan yang berbahaya itu. "Kalau masih ditemukan, orang tuanya harus itu bertanggungjawab," tegasnya. Ka UPTD Pendidikan Tanjung Tiram Budianto meminta peranserta para guru, dapat membantu dalam menekan tingkat kenakalan remaja. "Peran itu diharapkan dapat dilakukan saat anak sedang menjalani proses belajar di sekolah,"imbaunya. (ZN)

Pantai Cermin-andalas Pengunjung keluhkan fasilitas yang disediahkan sejumlah obyek wisata bahari di Kabupaten Serdang Bedagai. Contohnya, fasilitas tempat beristirahat (pondokan-red) dan fasilitas lainnya di obyek wisata pantai Kawasan Wisata Pantai Cermin (KWPC) atau Pantai Cermin Themepark, yang berada di Desa Pantai Cermin Kanan, Kecamatan Pantai Cermin, Sergai. Obyek wisata bahari Pantai Cermin ini, kata Adek (30), salah seorang pengunjung bersama empat saudaranya warga Medan, Selasa (7/6) mengatakan, fasilitas pendukung pariwisata seperti, tempat beristirahat serta sejumlah fasilitas lainnya yang ada sekarang. Misalnya, pondokan yang berada di bibir pantai itu tidak layak lagi digunakan. “Kalau fasilitas yang sudah tidak layak pakai tetap dipertahankan, kemungkinan besar pengunjung akan enggan datang," ucapnya. Melihat kondisi fasilitas yang ada sekarang, masih kata Adek, sudah seharusnya pihak terkait segera memperbaikinya, dan perlu adanya penataan kembali. Selain itu, juga harus memprioritaskan infrastruktur jalan menuju obyek wisata tersebut. Sebab, saat ini masih memprihatinkan dan sangat sulit dilalui untuk mencapai obyek wisata, tegasnya. (RYAD)

23 Pejabat Eselon III Pemkab DS Dilantik Lubuk Pakam-andalas Sebanyak 23 pejabat di jajaran Pemkab Deli Serdang dilantik menduduki jabatan eselon III oleh Bupati Drs H Amri Tambunan melalui Sekretaris Daerah Drs H Azwar S MSi, di Aula Cendana Kantor Bupati di Lubuk Pakam, Rabu (8/6). Ke-23 pejabat eselon III yang dilantik, Pardo Sihite MPd Kabid Sarana dan Prasarana Pendidikan Disdikpora, Drs H Setia Darma MPd Kabid Koperasi dan Kelembagaan Dinas Koperasi dan UKM, Agus Mulyono SH Sekretaris Dinas Cipta Karya dan Pertambangan, Hj Rostina ST Kabid Cipta Karya, Rachmadsyah ST Kabid Pertambangan dan Energi. Bani Asyir ST menjadi Kabid Pengembang Kawasan pada Dinas Cipta Karya, Mahyuliani ST Kabid Penanggulangan Kebakaran dan Penyehatan Lingkungan Dinas Cipta Karya, Drs H Ali Mukron Harahap Sekretaris Dinas Kehutanan, Drs Jaswar MPd (mantan Ka SMKN 1 Percut Sei Tuan) Sekretaris Disdikpora, Drs Suriya Jaya MPd Kabid Pemasaran dan Promosi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Selanjutnya Drs H Zul Syahrial MPd, sebelumnya Kabid Dikdasmenjur Disdikpora dimutasikan dan dilantik menjadi Kabid PLS Disdikpora. Jabatannya digantikan Drs H Idris MPd yang sebelumnya KCD Disdikpora Percut Sei Tuan. H Joni Ritawan SSos menjadi Sekretaris BKD, Drs Syahrul MPd Kabid Pengadaan dan Mutasi Pegawai, Ricky Supriady SE Kabid Penatausahaan Dinas PKD (Pengelola keuangan Derah). (TH)

Langkat: Antara Piala Adipura dan Pupuk Bersubsidi BUPATI Langkat menerima anugerah Piala Adipura untuk kelima kalinya. Piala kebanggan di bidang kesehatan dan lingkungan hidup tersebut diberikan Presiden SBY kepada H Ngogesa Sitepu tepat pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup se- Dunia di istana Negara, Jakarta, Selasa (7/6). Piala Adipura tersebut merupakan penghargaan tertinggi dalam Lomba Kota Bersih se Indonesia, dan Stabat menjadi yang terbaik dalam kategori Kota Kecil. Itu tentu prestasi membanggakan. Belum lagi prestasi-prestasi yang lain, seperti Piala Wahana Tata Nugraha (WTN) dan Piala Adiwiyata. Piala WTN adalah supremasi tertinggi di bidang Kota Tertib Lalu Lintas. Sedangkan Piala Adiwiyata adalah penghargaan tertinggi untuk Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan, dimana untuk itu SDN 050765 Kecamatan Gebang tampil sebagai yang terbaik.

Hal itu menunjukkan betapa Bupati Langkat, H Ngogesa Sitepu sudah berbuat untuk mengangkat nama Kabupaten Langkat. Bukan itu saja, Bupati Langkat Ngogesa Sitepu juga sudah berbuat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik dengan memberikan bantuan kepada petani dan nelayan, maupun dengan membantu memperbaiki jalanjalan yang rusak dengan dana pribadinya sendiri, seperti di Kecamatan Sei Bingei dan Kutambaru. Jadi, hal itu tentu patut untuk diacungi jempol. Berarti Ngogesa Sitepu sudah berhasil ‘mentasbihkan’ dirinya sebagai pemimpin yang berprestasi dan merakyat. Namun, cukupkah itu ? Tidak, karena ternyata masih banyak warga yang sedih dan kecewa, di antaranya adalah para petani kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Menurut teori, ada pupuk bersubsidi dari pemerintah untuk meringankan beban

DISAMBUT GEMBIRA-Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu didampingi Ketua DPRD Rudi Hartono Bangun disambut gembira, usai menerima Piala Adipura dari Presiden SBY. para petani. Namun, pada kenyataannya pupuk bersubsidi dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan dengan Peraturan Bupati, hanya ‘menyenangkan’ dan menguntungkan produsen, distributor dan kios pengecer,

sebab selain langka pupuk bersubsidi itu juga mahal harganya. Ironisnya, penyelewengan yang kerap terjadi sudah berlangsung lama. Bahkan, sudah menjadi kebiasaan. Parahnya lagi, sepertinya tidak ada tindakan nyata dari

para pengawas, seperti polisi dan kejaksaan, maupun dari Tim Pengawas Pupuk Bersubsidi dibentuk Pemkab. Langkat. Buktinya, pihak produsen, distributor dan kios pengecer tetap tenang dan tidak ditindak. Selain itu, bagi kios pengecer, distributor dan produsen yang dengan sengaja melanggar ketentuan, dikenakan sanksi sebagaimana diatur dengan UndangUndang darurat Nomor : 7 Tahun 1955 tentang Pengusutan, Penuntutan dan Peradilan Tindak Pidana Ekonomi. Dalam hal ini, ‘pembiaran’ itu patut diduga sengaja dilakukan oknum-oknum tidak bertanggungjawab untuk untuk menjatuhkan citra dan wibawa Bupati Langkat Ngogesa Sitepu, agar nama dan citra positif dari H Ngogesa Sitepu tidak lagi mengakar dengan kuat di hati sanubari masyarakat Kabupaten Langkat. (Budi Zulkifli)

WARTAWAN DAERAH LANGKAT: Hasrizal, Budi Zulkifli, Syaiful Amri, Subur Syahputra BINJAI: M Kamil Ismail DAIRI: Sondang Silalahi HUMBANG HASUNDUTAN: Marganda Lumbangaol DELISERDANG: Firdaus Tanjung, TH Sihombing, Bobby Lusaka Purba SERGAI: Supriyadi TEBINGTINGGI: Riady Kasidi KABANJAHE: Lamhot Situmorang SIANTAR/SIMALUNGUN: Agus Salim HT Haean,Larhamsimare-mare, Edi Pangaribuan KISARAN: Hamdan Rangkuti, Edisa BATUBARA: Zulkifli Nasution LABUHAN BATU: Iwan Kesuma LABURA: Lugas & Cerdas M Ilyas Munthe SAMOSIR: Fransiskus Sitanggang TAPUT/TOBASA: Caisar HP NIAS SELATAN: Edy Gunawan Zebua MADINA: Choirullah Lubis PALAS: M Effendi Pohan BANDA ACEH: Salman, Afrizal, Azhari LHOKSEUMAWE: Sopyan, Reza Gunawan. BIEREUN: H Suherman Amin,M Husin Spd, Juanda Iskandar. KUTACANE: Jamuddin Selian, Alwahidi, Arifin Desky. LANGSA: DD Harison. LHOKSUKON: Usman Cut Raja. BLANGPIDIE: Supriyan MS.


Kamis 9 Juni 2011

SUMATERA UTARA

harian andalas | Hal.

13

Ekstra Ketat, Pengamanan Relokasi Warga TNGL PAMKAMK-Pengurus PAMK Berastagi diabadikan bersama AKBP J Didiek Dp dan AKBP Drs Ig Agung Prasetyoko.

Pemuka Agama Mitra Kamtibmas Berastagi Dilantik Berastagi-andalas Kapoldasu melalui Wadir Binmas Poldasu AKBP Drs J Didiek Dp didampingi Kapolres Karo AKBP Drs Ignatius Agung P SH MH, melantik Pengurus Pemuka Agama Mitra Kamtibmas (PAMK) dan Serikat Tolong Menolong (STM) Kecamatan Berastagi, Rabu (8/6). Pelantikan dihadiri unsur Muspida Karo dan ratusan pemuka agama serta berbagai suku dan agama di Kecamatan berastagi sekitarnya. Pengurus dan anggota dari PAMK berasal dari 17 gereja dan umat Islam di kawasan Kecamatan Berastagi. Ketua PAMK dan STM Kecamatan Berastagi Pdt Haryanto MTh mengatakan, bersyukur atas terbentuknya PAMK dan STM Kecamatan Berastagi. Seiring dengan kemajuan peradaban serta ilmu pengetahuan manusia luar biasa di era modern ini telah muncul berbagai problem dan krisis kehidupan umat manusia multidimensional dan juga multikompleks seperti krisis ekologis, krisis kemanusiaan, moral, dan kesenjangan kehidupan ekonomi, sosial dan juga tindak kekerasan. Kapolda melalui Wadir Bimmas AKBP Drs J Didiek Dp mengatakan, dengan terbentuknya PAMK dan serikat tolong menolong ini, pihaknya sangat bangga. “Terbentuknya PAMK ini sangat strategis dan akan banyak membantu tugas aparat kepolisian baik dari segi keamanan dan juga pertahanan,”katanya. Ketua PAMK terpilih Pdt Heriyanto mengatakan, tujuan PAMK dan STM untuk memersatukan umat di Karo, agar bisa lebih saling bergandeng tangan untuk menjalin tali silaturahmi sesama umat beragama di Bumi Turang Simalem. “Diharapkan agar hal ini diimplementasikan demi masa depan kita dan khususnya mental masa depan para kawula muda di Tanah Karo,”katanya. Susunan pengurus PAMK dan STM Kecamatan Berastagi, Pembina Kapolsekta Berastagi Kompol Sufiyatno, Ketua Pdt Dr Heriyanto, Wakil Ketua H Karim Sembiring, Sekretaris Robert Saad Sinuhaji, Wakil Sekretaris Pt Drs Dekat Sembiring, Bendahara Pt Murta Ginting, Wakil Bendehara Kosuma alias Bang Asio.(LAMS)

H Hadi Winarno

Desa Juga Butuh Informasi Tebing Tinggi-andalas Di era transparansi saat ini, informasi telah menjadi suatu kebutuhan sehari-hari dan sangat berharga bagi kehidupan manusia tidak hanya terbatas orang-orang yang tinggal di perkotaan akan tetapi di sudut desa terpencil pun orang membutuhkan informasi. Hal itu dikatakan Plh Wali Kota Tebing Tinggi Drs H Hadi Winarno, saat membuka Bintek Pengembangan dan pemberdayaan kelompok komunikasi sosial dalam rangka Desa Informasi di Kota Tebing Tinggi. Acara terselenggara kerjasama Kementerian Komunikasi dan informasi RI dengan Pemko, sejak Selasa hingga Rabu (8/6). Bintek yang diikuti lapisan masyarakat dan kelompok informasi masyarakat direncanakan selama 2 hari dipusatkan di Jalan Dr Sutomo kota setempat. “Sebagian masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi melalui penggunaan teknologi komunikasi dan informasi. Sedangkan sebagian lainnya masih memiliki keterbatasan untuk mengakses informasi disebabkan keterbatasan ekonomi maupun kurangnya keterampilan memanfaatkan teknologi informasi tersebut”, kata Hadi Winarno. Wali kota berharap kepada peserta bimbingan teknik (bintek) yang berasal dari berbagai unsur masyarakat, untuk mengikuti kegiatan tersebut dengan sebaikbaiknya. “Manfaatkanlah semaksimal mungkin kesempatan berharga ini. Baik untuk menambah wawasan diri sendiri, juga tentunya akan dapat menjadi ujung tombak sebagi penyebar informasi akurat dan benar serta dapat dipertanggungjawabkan di tengah masyarakat, khususnya informasi pembangunan kota Tebing Tinggi,”imbuhnya. Pada kesempatan itu Plh Wali Kota menyampaikan, kelompok Petra dan Kim yang dibina Pemko Tebing Tinggi melalui Bagian Humas Pimpinan dan Protokol dalam mengikuti perlombaan baik pada skala regional maupun nasional mampu melahirkan prestasi. “Pada tahun 2011 kelompok Pentas Teater Tradisional (Petra) Tebing Tinggi sebagai juara I tingkat Propinsi Sumut dan harapan satu tingkat nasional yang baru dilaksanakan di Solo pada Pekan Informasi Nasional,”ujarnya.(MET)

Langkat-andalas Sebanyak 1.000 personel keamanan dari Polri, TNI, Satpol PP, dengan dibantu masyarakat pencinta lingkungan, siap mengamankan relokasi warga yang tinggal di dalam Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. “Kita siap mengamankan okupasi dan relokasi warga yang berada di Taman Nasional Gunung Leuser,” ujar Kepala Kepolisian Resort Langkat, AKBP Drs H Mardiono MSi, di Stabat, Rabu (8/6). Pernyataan itu ditegaskannya, usai memimpin rapat persiapan okupasi dan relokasi warga di TNGL, yang akan dilaksa-

nakan mulai 13 Juni 2011, dengan menerjunkan ribuan personel keamanan. Untuk pengamanan relokasi yang dilaksanakan Balai Taman Nasional Gunung Leuser (BTNGL) terhadap warga yang berada di sana, pihak keamanan akan menerjunkan lebih kurang 1.000 personelnya. “Itu kesepakatan yang sudah diambil dalam rapat tadi yang dilaksanakan di aula Mapolres Langkat di Stabat, yang dihadiri berbagai unsur keamanan baik Polri, TNI, maupun juga masyarakat yang peduli terhadap hijaunya kembali TNGL,” katanya. Personel keamanan itu, nantinya akan menertibkan seluruh tanaman yang tidak sesuai dengan peruntukkan TNGL, sementara tanaman yang sesuai dengan peruntukkan akan dipertahankan.

Mardiono menjelaskan bahwa komitmennya dalam rangka penyelamatan hutan TNGL dari para perambah atau masyarakat yang merusak kondisi alam yang ada.”Kita hanya ingin mengembalikan fungsi TNGL ke fungsinya semula, sebagai paruparu dunia,”ujarnya. Setelah didata, maka didapat data sementara bahwa yang berada di dalam Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), bukan lagi pengungsi, tetapi sudah perambah hutan. “Kita sudah imbau dan sudah pula mengingatkan sejak jauh-jauh hari, agar para perambah meninggalkan lokasi TNGL, karena TNGL yang rusak hampir 23.000 hektare tersebut akan kembali dihutankan,” katanya. Penghutanan yang akan dilakukan pihak BTNGL, dengan melakukan

penanaman kembali tanaman hutan di areal TNGL yang sudah rusak dan sudah berubah fungsi tersebut. Sementara itu Kepala Seksi Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Besitang, Rahmad Saleh mengungkapkan agar masyarakat yang berada di lahan TNGL, diharapkan keikhlasannya untuk segera meninggalkan lokasi tersebut. “Kita berharap agar warga dapat segera meninggalkan lokasi, untuk bersedia mengikuti program pemerintah menyelamatkan TNGL sebagai paru-paru dunia,”imbaunya. Untuk itu diharapkan kesadaran masyarakat untuk dapat mematuhi imbauan, ajakan, untuk mendukung okupasi dan relokasi yang akan dilaksanakan, demi kepentingan masyarakat Indonesia secara lebih luas.(ANT)

PIALA AIPURAWabup H Zainuddin Mars, Ketua DPRD Hj Fatmawati Takrim, Camat Drs Citra Efendi Capah serta petugas kebersihan diabadikan bersama sebelum mengarak Piala Aipura keliling kota.

Raih Adipura, Pemkab Deli Serdang Syukuran Lubuk Pakam-andalas Pemkab Deli Serdang, Rabu (8/ 6) siang, menggelar syukuran dan mengarak keliling kota Piala Adipura tahun 2011 yang diterima Bupati Deli Serdang Amri Tambunan dari Presiden DR H Bambang Susilo Yudhoyono. Syukuran digelar di kantor bupati dan dihadiri Wabup H Zainuddin Mars, Ketua DPRD Hj Fatmawati Takrim, Wakil Ketua TP PKK Ny Hj Asdiana Zainuddin, pimpinan SKPD, para camat, tokoh agama/ masyarakat serta petugas kebersihan sebagai ungkapan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat khususnya di Kecamatan Lubuk Pakam atas kebersamaan dalam menjaga dan melestarikan kebersihan lingkungan. Sehingga kota kecil yang juga ibu kota Kabupaten Deli Serdang, berhasil meraih penghargaan tertinggi dari pemerintah pusat dalam bidang kebersihan untuk ke-6 kalinya. Wabup H Zainuddin Mars mengatakan rasa bangga dan harusnya atas keberhasilan Kota Lubuk Pakam kembali mendapatkan penghargaan tertinggi dalam pengelolaan kota

bersih. Diharapkan dengan keberhasilan Kota Lubuk Pakam meraih Piala Adipura harus dimaknai dalam kehidupan secara nyata seperti budaya hidup sehat dan bersih akan terus semakin bertumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat khususnya Kota Lubuk Pakam. Apa yang telah dicapai Kota Lubuk Pakam melalui peran aktif seluruh lapisan masyarakat dalam mengelola kebersihan kota sehingga mendapatkan Piala Adipura harus terus dipertahankan, agar di tahuntahun mendatang penghargaan tertinggi pengelolaan kota bersih tetap diperoleh Lubuk Pakam yang merupakan ibukota Kabupaten Deli Serdang. “Sesungguhnya meraih Piala Adipura bukan tujuan akhir tetapi untuk memberikan motivasi kepada kita semua bahwa kebersihan bahwa kebersihan adalah bagian terpenting ketika kita ingin membangun sebuah kota yang baik, kota yang mana warganya bisa menikmati kehidupannya dengan nyaman lingkungan yang asri kebersihan dan terjaga,”kata wabup.(TH).

Wabup Humbahas Drs Marganti Manullang

Tugas Diemban Harus Dipertanggungjawabkan Dolok Sanggul-andalas “Tugas yang diemban setiap pejabat dan PNS harus dipertanggungjawabkan,” kata Wakil Bupati Humbang Hasundutan Drs Marganti Manullang, saat melantik pejabat struktural dan fungsional Pemkab Humbahas, di Gedung Pendopo Kantor Bupati Kompleks Bukit Inspirasi, Rabu (8/6). Pejabat struktural eselon II yang dilantik, Saul Situmorang SE MSi sebagai Kepala Bappeda, Poster Sianturi SH MH Sekretaris DPRD, Drs Jonni Waslin Purba Kadis Perindagkop. Eselon III, Ir Jhon Harlen sebagai Kabid Pengusahaan Hutan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Drs Junias Lumban Gaol Kabag Perundang-undangan Sekretariat DPRD, Remon Pakpahan SPd Kabid Perencanaan Badan Kepegawaian Daerah. Darmo Hasugian SSos Kasubbag Perangkat Desa Pemdes Setdakab, Drama Silaban Kasubbag Umum Sekretariat DPRD, Rickson J Simamora SH Kasubbag Humas dan Dokumen-

tasi Bagian Perundang-undangan Sekretariat DPRD, Haposan Purba Kasubbid Pengadaan dan Pensiunan Bidang Perencanaan BKD, Patty Nainggolan SH Kaseksi Tapem pada Kantor Camat Onanganjang, Harison E Gurning, SH Kaseksi Tapem pada Kantor Camat Sijama Polang, Bariel Manullang Kaseksi Pemdes Kantor Camat Sijama Polang, Luspen R Tambunan Kasubbag Keuangan Sekretariat Kantor Camat Pakkat Ronal Nababan SE Kaseksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantib) Kantor Camat Paranginan, Nurainun Simanjuntak Kaseksi Tapem Kantor Camat Tara Bintang, dr Sisca Lorenta Kepala UPT Puskesmas Onanganjang, Erlince Hasugian Kepala UPT Puskesmas Sijama Polang. Sementara pejabat fungsional turut dilantik Drs Djunter Pandiangan Pengawas Sekolah Lanjutan Dinas Pendidikan, Marojahan Tambunan Pengawas Sekolah lanjutan pada Dinas Pendidikan. (MPL)

Situs Putri Hijau Berubah Akibat Kondisi Alam SEJUMLAH peninggalan yang dikenal sebagai situs bersejarah benteng persembunyian Putri Hijau di Desa Deli Tua Kecamatan Namorambe Deli Serdang mulai mengalami perubahan akibat kondisi alam dan tergerus air. Kondisi ini akan bertambah parah ketika warga yang tidak mengetahui pentingnya lokasi situs bersejarah dan letak pastinya, menyebabkan sebagian peninggalan situs dirusak secara tidak sengaja. “Hal itu kini menjadi perhatian Pemkab Deli Serdang dalam mengelolanya. Bahkan Bupati Drs H Amri Tambunan sudah mengeluarkan SK kepada tim yang terdiri dari unsur desa, kecamatan, kabupaten, regional, pusat dan daerah,” ujar Kadis Kebudayaan dan Pariwisata, Drs Haris Binar Ginting didampingi Kabag Hukum Redwin SH, Camat Namorambe Hendra Wijaya dan Kades Deli Tua, Adi Dharma, kemarin, saat mengunjungi lokasi situs yang disebut-sebut sudah

TINJAUTINJAU-Tim Pemkab DS, saat menijau lokasi situs bersejarah benteng Putri Hijau yang disebut-sebut sudah dirusak pihak pengembang. dirusak pihak pengembang. “Bahkan tim ini sudah bekerja untuk tahap pertama yaitu menentukan koordinat lokasi situs yang berada di lahan seluas 32 hektar,” ujarnya seraya menyatakan untuk tahap kedua tim akan bekerja guna membuat patok lahan agar masyarakat tahu di mana lokasi pastinya. Terkait kerusakan yang diduga akibat ulah pengembang, Redwin menjelaskan tidak ada kerusakan. Benteng yang disebut-sebut rusak ternyata masih ada. Dulu sekira 400-500 tahun lalu, benteng itu setinggi 9 meter. Seiring berjalannya

waktu dan kondisi alam, benteng itu mulai tergerus air dan tidak lagi tegak namun sudah mulai membentuk lereng. Oleh pengembang memiliki surat tanah, lereng tersebut diratakan, namun tidak merusak benteng. Pemkab Deli Serdang mengetahui adanya peristiwa itu segera mengambil sikap dengan menghentikan pekerjaan pengembang, namun benteng tersebut masih berdiri, bukan rusak.” Malah dengan adanya pengerukan di lereng tersebut, mempermudah tim melakukan pemugaran,

tinggal membuat batu agar benteng tidak semakin rusak tergerus air,” ujar Redwin. Selain itu, ia menyesalkan pernyataan dikeluarkan pihak tertentu yang menyatakan akan menggugat Bupati Deli Serdang dalam perusakan situs tersebut.” Harusnya, sebagai tenaga pendidik, mereka melakukan sosialisasi yang benar, apalagi mereka termasuk di dalam tim ini,”ujarnya. “Tidak ada perusakan situs dan sudah anda lihat kan,” sambung Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Deli Serdang. Tidak ada alasan Pemkab Deli Serdang

merusak situs tersebut. Fakta yang ada, disebutkannya, lahan yang termasuk dalam lokasi situs Putri Hijau merupakan lahan masyarakat yang memiliki surat sah. “Bahkan ada sudah memiliki sertifikat. “Terkait IMB yang ada, itu sudah lama diurus dan lagipula ada alas hak mereka untuk memintanya dan bagaimana Pemkab Deli Serdang tidak menanggapinya,”katanya Haris menunjukkan, benteng berusia sekitar 400 tahun yang diberitakan telah dibuldozer pihak pengembang Perumahan Mutiara Deli baru-baru ini, ternyata kondisinya masih utuh. Meski, kondisinya tidak seperti sediakala dan membentuk posisi tanah landai. Berdasarkan catatan sejarah Disbudpar Deli Serdang, benteng persembunyian Putri Hijau tersebut tingginya sekitar 9 meter. Selain benteng, di atas lahan total seluas 32 hektar itu terdapat 12 titik situs sejarah lainya, seperti 2 titik lokasi sumur pemandian yang dijaga Beru Sitepu, tempat duduk dan bercermin Putri Hijau yang juga sempat ditinjau rombongan.(TH)


ACEH MEMBANGUN

Kamis 9 Juni 2011

harian andalas | Hal.

Korban Putting Beliung Terima Bantuan

1.316 Guru Aceh

Akan Dilatih Teknologi Informasi Banda Aceh-andalas Sebanyak 1.316 guru dan siswa tingkat SMP dan SMA di 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh menjadi target pelatihan teknologi informasi dan komputer pada tahun anggaran 2011. “Target pelatihan itu kami harapkan bisa tercapai dengan harapan upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan dapat terwujud,” kata Kepala Balai Teknologi dan Komunikasi Pendidikan (Tekkomdik) Dinas Pendidikan Aceh Bustamam Ali di Banda Aceh, Rabu. Program pelatihan teknologi informasi dan komputer di 23 kabupaten dan kota di provinsi ujung paling barat Indonesia itu dimulai sejak 2003 dan hingga kini telah dilatih belasan ribu siswa dan siswa tingkat SMP dan SMA. “Pelatihan itu juga sebagai upaya peningkatan penguasaan teknologi informasi dan komputerisasi bagi guru dan siswa, dengan sasaran yang ingin dicapai pemerintah yakni tidak ada lagi guru yang ‘gagap teknologi (gaptek)’ sesuai target nasional di 2015,” kata dia menambahkan. Pelatihan bagi siswa dan guru itu juga bertujuan untuk mempersiapkan sistem pendidikan dan pembelajaran sekolah berbasis teknologi informasi dan komputerisasi, kata dia. Disebutkan, Balai Tekkomdik Aceh dalam melatih teknologi informasi dan komputer bagi siswa dan guru itu dengan menggunakan sistem reguler khusus bagi mereka yang berdomisili di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Sementara bagi guru dari daerah (kabupaten/ kota) lainnya akan di undang ke Balai Tekkomdik Aceh di Kota Banda Aceh, dan pihak penyelenggara menyiapkan dana untuk akomodasi kepada peserta selama mengikuti pelatihan, kata dia menyebutkan. Di seluruh Aceh sekitar 70 ribu guru dan hanya sebagian kecil telah memperoleh pelatihan teknologi informasi dan komputer. “Karenanya, kami juga menggunakan sistem satu guru yang telah di latih di Balai Tekkomdik, kemudian minimal bisa melatih lima guru lain di daerahnya masing-masing,” kata Bustamam Ali. Karena, ia mengatakan bahwa Balai Tekkomdik tidak memiliki dana untuk membiayai pelatihan bagi seluruh guru yang angkanya mencapai sekitar 70 ribu jiwa tersebut. (ANT)

Realisasi PNPM di Aceh Capai Rp 3,6 M Banda Aceh-andalas Realisasi dana tahap pertama Program Nasional Pemberdayaan Mandiri (PNPM) Perkotaan Mandiri 2011 di Provinsi Aceh mencapai Rp3,6 miliar dari total anggaran sekitar Rp54 miliar. "Realisasi dana hingga akhir Mei 2011 mencapai Rp3,6 miliar. Dana tersebut sudah dikucurkan ke rekening penerima," kata Team Leader PNPM Perkotaan Mandiri Provinsi Aceh Beny Supriadi di Banda Aceh, Rabu. Menurut dia, realisasi dana tersebut jauh dari target yang direncanakan sebesar Rp11 miliar. Hal ini terjadi karena terkendala administrasi saat pencairan di Kantor Perbendaharaan Negara KPN. "Pencairan yang terkendala di KPN Banda Aceh. Sedangkan di Kota Lhokseumawe dan Kota Langsa tidak mengalami hambatan," ungkap Beny. Ia mengatakan, dari sekitar Rp54 miliar alokasi anggaran PNPM Perkotaan Mandiri Provinsi Aceh 2011, sebesar Rp45 miliar bersumber dari APBN. Selebihnya, dianggarkan dari APBK di 12 dari 23 kabupaten/kota di Aceh. Dari total dana PNPM tersebut, kata dia, pembangunan infrastruktur, 19 persen dialokasikan untuk program pemberdayaan ekonomi, selebihnya kegiatan sosial kemasyarakatan. "Wilayah tugas kami hanya 12 kabupaten/kota. Sebanyak 200 ribu lebih kepala keluarga miskin di 32 kecamatan di 114 gampong (desa) menjadi penerima manfaat PNPM sejak 2008," katanya. Ia menyebutkan, PNPM dilaksanakan pemerintah untuk menanggulangi kemiskinan. Di mana, masyarakat langsung menjadi pengelola dana PNPM. Pemerintah hanya mengawasinya. "Masyarakat yang menentukan penggunaan dana PNPM. Misalnya, pembangunan jalan setapak, masyarakat sendiri yang merancangnya hingga mengerjakannya," kata Beny Supriadi. (ANT)

Mahasiswa Unimus

andalas/usman cut raja

UNJUK RASARASA-Sebagian pengunjuk rasa ketika melakukan aksi di pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara.

Tuntut Kembalikan Hak

Warga Krueng Geukueh Unjuk Rasa Lhokseuawe-andalas Ratusan warga dari empat desa lingkungan pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara, Rabu (8/6) menggelar aksi unjuk rasa menuntut pengembalian hak mareka yang telah dirampas TKBM (Tenaga Kerja Bongkar Muat) pelabuhan Krueng Geukueh. Unjuk rasa yang berlangsung di depan pintu masuk pelabuhan juga dihadiri masing-masing kepala desa mendapat pengawalan ketat aparat keamanan. Koordinator unjuk rasa, Apadin dalam orasinya mendesak Adpel mengembalikan hak masyarakat lingkungan terhadap kegiatan bongkar muat dan pekerjaan lainnya di pelabuhan Krueng Geukueh. “Kami, warga lingkungan sudah bekerja di

pelabuhan Krueng Geukueh semenjak pertama pelabuhan dibangun, kenapa sekarang kami terpinggirkan,” ungkap Apadin yang disahut sorak sorai peserta unjuk rasa lainnya. Warga lingkungan, tambah Apadin, tidak dijadikan penonton di rumah sendiri. Adpel jangan tutup mata, ketika pelabuhan Krueng Geukueh dibangun warga lingkungan yang jaga keamanan dan membantu pekerjaan hingga pelabuhan selesai dibangun. “Kenapa ketika TKBM dibentuk tidak dilibatkan warga lingkungan,” tanya Apadin ber ulang-ulang. Setelah sekitar satu jam berunjuk rasa, Bupati Aceh Utara, Ilyas A Hamid bersama Wali Kota Lhokseumawe, Munir Usman tiba di lokasi dan langsung dikerumuni pengunjuk rasa. Mereka meminta bupati dan wali kota untuk memperhatikan nasib warga lingkungan pelabuhan Krueng Geukueh yang tidak menda-

Geusyiek Minta Jerih Payah Dibayar Aceh Utara-andalas Sejumlah Geusyiek di Kabupaten Aceh Utara mempertanyakan jerih payah selama enam bulan, terhitung JanuariJuni 2011. Pasalnya, kebiasaan jerih payah yang dibayar hanya tiga bulan sekali dari Bagian pemerintahan Mukim & Gampong setdakab Aceh Utara. Namun, hingga saat ini tak kunjung dibayar. Salah seorang Geusyiek Gampong Matang Ceubrek, Kecamatan Baktya Barat, Muslem Kepada andalas, Rabu (8/6) menyebutkan, pembayaran honor (jerih payah-red) belum dibayar. Padahal, mereka berkerja di desa sangat berat dengan kondisi sekarang ini. Bahkan, Pemkab Aceh Utara melalui bagian Pemerintah Mukim & gampong dituding tidak menghiraukan nasib para Geusyiek di Kabupaten Aceh utara,” ujarnya. Menurutnya, jerih payah para geusyiek seharusnya dibayar sebulan sekali, seperti para PNS lainnya di Aceh Utara. Karena honor tersebut bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan keuarganya. Di samping juga kebutuhan lainnya yang mendadak, mengingat beban sehari-hari para geusyiek cukup berat.

Sementara itu Kabag Mukim & Gampong Stdakab Aceh Utara T Syamsul Fajri kepada andalas mengakui honor Geusyiek, Kaur dan perangkat desa lainnya belum dibayar. Namun, hari ini (Rabu-red) pihaknya telah mencairkan melalui Bank Aceh cabang Lhokseumawe untuk 852 geusyiek di Kabupaten Aceh Utara ini,” jelasnya. “Sebelumnya, mukim dan sekdes telah dibayar oleh pihaknya, namun dari 852 geusyiek pada saat itu belum ada dana dan tidak bisa dibayarkan seperti biasa tiga bulan sekali dengan rincian masing–masing sebulan Rp.700.000,” katanya. Dia menambahkan, Geusyiek di Kabupaten Aceh Utara saat ini 852 orang belum termasuk Kaur dan Kadus harus dibayar secara triwulan Rp 2.100.000 per geusyiek. Namun, dana sebesar itu untuk tahun 2011 ini hanya mampu dibayar oleh pemda 3 bulan mulai dari januari sampai dengan maret melalui rekening masing-masing Geusyiek. “Sedangkan April hingga Juni Insya Allah akan dibayar pertengahan bulan juli mendatang,” sebut Syamsul Fajri. (BT)

pat pekerjaan dalam kegiatan bongkar muat. Di hadapan pengunjuk rasa, Walikota, Munir Usman bersama Bupati Aceh Utara menyampaikan kesiapannya untuk menjembatani penyelesaian sengketa buruh di pelabuhan Krueng Geukueh. “Besok, jam 10.00 pagi (hari ini, red), Adpel, TKBM dan perwakilan masyarakat empat desa lingkungan pelabuhan datang ke kantor Walikota, coba kita musyawarah bersama,” ujar Walikota. Sementara Kades, Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muata Satu, Kota Lhokseumawe, H Maksum, Kades Keude Krueng Geukueh, Rusli Ibrahim, Kades Tambon Baroh, HM Hamnzah Amin dan Kades Tambon Tunong Ir Aguseha, usai unjuk rasa kepada andalas mengatakan, sebenarnya tidak akan terjadi sengketa, kalau pihak Adpel mau bermusyawarah dengan lingkungan. “Persoalannya disitu,” kata H Maksum. (UCR)

Struktur Organisasi PIM Dirombak Lhokseumawe-andalas Menyusul bergantinya menajemen baru PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Krueng Geukueh, Aceh Utara, yang dilakukan November 2010 tahun lalu, perombakan dan pergantian staf berlangsung secara besar besaran. Selain itu struktur organisasai jabatan juga bertukar nama. Sebutan Kompertemen dan Biro berganti dengan General Menager dan Menager. Menager Humas PT PIM, Mustafa Taher yang ditemui andalas diruang kerjanya, kemarin membenarkan telah terjadi perombakan dan penempatan pejabat baru dilingkungan perusahaan pupuk di Lhokseumawe itu. “Mutasi pejabat dan pegawai di PT PIM merupakan hal biasa dalam rangka lebih mengoptimalkan fungsi dan memajukan perusahaan,” ujar Mustafa Taher. Dijelaskan, pergantian dan penempatan staf baru dilakukan mulai eselon I sampai III. Untuk eselon I, Sakban Daud SE yang sebelumnya Staf SPI menduduki jabatan Sekretaris Perusahaan (Sekper), Ir T. Suhatsyah, GM Pemasaran, Ir Masrizal, GM SDM, Ir Husni Syafizal, GM Umum dan Basri Seregar, GM Pemasaran. Mareka ini membawahi beberapa menager, kecuali Sekper. Sementara untuk eselon II dan III, menurut Mustafa banyak yang berganti hingga tidak dapat dijelaskan satu persatu. “Dengan penempatan staf baru kini sudah tidak ada lagi jabatan yang kosong,” sebutnya. Terkait kegiatan pabrik, Mustafa menjelaskan, berjalan normal dan terhadap adanya isu yang se-olah olah PT PIM akan menghidupkan AAF, hingga saat ini belum ada petunjuk apapun terhadap rencana tersebut. “Jangankan untuk menghidupkan AAF, menghidupkan PIM2 saja tidak ada gas,” pungkas Mustafa. (UCR)

Survey Perkembangan Pembangunan Melalui SIG

PULUHAN mahasiswa jurusan Geografi semester VI Universitas Almuslim (Unimus) Kabupaten Bireuen melakukan survey perkembangan kemajuan pembangunan di kawasan Paya Kareng, Kawasan Bireuen, selama tiga hari akhir Mei dengan acuan foto udara 2006 dengan Sistem Informasi Geografi (SIG). Hal serupa juga akan dilakukan pula survey di kawasan Bintang Aceh Tengah 15—17 Juni menda-

14

tang. Menurut Drs Faizin MPd Dosen pembimbing, foto udara keluaran tahun 2006, dipergunakan sebagai acuan, untuk mengamati secara langsung, perubahan di lapangan. Hasilnya menjadi bahan kajian dan laporan per individu peserta pelaksana kerja lapangan mahasiswa itu. Menurutnya, kegiatan yang dilakukan mahasiswa Unimus Bireuen itu selain mengamati langsung sejauhmana tingkat perubahan berdasarkan foto udara tahun 2006 dibandingkan kondisi sekarang ini, sekaligus mencari titik koordinatnya, dari bangunan terbaru. Maksud dan tujuan mereka,

kata Faizin, untuk melihat perubahan khusus di kawasan Paya Kareung, yang sekarang sudah didirikan bangunan megah bahkan sudah dibangun Hotel Meuligoe dan lapangan Futsal. Temuan mereka sekaligus menjadi bahan pengkajian perindividu mahasiswa geografi untuk membuat tugasnya masingmasing. Sementara Komisaris Unit C Zulfakrizal menyebutkan, kegiatan yang mereka lakukan itu merupakan foto udara yang mengacu kegiatan SIG, sebagai langkah awal jelang keberangkatan ke Desa Bintang Aceh Tengah pertengahan Juni mendatang. (HERA)

Bireuen-andalas Sebanyak Lima warga beberapa desa di sejumlah kecamatan dalam wilayah Kabupaten Bireuen yang rumahnya rusak ringan dan berat, pasca diterjang angin putting beliung, kemarin menerima bantuan dari Pemkab Bireuen. Pemkab Bireuen melalui Dinas Sosial atas perwujudan kepeduliannya terhadap warga yang tertimpa musibah angin Putting Beliung itu, menyerahkan bantuan berupa bantuan sandang dan pangan. Kelima warga yang menerima bantuan itu masing-masing Tgk Andib warga Desa Alue Buya Pasie, Kecamatan Jangka. Abdul Hadi, Desa Teupin Reudep, Peusangan Selatan, Ismail Yusuf dan Ilyas Ali warga Desa Blang Keutumba, Kecamatan Juli serta Bukhari Yusuf Desa Tanoh Mirah, Kecamatan Peusangan. Penyerahan bantuan berupa sandang pangan itu diantar langsung oleh petugas dari Dinas Sosial kelokasi dan diserahkan oleh Kabid Bantuan dan Jaminan Sosial Drs Husaini didampinggi relawan dari Tagana dan TKSK. Menurut Koordinator Tagana Bireuen Zulfikar AMd, bantuan berupa keperluan seharihari itu diterima langsung oleh mereka. “Kami mengharapkan agar para korban musibah itu harus tabah menghadapinya dan harus mengambil hikmahnya atas apa yang sudah menimpa dirinya,” ungkap Zulfikar. (HERA)

Pelanggan PLN Bireuen Tambah Daya Bireuen-andalas Selama pelaksanaan progam migrasi daya listrik gratis sejak Maret sampai dengan Juni 2011 sudah 884 pelangan PLN ranting Bireuen, menambah daya listrik. Manajer PLN Ranting Bireuen, Ridwan Adam kepada para wartawan di Bireuen, kemarin menambahkan, migrasi gratis masih berlangsung hingga 30 Juni 2011 bagi pelanggan belum ikut serta, masih diberikan kesempatan. Sebab, jika nantinya ditemukan pelanggaran, membaipas atau menganti MCB, maka akan di denda. Begitu juga bagi pelanggan masih menunggak pembayaran rekening, diharapkan dapat melunasinya. Menurut Ridwan Adam, sejak dimulainya program tersebut di di wilayah ranting Bireuen sudah migrasi daya totalnya sebanyak 884 pelanggan dengan rincian 312 pelanggan dari daya awal 450 amper ditambah menjadi 1.300 amper dan 40 pelanggan dari 450 amper ke 2.200 amper dan 356 pelanggan dari 900 amper ditambah ke 1.300 amper dan 136 pelanggan dari 900 amper menjadi 2.200 amper. Sementara, bagi pelanggan daya listrik awalnya sudah 6 amper mau ditambah menjadi 10 amper tetap dikenakan biaya sesuai ketentuan berlaku. Dalam kesempatan itu, Ridwan Adam juga berharap bagi siapa yang belum melunasi rekening listrik mohon segera diselesaikan, sehingga tidak ada tunggakan dan pelangganpun tidak bermasalah. (HUS)

Aceh Utara Ikut PRJ Aceh Utara-andalas Dinas Perindustrian, Perdagangan Kabupaten Aceh Utara akan mengikuti open Pekan Raya Jakarta (PRJ) di Jakarta dalam rangka memamerkan berbagai home industry dan produk–produk unggulan yang ada di Aceh Utara saat ni. Kadis Peringdag Aceh Utara Mehrabsyah kepada andalas, Rabu (8/6) menyebutkan, Kabupaten Aceh Utara akan ikuti ajang yang bergensi ini yaitu Pekan Raya Jakarta selama sebulan yang akan dimulai pada 09 Juni hingga 09 juli 2011. Acara tersebut dibuka Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Kementerian Perindag serta Kementerian Kabinet Bersatu di Ibukota Jakarta. Menurut Mehrab, kehadiran Dinas Perindag Aceh Utara ini ke Pekan Raya Jakarta itu secara kasat mata tidak bisa meramaikan karena dana saat ini lagi tidak ada alias dana kosong. Namun, pihaknya terus berupaya semaksimal mungkin dari PT PIM, PT Arun dan beberapa perusahaan lainnya agar bisa meramaikan Pekan Raya Jakarta. Sehingga, Aceh Utara bisa hadir keacara tersebut pada minggu ke tiga dan keempat,” katanya. Sementara yang akan dipamerkan di ajang yang bergensi tu adalah produk-produk unggulan di Aceh Utara, seperti kerajinan tangan (brodir) dan pembangunan. Sehingga, berbagai produk unggulan lainnya juga bisa diminat bagi daerah-daerah lain di Indonesia. (BT)

andalas/suherman amin

SURVEYSejumlah mahasiswa Geografi Unimus Peusangan melaksanakan survey atau pengamatan langsung perkembangan Paya Kareung, dengan acuan photo udara tahun 2006.


Kamis

SAMBUNGAN

9 Juni 2011

harian andalas | Hal.

15

Polri Tanggung Biaya Operasi Dada Malinda Jakarta-andalas Tersangka kasus penggelapan dan pencucian uang, Inong Malinda Dee akan dilakukan operasi pada penyakit radang payudara pekan depan di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Meski operasi tersebut diperkirakan memakan biaya yang besar, Polri menegaskan akan tetap menanggungnya. "Ya, itu kan risiko dan sudah diatur dalam SOP (Standar Operasional Prosedur)," kata Kabareskrim Polri, Komjen Ito Sumardi, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (8/6). Ito menjelaskan orang yang sedang dalam status tahanan, sepenuhnya merupakan tanggung jawab Polri. Jika tahanan tersebut memerlukan biaya dalam pengobatan atau perawatan kesehatannya, akan ada perlakuanperlakuan tersebut untuk

menanggungnya. Menurut dokter yang menangani kesehatannya, lanjut Ito, Malinda harus dirawat di luar negeri. Namun ia menegaskan, akan tetap memberikan perawatan kepada Malinda dengan fasilitas yang ada di RS Polri. Jika kurang, Polri akan mendatangkan dokter-dokter ahli. "Kita akan laksanakan (perawatan Malinda) di RS Polri. Kita punya fasilitas lengkap," imbuhnya. Sebelumnya, Malinda dibawa ke RS Polri karena menderita tekanan darah tinggi dan sesak napas akibat penyakit radang payudara yang dideritanya. RS Polri telah membentuk tim khusus yang terdiri dari dokter-dokter spesialis untuk merawat hingga melakukan operasi terhadap payudara Malinda yang meradang.(RO)

Panda Nababan Dituntut Paling Tinggi .........(Dari Halaman 1) pidana korupsi. "Rangkaian fakta yuridis maka dapat disimpulkan TC yg diterima terdakwa sebanyak 29 lembar senilai 1,45 ditambah 10 lembar yabg dikliring oleh Fadillah kemudian disetor ke rekening PDIP atas nama

DMM slaku bendahara fraksi 39 lembar," terang Jaksa Rum. Sedangkan untuk terdakwa lainnya, Engelina Pattiasina, Muhammad Iqbal, dan Budiningsih ketiganya dituntut 2,5 tahun penjara subsidair 3 bulan penjara. Untuk ketiganya dikenakan denda Rp50 juta.(DTC)

Garuda Plaza Menunggak Pajak Rp1 M Lebih .........(Dari Halaman 1) tunggakan ini dan pihak Manajemen Garuda Plaza Hotel sudah berjanji akan segera melunasinya, tapi sampai saat ini belum ada realisasi,” kata Ishaq Harahap. Terkait tunggakan pajak hotel Garuda Plaza Hotel, Anggota Komisi C Herry Zulkarnain menilai bahwa hal tersebut termasuk pelanggaran hukum dan penggelapan pajak. Karena pajak hotel yang dikutip dari konsumen atau masyarakat harusnya disetorkan setiap bulannya ke Dinas Pendapatan Kota Medan. “Pajak itu berasal dari masyarakat yang dikutip pihak hotel, harusnya itu disetorkan ke negara. Kalau terjadi penunggakan seperti ini, itu sama saja penggelapan pajak dan termasuk pidana yang harus diproses secara hukum,” kata Herry. Namun pada kesempatan itu, General Manajer Garuda Plaza Hotel Razali Mucktar meminta tenggang waktu dan berjanji melunasi seluruh tunggakan pajak hotel tersebut selambat-lambanta awal tahun 2012 dengan cara menyicil.

Razali mengakui bahwa pajak hotel selama kurang lebih tiga tahun tersebut telah dipergunakan, termasuk untuk membiayai perbaikan fasilitas hotel tersebut. “Dana itu (pajak hotel-red) sudah kami pergunakan, kami sadar hal itu sudah menyalahi. Tetapi kami memohon agar kami diberi waktu, sesuai kondisi keuangan kami tunggakan itu bisa kami lunasi hingga 2012. Pembayaran itu dilakukan dengan cara menyicil dan menggunakan giro,” pinta Razali. Tunggakan pajak hotel Garuda Plaza Hotel bisa terjadi, menurut Jumadi tidak lepas karena lemahnya kinerja pihak Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan dalam melakukan penagihan atau pengutipan pajak hotel tersebut setiap bulannya. “Kondisi ini tidak lepas karena lemahnya kinerja Dinas Pendapatan Kota Medan, kalau mereka bekerja maksimal tunggakan pajak itu tidak mungkin sampai segitu besarnya. Kalau hal ini tidak segera diselesaikan tentu akan mengurangi pendapatan Pemko Medan,” kata Jumadi.(BEN)

Kambing Terkenal Mati Rakyat Selandia Berduka .........(Dari Halaman 1) ga selalu diundang ke acara pengumpulan amal. Pemilik Shrek, John Perriam, mengatakan bahwa domba tua itu pun akhirnya harus banyak diistirahatkan karena selalu sakit karena usianya yang menjelang senja. Bulu domba Shrek yang dicukur pun akhirnya disum-

bangkan dan berhasil mengumpulkan dana sebesar USD150 ribu. Dana tersebut disumbangkan untuk pengobatan anak-anak. Seperti dilansir BBC, Rabu (8/6), pemerintah setempat berencana untuk membuatkan patung bagi Shrek, sementara sang pemilik juga berniat untuk membuat patung perunggu untuk binatang kesayangannya tersebut.(ON)

JUARA–Para pemain dan official Kesebelasan Persipura Jayapura melakukan doa bersama usai laga lanjutan Indonesia Super Liga (ISL) yang berlangsung di Stadion Segiri Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (8/6). Kesebelasan Persipura berhasil menekuk Persisam Putra Samarinda dengan skor 2-1 sehingga membawa kesebelasan tersebut sebagai Juara ISL 20102011.

DPRD Sumut Bentuk Tim Investigasi Konflik SMM Medan-andalas Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara melalui Komisi B bidang Perekonomian mengusulkan pembentukan tim investigasi untuk mencari solusi bagi konflik yang terjadi antara warga dan PT Sorik Mas Mining (SMM) di Kabupaten Mandailing Natal. "Kita mengusulkan kepada pimpinan Dewan agar segera membentuk tim investigasi guna menuntaskan konflik ini," ujar Sekretaris Komisi B DPRD Sumut Syahrial Harahap di Medan, Rabu. Ratusan warga Desa Huta Godang Muda, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal menyerang kamp milik PT SMM di Dolok Sihayo pada Minggu (29/5) sekitar pukul 11.00 WIB. Dalam aksi penyerangan itu, warga membakar sejumlah aset perusahaan yang bergerak dalam penambangan emas tersebut. Menurut Syahrial Harahap, kasus yang terjadi di PT SMM sangat melukai hati rakyat, apalagi konflik itu sendiri sudah menimbulkan korban. "Konflik itu juga tidak kunjung selesai dari tahun ke tahun," ujar politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Agar kejadian serupa tidak terulang, menurut dia, Komisi B DPRD Sumut akan meminta pimpinan Dewan membentuk tim Investigasi. "Tim akan berupaya mengungkap fakta yang sebenarnya sekaligus mencarikan solusi bagi konflik ini," katanya. Sebelumnya, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut menyatakan dukungan terhadap perjuangan warga Kabupaten Mandailing Natal terkait keberadaan PT SMM. "Bukan bermaksud memprovokasi, tetapi masyarakat Mandailing Natal jangan mundur dari perjuangannya," ujar Bendahara Fraksi PDI Perjuangan Brilian Moktar. Menurut dia, warga hanya menuntut janji-janji perusahaan yang tidak pernah dipenuhi dan semua itu sangat realistis. "Wajar jika warga menuntut janjijanji perusahaan. Karenanya kita mendukung penuh perjuangan warga," kata Brilian Moktar yang juga anggota Komisi B DPRD Sumut itu. Sementara itu Manajemen PT Sorikmas Mining yang mengalami aksi anarkis warga berharap dapat cepat kembali beroperasi serta mengajak semua pihak untuk mencari solusi terkait permasalahan

yang terjadi. "Aksi itu bukan hanya merugikan PT Sorikmas, tetapi juga masyarakat dan Pemkab Mandailing Natal," kata Humas PT Sorikmas Mining Chris Koesoema Hadi kepada wartawan di Medan, Rabu. Menurut dia, Sorikmas Mining yang bergerak dalam penambangan emas itu memberikan manfaat besar bagi masyarakat karena banyak mempekerjakan warga sekitar. Hal itu dapat dilihat dari keberadaan 250 orang warga Mandailing Natal yang bekerja di Sorikmas Mining, baik sebagai porter maupun kru eksplorasi. Namun aksi anarkis yang terjadi pada 29 Mei 2011 itu telah menyebabkan hampir seluruh karyawan Sorikmas Mining tidak dapat bekerja. Karena itu, pihaknya sangat mengharapkan semua pihak dapat mencari solusi atas permasalahan yang menimbulkan aksi anarkis tersebut, agar perusahaan yang mempekerjakan ratusan warga itu dapat beroperasional lagi. Chris menjelaskan, meski operasionalnya dijalankan bekerja sama dengan perusahaan luar negeri, tetapi mayoritas sahamnya dimiliki pengusaha nasional, yakni 55 persen. (ANT)

Sekjen Golkar Mundur dari DPR Jakarta-andalas Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Idrus Marham, secara resmi mengundurkan diri dari DPR RI. Selanjutnya, ia memilih berkonsentrasi pada tugasnya di partai. Wakil Sekjen DPP Partai Golkar, Leo Nababan, saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (8/6), membenarkan pengunduran diri Idrus Marham yang mulai berlaku Rabu, 8 Juni 2011. Menurut Leo, pengunduran diri Idrus dari DPR telah disetujui Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie. "Itu sudah disetujui Pak Ical (Aburizal Bakrie) sebagai ketua umum," kata Leo. Selama ini, Idrus menjadi anggota DPR RI dan bertugas di Komisi II DPR RI yang membidangi pemerintahan dalam negeri dan otonomi daerah. Idrus berasal dari daerah pemilihan (Dapil) 1 Sulawesi Selatan. Posisi Idrus akan digantikan oleh Maryati Baramuli. Mundurnya Idrus Marham dari DPR yang terkesan tiba-tiba ini juga dibenarkan Wakil Bendahara Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo. “Ya tadi saya sudah mencoba konfirmasi ke beliau. Benar beliau mengundurkan diri. Alasanya ingin konsentrasi di partai, karena tugas sebagai Sekjen itu enggak mudah, daripada beliau makan gaji buta lebih baik mengundurkan diri,” katanya. Bambang dan semua anggota Fraksi Golkar pun menghargai keputusan Idrus. “Pasti beliau sudah konsultasi ke Ketua Umum terkait ini. Dan pasti Pak Ical menyetujui,” ungkapnya. Ditanya soal adanya kabar bahwa Idrus akan naik menggantikan salah satu menteri dari Partai Beringin ini, Bambang membantahnya. “Kalau jadi menteri kenapa harus sekarang mengundurkan dirinya. Nanti saja kalau sudah mau jadi,” ujarnya sambil tertawa. (RO/ON)

Mantan Wali Kota Siantar Ditahan KPK .........(Dari Halaman 1) KPK, katanya ada kegiatan di bantuan sosial sama di Dinas Pekerjaan Umum," katanya. Menurut dia, pihak yang bertanggung jawab dalam pengelolaan keuangan kedua program tersebut adalah Sekretaris Daerah dan pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah. "Mereka adalah pengguna anggaran," kata mantan calon gubernur ini. Saat dicegat wartawan sebelum naik ke mobil tahanan KPK, RE Siahaan mengaku

tidak tahu mengapa dirinya ditahan KPK. "Saya juga heran kenapa ditahan," ucap Wali Kota Pematang Siantar periode 2005-2010 itu. Juru bicara KPK Johan Budi SP melalui rilisnya mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan Komisi, RE Siahaan pada 2007 telah memerintahkan memotong anggaran pemeliharaan di Dinas Pekerjaan Umum sebesar 40 persen, kemudian diserahkan kepadanya. RE Siahaan juga disebut memerintahkan mengambil

anggaran bantuan sosial yang digunakan untuk kepentingan pribadi. Tersangka dijerat Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi pada pasal 2 ayat (1), pasal 5, 9 dan 11. Terkait kasus ini, sejumlah PNS Pemko Pematang Siantar juga telah diperiksa KPK, di antaranya mantan Sekretaris Daerah James Lumbangaol, Marihot Situmorang, dan Suhartono. Seperti diketahui, sebelum RE Siahaan ditahan, KPK telah menahan mantan Bupati Langkat Syamsul Arifin dan Bupati Nias Binahati

Baeha. Syamsul Arifin ditahan KPK setelah menjabat Gubernur Sumatera Utara karena diduga terlibat menyelewengkan dan APBD Kabupaten Langkat senilai Rp102,7 miliar. Statusnya saat ini menjadi terdakwa dan telah beberapa kali menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Jakarta. Namun karena kesehatannya terus memburuk belakangan ini akibat sakit jantung sehingga harus dirawat intensif di RS Harapan Kita Jakarta,

Gubsu nonaktif itu beberapa kali tidak bisa hadir mengikuti persidangan. Sementara Binahati B Baeha ditahan KPK karena disangka menyalahgunakan dana bantuan tsunami tahun 2004 dari Menko Kesra sebesar Rp9,8 miliar. Binahati saat ini berstatus terdakwa dan menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Medan. Ia menjadi terdakwa kasus korupsi pertama di Sumut yang disidangkan sejak Pengadilan Tipikor Medan terbentuk.(BBS/GUS)

Syamsul Arifin Masih Koma .........(Dari Halaman 1) Masih Koma Sementara itu Syamsul Arifin dikabarkan masih dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU), lantai dua Rumah Sakit Harapan Kita, Tomang, Jakarta Barat. "Sejak masuk pada Sabtu pekan kemarin, Bapak belum dikeluarkan dari ICU," kata Rudy Alfonso kuasa hukum Syamsul, Rabu (8/6). "Dia masih koma." Syamsul, kata Rudy, juga masih belum bisa dijenguk dan ditemui. Keadaan pria yang pernah menjabat Bupati Langkat itu, kata Rudy, masih dibantu alat bantu pernafasan,

alat pacu jantung, dan peralatan medis lainnya. "Kalau dilepas, kondisi Bapak bisabisa lebih buruk," kata Rudy menambahkan. Terkait proses hukum yang tengah dihadapi Syamsul, menurut Rudy, akan menunggu perkembangan kesehatan Syamsul Arifin. Pilihan untuk melanjutkan proses sidang tanpa dihadiri Syamsul juga masih dipertimbangkan. Namun, Rudy belum bisa memastikan kapan persidangan Syamsul akan dilanjutkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). "Belum tahu kapan persidangan beliau akan dilanjutkan. Sekarang kami masih fokus

untuk memulihkan kondisi beliau," kaya Rudy. Berdasar pantauan, ruang ICU lantai dua RS Harapan Kita, memang mendapat penjagaan ketat. Pintu masuk ruang itu dijaga petugas pengamanan dalam (Pamdal) rumah sakit dan tidak bisa dimasuki sembarang pengunjung. "Harus ada izin khusus," kata petugas Pamdal rumah sakit yang tidak mau menyebutkan namanya itu. Ia juga tidak merinci proses izin seperti apa yang harus dilalui agar bisa membesuk Syamsul. Syamsul menjadi pesakitan di meja hijau setelah terjerat APBD Kabupaten Langkat saat menjabat bupati. Pada 28

Mei lalu, Syamsul tidak sadarkan diri di dalam rutan dan sempat dirawat. Namun kondisi yang terus memburuk dan sempat koma membuat ia akhirnya dirawat di RS Harapan Kita. Izin ke Singapura Pada sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (7/6) majelis hakim yang diketua Tjokorda Rai Sumba mengabulkan permintaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk mendapatkan data pembanding kesehatan terdakwa Syamsul Arifin yang dikabarkan berada dalam kondisi kritis di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta. Setelah mendengar penje-

lasan dokter yang menangani Syamsul Arifin, Tjokorda kemudian memerintahkan supaya JPU sesegera mungkin memeriksa kesehatan Syamsul Arifin dan melaporkan hasilnya kepada majelis hakim. Hal ini supaya majelis hakim bisa segara mengambil keputusan apakah menerima atau menolak permohonan pihak terdakwa untuk berobat ke Singapura. "Majelis meminta pada JPU agar segera melakukan second opinion (pembanding) pada Rabu (8/6) besok. Kemudian, pada hari yang sama juga memberikan laporan karena menyangkut nyawa seseorang," kata Tjokorda. (BBS/GUS)

Pelaku Penembakan di Tol Belmera Diduga Oknum Polisi .........(Dari Halaman 1) Feroza tersebut mengalami luka serius. Ia tertembak di bagian pinggul dan masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Marta Friska Jalan Yos Sudarso, Medan. Pantauan andalas di Kantor Tol Belmera Cabang Tanjung Mulia, empat petugas Brimobdasu yang di-BKO-kan di kantor

tersebut beserta dua petugas jaga tol dimintai keterangan oleh sejumlah petugas Unit Reskrim Polsek Labuhan. “Kita hanya memintai keterangan anggota yang saat itu sedang bertugas. Sedangkan keluarga korban sudah kita mintai keterangan di Mapolsek Medan Labuhan,” tambahnya. Sementara itu, pantauan

andalas di RS Martha Friska Medan, kondisi korban sudah mulai membaik dan sudah dapat diminta keterangan. Namun, korban terlihat masih tampak trauma. "Kondisinya sudah membaik, namun korban masih tampak trauma," ujar Endro Kiswanto didampingi Dokter Bambang kepada andalas saat menjenguk korban di Rumah Sakit

Martha Friska. Beredar kabar, peristiwa penembakan ini diduga dilakukan oknum polisi berpangkat Brigadir Kepala berinisial A, anggota Sat Samapta Polresta Medan. Ketika informasi tersebut coba dikonfirmasi kepada Kasat Samapta Polresta Medan Kompol Beny M Saragih, ia tidak menampiknya. Namun, ia menyarankan wartawan

koran ini langsung mengonfirmasi Waka Polresta Medan AKBP Pranyoto. “Hari ini masih pemeriksaan oleh provost dan belum selesai. Untuk konfirmasi selanjutnya silakan ke Bapak Wakapolresta. Trims.” Begitu isi SMS yang diterima andalas dari Beny, Rabu (8/6) sore. Mendapat arahan itu,

andalas langsung menghubungi Wakapolresta Medan AKBP Pranyoto. Namun mantan Kapolres Deli Serdang itu justru mengaku tidak mengetahui peristiwa itu. “Belum tau, nanti saya cek ya,” ujarnya terkesan menghindar. Sebelumnya diberitakan, akibat terprovokasi sekelompok massa mengejar satu unit mobil yang terlibat kecelakaan lalu

lintas di kawasan Jalan Putri Hijau Medan, seorang petugas kepolisian (diberita sebelumnya petugas Jasa Marga, red) melepaskan dua tembakan ke mobil yang diteriaki rampok di Gerbang Tol Tanjung Mulia, Sabtu (3/ 6) dini hari. Akibat penembakan tersebut, seorang penumpang mobil kritis dan harus dirawat di rumah sakit.(THA)


HARIAN

andalas L

U

G

A

S

D

A

N

C

E

R

D

A

S

Kamis, 9 Juni 2011 | No: 1904/Tahun VI | E-Mail:andalasmedan@gmail.com | Harga Eceran Rp2.000; Langganan+ongkos kirim Rp75.000; Luar Kota: Rp2.500

Tompi Komentari Payudara Melinda Dee PENYANYI sekaligus dokter bedah plastik, Tompi, ikut buka suara terkait radang payudara yang tengah dialami tersangka kasus pembobolan dana nasabah Citibank, Melinda Dee. Tompi yang dijumpai di Grand Mahakam, Jakarta Selatan, Selasa (7/6) malam, menyayangkan pemberitaan tentang radang payudara Melinda

karena secara tak langsung pemberitaan tersebut membuat orang-orang takut menjalani bedah plastik. "Ada sedikit kekecewaan dari kesalahan pemberitaan. Hiperbola itu sendiri. Tidak ada statement yang menyatakan tidak ada radang payudara akibat implant yang pecah. Merujuk ke radang payudara, sebenarnya

tergores kuku di payudara, ada darah, itu baru yang namanya radang. Contoh lain, ibu menyusui enggak keluar susunya, jadi bengkak merah, itu namanya radang," papar Tompi. Sedangkan dalam kasus Melinda, penyanyi yang sering bertopi ini menduga Melinda melakukan suntik silikon. Suntik silikon bukan termasuk dalam

prosedur bedah plastik. "Pembesaran payudara itu enggak hanya prosedur bedah plastik. Tidak semua prosedur pembesaran payudara itu dengan bedah plastik. Bisa dengan medical implant, bisa juga sedot lemak dimasukkan ke situ (dada). Ada juga yang menyuntikkan silikon cair. Itu bukan prosedur bedah plastik. Sekarang, masyarakat jadi ambigu.

Suntik silikon bukan bedah plastik," paparnya. Menurut Tompi, untuk kasus Melinda bisa diatasi dengan membersihkan silikon di dadanya. "Kasus ibu Melinda, saya enggak tahu karena belum pernah periksa beliau, kondisi kayak apa. Tapi anaknya bilang, ada riwayat suntik silikon. Peradangan itu bisa diatasi dengan di-remove. Yang

biasanya nyuntik itu bukan dokter bedah plastik. Itu namanya gila kalau sampai dia nyuntik. Itu bukan prosedur bedah plastik," tegasnya. Seperti diberitakan, payudara Melinda mengalami peradangan. Istri siri artis Andhika Gumilang itu kini dirawat di RS Polri karena juga menderita hipertensi dan stres.(OKZ)

Pangeran William Pindah ke Rumah Mendiang Putri Diana Shakira Jadi Penari Erotis! SETELAH Rihanna dan Britney Spears yang beraksi bak penari erotis ketika tampil di acara Billboard Music Awards dan dikecam habis-habisan, rupanya 'tren' penari erotis tak lantas padam. Justru, kini giliran Shakira yang menjadi seorang penari erotis. Bedanya, penampilan wanita bertubuh indah ini sebagai seorang stripper akan muncul dalam video klip untuk lagu terbarunya, Rabiosa. Mengenakan sebuah bikini yang sangat tipis dan sepatu berhak tinggi, Shakira, yang memang juga tenar sebagai belly dancer, mengerahkan seluruh kemampuannya. Dalam satu adegan, Shakira terlihat menuruni tangga sebuah klub malam dalam balutan busana yang sangat beresiko ini, sebelum akhirnya menampilkan sebuah tarian erotis dengan tiang sebagai properti. Bahkan, kekasih pesepakbola Gerard Pique ini juga membuktikan kelenturan tubuhnya dengan melakukan split. Lagu ini dirilis dalam dua bahasa. Untuk versi bahasa Inggrisnya, Shakira menggaet Pitbull, sedangkan El Cata, seorang artis Dominikan, bernyanyi bersamanya dalam versi Spanyol lagu yang diambil dari album Sale El Sol atau The Sun Comes Out ini.(KPL)

TAK disangka dan tidak diduga, Rabu (8/6) artis Rahma Azhari mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta bagian Kriminal Umum bersama pengacaranya Fachmi H Bachmid. Dia diperiksa terkait kasus penganiayaan seorang pengunjung diskotik Blowfish. Rahma yang memakai celana jeans hitam dan jaket hitam serta kacamata hitam tidak banyak bicara ketika ditanya seputar kedatangannya ke Polda. "Ini cuma kasus basa-basi," ujar Rahma Azhari yang langsung memasuki mobil. Menurut pengacaranya, Fachmi H Bachmid, hari ini Rahma diperiksa seputar kejadian saat di cafe Blowfish beberapa bulan lalu. "Pemeriksaan biasa, dimintai keterangan. Pada intinya sudah dijelaskan bahwa saat itu Rahma melakukan pembelaan diri karena ada seseorang yang ingin melukai dirinya," ujar Fachmi yang menegaskan kalau kliennya tidak sedang mabuk saat kejadian. "Di dalam tadi Rahma ditanya 'minum atau tidak? Dia (Rahma) nggak minum karena dia nggak bisa minum (alkohol)," akunya.(KPL)

PANGERAN William dan istrinya pindah ke rumah tua kerajaan yang dahulu juga pernah ditinggali mendiang Putri Diana, Pangeran William, dan Pangeran Harry ketika masih kecil. Pasangan pengantin baru berjulukan The Duke and Duchess of Cambridge akan memulai hidup baru pascamenikah di sebuah apartemen sederhana di London Kensington Palace. Mereka dituntut bisa membagi waktu antara kegiatan di kerajaan dan kegiatan di Angelesely, North Wales, di mana pangeran 28 tahun itu melakukan tugas sebagai pilot keamanan dan penyelamat RAF. "Mereka benar-benar melihat ke depan untuk pindah dan mempunyai tempat tinggal di Ibu Kota. Kate dan

Lula Kamal Sakit Hati Pernah Dikatai 'Tolol' NAMA Lula Kamal mungkin lebih dikenal orang sebagai pembawa acara atau penyiar radio. Namun wanita yang juga pernah turut andil di film Berbagi Suami itu berprofesi dokter. Dua profesi yang digelutinya sempat membuat orang menilainya dengan sebelah mata. Dia pernah mendapat julukan 'Lula si artis'. "Yang paling sakit itu waktu dibilang tolol, karena Lula kan artis, artis itu pasti tolol. Kan sakit banget dibilang begitu," ungkap Lula di acara peluncuran buku The Doctors, di Grand Mahakam, Jakarta Selatan, Selasa (7/6) malam. "Pernah ada seminar yang pembicaranya dokter spesialis, tapi yang ditulis namanya gede-gede itu Lula Kamal. Kan yang datangnya banyak orang awam, padahal saya cuma jadi moderatornya saja. Tapi pas besoknya nama saya sudah dicoretcoret tulisan 'bego'. Segitu dendamnya

Tina Talisa Dapat Jodoh Lagi Berkat Angelina Sondakh PERTENGAHAN 2009 lalu, presenter Tina Talisa resmi menjanda setelah bercerai dengan Muhammad Eggi Hamzah, anak dari mantan Kepala Bapennas Paskah Suzetta. Kini, ia mengaku sudah punya pengganti berkat dicomblangkan oleh Angelina Sondakh. "Aku pisah dengan suami secara agama Maret dan pisah resmi Juni 2009. Tapi Alhamdulillah sekarang aku udah punya pacar lagi setelah dicomblangkan sama sahabatku, Angelina Sondakh. Dikenalin di rumahnya,” tuturnya. Siapa pria beruntung yang bisa meluhkan hati finalis 10 besar Puteri Indonesia 2003 itu? "Hmm, namanya

Amrinur Okta Jaya, aku manggil dia Bang Ade,” ungkapnya malu-malu. Sepertinya Tina tengah dimabuk asmara. Senyumnya terus terkembang dari bibirnya ketika menceritakan sosok pujaan hatinya itu. Menyebutkan nama pasangannya itu saja, ia sampai salah tingkah. Sesekali tawanya pun pecah dan wajahnya tampak merah merona. Tina pun kemudian memanggil Bang Ade yang ternyata sedari tadi duduk di meja sebelah. Dia pengusaha asal Aceh yang ternyata pemilik Velpa Restaurant tempat detikhot berbincang dengan Tina. “Aku dan Bang Ade sama-sama pernah gagal. Dia duda dengan satu

anak perempuan. Alhamdullilah, orangnya baik banget dan pengertian,” kata Tina. Karena keduanya pernah gagal membina rumah tangga, mereka pun mengaku sudah saling mengoreksi kekurangan masing-masing. Mereka merasa cocok dan kedua belah pihak keluarga sudah saling kenal. Lantas akankah mereka akan melabuhkan cinta ke pelaminan? “Iya, insya Allah kami akan melangsungkan pernikahan 17 Juli 2011 nanti di Jakarta,” ujar Tina mantap. Berbagai persiapan telah dilakukannya. Dan, pastinya, sang mak comblang Angelina Sondakh akan menjadi orang spesial di hari bahagia itu.

William cinta kedamaian dan ketenangan di Anglesey, tetapi mereka tidak bisa tinggal lama di sana. Kate telah menikmati hari-harinya untuk merapikan barang-barang dan mendekorasi tempat tinggal barunya," ungkap sumber, Rabu (8/6). "Publik ingin melihat mereka dan masuk akal bagi mereka untuk memiliki tempat tinggal di Ibu Kota. Mereka berdua cinta London. Banyak teman di sana dan itu tempat yang baik bagi Kate untuk kegiatan favoritnya, yakni kegiatan amal sebagai bagian dari pekerjaannya," imbuh sumber. Setelah melihat apartemen tersebut, Kate dan William sepakat bahwa itu adalah tempat yang nyaman untuk ditinggali.(OKZ)

Sosok Ade menurut Tina sangat supportif. Tidak hanya mendukung dan memahami profesi Tina sebagai jurnalis. Calon suaminya itu pun terus menyemangati Tina untuk merampungkan tesis S2, dan melanjutkan ke jenjang S3. Ditambah, saat ini Tina mengaku mendapat banyak tawaran untuk terjun ke arena politik. “Sejauh ini semua dalam tahap pertimbangan karena aku masih sangat menikmati sebagai jurnalis. Kalau ditanya sama teman-teman politisi seenggak-enggaknya sampai 2013 aku masih akan tetap jadi jurnalis. Setelah itu aku belum nentuin sikap entah tetap jadi jurnalis, politisi atau ibu rumah tangga,” pungkasnya.(DTC)

sama Lula Kamal," kenangnya miris. Wanita berusia 41 tahun ini mengaku, mulanya disuruh memilih antara dokter atau karier di dunia entertain. Namun, Lula tak bisa memilih. Dia menuturkan, awalnya menekuni dunia presenter dan penyiar radio karena hobi suka 'bercuap-cuap'. Ternyata, malah bisa menghasilkan uang yang bisa menghidupinya daripada pekerjaan asli sebagai dokter. "Memang dari dulu saya disuruh memilih salah satu. Tapi ternyata banyak orang yang dari hobi ternyata lebih menghidupi daripada pekerjaann aslinya. Okelah orang punya dua profesi asal dia mau menghabiskan waktu untuk profesi," tukasnya.(OKZ)

Harian Andalas 09 Juni 2011  

Lugas dn Cerdas

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you