Page 1

HARIAN

andalas L U G A S

D A N

C E R D A S

Selasa, 2 November 2010 | No: 1730/Tahun VI | E-Mail:andalasmedan@gmail.com | Harga Eceran Rp2.000; Langganan+ongkos kirim Rp75.000; Luar Kota: Rp2.500

Puting Beliung Terjang Madina Panyabungan-andalas Sediktnya 80 rumah penduduk rusak parah akibat diterjang puting beliung di Kecamatan Batahan. Atap rumah warga beterbangan. Peristiwa ini berlangsung sekitar pukul 15.50 WIB, Senin (1/11) di Kecamatan Batahan Mandailing Natal. Salah seorang warga, Safruddin menuturkan, saat ini warga Batahan dilanda keresahan, akibat terjangan angin puting beliung yang datang mendadak sekitar serta menghancurkan puluhan rumah penduduk di Kelurahan Pasar Batahan, Desa Kuala Batahan, Pasar Baru dan Desa Sari Kenangan Batahan. "Bagaimana kami tidak resah, saat kami sedang prihatin mendengar berita adanya

Rahudman Tunggu Izin Presiden Medan-andalas Penyidikan kasus dugaan korupsi Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintahan Desa (TPAPD) Pemkab Tapanuli Selatan, sebesar Rp1,5 miliar dengan tersangka Wali Kota Medan Rahudman Harahap memasuki tahap pengiriman surat izin pemeriksaan ke Presiden RI di Jakarta. Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Edi Irsan kepada andalas, Senin (1/11) menerangkan pihaknya sudah melayangkan surat permohonan izin pemanggilan dan pemeriksaan terhadap tersangka Rahudman Harahap ke Presiden RI di Jakarta. “Sesuai dengan ketentuan perundangundangan, untuk dapat memanggil dan memeriksa Rahudman Harahap, kita terlebih dahulu harus mengirimkan surat izinnya ke Presiden RI di Jakarta. Terlebih juga karena tersangka saat ini sedang menjabat sebagai Wali Kota Medan,” ujar Edi Irsan. Dia menambahkan, bila surat izin yang dikirimkan pihaknya itu tidak ditanggapi Presiden RI, terkait izin pemanggilan dan pemeriksaan, bahwa sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, pihaknya juga otomatis

Bersambung ke Hal. 15

Bersambung ke Hal. 15

andalas/lamhot situmorang

Warga korban luka-luka sedang diamankan di dalam Hotel Green Garden.

Ditolak, Blue Bird Tetap Beroperasi Medan-andalas Meski mendapat penolakan dari sejumlah pengusaha jasa transportasi angkutan taksi di Kota Medan termasuk Organda, niat PT Blue Bird Group untuk mengoperasikan armadanya di daerah ini tampaknya tidak dapat dihempang. Pantauan andalas, Senin (1/11) sekitar 100 armada taksi Blue Bird sudah mulai beroperasi dan mencari penumpang di sejumlah titik di Kota Medan. Seperti, di sekitar Hotel Camridge Jalan Jainul Arifin dan Hotel Grend Antares Jalan SM Raja Medan tampak sejumlah armada taksi Blue Bird tengah menunggu penumpang. Bersambung ke Hal. 15

DEMO BERDARAH Warnai Pemilukada Karo Kabanjahe-andalas Demo terhadap tahapan Pemilukada Karo masih marak. Aksi protes dari simpatisan tim delapan calon Bupati karo menuntut Pilkada Karo 2010 diulang, berujung pada pertumpahan darah serta hujan batu, sehingga kaca hotel hancur berkepingkeping dan beberapa warga simpatisan terpaksa dilarikan ke rumah sakit, akibat terkena pentungan dari pihak pengamanan. Peristiwa berdarah ini terjadi di Hotel Green Garden Peceren, Kecamatan Berastagi saat dilakukan pelaksanaan

Korupsi Langkat Terus Diusut SEMENTARA, pasca penahanan Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi terkait korupsi APBD Pemerintah Kabupaten Langkat 2002-2007, berbagai dugaan korupsi di Pemkab Langkat tersebut pun mulai diusut Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejatisu Edi Irsan menerangkan, selain kasus korupsi APBD 2002-2007, pihaknya mendalami dugaan korupsi lainnya di Pemkab Langkat, antara lain korupsi Bansos Banjir Bandang Bahorok, korupsi sejumlah proyek, korupsi Panther Gate, korupsi penggunaan APBD dan lainnya. “Yang sedang kita fokuskan saat ini adalah dengan melakukan pengusutan dugaan korupsi pematangan lahan Bukit, Langkat, yang diduga merugikan negara sebesar Rp 1,7 miliar. Sudah belasan saksi, mulai pejabat dan mantan pejabat Pemkab Langkat, telah menjalani pemeriksaan di Kejati Sumatera

andalas/lamhot situmorang

Bersambung ke Hal. 15

Inalum Harus Diambilalih Tanpa Syarat Medan-andalas PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) harus diambilalih Pemerintah, tanpa syarat. Pengelolaannya dilakukan bekerjasama antara pusat dengan Pemprovsu demi peningkatan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) bagi Pemerintah Sumatera Utara, yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Wakil Ketua DPRD Sumut Ir Chaidir Ritonga MM mengemukakan hal itu kepada andalas, Senin (1/11). Nasionalisasi Inalum dinilai lebih efektif, guna meningkatkan perekonomian nasional, ketimbang memperpanjang kontrak Bersambung ke Hal. 15

Kurs Rupiah

Ratusan massa simpatisan Tim 8 saling dorong dengan polisi.

Bersambung ke Hal. 15

Kuota CPNS Sumut Belum Jelas Medan-andalas Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumut belum dapat memastikan berapa jumlah kouta alokasi formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2010 untuk jalur pelamar umum Pemprovsu dan Pemko/Pemkab seSumut karena belum turunnya surat dari Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara

(Menpan). “Meskipun kemarin dipublikasikan media massa ada sebanyak 7.690 orang kouta CPNS untuk Sumut, namun jumlah tersebut belumlah pasti sebab Pemko Tanjung Balai dan Pemkab Samosir tidak jadi melaksanakan penerimaan CPNS pada tahun ini. Dan hal ini sudah disampaikan mereka kepada

Menpan,” jelas Kepala BKD Sumut Suherman melalui Kabid Program Pandapotan Siregar di ruang kerjanya, Senin (1/11). Adapun data jumlah sementara alokasi formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2010 jalur pelamar umum Pemprovsu dan Pemko/Pemkab seSumut yang sudah masuk ke BKD Sumut yakni: Pemprovsu

290 orang, Kota Medan 184 orang, Binjai 153 orang, Pematang Siantar 137 orang, Tebing Tinggi 151 orang, Padang Sidimpuan 210 orang, Sibolga 245 orang, Gunung Sitoli 242 orang. Kemudian Kabupaten Deli Serdang 213 orang, Serdang Bedagai 245 orang, Langkat 213 orang, Karo 196 orang,

Dairi 20 orang, Simalungun 200 orang, Tapanuli Utara 203 orang, Pakpak Bharat 249 orang, Humbang Hasundutan 239 orang, Toba Samosir 240 orang, Tapanuli Selatan 229 orang, Mandailing Natal 228 orang, Padang L awas 282 orang, Padang Lawas Utara 238 Bersambung ke Hal. 15

andalas/rony muharrman

BELI

JUAL

USD

8866.48

8774.81

SGD

1340.49

1327.03

HKD

12547.02

12416.64

GBP

14406.57

14257.52

AUD

1156.47

1144.71

JPY

111.17

110.01

EUR

2898.34

2866.46

MYR

6950.93

6875.82

CNY

8966.00

8876.00 Sumber Bank Indonesia

Gantian, Massa Berdemo Dukung SBY-Boediono

DUKUNG SBY–Ratusan massa dari berbagai elemen masyarakat menggelar aksi mendukung SBY di Gedung DPRD Sumut, Senin (1/11).

Massa pendukung Presiden SBY-Boediono yang tergabung dalam Front Komunitas Indonesia Satu (FKI1), Senin (1/11) melakukan aksi unjukrasa di gedung DPRD Sumut, menyerukan dan mengajak rakyat serta politisi Indonesia untuk jujur dalam berdemokrasi dan jangan mengganggu pemerintahan yang sedang berjalan saat ini.

DALAM pernyataan sikap dibacakan S Sianturi menilai, Presiden SBY telah dipilih rakyat secara langsung. Karenanya, seluruh rakyat dan anak bangsa, untuk tidak lagi berupaya melakukan berbagai tekanan politik, sehingga Bersambung ke Hal. 15


Selasa 2 November 2010

andalas Lugas & Cerdas

PENERBIT PT. Star Media Internusa d/h. PT. Inti Media Nusantara PEMBINA Dr Eggi Sudjana SH MSi PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI Iskandar ST WKL PEMIMPIN UMUM/WKL PEMIMPIN REDAKSI/PENJAB H Baharuddin WAKIL PEMIMPIN UMUM II MA Siddik Surbakti PEMIMPIN PERUSAHAAN Amiruddin REDAKTUR PELAKSANA Agus Salim Ujung KOORDINATOR LIPUTAN Gusliadi Ritonga SEKRETARIS REDAKSI Cut Yulianti REDAKTUR Hamdani Nasution, Asril Tanjung, Hermawan,Yonan Febrian STAF REDAKSI Asiong, Robenson Sidabariba, Yunan Siregar, Raja P Simbolon Binsar Simatupang,Irwan Ginting,Ika Ramadhani, Felik Sidabutar FOTOGRAPHER Rony Muharrman MANAGER SIRKULASI Eddy H. Tambunan IKLAN Syarifah PENASEHAT HUKUM Syahril SH SpN; Nur Alamsyah SH MH; Abu Bokar Tambak SH MHum; A Herwan Bispo SH. ALAMAT REDAKSI/ TATA USAHA Jalan T Amir Hamzah Ruko Kompleks Griya Riatur Indah No. 182-184-186 Medan NOMOR REKENING BCA KCP Tomang Elok a/n Hasan Insja No. Rekening 7865044917 BRI KCP Kapten Muslim a/n Hasan Insya No. Rekening 0635-01-012885-50-4 Iklan Warna (FullColour) Rp. 15.000/mm kolom Iklan Hitam Putih Rp 10.000/mm kolom Iklan Keluarga/Ucapan Selamat Rp 3.500/mm kolom TELEPON (061) 8449800 FAKSIMILE (061) 8462800 EMAIL andalasmedan@gmail.com PENCETAK CV. Grafika Sumatera. Isi di Luar Tanggungjawab Pencetak

EDITORIAL

Pejabat Minim Empati "Mentawai itu jauh, itu pulau, kalau disapu tsunami, itu risiko kita tinggal di pulau,"kata Ketua DPR-RI Marzuki Alie. Pernyataan ini dikemukakannya menjawab pertanyaan wartawan menyangkut pendapatnya terhadap upaya penanggulangan pemerintah atas bencana Mentawai. Marzuki melanjutkan, jika tinggal di Mentawai, meski ada peringatan dini (early warning) atas kejadian gempa maupun tsunami dua jam sebelum kejadian, dipastikan tidak bisa keluar dari musibah. "Kalau tinggal di pulau itu, kalau sudah tahu dipandang berisiko, ya pindah saja," cetusnya seraya menyebutkan tinggal di pulau yang dilewati jalur gempa, peringatan satu hari pun tidak cukup untuk menyelamatkan diri. Entah sadar atau tengah mengigau, pernyataan Ketua DPR itu sudah pasti mengundang reaksi dan kecaman dari berbagai kalangan. Hal itu mencerminkan minimnya empati dari sang pemimpin institusi yang notabene bernama lembaga pengemban aspirasi rakyat. Agaknya inilah pula konsekuensi dari sistem politik kita dewasa ini, yang mensyaratkan pimpinan DPR harus berasal dari partai peraih suara terbanyak.Alhasil, politisi dari partai terbesar kemudian diberi 'jatah' sebagai Ketua DPR. Hal ini juga berlaku di DPRD kabupaten/ kota di seluruh Indonesia. Faktanya, banyak yang menduduki kursi penting dan sangat strategis itu, tidak didukung kompetensi yang bisa dipertanggungjawabkan. Ketika Marzuki Alie, dalam kapasitasnya kerap melakukan blunder. Termasuk berbagai pembelaannya terhadap aktivitas dewan yang terkesan menghamburhamburkan keuangan negara studi banding ke luar negeri, serta yang terbaru soal Mentawai itu, agaknya kesalahan tidak semata-mata menjadi miliknya Marzuki. Partai yang menjadi induk semangnya, juga patut dipermasalahkan. Mestinya sebelum memberikan kepercayaan kepada seseorang untuk duduk (memimpin) lembaga sevital DPR-RI, Partai Demokrat sudah seyogianya harus terlebih dahulu melakukan penelitian tak sekadar dalam level fit and proper test, melainkan juga meninjaunya dari berbagai aspek. Dari sisi kapasitas intelektual, mungkin saja Marzuki Alie tidak perlu diragukan lagi. Namun dari segi kepekaan sosial, yang bersangkutan barangkali belum cukup terlatih. Sosoknya yang sudah terpiasa mapan dan hidup berkecukupan kemungkinan menjadi salah satu faktor lemahnya empati mantan Sekjen partai yang kelahirannya dibidani SBY tersebut. Sejatinya tak cuma Marzuki saja yang minim empati. Banyak pejabat publik di negara kita juga kerap melakukan hal yang sama. Ketika bencana melanda di daerahnya misalnya, masih terdapat banyak oknum pejabat di pusat dan daerah yang kerap lalai dan tidak cepat tanggap menangani permasalahan yang dialami warganya. Pejabat yang minim empati ini tidak hanya disebabkan oleh kepribadian bersangkutan, yang sering hanya mendekati rakyat saat menjelang Pemilukada atau pemilu legislatif semata, melainkan juga karena kualitas kepribadiannya yang tidak terbiasa bersikap tulus dalam memikirkan kepentingan rakyat. Pejabat minim empati pada akhirnya hanya akan dijauhi rakyat, selanjutnya tidak akan pernah menjadi pemimpin yang benar-benar terpatri di hati rakyat. Selanjutnya, dia hanya akan dikenal sebagai pejabat/ tokoh yang sekadar numpang lewat saja dalam sejarah perpolitikan di tanah air. Begitulah.... (**)

MEDAN KITA

2 DBC Polonia Ancaman bagi Pejabat Negara Medan-andalas Munculnya rumah toko di kompleks perumahan mewah Distrik Bisnis Center (DBC) bukan saja menjadi ancaman bagi operasional penerbangan di Bandara Polonia, tetapi yang lebih dikhawatirkan adalah bisa menjadi ancaman terhadap keselamatan para pejabat VVIP termasuk Presiden atau Wakil Presiden ketika mendarat di Medan. Pasalnya, kawasan bisnis lokasinya terlalu dekat atau lebih kurang 150-200 meter dengan landasan pacu (runway) Bandara Polonia sehingga ada celah bagi orang-orang tertentu ataupun teroris untuk memasuki area runway dan gampang bagi orang untuk melemparkan sesuatu benda ke runway. GM Manager PT Angkasa Pura II

Bandara Polonia Kol (Pnb) Bram Bharoto Tjiptadi ketika dimintai tanggapannya, Senin (1/11) tentang adanya kekhawatiran Administratur Bandara (Adban) tentang keberadaan DBC itu yang bisa mengancam keselamatan penerbangan, membenarkan hal itu. Bahkan Bram Bharoto lebih mengkhawatirkan dari sisi potensi ancaman bagi keselamatan para pejabat utama atau VVIP (very very important person) seperti Presiden, Wapres, Panglima, Kapolri ataupun para Menteri termasuk para pemimpin dari berbagai Negara yang kebetulan mendarat ataupun berangkat dari Bandara Polonia. Menurut GM yang saat itu didampingi Firdaus SE, DBC yang memiliki ribuan rumah toko itu lokasinya sangat dekat dengan landasan pacu bandara internasional yang selama ini sebagai area sangat terbatas atau very restricted area. Dengan banyaknya masyarakat sipil yang tinggal tentu akan lebih mudah orang-orang tertentu yang punya niat jahat memasuki area runway bandara

harian andalas | Hal.

untuk melakukan sabotase terhadap pesawat ataupun fasilitas penerbangan. “Kalau kawasan itu nanti ramai bisa saja ada orang tertentu atau teroris yang masuk sebagai tamu ke kompleks itu kemudian menyusup diam-diam ke runway, siapa bisa menjamin apalagi malam hari,” kata Bram. Yang lebih parah lagi, lokasi itu kata Bram lebih gampang dijadikan sebagai tempat teroris untuk menembak pejabat penting termasuk Presiden ataupun Wakil Presiden. Soalnya, lokasinya dengan runway berada dalam jangkauan tembak terutama laras panjang. “Lihat tuh, jaraknya kan dekat sekali dengan runway, melempar batu saja ke runway gampang. Coba bayangkan kalau ada orang jahat semacam sniper menembak pesawat yang mengangkut Presiden, kan berabe mudah-mudahan jangan,” kata Bram. Menurutnya, tidak ada bandara internasional di dunia yang diperbolehkan mendirikan bangunan sipil sangat dekat dengan landasan pacu

bandara karena alasan keamanan dan keselamatan penerbangan. “Kita heran, kok instansi terkait tidak ada pikiran sampai ke hal-hal seperti itu ya, kok seenaknya saja memberikan izin mendirikan bangunan sipil di dekat landasan pacu. Tanah itu kan sudah dijual kepada pengusaha sehingga area itu nantinya bukan kewenangan TNI AU ataupun Angkasa Pura II. Kalau terjadi hal-hal tak diinginkan karena keberadaan perumahan itu siapa yang bertanggungjawab,” tegas Bram. Sebelumnya, Kepala Adban Polonia Razali Abubakar menegaskan, keberadaan perumahan mewah yang marak muncul berdekatan di sekeliling Bandara Polonia mengancam keselamatan penerbangan karena mengganggu pandangan pilot pesawat yang akan mendarat di landasan pacu Bandara Polonia. “Jaraknya lebih kurang 200 meter, beresiko terhadap landing dan take off pesawat. Gedung-gedung ini bisa berbahaya,” jelasnya. (RIL)

Reklame Perburuk Bandara Polonia JABAT TANGANKapoldasu Irjen Pol Oegroseno berjabat tangan dengan Ketua DPD KNPI Sumut HA Yasyir Ridho Lubis pada acara coffe morning Kapoldasu dengan pemuda, di Hotel Polonia Medan, Senin (1/11). andalas/ist

Kapoldasu: Sumut Bukan Sarang Teroris Medan-andalas Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu) Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Oegroseno SH menegaskan, kasus perampokan bersenjata dan penyerangan Mapolsek Hamparan Perak bukan murni aksi teroris, melainkan aksi kelompok bersenjata. “Di sini saya menegaskan, aksi bersenjata di Sumut yang terjadi selama ini bukan aksi teroris, tetapi murni dilakukan kelompok bersenjata,” tegas Kapoldasu dalam acara coffee morning antara Kapoldasu Irjen Pol Oegroseno SH dengan pimpinan OKP di Sumut yang dilaksanakan DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumut di Hotel Polonia Medan, Senin (1/11). Kapoldasu mengungkapkan, awal terjadinya kontak senjata antara aparat Poldasu dengan kelompok bersenjata terjadi saat pengejaran perampok Bank CIMB pada 30 September 2010, kemudian berhasil pada 1 Oktober berhasil melakukan para pelaku perampokan dan penerangan Mapolsek Hamparan Perak di kawasan Tebing Tinggi dan Deli Serdang. ”Karena itu secara pribadi saya

akan menabalkan 1 Oktober 2010 itu sebagai Hari Kesaktian Aparat Poldasu, karena berhasil mengungkap pelaku perampokan Bank CIMB Niaga,” tandas Kapoldasu. Sejak peristiwa perampokan Bank CIMB, papar Kapoldasu, aparat Poldasu terus melakukan berbagai upaya untuk mengungkap kasus perampokan tersebut. “Berbagai upaya kami lakukan, termasuk dengan teknologi, bahkan dukun,” aku Kapoldasu. Akhirnya, sebut Kapoldasu lebih lanjut, upaya tersebut membuahkan hasil positif dengan berhasilnya aparat Poldasu menangkap 11 pelaku, dimana 8 orang mati dan 3 orang hidup. “Dari penangkapan itu juga terungkap 9 pelaku tinggal di satu kelurahan yang sama, yakni di Belawan Bahagia, Kecamatan Medan Belawan. Timbul tanda tanya, apa sebenarnya yang terjadi dengan daerah ini,” sebut Kapoldasu seraya menyebutkan dari hasil kunjungan ke desa tersebut bahwa daerah itu sangat tertinggal. Berkenaan dengan temuan tersebut, Kapoldasu juga menyebutkan dirinya membuat satu konsep untuk kinerja Polri ke

depan, degan menempatkan satu polisi satu desa (one police on village). “Konsep keamanan polisi desa ini melihat dari pengalaman di Poso dan di Sumut,” ujar Kapoldasu. Sementara itu Ketua KNPI Sumut Ir H Ahmad Yasyir Ridho dalam sambutannya, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapoldasu yang telah berkenan meluangkan waktu bersilaturahmi dengan pimpinan kepemudaan di Sumut. KNPI berharap kegiatan ini hendaknya secara rutin dilakukan, sehingga bisa terjalin hubungan harmonis antara Polri dengan OKP dalam menjaga kekondusifan di Sumut. “Kami dari kalangan pemuda siap bekerjasama dengan Polri dan berharap silaturahmi ini bisa terus terjalin,” harap Ridho, seraya menegaskan acara coffee morning serupa akan dilakukan dengan Kajatisu. Hadir dalam acara itu Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Sumut, Rolel Harahap, Ketua MPW Pemuda Pancasila (PP) Sumut Anuar Shah (Aweng), Ketua GM FKPPI Sumut Nazaruddin Sihombing, dan para pimpinan OKP. Acara dipandu HM Daud Sagita Putra. (HAM)

Listrik Padam, Warga Mengeluh Medan-andalas Pemadaman listrik semakin parah. Senin (1/11), listrik padam selama lima jam lebih di beberapa kawasan di Kota Medan. Pelanggan pun kian mengeluh karena harus menanggung kerugian, PLN diminta perbaiki kinerja. Pantauan andalas kemarin, pemadaman listrik dilakukan di Kecamatan Medan Petisah, Jalan Pasundan, Jalan Punak, Jalan Meranti, Jalan Sekip dan Pasar tradisional Petisah. Keluhan diungkapkan para ibu rumah tangga dan pebisnis yang tidak bisa melakukan aktivitas. Armayani, warga Jalan Sekip,

mengatakan, selama listrik padam mulai pukul 09.30 WIB hingga sore hari, dirinya tidak bisa melakukan aktivitas seperti memasak nasi memakai rice cooker. “Pemadaman lebih dari lima jam ini sangat berat bagi pelanggan. Kami minta kepada PLN tidak melakukan pemadaman dalam waktu yang sangat lama seperti ini. Apalagi sering dilakukan,” keluh Armayani. Pemadaman listrik ini kata dia, tidak saja menghambat pekerjaan rumah tangga, denyut bisnis pelanggan yang menggunakan listrik juga seakan berhenti. Kondisi ini sangat dirasakan pengusaha rental

komputer dan rumah makan. “Kalau lampu sering padam dalam waktu yang lama seperti ini, tentu saja bisnis kami akan mati karena sebagian besar aktivitas menggunakan listrik,” kata Julius, pemilik warnet di Jalan Sekip Medan . Menurut Julius, bisnis warnet yang dikelolanya terpaksa tutup selama pemadaman listrik. Akibatnya dia tidak dapat pemasukan. Sebab itu, Julius berharap agar PLN bekerja secara professional, tidak melakukan pemadaman dalam skala waktu yang cukup lama dengan alasan klasik sedang perbaikan jaringan. (SIONG)

Medan-andalas Kepala Administratur Bandara (Adban) Polonia Medan, Razali Abu Bakar mengatakan, reklame yang tersebar dan terpasang di sekitar areal Bandara Polonia hanya akan memperburuk wajah bandara. Dia menyebutkan pihak Pemerintah Daerah Kota Medan bisa bersikap bijaksana dalam mengatur tata letak reklame di sekitar bandara. Dia juga menjelaskan, dengan pengaturan yang semrawut akan memperjelas bahwa pihak pemda tak menjual sisi buruk Kota Medan. “Wali Kota harus tegas. Reklame di sekitar bandara itu hanya membuat wajah Kota Medan semakin jelek saja,” tuturnya di sela-sela pemberangkatan calhaj kloter 18, Senin (1/11) di Bandara Polonia. Razali mengatakan, reklame yang berada tepat di Jalan Imam Bonjol dengan menggunakan foto salah seorang pejabat di Sumatera Utara, salah satunya yang menutupi Bandara Polonia. “Sudah cukup Gapura yang berada di simpang jalan Juanda itu. Tak perlu lagi ada reklame dan baliho setelahnya. Itu namanya tumpang tindih,” tuturnya. Dia mengharapkan Wali Kota Medan bisa menertibkan reklame-reklame di sekitaran Bandara Polonia. Menurutnya, sikap wali kota yang membersihkan reklame di depan pintu keluar Bandara Polonia beberapa waktu lalu sudah baik. Namun, sebaiknya jika ingin menertibkan reklame jangan pilih kasih. “Tertibkan saja semua reklame di sekitar bandara. Jangan pilih kasih. Biar lebih terang bandara dilihat wisatawan,” ungkapnya. (RIL)

andalas/asril tanjung

ALAT BANTU-Dua calhaj asal Tanjung Balai menggunakan alat bantu menuju tangga pesawat yang akan membawa mereka menuju Tanah Suci Mekkah.

Kloter Terakhir Bergabung dengan Calhaj Jakarta Medan-andalas Kelompok Terbang (Kloter) 19 atau kloter terakhir pemberangkatan jamaah calon haji asal Embarkasi Medan akan digabung keberangkatannya dengan jamaah haji dari embarkasi Cengkareng, Selasa (2/11). Hal itu dikemukakan Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan Abul Rahman Harahap ketika melepas kloter 18 di Bandara Polonia, Senin (1/11). Menurut Rahman, penggabungan ini disebabkan jumlah jamaah haji kloter terakhir ini hanya 114 orang, terdiri dari 97 jemaah Medan, 8 Deli Serdang, 4 Langkat, 3 Simalungun, dan 1 jamaah Tapsel. Di dalam kloter 19 ini juga terdapat dua calhaj yang tertunda keberangkatannya pada kloter sebelumnya akibat menderita sakit dan dirawat di Rumah Sakit Haji Medan. Sedangkan seorang calhaj kloter 19 bernama Trila Murni (49) dengan manives 073, menyatakan mengundurkan diri, karena seorang anaknya menderita sakit. “Trila mundur karena anaknya sedang dirawat di sebuah rumah sakit di Medan. Calhaj tersebut kemungkinan akan berangkat tahun depan,” ujar Humas PPIH Embarkasi Medan Drs HM Sazli Nasution kepada andalas di Asrama Haji Medan, kemarin. Sazli mengatakan, kloter 19 ini akan berangkat melalui Bandara Polonia pukul 08.30 Wib menuju Jakarta. Dari Jakarta diperkirakan pukul 13.00 WIB baru berangkat ke Jeddah. Nantinya akan ditambah 329 orang jamaah dari Jakarta,” katanya. Sazli juga menyatakan, tidak akan ada pelepasan khusus dalam pemberangkatan kloter terakhir ini. “Yang pasti, kloter terakhir ini akan dilepas oleh Ketua PPIH Embarkasi Medan Drs H Syariful Mahya Bandar MAP,” ucap Sazli. (RIL/HAM)


Selasa 2 November 2010

2011, Seluruh Kecamatan di Sumut Miliki Internet Medan-andalas Pelaksana Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) Gelora Viva Sinulingga mengatakan, tahun depan (2011) seluruh kecamatan di Sumatera Utara (Sumut) ditargetkan memiliki akses internet. “Hal ini sesuai dengan program Kementerian Informasi dan Komunikasi yang mencanangkan satu unit instalasi internet di setiap kecamatan. Untuk Sumut, program tersebut ditargetkan selesai pada Desember 2010,” ujarnya, Senin (1/11). Pada Desember nanti, sambung Gelora, akan selesai dipasang sebanyak 313 unit instalasi internet yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Sumut. Pemasangan di kecamatan yang masih minim atau bahkan tidak terakses internet ini akan menjadikan Sumut siap menghadapi era digital yang semakin dibutuhkan. “Pemasangan tersebut dilaksanakan oleh PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) sebagai pemenang tender yang dilaksanakan oleh Kementrian Informasi dam Komunikasi,” jelasnya. Selanjutnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) akan menjadi semacam pengawas di Sumut terkait realisasinya. Sementara kalau di perkotaan, misalnya, Kota Medan, program tersebut tentu tidak begitu dibutuhkan. Karenanya, tidak semua kecamatan masuk dalam program ini. “Namun, dengan adanya pemasangan instalasi ini, akan membuat Sumut menjadi lebih siap di era serba digital,” katanya, mengenai program yang dilaksanakan pada tahun ini. Lebih lanjut Gelora mengatakan, dengan adanya akses internet tersebut, maka secara bertahap program-program maupun sosialisasi yang akan diselenggarakan pemerintah pusat akan bisa diakses di setiap kecamatan. Pasalnya, setelah pemasangan tersebut terlaksana, maka akan dimulai penginstalan software-software terkait pemerintah pusat di masing-masing kecamatan. (WAN)

MEDAN KITA

harian andalas | Hal.

Tidak Indahkan SK Wali Kota Medan

Izin 8 Perusahaan Bus Terancam Dicabut Medan-andalas Sebanyak delapan perusahaan bus berbagai merek di Sumatera Utara yang tidak mengindahkan Keputusan Wali Kota Medan tentang penataan kawasan lokasi pool bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di wilayah Kota Medan sudah pernah diusulkan kepada Pemprovsu untuk dicabut izin trayek dan operasionalnya. Kepala Bidang Lalulintas dan Angkutan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan Edward Pakpahan mengatakan, Dishub melalui Pemerintah Kota Medan pada Desember 2008 lalu sudah mengusulkan agar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) memberikan sanksi administrasi berupa pencabutan izin trayek/izin operasional kepada beberapa perusahaan angkutan bus AKDP/AKAP yang berlokasi di Jalan SM Raja dan Jamin Ginting Medan. Perusahaan angkutan bus berlokasi di Jalan SM Raja yang diusulkan dicabut izin trayek dan operasonalnya adalah

CV Putra Melayu, KUPJ Tour, PO Muara Nauli, CV Tunas Kencana, Batang Pane Baru, dan CV Sartika Group. Sedangkan yang berlokasi di Jalan Jamin Ginting adalah CV BTN Jaya dan PO Pinem. “Semua itu izinnya diterbitkan oleh Gubernur Sumut. Untu itu kita usulkan agar izin trayek dan operasionalnya dicabut oleh Gubernur Sumut karena tidak mengikuti kententuan perundangundangan dan SK Wali Kota Medan Nomor 551.21/059/K/2008 tentang kawasan lokasi pool AKDP/AKAP di wilayah Kota Medan. Sayangnya, usulan itu belum direspon oleh Gubernur Sumut,” kata Edward kepada andalas di kantornya, Senin (1/11). Edward menjelaskan, melalui SK Wali Kota Medan Nomor 551.21/059/K/2008 ditetapkan bahwa kawasan lokasi pool angkutan AKAP dan AKDP di wilayah Kota Medan adalah sepanjang Jalan SM Raja mulai dari simpang Tritura ke arah selatan, sepanjang Jalan Tritura (Jalan AH Nasution) di sisi jalan arah selatan, sepanjang Jalan Brigjen Katamso mulai dari simpang Jalan Tritura menuju arah luar kota, dan Jalan Jamin Ginting, Jalan Simpang Selayang mulai dari simpang Jalan Ngumban Surbakti ke arah luar kota. Selanjutnya, Jalan Industri (Pasar III)/ Ring Road-Jalan Gagak Hitam sampai dengan simpang Jalan Gatot Subroto ke

TERANCAMSalah satu perusahaan bus/taksi CV BTN Jaya yang terancam dicabut izin trayek dan operasionalnya.

andalas/rony muharrman

arah luar kota, Jalan Menteng VII sisi arah timur, dan Jalan Letda Sujono mulai simpang Jembatan Tol ke arah timur. “SK Wali Kota Medan tersebut resmi berlaku sejak Juni 2008 lalu, dan untuk merealisasikannya tidak mungkin kita jaga terus setiap saat agar tidak dipatuhi. Kita harapkan kesadaran dari pegusaha lah,” ujarnya. Namun jika tetap membandal, lanjutnya, ke depan bisa jadi akan dilakukan penggusuran paksa dengan melibatkan seluruh Muspida Plus Pemerintah Kota Medan, mulai dari Polresta Kota, Polisi

Jalan KIM dan Tanjung Mulia Rusak Parah

Soal Limbah Medan-andalas PT Growth Sumatra (GS) yang bergerak di bidang pengolahan besi di Kawasan Industri Medan (KIM) Jalan KL Yos Sudarso, Lingkungan III, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, didemo puluhan warga, Senin (1/11). Pasalnya, PT GS dituding mencemari lingkungan yang mengakibatkan banyak warga terjangkit penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Pantauan wartawan di lapangan, puluhan warga mayoritas kaum ibu mendatangi lokasi pabrik sekitar pukul 10.00 WIB. Dalam orasinya, mereka meminta pihak pabrik bertanggung jawab terhadap penyakit yang disebabkan abu karat yang setiap harinya menyembur ke lingkungan masyarakat. “Pabrik racun, kami minta pertanggungjawaban pabrik. Anak-anak kami banyak sakit pernafasan garagara limbah pabrik ini. Jangan bunuh kami,” teriak para ibu saat menggelar aksi demo di depan pabrik PT GS. Kedatangan para ibu yang mengusung berbagai poseter bertuliskan kecaman terhadap pabrik PT GS itu, langsung disambut perwakilan perusahaan dari bagian humas, Jefri. Perwakilan perusahaan kemudian mengajak para ibu untuk musyawarah di kantor lurah. Di hadapan Lurah Mabar, Ansari Hasibuan dan kepala lingkungan III, Zulhamudin, pihak PT Growth Sumatera menyatakan akan menanggung pengobatan penyakit yang dialami masyarakat. Pihak perusahaan juga mengatakan akan memberikan bantuan sembako dan perbaikan rumah yang rusak. Selain itu, perusahaan juga akan segera memasang pengedap udara agar polusi tidak lagi mencemari lingkungan masyarakat. Tawaran itu kemudian diterima para ibu dan warga lainnya. Tak lama kemudian, para pengunjuk rasa membubarkan diri. Humas PT GS, Jefri kepada wartawan mengatakan, dalam waktu dekat ini mereka akan memperbaiki cerobong pabrik itu. “Kita sudah pesan alatnya, dalam waktu dekat ini kita akan segera perbaiki dan tidak ada lagi masalah. Begitu juga masalah di masyarakat akan segera kita tuntaskan,” katanya. (BIN )

Militer, Satpol yang nantinya berada di bawah koordinasi Forum Lalulintas Kota Medan sesuai dengan UU No 22 tahun 2009 tentang lalulintas dan angkutan jalan. “Untuk saat ini yang kami lakukan masih sebatas tindakan administrasi, misalnya jika ada di antara delapan perusahaan bus tersebut yang meminta rekomendasi penambahan trayek, pasti akan kita tolak. Upaya ini sudah kita terapkan kepada KUPJ Tour dan CV Sartika baru-baru ini yang meminta rekomendasi penambahan trayek,” tandasnya. (BEN)

Dinkes Dituding tak Tanggap Penyakit DBD

Medan-andalas Jalan Tanjung Mulia dan Kawasan Industri Medan (KIM ) Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, rusak berat. Akibatnya, para pengusaha truk dan pemakai jalan raya resah. Mereka meminta Pemko segera melakukan perbaikan jalan di kawasan itu. Keterangan yang diterima wartawan di lokasi, Senin (1/11) menyebutkan, walaupun sudah berkali-kali Wali Kota Medan berganti, namun jalan arah KIM dan Tanjung Mulia tak pernah terjamah oleh pihak pemko. Sementara ruas jalan ini sangat vital untuk angkutan kota dan truktruk yang membawa barang-barang ke/dari KIM. “Akibat jalan rusak parah, seringkali pengiriman barang ke KIM terhambat karena truk terjatuh dan bahkan jungkir balik,” ucap seorang supir kepada andalas. Kondisi jalan yang rusak parah juga tak jarang dimamfaatkan para “ninja” melakukan pencurian di atas truk yang mengakibatkan para pengusaha rugi. (BIN)

PT GS Didemo Ibu-ibu

3

andalas/yunan siregar

SIDAK-Direktur RSUPM dr Dewi F Syahnan SpTHT didampingi Wadir SDM dr Alisyahbana SpTHT saat berbincang dengan salah seorang pasien saat melakukan sidak, Senin (1/11)

RSUPM Butuhkan 200 Perawat Medan-andalas Rumah Sakit Umum dr Pirngadi Medan (RSUPM) membutuhkan 200-an tenaga perawat baik dari Akadsemi Perawat, S1 Keperawatan atau Nurse. Kebutuhan ini juga demi untuk peningkatan kinerja dan pelayanan rumah sakit. Hal itu dikatakan Direktur RSUPM dr Dewi F Syahnan SpTHT, Senin (1/11) di sela melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di ruangan rumah sakit milik Pemko Medan ini. “Kita sudah minta ke bagian Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemko Medan agar kekurangan itu dapat dipenuhi. Ini

juga untuk mendukung peningkatan kinerja dan pelayanan di rumah sakit ini,” kata Dewi. Dijelaskannya, saat ini RSUPM setiap 1 orang perawat melayani 67 pasien. Sedangkan idealnya untuk setiap 1 perawat melayani 3 pasien. Didampingi Wadir Bidang SDM dr Alisyahbana SpTHT, Dewi juga mengatakan, saat ini pihaknya tidak lagi menerima pegawai honorer. Hal ini, sesuai dengan arahan Wali Kota Medan Rahudman Harahap mengenai perlunya reformasi moral dan salah satunya diikuti dengan tidak lagi menerima pegawai honorer demi peningkatan

gaji pegawai honor yang sudah ada dan mereka bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi). “Pegawai honor yang ada saat ini ada sekitar 500 orang yang kita gaji. Untuk itu kita akan berusaha menaikkan gaji mereka yang sekarang Rp 300 rb sampai Rp 600 rb per bulannya,” ujar Dewi. Di samping itu, ia juga berujar, tahun 2011 nanti, pihaknya juga tidak lagi memperpanjang kontrak pegawai yang magang dalam waktu enam sampai satu tahun. Dengan tujuan agar pegawai bekerja sesuai tupoksi dan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. (YN)

Medan-andalas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan dinilai kurang tanggap terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Medan. Ironisnya, ketika persoalan ini diadukan ke Komisi B DPRD Medan, wakil rakyat ini terkesan tidak bisa berbuat soal penanganan penyakit tersebut. Hal ini disampaikan seorang warga Kelurahan Timbang Deli Kecamatan Medan Amplas, L Manurung kepada wartawan di gedung DPRD Medan, Senin (1/ 11). Menurutnya, permintaan kepada Dinkes dan dewan supaya dilakukan fogging (pengasapan) di lingkungannya belum terealisasi terkait anaknya, yakni Okyanto Manurung terkena DBD. Disampaikan L Manurung. Anak saya sejak Kamis lalu hingga saat ini opname di RS Elisabeth karena terjangkit DBD. Saya berharap, Dinkes segera melakukan fogging untuk mencegah penularan. Tapi tampaknya Dinkes dan DPRD tidak responsif dengan pengaduan kita. Apa menunggu korban dulu baru direspon,” kata Manurung dengan nada kesal. Sama halnya ketika persoalan ini dilaporkannya kepada Komisi B DPRD Medan, menurut Manurung, wakil rakyat yang membidangi kesejahteraan rakyat ini terkesan tidak mampu berbuat apa apa. Padahal, selaku wakil rakyat diharapkan mereka memfasilitasi pengadaan fogging. Anggota Komisi B DPRD Medan Khairul Salim membantah pihaknya kurang tanggap terhadap persoalan DBD. Menurutnya, pihaknya masih sebatas mendesak Pemko Medan untuk melakukan pembersihan parit dan penyemprotan. “Wali Kota Medan Rahudman Harahap harus tanggap atas penyakit berbahaya tersebut. Mewabahnya penyakit DBD di Medan menunjukkan kinerja Kadis Kesehatan dr Edwin tidak becus. Karenanya, wali kota harus mengevalusi kinerja Kadis Kesehatan Medan, karena terbukti tidak sanggup meminimalisasi penyakit DBD di Medan,” ujarnya. Hal senada diungkapkan Sekretaris Komisi B DPRD Medan, Juliadi Siregar. “Mestinya, Dinas Kesehatan terus melakukan pemberantasan penyakit DBD, agar tidak menimbulkan korban,” tandasnya. Terpisah, Kasubag Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi Medan, Edison Peraingin-angin menyebutkan, sejak 1 Oktober-7 Oktober 2010 lalu, ada 13 anak yang terjangkit DBD masuk ke rumah sakit milik Pemko Medan ini. (YN)

Penyapu Jalan Temukan Bayi di Kampus USU Medan-andalas Bayi berjenis laki-laki yang ditemukan petugas penyapu jalan, di kawasan kampus USU Medan, Senin pagi (1/11) sekitar pukul 09.00 WIB. Karena dianggap tidak memilki orang tua yang jelas, bayi tersebut lalu diserahkan kepada pihak Dinas Sosial Kota Medan.

Untuk menjaga kondisi kesehatan bayi, pihak dinas sosial selanjutnya menyerahkan bayi tersebut ke RSU dr Pirngadi Medan untuk mendapatkan perawatan. Wadir Pelayanan Medik RSU Pirngadi, dr Amran SpJP saat dikonfirmasi mengatakan, rumah sakit hanya merawat bayi.

Sedangkan yang mengasuh adalah dinas sosial. Ini mengingat bayi ditemukan di pinggir jalan, ditakutkan akan terjadi infeksi. “Makanya kita dipercaya untuk merawat bayi tersebut sesuai dengan fungsi rumah sakit,” ujarnya. Mengenai lamanya waktu perawatan, Amran belum bisa

memastikan, namun dirinya mengatakan, akan segera mengembalikan bayi tersebut ke dinas sosial jika kondisinya benar-benar dinyatakan sehat. “Seperti beberapa waktu yang lalu kita juga pernah merawat bayi yang dilahirkan dari wanita kurang waras,” ujarnya. Dari informasi yang diper-

oleh dari perawat ruang Neonati RSU Pirngadi mengatakan, bayi laki-laki yang dilahirkan oleh wanita tanpa identitas tersebut, memiliki berat badan 2220 gram dan panjang 51cm. “Bayi tersebut sejauh ini masih dalam kondisi sehat dan masih terus mendapatkan perawatan,” ungkap seorang perawat. (YN)


HUKUM & KRIMINAL

Selasa 2 November 2010

KILAS

andalas/sondang silalahi

Barang bukti ganja yang disita Polres dari tersangka Suryadi.

Polres Dairi Ringkus Penjual Ganja Sidikalang-Andalas Polres Dairi berhasil menangkap tersangka Suryadi (24) yang diduga sebagai penjual ganja. Tersangka diringkus saat menunggu calon pembeli di letter Z KM 11, Kecamatan Siempat Nempu Hulu di lapo milik Marlon Tp bolon. Demikian dikatakan Kapolres Dairi AKBP Yustan Alpiani SIK MHum melalui Kasat Narkoba AKP Diriono Sihotang kepada wartawan Senin (1/11) di ruang kerjanya. “Keberhasilan itu berkat informasi dari warga. Kita baru menangkap Suryadi, sedangkan temannya Jhon Tarigan luput dari kejaran petugas sehingga jadi DPO bagi polisi,” ujar AKP Diriono Sihotang. Disebutkan AKP Diriono Sihotang bahwa sebanyak 797,3 gram ganja dan sepeda motor Supra X plat BB 4731 YD serta satu unit HP diamankan oleh petugas untuk dijadikan sebagai barang bukti. “Saat ini tersangka ada di sel polisi guna menjalani proses hukum dan dia dikenai Pasal 114, 115, 111 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkoba. Dapat dikenai hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun,” jelasnya. (SS)

Sat Tipiter Poldasu Tidak Kooperatif Medan-andalas Sepertinya upaya Polri untuk transparan dalam menyidik kasus tindak pidana, tidak didukung Satuan IV Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Direktorat Reskrim Polda Sumut. Paling tidak, salah satu buktinya dalam kaitan penyidikan kasus dugaan illegal logging di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) kini tengah ditangani Satuan Tipiter. Meski telah berulang kali dikonfirmasi langsung maupun via telepon seluler tentang perkembangan penyidikan kasus illegal logging di Humbahas, Kasat IV Tipiter Reskrim Polda Sumut, AKBP Manumpak Butarbutar enggan menjawab. Pekan lalu, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Drs Baharudin Djafar kepada wartawan mengatakan, mantan Pelaksana tugas (Plt) Kadishut Humbahas, Onggung Silaban (OS) telah ditetapkan sebagai tersangka, akan diperiksa lanjutan pada pekan ini. "Ha, tengoklah, udah tiga kali saya hubungi pun tidak diangkatnya (maksudnya AKBP Manumpak Butar-butar) juga, jadi apa yang mau saya sampaikan kepada kalian (wartawan-red)," kesal Kasubbid Dok Liput Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan seraya memperdengarkan nada aktif telepon seluler AKBP Manumpak Butar-butar kepada wartawan, Senin (1/11). Kesan tidak kooperatif itu juga ditunjukkan AKBP Manumpak Butar-butar ketika wartawan melakukan konfirmasi langsung ke telepon seluler miliknya. Perwira Menengah (pamen) yang sudah sekitar empat tahun menjabat Kasat Tipiter Direktorat Reskrim Polda Sumut itu, tidak menanggapi short message service (SMS) yang dilayangkan ke telepon selulernya ke nomor 08126570321. Padahal, Direktur Reskrim Polda Sumut, Kombes Pol Drs Agus Andrianto, SH ketika dikonfirmasi perkembangan penyidikan seputar kasus illegal logging Humbahas, telah mengarahkan agar langsung kepada AKBP Manumpak Butar-butar. "Langsung ke kasatnya aja yang bang," tandas Kombes Pol Drs Agus Andrianto. Sebelumnya, Satuan Tipiter Polda Sumut telah menetapkan OS sebagai tersangka dalam kasus dugaan illegal logging di Kabupaten Humbahas karena mengeluarkan Izin Pemanfaatan Kayu Tanah Masyarakat (IPKTM) kepada sejumlah perambah. Namun, terhadap OS tidak dilakukan penahanan karena dinilai kooperatif semasa menjalani penyidikan. "Proses penahanan adalah kewenangan penyidiknya," terang Baharudin. (STARBERITA)

4

Jurtul Togel Diciduk

Ke Polsek karena Foto Bugilnya di Facebook Stabat-andalas Merasa tidak senang foto-foto bugilnya muncul di facebook, seorang istri berinisial RAD (28) penduduk Jalan Lagan By Pass Kelurahan Alur Dua Kecamatan Sei Lepan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mengadu ke Mapolsek Pangkalan Brandan. Kapolsek Pangkalan Brandan AKP HM Kosim Sihombing, yang ditemui, Senin, di Pangkalan Brandan membenarkan adanya laporan dari RAD ke polseknya. Kapolsek AKP Kosim Sihombing mengatakan RAD mengadukan hal itu setelah melihat foto-foto bugil korban di situs facebook, yang dilakukan oleh RL (30), yang alamatnya di Jalan Iswahyudi Lor Subur Kelurahan Pasir Putih Kecamatan Jambi Selatan Kota Jambi. Pengaduan tersebut diterima, Sabtu (30/10) sekitar pukul 23.30 WIB, oleh korban sendiri yang datang ke Polsek Pangkalan Brandan. RAD melaporkan bahwa foto-foto bugilnya beredar di facebook, setelah RAD menerima laporan dari temannya, bahwa beredar foto bugilnya. Merasa tidak percaya korban lalu melihatnya di internet, ternyata benar. Namun korban RAD juga menjelaskan bahwa sebelum beredarnya foto- foto dirinya tersebut, tersangka RL pernah mengancamnya untuk meminta uang kepada korban. Bila tidak diberikan, kata RAD, dalam pengaduannya, maka RL akan menyebarkan foto-foto tersebut di situs facebook. AKP Kosim juga menjelaskan bahwa sebenarnya RAD dan RL adalah pasangan suami istri, namun sudah beberapa bulan ini mereka berpisah. "Kita akan kumpulkan bukti-bukti lainnya, termasuk juga saksi-saksi. Selain itu juga kita perlu saksi ahli, untuk mengetahui kasus ini secara detailnya, katanya. (ANT)

harian andalas | Hal.

andalas/Supryadi

DPERIKSA - Sumhar Siregar ketika diambil keterangannya di Mapolsek Pantai Cermin.

Pantaicermin-andalas Sumhar Siregar (29) warga Dusun III, Desa Naga Kisar, Pantai Cermin, Serdang Bedagai, Senin (28/10) sekira pukul 13.30 WIB diringkus tim buser Polsek Pantai Cermin. Pasalnya, pria berprofesi sebagai petani tersebut nekat menjadi jurtul togel beromzet ratusan ribu rupiah per putaran karena himpitan ekonomi keluarga. Di ruangan Mapolsek Pantai Cermin, tersangka mengaku dari upah 10 persen per putaran yang disetor ke bandar marga Sinaga warga Sei Bamban, Sergai, bisa untuk membantu kebutuhan ekonomi keluar-

ganya. “Aku baru sepekan jadi jurtul togel bang, dari upahnya yang kuperoleh bisa untuk bantu kebutuhan keluarga,” jelasnya Kapolsek Pantai Cermin melalui Kanit Reskrim Aiptu A Muis mengatakan, tersangka ditangkap sedang menulis togel di warung kopi Dusun VII, Desa Naga Kisar. Bersama barang bukti berupa uang Rp175 ribu, 1 buah buku tafsir mimpi, 1 pulpen, 2 buah blok notes serta 2 lembar kertas togel kita amankan. Perbuatanya tersangka dijerat pasal 303 KUHP tentang Perjudian, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara, tandas Lili. (RYAD)

LBH Medan Protes Hukuman Penembak Zainal Medan-andalas Lembaga Bantuan Hukum Medan (LBH) memrotes keras putusan sidang disiplin institusi Polri memberikan hukuman ringan bagi oknum anggota Polsekta Medan Kota yang menembak kaki Zainal Abidin (45) juru parkir yang dituduh sebagai pembunuh Komisaris PT Sewangi Sejati Luhur Medan, Kusuma Wijaya. “Vonis yang dijatuhkan dalam sidang disiplin internal Polri terhadap oknum anggota polisi yang bersalah melakukan penembakan tanpa prosedur sangat tidak setimpal dengan penderitaan Zainal Abidin sebagai korban,” tegas Surya Adinata SH MKn dari LBH Medan selaku kuasa hukum Zainal Abidin kepada sejumlah wartawan, Senin (1/11). Menurut Surya, selaku kuasa hukum Zainal Abidin, pihaknya keberatan terhadap hukuman ringan itu. Apalagi kliennya sebagai korban tidak pernah diperiksa atau diundang pada sidang displin yang digelar institusi Polri itu.

“Gimana memutuskan hukuman perkara secara adil, sedang korban yang mengalami penembakan dan penyiksaan tidak pernah diperiksa, jadi wajar kita pertanyakan apa dasar dari putusan itu,” tegas Surya. Surya menilai, kasus ini merupakan bentuk dari kegagalan Polri khususnya Polda Sumut mereformasi diri. “Kami sangat mengharapkan Kapolda segera memberikan sanksi berat kepada bawahannya yang bersalah,” tegas Surya. Surya menjelaskan, Brigadir Aulia anggota Polsekta Medan Kota yang melakukan penembakan hanya dihukum penjara selama tujuh hari,di samping menerima sanksi karier dengan penundaan kenaikan pangkat selama satu tahun. Begitu juga dengan Iptu Khairul Yani, juru periksa (juper) Polsekta Medan Kota yang menangani kasus Zainal hanya dihukum penundaan gaji berkala selama setahun dan teguran tertulis. Hal sama juga dijatuhkan kepada mantan Kanit, Iptu Adnan P yang menurut informasi hanya mendapat hukuman teguran tertulis. Sedangkan mantan Kapolsekta Medan Kota Darwin Ginting belum diberikan sanksi. Para oknum polisi itu dinilai terbukti melanggar Pasal 6 huruf (a) PP

RI No 2 Tahun 2003 Yo Perkap No 7 Tahun 2006 tentang Pelanggaran Disiplin dan Profesi Kepolisian. Menurut Surya, hukuman yang diberikan institusi Polri terhadap oknum polisi yang terbukti bersalah dalam kasus Zainal belum memenuhi rasa keadilan. Tindakan oknum polisi yang melakukan penembakan terhadap Zainal ini tergolong berat dan fatal. Seharusnya hukuman yang diberikan juga sesuai, misalnya dibebastugaskan sebagai penyidik atau dimutasi ke luar daerah, hingga memberi efek jera untuk tidak berbuat semenamena selaku aparat penegak hukum. Demi keadilan bagi kliennya Polri harus menggelar sidang kode etik bagi oknum anggota Polsekta Medan Kota tanpa terkecuali. Sedangkan, laporan pidana Zainal ke Direskrim akan didesak segera ditindaklanjuti. Seperti diberitakan, Zainal ditangkap polisi di rumahnya dan dibawa ke salah satu tempat di kawasan Medan Johor. Di lokasi itulah oknum polisi itu mengeksekusi kedua kakinya. Dia dipaksa mengaku sebagai pembunuh Kesuma Wijaya Peristiwa itu terjadi tanggal 25 Mei 2009, Zainal ditangkap dan mengalami penyiksaan oleh oknum polisi dari Kepolisian Sektor Medan Kota.

Metode penangkapan dinilai kuasa hukumnya lebih kepada penculikan dari pada sebuah penangkapan. Polisi secara brutal menyiksa Zainal setelah membawanya ke dalam sebuah mobil dan berputar-putar keliling kota. Bukannya langsung menuju kantor polisi. Di sebuah tempat, Zainal diturunkan dan di sana dieksekusi tembak oleh polisi. Padahal saat itu Zainal sudah tidak berdaya. Akibat penyiksaan ini, Zainal mengalami gangguan fisik dan psikis. Kedua kakinya jadi cacat karena ada proyektil bersarang di kaki. Setelah proses penyidikan diduga diwarnai penyiksaan BAP Zainal akhirnya tuntas diselesaikan aparat kepolisian, kemudian dinyatakan P21 oleh Kejaksaan Negeri Medan. Setelah itu, Zainal pun diadili di Pengadilan Negeri Medan, didakwa melakukan pembunuhan keji. Setelah melalui persidangan yang panjang, majelis hakim menjatuhkan putusan vonis bebas kepada Zainal karena tidak terbukti melakukan perbuatan pidana. Pascaputusan bebas itu Zainal dan istrinya bersama kuasa hukumnya pun mulai bergerilya mencari keadilan menuntut polisi yang telah menembaknya. Laporan pengaduan masuk ke Propam Poldasu. (FEL)

Anggota Geng Motor Bentrok, 1 Sekarat Ditabrak Truk, Ibu Tewas dan Anak Sekarat

Medan-andalas Anggota sesama geng motor bentrok di kawasan Jalan Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan pada Minggu (31/10). Akibatnya, salah seorang anggota geng motor, Kawal Tayudea (17) warga Jalan jamin Ginting Gang Senire terluka hingga sekarat. Menurut informasi yang diterima Starberita dari Rumah Sakit Boloni tempat korban Kawal dirawat, korban mengalami luka benturan di bahagian kepala belakang sehingga kondisinya sekarat dan tak dapat berbicara. Pihak Polsekta Medan Baru yang turun melakukan penyelidikan men-

dapat informasi dari warga bahwa di Padang Bulan VICA Net diduga kuat menjadi tempat berkumpulnya anggota geng motor yang menganiaya Kawal. Sementara petugas Patra Brimob yang melakukan patroli di kawasan Jalan Setia Budi Komplek Melala Mas, mengamankan empat anggota geng motor. Keempatnya diserahkan ke Mapolsekta Sunggal pada Minggu (31/10) dan diperiksa polisi karena membawa senjata tajam berupa pisau sangkur. Kini keempat geng motor diduga terlibat bentrokan antarsesama anggota geng motor hingga menyebabkan korban Kawal Tayudea salah satu anggota

geng motor terkapar. Keempat pemuda anggota geng motor yang diamankan yakni Septian, Natanael, Samuel, dan Tino. Kapolsekta Sunggal Ajun Komisaris Polisi Sony Marisi Nugroho Tampubolon Sik yang dikonfirmasi mengatakan keempat anggota geng motor yang telah diamankan tersebut akan dipulangkan. Namun Tim Identifikasi terlebih dahulu mengambil sidik jari keempat pemuda tersebut untuk pertinggal bukti apa bila ada indikasi keterkaitan dalam penganiayaan Kawal. (STAR -

BERITA/DI)

Pemakai Shabu Shabu Diringkus Medan-andalas Polsekta Medan Area berhasil meringkus seorang pemakai narkoba jenis shabu shabu, di Jalan AR Hakim Gang Buntu, Medan, Senin (1/11). Tersangka Ahok, warga Jalan AR Hakim Gang Dahlia, Medan, ditangkap petugas karena terbukti memiliki satu paket shabu shabu yang ditemukan petugas di saku celananya, saat penggerebekan di Lapo Tuak Sudung Nainggolan, di Jalan AR Hakim Gang Buntu, Medan. Saat dimintai keterangan di Mapolsekta Medan Area, tersangka yang

sebelumnya pernah ditangkap karena kasus narkoba jenis ganja, mengaku tidak mengetahui kalau ada shabu shabu di saku celananya. “Saya Tidak tahu kalau ada shabu shabu di saku celana saya,” ujar Ahok. Pihak Polsekta Medan Area, saat dikonfirmasi melalui Kanit Reskrim Iptu J Banjarnahor mengatakan, penangkapan atas tersangka, dilakukan atas informasi dari masyarakat yang resah dengan banyaknya pemakai narkoba di kawasan tersebut. “Tersangka kami tangkap atas infor-

masi dari masyarakat,” ungkap Kanit Reskrim. Ditambahkan Kanit, informasi dari masyarakat tersebut ditindaklanjuti pihak polisi dengan menurunkan anggota untuk melakukan penyelidikan hingga berhasil meringkus tersangka di salah satu lapo tuak di kawasan Jalan AR Hakim. Tersangka yang kini mendekam di tahanan Polsekta Medan Area, dijerat Pasal 112 UURI No 35 tahun 2009 tentang kepemilikan narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara. (STARBERITA)

Cabuli Anak di Bawah Umur, Diadukan ke Polisi Tidak terima anaknya yang masih balita diperlakukan tidak sononoh, Iskandar (30) bersama istrinya, Elia Br Ritonga (27) mengadukan Rh (18) warga Jalan Pasar I, Lingkungan VIII, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli ke Polsek Labuhan, Senin (1/11).

R

h yang notabene masih tetangga pasangan suami istri itu, diadukan atas tuduhan telah melakukan percobaan pemerkosaan terhadap YS, anak mereka yang masih berusia 3 tahun. Keterangan yang diterima wartawan menyebutkan, Rh yang sudah

putus sekolah dari salah satu SMU di kawasan Mabar ini kesehariannya pengangguran. Anak mereka, YS, selama ini kerap bermain di halaman rumah Rh. Dugaan pencabulan yang dilakukan Rh terhadap YS berawal ketika buah hati satu-satunya hasil perkawinan Iskandar dan Elia kerap menangis sambil menunjukkan kemaluannya. Merasa curiga dengan gelagat putrinya yang selalu menangis dan menunjukan kemaluannya itu, pasutri itu membujuk korban agar menjelaskan apa yang dialaminya. Dari pengakuan korban, pria tetangganya itu telah melakukan tindakan tak senonoh terhadap anaknya. Saat hal itu dipertanyakan kepada Rh, pemuda tersebut me-

ngelak. Pasutri tersebut pun kecewa dan memutuskan mengadukan persoalan itu ke polisi. Usai membuat laporan pengaduan itu kedua orang tua korban dianjurkan petugas polisi untuk membuat Visum ke rumah Sakit Pringadi medan. Hasil pemeriksaan diketahui kalau korban Kemaluannya Koyak. Sayangnya laporan pengaduan korban dengan Nomor B/90/X/2010 di Kepolisian Pelabuhan Belawan tidak pernah digubris. Buktinya pelaku yang diduga mencabuli korban masih bebas berkeliaran, bahkan selalu mengejek kedua orang tua korban. Iskandar dan Elia Br Ritonga ini mengharapkan pihak Polres Pelabuhan Belawan menangkapan Rh dan memrosesnya. (BIN)

Labuhan-andalas Malang benar nasib Meliana warga Jalan Jaring Udang I ini. Baru turun dari angkot Mekar Jaya BK 1042 GF lin Belawan-Pinang Baris, dia ditabrak truk BK 9089 LF tanpa muatan hingga tewas. Sementara anaknya sekarat. Peristiwa ini terjadi pada Senin (1/10) sekira pukul 18.15 WIB di Jalan KM XX Pekan Labuhan. Informasi yang diperoleh, saat korban Meliana bersama anaknya baru turun dari angkot jurusan Belawan menuju Medan sampai di Jalan KM XX Pekan Labuhan ditabrak truk yang datang dari Belawan menuju Medan. Begitu tiba di Rumah Sakit Ameta Sejahtera, korban Meliana tewas, sedang anaknya sekarat. Warga setempat menyebutkan, saat itu korban bersama anaknya naik angkot Mekar Jya dari Belawan ke Medan. Tiba di Jalan Mawar KM XX Pekan Labuhan korban turun dari angkot itu. Tiba-tiba datang truk yang melaju cukup kencang. Melihat ada angkot berhenti, sopir truk tak dapat mengelak dan menghantam belakang mobil angkot Mekar Jaya. Sementara korban yang baru turun tercampak dan terseret. Akibatnya korban dan anaknya terkapar di badan jalan. Warga yang melihat kejadian itu sangat kaget dan langsung berbondongbondong mendatangi lokasi kejadian. Sementara sopir truk yang melihat warga datang langsung kabur meninggalkan truknya. Sopir angkot yang sempat kaget langsung turun dan mengejar sopir truk. Namun sopir truk tak berhasil ditangkap. Sopir angkot tersebut dibantu warga kemudian menolong korban dengan membawanya ke Rumah Sakit Ameta Sejahtera di Jalan Simpang Kantor Labuhan. Sampai di rumah sakit, Meliana tewas, sedang anaknya sekarat dan masih dalam perawatan dokter. Kanit Lantas Polsekta Belawan Ipda Ilham Damanik melalui anggotanya Malango di Rumah Sakit Ameta Sejahtera membenarkan adanya kejadian itu. “Sopir truk berhasil kabur. Kedua kendaraan sudah kita amankan,” ujarnya. (BIN)


Selasa 2 November 2010

6.500 Ton Beras Vietnam Tiba di Belawan Belawan-andalas Sebanyak 6.500 ton beras impor asal Vietnam yang diangkut Kapal MV Orient Bright melakukan pembongkaran muatan di Dermaga 109 Pelabuhan Belawan, Medan, Senin (1/11). Pantauan wartawan di Dermaga 109 terlihat para tenaga kerja bongkar muat menurunkan beras-beras dalam kemasan karung ukuran 50 kg tersebut dari atas kapal. Beras-beras itu dimuat ke atas truk untuk selanjutnya dibawa ke gudang-gudang penyimpanan. Menurut data yang diperoleh di Pusat Pelayan Satu Atap (PPSA) Pelindo I Belawan, ribuan ton beras asal Vietnam itu diekspedisikan sebuah perusahaan bongkar muat yang beralamat i di Jalan Karo, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan. Seperti diberitakan andalas sebelumnya, hingga akhir tahun ini, Sumut mendapat kuota sebanyak 45 ribu dari 300 ribu ton beras yang diizinkan untuk diimpor oleh Perum Bulong dari Vietnam. Beras impor tersebut akan masuk secara bertahap mulai awal November 2010. Kepala Seksi Humas Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Sumut Rusli Siregar SE yang dihubungi andalas belum lama ini menjelaskan, kebijakan impor beras dari Vietnam tersebut ditempuh karena stok beras di Bulog hingga akhir tahun diprediksi tidak sesuai target pengadaan akibat adanya perubahan iklim. Menurutnya, beras impor dari Vietnam tersebut dipastikan tidak akan memengaruhi harga hasil panen para petani khususnya di Sumut. Pasalnya, beras impor tersebut sifatnya untuk mengantisipasi kebutuhan dalam negeri pada saat-saat tertentu. “Petani tidak usah khawatir, karena Itu (beras imporred) bukan untuk kebutuhan pasar, tetapi hanya sebagai cadangan pemerintah untuk mengantisipasi jika ada gejolak harga beras di pasar dan persediaan beras untuk rakyat miskin (raskin),” jelasnya. (BIN/BEN)

Langkat Berencana Bangun 11.063 Unit Rumah Nelayan Stabat-andalas Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa MA menyambut baik rencana Pemerintah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, untuk mendapatkan bantuan pembangunan 11.063 rumah layak huni bagi nelayan dan pegawai negeri sipil. Hal itu disampaikan Menpera Suharso Monoarfa ketika menerima Bupati Langkat Ngogesa Sitepu di ruang rapat Kantor Kementerian Perumahan Rakyat di Jakarta, Senin, seperti yang disampaikan Bupati Langkat kepada ANTARA dari Jakarta. Menurut Bupati, Menteri Perumahan Rakyat mengapresiasi inisiatif yang dilakukan Pemkab Langkat itu. "Pak Menteri juga mengingatkan agar kawasan permukiman yang akan dibangun tidak melegalkan kawasan permukiman yang memang menyalahi Rencana Umum Tata Ruang Wilayah (RUTRW)," kata Bupati. Dalam menindaklanjuti rencana dimaksud, Pemkab Langkat diminta untuk mengkoordinasikan ketersediaan lahan sehingga rencana bisa direalisasikan segera. Pembangunan permukiman layak huni, kata Menteri, tetap dilakukan bertahap dengan biaya murah dan masyarakat harus pula disadarkan akan pentingnya rumah sehat layak huni. Setelah kajian administratif, Kementerian akan meninjau langsung lokasi bagi pembangunan permukiman tersebut, kata Bupati Langkat. (ANT)

EKONOMI-BISNIS

harian andalas | Hal.

5

Waspadai Suku Cadang Motor Berkualitas Rendah Medan-andalas Pesatnya pertumbuhan penjualan sepeda motor di Indonesia khususnya di Sumatera Utara, mendorong peningkatan pada bisnis penyediaan maupun penjualan suku cadang sepeda motor. Saat ini banyak suku cadang beredar di pasar baik buatan lokal maupun produk impor, namun tak sedikit di antaranya yang berkualitas rendah sehingga jika digunakan malah akan membuat usia pakai kendaraan menjadi lebih singkat. "Masyarakat harus waspada dengan beredarnya suku cadang yang berkualitas rendah ini," kata Direktur PT W-Standard Indonesia, Djohan J Japutra, distributor suku cadang sepeda motor kepada wartawan di Medan, Minggu (31/10). Djohan menjelaskan berdasarkan data yang ada, pada 2009 penjualan sepeda motor di Indonesia mencapai 5,8 juta unit. Tahun ini angka tersebut dipastikan meningkat kerena selama Januari-Agustus saja, penjualan sepeda motor sudah mencapai 5 juta unit.

Tingginya angka penjualan sepeda motor tersebut juga membuka peluang bagi bisnis suku cadang. Sebagai gambaran, tuturnya, saat ini ada sekitar 700 perusahaan yang berkecimpung di bisnis sepeda motor, khususnya dalam hal penyediaan suku cadang. "Selain menjadi peluang yang cukup besar, tingginya penjualan sepeda motor juga menjadi salah satu pendukung pertumbuhan ekonomi nasional serta penyerapan tenaga kerja. Indonesia, menjadi salah satu negara, selain China dan India yang ekonominya tetap tumbuh saat krisis global," jelasnya. Banyaknya suku cadang berkualitas rendah yang beredar di pasar ini menjadi perhatian dari W-Standard Indonesia untuk menyediakan suku cadang sepeda motor dengan kualitas terjamin na-

PDAM Tirta Wampu Terus Tingkatkan Pelayanan Pangkalan Brandan-andalas PDAM Tirta Wampu Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat akan melakukan perehaban tangki pengolahan di WTP I Pelawi. Pekerjaan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pelayanan air minum kepada pelanggan di wilayah Kecamatan Babalan, Sei Lepan, dan Brandan Barat. "Diharapkan dengan selesainya pekerjaan perehapan tersebut nantinya, distribusi air minum ke rumah masyarakat akan semakin baik," katanya Kepala PDAM Tirta Wampu Pangkalan Branda DP Sinulingga kepada andalas, Senin (1/11) di kantornya. Menurut Sinulingga perehaban pada tangki pengolahan di Water Treament Plant (WTP) I Pelawi yang berlokasi di Jalan Datuk, Desa Pelawi Utara tersebut dilakukan mulai 3 hingga 16 Nopember 2010. Ini merupakan proyek Provinsi Sumatera Utara yang diyakni akan sangat berguna hasilnya bagi peningkatan pelayanan PDAM Tirta Wampu Pangkalan Branda kepada pelanggan nantinya. "Ada empat unit tangki WTP yang akan diperbaiki maupun diganti. Pekerjaan ini tidak lain sebagai upaya kita meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat yang semakin hari semakin meningkat kebutuhannya. Kita ingin memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada pelanggan seperti harapan yang selalu disampaikan Pak Bupati Langkat, Ngogesa Sitepu," terangnya. Hanya saja saat berlangsungnya perehaban itu nantinya, distribusi air kepada masyarakat akan mengalami gangguan. Untuk itu pihaknya meminta maaf kepada para pelanggan yang nantinya mengalami gangguan distribusi air. "Ini merupakan risiko dari upaya kita meningkatkan pelayanan. Kami berharap masyarakat pelanggan dapat mengetahui dan memahaminya karena kami ingin berusaha memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat pelanggan," katanya. (HAS)

Ilustrasi mun dengan harga terjangkau. Menurutnya, suku cadang yang dipasarkan W-Standard Indonesia merupakan produksi dari Winrong Industrial

Co Ltd yang berasal dari China. Saat ini peredaran suku cadang buatan perusahaan tersebut sudah beredar di 30 negara dan telah mengantongi ber-

bagai standar mutu internasional. "Untuk Indonesia, W-Standard Indonesia telah mendapat sertifikat ISO 9002-2000 yang merupakan sistem manajemen mutu. Ini adalah bukti bahwa WStandard berkomitmen penuh untuk memuaskan pelanggan. Kita juga telah menyediakan suku cadang untuk sepeda motor matic," tuturnya. Produk yang dipasarkan WStandard memiliki kualitas yang sama dengan produk asli, namun harganya cukup terjangkau. Setiap produk yang dihasilkan sudah melewati proses pengujian ketat dengan menggunakan mesin canggih dan ditangani insinyur serta teknisi andal. "Untuk mendukung distribusi, kita sudah bekerja sama dengan sekitar 300 bengkel yang ada di Kota Medan. Kami akan terus memperluas layanan suku cadang ini, baik di Medan, Sumut, dan secara nasional," tegasnya sambil menambahkan bahwa W-Standard merupakan Original Equipment Manufactured (OEM) untuk pabrik sepeda motor Honda, Yamaha, dan Suzuki. (GUS)

Luas Areal Pertanian Sumut Berkurang 16.388 Ha Medan-andalas Luas areal panen padi di Sumatera Utara pada tahun 2010 diperkirakan turun 16.388 hektare menjadi 752.019 hektare dari tahun lalu yang seluas 768.407 hektare akibat peralihan fungsi lahan pertanian. "Meski areal turun, tetapi produksi meningkat, karena produktivitas tanaman padi petani naik," kata Kepala Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS), Panusunan Siregar,

di Medan, Senin. Produksi padi tahun ini diperkirakan mencapai 3.586.861 ton dari tahun lalu yang sebanyak 3.527.899 ton. Menurut data, hanya padi, jagung, kacang tanah dan ubi jalar yang produksinya naik, sementara tanaman lainnya yakni kacang kedelai, kacang hijau dan ubi kayu mengalami penurunan. Produksi jagung tahun ini diperkirakan mencapai 1.428.813 ton atau naik dari tahun lalu yang

sebanyak 1.166.548 ton, sementara kedelai turun tinggal 10.261 ton dari tahun lalu 14.206 ton. Kepala Dinas Pertanian Sumut, M Roem S sebelumnya, menyebutkan, penurunan areal tanaman padi di Sumut antara lain karena semakin meluasnya areal perumahan. Pengusaha real estate semakin "melirik" daerah-daerah di pinggiran yang selama ini sebagian besar daerah pertanian dengan dalih luas areal di perkotaan yang terbatas dan mahal harganya. (ANT)

Tri Luncurkan Program SMS Termurah Medan-andalas Operator GSM milik PT Hutchison CP, "3" (Tri) yang telah mendapat pengakuan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) karena SMS termurahnya, kembali menghadirkan program SMS termurah di Indonesia. Pelanggan Tri kini bisa menikmati tarif termurah hanya dengan mengirimkan 1 SMS dan mendapatkan gratis SMS-an ke semua operator selama 20 hari. Program ini berlaku mulai 1 November 2010 untuk semua kartu perdana Tri jenis apapun. “Program SMS termurah ini sejalan dengan komitmen Tri untuk menghadirkan layanan yang inovatif dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia,” ujar Chief Commercial Officer Tri, Suresh Reddy.

Dijelaskannya, SMS merupakan salah satu layanan yang masih menjadi pilihan favorit pelanggan Tri sehingga diharapkan program ini dapat menjawab kebutuhan pelanggan Tri khususnya pengguna aktif SMS. Cara mendapatkan bonus ini sangat mudah. Pelanggan tinggal mengaktifkan kartu perdana Tri jenis apapun selama bulan November ini, lalu mengirim 1 SMS berbayar seharga Rp500/SMS ke nomor apapun (belum termasuk PPN), maka pelanggan langsung mendapatkan bonus gratis SMS-an ke semua operator selama 20 hari. “Untuk menjaga kualitas dan kenyamanan maka selama 20 hari tersebut kami berikan gratis SMS dengan batas wajar penggunaan sampai 10.000 SMS/hari, jumlah itu tentunya jauh lebih dari cukup untuk menjawab kebutuhan pe-

langgan dalam melakukan SMS setiap harinya,” terang Suresh. Selanjutnya, setelah 20 hari, pelanggan tetap dapat menikmati tarif termurah SMS. Pelanggan cukup mengirimkan 1 SMS saja dengan tarif Rp399 (belum termasuk PPn), maka akan langsung mendapatkan gratis SMS selama seharian. Jumlah bonus SMS selama seharian ini adalah sebanyak 20.000 SMS/hari yang berlaku untuk pemakaian wajar. Jenis kartu perdana Tri yang saat ini beredar di pasar adalah SuperTri, TriMU, dan kartu hitam. “Kami optimis penawaran menarik ini dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat luas untuk mencoba dan menggunakan kartu Tri sebagai solusi komunikasi mereka. Selain SMS-nya sangat murah, tarif telepon dan datanya juga murah dan hemat,” tutup Suresh. (GUS)


EKONOMI-BISNIS

Selasa 2 November 2010

Nilai Ekpor Sumatera Utara Turun 19,49 Persen Medan-andalas Nilai ekspor melalui pelabuhan muat di wilayah Sumatera Utara pada September 2010 sebesar US$762,97 juta. Angka ini mengalami penurunan 19,49 persen dibanding bulan sebelumnya sebesar US$947,59 juta. “Namun jika dibandigkan dengan nilai ekspor bulan yang sama tahun 2009, nilai ekspor bulan September 2010 mengalami kenaikan hingga 75,29 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera

AC

Utara (Sumut) melalui Kepala Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik (IPDS) Panusunan Siregar kepada wartawan di kantornya, Senin (1/11). Dikatakan, secara kumulatif nilai ekspor Sumut periode Januari-September 2010 melalui Sumut mencapai US$6,32 miliar yang berarti mengalami penigkatan 44,01 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni sebesar US$4,39 miliar. “Dari nilai ekspor Sumut secara kumulatif tersebut, ekspor produk pertanian mengalami peningkatan terbesar yakni 95,32 persen yaitu dari US$953,62 juta naik menjadi

US$1,86 miliar. Sedangkan produk industri juga mengalami penigkatan sebesar 29,84 persen, yakni dari US$3,43 miliar naik menjadi US$4,45 miliar,” paparnya. Sementara bila dilihat menurut jenis komoditas yang diekspor, lanjutnya, struktur ekspor Sumut pada Januari-September 2010 tidak jauh beda dengan struktur ekspor Januari-September 2010. Ekspor Sumut sampai saat ini masih didominasi struktur industri yang kontribusinya sebesar 70,49 persen dari total ekspor Sumut, disusul kontribusi ekspor produk pertanian sebesar 29,49 persen. Sedangkan produk pertambangan hanya hanya menyumbang 0,02

persen. Jika ditinjau dari distribusi ke berbagai wilayah perdagangan dunia, pada bulan September 2010 sekitar 43,83 persen barang dari Sumut dipasarkan ke kawasan Asia. Seperti India, Jepang, dan China merupakan pangsa ekspor terbesar untuk kawasan Asia yang masing-masing menyumbang sebesar US$ 134,66 juta, US$107,64 juta, dan US$ 52,95 juta. “Sedangkan sisanya dipasarkan ke Belanda untuk kawasan Uni Eropa serta Singapura dan Malaysia untuk kawasan Asean serta Amerika Serikat, Ukrania Afrika Selatan, dan Brazil,” kata Panusuanan. (BEN)

KARYA TEKNIK

S E R V I C E

M. CUCI, KULKAS, G A R A N S I SIAP DITEMPAT

Jl. Sempurna (Setia Budi) No. 15 Medan

Hub. 0813 7040 9999

FAMILY RENTAL MOBIL (PT) APV Kj. Kapsul pkt hmt 10 jam, Altis, L-300, Innova, L. Cruiser, N-Eyes, Bus, Hrn, Mgn, Bln, Utk dlm dan di luar kota. Hotline: 7734 2359 / 0819 3328 4540

DIBELIDENGANHARGATINGGI TV - PS - DVD - Sound System - Laptop - AC - Kulkas, Dll Hub. CV. GRIYA ELEKTRONIK/BABE

Jl. Gaperta B6 Tel. 8450085, FL. 76660300

harian andalas | Hal.

6

FA Tori Belum Melapor ke Disnaker Asahan

andalas/fas

BEL UM LLAPOR APOR - Pabrik vulkanisir (ban masak) milik FA Taro di Kelurahan Sidodadi, BELUM Kecamatan Kisaran Barat, Asahan. Kisaran-andalas FA Tori, perusahaan yang bergerak di bidang vulkanisir (ban masak) di Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan diduga tak melaporkan karyawannya ke pihak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Asahan. Padahal perusahaan vulkanisir ini telah sekitar dua tahun beroperasi dan telah memasarkan produknya ke berbagai daerah di Kabupaten Asahan maupun kabupaten/kota lainnya di Sumatera Utara. Dari penelusuran andalas, FA Tori mempekerjakan karyawan sekira 15 orang. Namun dari pengakuan karyawan di perusahaan tersebut, sebulannya mereka hanya diberi upah sebesar

Rp850.000 atau di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK) sebesar Rp1.014.000. Bahkan perusahaan itu tak mendaftarkan karyawannya dalam kepesertaan Jamsostek. Ketika dikonfirmasi andalas Senin (1/11) ke Disnaker Asahan, diketahui perusahaan ini memang belum pernah melaporkan keberadaannya maupun karyawannya ke Disnaker setempat. Hal itu diakui Kepala Disnaker Asahan Erwis Pauja Lubis SH MAP melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan Ketenagakerjaan Drs Nirwan. Bahkan pihak Disnaker Asahan, seperti kata Nirwan, baru mengetahui adanya perusahaan itu dari informasi yang disampaikan andalas. (FAS)


Selasa 2 November 2010

IKLAN

harian andalas | Hal.

7

K k b A

RUMAH DIJUAL


Selasa 2 November 2010

KILAS

OLAHRAGA

harian andalas | Hal.

Jelang Liga Champions

L I O N E L

Barca Ambisi Percepat Langkah Barcelona-andalas Barcelona sejauh ini tidak menemui kendala berarti dalam statusnya sebagai tim favorit Liga Champions dari Grup D. Mereka bisa memiliki ambisi besar untuk mempercepat langkah lolos ke babak selanjutnya.

Pacquiao Bermasalah dengan Bobot Tubuh Texas-andalas Berat badan menjadi masalah utama Manny Pacquaio yang akan melakoni laga melawan Antonio Margarito. Pelatih fisik Pacquaio Alex Ariza, ingin mengkondisikan berat badan anak asuhnya agar bisa lebih berbobot. Ariza sedang berusaha menaikan berat Pacquaio untuk mendekati angka 68,5 kilogram. Sementara saat ini berat petinju asal Filipina itu hanya 66,2 kg. Ariza pun punya pekerjaan untuk membuat PacMan menjadi lebih berat. Pacquaio sudah diberi asupan makanan sampai enam kali makan dalam satu hari. Tubuhnya masih dianggap terlalu tinggi untuk menghadapi Antonio Margarito, yang akan dilawannya pada 12 November mendatang. Tapi, dengan bertambahnya berat maka akan berpengaruh pada kecepatan tangan Pacquiao. Ini cukup membuat pelatih utama Pacquiao Freddie Roach pusing. Pasalnya, Pacquaio harus kembali melatih kecepatan pukulannya. Pacquiao tidak akan mampu menyelesaikan target tersebut dengan sempitnya waktu persiapan. Ariza dan Roach mungkin harus menghadapi faktafakta yang kurang baik dalam upayanya mencari strategi melawan Margarito. Roach khawatir dengan risiko cedera pada Pacquiao karena kecepatan, bobot dan kekuatan. (OKZ)

Lampard Absen Hadapi Spartak London - andalas Carlo Ancelotti berharap Frank Lampard bisa diturunkan saat bertandang ke Anfield, menghadapi tuan rumah Liverpool pekan depan. Lampard belum bisa merumput lantaran mengalami hernia sehingga harus ke meja operasi Agustus lalu. Ancelotti sendiri memastikan gelandang Inggris ini tidak akan diikutsertakan saat menghadapi Spartak Moskow di ajang Liga Champions Rabu nanti. “Saya berharap dia bisa segera kembali, karena kami membutuhkan gaya permainannya” kata Carlo Ancelotti, Senin (1/11). Ancelotti membantah absennya Lampard membuat kekuatan Chelsea berkurang. Namun kehadirannya di lapangan bisa membawa peluang lebih banyak bagi Chelsea. “Lampard pemain yan fantastis. Tim tanpa Lampard tetap bermain baik tapi ketika dia kembali kami akan banyak mendapatkan peluang.” (OKZ)

Gelandang Spanyol berusia 30 tahun itu dipastikan akan dimainkan dari menit pertama dalam laga keempat Barce melawan tuan rumah FC Copenhagen pada, Rabu (3/11) dinihari WIB nanti. Walaupun belum 100 persen, tapi ia merasa kondisinya sudah siap. Xavi hanya bermain di 20 menit terakhir di pertemuan pertama Barca melawan Copenhagen dua minggu lalu di Nou Camp. Sebelumnya ia absen cukup lama karena

gangguan pada otot achilles-nya. Pada perkembangan, akhir minggu kemarin ia sudah menjadi starter di partai Liga,

L a saat Los Cules menang telak 5-0 atas Sevilla. "Aku merasa hampir 100 persen lagi," tukasnya waktu itu. "Tidak sama seperti sebelumnya. Waktu itu (rasa sakitnya) masih tidak tertahankan. Aku optimistis bisa ambil bagian di setiap pertandingan, walaupun sakitnya mungkin masih akan terasa." Barca bertengger di puncak klasemen sementara grupnya

Ya, Pedrosa memang belum berada pada kondisi terbaiknya saat turun di Estoril. Balapan tersebut merupakan yang pertama diikutinya usai absen di tiga seri sebelumnya karena dibekap cedera collarbone pada bahunya. Akibat cederanya masih belum pulih plus trauma, pembalap asal Spanyol ini gagal tampil mengesankan. Mengawali start dari grid ke-12, Pedrosa sempat menggebrak dengan menempati urutan enam di awal lomba. Namun, di pertengahan balapan, rasa nyeri akibat cedera kembali menderanya. Pedrosa pun akhirnya harus puas mengakhiri balapan di posisi delapan. Menyikapi hasil balapan kali ini, Pedrosa mengaku perasaannya

M E S S I

dengan nilai tujuh dari tiga kali bertanding. Jika berhasil mengalahkan Copenhagen, juara Eropa 2009 itu akan memiliki posisi lebih kuat untuk lolos ke babak knockout. Copenhagen saat ini ada di peringkat dua dengan enam poin, diikuti Rubin Kazan (2) dan Panathinaikos (1). Kabar baik lain untuk Barca adalah, bek Argentina Gabriel Milito sudah dinyatakan fit dan

telah disertakan pelatih Pep Guardiola ke dalam skuad yang akan berangkat ke Denmark. Milito sempat absen selama beberapa minggu karena problem di paha. ( DTC)

Pedrosa: Cedera Membuatku Gagal Tampil Impresif DANI Pedrosa harus rela hanya finis di posisi delapan pada seri MotoGP Portugal, Minggu (31/10). Pembalap andalan Repsol Honda ini mengaku kegagalannya bersaing di garis depan, dikarenakan faktor cedera yang masih menghantuinya.

8

campur aduk. Di satu sisi dia senang karena bisa melahap balapan secara penuh, namun di sisi lain dia kecewa karena gagal tampil impresif, sehingga membuat posisinya di tempat kedua klasemen, terancam digeser juara dunia sembilan kali Valentino Rossi. “Perasaan saya campur aduk usai balapan. Di satu sisi, saya senang bisa melakoni penuh 28 lap balapan, sebab sejak sebelum balapan, saya tak tahu apakah saya bisa menyelesaikan lomba atau tidak,” tutur Pedrosa, Senin (1/11).

LIGA CHAMPIONS

“Di sisi lain, saya kecewa karena seharusnya saya bisa berjuang mengamankan posisi lebih baik, andai saya mampu menggeber motor lebih maksimal saat balapan,” tambahnya. “Sejak lap ketiga, saya kehilangan kekuatan di lengan kiri. Jujur, saya tidak berpikir bahwa saya bisa mempertahankan kecepatan di awal balapan. Tapi saat saya melihat peluang bahwa saya bisa mengakhiri balapan di posisi tiga, saya berusaha keras meningkatkan kecepatan. Tapi apa daya, saya tak bisa melakukannya karena rasa sakit pada lengan,”tambahnya. “Saya kemudian merasa semakin lemah di setiap lap yang saya jalani. Saya bahkan tak mampu mempertahankan catatan waktu 1 menit 39.5 per lap. Di 10 lap tersisa, saya tak mampu lagi memaksakan diri, sehingga posisi saya terus melorot,” lanjutnya. Hasil ini jelas mengecewakan buatnya. Pasalnya, saat ini posisi Pedrosa di peringkat kedua terancam direbut Valentino Rossi yang menempati urutan tiga. Pedrosa yang mengoleksi 236 poin, hanya unggul 19 angka dari The Doctor di sisa satu seri terakhir di GP Valencia, Spanyol, 7 November mendatang. (OKZ)

Dani Pedrosa

Ronaldo Semangat Tantang Milan Madrid-andalas Performa fantastis dalam beberapa pekan terakhir membangkitkan kepercayaan diri bintang Real Madrid Cristiano Ronaldo jelang penyisihan Grup G Liga Champions. Winger Portugal memang tengah on fire. Dia tercatat sudah membukukan 13 gol dalam 12 pertandingan di seluruh kompetisi. Termasuk quattrick yang dilesakkannya ke gawang Racing Santander (24/10) lalu. Mantan bintang Manchester United juga menjadi pahlawan El Real kala menyambangi tim penuh kejutan Hercules, akhir pekan lalu. Tertinggal 0-1 di babak pertama, CR7 melesakkan dua gol (82', 86') untuk memastikan kemenangan 3-1 bagi Los Blancos, setelah Angel Di Maria menyamakan kedudukan di menit 52. Ditanya mengenai performanya menghadapi Hercules, Ronaldo melontarkan pujian kepada sang pelatih, Jose Mourinho. "Saat turun minum, Mourinho memberikan perintah spesifik untuk mengubah tim. (Hasilnya) kami melakukan segalanya dengan sempurna di babak kedua," ungkap winger kelahiran 5 Februari, 25 tahun lalu. Berbekal catatan impresif tersebut, tak heran jika Ronaldo begitu bersemangat menghadapi laga tandang kontra Rossoneri, Kamis (4/11/2010). Apalagi, dia juga sukses menjebol gawang Milan pada pertemuan pertama di Santiago Bernabeu, dua pekan lalu.

Cristiano RONALDO

(OKZ)


OLAHRAGA

Selasa 2 November 2010

harian andalas | Hal.

9

andalas/siong

Sejumlah sekolah menerima piagam penghargaan atas partisipasinya dalam pagelaran senam kasih semesta di di Sky Convention Hall, Cemara Asri Medan, Minggu (31/10).

Senam Kasih Semesta Tingkatkan Kekeluargaan Medan-andalas Pagelaran senam kasih semesta merupakan tempat berkumpulnya siswa/ i sebagai tunas bangsa guna menunjukan bakat dan kebolehannya mewakili sekolah masing-masing. Melalui pagelaran ini para siswa diharapkan bisa meningkatkan rasa kekeluargaan, saling berbagi keceriaan serta termotivasi lebih giat belajar . Selama ini, International Nature Loving Association (INLA)telah aktif mensosialisasikan budaya kasih semesta

KILAS

ke sejumlah sekolah guna mendidik para generasi muda agar mengasihi alam semesta Hal ini dikatakan, Ketua INLA Sumut, Suhartini, SE pada pagelaran senam kasih semesta antar sekolah se-Sumatera Utara di Sky Convention Hall, Cemara Asri Medan, Minggu (31/10). “Sosialisasi dilakukan INLA untuk membentuk pemuda/i sehat jasmani dan rohani serta menanamkan konsep “Dunia Satu Keluarga” dalam diri mereka,” kata Suhartini

Jenderal Sudirman, Kristen Andreas, Dr.Wahidin Sudirohusodo, Santo Yoseph; Wiyata Dharma, Sultan Iskandar Muda,; Harapan Mandiri; Nanyang Zhi Hui, Cahaya Kasih; Methodist, Pancur Batu serta Perguruan Tinggi Cendana.. Pada kesempatan itu,Sukiwi Tjong mewakili Perguruan Kristen Andreas mengucapkan terima kasih kepada INLA karena mengajarkan senam dan memberikan bimbingan moral untuk siswa/i sehingga telah terjadi perubahan positif yang luar biasa pada diri siswa/i.

Melalui usaha ini, Suhartini berharap, para siswa bisa menjadi pilar bangsa, penuh kasih semesta yang menyayangi alam dan orang sekitarnya. Pagelaran senam untuk kedua kalinya ini, menghadirkan siswa-siswi dari 14 sekolah dengan jumlah peserta sekitar 1000 orang. Sebelumnya pada April 2009, pagelaran ini juga sukses dengan diikuti oleh 7 sekolah. Adapun sejumlah sekolah yang mengikuti kegiatan ini yaitu: Chandra Kusuma School, SMP Negeri I,Medan, Perguruan

”Saya ucapkan terimakasih kepada INLA karena mengajarkan senam dan memberikan bimbingan moral untuk siswa/i sehingga telah terjadi perubahan positif yang luar biasa pada diri siswa/i. Mereka menjadi tahu sopan santun, menjaga kebersihan, bisa saling menyayangi, menghormati guru, orang tua dan teman.,”kata mantan anggota DPRD Binjai ini sembari berharap siswa/i bisa menjadi kebanggaan keluarga, andalan masyarakat untuk menjadi tonggak Negara. (SIONG)

Kejurda Inkanas Sumut

Sumut Ramaikan Persaingan di Kejurnas

Dojo Karya Medan Rebut Juara Umum

Semarang-andalas Sumatera Utara mulai meramaikan persaingan memperebutkan medali emas pada kejuaraan nasional (kejurnas) biliar di Side Pocket Semarang, Senin (1/11) setelah M. Fadli menjadi juara pertama pada nomor tunggal bola sembilan putra. Pada partai final, M. Fadli berhasil mengalahkan pebiliar Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Iwan Zada dengan angka 11-10, sedangkan medali perunggu direbut pebiliar Kepulauan Riau, Imran Ibrahim dan Nurdin dari Jawa Timur. Tuan rumah Jawa Tengah masih bertengger pada urutan pertama pengumpulan medali sementara dengan meraih tiga medali emas, dua perak, dan dua perunggu, kemudian disusul DKI Jakarta dengan dua medali emas dan satu perunggu, sedangkan Papua dan Sumatra Utara masing-masing meraih satu medali emas. (ANT)

Medan-andalas Dojo Karya Medan tampil sebagai juara umum Kejuaraan Daerah (Kejurnas) Pengurus Daerah Institut Karate-Do Nasional (Pengda Inkanas) Sumut di Gelanggang Remaja Jl. Sutomo Medan Sabtu-Minggu (30-31/10).

Muscablub PABBSI Medan

Syafaruddin Terpilih Jadi Ketum Medan-andalas Setelah berbagai masalah dan rintangan yang terjadi di kepengurusan Persatuan Angkat Besi/berat dan binagara (PABBSI) Medan, kini sudah sidikit memiliki titik terang. Dengan digelarnya Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub), Sabtu (30/10) kemarin di Rumah Makan Pondok Negara, Syafaruddin Lubis terpilih menjadi secara aklamasi dengan massa bakti 2010-2014. Muscablub yang dihadiri sekitar 25 klub barbel yang terdaftar di Pengcab PABBSI Medan itu, berlangsung dengan lancar. Muscablub yang dilaksanakan itu benar-benar berjalan baik yang mangacu kepada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang telah di tetapkan oleh PB PABBSI. Ketua Pengcab PABBSI Kota Medan Syafaruddin Lubis usai terpilih menyebutkan, pihaknya akan memperbaiki system yang selama ini kurang berjalan. Ke depan sebut Syafaruddin yang akrab disapa “Udin Lengket” ini mengatakan, dirinya bersama kepengurusan baru nanti akan merencanakan pembinaan yang intensif dengan membangun centra latihan baik itu angkat besi/berat dan binaraga. Di tempat terpisah Ketua Harian Pengprov PABBSI Sumut Azzam Rizal menyebutkan, dengan dilaksanakannya Muscablub tersebut sebenarnya baik saja untuk mencari figur ketua pengcab PABBSI Medan yang peduli dengan perkembangan olahraga yang menampilkan kekuatan itu. Namun sebut Rizal, pihaknya sangat menyayangkan dengan pelaksanaan Muscablub itu tanpa ada koordinasi dengan Pengprov PABBSI Sumut sebagai induk organisasi di daerah.(YON)

HUT ke 49 PT Bank Sumut

Dojo Karya tampil juara umum setelah merebut 7 medali emas, 2 perak dan 3 perunggu. Medali emas masing-masing diraih Abie ((kumite -35 kg pra pemula putra), Nurul Mifta Syafitri (2 medali di kumite -35 kg dan dan kumite +30 kg pra pemula putri), Nurul Azizah (kata perorangan pemula putri), Mutia (kumite -42 kg pemula putri), Ari Pratama (2 medali di kumite -52 kg dan best of the best pemula + kadet putra). “Prestasi ini berkat persiapan yang matang, dimana sebelum menghadapi Kejurda seluruh atlet digenjot latihan rutin selama satu bulan penuh. Latihan rutin sebulan penuh itu kerap kita berlakukan kepada atlet setiap kali akan menghadapi kejuaraan guna meraih prestasi maksimal,” ujar Takashi Hadi,

andalas/ist

Ketua Umum Inkanas Sumut Ir H Umar Zunaidi Hasibuan, MM, Kasat Brimob Poldasu Kombes Verdianto I Bitticaca, Ketua Umum Forki Sumut DR H Rahmat Shah diabadikan dengan karateka Best of The Best (junior dan senior) dalam Kejurda Inkanas yang berakhir Minggu (31/10) malam di Gelanggang Remaja Medan. pelatih Dojo Karya Medan. Gelar juar umum kedua diduduki Dojo Rajawali dengan 5 emas, 8 perak dan 1 perunggu. Medali emas disumbangkan Samuel Rivaldo (2 medali di kata per-

orangan dan kumite -30 kg usia dini putra), Ronaldo Close (kumite +30 kg usia dini putra), Diah Putri Daehsati (kata perorangan usia dini putri) dan Ainin (kumite -59 kg junior putri).

Catur Chess Sumatera Open

MN Binsar Marbun Rebut Tropy Kejari Kisaran Kisaran-andalas Kejuaraan catur Chess Sumatera Open yang digelar dari 27-31 Oktober 2010, resmi ditutup oleh Kejari Kisaran Didi Suhariadi SH diwakili Kasat Intel Rudi Parhusip SH, Minggu (31/10) kemarin. Dalam sambutannya, Kajari Kisaran diwakili Kasat Intel Kejari Rudi Parhusip SH mengatakan, terselenggaranya kejuaraan Chess Sumatera Open adalah berkat ketertarikan dan kepedulian Kejaksaan Kisaran terhadap olahraga catur, sehingga saat Pengcab Percasi Asahan mengusulkan kepada pihaknya untuk menyelenggarakan kejuaraan tersebut disambut baik. Selain itu Rudi juga menyatakan even kerjasama yang baru pertama kali ini dilaksanakan dijadikan pelaja-

ran berharga buat panitia pelaksana, agar pada kejuaraan mendatang akan lebih baik lagi. “Jadikanlah kejuaraan ini sebagai momentum yang berharga, agar pada tahun mendatang atlet catur Asahan dapat berbicara banyak dan menjadi raja di negeri sendiri dan tidak jadi penonton,” ungkapnya. Sementara itu, Ketua Pengcab Percasi Asahan Syahril Syam Rao meminta seluruh atlet catur Asahan yang ikut pada event ini untuk dapat menambah pengalaman berharga sekaligus mempersiapkan diri guna mengikuti even yang lebih besar lagi seperti Porprovsu yang akan digelar awal Nopember ini. “Dan harapan kami sebagai pengurus dan Pembina catur di Kabupaten Asahan, agar kejuaran Chess Suma-

tera Open dimasukkan menjadi agenda tahunan KONI Asahan,” sebutnya. Selanjutnya, penyerahan hadiah dan tropy bagi para pemenang kejuaraan catur Chess Sumatera Open berjumlah 20 orang, pemenang pertama diraih MN Binsar Marbun dari Simalungun dengan raihan poin 71/2 MP, sementara diposisi kedua MN Jhon Roy Damanik asal Provinsi Riau dengan raihan poin 7 MP, dan diurutan ketiga diraih MN Asrus Hidayat juga dari Provinsi Riau dengan raihan poin 7 MP. Dan di posisi ke empat direbut MN Edy Raya Napitulu dari Riau dengan nilai 7 MP. Sementara atlet catur dari Pengcab Percasi Asahan yang juga sebagai tuan rumah pada even ini MN Pondang Damanik berada di posisi ke 22 dengan torehan nilai 5 MP. (FAS)

Gus Irawan dan Istri Pimpin Senam Massal setelah seusai dancer kaum ibu dipimpin Ny Gus Irawan Pasaribu, dilanjutkan final Tarik Tambang Putra antara Tim Security melawan Cabang Utama dan Tim Putri antara Rukun Wanita I melawan Rukun Wanita II. Dalam kesempatan tersebut, selain Gus Irawan, penyanyi dangdut kebanggaan Sumut Weni, putri wartawan olahraga salah satu surat kabar terbitan Kota Medan M Noor, yang juga kontestan 16 Besar KDI Stars, tak ketinggalan tampil menghibur. Panpel juga membagikan hadiah bagi pemegang berbagai

perlombaan olahraga, serta ratusan hadiah lucky draw mulai dari setrika, peralatan rumah tangga, hand phone, laptop, lemari es hingga tv lcd. H Gus Irawan Pasaribu pada acara tersebut mengajak seluruh keluarga besar PT Bank Sumut bersyukur karena Bank Sumut tepatnya 4 November nanti genap berusia 49 tahun. Ia juga mengajak seluruh staff dan karyawan PT Bank Sumut tetap semangat dan menunjukkan etos kerja tinggi, sejalan dengan thema ulang tahun kali ini, “Menata Citra, Bank Sumut Berjaya.

andalas/ist

Medan-andalas Direktur Utama (Dirut) PT Bank Sumut H Gus Irawan Pasaribu SE beserta istri, memimpin senam massal memeriahkan puncak peringatan HUT ke-49 PT Bank Sumut di Stadion Unimed, Minggu (31/10). Pelaksanaan senam massal berlangsung semangat. Hujan rintik-rintik yang membasahi kota Medan dan sekitarnya kemarin pagi, tidak menjadi penghalang bagi Gus Irawan dan para direksi, staff, karyawan beserta keluarga melaksanakan aktifitas olahraga. Suasana semakin semarak

Dirut PT Bank Sumut Gus Irawan foto bersama dengan para juara HUT ke-49 bank yang dipimpinnya. Gus didampingi Dirum Drs HM Yahya, Direktur Kepatuhan Manarata Manik, Direktur Pemasaran dan Syariah H Zenilhar SE, Panpel Agung Santoso dan Koordinator Olahraga Irwan Pulungan

S Sos, secara khusus juga menyampaikan bahwa peringatan HUT kali ini juga dimeraihkan berbagai kegiatan olahraga, baik yang sifatnya intern maupun melibatkan mitra kerja. (YON)

Juara umum ketiga diraih Dojo Medan Krio dengan menggondol 4 emas 1 perak dan 1 perunggu. Medali emas Medan Krio disumbangkan M Dicky Dermawan (kata perorangan pemula putra), Saardila (kata perorangan kadet putra), Syamtia (kumite -47 kg kadet putrid) dan satu emas nomor kata beregu. Dojo Sena Sport Medan tampil di urutan keempat dengan 4 emas dan 5 perunggu. Emas diraih Putri Aruni (kumite -25 kg usia dini putri), M Hafiz (kumite -50 kg pemula putra), Dwi Fadhila (kumite -37 kg pemula putri) dan Hikayatul Isti (kata perorangan kadet putri). Sementara itu, gelar bergengsi best of the best masing-masing diraih Ari Pratama (Dojo Karya/pemula + kadet putra), Tri Winarni (Dojo SMPN 16 Medan/pemula + kadet putri), Ilham (Dojo Polytron/ junior + senior putra) dan Tifanny Hadi (Dojo SMAN 1 Medan/junior + senior putri). Kejurda yang berlangsung dua hari itu ditutup resmi Kapolda Sumut diwakili Kasat Brimob Poldasu AKBP Drs Verdianto I Biticaca dan dihadiri Ketua Umum Forki Sumut DR Rahmat Shah, Ketua Pengda Inkanas Sumut Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM yang ikut menyerahkan hadiah dan undangan lainnya. (YON)

Atlet Sumut Siap Tanding di Popwil I Pangkal Pinang-andalas Seluruh atlet Sumatera Utara kini dalam kondisi siap tanding pada Pekan Olahraga Pelajar Wilayah I tahun 2010, yang telah dibuka oleh Menegpora diwakili Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga, Djoko Pekik Irianto, di halaman kantor Gubernur Bangka Belitung, Senin (1/11). Menurut Sakiruddin, dalam memantau kondisi atlet dan kesiapan mereka untuk mengikuti pertandingan pihaknya selalu melakukan kordinasi dengan para pelatih dan ofisial dari masing-masing cabang olahraga. Dikatakan, pada Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) I tahun 2010 di Bangka Belitung, kontingen Sumatera Utara mengikutsertakan 106 atlet untuk delapan cabang olahraga. Cabang bulu tangkis berkekuatan 10 atlet putra dan putri, tenis lapangan (8), tenis meja (8), sepak bola (20), sepak takraw (10), pencak silat (10), bola voli (20), dan bola basket (20). Menurut Sakiruddin, dari delapan cabang olahraga yang dipertandingkan baru cabang tenis meja yang sudah menggelar technical meeting. Tujuh cabang lainnya baru menggelar pertemuan teknik pada Senin malam. Dari pertemuan teknik cabang tenis meja, diperoleh hasil tim tenis meja putri Sumatera Utara berada di pool X bersama tuan rumah Bangka Belitung dan Jambi. Dan hari Selasa (2/11) tim Sumatera Utara akan mengawali pertandingan perdananya melawan Jambi. Dan Rabu (3/11) menghadapi tuan rumah Bangka Belitung. Sedangkan pool Y diisi tim Sumatera Barat, Kepulauan Riau, serta Nanggroe Aceh Darussalam. Sementara untuk putra, tim Sumatera Utara berada di pool B bersama Nanggroe Aceh Darussalam dan Jambi. Kemudian di pool A dihuni tim Kepulauan Riau, Sumatera Barat, serta tuan rumah Bangka Belitung. Tim putra Sumatera Utara baru akan menjalani pertandingan pada Rabu (3/11) melawan Jambi pada pukul 09.00 WIB. Kemudian pukul 14.30 WIB kembali bertanding melawan Nanggroe Aceh Darussalam. (YON)


Selasa

KOMUNITAS

2 November 2010

SMEAN Rantau Prapat akan Gelar Reuni Akbar

Festival Duta Karang COREMAP II

Rantau Prapat-andalas Sekolah Menengah Ekonomi Atas Negeri (SMEAN) Rantau Prapat yang kini berubah namanya menjadi SMKN 1 Rantau Prapat, Angkatan 1970 hingga 1990, akan melaksanakan reuni akbar pada Sabtu, 13 November 2010 mendatang, di aula sekolah tersebut, Jalan Ahmad Yani Rantau Prapat. Ketua Panitia Reuni, H Rakkir Dalimunthe kepada wartawan mengatakan, selain bernostalgia dan ajang temu kangen, acara ini juga akan dihiasi berbagai kegiatan dan komunikasi sesama alumni yang sudah puluhan tahun tidak bertemu, sekaligus pembentukkan ikatan alumni. "Kami mengharapkan agar semua alumni menghadiri acara reuni akbar ini, sehingga acara menjadi meriah dan sukses sesuai dengan keinginan alumni lainnya," kata H Rakkir. Menurutnya, selain dihadiri alumni, pihaknya juga akan menghadirkan mantan kepala sekolah favorit itu sejak pertama berdirinya SMEA Rantau Prapat, yakni I Panjaitan, dan seluruh mantan pegawai dan guru yang pernah menuangkan ilmu pendidikan di sekolah ini. "Mantan kepala sekolah dihadirkan atas dasar permintaan alumni, karena menurut mereka, seluruh alumni sekolah tersebut sangat banyak memiliki kenangan tersendiri yang tidak bisa mereka lupakan," papar Rakkir yang saat itu didampingi Sekretaris Panitia H Mukhtar SE. Masih kata Rakir, alumni SMEA N Rantau Prapat sejak alumni 1970 hingga 1990 yang tersebar di seluruh pelosok nusantara sangat diharapkan kehadiranya, untuk lebih memeriahkan kegiatan yang akan dilaksanakan nanti. Kehadiran mereka akan bisa lebih memcerminkan keakraban antaralumni dan para guru. Rakkir mengharapkan, kepada para alumni untuk dapat menghubungi sekretariat panitia SMK Negeri 1 Rantau Prapat atau melalui email: esmkn1rap@yahoo.com atau dapat menghubungi langsung H Rakkir Dalimunthe ke nomor 081375301253, Usman 085270741642, Maimunnah 085276228421, Irianum Panjaitan 081362418166. (one)

Tapteng-andalas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Tapteng bekerjasama dengan CV Dimas Jaya, menggelar berbagai perlombaan bertajuk Lomba Festival dan Duta Karang Program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang (COREMAP) II.

harian andalas | Hal.

10

Upaya Pelestarian Terumbu Karang

Medan-andalas Meskipun Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) belum memperhatikan dan memberi bantuannya, namun Badan Pembinaan Qari-qariah, Hafiz-hafizah dan Seni Kaligrafi Al-Qur'an (Bapqah Sika) Sumut sudah berhasil melahirkan binaannya bertaraf nasional dari Qari-qariah, Hafiz-hafizah, Khottil Qur'an, Tartil Qur'an dan Tafsir Al-Quran. Demikian dikatakan Ketua Umum Bapqah Sika Sumut, Lagut Sutan Pulungan, pada acara syukuran HUT ke-14 Bapqah Sika Sumut, Minggu (24/10) di Jalan Setia Sei Agul Medan. Hadir Wakil Ketua Nukman Ridwan Nasution, Wakil Sekretaris Imamuddin A Daulay, Sekretaris IPQAH Medan Syaifuddin Azmi Lubis, H Dwi Andi Syahputra Lubis Lc, Pendiri Drs Abdul Majid Syam serta para simpatisan. "Alhamdulillah, meski situasi merangkak dan berjalan sendiri tanpa ada sentuhan dan perhatian pemerintah maupun LPTQ Sumut, Bapqah Sika Sumut sudah berhasil melahirkan binaan yang bertaraf nasional," ujar Lagut Sutan. Dalam pidatonya, Lagut Sutan Pulungan juga menyampaikan sejarah perjuangan Bapqah Sika yang didirikan pada tanggal 10 Oktober 1996 di kediaman Alm H Khuailid Ahmad Daulay, dimana mendapat dukungan Gubsu H Raja Inal Siregar, Kaknwil Depagsu, Ketua Umum MUI Sumut, Ketua LPTQ Sumut, Pangdam I BB, Kapoldasu, Ketua DPRD Sumut Walikota/Bupati se-Sumut serta pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan swasta seSumut. "Di beberapa daerah dalam MTQ kabupaten/kota maupun provinsi berhasil meraih juara dengan perinkat terbaik, seperti MTQN Sumut pada tahun 2006, Kota Padang Sidempuan berhasil meraih juara umum," ungkapnya. Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Bapqah Sika Sumut Nukman Ridwan Nasution berharap agar pemprovsu dan pimpinan LPTQ Sumut memberi perhatian dan membuka hatinya kepada Bapqah Sika Sumut sebagai salah satu pembinaan terbesar. Sebab selama ini, hanya pengurus saja yang banting tulang menghidupkan pembinaan ini dengan kerja keras tanpa ada perhatian dan ketergantungan dengan pihak lain. "Kami salut dengan kegigihan Ketua Umum Lagut Sutan Pulungan yang tetap ikhlas melatih para binaan Bapqah Sika di setiap penjuru Sumut. Dimana membina tanpa imbalan dan jasa, hal ini merupakan pekerjaan yang jarang dapat dilaksanakan oleh setiap orang," ujarnya. (WAN)

andalas/lin

PEMENANG-Para pemenang Lomba Festival dan Duta Karang COREMAP II Tapteng foto bersama seusai penyerahan hadiah. CV Dimas Jaya didampingi Ridsam Batubara S Pi dari DKP Tapteng yang juga salah seorang Projek Implementation Unit (PIU) COREMAP Tapteng serta Rapson Purba S Pi dari Tim Penyuluh kepada wartawan di sela-sela kegiatan lomba, Minggu (31/10) menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin dari COREMAP II Tapteng setiap tahun sejak tahun 2005 silam. "Sebenarnya kegiatan ini merupakan agenda rutin COREMAP Tapteng sejak tahun 2005. Namun pelaksanaan kali

ini agak berbeda dari tahuntahun sebelumnya. Kalau biasanya Lomba Cerdas Cermat dilaksanakan untuk tingkat pelajar, mulai SD hingga SMA, kali ini diikuti oleh Pokmas-Pokmas yang selama ini merupakan binaan COREMAP II," terang Imam yang juga Ketua DPD KNPI Tapteng ini. Ridsam Batubara SPi dari DKP Tapteng menambahkan, kegiatan ini bertujuan untuk melihat dan mengukur tentang sejauh mana masyarakat di daerah binaan COREMAP II Tapteng mengetahui arti pen-

tingnya kelestarian lingkungan mereka, khususnya terumbu karang, tata cara pelestarian dan pengelolaan terumbu karang serta tingkat pelaksanaan dan pengelolaan berbagai keterampilan masyarakat dalam menumbuhkan Mata Pencaharian Alternatif (MPA), selain sebagai nelayan yang tentunya akan berguna untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Dalam Lomba Festival dan Duta Karang kali ini, Lomba Cerdas Cermat Pokmas dimenangkan oleh Pokmas Desa

PERHIMPUNAN Masyakarat Indonesia Tionghoa Sumatera Utara-Peduli Sosial dan Pendidikan (MITSU-PSP) bekerjasama dengan beberapa harian berbahasa Mandarin membuka "Dompet Amal Cinta Kasih Untuk Bantuan Rehabilitasi Korban Tsunami Mentawai, Sumatera Barat".

D

ompet amal tersebut bertujuan menggugah seluruh masyarakat Tionghoa Sumatera Utara untuk menyalurkan cinta kasihnya, membantu sesama yang ditimpa musibah seperti masyarakat Mentawai yang memerlukan bantuan. "Bantuan tersebut dinilai sangat kurang jika dibandingkan dengan korban jiwa dan porak porandanya pemukiman dan harta benda masyarakat Mentawai akibat tsunami yang terjadi sepekan lalu itu. Untuk itu, sebagai bentuk kesedihan yang mendalam atas musibah yang terjadi bagi masyarakat Mentawai korban tsunami, MITSU-PSP mengajak masyarakat Tionghoa di Sumut untuk menyisihkan sebagian rezekinya untuk disumbangkan ke Mentawai," kata Wakil Ketua MITSU-PSP Ardjan Leo di Medan, kemarin. Menurut Ardjan Leo yang juga didampingi Teh Kia Tjoh, Sekretaris Benny Mulyadi, Bendahara Wagimin dan Kepala Sekretariat Irwan Y Arifin,

bantuan yang dihimpun MITSUPSP melalui Dompet Amal Cinta Kasih Bantu Rehabilitasi Mentawai, Sumatera Barat hingga kemarin berjumlah Rp 158.000.000(seratus lima puluh delapan juta rupiah). Diharapkan bantuan tersebut akan terus bertambah berkat dukungan masyakarat Tionghoa Sumatera Utara. Ditambahkan, Yayasan Sosial Angsapura juga telah menyatakan kesiapannya menggalang dana melalui para pengurusnya dan berhasil mengumpulkan Rp 20.000.000 (dua puluh juta rupiah) untuk disalurkan merehabilitasi Mentawai melalui MITSU-PSP. Sejalan dengan itu, MITSUPSP berharap bantuan dana rehabilitasi Mentawai tidak terbatas hanya ditujukan kepada Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara, tetapi juga ditujukan kepada elemen masyara-kat Sumut lainnya dengan maksud agar bantuan dana cinta kasih tersebut, nantinya dapat dipergunakan untuk membangun perumahan bagi masyarakat setempat maupun

Tapian Nauli I, Juara II Desa Sitardas dan Juara III Desa Sijago-jago. Juara Lomba Kebersihan Pantai dimenangkan oleh Desa Sijago-jago, Juara Daerah Perlindungan Laut (DPL) dimenangkan oleh Desa Sitardas, Juara Lomba Mata Pencaharian Alternatif dimenangkan oleh Desa Tapian Nauli I dengan peternakan ikan lele dan keterampilan membuat minuman segar rumput laut. Sementara untuk Lomba Dayung Sampan Tradisional, Juara I, II dan III seluruhnya diborong oleh peserta dari Desa Sitardas. (LIN/AP)

Disdik Medan Ajukan Anggaran Rp 669 Miliar

Salurkan Cinta Kasih Anda untuk Mentawai

andalas/ist

Bapqah Sika Lahirkan Qari-qariah Bertaraf Nasional

Berbagai perlombaan dalam kegiatan yang dilangsungkan selama 3 hari, mulai Jumat (29/ 10) hingga Minggu (31/10) di Pantai Indah Kalangan itu diikuti para Kelompok Masyarakat (Pokmas) dari 3 desa binaan COREMAP II di Tapteng, yakni Desa Tapian Nauli I Kec.Tapian Nauli, Desa Sijago-jago dan Desa Sitardas Kecamatan Badiri. Jenis yang diperlombakan meliputi Lomba Cerdas Cermat antar Pokmas, Lomba Dayung Sampan Tradisional, Lomba Kebersihan Pantai, Lomba Pelaksanaan Mata Pencaharian Alternatif (MPA) dan Lomba Daerah Perlindungan L aut (DPL). Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Sabam Sianipar SP mewakili Kadis Kelautan dan Perikanan Tapteng, Drs H Aliamsyah Sitompul yang berhalangan hadir. Ketua Panitia Lomba Festival dan Duta Karang COREMAP II, Imam Safii Simatupang dari

Medan-andalas Dinas Pendidikan Kota Medan mengajukan anggaran sebesar Rp 669,9 miliar untuk membenahi pendidikan pada tahun 2011. Namun dari total anggaran ini, hanya 145,2 miliar saja yang diperuntukkan bagi belanja langsung atau belanja publik. Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi B DPRD Medan, Juliandi Siregar, Senin (1/11) menyebutkan, jika pengalokasian anggaran untuk belanja langsung dan tidak langsung belum seimbang. Hal seperti ini juga terjadi pada penyusunan anggaran pada 2009 lalu. Dari sekira Rp 700 miliar anggaran untuk SKPD ini, yang diperuntukkan untuk belanja langsung hanya sekira Rp 145 miliar saja. Padahal seyogianya, anggaran pendidikan tersebut berimbang, antara belanja langsung dengan tidak langsung. Selain itu, politisi PKS ini juga mempertanyakan alokasi anggaran sebesar 20 persen tersebut. Karena seharusnya, alokasi anggaran 20 persen ini diperuntukkan bagi program pendidikan. "Amanat 20 persen oleh undang-undang itu seperti apa? Seharusnya itu hanya program saja," kata Juliandi. Secara terpisah, Wakil Ketua DPRD Medan, Ikrimah Hamidy menyebutkan, berdasarkan Kebijakan Umum Anggaran Plafon Perencanaan Anggaran Sementara (KUAPPAS) 2011 yang diserah-

BANTUAN MENTAWAI Truk yang digunakan untuk mengangkut bantuan MITSUPSP untuk korban tsunami di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

gedung pendidikan untuk anakanak korban tsunami. Bagi masyarakat Sumut yang ingin berpartisipasi menyalurkan CINTA KASIH BANTU REHABILITASI MENTAWAI dapat melalui : 1. Perhimpunan MITSU-PSP A/C Rekg. No. 18001000403-3 Bank OCBC NISP Cabang Medan Sutomo, 2. Atau dapat langsung ke Sekretariat MITSU-PSP d/a : Gedung MITSU-PSP Kampus Hijau STBA-PIA Jalan KL Yos Sudarso Lorong 12 No 17 Glugur Kota (Depan PLN Wilayah) Telp 061-661 6247 Contact Person : 1. Zhang Yi Wan/Irwan Y Arifin (7716 7416), 2. Mingzhou/Juliwan (085 2702 34601). Sebelumnya, masyarakat Tionghoa Sumut melalui Perhimpunan Masyarakat Indonesia Tionghoa Sumatera Utara-Peduli Sosial dan Pendidikan (MITSU-PSP) bekerjasama dengan Kodam I/Bukit Barisan telah mengirimkan bantuan berupa bahan kebutuhan pokok korban tsunami ke Mentawai, akhir pecan lalu. (RIL)

kan Pemko Medan ke legislatif, Pemko Medan mengajukan anggaran sebesar Rp 769,9 miliar khusus untuk dinas pendidikan. Saat disinggung besarnya belanja tidak langsung, menurut Ikrimah, disebabkan besarnya jumlah guru dan pegawai. Sehingga lebih dari 50 persen anggarannya tersedot untuk anggaran pembayaran gaji, tunjangan dan honorer. Menurutnya, sesuai dengan amanat UUD 1945, kewajiban pemerintah memenuhi 20 persen anggaran. Namun, jumlah ini berdasarkan hasil keputusan Mahkamah Konstitusi, termasuk di dalamnya anggaran untuk belanja pegawai, karena pembayaran gaji maupun tunjangan merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat. Sebelumnya Sekda Kota Medan, M Fitriyus saat memimpin apel pagi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Medan, Jalan Willem Iskandar. Menyebutkan, pihaknya akan memprioritaskan anggaran untuk pendidikan sebesar 20 persen dalam APBD Medan. "Kita menyadari banyak di sana-sini kekurangan baik itu sarana maupun prasarana penunjang pendidikan. Dengan kondisi begini pemko Medan terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan serta kesejahteraan para guru. Inilah kemampuan yang ada," ujarnya. (YN)

BE RI T A DU K ACI T A

YAYASAN BALAI SOSIAL HENRY WIJAYA JL. BAKARAN BATU NO.1 MEDAN TLP.(061) 7367339 - 7369359 Blok

2

Nama

TAN CIN NAM

Umur (Thn)

80

Alamat

Jl. Mandala By Pass Gg. Orba No. 7 A Medan

Meninggal (Tgl/Jam) 30-10-10 06.55 WIB

Berangkat (Tgl/Jam)

03-11-10 11.00 WIB

Keterangan / Tempat

Dikebumikan

BE RI T A DU K ACI T A

BALAI PERSEMAYAMAN ANGSAPURA JL. WAJA NO. 2-4 MEDAN TELP. 7345503, 7361328, 7360873 B lok

N ama

U mur (Thn)

Alamat

Meninggal (Tgl/Jam)

B erangkat (Tgl/Jam) K eterangan / Tempat

1

TJEN KHIOK CHUN

78

V i lla P ermata Gadi ng Jl. Gadi ng I B lok I No. 41 Jakarta Utara

31-10-10 00.50 WIB

04-11-10 10.00 WIB

D i perabukan

2

LIE KWE KAK / ATHAU

68

Jl. Ti ti P ahlawan No. 55 P asar V Marelan Medan

30-10-10 16.15 WIB

02-11-10 09.30 WIB

D i perabukan

3

CONG PIANG FA

74

Jl. A hmad Yani V II No. 6 Medan

31-10-10 16.00 WIB

02-11-10 11.00 WIB

D i perabukan

5

CHEN SEN CANG

72

Jl. B esi No. 1 C Medan

30-10-10 07.30 WIB

03-11-10 11.00 WIB

D i perabukan

6

FONG SUI CU

80

Jl. S ampali B aru No. 9 J Medan

01-11-10 03.30 WIB

03-11-10 13.00 WIB

D i kebumi kan

7

SIE YONG KUANG

84

Jl. P abri k K i mi a No. 21 Medan

30-10-10 08.30 WIB

03-11-10 11.00 WIB

D i perabukan

8

TAN KIM LUN

89

Jl. B . K atamso No. 174 / 596 K p. B aru Medan

01-11-10 03.30 WIB

03-11-10 11.00 WIB

D i kebumi kan

9

TE H A S H E

74

Jl. S elam I Gg. D amai No. 20 Medan

30-10-10 14.15 WIB

03-11-10 14.00 WIB

D i perabukan


Selasa

POLITIK

2 November 2010

KILAS

12 Kader Berebut Posisi Ketum PB HMI Jakarta-andalas Tercatat 12 kandidat muncul dalam bursa kandidat memperebutkan posisi Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam jelang Kongres XXVII, tanggal 5-10 November 2010, di Depok, Jawa Barat. "Dalam debat kandidat yang digelar PB HMI, semua calon umumnya bicara soal perbaikan internal dan gerakan sosial sebagai oritentasi gerakan eksternal," kata Ketua Bidang Media dan Infokom PB HMI, Bambang M Fajar, Senin (1/11). Debat kandidat yang digelar di "Jakarta Media Centre", Jakarta Pusat itu sendiri, marak oleh berbagai pernyataan kritis, baik dari kandidat maupun peserta. Bambang M Fajar sendiri masuk sebagai salah satu calon dari lingkup PB HMI, bersama-sama kandidat berlatar berbagai cabang. Kandidat lainnya itu masing-masing Syahril Wasahua (Cabang Ambon), Andi Sukmono Kumba (Makassar), Ari Juniarman (Jambi), Jubir Darsun (Makassar), Suardi Erik (Makassar Timur), Zainal A Latar (Bogor), Noer Fajriansyah (Jakarta Timur), Muhammad Rifai Malawat (Jayapura), Ahmad Nasir Siregar (Bulaksumur, Sleman), Rahmad Fikri (Cilegon) dan Aulia Kosasih (Depok). "Saya lebih khusus menitikberatkan kepada upaya memodifikasi metode pengkaderan yang disesuaikan dengan kebutuhan jaman dan orientasi kemahasiswaan, di samping upaya perbaikan internal dan gerakan sosial sebagai orientasi gerakan eksternal tadi," kata Bambang M Fajar yang berasal dari Cabang Jatinangor, Sumedang (Jawa Barat). Khusus pada tahapan eksternal, lanjutnya, Dia menawarkan semangat positif kebangsaan untuk terus mengontrol dan memodifikasi struktur kenegaraaan ke arah lebih positif. "Semua kandidat berpeluang sama dan kami sepakat bertarung secara adil," kata Bambang M Fajar.(ANT)

Kondusifitas Sumut Harus Dijaga Jakarta-andalas Meski dirinya masih ditahan di Rutan Salemba Jakarta terkait dugaan korupsi APBD Pemkab Langkat ketika menjadi bupati setempat, Gubsu H Syamsul Arifin, SE terus menekankan agar semua pihak mengutamakan penjagaan kondusifitas di daerah Sumut. Pesan itu disampaikan Gubsu Syamsul Arifin kepada ratusan orang yang menjenguknya dalam tahanan, di Rutan Salemba Jakarta, kemarin. Mantan Bupati Langkat itu mengaku sangat memikirkan kondusifitas Sumut agar tetap terjaga sehingga selalu mengimbau semua pihak untuk tidak melakukan halhal yang kontraproduktif. Syamsul Arifin mengaku terus memantau perkembangan Sumut dari Rutan Salemba dan memerintahkan seluruh jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk tetap fokus dalam menjalankan kewajibannya meski ia selaku Gubernur Sumut sedang menjalani penahanan. "Kondusifitas dan kemajuan Sumut jauh lebih penting," katanya. Ketika menemui ratusan penjenguknya yang datang secara bergantian, Syamsul Arifin terlihat selalu tersenyum dan mengeluarkan canda sebagaimana kesehariannya. Namun, Syamsul Arifin tetap mengharapkan masyarakat Sumut mendoakannya agar mampu menjalani setiap proses hukum yang ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Doakan saya agar mampu menuntaskan semua masalah ini," katanya. Meski mengharapkan doa, namun Ketua DPD Partai Golkar Sumut itu mengaku tidak bersalah dalam setiap kebijakan yang telah dilakukannya ketika menjabat Bupati Langkat. Ia menyatakan, seluruh kebijakan dan penggunaan anggaran APBD Pemkab Langkat itu telah melalui pengkajian menurut perundang-undangan dan dimaksudkan untuk kesejahteraan masyarakat. Jika masih dianggap salah, baik karena kesalahan administrasi mau pun kekurangan bawahannya dalam menjalankan kebijakan yang telah ditetapkan, Syamsul Arifin mengaku siap menerimanya selaku bupati. "Itu resiko seorang pemimpin," katanya. (WAN)

Revisi UU Politik Rampung 2011 Jakarta-andalas Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Agus Purnomo optimistis revisi paket undang-undang bidang politik bisa selesai pada 2011. "Pada 2011 bisa selesai seluruh satu paket undangundang bidang politik, kecuali untuk Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD," katanya di Jakarta, Senin (1/11). Paket UU politik ini meliputi UU Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilu, UU nomor 10 Tahun 2008 tentang pemilu legislatif, UU Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilu Presiden, UU nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik, dan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD. Meski optimistis, Agus menjelaskan proses pembahasan rancangan revisi sejumlah undangundang belum juga rampung. Pembahasan rancangan revisi UU tentang Penyelenggara Pemilu, misalnya, terhenti di tingkat panitia kerja (Panja) Komisi II DPR karena belum ada kesepakatan pada sejumlah pasal. Sementara rancangan revisi UU 10/2008 sudah siap, ujarnya. Rancangan revisi UU tentang pemilu legislatif ini masih dibahas di Badan Legislatif (Baleg). Sedangkan rancangan revisi UU tentang parpol masih dalam proses penyiapan. "Untuk revisi UU tentang pilpres masih harus menunggu, begitu pula dengan UU tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD," kata Wakil Ketua Fraksi PKS ini. Ia mengakui penyiapan rancangan revisi paket UU bidang politik ini lambat karena rancangan revisi UU yang tidak segera diajukan dan sulitnya mencapai titik temu untuk beberapa poin dalam revisi. "Ini karena ada perbedaan aspirasi politik," katanya. Jika tidak dapat diselesaikan pada 2011, Agus berharap revisi paket UU bidang politik dapat diselesaikan pada 2012. Sementara, secara terpisah Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap mengatakan revisi paket UU bidang politik ini akan dibahas pada masa persidangan selanjutnya, setelah masa reses DPR berakhir. Sebelumnya Koordinator Nasional Komite Pemilih Indonesia Jeirry Sumampow mengatakan, pihaknya pesimistis paket undang-undang politik dapat diselesaikan secepatnya mengingat proses revisi yang berjalan lambat. (ANT)

harian andalas | Hal.

11

Drs Yusuf Ali Bakhri Tambunan Ketua DPD PAN Tapteng Sibolga-andalas Polemik yang selama ini terjadi di tubuh DPD PAN Tapteng akhirnya berakhir. Tuntutan dari para kader Partai Amanat Nasional (PAN) Tapteng kepada DPW PAN Sumut, agar segera mencopot Ketua DPD PAN Tapteng, Zainal Abidin Pasaribu S PdI dari jabatannya, karena dinilai tidak becus dalam menjalankan roda organisasi partai berlambang matahari tersebut, terealisasi. DPW PAN Sumut akhirnya mencabut dan menyempurnakan Surat Keputusan (SK) DPW PAN Sumut No.PAN/A/02/ Kpts/K-S/140/V/2006 tanggal 31 Oktober 2006 tentang pengangkatan Zainal Abidin Pasaribu S PdI sebagai Ketua DPD PAN Tapteng,periode 2005-2010 dan menggantinya dengan SK DPW PAN Sumut No.PAN/02/A/Kpts/K-S/ 017/X/2010 tentang penetapan Drs Yusuf Ali Bakhri Tambunan sebagai Ketua DPD PAN Tapteng yang baru periode 2005-2010, ditandatangani langsung Ketua dan Sekretaris DPW PAN Sumut, H Syah Affandin SH beserta Drs Parluhutan Siregar. SK penggantian Ketua sekaligus Pengangkatan Ketua DPD PAN Tapteng yang baru tersebut diserahkan Wakil Ketua DPW PAN Sumut yang juga sebagai Koordinator Wilayah (Korwil) Sumut VIII, H Maratua Siregar secara langsung kepada Ketua DPD PAN Tapteng yang baru, Drs Yusuf Ali Bakhri Tambunan di kantor DPD PAN Tapteng, Minggu (31/10). Hadir pada acara tersebut, para pengurus DPD dan DPC PAN se Tapteng, Ketua DPD BM PAN Tapteng, Winsya Eko Syahputra bersama pengurus lainnya serta Ketua SIMPATIK PAN Tapteng, Budi bersama para anggotanya. H Maratua Siregar usai menyerahkan SK penetapan dan pengangkatan kepada Drs Yusuf Ali Bakhri Tambunan menyampaikan penggantian Ketua DPD PAN Tapteng dari Zainal Abidin Pasaribu S PdI kepada Drs Yusuf Ali Bakhri Tambunan dilakukan DPW PAN Sumut karena dua alasan. Yang pertama adalah karena masa periode jabatan Zainal Abidin Pasaribu S PdI telah berakhir pada tanggal 31 Oktober 2010. Yang kedua adalah di-

andalas/parlin gultom

SERAHK AN SK- Wakil Ketua DPW PAN Sumut H Maratua Siregar saat menyerahkan SK kepada Yusuf Ali Bakhri Tambunan. SERAHKAN karenakan saat ini, Zainal Abidin Pasaribu S PdI dalam waktu 45 hari kedepan, tidak akan bisa melaksanakan tugasnya sebagai Ketua DPD PAN Tapteng, sebab Zainal saat ini sedang melaksanakan ibadah haji. Padahal dalam rentan waktu tersebut, DPD PAN Tapteng seyogianya akan mengeluarkan berbagai macam kebijakan dan keputusan seiring dengan semakin dekatnya jadwal pelaksanaan Pilkada Tapteng. "Jadi alasan penggantian Zainal sebagai Ketua DPD PAN Tapteng adalah karena masa jabatannya sudah berakhir tanggal 31 Oktober 2010 yang jatuh tepat hari. Ditambah lagi kebetulan Zainal saat ini sedang melaksanakan ibadah haji, sehingga praktis selama 45 hari dirinya tak akan bisa melaksanakan tugasnya. Padahal saat ini merupakan

masa-masa penting bagi DPD PAN Tapteng, banyak kebijakan, program maupun keputusan yang harus akan diambil mengingat sebentar lagi Pilkada Tapteng akan digelar. Mempertimbangkan itulah makanya DPW PAN Sumut melakukan pergantian kepemimpinan DPD PAN Tapteng ini hingga dilaksanakannya Musyawarah Daerah (Musda) PAN Tapteng dan terpilihnya kepengurusan baru,”jelas Maratua Siregar. Maratua Siregar dalam kesempatan tersebut juga meminta dan mengharapkan kepada Ketua DPD PAN Tapteng yang baru ditetapkan, Drs Yusuf Ali Bakhri Tambunan agar secepatnya melakukan konsolidasi kepada DPCDPC serta ranting-ranting PAN yang ada serta mampu mengangkat kembali harkat dan martabat PAN di Tapteng yang

selama ini seperti terpuruk. "Saya meminta kepada ketua yang baru untuk kembali mengangkat harkat dan derajat PAN, baik kepada para kader yang selama ini seperti kehilangan induk, terlebih-lebih kepada masyarakat Tapteng. Kalau selama 5 tahun belakangan ini PAN tidak pernah lagi menunjukkan kiprahnya kepada masyarakat, sekarang saatnya untuk kembali berbuat, mengabdi untuk merebut hati masyarakat Tapteng. Saya juga meminta agar secepatnya dilakukan konsolidasi keseluruh pengurus DPC dan ranting PAN se Tapteng, biar mereka mengenal sosok ketua mereka dan tahu akan program yang dilakukan. Jangan seperti selama ini, masa ketua ranting, bahkan DPC tak pernah berjabatan tangan atau bertemu dengan ketua DPD nya, itu kan sudah luar biasa,”katanya. (LIN/AP)

Integritas Layanan Pemerintah Mengecewakan Jakarta-andalas Hasil Survei Integritas Sektor Publik oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukan tingkat integritas layanan publik pemerintah di daerah mengecewakan alias di bawah rata-rata Indeks Integritas Nasional (IIN). Deputi Bidang Pencegahan KPK Eko S Tjiptadi, di Jakarta, Senin (1/11), mengatakan, KPK sudah melakukan survei integritas itu di daerah sejak 2008, hasilnya baru beberapa daerah yang layanan publiknya membaik. Ia menyebutkan, beberapa kabupaten/kota yang mengalami peningkatan pelayanan publik, yakni Kabupaten Bandung, lima wilayah Jakarta, Makassar, Manado, Samarinda, Semarang, Surabaya, dan Lampung.

"Kita hadir di daerah tiga bulan sekali. Sidak juga dilakukan," ujar Eko. Karena itu, lanjutnya, KPK memperluas sinergi dalam melakukan pencegahan korupsi dengan seluruh instansi, seperti terakhir bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri untuk mengatasi korupsi di Papua. Sementara itu, Pimpinan KPK M Jasin menjelaskan bahwa standar minimal integritas yang ditetapkan KPK dalam survei ini 6,00 dari skala 0

hingga 10,00. Sementara INN tahun 2010 adalah 5,42. Sementara itu, nilai ratarata integritas di tingkat pusat mencapai 6,16, sedangkan rata-rata integritas sektor publik di tingkat instansi vertikal adalah 5,26. Untuk rata-rata integritas pemerintah daerah hanya 5,07. "Tapi tidak semua kota jelek memang. Dulu yang disurvei pusat saja, tapi sekarang daerah. Jadi kesannya IIN-nya lebih rendah," ujar dia. Ia menjelaskan bahwa survei yang dilakukan KPK tersebut pada dasarnya untuk membantu instansi di daerah memperbaiki layanan publiknya, mengingat nilai integritas layanan publik masih rendah. "Masih ada yang korupsi," katanya. (ANT)

Pemilukada Karo Berjalan Sesuai Mekanisme Medan-andalas Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi Sumut Irham Buana Nasution mengatakan tidak ada kerusuhan di Tanah Karo terkait penyelenggaraan Pemilukada karena semua proses tahapan Pilkada sudah berjalan sesuai mekanisme yang berlaku sehingga sampai saat ini kondisi keamanan masih tetap terjaga. “Rusuh, apanya yang rusuh. Saya tadi sudah konfirmasi dengan Ketua KPUD Karo dan Kapolres yang menyebutkan bahwa tidak ada kerusuhan yang massal di sana . Yang terjadi di sana adalah ketidakpuasan dari tim kampanye pasangan calon bupati/ wakil bupati ketika rekapitulasi tingkat kabupaten dilakukan oleh KPUD Karo,” jelas Irham Buana Nasution menjawab andalas ketika dihubungi melalui via telepon selularnya, Senin (1/11) di Medan. Dijelaskan Irham, bahwa hari ini

(Senin, 1/11/2010-red) 16 kecamatan di Kab Karo sudah selesai rekapitulasi penghitungan suara sehingga hanya tinggal 1 kecamatan lagi yakni Kec Kabanjahe dan rencananya dilakukan besok (Selasa (2/11) rekapitulasi. “Jadi menurut kami semua proses yang berjalan sudah sesuai mekanisme yang ada. Dan kalau kemudian ada pihak dari tim kampanye atau pasangan calon yang merasa dirugikan atau ada pelanggaran dan kecurangan terhadap proses tahapan Pemilukada itu seharusnya melakukan mekanisme hukum,” tegas Irham. Artinya, sambung Irham, dari pihak dari tim kampanye atau pasangan calon yang merasa dirugikan itu membuat laporan atau pengaduan secara mekanisme hukum, namanya sengketa hasil Pilkada dan yang menanganinya adalah Mahkamah Konstitusi (MK). (WAN)

Peredaran Narkoba di Sekolah Harus Dicegah Medan-andalas Kanit Binkamsa Binmas Polresta Medan AKP M Saragih mengimbau agar bersama sama mencegah peredaran narkoba baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat lainnya. Hal ini dikatakan AKP M Saragih ketika memberikan pengarahan kepada para pelajar Perguruan WR Supratman I Medan dalam acara apel bendera, Senin (1/11) pagi. Di hadapan para tenaga pendidik, para siswa-siswi SMP dan SMA Perguruan WR Supratman 1, AKP M Saragih memaparkan tentang bahaya penggunaan narkoba yang banyak dibicarakan bukan saja di kota-kota besar, tetapi sudah sampai ke tingkat pedesaan yang dapat menyebabkan penurunan ataupun perubahan kesadaran sampai menghilangkan rasa nyeri serta dapat menimbulkan ketergantungan bagi pemakainya. AKP M Saragih meminta agara para pelajar yang masih duduk dibangku sekolah, sebagai penerus generasi bangsa dapat saling mengingatkan terhadap teman-temannya, untuk bersama-sama memusuhi narkoba yang sangat merusak generasi mendatang, maupun masyarakat umum lainnya tanpa memandang usia. AKP M Saragih yang bertindak sebagai Pembina upacara didampingi Aiptu Dwi Priyatno menyebutkan, penggunaan narkoba itu antara lain bisa menimbulkan perilaku kekerasan,

andalas/ist

BERSAMA- Para juara lomba pidato Bahasa Mandarin dan Bahasa Indonesia Tingkat pelajar SMA WR Supratman 1 Medan, foto bersama dengan Kanit Binkamsa Sat Binmas Polresta Medan, AKP M Saragih, Kepsek SMP dan SMA, Koordinator sekolah serta panitia pelaksana perlombaan. menghilangkan percaya diri serta emosi yang tinggi. Sehingga sering terjadi penganiayaan, perkelahian dan pada saat mengendarai mobil ataupun sepeda motor selalu tidak memperhitungkan terjadinya kecelakaan yang merugikan diri sendiri ataupun orang lain. “ Kami yakin para siswa-siswi Pergu-

ruan WR Supratman dapat menghindari penggunaan dan ketergantungan pemakaian narkoba,’’ tegas AKP M Saragih, yang berjanji akan melakukan “Operasi Kasih Sayang” sebagai antisipasi terhadap masyarakat dan para pelajar generasi penerus bangsa. Usai upacara apel bendera panitia

pelaksana Lomba Debat Bahasa Inggris dan Lomba Pidato Bahasa Mandarin dan Bahasa Indonesia antar pelajar Perg WR Supratman 1 Medan, menyerahkan hadiah berupa trophy kepada para juara Lomba Pidato Nahasan Indonesia dan Bahasa Mandarin. Perlombaan dalam rangkaian memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober itu masing-masing untuk pemenang lomba pidato Bahasa Mandarin tingkat SMP, juara pertama hingga keenam diraih Winnie, Kevinna Liora, Tifanni Vetrisia, Juventia, Jessica Agustina dan Alvin, sedangkan untuk lomba Pidato Bahasa Indonesia tingkat SMP juara pertama hingga keenam diraih oleh, Jessenia Agnes Salim, Jasmine, Debbie Yunita S, Theresia Tenggara, Varrence dan Levina. Sementara untuk lomba Pidato Bahasa Indonesia untuk tingkat SMA, juara pertama hingga keenam yaitu,Theresia Sasmita, Vivian, Meryta, Irvan Hartan, Putri Gerda Parhusip dan Jonathan. Kemudian untuk lomba Pidato Bahasa Mandarin tingkat SMA, juara pertama hingga keenam diraih, Silvia Kusuma, Marsella Yeds, Ivei Citra, Rebecca Choy, Cinthia dan Rismiaty Elly. Penyerahan trophy kepada para juara diserahkan oleh Kepsek SMA dan SMP WR Supratman 1,Amir Hamzah SP SAg, dan Eddy SE, Koordinator Panitia Syawaluddin S.Kom, dan Tonny ST,S,Pd, Sekretaris Panitia Sugimin SH SPd serta tenaga pendidik lainnya. (REL)


SUMATERA UTARA

Selasa KILAS

Masyarakat, Keluarga bagi Polres Dairi Sidikalang-andalas Dekat dengan masyarakat menjadi salah satu tujuan Polres Dairi dalam melakukan out bound (lintas alam) akhir pekan lalu, di beberapa desa di Sopu Butar Kabupaten Dairi. Melatih fisik serta mental seluruh personel Polres Dairi juga menjadi hal utama dilaksanakannya kegiatan lintas dan cinta alam Dairi. "Berjalan melintasi beberapa desa sambil melakukan kegiatan kedekatan dengan masyarakat seperti membersihkan gereja dan masjid, menjadikan satu ikatan kebersamaan antara masyarakat dan polisi. Sehingga ke depan, masyarakat tidak lagi sungkan kepada polisi," ujar Kapolres Dairi AKBP Yustan Alpiani SIK MHum di ruangannya kemarin. Yustan menambahkan, masyarakat bukan sekadar mitra bagi polisi, tetapi masyarakat menjadi sebuah keluarga yang harus dilindungi, dijaga dan didukung demi kesejahteraan bersama. Karenanya, pelaksanaan kegiatan lintas alam ini nantinya direncanakan akan berlanjut setiap bulannya dan akan dilakukan di seluruh polsek yang ada dikabupaten Dairi. Awal pelaksanaannya, tuan rumah Polsek Buntu Raja melibatkan 130 orang personel. Rute perjalanan menempuh ratusan kilometer dengan start dari Desa Lae Hitam melintasi Desa Merdeka dan finish di Desa Lae Luhung dengan medan berat mendaki dan menelan waktu seharian penuh. (SS)

AKBP Yustan Alpiani SIK MHum

FSPTI-KSPSI Langkat Donor Darah Pangkalan Brandan-andalas FSPTI dan KSPSI bekerjasama dengan PMI Cabang Langkat menggelar donor darah di kantor sekretariat Jalan Melati Kelurahan Brandan Timur Baru, Pangkalan Brandan Kecamatan Babalan. Donor darah yang juga memperingati hari Sumpah Pemuda tersebut diikuti puluhan masyarakat. Sementara satuan Marinir Tangkahan Lagan juga turut serta menyumbangkan darah para prajuritnya dengan melibatkan sebanyak 40 orang. Acara tersebut juga dihadiri Camat Babalan Nanang Hadi, Lurah Randan Timur Ashari Siregar Dan Ramil 13, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat serta Ketua KSPSI Langkat Bambang SA. Menurut Sahril selaku ketua panitia, donor darah tersebut dilaksanakan sebagai bukti bahwa wadah FSPTI dan KSPSI merupakan suatu organisasi yang hadir di tengah masyarakat. Bukan hanya bermitra dengan para pengusaha, tetapi keberaadaannya harus bermanfaat bagi masyarakat. "Apalagi kita juga mampu menjalin kerjasama dan kemitraan dengan Satuan Marinir 8 Tangkahan Lagan yang telah membaur dan menyatu dengan masyarakat Brandan," katanya seraya menambahkan Palang Merah Indonesia juga ikut dilibatkan. (HAS)

harian andalas | Hal.

K k b A

DIABADIKAN BERSAMA-Bupati Langkat Ngogesa Sitepu beserta isteri dan Wakil Bupati Budiono beserta diabadikan bersama Pemuda Pelopor.

Langkat Ditunjuk Jadi Kabupaten Layak Anak Stabat-andalas Meninjaklanjuti terpilihnya Langkat sebagai salah satu Kabupaten Layak Anak (KLA) di Provinsi Sumut, Pemkab Langkat, akhir pekan lalu, telah membentuk Gugus Tugas KLA. Pembentukan Gugus Tugas ini juga sebagai tindak lanjut dari Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Nomor 02 Tahun 2009. Pertemuan itu dihadiri hampir seluruh perwakilan SKPD, Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Langkat, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak

(P2TP2A) Langkat dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Langkat. "Tentu kita ingin menjaga kepercayaan yang diberikan dengan sebaik-baiknya," ujar Bupati Ngogesa Sitepu sebagaimana disampaikan Asisten Ekbangsos Drs H Amir Hamzah MSi saat memimpin pertemuan di ruang rapat Sekretariat Pemkab Langkat. Selain itu, Bupati juga berharap agar seluruh Kepala SKPD terkait dengan pelaksanaan tugas pokok Gugus Tugas KLA dapat menyikapinya secara benar, konsekwen dan bertanggungjawab. Lebih lanjut ditambahkannya. Hal utama yang akan menjadi pekerjaan rumah bagi Gugus Tugas KLA periode 2010-2015 diantaranya melakukan sosialisasi, edukasi dan advokasi, komunikasi informasi kebijakan KLA hingga membuat Perda tentang Perlindungan Anak. Dalam pertemuan tersebut,

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Langkat Enis Syafrin dan Koordinator Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Langkat, Togar Lubis, meminta keseriusan pimpinan SKPD terkait, khususnya Dinas Pendidikan dan Pengajaran (P dan P) Kabupaten Langkat untuk menyikapi sejumlah persoalan anak yang terjadi di lingkungan pendidikan, karena menurut mereka, Dinas P dan P memiliki peranan yang besar dan merupakan ujung tombak untuk menciptakan Langkat sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA). "Kita minta keseriusan dan komitmen SKPD terkait, khususnya Dinas Pendidikan yang sebenarnya secara nasional merupakan ujung tombak dalam hal mengatasi persoalan anak. Tanpa keseriusan dan komitmen pimpinan di Dinas tersebut, kita pesimis harapan

dan kepercayaan pemerintah untuk menjadikan Langkat sebagai KLA dapat tercapai," kata Togar Lubis. Sementara itu, Kaban KB dan PP Drs H Darwan Hasrimy MM dalam rapat pembentukan gugus tugas tersebut mengatakan, batasan usia seorang anak yang dilindungi adalah mereka yang belum berusia 18 tahun, termasuk juga anak yang masih dalam kandungan. Adapun kebijakan KLA didasarkan pada prinsip-prinsip non diskriminasi, kepentingan terbaik buat anak, hak hidup dan penghargaan terhadap hak-hak anak. Selanjutnya dikatakan Darwan, bagi SKPD terkait setelah terbentuknya Gugus Tugas KLA, maka dalam waktu segera mungkin dapat menyusun rencana aksi melalui program kegiatan sesuai dengan bidangnya masing-masing dalam mengintegrasikan dan mengimplementasikan komitmen peme-

rintah, masyarakat dan dunia usaha guna mewujudkan pembangunan yang peduli anak, misalnya dengan mnyediakan fasilitas rumah pintar, taman bermain, maupun pemenuhan hak anak dalam memperoleh pendidikan dasar. Rencana aksi tersebut juga tak terlepas peran serta dari orangtua serta tokoh masyarakat. Kabag Humas Langkat H Syahrizal SSos MSi kepada wartawan mengatakan, di Provinsi Sumut ada tiga Kabupaten yang ditetapkan sebagai daerah penilaian KLA, yakni Kabupaten Langkat, Serdang Bedagai Kota Tebing Tinggi. "Upaya memberhasilkan Kabupaten Layak Anak ini merupakan bagian dari merealisasikan visi misi Bupati Langkat dalam meningkatkan kualitas bagi perlindungan, kesehatan dan pendidikan anak sebagai investasi masa depan," ujar Rizal. (BD)

andalas/edi pangaribuan

Penyimpangan Bestek

Komisi D DPRD DS Gelar Rapat Khusus

andalas DIABADIKAN BERSAMA-Bupati dan Wakil Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM dan Wakil Bupati Simalungun Hj Nuriaty Damanik SH bersama pasangan masing-masing diabadikan bersama mantan Bupati Simalungun dan istri.

Lugas & Cerdas

WARTAWAN DAERAH LANGKAT: Hasrizal, Budi Zulkifli, Syaiful Amri, Subur Syahputra BINJAI: M Kamil Ismail DAIRI: Sondang Silalahi HUMBANG HASUNDUTAN: Marganda Lumbangaol DELISERDANG: Suprapto, Firdaus Tanjung, TH Sihombing, Bobby Lusaka Purba SERGAI: Rasum, Supriyadi TEBINGTINGGI: Riady Kasidi KABANJAHE: Lamhot Situmorang SIANTAR/SIMALUNGUN: Agus Salim HT Haean,Larhamsimare-mare, Edi Pangaribuan KISARAN: Hamdan Rangkuti BATUBARA: Zulkifli Nasution LABUHAN BATU: Iwan Kesuma SAMOSIR: Marihot Simbolon, Fransiskus Sitanggang TAPUT/TOBASA: Caisar HP SIBOLGA/TAPTENG: Parlin Gultom NIAS SELATAN: Edy Gunawan Zebua BIEREUN: H Suherman Amin,M Husin Spd, Juanda Iskandar MEULABOH: Iskandar Muda. KUTACANE: Jamuddin Selian, Alwahidi, Arifin Desky. LANGSA: DD Harison LHOKSEUMAWE: Saifuddin. LHOKSUKON: Usman Cut Raja.

12

andalas/budi zulkifli

2 November 2010

Pisah Sambut Bupati Diwarnai Pemberian Cenderamata Pemkab dan Muspida Simalungun, menggelar pisah sambut pejabat lama Drs T Zulkarnain Damanik MM dan yang baru DR JR Saragih SH MM serta Hj Nuriaty Damanik SH (Bupati serta Wakil Simalungun) masa jabatan 2010-2015 di International Restaurant, Sabtu (30/10).

D

RS T Zulkarnain Damanik MM yang didampingi istrinya Ny Juliana Zulkarnain Damanik dalam kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada muspida, para pejabat di jajaran Pemkab Simalungun dan seluruh elemen masyarakat yang telah memberikan dukungan selama dirinya menjabat Bupati Simalungun dengan penuh loyalitas selama lima tahun. Dikatakan, loyalitas merupakan hal yang paling tinggi didalam

pelaksanakan tugas pemerintahan. Hal itu harus terus di tingkatkan, apalagi DR JR Saragih SH MM (Bupati Simalungun) yang baru adalah sosok pimpinan yang berangkat dari integritas yang tinggi serta penuh disiplin dan loyalitas yang cukup. Oleh karena itu, Drs T Zulkarnain Damanik MM berharap kepada seluruh staf dan elemen masyarakat, untuk bersamasama mendukung Bupati dan Wakil Bupati Simalungun yang baru. Kepada Bupati Simalungun yang baru, beliau berharap agar membina seluruh staf di jajaran Pemkab Simalungun demi pelaksanaan pembangunan Simalungun. Selain itu, dia juga menyampaikan mohon maaf atas segala tugas yang belum terwujud selama memimpin di daerah tersebut. Sementara itu, Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM didampingi istri Ny JR Saragih, Wakil Bupati Hj Nuriaty Damanik SH bersama suami H Syahmidun Saragih SSos, dalam sambutannya mengatakan bahwa, baru kali ini ada

di daerah melakukan acara temu ramah antara Bupati yang lama dengan yang baru. "Ini menujukkan bahwa hubungan antara saya dengan Drs T Zulkarnain Damanik MM cukup baik," katanya sembari menyampaikan permohonan maaf dirinya selama masa kampaye terdahulu yang sudah tentu banyak terdapat kehilapan dan kekurangan. Oleh karena itu, Bupati berharap agar pertemuan tersebut dijadikan sebagai sarana untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan. Sehingga tidak ada keretakan diantara semua pihak. Ketua DPRD Simalungun Binton Tindaon SPd dalam sambutannya mewakili muspida Simalungun dan Kota Siantar antara lain mengatakan kebanggaannya kepada Drs T Zulkarnain Damanik MM dan DR JR Saragih SH MM yang telah menujukkan kebersamaannya pada malam temu ramah tersebut. Mengakhiri acara temu ramah tersebut adalah memberikan cendramata kepada Drs T Zulkarnain Damanik MM dan bersama Istri Ny Juliana Zulkarnain Damanik. (EP)

Lubuk Pakam-andalas Komisi D bidang pembangunan DPRD Deli Serdang akan menggelar rapat khusus terkait dugaan penyimpangan pelaksanaan renovasi gedung dewan setempat dengan memanggil pengguna anggaran, Pejabat Pelaksana Tehnis Kegiatan(PPTK), Pengawas dan penanggungjawab pekerjaan. Hal itu mengingat banyaknya masalah yang terjadi dalam pelaksanaan rehab berat kantor rakyat tersebut. "Ada tiga kasus yang berbeda dalam renovasi itu," tegas Wakil Ketua Komisi D Syarifuddin Rosa didampingi anggota dewan lainnya Renjo Siregar dan Alisman Saragih SH, Senin (1/11) di Lubuk Pakam. Ketiga kasus tersebut yakni adanya pengangkangan terhadap keputusan rapat pimpinan yang telah menganulir sebahagian kegiatan renovasi, penyimpangan bestek dan speck serta dugaan penggelapan aset berupa besi bekas, seng, kayu dan lain-lain. Rapat khusus itu nantinya, untuk mengetahui sejauh mana peran dan tanggung jawab pengguna anggaran, PPTK, Pengawas dan penanggungjawab pekerjaan. “Karena hampir seluruh anggota dewan menyaksikan pelaksanaan proyek renovasi tersebut banyak kejanggalan yang menimbulkan kerugian Negara," kata Syarifuddin. Senada dengan Alisman Saragih SH Anggota Komisi A yang membidangi hukum ini meminta agar pihak kejaksaan maupun kepolisian segera melakukan pemeriksaan terkait dugaan penyimpangan bestek dalam proyek yang dilaksanakan PT Parik Sabungan tersebut, termasuk raibnya aset daerah berupa besi bekas bangunan gedung dari lokasi proyek. "Kita minta aparat penegak hukum segera melakukan pemeriksaan sebelum kerugian negara bertambah besar," ujarnya dan diamini Renjo Siregar. Mereka juga membeberkan, hingga saat ini sudah ada enam fraksi yang menyurati ketua DPRD agar menghentikan pelaksanaan pembangunan gedung tersebut serta meninjau kembali, karena dinilai merupakan pemborosan uang rakyat dan kurang efektif. Pasalnya, seluruhnya ruangan pimpinan dewan (ketua dan wakil ketua DPRDred) masih cukup layak digunakan. Adapun fraksi yang menolak meliputi, fraksi Hanura Gerindra Reformasi Indonesia Baru (Hagrib), PDIP, PKS, PDS, PAN dan fraksi Deli Serdang Membangun (DSM). Namun sikap penolakan itu tidak menjadi hambatan berarti, proyek bernilai hampir Rp 1 milair dari APBD 2010 itu terus berlanjut. Ketua DPRD Deli Serdang Hj Fatmawati Takrim sejauh ini belum berhasil dikonfirmasi terkait adanya penolakan dari fraksi-fraksi terhadap pelaksanaan rehab berat kantor dewan itu.(TH)


SUMATERA UTARA

Selasa 2 November 2010

harian andalas | Hal.

Putus Usaha Pangkalan Nakal

KILAS

Perhatikan Kualitas Fisik Pekerjaan Kisaran-andalas Pengerjaan proyek pembangunan yang dananya bersumber dari APBD maupun APBN diduga kuat terjadi pengurangan mutu dan kualitas terhadap pembangunan fisik, yang ditenderkan maupun penunjukan langsung oleh setiap instansi pemerintah. Hal tersebut terjadi belakangan ini terhadap beberapa proyek pembangunan baik itu proyek Lapen, Hotmik maupun pembangunan Gedung. Semua proyek pembangunan tersebut dalam tahap pengerjaan dan telah menjadi sorotan bagi setiap masyarakat, LSM, Pers, Kepolisian, Kejaksaan dan lembaga pemerhati. Demikian diungkapkan Ketua DPP LSM Target Zulfi Andry kepada andalas, Senin (1/11) di Kisaran. Zulfy menambahkan, berbagai upaya pembangunan sarana infrastruktur telah dilakukan pemerintah untuk kepentingan rakyat, mulai dari dana DAK/DAU, APBD, APBN. Dana pembangunan tersebut seharusnya tidak digerogoti dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak terkait dengan memanfaatkan kekuasaan serta jaringan demi kepentingan pribadi atau golongan dengan mengabaikan mutu dan kualitas setiap proyek yang dikerjakan. Dia menyebutkan, beberapa proyek pembangunan seperti proyek hotmix belakangan ini banyak terlihat ketidak beresan terhadap pengerjaannya. Mulai dari mutu dan kualitas pekerjaan proyek dimaksud. Selain itu Konsultan, PPTK dan Pengawas proyek harus bertanggung jawab terhadap kelayakan dan ketahanan setiap proyek pengerjaan fisik yang terjadi di lapangan. Karena diketahui para kontraktor pengerja proyek tampaknya lepas tangan setelah pekerjaan selesai. Masa perawatan dari suatu proyek yang dikerjakan biasanya selama enam bulan dari selesainya pekerjaan. Hal tersebut tidak pernah ada dilakukan, begitu juga dengan konsultan yang melakukan perencanaan terhadap suatu proyek harus memberikan daya tahan dan kekuatan terhadap pembangunan fisik dalam jangka panjang.(FAS)

andalas/fas

PROYEK HOTMIX-Seorang warga menunjuk pengerjaan proyek hotmik di Jalan Durian Kisaran dinilai cacat mutu.

Sidikalang-andalas Bila pangkalan minyak tanah melakukan penjualan keluar Kabupaten Dairi, maka Pertamina akan segera perintahkan agen untuk memutuskan hubungan usaha dengan pangkalan nakal. Karena, minyak tanah memakai uang negara untuk membantu masyarakat. Jadi, lakukan segera tindakan nyata dengan pemutusan hubungan usaha. Hal itu ditegaskan Saut Martua Ujung anggota DPRD Dairi ketika Dinas Pertambangan memfasilitasi pertemuam agen, pangkalan minah di gedung ex bawasda akhir pekan lalu, menyikapi keluhan masyarakat terhadap kelangkaan minah yang terus berkelanjutan di Sidikalang. Dibagian lain, Saut juga meminta agar para pangkalan mianh tidak berlaku curang kepada pemerintah terlebih kemasyarakat, menjual minah dengan harga diluar HET. (SS) andalas/th sihombing

LAHAN GARAPAN-Poniman (dua kanan) saat menjelaskan kronologis lahan garapan warga sejak 1951 yang kini masih dalam HGU PTPN2.

450 KK Pra Sejahtera Minta PTPN2 Kembalikan Lahan Lubuk Pakam-andalas Sedikitnya 450 KK yang menakan dirinya warga prasejahtera dari Desa Durian Kecamatan Pantailabu Deli Serdang, meminta PTPN 2 agar mengembalikan lahan sekitar 91 Hektare (Ha) kepada mereka yang hingga kini masih diklaim PTPN 2 sebagai asetnya. Warga mengklaim, 91 hektare lahan yang masih diperpanjang HGU-nya adalah merupakan lahan garapan sejak tahun 1951. Dibuktikan dengan terbitnya surat landrenfom tahun 1961 yang ditandatangani wakil ketua landrenfom Moh Sidik GK. Hal ini terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) di komisi A DPRD Deli Ser-

dang yang dihadiri Mikael TP Purba SH, Moh Syahrul, Benhur Silitonga MM dan Rikki Prandana Nasution SE dengan pihak PTPN II, BPN Deli Serdang, Kabag Hukum pemkab DS, kepala Desa Durian dan camat kecamatan Pantai Labu, akhir pekan lalu. Ketua kelompok masyarakat prasejahtera Poniman, menjelaskan bahwa warga 450 KK semenjak tahun 1951 telah mengkuasai serta memiliki lahan 91 Ha itu. Namun, sekitar tahun 1965 melalui BPN warga di sana diminta agar keluar dari lahan yang dimaksud. Bahkan, aksi intimidasi dirasakan warga, bila mengikuti perintah BPN saat itu, warga dicap sebagai anggota partai politik terlarang. Karena merasa terintimidasi, akhirnya warga mengikuti perintah pengosongan lahan tersebut. "Bila tidak keluar dari lahan 91 Ha itu, kami dicap anggota PKI," ujar

Poniman. Tetapi, setelah reformasi berlangsung dan proses pembabasan lahan untuk Bandara Kualanamu berlangsung warga 450 KK kembali mengkuasai lahan 91 Ha yang ditanami kelapa sawit itu, pada tahun 2000 silam hingga saat ini. Tahun 2000 HGU lahan itu berakhir, tetapi tahun 2003 PTPN 2 kembali mengusulkan penerbitan HGU lahan 91 Ha tersebut. Oleh karena itu, warga memprotes penerbitan sertifikat HGU dengan No 40-41/ 2003 itu. Soalnya, ketika proses perpanjangan berlangsung tidak pernah dilakukan cek lapangan sebagai persyaratan penerbitan HGU untuk perkebunan. "Sudah mengcaplok lahan warga, masak Tempat Pemakaman Umum menjadi lahan berHGU," ketusnya. Ir Jhon Modal Pencawan kabag Hukum dan Pertanahan PTPN 2 membenarkan soal

Warga Minta Kades Pematang Panjang Dicopot Batu Bara-andalas Ratusan warga Desa Pematang Panjang, Kecamatan Limapuluh minta Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mencopot Kades Pematang Panjang M Sanusi. Pasalnya, Sanusi diduga telah 'menyunat' dan tidak transparan dalam penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) 2010 senilai ratusan juta rupiah. Hal itu terungkap dalam pertemuan antara warga dengan BPD Pematang Panjang, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), dan sejumlah tokoh masyarakat, di Balai Desa Pematang Panjang, Jumat (29/10) malam.

Pertemuan itu, awalnya membahas dugaan 'penyunatan' ADD senilai Rp 14,745 juta yang diperuntukkan proyek perkerasan jalan di tujuh dusun. "Kalau dana yang Rp 14 jutaan itu 'disunat' Kades, jangan-jangan semua dana ADD sebanyak ratusan juta juga 'dimainkan' Kades. Untuk itu kami minta Kades mempertangung jawabkannya. Kami juga minta BPD supaya mengusulkan pencopotan Sanusi kepada bupati," teriak salah seorang warga. Menjawab itu, Ketua BPD Pematang Panjang Drs Taufik Helmi mengatakan, BPD memang

punya wewenang untuk mengusulkan pencopotan Kades. Hal itu tertuang dalam Pasal 35 Permendagri 2007 ayat 1 huruf c yang menyatakan, BPD berwenang mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian Kades. "Kalau itu yang diinginkan masyarakat kita siap melakukannya," kata Helmi. Helmi juga menyesalkan sikap Kades yang tidak menghadiri pertemuan itu. Padahal, dalam rapat yang dilakukan pada 25 Oktober 2010 lalu kades telah berjanji akan menghadiri pertemuan itu untuk menjelaskan, penggunaan dana ADD terse-

but. "Tapi malam ini dia dan enam kepala dusun tak datang. Ini melecehkan lembaga BPD," katanya. Sementara itu, Anggota BPD Hamdan SE mengatakan, pemecatan Kades tergantung kesepakatan BPD, LPM dan masyarakat. Namun jika persoalan dugaan 'penyunatan' dana ADD itu tidak bisa diselesaikan di tingkat desa pihaknya akan menghadap Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD). "Jika di BPMD masih terganjal, kita minta bantuan masyarakat untuk mendorongnya. Kalau perlu kita melakukan aksi

ke DPRD Batubara," tegas Hamdan disambut teriakan yang menyatakan siap dari masyarakat. Kata Hamdan, akibat adanya 'penyunatan' itu berdampak kepada tidak maksimalnya hasil pekerjaan pengerasan jalan di tujuh dusun itu. Seharusnya, bahan material geragal untuk perkerasan volumenya lima truk untuk setiap dusun, akhirnya hanya dapat ratarata dua truk saja. Hadir dalam pertemuan itu anggota BPD lainnya, Asmini, Abdul Jalil, Isa Ansori, Marwan dan A Rahman serta Ketua LPM Umaruddin. (ZN)

Kelapa Sawit Milik Warga Sergai Diserang Hama andalas/ryad

Ratusan batang pohon tanaman kelapa sawit milik warga Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai diserang hama serangga jenis kumbang tanduk (Oryctes Rhinoceros).

DISERANG HAMAKepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Sergai, Ir Taufik Batubara (kedua dari kiri) ketika menjawab seputar ratusan batang pohon tanaman kelapa sawit milik warga diserang hama.

S

ERANGAN hama yang sudah berlangsung sekitar dua bulan itu mengakibatkan batang dan pelepah tanaman kelapa sawit mati mendadak hingga tidak berproduksi lagi. Dari kondisi tersebut, pemilik tanaman kelapa sawit, Darwin alias Ucok (47) warga Dusun V Pasar Kawat, Desa Sei Rejo, Sei Rampah, Sergai menerangkan, serangan hama yang sangat merugikan itu terjadi

beberapa bulan lalu ketika perkebunan kelapa sawit milik PT Socfindo melakukan replanting (peremajaan tanaman kelapa sawit). "Beberapa bulan lalu PT Socfindo yang lokasinya bersebelahan dengan lahan sawit milik warga

13

melakukan replanting, setelah itu ratusan pohon tanaman sawit dibagian daunnya mengering lalu pohonnya mati," ucapnya. Senada juga dikatakan, Aci (50) warga yang sama. Ia mengaku, setelah adanya replanting di perkebunan kelapa

sawit nilik PT Socfindo, ratusan pohon tanaman kelapa berumur sekitar 15 tahun miliknya, dibagian daunnya mulai mengering, hingga mencapai 80 persen yang disebabkan kumbang tanduk. "Bersama warga

lainnya pernah melakukan untuk mengurangi berkembang biak serangga tersebut, dengan cara menangkapnya lalu dikumpulkan dan membakarnya, namun hasilnya tidak ada," ungkapnya. Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Sergai Ir Taufik Batubara mengaku, belum bisa memberikan solusi pencegahan ataupun pengobatan tanaman kelapa dan sejenisnya. "Kita belum bisa untuk melakukan pencegahan. Ini perlu dilakukan penelitian terlebih dulu karena yang menangani Balai Proteksi dari Departemen," katanya sembari mengatakan untuk sementara hanya berkoordinasi dan meninjau kelokasi.(RYAD)

perpanjangan yang diusulkan PTPN 2 ke BPN serta sertifikatnya HGU nya telah terbit. Selaku pemegang HGU, mereka wajib mengamankan dan mengusai lahan tersebut. Sementara itu anggota Komisi A menyatakan, ada keganjilan dalam penerbitan HGU tersebut. Untuk itu, sangat diperlukan peninjauan lapangan dan pengukuran ulang guna mengetahui apakah lahan yang dituntut masyarakat prasejahtera posisinya ada didalam HGU. Apabila, nanti setelah cek lapangan membuktikan adanya kekeliruan maka dewan akan membuat rekomendasi lahan tersebut dikembalikan kepada warga 450 KK. Usulan komisi A untuk melakukan peninjauan lapangan disepakati pihak PTPN, BPN, Kabag hukum dan pemerintahan Kecamatan dan Desa yang akan digelar pada 11 Novermber 2010 mendatang. (TH)

Jembatan Langgunai Ambruk Panyabungan-andalas Warga Batahan-Natal (Pardamean Baru) kecewa akibat jembatan penghubung Natal-Batahan ambruk hancur akibat truck pembawa bibit sawit PTPN IV. Demikian informasi warga Batahan melalui telepon, kemarin di Panyabungan. Menurut warga itu, salah satu jembatan penghubung dari Natal ke Batahan adalah jembatan Langgunai, yang sudah seminggu roboh. Tetapi, pihak pemborong belum ada tanda-tanda memperbaikinya. Disebutkan, warga daerah itu kecewa pada pemborong/ pembawa bibit sawit PTPN IV, sebab jalan pintas itu sangat berarti bagi warga Batahan. Apalagi jalan tersebut digunakan warga sebagai jalan membawa hasil tangkapan ikan yang mau dijual ke pasar Natal, dan sebaliknya. Warga menambahkan, pihak pemborong PTPN IV harus bertanggungjawab atas robohnya jembatan Langgunai. Disebutkan, pihak pemborong PTPN IV memaksakan truck melewati jembatan dengan muatan bibit lebih kurang 5000 pokok dari Batu Sondat menuju lokasi Plasma KUD Maju Bersama Natal. Baharuddin Ketua KUD Maju Bersama Natal yang dikonfirmasi via telepon mengatakan, paling lambat dalam dua hari ini jembatan Langgunai yang roboh akibat truck bibit sawit itu akan dikerjakan oleh Pemborong PTPN IV. (OI)

Elemen Masyarakat Demo Kebun Limau Mungkur STM Hilir-andalas Puluhan elemen masyarakat terdiri dari Forum Komunikasi Mahasiswa, LSM LPKPN (Lembaga Pemantau Kinerja Pejabat Negara), dan Forum Reformasi Perkebunan serta keluarga 7 anggota Pam Swakarsa PTPN II Kebun Limau Mungkur yang merupakan tersangka pelaku pembunuhan terhadap Yusuf Tarigan, Senin (1/11) berunjuk rasa ke unit PTPN II Kebun Limau Mungkur di Kecamatan STM Hilir. Kedatangan massa itu telah diantisipasi pihak Kebun Limau Mungkur dengan menyiagakan puluhan personil Polisi, baik yang BKO Brimob serta anggota Polres Deli Serdang dibantu aparat Polsek Talun Kenas serta puluhan karyawan Kebun Limau Mungkur. Aksi unjuk rasa itu menuntut agar pihak PTPN II, khusunya pihak Kebun Limau Mungkur agar segera menyelesaikan semua permasalahan yang berhubungan dengan hak-hak Pam Swakarsa, meminta Dewan Direksi PTPN II bertanggungjawab penuh atas insiden penyerangan oleh orang yang tak dikenal (OTK) yang mengaki-

batkan ditahannya 7 anggota Pam Swakarsa yang bertugas mengamankan areal 922 hektar Kebun Limau Mungkur. Kepada pihak Kepolisian RI untuk bersikap objektif dalam menyikapi permasalahan yang terjadi di Kebun Limau Mungkur. Massa yang berunjukrasa didepan kantor Manajer Kebun Limau Mungkur juga meminta agar Ir Jamal Abdul Nasser, Manajer PTPN II Distrik Rayon Selatan yang juga pejabat pelaksana Manajer Kebun Limau Mungkur menemui mereka. Tak berapa lama, beberapa orang dari perwakilan pengunjukrasa itu diterima oleh pihak Manajer Kebun. Perwakilan pengunjukrasa dengan membawa keluarga 7 tersangka anggota Pam Swakarsa yang terdiri dari istri dan anak mereka diterima oleh Ir Jamal Abdul Nasser. Boyke Panggabean SH dari Forum Reformasi Perkebunan meminta kepada pihak PTPN II agar memperhatikan nasib keluarga 7 anggota Pam Swakarsa yang kini menjadi tersangka dan terdawa yang menewaskan salah seorang OTK yakni Yusuf Tarigan. (BOB)

K k b A


ACEH MEMBANGUN

Selasa 2 November 2010

Ketahuan Kawini Gadis

K

14

Bupati Aceh Utara Digugat Cerai Oleh Isterinya

Karena ketahuan menikah dengan seorang gadis belia di Kota Medan, Bupati Aceh Utara, Ilyas A Hamid, digugat cerai oleh isterinya ke Mahkamah Syariah. Akses dari gugatan isterinya, kini masalah poligami sang pemimpin itu menjadi buah bibir rakyat Aceh Utara. ETERANGAN dihimpun dari berbagai sumber, gadis yang kini jatuh dalam pelukan Ilyas A Hamid adalah, mantan Cady Golf asal Medan. Mereka kenalan di lapangan Golf,

harian andalas | Hal.

karena gadis bernama Mustika Dewi alis Nining kelahiran 1989 sering melayaninya saat kelelahan bermain golf. Dulu, isteri bupati yang dipanggil dengan sebutan Ummi Khadijah (42) sudah

KILAS

Jaringan Irigasi Pante Lhong Rusak Kembali Bireuen-andalas Sejumlah titik jaringan irigasi Pante Lhong II kawasan Bunyot Teupi Manee kecamatan Juli Bireuen yang dibangun sejak tahun 1980 kondisinya kembali rusak, tanpa adanya perbaikan meski setiap tahunnya dialokasikan dana pemeliharaan oleh pemarintah. Menurut sejumlah warga terutama petani kepada andalas, Senin (1/11) kerusakan jaringan irigasi yang cukup parah terjadi dikawasan Seuneubok Gunci, Kemukiman Juli Barat kecamatan Juli. "Ada sekitar ratusan meter tebing tanggul yang ada di Seuneubok Gunci retak, bahkan sebagian pondasi semen tanggul amblas ke dalam irigasi sehingga sampah yang hanyut dari kebun warga menumpuk," kata M Yusuf perangkat desa Seuneubok Gunci. Menurut M Yusuf, beberapa tahun belakangan ini, jaringan irigasi Pantee Lhong yang berpusat di Beunyot Juli tidak pernah dilakukan perbaikan ataupun pembesihan oleh dinas terkait. Sementara jadwal untuk turun ke sawah yang diprediksi bulan November ini gagal akibat tidak adanya pembersihan saluran irigasi seperti tahun-tahun sebelumnya. Di tempat terpisah, satu unit jembatan dan pintu air di Gampong Meunasah Juli Tambo, Kecamatan Juli kembali rusak akibat diterjang air bah dua bulan lalu dan masyarakat di kawasan itu meminta agar dinas terkait segera melakukan perbaikan. Selain itu yang sangat mnyedihkan warga Cotbatee yang selalu menerima kado berupa sampah sari saluran irigasi di atas. Hal itu terjadi karena saluran pembuang di pinggiran jalan besar tidak ada. Sebelumnya Rusli Yakob kepada Andalas, pernah meminta anggota masyarakat untuk bergotong-royong, namun hal itu tidak mungkin dilakukan setiap harinya apalagi seperti saat ini musim penghujan. (HERA)

Pecandu Narkoba Aceh Barat Meningkat Meulaboh-andalas Pecandu narkoba di Aceh Barat terus meningkat setiap tahun, akibat kurangnya sosialisasi, sehingga peredaran barang "haram" tersebut tidak terkendali. "Pemerintah daerah kurang melakukan sosialisasi bahaya narkoba, akibatnya jumlah pecandu narkoba meningkat setiap tahun," kata Kepala Biro Komunikasi dan Advokasi Gerakan Anti Narkoba (Granat) Aceh Barat Dicky Juanda, di Meulaboh, Senin. Ia menyatakan, berdasarkan data Polres Aceh Barat dimulai tahun 2007 didapat sebanyak sembilan kasus, 2008 meningkat mencapai 12 kasus dan di tahun 2009 mencapai 23 kasus. "Pada tahun 2009 tercatat kasus narkoba di Provinsi Aceh mencapai 121 kasus," kata Dicky. Mayoritas para pecandu narkoba, lanjut Dicky, masuk pada usia produktif. Jika pemerintah daerah maupun pihak kepolisian tidak segera tanggap dengan secara rutin memberikan penyuluhan tentang dampak dan bahaya narkoba, dikhawatirkan regenerasi daerah di masa yang akan datang membawa petaka bagi hajat hidup orang banyak. Selain itu, para orang tua diminta tidak tinggal diam dan percaya begitu saja terhadap aktivitas anaknya sehari-hari, melainkan lebih intensif mengawasi aktivitas anaknya beserta lingkungan sekolah sekaligus komunitas dalam bermain. "Tentu berbahaya saat muda doyan narkoba, ketika dewasa kelak kebetulan menjadi pejabat daerah, akan melahirkan kebijakan yang tidak realitis bahkan menjerumuskan," katanya. (ANT)

Jalan Berlumpur, Warga Sulit Datangi Posko Pengobatan Bireuen-andalas Akibat sarana jalan licin dan berlumpur pasca diguyur hujan, warga masyarakat di kawasan Pinto Rimba Peudada sulit menjangkau posko pengobatan gratis yang digelar Kodim 0111/Bireuen dan Puskesmas kecamatan setempat selama ini. Selain kawasan Pinto Rimba, kondisi yang sama juga terjadi di desa Blang Rangkuluh, Alue Keutapang, Tanjong Selamat pesca dilakukan perbaikan dengan alat gleder. "Sebelum di gleder memang jalan tersebut sudah rusak parah, namun setelah diratakan, jalan tersebut belum diaspal sehingga saat guyur hujan kemarin. Kondisi badan jalan berlumpur dan licin hingga sulit dilintasi," sebut Ridwan. Yang memprihatinkan masyarakat di kawasan itu sulit mendapatkan kesempatan berobat secara gratis di posko pengobatan digelar Kodim 0111/Bireuen dan Puskesmas akibat sarana jalan licin dan berlumpur. Hingga siang kemarin, hanya sekitar 200 warga yang dapat hadir. Dandim 0111/Bireuen, Letkol Inf Reza Pahlevi melalui Pasiter Kapten, Inf Dito didampinggi Danramil Peudada, Lettu Inf Ali Akbar mengatakan, pengobatan gratis itu merupakan kegiatan lanjutan dari program TMMD yang tengah dilaksanakan di Desa Pinto Rimba. "Selain mempererat tali silaturrahmi, kegitan ini salah satu program TNI untuk masyarakat terutama memberikan pengobatan gratis kepada masyarakat pedalaman yang selama ini kurang tersentuh," katanya. (HERA)

mendengar, bahwa suaminya telah kawin lagi dengan dara belia dari Medan. Namun, tidak ada bukti yang menunjukkan kebenaran, tapi dari sikap seharian sang suami memang ada perubahan. Antara lain, dia sering kena marah dan bahkan sering dipukuli kalau menanyakan tentang dia telah kawin dengan gadis cantik lainnya. Kehidupan dalam rumah tangga sudah tak serasi lagi. Karena tidak tahan dengan perlakuan sang suami yang

menjadi pemimpin Aceh Utara itu, lalu Ummi Khadijah menggugat cerai suaminya Ilyas A Hamid, ke Mahkamah Syariah Lhokseumawe. Malah, Senin (1/11) oleh kuasa hukumnya dari LBH Masyarakat Aceh (Masya) mendaftarkan gugatannya. Dua pengacara LBH Masya, yakni Nur Laila SH, dan Tri Atnuari SH, menyerahkan berkas gugatan setebal tujuh halaman itu dan diterima oleh petugas meja satu,

bidang penerimaan perkara Mahkamah Syariah Lhokseumawe, M Al-Mahdi. Berkas itu teregistrasi dengan Nomor 228/Pdt.G/ 2010/MS. Kuasa hukum Khadijah, Tri Atnuari SH, dan Nur Laila SH, menyebutkan, istri bupati tak tahan lagi dengan perlakuan suaminya. "Bupati dalam dua tahun terakhir sering melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya selama dua tahun terakhir. Ini yang paling membuat

Umi Khadijah (panggilan akrab Khadijah) tidak tahan terhadap perlakuan suaminya, setelah dikhianati cinta dipukul lagi" sebut Tri Atnuari di pengadilan kemarin. Selain itu, pengacara Ummi menyebutkan, Bupati Aceh Utara, Ilyas A Hamid, melakukan manipulasi identitasnya, yakni dalam akte nikahnya dengan gadis kelahiran 1989, bernama Mustika Dewi akrab disapa, Ningsih, di Medan, Sumatera Utara. Tertulis dalam buku nikah bahwa Ilyas Hamid

statusnya duda. Sementara Ningsih, yang mantan cady golf, di Medan, Sumatera Utara masih gadis belia. Sementara itu, penerima berkas perkara Mahkamah Syariah Lhokseumawe, M AlMahdi menyebutkan, pihaknya telah menerima berkas gugatan cerai tersebut. "Sepuluh hari ke depan, akan dipanggil para pihak untuk bersidang. Biasanya, akan ada mediasi dulu. Jika mediasi mentok, baru dilanjutkan ke ranah persidangan," sebut M Al-Mahdi. (ERY)

Kongres Guru se-Aceh Diikuti 150 Guru Bireuen-andalas Pelaksanaan kongres guru se-Provinsi Aceh I dilaksanakan di Hotel Purnama Jalan Raya Banda-Medan Desa Cot Gapu Bireuen selama 3 hari sejak Sabtu-Senin (30 Oktober sampai 1 November). Kongres tersebut diikuti 150 guru pilihan dari berbagai daerah yang dianggap terprofesional mewakili 23 Kabupaten/ Kota yang ada di Wilayah Aceh dengan harapan dalam kongres akan memperoleh informasi riil di lapangan terhadap permasalahan pendidikan Aceh. Kongres yang mendapat apresiasi dari masyarakat dan berbagai pihak yang disertai karangan bunga berjejeran di jalan itu sangat menarik berbagai kalangan. Pasalnya, saat ini memang kualitas pendidikan prestasinya menurun. Sehingga, mereka mengambil tema "Membangun Kreativitas Guru Mewujudkan Kualitas Pendidikan Di Aceh Ke Depan". Sebelum berlangsungnya acara pembukaan kongres yang dibuka Gubernur Aceh Irwandi Yusuf beberapa masyarakat termasuk pemuka masyarakat peduli pendidikan kepada

andalas/suherman amin

KONGRES GURU-Sebagian peserta kongres guru diabadikan bersama. andalas menyebutkan, suatu hal yang sangat dinanti-nantikan dan diharapkan bisa memperoleh informasi pendidikan yang akurat sehingga menambah wawasan, sebab tampaknya pakar-pakar pendidikan akan menjadi nara sumber sekaligus

pemateri. Dan hasil rekomendasi kongres nantinya didoakan untuk ditindaklanjuti dan mau diperhatikan berbagai pihak yang memang pengambil keputusan bidang pendidikan agar ke depan pendidikan

benar-benar berkualitas di Aceh. Akan tetapi sangat disayangkan bila seusai kongres guru, kongres tetap kongres padahal sudah menghabiskan dana puluhan juta rupiah tetapi hasilnya nol dan rekomendasinya, di-

Jurnalis Kumpul RP 25 Juta untuk Mentawai

Atasi Over Kapasitas

10 Napi Rutan Biruen Dipindahkan Bireuen-andalas Rumah Tahanan (Rutan) Bireuen saat ini narapidananya sudah sangat membludak, bahkan sudah melebihi kapasitas. Untuk mengatasi over kapasitas daya tampung para napi dan tahanan di Rutan Bireuen, pihak Rutan memindahkan 10 Napi ke tiga Lembaga Pemasyarakatan yakni ke LP Lhokseumawe 8 Orang, ke LP Banda Aceh dan LP Langsa masing-masing 1 orang. Selain itu pihak Rutan Bireuen dalam rangka memperingati HUT Dharma Krayadika 2010 juga membebaskan 4 orang napi, namun dengan pelepasan bersyarat. Adapun napi yang bebas bersyarat itu masing-masing Syarifuddin (36), warga Langsa, Tarmisi (25), warga Peusangan, Tgk Roizal (27), warga Peu-

dada dan Juneidi (35), warga Jeunieb. Kepala Cabang Rutan Bireuen Ruseno SH dalam keterangannya kepada andalas, Minggu (31/ 10) menyebutkan, menjelaskan ada ketentuan pembebasan napi sesuai dengan ajuannya ke Menteri HAM dan seusai upacara HUT Dharma Krayadika 2010 di Rutan Bireuen, Sabtu (30/10) ke 4 mereka di lepaskan. Dikatakan, jumlah penghuni di Rutan Bireuen saat ini mencapai 271 orang. Dari itu, jauh melebihi daya tampung yang berkapasitas seharusnya sebanyak 85 orang. Sementara jumlah petugas sipir saat ini hanya sebanyak 38 orang dan hal itu tidak ada perimbangan untuk menjaga dan mengawasi 271

Napi dan tahanan. Terkait masalah itu, sebut Ruseno pihaknya sudah mengusulkan ke Kantor Wilayah Hukum dan HAM untuk memindahkan 24 Napi lainnya karena melebihi kapasitas. Demikianpun tambahnya, pihaknya tetap melakukan pembinaan maksimal walaupun penghuni Napi Rutan Bireuen melebihi kapasitas pihaknya tetap melakukan pembinaan maksimal. Dan diharapkan pula seluruh para tahanan beritikad baik mengikuti pembionaan dan semuanya harus mematuhi peraturan yng berlaku terutama menyangkut masalah kebersihan lingkungan yang mutlak diutamakan untuk menjaga kesehatan para Napi dan tahanan. Sementara itu Ruseno juga menyebutkan, Men-

teri Hukum dan HAM RI Patrialis Akbar atas laporannya juga berharap walaupun di Rutan Bireuen para Napi masih melebihi kapasitas pihak Rutan tidak boleh menurunkan upaya pembinaan dan bimbingan kepada warga binaan permasyaraktan. Ruseno menambahkan, kapasitas napi yang berlebih tetap diupayakan untuk mengatasinya dan masalah penanganan kelebihan tersebut telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, untuk mengatasinya dengan mengusulkan penambahan pembangunan Lapas dan Rutan. Selain itu pihaknya juga mengusulkan agar diperbolehkan pemindahan pemindahan Napi untuk menjaga keseimbangan dan pemerataan penghuni. (HUS)

Erosi Mengganas, Lima Rumah Terancam Ambruk Lhoksukon-andalas Erosi Krueng Keuretoe, di Desa Meunasah Gunci, Mampre dan Keude Paya Bakong, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara dalam seminggu terakhir kian parah. Selain kebun sepanjang 700 meter di tiga desa itu yang telah ambruk, kini lima rumah di Desa Gunci juga terancam ambruk. Pasalnya, jarak kelima rumah tersebut dengan tepi sungai saat ini hanya satu meter lagi. "Erosi makin parah dalam sepekan terakhir karena kawasan kami terus diguyur hujan. Sebelumnya ,di lokasi itu tanahnya sudah mulai retak akibat erosi yang terjadi sebelumnya. Namun, hingga kini belum

ada upaya dari pemerintah untuk mengatasi masalah," kata Safrizal (23), pemuda Meunasah Gunci, Minggu (31/10). Kelima rumah yang terancam ambruk, sebutnya, adalah milik A Rasyid, Abdullah Ali, Antiah, Rafasah dan M Adam. Kini, lanjutnya, sebagian besar kebun warga yang ditanami pinang, cokelat dan kelapa juga telah ambruk ke sungai. Karena itu, ia berharap masalah itu segera dicarikan solusinya sehingga tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Camat Paya Bakong, M Nurdin mengatakan, kawasan tersebut memang rawan erosi, apalagi pada musim hujan. Namun, Nurdin mengaku

Banda Aceh-andalas Sumbangan sebesar Rp 25.317.000 berhasil terkumpul dalam malam amal diselenggarakan wartawan dan komunitas Kaskus (Kaskuser) di Aceh, untuk membantu korban gempa dan tsunami di Kepualauan Mentawai, Sumatera Barat. Panitia Pelaksana aksi solidaritas untuk Mentawai, Fakhrurrazi Gade di Banda Aceh, Senin mengatakan, bantuan yang terkumpul itu akan disalurkan dalam bentuk uang tunai kepada para korban melalui perantara PMI Banda Aceh. "Alhamdulillah melalui aksi solidaritas kita galang berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 25 juta dan semuanya akan disalurkan untuk membantu para korban di Mentawai. Ini merupakan bentuk solidaritas dan juga belasungkawa dari masyarakat Aceh secara umum," katanya. Aksi bertajuk "Charity Nigh Atjeh Movement for Indonesia" diprakarsai oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh bersama Kaskuser regional Aceh, berlangsung di Haba Cafe, Banda aceh, Minggu (31/10) malam. Aksi penggalangan bantuan itu dilakukan dengan menggelar konser amal dan musikalisasi puisi melibatkan seniman dan band-band lokal, disamping menjual kaos milik komunitas forum terbesar di Indonesia, Kaskus yang seluruh hasil penjualannya disumbangkan ke Mentawai. Fakhrurrazi menyebutkan aksi digelar bukan sebatas untuk menghibur warga, tetapi dibalut dalam aksi belasungkawa, solidaritas dan rasa kemanusiaan untuk para korban tsunami. (ANT)

Lembaga Panglima Laot Aceh Barat Tuntut Upah

andalas/sn

AMBRUK-Warga Meunasah Gunci Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara memperhatikan kebun di belakang rumhnya yang telah ambruk akibat erosi. belum menerima laporan adanya erosi yang terjadi dalam sepekan terakhir. "Kami telah melaporkan masalah ini ke Pemkab Aceh Utara dan provinsi. Bahkan petugas dari provinsi juga sudah

masukkan ke tong sampah itu yang sangat merugikan. Namun kita berdoa agar hasil rekomendasi kongres guru Aceh pertama di Bireuen ada kelanjutan dan bahkan adanya kembali kongres guru Aceh kedua beserta ada manfaatnya. "Sebenarnya pengelola pendidikan di Aceh perlu memikirkan perpustakaan di setiap kabupaten agar selain adanya kreativitas guru guru masyarakat juga aktif membaca minimal mengurangi kebodohan," ungkap AM Geudong di komplek Hotel Purnama kepada Andalas, Sabtu (30/10) sebelum acara pembukaan dimulai seraya mengharapkan agar dimasukkan ke dalam sajian kongres. Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dalam pernyataannya ketika membuka Kongres Guru Aceh ke-1 mengatakan bahwa kongres yang dilaksanakan selama tiga hari di Bireuen merupakan momentum strategis bagi pendidikan Aceh ke depan dan meningkatkan krestifitas guru demi memajukan kualitas pendidikan. Irwandi Yusuf menyebutkan, kondisi umum pendidikan di Aceh harus benar-benar diperhatikan menyangkut empat hal yaitu Perluasan dan pemerataan akses, Mutu, Relevansi dan daya saing, Tata Kelola, Akuntabilitas dan Citra Publik serta Implimentasi Pendidikan Islami. (HER)

pernah turun. Tapi saya tak tahu mengapa hingga saat ini belum ada tindak lanjutnya," jelas Camat. Kondisi serupa juga terjadi Desa Kapa, Kecamatan Peusangan, Bireuen. (SN)

Meulaboh-andalas Para pengurus Lembaga Panglima Laot (lembaga adat laut) Kabupaten Aceh Barat meminta haknya atas upah yang sejak Januari 2010 hingga kini belum dibayarkan oleh pemerintah daerah setempat. "Upah panglima laot di 12 kecamatan setiap orang hanya Rp400 ribu/bulan. Kita tidak terlalu mempersoalkan nominal uangnya tapi terkesan pemerintah daerah telah menganaktirikan panglima laot yang notabene adalah lembaga adat yang lahir sejak ratusan tahun silam," kata Sekertaris Panglima Laot Kabupaten Aceh Barat Nanda di Meulaboh, Senin. Ia menyatakan, dari informasi yang diterima dari Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Aceh Barat, Nasrita, upah panglima telah diajukan sekitar Rp73 juta namun badan anggaran Dinas Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah (DPKKD) telah memangkas hingga Rp18 juta. Menurut dia, jika untuk lembaga panglima laot hanya dianggarkan Rp18 juta ada baiknya sekaligus tidak usah dianggarkan. "Di Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Selatan, upah panglima minimal Rp750 ribu setidaknya untuk kami janganlah dikurangi kalau memang anggaran daerah tidak mencukupi, karena upah itu untuk menunjang aktivitas komunikasi bersama para nelayan," kata Nanda. (ANT)

K k b A


SAMBUNGAN

Selasa 2 November 2010

harian andalas | Hal.

15

Korupsi Langkat Terus Diusut...(Dari Halaman 1) Utara,” ungkap Edi Irsan. Pejabat yang diperiksa antara lain mantan Kadispenda Langkat AN, dan 15 mantan panitia anggaran (Panggar) DPRD L angkat 2004-2009 di antaranya S (FGolkar), AK (F-PBB), K (FPKS), TS (Demokrat), SB (FGolkar) dan GS (F-PPP). Dia mengatakan kasus dugaan korupsi tersebut terjadi tahun 2007. Saat itu proyek pematangan lahan untuk pembangunan tempat wisata Bukit Lawang yang telah selesai dikerjakan tahun 2002, dan dianggarkan kembali pembiayaannya di APBD 2007. "Pemeriksaan AN hanya sebatas memintai keterangan saja. Pemeriksaan terhadap AN hanya sebagai saksi dalam kasus ini," katanya. Ditegaskannya, dalam kasus ini, pihaknya baru menetapkan satu orang tersangka yaitu MT yang merupakan mantan Kepala Badan Pengelola Bukit Lawang (BPBL) dan penetapan status tersangka, setelah pihaknya melakukan gelar perkara (ekspos), terhadap kasus tersebut. Untuk diketahui, kasus ini berawal dari tahun 2002, saat itu MT selaku Kepala BPBL ditugasi untuk mengelola Bukit Lawang setelah adanya pelepasan lahan dari PTPN II. Oleh MT, lahan tersebut dikelola untuk perluasan objek wisata Bukit Lawang dengan cara meratakan lahan menggunakan sejumlah alat berat. Akan tetapi, proyek yang dikerjakan secara berkala itu, tidak rampung dikerjakan, malah terbengkalai begitu saja. Hingga di tahun 2004,

bencana alam banjir bandang Bahorok, meluluhlantakkan pengerjaan proyek, hingga tidak terlihat lagi bekas pengerjaanya. Pengerjaan ini pun menjadi temuan BPK RI dan untuk menutupi temuan tersebut, BPBL menggelontorkan uang senilai Rp1,7 miliar di tahun 2007 tanpa ada pembahasan melalui panggar DPRD. Namun sampai saat ini, uang senilai Rp1,7 miliar itu tidak jelas peruntukannya. Terpisah, Asisten Pidana Tindak Khusus, Erbindo Saragih SH mengatakan jumlah tersangka penyalahgunaan dana APBD 2002-2007 Kabupaten Langkat senilai Rp 102 miliar kemungkinan bisa bertambah. Hal tersebut ditegaskannya, Senin (1/11)siang saat ditanya terkait persoalan tersebut. Ditegaskan, bertambahnya jumlah tersangka tergantung dari hasil pemeriksaan penyidik Kejati Sumut. "Yang terpenting adalah dalam mengusut kasus korupsi yang merugikan keuangan negara itu, pihak Kejati Sumut terus bekerja keras dan tetap komit untuk menuntaskan kasus-kasus korupsi yang sedang ditangani," ungkapnya. Seperti diketahui, dalam kasus ini selain menyeret mantan Bupati Langkat H Syamsul Arifin, juga melibatkan mantan Bendahara Pemkab L angkat, Buyung Ritonga yang dijadikan tersangka dugaan korupsi penyalahgunaan dana Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2002-2007 senilai Rp 102 miliar tersebut.(FEL)

Puting Beliung Terjang Madina...(Dari Halaman 1) tsunami di Mentawai serta meletusnya Gunung Merapi di Pulau Jawa. Tak tahunya desa kami juga diterpa serangan angin puting beliung yang lumayan menakutkan," kata Safruddin. Ia menambahkan, penduduk yang rumahnya porakporanda terkena sapuan angin puting beliung, saat ini terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Kendati tidak ada korban jiwa, namun warga lainnya lebih memilih berlindung di tenda-tenda yang didirikan secara swadaya.

Sedangkan Bupati Madina melalui Kabag Humas Pemkab Taufik SH ketika dikonfirmasi andalas mengatakan, pihaknya mendapat kabar sekitar bencana angin puting beliung yang mencemaskan masyarakat Batahan itu sekitar pukul 16.15 WIB. "Pihak Pemkab Madina akan segera berangkat ke lokasi kejadian untuk memberikan perhatian kepada para korban serta melakukan langkah-langkah penanggulangan dan penanganan terhadap para korban," sebutnya.(OI)

Ditolak, Blue Bird Tetap Beroperasi...(Dari Halaman 1) “Hari ini kita mulai dioperasikan bang. Tadi pagi dilakukan peresmian secara sederhana dan kita langsung dilepas pimpinan PT Blue Bird Group,” kata salah seorang pengemudi Blue Bird kepada andalas, Senin siang di depan Hotel Grand Antares Medan. Sementara itu, Keluarga Besar Supir dan Pemilik (Kesper) Sumut mengancam akan melakukan sweeping terhadap taksi Blue Bird jika tetap ngotot untuk beroperasi di Kota Medan. “Jika benar taksi Blue Bird tetap ngotot beroperasi di Medan, maka 5 titik yakni

Bandara Polonia, Terminal Apmplas, Terminal Pinang Baris, depan Carrefour, dan Belawan akan kita jaga agar tidak dimasuki Blue Bird,” kata Israel Situmeang, Sekretaris Kesper Sumut. Selain itu, Israel juga mengaku hari ini, Selasa (2/11) pihaknya akan melakukan sweeping terhadap taksi Blue Bird yang mulai berkeliaran di sejumalh ruas jalan di Medan. “Besok (hari ini-red) mulai Pukul 10.00 WIB kita akan sweeping Blue Bird,” ujarnya. Namun saat ditanya tujuannya untuk apa, Israel Situmeang enggan menjawab. (BEN)

Kuota CPNS Sumut Belum Jelas...(Dari Halaman 1) orang, Tapanuli Tengah 236 orang, Asahan 217 orang, Batu Bara 247 orang, Labuhan Batu 219 orang, Labuhan Batu Selatan 237 orang, Labuhan Batu Utara 249 orang, Nias 256 orang, Nias Selatan 269 orang, Nias Utara 240 orang, dan Nias Barat 257 orang. “Awalnya Tanjung Balai mengusulkan 241 orang dan Samosir 227 orang, namun kemudian membatalkannya dengan menyurati Menpan. Begitu juga dengan daerah kabupaten/kota lainnya belum dapat memastikan berapa jumlah alokasi formasinya sebab tidak tertutup kemungkinan ada yang tambah dan dikurangi,” tegasnya. Terkait hal ini, BKD Sumut berharap Menpan secepatnya mengeluarkan jumlah kuota yang pasti untuk formasi CPNS se Sumatera Utara tahun 2010. mengingat sisa waktu dua bulan sampai akhir tahun sehingga nantinya bisa

dimanfaatkan untuk optimalisasi serapan dana APBD Provinsi Sumut serta 31 kabupaten dan kota yang membuka pendafataran CPNS tahun 2010, lebih maksimal. Meki demikian pihak BKD Sumut memaklumi kondisi yang menyebabkan belum keluarnya formasi CPNS 2010 se-Sumut tersebut. Seperti masih banyak daftar tunggu formasi CPNS dari seluruh provinsi, kabupaten, dan kota se Indonesia, yang perlu dibahas BKN dan Kemenpan untuk diambil keputusannya. Pembahasan umumnya menyangkut formasi yang diajukan berdasarkan latar belakang pendidikan yang dibutuhkan. “Kita khawatir kalau menunggu terlalu lama, bisa menyebabkan dana penerimaan CPNS tahun 2010 yang dialokasikan dalam APBD, menjadi tidak terpakai,” ungkapnya. (WAN)

KEMBALI DIPERIKSA–Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin meninggalkan gedung KPK usai diperiksa terkait kasus dugaan korupsi penggunaan dana pengelolaan kas APBD Kabupaten Langkat tahun 2000-2007, Jakarta, Senin (1/11). Pemeriksaan tersebut adalah yang kelima kalinya selepas dirinya ditahan oleh KPK 22 Oktober 2010, yang lalu karena dugaan korupsi saat ia menjabat Bupati Langkat yang diduga merugikan negara sekitar Rp99miliar.

Rahudman Tunggu Izin Presiden...(Dari Halaman 1) boleh memanggil dan memeriksa tersangka Rahudman. Diterangkan, bahwa tercatat di ketentuan perundang-undangan bila dalam 60 hari kerja surat yang dikirimkan pihaknya itu tidak memperoleh balasan dari Presiden RI, Kejatisu dapat langsung mengeluarkan surat pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Rahudman Harahap. Sementara itu, Edi Irsan

menerangkan bahwa sesuai dengan jadwal pemanggilan hari itu, pihaknya telah melayangkan surat pemeriksaan terhadap beberapa saksi guna dimintai keterangan dalam kasus dugaan korupsi tersebut. “Hari ini, tim intelijen Kejatisu memanggil dan memeriksa 6 orang saksi terkait penyidikan dugaan korupsi yang melibatkan Rahudman Harahap tersebut. Adapun

yang diperiksa hari ini antara lain, RE, mantan Kabag Pemdes Pemkab Tapsel, AH, mantan Plt Kabag Pemkab Tapsel, RH, HA, SE dan AAS. Mereka semua dipanggil hari ini untuk pendalaman kasus itu,” ungkap Edi Irsan. Sebelumnya, pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) menyatakan serius menangani kasus Wali Kota Medan Rahudman Harahap, yang telah ditetapkan

sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Tunjangan Penghasilan Aparat Pemerintah Desa (TPAPD) Pemkab Tapsel senilai Rp. 1,5 miliar anggaran dari kas daerah tahun 2004-2005. Hal ini dikatakan Kepala Kejatisu, Sution Usman Adji SH kepada wartawan usai sholat Jumat dilingkungan kantor Kejatisu, Jumat. Menurut Sution, Kejatisu cukup serius menangani kasus Ra-

hudman, apalagi kasus tersebut sudah diumumkan ke media massa dan dalam waktu dekat pihak Kejatisu akan memeriksa dan memanggil saksi-saksi. “Dalam waktu dekat kita akan periksa kasus tersebut, apalagi barang bukti sudah lengkap dan sudah dipakai dalam persidangan di Padang Sidimpuan untuk kasus Amrin Tambunan,” tegasnya. (FEL)

Demo Berdarah Warnai Pemilukada Karo...(Dari Halaman 1) penghitungan suara dari hasil perolehan suara Pemilukada yang telah terlaksana 27 Oktober lalu, oleh pihak KPUD Karo, Senin (01/11). Terjadinya konflik antara warga simpatisan berjumlah ratusan orang dengan pihak pengamanan dari kepolisian Polres Tanah Karo dan Brimob, disebabkan para simpatisan memaksa untuk masuk ke hotel. Karena pihak pengamanan menghadang di gerbang hotel, warga melempari ke atas hotel tempat berlangsungnya penghitungan suara sehingga seluruh orang yang berada di ruangan, kucar kacir untuk mencari perlindungan dari serangan hujan batu. Massa simpatisan ternyata

bukan saja melempari ke arah ruangan tempat pertemuan. Namun para pengamanan juga ikut kebagian lemparan hujan batu membuat situasi semakin memanas hingga bentrok pun tak terhindarkan. Petugas pun kelihatan membalas melempari dengan batu ke arah kerumunan massa. Beberapa orang simpatisan yang merangsek masuk menerobos pagar betis polisi terpaksa dilumpuhkan dengan peralatan pentungan polisi, mengakibatkan kepala dan bagian tubuh warga mengalami luka-luka dan mencucurkan darah segar. Walaupun situasi di luar hotel semakin memanas, hal itu tidak menjadi hambatan

pelaksanaan penghitungan suara. Pihak KPUD Karo disaksikan dari Muspida plus, Panwaslu serta saksi-saksi dari 16 Kecamatan tetap melanjutkan perhitungan suara hingga selesai, kecuali penghitungan suara dari Kecamatan Kabanjahe. Pasalnya, kotak suara dan PPK dari Kecamatan Kabanjahe belum juga datang. Hal ini, menurut Benyamin Pinem Ketua KPUD Karo, karena Tenang Ginting selaku ketua PPK Kabanjahe belum menyerahkan berita acara dan yang berdangkutan tidak dapat dihubungi. Suara sah yang telah selesai dihitung dan ditetapkan KPUD Karo berasal dari 16

Inalum Harus Diambilalih Tanpa Syarat kembali dengan Pemerintah Jepang. "Syaratnya, keterlibatan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/ kota, BUMN, dan BUMD lebih diprioritaskan," kata Chaidir Ritonga. DPRD Sumut, kata dia, telah menyurati pemerintah pusat (Presiden), meminta pemerintah pusat tidak memperpanjang kontrak dengan Jepang, dan DPRDSU telah menyiapkan panitia khusus (Pansus) untuk persoalan pengambilalihan Inalum. Dijelaskannya, Pemprovsu bersama 10 kabupaten/ kota di sekitar DanauToba, Sumut sepakat untuk mengambilalih

pengelolaan PT Inalum, pemerintah daerah berharap pemerintah pusat tidak memperpanjang kontrak operasional Inalum yang akan berakhir pada 2013. Menurut Chaidir, Inalum harus segera diambilalih tanpa syarat, karena selama beroperasi di Indonesia lebih dari 30 tahun, perusahaan itu sangat minim memberikan pendapatan kepada negara melalui dividen dan tidak membawa manfaat bagi daerah di Sumatera Utara. Terlebih potensi sumber daya alam yang dihasilkan Inalum yang sangat besar dieksploitasi sebesar-besarnya tetapi tidak memberi

kecamatan, sejumlah 132.945 suara. Dengan rincian, (1) SitiSalmon 23.577, (2) Riemenda-Aksi 17.784, (3).SumbulPaham15.727 (4).RobertoFirman 6.309, (5).AbedNegoSanusi 10.806, (6).NabariPaulus 12.734, (7).Petrus Kornelius 12.456, (8).RamliRoni 5891, (9) Kena UkurTerkelin 21.618, (10) AndiSamadin 6043 suara. Insiden berdarah dalam demo ini, menyebabkan enam orang luka-luka dari massa simpatisan dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Kabanjahe, yaitu Ramon Sinuhaji (48), Saputra (17), Jansen Purba (35), Tison Ginting (23), Julianto (19), serta Erot (33). Seorang di antara korban, Erot

dirujuk berobat ke RS di Medan oleh pihak RSU Kabanjahe. Sementara 16 orang massa simpatisan dari tim delapan, diamankan di Polres Karo untuk dimintai keterangan. Kapolres Tanah Karo AKBP IG Agung Prasetyoko ketika dikonfirmasi perihal peristiwa memalukan ini, mengatakan peristiwa yang terjadi ini adalah hal wajar karena yang namanya pesta demokrasi, wajar saja ada pihak yang merasa kurang puas. ”Namun sangat disayangkan para simpatisan terprovokasi sehingga menjadi korban,” jelas Kapolres kepada andalas. (LAMS)

...(Dari Halaman 1)

manfaat dan keuntungan bagi bangsa dan negara. Sebaliknya, keberadaan perusahaan peleburan aluminium itu cenderung membuat pasokan listrik defisit di Sumut hanya karena lebih mementingkan produksinya sendiri. "Jika operasional Inalum dikembalikan kepada negara bukan hanya memperkuat industri hilir, tetapi dari PLTA Asahan 2 saja, negara akan mendapat pemasukan sekitar 160 juta dolar per tahun," ungkap Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sumut ini. Chaidir menjelaskan, produk aluminium Inalum memiliki daya saing tinggi mengingat kandungannya hingga

99,9 persen proyek. Saat ini harga aluminium di pasar internasional mencapai sekitar 2000 dolar AS per ton dan biaya produksi rata-rata Inalum antara 1500 sampai 1600 dolar AS perton aluminium. Bahkan, harga aluminium pernah mencapai titik tertinggi sebesar 2600 doar AS per ton. "Mulai 2010, Inalum diproyeksikan untung sebesar 9 juta dolar AS, kemudian naik menjadi 103 juta dolar AS pada 2011 dan 223 juta dolar AS pada 2012 serta pada 2013 ketika kontrak berakhir diproyeksi mencapai /308 juta dolar AS," katanya. Karena itu, wajar jika Jepang ingin memperpanjang

kontrak, sebab mereka sangat membutuhkan pasokan aluminium bagi kelangsungan industri berteknologi tinggi. Dalam posisi ini, Jepang mungkin akan berjuang habis-habisan mempertahankan kepentingannya tersebut. Di medan laga ekonomi yang sangat pragmatis,Jepang diduga sudah melancarkan serangan lobi-lobinya secara intensif menjelang berakhirnya perjanjian proyek Asahan. "Begitupun demi mendorong peningkatan PAD dan APBD Sumut, pemerintah pusat kita minta agar segera mengambilalih PT Inalum dengan tanpa syarat," tegas Chaidir Ritonga.(UJ)

Gantian, Massa Berdemo Dukung SBY-Boediono...(Dari Halaman 1) mengganggu konsentrasi para pemimpin bangsa dalam menjalankan roda pembangunan. Massa juga meminta para anggota DPR di semua tingkatan segera melakukan inventarisasi dan analisa serta menghapus peraturan daerah maupun undangundang yang tidak lagi berpihak pada rakyat. “Wakil rakyat adalah saluran aspirasi dan pembawa pencerahan kehidupan rakyat. Bila diperlukan, kembali ke UUD 1945. Ingat rakyat pemilik kedaulatan,” kata Sianturi. Selain itu, massa FKI-1 mengingatkan seluruh anak bangsa untuk peduli dan segera mengantisipasi adanya tindak pidana korupsi, agar tidak terjadi lagi di semua instrumen atau

lembaga negara. Karena tindakan para koruptor sama dengan pengkhianatan terhadap negara, karena mengambil hak-hak rakyat. Terkait bencana alam, Massa FKI-1 mengatakan duka dan bencana yang terjadi di tanah air adalah musibah dan duka kita bersama. “Karenanya, semua anak bangsa agar meningkatkan kepedulian atas penderitaan yang dialami saudara-saudara kita,” katanya. Aksi tersebut diterima sejumlah anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumut dian-taranya Sopar Siburian SH MH, Guntur Manurung, Nurhasanah, Melizar Latief SE, MM, dan Ristiawaty. Dalam pernyataan para wakil rakyat itu menyampaikan apresiasi yang tinggi

atas dukung yang diberikan kepada pemerintahan SBYBoediono, dan mereka berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada Presiden SBY, Ketua DPRD Sumut dan Ketua DPR-RI di Jakarta yang intinya mendukung pemerintahan sah saat ini. “Teruskan baktimu menyejahterahkan rakyat,” kata mereka. Usai menerima massa FKI-1 Sopar Siburian menegaskan, pada prinsipnya apa yang telah dilakukan pemerintahan SBY Boediono sudah berada porsi dan tatanan atauran hukum yang berlaku. Telah banyak perubahan yang dilakukan pemerintahan SBY terutama dalam hal penegakan demokrasi dan hukum, dengan begitu banyak tersangka koruptor yang

diajukan ke meja hijau. “Dalam penegakkan hukum SBY tidak pernah tebang pilih, sebagaimana disangkakan banyak orang. Intinya siapa yang bersalah tetap harus berhadapan dengan hukum”, kata Sopar Siburian. Sementara tentang pertumbuhan ekonomi, kata Meilizar Latif dan Guntur Manurung, dengan tingginya kepercayaan asing terhadap sektor perbankan Indonesia dalam hal pengembangan investasi, itu sudah dapat dijadikan barometer tentang bahwa pertumbuhan ekonomi kita di era pemerintahan SBY cukup baik. “Harusnya kita beri kesempatan kepada kepada Pak SBY dan Boediono untuk menjalankan tugasnya hingga empat tahun ke

depan. Tidak perlu terlalu diusik. Penilaian berhasil atau tidaknya SBY nanti dapat kita lihat setelah beliau menyelesaikan tugas selaku kepala negara”, tambah Nurhasanah. Sementara Heri Zulkarnain mengatakan, pada intinya masih banyak pekerjaan pemerintahan SBY dalam menyejahterahkan rakyat dan apa yang dilakukan pemerintahan SBY sudah sangat tepat. Untuk itu, mari kita mensupport bersama-sama dan mendukung agar pemerintahan SBY dapat menjalankan tugas sebagai amanat rakyat sampai masa bakti Presiden SBY berakhir,” tandas Sopar seraya menyatakan, pihaknya akan tetap mengawal pemerintahan SBY- Boediono.(LIM)


HARIAN

andalas LUGAS DAN CERDAS

Selasa, 2 November 2010 | No: 1730/Tahun VI | E-Mail:andalasmedan@gmail.com | Harga Eceran Rp2.000; Langganan+ongkos kirim Rp75.000; Luar Kota: Rp2.500

Istri Mbah Maridjan Cemburui Rieke RASA duka yang amat mendalam atas meninggalnya juru kunci Merapi, Mbah Maridjan, dirasakan pula oleh Rieke Diah Pitaloka. Anggota Komisi 9 DPR RI, yang juga dikenal sebagai 'Oneng' ini mengaku memiliki

hubungan sangat dekat dengan Mbah Maridjan, yang merupakan panutan bagi banyak orang. "Saya mendengar kabar duka saat berada di Kuba. Sedih sekali, karena beliau (Mbah Maridjan) sosok yang sangat memegang teguh

prinsipnya. Panutan bagi semua orang," ujarnya saat ditemui di Gedung Sate Jawa Barat, Senin (1/11). Kedekatan Rieke dengan Mbah Maridjan tak perlu diragukan lagi. Bahkan, menurut Rieke, istri Mbah Maridjan

sempat tidak menyukai kedekatannya dengan Si Mbah. "Istrinya Mbah bahkan sempat cemburu sama saya. Jadi, kedekatan kami tidak perlu saya gambarkan lagi," katanya. Bagi Rieke, Mbah Maridjan merupakan sosok pria yang amat

sederhana dan tidak tamak terhadap uang. "Penghasilan beliau yang didapatkan dari iklan dibagikan kepada wargawarga sekitar. Kalau kita sih, uangnya pasti disimpan untuk diri kita sendiri," ujar anggota DPR dari Fraksi PDIP

ini. Rieke juga mengungkapkan, keteguhan Mbah Maridjan patut diacungi jempol. Sebab, ia tidak hanya melindungi warganya, tapi juga melindungi lingkungan alam di Gunung Merapi. Ada satu keinginan

yang belum bisa Rieke wujudkan untuk Mbah Maridjan,. Sejak musibah kemarin, Rieke mengaku belum sempat menjenguk keluarga Mbah Maridjan, karena kesibukannya sebagai anggota DPR. "Mungkin nanti, kalau sempat," katanya. Sementara itu, Mbah Maridjan gugur meninggalkan kenangan. Bahkan, dia pun meninggalkan lagu dan videoklip berjudul namanya sendiri. Almarhum yang bernama asli Mas Panewu Suraksohargo meninggal dunia pada 26 Oktober 2010 di usia 83 tahun bersamaan dengan meletusnya kembali gunung Merapi. Namun, beberapa tahun sebelumnya, keberanian Mbah Maridjan menjaga gunung yang dikeramat-

kan banyak orang di Jawa itu telah diabadikan melalui suatu lagu. Berjudul "Mbah Maridjan," lagu bergenre campur sari itu diciptakan oleh Cak Diqin. Lagu berdurasi lebih dari tiga menit itu dibawakan oleh Cak Diqin, Wiwid W, Suji Danansmoro, Eva Claudia, Vika dan Vino. Videoklip lagu itu menampilkan Mbah Maridjan tatkala masih sehat bugar. Lagu itu dibuat segera setelah publik menyorot keberanian Mbah Marijdan yang tetap tinggal di Desa Kinahrejo, yang hanya berjarak sekitar empat kilometer dari puncak Merapi ketika gunung itu meletus dengan mengeluarkan awan panas pada pertengahan 2006. (VN)

Harian Andalas  

Harian Andalas

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you