Page 1

andalas HARIAN

L U G A S

D A N

C E R D A S

Rabu, 27 Oktober 2010 | No: 1725/Tahun VI | E-Mail:andalasmedan@gmail.com | Harga Eceran Rp2.000; Langganan+ongkos kirim Rp75.000; Luar Kota: Rp2.500

Rahudman Harahap Tersangka Korupsi

EVAKUASI–Para korban tsunami di Kepulauan Mentawai saat dievakuasi petugasTim Sar dan TNI.

Tsunami Hantam Mentawai, 113 Tewas

Medan-andalas Setelah melalui proses pengusutan yang cukup panjang dalam kasus dugaan korupsi TPAPD 2005 pada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan walaupun kasusnya telah ditangani Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara pun tidak tinggal diam dan secara resmi menetapkan Wali Kota Medan Drs Rahudman Harahap MM sebagai tersangka.

Padang-andalas Sungguh mengenaskan ! Jumlah korban tewas akibat hantaman badai tsunami di Mentawai terus bertambah. Data terkini, 113 orang tewas, 502 orang lainnya hilang. "Data terakhir 113 meninggal, dan 502 orang dilaporkan hilang," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat, Harmensyah, Selasa (26/10). Menurut Harmensyah, BPBD terus berkomunikasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Mereka tengah berupaya untuk mencapai Mentawai. Tim tanggap bencana disiapkan untuk

Bersambung ke Hal. 15

Warga Kota Medan Prihatin STATUS Wali Kota Medan Rahudman Harahap yang telah ditetapkan sebagai tersangka, oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) atas dugaan kasus korupsi, kini menjadi perhatian dan membuat prihatin kalangan warga di Kota Medan. Salah seorang aktivis LSM di Medan,

andalas/ist

SERTIFIKAT RSPO-Jenderal (Purn) Sintong Panjaitan dan Budi Amal menunjukkan sertifikat RSPO Internasional.

Mantan Kadisdik Kecewa Inventaris Ditarik

Medan-andalas First Mujur Plantation & Industri (PT FMP&I) memperoleh sertifikat RSPO (Roundtable of Sustainable Palm Oil) sehingga telah dinyatakan sebagai perusahaan perkebunan yang telah memenuhi syarat sehat meliputi aspek ekonomi, aspek ekologi atau lingkungan hidup dan aspek sosial. Sertifikat itu diperoleh setelah melalui prosedur panjang dan audit yang objektif dan ilmiah meliputi 8 kriteria dan 39 item yang dilakukan RSPO dunia dan lembaga assesor Bersambung ke Hal. 15

MANTAN Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Drs H Bahrumsyah MM mengaku sempat sakit hati dan kecewa, menyusul salah seorang utusan Disdik Provsu ingin menarik mobil dinas inventaris kantor tersebut darinya. Padahal, saat itu proses serah terima jabatan dengan kepala dinas yang baru belum dilakukan. Pengakuan itu dikemukakannya pada acara pisah sambut Kepala Dinas yang lama dan baru di Halaman Kantor tersebut, Selasa (26/10). Selain dihadiri Kadisdik Provsu yang baru Drs H Syaiful Safri, pisah sambut yang berlangsung sederhana dan penuh kekeluargaan

Kurs Rupiah USD

8882.00

8972.00

SGD

6861.34

6932.47

HKD

1144.16

1155.90

GBP

13977.60

14122.83

AUD

8810.94

8904.71

109.51

110.68

EUR

12462.33

12592.20

MYR

2868.86

2900.74

CNY

1331.06

JPY

Bersambung ke Hal. 15

Bersambung ke Hal. 15

PT FMP&I Terima Sertifikat RSPO

JUAL

WALI Kota Medan Drs Rahudman Harahap mulai diserang oleh lawan-lawan politiknya. Buktinya, baru menjabat beberapa bulan sebagai Wali Kota Medan statusnya sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu). “Dari awal sebelum menjabat sebagai Wali Kota Medan, Rahudman memang sudah tercela kasus korupsi. Kondisi itu yang bisa jadi dimanfaatkan lawan politiknya untuk mendepaknya dari kekuasan itu,” kata Pengamat Sosial Politik dari Universitas Sumatera Utara (USU) Drs Wara Sinuhaji MHum, Selasa (26/10). Menurut Wara, penetapan status Rahudman Harahap sebagai tersangka kasus korupsi Tunjangan Penghasilan Anggaran Pemerintahan Desa (TPAPD) tahun 2005 Kabupaten Tapanuli Selatan oleh

Kepala Kejatisu Sution Usman Adjie kepada andalas, Selasa (26/10) membenarkan penetapan tersangka yang dikeluarkan pihaknya terhadap Rahudman Harahap, yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Medan. “Penetapan tersangka itu didasari dari proses penyidikan

Bersambung ke Hal. 15

BELI

Dari Awal Sudah Tercela

1344.54

Bersambung ke Hal. 15

Sumber Bank Indonesia

Tak Etis, Kendalikan Pemprov dari Sel Medan-andalas Pengamat Sosial Politik dari Universitas Sumatera Utara (USU) Drs Wara Sinuhaji mengatakan, roda pemerintahan di Sumatera Utara sangat tidak etis dikendalikan dari dalam sel penjara. Oleh karena itu, Gubernur Sumareta Utara Syamsul Arifin, SE yang tengah

ditahan oleh KPK harusnya legowo menyerahkan tugas-tugasnya kepada orang yang lebih layak. “Sebagai sahabat saya sangat prihatin melihat nasib Syamsul. Tetapi sebagai warga Sumut, kita juga tidak rela roda pemerintahan di Sumut dikendalikan dari dalam penjara. Ini sangat tidak etis

dan tidak mendidik rakyat,” kata Wara saat berbicara dengan andalas di kediamannya di Medan, Selasa (26/10). Wara mengatakan, seorang kepala daerah yang tengah mendekam di dalam penjara karena dituduh melakukan Bersambung ke Hal. 15

Pelantikan KDh Mengambang RESISTENSI pasca penahanan Gubsu Syamsul Arifin oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ternyata kian menggejala di jajaran aparatur Pemprovsu. Faktanya terlihat dari belum diputuskannya siapa yang memimpin pelantikan tiga kepala daerah (KDh) yang dijadwalkan pada Rabu (27/ 10), dan Kamis (28/10). Demikian Kepala Biro Otonomi Daerah Setdaprov Su-

mut Bukit Tambunan, Selasa (26/10) di Medan menuturkan, meski pelantikan tiga KDh sudah dijadwalkan Rabu dan Kamis, namun pihaknya belum bisa memublikasikan siapa yang melakukannya, karena belum ada keputusan dari pemerintah pusat maupun pimpinan di Pemprovsu. "Siapa yang akan memimpin pelantikan tiga KDh itu nanti, belum bisa diutarakan.

Karena sampai kini pun belum ada keputusan finalnya," ucap Bukit. Bukit menjelaskan hal tersebut bukan untuk menutupnutupi informasi kepada publik. Tapi, kepastian siapa yang memimpin pelantikan, memang belum ada keputusan final, dan sewaktuwaktu bisa berubah. "Jadi, tolong dipahami hal ini bukan bermaksud untuk me-

ngekang kebebasan informasi pers, tapi karena kondisinya memang seperti itu," terangnya. Untuk hari Rabu, jadwal pelantikan dilakukan kepada dua KDh di Nias. Yakni pelantikan Wali Kota Gunung Sitoli dari penjabat lama Marthinus Lase kepada penjabat baru Lakhomizaro Zebua. Di hari yang sama, pelanBersambung ke Hal. 15

andalas/ist

Ketua Tim Pemenangan M Fauzi Hafiz

DPC Demokrat se Sumut Solid Dukung H Saleh Bangun Memasuki hari-hari terakhir menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke-2 Partai Demokrat Sumatera Utara, yang rencananya akan dilaksanakan pada November 2010 ini, suhu politik di internal Partai Demokrat Sumut, semakin memanas.

BERSAMA SBY–Ketua Tim Sukses Salah Bangun Yes (SBY), Muhri Fauzi Hafiz, bersama Presiden SBY.

HAL ini disebabkan gerakan dan manuver politik masing-masing kandidat untuk mendapat dukungan DPC-DPC menjelang semakin

dekatnya perhelatan Musda semakin gencar. Pasalnya, pada arena Musda nanti suara DPC-DPC akan paling menentukan siapa yang akan

dipercaya memimpin Demokrat Sumut. Dan, salah satu kandidat kuat yang terus mendapat simpati tulus serta dukungan mayoritas DPC Demokrat se-Sumut adalah H Saleh Bangun, yang juga Ketua DPRD Sumut. Menurut Ketua Tim Pemenangan Saleh Bangun Yes (SBY) untuk Sumut, Muhri Fauzi Hafiz mengungkapkan kepada andalas, Selasa (26/

10), pencalonan Saleh Bangun sudah didukung sedikitnya 17 DPC Partai Demokrat se-Sumut. Dukungan ini sudah dalam bentuk konkrit, sebab masing-masing DPC tersebut menyadari, bahwa figur Ketua DPD PD Sumut ke depan haruslah sosok kader yang kuat dan harus memiliki integritas moral serta Bersambung ke Hal. 15

B


Rabu 27 Oktober 2010

andalas Lugas & Cerdas

PENERBIT PT. Star Media Internusa d/h. PT. Inti Media Nusantara PEMBINA Dr Eggi Sudjana SH MSi PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI Iskandar ST WKL PEMIMPIN UMUM/WKL PEMIMPIN REDAKSI/PENJAB H Baharuddin PEMIMPIN PERUSAHAAN Amiruddin REDAKTUR PELAKSANA Agus Salim Ujung KOORDINATOR LIPUTAN Gusliadi Ritonga SEKRETARIS REDAKSI Cut Yulianti REDAKTUR Hamdani Nasution, Asril Tanjung, Hermawan,Yonan Febrian STAF REDAKSI Asiong, Robenson Sidabariba, Yunan Siregar, Raja P Simbolon Binsar Simatupang,Irwan Ginting,Ika Ramadhani, Felik Sidabutar FOTOGRAPHER Rony Muharrman MANAGER SIRKULASI Eddy H. Tambunan IKLAN Syarifah PENASEHAT HUKUM Syahril SH SpN; Nur Alamsyah SH MH; Abu Bokar Tambak SH MHum; A Herwan Bispo SH. ALAMAT REDAKSI/ TATA USAHA Jalan T Amir Hamzah Ruko Kompleks Griya Riatur Indah No. 182-184-186 Medan NOMOR REKENING BCA KCP Tomang Elok a/n Hasan Insja No. Rekening 7865044917 BRI KCP Kapten Muslim a/n Hasan Insya No. Rekening 0635-01-012885-50-4 Iklan Warna (FullColour) Rp. 15.000/mm kolom Iklan Hitam Putih Rp 10.000/mm kolom Iklan Keluarga/Ucapan Selamat Rp 3.500/mm kolom TELEPON (061) 8449800 FAKSIMILE (061) 8462800 EMAIL andalasmedan@gmail.com PENCETAK CV. Grafika Sumatera. Isi di Luar Tanggungjawab Pencetak

MEDAN KITA

harian andalas | Hal.

Gizi Buruk Masih Landa Medan Hingga September 137 Kasus Medan-andalas Slogan Gubsu-Wagubsu Syamsul Arifin dan Gatot Pudjo Nugroho “Agar rakyat tidak lapar dan tidak sakit” ternyata hanya sekadar slogan. Buktinya, dalam sepekan ini, Rumah Sakit Umum dr Pirngadi Medan (RSUPM) kembali merawat dua balita gizi buruk, dan satu di antaranya meninggal dunia. Adapun bayi penderita gizi buruk itu bernama Keflin Sinaga. Balita ini, masuk

rumah sakit milik Pemko Medan itu, Minggu (24/10) dan meninggal di hari yang sama. Bayi malang itu didiagnosa menderita gizi buruk marasmus. Sedangkan yang masih dirawat bernama Herlina Aprilia Putri (10). Siswi sekolah dasar ini dirawat di Ruang III Anak, dan masuk sejak 22 Oktober lalu. Warga Jalan Gurilla Kelurahan Sei Kera Medan ini mengalami kurang dengan diagnosa kwashiorkor. Tati Sumiati (40), ibu korban, mengatakan anaknya memang kesulitan makan. Saat dibawa ke puskesmas setempat, anak ketiga dari empat bersaudara ini oleh dokter disebut memiliki penyakit TB Paru dan hernia. Belakangan, perut dan kandung kemihnya gembung, namun badannya mengecil. “Setelah dibawa ke Pirngadi, dokter bilang perut dan kandung kemihnya membengkak karena cairan menggumpal di paru-paru. Ini juga yang

membuat anak saya bermasalah dengan gizi, karena dia enggak mau makan,” jelasnya. Tati semakin resah melihat anaknya yang sudah berusia sepuluh tahun, namun beratnya hanya 18 kg. “Dia lahir normal beratnya 3 kg, tapi perkembangannya sangat lambat,” timpal Tati yang mengaku keluarga miskin ini. Tati juga kesulitan keuangan, karena harus membeli tiga kantung albumin (sel darah putih). Satu kantungnya hampir Rp1 juta. Bersama suaminya Hendra Putra (48), mereka terpaksa meminjam uang. “Kami tidak punya Jamkesmas dan JPKMS,” ungkapnya. Sebagai pasien umum dia berusaha mencari keringanan. Apalagi Hendra yang sehari-hari berjualan kecil-kecilan ini tidak bisa berbuat banyak, minim pengetahuan soal JPKMS, membuatnya sangat berharap banyak. “Saya kira bisa dapatkan kartu itu, karena kami bukan

keluarga mampu. Saya berharap dipermudah mendapatkan tanda tangan wali kota dan jajarannya, karena di Dinas Kesehatan Medan saya disuruh masuk dana talangan, karena nama saya tidak ada di komputer sebagai peserta JPKMS,” jelasnya. Terkait masalah gizi buruk, Kepala Bidang Bina Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Medan, Irma Suryani, mengungkapkan, gizi buruk memang masih menjadi persoalan utama di daerah ini. Kondisi gizi buruk di Medan hingga September, lanjutnya, berjumlah 137 balita. “Saat ini untuk mengatasi itu, kita sedang bekerjasama dengan Dewan Ketahanan Pangan, yang fungsinya sama untuk menyelesaikan ini, dan bagaimana masyarakat mampu mencukupi gizi dan kalorinya, sistemnya keroyokan dan bisa sinergi semua pihak,” ungkapnya. (YN)

Surat Gubsu Mulai tak ‘Diterge’ Pimpinan SKPD

EDITORIAL

Memberangus Koruptor BELUM lagi usai cerita soal Gubernur Syamsul Arifin yang ditahan oleh KPK di rutan Selamba, kini kita dikejutkan dengan penetapan status tersangka kepada Wali Kota Medan Rahudman Harahap. Kepala Kejatisu Sution Usman Adjie membenarkan penetapan tersangka yang dikeluarkan pihaknya terhadap Rahudman Harahap, yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Medan. “Penetapan tersangka itu didasari dari proses penyidikan yang dilakukan tim koordinasi antara Kejatisu dengan Kejari Padangsidempuan dalam kasus korupsi Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintahan Desa Pemkab Tapsel sebesar Rp1,5 milar, saat itu Rahudman di Pemkab Tapsel menjabat sebagai Sekda,” ungkap Kajatisu Sution. Dari fakta ini, kita teringat dengan hasil penelitian ICW, bahwa Sumut merupakan salah satu daerah terkorup di tanah air. Sementara, Indonesia juga menempati urutan teratas di dunia dalam hal kepiawaian menguras pundi-pundi keuangan negara. Alaamak. Dewasa ini, politik uang (money poltics) memang makin dominan menggantikan politik cita-cita di negeri ini. Gelombang korupsi politik semakin besar, sejalan dengan semakin ketatnya frekuensi persaingan dalam konstalasi perpolitikan di tingkat nasional maupun lokal. Para elit politik berlomba-lomba mengumpulkan dana politik yang tidak dapat dikontrol. Kekuasaan yang diperolehnya dengan janji-janji muluk dikonversi menjadi kekayaan pribadi dan kelompok untuk biaya mempertahankan dan mengukuhkan kekuasaan. Sementara, perilaku masyarakat yang dianggap terlalu berorientasi kepada uang itu ditengarai sebagai gelombang balik korupsi politik yang telah dilakukan secara blak-blakan oleh para elit politik. Sikap itu bisa jadi merupakan resultante perilaku koruptif para pemegang kekuasaan yang telah melupakan sumber kekuasaan itu sendiri, yaitu rakyat. Untuk itu, kita tak bosan mendorong pemerintah, dalam hal ini aparat penegak hukum, untuk commiteed dalam memberangus korupsi demi memenuhi amanat penderitaan rakyat. Terkait dengan upaya memberangus para koruprtor itu, tidak ada kata terlambat. Mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa (clean and good governance), akan memungkinkan Indonesia pada umumnya dan Sumatera Utara pada khususnya, akan dapat bergerak mulus menuju masa depan yang lebih baik. Namun, upaya memberangus koruptor akan berhenti sebatas wacana hebat dalam diskusi, apabila penahanan terhadap seorang koruptor kemudian dilakukan dalam rangka politik balas dendam alias cenderung tebang pilih, serta menetapkan status tersangka kepada seseorang, seperti Rahudman itu misalnya, hanya dimaksudkan untuk menjadikannya sebagai ATM berjalan. Kita berharap, pemberantasan para pejabat korup itu benar-benar dilakukan serius dan tidak terpengaruh oleh adanya tekanan penguasa atau intervensi dari pihak manapun, yang tidak menginginkan pemberantasan korupsi benar-benar dijalankan secara konsekuen dan bersifat totalitas. (**)

2

andalas/rony muharrman

BAHAYA-Sejumlah pengendara kendaraan bermotor melintasi jembatan yang besi sambungannya telah rusak di kawasan Jalan T Amir Hamzah Medan, kemarin. Hal ini dapat membahayakan pengendara yang melintas di kawasan tersebut, terutama malam hari.

KNPI: Sumpah Pemuda Momentum Koreksi Diri Medan-andalas Hari Sumpah Pemuda hendaknya menjadi momen koreksi diri bagi semua kalangan untuk kembali membangun nasionalisme yang mengalami degradasi di era reformasi ini. Semangat Sumpah Pemuda harus digelorakan guna mempercepat pembangunan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal itu ditegaskan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumatera Utara, H Ahmad Yasyir Ridho Loebis kepada wartawan, di Medan, Selasa (26/10), terkait peringatan Hari Sumpah Pemuda yang akan digelar, Kamis (28/10). Ridho mengungkapkan, ada beberapa faktor yang memberikan sinyal terdegradasinya nasionalisme pemuda. Antara tingginya penggunaan narkoba di kalangan pemuda, kemudian banyaknya pengangguran. Kemudian munculnya prilaku makar atau kelompok bersenjata (teroris) di tengah-tengah masyarakat. “Bila sinyal yang merusak nasi-

nalisme itu tidak segera disikapi seluruh elemen masyarakat, akan berimbas pada terancamnya NKRI ini,” ucap Ridho. Dikatakan, meningkatnya penyalahgunaan narkoba di kalangan pemuda, adalah cermin sikap materialisme sudah menghinggapi pemuda. Sebagian besar pemuda saat ini dihadapkan dengan dua pilihan: berbuat untuk kepentingan negara atau untuk kesenangan pribadi. “Meningkatnya pengguna narkoba, dapat dipastikan sebagian pemuda lebih memilih mengutamakan kesenangan pribadi dan mengenyampingkan kepentingan negara,” ungkapnya. Terbatasnya lapangan pekerjaan bagi pemuda, juga salah faktor yang mendegradasi nasionalisme pemuda. “Dengan alasan menyambung hidup, acapkali pemuda melanggar hukum. Orang-orang yang tidak memiliki pekerjaan seringkali tergoda iming-iming dari kelompok tertentu untuk melakukan makar. Ini mengancam NKRI,” tandasnya. Dia pun tidak membantah, bahwa

sikap materialistik pemuda saat ini adalah kegagalan tokoh maupun pemerintahan di negeri ini. “Pemerintah telah gagal membangun jati diri pemuda yang cinta Tanah Air, karena gagal meciptakan lapangan pekerjaan yang menjanjikan” tuturnya. Dia memberi contoh, fasilitas kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang seyogianya dapat dimanfaatkan untuk memupuk dan membina jiwa-jiwa wirausaha kalangan pemuda guna mengurangi pengangguran, namun hal itu tidak dimanfaatkan pemerintah. “Yang menyedihkan, program UMKM itu lebih mengarah untuk kepentingan komersil korporasi khususnya industri perbankan,” ungkap Ridho. Oleh karena itu, tambahnya, momen Sumpah Pemuda ini harus dijadikan koreksi bagi seluruh elemen masyarakat, baik pemerintah maupun nonpemerintah. “Mari duduk bersama mencari terobosan pembinaan pemuda, guna membangkitkan kembali nasionalisme mereka,” ucapnya. (HAM)

Medan-andalas Surat Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Syamsul Arifin yang kini berada dalam Rutan Salemba, Jakarta, mulai diacuhkan alias tak diterge. Hal ini terlihat saat digelarnya rapat Evaluasi Pembangunan Kehutanan Tahun 2010 Sumut, dan Koordinasi Rencana Kerja Pembangunan Kehutanan Sumut Tahun 2011 di Medan, Senin (25/10). Rapat yang digagas Dinas Kehutanan Sumut itu, hanya dihadiri 30 Kepala Dinas Kehutanan se-Sumut dari 33 yang ada, bersama seluruh pimpinan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kehutanan di Sumut. Rapat itu sendiri dibuka staf ahli Gubsu, Ir Hj Sabrina MSi. “Tiga Dinas Kehutanan, masing-masing Kabupaten Tapanuli Tengah, Nias, dan Langkat tidak hadir, tanpa alasan yang jelas. Padahal, surat undangan atas nama Gubsu Syamsul Arifin sudah dikirim jauh hari sebelum acara digelar,” jelas Kadis Kehutanan Sumut James Budiman Siringoringo. James sangat menyayangkan ketidakhadiran tiga instansi tersebut, maupun perwakilan yang diutus. Padahal, acara yang dihadiri langsung seluruh UPT Kementerian Kehutanan di Sumut itu, dinilai James sangat tepat sebagai sarana untuk mencari solusi pemecahan berbagai masalah di sektor kehutanan pada masing-masing daerah. Antara lain terkait Revisi SK Menteri Kehutanan Nomor 44 Tahun 2005 tentang Penunjukan Kawasan Hutan di Sumut yang sampai kini masih menimbulkan prokontra, program rehabilitasi hutan dan lahan dengan sasaran utama memfasilitasi pengembalian fungsi hutan sebagai penyangga kelestarian sumber daya alam, mengupayakan pengendalian alih fungsi hutan oleh perambah liar, termasuk pemanfaatannya untuk usaha ekonomi formal dalam rangka perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta melakukan kebijakan ketat dan peraturan-peraturan yang pasti terhadap eksplorasi hasil hutan. “Berbagai hal ini masih menjadi masalah bagi daerah untuk optimalisasi dan implementasinya. Padahal, masalah seperti ini masih terbatasnya tenaga teknis di bidang kehutanan saja sampai kini belum bisa diselesaikan oleh daerah karena terbatasnya dana,” ungkap James. Sebelumnya, Hj Sabrina mewakili Gubsu Syamsul Arifin menegaskan, penuntasan pembalakan liar, dan perambahan hutan masih memerlukan keseriusan berkesinambungan melalui koordinasi antarinstansi terkait. “Karenanya, momen seperti ini sangat strategis untuk memberhasilkan kedua masalah tersebut, di samping masalah lain, seperti optimalisasi program rehabilitasi hutan dan lahan untuk mengurangi lahan kritis, percepatan revisi SK Menhut Nomor 44 Tahun 2005, isu pemanasan global, dan perubahan iklim, dan pembangunan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) untuk mengatasi keterbatasan lahan, lapangan pekerjaan, dan kesempatan berusaha,” beber Hj Sabrina. (WAN)

Dipusatkan di Binjai

Wagubsu Pimpin Peringatan Sumpah Pemuda Medan-andalas Wakil Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pudjonugroho dipastikan akan memimpin atau menjadi inspektur upacara pada peringatan hari Sumpah Pemuda Provinsi Sumatera Utara, pada 28 Oktober ini yang rencananya dipusatkan di Kota Binjai. “Kita berharap Wagub yang memimpin sebagai inspektur upacara peringatan sumpah pemuda nanti, mengingat tadi pagi, beliau menyatakan bersedia, karena pada saat bersamaan dia juga akan disibukkan untuk melantik Bupati Simalungun,”ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Utara, Parlautan Sibarani SH, didampingi Kasubdis Kepemudaan Drs Suwandono dan Kasubdis Sarana dan Prasarana, Drs Sujamrad Amro MM, di kantornya, Selasa (26/10). Dikatakannya, adapun pelaksanaannya digelar pada pagi harinya (28 Oktober 2010) sekira pukul 08.30 WIB, dengan lokasi di Lapangan Merdeka Binjai. “Pada pemuda khususnya pemuda di Kota Binjai untuk dapat menghadirinya, sehingga pemahaman sumpah pemuda dapat langsung terserap pada mereka, karena sampai saat ini tak bisa dipungkiri walau sedikit tapi masih ada yang tergelincir. “Jadi kita sadari sepenuhnya pemuda ini pilar dari pada terpeliharanya iklim yang kondusif,” tambahnya. Selain itu, Suwandono juga menambahkan, dalam peringatan sumpah pemuda yang dipusatkan di Lapangan Merdeka Binjai tersebut, juga akan digelar acara tambahan termasuk diantaranya penyerahan piagam penghargaan pada sebanyak 6 perwakilan pemuda berprestasi, seperti Yunita selaku pelopor seni budaya utusan Sumatera Utara asal Deli Serdang. Sedangkan 5 pemuda lainnya, berasal dari Simalungun, Tapsel, Sibolga, Medan dan termasuk juga perwakilan dari Kota Binjai.“Banyak rangkaian acara atau kegiatan yang kita tampilkan, selain penyerahan piagam, yakni defile drum band dan tari-tarian dari putra putri Binjai,” paparnya kembali. (YON)


Rabu 27 Oktober 2010

Ambil Spanduk untuk Alas Buat Tidur

Anak Punk Kesetrum Listrik

MEDAN KITA

3 Bangunan Tinggi Ganggu Penerbangan Adban Polonia Larang Pesawat Berbadan Lebar Mendarat Malam Hari

Medan-andalas Ada-ada saja ulah anak jalanan ini (punk). Karena tak ada alas buat tidur, Ryan (23) mengambil spanduk yang terpancang di tiang listrik. Naas, tangannya menyentuh kabel telanjang, ia pun tersengat listrik hingga terjatuh. Informasi yang diperoleh di Rumah Sakit Umum Pirngadi Medan (RSUPM) menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi Senin (25/10) malam. Ketika itu, Ryan yang hendak tidur di jembatan penyeberangan di Jalan Perintis Kemerdekaan, tempat ia biasa merebahkan tubuh, mencari alas tidur. Ia berinisiatif mengambil spanduk di Jalan Sutomo. Namun, saat memanjat, tangannya memegang kabel telanjang. Tak ayal, ia pun jegang tersengat listrik. Kulit tangannya terkelupas. Ryan yang kemudian terjatuh, mengalami sejumlah luka di wajah. Dagunya robek dan 3 giginya patah. Oleh teman-temannya, Ryan dibawa ke RSUPM. Menurut Ilham, perawat di Ruang IGD rumah sakit mengatakan, Ryan mendapat 20 jahitan untuk dagu dan bibir bagian bawah. Lukanya di dagu cukup dalam hingga tembus sampai gusi. Untuk pengobatannya, saat ini, Ryan dirawat di Ruang VIII lantai IV rumah sakit milik Pemko ini. (YN)

PKL di Jalan HM Yamin Medan berharap tidak ada pilih kasih dalam penertiban PKL.

BPOM Sita Puluhan Ribu Kosmetik Ilegal Medan-andalas Petugas Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Medan menyita puluhan ribu item produk kosmetik ilegal. Kosmetik itu disita karena tidak terdaftar dan ditengarai mengandung bahan berbahaya. Produk kosmetik itu disita di salah satu gudang distributor di Jalan Pabrik Tenun Medan, Selasa (26/ 10). Nilai produk yang disita diperkirakan mencapai setengah miliar rupiah. Barang tersebut kini disimpan di gudang BPOM Medan untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Menurut Plh Kepala BPOM Medan Drs Djamidin Manurung Apt MM, kosmetik tersebut berasal dari China. “Ada yang masih dalam kemasan baru diimpor dari China. Kemudian, ada juga produk yang dipacking di daerah kita. Berarti importirnya memasok bahan baku kemudian mengepak di sini,” sebut Djamidin Manurung didampingi Kepala Seksi Penindakan Ramses Simbolon. Produk yang disita berupa Revlon, Qion Yan Tube, krim pemutih tanpa merk, Meei Young, Pond’s Detoks, Pond’s White, original pemutih, Natural 44 cream dan lain-lain. “Kita terus melakukan razia terhadap produk-produk kosmetik yang beredar tak terdaftar dan mengandung bahan berbahaya. Karena produk seperti ini sangat merugikan konsumen dan tentunya juga merugikan negara, karena masuk secara ilegal,” tegas Djamidin. Sebenarnya, lanjut Djamidin lagi, dalam UU kesehatan No 36 Tahun 2009, sudah ditegaskan bahwa menjual produk tanpa izin edar akan dikenakan sanksi berupa kurungan penjara 15 tahun dan denda Rp15 miliar. Sedangkan menjual produk yang tidak sesuai standar mutu seperti mengandung bahan berbahaya dikenakan kurungan 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar. Pihak BPOM saat ini memang sudah diinstruksikan dari Badan POM untuk gencar melakukan razia terhadap produk ilegal tersebut. Hal ini berkaitan dengan program satu standar sesama negara ASEAN yang disebut “Kosmetik Asean Harmonisasi”. Program harmonisasi kosmetik ini, sambungnya, akan diberlakukan Januari 2011. “Untuk menyambut itu, pengawasan produk kosmetik di pasaran agak lebih ketat,” ujarnya. Dengan adanya program harmonisasi ini, maka pelaku usaha nantinya hanya mendaftar via elektronik ke BPOM atau notifikasi. “Pelaku usaha, cukup menyimpan dokumen yang diperlukan saja mengenai standar keamanan produk mereka,” tukasnya. Satu sisi, program ini mempermudah birokrasi bagi pelaku usaha. Di sisi lain, petugas BPOM akan semakin ketat melakukan pengawasan. Karena nanti tidak ada lagi label CD atau CL di kosmetik. (YN)

Penumpang Lion Air Meninggal Seusai Minum Kopi Medan-andalas Seorang penumpang Lion Air Nomor Penerbangan JT300 bernama Sabam Sijabat, ditemukan meninggal di depan ATM Center terminal kedatangan domestik. Lakilaki kelahiran 2 September 1942 itu, ditemukan kejangkejang ketika duduk di kursi depan ATM Center, Selasa (26/10) sekitar pukul 12.30 Wib. Ary, salah seorang cleaning servis terminal kedatangan domestik mengemukakan, Sabam terlihat menelepon sebelum kejang-kejang. Dia juga mengatakan, Sabam sempat meminum kopi di salah satu kantin di sekitaran terminal kedatangan domestik. “Dia sempat minum kopi di salah satu kantin. Sebelum kejang-kejang dia sempat bertelepon dan duduk di kursi panjang. Sekitar 10 menit duduk terlihat dia kejang- kejang,” ungkapnya di depan kantor Karantina Kesehatan Bandara Polonia. Ary bersama sekuriti membawa Sabam ke kantor Karantina Kesehatan terminal keberangkatan internasional. Sampai di sana, menurut Ary kondisi Sabam sudah tidak bernyawa. (RIL)

harian andalas | Hal.

andalas/siong

Pemko Diminta tidak Diskriminatif dalam Penertiban PKL Medan-andalas Pemerintah Kota (Pemko) Medan diminta tidak diskriminatif dalam melaksanakan penertiban pedagang kaki lima (PKL). Jika Pemko Medan ingin menertibkan PKL di Jalan Prof HM Yamin depan RSU Pirngadi, maka mereka juga harus menertibkan PKL yang berada di bawah jembatan layang Pulo Brayan Medan. Hal ini dikatakan,Narti, salah seorang PKL yang berjualan makanan dan minuman ringan di depan RSU Pirngadi Medan, Selasa (26/10). “PKL di bawah jembatan layang tidak jauh berbeda dengan kami di sini dan pedagang di sana lebih banyak. Jadi jangan hanya pedagang kaki lima yang di Jalan Prof HM Yamin ditertibkan dan digusur, tapi semua yang mengganggu keindahan dan ketertiban di tempat lainnya harus ikut digusur ,” kata Narti. Narti menilai, penertiban yang akan dilakukan Pemko Medan dengan alasan keindahan kota itu tidak sepenuhnya menganut azas keadilan sebab para PKL di bawah jalan layang (fly over) di Pulo Brayan selalu tidak ditertibkan. “Pemko Medan selalu pilih kasih terhadap PKL di Medan, kenapa PKL yang berjualan di bawah jalan layang Pulo Brayan tidak ditertibkan hingga saat ini, kenapa Pemko Medan pilih kasih untuk lokasi yang satu ini,”

tukasnya. Menyikapi masalah PKL, pengamat sosial Medan , Jansen Sibarani yang juga mantan anggota DPRD Medan mengatakan, program Pemko Medan dalam menata kawasan agar menjadi lebih nyaman merupakan hal yang baik. Akan tetapi dalam melaksanakan program tersebut sangat minim dalam komunikasi secara jelas dan intensif kepada para PKL sehingga mengakibatkan adanya ketidakpuasan dan perlawanan dari pedagang. “Progran sudah bagus, tetapi dalam memberikan pemahaman kepada para PKL belumlah maksimal. Buktinya masih ada PKL yang tidak puas dan merasa diskriminatif terhadap kebijakan itu,” tegasnya. Selain masalah komunikasi, Jansen mengkritisi terhadap solusi yang belum dipikirkan secara penuh oleh Pemko Medan. “Solusi terhadap penggusuran PKL tersebut hingga kini belum ada, ini yang juga menjadi kendala. Jangan hanya menggusur tetapi tidak diberikan solusi,” ucapnya. Untuk itu, kata dia, seyogianya Pemko Medan memberikan solusi dengan merelokasi para PKL ke suatu tempat yang dinilai layak untuk kegiatan berdagang tanpa mengganggu situasi dan lingkungan sekitar. Ia mengaku juga tak setuju bila PKL di Pulo Brayan berjualan di bawah jembatan layang karena

mengganggu arus lalulintas, ketertiban dan keindahan Kota Medan . Karena itu, harus ada solusi yang terbaik, dimana mereka boleh berjualan, tetapi pemilihan tempat juga harus benar-benar selektif, sehingga tak terkesan dibuang ke tempat yang tak strategis, jauh dari pembeli, sehingga membuat mereka rugi. “Ingat, ada sebagian masyarakat yang juga membutuhkan jasa dari PKL termasuk yang di depan RSU Pirngadi itu. Harus ada upaya mengakomodir kepentingan mereka, sehingga sejalan dengan program pemerintah,” ucapnya lagi. Selain itu, Pemko Medan pun dinilai masih setengah-setengah dan tebang pilih dalam menertibkan PKL. Ada di tempat tertentu yang selalu diuber-uber, tetapi di sisi lain ada PKL dibiarkan saja, padahal keberadaan mereka memakan badan jalan dan membuat suatu kawasan menjadi tambah kumuh. “Ini juga harusnya dievaluasi, sehingga tak ada kesan ada setoran yang diberikan untuk memuluskan mereka berjualan di sana.Kita inginkan ada solusi yang diberikan kepada para PKL, juga Pemko Medan harusnya tegas terhadap PKL. Jangan ada daerah tertentu yang terus diuber-uber PKL-nya, tetapi ada terkesan dibiarkan, ada toleransi terhadap mereka dengan alasan yang tak jelas,”pungkasnya. (SIONG)

Medan-andalas Administrator Bandara (Adban) melarang peswat berbadan lebar seperti jenis Boeing dan Jet agar tidak mendarat (landing) melalui landasan pacu (runway) 023 bagian utara Bandara Polonia Medan pada malam hari. “Bila muncul bangunan-bangunan tinggi di sekitar Bandara Polonia Medan akan mengganggu pergerakan penerbangan di bandara itu. Karena kawasan Istana Plaza, bangunan-bangunan tinggi menjadi ancaman penerbangan dan terhalang lampu “papi’ yaitu lampu membantu pendaratan pesawat,” kata Ir H Razali Abubakar di kantornya, Selasa (26/10). Razali mengatakan, pihaknya sudah lama melayangkan surat peringatan, baik untuk kalangan penerbangan bahkan untuk petugas tower atau Air Traffic Control (ATC) Bandara Polonia Medan agar menyampaikan aba-aba kepada crew pesawat saat akan landing. Kepala Adban juga mengaku hanya pesawatpesawat berbadan kecil saja yang boleh mendarat pada ujung runway 23, namun ada juga pesawat Boeing yang mencoba-coba mendarat dari sana. Sementara bangunan DistrikBisnisCenter(DBC) bagian selatan Bandara sudah diingatkan agar ketinggiannya tidak melebih 14 meter dan jarak dari pagar Bandara 300 meter. “Pemilik bangunan itu sudah konsultasi tentang ketinggian dengan Adban dan diberikan aba-aba ketinggian dan jauh dari lokasi Bandara. Jika mereka menyalahi dan membandel pertama akan ada sanksi berat, jika masih juga membandel, Bandara Polonia Medan ditutup, karena terkait dengan Undang Undang no.1/1999 dan Kawasan Keselamatan Operasional Penerbang (KKOP),” ujar R azali Abubakar. Bahkan dia menyatakan, pergerakan arus penumpang dan penerbangan di Bandara Polonia Medan mencapai 17 persen saat ini dan masa akan datang. Jika Bandara Kuala Namu tidak cepat selesai, dikhawatirkan Bandara Polonia Medan pada tahun 2015 harus tutup untuk penerbangan. Hal tersebut, kata Razali, berdasarkan pertumbuhan arus penumpang yang akan berangkat melalui Bandara Polonia Medan. “Pada 2015 prakiraan saya operasional penerbangan melalui Bandara Polonia Medan stagnan (macet),” ujarnya. Menyinggung operasional pesawat haji, Adban menilai belum terganggu operasional karena pesawat jenis Boeing 747-400 itu landing maupun take off dari ujung landasan pacu 05 bagian Selatan Bandara Polonia Medan. Diakuinya, pesawat mendarat dan terbang harus melawan arah angin. Kebetulan datang pagi dan berangkat sore selalu melawan arah angin. Sementara panjang landasan pacu Bandara Polonia Medan mencapai lebih kurang 3 Km. “Jadi, badan pesawat haji Corsair asal Perancis terangkat (airbone) saattake off pada pertengahan landasan pacu,” kata Razali. Operasinal angkutan pesawat haji yang mengakut 455 jamaah dan bagasi setiap terbang masih tergolong aman, tidak terganggu (obstacle) saat akan terbang dan mendarat, kecuali pada malam hari tidak boleh mendarat dari runway 23. (RIL)

Tanah Terancam ‘Dimafiakan’

Pensiunan TVRI Mengadu ke Wali Kota Merasa sebidang tanah miliknya akan ‘dimafiakan’ oknum-oknum di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan, Drs Nazief (65), seorang pensiunan pegawai TVRI Medan, warga Jalan STM Pembangunan Medan Amplas, mengadu ke Wali Kota Medan. Selain ke wali kota, pengaduan yang disampaikan melalui kuasa hukumnya Andar Situmorang itu, juga ditujukan kepada Ketua DPRD Medan dan Kapolresta Medan. “Sehubungan adanya dugaan konspirasi dan penyalahgunaan wewenang oknumoknum di KPP Medan dan perangkat Kelurahan Sei Sikambing

B, yang mengarah pada pengaburan status tanah klien kami, maka saya atas nama Drs Nazief melaporkannya ke pihak-pihak berwenang termasuk Wali

Kota Medan,” kata Andar Situmorang kepada wartawan, Senin sore (25/10). “Sayangnya laporan yang sudah kami sampaikan hingga beberapa kali tersebut, sepertinya belum mendapat tanggapan maksimal. Saya sendiri khusus datang ke Medan untuk mengetahui perkembangannya, sekaligus ingin bertatap muka langsung dengan Wali Kota Medan, yang saya ketahui juga bertekad memberantas para mafia termasuk mafia tanah ini,” sambung pengacara

yang berdomisili di Jakarta ini. Selanjutnya Andar Situmorang menjelaskan kronologis permasalahan yang sedang dihadapi kliennya, yang bemula pada proses peralihan hak milik dua bidang tanah berlokasi di Kampung Sei Sikambing B Sunggal (sekarang Jalan Bangau Medan). Masing-masing tanah tersebut diambil alih Drs Nazief pada tahun 1984 melalui proses jual beli dari Chairuddin Hasibuan (luas tanah 10.561 meter persegi ) dan M Husin Yoesoep (12.800 meter persegi ).

Lalu untuk mempertegas kepemilikan atas nama Drs Nazief, dibuatlah akta/keterangan jual beli/ pelepasan hak tanah di Notaris Ika Aznika Lokman SH pada tanggal 22 April 2010 dengan nomor 45/W/ 2010. Selanjutnya, sebagai wajib pajak yang baik, Drs Nazief, berbekal berkas-berkas pengantar yang diperlukan, mangajukan usulan penerbitan SPPT-PBB atas objek tanah seluas 2,3 hektar tersebut ke KPP Medan. “Setelah berkas diterima dan diperiksa, oleh staf KPP Medan dikatakan, pengurusan akan selesai satu bulan,” kata Andar sebagaimana disampaikan Drs Nazief. Ternyata, lanjut Andar, jangankan selesai, beberapa oknum di KPP Medan tersebut justeru mempersulit dan terakhir mengarah pada upaya pengaburan status tanah. “Entah bagaimana caranya, mereka buat seolah kepemilikan tanah tumpang tindih dengan menyebut-nyebut nama Probosutejo, Ratmini, dan lainnya, yang tidak ada sangkut pautnya dengan tanah dimaksud,” kata Andar. Ditambahkan Andar, dengan melibatkan aparat Kelurahan Sei

Sikambing B, oknumoknum di perpajakan itu merekayasa beberapa surat yang kalau diteliti sangat banyak kejanggalannya, termasuk penanggalan yang ‘jungkir balik’ dengan fakta. “Hebatnya, mereka juga nekat menyimpulkan terjadi sengketa kepemilikan tanpa bukti adanya nomor perkara sengketa baik pidana maupun perdata. Apalagi faktanya memang tanah tersebut tidak pernah dalam sengketa dengan pihak mana pun,” tegas Andar. Atas dasar penjelasan di atas dan berbagai fakta lainnya, Andar Situmorang SH mewakili Drs Nazief mendesak Wali Kota Medan untuk meneliti masalah ini dan menindak oknum-oknum yang terlibat. “Dalam berkas yang kita sampaikan kepada wali kota dan instansi lain, sudah kita lengkapi dengan bukti-bukti autentik dari instansi terkait. Demikian juga kronologis serta namanama oknum yang terlibat sudah kami cantumkan, supaya wali kota bisa memanggil mereka,” papar Andar Situmorang seraya menambahkan, dia tetap berkeinginan jumpa langsung dengan Wali Kota Medan untuk menyelesaikan masalah ini. (RPS)


HUKUM & KRIMINAL

Rabu 27 Oktober 2010

harian andalas | Hal.

4

Ratusan Karyawan Kebun Hancurkan Bangunan Warga

andalas/Firdaus Tanjung

MERUBUHKAN - Sejumlah karyawan kebun merubuhkan bangunan milik warga di areal gudang pemeraman Kebun Bandar Klippa.

KILAS

Kasus Pencurian Paling Menonjol Medan-andalas Kasus kejahatan pencurian dengan pemberatan, merupakan kasus yang paling menonjol di wilayah hukum Polsekta Medan Timur. Hal ini diungkapkan Kapolsek AKP Patar Silalahi saat ditemui di ruangannya, Senin (25/10) sore. Menurut Patar, dalam bulan Oktober, pihaknya telah berhasil mengungkap 25 kasus kejahatan di wilayah hukum Polsekta Medan Timur. Ditambahkan Kapolsek, kasus yang paling menonjol adalah kasus pencurian dengan pemberatan sebanyak 17 kasus, kasus narkotika 2 kasus, pemalsuan surat 1 kasus, dan sisanya kasus judi dan penganiayaan. “Yang paling menonjol adalah kasus pencurian dengan pemberataan,” ungkap Patar. Diharapkan Patar, masyarakat setidaknya harus tetap membantu pihak kepolisian dalam mengungkap dan mencegah terjadinya kejahatan, dengan cara menjadi polisi buat diri sendiri. (STARBERITA)

Maskot S Pandia (tengah) saat memberikan keterangan kepada wartawan. andalas/Lamhot Situmorang

Dikutuk Keras Penyebar SMS Berbau Sara di Karo Kabanjahe-andalas Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Peduli Masyarakat Karo Indonesia Maskot Sembiring Pandia mengutuk keras orang-orang yang yang telah menyebarluaskan SMS bernuansa Sara di wilayah Kabupaten Tanah Karo.“Isi SMS yang terkesan menghasut serta melecehkan sesama suku itu, kita khawatirkan bisa memicu gesekan antarsuku di Tanah Karo. Makanya kita sangat mengutuknya,” tegas Maskot kepada andalas, Selasa (26/10) di Jalan Veteran Kabanjahe. Dirinya mengutuk keras SMS ini sebagai wujud kepedulian dan keprihatian atas munculnya SMS yang isinya telah diberitakan di salah satu media cetak terbitan Medan. “Saya sangat keberatan dan mengutuk orang yang menyebarluaskan SMS bernuansa Sara itu. Karena saya menganggap semua suku yang tinggal di Karo adalah orang Karo. Walaupun saya tinggal di Desa Beganding, namun nenek saya masih berada di Desa Silalahi, juga impal (besan-red) saya yang tinggal di Malaysia, sementara dia warga Malaysia,” jelas Maskot bernada tinggi. Masih penuturan Maskot, dirinya juga sangat menyesalkan media yang memuat isi SMS dari orang yang tidak jelas itu. (LAMS)

Martiam Purba Berstatus Tahanan Kota Lubuk Pakam-andalas Kejaksaan Negeri Lubuk Pakam Tambok Nainggolan SH melalui Kepala Seksi Pidana Khusus Supriandi Daulay SH, Selasa (26/10) menegaskan status Martiam Purba adalah tahanan kota. Martiam yang saat ini pergi ke Mekkah menunaikan ibadah haji adalah terdakwa dalam kasus dugaan korupsi dana pembangunan Jembatan Paluh Merbau di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang sebesar Rp117 juta dari anggaran tahun 2007. Menurut Supriandi, kepergian Martiam menunaikan ibadah haji tak terlepas dari adanya surat penetapan yang dikeluarkan Ketua Pengadilan Negeri Lubuk Pakam Suharjono yang juga bertindak sebagai Ketua Majelis Hakim dalam perkara tersebut mengabulkan permohonan terdakwa untuk menunaikan ibadah haji. Namun saat ditanya wartawan apakah seorang terdakwa yang berstatus tahanan kota dapat berpergian ke luar negeri? Supriandi mengakui sebenarnya tidak bisa. Maka itu pihaknya akan mengirimkan surat ke Kejati Sumut untuk meminta petunjuk dan arahan mengenai kasus Martiam ini. (DI)

Batang Kuis-andalas Takut lahan kebun Bandar Klippa akan habis digarap masyarakat dan tidak senang dengan sikap pimpinan mereka yang dianggap terus membiarkan lahan digarap masyarakat, ratusan karyawan kebun PTP Nusantara II Kebun Bandar Klippa Batang Kuis merubuhkan bangunan yang berada di areal gudang pemeraman, Senin(25/10). Akibatnya sekitar 15 bangunan ruko yang sudah hampir rampung dan separuh batu diduga milik warga masyarakat di Kecamatan Batang Kuis tersebut rata dengan tanah ditumbangkan karyawan kebun tersebut. Tidak puas dengan aksi penghancuran bangunan di lahan gudang pemeraman, para karyawan dengan beringas melanjutkan aksinya menumbangkan empat bangunan milik warga lainnya yang sudah hampir selesai dikerjakan para penggarap. Menurut salah seorang karyawan yang tidak ingin disebutkan namanya, apa yang lakukan adalah murni gerakan spontan mereka atas kondisi perusahaan tempat mereka mencari makan dan sikap pimpinan mereka yang tidak tegas terhadap aksi penggarapan yang dilakukan masyarakat. Menurut mereka aksi pengga-

rapan lahan kebun PTPN II tersebut sudah melewati batas sehingga dapat berdampat buruk bagi para karyawan ke depannya. Aksi para karyawan tersebut diawali dari Kantor Kebun Bandar Klippa di Batang Kuis untuk menanyakan tindakan dan upaya Manejer Kebun Bandar Klippa Ir Anggiat Saragih MM atas kondisi kebun mereka yang terus digarap masyarakat tanpa adanya upaya pencegahan atau tindakan nyata menghentikannya. Setelah mendapat penjelasan dari manejer kebun, para karyawan lalu secara spontan bergerak menuju areal Kebun Bandar Klippa yang banyak berdiri bangunan liar. Anggiat Saragih kepada wartawan di kantornya mengatakan pihaknya tidak mengetahui adanya rencana perubuhan bangunan milik penggarap di lahan Kebun Bandar Klippa, karena apa yang dilakukan para karyawan adalah spontan dan tanpa dikomando dirinya selaku manejer kebun. “Setelah dijelaskan bahwa kami telah menyurati penggarap dan melaporkan ke pihak Polres Deli Serdang serta Polsek Batang Kuis, mereka langsung bergerak dan tanpa sepengetahuan saya menumbang-

Kejari Medan Limpahkan Berkas Korupsi Panwaslu Medan-andalas Setelah melalui proses penyelidikan dan penyidikan, akhirnya Kejaksaan Negeri Medan melimpahkan berkas kasus korupsi Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Medan ke Pengadilan Negeri Medan, Senin lalu. Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Medan, Dharmabella Tymbasz kepada andalas, Selasa (26/10) menerangkan bahwa pihaknya saat ini tengah menunggu jadwal persidangan dari PN Medan atas kasus tersebut. “Berkas perkara dugaan korupsi penyalahgunaan revisi dana operasional dan honor bagi Panwascam dan PPL se-Kota Medan pada Pileg dan Pilpres lalu, dengan kedua tersangka atas nama Fairuddin Majrul selaku mantan Sekretaris Panwas dan Ita Khairani selaku mantan Bendahara Panwas sudah berada di PN Medan,” ujarnya. Diterangkan, kasus dugaan korupsi penyalahgunaan revisi dana operasional dan honor bagi Panwascam dan PPL se-Kota Medan, dengan nilai

kerugian negara sesuai temuan BPKP senilai Rp530 juta yang berasal dari APBN tahun 2009. Untuk proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan perkara dugaan korupsi ini langsung dipimpin Kasi Datun Kejari Medan, Durpa Rajagukguk selaku Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU). Selanjutnya, Dharmabella juga mengatakan kepada para tersangka ini dijerat empat pasal yakni Pasal 2 ayat 1, Pasal 3, Pasal 8 atau Pasal 9 UU No 31 yang diperbaharui UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi. Modus korupsi yang ditemukan oleh tim penyidik bahwa dana revisi dari APBN tahun 2009 yang diperuntukkan untuk tenaga honor dan operasional Panwascam dan PPL se-Kota Medan oleh kedua tersangka tidak disalurkan. Akibatnya puluhan PPL tidak mendapatkan honornya pada November dan Desember 2009. Jika ditotal dari honor yang diterima maka setiap PPL mendapatkan Rp3.200.000 per orang, sedangkan untuk Panwascam memang disalurkan honornya tetapi tidak semuanya, kecuali hanya berkisar 40 hingga 60 persen dari dana yang ditetapkan. Ketika ditanyakan ada kemungkinan tersangka bertambah, Dharmabella Timbasz mengatakan bisa

saja ada tersangka baru dalam kasus tersebut. Dalam hal ini bisa saja para mantan Panwascam yang menjadi tersangka. Sebab dalam kasus ini seharusnya mereka tidak menerima kucuran dana yang diberikan karena menyalahi aturan. Namun dari 21 Panwascam hanya dua yang tidak menerima dana honor tersebut yakni Panwascam Medan Baru dan Polonia, sedangkan ke-19 Panwascam lainnya menerima dana tersebut namun tidak menyalurkan kepada PPL. Meski ke-19 Panwascam ini berjanji untuk mengembalikan kerugian negara tersebut, baru 11 Panwascam yang menyicil untuk membayarnya dan 8 Panwascam lagi belum membayar atau menyicil. Atas dasar perkembangan kasus tersebut bisa saja nantinya majelis hakim melakukan penahanan kepada mereka sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Untuk itulah Dharmabella mengimbau kepada mantan Panwascam Kota Medan yang menerima dana tersebut untuk mengembaikannya kepada kas negara. Untuk kasus ini sendiri sudah 32 orang saksi yang diperiksa termasuk tiga anggota mantan Panwaslu Pileg dan Pilpres Kota Medan pada 2009 lalu. (FEL)

Konsumsi Ganja untuk Penambah Semangat Kabanjahe-andalas Petugas Sat Narkoba Polres Karo membekuk Marno Tarigan (30) yang kedapatan memiliki sebuah bungkusan kecil berisi narkotika jenis ganja. Tersangka dibekuk saat asyik membahas nomor tebakan berhadiah toto gelap (togel) di sebuah warung kopi di Desa Jaranguda, Kecamatan Merdeka, Selasa (26/10) sekira pukul 13.00 WIB. Oleh petugas, Marno langsung diboyong ke Mapolres Karo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Di hadapan petugas, Marno mangaku barang haram tersebut dibelinya dari seseorang yang namanya sudah diketahui kepolisian dengan harga Rp10 ribu per bungkus kecil. Marno mengatakan dirinya mengonsumsi ganja untuk menambah semangat tenaga saat bekerja di ladang. Hal

DIPERIKSA Tersangka Marno saat diapit petugas Polres Karo usai menjalani pemeriksaan. andalas/Lamhot Situmorang

itu menurutnya biasa dia lakukan sebelum pergi ke ladang. “Menurut saya, setelah memakai (mengonsumsi) ganja perasaan saya tambah semangat, apalagi untuk beraktifitas ke ladang,” ujar ayah satu

anak ini dengan wajah lesu. Kasat Narkoba Polres Karo AKP A Dalimunthe kepada andalas di ruang kerjanya membenarkan penangkapan Marno warga Desa Jarangnguda, Berastagi. (LAMS)

kan bangunan tersebut,” jelas Anggiat. Anggiat sudah meminta para karyawan untuk tidak melakukan aksi anarkis terhadap bangunan liar yang banyak berdiri di areal Kebun Bandar Klippa. Hal senada dikatakan Camat Batang Kuis Dedi Maswardy SSos didampingi Kapolsek AKP Kasmir. Usai bertemu dengan Manager Kebun Bandar Klippa, keduanya mengimbau agar masyarakat dan pihak perkebunan agar sama-sama menahan diri dan jangan sampai terlibat pertikaian. Sementara itu sejumlah warga masyarakat tidak terima bangunan miliknya dirobohkan karyawan kebun. Mereka langsung membuat pengaduan ke Polres Deli Serdang tentang perusakan barang dan bangunan itu. “Kami akan laporkan perusakan bangunan kami ke Polres Deli Serdang, karena kami membangun bukan di tanah kebun. Perkebunan tidak mempunyai tanah, mereka hanya punya HGU. Lahan yang kami bangun itu adalah eks HGU kebun yang tidak diperpanjang lagi. Berarti lahan itu sudah menjadi tanah negara dan kami selaku warga negara mempunyai hak untuk mengusahai tanah negara,” ujar beberapa warga. (FT)

JPU Lili Suparli Bantah Tudingan Yono Lubuk Pakam-andalas Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lili Suparli SH yang menangani perkara dugaan perampokan terhadap mobil boks di Galang pada Januari 2010 lalu, terkesan gelagapan menyikapi tudingan Yono, paman Eka (saksi korban) kalau dirinya ‘memaksa’ Eka agar mau membuat pengakuan palsu. Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, Yono kepada wartawan di Pengadilan Negeri (PN) Lubuk Pakam, Senin (25/10) mengungkapkan kalau keponakannya, Eka, ‘dipaksa’ Lili agar mengakui kalau salah seorang dari empat terdakwa yakni Sugianto alias Ujang, Kiki Wahyudi, Bayu dan Anto Mona, sebagai pelaku yang terlibat perampokan mobil boks tersebut. Lili Suparli yang dikonfirmasi sejumlah wartawan termasuk andalas di ruang kerjanya, Selasa (26/10) membantah dirinya pernah mengatakan seperti yang dituding Yono. Menurutnya, sebelum persida ngan digelar pada Senin (18/10) dia sempat ikut menjemput Eka dari Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta karena Eka selaku saksi korban juga terjerat kasus narkoba. ”Di dalam mobil saat dalam perjalanan menuju PN Lubuk Pakam, saya sempat tanyai lagi apakah Eka mengenal salah seorang dari ke empat terdakwa, lalu dijawab Eka tidak kenal. Namun, setelah persidangan usai, dalam perjalanan kembali ke Lapas Tanjung Gusta, Eka malah mengaku samar-samar melihat wajah yang ciri-cirinya sama dengan pelaku perampokan terhadap dirinya dan pernyataannya itu didengar oleh petugas dari kepolisian dan ke jaksaan yang sedang mengawal,” jelas Lili. Kepada wartawan Lili mengakui akibat tudingan Yono itu, dirinya dipanggil Kasi Intelijen Kejari Lubuk Pakam. ”Belum lagi nanti panggilan dari Kejati Sumut dan apa kepentingan saya terhadap kasus ini sehingga saya dituding ‘memaksa’ Eka untuk mengakui salah seorang dari keempat pelaku. Apalagi soal kasus Eka yang terlibat narkoba, mana bisa saya mencampuri urusan jaksa yang lain (Ahmad Hasibuan SH-red). Dan, saya menduga ada upaya-upaya tertentu untuk menjatuhkan saya,” kata Lili. (Bob)

MA dan KY Harus Eksaminasi Pengaduan Panda Laporan Anggota Komisi III DPR RI, Panda Nababan ke Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (KY) terkait hasil pemeriksaan lima hakim tipikor dalam kasus pemilihan Deputi Gubernur BI Miranda Gultom yang menetapkan Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara itu sebagai tersangka, mendapat tanggapan dari Wakil Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan Muslim Muis dan Kepala Pusat Studi Hukum dan HAM (Pusham) Universitas Negeri Medan (Unimed) Majda El Muhtaz, Senin (24/10).

M

uslim Muis menyebutkan, KY serta MA harus segera melakukan eksaminasi (penelitian/pengkajian) terhadap hasil dari putusan pengadilan tipikor tentang penetapan status

tersangka kepada Panda Nababan berkenaan dengan kasus cek pelawat terkait pemilihan Deputi Gurbernur BI demi untuk menjaga citra dan martabat pengadilan Indonesia. “KY dan MA harus

mengeksaminasi terhadap putusan pengadilan tipikor. Jika hasil eksaminasi menyatakan adanya kekeliruan terhadap putusan tersebut maka MA dan KY berkewajiban untuk meluruskan hukum yang ada,” ujarnya Jika hal ini tidak segera dilakukan KY dan MA maka akan ada preseden buruk yang terjadi di sistem peradilan Indonesia. “Ini akan memperburuk citra peradilan dalam hal ini peradilan tipikor karena selama ini peradilan tipikor hingga saat ini dikenal sebagai peradilan yang sangat baik,” ungkapnya. Sementara itu, Kepala Pusham Unimed Majda El

Muhtaz mengatakan, Panda melaporkan lima hakim tipikor tersebut tentu mempunyai dasar. “Boleh jadi jika unsur temuan Panda yang menjadi dasar laporan terdapat unsur yang mengganggu iklim hukum atau dasar laporan itu berkaitan dengan kasuskasus yang akan datang,” paparnya. Menurutnya, tidak ada alasan bagi KY dan MA untuk tidak menindaklanjuti pengaduan Panda Nababan. “KY memiliki kewenangan untuk melakukan pengawasan terhadap kinerja hakim dan MA melalui Ketua Muda Pengawasan MA,” paparnya. Disebutkannya, jika lima

hakim tipikor tersebut dianggap mengganggu keluhuran dan martabat hakim maka setiap warga negara yang merasa dirugikan berhak untuk mengadukannya. “Kita mendorong apa yang dilakukan Panda, tentunya KY dan MA harus memrosesnya,” ungkap Majda. Sementara itu, juru bicara tim pengacara Panda Panababan, Patran Zein yang dikonfirmasi mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu informasi dari KY dan MA terhadap pengaduan yang dilakukan oleh Panda Nababan. “Kita berharap agar KY dan MA memrosesnya secepat mungkin,” paparnya. (FEL)


Rabu 27 Oktober 2010

EKONOMI-BISNIS

harian andalas | Hal.

5

Sumut Kirim 650 Ekor Babi ke Batam Belawan-andalas Sumatera Utara mengirimkan sebanyak 650 ekor babi ternak ke Batam melalui Pelabuhan Belawan menggunakan angkutan Kapal Motor (KM) Indra Jaya. Keterangan yang diterima wartawan di Dermaga IKD Pelabuhan Belawan menyebutkan, ke-650 ekor babi ternak ini dikirim ke Pulau Batam atas permintaan masyarakat Batam. Hewan-hewan ternak berkaki empat yang pengirimannya melibatkan perusahaan bongkar muat (PBM) PT Sifik ini sebagian merupakan jenis ternak unggul, sebagian lagi akan menjadi ternak potong. Keterangan yang diterima wartawan dari pihak PT Sifik ini, sebagian babi yang dikirim ini nantinya akan diternakkan warga Batam dan pihaknya siap mengirimkan pasokan lagi kalau Batam masih membutuhkan. (BIN)

RAMAI PENGUNJUNG - Pasar Tomok di Pulau Samosir menjadi salah satu lokasi pavorit yang paling banyak menyedot wisatawan selama berlangsungnya Pesta Danau Toba (PDT) 2010 pada 20-24 Oktober lalu. Setiap hari selama perhelatan itu berlangsung ribuan pengunjung datang untuk membeli berbagai souvenir khas Batak yang dijual pedagang di pulau yang berada di tengahtengah Danau Toba itu. Terlihat suasana di Pasar Tomok saat hari terakhir pelaksanaan PDT 2010, Minggu (24/10).

Pemerintah-DPR Sepakat 2011 TDL Tidak Naik Jakarta-andalas Pemerintah dan DPR RI sepakat untuk mengalokasikan dana risiko fiskal dari realisasi subsidi listrik hingga Rp10 triliun serta untuk tidak menaikkan tarif dasar listrik (TDL) tahun depan. Rencananya, dana tersebut digunakan untuk mengantisipasi terjadinya risiko fiskal akibat dari realisasi subsidi listrik tahun 2010 dan tahun 2011 yang melebihi pagu anggaran sehingga berpotensi menambah defisit. Seperti yang diungkap dalam Pasal 15 UU APBN 2011, pemerintah diberi kewenangan untuk menggunakan dana Sisa Anggaran Lebih (SAL) diluar penggunaan SAL/SILPA dengan pagu maksimal Rp10 triliun dengan syarat dalam menggunakan anggaran ini dibahas terlebih dahulu dengan Badan Anggaran dan dilaporkan dalam APBN Perubahan tahun 2011 dan LKPP (laporan keuangan pemerintah pusat) tahun 2011. Dalam UU APBN 2011 belanja subsidi listrik dialokasikan sebesar Rp40,7 triliun, namun besaran subsidi ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan realisasi pada tahun anggaran berjalan untuk mengantisipasi deviasi realisasi asumsi ekonomi makro, berdasarkan kemampuan negara. Selain itu apabila kemampuan keuangan negara memungkinkan, yaitu karena terjadi penghematan, pemerintah juga dibolehkan membayar utang subsidi listrik tahun 2009 yang sebesar Rp4,56 triliun. Jaminan pemerintah yang dimaksud adalah sebesar negatif Rp889 miliar diberikan atas risiko kemungkinan PLN tidak mampu memenuhi kewjaiban membayar kepada kreditur. Jaminan tersebut diperhitungkan sebagai pinjaman pemerintah yang diberikan kepada PT PLN apabila terealisasi. Dalam penjelasan UU APBN juga disebutkan untuk mendukung percepatan pembangunan pembangkit listrik 10 ribu megawatt berbahan bakar batubara, pemerintah akan memberikan jaminan penuh atas kewajiban pembayaran penjaminan PT PLN kepada kreditur perbankan. (IC)

andalas/rony muharrman

2011, ke Luar Negeri Bebas Fiskal Jakarta-andalas Pemerintah akan memberlakukan bebas fiskal keluar negeri secara penuh mulai 1 Januari 2011. Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Humas Ditjen Pajak M Iqbal Alamsyah dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (26/10), menyebutkan, semula bebas fiskal keluar negeri hanya

diberlakukan bagi mereka yang memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP). Mulai 1 Januari 2011, Ditjen Pajak memberlakukan bebas fiskal luar negeri bagi wajib pajak orang pribadi dalam negeri yang tidak memiliki NPWP dan telah berusia 21 tahun. Bebas fiskal ke luar negeri secara penuh itu merupakan pelaksanaan atas Pasal 25 ayat 8a UU Nomor 36 tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan. Sebelumnya pada periode 1 Januari

2009 hingga 31 Desember 2010, pembebasan fiskal luar negeri terbatas hanya pada beberapa kriteria tertentu, di antaranya bagi wajib pajak orang pribadi dalam negeri yang memiliki NPWP. "Dengan pemberlakukan bebas fiskal luar negeri ini, maka terhitung 1 Januari 2011, semua masyarakat yang hendak bepergian keluar negeri tidak perlu lagi membayar fiskal luar negeri," kata Iqbal. Menurut dia, pembebasan fiskal keluar negeri secara penuh ini, merupakan wujud

PMKS PTP Sumut Simpang Gambir Madina Diresmikan Medan-andalas Seluruh jajaran di PT Perkebunan Sumatera Utara diminta untuk meningkatkan performa dua pabrik minyak kelapa sawit yang dimiliki tidak hanya sekadar menghasilkan Crude Palm Oil (CPO), tetapi juga produkproduk turunan lainnya. Dengan progres ini, maka PT Perkebunan Sumut ke depan bisa menjadi andalan penyumbang PAD bagi Pemprovsu. Sekdaprovsu DR RE Nainggolan menjelaskan hal ini di Medan, Selasa (26/10), setelah sehari sebelumnya atas nama Gubsu Syamsul Arifin meresmikan Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) Kebun Simpang Gambir, Kabupaten Mandailing Natal. “Peresmian operasional PMKS Kebun Simpang Gambir ini semakin membuka peluang untuk menghasilkan produkproduk turunan CPO. Karena saat ini, progres bisnis di bidang perkebunan kelapa sawit tidak

hanya berhenti pada produksi CPO, tapi sudah mengarak kepada produk turunan lainnya,” ucap Nainggolan. Peresmian PMKS Kebun Simpang Gambir ini ikut dihadiri Pj Bupati Madina Aspan Sofyan Batu Bara, Dirut PT Perkebunan Sumut H Darwin Nasution, dua komisaris H Muhyan Tambuse, dan Edward Simanjuntak, Ketua DPRD Madina Imran Haitami Daulay, empat ketua komisi di DPRD Sumut, dan usnur Muspida Kabupaten Madina. Dalam amanat Gubsu yang dibacakan Nainggolan dijelaskan, bahwa PT Perkebunan Sumut diminta untuk melihat peluang ekspansi perluasan kebun ke provinsi tetangga. Peluang ini, diakui sebagai respon atas saran anggota DPRD Sumut saat nota keuangan RAPBD 2011 disampaikan. PMKS Simpang Gambir, merupakan pabrik pengolah

kelapa sawit terbaru yang dimiliki PT Perkebunan Sumut. Pabrik ini mulai dibangun tahun 2008, dan memiliki kapasitas olah sebesar 30 ton tandan buah segar (TBS) kelapa sawit per jam. Sedangkan PMKS Kebun Tanjung Kasau di Kabupaten Batu Bara, Sumut yang juga milik PT Perkebunan Sumut, sudah beroperasi sejak tahun 2005, dan peresmiannya dilakukan pada 2006. Menurut Darwin Nasution, PMKS Kebun Simpang Gambir dapat menampung tandan buah segar (TBS) sebesar 540 ton per hari. “Mayoritas TBS itu berasal dari kebun sendiri, dan sisanya dari kebun masyarakat sekitar,” jelas Darwin. Saat ini, PT Perkebunan Sumut memiliki areal kebun sawit seluas 3.400 hektare yang berlokasi di Kabupaten Madina. (WAN)

kepedulian pemerintah dalam memberikan kemudahan bagi setiap masyarakat yang hendak keluar negeri. Dapat saja mereka pergi keluar negeri dalam rangka berobat atau melanjutkan studi. Hingga saat ini, tarif fiskal keluar negeri adalah Rp2,5 juta untuk setiap orang sekali bertolak ke luar negeri dengan menggunakan pesawat udara atau Rp1 juta untuk setiap orang sekali bertolak ke luar negeri menggunakan angkutan laut. (ANT)

Presiden SBY Saksikan MoU Bisnis RI-China Shanghai-andalas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyaksikan kesepakatan bisnis antara puluhan pengusaha China dengan pengusaha dari Indonesia. Kesepakatan ini ditandatangani pada penutupan World Expo 2010 di Shanghai. Dari rilis Kementerian Perdagangan, Selasa (26/10) dijelaskan hubungan bilateral antara kedua negara diwujudkan dengan 27 kesepakatan yang melibatkan 60 perusahaan dari kedua negara. Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu bersama Menteri Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Chen Deming menyepakati suatu kerangka kerja sama. Hasil pembahasan tersebut kemudian dituangkan dalam Agreed Minutes of the Meeting for Further Strengthening Economic and Trade Cooperation. Isinya merupakan sejumlah langkah yang akan dilakukan untuk menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi oleh sektor-sektor tertentu di Indonesia yang terkena potensi dampak negatif dari ACFTA. "Pemerintah optimis bahwa kesepakatan yang telah ditandatangani pada April lalu akan menjadi kerangka kerja yang komprehensif serta mendorong berbagai sektor di Indonesia untuk menarik manfaat dari ACFTA," kata Mendag. Selain itu, masih terdapat sejumlah draft kesepakatan kerja sama lain yang masih dalam poses pembahasan antara pelaku bisnis kedua negara. Bidang-bidang kesepakatan tersebut bukan hanya meliputi energi, pertambangan, dan infrastruktur yang memang merupakan minat utama perusahaanperusahaan Indonesia dan RRT selama ini, tetapi juga bidang lainnya termasuk pertanian, perikanan, telekomunikasi, galangan kapal, jasa keuangan, manufaktur, dan industri kreatif (animasi). (IC)

an


Rabu

IKLAN

27 Oktober 2010

harian andalas | Hal.

6

PESANTREN MODERN

TA’DIB AL-SYAKIRIN MTsS & MAS

Jl. Brigjend Zein Hamid Km. 7,5 Titi Kuning Medan Johor Telp. 061 – 786 7215

DIBELIDENGANHARGATINGGI TV - PS - DVD - Sound System - Laptop - AC - Kulkas, Dll Hub. CV. GRIYA ELEKTRONIK/BABE

Jl. Gaperta B6 Tel. 8450085, FL. 76660300

AC

KARYA TEKNIK

S E R V I C E

M. CUCI, KULKAS, G A R A N S I SIAP DITEMPAT

Jl. Sempurna (Setia Budi) No. 15 Medan

Hub. 0813 7040 9999

FAMILY RENTAL MOBIL (PT) APV Kj. Kapsul pkt hmt 10 jam, Altis, L-300, Innova, L. Cruiser, N-Eyes, Bus, Hrn, Mgn, Bln, Utk dlm dan di luar kota. Hotline: 7734 2359 / 0819 3328 4540

an


Rabu 27 Oktober 2010

IKLAN

harian andalas | Hal.

7

RUMAH DIJUAL

Lindungi sepeda motor anda dari curanmor dengan memasang SMART ALARM ANTI MALING. Tidak ada efek samping terhadap mesin, CDI, AKKI, dll.

Harga Terjangkau

Hub. 061 - 76731964


OLAHRAGA

Rabu 27 Oktober 2010

KILAS

harian andalas | Hal.

Paul Gurita Tutup Usia

Jelang Piala Liga Inggris

Arsenal Berat, MU Ringan London-andalas Arsenal dan Manchester United jadi dua tim BigFour yang tersisa di Piala Liga musim ini. Langkah The Gunners untuk lolos berat karena akan menghadapi Newcastle United. Sedangkan MU relatif mendapat lawan ringan, yaitu Wolverhampton Wanderers. Performa Arsenal yang tengah mengilap dalam tiga laga terakhir termasuk menang 3-0 atas Manchester City, akan diuji lagi oleh Newcastle di St James Park, Kamis (28/10) dinihari WIB dalam pertandingan babak keempat. Seperti biasa Arsene Wenger kembali akan menurunkan pemain lapis keduanya dan diselipi beberapa pemain senior. Patut disaksikan apakah Arsenal bisa mengulangi penampilan gemilang saat menang 4-1 dari Tottenham Hotspur di babak ketiga lalu? Sementara MU yang merupakan juara bertahan dipastikan tak akan kesulitan melalui hadangan Wolves. Apalagi moral mereka tengah bagus pasca menang 2-1 dari Stoke City kemarin. Sang pembunuh raksasa Northampton Town, yang menyingkirkan Liverpool di babak ketiga, akan berhadapan dengan Ipswich Town. Runner-up Piala Liga musim lalu, Aston Villa, akan menghadapi Burnley di Villa park. (DTC)

Oberhausen-andalas Masih ingat dengan Paul si Gurita? Lama tak terdengar kabarnya, makhluk berkaki delapan yang menghebohkan Piala Dunia 2010 karena ramalan-ramalannya itu kini dikabarkan tutup usia. Matinya Paul tersebut diterangkan langsung oleh pihak Akuarium Oberhausen Sea Life, Jerman, tempatnya bermukim saat ini. Tak ada keanehan yang ditemukan sehingga Paul diduga kuat mati karena faktor usia. "Manajer dan staf Akuarium Oberhausen Sea Life sangat terpukul saat Paul ditemukan mati pagi ini," kata pihak akuarium dalam keterangannya, seperti dikutip Spie-

gel. Setelah "ditinggal pergi" Paul, pihak akuarium kini juga berencana membangun sebuah monumen untuk gurita tersebut. Nama Paul jadi bahan pembicaraan musim panas lalu setelah delapan pertandingan di Piala Dunia 2010 ia tebak seluruhnya dengan jitu. Satu ramalannya adalah tentang hasil laga final, di mana ia memilih timnas Spanyol yang akhirnya sukses mengalahkan Belanda. Sebelum gelaran itu, Paul mulai dikenal sebagai "cenayang" saat mencatatkan tebakan jitu sebesar 80 persen terkait pertandingan Jerman di Euro 2008. Gelaran Piala Dunia 2010 diprediksi akan menjadi gelaran

terakhir tempatnya beraksi karena faktor usia. Seekor gurita rata-rata hanya bisa bertahan hidup sampai dengan umur 3 tahun, sedangkan usai ajang tersebut usia Paul

sudah 2,5 tahun. Dengan catatan pada bulan Juli itu maka artinya Paul akan tutup usia sekitar bulan Desember 2010. Tidak terlalu akurat, karena kini Paul mati lebih cepat. (DTC)

Kandidat Peraih Ballon d'Or FIFA 2010: Xabi Alonso (Spanyol) Daniel Alves (Brasil) Iker Casillas (Spanyol) Cristiano Ronaldo (Portugal) Didier Drogba (Pantai Gading) Samuel Eto'o (Kamerun) Cesc Fabregas (Spanyol) Diego Forlan (Uruguay) Asamoah Gyan (Ghana) Andres Iniesta (Spanyol) Julio Cesar (Brasil) Miroslav Klose (Jerman) Philipp Lahm (Jerman) Maicon (Brasil) Lionel Messi (Argentina) Thomas Muller (Jerman) Mesut Ozil (Jerman) Carles Puyol (Spanyol) Arjen Robben (Belanda) Bastian Schweinsteiger (Jerman) Wesley Sneijder (Belanda) David Villa (Spanyol) Xavi (Spanyol)

JADWAL DAN DATA PERTANDINGAN PIALA INGGRIS 28/10 02:45 28/10 02:45 28/10 02:45

Aston Villa vs Burnley Newcastle vs Arsenal West Ham vs Stoke

8

0:ž ½:0 0:Ÿ

Menuju Estoril, Lorenzo Incar Hattrick Gerno Di Lesmo-andalas Jorge Lorenzo memang telah mentasbihkan diri sebagai juara dunia MotoGP 2010. Meski begitu, pembalap andalan FIAT Yamaha ini tak lantas memilih tampil santai di dua balapan tersisa. Lorenzo justru bertekad melahap kemenangan baik di Estoril, Portugal maupun seri pamungkas di Valencia Spanyol. Akhir pekan ini, MotoGP akan kembali bergulir dan mengambil tempat di Portugal. Bagi Lorenzo, balapan di sirkuit Estoril membangkitkan kenangan spesial. Pasalnya, dalam dua musim Jorge Lorenzo terakhir, pembalap muda Spanyol ini selalu mampu tampil cemerlang. Memulai balapan dari pole position, Lorenzo mengakhirinya dengan naik podium teratas (musim 2008 & 2009). Kali ini, tekadnya pun kembali sama. Lorenzo berambisi melanjutkan dominasinya dengan mencatatkan kemenangan ketiga secara beruntun (hatrrick) di Estoril, sekaligus menegaskan kapasitasnya sebagai pembalap terbaik di musim ini. (OKZ)

Kandidat Pelatih Terbaik Dunia

Spanyol Dominasi Daftar Peraih Ballon d'Or FIFA Zurich-andalas Spanyol mendominasi daftar kandidat peraih Ballon d'Or FIFA tahun ini, dengan menempatkan tujuh nama pemainnya. Sebaliknya dengan Inggris, Italia dan Prancis, yang tak satu pun pemainnya masuk daftar, menyusul penampilan tak oke di Piala Dunia 2010. Xavi, David Villa, Xabi Alonso, Iker Casillas, Carles Puyol, Andres Iniesta dan Cesc Fabregas adalah tujuh nama pemain Spanyol yang masuk di dalam daftar tersebut. Mereka-mere-

ka jugalah yang sudah berperan besar membawa 'Tim Matador' berjaya di Piala Dunia 2010 lalu. Kalau Spanyol mendominasi daftar berisikan 23 nama pemain tersebut, tak demikian

lah suara terbanyak. Setelah itu pemenang dari penghargaan ini akan diumumkan dalam seremoni di Zurich, Seiss, pada 10 Januari 2011 mendatang. Sementara itu mantan pelatih Inter Milan yang kini menangani Real Madrid, Jose Mourinho, dijagokan untuk meraih penghargan Pelatih Terbaik Dunia. (DTC)

halnya dengan Inggris, Italia atau Prancis. Tak satu pun pemainnya bisa masuk daftar ini. Lionel Messi dari Argentina adalah pemenang penghargaan Ballon d'Or dan Pemain Terbaik FIFA sebelumnya. Untuk tahun ini, kedua penghargaan tersebut sudah digabung ke dalam satu bentuk yakni Ballon d'Or FIFA, seperti diwartakan ESPN Soccernet, Selasa (26/10). Pada 6 Desember mendatang, FIFA dan majalah France Football akan mengumumkan tiga nama yang mendapat jum-

Carlo Ancelotti (Chelsea) Vicente del Bosque (Spanyol) Sir Alex Ferguson (Manchester United) Pep Guardiola (FC Barcelona) Joachim Low (Jerman) Jose Mourinho (Inter Milan/Real Madrid) Oscar Tabarez (Uruguay) Louis van Gaal (Bayern Munich) Bert van Marwijk (Belanda) Arsene Wenger (Arsenal)

Patrice EVRA

Evra tak Sabar Berbaju Prancis Lagi Manchester-andalas Patrice Evra jadi salah satu pemain Prancis yang diskorsing pasca insiden di Piala Dunia. Kala masa "rehatnya" akan usai maka Evra antusias menyambut kembalinya ia ke skuad Les Blues. Evra saat ini tengah menjalani skorsing lima pertandingan karena divonis bersalah dalam kasus pertengkaran antara Raymond Domenech dengan pemain di Afrika Selatan 2010 lalu. Selain

Evra ada Nicolas Anelka (18 laga), Franck Ribery (tiga laga) dan Jeremy Toulalan (satu laga). Bagi Evra menjalani skorsing usai kejadian memalukan itu bagaikan mimpi buruk. Karena dengan statusnya sebagai bek kiri nomor satu Prancis dihukum larangan tampil dalam lima laga itu sudah bikin takut dirinya. Maka dengan skorsing yang tinggal tersisa satu laga lagi, Evra sudah tak sabar ingin segera bermain lagi di

bawah arahan Laurent Blanc. Prancis bulan depan akan berhadapan dengan Inggris dalam laga friendly di Wembley, 17 November. Jika Blanc ingin memakai jasa Evra lagi di 'Tim Ayam Jantan' maka bek berusia 29 tahun itu akan bermain dalam pertandingan persahabatan lawan Brasil, 9 Februari 2011. "Aku baru saja mengalami masa-masa yang sangat sulit. Itu bikin aku takut hingga sekarang dan hanya bisa hilang ketika aku memakai

baju Prancis lagi," urai Evra, Selasa (26/10). "Skorsingku bentar lagi usai. Jadi aku sangat termotivasi dan memberiku keinginan untuk tampil sebaik mungkin," sambungnya. "Aku akan bermain bagi negaraku hingga kakiku tak mampu lagi bergerak atau pelatih timnas tak memanggilku," lugas pengoleksi 32 caps itu. (DTC)

Untuk Bayar Utang, Sepatu Emas Dilego KISAH Oleg Salenko ini bisa jadi cerminan dan pelajaran untuk para bintang sebakbola saat ini. Salenko terpaksa melego Sepatu Emas yang dia raih di Piala Dunia 1994 untuk bayar utang. Pada gelaran Piala Dunia 1994, enam gol dari Salenko bikin penyerang asal Rusia itu menjadi topskorer turnamen bersama Hristo Stoichkov dari Bulgaria. Sebagai bentuk pengakuan dari predikat tersebut, Salenko dan Stoichkov sama-sama mendapatkan penghargaan

Sepatu Emas sebagai simbolisasi topskorer. Akan tetapi, beralih ke tahun 2010 alias 16 tahun kemudian, kondisi keuangan Salenko memburuk. Belitan utang bahkan sampai memaksanya untuk melepas Sepatu Emas tersebut. "Aku menerima sebuah tawaran bagus dari Uni Emirat Arab," kata Salenko, Selasa (26/10). "Aku bukannya bangkrut total atau semacam itu sehingga aku harus menjual segalanya, tapi tawarannya sulit ditolak. Aku diberitahu bahwa seorang Sheik Arab akan merawat penghargaan itu dengan menaruhnya di museum setempat," lanjut dia.

Lantas bagaimana awalnya sampai pria kelahiran 25 Oktober 1969 itu harus dipaksa menjual sebuah benda yang jadi pengakuan eksistensinya sebagai seorang pemain sepakbola? "Aku sempat punya sebuah bisnis kecil, tapi setelah krisis (global) semuanya ambruk dan aku harus membayar utangutang," kisah pria yang pensiun dari sepakbola pada tahun 2001 itu. Salenko sendiri konon akan mendapatkan 500 ribu dolar AS atau Rp 4,6 miliar untuk Sepatu Emasnya itu, sebuah nilai yang dia rasa pantas sehingga rela melepaskan barang yang niscaya penuh dengan kenangan tersebut.

"Tentu saja aku lebih suka sepatu itu tetap di Rusia atau Ukraina, jadi jika saja aku mendapat tawaran yang setara di sini aku takkan menjualnya ke luar negeri," pungkas Salenko yang juga pernah membela timnas Ukraina. Dengan

perjalanan hidup yang acap seperti roda pedati -terkadang ada di atas dan kali lain di bawah-seorang pemain sepakbola yang kini termashur dan bergelimang uang bisa saja terpuruk nanti, jika tak pandaipandai mengatur uang. Salenko, yang bahkan sudah berusaha bikin usaha kecil-kecilan, jadi buktinya. (DTC)

Oleg SALENKO


OLAHRAGA

Rabu 27 Oktober 2010

harian andalas | Hal.

9

Jelang Kejuaraan

Chess Sumatera Open Diikuti MN dan MI

KILAS

PSPS Tundukkan Pelita Jaya Semarang-andalas PSPS Pekanbaru berhasil menundukkan Pelita Jaya Purwakarta 3-2 (2-2) pada pertandingan lanjutan Liga Super di Stadion Jatidiri Semarang, Selasa (26/10). Pada pertandingan yang disaksikan sekitar 150 penonton tersebut, kedua tim memperagakan permainan cepat dan umpan dari kaki ke kaki. Tetapi tim asuhan pelatih Abdur Rahman Gurning lebih mendominasi permainan pada babak pertama dengan menciptakan beberapa peluang. Hanya saja mereka kecolongan melalui gol cepat Pelita Jaya Purwakarta yang dicetak Ramires pada menit ketiga. Gol tersebut bermula dari umpan dari Brizula Walter langsung kepada Ramires. Ramires langsung membawa bola masuk daerah pertahanan PSPS dan langsung ditendang tanpa bisa diantisipasi kiper PSPS, Dede Sulaiman. PSPS berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui gol yang dicetak April Hadi pada menit ke-15. Gol tersebut bermula dari serangan langsung dan April masuk ke daerah pertahanan Pelita Jaya meskipun sempat dijaga ketat pemain belakang Pelita. April Hadi dengan kelincahannya mampu mengecoh pemain belakang Pelita dan langsung menendang bola tanpa bisa diantisipasi kiper Pelita, I Made Kadek. PSPS menambah gol menjadi 2-1 yang dicetak Dzumafo Herman pada menit ke-34. Gol tersebut bermula dari serangan dari tengah lapangan Dzumafo langsung dibawa sendiri ke daerah pertahanan Pelita dan langsung ditendang ke arah gawang. Pelita Jaya yang bertindak sebagai tuan rumah berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui gol yang dicetak Ardan Aras pada menit ke-37. (ANT)

Andalas/fas

Danau Kelapa Gading tempat digelarnya kejuaraan catur Chess Sumatera Open 27 hingga 31 Oktober 2010.

Kisaran-andalas Menjelang digelarnya kejuaraan catur “Chess Sumatera Open� yang digelar di Danau Pemancingan Kelapa Gading 27 hingga 31 Oktober mendatang. Sekretaris Panitia Pelaksana pertandingan (Panpel) Jalasa Silaen, Selasa (26/10) menyatakan, event ini bekerjasama dengan Kejari serta Pengda Percasi Asahan yang diikuti atlet catur tingkat daerah maupun nasional, dan disemarakkan dengan keikutsertaan atlet penyandang Master Nasional dan Master Internasional. Jalasa Silaen menambahkan, sejumlah atlet catur daerah maupun provinsi telah menyatakan kepastiannya untuk turut ambil bagian dalam event ini, seperti penyandang

LTETS Dinilai tak Efektif Datangkan Wisatawan Medan-andalas Lake Toba Eco Tourism Sports (LTETS) yang baru saja usai di gelar di Kota Parapat dianggap kurang efektif dalam upaya meningkatkan iklim pariwisata di kawasan Danau Toba tersebut. Kegiatan yang turut menampilkan beberapa event olahraga itu dianggap hanya sebatas seremonial yang menghamburhamburkan anggaran. “ Meski sifatnya terencana tapi tidak efektif, untuk apa tahun depan dianggarkan kembali," kata Ketua Komisi B Bidang Perekonomian DPRD Sumut H Bustami HS menjawab wartawan, Selasa (26/10). Menurutnya, jika ingin mengembangkan Danau Toba menjadi obyek wisata yang ramai dikunjungi wisatawan, akan lebih efektif jika menyisihkan anggaran untuk pelestarian danau tersebut. Pelestarian danau dilakukan dengan membersihkan tanaman enceng gondok yang saat ini telah menutupi keindahan air Danau Toba, atau menanaman hutan di sekitarnya, serta penataan kerambah. Karena menurutnya hal itu jauh lebih bermanfaat dari sisi menambah perekonomian masyarakat sekitar. Selain itu, kata Bustami pemerintah juga perlu menyisihkan anggaran untuk menambah modal para pedagang buah agar dagangan me-

reka lebih berkualitas, penanaman bibit ikan dan sebagainya. Dalam hal ini, Bustami juga mempertanyakan dasar pemerintah menggelar pesta Danau Toba yang dirangkai dengan eco tourism sport dengan menghabiskan anggaran miliaran setiap tahunnya. Kegiatan pesta Danau Toba yang digelar sejak 20 hingga 24 Oktober lalu, juga diketahui tak mampu mendatangkan wisatawan sesuai yang ditargetkan. "Informasi yang saya terima pengunjung yang datang juga tidak seberapa, kalaupun ramai hanya dari warga sekitar," ujar Bustami. Hal itu juga ditandai dari fasilitas kamar hotel yang hanya terisi lebih kurang 50 persen. Menurut Bustami jika paparannya di atas ditanyakan kepada masyarakat sekitar tentu masyarakat lebih memilih pemberdayaan di bidang ekonomi tersebut, daripada menggelar kegiatan seremonial yang sudah beberapa tahun digelar.

andalas/ist

Cabang balap sepeda yang dipertandingkan pada Lake Toba Eco Tourism Sport-V 2009 yang lalu dipertandingkan. Kini dipelaksanaan serupa di tahun ini cabang balap sepeda tidak dipertandingkan. Sementara itu informasi yang diterima dari berbagai sumber, event tersebut kurang mendapat apresiasi dari masyarakat. Beberapa pertandingan olahraga yang digelar di beberapa lokasi tersebut tak menuai banyak pengunjung. Event yang ramai dikunjungi hanya pertunjukan drum band. "Itupun karena peserta di

cabang drumband memang sudah banyak, selain itu masyarakat memang haus hiburan," kata salah seorang warga. Pada Lake Toba Eko Tourism tahun ini beberapa cabang olahraga juga absen dipertandingkan seperti tinju, renang lintas alam dan binaraga. Informasi yang diterima tidak dipertandingkannya cabang tersebut

Pemkab Nisel Senam Massal Bersama PT Askes Rombongan Pembalap TDI Etape Tiga Salah Jalur Tegal-andalas Rombongan pembalap Speedy Tour d`Indonesia (TDI) 2010 etape III dari Cirebon menuju Pekalongan, Selasa (26/10) mengambil jalur yang salah sehingga pembalap yang berada di rombongan terdepan dihentikan oleh Direktur Perlombaan. Seluruh pembalap itu dihentikan kira-kira di KM 91 atau setengah kilometer dari Pos Polisi Babadan, Sektor Warurejo Tegal, Jawa Tengah. Kesempatan itu digunakan pembalap untuk istirahat dan menanti rombongan lain tiba. Kesalahan mengambil jalur itu diperkirakan terjadi sebelum masuk Kota Tegal. Karena di wilayah itu ada pertigaan menuju Purwokerto yang merupakan jalur Speedy Tour d`Indonesia 2009 namun minim petunjuk jalan dan petugas di lapangan. Dengan banyaknya pembalap yang salah arah itu, balapan yang semestinya tinggal menyisakan sekitar 45km terpaksa harus mengulang start dengan beberapa konsekuensi yang harus diterima oleh pembalap terutama yang berada di rombongan terdepan. Pembalap yang masuk dalam rombongan besar terdepan itu di antaranya Matnur dari Polygon Sweet Nice (PSN) Surabaya, Budi Santoso United Bike Kencana Malang, M. Taufik dan Nugroho Krisnanto dari Pengprov ISSI Yogyakarta dan Parno dari Custom Cycling Club (CCC) Solo. Tim asing seperti 7 Eleven Filipina, Eddy Holland Bicyle Services, Malaysia Nasional Team dan CCCColossi Belanda juga berada di rombongan terdepan bersama pembalap lainnya yang dihentikan. Bukan hanya pembalap yang salah mengambil jalur di Tegal namun rombongan Chief Commissaire Jose Adolfo B Cruz juga mengalami hal yang sama termasuk tim radio tour yang mengomando jalannya balapan Speedy Tour d`Indonesia 2010. (ANT)

gelar Master Nasional (MN) Mariot Marbun yang menyatakan kepastiannya untuk mengikuti event ini. Diikuti juara catur kilat di Kejurnas Manado Norma (MI), Roganda (MN) dan juara pada Waspada Cup 2010 asal DKI, ungkapnya. Selain itu atlet catur asal Riau Ahmad Salmino (MN) yang mewakili Indonesia pada Sea Games lalu, Jhon Roy Damanik (MN), Edy Raya Napitupulu (MN) serta berbagai atlet catur daerah lainnya juga turut menyemarakkan Chess Sumatera Open. Disebutkannya kembali, pelaksanaan event yang juga bekerjasama dengan pihak Pengprov Percasi Sumatera Utara telah siap seratus persen, dan pada pelaksanaannya nanti kejuaraan ini akan berjalan seoptimal mungkin. (FAS)

Nias Selatan-andalas Seluruh pegawai Pemerintah Kabupaten Nias Selatan mengikuti senam massal bersama PT Askes yang dilangsungkan, Jumat (22/10) kemarin di Halaman Gedung Ray Center, bulan Juni 2010 yang lalu. Kegiatan senam massal itu dibuka oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan Nias Selatan, Alamind Sarumaha, SPd mewakili Sekretariat Daerah Kabupaten Nias Selatan dalam arahannya mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kalangan PNS yang ada di lingkungan Pemkab Nisel. Sarumaha juga mengimbau agar kegiatan ini bisa berkelanjutan, sehingga para PNS yang tergabung

dalam Askes mendapatkan kebugaran, kesehatan dan pemikiran yang jernih dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Mewakili Kepala Cabang PT. Askes (Persero) Sibolga, Kasie Kepersertaan dan Pelayanan Kantor Cabang Sibolga, Syabrino Syabirun, dalam sambutannya menyebutkan, kegiatan senam massal sehat bersama Askes ini salah satu program promotif dan preventif yang diprogramkan PT. Askes (Persero) Indonesia. Syabirun menambahkan, kegiatan ini juga direncanakan akan digelar sebanyak empat kali dalam setahun. Sedangkan, kegiatan ini merupakan yang kedua kalinya setelah dilaksana-

kan pada bulan Juli 2010 lalu. Kegiatan Senam Massal Sehat Bersama Askes ini dihadiri Kasie Kepersertaan dan Pelayanan Kantor Cabang Sibolga Syabrino Syabirin, Kepala Askes Kabupaten Nias Selatan H. Abri Nasution, SE, Staf PT Askes Kab. Nisel Hikmat Valorous Ley serta unsur Muspida dan para Pegawai Negeri Sipil di wilayah kerja Pemerintah Kabupaten Nias Selatan. Salah satu peserta Kabid BKD Drs. Yasonzaro Gaho, mengatakan bahwa kegiatan Senam Massal yang dilaksanakan PT. Askes (Persero) Kab. Nisel sangat bermanfaat, agar kegiatan tersebut dapat dilaksanakan sekali dalam dua minggu. (EZ)

Sriwijaya FC Dukung Rencana Pembagian Saham PSSI Palembang-andalas Manajemen Sriwijaya Football Club mendukung rencana pembagian saham PSSI kepada klub peserta Liga Super Indonesia pada musim kompetisi 2011/2012, kata Presiden SFC H Dodi Reza Alex yang dihubungi dari Palembang, Selasa. "Kami mendukung semua hal yang sifatnya pemodernisasian kompetisi di Indonesia. Jika berkaca dari pelaksanaan kompetisi di negara-negara Eropa, memang terjadi pembagian saham kepada klub peserta kompetisi," kata dia. Dia mencontohkan seperti yang terjadi pada Liga Primer Inggris. "Dalam Liga Inggris, setengah dari total saham perusahaan yang menjalankan kompetisi bisa dibagi rata kepada seluruh klub. Sedangkan ada sebagian

saham yang diberikan sebagai tambahan berdasarkan pemeringkatan klasemen," kata putra sulung Gubernur Sumsel ini. Dia melanjutkan, selain mendapatkan pembagian saham, klub-klub Liga Primer Inggris juga mendapatkan pendapatan dari penjualan tiket dan merchandise tim, sponsor lokal serta dana dari hak siar televisi secara penuh. "Kondisi ini tentunya berbanding terbalik dengan apa yang terjadi pada klub-klub di Liga Super Indonesia, yang kembang-kempis mencari dana untuk operasional tim karena tidak ada pemasukan lain selain dari APBD," ujar dia. Klub-klub sepak bola yang bergabung di Liga Primer Indonesia dipastikan akan mendapatkan saham dari PT

Liga Primer Indonesia, perusahaan yang mengelola kompetisi tersebut. "PT Liga Primer Indonesia akan bertugas mendapatkan sumber pendapatan dari sponsor utama serta kerja sama hak siar dengan media massa, seperti televisi, radio, media online, dan layanan seluler," kata dia. Dia melanjutkan, kemudian semua pendapatan tersebut akan diberikan kepada klub yang menjadi anggota PT Liga Primer Indonesia sesuai dengan saham yang dimiliki. "Klub anggota Liga Super sebenarnya punya jatah 95 persen saham dari PT Liga Indonesia, namun semuanya masih dipegang PSSI sebagai induk organisasi sepak bola. Itulah kami sangat mendukung rencana pembagian saham ke klub-klub liga super ini," ujar dia. (ANT)

karena keterbatasan dana. Untuk memeriahkan Pesta Danau Toba 2010, Pemprovsu hanya menggelar enam cabang olahraga yakni drum band digelar di Parapat pada 24 Oktober, Paralayang digelar di Bukit Beta Samosir, voli pantai di Parbaba, dayung tradisional di Ajibata dan catur, serta mangukor (menyelam) di Parapat.. (YON)

PSTI Rancang Badan Liga Takraw Yogyakarta-andalas Persatuan Sepak Takraw Indonesia merancang pembentukan badan liga takraw untuk memaksimalkan pembinaan cabang sepak takraw di Tanah Air. Sekjen PSTI Isnanta di Yohyakarta, Selasa (26/10) mengatakan, badan liga takraw masih dalam tahap penggodokan aturan organisasi sebagai pedoman dalam pelaksanaannya. "Badan liga takraw masih berupa gagasan. Kalau aturan organisasi sudah dibahas maka selanjutnya akan difinalkan pada forum rapat kerja nasional (Rakernas) atau rapat pleno pengurus," katanya. Yang jelas, ide badan liga dibentuk adalah untuk menjawab tantangan pembinaan olahraga sepak takraw yang makin kompleks dewasa ini. Artinya, maksimalisasi pembinaan olahraga sepak takraw yang sudah merata di Tanah Air harus dijawab dengan terobosan baru, antara lain, dengan kompetisi yang teratur. "Kompetisi yang teratur dapat diwujudkan dengan adanya suatu badan atau lembaga yang mengelolah. Inilah salah satu ide pembentukan badan liga takraw," katanya. Isnanta menambahkan, ide pembentukan badan liga juga sebagai persiapan menyambut kemitraan antara PSTI dengan Bulog. "Badan liga takraw atau apa pun namanya yang akan disepakati akan berwenang mengelolah kompetisi sepak takraw bersama mitra PSTI, yakni Bulog," katanya. Ketua Baruga Sepak Takraw Sultra, Firman Kasim menyambut baik gagasan pembentukan badan liga takraw. "Jika badan liga takraw terbentuk maka dipastikan akan menjadi pendukung utama PSTI dalam melakukan pembinaan sepak takraw di Indonesia. Kemajuan pembinaan sepak takraw di beberapa negara karena dikelolah secara profesional oleh suatu badan," kata Firman Kasim yang juga pelatih nasional. (ANT)


Rabu

KOMUNITAS

27 Oktober 2010

harian andalas | Hal.

10

KILAS

Belanda akan Rekrut Tenaga Medis dari Karo Kabanjahe-andalas Penjajah konstruktif (bersifat membangun) yakni Bangsa Belanda yang dulu dirasakan para pendahulu di tanah air kita, kini niat positifnya mudah-mudah berwujud nyata dengan Pemkab Karo pada khususnya. Pemerintah Kota Zundert, Kerajaan Belanda ini, berencana melakukan kerja sama bidang kesehatan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Karo dalam bentuk pertukaran perawat bidan dan dosen. Kerjasama bidang kesehatan ini adalah salah satu dari 5 rangkaian kerjasama yang telah disepakati antara dua pemerintah yang ditandatangani tahun 2008. Tiga kegiatan lainnya yang segera dilakukan adalah sektor pertanian, pendidikan, irigasi dan peningkatan sarana air bersih di Kota Kabanjahe. Kepala Dinas Kesehatan Karo dr Diana Elita Ginting di Kabanjahe kepada andalas Selasa (26/10) mengatakan, mewujudkan kerja sama di bidang kesehatan, Wali Kota Zundert sepekan lalu telah mengirimkan dua orang utusannya, AF Bobbink dari Avans Hogescchool University of Applied Sciences, Belanda dan Bob Latuhari seorang dosen di Perguruan Tinggi di Zundert. Selama sepekan di Karo, Bobbing dan Latuhari mengunjungi RSU, Akademi Kebidanan dan Akademi Perawat di Kabanjahe dan beberapa Puskesmas di pedesaaan. Setelah mengetahui dengan melihat langsung sarana kesehatan yang dimiliki RSU milik Pemerintah Daerah dan minimnya sarana medis di Puskesmas menurut dr Diana, Bobbing dan Latuhari merasa prihatin dan terharu. "Dengan biaya murah dan sarana medis sesederhana begini masyarakat yang sakit bisa sembuh dalam waktu tak berapa lama. Sementara di Belanda, biaya perobatan tinggi, membutuhkan beberapa hari agar kesehatan pulih", ujar Diana menirukan Bobbink. Sebagai contoh tutur Diana, di Karo, petugas kesehatan memberikan penyuluhan / sosialisi kesehatan pada masyarakat dilakukan pada malam hari. Ini dilakukan lantaran umumnya masyarakat Karo dari pagi hingga petang bekerja di ladang. Gaya hidup dan pola penyakit inilah yang menjadi ketertarikan tim medis dari Zundert. Umumnya masyarakat Karo dipedesaan terganggu kesehatannya diakibatkan penyakit berbasis lingkungan seperti penyakit inveksi saluran pernafasan dan malaria. "Ketika ada orang batuk panjang saat mengikuti sosialisi, dahak orang tersebut langsung ditampung disuatu tempat. Ini yang membuat Bobbink terkesan. Di Belanda tidak begitu, disana tidak ada warganya berpenyakit malaria. Pegawai terkait kesehatan tidak ada memberikan penyuluhan pada warganya. Warga sakit datang sendiri ke rumah sakit, kata Diana. Pada prinsipnya kata Diana, tim kesehatan dari Zundert akan mempelajari keterbelakangan sistim pengobatan di daerah untuk dijadikan referensi penyederhanaan pengobatan di Zundert. Efektivitas kerja sama akan dilakukan pada Desember mendatang. Tim kesehatan dari Zunder secara bergantian berada di Karo selama 2 hingga 3 bulan sebanyak 5 orang. Sementara, untuk tahap pertama, 4-5 perawat bidan dari Karo dalam waktu dekat akan dipekerjakan di Zundert, papar Diana. (LAMS)

Pemuda DS Gelar Dialog Kepemimpinan Lubuk Pakam-andalas Menyambut hari Sumpah Pemuda ke-82 yang 28 Oktober 2010 mendatang , KNPI beserta Organisasi Kepemudaan (OKP) ,Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di Kabupaten Deli Serdang gelar Dialog Kepemimpinan Pemuda di Balairung Pemkab Deli Serdang. Selasa (26/10) Dialog yang berlangsung sehari itu menghadirkan nara sumber dari Kodim 0204 DS Mayor Inf.Budi kurniawan , Badan Kesbang Linmas Deli Serdang serta pengurus Persatuan perintis kemerdekaan Indonesia ,mengulas peran serta pemuda dalam mengisi pembangunan yang saat ini dilanda krisis idiologi,politik,hukum, kepemimpinan Nasional ,konstitusi,kebangsaan/nasionalisme, kepemimpinan dibidang pertahanan dan keamanan, alam, lapangan kerja, ,sosial,ekonomi dan krisis budaya. Bupati Deli Serdang Drs.H.Amri Tambunan dalam sambutannya disampaikan KabanKesbang Drs.H.Eddy Azwar mengatakan dialog pemuda ini merupakan wujud nyata dari kepedulian pemerintah untuk senantiasa membina dan sekaligus meningkatkan kwalitas sumber daya manusia, khususnya dikalangan pemuda yang diharapkan mampu meneruskan cita-cita kepemimpinan bangsa ke depan. Diharapkan segenap jajaran kepemudaan yang ada di Deli Serdang senantiasa melihat tantangan yang akan dihadapi dimasa mendatang, dengan membuat berbagai program yang menyentuh langsung terhadap pembinaan generasi muda di Kabupaten ini. Seluruh pemuda agar selalu memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan bangsa guna mempertahankan stabilitas nasional yang sudah terwujud selama ini untuk kesinambungan pembangunan bangsa dan Negara, seiring makna yang terkandung dalam sumpah pemuda 82 tahun silam. (TH)

andalas/rony muharrman

EVAKUASI ORANG UTAN - Pewarta foto mengabadikan seekor orang utan di dalam kandang milik warga di Komplek Setia Budi Medan, Selasa (26/10). Orang utan berumur sekitar 3 tahun asal Aceh tersebut diamankan oleh aktivis pemerhati orang hutan bersama BKSDA untuk dikarantina dan selanjutnya dilepaskan ke hutan.

Petrus Sitepu, Tokoh Pembaruan Pertanian Karo Tanahkaro-andalas Dianggap punya andil besar dalam pengembangan dunia pertanian secara luas, termasuk bidang pertanian, tokoh pembaruan pertanian Karo, Dr Ir Petrus Sitepu, menerima penghargaan dari Karang Taruna, Selasa (26/10) di Kabanjahe. kaum muda daerah ini. Tak terhitung berapa banyak waktu sudah diluangkan Petrus untuk membagi kemampuan ilmunya kepada masyarakat petani Karo, yang di dalamnya ada elemen Karang Taruna. Dari bimbingan itulah kemudian muncul semangat baru di kalangan anak anak muda baik di desa maupun kota untuk secara mandiri melakukan perubahan dengan membangun usaha usaha

Dalam keterangannya, Ketua Karang Taruna Cabang Tanah Karo, Immanuel Surbakti, SSos mengatakan, organisasinya memberikan apresiasi kepada Petrus Sitepu ini tak terlepas dari penilaian panjang atas kinerja salah satu putera terbaik Karo dalam bidang pertanian. Selain mampu menempatkan ilmunya secara langsung di Karo, Petrus juga diketahui berlaku sebagai seorang guru bagi

Dr Ir Petrus Sitepu

di sektor pertanian dan peternakan. "Kita dapat pelajaran besar dari seorang Pak Petrus. Dia sering katakana: jangan pernah merasa rendah menjadi seorang petani. Itulah yang mampu melecut kami anak anak muda untuk tak malu bekerja di desa," ujar Immanuel. Di luar kapasitas keahliannya di bidang pertanian dan peternakan yang dibuktikan dengan berdirinya pusat peternakan sapi di Desa Jaranguda, Petrus Sitepu juga merupakan tokoh perubahan dan seorang demokrat sejati. Hal ini terlihat dari sikap terbuka dalam bergaul dan bertindak yang sehari hari ia lakukan. "Selain yang menyangkut soal keilmuan, tentu saja penghargaan ini kita berikan sete-

lah mengamati sikap dan pandangan Petrus atas berbagai hal, termasuk soal pendidikan, ekonomi, sosial dan budaya serta olahraga. Sebagai putera Karo dengan gelar pendidikan di Jogja, Australia dan Amerika Serikat, Petrus juga memiliki jiwa demokratis, yang tak pernah membedakan asal usul, suku, agama dan materi. Dia adalah sahabat semua warga, " sambung Immanuel. Sementara itu, dalam menyikapi gelar Pemilu Kada Karo yang jatuh pada hari ini, Rabu ( 27/10), Ketua Karang Taruna Karo, Immanuel Surbakti didampingi Ketua Karang Taruna Tiga Panah, Carlos Ginting sangat berharap agar dapat selesai satu putaran. Hal ini demi efesiensi anggaran di Tanah Karo Simalem. (LAMS)

Realisasi APBD Sumut 2010 Baru 54 Persen Terserap SKPD Medan-andalas Sekdaprovsu DR RE Nainggolan MM mengatakan bahwa realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumatera Utara Tahun Anggaran 2010 hingga kondisi Oktober, baru mencapai 54 persen terserap dari total pagu Rp3,8 triliun. "Baru mencapai 54 persen, sehingga sisa anggaran mencapai 46 persen lagi. Jadi diharapkan para SKPD yang bersangkutan, khususnya proyek fisik bisa lebih besar terserap untuk dua bulan ke depan," ujar DR RE Nainggolan menjawab wartawan, Selasa (26/10) di Kantor Gubernur Sumut di Medan usai memimpin rapat percepatan realisasi APBD Sumut TA 2010 yang diikuti 54 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemprov Sumut. Ditekankan Sekdaprovsu kepada

SKPD, bahwa sisa waktu dua bulan ke depan akan dimanfaatkan untuk memperbesar serapan APBD Sumut 2010 yang masih bersisa sekitar 46 persen lagi. "Untuk upaya tersebut, akan ada penekanan kinerja anggaran kepada lima SKPD. Sehingga diharapkan sampai akhir tahun, APBD Sumut 2010 bisa terserap 100 persen," jelasnya seraya mengatakan ada lima SKPD yang mendapat penekanan kinerja anggaran itu yakni Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Tarukim), Dinas PU Bina Marga, Dinas Sumber Daya Air, Dinas Pendidikan, dan Biro Keuangan Setdaprov Sumut. Penekanan kinerja anggaran pada tiga SKPD yang menangani proyek fisik, yakni Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Tarukim), Dinas PU Bina Marga, dan Dinas Sumber Daya Air, menurut Nainggolan akan difokuskan

kepada percepatan proses tender untuk pencairan dana. Sedangkan penekanan pada Dinas Pendidikan, dilakukan terhadap bantuan perbaikan sarana dan prasarana gedung sekolah, mobiler sekolah, dan alat peragaan di sekolah. "Khusus untuk Biro Keuangan Setdaprovsu, penekanan kinerja anggarannya diarahkan kepada percepatan pencairan dana bantuan daerah bawahan (DBD), yang salah satunya berupa dana insentif guru," jelas RE Nainggolan. Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut ini optimistis realisasi anggaran akan lebih maksimal dalam waktu dua bulan ke depan. Setidaknya, keyakinan tersebut diperoleh Nainggolan dari pengakuan pimpinan tiga SKPD, bahwa proses tender

sejumlah proyek infrastruktur yang ditangani, kini mendekati rampung, sehingga proses pencairan anggaran bisa dilakukan pada November 2010. "Secara umum, realisasi anggaran di seluruh SKPD tidak ada masalah. Hanya tiga SKPD yang berhubungan dengan fisik (infrastruktur) yang perlu digenjot kinerja keuangannya, termasuk di Dinas Pendidikan, dan Biro Keuangan," urainya. Nainggolan memastikan, mulai tahun 2011, tiga SKPD yang menangani proyek-proyek fisik ini akan dipercepat melakukan proses administrasi proyek. Semisal menetapkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), panitia lelang, dan standarisasi harga. "Dengan progres seperti ini, diharapkan realisasi APBD Sumut 2011 mendatang, bisa lebih baik lagi," katanya. (WAN)

BE RI T A DU K ACI T A

YAYASAN BALAI SOSIAL HENRY WIJAYA JL. BAKARAN BATU NO.1 MEDAN TLP.(061) 7367339 - 7369359 Blok

Nama

Umur (Thn)

Alamat

Meninggal (Tgl/Jam)

Berangkat (Tgl/Jam)

Keterangan / Tempat

2

LIANG KIM MOY / AKIAW

59

Jl. Polonia Gg. Ternak No. 44 / 46 Kp. Anggrung Medan

25-10-10 00.15 WIB

28-10-10 13.00 WIB

Diperabukan

4

LIM SIU YUNG

74

Jl. Kapt. Pattimura Lrg. Baru No. 12 Medan

25-10-10 00.45 WIB

28-10-10 14.00 WIB

Diperabukan

BE RI T A DU K ACI T A

BALAI PERSEMAYAMAN ANGSAPURA JL. WAJA NO. 2-4 MEDAN TELP. 7345503, 7361328, 7360873 B lok

N ama

U mur (Thn)

Alamat

Meninggal (Tgl/Jam)

B erangkat (Tgl/Jam) K eterangan / Tempat

1

TAN BUN HUA

45

Jl. A .R. Haki m Gg. A man No. 99 A Medan

24-10-10 04.55 WIB

27-10-10 12.00 WIB

D i perabukan

3

TJIA GIOK ENG

81

Jl. B . K atamso Gg. Teratai No. 14 H Medan

22-10-10 22.00 WIB

27-10-10 11.00 WIB

D i perabukan

NG LIEN HUA

70

Jl. Madyo S antoso No. 3A Medan

24-10-10 09.00 WIB

27-10-10 13.00 WIB

D i perabukan

4

ANG SIU CHUN / SIU LIN

59

Jl. B . Zei n Hami d Gg. K opel No. 9 A Medan

24-10-10 01.30 WIB

27-10-10 10.00 WIB

D i perabukan

5

NG TEK SUANG

43

Jl. Jemadi Gg. K elapa I No. 12 C Medan

25-10-10 03.40 WIB

28-10-10 11.00 WIB

D i kebumi kan

6

LO CONG LAM

81

Jl. P erguruan Gg. S empi t No. 115 A Medan

26-10-10 11.30 WIB

31-10-10 14.00 WIB

D i kebumi kan

7

CIAM HONG LAN

71

Jl. P ukat V II No. 24 A Medan

23-10-10 22.00 WIB

28-10-10 12.00 WIB

D i perabukan

8

GOH YEK CEN

57

Jl. K arya Jaya No. 10 K p. A nggrung Medan

26-10-10 05.20 WIB

9

CHIU GUEK LIE

74

Jl. Ti rtosari Gg. Lohan No. 12 Medan

26-10-10 04.00 WIB

3A

D i perabukan 30-10-10 11.00 WIB

D i kebumi kan


Rabu

POLITIK

27 Oktober 2010

KILAS

DPR Hapus Pasal 8 Ayat 2B APBN Jakarta-andalas Rapat paripurna DPR yang dipimpin Wakil Ketua Priyo Budi Santoso menerima usulan penghapusan pasal 8 ayat 2b dalam UU APBN 2011, serta meminta aparat kepolisian mengusut tuntas pelaku penyusupan pasal tersebut. "Apakah usulan untuk penghapusan pasal 8 ayat 2b tersebut disetujui," kata pimpinan rapat paripurna DPR Priyo Budi Santoso di Gedung DPR RI Senayan Jakarta, Selasa (26/10), yang disambut kata "setuju" oleh anggota DPR yang hadir. Pasal 8 ayat 2b yang disusupkan itu berbunyi "Penerapan tarif tenaga listrik (TTL) secara otomatis untuk pemakaian energi di atas 50 persen konsumsi rata-rata nasional tahun 2010 bagi pelanggan rumah tangga, bisnis dan pemerintah dengan daya mulai 6.600 VA ke atas". Sebelumnya, anggota Fraksi PDI Perjuangan Effendi Simbolon memprotes keras masuknya pasal 8 ayat 2b pada UU APBN 2011.Ia meminta pasal tersebut dihapuskan dan sekaligus mendesak polisi segera mengusut siapa pelaku penyusupan pasal tersebut. "Saya minta ini diusut tuntas siapa pelaku yang menyusupkan pasal ini," kata Effendi. Menurut Effendi, pasal "siluman" tersebut telah dimasukkan secara tidak prosedural. Ia mengatakan, jika pasal "siluman" itu lolos maka bisa menjadi dasar pemerintah untuk menaikkan Tarif Dasar Listrik secara otomatis. Padahal, tambahnya, dalam pembahasan di Komisi VII semua fraksi tegas-tegas menolak adanya kenaikan TDL 2011. "Saya pastikan ini ada unsur kesengajaan. Tak mungkin kalau salah ketik," kata Effendi. Sementara Dewi Ariyani selain meminta pasal 8 ayat 2b tersebut dihapus juga meminta ketegasan pimpinan DPR untuk meminta penegak hukum mengusut pelakunya. (ANT)

Penahanan Syamsul tak Terkait Pilkada Medan-andalas Pengamat politik Agus Suriadi MA mengatakan, penahanan Syamsul Arifin tidak dapat dikaitkan dengan proses pilkada lalu.”Tak ada masalah persoalan pilkada lalu dengan kasus Syamsul sekarang, karena penetapan jadi tersangka, baru muncul saat Syamsul jadi Gubsu,” katanya kepada andalas, kemarin. Hanya saja, kata dosen pascasarjana ini, kasus Syamsul akan sangat berimplikasi bagi kelangsungan pemerintahan dan pembangunan daerah di Sumut. “Ini kasus kedua kali, di tengah jalan terjadi ‘vacum of power’ di pemprovsu setelah kecelakaan Gubsu alm Rizal Nurdin. Walaupun ada wakilnya, tapi posisi orang nomor satu di Sumut sangat signifikan. Apalagi Syamsul adalah orang yang bisa mengayomi semua kelompok kepentingan,” papar Agus. Sementara, Ketua LIPPI (Lembaga Independen Pemantau Pemilu Indonesia) Koorda Sumut Binsar H Hutagalung SH mengatakan, masalah ini muncul tidak lepas dari carut-marutnya mekanisme dan proses seleksi balon kepala daerah pada partai atau di KPU sebagai penyelenggara pilkada, yang bermuara pada hasilnya. “Kasus Syamsul jadi pelajaran yang berharga. Siapa yang menabur, dia yang menuai. Jadi perlu ada pembenahan dan dilakukan waskat (pengawasan melekat) untuk menjaga marwah dan amanah rakyat,” katanya. “Suara rakyat adalah suara Tuhan. KPU dan partai jangan hanya bersandar pada protap dan kepentingan masing-masing. Etika, moral, dan tata nilai hukum perlu lebih dikedepankan. Karena pola pikir dan pola tindak pemimpin kita sekarang sudah instan, dan telah terjadi pembenaran diri. Karena telah terbiasa melegalisasi perbuatan-perbuatan yang amoral dan ilegal,” kata Binsar. Dia menambahkan, sudah saatnya partai dan rakyat sadar untuk tidak memilih pemimpin yang demikian, dalam arti tidak cacat hukum dan cacat moral. “Peran dan fungsi desk pilkada, harus dijalankan secara benar dan maksimal,”ujarnya. (RPS)

Pemerintah Pusat Diminta Ambilalih Persoalan Jakarta-andalas Sekretaris Fraksi PAN DPR RI Teguh Juwarno meminta pemerintah pusat untuk mengambilalih dalam mengatasi banjir di Jakarta. "Kita mendorong pemerintah untuk mengambil inisiatif dan membantu pemerintah daerah DKI Jakarta mengatasi banjir karena Jakarta adalah ibukota negara," kata Teguh di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (26/10). Banjir yang terjadi setiap tahun di Jakarta ini dikarenakan kurangnya aksi-aksi yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto. "Kita belum melihat aksi-aksi dari keduanya untuk mengatasi banjir di ibukota ini seperti perbaiki gorong-gorong, aliran air. Malah Prijanto bilang Jakarta ini ibarat wastafel yang mampet. Apakah itu pernyataan seorang pemimpin," kata dia. Pernyataan Prijanto itu, kata politisi dari PAN itu adalah pernyataan orang yang putus asa dan tidak mau bekerja keras. "Kalau memang tak sanggup lagi, lebih baik keduanya lempar handuk saja. Jangan mengatakan bahwa Jakarta ini ibarat wastafel. Gak benar itu, harusnya dituntaskan dan diselesaikan. Jangan berkeluh kesah seperti itu," ujar Teguh. Sementara Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso menilai, pernyataan wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto tak pantas diucapkan sebagai seorang pemimpin. Sebelumnya Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto mengatakan bahwa Jakarta itu ibarat wastafel yang tersumbat. "Pernyataan itu tidak etis sebagai seorang pemimpin. Kalau memang ibarat wastafel yang mampet, maka segera perbaiki dong yang mampet itu," kata Priyo. Ia menyebutkan, sejak Jakarta dipimpin oleh Fauzi Bowo-Prijanto, tidak ada gebrakan yang bisa membuat bangga warga Jakarta terkait mengatasi masalah banjir tersebut. "Selama ini, tidak ada gebrakan dari keduanya untuk mengatasi banjir. Padahal kita tahu, keduanya tahu bahwa banjir ini adalah kejadian yang setiap tahun terjadi. Sekarang masih ada saja dan tidak mampu diatasi," kata Priyo. Ia menambahkan, akibat banjir yang melanda Jakarta pada Senin malam, dirinya terjebak macet hingga 2,5 jam. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo memohon kepada warga Jakarta untuk memaklumi kondisi ibukota yang sering macet dan banjir. (ANT)

harian andalas | Hal.

11

Fasilitas tak Lengkap, Anggota DPRDSU Gelar Tikar Medan-andalas Sejumlah anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi PDI Perjuangan terpaksa harus menggelar tikar di ruang kerja mereka, karena pihak sekretariat dewan belum menyediakan perlengkapan berupa meja dan kursi untuk mereka. Aksi gelar tikar tersebut dilakukan Bendahara dan Wakil Sekretaris Fraksi Brilian Moktar SE dan H Alamsyah Hamdani, ketika menerima sejumlah elemen masyarakat di gedung baru DPRD Sumut di Medan, Selasa (26/10). "Gedung megah berlantai empat ini dibangun dengan biaya Rp171 miliar lebih, tetapi belum ada meja dan kursi di ruang kerja anggota dewan. Kita terpaksa membeli tikar sendiri agar tetap dapat menerima konstituen yang datang," ujar Brilian Moktar. Pada kesempatan itu, kedua anggota dewan itu sempat menerima sejumlah elemen masyarakat dan konstituennya, mulai dari para tenaga kerja sukarela di lingkungan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumut hingga perwakilan peternak babi di Kota Medan. Keduanya, juga meminta maaf kepada konstituen karena belum dapat menerima mereka

dengan layak."Untuk sementara kita duduk di tikar saja, karena memang belum ada meja dan kursi di ruang kerja saya ini," ujar Alamsyah Hamdani. Karena fasilitas mobiler belum dilengkapi itu, anggota dewan lainnya dari fraksi lain yang sudah memiliki ruangan pribadi masing-masing di fraksi, terpaksa menggunakan fasilitas seadanya. Kalaupun ada kursi dan meja, itu merupakan fasilitas lama di gedung dewan sebelumnya. Menanggapi kondisi tersebut, Plt Sekretaris DPRD Sumut Nirmaraya Siregar mengakui, hingga kini pihaknya belum menyediakan perlengkapan berupa meja dan kursi untuk anggota dewan yang berkantor di gedung baru tersebut. "Anggarannya sudah ada, tapi memang belum ditenderkan, jadi memang masih membutuhkan waktu.Kita anggota dewan supaya bisa bersabarlah," harapnya.

andalas/ujung

GELAR TIKAR - Anggota DPRDSU Brilian Moktar SE dan Alamsyah Hamdani, terpaksa menggelar tikar saat menyambut tamu di Ruang Fraksi PDI Perjuangan DPRDSU, yang berada di Lantai III Gedung Baru DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa (26/10). Hal ini dilakukan karena ruangan itubelum dilengkapi mobiler. Namun demikian, Nirmaraya berharap proses tender pengadaan mobiler tersebut bisa segera dilaksanakan dalam waktu dekat, meski setidaknya

akan tetap membutuhkan waktu sekitar dua bulan. "Harapan kita, Desember tahun 2010 ini seluruh perlengkapan kerja anggota dewan ter-

Presiden Diminta Segera Tunjuk Jaksa Agung

Putusan PTUN tak Pengaruhi Pemilukada Nisel Nias Selatan-andalas Penetapan surat Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan tertanggal 21 Oktober 2010 tentang penundaan tahapan Pemilukada di Kabupaten Nias Selatan tidak mempengaruhi Keputusan KPU Nisel, Nomor 41 tertanggal 4Oktober 2010. Salah satu isinya adalah pasangan calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah incumbent periode 2011-2016 dicoret, yaitu, Pasangan Fahuwusa Laia SH MH/ Rahmat Alyakin Dakhi SKM MKes, karena tidak memenuhi syarat (TMS). Artinya, keputusan KPU Nisel Nomor 41 Tahun 2010 tersebut sudah mempunyai payung hukum yang jelas. Demikian ditegaskan Ketua KPU Kabupaten Nias Selatan Pdt So’olofona Manao, SMTh menjawab andalas ketika di mintai tanggapannya terkait penetapan PTUN itu, Selasa (26/10). Menurut Manao, pihaknya akan menghargai penetapan PTUN tersebut. Namun tahapan-tahapan Pemilukada tetap akan berjalan. “Yang penting kita menghargai Keputusan tersebut. Namun, bukan menunda tahapan-

tahapan Pemilukada,” jelasnya. Lebih lanjut Manao mengungkapkan, keputusan KPU Nomor 41 itu sudah melalui mekanisme maupun tahapan sesuai peraturan yang berlaku. Selain itu, ketika disinggung mengenai surat mengatasnamakan bupati, Sekretaris Daerah Ub. Assisten III Bidang pembangunan Kabupaten Nisel Drs Baloni Halawa membatalkan surat rekomendasi yang diterbitkan pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemerintah Nisel, terkait penetapan Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Logistik Pemilukada tahun 2010, Ketua KPU Nisel menjawab hal itu sudah dilaporkan ke instansi terkait termasuk ke pihak KPU Provinsi Sumatera Utara. Dia menegaskan, oknum Sekretaris KPU berinisial SZ, SSos dan Pemerintah Daerah tidak punya wewenang untuk menunda tahapan Pemilukada. “Menyangkut surat telaah oknum Sekretaris KPU SZ, SSos menunda kegiatan PPK dan Panitia Pengadaan Barang/Jasa Logistik Pemilukada, telah dilaporkan kepada KPU Provinsi. "Sepertinya ada indikasi oknum Sekre-

masuk meja dan kursi sudah ada. Kalau proses tender sudah selesai, tentu mereka (pemenang tender) sudah bisa menyiapkannya," kata Nirmaraya. (UJ)

taris KPU SZ menggagalkan tahapan Pemilukada ini,” ungkapnya. Sebagaimana diketahui, surat penetapan PTUN Medan Nomor : 81/G/PEN/2010/PTUN-MDN, 21 Oktober 2010 pada halaman 13 menyebutkan, mengabulkan permohonan penundaan para penggugat dan memerintahkan kepada tergugat (Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Nisel) serta pihak manapun juga untuk menunda pelaksanaan dan tindak lanjut surat Keputusan tergugat yaitu, Keputusan KPU Kab. Nisel Nomor:41/Kpts/KPU-Kab002.434832/2010, 4 Oktober 2010 tentang perubahan atas Keputusan KPU Nisel Nomor :39/Kpts/KPUKab-002. 434832/2010 tentang penetapan bakal pasangan calon menjadi pasangan calon peserta Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Nisel tahun 2010, selama proses pemeriksaan sengketa Tata Usaha Negara sedang berjalan, hingga sengketa ini memperoleh putusan yang berkekuatan hukum tetap atau adanya penetapan lain dari hgakim yang menyatakan sebaliknya. (EZ)

Jakarta-andalas Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo berpendapat, wacana deponeering atau pengenyampingan perkara demi kepentingan umum atas kasus Bibit-Chandra cukup menjadi alasan bagi Presiden Yudhoyono segera menunjuk figur calon Jaksa Agung. "Presiden seharusnya menegur keras Kejagung, sebab wacana deponeering itu justru menelanjangi dan mendemonstrasikan karut marut sistem hukum," kata Bambang Soesatyo di Jakarta, Selasa (26/10). Sebelumnya Jampidsus M Amari telah melontarnya pernyataan bahwa Kejagung mengambil keputusan deponeering atas kasus BibitChandra. Namun pernyataan Jampidsus tersebut kemudian dibantah oleh Plt Jaksa Agung Darmono. Menurut Bambang, hal ini memperkuat kesan adanya ketidakpastian hukum di negara ini. Atas wacana deponeering tersebut, tambahnya, telah membuat kepemimpinan presiden SBY semakin tidak populer. Bambang menegaskan wacana deponeering itu menggambarkan keropos dan rapuhnya Kejagung. "Idealnya presiden merasa dipermalukan oleh wacana itu," kata Bambang. Pada bagian lain, Bambang menilai rivalitas di internal Kejagung berlangsung begitu brutal dan sarat intrik, sehingga tak lagi memedulikan kepentingan bangsa. Masing-masing kelompok, tambahnya, telah berusaha saling menjatuhkan. Akibatnya, tanpa seizin Plt Jaksa Agung Darmono, wacana internal tentang deponeering kasus BibitChandra itu langsung diumumkan ke publik. (ANT)

Anggota DPRDSU Richard Eddy M Lingga

Fasilitasi Bansos Bagi Warga Dairi dan Pakpak Bharat Medan-andalas Anggota Komisi E DPRD Sumut Richard Eddy M Lingga mengatakan, menjalankan amanah rakyat merupakan tugas utama setiap wakil rakyat. Karenanya bila terdapat anggaran untuk memberi bantuan sosial (Bansos) bagi setiap warga, maka hal itu wajib untuk diperjuangkan. Atas dasar itu pula, Richard Lingga di Bale Karina, Senin kemarin, mengundang puluhan pengurus gereja dan masjid Kabupaten Dairi dan Kabupaten Pakpak Bharat untuk menerima dana bantuan sosial yang telah dianggarkan dalam P-APBD Provinsi Sumatera Utara, tahun 2010 sebanyak Rp 400.000.000 (empat ratus juta rupiah) sebagai dana aspirasi selaku perwakilan masyarakat Dairi dan Pakpak Bharat di DPRD Sumut. Dalam arahannya politisi Partai Golkar Sumut ini mengajak seluruh pengurus gereja dan masjid yang telah dihunjuk untuk membuat surat pengajuan permohonan pencairan bantuan yang sebelumnya telah difasilitasinya dalam pengajuan permohonan empat bulan lalu ke Gubernur Sumut. Pada pertemuan itu juga setiap pengurus masjid dan gereja diminta membuka rekening masing-masing di bank, karena bantuan yang diajukan nantinya akan dicairkan melalui rekening bank juga, agar ke-

BANTUAN SOSIALAnggota DPRDSU Richard Lingga sedang memberikan bantuan sosial kepada sejumlah pengurus masjid dan gereja di Bale Karina Sidikalang, kemarin. andalas/ujung

gunaan dari pada bantuan ini digunakan untuk renovasi, pembelian peralatan sound system gereja maupun masjid tergantung kepada mereka yang menerimanya dan akan dipertanggungjawabkan nantinya kepada pemerintah apabila pekerjaan telah selesai. Bagi Richard, kepercayaan masyarakat menjadi amanah yang wajib dan harus difasilitasinya untuk mendapatkan

anggaran yang memang diperuntukkan untuk kepentingan rakyat, di samping bantuan berbentuk bangunan fisik. Richard juga mengakui, bantuan sosial ini tidak hanya untuk gereja dan masjid, akan tetapi dapat juga diperuntukkan bagi karang taruna dan kelompok sosial masyarakat yang memiliki kepentingan memberi kemajuan dan sejahtera bagi banyak orang secara langsung.

Adapun gereja dan masjid penerima bantuan sosial di Kabupaten Dairi dan Kabupaten Pakpak Bharat adalah GKPPD Resort Sumbul, GKPPD Sikabeng-kabeng, GKPPD Kuta Manik,GKPPD Batangari, GKPI Jumaramba, Gereja RK Jumaramba-Parbuahan, Masjid Al-Ikhlas Sumbul di Kecamatan Sumbul, Masjid An-Nur Lingga Raja, GKPI Tigabaru,GKPS Tigabaru, GKPPD Tigabaru,

Gereja Methodist Simanduma di Kecamatan Pegagan Hilir ,GKPPD Sidikalang Kota dan Kantor Pusat GKPPD di Sidikalang, semuanya berada di Kabupaten Dairi. Selanjutnya Masjid Ar-Rahman Siguang-guang,GKPPD Tinada di Kabupaten Pakpak Bharat, dan semuanya mendapat dana bantuan sosial berkisar sepuluh hingga dua puluh lima juta rupiah. (UJ)

an


SUMATERA UTARA

Rabu 27 Oktober 2010

harian andalas | Hal.

Warga Batahan Usir Operator Chainsaw

KILAS

Bukan Kritikan Dinas Tarukim

Panyabungan-andalas Warga Petani Cengkeh Batahan usir operator chainsaw yang melakukan penebangan di Hutan Bukit Kikiran dan Sandaran Galah atau di sekitar kawasan Teluk Palimbungan Batahan Madina. Manager Kebun Balab PTPN IV Kasman mengatakan, sampai saat ini belum ada pelaksanaan perluasan. Demikian warga Batahan pada andalas, baru baru ini di Batahan-Madina. Puluhan warga petani cengkeh sekitar kawasan Teluk Palimbungan telah naik ke lokasi melihat adanya upaya penebangan hutan dan lahan Masyarakat di daerah itu. Dikatakan warga, yang melakukan penebangan hutan kayu di daerah itu adalah salah seorang kontraktor PTPN IV inisial Riky. Namun, saat ini masyarakat petani cengkeh daerah itu sudah mengusir dan membakari setiap pondok-pondok operator chainsaw. Warga yang menduga daerah itu sebagai daerah perluasan Kebun PTPN IV(persero) juga minta kejelasan Bupati Madina, terkait keluar izin atau tidak termasuk persoalan yang belum dikerjakan untuk plasma sawit sekitar 600 hektar. (OI)

Samosir-andalas Keluhan Masyarakat Dusun Parhorasan Kelurahan Parhusip III Kecamatan Nainggolan Kabupaten Samosir, bukan kritikan kepada Dinas Tarukim, akan tetapi supaya ada perbaikan dari dinas atau Oknum yang mengerjakan proyek pengadaan air minum APBD Tahun 2008 dengan Pagu Rp 680 juta. Hal itu dikatakan Rohkiman tokoh masyarakat yang juga salah satu aktivis LSM di Samosir, Selasa (26/10). Masyarakat Parhorasan sebenarnya bukan mau menghitung berapa dan yang dipakai atau mengaudit karena masyarakat tidak mengerti tentang hal Itu, masyarakat inginkan air. Senada dikeluhkan mantan Lurah Parhusip III Poster Simbolon. Dia mengatakan, Dinas Tarukim hanya memanfaatkan dana perawatan proyek dan memperbaiki pipa-pipa yang rusak. PPTK Tarukim Kabupaten Samosir Saoudin Tamba, ketika dikonfirmasi masyarakat Parhusip III tidak pernah mengeluh (keberatan) hasil pengerjaan proyek pengadaan air minum tahun 2008 yang lalu. (FS)

Masih Ada Bom di Bawah Jembatan Langkat-andalas Aliran dasar sungai Batang Serangan Kecamatan Tanjung Pura Langkat masih belum steril dari bom tempur udara, sisa-sisa peninggalan zaman perang. Buktinya, petugas operator PT Gasni Halim yang sedang melakukan pengerjaan jembatan di lokasi itu, kembali menemukan sebuah bom tempur udara yang masih aktif. Bom itu ditemukan persis di bawah jembatan Teluk Bakung, Tanjung Pura Langkat. Kini bom yang masih aktif itu, sudah dibawa untuk diserahkan ke Markas Gegana Poldasu. Keterangan diperoleh, bom itu ditemukan pertama kali oleh petugas operator PT Gasni Halim, Kamis (21/10) siang sekira pukul 10.20 Wib di bawah jembatan, di Desa Teluk Bakung Kecamatan Tanjung Pura Langkat. Temuan bom aktif itu, serupa dengan temuan bom sebelumnya, dengan ukuran panjang 1,2 meter, berat 100 Kg dan berdiameter 30 cm. Bahkan tersiar kabar, bom serupa masih banyak lagi terdapat di dasar sungai tersebut. Kabar tak sedap itu, membuat pekerja proyek menjadi resah. Kapolsek Tanjung Pura AKP Marham Nasution ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan sekaligus pencarian bom yang berada di sekitar lokasi jembatan Teluk Bakung. Dirinya juga meyakini kalau dilokasi itu, sudah bersih dari bahan peledak dan pekerja proyek sudah dapat bekerja seperti biasa tanpa harus takut. (SBR)

PT SIT Layak Beroperasi Sergai-andalas PT Sinar Intan Tapioka (SIT) salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi tepung tapioka terus melakukan pembenahan menyangkut kolam penampungan limbahnya. Perusahaan yang mempekerjakan sekitar 50 Kepala Keluarga (KK) ini belakangan terkendala operasinya disebabkan kolam penambungan limbah diduga mencemari sungai di sekitar pemukiman penduduk Dusun IX Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah Sergai. Namun sekarang kolam limbah ini sudah dibenahi lebih baik lagi oleh pihak perusahaan, sehingga tidak mencemari pemukiman warga sekitar. Upaya perbaikan kolam limbah yang dilakukan PT Sinar Intan Tapioka ini mendapat respon positif dari warga sekitar. Menyikapi hal ini, Ketua Komisi A DPRD Sergai Ir Loso Mena, Senin (25/10) mengatakan, PT SIT saat ini sudah layak untuk melaksanakan aktivitas sebagaimana mestinya. "Jangan dikarenakan segelintir orang yang tidak suka, lantas perusahaan yang telah mempekerjakan lebih kurang seratusan orang, malah diminta untuk menutup usaha tersebut," katanya. (RSM)

Disesalkan andalas/th sihombing

BESI TULANG-Dua pekerja bangunan menggunakan pahat membongkar fondasi bangunan serta membentangkan kayu balok menahan badan bangunan untuk mengganti besi tulang fondasi yang salah pasang.

Fondasi Gedung DPRD DS Tambal Sulam Lubuk Pakam-andalas Pasca gencarnya pemberitaan di surat kabar terbitan Medan terkait penyimpangan bestek rehab berat gedung DPRD Deli Serdang, akhirnya pelaksana kerja mengganti besi fondasi dengan cara tambal sulam. Pantauan andalas, Selasa (26/10) di lokasi tampak para pekerja membongkar beton fondasi secara estafet dan mengganti rangka besi tulang yang sudah dicor beton dengan besi yang lebih besar. Cara pengerjaannya

cor fondasi diberi lubang untuk balok penyangga badan bangunan (dinding batu bata-red) yang sudah terpasang. Kemudian besi fondasi dipotong dan memasukan kembali besi ukuran yang lebih besar dan didempul dengan semen (tambal sulam).

Secara kasat mata memang besi yang dipasang kembali seakan layak, namun dalam konstruksi pembuatan fondasi tetap menyalah, sebab tidak ada istilah tambal sulam. Cara pengerjaan tersebut semakin mengkhawatirkan sewaktu-waktu bangunan kantor wakil rakyat daerah itu akan rubuh. Pasalnya, antara fondasi dengan badan bangunan tidak menyatu. Hal itu dibenarkan Syamsul Nasution ST kabid konstruksi banguan dinas Cipta karya dan Pertambagan Deli Ser-

dang. Menurutnya cara pengerjaan penggantian fondasi yang dilakukan PT Parik Sabungan itu salah besar dan sangat fatal. Sementara itu, sekaretaris Asosiasi Konstruksi Indonesia (Askindo) Deli Serdang Thomas Tarigan SH kepada andalas menegaskan, pelaksanaan rehab berat pembangunan kantor dewan nyatanyata melenceng dari bestek. Penyimpangan itu juga sudah melanggar Undang-Undang nomor 28 Tahun 2002 tentang peraturan pelaksanaan bangunan gedung. (TH)

Auditor Harus Jujur dan Bertanggung Jawab Stabat-andalas Bupati Langkat Ngogesa Sitepu menyatakan keberadaan auditor yang pelaksanaannya dilakukan oleh jajaran inspektorat dalam bertugas tetap mengedepankan profes-

andalas Lugas & Cerdas

WARTAWAN DAERAH LANGKAT: Hasrizal, Budi Zulkifli, Syaiful Amri, Subur Syahputra BINJAI: M Kamil Ismail DAIRI: Sondang Silalahi HUMBANG HASUNDUTAN: Marganda Lumbangaol DELISERDANG: Suprapto, Firdaus Tanjung, TH Sihombing, Bobby Lusaka Purba SERGAI: Rasum, Supriyadi TEBINGTINGGI: Riady Kasidi KABANJAHE: Lamhot Situmorang SIANTAR/SIMALUNGUN: Agus Salim HT Haean,Larhamsimare-mare, Edi Pangaribuan KISARAN: Hamdan Rangkuti BATUBARA: Zulkifli Nasution LABUHAN BATU: Iwan Kesuma SAMOSIR: Marihot Simbolon, Fransiskus Sitanggang TAPUT/TOBASA: Caisar HP SIBOLGA/TAPTENG: Parlin Gultom NIAS SELATAN: Edy Gunawan Zebua BIEREUN: H Suherman Amin,M Husin Spd, Juanda Iskandar MEULABOH: Iskandar Muda. KUTACANE: Jamuddin Selian, Alwahidi, Arifin Desky. LANGSA: DD Harison LHOKSUKON: Usman Cut Raja.

12

sional serta jujur dalam melihat persoalan yang muncul serta mampu bertanggungjawab terhadap pelaksanaan tugasnya. "Saya telah perintahkan inspektorat untuk segera menyusun fakta integritas bagi seluruh SKPD," kata Bupati saat membuka kegiatan pelatihan kantor sendiri yang diselenggarakan inspektorat Kabupaten Langkat bertempat di instansinya, Senin (25/10). Menurut bupati fakta integritas dimaksudkan untuk memberikan satu jaminan agar semua pelaksanaan khususnya dalam pengelolaan keuangan daerah tetap mengedepankan aturan dan ketentuan yang telah ada. Oleh karenanya para Kepala SKPD serta jajarannya harus pro aktif dalam upaya pemberan-

tasan korupsi, tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum menuju aparatur yang bersih. Disadari bahwa pengawasan penyelenggaraan pemerintahan pada tahuntahun mendatang lebih komplek, sehingga penguatan dan peningkatan kompetensi serta peran pengawasan harus semakin menunjukkan hasil yang lebih baik. Peran auditor yang dilakukan oleh personil inspektorat harus terus menerus dilatih demi terciptanya pengawasan dan pembinaan internal. Sebelumnya Kepala BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara, M. Yusuf menegaskan Sistem Pengendalian Internal Pemerintahan (SPIP) dimaksudkan untuk melatih tenaga auditor agar lebih efektif dan efisien dalam menjalankan tugas, andal serta continue integral untuk membackup tidak terjadinya penyimpangan dalam Pengelolaan Keuangan. Selain itu dikatakannya, setiap Kepala SKPD

harus melakukan monitoring secara regular sementara monitoring secara berkala dilakukan oleh jajaran inspektorat. Tata kelola pemerintahan yang baik dalam mendorong upaya pemberantasan korupsi menjadi tugas bersama SKPD dan Auditor Inspektorat sesuai dengan kewenangan yang ada. Sebelumnya Kepala Inspektorat Sedar Sembiring, SH menjelaskan tujuan diselenggarakannya pelatihan kantor sendiri adalah untuk meningkatkan kualitas SDM dalam menciptakan aparatur pengawasan/auditor yang professional. Kegiatan berlangsung selama 10 hari kerja 25 Oktober s/d 05 Nopember 2010 dengan menghadirkan fasilitator terdiri dari BPKP Perwakilan Propsu, BPKRI Perwakilan Sumut dan BKN Regional VI Sumut. Turut hadir Sekretaris Inspektorat Propsu Ahmad Fuad SH, Kepala SKPD dan seluruh Auditor Inspektorat Kabupaten. (BD)

Dispenda Langkat Tertutup Stabat-andalas Patut disesalkan, di era reformasi dan keterbukaan seperti sekarang ini, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Langkat selalu tertutup dan sengaja tidak mau memberikan keterangan kepada wartawan saat dikonfirmasi terkait dengan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun masukan kas pengembalian bagi hasil pajak dari pemerintah pusat ke daerah. Hal itu tentu bertentangan dengan UndangUndang Nomor 14 tahun 2008 tentang Transparansi dan Keterbukaan Kepada Publik yang telah disahkan Pemerintah dan DPR RI. Seperti yang dikatakan Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Masyarakat Pancasila Indonesia (MPI) Langkat, Misno Adi kepada wartawan, kemarin, hal itu terbukti dari tidak ada satupun pejabat yang berkompeten di Dispenda Langkat yang mau menerima konfirmasi wartawan, Senin (18/10) yang lalu. Plt Kadispenda Langkat Drs Marino Singarimbun pun tampaknya sengaja menghilang dan berusaha keras untuk tidak menemui wartawan yang ingin mengkonfirmasinya. "Kadis tidak ada, dia baru saja pergi dengan pak Puja Karo-Karo setelah dari DPRD," ujar ajudan Plt Kadispenda Langkat, Alex saat ditanya wartawan. Selanjutnya, Alex pun menegaskan, kalau masalah PAD, bapak bisa Tanya kepada bagian Seksi Pelaporan. Namun, saat didatangi yang bersangkutan pun tidak ada. Sangat disesalkan, berapa realisasi PAD hingga triwulan ke III tahun 2010, berapa target PAD serta sektor mana yang terkendala penarikan PAD oleh Dispenda Langkat tidak bisa diketahui publik akibat Dispenda Langkat tertutup bagi wartawan. Sementara itu, Kabag Humas Pemkab Langkat Syahrizal, ketika ditemui di ruang kerjanya mengaku menyayangkan sikap pihak Dispenda yang tidak mau menerima konfirmasi wartawan. Seperti yang dikatakan oleh Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Masyarakat Pancasila Indonesia (MPI) Langkat,Misno Adi kepada wartawan, kemarin, hal itu terbukti dari tidak ada satupun pejabat yang berkompeten di Dispenda Langkat yang mau menerima konfirmasi wartawan, Senin (18/10) yang lalu. "Sayang, padahal Dispenda seharusnya terbuka," ujar Rizal singkat. Diketahui, data realisasi piutang PAD tahun 2009 dari 7 obyek pajak daerah sebesar Rp 1.583.376.286,00. Pembayaran hanya Rp 702.960.533,00. Piutang yang belum tergali Rp 718.299.874,00.Sedangkan tunggakan sisa piutang tahun 2008 masih Rp 880.415.875,00. Data ini disahkan Kadis Penda Langkat sewaktu dijabat Drs Sukyar Mulianto pada Januari hingga per 31 Desember 2009. Sementara target PAD tahun 2009 Rp 14.207.601.000 yang terdiri dari pajak restoran Rp 140.879.000, pajak hotel Rp 30.900.000, pajak reklame Rp 350.000.000, pajak hiburan Rp 11.000.000, pajak penerangan jalan (PPJ) Rp 12.950.000.000, pajak galian C Rp 684.395.000, dan sumbangan pihak ketiga (SPK) sebesar Rp 37.000.000. Kesimpulannya, dari sektor tersebut yang masih mempunyai piutang yaitu pajak reklame sebesar Rp 243.416.488,000 dan piutang PPJ non PLN sebesar Rp 267.866.586,00. Sayangnya, baik Plt Kadispenda Langkat maupun Kepala Seksi Penagihan dari sektor reklame Dispenda Langkat Puja Karo-Karo tidak mau ditemui dan sengaja menghilang dari kantornya, sehingga target dan realisasi PAD tahun 2010 tidak diketahui. (BD)

Di Deli Serdang Rangkap Jabatan "Anak Mas"? Mengisi dan mengangkat seorang pejabat esalon dalam struktur organisasi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di pemerintahan daerah adalah hak proregatif kepala daerah. Oleh- TH Sihombing-Lubuk Pakam

N

AMUN tak jarang hak proregatif tersebut digunakan sesuka hati tanpa memandang keresahan maupun keinginan masyarakat dalam peningkatan pelayanan. Kutipan kalimat di atas, kerap mewarnai pembicaraan di kalagan anggota DPRD Deli Serdang menyikapi banyaknya jabatan lowong serta rangkap jabatan di tingkat esalon II, III, esalon IV

di jajaran pemkab setempat. Tak jarang kalangan dewan menilai Bupati Deli Serdang Drs Amri Tambunan mengistimewakan sejumlah oknum yang diduga telah berjasa dalam konteks Pilkada 2009 lalu, dengan memberi jabatan rangkap. Sehingga jabatan yang dipegang oleh pejabat esalon itu disebut merupakan jabatan balas jasa untuk "anak mas". Misalnya, jabatan kadis

Kependudukan dan Catatan Sipil, hingga kini oknum kadis masih menjadi pelaksana camat kecamatan Sunggal, demikian juga H Syafrullah SSos yang sebelumnya camat Percut Sei Tuan telah dilantik menjadi Kepada Badan PMD, namun hingga saat ini juga masih menjadi camat Percut Sei Tuan. Artinya, jabatan Camat di kecamatan tersebut sudah enam bulan kosong. Apakah tidak ada figur-figur birokrat yang mampu untuk didefenitifkan menduduki jabatan lowong itu? Ada juga kabar menyebutkan, untuk pengisian jabatan eselon terjadi tarik menarik figur di kalangan petinggi. Proses

kelayakan dimulai dari badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang diteruskan ke Badan Pertimbangan Jabatan dan Pangkat (Baperjakat) yang diketuai sekretaris daerah, lalu Baperjakat mengajukan ke kepala daerah. Namun, semua kabar tersebut ditepis oleh Bupati Amri Tambunan, ketika hal itu ditayakan andalas akhir pekan lalu di Balairung Pemkab Lubuk Pakam, bupati menyatakan tidak ada istilah "anak mas" itu tergantung kemampuan dan kepercayaan mengemban tugas yang diberikan. Terkait banyaknya jabatan lowong dan masih adanya jabatan rangkap adalah

merupakan urusan Baperjakat. Selaku kepala daerah dirinya hanya menandatangi surat keputusan (SK), sedangkan siapa figurnya yang akan diberi jabatan dan kapan waktunya pelantikan adalah urusanya baperjakat dengan BKD. Sedangkan ketua Baperjakat Drs Azwar Msi yang juga sekretaris daerah pemkab Deli Serdang yang ditemui di tempat yang sama menyatakan, pengisian dan pelantikan eselon di jajarannya segera terlaksana dalam waktu dekat. "Sedang dalam proses dalam waktu dekat jabatan struktural akan dilantik," ujarnya.(***)


SUMATERA UTARA

Rabu 27 Oktober 2010

KILAS

Keputusan DPRD Tidak Salahi Aturan

harian andalas | Hal.

Wabup Ingatkan Calon Haji Jaga Kesehatan Wakil Bupati Labuhan Batu Suhari Pane SIP melepas keberangkatan 450 orang jemaah calon haji (calhaj) asal Kabupaten Labuhan Batu dari Asrama Haji, Kelurahan Ujung Bandar, Kecamatan Rantau Selatan.

Tebing Tinggi-andalas Keputusan DPRD Kota Tebing Tinggi untuk menyerahkan penyelesaian Rancangan P-APBD Kota Tebing Tinggi tahun 2010 yang sempat terkendala beberapa hari kepada Gubernur Sumatera Utara melalui Rapat Paripurna, akhir pekan lalu dinilai tepat dan tidak menyalahi ketentuan yang berlaku. Hal itu ditegaskan Ketua F-PG H Syahrial Malik dan Ketua F-PKBN H Syamsul Bahri, Senin (25/10) menjawab tudingan 12 anggota dewan yang menolak menghadiri rapat paripurna dan menyatakan rapat paripurna dewan yang dipimpin langsung Ketua DPRD HM Syafri Chap Inkonstitusional alias cacat hukum. Syahrial Malik mengatakan, bila ada yang berpendapat keputusan rapat paripurna dewan kemarin tidak sah, menurutnya itu keliru. "Apa yang sudah kami putuskankan lewat paripurna sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan sudah menjadi keputusan lembaga DPRD bersama dengan Pemeritah Kota Tebing Tinggi. Jadi, Semua pihak harus menghormatinya," jelas Malik. Sementara, menurut H Syamsul Bahri, seperti tertuang pada Pasal 78 ayat 2 huruf (6) PP No.16 Tahun 2010 memberikan solusi kepada lembaga ini bila rapat paripurna yang sebelumnya tertunda beberapa kali disebabkan tidak qorum, karena 12 anggota dewan menolak untuk hadir. (MET)

S

andalas/iwan kesuma

LEPAS CALHAJ-Wakil Bupati Labuhan Batu Suhari Pane SIP didampingi unsure Muspida dan unsure MUI melepas keberangkatan calhaj asal Labuhan Batu.

UHARI Pane sebelum melepas jemaah calhaj menuju Mekkah, Arab Saudi untuk menunaikan rukun Islam yang kelima tersebut, mengharapkan keberangkatan jemaah calhaj asal Labuhan Batu ini dapat berjalan lancar dan tepat waktu sesuai jadwal yang ada. Wabup juga berpesan, baik selama dalam perjalanan dari daerah asal maupun setibanya di tanah tempat tujuan memenuhi panggilan

Dugaan Korupsi

Kadinkes Asahan Cari Suaka Warga Bogak tak Dapatkan Air Bersih Batu Bara-andalas Sedikitnya 1.500 kepala keluarga (KK) warga Desa Bogak, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara tidak mendapatkan suplai air bersih dari PDAM Tanjung Tiram. Buruknya pelayanan terhadap penyediaan air bagi masyarakat ini diduga karena bobroknya kinerja kepemimpinan Kepala Cabang PDAM Tanjung Tiram yang baru. Itu ditandai diputusnya aliran listrik ke PDAM Tanjung Tiram karena perusahaan itu diduga menunggak rekening tagihan listrik kepada PT PLN Ranting Tanjung Tiram mencapai Rp 30 juta. "Akibat kebobrokan manajemen PDAM Tanjung Tiram, pelanggan yang setia bayar rekening jadi korban tak mendapat suplai air bersih," ujar tokoh masyarakat Desa Bogak Azmi Saini Batubara kepada andalas, Senin (25/10) melalui telepon seluler. Padahal, lanjutnya, sebelum Kacab PDAM yang lama, Amran SE, anggaran untuk pembayaran tunggakan rekening listrik pernah dimasukkan. Namun, di masa kepemimpian kacab yang baru, yakni Samsuar, hal ini tidak ditindaklanjuti. (ZN)

13

Kisaran-andalas Terkuaknya kasus dugaan korupsi yang terjadi di Dinas Kesehatan Pemkab Asahan yang melibatkan Kadis Kesehatan, orang nomor satu di Dinas Kesehatan tersebut mulai kelimpungan. Dan strategi mencari perlindungan atau suaka mulai dilakukan agar dapat lolos dari bidikan sang jaksa. Sebelumnya HN orang nomor satu di jajaran Dinkes Asahan ketika dikonfirmasi baru baru ini terkait dugaan penyalahgunaan uang rakyat melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) TA 2009 yang terjadi ditubuh Dinkes Pemkab Asahan Sumatera Utara menganggap hal tersebut sepele. Namun, ketika Kejari Kisaran pada tanggal 21 September 2010 lalu mengirimkan surat panggilan kepada HN terkait kasus dugaan korupsi dimaksud, dokter gigi tersebut "menggelupur" tak karuan. Padahal sebelumnya HN saat dikonfirmasi wartawan dengan lantang pernah me-

nyuarakan bahwa sudah 5 LSM yang mengadukannya. Bahkan celakannya lagi, ia sempat mendamprat seorang aktivis LSM bernama Drs Sutrisno K Wijaya yang menyatakan bahwa dirinya dalam waktu dekat akan dipanggil jaksa. Namun, yang bersangkutan malah melontarkan ucapan "Mereka (Jaksa) yang perlu atau aku" cetus HN dengan suara lantang. Namun, akhirnya keangkuhan sang kadis berakhir dengan datangnya surat panggilan dari Kejari Kisaran tanggal 21 September 2010 lalu. Lain yang dipanggil lain yang datang, sehingga membuat Kasi

andalas/fas

DIABADIKAN BERSAMA- Kasat Intel Kejari Kisaran Rudi Parhusip SH (dua dari kanan) bersama DPP LSM Target Zulfi Andri (namor satu dari kiri) diabadikan bersama usai menyaksikan pemanggilan Kadinkes Asahan. Intel Kejari Kisaran Rudi Parhusip SH berang. Apalagi mendengar ucapan Sekretaris Dinkes Asahan Jamaluddin yang menyatakan, jika jaksa hendak meminta berkas-berkas ataupun datadata menyangkut kegiatan yang dilaporkan, maka jaksa harus memintanya kepada Bupati Asahan. Mungkin maksudnya, semua kegiatan yang telah mereka jalankan tak bisa lepas dari tanggungjawab Bupati Asahan.

Setelah dianggap tidak dapat menghindari panggilan jaksa, pada 27 September 2010 lalu akhirnya HN menyerah juga. Dan kabarnya, HN telah dipertemukan dengan Kepala Kejaksaan Negeri Kisaran Didi Suhariadi SH di ruang kerjanya. Dan dari keterangan sumber di sana menyebutkan, kejari meminta kepada HN agar bersikap koperatif dan tidak mencoba menghadang jalannya proses hukum kasus dugaan korupsi tersebut. (FAS)

Allah di jazirah Arab, jemaah calhaj asal Labuhan Batu dapat menjaga kesehatannya. Sehingga ibadah haji yang dilaksanakan dapat ditunaikan secara sempurna. Suhari juga berharap, para jemaah calhaj asal Labuhan Batu nantinya dapat menjadi haji yang mabrur dan mabrurah. Sementara Kepala Staf Penyelenggara Haji dan Umroh Drs H Zulfan Arif yang juga Kepala Kantor Kementerian Agama Labuhan Batu kepada bupati melaporkan, 450 calhaj asal Labuhan Batu itu terdiri dari, 176 pria dan 274 wanita. Jemaah tertua pria bernama Jamarjago (97) tahun dan jemaah tertua wanita, Jintan Hasibuan (78). Sedangkan jemaah termuda pria bernama Ahmad Junaidi Bin Sulaiman ST, umur 21 tahun dan jemaah termuda wanita bernama Nisa Anindita Binti Januar (19) tahun. (ONE)

Ketidakharmonisan Pejabat Humbahas Dolok Sanggul-andalas Ketidakharmonisan pejabat di lingkungan Pemkab Humbang Hasundutan semakin nyata. Di hadapan publik terbukti dengan adanya pejabat yang mencari-cari kesalahan rekan sejawatnya di setdakab, serta menyebar keburukan dari kinerja rekannya kepada orang lain dengan tujuan agar mendapat malu dan tercoreng di hadapan bupati. Adanya pemberitaan di salah satu media dengan judul "Tikus tikus Penghianat" di Humbahas ditenggarai adalah ulah seseorang untuk mendiskreditkan Bagian Tapemum Humbahas dengan memanfaatkan wartawan yang kurang memahami kode etik jurnalis. Akibatnya berita yang ditulis oknum wartawan terbitan Medan tersebut terkesan asal tulis tanpa ada chek dan recheck sesuai dan tidak sesuai Kode Etik Jurnalis yang merugikan sepihak. Sebagai hak jawab akibat dari ketidak benaran berita yang ditulis media tersebut, Bagian Tapenum Humbahas telah melayangkan surat sanggahan atas disebut-sebutnya Tapenum Humbahas membocorkan dokumen. Namun, karena koran tersebut terbit sekali seminggu, kabag Tapemum, Makden Sihombing SSos belum membaca sanggahannya. (MPL)

RSUD HAMS Kembali Rawat Gibur Kisaran-andalas Rumah Sakit RSUD HAMS Kisaran kembali merawat penderita gizi buruk (Gibur) berasal dari Dusun III, Desa Gedangan, Kecamatan Pulau Bandring Asahan akhir pekan lalu. Bocah berusia 11 tahun bernama Ade Irawan, putra keempat pasangan Supiono (40) dan Suyatini (30) mulai menjalani perawatan Minggu (24/10). Akibat penyakit yang diderita Ade Irawan tersebut bocah berusia 11 tahun ini sering mengalami buang air besar (BAB) bercampur darah. Ketika ditemui diruang rawat inap anak RSUD HAMS Kisaran, Ade berusia 11 tahun dengan berat badan mencapai 10 kg ini kondisinya sangat memprihatinkan. Dengan berat badan 10 kg diusianya 11 tahun,

Ade terbaring lemah diruang rawat inap RSUD HAMS milik Pemkab Asahan. Suyatini ibunda Ade Irawan saat ditemui andalas di ruang rawat inap tersebut menyatakan, bahwa saat mengandung maupun melahirkan kondisi Ade dalam keadaan normal seperti bayi

lainnya, namun memasuki usia satu tahun Ade sering mengalami sakit-sakitan, Bahkan saat buang air besar Ade sering mengeluarkan darah. Disebutkan, pihaknya telah berulang kali membawa Ade berobat ke RSUD HAMS Kisaran, setelah sembuh dibawa kembali ke rumah. Namun beberapa bulan kemudian Ade mengalami penyakit yang sama sehingga kedua orang tua Ade kembali membawanya berobat. Dengan kondisi ekonomi keluarga yang tergolong kurang mampu, Suyatini sudah tidak mampu lagi membawa anak keempatnya untuk berobat, sehingga ia mengharapkan bantuan dari pemerintah setempat untuk menanggulangi biaya perobatan Ade. (FAS)


ACEH MEMBANGUN

Rabu 27 Oktober 2010

harian andalas | Hal.

14

KILAS

Kebakaran Landa Trumon Satu Kritis Tapaktuan-andalas Sebanyak 13 pintu rumah toko di Dusun Keude, Desa Ladang Rimba, Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan, ludes terbakar, Selasa (26/10). Musibah yang terjadi menjelang shalat Magrib itu selain kerugian ratusan juta rupiah, juga mengakibatkan seorang remaja berusia 16 tahun bernama Muhammad Siddik terpaksa dilarikan ke Puseksmas setempat karena mengalami luka bakar serius dibagian wajah dan tangan. "Saat itu dia mencoba menyelamatkan barangbarang di dalam kedai, namun tidak bisa menyelamatkan diri karena api sudah membesar," kata Surya Darma, orang tua korban. Kepala Desa Ladang Rimba, Khairuddin, mengaku belum mengetahui asal api yang menghabiskan tokotoko dengan kontruksi kayu itu. "Ketika mendapat laporan dari masyarakat, saya melihat api sudah membesar, sementara para pemilik toko masih banyak yang berada di ladang, bersiapsiap hendak pulang karena hari menjelang Maghrib," jelas Khairuddin di lokasi kejadian. Pemilik toko bersama masyarakat sekitarnya berjibaku memadamkan api dengan peralatan seadanya. Sebagian yang lain berusaha menyelamatkan apa saja yang bisa diselamatkan dari dalam bangunan berkonstruksi kayu. Kobaran api sulit dikuasai sehingga hampir semua korban tak bisa menyelamatkan harta benda mereka. Adapun nama-nama korban kerugian kebakaran adalah Bustanul Hamidi, Halinuddin, Zuraida, Basmi, Surya Darma, Gadih, Mutaqien, Siti Hawa, Iskandar, Almarhum Zainab. Selain toko milik warga, satu unit gedung Kantor PKK Desa dan satu unit gudang juga ludes terbakar. Sekretaris Kecamatan Trumon Timur, Abdul Munir, mengaku tidak ada bangunan toko yang bisa diselamatkan, karena terbatasnya kemampuan warga untuk memadamkan api. (ANT)

Camat Minta PP NO 19 Dikembalikan Langsa-andalas Fahriansyah SH camat termuda serta berpeluang meniti karir di ajang pemerintahan, 15 tahun lagi menjalani masa pensiun sebagai PNS. Saat ini masih menjabat sebagai camat wilayah Kecamatan Langsa Timur. "Pemerintah Aceh hendaknya menerapkan sistem pemerintahan seperti kedigjayaan masa Kerajaan Teuku Iskandar Muda. Pada saat itu sistem yang diterapkan lebih mengacu pada penegakan hukum, adat dan sosial budaya. Sedangkan hasil bumi terfokus untuk kepentingan daerah dan kesejahteraan rakyat pribumi itu sendiri," kata Fahriansyah. Dibagian lain, dia juga berharap Pemerintah Aceh dapat memungsikan lagi PP No 5 tahun 1979 yang telah dicabut, dan digantikan dengan PP No 19 Tahun 2008 tentang fungsional Muspika. Sejak diberlakukan PP 19 Tahun 2008, kekuasaan Muspika beralih pada kekuasaan Tripika. "Perubahan tersebut tentunya tidak lagi efektif untuk kinerja pihak kecamatan. Sementara daerah Aceh yang diberlakukan Undang Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) sudah jelas tidak sesuai lagi menggunakan PP No 19 tahun 2008, karena kekuasaan kecamatan hanya sebagai tameng saja," tegasnya. (DHAN)

Kemenag Aceh Buka 168 Formasi CPNS 2010 Banda Aceh-andalas Kantor wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Aceh membuka 168 formasi calon pengawai negeri sipil (CPNS) 2010 bagi generasi muda yang telah menyelesaikan studi pendidikan strata-1 (S-1). Kasubbag Humas Kanwil Kemenag Provinsi Aceh Juniazi di Banda Aceh Selasa mengatakan, pembukaan penerimaan CPNS di lingkungan Kemenag tersebut dibuka secara online pada 25 Oktober dan akan berakhir pada 3 November 2010. "Pelamar dapat mendaftar langsung secara online dengan mengunjungi alamat email cpns.kemenag.go.id," katanya. Dijelaskannya, bagi pelamar yang telah mendaftarkan diri melalui aplikasi internet dapat menyertakan kembali print out hasil pendaftaran dan sejumlah berkas lainnya di antaranya surat lamaran, ijazah dan pasphoto ke masing-masing Kemenag kabupaten/kota melalui kantor Pos. "Apabila mereka melamar ke Gayo Lues atau ke kabupaten lainnya, dia bisa mengirim dengan menggunakan jasa pos sesuai dengan formasi yang dilamar di setiap Kemenag," katanya. Pada penerimaan CPNS di lingkungan 2010, Kemenag Aceh memberikan kesempatan tenaga penghulu sebanyak 96 orang, guru madrasah 23 orang dan tenaga teknis 47 orang. Kemudian tenaga teknis penata keuangan dan penyusun program evaluasi yang akan ditempatkan pada Kanwil 2 orang. (ANT)

TOLAK GELAR PAHLAWANPerwakilan dari Kontras Aceh, Hendra Fadli (tengah) bersama perwakilan dari organisasi masyarakat sipil Aceh memberikan penjelasan terkait rencana pemberian pahlawan nasional untuk mantan Presiden Soeharto di Banda Aceh, kemarin. andalas/antara

Mahasiswa Sendratasik Gelar Teatrikal Kematian Banda Aceh-andalas Puluhan mahasiswa program studi Seni Drama Tari dan Musik (Sendratasik) FKIP Unsyiah, dengan berpakaian serba hitam kembali melakukan aksi protes dengan menggelar teatrikal kematian di depan kampus mereka di Jalan Inong Balee, Darussalam, Senin (25/10). Aksi demo yang untuk ketiga kalinya mereka lakukan, dimaksudkan untuk menegaskan sikapnya bahwa mereka yang dianggap bersalah karena telah melanggar surat edaran Rektor, rela diskor dengan syarat para dosen yang telah melakukan mogok mengajar selama hampir satu bulan itu juga dipecat. Aksi teatrikal upacara kematian yang digelar oleh para mahasiswa Sendratasik FKIP Unsyiah itu, dimulai pukul 08.30 WIB hingga tengah hari, juga sempat menarik perhatian masyarakat yang lalu-lalang di depan kampus itu. Dengan

mengusung keranda dan mayat tiruan, mereka juga berorasi sambil menyanyikan lagu-lagu duka. Koordinator lapangan, Munzir, dalam orasinya mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap pimpinan FKIP Unsyiah, yang dinilai cuek dengan protes yang mereka lakukan itu. "Kami kecewa dua kali. Sebab, dua kali kami berdemo, namun Dekan tidak juga menjumpai kami. Bahkan, ada dosen yang menantang dengan mengatakan, kalau kalian mau lapor ke media silahkan atau ke jalur hukum juga silahkan," katanya.

Menurut Munzir, pada prinsipnya mereka tidak keberatan diskor, kalau memang dianggap telah melakukan kesalahan

fatal. Tapi, para dosen Sendratasik yang telah melakukan mogok mengajar selama hampir sebulan itu juga harus dipecat.

1,3 Juta Bibit Kakao akan Disalurkan

B

UPATI Aceh Tenggara H Hasanuddin B dalam waktu dekat akan menyalurkan bibit kakao (Coklat) kepada masyarakat sebanyak 1,3 Juta batang. Hal itu di sampaikan bupati pada acara halal bi halal di jajaran pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, baru-baru ini di kutacane. Dari 16 kecamatan dan 386 Desa di Kabupaten Aceh Tenggara, tentunya diharapkan semua desa yang memiliki lahan akan disalurkan. Hal ini guna untuk meningkatkan penghasilan bagi masyarakat dan juga salah satu mengurangi angka kemiskinan di Bumi Sepakat. Dalam kesempatan itu Bupati Hasanuddin B, mengajak semua rakyat di Aceh Tenggara dapat menanam kakao di semua tanah yang kosong termasuk juga di belakang rumah.

"Saya yakin bahwa angka kemiskinan bisa berkurang dan tentunya penghasilan masyarakat dari waktu ke waktu bisa lebih baik pula sesuai dengan harapan kita semua," katanya. Dibagian lain, dia juga berharap agar penyaluran bibit kakao itu betul-betul dapat berjalan dengan baik. Hutbun Aceh Tenggara untuk secepatnya bisa disalurkan, dan direncanakan pada tahun 2011 pemerintah daerah juga akan menyalurkan kepada masyarakat sekitar sebanyak 3 juta batang bibit kakao. Disebutkan, saat ini pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan pendapatan masyarakat melalui sektor pertanian, karena mengingat Aceh Tenggara rakyatnya 85 persen masyarakatnya hidup dari sektor pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan dan lain

PALLADIUM-3 12.00-14.10-16.20-18.30-20.40 SUN-4 THAMRIN-2 13.00-15.10-17.20-19.30-21.40

PRESIDENT 13.00-15.15-17.30-19.45 PALLADIUM-1 13.00-15.10-17.20-19.30-21.40 SUN-1 THAMRIN-1 12.00-14.10-16.20-19.30-20.40

andalas/sn

UPACARA KEMATIAN-Puluhan mahasiswa Program Studi Sendratasik Unsyiah, Senin (25/10) melakukan upacara kematian.

sebagainya. Selain itu pemkab juga terus berupaya memajukan mutu pendidikan serta kesehatan. Begitu juga pembangunan jalan baik jalan kabupaten, jalan kecamatan, jalan desa dan juga sampai ke jalan kebun penduduk itu akan diupayakan pembangunannya. "Irigasi juga akan terus kita perbaiki pembangunannya, termasuk jembatan. Selain itu kita juga sekarang telah membangun sebuah Islamic Center di Lawe Pakam, Jalan dua jalur, Perguruan Tinggi Gunung Leuser, dan juga pembangunan Masjid AT, Taqwa Kutacane sedang dilaksanakan pembangunannya. Yang jelas, saya bertekad semua yang kita rencanakan itu untuk kemajuan dan kepentingan rakyat di Bumi Sepakat," sebut Bupati. Oleh sebab itu dia berharap, kepada semua SKPK dan Camat agar dapat

PLAZA-4 12.30-14.30-16.30-18.30-20.30 PALLADIUM-2 11.30-13.30-15.30-17.30-19.3021.30

melaksanakan tugas dan melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Begitu juga kepada semua masyarakat agar dapat bersatu padu untuk membangun Negeri Sepakat segenep tercinta ini. "Percayalah saudaraku kalau kita sudah bersatu padu kemajuan dan kemakmuran rakyat segera akan menjadi kenyataan. Dan saya yakin serta percaya hal itu bisa kita wujudkan bersama-sama." jelas Bupati. Sementara itu Kadishutbun Kabupaten Aceh Tenggara Ir Ishak Bukhari MM, ketika ditemui andalas seusai mengikuti Rapat Koordinasi Rutin di Oproom Kantor Bupati menjelaskan, penyaluran bibit kakao yang telah disampaikan bupati di berbagai kesempatan itu, 2010 ini sebanyak 1,3 juta batang dan di salurkan akhir November. (JS)

"Upaya musyawarah secara damai dan kekeluargaan sudah kita lakukan, tapi para dosen tersebut justru menampakkan taring kekuasaannya itu," ujarnya. Sementara itu, seorang alumni Sendratasik Unsyiah yang hadir juga pada upacara kematian itu, Afifuddin, stambuk 2000 mengatakan, menanggapi situasi yang memprihatinkan itu, dia dan senior lainnya siang akan menggelar rapat di kampus itu, guna membicarakan langkah hukum yang akan dilakukan, karena tidak ada tanggapan dan itikad baik dari Dekan FKIP dan para dosen. "Ini sangat melukai FKIP sebagai sebuah lembaga pendidikan yang menciptakan pendidik dengan sistem yang bobrok, bertingkah tak selayaknya seorang pendidik, menghukum mahasiswanya dengan mogok mengajar dengan waktu yang lama," kata Afifuddin, kemarin. (SN)

Maling HP Marak di Manyak Payed Aceh Tamiang-andalas Dalam bulan terakhir ini tercatat belasan warga menjadi korban pencurian barang berharga di dalam rumah. Desa yang kerap disatroni para maling/pencuri itu adalah Desa Seunebok Baru dan Bukit Panjang di Kecamatan Manyak Payet, Aceh Tamiang. Salah seorang korban, Warsito (47) kepada andalas, Minggu (24/ 10) mengatakan, maling kerap beraksi tengah malam ketika si pemilik rumah sedang tertidur pulas. Diperkirakan pencuri lebih dari satu orang dicurigai menggunakan kunci duplikat khusus untuk membuka pintu. Warsito mengaku kehilangan HP, uang dan barang berharga lainya di dalam maupun di luar rumah. Pantauan andalas, memang tidak bisa dipungkiri maling merajalela diakibatkan, di desa tersebut kurangnya diterapkan keamanan seperti Poskamling/ronda malam yang tidak berfungsi lagi seperti dulu. Sehingga orang lain bisa keluar masuk dengan mudahnya. (DHAN)

PLAZA-2 18.30-20.30

PLAZA-3 13.10-15.30-17.50-20.10 THAMRIN-3 12.00-14.20-16.40-19.00-21.20 BINJAI ST-2 12.15-14.05-15.55-17.45-19.3521.25

PLAZA-2 12.00-14.10-16.20

SUN-3 12.00-14.10-16.20-18.30-20.40

PLAZA-1 12.30-14.20-16.10-18.00-19.50

BINJAI ST-3 13.00-15.10-17.20-19.30-21.40

SUN-2 PALLADIUM-1 THAMRIN-4 13.00-15.10-17.20-19.30-21.40 BINJAI ST-1 12.45-14.55-17.05-19.15-21.25

BINJAI ST-4 12.30-14.40-16.50-19.00-21.10


Rabu

SAMBUNGAN

27 Oktober 2010

Rahudman Harahap Tersangka Korupsi...(Dari Halaman 1) yang dilakukan tim koordinasi antara Kejatisu dengan Kejari Padangsidimpuan dalam kasus korupsi Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintahan Desa (TPAPD) Pemkab Tapanuli Selatan, sebesar Rp1,5 miliar, saat Rahudman menjabat sebagai Sekda Pemkab Tapsel 2004-2005,” ungkap Kajatisu Sution. Dia mengungkapkan, awalnya pihaknya mengembangkan kasus yang sebelumnya ditangani Poldasu tersebut. Pada pengusutan yang dilakukan Poldasu, mantan Kabag Keuangannya dijadikan tersangka dan saat ini menjalani persidangan di PN Padangsidimpuan. “Dalam berkas P19 dari peyidik Poldasu lah, kita telusuri ulang dugaan korupsi ini. Sehingga, tim penyidik kejaksaan dapat menyimpulkan peranan Rahudman dalam kasus itu memang ada dan layak ditetapkan sebagai tersangka. Sution Usman Adjie mengakui bahwa pihaknya sampai saat ini belum memanggil dan memeriksa Rahudman. Hanya saja, dari pengembangan kasus, Rahudman sangat berperan dalam pencairan kas daerah untuk membayar TAPD sebelum APBD Kabupaten Tapanuli Selatan disahkan. "Padahal pencairan kas daerah sebelum APBD disahkan hanya boleh untuk item tertentu seperti gaji pegawai, bukan termasuk tunjangan aparat pemerintahan desa," katanya. Selain itu, penggunaan dana TAPD juga tak digunakan seluruhnya untuk membayar tunjangan aparat pemerintahan desa. "Dari penyidikan kami juga menemukan, TAPD tak digunakan semestinya. Jadi ada yang memang digunakan membayar tunjangan aparat pemerintahan desa, tetapi sebagian besar tidak digunakan untuk itu," katanya. Ditambahkan, guna memanggil dan memeriksa Rahudman, Kejatisu dalam beberapa waktu ke depan akan melayangkan surat izin pemeriksaan ke Presiden RI di Jakarta, berhubung tersangka Rahudman saat ini

menjabat sebagai Wali Kota Medan. ”Surat kepada Presiden RI segera kita kirim, sehingga proses penyidikannya dapat rampung dan Rahudman akan segera dapat dihadapkan ke persidangan.Pokoknya izin secepatnya kita proses,” tegasnya. Penetapan Walikota Medan Rahudman Harahap sebagai tersangka korupsi membawa efek di Kejaksaan Negeri Medan. Apa pasal? Kejari Medan semakin bersemangat mengusut kasuskasus korupsi di Pemerintahan Kota Medan. Pasca penetapan Rahudman menjadi tersangka, Kasi Pidsus Kejari Medan, Dharmabella Tymbasz kepada andalas di ruangan kerjanya, Selasa menuturkan, pihaknya kini semakin bersemangat mengusut dugaan korupsi di Pemko Medan. “Kita akui, dengan ditetapkannya Rahudman sebagai tersangka, kita semakin semangat untuk memburu koruptor-koruptor lainnya yang ada di Pemko Medan. Namun, kita pun harus berasaskan praduga tidak bersalah dalam memulai penyelidikan,” kata Dharmabella menanggapi kasus yang dialami Raudman Harahap. Kasi Pidsus ini menegaskan, bahwa selama ini pihaknya merasa tertantang untuk mendalami beberapa laporan masyarakat terkait penggunaan anggaran di sejumlah SKPD di Pemko Medan. ”Mudah-mudahan, dengan dijadikannya tersangka Rahudman, ada efek, masyarakt juga semakin bersemangat memberi laporan ke kita,” tandasnya. Disebutkan, sebelumnya, pihakya menangani berbagai dugaan korupsi di Pemko Medan, antara lain korupsi di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, korupsi ruislagh Kebun Binatang Medan, korupsi Dinas Perhubungan dan korupsi Panwaslu Medan yang sebagian sedang di sidangkan. “Ke depannya, kasus-kasus lain segera kita ungkap dan kita serahkan ke PN Medan untuk digelarnya persidangan atas kasus-kasus korupsi yang lain itu,” ujarnya. (FEL)

Dari Awal Sudah Tercela...(Dari Halaman 1) Kejatisu tidak lepas karena kekuatan lawan politiknya sendiri. “Kasus itu sudah lama diproses, tetapi kenapa baru sekarang statusnya ditetapkan sebagai tersangka. Ini lah bagian dari demokratisasi yang berjalan sekarang ini, seorang politisi yang tengah berkuasa apa lagi tidak bersih akan mudah diserang oleh lawan-lawan politiknya. Setiap lobang celah akan dimanfaatkan lawan politik untuk mendepak kekuasan tersebut,” ujarnya. Namun demikian, lanjutnya, sebelum ada ponis dari pengadilan, jangan terlalu prematur mengatakan Rahudman sebagai koruptor. “Proses hukumnya akan berjalan sangat panjang, karena itu jangan terlalu prematur memposisikan Rahudman bersalah,” tandasnya. Ia mengatakan, status ter-

sangka korupsi yang sekarang diemban Rahudman Harahap tidak akan berdampak apa-apa terhadap roda pemerintahan dan kehidupan sosial masyarakat Kota Medan. Pemerintahan akan berjalan terus, sama seperti kasus yang menimpa pemimpin Kota Medan sebelumnya. “Sebelum dia menjabat Wali Kota Medan, kasusnya itu sudah mencuat di pulik. Sayangnya masyarakat Kota Medan tetap memilihnya sebagai pemimpin. Akibatnya seperti ini, pemimpin kita ditetapkan sebagai tersangka korupsi,” paparnya. Oleh karena itu, katanya, partai-partai politik kedepan ini harus mampu melahirkan pemimpin-pemimpin yang bersih dari jeratan hukum. Tidak seperti sekarang ini, pemilihan umum kepala daerah hanya melahirkan pemimpin-pemimpin yang korup.(BEN)

Warga Kota Medan Prihatin...(Dari Halaman 1) Durfani mengatakan, KPK dan Kejatisu jangan bertindak tebang pilih, jika mau serius mengusut tuntas kasus korupsi di jajaran birokrat Sumut. ”Sebagai masyarakat Medan, saya turut prihatin mengetahui fakta Wali Kota Medan, Rahudman Harahap dijadikan sebagai tersangka kasus korupsi oleh Kejatisu,” papar Ketua LSM Lembaga Pemberdayaan Aktivis Perempuan Medan (LPAPM) ini. Dengan melihat situasi seperti sekarang, lanjut dia, warga Medan diibaratkan seperti anak itik yang tengah kehilangan induknya. Mengingat sebelumnya Gubsu Syamsul Arifin sebagai kepala daerah Provinsi Sumatera Utara kini tengah dihadapkan dengan permasalahan hukum, sementara masyarakat masih butuh pemimpin yang bisa menjadi panutan. Ia pun berharap agar mas-

yarakat Medan bisa bersikap arif menghadapi kenyataan ini. ”Sesama muslim kita patut mendoakan Gubsu dan Wali Kota, kalau memang tidak bersalah agar dibebaskan,” ujarnya. Durfani mengatakan meski Rahudman Harahap sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun jalan roda pemerintahan terutama pelayanan publik harus tetap berjalan seperti biasanya. “Sejauh ini, Rahudman masih sebagai Walikota Medan dan belum ditahan,” sebutnya seraya berharap Wali Kota Medan,Rahudman Harahap tetap melakukan pengabdian dengan tetap menjalankan tugasnya sebagai Wali Kota. ”Saya tidak bisa berkomentar banyak terkait kasus tersebut, terus terang saya sebagai Ketua LSM sekaligus sebagai warga akan taat kepada hukum,” ungkapnya.(SIONG)

Mantan Kadisdik Kecewa Inventaris Ditarik...(Dari Halaman 1) tersebut juga dihadiri Sekretaris Disdiksu Eduard Sinaga serta sejumlah pejabat structural eselon III dan IV, staf dan pegawai lainnya. Menurut Bahrumsyah, jabatan di dalam kedinasan ibarat pakaian. Jangan ragu seketika pakaian itu dipakai dan juga jangan ragu bila pakaian itu dilepas kembali. “Semua itu adalah tugas kenegaraan, saya akan berbuat semampu saya,” ujar Bahrumsyah seraya berharap agar kesalahan dan kehilafan yang pernah dilakukannya bisa dimaafkan. Pada bagian lain, Bahrumsyah yang masih belum menerima jabatan yang akan diduduki tersebut mewarisi program grand design pendidikan kepada kadis yang baru untuk diteruskan. Sementara, Kadisdik Provsu yang baru Syaiful Safri dalam pertemuan itu menyambut antusias warisan yang telah diberikan

pendahulunya. Dia juga berharap agar Bahrumsyah juga mau memberikan masukan tentang pendidikan di Sumut. “Saya belum pernah melakukan tugas di bidang pendidikan. Untuk itu saya berharap Bahrumsyah mau memberikan masukan tentang pendidikan di Sumut. Selain itu, saya juga berharap seluruh pejabat struktural eselon III dan IV, staf dan pegawai juga memberikan dukungan, agar program grand disain pendidikan yang dirintih kadis terdahulu bisa dilanjutkan kembali,” ujar Syaiful Safri yang sebelumnya menjabat Kepala Perpustakaan Sumut, Pj Bupati Batu Bara, dan Kepala Dinas Sosial Sumut. Pisah sambut tersebut juga diwarnai pemberian cenderamata berupa cincin emas kepada Bahrumsyah, serta penyerahan inventaris berupa kunci mobil dari Bahrumsyah kepada kadis yang baru Syaiful Safri.(RIL)

harian andalas | Hal.

15

8 Tokoh Dunia Paling Sulit Dibunuh! DALAM perkembangan dunia modernisasi seperti sekarang ini, pasti tidak terlepas dari para 'penguasa' di zaman dahulu semisal perebutan daerah kekuasaan dan berbagai perang yang terjadi. Berikut informasi mengenai para tokoh yang sulit dibasmi alias sukar di musnahkan atau bahasa lainnya dibunuh dengan motif yang berbeda. 1. Adolf Hitler, mengalami lebih dari 50 kali percobaan pembunuhan konspirasi termasuk rencana gila menggunakan model bintang porno. 2. Grigory Rasputin, diracun, ditembak empat kali, dan dipukuli sampai akhirnya ia meninggal karena tenggelam. 3. Fidel Castro, 638 selamat dari upaya pembunuhan dan penghitungan

4. Raja Hussein dari Yordania, 12 kali selamat dari upaya pembunuhan dan pernah diselamatkan oleh medali di seragamnya. 5. Zog dari Albania, menderita 55 kali untuk percobaan dibunuh dan sekali selamat setelah penembakan potensinya pembunuh. 6. Yasser Arafat, melarikan diri dari beberapa serangan bom dan kecelakaan pesawat 7. Alexander II dari Rusia,setelah beberapa kali mencoba, tewas dengan rencana yang termasuk cadangan 3 pembom. 8. Gabriel García Moreno,telah memotong tangannya dengan parang, ditembak 5 kali tapi masih sempat berteriak "Tuhan tidak mati".(NET)

Tak Etis, Kendalikan Pemprov dari Sel...(Dari Halaman 1) korupsi, tidak seharunya mengaku dan merasa seorang pemimpin lagi. Karena citranya dan penilayan publik tentu lebih mengarah ke hal-hal negatif. "Karena itu, kita berharap Syamsul legow menyerahkan kekuasaannya sementara waktu kepada Wakil Guber-

nur Sumut untuk mengendalikan pemerintahan di Sumut sambil menunggu proses hukum. Karena masyarakat Sumut yang besar tidak layak dipimpin seorang Gubernur dari dalam penjara,” ujarnya. Selain itu, Wara juga sangat menyayangkan sikap lembaga DPRD Sumut yang ter-

kesan lambat menangani atau merespon atas kasus yang menimpa Gubernur Sumut Syamsul Arifin. Harusnya DPRD Sumut pasca ditahanya Gubernur Sumut Syamsul Arifin oleh KPK sudah mengambil sikap yang positif bagi kemajuan daerah Sumut. “Sejauh ini saya belum ada

mendengar bagaimana lembaga DPRD Sumut menyikapi kasus Gubernur Sumut Syamsul Arifin. Segabai lembaga wakil rakyat mereka (DPRDred) harusnya sudah mengambil sikap, apakah mereka sepakat roda pemerintahan di Sumut dikendalikan dari dalam penjara?” katanya sete-

ngah bertanya. Wara berharap, demi masa depan dan menjaga martabat masyarakat daerah Sumut, DPRD Sumut melaui paripurna harus mengambil sikap atas kondisi dan nasib Gubernur Sumut Syamsul Arifin yang mendekam di penjara.

daerah itu," katanya. Sementara itu, ketika hal itu juga dikonfirmasi, Sekdaprovsu DR RE Nainggolan juga mengaku belum tahu siapa yang bakal melantiknya. Malah Sekdaprovsu mengatakan kalau Gubsu senantiasa menginginkan proses peme-

rintahan di provinsu Sumut selalu berjalan baik. “Ya Pak Gubernur senantiasa mengingkan proses pemerintahan tetap berjalan baik. Soal siapa yang melantik Bupati Simalungun, kita masih menunggu petunjuk pimpinan,” jelas Sekdaprovsu.(WAN)

(BEN)

Pelantikan KDh Mengambang...(Dari Halaman 1) tikan juga dilakukan terhadap Penjabat Bupati Nias Barat. Namun Bukit mengaku tidak ingat nama yang dilantik. "Saya lupa nama pejabatnya, tapi besok (hari ini-red) akan diketahui kok. Karena pelantikananya dilakukan di Aula Martabe Kantor Gubernur Sumut sekitar pu-

kul 14.00," ujarnya. Untuk jadwal pelantikan Bupati Simalungun masa bakti 2010-2015 kepada DR JR Saragi dan Wakilnya Hj Nuriaty Damanik SH, Bukit menjelaskan rencananya akan dilakukan di Gedung DPRD Kabupaten Simalungun di Raya.

Ditambahkan Bukit, untuk jadwal Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Gunung Sitoli dan Kabupaten Nias Barat, akan dilakukan pada Februari 2011. "Untuk urusan menyangkut kesiapan logistik, pendanaan, dan lainya, silakan hubungi KPU Sumut atau KPUD di dua

PT FMP&I Terima Sertifikat RSPO...(Dari Halaman 1) internasional yang berkantor pusat di Jerman. Sertifikat itu diserahkan TUV Rheindland selaku lembaga assessor berkantor pusat di Jerman didampingi perwakilan RSPO Indonesia dan terima Komisaris Jenderal (Purn) Sintong Panjaitan serta manajemen PT FMP&I pada acara yang dilaksanakan di Hotel Marriot Medan, Senin (25/10) malam. Acara itu dihadiri Wagubsu Gatot Pujonugroho, Desi Kusuma Dewi selaku Kepala Perwakilan RSPO Indonesia, Presdir TUV Rheinland yakni Ir Muhammad Bascharul Asana,MBA, Kadis Kehutanan umut Ir JB Siringo-ringo, Direktur Utama PT FMP&I Budi Amal. Wakil Bupati Padang Lawas Utara Rickson Hasibuan, tokoh adat dan tokoh agama dari Padang Lawas Utara dan para mitra usaha. Dirut PT FMP&I Budi Amal dalam sambutannya menyatakan, PT PT FMP&I adalah salah satu perkebunan kelapa sawit yang terletak di Kecamatan Simangambat Kabupaten Padang Lawas Utara Propinsi Sumatera Utara, tepatnya pada kebun Aek

Kulim, Aek Sigala-gala, Aek Barumun, yang mulai melakukan kegiatannya pada tahun 1986 atau 24 tahun lalu. PT FMP&I lanjutya memiliki lahan lebih kurang 13 ribu hektar dengan produksi rata-rata CPO sebanyak 5000 ton per bulan. Menurutnya, RSPO adalah forum pertemuan internasional yang terdiri dari para pihak melibatkan produsen minyak kelapa sawit, konsumen kelapa sawit, NGO lingkungan hidup, masyarakat, swasta, pemerintah) yang mempunyai komitmen kuat untuk mendorong tumbuh berkembangnya produk minyak kelapa sawit dan berbagai turunannya, melalui mekanisme, standard, kriteria, yang ramah terhadap lingkungan hidup dan mampu mensejahterarakan masyarakat. PT FMP&I, kata Budi, harus merubah orientasi dan paradigmanya didalam pengelolaan usaha perkebunan kelapa sawit. Orientasi dan paradigma baru yang sudah dikonstruksikan dalam kebijakan direksi meliputi aspek ekonomi, aspek lingkungan hidup (ekologi) dan aspek

sosial yang harus dilakukan dalam ruang dan waktu yang bersamaan dengan perhatian seimbang. “Aspek ekonomi diarahkan pada intensifikasi produksi, dengan pengertian areal tanam yang terbatas, akan didapatkan produk kelapa sawit yang maksimal. Aspek ekologi dikemas melalui program pengembangan pengelolalaan kawasan konservasi, sehingga dalam areal perkebunan kelapa sawit sebagai areal konsesi PT FMP&I, tidak keseluruhan diubah dan dijadikan lokasi tanaman sawit. Aspek sosial dikembangkan secara bertahap melalui pendekatan program community depelopment (CD) melalui berbagai kegiatan yang diproses melalui mekanisme dan tahapan yang partisipatif, di samping melakukan kewajiban program CSR,” kata Budi. Ia menambahkan, FMP&I terdaftar sebagai anggota RSPO pada 30 Juni 2008 atas dasar inisiatif sendiri dan kesukarelaan. Tujuannya untuk menguji apakah pengelolaan perkebunan kelapa sawit PT FMP&I di lapangan sudah masuk dalam kategori

ramah lingkungan sesuai kriteria dan indikator yang ditetapkan oleh RSPO. “RSPO menunjuk sebuah lembaga assessor yaitu TUV Rheinland (sebuah perusahaan assessor internasional yang berkantor pusat di Jerman melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan dan menilai seluruh kegiatan pada bulan Januari 2010 lalu meliputi semua aspek secara lengkap, sesuai dengan kriteria dan indikator yang ditetapkan. Syukur akhirnya FMP&I pada hari ini secara resmi berhak mendapatkan sertifikat RSPO dimaksud,” terangnya. Mewakili TUV Rheinland, Muhammad Arskarul, mengatakan dengan raih sertifikat RPSO menandakan bahwa PT. FMP&I memiliki sistem pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang telah dijalankan dengan baik. Catatan lain, perhatian semua stakeholder dan jajaran First Mujur harus tetap memenuhi aturan RSPO. “Kata kunci ada dua, pertama konsistensi menjalankan semua aturan yang ada, dan kontiniutas perbaikan secara terus menerus dari tahun sebelumnya,” ujar Muhammad.

Sementara Desi Kusuma, mewakili RSPO, mengatakan First Mujur harus mempunyai komitmen jangka panjang dan pengembangan pasar secara terus menerus. Kalau dulu factor kesehatan yang mendapat sorotan masalah industri kebun sawit sekarang yang mendapat sorotan adalah masalah lingkungan. “RSPO dibentuk untuk menjawab masalah lingkungan sosial. Melibatkan semua stakeholder dair semua mata rantai sektor kelapa sawit. Setelah 6 tahun perjalanan RSPO banyak hal telah tercapai. Disertifikasinya minyak sawit First Mujur keanggotaannya secara global mencapai 400 perusahaan,” kata Desi. Sedangkan dibagian lain, Wagubsu Gatot Pujonugroho, mengatakan agar First Mujur terus menyebarkan virus kebaikan pada perusahaan. Efeknya, masyarakat akan mendapat manfaat sebesarbesarnya. Wagubsu menyatakan kebanggaannya melihat Jenderal (Purn) Sintong Panjaitan selaku putra daerah Sumut yang populer secara nasional ikut membangun Sumatera Utara.(RIL)

Tsunami Hantam Mentawai, 113 Tewas...(Dari Halaman 1) segera melakukan penanganan di lokasi bencana. "Kita masih mengusahakan berbagai macam upaya," ujarnya. Tsunami setinggi 3 meter menyapu Kepulauan Mentawai pada Senin kemarin malam. Tsunami ini menyusul gempa berkekuatan 7,2 SR yang mengguncang Sumatera Barat. Gelombang tsunami mencapai Padang hanya setinggi 46 cm. Peringatan tsunami pun dicabut setelah beberapa waktu. Namun rupanya tsunami di Mentawai sempat tidak terpantau. Bakorsurtanal tidak memasang tide gauge di Men-

tawai, sehingga hanya kekuatan gempanya saja yang terpantau. "Kan tsunami tercatat tapi kecil. Di Padang hanya 0,461 meter. Dekat Mentawai kita nggak punya alat pantau di sana. Sejak semalam kita nggak bisa memantau Mentawai," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Mochammad Riyadi. Sementara, sekitar 100 kantong mayat yang dipersiapkan tim SAR dan PMI Padang, dibawa ke Mentawai, untuk jasad korban jiwa yang telah ditemukan pascagempa dan tsunami yang menghantam kabupaten itu.

"Hingga Selasa data yang masuk ke Pusat Pengendali Operasi Sumbar, sudah tercatat 31 orang. Kita sudah mengirimkan 100 kantong mayat bersama pengiriman tim SAR dan PMI," kata Kepala Pusdalop Penanggulangan Bencana Daerah Sumba, Ede Edward, di Padang, Selasa. Ade menjelaskan, bila kantong mayat kekurangan dari yang sudah dikirimkan, pihaknya akan segera menambah jumlahnya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar sudah mengirimkan tim gabungan, terdiri dari SAR dan PMI, Dinsos, tenaga Me-

dis, dan personil dari BPBD sendiri. "Tim SAR dan PMI sudah diberangkatkan Selasa sekitar pukul 17.00 WIB, mudahmudah Rabu pagi sudah bisa sampai ke titik yang terkena dampak tsunami kecil tersebut," katanya. Selain itu, BPBD juga telah mengirimkan logistik, tenda dan obat-obatan untuk membantu kebutuhan korban gempa dan tsunami yang masih mengungsi.Bahkan, katanya, tim akan ada yang menyusul Selasa malam di Pelabuhan Muaro dengan kapal Polairut Polda Sumbar. Kabupaten Kepulauan

Mentawai adalah salah satu kabupaten yang terletak di provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini dibentuk berdasarkan UU RI No. 49 Tahun 1999, dan dinamai menurut nama asli geografisnya. Kabupaten ini terdiri dari 4 kelompok pulau utama yang berpenghuni yaitu Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara, dan Pulau Pagai Selatan yang dihuni oleh mayoritas masyarakat suku Mentawai. Selain itu masih ada beberapa pulau kecil lainnya yang berpenghuni namun sebahagian besar pulau yang lain hanya ditanami dengan pohon kelapa. (BBS)

DPC Demokrat se Sumut Solid Dukung H Saleh Bangun...(Dari Halaman 1) loyalitas teruji. Fauzi mengatakan, DPCDPC ternyata sudah melakukan pengamatan, baik dari rekam jejak (track record) masing-masing kandidat, maupun dari informasi media yang terpublikasi selama ini. Dengan berbagai pertimbangan dan memahami kebutuhan Partai Demokrat ke depan, 18 DPC PD seSumut, sudah bulat dan sepakat menentukan dukungan dan pilihannya hanya kepada H Saleh Bangun. Adapun ke-17 DPC tersebut, ungkap Fauzi antara lain DPC Labusel, DPC Labura, DPC Asahan,

DPC Batu Bara, DPC Binjai, DPC Langkat, DPC Nias, DPC Nias Utara, DPC Nias Selatan, DPC Nias Barat, DPC Tobasa, DPC Samosir, DPC Humbahas, DPC Dairi, DPC Simalungun, DPC Pematang Siantar, DPC Tanah Karo, terakhir DPC Pakpak Bharat. Fauzi juga menyatakan, pilihan DPC-DPC kepada H Saleh Bangun merupakan langkah tepat dan bijaksana. Pasalnya, sepanjang yang diketahuinya Saleh Bangun merupakan figur ketua yang memiliki jiwa mengayomi, sederhana, jujur, disiplin serta yang terpenting bersih dari kasus-kasus korupsi. Nilai-nilai moralitas dan

integritas kepribadian yang terpatri di dalam diri Saleh Bangun tersebut dipastikan akan menjadi salah satu nilai plus dan menyebabkan partai lainnya juga akan lebih menyegani kiprah Demokrat Sumut di masa depan. ”Kita meyakini di bawah kepemimpinan H Saleh Bangun, akan dapat membawa Partai Demokrat Sumut meraih simpati masyarakat sebagai partai rakyat yang modern dan berhasil meraih 30% perolehan suara pemilih pada Pemilu tahun 2014 mendatang,” katanya. Fauzi menegaskan, sesuai dengan filosofi hidup yang dimiliki Pak Saleh Bangun, bahwa berpolitik itu

seperti air mengalir. Yang penting harus terus bekerja dan mengabdi kepada masyarakat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Karena itu, sebagai Ketua Tim SBY untuk Demokrat Sumut, Fauzi yakin Saleh Bangun akan mampu membesarkan partai yang kelahirannya didirikan Presiden SBY itu sesuai dengan potensi dimilikinya. ”Sebab, beliau selalu menekankan kepada kami untuk bersama-sama membesarkan Partai Demokrat, dan jangan sekali-kali menggunakan kebesaran partai untuk mendapatkan kepentingan pribadi atau mencari sekadar

mencari ’makan’ dari partai ini,” kata Fauzi mengutip pesan mulia Pak Saleh. Sementara itu, kelebihan lain Saleh Bangun dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPRD Sumut, kata pemerhati politik Abdul Halim, dia selalu disiplin dalam menjalankan tugasnya serta tidak mau memanfaatkan jabatan untuk mendapatkan proyek demi kepentingan pribadi dan kelompok. ”Saleh Bangun juga telah terbukti mampu menjaga sinergitas hubungan antara legislatif dan eksekutif di daerah ini, sehingga terwujud suasana kondusif di Sumatera Utara,” kata alumnus IAIN Sumut itu.(UJ)


HARIAN

andalas LUGAS DAN CERDAS

Rabu, 27 Oktober 2010 | No: 1725/Tahun VI | E-Mail:andalasmedan@gmail.com | Harga Eceran Rp2.000; Langganan+ongkos kirim Rp75.000; Luar Kota: Rp2.500

Ayu Azhari Dihina di Facebook HATI Ayu Azhari sedang panas. Ia kesal dan marah besar karena merasa nama dan popularitasnya dihina seorang anak petinggi militer. Penghinaan itu dilakukan melalui akun Facebook, dan artis yang pernah

membintangi film "No Mercy" ini pun langsung menghubungi Roy Suryo, yang dianggapnya seorang pakar telematika. "Dia bercerita kalau dirinya dihina melalui tulisan yang disampaikan anak petinggi militer ke

dinding Facebook putranya. Saya minta ke Ayu agar segera print kata-kata itu," kata Roy, kemarin. Menurut Roy yang kini merupakan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, pada awalnya, artis tersebut sudah putus

asa karena anaknya sudah menghapus kata-kata hinaan tersebut. Setelah sempat dicari-cari ke Facebook teman-teman anaknya, akhirnya bukti tulisan itu dapat ditemukan. "Ayu lalu mem-print bukti kata-kata peng-

hinaan itu. Saya sarankan untuk menyimpannya," ucapnya. Saat ditanya kata-kata hinaan seperti apa gerangan yang membuat kakak Sarah dan Rahma Azhari itu meradang bukan buatan, Roy

mengaku tak tahu. "Ayu tidak banyak bercerita soal kata-kata penghinaan itu. Yang pasti, dia merasa sangat terhina," ucapnya. Meski demikian, kuasa hukum Ayu, Secarpiandy, menjelaskan artis berdarah Pakistan itu belum mau buru-buru melangkah ke jalur hukum. Sang pengacara meminta Ayu untuk bertemu dengan orangtuanya terlebih dulu. "Ayu menghubungi saya begitu mendapatkan ancaman dari seorang putra pejabat militer yang disampaikan melalui akun jejaring sosial Facebook. Penghinaan yang mengarah ke tindakan fitnah itu disampaikan putra petinggi militer tadi melalui Facebook putra Ayu," ujar Secarpiandy. (VN)

Harian Andalas  

Harian Andalas

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you