Issuu on Google+

andalas HARIAN

L U G A S

D A N

C E R D A S

Selasa, 25 Januari 2011 | No: 1798/Tahun VI | E-Mail:andalasmedan@gmail.com | Harga Eceran Rp2.000; Langganan+ongkos kirim Rp75.000; Luar Kota: Rp2.500 andalas/rony muharrman

TERSANGKA TERORIS–Satu dari 9 tersangka terorisme dikawal pihak kepolisian setibanya di halaman Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, saat penyerahan berkas dan barang bukti oleh pihak kepolisian kepada pihak kejaksaan, di Kejatisu, Senin (24/1). Kesembilan tersangka terorisme tersebut, diantaranya terlibat kasus perampokan bank CIMB Niaga Medan pada 18 Agustus lalu. BERITA TERKAIT DI HAL.5

Rabu, KajatisuSeskab Ekspose Kasus Rahudman Medan-andalas Ada kabar terbaru dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) terkait perkembangan kasus tersangka korupsi Rahudman Harahap. Ternyata Kejatisu sudah menerima surat tembusan atas permohonan izin pemeriksaan terhadap Wali Kota Medan tersebut dari Sekretaris Kabinet (Seskab). Penegasan ini disampaikan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumut, Sution Usman Adji saat dikonfirmasi andalas, Senin (24/1). Namun Sution Adjie, tidak mengetahui persis nomor dan tanggal surat yang ditembuskan Seskab ke Kejatisu. “Yang pasti, bukti surat kita sudah nyampe. Isinya pihak Seskab mengundang Kejatisu

PERJALANAN KASUS RAHUDMAN HARAHAP •

26 Oktober Rahudman Harahap ditetapkan sebagai tersangka

2 November Kejatisu melayang surat izin pemeriksaan ke Presiden RI melalui Kejaksaan Agung

Putra Calon Wakil Bupati Asahan Dibunuh • Luka 3 Tusukan, Wajah Hancur dan Kepala Pecah Medan-andalas Muhammad Agus Widya Lubis, alias Awid (19) diduga tewas dibunuh. Ia ditemukan tewas dengan kondisi telungkup di kamar kosnya Jalan Air Bersih Gang Kasih Nomor 34 B Lingkungan VII, Kelurahan Sudirejo I, Kecamatan Medan Kota, Senin (24/1) pukul 08.00 WIB. Mahasiswa Institut Teknologi Medan (ITM) jurusan Tehnik sipil, semester III itu ditemukan dengan luka yang cukup mengenaskan. Berdasarkan hasil visum RSU Pirngadi Medan, menyebutkan Awid mengalami 3 luka tusukan di bagian dada, wajah hancur dan kepala bagian Bersambung ke Hal. 15

22 November Kejaksaan Agung mengembalikan surat agar Kejatisu melengkapi bukti hasil audit BPK terkait kasus dugaan korupsi.

23 November Kejatisu mengirimkan kembali surat izin pemeriksaan Presiden RI melalui Kejagung dengan melengkapi audit BPK

November 2010 Kejagung melayangkan surat izin pemeriksaan Presiden RI melalui Sekretaris Kabinet.

CURIGAI TEMAN SATU KOS KEMATIAN tragis Muhammad Agus Widya Lubis, alias Awid (19) mengejutkan pihak keluarga. Pasalnya, Awid baru empat bulan terakhir tinggal di Air Bersih. Sebelumnya, korban yang juga anak anggota DPRD

Sesuai UU No. 32 Tahun 2004, bila dalam 60 hari kerja surat pemeriksaan yang dikirimkan Kejatisu tidak memperoleh balasan dari Presiden, kejaksaan/kepolisian dapat langsung memeriksa tersangka korupsi.

Bersambung ke Hal. 15

andalas/yunan siregar

Polisi melakukan olah TKP pembunuhan Awid di kosnya kawasan Jalan Air Bersih, Medan Senin (24/1). Sementara pihak keluarga sangat terpukul saat melihat kondisi korban di RSU Pirngadi Medan.

Bersambung ke Hal. 15

ANEH tapi NYATA

Sifat Pemurah dan ‘Sawer’ Syamsul Arifin Ikuti Jejak Sang Ayah Jejak UFO di Jogja LINGKARAN besar terbentuk di persawahan di dusun Krasakan, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lingkaran itu berdiameter sekitar 25-30 meter. Ornamen tengah terdapat lingkaran kecil, bentuk segitiga lalu lingkaran besar hingga lingkaran paling besar. "Kejadian sejak kemarin (23/1) pagi, saya kira itu seperti jejak pesawat makhluk angkasa luar seperti di televisi," kata Cahyo Utomo, warga Krasakan, Senin (24/1). Sawah yang menjadi lokasi lingkaran itu terdiri atas 8 kotak sawah. Persawahan yang berada di pinggir jalan kampung itu seperti karya seni yang indah. Tidak ada jejak yang merusak padi di sekitar

lingkaran. Lingkaran itu pun terbentuk dari pohon-pohon padi yang masih hijau. "Kalau kena angin tidak mungkin, karena bentuknya sangat rapi, kalau hewan yang membuat itu juga tidak mungkin," kata Cahyo. Lingkaran yang diduga jejak UFO (unidentified flying object) itu pertama kali ditemukan Tukiman, petani setempat, Minggu sekitar pukul 06.00 WIB. Menurut dia, pada malam hari sebelum ditemukannya jejak itu tak ada suara dan tanda-tanda yang aneh. “Tidak ada suara atau kegaduhan pada malam sebelum saya melihat sawah yang padinya sudah pada ambruk dan membentuk lingkaran,” Bersambung ke Hal. 15

Potret sosial kehidupan Syamsul Arifin sebelumnya masuk ke dunia birokrasi dan menjadi Gubernur Sumatera Utara ternyata masih tetap diingat para rekan-rekan ayahnya (alm) Hasan Perak dan para sahabatnya. Dalam menjalankan kehidupan, Syamsul Arifin tak mau sepenuhnya bergantung kepada jerih payah kedua orangtuanya. Namun demikian, ada sifat ayahnya yang menurun kepada Syamsul Arifin yakni sifat pemurah, sangat menghormati dan kebiasan ‘sawer’ kepada masyarakat kecil. BDUL Latief Spd yang merupakan seorang sahabat ayah Syamsul Arifin, kepada andalas di Jalan Gatot Subroto Medan, Senin (24/1) mengatakan, Ipin (panggilan Syamsul Arifin-red) memiliki pribadi yang gigih dan luwes dalam pergaulan. Di masa kanakkanak, selalu ringan tangan membantu rekan-rekan dan orangtua yang berada di lingkungannya yang mengalami kesusahan. “Kalau dia (Syamsul Arifin) memanggil saya abang. Karena saya adalah sahabat dari ayahnya (alm Hasan Perak) saat samasama mengurusi Pertina (Persatuan Tinju Nasional) Sumut. Jadi kalau sama Ipin, saya cukup kenal, karena

A

usianya juga di bawah saya sekitar 6 tahunan," kata Abdul Latief. Abdul Latief menceritakan persahabatan dengan (alm) Hasan Perak cukup

Mulai hari ini, andalas menurunkan kisah Syamsul Arifin yang akan menghadapi persidangan kasus dugaan korupsi APBD Langkat 20002007. Hitam Putih perjalanan hidup beliau akan kami turunkan secara berseri. Kritik dan saran dialamatkan ke:

andalasmedan@gmail.com lama dan semakin dekat saat menjadi pengurus Pertina Sumut tahun 1979. Saat itu, Latief menjabat sebagai Sekretaris dan ayah Syamsul Arifin juga duduk di pengurusan. Tak heran jika pada setiap pertemuan dengan para atlet baik itu tempat latihan dan di hotel, ayahandanya selalu memberikan ‘saweran’ kepada atlet tinju. "Saya ingat itu saat pertemuan dengan beberapa petinju di Hotel Polonia Medan. Mereka (atlet) langsung disawer (diberikan) uang Rp5.000 per orang," kenang Latief. Sikap pemurah dan sangat hormat Bersambung ke Hal. 15

‘ ‘ Kalau ada tindakan preventif Pemko Medan khususnya PD Pasar, kebakaran pasar tradisional dalam beberapa bulan terakhir ini tidak terjadi.’

Jika memang penyebab kebakaran tersebut disengaja oknum tertentu, pihak kepolisian kami minta agar serius mengusut dan mengungkap pelakunya.’

H A S Y I M ANGGOTA DPRD MEDAN

IKRIMAH HAMIDY ANGGOTA DPRD MEDAN

Penyebab Kebakaran Pasar Tradisional Ulah Manusia Medan-andalas Kebakaran sejumlah pasar tradisional di Kota Medan beberapa bulan terakhir ini, diduga terjadi karena ulah manusia. Bukan karena faktor alam, seperti sambaran petir yang menimbulkan korsleting arus listrik. Wakil Ketua DPRD Kota Medan Ikrimah Hamidy mengatakan, sesuai pernyataan Mabes Polri yang rilis media massa, dugaan penyebab kebakaran sejumlah pasar tradisional di Kota Medan sebenarnya sudah cukup

jelas, yaitu karena ulah manusia. “Oleh karena itu, jika memang penyebab kebakaran tersebut disengaja oleh oknum-oknum tertentu, maka pihak kepolisian kami minta agar serius mengusut dan mengungkap pelakunya,” kata Ikrimah ditemui andalas di gedung DPRD Medan, Senin (24/1). Namun demikian, pihaknya tidak bisa memastikan siapa oknum-oknum pelaku penyebab kebakaran itu. Tetapi meBersambung ke Hal. 15


Selasa 25 Januari 2011

MEDAN KITA

harian andalas | Hal.

Rahudman Diminta Objektif andalas Tempatkan Pejabat Lugas & Cerdas

PENERBIT PT. Star Media Internusa d/h. PT. Inti Media Nusantara PEMBINA Dr Eggi Sudjana SH MSi PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI Iskandar ST WKL PEMIMPIN UMUM/WKL PEMIMPIN REDAKSI/PENJAB H Baharuddin WAKIL PEMIMPIN REDAKSI II Dedy Ardiansyah WAKIL PEMIMPIN UMUM MA Siddik Surbakti, Christoffel Manurung SH MH PEMIMPIN PERUSAHAAN Amiruddin REDAKTUR PELAKSANA Agus Salim Ujung, Gusliadi Ritonga SEKRETARIS REDAKSI Windari REDAKTUR Hamdani Nasution, Asril Tanjung, Hermawan,Yonan Febrian STAF REDAKSI Asiong, Robenson Sidabariba, Yunan Siregar, M Isya, Irwan Ginting,Ika Ramadhani, Felix Sidabutar FOTOGRAPHER Rony Muharrman SIRKULASI Eddy H. Tambunan IKLAN Syarifah PENASEHAT HUKUM Syahril SH SpN; Nur Alamsyah SH MH; Abu Bokar Tambak SH MHum; A Herwan Bispo SH. ALAMAT REDAKSI/ TATA USAHA Jalan T Amir Hamzah Ruko Kompleks Griya Riatur Indah No. 182-184-186 Medan NOMOR REKENING BRI Unit Kapten Muslim Medan a/n Amiruddin Mendrofa No. Rekening 3383-01-027966-53-5 BCA KCP Tomang Elok a/n Amiruddin Mendrofa No. Rekening 7865078382 Iklan Warna (FullColour) Rp. 15.000/mm kolom Iklan Hitam Putih Rp 10.000/mm kolom Iklan Keluarga/Ucapan Selamat Rp 3.500/mm kolom TELEPON (061) 8449800 FAKSIMILE (061) 8462800 EMAIL andalasmedan@gmail.com PENCETAK CV. Grafika Sumatera. Isi di Luar Tanggungjawab Pencetak

EDITORIAL

Gaji SBY dan Rakyat yang Terpuruk FORUM Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) menilai curhat Presiden SBY soal gajinya yang tidak naik-naik, sangat memalukan. Keluhan itu dianggap tak layak dikeluarkan oleh pemimpin bangsa yang rakyatnya masih banyak hidup di bawah garis kemiskinan. "Pernyataan Presiden memalukan sebagai pemimpin bangsa,"ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) FITRA, Yuna Farhan kepada wartawan, kemarin. Farhan mengatakan, curhat SBY itu hanya mengukur dirinya sebagai kepala birokrasi. Menurutnya, jika yang dipakai adalah ukuran birokrasi, memang kenaikan gaji dalam waktu yang lama jarang terjadi. Namun, SBY seharusnya melihat realitas masyarakat yang hidup di luar birokrasi. Guyonan Presiden SBY soal gajinya yang tidak naik selama tujuh tahun, juga ditanggapi serius oleh Nasional Demokrat (Nasdem). Ketua Umum Nasdem Surya Paloh siap membantu gaji SBY. "Kalau memang (gaji Presiden SBY) masih kurang, lebih baik diam saja. Kalau ada kekurangan, Nasdem siap membantu," kata Surya Paloh saat melantik Dewan Pimpinan Wilayah Nasdem Bali di Hotel Sanur Paradise, Jalan By Pass Sanur, Denpasar, Senin (24/1). Sementara diperoleh keterangan, gaji Presiden SBY saat ini sekitar Rp 62 juta per bulan bukan hanya gaji pokok saja, tapi ada tunjangan lainnya. Diperkirakan yang diterima oleh presiden Rp750 juta per bulannya. "Apa masih kurang juga? Apa mesti dinaikkan lagi ?"tanya Tubagus Hasanuddin, Wakil Ketua Komisi I DPR RI. Pernyataan SBY soal gajinya yang tidak pernah mengalami kenaikan itu, mungkin saja tidak dimaksudkan dirinya ingin meminta kenaikan gaji. Namun, tetap saja pernyataan itu menimbulkan multitafsir. Setidaknya, muncul tudingan SBY kembali ingin memunculkan citranya sebagai sosok yang 'menderita', karena gaji tak naik-naik. Namun dalam konteks curhat soal gaji itu, jika dimaksudkan sebagai strategi pencitraan, kali ini SBY menemui kegagalan. Sebab, di tengah penderitaan rakyat dewasa ini memang tidak sepatutnya mengeluh soal gaji. Pasalnya, serendah-rendahnya gaji presiden, pastilah hidupnya makmur sejahtera. Apalagi, presiden di negara bernama Indonesia, selama memegang kendali kekuasaan, dipastikan sumber-sumber keuangan tidak akan pernah putus. Karena itu, tidak terlalu berlebihan jika FITRA menilai curhat soal gaji itu memalukan. Bahkan sosok sekaliber Surya Paloh pun merasa perlu untuk menyatakan kesiapannya untuk membantu, kalau Presiden SBY masih merasa gajinya kurang. Namun, pada hakikatnya pernyataan SBY soal gajinya itu, tidaklah terlalu penting untuk diperdebatkan. Yang lebih penting adalah bagaimana mendorong agar Presiden SBY dan para pembantunya bisa meningkatkan kinerjanya, agar rakyat Indonesia tidak semakin terpuruk. Rakyat yang terpuruk, selain tak pernah mikir soal kenaikan gaji, masih banyak pula di antaranya tak pernah merasakan nikmatnya menerima gaji.Dagga fuang....(**)

Medan-andalas Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat Damai Yona Nainggolan meminta Wali Kota Medan Rahudman Harahap objektif dalam merombak pejabat eselon II dan III. Ia mengingatkan agar dalam perombakan itu jangan sampai terkesan sarat kepentingan. Hal itu diungkapkan Damai Yona Nainggolan, Senin (24/1) terkait rumor Rahudman akan merombak besar-besaran pejabat di jajaran Pemko Medan. Menurutnya, perombakan pejabat dalam suatu pemerintahan wajar dilakukan. Ia juga menilai hal itu sebagai langkah positif jika benar dilakukan Rahudman. Apa lagi, perombakan itu untuk memaksimalkan kinerja di setiap Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD) yang tujuannya mempercepat roda pembangunan dan mendukung program Wali Kota Medan lima tahun ke depan. Hanya saja, Damai Yona menyarankan dalam penempatan pejabat, Rahudman patut melihat skill atau keahilan. "Seyogianya the right man in the right place yang digunakan Pak Wali untuk menempatkan para jajarannya," tutur Anggota Komisi A DPRD Medan itu. Menyinggung adanya dugaan KKN dalam penempatan pejabat eselon II dan III ini, Damai Yona secara tegas meyakinkan hal tersebut tidak akan dilakukan Rahudman. "Kita jangan berburuk sangka. Saya yakin

Pak Wali tak melakukan hal itu," papar srikandi politisi Partai Demokrat Kota Medan ini. Selain itu, sambungnya, konsentrasi pembangunan harus terfokus di pinggiran Kota Medan, seperti kawasan Medan Utara. Sebab, daerah pinggiran kota ini yang jarang tersentuh pembangunan. Ini bertujuan agar ada pemerataan pembagian kue pembangunan. Artinya, tidak hanya warga di tengah kota menikmati pembangunan tapi juga yang berada di pinggiran. Begitu juga dengan rencana wali kota merombak sejumlah camat dan lurah. Menurut Damai Yona, Rahudman harus benar-benar selektif mengganti sejumlah camat dan lurah. Alasannya karena kedua pejabat inilah yang langsung bersentuhan dengan warga. Jadi camat dan lurah itu harus orang-orang yang bisa mengayomi dan menyerap aspirasi warganya. Sebelumnya tersiar rumor, Rahudman akan merombak seluruh pejabat eselon II dan III. Pembongkaran habis-habisan ini dilakukan pada akhir Januari 2011. Tim Badan Pertimbangan Kepangkatan dan Jabatan (Baperjakat) sedang menggodok pejabat yang akan didudukkan sesuai keahliannya. "Untuk menunjang program pemko, maka sejumlah pejabat

akan dirombak, di antaranya jabatan yang kosong di Dinas Pertamanan, Kebersihan dan Bappeda," ungkap Rahudman. (GUS)

Damai Yona Nainggolan

FPAN Desak Pembentukan Pansus PD Perhotelan Medan-andalas Fraksi Partai Amanat Nasional Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Utara akan mendorong terbentuknya Panitia Khusus Perusahaan Daerah Perhotelan Sumut guna mengungkap semua persoalan yang ada di tubuh badan usaha milik daerah itu. "Kita akan mendorong pembentukan pansus untuk menginvestigasi persoalan-persoalan yang ada sekaligus mendudukkan aset-aset di PD Perhotelan," ujar Bendahara Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Sumut Muslim Simbolon, Senin (24/1). Anggota Komisi C Bidang Keuangan DPRD sumut itu menilai ada yang salah dalam manajemen pengelolaan dan pengorganisasian di perusahaan itu. "Ada yang salah dan kesalahan itu tampaknya terletak pada 'man'-nya (manusianya, red)," tegasnya. Menurut dia, cukup banyak hal

yang mencurigakan terkait latar belakang aset-aset di BUMD itu. "Direktur Utama PD Perhotelan Ruslan Hasyim mengaku banyak masalah, tetapi ketika ditanya dia mengelak dan justru menyuruh kita menanyakan langsung kepada Asisten II Ekbang Setdaprov Sumut. Dia memastikan Asisten II Ekbang yang paling banyak tahu tentang segala persoalan di perusahaan itu," jelasnya. Muslim Simbolon mengaku sangat meyakini Ruslan Hasyim sendiri banyak mengetahui tentang berbagai persoalan di perusahaan itu sekaligus menjadi figur pihak yang paling bertanggung jawab, namun yang bersangkutan justru "buang badan". Karena itu, ia juga akan mengusulkan agar Komisi C DPRD Sumut segera memanggil Asisten II Ekbang Setdaprov Sumut agar diketahui persoalan yang sesungguhnya di PD Perhotelan. Terkait rencara mendorong

pembentukan Pansus PD Perhotelan, ia mengatakan, terlalu banyak yang tidak masuk akal di perusahaan itu, termasuk menyangkut kesepahaman yang dibuat dengan PT Cakrawala Dekatama dalam pembangunan Christal Square di Medan. "Sampai kini kita tidak tahu apa klausul dalam 'MoU' itu dan apa adendum yang telah disepakati kedua belah pihak. Apalagi, 'share' Pemprov Sumut dalam kesepakatan yang dibuat itu kabarnya juga sangatsangat kecil, yakni hanya sekitar 20 persen saja," jelasnya. Belum lagi persoalan menyangkut Hotel Grand Angkasa yang dijual ke pihak ketiga sebesar lebih kurang Rp18 miliar dan uangnya hingga kini hanya didepositokan. "Tidak tertutup kemungkinan ada persekongkolan dalam kasus PD Perhotelan ini. Karena itu kita akan mendorong terbentuknya Pansus DPRD Sumut untuk menindaklanjuti persoalan ini," katanya. (UJ)

Buntut Penunjukan Ketua Karateker Abaikan PDPRT

IPNU Medan Gelar Konfercab 29 Januari 2011 Medan-andalas Kisruh terkait penunjukan Ketua karateker Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kota Medan yang tak sesuai mekanisme terus bergulir. Penunjukan Musliadi Nasution sebagai Ketua Karateker PC IPNU Kota Medan dan telah melaksanakan Konfercab itu dinilai kabur dan menyalahi aturan. Pasalnya pengangkatan itu tanpa rapat pleno dan Ketua Karateker tidak dari unsur PW IPNU Sumut. Selain itu Konfercab versi karateker juga tidak mengundang 12 Pimpinan Anak Cabang (PAC) di lingkungan PC IPNU Kota Medan. "Kita sudah konfirmasi kepada para PAC itu," tegas Tamrin Harahap Ketua PC IPNU Kota Medan kepada wartawan, Senin (24/1), di Sekretariat Jl Palang Merah Medan. Demi amanah dan penyelamatan

IPNU Medan ke depan, kata Tamrin, pihaknya telah membentuk Panitia Konfercab keX, IPNU Kota Medan. "Dijadualkan, konfercab tersebut akan digelar pada 29 Januari mendatang di Wisma PHI, Jalan Gatot Subroto Medan," ujar Tamrin. Didampingi Ketua Panitia Konfercab IPNU Kota Medan Ahmad Yunus Harahap, Sekretaris Bambang Irawan, Tamrin menyebutkan, Konfercab ke-X juga akan dihadiri keseluruhan PAC IPNU di Kota Medan. Pada bagian lain, Tamrin menjelaskan Konfercab versi karateker dinilai cacat hukum karena tidak memenuhi Peraturan Dasar Peraturan Rumah Tangga (PDPRT) IPNU. Selanjutnya dalam setiap proses pergantian pengurus, IPNU Wilayah harus juga menyertakan tembusan dalam bentuk surat ke IPNU pusat. "Itu tidak dilakukan Ketua PW IPNU Sumut,"

ujarnya. Dikatakan, dalam hal pengangkatan, pusat juga harus mengetahui dan turut andil didalamnya. Idealnya juga harus ada surat pemberitahuan dalam bentuk surat peringatan sebanyak tiga kali, justru yang terjadi hal itu tidak dilakukan PW IPNU Sumut. Tamrin mempersilahkan siapa saja kader yang ingin bertarung pada Konfercab mendatang. "Ikuti aturan dan penuhi mekanismenya," katanya. Sekertaris Umum IPNU Kota Medan, Haposan Hasibuan menambahkan, permasalahan yang kini terjadi justru telah menimbulkan mosi tidak percaya pada kepemimpinan PW IPNU Sumut. Hal itu dikarenakan tindakan dan langkah oknum Ketua PW IPNU Sumut yang tidak jelas dan tidak berdasar. "Mekanisme penunjukan karateker itu telah merugikan banyak pihak," katanya. (TIM)

2

Fraksi PAN Sayangkan Kehadiran Wali Kota Medan di CBD Medan-andalas Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kota Medan sangat menyayangkan kehadiran Wali Kota Medan Rahudman Harahap di Central Bussiness Distric (CBD) Polonia pada perayaan umat keagamaan beberapa waktu lalu. Ketua Fraksi PAN Ahmad Arif mengatakan, pada tanggal 13 Oktober 2010 di sebuah suratkabar terbitan Medan terdapat judul berita 'Rahudman: Tunda Pembangunan CBD' dan di dalam berita itu disebutkan bahwa Wali Kota Medan telah melayangkan surat kepada manajemen PT CBD untuk menghentikan seluruh aktivitasnya di lahan eks lapangan golf Polonia. "Namun, beberapa hari yang lewat Wali Kota Medan hadir dalam sesuah acara di komplek CBD tersebut. Kita menyayangkan hal itu, dimanakah konsistensi dan kewibawan Pemko Medan. Ketika pihak Pemko Medan melayangkan penghentian pembangunan CBD tidak dindahkan, malah kemudian Wali Kota Medan hadir dalam acara yang digelar managemen CBD itu dan dikomplek CBD pula," kata Arif ditemui di gedung DPRD Medan, Senin (24/1). Dikatakan, surat penghentian pembangunan itu dilayangkan karena pihak Administrasi Badara (Adban) Bandara Polonia protes. Pasalnya, jarak pembangunan koplek CBD hanya berjarak 14 meter dari lapangan pacu dan juga keberadaan bangunan tingggi yang akan berdiri di kawasan CBD itu melanggar ketentuan kawasan keselamatan operasional penerbangan (KKOP). "Kehadiran Wali Kota Medan ke Kompleks CBD menjadi wibawa dan konsistensi Pemerintah Kota Medan tidak ada dimata masyarakat. Pernyataan Wali Kota Medan yang menyatakan menghentikan pembangunan tapi malah datang kelokasi yang sudah terbangun," katanya. (BEN)

DPRD Kota Medan Sahkan 2 Perda Kota Medan Medan-andalas DPRD Kota Medan dalam sidang paripuna, Senin (24/1) menyetujui dan mengesahkan dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) usulan Pemerintah Kota Medan menjadi Perda. Ke dua Perda tersebut adalah Pajak Bumi dan Bangunan, dan Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kota Medan. Sidang paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kota Medan Amiruddin itu dihadiri Wakil Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Sekda Kota Medan Syaiful Bahri, dan unsur Muspida Kota Medan. Namun dalam penyampainan pendapat fraksi-fraksi dalam sidang paripurna pengesahan ke dua Ranperda tersebut, sejumlah fraksi memberikan catatan-cataan terhadap Ranperda Pajan Bumi dan Bangunan. Seperti pendapat Fraski PDI Perjuangan yang dibacakan Hasyim, SH menyoroti dan mengkritisi tentang besarnya nilai jual opjek pajak (NJOP) tidak kena pajak yang diajukan Pemko Medan yaitu sebesar Rp 15 juta. "Jika melihat kondisi real masyarakat Kota Medan Fraksi PDI Perjuangan mengusulkan NJOP tidak kena pajak ditetapkan sebesar Rp 45 juta pada setiap wajib pajak. Namun dengan dalih telah sesuai aturan Menteri Keuangan RI, tanpa menyebut nomor peraturan meteri tersebut, Pemko Medan tetap mempertahankan NJOP tidak kena pajak sebesar Rp 15 juta," kata Hasyim. Namun demikian Fraksi PDI Perjuangan dapat menerima serta menyetujui Ranperda Pajak Bumi dan Bangunan ditetapkan menjadi Perda, dengan catatan meminta hasil resume pembahasan Pansus disesuaikan dengan Perda tersebut. (BEN)

Buruh CV Bi Demo Tuntut Hak Normatif Belawan-andalas Ratusan buruh CV Belawan Indah (BI) yang tergabung dalam DPC Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) 1992 Kota Medan, menggelar aksi demo menuntut hak normatif, di halaman perusahaan tersebut, dekat POM SPBU Simpang Kampung Salam Belawan, Senin (24/1). Selain berorasi, para pengunjuk rasa membentangkan spanduk yang berisi supaya manajemen CV BI memberikan hak normatif mereka. Setelah beberapa menit menggelar aksi demo, delegasi karyawan kemudian diteruma unsur manajemen perusahaan yang bergerak dalam pengangkutan ini. Sedangkan ratusan pengunjukrasa lainnya tetap menggelar orasi di halaman pabrik. Mereka tampak antusias menunggu hasil kesepakatan antara delegasi buruh dan perusahaan yang difasilitasi pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumut. Tapi, aksi memanas tatkala delegasi pertama buruh dan pihak perusahan tidak mencapai kesepakatan. Buruh kemudian mengutus delegasi kedua, sementara ratusan buruh lainnya melakukan aksi mogok kerja. "Perusahaan telah menyetujui THR, namun perusahaan tak memenuhi hak-hak normatif lainnya. Karena itu kami akan tetap berunjuk rasa," kata Ketua DPC SBSI 1992 Yosefati Waruwu melalui mikropon di hadapan massa pengunjukrasa. Tampak puluhan petugas kepolisian dari Polres Pelabuhan Belawan berjaga-jaga guna mengantisipasi aksi anarkis, apalagi lokasi aksi demo berdekatan dengan SPBU milik CV BI. (DP)


MEDAN KITA

Selasa 25 Januari 2011

harian andalas | Hal.

Relokasi Pedagang Brayan Belum Jelas

Median Jalan Depan Methodist dan Sutomo Segera Dibongkar  Jadi Sumber Kemacetan Medan-andalas Setelah melakukan perubahan arus lalu lintas di tujuh titik di seputaran Lapangan Merdeka, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan akan kembali mengambil sejumlah langkah untuk mengurangi tingkat kemacetan. Di antaranya, membongkar beberapa median jalan di depan sekolah. Kemudian, melakukan manajemen dan rekayasa lalu lintas di Jalan Gatot Subroto dan Jalan Gajah Mada. Lalu, memperluas kawasan bebas truk yang tonasenya melebihi 3000 ton. Hal ini terungkap dalam Rapat Forum Lalu Lintas yang berlangsung di ruang rapat satu Balai Kota, Senin (24/1). Rapat ini dihadiri Wakil Wali Kota Medan Drs H Dzulmi Eldin MSi, Kepala Dirlantas Poldasu Kombes Pol Bambang S, Kadishub Medan Dearmando Purba SH, Kasatlantas Polresta Medan Kompol M Arif, Kepala Satpol PP Drs Musaddad, Kadis Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan Ir Qamarul Fatah serta sejumlah camat. Dalam rapat itu Kadishub melalui Kabid Lalin Edward Pakpahan menyampaikan ekspos tentang hasil perubahan rekayasa lalu lintas di tujuh titik seputaran Lapangan Merdeka. Dengan perubahan yang dilakukan, sejumlah kawasan yang selama ini menjadi konflik kemacetan seperti Jalan Balai Kota, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Gudang/Merak Jingga, Jalan HM Yamin, Jalan Ahmad Yani, Jalan Raden Saleh dan Jalan Pengadilan, mulai terlihat lancar. Meski demikian, lanjut Edward, masih harus dilakukan beberapa pembenahan untuk mendukung terus kelancaran seperti pelebaran badan Jalan Merak Jingga dan penertiban PKL di Jalan Putri Hijau Dalam. Kemudian, penertiban parkir di depan Stasiun Kereta Api, Jalan Hindu, Jalan Mayjen S Siswomiharjo/Perdana dan Jalan Pengadilan. "Tingkat kemacetan semakin berkurang lagi setelah beroperasinya Jembatan Sudirman. Sebelum jembatan beroperasi, volume kendaraan selama ini membebani Jalan S Parman, Jalan Kejaksaan dan Jalan Pengadilan. Setelah pengoperasian jembatan, arus lalu lintas kembali lancar," ungkapnya.

Kemudian menurut Edward, Dishub juga mengusulkan pembongkaran median jalan di Jalan Perintis Kemerdekaan (depan Sekolah Methodist) dan Jalan Thamrin (depan Sekolah Sutomo). Sebab, kedua median jalan yang seyogianya digunakan untuk mengatasi kemacetan justru berubah menjadi lokasi kendaraan parkir untuk menjemput anak sekolah. Selain itu, tambahnya, Dishub juga akan melakukan rencana penanganan manajemen dan rekayasa lalu lintas di Jalan Gatot Subroto dan Jalan Gajah Mada sekitarnya. Rekayasa itu meliputi Jalan Gatot Subroto mulai dari Jalan Kapten Muslim sampai dengan Bundaran Majestik akan menjadi satu arah menuju pusat kota (barat ke timur). Selanjutnya, Jalan Gajah Mada dan Jalan Sei Batang Hari mulai dari Simpang Jalan S Parman sampai dengan Jalan Sunggal akan menjadi satu arah menuju keluar kota (timur ke barat). Lalu, Jalan Iskandar Muda mulai dari simpang Jalan Gajah Mada sampai dengan simpang Jalan Gatot Subroto akan menjadi satu arah menuju pusat kota (selatan ke utara). Menyusul Jalan S Parman mulai dari simpang Jalan Gajah Mada sampai dengan simpang Jalan Gatot Subroto (Tugu Guru Patimpus) akan menjadi satu arah ke luar kota (utara ke selatan). Untuk mendukung perubahan itu, jalan akses penghubung antara Jalan Gatot Subroto dan Jalan Gajah MadaJalan Sei Batang Hari tetap diberlakukan 2 arah. Sedangkan langkah terakhir, ungkapnya, Dishub akan memperluas kawasan pembatasan truk dengan tonase di atas 3.000 ton di antaranya meliputi Jalan Letda Sujono-Jalan Mandala by Pass-Jalan Menteng VIIJalan KH A Rivai-Jalan A Manaf Lubis-Jalan SM Raja-Jalan AH Nasution-Jalan Ngumban Surbakti-Jalan Merak Jingga-dan beberapa jalan lainnya. Seluruh truk yang tonasenya melebih

3.000 ton dilarang melintasi jalan tersebut. Direncanakan, jalan baru bisa dilalui mulai pukul 21.00 WIB hingga 05.00 WIB. Untuk pembatasan tonase truk ini, Kadishub Dearmando

Purba menegaskan pihaknya telah menyiapkan satu unit mobil jembatan timbang portable. " Pengoperasian mobil ini untuk mengecek apakah truk yang akan melalui jalan itu

melebihi tonase 3.000 ton atau tidak. Mobil ini akan kita tempatkan di pintu masuk kota Medan. Mobil ini biasa juga dioperasikan di inti kota untuk memantau truk yang telah masuk," jelas Dearmando. (TIM) andalas/rony huarrman

Medan-andalas Nasib ratusan pedagang korban kebakaran Pasar (Pajak) Pulo Brayan, Jalan Yos Sudarso, masih menggantung. Pasalnya, rencana relokasi yang ditawarkan Pemko Medan, belum jelas realisasinya. Iwan (40) salah seorang pedagang pakaian korban kebakaran kepada andalas Senin (24/1) mengatakan, dia mengalami kerugian Rp400 juta hingga Rp500 juta akibat kebakaran yang terjadi Selasa pekan lalu itu. Sebab, tiga kiosnya musnah, tak meninggalkan sisa. "Ini kita baru buka lagi ya, biar pun sedikit karena ini modal sendiri. Dari nol lagi lah, terpaksa karena belum ada bantuan. Kalaupun ada bantuan sangat sedikit dari posko yang didirikan masyarakat," ujar Iwan yang baru membuat lapak barunya. Pantauan andalas Senin(24/1), sebagian pedagang mulai mendirikan lapak-lapak baru. Tapi, lapak yang didirikan pedagang kembali dirobohkan oleh petugas Satpol PP. Pemko Medan melarang pedagang mendirikan lapak, karena ingin menata ulang pasar tersebut. Rusmiati (45) salah seorang pedagang pakaian kepada andalas mengatakan, masih banyak pedagang yang belum berani membuka usahanya kembali karena masih trauma. "Mereka pada masih trauma. Udah gitu pun modal juga nggak ada,"ujar Rusmiati yang baru buka dengan modal sedikit. Sementara itu Amril (32), mengaku mengetahui rencana Pemko untuk merelokasi pedagang. Tapi sampai sekarang belum ada sosialisasi ke pedagang. "Katanya mau direlokasi, tapi sampai sekarang belum terlaksana. Padahal, udah hampir seminggu kebakarannya," ungkap Amril. (IKA)

Lokasi Islamic Centre Ditetapkan di Medan Labuhan MACET-Pemko Medan melalui Dishub berencana membatasi becak bermotor (betor) di Kota Medan, karena dianggap sebagai salah satu penyebab kemacetan di Kota Medan.

Kadirlantas dan Wakil Wali Kota Dukung Pembongkaran RENCANA Dishub Medan mendapat dukungan penuh dari Kepala Dirlantas Poldasu Kombes Pol Bambang S. Untuk pengektifannya, Dirlantas menyarankan agar dilakukan perluasan ruang jalan yang ada. Kemudian, jalan harus dikembalikan fungsinya sebagai tempat aktifitas berjalan. Semua kegiatan di luar itu di atas jalan harus ditertibkan seperti parkir semrawut dan pedagang kaki lima. Dirlantas selanjutnya mengusulkan dilakukan penataan terhadap angkutan massal dan harus disesuaikan dengan sarana serta prasarana jalan. "Seharusnya angkutan kota itu hanya bisa dan taksi saja. Untuk itu ke depan kita minta supaya izin becak bermotor tidak diperpanjang lagi," saran Bambang pada Rapat Forum Lalu Lintas

yang berlangsung di ruang rapat satu Balai Kota, Senin (24/1).. Di samping itu, Dirlantas juga menyampaikan keprihatinan Kapoldasu soal kesemrawutan lalu lintas di sekitar Bundaran Bandara Polonia. Untuk mengatasinya apakah perlu dibuat traffic light dan melakukan koordinasi dengan pihak Bandara Polonia. "Kita minta kesemrawutan itu segera diatasi," harapnya. Sementara itu Wakil Wali Kota Drs H Dzulmi Eldin menyarankan kepada pihak Disbuh Medan untuk mengkaji lebih dalam sebelum melakukan rekayasa lalu lintas di Jalan Gatot Subroto dan Jalan Zainul Arifin sekitarnya. Hal itu perlu dilakukan agar rekayasa yang dilakukan benatr-benar bisa mengurangi tingkat kemacetan

yang ada. Wakil wali kota pun mendukung pembongkaran median jalan di depan Sekolah Methodist dan Sutomo. Selain mengatasi kemcetan, dia pun tidak mau median yang selama ini justru dijadikan sebagai tempat parkir akan menimbulkan kesan istimewa bagi kedua sekolah sekolah tersebut. "Saya minta median jalan itu segera dibongkar. Kita harus serius menangani masalah kemacetan, tidak ada yang istimewa," tegas Wakil Walikota. Terkait pengurangan becak bermotor, wakil wali kota mendukungnya. Hanya saja ia menggarisbawahi, pengurangan itu dilakukan bukan semata-mata karena faktor tidak suka melainkan demi penataan kota dan melancarkan arus lalu lintas di Kota Medan. (*)

Pembentukan KIP Sumut Terganjal di DPRDSU Medan-andalas Pembentukan Komisi Informasi Publik (KIP) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), masih terganjal di DPRDSU. Padahal, sejak 23 Desember 2010 silam Panitia Seleksi (Pansel) telah menyampaikan 15 nama calon komisioner KIP Sumut ke Komisi A DPRDSU untuk menjalani test and proper test. Dalam rapat dengar pendapat Komisi A DPRDSU dipimpin Ketuanya Drs H Hasbullah Hadi dengan Pansel KIP Sumut diketuai Drs H Eddy Syofian MAP, Senin (24/1), kepastian tindak lanjut pembentukan KIP Sumut belum tergambar dengan jelas. Malah dalam rapat itu, Komisi A DPRDSU lebih banyak mempertanyakan kinerja Pansel. Termasuk mempertanyakan keabsahan 15 nama calon anggota KIP yang diajukan ke

3

dewan. Dalam rapat itu, Hasbullah mempertanyakan adanya dua pengumuman hasil seleksi KIP yang dilaksanakan bulan November 2010 yang lalu. Juga mengkonfirmasi pengaduan delapan bakal calon KIP ke Komisi A DPRDSU karena curiga Pansel main curang. Menanggapi pengumuman diterbitkan Harian Medan Bisnis yang isinya berbeda dengan nama yang diumumkan di Sekretariat Pansel (Dinas Kominfo Sumut) dan di Website serta Harian SIB dan Waspada, Eddy Sofian mengatakan, Harian Medan Bisnis telah meralat dan memperbaiki pada esok harinya. Kesalahan pengumuman di Medan Bisnis terjadi karena surat pengantar yang bersamaan dengan CD rekapitulasi yang disampaikan isinya berbeda. "CD yang disampaikan adalah rekapi-

tulasi yang pertama, sedangkan yang benar ada di surat pengantar. Jadi rekap yang benar adalah yang tertera di surat pengantar,"kata Eddy. Eddy Sofian juga menyatakan, kesalahan ini bukan sepenuhnya karena kesalahan komputer. Namun dia mengelak jika disebut curang dan dengan tegas menyatakan Pansel tidak ada memperjuangkan titipan nama dari siapa pun. Senada itu, Wakil Ketua Pansel KIP Sumut, Prof DR H Mohammad Hatta juga membantah pihaknya curang dalam melaksanakan seleksi. Malah, pihaknya telah mengupayakan seleksi calon KIP semaksimal mungkin. "Kami sudah berupaya maksimal melaksanakan tugas dengan baik, termasuk memperbaiki kekeliruan kami sendiri. Hasilnya adalah 15 nama yang diajukan ke Komisi A DPRDSU

untuk mengikuti uji kelayakan", kata guru besar IAIN Medan yang juga Ketua MUI Medan itu. Anggota Komisi A DPRDSumut Hardi Mulyono memberi apresiasi kepada Pansel yang sudah bekerja maksimal sesuai batas kewenangannya. Maka dia berharap, agar Komisi A segera mengagendakan pelaksanaan uji kelayakan agar segera tuntas. "Dinamika dalam seleksi pejabat publik itu biasa, dan kerja keras Pansel harus dihargai. Kemandirian Pansel juga harus dijaga dan tidak perlu di intervensi", katanya. Sedangkan anggota komisi A lainnya, Syamsul Hilal menegaskan pelaksanaan seleksi KIP harus menghindari kecurigaan. "Karena ada dua pengumuman yang hasilnya justru berbeda, maka wajar Pansel mengklarifikasinya', kata Suamsul Hilal. (UJ)

Medan-andalas Hari ini, Selasa (25/1) di Kantor Wali Kota Medan, Camat bersama lurah se-Kecamatan Medan Labuhan akan menghadiri rapat peninjauan lokasi Islamic Centre (IC) yang akan dibangun dalam waktu dekat ini. Dari 21 kecamatan yang ada di Kota Medan, Forum Lintas Agama menunjuk Kecamatan Medan Labuhan sebagai lokasi paling tepat untuk pembangunan gedung IC. Sebab dari sisi lokasi sangat mendukung, seperti lahan yang tersedia. Ada dua kelurahan yang dapat dijadikan sebagai lokasi IC di Medan Labuhan yaitu Kelurahan Sungai Mati dan Kelurahan Tangkahan, karena ada lahan masing-masing seluas 130 ha yang dapat digunakan dengan baik. Menurut sejumlah warga Medan Labuhan yang ditanyai andalas menyebutkan, lokasi IC yang sangat cocok berada di Kelurahan Tangkahan, sebab lokasi itu tidak seperti di Kelurahan Sungai Mati yang masih rawa-rawa. Sedangkan di Kelurahan Tangkahan hanya tanah sawah yang tidak banyak memerlukan tanah timbun. Ketika dikonfirmasi kepada Camat Medan Labuhan Noval, Senin (24/1) membenarkan Selasa (25/1) mendapat undangan dari Sekda Kota Medan untuk melakukan rapat koordinasi peninjauan lokasi IC di Medan Labuhan. Namun Noval belum tahu di kelurahan mana lokasi IC itu, apakah di Kelurahan Sungai Mati atau di Kelurahan Tangkahan yang pasti ditetapkan di Medan Labuhan. DP)

BKKBN Sumut Targetkan 352.320 Peserta KB Baru Medan-andalas Tahun ini, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Utara menargetkan sebanyak 352.320 peserta KB baru. Target itu menurun dibandingkan tahun 2010 yakni 371.192 peserta, namun tercapai 405.961 peserta atau 109.37%. Kepala BKKBN Sumut Indra Wirdhana melalui Humas, Anthoni Bangun kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (24/1) mengatakan, target 352.320 peserta KB baru itu meliputi, IUD 17.460 peserta, Medis Operasi Pria 1.890, Medis Operasi Wanita 8.610, Implant 24.910, suntik 125.220, pil 119.230 dan kondom sebanyak 55.000 peserrta. "Tujuan pencapaian target itu intinya untuk menurunkan laju pertumbuhan penduduk," kata Anthoni. Tahun ini, jelasnya, pihaknya akan lebih fokus meningkatkan layanan KB, khususnya bagi mereka yang mau ber-KB tapi tidak terlayani atau disebut unmet need. Jika unmeet need sepanjang 20072010 jumlah mencapai 9,1%, maka tahun 2012 jumlahnya harus diturunkan menjadi 8,1%. "Rencana 2014 harus terus menurun jadi 5% saja yang tidak terlayani," ujarnya. Dipaparkannya, untuk mencapai target peserta KB baru, pihaknya berupaya meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga seperti, penggalangan dan pemanfaatan kekuatan dalam pelaksanaan advokasi dan komunikasi, informasi dan komunikasi (KIE) program kependudukan dan KB. Selain itu, sambungnya, pihaknya juga melakukan pengembangan kemitraan dengan lintas sektor, seperti lembaga swasya dan organisasi masyarakat (LSOM) dan swasta di berbagai tingkatan, pemantapan program-program ketahanan dan pemberdayaan keluarga sebagai beyond family planning dalam menunjang terwujudnya penduduk tumbuh seimbang.(YN)


Selasa 25 Januari 2011

HUKUM & KRIMINAL

harian andalas | Hal.

4

KILAS

Tiga Anggota Sindikat Curanmor Ditangkap Medan-andalas Petugas Reskrim Polresta Medan menangkap tiga anggota sindikat pencuri sepeda motor (curanmor) di kawasan Lau Dendang, Minggu (23/1) dinihari. Dari tersangka RSH (17) warga Jalan Legiun Veteran Blok II Lau Dendang, W (17) warga Gang Purnawiran Lau Dendang dan R alias A (20) warga Jalan Darnais I Percut, disita satu unit sepeda motor Suzuki Spin tanpa plat polisi milik Teguh (17) warga Jalan Dahlia Medan. Informasi di Polresta Medan, modus operandi para tersangka dengan cara menggunakan kunci ”T” menyikat sepeda motor korban yang sedang terparkir di teras rumah. Peristiwa pencurian itu sendiri terjadi pada Sabtu (22/1) malam. Malam itu, tersangka Riko mendatangi rumah korban. Begitu diyakini situasi sepi, tersangka dengan menggunakan kunci “T” menyikat sepeda motor Suzuki Spin milik Teguh yang parkir di halaman rumah. Kemudian tersangka membawa sepeda motor tersebut kerumah Wisnu lalu ke rumah Agam. Penangkapan ketiga tersangka berdasarkan laporan dari korban dibantu dengan informasi masyarakat. Ketika menerima laporan, Tim Serse Polresta Medan melakukan penyelidikan. Dalam penyelidikan polisi menerima informasi sepeda motor milik Teguh berada dikawasan Lau Dendang. Sehingga polisi turun kelokasi yang dimaksud. Di tengah jalan di kawasan Lau Dendang, polisi memergoki para tersangka yang berboncengan tiga. Sehingga polisi langsung membekuk tersangka berikut mengamankan barang buktinya. Dalam pemeriksaan sementara, ketiga tersangka membantah dituduh memiliki sindikat melakukan pencurian sepeda motor di Kota Medan. ”Kami baru kali ini melakukan perbuatan yang melanggar hukum ini,” kilah ketiga tersangka yang masih menjalani pemeriksaan di ruang juru periksa unit Ranmor Polresta Medan. (HER)

Warga Laporkan Jurtul Kim ke Polisi Pegajahan-andalas Warga Desa Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai melaporkan salah seorang juru tulis KIM ketika merekap di sebuah warung kopi. Akibatnya, Sutrisno (32) warga Dusun I, Desa Karang Anyer, Kecamatan Pegajahan, Sergai, Minggu (23/1) sekira pukul 21.45 WIB digelandang ke Mapolsek Perbaungan. Dari tangan tersangka, petugas Satuan Reserse Polsek Perbaungan mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp. 66 ribu, 1 telepon genggam, 3 lembar rekapan angka tebakan KIM, 3 buku erek-erek dan 6 lembar notes blok warna merah. Setelah dilakukan penyelidikan, kini tersangka diberikan tempat istirahat disel tahanan sebagai ganjaran dari pekerjaan yang ditekuninya. Kapolsek Perbaungan AKP Marluddin S.Ag membenarkan penangkapan tersebut. Akibat dari perbutannya, tersangka dijerat pasal 303 KUHPidana tentang perjudian, tandas Kapolsek. (RYAD)

Warga Tebing Terkapar Ditikam Obeng Tebing Tinggi-andalas Charles Manurung (37) warga Jalan Darat, Kelurahan Satria, Kecamatan Padang Hilir Kota Tebing Tinggi, Minggu (23/1) sekira pukul 21.30 WIB ditikam temannya sendiri AS dengan menggunakan obeng. Tak senang dengan perbuatan pelaku, korban mengadukan AS (40) ke Polres Tebing Tinggi, Senin (24/1) Menurut Charle, sebelumnya dirinya dudukduduk bersama temannya, Syamsul Bahri (40) warga Kampung Keling, Kecamatan Rambutan Kota Tebing Tinggi di Jalan Senangin Kompleks Pajak Hongkong Kota Tebing Tinggi. Ketika asyik mengobrol, tiba-tiba datang AS datang dengan mengendarai sepeda motornya. Tanpa banyak tanya, AS langsung membuka bagasi sepeda motor lalu mengambil obeng dan menusukan obeng tersebut ke arah pipi kanan korban. Merasakan hal tersebut, korban langsung mendorong tubuh AS hingga terjatuh. Karena terjatuh, AS langsung bangkit dan kembali menikam korban. Teman korban, Syamsul Bahri yang melihat kejadian itu langsung melerai dan korban pun melarikan diri dan melaporkan kasus tersebut ke Polres Tebing Tinggi. (MET)

Janda Muda Kantongi Sabu Ditangkap Medan-andalas Seorang wanita yang disebut-sebut berstatus janda muda yang memiliki satu orang anak ditangkap petugas Reskrim Polsek Helevetia di salah satu warung kopi (Warkop) di kawasan Jalan Pancing, Kelurahan Besar Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Sabtu (22/1) sekira pukul 01.00 WIB. Janda yang belakangan diketahui bernama Anggie Sri Mahyani (24) warga Jalan Kolonel Yos Sudarso KM 13, Kelurahan Simpang Darmin, Kecamatan Medan Labuhan ini ditangkap karena kedapatan mengantongi satu paket kecil narkoba jenis sabu-sabu. Keterangan diperoleh, Anggie ditangkap atas dasar informasi masyarakat sekitar. Mendapat informasi tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan. Diketahui bahwa Anggie merupakan kaki tangan Bandar yang kerap nongkrong di warung kopi tersebut. Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil menangkap tersangka berikut barang buktinya. Guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, tersangka berikut barang bukti diboyong ke Mapolsek Helvetia. Di Mapolsek Helvetia, tersangka mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seorang temannya yang berinisial N warga Jalan Binjai. Kapolsek Helvetia, Kompol Sutrisno Hadi ketika dikonfirmasi andalas melalui Kanit Reskrim, AKP Zulkifli Harahap membenarkan penangkapan tersebut. “Yang bersangkutan kita persangka dengan Pasal 112 Subs 114 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman kurungan penjara minimal lima tahun. (ZAL)

Aryani Tewas Dilindas Truk Lhokseumawe-andalas Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), Aryani (47) warga Desa Kampung Jawa, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe tewas setelah dilindas truk di Jalan Medan-Banda Aceh tepatnya di depan SPBU Cunda, Senin (24/1) sekitar pukul 12.30 WIB. Korban tewas ditempat dengan kondisi kepala hancur. Menurut pengakuan sejumlah saksi mata ditempat kejadian, Aryani yang melaju dari arah Barat hendak memutar ke arah Timur, tiba-tiba satu unit truk pengangkut batu bata yang bergerak dari arah yang sama menyeruduk korban dari samping mengenai ban depan hingga membuat korban jatuh dan terseret di bawah truk sejauh lebih kurang 2 meter. “Tiba-tiba korban memotong

dari samping truk, dan langsung tergilas ban mobil tersebut” ujar Rahmad (23) yang pada saat itu berada di lokasi kejadian. Pantauan andalas di lapangan, kepala korban hancur pada bagian belakang sehingga mengeluarkan darah. Warga yang melintas berusaha memberikan pertolongan akan tetapi warga tidak hisa berbuat banyak, karena korban sudah langsung meninggal ditempat dengan mengenai seragam PNS. Sementara supir truk, Nasruddin (30) kepada petugas kepolisian lalulintas mengaku mobil yang dikendarai melaju dengan kecepatan rendah. “Tiba-tiba ada seorang ibu yang hendak menyalip mobil saya dari sisi kiri dum truck, sehingga tabrakan tidak bisa dihindari,” ucap Nasruddin (RZ/SYN)

andalas/reza

EVAKUASI – sejumlah warga dan aparat kepolisian mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit.

Tangani Kasus Penganiayaan Pengurus KNPI Medan

Polsek Medan Kota Diminta Objektif dan Independen Medan-andalas Lembaga Batuan Hukum Komite Nasional Pemuda Indonesia (LBH KNPI) Medan minta aparat Kepolisian Sektor Medan Kota untuk objektif dan independen dalam menangani kasus penganiayaan salah seorang pengurus KNPI Kota Medan, Ganda Manurung (31) dan adiknya Gandi Fenraska Manurung (28) yang terjadi di Lobi Hotel Menara Lexus Jalan SM Raja Medan, Rabu, (12/1) sekira pukul 03.00 WIB. Artinya, pihak Polsek Medan Kota untuk tidak memihak baik itu dari pihak korban maupun dari pihak pelaku. Tim kuasa hukum LBH Medan berharap biarkan hukum yang mengaturnya dan jika memang pelaku harus ditahan, polisi jangan ragu-ragu untuk melakukan penahanan terhadap pelaku.

“Yang jelas, kami tim kuasa hukum dari LBH KNPI Medan yang diberi kuasa memberi bantuan hukum dan nasehat hukum serta mendampingi pemberi kuasa guna mempertahankan hak-haknya sebagai korban, akan terus mengawasi dan mengawal kasus ini hingga tuntas,” kata Ibeng Syafruddin Rani SH didampingi Ahmad Solo-

hin SH di Mapolsek Medan Kota, Senin (24/1) kemarin. Tim kuasa hukum korban yang datang ke Mapolsek Medan Kota bersama sejumlah pengurus dan anggota KNPI Medan antara lain, Hasler Marbun, Erwin Simanjuntak, Janun Kesuma dan jefri Nainggolan selain menanyakan sejauh mana proses penyidikan kasus kliennya itu, juga memberi support kepada pihak Polsek Medan dalam memberantas aksi-aksi premanisme yang menjurus pada aksi penganiayaan. Menurut Ibeng, pihaknya melihat kasus penganiayaan yang dialami kliennya Ganda Manurung, wakil sekretaris KNPI Medan, dan adiknya Gandi Fenraska Manurung, wakil bendahara KNPI Sumut yang juga dua putra pengusaha Hotel Menara Lexus itu diduga ada

Saksi tak Hadir Sidang Ramli Ditunda Medan-andalas Sedianya persidangan terhadap terdakwa korupsi ruislagh Kebun Binatang Medan Ramli Lubis digelar di Pengadilan Negeri Medan, Senin (24/1). Namun, persidangan kali itu terpaksa ditutup tanpa agenda keterangan saksi dan majelis hakim pun menutupnya agar persidangan lanjutannya digelar Kamis (27/1) mendatang. Adapun saksi yang hendak dimintai keterangannya di persidangan itu antara lain, Elfachri Budiman, mantan Kepala Badan Pertanahan (BPN) Kota Medan, Susi Angreni dari BPN Medan dan Muslimin pegawai Kantor Pelayanan Pajak Medan. JPU dari Kejatisu Reulina Purba menerangkan seharusnya ketiga saksi itu hadir di persidangan. Namun, tanpa adanya keterangan resmi, hingga dimulainya persidangan ketiga saksi yang sengaja dihadirkan JPU tidak hadir. “Surat permohonan untuk jadi saksi dalam perkara korupsi ruislagh Kebun Bina-

tang Medan telah kita layangkan untuk hadir di PN Medan hari ini.Ya, faktanya mereka tidak hadir. Namun pun demikian, mereka akan kita hadirkan kembali di persidangan berikutnya,” kata Reulina. Sebelumnya, dalam dakwaannya, JPU mengatakan, proses ruislag atau tukar guling KBM diindikasikan adanya rekayasa dalam penetapan harga yang sengaja dinaikkan (mark up) untuk disesuaikan dengan harga KBM lama yang terletak di Jalan Brigjen Katamso. Dalam proses tersebut, Ramli selaku Sekda sekaligus sebagai penanggung jawab tim pengkajian penggunausahaan dan pelepasan hak atas tanah/bangunan milik Pemko Medan telah melampaui dan menyalahgunakan kewenangannya. Hal ini terlihat dari dibaginya luas tanah KBM dalam tiga bagian sehingga menyebabkan penurunan harga. Ketiga bagian tersebut, katanya, tanah bagian depan seluas 4.000 meter persegi seharga Rp 5,846 miliar,

bagian tengah seluas 10.000 meter persegi seharga Rp 7,750 miliar dan bagian belakang seluas 15.900 meter persegi seharga Rp 12 miliar. "Akibat dari pemecahan ini, maka harga aset KBM lama yang mencapai Rp 47,247 miliar menjadi Rp 26,946 miliar," katanya. Ramli sebagai penanggung jawab tim pengajian memerintah secara lisan kepada terdakwa lainnya yakni mantan Kepala KP PBB Medan II, Tengku Tarmiji untuk menurunkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) atas lahan KBM. Dikatakan JPU, Ramli juga dalam kapasitasnya selaku penanggung jawab tim pengkajian penggunausahaan dan pelepasan hak atas tanah/ bangunan milik Pemko Medan menyetujuinya dan mengusulkan PT Gemilang Kreasi Utama sebagai pelaksana ruislag KBM. Setelah itu kepemilikan lahan KBM lama menjadi milik PT Gemilang Kreasi Utama berdasarkan sertifikat Nomor 435. (FEL)

unsur premanisme. “Para pelaku yang sebelumnya tak kami kenal, dan setelah kami ke Polsek ternyata terlapornya bernama Bob, Alam dan Bambang datang ke Lobi Hotel Menara Lexus langsung menganiaya klein kami. Apa itu bukan tindakan premanisma ? Jadi kami berharap kepada polisi agar kasus ini segera ditindaklanjuti. Panggil terlapor atau bila perlu tangkap karena diduga ada unsure premanisme,” tegas Ibeng. Masih Berstatus Saksi Sementara itu Kapolsek Medan Kota, Kompol M Hari Sandi Sinurat SiK ketika ditanya andalas tentang kasus tersebut mengatakan bahwa pihaknya telah memanggil terlapor atas nama Bob untuk dimintai keterangannnya. “Terlapor atas nama Bob

sudah kita panggil dan sudah kita periksa. Namun status hukum yang bersangkutan masih saksi. Sedangkan terlapor Bambang dan Alam belum memenuhi panggilan karena mertua Bambang Meninggal. Mungkin, Rabu (26/1) mendatang yang bersangkutan datang memenuhi panggilan,” ujar Sandi sembari mengatakan pihaknya akan menangani kasus ini secara profesional dan profosional. Seperti pengakuan korban Ganda, peristiwa penganiayaan atas diri dan adiknya Gandi, terjadi sekira pukul 03.00 WIB. Saat itu para terlapor datang ke Hotel Menara Lexus dan langsung melakukan penganiayaan. Merasa tak senang dengan perbuatan para pelaku, korban langsung membuat pengaduan ke Polsek Medan Kota. (RED)

12 Terdakwa Penggarap Lahan Puskopad A DAM I/BB Disidang Lubuk Pakam-andalas Dua belas terdakwa masingmasing, Darmansyah, Binsar Siregar, Nelsonc Sidabutar, Parlindungan Sidabutar, Sudirman Hutagalung, Leonardus Sinaga, Mangiring Situmorang, Rimson Parhusip, Jojor Sinurat, Bantu Sahat Situmorang, Solo Parningotan Simbolon, JhonTrapolta Syahputra Siringoringo, yang seluruhnya merupakan warga Desa Sei Tuan, Kecamatan Pantai Labu, terpaksa duduk dikursi pesakitan karena menggarap lahan milik Puskopad A DAM I BB tanpa izin. Sesuai dengan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Jumini SH pada persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Lubuk Pakam, Senin (24/1) sekira pukul 10.00 WIB yang dipimpin Ketua Majelis hakim, Denny Lumbantobing SH para terdakwa diduga melakukan pengerusakan kebun, penggunaan lahan perkebunan tanpa izin seluas 212 Ha milik Puskopad A DAM I BB sesuai sertifikat HGU No I/HGU/BPN/ 1994 yang terletak di Dusun II Desa Sei Tuan,Kecamatan Pantai Labu,Kabupaten Deli Serdang.

Menurut JPU, diatas lahan tersebut para terdakwa ada yang menanam pohon pisang dan padi, membuat kolam ikan mujair dan kepiting batu, menyewa alat berat dan membuat benteng. “Perbuatan para terdakwa diketahui Supriono sebagai pelapor pada tahun 2009, dan atas perbuatan tersebut, 12 terdakwa dijerat melanggar pasal 47 ayat (1) UU No 18 tahun 2004 tentang Perkebunan jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana,” sebut Jumini SH membacakan dakwaannya. Usai pembacaan dakwaan, 12 terdakwa yang pada saat persidangan didampingi Penasihat Hukum (PH) Manambus Pasaribu SH, Sahat Hutagalung SH M.Hum, Mangaliat Simarmata SH langsung menyampaikan eksepsi (bantahan) terhadap dakwaan JPU. Menurut PH dari terdakwa, bahwa dakwaan JPU kabur dan tidak jelas (obscuur libel) sehingga tidak dapat dijadikan pijakan dalam perkara ini dan memohon kepada majelis hakim agar menyatakan dakwaan JPU batal demi hukum. (BOB)

Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi Lahan PLN

Terdakwa Dachi Terima Rp60 Juta, Kades Rp9,2 Juta TERDAKWA Mansyuria Dachi (Staf di Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Deli Serdang) menerima uang sekitar Rp 60-70 Juta yang diserahkan Tumpal Sijabat dan ditaruh diatas meja yang ada di ruangan tamu kediaman terdakwa Mansyuria Dachi.

S

edangkan terdakwa Syamsir (Kepala Desa Petangguhan) menerima uang sebesar Rp

9,2 Juta yang seharusnya diberikan infaq ke mesjid. “Uang itu diberikan terdakwa, H Sali Rajimin Putra, dan setelah itu saya bersama Tumpal Sijabat ke rumah terdakwa Syamsir untuk memberitahukan bahwa pembayaran lahan tersebut sudah lunas,” sebut saksi Suparman, pada persidangan dugaan korupsi mark up (penggelembungan) luas lahan dan pembayaran lahan yang tumpang tindih seluas 12.300 M2 untuk gardu induk PLN tahun 2008 yang terletak di Dusun VI Desa Petangguhan Kecamatan Galang, yang merugikan negara sebesar Rp 230 juta

yang digelar di Pengadilan Negeri(PN) Lubuk Pakam, Senin (24/1) sekira pukul 14.00 WIB. Pada persidangan kali ini dihadirkan 3 saksi yakni Suparman, Sumardi dan Imran. Didepan Ketua Majelis hakim Denny Lumbantobing SH, dengan hakim anggota Syafril P Batu Bara SH dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Jhonwesli Sinaga SH, Rehulina Sembiring SH, R R Sianya SH, saksi Suparman (64) beralamat di Dusun VI Desa Petangguhan Kecamatan Galang ini mengakui bahwa dia juga menerima uang “capek” sejumlah Rp 10 Juta dari Tumpal Sijabat (agen

tanah dan juga merangkap sopir dari terdakwa Mansyuria Dachi ketika itu) dan Rp 30 juta dari terdakwa H Sali Rajimin Putra sebagai uang jasa karena selama7 tahuntelah menjaga lahan tersebut. Sedangkan saksi Sumardi (53) yang beralamat di Komplek PTPN III Sei Karang, Kecamatan Galang, dalam keterangannya dipersidangan menyatakan, sekitar bulan Januari 2002 pernah diminta seseorang bernama OK Syahrir untuk mengukur lahan tanah itu dan sesuai hasil pengukurannya bahwa lahan tersebut seluas 4,8 Ha terdiri dari 4,4 Ha

tanaman sawit dan 0,4 Ha tanah sawah. “Saya diberi imbalan oleh OK Syahrir untuk mengukur lahan tersebut, ujar Sumardi. Sementara saksi Imran (58) yang beralamat di Dusun IV Desa Petangguhan, yang pernah menjabat sebagai Kepala Desa Petangguhan dari tahun 1994-2004 dalam keteranggannya menyatakan bahwa lahan tersebut dibeli oleh Nurhayati dan Aprianto (anak dari terdakwa H Sali Rajimin Putra) dari Sakiran dengan luas 4,8 Ha, dengan dasar alas hak Surat Keterangan dari Camat Galang. (BOB)


Selasa

HUKUM & KRIMINAL

25 Januari 2011

harian andalas | Hal.

5

andalas/rony muharrman/rizaldi

PERAMPOK BANK CIMB NIAGA - Personil Brimob Polda Sumatera Utara saat melakukan pengawalan sembilan tersangka perampok Bank CIMB Niaga keluar dari mobil tahanan. (kanan) Sejumlah petugas Kejaksaan membawa barang bukti dari sembilan orang tersangka terorisme, di halaman Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, saat penyerahan berkas dan barang bukti oleh pihak kepolisian kepada pihak kejaksaan, di KEJATISU Medan, Senin (24/1). Kesembilan tersangka terorisme tersebut, diantaranya terlibat kasus perampokan bank CIMB Niaga Medan pada 18 Agustus lalu. Para tersangka saat keluar dari pintu kedatangan domestik

Sembilan Tersangka Perampok CIMB Niaga Diserahkan ke Kejatisu Medan-andalas Sembilan orang tersangka perampok Bank CIMB Niaga di Jalan Aksara Medan tiba di Medan untuk diserahkan kepada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu). Kesembilan tersangka ini dikawal ketat oleh pihak kepolisian dan Kejaksaan Agung.

Kesembilan tersangka ini tiba di Medan, Senin (24/1) sekitar pukul 12.45 WIB dan langsung dibawa dengan mobil tahanan Kepolisian Sumatera Utara ke Kejatisu. Para tersangka tiba dengan pesawat Lion Air JT 200. Informasi yang diperoleh, kesembilan tersangka itu merupakan tersangka yang ditangkap di Medan. "Mereka akan dilimpahkan ke kejatisu dan segera diadili di Medan. Berkas mereka sudah lengkap dan

Polri Belum Serahkan 43 Berkas Perkara Lengkap Jakarta-andalas Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo mengatakan, ada sebanyak 43 berkas perkara yang sudah lengkap tapi belum dilimpahkan ke kejaksaan Timur karena pertimbangan Pradopo tertentu. "Pertimbangan tersebut antara lain karena tersangkanya melarikan diri, sakit akut, dan karena jaksa menunda penyerahan pelimpahan tersangka," kata Timur Pradopo pada rapat kerja dengan Komisi III DPR RI, di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin. Rapat kerja antara Komisi III DPR RI dan Kapolri, dilanjutkan lagi pada pukul 16.15 WIB dan diskors pada pukul 18.00 WIB untuk istirahat shalat dan makan. Sebelumnya, rapat kerja antara Komisi III DPR RI dengan kapolri dimulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. Rapat diskors hingga pukul 16.00 WIB karena Kapolri harus menghadiri rapat dengan Wakil Presiden. Timur Pradopo menjelaskan, dari 43 berkas perkara yang belum dilimpahkan ke kejaksaan, sebanyak 28 berkas perkara karena tersangka melarikan diri dan telah diterbitkan daftar pencarian orang (DPO). Kemudian, kata dia, sebanyak sembilan berkas perkara belum dilimpahkan ke Kejaksaan karena tersangka sakit akut yang tidak memungkinkan untuk diproses hukum. Tiga berkas perkara lainnya belum dilimpahkan ke kejaksaan, kata dia, karena pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) menunda penyerahan pelimpahan tersangka dan barang bukti. "Satu berkas perkara lainnya karena tersangka masih ada di rutan dalam perkara lain, satu berkas perkara lainnya karena tersangkanya dilindungi oleh warga, kemudian satu berkas perkara lainnya karena kedua belah pihak telah berdamai," kata Timur. Kapolri Timur Pradopo menjelaskan penanganan kasus-kasus yang berkas perkaranya dinyatakan sudah lengkap tapi belum dilimpahkan ke Kejaksaan yang disampaikan secara tertulis oleh anggota Komisi III DPR RI. Setelah istirahat shalat dan makan, rapat kerja akan dilanjutkan lagi mulai pukul 19.30 WIB. (ANT)

sudah kita serahkan melalui kejagung," jelas salah seorang petugas kepolisian yang mengawal sembilan tersangka perampokan Bank CIMB Niaga. SUDAH P21 Di tempat terpisah, salah seorang Jaksa Anti Teror dan Kejahatan Lintas Negara dari Kejaksaan Agung, Iwan Setiawan di VIP Room Bandara Polonia mengungkapkan kesembilan orang tersangka perampokan Bank CIMB Niaga akan dilimpahkan ke Kejaksaan

Tinggi Sumatera Utara dan akan segera diadili. Menurut Iwan, semua berkas penyelidikan kesembilan tersangka ini sudah lengkap (P21) dan akan segera diadili. Iwan juga menjelaskan berdasarkan rencana, kesembilan tersangka ini akan diadili di daerah-daerah mereka melakukan kejahatan. "Berdasarkan rencananya mereka akan diadili di daerah mereka melakukan kejahatan. Tapi, nanti kita juga akan melihat apakah kondisi Medan kondusif

Aspidsus: Kejati Sumut Segera Eksekusi Register 40 Medan-andalas Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dalam waktu dekat ini akan segera melakukan eksekusi terhadap lahan perkebunan seluas 47.000 hektare di kawasan hutan register 40, Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara. Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumut, Erbindo Saragih ketika dihubungi di Medan, Senin, mengatakan, pelaksanaan eksekusi lahan perkebunan itu juga pernah dibicarakan dengan Menteri Kehutanan (Menhut) Zulkifli Hasan di Jakarta, mendapat persetujuan. Bahkan, kata Erbindo, Menhut sangat merespon pelaksanaan eksekusi itu, kalau bisa secepatnya proses hukum tersebut dilaksanakan Kejati Sumut. "Dalam pelaksanaan eksekusi itu, Kejati Sumut hanya

sebagai eksekutor dalam putusan Mahkamah Agung (MA) yang telah berkekuatan hukum tetap," katanya. Ia mengatakan, eksekusi terhadap lahan perkebunan itu merupakan tanggungjawab dan tugas aparat Kejaksaan dan harus tetap dilaksanakan. "Jadi, eksekusi itu dilakukan dalam melaksanakan putusan MA," kata Erbindo. Selanjutnya ia menjelaskan, eksekusi di kawasan regiter 40 itu, adalah bangunan milik beberapa perusahaan perkebunan yang ada di lokasi itu. Sedangkan pohon sawit yang berada di atas lahan register 40 itu tidak dimusnahkan dan dibiarkan tumbuh. "Sebelum pelaksanaan eksekusi itu dilakukan, Kejati Sumut akan mengadakan pertemuan dengan Polda Sumut, Dinas Kehutanan Sumut dan BKSDA

Sumut," katanya. Rencana pelaksanaan eksekusi yang akan dilaksanakan Kejati Sumut terhadap lahan register 40 Padang Lawas eks perkebunan kelapa sawit milik KPKS Bukit Harapan dan PT Torganda serta Koperasi Parsub dan PT Torus Ganda seluas kurang lebih 47.000 hektare berdasarkan putusan dikeluarkan Mahkamah Agung RI Nomor 2642 K/PID/2006, tanggal 12 Februari 2007. Dalam keputusan itu, dinyatakan register 40 sebagai kawasan hutan, perkebunan kelapa sawit berikut bangunan di atas kawasan hutan Padang Lawas yang dikuasai KPKS Bukit Harapan dan PT Torganda serta perkebunan kelapa sawit dan bangunan di hutan Padang Lawas yang dikuasai Koperasi Parsub dan PT Torus Ganda dirampas oleh negara. (ANT)

Chaidir Ritonga: Dua Personel Satgas Sebaiknya Diganti Medan-andalas Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Utara Ir H Chaidir Ritonga MM menyarankan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk segera mengganti dua personel Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum. "Sebaiknya Presiden Yudhoyono segera mengganti dua personel Satgas PMH (Pemberantasan Mafia Hukum), yakni Sekretaris Satgas Denny Indrayana dan anggota Satgas Mas Achmad Santosa," katanya di Medan, Senin. Secara pribadi Chaidir Ritonga berpendapat, sebaiknya Satgas PMH dibubarkan karena hanya menjadi lembaga "extra judicial" dan bukan "pro judicial", padahal tugastugasnya bersentuhan langsung dengan berbagai proses hukum. Keberadaan Satgas PMH, menurut kader Partai Golkar

Sumut itu, hanya menyebabkan distorsi kelembagaan dalam penyelesaian kasus-kasus hukum. "Bahkan keberadaan Satgas menimbulkan kisruh," ujarnya. Apa yang selama ini dilakukan Satgas PMH, menurut Chaidir Ritonga, cenderung salah kaprah dan masuk dalam wilayah politik. Namun demikian, Chaidir Ritonga mengaku sangat menghormati respon Presiden Yudhoyono yang masih mengiginkan keberadaan Satgas PMH. Kalau memang tidak bisa dibubarkan, menurut dia, masih ada opsi lain. "Kalau lembaganya masih tetap harus dipertahankan, tapi sebaiknya ada reposisi, setidaknya untuk dua personelnya," katanya. Ia berpendapat, Denny Indrayana dan Mas Achmad Santosa atau Ota merupakan dua personel Satgas PMH yang dinilai tidak layak lagi dipertahankan.

"Sebaiknya keduanya diganti demi kebaikan banyak pihak, termasuk demi kondusivitas di Setgab (Sekretariat Gabungan Koalisi Partai Pendukung Pemerintah, red)," katanya. Bahkan, Chaidir Ritonga menilai, akan lebih elegan lagi jika Denny Indrayana dan Ota mengundurkan diri dari Satgas PMH untuk menjaga nama baik Presiden Yudhoyono dan soliditas Setgab, termasuk terkait kaderkader Partai Golkar yang selama ini cenderung dijadikan "sasaran tembak" oleh pribadi keduanya. Ia juga menilai Denny Indrayana dan Ota cenderung memanfaatkan keberadaan Satgas PMH untuk popularitas pribadi. Chaidir Ritonga juga menyoroti Denny Indrayana yang terkesan mendramatisasi pernyataan Presiden Yudhoyono yang masih menginginkan keberadaan Satgas PMH. (ANT)

atau tidak untuk mengadili mereka," jelas Iwan. Iwan juga menjelaskan, berdasarkan penyelidikan kepolisian yang dilaporkan kepada pihak Kejagung, kesembilan tersangka ini merupakan tersangka dari perampokan Bank CIMB Niaga di Jalan Aksara Medan. Nama kesembilan tersangka ini yaitu, Gozhali, Beben, Agus Gaplek, Pamriyanto, Jumirin, Hibras, Jaja Miharja, Marwan, Anton Sujawo. (FEL/RIL)

Dua Anggota Polri Terlibat Perampokan Terancam Dipecat Jakarta-andalas Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) mengancam akan memecat dua anggota Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Markas Besar Polri yang diduga terlibat perampokan kendaraan berisi komputer jinjing (laptop). "Kedua oknum polisi itu ditangkap usai melakukan perampokan," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Baharudin Djafar di Jakarta, Senin. Kedua anggota Mabes Polri yang diduga terlibat perampokan kendaraan berisi puluhan laptop itu, berinisial Briptu N dan Briptu S. Mantan Kabid Humas Polda Sumut itu juga menyebutkan kedua polisi tersebut melanggar kode etik dan profesi kepolisian karena membawa barang bukti komputer jinjing ke rumahnya sehingga terindikasi melakukan tindak pidana pencurian. Perwira menengah kepolisian itu, menambahkan petugas Bidang Profesi dan Keamanan Polda Metro Jaya akan menggelar sidang disiplin, serta kode etik dan profesi guna menentukan sanksi yang akan diberikan kepada kedua oknum polisi itu. "Jika vonisnya penjara tiga bulan maka terancam Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH)," ujar Baharudin. Pengungkapan kasus perampokan itu berawal saat polisi menerima laporan adanya keterlibatan oknum polisi terkait perampokan komputer berdasarkan laporan dari korban. Kedua oknum polisi melakukan modus menghentikan truk milik korban yang membawa puluhan laptop dengan alasan menggelar razia. Kemudian oknum petugas itu membawa kabur muatan truk serta membuang supir dan kondektur di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Polisi menangkap Briptu N dan Briptu S di wilayah Pondok Indah usai menerima laporan dari kedua korban perampokan, Sabtu (22/1). Selain itu, polisi juga membekuk tiga tersangka lain berinisial C, K dan A yang diduga berperan memindahkan supir dan kondektur ke kendaraan yang lain, serta menyita 64 unit laptop dari jumlah total 77 unit. Para tersangka dikenakan Pasal 365 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dengan kekerasan. (ANT)

Polsek Binjai Utara Ringkus Dua Tersangka Narkoba Binjai-andalas Petugas Reskrim Polsek Binjai Utara menangkap dua tersangka narkoba di Pembibitan Ikan Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Binjai Utara, Minggu (23/1). Kedua tersangka masing-masing, DNS (24) dan MB (24) keduanya warga Jalan Anggrek, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara. Dari mereka polisi menyita barang bukti satu bungkus ganja, satu bungkus biji ganja, dan dua lembar kertas tiktak. Kapolsek Binjai Utara, AKP Kuasa Purba ketika dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, kedua tersangka ditangkap atas laporan warga. (MKI)


RAGAM

Selasa 25 Januari 2011

harian andalas | Hal.

6

Kue Bakul Malaysia Banjiri Pasar Medan Medan-andalas Kue bakul impor produksi Malaysia membanjiri pasarpasar tradisional di Kota Medan menjelang perayaan Imlek 2011. Acin (35) seorang pedagang di Pasar Ramai Medan, Senin, mengatakan, kue bakul produksi Malaysia itu digemari dan mulai banyak dicari masyarakat menjelang perayaan bagi etnis Tionghoa pada 3 Februari mendatang. "Sudah menjadi tradisi setiap tahunnya masyarakat banyak memburu kue bakul karena rasanya yang manis dan bentuknya juga unik," katanya. Menurut dia, warga Medan dari kalangan etnis Tionghoa mulai menyerbu kue bakul yang juga dikenal dengan sebutan kue "keranjang". Kue khas berwarna coklat dan bertekstur lembut itu

AC

KARYA TEKNIK

S E R V I C E

M. CUCI, KULKAS, G A R A N S I SIAP DITEMPAT

Jl. Sempurna (Setia Budi) No. 15 Medan

Hub. 0813 7040 9999

biasanya mudah ditemukan saat menjelang Imlek. Dia mengakui, permintaan kue bakul pada tahun ini cenderung mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Permintaan dari masyarakat sudah mulai banyak, yakni tiga minggu menjelang perayaan Imlek tersebut, dengan penjualan mencapai hingga 100 kotak lebih. "Biasanya permintaan itu akan membludak, satu minggu menjelang Imlek.Namun tahun ini justru lebih cepat sehingga kami terpaksa menambah stok karena permintaan diperkirakan akan bertambah banyak," ujarnya. Dikatakannya, harga kue bakul impor cenderung lebih mahal dari produksi lokal. Untuk harga kue bakul impor Rp40.000 yang berisi enam kue bakul per kotaknya. Sedangkan kue bakul buatan lokal berkisar Rp20.000-Rp30.000 per kotak yang isinya mencapai empat kue bakul. Sementara itu, pedagang lain Fredy mengakui, permintaan warga tahun ini memang lebih banyak dibanding tahun sebelumnya, karena pamor kue bakul yang sempat menurun kini cukup meningkat kembali. "Kami hanya menjual sesuai dengan permintaan konsumen saja. Bila permintaan sudah meningkat, maka stok barang akan ditambah," katanya. Dia menambahkan, kue bakul impor yang cukup banyak peminatnya itu disebabkan kualitas barangnya bisa bertahan hingga enam bulan, sedangkan produksi lokal hanya bisa bertahan selama tiga minggu saja. "Dengan meningkatnya permintaan konsumen, maka omset yang dicapai juga mengalami kenaikan. Sebelumnya omset hanya berkisar ratusan ribu rupiah, namun tahun ini bisa mencapai Rp1 juta dalam waktu seminggu," katanya. (ANT)

KUE BAKUL- Seorang pekerja membungkus kue Bakul yang telah siap cetak untuk dipasarkan di Jalan Merbau Medan, kemarin. andalas/rony muharrman

BP3TKI Medan akan Latih Wirausaha TKI Purna Medan-andalas Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Medan memprogramkan pelatihan dan pembinaan tentang teknik wirausaha untuk 90 TKI purna atau yang telah habis kontrak pada 2011. "Rencananya, pelatihan untuk 90 TKI dalam dua angkatan," kata Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja (BP3TKI) Medan Harris Nainggolan di Medan, Senin. Menurut Harris Nainggolan, pembinaan tentang teknik wirausaha itu dilakukan agar TKI yang telah menyelesaikan kontraknya tersebut dapat memanfaatkan penghasilannya selama bekerja di luar negeri.

Dengan program itu, penghasilannya selama ini diharapkan tidak menjadi "modal mati" yang hanya digunakan untuk keperluan konsumtif, tanpa dimanfaatkan menjadi modal usaha. Namun, dengan berbagai keterbatasan, pihaknya hanya akan memberikan pembinaan teknik wirausaha itu terhadap 90 TKI yang telah habis masa kerjanya. "Lagi pula, tidak semua TKI memiliki jiwa wirausaha," katanya. Dalam pelatihan, BP3TKI Medan akan menghadirkan pihak perbankan untuk mengajarkan kepada para TKI purna tersebut tentang tata cara mendapatkan bantuan atau pinjaman modal lunak. BP3TKI Medan akan membantu koordinasi dengan pihak perbankan itu untuk memudahkan para TKI purna tersebut dalam mendapatkan bantuan atau pinjaman modal itu. Salah satu perbankan yang

Illustrasi TKI

mungkin dihadirkan adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang selama ini menampung dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari pemberangkatan TKI sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 92 Tahun 2000 tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Departemen Tenaga andala/ist Kerja Dan Transmigrasi. (ANT)

FAMILY RENTAL MOBIL (PT) APV Kj. Kapsul pkt hmt 10 jam, Altis, L-300, Innova, L. Cruiser, N-Eyes, Bus, Hrn, Mgn, Bln, Utk dlm dan di luar kota. Hotline: 7734 2359 / 0819 3328 4540


Selasa 25 Januari 2011

IKLAN

harian andalas | Hal.

7


Selasa

OLAHRAGA

25 Januari 2011

harian andalas | Hal.

8

Mourinho:

Saya Dikontrak Bukan untuk Kalahkan Barca Madrid-andalas Sudah lama berlalu, kekalahan 0-5 atas Barcelona masih membayangi Jose Mourinho. Saat kembali diungkit wartawan, dia menegaskan kalau kedatangannya ke Santiago Bernabeu adalah demi memberi gelar, bukan mengalahkan Barca. Sebelum akhirnya dipermalukan Barca dengan 0-5 di pekan ke-13 La Liga Primera, Mourinho menjalani periode yang sangat baik bersama Madrid. Kecuali dua hasil imbang atas Real Mallorca dan Levante, Los Merengues selalu memetik kemenangan. Namun rentetan hasil tersebut ternoda di Camp Nou. Kekalahan 0-5 yang diterima Mourinho adalah yang terbesar yang pernah didapat pelatih asal Portugal itu sepanjang karir kepelatihan yang sangat fenomenal. Tak salah kalau dia akan terus dibayangi oleh kekalahan menyesakkan tersebut, setidaknya dari wartawan yang hingga kini masih kerap mengungkit laga tersebut. "Saya dikontrak untuk memenangi pertandingan, meraih poin dan memenangi gelar. Saya tidak dikontrak untuk mengalahkan siapapun," lugas Mourinho. Kursi kepelatihan yang diduduki Mourinho dalam sepekan terakhir sedikit berguncang menyusul terjadinya perselisihan dengan Direktur Umum, Jorge Valdano. Namun dia menegaskan kalau tak ada masalah besar terjadi di kubu Los Merengues saat ini. "Pasti ada kegembiraan di antara fans, pemain pelatih dan menejemen. Kami berusaha untuk menjadi gembira dan dengan cara itu saya akan memenuhi kontrak saya," tuntas Mourinho. (DTC)

Anthony Bawa Nuggets Atasi Pacers Denver-andalas Usai ditaklukkan Los Angeles Lakers, Denver Nuggets bangkit dan mengalahkan Indiana Pacers. Keberhasilan itu tak lepas dari penampilan ciamik Carmelo Anthony yang mendulang 36 poin. Nuggets menyenangkan ribuan pendukungnya yang memadati Pepsi Center, Senin (24/1) pagi WIB. Dalam duel empat kuarter, tim tuan rumah menang telak atas Pacers 121-107. Anthony yang belakangan ramai dispekulasikan akan hengkang kerap tampil sebagai top performer dari kubu Nuggets. Ia berhasil mendulang 36 poin, delapan rebound dan satu assist. Dari kubu Pacers, Tyler Hansbrough menjadi yang terbaik dengan raihan doubledouble-nya. Di laga ini, point forward berusia 25 tahun itu mencetak 27 poin, 10 rebound dan satu assist. Dia tampil spektakuler di kuarter ketiga dengan mendulang 23 poin. Kemenangan Nuggets ini merupakan pembalasan dendam saat kalah 113-144 di Indiana pada November silam. "(Pertandingan itu) Sungguh memalukan. Bukan hanya untukku tapi juga

untuk seluruh tim. Jadi tentu saja, kekalahan itu memotivasiku malam ini," ungkap pebasket yang kerap disapa Melo itu. Nuggets akan menghadapi laga away di lima pertandingan selanjutnya. Dimulai dengan Washington Wizards besok lusa disusul Detroit Pistons, Cleveland Cavaliers, Philadelphia 76ers dan diakhiri oleh New Jersey Nets yang menutup bulan Januari. "Ini adalah perjalanan besar buat kami. Kami butuh terus tampil pede dan momentum yang kami miliki disini di kandang kami dan kami cuma harus fokus dalam memenangi setiap pertandingan," imbuh Melo. (DTC)

Benzema Menangkan Madrid Madrid-andalas Real Madrid harus bersusah payah untuk menaklukkan perlawan Real Mallorca. Los Blancos cuma menang 1-0 lewat gol kemenangan yang dicetak Karim Benzema. Dalam laga La Liga pekan ke-20 yang dihelat di Santiago Bernabeu, Senin (24/1) dinihari WIB, Benzema membuat golnya tersebut di menit ke-60. Ini adalah gol pertama Benzema di La Liga musim

ini. Dengan raihan tiga poin ini, El Real tetap berada di posisi kedua dengan 51 poin, selisih empat poin dari pemuncak klasemen Barcelona yang sehari sebelumnya mengalahkan Racing Santander 3-0. Sementara Mallorca di posisi ke-9 dengan 27 poin. Jalannya pertandingan Babak pertama dijalani kedua tim tanpa greget. Terbukti lebih banyak pelanggaran yang terjadi dari kedua tim yang membuahkan dua kartu kuning untuk Madrid dan satu untuk Mallorca. Peluang

pertama didapat tim tamu pada menit ke-12 setelah sepakan Emilio Nsue di kotak penalti hanya menerpa tiang luar gawang Iker Casillas. Madrid menggebrak pada menit ke-28. Umpan backheel Cristiano Ronaldo disambut tendangan keras Marcelo yang langsung dihadang oleh stopper Mallorca Nunes. Alhasil fase ini dilalui kedua tim dengan hasil imbang tanpa gol. Benzema! Akhirnya Madrid mampu memecah kebuntuan saat laga berusia satu jam. Mendapat umpan pendek dari Esteban Granero di depan kotak penalti, Benzema berhasil melepaskan tembakan terukur melewati hadangan bek Mallorca sebelum menaklukkan Dudu Aouate di bawah mistar. Di masa injury time babak kedua Mallorca nyaris saja menyamakan kedudukan andai tembakan Pierre Webo dari jarak dekat tak ditepis Iker Casillas. Atletico Takluk dari Gijon Hasil berbeda didapat rival sekota Madrid, Atletico, saat bertandang ke kandang Sporting Gijon. Gol tunggal David Barral di menit ke-51 memanfaatkan kesalahan di lini belakang Atletico bertahan hingga usainya laga. Dengan hasil ini Atletico tertahan di di posisi keenam dengan 30 poin, selisih tujuh poin dari Espanyol yang berada setingkat di atasnya. Sementara Gijon di posisi 15 dengan 19 poin dari 20 laganya. (DTC)

"Ambisi Juara Alonso Makin Kuat" M Keynes-andalas Fernando Alonso memang gagal menjadi juara tahun lalu. Flavio Briatore menilai hal itu membuatnya semakin berambisi untuk menjuarai Formula One (F1) 2011. Musim lalu, Alonso memang harus puas menempati peringkat kedua klasemen akhir F1. Pembalap andalan Ferrari gagal bersaing dengan Sebastian Vettel yang merengkuh gelar pertama dalam seri terakhir di Abu Dhabi. Menurut Briatore, ambisi Alonso untuk menjadi juara di musim 2011 akan semakin kuat. Pasalnya, di 2010, pembalap kelahiran Spanyol tersebut harus bangkit dari keterpurukan untuk bersaing dalam perebutan gelar juara. “Saat ini Alonso lebih termotivasi dan Ferrari ingin memberikan dia mobil terbaik sejak awal kompetisi,” demikian pendapat Briatore. “Dia memang pantas mendapatkannya. Alonso punya ambisi kuat memenangi gelar 2011.” Lantas, apakah ini membuat Ferrari menjadi unggulan untuk balapan 2011 ini? “Terlalu cepat untuk beranggapan seperti itu,” lanjutnya. (OKZ)

Milan Makin Mantap di Puncak Klasemen Milan-andalas AC Milan memetik kemenangan dengan skor 20 saat menjamu Cesena di San Siro, Senin (24/1) dinihari WIB. Hasil tersebut mengokohkan posisi Rossoneri di puncak klasemen sementara. Di depan pendukungnya sendiri, Milan tampil dominan dan mampu mengreasikan banyak peluang. Meski begitu, Massimo Ambrossini cs harus berjuang keras sebelum akhirnya memastikan mendapat tiga poin dari kemenangan 2-0. Gol pertama Milan datang di penghujung babak pertama lewak aksi bunuh diri Maximiliano Pellegrino. Di masa injury time babak kedua baru Milan bisa menambah keunggulan lewat gol Zlatan Ibrahimovic. Tambahan tiga angka membuat Milan memiliki 44 poin, unggul empat dari Napoli di posisi dua klasemen. Kemenangan ini sekaligus menjadi yang pertama bagi Milan setelah di dua pertandingan sebelumnya cuma bisa bermain imbang. Sementara dengan 19 poin, Cesena tertahan di posisi 18 klasemen. Jalannya Pertandingan Milan tampil kurang meyakinkan di menit-menit awal laga. Berusaha mendominasi pertandingan, Rossoneri kesulitan menembus pertahanan Cesena. Sebuah back pass Antonini yang bisa dicuri Eze-

quiel Schelotto nyaris membuat gawang Milan bobol di menit 16, namun bola sepakan winger muda Italia itu masih bisa ditepis Cristian Abiatti. Dua menit berselang kabar buruk mendatangi Milan saat Alessandro Nesta harus keluar lapangan karena cedera lengan. Permainan Milan bari terlihat hidup selepas menit 20. Setelah peluang yang didapat Robinho gagal berujung gol karena bisa diredam kiper Francesco Antonioli, upaya lain yang didapat Ibra saat mendapat umpan dari Antonio Cassano juga mengarah tepat ke Antonioli. Kembali Rossoneri membuang peluang saat sepakan keras Robinho dari dalam kotak penalti cuma membuahkan tendangan gawang. Ibra nyaris membuat Milanisti bersorak kegirangan saat dalam posisi tak terkawal di tiang jauh dia menanduk bola yang dicrossing dari sisi kanan, si kulit bundar yang dia arahkan ke sudut bawah gawang dengan gemilang ditahan kiper Antonioli. Milan akhirnya menjebol gawang Cesena di menit 44. Umpan terobosan yang dilepaskan Cassano tepat mengarah pada Ibra yang menusuk masuk ke kotak penalti. Upaya Maximiliano Pellegrino menghalau Ibra justru membuat dia mengarahkan bola ke dalam gawang. Milan unggul 1-0 lewat gol bunuh diri.

Milan langsung menggebrak demi menambah keunggulan di awal paruh kedua. Serangan tuan rumah diawali dengan tendangan keras Ambrossini dari muka kotak penalti yang melayang tinggi di atas gawang. Di menit 56 tendangan bebas Ibra ditepis keluar lapangan oleh kiper Antonioli. Sementara klaim penalti yang diminta kubu tuan rumah menyusul pelanggaran terhadap Ambrossini di dalam kotak penalti saat mengejar umpan Ibra tidak diacuhkan wasit. Kiper Antonioli kembali jadi pahlawan Cesena lewat penyelamatannya saat tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Robinho. Kiper senior berusia 41 tahun itu juga berhasil meninju sepakan mantan pemain Manchester City itu dari dalam kotak penalti. Di masa injury time, Robinho nyaris memperbesar keunggulan. Mendapat umpan dari Ibra, pesepakbola Brasil itu berhasil memperdaya kiper Antonioli dalam posisi satu lawan satu. Tinggal menghadapi gawang yang kosong, sepakan Robinho mental ke luar lapangan karena terbentur tiang gawang. Milan akhirnya baru bisa bikin gol kedua di menit 92. Dalam sudut sempit dan terkawal bek lawan, Ibra melepaskan tembakan ke arah tiang jauh yang tak bisa digapai Antonioli. Milan unggul 2-0. (DTC)

Australia Terbuka

Murray Mulus ke Perempatfinal Melbourne-andalas Andy Murray berhasil menjejak perempatfinal Australia Terbuka 2011 usai menghempaskan Juergen Melzer. Petenis Britania itu ogah terlena karena masih ada lawan berat yang siap menanti. Memainkan laga babak delapan besar melawan Melzer, Senin (24/1) siang WIB di Rod Laver Arena, Murray menang mudah. Dalam straight set, petenis yang menempati unggulan kelima itu memenangi pertandingan 63 6-1 6-1. Di babak delapan besar, Murray akan menghadapi petenis non unggulan Alexandr Dolgopolov yang secara mengejutkan sukses menyingkirkan unggulan empat Robin Soderling. Murray yang bertekad untuk memenagi turnamen

kali ini akan terus waspada kepada siapa pun lawannya. Ia enggan meremehkan Dolgopolov meskipun pernah sekali memenangi pertemuan sebelumnya di Davis Cup. "Tahun lalu aku memainkan permainan terbaikku. Aku memukul bola dengan sangat baik, aku harap itu dapat berlanjut. Tapi aku tidak ingin jumawa -- aku (ingin terus menang karena) aku belum pernah memiliki gelar (Grand Slam) sebelumnya," sahut Murray seusai laga dikutip Yahoosports. Juga melaju ke perempatfinal adalah David Ferrer yang susah payah lolos dari hadangan petenis kualifikasi Milos Raonic. Ferrer kehilangan satu set lebih dahulu sebelum merebut tiga set selanjutnya dengan kemenangan 4-6 6-2 6-3 6-4.( DTC)


OLAHRAGA

Selasa 25 Januari 2011

harian andalas | Hal.

9

andalas/Siong

Kompetisi bola basket pelajar terbesar di Indonesia Honda Development Basketball League (Honda DBL) 2011,Senin (24/1) resmi dibuka di GOR Angsapura. Kompetisi ini diikuti sebanyak 32 tim yang terdiri dari 11 Tim Putri dan 21 Tim Putra.

Pembangunan Lapangan SEA Games Terus Diawasi Palembang- andalas Pembangunan lapangan untuk SEA Games terus diawasi sehingga bila ada kekurangan dan kelemahan dapat selesaikan secepat mungkin, kata Kepala Dinas PU Cipta Karya, Rizal Abdullah di Palembang, Senin. "Memang, kami terus mengawasi pelaksanaan pembangunan lapangan SEA Games tersebut untuk melihat perkembangan dan kemajuan tempat pertandingan olahraga akbar mendatang," katanya. Menurut dia, pengawasan itu penting supaya diketahui bila ada kendala yang dihadapi di lapangan sehingga bisa di atasi. Lebih lanjut dia mengatakan, sekarang ini pembangunan venue untuk pesta olahraga se-Asia Tenggara tersebut terus dimaksimalkan sehingga bisa selesai tepat waktu. Semua venues tersebut pengerjaannya ada yang sudah mencapai lebih 25 persen dan ada baru enam persen, namun diperkirakan semuanya akan selesai tepat

waktu, kata dia. Memang, kata dia, bila ada keterlambatan selesai paling paling lambat tiga bulan sebelum pelaksanaan pesta olahraga internasional mendatang dan itu tidak menjadi masalah. Hal ini berarti tidak menggangu pesta olahraga yang diikuti ribuan atlet dari berbagai negara tersebut, ujar dia pula. Sebelumnya Gubernur H Alex Noerdin mengatakan, penyelesaian lapangan SEA Games harus tepat waktu agar pelaksanaan pesta olahraga akbar mendatang berjalan sukses. Selain itu bila pelaksanaan pesta olahraga tersebut tidak sukses akan berakibat terhadap daerah termasuk Indonesia, kata dia. Oleh karena itu kegiatan SEA Games itu harus disukseskan bersama sehingga berjalan lancar, tambah Gubernur beberapa waktu lalu. Provinsi Sumsel bukan saja menjadi tuan rumah SEA Games tetapi pembukaan dan penutupan juga diselenggarakan di Palembang. (ANT)

PSDS Bakal Tidak Ikut Kompetisi Divisi I Lubuk Pakam-andalas Persatuan Sepak Bola Deli Serdang, Sumatera Utara, bakal tidak ikut kompetisi Divisi I Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia 2011, karena kesebelasan berjuluk "traktor kuning" itu masih mengalami defisit dana. "PSDS (Persatuan Sepak Bola Deli Serdang-red) di tengah kondisi dana yang masih defisit sekarang ini tampaknya kecil kemungkinan bisa ikut kompetisi Divisi I tahun 2011," kata Sekretaris Umum PSDS Erwin Nurdin Pelos di Lubuk Pakam, Senin (24/1). Pengurus PSDS sebelumnya telah merencanakan ikut kompetisi Divisi I Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) wilayah barat dengan mengharapkan dukungan dana terbesar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah

(APBD) Kabupaten Deli Serdang 2011. Namun, lanjut Erwin, dana sebesar Rp1,5 miliar lebih yang dibutuhkan PSDS untuk bisa tampil dalam kompetisi Divisi I tersebut tidak dialokasikan dalam APBD Deli Serdang 2011. Sementara, hingga kini PSDS belum memiliki sumber dana lain yang diharapkan bisa menopang klub kebanggaan warga Deli Serdang itu bisa tampil di arena kompetisi Divisi I PSSI wilayah barat yang dijadwalkan mulai digelar sekitar Maret mendatang. Erwin membenarkan, krisis keuangan yang dihadapi PSDS sejak tahun 2007 menjadi pemicu utama anjloknya prestasi kesebelasan yang pernah cukup diperhitungkan di kancah sepak bola nasional sekitar awal tahun 2000-an itu. (ANT)

Honda DBL 2011 Resmi Dibuka

Pelajar di Medan Miliki Bakat Olahraga Luar Biasa Medan-andalas Geliat olahraga di Kota Medan kembali disemarakan dengan hadirnya gelaran kompetisi bola basket pelajar terbesar di Indonesia Honda Development Basketball League (Honda DBL) 2011 yang pembukaannya berlangsung di GOR Angsapura (Senin (24/1) dan akan berlangsung hingga 31 Januari mendatang. Arifin Posmadi,General Manager CV Indako Trading Co selaku maen dealer Honda di Sumatera Utara mengatakan, pihaknya meyakini bahwa Kota Medan memiliki pelajar-pelajar dengan bakat olahraga yang luar biasa, khususnya basket, sehingga dengan digelarnya kompetisi ini tentunya memberikan kesempatan bagi mereka untuk mewujudkan mimpi menjadi pebasket profesional. “ Kami berharap gelaran ini memberikan manfaat dan nilai positif bagi peningkatan prestasi pelajar dalam bidang olahraga. Semoga acara ini bisa berjalan lancar hingga

sampai di babak final,”ujar Arifin. Sementara itu, Leo Wijaya, Marketing Manager CV Indako Trading Co menambahkan, jika melihat sejarah kompetisi basket pelajar terbesar di Indonesia, maka Honda sangat berbangga karena sudah menjadi bagian dari kegiatan yang mendukung pengembangan potensi dan prestasi generasi muda,khususnya dalam olahraga basket dengan tetap mempertahankan aspek prestasi dan pendidikan siswa. “Kami sangat berharap Kota Medan terus dipercaya sebagai salah satu kota penyelenggara Honda DBL,jika

dan, SMA Sutomo 1 Medan, SMA Negeri 2 Medan,SMA Methodist 2 Medan, SMA Negeri 5 Medan, SMA Dr Wahidin,SMA Wiyata Dharma, SMA 1 Tanjung Morawa dan SMA Kartika Medan. Sedangkan ke 21 Tim Putra terdiri dari SMA Negeri 4 Medan, SMA Negeri 7 Medan, SMA Harapan 1 Medan, SMA Negeri 1 Medan, SMA Harapan Mandiri Medan, SMA katolik Trisakti Medan, SMA Methodist Binjai, SM Sriwijaya Medan, SMA Sutomo 1 Medan,SMA Panca Budi, SMA Negeri 2 Medan, SMA Methodist 2 Medan, SMA Ahmad Yani Binjai, SMA Negeri 5 Medan, SMA dr Wahidin Medan,SMA Negeri 3 Medan, SMA Wiyata Dharma Medan, SMA Prime One School,SMA Negeri 1 Tanjung Morawa, SMA Santo Thomas dan SMA Panca Karya Stabat. Honda DBL mulai digelar pertama kali di Surabaya pada tahun 2004.Awalnya kompetisi ini hanya sebagai liga SMA yang sederhana, dimana pe-

main harus student athlete, performa mereka di ruang kelas sama pentingnya atau bahkan lebih penting dari peforma mereka di lapangan basket. Di tahun-tahun berikutnya, penyelenggaraan Honda DBL mengalami perkembangan yang cukup signifikan, menjadi lebih besar dan terorganisir secara profesional. Tidak hanya tim yang ikut yang terus bertambah, bahkan jumlah penontonnya juga setiap tahun semakin membludak. Standar penyelenggaraan juga terus meningkat,aturanaturan baru terus diperkenalkan,sehingga membuat kualitas pertandingan menjadi semkain baik.Mengikuti sukses Honda DBL setiap tahunnya, tepat di tahun 2008,DBL telah mengukuhkan diri sebagai liga basket terbesar di Indonesia dan semakin berkembang dikarenakan mendapat sambutan hangat dari Provinsi lainnya di Indonesia. (SIONG)

IMI Sumut Butuh Sirkuit tentu mau menerimanya. Medan-andalas Alasannya, ketika pihaknya melaPengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia Sumatera Utara (Peng- kukan peninjauan pembangunan prov IMI Sumut) sampai saat ini sirkuit beberapa waktu lalu, pihaknya melihat masih tetap membutuhkan pembangunan sirkuit tersebuah sirkuit yang persebut tidak sesuai perenmanen, sebagai wadah canaan. penyaluran bakat otomotif Dalam acara talkshow di Sumatera Utara. yang dipandu Firman JoHal itu dikatakan Ketua hansyah itu, Ijeck juga Umum Pengprov IMI Sumemaparkan tentang bermut, Ijeck, dalam acara bagai program yang telah talkshow di Radio Starnews dan akan dilaksanakan FM di Gedung Star IndoPengprov IMI Sumut. nesia Group, Senin (24/1) Perbanyak Even sore. Pengurus Provinsi IkaIjeck yang didampingi Ketua IMI Sumut tan Motor Indonesia Bendahara Pengprov IMI (Pengprov IMI) Sumut Sumut, Faisal Nasution, mengemukakan sebenarnya terus melakukan pembinaan melalui Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berbagai even yang dilaksanakan di sudah berencana bahkan memba- sepanjang tahun 2011 ini. Dengan ngun sebuah sirkuit permanen di diperbanyaknya even tersebut kawasan Jalan Pancing, Deli Ser- salah satunya untuk menambah jam terbang bagi pembalap roda dua dan dang. Tepatnya di sebelah kantor Dinas roda empat, agar di ajang nasional Pemuda dan Olahraga Provinsi bisa berbicara. Ketua Pengprov IMI Sumut Ijeck Sumatera Utara. Namun sampai sekarang, pemerintah provinsi bersama Sekretaris Drs H Zulhifzi belum menyerahkan pengelolaan Lubis dan Bendahara Faisal Arif sirkuit itu dari tangan kontraktor kepada Harian Andalas, Senin (24/ 1) di gedung Star Indonesia Group kepada IMI Sumut. Seandainya pun, kata Ijeck, sir- menyebutkan, IMI Sumut senankuit itu diserahkan kepada Peng- tiasa untuk memikirkan perkemprov IMI Sumut pihaknya belum bangan dan pembinaan bagi pem-

19 Pemain Timnas Olimpiade Mulai Berlatih Jakarta-andalas Sebanyak 19 pemain muda Indonesia mulai menjalani latihan dalam pelatnas di Jakarta, sebagai persiapan untuk tampil pada pertandingan Pra Olimpiade 2012 menghadapi Turkmenistan pada 23 Februari 2011. "Sudah 19 pemain yang berkumpul menjalani sesi latihan pagi," kata Asisten Pelatih Timnas Indonesia, Wolfgang Pikal, di Jakarta, Senin.

saat ini adalah kali kedua,maka diharapkan akan ada ketiga kali, keempat dan seterusnya, sehingga akan semakin banyak lagi pebasket pelajar berbakat kita yang memiliki kesempatan terbang ke Amerika,”ujar Leo Wijaya. Sukses Honda DBL tahun lalu dan keberhasilan Sumut menampilkan 3 pemainnya dalam Honda DBL All Star yakni Stephani Yolanda,(SMA Sutomo Medan),Youngky Leonardo (SMA Methodist Binjai) dan Fredy (SMA Methodist 2 Medan) memberikan motivasi dan pemicu semangat tersendiri bagi pelajar Kota Medan guna membuktikan bahwa mereka juga mampu. Tidak kurang dari 32 tim yang terdiri dari 11 Tim Putri dan 21 Tim Putra telah siap menunjukan kemampuan terbaiknya dalam ajang yang dilangsungkan di 22 Kota dan 19 provisnsi ini.Kesebelas Tim Putri terdiri dari:SMA Negeri 7 Medan,SMA Negeri 1 Medan, SMA Negeri 4 Me-

Menurut dia, beberapa pemain lainnya yang akan hadir pada Senin ini adalah Diaz Angga Putra (Persib), Ahmad Farizi (Arema Indonesia), Johan Yoga (Persib), Dendi Santoso (Arema Indonesia) dan satu pemainnya calon naturalisasi Jordy de Kat. "Maka pada sesi latihan Senin sore nanti, akan ada 24 pemain yang sudah mulai berlatih," katanya. Badan Tim Nasional (BTN) PSSI sendiri untuk tim muda

Indonesia ini siap menggelar Pelatnas jangka panjang hingga 9 Maret mendatang. Indonesia akan melaksanakan pertandingan kandang pada 23 Februari di Palembang dan dilanjutkan pada laga tandang pada 9 Maret mendatang di Turkmenistan. Menurut Iman Arif, Wakil BTN, setelah 9 Maret itu, sebagian pemain akan pulang ke klubnya masing-masing dan beberapa naik ke U-23 untuk tim SEA Games. (ANT)

balap-pembalap yang ada di daerah ini. Ijeck menyebutkan, di sepanjang tahun 2011 ini Pengprov IMI Sumut akan menggelar sebanyak 137 even otomotif yang terdiri dari 125 even resmi, 4 Sprint Rally, 2 Rally Panjang dan 6 Kejurda Motocross. Dari semuanya, juga akan digelar dua even nasional yakni balap motor dan motocross dan rally Sumut Open yang bakal dilaksanakan di Kabupaten Langkat pada bulan April mendatang. Lebih lanjut Ijeck menambahkan, dengan adanya even-even tersebut secara otomatis menjadi ajang bagi seluruh pembalap untukmenambah pengalaman jam tampil untuk mengikuti ke even yang lebih tinggi lagi. Dengan demikian sebut Ijeck, IMI Sumut tetap juga mengharapkan adanya sarana yang memadai untuk melaksanakan even yang berkelas nasional seperti sirkuit. “Untuk saat ini memang kita telah ada sirkuit yang saat ini dalam tahap pengerjaannya. Namun, itupun belum mendekati standar nasional bahkan internasional. Untuk itu pula peran pemerintah untuk segera mungkin memikirkan bagaimana sirkuit itu bisa terselesaikan dengan baik dalam kondisi yang baik pula,” sebutnya. (STARBERITA/YON)

BERIKUT ADALAH PEMAIN TERPILIH UNTUK PRA OLIMPIADE 2012 : 1.Kurnia Mega (Arema Indonsia) 2.Arditani Ardiyasa (Persija) 3.Muhamad Ridwan (Persita) 4.Abdul Hamid Mony (Persiba) 5.Safri Umi (Persiraja) 6.Diaz Angga Putra (Persib) 7.Ahmad Farizi (Arema Indonesia) 8.Gunawan Dwi Cahyo ( Sriwijaya FC) 9.Rahmat Latif (Sriwijaya FC) 10.Fachrudin (PS Sleman) 11.Septia Hadi (PSPS Pekanbaru) 12.Okto Maniani (Sriwijaya FC) 13.Dendi Santoso (Arema Indonesia)

14.Egi Melgiansyah (Pelita Jaya) 15.Hendro Siswanto (Lamongan) 16.Ramdani Lestaluhu (Persija) 17.Nasution Karubaba (Perseman) 18.Engelberth Sani (Pelita Jaya) 19.Johan Yoga (Persib) 20.Rishadi Fauzi (Persita) 21.Aris Alfiansyah (Persela) 22.Titus Bonai (Persipura) 23.Risky Novriansyah (Persijap) 24.David Lali (Persipura) 25.Yongki Ariwibowo (Arema) 26.Ruben Warbanaran (Masih dalam proses WNI & paspo).

Agum Gumelar

Agum: PSSI Sudah Mati Rasa Jakarta-andalas Mantan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) 1999-2003, Agum Gumelar, benar-benar jengkel dengan kondisi organisasi yang pernah dipimpinnya. Ia menyebut pengurus PSSI sekarang sebagai orang-orang yang sudah mati rasa. "Udah pada mati rasa. Udah," kata Agum usai menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional Persatuan Purnawirawan Polri ke III di Hotel Bidakara, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (24/1). Seperti diketahui, Ketua Umum PSSI saat ini, Nurdin Halid, menjadi sasaran kecaman para pencinta sepakbola nasional yang prihatin melihat semakin buruknya kualitas kompetisi dan prestasi tim nasional. Agum meminta ketulusan dan kejujuran hati Nurdin Halid dkk untuk menerima semua kritikan dari penggemar timnas yang ditujukan kepada PSSI. Masukan masyarakat itu adalah salah satu bentuk pembenahan PSSI. Tahun lalu, Agum pernah memimpin Kongres Sepakbola Nasional (KSN) yang digelar atas inisiatif Presiden RI dengan tujuan memberi rekomendasi perbaikan kepada PSSI. Namun, rekomendasi KSN nyatanya tidak dilaksanakan sama sekali oleh PSSI. "PSSI itu itu organisasi yang besar. Organisasi itu punya tugas mulia, punya misi yang mulia untuk perjuangan bangsa bukan sekadar sepakbola. Jadi harus punya kepengurusan yang solid, yang mantab, yang dipercaya oleh seluruh stakeholder," katanya. (DTC)


Selasa

EKONOMI-BISNIS

25 Januari 2011

harian andalas | Hal.

10

Pajak Ekspor CPO

Harga Bumbu Dapur Kembali Normal

Februari 2011 Naik Jadi 25 Persen

Medan-andalas Harga bumbu dapur seperti cabe, bawang dan tomat perlahan mengalami penurunan harga dan kembali normal. Seperti harga cabe merah pasaran Pasar Tradisional Palapa Pulo Brayan Kota Medan yang sempat bertengger di kisaran harga Rp60.000,- per kg kini mengalami penurunan menjadi Rp40.000,-. Eva (29) salah seorang pedagang cabe mengatakan harga yang sekarang relative stabil beda dengan perayaan hari-hari besar. “standart lah dibilang naik nggak di bilang turun juga nggak tergantung barang di pasaran juga” ujarny sambil melayani pembeli. Sedangkan harga cabe rawit Rp40.000,- yang sempat melambung Rp 70.000,- , cabe hijau Rp 24.000,- , untuk harga tomat masih biasa saja berkisar Rp4000,- sampai Rp5000,-. Seperti harga bawang merah mencapai Rp20.000,- per kg, dikatakan Eva untuk harga cabe hijau ada kenaikan sedikit sampai Rp4000,- sedangkan bawang pada saat sekarang stabil lah. “kalau sudah musim hujan biasanya harga bawang susah turun, kemungkinan bertahan atau semakin melonjak,” tambah Eva. Eva menjelaskan hampir rata-rata untuk bumbu dapur sudah mulai normal. “ini sudah biasa harganya, normal lah tetapi kita nggak tau kalau untuk besok, tapi sepertinya standart la, karena sepertinya sudah mulai masuk musim panas, sudah banyak petani yang menanam,” pungkasnya. Sementara itu, salah seorang pembeli kepada andalas mengatakan “ya walaupun masih tergolong mahal tapi kalau untuk sekarang ya sudah mendingan lah, dari pada yang waktu itu jelang Natal dan Tahun Baru ya belum tau juga ni mau Imlek nanti pada naik lagi ato turun.” ujar Memey(32) warga Jalan Krakatau yang sempat kewalahan seaktu harga cabe melonjak. (IKA)

Jakarta-andalas Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menetapkan bea keluar (BK) produk sawit mentah atau crude palm oil (CPO) untuk Februari 2011 sebesar 25 persen. Besaran bea keluar ini sudah naik dari periode Januari yang hanya 20 persen. "HPE (harga patokan ekspor) Februari 2011 untuk CPO, harga referensi US$ 1.266/MT naik dari sebelumnya US$ 1.184,37, HPE US$ 1.194/MT jadi bea keluarnya 25 persen," kata Dirjen Perdagangan Luar Negeri Deddy Saleh kepada wartawan, Senin (24/1). Sebelumnya harga referensi CPO untuk Januari 2011 sebesar US$ 1.184,37 per ton sehingga penetapan BK CPO pada Januari 2011 sebesar 20 persen naik dari sebelumnya 15 persen di Desember 2010. BK CPO periode November 2010 masih sebesar 10 persen. Angka tersebut terus naik dibandingkan September 2010 yang ditetapkan 7,5 persen. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 223/PMK.011/2008 tentang penetapan barang ekspor yang dikenakan bea keluar dan tarif bea keluar, maka diputuskan bea keluar baru. Terhadap penetapan dan pengenaan tarif bea keluar terhadap barang ekspor berupa kelapa sawit dan CPO dan produk turunannya. (DTC)

Industri Pemintalan Minta Ekspor Benang Rayon Dibatasi Jakarta-andalas Para pelaku industri pemintalan meminta pemerintah membatasi ekspor serat rayon, karena kebutuhan industri pemintalan sulit terpenuhi akibat tingginya nilai ekspor benang rayon. Direktur Eksekutif Indotextiles, Redma Gita Wirawasta mengatakan, tekanan yang didapat industri pemintalan tidak hanya pada minimnya suplai serat rayon namun juga pada harga serat rayon yang dibebankan kepada mereka. "Setelah lonjakan harga yang terjadi pada harga kapas, industri pemintalan kembali tertekan oleh sulitnya memperoleh serat rayon. Meskipun Indonesia merupakan produsen serat rayon ketiga dunia dengan produksi total sekitar 380 ribu ton per tahun, tidak menjamin kebutuhan industri pemintalan dapat terpenuhi," ujar Redma dalam siaran pers, Senin (24/1). Dikatakan Redma, produsen rayon dalam negeri kian memprioritaskan penjualan ekspor dibanding penjualan domestik. Data analisa lembaga riset pertekstilan nasional, Indotextiles memperlihatkan porsi penjualan ekspor dari total produksi rayon nasional terus naik dari 29,7 persen di 2007 menjadi 38,7 persen di 2008, 43,9 persen di 2009, hingga menjadi 45,8 persen di 2010 dan menurunkan share penjualan di dalam negerinya. "Harga jual ekspor rayon lebih murah dibanding harga jual ke pasar domestik," tegas Redma. Data olahan Indotextiles mencatat ada perbedaan harga jual per kilogram sekitar 5 sampai 18 cent dolar di mana harga jual ke dalam negeri lebih mahal dibanding harga jual ekspor. Sedangkan harga serat rayon impor justru lebih mahal 13 hingga 44 cent dolar per kilogram dari harga di dalam negeri. "Memang sedikit aneh jika produsen memprioritaskan pada penjualan ekspor dengan harga yang lebih rendah, namun yang pasti kondisi ini menggerus daya saing benang rayon kita," jelas Redma. (DTC)

2010

Jamsostek Bayar Klaim Rp 7,27 triliun

Jakarta-andalas PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) membayar jaminan alias klaim selama 2010 sebesar Rp 7,27 triliun atau naik 3,1 persen dibandingkan periode sebelumnya tahun 2009 yang hanya sebesar Rp 7,05 triliun. Realisasi pembayaran jaminan tersebut terbagi atas jaminan kesehatan, jaminan hari tua, jaminan kematian dan jaminan pemeliharaan kesehatan dengan total jumlah kasus sebanyak 19,50 juta. Demikian disampaikan Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IX DPR di Gedung DPR-RI, Senayan, Senin (24/1). "Data tersebut masih dalam un-audited. Jamsostek terus meningkatkan kinerjanya dengan sangat baik," tutur Hotbonar. Dari sisi jumlah penambahan kepesertaan, dibagi menjadi dua yakni kepesertaan perusahaan dan kepesertaan non perusahaan. Kepesertaan perusahaan mencapai 24.294 peserta untuk 3 paket yakni jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua dan jaminan kematian. Untuk jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian saja sebanyak 482 peserta dan untuk jaminan pemeliharaan kesehatan saja mencapai 15.487 peserta. "Itu rincian data di 8 kantor daerah seluruh Indonesia," tambahnya. Lebih jauh Hotbonar memaparkan, total penambahan kepesertaaan tenaga kerja sampai dengan Desember 2010 mencapai 5,01 juta peserta. Namun Ia mengatakan, untuk peserta program jamsostek non aktif mencapai 7,4 juta dengan saldo Rp 4,9 triliun. Sesuai dengan RUPS 2010 target perolehan dana sebesar Rp 88,4 triliun namun hasil yang direalisasikan mencapai Rp 98,16 triliun. (DTC)

andalas/ant

PERMINT AAN BA PERMINTAAN BATTA MENINGK MENINGKAAT - Seorang pekerja menata batu bata di sentra pembuatan batu bata, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin (24/1). Pembuat batu bata mengaku kini permintaan batu bata meningkat drastis akibat semakin banyaknya warga yang membangun rumah.

Anggota DPRDSU Brilian Moktar

Data Ketahanan Pangan Sumut tak Valid Medan-andalas Anggota Komisi B DPRD Sumut Brilian Moktar SE menilai, data ketahanan pangan di daerah itu tidak valid dan masih harus dipertanyakan. "Data yang disampaikan ke kita pada rapat dengar pendapat antara Komisi B dengan Badan ketahanan Pangan (BKP) tadi tidak valid dan terkesan hanya untuk membuat gubernur senang seolaholah visi-misi 'rakyat tidak lapar' sudah tercapai," katanya, Senin (24/1). Politisi PDI Perjuangan itu mengaku heran karena data yang diterima dari BKP Sumut menunjukkan daerah itu mengalami surplus untuk semua kebutuhan pokok, mulai dari beras hingga cabai. "Tapi kenyataannya tidak seperti itu, karena harga tidak pernah stabil dan rakyat masih banyak yang lapar. Bahkan cabai disebut-sebut salah satu penyebab lonjakan inflasi dan harga beras bisa capai Rp10.

500 per kg," ujarnya. Kondisi tersebut, menurut dia, tidak bisa diterima dan merupakan kesalahan dinas terkait. Brilian Moktar yang juga Bendahara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut mengaku tidak sependapat jika semua persoalan bahan kebutuhan pokok di Sumut disebut akibat adanya "invisible hand" atau karena mekanisme pasar. Melihat situasi iklim, perekonomian dan kebutuhan masyarakat, ia berharap BKP Sumut berperan sebagai "motor" dan menyampaikan persoalan sesungguhnya kepada satuan kerja perangkat daerah (SPKD) terkait. Menurut Brilian Moktar, semua itu bisa terjadi karena tidak ada koordinasi yang baik di antara SKPD terkait. Lebih parah lagi, para kepala daerah sebagai pejabat yang memimpin langsung upaya-upaya mengatasi masalah ketahanan pangan justru tidak sadar bahwa mereka telah gagal. Kasus banjir atau kemarau yang terjadi secara berlebihan di sejumlah negara, katanya, harus jadi kewaspadaan uta-

Brilian Moktar ma. Apalagi negara lumbung beras dunia seperti Thailand dan Vietnam berencana mengurangi ekspor beras mulai tahun ini, dan itu akan sangat membahayakan ketahanan pangan nasional. Namun demikian, ia mengaku sangat gembira karena pada rapat dengar pendapat hari itu BKP Sumut dapat menerima usulan DPRD untuk merancang Rencana Induk Ketahanan Pangan Sumut dan kemudian segera diperdakan.

Menghadapi segala kemungkinan, terutama terkait apa yang mungkin terjadi pada 2012, ia meminta semua SKPD terkait bekerja keras kalau tidak ingin menjadi pihak yang dipersalahkan jika terjadi susuatu terkait ketahanan pangan. Wakil gubernur dan sekretaris daerah diminta segera mengumpulkan SKPD terkait untuk berkoordinasi membahas ketahanan pangan termasuk terkait rencana Thailand dan Vietnam untuk tidak lagi mengekspor beras mulai tahun ini. Sependapat dengan Brilian Moktar, anggota Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Sumut Dadang Darmawan mengatakan, segala persoalan terkait ketahanan pangan di daerah itu lebih karena tidak adanya koordinasi antarinstansi terkait. Pemerintah, menurut dia, tidak mampu mengkoordinir instansi terkait dalam menciptakan ketahanan pangan, karena memang sulit dikoordinasikan. "Tidak satu pun kebijakan ketahanan pangan yang lahir

Osnar Butarbutar Adukan BCA Finance ke BPSK Medan Medan-andalas Merasa dirugikan oleh BCA Finance, Osnar Butarbutar mengadu ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Medan. Pengaduan tersebut diajukan Osnar terkait tidak adanya kejelasan mengenai satu unit mobil Inova tahun 2008 warna hitam, BK 1964 MF, yang cicilannya dibayar lewat BCA Finance. Menurut Osnar Butarbutar, cicilan kredit mobil Inova tersebut selalu dibayarkannya setiap bulan. Walau, mobil yang masih dikredit itu hilang sekira bulan Juni 2010, namun Osnar Butarbutar tetap membayarkan cicilannya ke BCA Finance. Akan tetapi, beberapa bulan sudah berjalan dan mempertanyakan keberadaan mobil tersebut ke pihak-pihak terkait, tidak mendapat jawaban, akhirnya Osnar Butarbutar tidak lagi membayarkan cicilan mobil itu ke BCA Finance. “Saya tidak lagi membayar cicilan mobil itu sejak Agustus 2010 sampai sekarang (Januari 2011). Sebab, sampai saat ini

pihak BCA Finance yang terletak di Jalan Diponegoro Medan menyatakan mobil belum ditemukan. Dan, terkesan tidak mau tahu. Sementara, dari informasi yang saya peroleh, bahwa mobil tersebut sudah ditemukan, namun tidak ada pemberitahuan kepada saya. Malah disebut-sebut mobil itu sudah dilelang pula,” katanya. Anehnya lagi, katanya, sekira bulan Oktober 2010 lalu, seorang kolektor datang ke rumah meminta kontrak kredit dan buku asuransi mobil. “Semua yang diminta kolektor tersebut saya serahkan, sebab dia berjanji akan mengurusnya,” ucap Osnar lagi. Kemudian, jelasnya, kirakira dua minggu setelah itu, kolektor tersebut menyatakan lewat SMS, bahwa mobil inova yang hilang itu sudah ditemukan di Jakarta . Namun, sewaktu kami menghubungi kembali nomor SMS tadi, tidak ada jawaban sampai sekarang. Selang beberapa hari kemudian, masuk lagi SMS yang menyebutkan bahwa mobil su-

dah berada di BCA Finance pusat ( Jakarta ). Namun ketika dihubungi kembali, juga tidak ada jawaban. “Setelah mendapat informasi itu, saya selalu mempertanyakan ke BCA Finance di Jalan Diponegoro Medan , namun kerap mendapat jawaban serupa, bahwa mobil belum diketahui keberadaannya,” katanya. Mearasa ‘dibola-bola’ oleh pihak BCA Finance, akhirnya Osnar Butarbutar mengadukan masalahnya ke BPSK Medan. Sebelumnya, juga telah melaporkan masalah hilangnya mobil inova tersebut ke pihak kepolisian. Hingga saat ini juga belum ada kejelasan. Sementara itu, Hakim BPSK Medan HM Dharma Bakti Nasution SE SH MH membenarkan, bahwa Osnar Butarbutar sudah mengadukan masalahnya ke BPSK. Atas pengaduan Osnar selaku konsumen yang merasa dirugikan, maka pihaknya akan sesegera mungkin memproses sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. (BEN)

melalui koordinasi," ujar staf pengajar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) itu. Karenanya, menurut dia, DKP Sumut mendesak kepala daerah untuk mengambil langkah-langkah kongkrit untuk "menyeret" partipasi semua instansi terkait. "Selama ini tidak ada koordinasi dan kepala daerah justru tidak peduli dengan masalah ketahanan pangan. Karenanya omong kosong jika ada kepala daerah yang berkoar-koar soal ketahanan pangan di daerahnya," katanya. Terkiat data yang menyebutkan Sumut surplus bahan pangan, menurut Dadang Darmawan, kelemahannya pemerintah tidak punya kemampuan membeli gabah atau beras ketika surplus terjadi. Surplus tidak menjadi keuntungan apa pun karena tidak bisa dimenej dengan baik. "Jadi, meski surplus, kita tetap mengimpor dan itu wajar karena pemerintah memang peduli dan tidak mampu mengelola surplus," katanya. (UJ)

Pemerintah akan Tandatangani KKS CBM Jakarta-andalas Pemerintah akan menandatangani sejumlah kontrak kerja sama gas metana batu bara atau "coal bed methane" yang ditawarkan pada 2010. Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Legowo di Jakarta, Senin, mengatakan, penandatanganan akan dilakukan bersamaan dengan pembukaan konferensi dan pameran Indogas 2011 di Jakarta, Selasa (25/1). "Kami masih memfinalisasi kontrak yang akan ditandatangani, Selasa," katanya. Menurut dia, saat ini pemerintah sudah menandatangani KKS 23 blok CBM. Pemerintah menargetkan produksi CBM buat memenuhi kebutuhan pembangkit dapat terlaksana pada 2011. Tahun ini, pemerintah berencana menawarkan 10 blok CBM. Selain CBM, pemerintah akan menawarkan 50 blok minyak dan gas bumi dalam dua putaran lelang wilayah kerja pada 2011. Ke-50 blok migas tersebut terdiri atas 39 yang akan ditawarkan melalui mekanisme tender reguler dan 11 melalui sistem penawaran langsung (direct offer). Pada 2010, pemerintah menargetkan 43 wilayah kerja minyak dan gas bumi, namun hanya terealisasi 21 blok. Kurang tercapainya target antara lain disebabkan keterbatasan data khususnya wilayah kerja lepas pantai yang ditawarkan. Ke-43 wilayah kerja itu ditawarkan dalam dua putaran yakni pertama sebanyak 18 blok dan kedua adalah 24 blok. Penawaran putaran pertama sebanyak 18 blok terdiri dari enam "direct offer" dan 12 tender reguler, sedang 24 blok putaran kedua terdiri dari tujuh "direct offer" dan 17 tender reguler. (ANT)

PLAZA 12.00-14.10-16.20-18.30-20.40 BINJAI 12.45-14.55-17.05-19.15-21.25

PALLADIUM 12.00-14.30-17.00-19.30 SUN THAMRIN 13.00-15.30-18.00-20.30

PLAZA 11.30-13.50-15.10-18.30-20.50 THAMRIN 12.40-15.00-17.20-19.40-22.00 BINJAI 12.15-14.05-15.55-17.4519.35-21.25

PALLADIUM 11.30-13.30-15.30-17.3019.30-21.30 THAMRIN 12.30-14.30-16.30-18.30-20.30 BINJAI 12.30-14.20-16.10-18.0019.50-21.40

THAMRIN SUN 12.00-14.10-16.20-18.30-20.40 PALLADIUM 13.00-15.10-17.20-19.30-21.40

PALLADIUM 12.00-14.10-16.20-18.30-20.40 SUN 13.00-15.10-17.20-19.30-21.40

PRESIDENT 13.00-15.15-17.30-19.45

PLAZA 12.30-14.20-16.10-18.00-19.50

BINJAI 12.00-13.50-15.40-17.3019.20-21.10


KOMUNITAS

Selasa 25 Januari 2011

harian andalas | Hal.

11

Kaum Perempuan Harus Lebih Banyak Masuk Parpol

andalas/ist

PENELITIAN-Koordinator Pendidikan dan SDM Yayasan RSU Helvetia Medan Drs H Ismail Effendi MSi saat menjelaskan pentingnya penelitian dalam seminar sehari STIKes Helvetia Medan, Sabtu (22/1).

Penelitian Harus Mengedepankan Etika Medan-andalas Penelitian merupakan kegiatan untuk memeroleh fakta atau prinsip baik dalam kegiatan penemuan, pengujian maupun pengembangan dari suatu pengetahuan dengan cara mengumpulkan, mencatat, dan menganalisis data. Namun dalam pengerjaannya harus sistematis berdasarkan ilmu pengetahuan (metode ilmiah). Hal itu dijelaskan Koordinator Pendidikan dan SDM Yayasan RSU Helvetia Medan Drs H Ismail Effendi MSi dalam seminar sehari STIKes Helvetia Medan di Hotel Madani, Sabtu (22/1). "Dalam penelitian juga harus ada kaidah yang diikuti serta bicara fakta yang ada. Dari sana baru dilihat antara konsep teori dengan kenyataan saat ini apakah telah terjadi perubahan," kata Ismail. Hadir dalam seminar tersebut BPH Yayasan RS Helvetia Medan Iman Muhammad SE SKom MM, Ketua STIKes Helvetia Medan Darwin Syamsul SSi MSi Apt, narasumber UPKIM PKM UMSU Prof Dr Alesyanti MPd, Dr Ir Evawani Y Aritonang MKes dari

Pascasarjana FKM USU, dan ratusan mahasiswa STIKEs Helvetia Medan. Ditambahkannya, seorang peneliti juga harus meneliti persoalan yang baru. Untuk mendapatkan sesuatu yang baru tersebut ada aspek pribadi yang harus diperhatikan yakni menarik, dikuasai, memiliki data, dan apakah penelitian tersebut dapat diselesaikan. Lektor Kepala Kopertis Wilayah I ini melanjutkan, dalam penelitian biasanya banyak ditemukan hal-hal yang sifatnya mengulang seperti objek yang diteliti. Namun hal tersebut tidak menjadi persoalan asalkan objek penelitian tersebut masih layak diteliti. Dia juga menyebutkan, dalam penelitian harus mengedepankan etika antara lain norma sopan santun, hukum maupun moral. Sebab banyak peneliti melakukan pelanggaran seperti mengubah dan menyalahgunakan data (informasi), publikasi hasil penelitian tanpa izin, menjiplak hasil orang lain tanpa izin, tidak merahasiakan sumber data yang semestinya dirahasiakan, dan tidak menyusun laporan penelitian. (RIL)

Medan-andalas Kaum perempuan harus lebih banyak lagi masuk ke partai politik jika ingin benarbenar mewujudkan kuota 30 persen di parlemen. Selama ini kaum perempuan sangat banyak yang gigih memperjuangkan aspirasi perempuan, tapi sangat sedikit yang mau menjadi aktivis partai. Alhasil, hingga kini kuota 30 persen di parlemen, masih jauh dari kenyataan. "Hal ini antara lain disebabkan kaum perempuan masih cenderung kurang percaya diri terjun dalam kancah politik," kata Anggota DPRD

Sumut Hj Meilizar Latif SE MM. Politisi Partai Demokrat yang terkenal vokal itu menekankan hal tersebut pada Dialog Awal Tahun bertajuk "Menguatkan Komitmen Legislator Perempuan dalam Memperjuangkan Kebijakan dan Anggaran yang Pro Perempuan di Sumut" yang diselenggarakan Perkumpulan Sada Ahmo (Pesada) dan Jarak Perempuan Sumut di Hotel Dharma Deli Medan, Senin (24/1). Terkait dengan perlunya kaum perempuan berpolitik itu, Wakil Bendahara DPD Partai Demokrat Sumut ini mengimbau kaum perempuan agar senantiasa memperkaya wawasan ilmu pengetahuan untuk mendukung peningkatan produktivitasnya. Meilizar menambahkan, belum tercapainya kesetaraan gender di bidang politik di tanah air selama ini, antara lain karena munculnya keraguan para pemilih terhadap caleg

Maha Guru Sheng Yen Lu Akan Kunjungi Medan Medan-andalas Buddha Hidup "Sheng Yen Lu" akan mengunjungi sejumlah rumah ibadah di Kota Medan dan melakukan "abhiseka" kepada umatnya yang berada di Sumatera Utara. “Beliau direncanakan datang ke Medan akhir Februari nanti. Kedatangan beliau juga untuk menghadiri pameran buku dan menandatangani buku di Sun Plaza, Medan,” ujar Vajra Acarya Lian Zu kepada wartawan di Medan, Senin (24/1). Sosok Buddha Hidup Sheng Yen Lu luar biasa. Betapa tidak. Dalam kurun waktu 40 tahun, dia memiliki pengikut atau umat mencapai lebih dari lima juta orang. “Itu makanya pendiri aliran Buddha Tantrayana Buddha Hidup Sheng Yen Lu ini namanya cukup kesohor dan sudah mendunia,” ujarnya. Menurut Vajra Acarya Lian Zu, maha guru ini juga telah mendirikan Vihara Lei Zhang Shi yang diperkirakan berjumlah 400 unit tersebar di seluruh dunia. Dari hasil karya tulisnya selama 40 tahun, Sheng Yen Lu telah merampungkan sedikitnya 220 jilid buku. Buku yang ditulis Buddha Hidup ini mengandung aliran Tao, Zen, dan kata-kata bijaksana serta

andalas/ist

PAMERAN BUKU - Buddha Hidup Sheng Yen Lu sedang menghadiri pameran buku di Gao Xiong - Taiwan pada 11 November 2010. tata letak tempat tinggal (feng sui). Dalam hasil karyanya, Sheng Yen Lu tak lupa menggoreskan kisah perjalanan hidupnya sendiri. “Dan banyak hasil dari buah pemikiran maha guru ini dengan berbagai tema yang sesuai dibaca masyarakat masa kini,” terang Lian Zu. Mengingat banyaknya hasil karya

Buddha Hidup ini, lanjutnya, membuat parlemen perpustakaan Amerika Serikat mengumpulkannya dan memberikan penghargaan sebagai tokoh terkenal. Bahkan mantan Presiden Amerika Serikat, Clinton pernah secara khusus memberikan ucapan ulang tahun kepada Maha

KABAR DUKACITA YAU CEN LIE

Medan-andalas Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Medan Area (UMA) Ir Zulheri Noer MP mengatakan, kreatifitas adalah modal dasar mahasiswa menuju sukses. Melalui kreatifitas mahasiswa akan berdaya saing tinggi dan memiliki kemampuan untuk berkarya. Hal ini disampaikan Zulheri Noer saat peluncuran film perdana Movie Kampus berjudul “Siapa Aku” di kampus I UMA, Jalan Kolam, Medan Estate, Sabtu (22/1). Film tersebut disutradai Boy Rahmansya, mahasiswa Fakultas Psikologi UMA. “Film ini merupakan hasil karya dan murni kreatifitas kelompok peminat seni peran. Film yang berdurasi 120 menit ini diputar di convention hall selama tiga hari dan ditonton mahasiswa dari berbagai fakultas,” kata Zulheri. Film ini, menceritakan tentang kehidupan nyata dan pencarian jati diri selaku mahasiswa, persahabatan dan tak luput dari permasalahan percintaan. Film tersebut diperankan Muhammad Syaputra sebagai Elang, Risky Mahdayani sebagai Bunga, Sartika Siregar sebagai Ayu, Sonya Sinangurai sebagai Putri, Rudi Rahmat sebagai Angga, Anjar sebagai Beno, Sumardana sebagai Handy, Fahmi sebagai Rija, Indra sebagai Joni, Arif Rahman sebagai Pak Handoko, Bembeng sebagai Jeje, Heny sebagai Tante Bunga. Sedangkan Tohir Lana bertindak sebagai produser dan Faris selaku editing. Zulheri berharap, ke depan semakin banyak bermunculan kreatiftas mahasiswa. Menurutnya, ini merupakan nilai tambah bagi mahasiswa selain memiliki kompetensi akademik, juga memiliki nilai seni yang layak jual. “Kemampuan semacam ini sangat diperlukan di era global. Dan film ini direncanakan dipersiapkan untuk mengikuti Pekan Seni Mahasiswa Nasional – Peksiminas di NTB tahun depan,” ujarnya. (HAM)

(tutup usia 87 tahun) Pada hari Minggu, 23 Januari 2011 pukul 07.10 WIB di kediaman kami Komp. Cemara Indah Jl. Aluminium Raya No. 9-G Medan. Jenazah mendiang disemayamkan di Balai Persemayaman Angsapura Blok-2 Jl. Waja No. 2-4 telp. 7345503 7364202 Medan dan akan dikebumikan hari Kamis, 27 Januari 2011 pukul 10.00 WIB di Pekuburan Tionghoa Galang.

KAMI YANG BERDUKACITA YAU SUI MEI YAU SUI CIN Menantu perempuan AILI ATIK DAMANIK VERA CONNIE TAHARUDDIN - USA Menantu laki-laki KHO BUN HUA LIM HOK HENG (†) MAK KENG LIM Cucu dalam laki-laki YAU CE YANG YAU CE YONG YAU LI SEN Cucu dalam perempuan YAU LI HONG NOVERA TAHARUDDIN - USA

Cucu luar laki-laki WIRAWAN SUNARYO HALIM Drg. MARTONO KELVIN MAYKEL YUWANDI YUWANTO Istri cucu luar LENNY KRISTINA Drg. YUNI Cucu luar perempuan WIRAWATI WIRIANA WIRATNA WIRADANI HENNY HALIM

MONY HALIM MELINA MAYKEL Suami cucu luar YOIKI PENDAPOTAN DANIEL JONI RUSLI JOHNNY KEE Cicit luar laki-laki YOVIN PENDAPOTAN Cicit luar perempuan MICHELLE RUSLI FELICIA RUSLI CELINE CECILLIA KEE GILLIAN FRANCES KEE Abang kandung YAU A TAK & Kel. YAU SIE MIN (†) & Kel.

Guru Buddha Hidup Lian Sheng Lu lewat kartu ucapan. "Yang menggemparkan, dari setiap arena pameran, hasil penjualan menembus ribuan buku. sehingga hasil karya Maha Guru Lian Sheng Lu masuk dalam daftar urutan penjualan buku terlaris,” ungkapnya. Selain ke Kota Medan, kata Lian Zu, Maha Guru Buddha Hidup Lian Sheng Lu juga akan mengunjungi empat kota besar lainnya di Indonesia yakni Jakarta, Surabaya, Kalimantan, dan Palembang. Menurut Lian Zu, Maha Guru Buddha Hidup Sheng Yen Lu sudah berulang kali berkunjung ke Indonesia dalam kurun waktu 10 tahun belakangan ini. Umat Buddha di Indonesia, katanya, sudah lama menaruh harapan yang mendalam agar mendapat abhiseka dari Buddha Hidup Sheng Yen Lu. “Yang pasti, pemimpin Buddha ini segera menuju negara yang terdiri dari beribu-ribu pulau ini. Dan dalam waktu yang singkat selama dua minggu beliau menghadiri sejumlah tempat ibadah serta memberikan abhiseka memenuhi permintaan para umat,” terangnya.(DI)

UMA Luncurkan Film Karya Mahasiswa

Telah meninggal dunia dengan tenang, ayah/mertua/kakek/kakek mertua/buyut/saudara/ipar kami yang tercinta.

Ayah YAU SE MOI (†) Ibu KWAN HUI TIN (†) Ayah mertua THE TEK CANG (†) Ibu mertua LIE KUN TIE (†) Istri THE BUN ENG (†) Anak laki-laki YAU BUN KHENG YAU BUN CHIANG YAU KHUN LIANG - Jkt Anak perempuan YAU SUI SIM YAU SUI FANG

mewujudkan kuota 30 persen kaum perempuan di parlemen itu, Meilizar menegaskan, perlunya sanksi yang tegas kepada partai politik yang tidak mau menyertakan keterlibatan 30 persen kaum perempuan sebagai calon legislatif. Sementara, menyinggung soal keterlibatan anggota legislatif perempuan dalam penyusunan anggaran yang berpihak kepada kepentingan kaum perempuan, Meilizar mengatakan, selama ini pihaknya sudah cukup banyak memperjuangkan realisasi anggaran yang diperuntukkan bagi kepentingan perempuan di Sumatera Utara. Dialog Awal Tahun yang berlangsung penuh antuasias itu juga menampilkan Anggota DPD RI Prof Darmayanti Lubis. "Keberadaan DPD saat ini butuh pembenahan mendasar. Kalau tidak segera dibenahi, sebaiknya dibubarkan saja," katanya. (UJ)

perempuan. "Di sisi lain, masih terdapat ketidakpahaman kaum pria terhadap isu gender, sehingga sering muncul negative thinking terhadap keterlibatan perempuan dalam politik," katanya. Padahal, sejatinya kualitas intelektual kaum perempuan yang di dalam ajaran Islam disebut sebagai 'Ummu Madrasah' (sarana pembelajaran), tidak kalah bahkan sering kali lebih unggul dibandingkan kaum pria. "Karenanya kaum perempuan harus pede (percaya diri) berkiprah di bidang politik," imbaunya. Tak cuma soal calon legislatif, Meilizar juga menekankan pentingnya elite partai politik mempertimbangkan dan atau memperhatikan keterwakilan kaum perempuan dalam rekrutmen para calon kepala dan wakil kepala daerah. Berkenaan dengan pentingnya

Kakak kandung YAU AI LIEN & Kel. Abang ipar THE KUANG PIN (†) & Kel. Adik ipar laki-laki THE KUANG CAU (†) & Kel. THE BUN HOK & Kel. THE KUANG HUI (†) & Kel. THE KUANG MIN (†) & Kel. THE KUANG YAU & Kel. Beserta kemanakan/keponakan Dan segenap keluarga - Komplek Cemara Indah Jl. Aluminium Raya No. 9-G Medan.

BERITA DUKACITA

YAYASAN BALAI SOSIAL HENRY WIJAYA JL. BAKARAN BATU NO.1 MEDAN TLP.(061) 7367339 - 7369359 Blok

VIP-B

Nama

LIANG CIN AN

Umur (Thn)

72

Alamat

Jl. A. Yani V No. 43 Medan

Meninggal (Tgl/Jam) 22-01-11 14.30 WIB

Berangkat (Tgl/Jam)

26-01-11 12.00 WIB

Keterangan / Tempat

Diperabukan

BERITA DUKACITA

BALAI PERSEMAYAMAN ANGSAPURA JL. WAJA NO. 2-4 MEDAN TELP. 7345503, 7361328, 7360873 B lok

N ama

U mur (Thn)

Alamat

Meninggal (Tgl/Jam)

B erangkat (Tgl/Jam) K eterangan / Tempat

1

NG CHUN HUI

70

Jl. S i si ngamangaraja No. 17 Sp. A mplas Medan

23-01-11 10.00 WIB

26-01-11 12.00 WIB

D i perabukan

2

YAU CEN LIE

87

K omp. C emara Indah Jl. A lumi ni um Raya No. 9 G Medan

23-01-11 07.10 WIB

27-01-11 10.00 WIB

D i kebumi kan

4

OEI ONG HUA

56

Jl. Flores No. 9 / 33 Medan

24-01-11 01.20 WIB

27-01-11 14.00 WIB

D i perabukan

8

TJHEN YOEK KHENG

83

Jl. B . K atamso No. 12 A K omp.Istana B i sni s C enter Medan

21-01-11 09.10 WIB

26-01-11 11.00 WIB

D i perabukan


SUMATERA UTARA

Selasa 25 Januari 2011

harian andalas | Hal.

12

Pasca Putusan MK

KILAS

Camat STM Hilir Abaikan Keluhan Warga STM Hilir-andalas Masyarakat Gunung Rintis Dusun III Sidodadi, Kecamatan STM Hilir Kabupaten Deli Serdang, menuai kekecewaan. Mereka menilai, di bawah kepemimpinan camat yang baru, seolah tidak punya ketegasan dalam bertindak. Menurut warga yang berdomisili di Talun Kenas, sudah capek menyetop galian C ini mereka juga dilanda ketakutan, karena preman galian C sering hilir mudik memantau warga, yang akan melakukan aksi penyetopan. Keberatan masyarakat terhadap pihak pengusaha PT JSI cukup beralasan, karena pengerukan yang dilakukan kedalamannya mencapai 8 sampai 10 meter. Selain itu, masyarakat juga mengeluhkan kerusakan badan jalan yang baru saja dibangun dengan dana APBD, kini hancur total akibat sering dilalui truk tronton roda 10 melebihi tonase. Humas PT JSI, Junaedi yang telah berjanji kepada warga beberapa hari lalu, tidak akan menjalankan armadanya sebelum perjanjian tuntutan masyarakat terealisasi, ternyata hanya isapan jempol belaka. Fakta di lapangan malah menambah jumlah armada yang beroperasi. Masyarakat mengimbau Bupati Deli Serdang, Bapedalda, Sat Pol PP dan instansi terkait segera meninjau ke lokasi galian C tanah putih PT JSI, agar permasalahan dan dampak yang diderita warga dapat dirasakan langsung. Sementara Camat STM Hilir, Marakali SSos yang dikonfirmasi seputar keluhan warga tersebut tak berada di tempat, dan saat dihubungi melalui telepon selularnya juga tidak diangkat. Ketua Harian Forum Deli Pers Sumut Indra Jaya Sembiring mengecam, tindakan preman yang menakuti warga. Dia menyayangkan, program GDSM yang dicanangkan Bupati Amri Tambunan berantakan, karena ulah sekelompok yang mengutamakan keuntungan pribadi. "Galian C harus segera ditutup," tegasnya.(STP)

Ketakutan Politik Melanda Anggota DPRD Labura Aek Kanopan-andalas Terbitnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 124/PUU-VII/2009 tanggal 26 Agustus 2010, yang membatalkan pasal 348 ayat (1) huruf c dan Pasal 403 Undang-undang nomor 27 tahun 2009, tentang tata cara pengisian kursi anggota DPRD memungkinkan terjadinya 'bongkar pasang' kursi di DPRD Labura. Hal ini menimbulkan ketakutan politik, bukan hanya terhadap para anggota DPRD Labuhan Batu Utara, yang saat ini sudah duduk di kursi empuknya. Tapi juga membuat pihak KPUD Labura seakan enggan membicarakan putusan tersebut. Hal ini terungkap saat andalas, Senin (24/01) berupaya mengonfirmasi Divisi Hukum KPUD Labura Habibullah SP, tentang surat permohonan eksekusi atas putusan MK tersebut dari 13 calon anggota legislatif (caleg) dari Kabupaten Labura, Selatan dan induk yang kemungkinan dapat duduk di kursi DPRD jika

putusan tersebut diakomodir KPU pusat dan daerah. "Memang kita ada menerima surat dari 13 caleg yang dikuasakan pada penasihat hukum. Namun surat itu ditujukan kepada KPU pusat dan KPUD Labura hanya sekadar tembusan," ujarnya. Ketika disinggung lebih jauh apakah pihak KPUD Labura sudah berkoordinasi atau pernah membicarakan persoalan ini di internal, Habibullah langsung buang badan dan sungkan memberikan keterangan."Untuk masalah putusan MK itu, memang sudah kita baca, tapi saya tidak dapat memberikan

keterangan. Silahkan saja ditanyakan kepada ketua dan apa yang disampaikan ketua itulah final," ujarnya, seakan menepisn azas tertinggi KPU, dalam pengambilan keputusan adalah rapat pleno. Sikap anggota KPUD Labura yang terkesan tidak mau tahu dengan situasi dan kurang memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan tugas ini, mendapat tanggapan keras dari salah seorang mantan anggota dan Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan Kualuh Hulu, Drs Haris Muda Daulay, Senin (24/1), yang menilai kinerja anggota KPUD Labura sangat memprihatinkan dan terkesan hanya sebagai 'cleaning service' bagi beberapa pihak yang mempunyai kepentingan terhadap putusan MK tersebut. "Inilah yang terjadi jika sesorang itu ditempatkan bukan pada porsinya.Kondisi saat ini menjadi corak asli para elite di Kabupaten Labura,

selalu saja bermental seperti seorang "cleaning service". Selalu takut menyampaikan sesuatu yang benar dan bersifat umum kepada masyarakat, yang timbul hanya kalkulasi politik dan kepentingan, bukan tanggung jawab dan kewajiban," tegasnya. Saat ini masyarakat membutuhkan penjelasan tentang putusan Mahkamah Konstitusi yang telah membatalkan pasal 348 ayat (1) huruf c dan pasal 403 Undang-undang nomor 27 tahun 2009 tentang Pemilu. "Mestinya diminta atau tidak pihak KPUD Labura wajib memberikan penjelasan dan pemahaman soal putusan itu kepada masyarakat, bukan malah berupaya menutup rapat-rapat putusan itu," tegasnya. KPUD Labura harus tegas, karena ini menyangkut konstitusi. Jangan bermain api atau membuat hitungan matematik untung rugi. Sebab, putusan MK berlaku secara nasional dan mempunyai legalitas hu-

HUT Langkat Disemarakkan Pentas Seni

Diduga Keracunan, Sinaga Mendekam di Rumah Sakit

Stabat- andalas Menyemarakkan Hari Jadi Langkat ke-261 pada tiga malam berturut-turut diselenggarakan pagelaran pentas seni etnis yang berlangsung di Alun-alun T Amir Hamzah Stabat. Secara bergiliran 11 etnis yang bermukim di Bumi Langkat diberikan kesempatan untuk tampil selama 60 menit memperkenalkan budayanya masing-masing. Semua bangga, termasuk masyarakat, bupati, Wakil Bupati dan Sekdakab Langkat. “Kita sangat appresiasi atas penampilan etnis dengan ragam budayanya, ”kata Sekdakab Langkat Drs H Surya Djahisa MSi, mewakili Bupati yang hadir setiap malam menyaksikan bersama sejumlah pejabat dan masyarakat, termasuk para tokoh etnis. Pemkab Langkat sebagaimana harapan Bupati Ngogesa Sitepu, kata Surya, tetap berkomitmen menjaga harmonisasi kebersamaan antar etnis yang ada sebagai perwujudan semangat berbhineka Tunggal Ika. Walaupun secara historis Bumi Langkat merupakan tanah Melayu namun suku terbesar di daerah ini mayoritas etnis Jawa. Namun demikian, itu bukan menjadi masalah, sebab masyarakat menyadari bahwa kita merupakan bangsa yang besar dengan beragam suku. Bupati Ngogesa pada hiburan rakyat yang digelar saat puncak peringatan Hari Jadi pada 17 Januari lalu, menyatakan agar kita bangga menjadi bangsa yang berbhineka, sebab kita dapat mengetahui beragam budaya suku bangsa. (BD)

Pencairan Dana PNPM Mandiri Lamban Batu Bara-andalas Proses pencairan dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri dinilai lamban. Kelambanan itu membuat salah satu supplier menjadi kesal dan meminta melalui pemberitaan media untuk mempertanyakan kapan pencairan pemenang lelang tender PNPM di Desa Bogak. Pemenang tender bahan material lelang PNPM di Desa Bogak Azwar Awang mengatakan, kekesalannya terhadap proses pencairan yang dinilai terlalu lambat. Padahal dirinya sudah menyiapkan pekerjaan pada 1 Desember 2010 lalu. "Namun hingga kini belum juga cair," ungkap Azwar kepada andalas, Senin (24/1). Menurutnya, dia merasa kesal karena alasan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) tidak pernah pasti menjanjikan pencairan terhadap pengadaan bahan material yang sudah dimasukkannya. ''Dari hari ke hari katanya akan cair, tapi nyatanya hingga kini kok tidak cair-cair juga,"kata Azwar dengan kesal. Anehnya, belum lagi selesai pencairan dari pemenang lelang September 2010 lalu, kini PNPM sudah dilelang kembali. (ZN)

kum dan sebagai instansi pelaksana hukum dan undangundang pihak KPUD Labura harus mengambil langkahlangkah untuk dapat mengakomodir dan menerapkan putusan itu di Labuhanbatu Utara. Sebelumnya 13 caleg yang memajukan surat permohonan eksekusi melalui kuasa hukumnya melayangkan surat dengan nomor B-01/Adv/ I/2011, ditandatangani M Sulaiman Saleh SH MHum dan Abdul Hakim SH. Ke-13 caleg itu, Khairul Dalimunthe SAg (PBB), Atni P Soeya SH (PD), Ir Mulyanti (PPP), Irham Nasution (PD) dan Karim Muhammad (PMB) dari Kabupaten Labuhan Batu dan H Lahmuddin (PKS), H Abdul Rahim Ritonga (PBB), M Gandi Faisal Siregar (PAN) dari Labusel serta M Rulis Harahap (PAN), Drs Aminurrsyid Aruan (PKS), Darmin Pane (PBR), Syahnal (PPP) dan Zia Ulhaq Khomeny (PDIP) dari Labura. (IM)

andalas/supriyadi

Saelan, warga Desa Sinah Kasih, menunjukkan pohon sawit milik PT PT SL, yang ditanam di pekarangan rumahnya.

DPRD Sergai Kecam Arogansi PT SL Sei Rampah-andalas Aksi arogansi dilakukan PT Soeloeng Laoet (SL) yang bergerak di bidang perkebunaan kelapa sawit dikecam anggota DPRD Sergai. Pasalnya, dinilai merugikan warga yang berdomisili Desa Sinah Kasih, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai. Sebab, areal pekarangan rumah warga ditanami pohon kelapa sawit. Padahal masalah tersebut pernah bergulir sampai ke pengadilan yang dimenangkan warga. Seharusnya perusahaan menemui pemilik lahan sebelum ditanami tanaman kelapa sawit, dan menyelesaikannya secara proses hukum melalui prosesuder yang benar. "Jangan melakukan tindakan

yang salah kepada masyarakat kecil tanpa selesai terlebih dahulu proses hukum lahan itu," kata Ir Loso Mena ketika mendampingi warga membuat laparan ke Mapolres Sergai, Senin (24/1). Terpisah, Saelan (60) warga Desa Sinah Kasih, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Sergai, usai membuat laporan salah seorang warga yang merasa dirugikan dengan ditanami pohon kelapa sawit di areal pekarangan rumahnya. Ia menuturkan, sebelumnya lahan yang menjadi masalah dengan perkebunan kelapa sawit itu adalah milik PT Soeloeng Laoet. Tetapi atas surat izinnya diberikan kuasa untuk menempati sekaligus

menggunakan lahan seluas 46 X 66 meter. Pemberian lahan itu bukan tanpa sebab musabab atau percuma, masih kata Saelan, melainkan mengingat jasanya serta sebagai pengganti uang pesangon setelah berhenti dari perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit tersebut. “Kebijaksanaan itu dilakukan perusahaan melalui Komisaris atau Pejabat Administratur Tengku Razali, pada tahun 1984. Masalah mulai timbul, setelah bergantinya pemilik perusahaan dari yang lama kepada yang baru,"beber Saelan seraya memperlihatkan bukti surat penyerahan dari perusahaan kepada dirinya. (RYAD)

Tanah Karo-andalas Horas Sinaga (12), bocah warga Jalan Samura Kabanjahe yang masih duduk di Kelas VI SD, terpaksa mendekam di RSUD Kabanjahe, karena mencicipi isi kemasan plastik kecil yang diduga salah satu bahan pengawet komponen elektronik dan furniture. Keterangan dihimpun andalas, Senin (24/1) sekitar pukul 11.30 WIB, siswa SD 040445 ini sepulang sekolah berjalan santai bersama rekan-rekan hendak menuju rumah masingmasing. Di Jalan Veteran mereka melihat sebungkusan kecil berwarna putih bertuliskan huruf Thailand. Putra keempat dari lima bersaudara, yang menetap di Jalan Samura, Gang Tambun Kabanjahe ini mengingat banyak jenis makanan berupa serbuk dengan khayalan tak menentu secara iseng mengambil dan menjilat isi bungkusan tersebut. “Kami pikir makanan serbuk yang dicelup dengan permen, begitu dibuka dan dicicipi oleh Horas, datang teman kami menepuk isi bungkusan sehingga tersembur ke arah wajah dan sekujur tubuhnya,” ungkap Marulitua Sinaga, siswa SD Kelas V, yang juga adik kandung korban. Belum lagi mereka sampai di rumah, tiba-tiba lehernya terasa panas, oleh teman korban langsung dibawa ke klinik terdekat. Dengan pertolongan sementara korban disarankan agar dirujuk ke RSUD Kabanjahe. “Korban keracunan bahan yang tidak dikenal, kemungkinan dilihat dari bungkusan seperti pengawet elektronik ataupun lemari, karena di label bertuliskan bahasa Thailand dan Inggris yang artinya jangan dibuka dan jangan dimakan. Jauhkan dari anak-anak,” kata Dr Kasta Br Ginting, dokter jaga RSUD. Sementara orang tua korban Mariatta Br Silaban yang berprofesi sebagai pedagang sayur mayur merasa kaget atas kejadian itu. (LAMS)

Gerakan Pramuka dapat Membangun Akhlak WAKIL Wali Kota Binjai Timbas Tarigan mengajak sekolah swasta di Kota Binjai, untuk bergabung dalam kepramukaan. Melalui gerakan Pramuka akan membangun akhlak anak bangsa yang baik, tangguh, berpikir positif, percaya diri, disiplin, inovatif dan setia kawan. Hal tersebut disampaikan dalam kunjungannya di Perguruan Methodist Binjai, Senin (24/1). Wakil wali kota didampingi Kepala Dinas Pendidikan Dwi Anang Wibowo, Kepala Bidang Ketenagaan T Syarifuddin, Camat Binjai Utara Zulfikar disambut Ketua Yayasan Perguruan Methodist Petrus SH.

andalas

Menurut wakil wali kota, saat ini baru sekolah negeri tergabung dalam gerakan Pramuka Kwarcab Binjai. Kini sekolah swasta di Kota Binjai diajak bergabung.Timbas Tarigan menekankan pentingnya kegiatan Pramuka, terlebih di era globalisasi sebagai bagian dari upaya membangun karakter bangsa. “Saat ini anak-anak disuguhi permainan yang bersifat individualistis seperti game komputer dan playstation. Dengan Pramuka anak akan mengikuti berbagai kegiatan bersifat pelatihan dan keterampilan,”kata Timbas Tarigan Ketua Yayasan Perguruan Methodist, Petrus, menyambut

baik ajakan wakil wali kota agar siswanya ikut dalam kegiatan kepramukaan. Petrus juga mendukung program Dinas Pendidikan Kota Binjai melalui kepala dinas yang baru untuk meningkatkan disiplin, pelayanan dan mutu pendidikan. Program tersebut dinilainya sejalan dengan visi misi tujuan Perguruan Methodist untuk mewujudkan anak, yang tak hanya memiliki kemampuan intelektual tinggi tapi juga memiliki kecerdasan emosi dan spiritual. Petrus menawarkan kerjasama les bahasa Inggris gratis bagi PNS Pemko Binjai, dengan menggunakan laboratorium

bahasa milik perguruan tersebut. Tawaran tersebut disambut antusias wakil wali kota yang langsung menyatakan mendaftar sebagai peserta. Petrus memaparkan beberapa program perguruan Methodist antara lain setiap guru wajib memiliki laptop (one teacher one laptop) dan wajib les bahasa Inggris dan komputer. Sebelumnya, Wakil Wali Kota Binjai dan rombongan berkunjung ke Perguruan Ahmad Yani, untuk menyampaikan ajakan bergabung dalam Pramuka. Rombongan disambut Kepala SMA Ahmad Yani Ngulihi Sembiring dan koordinator sekolah Dra Nuraini. (MKI )

andalas/ m kamil ismail

Wakil Wali Kota Timbas Tarigan, bersama Ketua Yayasan Perguruan Methodist Binjai Petrus SH.

WARTAWAN DAERAH LANGKAT: Hasrizal, Budi Zulkifli, Syaiful Amri, Subur Syahputra BINJAI: M Kamil Ismail DAIRI: Sondang Silalahi HUMBANG HASUNDUTAN: Marganda Lumbangaol DELISERDANG: Firdaus Tanjung, TH Sihombing, Bobby Lusaka Purba SERGAI: Supriyadi TEBINGTINGGI: Riady Kasidi KABANJAHE: Lamhot Situmorang SIANTAR/SIMALUNGUN: Agus Salim HT Haean,Larhamsimare-mare, Edi Pangaribuan KISARAN: Hamdan Rangkuti BATUBARA: Zulkifli Nasution LABUHAN BATU: Iwan Lugas & Cerdas Kesuma LABURA: M Ilyas Munthe, Nurdinsyah SAMOSIR: Fransiskus Sitanggang TAPUT/TOBASA: Caisar HP SIBOLGA/TAPTENG: Parlin Gultom NIAS SELATAN: Edy Gunawan Zebua MADINA: Choirullah Lubis PALAS: M Effendi Pohan BANDA ACEH: Salman, Afrizal, Sopyan, Reza Gunawan. SIGLI: Dhian Anna Asmara, Tasbir BIEREUN: H Suherman Amin,M Husin Spd, Juanda Iskandar. KUTACANE: Jamuddin Selian, Alwahidi, Arifin Desky. LANGSA: DD Harison. LHOKSUKON: Usman Cut Raja. BLANGPIDIE: Supriyan MS.


Selasa 25 Januari 2011

SUMATERA UTARA

harian andalas | Hal.

13 andalas/FAS

KILAS

Setengah Kios Pasar Sidikalang Belum Ditempati Sidikalang-andalas Sudah hampir dua minggu, sejak para pedagang Pasar Sidikalang mendatangi DPRD Dairi, mendesak Pemkab dan PD Pasar Jaya, agar seluruh pemilik menempati kiosnya. Namun, kondisi Pasar Sidikalang masih tetap belum berubah. Imbauan Bupati Dairi, supaya segera menempati kios masing-masing disertai ancaman sanksi, jika dalam tempo dua minngu pemilik kios tidak juga berjualan di kiosnya, PD Pasar Sidikalang akan menarik kunci, ternyata tidak digubris para pemilik. Sementara para pedagang yang sudah menempati kiosnya mengatakan, semua imbauan bupati, sepertinya hanya gertak sambal dan pepesan kosong belaka. "Buktinya, tetap saja mereka tidak membuka kiosnya,"kata Limbong, salah seorang pedagang pakaian. Menurut Limbong kepada andalas, Senin ( 24/ 1), bila para pemilik kios patuh kepada Pemkab dan aturan PD Pasar Sidikalang, dipastikan Pasar Sidikalang akan ramai khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru kemarin. Tapi, sayangnya, para pemilik kios tetap membandel dan sebenarnya mereka banyak memilki toko di luar Pasar Sidikalang. Selanjutnya, kios mereka dikontrakkan dengan harga mahal. Karena kontrak yang kelewat mahal itu pula, pedagang yang tidak mampu mengontrak, akhirnya berjualan di pinggir atau di luar kios, yang sudah dibangun pemerintah yang awalnya bertujuan untuk mewujudkan kenyamanan para pedagang serta pembeli melakukan transaksi. Senada dengan, pedagang sembako Sitartar Katikuru mengatakan, kalau dari awal Pemkab dan PD Pasar Sidikalang bersikap tegas kepada para pemilik kios, niscaya Ppasar Sidikalang akan hidup dan dagangan para pedagang dapat terjual laris manis. "Entah di mana duduk perkaranya, yang menjadi penyebab, sehingga pemilik kios sepertinya sengaja membiarkan kiosnya kosong selama berbulanbulan," kata Sitartar Katikuru. Pantauan andalas, baru 50 persen kios yang terisi. Sedangkan kios lainnya masih terkunci rapat. (SS)

Rumah Suparno setelah dipugar tampak lebih mentereng (kiri) . Sementara rumah Sukiwan hanya jadi penonton (atas)

Program Stimulan Perumahan Disinyalir Bermasalah Kisaran-andalas Program Stimulan Perumahan Swadaya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah yang dikucurkan pemerintah pusat sebagai wujud kepedulian dalam meningkatkan kualitas perumahan layak huni untuk Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kota Kisaran Barat Asahan disinyalir bermasalah. Kelurahan Sidodadi yang menerima bantuan stimulan tersebut berjumlah 75 unit rumah, masing-masing rumah yang mendapat tersebut diberikan bantuan berupa bahan bangunan sebesar Rp.5 juta. Sementara jasa pekerja untuk memugar ataupun memperbaiki rumah tersebut diberikan pemerintah setempat melalui

kecamatan sebesar Rp500.000. Hasil liputan andalas bersama sejumlah Lembaga Pemerhati yakni DPP LSM Target, DPP LSM Radar dan DPP LSM Laskar Garuda, Senin (24/1), terdapat beberapa rumah yang berada di lingkungan III Kelurahan Sidodadi sudah tidak layak huni belum mendapatkan bantuan yang dikucurkan pemerintah tersebut. Selain itu, menurut keterangan Suparno warga Lingkungan III, yang merupakan buruh lepas pada Dinas Tata Kota mengatakan, bahwa pihaknya merasa bersukur mendapatkan bantuan stimulan sebesar Rp.5 juta. Namun bantuan pemerintah yang telah kami terima tersebut sepa-

ruhnya sebesar Rp 2, 5 juta akan dikembalikan kepemerintah melalui diangsur perbulan sebesar Rp 50.000. Selain itu dari sejumlah rumah yang mendapatkan perbaikan tersebut, diketahui bahan bangunan yang diberikan oleh pihak koordinator selaku pihak pemugaran rumah di Kelurahan Sidodadi tersebut seperti daun jendela, kosen, pintu, papan, broti serta resplang digunakan adalah bahan kayu sempengan bermutu paling rendah, sehingga dipastikan kualitas bahan tersebut akan bertahan dalam hitungan bulan saja. Hasil konfirmasi andalas kepada PPK atau Koordinator pemugaran perbaikan rumah di

kelurahan dimaksud, Atang Suriadi di kediamannya mengatakan, pihaknya selaku pelaksana dalam menjalankan program stimulan hanya menerima data dari Kepling (kepala lingkungan) setempat yang telah diketahui Lurah Sidodadi dan Camat Kisaran Barat. Selanjutnya pihaknyalah bekerja dalam pemugaran tersebut. Namun disinggung mengenai pengembalian dana stimulan oleh pihak penerima bantuan, Atang Suriyadi belum bisa menjawab dan hanya menyarankan menanyakan hal ini kepada Pokja Kecamatan atau Kadis Sosial. Sementara, menurut pemerhati sosial di kota ini,

Wali Kota Binjai Minta Bagian ke Pertamina Wali Kota HM Idaham diabadikan pengurus PWI Sumut di Balai Kota, Senin (24/1). (andalas/Ist)

Wali Kota Binjai Sambut Positif Kegiatan HPN Binjai–andalas Wali Kota Binjai HM Idaham SH MSi menyambut positif kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2011 dan HUT ke-65 PWI Sumut, yang akan digelar PWI di berbagai kabupaten/kota se-Sumut termasuk di Kota Binjai. Hal itu dikemukakan Idaham ketika menerima Ketua PWI Sumut Drs Muhammad Syahrir bersama unsur pengurus di antaranya Wakil Ketua Bidang Pendidikan Rizal Rudi Surya SH, Bendahara Drs Agus S Lubis, Wakil Sekretaris Zul Anwar Ali Marbun, Wakil Bendahara Jalaluddin, Ketua Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) SR Monang Panggabean SSos, dan Ketua PWI Perwakilan Binjai Muslim Ginting di Balai Kota Binjai, Senin (24/1). Menurut wali kota, ditetapkannya Kota Binjai menjadi tempat pelatihan dasar jurnalistik bagi kalangan pelajar sebagai salah satu agenda kegiatan HPN dan HUT ke-65 PWI tingkat Provinsi Sumut merupakan kebanggaan tersendiri bagi pihaknya. “Hal ini tentu menjadi kehormatan bagi Kota Binjai,” katanya. Dengan kegiatan pelatihan dasar jurnalistik bagi kalangan pelajar di Kota Binjai, lanjut Idaham, mereka akan dapat mengetahui apa dan bagaimana sesungguhnya peran profesi wartawan di tengahtengah masyarakat. Disamping mereka juga akan mendapat ilmu bagaimana kiat-kiat memaparkan buah pikiran dalam bentuk tulisan sebagai bekal keterampilan yang sangat berguna bagi masa depan pelajar. Pada kesempatan tersebut, wali kota sekaligus mengharapkan dukungan PWI Cabang Sumut maupun PWI Perwakilan Binjai untuk ikut berperan serta memajukan Kota Binjai demi kebaikan masyarakat. “Sebagai kota satelit yang terus melakukan pembenahan di segala bidang, peran PWI sangat diharapkan,” imbuh Idaham yang saat itu didampingi Kabag Humas Rusli dan Kasubbag Pemberitaan Riza Fitriany. Ditambahkan, prinsip kepemimpinan yang dipegang teguh pasangan Idaham dan Timbas Tarigan adalah mengantarkan masa depan masyarakat Kota Binjai yang lebih baik dengan menyatupadukan segala potensi yang dimiliki. Baik dari sisi perangkat daerah Pemko Binjai, maupun dari sisi potensi yang dimiliki segenap komponen masyarakat. Sebelumnya, Ketua PWI Sumut Drs Muhammad Syahrir secara khusus menyampaikan selamat kepada HM Idaham SH MSi dan Timbas Tarigan AMd yang terpilih menjadi Wali Kota dan wakil Wali Kota Binjai masa bakti 2010-2015. “Hal ini tidak terlepas dari kemampuan pasangan ini untuk memajukan Kota Binjai sebagaimana harapan masyarakat yang tercermin pada pelaksanaan Pilkada lalu,” ujar Syahrir. (RIL/REL)

Binjai-andalas Selama ini keberadaan Stasiun Metering gas milik Pertamina berlokasi di Tandem Kecamatan Binjai Utara, tidak memberikan manfaat bagi Kota Binjai. "Bahkan saya mau masuk ke lokasi saja tidak diizinkan,”kata Wali Kota Binjai HM Idaham SH MSi, dalam pertemuan dengan pihak Pertamina EP Field Pangkalan Susu, yang membawahi Stasiun Metering Gas Wampu di ruang kerja wali kota, Senin (24/1). Menurut wali kota, stasiun metering gas milik Pertamina terkesan mengabaikan Pemko Binjai. Meski berlokasi di Binjai, namun sama sekali tidak ada laporan tentang kegiatan yang dilakukan perusahaan. Berapa volume dan produk yang dihasilkan, termasuk dana cor-

porate social responsibility (CSR), masyarakat Kota Binjai tak pernah tahu. Wali Kota Binjai minta agar Pertamina memberikan kontribusi atas keberadaan Stasiun Metering Gas Wampu kepada Kota Binjai. Didampingi Asisten Pemerintahan Aspian, wali kota dalam pertemuan itu secara terbuka mengatakan, sudah sewajarnya Pemko Binjai menuntut hak dari kegiatan pengelolaan migas Pertamina. Sebab, sesuai Kepmendagri, Nomor 2466/K/30/MEM/2009, tentang penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah penghasil pertambangan umum, pertambangan panas bumi, minyak bumi, dan ntuk tahun 2010 Pemko Binjai ditetapkan sebagai salah satu daerah penghasil minyak bumi dan gas di Provinsi Sumatera Utara. Selain itu, daerah berhak memperoleh participating interest se-

besar 10 persen sesuai PP nomor 35/2004 tentang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. Wali kota menginginkan agar Pemko Binjai mendapat bagian berupa gas yang akan digunakan sebagai pembangkit listrik bagi kawasan industri Binjai seluas 80 hektare, yang akan dibangun di Kecamatan Binjai Utara. Kawasan industri ini akan membuka lapangan kerja baru. Sementara, Tergiah Sembiring mewakili Field Manager Pangkalan Susu mengatakan, pihaknya tidak berwenang untuk menjelaskan data produksi migas. Diakuinya, Stasiun Metering Wampu dikelola Pertamina, sedangkan untuk penjualan gas ke PGN maupun PLN ditangani Pertagas P Brandan selaku anak perusahaan Pertamina. Dia berjanji akan memfasilitasi komunikasi antara Pemko Binjai dengan Pertamina EP, untuk membahas bagian yang bisa diperoleh Pemko. (MKI)

Buyung Sulaiman Padang menyatakan, sangat prihatin dengan kejadian ini, padahal bantuan stimulan yang dikucurkan oleh pemerintah pusat tersebut adalah untuk memugar atau memperbaiki, memperluas dan membangun baru rumah layak huni, selain itu bantuan tersebut juga ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. "Jika dana bantuan tersebut separuhnya dikembalikan lagi kepemerintah pusat hal tersebut adalah suatu yang mustahil dikarenakan masyarakat yang dibantu tersebut adalah masyarakat yang berpenghasilan paspasan," ungkap mantan purnawirawan TNI ini. (FAS)

Hendak Sidang, Tahanan Kejari Kisaran Kabur Kisaran-andalas Ruang tunggu yang diperuntukkan untuk para tahanan yang akan mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri Kisaran berhasil dibobol salah seorang napi warga Kota Medan, Senin (24/1). Kejadian yang berlangsung singkat ini terjadi pada pukul 16.20 WIB. Penjagaan ketat yang dilakukan kepolisian bernama Iwan, Sitanggang dan H Tampubolon bersenjatakan laras panjang berhasil terkecoh ulah seorang napi. Menurut keterangan Komalasari, yang menjenguk suaminya hendak mengikuti sidang mengatakan, saat kejadian ruang tunggu tahanan di pengadilan tersebut disesaki pengunjung yang akan melihat sanak keluarganya. Oleh jaksa yang akan menyidang para napi tersebut dijemput dari ruang tahanan 2 orang sekali sidang, namun pada saat itu, salah seorang membuntuti rekan yang telah dipanggil untuk menjalani persidangan. Padahal sebelumnya, menurut Komalasari, hanya dua orang saja yang bisa diambil dari ruang tunggu tahanan untuk mengikuti jalannya sidang. "Ini kok malah ada tiga sekali keluar," ungkapnya. Hal senada juga dibenarkan Satiyem yang juga menjenguk suaminya, dua orang yang digiring tersebut jalan terus menuju ruang persidangan sementara yang dicurigai kabur tersebut membelok arah menuju jalan keluar dari PN Kisaran. (FAS)

Turis Asing Berpartisipasi Bersihkan Danau Toba GERAKAN masyarakat Samosir untuk pembersihan pantai Danau Toba, yang dimotori Radio Samosir Green membuahkan hasil. Kemarin, lebih 200 orang turun ke pinggir Danau Toba memungut sampah plastik dan enceng gondok, yang selama ini mengotori dan merusak pemandangan. Kegiatan ini semakin menarik perhatian karena turis asing juga ikut berpartisipasi. Sejak pukul 08.30 WIB, seluruh peserta aksi yang dikoordinir Radio Samosir Green, memungut sampah plastik ke dalam karung di sekitar Pantai Lopian, Kecamatan Pangururan, Samosir, sepanjang 400 meter. Alat membersihkan sampah seperti garpu besi, sapu lidi, cangkul, parang dibawa ke lokasi serta truk sampah dari Dinas Tarukim dan kapal pencacah enceng gondok sudah siap-siap di lapangan. Hasilnya satu truk sampah plastik berupa kantong, sachet, bungkus jajanan, kemasan air mineral, bungkus deterjen, hingga pakaian dalam yang dibuang ke Danau Toba, di Pantai Lopian, berhasil

Tampak turis asing sedang memegang karung sampah disingkirkan dari air danau. Adapun enceng gondok dapat diangkat sebanyak 9 truk sampah yang dioperasikan Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Tarukim Kabupaten Samosir. Hingga Minggu (23/ 1), dua truk enceng gondok sudah ditumpuk di pinggir danau, diangkat untuk dimanfaatkan warga sebagai bahan kompos.Pembersihan dimulai dari depan Gereja Katolik Inkulturasi Santo Mikhael, yang kini sering dikunjungi wisatawan mancanegara karena ciri khas

bangunan gerejanya yang berornamen Batak. Puluhan peserta aksi dari siswa SMA Santo Mikhael berkonsetrasi membersihkan di pantai. Demikian juga peserta aksi dari SMPN I dan SMP Budi Mulia, berupaya menyingkirkan sampah dan enceng gondok di sepanjang 150 meter di pinggir danau. Peserta aksi dari Kantor Camat Pangururan, berkonsentrasi membersihkan rumput di pinggir jalan dan selokan. Menjelang pukul 9.00 WIB, peserta aksi semakin banyak.

Staf dari Badan Lingkungan Hidup, Penelitian dan Pengembangan (BLH Litbang), Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya, Dinas Kesehatan, Dinas PORA, SMAN I Pangururan, Badan Perberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Otonomi Desa, SMA Swasta Karya Jaya, LSM Hati Nurani Rakyat, Forum Pengembangan Parawisata Samosir, Pengurus PETINA Samosir, KSPPM, Perpustakaan Alusi Tao Toba, dan Badan BKPEKEDT yang diwakili Ir Ardhi Kusno dan Bahari Panjaitan, pemilik dan pengelola Taman Eden 100, Marandus Sirait, Kapolsek Pangururan dan anggotanya dan Camat Pangururan Lumongga Panggabean juga ikut bergabung. Gerakan massal sukarela itu semakin mendapat perhatian, karena turis asing dari Belgia, Italia dan Rusia yang berkunjung ke kawasan Danau Toba, juga ambil bagian. Mereka datang dari Tuktuk Siadong ke Pangururan dan diundang Anette Horchmann boru Siallagan, untuk

bergabung membersihkan pantai. Tapi, sayangnya warga di Pantai Lopian sendiri justru hanya menonton dan berpangku tangan ketika turis membersihkan halaman rumahnya. ”Teman-teman saya ini adalah tamu hotel di Tuktuk. Sambil berjalan-jalan, saya ajak ke sini (lokasi perbersihan). Mereka tampak happy dan menyukai kegiatan bersihbersih ini. Bule saja mau membersihkan Danau Toba, boasa hita bangso Batak dang olo ? (Kenapa kita warga Batak tidak mau, Red),” ujar Annette Horchmann boru Siallagan, pengusaha Tabo Cottage. Direktur Radio Samosir Green, Fernando Sitanggang mengatakan, kegiatan pembersihan kawasan Danau Toba akan berlanjut setiap bulan. ”Gerakan ini murni sukarela masyarakat dan tidak ada donatur dari manapun. Radio Samosir Green hanya mengoordinir dan masyarakat mengerjakan. Mudahmudahan gerakan ini terus berkembang agar Danau Toba semakin bersih,” ujarnya.(FS)


Selasa 25 Januari 2011

ACEH MEMBANGUN

harian andalas | Hal.

14

Pendidikan Karakter Santri di NAD Perlu Dicontoh andalas/starberita

Pidie Jaya-andalas Pola pendidikan di pesantren dengan tujuan membangun karakter santri menjadi lebih mandiri, perlu diterapkan dalam sekolah-sekolah umum di Indonesia. Pernyataan itu dikatakan Ketua Tim Peneliti Universitas Negeri Medan (Unimed) Ediyanto, PhD ketika berkunjung ke Pesantren (Dayah) Jeumala Amal di Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, Senin (24/1).

DISKUSI-Peneliti dari Unimed, Ediyanto, PhD sedang berdiskusi dengan Direktur Dayah Jeumala Amal, Tgk Anwar Yusuf, MA tentang pendidikan karakter di Dayah.

"Pola yang diterapkan pesantren atau dayah tentunya akan sangat membantu pendidikan di sekolah umum. Maka itu ini perlu ditiru," kata Ediyanto. Dijelaskan Ediyanto, pihaknya dengan didukung oleh Kementerian Agama kini sedang melakukan penelitian di tujuh provinsi di Pulau Sumatera termasuk Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dengan mengangkat tema best practice pendidikan karakter berbasis pesantren dan kitab kuning. "Maka itu kita sangat ingin agar penelitian ini bisa berhasil dan bias memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pendidikan di Indonesia," katanya lagi. Berbicara soal pendidikan di pesantren, Ediyanto mengatakan pesantren sangat tidak bisa dilepaskan dari kitab kuning yang selama ini menjadi bahan ajar bagi setiap santrinya.

Sementara itu, Direktur Dayah Jeumala Amal, Tgk Anwar Yusuf, MA, menyambut baik penelitian yang dilakukan Unimed bekerjasama dengan Kementerian Agama ini. Dikatakan dia, paling tidak ada 1.000 dayah yang tersebar di seluruh NAD. Karena itu, ujar Tgk Anwar, perlu dilakukan kajian secara serius terkait peran pesantren dalam membentukkarakter siswanya. "Saya pikir adalah hal yang positif ketika kita bicara soal pembentukan karakter santri," katanya. Tgk Anwar juga menyebutkan keprihatinannya terhadap perkembangan dayah-dayah di NAD. Menurutnya, figur kiai atau ulama pemimpin pesantren semakin tergerus oleh persoalan politik praktis. "Maka itu kini ingin agar para ulama bisa kembali memikirkan dayah dan membangun dayah sesuai cita-citanya masing-masing," katanya. (STARBERITA)

KILAS

Petani di Kecamatan Peudada Resah Bireuen-andalas Ratusan petani di Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen resah, akibat ribuan hektar lahan perkebunan yang mereka garap ternyata sudah dikuasai oleh pengusaha pemegang Hak Guna Usaha (HGU). Sehingga para petani yang sudah puluhan tahun menggarap lahan tersebut, kini kucar-kacir. Informasi yang diperoleh kemarin, serkitar 10 ribu hektar lahan perkebunan yang sudah bertahuntahun digarap sudah diserobot oleh pengusaha pemegang HGU. Sehingga puluhan warga mewakili masyarakat melaporkan hal itu kepada Camat Peudada sekaligus mengharapkan camat untuk memperjuangkan lahan tersebut untuk digarap kembali oleh mereka. Tengku Said Husin mantan Mukim Pucoek Alu Rheeng didampingi Zulmahdi AR Imum Mukim Krueng dalam menyebutkan, pihak pengusaha pemegang HGU telah menyerobot lahan pertanian dan perkebunan milik petani di Kecamatan Peudada Bireuen. Terkait masalah itu, para petani di Kecamatan Peudada berharap kepada Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, untuk mencabut kembali lahan pada pemegang HGU dari beberapa pengusaha atas lahan petani Kecamatan Peudada dan mengembalikan kepada mereka untuk menggarapnya. Menurut Teungku Said Husin Syahrul Husin, lahan pertanian dan perkebunan sudah digarap masyarakat petani dari 52 desa dalam Kecamatan Peudada, belasan tahun lalu dan sudah berkembang bahkan sudah memperoleh hasil. Namun kini lahan pertanian dan perkebunan mereka yang sudah menggarapnya belasan tahun itu, bisa diserobot beberapa pengusaha pemegang HGU. Sementara Camat Peudada Munawar SH yang dikonfirmsi di kantornya membenarkan, pihaknya sudah menerima laporan dari petani tentang penyerobotan lahan petani Kecamatan Peudada Selasa lalu. (HERA)

Anggota Dewan Abdya tak Punya Hati Nurani Blangpidie-andalas Tudingan tidak berhati nurani kembali di lontarkan oleh beberapa kalangan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Setelah permasalahan pembahasan APBD-P tahun 2010 lalu gagal dibahas, kini tudingan tersebut kembali dilontarkan terkait pengadaan mobiler di Gedung DPRK setempat. Azwar Mr Spd MM, kemarin di kantor Forum Wartawan Abdya (FWA) mengeluarkan statement "Tidak Punya Hati Nurani" untuk Dewan terhormat itu. Menurutnya, hal itu cukup beralasan karena pada penghujung tahun 2009 lalu atas perintah unsur pimpinan dewan melalui surat keputusan yang ditandatangani sejumlah anggota dewan itu, meminta kepada sekwan agar segera melakukan pengadaan mobiler dan sejumlah laptop untuk kelancaran tugas dewan. Berbekal surat keputusan anggota dewan yang ditandatangani Ketua DPRK M Yusuf serta Ketua Komisi A, B, C dan D mengigat dana mobiler waktu itu belum ada, Azwar langsung

melakukan penggadaan mobiler tersebut secara mendahului pembahasan RAPBK 2010. Selanjutnya akan dimasukkan ke dalam ABPK 2010 pada DPA sekretariat DPRK. Konon, setelah mobiler tersebut dimasukkan oleh Azwar melalui pihak ketiga dengan cara berhutang pada salah satu toko di Medan, kini anggota dewan tersebut buang badan. Pembayarannya hingga sekarang tidak jelas arahnya, sehingga dengan sangat terpaksa mobiler tersebut ditarik kembali. "Yang jadi pertanyaan, apakah keputusan dewan itu tidak diakui oleh dunia atau tidak bermakna sama sekali. Padahal kita tau, kalau ada rakyat yang di zholimi tempat mengadunya pada lembaga dewan. Ini sungguh aneh, yang melakukan hal tersebut anggota dewan sendiri," ujarnya. Selaku pemilik barang-barang tersebut, mantan sekwan itu sudah berulang kali melakukan pengurusannya agar mobiler yang sudah dipakai oleh dewan itu segera dibayar serta memohon belas kasih, baik pada unsure pimpinan, Ketua BKD

ataupun pada anggota dewan lainnya, tapi hasilnya nihil. "Kejadian mendahului itu juga pernah terjadi pada periode 20032004 yang lalu. Tapi si pemilik barang tidak dikorbankan seperti saya ini, dengan sangat serius mereka mengurus dan menyelesaikan pembayarannya dengan baik. Mungkin anggota dewan periode itu mempunyai hati nurani yang baik dan bertanggung jawab atas amanah yang diembannya," tambahnya. Selaku pemilik barang, Azwar telah jadi korban kebijakan dewan Abdya, dengan terpaksa harus menanggung kerugian yang sangat besar serta terjerat utang pada pihak pihak lain. "Coba bayangkan, sudah setahun lebih mobiler saya dipakai oleh dewan dan dengan mobiler tersebut telah mengambil andil dari berbagai kesuksesan dewan. Di antaranya lahirnya tatib dewan tepat pada waktunya, suksesnya pembahasan LKPJ tahun lalu, pembahasan APBDP tahun 2009, pembahasan APBK 2010 dan masih banyak lagi andil mobiler tersebut," tuturnya. (YAN) andalas/ reza

Jabatan Wakil Ketua DPRK Bireuen Dicopot Bireuen-andalas Husaini Ilyas kader Partai Aceh (PA) Bireuen telah dicopot jabatannya sebagai Wakil Ketua DPRK Bireuen. Belum jelas siapa figur anggota Dewan dari PA untuk menggantikan kedudukan sebagai jabatan Wakil Ketua DPRK menggantikan Husaini Ilyas. Menurut keterangan yang dihimpun andalas, akhir pekan lalu, belum jelas latar belakang ataupun motif pencopotan Husaini Ilayas sebagai Wakil Ketua DPRK dari Partai Aceh itu. Menurut sumber Andalas, issu untuk pencopotan Husainy Ilyas sudah merebak sejak akhir tahun lalu dan baru kemarin Husaini resmi dicopot dan isu itu ternyata benar. Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRK Bireuen, Husaini SH MM, yang dikonfirmasi sejumlah wartawan di Atrium Gedung DPRK Bireuen kemarin, membenarkan telah menerima surat resmi terkait penarikan Husaini Ilyas dari wakil ketua dewan akan tetapi Husini belum bias menunjukkan surat yang dikirimkan oleh Ketua DPW PA Bireuen, Tgk Darwis Djeunieb pada Selasa lalu itu. "Maaf, untuk saat ini belum bisa saya tunjukkan nomor dan isi surat itu, karena ada beberapa pertimbangan yang masih perlu dibahas di DPRK. Nanti setelah semua ini selesai, kami juga akan mengumumkan kepada publik atau masyarakat terkait penghentian Husaini Ilyas dan calon penggantinya. Dan hingga saat ini kami belum bisa berbicara banyak terkait masalah itu," ungkap Husaini. Husini menambahkan, kalaupun nantinya sudah ada penggantinya, tentu partai yang bersangkutan akan memberitahukannya kepada masyarakat. "Saya sebagai Sekwan hanya mengurusi masalah administrasi di lembaga legeslatif ini. Terkait isi surat itu, secara umum nantinya akan dibuka untuk khalayak ramai, karena hal ini masih dalam proses pembahasan dalam internal partai," cetusnya. (HERA)

Dandim Aceh Utara Motivasi Siswa Dewantara

SEMINARWalikota Lhokseumawe Munir Usman Saat memberikan sambutan pada Seminar Rancangan Qanun Wali Nanggroe yang diselenggarakan HMI.

HMI Seminarkan Rancangan Qanun Wali Nanggroe Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lhokseumawe Menggelar Seminar Rancangan Qanun Wali Nanggroe yang diselenggarakan di Aula Kantor Wali Kota Lhokseumawe, Senin (24/1).

W

ALI Kota Lhokseumawe Munir Usman dalam sambutannya mengatakan, sesuai dengan kesepakatan antara Pemerintah RI dan GAM dalam MOU Helsinki Wali Nanggroe di Aceh dimungkinkan keberadaannya, sesuai dengan butir 117 yang menegaskan Lembaga Wali Nanggroe akan dibentuk dengan segala perangkat upacara dan gelarnya.

Selanjutnya, secara legalitas perumusan Lembaga Wali Nanggroe diatur lebih lanjut pada BAB XII Pasal 96 dan 97 Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA). Saat ini Rancangan Qanun Wali Nanggroe yang merupakan usul inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang nantinya akan ditetapkan menjadi Qanun Lembaga Wali Nanggroe di kalangan masyarakat Aceh. Munir Usman juga membahkan, Pemerintah Kota Lhokseumawe sangat mendukung seminar tersebut agar nantinya dapat melahirkan rekomendasi dan solusi yang baik untuk rancangan Qanun Wali Nanggroe. Walikota juga mengharapkan seminar-seminar seperti ini untuk terus diselenggarakan, karena seminar merupakan sarana dan ilmiah untuk dapat terus menggali

dan membangun sikap kritis, serta dapat memberikan kemajuan berfikir para mahasiswa dan juga masyarakat. Sementara, Muslihin Ketua Panitia menyatakan, seminar ini diselenggarakan bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang subtansi-subtansi yang diperdebatkan di dalam Rancangan Qanun Wali Nanggroe. Di dalam seminar ini juga nantinya akan melahirkan rekomendasi yang akan diberikan kepada DPRA sebagai solusi dalam pembahasan Rancangan Qanun Wali Nanggroe yang saat ini sedang menjadi kontroversi antara harapan dan kenyataan. Di dalam rancangan qanun tersebut agar tidak bertentangan dengan UUD 1945 dan UUPA dan juga diharapkan rancangan qanun tersebut dapat diterima dan menguntungkan untuk semua pihak.(RZ)

Aceh Utara-andalas Sedikitnya 300 siswa kelas III SMA Negeri-1 Dewantara, Aceh Utara dalam rangka Ujian Akhir Nasional (UAN) mendapat arahan dan bimbingan dari Komandan Kodim 01/03 Aceh Utara, Letkol Inf Wakhyono di lapangan upacara sekolah tersebut, Senin (24/1). Kalangan siswa diberi petunjuk dan bimbingan dalam meningkatkan motivasi belajar serta kedisiplinan untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah yang lebih tinggi, setelah menyelesaikan pendidikan di sekolah menengah atas. "Mareka perlu mendapat arahan terutama dalam hal disiplin," kata Dandim. Selain itu, Dandim Aceh Utara mengaku telah banyak sekolah yang dikunjungi, bertujuan untuk memberi semangat kepada para siswa terutama terhadap mareka yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Dandim yang didampingi Kepala Sekolah SMA I Dewantara HM Kasem SPd MPd, mengingatkan, pentingnya disiplin serta semangat yang tinggi untuk mencapai keberberhasilan. Dan yang lebih penting lagi, lanjut Dandim semua siswa harus menjauhi segala bentuk narkoba dan kenakalan. "Pengaruh narkoba dan kenakalan remaja menjadi tanggung jawab semua, orang tua, sekolah serta lingkungan. Tanamkan kejiwa setiap siswa nilai-nilai keagamaan. Dengan demikian mareka sebagai generasi penerus bangsa, negara kita akan lebih maju dimasa mendatang," pesan Dandim. Kepala SMAN-1 Dewantara, HM Kasem mengatakan, siswa kelas tiga yang akan mengikuti ujian nasional tahun ini mencapai 301 orang. "Mulai sekarang mereka telah dibekali dengan berbagai kegiatan belajar tambahan, agar mareka bisa meraih nilai maksimal," kata Kasem. Dia juga berpesan kepada semua pihak, terutama orangtua murid untuk ikut mengawasi. Pihak sekolah, kata Kasem tidak mungkin mengawasi siswa hingga yang bolos sekolah dan nongkrong di berbagai warung atau tempat tempat lain. "Kami mohon bila kedapatan siswa SMA I Dewantara yang bolos sekolah tolong ditegur atau diantar ke sekolah," pinta Kasem. (UCR)

DPRK Aceh Besar Desak Pemekaran Wilayah Banda Aceh-andalas Ketua Fraksi PKS-PPP DPRK Aceh Besar Tgk H Irawan Abdullah mendesak pemekaran wilayah kabupaten yang sudah direkomendasikan lembaga legislatif periode 2004-2009 terealisasi. "DPRK periode 2004-2009 sudah memberikan rekomendasi pengesahan pembentukan Kabupaten Aceh Raya. Pemekaran wilayah Aceh Besar ini harus segera direalisasikan," katanya di Banda Aceh, kemarin. Tujuh dari 25 kecamatan di Aceh Besar, diusulkan masuk dalam wilayah Aceh Raya. Ketujuh kecamatan yaitu Lhoong, Leupung, Kecamatan Lhoknga, Pulau Aceh, Peukan Bada dan Darul Imarah. Ia mengatakan, pemekaran wilayah tersebut guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang menginginkan kemudahan pelayanan publik. Selama ini, masyarakat di wilayah yang akan dimekarkan mengeluhkan lamanya waktu ketika berurusan dengan pemerintah kabupaten. Selama ini, pelayanan publik dipusatkan Jantho. Jarak antara ibu kota kabupaten dengan daerah yang akan dimekarkan tersebut cukup jauh, sehingga memperpanjang proses birokrasi. (ANT)


Selasa

SAMBUNGAN

25 Januari 2011

harian andalas | Hal.

15

Anggota DPR Galang 'Koin untuk Presiden' Jakarta–andalas Curhat Presiden SBY soal gajinya yang tak kunjung naik, direspons berbagai macam cara. Ada yang unik yang dilakukan sebagian kalangan anggota Dewan menanggapi curhatan Presiden itu. Salah satunya adalah menggalang koin untuk presiden. Di sebelah ruang kerja rapat Komisi III, sejumlah anggota DPR menggalang koin untuk merespon masalah gaji Presiden. Entah dimaksudkan untuk menyindir atau memang serius, sebuah kotak transparan bertuliskan 'Koin untuk Presiden' ditaruh di atas kursi.

Sepertinya, kotak itu memang sengaja ditaruh di sekitar lorong untuk dilihat banyak orang. Beberapa anggota dewan seperti Bambang Soesatyo, Syarifudin Sudding dan Desmon J Mahesa ikut mengisi kotak tersebut. Mereka juga mengajak siapa saja untuk ikut berpartisipasi. Bahkan, Bambang Soesatyo mengajak Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi untuk ikut menyumbang. "Ayo Pak Ito ikutan," kata Bambang sambil menyodorkan sekresek koin kepada Ito. Ito hanya tersenyum dan segera berlalu. Sepertinya Ito

Jejak UFO di Jogja .........(Dari Halaman 1) katanya. Foto Crop Circle yang ditemukan di Sleman itu ramai dibicarakan. Akun Twitter milik komunitas yang percaya dengan Alien Indonesia @UFONESIA mengunggah foto tanda-tanda kehadiran UFO di langit Sleman pada Ahad (23/1) malam. Mereka menulis The First crop circle in 2011 appeared in Sleman, Indonesia. UFONESIA juga menulis Crop Circle bukanlah bekas pendaratan UFO seperti yang banyak ditulis di media sekarang ini. Crop Circle adalah sebuah pola geometris yang dibentuk oleh Spaceship atau pesawat luar angkasa dan dilakukan tanpa mendaratkannya. Menurut akun @UFONESIA, jika kita bisa memecahkan kode yang bersifat matematis dari Crop Circle lalu menerjemahkannya, kita tahu isi pesan tersebut. Berdasarkan pantauan wartawan, lokasi lingkaran itu berada sekitar 5 kilo meter arah timur bandara Adisucipto Yogyakarta. Di lokasi tersebut, padi-padi yang masih hijau itu tampak tidak ada yang dipotong. Pohon padi tumbang satu arah ke selatan. Jika pada jarak dekat, memang tidak tampak keindahan lingkaran itu. Namun jika dilihat dari atas

bukit Suru yang berjarak 200 meter dari lokasi akan tampak jelas lingkaran yang indah. Kejadian tersebut mengundang ribuan warga yang penasaran ingin melihat crop circle itu. Akses jalan masuk ke dusun Krasakan macet total karena banyak kendaraan. Warga setempat memanfaatkan dengan membuka lokasi parkir. Untuk roda dua dipungut Rp 2000, sedangkan mobil Rp 5000. Untuk menuju lokasi, pengunjung melalui jalan becek karena harus melewati pematang sawah. Sedangkan jalan ke bukit Suru juga berlumpur karena sudah banyak yang melintasi jalan setapak itu. Warga yang ingin melihat dari lokasi yang lebih atas ada yang nekat naik ke tiang listrik saluran udara tegangan ekstra tinggi di sebelah selatan lingkaran. Polisi belum bisa memastikan siapa yang membuat crop circle yang terbentuk di Berbah, Sleman. Namun kuat dugaan, bentuk lingkaran nan indah dan sungguh rapi itu bukan buatan manusia. "Tidak ada tanda-tanda atau bekas-bekas yang menunjukkan bahwa ini buatan manusia. Lagi pula ini sangat rapi sekali," kata Kapolsek Berbah AKP I Made Muliawan saat berbincang dengan detikcom, Senin (24/1). (TI)

Penyebab Kebakaran Pasar Tradisional Ulah Manusia .........(Dari Halaman 1) lihat kebakaran pasar tradisional yang terjadi secara beruntun, semakin menguatkan dugaan bahwa kebakaran itu sengaja dilakukan oleh oknum-oknum tertentu. “Siapa pelakunya, kita tidak bisa pastikan. Oleh karenanya, aparat kepolisian harus mengusut tuntas, sehingga pedagang-pedagang di pasar tradisional lainya tidak resah,” ujar penasehat Fraksi PKS DPRD Medan itu. Selain itu, pihaknya juga meminta agar Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui PD Pasar untuk serius menangani para pedagang yang menjadi korban kebakaran, khususnya di Pasar Sukaramai Medan. “Kalau kita lihat selama ini, PD Pasar Medan kurang serius menangani para pedagang yang menjadi korban pasca kebakaran itu,” tandasnya seraya berharap agar PD Pasar juga meningkatkan keamanan di seluruh pasar tradisional yang di Kota Medan. Secara terpisah, hal serupa juga diungkapkan Anggota Komisi C DPRD Kota Medan Hasyim, SE. Dia menegaskan, kebakaran sejumlah pasar tradisional di Kota Medan selama ini terjadi karena tindak-

an preventif atau pencegahan yang dilakukan PD Pasar Kota Medan kurang efektif. “Kalau ada tindakan preventif oleh Pemko Medan khususnya PD Pasar, saya kira kebakaran pasar tradisional yang terjadi secara beruntun dalam beberapa bulan terakhir ini bisa jadi tidak terjadi,” kata Hasyim. Untuk itu, kata Hasyim, PD Pasar Medan harus lebih serius melakukan pencegahan dan pengawasan seluruh pasar-pasar tradisional yang ada di Kota Medan, sehingga ke depan tidak ada lagi pasar yang terbakar, karena kejadian yang lalu-lalu sangat meresahkan para pedagang di pasar tradisional lainnya. “Pasar tradisional paling mampu mengatasi resesi dan paling banyak menyerap tenaga kerja. Untuk itu, PD Pasar harus serius memperbaiki manajemen pengelolaan pasar tradisional yang ada di Kota Medan,” uajar politisi PDI Perjuangan itu. Menurut Hasyim, sejauh ini komitmen Wali Kota Medan Rahudman Harahap untuk mewujudkan visi dan misinya dalam meningkatkan kesejahteraan para pedagang di pasar tradisional belum nyata, sebagaimana dijanjikan pada Pemilihan Wali Kota Medan dulu.(BEN)

mengetahui kalau ia akan dikerjai oleh anggota Dewan. Sebelumnya, dalam Rapim TNI-Polri, SBY curhat soal gajinya sebagai presiden yang tidak naik selama 7 tahun. Curhatan ini juga memunculkan gerakan Koin untuk Presiden yang ramai beredar di dunia maya. Guyonan Presiden SBY soal gajinya yang tidak naik selama tujuh tahun juga ditanggapi serius oleh Nasional Demokrat (Nasdem). Ketua Umum Nasdem Surya Paloh siap membantu gaji SBY.

"Kalau memang (gaji Presiden SBY) masih kurang, lebih baik diam saja. Kalau ada kekurangan, Nasdem siap membantu," kata Surya Paloh saat melantik Dewan Pimpinan Wilayah Nasdem Bali di Hotel Sanur Paradise, Jl By Pass Sanur, Denpasar, Senin (24/1). Paloh pun berimajinasi, dirinya akan menjadi yang pertama berlari mendekati SBY jika waktu bisa diputar kembali. "Saya akan meminta kepala negara agar jangan katakan itu. Lebih baik diam saja,"

kata Paloh disambut tepuk tangan meriah kader Kasdem. Ia pun menilai, seorang kepala negara tak pantas berkeluh kesah seperti itu kepada rakyat. Masih banyak rakyat yang harus dibantu kehidupannya. Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan Nasdem Sri Sultan Hamengku Buwono IX menyatakan bangsa Indonesia harus membangun kekuatan untuk bersaing dengan negara lain. Kekuatan maritim nasional digunakan sebagai modal kuat membangun bangsa. (TDC)

Sejumlah anggota DPR menggalang koin untuk merespon masalah gaji Presiden. Entah dimaksudkan untuk menyindir atau memang serius, sebuah kotak transparan bertuliskan 'Koin untuk Presiden' ditaruh di atas kursi.

Putra Calon Wakil Bupati Asahan Dibunuh .........(Dari Halaman 1) belakang pecah. Anak kedua dari tiga bersaudara ini merupakan putra dari pasangan H. Anas Fauzi Lubis (49) dan Hj. Yuni Wijaya (45). Anas Fauzi sendiri tahun lalu mencalonkan diri menjadi Wakil Bupati Asahan berpasangan dengan Bambang Wahyudi. Tapi keduanya kalah dalam Pilkada Asahan Mei 2010. Anas Fauzi sampai saat ini masih tercatat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Asahan. Keterangan yang dihimpun

di lokasi kejadian menyebutkan, Awid ditemukan sudah tidak bernyawa lagi oleh pacarnya Nita Aditya Ningsih, yang pagi itu datang ke kos korban. Nita yang memiliki kunci, langsung membuka pintu dan masuk ke kamar karena korban dipanggil tidak merespon panggilannya. Begitu di dalam kamar, ia melihat Awid dalam posisi telungkup bersimbah darah. Terkejut melihat pemandangan demikian, Nita langsung menjerit dan keluar rumah untuk meminta pertolongan. Warga sekitar yang

mendengar jeritan tersebut mendatanginya dan melihat korban. Namun, karena ketakutan, tidak ada yang berani menyentuh korban. Hingga, kemudian dilaporkan ke Kepala Lingkungan dan diteruskan ke Polsek Medan Kota. Personil Polsek Medan Kota yang menerima laporan langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Di lokasi terlihat Kasatreskrim Polresta Medan, Kompol Fadillah Zulkarnain dan Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, AKP S Simaremare. Informasi di TKP menye-

butkan, Awid mengenggam mancis yang tidak ada kepalanya lagi. Selain itu, di lokasi petugas menemukan alat hisap sabu (bonk) dan plastik sisa sabu. Kepala Lingkungan VII Sugiharto menuturkan, rumah kos tersebut sebelumnya pernah digerebek karena kerapnya membawa wanita. Katanya, warga melaporkan keresahan tersebut dan bersama-sama menggrebek pada Selasa (18/1) kemarin. "Karena sering bawa perempuan gonta-ganti, digrebek dan telepon orang tuanya. Kemudian

mereka buat surat pernyataan dan diserahkan ke Kapolsek," ungkapnya. Kanit Reskrim Polsek, Medan Kota AKP S Simaremare mengatakan, pihaknya sekarang masih melakukan penyelidikan secara intensif. Saat ini petugas masih menunggu hasil visum dari RS Pirngadi Medan guna mengetahui kepastian penyebab kematian korban. "Kami sekarang masih memeriksa beberapa rekan korban guna mencari tahu penyebab kematian korban," ujarnya. (HER/YN)

kabar saya dan atoknya (kakek-red), bahkan sempat mengatakan untuk menyuruh banyak istirahat dan jangan dan terlalu capek,"ucap Asmawati menirukan kalimat Awid. Menurut Asmawati, korban adalah anak yang pendiam, cukup baik, dan patuh di mata keluarga. "Hanya Allah lah yang tau kayak mana bagusnya dia di keluarga selama ini," ujarnya berharap agar kasus pembunuhan tersebut bisa terungkap. Sementara itu dari pengakuan tantenya Kiki (28),

korban pernah menghubungi dirinya untuk menyampaikan sesuatu, Jumat (21/1). Berhubung sibuk kerja, Kiki tidak sempat menjumpai korban dan berencana menghubungi melalui nomor handphone yang sering digunakan korban. "Tapi pas mau dihubungi, Sabtu sore (22/1) ponsenya sudah gak aktif lagi hingga ditemukan meninggal," ungkap Kiki. Rencananya keluarga akan membawa jenazah korban ke kampung halaman untuk segera dikebumikan. (HER/YN)

CURIGAI TEMAN SATU KOS .........(Dari Halaman 1) Asahan itu tinggal dengan Uwaknya (bibi-red) di Perumahan Abdul Hamid, Kampung Lalang, Medan. Dari pantauan di Instalasi Jenazah Rumah Sakit Pirngadi Medan, tangis haru kedua orang tua korban tak kuasa begitu melihat jenazah sang anak. Ayah korban, bahkan nyaris pingsan, saat melihat putra satusatunya itu tewas dengan kondisi mengenaskan. Di mata keluarga, sosok korban dikenal orang yang baik dan pendiam. Kakek

korban bernama Aldi, curiga jika pelaku pembunuh cucunya adalah orang yang dekat dengan korban. Dugaan perwira Poldasu ini dikuatkan karena saat kejadian pintu rumah korban tidak rusak sama sekali. Tak ayal, keluarga curiga dengan teman satu kos korban. "Saya curiganya sama kawan satu kosnya itu. Pernah saya jumpa, lalu saya tanya sama dia. Buat apa orang Aceh itu di sini. Katanya, untuk teman di kos. Lalu saya bilang, hati-hati," ujar Aldi yang juga polisi berpangkat Kompol.

Sementara nenek korban Asmawati (56) merasa terpukul begitu mendengar kabar kematian cucunya pada Senin pagi. Asmawati menuturkan, korban sempat mengirimkan pesan singkat kepadanya. "Isi smsnya menanyakan kabar saya, dan suami mengenai kesehatan kami," ucapnya. Pengakuan sang nenek yang bermukim di kawasan komplek Johor Indah Permai itu, dirinya juga pernah dihubungi korban melalui selulernya, pada Sabtu malam (23/1) sekitar pukul 21.30 WIB. "Dia (korban) nanya

Rabu, Kajatisu- Seskab Ekspose Kasus Rahudman .........(Dari Halaman 1) untuk menggelar ekspos perkara korupsi Rahudman Harahap itu di Kejaksaan Agung di Jakarta dalam pekan ini. Saya diundang untuk hadir di Kejagung tanggal 26 dan 27 Januari 2011,” ungkap Sution Usman Adjie ketika dihubungi andalas melalui sambungan selulernya, Senin (24/1). Sekadar diketahui, Wali Kota Medan Rahudman Harahap, ditetapkan Kejatisu sebagai tersangka dalam dugaan korupsi dana pembayaran Tunjangan Penghasilan Aparat Pemerintahan Desa (TPAPD) APBD Pemkab Tapanuli Selatan (Tapsel) tahun 2005 sebesar Rp1,5 miliar pada 26 Oktober 2010. Saat itu ia masih menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Tapsel. Sebelum menetapkan Rahudman menjadi tersangka, tim penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kejati Su-

mut, telah menetapkan Bendahara Sekda Kabupaten Tapsel, Amrin Tambunan sebagai tersangka. Amrin diduga mengambil kas daerah sebesar Rp 1,5 miliar yang semula diperuntukkan bagi sejumlah camat di Kabupaten Tapsel sebagai tunjangan aparatur pemerintahan desa. Namun dana tersebut diduga dipakai Rahudman. Kepastian surat permohonan izin pemeriksaan terhadap Rahudman Harahap sudah diterima Seskab juga disampaikan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum), Kejagung, Babul Khoir Harahap. “Surat dari Kejatisu sudah kita layangkan ke Presiden melalui Seskab. Nah, apakah surat dari kita itu sudah diteruskan ke Presiden, itu yang masih perlu kita cari tahu. Mudah-mudahan proses administrasi surat itu dapat cepat sehingga Presiden

segera memberi jawaban atas surat dari Kejatisu tersebut,” jawab Kapuspen Kejagung Babul Khoir ketika dihubungi melalui sambungan selulernya, Minggu (23/1). Sedangkan Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejatisu, Edi Irsan, mengaku kejaksaan akan langsung memeriksa Rahudman Harahap setelah terbitnya izin Presiden. “Karena itu merupakan prosedur yang harus dilakukan mengingat Rahudman kepala daerah sehingga harus dilakukan prosedur yang telah ditetapkan,” ujarnya. Dijelaskannya, jika surat ijin pemeriksaan tidak kunjung keluar maka secara otomatis bisa langsung diperiksa apabila telah mencapai 60 hari. Namun, katanya, perhitungan 60 hari tersebut bukan dihitung dari pengiriman permohonan surat ijin tapi dari ekspos yang dilakukan dan dinyatakan persyaratan surat ijin pemeriksaan tersebut

lengkap. "Jadi kalau syaratnya tidak lengkap, walaupun telah melebihi enam puluh hari tetap tidak bisa diperiksa," ungkapnya. Izin pemeriksaan terhadap Walikota Medan Rahudman Harahap belakangan memang menjadi polemik di masyarakat. Pasalnya, sejak November 2010, Kejatisu dan Kejagung berdalih jika surat permohonan izin sudah dikirim ke Presiden. Tapi sampai kini surat dimaksud tak kunjung turun. Sehingga ada kekhawatiran jika proses hukum dalam perkara dugaan korupsi TPAPD ini semakin kabur. Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Nuriono menilai citra kinerja Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Sumut) sedang dipertaruhkan pascapenetapan Wali Kota Medan Rahudman Harahap sebagai tersangka korupsi. "Selama ini perkara korupsi yang ditangani oleh Kejati

Sumut justru minim dan belum menyentuh kasus-kasus besar. Karena itu, penetapan status ini menjadi pertaruhan citra kejaksaan. Jangan sekadar lips service atau persoalan persaingan kinerja, melainkan harus objektif dan bisa didorong hingga ke meja persidangan," kata Nuriono, beberapa waktu lalu. Dewan Pimpinan Kota Masyarakat Pancasila Indonesia (DPK MPI) Kota Medan juga meminta Kejatisu agar kasus Rahudman tidak dijadikan sebagai jual beli hukum. MPI, ujar Ketua Harian MPI Kota Medan Guntur Turnip, akan terus mengikuti kasus Rahudman hingga hukum benar - benar ditegakkan. Apabila proses hukum Rahudman tidak jelas tindak lanjutnya, keluarga besar MPI baik dari DPK, DPP dan DPN akan segera mengadakan rapat untuk menurunkan massa ke Kejatisu, ujar Guntur. (FEL)

Sifat Pemurah dan ‘Sawer’ Syamsul Arifin Ikuti Jejak Sang Ayah .........(Dari Halaman 1) kepada para orangtua (alm) Hasan Perak, juga menurun kepada pribadi Syamsul Arifin. Tak heran jika di setiap kegiatan resmi pemerintah maupun di luar melihat orang-orang susah dan anak-anak, Syamsul Arifin secara spontan merogoh kantong celana dan mengeluarkan uang. Soal ‘sawer menyawer’ itu

juga sering dilakukan Syamsul jika menghadiri berbagai acara. Seperti pada saat-saat menghadiri Sumut Gempar 2010 lalu di Lapangan Merdeka Medan. Dimana setiap anak-anak kecil dan siswa/siswi, ‘kecipratan’ rezeki dari Syamsul Arifin yang dititipkan oleh ajudannya. Tak hanya anak-anak, para pengisi acara dan artis lokal yang mengisi pang-

gung hiburan pun tak luput ‘saweran’ Syamsul. Mereka yang mendapat ‘saweran’ itu tentu merasa senang karena bisa menerima langsung dari Gubernur Sumut dan juga sebagai rezeki tak terduga. Kebiasan ‘saweran’ itu, ternyata dilakukan Syamsul Arifin sebelum menjadi Bupati Langkat maupun Gubernur Sumatera Utara. Selain itu sifat yang menurun dari diri Syamsul Arifin

itu yakni kepolosannya dan menjalani hidup apa adanya. " Dia (Syamsul Arifin) tidak neko-neko itu, iya katanya, ya iya. Kalau tidak, tentu tidak. Memang dia orangnya polos dan gigih dalam menjalani semua yang dilakukannya," kata mantan tokoh pemuda Sumut ini. Bagaimana dengan kehidupan keluargannya? Latief mengatakan keluarga Syamsul Arifin tidak terlalu

sulit ekonominya saat usianya remaja. Karena saat itu ayahnya merupakan seorang pemborong dan kontraktor yang mengerjakan berbagai proyek di Pertamina Pangkalan Susu Kabupaten Langkat. Meskipun begitu, Syamsul Arifin tidak mau hidup menerima apa adanya dari orang tua. Ia justru sering bergabung dengan rekan-rekan sebaya untuk

berjualan kue dan bermain bersama-sama. "Itulah seorang Syamsul Arifin, walaupun kehidupan saat itu bisa dibilang cukup, tetapi dia mau jualan kue bersama kawankawannya,’’kata Latief. Walaupun telah menjadi pemimpin, Syamsul Arifin tetap merupakan orang yang paling nyaman dalam persahabatan. Para rekanrekannya dahulu maupun teman dari ayahnya, selalu

saja diterima jika ada berbagai keperluan dan urusan yang nanti diusahakan untuk dibantu. Ini membuat Syamsul Arifin selalu diterima semua pihak dan tidak ada jarak dalam memilih-milih teman. "Sikap keteladanan Syamsul Arifin ini perlu ditiru generasi muda yang tentunya sifat baik dan positif, kalau yang lain saya tidak tahulah itu," ujarnya.(MA)


HARIAN

andalas L

U

G

A

S

D

A

N

C

E

R

D

A

S

Selasa, 25 Januari 2011 | No: 1798/Tahun VI | E-Mail:andalasmedan@gmail.com | Harga Eceran Rp2.000; Langganan+ongkos kirim Rp75.000; Luar Kota: Rp2.500

Gelar Konser 4 Hari Titi DJ Pecahkan Rekor PENYANYI Titi DJ sukses menggelar konser terakhir 'Swara Sang Dewi' pada Minggu (23/1). Titi pun berhasil memecahkan rekor Penyanyi Wanita Pertama Dengan Konser Sebanyak 7 kali Dalam Waktu 4 Hari Berturut-turut. "Rasanya bersyukur saya bisa melalui 4 hari ini, dimana ada 7 kali show-nya, dilalui dengan sehat," ujar

Titi saat ditemui usai konsernya di TIM, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (23/1) malam. Sebelumnya, Titi tidak pernah membayangkan dirinya bisa menggelar konser tunggal lagi. Sebelumnya, pada 2005, pelantun 'Bahasa Kalbu' itu sempat menggelar konser tunggal 'Sang Dewi'. "Tidak pernah terbayangkan bahwa periode umur saya yang tidak muda lagi. Umur saya tahun ini 45, saya bisa mempunyai sebuah konser yang bukan hanya sekali, jadi ini salah satu pencapaian saya lagi," jelasnya. Titi mengungkapkan konsernya tersebut bisa sukses berkat kerjasama tim yang sangat solid. Istri gitaris Ovy itu sangat berterimakasih kepada para pendukung konser 'Swara Sang Dewi'. "Jadi sekarang saya bisa bernafas dengan lega, akhirnya bisa selesai juga perjuangan kita. Terimakasih Andi (Rianto), Oleg (Sanchabakhtiar), pokoknya susah untuk mengungkapkan dengan kata-kata," ucapnya. (DTC)

Niat Perbesar Payudara

Bintang Porno Malah Tewas NAHAS betul Sexy Cora. Niat ingin memperbesar payudara, bintang porno Jerman ini malah tewas usai operasi. Cora wafat dalam usia sangat muda, 23 tahun. Dara kelahiran 2 Mei 1987 itu mengalami komplikasi setelah operasi pembesaran payudara. Artis dengan nama lengkap Carolin Ebert ini menjalani operasi di Alster Clinic, Hamburg, Jerman, awal Januari 2011. Saat operasi berlangsung, mendadak Cora mengalami serangan jantung. Dia lalu koma. Setelah berjuang untuk tetap hidup, pemenang Venus Award 2010 kategori aktris film dewasa Jerman terbaik itu wafat pada 20 Januari 2011, sembilan hari setelah operasi.

Dua dari ahli bedah yang melakukan operasi tersebut kini menghadapi tuduhan pembunuhan karena kelalaian. "Kerusakan otaknya sudah parah. Tekanan darahnya juga menurun terus. Tubuhnya sudah tak berfungsi. Dia tidur dengan tenang," tutur suami Cora, Senin (24/1). Itu bukan yang pertama kali Cora menjalani operasi payudara. Dia tercatat sembilan kali melakukan operasi sejenis. Semasa hidup, Cora pernah menjadi berita utama pada 2009, karena hendak memecahkan rekor oral seks. Dia berniat melakukan oral seks terhadap 200 laki-laki dalam 24 jam. Tapi baru mengoral 75 laki-laki, Cora dilarikan ke rumah sakit.(OKZ)

Mobil Darius Sinathrya Dibobol Maling DARIUS Sinathrya sedang sial. Mobil suami Donna Agnesia itu dibobol maling saat diparkir di kawasan Jakarta Selatan, Minggu, 23 Januari malam. "Iya benar, kejadiannya tadi malam jam 19.30 WIB, waktu diparkir di daerah Kemang, Jakarta Selatan," ungkap Darius saat dihubungi lewat telepon, Senin (24/1). Akibat kejadian itu, Darius kehilangan barang berharga seperti kamera, agenda kerja dan laptop. Di antara barangnya yang digondol maling, Darius paling menyayangkan kehilangan kamera dan hasil foto saat berada di Spanyol. "Sebenarnya ada memori card sih yang paling penting, kalau yang lain sudah diikhlaskan. Memori card itu isinya foto anak-anak dan fotofoto waktu di Spanyol. Jadi yang paling nyesak itu kehilangan kamera profesional saya," bebernya. Meski mengaku pesimistis barang-barangnya bisa kembali, mantan manajer tim nasional futsal itu tetap melaporkan kejadian yang dialaminya kepada pihak berwajib. Saat ini, polisi sedang melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi. "Kemarin sudah bikin laporan ke Polsek Cilandak. Mereka (polisi) hanya berusaha membantu. Tapi kan kejahatan seperti ini memang susah ya. Saya enggak tahu lah, kita serahkan kepada yang berwajib saja," ujarnya pasrah. Ditanya soal harapan tentang kehamilan Donna Agnesia dikaruniai anak perempuan untuk melengkapi kebahagiaannya yang sebelumnya sudah memiliki dua anak laki-laki. "Kebetulan dua anak pertama laki-laki. Sekarang berharapnya seorang putri yang bisa nemenin mamanya," ujar Donna yang usia kehamilannya sudah memasuki 5

bulan. Sampai saat ini Donna maupun Darius belum mengetahui jenis kelamin anak ketiga mereka. Apapun jenis kelamin sang bayi nanti, keduanya akan menerimanya dengan suka cita. Di kehamilan ketiganya ini Donna merasakan hal berbeda dari dua kehamilan sebelumnya. "Awal-awal nggak bisa makan daging. Nggak bisa terlalu bau masakan juga," katanya saat ditemui bersama Darius . Untuk menyambut kelahiran anak ketiga mereka, Da- rius merenovasi rumahnya. Menurut pria yang kerap jadi presenter sepakbola itu, rumah yang sekarang mereka tinggali hanya terdiri dari empat kamar. (INT)

Menguak Tabir Misteri Keluarga Oprah Winfrey OPRAH Winfrey memiliki anak kandung? Apakah Vernon bukan ayah kandung Oprah? Masih banyak sisi misteri dari Oprah yang menarik disimak. Ratu talk show ini pun siap buka-bukaan. Perempuan 56 tahun ini berencana akan membeberkan kisah hidupnya, termasuk kisah hitam keluarganya. Selama ini, Oprah mengaku hanya bercerita dengan temanteman dekatnya, sehingga sisi gelap keluarganya hanya untuk kalangan terbatas. "Teman-teman saya adalah keajaiban dari seluruh keajaiban yang ada. Saya rela membeberkan sebagian berita yang sungguh-sungguh sudah membuat saya syok. Saya sudah menyimpan rahasia keluarga selama berbulan-bulan. Anda

akan mendengarkan pengalaman hidup saya dari saya," ungkap Oprah saat promosi acaranya, Senin (24/1). Rumah produksi yang mengadakan acara ini, Harpo, enggan berkomentar lebih jauh. Namun mereka memberikan beberapa teori tentang misteri keluarga Oprah. Pertama, saat berusia 14 tahun, Oprah telah melahirkan seorang anak lakilaki secara prematur. Namun anak itu meninggal tak lama setelah dilahirkan. Berita ini sebenarnya pernah heboh pada 1990, saat salah seorang anggota keluarga Oprah menjual informasi itu kepada sebuah tabloid. Oprah saat itu menyatakan bahw dia telah dikhianati. Namun informasi lain juga

menyebutkan bahwa anak yang seharusnya kini berusia 42 tahun itu lahir selamat dan akan bertemu Oprah dalam beberapa jam ke depan. Kedua, Oprah memiliki dua saudara kandung dari ibunya. Saudara laki-laki Jeffery meninggal setelah menderita AIDS pada 1998, sementara saudara perempuan tiri Patricia meninggal pada 2003 karena penyakit misterius. Teori selanjutnya, ayah Oprah bukan ayah sebenarnya. Artinya, dia dilahirkan tanpa ayah yang jelas oleh ibunya saat remaja. Dia juga sempat dirawat beberapa kali oleh neneknya.(OKZ)


Harian Andalas