Issuu on Google+

andalas HARIAN

L U G A S

D A N

C E R D A S

Kamis, 14 Oktober 2010 | No: 1714/Tahun VI | E-Mail:andalasmedan@gmail.com | Harga Eceran Rp2.000; Langganan+ongkos kirim Rp75.000; Luar Kota: Rp2.500

Kepala MAN 2 Medan Otoriter Medan-andalas Sejumlah guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Medan, gerah terhadap sikap dan kebijakan bos mereka (kepala sekolah-red), Drs H Amirullah SH MPd yang terkesan otoriter, doyan mengejar serta mencari-cari kesalahan guru. Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan dari sejumlah guru bidang study madrasah beralamat di Jalan Pancing Medan itu hingga, Rabu (13/10), mengatakan selama Drs H Amirullah menjabat Kepala MAN 2 Medan, para guru sangat resah, terutama dalam hal kebijakan dan keputusan yang dijalankan yang bersangkutan tanpa terlebih dahulu memusyawarahkannya kepada guru. Selain itu, kata mereka, sejak Januari 2010 menjabat kepala madrasah, Amirullah tidak pernah melaksanakan tugas, padahal dia juga Bersambung ke Hal. 15

Diteliti, Proyek Fiktif Disdik Sumut Medan-andalas Komisi DPRD Sumut menyatakan akan meneliti dugaan proyek fiktif di Balai Latihan Pendidikan Teknik Dinas Pendidikan Sumut senilai Rp221 juta. "Kita akan panggil KPA-nya (kuasa pengguna anggaran) guna mengecek silang keberadaan proyek ini," ujar Wakil Ketua Komisi E Sopar Siburian SH, ketika memimpin rapat dengar pendapat dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut di Medan, Rabu (13/10). Proyek yang diduga fiktif tersebut, menurut dia, adalah proyek pemeliharaan rutin/berkala terhadap alat peraga siswa di Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT) Disdik Sumut senilai Rp221 juta. Pada rapat dengar pendapat dihadiri Kepala Disdik Sumut Drs Bachrumsyah dan sejumlah Bersambung ke Hal. 15

Korupsi Sampah, 6 Lurah Tersangka Medan-andalas Penyelidikan dugaan korupsi retribusi sampah yang melibatkan sejumlah oknum lurah di Kota Medan, akhirnya memasuki tahap penentuan para tersangka, terkait kasus yang merugikan keuangan negara tersebut. Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Medan Dharmabella Tymbasz menjelaskan, dari penyelidikan yang dilakukan Tim Pidsus, beberapa lurah dijadikan tersangka atas dugaan korupsi retribusi sampah. “Kita akhirnya menentukan tersangka korupsi retribusi sampah. Penetapan tersangka didasari atas peran, keterlibatan oknum lurah yang kita jadikan tersangka, khususnya dalam pengutipan retribusi sampah yang dibebankan kepada warga dan setoran uang, tidak sesuai Bersambung ke Hal. 15

Kurs Rupiah BELI

JUAL

USD

8882.00

8972.00

SGD

6807.70

6877.73

HKD

1144.74

1156.36

GBP

14047.77

14192.81

AUD

8774.53

8867.92

JPY

108.46

109.58

EUR

12396.61

12527.60

MYR

2866.09

2897.93

CNY

1331.77

1345.27 Sumber Bank Indonesia

andalas/rony muharrman

BENTROK - Puluhan pengunjuk rasa bentrok dengan aparat keamanan saat berunjuk rasa di halaman Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro Medan, Rabu (13/10). Dalam aksinya, pengunjuk rasa mendesak pemerintah pusat, Menko Ekuin, Menteri BUMN, ESDM agar menyerahkan regosiasi kontrak PT.INALUM dan perusahaan perusahaan PMA di Sumut kepada PEMPROVSU.

Demo Kantor Gubsu Ricuh Dua Aktivis Diamankan

Medan-andalas Massa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumut yang demo di Kantor Gubsu, Rabu (13/10), yang mendesak Pemprovsu mengambilalih PT Inalum, berlangsung ricuh. Kericuhan tersebut dipicu keinginan pendemo untuk bertemu langsung dengan Gubsu H Syamsul Arifin. Pantauan andalas, awalnya aksi demo tersebut berlangsung tertib. Massa datang pukul 11.00 WIB memasuki Kantor Gubsu Jalan Diponegoro. Namun sekitar 20 menit

DUA aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia sempat diamankan pihak kepolisian karena diduga melakukan provokasi ketika berunjuk rasa di kantor gubernur Sumatera Utara di Medan, Rabu. Dalam menyampaikan aspirasi tersebut, puluhan aktivis PMII itu turut menyembelih satu ekor ayam putih yang disimbolkan sebagai pilihan kepada pemprov untuk memilih menjadi "ayam jago" yang mampu memperjuangkan kepentingan masyarakat atau "ayam potong" yang tidak berdaya. Disebabkan masih tidak diizinkan masuk, puluhan aktivis PMII itu memukul petugas kepolisian dengan kayu yang menjadi tiang lambang organisasi kemahasiswaan ter-

Bersambung ke Hal. 15

Bersambung ke Hal. 15

Rahudman Damprat Plt Kadis Pertamanan Medan-andalas Wali Kota Medan Drs Rahudman Harahap, memarahi dan mendamprat Plt Kadis Pertamanan Irsan Marbun. Kemarahan itu disebabkan yang bersangkutan tidak menghadiri rapat koordinasi di Pemko Medan. Menurut Rahudman, rapat koordinasi tersebut merupakan hal yang positif dalam upaya penataan pemasangan reklame di Kota Medan serta program 100 hari kerja wali kota. “SKPD seperti itu dianggap tidak bertanggung jawab dalam tugas dan

tidak loyal kepada atasannya, sehingga perlu dicatat untuk kemudian hari menjadi pertimbangan wali kota,” tegasnya melalui Kabag Humas Hanas Hasibuan, Rabu (13/10). Di sisi lain beredar informasi di kalangan staf Pemko Medan bahwa ketidakhadiran Irsan Marbun, justru karena yang bersangkutan diperiksa Kejatisu terkait tindak penyelewengan pajak reklame dengan nilai miliaran rupiah. Bersambung ke Hal. 15

Pusat pun tak Mampu Kelola Inalum

andalas/rony muharrman

Seorang pengunjuk rasa diamankan pihak keamanan saat unjuk rasa.

SKPD seperti itu dianggap tidak bertanggung jawab dalam tugas dan tidak loyal kepada atasannya, sehingga perlu dicatat untuk kemudian hari menjadi pertimbangan wali kota.’ RAHUDMAN HARAHAP-WALI KOTA

PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) hanya akan menjadi beban baru bagi Pe m e r i n t a h Provinsi Sumatera Utara jika pengelolaannya diambil alih Pemprovsu seperti desakan yang terus disampaikan berbagai elemen masyarakat belakangan ini. "(Pemerintah) Pusat saja belum tentu mampu mengelola Inalum deBersambung ke Hal. 15

Sumut Peringkat Tiga Mafia Tanah Medan-andalas Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Denny Indrayana mengatakan, Sumatera Utara merupakan provinsi ketiga yang paling banyak dilaporkan terkait kasus mafia tanah. Di sela-sela dialog "Mempersatukan Energi Dalam Mencegah dan Memberantas Mafia Hukum" di Medan, Rabu (13/10), Denny Indrayana mengatakan, berdasarkan laporan yang disampaikan masyarakat, pihaknya mengetahui adanya 130 kasus dugaan mafia tanah di Sumut. Dari jumlah pengaduan dan laporan masyarakat itu, Sumut hanya "kalah" dari Jakarta dan Jawa Timur yang menempati peringkat pertama dan kedua. Bersambung ke Hal. 15

Pria Beristri 130 Reuni di Facebook Pria asal Kenya bernama Acentus Ogwella Akuku telah wafat. Ia sangat terkenal di negaranya dan dianggap berbahaya karena ketampanannya. IA BERHASIL menggaet lebih dari 130 perempuan dan menjadi ayah bagi sekitar 210 anak pada tahun 1990-an. Cucu Akuku bernama Nickson Mwanco menggelar reuni dan penghargaan di situs

Facebook. Ia ingin mengumpulkan anak, cucu, cicit serta saudara Akuku pada acara penguburan Desember 2010 nanti. Saat ini, lebih dari 2 ribu fans bergabung di akun facebook itu, meskipun tidak semuanya memiliki hubungan persaudaraan. Ogwella Akuku pertama kali menikah pada 1939 dan menjadi poligami pada usia 22 tahun. Pernikahan terakhir berlangsung di Bersambung ke Hal. 15


Kamis 14 Oktober 2010

andalas Lugas & Cerdas

PENERBIT PT. Star Media Internusa d/h. PT. Inti Media Nusantara PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI Iskandar ST WKL PEMIMPIN UMUM/WKL PEMIMPIN REDAKSI/PENJAB H Baharuddin PEMIMPIN PERUSAHAAN Amiruddin REDAKTUR PELAKSANA Agus Salim Ujung KOORDINATOR LIPUTAN Gusliadi Ritonga SEKRETARIS REDAKSI Cut Yulianti REDAKTUR Hamdani Nasution, Asril Tanjung, Hermawan,Yonan Febrian STAF REDAKSI Asiong, Robenson Sidabariba, Yunan Siregar, Raja P Simbolon Binsar Simatupang,Irwan Ginting,Ika Ramadhani, Felik Sidabutar FOTOGRAPHER Rony Muharrman MANAGER SIRKULASI Eddy H. Tambunan IKLAN Syarifah PENASEHAT HUKUM Syahril SH SpN; Nur Alamsyah SH MH; Abu Bokar Tambak SH MHum; A Herwan Bispo SH. ALAMAT REDAKSI/ TATA USAHA Jalan T Amir Hamzah Ruko Kompleks Griya Riatur Indah No. 182-184-186 Medan NOMOR REKENING BCA KCP Tomang Elok a/n Hasan Insja No. Rekening 7865044917 BRI KCP Kapten Muslim a/n Hasan Insya No. Rekening 0635-01-012885-50-4 Iklan Warna (FullColour) Rp. 15.000/mm kolom Iklan Hitam Putih Rp 10.000/mm kolom Iklan Keluarga/Ucapan Selamat Rp 3.500/mm kolom TELEPON (061) 8449800 FAKSIMILE (061) 8462800 EMAIL andalasmedan@gmail.com PENCETAK CV. Grafika Sumatera. Isi di Luar Tanggungjawab Pencetak

EDITORIAL

Demo, Mengapa Mesti Kisruh ? DEMO yang digelar massa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumut di Kantor Gubsu, Rabu kemarin, dilaporkan berlangsung ricuh. Kekisruhan tersebut dipicu keinginan pendemo untuk bertemu langsung dengan Gubsu H Syamsul Arifin. Terlepas dari siapa yang salah atau siapa memulai memicu terjadinya kekisruhan itu, aksi kekerasan tetaplah tidak bisa ditolerir apapun dalihnya. Hal itu menjadi bukti, budaya kekerasan masih tetap sulit untuk dihilangkan di negeri ini. Ternyata, demokrasi masih sebatas wacana tanpa disertai implementasi sejalan dengan nilai dan aturan yang berlaku. Akar kekisruhan yang membelit sendi-sendi kehidupan bangsa tentu saja tidak lahir begitu saja. Sistem pendidikan kita belum efektif dalam melahirkan generasi-generasi masa depan yang cerdas sekaligus bermoral, kemudian 'berselingkuh' dengan kultur sosial masyarakat kita, yang sedang chaos dan 'sakit' setidaknya telah memiliki andil cukup besar dalam menciptakan lingkaran kekerasan itu. Dalam konteks demikian, wajar jika banyak kalangan mencemaskan, negeri ini dianggap telah kehilangan nilai-nilai kesejatian diri sebagai bangsa yang terhormat dan bermartabat akibat meruyaknya aksiaksi kekerasan dan vandalisme yang tak henti-hentinya menggoyang sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Bangsa kita yang multikultur dan multiwajah dinilai telah kehilangan sikap ramah. Nilai-nilai keberadaban telah tereduksi oleh sikap-sikap kebiadaban yang membudaya dalam bentuk tawuran pelajar, pemerkosaan, pembunuhan, mutilasi, aborsi, dan berbagai perilaku vandalistis lainnya yang menggurita di segenap lapis dan lini kehidupan masyarakat. Sentimen-sentimen primordialisme berbasis kesukuan, agama, ras, atau antargolongan menjadi demikian rentan tereduksi oleh emosi-emosi agresivitas. Bangsa kita seolah-olah telah menjelma menjadi homo violens, yang menghalalkan darah sesamanya dalam memanjakan naluri dan hasrat purbanya. Dan harus diakui, bukan hal yang mudah untuk memutus mata rantai kekerasan sebagai ekspresi bangsa yang murka akibat pasungan rezim masa lalu yang bertahun-tahun lamanya 'memenjarakan' anakanak bangsa dalam tungku kekuasaan yang dianggap tertutup, tiran, dan tidak adil. Kesenjangan sosial-ekonomi yang begitu lebar, disadari atau tidak, telah membuat kehidupan masyarakat di lapisan akar rumput menjadi gampang putus asa dan rentan terhadap aksi-aksi kekerasan. Berkaca pada lintasan sejarah dari generasi ke generasi, sudah saatnya bangsa kita kembali memburu dan menemukan kesejatian diri sebagai bangsa yang terhormat dan bermartabat. Temukan kembali sikap ramah itu menjadi entitas karakter bangsa yang telah lama hilang, untuk selanjutnya diapresiasi dan menjadi laku utama dalam kehidupan seharihari. Sampai kapan pun lingkaran kekisruhan di negeri ini tidak akan pernah bisa terputus apabila tidak didukung oleh atmosfer dunia pendidikan yang nyaman dan mencerahkan serta kultur sosial kondusif. Oleh karena itu, sudah selayaknya fenomena kekerasan ini mendapatkan perhatian serius dari semua komponen bangsa untuk segera menghentikannya. Lagi pula, kalau bisa dilakukan dengan jalan damai, mengapa mesti memicu terjadinya kekisruhan. (**)

MEDAN KITA

harian andalas | Hal.

2

Mita Kembalikan Uang Sewa

Pedagang Pajak USU Demo Medan-andalas Massa yang terdiri atas puluhan pedagang Pajak USU (Pajus) yang terbakar September 2010 lalu, menggelar aksi unjuk rasa di depan Biro Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Rabu (13/10). Mereka menuntut pengembalian uang sewa lahan yang telah mereka bayar hingga tahun 2011. “Kalau pihak USU tidak memberikan izin lagi kepada kami untuk berjualan di USU, kami minta agar uang kami dikembalikan,” kata seorang pedagang, Zailani, dalam orasinya. Zailani dan puluhan pedagang lainnya meminta Rektor USU mengizinkan mereka kembali berjualan di bekas

lokasi Pajus, hingga akhir semester pertama perkuliahan mahasiswa USU. Karena sebelumnya mereka mengaku telah membayar sewa lahan Rp 2 juta per lapak hingga tahun 2011. Ia mengatakan, selama ini puluhan pedagang kecil sangat menggantungkan hidupnya di Pajak USU untuk mengais rezeki. Bahkan sebagian besar di antaranya sudah berjualan sejak lokasi tersebut dibuka untuk para pedagang kecil. Pascaterbakar 18 September lalu, pihak USU mengeluarkan kebijakan bahwa para pedagang tidak lagi diizinkan untuk berdagang di lokasi tersebut dengan alasan akan didirikan gedung baru untuk perkuliahan. “Kami bingung harus berjualan dimana lagi.Kalau memang kami tidak lagi diizinkan berjualan di lokasi itu, kami minta uang sewa yang telah kami bayar untuk dikembalikan,” katanya. Menanggapi permintaan para pe-

dagang itu, pengelola Pajak USU, Wara Sinuhaji, mengatakan, pihaknya akan mengembalikan uang sewa yang telah disetorkan pedagang dengan syarat membawa bukti-bukti yakni berupa kwitansi pembayaran. “Kami akan kembalikan uang sewa tersebut asalkan ada kwitansinya,” katanya di hadapan puluhan pedagang tersebut. Sementara itu, Kepala Humas USU, Bisru Hafi, mengatakan, permintaan para pedagang tersebut akan disampaikan kepada rektor. Untuk itu para pedagang harus sabar menunggu jawabannya beberapa hari mendatang. “Izin memberikan pedagang untuk berjualan di komplek USU bukanlah wewenang dari rektor, namun kita akan tetap menyampaikan permintaan para pedagang itu kepada rektor,” katanya. Menurut Bisru, area Pajak USU tersebut rencananya akan dibangun gedung perkuliahan baru mengingat ada beberapa

NAIK PESAWATSejumlah calhaj menaiki tangga pesawat yang akan membawa mereka menuju Mekkah, dari Bandara Polonia, Rabu (13/10).

andalas/asril tanjung

Seorang Calhaj Asal Medan Meninggal di Pesawat Medan-andalas Seorang calon jamaah haji (Calhaj) asal Medan yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) II, Panji Siswanto bin Paidi (52), meninggal dunia di dalam pesawat. Panji yang menderita gejala asma tersebut, meninggal dunia setelah 4 jam penerbangan dari Bandara Polonia, Selasa (12/10) pukul 14.30 WIB. Hal itu dibenarkan Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan Drs H Abdul Rahman Harahap MA di selasela pemberangkatan calhaj kloter III Embarkasi Medan, Rabu (13/10). Menurut Rahman, pemerintah akan memberikan 2 jenis asuransi kepada calhaj yang meninggal sebelum sempat menjalankan ritual ibadah haji di Tanah Suci Makkah tersebut. Yang pertama, asuransi tersebut akan diberikan pihak penyelenggara haji dan kedua diberikan pihak pener-

bangan, yakni Garuda Indonesia. Sementara, Wakil Wali Kota Pematang Siantar, Koni Ismail Siregar yang turut mengantar para jamaah haji asal Kota Pematang Siantar mengatakan, sudah menjadi tanggung jawabnya sebagai seorang pemimpin untuk mengantarkan warganya menunaikan ibadah. “Sebagai seorang pemimpin sudah sepantasnya saya turut mengantar walaupun hanya sampai pintu pesawat saja. Saya merasa bertanggung jawab untuk mengantarkan warga saya ke Tanah suci,” ungkapnya. Koni juga mengatakan, pemerintah Kota Pematang Siantar sangat memperhatikan jamaah haji dari Kota Pematang Siantar. Salah satu bentuk perhatian yang diberikan oleh pemerintah Kota Pematang Siantar ialah mengadakan manasik massal, dan pemberian seragam kepada seluruh jamaah.

“Kita berikan seragam gratis kepada para jamaah. Manasik haji pun kita lakukan, untuk saat ini mungkin hanya itu saja yang bisa kita berikan kepada jamaah haji. Tapi Insya Allah tahun-tahun berikutnya akan kita berikan lebih,” tegasnya. Jamaah haji kloter III ini berasal dari 3 kabupaten/kota, dari Kota Medan, Kota Pematang Siantar dan Kota Tebing Tinggi, Jamaah haji kloter III berjumlah 454 orang. Jamaah haji ini bertolak ke Jedah pukul 14.15 Wib. Sementara itu, 455 jamaah kloter IV Embarkasi Medan dijadwalkan bertolak menuju Tanah Suci hari ini, Kamis (14/10) pukul 15.15 WIB. Jamaah kloter IV yang berasal dari Labuhan Batu, sudah memasuki Asrama Haji Medan, Rabu kemarin untuk mendapat pembekalan, pemeriksaan kesehatan dan pengurusan dokumen. (RIL)

Desember, Distribusi Kartu JPKMS Medan-andalas Pendistribusian kartu Jaminan Pelayanan Kesehatan Medan Sehat (JPKMS) akan dilaksanakan pertengahan Desember 2010. Kartu kepesertaan layanan kesehatan bagi sekitar 350.000 warga miskin Kota Medan ini, merupakan hasil pemutakhiran data dari sebelumnya yang berjumlah 500.000 peserta. “Tidak ada penambahan peserta, melainkan seleksi pemutakhiran data. Karena selama ini ada peserta yang semestinya tidak berhak memiliki kartu, dan sebaliknya yang benar-benar penduduk miskin sesuai de-

ngan kriteria justeru tidak mendapatkannya,” tegas Kadis Kesehatan Kota (Dinkes) Medan dr Edwin Effendi MSc, pada sosialisasi sistem pendataan JPKMS, Rabu (13/10) di Gelanggang Mahasiswa USU. Sosialisasi dihadiri Askessos Pemko Medan Farid Wajedi, camat, lurah dan kepala lingkungan (Kepling). Untuk itu, dirinya meminta kepada para kepling agar benar-benar melakukan pendataan warganya yang berhak mendapatkan kartu peserta JPKMS. “Kalau tidak masuk dalam data, mohon maaf karena kemampuan kita terbatas, tapi jangan

sampai ada penduduk miskin yang tidak masuk,’ ujar Edwin. Kepada para kepling, Edwin menjelaskan apabila jumlah yang didata melebihi dari kuota yang ditetapkan, maka harus dikurangi sesuai dengan kriteria yang ada, dikarenakan anggaran yang belum memungkinkan. ‘Kemampuan kita terbatas dan ini merupakan pendampingan tambahan kuota Jamkesmas,” sebutnya. Sementara Kepala BPS Kota Medan Misfaruddin menyampaikan, perlunya basis data JPKMS yang akurat dan up to date. Untuk hal ini,

BPS Kota Medan hanya membantu pengolahan data. “Kepala lingkungan yang melakukan pendataan berkordinasi dengan Dinkes Medan, sedangkan BPS membantu pengolahan data,” katanya. Sedangkan Kepala Bappeda Kota Medan Syaiful Bahri meminta, jangan sampai dengan pekerjaan yang dilakukan ini menimbulkan masalah. “Kalau kerja dengan baik, benar, sesuai aturan dan ketentuan kenapa mesti takut. Ini akan diaudit,” ujarnya. Sedangkan Ketua Komisi B DPRD Kota Medan Irwanto Tampubolon me-

fakultas yang masih kekurangan gedung perkuliahan. “Misalnya Fakultas Ekonomi, masih kurang ruangan kuliahnya. Bukan hanya itu, nantinya juga dibangun fasilitas yang mendukung perkuliahan lainnya,” katanya. Seperti diketahui, Sabtu, 18 September sekira pukul 17.30 WIB, sedikitnya 120 dari 140 kios di komplek Universitas Sumatera Utara (USU) atau lebih dikenal dengan sebutan Pajak USU, ludes terbakar. Saat itu, pengelola pajak USU, Wara Sinuhaji di lokasi kebakaran mengatakan, api diduga berasal genset milik salah seorang pedagang sepatu yang meledak. Api sempat berusaha dipadamkan para pedagang dengan menggunakan tiga unit racun api. Namun, karena sebagian besar kios di lokasi tersebut terbuat dari bahanbahan yang mudah terbakar, api sulit dipadamkan dan cepat menyambar ke kios lain. (HAM/ANT)

Pemko Medan Diminta Berdayakan BPPT Medan-andalas Pemko Medan diminta segera memberdayakan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Medan secara maksimal agar wajah birokrasi pelayanan perizinan di BPPT bisa memuaskan masyarakat. Hal ini dikatakan Anggota DPRD Medan, Lily Tan MBA, MH, Rabu (13/10). Menurut politisi Partai PIB ini, seluruh pelayanan perizinan harus diserahkan pada BPPT. Tidak seperti saat ini, dinas terkait masih campur tangan dalam proses perizinan. Sehingga menyebabkan biaya perizinan masih tetap mahal dan lama. Perizinan akan tetap mahal apabila prosesnya masih melibatkan banyak dinas. Pemko Medan harus konsisten dalam mengimplementasikan soal pemberian pelayanan perizinan ke BPPT. Semestinya, semua perizinan disentralisasi di BPPT,” ujar Lily Tan. “Kita terus mendesak Pemko Medan untuk memperluas wewenang pelayanan perizinan BPPT karena sebagian besar perizinan masih ditangani oleh dinas dan badan terkait yang sebelumnya memiliki kewenangan tersebut,”kata Lily Tan. Lily Tan menambahkan, jika seluruh perizinan berada di tangan BPPT, praktik korupsi dan penyimpangan lainnya bisa dikurangi. Sebab konsep pelayanan perizinan di BPPT memang telah di desain lebih transparan dan cepat. “Diperlukan pegawai yang memahami aspek teknis masalah pengurusan perizinan, mengingat sebelum mengeluarkan izin ada banyak syarat dan rekomendasi yang harus dipenuhi dan bentuknya juga beragam,” ucapnya. Bahkan, jika diperlukan, Perda yang mengatur kewenangan BPPT harus ditingkatkan lagi. Sehingga, tidak ada lagi celah hukum yang bisa dimanfaatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam pelayanan perizinan selain di BPPT. “Semestinya BPPT dikuatkan lagi posisinya. Dengan jalan melakukan revisi Perda BPPT. Sehingga tidak ada lagi pelayanan perizinan yang dilakukan di luar BPPT,” tandasnya. Dalam kaitan itu, dia berharap birokrasi bisa terpotong dan lebih cepat. Jadi, ujarnya, jika birokrasinya dipangkas maka akan bisa lebih efisien. Sehingga bisa dirasakan masyarakat yang utamanya terkait dengan sektor perekonomian. Sementara Anggota DPRD Medan lainnya, Hasyim SE mengatakan, kondisi SDM BPPT juga belum cukup untuk mengakomodir warga masyarakat yang datang berurusan mengurus perizinan. “Dengan kewenangan mengelola begitu banyak perizinan bisa saja setiap hari ratusan masyarakat datang ke kantor tersebut. Kita harapkan pegawai banyak belajar dari aturan yang sudah ada dan bila menemui kendala bisa mengkoordinasikan dengan instansi terkait agar persoalan perijinan nantinya tidak menimbulkan polemik serta ketidakpuasan,” ujarnya. (SIONG)

ngharapkan kepada kepling yang diberikan pembekalan agar benar-benar bekerja sesuai kriteria. “Kepling merupakan ujung tombak,” katanya. Dijelaskannya, dulu ada program Jamkesmas dan tahun 2008 muncul program JPKMS sebagai pendamping Jamkesmas. Namun data yang sudah masuk Jamkesmas dimasukkan sehingga ada yang ganda, artinya tidak sesuai kriteria. “Tapi sekarang ada juga yang

tidak mendapatkan kartu, makanya dilakukan pemutakhiran data,” imbuhnya sembari berharap agar Dinkes Medan juga mendapatkan data peserta Jamkesmas khusus masyarakat Kota Medan, untuk melihat apakah ada peserta JPKMS masuk Jamkesmas. Dengan adanya pemutakhiran ini, menurut Irwanto akan terjadi penurunan kepesertaan 20 sampai 30 persen. (YN)


MEDAN KITA

Kamis 14 Oktober 2010

Busway akan Menambah Kemacetan

Medan-andalas Tanggul Paluh Janda yang jebol sejak sepakan lalu sehingga air merendam ratusan rumah warga Perumahan Nelayan Indah, Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, baru mulai diperbaiki Rabu (13/10). Tapi perbaikan tanggul tak juga mampu mengatasi keresahan warga. Pasalnya, perbaikan yang dilakukan Dinas Bina Marga Kota Medan melalui perpanjangan tangan warga sekitar itu, tidak dilakukan secara permanen. “Benteng yang dibangun tidak akan bertahan lama, karena dikerjakan seadanya. Tanggul tidak akan mampu menahan hantaman air,” ujar Anto (30), warga Perumahan Nelayan Indah kepada andalas, Rabu kemarin. Warga Nelayan Indah berharap, pembangunan benteng dilakukan secara permanen, tidak dengan cara menimbun dengan tanah yang digali dari paluh. “Tanah timbunan tidak lama akan habis dihanyutkan atau dikikis air,” tambah Anto. Sebagian warga khususnya ibu-ibu juga mengeluh, takut timbul penyakit dari genangan air yang belum mengering di dalam rumah dan pekarangan mereka pasca jebolnya tanggul Palu Janda. Ditambah lagi anak-anak yang suka bermain air dan berenang-renang di saat air mulai masuk lagi. (IKA)

Isu Permainan Uang Merebak Medan-andalas Pascapenyelenggaraan ujian penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kejaksaan untuk kuota Sumatera Utara yang digelar di Gedung Gelanggang Remaja Medan, Selasa lalu (12/10), merebak berbagai informasi bahwa penyelenggaraan ujian tersebut hanya formalitas.

andalas/rony muharrman

UJIAN-Sebanyak 1618 peserta mengikuti ujian CPNS Kejaksaan di Gelanggang Remaja Medan, Selasa (12/10). Pascaujian, merebak isu, ujian tersebut hanya formalitas, karena yang menentukan adalah ‘permainan uang’ dan deking.

CPNS Pemprovsu Ngambang KEPALA Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumut, Suherman mengatakan, pihaknya belum mendapat penjadwalan secara pasti pengumuman seleksi penerimaan Calan Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2010 di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu). Soalnya hingga Rabu (13/10) Pemprovsu belum menerima balasan dari Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Menpan) Pusat tentang penerimaan CPNS. ”Hingga hari ini (Rabu-Red) kita (pihak BKD Pemprovsu-red) belum ada menerima persetujuan atau petunjuk tentang surat pengajuan Formasi CPNS

2010 dari Menpan. Untuk tahun 2010 ini Pemprovsu membutuhkan 290 CPNS,” ujar Suherman, melalui Kabid Pengadaan dan Pemberdayaan BKD Sumut, Pandapotan. Disebutkan, bahwa jumlah tersebut atas permohonan atau pengajuan dari 52 SKPD (Satuan Perangkat Kerja Daerah) Pemprovsu yang ada. Tidak terlepas juga CPNS yang diterima untuk menggantikan 482 PNS yang pensiun pada tahun 2010 ini. “Formasi 2010, Pemprovsu membutuhkan 290 CPNS. Mereka direkrut melalui seleksi guna menggantikan 482 PNS yang pensiun pada tahun ini. Hanya saja,

200 Ponpes Ikuti Pelatihan Pengelolaan Perpustakaan Medan-andalas Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi (BPAD) Sumatera Utara (Sumut) melatih 200 pengasuh pondok pesantren seSumut tentang pengelolaan perpustakaan, Rabu-Kamis (13-14/10) di aula Hotel Antares Medan. Pelatihan dibuka Kepala BPAD Sumut, Nurdin Pane, SE, MAP diwakili Sekretaris Drs Chandra Silalahi MSi. Chandra Silalahi dalam sambutannya mengatakan, pelatihan pengelolaan perpustakaan kepada 200 pengasuh pondok pesantren ini merupakan bukti bahwa visi dan misi Gubsu H Syamsul Arifin “Agar Rakyat tidak Bodoh” sudah masuk ke pondok pesantren melalui pelatihan pengelolaan perpustakaan. “Jadi, ke depan kita akan memperjuangkan anggaran untuk pengadaan buku-buku dan mobiler ke perpustakaan pondok pesantren se-Sumut secara simultan. Artinya kegiatan ini akan berkesinambungan,” kata Chandra. Untuk tahun depan, katanya, sudah dianggarkan dalam APBD Provinsi Sumut untuk 10 ponpes berupa bantuan buku-buku dan mobiler. Nilainya ini mencapai Rp55 juta per pondok pesantren. “Ini sudah bisa untuk sarana minimal sebuah perpustakaan di pondok pesantren di luar pembangunan gedung,” katanya. Pelatihan ini, katanya dilaksanakan diawali dengan penandatanganan naskah kerjasama (MoU) antara BPAD Sumut dengan Badan Silaturahim Pondok Pesantren Sumatera Utara pada Pesta Buku 2010 yang lalu. Sementara, Ketua Badan Silaturahim Pondok Pesantren Sumut, Drs H Yulizar Parlagutan Lubis, MPSi mengatakan, secara pribadi dan seluruh komunitas pesantren memberikan apresiasi yang tinggi, khususnya kepada BPAD Sumut, dan secara khusus kepada Gubsu

3

Pascaujian CPNS Kejaksaan

Medan-andalas Wacana pengadaan ‘busway’ (jalur bus khusus) di Medan pada tahun 2012 nanti kembali mendapat penolakan. Kali ini datang dari pengamat sosial Agus Suriadi MA. Dia mengatakan, pengoperasian ‘busway’ justeru akan menambah kemacetan. “Boro-boro mengatasi kemacetan, pengadaan ‘bus way’ justeru akan menambah kekacauan perlalulintasan di Kota Medan,” kata dosen pascasarjana USU ini kepada andalas, Rabu (13/10). Dia pun mengoreksi anggapan bahwa bus Trans itu serupa dengan angkutan massal seperti bus. “Memang judulnya sama-sama bus. Tapi dalam hal ini bus Trans adalah moda angkutan yang berbeda dengan angkutan massal. Bus Trans adalah moda angkutan yang punya jalur khusus, yang umumnya ‘memakan’ badan jalan umum, sehingga menambah sempit ruas jalan. Sedangkan angkutan massal atau bus biasa tidak menggunakan jalur khusus,” katanya menjelaskan. Itu sebabnya, dia lebih setuju agar ‘provider-provider’ pengangkutan sekarang, secara bertahap diarahkan untuk mengganti angkot (angkutan kecil) menjadi bus. Dengan demikian, jumlah kendaraan diyakininya akan berkurang secara signifikan. “Sedangkan dengan ‘busway’ yang terjadi adalah, angkutan yang ada tetap jumlahnya lalu ditambah lagi dengan keberadaan bus Trans bukan hanya menambah jumlah kendaraan tapi juga sekaligus mengurangi volume jalan karena sebagian harus jalan harus ‘dikorbankan’ untuk ‘busway’. Bayangkan apa jadinya dan itu sudah terjadi di Jakarta,” papar Agus. Dia juga menepis anggapan bahwa keberadaan ‘busway’ dengan bus Trans-nya yang sangat nyaman itu akan menarik minat para pemilik mobil pribadi untuk menaikinya. “Itu anggapan yang sama sekali tidak punya dasar, apalagi untuk mental orang-orang seperti di Medan yang masih punya kecenderungan untuk pamer,” tandasnya. Agus memberi contoh, bagaimana anak-anak sekolah yang punya mobil pribadi, tetap ngotot naik mobilnya, meski harus kerepotan cari parkir dan bahkan sudah mengganggu orang lain. “Padahal bisa saja mereka beramai-ramai langganan satu mobil agar lebih efisien. Tapi mental masih lebih senang naik mobil sendiri tadi lebih kuat. Apa hal ini juga dipikirkan oleh mereka yang mendukung ‘busway’,” tanya Sekretaris Program Pascasarjana Program Studi Pembangunan USU ini. (RPS)

Mengecewakan, Perbaikan Tanggul Paluh Janda

harian andalas | Hal.

andalas/hamdani

SERIUS-Sejumlah peserta dari pondok pesantren mengikuti dengan serius pelatihan pengelolaan perpustakaan yang digelar BPAD Sumut di Hotel Antares Medan, Rabu (13/10). yang menunjukkan atensi dan kepedulian kepada ponpes di Sumut. “Sudah banyak yang dilakukan pemerintah provinsi dengan pesantren antara lain pekan olahraga pesantren, jambore pramuka antarpondok pesantern. Hari ini sejarah kembali mencatat untuk pertama kali di Indonesia, Gubsu melalui BPAD Sumut mengadakan pelatihan kepada pondok-pondok pesantern bagaimana mengelola perpustakaan di ponpes,” katanya. Dia minta konsep “rakyat tidak bodoh” yang masuk ke pesantren melalui BPAD Sumut tidak berhenti sampai di sini. Tapi harus terus menerus. “Bayangkan ini pertama di Indonesia, semua pesantren dari Madina, Tapsel, Dairi, Paluta, Asahan dan kabupaten/kota lainnya di Sumut mendapat pelatihan tentang pengelolaan perpustakaan,” kata mantan anggota DPRD Sumut ini. Yulizar Parlagutan Lubis juga berharap dari komunitas pesantren menginginkan ada prestasi

yang lebih dari BPAD Sumut seperti mengadakan pojok kitab kuning. “Kitab kuning buku yang dikarang ulama zaman, itu harus diselamatkan dan kita berharap Sumut menjadi pioner untuk pengadaan pojok Kitab Kuning. Dengan adanya pojok kitab kuning ini diharapkan akan semakin banyak kalangan yang berkunjung ke perpustakaan,’ katanya. Adapun ponpes yang mengirim utusan mengikuti pelatihan itu, antara lain Pesantren Ar Raudatul Hasanah, TPI Darul Hikmah, Ta’di Asyakirin, Al Kausar Akbar, Darul Arafah, Al Mukhlisin, Al Qomariah, Al Husnah, Saefullah, Nurul Hakim, Zakiyun Najah, Hidayatullah, Darul Mukhlisin, Qismul Aly Firdaus, Kwala Madu, Jabal Rahmah, Ibadurrahman, Ulumul Quran, Babussalam, Tajussalam, Az Zuhrah, As Shidiqiyah, Al Yusriyah, Al Ikhlas, An Nadwa, Sabilul Mukminin, Darul Mursyid, Ponpes Muhammadiyah KH Dahlan, Abu Bakar Siddik, Baharuddin Harahap dan sejumlah ponpes lainnya. (HAM)

Apa pasal? Ternyata, panitia seleksi lokal Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dihantam beragam isu. Di antaranya, beberapa oknum panitia dan pegawai Kejatisu sudah mendapat jatah bagi sanak keluarga maupun kerabatnya untuk “diurus” menjadi CPNS di lingkungan Kejatisu. Beragam informasi nominal uang yang harus dibebankan terhadap peserta yang ingin diterima sebagai CPNS Kejaksaann, tergatung dari latar belakang pendidikan maupun jalur yang mengurus. “Penerimaan CPNS di kejaksaan sudah menjadi rahasia umum yang bakal lulus diterima adalah sanak keluarga, kerabat maupun dari keluarga internal kejaksaan. Kalau pun ada yang lulus murni, itu hanyalah strategi untuk menutup-nutupi agar penerimaan CPNS seolah-olah berjalan secara sehat,” ungkap sumber yang enggan namanya disebut, kepada andalas, Rabu (13/12). Senada, Rahmad, salah seorang orang tua peserta ujian CPNS kejaksaan mengakui, bahwa di masa pendaftaran, ada oknum panitia yang menawarkan jasa pengurusan agar anaknya dapat diterima sebagai CPNS kejaksaan. “Dia menjanjikan anak saya bisa lulus bila saya mampu menyediakan uang sebesar Rp30 juta, untuk anak saya yang berasal dari ijazah SMA. Sedangkan untuk peserta yang berijazah S1 (sarjana), dia menginformasikan pasarannya antara Rp150 juta

hingga Rp300 juta. Sedangkan untuk D3 sebesar Rp50 juta hingga Rp100 juta,” ungkapnya. Akibat dia tidak memiliki sejumlah uang yang disebut oknum panitia itu, dia pun lantas menjadi ragu dan khawatir anaknya tidak lulus ujian yang telah digelar , Selasa lalu tersebut. ”Saya jadi khawatir anak saya tidak lulus karena tidak punya uang. Tapi, saya tetap pasrah, jikalau memang rezeki, lulus ya syukur, kalau pun tidak lulus, apa boleh buat,” ujarnya sembari menjamin anaknya adalah anak yang pintar di sekolah. Terpisah, menanggapi isu permainan uang telah mengotori dalam penerimaan CPNS di lingkungan Kejaksaan tersebut, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejatisu, Edi Irsan membantah soal itu. ”Saya tegaskan, bahwa penerimaan CPNS kejaksaan tanpa KKN maupun permainan uang. Bila ada peserta maupun keluarga peserta yang dijanjikan bisa diurus dan diterima menjadi CPNS kejaksaan, saya dengan tegas menyatakan hal itu adalah liar dan penipuan. Segera laporkan kepada kita mengenai praktik percaloan itu,” tantang Edi Irsan ketika ditemui andalas, kemarin. Sementara itu, data yang diperoleh, total peserta yang mengikuti ujian penerimaan CPNS kejaksaan sebanyak 1618 orang dibagi menjadi tiga latarbelakang pendidikan, yakni peserta dari SMA sebanyak 880 peserta, D3 sebanyak 384 peserta dan S1 sebanyak 351 orang. (FEL)

penerimaan CPNS belum dapat dilakukan terkait belum ada balasan atau persetujuan dari Menpan. Yang jelas, penerimaan CPNS tahun ini ada namun jadwal tetap belum dapat dipastikan,” ucap Pandapotan melalui HP. Dikatakan, kali ini untuk tingkat SKPD Pemprovsu yang paling bayak membutuhkan CPNS berasal dari lembaga Dinas Pendidikan, Perhubungan, Kesehatan, Pendapatan dan banyak lagi lainnya. Sayangnya ia tidak bersedia memaparkan berapa jumlah yang pasti soal kebutuhan masing-masing SKPD. Dari 290 CPNS tersebut merupakan jumlah dari kebutuhan 52 SKPD se Pemprovsu. “Sabar, dan tunggu saja karena kita belum mendapat petunjuk Menpan maka masalah data masih belum boleh

dikeluarkan. Yang pasti, sampai hari ini pihak pemprovsu belum ada menerima teguran atau lainnya tentang tawaran jumlah CPNS yang diajukan,” jelasnya. Disinggung apa ada kira-kira kendala soal kelangsungan penerimaan CPNS tersebut, Pandapotan, justru tersenyum dan mengatakan pihak BKD sampai saat ini belum ada menrima teguran atau lainnya tentang data yang mereka kirimkan kepada Menpan. Hanya saja, pihak Menpan saat ini menangani penerimaan CPNS untuk 450 kabupaten kota dari 33 provinsi seIndonesia. “Masalah persyaratan tak beda dengan tahun sebelumnya. Ya mungkin satu persyaratan yang ditambah, dimana masing-masing pelamar diwajibkan meyediakan foto copy KTP,” tandasnya. (WAN)

Pertamina Santuni Korban Insiden Elpiji 3 Kg Medan-andalas PT Pertamina Pemasaran Region I, Selasa (12/10) sore memberikan santunan sebesar 132 juta rupiah kepada korban insiden LPG 3 kg, di Kantor Pertamina Pemasaran Gas Domestik Region I, Jalan KL Yos Sudarso Medan. Rumah keempat korban, mengalami kerusakan akibat kebakaran yang diduga dari kebocoran gas elpiji 3 kg, di Jalan Jaring Udang 4, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, tanggal 26 Agustus 2010 yang lalu. Pemberian santunan tersebut diberikan langsung oleh Manajer Gas Domestik Pertamina Pemasaran Region I Yudi Yanurwinda kepada perwakilan keluarga korban, yaitu Rofinus Tampubolon, J Martin Tampubolon, Binsar Sian-

turi, dan L Sitinjak. Dalam kesempatan tersebut, Yudi didampingi oleh Sales Representative Gas Domestik Wilayah Sumatera Utara Dwi Manoveri. Yudi Yanurwinda mengatakan, santunan tersebut adalah bentuk kepedulian Pertamina kepada korban insiden elpiji 3 Kg “Saya berharap masyarakat semakin berhati-hati menggunakan elpiji, sesuai dengan yang telah disosialisasikan, dan semoga tidak ada lagi peristiwa kebakaran yang diakibatkan dari kebocoran elpiji,” ungkap Yudi. Sementara itu, Binsar Sianturi, salah satu perwakilan korban kebakaran mengungkapakan rasa terima kasih atas pemberian Pertamina. Walaupun rumahnya rusak akibat insiden tersebut, Binsar

merasa bersyukur tidak ada keluarganya yang menjadi korban. “Kami berterima kasih sekali atas kepedulian Pertamina, santunan yang diberikan ini akan kami gunakan untuk memperbaiki kembali rumah kami,” ujar Binsar Sianturi. Setelah Program Konversi Minyak Tanah ke Gas di Sumut berjalan selama setahun, terjadi peningkatan permintaan elpiji 3 Kg oleh masyarakat. Terjadinya peningkatan ini, menjadi indikator tingginya animo masyarakat untuk menggunakan elpiji. Pada bulan September kemarin, penyaluran elpiji 3 kg di Sumatera Utara sebesar 7.161 metric ton (MT). Jumlah ini meningkat tipis dibandingkan penyaluran bulan Agustus sebanyak 7.152 MT. (BEN)


HUKUM & KRIMINAL

Kamis 14 Oktober 2010

harian andalas | Hal.

4

KILAS

Pakai Sabu Untuk Doping FOTO BERSAMA Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Oegroseno (kiri), Ketua Satgas Mafia Hukum Denny Indrayana, Prof. Dr Bismar Nasution SH (Guru Besar Fakultas Hukum USU), dan Kajatisu Sution Usman foto bersama usai seminar bertema Mempersatukan Energi Dalam Mencegah dan Memberantas Mafia Hukum, di Tiara Convention Hall Medan, Rabu (13/10).

Medan-andalas Berdalih menggunakan sabu untuk doping, seorang pekerja di toko distro (jual pakaian) ditangkap petugas Reskrim Polsek Medan Baru, dalam penyergapan di salah satu rumah di Jalan Karya Gang Mesjid, kawasan Medan Barat, Rabu (13/10) dinihari. Kapolsekta Medan Baru, AKP Saptono melalui Kanit Reskrim, Iptu Muchdi Hasibuhan kepada wartawan mengatakan, tersangkanya Hilyas (26) warga Jalan Multatuli Medan, dan barang bukti yang diamankan petugas berupa 10 paket sabu yang dikemas plastik. Menurut Kanit, tersangka ditangkap setelah petugas mendapat informasi, bahwa tersangka pecandu narkoba jenis sabu. “Petugas langsung turun ke lokasi sekaligus menangkap tersangka berikut 10 paket sabu, karena sudah ada barang bukti tersangka terus dibawa ke komando untuk pemeriksaan, dan pengembangan,” ujar Kanit. Masih kata kanit, tersangka dapat dijerat Pasal 112 Sub Pasal 114 UU Narkotika Tahun 2009, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun. Ketika ditanya, tersangka mengaku membeli sabu sebanyak itu untuk dikonsumsi sendiri, bukan untuk diedarkan. Sebab alasan dia, pake sabu untuk doping,”Kalau sudah pake sabu, saya tahan bekerja dari pagi jam 10.00 Wib, sampai tutup toko sekitar pukul 22.00 Wib,” sebutnya. Tersangka bilang, sabu itu dibelinya dari seorang temannya seharga Rp 1,1 juta.”Saya bukan pengedar, hanya pemakai,” akunya. (HER)

Karyawan Kebus Merangkap Jurtul KIM Ditangkap Tebing Tinggi-andalas Pria paruh baya, berintial AP alias Bapak Titi, (50) warga Dusun V, Emplasmen Rambutan, Desa Paya Bagas, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Sergai yang selama ini dikenal sebagai seorang karyawan Kebun Rambutan ternyata memiliki profesi ganda. Karyawan kebun ini merangkap sebagai juru tulis (jurtul-red) togel. Dia ditangkap polisi di sebuah warung Kampung Penguripan, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Sergai, dan langsung diamankan ke Polsek Tebing Tinggi, menyusul barang bukti sebuah handphone, uang Rp 96.000, satu lembar kertas rekap, dan sebuah pulpen. Kapolsek Tebing Tinggi, AKP BE Harahap dalam keterangannya pada wartawan Selasa (12/10) menjelaskan, tertangkapnya tersangka yang sudah menjadi target polisi atas informasi warga bahwa tersangka kerap menjadi jurtul judi jenis KIM di daerah Kampung Penguripan, Kecamatan Tebing Tinggi. Tersangka diamankan bersama barang buktinya. Sedangkan bandarnya, Hotang Togel (DPO) dalam pengejaran petugas dan kini masih dalam pengejaran. Tersangka ayah lima anak ini dalam pemeriksaan beralasan menjalankan bisnis illegal tersebut hanya untuk menambah penghasilan karena gaji sebagai karyawan kebun rambutan tak mencukupi kebutuhan sekolah anak dan buat makan sehari-hari. “Mengharap gaji saja tak cukup untuk biaya sekolah anak, maka saya sambil–sambil mencari penghasilan tambahan sebagai juru tulis (jurtul) KIM, pendapatan satu malam bisa mencapai Rp 60.000,” ucap tersangka. (MET)

Mempersempit Ruang Gerak Teroris

Polsek dan Koramil Gelar Razia Secanggang-andalas Jajaran Polsek dan Koramil 08 Secanggang melaksanakan razia gabungan untuk mempersempit ruang gerak teroris dan mengantisipasi keluarmasuknya teroris dari dan ke Kecamatan Secanggang di kawasan Jalan Besar Secanggang, Desa Kepala Sungai, Kecamatan Secanggang, Selasa (12/10). Kapolsek Secanggang AKP B Karo- Karo dan Dan Ramil 08 Secanggang, Kapt Inf Jauhari kepada andalas mengatakan bahwa razia gabungan tersebut akan dilakakan setiap hari untuk mempersempit ruang gerak teroris dan mengantisipasi keluar- masuknya teroris dari dan ke Kecamatan Secanggang. Lebih lanjut, Kapolsek Secanggang, AKP B Karo- Karo didampingi Kanit Lantas Aiptu Alamsyah mengatakan bahwa razia akan dilaksanakan selama 2- 3 jam. Selain itu akan dilaksanakan setiap hari sesuai dengan intruksi Kapoldasu, Irjen Pol Drs Oegroseno “ Ya, sesuai dengan instruksi Kapolda, semua harus siaga dan waspada. Karena itu, kalau pun ada melihat atau mengetahui sesuatu yang mencurigakan, segera laporkan kepada pihak keamanan agar cepat ditindaklanjuti,” ujarnya. Pada hari pertama, seperti yang dipantau langsung andalas, 16 orang personil diturunkan dari Polsek Secanggang, sedangkan dari Koramil 08 Secanggang sekitar 10 orang personil. Namun, belum ada ditemukan sesuatu yang mencurigakan. (SBR)

Amri Gunawan Dianiaya Stabat-andalas Amri Gunawan (39) seorang rekanan, warga Dusun IV Sei Karang, Desa Kwala Begumit Kecamatan Stabat, yang mau mendaftar untuk ikut tender proyek di kantor Badan KB dan PP Kabupaten Langkat mengaku dianiaya oleh sekelompok pemuda di kantor tersebut. Tidak jelas maksudnya mengapa Amri dianiaya, namun diduga untuk menghalang- halangi langkahnya agar tidak ikut ambil bagian dalam tender tersebut. Seperti yang diceritakannya kepada wartawan, Selasa (12/10), pada sekitar pukul 10.00 WIB dia bersama dengan beberapa orang rekannya yang juga berprofesi sebagai rekanan di Langkat datang ke kantor Badan KB dan PP Langkat, karena mau ikut mendaftar tender proyek di instansi tersebut. Berkas-berkas yang diperlukan sudah disiapkan, namun ketika hendak menyerahkan berkas tersebut, dia dihalang-halangi oleh sekelompok pemuda yang konon kabarnya sebagai orang- orang suruhan untuk menghadang agar jangan ada rekanan lain yang datang dan mendaftar. Amri pun mengaku dipukuli, sehingga menyebabkan tangan, badan sebelah kanan sakit, akibat pemukulan tersebut. (BD)

andalas/rony muharrman

Diduga Dibeking Oknum Aparat

Terlantarkan Karyawan

Judi Samkwan di Medan Makin Meresahkan Medan-andalas Permainan judi di Kota Medan belakangan ini semakin marak dan mengkhawatirkan. Kendati tak sedikit bandar maupun para pelaku judi yang ditangkap, tak membuat bandar dan pelaku judi lainnya takut dan jera. Jenis permainan judi yang belakangan ini makin meresahkan masyarakat, salah satunya adalah judi samkwan. Jenis judi ini diduga banyak diputar di berbagai tempat di Medan. Salah satu lokasi di Medan yang sejak lama diketahui sebagai tempat berlangsungnya permainan judi samkwan ini adalah sebuah gudang PJKA di kawasan Pulo Brayan Bengkel. Menurut informasi, judi samkwan ini dikelola seorang bandar judi warga turunan Tionghoa. Para pemainnya datang dari berbagai kalangan. Omzet sekali putar permainan judi ini diperkirakan mencapai jutaan rupiah.

Anehnya, kendati permainan judi samkwan di tempat ini menurut masyarakat setempat sudah berlangsung lama, sampai kini seolah tak tersentuh aparat penegak hukum. Diduga praktik judi ini dibekingi oknum aparat dan sejumlah media tertentu. Seorang warga setempat, sebut saja namanya Wandi (47) yang telah puluhan tahun menetap tinggal tak jauh dari gudang eks PJKA tersebut mengaku heran dengan mulusnya permainan judi samkwan di sana. Padahal menurutnya, kabar tentang gudang itu dijadikan sebagai lapak permainan judi samkwan bukan lagi rahasia umum. “Saya yakin masyarakat di sini rata-rata pada tahu, makanya aneh kalau polisi tak tahu,” tuturnya. Dia juga menduga pemainan judi samkwan di sana tetap berjalan mulus sampai sekarang karena ada oknum-oknum aparat nakal yang melindunginya. Di sampingi itu, para bandar juga lihai memanfaatkan siatusi di mana saat ini jajaran kepolisian di daerah ini lebih memfokuskan perhatian dan pengejaran terhadap para pelaku

teroris atau perampok bersenjata ketimbang membasmi perjudian. Polisi Cuek Sementara itu dari Belawan dilaporkan perjudian di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan juga semakin marak akhir-akhir ini. Mulai dari permainan judi togel, sabung ayam, dan rolet terus meraja lela. Kalangan masyarakat Belawan yang prihatin dengan maraknya perjudian di kota pelabuhan itu, umumnya menyayangkan dan kecewa dengan kinerja aparat kepolisian yang terkesan cuek dengan maraknya perjudian di daerahnya. Apalagi belakangan ini perjudian di wilayah itu dilakukan semakin terangterangan dan melibatkan tak sedikit masyarakat yang ekonominya paspasan serta generasi muda. Salah satu lokasi perjudian yang disebutkan masyarakat berada di kawasan Jalan Karo, Kelurahan Belawan I. Selain itu di kawasan Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli. Tempat perjudian ini sebelumnya pernah digerebek polisi, tapi belakangan ini kembali beroperasi. (TIM)

2 ABG Pencuri Sepeda Motor Ditangkap Pantai Cermin-andalas Dua ABG (Anak Baru Gede) nekat melakukan aksinya hingga harus berurusan dengan pihak yang berwajib. Dua ABG, Umar Ali alias Ali (15) dan M Hardinata alias Tyson (14) keduanya warga dusun V, Desa Lubuk Rotan, Kecamatan Perbaungan, Sergai digelandang ke Mapolsek Pantai Cermin, Selasa (12/10) sekira pukul 21.00 Wib. Kedua ABG ini kedapatan mencuri sepeda motor milik Sugeng Suprayetno alias Sugeng (29) Warga Dusun I, Desa Naga Kisar, Kecamatan Pantai Cer min, Sergai. Sugeng (29) mengatakan peristiwa tersebut terjadi saat dirinya sedang bekerja menjetor di sawah majikannya yang berada di Dusun III, Desa Naga Kisar. “Aku jetor di sawah dan sepeda motor Honda Legenda BK 2459 GK

andalas/rasum

Dua ABG pencuri sepeda motor saat diamankan di Mapolsek Pantai Cermin. aku parkirkan di bawah pohon waru sekitar 400 meter dari tempat aku bekerja, ujarnya.

Akan tetapi ketika sedang asyik bekerja aku kurang memperhatikan sepeda motor milikku, dan sekira pukul 15.30 wib saat aku hendak beristirahat tiba-tiba sepeda motorku sudah tidak ada. Aku pun berusaha mencarinya tetapi sepeda motor yang kucari tak berhasil ditemui. Singkat cerita, sepeda motor tersebut tak aku temui aku pun pulang ke rumah, sekira pukul 20.00 Tyson mengisi minyak di kedai abang iparku Panto (31) yang rumahnya bergandengan denganku. Saat aku berada didalam rumah aku mendengar suara kereta milik aku itu. Akupun langsung keluar rumah dan memberi kode kepada abang iparku itu kalau yang di bawa Tyson itu adalah keretanya. Kemudian kami pun mengamankan Tyson yang sedang mengisi minyak seorang diri. (RSM)

Manajer PT PLN Dituntut 6 Bulan Penjara Medan-andalas Manajer PT PLN Pembangkit Listrik Sicanang Belawan, Ermawan Arief Budiman terdakwa dalam perkara tidak mengikutkan karyawan cleaning service (cs) sebagai peserta Jamsostek, dituntut 6 bulan penjara di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (13/ 10). Amar putusan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Parada Situmorang, di hadapan majelis hakim yang diketuai Panusunan Harahap, menyebutkan, bahwa terdakwa dengan sengaja membayar upah di bawah upah minimum tenaga kerja yang harus diterima. “Terdakwa melanggar pasal 90 ayat 1 jo pasal 185 ayat 1 UU No 13 tahun 2003 tantang ketenaga kerjaan,” seru JPU. Selain itu, terdakwa juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 400 juta dengan sangsi hukuman penjara selama 6 bulan. Dalam pertimbangannya, hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa merugikan pekerja atau buruh serta merusak citra penegakan hukum dibidang ketenagkerjaan karena tidak mentaati teguran pemerintah daerah. Dan hal yang meringankan bahwa terdakwa belum pernah dihukum dan dalam mengambil kebijakan bersifat Kolegial. Atas tuntutan itu, kuasa hukum terdakwa Junaidi Matondang, menyatakan akan mengajukan pembelaan. “Sidang kita undur hingga minggu depan untuk mendengarkan pembelaan dari terdakwa,” seru majelis. Sementara itu, seusai sidang, puluhan eks buruh yang dikoordinir SBSI protes atas ringannya tuntutan yang diajukan JPU terhadap terdakwa. Para buruh, melampiaskan kekecewaannya dengan memanggil-manggil nama JPU dan menuding JPU ada main dengan hakim dan pengacara, sehingga persoalan persidangan lebih condong membela terdakwa. Seperti diberitakan sebelumnnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Parada Situmorang Dalam dakwaannya, Parada menyampaikan, pihak PT PLN pembangkit listrik Sicanang telah melanggar pasal 90 ayat 1 junto pasal 185 ayat 1 UU No. 13/2003 tentang ketenagakerjaan dan Pasal 29 ayat 1 junto pasal 4 ayat 1 UU No. 3/1992 tentang Jamsostek. Disebutkannya, ada sebanyak 11 orang karyawan yang bekerja masing-masing belasan tahun tidak terdaftar sebagai peserta Jamsostek, serta tidak mendapatkan upah yang layak sesuai dengan Upah Minimum Sektoral Kota (UMSK). Sehingga, pihak penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) menilai ada pelanggaran yang dilakukan oleh pihak pembangkit Listrik PT PLN Sicanang. (FEL)

9 Pasangan Mesum Ditangkap, 2 diantaranya Pelajar SMA

Polres Binjai Gelar Operasi Kasih Sayang Sedikitnya sembilan pasangan mesum terjaring dalam Operasi (Op) Kasih Sayang yang digelar Kepolisian Resort (Polres) Binjai di “rumah kitikkitik” di Kecamatan Binjai Selatan, Rabu (13/10).

D

ari sembilan pasangan mesum tersebut terdapat dua orang siswa dan siswi salah satu SMA di Binjai. Keduanya berinisial I (19) dan NS (16) warga Tanah Seribu, Binjai. Mereka ditangkap ketika masih mengenakan seragam sekolah di “rumah kitik-kitik” Pantai Gelora, Kecamatan Binjai Selatan.

Kapolres Binjai, AKBP Dra Rina Sari Ginting ketika dikonfirmasi andalas melalui Kanit PPA, Ipda Arnawati membenarkan pihaknya mengamankan sembilan pasangan mesum tersebut termasuk dua orang pelajar itu. Menurut Arnawati, Operasi Kasih Sayang digelar pihaknya menyusul tingginya angka kasus pencabulan dilakukan pasangan di bawah umur. “Operasi ini digelar untuk menekan tingginya angka kasus pencabulan yang dilakukan baik oleh pasangan selingkuh maupun pasangan di bawah umur,” ujarnya. Disebutkan Arnawati, kesembilan pasangan mesum tersebut nantinya akan dibuat surat pernyataan tertulis tidak mengulangi perbuatannya lagi.

Setelah itu, mereka akan di pulangkan. Sementara itu kedua siswa dan siswi salah satu SMA itu di Mapolres Binjai mengaku sudah berulang kali melakukan hubungan itu. Hubungan intim mereka lakukan karena atas dasar cinta dan suka sama suka. Keterangan diperoleh, kesembilan pasangan mesum tersebut masingmasing, I (19) dan pasangannya NS, (16) pelajar kelas I SMU swasta di Binjai, warga Tanah Seribu, Kecamatan Binjai Selatan, JS (24) warga Simpang Proyek, Kecamatan Sei Bingai dengan pasangannya MDS, (17) warga seputar kawasan lapangan Merdeka Binjai, SP (20) warga Medan dengan pasangannya DDP, (20) warga Kecamatan Kuala, A (24) warga Jalan

perintis Kemerdekaan, Kecamatan Binjai Utara dengan pasangannya DN, (17) warga Cengkeh Turi, Kecamatan Binjai Utara, R (48) warga Karang Rejo, Pantai Pakam, Langkat dengan pasangan selingkuhnya TS (41) warga Kuala dan S (40) warga Jalan Gunung Merapi, Kecamatan Binjai Selatan dengan pasangan selingkuhnya R, (45) warga Jalan Pandega Binjai. Pasangan yang bukan suami isteri melakukan selingkuh di “rumah kitikkitik” Pantai Kenanga, Kecamatan Binjai Selatan yakni M, (51) dengan pasangan selingkuhnya S (41) keduaduanya warga Tandam Hilir, SG (44) warga Padang Blahrang, Kecamatan Selesai, dengan pasangannya R (35) warga pasar Dua, Desa Padang Cermin, Kecamatan Selesai , MT (34) warga Timbang Langkat, Kecamatan Binjai Timur pasangan selingkuhnya Ros, (31) warga Tanjung Lenggang, Bohorok Langkat. (MKI)


Kamis 14 Oktober 2010

KNPI Sergai Bentuk Lembaga Usaha Pemuda Sei Rampah–andalas DPD KNPI Serdang Bedagai membentuk suatu Lembaga Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pemuda. Tujuan lembaga ini untuk mendorong/memfasilitasi sekaligus membangun kerja sama dengan instansi pemerintah maupun swasta di bidang kewirausahaan. Hal itu dikatakan Ketua DPD KNPI Sergai Drs Indra Syarin MSi usai memimpin rapat pembentukan lembaga pengembangan UMKM, Selasa (12/10) di Sekretariat KNPI Sergai Jalan Negara No 18 Desa Firdaus. Langkah ini, menurut Indra penting dilakukan karena mengingat sangat banyak peluang yang bisa dilakukan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pemuda khususnya dan masyarakat umumnya. Salah satu yang menjadi fokus perhatian adalah Kepmen BUMN No KEP-236/MBU/ 2003 tentang program kemitraan BUMN dengan usaha kecil dan program bina lingkungan. “Kita berharap ini dapat mendorong kegiatan dan pertumbuhan ekonomi serta kesempatan berusaha untuk pemberdayaaan pemuda. Makanya kita juga berharap perusahaan perusahaan BUMN di daerah ini dapat membangun kemitraan dengan pemuda,“ ucapnya. (RYAD)

Bank Mandiri Belum Naikkan Bunga Pinjaman Medan-andalas Menyikapi kenaikan setoran Giro Wajib Minimum (GWM) dari 5 persen menjadi 8 persen, Bank Mandiri belum akan menaikkan suku bunga pinjaman dari yang berlaku saat ini. Meskipun Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank Mandiri masih di level 66 persen, Mandiri juga tidak akan jorjoran menyalurkan kredit dan tetap komit menjaga kualitas kredit. Demikian dikemukakan Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Riswinandi, didampingi Sentot A Santausa selaku Direktur, Sunarso juga Direktur, Mansyur S Nasution selaku EPV Coordinator, dan Manager Regional Wilayah I Djoko Warsito baru-baru ini di JW Marriot Medan. "Likuiditas kita masih tetap terjaga dan bunga deposito juga masih tetap di level maksimum 7 persen. Kalau GWM naik, maka cost of fund memang naik. Namun untuk menutupi naiknya cost of fund tersebut, kita belum berencana menaikkan suku bunga pinjaman, karena base landing rate belum tentu naik. Di sinilah bank bersaing. Bank Mandiri bisa melakukan switch ke Net Interest Margin NIM)," ujarnya. Ditanya soal LDR Bank Mandiri yang masih di bawah ketentuan BI di level 78 persen, Riswinandi mengatakan, pihaknya siap membayar denda sesuai ketentuan BI. Menurutnya, butuh upaya meningkatkan 30 persen penyaluran kredit dari yang ada sekarang, untuk mencapai LDR 78 persen. "Untuk mencapai LDR 78 persen Maret 2010 itu mustahil tahun ini, bahkan akhir tahun 2011 pun itu belum tentu terealisasi. Kita tidak mau asal memberikan kredit begitu saja dan mengabaikan tentang kualitas pinjaman, sebab pada akhirnya itu akan menyusahkan, karena kredit macetnya bisa membengkak. Jadi kami sudah sampaikan ke BI bahwa kami siap dengan kondisi saat ini," tegasnya. Ia menjelaskan, kredit konsolidasi hingga semester I 2010 mencapai Rp218 triliun, naik 20 persen dibanding periode yag sama tahun 2009. Sementara dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp326,6 triliun, atau naik 13,28 persen dibandingkan tahun 2009 yang mencapai Rp287,1 triliun. Kredit bank only yang disalurkan hingga semester I tahun 2010 mencapai Rp195 triliun, di mana 34 persen diantaranya merupakan kredit investasi, 52 persen dalam bentuk kredit modal kerja, dan 14 persen kredit konsumsi. (STARBERITA)

EKONOMI-BISNIS Isu 20 Oktober tak Cemaskan Pengusaha di Medan Medan-andalas Kalangan pengusaha di Medan mengaku tak cemas dengan isu aksi unjuk rasa besarbesaran memperingati satu tahun Pemerintahan SBY-Boediono pada 20 Oktober mendatang. Mereka yakin kalaupun terjadi, aksi unjuk rasa itu akan berlangsung damai. "Kami yakin kalau pun itu (unjuk rasa) terjadi, tidak bakal ada kerusuhan," kata Marketing Communications Manager SUN Plaza Medan, Ang Fu Shen menjawab andalas, Rabu (13/10). Menurut Ang Fu Shen, pada tanggal tersebut, SUN Plaza akan tetap buka dengan operasional seperti biasa. "Demo itu kan demo damai. Saya tak khawatir akan ru-

suh,” ujarnya. Ang Fu Shen mengatakan, pihaknya tidak membuat persiapan khusus untuk menyikapi isu aksi unjuk rasa besar-besaran yang konon akan menggulingkan kekuasaaan SBY pada 20 Oktober mendatang. “Standar operasi yang kami terapkan saat terjadi unjuk rasa hanyalah menutup pintu masuk ke SUN Plaza

serta menyiagakan personel keamanan di pintu masuk,” terangnya. Selain itu dia yakin polisi tentunya juga akan melakukan tugasnya dengan baik. Hal senada diungkapkan, Lili, pemilik Yenny Collection yang menjual pakaian anakanak. ”Kami tetap akan buka seperti biasa. Nggak ngaruh isu demo seperti itu," kata pedagang pakaian wanita ini di tokonya, Jalan Brigjend Katamso, Medan. Lili mengaku omzet penjualannya juga tidak akan berpengaruh meski ada demo besar-besaran. Dia yakin demo itu juga tidak berpengaruh terhadap pedagang lainnya. Sementara Chandra peda-

gang sepatu di Jalan DI Panjaitan, Medan mengaku, tidak takut dengan adanya isu demo penggulingan kekuasaan tersebut. Chandra tetap akan membuka tokonya. "Saya juga tetap akan buka (toko) seperti biasa," imbuh Chandra. Namun berbeda dengan Netty, pengusaha elektronik di Jalan Asia, Medan ini merasa cemas jika isu demo tersebut benar terjadi pada tanggal 20 Oktober mendatang. "Kita ingin Indonesia aman. Jadi dengan adanya demo besar-besaran ini, bisa mengurangi omzet dan kunjungan pembeli di kawasan ini," ungkapnya. (SIONG)

BPS: Juli, Sibolga Alami Inflasi Tertinggi

andalas/Parlin Gultom

BAHAS INFLASI - Pemimpin Bank Indonesia Muhammad Nur didampingi Wali Kota Sibolga HM Syarfi Hutauruk berbicara dalam pertemuan TPID bersama sejumlah pimpinan SKPD dan pimpinan perbankan di ruang rapat Kantor BI Sibolga. Sibolga-andalas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sibolga Dinar Butarbutar mengatakan, sepanjang 2010, Kota Sibolga mengalami inflasi tertinggi pada Juli lalu. Angka inflasi saat itu tercatat sebesar 2,53 persen dan masuk di rangking ketiga tertinggi di Sumatera Utara. Tetapi pada Agustus, Sibolga justru mengalami deflasi sebesar 0,02 persen karena adanya kecenderungan penurunan dan kestabilan harga sejumlah barang kebutuhan pokok. "Sedangkan pada September bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri, Sibolga hanya mengalami inflasi sebesar 0,16 persen,” ungkap Dinar Butarbutar dalam pertemuan berkala Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sibolga, di ruang rapat Kantor Bank Indonesia (BI) Sibolga, Rabu (13/10). Pemimpin Bank Indonesia (PBI) Sibolga Muhamad Nur yang juga Ketua Tim Ahli TPID Sibolga mengungkapkan, fungsi Bank Indonesia di setiap daerah diarahkan agar dapat memonitor dan mengoordinasikan terciptanya kestabilan perekonomian. "Makanya, setiap periode tertentu,

kita bersama anggota tim lainnya melakukan pertemuan guna mencari solusi sehingga harga sejumlah barang dan jasa dapat stabil dan kita juga memberikan rekomendasi untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi serta peningkatan perekonomian masyarakat secara menyeluruh,” kata Muhamad Nur. Disebutkan, saat kondisi inflasi di Indonesia cukup tinggi seperti pada bulan Juli lalu, TPID telah berdiskusi dan berkoordinasi dengan Pemko Sibolga yakni membuat kebijakan untuk menggelar pasar murah, kerja sama antarperbankan dengan Pemko Sibolga. Hasilnya, terbukti mampu membuat ‘ekpektasi’ (dampak psikologis) dalam menjaga kestabilan harga. Buktinya, walau pada bulan Juli lalu angka inflasi di Kota Sibolga cukup tinggi hingga mencapai 2,53 persen, pada bulan Agustus terjadi deflasi dengan angka 0,02 persen, bahkan pada bulan September angka inflasi hanya 0,16 persen, kata Muhamad Nur. Walau begitu, lanjutnya, koordinasi antara SKPD dan instansi terkait di Kota Sibolga yang dapat memengaruhi tingkat kestabilan harga harus tetap

terjalin, sehingga ke depan kestabilan harga di Kota Sibolga dan sekitarnya tetap terjaga. Misalnya, kalaupun terjadi kenaikan harga beras di Kota Sibolga, kepada pihak Badan Usaha Logistik (Bulog) atau Kantor Seksi Logistik (Kansilog) yang ada di Kota Sibolga sebaiknya dapat menyalurkan beras miskin dengan tepat waktu sehingga dapat membuat ekpektasi terhadap penurunan harga. "Karena beras termasuk salah satu komponen penyumbang terbesar dalam penentuan indikator penghitungan Indeks Harga Konsumen yang dihitung setiap bulannya,” beber Muhamad Nur. Selain itu, peran media massa dalam memublikasikan persediaan barang-barang kebutuhan pokok sangat memengaruhi permintaan masyarakat. Contohnya, saat menjelang hari besar keagamaan, biasanya ada kecenderungan kenaikan permintaan. Namun saat media memberitakan bahwa stok barang kebutuhan pokok tersedia dan cukup, akan dapat mengurangi permintaan konsumen yang sekaligus dapat menjaga kestabilan harga. Wali Kota Sibolga HM Syarfi Hutauruk dalam pertemuan itu mengucapkan terima kasih atas peran aktif TPID Sibolga dalam menjaga kestabilan harga di Sibolga seraya berharap agar pertemuan TPID ini terus ditindaklanjuti, karena rekomendasi dari TPID sangat bermanfaat dalam memberikan masukan demi peningkatan kesejahteraan masyakarat dan juga pertumbuhan perekonomian di Kota Sibolga. Hadir di pertemuan itu, selain beberapa pimpinan SKPD Pemko Sibolga yang terlibat sebagai anggota tim, juga beberapa instansi terkait lainnya seperti Kepala Kansilog Sibolga Dana Siregar, mewakili Kepala Depot Pertamina Sibolga, Deputi BI Sibolga Moh Syukri A Yunus, dan sejumlah pimpinan Perbankan di Kota Sibolga. (LIN)

harian andalas | Hal.

5

ASSA Rent Komit Tingkatkan Nilai Lebih

andalas/Ist

PENJELASAN - Jajaran Direksi ASSA Rent saat memberikan penjelasan kepada media di Medan. Medan-andalas PT Adi Sarana Armada (ASSA Rent), sebuah perusahaan di bawah naungan Group Triputra yang sebelumnya dengan brand Adira Rent, komit menciptakan nilai lebih, sehingga mampu mengungguli kompetitor pasar rental di Indonesia. Dengan komit menciptakan nilai lebih, perusahaan ini yakin akan terus bertumbuh signifikan. Demikian dikemukakan sejumlah direksi dan pimpinan perusahaan ini dalam temu pers di Medan, Selasa (12/10). "Kita akan komit menciptakan dan meningkatkan nilai lebih dibanding kompetitor lainnya, seperti kita punya network nasional, sistem online seluruh network, kita memberikan kemudahan, dan integrated," ujar Indra Tanujaya, salah seorang jajaran direksi yang hadir di Medan, untuk melakukan launching brand baru mereka. Soal perubahan brand, Indra mengatakan bahwa pihaknya menilai nama Adira sudah terlalu banyak, sehingga dengan nama baru menjadi ASSA Rent, pihaknya bisa lebih fokus menjalankan bisnis rental di Indonesia. "Jadi bukan karena ada masalah. Kadang anggapan orang kan gitu. Kita perusahaan yang sehat, di mana saat ini mengelola aset Rp1 triliun lebih," tegasnya. Ia menjelaskan, saat ini secara nasional ASSA Rent sudah memiliki 7.000 unit armada dan 1.300 pengemudi. Bahkan di Sumut saja sudah mencapai 1.000 unit armada. Menurutnya, kontribusi Sumatera ke bisnis ASSA Rent secara nasional sudah mencapai 15 persen. Visi 2015, perusahaan ini komit untuk memiliki 20.000 unit armada, 50 kantor cabang dan penambahan service point hingga 1.000 titik di Indonesia. Gerry Ardian selaku Branch Manager di Medan mengatakan, untuk tahun 2015 diharapkan tersedia 15 persen armada dari target nasional, atau sekitar 3.000 unit. "Armada kita sangat beragam, mulai dari minibus hingga logistik (truk). Kami juga menyediakan drivers services. Kita melayani kontrak dan harian, tapi porsi pasar kami yang terbesar diarahkan ke korporat yang kontrak jangka panjang. Pelanggan korporat kita di daerah ini kurang lebih 100, mulai dari perbankan, operator seluler hingga perusahaan lainnya," tambahnya. Soal keamanan dan kenyamanan pelanggan, Indra didampingi direksi lainnya, Maickel Tilon dan Jani Chandra mengatakan secara berkala pihaknya melakukan perawatan armada, sesuai buku petunjuk yang dikeluarkan ATPM armada yang mereka miliki. "Pelanggan pokoknya tinggal pakai dan isi bensin. Soal perawatan kami urus, asuransi mobil dan penumpang juga tersedia. Penerapan teknologi terus ditingkatkan dalam membantu proses pelayanan pelanggan, seperti call center yang menggunakan teknologi Avaya dan teknologi lainnya," jelasnya. (GUS)


Kamis

EKONOMI-BISNIS

14 Oktober 2010

Gangguan Air Akibat Ada Perbaikan di IPA Sei Ular Medan-andalas Suplai air kebutuhan pelanggan di wilayah layanan PDAM Tirtanadi Cabang Deli Serdang termasuk Perbaungan sekitarnya, akan mengalami gangguan. Gangguan air ini disebabkan PT Tirta Sumut sebagai penyedia air bersih untuk PDAM Tirtanadi Cabang Deli Serdang melaksanakan perbaikan atau pengecatan pada unit Sedimentasi (pengendapan) I dan II di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sei Ular.

AC

Kepala Divisi Public Relation PDAM Tirtanadi Provsu Ir H Delviyandri MPsi di Medan, Rabu (13/10) menjelaskan, perbaikan atau pengecatan pada unit sedimentasi di IPA Sei Ular ini dalam rangka menjaga kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan khususnya pelanggan di wilayah layanan Cabang Deli Serdang. Rencananya pekerjaan ini akan dilakukan secara bergantian. Perbaikan atau pengecatan unit Sedimentasi I dilaksanakan

pada Kamis tanggal 14 Oktober 2010 mulai pukul 10.00–17.00 WIB, sedangkan unit Sedimentasi II dilaksanakan pada Kamis tanggal 21 Oktober 2010 mulai pukul 10.00–17.00 WIB. Pada saat pelaksanaan pekerjaan tersebut, unit Sedimentasi yang beroperasi hanya satu unit dan tekanan pompa diturunkan dari normalnya 5,2 kg/cm² menjadi 4,5 kg/cm² untuk Lubuk Pakam dan 2,6 kg/cm² menjadi 2,0 kg/cm² untuk Perbaungan. (GUS)

harian andalas | Hal.

Batu Bara Terima Rp1,2 M Bantuan KUBE-FM Batu Bara-andalas Kabupaten Batu Bara mendapat bantuan modal usaha bagi keluarga binaan sosial program pemberdayaan fakir miskin dari Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara sebesar Rp1,2 miliar. Bantuan ini untuk pemberdayaan Kelompok Usaha Bersama Fakir Miskin (KUBE-FM). Saat ini pendistribusiannya sedang berlangsung. Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera

Utara Saiful Safri Sipahutar yang dikonfirmasi andalas melalui telepon seluler baru-baru ini. “Kabupaten Batu Bara mendapat Rp1,2 miliar untuk bantuan modal usaha bagi kelompok Usaha Bersama Fakir Miskin," ujar Saiful Safri Sipahutar yang mantan Pj Bupati Batu Bara itu. Sementara itu pada Rabu (13/ 10) sebuah lembaga swadaya masyarakat menyebutkan bantuan bagi KUBE–FM di Batu Bara yang sedang berjalan harus se-

KARYA TEKNIK

S E R V I C E

M. CUCI, KULKAS, G A R A N S I SIAP DITEMPAT

Jl. Sempurna (Setia Budi) No. 15 Medan

Hub. 0813 7040 9999

6

DIBELIDENGANHARGATINGGI TV - PS - DVD - Sound System - Laptop - AC - Kulkas, Dll Hub. CV. GRIYA ELEKTRONIK/BABE

Jl. Gaperta B6 Tel. 8450085, FL. 76660300

FAMILY RENTAL MOBIL (PT) APV Kj. Kapsul pkt hmt 10 jam, Altis, L-300, Innova, L. Cruiser, N-Eyes, Bus, Hrn, Mgn, Bln, Utk dlm dan di luar kota. Hotline: 7734 2359 / 0819 3328 4540

suai dengan aturan teknis yang ditentukan. “Bantuan ini kan sudah diatur secara teknis pendistribusian nya, sehingga tidak boleh keluar dari ketentuan yang ada,” ujar ketua LSM yang tidak mau identitasnya disebutkan itu kepada andalas di Lima Puluh. Menurut informasi yang diterimanya, bantuan itu diperuntukkan bagi 60 KUBE di Batu Bara sebagai modal usaha yang dikelola melalui lembaga tertentu. (ZN)


Kamis 14 Oktober 2010

IKLAN

RUMAH DIJUAL

harian andalas | Hal.

7


OLAHRAGA

Kamis 14 Oktober 2010

KILAS

Grup A Azerbaijan 1 - 0 Turki Kazakhstan 0 - 3 jerman Belgia 4 - 4 Austria Grup B Armenia 4 - 0 Andorra Republik Makedonia 0 - 1 Rusia Slovakia 1 - 1 Republik Irlandia Grup C Kepulauan Faroe 1 - 1 Irlandia Estonia 0 - 1 Slovenia Italia vs Serbia (Dihentikan dalam skor 0-0) Grup D Belarusia 2 - 0 Albania Prancis 2 - 0 Luksemburg

Manchester-andalas Manchester United tampaknya harus bersiap-siap untuk kehilangan Anderson. Pemain asal Brasil ini mengaku ingin kembali merumAnderson put ke Portugal. Kenapa? Sejak direkrut sejak tiga tahun silam, peran Anderson semakin minim di skuad MU. Di dua musim awalnya, pemuda berusia 22 tahun ini cukup sering dimainkan. Akan tetapi sejak menderita cedera lutut yang berkepanjangan pada awal tahun ini, Anderson baru tampil empat kali. Kabarnya hal itu dipicu karena adanya perselisihan antara si pemain dengan Sir Alex Ferguson saat latihan pra-musim. Anderson memang menyatakan betah-betah saja di Old Trafford. Akan tetapi demi membangkitkan karirnya dan kansnya masuk ke skuad Brasil, ia pun mempertimbangkan untuk hengkang dan pilihannya adalah kembali ke Portugal. ”Saya baik-baik saja di Manchester tapi saya ingin kembali ke Portugal dan pilihan saya adalah Porto,” ujar Anderson, Rbu (13/10). Sejauh ini, Anderson sudah 103 kali di seluruh ajang yang diikuti MU. Namun baru satu gol yang berhasil ia sarangkan.(DTC)

Madrid-andalas Berakhir sudah spekulasi yang mengabarkan Kaka akan hengkang di bursa musim dingin nanti. Meskipun Kaka menyatakan akan bertahan, namun ia tidak menyangkal kemungkinan hengkang setelah musim panas tahun depan. Akhir-akhir ini Kaka sedang panas-panasnya diberitakan akan keluar dari Real Madrid pada Januari nanti. Dua klub kota Milan, Inter Milan dan AC Milan disebut-sebut serius meminati gelandang asal Brasil itu. Jose Mourinho pun sudah memberi lampu hijau untuk melepas Kaka. Selain karena si pemain belum jua menemukan bentuk permainannya dan sering dibekap cedera,Los Merengues toh masih punya stok pemain tengah yang melimpah. Bahkan ada yang menyebutkan bahwa negosiasi awal antara Inter dengan Madrid akan dilakukan saat Los Blancos melawat ke AC Milan untuk bertanding di ajang Liga Champions. Akan tetapi rumor tersebuttoh tidak terbukti. Pemain yang bersangkutan menegaskan tidak akan kemana pun sampai musim ini berakhir. ”Ketika saya sembuh dari cedera, saya akan bermain di Madrid, untuk Real Madrid,” tegas Kaka di Marca. “Saya sudah lama tidak bermain sepakbola dan saat ini fokus saya cuma bagaimana bisa sembuh dari cedera ini pada Desember mendatang.” Meski demikian, peluang mengeluarkan Kaka dari Santiago Bernabeu cukup besar. Mantan pemain terbaik dunia ini mengisyaratkan tidak menampik kemungkinan apapun. ”Keberadaan saya di Madrid aman hingga musim panas tahun depan. Apa yang terjadi setelahnya hanya Tuhan yang tahu,” tuntasnya. (DTC)

Grup E Finlandia 1 - 2 Hongaria Belanda 4 - 1 Swedia San Marino 0 - 2 Moldova Grup F Latvia 1 - 1 Georgia Yunani 2 - 1 Israel Grup G Swiss 4 - 1 Wales Inggris 0 - 0 Montenegro Grup H Denmark 2 - 0 Siprus Islandia 1 - 3 Portugal Group I Liechtenstein 0 - 2 Rep. Ceko Skotlandia 2 - 3 Spanyol

Tak Ada Niat Lego Benzema Madrid-andalas Adalah hal yang lazim untuk membandingkan produktivitas seorang bomber dengan besarnya fee transfer. Pun demikian dengan Karim Benzema. Dibeli Real Madrid dari Olympique Lyonnais dengan 35 juta euro plus add-ons 6 juta euro pada 1 Juli 2009, Benzema diharapkan mampu membangkitkan nama besar Los Merengues. Apa yang terjadi? Sepanjang musim lalu, Benzema hanya mampu mendulang delapan (8) gol di kancah La Liga. Setali tiga uang, di awal musim ini, dari enam pertandingan yang telah dilalui, Benzema baru dapat menjebol gawang lawan sebanyak satu kali yaitu di laga lawan Espanyol, 21 September lalu. Mengingat masih mandulnya penampilan Benzema memicu spekulasi jika Jose Mourinho dan Madrid akan mendepaknya di bursa transfer musim dingin Januari mendatang. Isu yang kemudian dibantah petinggi Los Blancos. ”Pelatih (Mourinho) memberi informasi, bahwasanya secara garis besar ia gembira dengan kinerjanya

Gourcuff, Incaran Baru MU

Kaka Bertahan Hingga Musim Panas 2011

8

Hasil Lengkap Pertandingan Kualifikasi Piala Eropa 2012 Rabu (13/10) dinihari WIB:

Anderson Isyaratkan Hengkang

Manchester-andalas Di bursa transfer musim dingin Januari mendatang, Manchester United disebut-sebut bakal menggebrak pasar pemain dengan mengincar gelandang Timnas Prancis yang baru di musim ini bermain bersama Olympique Lyonnais, Yoann Gourcuff. Dana sebesar 18 juta pound atau sekitar Rp 252 miliar bakal disiapkan The Red Devils guna mendapatkan tanda tangan pemain berusia 24 tahun itu. Kabar tersebut dipicu dari kegagalan Gourcuff bersinar di kompetisi Ligue 1 musim ini. Sejak dibeli Lyon dari Bordeaux pada 23 Agustus lalu dengan fee 22 juta euro, Gourcuff tak kunjung menemukan performa terbaiknya. Bisik-bisik, buruknya rapor Les Gones di awal musim ini, terdampar di peringkat ke17 dan hanya unggul selisih gol dari Nancy Lorraine yang terseret di zona degradasi, tak lepas dari renggangnya hubungan antara Gourcuff dan bosnya Claude Puel. Selain Gourcuff, guna menambah kualitas di lini tengah MU, Ferguson pun menimbang gelandang internasional Belgia yang bermain bersama Standard Liege, Steven Defour. Lagipula, bandrol Defour lebih murah, ditaksir hanya mencapai 10 juta pound. Namun, jika Ferguson meragukan kondisi fisik Defour yang sedang menjalani proses recovery menyusul cedera patah kaki, alamat MU bakal melontarkan tawaran kepada Lyon untuk meminang Gourcuff, pemain yang dianugerahi France Football French Player of the Year 2009. (LBC)

harian andalas | Hal.

Kualifikasi Euro 2012

Italia Rusuh Belanda Melaju Milan-andalas Kerusuhan dalam sepakbola kembali terjadi di Italia. Kali ini terjadi di pertandingan Kualifikasi Euro 2012 Grup C, kala Italia menjamu Serbia di Marassi, Genoa, Rabu (13/10) dinihari WIB. Suasana sudah memanas sebelum pertandingan dimulai. Kick-off pun terlambat dilakukan sekitar 30 menit lebih. Tensi tinggi dirasakan di dalam dan luar stadion, dimana fans Ultras Serbia sudah berbuat ulah. Pertandingan akhirnya tetap dilakukan, setelah wasit asal Skotlandia Craig Thompson berani mengambil risiko. Namun, keputusan wasit harus ditarik kembali ketika laga memasuki menit keenam. Suasana dianggap sudah tidak bisa dikendalikan dan akan membahayakan banyak pihak jika laga tetap dilanjutkan. Sebuah kembang api dilempar ke lapangan dan jatuh dekat kiper Emiliano Viviano. Insiden itu sudah cukup buat wasit Craig Thomson meniup peluit dan memerintahkan para pemain untuk meninggalkan lapangan. Konsultasi antara wasit, Italia, Serbia dan delegasi UEFA, Federasi Sepakbola Italia dilakukan dan keputusan ditunda sudah

sah. Dikabar lainnya, sejumlah tim besar memetik hasil positif dalam laga kualifikasi Piala Eropa 2012, Rabu (13/10) dinihari WIB. Tapi tidak demikian dengan Inggris yang tertahan. Dari Grup A kualifikasi Piala Eropa 2012, Jerman sukses mempertahankan laju sempurnanya dengan kembali memetik kemenangan. Sempat kesulitan menembus pertahanan Kazakhstan, Der Panzer akhirnya menang 3-0. Dengan hasil tersebut, Jerman masih setia bercokol sebagai pemuncak klasemen dengan poin sempurna, 12, dari empat laga. Mereka diikuti Austria di posisi dua dengan angka 7, setelah hanya bisa bermain imbang 4-4 lawan Belgia. Di Grup B, Rusia memetik kemenangan tipis 1-0 saat dijamu Makedonia. Hasil itu penting untuk Rusia yang kini memimpin klasemen dengan poin sembilan, hanya unggul dua poin saja dari Irlandia, Armenia dan Slovakia. Kerusuhan yang melanda Stadion Luigi Ferraris membuat partai Italia kontra Serbia di Grup C harus dihentikan pada menit keenam. Sebelumnya, kick-off partai ini juga sempat mundur akibat hal serupa. Dengan penundaan tersebut, Italia yang baru menjalani tiga laga masih memimpin klasemen grup dengan poin tujuh, disamai Slovenia yang

pada laga keempatnya menang 1-0 atas Estonia. Dari Grup D, Prancis meneruskan kebangkitannya dengan kembali meraih kemenangan. Hasil itu bikin Les Bleus sukses memenangi tiga partai terakhirnya, setelah di laga awal keok dari Belarusia. Menjamu Luksemburg di Stade de France, Prancis memetik kemenangan 20 berkat gol dari Karim Benzema dan Yoann Gourcuff. Tambahan tiga poin membuat Prancis berhak atas sembilan angka dari empat partai untuk duduk di posisi puncak. Belarusia, yang menang 2-0 dari Albania, menguntit di posisi dua dengan angka delapan. Beralih ke Grup E, laju Belanda masih belum teredam. Finalis Piala Dunia 2010 itu sukses menggulung Swedia 4-1, menjadikannya meraih poin sempurna dari empat laga. Dengan angka 12, Belanda jadi pemuncak klasemen dengan diikuti Hongaria yang memiliki poin sembilan usai memetik kemenangan 2-1 atas Finlandia. Di Grup F, Yunani memetik kemenangan tipis 2-1 dari Israel untuk menggenapkan koleksi poinnya menjadi delapan dari empat partai, untuk memimpin klasemen. (NET)

Karim Benzema (Benzema). Ia pun menyatakan keyakinannya jika Benzema dapat berkontribusi lebih banyak bagi tim,” ujar Direktur Sport Madrid, Miguel Pardeza. Menurut Pardeza, Madrid harus bersabar untuk melihat penampilan terbaik dari seorang Benzema. “Kami masih punya waktu. Anda harus bersabar dan tetap mendukung si pemain. Jadi, tidak ada dalam benak kami untuk menjual Benzema. Saya berharap ia akan menemukan kejayaannya bersama Madrid,” tegas Pardeza. (LBC)

Keane Terancam Didepak Irlandia Zilina-andalas Republik Irlandia gagal meraih kemenangan di matchday keempat kualifikasi Euro 2012 Grup B menyusul hasil imbang 1-1 langsung dengan tuan rumah Slovakia dalam pertandingan yang berlangsung di Stadium Pod Dubnom, Zilina, tadi malam. Kegagalan The Boys in Green ditandai dengan luputnya eksekusi penalti yang dilakukan kapten tim Robbie Keane di pengujung babak pertama. Seusai pertandingan, pelatih Republik Irlandia Giovanni Trapattoni mengaku ba-

Robbie Keane

k a l menimbang mencoret Keane dari starting line-up dan bahkan dari komposisi skuad. Benarkah keputusan Trapattoni dipicu dari kegagalan penalti Keane yang dengan gemilang dipatahkan kiper Slovakia, Jan Mucha? Dengan tegas Trapattoni menolaknya. Dalam benak pe-

latih gaek yang sangat dihormati di Eropa ini, kemungkinan dicoretnya Keane dari komposisi skuad disebabkan mantan bomber Liverpool tersebut kurang mendapat kesempatan tampil bersama klubnya Tottenham Hotspur di musim ini. Dari tujuh laga premiership yang telah dilalui, Keane hanya tampil dalam empat partai, itu pun hanya berstatus pemain pengganti. Keane kalah bersaing dengan Jermain Defoe, Peter Crouch, dan Roman Pavlyuchenko. Kegagalan mengeksekusi penalti bukanlah masalah besar. Yang saya tahu, ia tidak berada dalam kondisi 100 persen fit. Ia tidak bermain seperti biasanya. Saya bisa saja memberinya waktu istirahat. Saya mungkin akan melakukan pergantian satu atau dua pemain. Hal itu mungkin saja terjadi di partai-partai berikutnya,” tegas Trapattoni. Meski demikian Trapattoni masih yakin jika striker berusia 30 tahun yang telah mencetak 45 gol bagi Irlandia dapat kembali tampil dalam performa terbaiknya. ”Ia bisa meningkatkan kondisi fisiknya. Pada Agustus lalu ia mengatakan keinginannya untuk tetap tinggal bersama Tottenham. Saya setuju. Sebab saya pikir, ia bakal mempunyai kesempatan bermain. Melihat kegagalan penalti tersebut, saya kira itu disebabkan kondisinya yang kurang bagus,” tandas Trapattoni.(LBC)

Chung Jilat Ludahnya Sendiri LIDAH memang tak bertulang. Pepatah yang cukup untuk menggambarkan sikap yang ditunjukkan Wakil Presiden FIFA asal Korea Selatan Chung Mong-Joon ketika ditanya terkait kemungkinan dirinya maju sebagai kandidat dalam pemilihan presiden badan otoritas sepakbola tertinggi di muka bumi ini pada Mei 2011 mendatang.

B

eberapa hari yang lalu, di sela-sela konferensi Leaders in Football yang digelar di London dan dihadiri lima anggota Komite Eksekutif FIFA, Wakil Presiden AFC

yang akan habis masa jabatannya pada Januari mendatang mengungkapkan keinginannya untuk menjadi pesaing presiden incumbent, Sepp Blatter. Ketika itu, Mong-Joon

menunjuk perlunya badan sekaliber FIFA untuk menyelenggarakan kompetisi yang sehat dalam pemilihan pemimpinnya. Akan tetapi, pada Selasa (12/10) kemarin, kepada Kantor Berita Yonhaop, MongJoon berubah haluan dan menolak untuk maju sebagai pesaing Blatter. Mong-Joon berdalih tujuan utamanya adalah membantu Korea Selatan dalam proses pencalonan sebagai tuan rumah Piala Dunia (PD) 2022. ”Bagi saya, yang pertama dan terpenting saat ini adalah

bagaimana caranya pemerintah Korea Selatan dapat menjadi tuan rumah PD 2022. Saya tidak berpikir tentang kemungkinan maju dalam pemilihan presiden (FIFA) pada 2011,” tegas Mong-Joon. Mong-Joon berharap eksistensinya sebagai jajaran pimpinan FIFA dapat membantu negaranya mengalahkan Qatar, Australia, Jepang, dan Amerika Serikat dalam persaingan memperebutkan host PD 2022. (LBC)

Chung Mong-Joon


OLAHRAGA

Kamis 14 Oktober 2010

KILAS Ikuti Kejurda

Perbasi KONI Asahan Siapkan Atlet Basket Kisaran-andalas Ketua KONI Asahan, H Zaharuddin Panjaitan bersama Ketua Pengcab Perbasi Asahan, Chie Pit kepada wartawan saat ditemui digedung KONI setempat kemarin menyatakan, bahwa KONI dan Pengda Perbasi saat ini sedang mempersiapkan tim basket guna mengikuti kejuaraan daerah (Kejurda) yang akan dilaksanakan di Kota Medan tanggal 15 Oktober 2010. Dalam Kejurda Basket (KU) 20 tersebut, sebagai pelaksana pertandingan adalah Perbasi Provinsi Sumatera Utara, dan akan diikuti Perbasi Kabupaten/Kota yakni Medan, Sergai, Deli Serdang, Tebing Tinggi, Asahan, Tanjung Balai, Padang Sidempuan dan Langkat. Pada kesempatan tersebut H Zaharuddin Panjaitan menyampaikan, sesuai laporan Ketua Pengda Perbasi Asahan, bahwa saat ini Perbasi Asahan telah menyiapkan Tim Basket KU 20, dan diharapkan pada kejuaraan tersebut dapat tampil maksimal dalam mengatasi lawan-lawannya. “ Meski tidak mampu menjadi yang terbaik namun diharapkan para atlet basket Asahan tidak menjadi bulan-bulanan tim lawan,” harap Ketua KONI. Zaharuddin berharap kepada tim pelatih basket Asahan Sarmin untuk tetap fokus mempersiapkan tim guna menghadapi lawan-lawannya. Apalagi diketahui baru-baru ini Sarmin telah mengikuti penataran pelatih basket. “Semoga ilmu yang didapat dalam penataran tersebut dapat dikembangnya terhadap anak didiknya, sehingga anak asuhnya yang akan tampil di kejurda nantinya memiliki kemampuan lebih dari tim-tim lain,” harapnya. Sementara itu, Ketua Pengcab Perbasi Asahan Chie Pit menuturkan bahwa tim Basket KU 20 Kabupaten Asahan terdiri dari Eko, Kelvin, Sofyan, Kevin, Budi Handoko , Willy, Sudiyanto, Tony Wilson dan Rudy. “Saya berharap tim basket asahan ini mendapat dukungan dari masyarakat Asahan, agar nantinya tim ini dapat menuai prestasi yang membanggakan sehingga membawa harum nama Kabupaten Asahan,” ungkap Chie Pit. (FAS)

harian andalas | Hal.

Persiapan Tuan Rumah PON 2020

Sumut Siap Bangun Perkampungan Atlet Medan-andalas Untuk mempersiapkan diri sebagai tuan rumah PON 2012 mendatang, Sumatera Utara berencana akan membangun perkampungan atlet seluas 200 hektare. Demikian dikatakan Kadispora Sumut Parlautan Sibarani SH didampingi Kasubdis Olahraga Sakiruddin MM di Medan, Rabu (13/10). Menurutnya, Gubernur Sumatera Utara H Syamsul Arifin meminta kepada Dispora Sumut untuk mencarikan lahan pembangunan tersebut. “Gubsu telah meminta kepada kita agar mencarikan lahan untuk pembangunan perkampungan atlet,” ucapnya. Dispora Sumut kemudian berencana untuk memakai lahan milik PTPN II. Namun, pihak PTPN II terkesan kurang peduli dengan olahraga. Pasalnya, Pimpinan PTPN II berbelitbelit. “ Direktur PTPN II sulit

untuk ditemui, sehingga Sekdaprovsu RE Nainggolan menganjurkan agar membeli lahan saja,” ujar Sibarani. Setelah dicari, Disporasu akhirnya mendapatkan lahan di daerah Tuntungan seluas 250 hektare, tepatnya di Desa Lau Bakrie. Namun, lahan tersebut bukan milik perseorangan, sehingga butuh waktu untuk melakukan lobi, agar masyarakat rela menjual lahannya. “Kita sudah berbicara dengan seorang pemilik lahan seluas 95 ha, dan dia mengaku ingin melobi lahan

Parlautan Sibarani SH sekitar milik masyarakat,” tutur Sibarani. Sibarani mengaku, Dispora Sumut saat ini banyak mendapat tugas untuk membangun sarana olahraga. Namun, akibat sulitnya mendapat lahan, rencana tersebut belum ada yang terealisasi. Bahkan, biaya-biaya

seperti biaya pemagaran sebesar Rp 10 miliar terpaksa dikembalikan ke kas daerah, karena tidak dipergunakan. “Sayang sekali, biaya tersebut terpaksa kita kembalikan ke kas daerah, karena tidak dipergunakan,” ungkapnya. Pada kesempatan ini, Kadispora Sumut juga berharap agar Stadion Teladan Medan diserahkan saja kepada Pemprovsu untuk direnovasi, karena Pemko Medan sebagai pengelola, hingga kini belum melakukan perbaikan terhadap sarana olahraga bersejarah tersebut. Apalagi, saat ini biaya set plan untuk Stadion Teladan telah ditampung di APBD Sumut sebesar Rp 350 juta dan bantuan dari Menegpora sebesar Rp 60 miliar. “Kita sebenarnya malu, bayangkan Sumatera Utara sebagai provinsi terbesar ketiga di Indonesia, belum memiliki sta-

Taufik Menang Mudah

Rp1 Miliar untuk Pemecah Rekor 6,60 Detik Jakarta-andalas Ketua Umum PB PASI Bob Hasan menyediakan hadiah beasiswa sebesar Rp1 miliar bagi atlet junior dan remaja yang mampu memecahkan rekor lari 60 meter pada Kejuaraan Bob Hasan Sprint yang berlangsung di Jakarta, 15-16 Oktober. "Kejuaraan ini untuk menantang para atlet junior sekaligus merangsang atlet muda untuk berprestasi dan menjadi aset kita di masa depan. Ini merupakan pentasnya para sprinter muda," ujar Bob Hasan di Jakarta, Rabu. Rekor yang harus dipecahkan untuk atlet putra adalah 6,60 detik, sedangkan rekor putri 7,30 detik. Pemegang rekor sebelumnya untuk putra dan putri adalah Franklin Burumi (6,73 detik) dan Nurul Imaniar (7,61 detik). Kejuaraan yang juga mempertandingkan nomor 4x100 meter itu akan disaksikan atlet putri Jerman Ariane Friedrich yang merupakan juara lompat tinggi Indoor Eropa 2009 dan peringkat ketiga Kejuaraan Dunia 2009. Kedatangan Ariane merupakan bagian kerja sama antara PB PASI dengan Asosiasi Atletik Jerman (Deutschland Leichtatletik Verband/DLV). Ariane bersama tiga pelatih Jerman lainnya tengah memberikan penataran (coaching clinic) bagi puluhan pelatih lokal yang digelar 11-21 Oktober 2010 yang memfokuskan pembinaan nomor lompat tinggi dan dasa lomba (combined events). Ariane Friedrich yang terlahir bernama Ariane Tempel ini memiliki tinggi badan 178 centimeter. Ia akan menunjukkan kebolehannya dalam eksibisi di sela-sela berlangsungnya Kejuaraan Bob Hasan Sprint yang akan diikuti sekitar 200 atlet yang berasal dari 21 Pengprov tersebut. (ANT)

dion sepakbola yang layak untuk menggelar Superliga. Masa kita kalah dengan Solo dan Lamongan, yang hanya kabupaten,” terang Sibarani. LTES Dirangkai PDT 2010 Sementara itu, untuk memeriahkan Pesta Danau Toba (PDT) 2010, Pemprovsu kembali menggelar kegiatan olahraga bertajuk Lake Toba Ekotorism Sport (LTES) pada 20-24 Oktober 2010, dengan mempertandingkan 6 cabang olaharaga. Cabang Drum band digelar di Prapat pada 24 Oktober, Paralayang digelar di Bukit Beta Samosir, voli pantai di Parbaba, dayung tradisional di Ajibata dan catur, serta mangukor (menyelam) di Prapat. “Kita berharap agar kegiatan ini mampu memberi rangsangan terutama bagi wisatawan untuk datang ke Danau Toba,” harap Parlautan Sibarani, selaku ketua panitia. (YON)

Eddy dan Syahril, Dampingi Suharto Arsiteki PSMS

Indonesia Grand Prix Gold Jakarta-andalas Unggulan pertama tunggal putra Taufik Hidayat menang mudah atas Adi Prasodjo dari Singapura dengan dua set langsung dalam kejuaraan Indonesia Grand Prix Gold 2010,di GOR Bulutangkis Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (13/ 10/2010). Taufik hanya membutuhkan waktu kurang dari 30 menit untuk menundukkan Adi. Jam terbang membuat Taufik membuat laganya kontra Adi terlihat kurang seimbang. Di set pertama Taufik terus menekan Adi. Pukulan-pukulan smash Taufik membuat lawannya tertekan. Dalam statistik pertandingan, sedikitnya 5 kali pukulan smash Taufik membuatnya meraup poin demi poin hingga harus menyudahi dengan skor 21-7. Begitu juga di set kedua. Adi tidak dapat berbuat banyak menghadapi Taufik. Sebanyak 14 kali pukulan smash, menutup pertandingan keduanya dan dimenangi Taufik dengan skor 21-15. Kepada wartawan, Taufik kembali mengeluhkan mengenai kondisi GOR Bulutangkis Palaran. "Banyak angin. AC (Air Conditioner) juga terlalu kencang," kata Taufik kepada wartawan di Press Room GOR Bulutangkis Palaran, Samarinda, Rabu (13/10). Kondisi itu diakui Taufik mempengaruhi jalannya pertandingan sejak di awal set pertama. "Bola sering out sendiri.Tapi intinya tidak masalah. Toh kondisi ini dialami semua pemain," ujarnya. Taufik menolak jika dirinya dinilai dapat menang mudah menghadapi Adi Prasodjo. Menurutnya, Adi juga memberikan permainan terbaiknya. "Mudah bagaimana? Adi juga bermain baik kok." Taufik diperkirakan tak punya kendala berarti karena dua pemain top China Lin Dan dan Chen Long absen."Ya mau bagaimana? Saya akan tetap bermain terbaik saja," tutupnya. (DTC)

9

ANDALAS/IST

AUDIENSI - Ketua Umum KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis dan Sekum KONI Medan Ir Abdullah diabadikan dengan Pengurus POBSI Medan serta panitia pelantikan saat audiensi,Selasa (12/10) di Kantor KONI Medan Jl Raden Saleh.

Pengcab POBSI Medan Audiensi ke KONI Medan

Pengcab Jangan Hanya Bergantung pada KONI Medan-andalas Selama ini banyak Pengurus Cabang Olahraga yang tidak perduli kepada atletnya terutama masalah pendanaan.Para pengurus hanya bergantung kepada bantuan KONI, padahal atlet adalah tanggungjawab Pengcab. Bahkan seringkali para pengurus Pengcab saling berebutan untuk meminta bantuan ke KONI Medan. Hal seperti itulah yang perlu dibenahi ke depan, sebab KONI memiliki keterbatasan terutama mengenai pendanaan. Demikian dikatakan Ketua Umum KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis saat menerima audiensi Panitia pelantikan Pengcab POBSI Medan beserta pengurus yang mau dilantik, Selasa (12/10) di Kantor KONI Medan Jl Raden Saleh. Dalam audiensi tersebut Drs H Zulhifzi Lubis didampingi Sekum KONI Medan Ir Abdullah, sementara dari POBSI Medan hadir, Ketua Pengcab POBSI Medan Jhon Lase, Ketua Harian Budi Limiawan (Awang), Sekum Ferry M Simanjuntak dan Ketua-ketua Bidang diantaranya Sunardi Ali, M Haris (Ketua Panitia), Halomoan Situmorang, Coki. Menurut Zulhifzi Lubis yang

akrab disapa Opung tersebut, POBSI Medan setelah dilantik diharapkan tampil beda dengan Pengcab-pengcab yang lain.” Jangan sesama pengurus "gontok-gontokan". Pembagian tugas dan fungsi pengurus harus jelas,” katanya. Dia juga mengingatkan jangan setelah pelantikan Ketuanya hilang atau vakum, sebab banyak pengurus olahraga setelah dilantik tidak pernah lagi muncul. "Menjadi pengurus olahraga jangan hanya sekedar tampil nama saja, akan tetapi harus berbuat dan jangan mencari makan di organisasi olahraga," kata Opunk. Terhadap rencana pelantikan POBSI Medan pada 15 Oktober 2010 di Hotel Danau Toba nanti, Opung sangat mendukung dan KONI Medan akan memberikan bantuan.Dia juga berharap agar ke depan terjalin kerjasama yang baik antara pengcab dengan KONI Medan terutama untuk membangun olahraga di Kota Medan. Agenda KONI Medan dalam waktu dekat ini adalah Porkot yang rencananya digelar akhir tahun ini. Porkot merupakan ajang mencari bibit-bibit atlet potensial terutama usia muda yang akan dibina dalam program jangka panjang. “ Saat ini

KONI Medan telah melakukan persiapan yang akan diawali dengan tes kesehatan dan tes fisik bagi calon atlet yang akan berlaga di Porkot nanti,” kata Zulhifzi Lubis. “Saya menaruh harapan besar kepada Pengcab POBSI Medan agar mampu menjaring atlet biliar berbakat dari Kota Medan. Pengcab POBSI Medan ke depan harus solid, jangan seperti pengcab lain yang sering kali bermasalah,” tegas Zulhifzi Lubis. Sementara itu Sekum KONI Medan Ir Abdullah memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pengcab POBSI Medan atas inisiatifnya melakukan audiensi ke KONI Medan. Sebab tidak banyak Pengcab melakukan audiensi untuk acara pelantikan. ”Momentum tersebut merupakan hal yang sangat positif agar pelaksanaan pelantikan bisa berjalan dengan lancar dan sukses,” kata Abdullah. Sebelumnya Ketua Pengcab POBSI Medan yang akan dilantik Jhon Lase mengatakan sebagai rangkaian kegiatan pelantikan juga akan digelar Grand Final Kejuaraan biliar antar klub se-Kota Medan dan pada saat acara pelantikan akan dilakukan penyerahan hadiah bagi para pemenang,katanya. (YON)

Medan-andalas Pelatih PSMS Medan, Suharto akhirnya resmi mengumumkan nama kedua asistennya kemarin. Mereka adalah mantan pemain PSMS Medan Edy Syahputra dan Syahril Nasution. Edy Syahputra adalah sosok yang dipilih membantu Suharto menangani segi teknis tim, sementara Syahril Nasution dipercaya sebagai pelatih penjaga gawang. Suharto mengatakan, dua nama tersebut dipilih atas pertimbangan kecocokan. “ Saya sudah lama mengincar Edy Syahputra dan Syahril Nasution untuk diajak bekerjasama,” ujarnya kemarin. Dia mengatakan, atas dasar itu pula yang akhirnya membuat dia tidak memiliki nama calon asisten lainnya. “ Tidak ada nama selain mereka di pikiran saya. Sejak, awal, saya memang berniat memilih mereka,” tegasnya. Di sisi lain, tim seleksi PSMS kembali gagal menggelar latihan sesuai jadwal yang direncanakan kemarin sore di Lapangan Jesdam I.BB di Jalan Gaperta, lantaran lebih dulu digunakan PS Sinar Sakti. Sebagai gantinya, latihan digelar kemarin pagi di tempat yang sama. “Latihan tadi pagi (kemarin) karena dipakai PS Sinar Sakti. Besok (hari ini-red) baru kami menggelar latihan pagi sore, sementara Jumat (15/10) latihan pagi,” beber mantan pelatih PSAD ini. Sebagai pemantauan akhir skuad seleksi untuk ditetapkan sebagai skuad PSMS, Sabtu (16/10) mendatang, pihaknya berencana akan menggelar ujicoba di lapangan PS TGM Komplek Graha Metropolitan. Jalan Kapten Sumarsono Medan. “Penetapan pemain yang lolos Sabtu (16/10), untuk lebih memantapkan penyusutan akhir pemain, kami akan menggelar ujicoba, mungkin sesama skuad seleksi, atau PS TGM,” tandas Suharto. (YON)

Honda Pesaing Terberat, Rossi Kuda Hitam Jakarta-andalas Musim depan FIAT Yamaha akan memulai era baru tanpa Valentino Rossi. Meski mantan andalannya itu hijrah ke Ducati, Yamaha justru menganggap Honda sebagai pesaing terberatnya tahun depan. Rossi yang telah memperkuat Yamaha sejak tahun 2004 akan hijrah ke Ducati tahun depan. Sebagai pengganti, Ben Spies ditarik ke tim utama" dari tim satelitnya, Yamaha Tech 3. Meski akan diperkuat Rossi, Yamaha justru tidak menganggap Ducati sebagai pesaing terberat. Managing Director FIAT Yamaha Lin Jarvis malah menunjuk Honda sebagai kompetitor utama. "Honda adalah kompetitor terbesar kami tahun depan. Mereka punya tiga pembalap hebat, Casey Stoner, Dani Pedrosa dan Andrea Dovizioso," ungkap Jarvis di Pacific Place, Jakarta, Rabu (13/10). Lantas, bagaimana dengan peluang Rossi? "Kami tidak boleh meremehkan dia. Valentino akan jadi kuda hitam," demikian Jarvis. (DTC)

Andi Darussalam Tegur Pelatih Timnas Jakarta-andalas Manajer tim sepak bola nasional Indonesia, Andi Darussalam Tabusalla, menegur sikap pelatih timnas Alfred Riedl yang dinilai arogan karena Andi tak duduk mendampingi pemainnya di bangku cadangan dalam laga IndonesiaMaladewa, Selasa (12/10). "Saya bantah ada perpecahan. Sikap saya sudah saya sampaikan ke Ketua BTN (Badan Tim Nasional)," kata Andi kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/10).

Dalam laga uji coba antara timnas Indonesia vs Maladewa yang berakhir 3-0 di stadion Siliwangi, Bandung, Manajer tim Andi Darussalam Tabusalla ternyata tidak mendampingi pemainnya di bangku cadangan. Hanya asisten manajer tim Iwan Budianto yang berada di bangku cadangan. Andi sendiri ternyata berada di bangku kedua dari atas di tribun kiri sebelah VIP. Dia duduk bersama anggota Komite Eksekutif PSSI. Menurut keterangan yang dihimpun, Andi agaknya cukup

kesal dengan sikap pelatih Alfred Riedl. Riedl sebelumnya sempat mengusir dokter pribadi Andi dalam sebuah pertemuan internal tim. Riedl mengulangi sikap yang sama dengan mengusir seorang pengurus PSSI dan wartawan yang secara tidak sengaja melihat pertemuan internal tim sebelum menghadapi Maladewa. Andi agaknya tidak terbiasa dengan sikap pelatih yang dinilainya arogan itu. Seharusnya dia bertanya dulu dengan ofisial tim apakah

kehadiran orang tersebut mengganggu atau tidak. Soal pengusiran pengurus dan wartawan tersebut, Riedl mengaku tidak suka dengan adanya orang lain dalam pertemuan internal tim. Pertemuan itu hanya untuk ofisial dan pemain. "Itu khusus untuk pemain dan ofisial, saya tidak ingin ada orang lain. Itu aturannya," kata Riedl. Sikap Riedl yang agak keras kepala itu tampaknya menurut pengamatan wartawan kurang disukai oleh beberapa pemain. (ANT)

Andi Darussalam


Kamis

KOMUNITAS

14 Oktober 2010

harian andalas | Hal.

10

Keluarga Banten Keturunan H Kasyim Adakan Temu Kangen Medan-andalas Keluarga besar Banten keturunan (trah) H Kasyim alias Undana dan Jamirah se-Aceh, Sumut, dan Riau mengadakan temu kangen di Indrapura, Kabupaten Batu Bara, Minggu (10/10). Temu kangen ini untuk menjalin silaturahmi dan mengenalkan warisan leluhur serta menumbuhkan semangat kebersamaan di antara sesama anggota keluarga besar Banten keturunan H Kasyim dan Jamirah. Fasilitator temu kangen, Drs Zulkarnain menjelaskan sejarah singkat keberadaan keturunan H Kasyim dan Jamirah di Sumatera (Deli) bermula dari kedatangan orang-orang Banten yang dibawa Belanda untuk bekerja di perkebunan. Setelah habis masa kerja atau kontrak, sebagian kembali ke Banten dan sebagian lagi menetap di tanah Deli, yang kemudian berumah tangga dan memiliki keturunan hingga tersebar ke Aceh dan Riau. "Ribuan keturunan H Kasyim alias Undana kini tersebar di wilayah Sumatera dengan beragam profesi. Untuk itu kami berinisiatif mempertemukan para anggota

keluarga agar saling kenal dan meningkatkan tali silaturahmi," ujar mantan Sekretaris Camat Pagurawan. Dikatakannya, temu kangen keluarga dapat menjadi ajang perkenalan antaranggota keluarga yang selama ini belum pernah bertemu atau tidak kenal sebelumnya. Sementara bagi anggota keluarga yang telah lama tidak bertemu, akan membangkitkan kenangan manis masa lalu yang akan terus diingat seumur hidup. Selanjutnya dikatakan, pertemuan keluarga memiliki banyak manfaat. Seperti saat berkumpul bersama keluarga besar, tanpa disadari nilai-nilai luhur dalam keluarga akan terwariskan antargenerasi. Temu kangen pun dapat memperbaiki dan membantu mengembangkan kualitas komunikasi antaranggota keluarga. "Temu kangen seperti ini akan menumbuhkan rasa kebersamaan

andalas/ist

KELUARGA BANTEN - Sebagian keturunan H Kasyim alias Undana foto bersama dalam acara temu kangen keluarga yang digelar di Indrapura, Batu Bara, Minggu (10/10).

dan saling memiliki bahkan mengembalikan nilai kekeluargaan yang hilang karena tergerus zaman," ungkap Zulkarnain. Sementara salah seorang keturunan H Kasyim alias Undana yang menetap di Aceh, Zulkarnain SKM MKes atau lebih akrab dipanggil Cecep menyatakan, dengan temu kangen ini diharapkan tercipta persaudaraan yang lebih erat, sehingga akan melahirkan sikap solider, empati, kasih sayang, dan sikap-sikap baik lainnya. "Bagaimana pun temu kangen ini akan membantu kita menguatkan hubungan silaturahmi dengan keluarga besar," ujar Zulkarnain yang menjabat sebagai Kadis Kesehatan Subussalam, Aceh. Acara temu kangen ini dimulai dengan pembacaan ayat suci Alquran, kemudian diisi dengan tausiyah yang dibawakan Ustaz H Sofyan Han yang juga keturunan Banten. Sebelum penyampaian tausiyah, terlebih dahulu dilakukan update silsilah dan runtutan turunan (silsilah keturunan). Penyebutan silsilah keturunan (syajarah al-nasab atau pohon genealogis) yang menjadi acara inti dalam temu kangen keluarga ini. (GUS)

KABAR DUKACITA Telah meninggal dunia dengan tenang, ibu/mertua/nenek/ipar/saudari kami yang tercinta.

LIM MEI YIN / ROSLINA (tutup usia 76 tahun) Pada hari Selasa, 12 Oktober 2010 pukul 07.10 WIB di RS. Deli Medan. Jenazah mendiang disemayamkan di Balai Persemayaman Angsapura (Full AC) Blok-Vip B Jl. Waja No. 2-4 telp. 7345503 - 7364202 Medan dan akan diperabukan hari Jum’at, 15 Oktober 2010 pukul 13.00 WIB di Krematorium Tie Cang Tien, Tanjung Morawa.

KAMI YANG BERDUKACITA Suami : TAN TIAN YAW (†) (HUSIN) Anak laki-laki : TAN TI KUANG (PAIMIN TAN) TAN KIM HOK (PAIDI TAN) TAN TI HUI TAN TI KENG (PAIMAN TAN) Anak perempuan : TAN SE THING (MULIANA) Menantu perempuan : NG HUI TJHIN (DEWI)

YEN MEI CHIN (KIMI) ROSPITA Menantu laki-laki : YEK FONG AN (JASFERY) Cucu dalam laki-laki : TAN SE SONG (ERIC) TAN KIM MIN (ANDREW) Calon istri cucu dalam : LIDYA IRVANY Cucu dalam perempuan : TAN PEI YONG (INGRID TRIXIE) TAN PEI CIN

(AMANDA) KIA Cucu luar laki-laki : RICKY RAYMOND Adik ipar laki-laki : TAN TIAN NAM TAN TIAN PIAU TAN TIAN PENG Istri adik ipar : TIO SAI HUN LIM AI CU (†) KANG CAI CHIN LIANG KUI SIN Adik ipar perempuan : TAN SIU ING Suami adik ipar :

KOH PING LIANG (†) Abang kandung : LIM SAN YOK Istri abang kandung : CAI SUK ING Adik kandung laki-laki : LIM CIEN SIK LIM CIEN WI LIM YEN CE LIM YEN CIANG LIM YEN SENG Istri adik kandung : YEK SIANG HUA (†) TAN IK CEN CIANG MEI LUAN TAN A KI TAN LI CIEN (†)

Kakak kandung : LIM SUI SIN LIM KHIU HUA (†) Suami kakak kandung : TAN TUA LEK (†) SIM CAU MUA Adik kandung perempuan : LIM CONG COK LIM TAU HIAK Suami adik kandung : TAN GEK LAU (†) SIA IK KUANG Beserta kemanakan/ keponakan Dan segenap keluarga - JAKARTA JAYA Jl. Bogor No. 27 Medan

BE RI T A DU K ACI T A

YAYASAN BALAI SOSIAL HENRY WIJAYA JL. BAKARAN BATU NO.1 MEDAN TLP.(061) 7367339 - 7369359 Blok

Nama

Umur (Thn)

Alamat

Meninggal (Tgl/Jam)

Berangkat (Tgl/Jam)

Keterangan / Tempat

1

THE GEK KHIM / AKHIM

81

Jl. Pukat II Gg. Aneka No. 55 Medan

11-10-10 10.55 WIB

14-10-10 13.00 WIB

Dikebumikan

5

TAN TIONG SUI

79

Jl. Danau Batur No. 30 Medan

11-10-10 06.20 WIB

14-10-10 13.00 WIB

Diperabukan

BE RI T A DU K ACI T A

BALAI PERSEMAYAMAN ANGSAPURA JL. WAJA NO. 2-4 MEDAN TELP. 7345503, 7361328, 7360873 B lok

N ama

U mur (Thn)

Alamat

Meninggal (Tgl/Jam)

B erangkat (Tgl/Jam) K eterangan / Tempat

VIP-A

CHEN CIEN AN

29

Jl. Iri an B arat No. 28 / 41 Medan

10-10-10 18.30 WIB

14-10-10 11.00 WIB

D i kebumi kan

VIP-B

LIM MEI YIN / ROSLINA

76

Jl. B ogor No. 27 Medan

12-10-10 07.10 WIB

15-10-10 13.00 WIB

D i perabukan

1

KWAN GEK CU

73

Jl. S elam I Gg. S elamat No. 9 Medan

12-10-10 17.30 WIB

17-10-10 12.00 WIB

D i kebumi kan

5

LIM KU FAT / ALWI HALIM

66

Jl. Tanjung No. 30 K omp. C emara A sri Medan

13-10-10 00.00 WIB

16-10-10 12.00 WIB

D i perabukan

GO CIAU LIEN

79

Jl. S abaruddi n No. 92 C Medan

12-10-10 10.10 WIB

16-10-10 11.00 WIB

D i kebumi kan

8-9


Kamis

POLITIK

14 Oktober 2010

harian andalas | Hal.

KILAS

Pemindahan Ibu Kota Sebuah Keniscayaan

Perlu, Evaluasi 100 Hari Pertama Kapolri Jakarta-andalas Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa DPR RI Marwan Jafar mengatakan, perlu ada evaluasi kinerja pada 100 hari pertama bagi Kapolri baru. "Jika perlu harus ada evaluasi 100 hari untuk mengukur kinerja Kapolri," kata Marwan Jafar pada diskusi "Reformasi Kepolisian- Pekerjaan Rumah Kapolri Baru" di Senayan Jakarta, Rabu (13/10). Diskusi tersebut diikuti oleh beberapa anggota FKB DPR seperti Otong Abdurahman dan Hanif Dairi. Marwan mengatakan, Kapolri ini menyangkut kepercayaan publik atas eksistensi Polri. Selama ini kepercayaan publik menjadi hal sangat penting. "Karena itu, kami mendesak agar kepercayaan publik dipulihkan. Apapun caranya," kata Marwan. Marwan juga menjelaskan bahwa salah satu pekerjaan rumah Kapolri baru yang sangat fundamental adalah melakukan reformasi dalam tubuh Polri. Marwan mengakui saat ini ada faksi-faksi di tubuh Polri. "Ada faksi-faksi di Polri. Ini harus diharmonisasi. Tidak boleh polisi berpolitik. Itu tugas Kapolri mendatang harus bisa harmonisasi faksi-faksi," katanya. Menurut Marwan, jika Polri tidak solid di dalam maka akan menganggu tugas Polri ke depan. "Kapolri baru juga harus lakukan harmonisasi antar penegak hukum, kejaksaan, KPK maupun dengan TNI," ujarnya. Kata Marwan, jika antaraparat penegak hukum berjalan sendiri-sendiri dan saling mendahului, maka ke depan hal itu tidak boleh terjadi lagi. (ANT)

Setgab Diminta Prioritaskan Percepatan Pembangunan Jakarta-andalas Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPR RI berharap kinerja Sekretariat Gabungan Koalisi Partai Pendukung Pemerintah lebih memprioritaskan upaya mempercepat pencapaian 11 program prioritas pembangunan nasional. Sekretaris Fraksi PKS DPR RI Abdul Hakim di Gedung DPR Jakarta, Rabu (13/10), menyatakan, pihaknya merasa keberadaan setgab selama ini belum optimal dalam memperjuangkan program-program pembangunan yang sudah dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Kami merasa keberadaan setgab belum efektif dalam memperjuangkan 11 program prioritas pembangunan nasional, seperti soal ketahanan pangan, penanggulangan kemiskinan, peningkatan iklim investasi dan usaha, energi, infrastruktur dan pengelolaan bencana," katanya. Selama ini, kata dia, setgab masih terjebak dalam rutinitas pertemuan-pertemuan untuk membahas halhal yang bukan prioritas, tapi hanya kepentingan yang bersifat jangka pendek. Karena itu, Fraksi PKS berharap Setgab Koalisi Partai Pendukung Pemerintah bisa lebih memfokuskan diri membahas persoalan-persoalan terkait dengan upaya-upaya untuk mempercepat pencapaian program pembangunan prioritas nasional. Hakim menyatakan harapannya bahwa setgab memiliki agenda yang jelas untuk merealisasikan ke11 program prioritas pembangunan nasional, yaitu reformasi birokrasi dan tatakelola, pendidikan, kesehatan, penanggulangan kemiskinan, ketahanan pangan dan infrastruktur. Selain itu, iklim investasi dan iklim usaha, energi, lingkungan dan pengelolaan bencana, daerah tertinggal, terdepan, terluar dan pasca konflik serta kebudayaan, kreativitas dan inovasi teknologi. "Setgab harus punya agenda yang jelas soal upaya untuk mempercepat 11 program pembangunan prioritas ini.” (ANT)

Dialokasikan, Dana Pemilukada Ulang di Sumut Medan-andalas Pemko Tebing Tinggi dan Pemkab Mandailing Natal (Madina) akan mengalokasikan dana Pemilukada ulang padam APBD 2011 di daerahnya masing-masing. Sebab kedua daerah tersebut memiliki keinginan kuat untuk segera digelarnya Pemilukada ulang. Hal itu dikemukakan Pj Wali Kota Tebing Tinggi dan Sekda Madina H Gozali Pulungan dalam rapat dengar pendapat Komisi A DPRDSU dengan Ketua KPUD Sumut, Irham Buana Nasution, Pemko dan KPUD Tebing Tinggi serta Pemkab dan KPUD Madina di gedung dewan, Rabu (13/10). Rapat dipimpin Sekretaris dan Anggota Komisi A DPRDSU Nurul Azhar Lubis dan Tahan Manahan Panggabean. Pj Walikota Tebing Tinggi mengaku, saat ini tidak ada persoalan serius untuk digelarnya Pemilukada ulang. Sebab, lanjut dia, Pemko Tebing Tinggi memiliki keinginan kuat digelarnya Pemilukada ulang. Hal senada dikemukakan Sekda Madina, H Gozali Pulungan, bahwa Pemkab Madina berkeinginan segera dilaksanakannya Pemilukada ulang di daerah tersebut. Untuk itu, kata dia, Pemkab Madina telah mengalokasikan dana Pemilukada ulang dalam APBD Madina tahun anggaran 2011. Menanggapi pernyataan Pj Wali Kota dan Sekda Madina, Anggota Komisi A DPRDSU dari Fraksi Demokrat, Tahan Manahan Panggabean berharap Pj Wali Kota Tebing Tinggi dan Pj Bupati Madina agar mampu melaksanakan Pemilukada ulang di daerahnya masing-masing. Dia juga mengingatkan, kedua pimpinan daerah tersebut mampu menghindari kegagalan dalam Pemilukada ulang sebelumnya. Pada kesempatan itu, Tahan Manahan juga mengkritisi terjadinya Pemilukada ulang di Kota Tebing Tinggi dan Kabupaten Madina. Menurut dia, kesalahan prosedur dan pengawasan yang mengakibatkan terjadinya Pemilukada ulang di dua daerah tersebut harus disikapi dan diberikan sanksi bagi para penyelenggara Pemilukada. "Saya berharap adanya sanksi tegas terkait terjadinya Pemilukada ulang sebagai akibat adanya kesalahan prosedur dan pengawasan tersebut. Karena siapa yang berbuat kesalahan dalam proses Pemilukada ulang sudah ada ketentuannya,"ujarnya. Sementara itu, Ketua KPUD Sumut Irham Buana Nasution mengaku, ada kekuatan politis terkait terjadinya Pemilukada ulang Kota Tebing Tinggi dan Kabupaten Madina. Untuk itu dia berharap, kedua daerah tersebut nantinya mampu mengeliminir dan mengatasi setiap persoalan yang timbul dalam Pemilukada ulang yang akan dilaksanakan. (UJ)

11

andalas/Ist

8 TAHUN- Politisi PKS, yang Komisaris PT Selalang Prima Internasional (SPI) Muhammad Misbakhun dituntut 8 tahun penjara oleh JPU, Rabu (13/10).

Jakarta-andalas Pengajar Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia Muhammad Nasih mengatakan pemindahan ibukota sebuah keniscayaan sebagai solusi beban berat yang ditanggung Jakarta. Menurut dia, perpindahan tersebut menjadi salah satu upaya membuat kota yang menjadi simbol negara sebagai kota yang baik. "Perpindahan ibukota atau pusat pemerintahan negara adalah sesuatu yang sangat biasa, karena pernah dilakukan oleh banyak negara," ujar Nasih dalam diskusi di Fraksi PAN DPR, Rabu (13/10). Dia mencontohkan negara yang memindah ibukota negaranya terbilang sukses, yakni Brazil memindah ibukotanya dari Rio de Jenairo yang terlalu padat. "Attaturk memindahkan ibukota dari Istanbul ke Ankara setelah berhasil meruntuhkan kekhilafahan "dinasti" Usmaniyah," katanya. Nasih memaparkan ada dua model pemindahan ibukota. Yakni, memindah pusat pemerintahannya saja ke luar jakarta dan tetap menjadikan Jakarta sebagai ibukota; memindah ibukota dan pusat pemerintahan sekaligus. (VN)

Protap Penanggulangan Anarki Harus Direvisi Jakarta-andalas Lembaga swadaya masyarakat Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (PBHI) menyatakan, prosedur tetap Kapolri Nomor 1/X/ 2010 tentang penanggulangan anarki agar dikaji ulang. "PBHI merasa perlu memberikan catatan atas penerapan Protap Kapolri No 1/X/2010," kata Ketua PBHI Angger Jati Wijaya, di Jakarta, Rabu (13/10). Ia memaparkan, pertama semua pihak mesti memposisikan tindakan anarki dan anarkisme

sebagai musuh bersama yang mesti dicegah sedini mungkin. Kedua, ujar dia, peningkatan profesionalisme kepolisian terutama dalam hal pendekatan penindakan pelanggaran hukum dan deteksi dini terhadap berbagai benih ketidakpuasan,

ketidakpercayaan, dan pesimisme, dapat memicu tindakan anarki. Selanjutnya, PBHI juga menyatakan bahwa sebagian besar tindakan anarki tidak berlangsung tiba-tiba, spontan, dan tanpa gejala. "Karena itu, kepekaan aparatus kepolisian yang disertai dengan profesionalisme yang bermakna ketegasan bertindak, penggunaan kewenangan dan tindakan kepolisian yang terukur, serta pendekatan yang proporsional, seyogyanya lebih ditekankan sebelum gejala

tersebut memicu manifestasi dan meluasnya kekerasan serta tindakan anarki," katanya. Untuk itu, di samping melakukan evaluasi terus-menerus, toleransi penerapan Protap Kapolri No 1/X/2010 tidak cukup dengan penafsiran subyektif aparat kepolisian terhadap gangguan nyata tindakan anarki. Namun, hal tersebut juga harus dapat dipertanggungjawabkan sesuai dan mengacu pada seluruh aspek legal yang membatasi penggunaan kekerasan dan senjata dalam pelaksanaan tugas kepolisian, konvensi inter-

Revisi Prolegnas Perburuk Wajah DPR Jakarta-andalas Indonesian Parliamentary Center menilai perubahan berkali-kali atas penyusunan program legislasi nasional (Prolegnas) 2010 semakin memperburuk wajah DPR RI. Menurut Ahmad Hanafi, divisi riset Indonesian Parliamentary Center (IPC), di Jakarta, Rabu (13/10), perubahan berkali-kali terhadap prolegnas tahunan memang tidak ada larangan dalam tata tertib DPR. Akan tetapi, katanya, Baleg selaku alat kelengkapan penyusun prolegnas juga harus mempertanggungjawabkan kinerjanya kepada

publik, karena penyusunannya terkesan tidak terencana dengan baik. Dalam hal ini, Baleg terkesan main-main dan seharusnya menyusun UU itu tak bisa disamakan dengan menyusun "puzzle" yang ketika salah meletakkan potongan "puzzle", bisa diganti dengan potongan yang lain. Sebelumnya sidang paripurna 12 Oktober 2010 mengagendakan revisi prolegnas. Dua RUU yang tadinya tidak masuk dalam prioritas, yaitu RUU tentang Tenaga Kesehatan dan RUU perubahan atas UU 39/ 2004 tentang Penempatan dan Per-

lindungan TKI di Luar Negeri diusulkan untuk masuk prioritas 2010, tapi kemudian ditolak paripurna. Pada awalnya badan legislasi mengesahkan 53 RUU Prioritas 2010, lalu bertambah menjadi 55, lalu 58 dan terakhir bertambah menjadi 70. Kini, menjelang penutupan tahun, Badan Legislasi meminta memasukkan 2 RUU yang tidak masuk dalam prolegnas 2010 menjadi RUU prioritas. Padahal 2010 tinggal sebentar lagi dan masih 63 RUU yang antri. (ANT)

DPR Didesak Bentuk Pansus Perubahan Iklim Jakarta-andalas Sejumlah anggota Komisi IX DPR mendesak DPR segera membentuk pansus perubahan iklim guna memenuhi rekomendasi konferensi regional legislator untuk melindungi kesehatan manusia dari perubahan iklim, yang baru usai diselenggarakan di Bhutan. Empat anggota DPR, yakni Suryachandra Surapati (FPDIP), Nova Riyanti Yusuf (FPD), Gandung Pardiman (FPG) dan Ledia Hanifa (FPKS) kepada wartawan, Rabu (13/10), menegaskan bahwa perubahan iklim telah memberikan turunan masalah yang cukup besar dan beragam. "Kekacauan periode hujan pun telah menjungkirbalikkan jadwal masyarakat, seperti masa tanam, panen, pembangunan dan bahkan

jadwal sekolah dan bekerja," ujar Suryachandra. Saat ini, menurut dia, hampir semua warga dunia telah merasakan dampak buruknya perubahan iklim dan karenanya persoalan penanganan dampak buruk perubahan iklim itu tidak mungkin lagi diatasi sendiri-sendiri. Indonesia sudah memiliki Dewan Nasional Perubahan Iklim yang anggotanya terdiri atas 17 kementerian dan lembaga. Bahkan Indonesia juga sudah mempunyai denah sektor kesehatan dalam menghadapi perubahan iklim yang pentahapannya dimulai dari tahun 2010 sampai 2030. Tetapi, menurut para anggota DPR itu, persoalan lanjutannya adalah belum adanya undang-

undang lintas sektoral yang mengatur tentang hal tersebut. Terkait dengan hal tersebut, empat anggota Komisi IX DPR yang turut hadir dalam konferensi regional legislator di Bhutan pada 5-7 Oktober itu mendesak agar DPR membentuk pansus tentang perubahan iklim. Selain itu, DPR juga perlu mengajukan RUU tentang Kesehatan Jiwa sebagai prioritas UU yang akan dibahas pada tahun 2011. Hal tersebut karena berdasarkan kajian dampak perubahan iklim pada persoalan kesehatan manusia, kemunculan berbagai penyakit baik yang umum terjadi maupun varian baru tidak lagi dibatasi hanya pada gejala yang nampak pada fisik menusia, namun juga kondisi kejiwaan. (ANT)

nasional antipenyiksaan, hukuman yang tidak manusiawi, serta prinsip-prinsip PBB terkait penggunaan kekerasan dengan penggunaan senjata. Sebelumnya, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyatakan akan memberlakukan tindakan tegas guna melumpuhkan pelaku anarkis. "Prosedur dan ketetapan (protap) ini diperuntukan bagi setiap anggota Polri secara personal, unit maupun satuan," kata Kepala Deputi Operasional Mabes Polri Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Soenarko. (ANT)

Politisi Jangan "Bak Panjat Pinang" Jakarta-andalas Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring mengimbau agar semua pihak bersabar dan tidak menempuh cara-cara inkonstitusional untuk mendapatkan kekuasaan. Evaluasi pemerintahan ini adalah sesuatu yang wajar, apalagi sudah berTifatul Sembiring langsung 1 tahun. Bahkan bagi pemerintah, hasil evaluasi dan kritik ini harus jadi masukan berharga karena pemerintahan siapapun wajib mendengarkan harapan-harapan masyarakat. Menurut Tifatul, yang tidak wajar adalah jika momentum ini justru digunakan sekadar memperkeruh suasana, memprovokasi masyarakat tanpa solusi yang jelas. "Tentu harus dikemukakan data otentiknya, kalau hasil survei tentu harus dilakukan oleh lembaga yang berkompeten," kata Tifatul, Rabu (13/10). Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera ini juga mengingatkan agar para elit berpolitik secara dewasa, jangan menganut filosofi panjat pohon pinang. "Maksudnya, kalau ada orang terpilih jadi pemimpin, lalu pikirannya adalah bagaimana ini supaya jatuh segera atau senang melihat orang gagal. Kalau pemerintahan ini tidak sukses malah ditepuki. Ini menunjukkan bahwa belum ada kematangan dalam berpolitik," katanya. Dan, Tifatul juga menyampaikan sejauh ini tidak pernah ada larangan untuk unjuk rasa, asalkan tidak anarki. Soal suksesi, ia mengatakan agar semua pihak menempuh cara-cara sesuai dengan sistem demokrasi dan konstitusi. (VN)

Sekretaris KPU Nisel Dituding Halangi Pemilukada Nias Selatan-andalas Pelaksanaan pemilukada Kabupaten Nias Selatan yang dijadwalkan 2 Desember 2010 mendatang oleh Komisi Penyelenggara Pemilu (KPU) Kabupaten Nias Selatan terancam molor. Pasalnya, sampai saat ini pembentukan panitia lelang pembuatan surat suara belum dilaksanakan Sekretariat KPU Kabupaten Nias Selatan. "Bila tidak dilakukan dengan cepat maka pasti mempengaruhi jadwal pelaksanaan pemilukada itu nanti, "ujar Ketua Divisi Hukum dan Humas KPU Kabupaten Nias Selatan, Fan Solidarman Dachi kepada wartawan di Kantornya Jalan Saonigeho Teluk Dalam,

Rabu (13/10). Hal tersebut juga ditegaskan dalam surat KPU Kabupaten Nias Selatan yang ditujukan kepada Kapolres Nias Selatan dan Panwaslu Kab Nias Selatan dengan No : 833/KPU-Kab-002.434832/ X/2010, tertanggal 09 Oktober 2010, tentang laporan tindakan Sekretaris KPU Nias Selatan, yang dengan sengaja memperlambat proses pengadaan dan pencetakan surat suara. Dalam surat itu menyebutkan, berdasarkan keputusan KPU Kabupaten Nias Selatan Nomor : 45/ KPts/KPU-Kab-002.434832/ 2010 tentang tahapan, program, dan jadwal waktu penyelenggaraan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan

Wakil Kepala Daerah Kabupaten Nias Selatan Tahun 2010, bahwa proses administrasi pengadaan surat suara sudah dimulai pada 11 oktober 2010. Ternyata sampai surat ini dibuat Sekretaris KPU Nisel Sozisokhi Laia SSos, belum melaksanakan pembentukan panitia pelelangan surat suara pemilu tersebut, pada hal UU Nomor : 22 Tahun 2007 tentang penyelenggaraan Pemilihan Umum, pasal 59 ayat (1) huruf “C” tegas menyatakan bahwa sekretaris KPU Kabupaten / Kota bertugas membantu pelaksanaan tugas KPU Kab/Kota dalam penyelenggaraan Pemilu, dan pasal 69 ayat (2) dinyatakan tentang kewenangan sekretariat KPU

untuk mengadakan perlengkapan penyelenggaraan Pemilu sesuai dengan peraturan perundang – undangan. Oleh sebab itu, KPU Nias Selatan melaporkan tindakan oknum Sekretaris KPU Sozisokhi Laia, SSos ke pihak Polres Nisel dan Panwaslu Nisel, karena adanya indikasi menghalang-halangi proses pencetakan surat suara, sehingga yang bersangkutan sengaja mau menggagalkan pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Nisel yang dijadwalkan pada 2 Desember 2010. Ketika hal itu dikonfirmasi kepada Sekretaris KPU Nisel Sozisokhi Laia SSos di ruang kerjanya mengatakan,

pihaknya telah menyurati Bupati Nisel untuk meminta tenaga panitia pengadaan Surat suara tersebut. Permintaan itu dilakukan, karena hanya dua orang staf sekretariat KPU yang memenuhi syarat menjadi panitia. Sozi menambahkan, pembentukan panitia tersebut harus mengacu kepada Keppres 80, selain itu ia juga tidak mau terburu – buru melakukan pekerjaan yang akhirnya menimbulkan masalah. Surat anggota Komisioner yang ditunjukkan kepada dirinya terkait pembentukkan panitia pelelangan surat suara, terlalu berlebihan. "Pasalnya hal itu sudah pernah dibahas bersama pihak komisioner," katanya. (EZ)


SUMATERA UTARA

Kamis 14 Oktober 2010

KILAS

DPRD Kuasai Proyek di Pemkab Asahan Kisaran-andalas Maraknya berbagai tudingan yang diarahkan sejumlah elemen masyarakat maupun berbagai aktivis mahasiswa di Kabupaten Asahan, bahwa Ketua dan Anggota DPRD Asahan diduga kuasai proyek yang ada di lingkungan Pemkab Asahan. Dugaan bahwa Ketua dan Anggota DPRD ikut bermain proyek diakui oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemkab Asahan Mahendra. Namun, Kepala Bappeda Asahan Mahendra membantah bahwa proyek tersebut bukan merupakan proyek voucher bagi anggota DPRD, tetapi adalah proyek hasil reses, ungkapnya kepada wartawan kemarin. Mahendra juga menegaskan, hal ini terkait bergulirnya rumor yang menyebutkan sejumlah anggota dewan mendapat jatah proyek senilai Rp 200 juta hingga Rp 500 juta per anggota Dewan. Lanjutnya, proyek anggota dewan dimaksud adalah proyek yang dianggarkan APBD berdasarkan hasil reses anggota DPRD ke daerah asal pemilihannya. Kemudian para anggota dewan tersebut mengajukan kepada eksekutif untuk dibahas dan dianggarkan sebagai proyek pembangunan pemerintah daerah. Jadi dengan demikian bahwa proyek yang didapat Ketua dan sejumlah anggota DPRD tersebut merupakan hasil aspirasi masyarakat asal daerah pemilihan masing-masing. Dan seterusnya dilanjutkan kepada badan anggaran (banggar) legislatif untuk diajukan menjadi bahasan lebih lanjut antara banggar legislatif dan eksekutif dan dimasukkan dalam pos anggaran belanja APBD pemerintahan setempat. Menyikapi tentang adanya tudingan yang dilakukan aktivis Gempar saat demo di gedung DPRD Asahan akhir pekan lalu, yang menuding Ketua maupun anggota DPRD Asahan mendapat jatah proyek dan berujung dengan tuntutan aktivis Gempar meminta Ketua DPRD Asahan untuk meletakkan jabatan. Menurut Mahendra itu tidak benar, bahwa proyek jatah reses tersebut hanya merupakan pemberian wewenang bagi anggota DPRD untuk mengajukan usulan proyekproyek pembangunan kepada pemerintah daerah. Disinggung total proyek yang diusulkan ke 45 anggota DPRD Asahan, Mahendra tampaknya enggan menyebutkan nilainya dengan alasan ia tidak ingat. Sebelumnya sejumlah aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Reformasi (Gempar) Asahan melakukan demo di gedung DPRD Asahan akhir pekan lalu. Dalam demo tersebut aktivis Gempar menuding bahwa 45 anggota DPRD Asahan mendapatkan jatah proyek, sembari meminta Ketua DPRD Asahan benteng Panjaitan mundur dari jabatannya. Namun aksi para aktivis Gempar tersebut mendapat tandingan dari sejumlah elemen masyarakat yang tidak terima dengan perlakuan aktivis Gempar yang menuding pimpinan DPRD Asahan tidak dilengkapi dengan berbagai bukti. (FAS)

Polsek-Koramil 08 Secanggang Gelar Razia Secanggang-andalas Jajaran Polsek dan Koramil 08 Secanggang melaksanakan razia gabungan, untuk mempersempit ruang gerak teroris dan mengantisipasi keluar masuknya teroris dari dan ke Kecamatan Secanggang di kawasan Jalan Besar Secanggang, Desa Kepala Sungai, Kecamatan Secanggang, Selasa (12/10). Kapolsek Secanggang AKP B Karo Karo dan Danramil 08 Secanggang, Kapt Inf Jauhari kepada andalas mengatakan, razia gabungan tersebut akan dilakukan setiap hari untuk mempersempit ruang gerak teroris dan mengantisipasi keluar masuknya teroris dari dan ke Kecamatan Secanggang. Lebih lanjut, Kapolsek Secanggang AKP yang didampingi Kanit Lantas AIPTU Alamsyah mengatakan, razia akan dilaksanakan selama 2-3 jam. Selain itu akan dilaksanakan setiap hari sesuai dengan intruksi Kapoldasu Irjen Pol Drs Oegreseno. "Sesuai intruksi Kapolda, semua harus siaga dan waspada. Karena itu, kalau pun ada melihat atau mengetahui sesuatu yang mencurigakan, segera laporkan kepada pihak keamanan agar cepat ditindak lanjuti," ujarnya. (SBR)

andalas Lugas & Cerdas

WARTAWAN DAERAH LANGKAT: Hasrizal, Budi Zulkifli, Syaiful Amri, Subur Syahputra BINJAI: M Kamil Ismail DAIRI: Sondang Silalahi HUMBANG HASUNDUTAN: Marganda Lumbangaol DELISERDANG: Suprapto, Firdaus Tanjung, TH Sihombing, Bobby Lusaka Purba SERGAI: Rasum TEBINGTINGGI: Riady Kasidi SIANTAR/SIMALUNGUN: Agus Salim HT Haean,Larhamsimare-mare, Edi Pangaribuan KISARAN: Hamdan Rangkuti BATUBARA: Zulkifli Nasution LABUHAN BATU: Iwan Kesuma SAMOSIR: Marihot Simbolon, Fransiskus Sitanggang TAPUT/TOBASA: Caisar HP SIBOLGA/TAPTENG: Parlin Gultom NIAS SELATAN: Edy Gunawan Zebua BIEREUN: H Suherman Amin,M Husin Spd, Juanda Iskandar KUTACANE: Jamuddin Selian, Alwahidi, Arifin Desky. MEULABOH: Iskandar Muda LHOKSUKON: Usman Cut Raja.

harian andalas | Hal.

12

Bank Danamon Kabanjahe Diduga Tipu Nasabah andalas/lamhot situmorang

Kabanjahe-andalas Seorang nasabah Bank Danamon Cabang Kabanjahe, Payung Ginting Warga desa Guru Singa Kecamatan Berastagi merasa ditipu dan dirugikan serta nama baiknya juga dicemarkan oleh pihak Bank Danamon Cabang Kabanjahe. Pasalnya, Payung Ginting yang telah mengagunkan sertifikat ladangnya terhitung sejak tanggal 25 Oktober 2007 sampai dengan 03 November 2010, demi keperluan pinjaman uang sebesar Rp50 Juta dengan perjanjian uang tersebut dipakai selama 3 Tahun (36 bulan), ternyata pihak Bank Danamon meminta tagihan uang angsuran kepada Payung Ginting sebanyak 37 Bulan. Kronologisnya, sesuai penuturan Payung Ginting kepada andalas, Rabu (13/10) bahwa pada tanggal 1 Oktober 2010 pihak Danamon menghubungi Payung Ginting melalui telepon agar membayar angsuran perbulannya yang jatuh tempo setiap tanggal 3. Untuk mengetahui kejelasan sisa angsu-

BANK DANAMON-Kantor Bank Danamon Cabang Kabanjahe di Jalan Kapten Pala Bangun Kabanjahe. rannya, Payung Ginting menanyakan kepada si penelepon berapa kali lagi pembayaran angsurannya. Pihak Danamon menjawab pertanyaan Payung Ginting, totalnya Payung Ginting harus

membayar angsuran sebanyak 37 Bulan. Karena merasa ditipu, Payung Ginting mengatakan kepada pihak Danamon tidak mau lagi membayar sisa angsurannya yang hanya tinggal dua

bulan. Karena sesuai perjanjian pembayaran angsurannya hanyalah 36 kali. Di atas tanggal 3 Oktober, pihak Danamon kembali menelepon Payung Ginting, dan mengeluarkan kata-kata an-

caman "Bapak sudah saya cari sampai ke kampung, namun kata orang kampung bapak sudah melarikan diri. Kemanapun Bapak lari akan saya cari", demikian kata ancaman oleh pihak Danamon. Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Kepala Unit Menajer tidak berhasil, dan hanya dapat bertemu dengan Elviani Munte bagian Kredit. Elvina mengatakan, uang yang dipinjam Payung Ginting sebesar Rp 52 Juta dengan perincian Rp 50 juta kepada peminjam, yang dua juta rupiah lagi untuk biaya administrasi. Mengenai pembayaran angsuran kredit 37 kali angsuran, namun dalam perjanjian hanya 36 kali, itu disebabkan bunga berjalan atau disebut skema dua. Sangat ironis, diterima hanya Rp 50 juta, namun hutang yang dibayar sebesar Rp 52 juta ditambah bunga kreditnya 21 persen flat pertahun, Setara dengan 35.0737 persen efektif pertahun. Dalam hal perlakuan pihak Bank Danamon terhadap Payung Ginting yang telah merasa ditipu, dirugikan serta nama baiknya telah tercemar, Payung Ginting mengancam akan membawa permasalahan ini kejalur hukum. (LAMS)

Tak Teken Berkas KTP

Dimutahirkan

Ketua DPC PDIP: Tangkap dan Pecat Oknum Kades

Data Kependudukan Pematang Siantar 2010

Lubuk Pakam-andalas Terkait permasalahan oknum Kepala Desa (Kades) Sena, Kecamatan Batang Kuis yang disebut- sebut tidak mau menandatangani berkas KTP dan KK serta Akte Kelahiran termasuk tidak mau mengeluarkan Surat Kematian warganya, menjadi perbincangan hangat di Pemkab Deli Serdang. Bahkan, buah bibir kearoganan oknum kades yang tidak melayani warga sebagai mana mestinya tersebut menjadi bahan pembicaraan serius di DPRD Deli Serdang. Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD DS Hj Fatmawati yang ditemui wartawan kemarin di Gedung DPRD DS sempat terkejut dan tidak menduga bahwa masih ada seorang kepala desa yang tidak loyalitas mengurusi warganya. Dengan kearifannya, Hj Fatmawati menyarankan agar warga Desa Sena tesebut secepatnya membuat surat laporan atau melaporkannya ke DPRD DS maupun langsung kepada dirinya, biar bisa ditindaklanjuti.

"Kita minta warga itu melaporkannya ke DPRD DS, atas laporan itu kita akan panggil oknum kades tersebut dan mempertanyakan apa alasannya. Kita mau dengar dulu penjelasan dari kepala desa itu," pinta Fatmawati. Namun terlepas dari permasalahan pribadi, lanjut Fatmawati, yang namanya kepala desa harus wajib melayani warganya. Karena Kepala Desa sebagai perpanjangan pemerintah adalah pelayan masyarakat/warganya. Sebelumnya, terkait hal tersebut Ketua DPC PDIP Deli Serdang, Apuan Simanungkalit SE yang juga Anggota DPRD DS, ketika dihubungi, merasa geram atas tindakan oknum kades itu. Dengan tegas dikatakannya, tindakan oknum kades sena yang melanggar UU No 30 KUHP tentang yang mempersulit kepentingan rakyat, dia minta kepada pihak yang berwajib untuk menangkapnya dan memenjarakannya. "Tangkap dan penjarakan serta pecat oknum kades

yang telah mempersulit rakyat. Karena itu sesuai dengan UU No 30 KUHP dan oknum tersebut tidak layak menjadi kepala desa," tegas Apuan Simanungkalit. Dikatakannya, terkait pelayanan terhadap masyarakat ini, Pemkab Deli Serdang jangan hanya mengimbau imbau saja, itu sudah capek dan tidak zamannya lagi. Harus ada tindakan tegas atau dipecat sebagai kades. Seperti yang diberitakan, sejumlah surat kabar harian lokal pekan lalu sebelumnya, warga Desa Sena merasa resah karena Kepala Desa Sena Bantu Suprayetno tidak mau menandatangani berkas KTP, KK Akte Kelahiran dan Surat Kematian warganya. Kekecewaan tersebut diungkapkan Junianto (38) dengan istrinya Wati (35), warga Dusun VI yang berkas kepengurusan KTP dan KK nya dikembalikan oleh Paeran, Kadus VI, dengan alasan disuruh minta tandatangani sendiri kepada kades. Hal serupa juga dialami

Poniman (41) dan istrinya Juni Malida Nasution (35) warga Dusun VII. Berkas KTP dan KK serat Surat Akte Kelahiran anaknya, juga dikembalikan dengan alasan kepala desa tidak mau menandatanganinya. Bahkan yang lebih tragisnya, Surat Kematian anak Warsito (38) warga Dusun V, sama sekali tidak mau dibuat oknum kades tersebut, menurut Sekdes Sena, Lina, kades tidak mau memberikan dengan alasan Warsito bukan warganya. "Saya sudah lebih sepuluh tahun tinggal di Desa Sena, bahkan sejak kepala desanya masih dijabat pak Tumin. Begitu juga keberadaan rumah saya persis dibelakang kantor Desa Sena, kenapa saya tidak diakui sebagai warganya," keluh Warsito. Namun Kades Sena, Bantu Suprayetno, saat dikonfirmasi dengan tegas membantah hal tersebut. Menurutnya itu tidak benar, jika warga ada keperluan jangan dijalan, tapi silahkan datang kerumahnya, pasti akan dilayani. (THS)

Kelompok Usaha Ternak Langkat Dapat Bantuan andalas/budi zulkifli

PT Jamsostek (Persero) Cabang Binjai-Langkat memberikan bantuan pinjaman dana bergulir Program Kemitraan Bina Lingkungan kepada kelompok peternak sapi/kambing yang terdapat di Kabupaten Langkat, usai pelaksanaan apel pagi di halaman kantor Bupati Langkat Stabat, Senin (11/10).

B

ANTUAN pinjaman dana bergulir oleh pihak Jamsostek diberikan kepada sepuluh orang dengan nilai jumlah bantuan sebesar Rp 80. 000,000 yang diserahkan langsung melalui Bupati Langkat Ngogesa Sitepu dan Kakacab PT Jamsostek (Persero) Binjai-Langkat H Mustafa Zainal SH. Di sela-sela penyerahan bantuan tersebut Mustafa Zainal selaku kepala PT Jamsostek Cabang BinjaiLangkat menegaskan, program kemitraan dan bina lingkungan yang disalurkan dengan tujuan sebagai salah satu upaya PT Jamsostek (persero) sebagai BUMN yang bergerek pada lembaga jaminan sosial untuk

SERAHKAN SANTUNANBupati Langkat Ngogesa Sitepu menyerahkan santunan jaminan kematian kepada ahli waris tenaga kerja honorer penyapu jalan pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan Pemkab Langkat, Stabat, Senin (11/10). terus melakukan peningkatan perannya dalam mengentaskan pengangguran dan kemiskinan melalui dana PKBL. Selain itu untuk membentuk citra positif Jamsostek dimata masyarakat serta dalam rangka meningkatkan mamfaat kepesertaan untuk pekerja yang menjadi peserta, pada kesempatan itu juga Mustafa mewakili PT jamsostek cabang Binjai mengucapkan terima kasihnya kepada Bupati Langkat dan jajaranya yang telah memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan program Jamsostek. Mustafa menambahkan, atas dukungan yang diberikan tersebut dari tahun ketahun peserta jamsostek di wilayah

Kabupaten Langkat terus mengalami peningkatan, dengan harapan nantinya seluruh tenaga kerja telah mendapat perlindungan manfaat program jamsostek. Sehingga tenaga kerja beserta keluarga mendapat ketenangan dan sejahtera dalam kehidupannya. Selain itu sambung Mustafa, pihaknya juga memberikan santunan jaminan kematian kepada ahli waris tenaga kerja honorer penyapu jalan pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan Pemkab Langkat. Masing-masing mereka menerima uang sebesar Rp 16,8 juta kepada Ponirah istri almarhum Burhanuddin dan Nartari Sitepu ayah kandung Syamsul Bahri. Seperti diketahui diketahui, program jamsostek merupakan

hak normatif tenaga kerja yng wajib dilaksanakan oleh setiap perusahan yang memperkerjakan tenaga 10 orang atau membayar upah paling sedikit Rp 1.000.000 sebagaimana dimanatkan dalam UU No 3 tahun 1992 jo peraturan pemerintah No 14 tahun 1993. Upaya PT Jamsostek dalam melakukan gebrakan terhadap perusahaan yang belum patuh melaksankan program Jamsostek tahun 2010 ini, PT jamsostek kantor cabang Binjai telah melakukan langkah-langkah optimalisasi dengan melakukan kerjasama dengan Pemko, Pemkab, Dinas tenaga kerja dan instansi terkait, organisasi buruh dan profesi melalui kordinasi lintas sektoral atau kordinasi fungsional dengan beberapa target agenda kerja. (BD)

Pematang Siantar-andalas Untuk Pemutahiran Data Kependudukan Kota Pematang Siantar, Pemerintah Kota melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pematang Siantar melakukan Orientasi Pemutahiran data, berlangsung di Ruang Data Pemko Siantar, Senin (11/ 10). Acara dibuka langsung Wali Kota Pematang Siantar Hulman Sitorus SE. Kadis Capil Drs Esron Sinaga MSi melaporkan, kegiatan tersebut akan dilaksanakan selama 8 hari di setiap Kecamatan Kota Pematang Siantar. Sementara Wali Kota dalam sambutannya mengatakan, administrasi kependudukan sangat penting. Ada 4 faktor yang diperlukan meliputi Wilayah (territorial) Pemerintahan, Penduduk, diakui baik di dalam dan internasional. "Administrasi harus benar, Tertib Teratur dan berkelanjutan serta dapat dipertanggungjawabkan," ujar Wali Kota. Wali Kota juga mengharapkan, data kependudukan harus sudah online, baik di tingkat kecamatan, kota bahkan tingkat provinsi. System kependudukan juga tetap ditingkatkan. Sehingga masyarakat dapat mencocokkan data yang valid. Dan memudahkan masyarakat memperoleh data yang dibutuhkan. (EP)

Rusak

Jalan PanyabunganPantai Barat Madina Panyabungan-andalas Ruas jalan yang menghubungkan Panyabungan ke Pantai Barat Madina rusak berat dan rawan longsor. Instansi terkait diminta turun melakukan peninjauan. Wildan Nasution dari Fraksi Golkar DPRD Madina, kemarin mengatakan, ruas jalan yang menghubungkan Panyabungan ke Pantai Barat kondisinya sangat menghawatirkan. Banyaknya jalan longsor dan amblas, apalagi musim penghujan membuat jalan makin sulit dilalui. Untuk itu, diingatkan kepada pengguna jalan agar selalu waspada. Jika tidak bias-bisa pengguna jalan baik roda empat dan dua, bisa terjungkal dan tertimpa longsor yang selalu mengancam. Salah satu penyebabnya adalah melintasnya truk yang melebihi muatan, sedangkan kondisi jalan Cuma bisa dilalui kendaraan jenis 3 B. Untuk diminta kepada instansi terkait agar tidak memberikan izin kepada sopir-sopir truk yang mengangkut muatan melebihi muatan. (OI)


SUMATERA UTARA

Kamis 14 Oktober 2010

KILAS

Pengurus DPC APDESI DS Terbentuk

DPRD Madina Panggil Kadis Pendidikan Panyabungan-andalas Terkait dugaan pemungutan uang terhadap gaji Insentif Guru di Madina dan dugaan korupsi atas Dana DAK Pendidikan di Mandailing Natal, Komisi I DPRD Madina akan memanggil H Musaddat Daulay. Demikian H Maratua Nasution menjawab andalas andalas, Selasa (12/10) di Gedung DPRD Madina. Dikatakannnya, sesuai informasi yang diterima seputar adanya uang pungutan sebesar Rp 10.000Rp 30.000 yang dilakukan oknum tertentu di Mandailing Natal pada pencairan dana insentif guru ini sangat disayangkan. Sebab, dari pengakuan guru-guru, mereka terpaksa dan tidak ikhlas jika pungutan itu dilakukan walau sekecil apapun. "Ini modus baru berlangsungnya korupsi dengan alasan "sumbangan". Kita ingin uang telah dipungut oleh oknum oknum itu segera dimuntahkan atau dikembalikan melalui pos masing-masing pengutipan. Untuk itu, kita dari Komisi I DPRD Madina akan melakukan pemanggilan kepada Kasir Diknas Madina H Musaddat Daulay untuk didengar pendapatnya," kata Maratua. Sedangkan terkait adanya dugaan Kepala Dinas Pendidikan bersama PPTK/pimpro yang menangani Proyek DAK sudah dipanggil oleh Kejatisu beberapa waktu lalu. Selain itu, pihaknya juga akan mempertanyakan kepada beliau, apa dan kenapa mesti Kejatisu memanggilnya. Sebelumnya H Musaddat Daulay Kepala Dinas Pendididkan Mandailing Natal menjawab andalas di ruang Sekretaris Pendidikan Sahnan Nasution, bahwa benar pihaknya telah dipanggil Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Sedangkan uang kuptipan itu, sudah instruksikan untuk tidak ada pengutipan.(OI)

Tahanan Dibekali Berbagai Keterampilan Lubuk Pakam-andalas Meski berstatus sebagai tahanan dan narapidana, penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lubuk Pakam, tidak menjadi penghalang bagi mereka (tahanan dan narapidana) untuk mengasah keterampilan dan berkreativitas. Diantaranya dalam hal pembuatan papan bunga, pembuatan pavling blok, door smeer, rumah pangkas rambut. Demikian dijelaskan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lubuk Pakam, Asep Syaifuddin Bc IP kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (13/10). Menurut Asep, pembekalan berbagai keterampilan ini diharapkan dapat mengubah pola hidup para tahanan dan narapidana menjadi orang yang berkarya di tengah masyarakat jika kelak sudah bebas. "Meskipun jumlah penghuni Lapas Lubuk Pakam sudah over kapasitas, tapi hal itu tidak menjadi penghalang bagi kita untuk melakukan pembinaan kepada para penghuni Lapas. Selain dibekali berbagai keterampilan, penghuni Lapas juga diberikan bimbingan rohani sesuai agama dan kepercayaan masing-masing," kata Asep. Saat ini, katanya, jumlah penghuni Lapas Lubuk Pakam berstatus tahanan sebanyak 460 orang (lakilaki 440 orang, perempuan 20 orang). Untuk narapidana jumlahnya 402 orang (laki-laki 400 orang, perempuan 2 orang). "Totalnya seluruhnya 862 orang. Padahal, idealnya kapasitas Lapas Lubuk Pakam hanya untuk 500 orang saja," jelasnya. Sejak menjabat sebagai Kalapas Lubuk Pakam, seluruh pegawai yang bertugas terus memberikan pembinaan dan pendekatan kepada tahanan maupun narapidana, sehingga tercipta nilai kebersamaan agar perilaku penghuni Lapas Lubuk Pakam dapat lebih Baik. (BLP)

13

GTA Sinyalir Dana KPRS Menpera Dikorupsi andalas/fas

Tanjung Morawa-andalas Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPC APDESI) Kabupaten Deli Serdang, Selasa (12/10) terbentuk. Pemilihan dan penyusunan kepengurusan dilaksanakan di Balai Desa Limau Manis, Kecamatan Tanjung Morawa. Pembentukan kepengurusan berlangsung secara musyawarah yang alot. Dihadiri Staf Ahli Gubernur Sumatera Utara Drs Letkol Purn Zulkifli SH MHUM selaku Dewan Pertimbangan DPD APDESI Sumut, Sekretaris DPD APDESI Sumut Zainul Akhyar mewakili Ketua Tukidi SAg dan para kepala desa perwakilan dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Deli Serdang berhasil menyusun kepengurusan periode 2010-2015. Kepengurusan yg terbentuk terdiri dari, Ketua Edy Suprianto, Kades Tanjung Sari, Kecamatan Batang Kuis. Sekretaris Ir Edi Waluyo, Kades Limau Manis, Kecamatan Tanjung Morawa, Bendahara Mahmurad, Kades Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu dan sejumlah wakil-wakil serta biro- biro. Rencana Pelantikan di gedung Medistra Lubuk Pakam. (FT)

harian andalas | Hal.

ORASI-Puluhan aktivis Gerakan Transparansi Asahan (GTA) saat melakukan orasi di depan Kantor Bupati Asahan, Rabu (13/10).

DPRD Heran

PAPBD Lebih Besar Dibanding APBD Pematang Siantar-andalas Anggota DPRD Kota Pematang Siantar banyak yang merasa heran dan terkejut setelah mengetahui bocoran rancangan PAPBD Kota Pematang Siantar tahun 2010, yang menyebut kalau PAPBD Kota Pematang Siantar jauh lebih besar dibandingkan APBD tahun 2010. Sebagaimana diakui anggota DPRD Kota Pematang Siantar H Aulul maupun Wakil Ketua DPRD Kota Pematang Siantar Jainal Purba. Baik Aulul maupun Jainal mengakui kepada wartawan, di ruangkerjanya, Senin (11/10) sepanjang pengetahuannya, baru pertama kali menemukan kalau P APBD Kota Pematang Siantar jauh lebih besar dibanding induk APBD yang lalu. Dan ini menurut Wakil rakyat Siantar ini tidak diperbolehkan, karena tidak pernah PAPBD lebih besar dibanding APBD. PAPBD menurut Jainal

hanya biasanya untuk melengkapi kekurangan dari APBD yang tidak tertampung. "Jadi ada bandingannya dengan APBD yang lalu," ujarnya seraya menyebut ketidak percayaannya terhadap besaran PAPBD Kota Pematang Siantar. Senada juga dikatakan Aulul, anggota DPRD Kota Pematang Siantar. Menurutnya, PAPBD biasanya terdiri dari sebagian APBD Kota Pematang Siantar, tidak lebih besar dibanding APBD yang sudah dijalankan. Kalau APBD Kota Pematang Siantar 2010 mencapai Rp 470 Miliar lebih, maka angka kewajaran PAPBD Kota Pematang Siantar tahun 2010 ini hanya Rp 200 Miliar. Dengan kata lain PAPBD berada di angka APBDnya. Sementara Kepala Dinas Pendapatan Kota Pematang Siantar yang dihubungi secara terpisah, JA Girsang membantah kalau PAPBD

tidak boleh lebih besar dibanding APBD. Menurutnya, terjadinya PAPBD sesuai Permendagri Nomor 13 tahun 2006, tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah, khususnya pasal 155. Dan susunan draf PAPBD Kota Pematang Siantar yang akan diusulkan sesuai UU nomor 17 tahun 2003 tentang keuangan Negara, semua PAPBD disusun sesuai kebutuhan. Disebutkan, besarnya usulan PAPBD Kota Pematang Siantar yang diusulkan 2010 ini tidak terlepas dari adanya tambahan sumber dari Pusat. Diakuinya APBD Kota Pematang Siantar tahun 2010 sebanyak 475 Miliar. Dan kalau bicara soal APBD sudah tentu kita berbicara tentang pendapatan dan biaya. Sementara Belanja pada APBD tahun 2010 Rp 484 Miliar lebih. Demikian juga Pembiayaan mencapai Rp 24,4 Miliar. (ASH)

Warga Tionghoa

Harapkan Kemudahan Pengurusan Izin Tebing Tinggi-andalas Di hadapan Wakapolres Kompol Safwan dan Pj Walikota Tebing Tinggi, serta unsur SKPD Pemko setempat, warga dan pengusaha Tionghoa berharap kemudahan pengurusan perizinan usaha dan administrasi kependudukan. Hal ini disampaikan dalam pertemuan antara Penjabat Wali Kota Drs H Eddy Sofyan MAP dengan komunitas Etnis Tionghoa Kota Tebing Tinggi di Komplek Perumahan Bajenis Indah, akhir pekan lalu. Tokoh masyarakat Tionghoa yang juga Ketua Majelis Budayana Kota Tebing Tinggi Agus Susanto menuturkan, etnis Tionghoa berharap ke depan pengurusan izin

usaha dan akte kependudukan dapat lebih dipermudah lagi setelah adanya pertemuan bersama penjabat wali kota yang baru. Selain untuk pengurusan perizinan, mereka juga meminta pengarahan dan bimbingan dari Pemerintah Kota Tebing Tinggi, khususnya Diskopperindag tentang masa kadaluarsa serta barang-barang apa saja yang boleh diperjualbelikan ke masyarakat. Sehingga, ketika ada razia tidak dirugikan. Ketua Forum Komunikasi Kesatuan Bangsa (FKKB) dr Johan Zein juga menyampaikan harapannya, agar pemerintah lebih meningkatkan penjagaan keamanan mengingat maraknya perampokan ber-

senjata belakangan ini. "Saat ini Kota Tebing Tinggi sudah cukup kondusif, tetapi tingginya tingkat kejahatan akhirakhir ini mengharuskan aparat kepolisian lebih ekstra lagi dalam menjaga keamanan. Di samping itu, dengan penciptaan lapangan kerja tingkat kejahatan juga dapat ditekan," ujar dr Johan Zein. Sementara itu, penjabat wali kota mengatakan, dengan adanya Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KP2T) di Kota Tebing Tinggi seharusnya tidak ada lagi kesenjangan dalam pengurusan izin. Sebab, lanjutnya, standar pelayanan yang diberikan kepada semua masyarakat sudah ada tolak ukurnya. (MET)

Manipulasi Izin Agar Terhindar Retribusi Pajak Memanipulasi perizinan agar terhindar dari pembayaran retribusi pajak yang ditetapkan pemerintah melalui Peraturan Darah (Perda) kerap terjadi.

P

andalas/ryad

BANGUNAN RUMAH-IMB pembangunan pagar yang di dalamnya terdapat bangunan rumah dan gudang di Dusun II, Desa Kotapari, Pantai Cermin.

ADAHAL, wakil rakyat yang duduk di DPRD Sergai telah mengingatkan jajaran Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai untuk menggenjot pendapat asli daerah (PAD). Hal itu dalam pratiknya terjadi ketika pemerintah sedang menggali retribusi melalui perizinanan, salah satunya izin mendirikan bangunan (IMB). Contohnya, di Dusun II

Desa Kotapari Kecamatan Pantai Cermin, Sergai. Dipapan plang IMB yang dipasang dipintu masuk bangunan tertera izin nomor 033/02/41/KPT/ 2010 untuk pembuatan pagar, namun kenyataannya di areal tanah seluas hampir setengah hektar itu terdapat bangunan rumah serta gudang atau garasi. Terkait hal itu, Kepala Desa Kotapari Supryadi mengatakan, bahwa rekommendasi yang

diberikan atas nama A Tjai hanyalah pembuatan pagar. Sedangkan bangunan rumah ataupun gudang tidak termasuk di dalamnya. Sementara itu, Kasi Perizinan Kantor Pelayanan Terpadu (KPT) Pemkab Sergai Reza SE yang dihubungi, Rabu (13/10) membenarkan bahwa IMB yang dikeluarkan KPT Sergai atas nama A Tjai digunakan untuk pagar. Jika tidak sesuai dengan apa yang tetera di IMB maka menyalahi aturan, perlu ditinjau ke lokasi untuk memastikan bangunan tersebut.(RYAD)

Kisaran-andalas Puluhan aktivis yang tergabung dalam Gerakan Transparansi Asahan (GTA) melakukan aksi demo di depan Kantor Bupati Asahan, Rabu (13/10). Demo tersebut mempertanyakan kepada pemerintah setempat tentang keberadaan dana Bantuan Biaya Belanja Subsidi kepada Lembaga Subsidi Pengembangan Perumahan Swadaya Untuk Kredit Pemilikan Rumah Subsidi (KPRS) dari Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) sebesar Rp 330 juta. Dalam orasinya, GTA menduga telah terjadi tindak pidana korupsi tentang dana KPRS, dan dugaan tersebut diperkuat sesuai hasil investigasi GTA, telah menemukan kejanggalan mekanisme pencairan dana yang merupakan dana hibah dari Pemkab Asahan pada tahun 2009 kepada ketua Pinbuk perwakilan Asahan atas nama Irmansyah. Dana tersebut diberikan sebagai bantuan belanja subsidi kepada lembaga subsidi pembangunan perumahan swadaya untuk KPRS dari Menpera sebesar Rp 330 juta. Disebutkan, sesuai hasil investigasi GTA di lapangan ternyata dana

KPRS bantuan Menpera tersebut belum diterima oleh masyarakat hingga saat ini. Dan dari data ditemukan, bahwa dana sebesar Rp 330 juta tersebut sebelumnya diperuntukkan kepada 165 masyarakat penerima KPRS dengan rincian masyarakat memperoleh Rp 2 juta untuk dialokasikan sebagai dana tabungan. Setelah melakukan orasi di depan Kantor Bupati Asahan selama satu jam serta diawasi oleh aparat kepolisian dan Satpol PP, koordinasi GTA Syafri Deni, Husni Mustofa dan beberapa aktivis lainnya diperkenankan masuk ke ruang mawar dan diterima Plt Setdakab Asahan Drs Zulkarnaen. (FAS)

Pembahasan PAPBD 2010 Tebing Tertunda Tebing Tinggi-andalas Untuk pertama kali terjadi sejarah yang amat mengejutkan banyak kalangan di Kota Tebing Tinggi. Sidang Paripur na DPRD Tebing Tinggi, dengan agenda Penyampaian nota pengantar wali kota terhadap pembahasan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) Tahun 2010 terpaksa ditunda, karena tidak satupun wakil pimpinan yang mau memimpin sidang tersebut, Senin (11/10). Ditundanya sidang paripurna untuk kepentingan rakyat ini, disebabkan dua wakil pimpinan dewan yakni H Amril Harahap dan H Chairil Mukmin Tambunan SE yang sudah sempat duduk di depan meja persidangan menyatakan, tidak berkeinginan memimpin sidang paripurna demi pertimbangan hukum. Padahal, sudah didelegasikan oleh Ketua DPRD Tebing Tinggi HM Syafri Chap yang tidak hadir berhubung sakit dan berobat ke luar kota. Dihadapan Penjabat Wali Kota Tebing Tinggi Drs H Eddy Sofyan MAP, unsure Muspida terdiri dari Kapolres Tebing Tinggi, AKBP Robert Heryanto Watratan SH SSos, Wakil Ketua PN Tebing Tinggi, Agung Suhendro SH MH Kajari yang diwakili Kasi Intel Ikwan Effendi SH, DANDIM 0204/DS yang diwakili Danramil 13 Tebing Tinggi Kapten Inf Budi-

ono, Plt Sekdakota Drs H Agusalim Purba, dan sejumlah pimpinan SKPD di jajaran Pemko, Wakil Pimpinan DPRD Kota Tebing Tinggi, H Amril Harahap di hadapan peserta rapat paripurna yang belum sempat dibuka itu, mengisyaratkan bahwa Ketua DPRD Tebing Tinggi HM Syafri Chap statusnya terpidana sesuai keputusan pengadilan (MA). Beliau menyampaikan maaf kepada seluruh yang hadir, bahwa dirinya tidak bisa memimpin sidang tersebut. Menurut beberapa oknum DPRD setempat, kemungkinan wakil pimpinan DPRD yang menerima pendelegasian sebagai pemimpin sidang sama sekali tidak berniat untuk menghambat jalannya pembahasan PAPBD Kota Tebing Tinggi. Hanya, semata-mata pertimbangan hukum, mereka ingin bersih. Sehingga produk yang dilahirkan tidak cacat hukum. Menyikapi masalah ini Pj Wali Kota Tebing Tinggi Eddy Sofyan MAP terkesan sangat kecewa dengan sikap tidak terpuji yang ditunjukkan beberapa anggota DPRD Tebing Tinggi yang langsung keluar meninggalkan ruang sidang mengikuti wakil pimpinan sidang yang enggan memimpin rapat paripurna dewan dengan agenda tunggal penyampaian nota pengantar Wali Kota terhadap PAPBD Tahun 2010. (MET)


ACEH MEMBANGUN

Kamis 14 Oktober 2010

harian andalas | Hal.

14

KILAS

Harimau Berkeliaran di Pemukiman Penduduk Tapaktuan-andalas Harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) masih berkeliaran di pemukiman penduduk Gampong (desa) Jambo Papeun, Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan, sehingga warga takut untuk melakukan aktivitas di kebun. "Masih ada beberapa ekor harimau yang sering berkeliaran di sekitar pemukiman penduduk dan memangsa ternak kambing warga," kata Kepala Desa Jamboe Papeun, Sasmin(46) di Tapaktuan, Rabu. Selain memangsa ternak, warga juga sering berpapasan dengan satwa dilindungi itu saat berangkat dan pulang berkebun di kaki Bukit Barisan dan Leuser itu. Sebagian warga tidak berani melakukan aktivitas pertanian dan keluar rumah pada malam hari, kata Sasmin. Menurutnya, walaupun telah diturunkan pawang oleh Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) namun pada Jumat (8/10) harimau kembali memangsa seekor ternak kambing milik Mustafarudin yang berada di dalam kandang di samping rumahnya. "Saat ada pawang Syarwani Sabi, harimau tidak pernah terlihat oleh warga tapi ketika pawang pergi, hewan itu muncul kembali di sekitar perkampungan," katanya. Sementara itu pasca tewasnya Martunis (25) warga Panton Luas Kecamatan Tapaktuan akibat diterkam harimau pada Selasa (12/10), penduduk desa tersebut tidak berani melakukan aktivitas pertaniannya, terutama warga yang memiliki kebun di daerah pegunungan. "Banyak warga yang belum berani melaksanakan aktivitas pertaniannya sebab mereka masih takut dan memperkirakan harimau pemangsa itu masih berkeliaran di pinggiran gunung Serindit," kata Camat Tapaktuan Erwiandi. Kepala KSDA Aceh Selatan, Safwan mengatakan untuk mengatisipasi gangguan harimau di Gampong Jambo Papeun, pawang Syarwani telah membuat penangkal yang ditempatkan di beberapa titik di daerah tersebut. "Penangkal itu bertujuan menghalau harimau berkeliaran di pemukiman penduduk," kata Safwan. Untuk menanggulangi harimau pemangsa di Gampong Panton Luas tersebut, BKSDA juga telah meminta bantuan pawang Syarwani Sabi (70). "Pawang Syarwani sudah di Gampong Pantan Luas saat ini, kami akan berupaya menanggulangi gangguan satwa liar itu," katanya. (ANT)

Usut Dugaan Penyelewengan Dana Bos Periode 2007-2010 Meulaboh-andalas Sejumlah dewan guru Sekolah Dasar (SD) Alue Pungki, Kecamatan Darul Makmur meminta aparat terkait untuk mengusut dugaan penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tersebut diatas untuk periode 2007 s/d 2010. Selain dugaan penyelewengan dana BOS, sejumlah dewan guru yang enggan namanya ditulis di koran ini juga menduga, ada indikasi penggelapan peralatan sekolah berupa komputer. "Perlu ada tim khusus dari Dinas Pendidikan Kabupaten Nagan Raya maupun pihak berwajib untuk mengusut dugaan penyelewengan dan penggelapan peralatan sekolah itu," kata sejumlah dewan guru kepada andalas. Seorang lelaki berinisial N, yang diduga terlibat dalam dugaan penyelewengan dan penggelapan tersebut ketika dikonfirmasi andalas seputar dugaan keterlibatannya mengatakan, bahwa apa yang dilakukannya sesuai perintah atasannya di kecamatan. Dalam kaitan ini, Kepala UPTD di kecamatan tersebut ketika dikonfirmasi andalas terkait dugaan tersebut diatas mengatakan bahwa masalah dana BOS adalah urusan N. "Yang saya ketahui selama ini, penyaluran dana BOS tidak rutin oleh Dinas Pendidikan di Kabupaten dan saya merasa heran bila benar N "menyunat" dana BOS tersebut," ujar Kepala UPTD, Manaf. (IM)

andalas/antara

AKSI BAKAR-Salah seorang mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Aceh untuk Lhoong, menendang pagar kantor Gubernur Aceh setelah berhasil menjebolnya saat aksi unjuk rasa di Banda Aceh, Rabu (13/10). Aksi yang kedua kalinya merusak dan membakar pagar kantor Pemda Aceh tersebut dilakukan karena mereka gagal bertemu dengan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, saat menuntut PT Lhoong Setia Mini (LSM) yang melakukan penambangan bijih besi di Aceh Besar, segera ditutup karena tidak memberikan kesejahteraan kepada masyarakat dan merusak lingkungan.

Rekrutmen Karyawan PT PIM Terancam Batal Lhokseumawe-andalas Rekrutmen calon karyawan baru PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Krueng Geukueh, Aceh Utara terancam dibatalkan. Karena selain tidak ada koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh Utara, juga proses rekrutmen yang dilakukan tidak berdasarkan perundangundangan yang berlaku. Sebagaimana diatur dalam UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan serta Keputusan Presiden (Keppres) No 4 Tahun 1980 tentang wajib lapor lowongan pekerjaan. Bahkan dalam Keppres No 4 Tahun 1980, pasal 2 dijelaskan, bahwa setiap perusahaan penyedia lowongan pekerjaan, sebelum memasang iklan, lebih dahulu melapor ke instansi terkait, yaitu Disnaker setempat. Yang perlu dilapor sesuai Keppres tersebut adalah jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan, jenis pekerjaan dan persyaratan yang diperlukan. Selanjutnya, Disnaker membantu menyebarluaskan informasi ini, salah satunya diumumkan melalui papan info lowongan kerja di kantor dinas tersebut. PT PIM yang akan merekrut tenaga kerja bidang sarjana berjumlah 245 orang dari lulusan SI dan D3, hal ini tidak dilaporkan kepada Dinas Sosial

Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh Utara. Yang dilakukan PIM justru melalui Konsultan Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh. Lembaga yang disebut independen ditunjuk oleh PT PIM selaku service provider untuk melakukan seleksi penerimaan calon pegawai tingkat Sarjana/SI dan Diploma/D3 untuk ditempatkan pada PT Pupuk Iskandar Muda untuk berbagai posisi job yang dibutuhan perusahaan. Parahnya lagi justru Konsultan Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, yang mengirimkan surat pemberitahuan seleksi penerimaan karyawan baru PIM kepada Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Provinsi Aceh. Dalam surat bertanggal 10 Agustus 2010 juga disebutkan untuk seleksi administrasi telah dilakukan. Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh Utara, Ir Muhammad Nuzli MM, yang dihubungi andalas terkait masalah ini, Rabu (13/10), mengaku, memang PT PIM Kreung Geukueh, dalam melakukan rekrutmen karyawan baru tidak ada koordinasi dengan pihaknya. "PT PIM telah melanggar Keputusan Presiden (Keppres) No 4 Tahun 1980 tentang wajib lapor lowongan pekerjaan dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor : Per.07/Men/

IV/2008 Tentang Penempatan Tenaga Kerja. Kita telah memanggil mareka untuk menjelaskan tentang pedoman penerimaan tenaga kerja", sebut Muhammad Nuzli. Muhammad Nuzli menambahkan, Disnakermobduk bisa saja membatalkan proses rekrutmen pegawai yang sedang dilakukan PIM karena menyalahi aturan dan perundang-undangan yang berlaku. Memang PT PIM ada mengirim surat dan diterima pihaknya setelah proses rekrumen berlangsung. Ketika ditanyakan, lanjut Nuzli kenapa manajemen PIM sebelumnya tidak melaporkan kepada Disnaker, mereka beralasan tidak mengetahuinya kalau harus melapor ke Disnaker. Untuk masalah ini Muhammad Nuzli mengaku pihaknya akan segera memanggil Konsultan Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh. Kepala Biro Humas PT Pupuk Iskandar Muda, Farid, saat dihubungi andalas tentang kasus rekrumen tenaga kerja yang menyalahi aturan mengatakan, sebagaimana yang sudah di release ke Disnaker, yaitu sebagai sebuah perusahaan negara, kita taat hukum. Tidak akan berpolemik lagi. Yang pasti PIM tidak bermaksud menyalahi ketentuan dan menutupi. "Buktinya rekrut tersebut diserahkan pada pihak independen dan ilmiah serta profesional yaitu melalui Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh", sebut Farid. (UCR)

Kantor Gubernur Diserbu Demonstran Pagar Jebol, Kaca Berhamburan Banda Aceh-andalas Puluhan mahasiswa yang menamakan diri Gerakan Mahasiswa Aceh untuk Lhoong (GMAuLhoong), Selasa kemarin demo ke Kantor Gubernur Aceh menuntut agar operasional penambangan bijih besi oleh PT Lhoong Setia Mining (LSM) di Kecamatan Lhoong, Aceh Besar ditutup karena menurut mereka tidak membawa keuntungan bagi masyarakat. Dalam aksi itu, pagar utama jebol dan kaca gedung di bagian depan pecah berhamburan. Tiga

orang dilarikan ke rumah sakit. Sekitar pukul 10.00 WIB, puluhan mahasiswa terlihat mulai membentuk barisan di pinggiran jalan utama depan Kantor Gubernur Aceh. Karena pintu gerbang masuk ditutup, mereka menggelar aksi di luar pagar yang berhadapan dengan pos keamanan. Mahasiswa yang menamakan diri GMAu-Lhoong berorasi secara bergantian yang intinya menuntut Gubernur Aceh menutup operasional PT LSM yang menurut mereka tidak memberikan manfaat bagi masyarakat. Setelah berorasi sekitar satu jam, demonstran bergerak ke pintu gerbang untuk masuk ke

kompleks kantor. Namun upaya itu dihadang oleh puluhan anggota Satpol PP yang di-backup polisi. Pintu gerbang dan pagar kompleks kantor menjadi sasaran dorongan mahasiswa yang merangsek masuk. Dorongan kuat itu menyebabkan pagar besi di sisi kanan pos keamanan jebol. Namun pertahanan pagar betis Satpol PP berhasil menghadang mahasiswa yang terus merangsek masuk ke kompleks kantor. Setidaknya terjadi tiga kali aksi saling dorong antara demonstran dengan Satpol PP, namun para demonstran tetap gagal melewati pagar dan pintu gerbang. Dalam aksi itu, seorang demonstran

nyaris terlibat duel dengan seorang anggota Satpol PP karena terpancing cemoohan Satpol PP. Namun insiden tak diinginkan itu berhasil diredam oleh koordinator aksi. Suasana terlihat benar-benar panas apalagi demonstran sempat terdengar beberapa kali mencaci maki anggota Satpol PP dengan kata-kata yang tidak pantas. Gagal menerobos masuk ke kompleks kantor, demonstran membentuk formasi dengan aksi duduk di pinggir jalan sehingga terjadi kemacetan arus lalu lintas ke arah Darussalam. Aparat kepolisian dari Satuan Lintas bekerja ekstra mengamankan jalur

sibuk itu agar tetap lancar. Diizinkan Masuk Pada pukul 12.10 WIB, para pendemo diizinkan masuk secara tertib ke kompleks Kantor Gubernur Aceh. Sesampai di dalam kompleks kantor, demontran dari sejumlah organisasi kemahasiswaan perguruan tinggi di Banda Aceh itu menuntut bisa bertemu langsung dengan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf. Ketika berada di teras gedung utama, tidak ada pejabat yang menerima mereka kecuali sejumlah staf yang terlihat hilir mudik serta aparat kepolisian bersama Satpol PP yang siaga mengamati situasi. (SAO)

Pengrajin Eceng Gondok Gulung Tikar Meulaboh-andalas Sebagian besar pengrajin eceng gondok di Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat, yang menghasilkan barang kerajinan tas, dompet, meja, kursi, kini gulung tikar atau menghentikan usahanya akibat tidak mampu bersaing dengan produk daerah lain. "Di tahun 2008 banyak masyarakat membuat kerajinan dari eceng gondok, namun kini hanya ada segelintir, itu pun sudah tidak aktif lagi akibat dalam segi kualitas produk kalah dengan daerah lain," kata Ketua Kelompok Pengrajin Bunga Baru Berkembang di Desa Masjid Baru, Kecamatan Samatiga, Rabu. Ia menyatakan, seluruh kerajinan dari eceng gondok buatan masyarakat Samatiga mudah menjamur yang terlihat seperti pasir berwarna putih dalam waktu seminggu. Selain itu dalam kemasannya kurang tertata rapi dan hanya mampu menghasilkan warna yang cukup sedikit di antaranya merah, ungu, dan biru, akibat hanya menggunakan alat pintar (pembuat) tali secara manual dengan menggunakan media sepeda. "Sudah sering kita mengikuti pameran kerajinan, dari ratusan tas dan dompet yang kita bawa hanya laku sedikit, ketika mencoba menitipkan pada toko kerajinan banyak yang ragu untuk menerima," kata Husni. Menurut dia, hasil kerajinan eceng gondok dari Yogyakarta yang terbaik, para pengrajin di daerah itu juga telah menggunakan alat pintal tali modern serta ditopang dengan pemahaman pola pengawetan dengan baik sehingga produk yang dihasilkan tahan lama dan berkualitas tinggi. Diharapkan pemerintah daerah setempat menghadirkan para pengrajin dari Yogyakarta agar dapat melatih masyarakat Samatiga, mengingat tumbuhan eceng gondok yang tumbuh liar di wilayah itu cukup luas diperkirakan mencapai ribuan ton. "Kalau ada uang kami mau berangkat sendiri ke Yogya untuk menimba ilmu, karena kasihan masyarakat lemah khususnya para ibu rumah tangga, kalau kerajinan eceng gondok hidup, dapat membantu menambah penghasilan rumah tangga," kata Husni. Dipihak lain, tokoh masyarakat Samatiga juga menjabat sebagai Anggota Komisi B DPRK Aceh Barat T Masuar mengatakan, keberadaan eceng gondok yang tumbuh liar di wilayahnya cukup berpotensi bila dimanfaatkan. Selain itu, jika eceng gondok yang memenuhi aliran sungai dibersihkan dapat mencegah terjadinya banjir. "Masyarakat di sini tidak membutuhkan bantuan uang tapi pengetahuan membuat kerajinan eceng gondok, sayangnya pemda tidak jeli untuk memanfaatkan potensi daerahnya," tuntasnya. (ANT)

Pertamanan: Ternak Jalanan Hambat Upaya Raih Adipura

K

EBERADAAN ternak yang berkeliaran bebas di jalan raya hingga merusak taman jalan menjadi faktor penghambat bagi Kabupaten Aceh Barat untuk meraih penghargaan kebersihan Adipura. "Pemahaman pentingnya menjaga kebersihan bersama tengah kami tanamkan pada masyarakat,

salah satunya dengan tidak melepas hewan ternak di jalan raya yang terkadang merusak taman kota," kata Kepala Bidang Pertamanan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Kebersihan dan Pertamanan Aceh Barat Lila, di Meulaboh, Rabu. Ia menyatakan, untuk menghadapi penilaian

sertifikasi Adipura 2011, pihaknya kini tengah memperbanyak ruang taman kota serta pemanfaatan ruang terbuka hijau. "Selain masyarakat pemilik ternak, kami juga mengajak pihak ketiga seperti para pengusaha bunga dan tumbuhan untuk turut meramaikan taman kota demi keindahan

wilayahnya sendiri," kata Lila. Kepala Bidang Analisis Dampak Lingkungan Bapedalda Aceh Barat Mulyadi menyatakan, pada awal November 2010 tim sertifikasi adipura akan kembali datang untuk menilai kebersihan di Aceh Barat. Menurut dia, Aceh Barat

belum berhasil meraih sertifikasi adipura karena beberapa faktor selain ternak jalanan diantaranya, kurangnya ruang terbuka hijau, tidak ada wilayah percontohan khusus dimulai dari pemisahan jenis sampah, komposting, hingga pemanfaatan hasil sampah untuk tumbuhan. "Tapi dalam dua bulan

terakhir sudah ada kemajuan, dengan perbandingan dari luas wilayah Aceh Barat sudah 50 persen yang dimanfaatkan sebagai taman kota serta ruang terbuka hijau, tinggal menambah 25 persen lagi untuk mengikuti standar penilaian adipura," ucap Mulyadi. Mengenai kerbau atau

hewan ternak yang berkeliaran di jalanan, menurut Ketua Badan Legislasi DPRK Aceh Barat Rizwan IB, harus segera disikapi. "Sebab dampaknya tidak hanya pada pengrusakan taman kota, hewan ternak di jalanan memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas," ujarnya. (ANT)


Kamis

SAMBUNGAN

14 Oktober 2010

harian andalas | Hal.

15

Hadapi Aksi 20 Oktober

Poldasu tak ada Persiapan Khusus

BELUM TERIMA BERKASPlt Jaksa Agung Darmono (tengah) bersama mantan anggota Tim Delapan Anies Baswedan (kiri) dan Todung Mulya Lubis (kedua kanan) usai pertemuan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/10). Kejaksaan Agung belum dapat mengambil langkah apapun terkait lanjutan kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah karena Kejagung belum menerima salinan berkas putusan MA yang tidak menerima pengajuan peninjauan kembali atas surat keputusan penghentian penuntutan (SKPP) dua pimpinan KPK tersebut.

SBY harus Jamin Kebebasan Beragama Jakarta-andalas Untuk mencegah terjadinya kembali konflik kekerasan agama di tanah air, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diminta segera membuat pernyataan tegas yang menjelaskan bahwa pemerintah memproteksi hak asasi warga negara atas keyakinannya. Demikian hasil penelitian dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang disampaikan oleh salah satu peneliti LSI, Ardian Sopa saat tampil sebagai pembicara dalam dialog publik menjelang setahun pemerintahan SBY-Boediono yang mengambil tajuk 'Menurunnya Toleransi Masyarakat Atas Keberagaman', kemarin, di Jakarta. Berdasarkan hasil penelitian LSI, menjelang setahun pemerintahan SBY-Boediono, toleransi atas keberagaman

(pluralisme, paham Bhineka Tunggal Ika) menurun drastis. Sebaliknya, pembenaran kekerasan atas nama agama meningkat signifikan. Di tahun 2005, hanya 13,9% publik yang membenarkan dilakukannya kekerasan terhadap Ahmadiyah. Kini di tahun 2010, prosentase itu meningkat menjadi 30.2% publik yang membenarkan kekerasan atas nama agama itu. Ditambahkan, prosentase yang membenarkan kekerasan atas nama agama akan potensial terus meningkat. Jika prosentase publik yang membenarkan kekerasan itu menjadi mayoritas (sudah mencapai dukungan di atas 50%), Bhineka Tunggal Ika yang menjadi fondasi kultur Indonesia hanya tinggal slogan saja yang tak lagi nyata. Recovery semakin sulit dilakukan.(TBT)

Dua Aktivis Diamankan...(Dari Halaman 1) sebut. Untuk mengatasi keributan itu, petugas kepolisian yang mengawal unjuk rasa tersebut membawa dua aktivis PMII Sumut yang diduga melakukan provokasi ke kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menjalani pemeriksaan awal. Kasi Operasi Operasi Satpol PP Pemprov Sumut Josua Sinurat mengatakan, dua aktivis PMII telah dibawa personel kepolisian ke Mapolresta Medan.

"Informasinya mau dibawa ke Mapolresta Medan. Apakah sudah dilepas atau tidak, saya belum tahu," kata Josua tanpa menyebutkan nama kedua aktivis tersebut. Sementara, Kapolsek Medan Baru Saptono yang dikonfirmasi soal kericuhan tersebut mengatakan, pihak kepolisian hanya melakukan pengamanan. Hanya saja pendemo melakukan indakan anarkis. “Demonstran mulai anarkis, sehingga kami bubarkan,” ujarnya singkat.(WAN)

Kepala MAN 2 Medan Otoriter...(Dari Halaman 1) seorang guru. “Sebenarnya kepsek menjalankan tugas tambahan 6 jam pelajaran, tetapi Amirullah tidak pernah melaksanakannya,” ketus salah seorang guru yang minta namanya dirahasiakan. Diungkapkan juga, kepala madrasah menjual buku paket bekerja sama dengan percetakan tanpa melalui koperasi sekolah. Amirullah ketika dikonfermasi melalui telpon selulurnya di nomor 08137645XXXX, Rabu (13/10), soal kebijakan dan praktik penjualan buku paket mata pelajaran kepada para siswa di madrasah itu mengakui semuanya. “Nanti saja kita ketemu di kantor, karena saya sedang berada di Jakarta mengikuti

rapat,” kata Amirullah. Begitu juga dengan Ketua Koperasi MAN2 Medan, Ranto Lubis ketika dikonfirmasi melalui telpon selularnya 08126398XXXX soal adanya penjualan buku paket mata pelajaran di sekolah tersebut, mengatakan penjualan buku paket ke setiap siswa tidak dipaksakan dan boleh beli di luar sekolah. “Yang parahnya lagi, diduga Amirullah menandatangani portofolio untuk keperluan sertifikasi guru, 29 Mei 2010 atas nama Fatimah yang seharusnya mengikuti tes sesuai peraturan. Padahal saat itu Fatimah sedang berada di Surabaya.” ungkap sumber yang tidak mau disebutkan namanya itu.(TIM)

Diteliti, Proyek Fiktif Disdik Sumut...(Dari Halaman 1) anggota Komisi E di antaranya Hj Safrida Fitri, Budiman P Nadapdap, Zulkifli Husein dan Muslim Simbolon itu, dewan mempertanyakan seputar proyek fiktif tersebut. "Proyeknya ada tapi tidak dikerjakan. Proyeknya meliputi pemeliharaan bangunan dan alat peraga siswa jurusan teknik elektro, listrik, mesin dan otomotif yang bersumber dari APBD 2009," beber Sopar Siburian. Kepala Disdik Sumut Bachrumsyah pada kesempatan itu membantah proyek tersebut fiktif. "Itu bukan proyek fiktif, hanya saja memang belum dilaksanakan dan dananya sudah dikembalikan ke kas daerah," katanya. Namun demikian, Komisi E DPRD Sumut tidak mau begitu saja menerima klarifikasi dari pihak Disdik tersebut. "Kita tidak serta-merta

`menelan` penjelasan atau klarifikasi kepala dinas, karena masih sepihak. Kita butuh penjelasan langsung dari KPA-nya, juga dari Kepala BLPT dan panitia lelang proyek tersebut," kata Sopar. Ia mengakui Komisi E DPRD Sumut tidak mengetahui secara pasti apakah kondisi proyek itu. Dewan juga tidak mengetahui apakah anggarannya memang sudah dikembalikan ke kas daerah atau atau justru masih ditahan Disdik. Karenanya, menurut dia, pihaknya akan mengecek silang dengan memanggil KPA dan panitia lelang proyek. "Komisi E DPRD Sumut kembali akan melakukan pertemuan dengan Disdik dengan juga memanggil KPA, panitia lelang dan Kepala BLPT pada 20 Oktober 2010," ujarnya. (UJ)

Medan-andalas Menyikapi isu akan adanya aksi unjuk rasa besarbesaran yang bakal dilakukan berbagai elemen masyarakat di tanah air terkait setahun kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada, 20 Oktober mendatang, Polda Sumut tidak melakukan persiapan secara khusus. Sebab, hingga kemarin, pihak Direktorat Intelkam Polda Sumut belum menerima laporan dari elemen atau lembaga masyarakat yang akan melakukan aksi. Bahkan, pi-

hak kepolisian juga belum memperoleh informasi bakal adanya pergerakan pada, 20 Oktober mendatang. “Persiapan khusus belum ada, karena kita juga belum ada menerima laporan akan adanya aksi pada 20 Oktober,” kata Kapolda Sumut Irjen Drs Oegroseno melalui Kasubbid Dok Liput AKBP MP Nainggolan kepada wartawan, Rabu (13/10). Sejauh ini, imbuh Nainggolan, berdasarkan informasi dari intelijen, belum ada termonitor pergerakan-pergera-

kan di Sumut terkait dengan isu akan adanya aksi besarbesaran sehubungan dengan setahun masa kepemimpinan SBY-Boediono. Kendati demikian, Nainggolan menyebutkan, Polda Sumut selalu siap untuk melakukan pengamanan terhadap aksi massa yang diisukan akan dilakukan pada 20 Oktober mendatang. “Gerakan massa belum ada termonitor di Sumut,” tukas Nainggolan. Seperti diketahui, Polri telah mengeluarkan prosedur tetap (Protap) untuk pember-

lakukan tindakan tegas tembak di tempat bagi pelaku aksi (demo-red) yang anarkis serta membahayakan masyarakat dan aparat. Protap Nomor 1/X/30120 pada 8 Oktober 2010 itu memuat mekanisme sikap anggota Polri di lapangan. Protap yang dikeluarkan Kapolri tersebut terikat dengan peraturan hukum, serta ada kriteria bagi polisi dalam mengambil tindakan tegas. Kriterianya, jika terjadi kemungkinan ancaman yang menyebabkan kematian atau luka berat.(HER)

Pusat pun tak Mampu Kelola Inalum...(Dari Halaman 1) ngan lebih baik bila nantinya jadi sepenuhnya diambilalih," kata Ekonom Sumatera Utara Jhon Tafbu Ritonga kepada andalas terkait persoalan Inalum, Rabu (13/10). Seperti diketahui, kontrak kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Konsorsium Jepang dalam pengelolaan Inalum akan berakhir tahun 2013. Pihak Jepang telah mengajukan proposal untuk perpanjangan kontrak pengelolaan Inalum. Sementara Pemerintah Pusat hingga kini masih

mengkaji kemungkinan untuk mengambil alih sepenuhnya pengelolaan Inalum. Menurut Jhon Tafbu Ritonga, adanya proposal Jepang untuk perpanjangan kontrak di Inalum seharusnya digunakan pemerintah sebagai kekuatan untuk menciptakan peluang yang lebih baik. "Karena ini (Inalum) bisnis, harusnya dilihat dengan perspektif bisnis, lihat kepentingan jangka panjangnya dengan cerdas," kata Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara ini.

Dijelaskannya, Inalum itu ada dua bisnis yang dikelola, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang menghasilkan energi listrik dan peleburan alumunium yang menghasilkan ingot (batangan alumunium). "Kalau pemerintah ingin mengelola keduanya, meskipun Jepang hengkang dari Inalum, PLTA Inalum tidak akan menjadi sumber energi listrik untuk masyarakat, karena untuk Inalum saja tak cukup," ujarnya. Lantas, bagaimana sebaiknya ke depan Inalum dikelola

agar manfaatnya bisa benarbenar dinikmati dan dirasakan masyarakat Sumut khususnya di kawasan sekitar Inalum? "Ya, tutup pabrik peleburan alumuniumnya dan gunakan PLTA untuk masyarakat Sumut," cetusnya. Bila pabrik peleburan aluminium Inalum ditutup, energi listrik dari PLTA yang selama ini digunakan untuk mendukung operasional peleburan alumunium bisa dialihkan untuk mencukupi kebutuhan listrik masyarakat Sumut yang selama ini masih krisis.

Namun pilihan menutup pabrik peleburan aluminium tentu bukan pilihan mudah karena akan banyak konsekuensinya. Salah satunya menyangkut nasib ribuan karyawan Inalum jika pabrik peleburan itu ditutup. "Ya itulah dilemanya dan masyarakat belum tentu memahaminya. Tetapi pemerintah memang harus memilih. Kecuali ada PLTA baru yang energi listriknya disalurkan ke Inalum. Barulah bisa peleburan dan PLTAnya (Inalum) oke saja dikelola sekaligus," pungkasnya. (GUS)

Massa kemudian kembali menunjukkan kekesalannya dengan mulai menggoyang pagar dan membalikkannya. Kali ini mendapat perlawanan keras dari aparat kepolisian dan Satpol PP yang sudah bersiaga. Aksi tersebut terus berlanjut hingga berhamburan botol minuman yang dilemparkan demonstran ke arah aparat pengamanan. Aksi ini pun meluas hingga menjadi saling pukul. Akibatnya, satu orang demonstran luka-luka dan terlihat ada darah di bagian belakang kepalanya. Begitu juga Briptu Sinaga terluka, jari tangannya

koyak dan berdarah terkena kawat duri. Setelah demonstran yang luka itu diamankan, aksi sedikit mereda dan demonstran mundur untuk menghindari aksi petugas yang semakin beringas. Demonstran kembali berbaris di halaman luar kantor Gubsu, namun tidak berapa lama kemudian demonstran diserang aparat kepolisian, sehingga berlarian ke luar dan kembali berdiri di pinggir Jalan Diponegoro. Aksi pun mereda dan massa membubarkan diri. Sepuluh menit kemudian, demonstran yang terluka dijemput temannya dan dibawa pulang.(WAN)

Demo Kantor Gubsu Ricuh...(Dari Halaman 1) melakukan orasi massa demonstran bergerak maju dan berhenti di depan pagar kawat yang telah disiapkan. Di hadapan puluhan aparat kepolisian dan Satpol PP Provsu, demonstran tetap membacakan pernyataan sikapnya yang intinya meminta jawaban Gubsu dan Pemprovsu terkait status Inalum yang sudah putus kontrak dengan pihak NAA Jepang. “Kami ingin Pemprovsu dan Gubsu sebagai pimpinan menyatakan sikap tegas untuk mengambil alih Inalum. Sebab, keberadaan PMA harus menyejahterakan rakyat

Sumut yang selama ini tidak dirasakan dengan kehadiran perusahaan asal Jepang itu,” tegas Kurnia Andi, Koordinator Aksi dalam demonstrasi tersebut. Tidak berapa lama, massa meminta masuk namun petugas kepolisian tidak mengizinkan. Puluhan demonstran mulai menggoyang-goyang pagar kawat dan menggulingkannya. Satu pagar kawat berhasil dipinggirkan demonstran dan meninggalkan satu pagar lagi. Sempat terjadi aksi dorong antara demonstran dengan petugas kepolisian dan akhirnya reda.

“Ini pertanda Gubsu sudah tidak memihak kepada rakyat, karenanya sekarang kami menagih visi misi gubernur. Inalum harus dilepaskan dari para kapitalis dan diberikan kepada rakyat,” tegas Kurnia. Lima belas menit kemudian, karena belum satupun pejabat Pemprovsu yang menanggapi aksi tersebut. Usai membacakan pernyataan sikap yang terdiri dari empat poin, yakni melaksanakan renegosiasi PMA, mempertimbangkan pengelolaan SDA, menyerahkan Inalum kepada rakyat, dan menyetop monopoli saham PT Inalum.

Korupsi Sampah, 6 Lurah Tersangka dengan pembukuan dari total dana yang dikutip,” ungkap Dharmabella Tymbasz, Rabu (13/10), sembari menyebut, enam lurah sudah dijadikan sebagai tersangka. Ditambahkan, dari hasil pemeriksaan tim, enam oknum lurah tersebut melakukan penunggakan pembayaran restribusi sampah dari 2004 hingga semester I tahun

2010. Dharmabella menuturkan, enam oknum lurah yang ditetapkan menjadi tersangka hingga saat ini masih aktif dalam menjalankan tugasnya. Adapun modus yang dipakai adalah tidak menyetorkan hasil kutipan dana yang dihimpun dari masyarakat ke kas Pemko Medan. “Selain itu juga di antara enam oknum lurah tersebut telah melakukan

...(Dari Halaman 1)

penunggakan rata-rata tidak menyetorkan berkisar di atas Rp 50 juta hingga Rp 100 juta ke atas, “ terang Dharmabella. Selain alat bukti penunggakan terhadap pembayaran, pihak penyidik juga telah mengumpulkan bukti-bukti lain-lain terkait dengan penyidikan kasus dugaan korupsi pembayaran restribusi sampah, ujarnya. “Dari hasil lapor-

an yang diterima total kerugian negara atas tunggakan pembayaran restribusi sampah selama 6 tahun diperkirakan sebesar Rp 13,5 miliar untuk 151 kelurahan,” katanya. Begitu soal nilai kerugian negara ini pihak kejaksaan telah melakukan kordinasi dengan pihak BPKP untuk mengetahui kerugian negara

atas penunggakan restribusi sampah. “Sejauh ini tim masih melihat tunggakan terparah dilakukan enam oknum lurah yang menunggak diperkirakan diatas Rp 100 jutaan, namun dari hasil perkembangan bisa saja ada keterlibatan dugaan camat maupun pejabat Dinas Kebersihan Kota Medan,”ujarnya. (FEL)

Sumut Peringkat Tiga Mafia Tanah...(Dari Halaman 1) "Jakarta 365 pengaduan sedangkan Jawa Timur 181 pengaduan," katanya. Denny menambahkan, dari pengaduan dan laporan yang disampaikan tersebut, ada sejumlah kasus yang telah ditindaklanjuti untuk membuktikan kebenarannya. Namun demi kepentingan proses penyelidikan yang dijalankan, pihaknya tidak dapat mengumumkan hasil yang telah didapatkan dari

pemeriksaan pengaduan tersebut. Kebijakan itu dilakukan karena publikasi yang terlalu awal dalam proses pemeriksaan tersebut dikhawatirkan dapat menggangu pencarian bukti pengaduan masyarakat itu. Meski demikian, Denny Indrayana tidak membantah jika ada dugaan keterlibatan oknum pemerintahan dan penegak hukum dalam prak-

tik mafia tanah tersebut. "Biasanya, praktik mafia hukum itu melibatkan penegak hukum, penguasa daerah dan pengusaha daerah," katanya. Namun Dosen Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada, Yogyakarta itu tidak menyebutkan kaitan dialog yang diikuti unsur penegak hukum di Sumut tersebut dengan pemberantasan mafia tanah yang dilaporkan ke Satgas.

“Satgas Mafia Hukum hanyalah lembaga yag berusaha membudayakan penghapusan tindak pidana korupsi dan mafia hukum. Satgas Mafia Hukum selama ini lebih fokus mengkampanyekan agar seluruh masyarakat, khususnya penyelenggara pemerintahan terbangun kesadarannya, bahwa korupsi dan penyelewengan lainnya harus dihapus dari muka bangsa ini,” katanya.

Staf Khusus Presiden RI Bidang Hukum ini khusus diundang Fakultas Hukum USU sebagai pembicara. Beragam saran, ide maupun kritikan yang terlontar di arena seminar, terkait pemberantasan korupsi, pemberantasan makelar kasus dan mafia hukum. Tampak di deretan peserta, Kapoldasu Irjen Pol Drs Oegroseno, Kajatisu Sution Usman Adjie, seluruh Kapolres dan Kajari se-Sumut.(FEL)

Rahudman Damprat Plt Kadis Pertamanan...(Dari Halaman 1) Rahudman Harahap diwakili Asisten Ekbang Harmes Djoni didampingi Staf Ahli Pembangunan Irwan Ritonga, Kadishub Dearmando, Kabag Humas Hanas Hasibuan memimpin rapat koordinasi tentang penataan reklame di Kota Medan. Harmes mengatakan, terdapat sekitar 25 perusahaan advertising atau periklanan di

Kota Medan, namun yang hadir baru 11 perusahaan. Untuk mewujudkan visi dan misi Wali Kota Medan, banyak hal baru yang harus diwujudkan antara lain penataan infrastruktur, pasar tradisonal, pendidikan, pelayanan publik dan salah satunya penataan reklame, demi mewujudkan wajah Kota Medan yang lebih ramah, nyaman dan indah.

Guna mewujudkan hal itu, Pemerintah Kota Medan merasa perlu mengambil langkah-langkah positif dan bekerja sama dengan dunia usaha dan tidak terlepas dari dukungan masyarakat. "Agar impian kita semua tercapai terhadap perubahan wajah Kota Medan," katanya. Untuk itu Harmes meminta kepada pelaku dunia usaha

reklame agar mengambil langkah-langkah antara lain, Wali Kota Medan meminta secara jujur jumlah reklame yang saat ini dimiliki advertising masing-maing. Wali kota mengharapkan, agar pemilik reklame membongkar sendiri reklame yang tidak memenuhi koridor hukum berlaku. Sementara, P3I menyarankan kepada Pemko Medan

untuk penataan reklame ke depan agar lebih terarah dan diharapkan kerjasama Pemko Medan dengan P3I dalam pemberian rekomendasi untuk penerbitan izin reklame di Kota Medan. Sehingga keberadaan reklame dapat terdata secara akurat, tidak seperti sekarang banyak pribadi-pribadi yang mempunyai reklame.(YN)

Pria Beristri 130 Reuni di Facebook...(Dari Halaman 1) 1992, di mana ia telah memiliki banyak anak. Bahkan, Akuku membuat dua sekolah serta gereja bagi anak-anaknya. Saat ini, sekolah tersebut masih berdiri. Di satu sekolah, 72 dari 312 murid adalah cucu Akuku. Banyak dari anak pria berkulit hitam itu tumbuh menjadi guru, dokter dan pengacara. Dr Tom Akuku, anak lelaki Ogwella Akuku, mengatakan bahwa ayahnya sangat disiplin dan pekerja keras. “Ia sangat demokratis. Dia mengatur keluarga yang sangat besar ini dalam dialog dan pertemuan rutin di mana kami bisa berbicara bebas

dan terhubung satu dengan yang lain.” Bagi penduduk Kenya, Akuku menjadi simbol bagi kekuasan pria dalam lingkup tradisional, serta contoh betapa sederhananya hubungan gender di masa lalu. Dibandingkan masa kehidupan Acentus Ogwella Akuku, perbedaan gender di Kenya telah berubah. Sistem pernikahan masih tampak ideal, namun perempuan di negara tersebut tidak lagi fokus ke lingkungan rumah tangga. Banyak perempuan yang berada di posisi lebih tinggi di lingkungan kerja. Keluarga Kenya juga memiliki anak yang cenderung lebih

sedikit, bahkan di pedesaan, dibandingkan masa lalu. Rahasia Keperkasaan Akuku pernah mengatakan, rahasia keperkasaannya adalah pola makan ketat. "Saya menghindari banyak lemak dan garam dan itu menghindarkan saya dari penyakit," katanya. "Saya makan pada waktunya dan tak makan apa pun di luar waktunya. Saya memakan makanan tradisional yang disiapkan dengan baik. Saya selalu makan buah setelah makan." Dia juga hafal nama semua anaknya dan mengatur jadwal berkunjung ke istri yang mana. "Saya menceraikan wanita yang

tak berkelakuan baik," ujarnya. Namun, Akuku juga dikenal sebagai orang yang royal pada wanita. "Saya menjalani hidup mewah. Selalu siap mengeluarkan uang untuk wanita," katanya menceritakan cara menjaga kedekatannya dengan wanita. “Saya dijuluki "Bahaya" karena saya mengalahkan banyak pria dalam hal wanita. Saya sangat gagah. Saya berpakaian dengan gaya dan tahu cara memperlakukan wanita dengan omongan manis. Tak ada wanita yang bisa mengenyahkan pendekatan saya. Saya seperti magnet." Minggu dinihari, 3 Oktober 2010 lalu, Akuku

tumbang dan dilarikan ke rumah sakit. Saat tiba di rumah sakit provinsi pada pukul 2 dinihari, Akuku meninggal karena penyakit diabetes yang dideritanya. Kematiannya meninggalkan kisah salah seorang pelaku poligami terbesar yang tercatat sejarah. Salah satu cucunya, Maureen Ochido menyebut, "kakekku seorang yang sangat bersahabat dan penyayang yang sering disalahpahami." Dan keluarganya berbaris memenuhi pemakamannya. Begitu besarnya, sehingga jika istri dan anaknya diminta berdiri, lebih separuh yang berduka akan menegakkan kakinya.(VN)


HARIAN

andalas LUGAS DAN CERDAS

Kamis, 14 Oktober 2010 | No: 1688/Tahun VI | E-Mail:andalasmedan@gmail.com | Harga Eceran Rp. 2.000; Langganan+ongkos kirim Rp75.000; Luar Kota: Rp2.500

Bibir Priyanka Chopra Paling Laris Dicium AKHIRNYA terbukti jika bibir Priyanka Chopra lebih 'laris' dicium daripada bibir mantan pacar Salman Khan, si jelita Katrina Kaif. Hal itu ditunjukkan dalam sebuah survei yang dilakukan oleh majalah pria India, Fantasy. Bintang Anjaana Anjaani itu mengalahkan beberapa bintang seksi lainnya dalam kompetisi tersebut. Priyanka Chopra Sebut saja Kareena Kapoor dan Bipasha Basu. Dan yang paling mengejutkan pastinya dia bisa mengalahkan Katrina Kaif yang sering kali berada di puncak segala polling. "Kompetisinya ketat, namun bibir Priyanka Chopra yang amat menggoda membuatnya sebagai kandidat sempurna untuk memimpin daftar bibir yang paling ingin dicium," tulis majalah itu mengenai kemenangan Priyanka. (NET)

Rachel Maryam, Resmi Menjanda KETIDAKHADIRAN Rachel Maryam pada sidang putusan perceraian yang digelar di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Rabu (13/10), tidak mengurangi kelegaannya. Pasalnya, dalam sidang tersebut, putusan yang dibacakan Majelis Hakim menyatakan bahwa pengasuhan putra semata wayangnya yakni Muhammad Kale Mata Angin jatuh ke tangan aktris yang juga pejabat pemerintah tersebut. "Keputusan hakim sudah sangat baik dan komprehensif. Mempertimbangkan kepentingan yang terbaik untuk anak, semuanya dikembalikan kepada Ebes dan Rachel untuk mengasuhnya," kata Muhammad Joni SH M, kuasa hukum Rachel usai persidangan. (NET)

INDRA BEKTI: Nikah,

Luar Biasa Enaknya "Sekarang kan ada yang dipeluk, kalau dulu meluk guling sekarang yang dipeluk cantik," ucapnya sambil tertawa. Mengenai dirinya yang langsung bekerja setelah menikah, artis serba bisa ini menuturkan istrinya tak protes padanya karena hal itu. Indra bilang istrinya dapat memahami pekerjaannya. Tetapi, ia tetap mempersiapkan rencana bulan madu dengan istrinya tersebut. "Kita ada honeymoon juga. Berangkatnya nanti Jum'at. Kalaupun kerja lagi "Enak banget dong. Punya istri kan sambil mengumpulkan duitlah," ujarnya berpahala, itu juga sunnah Rasul. Enaknya sambil senyam-senyum. luar biasa," kata Indra saat ditemui di StuIbunda Dilla, marjam Van Hoeven dio RCTI, Jakarta Barat, kemarin. memberikan hadiah istimewa untuk anak Presenter kenamaaan ini tak merasa dan menantunya tersebut. Ia memberikan kaget dengan kehidupan barunya sebagai paket bulan madu madu ke Lombok.“Ini pengantin baru. Ia belajar untuk bersebagai hadiah pernikahan kami dari adaptasi jika saat ini ia telah memiliki mamanya Dilla, yaitu paket honeymoon ke seseorang dalam hidupnya. Indra juga Lombok,� Kata Indra. bilang ia senang karena sekarang tak Indra berharap dari pernikahannya ini, tidur sendiri lagi. mereka bisa segera dikaruniai momongan. SeJENNY Cortez dikabarkan perti konsep menjalin hubungan dengan pria pernikahanbule. Jenny membantah soal nya yang metersebut. Artis yang sedang ngusung angbermasalah dengan manaka serba Jenny mengungkapkan dirijernya itu mengaku dia tak sepuluh, Inpernah tertarik memiliki pacar nya memiliki kenangan ketika ia dra pun bebule. "Aku nggak suka. Aku ng- menjalani hubungan dengan harap memigak cocok sama pria bule," kata mantan pacarnya. Ia masih liki 10 moJenny saat ditemui di bilangan memiliki hubungan yang mongan. Kemang, Jakarta Selatan, Rabu baik dengan pria yang (NET) kini menetap di Ame(13/10). Artis berambut panjang ini rika Serikat tersebut. Ia menambahkan dirinya merasa mengira orang-orang tak sesuai dengan gaya hidup mengkait-kaitkannya pria bule yang dianggapnya dengan pria bule kareterlalu bebas. Ia justru lebih na mantan pacarnya itu. tertarik dengan pria berwajah "Mungkin mantan pacar gue yang ada di Ameoriental. "Aku suka sama China atau rika. Tapi, sekarang sulokal. Karena mereka lebih dah mantan," ujarnya sambil tertawa.(NET) perhatian,' ucapnya.

INDRA Bekti telah resmi menjadi suami dari Dilla. Indra menikah pada Minggu, 10 Oktober kemarin. Tetapi, Selasa malam ia sudah sibuk bekerja lagi sebagai presenter. Indra pun tanpa malu-malu membeberkan pengalamannya sebagai pengantin baru.

Jenny Cortez Tak Suka Bule

Jenny Cortez


Harian Andalas