Issuu on Google+

andalas HARIAN

L U G A S

D A N

C E R D A S

Selasa, 11 Januari 2011 | No: 1786/Tahun VI | E-Mail:andalasmedan@gmail.com | Harga Eceran Rp. 2.000; Langganan+ongkos kirim Rp75.000; Luar Kota: Rp2.500 andalas/rony muharrman

andalas/rony muharrman

LINTASI JEMBATAN RUBUH - Sejumlah pelajar SMA melintasi jembatan yang rubuh akibat banjir di Desa Namorambe, Deliserdang, Sumut, Senin (10/ 1). Rubuhnya jembatan yang menghubungkan 15 desa tersebut menyulitkan warga untuk beraktivitas .

Hari Pertama Sekolah

Siswa Korban Banjir Minta Perhatian Pemko Medan-andalas Puluhan anak-anak korban banjir di Kelurahan Aur dan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan tidak bisa masuk sekolah pada hari pertama usai libur semester, Senin (10/1). Pasalnya, seragam sekolah dan perlengkapan sekolah lainya rusak akibat terendam banjir. Beby Pakpahan (14), salah seorang korban Banjir di Kelurahan Aur yang tengah duduk di Kelas III SMP Swasta UISU Jalan Sisingamangaraja, Medan mengatakan, seragam sekolah dan perlengkapan sekolah miliknya sudah tidak bisa digunakan karena rusak terendam banjir yang terjadi Kamis (6/1) lalu. “Pada saat kejadian itu saya tidak sempat menyelamatkan perlengkapan sekolah, makanya hari ini (Seninred) saya tak masuk sekolah karena seragam sekolah, sepatu, buku tulis, dan buku

Rusunawa Bukan Solusi Medan, andalas Sejumlah warga yang bermukim di tepi Sungai Deli di Lingkungan III dan IV Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, menolak direlokasi, sekalipun pemerintah membangunkan rumah susun untuk mereka di daerah itu.

pelajaran sudah rusak terendam banjir,� kata Beby, Senin (10/1) pagi. Anak dari ke tiga dari pasangan suami istri, Indra Pakpahan dengan Sriyati itu mengaku, sampai saat ini pihaknya belum dapat memastikan sampai kapan dia bersama adiknya Pebrina, yang duduk di Kelas II SMP Negeri 6 Medan dapat kembali masuk sekolah. Pasalnya, kedua orang tuanya belum bisa membelikan perlengkapan sekolah mereka yang baru. “Ya enggak masuk dulu. Gimana mau sekolah, baju sama bukunya juga masih belum ada. Ibu bekerja di Malaysia, sampai saat ini belum tahu kejadian banjir ini karena nomor HP-nya tersimpan di HP bapak yang ikut rusak karena terendam banjir. Bapak tidak ada uang karena nggak ada kerja,� keluh Deby.

"Kami rasanya sulit pindah dari tempat ini (tepi Sungai Deli,red) ke lokasi yang direncanakan Pemerintah Kota Medan," kata salah seorang warga Lingkungan III Kelurahan Aur, Dahniar (74) di Medan ketika diminta komentarnya mengenai rencana relokasi itu, Senin. Mengenai wacana relokasi yang akan dilakukan Pemko Medan untuk menghindari agar warga yang tinggal di bantaran Sungai Deli tidak terkena banjir, menurut dia, juga tidak akan menyelesaikan masalah bagi masyarakat. Sebab, katanya, terjadinya banjir dan meluapnya Sugai Deli itu, sudah hal yang biasa bagi warga yang bermungkim di lokasi tersbut. "Yang penting bagi kami, kalau terjadi banjir dan Sungai Deli meluap, siap-siap untuk mengungsikan barang-barang dan menyelamatkan diri," kata Dahniar yang sudah 56 tahun tinggal di Lingkungan III itu. Mengenai rencana Pemko Medan yang akan membangun rumah susun di pinggiran Sungai Deli dan IV sudah cukup lama, namun masyarakat di daerah itu kurang mendukung dan menyambut baik.

Bersambung ke Hal. 15

Bersambung ke Hal. 15

Dari Bersih-bersih Rumah Hingga Siapkan Angpau MENJELANG perayaan Imlek 2562 yang jatuh pada 3 Februari 2011, kesibukan warga masyarakat etnis Tionghoa di Medan menyambut perayaan itu mulai menunjukkan peningkatan. ulai dari aktivitas bersihbersih rumah ataupun mempercantik rumah dan vihara, sebagian warga etnis Tionghoa juga mulai memburu berbagai perlengkapan sembahyang dan pernak-pernik kebutuhan perayaan Imlek, termasuk amplop angpau.

M

andalas/siong

GURU Besar Universitas Sumatera Utara (USU) Profesor Bachtiar Hassan Miraza dalam sebuah artikelnya "Mengantisipasi Banjir Besar Kota Medan" mengatakan, akar permasalahan banjir di Kota Medan terletak pada tumpatnya saluran air dan semakin sempitnya daerah resapan air. Hutan beton dan halaman beton berperan besar memperkecil resapan air. Inilah yang harus diselesaikan oleh pemerintah Kota Medan. Jika ditanya apakah rencana pembenahan drainase belum ada maka jawabannya ada tapi di kantor kota. Di lapangan sama sekali tidak terlihat. Padahal pembangunan sebuah kota tidaklah selesai hanya dengan mencoret- coret sebuah blue print di kamar yang dingin. Menurutnya, pembangunan sebuah kota adalah pembangunan nyata di mana warga kota dapat hidup nyaman dan tenteram. "Mari kita berpikir bersama, yang mana yang perlu kita dahulukan antara pembangunan banjir kanal dengan merehabilitasi serta memfungsikan sungai-sungai besar dan anak anak sungai, parit, drainase yang ada di dalam Kota Medan." Apakah ada jaminan, Kota Medan tidak

akan banjir kalau banjir kanal dibangun sementara sungai-sungai besar dan anakanak sungai, parit dan drainase dalam kota tidak dikembalikan fungsinya dan rumah mewah dan rumah liar yang menyempitkan saluran air tidak ditertibkan. Oleh sebab itu, ia menyarankan Pemko Medan untuk bekerja pada akar permasalahan. Membangun banjir kanal, tuturnya, adalah baik tapi ada persyaratan yang harus diikuti. Merawat yang lama ebih baik daripada membangun yang baru kalau tidak mengena pada akar permasalahan. Merehabilitasi dan memfungsikan empat sungai besar dan puluhan anak sungai yang mengalir di tengah Kota Medan akan jauh lebih efektif daripada membangun sebuah banjir kanal di dalam mengatasi banjir Kota Medan. Menurut Hasan, di sinilah kekeliruan kebijakan yang dilakukan Pemerintah Kota Medan selama ini. Kebijakan yang dipakai selalu berdasarkan pendekatan pertumbuhan (growth approach) tanpa memperhatikan ekologi (environmental and natural resources). Itu berarti Pemerintah Bersambung ke Hal. 15

Seratusan Turis Asing Tur Wisata ke Aceh

Kesibukan Jelang Imlek 2562

MULAI DIBURU - Pernak-pernik untuk mempercantik rumah untuk perayaan Imlek, mulai diburu warga etnit Tionghoa di Pasar Ramai, Medan.

Pemko Medan Keliru Atasi Banjir

Bersambung ke Hal. 15

Banda Aceh, andalas Sebanyak 105 turis mancanegara yang menumpangi kapal pesiar MV Clipper Odyssey mengunjungi sejumlah objek wisata di Kota Banda Aceh. Kedatangan turis asing tersebut disambut dengan upacara adat yang dipimpin Wakil Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal di Pelabuhan Ulee Lheue, Senin. Dari Pelabuhan Ulee Lheue, rombongan turis dibawa ke Masjid Raya Baiturrahman, Kompleks Makam Sultan Iskandar Muda dan berkunjung ke objek wisata tsunami Kapal PLTD Apung. Make Messick, pimpinan rombongan wisatawan, di sela upacara penyambutan, mengatakan, kedatangan me-

DISAMBUT SECARA ADAT - Seorang penari berpakaian tradisionil Aceh, memberikan sirih pada acara penyambutan kedatangan rombongan wisatawan manca negara penumpang kapal pesiar MV Clipper Odyssey setibanya di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Senin (10/1). reka ke Kota Banda Aceh dalam rangka tur wisata pendidikan. "Wisatawan ini berasal dari

sejumlah negara. Kami berangkat dengan kapal pesiar Bersambung ke Hal. 15


Selasa 11 Januari 2011

MEDAN KITA

harian andalas | Hal.

2

andalas/desrin pasaribu

andalas Lugas & Cerdas PENERBIT PT. Star Media Internusa d/h. PT. Inti Media Nusantara PEMBINA Dr Eggi Sudjana SH MSi PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI Iskandar ST WKL PEMIMPIN UMUM/WKL PEMIMPIN REDAKSI/PENJAB H Baharuddin WAKIL PEMIMPIN REDAKSI II Dedy Ardiansyah WAKIL PEMIMPIN UMUM MA Siddik Surbakti, Christoffel Manurung SH MH PEMIMPIN PERUSAHAAN Amiruddin REDAKTUR PELAKSANA Agus Salim Ujung, Gusliadi Ritonga SEKRETARIS REDAKSI Windari REDAKTUR Hamdani Nasution, Asril Tanjung, Hermawan,Yonan Febrian STAF REDAKSI Asiong, Robenson Sidabariba, Yunan Siregar, M Isya, Irwan Ginting,Ika Ramadhani, Felix Sidabutar FOTOGRAPHER Rony Muharrman SIRKULASI Eddy H. Tambunan IKLAN Syarifah PENASEHAT HUKUM Syahril SH SpN; Nur Alamsyah SH MH; Abu Bokar Tambak SH MHum; A Herwan Bispo SH. ALAMAT REDAKSI/ TATA USAHA Jalan T Amir Hamzah Ruko Kompleks Griya Riatur Indah No. 182-184-186 Medan NOMOR REKENING BRI Unit Kapten Muslim Medan a/n Amiruddin Mendrofa No. Rekening 3383-01-027966-53-5 BCA KCP Tomang Elok a/n Amiruddin Mendrofa No. Rekening 7865078382 Iklan Warna (FullColour) Rp. 15.000/mm kolom Iklan Hitam Putih Rp 10.000/mm kolom Iklan Keluarga/Ucapan Selamat Rp 3.500/mm kolom TELEPON (061) 8449800 FAKSIMILE (061) 8462800 EMAIL andalasmedan@gmail.com PENCETAK CV. Grafika Sumatera. Isi di Luar Tanggungjawab Pencetak

EDITORIAL

Wakil Rakyat belum Merakyat SUDAH lebih setahun, 100 anggota DPRDSU menduduki kursi empuk sebagai wakil rakyat. Namun, hingga kini mereka belum layak disebut merakyat. Tepatnya, mereka belum sepenuhnya mampu menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi)-nya sebagai pengemban aspirasi rakyat Sumatera Utara. Tiga fungsi wakil rakyat yakni fungsi legislation, fungsi budgeting dan fungsi conthrolling, bisa disebut belum berjalan dengan optimal diperankan DPRD Sumut. Pasalnya, aktivitas anggota dewan selama ini cenderung lebih kental nuansa rutinitasnya. Mereka lebih disibukkan dengan rapat-rapat internal, rapat antara pimpinan dewan dengan pimpinan fraksi, rapat dengan berbagai mitra kerja serta sejumlah rapat-rapat lainnya. Sayangnya, berbagai rapat digelar itu, acapkali sarat muatan politis serta kebanyakan membahas seputar kebutuhan para wakil rakyat itu. Misalnya, polemik soal perlunya segera melantik Sekwan definitif atau ribut soal mobiler gedung baru. Bahkan tak jarang gedung DPRDSU pada waktuwaktu tertentu, yang notabene bukan libur umum, kelihatan sunyi senyap, terkesan seperti kuburan tua. Akibatnya, tidak jarang sejumlah komponen masyarakat yang menggelar aksi ke rumah rakyat itu, mesti rela menelan pil pahit kekecewaan, karena para wakilnya sedang 'bergerilya' di tempat lain. Hal itu terjadi, karena hampir dalam rentang waktu dua kali dalam sebulan, selalu saja terdapat agenda perjalanan kunjungan kerja (kunker) anggota dewan ke luar provinsi. Dari Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara, hampir seluruhnya sudah dijelajahi. Baru setahun lebih saja, sudah sedemikian jauh rute kunjungan anggota DPRD Sumut. Bila sampai waktunya, hingga ke ujung periode selama lima tahun. Tidak mustahil akan terjadi kekurangan pulau/ kota, yang akan dikunjungi, sebab sudah hampir semua disambangi mereka. Anehnya, selama melakukan kunjungan ke luar provinsi itu, pilihan daerah yang didatangi cenderung lebih berorientasi ke daerah-daerah yang menawarkan sejuta keindahan semisal Bali, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Kalimantan. Kenapa misalnya mereka tidak pernah terpikir berkunjung ke daerah-daerah yang selama ini rawan konflik seperti Aceh, Maluku atau Papua ? Dari sini kita mencium gelagat kurang sehat, betapa tujuan kunjungan dewan itu tidak semata-mata bertujuan melakukan comparative study, melainkan juga dalam rangka 'cui mata' alias sambil menyelam minum air. Sejatinya, program comparative study para wakil rakyat itu sah-sah saja dan dibenarkan perangkat perundangan. Selanjutnya bisa berubah menjadi tidak wajar dan patut dipertanyakan, karena kuantitas kunjungannya sudah cenderung over. Dalam konteks demikian, kita berharap kiranya pimpinan DPRD Sumut dapat mengevaluasi kembali frekuensi kunker yang sudah cenderung over-capacity itu. Sebab, diakui atau tidak, hal itu turut memengaruhi melempemnya kinerja DPRD Sumut. Para wakil rakyat sudah seharusnya lebih banyak berdiam di rumahnya, bekerja keras memikirkan sekaligus mencari solusi berbagai permasalahan yang dihadapi rakyat. (**)

BELUM MASUK SEKOLAH-Para guru dari tiga SDN di Simpang Kantor, Jalan Yos Sudarso Kelurahan Martubung, Medan Labuhan, saat memberikan keterangan kepada andalas, kemarin. Banyak siswa yang belum masuk sekolah karena ikut membersihkan rumah mereka yang terendam banjir. Berita terkait di halaman 1.

Masjid Nurul Hidayah Medan Estate akan Diruntuhkan

PPP Siap Lawan Pengembang MMTC Medan-andalas Masjid Nurul Hidayah yang terletak di Jalan Pasar V Barat, Gang Tanjung Medan Estate, keberadaannya kini di ujung tanduk. Pasalnya pihak pengembang MMTC (Medan Mega Trade Center) berniat meruntuhkan masjid tersebut. Karena itu, Ketua DPW PPP Sumut H Fadly Nurzal, S.Ag memerintahkan DPC PPP Kota Medan dan Deli Serdang (DS) mengamankan masjid tersebut. Disebutkan Fadly, masjid sebagai tempat beribadah umat Islam tidak boleh diganggu oleh siapapun. "Siapa yang mengusik kegiatan dan kenyaman beribadah di masjid, maka akan berlawanan dengan PPP," tegas Fadly kepada wartawan terkait kunjungan ketua terpilih DPC PPP Kota Medan Aja Syahari S.Ag dan Ketua DPC PPP Deli Serdang Waluyo, Senin

(10/1) ke Masjid Nurul Hidayah. Fadly meminta DPC PPP Kota Medan dan DS mengamankan masjid tersebut, karena secara wilayah lokasi masjid itu masuk Kabupaten Deli Serdang. Sementara umat yang melakukan kegiatan dan ibadah di masjid itu adalah masyarakat Kota Medan. "Saya meminta PPP Kota Medan dan Deli Serdang mengamankannya berdasarkan pertimbangan itu. Artinya kedua DPC ini memiliki kewajiban membela kepentingan umat dan rumah ibadah tersebut,"ujarnya. Sementara itu, Aja Syahri dan Waluyo mengatakan, akan terus berjuang dan berupaya menyelamatkan masjid tersebut. Hal itu dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab PPP sebagai partai Islam dalam membela kepentingan umat Islam. "PPP berada di garda terdepan melakukan perlawan terhadap siapapun yang berupaya menghancurkan masjid tersebut," tegas Aja dan Waluyo. Ditambahkan Waluyo, PPP Deli Serdang akan mencoba mempertanyakan kasus masjid tersebut ke Pemkab Deli Serdang. Termasuk mendorong Pemkab Deli Serdang untuk membuat kebijakan penyelamatan masjid tersebut.

Dibagian lain, Aswandi Lubis, satu dari 11 mahasiswa yang tinggal mengurus masjid itu mengungkapkan, bahwa upaya pembongkaran masjid terlah berulangkali dilakukan pihak MMTC, dengan menggunakan berbagai cara. Awalnya di tahun 2007 silam, waktu itu mereka disuruh meninggalkan masjid tersebut karena akan dirubuhkan. Sempat terjadi ketegangan antara mahasiswa dan beberapa eleman umat Islam dengan pihak yang ingin merobohkan masjid. "Masjid ini sudah berdiri sejak 30 tahun lalu. Waktu itu Badan Kenaziran Masjid (BKM) Nurul Hidayah yang lama diduga kuat telah bersepakat menjual masjid tersebut pada MMTC dengan menerima imbalan Rp50 juta dan Rp400 juta. Itulah awal dari upaya meratakan masjid dengan tanah," ungkap Andi. Upaya yang sama lanjut Andi, juga terjadi pada awal tahuan 2010 silam dan awal tahun 2011. Pihak MMTC terus melakukan berbagai cara agar masjid dapat dihancurkan, baik dengan cara meneror mashasiswa yang tinggal di masjid maupun melalui jalur birokrasi. "Buktinya, MMTC melakukan pemagaran dengan seng dan besi sehingga menutupi keberadaan masjid tersebut. (HAM)

Mosi tak Percaya Ramses Berlanjut

Yohanna Diusulkan Pimpin Gerindra Sumut Medan-andalas Perseteruan 28 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra dengan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Sumut, Ramses Simbolon, terus berlangsung. Informasi dikumpulkan, hingga Senin (10/1), 28 DPC se-Sumut telah melaporkan Ramses ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra di Jakarta. Saat dikonfirmasi, Ketua DPC Gerindra Asahan, Samsir Nasution, salah seorang yang mengadukan persoalan itu mengatakan, DPP menyahuti serius terkait jual beli jabatan yang diduga dilakukan Ramses Simbolon. Menurutnya, DPP akan segera menempuh langkahlangkah agar persoalan itu segera dapat dituntaskan. "DPP menyabut baik laporan itu dan akan segera membahasnya," katanya. Dikatakan, terkait sanksi yang akan diberikan terhadap Ramses Simbolon, DPP mengaku terlebih

dahulu membicarakannya dengan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto serta Ketua Dewan Badan Seleksi Organisasi (BSO), Hasyim Djojohadikusumo. Sedangkan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Langkat, Sugiat Santoso mendesak, Ketua Dewan Pembina Gerindra Sumut, Rudolf M Pardede segera mengambilalih dan memberikan mandat Ketua DPD Gerindra Sumut kepada Yahonna Pardede. Hal itu sangat penting untuk segera dilakukan, kata Sugiat, mengingat konsolidasi partai untuk hajatan 2014 mendatang kian dekat. "Kita seolah diburu oleh waktu untuk hajatan 2014 mendatang. Sedangkan Ramses hanya memikirkan uang semata dalam memangku jabatan Ketua DPD Gerindra Sumut," ucapnya. Karena itu, sebutnya, Rudolf tidak usah lagi berpikir panjang untuk mendepak Ramses Simbolon dari jabatannya.

Sementara Ketua DPC Gerindra Labuhanbatu, Dedy Arfan SSos mengatakan, DPP sudah memberikan sinyal kepada Ketua Dewan Pembina Gerindra Sumut, Rudolf M Pardede, untuk mencopot Ramses Simbolon. "Dari hasil kunjungan DPC, DPP sudah memberikan sinyal kepada Rudolf untuk menempuh pencopotan Ramses. Artinya, wewenang itu mutlak di tangan Rudolf," ungkapnya. Dijelaskan, Rudolf tidak perlu khawatir mengenai suara sumbang bila mandat Ketua DPD Gerindra Sumut diberikan pada Yohana Pardede. Sebab, 28 DPC se-Sumut sudah memberikan suara bulat ke DPP dan siap menjadi garda terdepan bila Yohana menjadi Ketua DPD Gerindra Sumut. "Rudolf tidak perlu khawatir karena DPC se-Sumut mendukung mandat bila Ketua DPD diberikan kepada Yohana. Kita akan mendukung Yohana hingga tetes darah terakhir," tegasnya. (UJ)

Pekan Ini, Wagub Lantik Pejabat Eselon II dan III Medan-andalas Sejumlah pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemprovsu dikabarkan dalam pekan ini akan dilantik. Molornya jadwal pelantikan pejabat tersebut disebut-sebut karena kesibukan tugas keseharian Wagubsu Gatot Pujonugroho dan Plt Sekdaprovsu Hasiholan Silaen. "Akhir Desember 2010 kemarin, sempat berkembang isu kalau pejabat eselon II dan III akan dilantik, namun karena Wagubsu tidak berada di Medan, maka dibatalkan lagi," ungkap sumber andalas di Kantor Gubsu, Senin (10/1). Sumber itu mengatakan, semula pelantikan pejabat eselon II dan III dijadwalkan pada awal Januari 2011 pekan lalu, namun kembali gagal karena terjadi bencana banjir di Kota Medan dan Sumut. Sejumlah pejabat Pemprovsu berharap jadwal pelantikan eselon II dan III yang disebut-sebut dalam pekan ini tidak ada halangan lagi, artinya sudah tuntas sebagaimana juga harapan anggota DPRD Sumut. Pasalnya, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Sumut sampai hari ini belum dilantik, sementara Gubsu H Syamsul Arifin sudah mengeluarkan SK pengangkatan Randiman Tarigan sebagai sekwan. "Mudah-mudahan Pak Wagub maupun Plt Sekdaprovsu ada waktu dan mau melantik pejabat eselon II dan III tersebut, sehingga kinerja para PNS semakin bersemangat pada tahun 2011 ini," ujar PNS yang meminta namanya tidak ditulis. Sumber lain menyebutkan, molornya pelantikan eselon II dan III tersebut dikabarkan baik pihak Baperjakat maupun Gubsu H Syamsul Arifin SE tidak ada mengoordinasikan dengan Wagubsu Gatot Pujonugroho siapa-siapa nama pejabat yang bakal dilantik. "Kabarnya, Wagubsu tersinggung karena orang-orang terbaik dan dekat dengannya tidak masuk dalam daftar yang akan dilantik sehingga dia kurang bersemangat," ucap sumber tadi. Selain itu, keterlambatan pelantikan pejabat eselon II dan III tersebut disebut-sebut dikarenakan sejumlah pejabat belum setor sejumlah uang kepada Gubsu. Adapun pejabat eselon III yang kabarnya bakal dilantik dalam pekan ini seperti di Dinas Perhubungan Provsu, Dinas Bina Marga Provsu, Dinas Tarukim Provsu, Dinas Perindagsu dan lainnya. Ketika hal ini dikonfirmasi, Kepala BKD Sumut Suherman tidak berada di ruang kerjanya. Menurut stafnya, Suherman sedang ke luar. Namun, dikatakan soal jadwal pelantikan pejabat bukan kewenangan BKD, melainkan Gubsu atau Wagubsu. Artinya, BKD selaku tim Baperjakat hanya menggodok nama-nama PNS yang sudah memenuhi kriteria untuk menduduki jabatan, tapi penentunya tetap berada di tangan gubernur. (WAN)

Pascabanjir,ISPA Serang Warga Medan-andalas Pascabanjir yang menghantam ratusan rumah pada Rabu malam pekan lalu, ratusan warga diserang berbagai penyakit, terutama ISPA dan gatal-gatal. Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Medan drg Irma Suryani, Senin (10/1) mengatakan, jumlah yang menderita penyakit di posko kesehatan belum diketahui pasti. Namun di posko Medan Labuhan ada 200 warga yang berobat umumnya menderita ISPA dan gatal-gatal. "Semuanya masih bisa ditangani petugas kita di lapangan, tak perlu dirujuk ke rumah sakit. Kita minta kepada mereka (korban banjir-Red) jika masih ada keluhan atau belum sembuh, untuk datang ke Puskesmas," ujar Irma. Irma menyebutkan, Dinkes Medan menyediakan posko kesehatan di sepanjang aliran sungai seperti di Tuntungan, Kampung Baru, Pekan Labuhan. "Biasanya satu wilayah ada tiga titik posko," sebutnya. Dijelaskannya, sekarang ini warga yang tertimpa musibah banjir, sudah kembali ke rumah masing-masing, namun pihaknya tetap siaga dan berkoordinasi dengan camat dan lurah dalam penanganan kesehatan warga. Sebelumnya, Kadis Kesehatan Kota Medan dr H Edwin Effendi MSc mengatakan, penyakit yang timbul di saat musim banjir, biasanya penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), diare dan kudis. (YN)


Selasa 11 Januari 2011

Jikson Manik dan Irwanto Pimpin PPRN Sumut Medan-andalas Jikson KP Manik terpilih sebagai Ketua Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) Provinsi Sumatera Utara Periode 2011-2016. Jikson terpilih secara aklamasi pada Musyawarah Wilayah (Muswil) I, yang digelar, Minggu (9/1) di Hotel Mercure Ancol Jakarta. Muswil tersebut dihadiri Ketua Umum DPP PPRN Amelia A Yani, Sekjen Drs Maluddin Sitorus MM, MBA, Ketua Badan Kehormatan DPP PPRN, Dicki, Ketua OKK, Ir. Jorang Sirait, Rustam Effendi dan 24 DPD PPRN SeSumatera Utara, serta 25 Anggota DPRD Provinsi dan kabupaten/kota Se-Sumatera Utara. Sesuai siaran pers yang diterima andalas, Senin (10/1), Muswil terlaksana secara demokratis, sesuai tatib dalam pelaksanaan pemilihan ketua yang ditetapkan pimpinan Muswil bersama-sama dengan peserta secara aklamasi memilih dan menetapkan Jikson KP Manik sebagai Ketua DPW PPRN Sumut Periode 2011-2016. Usai pemilihan ketua, Muswil selanjutnya membentuk dan menetapkan Tim Formatur untuk memilih Sekretaris DPW PPRN Sumut Irwanto Tampubolon, dan Bendahara Rinawati Sianturi. Ketiganya langsung dikukuhkan pimpinan sidang Muswil dan disaksikan Ketua Umum dan jajaran pengurus DPP PPRN. Ketua Umum DPP PPRN Amelia A Yani dalam sambutannya mengatakan, Muswil I PPRN Sumut tersebut adalah muswil yang terlaksana paling demokratis. Karena menurut dia, keberasamaan dan kepedulian itu benar-benar tercipta di tubuh PPRN Sumut. (BEN) Amelia menilai, Jikson KP Manik adalah sosok pemimpin yang diharapkan PPRN. Karena Jikson sosok yang enerjik, muda dan berwibawa. "Semoga di bawah kepemimpinan Jikson, PPRN di Sumatera Utara ke depan menjadi partai pilihan rakyat. Dan partai pemenang di Sumatera Utara," tegasnya. Jikson KP Manik dalam sambutannya mengungkapkan rasa optimisnya dalam verifikasi administarasi partai sesuai dengan revisi UU No 2 Tahun 2008, dimana PPRN di Sumut akan berjuang lolos. "Kita akan menjadikan PPRN menjadi partai semua suku, agama dan golongan, tanpa membedakan satu sama lain," ujarnya. Untuk Pemilu 2014, Jikson berjanji, PPRN akan berusaha mendudukkan legislatornya satu fraksi di setiap kabupaten/kota dan di provinsi di Sumut. Ia juga menghimbau pada semua legislator dan kader maupun simpatisan PPRN, agar selalu bekerjasama dan sama-sama bekerja, serta bergandengan tangan untuk membesarkan PPRN di Sumut ke depan, sehingga bendera PPRN berkibar dan semakin berkibar pada Pemilu 2014 mendatang. "Dan tentu saja harus kuat menghadapi tantangan, demi tegaknya demokrasi di republik yang kita cintai ini. Dan dalam waktu dekat ini, kepengurusan DPW PPRN Sumatera Utara akan segera dilantik," tegas Jikson. (BEN)

Komisi B DPRD Medan:

Peserta JPKSM Harus Diverifikasi Ulang Medan-andalas Data kepesertaan asuransi Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Medan Sehat (JPKMS) akan harus diverivikasi dan di-up date kembali secara selektif dan sesuai mekanisme. Sehingga seluruh warga mikin di Kota Medan terdaftar sebagai sebagai peserta JPKMS. Hal tersebut terungkap dalam rapat dengar pendapat Komisi B DPRD Medan, dengan Dinas Kesehatan Kota Medan di ruang Komisi B DPRD Medan, Senin (20/5). Rapat dengar pendapat yang dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Medan Edwin dan beberapa Kepala Bidang Dinas Kesehatan Medan, dipimpin oleh Sekretaris Komisi B DPRD Medan Paulus Sinulingga. Pada kesempatan itu, Paulus Sinulingga meminta agar Dinas Kesehatan Kota Medan melakukan verivikasi ulang data penerima JPKMS yang sudah didata sebelumnya. Karena sesuai pantawan di lapangan dan laporan yang masuk, masih banyak warga miskin yang belum terdata. "Sebelum data peserta JPKMS itu disahkan oleh Wali Kota Medan, Dinas Kesehatan Medan kita minta agar mendata dan memverivikasi ulang warga miskin sebagai peserta JPKMS, jangan sampai ada warga miskin yang tidak masuk peserta JPKMS," tegasnya. Semenentara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Edwin mengatakan, sampai saat ini jumlah sementara warga miskin di Kota Medan yang sudah terdata sebagai peserta JPKMS sudah mencapai 324.310 jiwa yang tersebar di 21 kecamatan di Kota Medan. "Sementara kuota kepesertaan Jamkesmas di Kota Medan mencapai 79 kepala-keluarga atau 500 ribu orang. Oleh karena itu, sebelum ditetapkan siapa saja yang menjadi peserta JPKMS ini, perlu di-up date lagi," kata Edwin. Untuk menentukan siapa masyarakat yang berhak mendapatkan kepesertaan JPKMS ini, terang Edwin, akan disesuaikan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS). "Kita bekerjasama dan berkoodinasi dengan BPS," katanya seraya menambahkan hasilnya disesuaikan dengan kuota JPKMS sebanyak 500 ribu jiwa. (BEN)

MEDAN KITA

harian andalas | Hal.

3

Pemko Obrak-abrik Kios PKL Medan-andalas Pemerintah Kota (Pemko) Medan kembali melakukan penertiban terhadap sejumlah pedangang kali lima (PKL) di wilayah Kecamatan Medan Baru, persisnya dilakukan di sekitar pasar tradisional Pringgan. Operasi penertiban PKL tersebut berjalan lancar dan tidak ada perlawanan, meskipun gerobak kios milik pedagang disikat habis. Pengamatan wartawan, Senin (10/ 1) puluhan petugas Satuan Polisi Pamomg Praja (Satpol PP) dan pihak aparat Kecamtan Medan turun ke lapangan melakukan pembersihan mulai pukul 10.00 WIB. Mereka menyisir para PKL mulai dari Jalan Gajah Mada, Pasar Pringgan, dan seluruh kios-kios yang berada di atas trotoar atau di pinggir dieksekusi. Mereka meratakan kios dan lapak PKL yang dinilai melanggar aturan. Sementara para pedagang yang kiosnya dihancurkan hanya diam termangu dan pasrah. Gerobak dan kios para PKL diobark-abrik dan dimasukkan ke truk. Petugas Satpol PP terlihat bebas mengeksekusi kios-kios pedagang yang dianggap menyalahi aturan. Pada operasi tersebut, ada sebanyak lima unit kios ukuran besar yang digulingkan dan diobrak-abrik, sisanya diangkut truk milik Satpol PP Kota Medan. Hanya kios pedagang yang berada di luar parit jalan raya yang lolos. "Apalagi mau dibilang, suka-suka orang itu aja, minta tolong aja tidak bisa lagi. Padahal tidak ada pemberitahuan sebelumnya," kata Ana (50) salah seorang pedagang. Ana mengaku kesal karena Pemko Medan sebelum melakukan penertiban tidak ada memberikan aba-aba ataupun pemebritahuan kepada para PKL.

"Pemko Medan terkesan tidak adil. Sebab kalau alasan menggangu jalan raya, di sepanjang jalan raya Pasar Pringgan banyak pick up bebas parkir dan menggangu arus lalulintas," timpal T Goltom, pedagang lainnya. Lurah Titi Rantai Kecamatan Medan Baru, Harry I Tarigan, mengatakan penertiban ini sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) No 31 tahun 1993 jo Surat Wali Kota Medan No 51/SK/1983/Tanggal 22 Januari 2010. Selanjutnya surat Wali Kota Medan No 188.342/384/1999 tentang larangan berjulan dan meletakkan barang di atas jalan umum di trotoar, kaki lima dan di atas parit umum di daerah Kota Medan. "Jadi kalau ada kios pedangang yang berada di atas parit, di jalan umum, akan digusur karen sudah menyalahi aturan," tandasnya. Dia juga mengatakan sebelum melakukan penggusuran pihaknya sudah terlebih dahulu memberitahukan kepada pedagang melalui surat resmi. "Kita sudah surati dan peringati mereka tetapi tetap saja dibiarkan, mungkin mereka (pedagang) tidak butuh lagi kiosnya itu," ucapnya. Menurut Harry I Tarigan, enam kelurahan terlibat dalam penertiban PKL itu, yakni Kelurahan P Bulan, Titi Rantai, Merdeka, Babura, Petisah Hulu, dan Kalurahan Darat. (BEN)

DIOBRAK-ABRIK-Puing puing bekas lapak pedagang kaki lima terlihat berantakan usai dibongkar dan diobrak-abrik petugas Satpol PP Pemko Medan di kawasan Pasar Pringgan, Jalan Gajah Mada, Medan, Senin (10/1). andalas/rony muharrman

Untuk Korban Banjir

Pengurusan Surat Berharga tak Dipungut Biaya Medan-andalas Surat-surat berharga yang rusak dan hilang akibat bencana banjir di Kota Medan pada Kamis (6/1) lalu, yang pengurusannya melalui Dinas Kependudukan Kota Medan bisa diganti, tanpa harus dipungut biaya. Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Kependudukan Kota Medan Drs Sutan Radja Hutagalung saat dihubungi andalas di Medan, Senin (10/1) terkait banyaknya akte kelahiran, surat nikah, dan kartu keluarga serta kartu tanda penduduk (KTP) yang rusak dan hilang pascabajir di Kota Medan. Sutan mengatakan, apabila memang ada berkas-berkas dokumen pribadi milik korban banjir yang rusak dan berkaitan dengan Dinas Kependudukan, seperti akte kelahiran, surat nikah, dan surat lainnya, semuanya bisa diganti. "Teknisnya akan dicek di data base, nama, alamat, pekerjaan, umur, dan lainnya yang berkaitan dengan surat tersebut. Setelah dicocokkan dan sesuai, nanti akan kita ganti tanpa harus dipungut biaya,"katanya. Namun demikian, kata Sutan, untuk mempercepat proses pengurusan surat-surat yang hilang tersebut warga sebaiknya berkoordinasi dengan pihak kelurahan masingmasing. Korban banjir yang kehilangkan diharapkan agar melaporkan ke kelurahan, dan pihak kelurahan yang mengurusnya ke Dinas Kependudukan. Selain melapor ke pihak kelurahan, Sutan berharap, pihak kelurahan juga harus proaktif untuk mendata setiap warganya yang kehilangan surat-surat berharga dan dokumen penting lainnya. (BEN)

BKD Perpanjang Registrasi Ulang CPNS Medan-andalas Kendati tenggat waktu registrasi ulang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Propinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) sudah berakhir 31 Desember 2010, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumut masih memberi waktu bagi CPNS untuk melengkapi berkas hingga sepekan ke depan. "Masa registrasinya sudah lama berakhir, namun hingga saat ini masih ada beberapa CPNS yang belum mendaftar ulang. Panitia seleksi juga sedang berusaha mencari tahu penyebabnya dengan menghubungi

mereka yang belum mendaftar," kata Kepala BKD Sumut, Suherman, melalui Kabid Pembinaan dan Pengadaan Pandapotan Siregar, di Kantor Gubernur, Senin (10/1). Seperti diketahui, sesuai dengan pengumuman tahapan seleksi CPNS Pemprovsu, peserta yang lulus dipersyaratkan melakukan registrasi ulang tanggal 27-31 Desember 2010. Registrasi tersebut dengan melengkapi sejumlah persyaratan yang telah diumumkan pada saat pengumuman seleksi. Sementara yang dinyatakan lulus seleksi ujian tertulis CPNS

Pemprovsu sebanyak 275 orang. Jumlah yang lulus ini juga lebih sedikit dibandingkan kuota CPNS Pemprovsu sebanyak 280 orang, sebab lima formasi terpaksa dikosongkan oleh BKD Sumut karena tidak ada pelamar. Pandapotan mengatakan, waktu sepekan ke depan ini harusnya dimanfaatkan oleh CPNS yang dinyatakan telah lulus ujian tertulis. Sebab, katanya, jika pekan depan masih melakukan registrasi ulang, maka kelulusan tersebut akan dibatalkan, dan formasi yang ditinggalkan akan dibiarkan kosong. (WAN)

RSU Pirngadi Hanya Miliki 1 Lemari Pendingin Mayat Medan-andalas Dari dua unit lemari pendingin mayat di Rumah Sakit Umum (RSU) dr Pirngadi Medan, ternyata hanya satu lemari yang masih berfungsi. Anehnya, manajemen rumah sakit milik Pemerintah Kota (Pemko) Medan itu, tidak menganggarkan dana untuk pembelian lemari pendingin mayat pada tahun anggaran 2011 ini. Salah seorang petugas Instalasi Jenazah RSU dr Pirngadi menyebutkan, dua lemari pendingin mayat ini sudah tidak layak pakai, karena sering rusak sekalipun berulangkali diperbaiki. "Lemari pendingin mayat berusia lebih 10

tahun itu tidak layak pakai, karena hanya bersuhu 20 derajat celcius. Padahal, suhu lemari pendingin untuk mayat harus minus 01 sampai minus 02 derajat celsius," kata petugas yang memohon tak menulis identitasnya itu, kepada wartawan, Senin (10/1). Beruntung, lemari pendingin mayat yang tak layak pakai itu, hingga kemarin dalam keadaan kosong, karena mayat tanpa identitas sudah dikebumikan. "Saat ini kosong. Tapi kalau ada enam jenazah saja, harus dijejal dalam satu unit lemari pendingin," ucapnya. Dikatakannya, satu unit lemari pendingin yang kini difungsikan,

baru dibeli beberapa bulan lalu, namun pernah rusak. "Karena masih ada garansinya, mesin tersebut sudah diperbaiki," jelasnya. Sementara itu, Direktur RSU dr Pirngadi Medan, dr Dewi Fauziah Syahnan Sp THT yang dikonfirmasi wartawan mengatakan, pihaknya belum mendapatkan laporan dari pengelola Instalasi Jenazah soal ketidaklayakan lemari pendingin mayat itu. "Karena tidak ada laporan kerusakan, manajemen menganggarkan pengadaan lemari pendingin untuk di Instalasi jenazah RSU Pirngadi. Namun ini akan kami tinjau kembali," ujar Dewi.(YN)

Bayi yang Lahir dari Ibu Positif HIV Berpotensi Sehat TERNYATA bayi yang lahir dari seorang ibu positif HIV/AIDS, masih berpotensi sehat 70 hingga 85 persen (tidak terjangkit virus). Karena dari 20 anak yang lahir dari ibu positif HIV/AIDS, hanya dua orang yang terinfeksi virus mematikan ini. "Secara teori, potensi menular dari ibu yang seratus persen positif mengidap HIV/AIDS kepada bayinya hanya 15 hingga 30 persen. Artinya, dari 20 bayi yang dilahirkan ibu postif HIV, hanya dua yang positif terinfeksi. Selebihnya, normal dan sehat," kata Project Manager Global Fun Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut, Andi Ilham Lubis, Senin (10/1) di ruang kerjanya. Dengan demikian, sebut Andi, anak yang dilahirkan oleh ibu penderita HIV, memiliki peluang sehat dan tidak tertular virus mematikan ini hingga mencapai 70 hingga 80 persen. Penularan terhadap bayi tersebut, dapat ditekan

melalui program pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak atau melalui program Prevention Mother To Child Transmision (PMTCT). Salah satu upaya mengantisipasi lahirnya bayi yang terinfeksi HIV ini, katanya, melalui penyuluhan bagi pasangan pranikah serta melibatkan berbagai lintas instansi. Hal ini untuk melihat faktor resiko atau potensi yang mungkin terjadi. Sedangkan bagi pasangan yang sudah menikah, sambungnya, dengan perencanaan kehamilan. Semisal kehamilan ketika pertumbuhan virus di tubuh si ibunya sedikit. "Ini dapat dilakukan setelah melakukan pemeriksaan. Kemudian pada usia kehamilan tujuh bulan, diberi ARV, yang tujuannya untuk mengurangi virus. Sehingga bayi yang dilahirkan sedikit virus," katanya. Andi juga menyebutkan, data

penderita HIV di Sumut hingga Desember 2010 tercatat sebanyak 3539 orang, sedangkan penderita AIDS, 1476 orang. "Dari 1476 yang penderita AIDS ini, yang sedang dalam tahap pengobatan dan mengkonsumsi obat sebanyak 654 orang," urainya. Berobat Jalan Sementara itu, bayi yang lahir dari pasangan pengidap HIV/ AIDS berinisial NU (27) dan MF (30) yang dirawat di RSU Pirngadi Medan, akan berobat jalan. Pasalnya, kondisi bayi yang sudah diberikan nama Sifana Kharidatul Husna itu sudah aktif dan tidak perlu lagi dilakukan perawatan di ruang prinatologi. "Sudah bisa dibawa pulang. Beratnya sudah mencapai 2,1 kg dari 1,7 kg saat masuk ke Pirngadi pada Senin (27/12) lalu. Gatal-gatal pada bagian lehernya sudah baik," kata Kepala Perawat RSU dr Pirngadi Medan, Antis Naibaho SPSi, MPSi. (YN)


HUKUM & KRIMINAL

Selasa 11 Januari 2011

KILAS Saat Tahun Baru di Kampung

Warnet Dibobol, 20 Unit Komputer Disikat Medan-andalas Warung Internet (warnet) Ezar Net milik Elis Br Banjarnaor (34) di Jalan Jamin Ginting kawasan Padang Bulan Medan, Minggu (2/1) siang lalu diketahui dibobol pencuri. Akibat kejadian itu korban mengalami kerugian mencapai Rp 80 juta. Kasusnya sudah dilaporkan korban ke sentral pelayanan kepolisian (SPK) Mapolsek Medan Baru. Menurut pengakuan korban kepada wartawan, Sabtu (8/1) sore kemarin mengatakan, kejadian ini berawal saat dia bersama keluarga pulang kampung merayakan tahun baru. Setelah itu kata Elis , dia bersama keluarga kembali ke Medan , Minggu (2/1) siang. Begitu sampai di warnet yang merangkap tempat tinggal, korban menyuruh seorang karyawannya untuk menghidupkan lampu di dalam warnet. Begitu sampai didepan pintu, si karyawan terus terkejut karena kunci pintu sudah dirusak. Saat pintu dibuka, kondisi dalam warnet sudah obrak abrik, dan 20 unit komputer raib dari tempatnya. Kejadian ini ditanya korban kepada tetangganya, namun tidak ada yang tahu persis kejadiannya. Kurang puas jawaban tetangganya, korban didampingi keluarganya membuat laporan pengaduan ke Polsekta Medan Baru. Korban kepada wartawan mengakui kalau usaha warnet itu baru dibukanya selama enam bulan.”Semua komputer habis dicuri, macam mana aku membayarnya, karena komputer itu masih kredit,” aku Elis dengan suara parau. (HER)

Penanganan Kasus Kapal Asing Diminta Transparan Belawan-andalas Pihak terkait yang menangani kasus kapal asing tangkapan Kapal Patroli Macan Hiu 001 saat melakukan illegal fishing di Selat Malaka diminta untuk transparan sebab ada indikasi konspirasi dalam proses hukumnya. Petugas Pengawasan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (P2SDKP) Stasiun Belawan, Suhartono SH saat pertemuan dengan wartawan sebelumnya mengatakan kapal ikan asing berbendera Malaysia itu masuk ke Perairan Indonesia atau persisnya di Selat Malaka melakukan penangkapan ikan tanpa dilengkapi surat izin penangkapan ikan (SIPI) resmi. Kapal ikan asing berbendera Malaysia tersebut ditangkap kapal patroli Macan Hiu 001 milik P2SDKP Sumatera Bagian Barat di Perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) sedang menangkap ikan dengan mennggunakan pukat trowel atau pukat harimau. Data yang dihimpun andalas masing-masing kapal itu PKFB 1108 Gros Ton (GT) 52,20 , PKFB 212 GT 56,78, PKF 939 GT 65, PKFA 8726 GT 95, PKFB 1223 GT 66 dan PKFB 1268 GT 82. Selain menangkap kapalnya bersama ikan hasil tangkapan yang diperkirakan berjumlah puluhan ton petugas juga mengamankan tekong (nakhoda) dan 22 orang anak buah kapalnya (ABK). Menurut Husein Hutagalung ada kecurigaan dalam proses hukum puluhan kapal ikan asing itu terjadi konspirasi supaya hasilnya dapat dilego demi kepentingan kelompok. Buktinya saja ikan hasil tangkapan dan barang-barang lainnya sudah ditangani agen sebagai perantara jual beli dan terindikasi permainan mafia. Permainan kotor terkait penanganan hukum hasil tangkapan petugas P2SDKP Belawan sudah merupakan permainan biasa karena sebelumnyapun tidak jelas arah hukuman kepada para terdakwa, hasil lelangnya gelap, barang bukti berupa kapal dan alat lainnya juga gelap entah kemana rimbanya. Padahal bila hasil tangkapan kapal asing itu dimanfaatkan untuk negara maka mendongkrak nelayan ke arah perbaikan penghasilan, buktinya para pejabat yang memproses hukum hasil tangkapan itu yang semakin sejahtera, kata Husein. Diharapkan proses hukum kapal-kapal asing itu dapat diawasi semua komponen masyarakat supaya prosesnya transparan sehingga tidak ada yang digelapkan,” ucap Husein Hutagalung. (DP)

harian andalas | Hal.

4

Empat Kantor di Jalan Nibung II Dibobol Pencuri Medan-andalas Dalam semalam, empat rumah toko (ruko) yang dijadikan kantor Advokat, Notaris, kantor perusahaan jual beli ayam dan kantor perusahaan lainnya di kawasan Jalan Nibung II Medan, Senin (10/1) dinihari dibobol pencuri. Informasi yang berhasil dihimpun wartawan di kepolisian menyebutkan, kejadiannya berawal, pagi itu seorang security kantor PT Karya Semangat Mandiri hendak membuka kan-

tor terkejut melihat seisi ruangan telah berantakan alias acak-acakan. Tidak berselang lama, kepala personalia bernama Ester dan seorang karyawan bernama Sai Chin datang. Setelah melihat peristiwa itu, mereka langsung memeriksa seluruh ruangan dan ternyata perhiasan Ester yang disimpannya di laci kerjanya telah hilang. bergerak menuju ke Mapolsekta Medan Baru membuat pengaduan. Ternyata, dalam sehari itu ada empat kantor yang dibobol maling dengan kerugian seluruhnya ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Sedangkan pelaku masih dalam pencarian oleh pihak kepolisian. Mendapat laporan tersebut, petugas langsung turun ke

Ruko-ruko yang menjadi sasaran maling di Jalan Nibung II Medan.

Polsek Medan Area Tangkap Pengedar Narkoba Medan-andalas Petugas Reskrim Polsek Medan Area, Senin (10/1) berhasil menangkap seorang pengedar narkoba jenis sabu-sabu dan daun ganja kering dari kawasan Jalan Sosro Medan. Tersangka yang diamankan, Zulham Afandi (27) warga Jalan Sosro Gang Becek. Barang bukti yang disita berupa 40 paket kecil berisikan SS, satu bungkus besar daun ganja kering seberat 3,46 gram, 1 sepeda motor honda bebek BK 6032 OS dan uang kontan yang diduga hasil penjualan sebesar Rp 1,1 juta. Informasi yang berhasil dihimpun wartawan di kepolisian menyebutkan, penangkapannya

berawal, petugas mendapat laporan dari masyarakat bahwa katanya di kawasan Jalan Sosro Medan ada seorang pemuda yang mengedarkan narkoba. Berdasarkan laporan tersebut petugas langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan. Setibanya di lokasi, petugas melihat gerak-gerik tersangka yang mondar-mandir dengan mengendarai sepeda motor merasa curiga. Kemudian petugas langsung menyetopnya dan melakukan pemeriksaan. Berkat kesigapan petugas, akhirnya barang bukti berhasil ditemukan dari dalam saku celana tersangka. setelah

mendapatkan barang bukti, petugas langsung memboyongnya ke komando untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Pengakuan tersangka kepada petugas, barang haram itu diperolehnya dari salah seorang temannya bernama Iwan (DPO) warga Jalan Titi Sewa Medan. Rencananya, barang terlarang tersebut akan dijualnya kepada pembeli yang sudah menjadi langganannya. Kini tersangka masih menjalani pemeriksaan secara intensif di Mapolsekta Medan Area. sedangkan petugas masih melakukan pengembangan guna menangkap Pengedar besarnya. (TON)

Dua Pencuri Sepeda Motor Ditangkap Medan-andalas Curi sepeda motor milik Muliadi (24) warga Jalan Asia Medan dua pemuda pengangguran masing-masing Abdul Hamid (19) warga Jalan Denai Medan dan Darmawan (35) warga Jalan Megawati Medan, Senin (10/1) ditangkap oleh anggota Polsek Medan Area dari kawasan Jalan Kompleks Asia Medan Mas Medan persisnya di depan warnet Pros Pero. Informasi yang berhasil dihimpun wartawan di kepolisian menyebutkan, kejadiannya berawal, siang itu sekitar pukul 13.30 WIB, korban datang ke warnet Pros Pero di Komplek Asia Medan Mas Medan dengan mengendarai sepeda motor jenis

Yamaha Zupiter BK 2108 II. Kemudian korban memarkirkan kendaraannya di depan warnet. Tidak berselang lama berada di dalam warnet, kedua pelaku datang dengan mengendarai becak bermotor (Betor). Kemudian dengan menggunakan kunci joker alias kunci T, kedua pelaku langsung menghampiri sepeda motor korban. Lalu dengan menggunakan kunci T, pelaku membuka kunci stang kendaraan korban dan berusaha membawa kabur. Namun korban yang melihat kendaraannya dibawa pelaku langsung keluar dari dalam warnet sambil berteriak. Mendengar teriakan tersebut kedua pelaku berusaha kabur. Namun warga setempat yang mengetahui keja-

Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan. Setelah dilakukan olah TKP, petugas mengetahui pagar kawat kantor tersebut telah putus. Diperkirakan pelaku lebih dari dua orang dan pelaku masuk ke dalam empat kantor itu melakukan lantai atas dengan cara memanjatnya dan memutuskan pagar kawat yang berada di atas.Setelah masuk, para pelaku langsung mengambil barang berharga dari mulai lantai dasar hingga lantai III. Kini kasusnya telah ditangani pihak Polsek Medan Baru dan sekarang ini petugas masih melakukan pencarian terhadap para pelaku. Dugaan sementara, pelaku sudah mengenal betul lokasi kantor tersebut. (ZAL)

dian itu langsung mengejarnya. Tidak lama aksi saling kejarkejaran tersebut, petugas Polsek Medan Area yang melihat peristiwa tersebut langsung ikut melakukan pengejaran dan dalam waktu singkat akhirnya kedua pelaku berhasil dibekuk. Kemudian petugas membawanya ke komando untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. sedangkan korban menyusul membuat pengaduan. Kini kasusnya masih ditangani pihak Polsek Medan Area. Sekarang ini petugas masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap pelaku guna dilakukannya pengembangan untuk membekuk kawanannya.

Warga Gaperta Tewas Gantung Diri Medan-andalas Zulkifli (37) Jalan Gaperta VIII, Kecamatan Medan Helvetia ditemukan istrinya Siswati tewas gantung diri di dalam kamar rumahnya, Senin (10/1) sekitar pukul 12.30 WIB. Menurut Siswati, suaminya gantung diri dengan tali nilon yang diikatkan di kayu plafon. Setelah menemukan suaminya tewas tergantung, Siswati langsung berteriak memanggil ibunya. Sejumlah warga yang juga mendengar teriakan Siswati langsung berdatangan. Dan dengan disaksikan pihak keluarga tubuh Zulkifli langsung diturunkan. Setelah beberapa menit pihak kepolisian datang dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan minta keterangan dari sang istri dan pra saksi yang lain. Data yang didapat andalas bahwa sudah sering korban mengatakan untuk mencoba bunuh diri dengan cara menggantungkan diri dan saat siang itu bahwa ia sempat kembali mengatakan hal yang sama kepada isrtinya. "Saya rasa, akibat sering bertengkar dengan mertua laki-laki, dan suami saya bosan dengan keadaan ini," ujar Siswati kembali. Diketahui bahwa korban tidak mempunyai pekerjaan tetap dan sang istri hanya bekerja sebagai buruh cuci lepas. Mereka telah berumah tangga selama 6 tahun dan belum mempunyai momongan. Selama ini mereka tinggal di rumah orang tua sang istri. Siswati menjelaskan, bahwa dia tidak ada merasakan sesuatu yang aneh pada diri suaminya belakangan ini. Untuk kelanjutan kasus kematian suaminya, pihak keluarga tidak akan membawa Zulkifli ke rumah sakit untuk otopsi. (ZAL)

Suasana rumah duka

(TON)

Korban gantung diri

Pengedar Sabu-sabu Dibekuk Usai Transaksi di Halte Sukarno-Hatta Tebing Tinggi-andalas Seorang pemuda asal Pematang Siantar yang ditengarai sebagai pengedar narkoba ditangkap petugas Kepolisian Resort Tebing Tinggi usai bertransaksi sabu-sabu

andalas/selamat riadi kasidi

di sebuah halte di Persimpangan Medan Jalan Sukarno-Hatta, Kelurahan Tambangan, Kecamatan Padang Hilir Kota Tebing Tinggi, Minggu (9/1) sore. Saat ditangkap dari tersangka Jose Hendri Adelino Manalu alias Jos alias Hendri (26) warga Jalan Asahan Komplek Veteran Lorong VI Dolok Merlawan, Kelurahan Siantar Estate, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun polisi menyita barang bukti sabu seberat 14,3 gram yang dikemas dalam dua bungkus kecil plastik putih. Kasat Narkoba Polres Tebing Tinggi, AKP Telly Alpin SiK saat dikonfirmasi membenarkan

TERSANGK OBA - Tersangka TERSANGKAA NARK NARKOBA kasus narkoba saat digiring petugas dari ruang tahanan Narkoba Polres Tebing Tinggi.

penangkapan tersebut. “Tersangka saat ini masih kami lakukan pemeriksaan. Dia dipersanka dengan pasal 114 ayat (1) subs pasal 112 ayat (1) subs pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No. 35 tahun 2009,” Kata Telly. Sementara itu di Mapolres Tebing Tinggi tersangka mengaku barang terlarang tersebut diperoleh dari temannya Chandra warga Medan yang baru sebulan dikenalnya. Chandra membawa sabu dari arah Kisaran menuju Medan dengan mengendarai sepeda motor. Sedangkan tersangka Jos yang sedang berada di Medan dihubungi temannya itu janjian bertemu di Halte Simpang Medan Jalan T Imam Bonjol Kota Tebing Tinggi. Awalnya tersangka Jos berangkat dari kampungnya di Pematang Siantar menuju ke Medan dengan

menumpung bus umum untuk bertemu dengan Chandra (DPO) membeli sabu-sabu, ternyata sampai di Medan, Jos menelepon Chandra dimana keberadaannya, ternyata dalam telepon itu chandra sedang berada di Kota Kisaran. Jos akhirnya meminta bertemu di pinggir jalan lintas Kisaran-Tebing Tinggi, tepatnya di sebuah Halte yang ada di Simpang Medan Jalan T Imam Bonjol, Kelurahan Tambangan Kota Tebing Tinggi. Setelah sampai di tempat yang dijanjikan, merekapun bertemu. Dari sanalah tersangka Jos mendapatkan barang haram tersebut. Tersangka mengaku akan membawa sabu-sabu sebanyak 2 paket kecil itu ke Pematang

Siantar dan akan digunakan sendiri. Petugas yang mendapatkan informasi kalau di kawasan Simpang Medan ada pria yang mencurigakan baru saja bertransaksi narkoba, tanpa membuang waktu langsung ke lokasi dan menemukan tersangka saat itu sedang duduk di halte sedang menunggu bus menuju ke Pematang Siantar. Ketika digeledah petugas menemukan sabu-sabu dalam saku celana tersangka. Tanpa bisa mengelak, tersangka selanjutnya diboyong ke Mapolres Tebing Tinggi. Tersangka juga mengaku baru tiga kali mengkonsumsi sabu-sabu. Barang tersebut didapat dengan cara membeli tetapi kadang-kadang didapat dari temannya. (MET)

Setelah Dihipnotis

Mahasiswa Akper Pemkab Langkat Disekap OTK ILHAM Syah (20) warga Desa Pantai Cermin, Kecaamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, mengaku pernah disekap orang tidak dikenal (OTK) selama dua hari di sebuah gubuk kosong di kawasan Kota Binjai.

K

orban yang mengaku sebagai Mahasiswa Akper Pemkab Langkat Semester V berhasil lolos dengan cara melarikan diri dengan cara menumpang naik mobil

angkutan sampah. Peristiwa itu terjadi, Rabu (5/1) sekira pukul 13.00 Wib siang di pinggiran jalan raya dekat rumah korban di Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tanjung Pura. Pada saat itu korban diantar oleh keluarganya naik sepeda motor ke terminal angkot Mekar jurusan Tanjung Pura. Lalu, korban naik angkot menuju Stabat, namun di dalam angkot korban berkenalan dengan tiga orang lelaki yang tidak dikenal. Singkat cerita, perkenalan korban dengan ketiga OTK tersebut berujung petaka. Seperti dihipnotis, korban tidak sadarkan

diri saat diajak oleh ketiga pelaku ke suatu gubuk kosong di kawasan Kota Binjai. Dalam sehari korban hanya diberi makan sebungkus nasi campur. Ironisnya, di sana korban tidak dapat mengingat sedikit pun tentang kejadian yang dialaminya tersebut. Begitu sadar, korban pun langsung kebingungan, karena dirinya sudah berada di gubuk kosong tersebut. Namun, korban dapat meloloskan diri pada saat ketiga pelaku yang menyekapnya selama dua hari, pergi keluar untuk membeli nasi bungkus.

Korban langsung melarikan diri. Nasib baik, korban diberi tumpangan mobil angkutan sampah yang melintas di kawasan tersebut sampai akhirnya sampai ke Stabat. Tiba di Stabat, korban pun bertemu dengan orangtua temannya sesama Mahasiswa Akper. Lantas, korban pun langsung menceritakan kejadian itu kepada mereka. Dosen Bagian Kemahasiswaan Akper Pemkab Langkat, Chairiah SST, saat dikonfirmasi wartawan membenarkan kejadian tersebut. Dikatakannya, pihaknya sempat melakukan pencarian korban selama hampir dua hari, karena

tanpa alasan yang jelas korban absen tidak masuk kuliah selama dua hari. Apalagi, menurut keterangan orangtuanya, korban sendiri diketahui sudah permisi dan langsung berangkat dari rumah menuju Akper Langkat untuk kuliah. Karena panik, mereka pun langsung melakukan pencarian dan untungnya setelah itu korban kembali pulang ke Akper Pemkab Langkat dalam keadaan selamat. Hanya saja uang jajan korban sebesar Rp100 ribu raib disikat ketiga penjahat itu. Dalam pengakuannya, korban seperti kena hipnotis dan tidak dapat

mengingat apa pun. Lebih lanjut, korban pun sudah disarankan untuk membuat pengaduan ke kantor polisi. "Saat kami tanyai, si Ilham bilang, salah seorang lelaki itu sempat memukul pundaknya dan ngomong begini, 'hey coy ! apa kabar? Setelah itu, si Ilham pun langsung hilang kesadaran. Ya untung saja dia bisa lari menyelamatkan diri. Sepertinya, mereka memang sengaja mau menculik si Ilham. Karena itu, kami sarankan agar keluarganya segera melapor ke polisi, " ujar Chairiah. (BD)


Selasa 11 Januari 2011

Sidang Korupsi Pengadaan Lahan Gardu Induk PT PLN

Panitia Sembilan Terima Uang Honor Rp61 Juta Lubuk Pakam-andalas Panitia 9 (Tim 9) menerima uang honor sebesar Rp 61 juta yang diterima oleh Drs Reh Aman Tarigan di Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Deli Serdang. Uang honor tersebut anggarannya sudah include dari PLN. Demikian keterangan saksi Kurniawan Tanjung, Staf Keuangan PT PLN (Persero) Pikitring pada sidang dugaan korupsi pengadaan lahan untuk gardu induk PLN tahun 2008 seluas 7,2 Ha yang terletak di Dusun VI, Desa Petangguhan, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang dengan merugikan negara sebesar Rp 230 juta yang digelar Senin (10/1) sekira pukul 16.00 WIB di PN Lubuk Pakam, dengan terdakwa H. Sali Rajimin Putra dan Syamsir (Kepala Desa Petangguhan). Dihadapan Ketua Majelis Hakim Denny Lumbantobing SH, hakim anggota Syafril Batubara SH dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Jhonwesli Sinaga SH, saksi Kurniawan Tanjung juga mengakui bahwa dia yang melakukan pembayaran kepada terdakwa H. Sali Rajimin Putra (pemilik lahan) sebesar Rp 230 juta lebih pada 30 April 2008. “Untuk Luas Lahan sekitar 7,2 Ha itu PLN mengganti rugi sebesar Rp 1,5 miliar. Pembayaran diterima terdakwa H. Sali Rajimin Putra sudah termasuk pembayaran 11 batang sawit yang berada dilokasi lahan tersebut. Sedangkan Sukirman menerima uang pembayaran lahan sebesar Rp 235 juta, Nurhayati dan M Aprianto sebesar Rp 1,034 miliar yang diterima oleh terdakwa H. Sali Rajimin Putra karena kedua nama tersebut menguasakan kepada terdakwa untuk menerima uang,” jelas Kurniawan Tanjung. Menurutnya, bahwa pada saat pembayaran dirinya membawa cek tunai ke Bank BNI Lubuk Pakam agar dicairkan dan ditransfer ke rekening masing-masing yang menerima pembayaran dan sebagai bukti bahwa lahan tersebut sudah dibayar, kwitansi pencairan uang dari bank disampaikan kepada atasan dari saksi. Sedangkan saksi Zulkifli Lubis (staf dari PLN) dalam keterangannya menyatakan saat pengukuran awal, terdakwa Syamsir ada dilokasi lahan namun tidak ikut melakukan pengukuran. Terdakwa Syamsir pernah mengatakan bahwa luas lahan sebenarnya 6 Ha. Tapi setelah BPN melakukan pengukuran dengan menggunakan alat GPS luas lahan berubah menjadi 7,2 Ha karena terdakwa H. Sali Rajimin Putra menunjuk batas lahan tanah dengan bengkok dan miring. Namun setelah pihak penyidik Kejari Lubuk Pakam melakukan pengukuran ulang luas lahan seluas 6 Ha, hal tersebut berubah karena terdakwa menunjuk batas lahan dengan lurus. “Pernah dua kali gambar lahan berubah,” kata Zulkifli Lubis. (BOB)

Bentrok Pemuda, Kabag Ops Polres Jakbar Terluka Medan-andalas Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Jakarta Barat, AKBP Suparmin menderita luka cukup serius saat mengamankan tawuran antar dua kelompok pemuda di Jakarta Barat, Minggu (9/1). “Kepala Bagian Operasi Polres Jakarta Barat, AKBP Suparmin terluka serius pada bagian hidungnya,” kata Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Yazid Fanani saat dikonfirmasi wartawan, Senin (10/1). Menurut Kapolres, saat ini Kabag Ops Polres Jakbar itu tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Sumber Waras, Grogol, Jakarta Barat. Saat ditanya apakah sudah ada orang menjadi tersangka, Kapolres Jakbar mengatakan belum ada. "Belum kita masih lakukan pemeriksaan, kita masih lakukan pengecekan," ucapnya. Kapolres juga mengatakan saat ini kondisi di lokasi sudah kondusif sejak malam. "Namun untuk mencegah agar tidak terjadi bentrokan lagi, petugas tetap berjaga disana," katanya. Sebelumnya pada hari Minggu (9/1), tawuran antar warga terjadi di Jakarta Barat. Dua anggota sebuah organisasi massa dengan kelompok warga di Jelambar, Jakarta Barat terlibat bentrokan karena saling ejek. Insiden ini bermula ketika massa dari sebuah organisasi tersebut melayat anggotanya yang meninggal dunia. Puluhaan anggota organisasi yang mengendarai sepeda motor tersebut lari dikejar puluhan kelompok warga. Sepeda motor yang mereka kendarai terpaksa ditinggal dilokasi kejadian. Sepeda motor tersebut kemudian dibawa oleh polisi. (IC)

HUKUM & KRIMINAL

harian andalas | Hal.

5

Pria 34 Tahun Cabuli 38 Anak di Bawah Umur Jakarta-andalas Petugas Kepolisian Resort (Polres) Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, membekuk Sar (34) yang diduga sebagai pelaku pencabulan terhadap 38 anak di bawah umur. "Tersangka mengaku sudah melakukannya terhadap 38 anak, sekarang kita mencari korban lainnya," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres

Kepulauan Seribu, Ajun Komisaris Polisi Reynold Hutagalung di Jakarta, Senin. Reynold menuturkan tersangka mencabuli kemudian menjual korban ke daerah lainnya, seperti Cikampek, Purwakarta, Bandung (Jawa Barat) dan Serang (Banten) seharga Rp25 ribu sampai Rp50 ribu. Kasat Reskrim menyatakan pengungkapan kasus pencabulan dan perda-

gangan anak itu, berawal saat polisi menerima laporan salah satu warga Pulau Pramuka berinisial MJ yang menduga anaknya, HA menjadi korban pencabulan yang dilakukan Sar. Kemudian polisi melakukan pencarian terhadap Sar dan berhasil menangkap warga Cirebon, Jawa Barat itu, di sekitar Stasiun Kota, Jakarta Barat. Reynold menjelaskan tersangka menggunakan

modus mengajak korban jalan dan menjanjikan memberi hadiah berupa telepon selular kepada calon korban. Jika korban bersedia diajak jalan, tersangka akan melakukan pencabulan dan menjualnya ke beberapa daerah. Anggota Polrestro Kepulauan Seribu sementara menangani satu korban yang berlokasi di wilayahnya, namun polisi masih mencari korban lainnya.

Polisi telah memeriksa tujuh orang saksi terkait kasus pencabulan tersebut dan menyita barang bukti berupa tiga unit telepon selular milik korban. Tersangka dijerat Pasal 328 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) juncto Pasal 83 UndangUndang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun. (ANT)

Terkait Pelaksanaan Eksekusi Lahan PT KIM II Mabar

Buruh PT KIM dan SPBUN PTPN II Demo PN L. Pakam Lubuk Pakam-andalas Ratusan buruh PT KIM II Mabar dan karyawan PTPN II yang tergabung dalam SPBUN PTPN II, Senin (10/2) sekira pukul 10.30 WIB, berunjukrasa ke Pengadilan Negeri Lubuk Pakam terkait pelaksanaan eksekusi lahan PT KIM II Mabar yang dilakukan juru sita PN Lubuk Pakam pada 6 Januari 2011 yang lalu. Dengan membawa spanduk dan poster yang bertuliskan “Aksi Buruh Dalam KIM Menyatakan Batalkan Eksekusi atau Pertumpahan Darah”, “PN Lubuk Pakam Tegakkan Keadilan Jangan Takut sama Mafia Hukum”, “Tolak Eksekusi HPL No. 3, HGB Milik Investor Dalam KIM,” Daripada Kehilangan Pekerjaan Lebih Baik Kehilangan Nyawa. Pengunjukrasa sempat melempari kantor PN Lubuk Pakam dengan telor busuk dan bangkai ayam. Dalam unjukrasa itu, Parluhutan Situmorang SH yang mewakili pihak investor di KIM II dan Rasudin Gultom SH yang mewakili PT KIM II meminta kepada ketua Pengadilan Negeri Lubuk Pakam dan juru sita agar membatalkan pelaksanaan lanjutan

eksekusi terhadap lahan PT KIM II Mabar terutama di HPL No. 3 dan mempertanyakan sita jaminan yang dilakukan juru sita Oloan Sirait SH, dan pihak PN Lubuk Pakam memberikan penjelasan dan ketegasan tentang apakah eksekusi dilaksanakan lagi atau tidak. Selain itu pihak PT KIM II dan investor juga menyatakan, bahwa juru sita Oloan Sirait SH telah melakukan kebohongan publik dengan memasukan data palsu kedalam bukti-bukti autentik sekaligus telah menodai sistem peradilan. Setelah beberapa lama berorasi, akhirnya pihak PN Lubuk Pakam menerima perwakilan PT KIM dan investor. Perwakilan kemudian diterima oleh wakil ketua PN Lubuk Pakam, Pontas Efendy SH dan beberapa hakim serta Kapolres Deli Serdang AKBP Pranyoto, di ruang sidang utama, sedangkan dari pihak PT KIM dan investor diwakili oleh Rasudin Gultom dan Parluhutan Situmorang SH serta beberapa orang investor. Dalam pertemuan itu pihak PT KIM dan investor sekali lagi meminta kepada pihak PN Lubuk Pakam terutama ketua dan juru sitanya agar membatalkan pelaksanaan eksekusi lanjutan yang rencananya akan dilakukan Kamis 13 Januari 2011 mendatang terutama di HPL No. 3 dan di HGBU. Menanggapi permintaan

Polisi Temukan Keganjilan PK KIM PIHAK kepolisian menemukan keganjilan dalam proses pengajuan Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung yang dilakukan 70 kelompok tani dalam sengketa lahan dengan PT Kawasan Industri Medan II. Direktur Reserse Kriminal Polda Sumatera Utara Kombes Pol Agus Andrianto di Medan, Senin, mengatakan, temuan itu berawal dari laporan yang disampaikan PTPN 2 dan PT Kawasan Industri Medan (KIM) II. Dalam laporan itu disampaikan bahwa pihak PTPN 2 dan PT KIM II mempertanyakan keabsahan proses pengajuan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA) yang dilakukan. Dari penyelidikan yang dilakukan, diketahui ada beberapa keganjilan yang diperbuat pihak-pihak yang menyampaikan gugatan PK tersebut. Ia mencontohkan adanya anggota kelompok tani yang telah lama meninggal dunia tetapi tanda tangannya tercantum dalam lembar gugatan PK. Selain itu, ada juga anggota kelompok tani yang tidak memiliki hak kepemilikan atas tanah yang disengketakan tersebut tetapi ikut tanda tangan. Bahkan, ada anggota kelompok tani yang tidak mem-

bubuhkan tanda tangan tetapi dicantumkan sebagai pemberi kuasa dalam pengajuan proses hukum tersebut. "Lalu, bagaimana PK-nya bisa diajukan ke MA," kata Agus. Ketika dipertanyakan tentang adanya unjuk rasa yang dilakukan sebagian karyawan perusahaan yang beroperasi di PT KIM II, Agus Andrianto menyatakan dapat memahami kondisi itu. "Wajar kalau mereka berunjuk rasa," kata mantan Kapolrestro Tangerang itu. Sebelumnya, Kapolda Sumut Irjen Pol Oegroseno mengharapkan pihak Pengadilan Negeri (PN) Lubuk Pakam tetap menunda eksekusi PT KIM II yang berada di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang itu. Oegroseno menyatakan, berdasarkan informasi yang dikumpulkan selama ini, pihak kepolisian menemukan adanya dugaan unsur pidana dalam permasalahan di PT KIM tersebut. Karena itu, pihaknya menyarankan rencana eksekusi kembali ditunda hingga dugaan pidana yang ditemukan tersebut dapat dituntaskan. Namun PN Lubuk Pakam tetap melaksanakan eksekusi PT KIM II pada 6 Januari 2010 setelah pernah tertunda beberapa kali sebelumnya. (ANT)

andalas/bobby

PROTES EKSEKUSI - Pengunjuk rasa dari PT KIM II dan SPBUN PTPN II yang membawa poster dan spanduk ke PN Lubuk Pakam, Senin (10/1), sebagai protes atas dilaksanakannya eksekusi lahan di PT KIM II Mabar oleh PN Lubuk Pakam pada hari Kamis 6 Januari 2011 dan lanjutan eksekusi pada Kamis 13 Januari 2011 mendatang. tersebut, Pontas Efendy SH yang mewakili pihak PN Lubuk Pakam mengatakan akan menyampaikan aspirasi pihak PT KIM dan investor serta menjelaskan bahwa apa yang dilakukan pihak PN Lubuk Pakam terhadap pelaksanaan eksekusi itu adalah merupakan proses hukum. “Saya akan menyampaikan aspirasi saudara-suadara ke-

pada ketua PN Lubuk Pakam dan mohon agar membuat surat resmi mengenai apa-apa yang akan disampaikan, dan yang dilakukan pengadilan terhadap pelaksanaan eksekusi lahan PT KIM II Mabar, merupakan proses hukum dan tidak serta merta pihak pengadilan membatalkannya,” ujar Pontas dihadapan perwakilan PT KIM dan investor.

Aksi unjukrasa kemudian dilanjutkan ke kantor DPRD Deli Serdang dengan pengawalan dari pihak Polres Deli Serdang. Pengunjuk rasa hanya diterima oleh Ruben Tarigan dari Fraksi PDI Perjuangan dan berjanji akan menyampaikan aspirasi pihak PT KIM II dan investor kepada ketua DPRD DS yang saat itu tidak berada di tempat. (BOB)

Sidang Korupsi Ruislagh KBM, Ramli Bagi-bagi Uang Medan-andalas Sidang lanjutan perkara ruislagh Kebun Binatang Medan (KBM) di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (10/ 1). Dalam sidang tersebut, berdasarkan keterangan saksi terungkap adanya pembagian sejumlah uang yang dilakukan terdakwa Ramli Lubis kepada panitia ruislagh Kebun Binatang Medan. "Saya pernah menerima uang sebesar Rp10 juta dari Ramli Lubis yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Daerah Pemko Medan. Saya tidak mengetahui persis apakah uang yang diberkan Ramli terkait dengan rusilagh KBM, yang penting saat itu saya terima saja,” aku Azwar, mantan Asisten Administrasi Pemko Medan di hadapan majelis hakim yang diketuai oleh Sugianto dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dihadiri Dharmabella Timbasz. Pada saat itu Azwar tidak memperinci atas dasar apa atasannya memberikan uang dan siapa yang memberikan. Bahkan majelis hakim pun tidak memberikan pertanyaan lanjutan terkait pemberian uang tersebut. "Itukan biasa pak, seorang atasan memberikan hadiah kepada bawahannya," katanya.

Dalam persidangan tersebut, Azwar juga banyak memberikan kesaksian yang tidak konsisten. Hal ini terlihat dari jawaban atas pertanyaan yang sama yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rehulina Purba dan Kuasa Hukum terdakwa, Benny Hasrul Harahap. Sebagai contoh, terkait kehadiran kepala kantor pajak Medan II, Teuku Tarmizi apakah hadir pada rapat ruislagh KBM tanggal 18 Maret 2004 dan 20 April 2004. Hal ini ditanyakan oleh JPU dan Azrul menjawab 'tidak hadir'. Pertanyaan yang sama dilontarkan oleh Kuasa Hukum terdakwa dan Azrul menjawab 'Hadir'. Atas keterangan yang berbeda tersebut Majelis Hakim mengingatkan saksi. "Maaf pak, saya lupa," kata Azrul meralat pernyataannya. Keterangan yang berbeda itu juga banyak terjadi sehingga mengundang tawa orang-orang yang mengikuti sidang tersebut. Dijelaskannya, saat itu dia duduk di salah satu kepanitiaan ruislagh KBM. Azwar pun mengakui dia ada dua kali mengikuti rapat pembahasan rusilagh KBM tersebut, yakni tanggal 18 Maret 2004 dan 20 Maret 2004. Mengenai soal kebijakan perubahan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) KBM lama, Azwar mengaku tidak

pernah dilibatkan.”Saya hanya dua kali ikut rapat. Dan yang memimpin rapat saat itu Ramli Lubis,” terangnya. Dia pun mengakui atas perkara korupsi ruislagh Kebun Binatang Medan itu dirinya sudah pernah diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta. Dia menambahkan, mengenai kebijakan perubahan NJOP, dia sebagai salah satu anggota panitia tidak pernah dilibatkan. “Setelah beberapa waktu dibentuknya kepanitiaan ruislagh ini, saya tidak lagi bertugas di Pemko Medan,” katanya. Saksi lainnya Mantan Kabag Keuangan Pemko Medan, Zukirman mengaku dirinya hanya diundang rapat dua kali yakni tanggal 18 Maret dan 20 April 2004 namun yang dihadirinya hanya rapat tanggal 18 Maret. "Untuk selanjutnya saya tidak tahu bagaimana kelanjutan perkembangan ruislagh tersebut karena saya tidak pernah dilibatkan lagi dan tidak pernah diundang lagi," ungkapnya. Zukirman menambahkan, dirinya mengetahui terlibat dalam tim pengkajian aset Pemko Medan setelah menjalani pemeriksaan di KPK dalam kasus yang sama. "Saya tahu dan melihat SK tim itu saat menjalani pemeriksaan di KPK pada tahun 2008," katanya. (FEL)


RAGAM

Selasa 11 Januari 2011

AC

KARYA TEKNIK

harian andalas | Hal.

6

Telkom Siap Belanja US$ 1,6 Miliar di 2011

S E R V I C E

M. CUCI, KULKAS, G A R A N S I SIAP DITEMPAT

Jl. Sempurna (Setia Budi) No. 15 Medan

Hub. 0813 7040 9999

Jakarta-andalas PT Telkom Tbk (TLKM) menganggarkan belanja modal sebesar US$ 1,5-1,6 miliar di 2011. Dari dana tersebut 65 persen akan digunakan untuk mengembangkan bisnis selularnya lewat Telkomsel. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah di JCC, Senayan, Jakarta, Senin (10/1). "Dana belanja modal sekitar US$ 600 juta untuk Telkom. Sekitar 65 persen digunakan untuk selular. Sebanyak 70 persen-80 persen dana belanja modal didapatkan dari dana internal," tutur Rinaldi. Selain itu di tahun ini, perseroan mengincar pertumbuhan pendapatan di atas 5 persen.

Rinaldi mengakui tahun ini penambahan jumlah pelanggan tidak akan setinggi pada dua tahun sebelumnya. Para analis pun memprediksikan pertumbuhan pelanggan dan pendapatan sekitar 9 persen. Perseroan juga berencana untuk fokus mengembangkan strategi kualitas internet. Terkait rencana akuisisi perusahaan telekomunikasi Kamboja, Rinaldi menuturkan masih menunggu keputusan dari perusahaan Kamboja tersebut. Diharapkan proses akuisisi perusahaan Kamboja tersebut selesai pada 2011 bila dipilih oleh perusahaan Kamboja tersebut. Rinaldi mengatakan, untuk akuisisi tersebut perseroan akan menggunakan dana internal. Namun Rinaldi enggan menyebutkan besaran dana internalnya untuk akuisisi.

Perusahaan 'Wajib' Sediakan Layanan KB untuk Karyawan Jakarta-andalas Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) telah melakukan kesepakatan kerjasama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) untuk melakukan program Keluarga Berencana (KB) perusahaan. Setiap perusahaan didorong untuk memiliki layanan KB bagi para karyawannya. "Bulan Februari 2011 nanti akan kita launching," kata Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief di sela-sela acara Raker di JCC, Jakarta, Senin (10/1). Ia menjelaskan, program ini diberi nama KB perusahaan. Melalui program ini perusahaan dorong untuk

(DTC)

FAMILY RENTAL MOBIL (PT) APV Kj. Kapsul pkt hmt 10 jam, Altis, L-300, Innova, L. Cruiser, N-Eyes, Bus, Hrn, Mgn, Bln, Utk dlm dan di luar kota. Hotline: 7734 2359 / 0819 3328 4540

memberikan pelayanan KB, membuat skim ada pelayanan yang bisa melayani kebutuhan kontrasepsi karyawannya. Sugiri mengatakan selama ini sudah ada 500 perusahaan besar yang sudah punya klinik KB sendiri namun yang menjadi masalah adalah perusahaan-perusahaan skala kecil belum memiliki kemampuan. "Kalau perusahaan besar kan ada uang, kalau perusahaan kecil akan dikelompokan nanti akan dibuat sentra pelayanan," katanya. Untuk tahap pertama, pihaknya akan melakukan pembangunan kesadaran kepada para perusahaan. Melalui kerjasama dengan Apindo ia berharap program ini bisa sukses. Mengenai adanya program

insentif dari perusahaan bagi karyawan yang ber-KB, ia menyerahkan kepada perusahaan masing-masing. "Kalau perusahaannya mau saya senang sekali, belum sampai ke situ," katanya. Di tempat yang sama Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengatakan laju pertumbuhan penduduk di Indonesia selama 2000-2010 mencapai 1,49 persen. Sementara target pemerintah pada tahun 2020-2025 pertumbuhan penduduk hanya 1 persen. "Sekarang ini penduduk kita sudah mencapai 237,6 juta jiwa, selama 10 tahun (20002010) sudah ada 32,5 juta penduduk bertambah," kata Agung. (DTC)


Selasa 11 Januari 2011

IKLAN

harian andalas | Hal.

7


Selasa 11 Januari 2011

OLAHRAGA

harian andalas | Hal.

8

Maradona Dapat Tawaran dari Klub Inggris

Piala Asia

Arab Langsung Pecat Pelatih

Buenos Aires-andalas Diego Maradona mengklaim telah mendapatkan proposal dari klub di Inggris. Februari mendatang ia akan terbang di Negeri Ratu Elizabeth untuk mendengarkan tawaran tersebut. Maradona praktis tanpa job usai tak lagi menangani Argentina pasca Piala Dunia 2010. Dalam perkembangan selanjutnya, pria berusia 50 tahun tersebut diisukan tengah didekati Blackburn Rovers. Kabar angin itu akhirnya terjawab usai manajemen The Rovers memberikan bantahannya. Kini Maradona mengatakan bahwa dirinya tengah menerima tawaran dari klub Inggris. "Februari mendatang saya akan pergi ke Inggris untuk mendengarkan proposal dari tim yang ingin berbicara dengan saya," ujar pria berjuluk 'Si Tangan Tuhan' itu, Senin (10/1). "Bila tawaran itu bisa membuat saya merasa nyaman, saya mungkin bakal menerima tawaran tersebut," tuntas dia. "Saya sendiri tidak dalam kondisi putus asa (karena menganggur), namun saya paham bahwa suatu hari saya bisa melatih lagi, untuk klub." Maradona tak menjelaskan tim mana yang bakal memberinya tawaran posisi manajer. Media Inggris melaporkan bahwa klub tersebut adalah Fulham. The Cottagers sendiri pernah dikunjungi Maradona November silam. (DTC)

Jakarta-andalas Kekalahan dari Suriah di laga pertamanya di Piala Asia 2011 rupanya sebuah kesalahan amat besar buat Jose Peseiro. Karena itu pihak federasi langsung mencopot pria Portugal itu sebagai pelatih kepala. Hal tersebut terjadi tak lama setelah Arab secara mengejutkan takluk 1-2 dari Suriah, Minggu (9/1) malam di Doha. Dilaporkan Reuters, Nasser Al-Johar, salah satu staf Peseiro, ditunjuk sebagai suksesornya. Al-Johar juga mengambil alih tugas pelatih kepala di Piala Asia 2000, ketika Arab memecat Milan Macala setelah kalah 1-4 dari Jepang di pertandingan pembukaan. Ia lalu membawa tim tersebut menembus final, tapi kalah dari tim yang sama. "Kualitas para pemain tidak seperti yang kami harapkan, mereka tidak bermain dengan hati. Saya menyalahkan para pemain dan telah membebastugaskan pelatih," demikian pernyataan presiden federasi sepakbola Arab, Sultan bin Fahd bin Abdulaziz. "Ini tak bisa diterima untuk Arab Saudi. Pelatih punya waktu yang cukup, lebih dari setahun setengah, untuk melakukan sebuah pekerjaan yang sempurna." Peseiro (50), yang bertugas sejak Februari 2009, mulai berada di bawah tekanan setelah tim asuhannya gagal lolos ke Piala Dunia lalu di Afrika Selatan, yang merupakan kegagalan pertama negara tersebut sejak 1990. Begitu kalah dari Suriah, para wartawan langsung mencecarnya di sesi konferensi pers. Ini adalah kali kedua Arab kalah dari Suriah dalam 24 pertemuan sejak 1976. (DTC)

Pujian Schwantz Buat Redding Texas-andalas Rider muda Scott Redding tengah menapaki jalan memulai kerier balap menuju MotoGP. Redding mendapat petuah dari legenda MotoGP Amerika Serikat, Kevin Schwantz. Talenta muda asal Inggris tersebut menjadi pembicaraan atas reputasi baiknya di musim 2010. Redding sukses naik podium di Indianapolis dan Phillip Island, pada ajang Moto2 tahun lalu. Redding baru akan merayakan ulang tahunnya yang ke-18 pekan ini. Musim 2011 bersama Mark VDS Racing akan menjadi pembuktian baru Redding sebelum melangkah ke ajang para juara MotoGP di 2012. Legenda MotoGP Schwantz memuji penampilan Redding. Schwantz sudah mengagumi bakat rider asal Gloucestershire, kala memecahkan rekor pembalap termuda yang meraih kemenangan Grand Prix kelas 125 cc, di Donington Park, 2008 lalu. (OKZ)

"Gabung Ferrari, Vettel Bodoh" Milton Keynes-andalas Sebastian Vettel memang mendambakan memperkuat Ferrari di masa mendatang. Namun, pembalap Red Bull diminta untuk hengkang ke pabrikan asal Italia itu. Itu menurut pandangan Helmut Marko. Dia adalah tangan kanan bos Red Bull Dietrich Mateschitz. Ya, keinginan Vettel memperkuat Ferrari ternyata mendapat kencaman keras dari pria kelahiran Austria itu. “Memang sebuah hal yang umum bagi seorang pembalap ingin memperkuat Ferrari, begitu juga sebaliknya Tim Kuda Jingkrak berminat terhadap pembalap seoerti Vettel,” demikian pendapat Marko, Senin (10/1). Namun, Marko mengaku tidak suka bila Vettel menerima tawaran Ferrari. “Sebastian tidak akan meninggalkan kami karena Ferrari merupakan sebuah tim legenda. Vettel bodoh bila menjadi rekan Fernando Alonso,” cetusnya. “Kami adalah tim juara dunia. Selama kami dapat menawarkan paket yang lebih baik ketimbang tim lain, maka Vettel tidak boleh meninggalkan kami hanya berdasarkan sejarah,” tandas pria 67 tahun. (OKZ)

Madrid-andalas Dua kali ketinggalan dari Villarreal, dua kali pula Real Madrid mengejar. El Real bahkan akhirnya berbalik unggul dan menang 4-2 berkat hat-trick Cristiano Ronaldo dan sebiji gol Kaka. Partai sengit tersaji di Santiago Bernebeu saat 'Kapal Selam Kuning' bertamu ke markas 'Si Putih', Senin (10/1/2011) dinihari WIB, dalam lanjutan partai La Liga Primera. Villarreal berhasil unggul cepat lewat gol Cani pada menit tujuh meski Cristiano Ronaldo menyamakan dua menit kemudian. Keunggulan kembali jadi milik tim tamu pada menit 18, lagi-lagi untuk disamakan Ronaldo sebelum turun minum. Di babak kedua Madrid lebih gencar menyerang, memaksa Villarreal lebih banyak bertahan. Hasilnya, Ronaldo menggenapkan hat-trick pada menit 79 sebelum kemudian Kaka memastikan kemenangan pada menit 82. Hasil itu membuat Madrid terus menguntit Barca yang ada di pucuk klasemen. Lewat 18 jornada, Madrid punya 47 poin sementara Barca 49. Kemenangan atas Villarreal

tersebut juga membuat Madrid sukses menjaga "kesempurnaan" Santiago Bernabeu. Madrid menjadi satu-satunya tim yang selalu bisa memetik poin penuh di kandang pada laga La Liga Primera. Jalannya Pertandingan Duel antara Madrid kontra Villarreal langsung berjalan dengan tempo tinggi. Hasilnya, gol pun sudah hadir saat pertandingan memasuki menit tujuh. Bola digulirkan dari Santi Cazorla ke Giuseppe Rossi yang kemudian menyodorkan umpan terobosan. Cani menjemput bola dan mengirimnya melewati Iker Casillas. Keunggulan Villarreal hanya bertahan dua menit. Setelah bekerja sama dengan Karim Benzema, Mesut Oezil mengirim umpan ke arah Cristiano Ronaldo yang dengan lugas menjebol gawang lawan. Villarreal unggul lagi pada menit 18. Kali ini giliran Marco Ruben yang membuat Casillas harus memungut bola dari dalam gawangnya. Satu gol lagi mengisi paruh pertama. Di menit injury time, tendangan bebas Xabi Alonso bisa ditanduk Ronaldo untuk bikin skor jadi 2-2. Tempo tinggi kembali langsung hadir di babak kedua. Dari kick-off Madrid bahkan langsung mengancam dari penetrasi Ronaldo yang diakhiri dengan

sepakan keras yang masih melambung. Pada menit 58 giliran Benzema yang mencatatkan peluang walau Diego Lopez masih sigap mengamankan gawangnya. Peluang lagi untuk Madrid pada menit 63 saat Ronaldo lolos dari jebakan offside. Ragu-ragu, ia membuang waktu dan kiper bisa menutup ruang. Ronaldo akhirnya mengoper bola ke rekannya tapi tidak menghasilkan apa-apa. Madrid kemudian gencar menekan dengan Villarreal lebih banyak bertahan. Gol pun akhirnya datang pada menit 79. Bola umpan silang dari kiri coba langsung diteruskan Ronaldo walau masih dikandas pemain belakang. Benzema berusaha melakukan rebound tapi masih juga gagal. Ronaldo kemudian langsung menyerobot bola dan melepaskan tendangan. Gol. Madrid untuk kali pertama dalam laga unggul atas Villarreal yang kini terlihat melakukan protes kepada ofisial pertandingan di tepi lapangan. Madrid belum selesai. Tiga menit kemudian, Ronaldo merangsek dari sisi kiri dan kemudian melepaskan umpan silang rendah. Di tiang dekat, Kaka menyontek dan gol. Dampak luar biasa dibuat Kaka yang baru masuk di babak kedua. (DTC)

Sengit, Heat Kalahkan Blazers Portland-andalas Pertarungan sengit terjadi pada lanjutan kompetisi bola basket NBA antara Miami Heat melawan Trail Blazers. Melalui tambahan waktu, Heat akhirnya menyudahi laga 107-100. Shooting guard Heat Dwyane Wade, menjaringkan 34 poin untuk membantu kemenangan timnya di laga kali ini. Ini adalah kemenangan ke 21 buat Miami dari 22 pertandingan. Selain Wade, bintang lapangan jatuh kepada LeBron James yang mencetak angka tertinggi, 44 poin, 13 rebound dan enam assist. Sementara di kubu Portland, LaMarcus Aldridge mencetak 31 poin, 14 rebound dan tuju assist. Blazers sempat memaksa laga memasuki overtime. Namun akhirnya meyerah tujuh poin dari Heat. Kesempatan mengejar poin dari Andre Miller, harus gagal setelah tembakannya meleset. Sementara itu dipertandingan lain New Orleans menang 96-87 atas Denver 87. Phoenix juga menyudahi Cleveland 108100. Toronto menang atas Sacramento 118112 dan Clippers taklukan Goldes State 105-91. (OKZ)

FIFA BALLON D'OR

Dari Barca untuk yang Terbaik di Dunia Barcelona-andalas Lionel Messi, Xavi Hernandez atau Andres Iniesta? Pilihan yang relatif sulit memang. Tapi, mau tak mau hanya akan ada satu di antara tiga rekan setim itu yang akan menjadi Pemain Terbaik Dunia. Sulit karena baik Messi, Xavi atau Iniesta punya kualitasnya masing-masing. Tanyakan hal ini pada fans Barcelona, maka bisa jadi mereka akan pusing untuk memilih siapa yang berhak menjadi

yang terbaik di antara ketiganya. Messi adalah peraih gelar Ballon d'Or dan Pemain Terbaik Dunia 2009, dan ia masih menjadi salah satu pemain dengan permainan konsisten di atas lapangan. Tak ada yang meragukan skill-nya. Operan, gocekan, hingga penyelesaian akhirnya terbilang kelas satu. Sementara Xavi disebutsebut sebagai kunci kesuksesan Barca (dan juga Spanyol) yang tak sekasat mata Messi. Tapi

mereka yang jeli mengatakan bahwa gelandang ini adalah motor utamanya. Tanpa visi dan passing Xavi tak akan ada permainan indah di Barcelona. Bagaimana dengan Iniesta? Bisa dibilang dia adalah tandem sehati Xavi di lini tengah. Operan satu-dua keduanya

sampai mendunia lewat timnas Spanyol. Tapi Iniesta punya satu nilai plus: dia adalah pahlawan La Furia Roja pada Piala Dunia lalu. Siapa pun yang terpilih, Barcelona memang pantas tersenyum melihat tiga orang pemainnya berurutan menjadi

tiga yang terbaik di dunia. Namun, tetap saja ada kritik. Kritik itu berupa seorang gelandang Inter Milan bernama Wesley Sneijder. Sneijder adalah aktor di balik munculnya La Beneamata sebagai peraih treble winner musim lalu. Penampilan impresifnya bersama Inter membuat beberapa pengamat menilainya pantas dinominasikan menjadi Pemain Terbaik Dunia. Sayang, masuk tiga besar pun dia tidak. Pemilihan FIFA Ballon d'Or akan dilakukan Senin (10/1) di Zurich, Swiss. Sejak perhelatan tahun ini, penghargaan Ballon d'Or (Pemain Terbaik Eropa) dan FIFA World Player of The Year (Pemain Terbaik Dunia) digabung sehingga namanya pun berubah menjadi FIFA Ballon d'Or. (DTC)


Selasa

OLAHRAGA

11 Januari 2011

Issa Tri Abdiningsih :

Jadikan 2011 Lebih Bergairah dengan Aerobic Banda Aceh-andalas Menyambut tahun baru 2011 yang sudah berjalan ini, First Aerobic Center Aceh sangat mengharapkan ke depan untuk lebih bergairah dan bugar lagi, terutama di bidang Aerobic. Pasalnya, ditahun 2010 lalu hampir tidak ada peluang untuk digelarnya even bagi pecinta senam bugar tersebut. “Kita menginginkan agar ke depan lebih bergairah di sektor kebugaran, terutama untuk aerobic. Kerena, belakangan ini tidak adanya even untuk pelaku olahraga aerobic, kalaupun ada hanya dilaksanakan oleh sanggar,” ujar ketua pelaksana The First Aerobic, Issa Tri Abdiningsih, kepada wartawan, Minggu (9/ 1) kemarin, di GOR KONI Aceh. Issa menuturkan, pihaknya sudah mewacanakan untuk melahirkan sebuah asosiasi tentang kebugaran, yang sekaligus sebagai wadah tempat perkumpulan para aerobic dimaksud. “Hanya Aceh yang belum memiliki asosiasi ini, sedangkan di kota-kota besar lainnya seperti Medan dan pulau Jawa sudah mempunyai tempat perkumpulan para pecinta aerobic,” katanya. Bahkan, selama ini juga para pemandu kebugaran untuk Kota Banda Aceh terpaksa harus didatangkan dari Kota Medan, untuk menggairahkan olahraga kebugaran aerobic di Banda Aceh. “Sehingga diharapkan dengan acara ini berlangsung, dapat membuka mata bagi kami, khususnya. Karena, aerobic itu identik dengan perempuan, maupun pakaian. Jadi kami bisa menyampaikan kepada masyarakat bahwa aerobic tidak identik dengan hal tersebut, artinya dengan

pakaian sopan pun kita bisa melakukan olahraga ini,” imbuh Issa didampingi asisten panitia, Ida Jailani. Masih kata Issa, sebagai daerah yang berbasis Syari’at Islam, pihaknya juga optimis untuk menjadikan aerobic yang muslimah (Islami), dengan pakaian yang sopan bisa diterima oleh masyarakat. “Ke depan kami juga akan membicarakan dengan instruktur Banda Aceh, yang pesertanya dari daerah ini dulu direkrut, meskipun untuk tahap selanjutnya akan dilibatkan dari Kabupaten Aceh Barat dan Lhokseumawe, guna menjadi anggota asosiasi ini,” sambung dia. Terkait kompetisi yang dilaksanakan itu, Ia menyebutkan diikuti oleh 30 orang yang mayoritasnya dari ibu-ibu rumah tangga, dan hanya sebagian anak remaja dari siswa dan mahasiswa. “Dalam even ini kami memilih juara I, II dan III dan juara harapan I, II dan III dari setiap kategori, yang dalam hal ini ada empat kategori, yaitu kelompok umur 36 ke atas, 35 kebawah, kelompok instruktur, dan aerobic funky,” sebutnya. Diterangkan dia, even tersebut memperebutkan piala dari sanggar senam First Aerobic. Untuk juara I mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 300 ribu, juara II Rp 200 ribu dan juara III Rp100 ribu tiap kategori selain memperoleh trophy. “Mengingat sumber dananya yang terbatas, terpaksa harus diberikan sesuai kemampuan, meskipun rencananya ingin ditambah dana pembinaan bagi yang berprestasi. Ini juga karena tidak adanya donatur yang memfasilitasinya,” jelas Issa mengungkapkan. (AFRIZAL)

harian andalas | Hal.

9

PSMS Anggap Riedl Coret 3 Pemain Pro Titan Asing LAWAN BERAT Medan-andalas Para punggawa PSMS Medan tetap menganggap Pro Titan lawan yang sulit untuk dikalahkan, meski "Ayam Kinantan" lebih dijagokan dalam partai derby pada lanjutan Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011 yang akan digelar di Stadion Teladan Medan, Rabu (12/1). "Semua lawan sama beratnya, kita sama-sama punya peluang dan segala kemungkinan bisa saja terjadi di lapangan. Makanya kami tidak terlalu berani sesumbar, yang penting anak-anak bermain baik saja," kata Pelatih PSMS Medan Suharto di Medan, Senin. PSMS sebenarnya layak lebih

dijagokan dalam derby tersebut, mengingat tim itu diperkuat tiga pemain asing seperti Cristian Gaston Castano, Jose Sebastian Vasquez dan palang pintu Vagner Luis De Oliveira. Ketiganya juga sudah membuktikan kepiawaiannya dalam membela PSMS di beberapa laga sebelumnya.

Berbeda halnya dengan Pro Titan yang sebagian besar dipekuat pemain-pemain usia muda dan 100 persen pemain lokal. Meski tidak dapat dijadikan patokan, dalam laga uji coba yang pernah digelar kedua tim sekota tersebut, PSMS berhasil mengalahkan tim berlambang "Kuda Pegasus" tersebut dengan angka tipis 1-0. Namun yang jelas, semangat juang PSMS saat ini tentunya sedang tinggi-tingginya, mengingat beberapa hari sebelumnya (Jumat, 7/ 1), mereka berhasil melumat Persires Rengat dengan angka yang cukup telak 3-0 di Stadion Teladan

Medan. Sementara di lapangan yang sama, Selasa (4/1), Pro Titan gagal memaksmimalkan laga kandang menghadapi Persires Rengat setelah hanya mampu bermain imbang 0-0. Dalam sesi latihan Senin ini, para pemain PSMS lebih ditekankan pada kolektivitas dengan menerapkan umpan dari kaki ke kaki dengan satu-dua sentuhan. Lebih kurang satu jam lamannya, latihan dilanjutkan dengan permainan umpanumpan panjang. "Kolektivitas lini per lini terus kita matangkan, demikian juga dengan pertahanan," katanya Suharto. (ANT)

Kakankemenag Bireuen Optimis Raih Juara Umum Bireuen-andalas Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Bireuen Bireuen, Drs H Zulhelmi Rahman,M.Ag menyatakan, optimis bahwa kontingen Bireuen dapat meraih juara umum Pekan Olahraga dan Seni ( Porseni ) XII di Meulaboh Aceh Barat. Pernyataan tersebut diungkapkan Zulhelmi kepada andalas seusai melepas kontingen Porseni untuk berlaga di arena Porseni XII di Meulaboh, kemarin. Disebutkan, pihaknya sudah melepas keberangkatan kontingen berjumlah 1777 atlet dengan rincian 132 atlet siswa-siswi dan 45 atlet pegawai serta Dharma Wanita Kemenag Kabupaten Bireuen. Zulhelmi kembali menambahkan, ke-177 atlet Kemenag Kabupaten Bireuen dan 74 offisial yang akan berangkat mengikuti Porseni ke Meulaboh Aceh Barat kemarin siap untuk bertarung di cabang olah raga dan seni

dengan memiliki target merebut juara umum dari sebelumnya juara III Porseni XI yang digelar di Kota Langsa pada tahun 2008 . “Target tahun ini harus meningkat dari prestasi yang pernah diraih dalam Porseni 2008 di Langsa sebagai juara III,” ungkap Zulhelmi. Drs H Zulhelmi Rahman M.Ag kembali menuturkan, cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Porseni XII, bola kaki tingkat pelajar MI dan MTsN, voli, tenis meja putera puteri, lompat tinggi, lompat jauh, bulu tangkis, atletik 60 meter, 100 meter dan 200 meter, lempar cakram, lempar lembing dan tolak peluru. Sementara cabang seni, lomba baca puisi, busana muslimah, MTQ, Syarhil Qur’an, Asmaul Husna, Azan, Kiratul Kutub, Kaligrafi dan cerdas cermat pelajar tingkat Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiah dan Madrasah Alirah.(JND)

Persema Fokus Laga Lawan PSM Malang-andalas Setelah sukses membekuk tuan rumah Solo FC pada laga pembuka Liga Primer Indonesia (LPI), Sabtu (8/1) di Stadion Manahan Solo, Persema langsung fokus pada laga melawan PSM Makassar pada 22 Januari 2010. Pelatih Persema Timo Schuenemann di Malang, Senin mengatakan sebelum pemain asuhannya itu berlatih kembali, dirinya memberikan libur dua hari (Minggu dan Senin) untuk refreshing dan pemulihan. Latihan Persma bakal digelar kembali pada Selasa (11/1). "Kami berikan libur dua hari bagi pemain agar mereka istirahat setelah melakukan

pertandingan pembuka dan perjalanan jauh dari Solo ke Malang dengan bus," katanya menambahkan. Ia mengakui, persiapan untuk menghadapi PSM Makassar akan dilakukan lebih matang dan menyusun strategi yang lebih baik, karena lawan yang bakal dihadapi pada laga kedua jauh lebih berat. Yang pasti, tegas Timo, setelah sukses meraih poin maksimal lawan Solo FC, dirinya langsung memikirkan pertandingan berikutnya (lawan PSM). Pertandingan lawan PSM bakal digelar di Stadion Gajayana pada 22 Januari mendatang. (ANT)

Kejuaraan Boling Piala Ibu Kapolda Gorontalo Ajang Silaturrahmi Medan-andalas Untuk mempererat silaturrahmi berbagai kegiatan dilaksanakan seperti olahraga. Ibu Ketua Bhayangkara Polda Gorontalo menggelar kejuaraan boling yang memperebutkan Piala Ibu Hj Netty Irawan Dahlan yang dilangsungkan, Sabutu (8/1) kemarin di arena boling Yuki Plaza Jalan Sisingamangaraja Medan. “Dulu saya selalu saja kalah dalam setiap pertandingan kejuaraan boling saat suami bertugas di Medan. Kini saya datang jauh-jauh dari Gorontalo tidak mau kalah dengan ibu-ibu yang ada di Medan dalam permainan boling,” sebut Ibu Ketua Bhayangkara Polda Gorontalo Ny.Hj Netty Irawan Dahlan didampingi Ibu Ketua Bhayangkara Poldasu Ny Oegroseno usai melaksanakan perlombaan perebutan Piala Ibu Hj Netty Irawan Dahlan.. Dalam sambutannya, Ibu Hj Netty Irawan Dahlan mengatakan, kedatangannya ke Medan untuk melihat anak-anak asuh saya dulu saat suaminya bertugas di Polresta Medan (dulu Poltabes MS). “Sekarang suami saya bertugas

di Gorontalo, jika ibu-ibu ada waktu silahkan datang ke Gorontalo pintu rumah saya tetap terbuka seperti saya di Medan dulu,” ungkapnya. Sementara itu Ketua Bhayangkara Poldasu Ny.Ogroseno dalam sambutannya mengatakan, dirinya banyak belajar berorganisasi dari Ibu Hj Netty Irawan Dahlan saat para suami kedua sama-sama bertugas di Mabes Polri. Ibu Hj Netty Irawan Dahlan selain banyak berpengalaman dalam berorganisasi juga banyak pengalaman dalam hal mendidik. “ Dalam belajar berorganisasi saya mendapat kepercayaan sebagai sekretaris ditempat suami saya bekerja. Jabatan ini saya dapatkan berkat bimbingan dari Ibu Hj Netty Irawan Dahlan. Untuk itu saya sangat banyak belajar dari ibu Hj Netty Irawan Dahlan sebagai Ketua Bhayangkara Kapoldasu, saya tidak lagi canggung canggung menghadapi ibu ibu anggota Bhayangkara saat ada acara rutin dijajaran Poldasu,” ucapnya. Usai memberikan arahan serta kata sambutan selanjutnya Ibu Ketua Bhayangkara Poldasu me-

nyerahkan tropy Hj Netty Irawan Dahlan kepada juara pertama kejuaraan "Fun Bowling perebutan tropy Hj Netty Irawan Dahlan kepada juara pertama dengan nilai 278 direbut oleh Ibu Hj Netty Irawan Dahlan, juara kedua direbut Ibu Dwi Kora dengan nilai 230 dan juara ketiga direbut ibu Mustafa. Sementara untuk juara harapan I, II dan III masing masing direbut Ibu Jumadi, Ibu Palen dan Ibu Azwar. Untuk juara pertama diserahkan Ibu Ketua Bhayangkara Poldasu Ny Oegroseno kepada Ibu Hj Netty Irawan Dahlan, juara kedua diserahkan Ibu Wakapoldasu dan juara ketiga diserahkan Ibu Kapolresta Medan serta juara harapan satu, dua dan tiga. Selain masing masing juara mendapatkan tropy juga mendapatkan uang pembinaan guna menambah gairah dalam hal berolah raga boling. Usai mengadakan Fun Bowling di Medan selanjutnya Ibu Ketua Bhayangkara Polda Gorontalo didampingi Ibu Dirlantas Polda Gorontalo Minggu (9/1) meninggalkan Medan kembali ke Gorontalo melalui bandara Polonia Medan. (YON)

Priyo Terpilih Secara Aklamasi Pimpin Lemkari Denpasar-andalas Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso, terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum PB Lemkari periode 2011-2016 dalam kongres di Denpasar, Senin (10/1). Politisi dari Partai Golkar itu menggantikan Anton Lesiangi, setelah pesaing kuatnya Yudhy Chrisnandi mengundurkan diri dalam kongres yang berlangsung di GOR Lila Bhuwana itu. Selain Yudhy, kandidat yang sempat muncul dalam kongres yang diikuti 30 Pengprov dari 33 Pengprov Lemkari se-Indonesia

itu adalah Idrus Marham yang juga Sekjen DPP Partai Golkar. Meskipun demikian, peserta kongres menghendaki Yudhy Chrisnandi menjadi ketua harian mendampingi Priyo. Pada kepengurusan sebelumnya, Yudhy menjabat Wakil Ketua Bidang Organisasi PB Lemkari. Prediksi Priyo bakal terpilih sebagai Ketua Lemkari sudah terlihat sejak awal, seperti disampaikan Sekretaris Panitia Kegiatan Kejurnas Lemkari Gede Mahasudi yang juga pengurus Lemkari Bali. "Dari kandidat yang muncul,

nama Priyo paling berpeluang besar menggantikan Anton Lesiangi. Bahkan Pengprov Lemkari Bali, sudah sejak awal mengusung Priyo," kata dia. Ia menilai bahwa Priyo memiliki komitmen untuk membesarkan perguruan Lemkari ke depan. Selain itu, dia dinilai bisa diharapkan mampu mendukung organisasi itu dari segi pendanaan, sehingga tidak heran jika peserta kongres akhirnya memilih Priyo secara aklamasi. Priyo mengatakan, dirinya segera melakukan inventarisasi langsung terhadap semua karateka yang bernaung di bawah Lemkari. (ANT)

Duo Belanda Medan Chiefs Siap jadi WNI Medan-andalas Jelang terjun di kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI), Medan Chiefs mengontrak dua pemain asing asal Belanda. Dua pemain kakak beradik ini pun tidak menutup kemungkinan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Kedua pemain tersebut adalah Bryan Bono Brard (23) dan Dene Dwight Brard (20). Mereka resmi dikontrak pada akhir November 2010 dan telah tiba di Medan pada Kamis (6/1) lalu. Salah satu yang jadi pertimbangan Medan Chiefs untuk mengontrak Bryan dan Dene adalah adanya kedekatan emosional mereka dengan Indonesia. Ayah mereka, Stanley, memiliki darah campuran BelandaSunda. "Keduanya adalah putra Stenley, direktur salah satu akademi sepakbola di Belanda yaitu Feyenord. Bryan dan Dene memiliki dasar karena sekolah di akademi sepakbola di Belanda,” kata perwakilan manajemen Medan Chiefs, Vivi Hendri, saat ditemui di Asrama Medan Chiefs di kawasan Komplek Perumahan Grya Asam Kumbang, Jl. Sunggal, Medan, Minggu (9/1) siang. Bryan dan Dene mengaku senang bisa bergabung dengan Medan Chiefs. Bryan membenarkan bahwa faktor kedekatan emosional dengan Indonesia menjadi salah satu pertimbangan hingga mau bergabung dengan klub asuhan Jorg Steinebruner tersebut. Sementara Dene menyebut Indonesia sebagai negara keduanya setelah Belanda. Keduanya pun tidak menutup kemungkinan suatu saat mengubah kewarganegaraannya menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). “Menjadi warga Indonesia, mungkin saja. Kenapa tidak,” ujar Bryan singkat. Sebelum merumput di Indonesia, Bryan sempat memperkuat klub Altijd Sterker Wondend Hendrik ido Ambacht (ASWH), salah satu klub divisi III di Belanda. Sedang Dene memperkuat FC Dordrecht, sebuah klub sepakbola divisi II di Belanda. Bryan rencananya dimainkan sebagai striker, sementara Dene akan dicoba bermain di sayap. (DTC)


Selasa

EKONOMI-BISNIS

11 Januari 2011

harian andalas | Hal.

10

Dukung Pariwisata

Cabai Merah Turun

Garuda Buka Paket Jakarta-Medan-Samosir andalas/ika

CABAI TURUN - Turunnya harga cabai, membuat banyak pembeli khususnya ibu rumah tangga, sedikit lega. Medan-andalas Harga cabai merah pada pasaran, Senin(10/1) di Pusat Pasar Tradisional Medan mengalami penurunan, dari sebelumnya Rp 45.000 menjadi Rp 36.000 per kg. Tetapi masih ada juga yang menjual dengan harga Rp 40.000 per kg. Sedangkan cabe rawit yang sempat menembus sampai Rp 60.000, kini Rp 30.000 per kg. Cabai hijau yang sebelumnya Rp 30.000 per kg kini turun menjadi Rp 16.000 per kg. Sementara untuk harga kebutuhan pokok lainnya tetap tidak ada penurunan. Hingga kini, harga bawang dan tomat pantang turun, justru bawang merah tembus Rp 22.000 per kg yang sebelumnya Rp 20.000 per kg untuk tomat Rp 4000 sampai Rp 6000 per kg. Sejumlah pedagang cabai menuturkan, alasannya harga cabai menurun, minat pembeli kurang pada saat harga lagi tinggi, sehingga pasokan cabai banyak di sejumlah daerah,” ujar Rita(50) pedagang cabai saat di lapaknya di Pasar Tradisional. Salah seorang pembeli Jena (30) warga Sotomo Ujung mengatakan, syukur turun harganya tidak seperti beberapa waktu yang lalu. Jadi, bisa beli lebih untuk stok, takut kalau naik lagi harganya. Sementara, kebutuhan pokok lainnya belum menunjukkan penurunan, seperti gula dan minyak makan masih bertahan. Untuk minyak makan curah Rp 11.000 per kg, sedangkan minyak makan putih Rp 17.000 per kg dan gula pasir Rp 11.000 per kg. (IKA)

Medan Kekurangan Pasokan Ikan Medan-andalas Kota Medan dan beberapa kabupaten di sekitarnya sejak beberapa pekan terakhir mengalami kekurangan pasokan ikan dan udang akibat merosotnya volume hasil tangkapan nelayan di pesisir timur Sumatera Utara tersebut. Beberapa orang nelayan di Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (PPSB) Medan, Senin, menyebutkan, volume hasil tangkapan mereka merosot tajam berkaitan erat dengan kondisi cuaca buruk dan gelombang pasang di sekitar perairan timur Provinsi Sumatera Utara (Sumut). "Banyak kapal nelayan tidak melaut akibat cuaca buruk yang sering terjadi di sekitar perairan timur Sumatera Utara sejak Nopember 2010 lalu hingga sekarang ini," kata Khairil Anwar, awak salah satu kapal ikan di Pelabuhan Gabion Belawan, kemarin. Sejak tiga bulan terakhir, menurut dia, volume hasil tangkapan setiap unit kapal ikan yang melaut selama lima hari di perairan timur Sumatera hanya berkisar antara 1,5 ton hingga dua ton. Padahal, kata Khairil, pada kondisi cuaca normal rata-rata kapal nelayan selama sepekan melaut bisa memperoleh ikan sedikitnya mencapai lima ton. Dia membenarkan, penurunan volume hasil tangkapan ikan tersebut turut membuat harga ikan di tempat pendaratan ikan PPSB Medan cenderung naik. Harga ikan jenis gembung kuring dengan ukuran panjang rata-rata 12 centimeter, misalnya, ditawarkan sekitar Rp17.000 hingga Rp20.000 per kilo gram (Kg), atau naik dibanding tiga bulan lalu sekitar Rp13.000 per Kg. Ikan dencis segar ukuran standar ditawarkan berkisar antara Rp13.000 hingga Rp16.000 per Kg. Sedangkan, di pasaran Medan harga ikan tersebut dipastikan relatif lebih tinggi hingga minimal 10 persen dibanding harga di Pelabuhan Gabion Belawan. "Harga ikan diperkirakan kembali normal sekitar Februari, karena pada saat itu cuaca dan gelombang laut di sekitar perairan timur Sumatera bakal kembali berangsur normal," ujar Khairil. (ANT)

Medan-andalas PT Garuda Indonesia mendukung promosi pariwisata Sumatera Utara (Sumut) dengan membuka paket wisata Jakarta–MedanSamosir tiga kali setahun dengan target kunjungan 300 wisatawan setiap event. Untuk paket tersebut, Garuda menetapkan Rp 4 Juta per orang untuk 3 hari 2 malam serta bersepeda santai di Pulau Samosir. General Manager PT Garuda Indonesia Branch Office Medan Muchwendi Harahap dalam siaran persnya kemarin, berharap pariwisata Sumut dapat bangkit kembali. Karena itu Garuda Indonesia untuk pertama kalinya membuka paket wisata Jakarta–MedanSamosir. “Paket tersebut mulai dari transportasi, penyebrangan hingga menginap 3 hari 2 malam akan kita sediakan all in (semua). Begitu juga dengan bersepeda di Pulau Samosir,” kata Muchwendi didampingi Finance Manager Anang Widodo dan Marketing Supervisor Widyo Pramono. Muchwendi optimis paket promo yang akan digelar pada Februari, Mei dan Oktober

andalas/ist

DUKUNG PPARIWISA ARIWISA ARIWISATTA - Salah satu upaya Garuda Indonesia mendukung pariwisata Sumut dengan membuka paket Jakarta-Medan-Samosir dilengkapi sepeda gunung. 2011 tersebut akan diminati banyak wisatawan domestik dan luar negeri. Bahkan diungkapkannya sudah banyak anggota klub yang menanyakan paket wisata ke Samosir setelah sebelumnya menggelar paket ke Bali dan Yogyakarta. Karena itu, diyakininya sekitar 200 hingga 300 penumpang akan ikut berpartisipasi setiap event

yang mereka adakan. “Dari Jawa rata-rata sudah tahu semua program ini. Banyak sudah yang bertanya. Minimal 200 hingga 300 orang setiap kali event penyelenggaraan. Kalau lebih dari itu nanti hotelnya yang tidak ada,” ujarnya. Menurut Wendi, promo wisata kali ini lebih mengedepankan bersepeda di Samosir mulai dari Tuktuk hingga

ke Simanindo. Agar wisatawan domestik dan manca negara dapat mengenal lebih dekat objek wisata di Sumut, sehingga dapat menambah penghasilan bagi provinsi dan penduduk di sekitar Danau Toba. Sementara, Marketing Supervisor Widyo Pramono menambahkan sebelumnya Garuda Indonesia telah menggelar agent gathering dan fun bike 31 Desember – 2 Januari lalu. Sekitar 120 peserta Frontliner Staff Agent Pasasi dan

Cargo Garuda Indonesia yang berasal dari Medan, Jakarta, Solo, Pangkal Pinang, Aceh, Tanjung Karang hadir memeriahkan acara tersebut. Kegiatan tersebut bagian dari upaya Garuda Indonesia untuk mengajak frontliner agent yang ada di Medan dan luar kota membantu menjual paket pariwisata yang ada di sekitar Danau Toba. Jadi selain keindahan alam, juga ada penawaran paket wisata lainnya yang lebih menarik. (RIL)

Mulai Januari Harga Passport Turun

PDAM Tirta Mon Pase Sesuaikan Tarif Lhokseumawe-andalas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mon Pase milik Pemkab Aceh Utara akan melakukan penyesuaian tarif. Hal ini dilakukan sebagai memenuhi saran beberapa pihak terutama DPRK yang meminta PDAM segera melakukan penyesuaian tarif air minum. Direktur PDAM Tirta Mon Pase, Zulfikar Rasyid saat ditanyakan andalas, Senin (10/1) mengakui akan melakukan penyesuaian tarif air minum dalam upaya memperkecil beban Anggaran Pendapatan Daerah Kabupaten (APBK) Aceh Utara. “Kita akan segera lakukan setelah melakukan koordinasi dengan bupati,” ujar Zulfikar. Berapa nilai kenaikan akan coba disesuaikan, kemungkinan mencapai 400 persen dari nilai yang berlaku sekarang. Sebelumnya, Gabungan Komisi DPRK Aceh Utara meminta eksekutif menurunkan subsidi untuk Perusahaan Air Minum (PDAM) Tirta Mon Pase. Hal ini terungkapkan dalam rapat paripurna pengesahan APBK Aceh Utara TA-2011 yang diumumkan belum lama ini. Misbahul Munir, dalam laporan terakhir Ketua Gabungan Komisi, meminta pengurangan subsidi agar perusahaan yang masih bergantung dengan dana APBK ini bisa mandiri. Bahkan, PDAM Tirta Mon Pase harus bisa memberikan kontribusi bagi pendapatan asli daerah (PAD). (UCR)

Medan-andalas Kepala Bagian Umum Kantor Imigrasi Kelas I A Medan, Chairil Anwar menjelaskan, sejak tanggal 1 Januari 2011, biaya passport turun menjadi Rp 255.000. Tarif ini turun disebabkan biaya sidik jari sudah ditiadakan. "Biaya pembuatan paspor turun sejak Januari 2011. Tahun 2010 itu biayanya sebesar Rp 270.000, biaya sidik jari sebesar Rp 15.000,

ditiadakan," ucap Chairil. Menurut Chairil turunnya harga administrasi pembuatan passport ini ditentukan berdasarkan surat edaran dari Kementrian Hukum dan HAM. Penurunan ini dilakukan agar masyarakat yang akan mengurus passport tidak lagi merasa terbebani dengan harga administrasi yang mahal. "Biaya passport tidak ada kenaikan. Malahan turun, jadi isu yang

beredar di lapangan bahwa biaya pembuatan passport akan naik itu salah besar," tuturnya. (RIL)

BUMD Kelola Pariwisata Aceh Tenggara BADAN Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Aceh Tenggara, Dijuluki “Makmur Sepakat” dipercayakan Pemda setempat mengelola berbagai aset daerah, dan badan itu berorientasi pada keuntungan serta mulai diswastanisasi melalui metode go bidang usaha yang beragam menjalin kerja sama strategis bersama kalangan investor.

S

amsuar ST Direktur Utama BUMD Makmur Sepakat Kabupaten Aceh Tenggara saat ditemui andalas, Senin (10/1) menjelaskan, meskipun dalam proses privatisasi ini, pemda setempat masih menjadi pemegang saham pengendalinya, namum kebijakan dan keputusan dalam menjalankan sistem telah diserahkan pada pihaknya. Visi misi BUMD itu kata Samsuar, menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya dan mendorong perekonomian daerah serta mampu memperdayakan ekonomi rakyat hingga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), menjalin dan meningkatkan pro-

mosi investasi. Kemudian, menjalin kemitraan dan kerjasama yang positif antara pemerintah, dunia usaha/investor dan masyarakat, mengembangkan dan meningkatkan peluang usaha daerah serta meningkatkan pengawasan dan pengendalian penanaman modal baik Pemda maupun investor. Dalam mewujudkan perkembangan pariwisata di Aceh Tenggara, badan usaha itu akan bekerjasama dengan pihak media. Media akan dijadikan sebagai ladang mempromosikan destinasi, keunggulan dan keunikan wisata yang ada selain berperan dalam mendidik dan memprovokasikan masyarakat agar menjadi masyarakat sadar wisata. Dikatakannya, bahwa sektor wisata itu akan menjadi masa depan ekonomi Kabupaten Aceh Tenggara. Selain itu kesiapan terhadap sarana dan prasarana baik mengenai transportasi, akomodasi dan lainnya akan terus ditingkatkan. Saat ini Makmur Sepakat telah menerima salah satu aset dari Dinas Pariwisata. Salah satu aset daerah yang dipercayakan pada badan itu, Villa Bustanil Arifin yang sekarang ini telah berganti nama menjadi “Villa Ketambe” yang memiliki fasilitas 10 kamar tidur, kantin, kolam renang dan tak kalah mena-

riknya yakni suasana alam yang masih asri. Kemudian dalam mengelola lokasi pariwisata, hal ini pihaknya bertekad membenahi kembali seluruh lokasi kawasan wisata yang terdapat beberapa titik di dalam kabupaten itu. Rencana akan diawali dari lokasi kasawan wisata Ketambe dari sarana pendukungnya sehingga tercipta suasana yang sangat nyaman. Dikatakannya, Wisata Ketambe sudah dikenal dunia sejak dari dahulu, karena kawasan ini masih terdapat hutan yang masih alami serta berbagai flora dan pauna dan sangat tepat untuk riset penelitian bagi ilmuwan baik dari dalam negri maupun go internasional. (ARI)

Samsuar ST

BE RI T A DUKACI T A

YAYASAN BALAI SOSIAL HENRY WIJAYA JL. BAKARAN BATU NO.1 MEDAN TLP.(061) 7367339 - 7369359 Blok

5

Nama

KWEK KIM SAN

Umur (Thn)

77

Alamat

Jl. Selam I Gg. Selamat No. 26 Medan

Meninggal (Tgl/Jam) 06-01-11 09.10 WIB

Berangkat (Tgl/Jam)

11-01-11 12.00 WIB

Keterangan / Tempat

Dikebumikan

BE RI T A DUKACI T A

BALAI PERSEMAYAMAN ANGSAPURA JL. WAJA NO. 2-4 MEDAN TELP. 7345503, 7361328, 7360873 B lok

N ama

U mur (Thn)

Alamat

Meninggal (Tgl/Jam)

B erangkat (Tgl/Jam) K eterangan / Tempat

VIP-C

KHO THAI PENG

82

Jl. D anau S emayam No. 146 Medan

06-01-11 06.30 WIB

11-01-11 13.00 WIB

D i kebumi kan

4

KWOK HENG CAI

76

Jl. S utri sno No. 64 / 142 Medan

07-01-11 07.50 WIB

11-01-11 10.00 WIB

D i perabukan


Selasa

KOMUNITAS

11 Januari 2011

JBMI Sumut Bina Kader Anti Narkoba Medan-andalas Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jam’iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) Sumatera Utara melaksanakan Bina Kader Anti Narkoba, diikuti 50 dai/daiyah utusan dari Dewan Pimpinhan Cabang (DPC) JBMI se-Sumut. Sekjen JBMI Sumut H Aidan Panggabean didampingi Ketua Panitia Drs Bustami Manurung kepada wartawan di Medan, Senin (10/1), mengatakan, kegiatan itu berlangsung 27-29 Desember 2010 lalu, di Pusat Rehabilitasi Narkoba Sibolangit Centre. Tujuan kegiatan ini dimaksudkan memberikan pembekalan kepada dai/daiyah JBMI yang akan diterjunkan ke masyarakat. “Dengan pelatihan ini kita ingin menunjukan langsung kepada kader JBMI yang akan melakukan dakwah, agar mereka mengetahui secara langsung tentang narkoba,” sebut Aidan. Pada kesempatan itu, Aidan menjelaskan, pemberantasan narkoba ini merupakan salah satu program kerja utama JBMI. “Kita merencanakan membuat gerakan bersama anti narkoba bekerjasama dengan elemen terkait,” sebutnya. Menurut Aidan, pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri, mengingat wabah ini telah masuk ke seluruh lapisan masyarakat, tidak memandang tua ataupun muda serta miskin ataupun kaya. Di samping itu, tambahnya, narkoba tidak sepenuhnya bisa dipandang sebagai sebuah tindak kejahatan. “Para pemakai narkoba itu sebenarnya merupakan korban. Pengalaman yang kami lihat di pusat rehabilitasi membuktikan banyak pemakai yang ingin keluar dari lembah hitam sebagai seorang pemakai,” ucapnya. Sementara itu Bustami Manuruang menerangkan, dalam kegiatan ini dilaksanakan diskusi dan tanya jawab kepada korban narkoba, serta para nara sumber yang selama ini berperan dalam kegiatan anti narkoba dari Gerakan Anti Narkoba (GAN) Sumatera Utara, antara lain HM Kamaluddin Lubis dan Drs Zulkarnain Nasution (Ketua GAN Sumut). Di samping itu, tambah Bustami, JBMI Sumut bekerjasama dengan GAN Sumut telah membentuk tim advokasi korban narkoba. Dirinya juga mengaku terkesan dengan cara penyembuhan yang dilakukan di pusat rehabilitasi anti narkoba GAN Sumut. “Sistem pendekaan familiar yang diterapkan di pusat rehabilitasi itu sangat tepat. Jadi jangan jadikan korban narkoba itu sebagai orang jahat yang harus dijauhi, namun perlakukan mereka sebagai orang sakit yang harus dibantu untuk sembuh,” sebutnya. (HAM)

Illustrasi

harian andalas | Hal.

11

Lima Tokoh Terima Penghargaan Kerukunan Beragama se-ASEAN Medan-andalas Lima tokoh masyarakat dari berbagai negara menerima piagam penghargaan Kerukunan Umat Beragama kota-kota se-Asia Tenggara (ASEAN) di Medan, Sumatera Utara, Senin (10/ 1). Penghargaan itu masing-masing diberikan kepada DR RE Nainggolan (mantan Sekdaprovsu), Rahudman Harahap (Wali Kota Medan), Mgr Acentius B Sinaga (Uskup Agung Medan), Prof DR Ismail Lufhfi Japhakiya (Thailand), dan DR Mijahid Yusuf Rawa (Malaysia). Penghargaan dari panitia Dialog Kerukunan Umat Beragama Kota-Kota di Asia Tenggara yang dirangkaikan dengan Peluncuran Buku Teologi Kerukunan itu diserahkan Wakil Wali Kota Medan Dzulmi Eldin kepada lima tokoh tersebut. Penghargaan ini pantas diterima para tokoh tersebut, karena pekerjaan mereka selama ini telah berperan besar dalam memperkokoh kehidupan kerukunan beragama di Kota Medan dan di kota-kota lainnya di kawasan Asia Tenggara. RE Nainggolan yang ditemui usai menerima penghargaan menyampaikan, penghargaan ini sangat surprise kepada dirinya. “Saya sangat terkejut dan tidak menyangka mendapat penghargaan itu.

karena saya sangat menyadari bahwa saya masih punya banyak kelemahan dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan penghargaan ini, membuat diri saya semakin terdorong untuk lebih banyak lagi berbuat bagi masyarakat, melakukan tindakan-tindakan dalam mempererat persatuan dan kesatuan serta kerukunan umat di tengah-tengah masyarakat khususnya di Kota Medan, Sumut dan Asia Tenggara umumnya,” ucap mantan Sekdaprovsu. Menurut RE-sapaan akrab RE Nainggolan-, kerukunan merupakan sebuah mutiara yang sangat indah dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat yang mengacu pada empat pilar kebangsaan. Yakni Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal

TERIMA PENGHARGAAN - Lima tokoh kerukunan beragama se-ASEAN, Mgr Acentius B Sinaga, RE Nainggolan, Dzulmi Eldin mewakili Rahudman Harahap, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Sumut Prof DR Syahrin Harahap, DR Mijahid Yusuf Rawa (Malaysia), dan Prof DR Ismail Lufhfi Japhakiya (Thailand) diabadikan bersama setelah menerima penghargaan di Garuda Plaza Medan, Senin (10/1). Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Saya pikir inilah pilar-pilar yang kokoh dan sangat indah dalam rangka membangun kedamaian serta kerukunan di tengah-tengah masyarakat, dan saya pikir ini menjadi sebuah renungan bagi kita kedepan dalam mempertahankan kedamaian dan kerukunan itu dalam berbangsa dan bernegara ini,” papar RE.

Dikatakannya, empat pilar ini sudah melekat di dalam budaya kita masing-masing, seperti sopan-santu, saling menghormati, kerendahan hati dan ini harus terus dikembangkan juga dilestarikan kepada generasi berikutnya. “Dengan ini kerukunan umat beragama semakin kita bangun sebagai sebuah perekat, kerukunan umat beragama di Kota Medan atau Sumut harus dapat

Puluhan Tokoh NU Dukung Gerakan Kejujuran Medan-andalas Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama (NU) Sumatera Utara bekerjasama dengan Kemitraan (Patnership), kembali menggelorakan Gerakan Kejujuran di kalangan tokoh-tokoh NU di Perguruan NU, Jalan Pukat I/Mandailing Medan, Sabtu (8/1). Gerakan Kejujuran ini diikuti puluhan tokoh NU Sumut dan Kota Medan, serta pimpinan Majelis Wakil Cabang (MWC) NU se-Kota Medan. Sedangkan narasumber tampil H Abdullah Sani, tokoh NU yang juga penggiat antikorupsi. Tampak hadir antara lain Wakil Rois NU Sumut Drs H Abdul Hamid Ritonga, sesepuh tokoh NU Sumut KH Drs Burhanuddin Nasution, cendikiawan NU Dr H Hasan Manusur Nasution MA, dan Ketua PW Lembaga Dakwah (LD) NU Sumut Drs Sahdin Hasibuan MA. Juga hadir Sekretaris Pengurus Cabang (PC) NU Kota Medan Drs Maraimbang Daulay, dan pengurus PW Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Sumut Linda Ferawira. Abdullah Sani dalam paparannya mengatakan, warga NU sebagai pengawal terdepan moral bangsa

wajib mendukung gerakan kejujuran. Karena menurutnya, lewat gerakan kejujuran ini akan mampu melepaskan bangsa Indonesia dari krisis multimensi. Dikatakan, NU amat peduli dengan akibat yang ditimbulkan krisisi multidimensi yang menimpa bangsa ini. Karena paling merasakan dampak krisis multidimensi itu adalah rakyat di lapisan akar rumput (grass root) yang sebagian besar di ataranya warga NU. Karenanya, kata Abdullah, NU mulai dari pimpinan pusat hingga daerah, bahkan ranting wajib ikut terlibat memulihkan krisis mutidimensi yang dialami bangsa Indonesia dengan cara melakukan gerakan moral pemberantasan korupsi, anti kekerasan, anti diskriminasi dan anti manipulasi politik. Ketua Lakpesdam NU Sumut, Ir H Lubis, SH, MSi, kepada andalas di sela-sela sosialisasi gerakan kejujuran itu mengatakan, selain di Kota Medan, pihaknya juga telah menggelar acara serupa di Kota Padangsdimpuan, dan Pandan Tapanuli Tengah. Sebelumnya, Lakpesdam juga menggelar pendidikan dan latihan (Diklat) Dai dan Daiyah Antikorupsi di tiga kota/kabupaten di Sumatera Utara (Sumut), yakni Kota Medan, Padang Sidimpuan dan Pandan Tapanuli Tengah. (HAM)

menjadi sebuah cermin bagi kota-kota lain atau provinsi lain di Indonesia, seperti apa yang disampaikan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bahwa Sumatera Utara adalah luar biasa. Ini harus terus kita pelihara di tengah-tengah kehidupan kita bermasyarakat mulai sekarang, apalagi masyarakat Sumut adalah masyarakat yang plural dan masyarakat heterogen,” katanya. (WAN)

HTI Sumut Kecam KPUD Tapanuli Tengah Medan-andalas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Sumatera Utara mengecam Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Tapanuli Tengah (Tapteng) yang dinilai telah menyalahgunakan wewenang dalam menjalankan tugas-tugasnya. Sehingga, dalam melakukan verifikasi berkas, KPUD Tapteng telah merugikan salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tapteng, Effendy Pohan dan Bonar Gultom. “Untuk itu, diminta kepada KPU Pusat dan Bawaslu memerintahkan KPU Provinsi untuk membuka permasalahan yang terjadi di KPUD Tapteng, dalam hal penetapan calon bupati/wakil bupati dengan menggelar kasus dan gelar perkara,” tegas simpatisan HTI Sumut H Azwir Ibnu Aziz di Medan, kemarin. Disamping itu, kata Azwir yang juga didampingi Ketua Majelis Zikir Az Zikra Sumatera Utara H Rizal Mahaputra, minta agar KPU Provinsi Sumut lebih proaktif mengusut kecurangan dalam penetapan calon Bupati/Wakil Bupati Tapteng yang pilkadanya tidak lama lagi akan digelar. (RIL)

387 Lulusan STIKes YPNAD Diwisuda STIKes (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan) YPNAD (Yayasan Payung Negeri Aceh Darussalam) mewisuda 387 mahasiswa lulusan program Diploma III dan Starta I angkatan ke IV periode 20092010 di Gedung Chik Ditiro, Sabtu (8/1).

P

rosesi wisuda sekaligus pelantikan dan penumpahaan itu dirangkai rapat senat terbuka turut dihadiri wali mahasiswa, perwakilan Dinas Kesehatan Aceh, Kopertis (Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Wilayah I Aceh- Sumut, Ketua Yayasan Payung Negeri Aceh Darussalam dan senat akademik perguruan tinggi. Ketua YPNAD, Syamsul Bahri, mengatakan pelantikan dan penumpahan lulusan jenjang Diploma-III dikuti oleh wisudawati dari empat Perguruan Tinggi

SUN 12.00-14.10-16.20-18.30-20.40

Kesehatan. “Untuk Diploma-III ada empat, yaitu Kebidanan STIKes YPNAD Bener Meriah dan Tapak Tuan, Kebidanan STIKes Medika Seuramoe Barat, Kebidanan STIKes Medika Nurul Islam, Kebidanan Akbid Medika Sri Tamiang dan gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat STIKes YPNAD Bener Meriah,” ujarnya. Syamsul Bahri menambahkan dari empat perguruan tinggi kesehatan tersebut, para wisudawati masing-masing perguruan tinggi terdapat tiga orang lulusan yang memiliki prestasi terbaik (cumlude), dengan peringkat I, II, dan III, serta memperoleh piagam penghargaan dari yayasan. Untuk melahirkan sumber daya manusia yang handal dan profesional, kata Syamsul Bahri, pihaknya terus berusaha menambah tenaga pengajar (dosen) dengan kualifikasi pasca sarjana. “Kami akan terus berbenah untuk menambah dosen dari S-2 yang saat ini sudah ada sebanyak 32 orang. Kemudian juga akan ditambah dua orang lagi guru besar dari profesor, dibidang geokonologi

THAMRIN 12.00-14.10-16.20

PRESIDENT 13.00-15.15-17.30-19.45 THAMRIN 18.30-20.40 PALLADIUM 12.00-14.10-16.20-18.30-20.40 SUN 13.00-15.10-17.20-19.30-21.40

dan parasikologi,” lanjut Syamsul. Tidak hanya itu, lanjut Syamsul, pihaknya juga sudah membangun kampus secara permanen, seperti di Kebidanan STIKes Medika Seuramoe Barat di Meulaboh, Kebidanan STIKes Medika Nurul Islam, dan STIKes FKM Bener Meriah, yang saat ini sudah difungsikan. Menurut Syamsul, dukungan Pemerintah Daerah terhadap keberadaan STIKes YPNAD, sudah mulai terlihat seperti pada tahun 2011 ini, meskipun bantuan yang diberikan belum mencukupi. “Untuk menunjang fasilitas dan bantuan mahasiswa, Pemerintah Daerah sudah mulai memperhatikan STIKes YPNAD. Kecuali dari Kopertis yang memang sudah ada dari tahun-tahun sebelumnya,” tutur Syamsul. Ia juga mengatakan, terkait legalitas kampus tersebut sudah memiliki izin dari Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas). ‘’Artinya keberadaan STIKes secara hukum menyatakan legal,’’katanya (AFRIZAL)

THAMRIN 12.00-14.20-16.40-19.00-21.20 PLAZA 13.10-15.30-17.50-20.10 BINJAI 12.45-14.55-17.05-19.15-21.25

THAMRIN 12.40-15.00-17.20-19.40-22.00 PLAZA 11.30-13.50-16.10-18.30-20.50 BINJAI 12.15-14.05-15.55-17.45-19.3521.25

DIABADIKAN BERSAMA- Kasdam I/BB Brigjen TNI Murdjito mewakili Pangdam I/BB diabadikan bersama usai menerima audensi Panitia Perlombaan Paskibra Goes To Campus dan Fakultas Tehnik UMA dipimpin Pembina M. Ansari Akbar ST, Ketua Panitia Osfrin Fahmi, Sekretaris Panitia Kodri Sitompul, Bendahara Siti Namora Hasibuan di Lantai IV Ruang Tamu Kasdam I/BB, Jalan Gatot Subroto Km 7,5 Medan, Senin (10/1). Audensi itu juga dihadiri Kordinator Acara Abdul Halim dan Humas Akmal Hidayat. sedangkan Kasdam I/BB didampingi Asintel Kasdam I/BB, Aster Kasdam I/BB, Sahli Pangdam I/BB bidan Sosbud, Kajasdam I/BB, WS Kapendam I/BB di Lantai IV Ruang Tamu Kasdam I/BB.

SUN 13.00-15.10-17.20-19.30-21.40

SUN 3D with subtitles Indonesian 12.30-14.20-16.10-18.00-19.5021.40

BINJAI 13.00-15.10-17.20-19.30-21.40

THAMRIN 12.00-14.10-16.20-18.30-20.40 PALLADIUM 13.00-15.10-17.20-19.30-21.40 BINJAI 12.30-14.20-16.10-18.00-19.5021.40

PLAZA 12.30-14.20-16.10-18.00-19.50 PALLADIUM 12.00-13.50-15.40-17.30-19.2021.10

PALLADIUM PLAZA 12.00-14.10-16.20-18.30-20.40


Selasa 11 Januari 2011

SUMATERA UTARA

harian andalas | Hal.

12 andalas/lamhot situmorang

KILAS

Rp 485 Miliar APBD Binjai Disahkan Binjai-andalas Wakil Wali Kota Binjai Timbas Tarigan mengatakan, APBD 2011 merupakan payung hukum dalam melaksanakan berbagai program dan kegiatan pembangunan di Kota Binjai agar dapat dilaksanakan sesuai rencana. Karena itu dia mengajak semua pihak terutama penanggung jawab pengelolaan pemerintahan kota untuk meningkatkan kerja sama, agar APBD tahun 2011 dapat dilaksanakan dengan baik, sehingga hasilnya optimal bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. APBD Kota Binjai tahun 2011 sebesar Rp 485 miliar, disahkan menjadi APBD dalam rapat paripurna DPRD Kota Binjai dipimpin ketuanya Haris Harto, di gedung dewan, Senin (10/1). Pengesahan dihadiri Kapolres Binjai AKBP Rina Sari Ginting, Sekda Drs Iqbal Pulungan serta pimpinan instansi di jajaran pemko Binjai diawali dengan laporan akhir Panitia Khusus (Pansus) APBD dan pandangan akhir fraksi- fraksi. Panitia Khusus Ranperda APBD Raidertha Sitepu mengatakan, untuk anggaran belanja terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp 298 miliar lebih dan belanja langsung sebesar Rp 195 miliar lebih. Jika dikalkulasikan, maka perbandingannya adalah 60,5 % untuk belanja tidak langsung dan 39,5 % untuk belanja langsung. "Hal ini menimbulkan keprihatinan Pansus karena dari Rp195 miliar lebih belanja langsung, maka yang diperuntukkan langsung ke masyarakat hanya Rp 79 miliar atau hanya sebesar 16,2% dari total anggaran belanja,"kata Sitepu.(MKI)

Dispenda Langkat Capai Target PAD Stabat-andalas Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Langkat berhasil mencapai target penerimaan PAD (Pendapatan Asli Daerah) tahun 2010. Hal itu diungkapkan Kadispenda Langkat, Drs Marino Singarimbun kepada andalas di kantornya di Stabat, kemarin. Dikatakannya, PAD itu berasal dari pendapatan pajak reklame, hiburan, hotel, parkir, restoran, galian C, penerangan lampu jalan PLN dan penerangan lampu jalan non PLN. Target (t) Rp 14.793.300.000,- telah terealisasi (r)sebesar Rp. 16.249.676.000,- (109,84 %). Pajak hiburan misalnya dari (t) Rp.10.juta (r) Rp. 10.265.000,- (102,65 %), sedangkan pajak hotel dari (t) Rp. 30 juta (r) Rp.30.100.000,- (100,33 %) dan pajak restoran dari (t) Rp. 400 jura (r) Rp. 491.663.242,- (122,92 %). Sementara itu, pajak galian C dari (t) Rp. 1 M (r) Rp. 1.368.731.300,- (136,90 %), pajak parkir dari (t) Rp. 3.300.000,- (r) Rp. 3.322.200,- (100,67 %), pajak reklame dari (t) Rp. 400 juta (r) Rp.404.511.600,0 (101,13 %), pajak penerangan lampu jalan PLN (t) Rp. 12.500.000.000,- (r) Rp.13.449.377.960,(107, 60 %) dan pajak penerangan lampu jalan non PLN dari (t) Rp. 450 juta (r) Rp.491.454.698,(100,67 %). “Syukurlah kami berhasil mencapai target. Hal itu tentu berguna bagi kelancaran pembangunan di Kabupaten Langkat,”ujar Marino. Ketika ditanya tentang tunggakan PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) PTPN 2, dengan tegas Maroni menjelaskan bahwa pihak PTPN 2 sampai dengan saat ini sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat tetap membayar dengan cara mencicil pada setiap bulannya dan sesuai jadwal, pada bulan Februari 2012 barulah seluruh tunggakan itu lunas. Selain itu, pihak PTPN 2 juga tetap membayar tagihan PBB pada tahun berjalan. Jadi, tidak ada istilah ada tunggakan baru. Itu tentu langkah yang positif, sehingga pantas untuk diapresiasi dengan baik. Paling tidak, seperti ditegaskan Marino, Pemkab Langkat akan memberikan penghargaan atas kepedulian dan kesediaan PTPN 2 dalam membayar pajak (PBB). (BD)

Ratusan UMKM Terima Bantuan Tebing Tinggi-andalas 124 pengusaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tiga Kecamatan menerima bantuan berupa steling dari Disperindagkop Kota Tebing Tinggi, kemarin. Pj Wali Kota Drs H Eddy Syofian Purba MAP di hadapan ratusan pengusaha kecil mengatakan, pelaku usaha UMKM semakin meningkat di tengah kehidupan masyarakat dan sektor ekonomi nasional. Hal ini merupakan fakta yang tidak dapat disangkal lagi. "Saat ini, ada sekitar 4000 pengusaha UMKM di Tebing Tinggi, masih membutuhkan bantuan agar tetap eksis berusaha,"katanya. Ditambahkan, pelaku UMKM juga telah berhasil membuka lapangan pekerjaan. Berarti UMKM memiliki urgensi dan fokus untuk diberdayakan, mengingat peran strategis dan kontribusi dalam menjaga dinamika dan keseimbangan perekonomian nasional, juga merupakan sumber sekaligus insprirator dalam pengembangan inovasi dan kreativitas ekonomi nasional. Kadis Perindagkop Drs Jhone Edi L Gaol mengatakan, bantuan yang diberikan merupakan karya nyata Pemko Tebing Tinggi dalam membantu perkembangan usaha UMKM serta meningkatkan lapangan kerja. Salah seorang penerima bantuan, Tina (47) warga Kampung Dalam didampingi Yatno ( 53), warga Paya Kapar mengaku bangga dan terharu atas perhatian Pemko Tebing Tinggi. "Bantuan yang diberikan ini merupakan bukti kepedulian pemerintah terhadap wong cilik yang ingin mengubah nasibnya," katanya. (MET)

andalas

Massa LSM Penyelamat Nusantara saat menyampaikan aspirasi di depan gedung DPRD Karo.

Semua Bentuk Perjudian Harus Diberangus Tanah Karo-andalas Puluhan massa tergabung dalam LSM Penyelamat Nusantara (PN) menggelar aksi damai mendatangi DPRD Karo dan Mapolres, menuntut segera ditutup dan diberangus semua bentuk praktik perjudian yang kini tengah menjadi permasalahan bersama di Kabupaten Karo, Senin (10/1). Massa berjalan kaki mulai dari Sekretariat DPD LSM PN, Jalan Veteran Kabanjahe menuju DPRD Kabupaten Karo pukul 10.15 WIB. Mereka menuntut kepada semua elemen, khususnya anggota dewan yang terpilih serta petugas kepolisian agar bersungguh-sungguh memberantas salah satu penyakit masyarakat tersebut.

Selain itu, DPD LSM PN dalam aksi damainya juga meminta supaya pihak kepolisian jangan hanya menangkap para pemain (pembeli), yang lebih penting adalah menangkap siapa otak pelaku atau bandar perjudian tersebut. Dalam orasinya, Ketua DPD LSM PN Karo, M Yamin Chaniago mengatakan, selama maraknya praktik perjudian di Tanah Karo, sebagian orang tua sudah tak lagi bisa membiayai sekolah anaknya. Tidak hanya itu saja, para ibu tumah tangga juga sudah mengeluhkan keberadaan suaminya yang sering terlambat ke rumah dari sebelumnya. Bahkan dengan maraknya judi, yang kini sudah masuk hingga kepelosok desa dan kebanyakan para pemain yang ditangkap petugas Polres Tanah Karo, hanya jurtul dan pembeli saja. Yamin mengatakan, pihaknya akan melakukan terobosan dengan memberikan perintah ke setiap DPC PN segera menginformasikan, jika di sekitar tempat tinggalnya melihat praktik perjudian, supaya

segera dilaporkan ke pihak berwajib. “Kami akan menyurati setiap DPC LSM PN, agar dapat membantu pihak kepolisian,”katanya. Setibanya di Kantor DPRD Karo, massa yang didominasi ibu-ibu tersebut diterima Ketua Komisi A Sudarto Sitepu, Komisi B Frans Dante Ginting, Komisi C Harison Sitepu dan beberapa anggota dewan lainnya. Setelah mendengar aspirasi massa, DPRD Karo mengatakan mengapresiasi apa yang disampaikan massa tersebut. “Kami sangat berterimakasih atas apa yang saudara sampaikan. Karena hal ini adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Sudarto yang memimpin rapat singkat tersebut. Ia menambahkan, aspirasi yang disampaikan DPD LSM PN sesegera mungkin akan disampaikan ke Polres Karo. Namun, untuk membuat kebijaksanaan pada saat itu juga, sudarto mengatakan tidak bisa berhubung pimpinan DPRD Karo tidak berada di tempat. Kendati sudah bertemu Kapolres

Disalahgunakan, 53 Rusunawa Dikosongkan Tebing Tinggi-andalas Diduga sering disalahgunakan menjadi lokasi mesum, 53 kamar Rusunawa (rumah susun sederhana sewa) di kawasan Jalan Syech Beringin, Kelurahan Tebing Tinggi Kecamatan Padang Hilir, dikosongkan paksa oleh Kepala UPT Rusunawa Abdul Khayat Sinambela didampingi Kepling Hasanuddin Lubis. “Para penghuni kamar Rusunawa tidak jelas itu terpaksa kita suruh pindah. Apalagi kamar tersebut digunakan sebagai tempat penampungan perempuan maupun lakilaki. Ini merupakan instruksi Pj Wali Kota,”tegas Kepala UPT Rusunawa Abdul Khayat Sinambela kepada wartawan, saat menangkap basah seorang pria di kamar bersama wanita

bukan pasangannya, kemarin sekitar pukul 15.30 WIB. Menurut Sinambela, pihaknya tetap melakukan penertiban/ razia terhadap seluruh penghuni Rusunawa. Sebab, selama ini dicurigai banyak kamar dijadikan sebagai tempat mesum, baik oleh perempuan maupun laki-laki. Dari hasil penertiban dan razia, 53 dari 192 kamar Rusunawa terpaksa dikosongkan dan penghuninya disuruh pindah. Kendati begitu, pihaknya masih tetap menemukan kamar Rusunawa yang diduga dipergunakan sebagai tempat mesum. “Kita akan kembalikan fungsi Rusunawa sebagaimana mestinya,” tegas Sinambela, yang baru 4 bulan bertugas menjabat Kepala UPT Rusunawa Tebing Tinggi. Disebutkan, Kepling Rusunawa

Hasanuddin bersama Satpam dan anggota Polsek Padang Hilir menangkap seorang pria, Bu (30) warga Jalan Abdul Muis Tebing Tinggi sedang tidur hanya memakai CD di kamar bersama wanita yang sudah pisah ranjang, NH (40). Kini kasusnya sudah ditangani Polsek Padang Hilir. Istri yang sudah pisah ranjang itu sudah sering diperingatkan agar tidak membawa orang lain apa lagi laki-laki ke dalam kamarnya. Namun peringatan tersebut tidak diindahkan. Dengan tertangkapnya seorang laki-laki yang bukan suami maupun kerabatnya sedang tidur di kamarnya hanya memakai celana dalam. Kamarnya terpaksa kita kosongkan dan ia harus segera pindah,"tegas Sinambela. (MET)

Bayi Mungil itu Lahir Tanpa Tangan IBU rumah tangga seperti Sri Wahyuni, warga Jalan SM Raja Gang Rukun I, Kelurahan Bandar Sono, Kecamatan Padang Hulu Kota Tebing Tinggi, tak kuasa mengelak dari cobaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Wanita yang dinikahi Suherman ini melahirkan bayi cacat, lahir ke dunia tanpa tangan dan bakal diberi nama Annisa, sesuai permintaan Pj Wali Kota Tebing Tinggi. Mendengar berita bayi lahir tanpa tangan, Pj Wali Kota Eddy Syofian bersama Sekda Hasbi Budiman dan para SKPD berkunjung ke rumah keluarga Suherman, kemarin. Putri mungil ini lahir berkat bantuan tim medis RSU Herna Tebing Tinggi, Kamis lalu sekitar pukul 08.15 WIB. Namun, kelahiran bayi mungil ini seakan melengkapi cobaan bagi pasangan Suherman-Sri Wahyuni, yang tergolong keluarga

prasejahtera. "Ini mungkin rahasia Tuhan yang belum dapat terjawab saat ini. Seperti dituturkan Ny Eddy Syofian, yang meminta agar kedua orang tua tabah dan harus sabar. "Rencana Tuhan sangat indah buat kita semua," katanya. Sementara Suherman mengaku, mereka tidak pernah merasakan ada hal aneh selama masa kandungan dan tidak ada firasat apa pun."Yang paling kami sedihkan, bila anak ini besar bagaimana dia mau beradaptasi dan melakukan aktivitas di luar rumah,"katanya sedih. Camat Padang Hulu Drs Bambang AP didampingi Lurah Bandar Sono mengatakan, kelahiran putri cantik ini harus bisa menjadikan manusia semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. "Mari terus berdoa agar kesehatan anak mungil ini selalu baik," katanya. (MET)

Bayi lahir tanpa tangan terlelap di pangkuan istri Pj Wali Kota Tebing Tinggi.

Karo di DPRD Karo, massa yang melakukan aksi damai tersebut diizinkan untuk bertemu dengan Kapolres di Mapolres. “Kalau ingin ke menuju Mapolres, silahkan,”ujar Agung sembari menggunakan pengikat kepala bertuliskan DPD LSM PN Karo. Di Mapolres, massa disambut baik oleh Kapolres Karo AKBP Drs Ignatius Agung Prastyoko SH MH. Pertemuan diselenggarakan di ruang Purpur Sage, salah satu aula kebanggaan Polres Karo. Rapat singkat itu dihadiri Wakapolres Karo Kompol J Situmorang, Kabagops Kompol B Sitanggang, Kasat Lantas AKP P Nainggolan, dan Kasat Reskrim AKP Harry Azhar. Kapolres menanggapi aspirasi Sekretaris DPD LSM PN Syafi’i Tarigan mengatakan, penanganan kasus judi di Polres Karo sudah menunjukkan grafik yang baik. Mengingat jumlah kasus judi pada tahun 2009 yang lalu, 160 kasus dengan tersangka 405 orang serta barang bukti berupa uang Rp 13 juta. (LAMS/AS)

Perda Angkutan Umum Perlu Dievaluasi Lubuk Pakam-andalas Rencana Dinas Perhubungan Kabupaten Deli Serdang mengalihkan becak motor (betor) dari plat hitam ke plat kuning masih terganjal alas hukum yang kuat atau Peraturan Daerah (Perda) sangat lemah. Pasalnya, dalam Perda nomor 23 tahun 2000 tentang retribusi angkutan umum dan khusus tidak dijelaskan angkutan umum wajib menggunakan plat kuning. Hal itu terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi C DPRD Deli Serdang dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Polres Deli Serdang serta perwakilan abang becak di Komisi C, Senin (10/1). RDP tersebut merupakan tindak lanjut dari aksi demo digelar ratusan tukang becak motor (Betor) plat hitam beberapa waktu lalu menentang rencana Pemkab Deli Serdang akan menertibkan betor berplat hitam. Ketua Komisi C, A Budi menegaskan sehubungan belum adanya keharusan betor plat kuning, diharapkan pihak Kepolisian dan Dishub tidak melakukan tindakan langsung (tilang). Memang semuanya ada peraturan, namun melihat para abang becak adalah warga yang kurang mampu dan hanya mencari nafkah menghidupi keluarganya agar lebih diperhatikan dampak sosialnya. “Hingga saat ini belum ada peraturan daerah yang mengatur pengalihan betor dari plat hitam menjadi plat kuning, diminta untuk sementara agar tidak ada tindakan di lapangan oleh kepolisian maupun dishub,”ujar ABudi. Untuk menjaga dampak sosial yang mendadak, RDP menyepakati untuk tiga bulan ke depan pihak Dishub dan Kepolisian lebih difokuskan melakukan sosialisasi terhadap Undang-undang Lalu lintas dan angkutan umum. Kemudian tiga bulan berikutnya kepolisian membagi wilayah atau jalur betor plat kuning dengan jalur betor plat hitam. (TH)

WARTAWAN DAERAH LANGKAT: Hasrizal, Budi Zulkifli, Syaiful Amri, Subur Syahputra BINJAI: M Kamil Ismail DAIRI: Sondang Silalahi HUMBANG HASUNDUTAN: Marganda Lumbangaol DELISERDANG: Firdaus Tanjung, TH Sihombing, Bobby Lusaka Purba SERGAI: Supriyadi TEBINGTINGGI: Riady Kasidi KABANJAHE: Lamhot Situmorang SIANTAR/SIMALUNGUN: Agus Salim HT Haean,Larhamsimare-mare, Edi Pangaribuan KISARAN: Hamdan Rangkuti BATUBARA: Zulkifli Nasution LABUHAN BATU: Iwan Lugas & Cerdas Kesuma LABURA: M Ilyas Munthe, Nurdinsyah SAMOSIR: Fransiskus Sitanggang TAPUT/TOBASA: Caisar HP SIBOLGA/TAPTENG: Parlin Gultom NIAS SELATAN: Edy Gunawan Zebua MADINA: Choirullah Lubis PALAS: M Effendi Pohan BANDA ACEH: Salman, Afrizal SIGLI: Dhian Anna Asmara, Tasbir BIEREUN: H Suherman Amin,M Husin Spd, Juanda Iskandar. KUTACANE: Jamuddin Selian, Alwahidi, Arifin Desky. LANGSA: DD Harison. LHOKSUKON: Usman Cut Raja.


SUMATERA UTARA

Selasa 11 Januari 2011

Dikhawatirkan, Waduk Lau Simeme Hanya Wacana Deli Serdang-andalas Fraksi PDI Perjuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) mengaku, khawatir pembangunan waduk Lau Simeme di Siburu-biru, Kabupaten Deli Serdang, hanya sebatas wacana. "Kita khawatir, ini (pembangunan waduk L au Simeme, red) masih sebatas wacana, hanya menjual cerita," ujar Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut, Budiman P Nadapdap, Senin (10/1). Hal itu dikemukakannya menyikapi kenyataan waduk itu belum juga bisa dibangun karena hingga kini arealnya masih ditempati sejumlah warga, sementara pemerintah daerah juga belum mengalokasi anggaran untuk pembebasan lahan tersebut. Padahal, warga yang harus direlokasi dari kawasan sekitar 260 hektare itu hanya sebanyak 22 kepala keluarga (KK) saja dengan anggaran yang juga tidak akan terlalu besar. Selain itu, menurut Budiman Nadapdap, studi kelayakan atau desain pembangunan waduk itu hingga kini juga belum ada. "Mungkin anggaran untuk pembebasan lahan itu belum ada karena studinya belum ada," ujar anggota Komisi D DPRD Sumut ini. Sehubungan dengan itu, ia meminta Badan Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II segera melakukan studi kelayakan dan menyiapkan desainnya, untuk seterusnya menyerahkan hasilnya ke DPRD Sumut melalui Komisi D Bidang Pembangunan. "Kita minta BWS segera menyiapkan segala sesuatu terkait proyek waduk itu, termasuk menyangkut kebutuhan dana beserta sumbernya. Kita juga ingin tahu apakah proses pembebasan lahan warga dengan cara ganti rugi atau ganti untung," ujarnya. Kemudian, ia juga meminta BWS Sumatera II mengkaji manfaat dan mudarat keberadaan waduk itu, mengingat posisinya yang berada di antara dua bukit dan bakal menampung jutaan kubik air. "Kaji dulu manfaat dan mudaratnya, kalau jadi dibangun apa implikasinya dan bagaimana menghindari bahaya jika waduk itu sampai jebol. Kita juga perlu tahu, apakah keberadaan waduk itu benar-benar akan menjadi solusi untuk mengantisipasi banjir di Kota Medan dan sekitarnya," kata Budiman. Pemerintah daerah sendiri juga diingatkan akan kemungkinan bakal terjadinya tarik menarik kepentingan antardaerah, mengingat waduk itu dibangun di Kabupaten Deli Serdang. (LIM)

PA Kisaran Lantik Dua Panitera Kisaran-andalas Pengadilan Agama (PA) Kisaran melantik dua Panitera Pengganti Pengadilan Agama Kisaran. Ketua Panitera Syaiful Alamsyah SAg SH MH kepada andalas di Gedung Pengadilan Agama Jalan Ahmad Yani Kisaran, Senin (10/1) mengatakan pelantikan dilaksanakan di ruang sidang utama Pengadilan Agama Kisaran. Ketua PA Kisaran H Abd Rahim SH, telah melantik dua Panitera Pengganti PA Kisaran, Herman SH yang sebelumnya Kaur Umum Pengadilan Agama Kisaran, dan Rahmat Ilham SH, sebelumnya Staf Sub Bagian Keuangan PTA Medan. Pelantikan tersebut selain dihadiri Wakil Ketua Dra Jubaedah SH, para hakim dan seluruh Pegawai PA Kisaran. Hadir pula rombongan dari PTA Medan. Menurut Syaiful, Ketua PA Kisaran berharap, kedua panitera yang dilantik dapat meningkatkan kinerja Pengadilan Agama Kisaran, di masa mendatang, guna mewujudkan lembaga peradilan yang agung sebagaimana diamanahkan Mahkamah Agung. Utamanya, dalam melaksanakan tugas sebagai panitera pengganti dalam membantu hakim mengikuti persidangan, mencatat, membuat BAP dan menyelesaikan perkara serta tugas-tugas kepaniteraan lainnya di Pengadilan Agama Kisaran. Selain itu Ketua Pengadilan Agama juga menegaskan motto PA Kisaran "Melayani dengan Hati, Senyum dan Berwibawa". Dengan motto itu, semua aparat PA Kisaran diharapkan melayani para pencari keadilan dengan ramah saat memeriksa pihak-pihak yang berperkara. (FAS)

harian andalas | Hal.

13

Anggaran Pembangunan Kantor Bupati Simalungun Misterius Pematang Siantar-andalas Pusat Kegiatan Pelayanan Publik di Sekretariat Kantor Bupati Simalungun telah bergeser dan berpindah tempat. Tepatnya di perkantoran SKPD di Simalungun, Kecamatan Pematang Raya dan bukan lagi di kantor bupati bertingkat di Kecamatan Raya. Ini disebabkan munculnya kekhawatiran, akibat gedung bangunan terancam roboh. Bahkan tiang-tiang beton gedungnya banyak kelihatan yang sudah patah serta dindingdinding sudah retak, sehingga perpindahan tersebut tidak terlepas dari perpindahan Kantor Bupati Simalungun. Pengamatan andalas di lapangan, Senin (10/1) Kantor Bupati Simalungun di SKPD, tampak sedang dipagar keliling. Bahkan sejumlah gedung tem-

pat bekerja, sedang dalam pelaksanaan rehab. Karena tidak jarang, dinding bangunan SKPD satu dengan yang lain dibobol untuk menjadi satu ruangan. Seperti terdapat disisi ruangan ASS III Pemkab Simalungun dan di sekitar kantor sedang dalam pemagaran terdapat sejumlah ruangan SKPD, seperti Keuangan, Umum, Humas serta lainnya, termasuk para Asisten. Sementara SKPD lainnya yang tidak tertampung dari eks

Kantor Bupati Simalungun terpaksa bergabung dengan SKPD lainnya dengan cara satu bangunan ditempati dua SKPD, sehingga keadaan SKPD Simalungun sekarang kelihatan padat dan ramai. Melihat proses pembangunan yang sedang berlangsung sekarang cukup terkesan misterius. Selain tidak mempunyai plank nama, juga dinas terkait yang mengelola bidang pembangunan perumahan dan gedung-gedung Tarukim Simalungun tidak mengetahui pembangunan tersebut. Bahkan tidak mengetahui berapa biaya perbaikan tersebut dan dari mana dananya diperoleh. Seperti diakui Bidang pengembangan Perumahan Gedung-Gedung Dinas Tarukim Kabupaten Simalungun, Oliver Siahaan ketika di-

konfirmasi, Senin (10/1) di ruang kerjanya. Disebutkan, pihaknya harus berkoordinasi dengan pimpinan, karena ia sendiri tidak mengetahui, kalau rehab di SKPD telah dimulai untuk dijadikan Kantor Bupati Simalungun. Bahkan diakuinya, pemagaran keliling dan bagaimana didalamnya, Oliver menyebut belum tau karena tidak pernah masuk ke ruangan tersebut. “Jadi bersabar dulu, saya konfirmasikan dulu kepada atasan saya Ir Tambun MM,� ujar oliver. Sementara Kadis Tarukim yang dicoba dihubungi pada saat tersebut di ruang kerjanya ridak berhasil, berhubung belum ada di tempat. Namun melihat kondisi tersebut, rehabilitasi bangunan mencapai ratusan juta rupiah.

Jenis bangunan yang sedang dilaksanakan di sekitar Kantor Bupati Simalungun di antaranya, penyediaan lapangan umum di sisi kantor. Sejumlah staf mengatakan, lapangan tersebut untuk tempat upacara, karena tidak memungkinkan, setiap upacara harus ke Kantor Bupati Simalungun yang sudah ditinggalkan. Pemagaran Kantor Bupati Simalungun dengan mempergunakan seng, perbaikan ruangan dengan sistim menyatukan ruangan satu dengan lainnya.Pengadaan kantin di pertengahan jalan di sisi Kantor Ass III dan masuk dalam satu pagar dengan Kantor Bupati Simalungun, serta pengadaan ruangan foto copy, yang menurut para staf adalah milik salah satu koperasi pegawai. (ASH)

andalas/fas

Dishub Tebing Tinggi Abaikan Perda

Bronjong PT Fairco Bumi Lestari di Dusun X Desa Mekar Sari, Buntu Pane diduga tidak memiliki izin.

Pemkab tak Mampu Tertibkan Bangunan Liar Kisaran-andalas Maraknya sejumlah bangunan liar yang berdiri di sepanjang Sungai Silau Asahan diduga tidak memiliki izin. Namun hingga saat ini pemerintah setempat, tampaknya tak mampu menertibkan dan terkesan melakukan pembiaran. Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang, sepertinya tidak mampu bertindak tegas dan kurang peduli terhadap sejumlah bawahannya untuk mengamankan Kepmen dan Perda. Karena diketahui proses berdirinya bangunan di daerah dimulai dari tingkat Desa/Lurah, Camat, lalu ada sertifikat dari BPN, selanjutnya diajukan ke Badan Perizinan Asahan. Setelah itu badan perizinan menyerahkan berkas tersebut ke Dinas PU Pengairan untuk melakukan penelitian teknis, baru keluar Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB).

Namun saat ini, baik Kepala Desa/ Lurah dan Camat sebagai perpanjangan tangan pemerintah, diduga tak pernah melakukan koordinasi terhadap instansi terkait terhadap maraknya sejumlah bangunan liar yang berdiri di wilayah tugasnya masingmasing. Disinyalir, para Kepala Desa/Lurah maupun Camat setempat tidak menguasai pengetahuan tentang namanya Keputusan Menteri (Kepmen) maupun Peraturan Daerah (Perda). Sehingga para pengusaha dengan bebas mendirikan bangunan di atas daerah aliran sungai diwilayah kerja mereka masing-masing. Jika praktik pembiaran ini terus berjalan tanpa adanya action Pemkab Asahan, hal ini akan berdampak pada semakin menjamurnya para pengusaha baik di tingkat lokal maupun daerah, beramai-ramai mendirikan

usaha tanpa dilengkapi persyaratan administrasi sesuai peraturan berlaku. Jika hal tersebut terjadi seperti saat ini, yang dirugikan adalah pemerintah setempat dengan tidak terpungutnya retribusi berbagai perizinan. Penelusuran andalas terdapat di sejumlah titik bangunan maupun bronjong yang berdiri di atas DAS yakni, bangunan milik UD Lison Jaya. Berbagai cafĂŠ maupun tempat hiburan lainnya di Jalan Kyai H Agus Salim di Kelurahan Selawan, Kecamatan Kisaran Timur. Pembangunan Bronjong PT Fairco Bumi Lestari yang berada Dusun X Desa Mekar Sari Kec. Buntu Pane Asahan, penginapan dan CafĂŠ Sri Mersing yang berada dikelurahan Kisaran Naga, Kecamatan Kisaran Timur, serta pembangunan bronjong dan sejumlah bangunan yang berdiri di sempadan sungai di Desa Tanjung Alam Kecamatan Sei Dadap Asahan. (FAS)

Tebing Tinggi-andalas Kinerja Dishub Tebing Tinggi disorot dan dituding LSM LI-TPK Aparatur Negara RI, telah menyalahgunakan dispensasi tentang diperbolehkannya truk roda 10 ke atas masuk ke inti kota, yang akhirnya berakibat banyaknya ruas jalan di inti kota mengalami kerusakan. Direktur Eksekutif LSM LI-TPK Aparatur Negara RI, Darwin Saragih SE, Senin (10/1) mengatakan, tindakan Dishub secara terang-terangan mengabaikan Perda No 9 Tahun 1992, tentang Tata Lingkungan Kota serta menduga adanya praktik kolusi, dilakukan sejumlah oknum tidak bertanggung jawab di Dishub setempat dengan sejumlah pengusaha grosir dan angkutan. Truk bertonase tinggi yang masuk ke inti kota, ternyata tidak saja truk pengangkut sembako,melainkan juga truk yang membawa berbagai jenis material bangunan, bebas masuk kawasan inti kota. Akibatnya, kondisi Jalan Thamrin, Haryono MT, AR Syihab, Pattimura, KF Tandean dan Sakti Lubis, yang terbilang masih baru selesai direhab, kembali mengalami kerusakan. Darwin, didampingi Sekretaris Alexandra Harianja dan Litbang Ir Zulfan Lubis menyebutkan, dalam waktu dekat pihaknya berencana akan membuat laporan serta meminta agar aparat terkait segera mengambil tindakkan tegas. Di tempat terpisah, anggota DPRD Ir Pahala Sitorus MM mengatakan, persoalan banyaknya truk bertonase tinggi, diakuinya memang tidak dibenarkan dan dilarang memasuki inti kota. Sebab, selain dapat merusak jalan, juga dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas umum. Mempertimbangan kepentingan masyarakat luas, memperlancar dan memudahkan masuknya barang terlebih sembako. DPRD memberikan dispensasi bagi truk mengangkut sembako, waktu bongkar muat barangnya pun sudah ditentukan yakni menjelang subuh hingga pukul 06.30 WIB. "Sedangkan untuk bahan material bangunan seperti besi beton, semen, kayu dan material lainnya tidak diperbolehkan masuk ke inti kota,"kata Pahala. Sementara Kadishub Tebing Tinggi, Postel Nainggolan SH, saat ditemui di Pemko, tidak bersedia memberikan komentar. Sambil berpurapura sibuk, dia pun bergegas meninggalkan wartawan. (MET)

Anggota DPD RI Serap Aspirasi ke Binjai ANGGOTA Dewan Perwakilan Daerah (DPD) H Rahmat Shah mengingatkan, pejabat maupun aparatur pemerintah daerah di Sumut tidak korupsi. Selain merugikan negara dan masyarakat, tindakan korupsi berisiko berhadapan dengan penegak hukum khususnya KPK. Hal itu dikemukakan Rahmat saat bersilaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat dalam rangka reses ke Kota Binjai yang dipusatkan di aula Kantor Wali Kota Binjai, kemarin Pertemuan ini dihadiri Wali Kota Binjai Idaham, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Binjai, Wakapolresta Binjai, Dandim 0204 Binjai, para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah Pemko Binjai, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, LSM, dan lainnya. Menurut anggota DPD asal pemilihan Sumatera Utara (Sumut) ini, antara DPD RI dengan KPK telah ada kesepahaman kerja sama untuk mempercepat pemberantasan korupsi di berbagai daerah. "Jika sampai ada pejabat maupun aparat pemerintah melakukan tindakan korupsi, saya

sendiri yang akan menjadi orang pertama melaporkannya ke KPK," kata Rahmat Shah yang juga menjabat Bendahara Kaukus Anti Korupsi DPD RI ini. Dalam pertemuan itu Rahmat Shah juga menjelaskan berbagai hal yang telah dilakukan Anggota DPD RI dalam menjalankan tugas konstitusional di parlemen, yang salah satunya melakukan kunjungan kerja ke daerahdaerah pemilihannya. Kunjungan kerja ini selain dimaksudkan untuk melakukan pengawasan pembangunan yang dilaksanakan pemerintah, juga sebagai upayanya selaku Anggota DPD RI untuk menyerap aspirasi masyarakat dari daerah pemilihan termasuk Kota Binjai. Di DPD RI, Rahmat Shah masuk dalam Komite I yang membidangi Otonomi Daerah, Hubungan Pusat dan Daerah, Pembentukan, Pemekaran, Penghapusan, dan Penggabungan Daerah, Permukiman dan Kependudukan, Pertanahan dan Tata Ruang, serta Politik, Hukum, dan HAM. Komite I sendiri telah menjalin kerja sama dengan instansi terkait guna mempercepat

andalas/ist

EKS HGU PTPN - Anggota DPD RI Rahmat Shah meninjau areal eks HGU PTPN di Binjai, yang kini ditanami pohon kelapa sawit oleh pihakpihak tertentu. penyelesaian masalah-masalah yang terjadi di daerah melalui mekanisme dengar pendapat dan penerapan solusinya. Salah satu kerja sama yang telah terjalin di

antaranya dengan KPK RI. Sebelumnya, Wali Kota Binjai HM Idaham SH MSi dalam sambutannya mengatakan, kepemimpinannya sebagai wali

kota masih baru sehingga dengan kunjungan kerja Anggota DPD RI ini diharapkan dapat memotivasi serta memberi alternatif solusi terhadap beberapa persoalan

pembangunan yang terjadi di Kota Binjai. Dalam sesi dialog terungkap beberapa permasalahan, di antaranya permasalahan tanah eks HGU PTPN II yang hingga saat ini belum bisa dimanfaatkan Pemko Binjai sebagai areal pengembangan pembangunan dan kepentingan permukiman bagi pensiunan karyawan PTPN. Begitu juga realisasi bagi hasil BUMN yang diharapkan bisa menambah PAD guna menunjang pembangunan. Menyikapi persoalan tersebut, Rahmat Shah mengatakan persoalan tanah eks HGU PTPN, Delegasi Komite I DPD dari 11 provinsi yang dipimpinnya telah melakukan pertemuan dengan pimpinan Kanwil BPN Sumut dan Kepala Kantor BPN se-Sumut serta Pemprovsu. "Intinya DPD RI akan melakukan pertemuan dengan instansi terkait untuk duduk bersama mencari solusi terbaik penyelesaian persoalan. Kita targetkan pada tahun 2011, masalah pertanahan ini bisa terselesaikan dengan baik," cetusnya. (GUSLI)


Selasa 11 Januari 2011

ACEH MEMBANGUN

harian andalas | Hal.

14

KILAS

Dishub Harapkan Dukungan Pemerintah Lhokseumawe-andalas Unit sarana transportasi dan petugas lapangan di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Lhokseumawe saat ini sangat minim, untuk melayani kebutuhan transportasi khusus kepada masyarakat. Dinas Perhubungan Kota Lhokseumawe sangat membutuhkan penambahan kendaraan alternatif. Saat ini yang dimiliki Dinas Perhubungan Lhokseumawe 6 unit bus dan beberapa unit mobil patroli. Hal itu dikemukakan Miswar SE MSP Kepala Dinas Perhubungan, Pariwisata, dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, Senin(10/1). Menurut Miswar, bus sekolah untuk dapat memenuhi kebutuhan dalam memjemput pelajarpelajar di Kota Lhokseumawe, dibutuhkan penambahan 4 unit lagi, karena para pelajar saat ini ketika menaiki bus sekolah banyak yang bersiri dan berdesak-desakan di dalam bus. Pemerintah mendukung, penambahan 4 unit bus sekolah, Dishub dapat menjangkau wilayah-wilayah pedalaman di wilayah Kota Lhokseumawe untuk membantu dan mempermudah para pelajar dalam bepergian ke sekolahnya. Miswar menambahkan, Dinas Perhubungan Kota Lhokseumawe juga saat ini sangat kekurangan petugas lapangan, untuk ditempatkan di wilayah tertentu untuk mengatasi kemacetan. (SYN/RZ)

Pejabat Eselon III dan IV Atim Dilantik Aceh Timur-andalas Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai unsur utama sumber daya manusia (SDM) Aparatur Negara mempunyai peran yang sangat strategis dalam mengemban tugas pemerintahan dan pembangunan. PNS yang diharapkan adalah pegawai yang memiliki kopetensi, penuh kesetiaan dan ketaatan kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan professional. Untuk mewujudkan atau tercapainya hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, akhir pekan lalu telah melakukan sumpah sekaligus pelantikan bagi 4 orang Eselon IIIa dan 19 orang Eselon IVa dan b. Pelantikan tersebut langsung dilakukan Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Timur, Syaifannur SH MM di aula gedung SKB di Langsa. Dalam amanatnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Timur, Syaifannur mengatakan, pelantikan yang dilaksanakan pada hari itu merupakan suatu hal yang biasa dan lumrah dilaksanakan guna memajukan manajemen pemerintahan, sebab mutasi, rotasi dan promosi pejabat dalam suatu instansi merupakan hal yang wajar dan biasa. "Bupati Aceh Timur sendiri tidak akan segansegan untuk mengambil tindakan tegas terhadap PNS ayang tidak disiplin. Bahkan melakukan pemecatan dengan tidak hormat sebagai PNS, yang tidak masuk kerja tanpa alasan selama 46 hari kerja atau lebih," tegas Sekda Aceh Timur. (HRN)

Salah satu jembatan di kawasan Pandrah yang sudah terancam patah dan tidak berani masyarakat melewatinya. Jembatan kawasan Pandrah Bireuen tersebut rusak parah namun belum diperbaiki. andalas / juanda iskandar

Transportasi ke Desa Cot Meugoe Putus Total Bireuen-andalas Hujan yang mengguyur kawasan Bireuen selama beberapa pekan memasuki tahun baru 2011 ini, mengakibatkan jalan kawasan Desa Cot Meugoe Kecamatan Jeumpa rusak parah. Sehingga masyarakatnya "Pajoeh Padee Bijeuh" (Makan hasil lama-Red) karena transportasi putus total karena tidak bisa membawa hasil pertanian dan perkebunan untuk dijual. Pengamatan andalas, kemarin, sepanjang 4 kilometer jalan Desa Cot Meugoe, kondisinya sudah hancur seperti kubangan kerbau. Bahkan, ada yang tertimbun lumpur gunung sehingga tidak dapat dilalui kenderaan roda empat maupun roda dua. Geuchiek Cot Meugoe Murtala Ismail mengatakan, akibat

hancurnya jalan dan tidak bisa dilalui kenderaan roda empat ke desa Cot Maeugoe selain hasil pertanian tidak bisa diangkut untuk dipasarkan ke Bireuen, kegiatan belajar mengajar di SDN-12 Jeumpa sering terhenti, para guru juga tidak bisa hadir ke sekolah. "Guru tak bisa hadir, siswa kembali ke rumah masing-

masng dengan berjalan kaki melalui jalan berlumpur beberapa kilometer," ungkap Murtala. Geuchiek Murtala Ismail menambahkan, Desa Cot Meugoe sebenarnya sangat potensial sebagai penghasil kelapa, pinang, coklat, kedelai, jagung dan tanaman palawija lainnya. Namun sayangnya kondisi jalan dari Blang Gandai ke Cot Meugoe sepanjang 11 kilometer belum beraspal jika musim penghujan tiba, dipenuhi lumpur tidak dapat dilalui kenderaan roda empat untuk mengangkut hasil pertanian. Selama musim penghujan ini warga desa Cot Meugoe umumnya petani paling merana, terpaksa melaksanakan perintah berkurung tidak dapat melak-

sanakan aktivitasnya seharihari untuk mengangkut hasil pertanian. Untuk berbelanja kebutuhan pokok sehari-hari ke Kota Kecamatan Blang Bladeh dan Bireuen serta Peudada Pun warga terpaksa berjalan kaki menempuh jarak belasan kilometer. Selain itu, sebagaimana diungkapkan Geuchiek Desa pergunungan terpencil Alue Limeng M Yusuf kepada andalas, kondisi jalan desa mulai dari desa Blang Gandai, Cot Meugoe, Alue Limeng hingga ke desa pergunungan Sarah Sirong perbatasan Kecamatan Juli sepanjang 24 kilomter masih belum lancar. Yusuf menyebutkan, sarana jalan merupakan urat nadi terpenting terhadap pengem-

bangan kawasan perkebunan dan pertanian sawit, coklat, pinang, kemiri, kelapa, kedelai, jagung serta tanaman palawija lainnya di pedalaman pegunungan Kecamatan Jeumpa. Tak hanya jalan kondisi 9 buah jembatan juga masih sangat darurat belum dapat dilalui kenderaan roda empat. Disebutkan, Pemkab Bireuen masih terkendala dana untuk merealisasi pembangunannya. Para petani desa pedalaman pergunungan terpencil Blang Gandai, Cot Meugoe, Alue Limeng dan Sarah Sirong sangat berharap kepada Gubernur Aceh Irwandi Yusuf agar dapat mengalokasikan dana pembangunan jalan dan jembatan melalui anggaran APBA. (JND)

Abrasi

Kreung Pawot Kikis Kebun Warga Sigli-andalas Sepanjang puluhan meter lebih daerah aliran sungai (DAS) Krueng Pawod Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie, terjadi ambrasi ketika musim penghujanan. Akibatnya, puluhan kebun serta ladang masyarakat tersebut terkikis dan dikhawatir kan amblas ke sungai. Menurut Mahdi salah seorang warga setempat, Senin (10/1) abrasi tersebut membuat warga waswas dengan kikisan sungai yang tidak jauh di belakang kamar santri yang hanya terpaut sekitar 4 Meter dari Daerah aliran sungai tersebut. "Memang kikisan air terus berlangsung, apalagi selama ini terjadi musim penghujan. Debit air sungai dari kaki gunung selawah terus mengalir karena tidak ada benteng penahan air. Bahkan, selama ini sebagian kebun warga terus amblas ke sungai," katanya. Senada juga diungkapkan beberapa pemilik kebun setempat. Mereka sangat resah karena sampai sekarang dinas terkait belum mengambil tindakan untuk mengatasi abrasi tersebut. "Kami berharap pemerintah daerah tidak menutup mata, karena ini menyangkut kerugian petani," tambahnya. (TAS)

Masih Rusak

Sembilan Jembatan Desa Kawasan Pertanian Bireuen-andalas Kondisi sejumlah jalan dan 9 jembatan di berbagai desa yang merupakan sentra kawasan pertanian pergunungan Kecamatan Jeumpa Kabupaten Bireuen, hingga saat ini kondisinya masih rusak berat. Akibat kondisi jalan dan sembilan jembatan seperti yang menghubungan Desa Blang Gandai ke Desa Sarah Sirong perbatasan Kecamatan Juli sepanjang 24 kilometer, aktivitas petani mengangkut hasil perkebunan dan pertanian jadi terhambat disebabkan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Sejumlah warga kepada Andalas beberapa hari lalu menyebutkan, bila kondisi musim hujan seperti saat sekarang ini kondisi jalan desa yang masih mengalami dan belum tersentuh pengerasan. Apalagi pengaspalan sudah tertimbun lumpur gunung tidak dapat dilalui semua jenis kendaraan. Terkait masalah itu Geuchiek Alue Limeng M Yusuf menyebutkan, kawasan pertanian desa pedalaman seperti Blang Gandai, Cot Meugoe, Alue Limeng dan Desa Sarah Sirong perbatasan Kecamatan Juli, merupakan kawasan yang sangat potensial di bidang perkebunan dan pertanian. Camat Jeumpa Drs Jailani yang dikonfirmasi di kantornya, Senin (10/1) mengakui kondisi jalan dan 9 buah jembatan dari Desa pedalaman Blang Gandai, Cot Meugoe, Alue Limeng hingga ke desa pedalaman Sarah Sirong perbatasan Kecamatan Juli kondisinya sudah rusak parah. (JND)

Wartawan Sampaikan Sikap BI ke PWI Aceh Banda Aceh-andalas Puluhan Wartawan di Banda Aceh merasa terganggu atas pernyataan Kepala Bank Indonesia (BI), Mahdi Muhammad tentang ancaman mensomasi bagi media yang memberitakan isu suap seputar rekrutment direksi serta Komisaris Bank Aceh. Pernyataan itu disampaikan Mahdi Muhammad kepada wartawan lewat short message service (SMS) saat dikonfirmasi terkait isu suap seleksi pejabat Bank Aceh yang baru. Tanggapan keras kepala BI itu membuat para Wartawan mengadukan sikap kepala BI kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) cabang Aceh, Senin (10/1). Para Wartawan diterima langsung Ketua PWI Cabang Aceh, Tarmilin Usman serta sejumlah jajaran pengurus dan juga Ketua Bidang Perlindungan dan Advokasi Wartawan M Nasir Nurdin SH di

Kantor PWI Aceh. Dalam kesempatan itu, Tarmilin Usman menyatakan, kepala BI tidak semestinya membuat pernyataan tersebut. Sebab menurutnya, belum terindikasi pelanggaran kode etik jurnalis dalam penyajian berita isu suap seputar seleksi pejabat Bank Aceh. "Apalagi berita itu baru dikonfirmasi kepada Mahdi, bahkan terkesan seperti ingin membungkam pers dalam penyajian berita. Nanti kan ada hak jawab seperti tercantum dalam Undang-Undang Pers No 40 tahun 1999," kata Tarmilin Usman. Dijelaskan, jika somasi itu tetap dilakukan itu hak BI. Sebab, pihaknya merasa dirugikan dengan pemberitaan sejumlah media di Aceh yang menyudutkan mereka. Namun dinamika pers juga jangan dibendung untuk memberi informasi perkembangan seleksi para

Satpol PP-WH Tingkatkan Patroli

Pejabat Bank Aceh itu, dan hampir seluruh pelosok kota saat ini memantau perkembangan Bank Aceh yang merupakan Bank kesayangan mereka. "Jadi, rakyat perlu tahu itu, jika benar ada suap tentu hukum akan bicara," kata Tarmilin. Dia menambahkan, jika BI keberatan dengan penyajian berita yang merugikan mereka, nanti juga ada mekanisme lain dengan mengadukan isi pemberitaan yang merugikan pihak BI ke Dewan Pers. Ketika Kepala BI Banda Aceh, Mahdi Muhammad, coba dikonfirmasi lewat selulernya menjelaskan, bahwa hingga saat ini pihak BI sedang mempertimbangkan kembali rencana tersebut. Pihaknya, memcoba mempelajari kembali rencana melakukan upaya hukum kepada media media yang menulis isu tersebut. (AZHARI)

Lhokseumawe-andalas Untuk meningkatkan penegakan disiplin dan penegakan syari'ah di wilayah Kota Lhokseumawe, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Dan Wilayatul Hisbah (WH) Kota Lhokseumawe akan melakukan peningkatan patroli, razia, dan penegakan disiplin di tahun 2011. Razia dan penegakan disiplin yang rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat ini antara lain razia pakaian (Qanun 11) tetang cara pakaian secara Islami, razia maisir (judi), dan razia khalwat (mesum). Selain dilaksanakannya penegakan syari'ah, Satpol PP Dan WH Kota Lhokseumawe juga akan melakukan penegakan disiplin kepada para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berkeliaran, penertiban spanduk tanpa izin, penertiban toko yang tidak memiliki IMB, serta penertiban para pelajar yang berkeliaran di luar jam belajar. Drs Azwar Abd Kepala Satpol PP dan WH Kota Lhokseumawe saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (10/1) mengatakan, rencananya akan melakukan peningkatan patroli rutin dan razia-razia untuk penegakan disiplin kepada aparatur pemerintahan dan masyarakat serta penegakan syari'ah secara kaffah di wilayah Kota Lhokseumawe. Azwar juga menambahkan, kegiatan itu dilakukan juga tidak akan terlaksana sepenuhnya, jika masyarakat dan semua elemen di wilayah Kota Lhokseumawe khususnya dan di Aceh pada umumnya, tidak bersatu dan bekerja sama baik dalam penegakan syari'ah maupun penegakan disiplin aparatur pemerintah dan masyarakat. (SYN/RZ)

Dua Tahun Ditempati

Gedung DPRD Abdya Sudah Bocor andalas/supian

Pembangunan Gedung Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) memicu kekecewaan masyarakat, khususnya anggota Dewan setempat. Pasalnya, kantor yang baru dua tahun ditempati para wakil rakyat itu sudah bocor. Padahal, anggaran pembangunannya sangat besar mencapai miliaran Rupiah. "Di beberapa sisi pada bagian asbes dan dinding, nampak basah dan air menetes. Beberapa asbes yang terbuat dari papan

SUDAH BOCORBaru 2 tahun ditempati, bangunan gedung DPRK Abdya sudah bocor. gypsum, terlihat rusak dan berjamur. Dinding juga tampak lembab dan berjamur. Sementara selasar dipasang kurang tepat. Sehingga jika hujan turun, tidak mampu

menahan air," ungkap H Husaini SPd Sekwan Abdya. Selain itu, tambahnya, sejumlah kamar mandi (WC) juga kurang berfungsi, bahkan sudah ada beberapa closed

yang rusak, serta beberapa kran air juga tidak berfungsi. Husaini menambahkan, gedung yang baru ditempatinya itu sudah bocor di tiga titik diantaranya di

ruang fraksi Partai Aceh (PA) di Ruangan Keuangan dan di Ruangan mushalla. Selain bocor, sejumlah WC juga tidak dapat difungsikan karena kran air serta kunci pintu WC sudah rusak. Yang lebih parah lagi lanjut Sekwan, di aula sidang paripurna, sudah banyak gypsum yang mulai nampak kehitaman akibat atap gedung tersebut bocor. "Yang paling kita takutkan bila hujan turun ketika sidang paripurnan berlangsung," ujarnya. Pantauan andalas di gedung DPRK Abdya, Senin (10/1) sungguh menanbjubkan, betapa tidak, gedung yang begitu megah yang mengahbiskan dana miliaran rupiah itu ternyata bermutu rendah. Terbukti baru dua tahu difungsikan sudah bocor-bocor. (YAN)


Selasa

SAMBUNGAN 15 Megawati: PDIP Tidak Berubah harian andalas | Hal.

11 Januari 2011

Gayus: Kasus saya Disetting Jakarta, andalas Menurut Gayus Tambunan, pihak-pihak itu ingin merusak pembelaannya di pengadilan dan menginginkan dirinya mati. Gayus Tambunan tersangka kasus korussi menuding ada pihakpihak yang ingin merusak pembelaannya dalam sidang di PN Jakarta Selatan. "Saya akan cerita banyak setelah [sidang] putusan. Kalau saya sampaikan sekarang pihak-pihak tertentu akan senang, tertawa. Kalian semua media mengikuti apa yang dia mau," kata Gayus ditemui sebelum sidang di PN Jakarta Selatan, Senin (10/1). Gayus enggan menyebut pihak yang dimaksud dan menurutnya pemberitaan mengenai dirinya plesir ke luar negeri sebagai bentuk setting pihak tertentu. "Kalian bisa menilai siapa yang setting. Di-setting oleh satu pihak tertentu. Intinya biar saya mati,"katanya. Jumat pekan lalu Anton menjelaskan, Gayus telah mengaku kepada penyidik Mabes Polri, dirinya pergi ke luar negeri. Pengakuan itu diperoleh setelah penyidik Mabes Polri memeriksa Gayus di LP Cipinang, Jakarta. Menurut Anton, pengakuan Gayus itu belum dituangkan dalam berkas berita acara pemeriksaan karena belum mengantongi izin pemeriksaan dari hakim PN Jakarta Selatan. "Kalau diperiksa di tempat [dipenjara] tidak pakai izin [hakim]," katanya. (BSC)

Pemko Medan Keliru Atasi Banjir .........(Dari Halaman 1) kota Medan tidak mengerti apa sebenarnya fungsi kota bagi warganya. Apa yang dilakukan pemerintah kota adalah kebijakan yang sudah tidak dipakai lagi di banyak negara. Kebijakan yang berjalan saat ini harus mengkaitkan growth dengan ecology, mengingat sudah terbatasnya natural resources dan rusaknya environmental dan perlunya efficiency. " Pemerintah kota lebih senang membangun yang baru (growth approach) daripada merawat yang lama, lebih senang pada pembangunan kemewahan kota daripada memperkuat fungsi kota. Dan semuanya hanya direncanakan untuk kepentingan jangka pendek," pungkas Bachtiar.

Seratusan Turis Asing Tur Wisata ke Aceh .........(Dari Halaman 1) dari Singapura, mengunjungi sejumlah tempat di Pulau Sumatera," katanya. Sebelum berkunjung ke Kota Banda Aceh, wisatawan mancanegara tersebut juga berdarmawisata ke Kabupaten Aceh Utara. Selanjutnya, mereka ke Pulau Nias, Sumatera Utara, dan Ujung Kulon, Provinsi Banten. "Kami senang berkunjung ke Kota Banda Aceh. Banyak objek wisata yang mampu menarik minat masyarakat internasional, terutama wisata tsunami," kata Messick. Sementara, Wakil Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal mengatakan, kedatangan wisatawan asing bagian dari program tahun kunjungan wisata 2011. "Dengan kedatangan mereka menunjukkan Pemko Banda Aceh siap melaksanakan Visit Banda Aceh Year 2011. Kami berharap akan banyak kunjungan wisatawan serupa ke ibu kota Provinsi Aceh ini," katanya. Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh Reza Fahlevi mengatakan, kapal pesiar MV Clipper Odyssey membawa turis mancanegara dari Amerika Serikat, Kanada, Australia, Afrika Selatan, Spanyol, Inggris dan Selandia Baru. Kunjungan mereka ke Banda Aceh bertujuan ingin melihat secara dekat budaya Aceh dan pesona alamnya, serta wisata tsunami, yang hanya ada Banda Aceh. Di pelabuhan, kata dia, wisatawan internasional itu disambut dengan pengalungan bunga diiringi tarian Ranup Lampuan sebagai manifestasi "peumulia jame" memuliakan jamu. "Rombongan kapal pesiar ini singgah di Banda Aceh dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. Kami mengharapkan kunjungan kapal pesiar ini bisa terus berlanjut di masa mendatang," demikian Reza Fahlevi. (ANT)

Jakarta, andalas Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menegaskan partainya tidak berubah tetap menjadi partai oposisi. "PDI Perjuangan, seperti yang saya katakan di Bali (Kongres III PDIP), tidak akan pernah menjadi bagian dari kekuasaan yang tidak berpihak pada wong cilik," katanya di Jakarta, Senin (10/1) dalam pidato politiknya pada peringatan HUT ke38 partai itu. Selain itu, Megawati juga kembali menegaskan sikap partainya untuk tidak berkoalisi dengan partai-partai penguasa yang tergabung dalam Sekretariat Gabungan (Setgab). Menurutnya, koalisi merupakan penyakit kronis yang muncul beberapa waktu terakhir. "Cita-cita yang melekat dalam sejarah partai kita jauh lebih besar dari sekedar urusan kursi di parlemen, sejumlah menteri, atau pun Istana Merdeka," kata Megawati. Di tengah lautan merah perayaan hari jadi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ke-38, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputeri kembali mengkritisi kinerja pemerintahan

HUT PDIP - Ketua umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarno Putri memberikan orasi politik pada perayaan hut ke38 PDIP bertema "Berjuang Untuk Kesejahteraan Rakyat" di Jakarta, Senin (10/1).

SBY-Boediono yang dinilai mengabaikan kepentingan ekonomi rakyat. Sebagai partai oposisi, sepanjang tahun ini PDI P memang secara politis terus didekati partai-partai koalisi pendukung SBY termasuk sejak rencana reshuffle kabinet SBY-Boediono mengemuka. Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum

menilai kritikan yang dilontarkan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bagian dari demokrasi. "Pidato politik pimpinan partai oposisi kalau isinya adalah kritikan, itu sesuatu yang normal. Kritikan itu kalau diolah menjadi energi yang positif, bisa menjadi pemacu dan pemicu kinerja pemerintah yang

makin baik," kata Anas, usai menghadiri peringatan HUT ke-38 PDIP. Menurut Anas, Partai Demokrat tidak alergi dengan segala bentuk kritikan asal disampaikan dalam koridor demokrasi. "Kritik itu adalah bagian yang baik dari demokrasi. Kita nikmati keindahan demokrasi itu," tegasnya. (BBS)

Rusunawa Bukan Solusi "Pemerintah sulit mere-

..........(Dari Halaman 1) lokasi warga yang sudah lama Pembangunan berupa rumah susun itu, kurang diterima oleh ratusan kepala keluarga (KK) yang saat ini tinggal di daerah tersebut. Bahkan, sebelumnya mengenai wacana pembangunan rumah susun itu, pernah dibentuk panitia, namun akhirnya tidak jalan, karena masyarakat kurang mendukung dan banyak yang memprotes. Selain itu, rumah susun itu juga sangat terbatas jumlah orang yang bisa tinggal, terlalu tinggi dan sulit rasanya jika warga turun naik dari rumah tersebut, apalagi kalau orang tua. Dahniar mengatakan, kalau pun dibangun rumah susun di tempat itu, warga juga tidak mampu untuk membayarnya, karena masyarakat yang tinggal di lokasi tersebut rata-rata ekonomi menengah kebawah.

tinggal di pinggiran Sungai itu, dan tempat tersebut juga sulit untuk dilupakan masyarakat. Ada warga yang sudah turuntemurun tinggal di daerah itu," katanya. Sebelumnya, Walikota Rahudman Harahap saat memimpin rapat koordinasi bersama 21 camat dan pimpinan sejumlah SKPD di rumah dinas Wali Kota Medan Jumat (8/1) memerintahkan seluruh camat untuk mendata warganya yang tinggal di sepanjang daerah aliran sungai (DAS), terutama rawan diterpa banjir. Langkah ini diambil sebagai bahan evaluasi untuk melakukan penataan sekaligus rencana relokasi sehingga para warga tidak terus-menerus menjadi korban rendaman banjir setiap kali air sungai meluap. “Kita akan tempatkan mereka di lokasi yang layak huni

dan terhindar dari banjir, misalnya seperti pembangunan rumah susun sewa (rusunawa) yang telah dilakukan di Medan Labuhan,” paparnya. Peristiwa Banjir Diketahui, banjir yang terjadi Kamis (6/1) sekitar pukul 04.00 WIB, menggenangi lebih kurang 700 rumah warga di Lingkungan III dan IV Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, tidak korban jiwa pada peristiwa tersebut. Banjir yang melanda Kota Medan itu, akibat meluapnya Sungai Deli yang berada di belakang rumah warga, hanya berjarak lebih kurang 15 meter. Sebelumnya, hujan turun sangat lebat pada Rabu (5/1) sekitar pukul 23.00 WIB hingga Kamis dinihari. Bersihkan Lumpur Sebelumya, ratusan warga di Lingkungan III dan IV Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Jumat dini-

hari hingga pukul 16.00 WIB masih terus membersihkan tumpukan lumpur dan sampah sisa banjir di dalam rumah mereka. Salah seorang warga Lingkungan IV Kelurahan Aur, Ibu Nian (56) Jumat, (7/1) mengatakan, pembersihan tersebut dilakukan sejak Kamis (6/1) pukul 24.00 WIB, ketika air banjir mulai kelihatan surut. Sampai saat ini, menurut dia, segala bentuk kotoran berupa plastik botol aqua, sisa potongan kayu, kain bekas dan pecahan kaca atau besi bekas yang masuk ke dalam rumah warga atau berserakan di halaman rumah dibersihkan. Kalau tidak secepatnya dibersihkan, jelas akan merusak pandangan mata, dan menimbulkan ganguan kesehatan, karena kotoran itu menimbulkan bau tidak sedap. "Makanya seluruh warga rumahnya terendam banjir,

secara bergotongroyong membereskan lumpur dan sampah yang berasal dari Sungai Deli meluap mencapai empat meter itu," katanya. Lumpur bercampur tanah itu, menurut dia, tinggal di dalam rumah tersebut ketinggiannya mencapai 20 centimeter. Lima Kecamatan Sementara itu, banjir yang terjadi di Kota Medan Kamis dinihari itu, mengenangi ribuan rumah penduduk yang terdapat di lima kecamatan, yakni Kecamatan Medan Maimun, (Kelurahan Kampung Aur, Kelurahan Hamdan, Kelurahan Kampung Mati dan Kelurahah Kampung Baru. Kemudian, Kecamatan Medan Labuhan, Kecamatan Medan Deli, Kecamatan Medan Helvetia dan Kecamatan Medan Sunggal. Kerugian materi yang disebabkan banjir tersebut, belum dapat diketahui dan masih terus didata. (ANT)

Siswa Korban Banjir Minta Perhatian Pemko ........(Dari Halaman 1) Hal yang sama juga dirasakan anak-anak korban banjir lainnya di Kelurahan Sei Mati. Adi dan Pia yang duduk di Kelas I SMP Swasta Yayasan Pembinaan Keluarga (YPK) Jalan Sakti Lubis dan kelas IV SD Negeri Gang Bidan, Jalan Brigjen Katamso juga tidak masuk sekolah karena seragam sekolah dan perlengkapan sekolah mereka rusak teredam banjir. Pasca kejadian bencana banjir tersebut, para korban sejauh ini sudah mendapatkan bantuan seperti obat-obatan, bahan makanan seperti mie instan, hingga baju-baju bekas. Para korban banjir tersebut ada yang masih mengungsi di sejumlah rumah warga yang tidak terkena banjir karena rumah mereka rusak diterpa banjir. Pada umumnya, anak-anak

andalas/dp

BUKU SEKOLAH RUSAK - Wakasek SD 060952 Drs S Sianturi, STh didampingi guru lainnya menyusun berkas-berkas dan buku paket yang rusak. korban banjir tersebut berharap agar Pemerintah Kota Medan dapat memberikan bantuan perlengkapan seko-

lah, seperti seragam, sepatu, buku tulus, dan buku pelajaran sehingga mereka bisa kembali masuk sekolah.

Bersihkan Sekolah Sementara itu, para korban banjir di kawasan Medan Utara di hari pertama sekolah diisi dengan membersihkan sekolah mereka dari sisa-sisa banjir. Di Kecamatan Medan Utara ini setidaknya ada tiga Sekolah Dasar yang tidak dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar, yaitu SDN No. 068292,SDN No. 060951 dan SDN No.060952 yang berlokasi di Simpang Kantor, Jalan Yos Sudarso Kelurahan Martubung, Medan Labuhan. Menurut Wakil Kepala Sekolah SDN No.060952, Drs S Sianturi STh, Senin (10/1), semula para siswa di sekolah itu datang namun karena kondisi sekolah itu tidak dapat digunakan dalam proses belajar mengajar (PBM) maka cepat dipulangkan. Menurut Sianturi, keting-

gian lumpur di dalam kelas mencapai 20 cm akibat genangan banjir, Kamis kemarin hingga meluluhlantakkan berkas-berkas guru, buku-buku paket, meja kepala sekolah, dan mobiler lainnya. "Pasca banjir, baru kali ini kelas-kelas di sekolah ini dapat dibersihkan dengan cara gotong royong siswa dan guru supaya keesokan harinya dapat melaksanakan PBM secara efektif," kata S. Sianturi. Sianturi juga menjelaskan, hari pertama sekolah itu banyak juga siswa dan guru-guru yang tidak hadir karena menjadi korban banjir. Mereka umumnya membersihkan rumah masing-masing.Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Pendidikan dan Pengajaran Kecamatan Medan Labuhan Dra Khairani Khalifah, belum dapat menghitung kerugian yang diakibatkan banjir di tiga sekolah tersebut. (BEN/DP)

Dari Bersih-bersih Rumah Hingga Siapkan Amplop Angpau .............(Dari Halaman 1) Seperti pantauan andalas di permukiman warga etnis Tionghoa di Pasar V, Kampung Lalang, Senin (10/1), warga di sana tampak sibuk mempercantik rumahnya dengan pengecatan maupun hiasan yang didominasi warna merah dan kuning lengkap dengan pernak-pernik peringatan Imlek. "Saya mulai bersih-bersih rumah untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2562 yang jatuh pada tanggal 3 Februari 2011. Dengan kelihatan bersih akan membuat nyaman melakukan ritual Imlek di rumah," kata Cia Lie, warga Pasar V, Gang Sekata. Tahun Baru Imlek 2562, katanya, ditunggu-tunggu karena saat itulah semua anggota

keluarganya berkumpul untuk merayakannya serta pergi bersama-sama melakukan ritual ke vihara dan saling memaafkan. Sementara itu di Vihara Kwan Im yang dijadikan tempat beribadah etnis Tionghoa di Sunggal juga mulai dicat mencolok dengan warna kuning dan merah. "Vihara dibersihkan dan dicat karena pada saat Imlek nanti vihara akan dijadikan tempat beribadah," kata Apo, penjaga Vihara Kwan Im. Ia mengakui, vihara Kwan Im pada saat Imlek akan dipenuhi warga etnis Tionghoa untuk melakukan ibadah. Di tempat terpisah, Mie Mie, seorang pedagang mengakui meski sebagian besar masyarakat etnis Tionghoa merayakan Imlek pada 3 Februari 2011, aktivitas pertokoan

di Sunggal Pekan akan tetap berjalan seperti biasa. "Toko akan tetap kita buka, nggak ada yang tutup," kata wanita suku Tio Ciu ini. Dirinya mengaku tak biasa menutup tokonya saat menyambut Tahun Baru Imlek karena berjualan merupakan satu-satunya aktivitas untuk mendapatkan uang. “Beberapa tahun lalu saat Imlek biasanya kita sudah tutup toko, tapi warga tetap ketok pintu untuk membeli barang. Jadi tahun ini kami putuskan (toko) tetap buka,” ungkapnya. Permintaan Meningkat Perayaan Imlek ternyata juga membawa berkah bagi pedagang perlengkapan persembahyangan maupun pernak-pernik Imlek. Buktinya, meski perayaan Imlek 2562 masih sekitar tiga

pekan lagi, omzet para pedagang perlengkapan persembahyangan etnis Tionghoa dan pernakpernik Imlek, termasuk amplop angpao dan kertas sembahyang (Kim Cua) meningkat hingga 60 persen dari biasanya. Ahuat, pemilik Toko Jaya di kawasan Jalan AR Hakim misalnya, membenarkan permintaan konsumen terhadap berbagai perlengkapan persembahyangan serta angplop angpau dan kertas sembahyang cukup meningkat. “Jika hari biasa kita sediakan sekitar empat kardus amplop angpao berwarna merah polos, menjelang Imlek ini setiap hari ratarata kita tambah sampai dua kardus lagi. Lumayan ramai pembelinya,” kata Ahuat, Senin (10/1). Kepada andalas Ahuat menunjukkan sejumlah kardus

kiriman dari Jakarta yang berisi amplop angpao warna merah dalam berbagai ukuran. “Ini baru datang dan belum kita buka. Jelas ada kenaikan. Kalau dihitunghitung bisa lebih 60 persen kenaikannya,” tambahnya. Tidak hanya amplop angpao warna merah, menurut pria tiga anak ini permintaan terhadap kertas sembahyang sebagai pelengkap ritual, kertas berwarna kuning dengan tulisan merah, yang biasanya dibentuk menjadi perahu, juga banyak dibeli masyarakat. “Kim Cua juga naik. Tapi tidak sebanyak permintaan pada amplop angpao warna merah itu. Tetapi tetap saja ada kenaikan kok. Mungkin tidak sebanyak amplop angpao karena biasanya di tempat persembahyangan juga

disediakan Kim Cua,” terang Ahuat. Sementara Lina pedagang pernak-pernik di Pasar Ramai juga membenarkan adanya peningkatan permintaan amplop angpao warna merah jelang perayaan Imlek ini. “Menjelang Imlek permintaan amplop angpao memang naik karena sudah menjadi barang wajib yang harus dibeli menyambut Imlek,” kata Lina saat ditemui di tokonya. Lina mengaku, tokonya sudah memperbanyak stok angpao dan pernak-pernik Imlek lainnya yang didatangkan dari dalam kota maupun impor dari RRC. ”Angpao lokal kita jual mulai dari harga Rp1.000 hingga Rp2.000 per bungkus. Untuk buatan RRC kita jual Rp5.000 hingga Rp8.000 per bungkus,” sebutnya.(SIONG)


HARIAN

andalas LUGAS DAN CERDAS

Selasa, 11 Januari 2011 | No: 1786/Tahun VI | E-Mail:andalasmedan@gmail.com | Harga Eceran Rp. 2.000; Langganan+ongkos kirim Rp75.000; Luar Kota: Rp2.500

Janet Jackson Sambangi Jakarta 9 Februari 2011 PENYANYI kenamaan Janet Jackson akan menggelar konser di Jakarta. Adik almarhum Michael Jackson itu akan konser pada 9 Februari 2011.

Konser bertajuk 'Up Close and Personal with Janet Jackson Live in Concert' itu akan bertempat di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Senayan. Promotor Trilogy Live dan Berlian Entertainment yang memboyongnya ke sini.

"Up close and personal with Janet Jackson Live in Concert at Plenary Hall JCC, 9 February 2011 - Promoted by Trilogy Live & Berlian Entertainment," demikian isi pesan singkat dari Media Relation Trilogy Live, Senin (10/1).

Janet telah mengumumkan rencana tur dunianya pada 2011 sejak November silam. Ia menjanjikan tahun ini akan membuat konser dunia terbesar yang pernah digelarnya. Tur yang bertajuk 'Number Ones: Up Close and Personal' itu akan menyam-

bangi 35 negara besar. Janet yang berkolaborasi dengan sang kakak di lagu 'Scream' itu berjanji akan menyuguhkan lagu-lagu hitsnya. Untuk harga tiket konser baru akan diumumkan promotor beberapa minggu ke depan. (DTC)

VICTORIA B ECKHAM

HAMIL ANAK KE-4 KABAR bahagia datang dari pasangan selebriti David Beckham dan Victoria. Saat ini mereka sedang menantikan kelahiran anak keempatnya. Seperti dilansir TMZ, Senin (10/1), berita tersebut disampaikan juru bicara Beckham kepada media. Kelahiran buah hati pasangan yang menikah pada 4 Juli 1999 itu diperkirakan pada musim panas. "David dan Victoria dengan gembira mengabarkan bahwa mereka sedang menanti kelahiran anak keempatnya pada musim panas," ucap sang juru bicara. David dan Victoria tidak memberikan pernyataan soal usia kehamilan dan jenis kelamin calon bayinya. Namun beberapa waktu yang lalu pasangan tersebut mengungkapkan kalau mereka mengharapkan anak perempuan. Pasangan yang dikenal dengan panggilan 'Posh and Becks' itu sudah memiliki tiga anak laki-laki. Mereka adalah Brooklyn (11), Romeo (8) dan Cruz yang berusia lima tahun. (DTC)


Harian Andalas