Page 1

andalas HARIAN

L U G A S

D A N

C E R D A S

Jumat, 21 Januari 2011 | No: 1795/Tahun VI | E-Mail:andalasmedan@gmail.com | Harga Eceran Rp2.000; Langganan+ongkos kirim Rp75.000; Luar Kota: Rp2.500

Revitalisasi Pasar Bukan Cara Dibakar TAWURAN–Salah seorang petugas kepolisian mencoba mengamankan kelompok suporter yang tawuran saat launching Club Bintang Medan di Lapangan Merdeka Medan, Kamis (20/1). Pertikaian antar dua kubu pendukung PSMS Medan ini bermula dari saling ejek.

Saling Ejek, Medan Diwarnai 2 Tawuran Medan-andalas Dua peristiwa tawuran mewarnai Kota Medan Kamis (20/1). Tawuran yang melibatkan siswa sekolah di Medan dan fans sepakbola terjadi di dua tempat dan waktu berbeda. Kamis sore, puluhan siswa sekolah menegah atas Immanuel Medan terlibat tawuran dengan sejumlah siswa dari perguruan Methodist Medan. Diduga, pemicu tawuran ini karena pesan singkat yang dikirimkan oleh salah seorang siswa sekolah Immanuel kepada siswa Methodist. Tak je-

las isi pesan singkat tersebut, tapi akibatnya tuwuran tadi dua kendaraan rusak dan satu orang siswa alumni mengalami luka. Halaman sekolah Immanuel yang berada di Jalan Selamed Riyadi dipadati oleh puluhan siswa dan guru serta sejumlah petugas kepolisian. Diperoleh informasi, aksi baku hantam antar kedua kelompok pelajar ini diduga karena isi SMS tidak mengenakkan kepada salah seorang siswa Bersambung ke Hal. 15

• Prabowo: Satu Pasar Tradisional Dibakar Setiap Pekan Medan–andalas Para pedagang pasar tradisional merasa kian termarginalkan dalam pembangunan. Penetrasi pasar modern dan gerai ritel modern di berbagai pelosok telah membuat pendapatan mereka tergerus. Parahnya, seolah ada pembiaran dari pemerintah dalam melihat fenomena tersebut. Direktur Lembaga Advokasi Perlindungan Konsumen (LAPK) Farid Wajdi mengaku prihatin atas maraknya kebakaran pasar tradisional di Kota Medan. Padahal, kata Farid, pasar tradisional merupakan inti dari perekonomian masyarakat. "Sudah saatnya Pemko Medan memikirkan pencegahan terjadinya kebakaran di pasar tradisional," ungkap Farid, Kamis (20/1). Sekadar diketahui, sedikitnya 620 kios, 15 rumah dan 1 rumah toko yang berada di Pasar (pajak) Pulo Brayan yang berada di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Medan Timur, Selasa (18/ 1) malam sekitar pukul 20.00 WIB terbakar. Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran, namun kerugian ditaksir mencapai 5 miliar rupiah. Sebelum Pulo Brayan menjadi lautan api, ada Bersambung ke Hal. 15

CBD Polonia Tuai Kritik

Pemko Abaikan Penilaian Akademisi Medan-andalas Proses pembangunan Central Bussines District CBD Polonia Medan yang menimbulkan kontroversi dari berbagai pihak, terus menggelinding bak bola salju. Menteri Perhubungan RI, Forum Masyarakat Sari Rejo, Forum Masyarakat Sumut yang merasa kaget dengan kebijakan Pemko Medan memberikan ‘lampu hijau’ pembangunan mega project ini, juga disikapi serius pengamat tata ruang Kota Medan. Pengamat transportasi dan tata ruang Kota Medan, Ir Filiyanti Bangun Grad Dipl PM.M.Eng. yang dihubungi andalas via telepon seluler di Medan, Rabu kemarin, mengatakan proyek CBD Polonia Medan disinyalir pembangunannya tidak masuk dalam dokumen Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) Kota

Medan tahun 2006. Bahkan Wali Kota Medan Drs Rahudman Harahap dinilai tak pernah mengundang praktisi ataupun akademisi untuk menilai pembangunan CBD Polonia Medan “Dalam dokumen RUTR tahun 2006 tidak ada direncanakan atau didefinisikan mengenai CBD dan sampai sekarang belum bisa dilegitimasi dan sedang dalam proses hukum. Hal ini bisa melanggar UU No 26 Tahun 2006 mengenai Pedoman Penyusunan Tata Ruang,’’ tegasnya. Filiyanti juga mempertanyakan apa dasar Pemko Medan menetapkan tata ruang CBD dan alasan Wali Kota Medan tidak mengkondisikan ulang tentang RUTR Kota Medan untuk 20 tahun ke depan dari tahun 2006 sampai

PASAR TRADISIONAL DI MEDAN YANG TERBAKAR Pasar Kwala Bekala Pd. Bulan • • •

Rabu 14 April 2010, pukul 01.00 WIB 164 Unit kios terbakar Kerugian Diperkirakan miliaran rupiah

Pajak USU (PAJUS) • • •

Sabtu 18 September 2010 pukul 17.15 WIB 120 kios terbakar Kerugian diperkirakan Rp 1 Miliar

Pajak Sore Pd. Bulan • • •

Rabu 10 November 2010, pukul 04.30 Wib. 200-an kios terbakar Kerugian miliaran rupiah

Pasar Sukaramai • • •

Minggu 18 Oktober 2010, pukul 20.30 350 kios terbakar Kerugiaan diperkirakan mencapai Rp 15 miliar Hasil penyelidikan Pusat Laboratorium Polri cabang Sumatera Utara disebutkan, jika peristiwa kebakaran yang menghanguskan 340 unit kios ini diduga sengaja dibakar.

Pasar Pulo Brayan • • •

Selasa, 18 Oktober 2010, pukul 20.00 WIB 620 kios, 15 rumah dan 8 ruko terbakar Kerugian Rp 5 miliar

Bersambung ke Hal. 15

andalas/gusliadi ritonga

MENDIRIKAN LAPAK–Sejumlah pekerja, Kamis (20/1) terlihat mulai membangun kembali lapak-lapak untuk tempat berjualan di lahan bekas deretan kios Pasar Pulo Brayan yang terbakar Selasa malam lalu.

Biasanya, kebakaran pasar tradisional memang selalu mengiringi isu renovasi. Setelah terbakar, bakal ada pengembang yang membangunnya lalu menarik sewa yang lebih mahal’.

"Salah satu roadmap UKM adalah revitalisasi pasar tradisional. Tapi caranya bukan dibakar itu. Kan banyak yang bilang itu kebakaran atau dibakar. Itu cuma beda dua huruf’.

Kasus kebakaran Pasar Brayan bukan yang pertama kali terjadi di Medan, hendaknya polisi segera menuntaskan pekerjaannya agar tak melahirkan dugaan-dugaan.’

PRABOWO SUBIANTO

SANDIAGA UNO

FARID WAJDI

KETUA UMUM ASOSIASI PEDAGANG PASAR SELURUH INDONESIA

WAKIL KETUA UMUM KAMAR DAGANG DAN INDUSTRI (KADIN)

DIREKTUR LEMBAGA ADVOKASI PERLINDUNGAN KONSUMEN (LAPK)

400 Pedagang Terancam Tidak Bisa Berjualan • Polisi Targetkan 10 Hari Medan-andalas Sekitar 400 pedagang yang selama ini berjualan persis di bawah jembatan fly over Pulo Brayan, Jalan KL Yos Sudarso,

Kota Medan dipastikan tidak akan bisa lagi berjualan. Pasalnya, lahan yang mereka tempati itu selama ini akan dijadikan taman oleh Pemerintah Kota Medan. “Kita sudah diperintahkan pak wali (Wali Kota Medan-red)

untuk mengawasi lahan itu agar tidak lagi ditempati pedagang. Lahan itu akan ditata menjadi taman, sebagaimana fungsinya,” kata Sekretaris Camat Medan Barat Parlindungan Bersambung ke Hal. 15

ANEH tapi NYATA

52 Tahun Rahudman dan 18 Bulan Wali kota Medan

Komplikasi Persoalan Rakyat Kecil Belum Teratasi Seekor katak hijau tampak mendapatkan tumpangan di atas punggung ular yang menyeberangkannya dari genangan banjir di Queensland

Lupakan Mangsa

Ular Tolong Katak JAUH dari kenyataan yang biasa ditemui apabila seekor ular biasanya melahap seekor katak sebagai mangsanya, kisah dalam rekaman foto ini justru menyuguhkan persahabatan dari kedua hewan di tengah bencana banjir yang melanda Australia. Keduanya mencoba mengenyampingkan perbedaan yang menganga di antara

kedua hewan pada masa silam saat katak hijau mendapatkan tumpangan di atas punggung seekor ular berwarna coklat yang melintasi genangan air akibat banjir di Queensland, dekat Brisbane. Teknisi komputer Armin Gerlach berhasil mengabadikan momen ini saat tengah merekam Bersambung ke Hal. 15

Tak terasa hampir 18 bulan kurang satu hari Drs H Rahudman Harahap MM telah menjalankan roda Pemerintah Kota Medan. Persisnya, saat pria kelahiran Gunung Tua Tapanuli Selatan ini dilantik Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin menjadi Wali Kota Medan bersama Wakil Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin Gedung DPRD Kota Medan pada 22 Juli 2009 lalu.

ETAPI tahukah anda jika hari ini, Jumat (21/1) merupakan hari spesial bagi mantan Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) tersebut. Apa itu? Ya, Rahudman Harahap yang lahir pada 21 Januari 1959, berusia

T

andalas/ronny muharrman

TERTIBKAN LAPAK PKL–Sejumlah petugas Kecamatan dan Satpol PP saat menertibkan lapak pedagang kaki lima yang memakai badan jalan untuk berjualan dikawasan Jalan Nibung Raya, Medan, Selasa (11/1). genap 52 tahun. Artinya orang nomor satu di kota metropolis ini memperingati hari ulang tahunnya

ke-52 pada tahun ini. Rahudman Harahap yang telah ‘berkepala lima ’ dalam memimpin

Kota Medan memiliki segudang pekerjaan yang merakyat harus segera dituntaskan. Terlebih lagi dalam mewujudkan programprogram kerjanya dengan slogan membangun Medan menjadi lebih baik. Selain itu, ia pernah berjanji akan mengatasi kemiskinan, menyediakan pelayanan kesehatan yang baik, memberikan pendidikan murah namun berkualitas, mengurangi pengangguran dan sebagainya. Apakah Rahudman bisa? Pertanyaan itu sangat gampang dijawab. Apalagi jika kita seandainya diposisikan diri menjadi seorang Rahudman. Cukup katakan bisa atau tidak, itu saja. Tetapi bagi Rahudman, itu mesti dijawab secara rasional melalui program kerja nyata setelah menduduki kursi ‘ Medan 1’. Masyarakat tak butuh jawaban klise dan irasional tanpa didukung bukti-bukti konkrit dan kerja Bersambung ke Hal. 15


MEDAN KITA

Jumat 21 Januari 2011

harian andalas | Hal.

2

32 Jaksa Nakal Dipecat andalas Cirus Sinaga Menyusul Lugas & Cerdas

PENERBIT PT. Star Media Internusa d/h. PT. Inti Media Nusantara PEMBINA Dr Eggi Sudjana SH MSi PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI Iskandar ST WKL PEMIMPIN UMUM/WKL PEMIMPIN REDAKSI/PENJAB H Baharuddin WAKIL PEMIMPIN REDAKSI II Dedy Ardiansyah WAKIL PEMIMPIN UMUM MA Siddik Surbakti, Christoffel Manurung SH MH PEMIMPIN PERUSAHAAN Amiruddin REDAKTUR PELAKSANA Agus Salim Ujung, Gusliadi Ritonga SEKRETARIS REDAKSI Windari REDAKTUR Hamdani Nasution, Asril Tanjung, Hermawan,Yonan Febrian STAF REDAKSI Asiong, Robenson Sidabariba, Yunan Siregar, M Isya, Irwan Ginting,Ika Ramadhani, Felix Sidabutar FOTOGRAPHER Rony Muharrman SIRKULASI Eddy H. Tambunan IKLAN Syarifah PENASEHAT HUKUM Syahril SH SpN; Nur Alamsyah SH MH; Abu Bokar Tambak SH MHum; A Herwan Bispo SH. ALAMAT REDAKSI/ TATA USAHA Jalan T Amir Hamzah Ruko Kompleks Griya Riatur Indah No. 182-184-186 Medan NOMOR REKENING BRI Unit Kapten Muslim Medan a/n Amiruddin Mendrofa No. Rekening 3383-01-027966-53-5 BCA KCP Tomang Elok a/n Amiruddin Mendrofa No. Rekening 7865078382 Iklan Warna (FullColour) Rp. 15.000/mm kolom Iklan Hitam Putih Rp 10.000/mm kolom Iklan Keluarga/Ucapan Selamat Rp 3.500/mm kolom TELEPON (061) 8449800 FAKSIMILE (061) 8462800 EMAIL andalasmedan@gmail.com PENCETAK CV. Grafika Sumatera. Isi di Luar Tanggungjawab Pencetak

EDITORIAL

Bohong Sana, Bohong Sini GAYUS bilang begini, Satgas Mafia Hukum bilang begitu. Kedua pihak seperti berbalas pantun, dan sama-sama mengklaim sebagai pihak yang benar. Entah siapa di antara mereka yang benar, tapi dapat dipastikan salah satu di antara mereka telah melakukan kebohongan. Bahkan, bisa jadi kedua pihak ini sama-sama tengah berbohong. Begitulah konsekuensinya, kala berbohong tak lagi dianggap dosa ? Namun, soal bohoingmembohong ini, sejatinya tak cuma monopoli pemerintah, Gayus, dan Satgas Mafia Hukum saja. Dalam lalu lintas pergaulan sehari-hari, hal yang sama juga sudah mentradisi. Hal itu dimungkinkan terjadi, karena berbohong sepertinya dianggap sudah biasa saja, sepertinya bukan dosa lagi. “Mohon maaf ya sebentar lagi segera nyampe. Jalanan lagi macet nih. Tunggu aja,”kata seorang pimpinan parpol kepada anak buahnya yang sudah tak sabar menunggu. Sebab jadwal rapat diagendakan pukul 20.00 WIB, tapi pada 21.00 WIB sang Ketua belum juga nongol. Oknum ketua itu dengan entengnya menyatakan dirinya sudah berada di jalan, ternyata dia masih berada di rumah. “Okelah besok pagi saja kita ketemu ya,”kata salah seorang pejabat. Ehh, besoknya saat dihubungi, dengan enaknya dia berkata, tiba-tiba ada urusan ke luar kota. Ada pula seorang oknum wakil rakyat dengan tegas menyatakan, tak punya skandal atau hubungan apa pun dengan seorang perempuan bahenol yang sering kelihatan bersamanya. ”Ahhh….dia kan cuma teman biasa aja, sesama aktivis partai, ” katanya. Padahal sudah menjadi rahasia umum, keduanya memiliki hubungan khusus. Begitulah tabiat dan perilaku sejumlah hambaNya saat ini, yang tak lagi takut pada ‘kemarahan’ Tuhan. Mereka seolah tak lagi peduli, dan sudah menganggap berkata dusta itu sebagai suatu hal yang sah dan wajar-wajar saja. Berbohong seakan-akan sudah dianggap bukan perbuatan dosa. Bohong sudah dianggap hal yang lumrah. “Kalau bisa berkata dusta, buat apa harus jujur”. Mungkin begitu prinsip yang mereka anut. Bohong sana dan bohong sini, agaknya sudah sukar dihilangkan dari tradisi public figure dan masyarakat kita. Bahkan, tak jarang kebohongan pun sudah dianggap sebagai bahagian dari strategi perjuangan alias menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan (Machiavelisme). Alaaamak. Kalau di sana-sini selalu saja berbohong, dipastikan akan semakin sulit menemukan orang yang bisa dipercaya dan semakin sukar pula menemukan figur teladan di negeri gemah ripah loh jinawi ini. Yang menonjol kemudian, adalah sikap saling curiga, yang potensial memicu instabilitas.(**)

Medan-andalas Kejaksaan terus melakukan pembersihan internal dari jaksa nakal. Hal ini dibuktikan dengan telah dipecatnya 35 jaksa bermasalah dalam kurun 2010 hingga awal 2011, karena terlibat berbagai tindak pidana maupun pelanggaran berat. Jumlah ini naik dua kali lipat dibanding tahun 2009 yang hanya 18 jaksa. "Jaksa nakal yang dipecat kemungkinan bertambah. Sebab sejumlah jaksa nakal kini masih dalam proses hukum. Sedangkan Cirus Sinaga yang tersangkut dalam kasus pemalsuan tuntutan akan dipecat, jika sudah dihukum oleh pengadilan," ujar Marwan menjawab pertanyaan wartawan seusai menyampaikan kuliah umum bertema "Penanggulangan Korupsi Secara Integral dan Sistemik" di Gedung Peradilan Semu Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (FH USU), Kamis (20/1). Selain memecat 32 jaksa, kata mantan Jampidsus Kejagung ini, selama periode 2010, pihaknya juga telah mencopot 40 lebih jaksa dari jabatannya, termasuk di antaranya Cirus Sinaga. Jaksa-jaksa yang ditindak itu, katanya, melakukan berbagai tindak pidana, seperti menggelapkan barang bukti, melakukan pemerasan, penyuapan, penipuan. "Ada juga yang dipecat karena memperkosa, kawin lagi dan menelantarkan anak dan keluarga," tuturnya. Penindakan terhadap jaksa-jaksa nakal, tambahnya, akan terus digencarkan. Marwan mengaku sudah mengeluarkan perintah kepada seluruh Jamwas di seluruh daerah di Indonesia agar memproses semua kasus jaksa nakal. "Jangan ada yang ditutup-tutupi. Harus berani, demi membangun citra kejaksaan yang dipercayai masyarakat," tutur mantan Kajati Jawa Timur ini. Sementara itu, dalam kuliah umumnya, Marwan Effendi, mengung-

andalas/hamdani

KERJASAMA-Rektor USU Prof Syahril Pasaribu (tengah) dan Kajatisu Sution Usman Adji (kanan) disaksikan Jamwas Kejagung Marwan Effendy menandatangani MoU USU dan Kejatisu, di Biro Rektor USU, Kamis kemarin. kapkan, saat ini masyarakat semakin kritis untuk melaporkan tindak pidana korupsi. Sekira 1.000 kasus tindak penyelewengan perkara lebih, telah dilaporkan ke Jamwas Kajagung untuk ditindaklanjuti. Karena itu, kejaksaan terus meningkatkan penyelidikan dan penydikan kasuskasus dugaan korupsi. Dia bersyukur, target penyidikan kasus korupsi tahun 2010 terlampaui dari 1845 kasus yang ditargetkan menjadi 2000 kasus lebih. MoU Sebelum menyampaikan kuliah umum, Jamwas terlebih dahulu menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dengan USU

di biro rektor USU, kemarin. Penandatanganan MoU ruang lingkup pendampingan pengembangan sistem pengendalian bidang hukum itu dilakukan Rektor USU Prof Syahril Pasaribu dan Kajatisu Sution Usman Adji SH disaksikan Wakajatisu I Putu Gede Djeladha SH dan para pembantu rektor, dekan, kepala biro dan dosen USU. Dalam kesempatan itu, Jamwas Marwan Effendi menyampaikan pesan Jaksa Agung Basrif Arief yang memberikan apresiasi tinggi atas terjalinya kerjasama dengan USU ini. Diharapkan kerjasama ini akan mampu meningkatkan lulusan ilmu hukum yang dapat mengatasi segala persoalan hukum yang terjadi sekarang ini.

Bustami Hs:

Barcelona Lecehkan DPRD Sumut Medan-andalas Komisi B DPRD Sumut mengultimatum pihak terkait segera menutup hiburan malam Barcelona yang berada di Jalan Williem Iskandar, Kabupaten Deli Serdang, karena dinilai menyalahi izin usaha. "Rapat gabungan Komisi A dan Komisi B DPRD Sumut pada 15 November 2010 lalu memutuskan hiburan malam tersebut harus ditutup dalam jangka waktu 7x24 jam terhitung mulai digelarnya rapat," kata Ketua Komisi B DPRD Sumut Drs H Bustami Hs dan Wakilnya Guntur Manurung SH, kepada wartawan, Kamis (20/1). Rapat dipimpin Ketua Komisi B DPRD Sumut H Bustami Hs dan dihadiri Manajemen hiburan malam Barcelona, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumatera Utara dan Kabupaten Deliserdang serta pihak Polda Sumatera Utara. Bustami mengatakan, hiburan malam Barcelona wajib ditutup demi rasa keadilan dan ketenteraman masyarakat, karena hiburan malam tersebut berada di dekat Madrasah Aliyah Negeri (MAN) I dan II serta berhadapan dengan masjid. "Hiburan malam tersebut juga dinilai menyalahi izin, sebab awalnya izin yang diberikan hanya untuk rumah biliar dan karaoke, tapi juga menyediakan bar serta diskotik," kata politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini. DPRD Sumut, tambah Guntur Manurung, telah mengeluarkan Surat Nomor 2147/18/Sekr tertanggal 25 November 2010, yang ditandatangani Ketua DPRD Sumut ditujukan kepada Gubernur Sumatera Utara, Kapoldasu, Bupati Deli Serdang dan pengusaha hiburan malam Barcelona. Surat Ketua DPRD Sumut tersebut, ungkap Guntur, mewajibkan hiburan malam Barcelona ditutup dan izin

Bustami Hs: operasionalnya dicabut, demi terjaminnya rasa keadilan masyarakat dalam waktu 7x24 jam sejak digelarnya rapat gabungan Komisi A dan Komisi B DPRD Sumut agar tidak terjadi konflik berbau SARA. Namun anehnya, ungkap Guntur yang juga Wakil Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumut, dalam rapat lanjutan yang digelar pada 17 Januari 2011, hanya pihak Polda Sumut yang mengaku menerima surat Ketua DPRD Sumut tersebut, sementara Pemprovsu, Pemkab Deli Serdang dan manajemen hiburan malam Barcelona mengaku tidak ada menerima surat tersebut. "Ini sangat aneh, karena Surat Ketua

DPRD Sumut itu dilengkapi catatan ekspedisi yang membuktikan surat itu telah diterima," katanya. Bustami juga mempertanyakan political will Disbudpar Sumut dan Pemkab Deli Serdang menutup hiburan malam Barcelona tersebut. "Tidak ditindaklanjutinya keputusan rapat gabungan tersebut dinilai sebagai bentuk pelecehan terhadap institusi DPRD Sumut,"kata Bustami. Untuk itu, tegas Guntur, Komisi B DPRD Sumut memberi tenggang waktu hingga tujuh hari ke depan untuk menutup hiburan malam terebut. "Artinya, dalam 7x24 jam ke depan yakni 24 Januari 2011, hiburan malam Barcelona harus ditutup dan pihaknya akan mengevaluasi kembali,"ujarnya.(UJ)

Rektor USU Prof Syahril mengharapkan MoU ini dapat meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di kedua belah pihak. "Mahasiswa Fakultas Hukum USU dapat menimba ilmu tentang hukum beracara di jajaran kejaksaan. Sedangkan para jaksa bisa melanjutkan kuliahnya pada program S2 dan S3 di USU," ujar rektor. Kejatisu Sution Usman dalam mengatakan, MoU ini tidak hanya bersifat instan tapi berkelanjutan, karena bertujuan untuk pengenalan sejak dini tugas kejaksaan kepada mahasiswa, peningkatan SDM aparat kejaksaan untuk senantiasa memperdalam ilmu dan wawasan dan pengetahuan yang berimplikasi teori maupun praktek. (HAM)

Bubarkan Satgas Pemberantas Mafia Hukum Medan-andalas Tudingan Gayus Tambunan terhadap Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Hukum yang memanfaatkan kasusnya untuk kepentingan politik, tidak hanya membuat Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) 'gerah'. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar yang juga Koordinator Provinsi (Korprov) Partai Golkar Sumut, Leo Nababan, menilai bahwa tudingan Gayus Tambunan tersebut membuat terang benderang bahwa tidak adanya keterlibatan Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie dalam kasus tersebut. Menurut Leo, sejak awal Partai Golkar telah membantah beberapa keterangan yang sebelumnya sempat dilontarkan Gayus yang menyudutkan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie yang notabene berimbas pada citra Golkar. "Apa yang dikatakan Golkar sejak awal tentang tidak adanya keterlibatan Aburizal Bakrie semakin jelas. Golkar juga sejak awal sudah meminta agar kasus Gayus dibuka selebar-lebarnya kepada masyarakat. Mungkin Gayus kini telah sadar dan membongkar kondisi yang sebenarnya bahwa Ketum memang tidak ada hubungan dalam kasus itu," ujar Leo Nababan kepada wartawan melalui telepon selularnya Kamis (20/1). Leo Nababan mengatakan, atas kebohongan yang terjadi selama ini Golkar mendesak agar Satgas di bubarkan. Karena Golkar menilai Satgas bukannya membenahi hokum, tetapi malah mempolitisasi hukum di Indonesia. Namun, demikian Leo juga meminta agar pernyataan yang dilontarkan Gayus tetap harus dikonfrontir agar lebih jelas terbuka. (RIL) Dengan kondisi tersebut, Golkar menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat karena selama ini Golkar kerap diterpa teori pembusukan yang dilontarkan oleh oknum-oknum tertentu, agar citra Golkar buruk di tengah-tengah masyarakat. "Golkar meminta si juru fitnah itu bertaubat. Mari kita bersaing secara sehat dan benar," tegas Leo Nababan. (RIL)

Leo Nababan


MEDAN KITA

Jumat 21 Januari 2011

harian andalas | Hal.

Wali Kota Setuju Ranperda HIV/AIDS

Golkar Sumut Segera Plenokan Masalah Syamsul Arifin 

Muhyan Tambuse: Hentikan ‘Perang’ Pernyataan

Medan-andalas Keberadaan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Sumatera Utara (Sumut), H Syamsul Arifin, SE, yang saat ini tengah dirundung masalah hukum, akan segera diplenokan sesuai mekanisme organisasi partai Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) DPD Partai Golkar Sumut, Drs H Muhyan Tambuse, kepada wartawan usai memimpin rapat dewan pertimbangan di sekretariat partai beringin itu, Jalan KH Wahid Hasyim Medan, Rabu (19/

1) sore. Menurut Muchyan, posisi Syamsul yang dirundung masalah hukum, pasti mempengaruhi kepemimpinan di tubuh Golkar Sumut. Hal itu terlihat dari “perang” pernyataan di suratkabar di antara sejumlah pengurus harian. Karenanya, hal-hal yang mengganggu keutuhan partai harus dihentikan. “Wantim berharap, jajaran pengurus DPD Golkar Sumut segera melakukan rapat pleno guna mencari solusi masalah itu. Kalau semua boleh mengeluarkan pernyatan di media, akan merusak keutuhan partai,” kata mantan Sekdaprovsu ini. Dikatakan, pihaknya akan terus bersinergi dengan pengurus harian agar konsolidasi partai di seluruh tingkatan tetap berjalan dengan baik. Ini mengingat tahun 2011 ini telah dicanangkan sebagai tahun kader. “Wantim aktif mengadakan pertemuan rutin dan ini untuk yang kedua kalinya kita mengadakan rapat. Karena sebagai partai politik kita harus siap untuk menghadapi berbagai perkem-

Nenek Penjual Bensin dan Cucunya Terbakar Medan-andalas Seorang nenek penjulan bensin eceran dan cucunya terpaksa dilarikan ke RSU Pirngadi Medan, karena mengalami luka bakar serius. Kedua korban masing-masing Tina Marpaung (59) warga Jalan Elang Ujung 282 P Mandala dan cucunya, Septian (1 tahun). Saat ditemui di RSU Pirngadi Medan, Tina mengatakan saat itu dirinya sedang mengisi bensin ke dalam botol air mineral untuk dijual di depan rumahnya. Entah bagaimana, cucunya yang sudah bisa berjalan, meraih lilin dan korek api yang berada di atas meja, lalu menghidupkannya. Tiba-tiba api menyambar bensin yang sedang dimasukkan dalam botol air mineral. Seketika itu, api membesar menyambar Tina dan sang cucu Septian. Korban berusaha memadamkan api yang menyambar tubuhnya sambil menjerit minta tolong. Mendengar jeritan, warga langsung memberikan pertolongan dengan menyiramkan air ke tubuh korban. Adi Pangaribuan, ayah Septian yang sedang tidur spontan bangkit dan langsung mengangkat tubuh anaknya yang sedang dijilat api, lalu memasukkan ke dalam bak air di kamar mandi. Api pun dapat dipadamkan, namun nenek dan cucu itu mengalami luka serius, dan terpaksa mendapat perawat intensif di RSU Pirngadi. Ditemui di ruang IX Lantai IV RSU Pirngadi, Adi Pangaribuan mengatakan, dia bersama tetangga sempat membawa ibu dan anaknya ke klinik Martua Sudarlis, Jalan Enggang, untuk mendapatkan pertolongan pertama. Setengah jam kemudian dibawa ke Klinik Sehat tapi di situ tidak ada dokter. Kemudian dibawa ke Pirngadi. "Anak saya lukanya lebih serius, terutama tubuh di bagian depan. Sedangkan ibu saya mengalami luka bakar di bagian kaki kiri dan tangan kiri,” ujar Pangaribuan. Sementara Tina mengatakan, dirinya tidak merisaukan kondisinya. "Kalau lukaku ini tidak kupikirkan, tapi cucuku yang jadi pikiranku, bagaimana sekarang keadannya," ucap Tina. (YN)

andalas/yunan siregar

DIRAWAT-Tina Marpaung (59) mengalami luka bakar di bagian kaki dan tangan saat menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Dr Pirngadi Medan, Kamis (20/1)

bangan yang terjadi ditengah masyarakat. Jadi bukan khusus membahas kondisi Ketua DPD Golkar Sumut yang saat ini tengah dirundung masalah hukum. Sesuai mekanisme dan peraturan organisasi (PO), untuk masalah itu kita telah meminta pengurus harian segera melakukan rapat pleno,” tandas Muhyan. Saat ditanya bahwa saat ini ada upaya untuk menggiring namanya memimpin Golkar Sumut dan disandingkan dengan Syahrul Pasaribu lewat Pelaksana Tugas (Plt) ataupun Musdalub, Muhyan menolak berkomentar lebih jauh. Dia mengatakan sebagai Wantim dirinya hanya punya kewenangan untuk memberikan masukan serta saran guna menjaga kebesaran partai. “Keberadaan kita di Wantim adalah memberikan pertimbangan kepada pengurus harian, sebab Wantim adalah orang-orang yang dianggap bukan saja ikut melahirkan ataupun membesarkan partai, tetapi wajib menjaga eksistensi Partai Golkar di Sumatra Utara. Makanya di Wantim ini ada

PASCAKEBAKARAN yang melahap ratusan kios di Pasar (Pajak) Pulo Brayan, Jalan Yos Sudarso Kecamatan Medan Barat, Selasa (18/ 1) menyisakan kepahitan bagi para pedagang. Dan sebaliknya bagi pemulung, mereka justru meraup keuntungan dari sisa-sisa kebakaran. Pedagang buntung (rugi), pemulung untung, begitulah pemandangan di pasar yang terbakar itu.

Pantauan andalas, Kamis (20/1) belasan pemulung tampak mengais-ngais di lokasi bekas kebakaran. Mereka dengan semangat dan tekun mencari sisa-sisa kebakaran yang bisa dijual, seperti pakupaku kecil, tembaga sampai seng-seng bekas. Salah seorang pemulung, Fery (17) mengaku dia sengaja datang ke lokasi guna mengambil barang-barang para pedagang yang sudah tidak terpakai lagi. "Tau kebakarannya semalam, tapi baru hari ini aku datang kemari, buat nyari barang-barang bekas," ujarnya sambil mencari di tumpukan sisa kebakaran. Fery mengaku penghasilannya sedikit lumayan dari hari biasanya. Jenis yang ia kumpulkan berupa paku dan lempengan yang melekat di sol sepatu serta kawat-kawat sisa pedagang yang terbakar. "Lumayanlah kak, hari ini dapatnya banyak, beda sama semalam," pungkasnya. Sementara itu Budi (30) pedagang pakaian korban kebakaran kepada andalas mengatakan, dirinya mengalami kerugian yang sangat besar, karena barang dagangan sebagai tumpuan mencari nafkah keluarga tidak meninggalkan sisa. "Kalau kerugian jangan ditanya lagi, kurang lebih 50 jutaan untuk pakaian saja, belum yang lainlain," ujarnya sedih seraya menatap sisa-sisa kiosnya yang sudah jadi abu. Dirinya mengungkapkan harapannya kepada Pemerintah Kota Medan (Pemko) agar dapat

3

orang-orang seperti Prof ML Tobing, Pak Edward Simanjuntak, Pak Afifuddin Lubis, H Marzuki, dan kawankawan yang lain. Mengenai nama saya dijagokan beberapa kabupaten/kota, saya baru mendengarnya dari saudara, sepertinya ini pertanyaan pancingan,” ucap Muhyan Tambusai seraya pamit dari wartawan. Sementara itu, Sekretaris DPD Golkar Sumut HM Hardi Mulyono, yang coba diminta wartawan komentarnya, membantah adanya faksi-faksi dalam tubuh organisasi partai beringin itu. Menurutnya, Golkar Sumut hingga saat tetap solid di bawah kepemimpinan H Syamsul Arifin. Begitu juga soal rencana rapat pleno yang diikuti oleh seluruh pengurus harian serta dewan pertimbangan, guna membahas kondisi terkini dalam tubuh Gorkar Sumut, Hardin menyatakan belum mengetahuinya. “Belum ada informasi itu, nanti kita informasikan kepada kawan-kawan wartawan,” kata anggota DPRD Sumut ini. (HAM)

Pedagang Buntung, Pemulung Untung

Medan-andalas Wali Kota Medan, Rahudman Haharap mengatakan setuju bila ada Ranperda HIV/AIDS untuk kota itu, terlebih jika hal itu diinisiatifkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah setempat. "Saya setuju kalau Ranperda HIV/AIDS itu diinisiatifkan dewan, karena sama-sama kita ketahui kecenderungan penyakit itu sedang meningkat saat ini," katanya di Medan, Kamis. Ia mengatakan dengan adanya Perda HIV/AIDS itu nantinya akan memperkuat payung hukum yang sudah ada, serta yang terpenting pengawasan pemerintah terhadap tempat-tempat yang berpotensi menjadi risiko penyebab timbulnya penyakit itu bisa lebih ditingkatkan. Hal itu, kata dia, karena pembatasan lokasi tempat yang berpotensi menjadi risiko penyebab timbulnya HIV/ AIDS tersebut memang perlu diatur di dalam Perda. "Perda ini tentunya akan membantu Pemko Medan untuk mengawasi tempat-tempat lokalisasi di mana tempat itu berpotensi menjadi risiko penyebab timbulnya penyakit itu," katanya. (ANT)

Semua Warga Miskin Dipastikan Dapat Kartu JPKMS Medan-andalas Semua warga miskin di Kota Medan dipastikan akan mendapatkan kartu kepesertaan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Medan Sehat (JPKMS). Bahkan jika ditemukan ada masyarakat miskin yang tidak terakomodasi pelayanan kesehatan gratis tersebut, aparatur kecamatan terancam sanksi. Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, didampingi wakil wali kota, Dzumi Eldin, Kamis (20/1). "Jangan sampai ada penduduk miskin yang tidak terdaftar di JPKMS," katanya di sela-sela Rakerda Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 38 tingkat Kota Medan, di gedung Darma Wanita, Petisah Medan. Disebutkannya, untuk mengakomodasi semua warga Medan yang tergolong miskin dalam JPKMS, maka aparatur kepling, kelurahan hingga kecamatan, harus melakukan pendataan dengan benar. “Error satu persen, masih wajar. Namun ini telah disosialisasikan ke semua aparatur mulai dari kepling, lurah hingga camat, sehingga data itu tepat sasaran,” katanya seraya mengatakan, lebih dari 700 ribu warga akan ditampung dalam pelayanan kesehatan gratis tersebut, dan jika nantinya masih ditemukan warga miskin yang tidak terakomodasi di JPKMS, pihka kepling, kelurahan atau camat akan diberikan sanksi. Kepala Dinas Kesehatan Medan, dr H Edwin Effendi MSc menyebutkan, saat ini pemutakhiran data kepesertaan JPKMS masih dalam tahap verifikasi, dan diharapkan rampung pekan ini.(YN)

Kefe Remang-remang Tumbuh Kembali di Martubung andalas/siong

BERSIHKAN PUING–Pedagang bahu membahu membersihkan puing-puing kebakaran dan membenahi kios mereka pascakebakaran. mengerti dan perhatian terhadap pedagang korban kebakaran ini. "Maunya adalah inisiatif pemko ini buat bantu kita para pedagang biar kita bisa berjualan lagi," harapkanya. Meski bantuan belum mengucur dari Pemko Medan, para pedagang kelihatannya tetap bersemangat dan berupaya untuk kembali bangkit. Mereka terlihat bahumembahu membersihkan puingpuing sisa kebakaran dengan peralatan seadanya. “Kami bingung mau bagaimana lagi, selain berdagang pakaian dan sejenisnya, karena memang inilah usaha dan mata pencaharian kami sejak dulu, meski kami sudah rugi karena barang tak ada yang sempat diselamatkan, tapi kami masih punya semangat untuk berjualan.Utang untuk modal jualan saya rasa tak ada masalah,” ungkap Roy Sibarani kepada andalas sambil membersihkan onggokan sampah di dalam parit. Dengan muka sedih, Roy juga berharap, kepada Pemko

Medan agar segera membantu mereka. Bantuan tersebut bisa saja berbentuk bahan bangunan ataupun bentuk lainnya. Yang pasti kata Roy, banyak pedagang yang betul-betul akan memulai dari nol lagi untuk berdagang. “Kita butuh bantuan untuk menangani kehidupan pasca kebakaran,” ujarnya Sementara, pedagang pakaian dalam wanita, Zulhelmy, mengaku kerugian yang dialaminya lebih dari Rp150 juta dari dua kios yang dimilikinya di pasar tersebut. “Saya punya dua kios dan semuanya ikut terbakar. Saya perkirakan kerugian saya totalnya sebesar Rp 150 juta. Ini belum ditambah dengan pedagang lainnya,” kata Zulhelmy. Karena itu, dia meminta pada pemerintah agar mengambil langkah secepatnya. “Kami memohon pada Pemko Medan supaya ada upaya penanganan yang cepat untuk segera membantu pedagang.Jangan anggap kami ini mempunyai investasi di luar usaha,” imbuhnya. (IKA/SIONG)

Medan-andalas Hanya beberapa jam saja sesudah digusur petugas Satpol PP Kota Medan bersama Muspika Kecamatan Medan Labuhan, puluhan kafe remang-remang di pinggiran Kolam Griya Martubung Kelurahan Besar, Medan Labuhan, kembali didirikan warga. Pernyataan Kepala Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan, Hamdani, saat melakukan penggusuran, Selasa lalu kemarin yang mengatakan akan tetap mengawasi agar warga tidak mendirikan kafe di lokasi itu, ternyata hanya janji kosong. Karena kafe kembali dirikan hanya beberapa jam pasca penggusuran. Seorang warga Perumnas Griya Martubung Halomoan Sihombing kepada andalas, Kamis (20/1) mengatakan, kehadiran warung remang-remang itu sangat meresahkan warga Perumnas Griya Martubung. Pasalnya, kafe-kafe itu terkesan sebagai tempat maksiat. Ini terlihat dari lorong-lorong kafe yang dibuat sekat-sekat, sehingga apapun aktifitas di kafe itu tida kelihatan dari luar. Warga meminta Camat Medan Labuhan Rizal Nova bersama Muspika bertindak tegas kembli menggusur kafe-kafe liar itu. Jangan sampai warga hilang kesabaran, sehingga bertindak dengan caranya sendiri. Apalagi Perum Perumnas sudah menyurati camat agar menertibkan warung remang-remang yang dibangun di atas tanah milik negara itu,” ucap warga lainnya, Margono. (DP)

Kondisi Bocah Gizi Buruk Membaik Medan-andalas Kondisi bayi berusia 8 bulan berinisial Ra yang mengalami gizi buruk dan dirawat sejak Nopember tahun lalu di RSU Pirngadi Medan, semakin membaik. Bungsu dari 4 bersaudara itu masih menjalani perawatan di ruang IX Lantai III RSU Pirngadi. Sedangkan Af, ibu si bayi yang diduga tertular HIV dari suaminya, dirawat di Ruang XIV lantai II rumah sakit milik Pemko Medan itu. “Sekarang dia (Ra) masih demam dan ada jamur di mulutnya. Kalau diarenya sudah sembuh dan berat badannya naik dari 3,8 kg menjadi 4,1 kg,” ujar bibi korban, Evi (26) sambil menggendong Ra di ruang IX Lantai III rumah sakit itu, Kamis (20/1) Pendamping dari LSM Medan Plus, Maria, kepada wartawan mengatakan, kemungkinan Af akan menjalani pemeriksaan ginjal dan daerah, karena mengeluh sakit pada bagian pinggangnya. Namun, mengenai surat miskin, ia berujar, saat ini sedang dalam pengurusan di Dinas Kesehatan Medan. Terpisah, dr Terapul yang menangani Af mengatakan, pasiennya masih sebatas pemberian obat dan susu. Karena untuk obat anti viru belum bisa diberikan mengingat daya tahan tubuh Af masih lemah. Beberapa waktu lalu, Koordinator Klinik VCT RSU Pirngadi dr Irwan F Rangkuti SpKK menerangkan, umumnya anak-anak yang suspect HIV bisa dari gizi buruk, diare, demam dan berat badannya setelah beberapa minggu tidak mengalami kenaikan. “Biasanya dokter anak yang menangani akan merujuk ke klinik VCT untuk menjalani pemeriksaan,” ujarnya. (YN)


HUKUM & KRIMINAL

Jumat 21 Januari 2011

KILAS

Ninja Sawit PTPN 2 Tanjung Jati Dibekuk Binjai-andalas Ninja sawit berinitial MJS (36) warga Dusun IV, Desa Tanjung Jati Binjai ditangkap petugas keamanan ketika melakukan aksinya di areal blok 09, kebun PTP 2 Tanjung Jati, Kamis (20/1). Dalam pemeriksaan tersangka pencuri buah sawit itu mengaku sudah dua kali melakukan pencurian, dan hasil curian tersebut dijual kepada penadah dengan harga Rp1400 per kilogramnya. Usai mencuri sawit, tersangka melintas dengan mengendarai sepeda motor sambil membawa hasil curiannya yakni buah sawit. Pada saat ditangkap tersangka mengaku kalau dirinya baru mencuri sebanyak dua janjang buah sawit dan akan dijual kepada penadah. Kasus ini sedang ditangani pihak Kepolisian Resort (Polres) Binjai. Tersangka dapat dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara. Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Ronni Bonic ketika di konfirmasi mengatakan, tersangka MJS kini diamankan di Polres Binjai bersama barang bukti dua janjang sawit curian, serta satu unit sepeda motor Honda Revo BK 2628 LK yang digunakan tersangka untuk mengangkut hasil jarahannya. (MKI)

Preman Kampung Merokok Ganja Ditangkap Binjai-andalas Seorang pemuda yang disebut-sebut preman kampung ditangkap petugas Reserse Narkoba Polres Binjai ketika merokok ganja di kawasan Pantai Pasir Berngam, Rabu (19/1) sore. Saat ditangkap dari tersangka G (27) warga Jalan Gugus Depan, Berngam, Binjai, petugas menyita barang bukti satu linting rokok yang sudah dicampur dengan daun ganja kering serta segepok ganja yang dibungkus kertas. Kapolres Binjai, AKBP Dra Rina Sari Ginting ketika dikonfirmasi andalas melalui Kasat Narkoba, AKP Achiruddin Hasibuah SH MH membenarkan penangkapan tersebut. Tersangka ditangkap setelah adanya informasi dari masyarakat yang menyebutkan bahwa ada seorang pemuda yang tengah mengkonsumsi narkotika jenis sabu-sabu. Mendapat informasi itu, polisi langsung melakukan penyelidikan dan berhasil meringkus tersangka berikut barang bukti. Sebelumnya pada saat akan ditangkap, tersangka G mencoba melarikan diri namun tak berhasil. Guna dilakukan pemeriksaan, tersangka langsung diboyong ke Mapolres Binjai. (MKI)

Polres Pidie Ringkus Dua Pengedar Sabu Sigli-andalas Petugas Reserse Narkoba Polres Pidie meringkus dua pengedar narkoba jenis sabu-sabu di Gampong Pulo Lon Dayah, Glumpang Tiga, Pidie dan lapangan sepak bola Gampon Munjee, Kecamatan Glumpang Meunyeuk, Senin (17/1) sekira pukul 21.00 WIB. Saat ditangkap dari kedua tersangka masingasing, Muh (25) Warga Gampong Pulo Kecamatan Bandar Dua Pidie Jaya dan MN (21) Warga Gampong Mayang Kecamatan Geulumpang Tiga, petugas menyita barang bukti sabu dan telepon genggam. Kapolres Pidie, AKBP Dumadi didampingi Kasat Narkoba, Iptu Aiyub kepada andalas mengatakan pengungkapan kasus narkoba ini berkat bantuan imformasi dari masyarakat yang mengatakan bahwa di Lapangan bola kaki Gampong Munjee, Kecamatan Glumpang Meunyeuk kerap dijadikan lokasi jual beli sabu-sabu. Setelah meneriba laporan tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan. Dan dari hasil penyelidikan polisi berhasil meringkus tersangka Muh. Ketika polisi sedang menginterograsi, tibatiba ponsel milik MN masuk pesan singkat dari rekanya MN yang berisi barang pesanannya masih ada dua sak lagi. Untuk membuktikan isi pesan tersebut, polisi bergerak cepat melakukan pengembangan hingga pukul 23.00 WIB dan berhasil meringkus tersangka MN di Gampong Pulo Lon Dayah, Glumpang Tiga, Pidie Menurut Dumadi, benda dua sak sabu-sabu seberat 4,58 gram tersebut disimpan di sebuah balai Gampong Munjee, Glumpang Tiga. “Kedua tersangka pengedar sabu-sabu berikut dua unit hp telah kita amankan di Mapolres Pidie untuk pengembangan penyelidikan," katanya. (NAF)

harian andalas | Hal.

4

Sampan Tabrak Gunung Pasir

Nelayan Pantai Cermin Tewas, Anaknya Selamat Pantai Cermin-andalas Seorang nelayan meninggal dunia setelah sampannya menabrak beting (gundukan pasir laut-red) di perairan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, Kamis (20/ 1) sekira pukul 11.00 WIB. Sementara itu anaknya selamat dari maut. Mayat korban sendiri ditemukan petugas TNI AL dan sejumlah nelayan lainnya dua jam setelah kejadian atau sekira pukul 14.20 WIB di 50 meter dari Beting atau 300 meter dari Pantai Indosat yang berjarak 1 kilometer dari pintu muara Sungai Baungan, Pantai Cermin. Korban tewas belakangan diketahui bernama Fathuddin (55) warga Dusun I, Desa Pantai Cermin Kanan, Kecamatan Pantai Cermin, Sergai. Sedangkan anaknya yang selamat, Muhammad Erwin-

syah (30). Saat ini Muhammad Erwin tengah dirawat di RS Sawit Indah Perbaungan akibat kondisinya lemah karena sempat terombang-ambing di lautan. Menurut keterangan sejumlah nelayan, korban bersama anaknya bermaksud pulang setelah melaut mencari kepiting di tengah laut. Namun begitu akan mencapai pintu muara, dan karena disertai air laut pasang dan ombak, sampan yang ditumpangi bapak dan anak itu menabrak beting lalu pecah dan tenggelam “Sampan yang mereka tumpangi nabrak beting saat air laut pasang, kemudian salah seorang penumpang meninggal setelah 2 jam tenggelam, sedangkan anaknya selamat ditolong nelayan lain,” ungkap nelayan disana. (RYAD)

andalas/supryadi

E VAKU ASI JENAZ AH NEL AKUASI JENAZAH NELAAYAN- Sejumlah warga dan aparat keamanan melakukan proses evekuasi jenazah Fathuddin yang tewas akibat sampannya menabrak gunung pasir di Pantai Cermin.

Terkait Kasus Pemalsuan Tanda Tangan

Komisaris PT Jaya Palm Nusantara Ditahan Polisi Medan-andalas Komisaris PT Jaya Palm Nusantara (JPN) Gebang, Ir Wahono Rimbun (47) warga Jalan Sei Kera Medan yang ditangkap petugas Reskrim Unit I Jahtanras Polresta Medan pada, 13 Januari 2011 di rumahnya dalam kasus dugaan pemalsuan tanda tangan resmi ditahan Penyidik Reskrim Polresta Medan. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Medan, Kompol Fadilah Zulkarnaen SiK didampingi Kanit Idik I Jahtanras, AKP Yudi Friyanto SiK ketika dikonfirmasi andalas di ruang kerjanya, Kamis (20/1) membenarkan pihaknya menahan Wahono. “Yang bersangkutan (tersangkared) kita persangka dengan pasal 263 KUH-Pidana tentang pemalsuan,” kata Fadillah. Menurut penyidik, tersangka ditangkap atas laporan pengaduan korban, Ridwan (65) pada, 8 Desember 2010 lalu. Dalam pengaduannya korban mengaku

tanda tangannya dipalsukan tersangka untuk mendapat pinjaman uang dari PT Palm Mas Asri (PMA), sebuah perusahaan bergerak dalam bidang jual beli CPO untuk biaya memperbaiki mesin boiler di PKS (Pabrik Kelapa Sakit) tersangka. Sebelumnya pada 2009 lalu antara pihak PT PMA dengan tersangka melakukan kontrak jual beli CPO dengan jumlah 750 ton dengan harga mencapai Rp5 miliar. Sesuai perjanjian kontrak, pihak PT PMA memberi uang muka Rp3 miliar lebih. Sedang-

kan sisanya dibayar setelah seluruh CPO dikirim pihak tersangka. Setelah batas waktu yang telah ditetapkan, tersangka tak kunjung mengirim CPO yang telah ditentukan. Kemudian pihak PT PMA mempertanyakan hal tersebut kepada tersangka Wahono. Pada saat itu tersangka menjawab pihaknya tidak dapat mengirim CPO karena mesin boiler miliknya rusak. Kemudian pihak PT PMA mencarikan solusi agar mesin boiler tersebut dapat difungsikan kembali agar dapat mengirim CPO ke pihaknya. Akhirnya tersangka Wahono mengajukan pinjaman dana ke PT PMA untuk memperbaiki mesin boiler tersebut. Permohonan pinjaman uang pun dibuat tersangka atas nama dan tanda tangan Ridwan. Hal tersebut dilakukan tersangka tanpa sepengetahuan Ridwan.

Setelah permohonan pinjaman diajukan, maka pihak PT PMA mencairkan dana tersebut kepada tersangka sebesar Rp185 juta. Namun setelah dana perbaikan boiler diserahkan, hingga satu tahun berlalu, mesin bolier tersebut tak kunjung siap diperbaiki sehingga merugikan pihak PT PMA karena tak CPO tak kunjung dikirim. Akhirnya, pihak PT PMA memanggil Ridwan untuk datang ke kantor PT PMA di Jalan Multatuli Medan mempertanyakan kenapa mesin boiler tersebut tak kunjung selesai diperbaiki. Pada saat itu Ridwan menjawab, dirinya tak dapat menyelesaikan perbaikan karena tak punya modal untuk biaya perbaikan. Mendengar pernyataan Ridwan, pihak PT PMA terkejut karena biaya perbaikan mesin boiler sudah diserahkan melalui tersangka Wahono. Sebagai bukti pihak PT PMA

Polsek Medan Kota Ringkus Pengedar Sabu Medan-andalas Petugas Reskrim Polsek Medan Kota meringkus seorang pengemudi beca bermotor (betor) yang kedapatan mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu di Jalan Langgar Gang Dame IV, Kelurahan Tegal Sari, Kecamatan Medan Area, Rabu (18/1) petang. Saat ditangkap dari tersangka Zulkifli Lubis (30) petugas Reskrim Polsek Medan Kota menyita barang bukti berupa lima paket kecil sabu seharga Rp50 ribu yang disembunyikan dalam bungkus rokok. Kapolsek Medan Kota, Kompol M Hari Sandi Sinurat SiK ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan bahwa tersangka ditangkap atas adanya informasi dari masyarakat. Sementara itu tersangka di Mapolsek Medan Kota mengaku sabu miliknya didapat dari G seharga tiap paket Rp45 ribu dan belum ada yang terjual. Biasanya 'konsumen' yang datang membeli penduduk setempat dan dari setiap paket kecil tersebut didapat komisi Rp5 ribu. "Sudah beberapa hari gak narik, jadi uang gak ada. Saat G menawarkan supaya menjual sabu-sabu itu, aku tertarik," ujar ayah satu anak ini. Menurut Kapolsekta Medan Kota, Kompol Sandy Sinurat, SiK penangkapan tersangka berawal dari informasi masyarakat. "Informasi itu ditindaklanjuti dan didapat ciri-ciri Zulkifli. Dari situlah polisi yang telah menyaru purapura hendak membeli sabu dan setelah menyepakati harga, tersangka menunjukkan barang bukti dan

andalas/iwan

INTEROGASI - Kapolsek Medan Kota Kompol M Hari Sandi Sinurat SiK menginterogasi tersangka sambil menunjukkan barang bukti sabu-sabu. saat itu langsung diringkus," papar Sandy. Mengenai keberadaan G yang memberikan sabu kepada tersangka, Sandy mengaku akan mencari keberadaannya. "Khusus dua kasus yaitu Narkotika dan Judi, menjadi perhatian utama serta masuk program prioritas Kapolri," ujarnya. Tersangka, lanjut Sandy, diancam pasal 112 subsider 114 Undang-undang No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dan diancam sesingkatnya 4 tahun penjara paling lama 20 tahun. (HER)

memperlihatkan permohonan pinjaman dana yang ditanda tangani Ridwan. Setelah melihat surat permohonan tersebut, pelapor Ridwan mengatakan bahwa tanda tangan tersebut bukan tanda tangan miliknya. Selanjutnya merasa tanda tangannya dipalsukan tersangka Wahono, Ridwan langsung melaporkan Wahono ke Mapolresta Medan. Petugas Reskrim Unit I Jahtanras Polresta yang menangani kasus tersebut langsung melakukan pengusutan. Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi dan alat bukti kuat, polisi akhirnya menangkap dan menahan Wahono. “Kita akan proses dugaan kasus tersebut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Hingga saat ini, Kamis (20/1) yang bersangkutan (tersangka Wahono-red) masih kita tahan,” tegas Kasatreskrim Polresta Medan, Kompol Fadillah Zulkarnaen SiK. (HER)

Terkait Penemuan Narkoba di RTP Polresta Medan

12 Petugas Jaga dan Seorang Perwira Diperiksa Medan-andalas Sedikitnya 12 personel polisi yang bertugas melakukan penjagaan Rumah Tahanan Polisi (RTP) Polresta Medan seorang diantara Perwira berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) bakal diperiksa terkait ditemukannya narkoba jenis sabu-sabu dalam sel. Demikian ditegaskan Kapolresta Medan, Kombes Pol Tagam Sinaga pada wartawan saat memantau aksi unjukrasa di Bank Indonesia Sumut-Aceh di Jalan Balaikota Medan, Kamis (20/1). “Sudah saya perintahkan untuk memeriksa semua petugas yang menjaga RTP termasuk Kanit Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) yang menjadi komandan mereka. Ada dua belas orang semuanya,” tukas Tagam. Dikatakan, pemeriksaan telah mulai dilakukan oleh Provos Polresta Medan secara maraton. Semua petugas penjaga termasuk perwira berpangkat AKP bakal diperiksa. “Kalau masalah hukuman, kalau mereka memang terbukti sengaja lalai atau malah ikut memuluskan masuknya barang terlarang tersebut, pasti bakal ada sanksi keras. "Bisa penundaan kepangkatan, mutasi atau bahkan kita pecat,” tandas Tagam. Seperti diberitakan, Polresta Medan berhasil mengamankan puluhan handpone, senjata tajam, dan satu paket sabusabu beserta alat hisapnya, dalam razia yang diadakan di RTP Polresta Medan, Selasa (18/1) kemarin. Dalam Razia yang di pimpin Wakasat Reskrim Polresta Medan, AKP Ruruh Wicaksono, petugas melakukan penyisiran mulai dari Blok A Rutan Polresta Medan, yang berisikan tahanan wanita, dan dilanjutkan ke Blok B,C,D,E, disini petugas menemukan 17 unit telepon selular yang dipakai para tahanan untuk berkomunikasi dengan orang diluar tahanan. (HER)

Wanita Hamil Ditemukan Tewas dengan Kondisi Leher Nyaris Putus SESOSOK mayat wanita tanpa identitas (Mrs-X) diduga dalam kondisi hamil muda ditemukan terkapar dengan kondisi leher nyaris putus diduga digorok di lahan garapan PTPN 2 Jalan Pertahanan, Gang Saudara, Dusun II, Pasar V, Desa Patumbak II, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (20/1) sekitar pukul 17.00 WIB.

I

nformasi diperoleh, orang pertama yang menemukan mayat wanita tanpa identitas tersebut adalah Paiman (53) petani coklat Warga Dusun VI, Desa Patumbak II, Kabupaten Deli Serdang. Saat itu sekira pukul 07.00 WIB, Poniman pergi ke ladangnya untuk memetik hasil tanaman coklat miliknya. Untuk sampai ke ladangnya, Poniman harus melintasi lahan garapan milik warga. Paiman sendiri mengaku sudah melihat sekitar pukul 07.00 WIB, Paiman melihat Mrs-X tersebut di semak pohon bambu. Namun, karena tidak terlalu diperhatikannya, Paiman hannya

berlalu begitu saja. “Saya sudah melihatnya, saya pikir hanya tumpukan pakaian yang dibuang warga, ” ujar Paiman dilokasi usai di periksa polisi. Sewaktu istirahat siang di gubuk ladangnya, Paiman kembali bercerita dengan temannya sesama petani menanyakan tumpukan baju tersebut siapa yang membuangnya. “saya sudah bercerita dengan teman pada saat istirahat di gubuk dengan teman-teman. Namun, mereka tidak ada yang tahu, ” ucapnya lagi. Usai memanen coklat di ladangnya, Paiman kembali ke rumahnya dengan melintasi lokasi tersebut. Begitu dilihatnya masih

ada tumpukan baju tersebut didekatinya. Setelah dekat, Paiman sangat terkejut saat melihat ada kepala manusia. Paiman langsung berlari dan memberitahukannya kepada warga sekitar dan Kepala Desa yang diteruskan ke Polsek Patumbak. Saat warga dengan beramairamai datang melihat, terlihat mayat dengan kulit berwarna putih tersebut mengenakan baju kaos berwarna putih, celana panjang berwarna hitam dan memakai sandal hitam bintik-bintik putih. Sudah tidak bernyawa dengan leher digorok hampir putus dan perut sudah membesar diperkirakan hamil 4 bulan.

“Warga tidak ada yang mengenal mayat tersebut, Namun, menurut warga yang lain Mayat ini sering terlihat duduk di kafe pasar VII, Kalau dilihat mayat dalam keadaan hamil, ” ujar Kades Patumbak II, Saptono. Dengan ciri-ciri mengenakan cincin emas putih disebelah tangan kanannya, Mayat tergeletak bersimbah darah di bawah pohon pepaya disamping semak bambu dilokasi yang terjal menungkik ke bawah. Polisi yang tiba dilokasi langsung memasang garis Police line yang diganti dengan tali plastik. Kanit Reskrim Polsek Patumbak, AKP Parulian Samosir yang berada dilokasi langsung

mengidentifikasi mayat dibantu dengan tim olah TKP dari Polresta Medan. Setelah dilakukan oleh TKP, Karena lokasi yang terjal, mayat dibopong menggunakan goni plastik dan bambu di bawa ke dalam mobil Patroli untuk di bawa ke rumah sakit Pringadi Medan. “Kita masih melakukan identifikasi terhadap mayat. Sampai saat ini kita masih menelusuri sipa yang terakhir melihatnya, karena menurut informasi mayat tersebut sering nongkrong di kafe Pasar VII,” beber AKP Parulian Samosir, Kanit Reskrim Polsek Patumbak. (ZAL/HER)


Jumat

HUKUM & KRIMINAL

21 Januari 2011

harian andalas | Hal.

5

Salon Jhons Cut Digerebek Polisi  Dua Karyawan Ditangkap Miliki Sabu Medan-andalas Salon Jons Cut yang berlokasi di kawasan Jalan Orion No 47 Medan, Kamis (20/1) sekira pukul 02.30 WIB digerebek petugas Reserse Kriminal Polsek Medan Baru. Dalam penggerebekan tersebut, polisi meringkus dua orang pemuda yang mengaku karyawan salon karena kedapatan memiliki narkoba jenis sabu-sabu. Saat ditangkap dari

mereka polisi menyita barang bukti lima jie sabu-sabu dan seperangkat alat nyabu. Kedua pemuda yang diamankan masing-masing, Heru lubis (32) warga Jalan Plamboyan Raya Medan Selayang dan Ari Tarigan (45) warga Jalan Turi Medan Amplas. Guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, bersama barang bukti kedua tersangka langsung diboyong ke

Mapolsek Medan Baru. Di Mapolsek Medan Baru tersangka mengaku membeli sabusabu tersebut kepada D di kawasan Kampung Kodam Jalan Setia Budi Medan. Penangkapan ini dilakukan atas pengintaian dan penyelidikan pihak kepolisian. Sementara itu pihak salon melalui salah seorang karyawannya ketika dikonfirmasi seputar

penggerebekan dan kebenaran kedua tersangka merupakan karyawan mereka, mengatakan bahwa pihaknya mengaku tidak mengenal Ari. “Kami tidak kenal dengan Ari, dia tidak bekerja disini dan salon saja tutup pada pukul 20.00 malam,” ujar karyawan tersebut. Saat ini kasus ini masih dalam penyelidikan Kepolisian Medan Baru untuk pengembangan lebih lanjut. (ZAL)

Wanita Tua Ditemukan Tewas dengan Kondisi Leher Tergorok KILAS

Kapolsek Medan Sunggal Sidak ke Ruang Tahanan Medan-andalas Kapolsek Medan Sunggal, Kompol Sony Nugroho bersama sejumlah angota melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke ruang tahanan, Kamis (20/1) sekira pukul 16.00 WIB. Sidak dilakukan selain untuk mengetahui kesehatan para tahanan juga untuk mewaspadai aksi bunuh diri dan kemungkinan masuknya barang barang terlarang seperti narkoba, sajam, ponsel dan lain sebagainya. Diketahui bahwa ruang tahanan di Mapolsek Medan Sunggal yang sudah cukup penuh sesak dengan jumlah tahanan 36 pria dan 5 tahanan wanita. Polisi memeriksa semua sudut ruang tahanan dan semua barang-barang milik tahanan. Ada beberapa barang yang dianggap berbahaya ditemukan dan semua barang yang dianggap berbahaya itu diambil dan dibawa keluar oleh polisi untuk keamanan para tahanan itu sendiri. Kapolsek Medan Sunggal, Kompol Sony Nugroho mengatakan sidak dilakukan karena beredarnya kabar bahwa banyak tahanan yang mencoba bunuh diri di dalam tahanan karena adanya tekanan dan depresi. Saat sidak tersebut memang terlihat para tahanan terkejut karena dilakukan sidak ini. Para tahanan yang di tahan di Mapolsek Medan Sunggal terdiri dari berbagai kasus. “Sebetulnya pemeriksaan ini rutin kami lakukan dan kami sudah menempatkan CCTV di dalam ruang tahanan supaya kami dapat terus memantau aktivitas mereka di dalam” ujar Sony. Pantauan andalas sidak tersebut hanya berlangsung setengah jam dan berjalan dengan lancar. (ZAL)

Bireuen-andalas Warga Desa Cot Salet, Kecamatan Siblah Krueng geger dengan ditemukannya sesosok mayat wanita tua diketahui bernama Fatimah Abdullah (70) dengan kondisi leher tergorok di kawasan perbukitan terjal tak jauh kediamannya di Desa Cot Saleut,Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, kemarin. Wanita lanjut usia yang dinyatakan hilang sejak Senin (10/1) itu diduga korban perampokan disertai pembunuhan. Dugaan tersebut timbul karena korban sering membawabawa emas dan uang. Mayat korban pertama kali ditemukan seorang penggembala lembu di belakang rumahnya. Menurut keterangan pihak keluarga korban, Kamis (20/1) kemarin menyatakan bahwa emas dan uang kontan yang selalu dibawa korban saat itu hilang. Berat dugaan, korban juga dihabisi di tempat lain sebelum dicampakkan di lokasi tersebut. Lebih dari itu, diduga korban dihabisi oleh lebih dari satu orang dan pihak kepolisian terus berupaya melakukan pemburuan jejak pelaku pembunuhan sadis tersebut. Informasi lebih lanjut diperoleh andalas menyebutkan kasus dugaan pembunuhan wanita lanjut usia itu, merupakan kali keduanya setelah sebelumnya seorang wanita lanjut usia yang juga sudah lama menjanda, Nurcahaya

Buddin (65) warga Desa Dayah Baro, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Bireuen Kamis, 22 Juli 2010 ditemukan sudah meninggal di rumahnya dengan luka gorok. Keterangan lain yang diperoleh di Desa Cot Saleut, seperti biasa korban Nek Fatimah yang sudah lama menjanda membawa lembu sekitar pukul 15.00 WIB ke belakang rumah yang berbukit. “Mak kami selalu membawa lembu sekitar pukul 15.00 WIB seusai Shalat Ashar ke belakang rumah, namun tidak seperti biasanya beliau sampai sore tidak kembali. Kami sekeluarga bersama seluruh masyarakat mencarinya hingga menjelang shalat Magrib namun tak juga ditemukan,” Ungkap Jamilah (40) salah seorang anak korban, dalam pengaduannya kepada sejumlah anggota polisi dari Polres Bireuen yang bertugas di Pos Polisi Peusangan Siblah Krueng. Menurut Jamilah usaha pencarian yang melibatkan ratusan warga terus dilakukan

andalas / juanda iskandar

EVAKUASI JENAZAH – Sejumlah petugas Polres Bireuen dibantu masyarakat mengevakuasi jenazah Nek Fatimah Abdullah. hingga Selasa (18/1) dinihari. Saat itu beredar isu jika korban diculik sejumlah pria saat membawa lembu ke perbatasan Desa Cot Saleut dan Mampre Kecamatan itu. Jamilah bersama suaminya Murdhani dan masyarakat melakukan lagi usaha pencarian korban. Dan akhirnya Nek Fatimah ditemukan sudah meninggal di kawasan perbukitan terjal tak jauh dari rumahnya dengan kondisi leher tergorok.

Tahanan Polsek Medan Area Gantung Diri

andalas/rizaldi

SIDAK- Kapolsek Medan Sunggal Kompol Sony Nugroho didampingi sejumlah anggota saat melakukan sidak ke ruang tahanan.

Medan-andalas Seorang tahanan Polsek Medan Area, Abdul Hamid (19) warga Jalan HM Joni Medan ditemukan tewas gantung diri menggunakan tali nilon di kamar mandi ruang tahanan, Kamis (20/1) sekira pukul 12.00 WIB. Petugas yang mengetahui kejadian tersebut dari sesama tahanan mencoba untuk menyelamatkan nyawa Abdul dengan membawanya ke RS Bhayangkara Brimobdasu Jalan KH Wahid Hasyim Medan namun tak berhasil. Abdul tewas dalam perjalanan menuju

rumah sakit. Kapolsek Medan Area, AKP Aries Setyo Ningsih didampingi Kanit Reskrim, AKP J Banjarnahor saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (20/1) sore menjelaskan bahwa Abdul Hamis sebelumnya ditangkap dalam kasus pencurian sepeda motor (curanmor). Dia ditangkap di kawasan Jalan Asia Komplek Asia Mega Mas Blok MM Medan Medan pada Minggu, (9/1) , yang ditangkap kepolisian, Minggu (9/1). “Kami sudah berupaya melakukan pertolongan dengan membawanya ke rumah sakit. Namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan,” kata Kapolsek. Dalam kasus bunuh diri ini, menurut informasi pihak keluarga Abdul telah membuat pernyataan dan mengakui kalau anaknya tewas karena bunuh diri. (TON)

Temuan itu menggegerkan masyarakat, ratusan warga menuju lokasi temuan itu, namun tidak semua orang sanggup menaiki perbukitan yang terjal dan licin. Korban tergeletak di semak-semak. Kaki ke utara, sedangkan kepalanya miring ke selatan, luka gorok di leher terlihat jelas. Petugas Identifikasi Satreskrim Polres Bireuen yang turun ke lokasi penemuan mayat korban langsung me-

ngevakuasi mayat korban ke RSD dr Fauziah Bireuen untuk diotopsi. “Emas sebanyak 35 mayam tidak pernah lepas dari kantong khusus, begitu juga uang. Namun saat ditemukan emas dan uang tidak ada lagi,” kata Nazaruddin, perangkat desa. Kini kasus dugaan pembunuhan tersebut masih diusut petugas Reskrim Polres Bireuen. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangannya. (JND/HERA)

Polsek Percut Ringkus Jurtul Togel Medan-andalas Petugas Reskrim Polsek Percut Sei Tuan meringkus seorang juru tulis (jurtul) judi toto gelap (togel) di salah satu kedai tak jauh dari rumahnya di kawasan Jalan Nuri V Perumnas Mandala Medan. Rabu (19/1) pukul.15.00 Wib Saat ditangkap dari tersangka Hans Bram Manora (38) polisi menyita barang bukti Satu unit Handphone dan uang sebanyak Rp90.000. Tersangka ditangkap atas dasar informasi dari masyarakat. Keterangan diperoleh diringkusnya tersangka jurtul togel ini, berawal ketika seorang petugas Polsek Percut Sei Tuan, kebetulan singgah di sebuah warung di Jalan Nuri V Perumnas Mandala Medan. Ketika asyik menikmati minuman petugas itu merasa curigai kepada tersangka yang sedang ber-SMS dan membaca pesanan nomor togel. ketika diperiksa oleh petugas, ternyata handphone milik tersangka tersebut banyak berisi nomor tebakan togel bersama jumlah uang pasangan. Ketika ditanya petugas, tersangka mengaku bahwa nomor tebakan judi togel di handphone nya itu ditujukan kepada tersangka sebagai jurtul. Atas penjelasan ini akhirnya tersangka beserta barang bukti diamankan ke Mapolsek Percut Sei Tuan. (TON)


RAGAM

Jumat 21 Januari 2011

BI Khawatirkan Masa Depan Bank Aceh Banda Aceh-andalas Bank Indonesia (BI) Cabang Banda Aceh mengkhawatirkan masa depan Bank Aceh, jika terus dihembus isu suap dalam penjaringan pengurus Bank Aceh yang baru saat ini sedang dilakukan pihak BI Pusat lewat Dewan Gubernur BI. Sementara, masyarakat berpendapat situasi Bank Aceh semakin memburuk dan situasi ini akan merugikan Bank Aceh. Hal itu diungkapkan Pimpinan Bank Indonesia Cabang Banda Aceh Mahdi Muhammad, Kamis (20/1) di Banda Aceh.

AC

KARYA TEKNIK

S E R V I C E

M. CUCI, KULKAS, G A R A N S I SIAP DITEMPAT

Jl. Sempurna (Setia Budi) No. 15 Medan

Hub. 0813 7040 9999

Isu yang menerpa Bank Indonesia dibalik intervensi dalam penjaringan pengurus Bank Aceh yang dulu disebut Bank BPD Aceh, bahwa dirinya telah menerima suap untuk meloloskan direksi baru serta komisaris telah disampaikan secara tertulis kepada BI Pusat. Lewat Badan Hukum di BI pusat akan melihat upaya hukum apa yang mesti dilakukan jika isu ini tidak terbukti seperti dilansir di surat kabar lokal bahwa LSM lokal Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gerak) Aceh mencium adanya suap dalam penjaringan pengurus baru Bank Aceh. “Kita telah membuat laporan tertulis kepada Bank Indonesia Pusat, dan nantinya ada biro hukum yang akan meneliti serta langkah-langkah apa yang diambil,” katanya. Kemudian kata Mahdi Muhammad, saat ini Bank Aceh sedang membenah diri guna menghadapi sistem perbankan global menuju bank devisa. Jadi, dia berharap sebagian pengurus yang telah dilantik pada November lalu, tidak terganggu kerjanya dengan isu –isu murahan yang tidak bisa dibuktikan itu. Lebih lanjut, Mahdi menjelaskan, ketika pertemuan dalam acara coffee morning di kantor Gerak Aceh, Rabu (19/1), dirinya menyatakan siap diperiksa jika dirinya memang terlibat suap. “Mudah-mudahan jika ini dilakukan banyak pihak yang

meragukan BI dalam proses penjaringan pengurus Bank Aceh yang baru agar dapat menghentikan gerakannya untuk merugikan Bank Milik orang Aceh ini,” tegas Mahdi. Mahdi juga menjelaskan, dalam forum tersebut juga hadir unsur BPK, BPKP, Wakil Ketua DPRA Amir Helmi, Direktur Kepatuhan serta sejumlah pengamat ekonomi, dalam forum itu. Menurutnya, lebih banyak memberikan informasi kewenangan BI dalam proses penjaringan pengurus Bank Aceh. Kemudian tugas gubernur selaku pemilik saham mayoritas untuk mengambil keputusan–keputusan, sehubungan penempatan para direksi dan komisaris. Sementara ancaman Bupati Aceh Utara dan Aceh Barat untuk menarik saham pemkab mereka itu, sudah ada mekanisme dalam stututanya Bank Aceh yaitu lewat RUPS tidak bisa dilakukan secara mendadak. “Coba lihat dinamika bisnis Bank selama ini di Aceh, tentunya bank–bank lain telah mendapatkan keuntungan dengan isu murahan itu, karena nasabah enggan menyimpan dananya di Bank Aceh dan lari ke bank lain,” cetusnya. Sementara itu, Koordinator Gerak Aceh, Askalani, ketika dihubungi Andalas, Rabu Petang (19/1) sehubungan dengan isu suap Bank Aceh serta agenda pertemuan dengan Bank Indonesia cabang Banda Aceh serta sejumlah politisi Aceh, enggan menjelaskan lewar telepon selular. (AZHARI)

harian andalas | Hal.

6

Ratusan Koperasi di Aceh Utara akan Dileburkan Illustrasi

Aceh Utara-andalas Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Aceh Utara akan meleburkan (menonaktifkan) Koperasi Unit Desa (KUD) yang tidak bekerja lagi pada 2011 ini. KUD yang berjumlah lebih kurang 519 KUD yang berada di wilayah Kabupaten Aceh Utara saat ini yang hanya bekerja (Aktif) berjumlah lebih kurang 120 KUD. Untuk itu, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah akan mengambil tindakan untuk meleburkan KUDKUD yang tidak aktif lagi. Hal itu diungkapkan Razali SH Kasi Pengembangan Dinas Koperasi Dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Aceh Utara, Kamis (20/1). Razali juga menambahkan, saat ini KUD yang hanya memberikan laporannya hanya berjumlah 98 KUD. Untuk itu bagi KUD yang tidak melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) rencananya akan dileburkan, karena tidak memberikan manfaat bagi anggota. Untuk itu, Dinas Koperasi menekankan kepada pihak KUD untuk segera dapat memberikan laporan bulanan

FAMILY RENTAL MOBIL (PT) APV Kj. Kapsul pkt hmt 10 jam, Altis, L-300, Innova, L. Cruiser, N-Eyes, Bus, Hrn, Mgn, Bln, Utk dlm dan di luar kota. Hotline: 7734 2359 / 0819 3328 4540

dan mengajukan program Koperasinya kepada Dinas koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Aceh Utara. Selain itu, pihaknya juga mengharapkan kepada KUD supaya membuat pembukuan kas yang jelas, dan menon mengelurkan anggota yang tidak aktif lagi, supaya koperasi dapat berjalan dengan baik, dan meningkatkan kesejahteraan anggota. “Pihak Dinas koperasi juga mengharapkan kepada KUD agar mengutamakan aturan yang ada, dan jangan mengambil keuntungan pribadi dikoperasi karena menyagkut hajat orang banyak. Yang seharusnya dilakukan adalah bagaimana KUD dalam menjalankan programnya dapat mensejahterakan seluruh anggotanya,” pungkasnya. Menyangkut tentang pembinaan terhadap setiap KUD, Razali mengaku ada melakukan pembinaan di setiap KUD akan tetapi tidak selektif, disebabkan pihak Dinas Koperasi kurangnya sarana dan prasarana dalam penyuluhan. “Kekuranganya terutama fasilitas dan tenaga penyuluh, untuk itu diharapkan kepada pihak pemerintah untuk dapat mendukung Dinas Koperasi dan usaha kecil menengah Kabupaten Aceh Utara agar dapat menjalankan programnya guna memperdayakan ekonomi rakyat melalui koperasi,” kata Razali. (RZ/SYN)


Jumat 21 Januari 2011

IKLAN

harian andalas | Hal.

7


Jumat

OLAHRAGA

21 Januari 2011

harian andalas | Hal.

AUSTRALIA OPEN 2011

Arsenal Tak Mungkin Menang dari Barca London-andalas Perempatfinal Liga Champions menghadirkan big match antara Arsenal versus Barcelona. Meski tim kuat, tapi The Gunners dinilai tidak mungkin dapat menang dari lawannya itu karena beda level. Pendapat tersebut diutarakan oleh pemain Tottenham Hotspur, Rafael Van der Vaart. Opininya itu

berseberangan dengan Thierry Henry yang optimistis bahwa Arsenal justru merupakan tim yang dapat menghentikan Barca. Pertandingan Arsenal versus Barca adalah ulangan babak perempatfinal musim lalu. Kala itu, Barca dengan meyakinkan menyingkirkan Arsenal 6-3 secara agregat. Di depan pendukungnya sendiri Arsenal memang mampu mengimbangi El Barca 2-2 di leg pertama. Akan tetapi di leg kedua 'Meriam London' dibuat tak berkutik dan menyerah 1-4 di Camp Nou. Ditilik dari performa teraktual kedua klub, Barca lebih unggul dan lebih konsisten. Lionel Messi dkk.

sedang on fire dan telah mencetak sederet rekor fantastis. Sedangkan penampilan Arsenal masik 'naik-turun'. Hal itu terlihat ketika tampil di babak ketiga Piala FA, skuad asuhan Arsene Wenger tunduk 0-1 dari Leeds United tim dari divisi Championship. "Seperti musim lalu, Barca akan menang. Memang benar Arsenal adalah tim kuat tapi Barca bermain di level yang berbeda. Arsenal tidak dapat mengalahkan Barcelona," yakin Van der Vaart, Kamis (20/1). "Barcelona ini sungguh fantastis. Xavi, Iniesta dan Messi selalu menghadirkan ancaman dan hampir mustahil bagi lawannya untuk menang. Bagi saya, Barcelona favorit juara Liga Champions musim ini dan Liga Spanyol. (DTC)

Drogba tak Risaukan Performa Buruknya

Kim Clijsters

Dituding Hamil,

Clijsters Permalukan Komentator Melbourne-andalas Kim Clijsters dituding tengah hamil. Namun, unggulan ketiga di Australia Open 2011 membantahnya. Kabar kehamilan Clijsters memang tidak tersebar luas, itu hanyalah sebuah perbicangan melalui pesan singkat salah komentator televisi, Todd Woodbridge dengan petenis lain, Rennae Stubbs. Usai pertandingan kontra Carla Suarez Navarro, petenis asal Belgia yang ternyata mengetahui 'gosip' itu langsung mengonfirmasi dengan cara unik. "Saya tahu kamu mengirimkan pesan kepada Stubbs. Kamu bilang saya hamil," ujar Clijsters. Woodbridge langsung tersentak, sembari membalasnya dengan pertanyaan. "Apa itu benar?" Clijsters langsung menjawab dengan senda gurau. "Tidak, saya tidak hamil. Dalam pesan itu kamu mengatakan sekarang saya lebih pemarah dan dada saya terlihat membesar," cetusnya. "Jadi mungkin ini akan menjadi akhir karier saya," balas Woodbridge sembari merangkul bahu Clijsters untuk memberikan penghomatan usai pertandingan kepada penonton yang memadati Red Lover Arena. (OKZ)

London-andalas Dibanding penampilannya musim lalu, boleh dibilang Didier Drogba musim ini mengalami penurunan. Meski begitu Drogba mengaku tak risau soal itu karena yakin akan segera kembali ke form terbaiknya. Musim lalu Drogba jadi pilar penting Chelsea dalam merebut dua gelar juara Liga Inggris dan Piala FA. Total 37 gol dia sumbangkan dari 44 penampilannya. Namun memasuki musim yang baru ini, performa Drogba berubah drastis 180 derajat. Sempat menggila di beberapa laga awal musim, perolehan gol Drogba seret dalam dua bulan terakhir, di mana hanya dua gol dari 10 laga yang dilaluinya. Jika ditotal dengan seluruh kompetisi musim ini, striker internasional Pantai Gading itu baru menciptakan sembilan gol, delapan di Premier League dan satu di Liga Champions. Bukan sebuah catatan yang bagus bagi topskorer Liga Inggris musim lalu. Apalagi menurunnya perform Drogab setali tiga uang dengan Chelsea yang kini tengah mengalami inkosistensi penampilan, yang berakibat lepasnya takhta klasemen yang dipegang sejak awal musim. Diakui Drogba hal itu wajar adanya karena ia sempat melakukan operasi hernia serta mengalami sakit malaria, yang berpengaruh banyak pada performanya di atas lapangan. "Aku kehilangan kebugaranku, namun aku selalu berlatih keras dan mencoba menolong tim. Bagiku bermain saat ini sudah merupakan awal yang baik karena aku sempat mengalami saat-saat sulit kala terkena malaria kemarin," tutur Drogba, KAmis (20/1). Bagi pesepakbola 32 tahun itu hal yang terpenting sekarang adalah mengembalikan performanya seperti sedia kala. Dan tak masalah jika ia harus seret gol musim ini, asalkan Chelsea bisa kembali jadi yang terbaik di Inggris. "Aku tidak bilang aku bahagia karena kini kami tengah dalam masa-masa sulit namun jika Anda melihat jumlah pertandingan yang aku mainkan dan jumlah gol serta assist yang aku buat, aku tahu ini bukan yang terbaik, tapi tidak buruk juga. Dan aku juga masih punya waktu untuk meningkatkannya," curhat eks Marseille dan Guingamp tersebut. "Aku tidak khawatir soal performaku. Tak masalah jika aku hanya mencetak 10 gol namun kami memenangi liga," tuntasnya. (DTC)

Sergio Ramos Ribut dengan Ronaldo SERGIO Ramos dikabarkan berselisih paham dengan Cristiano Ronaldo. Ramos mengancam hengkang dari Real Madrid di bursa transfer musim ini. Bek internasional Spanyol ini bergabung dengan Madrid pada 2005 dari Sevilla. Ramos langsung menjadi bintang masa depan El Real dan sampai musim ini posisinya tidak tergantikan. Sayang, pemain 24 tahun ini malah terlibat ketegangan dengan Ronaldo. Ramos dan Ronaldo terlibat argumen di ruang ganti. Permasalahan ini membuat Ramos kembali mempertimbangkan masa depannya di Santiago Bernabeu. Ramos pun menunda rencana perpanjangan kontraknya dengan

Madrid. Seorang reporter Prancis Le Parisien, Julien Laurens, mengungkapkan bahwa dirinya sudah berbicara dengan Ramos mengenai masalah ini. “Saya telah diberitahu bahwa Sergio Ramos bisa meninggalkan Real Madrid," jelasnya, Kamis (20/1). Bila Ramos memang memutuskan untuk meninggalkan Real Madrid, sejumlah klub besar Premier League siap menampungnya. Arsenal, Chelsea, Manchester United dan City bersedia memberikan penawaran. (OKZ)

Sergio Ramos

8

Nadal

Nadal Lanjutkan Kemenangan Melbourne-andalas Rafael Nadal melanjutkan rekor 23 kemenangan berturut-turut di pentas Grand Slam. Hal tersebut dipastikan setelah dia berhasil mengalahkan Ryan Sweeting di babak kedua Australia Open 2011, Kamis (20/1). Unggul teratas di turnamen ini menang mudah 62, 6-1 dan 6-1 dalam tempo 121 menit. Atas hasil itu Nadal berhak melaju ke babak ketiga. Dia akan menghadapi pemenang pertandingan Feliciano Lopez dengan Australian Bernard Tomic. Menghadapi Sweeting, Nadal tampil apik. Pada awal set pertama dia sudah

langsung unggul 2-0. Petenis asal Spanyol hanya memberikan dua game kepada lawannya. Pada set ketiga, Sweeting sempat mematahkan servis Nadal di game kelima. Namun, usaha wakil Amerika Serikat tersebut sia-sia. Pengoleksi sembilan Grand Slam langsung bangkit dan menyudahi pertandingan. Pada pertandingan lainnya, Michael Llodra dihempaskan Milos Raonic. Petenis asal Prancis kalah straight set 6-7, 3-6, dan 6-7. Bagi Raonic kemenangan ini cukup mengejutkan mengingat lawannya merupakan unggulan ke-22. (OKZ)

Coppa Italia

Roma Singkirkan Lazio

Spurs Terus Melaju, Lakers Tersungkur San Antonio-andalas San Antonio meneruskan performa gemilangnya sejauh ini dengan menunddukan Toronto Raptors sekaligus jadi kemenangan ke-7 beruntunnya. Sementara LA Lakers harus takluk dari Dallas Mavericks. Dalam laga yang dihelat di AT&T Center, Kamis (20/1) siang WIB, Spurs sempat tertinggal 22-23 dari tim tamu pada kuarter pertama. Masuk di kuarter kedua Toronto kembali menggila dan meninggalkan Spurs pada half time dengan keunggulan 53-42. Spurs baru bisa bangkit di kuarter ketiga usai mencetak 33 poin dan menahan Raptors yang cuma mampu membuat 16 poin. Mereka berbalik unggul 75-69. Pada kuarter terakhir Spurs berhasil mempertahankan dominasi permainannya dan menutup laga dengan unggul 104-95. DeJuan Blair tampil apik dan jadi motor kemenangan Spurs dengan donasi 22 poin, 11 rebound dan satu assist. Sementara dari kubu Raptors ada nama DeMar DeRozan dengan 28 poin, tiga rebound dan satu assist. Ini adalah kemenangan ketujuh beruntun Spurs sekaligus memperkokoh posisi mereka di puncak klasemen Wilayah Barat dengan rekor terbaik musim ini 36-6. Sementara itu juara bertahan Lakers masih belum menemukan konsistensi penampilan. Setelah mengatasi Oklahoma City Thunder kemarin, kali ini Lakers kembali kalah, kali ini dari Mavericks. Memimpin di kuarter pertama dengan 31-23, Lakers harus didominasi oleh tuan rumah Mavericks hingga akhir laga dan takluk 100109. (DTC)

Roma-andalas AS Roma melaju ke perempatfinal setelah menyingkirkan rival sekotanya Lazio 2-1. Di babak delapan besar, Il Lupi bakal menghadapi Juventus. Roma dan Lazio bertemu di babak 16 besar di Stadion Olimpico, Kamis (20/1) dinihari WIB. Dilansir dari Football-Italia, sebelum laga terjadi insiden penusukan terhadap fans Lazio. Sementara bis tim Biancocelesti dilempari dengan batu. Sempat terjadi kegaduhan di menit ke-19 usai kaki Stefan Radu mengenai wajah Nicolas Burdisso. Julio Sergio berhasil menghalau serangan Lazio yang dibangun lewat umpan silang Christian Brocchi dan disambut tandukan Libor Kozak. Kiper Roma itu

kemudian juga berhasil menggagalkan tendangan bebas Hernanes. Kegaduhan kembali terjadi kali ini melibatkan Jeremy Menez, Philippe Mexes dan Brocchi. Roma membuka skor di menit ke53 lewat sepakan Marco Borriello. Penalti diberikan usai wasit menilai Stephan Lichtsteiner handsball di kotak terlarang. Lima menit berselang skor berubah menjadi 1-1. Adalah penalti Hernanes yang membawa Lazio menyamakan angka. Kali ini sepakan 12 pas diberikan usai Juan melanggar Mauro Zarate. Gol kemenangan Roma lahir di menit ke-77. Tendangan Fabio Simplicio mengantarkan Serigala Ibukota ke perempatfinal. (DTC)

Asian Cup 2011

Socceroos Harus Waspadai Irak Doha-andalas Laga perempatfinal Asian Cup 2011 kembali mempertemukan Australia dengan Irak. Bek Socceroos Jade North melayangkan peringatan agar timnya mewaspadai sang juara bertahan. Setelah menaklukkan Korea Utara 1-0, Kamis (20/1) dini hari WIB, Irak mengamankan satu tiket perempatfinal dengan predikat runner-up Grup D. Sedangkan Australia lolos sebagai juara Grup C. Keduanya dijadwalkan memperebutkan satu tiket semifinal di Al Sadd Stadium, Doha, Qatar, Minggu (23/1) pagi waktu setempat. Ya, laga ini seakan de javu fase grup Asian Cup 2007, di mana Australia takluk 13 dari Irak. Ingatan kita juga digiring menuju kualifikasi Piala Dunia pada 2008 lalu, saat Australia dan Irak masingmasing berbagi kemenangan 1-0. Tak heran jika Socceroos, yang berlaga di

Piala Dunia 2010, harus tetap mewaspadai wakil Timur Tengah. “Saat bertemu di kualifikasi Piala Dunia, mereka merupakan tim dengan mobilitas tinggi dan bermain cepat,” kenang North, yang memperkuat Socceroos dalam dua laga pertemuan dengan Irak. “Mereka memiliki kemampuan sepakbola yang baik dan merupakan juara bertahan. Jadi, mereka akan tampil total guna membuktikan bahwa mereka adalah salah satu tim terkuat,” tandas bek milik Wellington Phoenix, Kamis (20/1). Tak hanya itu, badai cedera pun menghantam skuad besutan Holger Osieck. Tercatat, Tim Cahill (paha) tidak terlihat dalam sesi latihan Rabu kemarin, belum lagi Jason Culina (lutut), Luke Wilkshire (pangkal paha), dan David Carney (bahu). Tak ketinggalan Brett Emerton yang tengah terjerat hukuman. (OKZ)


OLAHRAGA

Jumat 21 Januari 2011

Hari ini, Turnamen Futsal Piala DPRD Medan Digelar Medan-andalas Dalam rangka mendukung program Pemerintah Kota Medan untuk menggeliatkan olahraga, DPRD Kota Medan menggelar Turnamen Futsal yang memperebutkan piala DPRD Kota Medan Drs H Amiruddin di Terminal Futsal Jalan Dr Mansur 21 hingga 22 Januari 2011 ini. Ketua Panitia Pelaksana Turnamen, Parlindungan, SH bersama Sekretaris Abdul Rani, SH kepada wartawan, Kamis (20/1) menyebutkan, turnamen ini diselenggarakan selain untuk menggeliatkan olahraga Kota Medan agar menjadi “Kota Atlet” sekaligus untuk mempererat tali silaturrahmi antar eksekutif, legislatif dan mitra kerja DPRD Kota Medan. Parlindungan menjelaskan, DPRD Kota Medan sangat berkewajiban untuk mendukung program pemerintah menggeliatkan olahraga, karena melalui olahraga juga sangat membantu untuk mengenalkan suatu daerah kepada daerah lain. Dijelaskannya, even yang pertama kali ini di gelar oleh DPRD Kota Medan sematamata untuk memancing pihakpihak lain untuk menggelar even serupa. Walaupun demikian tambah Parlindungan, kalau saja even ini berjalan

dengan baik dan sukses, untuk tahun depan even serupa akan diusahakan digelar kembali. “Kita telah memprogramkan kalau saja even pertama ini berjalan lancar, untuk tahun depan akan kembali kita gelar yang lebih meriah lagi. Untuk itu saya mengharapkan, para peserta yang ikut dalam turnamen ini agar melakukan pertandingan dengan fair play,” harapnya. Parlindungan juga menambahkan, dalam turnamen yang dilangsungkan hari ini, Jumat (21/1) akan dibuka oleh Ketua DPRD Kota Medan Drs H Amiruddin yang diikuti 8 tim yang dibagi dalam dua grup. Berikut tim yang akan bertarung dalam Turnamen Futsal Piala DPRD Kota Medan di grp A diisi oleh seluruh Komisi yang ada di DPRD Kota Medan yakni, Komisi A, B, C dan D. Untuk grup B Eksekutif Pemko Medan, KONI Kota Medan, Sekretariat DPRD Medan dan Wartawan DPRD Medan. Dalam pertandingan untuk hari ini, Jumat (21/1) Eksekutif Pemko Kota Medan menghadapi KONI Kota Medan, Sekretariat DPRD melawan Wartawan DPRD, Komisi A akan menjajal Komisi B dan Komisi C menghadapi Komisi D. (YON)

melakukan latihan rutin yang di antaranya adalah lari maraton. Dia malah menargetkan akan memaksa Ellyas Pical mencium kanvas di ronde kedua. "Pertandingan ini tidak main-main, gubernur akan tampil maksimal. Dan kami yakin Elly akan mencium kanvas. Gubernur sekarang lagi latihan fisik dan tengah rajin maraton sore hari," kata Manager Rusli Zainal, Zulkarnain Kadir, Kamis (20/1) di Pekanbaru. Walau manager Rusli yakin akan memenangi pertandingan itu, namun masyarakat Riau banyak meragukan. Mereka khawatir pertandingan itu justru berujung maut. Maklum Elly seorang petinju profesional yang pernah menjadi juara di zamannya. (DTC)

Liga Gunakan Format Thomas-Uber Jakarta-andalas Liga bulu tangkis yang akan digelar 19-27 Februari di Surabaya akan menggunakan format pertandingan Piala Thomas dan Uber, masingmasing dengan lima partai pertandingan. "Untuk babak penyisihan akan digelar seluruh kelima partai pertandingan sekalipun sudah ada yang menang 3-0, karena sekaligus untuk menentukan peringkat," ujar direktur liga Yoppy Rosimin saat ditemui di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Kamis. Sementara untuk babak final, lanjut Yoppy, pertandingan akan dihentikan setelah ada tim pemenang. " Pada babak penyisihan, kata Yoppy, seluruh tim akan saling bertemu untuk menen-

9

AHM Gelar Honda DBL 2011

Gubernur Riau Tantang Ellyas Pical, Ambulans Disiapkan Pekan Baru-andalas Meski terkesan main-main, tantangan duel Gubernur Riau, Rusli Zainal tantang terhadap Ellyas Pical ternyata tetap digelar. Demi menghadapi mantan juara dunia itu, Rusli Zainal latihan maraton dan menyediakan mobil ambulans. Seperti diberitakan sebelumnya, Rusli Zainal akan menantang Ellyas Pical dalam laga eksebisi dalam rangka peresmian ring tinju Persatuan Tinju Indonesia (Pertina) di Riau. Peresmian ring tinju ini terkait menyemarakkan Pekan Olahraga Nasional XVIII tahun 2012 di Riau. Meski laga cuma bertajuk eksebisi, ternyata Rusli Zainal benar-benar serius mempersiapkan diri. Dia kini mulai

harian andalas | Hal.

tukan peringkat, dengan peringkat satu dan dua bertemu di final sedangkan tim ketiga dan keempat bertemu untuk menentukan juara ketiga. Masing-masing tim peserta liga, yang rencananya diikuti delapan tim putra dan putri, diperkuat maksimal 15 pemain. "Setiap tim boleh membawa maksimal 15 pemain dan masing-masing boleh menggunakan pemain asing maksimal dalam dua partai," jelas Yoppy. Ditanya mengenai siapa saja pemain asing yang sudah terdaftar, Yoppy mengatakan, hingga saat ini belum ada yang mendaftarkan secara resmi, namun beberapa nama seperti Boonsak Ponsana dari Thailand dan Nguyen Tien Minh dari Vietman disebut-sebut akan terlibat. (ANT)

Medan-andalas PT. Astra Honda Motor(AHM) kembali menggelar kompetisi bola basket pelajar terbesar di Indonesia yaitu Honda Development Basketball League(Honda DBL), untuk mendukung pengembangan potensi dan prestasi generasi muda di dunia olahraga, khususnya bola basket dengan tetap mempertahankan aspek prestasi dan pendidikan siswa. Setelah sukses menyelenggarakan Honda DBL 2010 di 21 kota dan 18 provinsi di Indonesia, AHM kembali menggelar event olahraga ini bekerja sama dengan DBL Indonesia dan Main Dealer jaringan sepeda motor Honda. Tahun ini jumlah kota tempat penyelenggaraan acara ini bertambah menjadi 22 kota di 19 propinsi. Kota yang akan menjadi tempat penyelenggaraan Honda DBL 2011 adalah Banda Aceh, Medan, Bandar Lampung, Palembang, Pekanbaru, Surabaya, Malang, Yogjakarta, Semarang, Bandung, Solo, Bogor, Tangerang, Pontianak, Samarinda, Banjarmasin, Manado, Makassar, Denpasar, Mataram, dan Jayapura. Satu kota tambahan untuk tahun 2011 adalah kota Padang, Sumatera Barat yang juga merupakan tempat pertandingan pertama kompetisi DBL 2011. Arifin Posmadi, General Manager CV. Indako Trading Co selaku main dealer Honda di Sumatera Utara, Kamis (20/ 1) mengungkapkan, menyambut baik dan mendukung sepenuhnya penyelenggaraan Honda DBL di kota Medan, karena untuk kedua kalinya kota Medan sudah diberi kepercayaan untuk menggelar kompetisi basket pelajar terbesar di Indonesia ini, dan pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin demi kesuksesan gelaran akbar ini. Untuk Kota Medan sendiri, ajang bergengsi yang telah tercatat dalam rekor Muri sebagai kompetisi basket

terbesar ini akan berlangsung di GOR Angsapura Medan pada tanggal 24 Januari 2011, dan akan belangsung hingga 31 Januari mendatang, 32 sekolah juga telah siap dengan tim basket andalannya masing-masing. Tahun ini merupakan penyelenggaraan Honda DBL keempat sejak kompetisi bola basket ini pertama kali digelar tahun 2008 di 11 kota dan diperluas ke 16 kota pada tahun 2009. Pada tahun lalu, kompetisi ini telah mengukuhkan diri sebagai kompetisi olahraga terbesar kedua setelah liga sepak bola nasional setelah diikuti oleh 1.087 tim, dari 747 sekolah mewakili 125 kota/kabupaten dengan total 24.404 peserta yang disaksikan oleh lebih dari 500 ribu penonton. Agustinus Indraputra, General Manager Marketing Planning and Analysis Division AHM mengatakan Honda DBL merupakan salah satu bentuk upaya perusahaan dalam memberikan kontribusi dalam pengembangan potensi dan prestasi generasi muda Indonesia di dunia olahraga khususnya bola basket. ”Kompetisi ini sejalan dengan tagline Honda yang baru yaitu One Heart atau Satu Hati. Kami ingin bersama anak muda mewujudkan mimpi dan mimpi itu hanya bisa digapai dengan kerja keras, dedikasi, dan sikap mau bersatu untuk maju. Filosofi ini sangat sesuai dengan Honda DBL yang mengajak pesertanya untuk berani bermimpi,” ujar Agustinus di Medan.

andalas/ist

Kompetisi bola basket pelajar terbesar di Indonesia Honda DBL 2011 akan kembali digelar.Untuk Kota Medan, ajang bergengsi ini akan berlangsung di GOR Angsapura, pada tanggal 24-31 Januari. Kompetisi ini menerapkan konsep student athlete, yang menempatkan pendidikan sekolah di atas segalanya. Para peserta diperlakukan seperti pemain profesional dan dituntut pula berperilaku profesional baik di lapangan maupun area pertandingan. Namun, setiap peserta harus tetap memperhatikan pendidikannya. Pelajar yang tidak naik kelas, tidak boleh mengikuti pertandingan ini. Penonton Honda DBL juga dilarang membawa rokok ke tempat pertandingan. Seperti tahun sebelumnya, Honda DBL 2011 akan memilih tim, pemain, dan pelatih terbaik di setiap kota. Pada akhir Juli 2011, juga akan diselenggarakan DBL World Camp 2011. Para pemain dan pelatih terbaik Honda DBL 2011 akan menerima ilmu dari pelatih-pelatih profesional Australia. Selain itu juga akan dipilih anggota untuk Tim DBL Indonesia All-Star

Skuad Bintang Medan FC Dilaunching

Diperkuat Pemain Muda Berkualitas Medan-andalas Bintang Medan Football Club diharapkan dapat membangkitkan sepakbola Kota Medan dan Sumatera Utara yang telah lama tidak berprestasi. Demikian harapan Wali Kota Medan Drs Rahudman Harahap MM pada acara launcing skuad Bintang Medan FC di Lapangan Merdeka Medan, Kamis (20/ 1). Bintang Medan FC adalah tim dari Kota Medan yang akan berkompetisi di Liga Primer Indonesia (LPI). Wali kota pun mengharapkan agar Bintang Medan mampu mengharumkan nama Kota Medan di tingkat nasional maupun di internasional. LPI, kata wali kota telah bergulir di sejumlah kota Indonesia. Tidak ketinggalan, LPI juga diharapkan dapat memajukan sepakbola di Kota Medan. “Mari kita dukung Bintang Medan yang akan bertanding di LPI ini,” pungkas Walikota. Sebelumnya, CEO Bintang Medan Dityo Pramono mengatakan, Bintang Medan merupakan tim yang lahir berkat kerjasama dengan PSMS Medan. Artinya, BMFC merupakan adik PSMS Medan yang juga siap mengharumkan nama Kota Medan melalui kompetisi LPI. Tambahnya, Bintang Medan hadir untuk menciptakan pemain sepakbola andal dari Kota Medan ini. Oleh karena ini, para pemain Bintang Medan 80 persen diper-

andalas/rony muharman

Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap bersama Kapolresta Kombes Tagam Sinaga foto bersama dengan skuad Bintang Medan FC yang baru diresmikan. kuat oleh pemain dibawah 24 tahun yang berkualitas. “ Kita memang membina pemain muda untuk menjadi pemain andal yang akan mengharumkan nama Kota Medan,” ungkap Dityo. Dityo melanjutkan, LPI adalah kompetisi yang tidak menggunakan dana APBD. Klub-klub peserta kompetisi ini disubsidi oleh konsersium LPI selama 4-5 tahun. Namun, bersarnya jumlah subsidi yang diterima klub akan berkurang setiap tahun, berdasarkan pemasukan yang diterima klub. “Untuk musim pertama ini, klub menerima subsidi berkisar antara Rp15 milyar hingga Rp20 miliar dan menurut perkiraan empat hingga lima tahun mendatang, klubklub tersebut diperkirakan sudah bisa mandiri,” jelasnya.

Anak Langkat Berguru Sepakbola ke Uruguay

andalas/budi zulkifli

KE URUGUAY – Wanda Syahputra diabadikan bersama Bupati Langkat H. Ngogesa Sitepu usai beraudiensi terkait keberangkatannya ke Uruguay.

2011. Mereka akan mendapatkan kesempatan belajar dan bertanding di luar negeri yaitu di Kota Seattle, Amerika Serikat. Sementara itu Leo Wijaya, Marketing Manager CV. Indako Trading Co menambahkan satu hal paling membanggakan dari Honda DBL tahun lalu adalah ketika Sumut berhasil menampilkan 3 pemainnya dalam Honda DBL All Star tersebut, yakni Stephani Yolanda, yang berasal dari SMA Sutomo 1 Medan, Youngky Leonardo, dari SMA Methodist Binjai, dan Fredy, dari SMA Methodist 2 Medan. Pihaknya beharap di tahun 2011 ini akan lebih banyak lagi pebasket berbakat Sumut yang akan mengikuti jejak sukses mereka terbang ke Amerika. Pengunjung nantinya tidak hanya dapat menyaksikan pertandingan seru, namun akan dihibur dengan beragam games dengan hadiah yang

BUPATI Langkat H. Ngogesa Sitepu mengaku bangga warganya ada yang terpilih untuk ikut mewakili Sumatera Utara bahkan Indonesia untuk menimba ilmu sepakbola di Negara Amerika Latin, Uruguay. Hal itu terungkap ketika Bupati menerima Wanda Syahputra bersama pengurus PSSI Langkat di rumah dinas, Rabu (19/1). Menurut Bupati, keberangkatan Wanda patut dijadikan sebagai motivasi bagi para pemain muda lainnya untuk giat berlatih mengasah kemampuannya serta prestasi yang terbaik guna meraih masa depan yang lebih baik.

”Semoga keberangkatan ananda bisa menjadi motivasi bagi putraputri Langkat untuk memberikan yang terbaik kepada daerah dan bangsa,” ujar Bupati didampingi Sekda Surya Djahisa dan Asisten Adm. Ekbangsos Indra Salahuddin. Sementara itu, Ketua Umum Pengkab PSSI Langkat H. Khairuddin Nasution melalui sekretarisnya Satimin yang juga pelatih Sekolah Sepak Bola (SSB) Daun Emas didampingi Alex Norman dan Febri melaporkan bahwa keberangkatan anak didiknya ke Uruguay setelah terpilih masuk dalam tim

Sedangkan, Vice President LPI Regional Sumatera Utara-Aceh Avian Tumengkol mengatakan, LPI merupakan kompetisi yang diharapkan bisa memperbaharui sepakbola Indonesia menuju prestasi. Setiap klub juga memiliki saham di LPI, sehingga keuntungan juga akan diberikan kepada klub. Avian Tumangkol pun berharap agar Bintang Medan FC mampu mengembalikan kejayaan sepakbola Sumatera Utara. “Kita berharap agar Bintang Medan mampu berbicara di LPI ini,” pungkasnya. Bintang Medan Fc dilatih oleh Michael Feichtenbeiner (Jerman) dan asisten pelatih Robert Roelofsen (Jerman). Bintang Medan mengandalkan para pemain muda seperti Rudi Hartono, Heri Swondo dan Dodi Rahwana. (YON)

pembinaan PSSI U-16. Wanda Syahputra (16) yang merupakan pelajar kelas II SMA Swasta Mulia Medan merupakan anak kedua dari pasangan Tolok dan Sulastri. Prestasinya di bidang olahraga sepakbola melejit setelah bergabung di SSB Daun Emas, Stabat. Berbagai macam prestasi berhasil diraihnya sepanjang tahun 2005- 2010, sehingga akhirnya terpilih untuk mengikuti seleksi guna memperkuat Timnas PSSI U16 tahun untuk belajar bola di Uruguay dalam waktu 3 tahun. Wanda akan berangkat tanggal 23 Januari 2011 nanti. ” Saya mohon doa bapak dan masyarakat Langkat, semoga cita-cita saya menjadi pesepakbola nasional dapat terwujud,” kata Wanda. (BD)

tentunya menarik. Hal menarik lainnya, bagi penonton Honda DBL, Honda telah menyediakan berupa skutik New Honda BeAT sebagai Grand Prize. “ Kami memilih Honda BeAT sebagai product icon Honda DBL karena produk ini sangat disukai anak muda dan sudah menjadi trendsetter skutik di kalangan remaja. Desain body Honda BeAT yang compact dan stylish sangat disukai anak muda dan cocok buat gaul. Apalagi skutik ini juga irit bahan bakar dan memiliki fitur keamanan terbaik di kelasnya seperti standar samping otomatis (Side Stand Switch) dan Brake Lock yang berfungsi untuk mencegah motor loncat saat dinyalakan. Bagi penonton Honda DBL 2011, AHM menyediakan 22 hadiah utama berupa skutik Honda BeAT untuk setiap kota penyelenggaraan lomba,” ujar Leo Wijaya. (SIONG)

Arema Tuntut Ketegasan PSSI Malang-andalas Presiden Kehormatan Arema Indonesia yang mewakili Manajemen Arema, Rendra Kresna, menuntut ketegasan dari PSSI dalam memajukan persepakbolaan nasional. "Kami akan meminta penjelasan dan ketegasan PSSI terkait program untuk memajukan sepak bola nasional. Tuntutan ini yang nantinya kami bawa dalam kongres PSSI di Bali," kata Rendra Kresna yang mewakili manajemen Arema Indonesia dalam kongres tersebut ketika ditanya soal usulan program kerja PSSI ke depan di Malang, Kamis (20/1). Menurut Rendra yang juga Bupati Malang itu, bentuk ketidaktegasan PSSI tersebut di antaranya adalah terjadinya polemik mengenai larangan penggunaan anggaran pendapatan dan belanja daerah oleh klub-klub sepak bola. Seharusnya, tegas Rendra, PSSI menyatakan dengan tegas boleh tidaknya klub (tim) menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk membiayai keikutsertaannya dalam kompetisi. "Dalam menyikapi hal itu PSSI harus tegas, agar tidak menimbulkan polemik terus menerus," tegas Rendra yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Malang tersebut. Selain itu, kata Rendra, pelarangan penggunaan APBD untuk klub sepak bola seperti yang diucapkan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi tidaklah tepat dan salah. Mendagri dinilai tidak memahami kondisi objektif klub-klub di daerah yang masih sangat bergantung pada APBD. "Yang harus dipahami, bagaimana seharusnya posisi kami sebagai pemerintah daerah dalam penggunaan APBD. Ini harus diperjelas dan dipertegas karena muncul ketakutan di kalangan kami soal penggunaan APBD itu untuk pos olahraga, terutama sepak bola," ujarnya menambahkan. Menurut dia, penegasan itu sangat penting, agar pemerintah daerah termasuk Kabupaten Malang mempunyai payung hukum jika akan menggunakan APBD untuk membiayai klub. Sampai saat ini penggunaan APBD untuk membiayai kompetisi klub profesional masih menjadi tarik ulur. Pada tahun 2007 juga sudah ada aturan pelarangan, namun banyak pemerintah daerah yang menyiasatinya dengan memasukkan anggaran hibah melalui pos KONI, tak terkecuali Persema Malang yang saat ini menyeberang ke Liga Primer Indonesia (LPI). Setiap tahun Persema mendapatkan anggaran hibah yang masuk pos KONI rata-rata sebesar Rp18 miliar-Rp20 miliar.(ANT)


Jumat

EKONOMI-BISNIS

21 Januari 2011

harian andalas | Hal.

10

Harga Ikan Basah di Bireuen Tidak Stabil

Harga Cabai Naik

Bireuen-andalas Dalam sepekan terakhir, harga ikan basah di Bireuen dilaporkan tidak stabil akibat pasokan ikan dari nelayan pesisir Bireuen terus menurun dibandingkan sebulan lalu. Hal tersebut akibat dipengaruhi cuaca laut yang tak bersahabat. Menurut sejumlah pedagang ikan di pasar Bireuen, Kamis (20/1) kenaikan harga ikan basah dalam sepekan ini akibat kurangnya pasokan ikan dari nelayan yang terus menurun. “Mamang pasokan ikannya ada, tapi tidak stabil, biasanya harga ikan basah di pasaran Bireuen tidak seperti sekarang. Tapi kali ini harganya sedikit mahal dibadingkan sebulan lalu,” kata Tgk Andip, seorang pedagang ikan Bireuen. Saat ini, ikan Bandeng dijual Rp 25 ribu hingga Rp 28 ribu perkilogram, sebelumnya hanya Rp 20 ribu perkilogram. Sementara dencis juga naik menjadi Rp 30 ribu perkilogram. Sebelumnya masih didapat sekitar Rp 20 ribu perkilogram. Selain itu, ikan tongkol sekarang menjadi Rp 30 ribu, sebelumnya hanya Rp 20 hingga Rp 22 Ribu perkilogram, udang kecil sekarang dijual sekitar Rp 25 ribu, awalnya hanya sekitar Rp 22 ribu perkilogram. Sedangkan udang sedang menjadi Rp 50 ribu perkilogram. Sementara sejumlah pembeli mengeluh dan terkejut atas kenaikan harga ikan basah di pasar ikan Bireuen, sebab kenaikan hara ikan sangat mempengaruhi pengeluaran kantong mereka. “Kenaikan harga ikan kali ini sangat mempengaruhi pendapatan kami, apalagi sektor perekonomian warga Bireuen saat ini sangat terpuruk,” kata Ismail (42) seorang warga Kota Juang Bireuen. (HERA)

Medan-andalas Harga bumbu dan sembako serba naik, apalagi menjelang Imlek ini justru kenaikan harga cabai dan sayur mayur kian terasa. Hal ini jelas terasa untuk kaum ibu rumah tangga khususnya yang pusing bagaimana mengakali untuk kebutuhan dapurnya. Pantauan andalas, Kamis(20/1) di Pasar Tradisional Palapa Pulo Brayan harga kebutuhan dapur seperti cabai merah Rp 40.000, cabai hijau Rp 20.000, cabai rawit Rp 40.000, bawang merah Rp 20.000, tomat Rp 5000-Rp 6000. Kebutuhan dapur ini relatif masih melonjak harganya. Salah seorang pedagang Rita(45) mengatakan, harga kebutuhan dapur ini belum tetap, sewaktu-waktu dapat berubah. “Kita nggak bisa kasi harga, dalam satu hari saja belum tentu tetap, lihat barang juga, kalau di sentral barang kosong siang atau sore, harga bisa naik,” ujar Rita saat ditemui di lapaknya Pasar (pajak) Palapa. Kenaikan juga dirasakan pada jenis sayur mayur dari harga biasa Rp 1500 per ikat, kini menjadi Rp 2000 per ikatnya. Salah seorang ibu rumah tangga Ani (50) warga Jalan Karya mengatakan, biar harga mahal tetap dibeli juga. Tapi ya nggak banyakbanyak seperti biasa, namanya kebutuhan, mau tak mau,” ujarnya sedih. (IKA)

Bulog Sumut Gelontorkan 110.000 Ton "Beraskita" Medan-andalas Badan Urusan Logistik Sumatera Utara tahun ini akan menggelontorkan 110.000 ton "Beraskita" untuk memperbanyak pengadaan beras sekaligus sebagai upaya menekan harga jual di wilayah Sumatera khususnya Sumut dan Aceh. "Beraskita itu didatangkan dari Thailand. Di Indonesia hanya Sumut dan Jakarta yang menjadi pintu masuk `beras komersial` itu," kata Kepala Perum Bulog Divisi Regional Sumut M Muchtar Saad di Medan, Kamis. Hingga pekan ini, dari 110.000 ton "Beraskita" yang direncanakan dialokasikan untuk Sumut, sebanyak 19.708 ton sudah diedarkan di pasar melalui pedagang yang sebelumnya menebus atau membeli ke Bulog. "Bulog melayani pembelian beras dengan `broken` lima persen itu dengan harga bervariasi mulai dari Rp6.500 per kg untuk pembelian beras sebanyak 1.000 ton ke atas," katanya didampingi Humas Bulog Sumut Rusli Siregar. Dia menegaskan, pasokan dan peredaran beras premium itu dilakukan pemerintah untuk membanjiri pasar ditengah harga jual bahan pangan utama itu masih bertahan menguat akibat produksi di dalam negeri masih ketat. Beras premium itu misalnya diharapkan dijual pedagang di kisaran Rp7.500-an per kg untuk wilayah Kota Medan mengingat harga beras lokal di daerah itu paling murah masih berada di kisaran Rp8.000-an per kg. "Dengan diedarkannya `Beraskita` ditengah juga masih dilakukan OP (operasi pasar) dengan HET (harga eceran tertinggi) di Medan sebesar Rp6.170 per kg serta program raskin, diharapkan masyarakat tidak mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pangan sekaligus bisa menekan harga jual di pasar," kata Muchtar. Mengenai stok "beraskita" itu, menurut dia, cukup memadai, dimana pasokannya juga masih terus berdatangan dari Thailand. Dewasa ini, misalnya, ada dua kapal berisikan 15.000-an ton beras Thailand yang sedang sandar dan siap bongkar di Pelabuhan Belawan. (ANT)

Bea Masuk 57 Pos Tarif Produk Pangan Dihapus Jakarta-andalas Dalam rangka menjaga kestabilan harga pangan di dalam negeri, pemerintah akan menghapus bea masuk 57 pos tarif produk-produk pangan dan bahan baku pangan. Hal ini disampaikan oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu usai rapat koordinasi pangan di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (20/1). Mari mengatakan, 57 pos tarif yang dihapus bea masuknya mencangkup produk gandum, kedelai, bahan baku pakan ternak, dan pupuk. Pemerintah juga menunda selama setahun pemberlakuan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.241 Tahun 2010 tentang Penetapan sistem klasifikasi barang dan pembebanan tarif dan bea masuk atas barang impor. Karena banyak diprotes kalangan pengusaha, belum lagi situasi krisis pangan saat ini. "Semuanya ditunda selama satu tahun selama berlakunya PMK tersebut. Besok keluar PMK-nya," ujar Mari. Di tempat yang sama, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan penghapusan bea masuk 57 pos tarif dan penundaan pelaksanaan PMK No 241 ini dilakukan dalam upaya pemerintah menekan harga pangan yang sangat tinggi. "Kalau PMK 241 ini sebenarnya berlaku sejak 2005 kemudian ditunda. Lalu 2010 diberlakukan, namun ternyata 2010 kondisi tidak lebih baik dari sebelumnya," tukas Hatta. Rencananya aturan pembebasan bea masuk ini akan diterbitkan dalam bentuk PMK besok. (DTC)

PLAZA 11.30-13.50-15.10-18.30-20.50 THAMRIN 12.40-15.00-17.20-19.40-22.00 BINJAI 12.15-14.05-15.55-17.4519.35-21.25

PALLADIUM 11.30-13.30-15.30-17.3019.30-21.30 THAMRIN 12.30-14.30-16.30-18.30-20.30 BINJAI 12.30-14.20-16.10-18.0019.50-21.40

Diikuti Dengan Harga Sayuran

andalas/ist

BARONGSAI - Salah satu budaya tradisional khas Tionghoa, Barongsai dipersiapkan untuk menambah semarak suasana imlek di dalam mall.

Sun Plaza Bagi-bagi Angpau Keberuntungan Medan-andalas Guna memeriahkan perayaan Imlek 2562 sekaligus memanjakan pengunjung, salah satu pusat perbelanjaan di Kota Medan SUN Plaza menyiapkan serangkaian acara menarik Marcomm Manager SUN Plaza, Ang Fu Shen mengatakan, berbagai pagelaran serta pertunjukan dengan budaya tradisional khas Tionghoa telah dipersiapkan untuk menambah semarak suasana imlek di dalam mall. Selain itu, menyambut datangnya tahun kelinci emas 2011, pada tanggal 21 Januari (hari ini red) hingga 20 February mendatang, pihaknya menyiapkan berbagai persembahan khusus kepada para pengunjung salah satunya adalah pohon angpau dengan tinggi sekira

3 meter serta berbagai hadiah menarik diantaranya voucher belanja, hotel, coklat dan hadiah lainnya. "Para pengunjung berkesempatan untuk mendapatkan angpau keberuntungan dan berbagai hadiah menarik dari pohon tersebut dengan syarat belanja minimal Rp.500.000," terang Ang Fus Shen di ruang kerjanya,Kamis (20/1). Mengambil tema Oriental Romance, Ang Fu Shen menambahkan, acara tradisional budaya Tionghoa yang akan dipertujukan adalah: Parade Barongsai, Gu Zheng Traditional Music, Arrive of the Lucky Rabbit dan foto bareng bersama Dewa Rezeki (Fu Luk Shou). "Kita juga akan menyiapkan persembahan alunan lagu-lagu bernuansa oriental seperti Chinese opera, Oriental music, dance dan top singer," imbuhnya. Sedangkan pada 17 Januari hingga 13 Februari SUN Plaza

menggelar berbagai pameran menarik diantaranya yaitu memperkenalkan produk unggulan fashion serta menyediakan berbagai barang-barang elektronik yang terbaru dan berkualitas kepada masyarakat kota Medan dengan harga penawaran khusus. "Intinya kita membuat suasana Chinese New Year menjadi meriah serta penuh kejutan sehingga menjadikan pengunjung tidak perlu lagi ke luar negeri untuk berbelanja Di SUN Plaza pengunjung juga sudah bisa berbelanja dan merayakan Imlek," pungkasnya. Dijelaskannya, SUN Plaza selalu berupaya menjadi trend setter dalam setiap penyelenggaraan program promosi dengan memberikan penawaran yang terbaik baik para customer serta selalu berusaha untuk berbagi dengan komunitas sekitar untuk mewujudkan visi ‘Impacting Life’ yang ingin dicapai perusahaan. “Semuanya ini untuk kepuasan pengunjung,” tandasnya. (SIONG)

Jelang Imlek

Bongkar Muat di BICT Tetap Stabil Belawan-andalas Jelang Imlek yang semakin dekat, arus bongkar muat di Belawan International Container Terminal (BICT) tergolong stabil. Salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang kepelabuhanan, Pelindo I tetap melakukan kegiatan

bongkar muat sesuai dengan kedatangan barang baik masuk maupun keluar walau perayaan Imlek semakin dekat. Hal itu disampaikan General Manager BICT Syamsul Bahri Kuutjil SE melalui Asisten Manager Kehumasan dan Hukum BICT Gabion Suratman, Kamis (20/1) kepada andalas di selasela kesibukannya mengurusi

dokumen serta surat keluar masuk di kantornya. Banyaknya permintaan barang jelang Imlek ini melalui BICT tetap dilayani dengan baik tanpa ada yang tertahan baik bongkar dari kapal maupun distribusi transportasi darat. Data yang diterima dari Pusat Pelayanan Satu Atap (PPSA) di BCIT, semua alat di

Hortikultura Sumut Semakin Diminati Pasar Luar Negeri Medan-andalas Kepercayaan importir atas produk hortikultura Sumatera Utara semakin pulih yang ditandai dengan banyaknya permintaan dan nilai jual mahal pada komoditas itu di tahun 2010 hingga awal tahun 2011. "Kepercayaan yang semakin pulih itu khususnya dari importir Singapura dan China yang permintaannya semakin banyak. Beberapa tahun lalu, permintaan sempat turun akibat adanya temuan hama atau kualitas hortikultura yang kurang baik dari Sumut," kata Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumut, Irfan Mutyara, di Medan, Kamis. Minat beli yang semakin banyak dari luar negeri itu juga tidak terlepas dari upaya berbagai jajaran termasuk pengusaha dan Kadin yang melakukan hubungan baik pihak asing melalui berbagai kegiatan seperti saling melakukan kunjungan misi dagang dan persahabatan. Kepercayaan importir yang semakin pulih itu harus dijaga bahkan diupayakan ditingkatkan lewat produksi dan ekspor hortikultura yang berkualitas baik dan memenuhi standar yang diminta masingmasing negara. Irfan mengingatkan, dewasa ini, hortikultura yang diminati pasar internasional adalah jenis organik atau bebas pestisida. (ANT)

BICT ini yang dioperasikan 27 unit head truck, 30 unit chasis trailer, unit reachtaker, 5 unit forklip, unit HMC, dan unit side loader kemudian 10 unit transtainer serta 5 unit gantry crane untuk mengangkut barang dari kapal dan langsung didistribusikan. Januari 2011 kapal internasional yang singgah di BICT sudah mencapai sebanyak 50 call dan kapal domestik 70 call mengangkut 118.896, continer international dan 124.728 container domestik. Hal itu kalau dibandingkan untuk Januari 2010

jauh lebih banyak tahun 2011. Jika dievaluasi walau sebentar lagi jelang Imlek semua jenis barang yang beredar di pasar-pasar tradisional maupun pasar modern tetap stabil pengarug barang terhadap harga barang tidak ada. Semua jenis barang kebutuhan masyarakat tidk ada yang langka, kalaupun ada jenis barang yang harganya naik seperti gula. “Hal itu hanya spekulasi pedagang saja kenyataannya gula melalui BICT dan Pelabuhan Belawan tetap stabil,” ungkap Suratman. (DP)

Saatnya Ekonomi Indonesia Unjuk Gigi TERPURUKNYA ekonomi Eropa dan memburuknya perubahan iklim sekarang, justru harus dimanfaatkan Indonesia, di mana ini waktunya ekonomi Indonesia unjuk gigi dengan ditopang permintaan domestik. "Pengaruh cuaca dan krisis eropa, Indonesia akan terkena impact. Pemerintah harusnya menjaga distribusi

SUN 3D with subtitles Indonesian 12.00-13.50-15.40-17.3019.30-21.40

dan juga pedapatan per kapita perkiraan melewati angka USD3.000, begitu melewati level ada perubahan demand, orang akan mengubah pola konsumsinya. Artinya akan terjadi perubahan pada permintaan," ujar Economist Bank CIMB Niaga Winang Budoyo, di Jakarta, Kamis (20/1). Perubahan permintaan tersebut karena naiknya pendapatan per kapita Indonesia sehingga pengeluaran dalam sektor makanan masih mempunyai nilai lebih. "Semakin pendapatan kita naik, artinya pendapatan

THAMRIN SUN 12.00-14.10-16.20-18.30-20.40 PALLADIUM 13.00-15.10-17.20-19.30-21.40

terus naik, konsumsi naik, sisanya makin besar, dipakai untuk barang non-makanan, lebih mempunyai nilai tumbuh untuk perekonomian, misalnya manufaktur," tukasnya. Dia menambahkan, untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia seharusnya bisa ditopang dari sumbangan ekspor. "Pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi itu lebih besar sumbangan dari ekspor, lompatannya lebih besar misalnya dari Singapura. Kalau konsumsi tidak ada lompatan besarnya," tambahnya. (OKZ)

PALLADIUM 12.00-14.10-16.20-18.30-20.40 SUN 13.00-15.10-17.20-19.30-21.40

Illustrasi

PRESIDENT 13.00-15.15-17.30-19.45 SUN 13.00-15.10-17.20-19.30-21.40

PLAZA 12.00-14.10-16.20-18.30-20.40 PALLADIUM 13.00-15.10-17.20-19.30-21.40 BINJAI 12.45-14.55-17.05-19.15-21.25

BINJAI 12.00-13.50-15.40-17.3019.20-21.10

THAMRIN PLAZA 12.00-13.50-15.40

PLAZA 12.30-14.20-16.10-18.00-19.50

THAMRIN 17.30-19.40-21.50 PLAZA 17.30-19.40


KOMUNITAS

Jumat 21 Januari 2011

Sampoerna dan Exxon Latih Guru di Aceh Utara Lhokseumawe-andalas Sampoerna School of Education Outreach dan Exxon Mobil Oil Indonesia Inc (EMOI) menggelar pelatihan pendidikan di tiga sekolah yang ada di Aceh Utara. Sedikitnya 100 orang tenaga pengajar mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kualitas guru di Aceh Utara. "Materi pelatihan diberikan oleh 15 guru terpilih yang telah menyelesaikan lokakarya tahun 2010,” ungkap Kepala Departemen Pengembangan Sekolah Sampoerna School of Education Outreach, Raymond Setiawan, di sela-sela pelatihan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN-1) Syamtalira Aron, Kamis (20/1). Program diseminasi pelatihan pendidikan tersebut diikuti 60 guru sains di setiap

sekolah dan dilakukan secara paralel di tiga sekolah, masingmasing SMAN-1 Tanah Luas, SMAN-1 Matangkuli, dan SMAN-1 Syamtalira Aron. “Program tersebut berlangsung selama enam bulan dengan total pelatihan 68 jam. Sementara mata pelajaran yang diberikan meliputi, Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi,” tambah Raymond. Raymond juga menjelaskan, program ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan demi memfasilitasi peningkatan mutu tenaga pendidik, termasuk paradigma baru dalam proses belajar mengajar serta penanaman nilai kepemimpinan. “Diseminasi pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah guru yang berkualitas, yang pada akhirnya memberikan dampak positif bagi siswa yang ada di Aceh Utara,” katanya.(RZ/SYN)

andalas/arifin desky

SERAHKAN KUNCI - Sekdakab Aceh Tenggara Drs H Hasanuddin Darjo didampingi Kepala PT Askes Regional I Langsa dr Ikhsan menyerahkan kunci mobil ambulans bantuan PT Askes kepada Direktur RSU H Sahudin Kutacane Hj dr Irawati Desky, Kamis (20/1).

PT Askes Serahkan Ambulans ke RSU Sahudin Kutacane Kutacane-andalas PT Askes menyerahkan satu unit mobil ambulans untuk membantu kelancaran pelayanan kesehatan di RSU H Sahudin Kutacane. Selain itu juga menyerahkan beasiswa kepada anak-anak pegawai negeri sipil (PNS) yang berprestasi di sekolahnya. Bantuan yang diserahkan Kepala PT Askes Regional I Langsa Dr Ikhsan ini berlangsung di halaman parkir Kantor Dinkes Aceh Tenggara, Kamis (20/1). Ikhsan pada kesempatan itu menyampaikan, PT Askes sejak 2010 dipercaya membantu jaminan kesehatan masyarakat Aceh, asuransi kesehatan sosial dan kesehatan lingkungan hidup, membantu peralatan kesehatan, dan melaksanakan penghijauan. Tujuan PT Askes memberikan sarana berupa mobil ambulans dan peralatan kesehatan kepada RSU adalah untuk membantu agar pelayanan kesehatan di RSU kepada masyarakat semakin baik. Sedangkan beasiswa kepada anak-anak PNS yang berprestasi, bertujuan membantu sekaligus memotivasi agar anak-anak generasi penerus tersebut lebih meningkatkan

lagi kualitas sumber daya manusianya. Sekdakab Aceh Tenggara Drs H Hasanudin Darjo MM yang hadiri mewakili bupati menyampaikan, penyerahan satu unit mobil ambulans kepada RSU H Sahudin Kutacane itu merupakan suatu rahmat untuk kabupaten setempat mengingat ambulans yang ada saat ini tidak secanggih yang diserahkan PT Askes. Mobil bantuan PT Askes tersebut menurut Darjo akan sangat bermanfaat bila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk membawa pasien ke Medan (Sumut) yang kondisi jalannya rusak. Hal ini karena mobil ambulans itu juga telah dilengkapi peralatan medis dengan standar internasional. Bupati Aceh Tenggara, kata Darjo, juga sangat menyambut positif dan mendukung program-program yang dilaksanakan PT Askes karena sangat menyentuh pada pelayanan kesehatan masyarakat. Diakui pihaknya, peralatan medis di RSU H Sahudin Kutacane masih sangat kurang. Demikian juga kondisi bangunan RSU itu sangat sempit sehingga Pemkab Aceh Tenggara berencana memperluasnya. (ARI)

harian andalas | Hal.

11

Ikatan Keluarga Jawa Marelan Bangkitkan Ekonomi Kerakyatan Medan-andalas Ikatan Keluarga Jawa Marelan (IKJM) bukan cuma wadah atau organisasi silaturahmi belaka. Namun juga menjadi sarana untuk memberdayakan sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat. Salah satu caranya dengan membangkitkan kembali ekonomi kerakyatan. "Kita berupaya menjadikan IKJM ini sebagai wadah yang mandiri namun menguntungkan setiap anggotanya, tanpa harus mengutip iuran anggota dan meminta dana melalui proposal dan tidak membuat sistem arisan," tegas Ketua IKJM Junaidi kepada wartawan di sela acara pengajian rutin bersama di Sekretariat IKJM, Pasar III, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Rabu malam. Junaidi yang dikenal masyarakat Marelan sebagai pengusaha, bertekad membangun organisasi yang berwibawa, tanpa bergantung dengan pihak lain yang punya kepentingan tertentu. Wadah yang kini menaungi sekitar 1.000 kepala keluarga (KK) itu, lebih berpihak pada masyarakat bawah yang memang membutuhkan. Kepada Camat Medan Marelan Pulungan Harahap SH MSi yang juga hadir dalam kesempatan itu, Junaidi langsung menyampaikan beberapa hal mengenai kepentingan masyarakat Marelan terutama dalam hal layanan kesehatan. Ia berharap, kartu kesehatan yang disediakan pemerintah segera terealisasi. Camat langsung merespon hal itu. Ia meminta masyarakat bersabar karena butuh waktu untuk merealisasikan program tersebut. Hanya saja, bagi masyarakat yang sudah mendaftar, bisa meminta surat keterangan dari kelurahan jika ingin

andalas/hadi iswanto

PENGAJIAN - Dari kiri, Lurah Rengas Pulau Ahmad Bsc, Ketua IKJM Junaidi, Kabid Keagamaan Drs Paino, dan Camat Pulungan Harahap SH MSi. mendapatkan pelayanan kesehatan gratis dari pemerintah. Selain sarana berkumpul, Wadah ini, menurut camat, juga memiliki potensi yang besar dalam membantu pembangunan kawasan Medan Utara, khususnya Marelan. Dengan 63 persen masyarakat Jawa di kawasan ini, ia optimis, Marelan bisa lebih tertata, lebih maju, dan berkembang. "Saya melihat Marelan masih sangat mungkin ditata menjadi kawasan yang indah dan memiliki potensi income besar buat pemerintah. Jadi mari kita sama-sama membudayakan kembali semangat gotong royong dalam membangun kawasan ini," tegas camat. Ekonomi Rakyat IKJM sendiri dibentuk sekitar delapan bulan lalu. Menurut Lurah Rengas Pulau Ahmad BSc, awalnya banyak yang pesimis dengan pembentukan wadah ini, karena sumber dana tidak berdasarkan iuran. Namun, setelah dijelaskan rancangannya oleh Junaidi, maka semua orang yang hadir di rapat pembentukan langsung setuju. Ya. Pola yang dibangun IKJM semuanya didesain dengan konsep

wirausaha. Para anggota diberi kebebasan menanamkan saham yang nilai satu lembarnya Rp50.000 sebagai modal awal membuka warung serba ada (waserda)--yang sama konsepnya dengan koperasi. Pemilik saham bisa mengambil keuntungan dari modal yang ia tanam dalam periode tertentu atau bisa langsung menariknya jika sewaktu-waktu dibutuhkan. "Misalnya ada anak dari anggota sakit, maka ia bisa langsung menukarkan lembaran sahamnya dengan uang kontan, tanpa melalui proses panjang. Semua saham dan keuntungan bisa dilihat langsung secara online oleh semua anggota," papar Junaidi. Pada akhir tahun lalu, setelah 7 bulan beroperasi, waserda dikelolanya sudah menghasilkan keuntungan Rp24 juta. "Semuanya secara terbuka kita bagi ke pemilik saham. Tapi ada juga pemilik saham yang juga anggota menyumbangkan kembali dana tersebut untuk aktivitas IKJM," terangnya. Selain Waserda, pihaknya kini juga tengah menjajaki budidaya jamur tiram yang saat ini sangat

diminati di pasaran. Rencananya, jamur yang harga jual per kilonya bisa di atas Rp30 ribu itu akan dibagikan ke ibu-ibu rumah tangga anggota IKJM untuk dibudidayakan. "Saat waktunya panen, mereka bisa jual langsung ke waserda. Jika nantinya produksinya banyak, kita sudah siapkan penampungnya. Saya terima kabar dari Batam, mereka siap tampung 300 kilogram setiap minggu," tegasnya seraya menjelaskan konsep ke depan, organisasi ini akan berperan menyejahterakan masyarakat. IKJM yang anggotanya bakal terus bertambah, saat ini terbagi dalam 20 korlap. Anggota Korlap Pasar II Timur, Saiful, Erijon, dan Boy mengakui keberadaan IKJM sangat membantu dan menjadi solusi terbaik di tengah ekonomi yang tidak stabil seperti saat ini. Pengajian rutin yang diisi ceramah oleh Ustaz Drs Paino, berlangsung khidmat. Ia berharap, anggota IKJM memiliki iman yang kuat, berorientasi pada perubahan lebih baik dan memiliki semangat jihad dalam menjalankan perintah Allah. (HADI)

Tatanan Kehidupan Matakin Imbau Umat Khonghucu Berbangsa di Sumut Berdoa Bagi Kedamaian Terancam Terganggu Sambut Imlek

MAJELIS Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Prov Sumut dan Kota Medan mengimbau seluruh umat Khonghucu agar tidak berlebihan dalam menyambut Tahun Baru Imlek 2562. Umat Khonghucu agar mengutamakan upacara sembahyang ke hadirat Tuhan (Tian) secara khidmat serta berdoa bagi kedamaian, keharmonisan, dan kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia tanpa batasan suku maupun agama. “Jadikanlah momen Tahun Baru Imlek ini sebagai tonggak memperbaharui diri menjadikan Indonesia di hari esok yang lebih baik dalam berkat perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Komisaris Daerah (Komda) Matakin Sumut Ws Djohan Adjuan kepada wartawan di rumahnya, Jalan Bambu Medan, Kamis (20/1). Dikatakannya, menyambut Tahun baru Imlek ke 2562 pada 3 Februari mendatang merupakan satu di antara 15 hari sembahyang besar umat Khonghucu, seperti Pai Ti Khong, hari wafat nabi, Ceng Beng, Duan Yang, Tiong Ciu, hari lahir nabi, Tang Cek, dan lainnya. Sedangkan, rangkaian ritual agama yang dilaksanakan umat Khonghucu dalam menyambut Tahun baru Imlek ini, biasanya berupa ritual sembahyang pada malam sebelum tahun baru, merupakan ungkapan terima kasih kepada Tuhan, Dewa Bumi, Dewa Dapur, dan

dewa lainnya serta leluhur yang telah memberkati perjalanan hidup umat sepanjang tahun yang akan berlalu. “Biasanya pada tengah malam menjelang pergantian tahun atau pada pagi hari, umat Khonghucu kembali bersembahyang ke hadirat Tuhan, dewa, dan leluhur, sebagai ungkapan syukur telah datangnya tahun baru, dilengkapi pemanjatan doa harapan-harapan di tahun baru,” ungkap Djohan Selain itu kata dia, ritual sungkem kepada orang tua dengan cara menyajikan teh di pagi hari secara penuh hormat sambil mengucapkan selamat tahun baru disertai doa bagi kesehatan orang tua biasanya juga dilaksanakan umat Khonghucu. “Nah pada saat itu orang tua akan memberikan angpao ungkapan kasih sayang kepada anak-anak. Makna agamis bagi umat Khonghucu di dalam menyambut Tahun Baru Imlek ini sangatlah kental dan tidak boleh di-alpakan,” papar Bendahara FKUB Medan ini. Namun Djohan Adjuan mengakui bukan hanya umat Khonghucu yang menyambut Tahun Baru Imlek ini, tetapi masyarakat Tionghoa pada umumnya, bahkan masyarakat dunia, seperti di RRC, Taiwan, Monggolia, Singapura, Thailand, Malaysia, Indonesia, Vietnam, Myanmar, Jepang, Korea, Tibet, dan lainnya. Hal ini bisa terjadi, sebutnya, karena besarnya pengaruh budaya dari penyebaran Ru-Jiao (agama Khonghucu) ke berbagai negara Asia Timur pada zaman dahulu. (SIONG)

WS Djohan Adjuan

bangsa tidak terjadi, maka Medan-andalas Tatanan kehidupan ber- perlu dilakukan langkah-langmasyarakat, berbangsa, dan kah pencegahan,” ujarnya. Asmadi didambernegara di Sumapingi beberapa petera Utara terancam ngurus Markas terganggu akibat Daerah FB-LMP adanya sebagian Sumut, seperti anak bangsa yang Suwardi (sekrememaksakan kehentaris), Mangatas dak, menonjolkan Siagian (ketua hakepentingan kelomrian), Wahyudi (kepok dan fanatistua harian), dan menya secara berSudrajad Suandra lebihan. humas) menyebutSelain fenomena Asmadi Kliwon kan jika konflik tertersebut, gejolak sojadi, kerugian yang sial seperti melambungnya harga-harga, mahal- ditimbulkan tidak sedikit, baik nya biaya pendidikan dan harta dan nyawa. Dan itu juga kesehatan, meningkatnya berdampak pada keamanan jumlah pengangguran, ke- maupun pertahanan negara. Rapatkan Barisan miskinan maupun bencana Demi menjaga stabilisasi alam, turut memberi andil atas terjadinya penurunan kadar tatanan kehidupan bermanilai-nilai nasionalisme, cinta syarakat, berbangsa dan bertanah air, bela negara, dan negara di Sumatera Utara, Asmadi Kliwon mengintrukmilitansi kebangsaan. Demikian dikatakan Ketua sikan kepada seluruh jajaran Markas Daerah Forum Ber- Markas Daerah FB-LMP Susama Laskar Merah Putih mut agar merapatkan barisan (FB-LMP) Provinsi Sumatera dan tidak terprovokasi pihakUtara Asmadi Kliwon kepada pihak yang tak bertanggung wartawan di kantornya Jalan jawab sehingga keutuhan Abdul Haris Nasution Medan, organisasi tetap terjaga. Asmadi juga mengingatKamis (20/1) usai rapat konsolidasi pengurus FB-LMP kan bahwa Forum Bersama Laskar Merah Putih didirikan se-Sumut. Menurut Asmadi, indikasi untuk memperjuangkan dan terganggunya tatanan kehi- mempertahankan Negara dupan bermasyarakat, ber- Kesatuan Republik Indonesia bangsa, dan bernegara ini (NKRI) dari upaya-upaya patut dicermati dan diatasi tersistematis, selain sebagai bersama agar tidak menim- alat sosial kontrol dalam pebulkan konflik horizontal. ngabdian masyarakat, bangsa, “Agar konflik sesama anak dan negara. (GUS)

BERITA DUKACITA

BALAI PERSEMAYAMAN ANGSAPURA JL. WAJA NO. 2-4 MEDAN TELP. 7345503, 7361328, 7360873 B lok

N ama

U mur (Thn)

Alamat

Meninggal (Tgl/Jam)

B erangkat (Tgl/Jam) K eterangan / Tempat

VIP-A

LIM JUN SIEN

68

K omp. C emara Hi jau B lok E E No. 7 Medan

19-01-11 03.05 WIB

23-01-11 12.00 WIB

D i perabukan

VIP-B

SOW KO SAN

77

Jl. HOS C okroami noto / P ercut No.87 / 127 Medan

19-01-11 20.00 WIB

23-01-11 11.00 WIB

D i perabukan

2

KHONG KOK TONG

59

Jl. B . K atamso Gg. B akti No. 247 / 100 Medan

20-01-11 05.00 WIB

23-01-11 11.00 WIB

D i perabukan

4

NG CHE KWANG

84

Jl. Tengku Umar No. 57 A Tg. B alai A sahan

18-01-11 07.00 WIB

23-01-11 13.00 WIB

D i perabukan

5

THIO LE GIOK

81

Jl. Rusa No. 1 Medan

18-01-11 08.00 WIB

21-01-11 00.00 WIB

D i kebumi kan

9

SHU JIEN PING

54

Jl. B . K atamso K omp. P ri ma Mi ni mali s No. 327 G Medan

19-01-11 18.45 WIB

22-01-11 12.00 WIB

D i perabukan


SUMATERA UTARA

Jumat 21 Januari 2011

KILAS

Harga Beras di Kisaran Melonjak Tajam Kisaran-andalas Hingga memasuki pertengahan Bulan Januari tahun 2011, harga beras di Kisaran terus melonjak tajam. Kenaikan harga beras cukup signifikan ini membuat masyarakat di daerah, resah. Hingga, Kamis (20/1), harga beras Kuku Balam (KKB) berada pada kisaran Rp 7.000 sampai Rp 8.000, yang dijual di pasaran pihak pengecer ke masyarakat. Kondisi ini makin memperparah perekonomian warga di awal tahun. Melihat suasana harga bahan pokok seperti beras terus melonjak tajam, DPRD Asahan meminta kepada Pemkab Asahan dan Bulog untuk secepatnya menggelar Operasi Pasar Murni (OPM). Pengamatan andalas, di beberapa pusat pasar tradisional di kota ini, harga beras Rp 7.000 hingga Rp 8.000 tersebut masih merupakan harga beras kualitas menengah ke bawah seperti cap Ayam Jago, Bunga Mawar, Cap Payung dan beras lainnya yang sejenisnya. Sementara untuk beras dengan kualitas menengah berada di level Rp 9.000 hingga Rp.10.000, diperkirakan kenaikan harga beras tersebut akan terus berlanjut hingga batas waktu belum menentu. Menyikapi kenaikan harga beras cukup signifikan ini mengundang reaksi dari sejumlah anggota DPRD yang berada di Komisi B, terkait hal ini para anggota dewan tersebut telah melakukan kunjungan ke Bulog Divre III di Kisaran meliputi penyediaan beras untuk wilayah Kabupaten Asahan, Batubara, Labuhan Batu, Labura, Labusel dan Kota Tanjung Balai. Kedatangan para anggota DPRD dari anggota Komisi B adalah untuk membicarakan menggelar Operasi Pasar Murni (OPM). Handi Apran selaku Ketua Komisi B akan terus mendesak Bupati Asahan segera menandatangani surat keputusan (SK) untuk menggelar OPM di Kabupaten ini. Tujuan dari dilakukannya OPM ini adalah untuk mempengaruhi harga beras agar kembali stabil. Sementara Kepala Bulog Divre III Kisaran M Zaim Mazid SH menyatakan, dalam hal ini pihaknya telah mempersiapkan sedikitnya 1.000 ton beras akan diperuntukkan bagi OPM akan digelar dalam waktu dekat ini. Selain itu, Zaim juga menambahkan pihaknya akan menggelar OPM di 3 daerah yakni Kabupaten Asahan, Batubara sembari menunggu SK Bupati. (FAS)

Dibentuk, Tim Penanggulangan Kemiskinan Binjai Binjai-andalas Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kota Binjai, Kamis (20/l ) dibentuk. Tim ini nantinya akan melakukan koordinasi penangggulangan kemiskinan dan mengendalikan pelaksanaan penanggulangan kemiskinan. Dibentuknya Tim TKPK ini bertujuan untuk menindaklanjuti Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 42 tahun 2010 tentang Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Provinsi dan Kabupaten/ Kota. Wakil Wali Kota Binjai Timbas Tarigan selaku Ketua Tim dalam sosialisasi TKPK di Aula Pemko mengatakan, tugas awal tim adalah menyiapkan database peta kemiskinan di Kota Binjai. Untuk itu para kepling, lurah dan camat agar menjadi ujung tombak pendataan karena mereka yang paling tahu warga miskin yang ada di wilayah masing-masing. Namun dalam pendataan harus ada koordinasi yang terpadu antarlintas instansi dan pemangku kepentingan agar dihasilkan database yang akurat. Timbas Tarigan didampingi Sekda Kota Binjai Iqbal Pulungan, selaku Wakil Ketua TKPK mengingatkan kepada SKPD agar setiap perencanaan program harus memperhatikan upaya penanggulangan kemiskinan sesuai tupoksi masing-masing. Sesuai Keputusan Wali Kota Binjai bahwa Penanggungjawab TKPK adalah Wali Kota Binjai, Ketua Wakil Wali Kota Binjai, dan Sekretaris Kepala Bappeda. (MKI)

harian andalas | Hal.

Poldasu Diminta Serius Tindak Perambah Hutan Asahan Kisaran-andalas Anggota DPRD Sumut dari daerah pemilihan Sumut IV Muslim Simbolon MAg, meminta Kepolisian Daerah Sumut (Poldasu) serius menindak tegas pelaku perambahan hutan di Kabupaten Asahan. "Kita minta Poldasu benarbenar serius," ujar wakil rakyat dari dapil Sumut IV (Kabupatan Asahan, Kabupaten Batu Bara dan Kota Tanjung Balai) Muslim Simbolon ketika menerima perwakilan pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Asahan dan Lingkar Mahasiswa Asahan (LiMA), Kamis (20/1).

PC IPNU Kabupaten Asahan dan LiMA sendiri pada hari itu sempat berunjuk rasa ke Mapolda Sumut guna mendesak kepolisian segera menangkap Sukarjo alias A Yok yang telah merambah dan menggarap kawasan hutan mangrove (bakau) dan mengalihfungsikannya menjadi perkebunan ke-

lapa sawit. Menurut Koordinator Aksi LiMA, Husni Mustofa, Sukarjo alias A Yok merambah hutan manggrove di dua tempat, masing-masing di Desa Bagan Asahan Kecamatan Tanjung Balai seluas 100-an hektare dan di Desa Sei Tempurung Kecamatan Sei Kepayang Timur seluas 400-an hektare. "Hutan-hutan mangrove itu kini berubah fungsi menjadi perkebunan sawit," ujar Husni yang pada kesempatan itu didampingi Ketua PC IPNU Kabupaten Asahan Abdul Halim Saragih beserta sejumlah pengurus lain di antaranya Irfan Hidayat, Wiqa Hariadi dan Syafri Deni. Ia menyebutkan, kasus perambahan hutan itu sendiri sesungguhnya sudah sejak lama terjadi. Bahkan perkebunan kelapa sawit yang dibuka

Sukarjo alias A Yok sudah mulai berbuah. "Kasus ini juga sudah kita laporkan ke Polres Asahan, tapi A Yok tidak pernah ditangkap. Jangankan ditangkap, diperiksa pun tidak. Karena itu kami mengadukan hal ini ke Polda Sumut," ujar Husni Mustofa. PC IPNU Kabupaten Asahan dan LiMA sendiri memberi tenggat waktu selama 3x24 jam kepada Polda Sumut untuk menangani kasus tersebut. "Tapi kami sudah mendapat kepastian dari AKP Elly Tores yang menerima kami di Polda, bahwa kasus ini sudah ada tindak lanjutnya dalam dua hari ini," ujarnya. Muslim Simbolon mengatakan, berdasarkan peta kehutanan yang ada, kedua kawasan yang digarap Sukarjo alias A Yok itu memang berada di kawasan hutan. "Saya tahu persis lokasinya,

Pangkalan Brandan-andalas Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Stabat H Fathur Rachman SH, Kamis (20/1) melantik Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Pangkalan Brandan yang baru Muhamad Amin SH, menggantikan Mukharom SH pejabat lama yang pindah tugas ke Kejari Sangeti Propinsi Jambi menjabat Kasi Pidum. Acara yang berlangsung di Aula Kejaksaan Negeri (Kejari) Stabat berjalan lancar sesuai direncanakan. Usai pelantikan dilanjutkan dengan serah terima jabatan (sertijab) pejabat lama dengan penggantinya. Kacabjari Pangkalan Brandan yang baru Muhamad Amin, sebelumnya bertugas di Kejatisu menjabat Oharda Aspidum sekitar 1 tahun 5 bulan. Sedangkan Mukharom pejabat lama bertugas di Pangkalan Brandan 1 tahun, 9 bulan. Mukharom selama menjabat Kacabjari Pangkalan Brandan telah berhasil manaikkan satu perkara korupsi di wilayah kerjanya. Kajari Stabat H Fathur Rachman mengatakan, mutasi jabatan dan pindah tugas merupakan hal biasa sebagai penyegaran di tempat tugas baru agar lebih baik dari sebelumnya. Kajari Stabat tak lupa mengucapkan selamat datang kepada Kacabjari di tempat tugasnya yang baru dan selamat jalan kepada pejabat lama. (SBR)

andalas

tapi pihak Polres Asahan terkesan tutup mata. Jadi wajar jika masyarakat dan mahasiswa mengadu ke Polda Sumut," kata Bendahara Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Sumut itu. Muslim Simbolon yang pada kesempatan itu didampingi anggota DPRD Sumut dari dapil IV Mustofawiyah juga meminta Polda Sumut memasang garis polisi di kawasan hutan yang dialihfungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit itu. "Areal itu harus dikosongkan dan dikembalikan ke negara. Tanaman kelapa sawitnya harus ditebang dan dihutankan kembali. Kita juga akan meninjau ke lapangan untuk melihat sejauh mana follow upnya,"kata Muslim, yang dikenal sebagai anggota dewan yang vokal menyuarakan kepentingan rakyat. (ASL)

DPRD akan Ukur Ulang Lahan PT Serdang Hulu Lubuk Pakam-andalas Komisi A DPRD Deli Serdang akan meninjau keberadaan lahan perkebunan Kelapa sawit PT Serdang Hulu (PT SH) yang berada di Desa Suka Makmur, Kecamatan Kutalimbaru. Peninjauan akan melibatkan pihak Polresta Medan, unsur BPN Deli Serdang, Dinas Pertanian, Camat Kecamatan Kutalimbaru, pihak PT Serdang Hulu serta masyarakat setempat selaku pewaris tanah adat. Selain untuk mengetahui tapal batas lahan juga untuk dilakukan pengukuran ulang luas lahan yang dimiliki PT SH. Pengukuran ulang luas lahan PT SH harus dilakukan, karena masyarakat adat Desa Suka Makmur mengklaim, bahwa lahan perkebunan kelapa sawit itu sebahagian besar merupakan lahan pertanian masyarakat yang “dirampas” pihak perusahaan sejak tahun 1977 lalu. “Komisi A bersama instansi terkait akan turun sesegera mungkin, memenuhi permohonan warga untuk melakukan pengu-

kuran ulang lahan milik PT Serdang Hulu,”ujar Ketua Komisi A Benhur Silitonga SE MM, didampingi anggota komisi Moh Syahrul, Siswo Adi Suwito, Edy S Permana dan perwakilan warga Naik Ginting (45), pada rapat kerja komisi, Kamis (20/ 1). Sembari menunggu adanya penyelesaian sengketa lahan, Benhur mengingatkan masyarakat, agar tetap tenang dan jangan terprovokasi dengan ulah oknum tidak bertanggung jawab yang akhirnya bisa merugikan diri sendiri. Sebagaimana diketahui, sekitar 85 Kepala Keluarga (KK) masyarakat Desa Suka Makmur, Kecamatan Kutalimbaru yang mengklaim dirinya selaku pewaris tanah adat seluas 371 hektare, yang dikuasai Perusahan perkebunan PT SH minta lahannya dikembalikan. Pasalnya, lahan yang dikuasai PT SH sejak tahun 1977 merupakan tanah adat tempat warga di sana menggantungkan hidup mereka dengan bercocok tanam yang dirampas dengan memperalat

oknum aparat. Menurut warga, tanah adat seluas 371 hektar itu, dulunya dipinjam pakai pemerintahan Belanda dengan sistem bayar sewa. Namun belum ada pengembalian secara resmi dari Belanda, lahan itu berpindah tangan kepada PT Serdang Hulu. Sengketa antara kedua pihak itu, telah bergulir ke legislatif dan eksekutif Deli Serdang, namun hingga kini belum ada penyelesaian .“Kami menuntut agar tanah adat yang diwariskan nenek moyang kami dikembalikan dan kami telah menyurati bupati Deli Serdang dan instansi terkait, agar alas hak maupun HGU PT SH tidak diterbitkan,” ujar Naik Ginting. Herannya lagi, BPN Deliserdang menyatakan, perusahan perkebunan PT Serdang Hulu yang terletak di Desa Suka Makmur, Kecamatan Kutalimbaru Deli Serdang tidak memiliki Hak Guna Usaha (HGU). Padahal perusahan ini sudah beroperasi sekitar 33 tahun. (TH) andalas/budi zulkifli

Muhammad Amin SH

Dipercaya Pimpin Kejaksaan Brandan

12

Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu menyambangi para pemain kuda kepang.

Bupati Langkat Ngogesa Sitepu

Banggalah Menjadi Bangsa yang Berbhineka HARI Jadi ke-261 Kabupaten Langkat dirayakan dengan meriah, diwarnai dengan berbagai kegiatan dan perlombaan, antara lain pagelaran seni tari dari berbagai adat dan etnis, pameran pembangunan dan UKM, lomba drum band, festival kuda lumping dan lomba menulis surat kepada Bupati Langkat. Berbagai adat budaya yang merupakan seni antaretnis sesungguhnya merupakan kekuatan bagi bangsa dalam memperkokoh semangat persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat.

Melalui budaya diperoleh satu pelajaran yang penting terhadap norma-norma yang diakui oleh masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu di sela-sela menyaksikan pagelaran hiburan rakyat, kemarin. ”Banggalah menjadi bangsa yang berbhineka, karena kita dapat mengetahui banyak beragam adat dan seni berbilang suku,” kata Bupati. Seni tradisional selain bermanfaat untuk melestarikan adat budaya bangsa juga berguna untuk memperkenalkannya

kepada para generasi muda. Pada sisi lain akan menyaring masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan norma dan adat istiadat yang tumbuh di tengah masyarakat. Pada kesempatan itu Bupati Ngogesa Sitepu didampingi Wabup Budiono serta sejumlah unsur muspida terlihat menaruh perhatian terhadap berbagai atraksi yang ditampilkan oleh 9 etnis di Kabupaten Langkat, di antaranya Jawa, Melayu, Karo, Mandailing, Minangkabau, Aceh, Banjar (Kalimantan) dan Batak Toba.(BD)

andalas/ Lamhot Situmorang

Sarni (60), pasien miskin di RSUD Kabanjahe, kesulitan mendapat tambahan darah.

'Drakula' Gentayangan di RS Kabanjahe Kabanjahe-andalas Kemiskinan merupakan fenomena yang terjadi di hampir semua kabupaten/ kota di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tanah Karo. Kemiskinan timbul karena ketidakmampuan sebagian masyarakat untuk mewujudkan hidupnya sampai taraf yang dianggap sejahtera. Hal ini juga terlihat di RSUD Kabanajahe. Dari data dihimpun andalas, sebagaimana dijelaskan salah seorang perawat ruang V kamar 1, M Br Barus, Kamis (20/1), dari 15 pengguna kartu Askes, yang telah berubah menjadi Jamkesmas, 1 di antaranya harus mendapatkan pertambahan darah. Pasien tersebut Sarni (60), warga Gang Pertanian Berastagi. Penderita penyakit Ginjal ini harus mendapat tambahan darah sebanyak 500 CC atau 2 kantong. Namun akibat kurangnya dana, keluarga hanya mampu membeli 250 CC atau 1 kantong. “Karena mahalnya darah, kami terpaksa membeli 1 kantong dengan harga Rp 310 ribu. Seharusnya orang tua kami ditambah 2 kantong darah. Tapi, walaupun mahal terpaksa dibeli juga. Padahal orang tua kami memilki kartu Jamkesmas. Namanya saja Jamkesmas tapi darah beli juga," keluh Nova Br Tarigan, putri pasien. Dia mengimbau pemerintah khususnya Pemkab Karo, agar keluarga penerima kartu Jamkesmas benar-benar diperhatikan, baik dari segi makanan maupun obat-obatan, khususnya bagi pasien yang membutuhkan darah. Tapi, yang kami lihat tidak ada persediaan darah di RS milik Pemkab Karo ini. “RS ini seharusnya sudah lebih profesional dalam penanganan pasien baik pengguna Jamkesmas maupun pasien lainya.Jadi, apa yang dibutuhkan sudah tersedia. Setahu kami dari dahulu masalah darah tetap tidak ada dengan alasan tidak ada stok,"ujar Br Tarigan. Sementara, salah seorang keluarga yang saat itu menjaga keluarganya yang juga pengguna kartu Jamkesmas, pihak RS tidak menggubris permasalahan kurangnya stok darah di RSU.“Iya bang, dulu keluarga saya saat membutuhkan penambahan darah, jawaban mereka sama seperti dialami Nova,”ungkapnya. Jangan-jangan ada penghisap darah di sini (RSUD Kabanjahe-red) alias Drakula. "Makanya setiap pasien membutuhkan penambahan darah selalu tidak ada stok.Tapi, setelah diadakan pendekatan ke pihak RS, darah ternya ada, tapi harganya selangit,”bebernya. (LAMS/AS)

WARTAWAN DAERAH LANGKAT: Hasrizal, Budi Zulkifli, Syaiful Amri, Subur Syahputra BINJAI: M Kamil Ismail DAIRI: Sondang Silalahi HUMBANG HASUNDUTAN: Marganda Lumbangaol DELISERDANG: Firdaus Tanjung, TH Sihombing, Bobby Lusaka Purba SERGAI: Supriyadi TEBINGTINGGI: Riady Kasidi KABANJAHE: Lamhot Situmorang SIANTAR/SIMALUNGUN: Agus Salim HT Haean,Larhamsimare-mare, Edi Pangaribuan KISARAN: Hamdan Rangkuti BATUBARA: Zulkifli Nasution LABUHAN BATU: Iwan Lugas & Cerdas Kesuma LABURA: M Ilyas Munthe, Nurdinsyah SAMOSIR: Fransiskus Sitanggang TAPUT/TOBASA: Caisar HP SIBOLGA/TAPTENG: Parlin Gultom NIAS SELATAN: Edy Gunawan Zebua MADINA: Choirullah Lubis PALAS: M Effendi Pohan BANDA ACEH: Salman, Afrizal, Sopyan, Reza Gunawan. SIGLI: Dhian Anna Asmara, Tasbir BIEREUN: H Suherman Amin,M Husin Spd, Juanda Iskandar. KUTACANE: Jamuddin Selian, Alwahidi, Arifin Desky. LANGSA: DD Harison. LHOKSUKON: Usman Cut Raja. BLANGPIDIE: Supriyan MS.


SUMATERA UTARA

Jumat 21 Januari 2011

KILAS

Usulan Kenaikan Pangkat Terganjal 'Dupak' Nias Selatan-andalas Sejumlah staf Dinas Kesehatan Nias Selatan yang mengusulkan kenaikan pangkat atau golongan, kelihatan kasak kusuk di kantor Dinkes setempat. Pasalnya, salah satu syarat yang harus dilengkapi mereka adalah membuat Daftar Usulan Penetapan Angkat Kredit (Dupak). Salah seorang staf Dinkes yang enggan mau ditulis namanya, Kamis (20/1) menjelaskan, pengusulan kenaikan pangkat tahun ini kemungkinan banyak staf yang tidak bisa ikut serta, sebab terganjal adanya persyaratan pembuatan 'Dupak' tersebut. Penyebabnya, mayoritas staf tidak mau menyusun Dupak. Sementara d itempat terpisah, Staf Dinkes Bidang Kepegawaian menuturkan, tugas pembuatan Dupak tersebut adalah masing-masing Kepala Puskesmas, bukan di Dinkes. Prosedurnya seperti itu, karena yang memberikan penilaian kepada stafa adalah Kepala Puskesmas bersangkutan. Selanjutnya, diteruskan ke Bagian Kepegawaian Dinas Kesehatan. "Selain itu, terkait dengan cara penyusunan Dupak sudah diberikan pelatihan kepada masing-masing Kepala Puskesmas," katanya. Berkenaan dengan permasalahan itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Nisel, Asa’atulo Lase SKM, saat ditemui di kantornya tidak berhasil. Yang bersangkutan kelihatannya selalu sibuk. Terbukti saat dicoba dihubungi melalui telepon selulernya, selalu tidak diangkat. Sekretaris KBPPP Resort Nias Selatan Yunarius Duha SE, didampingi Gunawan Zebua, Sekretaris LSM Laskar Merah Putih mengatakan, mestinya hal tersebut tidak terjadi, karena sangat merugikan staf bila pengusulan pangkat dan golongan terlambat hanya karena masalah Dupak. "Dalam hal ini sebenarnya yang salah siapa ? Mengapa baru muncul persoalan ini sekarang ?," tanya mereka. Yunaris minta Plt Kepala Dinas Kesehatan tidak menutup mata, dan harus cepat melakukan evaluasi, apa yang menjadi penyebab persoalan tersebut. Jika Plt Kadinkes tidak peduli. Berarti patut diduga telah terjadi kong kali kong dalam hal penyusunan Dupak itu," katanya.(EZ)

Tak Siap Dikritik Jangan jadi Pejabat Panyabungan-andalas Anggota DPRD Madina Iskandar Hasibuan mengecam pernyataan Kadisdik Madina Drs Musaddad Daulay, yang melarang para guru di Madina berkomunikasi dengan wartawan dan LSM. Hal ini dinilai melanggar Undang - Undang Keterbukaan dan UU Pokok Pers. "Kalau Kadis Pendidikan Madina tidak siap dikritik, sebaiknya jangan jadi pejabat. Sebaiknya Musaddad kembali saja ke habitatnya sebagai dosen dan jangan lagi menjadi Kadis Pendidikan,"tegas Iskandar kepada andalas,Kamis (20/1) di DPRD Madina. Mestinya, kritikan yang disampaikan para jurnalis Madina disikapi Kadis Pendidikan Madina dengan positif, untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Mandailing Natal serta jangan dinilai sebagai hal yang bakal menjatuhkannya."Apa yang dilakukan jurnalis mengekspos seluruh program kegiatan positif dan negatif merupakan hal wajar sekaligus sebagai bahan introspeksi," katanya. Dia juga berharap agar DPRD Madina, khususnya Komisi I dan Komisi IV, betul - betul melakukan pengawasan terutama dalam pelaksanaan proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) pada tahun 2010.Sebab, dalam pelaksanaannya sangat mengecewakan serta masih banyak sekolah yang belum siap. Apalagi saat ini para kontraktor banyak mengeluh, karena dari informasi diperoleh, setiap kontraktor harus menyetor sebelum dimulai kerja sebanyak 10 %. Setelah selesai setor lagi 7 %. "Namun banyak rekanan yang tidak memberi, kemudian mendapat ancaman, tidak lagi akan diberikan proyek untuk tahun depan,"ungkap Iskandar. (OI)

harian andalas | Hal.

13

Poktan dan PPTK Diduga Jarah Dana Bansosa Aek Kanopan-andalas Dana Bantuan Sosial (Bansos) bersumber dari APBN 2010, yang diperuntukkan untuk membuat pencetakan sawah baru sebagai salah satu program pemerintah pusat dalam program ketahanan pangan, tampaknya menjadi "lahan" baru bagi beberapa oknum pejabat yang ingin mencari keuntungan pribadi. Pasalnya, dana Bansos yang ditalangi dari anggaran pemerintah pusat ini langsung masuk ke rekening kelompok tani (pktan) penerima. Sudah barang tentu, maka pertanggung jawaban dalam

pengelolaan dana Bansos ini menjadi tanggung jawab penuh ketua Kelompok Tani (Poktan) walaupun didalam teknis pengawasan kerja dilakukan oleh pihak Dinas Pertanian. Seperti terjadi di Kabupaten Labuhan Batu Utara, program mulia pemerintah pusat dengan meluncurkan dana Bansos sebesar 375 juta kepada Kelompok Tani Pulo Dogom Bawah, Desa Pulo Dogom Kecamatan Kualuh Hulu untuk pembuatan pencetakan sawah seluas 50 hektar diduga malah dijadikan ajang "bagi-bagi kue" oleh oknum Panita Pemeriksa Teknik Kegiatan (PPTK) Dinas Pertanian Labura Ir SSN bersama Bendahara AH dan Ketua Poktan Sar. Berdasarkan keterangan sejumlah warga kepada andalas, yang lahannya berada di sekitar lokasi proyek, hingga kini lahan yang baru teralisasi di la-

pangan hanya sekitar 20 hektare atau sekitar 40 persen dari volume kerja semestinya seluas 50 hektar. Proyek yang ditalangi dari APBN tahun 2010 untuk pencetakan sawah baru dikelola Poktan Pulo Dogom Bawah ini semestinya sudah harus rampung sebelum tahun anggaran berakhir. Namun, akibat lambannya pengerjaan di lapangan membuat pengerjaannya tidak dapat tepat waktu dan hal itu akan berpengaruh pada tujuan program proyek tersebut. PPTK Dinas Pertanian Labura Ir SSN, yang bertanggung jawab terhadap teknik pengerjaan saat ditemui andalas, berusaha berkelit tentang tanggung jawabnya sebagai panitia pemeriksa. "Memang saya di sini ditunjuk sebagai PPTK, tapi dalam pengerjaan seluruhnya menjadi tanggung jawab kelompok tani, dalam hal ini ketuanya. Fungsi

Dikecam, Pungli Dana BOS di UPT Kisaran-andalas Sejumlah anggota DPRD Asahan merasa terkejut dan heran mendengar masih ada terjadi pungli (pungutan liar) dana BOS yang terjadi di Kabupaten Asahan. Padahal dana BOS bantuan pemerintah tersebut diberikan untuk membebaskan siswa dari segala beban biaya pendidikan. Demikian diungkapkan Ketua Komisi D DPRD Asahan Parlindungan Panjaitan SP melalui Irwansyah Siagian SE kepada andalas, di gedung DPRD Jalan A Yani Kisaran, Kamis (20/1). Menurut Irwansyah, pihaknya merasa terkejut sembari merasa heran karena sebagaimana telah ditetapkan pemerintah melalui Menteri Pendidikan (Mendiknas), tidak dibenarkan adanya pemungutan ataupun pemotongan terhadap dana BOS dimaksud. Hal ini juga telah dipertegas dengan dikeluarkannya petunjuk teknis (Juknis) tentang penggunaan dana BOS tersebut. Selain itu, selaku anggota Komisi D DPRD membidangi pendidikan, Irwansyah mengharapkan Inspektorat tanggap dengan hal ini dan segera turun kelapangan terkait menyikapi adanya pelanggaran yang dilakukan Ka UPT Disdik Air Joman. Lebih jauh Irwansyah sangat

menyayangkan terjadinya pemotongan dana BOS Rp 1.200/ persiswanya telah dimulai tahun 2006 hingga akhir Desember 2010, karena perbuatan yang dilakukan Ka.UPT beserta LP3 yang mengkelola dana dimaksud sangat memalukan dunia pendidikan. Sebab, hal tersebut juga bertentangan dan tidak selaras dengan visi misi Bupati Asahan yang religius, sehat, cerdas dan mandiri. Dalam kasus ini kita juga mengharapkan kepada Kadisdikjar Asahan sebagai pimpinan SKPD dimaksud untuk segera memberikan sanksi tegas terhadap para pelaku pungli dana BOS tersebut. Sebelumnya terkait permasalahan ini, Kepala Bidang (Kabid) Dikdas Asahan M Suib Sitorus yang juga Manajer BOS untuk wilayah Kabupaten Asahan menyatakan, tidak membenarkan adanya pemotongan dana BOS dilakukan Ka UPT Disdik Air Joman, karena hal itu merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan juga telah melanggar petunjuk teknis (juknis)

tentang penggunaan dana BOS. Pasalnya, secara umum diketahui bahwa dana BOS bertujuan untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka wajib belajar 9 tahun yang bermutu. "Pemotongan dilakukan Ka UPT yang telah berlangsung sejak tahun 2006 lalu, dapat menghambat proses belajar mengajar siswa, karena tujuan dari dana BOS ut adalah menggratiskan mereka dari segala biaya yang ada," imbuh Suib. (FAS)

Irwansyah Siagian SE

Pemkab Humbahas Luncurkan Ranperda BPHTB Dolok Sanggul-andalas Pemkab Humbang Hasundutan (Humbahas) persiapkan draft Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), tentang bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) untuk diserahkan ke DPRD, yang selanjutnya akan dibahas pihak legislatif. Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelola Keuangan Daerah (DPPK), Bona Santo Sitinjak melalui Kepala Bidang Pendapatan, Henri Hamonangan Sihite, Kamis (20/1) di kantornya mengatakan, draft BPHTB tersebut telah diserahkan

ke Bagian Hukum dan Organisasi (Hukor) Humbahas sekitar November 2010 lalu, untuk disempurnakan dan diserahkan kepada DPRD Humbahas. “Draft BPHTB tersebut kami ajukan untuk dapat menjadi peraturan daerah sebagai payung hukum, agar dapat melaksanakan penagihan BPHTB sesuai yang tertera dalam undang undang nomor 28 tahun 2009 pasal 85,” kata Henri. Dijelaskan, BPHTB selama ini disetor kepada pemerintah pusat selanjutnya dana tersebut

dikirim ke daerah asal dengan nomenklatur sebagai dana bagi hasil. “Sekarang pemerintah pusat telah memberikan kewenangan kepada daerah untuk menagih bea perolehan hak atas tanah dan bangunan dan menjadi pendapatan asli daerah (PAD). Atas dasar itu, sesuai Pasal 88 UU Nomor 28 tahun 2009 yang menyatakan, tarif BPHTB ditetapkan dengan peraturan daerah, maka draf tersebut kita ajukan untuk diperdakan,”sebut Henri. (MPL)

saya hanya sebagai pengawas, maklumlah kita kan orang bawahan,"ujar SSN. Ketika disinggung mekanisme pencairan dana, apakah harus melalui penilaian dari PPTK, SSN lagi-lagi berusaha mengelak dan terkesan berusaha menutup-nutupi. "Dalam hal pencairan bisa saja pihak PPTK tidak mengetahui, sebab untuk pencairan, pihak kelompok tani hanya berurusan dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yaitu Washington (mantan Kadis Pertanian Labura)," bebernya. Sementara itu Bendahara Bansos Agus Hamri, saat dikonfirmasi mengatakan, hingga saat ini dana Bansos yang telah ditarik Poktan Pulo Dogom Bawah sudah 75 persen atau sekitar Rp 281 juta lebih dani 375 dana keseluruhan untuk proyek ini. Anehnya, baik PPTK ataupun bendahara terkesan berusaha menutupi volume kerja poktan. (IM)

Diantisipasi, Dualisme UN SMAN 4 Siantar Pematang Siantar-andalas Mengantisipasi terjadinya dualisme lokasi UN SMAN 4 Kota Pematang Siantar, yang direncanakan berlangsung 18 April 2011 mendatang, Wali Kota Hulman Sitorus mengambil langkah antisipasitif, dengan cara menyatukan pelajar SMAN 4, khususnya menyangkut pelajar yang sudah duduk di bangku kelas III apakah itu jurusan IPA maupun IPS. Sebagaimana diketahui, ketika RE Siahaan menjabat wali kota, SMAN 4 di Jalan Pattimura, dipindah ke Jalan Gunung Sibayak, dengan alasan lokasi di Jalan Pattimura akan dijual atau lelang. Namun sebagian anak didik dari kelas I hingga III banyak yang tidak mau pindah. Hal ini menyebabkan SMAN 4 terbagi dua. Bahkan, kondisi tersebut hingga sekarang masih berjalan. Ada yang berada di Jalan Gunung Sibayak, ada pula di Jalan Pattimura. Hal ini diakui Ketua Komite Sekolah Jansen Napitu dan Ketua Dewan Pendidikan SMAN 4 Armaya Siregar, saat dihubungi di ruang kerjanya, Kamis (20/ 1). Didampingi sejumlah guru SMAN 4, mereka menyatakan apresiasinya terhadap Wali Kota Hulman Sitorus, yang berusaha menyatukan siswa, sehingga tidak terjadi dualisme saat menghadapi UN. Ditambahkan, Komite dan Dewan Pendidikan SMAN 4 maupun sebagian guru atau murid-murid bertahan untuk berkantor maupun belajar di Jalan Pattimura, karena mengangap, jika SMAN 4 tidak pindah karena belum ada sosialisasi. Bahkan diakui, surat-menyurat soal sekolah masih di Jalan Pattimura. Untuk itu, SMAN 4 bukan yang berada di Jalan Gunung Sibayak. Jansen dan Armaya menambahkan, keberadaan SMAN 4 di Jalan Gunung Sibayak pindah sementara, sesuai surat ditandatangani Joni selaku direktur dan pemilik. Dalam surat yang juga diteken RE Siahaan, selaku wali kota, 20 Juni 2008 lalu menyebutkan, Joni meminjamkan tanah dan bangunan di Jalan Gunung Sibayak Kelurahan Kebun Sayur, Kecamatan Siantar Timur serta tanah dan bangunan di Jalan Pematang Siantar-Tebing Tinggi, Kelurahan Tambun Nabolon Kecamatan Siantar Martoba, untuk SMAN 5 Kota Pematang Siantar. Pemilik gedung yang dipinjam sementara, Joni, 19 April 2010 lalu telah pernah menanyakan masalah penyelesaian ruislagh bangunan SMAN 4 tersebut, melalui suratnya bernomor 83/ PT-DSI/ PS/IV/2010 mohon kepastian pelaksanaan tukar menukar gedung SMAN 4 Pematangsiantar di Jalan Pattimura. Namun hingga berakhirnya masa jabatan RE Siahaan selaku wali kota, hal tersebut tidak mendapat jawaban. Hal ini mengakibatkan pinjam pakai gedung tersebut berkelanjutan, hingga pada masa Hulman Sitorus menjabat wali kota. (ASH)

DPD Pujakesuma Langkat Guyub dan Tetap Eksis DPD Paguyuban Keluarga Besar (PKB) Pujakesuma Langkat di bawah kepemimpinan H Surianto, masih guyub dan tetap eksis menjalankan program kerjanya dan turut andil membangun Langkat. Menggali seni budaya peninggalan leluhur yang hampir punah digilas kemajuan zaman. Adanya isu menyebut Pujakesuma Langkat makin melempem, tidak benar sama sekali. Hal ini dibuktikan Pujakesuma Langkat turut memeriahkan hari jadi Kabupaten Langkat ke-261, dengan menggelar berbagai kesenian tradisional Jawa, seperti Festival Kuda Kepang se Kabupaten Langkat diikuti 23 peserta dari 23 Kecamatan digelar Senin (17/1) di Alunalun Pemkab. Selain itu, Pujakesuma juga menampilkan tarian kiprah Wayang Orang. Demikian diungkapkan Ketua Lembaga Kesenian Kebudayaan Jawa (LKKJ) Suwardi TKN didampingi Muliono, kepada sejumlah wartawan di sela-sela kesibukannya, kemarin. Suwardi, yang juga Ketua Panitia Pelaksana Pagelaran Seni Pujakesuma pada peringatan hari jadi Langkat akan melanjutkan pagelaran

hiburan rakyat di Pendopo Pujakesuma,Sabtu (22/1) menampilkan reog ponorogo dan dilanjutkan dengan campur sari. Festival Kuda Kepang diprakasai Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu yang sangat apresiatif dan selalu memberi dukungan pada perkembangan kemajuan kesenian Jawa. "Bahkan bupati berjanji akan hadir membuka open turnamen Kuda Kepang, yang tidak

dibatasi pesertanya. Setiap kecamatan boleh mendaftarkan lebih dari satu grup,"kata Suwardi, mengutip pernyataan bupati. Pada Festival Kuda Kepang, tampil sebagai Juara I Grup Kuda Kepang Karyo Anom dari Kecamatan Secanggang pimpinan Jidri. Juara II Grup Kuda Kepang Singo Maruto Joyo Kecamatan Kuala pimpinan Supardi. Juara III Kuda Kepang Langen Cahyo Putro dari

Kecamatan Brandan Barat pimpinan Suparmo. Sementara Juara Favorit, Grup Kuda Kepang Tunas Remaja pimpinan Legi dari Kecamatan Pematang Jaya. Juara Harapan II Grup Kuda Kepang Sari Budoyo Cahyo Putro pimpinan Sugiono dari Kecamatan Binjai dan Juara Harapan III Grup Kuda Kepang Mawar Putri pimpinan Tarmun dari Kecamatan Sawit seberang.(sbr)


ACEH MEMBANGUN

Jumat 21 Januari 2011

harian andalas | Hal.

14

Devisit APBD

Taman Sekretariat Atim Ditumbuhi Semak Belukar Langsa-andalas Tidak adanya Dana perawatan taman dan lampu jalan di Dinas Kebersihan, Lingkungan Hidup dan Pemadam Kebakaran kabupaten setempat, pada APBD Aceh Timur tahun 2010 yang lalu, membuat taman di lingkungan kantor Sekretariat Daerah (Sekda) Aceh Timur yang berada di Kota Langsa, ditumbuhi semak belukar. Pantaun wartawan koran ini, kemarin, kondisi taman di lingkungan kantor Sekda Aceh Timur yang berada di Kota Langsa itu terlihat tidak dirawat dan dipenuhi rerumputan ilalang, sehingga taman tersebut semak belukar. Memey (31), salah seorang

warga setempat mengatakan, pasca berangsurnya sejumlah kantor pemerintahan daerah Aceh Timur yang akan pindah di ibukota kabupaten setempat, yakni Idie Rayuek, Aceh Timur, keberadaan kantor Sekda Aceh Timur yang masih berada di Kota Langsa itu, kondisi bangunan kantornya maupun taman di lingkungan kantor tersebut, nyaris kurang mendapatkan perawatan. Sehingga, kondisinya terlihat kumuh dan terkesan seram. "Dengan kondisi tersebut, siapapun yang melintas di kantor itu pasti akan prihatin, karena lingkungan di kantor Sekda Aceh Timur kini tidak mendapatkan perawatan yang berarti. Padahal dana untuk perawatan kantor dan taman setiap tahun ada dianggarkan dalam APBD Aceh Timur," tambahnya. Ketua Komisi C DPRK Aceh Timur Abdul Hamid saat dikonfirmasi via selular kemarin mengatakan, untuk APBD tahun 2010

KILAS

5 Gampong di Bireuen Dapat Penghargaan Bireuen-andalas Sedikitnya lima desa dalam wilayah Kabupaten Bireuen memperoleh penghargaan terbaik menyangkut progam P2WKSS dan Pokjanal BKB Gampoeng. Demikian laporan Ketua Tim Penggerak PKK Bireuen Hj Fatimah pada acara peringatan Hari Ibu ke-82 yang dirangkaikan HUT Gerak PKK-39 dan HUT Dharma Wanita Persatuan ke-11 Kabupaten Bireuen di Aula Setdakab Bireuen, Selasa lalu. Penghargaan menyangkut program terbaik dari kedua hal tersebut diserahkan oleh Bupati Bireuen Drs Nurdin Abdul Rahman didampingi Sekdakab Bireuen, Kepala BPMPKS Ziauddin SH kepada juara I, II dan III program P2WKSS masing-masing Gampong Blang Keutumba Kecamatan Juli, Gampong Pulo U Baro Kecamatan Peusangan dan Gampong Baro Kecamatan Samalanga. Sedangkan untuk juara terbaik POKJANAL BKB Gampong diraih Keude Lapang Kecamatan Gandapura dan Pelaksana terbaik Gerakan Sayang Ibu (GSI) diraih Gampong Cot Ulim Kecamatan Jeumpa. Sementara Ketua TP PKK Hj Fatimah didampingi Ketua BKMT, Ketua DWP, Ketua KCK, Persit dan Ketua Bhayangkari menyerahkan bantuan Prasmanan BPM kepada TP PKK Gampong Ulee Alue Kecamatan Samalanga, Geulanggang Baro Kecamatan Kota Juang, Gampong Uteuen Gathom Kecamatan Peusangan Selatan dan Gampong Leubu Cot Kecamatan Makmur. Bupati Bireuen Nurdin Abdul Rahman dalam sambutan singkatnya menyatakan, suatu hal yang sangat terpuji dan menyentuh hati adalah semangat perjuangan kaum ibu tercermin dalam lambang Hari Ibu yang merupakan setangkai bunga melati dengan kuntumnya yang menggambarkan kasih sayang kodrati antara ibu dan anak. "Harus mengakui sosok seorang ibu yang lemah lembut dan penuh kasih sayang, merupakan cerminan jiwa yang bersih dan suci, makanya orang pandai mengatakan, baik buruknya suatu negara sangat tergantung dari kaum perempuan," katanya. (HUS)

Ditabrak Sepeda Motor

Penyeberang Jalan Tewas Bireuen-andalas Tgk Ahmad Sayuti (77) warga Desa Lhoknga, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Selasa lalu, tewas setelah ditabrak sepeda motor jenis Vario yang dikendarai Taufik (27), penduduk Desa Cot Puuk, Gandapura, di lintas nasional, kawasan Desa Lhoknga, Kutablang. Informasi yang diperoleh menyebutkan, saat itu Tgk Ahmad Sayuti hendak menyeberang jalan untuk menumpang bus tujuan Bireuen yang sudah menunggunya di seberang jalan. Tiba-tiba meluncur sepeda motor Vario yang dikendarai Taufik dari arah Matang tujuan Kutablang, yang membentur tubuh korban sehingga korban jatuh ke aspal. Tgk Ahmad Sayuti diduga tidak melihat sepmor Vario yang datang dari arah Matang Geulumpang Dua itu. Pengendara sepeda motor itu spontanitas terkejut saat melihat korban menyebrang jalan secara tak terduga. Tim medis di Puskesmas Kutablang yang menangani korban menyebutkan, Tgk Sayuti meninggal dunia beberapa saat setelah tiba di Puskesmas setempat. Korban mengalami pendarahan hebat di kepala dan mulut, serta luka robek di pergelangan kaki kanan. Sementara Taufik, yang mengalami kritis dengan luka robek di atas mata kiri, bibir atas, dan pendarahan di hidung, serta luka-luka lainnya, setelah mendapat pertolongan pertama di puskesmas tersebut, selanjutnya korban dirujuk ke RSUD dr Fauziah Bireuen. Terpisah, seorang pemuda berinisial Awisan Karni (20) pekerja bangunan ruko di depan SMAN 2 Bireuen, warga Desa Seuriwek, Kecamatan Matang Kuli, Kabupaten Aceh Utara, disambar interculer di depan SMAN 1 Cot Gapu Bireuen. Korban dalam kondisi kritis dengan kulit kepala bagian belakang terkelupas dan segera dievakuasi masyarakat ke BLU RSD dr Fauziah Bireuen untuk mendapatkan perawatan intensif. (JND)

pihaknya tidak ada mengesahkan dana perawatan taman untuk lingkungan di kantor Sekda Aceh Timur tersebut. Sebab APBD kabupaten tersebut mengalami devisit. "Tahun 2010 yang lalu, kami tidak ada mengesahkan dana untuk perawatan taman dan lampu jalan, sebab APBD Aceh Timur mengalami devisit. Menyangkut taman di lingkungan kantor Sekda Aceh Timur kurang mendapatkan perawatan tersebut, disebabkan kantor Pemerintahan dan DPRK akan pindah di Ibukota Kabupaten Aceh Timur yang berada di Idie Rayuek. Dan kami baik permerintah daerah dan DPRK masih menggunakan kantor hanya untuk menggelar rapat saja," terang Abdul Hamid. Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan Lingkungan Hidup dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Aceh Timur, Syaifol Azhar yang dikonfirmasi juga melalui selularnya tidak dapat dihubungi. (HRN)

andalas/dd harison

SEMAK BELUKAR-Tidak adanya perawatan taman membuat taman di lingkungan kantor Sekretariat Daerah (Sekda) Aceh Timur yang berada di Kota Langsa, ditumbuhi semak belukar.

Ruang Sidang DPRK Abdya Disulap Jadi Gudang Blang Pidie-andalas Pasca penarikan mobiler yang dilakukan oleh Azwar Mr Spd MM mantan Sekwan lama. Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Akmal Ibrahim SH langsung "memeriksa" kondisi satupersatu dari 10 ruangan, Kamis (20/1) pagi di gedung DPRK setempat. Didampingi dua Assisten Setdakab M Nasir G Assisten I dan Tantawi Assisten III beserta Husaini Haji Sekwan setempat, Bupati juga menemukan sebuah ruangan besar yang selama ini digunakan untuk rapat anggota dewan itu sudah dipenuhi dengan barang-barang seperti meja, kursi dan kotak, diduga ruangan tersebut sengaja di sulap menjadi gudang. Disinyalir mobiler tersebut milik mantan sekwan lama Azwar Mr yang belum selesai dikeluarkan. Bupati juga memeriksa sejumlah ruangan lainnya tempat pimpinan dan anggota dewan bekerja, yang beberapa hari ini tidak

memiliki mobiler. Pasalnya, mobiler yang ada selama ini sudah di tarik oleh Azwar mantan sekwan lama. Pemeriksaan dimulai sekitar pukul 10.30 WIB itu, bupati meninjau ke sejumlah ruangan diantaranya ruang kerja ketua DPRK, Wakil Ketua I, Wakil Ketua II, Komisi A, B, C, D, BKD, Fraksi Pelangi serta Ruang Sidang Paripurna. Sementara untuk kebutuhan kelancaran tugas anggota dewan, Pemkab Abdya langsung mengambil sikap. Atas perintah Bupati Abdya Akmal Ibrahim, perlengkapan mobiler dipasok ke dewan melalui sekdakab setempat. Tak hanya itu, kursi sang bupati pun diangkut ke gedung wakil rakyat itu. "Barang-barang yang ditarik kemarin, sudah diisi dengan mobiler lain yang ada di sekdakab, termasuk kursi saya juga dibawa," ungkap Akmal kepada andalas, Kamis (20/1) di Gedung DPRK setempat. Akmal

P2TP2A Bireuen Diharap Berperan Maksimal

menjelaskan, pihak sekdakab dalam hal ini Kabag Umum terus bekerja untuk mengisi ruangan yang kosong. Kepada Husaini Haji Sekwan Abdya, Bupati juga memerintahkan agar segera mengambil data pada bagian aset daerah dan mengaudit semua mobiler lama milik gedung dewan setempat. Karena mobiler lama itu sewaktu-waktu masih bisa dipakai untuk kelancaran tugas dewan. Kalau nanti, ternyata aset daerah itu tidak ada lagi, maka harus segera lapor ke polisi. Bukan itu saja, Bupati Akmal juga memerintahkan kepala Satpol PP Muddasir SPd untuk mengeluarkan mobiler yang sengaja disimpan rekanan di ruang rapat anggota dewan itu. "Semua mobiler milik mantan sekwan itu segera dikeluarkan, karena ruang ini bukan gudang untuk menyimpan barang, tapi ruang ini tempat anggota dewan rapat," ungkap Akmal. (YAN)

Disdikbudpora Bireuen

Sosialisasikan Penggunaan Dana BOS Bireuen-andalas Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) melakukan sosialisasi penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sesuai dengan juklak dan juknis yang dikeluarkan Kemendiknas dalam upaya tidak melencengnya penggunaan dana BOS. "Kami tetap melakukan sosialisasi penggunaan BOS yang disalurkan oleh Mendiknas dengan sumber dana dari APBN untuk operasional sekolah, kepada pengelola pendidikan (Kepala Sekolah) di wilayah Kabupaten Bireuen," ungkap Kepala Disdikbudpora melalui Manajer

Pengelolaan BOS Disdikbudpora Bireuen, Ibrahim Harun, Kamis (20/1). Ibrahim menjelaskan, dana BOS untuk Bireuen pada tahun 2011 ini sebanyak Rp 24 miliar dan disalurkan kepada berbagai jenjang sekolah mulai tingkat SD/SDLB Negeri dan Swasta serta sekolah SMP Negeri dan Swasta yang berjumlah 263 Sekolah dari tingkatan SD/SDLB dan SMP/SMPLB Negeri/Swasta yang ada di jajaran Disdikbudpora Bireuen berjumlah 53.369, dari berbagai tingkatan yang diperkirakan per siswa sebesar Rp 397 ribu untuk SD/SDLB dan Rp 570 ribu untuk tingkatan SMP. Menurut Ibrahim Harun,

penggunaan dana BOS tidak jauh berbeda dengan tahun 2010 lalu dan penggunaannya tidak boleh menyimpang dari ketentuan, berdasarkan Permendiknas Nomor 37 Tahun 2010 tentang Juknis Program dana BOS. Disdikbudpora mengharapkan kepada seluruh penerima dana BOS untuk benar-benar mengunakannya dalam upaya peningkatan mutu siswa dengan tidak melanggar aturan. "Bila ada permasalahan sesegera mungkin konsultasikan dengan komite dan pihak pengelola pendidikan di Kabupaten yakni Disdikbudpora," katanya. (HUS/JND)

Scanning di BLU RSD dr Fauziah Tidak Berfungsi Suatu hal yang sangat ironis dan menyedihkan, ternyata akibat tidak ada operator alat scanning merek Phillips bernilai Rp 2,8 miliar yang merupakan bantuan Kementerian Kesehatan RI tahun 2010 untuk BLU RSD dr Fauziah Bireuen, hingga kini belum bisa digunakan. Kepala BLU RSD dr Fauziah Bireuen dr Yurizal, Kamis (20/1) mengakui alat scanning rumah sakit belum berfungsi dan tidak digunakan karena rumah sakit dr Fauziah Bireuen belum memiliki tenaga ahli yang bisa mengoperasikan alat scanning merek Phillips tersebut. "Selama ini jika ada pasien yang membutuhkan scanning, kita rujuk ke rumah sakit di Banda Aceh, Medan, dan Jakarta, bahkan ada yang ke Pulau Penang (Malaysia). Jika sudah ada operator untuk alat itu, tentu pasien yang membutuhkan scanning tidak perlu lagi menghabiskan waktu dan biaya untuk scanning ke rumah sakit lain," ujar Direktur BLU RSD dr Fauziah, dr Yurizal. Dr Yurizal mengakui di BLU RSD dr Fauziah Bireuen selama ini jumlah pasien membludak dan terkadang ada yang di rawat di lorong-lorong

andalas/suherman amin

BELUM BERFUNGSI-Alat scanning bantuan Kementerian Kesehatan RI tahun 2010 bernilai seharga Rp 2,8 miliar untuk BLU RSD dr Fauziah Bireuen, belum berfungsi. UGD, terutama korban kecelakaan lalulintas, baik dari Bireuen, Pidie Jaya, Bener Meriah dan Aceh Tengah. "Saya sangat berharap demi berfungsinya alat yang memang sangat dibutuhkan di BLU RSD dr Fauziah Bireuen, perusahaan

pemasok alat scanning segera membuat jadwal pelatihan untuk melatih pi単ata rongent dan dokter yang akan menjadi operator alat tersebut. Sebab bila alat itu sudah dapat digunakan, tidak ada lagi pasiennya yang harus dirujuk ke rumah sakit lain," ujarnya. (HERA)

Bireuen-andalas Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan Perlindungan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bireuen yang terletak di kawasan Paya Lipah, Desa Paya Meuneng, Kecamatan Peusangan, Bireuen diharapkan ke depan dapat berperan lebih maksimal bagi menangani masalah perempuan dan perlindungan anak. Harapan itu disampaikan sejumlah kalangan yang menilai peran dari pusat pelayanan terpadu yang dikelola Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) setempat letaknya di tempat terasing. Dan itu perlu ditingkatkan dan disosialisasikan ke masyarakat untuk melaporkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Sejahtera Kabupaten Bireuen Ziauddin Husen SH yang ditanyai andalas, Selasa (18/ 1) tidak menampik kalau peran dari pusat pelayanan itu (P2TP2A) sejauh ini kurang maksimal. Namun ia mengatakan, hal itu terjadi karena ada beberapa penyebabnya. Ziauddin mengemukan alasannya antara lain minimnya biaya operasional yang tersedia, selain itu lokasi kantor tergolong jauh dari pusat kabupaten, tetapi ke depan keberadaan kantor itu yang juga aset Bidang Pemberdayaan Pemberdayaan akan lebih disosialisasikan kepada masyarakat agar diketahui secara luas," ujar Ziauddin. Kabid Pemberdayaan Perempuan di BPM Bireuen Halidar SSos sebelumnya mengatakan, kurang berfungsinya pusat pelayanan perempuan dan anak itu karena biaya operasional yang dibutuhkan untuk membayar seorang psikolog dan seorang tenaga administrasi tidak mampu disediakan. (JND)

Pengelola

Hutan Mukim Persempit Arus Ilegal Logging Sigli-andalas Bupati Pidie H Mirza Ismail S Sos menegaskan, Forum Mukim terkait pengolola hutan Mukim di Kecamatan Tangse Wilayah Beunga Kabupaten Pidie, penggunaannya harus jelas. Jangan tumpang tindih, yang bisa mempersempit arus ilegal loging. Penegasan itu disampaikan bupati dalam dialog di ruang kerjanya, kemarin yang dihadiri belasan Forum Mukim dan beberapa LSM setempat. Ketua Forum Mukim Abdull Hadi Zakaria mengharapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkap) Pidie bisa menghidupkan kembali tata cara pengelola hutan Mukim. Karena sejak lima tahun lalu hutan Mukim sudah ada ketentuannya. Ini demi menunjang kelestarian peluang usaha bagi Mukim di wilayah Pidie. Pernyataan tersebut disambut baik Bupati Pidie dan mendukung penuh pelaksanan hutan Mukim, demi menunjang kelestarian dan peluang usaha bagi mukim di daerah. Akan tetapi, terang bupati, tata kelola dan tujuan pelaksanaan hutan Mukim ini harus jelas dan jangan sampai tumpang tindih dengan hutan rakyat lainnya. (NAF)


Jumat

SAMBUNGAN

21 Januari 2011

harian andalas | Hal.

Antasari Minta Kasusnya Dibuka Lagi Jakarta–andalas Menyusul pengakuan Gayus Tambunan, kubu Antasari Azhar semakin yakin bahwa pembunuhan Nasruddin Zulkarnaen yang dituduhkan kepada mantan Ketua KPK itu benar hasil rekayasa. Kuasa Hukum Antasari, Ari Yusuf Amir pun kembali menegaskan bahwa pernyataan yang disampaikan kliennya ketika pledoi bahwa pembunuhana itu terjadi ketika KPK sedang menyelidiki kasus

besar seperti IT KPU dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2004-2009, menjadi tidak terbantahkan. "Ini harus kembali diungkap. Memang ada kejanggalan dalam kasus Antasari Azhar, mengapa dia (Satgas) khawatir Cirus membongkar kasus Antasari," ujar Ari. Seperti diketahui, usai sidang vonisnya kemarin(19/1), Gayus secara blak-blakan menyampaikan sejumlah pengakuan terkait peranan Satgas

Saling Ejek, Medan Diwarnai 2 Tawuran .........(Dari Halaman 1) Methodist. Salah seorang alumni Immanuel yang diduga terlibat dalam aksi ini diboyong petugas berpakaian preman ke Polsekta Medan baru guna pengusutan lebih lanjut. Akibat tawuran ini, satu orang alumni mengalami luka di bagian mulut serta sejumlah kendaraan roda empat dan sepeda motor rusak, turut diamankan di Polsek Medan Baru Sementara di waktu yang hampir bersamaan, terjadi keributan antara anak SMeCK Holigan dengan PSMS Fans Club saat launcing Bintang Medan FC Liga Primer Indonesia, yang diadakan di Lapangan Merdeka Medan, Kamis sore. Keributan tersebut berawal dari salah seorang pendukung PSMS Fans Club yang mengejek anak dari SMeCK Holigan. Tidak terima dirinya diejek, anak SMeCK Holigan langsung menyerang para pendukung PSMS Fans Club, dan

terjadilah perkelahian antar kedua kubu tersebut. Polisi yang berada di lokasi, langsung bertindak cepat dan melerai kedua kubu yang sudah baku hantam. Kemudian polisi pun membubarkan kedua massa tersebut.Tak hanya sampai di situ, massa yang masih tersulut emosi kembali mengejar para anak SMeCK Holigan yang hendak keluar dari Lapangan Merdeka. Di luar lapangan pun kembali terjadi baku hantam antar kedua kubu. Akibat peristiwa tersebut, sedikitnya lima orang dari kedua kubu tersebut diamankan polisi, karena dianggap sebagai provokator, dan polisi juga membawa provokator tersebut ke Polsekta Medan Barat guna dimintai keterangan lebih lanjut. Sementara itu saat dikonfirmasi, Ketua SMeCK Holigan, Nata mengatakan, hanya terjadi keselahpahaman. "Hanya salah paham saja Bang, tak ada apa-apa," ungkapnya. (DA/STAR BERITA)

Pemko Abaikan Penilaian Akademisi .........(Dari Halaman 1) tahun 2026. Tak bisa dipungkiri, Kota Medan masih tetap menjadi tujuan investasi yang menjanjikan bagi para investor. Ini dibuktikan dengan keseriusan para investor yang telah menggelontorkan dana besar dalam membangun sejumlah mall, hotel berbintang, apartemen dan pusat hiburan di kota metropolis. Proyek investasi yang teranyar dan menjadi bahan ‘gunjingan’ di lembaga eksekutif, legislatif, pebisnis dan masyarakat umum adalah CBD Polonia Medan yang berlokasi di Kelurahan Sukadame dekat kawasan Bandara Polonia Medan. ‘’Wah, Medan semakin hebat dan maju. Itu lihat bangunan-bangunan hotel, mall di inti kotanya tinggi-tinggi. Apalagi adaah bangunan baru di dekat kawasan Bandara Polonia Medan itu (CBD Polonia Medan). Tetapi apa diperbolehkan itu? Kan bisa mengganggu penerbangan di bandara,’’ kata Deni, warga Jalan Jamin Ginting Medan kepada andalas di Bandara Polonia Medan , Kamis (20/1) diselasela menunggu kedatangan saudaranya dari Jakarta . Pria berusia 30 tahun ini menambahkan sepengetahuannya memang ada peraturan yang mengatur soal pembangunan di sekitar kawasan bandara. ‘’Jika melanggar dan membahayakan penerbangan, tentu harus dibongkar. Jadi lebih baik sekarang saja ditinjau agar tidak

bermasalah di kemudian hari,’’ ujarnya. Deni mencontohkan seperti kasus bangunan eks Istana Plaza yang berada di persimpangan Jalan Brigjen Katamso – Jalan Juanda Medan. Komplain yang disampaikan berbagai pihak ditindaklajuti pemberitaan media yang konsern memperhatikan keselamatan penerbangan di Bandara Polonia. Melalui berbagai kajian dan pengecekan di lapangan, bangunan yang menjulang tinggi itu akhirnya ‘dipangkas’. Sehingga tidak lagi menjadi polemik dan mengganggu aktivitas penerbangan Polonia Medan. Hal ini, sambung Deni, seharusnya menjadi pembelajaran bagi pengembangan CBD Polonia maupun pengambil kebijakan di Kota Medan. Jika memang tidak memenuhi peraturan dan melanggar ketentuan tentang keselamatan kawasan operasional penerbangan karena diduga terlalu dengan Bandara Polonia Medan, sebaiknya harus tindaklajuti. ‘’Jangan dibiarkan dan setelah berdiri keseluruhan kembali muncul polemik. Pemilik bangunan itu tentu nanti menjadi bulan-bulanan, karena tidak adanya kepastian. Jadi saya harapkan pengambil kebijakan harus memutuskan dibiarkan terus pembangunan karena sudah sesuai aturan atau diberhentikan karena diduga telah melanggar aturan. Masalah ini harus clear semua, sehingga masyarakat tidak dirugikan,’’ ujarnya .(YN/ MA)

Lupakan Mangsa

Ular Tolong Katak .........(Dari Halaman 1) sejumlah gambar kerusakan materi yang merupakan dampak bencana banjir di Brisbane. "Biasanya sejumlah hewan tampak berkerumun saat terjadi kebakaran hutan, banjir atau bencana alam lainnya. Namun, peristiwa yang tere-

kam kali ini sungguh mengagumkan. Saya sampai tak yakin apabila ini benar-benar terjadi," tutur Armin Gerlach. Bencana banjir di Queensland telah menelan 26 korban jiwa sejauh ini dan mengakibatkan kerusakan materi hingga 5 miliar dollar Australia. (KCM)

Pemberantasan Mafia Hukum (PMH) yang diduga merekayasa kasusnya. Anggota Satgas, Denny Indrayana bahkan dikatakan Gayus, sebelumnya ingin mengungkap mafia hukum yang diduga adalah Cirus Sinaga namun batal karena dikhawatirkan Cirus akan melawan dengan membongkar semua perkara Antasari Azhar. Seperti diketahui, tidak selang berapa sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Antasari Azhar mengaku KPK telah menyelidiki kasus dugaan korupsi pengadaan logistik di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pengakuan itu bahkan ditegaskannya lagi ketika membacakan pembelaan di PN Jakarta Selatan. "Perlu saya sampaikan, bahwa saya sebagai Ketua KPK pada waktu itu yakni pada kurun waktu November 2008 sampai dengan April 2009 memiliki tugas yang ekstra berat. Banyak kasuskasus strategis yang sedang dilakukan penyelidikan tentang dugaan adanya kasus korupsi. Di antaranya pengadaan IT KPU, pengaturan upah pungut di pusat maupun di daerah. Serta kasus Masaro proyek SKRT yang kemudian bergulir menjadi adanya upaya penyuapan pada tubuh KPK," ujarnya di Pengadilan Jakarta Selatan Januari 2010 silam. [INC]

15

PENCEMARAN NAMA BAIK– Menkopolhukam Djoko Sujanto menjadi saksi dalam sidang kasus pencemaran nama baik dengan terdakwa aktivis Bendera Mustar Bona Ventura dan Ferdi Semaun di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (20/1). Persidangan yang juga menghadirkan saksi Menpora Andi Malarangeng tersebut diwarnai kericuhan dan walkout terdakwa dan penasehat hukumnya.

2 Menteri SBY Bersaksi di Persidangan Jakarta–andalas Persidangan kasus pencemaran nama baik terhadap orang-orang dekat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diwarnai dengan sejumlah keributan, Kamis (20/1). Pengusiran pengunjung, pemukulan hingga terdakwa dan penasihat ke luar ruang sidang menjadi bagian dari persidangan yang mengagendakan pemeriksaan terhadap dua anggota Kabinet Indonesia Bersatu, Djoko Suyanto dan Andi Mallarangeng. Pantuan wartawan, kekisruhan terjadi sebanyak tiga kali. Kericuhan pertama terjadi saat persidangan baru dibuka oleh Ketua Majelis Hakim Bayu Isdiatmoko. Pada saat itu, ke

dua terdakwa; Mustard Bonaventura dan Ferdi Semaun menolak masuk ke ruang persidangan. Meski keduanya sudah berada di sekitar tempat sidang. Terdakwa beralasan, masa pendukung Bendera dilarang masuk ke ruang sidang oleh aparat dengan alasan mengganggu persidangan. Hakim pun terpaksa menskors sidang selama 15 menit. Jaksa Satriya Irawan akhirnya membujuk aparat agar mengijinkan massa Bendera masuk ke ruang sidang. Permintaan itu diluluskan dan sidang pun dimulai. Kekhawatiran massa Bendera bakal menggangu persidangan memang terbukti. Di dalam ruang sidang, seorang pendukung aktivis Bendera membuat ulah sehingga diusir

oleh hakim. Pengusiran itu menimbulkan kericuhan yang kedua kalinya. Namun setelah penasihat hukum terdakwa turun tangan, kericuhan reda. Kericuhan kembali terjadi dan paling riuh karena diwarnai insiden pemukulan terhadap salah seorang anggota Bendera. Pemicunya lagi-lagi adalah pengusiran pengunjung sidang yang disertai pemukulan. Akibatnya, terdakwa Mustard dan Semaun beserta tim penasihat hukumnya pun ikut-ikutan keluar ruang sidang. Kepada wartawan , salah seorang kuasan hukum dua aktivis Bendera, Saur Siagian menilai kepemimpinan hakim Bayu Isdiatmo dalam setiap persidangan, termasuk persi-

dangan hari ini tidak fair. Dia menilai, Bayu melakukan intrik dan bahkan memprovokasi massa Bendera sehingga sidang tidak terjadi secara lancar. "Dia juga telah secara terang- terangan melakukan intimidasi bukan hanya di persidangan tapi juga pada temanteman terdakwa. Kami akan melaporkan dia ke MA dan KY. Kami menuntut agar majelis hakimnya diganti,” tandas Saur. Saur mengatakan terdakwa memutuskan untuk keluar dari persidangan dan membiarkan majelis bersidang tanpa kehadiran terdakwa. Menurut Saur, langkah tersebut sebagai protes dan pihaknya tidak akan bersedia menerima hasil persidangan.

Revitalisasi Pasar Bukan Cara Dibakar .........(Dari Halaman 1) empat pasar lain di Medan yang terbakar yakni Pajak Simpang Kwala Padang Bulan, Pajak USU Padang Bulan, Pajak Sore Padang Bulan, dan Pajak Sukaramai. Maraknya kasus kebakaran ini, melahirkan sejumlah praduga. Untuk menghindarinya, Farid Wajdi meminta polisi melakukan penyelidikan secara tuntas. "Kasus kebakaran Pasar Brayan bukan yang pertama kali terjadi di Medan, hendaknya polisi segera menuntaskan pekerjaannya agar tak melahirkan dugaan-dugaan. Apalagi kebakaran tersebut menyebabkan ribuan pedagang kehilangan mata pencaharian," ungkapnya. Selain itu, ia juga mengatakan, sejumlah pasar tradisional yang terbakar kondisinya tidak teratur dan terkesan

semrawut, berbeda dengan Pusat Pasar yang masih tertata rapi. "Lihat saja Pasar Sukaramai yang semrawut dan pedagangnya sampai ke badan jalan berjualan," katanya. Sementara, Ketua Forum Peduli Masyarakat Miskin Kota dan Pedesaan (FPMMKP) Marasutan Ritonga menilai, musnahnya Pasar Pulo Brayan akibat terbakar Selasa malam lalu, harus menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Medan untuk menata Pasar Pulo Brayan yang selama ini semrawut menjadi lebih baik. Kendati pasar yang terbakar tersebut bukan di bawah pengelolaan PD Pasar, Pemko Medan tak bisa lepas tangan, tetapi harus membantu para pedagang korban kebakaran di sana agar bisa kembali berjualan. " Jika Pemko tak ikut terlibat dalam menata Pasar Pulo Brayan, dikha-

watirkan pasar tradisional tersebut akan kembali semrawut seperti sebelumnya. Kalaupun sebagian kawasan itu tetap ingin dipertahankan menjadi pasar tradisional, kita harapkan Pemko Medan tetap ikut membantu menatanya," kata Marasutan, Kamis (21/1). Wakil Ketua Umum (Waketum) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sandiaga Uno dalam sebuah wawancara mengatakan, revitalisasi pasar tradisional harus dilakukan dengan cara- cara yang elegan, seperti relokasi dan terobosan lain yang tetap memberi kepastian lahan usaha bagi UMKM. "Salah satu roadmap UKM adalah revitalisasi pasar tradisional. Tapi caranya bukan dibakar itu. Kan banyak yang bilang itu kebakaran atau dibakar. Itu cuma beda dua huruf," canda Sandiaga Uno. Pernyataan Sandiaga ini

terkait dengan maraknya kebakaran sejumlah pasar tradisional di Jakarta tahun 2009. Oleh sejumlah pedagang, kedua pasar ini ditengarai dibakar. Menurut lelaki yang sering dipanggil Sandi ini, revitalisasi harus memberikan kepastian tetap adanya lahan usaha bagi pedagang. "Kalau kita lihat ada cara yang elegan diberikan kepastian tentang lahan usaha," ujarnya. Sandi lalu mencontohkan revitalisasi pasar tradisional yang dilakukan oleh Pemda Solo, pasar tersebut direlokasi dan dibenahi. Satu Pasar Tradisional Dibakar Setiap Pekan Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Prabowo Subianto bahkan mengatakan, setiap pekan, selalu saja ada pasar tradisional yang dibakar. ”Pedagang pasar terintimidasi. Ada satu pasar terbakar

setiap minggunya. Anggota saya bilang tidak terbakar, tapi dibakar,” ujar Prabowo saat rapat dengar pendapat dengan Komisi Perdagangan dan Perindustrian DPR RI pada 2009 silam. "Biasanya, kebakaran pasar tradisional memang selalu mengiringi isu renovasi pasar. Setelah pasar terbakar, bakal ada pengembang besar yang membangunnya kembali lalu menarik sewa yang lebih mahal setelah pasar rampung dibangun kembali," ujarnya. Prabowo menduga ada semacam ”kerja sama” antara pihak swasta dan pemerintah daerah untuk ”membakar” pasar. ”Jadi, sebenarnya masalah pasar tradisional tidak hanya harus bersaing dengan pasar modern, tapi juga menghadapi hal-hal semacam kebakaran itu,’ kata mantan kandidat wakil presiden dalam pemilihan presiden 2009 itu.(DA/GUS/BBS)

400 Pedagang Terancam Tidak Bisa Berjualan .........(Dari Halaman 1) Nasution di kantornya, Kamis (20/1). Parlindungan mengatakan, pasca kebakaran Pasar Pulo Brayan, sejumlah alat berat sudah dikerahkan untuk membersihkan lahan tersebut dari puing-puing kebakaran. Sejumlah bahan material kios pedagang yang tersisa dan masih bisa digunakan sudah diangkut dan dititipkan di Lapangan Pertiwi, yang tidak jauh dari Kantor Camat Medan Barat. “Untuk sementara kita titipkan di Lapangan Pertiwi dan bahan bangunan yang masih bisa dipergunakan,

pedagang bisa mengambil sendiri. Kalau sudah bersih, selanjutnya akan ditata sesuai fungsinya,” ujarnya. Menurut Parlindungan, pedagang yang selama ini berjualan persis di bawah fly over Pulo Brayan dikelola oleh Koperasi Serba Usaha (KSU) Firman. Jumlah pedagang yang bernaung atas nama koperasi tersebut ada sekitar 620 pedagang. “Jumlah pedagang seluruhnya ada 620. Sebanyak 400 pedagang berada persis di bawah jebatan layang, sedangkan sisanya 220 pedagang lagi berada di luar di luar. Dari semua pedagang itu tidak pernah kita kutip apapun,”

tegasnya. Sementara itu, di lokasi pasar yang terbakar tersebut sejumlah pedagang yang selama ini berjualan di bawah fly over tersebut mengaku pasrah kalau memang lahan tempat mereka berjualan itu dijadikan taman oleh Pemko Medan. Namun demikian, para pedagang tersebut juga merasa kecewa karena pihak pengurus koperasi yang mengelola pasar di bawah fly over tersebut kurang bertanggung jawab atas musibah kebakaran itu. “Tadinya harapan kami bisa kembali berjualan. Tetapi melihat kondisi sekarang, itu

tidak mungkin lagi, karena Pemko Medan sudah melarang,” kata salah seorang pedagang Boru Nasution. Pedagang pakaian jadi itu mengaku, seluruh pedagang yang ada di bawah fly over setiap harinya dipungut dana sekitar Rp 14 ribu per hari untuk dua meja dan 2 lampu, dan dana tersebut dipungut oleh pengurus KSU Firman. “Setiap harinya kami ratarata membayar Rp14 ribu. Kutipan itu katanya pengelola untuk membayar biaya listrik, keamanan, dan kebersihan,” ujarnya. Sementara itu, diperkirakan, 10 hari ke depan (Sejak dilakukan pemeriksaan Rabu

18/1 red) oleh petugas Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Cabang Medan, penyebab kebakaran akan diketahui. Namun, hasil penyelidikan Labfor itu bukan untuk dipublikasikan kepada masyarakat, tapi diperlukan sebagai bukti dipersidangan. “Kita masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri cabang Medan terhadap penyebab kebakaran pasar Pulo Brayan. Mudah-mudahan 10 hari ke depan, akan diketahui hasilnya,” kata Kasubbid Dok liput Humas Poldasu, AKBP MP Nainggolan, kepada wartawan, Kamis (20/1) siang.(BEN/HER)

Komplikasi Persoalan Rakyat Kecil Belum Teratasi .........(Dari Halaman 1) nyata. Ingat itu! Apalagi saat ini sebagian masyarakat Medan yang hidup di bawah garis kemiskinan terus saja tergerus dengan melambung sejumlah harga kebutuhan bahan pokok. Di pasar tradisional, cabe pun makin ‘pedas’, beras raskin masih sulit diperoleh, masyarakat pinggiran aliran sungai deli diterjang bencana banjir. Belum lagi pedagang

pasar tradisional di Sukaramai, Pasar Sore Padang Bulan, Pasar USU dan terbaru Pasar Pulo Brayan terancam kehilangan mata pencaharian karena musibah kebakaran. Penggusuran dengan dalih penataan pedagang kaki lima yang makin agresif dilakukan satuan tugas polisi pamong praja (Satpol PP) yang membuat pedagang kecil makin meradang. Itulah komplikasi persoalan yang dihadapi masyarakat kecil di Kota Medan. Tak terkecuali di lingku-

ngan Pemko Medan sendiri. Kinerja sebagian PNS yang merosot terkesan sering bolos dan mangkir kerja, pelayanan di beberapa SKPD (Satuan Kerja Perangkat Dinas) yang belum benar-benar membuat rakyat mendapat kemudahan dan kenyamanan. Seperti urusan KTP, KK, akte kelahiran, perizinan, kesehatan, pendidikan terjangkau namun berkualitas yang masih sulit dan berbelit-belit. Jika dicermati bersama, beragam potret sosial

persoalan masyarakat ini terlihat sangat jelas. Hampir setiap pekan bahkan hitungan hari ada saja masyarakat yang mengeluh soal bahan pokok yang mahal, pelayanan kesehatan Jamkesmas belum maksimal, kutipan pengurus KTP, KK, akte kelahiran, dan persoalan masyarakat kecil menimpa lainnya. Inilah yang harus selesaikan segera mantan Asisten Administrasi Hukum dan Aset Setdaprovsu itu. Jawabannya, bukan hanya sudah dijalankan dan

dilakukan para jajarannya, tetapi buktikan bahwa masyarakat Medan bebas dari garis kemiskinan, bebas dari bencana luapan aliran sungai deli, pedagang kaki lima bebas pengusuran, pedagang pasar tradisional tak merana pasca kebakaran, dan masyarat memperoleh kenyamanan saat mengurus administrasi di pemerintahan tanpa ada pungutan liar. Apakah Rahudman bisa? Kita tunggu saja di usia yang ke52 tahun ini.(MA)


HARIAN

andalas L

U

G

A

S

D

A

N

C

E

R

D

A

S

Jumat, 21 Januari 2011 | No: 1795/Tahun VI | E-Mail:andalasmedan@gmail.com | Harga Eceran Rp2.000; Langganan+ongkos kirim Rp75.000; Luar Kota: Rp2.500

Joy Tobing Hamil Suami Ditahan Polisi DANIEL Sinambela, suami Joy Tobing, dikabarkan ditahan di Polda Metro Jaya. Ironisnya, Joy sedang mengandung anak pertamanya bersama Daniel. "Mbak Joy lebih sering tinggal di apartemennya. Kadangkadang saja tinggal di sini. Kalau ke sini juga sendiri, enggak sama suaminya. Dia lagi hamil, makanya lebih sering

tinggal di sini," ujar Imin, salah satu penjaga rumah Joy Tobing di kawasan Mampang, Jakarta, Kamis (20/1). Imin memastikan, penyanyi jebolan Indonesian Idol itu tidak berada di rumah. Sedangkan ibunda Joy, Roma Sibuea tak bersedia menemui wartawan. "Mbak Joynya enggak ada. Kalau ibu ada, tapi enggak mau ketemu dan enggak mau diganggu," tolaknya. Saat ditanya kebenaran kabar suami Joy ditahan di Polda, Imin tak mau berkomentar dan tak mau ikut campur masalah pribadi majikannya. "Saya enggak tahu, kan orangnya

tidak tinggal di sini lagi. Saya enggak mau banyak ngomong, takut salah," pungkasnya. Daniel Sinambela

dikabarkan ditahan, karena terlibat kasus pemalsuan. Namun sampai saat ini, belum ada keterangan yang memastikan apakah

benar suami Joy Tobing itu terlibat pelanggaran kasus. Joy Tobing sempat mencuri perhatian media massa, saat dikabarkan pergi dari rumahnya bersama seorang pengusaha Daniel Sinambela, medio Februari 2010. Keduanya pun

menikah pada awal Maret 2010, tanpa restu keluarga besar Joy Tobing. Kehadiran mantan istri Daniel, Deborah, yang datang dari Medan ke Jakarta, mengungkap bahwa Joy merupakan orang

ketiga dalam pernikahannya dengan Daniel. Deborah mengaku sering mendapat perlakuan kasar

dari Daniel. Meskipun pernikahan tanpa restu telah berlangsung, namun

kasus pemukulan yang dilakukan ibunda Joy, Roma Sibeua, tetap dilanjutkan. Roma bahkan

sempat ditahan di Polsek Mampang Prapatan, namun kemudian dibebaskan. (OKZ)

Harian Andalas  

Harian Andalas

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you