Issuu on Google+

andalas HARIAN

L U G A S

D A N

C E R D A S

Senin, 20 Desember 2010 | No: 1769/Tahun VI | E-Mail:andalasmedan@gmail.com | Harga Eceran Rp2.000; Langganan+ongkos kirim Rp75.000; Luar Kota: Rp2.500

Baca LIPUTAN KHUSUS

Demi PAD, Rumah Kos dan Warkop pun Dipajak Halaman 11

Kami lolos ke final dan kami telah mengalahkan juara bertahan. Pemain akan siap melangkah untuk menjadi juara.’

RAJAGOBAL PELATIH MALAYSIA

PREVIEW FINAL

Indonesia vs Malaysia INDONESIA kemungkinan tidak dapat memainkan gelandang Ahmad Bustomi pada leg pertama Final Piala AFF akibat akumulasi 2 kartu kuning dimana satu kartu diperoleh pada pertandingan leg kedua melawan Filipina. Posisinya kemungkinan akan digantikan oleh Eka Ramdani atau Tony Sutjipto, yang akan menemani kapten Firman Utina di tengah. Sayap Indonesia akan diisi oleh Okto Maniani dan Muhammad Ridwan, meskipun Arif Suyono bisa tampil bersama Okto. Sayang kedua pemain tersebut berposisi sama sebagai sayap kiri. Penampilan Muhammad Ridwan juga tidak terlalu istimewa bahkan permainannya cenderung individual, sering membuang peluang akibat memaksakan untuk menggiring bola sendiri yang pada ujungnya malah dipatahkan oleh defender tim lawan. Lini belakang akan digalang oleh kuartet Zulkifli Syukur-Maman-Hamka-Nasuha. Bersambung ke Hal. 15 JADWAL FINAL PIALA AFF 2010 FINAL LEG 1 Minggu, 26 Desember Malaysia vs Indonesia Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur FINAL LEG 2 Rabu, 29 Desember Indonesia vs Malaysia Stadion Gelora Bung Karno Jakarta ROAD TO FINAL INDONESIA Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia

vs Malaysia vs Laos vs Thailand vs Filipina

5 6 2 2

-1 -0 -1 -0

MALAYSIA Malaysia vs Indonesia Malaysia vs Thailand Malaysia vs Laos *Malaysia vs Vietnam

1 0 5 2

-5 -0 -1 -0

MELAJU KE FINAL Pesepakbola timnas Indonesia Christian Gonzales memberikan salam ke arah penonton usai mencetak gol saat melawan Philipina pada pertandingan semifinal leg kedua AFF Suzuki Cup di stadion utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (19/12). Indonesia melaju ke final setelah menang 1-0 sehingga unggul agregat 2-0.

Medan, andalas Sejarah baru dipastikan akan tercipta di turnamen Piala AFF 2010 karena 2 tim yang berlaga di final (Malaysia-Indonesia) belum pernah menjadi juara sebelumnya. Untuk ketiga kali Timnas Indonesia berhasil menjejakkan kakinya di babak final Piala AFF usai menyingkirkan perlawanan tim kuda hitam Filipina di babak semifinal dengan keunggulan agregat 2-0. Uniknya, kedua gol kemenangan Tim Merah Putih, masingmasing 1-0 di leg pertama dan leg kedua diborong penyerang naturalisasi Cristian “El Loco” Gonzales. Sebelumnya, ketika turnamen dwitahunan se-Asia Tenggara itu masih berlabel Bersambung ke Hal. 15

* MENANG AGREGAT

JR Saragih Tarik Laporan Jika Refly Minta Maaf

“Nikmatilah Kemenanganmu, Indonesia!” SEJUMLAH pemain top dunia ternyata tak melewatkan aksi Timnas Garuda di ajang Piala AFF 2010. Mereka merasa terhibur atas aksi Markus Haris Maulana cs. Kapten tim Manchester United (MU), Rio Ferdinand misalnya. Defender MU ini memberi ucapan selamat kepada timnas Indonesia yang sukses masuk final Piala AFF 2010, setelah Bersambung ke Hal. 15

GOL SPEKTAKULER GONZALES Etheridge Jonsson Barromeo

Yongki Ariwibowo

GONZALES (3)

R Gier (2)

GONZALES (2)

R Gier (1) GONZALES (1)

Barsales

Simalungun–andalas Bupati Simalungun, Jopinus Ramli (JR) Saragih mengaku akan mencabut laporannya di Mabes Polri terhadap Refly harun jika mantan pengacaranya itu meminta maaf. Demikian dikatakan Saragih kepada andalas, Jumat (17/12). Menurut Saragih, sampai saat ini, dia tidak pernah melakukan komunikasi lagi dengan Refly sejak ia melaporkan pakar hukum tata negara itu ke Mabes Polri, "Tuhan saja mau memaafkan, apalagi manusia. Karena itu kalau Refly minta maaf, saya akan menarik laporan di polisi," ujar Saragih lagi. Saragih sebelumnya melaporkan mantan pengacaranya itu ke Mabes Polri. Saragih menilai Refly telah mencemarkan nama baiknya terkait dugaan suap ke hakim Mahkamah Konstitusi. Laporan

Saragih bernomor LP/861/ XII/2010 tertanggal 13 Desember. Saragih menilai Refly melanggar pasal 310 dan 311 KUHP. Sedangkan mantan Ketua Tim Investigasi Internal Mahkamah Konstitusi (MK), Refly Harun, justru menantang JR Saragih untuk berbicara jujur saat diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Saya mengimbau Pak Jopinus (JR Saragih), tidak apaapa kalau saat ini Bapak bicara lain. Tapi yang penting, di KPK nanti bicaralah sejujurnya," kata Refly, Sabtu (18/12), di Jakarta. Kepada wartawan, Refly juga membeberkan dua pesan singkat yang dikirimkannya kepada JR Saragih. Inti dari pesan singkat itu adalah permintaan kepada JR Saragih Bersambung ke Hal. 15

Perempuan Muda Tewas Overdosis di Kamar Hotel Seorang wanita tanpa indentitas (Mrs-X) ditemukan tewas di salah satu kamar Hotel Murai di Jalan Setia Budi, Kelurahan Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan dengan kondisi mulut berbui, Minggu (19/12) siang. Diduga wanita yang diperkirakan berusia 23 tahun tersebut tewas karena over dosis (OD).

andalas/rony muharrman

HANYUT Sejumlah warga menyaksikan jenazah seorang anak yang ditemukan hanyut di Sungai Denai kawasan Jalan Pelikan Raya Medan, Minggu (19/12). Pihak kepolisian masih mencari tahu identitas korban, karena warga sekitar lokasi tempat penemuan jenazah, tidak ada yang mengenali korban tersebut.

ORANG yang pertama kali menemukan wanita tersebut tewas adalah salah seorang room boy hotel, Andri Tobing (21). “Awalnya aku mau mengecek apakah tamu di kamar itu mau nyambung atau tidak. Ketika pintu kamar aku gedor, tak ada sahutan dari dalam. Selanjutnya aku buka karena pintunya tidak dikunci.

Begitu pintu terbuka, aku lihat dia sudah tak bernyawa dengan kondisi mulut berbuih,” jelas Tobing. Lebih lanjut Andri menjelaskan, korban chek-in (masuk ke hotel) diantar oleh seorang penarik beca bermotor (betor). Saat itu yang menerima adalah rekan kerjanya yang mendapat piket jaga malam bermarga Sinurat. “Sinurat bilang, cewek itu datang diantar parbetor. Waktu itu kondisinya saat masuk kamar memang sudah sempoyongan. Mungkin mabuk,” tambah Andri. Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Deli Tua, Iptu Samion Sembiring yang datang ke lokasi segera mengamankan lokasi kejadian dan melakukan penyelidikan termasuk memeriksa semua

hotel mengatakan, waktu datang korban dalam keadaan sempoyongan,” ujar Sembiring. Sedangkan jenazah wanita tanpa indentitas ini kemudian dibawa ke Rumah Sakit Haji Adam Malik guna dilakukan otopsi. Bocah Hanyut Sementara itu, warga Jalan Pelikan Raya, Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Sei Tuan mendadak heboh dengan ditemukannya mayat bocah perempuan di ilustrasi pinggir Sungai Denai, Kecamatan Percut Sei Tuan, Minggu (19/12) sekitar pihak yang ada di hotel. pukul 12.00 WIB. Sembiring mengatakan saat Keterangan didapat, mayat ditemukan korban diperkitersebut bernama Melita boru rakan telah tewas lima jam Manurung (2) Warga Jalan sebelumnya. “Belum tau Pertahanan, Gang Sepakat, penyebabnya apa. Tak ada tanda-tanda kekerasan. Namun Desa Patumbak Kampung, Kecamatan Patumbak, Kabudari mulutnya keluar buih, paten Deli Serdang ditemukan kemungkinan dia over dosis. pertama kali oleh seorang Apalagi sebelumnya pihak

warga, R Silitonga yang hendak mencari barang bekas. Awalnya, Silitonga tidak curiga dengan mayat bocah tersebut yang dikiranya boneka mainan anak-anak yang mengapung. Karena penasaran, Silitonga langsung mengambil sebatang kayu yang berada dipinggir sungai dan langsung mengaitnya ke pinggir sungai. Setelah boneka tersebut semakin dekat dikaitnya dengan kayu, Silitonga spontan terkejut karena dugaannya meleset. Ternyata bukan boneka, melainkan mayat berjenis kelamin perempuan yang sudah tidak bernyawa lagi “Saya kira mayat bocah yang terapung itu adalah boneka mainan anak-anak. Karena penasaran, aku mengambil kayu dan mengaitnya ke pinggir sungai. Begitu sudah mendekat, ternyata mayat perempuan berusia 2 Bersambung ke Hal. 15


Senin 20 Desember 2010

MEDAN KITA

harian andalas | Hal.

2

andalas Lugas & Cerdas

PENERBIT PT. Star Media Internusa d/h. PT. Inti Media Nusantara PEMBINA Dr Eggi Sudjana SH MSi PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI Iskandar ST WKL PEMIMPIN UMUM/WKL PEMIMPIN REDAKSI/PENJAB H Baharuddin WAKIL PEMIMPIN REDAKSI II Dedy Ardiansyah WAKIL PEMIMPIN UMUM MA Siddik Surbakti, Christoffel Manurung SH MH PEMIMPIN PERUSAHAAN Amiruddin REDAKTUR PELAKSANA Agus Salim Ujung, Gusliadi Ritonga SEKRETARIS REDAKSI Windari REDAKTUR Hamdani Nasution, Asril Tanjung, Hermawan,Yonan Febrian STAF REDAKSI Asiong, Robenson Sidabariba, Yunan Siregar, Raja P Simbolon Irwan Ginting,Ika Ramadhani, Felix Sidabutar FOTOGRAPHER Rony Muharrman SIRKULASI Eddy H. Tambunan IKLAN Syarifah PENASEHAT HUKUM Syahril SH SpN; Nur Alamsyah SH MH; Abu Bokar Tambak SH MHum; A Herwan Bispo SH. ALAMAT REDAKSI/ TATA USAHA Jalan T Amir Hamzah Ruko Kompleks Griya Riatur Indah No. 182-184-186 Medan NOMOR REKENING BRI Unit Kapten Muslim Medan a/n Amiruddin Mendrofa No. Rekening 3383-01-027966-53-5 BCA KCP Tomang Elok a/n Amiruddin Mendrofa No. Rekening 7865078382 Iklan Warna (FullColour) Rp. 15.000/mm kolom Iklan Hitam Putih Rp 10.000/mm kolom Iklan Keluarga/Ucapan Selamat Rp 3.500/mm kolom TELEPON (061) 8449800 FAKSIMILE (061) 8462800 EMAIL andalasmedan@gmail.com PENCETAK CV. Grafika Sumatera. Isi di Luar Tanggungjawab Pencetak

EDITORIAL

Timnas dan Gonzales Dependensia PERJALANAN timnas Indonesia dalam kejuaraan Asean Football Federation (AFF), tinggal selangkah lagi. Tiket di final berhasil diamankan berkat kemenangan 1-0, dalam pertandingan leg kedua di Stadion Utama Gelora Bung Karno, kemarin malam. Berkat kemenangan yang diraih dengan susah payah itu, tim besutan Alfred Riedl itu, kembali akan berhadapan Malaysia di pusingan akhir, setelah tim negeri jiran itu sukses menekuk juara bertahan Vietnam 2-0 dan 0-0 (agregat 2-0). Namun, di balik kemenangan tersebut, kita juga patut memendam sedikit kekhawatiran dengan permainan Markus Haris Maulana dkk, yang kelihatannya seperti memiliki ketergantungan kepada Christian 'El Loco' Gonzales, atau bisa kita sebut Gonzales dependensia. Artinya, tanpa kepiawaian seorang Gonzales, yang notabene bukan Warga Negara Indonesia asli, belum tentu timnas akan mampu menggebuk Filipina di dua partai semi final tersebut. Dominannya peran Christian Gonzales di tubuh timnas, utamanya pada dua partai semi final, mengingatkan kita pada apa yang kini dialami AC Milan, yang sangat tergantung pada seorang Zlatan Ibrahimovic atau Barcelona yang sangat tergantung pada performa pesepakbola terhebat di planet bumi saat ini, Lionel Messi. Di satu sisi, kita dan seluruh rakyat Indonesia sudah sepatutnya mengapresiasi kontribusi sangat penting suami Eva boru Siregar itu dalam mengangkat prestasi timnas di Piala AFF kali ini. Tapi, di sisi lain kita juga patut mencemaskan masa depan persepakbolaan Indonesia, jika timnas terlalu tergantung pada seorang pemain tertentu. Hal ini akan dapat berdampak pada timpangnya prestasi timnas, jika pemain paling penting itu mengalami cedera atau tengah bermain buruk (off fire). Terlepas dari adanya gejala Gonzales dependensia tersebut, sudah sepatutnya seluruh rakyat Indonesia memberi acungan jempol kepada pemain kelahiran Uruguay itu, yang nasionalismenya tidak kalah dengan pemain timnas lainnya. Dengan kata lain, sudah saatnya Pemerintah RI memikirkan masa depan Gonzales dan seluruh pemain timnas lainnya, jika nanti sukses menjuarai Piala AFF. Sebab, dengan 'hanya' berhadapan dengan Malaysia di partai final, kita meyakini Firman Utina dkk akan sukses meraih gelar juara. Pasalnya, Malaysia sebelumnya sudah diganyang 5-1 di babak penyisihan grup. Kalau gelar juara bisa diraih, diharapkan Pemerintah tak cuma sekadar memberi bonus bagi Christian Gonzales dkk, melainkan bisa membuat masa depan mereka sebagai manusia lebih terjamin dan terhormat sebagai pahlawan sepak bola Indonesia. Dengan begitu, kehadiran Presiden SBY dan rombongan besarnya menyaksikan pertandingan, tidak sekadar menonton, melainkan mampu memberi apresiasi bersifat investasi jangka panjang, yang pada akhirnya akan memacu anak negeri menorehkan prestasi di ajang sepak bola.(**)

andalas/ist

PEMBAHASAN TEKNIS-Ketua DPRD Sumut H. Saleh Bangun, Wakil Ketua Chaidir Ritonga, Sigit Pramono Asri, Kamaluddin Harahap dan H Affan bersama Ketua PWI Cabang Sumut Muhammad Syahrir dan Koordinator Wartawan DPRD Sumut Amson Purba saat melakukan pembahasan teknis kemitraan di sela Raker DPRD Sumut di Hotel Niagara Parapat, Sabtu (18/12).

Dibahas, Kemitraan Pers-DPRD Sumut Prapat-andalas Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Sumatera Utara (Sumut) Drs Muhammad Syahrir mengatakan, adanya saling memahami tugas dan fungsi merupakan kunci utama kemitraan antara insan pers dengan DPRD Sumut. "Pemahaman terhadap tugas dan fungsi masing-masing perlu terus diperkuat, sehingga arus komunikasi dan informasi yang mengalir di antara kedua pihak yang sama-sama melakukan

kontrol tidak berbenturan atau mengalami kebuntuan," kata Syahrir di hadapan para anggota DPRD Sumut saat melakukan rapat kerja (Raker) di Hotel Niagara Parapat, Sabtu (18/12). Ketua PWI Cabang Sumut Muhammad Syahrir secara khusus diundang DPRD Sumut sebagai narasumber dengan topik bahasan tentang Keorganisasian PWI, Undang-Undang No.40 Tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik dan Kemitraan Pers-DPRD Sumut".

Menurut Syahrir, selagi adanya kesadaran saling memahami, saling menghargai serta saling menghormati tugas dan fungsi masing-masing tidak akan ada persoalan. Bahkan sepelik apa pun persoalan yang muncul akan dapat dipecahkan. Di sela Raker untuk pembahasan mekanisme dan teknis kemitraan antara DPRD Sumut dengan para insan pers, lima pimpinan dewan masing-masing Ketua H Saleh Bangun, Wakil Ketua Chaidir Ritonga, Sigit

Pramono Asri, Kamaluddin Harahap dan H Affan samasama berharap agar kemitraan dan kinerja yang sinergis antara wartawan dengan DPRD Sumut dapat diatur sedemikian rupa. Melihat efektivitas kemitraan itu, ke depan DPRD Sumut akan menyediakan ruangan khusus wartawan yang cukup representatif lengkap dengan televisi monitor. Ketersediaan sarana itu diharapkan dapat memudahkan

Penanganan Pasar Sukaramai Amburadul Medan-andalas Berdirinya 60 kios sementara di lahan eks Pasar Sukaramai merupakan bukti pengelolaan Pasar Sukaramai oleh pihak PD Pasar Kota Medan amburadul. Pasalnya, Dirut PD Pasar Kota Medan Mustafa Sutan Nasution tidak mengetahui adanya pembangunan kios tempat penampungan sementara di lahan eks kebakaran tersebut. "Ada apa di PD Pasar Medan, kenapa Dirut PD Pasar tidak mengetahui adanya pembangunan kios sementara di eks kebakarana Pasar Sukaramai. Kita melihat penanganannya sangat amburadul," kata anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan Ferdinand Tobing di Medan, kemarin. Dia mengatakan, seharusnya Dirut PD Pasar mengetahui adanya

pembangunan kios sementara yang dibangun secara swadaya pedagang. "Aneh saya melihat Dirut PD Pasar, seorang dirut tidak mengetahui ada pembangunan di eks kebakaran itu," ujarnya heran. Seharusnya, sambung Ferdinand, Dirut PD Pasar bisa mengkoordinir masing-masing direksi yang ada di PD Pasar dan jangan lepas tangan. Menurut informasi di lapangan katanya, sampai saat ini sudah sekitar 60 kios sementara yang dibangun di eks kebakaran. "Jangan karena masalah yang ada di masing-masing Direksi di PD Pasar, pedagang jadi imbasnya," tandasnya. Jadi lanjut Ferdinand, Pemerintah Kota (Pemko) Medan harusnya lebih sigap dan jangan kelihatan lepas tangan. Pemko Medan harusnya memanggil Dirut PD Pasar dan para direksi yang ada di PD Pasar untuk membahas kendala yang terjadi di Pasar Sukaramai. "Saya sangat prihatin melihat kondisi para pedagang, sudah hampir dua bulan mereka tidak mendapat tempat untuk mencari kehidupan mereka," katanya lagi. Ditanya mengenai wajar atau

tidak para pedagang korban kebakaran pedagang Pasar Sukaramai membangun kios sementara di lahan pasar yang terbakar sekitar pertengahan Oktober lalu, Ferdinand menjelaskan, mereka wajar-wajar saja membangun kios sementara di eks kebakaran itu, karena PD Pasar Medan sangat lamban dalam menangani masalah pasar tradisional itu. "Ini masih satu musibah, bagaimana kalau banyak musibah yang serupa seperti yang terjadi di Pasar Sukaramai, saya rasa Dirut PD Pasar semakin kelabakan menghadapi itu semua," pungkasnya. Sebelumnya, Ketua Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Medan (P3TM) Unit Pasar Sukaramai, Mardi Chan mengatakan, para pedagang lebih senang menempati kios sementara yang disediakan dari swadaya pedagang ketimbang kios sementara yang dibangun PD Pasar. "Para pedagang lebih senang berjualan di lahan eks Pasar Sukaramai ketimbang di tempat kios penampungan sementara. Walaupun mereka bayar di kios lahan yang dibangun di lahan tersebut," katanya Mardi. (BEN)

Perilaku Hidup Sehat Suatu Keharusan Medan-andalas Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan suatu keharusan dan wajib dilakukan. Hal itu terungkap dalam penyuluhan kesehatan berjudul PHBS yang digelar Forum Komunikasi Pemuda Republik (Forkaper) Sumut bersama Dinas Kesehatan Kota Medan di Wisma Bakti, Medan, belum lama ini. Ketua Panitia Penyuluhan PHBS yang juga Ketua Forkaper Sumut Drs Hotman Sinaga menyebutkan, penyuluhan PHBS yang diikuti sekitar 250 peserta ini merupakan program Forkaper Sumut di bidang kemasyarakatan. "Pengambilan judul PHBS didasari kebiasaan masyarakat yang kurang memperhatikan kebersihan rumah tangga dan di lingkungan masing-masing seperti cuci tangan tidak pakai sabun, kebersihan kamar mandi/jamban, penggunan air bersih, ruangan, ventilasi serta

lingkungan tempat tinggal," katanya. Hotman menambahkan, tujuan penyuluhan ini agar masyarakat sadar dan dapat melaksanaka kebersihan di rumah tangga maupun di lingkungan masing-masing sehingga terhindar dari penyakit. Pada penyuluhan tersebut, hadir sebagai narasumber Bernike Doloksaribu, SST, MKes dari Kementrian Kesehatan RI, yang memaparkan perlunya perilaku hidup sehat dan bersih di rumah tangga. Di Kecamatan Salak Kegiatan serupa dikegal Lembaga Studi Pemantauan Lingkungan (LSPL) Sumatera Utara. Lembaga ini menyosialisasikan PBHS kepada masyarakat Kecamatan Salak, Kabupaten Pakpak Bharat, Sabtu (18/12). Sosialisasi yang diikuti sebanyak 150 peserta yang berlangsung di Balai Pertemuan GKPPD di Salak ini merupakan program kerja Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara

TA 2010 di bidang kesehatan. Direktur LSPL Sumut, Poltak Simanjuntak, kepada wartawan Minggu (19/12) di Medan menjelaskan, PHBS merupakan salah satu bentuk promosi kesehatan yang lebih menekankan pencegahan penyakit daripada pengobatan. Program ini diadakan di Pakpak Bharat mengingat masih rendahnya kesadaran masyarakat daerah itu mengelola kebersihan diri dan lingkungan sehingga berakibat pada masih tingginya angka kesakitan di Pakpak Bharat. "Melalui program PHBS ini, masyarakat di Kecamatan Salak diharapkan dapat menjadi pioner dalam pengembangan perilaku sehat yang menunjang mutu kesehatan masyarakat di Kabupaten Pakpak Bharat," ujarnya. Sosialisasi PHBS ini dibuka Kepala Desa Salak II Dine N br Padang dan ditutup Kepala Desa Boang Manalu Ramli Boang Manalu. (GUS/BEN)

aktivitas peliputan wartawan tanpa harus lagi berdesakan memadati ruangan sidang atau ruangan rapat yang memang kapasitasnya terbatas. Bahkan, DPRD Sumut juga akan mengupayakan ketersediaan ruangan tempat menyampaikan aspirasi bagi masyarakat yang datang langsung ke gedung dewan. "Harapan kita, areal gedung DPRD Sumut nanti menjadi Plaza Demokrasi bagi rakyat Sumatera Utara," imbuh Chaidir Ritonga. (RIL/REL)

BPOM akan Sidak Besar-besaran Medan-andalas Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sumatera Utara akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar tradisional dan pusat perbelanjaan di Sumatera Utara guna mengantisipasi beredarnya makanan dan minuman kedaluwarsa, menjelang Natal dan Tahun Baru. Kepala BPOM Sumut Agus Prabowo mengatakan, setiap memasuki perayaan harihari besar, peredaran produk baik makanan, minuman maupun kosmetik pasti meningkat. Karenanya BPOM tidak mau kecolongan terhadap beredarnya produk makanan, minuman, maupun kosmetik yang mengandung bahan berbahaya, illegal atau kedawarsa. Namun begitu, pihak BPOM sendiri secara rutin telah melakukan pengawasan di beberapa tempat. "Kita memang rutin melakukan pengawasan, tapi untuk menyambut hari-hari besar seperti Natal dan Tahun Baru kita akan sidak besar-besaran. Hanya saja kita belum bisa memastikan kapan. Semua harus dipersiapkan terlebih dulu ," jelasnya, Sabtu (18/12). Untuk itu harapnya, menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru ini, konsumen agar mewaspadai dan memperhatikan produk yang akan dibeli. "Terutama perhatikan kemasan dan waktu peredarannya, kalau kemasannya rusak dan tidak terdaftar jangan dibeli," imbaunya. (IKA)

JB Siringo-ringo Pantas Jadi Sekdaprovsu Medan-andalas Bursa pejabat yang akan duduk sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) depenitif masih terus menghangat. Setelah nama Hasiholan Silaen (Plt Sekdaprovsu), Sakhyan Asmara (Staf Ahli Menpora), Syafaruddin (Kadis Pendapatan Provsu), Syaiful Syafri (Kadis Pendidikan Sumut) dan Nurdin Lubis (Kepala Inspektorat Sumut), kini muncul satu nama yang dinilai layak menjadi pengganti RE Nainggolan yang telah memasuki masa purnabakti, yakni JB Siringo-ringo yang saat ini menduduki posisi jabatan Kepala Dinas Kehutanan Sumut. Figur JB Siringo-ringo dinilai pantas menduduki jabatan Sekdaprovsu, karena selain merupakan seorang pejabat karir, dia juga mampu berkomunikasi dengan seluruh kalangan. JB Siringo-ringo juga dinilai menjadi penyeimbang dalam komposisi pejabat ditinjau dari segi suku, etnik dan agama di Pemprovsu. "Kami menilai figur JB Siringo-ringo lebih pantas menduduki posisi orang ketiga di lingkungan Pemrovsu tersebut. Selain pejabat karir, JB Siringo-ringo akan menjadi penyeimbang dalam komposisi suku, etnik, dan agama, guna mendukung harmonisasi dan kondusifitas Pemprovsu. Ini mengingat Sumut yang heterogen," ujar Ketua Umum Lembaga Peduli Pendidikan Anak Jalanan Sumut, Thamrin Harahap, kepada wartawan di Medan, Minggu (19/12). Faktor pendukung lainnya, tambah Thamrin, JB Siringo-ringo mampu berkomunikasi dengan seluruh elemen masyarakat, khususnya kalangan aktivis dan pemuda di Sumut. "Pejabat yang mampu berkomunikasi dengan seluruh elemen masyarakat inilah yang saat ini susah ditemui," sebutnya. Kemudian, tandasnya, JB Siringo-ringo memiliki kredibilitas, kapasitas dan kualitas sebagai administrator. Selama ini, paparnya, JB Siringo-ringo telah teruji kepimpinananya di Dinas Kehutanan Sumut. Terbukti selama dirinya menjabat JB Siringo-ringo tidak pernah tersangkut pada persoalan hukum. "Ini menunjukan kinerjanya sebagai pejabat profesional tergolong bersih," tambahnya. (TIM)


MEDAN KITA 3 Usut Aktor Intelektual Kasus Tanah di Sumut Senin

harian andalas | Hal.

20 Desember 2010

Medan-andalas Maraknya kasus sengketa tanah di Sumut seharusnya menjadi perhatian serius dan harus diusut tuntas oleh penegak hukum. Apalagi oknum-oknum yang bermain dengan leluasa mengatasnamakan rakyat untuk menyerobot tanah negara, yakni milik PTPN dan memutarbalikan fakta. “Ini harus disikapi pemerintah ataupun aparat penegak hukum, baik di provinsi maupun di pusat. Sebab, kasus tanah yang ada di Sumut sepertinya tidak terselesaikan, tanpa ada tindakan tegas untuk mengusut oknumoknumnya. Padahal dilihat dari modus operandinya hampir sama, yakni mengatasnamakan para penggarap yang notabene mereka cuma diperalat,” tegas Bahdin Nur Tanjung kepada wartawan usai pelantikannya sebagai Ketua Pusat Pengkajian Kebijakan Strategis DPD Partai Demokrat Sumut, akhir pekan lalu di Hotel Grand Aston Medan. Menurutnya, kasus tanah seperti tanah seluas 32 hektar di Pasar IV, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, milik PB Al Washliyah, Kawasan Industri Medan (KIM), Tanah Pekan Sunggal, tanah di Jalan Raya Medan-Binjai km 11,5 Desa Puji Mulio serta di Jalan Raya Medan-Binjai Km 12,5 Desa Puji Mulio, Deli Serdang dan Tanah PTPN II di Jalan Meteorologi dan lainnya hingga kini belum tuntas, karena ada aktor intelektual di belakang kasus tersebut. “Seperti di KIM, itu akan merusak nama baik bangsa karena di kawasan itu banyak berdiri perusahaan-perusahaan asing. Apalagi tanah milik Al Washliyah yang ada di Helvetia, itu jelas sudah peruntukannya, namun direkayasa oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Al Washliyah itu juga milik masyarakat,” katanya. Mantan Ketua KNPI Sumut ini mendesak aparat penegak hukum untuk menuntaskan kasus tanah tersebut dan menangkap siapa aktor yang bermain. Sebab indikasinya telah jelas adanya tindakan mafia tanah. “Bila perlu KPK harus turun tangan. Saya juga mendukung sikap Kapoldasu untuk menindak tegas mafia yang bermain,” tukas

KILAS

Musda KNPI Deli Serdang Ditunda

andalas/rony muharrman

AKSI CABUT PAKU - Sejumlah relawan yang tergabung dalam Komunitas Peduli Kota (KPK) Medan mengumpulkan ratusan paku dari hasil aksi cabut paku yang tertancap di pohon di kawasan Jalan Diponegoro Medan, Minggu (19/12). Aksi ini digelar untuk menggugah kesadaran warga Kota Medan untuk tidak sembarangan memaku pohon demi kepentingan apapun, karena pohon merupakan penghasil oksigen dan banyak manfaat lainnya bagi warga sekitarnya. Ketua APTISI Sumut ini. Palsukan Surat Hal itu dibuktikan tidak jelasnya (fiktif) 65 orang atas nama Titin Kurniawati Cs yang mengaku sebagai pemilik tanah, isi surat-surat yang palsu serta adanya unsur kesengajaan tidak menghadirkan Al Washliyah dalam persidangan perdata di PN Lubuk Pakam, PT Sumut dan MA. “Aparat penegak hukum harus bergerak cepat menangkap serta menghukum seberat-beratnya aktor intelektual mafia tanah, sehingga dengan begitu terciptanya stabilitas investasi serta kepastian hukum,” kata Bahdin yang juga mantan Rektor UMSU dan Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Sumut. Sebelumnya, Ketua PB Al Washliyah, Drs H Lukman Hakim Hasibuan menyebutkan, akan meneruskan kasus tanah itu ke KPK maupun Komisi Yudisial (KY) jika ditemukan adanya permainan dalam persidangan gugatan yang diajukan oleh 65 orang yang tidak jelas tersebut. Dalam kesempatan lain, Ketua Angkatan 66 Sumut, Drs H Ridwan Matondang menegas-

kan, persoalan pertanahan di Sumut sangat “krusial” bahkan sudah sampai kepada tingkat emergency (darurat) yang menjurus kepada suasana ketidakstabilan masyarakat khususnya di Deli Serdang. Apabila hal ini tidak dituntaskan secara terkoordinasi oleh aparat penegak hukum (Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan) akan menimbulkan masalah yang terus berkepanjangan terutama tanah milik negara khususnya HGU maupun eks HGU PTPN II. Kasus tanah tersebut juga disebabkan ketidakseriusan BUMN dalam hal ini PTPN II untuk menjaga asset negara, sehingga para mafia (dalang intelektual) yang mengatasnamakan rakyat untuk mengklaim areal PTPN II yang telah habis hak guna usahanya. Ridwan mengharapkan agar PB Al Washliyah sebagai Ormas Islam terbesar di Sumut dapat menjadi gerbong terdepan untuk mengungkap mafia maupun dalang intelektual yang mengatasnamakan masyarakat yang merampas harta Negara dengan mempergunakan dan berdalihkan keputusan hokum berdasarkan surat-surat yang tidak benar dan dipalsukan. (RIL)

Jadwal Sidang Kerap Molor, Keluarga Terdakwa Mengeluh Medan-andalas Penerapan persidangan cepat, sederhana, dan biaya murah, masih jauh dari harapan masyarakat. Buktinya, di Pengadilan Negeri (PN) Medan, pegunjung sidang kerap dikecewakan para jaksa penuntut umum maupun hakim persidangan. "Kami datang pagi dan sampai sore, sidang belum digelar," kata seorang pengunjung, pekan lalu. Dari pantauan andalas, di PN Medan, sejak pukul 08.00 hingga pukul 12.30 WIB, belum juga ada sidang yang digelar. Akibatnya, pengunjung sidang, terdiri dari keluarga terdakwa maupun saksi kecewa karena menunggu lama belum juga terlihat tanda-tanda PN Medan segera beracara. Siti (45), warga Kecamatan

Medan Tembung, mengatakan datang ke PN Medan sejak pukul 08.00 untuk menyaksikan sidang salah seorang anaknya yang menjadi terdakwa dalam kasus penggelapan. Karena tidak jelas jam sidangnya, ia terpaksa menunggu lama. "Saya sudah enam kali datang ke PN ini, tapi sidangnya selalu tidak menentu. Beberapa minggu lalu, saya pernah menunggu sidang hingga pukul 15.00. Hal itu karena jaksanya terlambat hadir," ujarnya. Hal senada disampaikan Viktor (50), warga Pancurbatu. Dia berangkat dari rumah pukul 08.00, tiba di PN Medan sekitar pukul 09.00. Sesampainya di PN Medan acara sidang belum juga dibuka. "Kok seperti ini. Saya

sudah menunggu lama," kata dia. Terpisah, Ketua PN Medan Panusunan Harahap saat dikonfirmasi mengenai hal itu mengatakan pihaknya selalu siap setiap hari kerja untuk menjalani persidangan. Baik dari hakim hingga panitera, lanjutnya, selalu siap kapan saja sidang dimulai dan asalkan jam kerja. Dia menjelaskan hari Senin sampai Kamis mulai dari hakim hingga panitera selalu siap sejak pukul 08.00 hingga pukul 16.30, sedangkan hari Jumat jam kerja pukul 08.00 sampai pukul 17.30. Kepala Kejaksaan Negeri Medan Raja Nafrizal ketika dikonfirmasi via telepon selulernya, ia meminta wartawan menanyakan masalah itu ke pengadilan. (FEL)

Joko Purwanto Ketua Umum AMK 2010-2015 Medan-andalas Joko Purwanto akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Angkatan Muda Kakbah (AMK) priode 2010 -2015, setelah meraih suara terbanyak pada Muktamar II yang berakhir, Sabtu (18/12) dinihari WIB. Joko yang sebelumnya Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP AMK berhasil meraih 141 suara, menyisihkan dua calon lainnya, Busrizalti dengan 20 suara, dan Ahmad Ferry Shadat tidak memperoleh suara, 4 suara abstain. Dalam acara itu juga ditentukan tim formatur yang dipilih oleh muktamirin yang akhirnya memilih Aswan Jaya (Ketua PW AMK Sumut) menjadi tim formatur dan Nasrullah (Ketua PW AMK Kalsel) juga sebagai anggota tim formatur yang bertugas untuk menentukan kepengurusan Pimpinan Nasional (PN) AMK priode 2010-2015. Penutupan Muktamar II AMK secara resmi ditutup Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) H Irgan Chairul Mahfidz, Sabtu dinihari (18/ 12) di aula Jabal Noor Asrama Haji Medan. Dalam sambutannya, Irgan yang juga anggota Komisi IX DPR-RI menegaskan, seluruh rekomendasi

yang dihasilkan Muktamar II AMK termasuk memberikan hak suara bagi organisasi sayap (AMK,GPK,GMPI, WPP dan GMII) akan diakomodasi pada pelaksanaan Muktamar PPP yang akan berlangsung Juli 2011. "Saya salut dengan AMK di tengah orang sudah lelap dengan istirahatnya, namun kader-kader AMK terbangun dari istrihat memikirkan kemajuan PPP. Saya yakin semangat muktamar ini akan mampu membawa PPP menjadi lebih baik di masa yang akan datang,” ujar Irgan. Irgan mengharapkan, ketua umum terpilih Joko Purwanto yang menggantikan Syafruddin Anhar, agar menjalankan keputusan-keputusan yang diambil dalam Muktamar II AMK untuk membesarkan organisasi ini di masa yang yang akan datang. Pada kesempatan itu Irgan juga mengucapkan rasa bangganya bagi PW AMK Sumut di bawah pimpinan Aswan Jaya yang sudah mampu melaksanakan Muktamar II AMK berjalan dengan sukses dan lancar. Bahkan Irgan mengungkapkan, kesuksesan Muktamar II AMK ini tidak menutup kemungkinan kalau Muktamar PPP Juli 2011 mendatang dilaksanakan di Kota Medan ini. (HAM)

Medan-andalas Musyawarah Daerah (Musda) ke-11 Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Deli Serdang yang diselenggarakan, di Berastagi Cottage, Minggu (19/12), dinyatakan ditunda setelah dibuka oleh Ketua DPD KNPI Sumut Ir H Akhmad Yasyir Ridho Loebis. Penundaan tersebut didasari oleh pertimbangan keamanan dan berdasarkan hasil kesepakatan oleh Ketua KNPI DS Ahmad Raja Nasution, aparat kemamanan dan Ketua OC Musda KNPI DS ke 11 Khairul Syah. Mereka akhirnya berketetapan hati menunda musda tersebut, dan Ketua OC Khairul Syah pun mengumumkan penundaan tersebut kepada peserta. Sementara itu, Ketua DPD KNPI Sumut, Ir H Akhmad Yasyir Ridho Loebis, saat dikonfirmasi wartawan kemarin, membenarkan bahawa terjadi penundaan Musda DPD KNPI DS tersebut. Menurutnya, itu merupakan kesepakatan bersama dengan pihak Polres yang bertanggungjawab terhadap keamanan di daerah itu. “Memang Musda KNPI DS yang sudah saya buka ditunda oleh pihak panitia. Penundaan berdasarkan konsultasi dengan pihak aparat keamanan Polres DS,” ujar Yasyir Ridho Loebis. Hal senada juga ditegaskan Wakil Ketua KNPI DS Armansyah Tanjung. Dia mengatakan, apabila ada pelaksanaan musda pasca penundaan tersebut adalah illegal karena tidak sesuai AD ART/ PO dan mekanisme KNPI. Ia juga menegaskan penundaan Musda ke 11 KNPI DS tersebut sampai batas waktu yang tidak ditentukan. (HAM)

Pascabentrokan, Warga Trauma Keluar Rumah Belawan-andalas Pascabentrokan antara warga Gudang Arang dan warga Belawan Lama, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Belawan, Minggu (19/12) dinihari WIB, hingga tadi malam situasi di kawasan tersebut masih tampak mencekam. Banyak warga yang takut keluar rumah, karena trauma atas bentrok tersebut. Informasi yang dihimpun andalas dari warga setempat menyebutkan, bentrokan antarwarga semula berasal dari masalah sepele yaitu pertengkaran anak-anak yang merembet ke orangtua. Mulai aksi saling ejek hingga melebar pada aksi saling lempar batu bahkan aksi unjuk kelewang. Akibat aksi bentrok di sekitar areal kuburan Jalan TM Pahlawan Belawan Lama tersebut, sejumlah warga mengalami kerugian material, seperti rumah yang rusak akibat terkena lemparan batu. Beruntung, aksi itu tak sampai menimbulkan korban jiwa. "Kami warga di sini memang sudah tak heran lagi, bentrokan hanya bermula dari anak-anak merembet ke orangtua kerap terjadi. Diduga sudah ada dendam kesumat hingga menjadi musuh bebuyutan, bahkan pihak kepolisian terkesan sudah muak melakukan pengamanan dengan tingkah warga di sini,” ungkap Jufri, salah seorang warga kepada andalas. Sementara itu, Humas Polres Pelabuhan Belawan Iptu Edy Safari ketika dikonfirmasi, Minggu (19/12) menyebutkan, keamanan di Belawan menyusul bentrok antarwarga sudah terkendali. (DP)

Jurnalis Awasi Pemilukada Karo DEMI terselenggaranya pesta demokrasi yang bersih, jujur dan berkualitas, insan jurnalis diminta turut mengawasi tahapan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Karo. “Saat ini setidaknya dua jurnalis mengawasi Pemilukada di setiap kecamatan di Kabupaten Karo. Mereka bertugas melihat tahapantahapan menjelang hari pemungutan suara Pemilukada yang rencananya terselenggara tanggal 21 Desember ini,” kata Rion kepada wartawan di Rumah Aspirasi rakyat Sumut, Jalan KH Wahid Hasyim, Medan, Jumat (17/12). Disebutkannya, prapemungutan suara, banyak hal-hal yang perlu diawasi, misalnya bagaimana penyebaran undangan memilih oleh penyelenggara, atau bentukbentuk kecurangan yang mungkin terjadi. Bahkan, dua hari kunjunganya di Kabupaten

Karo, Rion mendapatkan fakta di masyarakat, bahwa hari pemilihan pun menjadi pertanyaan di masyarakat. “Masyarakat masih banyak yang belum tahu, kapan hari pemilihan, informasi itu saya dapat di perbincangan di warung kopi,” sebutnya. Menurutnya, sosialisasi menjadi salah satu bentuk yang turut diawasi di seluruh wilayah Tanah Karo, tidak ada perbedaan di kota atau di desa, kesamaan hak untuk mendapatkan hak politik harus diberikan secara merata. “Elemen seperti ini yang menjadi target insan pers, pengawasan yang sifatnya membangun dan meminimalisir kecurangan,” kata Rion. Rion menambahkan, kerjasama dengan insan pers dibangun untuk mewujudkan pilkada yang jujur, bersih dan berkualitas. Alasanya, pers menjadi satu lembaga kontrol di masyarakat yang independen. Pers dapat mengungkap fakta yang ada dimasyarakat. “Tujuan utama, menjadi kewajiban pers menegakkan keadilan dan memperjuangkan hak-hak rakyat,” kata Humas DPD PDI Perjuangan Sumut itu. Sementara itu, pengamat

politik USU, Agus Suriadi menilai positif melibatkan pers dalam pengawasan Pemilukada. Sebab fungsi dan tugas dari pers sendiri adalah pengawasan, dan menyuarakan kebenaran demi kepentingan rakyat. “Apalagi, Pemilukada sangat rawan kecurangan-kecurangan,” kata Sekretaris Program Studi Pasca Sarjana USU itu. Namun, dalam melaksanakan tugasnya, pers harus tetap berdiri di tengah, tidak berpihak pada pihak manapun. “Pers harus tetap independen,”katanya. Sebagaimana diberitakan, Mahkamah Konstitusi menolak permohonan sengketa Pemilukada Kabupaten Karo. Putusan itu ditindaklanjuti KPUD Kabupaten Karo, dengan menyelenggarakan Pemilukada putaran kedua dengan dua peserta yang memperoleh suara terbanyak. Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Siti Aminah br PeranginanginSumihar Sagala yang diusung PDI Perjuangan memperoleh 30.804 suara dan pasangan yang diusung 9 partai, Kena Ukur Surbakti-Terkelin Brahmana dengan perolehan 25.310 suara. (WAN)


Senin 20 Desember 2010

HUKUM & KRIMINAL

harian andalas | Hal.

4

andalas/rizaldi

PROSES PENGGEREBEK AN – Proses penggerebekan markas judi samkwan ala Hongkong di kawasan Jalan Comodor Hadi Sucipto Medan, Sabtu (18/12) sekira pukul 22.30 WIB.Tampak dalam gambar, petugas memeriksa penjudi (kanan), markas judi samkwan paska penggerebekan PENGGEREBEKAN (tengah) dan sejumlah penjudi saat diamankan petugas.

KILAS

Polisi Ringkus Jurtul Togel di Warung Kopi Perbaungan-andalas Menindaklanjuti operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) 2010, Polres Serdang Bedagai terus memburu pelaku perjudian. Kali ini, Minggu (19/ 12) sekira pukul 11.00 WIB, berhasil meringkus tersangka juru tulis Togel, Umar Dani (43), warga Dusun II, Desa Lida Tanah, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Sergai, ketika sedang asik menunggu pelanggan di warung kopi milik Butet, Dusun I, Desa Lidah Tanah, Kecamatan Perbaungan, Sergai. Dari penyergapan itu, berhasil diamankan barang bukti berupa uang kontan Rp109 ribu, kertas berisi nomor tebakan, 1 pulpen dan 1 hp. Dan kemudian tersangka berikut barang bukti diamankan ke Mapolres Sergai. Kapolres Sergai AKBP Eri Safari melalui Kasubag Humasy Iptu Z Siregar membenarkan penangkapan itu. Tersangka ditangkap berkat adanya laporan warga, dari laporan tersebut lalu dilakukan penangkapan. Dan akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 303 ayat 1 KUHP dengan maksmial kurungan 5 tahun,tandasnya. (RYAD)

Dua Pencuri Telur Dihajar Massa Belawan-andalas Dua orang pemuda yang kepergok hendak melakukan aksi pencurian di sebuah truk mini bermuatan telur di Pasar 9 Desa Manunggal, Labuhan Deli babak belur dihajar massa, Minggu (19/12). Kedua pemuda yang saat ini diamankan di Mapolsek Labuan tersebut masing-masing, Kris (18) dan Put (17) keduanya warga Jalan Platina 6, Kelurahan Titi Papan, Medan Deli. Di Mapolsek Labuhan mereka mengaku nekad melakukan perbuatan itu karena butuh uang untuk jajan bersama rekannya. Ketika melihat truk mini bermuatan telur sedang parkir di sekitar Jalan Pasar 9 Desa Manunggal Labuhan Deli, mereka mendekati dan berusaha mengambil telur itu. Setelah 10 papan diambil, para pelaku berusaha kabur menggunakan sepeda motor. Namun apes pada saat hendak kabur, mesin sepeda motor pelaku tidak dapat hidup. Warga yang melihat aksi para pelaku langsung berteriak maling yang terdengar ke warga setempat selanjutnya wargapun berdatangan dan membabak belurkan kedua pelaku. Petugas patroli Polsek Labuhan yang melihat kejadian itu langsung mengamankan pelaku dari amukan warga. Kanit Reskrim Polsek Labuhan, Iptu M Oktavianus ketika dikonfirmasi, Minggu (19/12) membenarkan kejadian itu. (DP)

Selain Sanksi Kode Etik Profesi

AKBP Fathori Terancam Pidana Umum Medan-andalas Kepala Polisi Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu), Irjen Pol Oegroseno SH menegaskan pihaknya tetap akan memproses kasus dugaan penganiayaan yang disebut dilakukan AKBP Fathori (mantan Kapolres Siantar) terhadap salah seorang wartawan TV bertugas di Pematang Siantar. "Atas perbuatannya, saat ini kita kenakan yang bersangkutan (AKBP Fathori-red) etika profesi," kata Kapoldasu Irjen Pol oegroseno, Minggu (19/12) usai acara Workshop Jurnalisme Konflik di Lapangan Tembak Perbakin Komplek Cemara Asri Medan. Dikatakan Kapoldasu, terkait perbuatan itu AKBP Fathori akan segera menjalani sidang etika profesi. Dan sidang itu nantinya, korban Andi Siahaan akan diperiksa. "Kita tidak main-main, yang bersangkutan harus kita sidangkan. Kalo tidak kita yang dituntutnya, kita komitmen namun hal yang teringan dulu diproses," ujar Kapoldasu. Disinggung penyataan Kapoldasu bahwa tindak pidana penganiayaan yang dilakukan AKBP Fathori terhadap Andi Siahaan diindikasikan ada. Irjen Pol Oegroseno menyatakan, dirinya belum mengecek kelanjutannya, tapi kasus tindak pidananya tetap diselidiki. "Penyelidikan kasus tindak pidana sudah ditarik ke Poldasu. Jika terbukti, maka yang bersangkutan juga akan disidangkan di pengadilan umum," ungkapnya. Diketahui, kasus penganiayaan terhadap Andi Siahaan oleh mantan Kapolres Pematang Siantar AKBP Fathori ditangani oleh Dit Propam dan Direktorat reskrim Poldasu. Akibat perbuatan itu, AKBP Fathori dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres PematanG Siantar dan kini bertugas di Poldasu tanpa memiliki jabatan. (HER)

Markas Judi Samkwan Ala Hongkong Digerebek  52 Pemain Mayoritas Orang Tionghoa Diamankan Medan-andalas Markas judi Samkwan ala Hongkong yang berlokasi di kawasan Jalan Comodor Hadi Sucipto Medan, Sabtu (18/12) sekira pukul 22.30 WIB digerebek petugas gabungan dari Kepolisian Resort Kota (Polresta) Medan dan Polsek Medan Baru. Dalam penggerebekan tersebut selain menyita sejumlah barang bukti, petugas gabungan Satreskrim Polresta Medan dan Polsek Medan Baru juga berhasil mengamankan sedikitnya 52 pemain mayoritas orang tionghoa yang terdiri dari 34 laki-laki dan 18 perempuan. Guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ke 52 penjudi berikut barang bukti uang yang dijadikan taruhan Rp9,22 juta, 14 unit mobil milik pemain, 8 buah gelas kaca, 2 biji mata dadu, 20 buah kayu kecil untuk pengganjal uang taruhan pemain di meja, 2 buah spidol, 3 buah terpal, 2 buah papan tulis, 4 buah kipas angin, 1 mesin genset, 3 kursi plastik, 1 meja

Sebagian barang bukti plastik, 3 meja papan, 4 bangku panjang dan kabel listrik diboyong ke Mapolresta Medan. Kapolresta Medan, Kombes Pol Tagam Sinaga didampingi Kasatreskrim, Kompol Fadillah Zulkarnaen kepada wartawan, Minggu (19/12) mengatakan, penggerebekan tersebut berawal dari informasi masyarakat bahwa ada markas judi yang telah meresahkan warga sekitar. Berdasarkan laporan tersebut petugas langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan. Setibanya di lokasi, petugas merasa curiga melihat banyak orang berkumpul dan keluar masuk ke dalam sebuah rumah di kawasan Jalan Karang Sari Medan. Kemudian petugas tanpa banyak membuang waktu lagi langsung melakukan penggerebekan. Saat petugas menyer-

gap markas judi tersebut, para pemain tidak bisa berkutik dan petugaspun langsung memboyongnya ke komando beserta barang bukti untuk dilakukannya pemeriksaan lebih lanjut. Kata Fadillah, selama ini memang markas judi samkwan ala Hongkong ini sudah lama menjadi target petugas. Sekarang inilah baru berhasil digerebek dan mengamankan puluhan orang pemain. "Saya telah instruksikan kepada seluruh anggota untuk terus melakukan pemberantasan judi di Kota Medan agar Medan bersih dari judi. Tim khusus pemberantasan judi yang sudah saya bentuk terus melakukan pemberantasan dan mencari keberadaan judi," ujarnya. Dijelaskannya, kini para pemain dan juga bandar judi samkwan ini, masih dalam pemeriksaan secara intensif di Mapol-

Terekam dalam CCTV

Pura-pura Ikut Kebaktian, Seorang Pria Curi Uang Gereja Medan-andalas Seorang pria diamankan petugas keamanan (Satpam) gereja saat mencuri uang di kotak sumbangan milik Jemaat Gereja Khatollik Santo Antonius Jalan Hayamuruk kawasan Medan Baru, Minggu (19/ 12) siang sekitar pukul 10.00 WIB. Modus operadi yang dilakukan tersangka Antonius Nadin (27) warga Jalan Abadi Gang Budi kawasan Seria Budi, pura-pura ikut kebaktian. Namun, kelakuan tersangka terekam kamera CCTV. Menurut satpam gereja, Alfredo Ginting mengatakan, siang itu tersangka menyaru sebagai jemaat untuk mengikuti kebaktian bersama jemaat gereja lainnya. ”Saya tidak curiga melihat dia (Nadin) masuk gereja untuk mengikuti kebaktian,” kata Alfredo.

Setahu bagaimana kata satpam, tersangka dengan mudah mengambil uang di kotak sumbangan yang ada didekatnya. ”Namun aksi nekat tersangka terekam kamera CCTV, dan saya lihat,” terang Alfredo. Saat jemaat masih mengikuti kebaktian. Tersangka terus keluar gereja, dan terus ditangkap Alfredo. Karuan saja tersangka kaget, dan mengelak dituduh mengambil uang dalam kotak sumbangan. Alfredo tidak percaya begitu saja, namun ketika ditunjukkan rekaman CCTV, tersangka tidak berkutik. Ketika dilakukan pemeriksaan ditemukan sejumlah uang disaku celana pemuda turunan Tamil ini. Untung kelakukan tersangka tidak membuat jemaat emosi, sehingga tersangka terhindar dari maut. Karena sudah ada barang bukti tersangka dibawa ke Mapolsekta Medan Baru, untuk pemeriksaan lebih lanjut. ”Tersangka masih menjalani pemeriksaan,” kata sumber di kepolisian. (HER)

resta Medan guna menunggu proses selanjutnya. Mereka dikenakan pasal 303 sub 303 bisa yang tercantum dalam Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Informasi lain didapat, areal judi itu merupakan lahan kosong yang di sewa oleh bandar besar atau pemilik usaha judi yang berdomisili di Jakarta Menurut data yang didapat Andalas, pemilik tanah kosong ini bernama Naren Singh alias Bolok yang disewakanya. Judi dadu samkwan ini diperkirakan sudah beroperasi selam satu minggu. Menurut William (25) yang merupakan pegawai atau Bandar, omset yang didapat dari sekali putaran dadu bisa bernilai lebih dari sepuluh juta rupiah. Dan gaji mereka biasanya sekitar tiga raus ribu rupiah permalam nya. Waktu operasi areal judi dadu samkwan ini mulai dari pukul 19.30 hingga dinihari. Menurutnya lagi perekrutan pekerja dilakukan dari teman ke teman, mereka kadang tidak kenal satu sama yang lain dan mereka tidak mengenal pemilik dan penggelola judi dadu samkwan ini. Dalam bisnis judi dadu ini pihak pengelola memakai modus antar jemput pemain dari rumah ke areal judi dan mereka mendapat upah sebesar 150

ribu hingga 300 ribu seperti yang diterangkan oleh Antoni yang bekerja sebagai supir (29). Arel yang merupakan tanah kosong yang bersebelahan dengan arel semak rawa yang tidak berpenghuni memungkinkan aksi judi ini tidak terendus pihak kepolisian. Arena itu hanya menggunakan tenda taratak, meja dan kursi yang seadanya saja. Penggerebekan ini dipimpin langsung Kasatreskrim Polresta Medan, Kompol Fadilla Zulkarnaen. Dia juga mengatakan bahwa penggrebekan ini merupakan hasil dari penyelidikan dan omset dari judi ini biasa mencapai lebih dari lima puluh juta rupiah satu harinya. Kemungkinan judi dadu samkwan ini dibekingi oleh oknum aparat yang menginginkan keuntungan. Karena dilihat dari daerah sekitar areal ini cukup tertutup dan aman untuk melakukan tindakan kriminal yang berada dalam kawasan Polonia Medan. Dan pihak Mapolresta sudah melakukan koordinasi kepada pihat TNI Lanud Medan untuk menghindari gesekan-gesekan yang terjadi dari hasil penggrebekan judi ini seperti yang ditambahkan oleh Kasatreskrim Mapolresta Medan tersebut. (ZAL/HER)

Tabrakan di Jalinsum Sergai, 5 Luka-luka Teluk Mengkudu-andalas Sedikitnya lima penumpang Mobil kijang BK 202 LG termasuk sopirnya mengalami luka-luka ketika menabrak truk BK 8455 TN, di Jainsum KM 53-54 persisnya di perkebunan kelapa sawit PTPN III Tanah Raja, Desa Liberia, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, Sabtu (19/12) sekira pukul 23.45 WIB. Informasi sekitar dilokasi kejadian menyebutkan, sebelum menabrak truk tersebut, penumpang mobil Kijang baru saja menghadiri pesta di Desa Sei Bamban, malam itu mereka hendak pulang ke Medan, tidak diketahui penyebabnya, tiba di TKP, sopir mobil Kijang, Rencus Wilhen Sihotang (45) tidak bisa mengendalikan kendaraan yang dikemudikannya. Terpisah, Tohak Manalu (26) kenek truk, warga Ajibata, Parapat menceritakan, malam itu sebelum kejadian, kami baru saja mengantar ikan ke Aqua Farm Pantai Cermin, lalu kembali ke Parapat. Sesampainya di Jalinsum, tiba-tiba muncul mobil Kijang dari arah berlawanan langsung menabrak truk. “truk yang kami tumpangi berjalan pelan karena hujan, namun dari arah berlawanan muncul mobil Kijang dan langsung menghantam truk,” jelasnya. Sebelum ditabrak, masih kata Tohak, sopirku, Rimhot Manurung (33) warga Dusun III, Desa Silakidir, Simalungun sudah berusaha mengerem supaya tidak bertabrakan, namun mobil Kijang tetap juga menabrak truk. Akibat dari tabrakan itu, sopir kijang dan 4 penumpang luka-luka dan dilarikan ke RSU Sultan Sulaiman, terangnya. (RYAD)

Mobil Wakil Ketua DPRD Serdang Bedagai Disita Polisi SATU unit mobil Toyota Kijang Innova BK 13 NX berplat merah yang disebutsebut milik Ketua DPRD Serdang Bedagai, Abdul Rahim disita petugas Satlantas Polres Sergai.

P

enyitaan berkaitan dengan kasus lakalantas dengan sepeda motor di Jalan Umum Dolok Masihul – Sei Rampah, persisnya di Dusun I, Desa Simpang Empat yang mengakibatkan pengendara sepeda motor tersebut tewas setelah menjalani perawatan di rumah sakit, Rabu (15/12).

Korban tewas adalah, Abdul Hakim (25) warga Dusun I, Desa Cempedak Lobang, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Sergai, Rabu (15/ 12) sekira pukul 16.00 WIB karena menderita luka yang cukup serius. Menurut saksi mata di lokasi kejadian, di Jalan Umum Dolok Masihul – Sei Rampah, persisnya di Dusun I, Desa Simpang Empat, korban yang mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi itu, berusaha mendahului truk di depannya yang mengakut ubi kayu, saat bersamaan dari arah berlawanan muncul mobil Toyota Innova warna hitam plat merah. “Dengan kecepatan tinggi, korban memasakan kendaraannya mendahuli truk di

depannya, namun karena jalanan sempit sehingga terjadi tabrakan,” terangnya. Setelah laga kambing, masih kata saksi mata, korban sempat diselamatkan di bawa ke rumah sakit. Namun karena luka di bagian kepalanya parah, dan mengeluarkan darah dari telinga, nyawa korban tidak bias diselamatkan. “Korban luka parah di bagian kepala dan mengeluarkan darah dari telinga makanya tidak bisa terselamatkan nyawanya,” ucapnya. Sementara itu, Kanit Lakalantas Polres Sergai, Ipda Junaedi membenarkan peristiwa itu. Untuk keperluan penyelidikan, kedua kendaraan termasuk mobil Kijang Innova tersebut diamankan di Mapolres Sergai, tandasnya. (RYAD)

andalas/supryadi

DIAMANK AN - Mobil Toyota Kijang Innova BK 13 NX Plat Merah yang dipakai Wakil DIAMANKAN Ketua DPRD Serdang Bedagai diamakan di Satlantas Polres Sergai.

andala


Senin

EKONOMI-BISNIS

20 Desember 2010

Meningkat, Ekspor Karet di Pelabuhan BICT Belawan-andalas Ekspor karet dari Sumatera Utara yang dikirim keluar negeri selama setahun terjadi peningkatan dari data, yang diterima dari Kehumasan Belawan International Container Terminal (BICT). Kahumas BICT Pelabuhan Belawan Suratman SE didampingi Yusron Matondang, kemarin di kantornya mengatakan, peningkatan ekspor karet dari Sumatera Utara yang dikirim melalui BICT Pelabuhan Belawan masing-masing pada bulan Januari hingga Desember Tahun 2010 ekspor komoditi karet mencapai 50,901 Ton hingga 60,340 Ton setiap bulannya selama setahun. “Namun, untuk Desember ini, kita belum mendapatkan data sehingga kita belum tahu meningkat atau menurun. Tapi, untuk sementara ada peningkatan,” sebut Suratman di sela-sela kesibukannya dalam menerima informasi internal untuk dieksternalkan. Dalam kesempatan yang sama dijelaskannya, barang karet yang berasal dari Sumatera Utara tersebut akan dikirim ke Negara Singapura dan setelah itu kemungkinan akan dikirim lagi ke Benua Eropa. Ditambahkannya, peningkatan komoditi ekspor disebabkan banyaknya permintaan komoditi khususnya karet dari luar negeri, sehingga Sumatera Utara yang selama ini termasuk salah satu penghasil karet dapat memenuhi permintaan tersebut. “Selama ini, pihak luar negeri banyak yang membutuhkan komoditi karet, sehingga terjadi peningkatan ekspor yang terlihat di Belawan Internasional Container Terminal ini,” katanya. Mengenai Sistem National Single Window (NSW) di Belawan Internasional Container Terminal di Pelabuhan Belawan, Sumut, saat ini masih dalam tahap percobaan. “Mudah-mudahan sistem tersebut secepatnya dapat kita rasakan mamfaatnya,” ucapnya. (DP)

Omset Pedagang Cacing Umpan Merosot Medan-andalas Sejumlah pedagang cacing mengalami penurunan omset saat musim hujan. Pasalnya, musim hujan telah mengurangi pemancing yang biasa ramai di hari libur untuk membeli cacing yang mereka jual. "Jika musim panas saya bisa jual 3 kilo seharinya. Tapi jika hujan, jarang ada pembeli," sebut Ucok seorang pedagang cacing sekitar kawasan Jalan Pepaya Medan kepada andalas, Minggu (19/12) di kiosnya. Menurut Ucok, cacing yang dijual berasal dari pencarian di beberapa tempat yang banyak cacingnya. Bahkan, di musim penghujan ini, tanah gembur atau dekat selokan dan tumpukan sampah kian banyak dan mudah untuk menemukan cacing di tempat-tempat tersebut sebagai jualan Ucok. Setidaknya dalam tiga kilo cacing, Ucok akan mendapat keuntangan Rp 150-Rp 200 ribu. Sebaliknya, di musim hujan ini pula para pemancing berkurang jumlahnya. Karena kebanyakan air sungai yang biasa dikunjungi sebagai lokasi memancing kerap dilanda banjir. "Kalau musim hujan ini kan banjir atau air keruh, jadi kita malas untuk pergi memancing. Ikanpun sangat jarang memakan umpan kita," kata Harliman seorang pemancing yang telah mengurungkan niatnya mancing hari itu. (SIONG)

harian andalas | Hal.

COBA HONDA PCX - Ketua IMI Sumut Ijeck mencoba Honda PCX di ajang Champ of The Champ yang berlangsung di Sirkuit Cemara Asri Medan baru-baru ini.

Sepanjang 2010 Penjualan Motor Meningkat Medan-andalas Sepanjang tahun 2010 penjualan motor terus mengalami peningkatan. Penjualan nasional motor mencapai 6,881 juta. Angka ini disumbang sebesar 352 ribu unit dari Sumatera Utara dan Honda masih meneruskan kepemimpinan pasarnya lebih dari 32 tahun. Bulan November 2010 Honda mencatat market share sebesar 56,6 persen mengungguli pesaing terdekatnya sebesar 34 persen. Catatan penting lain, perjalanan otomotif roda dua tahun ini adalah keberagaman jenis motor yang ditawarkan tahun 2010 ini. Tercatat sedikitnya tiga jenis motor baru yang diluncurkan dengan konsep yang berbeda dari motor yang ada sebelumnya, dan ketiga type motor yang menyumbang perkembangan penjualan motor ini dihadirkan oleh Honda. Di tahun 2010 ini, secara tak terduga Honda menghadirkan tiga varian baru yang ternyata mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Sebut saja Honda Scoopy dengan konsep retro yang sejak diluncurkan hingga saat ini masih perlu memesan berbulan bulan di beberapa

daerah. Untuk segmen premium yang selama ingin kurang dibidik oleh produsen motor missal, ternyata memberi catatan tersendiri. Sambutan hangat atas kehadiran Honda PCX yang dihadirkan untuk segmen premium memberikan signal kepada masyarakat bahwa segmen ini memerlukan motor yang dapat digunakan tanpa mengurangi prestise. Disamping itu, yang paling fenomenal adalah kehadiran bebek metik Honda Revo Techno AT. Satu varian yang belum ada selama ini yang memadukan kenyamanan matik dengan ketangguhan bebek. Kehadiran mesin matik di bodi bebek menjadikan pabrikan berlambang sayap mengepak ini menjadi semakin disegani dalam hal penerapan teknologi. Arifin Posmadi, General Manager CV Indako Trading Co selaku main dealer Honda di Sumatera Utara, Minggu (19/12) di kantornya menyampaikan terimakasih atas kepercayaan masyarakat. Keberhasilan Honda akan tetap mendorong pihaknya untuk senantiasa menghadirkan motor-motor terbaik yang menjadi solusi bagi masyarakat. Tidak hanya dalam kemudahan memiliki Honda, bahkan layanan purna jual seperti jaringan service dan ketersediaan sukucadang. Layanan purna jual yang baik menjadi salah satu alasan konsumen memilih Honda sebagai solusi transportasinya. (SIONG)

PIM Dapat Suntikan Dana APBN Rp 1,3 Triliun MENYUSUL komitmen pasokan gas untuk pengoperasian pabrik pupuk PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Krueng Geukueh, Aceh Utara dari BP Migas sepanjang 2010 sampai 2011 posisi PIM, kini berada dalam posisi aman. Selain jaminan mendapat pasokan gas, perusahaan ini juga mendapat suntikan dana Penyertaan Modal Negara melalui APBN 2011 sebesar Rp 1,3 triliun.

D

irektur Utama PT PIM Drs Mashudianto di sela-sela program penanaman satu miliar pohon di kompleks perumahan karyawan, akhir pekan lalu kepada andalas mengatakan, setelah perjuangan panjang yang dilakukan bersama direksi lain serta dukungan Komisi VI DPR RI telah membuahkan hasil, PIM telah dapat berproduksi penuh bahkan PIM 2 terhitung, Mai 2011 telah menghasilkan urea. “Dengan jaminan pasokan gas dan penyertaan PMN melalui APBN 2011 PIM 2 akan melakukan start memproduksi urea yang selama ini hanya memproduksi ammonia,” ujar Mashudianto yang telah dipercaya kembali memimpin PIM. Dije-

5

laskan pula, mulai tahun 2012, PIM juga sudah mendapat komitmen pasokan gas untuk jangka panjang dari Blok A yang dioperasikan Medco. Saat ini, lanjutnya, pasokan gas yang diperoleh hanya cukup untuk menjalankan satu unit pabrik yang sudah dilakukan sejak awal 2009 hingga 2010. dengan volume produksi 100 persen sesuai kapasitas terpasangnya yaitu 1.750 ribu ton pertahun. Dalam posisi tersebut PIM dipastikan akan dapat melanjutkan kegiatan operasionalnya secara penuh. Dia mengharapkan, dengan adanya gas dari Blok A, Aceh Timur, jaminan pasokan gas ke PT PIM menjadi lebih panjang yaitu sampai 2018. “Untuk gas dari Blok A ini nanti, bukan hanya PT PIM juga akan menghidupkan PT AAF, PT KKA serta PLN,” ujar Mashudianto.

Untuk PIM sendiri, tambah Mashudianto, kebutuhan pasokan gas per tahun mencapai 20 kargo, karena PIM memiliki dua unit pabrik, PIM-1 dan PIM2. “Ini menandakan, dengan lancarnya pasokan gas, akan lancar pula produksi urea yang ditargetkan tiap tahun 1,1 juta ton,” ungkap Mashudianto. Berbicara masalah dengan lingkungan, menurut Mashudianto tidak ada masalah. “Hubungan PIM dengan lingkungan harmonis dan semua yang berhubungan dengan lingkungan tetap mengikutsertakan tokohtokoh lingkungan untuk membahas bersama. Begitu juga dalam hal bantuan tetap berlanjut. Komitmen PIM dalam membina lingkungan berlanjut,” ujarnya. (UCR)

andalas/usman cot raja

SUNTIK AN DANA- Pemerintah Aceh memberikan Suntikan Dana APBN Rp 1,3 Triliun PIM. SUNTIKAN

andala

Wabup Pidie Minta

Guru tak Terlibat Kredit Bank Sigli-andalas Wakil Bupati (Wabup) Pidie Nazir Adam SE MM minta semua lembaga guru di kabupatennya tidak hanya bisa mengkoordinir berbagai bentuk demo guru terhadap pemerintah, tapi harus mampu memperjuangkan kesejahteraan guru dengan tantangan cara hidup yang hemat serta tidak menjerat diri dengan berbagai kredit bank yang pada akhirnya membuat guru itu sendiri hilang semangat mendidik muridnya. “Kami berharap setiap organisasi yang mengatas namakan organisasi guru di Pidie tidak lagi latah dengan berbagai demo jika terlambat dibayar gaji atau lainya. Karena, setiap demo guru menjadi tertawaan murid dan digunjingkan masyarakat. Alasannya, pegawai demo oleh pemerintah. Kan ini jadi lucu,” sebut Wabup pada acara pelantikan pengurus organisasi guru Gam-Ga, akhir pecan lalu. di Oproom Setdakab Pidie. Atas nama pemerintah, kata Nazir Adam, pihaknya berharap organisasi guru Gerak Aktivis Muda Guru Bersatu Aceh (Gam-Ga), lebih memfokuskan diri dalam mengembangkan dunia pendidikan ketimbang hanya mampu menyoroti atau melakukan demo terhadap pemerintah, sedangkan guru sendiri adalah pegawai negeri sipil (PNS) tentu masih ada solusi terbaik dalam menuntaskan permasalahan. Wabup juga meminta semua pimpinan organisasi guru untuk memperbaiki nasib guru, yaitu tidak lagi terfokus dengan meminjam kredit bank. Sehingga, tugas pokok seorang guru tidak bisa berjalan baik akibat harus memikir kredit bank yang suatu saat akan menjerat leher guru itu sendiri. “Masak seorang guru yang sudah memiliki sertifikasi dengan gaji Rp 4 hingga Rp 5 juta tidak bisa hidup layak,” sindir Wabup Nazir Adam. Dalam sambutan panjang lebar yang turut dihadiri unsur Muspida Pidie, termasuk Wakapolres Pidie, Ali Khadafi, Wabup Pidie mengingatkan kepada semua guru yang hadir pada rapat tersebut untuk lebih mengfokuskan diri pada tugasnya ketimbang latah jika terlambat gaji bulanan langsung melakukan demo pemerintah. (DHIAN)


EKONOMI-BISNIS 6 Pengurus DPD ASPPI Aceh Dikukuhkan Senin

harian andalas | Hal.

20 Desember 2010

Banda Aceh-andalas Pengurus Dewan Pimpinan DaerahAsosiasi Profesional Pariwisata Indonesia (DPD-ASPPI) Aceh periode 2010-2014, sebagai komunitas pariwisata yang terdiri dari pengusaha, pengelola, dan pekerja di sektor perhotelan, restoran, cafe, biro perjalanan wisata, airlines, guide, event organizer, dan pengelola obyek-obeyek wisata, yang sebelumnya telah terbentuk, pada Sabtu (18/11) malam dikukuhkan.

AC

Prosesi pengukuhan berlangsung di Anjong Mon Mata Banda Aceh, yang dihadiri Ketua DPP ASPPI pusat, Bahriyansyah, Kepala Biro Isra Setda Aceh, Bukhari, Kadis Pariwisata Kota Banda Aceh, Reza Fahlevi, berlangsung khidmat. Pembentukan kepengurusan masa bakti 4 tahun mendatang itu dipimpin Anas Zulham Almansour, didampingi Ichsan dan M Nasir Yusuf. Sedangkan sekretaris dan wakilnya masing-masing Umar Machtub, dan Syarifah Rahmi.

Bendahara dan wakil masing-masing Zulfikri dan Nelly Sihombing, MA. Wakil Gubernur Aceh H Muhammad Nazar dalam amanat tertulisnya yang disampaikan, Kepala Biro Isra Setda Aceh Bukhari, mengatakan, Aceh memiliki potensi dibidang kebuadayaan dan pariwisata, termasuk warisan (Heritage) dari generasi ke generasi. “Sayangnya dan harus kita akui potensi yang besar ini belum sepenuhnya menjadi kekuatan rill, yang dapat memberikan kontribusi untuk

mewujudkan kemakmuran di Aceh,” ujar Bukhari mengutip sambutan Wagub H Muhammad Nazar. Kata dia, Pemerintah Aceh akan terus melakukan berbagai terobosan, agar pariwisata Aceh dapat berkembang. Sehingga, mampu bersaing dengan daerah-daerah lainnya. “Ini sekaligus dapat memberi kontribusi ekonomi bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Salah satu terobosan penting yang telah dilakukan oleh Pemerintah Aceh kepada Pemerintah

Pusat melalui Dirjen Imigrasi Depkum HAM yaitu kebijakan pemberlakuan Visa On Arrival (VOA),” katanya. Menurutnya, pemberlakuan VOA di Aceh akan menjadi salah satu komponen penting dalam rangka memajukan dan mempromosikan potensi pariwisata Aceh kepada wisatawan. “Selain ada beberapa komponen penting lainnya yang akan menentukan keberhasilan sektor pariwisata, pada sebuah daerah, seperti ketersediaan daya tarik wisata,” paparnya. (AF)

KARYA TEKNIK

S E R V I C E

M. CUCI, KULKAS, G A R A N S I SIAP DITEMPAT

Jl. Sempurna (Setia Budi) No. 15 Medan

Hub. 0813 7040 9999

FAMILY RENTAL MOBIL (PT) APV Kj. Kapsul pkt hmt 10 jam, Altis, L-300, Innova, L. Cruiser, N-Eyes, Bus, Hrn, Mgn, Bln, Utk dlm dan di luar kota. Hotline: 7734 2359 / 0819 3328 4540

andala

DIBELIDENGANHARGATINGGI TV - PS - DVD - Sound System - Laptop - AC - Kulkas, Dll Hub. CV. GRIYA ELEKTRONIK/BABE

Jl. Gaperta B6 Tel. 8450085, FL. 76660300


Senin 20 Desember 2010

IKLAN

harian andalas | Hal.

7


OLAHRAGA

Senin 20 Desember 2010

harian andalas | Hal.

8

Imbangi Vietnam, Malaysia ke Final Hanoi-andalas Timnas Malaysia berhasil menahan imbang tuan rumah sekaligus juara bertahan Vietnam dengan skor kacamata alias 0-0 pada leg kedua babak semifinal AFF Suzuki Cup 2010, Sabtu (18/ 12/2010) malam. Meski begitu, hasil ini sudah cukup untuk mengantar Skuad Harimau Malaya melaju ke babak final. Secara keseluruhan, Malaysia unggul agregat 2-0 atas Vietnam. Ini tak lepas dari kemenangan 2-0 anak asuh K. Rajagopal saat melakoni leg pertama di Kuala Lumpur, tiga hari berselang. Dengan hasil ini, Malaysia membuka peluang membalaskan dendamnya atas Indonesia yang mengalahkan mereka 5-1 di babak penyisihan grup. Melakoni leg kedua di Stadion My Dinh, Vietnam yang dituntut menang lebih dari dua gol langsung menerapkan stratego menyerang. Sementara Malaysia mencoba tampil lebih sabar dengan memfokuskan diri menjaga area pertahanan

demi menjaga keunggulan. Fokus menjaga pertahanan, gawang Malaysia justru dibombadir oleh Vietnam. Tercatat sejumlah peluang dimiliki oleh tim juara bertahan melalui Le Tan Tai dan Pam Thanh Luing di pertengahan babak pertama. Sayang, penampilan ciamik Khairul Fahmi Che Mat di bawah mistar memaksa mereka gigit jari. Vietnam memiliki satu peluang emas jelang turun minum lewat Nguyen Minh Phuong. Tembakan spekulasi yang dilepaskan Minh Phuong sempat mengenai kepala bek Malaysia dan melambung menuju gawang. Beruntung bagi Malaysia, bola justru jatuh tipis di atas mistat gawang Malaysia. Skor 0-0 bertahan hingga jeda. Di babak kedua, pelatih Vietnam Henriquie Calisto menginstruksikan anak asuhnya untuk lebih menekan. Sementara di sisi lain, Rajagopal tetap pada strateginya di awal, yakni fokus menjaga pertahanan dan mengandalkan serangan balik cepat. (OKZ)

Clippers Akhiri Rentetan Kemenangan Bulls Chicago-andalas Kegagalan Derrick Rose menceploskan bola berdampak besar karena Chicago Bulls yang ia bela keok 99100 dari LA Clippers. Hasil ini mengakhiri rangkaian hasil positif Bulls. Bermain di United Center markas Bulls, Minggu (19/12) siang WIB, kedua tim memulai pertandingan dengan berimbang. Kuarter pertama diakhiri tuan rumah dengan keunggulan 31-28. Di kuarter dua, Bulls mengendur sehingga cuma bisa menambah 22 angka, sekaligus membuat Clipppers mampu merajalela dan bikin 33 poin. Clippers pun balik memimpin dengan 61-53. Permainan kembali berimbang di kuarter tiga dengan perolehan angka Bulls di kuarter ini hanya unggul setengah bola dari Clippers,

23-22. Clippers masih unggul 83-76. Drama terjadi di kuarter akhir. Dengan 42 detik tersisa sempat Clippers tinggal unggul tujuh poin. Namun, keunggulan itu sudah lantas terpangkas menjadi dua saja saat guard Derrick Rose mendapatkan tembakan bebas, dengan laga tersisa 0,8 detik. Tembakan bebas pertama Rose sukses menceplos masuk, tapi tidak yang kedua. Bulls pun gagal "memperpanjang nafas" dan kalah. Untuk Bulls, kekalahan tersebut dicatat Reuters sebagai yang pertama dalam delapan laga, alias mengakhiri tujuh kemenangan beruntun mereka. Sementara untuk Clippers hasil itu merupakan kemenangan tandang beruntun keduanya, setelah di awal musim sempat mengemas 11 kekalahan tandang. (DTC)

Jakarta-andalas Dilihat dari julukannya, pemain ini tak asing lagi di telinga pecinta sepak bola tanah air. Sebutan “El Loco” alias Si Gila, memang pantas disandang pemain bernama lengkap Christian Gerard Alvaro Gonzales. Apa yang membuatnya diberi julukan Si Gila? Tak lain karena produktivitas golnya di setiap musim yang selalu menembus dua digit. Di musim 2005 Christian menghasilkan 25 gol. Sedangkan semusim kemudian catatan golnya bertambah menjadi 29 gol. Christian mencatatkan diri sebagai bomber pertama yang sukses dua kali berturutturut meraih gelar pencetak gol tersubur. Ia mengangkangi Ilham Jaya Kesuma yang juga dua kali jadi juara tapi tak berturut-turut (2002 dan 2004). “El Locco” yang telah bergabung di Tim Nasional (Timnas) mempersiapkan diri tampil di Piala AFF (dulunya Piala Tiger-red), striker asal Uruguay yang kini memperkuat Merah Putih ini mengaku bersiap diri lebih serius. Kesiapan itu sudah dibuktikannya setelah mampu mencetak gol pertamanya melawan Malaysia di babak penyisihan Piala AFF 2010, seterusnnya “ El Locco” juga membuktikan dirinya sebagai bomber yang paling berbahaya di Indonesia, setalah gol tunggalnya mengalahkan Philipina di semifinal pertama melalui kepalanya. Dengan penampilannya gemilangnya ini semakin dicintai masyarakat Indonesia yang setiap saat dielu-elukan nama Christian “ El Locco” Gonzales yang dinilai telah bisa mengangkat nama sepakbola Indonesia. Muallaf Gonzales atau yang memiliki nama lengkap Christian Gerard Alfaro Gonzales dilahirkan di Monteveido, Uruguay pada tanggal 30 Agustus 1976 dari seorang ayah angkatan militer bernama Eduardo Alfaro dan ibu seorang suster di rumah sakit Montevideo bernama Meriam Gonzales. Kedua pasangan ini, khususnya sang ibu adalah penganut agama Katolik yang taat. Gambar Bunda Maria selalu menempel di setiap

sudut ruangan rumah dan tempat kerjanya. Bahkan saking fanatiknya, gambar Bunda Maria kerap dibawa kemana-mana oleh ibunya. Ketaatan dari sang ibu nampaknya berpengaruh pada diri Gonzales, anak ketiga dari enam saudara ini kerap pergi ke Gereja dua sampai tiga kali dalam seminggu, oleh karena itu tidak heran jika Gonzales dikenal sebagai anak yang taat dalam beragama. Perkenalannya dengan dunia sepak bola, dimulai ketika Gonzales berusia 6 tahun. Semula ayahnya berharap Gonzales dapat meneruskan jejaknya menjadi seorang militer, namun karena kegilaannya terhadap dunia sepak bola, harapan itu tak terpenuhi. Menginjak usia ke 18 tahun, pria yang menyukai warna hitam ini bertemu dengan seorang wanita beragama Islam asal Indonesia, Eva Nurida Siregar di Cile, Amerika latin pada tahun 1994. Saat itu Eva menekuni salsa di sekolah Vinadelmar. Lama berkenalan akhirnya Gonzales menyimpan hati pada Eva. Dan tak lama kemudian Cintanya berbalas. Sebagai penganut Katolik, lelaki yang dikenal pendiam ini sama sekali tidak mengenal agama Islam yang dianut pujaan hatinya, begitu pun dengan sang ibu. “Sebelum ketemu istri, saya sama sekali tidak tahu Islam” ungkap pria penggemar Rivaldo. Maka peran Eva pun menjadi berat, ia berulang kali menjelaskan tentang ajaran Islam yang dianutnya. Usaha wanita kelahiran Pekanbaru ini akhirnya berhasil. Eva Nurida Siregar yang beragama Islam dan Christian Gerard Alfaro Gonzales yang beragama Katolik menikah dan hidup bersama di Uruguay pada tahun 1995. Perkembangan karirnya di dunia sepakbola sebetulnya tidak lepas dari peran Eva )sang istri-red). Setiap kali

pemain sepak bola yang dijuluku elloco (si gila) ini mau berangkat bertanding, wanita yang biasa dipanggil Amor oleh Gonzales ini selalu memanjatkan doa kepada Allah SWT. Dalam berdoa terkadang Eva sengaja mengeraskan suara dengan harapan Gonzales dapat mendengarnya. Pada tahun 2002 pria yang menyukai aktor Tom Cruise ini menerima sebuah tawaran dari agen sepak bola untuk bermain di Indonesia. Ia pun tertarik dan akhirnya menerima tawaran tersebut dengan merumput di Indonesia bersama PSM Makassar pada tahun 2003. Indonesia merupakan negara yang berpenduduk mayoritas beragama Islam, selama ini Gonzales hanya mengenal Islam melalui istrinya dan ini dirasa tidak cukup. Sekarang pemain yang doyan sup ayam ini bisa langsung menemukan Islam dari para penganutnya. Maka tepat pada tanggal 9 Oktober 2003 Christian Gonzales memutuskan untuk masuk Islam atas dasar kemauan sendiri dengan disaksikan oleh ustadz Mustafa di Masjid Agung Al Akbar Surabaya. Christian Gerard Alfaro Gonzales kemudian diberi nama Mustafa Habibi. Nama Mustafa diambil dari guru spiritualnya, ustadz Mustafa sedangkan Habibi (cintaku) diambil karena rasa cinta sang istri amat besar kepada Christian Gonzales. Islam memiliki kesan tersendiri bagi Gonzales “Karena di dalam Islam setiap ada sesuatu ada ucapan doanya seperti ketika masuk rumah mengucapkan assalamualaikum, ketika mau melakukan sesuatu diawali dengan basmalah, dan setiap melangkah dalam Islam “Saya tidak pernah memaksa Gonzales masuk Islam”. Ungkap Eva “Kadangkadang setelah saya baca buku tentang ajaran Islam, saya simpan buku itu di meja dan Christian diam-diam membacanya, maka dia kemudian tau bagaimana sikap suami terhadap istrinya dalam Islam dan bagaimana sikap istri terhadap suaminya” Lanjutnya mengenang saat pertama kali tinggal di Indonesia bersama Gonzales. Keislaman pria penggemar

Manchester United ini kemudian dilegalkan di Kediri dengan Piagam muallaf dari Urusan Agama setempat sekaligus melegalkan pernikahan antara Christian Gonzales dengan Eva Siregar. Sang ibu, Meriam Gonzales saat dikabarkan keislaman anaknya, menerima dengan ikhlas agama yang dipilih anak tercintanya, ia hanya berharap anaknya meraih kesuksesan di masa depan. Namun untuk menjalin hubungan keluarga, Gonzales dan Eva setiap hari tidak ketinggalan menghubungi ibunya, hanya sekedar menanyakan kabar dari negara nun jauh di sana. “Saya Asal Indonesia, Pak!” Ketika Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono yang didampingi Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, Manajer Senior Timnas, Andi Darussalam Tabussala, dan Sekretaris Jenderal PSSI, Nugraha Besoes melihat persiapan timnas menghadapi babak semifinal leg pertama mewalan Philipina, sangat disambut gembira oleh seluruh pasukan “Garuda Merah Putih”. Dalam kesempatan itu,

SBY meminta masing-masing pemain memperkenalkan diri, termasuk pemain-pemain naturalisasi. Satu persatu pemain timas memperkenalkan diri. Giliran Cristian Gonzales, pemain naturalisasi asal Uruguay itu mengatakan sangat mengejutkan dan gembira mendengar pernyataan dari pemain I ini: “Saya Christian Gonzales dari Persib Bandung.” Lalu, SBY bertanya asalnya darimana? Gonzales pun terdiam kebingungan. Lalu, ia menjawab, “Asal dari Indonesia.” Jawaban pria yang biasa di panggil El Loco itu langsung disambut tawa semua yang hadir. Warga negara asing seperti Gonzales ini tidak malu-malu untuk mengatakan “SAYA ASAL INDONESIA”. Tapi kita orang asli Indonesia kadang masih malu berkata “SAYA ORANG INDONESIA” Warga negara asing seperti Gonzales ini tidak malu-malu untuk mengatakan “ SAYA ASAL INDONESIA”. Tapi kita orang asli Indonesia kadang masih malu berkata “SAYA ORANG INDONESIA”. (Berbagai Sumber)

Biodata Christian Gonzales Nama Lengkap Istri Anak

: Christian Genard Alfaro Gonzales : Eva Siregar : Amanda Gonzales, Michael Gonzales, Fernando`Alvaro, Vanesa Siregar Gonzales

KARIR KLUB : 1988-1991 Penarol (Uruguay) 1994-1995 South America (Uruguay) 1995-1998 Huracan de Carientes (Argentina) 1998-2000 South America (Uruguay) 2000-2001 Sport Moldonado (Uruguay) 2001-2002 Campo Mayor (Portugal) 2003-2004 PSM Makassar 2005-2008 Persik Kediri 2009 Persib Bandung PRESTASI : Top Top Top Top

Scorer Scorer Scorer Scorer

Liga Indonesia (Persik) 2005 Liga Indonesia (Persik) 2006 Liga Indonesia (Persik) 2007 LSI (Persib) 2009


Senin

OLAHRAGA

20 Desember 2010

harian andalas | Hal.

9

PSSI Sumut Sosialisasikan Agenda Musprovlub Medan-andalas Pengurus Provinsi (Pengprov) PSSI Sumatera Utara (Sumut) segera mensosialisasikan agenda Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) PSSI Sumut ke pengcab-pengcab dan klub di daerah ini. Hal tersebut untuk menindaklanjuti dari surat PSSI tanggal 15 Desember 2010, tentang pelaksanaan Musprovlub PSSI Sumut. Surat yang bernomorkan 3315/ UDN/1885/XII-10,minta Peng-

prov PSSI Sumut menyelesaikan agenda Musprovlub paling lambat tiga bulan dari tanggal surat tersebut. Plt Ketua Umum Pengprov PSSI Sumut Erwis Edi Paudja Lubis yang diberi tanggungjawab menyebutkan, Pengprov PSSI Sumut segera merealisasikan dengan mensosialisasikan agenda tersebut ke pengcab-pengcab maupun klub anggota PSSI. "Pengprov segera menyurati pengcab-pengcab/klub dengan melampirkan surat dari PSSI,"

Jamuddin Raih Gelar Master Percasi Banda Aceh-andalas Pecatur Aceh Jamuddin Selian berhasil mewujudkan impiannya menyandang gelar di dunia olahraga catur dengan meraih gelar Master Percasi (MP), setelah mendapatkan dua kali norma dalam dua turnamen berkategori nasional. Jamuddin yang juga Ketua PWI Perwakilan Aceh Tenggara saat dihubungi dari Banda Aceh, Minggu, menyatakan, dengan meraih dua kali norma, dirinya sudah menyandang gelar penuh Master Percasi. Yang pantastis lagi, pecatur asal Aceh Tenggara ini mendapat gelar tersebut dalam waktu 20 hari setelah mengikuti dua turnamen berkatagori nasional. Nilai norma (sebagai syarat mencapai gelar penuh) yang pertama di raih pada kejuaraan catur terbuka se-Sumatera yang berakhir, Rabu (8/12) lalu di Kota Sabang. Meraih nilai 6,5 Macth Poin (MP) dari sembilan babak yang dipertandingkan. Selesai mengikuti kejuaraan di Sabang, Jamuddin yang juga atlet tim catur PWI Aceh yang meraih medali emas pada Porwanas 2007 di Kalimantan Timur ini, mengikuti kejuaraan terbuka nasional di Kabupaten Siak, Riau yang berakhir,

Sabtu (20/12), kembali meraih norma Master Percasi. Norma Master Percasi kedua yang diraihnya itu setelah mengumpulkan nilai 6,5 MP dari sembilan babak yang dipertandingkan, berada diurutan kelima dari 44 pecatur yang umumnya bergelar master, juga ikut serta Grand Master Ardiansyah (Riau) dan juara di Sabang, Master International Ivan Situru (Sumsel) dalam even itu. Jamudin mengaku baru tiga kali mengikuti kejuaraan catur untuk umum yaitu memperkuat tim catur Aceh Tengggara di Porprov XI Aceh di Kabupaten Bireuen pada Juli 2010 dan kejuaraan se Sumatera di Sabang dan kejuaraan terbuka di Siak. Sebelumnya memperkuat tim catur PWI Aceh di Porwanas IX/2007 di Kaltim dan Porwanas X/ 2010 di Sumatera Selatan, bersama Sudirman Mansyur dan Teuku Ardiansyah. Ia menyatakan, prestasi gelar Master Percasi makin memotivasi menekuni olahraga catur secara serius dan meraih prestasi lebih baik lagi di masa mendatang. Prestasi ini ikut membangkit semangat pembinaan atlet catur di Aceh Tenggara dalam meraih prestasi. (ANT)

kata Erwis Edi Paudja Lubis kepada wartawan, di Medan, Minggu (19/12). Pada kesempatan itu, Plt Ketua Umum Pengprov PSSI Sumut itu menyebutkan, pihaknya juga akan membentuk kepanitiaan Musprovlub atau Musdalub. Kepanitiaan ini nantinya diharapkan bekerja maksimal, sehingga agenda memilih Ketua Umum Pengprov PSSI Sumut yang baru dapat dilaksanakan sesuai waktu yang diberikan PSSI.

"Dari isi surat ini, Musprovlub tak bisa ditawar-tawar lagi. Pengprov akan melaksanakannya akhir bulan Pebruari atau awal Maret," ujarnya. Tapi yang paling penting tambah Erwis, pengcab-pengcab seKabupaten/Kota di Sumut harus memberikan dukungan terhadap agenda yang diberikan PSSI Pusat. Pengcab-pengcab agar segera melaksanakan Muscab/ Muscablub. Begitu pula dengan klub-klub anggota PSSI supaya

memperbaharui kepengurusannya. Maksud ini, tak lain agar saat Musprovlub digelar, tak ada pengcab-pengcab yang belum melaksanakan Muscab/Muscablub. Agenda ini sendiri sebagai tindak lanjut menyesesuaikan statuta FIFA. "Kita tak ingin ada Pengcab yang kehilangan haknya di Musprovlub. Untuk itu, Pengcab sekabupaten/kota dapat menyesuaikan statuta FIFA dengan menggelar muscab/muscablub,"

400 Karateka Amura Ikuti Gashuku dan Ujian Kyu Ketua Dewan Guru Bangga Perkembangan Amura di Sumut Medan-andalas Sebanyak 400 karateka Amura mengikuti Gashuku dan Ujian Kyu yang digelar Pengurus Provinsi (Pengprov) Amura Karatedo IndonesiaSumut, di aula Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Disdiksu), Jalan Cik Ditiro Medan, Minggu (19/12). karatekanya. Menurutnya, bergabungnya anak-anak remaja di olahraga karate merupakan kesempatan yang sangat berharga dan hendaknya dimanfaatkan betul-betul. “Di karate ini kita tidaknya hanya olahraga tapi juga olah jiwa, karena di dalam diri yang sehat ada jiwa yang kuat. Dengan latihan karate timbul kepercayaan diri,” katanya. Selain itu, dia minta karateka Amura yang berlatih di dojo untuk memanfaatkan gashuku dan ujian kyu sehingga terjdi peningkatan kemampuan dan prestasi. Saat ini, lanjutnya sudah terbuka kesempatan bagi junior atau generasi muda untuk berprestasi, karena PP Amura selalu

Gashuku dan Ujian Kyu dihadiri Ketua Dewan Guru PP Amura, Sensei Abdul Latif (Dan VII Internasional) dan Ketua Bidang Organisasi PP Amura, Syahril Hosen, Ketua Harian Pengprov Amura Sumut Drs Syaiful Syafri MM yang juga Kadis Pendidikan Sumut. Juga hadir Sekretaris Amura Fahrur Rozi, Bendahara Ahmas Sofyan, Ketua Bidang Organisasi, Drs Chandra Silalahi, MSi, bidang pembinaan Ir Syaiful Harry serta pengurus dan para majelis sabuk hitam. Ketua Dewan Guru PP Amura, Sensei Abdul Latif mengaku bangga dengan perkembangan Amura Sumatera Utara yang kini cukup banyak

andalas/istimewa

SABUK KEHORMATAN - Ketua Dewan Guru PP Amura, Sensei Abdul Latif (Dan VII Internasional) didampingi Ketua Harian Pengpov Amura Sumut, Drs Syaiful Syafri MM menyematkan sabuk kehormatan kepada Latifah Hanum SE sebagai Ketua Bidang Dana Amura Sumut di halaman Kantor Disdiksu, Jalan T Cik Ditiro Medan, Minggu (19/12). menggelar kejuaraan nasional (Kejurnas). “Baru-baru ini digelar Kejurnas Amura I dan Pengprov Amura Sumut telah menunjukkan prestasi dengan meraih 3 medali emas, 5 perak dan 1 perunggu. Artinya Amura Sumut sudah diperhitungkan di tingkat nasional,” katanya. Dia juga minta kepada

Pengprov Amura Sumut untuk menyiapkan atlet-atletnya untuk mengikuti Kejuaraan Piala Mendagri Juni 2011. “Saya berharap dilakukan persiapan dan TC bagi atlet Amura Sumut untuk mengikuti Piala Mendagri Juni 2011,” pintanya. Ketua Harian Pengprov Amura Sumut, Drs Syaiful

andalas / selamat riadi kasidi

Kejuaraan Marathon HUT ke-65 BRIMOB

Hermanto Tua Sinaga Tampil Sebagai Juara Tebing Tinggi-andalas_ Dalam rangka memperingati HUT ke-65 Brimob, Satuan Detasemen B Brimobdasu Kota Tebing Tinggi menggelar kejuaraan marathon 10 KM yang diikuti pata pelari kategori umum, pelajar SLTP dan SLTA, Minggu (19/12) yang dibuka Pj Walikota Tebingtinggi, Eddy Syofian Purba MAP. Kejuaraan Marathon yang turut dihadiri Kaden Brimobdasu B Tebing Tinggi, AKBP Arief Budiman, Ketua KONI Tebing Tinggi HM Daniel SE, Kadis Porabudpar Kota Tebingtinggi, H Azhar Effendi Lubis, Kadis Pendidikan H Pardamean Siregar dan Sekwan, Ismail Budiman. Tampil sebagai juara pertama kategori umum Marathon 10 KM yakni Hermanto Tua Sinaga, warga Desa Penggalangan Kabupaten Sergai dengan waktu 38, 9 menit. Ketua Penyelenggara, AKBP Arief Budiman dalam sambutannya mengatakan, bahwa kegiatan marathon merupakan rangkaian HUT ke-65 Brimob sekaligus sebagai upaya peningkatan olah

raga khususnya atletik di Kota Tebing Tinggi. “ Kegiatan ini diikuti sekira 1.000 peserta dari kalangan umum, anggota Polri Satuan Brimob dan Polres Tebingtinggi serta pelajar tingkat SLTP dan SLTA,��� jelasnya. Pj Walikota Tebing Tinggi, H Eddy Sofyan mengatakan, bahwa kegiatan lari marathon setidaknya dilakukan sekali dalam tiga bulan guna membangkitkan kembali kejayaan dunia olahraga di Tebingtinggi. Apalagi pada saat Porprovsu November lalu prestasi Kota Tebingtinggi meningkat di urutan 7 dari 33 labupaten dan kota. Prestasi tersebut menurutnya mulai terlihat kemajuan, apalagi diharapkan akan melahirkan atlet yang berprestasi bidang olahraga. Selama ini Kota Tebingtinggi dikenal gudang atlet seperti almarhum Asber Nasution asal Tebingtinggi yang mampu membawa nama bangsa besar dengan juara Olympiade angkat berat, pemain sepakbola seperti Taufik Lubis maupun Ansyari Lubis. (MET)

Syafri didampingi Ketua Panitia, Kapten Kav Anton Wahyugo menjelaskan, gashuku dan ujian kyu diikuti sebanyak 400 peserta yang terdiri dari sejumlah dojo di Medan, di antaranya Dojo Yayasan Madrasah Islamiyah Jalan Suluh, dojo Deli Serdang seperti dari Dojo Polsek Lubuk Pakam, Dojo Open Stage, Dojo SMP Negeri 3, Dojo Yapmi dan Dojo Trisakti. Sabuk Kehormatan Sementara itu, usai pembukaan Gashuku dan Ujian Kyu, Ketua Dewan Guru PP Amura, Sensei Abdul Latif didampingi Ketua Harian Pengprov Amura, Drs Syaiful Syafri MM menyematkan sabuk kehormatan kepada tiga orang yakni, Kepala Dinas Kesejahteraan dan Sosial Sumut, Drs Robertson sebagai Wakil Ketua Harian Amura Sumut, Latifah Hanum SE sebagai Ketua Bidang Dana Amura Sumut, dan Ir Faisal sebagai Wakil Ketua Bidang Dana. Selain itu juga diserahkan sertifikat kepada Danyonkav 6/ Serbu Asam Kumbang Medan, Letkol Kav Rayen Obersyl, dan Wadan, Mayor Kav Hary Mulianto. (HAM)

Pengcab PSSI Deli Serdang Dikukuhkan

HASIL PEROLEHAN MEDALI KESELURUHAN

JUARA MARATHON - Hermanto Tua Sinaga, berhasil meraih juara pertama saat memasuki garis finish langsung disambut Ketua Umum KONI Kota Tebing Tinggi HM Daniel Sultan dan Ketua Penyelenggara AKBP Arief Budiman.

ujarnya. Sebenarnya, agenda muscab/ muscablub sudah disosialisasikan sejak awal tahun 2010. Namun, dikarenakan adanya Pilkada dan lainnya, agenda tersebut tak bisa terlaksana dengan maksimal. Baru beberapa kabupaten/kota yang melaksanakan muscab/ muscablub. "Makanya, kita terus minta kabupaten/kota menggelar muscab/muscablub. Dan, saya optimis agenda tersebut bisa terealisasi," katanya. (YON)

1 Medan Kota 53 2 Medan Amplas 27 3 M. Perjuangan 23 4 Medan Helvetia 21 5 Medan Johor 19 6 Medan Denai 19 7 Medan Sunggal 18 8 Medan Timur 18 9 Medan Maimoon 17 10 Medan Tuntungan 14 11 Medan Belawan 13 12 Medan Tembung 12 13 Medan Area 12 14 Medan Barat 11 15 Medan Selayang 11 16 Medan Deli 10 17 Medan Marelan 9 18 Medan Labuhan 8 19 Medan Polonia 6 20 Medan Baru 5 21 Medan Petisah 3

34 17 23 31 18 9 27 13 13 12 10 18 13 21 17 11 10 2 12 5 11

38 20 18 29 21 21 46 19 7 5 10 23 12 15 22 20 11 10 7 7 6

Juara Umum:Camat Medan Kota Irfan Siregar menerima piala Juara Umum Porkot II 2010 pada acara penutupan, Sabtu (18/12) di Stadion Teladan Medan.

Medan Kota Boyong Piala Wali Kota Sampai Jumpa Porkot III Juli 2011 Medan-andalas Kontingen Kecamatan Medan Kota memboyong Piala Wali Kota Medan setelah berhasil keluar sebagai juara umum dalam Pekan Olahraga Kota Medan II 2010 yang secara resmi berakhir, Sabtu (18/12) di Stadion Teladan Medan. Kecamatan Medan Kota meraih 53 emas,34 perak dan 38 perunggu. Pada Porkot sebelumnya juara umum diraih Kecamatan Medan Helvetia Kontingen Kecamatan Medan Kota berkekuatan 200 lebih atlet itu, telah menguasai hampir seluruhan menguasai cabang olahraga dari 32 cabang yang dipertandingkan. Dalam hal ini kontingen Kecamatan Medan Kota yang tampil di Porkot 2010

ini sangat melejit dalam prestasi atlet, yang pada Porkot 2009 lalu Kecamatan Medan Kota hanya menempati urutan 17 dari 21 kecamatan yang ada di Kota Medan. Sementara itu, juara umum Porkot 2009 lalu Kecamatan Helvetia yang memperoleh 32 emas, 21 perak dan 37 perunggu itu, menduduki posisi ke-4 di Porkot 2010 ini dengan raihan medali 19 emas, 29 perak dan 26 perunggu. Dari hasil tersebut, pembinaan yang dilakukan selama satu tahun yang dilakukan Camat Medan Kota dan Koordinator KONI Kecamatan telah menuai hasil yang baik, karena mampu untuk merebut juara umum di Porkot 2010 ini. Porkot II secara resmi ditutup Wali Kota Medan Rahudman Harahap.Pada acara penutupan turut dihadiri Ketua Umum KONI

Sumut Gus Irawan, Kapolresta Medan Tagam Sinaga, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Endro Kiswanto, serta para kepala SKPD Pemko Medan dan undangan lainnya. Acara penutupan berlangsung meriah dengan kehadiran dua artis dangdut senior Hamdan ATT dan Jhonny S Iskandar.Selain dihibur dua artis ibukota, para penonton juga dimanjakan dengan banyaknya hadiah lucky draw seperti satu unit sepeda motor dan hadiah menarik lainnya. Dalam sambutannya Wali Kota Medan mengatakan selalu komit untuk mendukung program KONI Medan yakni menjadikan Medan sebagai Kota atlet.Untuk itu dia menginstruksikan kepada seluruh Camat agar menjalin kerjkasama dengan Koordinator KONI Kecamatan.

Porkot III Juli 2011 Sementara itu, Ketua Umum KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis mengatakan bahwa seluruh atlet yang bertanding di Porkot adalah asli warga Kota Medan. Pihaknya akan tetap membuat peraturan yang ketat terutama mengenai identitas atlet. Menurut Opunk, Porkot tahun 2011 direncanakan akan dilaksanakan bersamaan dengan hari jadi Kota Medan yakni pada Bulan Juli 2011 mendatang. Untuk itu, Porkot 2011 akan berbeda dari dua Porkot sebelumnya. Sebelumnya Ketua Panitia Porkot II 2010 Drs Eddy H Sibarani dalam laporannya mengatakan, bahwa pelaksanaan even olahraga Kota Medan tersebut berlangsung dengan lancar dan aman. Sebanyak 2700 atlet dari 32 cabang olahraga berlaga dengan sportivitas yang tinggi. (YON)

Lubuk Pakam - andalas Pengprov PSSI Sumut mengukuhkan kepengurusan personalia Pengcab PSSI Deli Serdang, yang dilangsungkan di Aula Cadika Lubuk Pakam, Minggu (19/12) yang dihadiri pengurus Pengda PSSI Sumut dan sejumlah undangan lainnya. Pengukuhan ditandai dengan penyerahan Pataka Pengcab PSSI oleh Wakil Ketua Pengda PSSI Sumut Dr.H.M.Nur Rasyid kepada ketua umum Pengcab Deli serdang diwakili Ketua Harian Benhur Silitonga, SE, MM. Dr.H.M Nur rasyid dalam sambutannya mengajak seluruh personalia Pengcab Deli Serdang, agar bekerja sama dan sama-sama bekerja dalam membesarkan dunia persebakbolaan khususnya di Deli Serdang dan di Sumut umumnya. "Deli Serdang merupakan salah satu daerah lumbungnya bibit-bibit atlet sepakbola di Sumut yang dapat bersaing di tingkat nasional," ucapnya. Sementara itu, Ketua Umum Pengcab PSSI Deli Serdang, Mikael TP Purba, SH diwakili Ketua Harian Benhur Silitonga,SE.MM mengajak kerjasama antara pemain, pengurus wasit dan pelatih untuk mencurahkan segala pemikiran dan kemanpuannya untuk kemajuan sepakbola di Deli Serdang. "Dengan terjalinnya kebersamaan serta peran yang aktif dari ketiga elemen ini sepakbola di Deli Serdang akan kembali bangkit. Pengcab optimis insan sepakbola di Deli Serdang akan jadi tuan rumah di kompetisi nasional, artinya pemain, pelatih dan wasit sepakbola asal Deli Serdang mampu bersaing di kancah sepakbola nasiona," .tegasnya. (TH)

andalas/th

Ketua Harian Pengcab PSSI Deli Serdang, Drs Benhur Silitongga menerima pataka PSSI dari Wakil Ketua Pengprov PSSI Sumut Dr H M Nur Rasyid.


KOMUNITAS

Senin 20 Desember 2010

harian andalas | Hal.

10

Kol Inf EDy Tri Waluyo Danrindam I/BB yang Baru

Pangdam: Tingkatkan Kualitas Kendali Operasi

andalas/ist

DILANTIK - Pengurus Forum Komunikasi Paranormal dan Penyembuhan Alternatif Indonesia (FKPPAI) Sumut saat dilantik oleh Ketua Umum DPP HM Azis Hidayatullah SE di Gedung Taman Budaya Sumatera Utara (TBSU), Jalan Perintis Kemerdekaan, Minggu (19/12).

Pematang Siantar - andalas Pangdam I/BB, Mayjen TNI Leo Siegers S.IP memimpin upacara serah terima jabatan (Sertijab) Danrindam I/BB dari Kol Inf Binarko Sugihantyo kepada Kol Inf Edy Tri Waluyo di lapangan upacara Rindam I/BB Pematang Siantar, Jum’at (17/12). Hadir pada upacara tersebut, Danrem 022/PT, Danrem 023/KS, Para Asisten Kasdam I/BB, para PA Ahli Pangdam I/BB, Para Kabalakdam I/ BB, Danbrigif 7/RR, para Dandim wilayah Korem 022/PT, para Dandim wilayah Korem 023/KS, para Danyon BS wilayah Medan, unsur Muspida Kabupaten Simalungun dan kota Pematang Siantar, para tokoh Agama, adat, pemuda, dan undangan lainnya. Pangdam I/BB, Mayjen TNI Leo Siegers S.IP dalam sambutannya mengatakan, Rindam I/ BB memiliki peranan dalam membentuk watak dan kepribadian prajurit TNI-AD, yang memiliki profesionalisme tinggi dan berbasis pada jatidiri sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional, yang memiliki keunggulan moral dan moril pantang menyerah serta senantiasa bersatu dengan rakyat. Untuk itu, kepada Danrindam I/BB yang baru, Kol Inf Edy Tri Waluyo untuk tetap bekerja keras dalam menyelenggarakan pendidikan, dan pengkajian berlanjut guna lebih meningkatkan mutu hasil didik sesuai tuntutan perubahan zaman. Lebih lanjut Pangdam mengharapkan, agar Rindam I/BB harus selalu mengkaji, meningkatkan dan menyempurnakan kualitas perangkat kendali operasi pendidikan, serta terus

Sedihma Silalahi Pimpin Forum Paranormal Sumut

memantapkan sistem bimbingan dan pengasuhan. "Jadikan Rindam I/BB sebagai satuan yang mampu menjadi lembaga yang sehat dan produktif dalam mencetak prajurit berkualitas, berorientasi kedepan, profesional, disiplin serta memiliki moral tinggi. Kepada pejabat baru, tentunya dengan pengalaman tugas sebelumnya akan mampu memimpin Rindam ini ke depan," tegasnya. Sebagaimana diketahui sebut panglima, jabatan baru yang diterima merupakan kehormatan dan kepercayaan yang harus diterima dengan rasa syukur. Karena jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggung jawabkan, tidak saja kepada manusia, tapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa. "Laksanakan tugas ini dengan prestasi dan lotyalitas yang tinggi, tanamkan tekad selalu memberikan yang terbaik bagi organisasi". Diyakini, lanjut Panglima, dengan berbekal pengalaman tugas sebelumnya pejabat baru mampu memimpin Rindam I/BB dapat meningkatkan berbagai keberhasilan yang telah dicapai. Sedang kepada pejabat lama yang akan mendapat tugas baru sebagai staf ahli di Kodam II/ Sriwijaya, diucapkan terima kasihnya atas pengabdian selama l tahun tiga bulan di Rindam I/ BB Pematang Siantar. Acara diawali memeriksa

andalas/istimewa

TANDA JABATAN - Pangdam I/BB, Mayjen TNI Leo Siegers memasang tanda jabatan Danrindam I/BB yang baru Kolonel Inf Edy Tri Waluyo pada upacara serah terima jabatan di lapangan Rindam I/BB Pematang Siantar, Jum’at (17/12). barisan dilakukan Pangdam I/ BB selaku Irup dan didampingi Dan Upacara Letkol Inf FP Tarigan (Dan Secata B), dilanjutkan dengan pemasangan tanda pangkat, tanda jabatan dan penyerahan tongkat komando,disaksikan undangan terdiri dari Muspida plus Siantar Simalungun, para Kodim se Kodam I/BB, Danrem 022/ PT,Dan POM I/BB,Dandenpom I/l Pematangsiantar, pimpinan instansi, Ketua Persit KCK daerah I/BB dan lainnya. Usai acara pokok dilanjutkan dengan acara pisah sambut pejabat lama dan baru di tempat

yang sama diisi dengan hiburan dan penyerahan cendra mata dan serah terima jabatan ketua

persit cabang Rindam I/BB yang dipimpin oleh Ny Yuni Leo Siegers. (REL/HER)

Riwayat Singkat Danrindam I/BB Nama Pangkat Agama Tempat/Tgl Lahir Lulusan Riwayat Jabatan

: : : : : :

Edy Tri Waluyo Kolonel Inf - NRP: 29975 Islam Tegal, l Januari 1961 AKABRI 1984 Danyon 725 WRG, Dandim 1005/MRB Rem 101/ANT Wasrendam VI/TPR Kasrem 102/PJG dan M VI/TPR Dosen Gol-IV Seskoad Asrendam I/BB Danrindam I/BB

Medan-andalas Ketua Umum Forum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Forum Komunikasi Paranormal dan Penyembuhan Alternatif Indonesia (FKPPAI), HM Azis Hidayatullah SE melantik Sedihma Br Silalahi sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) FKPPAI Sumatera Utara, di Gedung Taman Budaya Sumatera Utara (TBSU), Jalan Perintis Kemerdekaan, Minggu (19/12). Juga turut dilantik Ketua DPC FKPPAI Kota Medan M Ilyas Nasution alias Mang Ujung gelar Kibayu Sejati, Ketua DPC Serdang Bedagai Drs Ishak M MPd gelar Buya Paku Banten. Ketua Umum DPP FKPPAI, HM Azis Hidayatullah mengingatkan pengurus FKPPAI yang dilantik agar menjaga nama baik citra paranormal dan pengobatan alternatif. Ini sehubungan dengan bergesernya sebutan dukun yang selama ini berimej negatif menjadi paranormal. “Pengurus FKPPAI harus bekerja keras memulihkan imej miring dukun di tengah-tengah masyarakat. Kalau ada dukun berperilaku negatif, jangan digeneralisasi. Karena, prilaku negatif seorang dukun atau paranormal dilakukan oleh oknum. Sedangkan keberadan paranormal adalah untuk membantu atau menolong umat. Ini tugas FKPPAI untuk membangun imej paranormal yang bercitra positif,” kata Azis. Ketua panitia pelantikan melalui sekretaris pantia, Jhoni Anthoni Harahap mengharapkan, usai pelantikan pengurus, FKPPAI membangun sinergi di antara paranormal atau dukun di Sumut,guna membantu tugas kemanusian dan kesejahteraan masyarakat bangsa dan negara. Dia menilai, dengan kemajuan teknologi di era globalisasi ini, maka tantangan dunia metafisika dan parapsikologi serta penyembuhan alternatif ke depan sangat besar. Diharapkan, lewat FKPPAI ini paranormal akan mampu mencari sumber-sumber kemampuan baru yang bersinggungan dengan metafisika dengan kondisi kekinian. “Kehadiran forum ini akan bermanfaat dalam dunia metafisika, guna kesejahteraan masyarakat luas,” ucapnya. (HAM)

Waspadai Skenario Pelabelan Negatif terhadap Islam HIZBUT Tahrir Indonesia (HTI) Sumatera Utara mengajak seluruh umat mewaspadai skenario besar pihak-pihak tertentu untuk melegitimasi stigmasasi Islam. Indikasi pencitraan dan pelabelan negatif itu semakin jelas dan kentara. "Jika yang melakukan kerusuhan itu umat Islam, aparat langsung menuding sebagai kelompok teroris, sementara jika pelakunya umat lain aparat hanya mengatakan itu tindakan kriminal murni,” ucap Abu Soki, salah satu unsur pengurus HTI Sumut, Sabtu (18/12) di Medan. Dia menyampaikan itu ketika beraudiensi kepada pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut, yang diterima langsung

Ketua MUI Sumut Prof Dr Abdullah Syah MA didampingi Sekretaris Hasan Basri dan H Maratua Simanjuntak. Abu Soki mencontohkan kasus perampokan Bank CIMB Niaga. Aparat kepolisian khususnya Densus 88 mengklaim tindakan itu dilakukan kelompok teroris yang dikaitkan dengan gerakangerakan Islam. Sikap aparat yang langsung mengaitkan hal itu dengan gerakan Islam telah menciptakan pencitraan bahwa Islam identik dengan kekerasan. Padahal klaim dan pernyataan-pernyataan tersebut tidak boleh dilakukan aparat hukum sebelum ada kepastian dari sebuah proses hukum di pengadilan. Aparat kepolisian seharusnya mencontoh apa yang dilakukan Kapolda Sumatera Utara Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi

Oegroseno yang menyebutkan bahwa pelaku perampokan bank tersebut adalah kelompok bersenjata. “Pelaku itu terkait atau tidak dengan kelompok tertentu, baru dipastikan setelah melalui proses persidangan. Bukan justru aparat menggiring opini,” ucapnya. Berbeda dengan penanganan kasus di Ambon, ketika umat Islam mendapatkan teror yang luar biasa ternyata penanganannya biasa saja. Begitu juga dengan kasus petani di kawasan Desa Selambo Kecamatan Percut Sei Tuan, para petani dari kelompok minoritas mendapat teror dari kelompok lain. Laporan atau pengaduan tidak segera mendapat respon cepat, sehingga banyak petani dari kelompok minoritas yang kehilangan tempat tinggal bahkan mengalami kekerasan fisik.

Aktivis HTI itu juga mempertanyakan sikap pemerintah Indonesia yang tetap memberikan tempat khusus bagi pemerintah Amerika Serikat. Padahal, negara tersebut adalah biangnya teroris dengan membunuh ribuan umat Islam di sejumlah negara. Upaya legitimasi stigmasasi Islam juga patut dicurigai dari pelaksanaan sebuah hajatan besar yang digagas MUI Pusat dengan Forum Komunikasi Praktisi Media Nasional (FKPMN). Acara yang dikemas dalam sebuah Halaqoh Nasional Penanggulangan Terorisme itu digelar di enam kota besar di Indonesia, termasuk di Medan yang akan digelar pada tanggal 30 Desember mendatang. Dari pengamatan, katanya, setiap agenda pelaksanaan halaqah nasional itu selalu

andalas/ist

DIALOG - Pengurus HTI Sumut dan MUI Sumut terlibat dialog serius membahas isu terorisme di Tanah Air. dihadiri para petinggi Polri, BIN, dan pejabat BNPT. “Sekalipun acara tersebut terungkap penggagasnya adalah MUI bersama FKPMN, tapi sulit rasanya kalau tidak dikaitkan bahwa ini sebenarnya adalah proyek BNPT,” papar Abu Soki. Fakta lapangan, tambahnya,

yang dihadirkan dalam acara itu adalah orang-orang yang merepresentasikan kepentingan BNPT, dari pejabat Polri, BIN, dan BNPT. Bagitu juga dari beberapa orang yang selama ini dikenal luas memiliki pandangan yang minor terhadap upaya penerapan syariat Islam. (GUS)

BE RI T A DU K ACI T A

YAYASAN BALAI SOSIAL HENRY WIJAYA JL. BAKARAN BATU NO.1 MEDAN TLP.(061) 7367339 - 7369359 Blok

Nama

Umur (Thn)

Alamat

Meninggal (Tgl/Jam)

Berangkat (Tgl/Jam)

Keterangan / Tempat

TAI WEI WEI

35

Komp. Rajawali No. 16 B Medan Sunggal

18-12-10 21.30 WIB

21-12-10 13.00 WIB

Diperabukan

2

SIM GEK HIANG

80

Jl. Dempo Gg. Mawar No. 2 Pankalan Brandan

18-12-10 22.35 WIB

21-12-10 11.00 WIB

Dikebumikan

3

MOI KIM FAT

71

Jl. B.Zein Hamid Komp. Damai Mas No. 20 Medan

19-12-10 03.15 WIB

22-15-10 22.00 WIB

Diperabukan

VIP-C

BE RI T A DU K ACI T A

BALAI PERSEMAYAMAN ANGSAPURA JL. WAJA NO. 2-4 MEDAN TELP. 7345503, 7361328, 7360873 B lok

N ama

VIP-A

CONH WEI LIONG

VIP-B

NG TIO LIAN HUA / LINA

VIP-C

U mur (Thn)

Alamat

Meninggal (Tgl/Jam)

B erangkat (Tgl/Jam) K eterangan / Tempat

89

Jl. B ogor No. 110 / 34 Medan

18-12-10 20.00 WIB

21-12-00 08.00 WIB

D i kebumi kan

71

V i lla Glugur Mas No.2 Medan

15-12-10 21.05 WIB

20-12-10 10.00 WIB

D i perabukan

KOK MIN SIN

79

Jl. Gatot S ubroto No. 114 Medanm

18-12-10 01.20 WIB

21-12-10 12.00 WIB

D i perabukan

1

LIONG PAU YEN

64

Jl. B .K atamso Gg.Fami ly K omplek No.40 Medan

16-12-10 22.40 WIB

20-12-10 10.00 WIB

D i perabukan

2

TJONG TAK SANG

74

Jl. K L Yos S udarso LR.X No.18B Medan

17-12-10 06.20 WIB

20-12-10 10.00 WIB

D i perabukan

3

ONG CIN GIAP / ZAINAL

74

Jl. Jambi No. 23 B Medan

13-12-10 22.30 WIB

20-12-10 13.00 WIB

D i perabukan

4

TEN PENG LIONG

84

Jl. S utri sno No. 6 Medan

18-12-10 12.50 WIB

21-12-10 14.00 WIB

D i kebumi kan

5

TIO SUN MOI

89

Jl. B i njai K m. 13.5 No. 26 A Medan B i njai

15-12-10 00.30 WIB

20-12-10 13.00 WIB

D i kebumi kan

6

KHUANG HUI CHING

56

Jl. B i lal Gg.C empaka No.7 P ulau B rayan Medan

16-12-10 12.45 WIB

20-12-10 11.00 WIB

D i perabukan

7

TJIU GUAN LAI

55

Jl.D R.C i pto Gg.S udi aman No.7C Medan

16-12-10 05.15 WIB

20-12-10 10.00 WIB

D i kebumi kan

8

TIO MEI ING

75

Jl. S abaruddi n No. 14 Medan

18-12-10 03.00 WIB

21-12-10 13.00 WIB

D i perabukan

9

LIM CUAN KIET

72

Jl. S elat No. 18 A A Medan

17-12-10 16.30 WIB

20-12-10 13.00 WIB

D i kebumi kan

黃府張蓮花

福建南安

廣東 廣東

廣東台山 廣東潮


Senin

LIPUTAN KHUSUS

20 Desember 2010

harian andalas | Hal.

11

Demi PAD, Rumah Kos dan Warkop pun Dipajak “Memang pemerintah kita ini gak punya nurani, masak warkop pun mau dikenai pajak! Pemerintah itu maunya mikir, gimana biar rakyat kecil macam kami ini gak makin susah. Dibantu kek, gimana caranya biar usaha seperti kami ini bisa cepat maju, lha sekarang malah mau dikenai pajak pulak!” egitu gerutu Tengku Nasir diamini istrinya Solehah, pemilik warkop di kawasan Jalan Iskandar Muda, Medan yang ditanya andalas komentarnya soal rencana Pemko Medan memungut pajak dari para pemilik warkop pinggir jalan, Sabtu (18/12) malam . "Ini bukan masalah kami mau atau tidak mau membayar pajak. Persoalannya apa iya, pedagang warkop macam kami ini memang pantas dikenai pajak. Apa gak ada lagi yang lebih pantas yang bisa dikenai pajak," omel Daud yang terus sibuk melayani pelanggannya. Di tempat lain, Nurhayati Siregar, pemilik usaha rumah kos di kawasan Jalan SM Raja Medan, langsung uring-uringan begitu mendengar Pemko Medan akan memungut pajak dari rumah kos. Ibu rumah tangga yang menampung sekitar duapuluhan mahasiswa dari berbagai daerah yang kuliah di UISU, ITM, dan UMSU itu mengaku sangat menyayangkan kalau pajak rumah kos itu benar-benar diterapkan. "Lucu kalilah pemerintah kita ini. Rumah kos pun mau dipajak. Apa udah gak ada lagi orangorang kaya di Medan ini, sampe rumah kos macam begini pun

B

andalas/Ika Ramadhani

RUMAH KOS - Salah satu rumah kos yang memiliki kamar mencapai 10 unit di salah satu kawasan di Ring Road Medan.

Mahasiswa Kena Imbas, Pemilik Warkop Terbeban RENCANA Pemko Medan mengenakan pajak terhadap rumah kos membuat penyewa rumah kos terutama kalangan mahasiswa ketarketir. Pasalnya, jika pungutan pajak itu benar-benar diberlakukan, dipastikan pemilik rumah kos juga akan menaikkan tarif sewa kamar kos mereka. Sejumlah mahasiswa yang "ngekos" di salah satu rumah kos kawasan Jalan Bunga Asoka Ring Road Medan sempat diwawancarai andalas mengaku sangat keberatan jika Pemko Medan menjadikan rumah kos sebagai objek pajak. "Kalau rumah kos dikenai pajak, yang pasti kami (mahasiswa) yang kena imbasnya. Sebab pemilik kos tentu akan menaikkan tarif sewa kos menjadi lebih mahal. Sedangkan sekarang saja pun pemilik kos selalu menaikkan tarif sewa rumahnya setiap tahun," tutur Andra (24) mahasiswa UISU yang duduk di semester akhir. Andra yang saat itu lagi bersantai bersama rekan-rekannya yang juga mahasiswa itu mengatakan umumnya mereka datang dari berbagai daerah di Sumut, bahkan ada juga dari Aceh untuk menuntut ilmu di beberapa perguruan tinggi di Kota Medan Menurutnya, tidak semua mahasiswa yang tinggal di rumah kos mereka dari kalangan keluarga yang berada. Justru mayoritas dari kalangan kurang mampu. “Pastinya kami kecewa, karena jelas nanti akan berdampak kepada kami. Sedang sekarang aja pun beban hidup kami di sini sudah berat, apalagi kalau nanti ibu pemilik kos menaikkan uang sewa kamar kos gara-gara Pemko Medan memberlakukan pungutan pajak terhadap rumah kos,” cetus Andra diamini rekan-rekannya. Sama halnya dengan Abdi (18), mahasiswa semester awal di Fakultas Ekonomi UMSU itu juga menyayangkan jika Pemko Medan sampai memberlakukan pajak rumah kos. “Gimana ya? Pasti berat juga lah kalau ibu kos sampai menaikkan tarif sewa kos. Mungkin aku nanya orang tua dulu lah, kalau setuju bertahan, tapi kalau tidak ya terpaksa pindahlah cari tempat kos lain yang lebih murah,” ujarnya. Ia mengaku harus membayar tarif sewa kamar kosnya per bulan Rp500.0 00 lengkap dengan tempat tidur, meja belajar, lemari pakaian, dan kipas angin. Tarif sewa kamar kos sebesar itu menurutnya cukup memberatkan, namun terpaksa ia sewa karena mencari tempat kos lain yang fasilitasnya lumayan lengkap dengan harga murah di Kota Medan, sangat sulit diperoleh. “Jika ibu kos menaikkan lagi sewa kamar kos tahun depan, jelas terasa beratlah kak sama kami,” ungkap Abdi. Salah seorang pemilik rumah kos mahasiswa di kawasan Jalan Setia Budi, Medan, Evi Merylin, mengaku sangat keberatan jika Pemko Medan memberlakukan pajak rumah kos. Sebab selama ini dirinya sudah cukup terbebani dengan pungutan Pajak Bumi dan Bangunan dan pajak-pajak

lainnya. “Ya tentu saja saya keberatan. Lagian pemerintah harusnya mikir bahwa usaha yang saya jalankan ini kan bukan semata-mata bisnis, tapi juga lebih banyak unsur sosialnya, yakni membantu mahasiswa terutama dari luar daerah kuliah di Medan,” ujarnya. Pemilik rumah kos yang memiliki sebanyak 10 kamar kos itu mengaku kasihan dan tidak tega untuk menaikkan tarif sewa kamar kos mengingat mayoritas mahasiswa yang 'nge-kos' di tempatnya berasal dari keluarga yang hidup pas-pasan di kampung. "Kalau bisa janganlah pemerintah memungut pajak rumah kos. Sebab kasihan nanti terhadap anak-anak kos yang akan terkena dampaknya. Sebab kalau sampai dipungut pajak, ya mau gak mau kami juga terpaksa menaikkan sewa kamar kos," tuturnya. Ia menilai, pungutan pajak rumah kos akan sangat membebani masyarakat kecil terutama para orang tua yang anaknya menjadi mahasiswa dan tinggal di rumah kos-kosan. "Mungkin lain ceritanya kalau yang nge-kos itu karyawan atau yang sudah bekerja sehingga punya penghasilan sendiri. Pemilik Warkop Bingung Sementara itu pemilik warung kopi dan TST de’Doga di Jalan Halat Robi (55), mengaku bingung dan heran dengan rencana Pemko Medan ingin memungut pajak warkop. Kendati katanya yang akan dikenakan pajak itu hanya warkop yang berpenghasilan lebih dari Rp5 juta per bulan, menurutnya kebijakan itu tidak pantas dan akan sangat membebani para pemilik warkop. Padahal menurut Robi, usaha warkop seperti yang mereka tekuni telah membantu program pemerintah terutama dalam mengurangi pengangguran. Justru Pemko Medan harusnya mendukung dan membantu usahausaha warkop tersebut semakin maju dan berkembang. Bukan malah hanya memungut pajak saja. Diakui Robi, usaha warkop yang ditekuninya cukup lumayan membantu kehidupan perekonomian keluarganya. Dari usaha itu pula beberapa warkop bisa mempekerjakan beberapa orang. Dia juga membayar retribusi sampah setiap harinya di samping secara rutin setiap tahunnya membayar Pajak Bumi dan Bangunan, pungutan lainnya. Robi meminta Pemko dan DPRD Medan mempertimbangkan secara matang terhadap pungutan pajak warkop ini karena akan berdampak kepada pengusaha seperti mereka. Bila pajak itu benar-benar diterapkan, mau tidak mau pemilik warkop juga akan menaikkan harga minuman dan makanan yang dijual di warungnya. Dampaknya bukan tidak mungkin akan mengurangi omzet penjualan karena jumlah konsumen yang membeli menurun. Dampak terparahnya, akan banyak warkop yang tutup karena bangkrut. (IKA RAMADHANI/RIZALDI JUSMI)

mau dimintai pajak," cetus wanita berkerudung yang mengaku memiliki 12 kamar kos menyatu dengan rumah tinggalnya itu. Pemko Medan memang berencana memungut pajak dari para pemilik usaha warkop pinggir jalan dan rumah kos yang jumlahnya diperkirakan mencapai ribuan unit di Kota Medan. Maka itu bagi Anda pemilik usaha rumah kos maupun warung makanan dan minuman (warkop atau warung kopi,red) kaki lima atau pinggir jalan, bersiap-siaplah mengeluarkan uang lebih untuk membayar pajak dari usaha Anda tersebut. Untuk merealisasikan pungutan pajak itu, Pemko Medan sudah mengajukan draf rancangan peraturan daerah (ranperda)-nya ke DPRD Medan agar dibahas dan disahkan menjadi perda. Saat ini draf Ranperda tentang Pajak Daerah yang di antara isinya mengatur tentang pungutan pajak rumah kos dan warkop itu sedang dibahas pihak dewan bersama pihak pemko. Menurut pihak pemko, pengajuan pungutan atas rumah kos dan warkop tersebut merupakan aturan turunan dari Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah yang

menggantikan UU Nomor 18 Tahun 1997 jo UU Nomor 34 Tahun 2000. Dalam UU tersebut terdapat ayat pungutan pajak hotel. Yang dimaksud dengan hotel adalah fasilitas penyedia jasa penginapan/peristirahatan termasuk jasa terkait lainnya yang dipungut bayaran. Hotel mencakup juga motel, losmen, gubuk pariwisata, wisma pariwisata, pesanggrahan, rumah penginapan, dan sejenisnya, termasuk rumah kos. Atas dasar itulah Pemko Medan akan mengenakan pajak hotel bagi rumah kos sebesar 10 persen dari harga sewa. Hanya saja, pajak ini tak dikenakan kepada semua rumah kos, kecuali yang hanya memiliki kamar lebih dari 10 unit dalam satu persil (lokasi). Sementara itu untuk warkop juga akan dikenakan pajak 10 persen. Ini mengacu dari surat edaran Nomor 973.SE/ 706.3 yang merujuk pada Perda Kota Medan Nomor 12 tahun 2003 tentang Pajak Daerah. Dalam perda itu dinyatakan, restoran, rumah makan, kafetaria, bar, kantin, warung makanan dan minuman dikenai pajak daerah. Begitu juga kedai kopi, kedai nasi, kedai mie, steak house, coffee shop, ice cream palace, sate house, fast food, catering, dan sejenisnya merupakan objek pajak restoran dengan tarif 10 persen dari omzet penjualan. Awalnya, pihak pemko berencana mengutip pajak kepada pemilik warkop yang sudah berpenghasilan Rp600.000 per

bulan ke atas, kemudian dinaikkan hanya bagi warkop yang beromzet di atas Rp1,1 juta per bulan. Namun rencana itu diurungkan. Dengan alasan sudah melakukan kajian, Pemko Medan hanya akan mengenakan pajak kepada warkop yang beromzet di atas Rp5 juta per bulan. Menurut pihak pemko, potensi rumah kos dan warkop pinggir jalan untuk menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan sangat besar. Selama ini potensi-potensi tersebut terabaikan. Terutama seperti warkop pinggir jalan yang berjualan di atas lahan negara, tak sedikit yang terlihat biasa-biasa saja, tapi omzetnya setiap bulan sangat besar. Namun selama ini tidak memberikan kontribusi apapun kepada Pemko Medan. Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan HM Fitriyus, dampak balik dari penerapan pajak 10 persen kepada pemilik warkop ini, uang dari pungutan pajak itu akan digunakan untuk pemeliharaan sarana dan prasarana masyarakat termasuk pembangunan jalan. Selama ini Perda Pajak Daerah Kota Medan Nomor 12 Tahun 2003 masih mengacu pada UU yang lama itu. Dengan adanya UU terbaru (Nomor 28 Tahun 2009), otomatis perda itu harus direvisi dan disesuaikan dengan UU tersebut. Atas dasar niatan inilah Pemko Medang mengajukan Ranperda Pajak Daerah ke DPRD Medan. (GUSLIADI RITONGA)

Harusnya Dibantu, Bukan Malah Dipajak RANCANGAN Peraturan Daerah (Ranperda) Kota Medan tentang Pajak Daerah yang di antara isinya mengatur tentang pungutan pajak warkop dan rumah kos langsung menuai beragam reaksi tak cuma dari para pemilik warkop dan usaha rumah kos, tapi juga dari berbagai kalangan masyarakat lainnya. Reaksi cukup keras menolak adanya pajak warkop dan rumah kos ini salah satunya datang dari Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK) dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Medan. LAPK misalnya, menilai keinginan Pemko Medan memungut pajak dari usaha warkop dan rumah kos itu sebagai kebijakan ngawur dan tidak masuk akal. "Ranperda yang dibuat Pemko Medan ngawur, seharusnya masyarakat mendapatkan bantuan dari Pemko Medan, bukan malah memberatkan mereka dengan pungutan pajak," cetus Direktur LAPK Farid Wajdi. Farid mengatakan, pelaku ekonomi di Kota Medan termasuk usaha warkop seharusnya mendapatkan kemudahan-kemudahan, seperti penguatan modal, kemudahan mendapatkan perizinan, dan sebagainya, bukan malah menjadikannya sebagai objek pajak. Begitu juga terhadap usaha rumah kos, Pemko Medan sudah salah kaprah bila menyamakannya dengan hotel sehingga menjadikannya sebagai objek pajak. "Yang seharusnya dilakukan pemko adalah menata rumah kos dengan menerapkan

Illustrasi Warkop pinggir jalan aturan, misalnya tidak boleh dicampurkannya wanita dan lakilaki," sarannya. Farid juga mengingatkan agar anggota dewan tidak hanya menjadi ‘tukang stempel’ semata dalam urusan perda. DPRD harus mengkaji perda itu sendiri apakah berdampak luas kepada masyarakat atau tidak. "Pemko harus melihat apakah perda yang akan dikeluarkannya itu memang bermanfaat untuk masyarakat atau tidak. Jangan malah berlindung di balik perda hanya demi mengejar target PAD,” kata Farid yang juga Dekan Fakultas Hukum UMSU. Hal senada dikemukakan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Medan Abubakar Siddik. Menurutnya Pemko Medan jangan cuma

memikirkan bagaimana mendapatan PAD sebanyak-banyaknya tanpa memikirkan dampaknya kepada masyarakat terutama masyarakat kecil. Pemko dan DPRD Medan, katanya, harus benar-benar mengkaji Ranperda Pajak Daerah khususnya pada ayat yang mengatur tentang pajak warkop dan rumah kos. Pria yang selalu berpeci itu mengaku sangat tidak setuju Pemko Medan mengenakan pajak terhadap warkop dan rumah kos. Sebab selain akan sangat memberatkan pemilik warkop dan rumah kos, menurutnya masih banyak yang lebih layak untuk dijadikan sebagai objek pajak. Justru menurutnya usaha-usaha warkop harusnya dibantu

pemerintah agar berkembang. Dibantu dalam hal permodalan, perizinan, maupun penataan. Apalagi selama ini usaha-usaha warkop pinggir jalan ini yang cukup membantu menggerakan sektor riil perekonomian Kota Medan. "Sumbangsih usaha-usaha warkop terhadap perekonomian Kota Medan gak bisa dipandang kecil. Usaha-usaha seperti itu yang seharusnya diprioritaskan dibantu. Bukan malah dipungutin pajak," cetusnya. Selain itu, sambungnya, Pemko Medan jangan cuma memikirkan bagaimana menggali sumber-sumber pajak untuk meningkatkan PAD-nya. Tetapi yang tak kalah penting daripada itu, Pemko Medan harus membenahi mental dan moral aparaturnya. "Selama ini apakah pajak yang dikutip dari masyarakat itu sudah benar-benar masuk ke kas daerah? Jangan-jangan sebagian malah bocor ke kantong-kantong pribadi oknum pejabat maupun petugas," cetusnya. Pemerintah, katanya, harus bisa membangun kembali kepercayaan masyarakat yang sempat luntur terkait masalah pungutan pajak ini. Apalagi sejak munculnya kayus Gayus Tambunan. "Jangan sampai, setelah pemberlakukan Ranperda Pajak Daerah ini nantinya malah berpotensi menimbulkan 'gayus-gayus' di Kota Medan. Apalagi bila di antaranya objek pajak itu adalah warkop dan rumah kos, itu akan sangat rentan terhadap potensi munculnya 'gayus-gayus kecil," pungkasnya. (GUSLIADI RITONGA)

Pajak Warkop dan Rumah Kos Jangan tak RANPERDA Pajak Daerah yang salah satunya isinya mengatur tentang pajak warkop dan rumah kos, dinilai kalangan Anggota DPRD Kota Medan sebagai kebijakan yang tidak manusiawi sehingga harus dikaji lebih mendalam sebelum penerapannya.

M

ayoritas fraksi bahkan telah mengisyarat kan penolakannya terhadap keinginan Pemko Medan untuk memungut pajak warkop pinggir jalan dan rumah kos. Kalangan anggota dewan dari Fraksi PDI Perjuangan misalnya, dengan tegas akan menolak ranperda itu jika tetap memasukkan warkop dan rumah kos sebagai objek yang dipungut pajak. Seperti yang dilontarkan Roma Parulian Simaremare dari fraksi PDI Perjuangan, fraksinya akan tetap menolak jika rumah

kos dan warkop dikenakan pajak. Jika disahkan sebagai perda, maka yang menanggung beban adalah masyarakat kecil terutama buruh dan mahasiswa. Terlebih mahasiswa, umumnya masih ditanggung orang tua. Roma juga mengatakan, rumah kos di atas 10 kamar menjadi objek pajak sebesar 10 persen dari tarif sewa harus dikaji ulang. Ketentuan tersebut harus diperjelas, terutama mengenai kondisi rumah kos yang bisa dijadikan objek pajak daerah. "Yang menjadi pertanyaan, rumah kos-kosan seperti apa yang kena pajak hotel, kan ada yang murah dan mahal? Pemko kita minta supaya membuat pengaturannya dilakukan dengan cermat,” kata Roma. Pernyataan sama disampaikan Hasyim juga dari fraksi PDI Perjuangan. Untuk menjadikan rumah kos sebagai objek pajak, Pemko Medan menurutnya harus membuat klasifikasi yang jelas, tidak hanya berdasarkan jumlah kamarnya saja. “PAD itu memang sangat penting untuk kelangsungan

pembangunan, tetapi pemerintah juga harus bisa mengklasifikasi rumah kos yang bagaimana dibuat menjadi objek pajak. Ada rumah kos yang jumlah kamarnya di bawah 10 kamar, tetapi cukup potensial dijadikan objek pajak karena fasilitasnya cukup mewah dan orang yang tinggal di sana tergolong berpenghasilan lumayan tinggi,” ujarnya. Jhony Nadeak dari Fraksi PDS juga menyampaikan pandangan serupa. Pemko Medan jangan memaksakan kehendak untuk memungut pajak warkop dan rumah kos tanpa terlebih dahulu melakukan pengkajian secara mendalam tentang kelayakannya. Menurutnya, kalau pun pemko ingin menjadikan warkop sebagai objek pajak, bukan terhadap warkop yang beromzet minimal Rp5 juta sebulan, tetapi warkop yang telah beromzet Rp8 juta ke atas yang layak dikenai pajak. Dari Fraksi PKS melalui sekretaris fraksi Juliandi Siregar menegaskan sikap pihaknya menolak warkop pinggir jalan dan

rumah kos dikenai pajak. "Itu sama saja dengan membebani masyarakat kurang mampu," tegasnya seraya meminta agar raperda tersebut dikaji lebih matang. Sementara Bangkit Sitepu mengatakan, Pemko Medan harus meninjau ulang Ranperda Pajak Daerah Kota Medan yang menetapkan rumah kos sebagai objek pajak. Karena hal itu sangat tidak manusiawi dan sama halnya akan membebani masyarakat kurang mampu. Menurut politikus Partai Patriot Pancasila itu, ranperda terkait pajak rumah kos yang diusulkan Pemko Medan itu terkesan dipaksakan dan tanpa kajian yang mendalam. “Saat ini, di kawasan sekitar kampus banyak rumah tempat tinggal bisa dijadikan rumah kos dan jumlah kamarnya juga lebih dari 10 kamar. Jika itu dijadikan opjek pajak, apa dasar Pemko Medan mengutip pajaknya, sebab izinya bukan rumah kos melainkan hanya rumah biasa. Ini yang seharusnya ditertibkan dulu baru ranperda itu dibuat,” ujar Bangkit. (ROBENSON SIDABARIBA)

andala


SUMATERA UTARA

Senin 20 Desember 2010

Permintaan Aset belum Direspon Pemkab

KILAS

PTPN II Berikan Santuan Hari Tua Tanjung Morawa-andalas "Apabila ada di antara kita (pegawai dan staf PTPN II) yang mencoba menerima dan meminta uang kepada para pensiunan yang mengurus SHTnya akan ditindak sesuai hukum yang berlaku,” tegas Dirut PTPN II Bhatara Moeda Nasution, saat memberi pengarahan di hadapan para karyawan pensiunan, pada acara pemberian Santunan Hari Tua (SHT) kepada 908 orang karyawan PTPN II yang telah pensiun mulai tahun 2006 sampai 2010, Jumat (17/12) sekira pukul 15.00 WIB, di aula Puri Triadiguna, Kantor Direksi PTPN II, Tanjung Morawa. Hal itu ditegaskannya, karena SHT itu adalah hak para karyawan pensiunan yang selama ini telah mengabdi di PTPN II. Besarnya santunan diberikan kepada para karyawan pensiunan berdasarkan golongan dan lamanya bekerja atau berdinas. Adapun karyawan pensiunan yang diberikan SHT, meliputi Kantor Direksi, Distrik, Unit dan semua kebun (48 Kebun). Untuk pemberian SHT ini, PTPN II mengeluarkan dana sebesar Rp 27 miliar lebih. Sesuai pasal 59 Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara Direksi PTPN II dengan Serikat Pekerja PTPN II, telah diatur, bahwa, pemberian Santunan Hari Tua (SHT) kepada pensiunan karyawan PTPN II diberikan dengan ketentuan bahwa pekerja yang diberhentikan dengan hormat dari perusahaan, serta belum pernah mendapat fasilitas membeli rumah dinas dari perusahaan. Santunan Hari Tua tidak diberikan kepada karyawan yang pemberhentian tugasnya dengan tidak hormat, dan yang tidak meninggalkan rumah dinas, serta yang meninggal dunia dalam menjalankan tugas, karena haknya telah terpenuhi sesuai UU Nomor 3 Tahun 1992, serta Jo Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1993. Hadir pada acara pemberian SHT ini seluruh komisaris, direksi, karyawan, serta unsur pimpinan Serikat Pekerja PTPN II. (BOB)

Nelayan Terima Bantuan Beras SKPG Tanjung Beringin-Sergai Dampak dari fenomena alam yang terjadi akhirakhir ini, menyebabkan masyarakat bermatapencaharian sebagai nelayan mengalami kesulitan bahan pangan. Dampak itu, dialami warga yang berdomisili di Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai. Untuk itu Pemkab Sergai memberikan kebijakan dengan mengalokasikan dana tanggap darurat untuk dipergunakan dalam rangka membantu meringankan beban masyarakat selama masa paceklik. Hal itu dikatakan, Kepala Badan Ketahanan Pangan (Ketapang) Ir Hj Rosmeli Nasution pada acara penyerahan bantuan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) kepada 370 Kepala Keluarga rawan pangan di Desa Bagan Kuala Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Sergai, Jumat (17/12). Pemerintah Kabupaten Sergai melalui Badan Ketahanan Pangan Sergai menyerahkan bantuan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian Pemkab Sergai atas terjadinya fenomena alam yang tidak menentu di wilayah Kecamatan Tanjung Beringin dan sekitarnya pada akhir-akhir ini. Paket bantuan yang berupa beras tersebut diserahkan kepada warga di aula kantor Kepala Desa Bagan Kuala disaksikan Kabid Distribusi dan Kewaspadaan Pangan Badan Ketapang Hamdan SP MM, Kasie Kessos kantor Camat Tanjung Beringin Idham, Sekdes Bagan Kuala Abdulgani dan Zulham Hasibuan selaku tokoh masyarakat setempat. Pada kesempatan itu, Hj Rosmeli Nasution mengimbau kepada masyarakat Desa Bagan Kuala untuk tetap berusaha mandiri dalam segala keterbatasan, salah satunya dengan membuat tabungan kelompok. (RYAD)

DPRD DS Tolak Permintaan Pemko T Tinggi Lubuk Pakam-andalas Pemkab Deli Serdang belum merespon permohonan pemko Tebing Tinggi terkait peralihan tiga aset Pemkab Deli Serdang (DS), yang berada di wilayah Kota Tebing Tinggi. Ketiga aset dimaksud, Kantor Camat Tebing Tinggi terletak di Jalan Kom Laut Yos Sudarso, Kelurahan Lalang Kecamatan Rambutan, Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kecamatan Tebing Tinggi di Jalan Sutomo (belakang) dan rumah dinas Camat Tebing Tinggi serta Mess di Jalan Merdeka bersempadan dengan Lapangan Merdeka Kota Tebing Tinggi. Walau Pemko Tebing Tinggi sudah mangajukan permohonan peralihan ketiga aset itu. "Namun Pemkab Deli Serdang belum meresponnya," kata Wakil Bupati Deli Serdang Zainuddin Mars saat ditemui di kantornya, kemarin. Disebutkan, Pemko Tebing Tinggi bermohon melalui surat nomor 012/0726/ Pemer tanggal 5 Desember 2006. Kemudian ditindaklanjuti dengan permohonan

peralihan aset dengan surat no. 028/5812/Pemer/2010. Pengajuan kedua itu, berdasarkan pertemuan Bupati Deli Serdang Amri Tambunan dengan Pl Wali Kota Tebing Tinggi Eddy Syofian yang digelar di rumah Dinas Bupati Deli Serdang 29 September 2010 lalu. Dari segi wilayah pemerintahan, Pemko Tebing Tinggi sangat wajar aset tersebut dihibahkan kepada mereka. "Tapi semua itu harus dengan persetujuan DPRD melalui rapat paripurna dan hingga kini Panitia Khusus (Pansus) DPRD sedang membahas pengambilahlian ketiga aset yang hingga saat ini masih dikuasai Pemkab Serdang Bedagai,"ujar wabup. Secara terpisah Wakil Ketua Komisi A (Bi-

dang aset) DPRD Mikail TP Purba, menyatakan pihaknya menolak alias tidak setuju ketiga aset tersebut dialihkan. Karena jauh sebelumnya Frraksi Golkar telah mengusulkan agar Pemkab Deli Serdang mengelolanya dengan membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Menurut politisi muda partai berlambang pohon beringin itu, aset daerah tersebut terletak di lokasi sangat strategis, jauh lebih menguntungkan bila di sana didirikan restoran, atau swalayan yang dikelola BUMD akan menghasilkan PAD guna percepatan pemerataan pembanguan di Deli Serdang. (TH)

Wabup Zainuddin Mars

Tarigan (Wakil Sekretaris) dan Ketua DPC Partai Indonesia Sejahtera (PIS) Kabupaten Karo, Onasis Sitepu ST, Minggu (19/12). Lebih jauh dikatakan Ferianta Purba SE, yang juga wakil ketua DPRD Karo dan Onasis Sitepu ST, yang juga wakil Ketua DPRD Karo ini bahwa, kebulatan tekad partainya mendukung pasangan calon Bupati Karo nomor 1, Siti Aminah Br Perangin-angin se-Sumihar Sagala, SE pada putaran kedua, Rabu (21/12) mendatang setelah mempertimbangkan hal-hal positif pada pasangan calon Bupati Karo nomor 1, Siti Aminah-Sumihar. Selain pengalaman, wawasan yang dimiliki selama kepemimpinannya menjadi tiga periode menjadi wakil rakyat di DPRD Karo, yaitu pernah menjadi wakil ketua dan saat ini ketua DPRD Karo non aktif karena pencalonannya, diyakini dapat melakukan perubahan pembangunan masyarakat dan daerah Kabupaten Karo ke depan. Keinginannya menjadi pemimpin di Karo 5 tahun ke depan, sama sekali

12

Pengusaha Galian C Dituding Bandel Deli Serdang-andalas Sebagian besar pengusaha galian C di Kecamatan Biru-Biru, Deli Serdang dituding membandel. Pasalnya, walau mereka telah dilarang untuk mengoperasikan armada jenis tronton. Namun mereka tetap memakai truk bertiga sumbu tersebut untuk mengangkut bahan-bahan material. Padahal, beberapa bulan lalu, sesuai dengan temuan anggota DPRD DS ketika melakukan sidak ke Kecamatan Biru Biru, menuding rusaknya infrastruktur jalan di daerah itu karena truk-truk pengangkut bahan galian tersebut, melintas di jalan yang bukan pada kelasnya,sehingga membuat median jalan cepat rusak. Beberapa pengusaha galian golongan C yang berada di Kecamatan Biru Biru, yang tetap mengoperasikan armada jenis tronton di antaranya pengusaha milik J, di Desa Kutomulyo dan milik A, di Dusun Kampung Tengah Desa Biru Biru. Pengamatan andalas, puluhan unit truk tiga sumbu tiap hari terlihat lalu lalang dari kedua tangkahan tersebut, untuk mengangkut bahanbahan material ke arah Kecamatan Patumbak. Karena banyaknya armada tronton yang digunakan pihak pengusaha,sehingga bukan jalan saja cepat rusak. Namun di samping itu, debu bercampur pasir juga beterbangan ke rumah warga yang berada di sepanjang jalan protokol. Karena itu, Camat Biru Biru Bronsyah Girsang SE diminta mengambil sikap tegas dalam menyikapi hal ini. Mengingat, jalan Biru Biru saat ini setiap waktu dikuasai truk raksasa tersebut. Sehingga membuat pengguna jalan juga merasa dongkol bila saat melaluinya. (STP)

Masyarakat Minta Fogging Digalakkan

Golkar Sumut Instruksikan Siti Aminah Dimenangkan Kabanjahe-andalas Ketua Golkar Sumut, H Syamsul Arifin SE menginstruksikan seluruh jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah Kabupaten Karo, Pengurus Kecamatan (PK) dan Pengurus Desa (PD) se-Kabupaten Karo untuk mendukung dan memenangkan pasangan calon bupati Karo nomor 1, Siti Aminah Br Perangin-angin SeSumihar Sagala, SE pada Pemilukada putaran kedua, Rabu (21/12) mendatang. Instruksi partai Golkar ini ditegaskan H Syamsul Arifin SE dalam suratnya, tanggal : 17 Desember 2010, Nomor : PB-335/ GK-SU/XII/2010, Hal : Dukung calon calon kepala daerah/calon wakil kepala daerah Kabupaten Karo, ditandatangani H Syamsul Arifin SE (Ketua) dan H Hardi Mulyono SE, MAP (Sekretaris). Hal ini ditegaskan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Karo, Ferianta Purba SE didampingi Saulian Munthe (Sekretaris), Hery Ricardo Ginting (Bendahara), Samudra Ginting, Amri Kesuma (Wakil Ketua), Bonar Purba, Pasti

harian andalas | Hal.

tidak hanya ingin menaiki “BK 1 S” atau mendapat “jengkol” symbol kepemimpinan sebagai bupati. Tapi benar-benar ingin melakukan perubahan pembangunan ke arah yang lebih baik dan lebih maju. Selain itu, tandas Onasis Sitepu, kepemimpinan pasangan calon Bupati Karo nomor 1, Siti AminahSumihar, figur pemimpin yang energik dan relatif muda dan selama ini pun, dalam mengambil suatu keputusan tetap mengedepankan koordinasi dengan pimpinan DPRD, Muspida dan Muspika, pada akhirnya selalu tidak dihargai pimpinan eksekutif selama ini yang hanya karena tujuan-tujuan pribadi atau tujuan kelompok yang akhirnya menyengsarakan masyarakat luas dan aparat SKPD tertentu saja. Jadi alasan ini menjadi salah satu faktor seluruh pengurus DPC PIS dan jajarannya seluruh Tanah Karo mendukung pasangan nomor 1, Siti Aminah-Sumihar menjadi bupati Karo periode 2010-2015 mendatang, tegas Onasis didampingi Ferianta Purba. (LAMS)

Kisaran–andalas Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Asahan didesak untuk menggalakkan program fogging (pengasapan) guna mengantisipasi perkembangbiakan nyamuk saat memasuki musim penghujan dipenghujung tahun ini. Syamsuddin Koto (49) pengamat kesehatan yang juga ahli fisioterapi di daerah ini kepada andalas Minggu (19/12) menyatakan, sebagian besar wilayah yang ada di Kabupaten Asahan sangat rawan endemis demam berdarah dengue (DBD). Kondisi ini tak terkecuali di daerah perkotaan seperti di Kota Kisaran. “Memasuki musim penghujan ini pengasapan ke lokasi-lokasi rawan nyamuk berkembang biak menjadi alternatif yang harus segera dilakukan, “paparnya. Dia juga menambahkan, jika memang Dinas Kesehatan memiliki anggaran untuk fogging tersebut yang tersedia dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2010 seperti anggaran untuk pengadaan solar obat, solar untuk mesin hingga upah kerja, untuk tidak menunda-nunda pelaksanaan fogging tersebut. Jika memang anggaran untuk fogging tersebut ada, tidak ada alasan bagi Dinas Kesehatan untuk tidak melakukan fogging, “ianya juga berharap Dinkes selalu proaktif memberikan layanannya kepada public, terutama menyikapi DBD yang kerap menghantui warga di kala memasuki musim penghujan tiba, tandasnya. (FAS)

andalas/fas

Fogging-Pengasapan salah satu cara pencegahan menjangkitnya wabah Demam Berdarah Dengue (DBD).

Tiga Truk Sampah Dikeruk dari Danau Toba andalas/ f sitanggang

Aksi pembersihan pantai Danau Toba tahap kedua, dikoordinir Radio Samosir Green 101,5 FM, berlangsung di kawasan Pelabuhan Pasar Inpres Pangururan, Kabupaten Samosir, kemarin sore. Puluhan relawan dari berbagai elemen berlomba memungut sampah sebanyak tiga truk khususnya plastik dari pinggir danau. Gerakan peduli lingkungan ini, akan berlanjut secara rutin di tahun 2011.

P

ENGUMPULAN sampah di pantai Danau Toba bertajuk ‘Clean Up Danau Toba dan Berbagi Bersama Sinterklas’ ini dimulai pukul 14.30 WIB. Peserta aksi langsung turun ke danau mengumpul, mengais sampah khususnya plastik. Pantai yang kotor dan berbau tidak menyurutkan niat para relawan. Kebanyakan sampah plastik berupa kemasan beragam merk deterjen, sampo sachet, plastik, kemasan air mineral, karung plastik, sandal, sepatu, pakaian hingga celana dalam.

andalas

Aksi pembersihan Danau Toba berhasil mengeruk tiga truk sampah. Sampah-sampah itu langsung diangkat ke dalam dua unit truk sampah yang disiapkan Bidang Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Kabupaten Samosir. Selama dua jam, tiga truk sampah

dapat dipungut dan diangkut dari pantai sepanjang 80 meter. Sedangkan enceng gondok, diangkat para relawan ke pinggir danau. Seorang peserta dari Komunitas Toba Lovers, Sabastian

Hutabarat mengatakan, gerakan bersih pantai Danau Toba ini sebagai aksi positif yang dapat membangun kepedulian masyarakat membersihkan dan menjaga kelestarian Danau Toba. ”Gerakan untuk penyadaran

masyarakat peduli Danau Toba memang tidak mudah. Tetapi kita tidak boleh berhenti dan saya yakin, suatu saat nanti makin banyak orang yang mau membersihkan pantai ini,” ujar Sabastian, yang datang dari Balige. Adapun para peserta gerakan pembersihan masing-masing dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Hanura, Komunitas Toba Lovers, mahasiswa dari Unimed yang bergabung di komunitas Pasuman, staf dari Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir, anggota Dharma Wanita dan kru Radio Samosir Green. Sebenarnya, Radio Samosir Green selaku koordinator mengundang berbagai instansi dan lembaga seperti Dinas Kesehatan, Polres Samosir, Camat Pangururan, Yayasan Perguruan HKBP Pangururan, Yayasan Perguruan Karya Jaya, Yayasan Perguruan SMA Santo Mikhael, SMAN I Pangururan, SMPN I Pangururan, Naposo HKBP Bolon, Naposo HKBP Pangururan Kota, Mudika Gereja Katolik Santo Mikhael dan lembaga lainnya. Namun peserta dari lembaga tersebut belum ikut bergabung membersihkan pantai, karena berbagai kesibukannya. Sebagian warga Pangururan yang melihat aksi itu, berdiri di pinggir jalan

dan pelabuhan sebagai penonton dan tampak sabar hanya melihat aksi bersih-bersih itu hingga selesai. Direktur PT Radio Samosir Green Ferti 101,5 FM, Fernando Sitanggang SH didampingi Koordinator Aksi, Jabalos Simbolon mengatakan, gerakan peduli kebersihan Danau Toba ini akan digelar secara rutin mulai Januari 2011. Ke depan, peserta aksi akan diundang lebih banyak lagi sehingga hasilnya semakin nyata. Sebagai informasi, 28 November lalu, aksi yang sama sudah digelar di Pantai Pesanggarahan, tepatnya di kawasan Rumah Dinas Bupati Samosir. Di lokasi ini, sepanjang 150 meter pantai dibersihkan dan dua truk sampah diangkat dari danau. ”Sepanjang tahun 2011, kita programkan gerakan bersih pantai Danau Toba setiap bulan. Saya yakin, kegiatan ini akan berdampak positif melestarikan Danau Toba dan mendukung Kabupaten Samosir menjadi tujuan pariwisata,” kata Fernando. Sebelum aksi clen-up, seluruh Crew Radio Samosir Green pawai bersama Sinterklas dan Peri dengan menggunakan truk bak terbuka. Sinterklas juga membagibagikan hadiah kepada anak-anak yang berada di pinggir jalan untuk menyemarakkan penyambutan Natal 25 Desember 2010. (FS)

WARTAWAN DAERAH LANGKAT: Hasrizal, Budi Zulkifli, Syaiful Amri, Subur Syahputra BINJAI: M Kamil Ismail DAIRI: Sondang Silalahi HUMBANG HASUNDUTAN: Marganda Lumbangaol DELISERDANG: Firdaus Tanjung, TH Sihombing, Bobby Lusaka Purba SERGAI: Supriyadi TEBINGTINGGI: Riady Kasidi KABANJAHE: Lamhot Situmorang SIANTAR/SIMALUNGUN: Agus Salim HT Haean,Larhamsimare-mare, Edi Pangaribuan KISARAN: Hamdan Rangkuti BATUBARA: Zulkifli Nasution LABUHAN BATU: Iwan Lugas & Cerdas Kesuma LABURA: M Ilyas Munthe, Nurdinsyah SAMOSIR: Fransiskus Sitanggang TAPUT/TOBASA: Caisar HP SIBOLGA/TAPTENG: Parlin Gultom NIAS SELATAN: Edy Gunawan Zebua MADINA: Choirullah Lubis PALAS: M Effendi Pohan BANDA ACEH: Salman, Afrizal SIGLI: Dhian Anna Asmara, Tasbir BIEREUN: H Suherman Amin,M Husin Spd, Juanda Iskandar MEULABOH: Iskandar Muda. KUTACANE: Jamuddin Selian, Alwahidi, Arifin Desky. LANGSA: DD Harison LHOKSEUMAWE: Saifuddin. LHOKSUKON: Usman Cut Raja.


SUMATERA UTARA

Senin 20 Desember 2010

harian andalas | Hal.

13

Terindikasi Korupsi, Proyek P2KP Dilapor ke Kejari Selain itu kegiatan yang menghabiskan dana sebesar Rp 1.481.311.000 dikerjakan asal jadi dan tidak transparan terkait penggunaan dana kegiatan dimaksud. Sementara itu, dari keterangan masyarakat Kelurahan Bunut Barat, yang berhasil dihimpun andalas dalam beberapa hari ini menyatakan, sangat menyayangkan adanya kegiatan P2KP dikerjakan asal jadi tersebut. Selain tidak memiliki manfaat para pengurus, terdiri 1 koordinator dan 11 Ketua Pakem kegiatan tersebut tidak pernah berkoordinasi kepada masyarakat tentang pembangunan apa yang bermanfaat bagi daerah mereka.

Mereka berharap, lembaga swadaya masyarakat yang ada di daerah ini untuk melaporkan kegiatan, yang terindikasi dikorupsi ini kepada pihak-pihak terkait agar program kegiatan P2KP di Kelurahan Bunut Barat, dapat segera diusut terlebih dana yang dianggarkan pada kegiatan dimaksud lumayan besar. Terkait dengan sikap masyarakat setempat, DPP LSM Target didampingi andalas melalui suratnya bernomor : 198/TARGET/DPP-AS/XII/ 2010 telah melaporkan kegiatan P2KP di Kelurahan Bunut Barat kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kisaran, Jumat. Dikarenakan kegiatan di-

KILAS

Golkar Bantu Korban Kebakaran Serapit Stabat-andalas Pengurus Partai Golkar Kabupaten Langkat menunjukkan kepedulian terhadap korban kebakaran di Desa Suka Pulung, Kecamatan Serapit dengan memberikan bantuan uang sebesar Rp. 5 juta, Sabtu (18/12). Bantuan itu diberikan Sekretaris DPD Partai Golkar Langkat, H Hasanuddin Nano didampingi Wakil Ketua Surialam dan Johannes, Wakil Sekretaris Awaluddin Rawi dan Wakil Bendahara Panjang Umur kepada korban, Sugeng. "Inilah bantuan kami, inilah salah satu bentuk dari kepedulian kami. Namun, janganlah bantuan ini dipandang dari jumlahnya, tapi pandanglah dari ketulusan dan keikhlasan kami. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban korban sekeluarga,” ujar Nano. (BD)

IMPP Sesalkan Kebijakan Bupati Asahan–andalas Ikatan Masyarakat Peduli Pesisir (IMPP) Asahan sangat menyesalkan kebijakan Bupati Asahan Drs Taufan Gama Simatupang MAP yang telah mengangkat mantan terpidana korupsi pimpin jajaran SKPD Pemkab Asahan. “Bagaimana bisa mengubah Kabupaten Asahan menjadi lebih baik, jika penempatan Kepala SKPD dipimpin orang-orang yang selalu mementingkan kepentingan pribadi untuk memperkaya diri,”kata Ketua IMPP Asahan Baharuddin Alang di kediamannya Desa Bagan, Kecamatan Tanjung Balai Asahan, Minggu (19/12). Dikatakannya, warga IMPP Asahan mendukung kepemimpinan Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang melakukan perubahan sesuai visi dan misinya. Namun sebagai penduduk Kabupaten Asahan yang telah memilihnya memimpin kabupaten ini lima tahun ke depan, merasa kecewa dengan menempatkan SKPD yang sebelumnya telah menjalani kurungan akibat berkinerja buruk. M Syafei SSos sebelumnya telah menjalani hukuman di Lapas Labuhan Ruku Asahan terkait dirinya tidak bisa mempertanggungjawabkan sisa dana MTQ dan Festival Nasyid Tahun 2007 sebesar Rp 212 juta. Tapi, usai menjalani masa pesakitan di Lapas, langkah M Syafei untuk menuju kenaikan posisi jabatan tampaknya seperti tak terbendung. (FAS)

maksud menggunakan uang Negara, maka kami berharap agar permasalahan yang dilaporkan tersebut mendapat perhatian serius oleh pihak kejaksaan. Setelah menerima surat laporan tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kisaran Didi Suhardi SH MH melalui Kasat Intel Rudi Parhusip SH mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tersebut. Namun langkah awal dilakukan Kejari Kisaran adalah melaporkan kegiatan P2KP ini kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Politeknik Provinsi Sumatera Utara Cabang Medan untuk segera mengaudit kegiatan dimaksud serta memeriksa kualitas hasil dari pekerjaan P2KP ini. "Sembari menunggu hasil pemeriksaan BPK dan Politehnik tersebut, Kejari Kisaran tetap akan melakukan pemeriksaan kepada pihakpihak terkait yang akan dimulai awal Januari tahun 2011," ungkap Rudi Parhusip. (FAS)

andalas/fas

Kisaran-andalas Proyek kegiatan Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP), yang dijalankan BKM Bina Karya berada di Kelurahan Bunut Barat, Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara, dinilai sejumlah masyarakat, di mana lokasi kegiatan tersebut berada tidak memberikan dampak ataupun manfaat berarti.

Pembangunan drainase di Jalan Manyung sepanjang 600 meter terdapat keretakan di beberapa sisi drainase.

Setiap Bulan DPRD Siantar Kantongi Rp 10Juta P Siantar-andalas Kesejahteraan anggota DPRD Batu Bara untuk tahun 2010, jauh lebih rendah dibanding kesejahteraan DPRD di Kota Pematang Siantar. Hal ini terungkap ketika DPRD Batu Bara melakukan kunjungan kerja ke DPRD Kota Pematang Siantar, kemarin, di Aula DPRD disambut Wakil Ketua DPRD Zainal Purba serta anggota DPRD lainnya. Diskusi DPRD Batu Bara antara lain A Darwin, Ady N, H Syran S, Panjaitan MS, K Manurung, R Arrietta, M Harahap, Syahrian dan Hj Nurjana dari komisi B dengan para anggota DPRD Kota Siantar terungkap, kalau kesejahteraan DPRD Kota Pematang Siantar masih jauh dari penghasilan DPRD Batu Bara, walau penentuan selalu berpedoman pada UU yang sama. Menurut Zainal, setiap anggota DPRD Kota Siantar setiap bulan setelah dipotong PPH dan PPN, masih menerima Rp 10 Juta. Rincian item kesejahteraan DPRD Kota Pematang Siantar tersebut di antaranya, sewa rumah setiap anggota DPRD Rp 3 Juta, Wakil Ketua Rp 3,5 Juta dan Ketua DPRD Rp 4 juta.

Ditambah tunjangan representatif, kesejahteraan keluarga, termasuk istri ditambah dua anak seperti menyangkut beras. Selain itu, masih ada tunjangan seperti disebut tunjangan paket, tunjuangan jabatan, tunjangan badan komisi, Badan Anggaran, Badan Musyawarah, tunjangan konstitusi, sehingga setiap bulan setelah dipotong PPN dan PPH mencapai Rp 10 juta. Berbeda dengan DPRD Batu Bara sebagaimana diakui Darwis dari Komisi E. Menurutnya, setiap anggota dewan hanya memperoleh sekitar Rp 7 Juta per bulan setelah dipotong PPN maupun PPH. Padahal, APBD Kota Pematang Siantar dengan daerah Batu Bara, tidak jauh beda. APBD Batu Bara Rp 570 M. Sementara Kota Pematang Siantar Rp 448 M. Namun setelah ada perubahan PAPBD, Kota Pematang Siantar mempunyai APBD Rp 532 M lebih. Baik Zainal maupun Darwis mengakui, penentuan kesejahteraan DPRD selalu sama, sebagaimana golongan IV PNS di jajaran pemerintahan di daerahnya. (ASH)

Ketua Komisi E Aduhot Simamora

Rakyat Miskin Diprioritaskan jadi Peserta Askes

D

I samping sejumlah target program Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Komisi E DPRD Sumut mengusulkan prioritas utama mengikutsertakan seluruh masyarakat, utamanya dari kalangan rakyat miskin, sebagai peserta Asuransi Kesehatan (Askes) untuk Rumah Sakit (RS) Kelas III pada tahun 2011 dan mengusulkan Sumut menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XX. Ketua Komisi E DPRD Sumut Aduhot Simamora mengemukakan hal itu kepada wartawan, di sela-sela rapat kerja (Raker) DPRD Sumut, di Hotel Niagara Parapat, Minggu (19/12). Menurut politisi Partai Hanura ini, hal itu sangat diperlukan sebagai target menyempurnakan aksi kesejahteraan masyarakat Sumut, melalui kesehatan dan pengembangan olahraga. Sebab bagaimanamun melalui program Askes sangat

Aduhot Simamora tidak memberatkan APBD. “Estimasi dana Askes, sama sekali tidak memberatkan APBD,”ujarnya. Karenanya, katanya, seluruh prioritas utama Komisi E, merupakan program kerja yang harus dilaksanakan mulai tahun 2011, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dengan membentuk tim dari instansi terkait bersama stakeholder meloloskannya ke pemerintah pusat. “Program prioritas utama Komisi E DPRD Sumut tidaklah mulukmuluk. Sebab grand

design secara terpadu Sumatera Utara telah ditandatangani oleh yang mengatasnamakan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan Kantor Kesra Sumut,” ujar Aduhot. Dimungkinkan, usulan ke pemerintah pusat ini dibarengi dengan sejumlah target lainnya. Tentunya dewan bisa melakukan dengan menggunakan hak inisiatifnya yang dilanjutkan dengan mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda). Sementara terkait dengan tenaga kerja “Outsourching” (buruh kontrak) Komisi E DPRD Sumut juga mengusulkan ke Pemerintah Pusat, agar SK Menteri Tenaga Kerja segera dicabut. "Sebab SK Menaker itu dianggap berbagai pihak, tidak manusiawi, karena di dalamnya disebutkan tenaga kerja yang merupakan rakyat Indonesia tidak mempunyai hak untuk menuntut kesejahteraannnya, sebagaimana diatur Undang Undang,”kata

Aduhot. Sedangkan terhadap penanganan penanggulangan Gepeng (Gelandangan dan Pengemis), yang kini sudah sangat meresahkan masyarakat, Komisi E DPRD Sumut meminta agar segera melakukan revisi terhadap Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 tahun 2008. Aduhot Simamora menambahkan, sejumlah target lainnya di bidang Kesra untuk dilakukan penanganan secara nyata dan terprogram menyangkut perwujudan perkampungan atlet di Sumut serta mewujudkan rumah sakit rujukan bagi masyarakat di kabupaten/ kota seSumut. “Dengan demikian, program rakyat tidak sakit sesuai visi misi Gubernur Sumut H Syamsul Arifin, dapat menjadi kenyataan dan kesejahteraan masyarakat benar-benar terwujud,”kata Aduhot, politisi sederhana dan merakyat. (AG)

Tuani Lumban Tobing :

Sukses Pembangunan, Lanjutkan Pandan-andalas Bupati Tapteng Drs Tuani Lumban Tobing MSi bersama jajaran Pemkab, memeringati Hari Kesehatan Nasional ke-46 di GOR Pandan, kemarin. Dalam kesempatan itu, bupati menyerukan agar masyarakat Tapteng selalu : "Bersama kita membangun, Sukses pembangunan....lanjutkan !. Dikatakannya, kesehatan sangat penting bagi manusia, sehingga pemerintah selalu berupaya semaksimal mungkin memberikan pelayanan prima hingga ke seluruh pelosok desa. Seperti selalu dilakukan Pemkab Tapteng melalui Dinas Kesehatan.

"Untuk itu, pemerintah juga menuntut peran serta partisipasi masyarakat di dalam keluarga. Sebab keluarga mempunyai peranan penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan di tengah masyarakat, bangsa dan negara," kata Tuani Lumban Tobing. Keluarga merupakan unit terkecil dari suatu bangsa. Di dalam keluarga terjadi interaksi antara bapak/ibu dan anak-anak, juga komunikasi menjadi awal penting dan suatu proses pendidikan serta tertanamkan perilaku hidup bersih dan sehat, yang dapat diciptakan sejak dini dalam keluarga sehat.

Karena itu keluarga yang sehat adalah investasi suatu bangsa bagi pembangunan sumber daya manusia produktif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator pembangunan manusia atau kualitas suatu bangsa yang diukur dari tingkat pendidikan, derajat kesehatan dan tingkat perekonomian bangsa tersebut. "Tercapainya IPM akan meningkatkan keluarga sehat bangsa Indonesia secara bermakna," ungkap Kadinkes Tapteng dr Masdyana Dolok Saribu Mars kepada andalas di sela-sela kesibukannya. (LIN)

Mangindar Simbolon Ketua Panitia Jubileum HKBP Samosir-andalas Panitia Pesta Jubileum 150 Tahun HKBP di Samosir resmi dilantik dalam Kebaktian Minggu, di Gereja HKBP Resort Nainggolan, Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir, Minggu (19/12). Panitia yang dilantik bertugas untuk mempersiapkan dan melaksanakan Pesta Jubileum 150 Tahun HKBP, direncanakan Oktober 2011 mendatang. Pelantikan dan pengambilan sumpah panitia pesta jubileum itu dipimpin Praeses HKBP Distrik VII-Samosir Pdt Sunggul Sirait STh, dalam prosesi ibadah Minggu. Sebelum dilantik, panitia yang

berjumlah ratusan melakukan prosesi berjalan dari rumah dinas Pendeta Resort ke Gereja HKBP Nainggolan diiringi musik. Panitia yang dilantik Praeses HKBP Distrik VII-Samosir, Ketua Umum Ir Mangindar Simbolon, Ketua I Pdt P Simanungkalit STh, Ketua II Sintua H Situmorang, Sekretaris Umum Drs Melani Butarbutar, Sekretaris I Pdt HT Banuarea STh, Sekretaris II Sintua (St) P Hutauruk, Bendahara Umum Pahala Tua Simbolon, Bendahara I R Bakkara serta para panitia setiap seksi yang jumlahnya lebih 100 orang. Sedangkan

Praeses HKBP Distrik VII Pdt Sunggul P Sirait STh dan Ketua DPRD Kabupaten Samosir Tongam Sitinjak ST, sebagai Penasihat. Hadir dalam pelantikan itu antara lain Pahala Tua Simbolon, Marsius Lumbanraja, Abad Sinaga. Mangindar Simbolon dalam rapat perdana panitia usai ibadah Minggu, mengatakan bahwa kebersamaan dan sinergitas seluruh jemaat HKBP Distrik VII Samosir, walaupun kecil dari sisi kemampuan materi tapi dengan kebersamaan dapat menjadi metamorfosa ke arah yang baik. (FS)


ACEH MEMBANGUN

Senin 20 Desember 2010

harian andalas | Hal.

14

andalas/ucr

KILAS

Siswa Kesulitan Bus Sekolah di Laweueng Sigli-andalas Akibat tidak rutinnya operasionl bus sekolah di Kecamatan Muara Tiga, membuat ratusan siswa di kecamatan tersebut terlambat ke sekolah. Bahkan sering mereka bolos akibat tak ada angkutan. Sementara jarak tempuh ke sekolah tidak mungkin dijalani dengan berjalan kaki. Menurut sejumlah siswa kepada andalas, Sabtu (18/12) mereka sangat kecewa terhadap sering tak rutinnya bus sekolah yang melakukan operasionla di kecamatannya. Padahal, bus sekolah tersebut disediakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie melalui Dinas Perhubungan dan Informatika (Dispenhub) Pidie. "Sekolah kami sangat jauh, dari Desa Pawot ke sekolah berjarak sekitar 3 hingga 4 kilometer. Sedangkan untuk berjalan kaki sudah tak memungkinkan. Karena tak bakal tercapai mata pelajaran, apalagi kami harus bermandi keringat," sebut Amiruddin salah seorang siswa di kecamatan tersebut. Pemuka masyarakat setempat secara terpisah kepada andalas menyebutkan, seharusnya Pemkab Pidie serius memperhatikan keluhan anak sekolah yang setiap hari kesulitan angkutan bus sekolah. "Seingat kami bus sekolah di Pidie sudah ada beberapa unit, kok tak diopersionalkan secara rutin untuk Kecamatan Muara Tiga," kata Harmaidi. (NAF)

Semarak

HUT Dharma Wanita Persatuan Aceh Timur Aceh Timur-andalas Perempuan dikodratkan adalah mengandung dan melahirkan anak, dan bertanggung jawab memelihara dan mengantar generasi ke masa depan. Bukan berarti kaum lelaki lepas tangan dari tanggung jawab tersebut. Tetapi, kedua belah pihak harus menjalankan tugas dalam kehidupan keluarga dan masyarakat secara bekerjasama dan terpadu untuk mewujudkan manusia yang berkualitas. Hal tersebut disampaikan Bupati Aceh Timur diwakili Abdul Munir SE MAP selaku Pembina Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Aceh Timur pada Acara Peringatan HUT Dharma Wanita Persatuan ke XI di Aula Dharma Wanita setempat, akhir pekan lalu. Selaku Pembina mendukung kegiatan-kegiatan dan program Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Aceh Timur, pihaknya mendukung langkah dalam program kegiatan yang dilaksanakan ibu dharma wanita. Beliau juga meminta dengan telah memasuki usia ke XI ini Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Aceh Timur khususnya, dapat meningkatkan pengabdian ibu-ibu kepada masyarakat, bangsa dan negara. (HRN)

HASIL KERAJINANWakil Bupati Aceh Utara, Syarifuddin SE sedang memperlihatkan beberapa hasil kerajinan kepada Anwar Muhammad, Kepala Badan Informasi dan Promosi Pemerintah Aceh.

Gubernur Aceh Buka North Aceh Expo-IV 2010 Lhokseumawe-andalas North Aceh Expo (NAE) IV 2010 dibuka secara resmi oleh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, diwakili Kepala Badan Informasi dan Promosi Aceh Anwar Muhammad di Kuta Makmur, Aceh Utara, Sabtu (18/12). Dalam kegiatan NAE kali ini sama seperti tahun tahun sebelumnya yaitu ajang pameran dan promosi hasil bumi dan kerajinan Aceh. Pameran yang direncanakan akan berlangsung selama setengah bulan yaitu sampai 31 Desember 2010 diikuti hampir semua kecamatan di Aceh Utara dan dinas di lingkungan Pemkab Aceh Utara dan Pemko Lhokseumawe, kalangan industri BUMN, swasta dan peda-

gang lainnya ditempatkan pada masing masing stand yang dibangun khusus. Wakil Bupati Aceh Utara, Syarifuddin SE dalam sambutannya mengatakan, tujuan North Aceh Expo digelar dalam upaya meningkatkan pembangunan di Aceh Utara. Dianta-

ranya dengan mempromosikan hasil produksi daerah. Juga untuk membuka kesempatan kepada pengrajin dan kalangan usaha lainnya untuk mempromosikan hasil produksinya. Syarifuddin yang didampingi Ketua Pelaksana North Aceh Expo, Mechrabsyah pameran yang dilakukan ini merupakan yang ke empat dan berdasarkan pengalaman yang telah dilakukan sebelumnya, banyak hasil bumi dan kerajinan masyarakat yang sudah terjual dan telah terjalin kerja sama dengan pedagang dari daerah lain. "Ini merupakan hasil yang menggembirakan dan North Aceh Expo yang akan terus

6 EkorKerbauMati Terserang Penyakit Ngorok

Jasa Raharja Aceh Bayar Premi Rp 32 Miliar

Sigli-andalas Sedikitnya 6 ekor kerbau milik warga Desa Meuke Gogo Kecamatan Padang Tiji Kabupaten Pidie di laporkan mati mendadak akibat terserang penyakit ngorok (septicemia epizotica). Keenam ternak tersebut, terlihat dibagian leher mengalami kebengkakan cukup besar dengan mulut berbuih, seperti terkena racun berbahaya. Aswadi (23) salah seorang pemilik ternak yang ternaknya mati terserang penyakit tersebut kepada andalas, Minggu (19/12) mengatakan, sebelumnya kerbau miliknya sehat-sehat saja, tapi baru ketahuan empat kerbau miliknya sudah mati dalam kandang di pagi harinya ketika hendak diberi makan rumput dan daun-daunan lainnya. Hal senada juga dikeluhkan Tarmidi dan Ridwan, warga desa setempat. Binatang peliharaannya juga mengalami serangan penyakit ngorok dan mati seketika. "Kami sangat terkejut ketika melihat kerbau kami dikandang sudah mati dengan kaki terjengkang ke atas, seperti kedua ternak peliharaannya itu sempat merenggang nyawa saat terserang virus sangat berbahaya itu bagi binatang," sebut Tarmizi. (NAF)

Banda Aceh-andalas Sepanjang tahun atau hingga bulan November tahun 2010 ini, PT Jasa Raharja Aceh telah membayarkan premi Asuransi hampir mencapai Rp 32 Miliar. Angka tersebut mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yang hanya 5,8 persen. Hal ini juga tidak terlepas upaya-upaya yang dilakukan oleh pihak Kepolisian Polda Aceh. Demikian diungkapkan Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Aceh Abdul Haris SE MM, di sela-sela peringatan HUT Jasa Raharja ke 50 tahun 2010, Minggu (19/12) di Taman Putroe Phang Banda Aceh. Kata dia, pihaknya sangat berkosentrasi untuk meningkatkan pelayanan prima terhadap masyarakat yang men-

jadi korban kecelakaan. Selain itu Jasa Raharja juga mensoasilasikan bagaimana mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) dijalan raya, katanya. Diterangkan dia, pihaknya secara berpola membantu ahliwaris dari korban laka lantas itu, hal ini dapat dilihat semisal sekitar 80 persen dari korban kecelakaan bisa dibayarkan klaim asuransinya selama tujuh hari. “Bahkan sejauh ini kami juga sudah melakukan kerjasama terpadu dengan berbagai pihak di Aceh, misalnya, Rumah Sakit Bhayangkara, Ditlantas, dinas kesehatan. Artinya, seluruh korban kecelakaan sudah dijamin oleh Jasa Raharja, yang masuk ke rumah sakit Bhayangkara dari Banda Aceh

digelar setiap tahunnya diharapkan selain ajang promosi hasil bumi dan kerajinan juga menjadi ajang promosi pariwisata," ujar Syarifuddin. Ditambahkan, dalam kegiatan ini juga ditampilkan beragam kesenian Aceh. Syarifuddin mengimbau seluruh rakyat Aceh Utara untuk memanfaatkan kegiatan ini. Perlu Perencanaan Wakil Ketua Gapensi Aceh Utara, Asnawi belum melihat kalau hasil yang dicapai melalui North Aceh Expo yang digelar Pemkab Aceh Utara selama empat kali. Dia mencontohkan, cukup banyak hasil kerajinan rakyat di Aceh Utara belum ada satu perusahaanpun yang mau

menampung pemasarannya. Selain itu di Aceh Utara terdapat fasilitas pelabuhan laut dan bandara juga belum terlihat kegiatan apapun. "Bagaimana mau kita katakan berhasil, sementara fasilitas yang sudah tersedia saja belum mampu dikelola. Begitu juga nasib pengrajin selain tidak ada yang mendukung permodalan juga hasil produksi dengan modal sendiri tidak ada yang mau memasarkan. Ini semua karena tidak ada perencanaan dan konsep yang jelas terhadap pagelaran yang dilakukan," ujar Asnawi saat diminta pendapatnya disela sela acara pembukaan North Aceh Expo. (UCR/SALMAN)

Sering Dihujat

18 Kepala Desa Buat Rapat

dan Aceh Besar, tidak perlu mengurus lagi proses administrasinya dan pembayarannya, karena sudah kami tanggung,� jelasnya. Ia menyebutkan, setiap biaya yang dikeluarkan oleh Jasaraharja harus ada laporan dari pihak kepolisian atas kecelakaannya. Namun, sejauh ini pihaknya hanya membayar klaim asuransi bagi masyarakat yang merupakan korban kecelakaan yang menabrak maupun tertabrak. Terkait peringatan HUT Jasa Raharja, Ia menyatakan, setiap kegiatan yang dikemas oleh Jasa Raharja selalu berkaitan dengan tertib lalu lintas, sedikitnya ada empat poin, meliputi, sehat, silaturahmi, Car Free Day, tertib berlalu lintas. (SALMAN)

Sigli-andalas Akibat sering disalahkan dan dihujat masyarakat, memaksa 18 kepala desa dalam Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, melaksanakan rapat terbuka untuk membahas berbagai persoalan desa. Sekaligus untuk menciptakan kesejukan di tengah masyarakat. Rapat tersebut, diprakarsai forum kepala desa dalam kecamatan setempat. Ketua Forum Kades (Keuchik) Kecamatan Muara Tiga, Yusda Ismail kepada andalas, Minggu (19/12) mengatakan, rapat tersebut dilaksanakan pihaknya untuk mencari solusi terbaik. Karena, belakangan ini masyarakat selalu menuding kepala desanya tidak benar. Padahal, hingga sekarang jerih (upah) kepala desa

belum terbayar oleh pemerintah. Yusda juga berharap agar masyarakat tidak terpancing dengan berbagai persoalan yang tidak benar ujung pangkalnya. "Kami yakin semua kepala desa dalam kecamatan ini sudah berbuat terbaik meski mereka hanya digaji pemerintah Rp 80.000 satu bulan. Gaji tersebut, terkadang baru dibayar enam bulan sekali," sebutnya. Sejauh itu, Ketua Forum Muara Tiga itu berharap kepada semua insan pers (wartawan) di Pidie, tidak langsung mendengar kejelekan seorang kepala desa dari pribadi oknum-oknum tertentu dalam masyarakat. Karena, masalah kecil selalu dibesarkan. Padahal, bisa diselesaikan melalui forum bukan sebatas warung kopi," kata Yusda. (TAS)

menyelesaikan bangku sekolah di sebuah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Beuregang Kabupaten Aceh Utara Mei lalu, kini ia terbelenggu dengan angka rupiah dalam melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi (PT) layaknya remaja Aceh lainnya. Dalam kesehariannya, Ia hanya bekerja untuk membantu pekerjaan Ibunda tercintanya, dengan tujuan mendapatkan sesuap nasi bersama keluarganya disana. "Sekarang harus bagaimana lagi saya menempuh hidup bersama Ibu, kalau bukan mengandalkan upah yang kami terima dari orang-orang sekitar diperkampungan untuk mendapatkan kebutuhan pokok," lirih Siti. Bekerja sebagai buruh tani, membuat Siti dan keluarganya mengurung diri untuk bermimpi mendapatkan pendidikan dibangku kuliah.Kini, ijazah

setingkat MA tersebut-pun yang diperoleh dari pihak sekolah tersimpan rapi. "Jangankan untuk melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi, mencari sesuap nasi saja rasanya berat sekali diperoleh. Apalagi kondisi Ibu yang sudah mulai lanjut usia sering mengalami sakitsakitan," ungkap Siti Hajar. Awal-awalnya, remaja yang satu ini memiliki citacita menjadi seorang medis, namun rencana tersebut telah terkubur dalam-dalam terhadap Siti dan keluarganya.Lagi-lagi, penyebabnya hanya garagara nilai rupiah. Hari-hari disana, Siti dan keluarganya hanya menyambung hidup dari upah yang didapatkan dari masyarakat sekitar perkampungan itu. Atas nasib yang diemban warga tersebut pemerintah harus bergerak cepat untuk memberikan perhatian serius. (HABIS)

Angin Malam Masih Mengancam Gubuk Reot Rukiyah Tak lepas dari hujan, angin dan panas, bagi dia kehidupan harus terus berjalan walau mesti dihadapi dengan perjuangan yang cukup berat. Karena, bagaimanapun juga itu harus dilalui, lagi-lagi bukan demi kepentingan sendiri tapi demi keluarga tercinta. Oleh- Afrizal

S

ESEKALI dengan raut muka yang lirih dibalut kulit keriput itu, Rukiyah berusaha menegarkan dirinya, meski sebenarnya tidak sepatutnya Ia menanggung beban itu dihari tuanya. Sisa kekuatan yang semestinya dihabiskan untuk beribadah dan menjaga dirinya sendiri, kini harus dibagi demi menghidupi keluarganya bagaikan seorang ayah bagi anak-anaknya.Bahkan, Ia harus kuat dengan cobaan ini dan harus tegar menyikapi setiap kondisi yang dihadapinya. Kondisi tulang yang sudah mulai rapuh ini, harus rela

berhadapan dengan kerasnya biusan angin malam bahkan dinginnya hujan. Tak jarangnya, dia juga mulai diserang penyakit reumatik. Sekujur tulangnya sakitsakitan, hingga pernah membuatnya sulit untuk berdiri dan berjalan dengan tertatih-tatih. Walau kondisi seperti itu ia tetap harus bekerja yang tak menentu mencari makan demi keluarga. Sekilas, memang bangunan berukuran 6 x 8 meter itu terlihat bukan layaknya tempat tinggal manusia. Melainkan (maaf) kandang binatang ternak, begitu tepatnya. Tiangnya pun seakan tidak sanggup

lagi menahannya (miring). Tak ada yang menyangka, kalau di sana hidup seorang Ibu rumah tangga yang sudah puluhan tahun ditinggal suami tercintanya yaitu Teungku Usman, seorang imam mesjid di desa eks konflik. Meski tak layak huni, hanya itu satu-satunya tempat mereka berteduh. Sebagai kebutuhan sehari-hari, Ia hanya mengandalkan upah yang diterima dari orang-orang diperkampungan itu untuk membantu orang lain bekerja di perkebunan, untuk menghasilkan rupiah. Bekerja sebagai buruh tani, membuat mereka tak berani bermimpi memiliki rumah layak. Apalagi, usianya yang telah lanjut membuat keadaan mereka semakin terpuruk. Gagal Kuliah Cerita lain yang dialami putri bungsu Rukiyah, yakni Siti Hajar, senyum polos dibalut rasa pilu, tergambar

kuat dari raut wajah Siti Hajar (18) gadis mungil bertubuh sederhana kelahiran Dusun Tanjong Mulya gampong Sido Mulyo

Kecamatan Kuta Makmur Kabupaten Aceh Utara, yang duduk di teras gubuk reot milik orang tuanya. Remaja yang baru saja

foto/illustrasi


Senin

SAMBUNGAN

20 Desember 2010

harian andalas | Hal.

Koalisi Ganggu Penegakan Hukum ICW Minta Presiden Tetapkan Masa Jabatan Busyro 4 Tahun KOORDINATOR Divisi Hukum Indonesia Corruption Watch, Febri Diansyah mengkritik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang sangat lamban melantik Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi terpilih, Busyro Muqoddas. Hingga kini, Keputusan Presiden untuk melantik Busyro tak kunjung dikeluarkan. "Dan karena Keputusan Presiden tentang pelantikan belum ada, kami harap Keppres itu juga menyatakan masa jabatan (Busyro) selama 4 tahun," kata Febri di Jakarta, Minggu 19 Desember 2010. "Kita harap presiden terbitkan keppres." Hal ini dikatakan Febri, terkait rencana ICW mengajukan uji materi (judicial review) terhadap Pasal 34 Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi. Uji materi didasari penetapan masa jabatan pimpinan KPK, Busyo Muqoddas oleh Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat yang hanya satu tahun, atau menghabiskan sisa masa jabatan mantan Ketua KPK

Antasari Azhar. Padahal, "Pada Pasal 34 Undang-Undang KPK dikatakan masa jabatan pimpinan selama empat tahun," kata Febri. Karena itu, dalam Keputusan Presiden tentang pelantikan Busyro, Presiden Yudhoyono bisa mencantumkan klausul yang menyebutkan bila masa kepemimpiban Busyro akan menyesuaikan putusan Mahkamah Konstitusi. "Kami harap Presiden tak langsung patuh kepada DPR karena anggota dewan tak punya kewenangan tentukan satu atau empat tahun," ujarnya. Jika Presiden mengikuti pendapat dewan agar Busyro menjabat Ketua KPK hanya setahun, ICW akan mencoba celah hukum lain, yakni mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara. Sedangkan bila Presiden menetapkan 4 tahun masa jabatan bagi Busyro, ICW tetap akan mengajukan uji materi. Alasannya, pengajuan itu untuk memperjelas masa pimpinan KPK yang diatur dalam Pasal 34. (INT)

KOALISI besar yang dibentuk Presiden Susilo Bambang Yudoyono untuk menyokong pemerintahannya justru menjadi penganggu penegakkan hukum. Kasus Century, mafia pajak Gayus Tambunan dan suap pemilihan Deputi Gubernur Senior BI yang semakin tidak jelas, merupakan imbas dari koalisi tersebut. Menurut pengamat hukum dari Universitas Andalas, Saldi Isra koalisi yang terlalu besar itu telah menimbulkan tarik menarik kepentingan saat aparat hukum hendak mengungkapan skandal. “Ada banyak kepentingan di dalam koalisi. Seharusnya koalisi itu untuk mem-back up peme-

rintahan tetapi ternyata malah menimbulkan pertarungan di dalam," kata Saldi. Presiden, kata dia, harusnya segera melakukan evaluasi dan meninjau ulang koalisi hasil bentukannya tersebut. Hal itu untuk mengurangi tarik menarik kepentingan, terutama berkaitan dengan penyelesaian beberapa kasus hukum. “Padahal, dalam kasus Centruy sudah ada perpecahan (koalisi), tetapi kenapa masih dipertahankan,” ujarnya. Menurut Saldi, sistem presidensil bukan ranah yang bagus bagi koalisi. Saldi mengatakan koalisi hanya akan mengganggu sistem presidensil. Saldi

mencontohkan lemahnya dukungan istana terhadap KPK dan Tipikor menghadapi serangan balik para koruptor. “Ini diakibatkan oleh tarik menarik kepentingan anggota koalisi yang selama ini memang sudah tidak enjoy dengan kinerja dua lembaga itu," tambahnya Saldi. Tidak hanya menganggu di bidang penegakkan hukum, menurut Saldi, koalisi besar yang mencapai 74 persen dukungan parlemen untuk pemerintahan SBY, juga tidak efektif di bidang politik. Saldi mengatakan contoh yang gamblang adalah saat Kementerian Dalam Negeri diserah DPR berkaitan dengan RUUK DIY.

15

“Tidak ada satu pun kekuatan yang menyokong dia dari partai koalisi bahkan Demokrat sekalipun. Jadi apa yang diharapkan dari koalisi seperti itu," katanya. Menurut Saldi, seharusnya presiden berani mengeluarkan beberapa partai dari koalisinya. Dikatakanya, koalisi tidak harus besar seperti sekarang ini, tetapi yang penting bisa lebih dari 50 persen. Koalisi yang disebutnya sebagai koalisi pas terbatas bukan over majority. “Mumpung sekarang ada beberapa isu yang bisa jadi negoisasi ulang yaitu RUU Keistimewaan Yogyakarta dan perlunya orang partai masuk ke KPU," katanya.

Dibawah Timur, Polri Sama Saja KOMISI untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan atau KontraS mengaku tak terlalu kaget kalau kasus rekening gendut para jenderal Polri dan kasus penganiayaan aktivis ICW, Tama S Langkun tak ada perkembangannya. “Dua kasus itu kan bukan soal baru. Sikap kami tentang Kapolri Jenderal Timur Pradopo sudah jelas: menolak,

karena kami anggap dia [Timur] hanya kaki-tangan penguasa dan Setgab,” kata Sekjen Federasi KontraS, Oslan Purba, di Jakarta. Menurut KontraS selama Polri di bawah Timur, tak akan ada perubahan berarti bagi Polri karena Timur bukan sosok tepat untuk benahi Polri. Timur dinilai tidak punya political will dan moralitas politik untuk menuntaskan

reformasi di tubuh polisi. “Salah satu indikatornya ya penuntasan kasus-kasus itu [rekening gendut dan kasus Tama S Langkun],” ujar Oslan. KontraS kata Oslan yakin, kasus rekening gendut para jenderal Polri tak akan ada kejelasannya dan akan menguap atau dipetieskan. Begitu juga dengan kasus Tama. “Karena itu perlu upaya dan tekanan yang lebih kuat dan

terorganisir dari publik,” ujar Oslan. Sama dengan BHD KontraS juga menilai, Polri di bawah Timur, kondisinya tak akan jauh berbeda ketika Polri masih dipimpin Bambang Hendarso Danuri: tetap menjadi institusi yang tak bebas dari praktek mafia dan dikendalikan elit yang berkuasa. “Saya kira Polri di bawah Timur, akan sama saja [de-

ngan di bawah BHD]. Tak ada kejujuran, profesionalitas dan akuntabilitas menjalankan tugas. Mulai dari jenderal sampai prajurit,” kata Oslan. Remunerasi yang diberikan, kata dia, hanya imbalan negara atas pengabdian mereka kepada penguasa dan bukan karena prestasi. “Maaf agak keras pernyataannya. Soalnya sudah enggak sabar lihat perubahan di Polri,” katanya.(BSC)

Preview Final Indonesia vs Malaysia .........(Dari Halaman 1) Sedangkan di lini depan, Gonzalez yang sedang on fire hampir dipastikan menjadi starter. Pendampingnya bisa jadi Irfan Bachdim, yang selama ini lebih banyak menjadi starter. Namun tidak menutup kemungkinan Bambang Pamungkas akan diberikan kesempatan pertama menjadi starter atau striker muda Yongky Aribowo yang menjadi starter pada pertandingan leg kedua melawan Filipina. Timnas Malaysia, yang mengandalkan tim U-23 yang menjuarai Sea Games 2009 itu akan tetap mengandalkan top skorer mereka dalam turnamen ini, gelandang Mohd Amri dan striker Norsharul Idlan. Jangan lupakan pula ancaman striker nomor 10 Safee Sali yang gerakannya cukup eksplosif dan sempat merepotkan Indonesia di babak penyisihan grup meskipun pada akhirnya tim mereka dibantai tim Merah Putih dengan skor 5-1. Namun semenjak pertandingan pertama penampilan

Malaysia terus membaik sehingga mereka berhasil menahan imbang Thailand di pertandingan kedua dan mengempaskan Laos 5-1 di pertandingan terakhir yang meloloskan mereka ke babak semifinal. Meskipun pertandingan pertama berakhir dengan skor mencolok namun hal itu sulit terjadi di babak final, apalagi Malaysia berkesempatan untuk bermain di hadapan pendukungnya sendiri. Pada leg pertama skor kemungkinan akan berakhir seri ataupun dengan kemenangan tipis bagi Indonesia. Sedangkan pada pertandingan kedua, di hadapan pendukung fanatiknya, Indonesia berpeluang besar untuk menang dengan margin yang lebih besar. Margin 2 gol rasanya bukan suatu hal yang mustahil. Pertandingan final akan dilakukan 2 leg, pada tanggal 26 dan 29 Desember 2010. Pada pertandingan tanggal 26, Malaysia akan bertindak sebagai tuan rumah, sedangkan pada tanggal 29, giliran Indonesia menjamu Malaysia. (DA/INT)

JR Saragih Tarik Laporan Jika Refly Minta Maaf .........(Dari Halaman 1) untuk mau diperiksa oleh tim investigasi. Akan tetapi, Saragih mengatakan tak pernah dihubungi Refly. "Saya bisa memahami kalau dia tidak berkata seperti apa yang dia sampaikan ke saya, karena posisinya terjepit. Karena itu, walau saya dilaporkan, saya tidak akan melaporkan balik. Kita tidak mung-

kin mengharapkan orang berkata sesungguhnya kalau dia dalam posisi terjepit," ujar Refly. Refly pun menyatakan kesediaannya untuk dikonfrontir dengan JR Saragih dalam proses pemeriksaan di KPK. "Karena tujuan kita kan mengungkap dugaan pemerasan yang dilakukan salah satu hakim," ujarnya. (EP/DC)

Perempuan Muda Tewas Overdosis di Kamar Hotel .........(Dari Halaman 1) tahun, ” ujar Silitonga dilokasi kejadian. Atas penemuan tersebut, Silitonga langsung memberitahukan ke sejumlah warga lainnya.Yang kemudian melaporkan penemuan mayat tersebut ke Polsek Percut Seituan. Karena wilayah hukumnya Polsek Medan Area, polisi dari Polsek Medan Area langsung datang ke lokasi untuk melakukan Olah Tempat

kejadian Perkara. “Jenazah korban sudah kita antar kerumah duka. Kejadiannya, Sabtu (18/12) sekitar pukul 17.00 WIB. Ibu korban bersama korban sedang mencuci baju dipinggiran sungai Patumbak, diduga terlepas dari pengawasan orang tuanya. Korban terseret arus, kemudian keluarga korban membuat laporan ke Polsek Medan Area, ” ucap Iptu Jonser Banjarnahor, Kanit Reskrim Polsek Medan Area.(HER)

TERIMA BONUS Rp 2,5 M–Pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl (4kanan) menyalami satu per satu para pemainnya usai mengalahkan Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Minggu malam (19/12). Atas lolosnya Indonesia ke final, Firman Utina dkk langsung "dihajar" bonus total sebesar Rp 2,5 M oleh Ketua Umum PSSI, Nurdin Khalid.

Sejarah Menanti .........(Dari Halaman 1) Tiger Cup, Garuda dua kali tersingkir di babak pamungkas, yaitu pada 2000 ketika turnamen digelar di Thailand dan 2002 saat turnamen dilangsungkan di Indonesia dan Singapura. Yang menarik, Thailand selalu menjadi batu sandungan Indonesia. Pada 2000, Kurniawan Dwi Yulianto dkk kalah telak 1-4. Dua tahun kemudian, Bambang Pamungkas dkk kalah dalam adu penalti. Kini, pada Piala AFF 2010 Indonesia mempunyai peluang yang sangat besar untuk mengukir sejarah, meraih trofi tertinggi di Asia Tenggara untuk pertama kali. Pasalnya, Malaysia pernah dipermalukan Garuda dengan skor meyakinkan 1-5 di partai pertama penyisihan Grup A, 1 Desember lalu.

Sejarah Baru Sekadar diketahui, Malaysia lolos ke babak final untuk kedua kalinya setelah tahun 1996. Malaysia lolos ke babak final setelah pada leg pertama berhasil mengandaskan tim tamu Vietnam 2-0 di stadion Bukit Jalil. Sedangkan pada pertandingan kedua, berakhir dengan skor kacamata 0-0. Dikartumerahkannya pemain Vietnam TP Luong pada menit ke 72, karena kartu kuning kedua akibat aksi divingnya semakin mempersulit Vietnam untuk mengungguli Malaysia, alhasil Malaysia lolos dengan agregat keseluruhan 2-0. Sejarah baru dipastikan akan tercipta di turnamen ini, karena 2 tim yang berlaga di final belum pernah menjadi juara sebelumnya. Timnas Malaysia akan menghadapi tuan rumah babak penyisihan Indonesia yang menyudahi

perjalanan heroik Filipina. Pada pertandingan leg kedua dimana Indonesia berposisi sebagai tuan rumah, gol spektakuler striker kelahiran Uruguay, Christian Gerard Alvaro Gonzalez di penghujung babak pertama mengakhiri perlawanan negara bekas jajahan Spanyol dan Amerika Serikat tersebut dengan skor agregat 2-0. Pada pertandingan tersebut, pemain Filipina terlihat bermain tidak terlalu disiplin, tidak seperti pada pertandingan pertama. Berkali-kali alur serangan Filipina putus di lini tengah. Sedangkan Indonesia yang menekan sejak awal akhirnya berhasil mencuri gol lewat sepakan melengkung spektakuler dari El Loco pada menit ke 43. Sepakan pertamanya masih mampu ditahan bek Filipina, namun bola rebound di luar kotak penalti di placing oleh

pemain berusia 34 tahun tersebut ke sudut kanan gawang Filipina dengan sepakan kaki kirinya yang keras melengkung. Filipina pun cenderung bermain keras dan memancing emosi pemain Indonesia. Tak ayal, gelandang serang bernomor 18, Chris Greatwich akhirnya diusir keluar lapangan setelah mendapat 2 kartu kuning. Imbasnya Filipina makin sulit untuk membalik keadaan karena serangan mereka putus di tengah. Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Sarat Dendam dan Emosi Pertandingan final antara Indonesia dan Malaysia nanti dipastikan akan berjalan dengan penuh dendam dan emosi. Tidak hanya rivalitas kedua negara di lapangan hijau, unsur persaingan politis pun akan menghadirkan bum-

bu tersendiri bagi pertandingan ini. Beberapa kejadian seperti pengklaiman kebudayaan Indonesia oleh Malaysia, nasib TKI yang dianiaya, kisah perebutan pulau Sipadan-Ligitan-Ambalat antara kedua negara, permusuhan kedua negara di ranah dunia maya, pelemparan kotoran di kedubes Malaysia pada saat terjadinya demo anti Malaysia serta masih banyak lagi kejadian yang melibatkan kedua negara. Termasuk sejarah konfrontasi kedua negara pada dekade 60 an melalui program Ganyang Malaysia yang dicanangkan Presiden Soekarno yang menentang neo kolonialisme dan neo imperialisme melalui pembentukan “negara boneka” Malaysia oleh Britania dan sekutunya. Jadi, sudah dapat dipastikan bahwa dua pertandingan final akan berjalan panas dan seru.(DA/INT)

“Nikmatilah Kemenanganmu, Indonesia!” .........(Dari Halaman 1) mengalahkan Filipina 1-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (29/12). Ferdinand mengaku kecewa karena pertandingan MU lawan Chelsea, Minggu (19/ 12), harus ditunda karena badai salju. Menurutnya, itu membuat akhir pekannya menjadi tak indah. Namun, kekecewaannya terhibur karena Indonesia bermain bagus di semifinal Piala AFF 2010 lawan Filipina. Bahkan, dia memberi ucapan khusus kepada Firman Utina dkk. Lewat akun Twitter-nya, Rio Ferdinand mengatakan, "Just in the break for Snow White, I see from the twitfam Indonesia have got to the final, congratulations! Ice cream

time!!" Maksudnya, di saat libur kompetisi karena hujan salju, dia bisa sedikit terhibur ada kabar bahwa Indonesia masuk final Piala AFF. Dia mendapat kabar itu dari Twitter. Maka, dia langsung memberi ucapan selamat kepada Indonesia dan menurutnya ini saatnya minum es krim. Selain Ferdinan, penyerang Liverpool, Ryan Babel juga tak melupakan pertandingan Indonesia lawan Filipina di semifinal kedua Piala AFF 2010. Bahkan, dia tampak terhibur dan memberi ucapan selamat kepada Indonesia. Pemain yang pada 19 Desember ini berulangtahun untuk ke-24 kalinya ini merasa kemenangan Irfan Bachdim cs sebagai kado spesial-

nya. Maklum Babel adalah rekan Irfan Bachdim saat masih merumput di Inggris. Lewat akun Twitter-nya, Babel menyampaikan ucapan selamat itu. Sebelumnya, Babel sudah memberikan ucapan selamat kepada Indonesia, karena menang di leg pertama. Kini, dia mengatakan, "Sekali lagi selamat kepada Indonesia dan Irfan bachdim," kata pemain asal Belanda tersebut. Kapten Arsenal, Cesc Fabregas, juga ikut memberi perhatian khusus kepada kiprah Indonesia pada semifinal Piala AFF 2010. Dia memberi ucapan khusus kepada Indonesia yang sukses ke babak final setelah menang 1-0 pada leg kedua atau 2-0 secara agregat. Fabregas sudah mengikuti

kiprah Indonesia sejak sebelum pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dimulai. Lewat akun Twitter-nya, dia berharap pertandingan akan menarik. "Aku harap pertandingan antara Indonesia dan Filipina berlangsung menarik dan menghibur. Sukses kawan, aku akan mencoba menyaksikannya," kata Fabregas. Pertandingan itu memang disiarkan langsung oleh Star Sports. Jadi, sangat mungkin Fabregas menyaksikannya karena dia sedang libur bertanding. Partai Arsenal-Stoke City yang sedianya digelar pada Sabtu (18/12) dibatalkan karena hujan salju. Oleh sebab itu, dia mendapat hiburan tersendiri dari partai Indonesia vs Filipina.

Setelah Indonesia menang, Fabregas langsung bereaksi. Dia menulis di akun Twitternya lagi dan memberi ucapan selamat kepada Firman Utina dkk dan seluruh rakyat Indonesia. "Congratulations to all the indonesian football fans for their win. Enjoy! (Selamat kepada semua suporter sepak bola Indonesia atas kemenangan timnya. Nikmatilah)" tulisnya di Twitter. Terima kasih Ferdinand, Babel dan Cesc. Indonesia memang sedang berpesta, tapi perjuangan masih belum selesai. Firman Utina dkk masih harus konsentrasi menghadapi dua pertandingan menentukan di final lawan Malaysia pada 26 dan 29 Desember nanti. (DA/INT)


HARIAN

andalas L

U

G

A

S

D

A

N

C

E

R

D

A

S

Senin, 20 Desember 2010 | No: 1769/Tahun VI | E-Mail:andalasmedan@gmail.com | Harga Eceran Rp2.000; Langganan+ongkos kirim Rp75.000; Luar Kota: Rp2.500

Ingin Nikahi KD

Putri Indonesia 2009, Qory Sandioriva disaksikan Kepala Dinas Kehutanan Sergai Ir H Taufik Batubara, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan H Ikrom Helmi Nasution SH dan Asisten Direktur Event dan Komuniksi Theme Park.

Raul Berikan Surat Cerai ke Yuni Shara PADA 21 Desember 2010 mendatang kekasih Krisdayanti, Raul dan sang istri, Ata, akan dikukuhkan resmi bercerai. Setelah itu Raul bebas menentukan hari pernikahanannya dengan KD. Tentunya dengan syarat, Raul memberikan akta cerainya kepada kakak KD, Yuni Shara. Syarat tersebut terucap dari mulut Yuni sendiri saat ditemui wartawan di Plaza Blok M, Jakarta Selatan, Minggu (19/12). "Kalau memang itu benar, dia (Raul) akan lapor sendiri ke saya. Serahkan paper (surat cerai)

dulu ke saya, baru saya akan setujui," jelas Yuni. Mengenai di mana, seperi apa dan kapan penikahan itu dilaksanakan? Yuni angkat tangan. Ia sepenuhnya membiarkan sang adik yang menentukan. "Belum tahu, belum tahu. Yanti kan sering terlihat bersama-sama dengan Raul, mereka boleh saja punya rencana. Tapi kalo sudah selesai semuanya (Raul sudah resmi cerai), dia sudah tahu kok kalau harus izin ke saya nantinya bagaimana," pungkas Yuni. (DTC)

Qory Sandioriva Tanam Pohon Cemara Laut PUTRI Indonesia 2009, Qory Sandioriva disaksikan Kepala Dinas Kehutanan Sergai Ir H Taufik Batubara, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan H Ikrom Helmi Nasution SH dan Asisten Direktur Event dan Komuniksi Theme

Park, T Feria Aznita, Sabtu (18/12), menanam pohon cemara laut di kawasan objek wisata bahari Pantai Cermin Theme Park bersama 47 peserta pemilihan Teruna dan Belia Serdang Bedagai 2010. Usai menanam pohon

cemara laut, Qory dalam kesempatannya berharap, pohon yang ditanamnya bisa tumbuh dan menjadi upaya bersama menyelamatkan ekosistem lingkungan dari ancaman global warming (Pemanasan

Global). “ 20 tahun ke depan, alam Indonesia terancam rusak bila tidak segera dilakukan penyelamatan. Dengan semakin banyaknya ditanam, maka akan menghasilkan oksigen, ucapnya. Menurut Qory, teluk di Sergai sangat dekat dengan pertemuan air panas dan dingin yang berpotensi terjadi pengikisan dan mengancam daerah teluk bahari bila tidak segera dilakukan penyelamatan lingkungan. Untuk itu, khususnya warga Sergai, agar mencintai Sergai dengan sepenuh hati, jangan hanya sekadar tinggal dan menikmati saja. “ Saya berharap, Sergai ke depan bisa sekuat pohon ini (cemara laut) yang tidak mudah untuk runtuh, daunnya hijau dan bisa menyejahterakan masyarakat dan bidangbidang lainnya,” tegasnya. Sementara itu, Kadis kehutanan Sergai, Ir H Taufik Batubara

menjelaskan, aksi tanam pohon yang dilakukan Putri Indonesia 2009 Qory Sandioriva diharapkan bisa menjadi “ikon” gerakan tanam pohon di Sergai yang memotivasi pemuda dan masyarakat minimal menjadi pelaku tanam pohon di depan rumahnya masingmasing. Sergai lanjut Taufik, tahun 2010 menargetkan 14.000 pohon jenis mahoni rampung ditanam baik di lingkungan rumah warga dan sepanjang jalan mengingat kawasan hutan Sergai terbilang kecil. Bagi komunitas masyarakat dan lainnya yang berminat dan mau menanam, Dinas Kehutanan Sergai siap membantu menyediakan bibit pohon. Bahkan untuk sistem Kebun Bibit Rakyat (KBR) yang sudah ada 10 unit berupaya mengembangkan macam-macam tanaman dari biji seperti, durian, petai, jengkol dan lainnya, terangnya (RYAD)


Harian Andalas