Issuu on Google+


MOVIEMAGZ MOVIEMAGZ TEAM CHIEF OFFICER : Starkiller CONSELOR : dhukhun Editor Hary Susanto QC.P (Quality Control Person) _n1A_ DESIGNER starkiller, Quilava, The Unfortunate Kyd mysecondhenz MARKETING : dhukhun & achoenk WRITER : Hary Susanto, Ajoem Woody, AzwarHamzah, Eichi01, Renian, LordAetherion bleach77, Ackiel_Khan Vio Tatsuya, lyna_3n

Kreatif PeinAkatsuki, Woody Sansan Xaverius KONTRIBUTOR (Design) Exodus &HonkyTonkWomen (Writer) Irwan 19, Asingkun ReelSpeculator, RedSharkz Tyo, er1ck9 , Simplicious

Dari Redaksi : Horror Movies Edition Dibandingkan sci-fi, 2013 mungkin bukan tahunnya film-film horor, tetapi seperti tahun-tahun sebelumnya horor tidak pernah terlalu sepi, selalu ada beberapa pilihan-pilihan yang bagus, apalagi kita bisa di bilang cukup beruntung tahun ini karena mendapatkan dua film dari maestro horor modern, James Wan; The Conjuring dan sekuel Insidious, Insidious: Chapter 2 di mana keduanya sama-sama berhasil menjadi film-film horor paling laris tahun ini. Dan dalam rangka merayakan Halloween tahun ini sekaligus edisi horor MovieMagz, kami memberikan beberapa pilihan horor terbaik 2013 lainnya sejauh ini yang mungkin sayang untuk dilewatkan. So, enjoy and Happy Halloween! Trick or Treat! (Hary Susanto / Moviemagz Editor)


BEST HORROR MOVIES 2013

The Conjuring Insidious Chapter 2 We Are What we Are VHS Evil Dead Maniac Mama


Hot Movies Carrie

8

The Hunger Games : Catching Fire

14

Thor The Dark world

16

Oldboy

Homefront

20 21

The Hobbit : The Desolation of Smaug

22

Special features Best Horror Movies 2013

27

Best 13 Home Invasion Thriller

49

Classic Horror movies

54

Penampakan Tak Sengaja Yang terekam

62

Asian Fear Fest Festival

68

Amazing Director

James Wan

46

Guilermo Del Torro

64

Sleeper Hit 2013 Gravity The Way Way Back

70 73


HOT MOVIES

CARRIE Sudah begitu banyak novel dari Stephen King yang diadaptasi dalam media film, dan banyak juga dari adaptasi tersebut yang menuai sukses besar baik dari komersil maupun kualitas. Beberapa diantaranya malah menjadi cult classic. Rangkaian adaptasi yang sukses tersebut diawali oleh film garapan Brian

De Palma. Carrie adalah film pertama yang merupakan adaptasi dari cerita yang ditulis Stephen King, dimana saat dirilis 37 tahun lalu film ini sukses besar baik dari pendapatannya yang berhasil meraih keuntungan diatas 30 kali lipat dari bujetnya, sampai kualitasnya yang dianggap sebagai salah satu horor terbaik sampai saat ini. Well pada Tahun 2013 Setelah menampilkan poster sang karakter utama, Carrie White, yang berlumuran darah, lengkap dengan tagline ‘You Will Know Her Name’. Sekilas dari trailernya akan mengira-ngira apakah ini remakenya? Ya betul. Principal Moviemagz Horror Movies 10


08 November 2013 photography untuk remake film horor ini dimulai di Ontario, Kanada. Kisah yang diangkat dari novel karangan Stephen King yang sebelumnya telah dibuat filmnya di tahun 1976 ini kembali dalam versi modern. Yang membuat remake ini masih menyimpan harapan adalah kehadiran ChloÍ Grace Moretz dan Julianne Moore. Moretz dinilai sangat cocok memerankan sosok Carrie setelah penampilan memukau nya dalam Kick Ass, film horor remake Let Me In, dan terlebih lagi Ia juga baru saja tampil gothic dalam film terbaru karya Tim Burton Dark Shadows. Moretz telah membuktikan bahwa dirinya mampu untuk memberikan penampilan yang memorable dalam film-film lintas genre. Selain itu, Carrie juga disutradarai oleh Kimberly Peirce yang sebelumnya menyutradarai film Boy’s Don’t Cry (1999) dan Stop-Loss (2008), seorang sutradara wanita, setelah versi orisinilnya dahulu disutradarai oleh Brian De Palma pada tahun 1976 dan Naskahnya ditulis oleh Lawrence D. Cohen dan Roberto Aguirre Sacasa yang masih berdasarkan kisah asli Carrie karya Stephen King. Carrie (Chloe Moretz) adalah seorang gadis lemah lembut dan ia tinggal di sebuah pemukiman sub urban dimana ia dan ibunya tinggal di daerah Chamberlain, Maine. Meskipun dirinya cukup manis, tapi gadis pendiam ini banyak dijauhi di Moviemagz Horror Movies 11

Memasuki minggu kedua, Carrie hanya mampu mengumpulkan keuntungan $27,209,175. Sedangkan pembuatan film ini sendiri menelan biaya sebesar $30,000,000

Margaret White: You know the devil never dies, keeps coming back. But you gotta keep killing him.

sekolah dan sering diganggu oleh para murid-murid perempuan di sekolahnya. Penderitaan yang dialami Carrie tidak cukup sampai di sini saja. Di rumah sang ibu kandung, Margaret White (Julianne Moore) adalah sosok yang sangat konservatif dan relijius. Marget selalu berusaha melindungi Carrie dari berbagai macam ancaman

yang datang dari luar. Meski dengan cara yang tegas dan sering kali perlakuan ibu kandungnya yang sangat kasar terhadap buah hatinya. Selain itu Carrie sering sekali menerima bully dari temantemannya, Carrie pun semakin tertekan akibat perlakuan ibu kandungnya yang sangat tidak menyenangkan. Suatu hari Carrie mendapatkan


Director: Kimberly Peirce Writers: Lawrence D. Cohen, Roberto Aguirre-Sacasa Stars: ChloĂŤ Grace Moretz, Julianne Moore, Gabriella Wilde

dirinya memiliki kekuatan supernatural. Sebuah kekuatan dimana ia bisa menggerakkan benda -benda atau yang lebih dikenal dengan telekinesis. Gara-gara kekuatan inilah, ibu Carrie mengira anaknya telah memuja aliran sesat.

mengerjai Carrie. Carrie yang sudah terlanjur sangat kecewa, ia pun sudah tidak bisa membendung amarah yang ada di dalam dirinya dan ia pun mulai melampiaskan kekesalannya itu kepada semua orang.

Hingga suatu hari Salah satu teman Carrie yakni Chris Hargeson mengajak temanteman yang lainnya untu

Carrie memang tidak langsung menyuguhkan adegan-adegan seram ataupun berdarah. Kita baru

akan dipertontonkan adegan macam itu pada saat filmnya memasuki 20an menit terakhir yakni saat kisahnya memasuki klimaks. Namun sebelum itu kita akan dibawa untuk menjelajahi detail kehidupan dari Carrie. Kita benar-benar akan dibuat bersimpati dengan segala nasib yang diterima oleh Carrie. Dari segi akting, Chloe Grace Moretz mampu membuat kita benar-benar Moviemagz Horror Movies 12


bersimpati pada Carrie. Lihat juga bagaimana perubahan sikapnya dari seorang gadis pemurung yang tibatiba berubah drastis menjadi seorang yang lebih ceria. Sebelum akhirnya ia menjadi seorang wanita pembawa bencana. Film-film horor selalu punya ciri khas yang mencolok, yaitu pada bagian scoring. Untuk membangun suasana menegangkan, musik yang dipakai bukan sembarang musik tapi mayoritas selalu memakai musik yang cukup menusuk telinga, dan bagi saya itu adalah sebuah kelebihan yang benar-benar bisa membangun ketegangan sebuah film horror. Tidak hanya musiknya yang keren, tapi penempatannya dalam sebuah adegan juga pas. Di setiap film horor yang pernah dibuat oleh Hollywood termasuk salah satunya Carrie, dimana sebuah scoring musik masuk secara tiba-tiba dan tentunya banyak penoton yang kaget akibat scoring musik tersebut. Formula seperti itu diciptakan dengan sangat epic dari seorang pria bernama marco beltrami. Seorang composer untuk film-film Box Office Hollywood seperti World War Z, The Woman in Black, The Wolverine dan berbagai judul film lainnya. Film unggulan produksi Sony Screen Gems yang dibintangi Chloe Moretz dan Julianne Moore ini awalnya, film ini dikabarkan akan dirilis pada 15 Maret 2013 lalu. Namun, sang produser, Kevin Misher, mengundur film ini sampai 18 Oktober 2013 mendatang. Alasannya agar pas dengan momen acara Halloween dan Tayang 8 November 2013 di Bioskop Indonesia. ( Azwar Hamzah ) Moviemagz Horror Movies 13

Jodie Foster sebelumnya sempat dipertimbangkan untuk peran Margaret White. Tetapi kemudian digantikan oleh Julianne Moore. Sebelumnya Moore juga pernah menggantikan posisi Foster mengisi peran Clarice Starling dalam film Hannibal.


HOT MOVIES

The Hunger Games

K

esuksesan film The Hunger Games dalam meraih banyak penghasilan dan pujian membuat pihak studio dan produser tidak berpikir panjang untuk segera membuat sekuelnya. Film The Hunger Games : Catching Fire mengambil cerita pada buku keduanya yang berjudul sama. Trilogi novel The Hunger Games sendiri mencapai sukses besar saat dirilis di Amerika Serikat dan juga di negara-negara lain. Pengarangnya, Suzanne Collins, dipuji karena dinilai mampu memberikan cerita fiksi ilmiah yang berbeda bagi para remaja. Sutradara Francis Lawrence akan kembali menyutradarai film The Hunger Games yang kedua ini. Para pemainnya pun akan kembali mengisi peran mereka yang

terdahulu, seperti Jennifer Lawrence, Josh Hutcherson, dan Liam Hemsworth. Hunger Games adalah acara tahunan yang diadakan untuk memilih satu orang pemenang lewat pertempuran yang mematikan. Peserta acara tersebut adalah laki-laki dan perempuan yang berusia 12 sampai 18 tahun yang ada di setiap distrik di kota Capitol. Setelah memenangkan pertandingan Hunger Games ke74, Katniss Everdeen dan Peeta Mellark kembali ke Distrik 12. Ada tugas baru menanti mereka, yaitu melakukan tur keliling ke 11 distrik lain. Tur ini sebenarnya merupakan cara lain Capitol untuk menunjukkan kekuasaan atas penduduk Panem. Presiden Snow yang memimpin pemerintahan di Capitol, masih mencium adanya rencana

pemberontakan yang ditunjukkan oleh Katniss di pertandingan Hunger Games. Ternyata Katniss dan Peeta harus mengikuti pertandingan Hunger Games ke75 yang disebut The Quarter Quell. Kali ini peserta pertandingan, bukanlah pasangan yang dipilih dari setiap distrik, namun 24 pemenang Hunger Games di tahun-tahun sebelumnya. Sebuah tantangan berat menghadang di depan mereka. Mampukah Katniss dan Peeta melawan pesaing mereka yang sangat tangguh itu? Apa sebenarnya niat Capitol mengadakan The Quarter Quell? Untuk mengetahuinya, kalian harus bersabar hingga film ini dirilis 22 November 2013 nanti. ( bleach77 ) Moviemagz Horror Movies 15


Director: Alan Taylor Writers: Christopher Yost, Christopher Markus Stars: Chris Hemsworth, Natalie Portman, Tom Hiddleston

Thor sang dewa petir kembali beraksi untuk melawan kaum dark Elf dalam sekuelnya ”Thor: The Dark World“. Demi menyelamatkan pujaan hatinya Jane (Natalie Portman), bumi dan juga kesemua sembilan alam dari Norse Mythology. Inti cerita dari Thor: The Dark World ini diungkapkan oleh Kevin Feige, presiden Marvel untuk bagian produksi, dan oleh Chris Hemsworth sang pemeran Thor sendiri pada media USA Today. Dikatakan pada wawancara tersebut, Thor dan Jane akhirnya akan bertemu kembali satu dengan yang lain setelah berpisah di film Thor yang pertama. Mungkin ada yang bertanya-tanya mengapa Thor tidak mengontak Jane di dalam film The Avengers, Feige menjelaskan bahwa alasan Thor untuk tidak mengontaknya adalah untuk menjaga keselamatan sang wanita Moviemagz Horror Movies 16

pujaan hatinya tersebut. Oleh karena itu, Thor baru melakukannya di dalam film Thor: The Dark World ini. Jagat raya kembali dihadapkan akan sebuah ancaman besar kaum dark Elf dibawah pimpinan Malekith (Christopher Eccleston). Keselamatan Jane terancam akibat ulah Malekith yang membuatnya dirasuki Dark Spirit, kaum Dark Elf ini rupanya juga mengancam keselamatan Bumi dan Asgard, membuat Thor harus maju dan berperang melawan kaum Dark Elf tersebut. Untuk dapat melawan Dark Elf dan menyelamatkan Jane, Thor harus dapat masuk ke dalam Dark Wolrd sementara Loki adalah satu-satunya yang mengetahui caranya. Dalam trailer perdana “Thor: The Dark World”, diperlihatkan bahwa Thor akhirnya membentuk aliansi dengan Loki (Tom Hiddleston) demi mengalahkan Malekith.


HOT MOVIES


Christopher Eccleston Selain menjanjikan aksi jauh lebih dahsyat ”Thor: The Dark World“. Juga menghadirkan sosok villain yang lebih tangguh dan berbahaya. Malekith pemimpin kaum Dark Elf adalah ancaman besar bagi alam semesta. Malekith menginginkan Casket of Ancient Winters (the blue glowing box from Thor) yang akan digunakan sebagai senjata untuk membekukan sembilan dunia. Dia diasingkan oleh Odin namun kemudian dibebaskan oleh Surtur yang mengirim Malekith dengan menggunakan peti mati di bumi, menciptakan salju musim dingin dan musim gugur yang besar. Karakter yang diciptakan oleh Walt Simonson

ini pertama kali muncul di “Thor” #344-349 yang dipublikasikan dari bulan Juni sampai November 1984. Malekith memiliki kekuatan yang membuatnya dapat memanipulasi kekuatan magis sehingga dapat melakukan teleportasi, proyeksi energi, serta bentuk fisik yang bisa berubah menjadi orang ataupun obyek lain. Selain itu, ia juga memiliki kekuatan fisik yang besar. Tetapi Malekith juga memiliki satu kelemahan, yaitu besi. Besi dapat melemahkan Malekith dan membuat kemampuan sihirnya berkurang. Christopher Eccleston terpilih untuk menghidupkan karakter villain tangguh ini.

Alan Taylor sutradara berbagai serial televisi sukses ( Sex and the City, Game of Thrones, Supranos dll ) ini mendapat kepercayaan untuk mengisi kursi sutradara Thor: The Dark World, menggantikan Kenneth Branaghdan dan Joss Whedon.


HOT MOVIES

Director: Spike Lee Writers: Garon Tsuchiya (manga), Nobuaki Minegishi (manga) Stars: Josh Brolin, Elizabeth Olsen, Samuel L. Jackson


J

ames Brolin memerankan Joe Doucett dalam Oldboy, seorang pria yang disekap selama 20 tahun di sebuah kamar tanpa sebab yang jelas. Setelah dibebebaskan Joe pun mencari dalang dibalik penyekapannya. Oldboy sendiri adalah remake dari thriller populer Korea Selatan milik Park Chanwook berjudul sama. Film bergenre thriller Thriller ini akan disutradarai oleh Spike Lee sutradara berkulit hitam yang pernah mengarahkan Denzel Washington dalam Inside Man. Dari trailernya yang sudah di rilis terlebih dahulu jauh sebelum filmnya dirilis di gedung bioskop terlihat sang sutradara Spike Lee terlihat masih sesetia mungkin memasukan bagian-bagian terbaik dari versi aslinya, dari set kamar di mana karakter Brolin di sekap sampai adegan pertarungan memorable antara Brolin yang bersenjatakan palu dengan segerombolan gangster bersama banyak kekerasan lainnya. Selain dibintangi Josh Brolin, Oldboy juga diisi nama-nama lain macam Elizabeth Olsen, Samuel L. Jackson dan Sharlto Copley. Naskah Oldboy dipercayakan untuk ditulis Mark Protosevich (I Am Legend, The Cell, Thor). Oldboy dijadwalkan tayang pada 27 November 2013

K

esuksesan The Expendables tampaknya membuat Sylvester Stallone tertarik untuk bekerjasama kembali dengan Jason Statham dalam film terbarunya Yang dirilis pd tgl 27 November 2013, film tersebut berjudul Homefront. Cuma bedanya kali ini Stallone lebih tertarik untuk berperan di belakang layar sebagai penulis naskah dan juga produser. Film yang diangkat dari novel dengan judul yang sama, karya Chuck Logan ini juga dibintangi oleh James Franco, Winona Ryder dan Kate Bosworth. Untuk sutradara Stallone sepenuhnya menyerahkan pada Gary Fleder, sutradara yang pernah mengarahkan Morgan Freeman dalam Kiss the Girls (1997) dan Michael Douglas dalam Don’t Say a Word (2001). Homefront menceritakan mantan agen DEA, Phil Broker (Statham) yang berusaha meninggalkan kehidupan masa lalunya yang keras. Ia berusaha hidup tenang bersama putrinya di Lousiana. Namun sayang Broker malah terlibat urusan dengan sebuah organisasi kriminal perdagangan narkoba lokal yang dipimpin oleh Gator (Franco), dan kekasihnya Sheryl Gott (Ryder). Akibatnya Broker juga harus berupaya melindungi anaknya dari aksi balas dendam para penjahat tersebut. Sedangkan Kate Bosworth akan berperan sebagai adik dari adik dari sang gembong narkoba Gator. Seperti yang kita tahu selain aktor besar Sylvester Stallone adalah juga seorang penulis naskah yang handal, Rocky, Rambo, The Expendables adalah hasil dari tulisannya. Dana sebesar $70,000,000 juga telah disediakan untuk Homefront, sehingga kita bisa berharap bahwa Film ini akan mampu sukses seperti halnya The Expendables.


HOT MOVIES

THE HOBBIT : THE DESOLATION OF SMAUG

S

alah satu film yang paling ditunggu-tunggu di bulan Desember ini adalah The Hobbit : The Desolation of Smaug. Yup, ini adalah kelanjutan dari film The Hobbit : An Unexpected Journey yang tayang di tahun 2012 lalu. Seperti yang kita ketahui, The Hobbit adalah prekuel cerita dari Lord of The Ring. Sama seperti Lord of The Ring, Peter Jackson pun membuat The Hobbit menjadi trilogi. Seluruh tim sukses dalam filmnya yang pertama kembali dibawa untuk memproduksi sekuelnya ini. Rencananya film ini akan dirilis pada tanggal 13 Desember 2013. Meneruskan cerita dari film sebelumnya, petualangan Bilbo Baggins (Martin Freeman) bersama penyihir Gandalf (Ian McKellan) dan ketiga belas kurcaci yang dipimpin oleh Thorin Oakenshield (Richard Armitage) pun berlanjut dalam perjalanan mereka menuju kerajaan Erebor. Kali ini Pasukan peri akan Moviemagz Horror Movies 22

turut mendukung perjalanan mereka menuju kediaman para kurcaci yang telah disemayami oleh naga bernama Smaug. Setelah berhasil keluar dari Misty Mountains dan mengantongi cincin dari Gollum, tantangan yang harus mereka hadapi selanjutnya adalah berhadapan dengan naga Smaug. Sosok naga yang di film pertamanya masih belum diperlihatkan, akhirnya akan diperlihatkan di film keduanya ini. Mampukah mereka mengalahkan sang naga? Bersiaplah kalian melihat pertarungan yang lebih dahsyat dan seru. Yang membuat penasaran dan patut ditunggu juga adalah kehadiran sang pemanah hebat dalam Lord of The Ring, Legolas, yang diperankan kembali oleh Orlando Bloom . Selain itu juga ada begitu banyak tokoh yang bermunculan. Di antaranya adalah penampilan dari Lee Pace sebagai Thranduil, Evangeline Lilly sebagai Tauriel, dan Luke Evans sebagai Bard the Grim/ Bard the Bowman. ( (bleach77 )

Yang menjadi perdebatan dalam film trilogi The Hobbit kali ini jatuh pada peran Evangeline Lilly sebagai Tauriel, di mana tokoh peri wanita ini tidak pernah ada dalam tulisan maupun catatan milik Tolkien di mana pun. Hal ini mengundang banyak argumen dari para penggemar Tolkien murni. Tauriel adalah pemimpin Elven Guard, dia seorang Elf kebangsaan Sylvan yang merupakan ras paling bawah dari jajaran Elf yang ada. Ia tidak lebih tinggi dari Arwen, Galadriel, Elrond ataupun Legolas. Peran Tauriel di perankan oleh artis berusia 32 tahun, Evangeline Lilly. Kita bisa sedikit berharap bahwa keberadaan tokoh baru ini tidak akan merusak jalan cerita utamanya.


ORLANDO BLOOM LEGOLAS

Aktor Benedict Cumberbatch merasa sangat beruntung karena dipercaya Peter Jackson untuk memerankan dua peran sekaligus dalam trilogi The Hobbit. Benedict Cumberbatch memerankan Naga Smaug melalui suara dan rekam gerak dan Necromancer melalui rekam gerak.

Luke Evans aktor asal Inggris yang sedang naik daun ini akan memerankan karakter Bard the Grim/ Bard the Bowman. Salah satu karakter penting dalam cerita The Hobbit. Brad adalah seorang pemanah yang terampil sekaligus ahli waris Raja Girion Dale, yang istri dan anak selamat melarikan diri ke Laketown saat dulu Smaug menghancurkan Gunung Sunyi (Erebor). Ketika kemudian Smaug muncul kembali dari Gunung Sunyi dan menyerang Laketown, Bard memimpin pertahanan kota mengorganisir para pemanah untuk melawan sang naga

THRANDUIL LEE PACE Moviemagz Horror Movies 23


Director: Carl Rinsch Screenwriter: Chris Morgan, Hossein Amini Starring: Keanu Reeves, Hiroyuki Sanada, Ko Shibasaki,

HOT MOVIES

S

ylvester Stallone kembali menaiki ring tinju di usianya yang sudah di atas 60 tahun, terdengar lebih aneh lagi karena yang akan menjadi lawannya adalah Robert de Niro. Tentu saja ini bukanlah kenyataan tapi ini adalah film terbaru dari dua aktor gaek tersebut “Grudge Match” yang akan tayang bertepatan pada hari natal 25 desember 2013 nanti. Berkisah tentang dua petinju legendaris, Henry “Razor” Sharp (Sylvester Stallone) dan Billy “The Kid” McDonnen (Robert de Niro). Di masa jayanya, mereka pernah bertarung dua kali dimana masing-masing berhasil memetik kemenangan. Sayangnya, mereka tak pernah bertemu di pertarungan ketiga untuk membuktikan siapa yang paling kuat karena Razor memutuskan pensiun. Kini, 30 tahun setelahnya seorang promotor, Dante Slate Jr. (Kevin Hart), tertarik untuk mempertemukan mereka kembali di atas ring tinju. Keadaan pun semakin memanas saat video animasi pertarungan mereka menyebar ke publik. Sampai akhirnya kedua mantan petinju ini memutuskan kembali berduel di atas ring tinju. Grudge Match di sutradari oleh Peter Segal, yang kerap bekerjasama dengan actor Adam Sandler

S

47 RONIN

etelah selesai dengan Man of Tai Chi, Keanu Reeves kembali bermain dalam film 47 Ronin yang diarahkan oleh Carl Erik Rinsch dan berdasarkan skenario oleh Chris Morgan dan Hossein Amini. Keanu Reeves yang pernah bermain di film The Matrix ini adalah pemeran utama dalam film ini. Spesial efek yang disajikan dalam filmnya pun tergolong luar biasa. Maka tak heran jika Studio Universal berani mengucurkan dana yang sangat besar untuk film ini, yakni hampir $200 Juta. 47 Ronin mengisahkan tentang Kai (Keanu Reeves) yang diminta bergabung dengan kelompok Ronin yang dipimpin oleh Kuranosuke Oishi (Hiroyuki Sanada). Tujuan dari kelompok Ronin ini ialah membalaskan dendam guru besar mereka. Yang telah dibunuh oleh panglima perang berbahaya, Lord Kira (Tadanobu Asano). Pencarian itu membawa kelompok Ronin ke dalam petualangan yang mempertemukan mereka dengan mahkluk-mahkluk ghaib, penyihir dan para penjahat berbahaya. Pertarungan epik pun tak terhindarkan lagi.

GRUDGE MATCH

ini terkenal lewat kesuksesannya dalam membesut berbagai film bergenre comedy seperti anger management, 50 First Dates, Get Smart. Ikut berperan juga beberapa bintang gaek lainnya yaitu : Kim Basinger dan Alan Arkin. Yang pasti “Grudge Match” akan menjadi tontonan keluarga yang sayang dilewatkan pada natal tahun ini. Moviemagz Horror Movies 24


AMERICAN HUSTLE

S

utradara, David O Russell menempatkan Christian Bale, Bradley Cooper dan Jennifer Lawrence dalam sebuah drama kriminal penuh intrik dengan latar tahun 70-an dan 80-an AMERICAN HUSTLE. Cooper akan berperan sebagai agen FBI Richie DiMaso, yang berusaha membongkar sindikat kejahatan dan juga walikota Camden, New Jersey yang korup, Carmine Polito (Jeremy Renner). Dia pun merekrut pasangan penipu ulung Irving Rosenfeld (Christian Bale) dan mitra sekaligus kekasihnya Sydney Prosser (Amy Adams). Sementara istri Irving Rosenfeld, Rosalyn (Jennifer Lawrence) merupakan satu-satunya kunci yang bisa membongkar kejahatan yang dilakukan suaminya. AMERICAN HUSTLE akan dirilis secara serentak pada 25 Desember mendatang

“Jack Ryan” sebuah reboot dari karakter Tom Clancy yang sebelumnya diperankan oleh Alec Baldwin, Harrison Ford dan Ben Affleck ini sekarang sudah dikonfirmasikan bakal rilis pada tanggal 25 Desember 2013. Di produksi dibawah bendera Paramount Picture dengan menghadirkan Chris Pine yang akan berperan sebagai Jack Ryan. Karakter Jack Ryan diceritakan sebagai mantan marinir yang bekerja sebagai analis keuangan yang berbasis di Moskow yang mengungkap sebuah plot dari para pimpinannya untuk membiayai sebuah serangan teroris yang dirancang untuk melumpuhkan ekonomi Amerika. Film ini juga dibintangi Keira Knightley yang akan berperan sebagai istri Ryan, sementara itu Kevin Costner akan berperan sebagai penghubung CIA bagi Ryan. Kenneth Branagh sendiri sudah dipastikan bakal duduk sebagai sutradara sekaligus menjadi tokoh antagonis dari film yang dibintangi oleh Chris Pine ini. Moviemagz Horror Movies 25

The Secret Life

W

of

Walter Mitty

alter Mitty (Ben Stiller), tokoh utama dalam film ini seorang pria yang bekerja di majalah Life, sebuah majalah yang mengangkat kisah-kisah orang luar biasa dengan berbagai pencapaiannya. Berbanding terbalik dengan kehidupan Walter Mitty yang membosankan, terjebak dalam rutinitas hariannya dan diam-diam menyukai seorang gadis Cheryl (Kristen Wiig). Suatu ketika, ia menemukan sepotong negatif film milik fotografer ternama Sean O’Connell (Sean Penn) hilang. Padahal foto tersebut sangat penting akan dijadikan halaman depan majalah tersebut. Mulailah ia berimajinasi melakukan petualangan luar biasa untuk menemukan fotografer Sean O’Connell, namun apakah seluruh petualangannya itu benar-benar sekedar imajinasinya?. Merupakan remake dari film berjudul sama di tahun 1947, film ini turut dibintangi oleh Kristen Wiig, Sean Penn, Adam Scott dan Alex Kruz. Di sutradarai sendiri oleh Ben Stiller dan direncanakan dirilis pada 25 Desember 2013.


http://www.getscoop.com/magazines


BEST HORROR MOVIES 2013

S

eperti telah disebutkan di atas pada tahun 2013 ini juga selalu tidak pernah sepi dari film horor, ada beberapa pilihan yang bagus. Dari sekian banyak pilihan film horor di tahun 2013 ini kami mencoba memberikan pilihan 7 film horor teraik versi kami. Dan seperti telah diramalkan dua film dari maestro horor modern, James Wan; The Conjuring dan sekuel Insidious, Insidious: Chapter 2 keduanya sama-sama berhasil menjadi film-film horor paling laris dan terbaik tahun ini. Dan dalam rangka merayakan Halloween tahun ini sekaligus edisi horor Moviemagz, kami memberikan beberapa pilihan horor terbaik 2013 lainnya sejauh ini yang mungkin sayang untuk dilewatkan. So, enjoy and Happy Halloween! Trick or Treat! ( Hary Susanto )

Movienthusiast

1

2

3

4

5

6

7

Moviemagz Horror Movies 27


Moviemagz Horror Movies 28


BEST HORROR MOVIES 2013 Tentu saja tidak mudah buat James Wan untuk bisa kembali menakuti penontonnya paska Insidious yang sudah memberikan standar cukup tinggi bagi horor modern, tetapi bagaimanapun kita masih boleh berharap banyak bahwa karya terbaru bakal sutradara seri ke tujuh Fast & Furious, The Conjuring masih mampu berbicara banyak dalam tugasnya memberikan sensasi maksimal sebuah sajian horor supranatural, dan kabar gembiranya, kita masih akan menemukan semua halhal menyenangkan yang pernah kamu dapatkan dalam Insidious sebut saja scoring eerie yang menonjol, keluarga kecil yang ketakukan, Patrick Wilson dan penampakan nenek grandong. Dan menjadi lebih menakutkan adalah fakta bahwa narasi The Conjuring diadaptasi oleh si kembar Hayes, Chad dan Carey (remake House of Wax) dari kisah nyata duet penyelidik paranormal terkenal Ed dan Lorraine Warren yang juga pasangan suami istri (di sini diperankan oleh Patrick Wilson dan Vera Farmiga) ketika menginvestigasi kediaman angker milik keluarga Perron yang terletak di pinggiran Rhode Island pada era 70′an.

Moviemagz Horror Movies 29


BEST HORROR MOVIES 2013

AWESOME

80% Jika bisa memasukan semuanya mengapa hanya satu atau dua, ya, kali ini James Wan tidak tanggungtanggung, jika Insidious hanya bergerak di ranah subgenre haunted house maka Wan menjadi ‘rakus’ di sini dengan memasukan lebih banyak hal-hal mengasyikan yang pernah kamu liat sejak era horor-horor 70′an. Selain elemen rumah hantu kental yang terlihat seperti kombinasi The Amityville Horror dan Poltergeist ada unsur demonic possession yang berujung exorcism seperti halnya The Exorcist, dan jika kamu melihat koleksi benda-benda angker milik Ed dan lorraine itu sedikit banyak mengingatkan pada serial televisi klasik Friday the 13th: The Series

plus sedikit bumbu witchcraft dan kutukan. Terkadang tak apa menjadi sedikit tamak selama kamu tahu apa yang kamu lakukan, dan Wan jelas tahu bagaimana memblender semua bumbu-bumbu klasik tersebut menjadi sebuah sajian horor lezat dengan sari pati Insidious yang kental bersama scoring menyayat garapan Joseph Bishara dan signature Wan macam creepy doll dan scary grandma yang sudah dibawanya sejak Saw dan Dead Silence. The Conjuring memperlihatkan kematangan seorang James Wan. Dengan sabar ia menuntunmu perlahan menuju mimpi terburukmu. Jika kamu menganggap 5 menit opening scene-nya yang menghadirkan “neneknya” Chucky, Annabel

sudah cukup menakutkan, maka bersiaplah untuk sesuatu yang lebih besar lagi di sisa 100 menitnya. Setelah adegan pembukannya The Conjuring bergerak pelan, memperkenalkan karakter-karkaternya melalui dua cerita terpisah dan memastikan bahwa penontonnya tahu apa siapa Ed dan lorraine dan sesuatu yang jahat sedang terjadi di kediaman keluarga Perron yang malang sampai pada akhirnya semuanya bergabung dalam satu titik. Wan lihai mengeksekusi segalanya, membuat naskah familiar duo Hayes dan kisah nyatanya menjadi jauh lebih mengerikan secara visual. Beberapa momen menakutkannya mungkin


sudah pernah kamu lihat; pintu berderit dan terbuka sendiri, suara-suara misterius sampai bayangan-bayangan hitam mengerikan, tetapi tenang saja, dengan sedikit kreatifitas Wan memodifikasi semuanya. Ia tahu benar bagaimana mempermainkan imajinasi terliarmu ketika membayangkan hal-hal mengerikan yang tidak bisa kamu lihat. Dengan cerdas ia menarik ulur temponya, tidak mau sampai The Conjuring terjerumus menjadi horor murahan yang hanya mengobral penampakan, termasuk menempatkan semua kengerian itu baik CGI maupun non-CGI pada tempat-tempat yang mungkin tidak kamu duga, dan kemudian BOOOO! Jeritan mengerikan itu akhirnya datang tanpa kamu sadari. Tetap tabah, karena bagian terbaiknya masih belum datang. Anggap saja 30 menit pertamanya sebagai ‘senam’ jantung, puncaknya ada di sisa durasi ketika Wan mulai mengurangi dramanya, memfokuskan semuanya

pada horornya tanpa henti yang menguncang adrenalinmu dan efeknya akan dahsyat buat para penonton berhati lemah. Menonton The Conjuring itu sama seperti memasuki wahana rumah hantu yang dipenuhi dengan jeritanjeritan mengerikan dan momen jumpscares, tetapi The Conjuring jelas jauh lebih baik dari wahana manapun yang pernah kamu masuki. Mungkin beberapa viral-nya (misalnya peringatan yang ditempel di depan bioskop, saran membawa pendeta) dan beberapa reaksi penontonnya sedikit berlebihan (dari yang W.O sampai pingsan), tetapi faktanya The Conjuring memang sajian menakutkan, dan James Wan sukses mendramatisasi kisah nyatanya menjadi sajian horor supranatural seru dan cerdas yang nantinya bakal dikenang cukup lama.

Review By Hary Susanto MOVIENTHUSIAST


Moviemagz Horror Movies 32

THE CONJURINGSISASI Story : Sansan Xaverius Art : Sansan Xaverius IDFL SubsCrew


BEST HORROR MOVIES 2013

S

etelah apa yang sudah dilakukannya di dua film sebelumnya, sulit dipercaya jika James Wan masih mampu menakutnakuti penontonnya untuk ketiga kalinya secara beruntun. Tentu saja setelah Insidious dan The Conjuring pastinya tidak mudah buat Wan untuk melakukannya lagi, apalagi mengingat yang terkahir, The Conjuring telah menetapkan batasan lebih tinggi lagi dari yang pernah ia lakukan sebelumnya. Pertanyaanya tentu saja, apakah horor selanjutnya bisa lebih bagus? Atau setidaknya dapat menyamai keduanya? Tetapi rasa pesimis tentang sebuah sekuel yang sebenarnya tidak perlu ada itu hilang seketika di saat lagi-lagi Insidious: Chapter 2 datang bersama kengerian yang sama kuatnya dengan pendahulunya. Dan kali ini tidak hanya membawa aroma yang sama pekatnya dengan seri pertamanya,

Wan juga akan menjawab semua pertanyaan-pertanyaan yang mungkin menganggumu sejak dua tahun lalu bersama lebih banyak misteri yang terungkap dan kejutankejutan baru yang tidak kamu dapatkan sebelumnya bersama dereta cast seri pertamanya, termasuk Ty Simpkins dan beberapa karakter baru yang penting.

Buat yang belum nonton Insidious lebih baik stop di sini dulu dan pergi sana untuk melihat seri pertamanya sebelum kamu nekat membaca sinopsis ini lebih lanjut, karena apa yang saya tulis nanti bukan hanya akan menjadi spoiler buat Insidious namun kamu harus menonton seri pertamanya agar tidak tersesat di Chapter 2 ini, ok? Mari lanjut. Kita tahu persis apa yang terjadi di ending Insidious: Josh Lambert (Patrick Wilson) berhasil meyelamatkan putranya, Dalton (Ty Simpkins) dari setan “Darth Maul�. Dan Apa yang terjadi kemudian adalah hantu nenek grandong yang selama ini menunggunya berhasil ikut pulang, menghinggapi raga Josh lalu membunuh Elise (Lin Shaye) sang cenayang. Dan film pertamanya berakhir setelah Renai (Rose Byrne) melihat gambar mengerikan di kamera Elise.


BEST HORROR MOVIES 2013

GOOD

79% Nah, Chapter 2 memulai kisahnya sesaat setelah peristiwa seri pertamanya berakhir. Untuk sementara Josh, Renai dan ketiga putranya tinggal di rumah ibu Josh, Lorraine (Barbara Hershey) sembari menenangkan diri. Tetapi tentu saja setelah apa yang sudah dilihatnya, Renai tidak pernah merasa bahwa mimpi buruk itu berkahir begitu saja, terlebih ia menemukan kembali kejadian-kejadian gaib di rumah ibu mertuanya itu plus sosok Josh yang berubah, tidak hanya Renai bahkan Lorraine pun turut merasakan keganjilan itu dan memutuskan untuk menyelidiki lebih jauh apa yang sebenarnya terjadi pada diri putra satu-satunya

GOOD

itu sebelum semuanya terlambat. Seperti yang sering kamu dapatkan di dua horor Wan sebelumnya, masih akan ada rumah yang diganggu, koridor-koridor gelap, pintu berderit, benda bergerak sendiri, sekelebat penampakan hantu sampai momen jump scare tak terduga yang menguji kekuatan jantungmu bersama scoring menyayat dari komposer langganan Wan, Joseph Bishara. Tetapi Chapter 2 tidak hanya mencoba mengulangi formula creepy yang sama dengan seri pertamanya atau mungkin juga The Conjuring yang banyak memberikan inspirasi Wan untuk

79%

sekuel Insidious ini tanpa perkembangan. Ada sesuatu yang lebih dalam yang hendak dihadirkan Wan untuk melebihi seri pertamanya dengan mengisi naskah garapan Leigh Whannell dengan kedalaman yang lebih jauh lagi dari sekedar horor rumah angker dengan membawa settingya keluar dari kediaman ke. Seperti kata Wan, Chapter 2 sedikit bergeser dari sekedar horor haunted house semata. Ini seperti thriller domestik dengan unsur supranatural kuat di dalamnya bersama sedikit sentuhan klasik The Shining, misteri lama yang terungkap dengan kemunculan paranormal baru yang menggunakan dadu ketika berbicara dengan orang mati.


Director: James Wan Writers: Leigh Whannell (screenplay), James Wan (story) Stars: Patrick Wilson, Rose Byrne, Barbara Hershey

Di dalamnya juga ada masa lalu Josh yang tergambar rangkaian flashbcak 1986 ketika Lorraine muda bersama Elise muda berusaha untuk ‘menyembuhkan’ Josh, meskipun kita sama-sama mengetahui itu tidak sepenuhnya berhasil di masa depan nanti. Tetapi bagaimanapun masa lalu sangat berperan penting pada Chapter 2 ini untuk mengungkap beberapa fakta mengerikan tentang diri Josh dan siapa sebenarnya hantu nenek bergaun hitam yang menerornya selama ini. Ada juga elemen time travel yang dimasukan Wan yang dan harus diakui bagaimana dengan cerdas Wan memanfaatkan perjalan waktunya untuk menempel dengan sekuen-sekuen seri pertamanya, menjadikan kedua seri ini seperti satu paket horor yang tidak terlepaskan satu sama lain. Mungkin tidak lebih baik, tetapi ini masih sama menakutkannya dengan seri pertamanya lengkap dengan segala teror-teror klasik khas Wan. Dan seperti layaknya sebuah sekuel, Insidious: Chapter 2 mencoba untuk tampil lebih besar ketimbang seri pertamanya dengan menghadirkan lebih banyak misteri dan teror baru yang dibangun dengan semangat lama. Ending-nya menjelaskan bahwa akan ada seri berikutnya di masa depan, namun mengingat pernyataan Wan yang emoh menggarap horor lagi, kita hanya bisa berharap franchise ini masih tetap kuat tanpa campur tangan seorang James Wan.

“

Insidious: Chapter 2 masih punya atmosfer eerie yang sama dengan pendahulunya dengan narasi dan misteri yang lebih kuat plus elemenelemen pendukung yang belum pernah kamu lihat di horor-horor milik Wan sebelumnya.

Review By Hary Susanto MOVIENTHUSIAST Moviemagz Horror Movies 35


J

ika kamu sudah menonton versi aslinya; Somos lo que hay 2011 lalu, bisa dipastikan tahu benar rahasia mengerikan apa yang disembunyikan di balik pintu rumah keluarga Parker di remake horor cult Meksiko ini. Dibuka dengan guyuran hujan deras yang hampir menengelamkan kota kecil di Pegunungan Catskill, versi daur ulang We Are What We Are seperti sudah menetapkan atmosfer sendunya jauh sejak awal besama

balutan sinematografinya yang cantik, sunyi, melankolis dan pucat, sepucat kulit anggota keluarga kecil Parker yang misterius. Setelah kematian mendadak sang ibu, seperti ada kegelisahan di antara anggota keluarga Parker, khususnya dari anak-anak mereka. Kegelisahan menunggu waktu makan yang biasanya dipersiapkan oleh ibu mereka. Kini, pasca kepergian ibu, ritual memasak

dan makan malam keluarga yang sudah berusia ratusan tahun itu berada di tangan putri tertua Parker, Iris (Ambyr Childers). Sementara sang ayah, Frank (Bill Sage) yang mulai sakit-sakitan bertugas untuk meyakinkan putri dan putranya bahwa tradisi mengerikan keluarga mereka memang sudah digariskan oleh Tuhan. Lalu ada kecemasan lain yang melanda warga Catskill, ketika sekitar 30an penduduknya menghilang tanpa bekas dalam kurun waktu 12 tahun ini, termasuk Moviemagz Horror Movies 36


BEST HORROR MOVIES 2013

“ GOOD

77%

Ini adalah remake yang memuaskan buat kamu, penonton yang belum ataupun sudah menonton versi aslinya. We Are What We Are membawa horor dan drama keluarga ke level berbeda. Ini adalah sebuah sajian horor indie kontemplatif berdarah yang digarap cantik dan berkelas.

Set-nya dipindahkan dari kumuhnya Meksiko ke kota kecil di pegunungan Catskill yang basah dan sepi, sutradara Mulberry Street (2006) dan Stake Land (2010), Jim Mickle melakukan banyak perubahan dan penyesuaian sana sini untuk remake Sundance-nya ini, menambah unsur gothic, menyajikannya dengan lebih presentasinya lebih menarik dan pastinya lebih cantik ketimbang versi aslinya yang kurang greget Director: Jim Mickle Writers: Nick Damici, Jorge Michel Grau (an original itu, menghilangkan tema-tema screenplay) Stars: Bill Sage, Ambyr Childers, Julia Garner, Jack Gore provokatifnya, dari homoseksual sampai incest dan mengganti gender cerita pencarian identitas dari darahnya. Alurnya bergerak anggota keluarganya yang kini lebih perlahan, namun bersama dua gadis remaja yang galau didominasi oleh lebih banyak anakakan posisi mereka di dalam kombinasi kekuatan visualnya anak perempuan dengan konflik yang kelam dan penampilan keluarganya, We Are What We internal yang lebih sederhana serta apik para aktris perempuanya Are juga menawarkan momen melibatkan investigasi dari dokter blood & gore-nya yang meskipun ia tidak pernah gagal merebut yang curiga, hasilnya, bagus! Ini adalah perhatianmu di sepanjang 105 tidak banyak tetapi muncul pada contoh remake horor yang berhasil saat-saat yang tepat sehingga menit durasinya. Mickle tahu menghadirkan semua kekuatan versi benar bahwa ini bukan hanya secara tidak langsung mampu orisinilnya dalam balutan teknis dan menghadirkan efek kejut dan sekedar sajian horor semata, naskah yang lebih menyegarkan. brutal tersendiri, lihat saja drama dan kengeriannya harus bisa berjalan seimbang sama endingnya yang mengerikan itu, Tanpa harus jauh-jauh melenceng, kuat. Jadi selain melihat sebuah adegan the last supper itu seperti We Are What We Are versi Mickle kisah tentang keluarga yang sebuah klimaks dari segala masih mampu menghadirkan sebuah ketenangan dan kegelisahan di berjuang bertahan hidup dengan kengerian sebuah horor indie dengan pilihan-pilihan sulit dari agama sepanjang filmnya. sedikit nada arthouse di pembuluh yang mereka percayai, sebuah ( Hary Susanto ) Moviemagz Horror Movies 37


Tape 49

S

etahun yang lalu para fans mocku horor dimanjakan dengan kehadiran V/H/S, sebuah omnibus found-footage kecil buatan anak-anak Bloody Disgusting pimpinan Brad Miska yang sukses menghadirkan sebuah paket kengerian menggigit. Menggigit karena tampaknya Miska tahu bahwa horor mokumentari itu adalah sarana efektif untuk menghadirkan kengerian yang nyata dan melalui sebuah antologi kita akan menemukan lebih banyak teror tanpa perlu takut terjebak dalam cerita yang terlalu panjang dan membosankan . Ya, cukup setahun buat Miska dan geng The Collective-nya untuk kemudian menelurkan seri keduanya, sebuah jeda yang terbilang cukup cepat untuk sebuah sekuel. Formatnya masih sama, masih menghadirkan 5 segmen teror found-footage kasetkaset VHS dari banyak sutradara-sutradara keren macam Jason Eisener (Hobo With a Shotgun), Eduardo Sånchez, Gregg Hale (The Blair Witch Project), Adam Wingard (You’re Next) dan kejutan terbesar buat penonton Indonesia, Gareth Evans (The Raid) dan Timo Tjahjanto (Rumah Dara).

Clinical Trials

Moviemagz Horror Movies 38

Sama seperti pendahulunya Tape 56, segmen utamanya masih dipegang oleh Simon Barret. Kisahnya masih melanjutakn seri pertamanya di mana dua orang investigator sedang menyelidiki kasus hilangnya para mahasiwa secara misterius. Penyelidikan yang dilakukan keduanya membawa mereka ke sebuah rumah yang berisi banyak televisi dan kaset-kaset VHS yang nantinya membawa kita ke lebih banyak teror terpisah. Jika dibanding Tape 56 yang sama-sama menjadi kisah utama, Tape 49 sebenarnya tidak menawarkan sesuatu yang baru. Ini sama persis dengan yang terjadi setahun yang lalu; Rumah tua terbengkalai, banyak monitor dan televisi yang menyala dan puluhan kaset-kaset VHS yang berisi rekamanrekaman mengerikan, bahkan endingnya pun tidak berbeda jauh. Selain menjadi bagian pembuka Tape 49 juga menjadi kisah penutup V/H/S 2. Bagian yang digarap Adam Wingard ini juga mengingatkan saya pada Amateur Night di V/H/S. keduanya sama-sama menggunakan kamera tersembunyi, hanya saja jika di Amateur Night yang melibatkan sebuah keisengan yang berujung vampir wanita ganas itu kameranya disembunyikan di kaca mata, di sini kamera adalah bagian dari mata karakter utama sebelumnya harus rela kehilangan mata aslinya paska kecelakaan. Yang terjadi kemudian adalah ketika mata buatan itu tanpa diketahui mampu melihat hal-hal yang tidak bisa dilihat oleh mata normal. Sepintas konsep Clinical Trials mirip dengan horor Hongkong, The Eye: Mata cangkokan yang mampu melihat hantu, hanya saja ini lebih canggih dan juga sederhana. Sayang konsep menariknya hanya berlangsung sebentar, setelah itu ia tercebur dalam kubangan horor generik. Ia juga tidak didukung dengan keseraman yang sepadan. Penampakan-penampakannya kurang maksimal namun twist diujungnya cukup mengerikan.


BEST HORROR MOVIES 2013 Duet The Blair Witch Project, Eduardo Sánchez dan Gregg Hale menghadirkan sebuah keasikan sendiri di segmen yang dipenuhi zombie ini. Dihadirkan melalui sudut pandang orang pertama dengan pengunaan kamera “Go Pro” yang terpasang di helm seorang biker malang. Selanjutnya kita akan menyaksikan semua mimpi buruk secara langsung. Ya, penggunan POV orang pertama itu adalah ide bagus dan menyenangkan untuk diterapkan, apalagi yang menjadi sentralnya adalah karakter zombie itu sendiri. Kita akan melihat semuanya, dari sebelum sampai sesudah biker berubah dan menyerang yang lain. Twistnya juga tidak buruk. Ini adalah sebuah gorefest yang mengasyikan, segemen kedua terbaik di V/H/S 2.

Safe Haven

A Ride in the Park Jika ada alasan paling kuat untuk menonton V/H/S 2 mungkin karena segmen gila satu ini. Ya, ini mungkin segmen terbaik, bahkan jika kamu mau membandingkannya dengan semua segmen di dua serinya sekaligus, dan bagian paling menyenangkan adalah mengetahui bahwa yang menghadirkannya adalah Gareth Evans dan Timo Tjahjanto. Temanya bergerak dari sesuatu yang sederhana hingga berakhir menjadi sebuah kekacauan luar biasa. Dibintangi oleh Hannah Al Rashid, Fachry Albar dan Oka Antara yang menjadi kru reporter untuk meliput Epy Kusnandar yang menjadi pemimpin sebuah sekte sesat. Selain Rumah Dara, kita sudah melihat bagaimana jika kamu memberikan keleluasaan lebih buat seorang ‘sinting’ seperti Timo Tjahjanto di segmen Libido di antologi horor lainnya, The ABC’s of Death tanpa ganguan sensor apalagi kali ini ia dipasangkan dengan Evans yang kadar kegilaannya hanya kalah setingkat di bawahnya. Mungkin Safe Haven tidak sampai seerotis Libido, tetapi ini jauh lebih besar, mengerikan dan menegangkan, melibatkan galonan darah segar, kepala pecah, tubuh meledak, potongan tubuh sampai demonic theme yang kental dengan segala “Holy Shit!” momennya yang “mengasyikan”. Yap! Tidak perlu diragukan lagi ini adalah segmen terbaik dan asiknya, kamu tidak perlu menunggu sampai akhir.

Slumber Party Alien Abduction Malang buat Jason Eisener karena segmen sci-fi horor tentang alien abduction-nya berada setelah kegilaan luar biasa Safe Haven. Hasilnya seperti terbanting. Masalahnya pada akhirnya bukan hanya sekedar peletakan segmen yang kurang strategis, namun konsep menarik Eisner ini tidak didukung presentasi yang bagus, penampakan alien yang kurang meyakinkan dan terlalu mengobral adalah beberapa kesalahan besarnya, namun pemasangan kamera di seekor anjing lucu sebenarnya bukan ide yang terlalu buruk dan twistnya juga bagus. Review By Hary Susanto MOVIENTHUSIAST

GOOD

73 %


BEST HORROR MOVIES 2013

Tidak ada Raimi, tidak ada Ash, tidak ada black comedy dan tidak semenakutkan versi jadul-nya, namun seri terbaru Evil Dead ini Alvarez memberimu banyak sensasi torture porn modern yang mengerikan, membuatmu bergidik ngilu meskipun bagi para veteran film gore ini tidak sampai berlebihan seperti tagline-nya, namun bagaimanapun Evil Daead adalah remake yang bagus ketika Alvarez tahu benar bagaimana menghormati pendahulunya dengan caranya sendiri tanpa kehilangan jati diri versi orisinilnya.


Bagaimana kamu membuat remake Evil Dead tanpa kehadiran Ash dan campur tangan Sam Raimi di dalamnya? Ini jelas pekerjaan berat, mendaur ulang produk horor klasik seabadi ini tanpa kemudian meninggalkan kekecewaan besar buat para penonton veterannya, seperti yang sudah sering dilakukan remake horor lain yang “kurang ajar”. Lalu kenapa Evil Dead versi sutradara muda asal Uruguay, Fede Alvarez ini menjadi sebuah pengecualian? Pertama, Alvarez itu sedikit banyak mengingatkan saya dengan apa yang dilakukan Raimi 30 tahun lalu ketika sutradara trilogi Spider-Man itu memulai kariernya dengan membuat film-film pendek sebelum akhirnya franchise Evil Dead menjadikannya seperti sekarang. Ini adalah proyek besar pertama Alvarez setelah beberapa film pendeknya sempat meledak di Youtube. Dan mimpinya pun menjadi kenyataan ketika kemudian Ghost House Pictures meliriknya untuk menggarap horor favoritnya. Kedua, tidak banyak remake mendapatkan restu dari orang-orang lamanya dan kamu tahu kebanyakan dari mereka ‘kualat’ karena melakukan itu, dan Evil Dead versi Alvarez tidak hanya mendapatkan dukungan penuh namun nama-nama lama seperti Raimi, Campbell, and Robert G. Tapert turut memproduseri remake ini. Dengan dua alasan itu plus trailler-nya yang “menggoda” sulit untuk kemudian tidak menantikannya muncul melepaskan neraka baru baik buat para die hard fans-nya atau penonton muda yang belum mengenalnya. Jadi apa yang terjadi di sini. Setelah 30 tahun semuanya tampak masih sama. Ada sekelompok pemuda-pemudi, kabin kecil di tengah hutan, Naturom Demonto a.k.a Buku Kematian, ruang bawah tanah, double-barreled shotgun, gergaji mesin sampai mobil Oldsmobile Delta 88 keluaran 1973. Namun naskah garapan Alvarez dan Rodo Sayagues dengan sedikit sentuhan screenwriter Juno, Diablo Cody yang namanya tidak dicantumkan dalam kreditnya mengalami sedikit modifikasi dari tujuan awal yang untuk berlibur dan


GOOD

72 %

bersenang-senang menjadi usaha menyembuhkan ketergantungan narkoba yang dialami Mia (Jane Levy) oleh sahabat-sahabatnya, Eric (Lou Taylor Pucci), Olivia (Jessica Lucas), Natalie (Elizabeth Blackmore) serta kakak lakilakinya, David (Shiloh Fernandez). Lalu kamu tahu apa yang terjadi, seperti yang sudah-sudah, ada kelancangan berbuah petaka ketika buku kematian itu dibuka dan isinya dibacakan. Remake yang baik adalah remake yang tahu diri, menghormati dan tidak pernah menjadi durhaka kepada versi aslinya, tidak peduli seberapa banyak hal-hal yang kamu modifikasi di dalamnya pada akhirnya kamu akan selalu bisa melihat wajah aslinya, ya, dan Alvarez tampaknya tahu tentang ini ketika ia memodernisasi Evil Dead miliknya menjadi sebuah Review By Hary Susanto MOVIENTHUSIAST

horor kontemporer penuh teror, mimpi buruk tanpa pernah melupakan jati dirinya dengan menampilkan lusinan tribut yang mengingatkan kita pada versi 1981-nya termasuk di dalamnya, tree rape scene dan kamera yang “berlari”ho. Ya, dari segi naskah memang ada sedikit perubahan, menjadi lebih terarah meskipun tidak pernah menjadi lebih kuat. Tidak ada karakter yang benarbenar menonjol dan memorable seperti Ash-nya Bruce Campbell meskipun Mia yang diperankan bintang serial komedi Suburgatory juga sama sekali tidak buruk terlebih ketika ia sudah membawa gergaji mesin di tangannya. Lalu Alvarez membuang banyak porsi komedi hitamnya yang menjadi salah satu tanda pengenal versi klasiknya, menggantikannya dengan tone yang jauh lebih gelap,

suram dan serius, menambah lebih banyak kesadisan frontal nan brutal dan hujan darah yang memerahkan segalanya dalam bungkusan scoring Roque Baños yang menyayat, dan kamu tahu, “kelancangan” yang dilakukan Alvarez rupanya berbuah manis, menjadikan setiap momen gore yang konon digarap dengan sedikit CGI itu sukses menyiksa habis-habisan penontonnya yang berjiwa lemah. Ya, sepertinya perkataan Bruce Campbell dalam sebuah wawancara, “Kami ingin membuat film yang mampi menyiksa penontonnya di sepanjang hidupnya” Yah, mungkin tidak sampai sepanjang hidup, namun kurang lebih satu setengah jam durasinya sebenarnya sudah lebih dari cukup memberikanmu sensasi tidak menyenangkan itu. ( Hary Susanto )


BEST HORROR MOVIES 2013

GOOD

72 %

P

ernah hampir gila ketika harus mengemban tugas maha berat; membawa One Ring ke kawah gunung Mordor dan menghancurkannya dalam trilogi Lord of The Ring lalu menjadi pembunuh bayaran di adaptasi grapich novel Frank Miller, Jadi tidak perlu heran jika kita melihat si imut Elijah Wood berada di remake terbaru Alexandre Aja ini, memerankan sosok Frank Zito, psikopat sinting pemilik toko reparasi mannequin di siang hari dan pembunuh sadis di malam hari. Sekedar informasi, film aslinya yang digarap Bill Lustig 33 tahun lalu adalah salah satu slasher kecil bagus yang kurang mendapat perhatian, beruntung tiga dekade kemudian ada Alexandre Aja, sineas spesialis horor remake yang pernah menghadirkan versi daur ulang The Hill Have Eyes, Mirrors dan Piranha 3D, dan kamu tahu, semuanya memuaskan, jadi tentu saja saya berharap banyak pada Maniac, meksipun faktanya Aja hanya duduk di bangku produser dan penulis naskah sementara penyutradaraannya diserahkan kepada Franck Khalfoun yang sebelumnya juga pernah bekerja sama dengan Aja dalam P2. Yup, ini adalah remake yang bagus, Aja dan Khalfoun tidak semerta merta mencontek habis dengan apa yang sudah dilakukan Lustig di masa lalu. Keduanya sukses memindahkan setting-nya dari New York klasik ke Los Angeles modern tanpa harus kehilangan ciri khas gloomy versi aslinya termasuk scoring jadulnya yang mendapatkan sedikit polesan. Tetapi modifikasi yang paling mengesankan adalah pengunaan sudut pandang orang pertama yang seakan-akan semakin

menebalkan pesan tentang sebuah kegilaan yang akut. Tetapi tunggu dulu, bukan berarti Maniac jatuh menjadi sebuah horor mokumentari, namun apa yang dilakukan Aja dan Khalfoun adalah menempatkan kita langsung di kepala Frank, melihat melalui matanya dan merasakan apa yang sedang dirasakannya, dan cara ini bisa dibilang berhasil membuat remake ini menjadi berbeda meskipun imbasnya membuat kita harus rela jarang melihat wajah Elijah Wood tetapi sisi baik lainnya membuat setiap adegan blood and gore-nya khas Aja yang frontal menjadi semakin terasa “megasikan� karena kita dipaksa melihat langsung setiap adegannya. Ini memang cerita tentang pembunuh berantai yang mengerikan, bagaimana pelakunya yang sakit jiwa menjalankan aksinya dengan sadis, namun fokusnya ada pada karakterisasinya. Kita dihadapkan dengan masa kecil nan kelam Frank Zito, bagaimana hubungannya dengan sang ibu yang membuatnya menjadi psikopat seperti sekarang ini, bagian psikologis satu ini coba ditelusuri oleh Aja dengan halusinasi-halusinasi menakutkan dan obesesinya akan rambut yang tergambar kelam dalam pikiran Zito yang kesepian. Tentu saja seperti kebanyakan remake, mau tidak mau, suka tidak suka kita akan membandingkannya dengan versi aslinya, dan untuk kasus Maniac, sekali lagi Aja membuktikan bahwa ia memang pantas dijuluki sang master horor remake dimana ia bersama koleganya, Khalfoun sudah membuat versi daur ulangnya ini menjadi lebih segar bersama sentuhansentuhan modern yang membuatnya memiliki ciri khas sendiri tanpa harus kehilangan DNA milik Bill Lustig. Writer : Hary Susanto Art : mysecondhenz


BEST HORROR MOVIES 2013

M

engawinkan horor supranatural dan dongeng fantasi gelap, serahkan saja pada ahlinya, seorang Meksiko bernama Guillermo del Toro yang sejauh ini belum pernah mengecewakan saya ketika mencampur kedua dunia itu, bahkan saya pun menyukai Don’t be Afraid of The Dark yang banyak dikritik orang itu. Tetapi seperti Don’t be Afraid of The Dark, ini bukan karya del Toro, ia hanyalah salah satu orang yang berada di balik layar sebagai produser dari versi panjang Mama, horor kecil buatan Andres Muschietti yang juga dipercaya untuk menangani layar lebarnya. Tetapi kamu tahu bagaimana pengaruh seorang del Toro meskipun ia tidak memegang langsung filmnya, ya, sangat besar, kamu dapat melihat Mama terbentuk dari semangat del Toro dengan segala aura gothic gelapnya. Tetapi tidak hanya del Toro dan bagaimana Muschietti mendapatkan pengaruhnya, daya tarik lainnya juga ada pada pesona aktris kaliber Oscar, Jessica Chastain yang mencoba menajajal peran dalam genre Horor, satu-satunya genre yang belum pernah disentuhnya selain komedi. Jadi ini yang terjadi dalam Mama; Victoria yang baru berusia 3 tahun dan adiknya, Lily 1 tahun diculik oleh ayahnya, Jeffrey (Nikolaj Coster-Waldau) yang stress ke sebuah kabin di tengah hutan di luar kota. Di sana ia berusaha menghabisi nyawa anakanaknya, namun sesuatu terjadi. Jeffrey mendadak raib tak berbekas, sementara dua putrinya tidak

diketahui lagi rimbanya, hingga lima tahun kemudian kedua gadis kecil malang tersebut secara ajaib berhasil ditemukan selamat oleh pamannya, Lucas ((Nikolaj Coster-Waldau) meskipun dalam kondisi fisik memprihatinkan. Lucas bersama kekasihnya, Annabel (Jessica Chastain) lalu mengambil alih merawat Victoria (Megan Charpentier) dan Lily (Isabelle NĂŠlisse). Masalahnya Victoria dan Lily tidak sendiri, ada sesuatu yang telah menemani mereka selama lima tahun ini, sesuatu yang sepertinya tidak senang keduanya di rawat oleh orang lain. Tidak pernah mudah memang melebarkan sesuatu berdurasi tiga menit menjadi 100 menit, oleh karena itu tidak salah jika kemudian del Toro tetap memasang Andres Muschietti untuk memamanjangkan sendiri horor pendeknya yang menakutkan itu, toh tidak ada yang lebih mengenal filmnya ketimbang pembuatnya sendiri. Jujur, jika mau membandingkan dengan film pendeknya, Mama versi layar lebar mungkin masih kalah menyeramkannya, tetapi ini juga tidak buruk, mungkin masih cukup kuat untuk membuatmu merinding disko. Horor bertema ceritacerita tentang hantu yang mati penasaran dengan kombinasi haunted house itu selalu menjadi tontonan menyangkan buat saya, mereka biasanya punya kadar misteri yang menarik meskipun jatuhnya ya masih seperti itu-itu saja. Mama menjadi sedikit berbeda karena ia


punya premis menarik dari sekedar cerita tentang hantu gentayangan semata. Sesuai judulnya, Muschietti banyak memasukan tema tentang kasih sayang seorang ibu dari sudut pandang berbeda, dan hasilnya bagus. Meskipun masih punya lubang cerita di sana sini yang sedikit menganggu tetapi secara keseluruhan Mama berhasil menyampaikan narasinya dengan baik, terlebih Muschietti juga mampu membalutnya dengan penyajian menyeramkan dengan aroma gothic gelap yang sangat terlihat banyak dipengaruhi unsur-unsur horor ala del Toro dan juga banyaknya momen-momen penggedor jantung. Ya, mungkin Muschietti tidak tahu bahwa sesuatu yang tidak atau jarang terlihat itu jauh lebih menakutkan, Ia lebih memilih memberondong penontonnya dengan banyak penampakan-penampakan yang terkesan sedikit di obral, tapi toh tidak pernah terkesan murahan, dan hasilnya efektif untuk membuat penontonnya bergidik setiap kali melihat pemunculan sosok Mama yang menakutkan itu. Alurnya bergerak pelan namun sudah sanggup mencengekeram perhatian kita sejak menit-menit awal dan semakin mencekam menunju akhir. Fokus utamanya ada pada sosok hantu yang dipanggil “Mama� dan juga dua bocah perempuan yang punya rahasia mengerikan itu. Muschietti memberikan misteri menarik dan latar belakang kisahnya melalui serangakaian flashbcak muram yang kemudian diakhiri dengan sebuah ending emosional. Sementara di sisi lain penampilan berbeda Chastain memberikan pesona tersendiri di aura filmnya yang gelap. Mungkin bukan penampilan terbaik Chastain yang pernah kamu lihat, tetapi apa yang dilakukannya di sini sudah lebih dari cukup untuk membuat MAMA menjadi lebih baik. Mama menawarkan sebuah dongeng horor dengan premis dan narasi yang menarik, sukses untuk membuat kita penasaran hingga akhir. Elemen horornya bekerja dengan baik, settingnya menakutkan, auranya menyesakan serta para cast-nya bermain dengan ya, mungkin sedikit berlebihan di beberapa bagian, namun bagaimanapun Andres Muschietti bisa dikatakan sudah sukese memanjangkan film pendeknya dengan baik, efektif menunaikan tugasnya untuk memberikan penontonnya sebuah sensasi menonton horor yang menakutkan.

OKAY

70%

Writer : Hary Susanto Art : mysecondhenz


AMAZING DIRECTOR

Young and talented

S

utradara ini sangat berhak menyandang predikat tersebut di atas, mengingat apa yang telah dihadirkannya kepada para penikmat film, utamanya lagi kepada penggemar film dengan genre horor. Ketakutan, kengerian, sadisme frontal berhasil dikemas dalam karya-karya yang disutradarainya di beberapa tahun belakangan ini. Catat saja judul-judul yang pasti tak asing lagi di telinga anda, masih segar dalam ingatan adalah The Conjuring, Insidious, kemudian lagi ada Dead Sentence, Dead Silence, dan Saw. Keseluruhan judul-judul di atas sukses menjadi Box Office yang meraup keuntungan secara materi dan mendongkrak pesat namanya ke level baru perfilman‌. James Wan. James Wan lahir 27 Februari 1977 di negeri yang tak jauh dari kita Indonesia. Kuching, Sarawak, tepatnya negeri tetangga yang masih serumpun dengan kita yaitu

JAMES WAN

Follow Twitter official-nya di @creepypuppet, dan juga akun Facebook-nya dengan nama yang sama.

Malaysia. Tapi mendengar namanya tentu kita bisa menarik kesimpulan jika ia bukanlah sepenuhnya beretnis Melayu, darah etnis Cina mengalir penuh di nadinya yang berasal dari ke dua orang tuanya. Berimigrasi ke Australia di usia 7 tahun, ia tumbuh besar dan berkembang di sana, Perth tepatnya. Melanjutkan impiannya membuat film sejak usia 11 tahun, ia kuliah di Royal Melbourne Institute of Technology, dan meraih gelar sarjananya di sana. Di usianya yang ke-17 ia bertemu seorang rekan bernama Leigh Whannel, di mana beberapa tahun kemudian mereka berkolaborasi membuat sebuah film pendek berdurasi 5 menit, yang menjelma menjadi franchise fenomenal senilai 873 juta dolar berjudul Saw, di usia sang sutradara yang baru 26 tahun, sensasional!!!.


He turned a five-minute short into an $873 million global phenomenon with “Saw.” Now this 36-year-old filmmaker is playing in the big leagues, taking over Universal’s blockbuster street-racing franchise.

Mengutip sedikit hasil wawancara beberapa media dengan James Wan, ia mengungkapkan bahwa orang pertama yang mengenalkan dunia sinema adalah ibunya, semenjak ayahnya meninggal dunia ketika ia masih berusia 14 tahun maka jadilah ia lebih banyak menghabiskan masa kecilnya dengan sang ibu, yang ternyata adalah penggemar film. Dan adalah sosok David Lynch yang banyak memberi inspirasi bagi pemikiran James Wan melalui film-film hasil karyanya. “David Lynch adalah seorang yang jenius, seorang profesor dengan nalar dan intuisi terbaik yang pernah dimiliki dunia perfilman, tangan dinginnya menghasilkan mahakarya yang pada akhirnya membuka katup pemikiran praktis menjadi lebih kritis dan kompleks, Moviemagz Horror Movies 46

serta memberi sudut pandang baru dalam menilai detilnya skenario yang ditawarkan sebuah tontonan.” Itu sekelumit pujian dari James Wan kepada sutradara favorit yang dianggap telah memberi banyak pengaruh atas dirinya. Dan kini James Wan, setelah sukses membuat penonton menahan nafas, mencengkeram erat pegangan tempat duduknya, menutup mata, menutup telinga, dan bahkan menggerutu antara protes atas visualisasi yang terlampau “gelap” dan vulgar dalam menerjemahkan sadisme, tapi juga sering mengundang decakan kagum atas berhasilnya tontonan tersebut memberi pengalaman baru kepada penonton. Para penggemar bersiap-siaplah lagi untuk menikmati besutan barunya, melanjutkan kisah

dunia lain nan seram Insidious, akan hadir ke hadapan kita Insidious Chapter 2, dan sebuah kejutan kecil namun cukup menimbulkan pro dan kontra adalah, James Wan akan mengambil alih dan memegang kendali di film lanjutan aksi balap jalanan yang sangat ekslusif, Fast and Furious 7. Sebuah tantangan sekaligus perjudian tentunya, dari wara-wirinya di dunia lain yang penuh kegelapan ia bermanuver tajam menuju dunia baru yang penuh gemerlap dan tentunya, dengan kecepatan tinggi. Sebuah blunder besar atau malah sebaliknya akan menjadi awal baru sebuah kesuksesan dalam menapak ke level yang lebih tinggi di Hollywood. Ada baiknya kita tunggu, kita saksikan, dan beri penilaian sendiri. ( Woody )


Special features

13 Best Home Invasion Thrillers Writer : Harry Susanto Art : Starkiller

B

uat kita, memastikan setiap pintu dan jendela rumah sudah terkunci rapat mungkin adalah tindakan paling mudah untuk tetap menjaga keamanan, tetapi jika belajar banyak dari subgenre home invasion thriller kita jelas butuh lebih dari sekedar kunci, gembok besar dan alarm canggih untuk mencegah masuknya tamu-tamu tak diundang ke dalam rumah. Dan dalam feature kali ini, Movienthusiast akan menghadirkan 13 film pilihan(disusun secara random) yang seperti ingin memberitahu kita bahwa isitilah “home sweet home� a.k.a “rumahku, istanaku� tidak pernah berlaku dalam dunia film horor/thriller.


13 Best Home Invasion Thrillers

PANIC ROOM 2002 | David Fincher

Bukan termasuk dalam jajaran film terbaik dari seorang David Fincher, tetapi sebagai sebuah sajian home invasion thriller, Panic Room masih berada dalam koridor film-film bertegangan tinggi yang digarap apik dengan segala konsep menarik tentang fungsi nyata sebuah kamar panik canggih untuk berlindung dari kedatangan tamu tak diundang. Panic Room juga diisi oleh namanama besar; 2 jagoan utamanya, ada Jodie Foster dan K-Stew kecil sebagai pasangan ibu-anak yang menempati apartemen baru dan para penyusupnya ada Jared Leto, Forest Whitaker dan Dwight Yoakam yang mencari harta terpedam di dalamnya.

1 YOU’RE NEXT

2

2011 | Adam Wingard

Rahasia suksesnya thriller garapan Adam Wingard ini ada pada takaran blood, gore, black comedy berimbang yang tidak hanya menjadi sebuah sajian sadis penuh darah yang menegangkan namun juga mengundang senyum di saat bersamaan. Ia juga dimeriahkan dengan kehadiran heroine paling tangguh yang mungkin pernah kamu temui dalam sejarah panjang subgere ini dan tidak ketinggalan juga twist yang merubah wujud film ini sejak pertengahan durasinya. Moviemagz Horror Movies 49


13 Best Home Invasion Thrillers

3

FUNNY GAMES 2008 | Michael Hanake

2008 | Michael Hanake

Kebanyakan subgenre ini memang punya aroma depressing kental, tetapi mungkin dari sekian banyak home invasion thriller tidak ada yang mampu menandingi bagaimana Michael Hanake menghadirkannya. Funny Games baik versi 1997 ataupun remake Hollywood-nya yang sama persis sekuen demi sekuen itu tidak hanya disesaki tone depressi pekat namun ia juga sangat menyebalkan ketika setiap momennya yang melibatkan duo sukses mempermainkan emosi kita dengan cara yang terbilang kejam dan sakit (ingat momen remote televisi itu?)

4

the strangers

2008 | Bryan Bertino The Strangers adalah home invasion thriller sejati. Chiller debutan sutradara sekaligus penulis Bryan Bertino memasang resep standar sebuah home invasion sesederhana mungkin bersama narasi yang familiar: Sepasang kekasih galau yang dimainkan Liv Tayler dan Scott Speedman disambangi beberapa orang bertopeng misterius. Senjata utamanya adalah atmosfer eerie-nya yang pekat. Alih-alih bermain dengan kekejaman dan darah, Bertino tahu benar bagaimana memanfaatkan setiap sudut rumah untuk menghasilkan kengerian maksimal sebuah thriller menyesakan lengkap dengan efek suara menyayat, rekaman lagu menganggu dari piringan hitam yang rusak dan antagonis tanpa motif dan dialog sedikitpun yang melakukan terornya bak hantu.

5

Kidnapped 2010 | Miguel Angel Vivas

Keluarga kaya yang baru saja pindah ke rumah baru, malam harinya mereka disatroni tiga orang bertopeng ski bersenjata yang meminta paksa hartaharta berharaga. Lihat premisnya lagi-lagi ‘usang’, tetapi setidaknya ada motif uang di baliknya yang membuat Kidnapped terasa lebih nyata ketimbang koleganya yang kebanyakan meneror tanpa alasan. Tetapi sutradara sekaligus co-writer Miguel Angel Vivas memang tidak terlalu memfokuskan ke narasinya melainkan penyajian yang real dengan mengandalkan banyak teknik singletake panjang di 80 menit durasinya serta split screen bersama akting kuat dan tentu saja kekerasan brutal yang efektif. Dan 15 menit terakhirnya ditutup dengan salah satu momen ultra-violance yang meninggalkan bekas mendalam.


6

INSIDE Awas !

2007 | Alexandre Bustillo & Julien Maury

WAIT UNTIL DARK

Home invasion thriller produksi Perancis ini bisa menjadi tontonan yang sangat disturbing. Ini adalah contoh thriller berskala kecil yang mampu memberikan efek ‘negatif’ begitu besar buat penontonnya yang berjiwa lemah. Isinya ada seorang ibu hamil besar yang sedang depresi berat di malam natal diteror oleh kehadiran perempuan bergaun hitam misterius yang entah kenapa tampaknya sangat marah kepadanya. Yap, sangat sederhana dan secara bersamaan thriller berjudul asli À l’intérieur ini juga sangat mematikan degan segala elemen gore tingkat tingginya yang berpadu padan dengan suspense klaustrofobik kental di 80 menit durasinya. Dan saya masih belum menyebut ending-nya yang….SAKIT!!

2011 | Jaume Balagueró

7 1967 | Terence Young

Auderey Hepburn dan nominasi Oscar, tidak ada home invasion thriller yang sebergengsi Wait Until Dark bahkan sampai saat ini. Bisa jadi ini adalah salah satu yang terbaik sepanjang masa untuk subgenre ini. Premisnya diisi oleh wanita buta yang dimainkan dengan brilian oleh Hepburn yang harus berjuang melawan gerombolan kriminial yang dipimpin oleh Alan Arkin yang hendak mengambil boneka “titipan” berisi heroin selundupan. Wait Until Dark begitu perkasa di segala sisi. Narasinya kuat, plotnya dibangun perlahan sampai pada akhirnya ditutup dengan klimaks luar biasa dan ia juga punya karakter wanita buta paling tangguh dalam sejarah perfilman yang dimainkan dengan jenius oleh Auderey Hepburn yang abadi.

Yang satu ini sedikit berbeda. Pernah punya pengalaman merasa diawasi seseorang di rumahmu sendiri? Jika pernah, bisa jadi memang benar-benar ada orang di sana yang sedang mengawasimu, nah, Sleep Tight mengambil premis itu dan menerjemahkannya dalam thriller home invasion Spanyol yang mendebarkan. Isinya, tentang penjaga apartemen yang diperankan Luis Tosar yang terobesesi dengan salah satu penghuni perempuannya. Yang dilakukannya adalah bersembunyi di bawah tempat tidur sang korban, menunggunya terlelap, membiusnya kemudian melakukan apa saja yang dimaunya. Kekuatan Sleep Tight ada pada premisnya yang menarik, lalu ia juga dipersenjatai dengan kekuatan akting Luis Tosar yang keren dan sebuah twist menarik di ujungnya.

8


13 Best Home Invasion Thrillers

HAUNTE TENSION 2003 | Alexandre Aja Garapan terbaik Alexandre Aja ini menawarkan kombinasi home invasion dan slasher berdarah-darah yang tidak ada duanya. Pelakunya adalah supir truk sadis yang meneror CĂŠcile de France dan keluarga sahabatnya ketika ia berlibur di pedasaan terpencil. Haunte Tension yang juga punya judul lain Haunte Tension dan Switchblade Romance ini dihadirkan dengan kekerasan vulgar, suspense tingkat tinggi yang berpadu padan dengan scoring mecekamnnya. Atagonisnya begitu misterius dan kejam diimbangi dengan protagonis yang sama kuatnya dalam diri CĂŠcile de France. Twist endingnya mungkin menjadi sedikit masalah, tetapi untuk sisanya, High Tension masih susah dicari tandingannya jika berbicara soal slasher.

2011 | AndrĂŠs Baiz

THE HIDDEN FACE

9

10

2006 | David Moreau & Xavier Palud Home invasion Perancis berdurasi 74 menit ini punya narasi yang sederhana; Sepasang suami istri diteror oleh segerombolan orang berkerudung di rumah mereka yang terisolasi dari keramaian. Kamu mungkin bisa menebak ke mana arahanya dengan mudah. Tetapi di balik kesederhanaan dan segala hal klise di ceritanya duet penyutradaraan David Moreau & Xavier Palud sudah melakukan pekerjaan bagus dalam menghadirkan atmosfer creepy yang kuat ketika para penyusup misteriusnya bermain-main dengan korbannya secara efektif. Ada 20 menit adegan kejarkejaran penuh adrenalin sebelum akhirnya ditutup oleh sebuah shot final yang menghantuimu

11

Settingnya memang tidak melulu di rumah, tetapi hampir keseluruhan gangguannya berasal dari sana dan menariknya, tidak terlihat. Pertama, dengan asumsi tidak melihat trailer-nya (yang berpotensi besar merusak segalanya) mungkin banyak yang mengira thriller erotis Kolombia ini termasuk jenis horor rumah angker ketimbang home invasion dengan segala bunyi-bunyian misterius yang berasal dari pipa air. Tetapi twist di tengah-tengah itu luar biasa, merubah wajah The Hidden Face secara keseluruhan, menjadikannya sebuah sajian thriller yang lebih berbobot. Mungkin ini jadinya jika Panic Room digabung dengan The Orphanage dengan banyak ketelanjangan dan juga seks. Moviemagz Horror Movies 52


13 Best Home Invasion Thrillers Hei! Ada apa dengan sinema Perancis, wanita dan gore? Mereka seperti tidak berhenti menghadirkan kombinasi maut ini dalam 10 tahun terakhir. Dan Martyrs yang menjadi thriller Perancis keempat di daftar ini dan salah satunya yang paling gila dan sakit! Dibuka dengan adegan sarapan berdarah yang melibatkan shotgun, tumpukan mayat, sayatan-sayatan

tajam di tubuh dan halusinasi mengerikan, sutradara Pascal Laugier kemudian membawa Martyrs lebih ke dalam lagi bersama lebih banyak misteri dan adrenalin hingga pada akhirnya premis home invasion thrillernya berkembang menjadi torture porn mang memilukan yang ditutup dengan semangat spritual kental tentang misteri kehidupan.

12 2008 | Pascal Laugier

13

HOME

ALONe

1990 | Chris Columbus

Ya‌ya..ya..Saya tahu ini jelas jauh dari kesan thriller dan sama sekali tidak menakutkan, tetapi saya tidak bisa menahan diri untuk tidak memasukan Home Alone ke jajaran best home invasion, toh semua elemen pendukungnya ada di sini: Rumah besar melompong, tuan rumah yang sendirian dan dua tamu tak diundang. Bagian terbaiknya dari drama komedi Natal abadi garapan Chris Columbus ini ada pada si imut Macaulay Culkin, duo Wet Bandits sial yang dimainkan Joe Pesci dan Daniel Stern dan tentu saja pertunjukan utamanya, jebakan-jebakan maut yang sudah disiapkan Kevin buat dua tamunya itu.


Classic Horror Movies

Norman Bates : Mother! Oh God, mother! Blood! Blood! “

S

udah seminggu lamanya Lila Crane (Vera Miles) tidak mengetahui keberadaan sang adik, Marion (Janet Leigh) yang tanpa kabar apapun menghilang begitu saja setelah sebelumnya mencuri uang milik perusahaannya. Lila kemudian meminta Sam Loomis (John Gavin), kekasih Marion dibantu Milton Arbogast (Martin Balsam), detektif swasta yang disewa perusahaan tempat Marion bekerja untuk melacak dimana Marion dan uang yang dicurinya berada. Penyelidikan yang dilakukan Arbogast mengantarnya ke sebuah motel kecil milik Norman Bates (Anthony Perkins). Di tempat ini Arbogast mulai menyelidiki keberadaan Marion yang diyakininya pernah menginap di penginapan tersebut dengan mengorek informasi dari Norman yang ternyata selama ini hidup bersama ibunya. Namun disaat Arbogast ingin bertemu dengan ibu Norman tiba-tiba saja ia diserang oleh sesosok wanita misterius. Lili yang gelisah menunggu kabar dari Arbogast kemudian mengajak Sam melakukan

penyelidikan sendiri. Dengan menyamar sebagai pasangan suami istri mereka mendatangi Bates Motel tanpa menyadari apa yang akan mereka hadapi di tempat itu. Bisa dibilang saya adalah orang yang beruntung karena dapat menyaksikan salah satu karya terbaik Alfred Hitchcock ini tanpa tercemar spoiler sedikitpun, bahkan usaha saya untuk dapat menahan diri agar tidak kelepasan menyaksikan versi remake-nya pun ternyata berbuah sangat manis. Tidak heran sebenarnya jika Pycho yang kisahnya diadaptasi dari novel tahun 1959 karya Robert Bloch berjudul sama ini mampu menjadi salah satu thriller psikologis terbaik sepanjang masa. Semuanya tidak lepas karena peran besar dari orang hebat dibelakangnya bernama Alfred Hitchcock, sang Master of Suspense yang sebelumnya di era 50an sukses dengan karya-karyanya seperti Dial M for Murder, Rear Window dan To Catch a Thief. Ya, Psycho bisa dibilang adalah karya Hitchcock yang paling ambisus di jamannya, bahkan bayak orang yang menyebut bahwa film ini adalah thriller psikoanalisi pertama yang banyak mengispirasi film-film thriller pintar modern untuk tidak hanya menawarkan ketengangan semata namun juga mengajak penontonnya berpikir, menganalisis dan mencerna penggambaran tersembunyi dalam ceritanya yang kompleks. contohnya dalam film, kediaman Bates yang terdiri dari tiga lantai ternyata merupakan personifaksi dari 3 pikiran manusia, id, ego dan superego, serta simbolisme burung hiasan yang diawetkan sebagai metafora kematian. Bahkan


sampai saat ini kisah yang ditampilkan Pycho mampu membuat penontonnya, khususnya yang belum mengetahui ceritanya sama sekali bakal terhenyak dengan twist mengejutkan di penghujung film, tidak ada yang menyangka bahwa kisah Pycho akan berakhir serperti itu, jenius!!!. Banyak momen-momen menarik dan mengejutkan yang coba ditampilkan dalam film yang empat nominasi Academy Awards ini, semuanya ditampilkan dalam medium hitam putih dengan alasan untuk mengurangi tingkat kesadisan, walaupun alasan sebenarnya adalah untuk menghindari biaya produksi

agar tidak terlalu mahal. Adegan-adegan seperti adegan perselingkuhan dan juga adegan yang menampilkan tokoh wanita memakai pakaian dalam terbilang adalah adegan yang cukup berani ditampilkan oleh Hitchcock pada saat itu. Siapa yang bisa melupakan shower murder scene yang fenomenal itu. Adegan yang hanya berdurasi 45 detik itu dibuat sedetail mungkin oleh Hitchcock dengan 70 sudut pengambilan gambar yang dilbuat selama 4 minggu plus dukungan scoring musik gesekan biola menyeramkan

dari komposer Bernard Herrmann semakin semakin melengkapi atmofer kelam yang ditampilkan film yang awalnya berada di bawah bendera Paramount Pictures ini. Ya, tidak bisa dipungkiri Pyscho jelas adalah salah satu karya terbaik yang pernah dibuat oleh Alfred Hitchcock. Sebuah psychological thriller hebat yang tidak hanya menawarkan ketegangan dan kengerian semata namun juga cerita yang menarik dan pintar serta penuh kejutan didalamnya. Inilah mahakarya dari sutradara legendaris Alfred Hitchcock, The Master of Suspense.

Writer : Hary Susanto Art : Quilava


Classic Horror Movies

THE SHINING J

ack Torrance (Jack Nicholson) mendapatkan pekerjaan baru menjadi seorang penjaga sebuah hotel besar dan mewah yang sangat terpencil dan sangat terisolasi dari keramaian. Hotel bernama “Overlook Hotel� itu berada di pegunungan Rocky Mountain, Colorado yang mempunyai kejadian menakutkan pada 5 tahun lalu. Jack juga sedang mempunyai proyek penulisan sebuah novel, atas alasan itu, Jack sangat bersemangat menerima pekerjaan itu,

karena menurutnya dengan kesunyian dan ketenangan hotel itu akan menjadi tempat yang baik baginya untuk menyelesaikan novel itu dengan mudah. Betapa menakutkannya kejadian 5 tahun yang lalu di hotel tersebut tidak mengurungkan niat Jack untuk tetap bekerja di hotel tersebut dan membawa serta istri dan seorang anak indigo nya bernama Danny untuk tinggal beberapa bulan di hotel tersebut.

psikologinya mulai terganggu, ya, rupa-rupanya kejadian menakutkan 5 tahun yang lalu pun kembali terulang.

Satu bulan kemudian, kejadian-kejadian aneh terjadi. Danny yang mempunyai kemampuan melihat hal yang akan terjadi di masa datang terus menerus diganggu bayangan-bayangan menakutkan. Jack pun secara perlahan dan pasti, kondisi

dari film ini yang berjalan dengan tempo yang lambat di awal. Tapi justru ini menjadi nilai plus dari The Shining. The Shining mampu merangkak dengan baik dari awal, perlahan namun pasti menciptakan ketegangan dan horror yang semakin Moviemagz Horror Movies 56


meningkat dan akhirnya mencapai kllimaks yang syarat dengan ketegangan. Tidak lupa, twist ending yang ada di film ini, serta kemunculan beberapa karakter yang tidak disangka pada awalnya hanyalah imajinasi si Jack saja, dua hal itu kemudian menjadi pertanyaan yang meninggalkan celah interpretasi sehingga patut didiskusikan dan ditonton ulang filmnya. Sebuah strategi jitu, seperti ketika Nolan yang juga dengan sengaja menciptakan hal-hal seperti ini dalam Inceptionnya, sehingga banyak penonton yang kemudian menonton ulang film tersebut hanya untuk mencari bukti dari interpretasi masing-masing dan tentunya

itu juga hanya sekedar untuk mendapatkan interpretasi yang sama dengan rekan nontonnya, atau bisa juga, sutradara dan orang-orang yang bekerja dibalik film itu dengan sengaja mengetes sejauh mana kemampuan kecermatan beranalisis kita sebagai para penontonnya. Yah, apapun itu, kembali ke topik utama, The Shining yang diangkat dari novel karya Stephen King dan disutradarai oleh Stanley Kurbick ini menjadi sebuah film psychological horror yang sangat menegangkan dan meinggalkan celah interpretasi di otak para penontonnya. Tapi tenang, walau begitu The Shining bukanlah tipe film berat, The Shining hanya sedikit berjalan lambat untuk mencapai klimaks ketegangan yang kuat. Butuh waktu yang tenang dan mood yang pas untuk menonton film berdurasi sekitar 2 jam 20 menit. The Shining mampu menciptakan ke hororrannya dengan cara memperkuat

Writer : Azwar Hamzah Art : Starkiller

suasana angker dalam setiap scenenya, juga dengan dukungan penampakan hantu walaupun dengan porsi sedikit tetapi tetap mampu menciptakan suasana horror yang sangat mencekam. Tidak hanya itu, pemilihan setting hotel yang sangat besar dan megah berdiri ditengahtengah kesunyian sebuah pegunungan membuat elemen keangkerannya bertambah. Scoring ala film horror classicnya, Ekspresi spooky dari Si Danny dan Si Jack. Ya semua elemen pencipta keangkeran sebuah film horror itu mampu saling berkait erat satu sama lain dan menjadikan The Shining sebagai sebuah film horror yang sangat horror.


Classic Horror Movies

POLTERGE I S T ( 1982 ) sh: Dr. Le

ht. ere is a wonderful lig th e di u yo n he w at ve th e ” Some people belie to look into it. All th rt hu t n’ es do it t n bu are inside that As bright as the su ow kn to t an w u yo s estion answers to all the qu light. And when you walk to it… you become a part of it forever. Now, some people die, but they don’t know they’re gone “

E

Berawal dari peristiwa gempa bumi yang kemudian berlanjut dengan peristiwa-peristiwa aneh yang melibatkan fenomena gaib, Poltergeist seperti benda-benda yang bergerak sendiri, suara-suara yang hanya bisa didengar oleh Carol Anne sampai sebuah peristiwa puncak dimana Carol Anne hilang secara misterius bak ditelan bumi.

ra 80an bisa dibilang adalah era emas bagi horrorhoror Holywood, dimana pada saat itu banyak sekali bermunculan filmfilm horror klasik bermutu yang namanya melegenda hingga sekarang ini, sebut saja juduljudul seperti Friday The 13th, Halloween, Evil Dead, The Thing, A Nightmare on Elm Street, Hellraiser, Child’s Play, Pet Sematary, The Shining, Dll. Bahkan sebagian besar dari judul-judul tersebut sudah dibuat dibuat versi remake-nya di era millenium ini. Dan salah satu yang paling sukses secara komersil saat itu adalah Poltergeist yang berhasil meraup 76 juta dollar dan sampai dibuat dua sekuelnya, Poltergeist II: The Other Side dan Poltergeist III

Horror dengan premis rumah berhantu memang selalu menjadi tema menarik untuk diangkat dalam media film, apalagi jika melibatkan nama seorang Steven Spielberg yang berada dibaliknya. Ya, Steven Spielberg, walaupun tidak menyutradarai langsung Poltergeist dan diserahkan kepada Tobe Hooper, namun hampir semua elemen-elemen penting, seperti penulisan naskah, editing dan produser berada ditangan pria yang sukses menggarap sci-fi keluarga, E.T ditahun yang sama.

Diceritakan Steve (Craig T. Nelson) and Diane Freeling (JoBeth Williams) adalah pasangan suami istri Amerika yang hidup normal dengan tiga anak mereka, Dana (Dominique Dunne ), Robbie (Oliver Robins) dan Carol Anne (Heather O’Rourke). Suatu hari ketenangan mereka terganggu oleh kejadian-kejadian kejadian misterius.

Steven Spielberg memang seorang sutradara hebat, hampir semua orang mengakuinya, namun tampaknya Ia tidak terlalu hebat membuat film horror, seperti yang terlihat dalam film 114 menit ini. Untuk ukuran film horror yang digandang-gadang sebagai salah satu horror terbaik sepanjang masa oleh berbagai lembaga perfilman ternyata


Caroll Anne : “ They’re Here”

tidak 100% benar, bahkan bisa dibilang Poltergeist adalah film yang overated. Premis yang menjanjikan tidak dibarengi dengan penyajian yang baik, sepertinya ciri khas seorang Hooper yang sebelumnya sukses menghadirkan kengerian dalam The Texas Chain Saw Massacre (1974) dan Salem’s Lot (1979) benar-benar dibatasi dan tampak hanya menjadi ‘boneka’ Spilberg karena hampir semua adegan yang ditampilkan mencerminkan gaya seorang Spielberg, seperti pengunaan spesial efek berlebihan yang walaupun harus diakui termasuk yang terbaik dijamannya, namun lemah disegi cerita, karakter dan penciptaan

suasana, sehingga banyak dari ceritanya yang tidak jelas serta atmosfer horror yang seharusnya kelam dan mengerikan pun tidak terlalu nampak disini. Malah kalau mau dibilang, Poltergeist lebih nampak seperti drama keluarga ketimbang horror. Memang masih terdapat scene-scene beraroma supranatural disini, namun sekali lagi semua yang disajikan tidak terasa menakutkan, setidaknya jika dibandingkan dengan horrorhorror lain pada jamannya yang jauh lebih mencerminkan sebuah tontonan horror sejati. Jadi bagi yang menjadikan Poltergeist sebagai horror terbaiknya, disarankan untuk lebih meningkatkan jam terbangnya dengan lebih banyak lagi menonton

film-film horror lain, karena jelas masih banyak film-film lain yang kualitasnya jauh lebih baik daripada film overated satu ini.

Writer : Hary Susanto Art : Quilava


Classic Horror Movies

THE INNOCENTS

(1961)

i adaptasi dari buku “The Turn of The Screw’ dan disutradarai oleh Jack Clayton, film horror Inggris ini berkisah tentang seorang wanita muda Miss Giddens (Deborah Kerr) yang dibayar untuk mengasuh dua orang anak di sebuah mansion yang terpencil. Hingga terjadilah peristiwa yang membuatnya yakin bahwa arwah mantan pengasuh sebelumnya berusaha merasuki tubuh kedua anak tersebut.

D

Hal yang paling menarik dari film adalah sisi psikologis dimana penonton akan bertanya-tanya apakah arwah gentayangan itu benar-benar ada atau semua ini hanyalah imajinasi dari si pengasuh. Dengan setting yang sangat atmospheric dan mencekam, The Innocents adalah salah satu film horror klasik dengan pengaruh yang tidak akan lekang oleh waktu. ( RedSharkz )

“

Sutradara kenamaan Martin Scorsese memasukkan film ini kedalam List 11 horror terbaik sepanjang masa versi dirinya sendiri.


Penampakan yang tak Sengaja Terekam di Film . . . Lupakan segala hal kengerian yang ada di film horror. Mulai dari hantu yang membuat bulu kuduk merinding, musik yang mendebarkan, atau surprise scene yang bikin jantung berdebar-debar. Karena semua hal itu sudah diatur dalam naskah. Bagaimana kalau semua hal itu terjadi tidak ada unsur kesengajaan dalam film?

Imej film horror sudah menjadi film yang paling memacu adrenalin untuk setiap penontonnya. Nyatanya, hal-hal yang menakutkan pada film horror sudah tersusun dalam skenario film. Bagaimana kalau penampakan tersebut ditemukan dalam film yang bukan bernuansa horror? Mungkin pada film action, cartoon, drama, atau bahkan comedy? Mulai dari kru film sampai orang biasa pun saling beropini mulai dari hal ilmiah sampai hal yang mistik. (Simplicious)

“Hanging Munchkin” di Wizard of Oz (1939) Wizard of Oz, “nenek moyang” dari film yang rilis tahun ini, Oz : The Great and Powerful, rasanya sulit menerima kalau sebuah film anak-anak terdapat penampakan yang menakutkan. Jika anda anak 90an, tentunya tidak asing adegan popular dalam film ini, Dorothy, Cowardly Lion, dan Tin Man berjalan dengan girang gembira di Yellow Brick Road, ada sesuatu yang mengayun di antara pepohonan. Pihak dari film pun “bungkam”, sementara hal yang beredar sesosok yang mengayun tersebut adalah Munchkin, salah satu tokoh film tersebut yang memutuskan bunuh diri.

“Ghost Boy” di film Three Man and A Baby (1987) Menilik kalau film ini bukan bergenre horror, nyatanya banyak penonton film era 80’an setuju berpendapat film komedi ini menjadi salah satu film yang mengerikan untuk ditonton. Bagaimana tidak, film yang disutradarai oleh Leonard Nimoy ini ada bocah misterius yang ‘nampak’ pada salah satu adegan. Dimana salah satu adegannya, Jack Holden (Ted Hanson) dan sang ibu (Celeste Holms) sedang menggendong bayi di sebuah rumah. Tampak sesosok bocah yang berdiri misterius di belakang kelambu jendela. Sontak, penonton yang menyadari saat itu ketakutan.


“Smoke Face” di Mission Impossible : Ghost Protocol (2011)

Jika anda sudah menonton Mission Impossible : Ghost Protocol, mungkin anda tidak menyadari penampakan yang terjadi. Film yang dibintangi oleh Hollywood star ternama macamTom Cruise, Paula Patton, dan Jeremy Renner ini sarat akan adegan action. Maklum saja, di tengah adegan William Brandt (Jeremy Renner) hendak loncat ke sebuah ventilasi angin, jika anda cermati di dinding ada makhluk astral “Smoke Face” dengan mata terpejam, setelah itu hilang tiba-tiba. Anyone can explain this?

“Kuntilanak” di Malam Minggu Miko : Jualan Keripik Orry (2012)

“Shadow Guy” di The Ring (2002) Real ghost in horror movie? Yups, maniak horror tentunya sudah tidak asing lagi dengan Samara, sesosok hantu epic yang pernah ada. Namun alihkan perhatian and a pada sosok siluet misterius nan mencengangkan pada film tersebut. Di salah satu adegan, Rachel (Naomi Watts) dan Noah (Martin Henderson) sedang menggendong anaknya dari ruang keluarga hendak keluar dari rumah. Jika anda cermati, di ruang sebelah sekilas ada siluet/bayangan yang “cuma nongol”, sekejap mata hilang. Kesalahan kru film kah atau memang makhluk astral?

Malam Minggu Miko, series tv lokal swasta yang dibintangi oleh Miko (Raditya Dika) dan Ryan (Ryan Adriandhy) selalu mengundang respon positif dari hampir semua khalayak karena humor yang unik, fresh, dan anti-mainstream. Nyatanya “kemasan” komedi pada series ini, terutama pada episode Jualan Keripik Orry membuat dunia maya geger. Pasalnya, di salah satu scene,saat Anca (Hadian Saputra) sedang menikmati es krim bersama pacarnya. Pada menit 4:22 ada penampakan sesosok wanita berambut panjang yang berjalan cepat (baca : lewat sekilas) yang terlihat di kaca. Bahkan, Raditya Dika pun juga bingung memberi penjelasan terkait penampakan tersebut.


AMAZING DIRECTOR

GUILERMO DEL TORO by ReelSpeculator

BEGUILLING GUILLERMO – Charting The Revered Cineaste’s Cinematic Guillermo del Toro. Sepuluh tahun lalu, nama tersebut mungkin kurang familiar di telinga penonton awam. Bahkan dengan karya Hollywood-nya yang cukup dikenal di ranah mainstream seperti Blade II dan dua seri Hellboy, sosok auteur asal Meksiko ini masih belum berhasil meraih simpati kalangan penonton film awam. Tahun ini, dirilislah Pacific Rim – sci-fi berbudget besar tentang perjuangan umat manusia melawan monster (Kaiju) yang muncul dari kedalaman Samudera Pasifik dengan bantuan robot-robot besar (Jaeger). Dan, ya, PACIFIC RIM disutradarai oleh Guillermo del Toro sendiri – filmmaker sejati yang beberapa tahun lalu relatif kurang dikenal di kalangan awam. Sebenarnya siapakah sosok sineas yang

sampai sekarang disebut-sebut sebagai ‘Future Poster Boy’ atau ‘The Next Spielberg’ (sangat jelas menyindir posisi M. Night Shyamalan yang mana pada awal kariernya dulu juga sempat di anugerahkan ‘gelar’ yang sama)? Atau mungkin pertanyaan yang lebih menggelitik lagi adalah, bagaimana seorang sutradara yang memulai kariernya membuat film-film supernatural dengan desain-desain makhluk fantasi aneh yang hanya dapat dinikmati oleh segelintir orang dapat merambah ke ranah Hollywood dan akhirnya dapat mengepalai proyek highbudget seperti Pacific Rim? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, mari kita tilik terlebih dahulu perjalanan karier seorang Guillermo del Toro di industri perfilman. Moviemagz Horror Movies 64


TRAINING GROUND

Del Toro mulai mengenal seni filmmaking pada umur yang amat belia, yakni delapan tahun. Di masa-masa kecilnya tersebut, ia tidak hanya belajar bagaimana cara membuat film dengan baik, namun ia juga memperlihatkan minatnya untuk memperdalam salah satu aspek terpenting dalam pembuatan film, yaitu special effects dan make-up artistry. Bakatnya dalam aspek filmmaking tersebut terbukti dapat meraih perhatian dari Dick Smith – make-up artist legendaris yang terlibat dalam pembuatan The Godfather, Taxi Driver dan film-film klasik terkenal lainnya. Kecintaan del Toro terhadap aspek makeup dalam pembuatan film kemudian membawanya kepada pembentukan perusahaan spesial efek dan make-up design miliknya sendiri yang bernama Necropia. Dengan perusahaannya inilah del Toro berhasil mendapatkan rekognisi sineas-sineas internasional, termasuk Alfonso Cuaron (Harry Potter and The Prisoner of Azkaban, Children of Men) – sineas berbakat yang mulai mengenal del Toro dalam pembuatan beberapa episode sebuah serial TV Meksiko yang berjudul La Hora Macarda. Kesuksesan del Toro dalam men-design spesial fek, make-up dan juga menyutradarai beberapa Moviemagz Horror Movies 65

film pendek dan sebuah feature film pertamanya (Cronos, bersama kolaborator setianya di dalam beberapa karyanya nanti, Ron Perlman) membuat lampu panggung perfilman selalu mengarah kepadanya. Mimic (1997) adalah karya pertamanya yang dibuat di bawah naungan sebuah studio film Hollywood, Miramax. Dengan film tersebut, del Toro sukses menjadi buah bibir penggemar creature design & make-up yang diperlihatkan dengan sangat apik olehnya. Namun, reaksi positif terhadap Mimic seolah-olah hanya terbatas kepada kalangan penggemar special effects dan creature design saja. Alhasil, Mimic kurang sukses secara finansial. Del Toro, seorang sineas visioner dan ambisius, tidak menginginkan film-film karyanya hanya menjadi sekedar display special effects dan design tanpa memperhatikan segi kualitas secara keseluruhan. Kendati demikian, semua orang yang telah menonton Mimic mengetahui adanya kemunculan seorang filmmaker menjanjikan yang baru memulai karier panjangnya dengan beragam creature design dan special effects impresif – elemen-elemen yang kemudian akan dilengkapi dengan sempurna oleh kisah-kisah fantasi kelam nan menghipnotis khas del Toro.


STRATOSPHERIC RECOGNITION

Del Toro is as much a visionary filmmaker as he is a craftsman. Ia selalu mencintai ketidaksempurnaan yang hadir dalam setiap makhluk hidup. Kecintaannya terhadap hal tersebut sering disebutnya sebagai inspirasi utama dalam men-design makhluk-makhluk mistis yang hadir dalam hampir seluruh karyanya. Passion-nya dalam bidang ini terasa setiap kali kita menikmati karya-karyanya: bagaimana beragam makhluk mistis dalam Pan’s Labyrinth Blade 2 beserta monstermonster lainnya dalam dua film HELLBOY yang terlihat aneh, unik dan dapat membekas di dalam pikiran kita sebagai ciptaan magis nan cantik. Tidak hanya itu, kecerdasannya dalam menciptakan sebuah dunia surreal, supernatural dan mistis juga patut diancungi jempol. Tidak ada karya del Toro yang terkesan kosong. Semuanya, baik yang berhasil maupun yang kurang berhasil, terisi penuh oleh gambaran-gambaran imajinatif yang mengagumkan. Tidak heran Hollywood menganggapnya sebagai aset berharga yang berpotensi besar. Maka dimulailah eksploitasi rutin Hollywood terhadap del Toro. Dimulai dari Blade 2 yang masih memberikan kebebasan kreatif kepada del Toro, berlanjut ke dua film Hellboy yang mulai menyodorkan berbagai isu politis studio kepada del Toro. Del Toro pun sampai di suatu poin di dalam kariernya untuk memilih meninggalkan proyek The Hobbit yang menurutnya menghadapi terlalu banyak hambatan finansial yang berasal dari

politik etis studio. Karya teranyar del Toro, Pacific Rim, juga tidak mampu menghindar dari aturan-aturan ketat studio yang semakin lama terasa semakin mengekang kekuasaan kreatifnya. Awalnya, proyek Pacific Rim adalah proyek adaptasi layar lebar novel HP Lovecraft yang berjudul At The Mountains Of Madness. Ditemani oleh produser James Cameron, proyek del Toro yang di-green lit oleh Universal Pictures pada bulan Juli 2010 sukses menjadi bahan pembicaraan para penikmat film. Namun ternyata, sebulan sebelum Universal Pictures memberikan kabar bahwa At The Mountains Of Madness sedang dalam penggarapan aktif, del Toro terlebih dahulu menyatakan ketidaksetujuannya mengenai proyek tersebut. Ia menganggap bahwa membawa sebuah adaptasi buku HP Lovecraft ke layar lebar merupakan pekerjaan yang sulit dengan banyaknya tuntutan studio yang menurutnya akan mengacaukan proyeknya tersebut. “Membuat sebuah film period-piece berbudget besar yang sama sekali tidak mengandung kisah cinta dan memiliki ending yang keras dengan rating R bukanlah hal yang mudah bagi studio,” anggap del Toro. Berpindahtanganlah del Toro, dari Universal Pictures dan dampingan James Cameron ke Legendary dengan dampingan produser Thomas Tull. Proyeknya di Legendary inilah yang lalu selesai menjadi Pacific Rim– summer event yang diklaim sebagai blockbuster terbaik tahun ini.


REFLECTIVE CAP-OFF

I like actors that are good with pantomime and that can transmit a lot by their presence and attitude more than through their dialogue.

Well, the first thing is that I love monsters, I identify with monsters.

I was directing before I knew it was called that.

Melihat kembali perjalanan karier seorang Guillermo del Toro, dapat dipetik sebuah pelajaran bahwa untuk menjadi sukses dibutuhkan sebuah kecintaan terhadap pekerjaan yang kita lakukan. Saat menjadi seseorang yang sukses pun dibutuhkan sebuah pendirian dan keteguhan hati agar tetap mempertahankan apa-apa saja yang membuat kita sukses dulu. Del Toro terbukti berhasil menghadapi bermacam inisiatif membingungkan studio dan menciptakan karya-karyanya yang berbudget besar dalam rangka perayaan rasa cintanya terhadap hal-hal imajinatif yang kerap kali membuat kita merasa kembali menjadi anak kecil lagi. Guillermo del Toro adalah salah satu pionir apa yang disebut sebagai ‘geeky is the new sexy’. If it takes our young halves to get the better of us in order to love what we do, why not? At least for this point exactly, I’m glad to have Mr. del Toro on our side.

ReelSpeculator Moviemagz Horror Movies 67


Special features Asian Fear Fest 2013 Siap Menghnatui Anda Bagi Kalian yang berlangganan tv kabel dan juga bagi Kalian pecinta film horor asia tentunya Asian Fear Fest 2013 ini sayang untuk Kalian lewatkan. Dalam menyambut perayaan Halloween stasiun tv kabel Thrill menghadirkan Asian Fear Fest 2013 dan siap menakuti kalian dirumah. Thrill akan mengambil 8 film horor dan thriller paling terbaik untuk masuk ke dalam Asian Fear Fest. Thrill menjamin bahwa Kalian tidak akan berani keluar rumah sendirian ataupun ke kamar mandi sendirian.

Setiap Jumat dan Sabtu malam di bulan Oktober pukul 20.00 wib, thrill menghadirkan serangkaian film horor yang tentunya membuat Anda ketakutan setengah mati. Diawali dari tiga film Korea yang akan tayang perdana dan eksklusif, seperti Don’t Clik, Two Moons and Loner. Dari film supernatural sampai aksi horor peraih pemenang penghargaan, tak cukup sampai disitu saja thrill juga menyimpan sesuatu untuk menakuti Anda di rumah. Inilah film-film horor Asia yang akan hadir di Asia Fear Fest 2013 di tv kabel thrill:

1. Don’t Clik (Perdana & Eksklusif) Jumat, 4 Oktober 2013, pukul 20.00 wib Pemain: Park Bo Young, Joo Won. Film pilihan yang satu ini sering ikut serta bertanding di berbagai Film Festival Internasional, Don’t Clik sendiri menceritakan tentang video internet misterius yang menghantui dua gadis tidak berdosa, dan mengarah kepada kematian yang tidak terduga.

2. Two Moons (Perdana & Eksklusif) Sabtu, 5 Oktober 2013 pukul 20.00 wib pemain: park Han Byul, Kim Ji Suk Film bergenre Thriller asal Korea ini disutradarai oleh Kim Dong Bin (Red Eye) berkisah tentang dua wanita yang menghadapi insiden tidak terduga ketika mereka pindah ke pinggir kota Moviemagz Horror Movies 68


5. Tebus

3. Loner (Perdana & Eksklusif)

Jumat, 11 Oktober 2013, pukul 20.00

Pemain: Ko Eun Ah, Jeong Yuk

Su Na mengurung diri dikamarnya dimana sahabatnya mati bunuh diri, tetapi masalah sebenarnya datang dari sebuah rahasia dan sejarah di dalam keluarganya.

Pemain: Rosyam Nor. Que Haidar Jumat, 18 Oktober 2013, pukul 20.00 wib

Setelah mengalami kecelakaan mobil, seorang pria dihantui oleh bayangan dari sebuah kejadian yang aneh dimana kejadian tersebut terlihat sangat realistis. Asian Fear Fast 2013 menampilkan film horor dari berbagai macam negara Asia seperti Indonesia, Korea, Thailand, Filipina dan Malaysia. Dimana semuanya itu bisa kalian saksikan setiap hari Jumat dan Sabtu malam pukul 20.00 wib hanya di Thrill (StarHub Cable TV Channel 618 and SingTel mioTv Channel 415) jangan lupa Asian Fear Fast 2013 di mulai pada tanggal 4 oktober 2013. Selamat menonton. [Tyo]

Sabtu, 12 Oktober 2013, pukul 20.00 wib. Pemain: Tio Pakusadewo, Chintami Atmanagara,

Filmnya sendiri bercerita tentang sebuah keluarga yang sedang berlibur, dimana liburan satu keluarga ini tidak sesuai seperti yang mereka harapkan, berbagai macam teror terus bertadatangan menghantui anggota keluarga ini satu persatu, film ini juga masuk dalam nominasi Festival Film Indonesia.

6. Patient X

Sabtu, 12 Oktober 2013, pukul 20.00 wib.

Pemain: Richard Gutierrez, Cristine Reyes Bercerita tentang seorang anak dimana ia menyaksikan pembunuhan keluarganya dan anak tersebut tidak bisa melepaskan trauma dari kejadian yang sangat menakutkan itu.

7. Meat Grinder Sabtu, 26 Oktober 2013, pukul 20.00 wib pemain: Mai Charoenpura, Ratatanabanrang

Buss membuat mie terbaik dengan kaldu daging terenak daripada siapun di kota, tetapi tidak ada yang mengetahui persis apa yang dia lakukan untuk membuat hidangan yang begitu lezat Writer : Tyo Art : Starkiller


Sebuah petualangan luar angkasa dengan segala teknis rumit yang menerobos batasbatas teknis sinematis. Ini adalah pengalaman menonton yang susah dicari tandingannya. Sebuah mahakarya ambisius yang tidak hanya indah dipandang dengan segala efek visual memesonanya, namun ia juga mengerikan, menggedor keras jantung kecilmua hingga pada akhirnya tanpa sadar menyentuh emosimu dengan elemen spiritualnya dan akting menawan Bullock. What a great work Cuarón!

Sleeper HIT

S

embilan tahun setelah salah satu seri terbaik Harry Potter dan tujuh tahun setelah fiksi ilmiah Children of Men yang menggetarkan itu, nama Alfonso Cuaron perlahan seperti mulai tenggelam di belantika perfilman. Ia kebanyakan hanya duduk santai di kursi produser buat film-film yang kurang terkenal (kecuali Pan’s Labyrinth). Dan ketika orang-orang mulai melupakannya, siapa sangka sineas asal Meksiko ini melakukan sebuah come back, bukan come back sembarang come back, mungkin istilah paling pas adalah come back like a boss di 2013 ini dengan karya terbarunya Gravity, sebuah petualangan angkasa luar biasa yang menerobos batasanbatasan teknik sinematis, sesuatu yang sudah lama tidak kamu lihat setelah mungkin yang terakhir ada 2001: A Space Odyssey-nya Kubrick 47 tahun lalu. Tujuh tahun jelas bukan waktu yang sebentar, dan empat tahun setengahnya dihabiskan Cuarón untuk melahirkan proyek ambisus ini, sebuah jangka waktu yang lama untuk membuat satu film yang hanya berdurasi satu setengah jam yang hanya diisi oleh dua pemain. Tetapi setelah ketika credit rollnya muncul, saya sangat mengerti kenapa sampai butuh waktu selama itu untuk melahirkan Gravity. Ya, ini adalah sajian yang hanya bisa lahir dari seorang sutradara yang punya dedikasi dan semangat pantang menyerah yang sama tingginya dengan tingkat kesabarannya dalam mengatasi segala rintangan yang ada (dari casting yang bergonta ganti, sampai masalah spesial efek


Director: Alfonso Cuarón Writers: Alfonso Cuarón, Jonás Cuarón Stars: Sandra Bullock, George Clooney, Ed Harris

PERFECT

90% yang belum cukup canggih di saat ide tentang dua astronot yang tersesat di luar angkasa ini muncul lima tahun lalu). Dan seperti pepatah lama, kesabaran Cuarón berbuah manis, Gravity miliknya bisa kamu nobatkan sebagai salah satu film terbaik tahun ini, atau kalau tidak berlebihan salah satu film terbaik sepanjang masa atau paling tidak salah satu film dengan efek visual dan pergerakan kamera terbaik yang pernah ada. Tidak seperti proses pembuatannya, narasi Gravity bisa dibilang sangat sederhana, kamu bahkan bisa menulisnya dalam satu kalimat: Dua astronot (Sandra Bullock dan George Clooney) yang terdampar 600 km di atas bumi setelah pesawat luar angksa yang membawa mereka dalam misi space shuttle hancur berantakan dihajar serpihan satelit dengan kecepatan tinggi. Moviemagz Horror Movies 71

Seperti trademark Cuarón, Gravity dihiasi dengan banyak long take, single shot atau apalah istilahnya yang menghindari terlalu banyak pengeditan, lihat saja opening scene-nya yang menghadirkan take panjang tanpa putus yang rumit selama 15 menit dengan pemandangan bumi dari atas sana yang memukau sementara George Clooney melayang layang girang ke sana kemari sembari bercakapcakap santai dengan juniornya yang sibuk, sebuah gambaran ketenangan dan keindahan luar biasa yang seakan-akan ingin menegaskan ungkapan “Calm Before the Storm” karena beberapa menit kemudian badai itu benar-benar datang, menghancurkan semuanya termasuk membuat dua astronot kita hanyt luar diangkasa luar luas tanpa batas dengan tingkat gravitasi nol. Dan di luar angkasa, tidak ada yang mendengar kamu berteriak, kenapa? Pertama tidak ada oksigen, kedua, dalam kasus Gravity, semua

komunikasi dengan Houston di bawah sana terputus total, jadi yang terjadi di sisa durasinya kita akan melihat salah satu kisah survival paling hebat yang pernah ada dalam sejarah film. Hanya diisi oleh dua pemain dengan set yang seperti tak terbatas, Cuarón menyulap kesederhanaan premisnya bersama dukungan dana 80 juta Dollar menjadi sebuah opus luar angksa tak terlupakan yang mungkin akan dengan senang hati terus kamu rekomendasikan buat anak cucumu nanti di masa depan. Luar angkasa, space shuttle dan astronot, menariknya ini bukan masuk jenis sci-fi karena settingnya tidak berada di masa depan dan tidak ada alien atau pengunaan teknologi berlebihan. Cuarón melakukan pendekatan serealistis mungkin termasuk melakukan penelitian yang dalam untuk menciptakan sebuah pengalaman


Sandra Bullock menghabiskan waktu selama 6 bulan untuk menjalani latihan fisik guna persiapan pengambilan gambar Gravity, sambil terus mendalami naskah yang ditulis Cuarón

luar angkasa yang logis, bahkan Gravity banyak dipuji karena berhasil menghadirkan premis dan prinsip-prinsip fisika yang realistis termasuk semua pergerakan tanpa bobotnya yang mendominasi 95% film.

Gravity sukses menduduki puncak Box Office selama tiga pekan berturut-turut dengan pendapatan lebih dari 250 juta dolar AS.

Malick, Emmanuel Lubezki, scoring medebarkan Steven Price, sound editing jempolan dan tentu saja, kepiawaian Cuarón dalam mengolah setiap momennya yang semua campuran itu mampu menghasilkan efek jaw dropping yang pada akhirnya ditutup dengan ungkapan penuh ketakjuban “Hei! Bagaimana mereka membuat semua ini?” Dan sebagai pelengkapnya, ada efek 3D yang benar-benar dimaksimalkan untuk menjadikan Gravity sebagai pengalaman sinematik yang tak terlupakan.

Dan untuk menghadirkan segalanya agar terlihat nyata, Cuarón bersama ahli visual efek, Tim Webber membuatnya seteliti dan sedetil mungkin di studio Framestore di London. Hasilnya bisa dilihat tanpa henti sejak adegan pembukaannya yang memesona sampai klimaksnya yang menggetarkan itu, apalagi kemudian efek-efek ciamik ini dikombinasikan degan sentuhan sineatografi brilian dengan kamera yang seperti tidak bisa berhenti bergerak dari sinematografer handal langganan Cuarón dan Terrence

Tetapi Gravity bukan hanya tentang ketegangan di luar angkasa dan bagaimana kamu bertahan hidup di luar sana dengan oksigen yang terbatas. Ada sebuah sentuhan emosional yang diwakili karakterkarakter penting yang dimainkan fantastis oleh dua cast utamanya; Sandra Bullock dan George Clooney bersama banyak metafora kehidupan dan juga banyak bermain sisi spritual. Porsi paling besar ada pada Sandra Bullock dengan performa terbaik sepanjang kariernya, bahkan penampilannya

Review By Hary Susanto MOVIENTHUSIAST

sebagai Dr. Ryan Stone, astronot pemula ini jauh lebih baik ketika ia mendapat Oscar di The Blind Side. Ya, ada perjalanan besar yang dilakukan oleh karakter Bullock, bagaimana ia harus menghadapi rintangan mengerikan, kesendirian dan kesunyian total, mencari jawaban buat tragedi masa lalunya di antara kehancuran, serpihanserpihan satelit dan kematian yang bisa saja terjadi setiap saat. Ini adalah peran yang menguras tidak hanya fisik namun emosi, dan Bullock melakukan semuanya dengan penuh dedikasi dan kerja keras yang bisa saja kembali berbuah manis untuknya. Dan adegan yang melibatkanya dengan suara anjing itu sangat menyentuh. Sementara George Clooney mungkin punya pekerjaan yang lebih mudah sebagai Matt Kowalski, sang astronot veteran periang yang sangat menikmati pekerjaannya, tugasnya adalah membuat tenang para juniornya yang canggung dengan tugas pertama mereka, dan meskipun tidak mendapatkan jatah sebanyak Bullock, perannya tetap sangat penting. Moviemagz Horror Movies 72


Sleeper HIT

THE WAY

WAY BACK Directors: Nat Faxon, Jim Rash Writers: Nat Faxon, Jim Rash Stars: Steve Carell, Toni Collette, Allison Janney, Sam Rockwell Jika berbicara soal salah satu peraih Oscar 2012 lalu, The Descendants, mungkin hanya ada dua hal yang kita ingat jelas, pertama; Penampilan apik George Clooney sebagai tuan tanah, kedua; kembalinya sutradara “malas” Alexander Payne setelah tujuh tahun hiatus. Tetapi Payne yang mendapatakan Best Adapted Screenplay waktu itu tidak menulis naskahnya sendiri, ada duo cowriter-nya, Nat Faxon dan Jim Rash membantunya. Nah, dua orang itu kini kembali lagi dalam drama indie terbaru Fox Searchlight Pictures ini, tetapi mereka tidak hanya menuliskan naskahnya, namun melakukan debut penyutradaraan sekaligus mengisi peran kecil di dalamnya. Dan kamu tahu, untuk duet sutradara ‘bau kencur’, karya perdana mereka sama sekali tidak mengecewakan. Moviemagz Horror Movies 73

The Way Way Back (ditambah satu lagi kata “way” agar tidak keliru dengan survival drama The Way Back-nya Peter Weir 2010 lalu) diisi dengan Musim panas, pantai dan keluarga disfungsional, ya, ini terlihat seperti The Descendants, tetapi karakter utama kita bukan land lord galau yang ditinggal koma istrinya melainkan Duncan (Liam James), remaja tanggung 14 tahuan yang introvert-nya bukan main. Musim panas ini Duncan bersama ibunya, Pam (Toni Collete), calon ayah tirinya, Trent (Steve Carell) bersama putri Trent, Steph (Zoe Levin) dipaksa pergi berpelesir ke rumah pantai milik Trent di Cape Cod. Kecuali Duncan yang kesal karena selalu diremehkan oleh semua orang, terutama Trent, semuanya tampak menikmati liburan ini. Tetapi liburan Duncan menjadi tidak terlalu buruk

ketika ia bertemu dengan karyawan water park, Owen (Sam Rockwell) yang merubah hidupnya selamanya. We’ve All Been There, seperti bunyi tag line-nya itu kita mungkin pernah mengalami apa yang terjadi seperti Duncan; Liburan buruk, liburan yang merubah segalanya, orangtua membosankan yang sok ngantur dan kerap meremehkan kita, jatuh hati dengan tetanggamu yang secantik AnnaSophia Robb, dan kalau beruntung, mungkin kamu berteman


AWESOME

Trent: Duncan! On a scale of 1 to 10, what do you think you are? Duncan: A 6! Trent: I think you’re a 3! Since I’ve been dating your mom, I don’t see you putting yourself out there bud! You could try getting that score up at my beach house this summer!

(Hary Susanto / Movienthusiast )

dengan karyawan taman rekerasi air yang super fun!. Ya, narasi Faxon-Rash yang disini turut mengambil peran sebagai petugas water park memang terlihat sederhana dan familiar, tetapi sejak opening scene-nya mereka sudah menetapkan tone-nya melalui percakapan canggung antara Carell dan James. Setting pinggir pantai Cape Cod di New England lengkap dengan keceriaan Water Park menjadi tempat sempurna buat kisah perjalan menuju kedewasaan karakter utamanya, dalam kasus ini ada si Duncan yang dimainkan apik oleh Liam James sebagai remaja canggung 14 tahun yang selalu diremehkan oleh pacar ibunya dalam wujud Steve Carrell bersama karakter paling menyebalkan yang pernah dibawakannya. Jika Lian James tampil prima sebagai Duncan, Steve Carell sebaliknya, terasa miss cast tanpa humor dan kelewat serius, persis seperti di lakukannya di Hope Spring. Carrel bereuni kembali dengan alumnus Sundance hit Little

80%

Miss Sunshine, Toni Collete yang di sini didapuk menjadi single mother yang galau, sementara masih ada AnnaSophia Robb yang semakin dewasa, semakin cantik, semakin menawan yang berperan love interst Duncan tanpa chemistry kuat, tetapi bintang utama The Way Way Back bisa jadi ada pada Sam Rockwell yang memainkan karakter paling menyenangkan, jauh dari kesan sinting atau kriminal seperti tipikal karakternya.

Pertemuan Duncan dan Owen menjadi titik balik The Way Way Back meskipun harus diakui, sedikit telat untuk masuk ke momen itu. Tetapi better late than never. Perlahan namun pasti Faxon dan Rash memberi banyak simpati dan kelebutan buat Duncan dalam usahanya menemukan sosok keluarga, di sini ada pada diri Owen dan karyawan water park lain yang memperlakukannya dengan baik. Dari sini karakter Duncan berkembang, Owen secara tidak langsung sudah mengeluarkan remaja malang itu dari ‘cangkang’ introvert-nya, membuatnya berani menghadapi dunia, terlebih dirinya sendiri.


All About Movie Reviews

WWW.IDFL.ME

WWW.IDFL.ME

Index Movies Reviews Byzantium

76

Escape plan

78

The Heat

80

2 Guns

82

Riddick

84

This Is The End

86

Odd Thomas

88

Asian Movies Pee Mak Phra Kanong

90

Raanjhanaa

92

Khriiss 3

94

Dhoom 3

95

Noah Sebuah Awal

96

Anime Rainbow

97

Ginga Kikoutai Majestic Prince 98

New Rozen Maiden

99

Have You Ever Seen Shelter

101

Dream House

102

Phontypool

104

Confession

106

Credit Writer : Hary Susanto ( Movienthusiast ), Azwar Hamzah, ajoem, LordAetherion, Ackiel_Khan, Irwan19, Vio Tatsuya


MOVIES REVIEWS GOOD

76% Director: Neil Jordan Writer: Moira Buffini Stars: Saoirse Ronan, Gemma Arterton, Sam Riley Tidak sampai sekuat Interview with the Vampire, tetapi Byzantium adalah sebuah usaha yang bagus dari Neil Jordan dalam usahanya mempertahankan sisi old-school sebuah vampir movie baik dari sisi teknis dan narasi modfikasi yang diisi dengan kisah kelam para wanita cantik penghisap darah dengan kejutankejutan yang menarik dan sedikit romansa terlarangnya. Aset terbesarnya selain penyutradaraan Jordan terletak pada performa duo Irish chicks; Gemma Arterton dan Saoirse Ronan yang tampil memesona. Review By Hary Susanto MOVIENTHUSIAST

S

ubgenre vampir sedikit banyak sudah bergeser semenjak kedatangan Bella dan gerombolan Cullen-nya. Banyak diantara penontonnya yang menyukai perubahan yang lebih manis ini namun sayangnya ada lebih banyak lagi yang membencinya ketika para mahkluk penghisap darah yang seharusnya menjadi tontonan mengerikan ini berubah menjadi saga roman picisian. Tetapi sutradara Neil Jordan sendiri sudah ada sebelum kehadiran para vampir bergliter lahir bersama Interview with the Vampire dua puluh tahun lalu dan The Company of Wolves sedekade sebelumnya. Jadi melalui Byzantium seharusnya Jordan tahu benar bagaimana

seharusnya memperlakukan salah satu mahluk peghuni genre horor klasik ini dalam sebuah sajian yang pantas. So, Byzantium di sini bukan mengarah ke sebuah eks kota Yunani kuno yang kini kita kenal sebagai ibu kota Turki, Instanbul, melainkan sebuah penginapan kecil di yang dialih fugsikan menjadi rumah bordil oleh Clara (Gemma Arterton) dan Eleanor Webb (Saoirse Ronan), duo vampir wanita yang masih belum jelas hubungannya di awal-awal cerita. Yang jelas, selama 200 tahun ini keduanya hidup dalam pelarian setelah sebuah kesalahan di masa lalu membuat mereka dikejarkejar oleh persaudaraan Moviemagz Horror Movies 76


My story can never be told. ...I write of what I cannot speak, the truth. I write all I know of it, then I throw that pages to the wind, maybe the birds can read it.

“The Pointed Nails of Justice”. Sementara Clara sibuk dengan rumah bordilnya, Elenor jatuh hati dengan pemuda lokal, Frank (Caleb Landry Jones) yang juga pengidap leukemina. Dengan begitu mendominasinya duet Arterton-Ronan di garis depan bersama perjalanan karkater mereka yang kelam selama dua abad, Byzantium layaknya versi feminim dari adaptasi novel Anne Rice, Interview with the Vampire bersama elemen old-school gothic Moviemagz Horror Movies 77

khas Jordan yang stylish. Narasinya sendiri dipinjam dari drama panggung A Vampire Story milik Moira Buffin, Byazntium jelas tidak bisa kamu bandingkan dengan Twlight meskipun ada sedikit elemen romansa di dalamanya antara vampir dan manusia, tetapi tenang saja, fokus utamanya ada pada jatuh bangun hubungan Clara dan Eleanor yang sukses menjadi kisah menarik dan juga mengejutkan bersama plotnya familiarnya yang sering berpergian bolakbalik dari masa sekarang ke masa lalu. Tone-nya kelam dan sendu seperti seharusnya sebuah film vampir, Jordan berupaya memasukan hal baru ke dalam ramuan klasiknya termasuk bagaimana para vampir menghisap darah tanpa menggunakan taring dan bagaimana mereka tetap hidup di siang hari. Tetapi sebagai film vampir, ia tidak punya cukup

darah untuk memuaskan dahagamu akan sebuah tontonan mahkluk penghisap darah yang mengerikan tidak peduli ketika Clara dengan dingin memutilasi pemburunya di awal film, Byzantium tampaknya menempatkan porsi gore-nya berada jauh dibarisan belakang kisah karakternya dalam bertahan hidup dan teknisnya yang cantik. Berbicara soal karakter seluruh durasi Byzantium dikuasai oleh performa bagus Artenton dan Ronan. Karkater Clara yang dimainkan Artenton menjadi menarik karena di satu sisi ia adalah vampir seksi sekaligus mematikan namun di sisi lain ia adalah sosok overprotektif buat Eleanor. Eleanor sendiri adalah pribadi yang bertolak belakang. Meskipun sudah berusia dua ratus tahun ia tetap adalah gadis 16 tahun yang membuthkan cinta.

Neil Jordan > Neil Jordan adalah seorang sutradara, penulis, dan juga produser

> Neil Jordan Lahir pada 25 February 1950 di Sligo Irlandia”

> Memenangkan pila OSCAR (Best Writing) lewat The Crying Game (1992) ”

> Pada tahun 1994 membuat karya fenomenal lewat filmnya Interview with the Vampire”


MOVIES REVIEWS

Tidak peduli Escape Plan itu menjadi film apa, toh daya tariknya ada pada duet maut dari dua jagoan aksi abadi dan bagaimana mereka tampil bersama trademarknya, tidak peduli seberapa banyak kerutan dan uban di kepala mereka. Bonusnya, ini adalah sebuah prison movie yang menghibur, lebih pintar dari kebanyakan film Stallone dan Arnie.

R

ambo dan Terminator muncul lagi, kali ini keduanya berada di action thriller terbaru sutradara Swedia, Mikael Håfström (1408, The Rite). Ya, kita sudah pernah melihat penampakan Stallone dan Arnie sebelumnya dalam satu film ketika bergabung di dua seri franchise ‘senang-senang’, The Expendables. Tetapi Stallone terlalu mendominasi, sementara Arnie tampil terlalu singkat, tentu saja itu tidak cukup untuk memuaskan mimpi basah para penonton veterannya yang berharap dua jagoan mereka berbagi layar dengan layak dan sepantasnya. Escape Plan bisa jadi adalah jawaban dari semua mimpimu, dan buat Summit dan Lionsgate, ini sekaligus bisa jadi lumbung dollar yang Review By Hary Susanto MOVIENTHUSIAST

besar mengingat baik Stallone dan Schwarzenegger punya fans lintas generasi yang jumlahnya tidak sedikit. Stallone menjadi Ray Breslin, mantan jaksa penuntut umum cerdas yang punya hobi dan pekerjaan aneh; Menghabiskan 14 tahun hidupnya keluar masuk penjara demi penjara guna menjajal sistem keamanan mereka yang katanya super ketat. Jadi selama ini bersama perusahaan jasa keamanannya, Breslin-Clark, Breslin selalu berhasil membobol setiap penjara yang dimasukinya, tetapi tidak untuk yang satu ini. Penjara yang ditawarkan oleh seorang pengacara CIA ini berbeda. Tidak ada seorangpun yang tahu di mana lokasinya, setiap selnya terbuat dari kaca tebal, jadi seperti

dalam akuarium raksasa, semua bisa melihat aktivitasmu. Lalu ada penjagaan super maksimum dari kamera-kamera disetiap ruangan, penjaga-penjaga kejam bertopeng hitam yang dipimpin oleh sipir brutal, Willard Hobbs (Jim Caviezel) dan tangan kanannya, Drake (Vinne Jones) yang sama gilanya, mereka menamakan penjara itu “The Tomb”. Dan untuk lolos dari “kuburan” maut itu, Breslin membutuhkan bantuan dari sesama napi, Emil Rottmayer (Arnold Schwarzenegger) Dengan banyaknya hamburan testoteron dari para kakek-kakek keladi ini, cukup mengejutkan ternyata Escape Plan tidak berakhir sebagai film aksi yang melulu di dominasi oleh otot, adu jotos, senjata mesin dan ledakan, tetapi juga ada sedikit otak di dalamnya,


GOOD

72% sesuatu yang jarang dipunyai filmfilm Arnie dan Stallone sebelumnya. Ya, ini lebih cerdas dari perkiraan saya, meskipun faktanya tetap lebih banyak menampilkan hal-hal tidak logis yang membuat dahi berkerut. Dan karena ini adalah sebuah Prison movie, jelas tidak dibutuhkan terlalu banyak energi buat dua jagoan uzur ini. Escape Plan itu bisa jadi seperti ajang keduanya bernostalgia sembari berjalan-jalan di taman dan melemaskan otot tua mereka. Dan bagian yang lebih mengejutkan lagi dari twist-twist yang ditawarkan di sini adalah bagaimana Håfström dan penulis naskah Miles Chapman bisa membuat Stallone menjadi seorang super jenius, karakter yang sebenarnya terasa aneh dengan tampang tidak simentris dan bisep sebesar itu.

Formulanya masih sama cheesy-nya seperti kebanyakan film bertema “kabur dari penjara” tanpa menjadi jenius kamu pasti tahu pada akhirnya Stallone dan Arnie, atau setidaknya salah satu dari mereka pasti lolos bagaimanapun, dan ini bukan spoiler. Daya tariknya tentu saja ada pada duo action man abadi itu, meskipun jelas umur dan setting penjara membatasi gerak-gerik mereka untuk berbuat liar seperti dulu, plus tambahan kepala penjara bengis dan dingin dalam wujud Jim Caviezel sedikit banyak sudah membantu menaikan tensinya. Lalu daya tarik lainnya adalah bagaimana mencari celah untuk kabur, permainan adu pintar dan kucing-kucingan dengan para penjaga dan sipir penjara dan itu semua disajikan Håfström editing

menghibur nan cepat sejak menit pertama ketika penontonnya diperlihatkan bagaimana karkater Breslin melakukan pertunjukan ‘sulapnya’. Escape Plan punya semuanya itu, dengan penyutradaraan cepat yang membuatmu lupa ada begitu banyak hal diluar nalar, naskah sederhana yang terlihat pintar dan bodoh disaat bersamaan, parade aksi klasik meliputi baku hantam, tembak menembak dan ledakan sampai dialog-dialog one liner bersama sedikit komedi yang beberapa diantaranya mungkin terlalu sensitif bagi kalangan tertentu. Tetapi keseluruhan, Escape Plan sangat menghibur.


MOVIES REVIEWS

T

he Heat, sebuah film komedi yang kembali menempatkan sosok wanita sebagai karakter utama sekaligus penghasil tawa di dalam jalan ceritanya. Disutradarai oleh Paul Feig dan naskah yang ditulis oleh Katie Dippold, Bullock berperan sebagai Agent Sarah Ashburn, seorang agen khusus FBI dengan kemampuan yang luar biasa sebagai seorang detektif sehingga membuat rekan-rekan prianya merasa terintimidasi namun tergolong lemah dalam pergaulan sosialnya. Dan tentu saja, McCarthy berperan sebagai Shannon Mullins, seorang detektif dengan kemampuan dominan dalam pekerjaan sekaligus kemampuan sosialnya. Sarah Ashburn adalah sosok yang selalu

bertindak berdasarkan aturan sedangkan Shannon Mullins menjalani hidup dengan melanggar berbagai aturan yang ada Singkat cerita, Sarah dikirim oleh pimpinannya, Agent Hale (Demian Bichir), untuk berangkat ke kota Boston guna menginvestigasi keberadaan seorang mafia obatobatan terlarang yang dikenal dengan nama Larkin. Dalam usahanya untuk mengumpulkan berbagai barang bukti itulah Sarah lalu mengenal sosok Shannon yang jelas langsung tidak disukainya. Meskipun memiliki cara pandang yang bertolak belakang, namun mengingat karena Shannon tahu lebih banyak tentang seluk beluk kota Boston, Sarah lalu memutuskan untuk bekerjasama dengan hannon. Tapi, sekali lagi,

tentu saja, dalam perjalanan mereka, Sarah dan Shannon kemudian saling mengenal satu sama lain dan akhirnya menjadi mampu menjalin hubungan seerat hubungan persaudaraan. Sebagai sebuah sajian komedi, The Heat adalah sebuah presentasi yang benar-benar berhasil dalam mengeksekusi setiap elemen komedinya. Ada banyak momen komedi yang akan sanggup menghasilkan tawa dari para penontonnya meskipun momenmomen komedi tersebut tidak selalu hadir dalam 117 menit durasi penceritaan The Heat. The Heat secara perlahan bertransisi menjadi kisah persahabatan sebelum akhirnya berubah menjadi drama keluarga dan akhirnya berujung pada sajian aksi para polisi dalam menghadapi Moviemagz Horror Movies 82


GOOD gerombolan penjahatnya. Terlalu banyak aspek yang ingin digali dan sejujurnya tidak begitu dibutuhkan oleh jalan cerita utama film ini. The Heat jelas tetap akan mampu tampil prima berkat penampilan yang begitu apik dari dua pemeran utamanya, Sandra Bullock dan Melissa McCarthy. Bullock dan McCarthy memang tidak asing dengan karakter yang mereka perankan dalam film ini, karakter Bullock jelas akan mengingatkan banyak orang pada perannya di dua seri Miss Congeniality (2000 – 2005) sedangkan peran McCarthy merupakan variasi dari peran yang ia tampilkan di Bridesmaids (2011). Bedanya, khususnya bagi Bullock, keduanya kini berada di bawah pengarahan Feig, dimana karakter wanita dieksplorasi sedemikian rupa sehingga mampu melakukan berbagai hal memalukan, Moviemagz Horror Movies 81

menjijikkan maupun kasar seperti banyak karakter pria dalam setiap film komedi demi menghasilkan lelucon dalam jalan cerita. And it works really well ! Penonton akan dibawa dalam sengatan komedi kuat oleh berbagai aksi gila dari Bullock dan McCarthy yang sekaligus menjadi nyawa utama bagi The Heat. Berada di jajaran terdepan adalah dua aktris dengan kemampuan komedi terbaik yang dimiliki oleh Hollywood saat ini, Sandra Bullock dan Melissa McCarthy. Dengan daya tarik yang jelas tidak akan dapat ditolak oleh siapapun, keduanya mampu menjalin chemistry komikal yang begitu kuat sekaligus hangat sehingga berhasil memberikan kehidupan tersendiri bagi kualitas penceritaan The Heat . Layaknya Bridesmaids, The Heat masih menampilkan kemampuan Feig

74%

dalam menghasilkan lelucon dari berbagai situasi umum yang sama sekali tidak memiliki atmosfer komedi. Meskipun harus diakui tidak secerdas maupun sekonsisten Bridesmaids dalam menyajikan komedinya, namun perpaduan chemistry yang erat antara kedua

“

What’s your wife‌ a five pound bag of flour with a hole in it?..

pemeran utamanya, McCarthy dan Sandra Bullock, jelas akan mampu memikat dan membuat setiap penonton jatuh cinta dengan mudah pada film komedi ini dan berhasil menjadi sebuah sajian komedi paling menghibur dari Hollywood untuk tahun ini. Review By Hary Susanto MOVIENTHUSIAST


MOVIES REVIEWS

Seperti versi modern Tango & Cash, 2 Guns menawarkan keasikan sebuah action comedy bad cop vs good cop dengan 2 cast memesona bersama tone western modern-nya yang diisi ledakan, kekerasan dan dialog cerewet yang kocak. Ya, setelah Flight, 2 Guns bisa jadi ajang Washington buat bersantai ria mengendurkan otot wajahnya yang terlalu serius itu.

anzel Washington adalah aktor veteran Hollywood dengan kualitas akting yang sudah tak diragukan lagi, kita tahu pasti soal itu. Lihat saja segunung daftar film besarnya dan juga penghargaannya, termasuk 2 piala emas Oscar, tetapi masalahnya, dari Death Wish sampai Flight

You ever heard the saying, “don’t rob the bank across from the diner that has the best donuts in 3 sepengetahuan saya, Danzel sepertinya hanya bermain di filmfilm yang punya wujud seperti tampangnya; serius (Mungkin sedikit komedi di The Preacher’s Moviemagz Horror Movies 82

Wife, tapi itu belum cukup). Ya, Danzel, kamu terlalu serius, hidup ini singkat maka santai sedikitlah dan sering-seringlah bermain di film seperti 2 Guns ini. Dipasangkan dengan Mark Whalberg yang terlebih dahulu sudah mencicipi manisnya alam komedi sejak The Others Guy sampai Pain & Gain, di sini, di adaptasi graphic novel milik Boom! Studios, Danzel berperan sebagai Robert “Bobby” Trench, agen rahasia DEA yang menyamar menjadi drug dealer guna menangkap gembong narkotik paling dicari, Papi Greco (Edward James Olmos). Usaha terakhirnya untuk menjebak Greco gagal, maka bersama Michael Stigman (Mark Wahlberg), Bobby berencana merampok uang 3 juta Dollar sang drug lord di banknya sendiri.

2 GUNS D

Bagian terbaik dari premis 2 Guns adalah baik Booby dan Michael adalah agen-agen pemerintah yang menyamar. Booby dari DEA sementara Michael ditugaskan oleh komandannya, Harold Quince (James Marsden) dari badan intelejen angkatan laut. Dan bagian terbaik dari terbaiknya adalah, keduanya tidak saling mengetahui satu sama lain tentang prihal misi dan penyamaran masing-masing, dan ini bukan spoiler, kamu akan langsung tahu ketika melihat trailler-nya. Tentu saja susah untuk memasukan 2 Guns sebagai salah satu the best dari Danzel Washington. Ini bukan jenis film yang serius apalagi pintar dan menariknya, ia memang tidak ingin terlihat seperti itu. Digawangi oleh sutradara Islandia, Baltasar Kormákur


GOOD

73% yang sebelumnya pernah bekerja sama dengan Whalberg dalam Contraband tahun lalu, 2 Guns mencoba bersantai ria dalam sajian action komedi dengan menjual duet maut Danzel Washington dan Mark Whalberg dalam balutan tawa dan juga aksi. Pertanyaannya, dengan wajah seserius itu apakah masih ada ruang buat Danzel untuk melucu? Untungnya Danzel tidak perlu berusaha keras mempermalukan dirinya, karena kebanyakan leluconnya datang dari dialog-dialog kocak garapan penulis naskah Blake Masters ketimbang aksi slapstik bodoh yang membutuhkan banyak body gag. Beruntungnya lagi, ia dipasangkan dengan Whalberg dengan karkater intel yang seperti Moviemagz Horror Movies 83

tidak bisa berhenti berbicara yang sedikit banyak sudah banyak membantu menghasilkan irama komedi yang pas. Jadi dua cast kharismatik yang bergabung dalam buddie movie santai yang berisi aksi, perampokan, misi penyamaran, kekerasan dan Paula Patton yang bertelanjang dada, sepertinya agak susah menolak pesona 2 Guns terlebih ketika elemen bromance-nya bekerja dengan baik, lalu seperti yang saya bilang di atas, KormĂĄkur tidak pernah berusaha untuk menjadikan 2 Guns sebuah sajian yang serius, malah kalau mau jujur narasinya cenderung klise, seperti mencomot sana sini materimateri familiar yang pernah kamu

lihat di film sejenis. Tetapi selama di garap dengan baik, klise bukan masalah besar. Mungkin beberapa plot hole-nya yang sedikit menganggu namun aksi, ledakan, tone ala western modern dan chemistry-nya berhasil dihadirkan dengan porsi yang berimbang. Dan saya belum lagi menyebut kehadiran Bill Paxton sebagai agen CIA korup yang sadis. Penampilan Paxton bisa dibilang paling bagus di sini, sayang KormĂĄkur tidak banyak memberi jatah kepadanya, ia lebih memilih memaksimalkan kecantikan Paula Patton dengan segala peran yang tidak penting dan akting buruk, satu-satunya kontribusi besar Patton adalah satu menit adegan topless-nya, ya, itu saja. Review By Hary Susanto MOVIENTHUSIAST


MOVIES REVIEWS

“

Riddick adalah hiburan yang menyenangkan baik buat kamu para fans maupun penonton stand alone-nya. David Twohy mengembalikan sang antihero ke genre aslinya dengan segala elemen-elemen pendukungnya yang familiar. Pesonanya tentu saja masih ada pada Vin Diesel yang keren, dan Twohy harus banyak-banyak berterima kasih pada wara laba Fast & Furious yang sudah mengembalikan kejayaan Diesel dan meenjadkan alasan banyak orang menonton Riddick

“

VIN DIESEL

RIDDICK Director: David Twohy Writers: David Twohy, Jim Wheat Stars: Vin Diesel, Karl Urban, Katee Sackhoff Tidak banyak yang mengetahui bahwa sebelum menjelma menjadi montir kharismatik Dominic Toretto di enam seri franchise action Fast & Furious dan membawa namanya melejit ke jajaran aktor papan atas Hollywood, Vin Diesel pernah terlebih dahulu menjadi Riddick. Ya, tiga belas tahun lalu Pitch Black yang kini menjadi cult sci-fi thriller itu adalah debut kemunculan salah satu karakater anti hero paling keren yang pernah ada, nama lengkapnya Richard B. Riddick, kriminal berbahaya, buronan kelas kakap, escape artist, petarung Moviemagz Horror Movies 84

dan survivor tangguh dengan kemampuan melihat dalam gelap yang kepalanya menjadi incaran para pemburu hadiah. Pitch Black sendiri adalah sleeper hit di tahun 2000 lalu, selain sukses menjadi sebuah thriller luar angkasa yang menegangkan, ia membawa pulang 50 juta Dollar lebih dari budget 23 juta-nya, ia juga menghasilkan fan base baru buat karakter Riddick sendiri, sebuah sekuel, The Chronicles of Riddick empat tahun kemudian dengan budget lebih besar yang sayang, mengecewakan serta beberapa adaptasi video game yang bagus.

Dan setelah hampir sedekade tertidur, Riddick kini kembali lagi dalam seri ketiganya yang diberi tajuk singkat: Riddick. Ini jelas adalah sebuah comeback yang tepat mengingat faktor semakin ngetopnya Vin Diesel paska kembali ke seri Fast & Furious yang menciptakan banyak pengikut Diesel. Masih dengan sutradara yang sama dari dua seri pendahulunya, David Twohy dan tentu saja Vin Diesel yang kali ini juga bertindak sebagai produser Riddick kembali dengan kekuatan penuh. Dan kalau ada hal yang paling menggembirakan adalah Twohny yang mengembalikan


GOOD

71%

Riddick: Betrayed again... shoulda seen it coming. Especially since the first time it happened was the day I was born. Riddick ke akarnya, sebuah space thriller murni ketimbang lancang mengubahnya ke action oriented dengan banyak CGI membosankan seperti The Chronicles of Riddick. Dibuka dengan dengan opening act yang solid. 25 menit pertamanya yang miskin dialog diisi dengan sekuen-sekuen mendebarkan yang melibatkan, planet asing, proses survival luar biasa, kharisma besar Vin Diesel sebagai Riddick yang tangguh (dan sangat beruntung), mahkluk-mahkluk aneh nan ganas yang meyerupai kaljengking rakasa dan anjing dubuk aneh. Narasinya sendiri mengambil setting setelah The Chronicles of Riddick dan 10 tahun paska insiden di Pitch Black. Riddick yang dibuang oleh anak buahnya sendiri harus bertahan Review By Hary Susanto MOVIENTHUSIAST

hidup di planet antah berantah. Dan kita akan salah jika mengira di sisa 110 menit ke depannya akan diisi oleh banyak aksi solo Riddick dalam menaklukan alam ganas, karena lagi-lagi ada para bounty hunter yang mengejarnya, hidup atau mati (mati lebih baik karena harganya dinaikan dua kali lipat). dan tidak hanya satu, namun dua kelompok sekaligus pemburu hadiah dengan tujuan berbeda yang datang untuk menjemput Riddick. Masalahnya seperti kata Riddick, “Bukan aku yang harus kamu takuti�, Ada sesuatu yang lain yang jauh lebih mematikan dan berbahaya di planet itu ketimbang buronan botak yang ingin pulang. Dengan mengembalikan franchise Riddick

ke habitat asalnya mungkin Twohny terlihat bermain aman. Ini seperti versi 1.2 Pitch Black dengan planet yang mirip tanpa Radha Mitchell dengan elemen the hunter becomes the haunted ala Rambo: First Blood. Tetapi kembali ke akar itu terkadang lebih baik ketimbang melakukan terobosan baru nan ambisius tanpa tahu apa yang dilakukan macam space opera bernama The Chronicles of Riddick. Jadi jika kamu sudah pernah menonton Pitch Black maka Riddick akan terasa familiar dengan segala unsur thrillernya tanpa kejutan berarti, bahkan ada karakter Johns (Matt Nable), salah satu pimpinan bounty hunter sebagai benang merah yang menghubungkan antara Pitch Black dan Riddick.


MOVIES REVIEWS

THIS IS THE END D

iadaptasi dari film pendek Jay and Seth versus the Apocalypse 2007 lalu, This is the End menghadirkan sebuah film tentang akhir dunia, hmmm‌.terdengar serius dan mengerikan? Tidak juga, terlebih jika kamu melihat siapa orang yang duduk di bangku sutradara dan menuliskan naskahnya, yap! Seth Rogen. Tentu saja kamu tidak pernah mengharapkan sesuatu yang serius datang dari seorang komedian macam Rogen. Dan untuk kesembilan kalinya, bersama rekan sehidup sematinya, Evan Goldberg yang sebelumnya juga pernah berkolaborasi dengannya sejak Superbad, keduanya meghadirkan debut penyutradaraan gila-gilaan dengan skala masif, menjadikan film-film mereka sebelumnya terasa begitu kecil.

Temanya tentang kehancuran bumi, ini jelas bukan materi yang biasanya bisa kamu campur dengan komedi, tetapi terkadang dengan sedikit kegilaan, kombinasi aneh ini bisa berhasil. Tidak seperti kebanyakan sineas lainnya yang kebanyakan bermain aman ketika memilih bencana alam besar-besaran dan serbuan alien jahat untuk menghancurkan bumi beserta isinya, duet RogenGolderg memilih tema biblical untuk menggambarkan kekacauan yang terjadi di akhir jaman. Jadi karena didasarkan dari kitab wahyu umat Nasrani, kamu akan menemukan bahwa Iblis beserta mahkluk-mahkluk mengerikan lainnya telah menguasai dunia. Sementara itu manusia-manusia baik dibawa Tuhan ke Surga melalui sinar biru. Lalu, orangorang lain yang tidak beruntung

macam Seth Rogen dan Jay Baruchel serta manusia-manusia malang penuh dosa yang berada di pesta James Franco harus berjuang betahan hidup. Komedi bercampur apokaliptik, seperti yang saya bilang, ini memang bukan pasangan paling serasi di dunia, tetapi komedi kiamat Inggris macam Shaun of The Dead berhasil menghadirkan wabah zombie dengan fantastis, lalu ada variasi romcom-nya macam Seeking a Friend for the End of the World yang juga tidak buruk, bahkan di tahun ini juga ada The World’s End-nya Edgar Wright yang kembali membawa serta duo Simon Pegg dan Nick Frost. Jadi This is the End sebenarnya bukan pemain baru lagi di subgenre ini, tetapi bisa jadi ia mungkin yang paling gila sejauh ini dalam hal


GOOD

77% “ Best comedy of the year so far. This is the End adalah sebuah komedi kiamat yang berisi kekacauan luar biasa menyenangkan. Deretan ensemble cast-nya sendiri yang berisi lebih dari separuh anak buah Judd Apatow sebenarnya sudah lebih dari cukup menjadi daya tarik terbesar. “

mengawinkan komedi dan kiamat (dalam hal positif). Pertama, coba lihat pilihan main cast-nya, ini seperti episode spesial Saturday Night Live impiannmu, ada Seth Rogen, Baruchel, James Franco, Jonah Hill, Danny McBride, Craig Robinson, dan saya masih belum menyebut daftar panjang cameo-cameo-nya, dari Michael Cera, Jason Segel, Paul Rudd, Christopher Mintz-Plasse, Aziz Ansari, Rihanna, Emma Watson, Channing Tatum sampai Backstreet Boys, ya, kamu tidak salah baca, Backstreet Boys. Dan bagian terbaiknya adalah mereka memerankan diri mereka sendiri, jadi James Franco adalah James Franco, Seth Rogen adalah Seth Rogen dan berlaku untuk sisanya, hanya saja karakter-karakter seperti versi dunia alternatif-nya

(atau mungkin tidak?) lengkap dengan segala potty humour, guyonan seks dan joke-joke norak yang kebanyakan berisi ejekan dan sindiran kasar yang ditujukan kepada artis-artis lain bahkan diri mereka sendiri serta film-film yang mereka bintangi (Franco yang terobsesi untuk membuat sekuel Pinneaple Express sampaisampai ia membuat versi swedednya). Kedua, humor-humornya mungkin tidak sampai terlalu lucu, tetapi bagaimana Rogen dan Goldberg menyajikannya dengan santai tanpa terlihat terlalu memaksakan diri itu yang membuat This is The End menjadi tontonan menyenangkan dan saya masih belum menyebut klimaksnya yang melibatkan iblis raksasa, pertobatan, surga dan Everybody (Backstreet’s Back),

ya, This is the End mungkin menyajikan klimaks paling edan dari film-film komedi yang saya tonton beberapa tahu ini. Lalu Setiap karakternya bermain lepas, alih-alih berakting, mereka seperti sedang melakukan arisan atau reuni dengan teman-teman di rumah Franco yang menjadi setting hampir buat keseluruhan film, saling mengolok satu sama lain termasuk bagaimana mereka membawa elemen survivalnya ke level berbeda bersama tributtribut ke film-film besar dari The Mist sampai The Exorcist.

Danny McBride: Seth, that’s some of the best acting I’ve seen you do in 10 years, where the fuck was that in ‘The Green Hornet’?

Review By Hary Susanto MOVIENTHUSIAST


MOVIES REVIEWS

Dengan modal novelnya yang kuat, Odd Thomas seharusnya bisa menjadi franchise baru yang kuat, sayang kontroversi tentang hak cipta dan buruknya eksekusi yang dihasilkan Stephen Soomers menjadikan ia hanya seperti sebuah serial buruk yang dimulai dengan 10 menit pilot yang meyakinkan. (Hafilova)

Odd Thomas

menandakan kembalinya Stephen Sommers ke lajur penyutradaraan setelah sempat vakum empat tahun paska G.I. Joe: The Rise of Cobra. Dalam rentang waktu itu ia hanya duduk di bangku produser The Scorpion King 3: Battle for Redemption dan sekuel G.I Joe, G.I. Joe: Retaliation. Tidak seperti yang sudah dilakukannya di 13 tahun ini bersama franchise The Mummy, Van Helsing dan G.I Joe, Odd Thomas bukan jenis film blockbuster raksasa, ia ‘hanya’ thriller indie berbudget 26 juta Dollar tanpa sokongan studio besar yang narasinya diadaptasi dari novel best seller milik Dean Koontz yang banyak menuai pujian dan hingga kini sudah meneluarkan empat sekuel, dua graphic novel serta rencananya akan ada tiga buku lagi ke depannya.

Director: Stephen Sommers \ Writers : Stephen Sommers (screenplay), Dean R. Koontz \ Stars : Anton Yelchin, Ashley Sommers, Leonor Varela, Willem Dafoe

Jika kamu penggemar thriller misteri dan tahu premisnya mungkin kamu tahu mengapa Sommers sampai mau menyutradarai dan menulis naskahnya. Ya, Odd Thomas punya kisah menarik tentang seorang pemuda dua puluhan yang bernama Odd Thomas (Anton Yelchin) -ya, namanya mungkin seaneh orangnya. Sepintas Odd seperti pemuda biasa seperti kebanyakan penghuni kota kecil di padang pasir California. Masalahnya Odd tidak seperti yang terlihat. Ia punya kemampuan supranatural yang memungkinkannya berkomunikasi dengan arwah orang-orang mati dan terkadang membantu mereka menyelesaikan urusan duniawinya. Dan suatu hari ia mendapati penglihatan mistis bahwa kotanya akan terjadi sebuah bencana besar yang akan mengakibatkan Moviemagz Horror Movies 88


OKAY

tidak langsung terpikat dengan apa yang ditawarkan Odd Thomas dan menunggu apa yang terjadi selanjutnya. Ini seperti versi lain The Sixth Sense yang bercampur dengan The Final Destination tanpa blood and gore dengan sedikit komedi gelap dan romansa.

banyak korban. Bersama bantuan kekasihnya, Stormy Llewellyn (Addison Timlin) dan kepala polisi Wyatt Porter (Willem Dafoe) yang percaya kepadanya, Odd berusaha untuk menghentikan mimpi buruk yang akan terjadi itu. Odd Thomas mengejar seorang pria pembunuhan dan pemerkosaan seorang gadis kecil setelah arwah gadis kecil itu memberitahunya siapa sang pelaku, lalu ia bertemu dengan banyak bodachs (mahluk kegelapan yang biasanya menghinggapi kematian). Ya, itu semua terjadi cepat di 10 menit pertamanya setelah narasi Odd yang memperkenalkan siapa dirinya dan apa yang menjadikannya berbeda dengan kebanyakan orang, itu jelas membuat saya susah untuk

Perpaduan elemen supranatural dan misterinya cukup kuat untuk sekedar membuatmu betah setidaknya di separuh awal sebelum klimaksnya datang menjemput, apalagi cast Odd Thomas itu menarik seperti Anton Yelchin (saya selalu suka dengan bocah satu ini), Addison Timlin kekasih Odd yang kecantikanya bikin betah, mereka tidak hanya menarik maun juga berpikiran terbuka yang masih bisa menerima segala keanehan karakter utamanya yang biasanya selalu dihindari oleh filmfilm sejenis termasuk karkter kepala polisi Wyatt Porter yang tahu apa yang terjadi kepada Odd dan percaya kepadanya. Tetapi ada hal-hal yang tidak konsisten dan dipaksakan dalam perjalannya menuju akhir yang membuat plotnya berlubang di beberapa bagian, belum lagi

61%

karkater-karkater baru yang seperti selalu muncul silih berganti, seperti ingin membuat penontonnya bingung untuk menebak siapa pelakunya tanpa adanya latar belakang yang jelas. Entah karena Sommers tidak lihai mengubah narasi novelnya ke naskah film tanpa dukungan Koontz (FYI, Sommers menulis sendiri naskahnya setelah membaca novelnya karena tidak mendapatkan hak cipta dari Dean Koontz sebelum akhirnya diberikan pada juni 2012 lalu ) atau sederhana, memang novelnya sendiri yang tidak kuat (saya tidak terlalu percaya yang ini), menjadikan Odd Thomas kedodoran di setengah jam terakhir, plus twist ending yang maksa. Hal ini masih diperparah dengan eksekusi yang buruk untuk sebuah film layar lebar, apalagi mengingat ini datangnya dari seorang Stephen Sommers. Bisa dikatakan Odd Thomas lebih menyerupai produksi untuk serial televisi murahan ketimbang sebuah feature film. Sayang, padahal ini bisa menjadi tontonan misteri yang bagus dengan segala potensi novelnya yang ada. Review By Hary Susanto MOVIENTHUSIAST


ASIAN MOVIES

Pee Mak Phra Khanong Director: Banjong Pisanthanakun Writers: Chantavit Dhanasevi, Nontra Kumwong Stars: Mario Maurer, Davika Hoorne Nattapong

Film Pee Mak Phra Kanong merupakan remake film klasik Thailand berjudul “Mae Nak Phra Kanong�. Cerita ini sudah banyak diadaptasi untuk Thai TV dan bioskop, terutama oleh Nonzee Nimibutrpada tahun 1999, dengan versi drama yang banyak digemari,

Nang Nak.Bahkan juga pernah diadaptasi menjadi sebuah komik. Tetapi menurut sang sutradara, ini merupakan film baru dan bukan remake karena jalan ceritanya sangat berbanding terbalik dengan Nang Nak. Dalam film ini, Mario Maurer berperan sebagai Mak yang memiliki istri Nak (Davina Hoorne). Bersama Mak, Nak memiliki seorang anak, Dang. Mak sendiri dikisahkan pergi berperang dan meninggalkan sang istri. Ternyata, istri dan anaknya adalah hantu yang telah meninggal sejak Mak pergi berperang.Mak bersama empat temannya, Ter(Nuttapong Chartpong),Puak(Pongsathorn Jongwilak), Shin (Wiwat

Kongrasri)dan Aey(Kantapat Permpoonpatcharasuk). Jika kalian pernah menonton film 4bia, Phobia 2 tentu tidak akan pernah asing dengan keempat tokoh aneh tersebut. Kalau mengenai Mario Maurer, siapa sih yang tidak kenal dengan aktor tampan dan cute satu ini? Kalau belum kenal, kemana saja kalian selama ini, hehehe.. Jalan cerita yang sangat ciri khas film Thailand serta kekocakan semua tokohnya membuat film

“

“

Film horor komedi tentu sering kita jumpai, apalagi genre tersebut beberapa tahun ini menjadi tren di Indonesia dengan dibumbui adegan syur dan dewasa dengan menonjolkan tubuh-tuuh sexy si pemain cewek. Tetapi bukan itu yang akan kita bicarakan kali ini, kawan. Kita berbicara tentangga film negara tentangga yakni Thailand. Yang sudah banyak diakui ciamik dalam pembuatan film horor.

Kau tahu aku takut hantu, tapi aku lebih takut hidup tanpamu.


satu kawanan yang terdiri dari empat karakter yangsebelumnya melejit lewat film Phobia. Ia mengatakan sengaja menampilkan kembali karakter Ter,Puak, Shin dan Aey dalam film ini karena mereka dirindukan penggemar film di Thailand.

ini menjadi Box Office dalam sehari peluncurannya tanggal 28 Maret 2013. Menjadi salah satu film terlaris di Thailand sepanjang masa. Dengan pemasukan $614,000 (21.2 juta baht Thailand) dan masih di bawah film Ong Bak yang dibintangi aktor laga Tony Jaa dengan $1.000.000 (30 juta baht Thailand) pada tahun 2003. “Box office yang seperti ini sudah lama sekali enggak terjadi di Thailand. Ini membanggakan sekali untuk saya,� kata Banjong selaku sutradara, saat ditemui di Blitzmegaplex Grand Indonesia, Jakarta, Minggu (7/4). Kesuskesan ini tentu tidak lepas dari tangan dingin sang sutradara, Banjong Pisanthanakun. Yang begitu jeli dan cerdik meramu film horor komedi ini layak ditonton. Penunjukkan sutradara oleh studio Thailand Gmm Thai Hub ( GTH ) dalam membidani

film ini tentu bukan kebetulan semata. Track record Banjong yang sukses menggarap film-film laris semisal Shutter (2004), Alone (2007), 4bia (2008), Phobia 2 (2009), Hello Stranger (2010) menjadi bukti nyata. Dan hasilnya film ini merupakan judul paling sukses untuk Gmm Thai Hub ( GTH ), sejak didirikan tahun 2003 silam. Banjong menggodok film ini selama satu setengah tahun. Tidak heran kan, jika hasilnya memang memuaskan. Terlebih, hadirnya

Banjong Pisanthanakun

“Film ini memang bukan remake bagi saya tapi kita menilai baru dengan unsur-unsur baru karena ambil sudut pandang dari suami Nang Nak, Pee Mak dengan 4 kawan yang enggak pernah ada di film sebelumnya. Saat Phobia 1 dan 2, karakter empat orang ini dapat respon yang baik sekali, karenanya sekarang saya bawakan karakter mereka di film ini,� ujarnya. Suatu film tentu tidak akan sukses jika tidak didukung oleh skenario yang bagus dan baik pula. Inilah faktor lain yang membawa film ini sukses. Selain sutradara, Banjong juga menggarap skenarionya sendiri dengan bantuan Chantavit Dhanasevidan Nontra Kumwong. Lagi-lagi jika kalian penyuka film Thailand, terutama film komedi ATM: Er Rak Error (2012) tentu tidak asing dengan dengan nama Chantavit Dhanasevi (Sua dalam ATM : Er Rak Error). Aktor tampan satu ini ternyata juga sangat piawai dalam menulis script film. Kolaborasi pas dan menawan mulai dari sutradara, pemain, skenario membuat film ini sangat disukai di Thailand dan Indonesia, serta negaranegara tetangga lainnya.Seharusnya menjadi contoh bagi sineas Indonesia yang sering melahirkan film horor komedi dengan bumbu dewasa. Bahwa film horor komedi tidak harus melulu disuguhi pemain-pemain sexy dan adegan yang syur untuk laku dan laris. Kita tunggu hasil karya anak negeri yang tidak kalah berkualitas lagi! (Vio Tatsuya)


“

“

Film Romance India klasik dengan cita rasa yang berbeda

RAANJHANAA ak banyak ekspektasi yang saya harapkan setelah menonton trailer film ini, atau mungkin bisa dikatakan kurang tertarik. Jajaran cast-nya bukan aktor terkenal dan kurang komersial. Sebut saja Dhanush, salah seorang debutan Bollywood tahun ini yang dari sisi goodlooking nya tidak mencerminkan aktor utama pria dengan premis menjanjikan. Setting dan konsep ala india klasik juga tak menawarkan ketertarikan bagi seseorang yang menonton trailernya. Ya, sekali lagi review positif film ini baik dari kritikus, media, ataupun penonton yang membuat saya tertarik untuk menontonnya. Dan benar, ini beda!

T

Film dibuka dengan konsep yang sudah lumrah di film Bollywood, yaitu flashback. Paruh pertama film ini menyajikan kisah romance klasik tentang seorang pemudayang jatuh cinta dan cinta mati dengan seorang gadisdari kecil hingga ia dewasa. Kundan (Dhanush) merupakan anak dari seorang pendeta Hindu di Banaras. Sejak masih anak-anak, Moviemagz Horror Movies 92

Director : Aanand Rai \ Writer : Himanshu Sharma Stars: Dhanush, Sonam Kapoor, Mohammed Zeeshan Kundan sudah jatuh hati pada Zoya (Sonam Kapoor) yang merupakan anak dari seorang pemuka agama Islam di Banaras. Ia rela melakukan dan mengorbankan apa saja untuk merebut hati Zoya dengan menerima banyak tamparan bahkan mempertaruhkan nyawanya sekalipun. Karena kegigihan itulah, Kundan sempat berhasil merasakan cinta monyet dengan Zoya walaupun pada akhirnya Zoya harus dikuliahkan jauh di Kota Delhi oleh orang tuanya. 8 Tahun berlalu, tak lantas membuat Kundan kehilangan cintanya akan Zoya, namun sebaliknya. Zoya yang sudah melewatkan hari demi hari di Delhi menemukan pujaan hatinya yang merupakan seorang pimpinan pergerakan mahasiswa di JNU tempat Zoya Kuliah, Akram Zaidi (Abhay Deol). Lalu, bagaimana dengan nasib kisah cinta Zoya dan Kundan serta Zoya dan Akram selanjutnya? Apakah Kundan bisa menerima kenyataan atau malah memperburuk keadaan? Siapa sebenarnya Akram? dan

pergerakan mahasiswa seperti apa yang Akram jalankan? Semuanya akan terungkap di paruh kedua film ini yang bagi saya merupakan kekuatan dari film ini. Film bergenre Romance-Comedy, Drama-Romance, atau ActionRomance mungkin sudah familiar di telinga kita khususnya untuk film Bollywood, namun bagaimana jika bumbu kali ini adalah perpanduan RomancePolitical? Ya, inilah genre film Raanjhaana yang menjadikannya kisah Romance klasik dengan cita rasa berbeda. Mungkin Dhanush sebagai sosok Kundan gagal menawankan pesonanya dari faktor ketampanan, tapi dia sukses memukau sebagai aktor dengan akting apik untuk seorang debutan. Sonam Kapoor juga berhasil membawa karakter Zoya yang realistis dan agak idealis. Mungkin bisa dibilang inilah penampilan Sonam Kapoor terbaik sejauh ini sebagai seorang aktris. ( Ackiel_Khan )


Krrish 3 Vs Dhoom 3 Heroic or Stylish Villain? Tahun ini mungkin bukan tahun keemasan bagi perfilman Bollywood mengingat film yang sukses besar tak sebanyak tahun lalu (2012). Tapi, tahun ini mungkin salah satu tahun paling fantastis. Ya, tahun ini ada 2 film besar dengan budget mahal, aktor terkenal dan dari sequel yang sukses besar beberapa tahun yang lalu. Sebut saja Krrish 3 yang merupakan sequel ke-3 setelah film Koi Mil Gaya (2003) dan Krrish (2006) dan Dhoom 3 yang merupakan sequel dari Dhoom (2004) dan Dhoom 2 (2006) yang keempatnya meraih sukses besar di India pada masanya. Melihat hal itu, rasanya tahun 2013 tetap menjadi tahun istimewa bagi dunia perfilman Bollywood mengigat ada sebuah film yang mencetak sukses besar selama sejarah Bollywood, yaitu Chennai Express yang telah menjadi Film Bollywood terlaris sepanjang masa sejauh ini setelah melewati rekor pendapatan 3 Idiots di Box Office. Walaupun begitu, posisi Chennai Express tak sepenuhnya aman dan bisa bertahan lama mengingat 2 film mendatang (Krrish 3 dan Dhoom 3) sepertinya bisa mengambil alih posisi sakral tersebut dengan cukup meyakinkan.

Krrish 3 Krrish 3 merupakan lanjutan dari kisah superhero asli India (Krrish) dalam film Krrish (2006) yang merupakan anak dari seorang pria keterbelakangan mental (Rohit Mehra) yang memiliki kelebihan khusus berkat bantuan alien dalam film Koi... Mil Gaya (2003). Di film ini, akan dikenalkan villain baru yang kisahnya sepertinya tak akan jauh berbeda dengan kisah superhero pada umumnya sebagai penyelemat bumi dan atau pelindung umat manusia. Krrish 3 dibintangi oleh aktor terkenal Hrithik Roshan dan Priyanka Chopra di jajaran aktor utama serta Kangana Raut dan Vivek Oberoi di jajaran aktor pendukung. Melihatanimo masyarakat terkait views trailernya di youtube yang sudah mencapai angka 15 juta views, sepertinya Krrish 3 memiliki kesempatan besar untuk mencetak hits dan bahkan mungkin menggeser posisi Chennai Express di Box Office. Krrish 3 akan tayang serentak di seluruh dunia tanggal 4 November 2013.


Dhoom 3 merupakan kisah lanjutan dari polisi Jai Dixit (Abhishek Bachchan) dan Ali (Uday Chopra) yang memburu penjahat kriminal dari masa ke masa. Uniknya, dalam film aksi ini figur penjahat yang diperankan menjadi bagian penting atau pemeran utama melebihi kedua aktor yang selalu ada di setiap series Dhoom ini. Bukan hanya itu, sang produser biasanya juga mematok standar tinggi untuk aktor yang mengambil peran ini, misalnya stylish, atletis atau populer. Akhirnya, terpilihlah John Abraham dalam film Dhoom (2004) dan Hrithik Roshan dalam film Dhoom 2 (2006). Dan untuk sequel ketiga ini si Mr. Perfectionist Aamir Khan akan mengisi slot

Review By Ackiel_Khan IDFLSUBSCREW

pemeran utama. Melihat ada nama Aamir Khan dalam film ini, banyak orang berharap sequel Dhoom kali ini akan memiliki kualitas yang baik sebagaimana film-film Aamir biasanya. Selain Aamir, aktris cantik Katrina Kaif juga akan meramaikan sequel terbaru produksi Yash Raj Films ini mendampingi Sang Lead ActorAamir Khan. Saat ini, Teaser (Pre-Trailer) film Dhoom 3 sudah mencapai angka 8 juta views di youtube yang menjadikannya Teaser film Bollywood paling banyak dilihat di youtube. Film ini akan rilis menjelang natal tahun ini, 20 Desember 2014. Film ini juga disebut-sebut sebagai film Bollywood yang paling dinantikan tahun ini disusul Krrish 3 di urutan ke-2.


ASIAN MOVIES

P AWAL SEMULA

eterpan adalah sebuah nama yang harus mereka relakan saat kedua anggotanya Andika dan Indra tidak lagi memiliki visi yang sama dengan Ariel, Lukman, Uki dan Reza. Dua minggu sebelum nama NOAH dikumandangkan, kelompok musik ini mengalami saat terberatnya saat Ariel sang vokalis harus mendekam di penjara akibat tuduhan keterlibatannya dalam kasus video. Kepergian sang vokalis tidak hanya memberikan dampak pada band dan setiap personilnya, kepercayaan mereka juga teruji pada saat itu. Berada di puncak kejayaan adalah bagian dari perjalanan hidup mereka, dan kini mereka tiba-tiba harus jatuh. Kekuatan Noah sebagai sebuah keluarga tidak selamanya mudah dengan ketenaran.Kru-kru yang rela bekerja di bank sampai menjadi supir angkot demi menunggu keluarganya bersatu kembali. Kehadiran

sosok David dan vonis penyakit yang dideritanya membuat Noah bersatu dan menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Keyakinan bahwa bagian yang hilang itu akan kembali dan keluarga itu memiliki kesempatan lagi untuk menjadi besar, bahkan lebih besar dari sebelumnya. Keyakinan itulah yang membuat mereka masih bisa berjalan. Kepercayaan dimana pada saat kita sudah berada di titik terendah, dan hanya ada satu jalan yang bisa dilalui, yaitu jalan kembali ke atas. Film ini disutradari oleh Sutradara : Putrama Tuta, Produser : Ilya Sigma, Penulis Naskah : Putrama Tuta dan film ini dirilis di gedung bioskop pada tanggal 14 November 2013. Filmnya sendiri di produksi oleh rumah produksi 700 Pictures dan filmnya sendiri mengusung tema dokumenter. [Tyo]

“


CHOICE

Anime

Rainbow : Nisha Rokubou no Shichinin Di anime ini pelangi tidaklah seindah pandangan mata ketika melihatnya. Anime Rainbow menceritakan arti Pelangi dari sudut pandang yang berbeda, bukan dari sudut pandang meraka yang “merdeka” tapi dari sudut pandang 7 remaja sekolah yang kehidupannya harus dilalui dari balik jeruji Penjara. Remaja dengan latar belakang yang suram dan berbeda-beda ini adalah bentuk dari pancaran 7 warna pelangi yang ada di angkasa, mereka adalah 7 warna berbeda yang dimana satu warna dengan warna yang lainnya akan terlihat indah apabila saling bersama. (by. Asingkun_IDFL.ME)

R

ainbow bukanlah anime action yang hanya membutuhkan satu atau dua tokoh utama untuk mengatasi semua permasalahan, ini juga bukan anime dengan isi gadisgadis cantik berdada besar dengan rok mini yang menggoda. Tapi ini adalah anime yang penuh dengan intrik kehidupan, dimana semua tokoh di dalamnya memiliki peran yang sama besarnya dan digambarkan memiliki watak serta karakter yang kuat. Anime dengan banyak darah dan air mata yang mengalir karena begitu banyaknya pengorbanan yang harus dilalui agar tercapainya sebuah cita-cita, harapan dan tujuan hidup yang bahagia. Rainbow : Nisha Rokubo no Shichinin adalah anime yang dirilis

tahun 2010, yang diadaptasi dari Manga dengan judul yang sama “Rainbow” karangan George Abe dan diilustrasikan oleh Kakizaki Masasumi, yang pernah mendapatkan penghargaan manga Shogakukan ke-51 tahun 2006. Anime dengan efek gambar yang sangat bagus dan mendetail, dengan nuansa gelap serta warnawarni pelangi disetiap adegan penting membuat Rainbow menjadi sangat indah dinikmati mata. Dengan lagu pembuka yang dibawakan Coldrain yang berjudul We’re not Alone, dan diakhiri dengan lagu penutup A Far off Distance oleh Galneryus sangatlah pas menggambarkan perjuangan 7 sosok remaja yang hidup di gedung 2 sel 6 penjara khusus remaja (Shōnan Special Reform School).

Moviemagz Horror Movies 97


Sebuah kisah yang dimulai dari Lembaga Permasyarakatan Remaja dengan latar belakang 10 tahun setelah perang dunia ke-2, sekitar tahun 1955-an. Mengisahkan tentang 7 orang remaja yang hidup bersama dalam satu sel penjara. Cerita ini diawali dengan datangnya 6 orang remaja (Mario, Heitai, Suppon, Joe, Cabbage dan Baremoto) ke dalam Lapas, mereka berenam kemudian dimasukan dalam sel yang sama dengan seorang pria bernama Rokutaro Sakuragi yang telah 2 tahun menghuni sel tersebut. Awal pertemuan dan persahabatan mereka dengan Sakuragi tidaklah sederhana, pertemuan mereka diselingi oleh perkelahian dan tidak kepercayaan, apalagi melihat sikap awal Sakuragi yang menganggap mereka rendah. Setelah beberapa permusuhan awal, mereka semuapun menjadi sahabat dan bersama-sama bertahan dalam kerasnya kehidupan Penjara Remaja.

Perjuangan mereka untuk bertahan hidup di mulai dari penjara ini. Bagaimana mereka berusaha untuk tetap hidup dari penindasan para sipir terutama Ishihara, dari ancaman tahanantahanan lain dan juga tentunya dari dokter Sasaki Gisuke seorang dokter penjara yang memiliki penyakit kelainan sex yaitu Review By Asingkun IDFLSTAFF

Di setengah bagian awal dari anime ini peran Sakuragi sebagai seorang yang lebih tua dan telah dianggap Abang oleh yang lainnya lebih dominan, Sakuragi menjadi tumpuan bagi keenam adik-adiknya. Dia rela berkorban apapun agar keenam adiknya tidak tertindas di dalam penjara tersebut. Sakuragi banyak memberi contoh dan mengajarkan kepada adik-adiknya bagaimana untuk tetap survive di dalam penjara, bahkan dia rela menerima hukuman lebih demi melindungi yang lainnya. Di sini mereka menjalin hubungan yang erat, mereka banyak belajar dari banyak kesalahan, mereka belajar dari perihnya luka dan derita, mereka belajar dari kesulitan dan suramnya masa lalu. Dan dari dalam penjara itulah mereka tumbuh menjadi karakter-karakter yang kuat, hingga akhirnya mereka berhasil keluar dari “Neraka� Moviemagz Horror Movies 98


CHOICE

Anime

Sedangkan disetengah bagian akhir dari anime ini lebih menitik beratkan pada kehidupan mereka setelah berhasil keluar dari Penjara Remaja. Dan dari luar penjara itupun mereka berhasil membalas semua kejahatan Ishihara dan dokter Sasaki dengan cara yang unik. Demikianpun dengan kehidupan mereka, di tengah kondisi perekonomian negara yang belum stabil mereka pun dituntut untuk tetap eksis dengan segala kekurangan dan keterbatasan yang mereka miliki agar semua yang dicita-citakan berhasil diwujudkan. Disini sudah tidak begitu banyak menceritakan tentang sosok Abang (Sakuragi), dibagian ini banyak diperlihat bagaimana tiap-tiap tokoh (Mario, Heitai, Suppon, Joe, Cabbage dan Baremoto) memiliki peran yang sama besarnya. Walaupun terkadang terjadi ketidak cocokan bahkan perkelahian, namun mereka tetap saling bahu-membahu dan tolong-menolong dalam menjalani kerasnya kehidupan.

Dan diakhir nanti kita akan melihat bagaimana mereka menjadi karakter yang kuat dan membentuk diri mereka menjadi sebuah keluarga yang bahagia. Sebuah keluarga yang tercipta bukan karena hubungan darah, tapi tercipta karena proses dari perjalan hidup yang menjadikan mereka merasa satu dan sama. Bak menanam pohon, hanya dibutuhkan kesabaran dan ketekunan dalam menanam untuk menghasilkan sebuah pohon yang besar, kokoh dan rindang. Ya, mungkin itulah gambaran dari proses perjuangan 7 remaja yang pernah hidup dalam satu sel penjara yang sama. Info : Anime Rainbow berlangsung selama 26 episode dan terdiri dalam 2 bagian cerita, dimana 12 episode bagian awal dari anime ini menceritakan tentang awal mula 7 orang remaja yang bersama dan bahu-membahu mengarungi masa-masa menyeramkan di penjara. Dan diselingi satu episode (eps 13) yang merangkum perjalan 12 episode awal. Sedangkan 13 episode sisa (eps 14-26) menceritakan kehidupan mereka setelah keluar dari penjara. Moviemagz Horror Movies 99


Ginga Kikoutai

Majestic Prince

“Ginga Kikoutai Majestic Prince” (atau “Majestic Prince”) merupakan anime mecha yang menawarkan kepada penonton storyline yang kuat dan kualitas design mecha yang mantab. Meskipun pada season Spring 2013, serial ini masih tertutupi oleh bayang-bayang Valvrave dan Suisei no Gargantia yang diproduksi oleh rumah produksi yang besar, tetapi pada season Summer 2013, mungkin serial ini merupakan serial mecha satu-satunya yang ditawarkan ke penonton.

Mengambil setting di akhir abad 21, dimana manusia mulai membuat koloni di luar angkasa, manusia mendapatkan serangan dari alien yang disebut “Wulgaru”. Alien ini menyerang bumi dan koloninya dengan menggunakan robot besar yang bergerak dengan cepat dan mematikan. Sebagai countermeasures-nya, manusia mulai membuat robot yang mereka sebut Advanced High Standard Multipurpose Battle Device

Review By LordAetherion _IDFL.ME

(disingkat AHSMB) yang menggunakan Julia-System yang membuatnya menjadi senjata termutakhir yang dibuat manusia untuk melawan para Wulgaru. Adapun yang ditugaskan mengendarai mecha ini adalah tim Rabbit, tim yang sering gagal dalam ujian sehingga mereka mendapatkan julukan Fail Five. Walaupun begitu, mereka dapat langsung beradaptasi dengan AHSMB ini dan mampu memenangi hampir semua battle. Kekalahan-kekalahan yang dialami Wulgaru ini membuat para petinggi Wulgaru untuk mengambill tindakan. Salah satunya adalah Pegasus Jiart, adik dari Raja Wulgaru yang memiliki kemampuan bertarung yang sangat mumpuni. Berulangkali dia bertarung dengan Izuru (kapten tim Rabbit) hingga Izuru berulangkali cedera dan terluka. Hal ini kemudian berakbiat buruk kepada tubuhnya sehingga dia hanya dapat stand by dalam misi-misi selanjutnya. Majestic Prince bukan hanya mempertontonkan battle antar mecha, tetapi juga tentang kehidupan antar manusianya. Penulis sempat teringat Macross yang direlease tahun 80an dimana si tokoh utama dianggap inferior jika dibandingkan dengan

Intinya, bagi kalian-kalian yang suka mecha, jangan lewatkan serial ini kakaknya, tetapi pada akhirnya dialah yang menjadi “kunci” menuju kebebasan. MP juga menyajikan beragam twist mulai dari Theoria, seorang puteri Wulgaru, yang memberikan dasar teknologi Wulgaru kepada manusia sehingga manusia dapat membuat AHSMB. Juga hubungan Theoria dan Izuru yang pada awalnya diduga adalah lover ternyata bukan. Juga kenyataan bahwa Izuru ternyata memiliki kakak laki-laki dengan based DNA yang sama.


New Rozen Maiden apartemennya yang sempit dengan kehidupan kuliah yang tidak menggairahkan dan atasan di tempat kerja yang sangat bossy. Saat penulis menulis artikel ini, penulis belum pernah menonton season sebelumnya (yang diputar tahun 90an) ataupun membaca manganya. Tidak heran, ketika penulis mulai menonton episode pertama anime ini, ada semacam kebingungan dikarenakan plot yang cepat (meskipun dengan penuturan yang indah). Tetapi hal itu hanya terjadi pada episode pertama. Episode setelahnya terlihat lebih “indah” dan menarik penonton untuk menikmati alur ceritanya. Adapun New Rozen Maiden ini tidak berfokus kepada “Alice Game” semata, tetapi tentang hubungan para “boneka” dengan masternya. Hal ini memberikan kesegaran tersendiri bagi penonton untuk terus menyimak anime ini untuk mengetahui “apa yang akan terjadi selanjutnya?” bukan hanya “siapa yang akan menjadi Alice pada akhirnya.” Cerita bermula dari Sakurada Jun yang memilih “not wind” saat surat misterius tiba di mejanya. Dan dengan pilihannya itu, saat ia duduk di bangku kuliah saat ini, hidupnya terasa sangat membosankan. Tinggal sendirian di

Review By LordAetherion _IDFL.ME

Hal ini berubah ketika ia nemukan majalah dengan parts boneka di dalamnya, yang ternyata pada akhirnya diketahui bahwa yang mengirimkannya adalah dirinya “yang lain” yang memilih “wind” saat surat misterius itu datang. Dengan rasa penasaran, akhirnya ia mulai mengumpulkan dan merakit parts boneka tersebut hingga yang tersisa tinggal kepala dan sebelah telapak kakinya. Tetapi tiba-tiba, majalah tersebut tidak dikirimkan kembali. Dalam kebingungan, ia dibawa ke N-Field oleh boneka ketujuh, Kirakishou. Setelah melalui cobaan yang sulit, akhirnya dia berhasil menemukan parts yang tersisa. Dan ketika parts tersebut telah terkumpul, muncullah boneka kelima, Shinku. Hidup Jun setelah Shinku datang sangatlah berbeda dibanding kehidupannya sebelumnya. Jun diminta oleh Shinku untuk melayaninya. Jun harus membeli poci teh karena Shinku suka sekali minum teh. Dia juga diajari cara membuat teh yang baik oleh Shinku, diberi nasehat mengenai kehidupannya dan masih banyak lagi. Begitu pula saat Suigintou datang dan bertengkar satu sama lain sampai membuat apartemen Jun berantakan.

Tetapi kebahagiaan ini hanya berlangsung sebentar, saat Jun mulai mendapatkan kembali parts boneka yang lain. Dengan alasan ingin membuat bonekanya sendiri, ia mulai merakit boneka ini sembunyi-sembunyi. Dia tidak ingin Shinku mengetahui hal ini. Hal ini diketahui oleh Suigintou dan akhirnya mereka membuat perjanjian tertentu agar Suigintou tidak memberitahukannya kepada Shinku. Sekali lagi, serial ini tidak menitikberatkan fokusnya kepada “siapa yang akhirnya menjadi Alice?”, tetapi lebih kepada bagaimana hubungan para Master (terutama Jun) dengan para bonekanya dan hubungan antar boneka. Dengan alur cerita yang solid dan gaya penuturan bahasa yang cantik juga disertai beberapa flashback yang mengharukan, tidak mengherankan jika penulis memasukkan anime ini kedalam must watched anime.


HAVE YOU EVER SEEN

Satu Film dari Penulis Naskah “Identity”

Directors: Måns Mårlind, Björn Stein Writer: Michael Cooney Stars: Julianne Moore, Jonathan Rhys Meyers, Jeffrey DeMunn Genres: Horror, Mystery, Thriller

S

eorang psikolog forensik wanita, Dr. Cara Harding (Julianne Moore), pada awalnya tidak percaya akan adanya seseorang yang memiliki multi kepribadian. Dia menganggap hal itu hanyalah alasan bagi para pembunuh untuk mengurangi masa hukuman mereka. Hal itu berubah ketika ayahnya memperkenalkan seorang pria yang memiliki multi kepribadian (Jonathan Rhys Meyers). Pada awalnya dia belum percaya sampai lama kelamaan dia menemukan bahwa pria ini memiliki hubungan atau terlibat dalam beberapa pembunuhan Moviemagz Horror Movies 103

menggunakan karakter yang berbeda-beda. Di tengah situasi yang tidak pasti, Dr. Cara kemudian mengambil resiko dengan berusaha untuk menolong pria ini sebelum jatuh lebih banyak korban, termasuk dirinya sendiri. Dapatkah dia menyelamatkan pria ini? Sebenarnya misteri apa yang sebenarnya tersembunyi di balik kasus multi kepribadian ini? Film dengan tema multi kepribadian selalu menyimpan potensi cerita yang mengejutkan. Benar saja, karena penulis naskah film ini adalah orang yang sama

dengan penulis film dengan tema yang sama berjudul “Identity”. Bagi penyuka film misteri (atau horor) dan juga penggemar akting keren Jonathan Rhys Meyers dan Julianne Moore, Shelter bisa menjadi pilihan bagi Anda. [aJ/MMC]


“

Kalimat pertama yang harus Anda tahu. Film ini bukanlah film horror.

DREAM HOUSE


HAVE YOU EVER SEEN

Director : Jim Sheridan Writer : David Loucka Stars : Daniel Craig, Rachel Weisz, Naomi Watts Genres : Drama, Mystery, Thriller Date : 30 September 2011

M

ungkin Anda pernah menonton film berjudul “The Others” yang dibintangi Nicole Kidman beberapa tahun yang lalu. Tema cerita “Dream House” sangat mirip dengan “The Others”, hanya pemeran utamanya di film ini lebih tertuju pada tokoh pria. Karakter utama dalam film ini adalah Will Atenton yang diperankan dengan baik oleh Daniel Craig. Akting dari aktor yang juga berperan sebagai “James Bond” ini membuat para penonton menaruh simpati padanya. Selain itu, Daniel Craig juga didukung oleh akting menawan Rachel Weisz dan Naomi Watts. Dua nama ini sudah tidak usah dipertanyakan lagi kualitas akting mereka. Segi akting inilah yang menjadi kekuatan utama “Dream House”. Seperti yang dikatakan kalimat paling atas di artikel ini, “Dream House” bukanlah film horor. Film ini lebih menjurus ke arah thriller menegangkan yang dipenuhi unsur misteri pembunuhan.

Moviemagz Horror Movies 105

Filmnya sendiri bercerita tentang seorang editor di sebuah perusahaan percetakan yang sukses, Will Atenton (Daniel Craig), mengundurkan diri dari pekerjaannya di New York untuk pergi menepi ke daerah yang terpencil bersama keluarga tercintanya. Di daerah baru ini mereka tinggal di sebuah rumah tua yang ternyata pernah menjadi saksi dari sebuah kejahatan menyeramkan di masa lalu. Dulunya, di rumah itu pernah terjadi sebuah pembunuhan seorang wanita dan kedua putrinya. Para tetangga mencurigai sang suami (satusatunya orang yang selamat dari peristiwa tragis tersebut) sebagai dalang pembunuhan. Banyak kejanggalan yang terjadi di rumah tersebut sehingga memaksa Will dan istrinya menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi. Penyelidikan mereka mengarah pada salah seorang tetangga yang dulunya pernah dekat dengan keluarga korban pembunuhan (Naomi Watts). Namun semakin mereka menyelidiki misteri ini, bahaya semakin datang mengancam dan meneror mereka.

Cerita film ini mengalir cukup halus. Perpindahan setting yang agak melompatlompat masih bisa dimengerti karena benang merah yang mengaitkan cerita tersambung dengan baik. Kalau Anda belum menonton “The Others”, Anda mungkin akan terkejut dengan akhir cerita. Tapi apabila Anda pernah menonton “The Others”, film yang sebenarnya menegangkan ini hanya seperti film drama tragis saja. Unsur dramatis tersebut berkat akting menawan para pemerannya, Tapi terlepas dari itu, “Dream House” bukanlah film yang menawarkan hal baru. Filmfilm sejenis “Dream House”, seperti “The Others” maupun “Shutter Island”, telah banyak berkeliaran. Tontonlah film ini apabila Anda penggemar film misteri yang menegangkan. Hati-hati karena banyak adegan yang membuat Anda kaget. Bagi yang sudah pernah nonton “The Others” atau “Shutter Island”, Anda tak akan melihat hal baru di film ini. [aJ/MMC]


S

aya percaya kamu belum pernah melihat jenis zombie outbreak macam ini. Jika kebanyakan subgenre horor seperti ini membangun ketegangannya melalui apa yang kamu lihat di layar maka itu yang kamu percaya, bersiaplah untuk merasakan sensasi berbeda. Pontypool garapan Bruce McDonald itu jenius, ia menawarkan premis segar yang tidak kamu temukan dalam puluhan film

tetang virus dan mayat hidup manapun di luar sana. Ini adalah jenis horor langka yang menebar terornya melalui perantara audio a.k.a suara, tetapi maksud saya bukan menggempurmu dengan rentetan scoring atau sound effect mengerikan macam yang dilakukan James Wan dengan Insidious-nya, namun murni benar-benar melalui kata demi kata yang nantinya berujung malapetaka. Dibuka dengan suasana badai salju di kota kecil Pontypool, Ontario, Kanada. Kita akan melihat karakter utamanya, Grant Mazzy (Stephen McHattie), seorang penyiar

radio lokal yang sedang dalam perjalanan menuju tempat kerjanya. Dan setelah mendapat kejutan dari seorang wanita misterius yang mengetuk jendela penumpang mobil Mazzy kita mesti bersabar dengan plotnya yang bergerak lambat. 30 menit pertamanya yang cukup tenang diisi dengan pengenalan karakterkarakternya, selain sang bintang utama Grant Mazzy kita akan bertemu dengan asisten teknisi Laurel-Ann Drummond (Georgina Reilly) dan manajer stasiun radio, Sydney Briar (Lisa Houle). Lalu terjadi banyak percakapan, dari siaran radio


remeh-temeh sampai kemudian sebuah breaking news aneh dari korespoden mereka di luar sana merubah segalanya menjadi mimpi buruk. Dibutuhkan sedikit kesabaran untuk beradaptasi dengan plotnya yang lambat di awal, tetapi sesungguhnya kesabaran kita akan dibayar lunas setelah bertemu dengan konfliknya. Ya, mungkin sedikit membosankan jika tidak terbiasa, tetapi sebenarnya dibalik banyaknya dialog-dialog yang dihamburkan di kurang lebih satu jam setengah durasinya, McDonald diam-diam sudah mengikatmu erat dengan narasi dan karakterkarakternya yang kuat bersama ruang lingkup stasiun radio plus segala hal yang berhubungan Art By Mysecondhenz _IDFL.ME

dengan proses penyiaran yang menempel erat para premisnya dan tidak pernah melepaskanmu sedikitpun. Menyaksikan Pontypool mungkin sama sensasinya dengan mendengarkan acara radio horor secara langsung. McDonald tahu jika sesuatu yang hanya bisa kita dengar dan tidak bisa kita lihat itu bisa jauh lebih mengerikan karena semua terbentuk dari imajinasi liar kita yang terdalam, dan hal ini yang benar-benar dimanfaatkan dengan maksimal untuk menutupi sumber dayanya yang terbatas (setting-nya hanya berada di satu lokasi dan cast yang minim). Seperti yang saya katakan di atas tadi, setiap kata-kata bisa sangat mematikan dan ini bukan

sekedar kiasan semata, lihat tagline-nya “Shut up or Die�, ada sesuatu yang jahat dan menular di setiap kata-kata yang terucap. Dan di saat kita pada akhirnya menyadari apa yang sebenarnya terjadi, segalanya menjadi jauh lebih menarik dan menegangkan dan kita tahu mengapa Pontypool itu pantas disebut sebagai sajian horor zombie jenius dengan premis yang tidak ada duanya. Jarangjarang ada film horor zombie yang benar-benar mengandalkan setiap dialog yang terucap dan imajniasi liar penontonnya sebagai senjata utamanya dalam membangun kengerian, terlebih mengingat semuanya hanya berkutat di stasiun radio kecil dengan sedikit karakter. Fantastis! Review By Hary Susanto MOVIENTHUSIAST


CONFESSIONS Director: Tetsuya Nakashima Writers: Kanae Minato (based on the novel by), Tetsuya Nakashima (screenplay) Stars: Takako Matsu, Yoshino Kimura, Masaki Okada

A

pa yang terlintas di pikiran anda jika anda ditanya “Film Revenge apa yang Paling Sadis Di Dunia?� I Spit on Your Grave?, Kill Bill?, The Last House on the Left?,. Mungkin list-list film tersebut yang ada di pikiran anda. Wajar saja karena film itu adalah salah satu film revenge sadis yang pernah ada di perfilman Hollywood. Tapi tahu-kah anda ada film revenge Jepang yang paling sadis dan paling mengerikan diantara film-film yang saya sebutkan tadi. Karena terlewat sadis, film ini sangat tidak direkomendasikan oleh anda atau teman anda yang masih memiliki jiwa labil. karena di film ini banyak unsur-unsur kekejaman, dendam, rasa dengki, rasa marah, rasa emosional yang beradu menjadi satu yang bisa mempengaruhi pikiran dan jiwa anda. Mungkin kata-kata saya sedikit berlebihan, tapi inilah yang terjadi pada film Jepang berjudul

CONFESSIONS atau di Jepang bernama KOKUHAKU. Film ini mungkin tidak terlalu menampilkan adegan penyiksaan sadis secara fisik seperti di Film I Spit on Your Grave?, Kill Bill?, The Last House on the Left, dll. mungkin film-film revenge seperti itu sudah biasa ditonton, tapi bagaimana jika ada film yang bermain-main dengan penyiksaan psikologis seseorang? Anda tidak disajikan adegan penyiksaan fisik disini, tapi anda disajikan sebuah adegan penyiksaan psikis yang sadis, tapi cerdas. Saat menonton film CONFESSIONS, Anda akan diajak untuk berfikir dan bermain-main dengan trik penyiksaannya. Di film ini anda seolah-olah seperti dibawa naik, lalu dibanting jatuh kebawah, karena twist penyiksaannya yang kejam. Anda juga akan merasakan sensasi rasa seram dan takut yang berbeda dari film-film berjenis revenge lainnya. Tidak ada kekerasan fisik di film


ini, tapi melihat seseorang yang jiwa psikisnya dibawa main-main seperti boneka, rasanya lebih kejam daripada melihat seseorang yang fisiknya disiksa dengan pisau tajam. CONFESSIONS adalah sebuah film Jepang yang disutradarai oleh Tetsuya Nakashima pada tahun 2010, film ini bercerita tentang seorang guru SMP bernama Yuko Moriguchi yang kehilangan anak semata wayangnya bernama Manami Moriguchi karena dibunuh oleh sesorang. Awalnya polisi menyimpulkan, kematian Manami Moriguchi adalah murni kecelakaan, maka kasus-pun ditutup. Tetapi, ternyata Yuko Moruguchi menemukan bukti bahwa anaknya dibunuh oleh dua muridnya sendiri. Tetapi karena hukum di Jepang mengatakan bahwa “Anak Dibawah Umur 14 Tahun Kebal Akan Hukum dan Dilindungi Oleh Komisi Perlindungan Anak” maka Yuko tidak dapat menuntut hukuman pengadilan ke dua muridnya. Sehingga akhirnya dia menghukum anak murid yang membunuh anaknya, dengan cara dia sendiri. Dengan cara yang sangat kejam dan tidak berperi-kemanusiaan. Yuko menjebak kedua muridnya kedalam permainan penyiksaan psikologis. Yuko beralasan hukuman ini, agar kedua muridnya bisa memahami arti kehidupan dan mengakui kesalahannya, tapi sayang hukuman itu juga ternodai dengan Rasa Dendam yang Luar Biasa, sehingga hukuman ini bukannya

I don’t know how effective milk will be on thirteen year-old bodies and minds, but I’m sure we’ll see some changes in you come the March health checkups. mendidik tapi malah mempunyai dampak psikologis yang luar biasa terhadap kedua muridnya. Tidak cukup sampai situ, Yuko juga menggunakan trik psikis kejam untuk mempengaruhi, agar muridnya yang lain beramai-ramai mem-bully si pembunuh anaknya. Apakah hanya begitu saja ceritanya?, tunggu dulu masih banyak kegilaan dan madness di film ini yang tidak bisa saya ceritakan, yang saya tulis ini hanya rangkuman cerita di awal film, masih banyak twist-twist film Confessions yang bisa membuatmu “gila” saat menontonnya. yang jelas film ini penuh dengan trik dan intrik balas dendam paling kejam yang pernah saya tonton. Film ini sangat berbeda dengan film psikopat atau revenge lainnya. Biasanya film-film Revenge seperti ini dibuat dengan cara penyiksaan fisik secara kejam, tapi tidak di CONFESSIONS, di film ini menggunakan cara mennyiksa psikologis untuk membalaskan dendam dan amarah. Wajar jika film ini mendapatkan Japan Official Entry Academy Award tahun 2011, film yang luar biasa dan Genius. Sekali lagi film ini tidak layak ditonton buat anda yang masih memiliki jiwa labil, karena anda bisa terpengaruh dengan film ini. Tetapi walaupun begitu, ada pesan tersirat dalam film ini, bahwa jangan pernah menumpahkan dan melibatkan orang yang tidak tau apa-apa kedalam masalah kita. Rating saya untuk film ini 9 dari 10. Highly Reccomended Movie.

Review By PamanGie _IDFL.ME


Director: Alejandro Jodorowsky Writers: Alejandro Jodorowsky, Roberto Leoni , Stars: Axel Jodorowsky, Blanca Guerra, Guy Stockwell

S Review

By iRWAN19

anta Sangre, film dari Alejandro Jodorowsky ini bergenre horor. Jadi sudah sewajarnya bila penonton mengharapkan adegan-adegan yang mampu membuat bulu kuduk merinding dalam film ini. Dan, dalam taraf tertentu, itulah yang terjadi. Akan tetapi, mengkotakkotakkan Santa Sangre dalam kategori yang sempit semacam itu hanya akan menjadi perangkap yang mengkerdilkan kekayaan yang terkandung dalam film ini. Santa Sangre adalah parade imajinasi yang sureal, ganjil dan absurd, dimana bayangan samar Fellini, Bunuel dan Lynch turut serta dalam iring-iringan yang riuh namun kelam. Adegan pembuka memperlihatkan seorang lelaki, telanjang dan sepertinya ketakutan, tengah meringkuk di atas sebatang kayu di bangsal rumah sakit jiwa. Lalu dokter dan

perawat masuk membawa dua porsi makanan, salah satunya adalah ikan mentah. Seorang dokter menawarkan makanan yang wajar dan meminta Fenix, nama lelaki itu, untuk makan seperti layaknya manusia normal. Diabaikan, dokter itu menawarkan ikan mentah, yang anehnya justru dimakan dengan lahap oleh Fenix. Tampak jelas bahwa kondisi mental Fenix telah terdegradasi sampai taraf mendekati binatang. Dia bahkan tidak mau, atau tidak bisa, atau takut, untuk berinteraksi dengan orang-orang yang ada di sekelilingnya. Muncul pertanyaan, apa yang membuatnya berlaku abnormal seperti itu? Di titik ini, Jodorowsky memainkan peran sebagai seorang psikoanalis yang melacak akar permasalahan psikologis itu di masa lalu.


Melalui kilas balik, penonton diajak menelusuri jejak Fenix semasa kecil. Dia adalah seorang pesulap kecil dan dibesarkan di lingkungan sirkus. Ayahnya adalah seorang lelaki gemuk yang ahli melempar pisau sekaligus pemilik sirkus itu. Sedang ibunya selain sebagai pemain sirkus juga merangkap sebagai pimpinan sekte religius Santa Sangre, sekte yang memuja orang suci dalam wujud seorang wanita yang tangannya terpotong. Dikelilingi oleh badut, orang kerdil, binatang-binatang eksotis, dan pertunjukan-pertunjukan ajaib, apakah Felix kecil menjalani masa kecil yang menyenangkan? Jika benar maka dia tentu tak akan berakhir di rumah sakit jiwa. Pada kenyataannya dia mengalami kejadian yang akan membuat mentalnya terganggu. Kedua tangan ibunya dipotong oleh sang ayah, yang kemudian bunuh diri dengan menggorok lehernya sendiri. Semua itu disebabkan oleh adanya wanita lain yang masuk dalam kehidupan rumah tangga itu. Trauma atas kejadian itu masih membekas kuat dalam ingatannya. Kembali ke masa sekarang, Fenix kabur dari rumah sakit jiwa untuk menemani dan menjadi tangan bagi ibunya yang buntung. Kita melihat bahwa sang ibu adalah sosok yang dominan dalam kehidupan Fenix. Kapanpun dibutuhkan, Fenix akan meminjamkan tangannya pada sang ibu, mulai dari hal sederhana seperti makan sampai melakukan sesuatu yang tak diinginkannya. Ibunya punya kuasa penuh atas kedua tangan Fenix. Dan dari sini, rentetan pembunuhan itu dimulai. Setiap kali ada wanita yang mendekati Fenix, ibunya menggunakan tangannya untuk membunuh wanita itu. Secara alur cerita keseluruhan, Santa Sangre terlihat seperti horor pembunuhan balas dendam yang klise. Namun bukan Jodorowsky namanya, yang dikenal sebagai dedengkot cult cinema, jika film ini hanya sebatas menawarkan adegan-adegan tikam-tusuk-sayat yang berdarahdarah. Sepanjang film ini penuh dengan imajiimaji sureal dan ganjil, seperti jika kita sedang bermimpi atau berfantasi. Menelaah dasar logika dari setiap adegan tidaklah berguna, dan mungkin memang tak perlu dijelaskan. Nikmati saja sisi banal dari fantasi ala Fellini yang dipadu dengan gaya surealis Bunuel dalam situasi yang terlihat ganjil dan absurd seperti yang biasa ditemukan dalam film-filmnya David Lynch.


HOT MUSIC

THE MONSTER LAGU BARU EMINEM BERKOLABORASI DENGAN RIHANNA Rapper kulit putih ini kembali berkolaborasi dengan mantan kekasih Chris Brown, Rihanna. Dimana mereka berdua terlibat di dalam sebuah lagu baru berjudul The Monster. Lagu baru dari Eminem ini diambil dari album terbaru milik Eminem yang berjudul The Marshall Mathers LP 2, di perkirakan lagu baru milik

Eminem ini akan laku di pasaran seperti lagu Love The Way You dimana dirinya juga berkolaborasi dengan Rihanna di tahun 2010. Isi lirik lagu tersebut seperti ini: “I’m friends with the monster that’s under my bed/Get along with the voices inside of my head/ You’re trying to save me stop holding your breath.” Album LP terbaru milik Eminem ini akan dirilis di pasaran pada tanggal 5 November, album ini adalah sekuel album yang

sukses besar di tahun 2000 yang berjudul The Marshall Mathers LP. Di album terbarunya ini akan terdapat 16 lagu di dalamnya, dimana Eminem akan berkolaborasi dengan Skylar Grey, Kendrick Lamar, Nate Ruess dengan judul fun. [Tyo]


Reign Sleepy Hollow The Originals Design: The Unfortunate Kyd

Writers: Eichi01, er1ck9, The Unfortunate Kyd, lyna_3n


SERIES


Welcome to

S

Sleepy Hollow

elamat datang di Sleepy Hollow, sebuah drama misteri yang mencekam karya executive produser Alex Kurtzman dan Roberto Orci ( “Star Trek” , “Transformers”, “Fringe”).

Diadaptasi dari cerita pendek klasik karya Washington Irving, The Legend of Sleepy Hollow, Sleepy Hollow bercerita tentang Ichabod Crane yang dibangkitan kembali dari 250 tahun yang lalu, guna menyingkap misteri – misteri yang terjadi kala itu. Ternyata yang bangkit kembali tidak hanya si Ichabod sendiri, tapi juga Si Penunggang kuda tanpa kepala yang jahat pun ikut bankit,. Ichabod pun menyadari bahwa tugas dia yang sebenarnya ialah menghentikan aksi si Penunggang kuda tanpa kepala itu. Namun ini semua hanya sebuah permulaan, sang penunggang kuda itu hanya salah satu dari Empat Penunggang Kuda Akhir Jaman dan dari sekian banyak lawan tangguh yang harus dilawan Ichabod, tidak hanya untuk melindungi Sleepy Hollow, tapi juga Dunia. Ichabod bangkit kembali dari kematian di tahun 2013, 250 tahun setelah kematiannya. Dia mencoba beradaptasi dengan dunia yang tidak dikenalinya lagi, ditengah perjalanannya dia bertemu dengan Letnan Abbie Mills, seorang polwan yang punya pengalaman tragis yang misterius. Dari sinilah mereka berdua memulai misinya menghentikan Iblis jahat yang bangkit kembali. Petunjuk-petunjuk mengenai masa lalu pun bermunculan, seiring dengan misteri-misteri yang terurai di tiap episodenya. Nanti juga akan dikisahka mengenai kehidupan Ichabod di masa lalu di tahun 1776. Sleepy Hollow dikemas

dari sejarah Amerika masa silam yang misterius dan kelam, dibagi menjadi dua bagian, bagian yang ber-setting masa lalu dan bagian yang ber-setting modern, kombinasi yang semakin membuat kisah Sleepy Hollow ini penuh misteri dan mencekam. Katrina (Katia Winter, “Dexter”), seorang perempuan yang berperan penting dalam misi Ichabod kali ini pun ikut bagian. Siapa Katrina? dia tidak lain dan tidak bukan adalah Istri Ichabod, yang mana diketahuai sudah meninggal ratusan tahun silam karena Witchcraf, sebuah aksi pembunuhan terhadap pelaku sihir ilmu hitam ( penyihir ), Ichabod sendiri tidak mengetahui kalau istrinya adalah seorang penyihir. Tidak ada satupun yang percaya dengan Ichabod kala itu, tentang kehidupannya di tahun 1776 dan Iblis misterius, terutama Kepala Kepolisian Abbie yang baru, Kapten Frank Irving (Orlando Jones, “The Chicago 8,” “Drumline”). Bahkan pada saat dia berhadapan dengan kasus yang dia sendiri tidak bisa jelaskan, kapten Irving malasmalasan membantu Ichabot dan Abbie dalam penyelidikan. Ichabot dengan pengetahuannya yang luas tentang rahasia tersembunyi dalam sejarah, ditambah dengan Abbie dengan kemampuaanya dalam Profilling dan teknik kepolisian modern yang luar biasa, menjadikan mereka duet yang hebat. Masa lalu yang kompleks kedua pasangan ini, Pengetahuan Ichabod mengenai perkumpulan rahasia fremansons yang kuat sampai penglihatan masa lalu Abbie, akan membantu mereka menyelesaian teka-teki rumit Sleepy Hollow dan menyelamatkannya (Sleepy Hollow) dan masa depan dunia.


S

ejauh ini serial-serial yang mengangkat tema Cerita Rakyat atau Dongeng jarang menjadi primadona, namun itu tidak menjadi sebuah penghalang bagi FOX, salah satu stasiun televisi terbesar di Amerika, merilis sebuah serial yang diangkat dari cerpen klasik Amerika, Sleepy Hollow, yang tayang perdana pada hari senin 16 September lalu. Sleepy Hollow diangkat dari salah satu Novel karya terbaik Washington Irving, yang mengangkat tema klasik dibalut dengan modern, mengkombinasikan keduanya dengan mitos dan cerita rakyat. Sebuah Pilot yang dimulai dengan adegan Ichabod Crane berperang bersama George Washington 250 tahun silam. Walaupun jalan ceritanya terasa cepat namun inti dari awal kisah mengerikan ini cukup jelas, dimulai dari Ichabod yang memenggal kepala salah seorang prajurit, mati, dan terbangun kembali 250 tahun setelah itu.

Tanpa mengetahui apa yang terjadi, dia malah bertemu dengan Deputi Abbie Mills, yang mana rekan kerjanya August Corbin (Clancy Brown, The Shawshank Redemption) baru saja terbunuh oleh musuh lama Ichabod, yang sudah mati tentunya, Si Penunggang Kuda Tanpa Kepala (Richard Cetrone). Pastinya cerita Sleepy Hollow tidak hanya berhenti sampai disini, dimana si penunggang kuda tanpa kepala ini datang dari masa lalu, untuk memburu Ichabod, tentu tidak. Si penunggang kuda tanpa kepala ini adalah salah satu dari empat penunggang kuda akhir zaman, seperti yang sudah di Nubuatkan oleh kitab Wahyu (Alkitab), kemunculan mereka ini adalah tanda-tanda akhir zaman (Kiamat). Dikatakan bahwa mereka datang disaat dua orang saksi yang tetap teguh melawan neraka, dimana puncaknya akan banyak sekali kematian dan kehancuran. Mengingat bahwa keterkaitan kisah perjalanan Ichabod dan pengalaman masa kecil Abbie,maka mereka harus tetap bersama. Tema yang diangkat sudah cukup menarik. Terasa begitu natural sekali cerita yang menyatukan kisah alkitab kedalam dongeng klasik Amerika ini, sang sutradara mencoba menggabungkan beberapa element


seperti suasana ceritanya lebih misterius, Oleh karena itu Sleepy Hollow begitu kaya dalam isi cerita, ditambah dengan beragam karakter yang dimasukan. Kita akan disuguhkan sebuah cerita sejarah yang berisikan hal-hal fiksi yang menarik. Salah satu yang menarik disini adalah para pemerannya. Mison yang berperan sebagai Ichabod di serial ini cukup piawai memerankan Ichabod, seorang pahlawan yang mencoba memenuhi takdirnya sendiri, walaupun dia sendiri tidak cukup memahami takdirnya tersebut. Abbie seorang polisi wanita yang punya pendirian kuat terhadap apa yang dipercayainya, walaupun terkadang kepercayaanya itu malah membuat dia di tegur atasannya. Tidak ketinggalan juga pemeran Death, seorang penunggang kuda yang tidak berkepala yang bakit dari kematian (walaupun dia sendiri tidak bisa mati), perannya disini cukup membuat merinding yang menontonnya. Special effect yang dihadirkan disini juga cukup memukau. Sleepy Hollow sebuah kota yang bernuansa Inggris klasik yang sunyi dibuat semakin menyeramkan dengan nuansa gelap. Banyaknya perbedaan versi serial dengan versi filmnya besutan Tim Burton yang penuh akan nuansa gelap dengan akting Johnny Depp yang sedikit comedic yang rilis pada tahun 1999 itu, mengingatkan kita akan serial ABC, Once Upon a Time, yang diadaptasi dari banyak dongeng anak-anak dengan banyak penambahan alur cerita yang sangat berbeda dari versi aslinya, namun justru faktor ini tidak lantas membuat serial tersebut gagal, namun menjadikannya suatu cerita baru yang lebih segar dan dipenuhi twist yang bisa mencengangkan dengan tidak merusak image yang sudah melekat pada karakter-karakter asli di dalamnya. Mudah-mudahan Sleepy Hollow juga akan mengikuti kesuksesan serial ABC tersebut dengan tidak menimbulkan kekecewaan fans versi layar lebarnya

yang bisa dibilang cukup iconic pada masanya itu. Dan memang tampaknya Tom Mison-pun berusaha keras untuk melepas bayang-bayang karakter Ichabod versi Depp yang comical dengan membawa karakter Ichabod yang lebih misterius dan penuh kharisma ditambah aksen British yang bisa membuat para wanita dimabuk kepayang melihatnya. Moviemagz Horror Movies 117


erbicara mengenai adaptasi, Sleepy Hollow ini diambil dari cerpen karangan Washington Irving, cerpen ini termasuk dalam 34 koleksi essai dan cerpen yang berjudul The Sketch Book of Geoffrey Crayon, Gent. Ditulis Irving selama dia tinggal di Brimingham, Inggris. Buku ini pertama kali dipublikasikan pada tahun 1820. Bersamaan dengan karyanya yang lain Rip Van Winkle, The Legend of Sleepy Hollow ini adalah contoh paling awal sebuah cerita fiksi khas Amerika yang populer.

B

Sleepy Hollow. Sleepy Hollow terkenal dengan Hantunya yang sering bergentayangan, tidak hanya penduduk setempat bahkan juga para pengunjung desa tersebut. Hantu yang paling jahat adalah si penunggang kuda tanpa kepala. Seorang tentara sewaan yang mati tertembak di kepala oleh peluru nyasar sebuah meriam perang, di sebuah perang Revolusi Amerika, dan setelah itu dia terus menunggangi kudanya guna pencarian kepalanya yang hilang setelah kematiannya.

“ From the listless repose of the place, and the peculiar character of its inhabitants, who are descendants from the original Dutch settlers, this sequestered glen has long been known by the name of Sleepy Hollow... A drowsy, dreamy influence seems to hang over the land, and to pervade the very atmosphere.”

Dan Legenda ini terbentuk dari kisah pertualangan Ichabod Crane, pria yang bertubuh tinggi dan kurus, seorang kepala sekolah yang sangat percaya takhayul, berasal dari kota Connecticut, berkompetisi dengan Abraham “Brom Bones” Van Brunt, seorang preman kota. Kisah cintanya bersama Katrina Van Tassel, gadis cantik yang berusia 18 tahun, anak semata wayang Baltus Van Tessel, seorang petani kaya. Sleepy Hollow juga menceritakan pangalamanpengalaman mistis Crane selama berada di Desa itu.

Cerita ini berlatar belakang tahun 1790, di sebuah perkampungan Belanda di daerah Tarry Town ( Sejarah kota TarryTown, New York ), di sebuah lembah desa terpencil bernama


Who is Ichab I

chabod Crane adalah karakater fiksi dan karakter protagonis dalam cerpen karya Washington Irving, “The Legend of Sleepy Hollow”, pertama di publikasikan pada tahun 1820. Nama Ichabod berasal dari nama cucu Eli , seorang Pendeta tertinggi di Alkitab (Nasrani). Tapi Irving mungkin mengambil nama tersebut dari nama Ichabod B. Crane, seorang colonel di angkatan darat AS selama perang di tahun 1812. Menurut tulisan Irving, karakter Ichabod Crane berdasarkan pada seorang guru bernama Jesse Merwin, yang berteman dengan Irving di Kinderhook, New York, di Tahun 1809. Namun menurut sebuah artikel pada harian New York Times tahun 1894, “ Sudah di klaim banyak orang, bahwa karakter yang digambarkan oleh Irving adalah Samuel Youngs “. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Ichabod Crane, seorang guru pemalu yang bepergian ke Sleepy Hollow untuk mengajar anak-anak di daerah tersebut. Crane yang pemalu dan penakut ini sangat percaya dengan takhayul, terlalu percaya-nya dia kepada hal-hal seperti mitos, legenda, dongeng, dan lain-lain sehingga sering kali dia semakin takut ketika mendengar kata hantu atau setan. Titik balik cerita ini terjadi ketika Ichabod terpikat oleh kecantiikan Katrina Van Tessel, putri tunggal seorang petani kaya bernama Baltus Van Tassel, yang kurang memperhatikan putrinya ketimbang membanggakan atau memujinya. Karena kecantikan dan kekayaannya Katrina, Ichabod tertarik untuk memilikinya, Ichabod pun mulai merayu Katrina, dan direspon dengan baik oleh Katrina. Hal ini pun menarik perhatian Abraham “Brom Bones” van Brunt, seorang preman kota.. Abraham juga berniat menikahi Katrina, dan dia juga menantang


bod Crane? Ichabod. Meskipun Brom berupaya untuk mempermalukan dan menghukum kepala sekolah itu, Ichabod tetap teguh dan sabar, dan tampaknya kedua kontestan ini tidak mendapatkan keuntungan apa-apa dari persaingan ini. Setelah itu cerita berlanjut, kedua orang ini diundang ke sebuah festival panen di kediaman Van Tassel, disini dia memperlihatkan kemampuannya dalam bersosialisasi, kemampuannya ini melebihi kemampuan Brom. Setelah pesta bubar, Ichabod pun kembali keinginannya semula, maka dia pun melanjutkan aksinya, Ichabod pun melamar Katrina, namun lamaran itu ditolak, diduga karena satu-satunya tujuannya dalam hubungan ini hanya untuk meladeni keinginan Brom yang menantangnya. dan Ichabod pun pulang dengan rasa hampa. Diperjalanannya pulang, Ichabod bertemu dengan hantu, yang mana akhirnya diketahui bahwa hantu itu adalah si penunggang kuda tanpa kepala, si hantu itu dulunya adalah seorang tentara bayaran yang mati tertembak meriam di kepalanya sewaktu perang revolusi Amerika. Menyadari hal itu Ichabod pun melarikan diri, namun si penunggang tanpa kepala mengejarnya, pengejaran tersebut terhenti setelah Ichabod melintasi sebuah jembatan di dekat pemakaman Belanda. Si penunggang kuda tanpa kepala sepertinya tidak mampu melintasi jembatan tersebut, Ichabod berasumsi bahwa dia aman sekarang. Namun, si penungggang kuda tanpa kepala itu melemparkan kepalanya sendiri yang sudah terputus itu kearah Ichabod, Ichabod pun terjatuh. Keesokan paginya, topi Ichabod ditemukan tertinggal, di dekatnya ada sebuah labu yang sudah hancur. Setelah kejadian itu Ichabod tidak pernah terlihat lagi di Sleepy Hollow, diduga dia diam-diam sudah dibawa pergi oleh si pengunggang kuda tanpa kepala.

Eichi01


SERIES

The Ri M

ary stuart, seorang wanita muda yang lebih dikenal dunia dengan Mary, Ratu Skotlandia. Di masa mudanya ini, Mary sudah mempunyai kharisma seorang ratu, dia juga cantik namun keras kepala, walau masih muda, Mary terlihat sangat siap dan bergairah untuk menjadi pemimpin. Berawal dari kisah perjalannya ke Perancis, sesampainya di Perancis bersama dengan empat dayang-dayangnya, Mary ditugaskan untuk mengamankan aliansi antar Kerajaan, dengan meresmikan pertunangannya dengan Putra Mahkota kerajaan Perancis, Pangeran Francis. Tapi pertunangan ini tidak dengan mudah disetujui dan diresmikan, masih banyak kendala seperti politik, agama dan juga masalah perasaan kedua belah pihak. Seperti kebanyakan pria lainnya, Francis juga tertarik dengan Putri Skotlandia itu. tapi dia

Mary sudah dijodohkan kepada putra Raja Perancis, Francis, pada saat Ia masih berusia lima tahun.


ise of Mary Queen of Scots masih belum siap untuk lanjut ke pernikahan, terutama mengingat hubungan ini berkaitan erat dengan aliansi kedua Kerajaan, namun terlepas dari itu semua, hubungan kedua calon pemegang tahta ini cukup dekat. Ditengah hubungannya dengan Mary, Francis harus menghadapi sebuah masalah, yaitu Bash, pria tampan, nakal, yang juga mendekati Mary. Bash tidak lain adalah saudara tiri Francis, walaupun Bash merupakan anak haram, Bash sangat disukai oleh ayahnya. Bash sadar betul bahwa Francis adalah pewaris tahta dan Mary adalah calon pendampingnya, namun Bash tetap saja mendekai Mary. Di lain pihak Ibu Francis, Ratu Catherine sadar betul dengan hubungan ini, sesadarnya dia terhadap hubungan gelap suaminya, tidak hanya dengan wanita simpanannya bahkan juga wanita-wanita di lingkungan kerajaan. Ratu Catherine pun mencoba menyelamatkan anaknya Francis dan saudara tirinya Bash dari hubungan ini, karena menurut

Tinggi dalam kekuasaan dan fisik, Mary berdiri tegak dengan tinggi badan hampir 6 kaki.

penglihatan Nostradamus, penasehat kepercayaan Ratu Catherine, pernikahan ini akan menimbulkan petaka pada kehidupan Francis. Sebagai Ibu, Catherine tidak mau terjadi apaapa kepada anaknya, apapun caranya. Terlepas dari itu semua, Mary belajar beradaptasi dengan semua masalah ini, dia menyadari persengkongkolan musuhnya untuk menyabotase pernikahannya bahkan mengancam hidupnya. Dia menyadari ada sebuah kekuatan gelap di lingkungan kerajaan. Sosok misterius hadir di lingkungan kerajaan, dan bisa saja sosok misterius ini membahayakan nyawa Mary. Para penduduk setempat percaya dengan hal-hal berbau misterius seperti sihir dan lainnya, Mereka percaya bahwa di hutan yang gelap dan misterius yang mengelilingi kerajaan Perancis hidup sesosok mahluk yang mengintai, menginginkan persembahan berupa nyawa manusia.

Kesemua empat orang dayang Mary, Ratu Skotlandia, bernama Mary.

Tiga tahun setelah kepindahannya dari Australia ke Los Angeles, Adelaide Kane langsung ditawari untuk memerankan Mary, seorang Ratu Skotlandia muda dalam serial terbaru CW. Serial yang akan tayang pada hari kamis pukul 9:00. Mary yang tiba di lingkungan keraajan Perancis bersiap untuk menikah dengan Francis, seorang calon raja yang tampan, hubungan ini ada guna mempererat hubungan kedua kerajaan. Beberapa kritikus angkat bicara mengenai serial ini, karena di serial Reign ini McCarthy (Laurie McCarthy) , eksekutif produser, akan melenceng dari sejarah aslinya. Francis yang akan digambarkan disini adalah seorang Playboy yang tampan, namun pada kenyataanya Francis adalah seoarang anak yang sakit-sakitan , dan juga Bash yang pada kenyataanya tidak pernah ada. Nostradamus yang pada kenyataanya adalah Pria berjanggut yang sudah berusia sekitar 50 tahun ketika diangkat menjadi penasehat

Mary sudah menjadi Ratu Skotlandia sejak Ia berumur enam hari.


Ratu Catherine, Ibu Francis, namun disini diperankan oleh Rossif Sutherland aktor Canada yang berusia 35 tahun. Namun, McCarthy menegaskan bahwa serial REIGN, tidak akan melenceng jauh dari jalan cerita kehidupan Mary sebenarnya, dan tidak akan menghilangkan momen-momen penting lainnya, termasuk peristiwa pernikahannya dengan Francis dan kematian Francis setahun kemudian. Para pemeran Serial Reign diantaranya, Adelaide Kane yang pada Teen Wolf season 2 yang saat ini masih tayang ini berperan sebagai Cora Hale, adik dari sang srigala alpha, Derek, namun kali ini Ia berhasil mendapatkan peran utama pertamanya di dunia pertelevisian Amerika sebagai Mary Stuart, Ratu Skotlandia yang terkenal berperawakan tinggi itu. lalu ada Toby Regbo yang pernah memerankan Dombledore muda dalam film Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 1, aktor muda berkebangsaan Inggris ini didapuk untuk memerankan Pangeran Francis, kemudian dijajaran “The Royal Trio� ini juga ada nama Torrance Coombs, mungkin aktor yang satu ini namanya kurang begitu akrab di telinga anda, namun bagi anda pecinta serial televisi Amerika pasti langsung mengenali wajahnya yang memang terlihat licik dan Moviemagz Horror Movies 124

ambisius namun tampan yang memang sangat cocok untuk memerankan tokoh antagonis di beberapa serial televisi, salah satunya dalam serial The Tudors saat Ia memerankan Thomas Culpepper, kekasih gelap Catherine Howard, Ratu kelima dari Henry VIII, kali ini di Reign Ia memerankan Sebastian atau yang biasa dipanggil Bash, yang lagi-lagi berwatak nakal dan penggoda. Ratu Catherine de Medici ibu dari Mary, diperankan oleh aktris kanada yang sudah lama malang melintang di dunia film dan pertelevisian Amerika,


Megan Follows, Ia dikenal berkat perannya sebagai Anne Shirley dalam miniseries Kanada,Anne of Green Gables berikut juga dengan kedua sequelnya. Satu lagi jebolan serial The Tudors, Alan Van Sprang yang kali ini berperan sebagai Raja Perancis, King Henry II. Berikutnya ada Rossif

Sutherland sebagai Nostradamus, seorang aktor Kanada yang juga sudah cukup lama malang melintang di dunia pertelevisian Kanada, seperti Being Erica, Flashpoint, King dan The Listener. Lola sahabat dari Mary Stuart, diperankan oleh Anna Popplewell yang terkenal lewat perannya sebagai Susan Pevensie dalam film trilogy Narnia. Lalu ada Jenessa Hibah sebagai Aylee serta dua orang newcomer Celina Sinden dan Caitlin Stasey yang memerankan Greer dan Kenna. Reign memang banyak dipenuhi oleh pemainpemain muda yang memanjakan mata serta tema-tema percintaan remaja, hal ini mungkin karena memang The CW terkenal banyak menelurkan serial-serial untuk remaja Amerika baru gede, sebut saja serial seperti The Vampire Diaries, reboot 90210, Gossip Girl, The Carrie Diaries, dan serial lainnya yang akan panjang jika disebutkan satu-persatu. Terlepas dari hal-hal diatas, mudah-mudahan Reign bisa menarik minat penonton dewasa mengingat serial ini diangkat dari sejarah walau banyak dipermak sana-sini. Yah, kita tunggu saja kehadiran serial ini pada tanggal 17 Oktober nanti.

Eichi01


SERIES

P

enggemar The Vampire Diaries pasti sudah tidak sabar rmenanti yang satu ini. Awal tahun ini, pihak The CW telah mengumumkan akan membuat sebuah spin-off bagi para penggemar The Vampire Diaries, yang akan hadir pada Fall Season 2013 ini. Namanya pun telah diumumkan. The Originals, yang menceritakan mengenai kehidupan para vampire original. Sebelumnya kita mengenal ada keluarga vampire original yang bermain dalam serial The Vampire Diaries. Ada Klaus, Elijah, Rebekah, Kol, Finn dan Henrik, beserta kedua orang tua mereka, Mikael, dan Esther. Dalam cerita yang dikisahkan di TVD, Masih ada keluarga original lainnya yakni Aaron walaupun Ia tak ditampilkan dalam series TVD. Namun seperti yang telah kita ketahui, kedua orang tua mereka serta Henrik, Finn dan Kol pun telah terbunuh di series TVD. Jadi tersisa 3, yakni Klaus, Elijah serta Rebekah. Klaus adalah seorang Vampire Hybrid Original pertama, dia memiliki sifat yang sadis dan tanpa ampun, dan melakukan apa saja demi mewujudkan keinginannya. Lalu ada Elijah, yang merupakan kakak tertua dalam keluarga Original, dari antara semua keluarga Original, mungkin Elijah yang paling ‘pengertian’.

In New Orleans, the a

Terakhir ada Rebekah, yang merupakan satusatunya anak perempuan dalam keluarga Original. Cerita bermula, di mana kita mengenal adanya Keluarga Vampire Originals yang awalnya memiliki janji untuk selalu bersama selamanya. Namun seiring berjalannya waktu, ikatan itu terputus sudah. Berawal dari Klaus Mikaelson, yang merupakan Vampire Hybrid, yang kembali pulang ke New Orleans, sebuah kota yang keluarganya bangun bertahun-tahun lalu, namun ditinggalkan, dan bersumpah tidak akan pernah kembali. Dan sekarang, dia kembali ke Orleans, dan menimbulkan tanda tanya yang besar bagi saudara-saudaranya, Elijah dan Rebekah. Klaus kembali ke Orleans setelah menerima surat dari Katherina (Nina Dobrev, The Vampire Diaries) mengenai adanya seorang penyihir yang berencana untuk menentangnya. Elijah yang tak tahu tujuan saudaranya itu ke sana, menyusul dia dan mencari tahu sendiri. Sesampainya di sana, Klaus terkejut dengan adanya ‘Peraturan Marcel’. Pergi menemui Marcell dengan tujuan mencari tahu si penyihir yang berencana menentangnya.


air is thick with blood.

Marcel sendiri adalah vampire yang memimpin kota New Orleans sepeninggalan Klaus. Marcel adalah mantan didikan Klaus, dan Ia pun dengan senang hati mempertemukan mereka. Tapi, belum sempat berbicara padanya, Jane-Anne sudah terlebih dahulu dibunuh Marcel akibat diketahui melakukan praktek sihir yang dilarang di New Orleans. Kesal dengan Marcell, Klaus pun melampiaskan kemarahannya dengan menggigit salah satu orang Marcel dan mengancamnya. Selesai dari situ, Klaus malah dipertemukan dengan seorang werewolf yang sudah tak asing lagi, Hayley, di mana Ia ternyata Hayley sedang mengandung anak hasil hubungannya dengan Klaus, dimana bisa dibilang itu adalah sebuah keajaiban. Dengan penuh kebimbangan, Klaus menyatakan tidak peduli, hingga Elijah sang kakak menemuinya dan berbicara padanya. Setelah merenungkan kembali, Klaus memutuskan untuk tinggal di New Orleans dan berencana untuk merebut kembali kekuasaan dari tangan Marcel. Akhirnya mereka pun sepakat untuk menjatuhkan Marcel dengan cara yang tepat. Setuju dengan itu, akhirnya Klaus kembali menemui Marcel dan

‘meminta maaf’ dengan menyembuhkan korban gigitannya tadi itu dengan memberikan darahnya. Marcel pun langsung menerima itikad baiknya itu. Rencana mereka untuk menggulingkannya pun masih terus berlanjut. The Originals dipenuhi dengan banyak intrik yang terjadi. ditambah lagi beberapa karakter baru sebagai pendukung ceritanya, yang pasti akan menarik. Julia Plec yang merupakan salah satu Tim dari Vampire Diaries dipercaya untuk menggarap serial ini, tanpa bantuan Kevin Williamson. Mari kita lihat apakah spin-off The Originals ini akan sesukses pendahulunya, The Vampire Diaries. Pilot dari The Originals sudah dirilis pihak The CW beberapa bulan lalu yang merupakan bagian dari The Vampire Diaries tepatnya pada Season 4 Episode 20. The Originals sendiri akan mulai tayang pada Kamis, 3 Oktober 2013 khusus untuk premiere, dan berlanjut ke hari Selasa. Sementara The Vampire Diaries juga akan memulai season barunya pada 3 Oktober 2013 nanti.

er1ck9


RETURN P

enyihir wanita versus Voodoo. Sudah sekitar 300 tahun sejak persidangan penyihir Salem, pengadilan penyihir Salem adalah serangkaian pemeriksaan dan penuntutan orang yang dituduh sebagai penyihir di negara bagian Massachusetts, antara Februari 1692 dan Mei 1693, penyihir-penyihir yang tersisa terancam bahaya dan hampir punah. Musim ke tiga dari American Horor History ini berpusat pada sebuah akademi di New Orleans, Miss Robichaux’s Academy for Exceptional Young Ladies, yang dikelola oleh Cordelia (Sarah Paulson). Akademi ini ditujukan untuk menjaga keturunan yang tersisa dari penyihir yang memiliki garis darah yang unik. Sekolah yang misterius ini juga mengajarkan penyihir muda bagaimana melindungi diri terhadap serangan misterius yang mengganggu jenis mereka. Muak dengan perburuan penyihir dan menyimpan agenda rahasia tersendiri, Fiona Goode (Jessica Lange), penyihir paling kuat dari generasi mereka yang juga ibu dari Cordelia kembali ke New Orleans dari Los Angeles. Fiona bertekad untuk melindungi Coven dan bertekad menghancurkan apa dan siapapun yang menghalangi jalannya sehingga menyalakan kembali persaingan lama dengan musuh bebuyutan para penyihir wanita, The Voodoo. Terjebak dalam kekacauan ini adalah

lyna_3n

pendatang baru di akademi , Zoe (Taissa Farmiga), yang menyimpan rahasia mengerikan sendiri. Dalam American Horror Story: Coven kita akan melihat banyak konflik seperti perburuan para penyihir, hubungan incest, minoritas dan perbudakan. Hubungan antara ibu dan anak perempuan, serta pertarungan antara sihir melawan voodoo. Seting peristiwamya sendiri akan ditampilkan pada waktu sekarang dan tahun 1830an. Setelah sukses dengan musim pertamanya dengan cerita horor klasik tentang rumah berhantu, dan di musim keduanya tentang rumah sakit jiwa yang menyimpan banyak misteri menyeramkan, kali ini sang creator, Ryan Murphy mencoba dengan tema penyihir Salem yang sudah melegenda selama berabad-abad. Dan bagi anda yang belum pernah menyaksikan musim pertama dan keduanya tidak perlu khawatir, karena setiap musim, American Horror Story selalu berganti cerita dan selalu berakhir tamat di akhir musimnya, bahkan, walaupun ada beberapa aktor dan aktris yang sama di setiap musimnya, karakter merekapun tidak pernah sama. Mari kita tunggu kehadiran Jessica Lange dan kawan-kawan pada 9 Oktober 2013 nanti.


THE WALKING season DEAD4

RETURN

B

ahaya bisa datang dari mana saja !!! Musim 4 dari The Walking Dead menggambarkan kelanjutan hidup survivor di penjara. Masyarakat di penjara tumbuh secara signifikan dan mereka secara perlahan menjadi mandiri . Mereka menanam sayuran dan beternak hewan agar tidak perlu berburu makanan lagi. Setelah melepas kepemimpinannya, Rick (Andrew Lincoln) mengundurkan diri ke dalam kehidupan bertani dan mengurus babi. Rick juga menolak untuk membawa senjata , dengan harapan untuk menjadi contoh yang lebih baik kepada putranya , Carl. Penjara

Moviemagz Horror Movies 129

Review By lyna_3n _IDFL.ME telah menjadi lokasi yang ideal dan damai bagi para survivor karena bisa menahan The Walkers untuk masuk. Dalam musim ini akan ada ancaman baru untuk para survivor selain dari The Walkers dan the Governor. Ancaman yang tidak biasa dan belum pernah dilihat sebelumnya. Zombie yang akan menjadi lebih berbahaya tetap akan menjadi ancaman besar, seperti yang mereka lakukan dalam dua musim pertama. Akan ada perubahan pada Governor akibat peristiwa pada final musim ke 3. Konflik pada season 4 akan berkisar antara grup Woodbury yang lama dengan kelompok Rick. Episode musim ke 4 ini dijadwalkan

sebanyak 16 episode yang akan dibagi menjadi 2 bagian. Dengan tambahan karakter baru, ancaman yang lebih berbahaya dan konflik kelompok yang terus berkembang tampaknya banyak yang bisa kita dinantikan dari The Walking Dead musim ke 4.


NEW FALL SERIES 2013/2014

Dracula Premiere : 25 Oktober 2013, Chanel : NBC

The Blacklist Premiere : 23 September 2013, Chanel : NBC

D

ia bekerja untuk FBI – atau FBI bekerja untuknya? Salah satu buronan yang paling dicari oleh FBI, mantan agen pemerintah Raymond Reddington alias Red tibatiba menyerahkan diri ke markas FBI di Washington DC. Red menawarkan kerja samanya dengan syarat bahwa dia hanya akan bicara kepada Elizabeth “Liz” Keen, profiler pemula FBI yang baru lulus dari Quantico. Liz Keen mempertanyakan ketertarikan Red pada dirinya meskipun Red menyatakan bahwa dia sangat istimewa. Red mengklaim bahwa dia dan FBI memiliki minat yang sama, yaitu menyingkirkan penjahat dan teroris berbahaya yang masuk dalam daftar yang disebutnya “The Blacklist

Hostages

Premiere : 23 September 2013, Chanel : CBS

Dengan membawa tujuan untuk membalas dendam pada orangorang yang telah menghianatinya berabad-abad yang lalu, Dracula datang ke London. Dia menyamar sebagai pengusaha Amerika yang ingin mengenalkan ilmu pengetahuan modern untuk masyarakat Victorian. Hanya saja ada satu masalah yang berpotensi menggagalkan rencananya: Dracula jatuh cinta dengan seorang wanita yang tampaknya merupakan reinkarnasi dari istrinya yang sudah meninggal.

Sebuah keluarga Dokter bedah ternama Ellen Sanders yang akan melakukan operasi bedah kepada Presiden Amerika serikat menjadi sasaran penyanderaan sekelompok agen FBI yang dipipmpin Duncan. Dia memerintahkan Dokter Bedah tersebut untuk membunuh Presiden saat menjalani operasi. Dengan kehidupan keluarganya dalam bahaya, Ellen menghadapi dilema moral untuk menyelamatkan Art By Mysecondhenz _IDFL.ME dirinya, suaminya Brian (Tate Donovan), dan kedua anaknya Morgan dan Jake. Drama penyanderaan ini akan semakin menarik karena kemudian secara perlahan terkuak masingmasing rahasia dari anggota keluarga tersebut bahkan juga sang penyandera Duncan.

Design By Starkiller _IDFL.ME


Atlantis Premiere : 28 September 2013, Chanel : BBC One

Kota yang hilang ditemukan! Seorang anak muda bernama Jason (Jack Donnelly) menyelam untuk mencari puing-puing kapal selam ayahnya. Ketika akhirnya dia menemukan puing-puing tersebut tiba-tiba ada cahaya terang dan hal yang terjadi berikutnya adalah dia terdampar di pantai berpasir. Jadi di mana dia? Benar, Atlantis,kota hunian kuno dan aneh , tempat pahlawan legendaries, dewi berambut ular, makhluk mitos dan istana yang begitu besar sehingga seolaholah dibangun oleh raksasa. Di kota inilah petualangan epik Jason dimulai.

The Peaky Blinders

Premiere : 12September 2013, Chanel : BBC Two

“If there are bodies to be buried, dig holes and dig them deep”.

Masters of Sex Premiere : 29 September 2013, Chanel : Showtime

“Masters of Sex” terinspirasi oleh kisah hidup Masters dan Johnson. William Masters (Michael Sheen) dan Virginia Johnson (Lizzy Caplan) adalah dua peneliti yang merintis ilmu pengetahuan tentang kehidupan seksualitas manusia di Universitas Washington St Louis, Missouri. Penelitian mereka memicu revolusi seksual dan membawa mereka dari rumah sakit pendidikan ke sampul majalah Time dan hampir selusin penampilan di acara Johnny Carson. Review ByByHary Susanto MOVIENTHUSIAST Review lyna_3n _IDFL.ME

Serial ini mengungkap kisah keluarga gangster kriminal The Peaky Blinders yang berbasis di Birmingham pada akhir abad ke-19 sampai awal abad ke-20, dengan bossnya yang ambisius dan berbahaya Tommy Shelby (Cillian Murpy) . Mereka menjahit pisau cukur ke puncak topi yang kemudian digunakan sebagai senjata sehingga lawan mereka sering kehilangan mata dalam perkelahian. Peaky Blinders mendapatkan uang mereka dari taruhan ilegal, pemerasan dan pasar gelap di Birmingham. Kepala Inspektur Chester Campbell (Sam Neill), detektif di Royal Irish Constabulary dikirim dari Belfast ke Birmingham untuk membersihkan kota dari kejahatan gang serta membawa misi khusus yang diperintahkan langsung oleh Secretary of State for War, Winston Churchill (Andy Nyman).


Kyd's S T R O REP ate Kyd

By: The Unfortun


O

ke, sekarang sudah memasuki musim gugur di Amerika sana atau yang bahasa kerennya disebut “fall season”. Dan saatnya juga kita berpisah pada serial-serial musim panas tahun ini untuk sementara atau selamanya seperti Breaking Bad. Ya.. ya.. ya.. It’s sad, I know. Terlebih bagi anda yang sudah kecanduan Walter White dan Jesse Pinkman, but don’t worry I won’t spoil the ending here. Breaking Bad juga mendapatkan hadiah manis di akhir musimnya ini dengan membawa pulang 2 Emmy Awards pada tanggal 15 Sepetember 2013 kemarin, dalam kategori Outstanding Drama Series dan Outstanding Supporting Actress in a Drama Series untuk Anna Gunn yang berperan sebagai istri dari Walter White yang diperankan oleh Bryan Cranston. Berbicara tentang Emmy, Clair Danes kembali membawa pulang Emmy dalam kategori Outstanding Lead Actress in a Drama Series dalam serial Homeland sebagai Carrie Mathison, setelah tahun lalu juga memenangkan Emmy pada kategori yang sama. Memang kemenangannya kali ini bukanlah sesuatu yang mengagetkan melihat dari aktingnya yang memang luar biasa, dan saya pribadipun sudah melirik daya tarik aktingnya dalam Film Televisi Temple Grandin pada tahun 2010 silam, namun beberapa nominasi dalam kategori yang dimenanginya tersebut pada tahun ini, juga diisi oleh beberapa aktris brilian dengan akting yang tidak kalah menawan, antara

Moviemagz Horror Movies 133

lain Vera Farmiga yang berperan sebagai ibu dari icon pembunuh berantai Amerika, Norman Bates, dalam serial Bates Motel, lalu ada Connie Britton, Elisabeth Moss dan Michelle Dockery yang masing-masing mewakili serial Nashville, Mad Men dan Downton Abbey, dua nama lainnya ada Robin Wright yang sangat brilian memerankan Claire Underwood, seorang wanita ambisius yang tidak akan berhenti untuk menaklukkan segala sesuatu yang diinginkannya dalam serial Netflix, House od Cards, dan terakhir ada my personal favorite for the win, Kerry Washington, yang mencuri perhatian penonton dalam memerankan Olivia Pope, sang wanita simpanan Presiden Amerika dalam serial Scandal. Sesungguhnya banyak orang yang menjagokan Kerry untuk membawa pulang Emmy tahun ini, tapi apa mau dikata, Claire Danes memang pantas untuk mendapatkanya lagi, mudahmudahan di Emmy Awards tahun depan, Kerry dapat merebutnya dari tangan Claire Danes., ‘cuz she really deserve it. Dalam jajaran kategori Lead Actor, Jeff Daniels berhasil merebut Emmy dari pemenang tahun lalu, Damian Lewis, dalam serial Homeland. Kemenangan Jeff Daniels ini bisa dibilang mengejutkan saya pribadi dan beberapa orang diluar sana, mengingat ketatnya persaingan dalam kategori tersebut, selain Damian Lewis juga ada langganan Emmy, Hugh Bonneville, Bryan Cranston dan Jon Hamm serta satu lagi nama baru di nominasi Emmy tahun ini, Kevin Spacey,

yang banyak dijagokan untuk membawa pulang Emmy pada tahun ini, setelah akting briliannya dalam serial House of Cards sebagai the scheming husband, Frank Underwood. Keterkejutan akan kemenangan Jeff Daniels kali ini bukanlah karena aktingnya dalam serial The Newsroom tidak bagus, Jeff bisa dibilang berhasil membawakan karakter kuat sebagai News Anchor bernama Will McAvoy, but again, jika anda sudah menonton House of Cards, anda pasti setuju Mr. Spacey deserves it more. Kemenangan terbanyak pada The 65th Annual Primetime Emmy Awards kali ini, diperoleh film televisi produksi HBO, Behind The Candelabra, dengan memenangi tiga dari 6 nominasi, antara lain dalam kategori Outstanding Directing, Outstanding Miniseries or Movie dan Outstanding Lead Actor in a Miniseries or Movie untuk Michael Douglas yang sangat epic memerankan pianis legendaris kontroversial, Liberace, yang memiliki orientasi seksual sesama jenis. Michael Douglas berhasil menyingkirkan nama besar di nominasi tersebut seperti Benedict Cumberbatch, Toby Jones, Al Pacino dan lawan mainnya dalam Behind The Candelabra, Matt Damon. Well, sekian report dari saya pada bulan ini, dan jangan lewatkan report saya di bulan depan untuk mengetahui serial-serial baru mana saja yang berhasil merajai rating di musim gugur tahun ini, dan serial mana saja yang justru gagal meraih rating yang baik. Adios.


CheongDAm dong

Apakah kalian m asih ingat dan menyukai kisah dongeng Alice In Wonderland? Ji ka iya, maka ad a satu drama kore a yang cocok u ntuk kalian nikm ati. Kisah Cheo n g dam-dong Alice (bisa juga disebut Alice in Cheo ngdam-dong) sedikit banyak terinspirasi ole h kisah dongeng terkenal itu.

tayang di nyak 16 episode yang ba se a re Ko a am dr gu an merupak setiap Sabtu dan Ming 13 20 i ar Cheongdam-dong Alice nu Ja 27 ga ng dosiar mulai Desember 2012 hi a ini ditayangkan di In am stasiun tv SBS mulai 1 dr , iri nd se sia ne mpat. Di Indo dam-dong Alice pukul 21.55 waktu sete at pukul 15.30. Cheong m Ju ga ng hi n ni Se a lewat ri tiap ha dah dikenal sebelumny su ng 16 September 2013 se ya e He Jin m Ki kalian sudah m Ji Woon dan pemerannya, tentunya ditulis kisahnya oleh Ki ra pa k tu Un e. tre n? ed Deep Root , dan Kim Ji Seok buka un Hy Yi Queen Seondeok dan So o, Ho Si rk on Geun Young, Pa yuk‌ tidak asing dengan Mo Langsung saja kita intip a? ny ah kis a ap rti pe Sudah penasaran se


Cheongdam-dong Alice berkisah tentang seorang gadis muda bernama Han Se Kyung. Dia merupakan seorang desainer pakaian berbakat yang banyak mendapat penghargaan dalam kontes fashion designer setempat. Sayangnya karena berasal dari keluarga sederhana, Se Kyung tidak bisa mewujudkan cita-citanya untuk belajar ke luar negeri. Meski begitu, ia tetap semangat dalam menjalani kehidupannya. Prinsip hidupnya adalah l’effort est ma force yang berarti kerja keras adalah kekuatanku. Masalah mulai muncul saat bisnis toko roti yang dijalani oleh ayahnya terancam bangkrut karena sepi pelanggan. Mau tidak mau Se Kyung-lah yang menjadi tulang punggung keluarga. Di sisi lain, kekasihnya, So In Chan juga sedang menghadapi masalah. Ibunya divonis mengidap kanker, sehingga ia harus membiayai biaya rumah sakit yang besar. Sebagai kekasih yang baik, Se Kyung berusaha membantu biaya pengobatan. Namun ia juga tidak bisa berbuat banyak karena gajinya yang pas-pasan. Peluang mulai terbuka bagi Se Kyung saat ia diterima bekerja di GN Fashion, sebuah perusahaan pakaian yang terkenal. Harapan Se Kyung adalah dirinya bisa menjadi salah satu desainer pakaian di perusahaan tersebut. Sayangnya disana ia malah menjadi pesuruh dari istri presiden, yang setiap hari harus membawakan barang-barang belanjaan yang telah dipesannya. Yang membuat Se Kyung terkejut adalah bahwa ternyata sang istri presiden adalah Seo Yoon Joo, teman sekolahnya dulu sekaligus musuhnya. Se Moviemagz Horror Movies 135

Kyung akhirnya tahu bahwa dirinya diterima bekerja di GN Fashion karena campur tangan Yoon Joo. Yoon Joo berniat mengerjai Se Kyung dan tidak benar-benar ingin mempekerjakannya di kantor suaminya. Di saat yang bersamaan, In Chan yang begitu ia sayangi, malah mengkhianatinya dan membawa kabur uang tabungan yang telah disimpannya bertahun-tahun. Hal ini membuat kepercayaan diri Se Kyung menjadi runtuh. Ia mulai meragukan prinsip hidup yang selama ini dipegangnya. Se Kyung mulai berpikir bahwa seseorang bisa menjadi sukses dan kaya jika bisa menjalin relasi dengan orang kaya pula. Secara tidak sengaja, Se Kyung bertemu dan berkenalan dengan Cha Seung Jo, presiden perusahaan fashion terkenal, Artemis. Lewat beberapa kali pertemuan, keduanya pun menjadi akrab. Namun Seung Jo merahasiakan jati diri yang sebenarnya dan mengatakan pada Se Kyung bahwa ia hanyalah karyawan di perusahaan Artemis. Karena pengalaman masa lalunya, Se Kyung berusaha tidak jatuh cinta pada Seung Jo. Dengan pemikirannya yang baru, Se Kyung menganggap bahwa Seung Jo hanyalah pria biasa yang tidak kaya, sehingga tidak bisa memberi kebahagiaan dalam hidupnya

Review By.. bleach77 DESIGN by.. Quilava


Se Kyung lalu meminta bantuan pada Yoon Joo untuk mengajarinya masuk ke dalam golongan elit orang kaya dan berkenalan dengan mereka. Yoon Joo yang merasa kasihan, lalu memberitahu Se Kyung tahap-tahap agar ia bisa diterima di dalam golongan orang kaya. Pertama-tama Se Kyung harus bisa menemukan seorang ‘kelinci putih’ yang bisa menjadi perantaranya masuk ke dalam golongan elit. Pilihan pun jatuh pada Tommy Hong, seorang desain pakaian di Korea yang sangat terkenal. Berkat bantuan Yoon Joo, Se Kyung pun bisa berkenalan dan menjadi dekat dengan Tommy. Lewat Tommy-lah, Se Kyung bisa berkenalan dengan golongan elit di kawasan Cheongdam-dong. Tahap pertama berhasil, selanjutnya Se Kyung harus mencari orang yang tepat untuk dijadikan pasangan. Pilihan pun jatuh pada presiden Artemis. Sangat sedikit informasi yang diketahui tentang presiden Artemis ini, selain dari namanya yang biasa disebut Jean Thierry Cha. Se Kyung lalu berusaha memanfaatkan Seung Jo, tanpa tahu bahwa mereka adalah orang yang sama, untuk bisa berkenalan dengan Jean Thierry Cha. Apakah Seung Jo bisa terus menutupi fakta yang sebenarnya? Lalu bagaimana dengan Se Kyung sendiri? Tanpa ia sadari, ternyata dirinya telah jatuh cinta pada Seung Jo. Namun maukah Seung Jo menerima Se Kyung jika mengetahui bahwa niat wanita itu mendekatinya karena dirinya yang terkenal dan kaya? Pada akhirnya, kebohongan tidak bisa terus ditutupi dan mereka pun harus mengungkapkan rahasia yang selama ini telah mereka simpan‌

Last Word

Saat menonton serial ini, ada beberapa hal yang bisa kita renungkan. Apakah kekayaan yang dimiliki seseorang bisa menjamin orang tersebut hidup bahagia? Bagi sebagian orang, kekayaan merupakan tolak ukur segalanya, sehingga mereka tidak segan-segan untuk menghalalkan segala cara demi mendapatkannya. Lewat serial ini, kita diajarkan bahwa masih banyak hal yang lebih penting yang bisa memberi kita kebahagiaan, seperti cinta dan persahabatan. Setelah menonton Cheongdam-dong Alice, kita bisa bertanya pada diri kita sendiri, apakah hanya kekayaan dan kemakmuran sajakah yang kita butuhkan? Dan setelah mendapatkannya, apakah kita bahagia?


CHA SEUNG JO as Park Si Hoo

CAST

Moon Geun Young as HAN SE KYUNG

S

eorang gadis muda yang sangat optimis dan yakin bahwa dengan usahanya sendiri, ia bisa menggapai sukses. Segalanya berubah saat kekasih yang sangat disayanginya malah mengkhianatinya. Sejak itu ia berusaha mengubah gaya hidupnya agar bisa masuk bergabung dengan golongan orang kaya di Cheongdam-dong. Pertemuannya secara tidak sengaja dengan Cha Seung Jo secara perlahan membuatnya jatuh cinta pada pria itu. Namun dirinya berusaha untuk mengubur perasaannya itu. Baginya Seung Jo hanyalah pria biasa yang tidak bisa memberi kemapanan hidup.

So Yi Hyun as SEO YOON JOO

M

erupakan presiden dari perusahaan fashion terkenal, Artemis. Meski berasal dari keluarga kaya, namun ia hidup terpisah dari ayahnya dan b i s a menggapai kesuksesan seperti sekarang ini berkat kerja kerasnya sendiri. Sejak mengenal Se Kyung, Seung Jo mulai jatuh cinta padanya. Ini dikarenakan ia menganggap Se Kyung berbeda dengan wanita-wanita lain pada umumnya. Di masa lalunya, ia mengalami trauma dalam hubungan cinta karena dikhianati oleh pasangannya yang tidak lain adalah Seo Yoon Joo. Yoon Joo pergi meninggalkan Seung Joo karena lebih memilih uang. Itulah sebabnya Seung Jo tidak mengungkapkan jati diri yang sebenarnya pada Se Kyung

W

anita yang satu ini sangat terobsesi untuk masuk ke dalam golongan elit di Cheongdam-dong. Itulah sebabnya ia menghalalkan segala cara untuk bisa mencapai cita-citanya tersebut. Pada suatu kesempatan, ia kembali bertemu dengan rivalnya, Han Se Kyung. Tadinya ia berencana untuk mempermainkannya, namun pada akhirnya ia malah bersimpati dengannya dan membantunya untuk bisa masuk dan diterima di Cheongdam-dong.

Kim Yoo Ri as Shin In Hwa

W

Kim Ji as Tommy

Seok Hong

S

eorang d e sainer Korea yang sangat terkenal. Ia dianggap sebagai kelinci putih yang menjadi perantara para gadis muda dalam mencari dan menemukan pasangan orang kaya. Itulah sebabnya banyak yang ingin berkenalan dengannya, termasuk Han Se Kyung. Awalnya Tommy Hong berniat membantu Se Kyung, namun setelah tahu bahwa wanita ini bisa merusak rencananya dalam perjodohan antara Cha Seung Jo dan Shin In Hwa, ia pun berusaha memisahkan Se Kyung dari kehidupan Seung Jo.

anita ini adalah adik dari suami Seo Yoon Joo, sekaligus atasan langsung dari Se Kyung. Karena berasal dari keluarga kaya, ia pun berharap memiliki pasangan yang setara dengannya. Pilihan pun jatuh kepada Cha Seung Jo. Sayangnya Seung Jo lebih memilih Se Kyung. Tentu saja In Hwa tidak menerima hal itu. Ia merasa lebih unggul dalam segala hal dibandingkan Se Kyung. Itulah sebabnya dengan berbagai cara ia berusaha menghancurkan hubungan mereka.

Review By.. bleach77 DESIGN by.. Quilava

SOME TRIVIA FOR YOU

Cheongdam-dong adalah sebuah nama daerah di Gangnam, Seoul yang terkenal dengan fashionnya yang berkualitas tinggi dan juga mahal. Cheongdam-dong sering pula disebut-sebut sebagai Beverly Hillsnya Korea. Dikarenakan sedang musim dingin di Korea, maka saat syuting berlangsung seluruh kru dan pemain setiap hari mengenakan pakaian tebal yang berlapis.

Di dalam cerita, karakter yang dimainkan oleh Park Si Hoo dan Moon Geun Young memiliki selisih umur yang tidak terlalu jauh. Namun dalam kenyataannya, umur mereka lumayan jauh selisihnya.

Drama ini ditulis berdasarkan cerita dari novel remaja Cheongdam-dong Audrey yang ditulis oleh Lee Hye Kyung.


preview

Kamen Teacher MERUBAH HATI | DENGAN KEKUATAN ATAUKAH CINTA ?

K

etika di masa sekarang para murid sudah susah sekali dididik, pemerintah Jepang menerapkan sebuah program yang dinamakan Kamen Teacher untuk mendorong sebuah rehabilitasi. Para agen dikirim ke sekolah yang telah ditentukan untuk memperbaiki kelakuan dan masalah yang disebabkan oleh para murid. Menceritakan mengenai seorang bernama Araki Gota. Gota dikirim dan ditempatkan di Kelas 2C dimana kelas tersebut adalah kelas terburuk yang dikuasai oleh 4 murid paling berandal yang dikenal dengan sebutan 4M (Money Man, Mad Man, Shadow Man, and Ice

Man). Didalam kelas Gota bersikap super sabar dan tidak pernah melawan balik bahkan saat para murid mulai menghajarnya, namun pelajaran sikap yang sebenarnya dimulai saat Gota mengenakan topeng Kamen berwarna perak demi mengubah murid-murid yang sulit menjadi lebih baik. Kisah ini bukan melulu perkelahian berdarah layaknya kisah Crows Zero, namun unsur drama dan pelajaran yang dipetik seperti kebanyakan dorama Jepang lain, sangat banyak. Terutama saat Gota menyadari bahwa kelakuan berandal tersebut lebih disebabkan oleh luka batin yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Bila

sepintas melihat jalan cerita, tentu bagi penggemar Manga akan terlihat familiar, terutama yang mengikuti karya Tooru Fujisawa, sang pencipta manga legendaris GTO (Great Teacher Onizuka). Dapat dimaklumi karena Kamen Teacher pun berasal dari orang yang sama. Akan tetapi sang producer Hiroyuki Ueno mengatakan bahwa dia ingin menampilkan pahlawan baru yang tidak pernah dilihat sebelumnya dalam sebuah dorama. Jadi mereka memutuskan rising star Fujigaya Taisuke untuk memerankan karakter utama dari dorama ini. Dinobatkan sebagai highly anticipated drama series, tentunya


Kamen Teacher akan sayang untuk dilewatkan, melihat dari jajaran line up aktor dan aktrisnya saja dapat dimaklumi bila para penonton mempunyai ekspektasi yang cukup tinggi. Ambil contoh Fujigaya Taisuke, member KisMyFt, bukanlah orang baru dalam memerankan karakter utama. Beberapa drama termasuk yang mendapat rating bagus

seperti Ikemen desu ne/You are Beautiful (2011) dan Priceless (2012). Didampingi oleh Aya Oomasa, pemenang best supporting actress dalam 13th Annual Nikkan Sports Drama Grand Prix, sebagai guru bahasa Inggris ditambah seorang ringleader Fuuma Kikuchi, belum dilengkapi anggota lain dari Johnny’s Jr.Jesse Lewis, Taiga Kyomoto and Yuuta Kishi

menjadikan drama ini patut untuk dijadikan salah satu dorama wajib tonton. Konflik dan cerita yang dibangun cukup intense yang membuat penonton diajak untuk menebak-nebak dan penasaran bagaimana penyelesaian yang ingin digunakan oleh Araki Gota dalam menghadapi permasalahan masing masing siswa yang berbeda beda. Walaupun tidak selalu menonjolkan kekerasan tentu saja aksi bela diri dan atraksi motor khas Kamen akan termasuk didalamnya, karena apapun juga penggemar Tokusatsu tidak akan memaafkan pencatutan merk Kamen bila semua itu tidak ada didalamnya bukan ?

Review & DESIGN by.. Quilava


WATCHER

Story : Sansan Xaverius Art : Sansan Xaverius IDFL SubsCrew



Movie Magz Edition IX